Kata Pengantar Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan taufik dan

hidayah-NYA kepada kami, sehingga kami dapat menyelesaikan penyusunan makalah ini. Shalawat serta salam semoga tercurah limpahkan kepada Nabi Muhammad SAW, keluarganya, para sahabatnya, dan mudah-mudahan sampai kepada kita selalu umatnya. Aamiin. Makalah ini menyajikan tentang pengertian bergaul menurut islam, serta adab dan tatacara dalam islam. Seiring dengan berakhirnya penyusunan makalah ini, sepantasnyalah kami mengucapkan terima kasih kepada berbagai pihak yang telah turut membantu kami dalam penyusunan makalah ini. Kami menyadari masih banyaknya kekurangan dalam penyusunan makalah ini, oleh karena itu kami berharap adanya kritik dan saran yang membangun. Kami berharap kiranya makalah ini dapat bermanfaat bagi kami maupun pembaca dan mudah-mudahan makalah ini dijadikan ibadah di sisi Allah Swt. Aamiin.

Malang, Maret 2013

Penulis

i

...........................................DAFTAR ISI Kata Pengantar.....2 2................Ayat dan Hadist Tentang Pergaulan......1..................................................1 1..........................................................................Definisi Pergaulan ......................................................................6 2.............................................................................3 2.................................................1 1.........................................................................................................1 BAB II.........................................................3..........................................................................................................17 ii ......................Adab Pergaulan Dalam Islam................................................................2Tujuan ...................................4....................................9 ............................................Pergaulan dalam Islam.Etika Pergaulan Dalam Islam..................................................................................................7 2..........................................2 2..........12 BAB III...............................................................................................................................2 ISI MAKALAH........1Latar Belakang.........................................................................................2......................................................................................................................................................................................................ii BAB I.................................16 DAFTAR PUSTAKA.............................................................................................................................................................................................................................................................1 PENDAHULUAN......................................................16 KESIMPULAN.................i DAFTAR ISI..............................................................................................................................................................5.......................................................

manusia tak bisa lepas dari yang namanya masyarakat. Dan bisa kita lihat pakaian-pakaian tersebut jarang sekali ada yang cocok dengan kriteria pakaian yang pantas secara Islam. baik orang tua. 2. Mengetahui. game center dan lain-lain. 1 . Mengetahui dan memahami hikmah bergaul dengan tata cara Islam. Namun tidak demikian dikalangan kebanyakan masyarakat saat ini. orang lain. pemerintah. Harus masuk kedalam geng-geng. Yang mana pada akhirnya. tempat wisata. dan lingkungannya. dan diri sendiri yang akan menjalani kehidupan dalam bingkai kata “gaul” itu sendiri. gaul akan menimbulkan budaya konsumtif. sering nongkrong dan berpergian diberbagai tempat seperti mall.2 Tujuan 1. mengubah sesuatu yang sudah mendarah daging disebagian masyarakat saat ini tidaklah mudah. dengan siapa. Contoh. Yang patut disayangkan pula dari “gaul” kebanyakan saat ini adalah standar nilainya diambil dari tradisi budaya ataupun cara hidup masyarakat nonmuslim. Mengetahui dan memahami pengertian pergaulan dalam Islam. standar nilai yang sesuai dengan syariat islam dan juga budaya timur yang penuh dengan tata karma dan kesopanan. Pergaulan itu sendiri maksudnya kehidupan sehari-hari dalam persahabatan ataupun masyarakat. memahami dan mengaplikasikan adab dan tata cara bergaul dalam Islam di kehidupan sehari-hari. dan hal lain yang behubungan dengan keglamoran hidup. mode. 1. pemuka masyarakat. 3. Jika ditinjau lebih dalam “gaul” tidak akan menimbulkan banyak dampak negatif jika standar nilai yang dipakai untuk mendefinisikan gaul itu.BAB I PENDAHULUAN 1. Gaul yang katanya modern itu adalah ikut dalam trend. baju yang dipakai itu modelnya harus sesuai dengan mode-mode yang berkembang di dunia internasional saat ini. keluarga. Hanya saja. dan apa saja dampak pergaulannya itu bagi dirinya. Yang perlu dicermati adalah bagaimana seorang manusia itu bergaul.1 Latar Belakang Sebagai makhluk sosial. Semua itu memerlukan sinergi dari semua pihak.

