Islam mengatur semua sendi-sendi kehidupan di dunia ini, agar manusia selamat di dunia dan di akherat.

Suatu karunia yang tak terhingga bahwa Allah berkenan menurunkan pedoman hidup bagi manusia, agar mereka mendapatkan kebahagiaan sejati. Alangkah ruginya jika kita tidak mentaatinya. Berikut ini adalah uraian tentang bagaimana seorang anak seharusnya bersikap kepada kedua orangtuanya. A. Ketika Orangtua Masih Hidup 1. Menaati mereka selama tidak mendurhakai Allah Ta’ala. Menaati kedua orangtua hukumnya wajib atas setiap muslim, sedang mendurhakai keduanya merupakan perbuatan yang diharamkan, kecuali jika mereka menyuruh untuk menyekutukan Allah Ta’ala (berbuat syirik) atau bermaksiat kepadaNya. Allah Ta’ala berfirman, artinya, “Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, ….” (QS.Luqman: 15). Anda juga dapat membaca hal yang sama dalam Surat Al Israa’ ayat 23-24 serta Ash Shaaffat ayat 102. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Tidak ada ketaatan untuk mendurhakai Allah. Sesungguhnya ketaatan itu hanya dalam melakukan kebaikan”. (HR. Al-Bukhari) Adapun contoh ketaatan anak kepada orangtuanya dapat diwujudkan dalam bentuk: a. Apabila orang tua meminta makan maka anak wajib memberikan makan. b. Apabila orang tua butuh dilayani maka anak waji melayani. c. Apabila orang tua membutuhkan pakaian maka anak wajib membelikannya. d. Jika anak dipanggil maka wajib segera datang. e. Perintah apapun asal bukan maksiat maka wajib dilaksanakan. 2. Berbakti dan merendahkan diri di hadapan kedua orangtua Allah Ta’ala berfirman, artinya, “…dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia. Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah, ‘Wahai Rabbku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil’.” (QS. Al-Israa’: 23-24) Anda akan mendapati ayat serupa dalam Al Baqarah ayat 83, An Nisaa’ ayat 36, Al An’aam ayat 151, Al ‘Ankabuut ayat 8, Lukman ayat 14, Al Ahqaaf ayat 15 Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Sungguh merugi, sungguh merugi, dan sungguh merugi orang yang mendapatkan kedua orangtuanya yang sudah renta atau salah seorang dari mereka kemudian hal itu tidak dapat memasukkannya ke dalam surga.” (HR. Muslim) . Di antara bakti terhadap kedua orangtua adalah menjauhkan ucapan dan perbuatan yang dapat menyakiti mereka, walaupun berupa isyarat atau dengan ucapan ‘ah’, tidak mengeraskan suara melebihi suara mereka. Rendahkanlah diri di hadapan keduanya dengan cara mendahulukan segala urusan mereka. Wujud lain sebagai pernyataan anak berbakti dan merendahkan diri kepada orangtuanya adalah: a. Jangan memanggil orang tua dengan namanya. b. Apabila berjalan tidak boleh mendahului orang tua (jika berjalan bersama). c. Anak wajib ridho terhadap sesuatu yang terjadi / yang ada pada dirinya . * Sesuatu yang membuat kita senang beritahukan kepada orang tua agar senang, tetapi jika sesuatu membuat kita sedih jangan diberitahukan pada orang tua.

terutama jika hal tersebut merupakan hasil jerih payah sendiri. dan masih banyak hadits yang semakna dengan hadits tersebut. “Siapa yang paling berhak mendapatkan perlakuan baik dariku?” beliau menjawab. “Ibumu. Memberikan nafkah kepada orangtua Beberapa ayat dalam Al Qur’an yang membahas tentang hal ini adalah Al Baqarah ayat 15 dan Ar Rum ayat 38. ‘Kemudian siapa lagi?’ Beliau kembali menjawab. ‘Apakah kamu masih mempunyai kedua orangtua?’ Laki-laki tersebut menjawab. Berbicara lemah lembut di hadapan mereka Bergaul dengan orangtua dengan cara yang baik.” (HR. “Kamu dan hartamu adalah milik ayahmu. Lebih-lebih jika kondisi keduanya sudah renta. 5. Seorang laki-laki datang kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan bertanya. anaknya dan istrinya. Dia mencaci maki ayah orang lain kemudian orang tersebut membalas mencaci maki orangtuanya. 6. Alasannya.” Lelaki itu bertanya lagi. Yaitu dengan memuliakan mereka. 10. maka wajib bagi seorang anak untuk memenuhi sumpah keduanya karena hal itu termasuk hak mereka. apa ada orang yang mencaci maki orangtuanya?’ Beliau menjawab. al-Bukhari dan Muslim). 9. memeliharanya ketika kecil. “Ibumu”. Izin kepada orangtua diperlukan untuk jihad yang belum ditentukan (kewajibannya untuk dirinya-pent). al-Bukhari dan Muslim) Hadits di atas tidak bermakna lebih menaati ibu daripada ayah. dan lain sebagainya. “Ayahku ingin mengambil hartaku”. ‘Masih’. serta telah berbuat baik kepadanya. Ahmad. antara lain adalah dengan berbicara yang lemah lembut kepada keduanya. 8. Lalu siapa lagi? Tanyanya. Menyediakan makanan untuk mereka Hal ini juga termasuk bentuk bakti kepada kedua orang tua. menunaikan janji-janji (orang tua) kepada mereka. . “Ibumu”. al-Bukhari dan Muslim) Terkadang perbuatan tersebut tidak dirasakan oleh seorang anak. “Wahai Rasulullah apakah aku boleh ikut berjihad?” Beliau balik bertanya. mereka disediakan makanan dan minuman yang terbaik dan lebih mendahulukan mereka berdua dari pada dirinya. hendaknya seseorang jangan bersikap bakhil (kikir) terhadap orang yang menyebabkan keberadaan dirinya. Sudah seyogyanya. Mendahulukan berbakti kepada ibu daripada ayah Seorang lelaki pernah bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. dan Ibnu Majah). ibu sendiri diwajibkan taat kepada suaminya. Oleh sebab itu. Lelaki itu kembali bertanya.” jawab beliau. Beliau bersabda. Dia mencaci maki ibu orang lain lalu orang itu membalas mencaci maki ibunya. ‘Ya Rasulullah. dan dilakukan dengan bergurau padahal hal ini merupakan perbuatan dosa besar.” (HR.” Para sahabat bertanya. ‘Berjihadlah (dengan cara berbakti) kepada keduanya’. Memenuhi sumpah/Nazar kedua orangtua Jika kedua orang tua bersumpah untuk suatu perkara tertentu yang di dalamnya tidak terdapat perbuatan maksiat.3. 7. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda. Tawadlu (rendah hati) kepada keduanya merupakan suatu hal yang wajib bagi anak.” (HR. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda. 4. Hendaknya seseorang membuat kedua orang tuanya ridha dengan berbuat baik kepada orang-orang yang mereka cintai. Membuat keduanya ridha dengan berbuat baik kepada orang-orang yang dicintainya. “Termasuk dosa besar adalah seseorang mencaci maki orangtuanya. Abu Dawud. menyambung tali silaturrahim dengan mereka. Tidak Mencaci maki kedua orangtua. Meminta izin kepada mereka sebelum berjihad dan pergi untuk urusan lainnya. “Ayahmu.” (HR. “Kemudian siapa lagi?” Beliau menjawab. “ Ada. Sebab. menaati ayah lebih didahulukan jika keduanya menyuruh pada waktu yang sama dan dalam hal yang dibolehkan syari’at. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda kepada seorang laki-laki ketika ia berkata.

Mendoakan kedua orang tua Ayat Al Qur’an yang membahas tentang kewajiban anak mendoakan keduanya adalah Ibrahim ayat 41. 4. 13. maka sambunglah tali silaturrahim dengan saudara-saudara ayahnya setelah ia meninggal”. Uraian lebih rinci adalah seperti uraian di bawah ini. Rasulullah bersabda bahwa sesungguhnya ketika seorang hamba . “Sesungguhnya bakti anak yang terbaik adalah seorang anak yang menyambung tali persahabatan dengan keluarga teman ayahnya setelah ayahnya meninggal”. Di antara hadits yang menunjukkan hal tersebut adalah kisah tiga orang yang terjebak di dalam gua lalu mereka tidak bisa keluar kemudian mereka bertawasul dengan amal baik mereka. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda. Menunaikan janji dan wasiat kedua orang tua yang belum terpenuhi semasa hidup mereka yang sesuai dengan syariat. 3. ‘ada yang mendahulukan memberi susu untuk kedua orang tuanya. Mendengar keluhan itu Rasulullah menyatakan bahwa berbuat baik kepada kedua orangtua ada dua macam. pahala akan terus mengalir kepada mereka berdua apabila amal baik tersebut dilanjutkan. 3) melanjutkan kebaikkan yang selama ini dilakukan oleh keduanya. karena merekalah orang yang paling utama untuk didoakan agar Allah Ta’ala mengampuni dosa-dosa mereka dan menerima amal baik mereka. Seorang sahabat menemui Rasulullah dan menyatakan penyesalannya bahwa selama orangtuanya masih hidup ia tidak sempat berbuat baik kepada bapakibunya. (HR. “Hak ayah lebih besar dan hak ibu patut untuk dipenuhi. B. walaupun anak dan istrinya membutuhkan’. Al Israa’ ayat 24 dan Nuh ayat 28. “Barang siapa yang ingin menyambung silaturrahim ayahnya yang ada dikuburannya. 6. dan 4) jika memungkinkan menziarahi makam keduanya. Ibnu Hibban). Menguburkan jenazah orang muslim harus disegerakan. 2. (HR. Mendoakan kedua orangtua Dalam sebuah hadist. Mungkin kita dapat menundanya untuk waktu yang tidak terlalu lama.” 11. Beristighfar (memohonkan ampun kepada Allah Ta’ala) untuk mereka berdua. Mendahulukan berbakti kepada kedua orang tua daripada berbuat baik kepada istri. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda. yaitu ketika mereka masih hidup dan ketika mereka sudah meninggal dunia. Mengurus jenazahnya dan banyak mendoakan keduanya. 12. Menyambung tali silaturrahim dengan kerabat Ibu dan Ayah. yaitu: 1) mendoakan keduanya. Sebab. Ada empat perkara yang dapat dilakukan oleh seorang anak untuk berbuat baik atau berbakti kepada orang tuanya. Ia sekarang menyesal karena merasa sudah tertutup baginya untuk berbuat baik kepada bapakibunya. Sebagian Ulama salaf berkata. 2) menjaga tali silaturahmi yang telah dijaga dan dirintis oleh kedua orang tua. Muslim) 5. Memelihara Orangtua Ayat Al Qur’an yang membahas tentang hal ini dapat anda jumpai dalam Al Israa’ ayat 23 dan Al Ahqaaf ayat 15. di antara amal mereka. karena hal ini merupakan bakti seorang anak kepada kedua orang tuanya. Memuliakan teman atau sahabat dekat kedua orang tua. tidak boleh ditunda-tunda. dan melanjutkan amal-amal baik yang pernah mereka kerjakan selama hidup mereka.Maksud ‘lebih mendahulukan berbuat baik kepada ibu’ dalam hadits tersebut adalah bersikap lebih halus dan lembut kepada ibu daripada ayah. 1. Ketika Orangtua Telah Meninggal Ada suatu dialog di zaman Rasulullah.

Agar kita terhindar dari perbuatan itu maka ada baiknya kita memahami bentuk-bentuk durhaka kepada orangtua. menghisap rokok. misalnya alat musik. Menyuruh orang tua h. Salah satu diantaranya adalah durhaka kepada kedua orangtua. orangtua dan kaum muslimin. Menyebutkan kejelekan orang tua di hadapan orang banyak atau mencemarkan nama baik orang tua i. Agar anak itu mendoakan orangtua baik ketika hidup maupun sudah meninggal. Membentak atau menghardik orang tua d. maka tentu saja orangtua harus menunaikan kewajibannya sebagai orangtua. b. Bukankah ketika kita berdoa. dll. Malu mengakui orang tuanya. Berkata ‘ah’ dan tidak memenuhi panggilan orang tua c. Tidak diragukan lagi. Oleh sebab itu.meninggal dunia maka putuslah segala amalnya kecuali: a) ilmu yang bermanfaat. Melaknak dan mencaci kedua orang tua e. bahkan termasuk kedurhakaan yang keji dan nista. Tidak boleh ditunda-tunda. kita diajarkan untuk mendoakan diri sendiri. merendahkan orang tua. anak angkat. tetapi juga anak tiri. Mendahulukan taat kepada istri daripada orang tua. kolot. mengatakan bodoh. k. Bermuka masam dan cemberut dihadapan orang tua. Bahkan ada sebagian orang dengan teganya mengusir ibunya demi menuruti kemauan istrinya. f. dilakukan dengan penuh perhitungan. j. Sebab sebab anak durhaka kepada orang tua adalah : . jika kita mengetahui orangtua kita meninggalkan hutang segera kita melunasinya jika kita mampu. b) amal jariyah. Diantara bentuk bentuk durhaka (uquq) adalah: a. Bakhil (pelit) tidak mengurusi orang tuanya bahkan lebih mementingkan yang lain dari pada mengurusi orang tuanya padahal orang tuanya sangat membutuhkan. sikap semacam ini adalah sikap yang amat tercela. Seandainya memberi nafkah pun. Jadi bagi mereka yang tidak ada mempunyai anak kandung tidak usah khawatir. 7. na’udzubillah. dll g. c) anak sholeh yang mendoakan keduanya. Ada dua perbuatan yang negatif yang akan segera dibalas oleh Allah di dunia. Memasukkan kemungkaran ke dalam rumah. Membayarkan hutang-hutang keduanya Hutang adalah salah satu hal yang harus segera ditunaikan ketika kita mampu membayarkan. Pengertian anak dalam hadist ini bukan sekadar anak kandung. Menimbulkan gangguan terhadap orang tua baik berupa perkataan (ucapan) ataupun perbuatan yang membuat orang tua sedih atau sakit hati. atau anak muslim. Sebagian orang merasa malu dengan keberadaan orang tua dan tempat tinggalnya ketika status sosialnya meningkat.

17:24) . Bapak dan ibunya dahulu pernah durhaka kepada orang tua sehingga dibalas oleh anaknya 5. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapa.” (Q. kasihilah mereka keduanya. dan janganlah kamu membunuh anak-anak kamu karena takut kemiskinan.S Al Israa. 6: 151). Jeleknya pendidikan orang tua dalam mendidik anak 3. 4: 36).or. (Q. http://nailaslife. anak-anak yatim. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri. Al-Qur’an yang suci sering mengingatkan kita sebagai anak untuk berbuat baik dan berbakti kepada orang tua kita dan menunjukkan kebaikan dalam berbagai bentuk kepada mereka.id Melalui ayat-ayatnya. “Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya.” (Q. di mana Allah SWT telah memerintahkan kita untuk selalu berbakti kepada orang tua kita dan menunjukkan kebaikan kepada mereka. dan janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) melainkan dengan sesuatu (sebab) yang benar.1.” Demikian itu yang diperintahkan kepadamu supaya kamu memahami(nya)”. (Q. “Katakanlah: “Marilah kubacakan apa yang diharamkan atas kamu oleh Tuhanmu yaitu: janganlah kamu mempersekutukan sesuatu dengan Dia.com Resensi Buku Islam: Birrul Walidain. Makarim Weblog Rahmat Blog: http://blog. tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh. ibnu sabil dan hamba sahayamu. sebagaimana kita mengharapkan anak-anak kita mau menerima dan menghormati kita sebagai orang tua mereka. Karena kebodohan 2.S Al Israa. Orang tua tidak membantu anak dalam berbuat kebajikan 6. orang-orang miskin. dan teman sejawat. “Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: “Wahai Tuhanku. dan janganlah kamu mendekati perbuatan-perbuatan yang keji. Jeleknya akhlak istri Bahan bacaan Naila’s life. Al-An’am.S. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu. “Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Bagaimanapun. baik yang nampak di antaranya maupun yang tersembunyi. An Nisaa. Tentu saja ini merupakan sebuah tantangan besar bagi kita sebagai manusia yang memiliki sifat ceroboh dan pelupa. maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia”. 17:23).re. sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil. Mari kita sama-sama untuk merenungkan ayat-ayat berikut. Kami akan memberi rezki kepadamu dan kepada mereka. berbuat baiklah terhadap kedua orang ibu bapa. kita harus tetap mencoba berusaha sebaik mungkin untuk menghormati kedua orang tua kita.multiple. karib-kerabat. orang tua menyuruh anak berbuat baik tapi orang tua tidak berbuat 4. Paradok.S.

“Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya. 29:8).” Dalam pernyataan ini.” Namun dalam sumpah dokter. Dalam Kode Etik Kedokteran Indonesia (KODEKI) tertulis : “Setiap dokter senantiasa mengingat akan kewajiban melindungi hidup makhluk insani. Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan Aku dengan sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu. kewajiban dokter terhadap penderita. Dan harus memenuhi beberapa ciri para dokter untuk menjadi profesional. yang dimaksud makhluk insani masih belum dapat ditentukan dengan jelas dan pasti. serta menyadari ketentuan hukum yang membatasi gerak. memegang teguh etika profesi. Kriteria perilaku profesional antara lain mencakup bertindak sesuai keahlian dan didukung oleh keterampilan. dan melahirkannya dengan susah payah (pula). menghormati terhadap hak-hak pasien. Hanya kepada-Ku-lah kembalimu. melaksanakan advokasi. . lalu Aku kabarkan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan”. Adapun permaslahan yang ditemukan pada skenario lima ini anatara lain : 1. mulai kapan awal kehidupan ditentukan. sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdoa: “Ya Tuhanku. (Q. dan menyapihnya dalam dua tahun. “Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapanya. tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai. ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah. yaitu kewajiban umum. dan kewajiban dokter terhadap teman sejawatnya. maka janganlah kamu mengikuti keduanya. ada beberapa kewajiban yang harus di laksanakan oleh seorang dokter. 46:15).S Luqman.” (Q. Bagaimana etika seorang dokter untuk menjadi dokter yang profesional ? Untuk menjadi dokter yang profasional berdasarkan etika kedokteran.tambah. Karena itu Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) masih mengadakan perundingan tentang lafal sumpah dokter Indonesia melalui hasil referendum dari anggota IDI untuk memilih apakah kata “mulai dari saat pembuahan” hendak dihilangkan atau diubah. terdapat pernyataan: “Saya akan menghormati setiap hidup insani mulai dari saat pembuahan. berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. ibunya mengandungnya dengan susah payah. menjamin keselamatan pasien. (Q. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri. Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan. 31:14). sehingga menimbulkan pertentangan.S Al-Ahqaf. hanya kepada-Kulah kembalimu.S. Bersyukurlah kepadaKu dan kepada dua orang ibu bapakmu. bermoral tinggi. kewajiban dokter terhadapan sejawatnya. Sikap etis profesional berarti bekerja sesuai standar. Al-Ankabut.“Dan Kami wajibkan manusia (berbuat) kebaikan kepada dua orang ibu-bapaknya.

Bahkan di dalam praktek kedokteran. atau sebaliknya norma hukum yang mengandung nilai-nilai etika. profesionalisme. atau semacam code of conduct bagi dokter. Sumpah tersebut berisikan kewajiban-kewajiban dokter dalam berperilaku dan bersikap. Keadaan menjadi semakin sulit sejak para ahli hukum menganggap bahwa standar prosedur dan standar pelayanan medis dianggap sebagai domain hukum. yang penegakannya dilaksanakan oleh penguasa pada waktu itu. Aspek etik kedokteran yang mencantumkan juga kewajiban memenuhi standar profesi mengakibatkan penilaian perilaku etik seseorang dokter yang diadukan tidak dapat dipisahkan dengan penilaian perilaku profesinya. Selanjutnya etik kedokteran muncul dalam bentuk lain. wajib simpan rahasia kedokteran. padahal selama ini profesi menganggap bahwa memenuhi standar profesi adalah bagian dari sikap etis dan sikap profesional. yaitu dalam bentuk sumpah dokter yang bunyinya bermacam-macam. dll. seperti pada informed consent. Kemungkinan terjadinya peningkatan ketidakpuasan pasien terhadap layanan dokter atau rumah sakit atau tenaga kesehatan lainnya dapat terjadi sebagai akibat dari (a) semakin tinggi pendidikan ratarata masyarakat sehingga membuat mereka lebih tahu tentang haknya dan lebih asertif. (b) semakin tingginya harapan masyarakat kepada layanan kedokteran sebagai hasil dari luasnya arus informasi. oleh karena banyaknya norma etik yang telah diangkat menjadi norma hukum. yang sering tumpang-tindih pada suatu issue tertentu. World Medical Association dalam Deklarasi Geneva pada tahun 1968 menelorkan sumpah dokter (dunia) dan Kode Etik Kedokteran Internasional. kewajiban terhadap pasien. dan (d) provokasi oleh ahli hukum dan oleh tenaga kesehatan sendiri. aspek etik seringkali tidak dapat dipisahkan dari aspek hukumnya. tetapi yang paling banyak dikenal adalah sumpah Hippocrates yang hidup sekitar 460-370 tahun SM. Kode Etik Kedokteran Internasional berisikan tentang kewajiban umum. Dengan demikian pelanggaran standar profesi dapat dinilai sebagai pelanggaran etik dan juga sekaligus pelanggaran hukum. kewajiban terhadap sesama dan kewajiban . (c) komersialisasi dan tingginya biaya layanan kedokteran dan kesehatan sehingga masyarakat semakin tidak toleran terhadap layanan yang tidak sempurna.Di dalam praktek kedokteran terdapat aspek etik dan aspek hukum yang sangat luas. Etik Profesi Kedokteran Etik profesi kedokteran mulai dikenal sejak 1800 tahun sebelum Masehi dalam bentuk Code of Hammurabi dan Code of Hittites. Etik yang memiliki sanksi moral dipaksa berbaur dengan keprofesian yang memiliki sanksi disiplin profesi yang bersifat administratif.

Pada dasarnya. sehingga cara berpikir etis tersebut diharapkan menjadi bagian pertimbangan dari pembuatan keputusan medis sehari-hari. Pendidikan etik kedokteran. dan lebih banyak dipaparkan dalam berbagai situasi-kondisi etik-klinik tertentu (clinical ethics). arahan dalam menilai baik-buruknya atau benar-salahnya suatu keputusan atau tindakan medis dilihat dari segi moral. Pengetahuan etika ini dalam perkembangannya kemudian disebut sebagai etika biomedis. Selain itu. dengan memberikan lebih ke arah tools dalam membuat keputusan etik. wilayah dan cabang. suatu norma etik adalah norma yang apabila dilanggar “hanya” akan membawa akibat sanksi moral bagi pelanggarnya. dianjurkan dimulai dini sejak tahun pertama pendidikan kedokteran. yang mengajarkan tentang etik profesi dan prinsip moral kedokteran. serta sikap altruisme (pengabdian profesi). seperti autonomy (menghormati hak pasien. terutama hak dalam memperoleh informasi dan hak membuat keputusan tentang apa yang akan dilakukan terhadap dirinya). Nilai-nilai materialisme yang dianut masyarakat harus dapat dibendung dengan memberikan latihan dan teladan yang menunjukkan sikap etis dan profesional dokter. Selain Kode Etik Profesi di atas. di tingkat sarana kesehatan (rumah sakit) didirikan Komite Medis dengan Panitia Etik di dalamnya. praktek kedokteran juga berpegang kepada prinsip-prinsip moral kedokteran. Kode Etik Kedokteran Indonesia dibuat dengan mengacu kepada Kode Etik Kedokteran Internasional. wilayah dan cabang. beneficence (melakukan tindakan untuk kebaikan pasien). Etika biomedis memberi pedoman bagi para tenaga medis dalam membuat keputusan klinis yang etis (clinical ethics) dan pedoman dalam melakukan penelitian di bidang medis. Selanjutnya. Bahkan di tingkat perhimpunan rumah sakit didirikan pula Majelis Kehormatan Etik Rumah Sakit (Makersi). prinsip-prinsip moral yang dijadikan arahan dalam membuat keputusan dan bertindak. IDI (Ikatan Dokter Indonesia) memiliki sistem pengawasan dan penilaian pelaksanaan etik profesi. yang akan mengawasi pelaksanaan etik dan standar profesi di rumah sakit. Namun suatu pelanggaran etik profesi dapat dikenai sanksi disiplin . serta lembaga MKEK (Majelis Kehormatan Etik Kedokteran) di tingkat pusat. yaitu melalui lembaga kepengurusan pusat.terhadap diri sendiri. terutama apabila teladan yang diberikan para seniornya bertolak belakang dengan situasi ideal dalam pendidikan. non maleficence (tidak melakukan perbuatan yang memperburuk pasien) dan justice (bersikap adil dan jujur). memberikan banyak latihan. Tentu saja kita pahami bahwa pendidikan etik belum tentu dapat mengubah perilaku etis seseorang.

dalam bentuk peringatan hingga ke bentuk yang lebih berat seperti kewajiban menjalani pendidikan / pelatihan tertentu (bila akibat kurang kompeten) dan pencabutan haknya berpraktik profesi. . Sanksi tersebut diberikan oleh MKEK setelah dalam rapat/sidangnya dibuktikan bahwa dokter tersebut melanggar etik (profesi) kedokteran.profesi.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful