Kata Pengantar Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan taufik dan

hidayah-NYA kepada kami, sehingga kami dapat menyelesaikan penyusunan makalah ini. Shalawat serta salam semoga tercurah limpahkan kepada Nabi Muhammad SAW, keluarganya, para sahabatnya, dan mudah-mudahan sampai kepada kita selalu umatnya. Aamiin. Makalah ini menyajikan tentang pengertian bergaul menurut islam, serta adab dan tatacara dalam islam. Seiring dengan berakhirnya penyusunan makalah ini, sepantasnyalah kami mengucapkan terima kasih kepada berbagai pihak yang telah turut membantu kami dalam penyusunan makalah ini. Kami menyadari masih banyaknya kekurangan dalam penyusunan makalah ini, oleh karena itu kami berharap adanya kritik dan saran yang membangun. Kami berharap kiranya makalah ini dapat bermanfaat bagi kami maupun pembaca dan mudah-mudahan makalah ini dijadikan ibadah di sisi Allah Swt. Aamiin.

Malang, Maret 2013

Penulis

i

...........................................................................................................................Pergaulan dalam Islam.ii BAB I........2.............................................1Latar Belakang............................................................................................................................6 2.....................................................Etika Pergaulan Dalam Islam...........1 1.................2 2................................................................................................................................................Ayat dan Hadist Tentang Pergaulan.....................................................................................................................................17 ii .........................................Definisi Pergaulan .....................................................................................2 ISI MAKALAH.................i DAFTAR ISI.........................................................................................................................................................................................................................5...........................................4............1 PENDAHULUAN...............................................................................................................................1..............................................................................Adab Pergaulan Dalam Islam..................................................................9 .................7 2................2Tujuan .............................................................16 KESIMPULAN.................................................................................................................................................................................................DAFTAR ISI Kata Pengantar................................1 BAB II.........12 BAB III............................................................3 2................................................................................................................................16 DAFTAR PUSTAKA..................1 1..............2 2....................................3.........................................................................

Mengetahui. Yang perlu dicermati adalah bagaimana seorang manusia itu bergaul. standar nilai yang sesuai dengan syariat islam dan juga budaya timur yang penuh dengan tata karma dan kesopanan.BAB I PENDAHULUAN 1. Hanya saja. Yang patut disayangkan pula dari “gaul” kebanyakan saat ini adalah standar nilainya diambil dari tradisi budaya ataupun cara hidup masyarakat nonmuslim. mengubah sesuatu yang sudah mendarah daging disebagian masyarakat saat ini tidaklah mudah. keluarga. Pergaulan itu sendiri maksudnya kehidupan sehari-hari dalam persahabatan ataupun masyarakat. Mengetahui dan memahami pengertian pergaulan dalam Islam. dan apa saja dampak pergaulannya itu bagi dirinya. dengan siapa. game center dan lain-lain. Semua itu memerlukan sinergi dari semua pihak. Contoh. baju yang dipakai itu modelnya harus sesuai dengan mode-mode yang berkembang di dunia internasional saat ini. Harus masuk kedalam geng-geng. Namun tidak demikian dikalangan kebanyakan masyarakat saat ini. 2. orang lain. mode. Jika ditinjau lebih dalam “gaul” tidak akan menimbulkan banyak dampak negatif jika standar nilai yang dipakai untuk mendefinisikan gaul itu. pemerintah. 1 . Mengetahui dan memahami hikmah bergaul dengan tata cara Islam. dan diri sendiri yang akan menjalani kehidupan dalam bingkai kata “gaul” itu sendiri. sering nongkrong dan berpergian diberbagai tempat seperti mall. pemuka masyarakat. Dan bisa kita lihat pakaian-pakaian tersebut jarang sekali ada yang cocok dengan kriteria pakaian yang pantas secara Islam. gaul akan menimbulkan budaya konsumtif.2 Tujuan 1. 1. dan hal lain yang behubungan dengan keglamoran hidup.1 Latar Belakang Sebagai makhluk sosial. memahami dan mengaplikasikan adab dan tata cara bergaul dalam Islam di kehidupan sehari-hari. manusia tak bisa lepas dari yang namanya masyarakat. 3. baik orang tua. Yang mana pada akhirnya. Gaul yang katanya modern itu adalah ikut dalam trend. dan lingkungannya. tempat wisata.

mereka akan merasa canggung atau barangkali malah merasa tertekan karena pergaulan dalam Islam itu terlihat begitu kaku dan tidak seperti pergaulan yang umum ditemui di masyarakat. dan bekerja merupakan contoh-contoh aktivitas bermanfaat besar yang melibatkan pergaulan antar manusia. Interaksi dengan sesama manusia juga menciptakan kemaslahatan besar bagi manusia itu sendiri dan juga lingkungannya. adalah suatu hal yang sangat penting mengetahui dan memahami pergaulan-pergaulan dalam Islam. Bagi sebagian orang yang tidak terbiasa dengan tata cara pergaulan dalam islam. dapat juga oleh individu dengan kelompok. Berorganisasi. (rijalseventh. 2 . video mesum.html) Istilah pergaulan atau dalam bahasa Arabnya 'ikhtilat' yang membawa maksud pergaulan atau percampuran antara wanita dan lelaki adalah terminologi yang baru diperkenalkan dalam Islam. Pergaulan merupakan fitrah manusia sebagai makhluk sosial yang tak mungkin bisa hidup sendirian. pergaulan merupakan salah satu cara seseorang untuk berinteraksi dengan alam sekitarnya. banyak kejadian yang sangat menyimpang. perkosaan. dan berbagai bentuk perilaku penyimpangan lainnya. pergaulan tanpa dibentengi iman yang kokoh akan mudah membuat seorang muslim terjerumus. Semua itu bersumber dari pergaulan yang salah dan tidak dilandaskan pada kepatuhan terhadap ajaran AlQur’an. Definisi Pergaulan Pergaulan adalah proses interaksi yang dilakukan oleh individu dengan individu. Namun. Juga. Manusia juga memiliki sifat tolong-menolong dan saling membutuhkan satu sama lain.BAB II ISI MAKALAH 2. Pergaulan bebas. Istilah pergaulan atau percampuran atau Ikhtilat adalah membawa konotasi dan makna yang tidak sesuai dengan Islam. Kita lihat di zaman sekarang. bersekolah. Istilah yang tepat ialah Liqa' (pertemuan) atau musyarakah (penyertaan) di antara lelaki dan wanita.blogspot. Pergaulan sepatutnya ditakrif sebagai batas pertemuan atau penyertaan antara lelaki dan wanita.1.com/2012/11/makalah-agama-pergaulan-dalampandangan. Oleh karenanya.

moral dan fitrah. sebab secara fitrah manusia memiliki keharusan untuk bergaul dalam interaksi sosial yang merupakan sunah sosial dan kehidupan itu sendiri. bebas dari tuntunan wahyu.com/2012/12/etika-pergaulan-dalam-islam.html) PENDAPAT Agama Islam menganjurkan kepada kita untuk bergaul dengan orang-orang yang berbeda agama dengan agama kita. (http://syamsuhilal. Etika Pergaulan Dalam Islam “Hai manusia.blogspot.Sebenarnya dalam Islam tidak ada istilah "pergaulan bebas". Ayat ini menjelaskan kepada kita bahwa selain mengemban misi ibadah (QS Adz-Dzariyat: 56) dan misi memakmurkan bumi ( isti’marul ardh. juga kepercayaan dan keyakinan yang berbeda namun merupakan bagian dari masyarakat bangsa.” (Surah Al Hujurat <49>:13). dan melakukan kerjasama antarsuku dan atau antarbangsa. Kita membutuhkan mereka dalam hal pekerjaan. 3 .blogspot. (pusingbandar. Sebagai makhluk sosial. tujuan penciptaan manusia adalah untuk mengemban misi sosial (lita’aarafu bainal insaan). kita harus tetap bergaul dengan mereka sebagai sesama makhluk Allah dan sebagai anggota masyarakat.html) 2. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal. banyak beraneka sifat perilaku dan keinginan. perniagaan dan kemasyarakatan. Pada dasarnya mereka pun sama dengan kita (makhluk ciptaan Allah) hanya saja berbeda keyakinan.2. agar satu sama lain melakukan interaksi sosial. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa di antara kamu. sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal.com/2009/07/apakah-yang-diertikan-pergaulanmenurut. Sengaja Allah Swt. maka Islam menamakannya sebagai pergaulan bebas. QS Hud: 61). Tak selayaknya kita membedakan orang yang berbeda agama. membangun silaturahim (persahabatan dan persaudaraan). Namun setelah masuknya budaya asing ke dalam pergaulan masyarakat muslim yang dibentuk oleh kecenderungan material semata-mata dan falsafah hidup yang lahir dari bumi dan hawa nafsu. menciptakan manusia dalam ragam suku dan bangsa. tentu saja manusia tak ada dapat hidup tanpa berinteraksi dengan manusia lainnya.

Berpakaian bagi kaum perempuan mukmin telah digariskan oleh Al Qur’an adalah menutup seluruh auratnya. Etika Dalam Berpakaian Dan Memandang “Hai anak Adaam sesungguhnya kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutupi auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan.” (HR Ahmad.” 4 . semua kembali pada niat si pemakai dalam melaksanakan ajaran Allah. kamu hanya boleh pada pandangan pertama adapun pandangan yang berikutnya tidak boleh.” (QS. janganlah kau ikuti pandangan yang pertama dengan pandangan kedua. Demikian itu adalah sebagian dari tanda. mata disini yang dimaksud adalah untung memandang hal-hal yang baik-baik saja.tanda kekuasaan Allah. Al A’raf: 26). “Hai Ali. karena Rasulullah mengatakan “Janganlah kalian kaumku sekaian semua memandangi sesuatu yang tidak baik (buruk) dengan matamu sekalian umatku. Dan pakaian takwa itulah yang paling baik. Untuk keperluan ibadah sholat di masjid kita dianjurkan pakai pakaian yang baik dan suci bersih (terhindar najis). Abu Dawud dan At Turmudzi).1. Pada dasarnya pakaian muslim tidak menghalangi si pemakai melakukan kegiatan sehari-hari dalam masyarakat. sedangkan bagus berarti memadai (serasi) sebagai perhiasan penutup tubuh yang sesuai kemampuan si pemakai. Selain berpakaian kita juga memandang. mudah-mudahan mereka selalu ingat. PENDAPAT Fungsi pakaian adalah sebagai penutup aurat sekaligus perhiasan agama Islam memerintahkan agar setiap orang memakai pakaian yang baik dan bagus. baik berarti sesuai dengan fungsinya yaitu menutupi aurat. mata adalah anugerah Allah yang paling penting yaitu untuk melihat.

menghambur-hamburkan uang dan banyak bertanya. sehingga kita dapat menyikapi perbedaan tersebut dengan sikap yang wajar dan adil. Tiga kunci utama untuk mewujudkannya ialah ta’aruf. merupakan langkah kedua yang harus kita lakukan ketika kita bergaul dengan orang lain. Agama Islam mengajarkan agar kita berbicara sopan supaya tidak berakibat merugikan diri sendiri ataupun orang lain. tafahum. Inilah bagian penting dalam pergaulan. fitnah. kesukuan. Mulut dapat kita gunakan sebagai nasehat akan kebenaran hindarilah cara bicara yang bisa menimbulkan perselisihan karena perselisihan itu kehendak setan yang ditujukan untuk mengadu domba. Anggaplah itu merupakan perkara yang perlu. kegemaran. “Sesungguhnya Allah membenci kami karena tiga perkara: adalah berkata begini dan berkata begitu. Dengan memahami kita dapat 5 .menasehati supaya menepati kesabaran.” (HR Jama’ah dari Al Mugirah). 2. (http://afand.abatasa. Al Asr: 3). Inilah tiga kunci utama yang harus kita lakukan dalam pergaulan. isu dan gosip. 1. Berbicara bisa mendatangkan banyak orang (teman) dan bisa pula mendatangkan musuh. Memahami. Dengan ta’aruf kita dapat membezakan sifat. Ta’aruf. dan takaful. maka dari itu kita harus pandai-pandai menjaga cara berbicara kita dengan baik.html) Janganlah perbedaan menjadi penghalang kita untuk bergaul atau berinteraksi dengan sekitar kita. karakter. PENDAPAT Alat komunikasi paling utama dalam pergaulan adalah berbicara. dan semua ciri khas yang ada pada diri seseorang. Tafahum.com/post/detail/2543/etika-pergaulan-dalammasyarakat. Ta’aruf atau saling mengenal menjadi suatu yang wajib ketika kita akan melangkah keluar untuk berinteraksi dengan orang lain.2.” (QS. agama. Setelah kita mengenal seseorang pastikan kita tahu juga semua yang mereka sukai dan yang mereka benci. sebaliknya kita juga dapat mengetahui keinginan orang lain. dengan bicara kita dapat menyampaikan sesuatu. Etika Dalam Berbicara Kepada Masyarakat “Dan nasehat-menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat.

Kerana itulah. karena adanya urgensi yang besar dan dampak sensitif. ” (At. sehingga Islam memerintahkan umatnya agar bergaul dengan orang-orang yang benar.menilai dan memilih siapa yang harus menjadi teman bergaul kita dan siapa yang harus kita jauhi. Takaful. Pergaulan dalam Islam Perhatian Islam terhadap pergaulan sangat besar sekali. Dan adalah setan itu tidak mau menolong manusia. tetapi bisa membuka aib teman bergaul sampai hari Kiamat dan pada akhirnya diiringi sebuah penyesalan yang tiada henti.”( HR. ”Dan (ingatlah) hari (ketika itu) orang yang zalim menggigit kedua tangannya. “Seseorang itu menurut agama temannya. Rasulullah bersabda. bejat moralnya & zalim.com/2009/07/apakah-yang-diertikanpergaulan-menurut.” (Al Furqan : 27-29). 3. bertakwalah kepada Allah dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang benar. seraya berkata. Allah SWT berfirman: “Hai orang-orang yang beriman. kiranya aku (dulu) tidak menjadikan si Fulan itu teman akrab (ku).3.W telah mengatakan bahawa bukan termasuk dalam umatnya orang yang tidak peduli dengan urusan umat Islam yang lain. Islam juga melarang agar tidak bergaul dengan orang-orang yang buruk akhlaknya. ” Dan ikutilah jalan orang yang kembali kepadaKu” (Luqman :15). Adu Dawud dan Tirmidzi dari abu Hurairah). Setelah mengenal dan memahami. Sesungguhnya dia telah menyesatkan aku dari Al Qur’an ketika Al Qur’an telah datang kepadaku”. rasanya ada yang kurang jika belum wujud sikap takaful (saling menolong) di dalam diri kita.A. Kecelakaan besarlah bagiku. Bahkan Islam sangat menganjurkan kepada umatnya untuk saling menolong dalam kebaikan dan takwa. karena itu hendaknya seseorang di antara kalian melihat dengan siapa dia bergaul. sesungguhnya yang akan mewujudkan rasa cinta pada diri seseorang kepada kita. Rasullullah S. karena banyak sekali pergaulan yang hanya sesaat saja. (http://pusingbandar.“Aduhai kiranya (dulu) aku mengambil jalan bersamasama Rasul. 6 .Taubah :119) Islam menganjurkan agar kita bergaul dengan orang-orang yang sholeh.html) 2.blogspot.

karena bergaul dengan orang yang suka berbuat baik bisa diharapkan (kebaikannya). Ahmad) Terdapat beberapa hikmah penting yang dapat dipetik dari hadits ini bahwa hadits ini secara umum berbicara tentang adab pergaulan dalam masyarakat atau komunitas Islami. (http://hanifa93. Muslim). karena bergaul dengan mereka akan menular kepada Anda.com/2009/05/20/etikabergaul-dalam-islam/) 2. Dan apabila salah seorang diantara kalian marah. “Bergaullah dengan orang yang bertakwa dan berilmu.com/pergaulan-dalamislam. sungguh jangan bergaul dengan orang -orang yang rusak moralnya. Mudahkanlah dan janganlah kalian mempersulit. Adab Pergaulan Dalam Islam Batasan Pergaulan dalam Islam adalah menutup aurat.4. Dia tidak berdiam diri kecuali dia adalah duplikasi temannya. pergaulan dan hubungannya dengan orang lain. Jauhilah kerusakan. Dari Ibnu Abbas. yang mengulang-ulang perkataannya.” (HR. menjaga aurat.” (HR. Dalam salah satu hadits Rasulullah SAW bersabda. “Seorang muslim yang berinteraksi dengan masyarakat dan ia bersabar atas keburukan masyarakatnya adalah lebih baik daripada seorang muslim yang tidak bergaul dengan masyarakatnya serta tidak sabar atas keburukan mereka. “Ajarilah (orang yang tidak tahu).anneahira. Karena pergaulan sosial merupakan salah satu bentuk ibadah yang tidak terpisahkan dari intisari ajaran Islam itu sendiri. yang bertujuan agar terjalinnya keharmonisan dalam kehidupan sosial. yang menampakkan perilakunya dalam perbuatanperbuatan nya tanpa disadari. 7 . Oleh karenanya.wordpress.htm). mendidik anak agar paham adab pergaulan dalm Islam. menjaga interaksi antara lelaki dan perempuan. kita perlu berusaha untuk menjadi yang terbaik bagi komunitas kita. baik di lingkungan tempat tinggal maupun di lingkungan kerja. maka hendaklah ia diam.Karena itu tidak heran apabila seorang teman itu secara tidak terasa merupakan guru bagi temannya yang lain. Demikian halnya dalam etika. larangan berdua – dua’an. dari Rasulullah SAW beliau berkata. Janganlah menjalin hubungan dengan orang yang hina (rendah akhlaknya ) karena itu akan menular kepadamu. Pilihlah temanmu”. Imam Ali RA berkata. Penularan itu disebabkan oleh pengaruh kedekatan dan pengaruh cinta. Kepribadian seorang teman itu akan muncul dalam diri temannya yang lain. niscaya kalian bisa mengambil manfaatnya. (http://www.

Pada waktu bersamaan. orang lain pun juga memiliki kewajiban yang sama. terutama pada saat-saat orang lain memerlukan bantuan atau ketika mendapatkan kesulitan. Hal ini disebabkan karana sifat. Artinya seorang muslim yang lebih mengetahui tentang suatu hal. seperti mengajarkan nilai dan kebaikan kepada orang lain. Memudahkan orang lain bisa juga diaplikasikan dalam bentuk-bentuk lain. namun ta'awun juga dapat diberikan dalam bentuk lain. berjabat tangan. Artinya bahwa setiap muslim senantiasa dianjurkan untuk berusaha “memudahkan” orang lain. 8 . terutama menyangkut permasalahan agama ataupun permasalahan lainnya. watak. menanyakan kabar. Seperti membantu menyelesaikan pekerjaan orang lain. mengatur emosi sangatlah penting. dsb. Diam dalam hadits di atas bukan berarti diam memendam rasa marah dalam hati. memberikan bantuan kepada orang lain ketika terjadi musibah. dsb. 2. Adab Ketiga dalam pergaulan masyarakat Islami adalah perintah untuk mengendalikan emosi. maka ia memiliki kewajiban untuk mengajarkannya pada orang lain. yang sangat mungkin untuk meledak pada waktu tertentu. mengajak orang lain pada kebaikan. dsb. Hal ini sekaligus menggambarkan bahwa berta'awun dalam kehidupan sosial tidak harus selalu dalam bentuk pemberian “materi”. Namun diam dalam hadits ini lebih dimaksudkan untuk memaafkan saudara kita yang berbuat “kesalahan” terhadap kita. Adab Kedua. Rasulullah SAW bersabda “ajarilah (orang yang tidak tahu)”. Rasulullah SAW memerintahkan kita untuk menaham emosi dengan cara “diam”. karena dalam hidup bermasyarakat sangat mungkin terjadi kesalahpahaman antara seseorang dengan orang lain.Adab pergaulan dalam Islam yaitu: 1. latar belakang maupun cara berfikir yang berbedabeda. seperti memberikan senyuman. sehingga dari sini akan muncul sebuah karakter masyarakat & komunitas islami. dalam pergaulan pada masyarakat Islami adalah senantiasa berusaha untuk memudahkan urusan orang lain. Oleh karenanya. Sebagai makhluk sosial. Adab pertama seorang muslim dalam kehidupan sosial adalah mengajarkan sesuatu yang belum diketahui orang lain. 3. serta tidak melampiaskan emosi kita pada saat itu.

maka hendaknya kalian memerhatikan siapakah teman dekatnya. Bukankah Rasulullah Shalallahu alaihi wassalam pernah bersabda: 9 . Ayat dan Hadist Tentang Pergaulan Pandangan Islam Tentang Teman Pergaulan Yang Baik Seorang hamba. Dalam sebuah hadits. Sehingga baik buruknya seorang anak sangat erat hubungannya dengan pendidikan yang diberikan orangtuanya. karena pada umumnya seorang anak sangat terpengaruh dengan orangtua sebagai orang dekatnya. Rasulullah SAW bahkan mengkategorikan orang yang kuat adalah orang yang mampu mengendalikan emosinya ketika “marah” : Rasulullah SAW bersabda. Semenjak pertama kali ia terlahir dan menghirup nafas di dunia. pasti membutuhkan orang lain sebagai kawan hidupnya. kebahagiaan seorang hamba di dunia maupun di akhirat sangat erat kaitannya dengan teman dekatnya. siapapun dia. (HR Bukhari Muslim) (http://www.id/index.5.co. seluruh proses kehidupan itu mesti dijalaninya bersama orang lain. lalu tumbuh berkembang menuju kedewasaan hingga jasadnya terbujur kaku di liang kubur. Apakah ia akan menjadi seorang muslim yang baik.php/in/renungan-harian/162diantara-adab-pergaulan-dalam-islam) 2.” Pengaruh Orang Dekat Orangtua misalnya. adalah orang yang paling dekat dengan kita. Rasulullah SAW bersabda: “Seseorang tergantung agama teman dekatnya. Akan tetapi orang yang kuat adalah orang yang mampu mengendalikan emosinya ketika marah. atau tidak mengenal agama sama sekali. Orangtua mendapat tanggung jawab untuk membentuk sifat serta karakter anaknya menjadi keturunan yang shalih dan shalihah.Demikian pentingnya mengendalikan emosi.takafulumum. “Orang yang kuat bukanlah orang yang pandai bergulat. ataukah menjadi pengikut agama Yahudi dan Nasrani. Yang harus diperhatikan. Karena manusia diciptakan sebagai makhluk lemah yang sangat bergantung dengan bantuan sesama.

379) Akibat Buruk Dari Salah Memilih Teman Di antara sumber kejahatan adalah dekat dengan pelaku maksiat. bid’ah. engkau akan celaka. Al-Bukhari no. pesan Rasulullah SAW dalam hadits di atas hendaknya selalu menjadi sebuah pertimbangan ketika hendak memilih seseorang untuk menjadi orang dekatnya. Dengan demikian. “Di antara bentuk kecerdasan seseorang adalah selektif dalam memilih teman berjalan.” (Al-Ibanah. Rasulullah SAW bersabda dalam hadits Abu Hurairah: “Wanita itu (menurut kebiasaan) dinikahi karena empat hal: Bisa jadi karena hartanya.” (Al- . Maka kedua orangtuanyalah yang menjadikan anak tersebut menjadi Yahudi. Telah banyak kejadian nyata di mana seorang suami beroleh hidayah dan kebaikan disebabkan istri yang shalihah. 2658 dari hadits Abu Hurairah ) Contoh lain dalam Islam yang mengharuskan setiap pemeluknya untuk memerhatikan dan berusaha dengan langkah terbaik di dalam memilih orang dekat adalah dalam proses memilih seorang wanita untuk menjadi istri dan pasangan hidupnya. Al-Ibanah) Abdullah bin Mas’ud berkata. suami.” (Al-Mu’jam AlKabir. Pada beberapa ayat dalam Al-Qur’an. red. Nasrani. karena keturunannya. teman bersama. tetangga. 1384 dan Muslim no.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim) Bisa dibayangkan betapa indah kehidupan rumah tangga yang diatur dan ditata dengan bantuan seorang istri yang shalihah. Abdullah bin Mas’ud berkata. “Hendaknya kalian menilai orang dengan teman dekatnya. dan karena agamanya. dan teman duduknya. guru. dan hizbiyyah (yang fanatik buta dengan kelompoknya. atau teman bekerja. atau Majusi. entah sebagai istri. karena kecantikannya. 499) Abud Darda’ Ibanah.). Sulit untuk dibayangkan bagaimana sempit dan menderitanya rumah tangga yang diatur dan dijalankan oleh seorang istri yang jahat. “Orang yang dapat berjalan bersama dan berteman adalah orang yang disuka dan yang sejenis. Allah SWT memerintahkan Nabi Muhammad SAW untuk berhati-hati 10 berkata.“Setiap anak dilahirkan dalam keadaan di atas fitrah. Karena bila tidak. Karena seorang muslim akan mengikuti orang yang muslim. Maka pilihlah olehmu wanita yang memiliki agama. sementara orang jahat akan mengikuti orang yang jahat pula.” (HR.

dan kalau sudah begitu tentulah mereka mengambil kamu jadi sahabat yang setia. Sesungguhnya mereka sekali-kali tidak akan dapat menolak dari kamu sedikitpun dari (siksaan) Allah. dan hizbiyyah merupakan sebuah ujian yang sangat besar. dan kamu tidak akan mendapat seorang penolong pun terhadap Kami. tidak menjadikan mereka sebagai teman dan berusaha untuk menghindar.” (Al-Jatsiyah: 18-19) Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman dalam ayat lain: “Dan sesungguhnya mereka hampir memalingkan kamu dari apa yang telah Kami wahyukan kepadamu. Dan sesungguhnya kebanyakan manusia adalah orang-orang yang fasik. Apabila Allah SWT melarang dan memperingatkan Nabi Muhammad SAW dari orang-orang semacam mereka. Dan berhatihatilah kamu terhadap mereka supaya mereka tidak memalingkan kamu dari sebagian apa yang telah diturunkan Allah kepadamu. Dan sesungguhnya orangorang yang zalim itu sebagian mereka menjadi penolong bagi sebagian yang lain. maka ikutilah syariat itu dan janganlah kamu ikuti hawa nafsu orang-orang yang tidak mengetahui.” (Al-Maidah: 49) Allah Subhanahu wa ta’ala juga berfirman: “Kemudian Kami jadikan kamu berada di atas suatu syariat (peraturan) dari urusan agama itu. kecuali Allah SWT menghendaki lain. 11 . maka tentunya kita lebih pantas untuk lebih berhati-hati. dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka. Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman: “Dan hendaklah kamu memutuskan perkara di antara mereka menurut apa yang diturunkan Allah.dari para pengikut hawa nafsu. bid’ah. benar-benarlah.” (Al-Isra’: 73-75) Dari beberapa ayat di atas dapat disimpulkan bahwa berdekatan dan berkawan dengan pelaku maksiat. Jika mereka berpaling (dari hukum yang telah diturunkan Allah) maka ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah menghendaki akan menimpakan musibah kepada mereka disebabkan sebagian dosa mereka. Kalau terjadi demikian. dan Allah adalah pelindung orang-orang yang bertakwa. Dan kalau Kami tidak memperkuat (hati)mu niscaya kamu hampir-hampir condong sedikit kepada mereka. Berdekatan dan berkawan dengan mereka hanyalah akan menjadi sebab penyimpangan dan kesesatan. agar kamu membuat yang lain secara bohong terhadap Kami. Kami akan rasakan kepadamu (siksaan) berlipat-ganda di dunia ini dan begitu (pula siksaan) berlipat-ganda sesudah mati.

Sesungguhnya dia telah menyesatkan aku dari Al-Qur’an ketika Al-Qur’an telah datang kepadaku. dan seluruh perbuatan baik lainnya. Rasulullah Shalallahu alaihi wassalam bersabda dalam hadits Abu Musa Al-Asy’ari: “Sesungguhnya teman baik dan teman yang buruk itu diibaratkan dengan penjual minyak wangi dan pandai besi. mengikuti dan membenarkan risalahnya. Kecelakaan besarlah bagiku. Allah SWT berfirman di dalam surat Al-Furqan: “Dan (ingatlah) hari (ketika) orang yang zalim itu menggigit dua tangannya.Dalam hal ini. kecewa. Teman akrab yang selalu menjadikan dosa dan maksiat sebagai sesuatu yang indah dan baik. seperti orang yang berbuat ghibah atau membela kebatilan. Hadits ini juga menunjukkan perintah untuk bermajelis dengan orang yang dapat mendatangkan kebaikan. Ia berandai-andai. Teman akrab yang tidak akan mendatangkan kecuali kehinaan dan kebinasaan. baik dari kalangan manusia atau jin. seperti dzikir kepada Allah Subhanahu SWT. Pada hari kiamat. atau engkau mendapatkan aroma wangi darinya. kesyirikan. mempelajari ilmu. seraya berkata: “Aduhai kiranya (dulu) aku mengambil jalan (yang lurus) bersama Rasul.” Ia menyesali perbuatannya karena telah menjadikan si fulan sebagai teman akrabnya. Adapun pandai besi bisa jadi membakar pakaianmu atau engkau mendapatkan aroma yang tidak sedap darinya. serta dosa yang ia lakukan. kiranya aku (dulu) tidak menjadikan si fulan jadi teman akrab(ku). Penjual minyak wangi dapat memberikan wewangian untukmu.” Al-Imam Ibnu Baththal menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan larangan bermajelis dengan orang yang mendatangkan gangguan. setiap orang yang zalim akan menggigit dua tangannya penuh sesal. dan merugi karena kekufuran. “Aduhai kiranya dahulu aku mengambil jalan keimanan bersama Rasul. hendaknya setiap hamba berhati-hati di dalam memilih teman akrabnya. (Syarah Ibnu Baththal) Lalu perhatikanlah akibat buruk saat hari kiamat nanti karena salah dalam memilih teman. sedih. Padahal teman akrabnya tersebut adalah orang yang jahat dan buruk. Maka. Dan setan itu tidak akan menolong manusia. engkau membelinya.” (Al-Furqan: 27-29) 12 . kemaksiatan.

dan janganlah meminta pelaku bid’ah untuk menjadi teman dalam safarmu. dia akan menutup kedua telinganya dengan jari. dan seorang yang lalai sehingga membuatmu lupa untuk berdzikir kepada Allah SWT. Hal ini disebabkan adanya 13 .” (Al-Majmu’. seorang pelaku maksiat yang mendukungmu berbuat maksiat. Jika setelah itu ia tidak dapat berpisah dengan mereka serta tidak menampakkan pengingkaran terhadap mereka. di antara prinsip dasar akidah Ahlus Sunnah wal Jama’ah adalah tidak bermajelis dengan pelaku bid’ah. atau berkumpul dengan mereka. 2/133) Ibnul Jauzi berkata.” (Al-Adab Asy-Syar’iyyah. maka ia dinilai sama seperti mereka dan dijadikan sebagai bagian dari mereka. “Perampok jalanan ada empat: seorang mulhid (atheis/penyeleweng) yang memunculkan keraguanmu terhadap agama Allah SWT. dan merasa dekat dengan ahlul bid’ah. hal. “Tidak seyogianya bagi siapapun untuk bermajelis. Banyak sekali nasihat ulama dalam hal ini.” (Ar-Radd ‘alal Mubtadi’ah no.” (Al-Ibanah. 484) Al-Imam Ahmad bin Hanbal berkata. tidak menjadikan mereka sebagai teman dekat. “Janganlah engkau meminta saran kepada pelaku bid’ah dalam masalah agama. 183) Dari beberapa nasihat ulama di atas. bercampur. 3/578) Al-Fudhail bin ‘Iyadh berkata. Di antaranya adalah ucapan Al-Imam Ahmad bin Hanbal t. ‘Tidak halal bagiku untuk berbicara dengannya hingga ia bangkit dari tempatnya. 490) Habib bin Abi Az-Zibriqan berkata. “Tidak akan mungkin seseorang yang mencintai As-Sunnah dapat berteman dengan orang yang senang bid’ah.” (Al-Ibanah. seorang mubtadi’ (ahli bid’ah) yang menjauhkan dirimu dari Sunnah Rasulullah SAW. Kemudian beliau berkata. Di dalam kitab-kitab i’tiqad (akidah) Ahlus Sunnah.Jangan Bergaul Dengan Ahlul Bid’ah Dan Pelaku Maksiat “Kemudian. “Barangsiapa berprasangka baik dengan mereka (ahlul bid’ah) dan mengaku tidak mengetahui keadaan mereka. maka ia harus diberi pengertian tentang keadaan mereka. kecuali jika terdapat kenifakan. “Dahulu jika Muhammad bin Sirin t mendengarkan satu kata dari seorang pelaku bid’ah.” (AtTadzkirah.1629) Ibnu Taimiyah berkata. dapat diambil sebuah keyakinan bahwa Islam melarang untuk bergaul dan berdekatan dengan orang-orang yang buruk serta menuntunkan untuk menghindari mereka sejauh mungkin. hal ini selalu disebutkan dan tidak terlewatkan.

meskipun mereka adalah orang-orang fakir. “Wahai Rasulullah bagaimanakah tanggapan anda tentang seseorang yang mencintai suatu kaum dan belum pernah bertemu dengan mereka?” Maka Rasulullah SAW menjawab. dan jika ia berbuat salah maka kawannya yang akan membimbingnya kepada kebenaran. Oleh karena itu.” (Al-Ibanah. dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan kehidupan dunia ini. tidaklah kami menyaksikan seseorang berteman kecuali dengan yang sejenis dan setipe. Allah SWT berfirman: 14 . Karena bergaul dengan mereka akan mendatangkan manfaat yang tiada terbilang.” Artinya ia akan dibangkitkan pada hari kiamat nanti bersama orang yang ia cintai. Karena kedekatan kepada seseorang akan menumbuhkan cinta. jika ia lupa maka kawannya yang akan mengingatkan. bertemanlah kalian dengan hamba-hamba Allah Subhanahu wa ta’ala yang shalih agar kalian dapat bersama dengan mereka atau semisal dengan mereka.” Qatadah bin Di’amah As-Sadusi berkata. padahal Al-Imam Al-Bukhari dan Al-Imam Muslim rahimahumallah meriwayatkan sebuah hadits dari Ibnu Mas’ud z tentang kedatangan salah seorang sahabat untuk menemui Rasulullah Shalallahu alaihi wassalam dan bertanya. “Setiap orang akan bersama dengan orang yang ia cintai. “Di dalam ayat ini terkandung perintah untuk berteman dengan orang-orang baik serta menundukkan jiwa agar dapat berteman dan bergaul dengan mereka.” (Al Kahfi: 28) As-Sa’di t berkata dalam tafsir ayat ini. “Demi Allah. Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman: “Dan bersabarlah kamu bersama dengan orang-orang yang menyeru Rabbnya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridhaan-Nya. Mudahmudahan kita termasuk orang-orang yang dibangkitkan bersama Rasulullah Shalallahu alaihi wassalam dan yang mencintai beliau. Jika ia jahil. maka kawannya yang akan menyampaikan ilmu. 511) Hendaknya kita benar-benar teliti dan selektif dalam memilih seseorang sebagai teman apalagi teman dekat.pengaruh besar dari para pelaku bid’ah yang akan merusak akidah dan agama seseorang. Memilih Kawan Yang Jujur Setiap muslim wajib untuk bergaul dan berkawan dengan orang baik.

Al-Imam Ibnu Mazin berkata. jika seorang muslim melihat kekurangan saudaranya hendaknya ia mengingat kelebihan yang dimilikinya. 13) Al-Imam Ibnul A’rabi berkata. Kemudian yang harus diingat juga adalah setiap orang pasti memiliki kekurangan dan kelebihan.wordpress. mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah. maka dirimulah yang lebih patut untuk dicela. (http://kebunhidayah. “Berusahalah untuk selalu melupakan kesalahan yang diperbuat saudaramu. Sebagaimana sebuah bangunan yang saling menguatkan dan saling mengokohkan. “Seorang mukmin selalu mencari udzur untuk saudaranya. Apabila tetap tidak dapat. Demikian pula sikap seorang muslim di dalam berteman. yaitu: Nabi.“Dan barangsiapa yang menaati Allah dan Rasul(Nya). seorang muslim harus memanfaatkan nikmat ini dengan sebaik-baiknya dengan memerhatikan adab-adab di dalam berteman. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya. pasti rasa cinta di antara kalian akan terjaga. Sebuah kaidah penting yang mesti diperhatikan di dalam bergaul dengan sesama Ahlus Sunnah adalah menyadari dan selalu mengingat bahwa setiap manusia tidak mungkin terlepas dari kesalahan dan kekurangan.” (An-Nisa’: 69) Menjaga Persahabatan Dengan Cinta Jika Allah SWT menghendaki kebaikan dari seorang hamba maka Allah SWT akan memberikan taufiq kepadanya untuk bergaul dengan orang-orang baik yang mencintai As-Sunnah dan agama Islam. Karena itu. Benci dan cinta yang dibangun di atas pondasi iman dan As-Sunnah. seperti satu tubuh yang satu sama lain saling merasakan.” (Adabul ‘Isyrah. dan orang-orang shalih. para shiddiiqiin. Allah SWT akan menjauhkan dirinya dari orang-orang jahat dari kalangan ahlul bid’ah dan pelaku maksiat lainnya.” Al-Imam Hamdun Al-Qassar berkata.com/2011/09/28/pandangan-islam-tentangteman-pergaulan-yang-baik/) 15 .” (Adabul ‘Isyrah. orang-orang yang mati syahid. memberi dan tidak memberi hanya karena Allah SWT. sementara orang munafik selalu mencari kesalahan temannya. “Jika saudaramu terjatuh dalam sebuah kesalahan maka berikanlah untuknya 90 udzur. 14) Maka hendaknya sesama Ahlus Sunnah dapat mewujudkan ayat dan haditshadits Rasulullah SAW yang menggambarkan kekuatan dan kebersamaan di antara mereka. serta bertemu dan berpisah demi meraih ridha Allah SWT semata. Maka dari itu.

Tentu saja ini harus kita awali dari diri kita masing-masing. Dengan begitu akan terhindarlah hal-hal yang tidak diharapkan.1 Dari uraian di atas jelaslah bagi kita bahwa pria dan wanita memang harus menjaga batasan dalam pergaulan. Semoga Allah senantiasa membimbing kita dan menjauhkannya dari perbuatan tercela dan perbuatan yang tidak terpuji. Amin. Karena itu menjadi tanggung jawab kita menasehati mereka dengan baik. Tapi nampaknya rambu-rambu pergaulan ini belum sepenuhnya dipahami oleh sebagian orang.BAB III KESIMPULAN 3. 16 .

blogspot. ________diakses pada Rabu. 20 ________Maret 2013 http://islam.blogspot.anneahira. 20 Maret 2013 http://kebunhidayah. diakses pada Rabu.blogspot.htm.html.tripod.pdf diakses pada 17 .html. 20 Maret 2013 http://pusingbandar.abatasa. ________Rabu. diakses pada Rabu.com/2011/09/28/pandangan-islam-tentang-teman-pergaulan________yang-baik/ diakses pada Rabu. 20 Maret 2013 http://www.wordpress.com/2012/12/etika-pergaulan-dalam-islam.takafulumum. diakses pada Rabu.htm. ________diakses pada Rabu. ________pada Rabu.wordpress. 20 Maret 2013 sistem pergaulan dalam islam.DAFTAR PUSTAKA http://afand. 20 Maret 2013 diakses http://hanifa93.html. 20 Maret 2013 http://rijalseventh.my. 20 Maret 2013 http://syamsuhilal.com/2012/11/makalah-agama-pergaulan-dalam-pandangan.html.com/Mypage/bergaul.com/2009/05/20/etika-bergaul-dalam-islam/.php/in/renungan-harian/162-diantara-adab-pergaulan________dalam-islam. diakses pada Rabu.id/index.com/2009/07/apakah-yang-diertikan-pergaulan-menurut.co.com/post/detail/2543/etika-pergaulan-dalam-masyarakat.com/pergaulan-dalam-islam. 20 Maret 2013 http://www.