BAB II ISI MAKALAH 2. 2 . Manusia juga memiliki sifat tolong-menolong dan saling membutuhkan satu sama lain. Juga.html) Istilah pergaulan atau dalam bahasa Arabnya 'ikhtilat' yang membawa maksud pergaulan atau percampuran antara wanita dan lelaki adalah terminologi yang baru diperkenalkan dalam Islam. Berorganisasi. Namun. dan bekerja merupakan contoh-contoh aktivitas bermanfaat besar yang melibatkan pergaulan antar manusia. (rijalseventh. Pergaulan bebas. video mesum. banyak kejadian yang sangat menyimpang. Bagi sebagian orang yang tidak terbiasa dengan tata cara pergaulan dalam islam. bersekolah. adalah suatu hal yang sangat penting mengetahui dan memahami pergaulan-pergaulan dalam Islam.blogspot.1. Interaksi dengan sesama manusia juga menciptakan kemaslahatan besar bagi manusia itu sendiri dan juga lingkungannya. Pergaulan sepatutnya ditakrif sebagai batas pertemuan atau penyertaan antara lelaki dan wanita. mereka akan merasa canggung atau barangkali malah merasa tertekan karena pergaulan dalam Islam itu terlihat begitu kaku dan tidak seperti pergaulan yang umum ditemui di masyarakat. dapat juga oleh individu dengan kelompok. Istilah yang tepat ialah Liqa' (pertemuan) atau musyarakah (penyertaan) di antara lelaki dan wanita. pergaulan tanpa dibentengi iman yang kokoh akan mudah membuat seorang muslim terjerumus.com/2012/11/makalah-agama-pergaulan-dalampandangan. Kita lihat di zaman sekarang. perkosaan. Oleh karenanya. Definisi Pergaulan Pergaulan adalah proses interaksi yang dilakukan oleh individu dengan individu. Istilah pergaulan atau percampuran atau Ikhtilat adalah membawa konotasi dan makna yang tidak sesuai dengan Islam. dan berbagai bentuk perilaku penyimpangan lainnya. Semua itu bersumber dari pergaulan yang salah dan tidak dilandaskan pada kepatuhan terhadap ajaran AlQur’an. Pergaulan merupakan fitrah manusia sebagai makhluk sosial yang tak mungkin bisa hidup sendirian. pergaulan merupakan salah satu cara seseorang untuk berinteraksi dengan alam sekitarnya.

Pada dasarnya mereka pun sama dengan kita (makhluk ciptaan Allah) hanya saja berbeda keyakinan. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa di antara kamu. menciptakan manusia dalam ragam suku dan bangsa. sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. moral dan fitrah. Etika Pergaulan Dalam Islam “Hai manusia. banyak beraneka sifat perilaku dan keinginan. (pusingbandar. Kita membutuhkan mereka dalam hal pekerjaan. Sengaja Allah Swt.com/2009/07/apakah-yang-diertikan-pergaulanmenurut. 3 .blogspot. membangun silaturahim (persahabatan dan persaudaraan).html) PENDAPAT Agama Islam menganjurkan kepada kita untuk bergaul dengan orang-orang yang berbeda agama dengan agama kita.html) 2. sebab secara fitrah manusia memiliki keharusan untuk bergaul dalam interaksi sosial yang merupakan sunah sosial dan kehidupan itu sendiri. agar satu sama lain melakukan interaksi sosial.” (Surah Al Hujurat <49>:13). Ayat ini menjelaskan kepada kita bahwa selain mengemban misi ibadah (QS Adz-Dzariyat: 56) dan misi memakmurkan bumi ( isti’marul ardh. bebas dari tuntunan wahyu. dan melakukan kerjasama antarsuku dan atau antarbangsa. QS Hud: 61).2. tentu saja manusia tak ada dapat hidup tanpa berinteraksi dengan manusia lainnya. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal. Tak selayaknya kita membedakan orang yang berbeda agama. maka Islam menamakannya sebagai pergaulan bebas. tujuan penciptaan manusia adalah untuk mengemban misi sosial (lita’aarafu bainal insaan). kita harus tetap bergaul dengan mereka sebagai sesama makhluk Allah dan sebagai anggota masyarakat. Namun setelah masuknya budaya asing ke dalam pergaulan masyarakat muslim yang dibentuk oleh kecenderungan material semata-mata dan falsafah hidup yang lahir dari bumi dan hawa nafsu.blogspot. juga kepercayaan dan keyakinan yang berbeda namun merupakan bagian dari masyarakat bangsa. (http://syamsuhilal. Sebagai makhluk sosial.com/2012/12/etika-pergaulan-dalam-islam.Sebenarnya dalam Islam tidak ada istilah "pergaulan bebas". perniagaan dan kemasyarakatan.

sedangkan bagus berarti memadai (serasi) sebagai perhiasan penutup tubuh yang sesuai kemampuan si pemakai.” 4 . Pada dasarnya pakaian muslim tidak menghalangi si pemakai melakukan kegiatan sehari-hari dalam masyarakat. Selain berpakaian kita juga memandang. janganlah kau ikuti pandangan yang pertama dengan pandangan kedua. semua kembali pada niat si pemakai dalam melaksanakan ajaran Allah. kamu hanya boleh pada pandangan pertama adapun pandangan yang berikutnya tidak boleh.” (QS. Demikian itu adalah sebagian dari tanda. Dan pakaian takwa itulah yang paling baik.tanda kekuasaan Allah.1. Abu Dawud dan At Turmudzi). Al A’raf: 26). mudah-mudahan mereka selalu ingat. Untuk keperluan ibadah sholat di masjid kita dianjurkan pakai pakaian yang baik dan suci bersih (terhindar najis). Berpakaian bagi kaum perempuan mukmin telah digariskan oleh Al Qur’an adalah menutup seluruh auratnya. karena Rasulullah mengatakan “Janganlah kalian kaumku sekaian semua memandangi sesuatu yang tidak baik (buruk) dengan matamu sekalian umatku.” (HR Ahmad. mata adalah anugerah Allah yang paling penting yaitu untuk melihat. PENDAPAT Fungsi pakaian adalah sebagai penutup aurat sekaligus perhiasan agama Islam memerintahkan agar setiap orang memakai pakaian yang baik dan bagus. “Hai Ali. Etika Dalam Berpakaian Dan Memandang “Hai anak Adaam sesungguhnya kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutupi auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. mata disini yang dimaksud adalah untung memandang hal-hal yang baik-baik saja. baik berarti sesuai dengan fungsinya yaitu menutupi aurat.

sebaliknya kita juga dapat mengetahui keinginan orang lain. Memahami. Anggaplah itu merupakan perkara yang perlu. dengan bicara kita dapat menyampaikan sesuatu. dan semua ciri khas yang ada pada diri seseorang.menasehati supaya menepati kesabaran.com/post/detail/2543/etika-pergaulan-dalammasyarakat. Mulut dapat kita gunakan sebagai nasehat akan kebenaran hindarilah cara bicara yang bisa menimbulkan perselisihan karena perselisihan itu kehendak setan yang ditujukan untuk mengadu domba. Tiga kunci utama untuk mewujudkannya ialah ta’aruf. Inilah bagian penting dalam pergaulan. maka dari itu kita harus pandai-pandai menjaga cara berbicara kita dengan baik. Ta’aruf. fitnah. kegemaran. Inilah tiga kunci utama yang harus kita lakukan dalam pergaulan. agama. menghambur-hamburkan uang dan banyak bertanya. PENDAPAT Alat komunikasi paling utama dalam pergaulan adalah berbicara. (http://afand. karakter. kesukuan. Agama Islam mengajarkan agar kita berbicara sopan supaya tidak berakibat merugikan diri sendiri ataupun orang lain. 2. Dengan ta’aruf kita dapat membezakan sifat.” (HR Jama’ah dari Al Mugirah).html) Janganlah perbedaan menjadi penghalang kita untuk bergaul atau berinteraksi dengan sekitar kita. dan takaful.2. sehingga kita dapat menyikapi perbedaan tersebut dengan sikap yang wajar dan adil. Dengan memahami kita dapat 5 . tafahum. isu dan gosip. 1. Tafahum.abatasa. Al Asr: 3). Setelah kita mengenal seseorang pastikan kita tahu juga semua yang mereka sukai dan yang mereka benci. Berbicara bisa mendatangkan banyak orang (teman) dan bisa pula mendatangkan musuh.” (QS. “Sesungguhnya Allah membenci kami karena tiga perkara: adalah berkata begini dan berkata begitu. merupakan langkah kedua yang harus kita lakukan ketika kita bergaul dengan orang lain. Ta’aruf atau saling mengenal menjadi suatu yang wajib ketika kita akan melangkah keluar untuk berinteraksi dengan orang lain. Etika Dalam Berbicara Kepada Masyarakat “Dan nasehat-menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat.

karena adanya urgensi yang besar dan dampak sensitif.menilai dan memilih siapa yang harus menjadi teman bergaul kita dan siapa yang harus kita jauhi. ”Dan (ingatlah) hari (ketika itu) orang yang zalim menggigit kedua tangannya.3.W telah mengatakan bahawa bukan termasuk dalam umatnya orang yang tidak peduli dengan urusan umat Islam yang lain. Allah SWT berfirman: “Hai orang-orang yang beriman. Rasulullah bersabda. ” Dan ikutilah jalan orang yang kembali kepadaKu” (Luqman :15). Bahkan Islam sangat menganjurkan kepada umatnya untuk saling menolong dalam kebaikan dan takwa. ” (At. karena banyak sekali pergaulan yang hanya sesaat saja. sesungguhnya yang akan mewujudkan rasa cinta pada diri seseorang kepada kita. seraya berkata.” (Al Furqan : 27-29).”( HR. rasanya ada yang kurang jika belum wujud sikap takaful (saling menolong) di dalam diri kita. Dan adalah setan itu tidak mau menolong manusia. karena itu hendaknya seseorang di antara kalian melihat dengan siapa dia bergaul. bertakwalah kepada Allah dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang benar. kiranya aku (dulu) tidak menjadikan si Fulan itu teman akrab (ku). sehingga Islam memerintahkan umatnya agar bergaul dengan orang-orang yang benar. Islam juga melarang agar tidak bergaul dengan orang-orang yang buruk akhlaknya. Adu Dawud dan Tirmidzi dari abu Hurairah).“Aduhai kiranya (dulu) aku mengambil jalan bersamasama Rasul. Sesungguhnya dia telah menyesatkan aku dari Al Qur’an ketika Al Qur’an telah datang kepadaku”. tetapi bisa membuka aib teman bergaul sampai hari Kiamat dan pada akhirnya diiringi sebuah penyesalan yang tiada henti. bejat moralnya & zalim.com/2009/07/apakah-yang-diertikanpergaulan-menurut. 6 . (http://pusingbandar. Pergaulan dalam Islam Perhatian Islam terhadap pergaulan sangat besar sekali.Taubah :119) Islam menganjurkan agar kita bergaul dengan orang-orang yang sholeh. 3.html) 2. Setelah mengenal dan memahami. Kecelakaan besarlah bagiku.blogspot. Rasullullah S. Kerana itulah.A. “Seseorang itu menurut agama temannya. Takaful.

Oleh karenanya.4. “Seorang muslim yang berinteraksi dengan masyarakat dan ia bersabar atas keburukan masyarakatnya adalah lebih baik daripada seorang muslim yang tidak bergaul dengan masyarakatnya serta tidak sabar atas keburukan mereka. Imam Ali RA berkata. Pilihlah temanmu”. 7 . Dari Ibnu Abbas. kita perlu berusaha untuk menjadi yang terbaik bagi komunitas kita. menjaga aurat. Karena pergaulan sosial merupakan salah satu bentuk ibadah yang tidak terpisahkan dari intisari ajaran Islam itu sendiri. maka hendaklah ia diam. “Bergaullah dengan orang yang bertakwa dan berilmu. sungguh jangan bergaul dengan orang -orang yang rusak moralnya.htm). Penularan itu disebabkan oleh pengaruh kedekatan dan pengaruh cinta. Demikian halnya dalam etika. niscaya kalian bisa mengambil manfaatnya. Dia tidak berdiam diri kecuali dia adalah duplikasi temannya. pergaulan dan hubungannya dengan orang lain. karena bergaul dengan mereka akan menular kepada Anda. baik di lingkungan tempat tinggal maupun di lingkungan kerja. Dan apabila salah seorang diantara kalian marah. Mudahkanlah dan janganlah kalian mempersulit.com/2009/05/20/etikabergaul-dalam-islam/) 2.Karena itu tidak heran apabila seorang teman itu secara tidak terasa merupakan guru bagi temannya yang lain. Jauhilah kerusakan. Dalam salah satu hadits Rasulullah SAW bersabda. mendidik anak agar paham adab pergaulan dalm Islam. menjaga interaksi antara lelaki dan perempuan.” (HR. dari Rasulullah SAW beliau berkata.anneahira.com/pergaulan-dalamislam. Adab Pergaulan Dalam Islam Batasan Pergaulan dalam Islam adalah menutup aurat. larangan berdua – dua’an. yang mengulang-ulang perkataannya. Ahmad) Terdapat beberapa hikmah penting yang dapat dipetik dari hadits ini bahwa hadits ini secara umum berbicara tentang adab pergaulan dalam masyarakat atau komunitas Islami. yang menampakkan perilakunya dalam perbuatanperbuatan nya tanpa disadari. Janganlah menjalin hubungan dengan orang yang hina (rendah akhlaknya ) karena itu akan menular kepadamu. Kepribadian seorang teman itu akan muncul dalam diri temannya yang lain. (http://www. Muslim). yang bertujuan agar terjalinnya keharmonisan dalam kehidupan sosial. karena bergaul dengan orang yang suka berbuat baik bisa diharapkan (kebaikannya).” (HR. (http://hanifa93.wordpress. “Ajarilah (orang yang tidak tahu).

Memudahkan orang lain bisa juga diaplikasikan dalam bentuk-bentuk lain. berjabat tangan. Hal ini sekaligus menggambarkan bahwa berta'awun dalam kehidupan sosial tidak harus selalu dalam bentuk pemberian “materi”. 8 . Adab Kedua. memberikan bantuan kepada orang lain ketika terjadi musibah. latar belakang maupun cara berfikir yang berbedabeda. 3. karena dalam hidup bermasyarakat sangat mungkin terjadi kesalahpahaman antara seseorang dengan orang lain. menanyakan kabar. Adab pertama seorang muslim dalam kehidupan sosial adalah mengajarkan sesuatu yang belum diketahui orang lain. terutama menyangkut permasalahan agama ataupun permasalahan lainnya. mengatur emosi sangatlah penting. Diam dalam hadits di atas bukan berarti diam memendam rasa marah dalam hati. maka ia memiliki kewajiban untuk mengajarkannya pada orang lain.Adab pergaulan dalam Islam yaitu: 1. yang sangat mungkin untuk meledak pada waktu tertentu. dsb. Pada waktu bersamaan. Seperti membantu menyelesaikan pekerjaan orang lain. Oleh karenanya. Artinya seorang muslim yang lebih mengetahui tentang suatu hal. dalam pergaulan pada masyarakat Islami adalah senantiasa berusaha untuk memudahkan urusan orang lain. Rasulullah SAW bersabda “ajarilah (orang yang tidak tahu)”. dsb. dsb. watak. orang lain pun juga memiliki kewajiban yang sama. Namun diam dalam hadits ini lebih dimaksudkan untuk memaafkan saudara kita yang berbuat “kesalahan” terhadap kita. seperti memberikan senyuman. serta tidak melampiaskan emosi kita pada saat itu. Hal ini disebabkan karana sifat. seperti mengajarkan nilai dan kebaikan kepada orang lain. Adab Ketiga dalam pergaulan masyarakat Islami adalah perintah untuk mengendalikan emosi. sehingga dari sini akan muncul sebuah karakter masyarakat & komunitas islami. Artinya bahwa setiap muslim senantiasa dianjurkan untuk berusaha “memudahkan” orang lain. namun ta'awun juga dapat diberikan dalam bentuk lain. Rasulullah SAW memerintahkan kita untuk menaham emosi dengan cara “diam”. 2. Sebagai makhluk sosial. terutama pada saat-saat orang lain memerlukan bantuan atau ketika mendapatkan kesulitan. mengajak orang lain pada kebaikan.

