P. 1
ruang perinatologi

ruang perinatologi

|Views: 47|Likes:
Published by hoki22

More info:

Published by: hoki22 on May 07, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/12/2013

pdf

text

original

PROGRAM ILMU KEPERAWATAN NAMA NIM : YAN RESMANA : 4002090085

RUANGAN : PERINATOLOGI RSUD CIAMIS

LAPORAN PENDAHULUAN HYDROCEPHALUS

A DEFINISI Merupakan sindroma klinis yang dicirikan dengan dilatasi yang progresifpada sistem ventrikuler cerebral dan kompresi gabungan dari jaringan – jaringan serebral selama produksi CSF ( Cerebrospinal Fluid ) berlangsung yang meningkatkan kecepatan absorbsi oleh vili arachnoid. Hidrocephalus terjadi kelainan dimana terjadi peningkatan junlah cairan cerebrospinal dalam rongga otak atau spinal. ( Staf Pengajar IKA UI ) Tipe – tipe hydrocephalus : 1. Hidrocephalus Non komunikasi Biasanya diakibatkan obstruksi dalam system ventrikuler yang mencegah bersikulasinya CSF. Pada anak – anak denga takana intrakranialnya tinggi mencapai ektrim, tanda dan gejala kenaikan ICP dapat dikenali. Pada anak – anak yang garis suturanya tidak bergabung terdapat pemisahan / separasi garis sutura dan pembesaran kepala.. 2 Hidrocephalus komunikasi Jenis ini tidak terdapat obstruksi pada aliran CSF teapi villus arachnoid untuk mengabsorpsi CSF terdapat dalam jumlah yang sangat sedikit atau malfungsional. Umumnya terdapat pada orang dewasa. 3. Hidrocephalus bertekan Normal Ditandai pembesaran sister basilar dan ventrikel disertai dengan kompresi jaringan serebral, dapat terjadi atropi serebral. Tandanya : dimentia, ataxic gaite, inkontinensia urin. Kelainan ini berhubungan

1

Klien dengan tipe hidrocephalus diatas akan mengalami pembesaran cerebrum yang secara simetris dan wajahnya tampak kecil secara disproporsional. White matter dibawahnya akan mengalami atrofi dan tereduksi menjadi pita yang tipis. Ventrikel IV melebar dan fossae posterior menonjol memenuhi sebagian besar ruang dibawah tentorium. Pada bayi dan anak kecil sutura kranialnya melipat dan melebar untuk mengakomodasi massa cranial. Jika fontanella anterior tidak tertyutup dia tidak qakan mengembang dan tersa tegang pada perabaan. pelebaran ini menyebabkan kepala bebentuk khas yaitu penamkan dahi yang menonjol secara dominan ( frontal blow ). sehingga walaupun ventrikel telah mengalami gangguan. menyebabkan permukaan ventrikuler mengkerut dan merobek garis ependymal. C PATOFISIOLOGI Jika terdapat obstruksi pada system ventrikuler atau pada ruangan subarachnoid. neoplasma. Sindroma dandy walkker akan terjadi jika terdapat obstruksi pada foramina diluar pada ventrikel IV. atau perdarahan. Proses akut itu merupakan kasusu emergency. Pada gray matter tersapat pemeliharaan yang bersifat selektif. 2 . Proses dilatasi itu dapat merupakan proses yang tiba-tiba / akut dan dapat juga selektif tergantung pada dudukan penyumbatan. B ETIOLOGI Penyebab Hidrocephalus terbagi dua.dengan cidera kepala. hemoragic serebral atau trombosis dan meningitis. Didapat : disebabkan oleh infeksi. Stenosis aquaductal ( penyakit keluarga / ketrunan yang terpaut seks ) menyebabkan titik pelebaran pada ventrikel latersi dan tengah. ventrikuler serebral. yaitu : • • Kongenital : disebabkan gangguan perkembangan janin dalam rahim ( misal Malformasi Arnold-Chiari ) atau infeksi intrauterine.

3. 4. Sakit kepala didahi. Iritabilitas 5. Aktivitas kejang Bayi : 1. Peningkatan lingkar kepala 4. Letargi 6. peningkatan tekanan darah ) 2.D MANIFESTASI KLINIS 1. 5. penurunan frekuwensi pernafasan. Perubahan suara tangisan ( bernada tinggi ) 7. 4. 5. Perubahan tanda-tanda vital ( penurunan denyut apeks. 2. Pembesaran kepala secara progresif ( diatas persentil ke-95 ) Bagian frontal tengkorak menonjol Frontanel tegang dan menonjol ( khususnya yang tidak berdenyut ) Distensi vena superfisial kulit kepala Transiluminasi melalui tengkorak meningkat secara simetris Mata turun ke bawah ( sunset eyes ) Anak Lebih Besar : 1. 3. Muntah 3. muntah Anoreksia Ataksia Kekakuan ekstrimitas bawah Kemerosotan prestasi sekolah atau kemampuan kognitif anak Tanda dan gejala yang terjadi disebkan oleh peningkatan tekanan intrakranial ( TIK ) dan bervariasi berdasarkan usia anak dan kemampuan tengkorak untuk mengembang. E KOMPLIKASI • Peningakatan tekanan intrakanial ( TIK ) • Kerusakan otak sehingga IQ menurun 3 . 2. 6. mual.

meningitis. untuk memantau tekanan CSS 3 Magnetic resonance imaging ( MRI ). dan rongga pleura. atau hematom . mengatasi efek hidrocephalus atau gangguan perkembangan. atrium kanan. kista. dapat untuk lesi kompleks 4 Lingkar kepala pada masa bayi G PENATALAKSANAAN TERAPEUTIK Tujuan pengobatan adalah untuk mengurangi hidrocephalus. Pantau adanya tanda – tanda peningktan TIK. cegah. dan halangi bila ada peningkatan TIK a. misalnya ke rongga peritonium. 4 . Letakkan anak dalam posisi nyaman dengan cara menaikkan kepala tempat tidur setinggi 30 derajat ( untuk mengurangi kongesti dan meningkatkan drainase ). ventrikulitis. • Shunt tidak berfungsi dengan baik akibat obstruksi mekanik • Kematian F UJI LABORATORIUM DAN DIAGNOSTIK 1 Pemindahan CT.• Infeksi : septikimia. abses otak. Penatalaksanaan terdiri dari : 1. cara yang paling baik untuk mendiagnosis hidrocephalus 2 Pungsi langsung ke dalam ventrikel melalui fontanel anterior. b. Pembedahan : Pengangkatan penyebab obstruksi misal neoplasma. infeksi luka. menangani komplikasi. nefritis. endokarditi. Pemasangan shunt bertujuan untuk mengalirkan cairan cerebospinal yang berlebihan dari ventrikel ke ruang ekstra kranial. H PENATALAKSAAAN KEPERAWATAN Perawatan Prabedah : 1. Non Pembedahan : Pemberian acetazolamide dan isosorbide atau furosemid mengurangi produksi cairan serebrospinal 2. Pantau.

Naikkan bagian kepala tempat tidur setinggi 30 dertajat ( untuk meningkatkan drainase dan menurunkan kongeti vena ). dan reaktivitas pupil. 2. inflamasi. Perawatan Pascabedah : 1. Siapkan anak dan orang tua untuk menghadapi prosedur pembedahan. d. peningkatan tekanan darah dan peningkatan suhu badan. a. Bantu anak dan orang tua dalam mengatasi stress emosional karena hospitalisais dan pembedahan. muntah ). Berikan penjelasan yang sesuai dengan usia. Pantau dan pertahankan fungsi pirau. Perubahan ukuran. anoreksia. 2. b. dan muntah ). penuhnya. Turunkan stimulus luar. Penurunan tingkat kesadaran. Laporkan adanya peningkatan TIK ( ukuran. Fontanel “penuh”. Siapkan oksigen dan alat penghisap di sisi tempat tidur. Peningkatan frekwensi pernapasan. kesimetrisan. Pantau tanda – tanda vital dan status neurologik anak . b. Pertahankan tirah baring selama 24 sampai 72 jam. muntah.      c. cenderung menonjol. a. mual. Pantau adanya aktivitas serangan. d. 5 . e. penurunan tingkat kesadaran. 4. ketegangan fontanel anterior ). Laporkan gejala malformasi pirau ( iritabilitas. nyeri tekan. Aktivitas kejang. Berikan dan kuatkan keterangan yang diberikan pada orang tua tentang kondisi dan pengobatan anak. c. 3. Pantau dan laporkan adanya gejala – gejala infeksi ( demam. penurunan denyut apeks.bedah ). f. atau kelembaman. konvulasi. kejang. Posisikan anak miring kekiri ( sisi non . penurunan tingkat kesadarn. Periksa pirau untuk kepenuhan. Muntah.

3. – hari. Riwayat Perkembangan Kelahiran : Prematur. Apakah pernah terjatuh dengan kepala terbentur. lelah apatis. penglihatan ganda. Kekejangan : Mulut dan perubahan tingkah laku. Riwayat perawatan / keluhan utama Muntah. keras dan sedikit tinggi dari permukaan tengkorak.1 Anamnesa 1. Berikan informasi yang sesuai dengan usia sebelum prosedur dilakukan. gelisah nyeri kepala. PENGKAJIAN 1. Palpasi • • Ukur lingkar kepala : Kepala semakin membesar Fontanela : Keterlambatan penutupan fontanela anterior sehingga fontanela tegang. 1. b. prubahan pupil. Dorong partisipasi dalam kegiatan rekreasi dan hiburan. pada waktu lahir menangis keras atau tidak. c. Keluhan sakit perut. Masukan rutinitas anak dirumah ke dalam aktivitas sehari ASUHAN KEPERAWATAN I. Inspeksi : • • • 2.2 Pemeriksaan Fisik 1.a. lethargi. 3. konstiksi penglihatan perifer. lahir dengan pertolongan. Pemeriksaan Mata • Akomodasi 6 Anak dapat melihat keatas atau tidak Pembesaran kepala Dahi menonjol dan mengkilat serta pembuluh darah terlihat jelas .

intrakranial. meningkatnya tekanan 7 . Antisipasai berduka berhubungan dendan kemungkinan kehidupan anak. atropi optic 1. nystaqmus. tidak bisa melihat keatas Strabismus.3 Observasi Tanda – tanda Vital Didapat data – data sebagai berikut : • • • Peningkatan sistole tekanan darah Penurunan nadi / bradicardia Peningkatan frekwensi pernapasan II. Perubahan proses keluarga berhubungan dengan kondisi yang mengancam kehidupan anak. shunt. Resiko infeksi berhubungan dengan efek pemasangan Resiko injury berhubungan dengan pemasangan shunt. 3. Perubahan persepsi sensori berhubungan dengan adanya tindakan untuk mengurangi tekanan intrakranial. meningkatnya tekanan Perubahan perfusi jaringan serebral berhubungan dengan meningkatnya volume cairan serebrospinal. 2.• • • • • Gerakan bola mata Luas lapang pandang Konvergensi Didapatkan hasil : Alis bulu mata keatas. 6. DIAGNOSA KEPERAWATAN 1. intrakrainal. 4. 5.

3. IV.III. 2. • • Menilai keadaan balutan terhadap adanya perdarahan dan daerah sekitar operasi terhadap tanda – tand kemerahan dan pembengkakan. Anak akan menunjukkan tanda – tanda terpasangnya shunt dengan tepat. Anak tidak akan menunjukkan tanda – tanda injury. 5. 8 . dan 6. denyut nadi menurun ). Anak tidak akan menunjukkan tanda – tanda infeksi. Mengganti posisi setiap 2 jam Dan jika perlu gunakan matras Yang berisi udara untuk mencegah penekanan yang terlalu lama pada daerah tertentui. 4. menurunnya tingkat kesadaran ) atau perubahan tand – tand vital ( meningkatnya tekanan darah. dan 3. Mencegah komplikasi • • • • • • Mengukur lingkar kepala setiap 8 jam Monitor kondisi fontanel Mengatur posisi anak miring ke arah yang tida dilakukan tindakan operasi Menjaga posisi kepala tetap sejajar dengan tempat tidur untuk menghindari pengurangan tekanan tekanan intrakranial yang tiba – tiba Mengobservasi da menilai fungsi neurologist setiap 15 menit hingga tanda – tanda vital stabil Melaporkan segera setiap perubahan tingkah laku ( missal : mudah terstimulasi. PERENCANAAN 1. 2. IMPLEMENTASI 1. dan 4. Orang tua akan menerima anak dan akan mencari bantuan untuk mengatasi rasa berduka. Mencegah terjadinya infeksi injury. Anak akan menunjukkan tidak adanya tanda – tanda komplikasi dan perfusi jaringan serebral adekuat.

Menjelaskan seluruh tindakan dan pengobatan yang dilakukan. • 5. Memberikan dukungan pada tingkah laku orang tua yang 9 . Pertahankan terpasangnya kondisi shunt tetap baik. Membantu penerimaan orang tua tentang keadaan anak dan dapat berpartisipasi. • • • • Memberikan kesempatan pada orangtua / anggota keluarga untuk mengekspresikan perasaan. • Mendiskusikan tinglaku orang tua yang menunjukkan adanya frustasi. Lakukan pemijatan pada selang shunt untuk menghindari sumbatan pada awalnya. dan memberikan kenyamanan pada anak ). maka untuk segera berkolaborasi untuk peningkatan atau penggantian shunt. berbicara. dan 6. • • Memonitor daerah sekitar operasi terhadap adanya tanda – tanda kemerahan atau pembengkakan.• Melaporkan segera bila terjadi perubahan tand vital ( meningkatnya temperatur tubuh ) atau tingkah laku ( mudah terstimulasi. Menunjukkan tingkah laku yang menerima keadaan anak ( menggendong. Jika kondisi shunt yang tidak baik. ijinkan orang tua melakukan perawatan pada anak dengan optimal. • • positif. Menghindari dalam memberikan pernyataan yang negatif. menurunnya tingkat kesadaran ) segera. Memberikan dorongan pada orang tua untuk membantu perawatan anak.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->