P. 1
PONDASI.docx

PONDASI.docx

|Views: 31|Likes:
Published by ramlantri

More info:

Published by: ramlantri on May 07, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/23/2013

pdf

text

original

PONDASI

A. Pengertian Pondasi Pengertian umum untuk pondasi adalah Struktur bagian bawah bangunan yang berhubungan langsung dengan tanah, atau bagian bangunan yang terletak di bawah permukaan tanah yang mempunyai fungsi memikul beban bagian bangunan lainnya di atasnya. Kesimpulannya, pondasi adalah suatu bagian dari konstruksi bangunan yang berfungsi untuk menempatkan bangunan dan meneruskan beban yang disalurkan dari struktur atas ke tanah dasar pondasi yang cukup kuat menahannya tanpa terjadinya differential settlement pada sistem strukturnya. Untuk memilih tipe pondasi yang memadai, perlu diperhatikan apakah pondasi itu cocok untuk berbagai keadaan di lapangan dan apakah pondasi itu memungkinkan untuk diselesaikan secara ekonomis sesuai dengan jadwal kerjanya. Hal-hal berikut perlu dipertimbangkan dalam pemilihan tipe pondasi: 1. 2. 3. 4. 5. Keadaan tanah pondasi Batasan-batasan akibat konstruksi di atasnya (upper structure) Keadaan daerah sekitar lokasi Waktu dan biaya pekerjaan Kokoh, kaku dan kuat

Umumnya kondisi tanah dasar pondasi mempunyai karakteristik yang bervariasi, berbagai parameter yang mempengaruhi karakteristik tanah antara lain pengaruh muka air tanah mengakibatkan berat volume tanah terendam air berbeda dengan tanah tidak terendam air meskipun jenis tanah sama. Jenis tanah dengan karakteristik fisik dan mekanis masing-masing memberikan nilai kuat dukung tanah yang berbeda-beda. Dengan demikian pemilihan tipe pondasi yang akan digunakan harus disesuaikan dengan berbagai aspek dari tanah di lokasi tempat akan dibangunnya bangunan tersebut. Suatu pondasi harus direncanakan dengan baik, karena jika pondasi tidak direncanakan dengan benar akan ada bagian yang mengalami penurunan yang lebih besar dari bagian sekitarnya. Ada tiga kriteria yang harus dipenuhi dalam perencanaan suatu pondasi, yakni : 1. Pondasi harus ditempatkan dengan tepat, sehingga tidak longsor akibat pengaruh luar. 2. Pondasi harus aman dari kelongsoran daya dukung. 3. Pondasi harus aman dari penurunan yang berlebihan.

1

Ragam getaran yang terjadi pada pondasi dianalisa dengan metode lumped parameter system. Pondasi harus direncanakan untuk menjamin stabilitas dibawah pengaruh beban statis maupun beban dinamis. 3. Letak tanah kuat untuk konstruksi pondasi pada 2 . Kombinasi beban statis dan dinamis menghasilkan gaya-gaya yang diterima tanah berturut-turut: gaya arah vertikal dan horisontal sebesar: 0.2371 tm dan getaran torsi sebesar 10. 2. dan 1 m memenuhi kriteria perencanaan dimana amplitudo arah vertikal dan horisontal (0. Pondasi menggunakan tulangan D16-100 pada sisi lebar maupun sisi panjang. yang di dasarkan atas kekuatan tanah atau daya dukung tanah. Gaya-gaya tersebut mampu diterima tanah dimana total tegangan tanah sebesar 0.6907 tm. Metode ini menawarkan penambahan frekwensi alami untuk mengurangi getaran pada sistem dengan cara mengatur konstanta pegas dan peredam. D22 – 50 pada dasar pondasi. tanah yang tidak stabil.0659 tm. 0.2018 tm.4 mm). Dimensi pondasi blok dengan panjang. Cukup kuat untuk mencegah/menghindarkan timbulnya patah geser yang disebabkan muatan tegak ke bawah.5316 Kg/cm2 masih lebih kecil dari tegangan ijin tanah sebesar 2. Dapat menyesuaikan terhadap kemungkinan terjadinya gerakan-gerakan tanah antara lain. dan D18 – 100 sebagai tulangan bagi yang difungsikan untuk mengatasi efek susut dan suhu. Tanah tempat konstruksi pondasi diletakkan harus cukup kuat. D20 – 50 pada bagian atas.B. tanah menyusut.7375 Kg/cm2. dapat menimbulkan kerusakan pada bangunannya. Suatu konstruksi pondasi yang tidak cukup kuat dan kurang memenuhi persyaratan tersebut diatas. 0. Menahan gangguan dari unsur-unsur kimiawi di dalam tanah baik organic maupun anorganik. 4 m. antara lain : 1. memerlukan perbaikan dari bangunannya bahkan kemungkinan terjadi seluruh bangunan menjadi rusak dan harus dibongkar. z sebesar: 1.0146 mm. y. 2. 2.0313 mm) lebih kecil dari batas ijin amplitudo arah vertikal dan horisontal (0. 4. Sehingga pondasi yang merupakan bagian dari konstruksi bangunan harus memenuhi beberapa persyaratan.8032 t. Meskipun beban dinamis yang bekerja cukup kecil namun bekerjanya berulang selama periode waktu tertentu sehingga membutuhkan perhatian khusus dalam perencanaan. Pondasi dari suatu bangunan khususnya pada bangunan gedung adalah suatu konstruksi dari bagian bawah bangunan yang berhubungan langsung dengan tanah atas bagian bangunan yang terletak di bawah permukaan tanah berfungsi meneruskan beban atau gaya di atasnya dan termasuk berat pondasi ke tanah di bawahnya. Dapat menahan tekanan air yang mungkin terjadi. kegiatan pertambangan dan gaya mendatar dari gempa bumi. 0. lebar dan tebal masing-masing: 9 m. Fungsi Pondasi Pada dasarnya fungsi pondasi adalah untuk menyalurkan beban-beban yang bekerja diatas pondasi ke struktur yang ada dibawahnya tanpa mengalami kerusakan.2 mm. tanah mengembang.5356 t. Akibat yang ditimbulkan oleh kerusakan ini. rotasi arah x.

hal ini dilakukan karena pada umumnya lapisan tanah dipermukaan setebal +/. Merupakan bagian dari ilmu Geoteknik. D. Pada pondasi hal demikian juga berlaku. dan lebih mudah masuk kudalam daging. Semen : Dijaga agar tidak lembab. Teknik Pondasi Teknik Pondasi (ada juga yang mengeja teknik fondasi) adalah suatu upaya teknis untuk mendapatkan jenis dan dimensi pondasi bangunan yang efisien. Karakteristik dan sifat beton sangat tergantung dari design campuran dan kwalitas bahan-bahan penyusunnya. mutu material pembuat pondasi dan beton juga harus berkwalitas. sedang jika ujungnya tumpul akan terjadi sebaliknya. karena apabila uap 3 . oleh karena itu pada dasar pondasi tidak boleh diletakkan lapisan tanah humus ini. disimpan didalam ruangan atau gudang dan dibawahnya di beri landasan agar semen tidak langsung kena uap lantai. Akan tetapi pada tanah lunak harus dipasang konstruksi pondasi dalam. Prinsip kerja dari pondasi adalah seperti ujung pensil.masing-masing tempat. sebaliknya jika dasar pondasi mempunyai lebar yang besar maka daya dukungnya juga besar sehingga bangunan tidak medah ambles didalamnya. Penempatan pasir dan koral harus sedemikian rupa jangan sampai tercampur oleh bahan-bahan lain. Untuk membuat pondasi maka diperlukan adanya pekerjaan gakian tanah. Sehingga makin berat bangunan yang didukung makin besar daya dukng tanah yang diperlukan sehingga lebar dasar pondasi juga makin besar. tidak sama. C. Pada tanah yang baik dapat dipasang konstruksi pondasi dangkal kedalaman tanah yang kuat antara 70-100 cm dibawah permukaan tanah. karena tanah yang sudah terusik akan berubah sifat maupun kekuatannya. dasar pondasi harus diletakkan lebih dari 50 cm didalam permukaan tanah sampai mencapai lapisan yang keras. kalau ujungnya lancip ditekan pada telapak tangan akan terasa sakit. Selain itu penggunaan landasan untuk stok material sangat dianjurkan agar dapat mencegah terbawanya tanah saat pengambilan barang. jika lebar dasar pondasi lebarnya kecil maka daya dukung pondasi nya kecil sehingga bangunan lebih mudah ambles. Untuk menjaga kstabilan pondasi dan memperoleh daya dukung tanah yang besar. Lebar galian tanah pondasi dibuat secukupnya asal bisa untuk memasang pondasi.50 cm adalah lapisan tanah humus yang sangat labil dan tidak mempunyai daya dukung yang baik. setiap tahapan dalam proses produksi pondasi dan beton dilapangan memegang peranan penting dalam menghasilkan pondasi beton yang berkwalitas antara lain : Pasir dan koral : Kesalahan penempatan dan penyimpanan material. dapat menyebabkan menurunnya kwalitas pondasi. Material pondasi Disamping teknik strukturnya yang harus benar. sehingga dapat menyangga beban yang bekerja dengan baik. dengan kedalaman 20 m atau lebih dari permukaan tanah keadaan ini tergantung pada jenis susunan tanah setempat.

de: Kombinierte Platten-Pfahlgründungen-KPP)  Jenis pondasi yang digunakan dalam suatu perencanaan bangunan tergantung dari jenis tanah dan beban yang bekerja pada lokasi rencana proyek : 4 . de: Einzelfundament) . bahan.Pondasi Menerus (eng: Continuous Footing. Jumlah dan jenis semen. Tiang Bor. disarankan untuk pekerjaan volume pondasi yang besar sebaiknya dilakukan dengan cara mekanis. de: Tiefgründungen). utnuk mendapatkan campuran yang baik diperlukan minimal 50 kali putaran mixer atau tidak kurang dari 1 menit untuk volume pengecoran 1 m3. jenis konstruksi yang bersangkutan dan kerapatan dari tulangan.Pondasi Pelat (eng: Plate Foundation. kaison. de: Streifenfundament) . dan semacamnya. mengakibatkan kwalitas semen menurun dan sebagian akan mengeras. di dalamnya terdiri dari: . cara pemadatan. Persiapan dan Proses Pencampuran : Untuk menghasilkan beton dengan kwalitas yang seragam. Contohnya antara lain Tiang Pancang. Pencampuran mekanis yaitu dengan cara mixer (mollen).mengenai semen.und Flächengründungen). Kekentalan adukan : Harus disesuaikan dengan cara transportasi.bahan penyusun pondasi harus disiapkan dan ditakar dengan teliti karena akan mempengaruhi homogenitas campuran. Jenis-jenis pondasi Pondasi dapat digolongkan menjadi tiga jenis:  Pondasi Dangkal (eng: Shallow Foundation. nilai factor air semen. E.  Pondasi KADAL (eng: Deep Foundation. hanya beberapa meter masuknya ke dalam tanah. Salah satu tipe yang sering digunakan ialah pondasi menerus yang biasa pada rumah-rumah.meneruskan beban dari dinding dan kolom bangunan ke tanah keras. Kekentalan tersebut bergantung pada berbagai hal. berubah menjadi butiran butiran kasar. Penyebutannya dapat berbeda-beda tergantung disiplin ilmu atau pasarannya. de: Flach.Pondasi Setempat (eng: Single Footing. de: Pfahlgründungen) Kombinasi Pondasi Pelat dan Tiang Pancang (eng: Combination of Plate-Pile Foundation. pencampuran manual yaitu menggunakan tenaga manusia dengan peralatan cangkul dan skop.contohnya: Pondasi Tiang Pancang (eng: Pile Foundation. de:Plattenfundament) Disebut Pondasi dangkal karena kedalaman masuknya ke tanah relatif dangkal. Digunakan untuk menyalurkan beban bangunan melewati lapisan tanah yang lemah di bagian atas ke lapisan bawah yang lebih keras.dibuat dari beton atau pasangan batu. jenis dan susunan butir dari agregat serta bahan pembantu lain. pencampuran dapat dilakukan dengan cara manual atau mekanis.

Bahan lain yang murah sebagai alternatif pengganti pondasi batu kali adalah memanfaatkan bongkaran bekas pondasi tiang pancang ( Bore Pile ) atau beton bongkaran jalan. 2. sebab mutu beton yang digunakan ialah K-250 s/d K-300. karena selain kuat. lebar pondasi bawah 60 – 80 Cm dan lebar pondasi atas 25 – 30 Cm. RE Bila dibandingkan dengan pondasi rollag bata.80 cm seperti menggali sumur. Walaupun lokasi pembangunan 5 . Bentuknya yang trapesium dengan ukuran tinggi 60 – 80 Cm. Disebut pondasi sumuran karena pondasi ini dimulai dengan menggali tanah berdiameter 60 . Pondasi Sumuran Pondasi sumuran adalah jenis pondasi dalam yang dicor di tempatdengan menggunakan komponen beton dan batu belah sebagai pengisinya. Kebutuhan bahan baku untuk pondasi ini adalah :  Batu belah (batu kali/guning)  Pasir pasang  Semen PC (abu-abu). tentu bongkaran bekas beton jauh lebih kuat. diberi pembesian untuk mengikat sloof. Bekas bongkaran tersebut cukup kuat digunakan untuk pondasi. Kedalaman pondasi ini dapat mencapai 8 meter. Pondasi jenis ini digunakan bila lokasi pembangunannya jauh sehingga tidak memungkinkan dilakukan transportasi untuk mengangkut tiang pancang. Pada bagian atas pondasi yang mendekati sloof.Ukurannya rata – rata 30 x 30 Cm. Permukaannya yang tajam dan kasar mampu mengikat adukukan semen dan pasir.Pondasi ini masih digunakan.1. Kelebihan :  Pelaksanaan pondasi mudah  Waktu pengerjaan pondasi cepat  Batu belah mudah didapat. pondasi ini pun masih termasuk murah. (khususnya pulau jawa) Kekurangan :  Batu belah di daerah tertentu sulit dicari  Membuat pondasi ini memerlukan cost besar (bila sesuai kondisi pertama)  Pondasi ini memerlukan biaya lebih mahal jika untuk rumah bertingkat. Pondasi Batu kali Pondasi batu kali sering kita temuin pada bangunan – bangunan rumah tinggal.

 Tidak tahan terhadap gaya horizontal (karena tidak ada tulangan). misalnya untuk rumah tinggal atau bangunan lain yang memiliki bentang antar kolom tidak panjang. dan 40 cm.  Biayanya lebih murah untuk tempat tertentu. Pondasi jenis ini biasanya digunakan pada bangunan yang bebannya tidak terlalu berat. penyebab lainnya adalah sulit dilakukan pengontrolan hasil cor beton di tempat yang dalam. 30 cm. Pondasi Strauss Pile Pondasi strauss pile ini termasuk kategori pondasi dangkal. Kekurangan :  Bagian dalam dari hasil pasangan pondasi tidak dapat di kontrol (Karena batu dan adukan dilempar/ dituang dari atas)  Pemakaian bahan boros. Kelebihan :  Alternatif penggunaan pondasi dalam. sesuai dengan tersedianya mata bor. 6 . Cassing digunakan pada tanah lembek dan berair. Cara kerja pemasangan pondasi ini adalah dengan mengebor tanah berdiameter sesuai perhitungan struktur diameter pondasi. Untuk pondasi bored pile. Biasanya ukuran pondasi yang sering dipakai adalah diameter 20 cm. maka pondasi strauss ini ditumpu pada dudukan beton (pile cap). Setelah itu digunakan cassing dari pipa PVC yang di cor sambil diangkat cassing-nya. Selain itu fungsinya adalah untuk transfer tekanan beban di atasnya. peralatan cor. system kerjanya hampir sama dengan pondasi strauss pile. Pondasi ini digunakan untuk jenis pondasi dalam dan di atas 2 lantai. Fungsi dudukan beton adalah mengikatkan tulanganpondasi pada kolom dan sloof. pondasi ini sangat sulit digunakan karena susah dalam menggalinya 3. jika material batu banyak dan bila tidak dimungkinkan pengangkutan tiang pancang.pondasi dapat langsung di cor tanpa cassing. dan system cassing yang menggunakan teknologi lebih modern. Perbedaannya hanya terletak pada peralatan bor. pondasi jenis ini jarang digunakan.  Tidak diperlukan alat berat. Seperti layaknyapondasi tiang. Selain boros adukan beton. Jika tanah keras dan tidak berair. Kedalaman pondasi ini dapat mencapai 5 meter dengan mengunakan besi tulangan sepanjang dalamnya pondasi.  Untuk tanah lumpur.memungkinkan.

sedang untuk beton rapat air menggunakan campuran 1 PC : 1 ½ pasir : 2 ½ kerikil. Beton adalah campuran antara bahan pengikat Portland Cement (PC) dengan bahan tambahan atau pengisi yang terdiri dari pasir dan kerikil dengan perbandingan tertentu ditambah air secukupnya. Pondasi foot plat ini biasanya dipakai untuk bangunan gedung 2 – 4 lantai. Berdasarkan atas berbandingan isi (volume) Perbandingan campuran beton untuk konstruksi beton adalah 1 PC :2 pasir : 3 kerikil atau 1 PC : 3 pasir : 5 kerikil. karena unsur semen larut oleh air tanah 4.5 2.00 kg/cm2. Beton mempunyai sifat sanggup mendukung tegangan tekan dan sedikit mendukung tegangan tarik. Bahan dari pondasi ini dari beton bertulang. Untuk itu agar dapat jugamendukung tegangan tarik konstruksi beton tersebut 7 .  Pelaksanaan yang kurang bagus dapat menyebabkan pondasi keropos. Untuk menentukan dimensi dari pondasi ini dengan perhitungan konstruksi beton bertulang. dengan kondisi tanah yang baik dan stabil. Berdasarkan atas perbandingan berat b. Pondasi Foot plat Pondasi foot plat dipergunakan pada kondisi tanah dengan daya dukung tanah (sigma) antara : 1. Sedangkan komposisi campuran beton ada 2 macam yaitu: a.Kelebihan :  Volume betonnya sedikit  Biayanya relative murah  Ujung pondasi bisa bertumpu pada tanah keras Kekurangan :  Diperlukan peralatan bor  Pelaksanaan pemasangannya relative agak susah.

Telapak kaki yangberbentuk bujur sangkar biasanya terletak di bawah kolombangunan bagian tengah.Besar diameter tulangan pokok Ø 13 . Sedangkan yang berbentuk empatpersegi panjang ditempatkan pada bawah kolom bangunan tepi atau samping agar lebih stabil. Campuran beton untuk konstruksi adalah 1 PC : 2 pasir : 3 kerikil dan untuk lantai kerja sebagai peletakan tulangan dibuat betondengan campuran 1 PC : 3 pasir : 5 kerikil setebal 6 cm. sedang pada arah memanjang pelat dipasang tulangan pembagi Ø 6 . Luas telapak kaki pondasi tergantung pada beban bangunan yang diterima dan daya dukung tanah yang diperkenankan ( σ tanah). Konstruksi pondasi pelat lajur beton bertulang digunakan apabila bobot bangunan sangat besar. sehingga apabila daya dukung tanahnya makin besar.  Pekerjaan rangka besi dibuat dari awal dan harus selesai setelah dilakukan galian tanah. Luas bidang pelat beton sebagai telapak kaki pondasi biasanyaberbentuk bujur sangkar atau persegi panjang.Ø 16 mm dengan jarak 10 cm– 15 cm. maka luas pelat kakinya dapat dibuat lebih kecil. 8 . Bentuk pondasi pelat lajur tersebut kedua tepinya menonjol ke luar dari bidang tembok sehingga dimungkinkan kedua sisinya akan melentur karena tekanan tanah.  Diperlukan pemahaman terhadap ilmu struktur. Kebutuhan Bahannya adalah:  Batu pecah / split (2/3)  Pasir beton  Semen PC  Besi beton  Papan kayu sebagai bekisting (papan cetakan) Kelebihan :  Pondasi ini lebih murah bila dihitung dari sisi biaya  Galian tanah lebih sedikit (hanya pada kolom struktur saja)  Untuk bangunan bertingkat penggunaan pondasi foot plate lebih handal daripada pondasi batu belah. Bilamana daya dukung tanah kecil dan untuk memperdalam dasar pondasi tidak mungkin sebab lapisan tanah yang baik letaknya sangat dalam sehingga sistem pondasi pelat beton bertulang cukup cocok.memerlukan tambahan besi berupa tulangan yang dipasang sesuai daerah tarik yang memerlukan.  Diperlukan waktu pengerjaan lebih lama (harus menunggu beton kering/ sesuai umur beton). Kekurangan :  Harus dipersiapkan bekisting atau cetakan terlebih dulu (Persiapan lebih lama).Ø 8 mm dengan jarak 20 cm – 25 cm. Agar tidak melentur maka pada pelat pondasi diberi tulangan yang diletakkan pada daerah tarik yaitu dibidang bagian bawah yang disebut dengan tulangan pokok.  Tidak semua tukang bisa mengerjakannya.

Jumlah semua beban tersebut yaitu : X ton + Y ton. Sistem kerja diesel Hammer adalah dengan pemukulan sehingga dapat menimbulkan suara keras dan getaran pada daerah sekitar. Pondasi tiang pancang dibuat menjadi satu kesatuan yang monolit dengan menyatukan pangkal tiang pancang yang terdapat di bawah konstruksi dengan tumpuan pondasi. Pondasi Tiang pancang Pondasi tiang pancang adalah suatu konstruksipondasi yang mampu menahan gaya orthogonal ke sumbu tiang dengan jalan menyerap lenturan. Hasilnya dijumlahkan sehingga diperoleh berat = X ton. Misalnya beban rumah tinggal 200 Kg/m2. Selain itu juga dihitung jumlah beban hidup untuk jenis bangunan tersebut. tiang pancang masuk ke tanah tidak lebih dari 2 cm. Berikut ini cara sederhana untuk menghitung kebutuhan pondasi tiang pancang dan penampang tiang pancang yang akan digunakan : Misalnya didapat brosure produk tiang pancang segitiga ukuran 25/25. Pelaksanaan pekerjaan pemancangan menggunakan diesel hammer. Pekerjaan pemukulan tiang pancang dihentikan dan dianggap telah mencapai tanah keras jika pada 10 kali pukulan terakhir.5. Misalnya. Dapat juga semua luas denah bangunan dijumlahkan kemudian dibagi ke dalam beberapa titik pondasi dalam setiap kolomnya. hasil penjumlahannya 48 ton. volume lantai dikalikan berat jenis lantai. Sehingga diperoleh 200 kg dikalikan dengan seluruh luas lantai. Cara kedua ini memiliki kelemahan karena beban di pinggir kolom tentu saja berbeda dengan beban di tengah. Permasalahan lain adalah cara membawa diesel hammer kelokasi pemancangan harus menggunakan truk tronton yang memiliki crane. Dengan demikian kebutuhan tiang pancang adalah 48 ton : 25 ton atau sekitar dua buah tiang pancang pada satu titik 9    . Selanjutnya total volume beton dikalikan dengan berat jenis beton. misalnya Y ton. dan sebagainya. demikian seterusnya untuk tembok. genteng. kayu. Jika daya dukung setiap tiangnya mencapai 2 ton maka berapakah jumlah tiang dalam setiap kolomnya? Adapun tahap perhitungannya adalah sebagai berikut:  Denah bangunan dibagi-bagi di antara kolom-kolom untuk mengetahui berat yang harus dipikul setiap pondasi. Crane berfungsi untuk menaikkan dan menurunkan. Itulah sebabnya cara pemancangan pondasi ini menjadi permasalahan tersendiri pada lingkungan sekitar. Namun saat ini sudah ada alat pancang yang menggunakan system hidraulik hammer dengan berat 3 – 7 ton.

jumlah tiang pancang tentu akan berkurang. maka mutu beton terjamin.  Tiang pancang berbentuk penampang segitiga berukuran 32 mampu menopang beban 35 – 40 ton.  Tiang pancang berbentuk penampang segitiga berukuran 28 mampu menopang beban 25 – 30 ton.  Tiang pancang berbentuk bujur sangkar berukuran 25 x 25 mampu menopang tekanan 40 – 50 ton. Minipile (Ukuran Kecil)   Tiang pancang berukuran kecil ini digunakan untuk bangunan-bangunan bertingkat rendah dan tanah relative baik. maka diperlukan dua buah tiang pancang per titiknya.  kolom. a. Berbentuk bujur sangkar dengan ukuran 20x20 dan 25x25. Tiang pancang ini digunkan untuk menopang beban yang besar pada bangunan bertingkat tinggi.  Pada penggunaan tiang kelompok atau grup (satu beban tiang ditahan oleh dua atau lebih tiang). b. 10 . Ukuran dan kekuatan yang ditawarkan adalah: Berbentuk penampang segitiga dengan ukuran 28 dan 32. Maxipile (Ukuran Besar) Tiang pancang ini berbentuk bulat (spun pile) atau kotak (square pile). 1. Bahkan cara perhitungannya tidak sesederhana hitungan di atas. Kelebihan dan Kekurangan Kelebihan :  Karena dibuat dengan system pabrikasi.  iang pancang berbentuk bujur sangkar berukuran 20x20 mampu menopang tekanan 30 – 35 ton.  Harga relative murah bila dibanding pondasi sumuran. Hasil tersebut hanya untuk sebuah tiang pancang yang ukurannya 6 meter setiap batangnya.  Daya dukung tidak hanya dari ujung tiang. Ukuran Tiang Pancang Berbagai ukuran tiang pancang yang ada pada intinya dapat dibagi dua. daya dukungnya sangat kuat. Bila kedalaman tanah keras adalah 9 meter. Bila hal tersebut dihitung. tetapi juga lekatan pada sekeliling tiang.  Bisa mencapai daya dukung tanah yang paling keras. yaitu : MINIPILE dan MAXIPILE. Hitungan sederhana tersebut mengabaikan daya dukung tanah hasil laboratorium dan daya lekat tanah si sepanjang tiang pancang. Bahkan untuk ukuran 50x50 dapat menopang beban sampai 500 ton. Jadi jumlah tiang pancang untuk bangunan tersebut adalah hasil perkalian antara jumlah kolom dengan dua titik pancang.

Bila pekerjaan penyambungan tidak baik.  Persediaannya culup banyak di pabrik sehingga mudah diperoleh.  Karena tempat penampungan di lapangan dalam banyak hal mutlak diperlukan maka harus disediakan tempat yang cukup luas. Karena itu diperlukan mesinpemancang yang besar. kepala tiang dilapisi denga kayu. harganya jauh lebih mahal. diperlukan perbaikan khusus. sulit dikerjakan karena factor angkutan. Sebaiknya pada saat dipukul dengan palu besi. hasilnya lebih dapat diandalkan. 2. biayanya tetap rendah. lapisan tersebut masih dapat ditembus sehingga pemancangan ke lapisan tanah keras masih dapat dilakukan. terutama untuk tiang baja. sehingga sulit diangkut atau dipasang.  Bila pekerjaan pemancangan tidak dilaksanakan dengan baik. Keuntungan dan Kerugian menurut teknik pemasangan a) Pondasi tiang pancang pabrikan.  Cara pemukulan sangat cocok untuk mempertahankan daya dukung beban vertical.  Proses pemancangan menimbulkan getaran dan kebisingan. kepala tiang cepat hancur.  Untuk tiang yang panjang. Keuntungan:  Karena tiang dibuat di pabrik dan pemeriksaan kwalitas sangat ketat.  Untuk pekerjaan pemancangan yang kecil.  Daya dukungnya dapat diperkirakan berdasar rumus tiang pancang sehingga pekerjaankonstruksinya mudah diawasi. Walaupun lapisan antara cukup keras.Kekurangan :  Untuk daerah proyek yang masuk gang kecil.  Pelaksanaan pemancangan relative cepat. Kerugian :  Karena pekerjaan pemasangannya menimbulkan getaran dan kegaduhan maka pada daerah yang berpenduduk padat akan menimbulkan masalah di sekitarnya. akibatnya sangat merugikan.  Untuk daerah dan penggunaan volumenya sedikit. b) Pondasi Tiang yang Dicor di Tempat Keuntungan: 11 . diperlukan tiang yang tahan korosi.  Sistem ini baru ada di daerah kota dan sekitarnya.  Tiang-tiang beton berdiameter besar sangat berat. kecuali jika diperlukan tiang dengan ukuran khusus. diperlukan persiapan penyambungan dengan menggunakan pengelasan (untuk tiang pancang beton yang bagian atas atau bawahnya berkepala baja).  Untuk tiang-tiang pipa baja.  Bila pemancangan tidak dapat dihentikan pada kedalaman yang telah ditentukan.

Ketika berbicara penurunan. defleksi / lendutan pondasi juga diikutkan dalam perteimbangan. 5.  Ketika beton dituangkan.      Karena pada saat melaksanakan pekerjaan hanya terjadi getaran dan keriuhan yang sangat kecil maka pondasi ini cocok untuk pekerjaan pada daerah yang padat penduduknya. nilai kohesi adhesinya. dapat dibuat tiang yang lurus dengan diameter besar dan lebih panjang. Untuk setiap cara perlu dipikirkan cara menangani tanah yang telah dibor atau digali. sepertiga dari kekuatan desainnya. tanah galian dapat diamati secara langsung dan sifat-sifat tanah pada lapisan antara atau pada tanah pendukung pondasi dapat langsung diketahui. beton dari tubuh tiang diletakkan di bawah air dn kualitas tiang yang sudah selesai lebih rendah dari tiang-tiang pracetak atau pabrikan.  Walaupun penetrasi sampai ke tanah pendukung pondasi dianggap telah terpenuhi.  Karena pada cara pemasangan tiang yang diputar berlawanan arah jarum jam menggunakan air maka lapangan akan menjadi kotor. Diameter tiang ini biasanya lebih besar daripada tiang pracetak atau pabrikan. Ini dapat menimbulkan masalah bagi struktur yang didukungnya. Oleh karena itu. dalam beberapa kasus semisal turap. Daya dukung pondasi merupakan kombinasi dari kekuatan gesekan tanah terhadap pondasi( tergantung pada jenis tanah. kekuatan tanah dimana ujung pondasi itu berdiri.  Karena diameter tiang cukup besar dan memerlukan banyak beton. Kerugian :  Dalam banyak hal. Desain Pondasi Pondasi didesain agar memiliki kapasitas dukung dengan penurunan/ settlement tertentu oleh para Insinyur geoteknik dan struktur. terkadang tiang pendukung kurang sempurna karena ada lumpur yang tertimbun di dasar. biasanya. maka untuk pekerjaan yang kecil dapat mengakibatkan biaya tinggi. dikawatirkan adukan beton akan bercampur dengan reruntuhan tanah. yang diperhitungkan biasanya penurunan total(keseluruhan bagian pondasi turun bersama-sama) dan penurunan diferensial(sebagian pondasi saja yang turun / miring). Karena tanpa sambungan. Dalamnya tanah serta perubahan-perubahan yang terjadi di dalamnya amatlah sulit dipastikan. massa jenisnya. kedalamannya. Disamping itu. Pengaruh jelek terhadap bangunan di dekatnya cukup kecil. Selain cara pemboran di dalam arah berlawanan dengan putaran jam. oleh karena itu para ahli geoteknik membatasi beban yang bekerja hanya boleh. 12 . beton harus segera dituangkan dengan seksama setelah penggalian tanah dilakukan. Daya dukung sstiap tiang lebih besar sehingga beton tumpuan (Pile cap) dapat dibuat lebih kecil. dsb). pemeriksaan kualitas hanya dapat dilakukan secara tidak langsung. Desain utamanya mempertimbangkan penurunan dan daya dukung tanah. dan juga pada bahan pondasi itu sendiri.

air hujan dan salju Gaya Gempa Gaya Angkat Air (eng: Lifting Force.Beban yang bekerja pada suatu pondasi dapat diproyeksikan menjadi:   Beban Horizontal/Beban Geser. termasuk segala unsur tambahan. alat atau mesin yang merupakan bagian tak terpisahkan dari rangka bangunannya). Beban Vertikal/Beban Tekan dan Beban Tarik. pekerjaan pelengkap/finishing. transfer beban akibat gaya angin pada dinding. contoh berat sendiri bangunan Beban Hidup (Beban hidup : berat dari penghuni dan atau barang-barang yang dapat berpindah). contohnya: Beban Mati (Beban mati : berat dari semua beban bangunan yang bersifat tetap. de: Auftriebskraft) Momen Torsi   13 . contohnya beban akibat gaya tekan tanah. contoh beban penghuni.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->