ataukah menjadi pengikut agama Yahudi dan Nasrani. atau tidak mengenal agama sama sekali. Akan tetapi orang yang kuat adalah orang yang mampu mengendalikan emosinya ketika marah. Ayat dan Hadist Tentang Pergaulan Pandangan Islam Tentang Teman Pergaulan Yang Baik Seorang hamba. Dalam sebuah hadits.takafulumum. “Orang yang kuat bukanlah orang yang pandai bergulat. maka hendaknya kalian memerhatikan siapakah teman dekatnya.Demikian pentingnya mengendalikan emosi. Rasulullah SAW bahkan mengkategorikan orang yang kuat adalah orang yang mampu mengendalikan emosinya ketika “marah” : Rasulullah SAW bersabda. Karena manusia diciptakan sebagai makhluk lemah yang sangat bergantung dengan bantuan sesama. Apakah ia akan menjadi seorang muslim yang baik. pasti membutuhkan orang lain sebagai kawan hidupnya.5. Rasulullah SAW bersabda: “Seseorang tergantung agama teman dekatnya. (HR Bukhari Muslim) (http://www.” Pengaruh Orang Dekat Orangtua misalnya. Sehingga baik buruknya seorang anak sangat erat hubungannya dengan pendidikan yang diberikan orangtuanya.co. Semenjak pertama kali ia terlahir dan menghirup nafas di dunia.id/index. kebahagiaan seorang hamba di dunia maupun di akhirat sangat erat kaitannya dengan teman dekatnya. adalah orang yang paling dekat dengan kita. lalu tumbuh berkembang menuju kedewasaan hingga jasadnya terbujur kaku di liang kubur. Yang harus diperhatikan. seluruh proses kehidupan itu mesti dijalaninya bersama orang lain. siapapun dia. karena pada umumnya seorang anak sangat terpengaruh dengan orangtua sebagai orang dekatnya. Bukankah Rasulullah Shalallahu alaihi wassalam pernah bersabda: 9 . Orangtua mendapat tanggung jawab untuk membentuk sifat serta karakter anaknya menjadi keturunan yang shalih dan shalihah.php/in/renungan-harian/162diantara-adab-pergaulan-dalam-islam) 2.

2658 dari hadits Abu Hurairah ) Contoh lain dalam Islam yang mengharuskan setiap pemeluknya untuk memerhatikan dan berusaha dengan langkah terbaik di dalam memilih orang dekat adalah dalam proses memilih seorang wanita untuk menjadi istri dan pasangan hidupnya.” (Al-Mu’jam AlKabir. Pada beberapa ayat dalam Al-Qur’an. red.” (Al- . Karena seorang muslim akan mengikuti orang yang muslim. Sulit untuk dibayangkan bagaimana sempit dan menderitanya rumah tangga yang diatur dan dijalankan oleh seorang istri yang jahat.” (HR. “Hendaknya kalian menilai orang dengan teman dekatnya. sementara orang jahat akan mengikuti orang yang jahat pula. Maka pilihlah olehmu wanita yang memiliki agama. “Di antara bentuk kecerdasan seseorang adalah selektif dalam memilih teman berjalan. Maka kedua orangtuanyalah yang menjadikan anak tersebut menjadi Yahudi. engkau akan celaka. dan karena agamanya. Al-Ibanah) Abdullah bin Mas’ud berkata. dan teman duduknya. pesan Rasulullah SAW dalam hadits di atas hendaknya selalu menjadi sebuah pertimbangan ketika hendak memilih seseorang untuk menjadi orang dekatnya. 499) Abud Darda’ Ibanah. Allah SWT memerintahkan Nabi Muhammad SAW untuk berhati-hati 10 berkata.). Al-Bukhari no. teman bersama. Dengan demikian. karena keturunannya. tetangga. Abdullah bin Mas’ud berkata. Telah banyak kejadian nyata di mana seorang suami beroleh hidayah dan kebaikan disebabkan istri yang shalihah. Al-Bukhari dan Muslim) Bisa dibayangkan betapa indah kehidupan rumah tangga yang diatur dan ditata dengan bantuan seorang istri yang shalihah. “Orang yang dapat berjalan bersama dan berteman adalah orang yang disuka dan yang sejenis.“Setiap anak dilahirkan dalam keadaan di atas fitrah.” (HR.” (Al-Ibanah. guru. Rasulullah SAW bersabda dalam hadits Abu Hurairah: “Wanita itu (menurut kebiasaan) dinikahi karena empat hal: Bisa jadi karena hartanya. bid’ah. 379) Akibat Buruk Dari Salah Memilih Teman Di antara sumber kejahatan adalah dekat dengan pelaku maksiat. Karena bila tidak. karena kecantikannya. entah sebagai istri. Nasrani. atau Majusi. suami. atau teman bekerja. 1384 dan Muslim no. dan hizbiyyah (yang fanatik buta dengan kelompoknya.

Dan sesungguhnya orangorang yang zalim itu sebagian mereka menjadi penolong bagi sebagian yang lain. agar kamu membuat yang lain secara bohong terhadap Kami. 11 . kecuali Allah SWT menghendaki lain. dan hizbiyyah merupakan sebuah ujian yang sangat besar. Dan sesungguhnya kebanyakan manusia adalah orang-orang yang fasik.dari para pengikut hawa nafsu. dan Allah adalah pelindung orang-orang yang bertakwa. dan kalau sudah begitu tentulah mereka mengambil kamu jadi sahabat yang setia.” (Al-Isra’: 73-75) Dari beberapa ayat di atas dapat disimpulkan bahwa berdekatan dan berkawan dengan pelaku maksiat. Kami akan rasakan kepadamu (siksaan) berlipat-ganda di dunia ini dan begitu (pula siksaan) berlipat-ganda sesudah mati. Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman: “Dan hendaklah kamu memutuskan perkara di antara mereka menurut apa yang diturunkan Allah. Jika mereka berpaling (dari hukum yang telah diturunkan Allah) maka ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah menghendaki akan menimpakan musibah kepada mereka disebabkan sebagian dosa mereka. Dan kalau Kami tidak memperkuat (hati)mu niscaya kamu hampir-hampir condong sedikit kepada mereka. maka tentunya kita lebih pantas untuk lebih berhati-hati. maka ikutilah syariat itu dan janganlah kamu ikuti hawa nafsu orang-orang yang tidak mengetahui. Sesungguhnya mereka sekali-kali tidak akan dapat menolak dari kamu sedikitpun dari (siksaan) Allah.” (Al-Maidah: 49) Allah Subhanahu wa ta’ala juga berfirman: “Kemudian Kami jadikan kamu berada di atas suatu syariat (peraturan) dari urusan agama itu. Dan berhatihatilah kamu terhadap mereka supaya mereka tidak memalingkan kamu dari sebagian apa yang telah diturunkan Allah kepadamu. Berdekatan dan berkawan dengan mereka hanyalah akan menjadi sebab penyimpangan dan kesesatan. Kalau terjadi demikian.” (Al-Jatsiyah: 18-19) Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman dalam ayat lain: “Dan sesungguhnya mereka hampir memalingkan kamu dari apa yang telah Kami wahyukan kepadamu. dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka. tidak menjadikan mereka sebagai teman dan berusaha untuk menghindar. dan kamu tidak akan mendapat seorang penolong pun terhadap Kami. bid’ah. Apabila Allah SWT melarang dan memperingatkan Nabi Muhammad SAW dari orang-orang semacam mereka. benar-benarlah.

Adapun pandai besi bisa jadi membakar pakaianmu atau engkau mendapatkan aroma yang tidak sedap darinya. Penjual minyak wangi dapat memberikan wewangian untukmu. dan merugi karena kekufuran. Teman akrab yang selalu menjadikan dosa dan maksiat sebagai sesuatu yang indah dan baik. hendaknya setiap hamba berhati-hati di dalam memilih teman akrabnya. Dan setan itu tidak akan menolong manusia. Sesungguhnya dia telah menyesatkan aku dari Al-Qur’an ketika Al-Qur’an telah datang kepadaku. dan seluruh perbuatan baik lainnya. Padahal teman akrabnya tersebut adalah orang yang jahat dan buruk. Hadits ini juga menunjukkan perintah untuk bermajelis dengan orang yang dapat mendatangkan kebaikan. baik dari kalangan manusia atau jin. (Syarah Ibnu Baththal) Lalu perhatikanlah akibat buruk saat hari kiamat nanti karena salah dalam memilih teman. setiap orang yang zalim akan menggigit dua tangannya penuh sesal. kiranya aku (dulu) tidak menjadikan si fulan jadi teman akrab(ku). Pada hari kiamat.Dalam hal ini.” (Al-Furqan: 27-29) 12 . kesyirikan. mengikuti dan membenarkan risalahnya. Kecelakaan besarlah bagiku. sedih. “Aduhai kiranya dahulu aku mengambil jalan keimanan bersama Rasul. Maka. Ia berandai-andai. atau engkau mendapatkan aroma wangi darinya. mempelajari ilmu. engkau membelinya. Rasulullah Shalallahu alaihi wassalam bersabda dalam hadits Abu Musa Al-Asy’ari: “Sesungguhnya teman baik dan teman yang buruk itu diibaratkan dengan penjual minyak wangi dan pandai besi. seperti dzikir kepada Allah Subhanahu SWT. serta dosa yang ia lakukan. kemaksiatan. Allah SWT berfirman di dalam surat Al-Furqan: “Dan (ingatlah) hari (ketika) orang yang zalim itu menggigit dua tangannya. seraya berkata: “Aduhai kiranya (dulu) aku mengambil jalan (yang lurus) bersama Rasul.” Ia menyesali perbuatannya karena telah menjadikan si fulan sebagai teman akrabnya.” Al-Imam Ibnu Baththal menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan larangan bermajelis dengan orang yang mendatangkan gangguan. Teman akrab yang tidak akan mendatangkan kecuali kehinaan dan kebinasaan. seperti orang yang berbuat ghibah atau membela kebatilan. kecewa.

” (Al-Adab Asy-Syar’iyyah. atau berkumpul dengan mereka. Kemudian beliau berkata. 490) Habib bin Abi Az-Zibriqan berkata.” (Al-Ibanah.” (Al-Majmu’. “Perampok jalanan ada empat: seorang mulhid (atheis/penyeleweng) yang memunculkan keraguanmu terhadap agama Allah SWT. dan janganlah meminta pelaku bid’ah untuk menjadi teman dalam safarmu.1629) Ibnu Taimiyah berkata. “Tidak akan mungkin seseorang yang mencintai As-Sunnah dapat berteman dengan orang yang senang bid’ah. kecuali jika terdapat kenifakan. Jika setelah itu ia tidak dapat berpisah dengan mereka serta tidak menampakkan pengingkaran terhadap mereka. dapat diambil sebuah keyakinan bahwa Islam melarang untuk bergaul dan berdekatan dengan orang-orang yang buruk serta menuntunkan untuk menghindari mereka sejauh mungkin. dan merasa dekat dengan ahlul bid’ah. “Barangsiapa berprasangka baik dengan mereka (ahlul bid’ah) dan mengaku tidak mengetahui keadaan mereka. maka ia dinilai sama seperti mereka dan dijadikan sebagai bagian dari mereka. 484) Al-Imam Ahmad bin Hanbal berkata. bercampur. tidak menjadikan mereka sebagai teman dekat.” (Ar-Radd ‘alal Mubtadi’ah no. “Tidak seyogianya bagi siapapun untuk bermajelis. Di antaranya adalah ucapan Al-Imam Ahmad bin Hanbal t. “Dahulu jika Muhammad bin Sirin t mendengarkan satu kata dari seorang pelaku bid’ah. hal ini selalu disebutkan dan tidak terlewatkan.” (Al-Ibanah. ‘Tidak halal bagiku untuk berbicara dengannya hingga ia bangkit dari tempatnya.” (AtTadzkirah. dan seorang yang lalai sehingga membuatmu lupa untuk berdzikir kepada Allah SWT. seorang mubtadi’ (ahli bid’ah) yang menjauhkan dirimu dari Sunnah Rasulullah SAW. Di dalam kitab-kitab i’tiqad (akidah) Ahlus Sunnah. hal. di antara prinsip dasar akidah Ahlus Sunnah wal Jama’ah adalah tidak bermajelis dengan pelaku bid’ah. Hal ini disebabkan adanya 13 . maka ia harus diberi pengertian tentang keadaan mereka. 2/133) Ibnul Jauzi berkata. 183) Dari beberapa nasihat ulama di atas. 3/578) Al-Fudhail bin ‘Iyadh berkata. “Janganlah engkau meminta saran kepada pelaku bid’ah dalam masalah agama. seorang pelaku maksiat yang mendukungmu berbuat maksiat. dia akan menutup kedua telinganya dengan jari. Banyak sekali nasihat ulama dalam hal ini.Jangan Bergaul Dengan Ahlul Bid’ah Dan Pelaku Maksiat “Kemudian.

Mudahmudahan kita termasuk orang-orang yang dibangkitkan bersama Rasulullah Shalallahu alaihi wassalam dan yang mencintai beliau. Allah SWT berfirman: 14 .” Artinya ia akan dibangkitkan pada hari kiamat nanti bersama orang yang ia cintai.” (Al-Ibanah.” Qatadah bin Di’amah As-Sadusi berkata. jika ia lupa maka kawannya yang akan mengingatkan. “Wahai Rasulullah bagaimanakah tanggapan anda tentang seseorang yang mencintai suatu kaum dan belum pernah bertemu dengan mereka?” Maka Rasulullah SAW menjawab.” (Al Kahfi: 28) As-Sa’di t berkata dalam tafsir ayat ini. Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman: “Dan bersabarlah kamu bersama dengan orang-orang yang menyeru Rabbnya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridhaan-Nya. “Setiap orang akan bersama dengan orang yang ia cintai. padahal Al-Imam Al-Bukhari dan Al-Imam Muslim rahimahumallah meriwayatkan sebuah hadits dari Ibnu Mas’ud z tentang kedatangan salah seorang sahabat untuk menemui Rasulullah Shalallahu alaihi wassalam dan bertanya. 511) Hendaknya kita benar-benar teliti dan selektif dalam memilih seseorang sebagai teman apalagi teman dekat. Karena bergaul dengan mereka akan mendatangkan manfaat yang tiada terbilang. dan jika ia berbuat salah maka kawannya yang akan membimbingnya kepada kebenaran. meskipun mereka adalah orang-orang fakir. Jika ia jahil. “Demi Allah. bertemanlah kalian dengan hamba-hamba Allah Subhanahu wa ta’ala yang shalih agar kalian dapat bersama dengan mereka atau semisal dengan mereka. tidaklah kami menyaksikan seseorang berteman kecuali dengan yang sejenis dan setipe. Oleh karena itu. Memilih Kawan Yang Jujur Setiap muslim wajib untuk bergaul dan berkawan dengan orang baik.pengaruh besar dari para pelaku bid’ah yang akan merusak akidah dan agama seseorang. maka kawannya yang akan menyampaikan ilmu. “Di dalam ayat ini terkandung perintah untuk berteman dengan orang-orang baik serta menundukkan jiwa agar dapat berteman dan bergaul dengan mereka. dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan kehidupan dunia ini. Karena kedekatan kepada seseorang akan menumbuhkan cinta.

Demikian pula sikap seorang muslim di dalam berteman. Kemudian yang harus diingat juga adalah setiap orang pasti memiliki kekurangan dan kelebihan. Karena itu. Benci dan cinta yang dibangun di atas pondasi iman dan As-Sunnah. Apabila tetap tidak dapat. mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah. memberi dan tidak memberi hanya karena Allah SWT. yaitu: Nabi. “Seorang mukmin selalu mencari udzur untuk saudaranya.” Al-Imam Hamdun Al-Qassar berkata.” (Adabul ‘Isyrah.” (Adabul ‘Isyrah. para shiddiiqiin. Al-Imam Ibnu Mazin berkata. Allah SWT akan menjauhkan dirinya dari orang-orang jahat dari kalangan ahlul bid’ah dan pelaku maksiat lainnya.” (An-Nisa’: 69) Menjaga Persahabatan Dengan Cinta Jika Allah SWT menghendaki kebaikan dari seorang hamba maka Allah SWT akan memberikan taufiq kepadanya untuk bergaul dengan orang-orang baik yang mencintai As-Sunnah dan agama Islam. (http://kebunhidayah. Maka dari itu. Sebuah kaidah penting yang mesti diperhatikan di dalam bergaul dengan sesama Ahlus Sunnah adalah menyadari dan selalu mengingat bahwa setiap manusia tidak mungkin terlepas dari kesalahan dan kekurangan.wordpress. jika seorang muslim melihat kekurangan saudaranya hendaknya ia mengingat kelebihan yang dimilikinya. Sebagaimana sebuah bangunan yang saling menguatkan dan saling mengokohkan. serta bertemu dan berpisah demi meraih ridha Allah SWT semata.com/2011/09/28/pandangan-islam-tentangteman-pergaulan-yang-baik/) 15 . dan orang-orang shalih. pasti rasa cinta di antara kalian akan terjaga. seorang muslim harus memanfaatkan nikmat ini dengan sebaik-baiknya dengan memerhatikan adab-adab di dalam berteman. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya. sementara orang munafik selalu mencari kesalahan temannya. 13) Al-Imam Ibnul A’rabi berkata. orang-orang yang mati syahid. seperti satu tubuh yang satu sama lain saling merasakan. “Berusahalah untuk selalu melupakan kesalahan yang diperbuat saudaramu.“Dan barangsiapa yang menaati Allah dan Rasul(Nya). maka dirimulah yang lebih patut untuk dicela. “Jika saudaramu terjatuh dalam sebuah kesalahan maka berikanlah untuknya 90 udzur. 14) Maka hendaknya sesama Ahlus Sunnah dapat mewujudkan ayat dan haditshadits Rasulullah SAW yang menggambarkan kekuatan dan kebersamaan di antara mereka.

Semoga Allah senantiasa membimbing kita dan menjauhkannya dari perbuatan tercela dan perbuatan yang tidak terpuji.1 Dari uraian di atas jelaslah bagi kita bahwa pria dan wanita memang harus menjaga batasan dalam pergaulan.BAB III KESIMPULAN 3. Dengan begitu akan terhindarlah hal-hal yang tidak diharapkan. Amin. Karena itu menjadi tanggung jawab kita menasehati mereka dengan baik. Tapi nampaknya rambu-rambu pergaulan ini belum sepenuhnya dipahami oleh sebagian orang. Tentu saja ini harus kita awali dari diri kita masing-masing. 16 .

20 Maret 2013 http://www.htm.com/2011/09/28/pandangan-islam-tentang-teman-pergaulan________yang-baik/ diakses pada Rabu.wordpress. 20 Maret 2013 http://syamsuhilal.com/Mypage/bergaul. 20 ________Maret 2013 http://islam.com/2012/11/makalah-agama-pergaulan-dalam-pandangan.html. ________diakses pada Rabu.htm.pdf diakses pada 17 . diakses pada Rabu. ________Rabu.tripod.DAFTAR PUSTAKA http://afand.blogspot.takafulumum.blogspot. diakses pada Rabu.com/post/detail/2543/etika-pergaulan-dalam-masyarakat.anneahira. 20 Maret 2013 http://kebunhidayah. ________pada Rabu.abatasa. 20 Maret 2013 diakses http://hanifa93. diakses pada Rabu.co.blogspot.my.com/2009/07/apakah-yang-diertikan-pergaulan-menurut. 20 Maret 2013 sistem pergaulan dalam islam. 20 Maret 2013 http://www.html. 20 Maret 2013 http://pusingbandar.wordpress.id/index. 20 Maret 2013 http://rijalseventh.com/pergaulan-dalam-islam.php/in/renungan-harian/162-diantara-adab-pergaulan________dalam-islam.html. ________diakses pada Rabu.com/2009/05/20/etika-bergaul-dalam-islam/.html.com/2012/12/etika-pergaulan-dalam-islam. diakses pada Rabu.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful