P. 1
peraturan_bupati_no_33_tahun_2011_tentang_tata_naskah_dinas

peraturan_bupati_no_33_tahun_2011_tentang_tata_naskah_dinas

|Views: 6|Likes:
Published by Arie Saja
TTND
TTND

More info:

Published by: Arie Saja on May 08, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/02/2014

pdf

text

original

1

PERATURAN BUPATI MOJOKERTO NOMOR 33 TAHUN 2011 TENTANG PEDOMAN TATA NASKAH DINAS DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KABUPATEN MOJOKERTO DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI MOJOKERTO, Menimbang : a. bahwa untuk melaksanakan ketentuan pasal 78 ayat (1) Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 54 Tahun 2009 tentang Tata Naskah Dinas di Lingkungan Pemerintah Daerah dan dalam rangka efisiensi dan efektifitas administrasi penyelenggaraan pemerintahan daerah, perlu penyeragaman tata naskah dinas di lingkungan Pemerintah Kabupaten Mojokerto; bahwa Peraturan Bupati Nomor 35 Tahun 2008 tentang Tata Naskah Dinas (TND) tidak sesuai lagi dengan perkembangan keadaan, sehingga perlu diganti; bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a dan huruf b, perlu menetapkan Peraturan Bupati tentang Pedoman Tata Naskah Dinas di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Mojokerto; Undang – Undang Nomor 12 Tahun 1950 tentang Pembentukan daerah-daerah Kabupaten Dalam Lingkungan Propinsi Jawa Timur Juncto Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1965 tentang Perubahan Batas Wilayah Kotapraja Surabaya dan Daerah Tingkat II Surabaya (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1965 Nomor 19, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 2730); Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 82, Tambahan Lembaran Negara Nomor 5234); Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 152, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437) sebagaimana telah diubah terakhir dengan UU Nomor 12 Tahun 2008; Peraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun 1951 tentang Lambang Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1951 Nomor 111, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 176); Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 1958 tentang Penggunaan Lambang Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1958 Nomor 1971, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 1636) ;

b.

c.

Mengingat

: 1.

2.

3.

4.

5.

2

6.

Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 140, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4578) ; Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan antara Pemerintah, Pemerintahan Daerah Provinsi, dan Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 82, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4737); Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 89, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4741); Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 3 Tahun 2005 tentang Pedoman Tata Naskah Dinas di Lingkungan Pemerintah Kabupaten/Kota;

7.

8.

9.

10. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 39 Tahun 2005 tentang Pedoman Tata Kearsipan di Daerah; 11. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 15 Tahun 2006 tentang Jenis dan Bentuk Produk Hukum Daerah; 12. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 16 Tahun 2006 tentang Prosedur Penyusunan Produk Hukum Daerah; 13. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 17 Tahun 2006 tentang Lembaran Daerah dan Berita Daerah; 14. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 57 Tahun 2007 tentang Petunjuk Teknis Peraturan Organisasi Daerah; 15. Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 22 Tahun 2008 tentang Pedoman Umum Tata Naskah Dinas; 16. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 54 Tahun 2009 tentang Tata Naskah Dinas di Lingkungan Pemerintah Daerah; 17. Peraturan Presiden Nomor 1 Tahun 2007 tentang Pengesahan, pengundangan dan Penyebarluasan Peraturan Perundang-undangan; 18. Keputusan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 71 Tahun 1993 tentang Pedoman Umum Tata Persuratan Dinas;

MEMUTUSKAN : Menetapkan : PERATURAN BUPATI MOJOKERTO TENTANG PEDOMAN TATA NASKAH DINAS DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KABUPATEN

MOJOKERTO.

BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam Peraturan Bupati ini, yang dimaksud dengan: 1. Daerah adalah Kabupaten Mojokerto; 2. Pemerintah daerah adalah Bupati Mojokerto dan Perangkat Daerah sebagai unsur penyelenggara Pemerintah Daerah; 3. Bupati adalah Bupati Mojokerto;

selanjutnya disebut Desa adalah kesatuan masyarakat yang memiliki kewenangan setempat berdasarkan asal-usul dan adat-istiadat setempat yang diakui dalam system pemerintahan nasional dan berada di daerah Kabupaten. Kewenangan adalah kekuasaan yang melekat pada suatu jabatan. Kelurahan adalah wilayah kerja lurah sebagai perangkat kecamatan. Satuan Polisi Pamong Praja. Stempel Jabatan adalah alat/cap yang digunakan untuk mengesahkan suatu naskah dinas yang telah ditandatangani oleh Bupati dan Wakil Bupati serta Ketua/Wakil Ketua DPRD Kabupaten Mojokerto. pengamanan. 9. 18. Tata Naskah Dinas adalah pengelolaan informasi tertulis yang meliputi pengaturan jenis. Perangkat Daerah Lainnya. 20. Badan Perencanaan Pembangunan Daerah dan Lembaga Teknis Daerah. Kop Naskah Dinas adalah bagian teratas dari naskah dinas baik menggunakan lambang atau tidak yang memuat sebutan Pimpinan Instansi/Satuan Organisasi di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Mojokerto. pengabsahan. Kecamatan dan Kelurahan. Perangkat Daerah Lainnya. 22. Satuan Organisasi di Lingkungan Pemerintah Kabupaten yang selanjutnya disebut Satuan Organisasi adalah Perangkat Daerah yang terdiri dari Sekretariat Daerah. format. 6. Dinas Daerah. penyiapan. distribusi dan penyampaian naskah dinas serta media ang digunakan dalam komunikasi kedinasan. Naskah Dinas adalah informasi tertulis sebagai alat komunikasi kedinasan yang dibuat dan atau dikeluarkan oleh pejabat yang berwenang di lingkungan Pemerintah Kabupaten Mojokerto. Satuan Polisi Pamong Praja. Sekretariat DPRD. 13. format. Sekretariat DPRD. 12. Inspektorat. 11. Kecamatan adalah wilayah kerja camat sebagai perangkat kecamatan. pengamanan. Format adalah naskah dinas yang menggambarkan tata letak dan redaksional serta penggunaan lambang/logo dan cap dinas.3 4. Perangkat Daerah adalah Sekretariat Daerah. 5. 15. 17. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah selanjutnya disingkat DPRD adalah Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Mojokerto. . Kecamatan dan Kelurahan. Inspektorat. 21. 10. pengabsahan. 16. Desa atau yang disebut dengan nama lain. Wakil Bupati adalah Wakil Bupati Mojokerto. Sekretaris Daerah adalah Sekretaris Daerah Kabupaten Mojokerto. Kop Sampul Naskah Dinas adalah bagian teratas dari sampul naskah dinas yang memuat sebutan pimpinan Pemerintah Daerah atau nama Satuan Kerja Perangkat Daerah. 7. 8. Dinas Daerah. Delegasi adalah pelimpahan wewenang dan tanggung jawab dari pejabat kepada pejabat atau pejabat dibawahnya. Pemerintah Desa dan nama daerah yang bersangkutan. 14. Papan Nama Satuan Kerja Perangkat Daerah dan Pemerintah Desa adalah papan yang bertuliskan nama dan alamat Satuan Kerja Perangkat Daerah dan Pemerintah Desa. Stempel Satuan Kerja Perangkat Daerah dan Pemerintah Desa adalah alat/cap yang digunakan untuk mengesahkan suatu naskah dinas yang telah ditandatangani oleh pejabat yang berwenang di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Mojokerto. 19. Sampul Naskah Dinas adalah sampul/alat pembungkus naskah dinas yang mempunyai kop sampul naskah dinas. Badan Perencanaan Pembangunan Daerah dan Lembaga Teknis Daerah. penyiapan. distribusi dan penyampaian naskah dinas serta media engelolaan informasi tertulis yang meliputi pengaturan jenis.

Keputusan bupati adalah naskah dinas dalam bentuk dan susunan produk hukum yang bersifat penetapan konkrit. 33. Surat keterangan adalah naskah dinas yang berisi pernyataan tertulis dari pejabat sebagai tanda bukti untuk menerangkan atau menjelaskan kebenaran sesuatu hal. 28. Surat keterangan melaksanakan Tugas adalah naskah dinas dari pejabat yang berwenang berisi pernyataan bahwa seorang pegawai telah menjalankan tugas. Surat perjanjian adalah naskah dinas yang berisi kesepakatan bersama antara dua belah pihak atau lebih untuk melaksanakan tindakan atau perbuatan hukum yang telah disepakati bersama. Surat perintah perjalanan dinas adalah naskah dinas dari pejabat yang berwenang kepada bawahan atau pejabat tertentu untuk melaksanakan perjalanan dinas. Keputusan kepala SKPD adalah naskah dinas dalam bentuk dan susunan produk hukum yang bersifat penetapan. 34. pertanyaan. 41. 37. 35. 38. . permintaan jawaban atau saran dan sebagainya. 26.4 23. individual. Mandat adalah pelimpahan wewenang yang diberikan oleh atasan kepada bawahan untuk melakukan suatu tugas tertentu atas nama yang memberi mandat. Surat izin adalah naskah dinas yang berisi persetujuan terhadap suatu permohonan yang dikeluarkan oleh pejabat yang berwenang. Surat perintah adalah naskah dinas dari atasan yang ditujukan kepada bawahan yang berisi perintah untuk melaksanakan pekerjaaan tertentu. konkrit dan final. dan final. penjelasan dan/atau petunjuk cara melaksanakan hal tertentu yang dianggap penting dan mendesak. 25. Peraturan bupati adalah naskah dinas dalam bentuk dan susunan produk hukum yang bersifat pengaturan ditetapkan oleh bupati 27. 24. 40. Peraturan daerah adalah naskah dinas dalam bentuk dan susunan produk hukum. Surat biasa adalah naskah dinas yang berisi pemberitahuan. Peraturan bersama adalah naskah dinas dalam bentuk dan susunan produk hukum yang bersifat pengaturan ditetapkan oleh dua atau lebih kepala daerah. individual. yang bersifat pengaturan ditetapkan oleh kepala daerah setelah mendapat persetujuan bersama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah untuk mengatur urusan otonomi daerah dan tugas pembantuan. 32. Penandatanganan naskah dinas adalah hak. Instruksi bupati adalah naskah dinas yang berisikan perintah dari bupati/walikota kepada bawahan untuk melaksanakan tugas-tugas pemerintahan. 39. 31. 29. Surat edaran adalah naskah dinas yang berisi pemberitahuan. Surat undangan adalah naskah dinas dari pejabat yang berwenang berisi undangan kepada pejabat/pegawai yang tersebut pada alamat tujuan untuk menghadiri suatu acara kedinasan. kewajiban dan tanggungjawab yang ada pada seorang pejabat untuk menandatangani naskah dinas sesuai dengan tugas dan kewenangan pada jabatannya. Surat kuasa adalah naskah dinas dari pejabat yang berwenang kepada bawahan berisi pemberian wewenang dengan atas namanya untuk melakukan suatu tindakan tertentu dalam rangka kedinasan. Surat perintah tugas adalah naskah dinas dari atasan yang ditujukan kepada bawahan yang berisi perintah untuk melaksanakan pekerjaan sesuai dengan tugas dan fungsinya. 36. 30.

Surat tanda tamat pendidikan dan pelatihan disingkat STTPP adalah naskah dinas yang merupakan tanda bukti seseorang telah lulus pendidikan dan pelatihan tertentu. Berita daerah adalah naskah dinas untuk mengundangkan peraturan kepala daerah. Nota pengajuan konsep naskah dinas adalah naskah dinas untuk menyampaikan konsep naskah dinas kepada atasan. Laporan adalah naskah dinas dari bawahan kepada atasan yang berisi informasi dan pertanggungjawaban tentang pelaksanaan tugas kedinasan. 62. Daftar hadir adalah naskah dinas dari pejabat berwenang yang berisi keterangan atas kehadiran seseorang. Berita acara adalah naskah dinas yang berisi keterangan atas sesuatu hal yang ditanda tangani oleh para pihak. 57. 60. 61. 45. Piagam adalah naskah dinas dari pejabat yang berwenang berisi penghargaan atas prestasi yang telah dicapai atau keteladanan yang telah diwujudkan. Telaahan staf adalah naskah dinas dari bawahan kepada atasan antara lain berisi analisis pertimbangan. pendapat dan saran-saran secara sistematis. Notulen adalah naskah dinas yang memuat catatan proses sidang atau rapat. Telegram adalah naskah dinas dari pejabat yang berwenang berisi hal tertentu yang dikirim melalui telekomunikasi elektronik. 56. 59. 54. Surat pengantar adalah naskah dinas berisi jenis dan jumlah barang yang berfungsi sebagai tanda terima. 51. Pengumuman adalah naskah dinas dari pejabat yang berwenang berisi pemberitahuan yang bersifat umum. Perubahan adalah merubah atau menyisipkan suatu naskah dinas. Rekomendasi adalah naskah dinas dari pejabat yang berwenang berisi keterangan atau catatan tentang sesuatu hal yang dapat dijadikan bahan pertimbangan kedinasan. Surat panggilan adalah naskah dinas dari pejabat yang berwenang berisi panggilan kepada seorang pegawai untuk menghadap. Memo adalah naskah dinas dari pejabat yang berwenang berisi catatan tertentu. 63. 44. .5 42. Lembaran daerah adalah naskah dinas untuk mengundangkan peraturan daerah. 55. 58. Sertifikat adalah naskah dinas yang merupakan tanda bukti seseorang telah mengikuti kegiatan tertentu. 48. 49. 46. Nota dinas adalah naskah dinas yang bersifat internal berisi komunikasi kedinasan antar pejabat atau dari atasan kepada bawahan dan dari bawahan kepada atasan. Pembatalan adalah pernyataan bahwa suatu naskah dinas dianggap tidak pernah dikeluarkan. 50. 43. 52. Lembar disposisi adalah naskah dinas dari pejabat yang berwenang berisi petunjuk tertulis kepada bawahan. 53. 47. Pencabutan adalah suatu pernyataan tidak berlakunya suatu naskah dinas sejak ditetapkan pencabutan tersebut.

serta dalam penggunaan bahasa Indonesia yang baik. kewenangan. asas keamanan.dan d. c. Asas pembakuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 huruf b. b. asas efisien dan efektif. singkat dan padat. kejelasan. Pasal 5 (1) Prinsip ketelitian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 huruf a. penggunaan ruang atau lembar naskah dinas. dan f. asas akuntabilitas. yaitu penyelenggaraan tata naskah dinas harus aman secara fisik dan substansi. benar dan lugas. format. Prinsip kejelasan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 huruf b. asas pembakuan. struktur. (2) (3) (4) (5) (6) (2) (3) . diselenggarakan dengan memperhatikan kejelasan aspek fisik dan materi dengan mengutamakan metode yang cepat dan tepat. dilakukan melalui tatacara dan bentuk yang telah dibakukan. Pasal 4 Prinsip-prinsip penyelenggaraan naskah dinas terdiri atas: a. prosedur. e. yaitu tata naskah dinas diselenggarakan dalam satu kesatuan sistem. b. asas kecepatan dan ketepatan. Asas keterkaitan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 huruf d. spesifikasi informasi. yaitu tata naskah dinas diselenggarakan tepat waktu dan tepat sasaran. Asas akuntabilitas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 huruf c. c. d. dilakukan melalui penyederhanaan dalam penulisan. Pasal 3 (1) Asas efisien dan efektif sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 huruf a. logis dan meyakinkan. ketelitian. susunan pengetikan.6 BAB II AZAS-AZAS TATA NASKAH DINAS DAN TATA PERSURATAN DINAS Bagian Pertama Azas-Azas Tata Naskah Dinas Pasal 2 Asas tata naskah dinas terdiri atas: a. kaidah bahasa dan penerapan kaidah ejaan didalam pengetikan. diselenggarakan secara teliti dan cermat dari bentuk. Prinsip singkat dan padat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 huruf c. diselenggarakan dengan menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Asas kecepatan dan ketepatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 huruf e. isi. asas keterkaitan. yaitu penyelenggaraan tata naskah dinas harus dapat dipertanggungjawabkan dari segi isi. keabsahan dan dokumentasi. Asas keamanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 huruf f.

c. kecepatan proses. surat masuk diarsipkan pada Sekretariat atau Unit Tata Usaha.7 (4) Prinsip logis dan meyakinkan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 huruf d. b. surat keluar diarsipkan pada Sekretariat atau Unit Tata Usaha. dan d. tingkat keamanan. diagenda dan diklasifikasi sesuai sifat surat serta didistribusikan ke unit pengelola. surat keluar yang telah ditandatangani oleh pejabat yang berwenang diberi nomor. . penggunaan kertas surat. c. pengetikan sarana administrasi dan komunikasi perkantoran. dilakukan melalui: a. f. Pasal 9 Pengelolaan surat keluar sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 huruf b. dilakukan melalui tahapan: a. pengelolaan surat keluar. Pasal 8 Pengelolaan surat masuk sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 huruf a. dan 3. copy surat jawaban yang mempunyai tembusan disampaikan kepada yang berhak. Bagian Kedua Tata Persuratan Dinas Pasal 6 Tata Persuratan Dinas merupakan pengaturan ketatalaksanaan penyelenggaraan surat-menyurat yang dilaksanakan oleh Satuan Kerja Perangkat Daerah dan Pemerintah Desa dalam rangka pelaksanaan tugas umum pemerintahan dan pembangunan. c. e. pengelolaan surat masuk. b. tanggal dan stempel oleh unit tata usaha pada masingmasing satuan kerja perangkat daerah. warna dan kualitas kertas. d. b. unit pengelola menindaklanjuti sesuai dengan klasifikasi surat dan arahan pimpinan. diselenggarakan secara runtut dan logis dan meyakinkan serta struktur kalimat harus lengkap dan efektif. alur surat menyurat diselenggarakan melalui mekanisme dari tingkat pimpinan tertinggi hingga ke pejabat struktural terendah yang berwenang. Instansi penerima menindaklanjuti surat yang diterima melalui tahapan: 1. surat keluar sebagaimana dimaksud pada huruf b wajib segera dikirim. dan g. 2. konsep surat keluar diparaf secara berjenjang dan terkoordinasi sesuai tugas dan kewenangannya dan diagendakan oleh masing-masing unit tata usaha dalam rangka pengendalian. Pasal 7 Penyelenggaraan naskah dinas dilaksanakan sebagai berikut: a.

Pasal 11 Kecepatan proses sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 huruf d. spasi 1 atau 1. dan f. e. . paper dan laporan adalah A4 (210 x 297 mm). ukuran kertas yang digunakan untuk makalah. c. surat sangat rahasia disingkat SR. ukuran kertas yang digunakan untuk pidato adalah A5 (165 x 215 mm). biasa. d.5 sesuai kebutuhan. dengan batas waktu maksimum 5 hari kerja setelah surat diterima. disintegrasi bangsa. c. Pasal 14 Warna dan kualitas kertas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 huruf g. penyediaan surat berlambang negara berwarna kuning emas atau logo daerah berwarna dicetak di atas kertas 80 gram. berwarna putih dengan kualitas baik. penggunaan jenis huruf arial. merupakan surat yang materi dan sifatnya memiliki tingkat keamanan yang tinggi. segera. sebagai berikut: a.8 Pasal 10 Tingkat keamanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 huruf c. c. penggunaan kertas HVS diatas 80 gram atau jenis lain. surat konfidensial disingkat K. surat penting disingkat P. erat hubungannya dengan rahasia negara. dan d. Pasal 12 Penggunaan kertas surat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 huruf e. d. Pasal 13 Pengetikan sarana administrasi dan komunikasi perkantoran dimaksud dalam Pasal 7 huruf f. keamanan dan keselamatan negara. merupakan surat yang materi dan sifatnya memiliki tingkat keamanan tinggi yang berdampak kepada kerugian negara. hanya terbatas untuk jenis naskah dinas yang mempunyai nilai keasaman tertentu dan nilai kegunaan dalam waktu lama. ukuran kertas yang digunakan untuk surat-menyurat adalah Folio/F4 (215 x 330 mm). amat segera/kilat. sebagai berikut: a. b. merupakan surat yang materi dan sifatnya memiliki tingkat keamanan sedang yang berdampak kepada terhambatnya jalannya pemerintahan dan pembangunan. surat rahasia disingkat R. b. dengan batas waktu 3 x 24 jam setelah surat diterima. merupakan surat yang materi dan sifatnya biasa namun tidak dapat disampaikan kepada yang tidak berhak. surat biasa disingkat B. b. e. ukuran huruf arial 12 atau disesuaikan dengan kebutuhan. dengan batas waktu 2 x 24 jam setelah surat diterima. kertas yang digunakan untuk naskah dinas adalah HVS 80 gram. dengan batas waktu 24 jam setelah surat diterima. dilakukan dengan mencantumkan kode pada sampul naskah dinas sebagai berikut: a. penting. sebagai berikut: a. b. dan c. merupakan surat yang tingkat keamanan isi surat perlu mendapat perhatian penerima surat.

telaahan staf. surat panggilan. rekomendasi. lembaran daerah. laporan. u. surat keterangan. o. l. surat perjanjian. dan ae. w.9 BAB III NASKAH DINAS Bagian Pertama Bentuk Dan Susunan Pasal 15 Bentuk dan susunan naskah dinas produk hukum di lingkungan Pemerintah Kabupaten. telegram. v. g. surat undangan. . STTPP. surat perintah perjalanan dinas. b. j. nota pengajuan konsep naskah dinas. keputusan bupati. c. ad. ab. surat pengantar. p. daftar hadir. d. f. k. m. x. berita acara. i. notulen. memo. s. e. surat edaran. nota dinas. terdiri atas: a. peraturan bersama bupati. lembar disposisi. (2) Contoh bentuk dan susunan naskah dinas surat sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tercantum dalam Lampiran Peraturan ini. t. terdiri atas: a. surat perintah tugas. r. surat perintah. sertifikat. piagam. aa. b. surat kuasa. q. c. surat izin. berita daerah. h. Pasal 16 (1) Bentuk dan susunan naskah dinas surat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Mojokerto. surat keterangan melaksanakan tugas. y. instruksi. pengumuman. ac. n. peraturan bupati. dan d. peraturan daerah. surat biasa. z.

Pasal 18 (1) Pelaksana tugas yang disingkat Plt merupakan pejabat sementara pada jabatan tertentu yang mendapat pelimpahan wewenang penandatanganan naskah dinas. Plh sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diangkat dengan keputusan kepala SKPD atau keputusan bupati dan berlaku paling lama 3 (tiga) bulan. merupakan jenis pelimpahan wewenang dalam hubungan internal antara atasan kepada pejabat setingkat dibawahnya.n.10 BAB IV PENGGUNAAN DAN KEWENANGAN ATAS NAMA. Pasal 19 (1) Pelaksana tugas harian yang disingkat Plh merupakan pejabat sementara pada jabatan tertentu yang mendapat pelimpahan wewenang penandatanganan naskah dinas. karena pejabat definitif belum dilantik. Plt sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diangkat dengan keputusan kepala SKPD atau keputusan bupati dan berlaku paling lama 1 (satu) tahun. Pasal 20 Penjabat yang disingkat Pj.b. karena pejabat definitif berhalangan sementara. Untuk beliau yang disingkat u. UNTUK BELIAU. PELAKSANA TUGAS. Plt sebagaimana dimaksud pada ayat (1) bertanggung jawab atas naskah dinas yang dilakukannya. Tanggung jawab sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) tetap berada pada pejabat yang melimpahkan wewenang dan pejabat yang menerima pelimpahan wewenang harus mempertanggungjawabkan kepada pejabat yang melimpahkan wewenang. merupakan pejabat sementara untuk jabatan bupati dan kepala desa. merupakan jenis pelimpahan wewenang dalam hubungan internal antara atasan kepada pejabat dua tingkat dibawahnya. Plh sebagaimana dimaksud pada ayat (1) mempertanggungjawabkan pelaksanaan atas naskah dinas yang dilakukannya kepada pejabat definitif. PELAKSANA HARIAN DAN PENJABAT Pasal 17 (1) Atas nama yang disingkat a. Penjabat sebagaimana pada ayat (1) melaksanakan tugas pemerintahan pada daerah tertentu sampai dengan pelantikan pejabat definitif. (2) (3) (2) (3) (2) (3) (1) (2) .

substansi. Naskah dinas dalam bentuk dan susunan produk hukum sebelum ditandatangani terlebih dahulu diparaf pada setiap lembar. instruksi. surat keterangan. d. PENANDATANGANAN. DAN PENGGUNAAN TINTA UNTUK NASKAH DINAS Bagian Kesatu Paraf Pasal 21 (1) (2) (3) (4) Setiap naskah dinas sebelum ditandatangani terlebih dahulu diparaf. Paraf sebagaimana dimaksud pada ayat (4) meliputi: a. dalam bentuk dan susunan produk hukum tidak menggunakan gelar. surat edaran. Paraf sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) merupakan tanda tangan singkat sebagai bentuk pertanggungjawaban atas muatan materi. g. dan b. Bupati menandatangani naskah dinas dalam bentuk dan susunan surat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16 terdiri atas: a. nomor induk pegawai dan pangkat (2) Bagian Ketiga Penandatanganan naskah dinas di lingkungan Pemerintah Kabupaten Mojokerto Pasal 23 (1) Bupati menandatangani naskah dinas dalam bentuk dan susunan produk hukum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 15 terdiri atas: a. dalam bentuk dan susunan surat menggunakan gelar. Paraf sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) dilakukan oleh pejabat terkait secara horizontal dan vertikal. f.11 BAB V PARAF. surat perjanjian. dan b. surat perintah. peraturan bersama bupati. keputusan bupati. e. peraturan bupati. (2) . PENULISAN NAMA. c. surat biasa. surat izin. peraturan daerah. paraf koordinasi Bentuk dan susunan paraf sebagaimana dimaksud pada ayat (5) tercantum dalam Lampiran Peraturan ini. paraf hierarki. redaksi dan pengetikan naskah dinas. dan d. Penulisan nama pejabat selain yang dimaksud pada ayat (1) menggunakan gelar. c. b. (5) (6) Bagian Kedua Penulisan Nama Pasal 22 (1) Penulisan nama bupati dan wakil bupati pada naskah dinas: a. b.

h. u. j. laporan. dan b. t. surat perintah. lembar disposisi. surat undangan. surat izin. 4. 7. surat edaran. piagam. surat keterangan. 2. 6. Penyelenggaraan perizinan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) secara fungsional tetap menjadi tanggung jawab SKPD yang bersangkutan. r. b. surat biasa. surat izin. dan l. Pasal 24 (1) Bupati mendelegasikan penandatanganan perizinan di bidang pelayanan yang bersifat lintas sektor kepada SKPD yang membidangi pelayanan perizinan terpadu. telegram. rekomendasi. o. p. s. lembar disposisi. rekomendasi. dalam bentuk dan susunan produk hukum keputusan. surat perintah tugas. Wakil Bupati atas nama bupati menandatangani naskah dinas meliputi: a. l. v. g. k. surat panggilan. STTPP. 9. surat keterangan melaksanakan tugas. lembar disposisi. memo. e. q. nota dinas. surat perintah.12 h. i. surat keterangan. f. memo. nota dinas. k. d. dalam bentuk dan susunan surat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16 terdiri atas: 1. berita acara. nota dinas. surat kuasa. surat keterangan melaksanakan tugas. surat keterangan melaksanakan tugas. 3. Pasal 25 (1) Wakil Bupati menandatangani naskah dinas dalam bentuk dan susunan surat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16 terdiri atas: a. surat biasa. telaahan staf. laporan. sertifikat. n. c. (2) (2) . m. j. 5. dan w. surat perintah tugas. 8. surat perintah tugas. i. pengumuman.

surat perjanjian. laporan. b. 9. surat keterangan melaksanakan tugas. surat panggilan. v. 11. daftar hadir. rekomendasi. 5. l. piagam. surat izin. surat kuasa. n. lembaran daerah. surat perjanjian. m. surat perintah. h. u. surat keterangan. 11. i.13 10. 4. 3. surat biasa. pengumuman. c. x. berita daerah. y. k. dalam bentuk dan susunan surat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16 terdiri atas: 1. nota pengajuan konsep naskah dinas. dan 14. r. surat pengantar. surat edaran. 10. surat perintah tugas. sertifikat. surat perintah. telaahan staf. q. 8. w. (2) Sekretaris daerah atas nama bupati menandatangani naskah dinas yang meliputi: a. telegram. 12. surat keterangan melaksanakan tugas. lembar disposisi. p. surat undangan. nota dinas. Pasal 26 (1) Sekretaris daerah menandatangani naskah dinas dalam bentuk dan susunan surat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16 terdiri atas: a. 6. surat keterangan. . surat perintah perjalanan dinas. nota dinas. d. dalam bentuk dan susunan produk hukum berupa keputusan bupati. t. berita acara. sertifikat. 2. berita acara. dan z. pengumuman. surat panggilan. notulen. surat izin. dan b. f. o. surat undangan. 13. memo. j. g. s. 7. surat biasa. e. surat perintah tugas.

sertifikat. telaahan staf. 15. motulen. pengumuman. surat keterangan. laporan. nota pengajuan konsep naskah dinas. surat keterangan. f. surat perintah. laporan. g. nota pengajuan konsep naskah dinas. h. 13.14 12. h. e. d. telaahan staf. surat undangan. Asisten atas nama sekretaris daerah menandatangani naskah dinas bentuk dan susunan surat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16 terdiri atas: a. b. Pasal 27 (1) Asisten menandatangani naskah dinas dalam bentuk dan susunan surat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16 terdiri atas: a. surat biasa. j. k. surat perintah tugas. b. surat perintah tugas. e. dan 17. Pasal 28 Staf ahli menandatangani naskah dinas dalam bentuk dan susunan surat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16 terdiri atas: a. lembar disposisi. surat pengantar. daftar hadir. nota pengajuan konsep naskah dinas. Pasal 29 (1) Kepala SKPD menandatangani naskah dinas dalam bentuk dan susunan surat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16 terdiri atas: a. berita acara. surat pengantar. b. laporan. dan l. dan h. surat perintah. 14. surat panggilan. (2) . f. nota dinas. piagam. d. e. surat kuasa. g. dan c. surat biasa. f. surat perjanjian. memo. i. c. surat perintah perjalanan dinas. surat perintah perjalanan dinas. surat izin. d. c. nota dinas. 16. g. STTPP. c. telegram. b.

surat perintah tugas. o. 3. r. nota dinas. laporan. surat undangan. surat kuasa. j. c. 4. surat biasa. n. rekomendasi. Pasal 30 (1) Sekretaris DPRD menandatangani naskah dinas dalam bentuk dan susunan surat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16 terdiri atas: a. nota pengajuan konsep naskah dinas. lembar disposisi. s. laporan. surat perintah. m. surat perintah. dalam bentuk dan susunan produk hukum berupa Keputusan bupati. l. telegram.15 (2) (3) i. surat perintah perjalanan dinas. k. pengumuman. surat undangan. nota pengajuan konsep naskah dinas. . surat undangan. b. h. surat keterangan melaksanakan tugas. nota dinas. STTPP. piagam. dalam bentuk dan susunan surat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16 terdiri atas: 1. dan v. pengumuman. e. b. u. surat keterangan. sertifikat. berita acara. i. e. j. d. m. surat panggilan. t. sertifikat. 2. l. surat keterangan melaksanakan tugas. Kepala badan pendidikan dan pelatihan selaku kepala SKPD atas nama bupati menandatangani naskah dinas dalam bentuk dan susunan surat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16 terdiri atas: a. telaahan staf. surat panggilan. f. dan b. sertifikat. surat izin. dan 5. surat biasa. p. daftar hadir. memo. f. surat keterangan. g. g. surat perjanjian. surat biasa. q. dan h. surat undangan. c. k. Kepala SKPD atas nama bupati menandatangani naskah dinas yang meliputi: a. d.

lembar disposisi. dalam bentuk dan susunan produk hukum keputusan bupati. nota dinas. dan s. rekomendasi. Sekretaris DPRD atas nama bupati menandatangani naskah dinas meliputi: a. n. surat perintah perjalanan dinas. dalam bentuk dan susunan surat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16 terdiri atas: 1. l. surat perintah tugas. c. k. surat panggilan. p. surat perintah. nota dinas. berita acara. b. laporan. surat biasa. surat keterangan. i. 2. surat undangan. m. dan e. memo. daftar hadir. s. surat keterangan melaksanakan tugas. d. g. Pasal 31 (1) Kepala UPT dinas/badan menandatangani naskah dinas dalam bentuk dan susunan surat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16 terdiri atas: a. r. memo. q. lembar disposisi. . surat perjanjian. surat biasa. c. surat perintah. surat kuasa. surat keterangan. berita acara. dan b. d. (2) Kepala UPT dinas/badan atas nama kepala dinas/badan menandatangani naskah dinas dalam bentuk dan susunan surat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16 terdiri atas: a. rekomendasi. o. telaahan staf.16 (2) n. j. t. q. telaahan staf. o. p. r. daftar hadir. nota pengajuan konsep naskah dinas. daftar hadir. surat biasa. h. pengumuman. f. surat perintah. dan 3. b. e. dan u. laporan. pengumuman.

nota dinas. laporan. surat biasa. daftar hadir. l. surat perintah. s. d. j. surat perintah tugas. dan u. e. telaahan staf. surat keterangan. surat undangan. daftar hadir. rekomendasi. d. e. c. b. h. surat perintah. p. laporan. surat perintah perjalanan dinas. surat biasa. surat undangan. lembar disposisi. dan l. surat perintah. surat izin. h.17 Pasal 32 (1) Sekretaris pada SKPD menandatangani naskah dinas dalam bentuk dan susunan surat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16 terdiri atas: a. berita acara. c. q. nota dinas. surat panggilan. surat keterangan melaksanakan tugas. f. Sekretaris atas nama kepala SKPD menandatangani naskah dinas dalam bentuk dan susunan surat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16 terdiri atas: a. g. pengumuman. memo. surat keterangan. g. f. o. d. surat biasa. t. surat keterangan. m. lembar disposisi. k. r. nota pengajuan konsep naskah dinas. dan e. surat kuasa. telaahan staf. surat kuasa. surat perjanjian. memo. nota pengajuan konsep naskah dinas. Pasal 33 (1) Camat menandatangani naskah dalam bentuk dan susunan surat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16 terdiri atas: a. b. nota dinas. b. c. daftar hadir. i. j. n. (2) . i. k.

surat perintah. p. surat undangan. dan v.18 (2) Camat atas nama bupati menandatangani naskah dinas dalam bentuk dan susunan surat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16 terdiri atas: a. h. c. nota pengajuan konsep naskah dinas. surat keterangan. surat keterangan. memo. surat perintah perjalanan dinas. surat biasa. Pasal 34 (1) Kepala bagian. surat biasa. b. surat panggilan. o. i. nota dinas. daftar hadir. . k. c. s. Pasal 35 (1) Lurah menandatangani naskah dinas dalam bentuk dan susunan surat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16 terdiri atas: a. d. f. laporan. g. telaahan staf. surat perintah. n. surat perjanjian. surat perintah tugas. e. u. dan d. j. nota dinas. t. c. lembar disposisi. surat undangan. laporan. surat perintah. berita acara. m. b. telaahan staf. surat biasa. surat kuasa. kepala bidang pada SKPD menandatangani naskah dinas dalam bentuk dan susunan surat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16 terdiri atas: a. f. daftar hadir. q. surat izin. daftar hadir. surat perintah. b. berita daerah. e. rekomendasi. dan e. surat keterangan. l. nota dinas. (2) Kepala bagian. lembar disposisi. dan g. d. b. pengumuman. c. nota pengajuan konsep naskah dinas. surat keterangan melaksanakan tugas. d. r. kepala bidang atas nama kepala SKPD menandatangani naskah dinas dalam bentuk dan susunan surat sebagaimana dimaksud dalam pasal 16 terdiri atas: a.

b. surat perintah. surat biasa. kepala sub. kepala sub bidang. surat perintah. Tinta yang digunakan untuk penandatanganan dan paraf naskah dinas berwarna biru tua. kepala bidang menandatangani naskah dinas dalam bentuk dan susunan surat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16 terdiri atas: a. dan d. b.bidang. Pasal 36 (1) (2) Kepala sub bagian. daftar hadir.bagian. Pelaksanaan pendelegasian penandatanganan naskah dinas ditetapkan dengan keputusan bupati. dan c. . Kepala sub. kepala bagian.19 (2) Lurah atas nama camat menandatangani naskah dinas dalam bentuk dan susunan surat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16 terdiri atas: a. telaahan staf. Bagian Keempat Pendelegasian Penandatanganan Naskah Dinas Pasal 37 (1) (2) Ketentuan mengenai pendelegasian penandatanganan naskah dinas diatur dalam peraturan bupati. nota pengajuan konsep naskah dinas. b. kepala seksi menandatangani naskah dinas dalam bentuk dan susunan surat sebagaimana dimaksud Pasal 16 terdiri atas: a. dan d. surat keterangan. nota dinas. c. nota dinas. atas nama sekretaris. kepala seksi. laporan. Bagian Kelima Penggunaan Tinta untuk Naskah Dinas Pasal 38 (1) (2) (3) Tinta yang digunakan untuk naskah dinas berwarna hitam. Tinta yang dipergunakan untuk keperluan keamanan naskah dinas berwarna merah. c. surat undangan.

7 cm. ukuran garis tengah lingkaran dalam stempel jabatan Ketua DPRD dan perangkat daerah adalah 2.7 cm. stempel Ketua DPRD stempel perangkat daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 39 meliputi : a. c. c. stempel SKPD untuk keperluan tertentu. stempel UPTSP Bagian Kedua Bentuk.2 cm. Ketua DPRD dan stempel perangkat daerah adalah 4 cm. Pasal 40 Stempel jabatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 39 huruf a terdiri dari: a. jarak antara 2 (dua) garis yang terdapat dalam lingkaran dalam maksimal 1 cm. dan . stempel SKPD dan atau lembaga lain. c. b.8 cm. stempel jabatan. stempel UPT. Pasal 43 Ukuran stempel jabatan. dan stempel jabatan Kepala Desa. dan d. stempel Ketua DPRD Kabupaten Mojokerto. terdiri atas: a. stempel jabatan Bupati.20 BAB VI STEMPEL Bagian Kesatu Jenis Pasal 39 Jenis stempel untuk naskah dinas di lingkungan Pemerintah Kabupaten Mojokerto terdiri atas: a. ukuran garis tengah lingkaran luar stempel perangkat daerah adalah 1. b. ukuran garis tengah lingkaran tengah stempel perangkat daerah adalah 1. ukuran garis tengah lingkaran luar stempel jabatan. Pasal 41 Stempel perangkat daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 39 huruf b. b. ukuran garis tengah lingkaran tengah stempel jabatan. Pasal 44 (1) Ukuran stempel SKPD untuk keperluan tertentu sebagaimana dimaksud dalam Pasal 41 huruf b. dan c. ukuran garis tengah lingkaran dalam stempel perangkat daerah adalah 1. b. Ketua DPRD dan perangkat daerah adalah 3. stempel perangkat daerah. Ukuran dan Isi Pasal 42 Stempel jabatan. b. dan d.8 cm. meliputi : a. stempel Ketua DPRD dan stempel perangkat daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 39 berbentuk lingkaran.

tanda pengenal. berisi nama pemerintah kabupaten. sekretariat daerah. Pejabat yang berhak menggunakan stempel perangkat daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 39 huruf c. nama Kabupaten Mojokerto dan menggunakan lambang daerah dengan pembatas tanda bintang. kepala UPT/UPTSP atau pejabat yang diberi wewenang. dan (3) (4) . nama kecamatan dan nama jabatan pada desa yang bersangkutan dengan pembatas tanda bintang. (4) Stempel UPT dan UPTSP sebagaimana dimaksud dalam pasal 41 huruf c dan d. tanpa menggunakan lambang. Pasal 47 (1) Perangkat daerah yang berhak menggunakan stempel perangkat daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 39 huruf c meliputi: a. Pasal 45 (1) Stempel jabatan bupati sebagaimana dimaksud pada pasal 40 huruf a berisi nama jabatan dan menggunakan lambang negara dengan pembatas tanda bintang. asuransi kesehatan dan sejenisnya. f. kepala lembaga lainnya.21 (2) d. kecamatan. (2) Stempel Ketua DPRD Kabupaten Mojokerto sebagaimana dimaksud pada pasal 39 huruf b berisi sebutan DPRD. Pejabat yang berhak menggunakan stempel Ketua DPRD sebagaimana dimaksud dalam Pasal 39 huruf b adalah ketua DPRD Kabupaten Mojokerto dan wakil ketua DPRD Kabupaten Mojokerto. c. unit pelaksana teknis satuan pendidikan. d. Bagian ketiga Penggunaan Pasal 46 (1) (2) Pejabat yang berhak menggunakan stempel jabatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 40 huruf a. g. dengan pembatas tanda bintang. adalah bupati dan wakil bupati. e. Stempel perangkat daerah untuk keperluan tertentu sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dipergunakan untuk kartu tanda penduduk. b. dengan pembatas tanda bintang. h. (5) Stempel jabatan Kepala Desa sebagaimana dimaksud pada pasal 40 huruf b berisi nama Pemerintah Kabupaten Mojokerto. kepala SKPD. kartu pegawai. tanpa menggunakan lambang. jarak antara 2 (dua) garis yang terdapat dalam lingkaran dalam maksimal 0. dinas daerah. kelurahan. (3) Stempel perangkat daerah sebagaimana dimaksud dalam pasal 41 huruf a dan huruf b berisi nama pemerintah kabupaten dan nama SKPD yang bersangkutan. unit pelaksana teknis. lembaga teknis daerah. Pejabat yang berhak menggunakan stempel jabatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 40 huruf b adalah kepala desa pada desa yang bersangkutan.5 cm. nama SKPD dan nama UPT/UPTSP yang bersangkutan. sekretariat DPRD.

dan stempel perangkat daerah sebagaimana tercantum dalam Lampiran Peraturan ini. Unit yang membidangi urusan ketatausahaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) bertanggung jawab atas penggunaan stempel. Pasal 49 Bentuk stempel jabatan. BAB VII KOP NASKAH DINAS Bagian Kesatu Jenis Pasal 52 Jenis kop naskah dinas di lingkungan Pemerintah Kabupaten Mojokerto terdiri atas: a. kop naskah dinas perangkat daerah.22 i. b. stempel Ketua DPRD. Ketentuan lebih lanjut mengenai standarisasi kode pengamanan stempel sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur tersendiri oleh bupati. (2) (3) (4) Bagian kelima Pengamanan Pasal 51 (1) (2) Untuk pengamanan stempel naskah dinas di lingkungan pemerintah daerah. lembaga lainnya. Penunjukan pejabat pemegang dan penyimpan stempel sebagaimana dimaksud pada ayat (3) ditetapkan dengan Keputusan kepala SKPD. menggunakan kode. Bagian Keempat Kewenangan Pemegang dan Penyimpan Stempel Pasal 50 (1) Kewenangan pemegang dan penyimpan stempel jabatan untuk naskah dinas dilakukan oleh unit yang membidangi urusan ketatausahaan pada sekretariat daerah. dan c. Pasal 48 Stempel untuk naskah dinas menggunakan tinta berwarna ungu dan dibubuhkan pada bagian kiri tandatangan pejabat yang menandatangani naskah dinas. kop naskah dinas DPRD. . kop naskah dinas jabatan. Kewenangan pemegang dan penyimpan stempel perangkat daerah dilakukan oleh unit yang membidangi urusan ketatausahaan pada setiap SKPD atau unit pelaksana teknis.

e-mail dan kode pos. Kop naskah dinas kecamatan memuat sebutan Pemerintah Kabupaten Mojokerto. b. nomor telepon. nama kecamatan. e-mail dan kode pos. Kop naskah dinas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 53 ayat (4). digunakan untuk naskah dinas yang ditandatangani oleh ketua DPRD dan wakil ketua DPRD Kop naskah dinas sebagaimana dimaksud . (2) (3) (4) (5) Bagian Ketiga Penggunaan Pasal 55 (1) Kop naskah dinas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 53 ayat (1). nama satuan kerja perangkat daerah. Kop naskah dinas perangkat daerah memuat sebutan Pemerintah Kabupaten Mojokerto. e-mail dan kode pos. untuk bupati/wakil bupati menggunakan: a. lembaga lainnya atau pejabat lain yang ditunjuk.23 Bagian Kedua Bentuk dan Isi Pasal 53 (1) Kop naskah dinas jabatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 52 huruf a. nomor faksimile. alamat. Kop naskah dinas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 53 ayat (5). lambang negara berwarna kuning emas dan ditempatkan dibagian tengah atas serta alamat nomor telepon. Kop naskah dinas kelurahan dan pemerintah desa memuat sebutan Pemerintah Kabupaten Mojokerto. Pasal 56 Kop naskah dinas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 53 ayat (3) juga digunakan untuk naskah dinas yang ditandatangani oleh staf ahli bupati. website. website. e-mail dan kode pos ditempatkan dibagian tengah bawah untuk naskah dinas dalam bentuk dan susunan surat. nomor telepon. website. nomor faksimile. nomor faksimile. Kop naskah dinas DPRD memuat sebutan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Mojokerto. lambang negara berwarna kuning emas dan ditempatkan dibagian tengah atas untuk naskah dinas dalam bentuk dan susunan produk hukum. (2) (3) (4) (5) . kelurahan atau desa. alamat. digunakan untuk naskah dinas yang ditandatangani oleh camat yang bersangkutan atau pejabat lain yang ditunjuk. digunakan untuk naskah dinas yang ditandatangani oleh lurah atau kepala desa yang bersangkutan atau pejabat lain yang ditunjuk. digunakan untuk naskah dinas yang ditandatangani oleh kepala SKPD yang bersangkutan. nomor faksimile. alamat.dalam Pasal 53 ayat (3). digunakan untuk naskah dinas yang ditandatangani oleh bupati dan wakil bupati. nomor telepon. nomor faksimile. Pasal 54 Bentuk kop naskah dinas sebagaimana dimaksud pada pasal 52 tercantum dalam Lampiran Peraturan ini. nomor telepon. nama kecamatan. website. e-mail dan kode pos. website. alamat. Kop naskah dinas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 53 ayat (2).

Ukuran dan Isi Pasal 58 Sampul naskah dinas jabatan. sampul sepermpat folio dengan ukuran panjang 28 cm dan lebar 14 cm. Pasal 60 (1) Sampul naskah dinas jabatan berisi lambang negara berwarna kuning emas dan nama jabatan dan alamat. faksimile. sampul naskah dinas pemerintah desa. dan d. sampul folio/map dengan ukuran panjang 35 cm dan lebar 25 cm. nama SKPD dan UPT/UPTSP yang bersangkutan dan alamat. sebutan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Mojokerto. faksimile. dan d. nomor telepon. sampul naskah dinas DPRD sebagaimana dimaksud Pasal 57 huruf a dan b. nama SKPD yang bersangkutan. sampul naskah dinas perangkat daerah. (2) (3) (4) . e-mail. e-mail. sampul kantong dengan ukuran panjang 41 cm dan lebar 30 cm. e-mail. sampul naskah dinas DPRD. dan sampul naskah dinas pemerintah desa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 57 berbentuk empat persegi panjang. c. faksimile. (2) Jenis kertas sampul naskah dinas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) menggunakan kertas casing dengan warna: a. sampul naskah dinas DPRD. Sampul UPT/UPTSP berisi nama Pemerintah Kabupaten Mojokerto. Bagian Kedua Bentuk. faksimile. dan b. nomor telepon. sampul naskah dinas perangkat daerah.24 BAB VIII SAMPUL NASKAH DINAS Bagian Pertama Jenis Pasal 57 Jenis sampul naskah dinas di lingkungan Pemerintah Kabupaten Mojokerto terdiri atas: a. b. website dan kode pos dibagian tengah atas Sampul perangkat daerah berisi nama Pemerintah Kabupaten Mojokerto. nomor telepon. b. alamat. website dan kode pos dibagian tengah atas. c. nomor telepon. alamat. Sampul naskah dinas DPRD berisi lambang daerah berwarna. sampul setengah folio dengan ukuran panjang 28 cm dan lebar 18 cm. sampul naskah dinas jabatan. website dan kode pos dibagian tengah atas. website dan kode pos dibagian tengah atas. sampul naskah dinas DPRD dan sampul naskah dinas perangkat daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 57 meliputi: a. coklat untuk sampul naskah dinas perangkat daerah dan sampul naskah dinas pemerintah desa sebagaimana dimaksud Pasal 57 huruf c dan d. Pasal 59 (1) Ukuran sampul naskah dinas jabatan. e-mail. putih untuk sampul naskah dinas jabatan.

nomor telepon serta kode pos. nomor faksimile. Pasal 64 Ukuran papan nama di lingkungan pemerintah daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 63 disesuaikan dengan besar bangunan. webite. Papan nama UPT/UPTSP di lingkungan Pemerintah Kabupaten Mojokerto berisi tulisan Pemerintah Kabupaten Mojokerto. b. nama SKPD. alamat. dan tulisan kantor desa yang bersangkutan. nama kecamatan. nomor telepon serta kode pos (2) (3) (4) Pasal 66 Bentuk. Isi Pasal 63 Papan nama di lingkungan Pemerintah Kabupaten Mojokerto sebagaimana dimaksud dalam Pasal 62 berbentuk empat persegi panjang. nama desa.25 (5) Sampul naskah dinas Pemerintah Desa berisi sebutan Pemerintah Kabupaten Mojokerto. Papan nama UPT/UPTSP di lingkungan Pemerintah Kabupaten Mojokerto berisi tulisan Pemerintah Kabupaten Mojokerto. perangkat daerah sebagaimana dimaksud pada pasal 65 tercantum dalam Lampiran Peraturan ini. e-mail dan kode pos dibagian tengah atas. alamat. dan c. jenis bahan dasar. Pasal 61 Bentuk sampul naskah dinas sebagaimana dimaksud pada pasal 57 tercantum dalam Lampiran Peraturan ini. nama kecamatan. Ukuran. Papan nama di lingkungan Pemerintah Kabupaten Mojokerto sebagaimana dimaksud dalam Pasal 62 huruf b berisi tulisan Pemerintah Kabupaten Mojokerto dan nama SKPD yang bersangkutan. alamat. papan nama perangkat desa Bagian Kedua Bentuk. nomor telepon serta kode pos. dan nama UPT/UPTSP yang bersangkutan. besar huruf papan nama kantor bupati. alamat. papan nama perangkat daerah. nomor telepon dan kode pos. warna. . nomor telepon. BAB IX PAPAN NAMA Bagian Pertama Jenis Pasal 62 Jenis papan nama di lingkungan Pemerintah Kabupaten Mojokerto terdiri atas: a. Pasal 65 (1) Papan nama di lingkungan Pemerintah Kabupaten Mojokerto sebagaimana dimaksud dalam Pasal 62 huruf a berisi tulisan kantor bupati. alamat. papan nama kantor bupati.

Pejabat yang menandatangani naskah dinas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan oleh pejabat yang menetapkan. mudah dilihat dan serasi dengan letak dan bentuk bangunannya. penempatan a. mengeluarkan atau pejabat diatasnya. bentuk. BAB X PERUBAHAN.n. bab VI. ukuran dan isi stempel. bab VII. dan bab IX tercantum dalam lampiran Peraturan Bupati ini . bab V. perangkat daerah. Pasal 68 Bagi beberapa kantor. pemerintah desa ditempatkan pada tempat yang strategis. SKPD yang berada di bawah satu atap atau satu komplek. bab VIII. Plh dan Pj. sampul naskah dinas dan papan nama sebagaimana dimaksud dalam bab III. bab IV. paraf. BAB XI PELAPORAN Pasal 70 Bupati melaporkan pelaksanaan naskah dinas di lingkungan pemerintah kabupaten kepada gubernur. BAB XII PEMBINAAN DAN PENGAWASAN Pasal 71 (2) Menteri Dalam Negeri melakukan pembinaan dan pengawasan atas penyelenggaraan naskah dinas di lingkungan pemerintah provinsi dan kabupaten. DAN PENCABUTAN Pasal 69 (1) (2) Perubahan dan pencabutan naskah dinas dilakukan dengan bentuk dan susunan naskah dinas yang sejenis. u. Gubernur melakukan pembinaan dan pengawasan penyelenggaraan naskah dinas di lingkungan pemerintah kabupaten. (3) BAB XIII KETENTUAN PENUTUP Pasal 72 Bentuk dan susunan naskah dinas. kop naskah dinas.p. dibuat dalam satu papan nama yang bertuliskan semua nama SKPD.b. Plt. u.26 Bagian Ketiga Penempatan Pasal 67 Papan nama kantor.

Ditetapkan di Mojokerto pada tanggal BUPATI MOJOKERTO.ME Pembina Tk I NIP. Agar setiap orang dapat mengetahuinya. MUSTOFA KAMAL PASA Diundangkan di Mojokerto pada tanggal Plt. Pasal 74 Peraturan Bupati ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan. ARDI P. SEKRETARIS DAERAH KABUPATEN MOJOKERTO Ir. Peraturan Bupati Mojokerto Nomor 35 Tahun 2008 tentang Tata Naskah Dinas (TND) dicabut dan dinyatakan tidak berlaku. MEng. memerintahkan pengundangan Peraturan Bupati ini dengan penempatannya dalam Berita Daerah Kabupaten Mojokerto.Sc.27 Pasal 73 Pada saat Peraturan Bupati ini mulai berlaku. MOCH. 19650622 199003 1 008 BERITA DAERAH KABUPATEN MOJOKERTO TAHUN 2011 NOMOR .

105 .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->