Islam mengatur semua sendi-sendi kehidupan di dunia ini, agar manusia selamat di dunia dan di akherat.

Suatu karunia yang tak terhingga bahwa Allah berkenan menurunkan pedoman hidup bagi manusia, agar mereka mendapatkan kebahagiaan sejati. Alangkah ruginya jika kita tidak mentaatinya. Berikut ini adalah uraian tentang bagaimana seorang anak seharusnya bersikap kepada kedua orangtuanya. A. Ketika Orangtua Masih Hidup 1. Menaati mereka selama tidak mendurhakai Allah Ta’ala. Menaati kedua orangtua hukumnya wajib atas setiap muslim, sedang mendurhakai keduanya merupakan perbuatan yang diharamkan, kecuali jika mereka menyuruh untuk menyekutukan Allah Ta’ala (berbuat syirik) atau bermaksiat kepadaNya. Allah Ta’ala berfirman, artinya, “Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, ….” (QS.Luqman: 15). Anda juga dapat membaca hal yang sama dalam Surat Al Israa’ ayat 23-24 serta Ash Shaaffat ayat 102. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Tidak ada ketaatan untuk mendurhakai Allah. Sesungguhnya ketaatan itu hanya dalam melakukan kebaikan”. (HR. Al-Bukhari) Adapun contoh ketaatan anak kepada orangtuanya dapat diwujudkan dalam bentuk: a. Apabila orang tua meminta makan maka anak wajib memberikan makan. b. Apabila orang tua butuh dilayani maka anak waji melayani. c. Apabila orang tua membutuhkan pakaian maka anak wajib membelikannya. d. Jika anak dipanggil maka wajib segera datang. e. Perintah apapun asal bukan maksiat maka wajib dilaksanakan. 2. Berbakti dan merendahkan diri di hadapan kedua orangtua Allah Ta’ala berfirman, artinya, “…dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia. Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah, ‘Wahai Rabbku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil’.” (QS. Al-Israa’: 23-24) Anda akan mendapati ayat serupa dalam Al Baqarah ayat 83, An Nisaa’ ayat 36, Al An’aam ayat 151, Al ‘Ankabuut ayat 8, Lukman ayat 14, Al Ahqaaf ayat 15 Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Sungguh merugi, sungguh merugi, dan sungguh merugi orang yang mendapatkan kedua orangtuanya yang sudah renta atau salah seorang dari mereka kemudian hal itu tidak dapat memasukkannya ke dalam surga.” (HR. Muslim) . Di antara bakti terhadap kedua orangtua adalah menjauhkan ucapan dan perbuatan yang dapat menyakiti mereka, walaupun berupa isyarat atau dengan ucapan ‘ah’, tidak mengeraskan suara melebihi suara mereka. Rendahkanlah diri di hadapan keduanya dengan cara mendahulukan segala urusan mereka. Wujud lain sebagai pernyataan anak berbakti dan merendahkan diri kepada orangtuanya adalah: a. Jangan memanggil orang tua dengan namanya. b. Apabila berjalan tidak boleh mendahului orang tua (jika berjalan bersama). c. Anak wajib ridho terhadap sesuatu yang terjadi / yang ada pada dirinya . * Sesuatu yang membuat kita senang beritahukan kepada orang tua agar senang, tetapi jika sesuatu membuat kita sedih jangan diberitahukan pada orang tua.

dan dilakukan dengan bergurau padahal hal ini merupakan perbuatan dosa besar. 9. al-Bukhari dan Muslim) Hadits di atas tidak bermakna lebih menaati ibu daripada ayah. Lelaki itu kembali bertanya. Sebab. ‘Apakah kamu masih mempunyai kedua orangtua?’ Laki-laki tersebut menjawab.” Lelaki itu bertanya lagi. maka wajib bagi seorang anak untuk memenuhi sumpah keduanya karena hal itu termasuk hak mereka. Dia mencaci maki ibu orang lain lalu orang itu membalas mencaci maki ibunya.” (HR. 8. dan Ibnu Majah). “Ayahmu. Yaitu dengan memuliakan mereka. 10. hendaknya seseorang jangan bersikap bakhil (kikir) terhadap orang yang menyebabkan keberadaan dirinya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda. “ Ada. Beliau bersabda. Lebih-lebih jika kondisi keduanya sudah renta. menaati ayah lebih didahulukan jika keduanya menyuruh pada waktu yang sama dan dalam hal yang dibolehkan syari’at. “Ayahku ingin mengambil hartaku”. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda kepada seorang laki-laki ketika ia berkata. Sudah seyogyanya. 6. anaknya dan istrinya. serta telah berbuat baik kepadanya. Tidak Mencaci maki kedua orangtua. ‘Kemudian siapa lagi?’ Beliau kembali menjawab. Tawadlu (rendah hati) kepada keduanya merupakan suatu hal yang wajib bagi anak. terutama jika hal tersebut merupakan hasil jerih payah sendiri. Menyediakan makanan untuk mereka Hal ini juga termasuk bentuk bakti kepada kedua orang tua. Seorang laki-laki datang kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan bertanya. al-Bukhari dan Muslim) Terkadang perbuatan tersebut tidak dirasakan oleh seorang anak.” jawab beliau. Dia mencaci maki ayah orang lain kemudian orang tersebut membalas mencaci maki orangtuanya. . al-Bukhari dan Muslim). dan lain sebagainya. “Wahai Rasulullah apakah aku boleh ikut berjihad?” Beliau balik bertanya. Memberikan nafkah kepada orangtua Beberapa ayat dalam Al Qur’an yang membahas tentang hal ini adalah Al Baqarah ayat 15 dan Ar Rum ayat 38. “Ibumu”. Membuat keduanya ridha dengan berbuat baik kepada orang-orang yang dicintainya. ‘Masih’. memeliharanya ketika kecil. apa ada orang yang mencaci maki orangtuanya?’ Beliau menjawab. Izin kepada orangtua diperlukan untuk jihad yang belum ditentukan (kewajibannya untuk dirinya-pent). Abu Dawud. Oleh sebab itu. 5. Alasannya. dan masih banyak hadits yang semakna dengan hadits tersebut. “Ibumu. Lalu siapa lagi? Tanyanya. Ahmad. Meminta izin kepada mereka sebelum berjihad dan pergi untuk urusan lainnya. ibu sendiri diwajibkan taat kepada suaminya. “Ibumu”.” Para sahabat bertanya. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda.3. mereka disediakan makanan dan minuman yang terbaik dan lebih mendahulukan mereka berdua dari pada dirinya. Berbicara lemah lembut di hadapan mereka Bergaul dengan orangtua dengan cara yang baik.” (HR. “Kemudian siapa lagi?” Beliau menjawab.” (HR. “Kamu dan hartamu adalah milik ayahmu. “Termasuk dosa besar adalah seseorang mencaci maki orangtuanya. ‘Berjihadlah (dengan cara berbakti) kepada keduanya’.” (HR. 4. Memenuhi sumpah/Nazar kedua orangtua Jika kedua orang tua bersumpah untuk suatu perkara tertentu yang di dalamnya tidak terdapat perbuatan maksiat. ‘Ya Rasulullah. Hendaknya seseorang membuat kedua orang tuanya ridha dengan berbuat baik kepada orang-orang yang mereka cintai. Mendahulukan berbakti kepada ibu daripada ayah Seorang lelaki pernah bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. menyambung tali silaturrahim dengan mereka. “Siapa yang paling berhak mendapatkan perlakuan baik dariku?” beliau menjawab. 7. antara lain adalah dengan berbicara yang lemah lembut kepada keduanya. menunaikan janji-janji (orang tua) kepada mereka.

Mendoakan kedua orangtua Dalam sebuah hadist. Rasulullah bersabda bahwa sesungguhnya ketika seorang hamba . dan melanjutkan amal-amal baik yang pernah mereka kerjakan selama hidup mereka. karena hal ini merupakan bakti seorang anak kepada kedua orang tuanya. Mengurus jenazahnya dan banyak mendoakan keduanya. Ada empat perkara yang dapat dilakukan oleh seorang anak untuk berbuat baik atau berbakti kepada orang tuanya. 6. Uraian lebih rinci adalah seperti uraian di bawah ini. Menguburkan jenazah orang muslim harus disegerakan. yaitu: 1) mendoakan keduanya. Memuliakan teman atau sahabat dekat kedua orang tua. 12. Mendoakan kedua orang tua Ayat Al Qur’an yang membahas tentang kewajiban anak mendoakan keduanya adalah Ibrahim ayat 41.Maksud ‘lebih mendahulukan berbuat baik kepada ibu’ dalam hadits tersebut adalah bersikap lebih halus dan lembut kepada ibu daripada ayah. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda. yaitu ketika mereka masih hidup dan ketika mereka sudah meninggal dunia. 3) melanjutkan kebaikkan yang selama ini dilakukan oleh keduanya. maka sambunglah tali silaturrahim dengan saudara-saudara ayahnya setelah ia meninggal”. Di antara hadits yang menunjukkan hal tersebut adalah kisah tiga orang yang terjebak di dalam gua lalu mereka tidak bisa keluar kemudian mereka bertawasul dengan amal baik mereka. Seorang sahabat menemui Rasulullah dan menyatakan penyesalannya bahwa selama orangtuanya masih hidup ia tidak sempat berbuat baik kepada bapakibunya. 2. tidak boleh ditunda-tunda. di antara amal mereka. Mendahulukan berbakti kepada kedua orang tua daripada berbuat baik kepada istri. Sebagian Ulama salaf berkata. 2) menjaga tali silaturahmi yang telah dijaga dan dirintis oleh kedua orang tua. 13. B. Ia sekarang menyesal karena merasa sudah tertutup baginya untuk berbuat baik kepada bapakibunya. 4. walaupun anak dan istrinya membutuhkan’. “Barang siapa yang ingin menyambung silaturrahim ayahnya yang ada dikuburannya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda. “Sesungguhnya bakti anak yang terbaik adalah seorang anak yang menyambung tali persahabatan dengan keluarga teman ayahnya setelah ayahnya meninggal”. Sebab. pahala akan terus mengalir kepada mereka berdua apabila amal baik tersebut dilanjutkan. Al Israa’ ayat 24 dan Nuh ayat 28. Muslim) 5. (HR. “Hak ayah lebih besar dan hak ibu patut untuk dipenuhi. Menunaikan janji dan wasiat kedua orang tua yang belum terpenuhi semasa hidup mereka yang sesuai dengan syariat. 3. Mungkin kita dapat menundanya untuk waktu yang tidak terlalu lama. Mendengar keluhan itu Rasulullah menyatakan bahwa berbuat baik kepada kedua orangtua ada dua macam.” 11. ‘ada yang mendahulukan memberi susu untuk kedua orang tuanya. dan 4) jika memungkinkan menziarahi makam keduanya. (HR. 1. Ketika Orangtua Telah Meninggal Ada suatu dialog di zaman Rasulullah. Memelihara Orangtua Ayat Al Qur’an yang membahas tentang hal ini dapat anda jumpai dalam Al Israa’ ayat 23 dan Al Ahqaaf ayat 15. Beristighfar (memohonkan ampun kepada Allah Ta’ala) untuk mereka berdua. Menyambung tali silaturrahim dengan kerabat Ibu dan Ayah. Ibnu Hibban). karena merekalah orang yang paling utama untuk didoakan agar Allah Ta’ala mengampuni dosa-dosa mereka dan menerima amal baik mereka.

Jadi bagi mereka yang tidak ada mempunyai anak kandung tidak usah khawatir. menghisap rokok.meninggal dunia maka putuslah segala amalnya kecuali: a) ilmu yang bermanfaat. Oleh sebab itu. Tidak boleh ditunda-tunda. merendahkan orang tua. Salah satu diantaranya adalah durhaka kepada kedua orangtua. Pengertian anak dalam hadist ini bukan sekadar anak kandung. Bukankah ketika kita berdoa. Menyuruh orang tua h. bahkan termasuk kedurhakaan yang keji dan nista. f. dll g. atau anak muslim. 7. dilakukan dengan penuh perhitungan. Membayarkan hutang-hutang keduanya Hutang adalah salah satu hal yang harus segera ditunaikan ketika kita mampu membayarkan. sikap semacam ini adalah sikap yang amat tercela. kolot. Ada dua perbuatan yang negatif yang akan segera dibalas oleh Allah di dunia. kita diajarkan untuk mendoakan diri sendiri. jika kita mengetahui orangtua kita meninggalkan hutang segera kita melunasinya jika kita mampu. Menyebutkan kejelekan orang tua di hadapan orang banyak atau mencemarkan nama baik orang tua i. Sebab sebab anak durhaka kepada orang tua adalah : . na’udzubillah. Bakhil (pelit) tidak mengurusi orang tuanya bahkan lebih mementingkan yang lain dari pada mengurusi orang tuanya padahal orang tuanya sangat membutuhkan. Menimbulkan gangguan terhadap orang tua baik berupa perkataan (ucapan) ataupun perbuatan yang membuat orang tua sedih atau sakit hati. Agar anak itu mendoakan orangtua baik ketika hidup maupun sudah meninggal. Sebagian orang merasa malu dengan keberadaan orang tua dan tempat tinggalnya ketika status sosialnya meningkat. tetapi juga anak tiri. orangtua dan kaum muslimin. mengatakan bodoh. misalnya alat musik. dll. Membentak atau menghardik orang tua d. b. anak angkat. b) amal jariyah. Agar kita terhindar dari perbuatan itu maka ada baiknya kita memahami bentuk-bentuk durhaka kepada orangtua. Seandainya memberi nafkah pun. c) anak sholeh yang mendoakan keduanya. Malu mengakui orang tuanya. k. maka tentu saja orangtua harus menunaikan kewajibannya sebagai orangtua. j. Bahkan ada sebagian orang dengan teganya mengusir ibunya demi menuruti kemauan istrinya. Melaknak dan mencaci kedua orang tua e. Memasukkan kemungkaran ke dalam rumah. Tidak diragukan lagi. Berkata ‘ah’ dan tidak memenuhi panggilan orang tua c. Mendahulukan taat kepada istri daripada orang tua. Diantara bentuk bentuk durhaka (uquq) adalah: a. Bermuka masam dan cemberut dihadapan orang tua.

id Melalui ayat-ayatnya. berbuat baiklah terhadap kedua orang ibu bapa.1. “Katakanlah: “Marilah kubacakan apa yang diharamkan atas kamu oleh Tuhanmu yaitu: janganlah kamu mempersekutukan sesuatu dengan Dia.or. ibnu sabil dan hamba sahayamu. dan janganlah kamu mendekati perbuatan-perbuatan yang keji. Al-An’am. “Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. orang-orang miskin. kasihilah mereka keduanya. (Q. Jeleknya pendidikan orang tua dalam mendidik anak 3. dan teman sejawat. dan janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) melainkan dengan sesuatu (sebab) yang benar. An Nisaa. orang tua menyuruh anak berbuat baik tapi orang tua tidak berbuat 4. 17:23).S Al Israa. karib-kerabat. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri.re.multiple. Makarim Weblog Rahmat Blog: http://blog. sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapa. “Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: “Wahai Tuhanku. Tentu saja ini merupakan sebuah tantangan besar bagi kita sebagai manusia yang memiliki sifat ceroboh dan pelupa. “Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jeleknya akhlak istri Bahan bacaan Naila’s life. dan janganlah kamu membunuh anak-anak kamu karena takut kemiskinan. http://nailaslife. tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh. (Q.com Resensi Buku Islam: Birrul Walidain. Orang tua tidak membantu anak dalam berbuat kebajikan 6. Paradok. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu. maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia”.” (Q. di mana Allah SWT telah memerintahkan kita untuk selalu berbakti kepada orang tua kita dan menunjukkan kebaikan kepada mereka. 17:24) .S Al Israa. Mari kita sama-sama untuk merenungkan ayat-ayat berikut.” (Q.” Demikian itu yang diperintahkan kepadamu supaya kamu memahami(nya)”. anak-anak yatim. Kami akan memberi rezki kepadamu dan kepada mereka. baik yang nampak di antaranya maupun yang tersembunyi. Bapak dan ibunya dahulu pernah durhaka kepada orang tua sehingga dibalas oleh anaknya 5.S. 4: 36). Bagaimanapun. Al-Qur’an yang suci sering mengingatkan kita sebagai anak untuk berbuat baik dan berbakti kepada orang tua kita dan menunjukkan kebaikan dalam berbagai bentuk kepada mereka. 6: 151).S. sebagaimana kita mengharapkan anak-anak kita mau menerima dan menghormati kita sebagai orang tua mereka. kita harus tetap mencoba berusaha sebaik mungkin untuk menghormati kedua orang tua kita. Karena kebodohan 2.

melaksanakan advokasi. berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. memegang teguh etika profesi. mulai kapan awal kehidupan ditentukan. hanya kepada-Kulah kembalimu. 46:15).” (Q. Sikap etis profesional berarti bekerja sesuai standar. Adapun permaslahan yang ditemukan pada skenario lima ini anatara lain : 1. .S. dan menyapihnya dalam dua tahun. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri. Hanya kepada-Ku-lah kembalimu. lalu Aku kabarkan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan”. 31:14). Bersyukurlah kepadaKu dan kepada dua orang ibu bapakmu. ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah. menghormati terhadap hak-hak pasien. tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai. ada beberapa kewajiban yang harus di laksanakan oleh seorang dokter. 29:8). Dalam Kode Etik Kedokteran Indonesia (KODEKI) tertulis : “Setiap dokter senantiasa mengingat akan kewajiban melindungi hidup makhluk insani. menjamin keselamatan pasien. “Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapanya. Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan Aku dengan sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu. Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan. Al-Ankabut. Kriteria perilaku profesional antara lain mencakup bertindak sesuai keahlian dan didukung oleh keterampilan. (Q.tambah.” Namun dalam sumpah dokter. “Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya. sehingga menimbulkan pertentangan. maka janganlah kamu mengikuti keduanya.S Luqman. sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdoa: “Ya Tuhanku. terdapat pernyataan: “Saya akan menghormati setiap hidup insani mulai dari saat pembuahan. yaitu kewajiban umum. kewajiban dokter terhadap penderita.“Dan Kami wajibkan manusia (berbuat) kebaikan kepada dua orang ibu-bapaknya. Dan harus memenuhi beberapa ciri para dokter untuk menjadi profesional. ibunya mengandungnya dengan susah payah. yang dimaksud makhluk insani masih belum dapat ditentukan dengan jelas dan pasti. kewajiban dokter terhadapan sejawatnya. Bagaimana etika seorang dokter untuk menjadi dokter yang profesional ? Untuk menjadi dokter yang profasional berdasarkan etika kedokteran. bermoral tinggi. dan kewajiban dokter terhadap teman sejawatnya. serta menyadari ketentuan hukum yang membatasi gerak.S Al-Ahqaf.” Dalam pernyataan ini. Karena itu Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) masih mengadakan perundingan tentang lafal sumpah dokter Indonesia melalui hasil referendum dari anggota IDI untuk memilih apakah kata “mulai dari saat pembuahan” hendak dihilangkan atau diubah. dan melahirkannya dengan susah payah (pula). (Q.

aspek etik seringkali tidak dapat dipisahkan dari aspek hukumnya. Kemungkinan terjadinya peningkatan ketidakpuasan pasien terhadap layanan dokter atau rumah sakit atau tenaga kesehatan lainnya dapat terjadi sebagai akibat dari (a) semakin tinggi pendidikan ratarata masyarakat sehingga membuat mereka lebih tahu tentang haknya dan lebih asertif. kewajiban terhadap sesama dan kewajiban . kewajiban terhadap pasien. atau sebaliknya norma hukum yang mengandung nilai-nilai etika. seperti pada informed consent. (c) komersialisasi dan tingginya biaya layanan kedokteran dan kesehatan sehingga masyarakat semakin tidak toleran terhadap layanan yang tidak sempurna. oleh karena banyaknya norma etik yang telah diangkat menjadi norma hukum. Selanjutnya etik kedokteran muncul dalam bentuk lain. Dengan demikian pelanggaran standar profesi dapat dinilai sebagai pelanggaran etik dan juga sekaligus pelanggaran hukum.Di dalam praktek kedokteran terdapat aspek etik dan aspek hukum yang sangat luas. profesionalisme. (b) semakin tingginya harapan masyarakat kepada layanan kedokteran sebagai hasil dari luasnya arus informasi. Sumpah tersebut berisikan kewajiban-kewajiban dokter dalam berperilaku dan bersikap. Etik Profesi Kedokteran Etik profesi kedokteran mulai dikenal sejak 1800 tahun sebelum Masehi dalam bentuk Code of Hammurabi dan Code of Hittites. atau semacam code of conduct bagi dokter. World Medical Association dalam Deklarasi Geneva pada tahun 1968 menelorkan sumpah dokter (dunia) dan Kode Etik Kedokteran Internasional. Kode Etik Kedokteran Internasional berisikan tentang kewajiban umum. yang sering tumpang-tindih pada suatu issue tertentu. yaitu dalam bentuk sumpah dokter yang bunyinya bermacam-macam. wajib simpan rahasia kedokteran. Bahkan di dalam praktek kedokteran. Keadaan menjadi semakin sulit sejak para ahli hukum menganggap bahwa standar prosedur dan standar pelayanan medis dianggap sebagai domain hukum. tetapi yang paling banyak dikenal adalah sumpah Hippocrates yang hidup sekitar 460-370 tahun SM. padahal selama ini profesi menganggap bahwa memenuhi standar profesi adalah bagian dari sikap etis dan sikap profesional. yang penegakannya dilaksanakan oleh penguasa pada waktu itu. Etik yang memiliki sanksi moral dipaksa berbaur dengan keprofesian yang memiliki sanksi disiplin profesi yang bersifat administratif. Aspek etik kedokteran yang mencantumkan juga kewajiban memenuhi standar profesi mengakibatkan penilaian perilaku etik seseorang dokter yang diadukan tidak dapat dipisahkan dengan penilaian perilaku profesinya. dll. dan (d) provokasi oleh ahli hukum dan oleh tenaga kesehatan sendiri.

Kode Etik Kedokteran Indonesia dibuat dengan mengacu kepada Kode Etik Kedokteran Internasional. Nilai-nilai materialisme yang dianut masyarakat harus dapat dibendung dengan memberikan latihan dan teladan yang menunjukkan sikap etis dan profesional dokter. terutama apabila teladan yang diberikan para seniornya bertolak belakang dengan situasi ideal dalam pendidikan. wilayah dan cabang. serta lembaga MKEK (Majelis Kehormatan Etik Kedokteran) di tingkat pusat. yang mengajarkan tentang etik profesi dan prinsip moral kedokteran. Etika biomedis memberi pedoman bagi para tenaga medis dalam membuat keputusan klinis yang etis (clinical ethics) dan pedoman dalam melakukan penelitian di bidang medis. Tentu saja kita pahami bahwa pendidikan etik belum tentu dapat mengubah perilaku etis seseorang. yaitu melalui lembaga kepengurusan pusat. di tingkat sarana kesehatan (rumah sakit) didirikan Komite Medis dengan Panitia Etik di dalamnya. dianjurkan dimulai dini sejak tahun pertama pendidikan kedokteran. Pada dasarnya. beneficence (melakukan tindakan untuk kebaikan pasien). Selain itu. wilayah dan cabang. dengan memberikan lebih ke arah tools dalam membuat keputusan etik. IDI (Ikatan Dokter Indonesia) memiliki sistem pengawasan dan penilaian pelaksanaan etik profesi. praktek kedokteran juga berpegang kepada prinsip-prinsip moral kedokteran. yang akan mengawasi pelaksanaan etik dan standar profesi di rumah sakit. Pendidikan etik kedokteran. prinsip-prinsip moral yang dijadikan arahan dalam membuat keputusan dan bertindak. Pengetahuan etika ini dalam perkembangannya kemudian disebut sebagai etika biomedis.terhadap diri sendiri. Namun suatu pelanggaran etik profesi dapat dikenai sanksi disiplin . non maleficence (tidak melakukan perbuatan yang memperburuk pasien) dan justice (bersikap adil dan jujur). arahan dalam menilai baik-buruknya atau benar-salahnya suatu keputusan atau tindakan medis dilihat dari segi moral. sehingga cara berpikir etis tersebut diharapkan menjadi bagian pertimbangan dari pembuatan keputusan medis sehari-hari. Selanjutnya. Selain Kode Etik Profesi di atas. suatu norma etik adalah norma yang apabila dilanggar “hanya” akan membawa akibat sanksi moral bagi pelanggarnya. serta sikap altruisme (pengabdian profesi). memberikan banyak latihan. Bahkan di tingkat perhimpunan rumah sakit didirikan pula Majelis Kehormatan Etik Rumah Sakit (Makersi). terutama hak dalam memperoleh informasi dan hak membuat keputusan tentang apa yang akan dilakukan terhadap dirinya). seperti autonomy (menghormati hak pasien. dan lebih banyak dipaparkan dalam berbagai situasi-kondisi etik-klinik tertentu (clinical ethics).

Sanksi tersebut diberikan oleh MKEK setelah dalam rapat/sidangnya dibuktikan bahwa dokter tersebut melanggar etik (profesi) kedokteran. dalam bentuk peringatan hingga ke bentuk yang lebih berat seperti kewajiban menjalani pendidikan / pelatihan tertentu (bila akibat kurang kompeten) dan pencabutan haknya berpraktik profesi. .profesi.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful