BEDA KURANG GIZI DAN GIZI BURUK

http://groups.yahoo.com/group/Bayi-Kita/message/12808 Beragam masalah malnutrisi banyak ditemukan pada anak-anak. Dari kurang gizi hingga busung lapar. Lalu bagaimana membedakannya? Masyarakat terhenyak saat berita mengenai busung lapar yang menimpa anak-anak di NTB marak mengisi media massa. Silang pendapat antarpejabat pun tak kalah marak. Ada yang mengomentarinya semata-mata sebagai "kecelakaan", sebagian menyebutnya "sekadar" kurang gizi, dan sebagian lagi tegas-tegas mengatakannya sebagai busung lapar. Secara umum, kurang gizi adalah salah satu istilah dari penyakit malnutrisi energi-protein (MEP), yaitu penyakit yang diakibatkan kekurangan energi dan protein. Bergantung pada derajat kekurangan energi-protein yang terjadi, maka manifestasi penyakitnya pun berbeda-beda. MEP ringan sering diistilahkan dengan kurang gizi. Sedangkan marasmus, kwashiorkor (sering juga diistilahkan dengan busung lapar atau HO), dan marasmik-kwashiorkor digolongkan sebagai MEP berat. Apa saja perbedaannya dan bagaimana ciri masing-masing? KURANG GIZI Penyakit ini paling banyak menyerang anak balita, terutama di negara-negara berkembang. Gejala kurang gizi ringan relatif tidak jelas, hanya terlihat bahwa berat badan anak tersebut lebih rendah dibanding anak seusianya. Rata-rata berat badannya hanya sekitar 60-80% dari berat ideal. Adapun ciri-ciri klinis yang biasa menyertainya antara lain: * Kenaikan berat badan berkurang, terhenti, atau bahkan menurun. * Ukuran lingkaran lengan atas menurun. * Maturasi tulang terlambat. * Rasio berat terhadap tinggi, normal atau cenderung menurun. * Tebal lipat kulit normal atau semakin berkurang. MARASMUS

bahkan hilang kesadaran. terlihat kemerahan dengan batas menghitam. KWASHIORKOR Kwashiorkor sering juga diistilahkan sebagai busung lapar atau HO. sangat kurus karena kehilangan sebagian lemak dan otot-ototnya. dimulai dengan titik merah menyerupai petechia (perdarahan kecil yang timbul sebagai titik berwarna merah keunguan. pada kulit maupun selaput lendir. Setelah mengelupas. Ada pun ciri-ciri lainnya adalah: * Berat badannya kurang dari 60% berat anak normal seusianya. * Kulit terlihat kering. terutama bagian perut yang menonjol. Berat badannya jauh di bawah berat normal. Penderita marasmus berat akan menunjukkan perubahan mental. Kelainan ini biasanya dijumpai di kulit sekitar punggung. anak umumnya jadi lebih cengeng dan gampang menangis karena selalu merasa lapar.Anak-anak penderita marasmus secara fisik mudah dikenali. dan sebagainya. Edema stadium berat maupun ringan biasanya menyertai penderita ini. . * Tulang-tulang terlihat jelas menonjol. Meski masih anak-anak.). * Penderita nampak lemah dan ingin selalu terbaring * Anemia. wajahnya terlihat tua. Banyak menangis. Dalam stadium yang lebih ringan. pantat. Beberapa ciri lain yang menyertai di antaranya:* Perubahan mental menyolok. * Kelainan kulit yang khas. * Beberapa di antaranya memiliki rambut yang mudah rontok. dingin dan mengendur. Penampilan anak-anak penderita HO umumnya sangat khas. Red. * Tekanan darah cenderung rendah dibanding anak normal. * Sering menderita diare atau konstipasi. dengan kadar hemoglobin yang juga lebih rendah dari semestinya. yang lambat laun kemudian menghitam. * Diare dengan feses cair yang banyak mengandung asam laktat karena berkurangnya produksi laktase dan enzim penting lainnya. bahkan pada stadium lanjut anak terlihat sangat pasif.

pembesaran ini dapat diraba dari luar tubuh. kelainan rambut. Bahkan saat rebahan. MARASMIK-KWASHIORKOR Penyakit ini merupakan gabungan dari marasmus dan kwashirkor dengan gabungan gejala yang menyertai. Tanda-tanda lainnya adalah: * Kegagalan mencapai tinggi dan berat badan ideal * Hilangnya lemak di bawah kulit secara signifikan * Berkurangnya massa otot * Dermatitis * Infeksi berulang FAKTOR PENYEBAB Secara umum masalah malnutrisi energi-protein (MEP) disebabkan beberapa faktor.* Pembesaran hati. seperti edema. terasa licin dan kenyal. GAGAL TUMBUH Selain malnutrisi energi-protein di atas. * Mineral lain dalam tubuh pun mengalami gangguan. Yang dimaksud dengan gagal tumbuh adalah bayi/anak dengan pertumbuhan fisik kurang secara bermakna dibanding anak sebayanya. kelainan kulit dan sebagainya. Gejala khas kedua penyakit tersebut nampak jelas. pertumbuhan anak tersebut ada di bawah kurva pertumbuhan normal. seperti meningkatnya kadar natrium dan fosfor inorganik serta menurunnya kadar magnesium. * Berat badan penderita hanya berkisar di angka 60% dari berat normal. Yang paling dominan adalah tanggung jawab negara terhadap rakyatnya karena . Untuk mudahnya. * Tubuh mengandung lebih banyak cairan. karena berkurangnya lemak dan otot. * Kalium dalam tubuh menurun drastis sehingga menyebabkan gangguan metabolik seperti gangguan pada ginjal dan pankreas. ada juga gangguan pertumbuhan yang diistilahkan dengan gagal tumbuh.

yang dimaksud di sini adalah rendahnya kesadaran masyarakat akan pentingnya makanan bergizi bagi pertumbuhan anak. contohnya. Tak dapat dipungkiri memang ada hubungan erat antara infeksi dengan malnutrisi. Sejalan dengan pengobatan penyakit penyerta maupun infeksinya. * Infeksi. * Laju pertambahan penduduk yang tidak diimbangi dengan bertambahnya ketersediaan bahan pangan akan menyebabkan krisis pangan. Marfuah Panji Astuti. Penderita pun sebaiknya dirawat di rumah sakit untuk mendapat perhatian medis secara penuh. Dalam sehari anak-anak ini harus mendapat masukan protein sekitar 2-3 gram atau setara dengan 100-150 Kkal. Sehingga banyak balita yang diberi makan "sekadarnya" atau asal kenyang padahal miskin gizi. Ilustrator: Pugoeh Narasumber: . Ini pun menjadi penyebab munculnya penyakit MEP. status gizi anak tersebut terus diperbaiki hingga sembuh. Rendahnya pendapatan masyarakat menyebabkan kebutuhan paling mendasar. Berikut beberapa faktor penyebabnya: * Faktor sosial.bagaimanapun MEP tidak akan terjadi bila kesejahteraan rakyat terpenuhi. Penderita kurang gizi stadium ringan. LANGKAH PENGOBATAN Pengobatan pada penderita MEP tentu saja harus disesuaikan dengan tingkatannya. Sedangkan kondisi malnutrisi akan semakin memperlemah daya tahan tubuh yang pada giliran berikutnya akan mempermudah masuknya beragam penyakit. serta pentingnya sosialisasi makanan bergizi bagi balita. * Kemiskinan. daya beli masyarakat untuk dapat membeli bahan pangan. diatasi dengan perbaikan gizi. Infeksi sekecil apa pun berpengaruh pada tubuh. Sedangkan pengobatan MEP berat cenderung lebih kompleks karena masing-masing penyakit yang menyertai harus diobati satu per satu. Misalnya ketersediaan pangan yang tercukupi. Tindak pencegahan otomatis sudah dilakukan bila faktor-faktor penyebabnya dapat dihindari. yaitu pangan pun seringkali tak bisa terpenuhi. sering dituding sebagai biang keladi munculnya penyakit ini di negara-negara berkembang.

Lippo Karawaci (Nakita) .. Adi S. dari Siloam Gleneagles Hospital. Budhipramono.A. Sp.Dr.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful