Undang-Undang Lembaga Keuangan Mikro

Dua.3

UNDANG-UNDANG LEMBAGA KEUANGAN MIKRO
Oleh : Irawan D Soedradjat *>i

ELABORASI…

Pengantar ….
Perkembangan perbankan di Indonesia sangatlah pesat apa lagi semenjak diberlakukannya serangkaian peraturan yang menjamin keleluasaan dan kemudahan mendirikan jasa perbankan dengan dikeluarkannya paket oktober 1988 atau “pakto 88“, walaupun krisis ekonomi dan moneter yang berlangsung sejak tahun 1998 sampai sekarang dan berakibat pada banyaknya lembaga perbankkan yang gulung tikar. Akan tetapi meskipun demikian masih banyak perbankan yang masih menjalankan operasinya dan berhasil mengumpulkan tabungan masyarakat, tapi ironis sekali meskipun perbankan banyak mengambil dana masyarakat sangat banyak tapi penyaluran melalui kredit kepada masyatakat kecil sangatlah sedikit, gambaran jelas dapat dilihat pada pembandingan pengumpulan simpaan oleh BRI unit dalam bentuk Simpedes sampai maret 2000 itu mencapai 17,4 triliyun sedangkan untuk pemberian pinjaman dalam bentuk Kupedes ternyata hanya 6 triliyun untuk tahun yang sama, hal ini terjadi karena syarat untuk menabung sangatlah mudah dan minimal tabungan relatif kecil, sedangkan untuk pemberian kredit dengan persyaratan berbelit dan ada pembatasan minimum pemberian kredit sehingga yang banyak mendapatkan fasilitas kredit perbankkan adalah mereka yang mampu memenuhi persyaratan perbankkan terutama yang mampu memenuhi jaminan kredit. Fakta yang lain menunjukan bahwa industri kecil di Indonesia mencapai 90,36 % dari jumlah ini hanya sedikit saja yang mampu ditangani oleh bank, dan pemenuhan modal meraka ( yang melakukan pinjaman 70,35 %) mendapatkan pinjaman dari sumber lain termasuk rentenir dan perorangan lainnya dengan bunga yang cukup tinggi, disamping itu terdapat pula yang berhubungan dengan LKM ( lembaga keuangan mikro). Dari pemaparan diatas nampaklah telah terjadi diskriminasi dan marjinaliasi terhadap golongan pengusaha ekonomi kecil dan mikro yang tettunya dalam pelaksanaan usahanya banyak kendala yang meraka hadapi salah satu diantanya adalah ketersediaan dan akses terhadap modal dengan syarat yang mudah dipenuhi oleh mereka. Menghadapi situasi tersebut, kiranya jelas dibutuhkan sistem keuangan alternatif yang dapat melayani kebutuhan mereka, sistem keuangan tersebut sebenarnya sudah ada dan berkembang dimasyarakat tetapi selama ini posisinya berada diluar mainstream, sistem keuangan tersebut adalah keuangan mikro. Data lain menunjukan bahwa jumlah LKM di Indonesia ada 53. 644 buah yang dapat dikelompokan dalam 3 kelompok besar, pertama LKM yang perbankan yang mengacu dan diatur oleh UU Perbankan no. 10 tahun 1998 LKM ini dikenal dengan BRI Unit, BPR/S serta BKD, Kedua adalah LKM Koperasi mengacu dan Tunduk pada UU. No. 17 tahun 2012 dan ketiga adalah LKM bukan bank dan bukan koperasi yang sampai sekarang belum ada perundang-undangan yang mengaturnya. Sektor keuangan di Indonesia merupakan salah satu sektor yang memiliki peranan penting dalam mendorong peningkatan perekonomian nasional dan ekonomi masyarakat. Perkembangan dan kemajuan pada sektor keuangan, baik bank maupun lembaga keuangan bukan bank perlu

Bandung Consulting Group (BCG)

Penyusunan Undang-Undang ini bertujuan: 1. regulasi (kebijakan). baik yang mengenai pendirian. kecamatan. Dalam aspek kelembagaan. khususnya pada lembaga keuangan bukan bank. 2. baik melalui Pinjaman atau Pembiayaan dalam skala mikro kepada anggota dan masyarakat. Di Indonesia banyak berkembang lembaga keuangan bukan bank yang melakukan kegiatan usaha bidang keuangan yang banyak membantu kepada masyarakat. serta dengan menjaga keseimbangan kemajuan dan kesatuan ekonomi nasional. Undang-Undang ini memuat substansi pokok mengenai ketentuan lingkup LKM. konsep Simpanan dan Pinjaman/Pembiayaan dalam definisi LKM. perlu disusun suatu undang-undang tentang lembaga keuangan mikro untuk memberikan landasan hukum dan kepastian hukum terhadap kegiatan lembaga keuangan mikro. maupun kepemilikan. serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat miskin dan/atau berpenghasilan rendah. Lembaga keuangan berskala mikro ini dikenal dengan sebutan Lembaga Keuangan Mikro (LKM). mempermudah akses masyarakat miskin dan/atau berpenghasilan rendah untuk memperoleh Pinjaman/Pembiayaan mikro. kepada masyarakat. berkelanjutan. lembaga keuangan yang menyediakan dana atau modal bagi usaha skala mikro dan usaha skala kecil sangatlah penting dan urgent. maupun pemberian jasa konsultasi pengembangan usaha. Bentuk badan hukum LKM menurut Undang-Undang ini adalah Koperasi dan Perseroan Terbatas. Lembaga-lembaga tersebut perlu dikembangkan terutama secara kelembagaan dan legalitasnya karena telah banyak membantu peningkatan perekonomian masyarakat. memberdayakan ekonomi dan produktivitas masyarakat miskin dan/atau berpenghasilan rendah. dan dapat berperan sebagai instrumen pemerataan dan peningkatan pendapatan masyarakat. meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat miskin dan/atau berpenghasilan rendah. pengelolaan Simpanan. organisasi. dan sumber daya manusia (SDM) perlu adanya peningkatan dan perbaikan. LKM yang berbentuk badan hukum Perseroan Terbatas. Undang-Undang Lembaga Keuangan Mikro dipertahankan. Keberadaan LKM pada prinsipnya sebagai lembaga keuangan yang menyediakan jasa Simpanan dan Pembiayaan skala mikro. khususnya masyarakat miskin dan/atau berpenghasilan rendah. untuk memenuhi kebutuhan layanan keuangan terhadap masyarakat miskin dan/atau berpenghasilan rendah. berwawasan lingkungan. permodalan. Perkembangan dalam masyarakat saat ini. kemandirian. Berdasarkan hal tersebut. Selain itu. atau kabupaten/kota sesuai dengan perizinannya  Bandung Consulting Group (BCG) . Undang-Undang ini mengatur juga mengenai kegiatan usaha LKM meliputi jasa pengembangan usaha dan pemberdayaan masyarakat. efisiensi berkeadilan. Undang-Undang ini juga mengatur kelembagaan. Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 (UUD 1945) Pasal 33 ayat (1) menegaskan bahwa perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan. memperluas lapangan kerja. dan 3. Selanjutnya Pasal 33 ayat (4) UUD 1945 menyatakan bahwa perekonomian nasional diselenggarakan berdasar atas demokrasi ekonomi dengan prinsip kebersamaan. bentuk hukum. asas dan tujuan. serta cakupan wilayah usaha suatu LKM yang berada dalam satu wilayah desa/kelurahan. Lembaga keuangan skala mikro ini memang hanya difokuskan kepada usaha-usaha masyarakat yang bersifat mikro. LKM pada dasarnya dibentuk berdasarkan semangat yang terdapat dalam Pasal 27 ayat (2) serta Pasal 33 ayat (1) dan ayat (4) UUD 1945. kepemilikan sahamnya mayoritas dimiliki oleh Pemerintah Daerah atau Badan Usaha Milik Desa/Kelurahan.

b. d. peleburan. Undang-Undang ini mulai berlaku 2 (dua) tahun sejak diundangkan. Setiap LKM hanya boleh menjalankan satu prinsip saja konvensional atau syari’ah. Undang-Undang ini juga mengatur mengenai penggabungan. Pengertian ini diatur bab 1 Ketentuan umum pasal 1 ayat 1 menyatakan bahwa LKM atau lembaga keuangan mikro adalah adalah lembaga keuangan yang khusus didirikan untuk memberikan jasa pengembangan usaha dan pemberdayaan masyarakat. pengawasan LKM. Jangka waktu 2 (dua) tahun tersebut dimaksudkan antara lain untuk menyiapkan infrastruktur yang diperlukan seperti sumber daya manusia Otoritas Jasa Keuangan selaku pembina dan pengawas LKM dan sumber daya manusia Pemerintah Daerah selaku pihak yang menerima pendelegasian wewenang pembinaan dan pengawasan LKM. Kemudahan  Bandung Consulting Group (BCG) . Kementerian Dalam Negeri. dan kementerian yang membidangi fiskal. perlindungan kepada pengguna jasa LKM. Keadilan Adalah memberikan kesempatan yang sama kepada masyarakat. baik melalui pinjaman atau pembiayaan dalam usaha skala mikro kepada anggota dan masyarakat. dapat dibentuk lembaga penjamin simpanan LKM yang didirikan oleh pemerintah kabupaten/kota dan/atau LKM. perlu bekerja sama untuk melakukan sosialisasi Undang-Undang ini. dan pembubaran. Azas Fungsi dan Tujuan : LKM dalam menjalakan operasionalnya hendaknya berdasarkan asas sebagai berikut : a. peraturan pelaksanaan Undang-Undang ini dan pedoman teknis pembinaan. Dalam hal diperlukan. Kebersamaan Adalah suatu kegiatan yang dilakukan secara bersama-sama untuk kepentingan bersama. Pemerintah dapat pula ikut mendirikan lembaga penjamin simpanan LKM bersama Pemerintah Daerah dan LKM. dengan didelegasikan kepada Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota atau pihak lain yang ditunjuk oleh Otoritas Jasa Keuangan. pengelolaan simpanan. Otoritas Jasa Keuangan. LKM dalam operasionalnya dapat dijalankan secara konvensional atau dengan prinsip syari’ah. terutama masyarakat miskin dan/atau berpenghasilan rendah untuk mendapatkan pelayanan dari LKM. pembinaan dan pengawasan LKM. LKM yang belum berbadan hukum tetap dapat beroperasi sampai dengan 1 (satu) tahun sejak Undang-Undang ini berlaku dan wajib memperoleh izin usaha dari Otoritas Jasa Keuangan paling lama 1 (satu) tahun terhitung sejak Undang-Undang ini berlaku. termasuk Pemerintah Daerah. Undang-Undang ini mengatur pula ketentuan mengenai tukarmenukar informasi antar-LKM. Pengertian….. kementerian yang membidangi urusan perkoperasian. baik dari aspek sumber daya manusia maupun permodalan. Kemandirian Adalah suatu kegiatan yang dilakukan tanpa banyak tergantung kepada pihak lain. diserahkan kepada Otoritas Jasa Keuangan. dan teknologi informasi. Undang-Undang Lembaga Keuangan Mikro (multi-licensing). Agar implementasi Undang-Undang ini dapat terlaksana dengan baik. maupun pemberian jasa konsultasi pengembangan usaha yang tidak semata-mata mencari keuntungan. c. Selanjutnya. Di dalam Undang-Undang ini. Untuk memberikan kepercayaan kepada para penyimpan.

2. Pendirian. dan/atau o koperasi. Pemerataan Adalah pemberian Pinjaman atau Pembiayaan yang menjangkau seluruh masyarakat miskin dan/atau berpenghasilan rendah.  Sisa kepemilikan saham Perseroan Terbatas tersebut diatas dapat dimiliki oleh: o warga negara Indonesia. Bentuk badan hukum Bentuk badan hukum untuk LKM menurut adalah : 1. g. & Perizinan Pendirian LKM paling sedikit harus memenuhi persyaratan: a. dan b. Oleh Karena itu LKM hanya dapat dimiliki oleh : 1. LKM dilarang dimiliki. Undang-Undang Lembaga Keuangan Mikro Adalah bahwa prosedur pembiayaan dan penyimpanan dana dalam LKM dibuat sesederhana mungkin.  Untuk LKM yang memilih Perseroan Terbatas sebagai badan hukum maka sahamnya paling sedikit 60% (enam puluh persen) dimiliki oleh Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota atau badan usaha milik desa/kelurahan. meningkatkan akses pendanaan skala mikro bagi masyarakat. h. LKM bertujuan untuk: a.  Kepemilikan setiap warga negara Indonesia atas saham Perseroan Terbatas tersebut paling banyak sebesar 20% (dua puluh persen). e. 17 tahun 2012 berikut dengan peraturan pelaksanaannya. baik langsung maupun tidak langsung. f. Keterbukaan Adalah suatu kegiatan usaha yang proses pengelolaannya dapat diketahui oleh masyarakat. Warga negara Indonesia.  Bandung Consulting Group (BCG) . b. membantu peningkatan pemberdayaan ekonomi dan produktivitas masyarakat. Kepemilikan. membantu peningkatan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat terutama masyarakat miskin dan/atau berpenghasilan rendah. oleh warga negara asing dan/atau badan usaha yang sebagian atau seluruhnya dimiliki oleh warga negara asing atau badan usaha asing. Perseroan Terbatas. Kedayagunaan dan kehasilgunaan Adalah suatu kegiatan pemberdayaan sekaligus mendayagunakan usaha dan layanan keuangan mikro untuk masyarakat miskin dan/atau berpenghasilan rendah. Keberlanjutan Adalah suatu usaha yang dilakukan secara terus-menerus dan berkesinambungan yang tidak dibatasi oleh waktu tertentu. Koperasi Kalau LKM yang bersangkutan memilih badan hukum koperasi maka LKM tersebut tunduk pada ketentuan dan aturan yang dimuat dalam UU Koperasi No.

Melakukan usaha perasuransian sebagai penanggung. 2. Pemerintah Daerah. Melakukan kegiatan usaha dalam valuta asing. b. Pinjaman atau Pembiayaan dalam usaha skala mikro kepada anggota dan masyarakat. Untuk memperoleh izin usaha LKM harus memenuhi persyaratan paling sedikit mengenai: o o o o Susunan organisasi dan kepengurusan. dan tata cara perizinan usaha akan diatur lebih lanjut berdasarkan peraturan yang dikeluarkan oleh Otoritas Jasa Keuangan. dan wajib membentuk dewan pengawas syariah. Menerima Simpanan berupa giro dan ikut serta dalam lalu lintas pembayaran. yang bertugas memberikan nasihat dan saran kepada direksi atau pengurus serta mengawasi kegiatan LKM agar sesuai dengan prinsip syariah. Ketentuan mengenai besaran modal LKM diatur dalam peraturan Otoritas Jasa Keuangan. dan Kelayakan rencana kerja. Kepemilikan. 5. Kepemilikan LKM. Kegiatan Usaha & Cakupan Wilayah Usaha Kegiatan Usaha Kegiatan usaha LKM meliputi jasa pengembangan usaha dan pemberdayaan masyarakat melalui : 1. c. Mendapat izin usaha yang tata caranya sebagai berikut : 1. 2. Ketentuan lebih lanjut mengenai Permodalan. 4. kecuali dalam rangka mengatasi kesulitan likuiditas bagi LKM lain dalam wilayah kabupaten/kota yang sama. 2. 2. Pemberian jasa konsultasi pengembangan usaha. LKM dalam menjalankan usahanya dapat dilaksankan secara konvensional atau berdasarkan prinsip syariah Untuk kegiatan usaha berdasarkan prinsip syariah wajib dilaksanakan sesuai dengan fatwa syariah yang dikeluarkan oleh Dewan Syariah Nasional. Koperasi. Majelis Ulama Indonesia. Bertindak sebagai penjamin. dan/atau 4. Permodalan. Sebelum menjalankan kegiatan usaha. LKM harus memiliki izin usaha dari Otoritas Jasa Keuangan. Permodalan Undang-Undang Lembaga Keuangan Mikro 1. dan  Bandung Consulting Group (BCG) . Memberi pinjaman atau pembiayaan kepada LKM lain. 2. 3. Pengelolaan Simpanan. 3. 3. Badan Usaha Milik Desa/Kelurahan. Sumber permodalan LKM disesuaikan dengan ketentuan peraturan perundang-undangan sesuai dengan badan hukumnya. Ketentuan mengenai suku bunga Pinjaman atau imbal hasil Pembiayaan diatur dalam Peraturan Pemerintah. Usaha Yang dilalang dilakukan oleh LKM 1.

Informasi… Pengurus LKM dapat melakukan tukar-menukar informasi dan data mengenai penerima Pinjaman atau Pembiayaan dengan LKM lain. c. Simpanan yang telah diterima LKM dari Penyimpan di luar wilayah usahanya tetap dapat dilanjutkan sampai dengan penutupan Simpanan. Ketentuan lebih lanjut mengenai kegiatan usaha LKM sebagaimana akan dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan. dan 2. Anggota dewan komisaris atau pengawas. kepentingan peradilan dalam perkara pidana. Undang-Undang Lembaga Keuangan Mikro Melakukan usaha di luar kegiatan usaha pemberian pembiayaan. Anggota direksi atau pengurus. dan pihak terafiliasi LKM wajib merahasiakan informasi Penyimpan dan Simpanan. Dalam hal terjadi pemekaran wilayah: 1. Pemerintah bersama Pemerintah Daerah dan LKM dapat mendirikan lembaga penjamin simpanan LKM. Peleburan. 2. 1. Cakupan wilayah usaha suatu LKM berada dalam satu wilayah desa/kelurahan. kecamatan. Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara untuk memperoleh informasi sebagaimana dimaksud pada ayat Penggabungan. 6. Penjaminan Simpanan 1. & Pembubaran  Bandung Consulting Group (BCG) . dan pegawai LKM wajib memberikan informasi Penyimpan dan Simpanan untuk kepentingan sebagaimana dimaksud diatas 5. pegawai. b. hal lain yang ditetapkan dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan. pengelolaan simpanan dan jasa konsultansi usaha. Pemerintah Daerah dan/atau LKM dapat membentuk lembaga penjamin simpanan LKM. Cakupan Wilayah Usaha 1. direksi atau pengurus. 2. kepentingan peradilan dalam perkara perdata. Ketentuan lebih lanjut mengenai lembaga penjamin simpanan untuk LKM akan diatur dengan Peraturan Pemerintah. Luas cakupan wilayah usaha disesuaikan dengan skala usaha LKM yang diatur dalam Peraturan Pemerintah. 2. atau kabupaten/kota. Dalam hal diperlukan. 3. kepentingan perpajakan. Untuk menjamin Simpanan masyarakat pada LKM. Pinjaman atau Pembiayaan yang telah disalurkan LKM di luar wilayah usahanya tetap dapat dilanjutkan sampai dengan jangka waktu Pinjaman atau Pembiayaan berakhir. 4. LKM yang tempat kedudukan dan cakupan wilayah usahanya mengalami perubahan sebagai akibat dari pemekaran wilayah harus memberitahukan kepada Otoritas Jasa Keuangan. atau d. Kewajiban merahasiakan informasi tidak berlaku dalam hal informasi Penyimpan dan Simpanan untuk: a.

Maka Otoritas Jasa Keuangan mencabut izin usaha LKM dan memerintahkan direksi atau pengurus LKM untuk segera menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham. memfasilitasi penyelesaian pengaduan Penyimpan yang dirugikan oleh LKM. Dalam hal LKM mengalami kesulitan likuiditas dan solvabilitas yang membahayakan keberlangsungan usahanya. pemegang saham mengganti dewan komisaris atau pengawas dan/atau direksi atau pengurus LKM. Ketentuan lebih lanjut mengenai pembubaran LKM akan diatur dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan. dan 3. 2. Otoritas Jasa Keuangan berwenang melakukan tindakan pencegahan kerugian Penyimpan dan masyarakat yang meliputi: 1. c. atau  Bandung Consulting Group (BCG) . Ketentuan lebih lanjut mengenai penggabungan atau peleburan LKM akan diatur dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan. b. Undang-Undang Lembaga Keuangan Mikro LKM dapat melakukan penggabungan atau peleburan dengan 1 (satu) atau lebih LKM lainnya dengan persetujuan Otoritas Jasa Keuangan. Otoritas Jasa Keuangan melakukan pelayanan pengaduan Penyimpan yang meliputi: 1. Dalam hal tindakan sebagaibana dibahas diats belum cukup untuk mengatasi kesulitan likuiditas dan solvabilitas LKM. Transformasi Lkm LKM wajib bertransformasi menjadi bank jika: 1. ketentuan dan persyaratan yang perlu diketahui oleh Penyimpan dan Peminjam. membuat mekanisme pengaduan Penyimpan yang dirugikan oleh LKM. LKM menghapusbukukan Pinjaman atau Pembiayaan yang macet dan memperhitungkan kerugian LKM dengan modalnya. d. wewenang dan tanggung jawab pengurus LKM. Untuk perlindungan Penyimpan dan masyarakat. LKM harus menyediakan informasi terbuka kepada masyarakat paling sedikit mengenai: 1. pemegang saham atau anggota koperasi menambah modal. 2. LKM melakukan penggabungan atau peleburan dengan LKM lain. dan 3. tindakan lain yang dianggap perlu sesuai dengan Undang-Undang ini. f. 2. Atau Rapat Anggota guna membubarkan badan hukum LKM dan membentuk tim likuidasi. kemungkinan timbulnya risiko kerugian sehubungan dengan transaksi LKM dengan pihak lain. atau g. LKM melakukan kegiatan usaha melebihi 1 (satu) wilayah kabupaten/kota tempat kedudukan LKM. kepemilikan LKM dialihkan kepada pihak lain yang bersedia mengambil alih seluruh kewajiban. maka Otoritas Jasa Keuangan dapat melakukan tindakan agar : a. Perlindungan Pengguna Jasa LKM Untuk kepentingan pengguna jasa. LKM menjual sebagian atau seluruh harta dan/atau kewajiban LKM kepada LKM atau pihak lain. menyiapkan perangkat untuk pelayanan pengaduan Penyimpan yang dirugikan oleh LKM.dan 3. meminta LKM untuk menghentikan kegiatannya apabila kegiatan tersebut berpotensi merugikan masyarakat. e. LKM menyerahkan pengelolaan seluruh atau sebagian kegiatan LKM kepada pihak lain. memberikan informasi dan edukasi kepada masyarakat atas karakteristik dan kegiatan usaha LKM.

Tidak menyampaikan laporan keuangan dan laporan lainnya yang ditetapkan oleh OJK. dan pengawasan LKM dilakukan oleh Otoritas Jasa Keuangan. Dalam rangka pembinaan dan pengawasan Otoritas Jasa Keuangan melakukan pemeriksaan terhadap LKM. laporan keuangan. BUMD/K. LKM wajib mengumumkan laporan keuangan dalam rangka menerapkan prinsip keterbukaan. dan/atau 2. atau menghilangkan suatu pencatatan dalam pembukuan atau dalam laporan keuangan. LKM wajib menyampaikan kepada Otoritas Jasa Keuangan: 1. Mengubah. 2. atau rekening LKM. Pemilikan LKM diluar WNI. pengelolaan simpanan dan Konsultansi Usaha 4. maupun dalam dokumen atau laporan kegiatan usaha. Sanksi…. Sanksi Administratif bisa berupa:  Bandung Consulting Group (BCG) . Dalam melakukan pembinaan. menghapus. Membuat pencatatan palsu dalam pembukuan dan/atau laporan keuangan tanpa didukung dengan dokumen yang sah. pengaturan. Pemda . Laporan lain yang ditetapkan dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan. Ketentuan lebih lanjut mengenai pembinaan. 3. Sanksi Administratif Sanksi Administratif diberikan apabila LKM dan Stake holdernya melakukan pelanggaran dalam : 1. mengaburkan. dan 3. Tidak melakukan pencacatan dan pmemeliharan pencatatan atau pembukuan LKM 9. Ketentuan mengenai hal yang berkaitan dengan pembinaan dan pengawasan yang didelegasikan kepada pemerintah kabupaten/kota dan pihak lain yang ditunjuk akan diatur dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan. dan Koperasi. Dalam hal pemerintah kabupaten/kota belum siap. LKM telah memenuhi persyaratan yang ditetapkan dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan. dan pengawasan LKM akan diatur dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan. Dalam melakukan dan memelihara pencatatan dan/atau pembukuan. Melakukan Kegiatan yang dilarang 5. Laporan keuangan setiap 4 (empat) bulan. direksi atau pengurus LKM dilarang: 1. Pengaturan. menyembunyikan. & Pengawasan Pembinaan. Pembinaan. Melakukan usaha diluar wilayah kerja 6. Otoritas Jasa Keuangan melakukan koordinasi dengan kementerian yang menyelenggarakan urusan koperasi dan Kementerian Dalam Negeri. Undang-Undang Lembaga Keuangan Mikro 2. Menghilangkan atau tidak memasukkan informasi yang benar dalam laporan kegiatan usaha. Pembinaan dan pengawasan dapat didelegasikan kepada pemerintah kabupaten/kota. Melakukan kegiatan usaha di luar pembarian pemboayaan. pengaturan. Otoritas Jasa Keuangan dapat mendelegasikan pembinaan dan pengawasan kepada pihak lain yang ditunjuk. LKM wajib melakukan dan memelihara pencatatan dan/atau pembukuan keuangan sesuai dengan standar akuntansi keuangan yang berlaku. Pemilikan LKM oleh Warganegara Asing 2. Tidak melakukan transformasi 8. Perlindungan Penguna Jasa LKM 7.

mengaburkan. 4.00 (satu miliar rupiah). Ketentuan Pidana 1. kepentingan peradilan dalam perkara perdata.00 (satu miliar rupiah). direksi atau pengurus. Mengubah. atau hal lain yang didtetapkan oleh OJK. kepentingan peradilan dalam perkara pidana.000.000.000.000. Menghilangkan atau tidak memasukkan informasi yang benar dalam laporan kegiatan usaha. Anggota dewan komisaris atau pengawas. 2.000. Dipidana dengan pidana penjara paling singkat 1 (satu) tahun dan paling lama 3 (tiga) tahun serta pidana denda paling sedikit Rp 50. atau pegawai LKM yang dengan sengaja tidak memberikan informasi yang wajib seprti untuk kepentingan perpajakan.000.000. dipidana dengan pidana penjara paling singkat 1 (satu) tahun dan paling lama 3 (tiga) tahun serta pidana denda paling sedikit Rp 50. menghapus. Dalam hal kegiatan tersebut dilakukan oleh badan hukum yang berbentuk perseroan terbatas atau koperasi. Pemberhentian direksi atau pengurus LKM dan selanjutnya menunjuk dan mengangkat pengganti sementara sampai Rapat Umum Pemegang Saham atau Rapat Anggota Koperasi mengangkat pengganti yang tetap dengan persetujuan Otoritas Jasa Keuangan.000. dan/atau menghilangkan suatu pencatatan dalam pembukuan atau dalam laporan keuangan.00 (satu miliar rupiah). pegawai.000. kepentingan peradilan dalam perkara perdata. atau 5.000. Anggota direksi atau pengurus.00 (lima puluh juta rupiah) dan paling banyak Rp 1. dipidana dengan pidana penjara paling singkat 1 (satu) tahun dan paling lama 3 (tiga) tahun serta pidana denda paling sedikit Rp50. Undang-Undang Lembaga Keuangan Mikro 1.00 (satu miliar rupiah). Setiap orang yang menjalankan usaha LKM tanpa izin sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 ayat (1).000. Peringatan tertulis.00 (lima puluh juta rupiah) dan paling banyak Rp1.000.00 (satu miliar rupiah). dan c.00 (lima puluh juta rupiah) dan paling banyak Rp 1.000. laporan keuangan. atau hal lain yang didtetapkan oleh OJK.000.000. dan dalam dokumen atau laporan kegiatan usaha. kepentingan peradilan dalam perkara perdata.00 (lima puluh juta rupiah) dan paling banyak Rp1. maka penuntutan terhadap badan-badan dimaksud dilakukan baik terhadap mereka yang memberiperintah melakukan perbuatan itu atau yang bertindak sebagai pimpinan dalam perbuatan itu atau terhadap keduaduanya. Membuat pencatatan palsu dalam pembukuan atau laporan keuangan dan/atau tanpa didukung dengan dokumen yang sah.000. dipidana dengan pidana penjara paling singkat 1 (satu) tahun dan paling lama 3 (tiga) tahun serta pidana denda paling sedikit Rp 50. atau rekening LKM. Setiap direksi atau pengurus LKM yang: a.000. Pembekuan kegiatan usaha.00 (lima puluh juta rupiah) dan paling banyak Rp 1.000. 3.000.000. Pencabutan izin usaha.000.000.000. b. dipidana dengan pidana penjara paling singkat 1 (satu) tahun dan paling lama 3 (tiga) tahun serta pidana denda paling sedikit Rp50. kepentingan peradilan dalam perkara pidana. Denda uang. dan pihak terafiliasi LKM yang dengan sengaja memberikan informasi yang wajib dirahasiakan di luar kepentingan perpajakan.  Bandung Consulting Group (BCG) . menyembunyikan. atau hal lain yang didtetapkan oleh OJK. 3.000. 4.000. kepentingan peradilan dalam perkara pidana. 2. Setiap orang yang dengan sengaja memaksa LKM untuk memberikan informasi Penyimpan dan Simpanan di luar kepentingan perpajakan.

d.000.000. irawan_isy@yahoo.000. direksi atau pengurus.00 (satu miliar rupiah).000. Pemegang saham atau pemilik LKM yang dengan sengaja menyuruh dewan komisaris atau pengawas. irawan9ds@gmail. Makalah ini disampaikan pada Pelatihan Pengelolaan Lembaga Keuangan Mikro. Meminta atau menerima suatu imbalan. satu satu bintang melejit tinggalkan bulan bugil kesunyian terbaring diatas kanvas hitam langit seribu duka curah dari wajah murungnya seraya mendesah aku rindu cahaya i Irawan D Seodradjat adalah Direktur Pada Badung Consulting Group (BCG) dan Deputy SDM pada Pinbuk. 28 Januari 2013. dan/atau pegawai LKM yang dengan sengaja: a. Depok.000. dipidana dengan pidana penjara paling singkat 1 (satu) tahun dan paling lama 3 (tiga) tahun serta pidana denda paling sedikit Rp 50.000. 081322371627. anggota koperasi.00 (satu miliar rupiah).00 (lima puluh juta rupiah) dan paling banyak Rp 1.  Dalam rangka memberikan persetujuan bagi orang lain untuk melaksanakan penarikan dana yang melebihi batas Pinjaman atau Pembiayaan pada LKM. direksi atau pengurus. 21 s.000. 6. baik berupa uang maupun barang untuk keuntungan pribadi atau keluarganya:  Dalam rangka orang lain mendapatkan uang muka atau fasilitas Pinjaman atau Pembiayaan dari LKM. Undang-Undang Lembaga Keuangan Mikro 5. atau pegawai LKM untuk melakukan atau tidak melakukan tindakan yang mengakibatkan LKM tidak melaksanakan langkahlangkah yang diperlukan untuk memastikan ketaatan LKM terhadap ketentuan dalam undangundang ini dan ketentuan perundang-undangan lainnya yang berlaku bagi LKM.  Bandung Consulting Group (BCG) . Tidak melaksanakan langkah-langkah yang diperlukan untuk memastikan ketaatan LKM terhadap ketentuan dalam Undang-Undang ini dan ketentuan peraturan perundangundangan lainnya yang berlaku bagi LKM Dipidana dengan pidana penjara paling singkat 1 (satu) tahun dan paling lama 3 (tiga) tahun serta pidana denda paling sedikit Rp50.000.00 (lima puluh juta rupiah) dan paling banyak Rp1. b.com.000.000. Anggota dewan komisaris atau pengawas.com.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful