UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOGNITIF ANAK USIA DINI MELALUI PENGGUNAAN ALAT PERAGA MENARA CERDAS DI KELOMPOK A TK/ RA USWATUN

HASANAH KUTAWALUYA

Oleh : JAHURI SASTRA PERMANA, S.Pd.I

KEMENTRIAN AGAMA KABUPATEN KARAWANG

I NIP : 150359738 Pangkat/Gol : II c Unit Kerja : RA Baiturrohmah Menyatakan bahwa Karya Tulis Judul “UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOGNITIF ANAK USIA DINI MELALUI PENGGUNAAN ALAT PERAGA MENARA CERDAS DI KELOMPOK A TK/ RA BAITURROHMAH SUKOHARJO ” adalah Asli dan Karya sendiri Demikian surat pernyataan ini dibuat untuk digunakan sebagaimana mestinya. Kroya.Pd.Ag Eli Maslikhah.Pd.SURAT PERNYATAAN Nomor : Yang bertandatangan di bawah ini . M. Nama : Eli Maslikhah. S. 150359738 . 15 September 2009 Mengesahkan . Yang Menyatakan Kepala TK/RA Baiturrohmah Andi Sri Sultinah.I NIP. S.

mengelompokkan benda yang sama dan sejenis. Berdasarkan hasil penelitihan yang diperoleh anak mampu menunjukan peningkatan kognitif. Metode pembelajaran yang digunakan adalah dengan cara praktek langsung . Hasil pengamatan ini dituangkan dalam bentuk tabel yang kemudian dianalisa mengunakan teknik deskriptif untuk mengukur gejala yang muncul. memasangkan jumlah benda dengan angka. meneruskan pola setelah melihat pola sebelumnya. Disebabkan sampel kurang dari seratus maka diambil semua sehingga sampel yang digunakan 100%. Populasinya adalah seluruh siswa kelompok A TK/RA Baiturrahmah Sukoharjo. . mengenal bentu geometri dan membedakan benda yang kasar dan halus. Adapun Kemampuan Kognitif yang akan ditingkatkan adalah melalui kegiatan mengenal warna. Metode yang digunakan adalah dengan cara pengamatan secara langsung kepada anak yang sedang memainkan alat peraga menara cerdas sesuai dengan tugas yang diberikan guru. mengurutkan warna. Pada awal sebelum penelitian kemampuan kognitif anak yang belum optimal mencapai 75% sedangkan setelah pembelajaran dengan menggunakan menara cerdas terlihat peningkatan yang signifikan yaitu anak yang mampu sebanyak 30% sedangkan anak yang mencapai optimal sudah mencapai 70%.membedakan besar kecil.ABSTRAK Tujuan dari penulisan karya ilmiah ini adalah untuk menganalisa dan mengetahui hasil upaya meningkatkan kemampuan kognitif anak usia dini melalui penggunaan alat peraga menara Cerdas di kelompok A TK/RA Baiturrahmah Sukoharjo. mengenal angka.

10 September 2008 Penulis . Perlakuan-perlakuan dan permainanpermainan yang mengacu pada pengembangan kognitif akan membawa mereka ke arah perkembangan selanjutnya. Dalam kesempatan ini penulis menyampaikan ucapan terima kasih kepada Ibu Andi Sri Sultinah.Ag kepala RA Baiturrahmah Sukoharjo yang telah memberi kesempatan untuk mengikuti perlombaan ini Penulis menyadari bahwa dalam penulisan karya ilmiah ini masih perlu disempurnakan untuk penelitian selanjutnya. Akhirnya semoga penulisan tugas akhir ini dapat bermanfaat bagi penulis dan pembaca pada umumnya. Hal ini perlu dilakukan sejak dini. S. segala puji hanya milik Allah SWT. Karena rahmatNya maka penulis dapat menyelesaikan Karya Ilmiah dengan judul “UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOGNITIF ANAK USIA DINI MELALUI PENGGUNAAN ALAT PERAGA MENARA CERDAS DI KELOMPOK A TK/RA BAITURROHMAH SUKOHARJO” Adalah menjadi tanggung jawab kita bersama untuk menanamkan dan mengembangkan kognitif anak didik dalam rangka menyiapkan generasi anak bangsa cerdas yang menguasai ilmu pengetahuan dan tehnologi.KATA PENGANTAR Alhamdulillah. pada saat mereka berada pada tahap perkembangannya yang relatif sangat peka. M.Ag. Kroya.

Definisi Istilah 3 BAB II KERANGKA TEORITIS. Kesimpulan 23 B. Penutup 24 DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN . Tindakan Kelas 16 BAB IV HASIL PENELITIAN A.DAFTAR ISI HALAMAN HALAMAN JUDUL i KATA PERNYATAAN ii ABSTRAK iii KATA PENGANTAR iv DAFTAR ISI v BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang 1 B. Kerangka Berpikir 10 C. Kerangka Teoritis 5 B. Kegiatan 15 D. Pembahasan 21 BAB V PENUTUP A. Teknik Ananlisa Data 12 BAB III PELAKSANAAN PENELITIAN A. Saran 23 C. Manfaat Penelitian 3 E.LAMPIRAN . Tujuan Penelitian 2 D. Hasil Penelitiuan 17 B. Fokus Masalah 2 C. Implimentasi/Rekomendasi 24 D. Setting Penelitian dan Subyek Penelitian 14 B. Rancangan Penelitian 14 C. KERANGKA BERPIKIR DAN HIPOTESIS A.

warnanya atau mengenal bentuk geometri. Sebagai upaya untuk meningkatkan kwalitas pendidikan utamanya untuk peningkatan kognitif anak maka perlu diadakan Penelitian Tindakan Kelas dengan judul” UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOGNITIF ANAK USIA DINI MELALUI PENGGUNAAN ALAT PERAGA MENARA CERDAS DI KELOMPOK A TK/RA BAITURRAHMAH SUKOHARJO ” B. Pada masa ini anak mengalami pematangan fungsi-fungsi fisik dan psikis yang siap menerima respon stimulan yang diberikan lingkungan. mengenal berbagai warna. sosial. Pendidikan usia dini harus memperhatikan perkembangan anak dimana pada usia pra sekolah anak mengalami usia peka. Manfaat Penelitian Dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat kepada beberapa pihak diantaranya : 1. Fokus Masalah Dari gambaran uraian diatas maka dapat disimpulkan bahwa apakah penggunaan alat peraga menara cerdas dapat meningkatkan kemampuan kognitif anak di kelompok A TK/RA Baiturrahmah Sukoharjo C. moral dan nilai-nilai agama. membilang 1-10 angka. masa usia dini adalah 0 sampai 6 tahun adalah masa yang sangat berpengaruh sehingga pada masa ini sangat tepat untuk meletakkan dasar pengembangan kemampuan fisik. Latar Belakang Taman Kanak-Kanak merupakan pendidikan pra sekolah yang menggunakan metode pembelajaran dengan model belajar sambil bermain dan bermain sambil belajar. seni. kognitif. Dalam kehidupan manusia. Secara teoritik Diharapkan penelitian ini memberikan sumbangan yang berarti bagi dunia pendidikan khususnya yang . emosi. mengelompokan sesuai dengan bentuknya. bahasa. Tujuan Penelitian Tujuan yang hendak dicapai dalam penulisan karya ilmiah ini adalah untuk meningkatkan kemampuan kogniti anak usia dini kelompok A di TK/RA Baiturrahmah. Untuk itu peran alat peraga untuk menunjang kegiatan pembelajaran di TK sangatlah penting. anak mulai sensitif untuk menerima berbagai upaya pengembangan seluruh potensinya. disiplin. konsep diri. Berbagai upaya untuk meningkatkan kemampuan kognitif anak haruslah dilakukan untuk mengoptimalkan kemampuan tersebut misalnya. memperkirakan urutan selanjutnya setelah anak melihat warna sebelumnya. D. Kemampuan Kognitif yang disampaikan di Taman Kanak-Kanak membutuhkan kreativitas pendidik sebab apabila disampaikan dengan monoton dan tidak menarik maka akan menimbulkan kejenuhan pada anak.BAB I PENDAHULUAN A. Disamping itu juga untuk menambah pengetahuan bagi guru.

3) menyebutkan bahwa Kognitif adalah suatu proses berfikir yaitu kemampuan individu untuk menghubungkan. 3. menara ini dilengkapi dengan balok-balok dan kartu gambar. Proses kognitif berhubungan dengan tingkat kecerdasan yang mencirikan seseorang dengan berbagai minat terutama sekali ditujukan kepada ide-ide dan belajar. 2. benda kasar dan halus dan musik untuk relaksasi. menilai dan mempertimbangkan suatu kejadian atau peristiwa.berkecimpung dibidang pendidikan Taman Kanak-Kanak 2. Anak Usia Dini Yang dimaksud dengan anak usia dini menurut Depdiknas Kurikulum Hasil Belajar Pendidikan Usia Dini Jakarta 2002 hlm 3-4 adalah kelompok manusia yang berusia 0-6 tahun (di Indonesia berdasarkan Undang-Undang nomor 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan Nasional). . Pengertian kognitif Menurut Yuliani Nurani Sujono dalam bukunya Metode Pengembangan Kognitif (2007:1. Definisi Istilah 1. berbagai bentuk geometri. Secara praktis Merupakan masukan bagi guru dan calon guru dalam hal mengadakan kegiatan pembelajaran terutama dibidang kognitif E. Menara cerdas Merupakan alat peraga yang akan digunakan dalam upaya meningkatkan kemampuan kognitif.

pikiran. Agar anak mampu melatih ingatanya terhadap semua peristiwa dan kejadian yang pernah dialamimya 3. ingatan. sedangkan intelegensi lebih bersifat aktif yang merupakan aktualisasi atau perwujudan dari daya-daya atau potensi tersebut berupa aktivitas atau perilaku. Untuk itu seorang guru penting untuk mengembangkan kemampuan kognitif pada anak sebagai berikut: 1. menilai dan mempertimbangkan suatu kejadian atau peristiwa. Kognitif adalah suatu proses berpikir yaitu kemampuan individu untuk menghubungkan. nalar. Kognitif lebih bersifat pasif atau statis yang merupakan potensi atau daya untuk memahami sesuatu.3) Menurut teori “Primary Mental Abilities” yang dikemukakan oleh Thurstone berpendapat bahwa kognitif merupakan penjelmaan dari kemampuan primer yaitu kemampuan berbahasa.(Yuliani Nuriani Sujono 2007: 1. Faktor yang mempengaruhi perkembangan kognitif Menurut Yuliani Nurani Sujiono (2007:1.BAB II KERANGKA TEORITIS KERANGKA BERFIKIR DAN HIPOTESIS A. dengar dan rasakan sehingga anak akan memiliki pemahaman yang utuh dan koperehensif 2. mengingat. Agar anak mampu mengembangkan pemikiran-pemikirannya dalam rangka menghubungkan satu peristiwa dengan peristiwa yang lain 4. menggunakan kata-kata. Para ahli psikologi berpendapat bahwa taraf intelegensi 75-80% . penalaran dan pemecahan masalah. Faktor Keturunan Bahwa sesungguhnya manusia lahir sudah membawa potensi-potensi tertentu yang tidak dapat dipengaruhi lingkungan.25-1. Agar anak mampu memecahkan persoalan hidup yang dihadapinya sehingga pada akhirnya ia akan menjadi individu yang mampu menolong dirinya sendiri.27) faktor-faktor yang mempengaruhi pengembangan kognitif dapat dijelaskan antara lain sebagai berikut : a. bilangan. Anak mampu memahami berbagai simbol yang tersebar di dunia sekitarnya. Kemampuan kognitif Kognitif berhubungan dengan intelegensi. Proses kognisi meliputi berbagai aspek seperti persepsi. Kerangka Teoritis 1. menggunakan kata-kata. simbol.7) Pada dasarnya pengembangan kognitif dimaksudkan agar anak mampu mengeksploitasi terhadap dunia sekitar melalui pancaindranya sehingga dengan cerdas yang didapatnya tersebut anak akan dapat melangsungkan hidupnya dan menjadi manusia seutuhnya. Agar anak mampu melakukan penalaran-penalaran baik yang terjadi melalui proses alamiah (spontan) ataupun melalui proses ilmiah (percobaan) 6. Agar anak mampu mengembangkan daya persepsinya berdasarkan apa yang ia lihat. mengamati dengan cermat dan cepat (Yuliani Nuriani Sujono 2007: 1. pemahaman ruang. 5.

Pembawaan ditentukan oleh ciri-ciri yang dibawa sejak lahir. 2. sebagai potensi yang masih perlu dikembangkan dan dilatih agar dapat terwujud. Kematangan berhubungan erat dengan usia kronologis (usia kalender). efektif dan efisien sehingga tujuan pembelajaran bisa tercapai. c. Berdasarkan teori tersebut perkembangan taraf intelegensi sangatlah ditentukan oleh pengalaman dan cerdas diperolehnya dari lingkungan hidupnya. Alat peraga menara cerdas dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan kognitif anak. Pembentukan dapat dibedakan menjadi pembentukan sengaja dan pembentukan tidak sengaja. mengenal angka. sosial emosional. Menara cerdas Alat peraga adalah semua benda dan alat yang bergerak maupun tidak bergerak yang dipergunakan untuk menunjang kelancaran penyelenggaraan kegiatan belajar mengajar. d. mengurutkan warna. memasangkan jumlah benda dengan angka. intelegensi. Dalam penelitian ini penulis menitik beratkan pada kelompok A yang berkisar umur antara 4-5 th 3. juga bebas dalam memilih masalah sesuai dengan kebutuhannya. Sedangkan menurut Mansyur anak usia dini adalah kelompok anak yang berada dalam proses pertumbuhan dan perkembangan yang unik dalam arti memiliki pola pertumbuhan dan perkembangan. Minat dan Bakat Minat mengarahkan perbuatan kepada suatu tujuan dan merupakan dorongan bagi perbuatan itu. Anak Usia Dini Yang dimaksud dengan anak usia dini menurut Depdiknas Kurikulum Hasil Belajar Pendidikan Usia Dini Jakarta 2002 hlm 3-4 adalah kelompok manusia yan berusia 0 . Kebebasan Kebebasan yaitu kebebasan manusia berpikir divergen (menyebar) yang berarti bahwa manusia itu dapat memilih metode-metode yang tertentu dalam memecahkan masalah. Pembentukan Pembentukan ialah segala keadaan diluar diri seseorang yang mempengaruhi perkembagan intelegensi. bermain dan bekerja disekolah agar dapat berlangsung dengan teratur. Kemampuan Kognitif yang akan ditingkatkan adalah melalui kegiatan mengenal warna. Kematangan Tiap organ (fisik maupun psikis) dapat dikatakan telah matang jika ia telah mencapai kesanggupan menjalankan fungsinya masing-masing. meneruskan pola setelah melihat pola sebelumnya. f. b. membedakan besar kecil. Faktor Lingkungan Teori lingkungan atau empiris dipelopori oleh John Locke yang berpendapat bahwa manusia dilahirkan sebenarnya suci atau tabularasa. Sedangkan bakat diartikan sebagai kemampuan bawaan. alat . Menurut pendapatnya perkembangan manusia sangat ditentukan oleh lingkungannya. e.merupakan warisan atau keturunan.6 tahun (di Indonesia berdasarkan Undang-Undang nomor 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan Nasional). mengelompokkan benda yang sama dan sejenis. Apa yang menarik minat seseorang mendorongnya untuk berbuat lebih giat dan lebih baik lagi . bahasa dan komunikasi yang khusus sesuai dengan perkembangan dan pertumbuhan anak.

pelaksanakan kegiatan observasi dan evaluasi. Variabel input Penelitian ini terfokus pada anak b.peraga yang terdiri kotak-kotak yang disusun sedemikain rupa supaya dapat digerakan. Variabel yang diteliti Ada tiga variabel yang menjadi fokus penelitian tindakan kelas ini yaitu: a. hijau. mendengarkan musik. agar lebih menarik laci juga dilengkapi dengan musik untuk relaksasi. dan relaksasi dengan mendengarkan musik. mengenal warna. kemudian laci untuk menyimpan kartu dan benda-benda pendukung lainnya yang akan digunakan untuk bermain sambil belajar. Setting Penelitian Penelitian Tindakan Kelas ini dilaksanakan pada anak didik kelompok A di RA Baiturrahmah Sukoharjo yang berjumlah 20 anak. mengenal bentuk geometri. variabel output yaitu hasil dari pembelajaran yaitu anak mengalami peningkatan kognitif 3. Siklus Penelitian Tindakan Kelas Ket: P = Rencana tindakan O = Observasi T =Tindakan R = Releksi atau Evaluasi 4. Siklus itu sendiri terdiri dari rencana tindakan. Observasi Observasi adalah pengamatan atau peninjauan secara cermat (Tim Penyusun Kamus). Hal ini dilakukan untuk meningkatkan kemampuan kognitif anak utamanya dalam hal mengenal warna. Kotak-kotak diwarnai kuning. biru. Rencana Tindakan Rencana tindakan adalah bekerjasama dengan guru kelompok A dengan model yang direncanakan melalui satu siklus namun apabila ternyata dalam silklus pertama kurang optimal maka dilanjutkan dengan siklus II. mengurutkan warna setelah melihat tiga pola dengan menggunakan alat peraga menara cerdas c. B. merah. mengurutkan warna. Variabel proses Dalam hal ini adalah proses pembelajaran berhitung. mengenal angka. Pelaksanaan itu sendiri dilaksanakan antara pertengahan bulan Juli sampai bulan September 2009 2.mengenal angka. Kerangka Berfikir Jenis penelitian yang penulis lakukan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) 1. Tehnik ini digunakan untuk mengumpulkan data dan mengamati secara langsung pelaksanakan kegiatan .

Setting Penelitian dan Subyek Penelitian Penelitian ini dilakukan di Raudhatul Athfal Baiturrahmah Sukoharjo dengan subyek penelitian adalah peserta didik kelompok A pada semester I yang berjumlah 20 anak B. Menyimpulkan kemampuan rata-rata anak dengan mengggunakan kriteria sangat baik. baik dan cukup BAB III PELAKSANAAN PENELITIAN A.dengan menggunakan alat peraga menara cerdas 5. Dari hasil analisa dan observasi ini merupakan bahan pertimbangan dalam menentukan jenis tindakan lain dalam siklus ini. untuk menganalisis data penulis menggunakan teknik analisa deskriptif dengan teknik prosentase untuk mengukur frekuensi gejala yang muncul dengan rumus : Setelah tes untuk mengukur kemampuan anak dalam memahami permainan selanjutnya dilaksanakan Mencari rata-rata hasil anak . Membilang. C. Adapun indikator tersebut adalah 1. Rancangan Penelitian Sebelum melakukan penelitian penulis membuat rancangan penelitian yaitu menyesuaikan beberapa indikator dalam kurikulum untuk pelaksanaan pembelajaran yang sesuai dengan kemampuan kognitif. Tahap refleksi Pada tahap ini penulis mengolah kembali permasalahan yang telah dianalisa secara bersamasama. Teknik Analisis Data Setelah data terkumpul. menyebut urutan bilangan 1-10 .

Membedakan besar kecil 8. 6. mengenalkan benda menurut warna atau bentuknya D. Guru mengenalkan angka yang terdapat di balok yaitu angka 1-10 (lampiran gambar 1) 2. Dari hasil tabel akan terlihat apakah masih perlu atau tidak diadakan tindak lanjut dengan menggunakan siklus II BAB IV HASIL PENELITIAN . Membentuk satu warna garis lurus biru atau kuning atau merah (lampiran gambar 6) 7. Membuat pola setelah melihat 2 pola sebelumnya (merah kuning. Kegiatan yang dilaksanakan adalah: 1. Anak mengambil kartu huruf dan berbagai bentuk geometri dari dalam laci menera cerdas kemudian mencari gambar yang sesuai dengan angka yangdibalok dimulai daari jumlah yang terkecil kkemudian menempelkan kartu bergambar ke balok yang sesuai dengan angka yang tertera dibalok (lampiran gambar 9-13) 9. biru yang terdapat di balok (Lampiran gambar 2) 3. Mendengarkan musik sebagai relaksasi C.lingkaran) 7. Anak mengurutkan angka diatas karpet (lampiran gambar 3) 4. Guru mengenal bentuk geometri (gambar 14) 10. Peneliti mengamati interaksi antara guru dengan anak.2. Mengenal kasar dan halus 9. Mengenal bentuk-bentuk geometris (segitiga.)lampiran gambar 7 8. Membedakan dan mengumpulkan benda yang sama jumlahnya. Tindakan Kelas Anak-anak bersama guru menerapkan pembelajaran kemampuan kognitif dengan menara cerdas. Guru mengenalkan benda besar dan kecil 11. mengenalkan kasar dan halus 12. Guru mengenalkan warna yaitu merah. lebih banyak dan lebih sedikit 3. Memperkirakan urutan berikutnya setelah melihat bentuk dari 3 pola. Kemudian guru menganalisa hasil dari kegiatan dengan menggunakan tabel pada siklus I . segiempat. Mengenal warna 4. Mengelompokan benda yang sama sesuai warna atau bentuknya 10. Setelah kegiatan selesai diadakan tanya jawab dan anak menjawab pertanyaan yang diajukan guru. merah kuning……. Menghitung angka 1-10 (Lampiran gambar 5) 6. yang tidak sama. kuning. Anak memasukan balok angka ke menara dimulai dari angka yang terkecil sampai yang terbesar (Lampiran gambar 4) 5.. Memasangkan jumlah benda dengan angka 5. Kegiatan Tahap kegiatan merupakan proses tindak lanjut yang berkesinambungan dari proses perencanaan.

Nilai v = 4/20 x 100% = 20 % 3. Hal ini disebabkan alat peraga yang kurang variatif dan kurangnya kemampuan guru untuk memancing minat anak. Nilai ● = 1/20 x 100% = 5 % 2. Kemampuan Kognitif Sebelum Penelitian Kondisi awal pengembangan kemampuan kognitif anak terlihat kurang menggembirakan.Rarri Afriyansyah 0 12 Naswa aditya 0 13 Naufalino Ferdiyan 0 14 Onik Dwi Widatama 0 15 Rahma azra Calista V 16 Riaqi Nur Aini 0 17 Satrio Pinandhika 0 18 Syaiful Aziz 0 19 Vacum Akhsan 0 20 Ramadhan Arya dhani 0 Analisa berdasar skor menggunakan tehnik analisa data deskrptif untuk mengukur frekuensi gejala yang muncul adalah 1. Dilihat dari antusias ketika mengikuti kegiatan pembelajaran utamanya dibidang kognitif. Nilai 0 = 15/20 x 100% = 75 % Dari tabel diatas menunjukkan kemampuan kognitif anak belum optimall ditunjukan dengan nilai O masih 75% dari 20 anak .A. Penilaian dalam pengamatan ini menggunakan simbol sebagai berikut Simbol ● adalah nilai sangat baik atau sudah mampu Simbol V adalah nilai baik atau mampu Simbol O adalah nilai kurang atau belum mampu Berdasarkan pengamatan yang penulis lakukan terhadap peserta didik kelompok A yang berjumlah 20 anak diperoleh hasil sebagai berikut: Tabel 1 Datar nama anak kelompok A dan Kemampuan Kogniti sebelum penelitian RA Baiturrahmah Sukoharjo NO NAMA Hasil Pengamatan OVO 1 Adi Nugroho 0 2 Aulia Sulung Pangayom 0 3 Azzahra Aiskhasari 0 4 Bagas Satriyo abdi V 5 Cendekia Rauf Tinriza 0 6 Choirul Nisa Rahmawati V 7 Dhino Raka ● 8 Dinda Tiyas 0 9 Eryana shafa 0 10 Rachrizal Zakariya V 11 M. HASIL PENELITIAN 1.

Kemampuan Kognitif Setelah Penelitian Hasil penelitian setelah anak menggunakan menara cerdas adalah sebagai berikut: Tabel II Hasil dari pengamatn per indikator No Absen Hasil Pengamatan per indikator kognitif 1 2 3 4 5 6 7 8 Hasil akhir 1●VvvV●v●v 2●●●●●●●v● 3vV●vVv●●V 4●●●●●●●v● 5●●v●●vvvv 6●●●●●●●●● 7●●●●●vv●● 8v●●vVvvvv 9●●●●●●●●● 10 ● ● ● ● ● v v v ● 11 v V v v V v ● ● V 12 ● ● ● ● ● ● ● ● ● 13 ● ● ● ● V ● ● ● v 14 v V v ● ● ● v v v 15 ● ● ● ● ● v ● ● ● 16 v ● ● ● ● ● ● ● v 17 ● ● ● ● ● ● ● ● 18 ● V ● ● ● ● ● ● 19 ● ● ● ● ● v v ● ● 20 ● ● v v ● v v v v Keterangan indikator 1. mengenal warna 3. memasngkan jumlah benda dengan angka 4. memperkirakan urutan berikutnya setelah melihat bentuk dari 2 pola 5. mengenal kasar halus 8. mengenal bentuk geometris 6. mengelompokan benda yang sama sesuai warna atau bentuknya Tabel III Hasil Akhir Pengamatan pada siklus I NO NAMA Rangkuman hasil dari tabel II ●VO 1 Adi Nugroho V 2 Aulia Sulung Pangayom ● 3 Azzahra Aiskhasari V .2. membendakan besar kecil 7. mengenal angka dan mengurutkan angka 1-10 2.

Anak mampu memperkirakan urutan berikutnya setelah melihat urutan warna dengan cara memutar balok agar warna berurutan 3. Nilai 0 = 0/20 x 100% = 0 C. Anak mampu membilang jumlah gambar yang ada dibalok menara dan menempelkan angka yang sesuai dengan jumlah gambar yang terdapat dibalok. 1. Disebabkan hasil sudah optimal lebih dari 50% maka penulis tidak perlu menggunakan siklus II sebagai lanjutan dari siklus I Dari data diatas menunjukkan bahwa penggunakan alat peraga menara cerdas dapat meningkatkan kemampuan kognitif. PEMBAHASAN Setelah melihat dan membandingkan diantara kedua tabel terlihat bahwa pada awal sebelum penelitian kemampuan kognitif anak yang belum optimal mencapai 75% sedangkan setelah pembelajaran dengan menggunakan menara cerdas terlihat peningkatan yang signifikan yaitu anak yang mampu (v) sebanyak 30% sedangkan anak yang mencapai optimal sudah mencapai 70%. Nilai ● = 14/20 x 100% = 70 % 2.Rarri Afriyansyah V 12 Naswa aditya ● 13 Naufalino Ferdiyan ● 14 Onik Dwi Widatama V 15 Rahma azra Calista ● 16 Riaqi Nur Aini ● 17 Satrio Pinandhika ● 18 Syaiful Aziz ● 19 Vacum Akhsan ● 20 Ramadhan Arya dhani V Pada tabel setelah dilaksanakan kegiatan dengan menara cerdas adalah sebagai berikut 1. Nilai v = 6/20 x 100% = 30 % 3. Anak mampu mengumpulkan dan mengelompokan benda yang sama. Anak mampu membedakan kasar dan halus . Anak dapat menghitung angka dari satu sampai sepuluh 5. Anak mampu mengenal berbagai bentuk geometri dan mengambilnya dari dalam laci 6.4 Bagas Satriyo abdi ● 5 Cendekia Rauf Tinriza V 6 Choirul Nisa Rahmawati ● 7 Dhino Raka ● 8 Dinda Tiyas V 9 Eryana shafa ● 10 Rachrizal Zakariya ● 11 M. 7. Anak mampu mengenal warna biru merah kuning dan biru yang terdapat dalam balok menara 2. 4.

B. Saran Ada beberapa yang perlu diperhatikan mengenai kegiatan yang menggunakan alat peraga menara cerdas ini bahwa kegiatan ini tetap memerlukan pendampingan guru supaya berjalan lebih efektif dan lancar Kemudian bentuk menara cerdas yang besar lebih memudahkan anak dalam mengenal berbagai hal secara mudah namun tingginya menara kadang menyulitkan anak untuk itu peran guru dalam membantu pelaksanaan masih dibutuhkan. namun dengan sentuhan seni maka alat peraga ini akan menjadi alat perga yang menarik. DAFTAR PUSTAKA Arikunto. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Edisi Revisi IV. Implikasi/Rekomendasi Menara cerdas merupakan alat peraga pendidikan yang dibuat dari bahan bekas dengan nilai ekonomi yang rendah. Dari siklus pertamapun anak sudah menunjukkan kemampuan yang luar biasa sehingga tidak dibutuhkan lagi siklus yang kedua. Dari penelitian diatas menunjukkan bahwa menara cerdas mampu meningkatkan kemampuan kognitif anak usia dini di kelompok A RA/TK baiturrahmah kabupaten Sukoharjo. Kesimpulan Sebuah upaya untuk meningkatkan kemampuan kognitif dapat dilakukan dengan berbagai cara salah satu cara yang peneliti ajukan adalah dengan menggunakan sebuah alat peraga yang sederhana dengan bahan-bahan bekas yang sudah tidak terpakai dapat dimanfaatkan.BAB V PENUTUP A. Suharsimi. Dalam upaya meningkatkan kemampuan kognitif alat peraga inii dibutuhkan oleh sekolah untuk itu penulis merekomendasikan agar tiap TK dan RA mempunyai alat perga ini sebab dengan harga yang murah dan mudah dibuat tiap sekolah pasti mampu untuk mewujudkannya D. C. Penutup Demikian penelitian ini dibuat dalam rangka mengikuti lomba karya ilmiah inovasi pembelajaran bagi guru TK/RA dengan harapan untuk menambah wawasan dan terhitung sebagai prestasi tingkat propinsi. Rineka .

Kurikulum Berbasis Kompetensi 2004 Mansyur. Sudjiono. Metodologi Riset dan bimbingan Skripsi Rajawali Jakarta 1990 Tim Penyusun Kamus Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa.Yuliani Metode Pengembangan Kognitif 2007 Slameto. Anas. Jakarta. 1989. Belajar dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya. Rineka Cipta. 1998. 1995. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Pendidikan Anak Usia Dini. Jakarta.Cipta. Edisi Revisi. Diposkan oleh elimaslikhah di 20:57 . Yogyakarta Nurani. Balai Pustaka Jakarta.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful