Islam mengatur semua sendi-sendi kehidupan di dunia ini, agar manusia selamat di dunia dan di akherat.

Suatu karunia yang tak terhingga bahwa Allah berkenan menurunkan pedoman hidup bagi manusia, agar mereka mendapatkan kebahagiaan sejati. Alangkah ruginya jika kita tidak mentaatinya. Berikut ini adalah uraian tentang bagaimana seorang anak seharusnya bersikap kepada kedua orangtuanya. A. Ketika Orangtua Masih Hidup 1. Menaati mereka selama tidak mendurhakai Allah Ta’ala. Menaati kedua orangtua hukumnya wajib atas setiap muslim, sedang mendurhakai keduanya merupakan perbuatan yang diharamkan, kecuali jika mereka menyuruh untuk menyekutukan Allah Ta’ala (berbuat syirik) atau bermaksiat kepadaNya. Allah Ta’ala berfirman, artinya, “Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, ….” (QS.Luqman: 15). Anda juga dapat membaca hal yang sama dalam Surat Al Israa’ ayat 23-24 serta Ash Shaaffat ayat 102. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Tidak ada ketaatan untuk mendurhakai Allah. Sesungguhnya ketaatan itu hanya dalam melakukan kebaikan”. (HR. Al-Bukhari) Adapun contoh ketaatan anak kepada orangtuanya dapat diwujudkan dalam bentuk: a. Apabila orang tua meminta makan maka anak wajib memberikan makan. b. Apabila orang tua butuh dilayani maka anak waji melayani. c. Apabila orang tua membutuhkan pakaian maka anak wajib membelikannya. d. Jika anak dipanggil maka wajib segera datang. e. Perintah apapun asal bukan maksiat maka wajib dilaksanakan. 2. Berbakti dan merendahkan diri di hadapan kedua orangtua Allah Ta’ala berfirman, artinya, “…dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia. Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah, ‘Wahai Rabbku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil’.” (QS. Al-Israa’: 23-24) Anda akan mendapati ayat serupa dalam Al Baqarah ayat 83, An Nisaa’ ayat 36, Al An’aam ayat 151, Al ‘Ankabuut ayat 8, Lukman ayat 14, Al Ahqaaf ayat 15 Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Sungguh merugi, sungguh merugi, dan sungguh merugi orang yang mendapatkan kedua orangtuanya yang sudah renta atau salah seorang dari mereka kemudian hal itu tidak dapat memasukkannya ke dalam surga.” (HR. Muslim) . Di antara bakti terhadap kedua orangtua adalah menjauhkan ucapan dan perbuatan yang dapat menyakiti mereka, walaupun berupa isyarat atau dengan ucapan ‘ah’, tidak mengeraskan suara melebihi suara mereka. Rendahkanlah diri di hadapan keduanya dengan cara mendahulukan segala urusan mereka. Wujud lain sebagai pernyataan anak berbakti dan merendahkan diri kepada orangtuanya adalah: a. Jangan memanggil orang tua dengan namanya. b. Apabila berjalan tidak boleh mendahului orang tua (jika berjalan bersama). c. Anak wajib ridho terhadap sesuatu yang terjadi / yang ada pada dirinya . * Sesuatu yang membuat kita senang beritahukan kepada orang tua agar senang, tetapi jika sesuatu membuat kita sedih jangan diberitahukan pada orang tua.

“Siapa yang paling berhak mendapatkan perlakuan baik dariku?” beliau menjawab. 10. 8. dan Ibnu Majah). Membuat keduanya ridha dengan berbuat baik kepada orang-orang yang dicintainya. Mendahulukan berbakti kepada ibu daripada ayah Seorang lelaki pernah bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Oleh sebab itu. al-Bukhari dan Muslim). Memberikan nafkah kepada orangtua Beberapa ayat dalam Al Qur’an yang membahas tentang hal ini adalah Al Baqarah ayat 15 dan Ar Rum ayat 38. Memenuhi sumpah/Nazar kedua orangtua Jika kedua orang tua bersumpah untuk suatu perkara tertentu yang di dalamnya tidak terdapat perbuatan maksiat. Berbicara lemah lembut di hadapan mereka Bergaul dengan orangtua dengan cara yang baik. “Kamu dan hartamu adalah milik ayahmu. Tidak Mencaci maki kedua orangtua. al-Bukhari dan Muslim) Terkadang perbuatan tersebut tidak dirasakan oleh seorang anak. maka wajib bagi seorang anak untuk memenuhi sumpah keduanya karena hal itu termasuk hak mereka. “Ibumu”. ‘Apakah kamu masih mempunyai kedua orangtua?’ Laki-laki tersebut menjawab. 7. . “Ayahku ingin mengambil hartaku”. “Wahai Rasulullah apakah aku boleh ikut berjihad?” Beliau balik bertanya. “Kemudian siapa lagi?” Beliau menjawab. Sebab. 5. ‘Ya Rasulullah. serta telah berbuat baik kepadanya. “Ayahmu. “Termasuk dosa besar adalah seseorang mencaci maki orangtuanya. 9. Beliau bersabda. hendaknya seseorang jangan bersikap bakhil (kikir) terhadap orang yang menyebabkan keberadaan dirinya.” Para sahabat bertanya.” (HR. Alasannya.” (HR. Menyediakan makanan untuk mereka Hal ini juga termasuk bentuk bakti kepada kedua orang tua. dan lain sebagainya. Meminta izin kepada mereka sebelum berjihad dan pergi untuk urusan lainnya. Dia mencaci maki ibu orang lain lalu orang itu membalas mencaci maki ibunya. Hendaknya seseorang membuat kedua orang tuanya ridha dengan berbuat baik kepada orang-orang yang mereka cintai. Ahmad. ‘Kemudian siapa lagi?’ Beliau kembali menjawab. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda.3.” (HR. 4. terutama jika hal tersebut merupakan hasil jerih payah sendiri. al-Bukhari dan Muslim) Hadits di atas tidak bermakna lebih menaati ibu daripada ayah. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda kepada seorang laki-laki ketika ia berkata. “Ibumu. ‘Berjihadlah (dengan cara berbakti) kepada keduanya’. antara lain adalah dengan berbicara yang lemah lembut kepada keduanya. menaati ayah lebih didahulukan jika keduanya menyuruh pada waktu yang sama dan dalam hal yang dibolehkan syari’at. Tawadlu (rendah hati) kepada keduanya merupakan suatu hal yang wajib bagi anak. “ Ada. Izin kepada orangtua diperlukan untuk jihad yang belum ditentukan (kewajibannya untuk dirinya-pent). Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda. menunaikan janji-janji (orang tua) kepada mereka.” jawab beliau. Lelaki itu kembali bertanya.” (HR. Lalu siapa lagi? Tanyanya. Lebih-lebih jika kondisi keduanya sudah renta. Sudah seyogyanya. memeliharanya ketika kecil. ‘Masih’. Seorang laki-laki datang kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan bertanya. Dia mencaci maki ayah orang lain kemudian orang tersebut membalas mencaci maki orangtuanya. Yaitu dengan memuliakan mereka. mereka disediakan makanan dan minuman yang terbaik dan lebih mendahulukan mereka berdua dari pada dirinya. apa ada orang yang mencaci maki orangtuanya?’ Beliau menjawab. ibu sendiri diwajibkan taat kepada suaminya. Abu Dawud. “Ibumu”. menyambung tali silaturrahim dengan mereka. 6. anaknya dan istrinya. dan masih banyak hadits yang semakna dengan hadits tersebut.” Lelaki itu bertanya lagi. dan dilakukan dengan bergurau padahal hal ini merupakan perbuatan dosa besar.

karena hal ini merupakan bakti seorang anak kepada kedua orang tuanya. Al Israa’ ayat 24 dan Nuh ayat 28. maka sambunglah tali silaturrahim dengan saudara-saudara ayahnya setelah ia meninggal”. Mungkin kita dapat menundanya untuk waktu yang tidak terlalu lama. Mendoakan kedua orangtua Dalam sebuah hadist. (HR. 3. 3) melanjutkan kebaikkan yang selama ini dilakukan oleh keduanya. 2. Beristighfar (memohonkan ampun kepada Allah Ta’ala) untuk mereka berdua. tidak boleh ditunda-tunda. Di antara hadits yang menunjukkan hal tersebut adalah kisah tiga orang yang terjebak di dalam gua lalu mereka tidak bisa keluar kemudian mereka bertawasul dengan amal baik mereka. Mendahulukan berbakti kepada kedua orang tua daripada berbuat baik kepada istri. walaupun anak dan istrinya membutuhkan’. Menyambung tali silaturrahim dengan kerabat Ibu dan Ayah. 1. “Barang siapa yang ingin menyambung silaturrahim ayahnya yang ada dikuburannya. Ibnu Hibban). “Hak ayah lebih besar dan hak ibu patut untuk dipenuhi. karena merekalah orang yang paling utama untuk didoakan agar Allah Ta’ala mengampuni dosa-dosa mereka dan menerima amal baik mereka. 12. 13. dan 4) jika memungkinkan menziarahi makam keduanya. Ketika Orangtua Telah Meninggal Ada suatu dialog di zaman Rasulullah. Rasulullah bersabda bahwa sesungguhnya ketika seorang hamba . Muslim) 5. 2) menjaga tali silaturahmi yang telah dijaga dan dirintis oleh kedua orang tua. Sebab. Seorang sahabat menemui Rasulullah dan menyatakan penyesalannya bahwa selama orangtuanya masih hidup ia tidak sempat berbuat baik kepada bapakibunya. Mendengar keluhan itu Rasulullah menyatakan bahwa berbuat baik kepada kedua orangtua ada dua macam. Menguburkan jenazah orang muslim harus disegerakan. 4. Memuliakan teman atau sahabat dekat kedua orang tua. Uraian lebih rinci adalah seperti uraian di bawah ini. di antara amal mereka. Ada empat perkara yang dapat dilakukan oleh seorang anak untuk berbuat baik atau berbakti kepada orang tuanya.Maksud ‘lebih mendahulukan berbuat baik kepada ibu’ dalam hadits tersebut adalah bersikap lebih halus dan lembut kepada ibu daripada ayah. 6. Mengurus jenazahnya dan banyak mendoakan keduanya. pahala akan terus mengalir kepada mereka berdua apabila amal baik tersebut dilanjutkan. (HR. Mendoakan kedua orang tua Ayat Al Qur’an yang membahas tentang kewajiban anak mendoakan keduanya adalah Ibrahim ayat 41. Ia sekarang menyesal karena merasa sudah tertutup baginya untuk berbuat baik kepada bapakibunya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda. B. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda. “Sesungguhnya bakti anak yang terbaik adalah seorang anak yang menyambung tali persahabatan dengan keluarga teman ayahnya setelah ayahnya meninggal”. Memelihara Orangtua Ayat Al Qur’an yang membahas tentang hal ini dapat anda jumpai dalam Al Israa’ ayat 23 dan Al Ahqaaf ayat 15. Sebagian Ulama salaf berkata. yaitu ketika mereka masih hidup dan ketika mereka sudah meninggal dunia.” 11. Menunaikan janji dan wasiat kedua orang tua yang belum terpenuhi semasa hidup mereka yang sesuai dengan syariat. dan melanjutkan amal-amal baik yang pernah mereka kerjakan selama hidup mereka. yaitu: 1) mendoakan keduanya. ‘ada yang mendahulukan memberi susu untuk kedua orang tuanya.

Berkata ‘ah’ dan tidak memenuhi panggilan orang tua c. Bukankah ketika kita berdoa. c) anak sholeh yang mendoakan keduanya. b. Mendahulukan taat kepada istri daripada orang tua. misalnya alat musik. j. maka tentu saja orangtua harus menunaikan kewajibannya sebagai orangtua. Bermuka masam dan cemberut dihadapan orang tua. merendahkan orang tua. Ada dua perbuatan yang negatif yang akan segera dibalas oleh Allah di dunia. Membentak atau menghardik orang tua d. dll g. k. Menimbulkan gangguan terhadap orang tua baik berupa perkataan (ucapan) ataupun perbuatan yang membuat orang tua sedih atau sakit hati. Pengertian anak dalam hadist ini bukan sekadar anak kandung. sikap semacam ini adalah sikap yang amat tercela. Bakhil (pelit) tidak mengurusi orang tuanya bahkan lebih mementingkan yang lain dari pada mengurusi orang tuanya padahal orang tuanya sangat membutuhkan. dll. Jadi bagi mereka yang tidak ada mempunyai anak kandung tidak usah khawatir. dilakukan dengan penuh perhitungan. orangtua dan kaum muslimin. kolot. f. anak angkat. Menyuruh orang tua h. Menyebutkan kejelekan orang tua di hadapan orang banyak atau mencemarkan nama baik orang tua i. Tidak boleh ditunda-tunda. na’udzubillah. tetapi juga anak tiri. Agar anak itu mendoakan orangtua baik ketika hidup maupun sudah meninggal. Membayarkan hutang-hutang keduanya Hutang adalah salah satu hal yang harus segera ditunaikan ketika kita mampu membayarkan. atau anak muslim. kita diajarkan untuk mendoakan diri sendiri. Memasukkan kemungkaran ke dalam rumah. Melaknak dan mencaci kedua orang tua e. Seandainya memberi nafkah pun. bahkan termasuk kedurhakaan yang keji dan nista. Diantara bentuk bentuk durhaka (uquq) adalah: a. b) amal jariyah.meninggal dunia maka putuslah segala amalnya kecuali: a) ilmu yang bermanfaat. Bahkan ada sebagian orang dengan teganya mengusir ibunya demi menuruti kemauan istrinya. Salah satu diantaranya adalah durhaka kepada kedua orangtua. Sebab sebab anak durhaka kepada orang tua adalah : . 7. menghisap rokok. Tidak diragukan lagi. jika kita mengetahui orangtua kita meninggalkan hutang segera kita melunasinya jika kita mampu. Agar kita terhindar dari perbuatan itu maka ada baiknya kita memahami bentuk-bentuk durhaka kepada orangtua. mengatakan bodoh. Sebagian orang merasa malu dengan keberadaan orang tua dan tempat tinggalnya ketika status sosialnya meningkat. Oleh sebab itu. Malu mengakui orang tuanya.

6: 151). dan janganlah kamu membunuh anak-anak kamu karena takut kemiskinan.or. Jeleknya pendidikan orang tua dalam mendidik anak 3. berbuat baiklah terhadap kedua orang ibu bapa. karib-kerabat. dan teman sejawat. orang-orang miskin. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapa.” (Q. baik yang nampak di antaranya maupun yang tersembunyi. dan janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) melainkan dengan sesuatu (sebab) yang benar. ibnu sabil dan hamba sahayamu. sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil. Al-An’am. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri. (Q. (Q. maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia”.S. Al-Qur’an yang suci sering mengingatkan kita sebagai anak untuk berbuat baik dan berbakti kepada orang tua kita dan menunjukkan kebaikan dalam berbagai bentuk kepada mereka.S Al Israa.” (Q. Tentu saja ini merupakan sebuah tantangan besar bagi kita sebagai manusia yang memiliki sifat ceroboh dan pelupa.com Resensi Buku Islam: Birrul Walidain. di mana Allah SWT telah memerintahkan kita untuk selalu berbakti kepada orang tua kita dan menunjukkan kebaikan kepada mereka. kita harus tetap mencoba berusaha sebaik mungkin untuk menghormati kedua orang tua kita.S Al Israa. tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh. Makarim Weblog Rahmat Blog: http://blog. “Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Paradok. Mari kita sama-sama untuk merenungkan ayat-ayat berikut. 17:24) .S.multiple. anak-anak yatim. An Nisaa.id Melalui ayat-ayatnya. Kami akan memberi rezki kepadamu dan kepada mereka. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu. “Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Jeleknya akhlak istri Bahan bacaan Naila’s life. “Katakanlah: “Marilah kubacakan apa yang diharamkan atas kamu oleh Tuhanmu yaitu: janganlah kamu mempersekutukan sesuatu dengan Dia. 4: 36). dan janganlah kamu mendekati perbuatan-perbuatan yang keji. Orang tua tidak membantu anak dalam berbuat kebajikan 6.1.re. Bapak dan ibunya dahulu pernah durhaka kepada orang tua sehingga dibalas oleh anaknya 5. Bagaimanapun. orang tua menyuruh anak berbuat baik tapi orang tua tidak berbuat 4. sebagaimana kita mengharapkan anak-anak kita mau menerima dan menghormati kita sebagai orang tua mereka. kasihilah mereka keduanya. Karena kebodohan 2. “Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: “Wahai Tuhanku. http://nailaslife. 17:23).” Demikian itu yang diperintahkan kepadamu supaya kamu memahami(nya)”.

Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan. mulai kapan awal kehidupan ditentukan. memegang teguh etika profesi. Bersyukurlah kepadaKu dan kepada dua orang ibu bapakmu. terdapat pernyataan: “Saya akan menghormati setiap hidup insani mulai dari saat pembuahan. hanya kepada-Kulah kembalimu. “Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapanya. Dalam Kode Etik Kedokteran Indonesia (KODEKI) tertulis : “Setiap dokter senantiasa mengingat akan kewajiban melindungi hidup makhluk insani. menjamin keselamatan pasien. ada beberapa kewajiban yang harus di laksanakan oleh seorang dokter.S. . sehingga menimbulkan pertentangan. ibunya mengandungnya dengan susah payah.tambah. Al-Ankabut. 46:15). Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri. dan menyapihnya dalam dua tahun. Bagaimana etika seorang dokter untuk menjadi dokter yang profesional ? Untuk menjadi dokter yang profasional berdasarkan etika kedokteran. Kriteria perilaku profesional antara lain mencakup bertindak sesuai keahlian dan didukung oleh keterampilan. maka janganlah kamu mengikuti keduanya. berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. kewajiban dokter terhadap penderita. dan melahirkannya dengan susah payah (pula). yaitu kewajiban umum. 31:14). Sikap etis profesional berarti bekerja sesuai standar. lalu Aku kabarkan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan”. ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah. Karena itu Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) masih mengadakan perundingan tentang lafal sumpah dokter Indonesia melalui hasil referendum dari anggota IDI untuk memilih apakah kata “mulai dari saat pembuahan” hendak dihilangkan atau diubah. Adapun permaslahan yang ditemukan pada skenario lima ini anatara lain : 1. tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai. (Q. bermoral tinggi.” (Q.S Luqman.” Dalam pernyataan ini. Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan Aku dengan sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu. Dan harus memenuhi beberapa ciri para dokter untuk menjadi profesional.“Dan Kami wajibkan manusia (berbuat) kebaikan kepada dua orang ibu-bapaknya. menghormati terhadap hak-hak pasien.S Al-Ahqaf. dan kewajiban dokter terhadap teman sejawatnya. Hanya kepada-Ku-lah kembalimu.” Namun dalam sumpah dokter. serta menyadari ketentuan hukum yang membatasi gerak. sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdoa: “Ya Tuhanku. kewajiban dokter terhadapan sejawatnya. yang dimaksud makhluk insani masih belum dapat ditentukan dengan jelas dan pasti. melaksanakan advokasi. 29:8). “Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya. (Q.

dll. wajib simpan rahasia kedokteran. aspek etik seringkali tidak dapat dipisahkan dari aspek hukumnya. yaitu dalam bentuk sumpah dokter yang bunyinya bermacam-macam.Di dalam praktek kedokteran terdapat aspek etik dan aspek hukum yang sangat luas. Sumpah tersebut berisikan kewajiban-kewajiban dokter dalam berperilaku dan bersikap. Bahkan di dalam praktek kedokteran. dan (d) provokasi oleh ahli hukum dan oleh tenaga kesehatan sendiri. yang penegakannya dilaksanakan oleh penguasa pada waktu itu. yang sering tumpang-tindih pada suatu issue tertentu. atau semacam code of conduct bagi dokter. profesionalisme. Dengan demikian pelanggaran standar profesi dapat dinilai sebagai pelanggaran etik dan juga sekaligus pelanggaran hukum. tetapi yang paling banyak dikenal adalah sumpah Hippocrates yang hidup sekitar 460-370 tahun SM. Kode Etik Kedokteran Internasional berisikan tentang kewajiban umum. Kemungkinan terjadinya peningkatan ketidakpuasan pasien terhadap layanan dokter atau rumah sakit atau tenaga kesehatan lainnya dapat terjadi sebagai akibat dari (a) semakin tinggi pendidikan ratarata masyarakat sehingga membuat mereka lebih tahu tentang haknya dan lebih asertif. Selanjutnya etik kedokteran muncul dalam bentuk lain. kewajiban terhadap sesama dan kewajiban . (b) semakin tingginya harapan masyarakat kepada layanan kedokteran sebagai hasil dari luasnya arus informasi. (c) komersialisasi dan tingginya biaya layanan kedokteran dan kesehatan sehingga masyarakat semakin tidak toleran terhadap layanan yang tidak sempurna. Etik yang memiliki sanksi moral dipaksa berbaur dengan keprofesian yang memiliki sanksi disiplin profesi yang bersifat administratif. Etik Profesi Kedokteran Etik profesi kedokteran mulai dikenal sejak 1800 tahun sebelum Masehi dalam bentuk Code of Hammurabi dan Code of Hittites. Keadaan menjadi semakin sulit sejak para ahli hukum menganggap bahwa standar prosedur dan standar pelayanan medis dianggap sebagai domain hukum. Aspek etik kedokteran yang mencantumkan juga kewajiban memenuhi standar profesi mengakibatkan penilaian perilaku etik seseorang dokter yang diadukan tidak dapat dipisahkan dengan penilaian perilaku profesinya. atau sebaliknya norma hukum yang mengandung nilai-nilai etika. oleh karena banyaknya norma etik yang telah diangkat menjadi norma hukum. kewajiban terhadap pasien. padahal selama ini profesi menganggap bahwa memenuhi standar profesi adalah bagian dari sikap etis dan sikap profesional. World Medical Association dalam Deklarasi Geneva pada tahun 1968 menelorkan sumpah dokter (dunia) dan Kode Etik Kedokteran Internasional. seperti pada informed consent.

Pada dasarnya. Selain Kode Etik Profesi di atas. Selanjutnya. yang akan mengawasi pelaksanaan etik dan standar profesi di rumah sakit. sehingga cara berpikir etis tersebut diharapkan menjadi bagian pertimbangan dari pembuatan keputusan medis sehari-hari. arahan dalam menilai baik-buruknya atau benar-salahnya suatu keputusan atau tindakan medis dilihat dari segi moral. yang mengajarkan tentang etik profesi dan prinsip moral kedokteran. Etika biomedis memberi pedoman bagi para tenaga medis dalam membuat keputusan klinis yang etis (clinical ethics) dan pedoman dalam melakukan penelitian di bidang medis. suatu norma etik adalah norma yang apabila dilanggar “hanya” akan membawa akibat sanksi moral bagi pelanggarnya. wilayah dan cabang. IDI (Ikatan Dokter Indonesia) memiliki sistem pengawasan dan penilaian pelaksanaan etik profesi. praktek kedokteran juga berpegang kepada prinsip-prinsip moral kedokteran. Pendidikan etik kedokteran. Pengetahuan etika ini dalam perkembangannya kemudian disebut sebagai etika biomedis. Bahkan di tingkat perhimpunan rumah sakit didirikan pula Majelis Kehormatan Etik Rumah Sakit (Makersi). dengan memberikan lebih ke arah tools dalam membuat keputusan etik. wilayah dan cabang. dan lebih banyak dipaparkan dalam berbagai situasi-kondisi etik-klinik tertentu (clinical ethics). Selain itu. serta sikap altruisme (pengabdian profesi). yaitu melalui lembaga kepengurusan pusat.terhadap diri sendiri. serta lembaga MKEK (Majelis Kehormatan Etik Kedokteran) di tingkat pusat. Nilai-nilai materialisme yang dianut masyarakat harus dapat dibendung dengan memberikan latihan dan teladan yang menunjukkan sikap etis dan profesional dokter. terutama hak dalam memperoleh informasi dan hak membuat keputusan tentang apa yang akan dilakukan terhadap dirinya). terutama apabila teladan yang diberikan para seniornya bertolak belakang dengan situasi ideal dalam pendidikan. dianjurkan dimulai dini sejak tahun pertama pendidikan kedokteran. di tingkat sarana kesehatan (rumah sakit) didirikan Komite Medis dengan Panitia Etik di dalamnya. prinsip-prinsip moral yang dijadikan arahan dalam membuat keputusan dan bertindak. seperti autonomy (menghormati hak pasien. non maleficence (tidak melakukan perbuatan yang memperburuk pasien) dan justice (bersikap adil dan jujur). Namun suatu pelanggaran etik profesi dapat dikenai sanksi disiplin . Tentu saja kita pahami bahwa pendidikan etik belum tentu dapat mengubah perilaku etis seseorang. memberikan banyak latihan. Kode Etik Kedokteran Indonesia dibuat dengan mengacu kepada Kode Etik Kedokteran Internasional. beneficence (melakukan tindakan untuk kebaikan pasien).

dalam bentuk peringatan hingga ke bentuk yang lebih berat seperti kewajiban menjalani pendidikan / pelatihan tertentu (bila akibat kurang kompeten) dan pencabutan haknya berpraktik profesi. . Sanksi tersebut diberikan oleh MKEK setelah dalam rapat/sidangnya dibuktikan bahwa dokter tersebut melanggar etik (profesi) kedokteran.profesi.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful