P. 1
Kewajiban Anak Kepada Ortu

Kewajiban Anak Kepada Ortu

|Views: 11|Likes:
sipp
sipp

More info:

Published by: M Fahmii Chiisbullah on May 07, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/13/2013

pdf

text

original

Islam mengatur semua sendi-sendi kehidupan di dunia ini, agar manusia selamat di dunia dan di akherat.

Suatu karunia yang tak terhingga bahwa Allah berkenan menurunkan pedoman hidup bagi manusia, agar mereka mendapatkan kebahagiaan sejati. Alangkah ruginya jika kita tidak mentaatinya. Berikut ini adalah uraian tentang bagaimana seorang anak seharusnya bersikap kepada kedua orangtuanya. A. Ketika Orangtua Masih Hidup 1. Menaati mereka selama tidak mendurhakai Allah Ta’ala. Menaati kedua orangtua hukumnya wajib atas setiap muslim, sedang mendurhakai keduanya merupakan perbuatan yang diharamkan, kecuali jika mereka menyuruh untuk menyekutukan Allah Ta’ala (berbuat syirik) atau bermaksiat kepadaNya. Allah Ta’ala berfirman, artinya, “Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, ….” (QS.Luqman: 15). Anda juga dapat membaca hal yang sama dalam Surat Al Israa’ ayat 23-24 serta Ash Shaaffat ayat 102. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Tidak ada ketaatan untuk mendurhakai Allah. Sesungguhnya ketaatan itu hanya dalam melakukan kebaikan”. (HR. Al-Bukhari) Adapun contoh ketaatan anak kepada orangtuanya dapat diwujudkan dalam bentuk: a. Apabila orang tua meminta makan maka anak wajib memberikan makan. b. Apabila orang tua butuh dilayani maka anak waji melayani. c. Apabila orang tua membutuhkan pakaian maka anak wajib membelikannya. d. Jika anak dipanggil maka wajib segera datang. e. Perintah apapun asal bukan maksiat maka wajib dilaksanakan. 2. Berbakti dan merendahkan diri di hadapan kedua orangtua Allah Ta’ala berfirman, artinya, “…dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia. Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah, ‘Wahai Rabbku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil’.” (QS. Al-Israa’: 23-24) Anda akan mendapati ayat serupa dalam Al Baqarah ayat 83, An Nisaa’ ayat 36, Al An’aam ayat 151, Al ‘Ankabuut ayat 8, Lukman ayat 14, Al Ahqaaf ayat 15 Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Sungguh merugi, sungguh merugi, dan sungguh merugi orang yang mendapatkan kedua orangtuanya yang sudah renta atau salah seorang dari mereka kemudian hal itu tidak dapat memasukkannya ke dalam surga.” (HR. Muslim) . Di antara bakti terhadap kedua orangtua adalah menjauhkan ucapan dan perbuatan yang dapat menyakiti mereka, walaupun berupa isyarat atau dengan ucapan ‘ah’, tidak mengeraskan suara melebihi suara mereka. Rendahkanlah diri di hadapan keduanya dengan cara mendahulukan segala urusan mereka. Wujud lain sebagai pernyataan anak berbakti dan merendahkan diri kepada orangtuanya adalah: a. Jangan memanggil orang tua dengan namanya. b. Apabila berjalan tidak boleh mendahului orang tua (jika berjalan bersama). c. Anak wajib ridho terhadap sesuatu yang terjadi / yang ada pada dirinya . * Sesuatu yang membuat kita senang beritahukan kepada orang tua agar senang, tetapi jika sesuatu membuat kita sedih jangan diberitahukan pada orang tua.

dan lain sebagainya. menaati ayah lebih didahulukan jika keduanya menyuruh pada waktu yang sama dan dalam hal yang dibolehkan syari’at. 10. “Termasuk dosa besar adalah seseorang mencaci maki orangtuanya.” (HR. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda kepada seorang laki-laki ketika ia berkata. 7. “ Ada. menunaikan janji-janji (orang tua) kepada mereka.” (HR. Dia mencaci maki ibu orang lain lalu orang itu membalas mencaci maki ibunya. 8. ‘Ya Rasulullah.” jawab beliau. Mendahulukan berbakti kepada ibu daripada ayah Seorang lelaki pernah bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. serta telah berbuat baik kepadanya. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda. ‘Masih’. Izin kepada orangtua diperlukan untuk jihad yang belum ditentukan (kewajibannya untuk dirinya-pent). 6. al-Bukhari dan Muslim) Hadits di atas tidak bermakna lebih menaati ibu daripada ayah. Lalu siapa lagi? Tanyanya. Alasannya. Sudah seyogyanya. anaknya dan istrinya. “Wahai Rasulullah apakah aku boleh ikut berjihad?” Beliau balik bertanya. Berbicara lemah lembut di hadapan mereka Bergaul dengan orangtua dengan cara yang baik. “Ibumu. Seorang laki-laki datang kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan bertanya. ‘Apakah kamu masih mempunyai kedua orangtua?’ Laki-laki tersebut menjawab. dan dilakukan dengan bergurau padahal hal ini merupakan perbuatan dosa besar. Memenuhi sumpah/Nazar kedua orangtua Jika kedua orang tua bersumpah untuk suatu perkara tertentu yang di dalamnya tidak terdapat perbuatan maksiat. . apa ada orang yang mencaci maki orangtuanya?’ Beliau menjawab. Sebab.3. Dia mencaci maki ayah orang lain kemudian orang tersebut membalas mencaci maki orangtuanya. 9. Oleh sebab itu. dan Ibnu Majah). Memberikan nafkah kepada orangtua Beberapa ayat dalam Al Qur’an yang membahas tentang hal ini adalah Al Baqarah ayat 15 dan Ar Rum ayat 38. Meminta izin kepada mereka sebelum berjihad dan pergi untuk urusan lainnya. memeliharanya ketika kecil. Lelaki itu kembali bertanya. “Siapa yang paling berhak mendapatkan perlakuan baik dariku?” beliau menjawab. “Ayahku ingin mengambil hartaku”. “Ibumu”. Abu Dawud.” (HR. mereka disediakan makanan dan minuman yang terbaik dan lebih mendahulukan mereka berdua dari pada dirinya. Ahmad. hendaknya seseorang jangan bersikap bakhil (kikir) terhadap orang yang menyebabkan keberadaan dirinya. Yaitu dengan memuliakan mereka.” (HR. maka wajib bagi seorang anak untuk memenuhi sumpah keduanya karena hal itu termasuk hak mereka. Tawadlu (rendah hati) kepada keduanya merupakan suatu hal yang wajib bagi anak. Hendaknya seseorang membuat kedua orang tuanya ridha dengan berbuat baik kepada orang-orang yang mereka cintai. dan masih banyak hadits yang semakna dengan hadits tersebut. Membuat keduanya ridha dengan berbuat baik kepada orang-orang yang dicintainya. “Ayahmu. al-Bukhari dan Muslim). ibu sendiri diwajibkan taat kepada suaminya.” Para sahabat bertanya. ‘Berjihadlah (dengan cara berbakti) kepada keduanya’.” Lelaki itu bertanya lagi. al-Bukhari dan Muslim) Terkadang perbuatan tersebut tidak dirasakan oleh seorang anak. terutama jika hal tersebut merupakan hasil jerih payah sendiri. 5. “Kemudian siapa lagi?” Beliau menjawab. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda. menyambung tali silaturrahim dengan mereka. ‘Kemudian siapa lagi?’ Beliau kembali menjawab. “Kamu dan hartamu adalah milik ayahmu. Tidak Mencaci maki kedua orangtua. “Ibumu”. Menyediakan makanan untuk mereka Hal ini juga termasuk bentuk bakti kepada kedua orang tua. 4. Lebih-lebih jika kondisi keduanya sudah renta. antara lain adalah dengan berbicara yang lemah lembut kepada keduanya. Beliau bersabda.

6. Ketika Orangtua Telah Meninggal Ada suatu dialog di zaman Rasulullah. Mungkin kita dapat menundanya untuk waktu yang tidak terlalu lama. ‘ada yang mendahulukan memberi susu untuk kedua orang tuanya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda. Rasulullah bersabda bahwa sesungguhnya ketika seorang hamba . Seorang sahabat menemui Rasulullah dan menyatakan penyesalannya bahwa selama orangtuanya masih hidup ia tidak sempat berbuat baik kepada bapakibunya. Mendoakan kedua orangtua Dalam sebuah hadist. yaitu: 1) mendoakan keduanya. Menyambung tali silaturrahim dengan kerabat Ibu dan Ayah. 3) melanjutkan kebaikkan yang selama ini dilakukan oleh keduanya. 2) menjaga tali silaturahmi yang telah dijaga dan dirintis oleh kedua orang tua. B. 2. Memuliakan teman atau sahabat dekat kedua orang tua. Sebagian Ulama salaf berkata. Uraian lebih rinci adalah seperti uraian di bawah ini. “Hak ayah lebih besar dan hak ibu patut untuk dipenuhi. dan 4) jika memungkinkan menziarahi makam keduanya. maka sambunglah tali silaturrahim dengan saudara-saudara ayahnya setelah ia meninggal”.Maksud ‘lebih mendahulukan berbuat baik kepada ibu’ dalam hadits tersebut adalah bersikap lebih halus dan lembut kepada ibu daripada ayah.” 11. Sebab. tidak boleh ditunda-tunda. Ibnu Hibban). Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda. (HR. Beristighfar (memohonkan ampun kepada Allah Ta’ala) untuk mereka berdua. Mengurus jenazahnya dan banyak mendoakan keduanya. Mendengar keluhan itu Rasulullah menyatakan bahwa berbuat baik kepada kedua orangtua ada dua macam. Muslim) 5. “Barang siapa yang ingin menyambung silaturrahim ayahnya yang ada dikuburannya. 3. Ada empat perkara yang dapat dilakukan oleh seorang anak untuk berbuat baik atau berbakti kepada orang tuanya. Mendoakan kedua orang tua Ayat Al Qur’an yang membahas tentang kewajiban anak mendoakan keduanya adalah Ibrahim ayat 41. Al Israa’ ayat 24 dan Nuh ayat 28. 12. yaitu ketika mereka masih hidup dan ketika mereka sudah meninggal dunia. Memelihara Orangtua Ayat Al Qur’an yang membahas tentang hal ini dapat anda jumpai dalam Al Israa’ ayat 23 dan Al Ahqaaf ayat 15. Ia sekarang menyesal karena merasa sudah tertutup baginya untuk berbuat baik kepada bapakibunya. 4. di antara amal mereka. Mendahulukan berbakti kepada kedua orang tua daripada berbuat baik kepada istri. karena hal ini merupakan bakti seorang anak kepada kedua orang tuanya. 1. Menunaikan janji dan wasiat kedua orang tua yang belum terpenuhi semasa hidup mereka yang sesuai dengan syariat. “Sesungguhnya bakti anak yang terbaik adalah seorang anak yang menyambung tali persahabatan dengan keluarga teman ayahnya setelah ayahnya meninggal”. karena merekalah orang yang paling utama untuk didoakan agar Allah Ta’ala mengampuni dosa-dosa mereka dan menerima amal baik mereka. (HR. dan melanjutkan amal-amal baik yang pernah mereka kerjakan selama hidup mereka. Di antara hadits yang menunjukkan hal tersebut adalah kisah tiga orang yang terjebak di dalam gua lalu mereka tidak bisa keluar kemudian mereka bertawasul dengan amal baik mereka. 13. walaupun anak dan istrinya membutuhkan’. Menguburkan jenazah orang muslim harus disegerakan. pahala akan terus mengalir kepada mereka berdua apabila amal baik tersebut dilanjutkan.

Salah satu diantaranya adalah durhaka kepada kedua orangtua. jika kita mengetahui orangtua kita meninggalkan hutang segera kita melunasinya jika kita mampu. Pengertian anak dalam hadist ini bukan sekadar anak kandung. Bermuka masam dan cemberut dihadapan orang tua. 7. orangtua dan kaum muslimin. bahkan termasuk kedurhakaan yang keji dan nista. Menyuruh orang tua h. Mendahulukan taat kepada istri daripada orang tua. b) amal jariyah. Memasukkan kemungkaran ke dalam rumah. Berkata ‘ah’ dan tidak memenuhi panggilan orang tua c. Sebab sebab anak durhaka kepada orang tua adalah : . menghisap rokok. Agar anak itu mendoakan orangtua baik ketika hidup maupun sudah meninggal. Melaknak dan mencaci kedua orang tua e. atau anak muslim. Membentak atau menghardik orang tua d. Agar kita terhindar dari perbuatan itu maka ada baiknya kita memahami bentuk-bentuk durhaka kepada orangtua. Menimbulkan gangguan terhadap orang tua baik berupa perkataan (ucapan) ataupun perbuatan yang membuat orang tua sedih atau sakit hati. Membayarkan hutang-hutang keduanya Hutang adalah salah satu hal yang harus segera ditunaikan ketika kita mampu membayarkan. k. j. Seandainya memberi nafkah pun. Bakhil (pelit) tidak mengurusi orang tuanya bahkan lebih mementingkan yang lain dari pada mengurusi orang tuanya padahal orang tuanya sangat membutuhkan. Bukankah ketika kita berdoa.meninggal dunia maka putuslah segala amalnya kecuali: a) ilmu yang bermanfaat. Ada dua perbuatan yang negatif yang akan segera dibalas oleh Allah di dunia. dll g. Tidak diragukan lagi. maka tentu saja orangtua harus menunaikan kewajibannya sebagai orangtua. na’udzubillah. dll. Diantara bentuk bentuk durhaka (uquq) adalah: a. sikap semacam ini adalah sikap yang amat tercela. Bahkan ada sebagian orang dengan teganya mengusir ibunya demi menuruti kemauan istrinya. Oleh sebab itu. f. kolot. tetapi juga anak tiri. Sebagian orang merasa malu dengan keberadaan orang tua dan tempat tinggalnya ketika status sosialnya meningkat. b. Tidak boleh ditunda-tunda. anak angkat. misalnya alat musik. c) anak sholeh yang mendoakan keduanya. kita diajarkan untuk mendoakan diri sendiri. mengatakan bodoh. merendahkan orang tua. Jadi bagi mereka yang tidak ada mempunyai anak kandung tidak usah khawatir. Malu mengakui orang tuanya. dilakukan dengan penuh perhitungan. Menyebutkan kejelekan orang tua di hadapan orang banyak atau mencemarkan nama baik orang tua i.

dan janganlah kamu mendekati perbuatan-perbuatan yang keji. anak-anak yatim. Makarim Weblog Rahmat Blog: http://blog. Jeleknya akhlak istri Bahan bacaan Naila’s life.id Melalui ayat-ayatnya. dan janganlah kamu membunuh anak-anak kamu karena takut kemiskinan. ibnu sabil dan hamba sahayamu. sebagaimana kita mengharapkan anak-anak kita mau menerima dan menghormati kita sebagai orang tua mereka. kasihilah mereka keduanya. Bagaimanapun. 17:24) . Paradok. (Q.S Al Israa.S Al Israa.” (Q. Orang tua tidak membantu anak dalam berbuat kebajikan 6.S. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri.multiple. (Q. Kami akan memberi rezki kepadamu dan kepada mereka. berbuat baiklah terhadap kedua orang ibu bapa. karib-kerabat. 6: 151). “Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: “Wahai Tuhanku. Al-An’am.com Resensi Buku Islam: Birrul Walidain.or.” Demikian itu yang diperintahkan kepadamu supaya kamu memahami(nya)”.S. An Nisaa. orang tua menyuruh anak berbuat baik tapi orang tua tidak berbuat 4. Bapak dan ibunya dahulu pernah durhaka kepada orang tua sehingga dibalas oleh anaknya 5.re.1. orang-orang miskin. Jeleknya pendidikan orang tua dalam mendidik anak 3. 17:23). maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia”. Karena kebodohan 2. “Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. http://nailaslife. baik yang nampak di antaranya maupun yang tersembunyi. Tentu saja ini merupakan sebuah tantangan besar bagi kita sebagai manusia yang memiliki sifat ceroboh dan pelupa. tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh. Al-Qur’an yang suci sering mengingatkan kita sebagai anak untuk berbuat baik dan berbakti kepada orang tua kita dan menunjukkan kebaikan dalam berbagai bentuk kepada mereka. “Katakanlah: “Marilah kubacakan apa yang diharamkan atas kamu oleh Tuhanmu yaitu: janganlah kamu mempersekutukan sesuatu dengan Dia. sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil. dan janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) melainkan dengan sesuatu (sebab) yang benar. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu. dan teman sejawat. 4: 36). “Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapa. di mana Allah SWT telah memerintahkan kita untuk selalu berbakti kepada orang tua kita dan menunjukkan kebaikan kepada mereka. kita harus tetap mencoba berusaha sebaik mungkin untuk menghormati kedua orang tua kita.” (Q. Mari kita sama-sama untuk merenungkan ayat-ayat berikut.

sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdoa: “Ya Tuhanku. serta menyadari ketentuan hukum yang membatasi gerak. hanya kepada-Kulah kembalimu. sehingga menimbulkan pertentangan. . Bagaimana etika seorang dokter untuk menjadi dokter yang profesional ? Untuk menjadi dokter yang profasional berdasarkan etika kedokteran. “Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya. Dalam Kode Etik Kedokteran Indonesia (KODEKI) tertulis : “Setiap dokter senantiasa mengingat akan kewajiban melindungi hidup makhluk insani. Al-Ankabut. 29:8). Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan Aku dengan sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu.S Al-Ahqaf. dan menyapihnya dalam dua tahun. tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai. dan melahirkannya dengan susah payah (pula). (Q. Kriteria perilaku profesional antara lain mencakup bertindak sesuai keahlian dan didukung oleh keterampilan. Hanya kepada-Ku-lah kembalimu. Bersyukurlah kepadaKu dan kepada dua orang ibu bapakmu. lalu Aku kabarkan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan”. ada beberapa kewajiban yang harus di laksanakan oleh seorang dokter. (Q. bermoral tinggi. menjamin keselamatan pasien. berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku.S.“Dan Kami wajibkan manusia (berbuat) kebaikan kepada dua orang ibu-bapaknya. ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah. terdapat pernyataan: “Saya akan menghormati setiap hidup insani mulai dari saat pembuahan.” Dalam pernyataan ini. kewajiban dokter terhadap penderita.tambah. 46:15).” Namun dalam sumpah dokter. maka janganlah kamu mengikuti keduanya. Dan harus memenuhi beberapa ciri para dokter untuk menjadi profesional. Sikap etis profesional berarti bekerja sesuai standar. dan kewajiban dokter terhadap teman sejawatnya. memegang teguh etika profesi. 31:14). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan. menghormati terhadap hak-hak pasien. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri. Adapun permaslahan yang ditemukan pada skenario lima ini anatara lain : 1. mulai kapan awal kehidupan ditentukan.” (Q. kewajiban dokter terhadapan sejawatnya. yang dimaksud makhluk insani masih belum dapat ditentukan dengan jelas dan pasti. yaitu kewajiban umum. Karena itu Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) masih mengadakan perundingan tentang lafal sumpah dokter Indonesia melalui hasil referendum dari anggota IDI untuk memilih apakah kata “mulai dari saat pembuahan” hendak dihilangkan atau diubah.S Luqman. melaksanakan advokasi. ibunya mengandungnya dengan susah payah. “Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapanya.

profesionalisme. World Medical Association dalam Deklarasi Geneva pada tahun 1968 menelorkan sumpah dokter (dunia) dan Kode Etik Kedokteran Internasional. dan (d) provokasi oleh ahli hukum dan oleh tenaga kesehatan sendiri. kewajiban terhadap pasien. Kode Etik Kedokteran Internasional berisikan tentang kewajiban umum. kewajiban terhadap sesama dan kewajiban . atau semacam code of conduct bagi dokter. Keadaan menjadi semakin sulit sejak para ahli hukum menganggap bahwa standar prosedur dan standar pelayanan medis dianggap sebagai domain hukum. yang penegakannya dilaksanakan oleh penguasa pada waktu itu. aspek etik seringkali tidak dapat dipisahkan dari aspek hukumnya. wajib simpan rahasia kedokteran. (c) komersialisasi dan tingginya biaya layanan kedokteran dan kesehatan sehingga masyarakat semakin tidak toleran terhadap layanan yang tidak sempurna. Sumpah tersebut berisikan kewajiban-kewajiban dokter dalam berperilaku dan bersikap. Selanjutnya etik kedokteran muncul dalam bentuk lain. Etik yang memiliki sanksi moral dipaksa berbaur dengan keprofesian yang memiliki sanksi disiplin profesi yang bersifat administratif. yang sering tumpang-tindih pada suatu issue tertentu. Bahkan di dalam praktek kedokteran. Aspek etik kedokteran yang mencantumkan juga kewajiban memenuhi standar profesi mengakibatkan penilaian perilaku etik seseorang dokter yang diadukan tidak dapat dipisahkan dengan penilaian perilaku profesinya. padahal selama ini profesi menganggap bahwa memenuhi standar profesi adalah bagian dari sikap etis dan sikap profesional. Etik Profesi Kedokteran Etik profesi kedokteran mulai dikenal sejak 1800 tahun sebelum Masehi dalam bentuk Code of Hammurabi dan Code of Hittites. atau sebaliknya norma hukum yang mengandung nilai-nilai etika.Di dalam praktek kedokteran terdapat aspek etik dan aspek hukum yang sangat luas. Kemungkinan terjadinya peningkatan ketidakpuasan pasien terhadap layanan dokter atau rumah sakit atau tenaga kesehatan lainnya dapat terjadi sebagai akibat dari (a) semakin tinggi pendidikan ratarata masyarakat sehingga membuat mereka lebih tahu tentang haknya dan lebih asertif. (b) semakin tingginya harapan masyarakat kepada layanan kedokteran sebagai hasil dari luasnya arus informasi. dll. Dengan demikian pelanggaran standar profesi dapat dinilai sebagai pelanggaran etik dan juga sekaligus pelanggaran hukum. oleh karena banyaknya norma etik yang telah diangkat menjadi norma hukum. tetapi yang paling banyak dikenal adalah sumpah Hippocrates yang hidup sekitar 460-370 tahun SM. seperti pada informed consent. yaitu dalam bentuk sumpah dokter yang bunyinya bermacam-macam.

Namun suatu pelanggaran etik profesi dapat dikenai sanksi disiplin . praktek kedokteran juga berpegang kepada prinsip-prinsip moral kedokteran.terhadap diri sendiri. Bahkan di tingkat perhimpunan rumah sakit didirikan pula Majelis Kehormatan Etik Rumah Sakit (Makersi). suatu norma etik adalah norma yang apabila dilanggar “hanya” akan membawa akibat sanksi moral bagi pelanggarnya. Pendidikan etik kedokteran. terutama hak dalam memperoleh informasi dan hak membuat keputusan tentang apa yang akan dilakukan terhadap dirinya). Selain Kode Etik Profesi di atas. dianjurkan dimulai dini sejak tahun pertama pendidikan kedokteran. yang mengajarkan tentang etik profesi dan prinsip moral kedokteran. beneficence (melakukan tindakan untuk kebaikan pasien). prinsip-prinsip moral yang dijadikan arahan dalam membuat keputusan dan bertindak. wilayah dan cabang. sehingga cara berpikir etis tersebut diharapkan menjadi bagian pertimbangan dari pembuatan keputusan medis sehari-hari. non maleficence (tidak melakukan perbuatan yang memperburuk pasien) dan justice (bersikap adil dan jujur). dengan memberikan lebih ke arah tools dalam membuat keputusan etik. IDI (Ikatan Dokter Indonesia) memiliki sistem pengawasan dan penilaian pelaksanaan etik profesi. Selain itu. Pengetahuan etika ini dalam perkembangannya kemudian disebut sebagai etika biomedis. yaitu melalui lembaga kepengurusan pusat. terutama apabila teladan yang diberikan para seniornya bertolak belakang dengan situasi ideal dalam pendidikan. Etika biomedis memberi pedoman bagi para tenaga medis dalam membuat keputusan klinis yang etis (clinical ethics) dan pedoman dalam melakukan penelitian di bidang medis. di tingkat sarana kesehatan (rumah sakit) didirikan Komite Medis dengan Panitia Etik di dalamnya. yang akan mengawasi pelaksanaan etik dan standar profesi di rumah sakit. Kode Etik Kedokteran Indonesia dibuat dengan mengacu kepada Kode Etik Kedokteran Internasional. Selanjutnya. Nilai-nilai materialisme yang dianut masyarakat harus dapat dibendung dengan memberikan latihan dan teladan yang menunjukkan sikap etis dan profesional dokter. Pada dasarnya. wilayah dan cabang. serta sikap altruisme (pengabdian profesi). serta lembaga MKEK (Majelis Kehormatan Etik Kedokteran) di tingkat pusat. seperti autonomy (menghormati hak pasien. arahan dalam menilai baik-buruknya atau benar-salahnya suatu keputusan atau tindakan medis dilihat dari segi moral. Tentu saja kita pahami bahwa pendidikan etik belum tentu dapat mengubah perilaku etis seseorang. memberikan banyak latihan. dan lebih banyak dipaparkan dalam berbagai situasi-kondisi etik-klinik tertentu (clinical ethics).

Sanksi tersebut diberikan oleh MKEK setelah dalam rapat/sidangnya dibuktikan bahwa dokter tersebut melanggar etik (profesi) kedokteran. .profesi. dalam bentuk peringatan hingga ke bentuk yang lebih berat seperti kewajiban menjalani pendidikan / pelatihan tertentu (bila akibat kurang kompeten) dan pencabutan haknya berpraktik profesi.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->