Dua Puluh Satu Motivasi Praktis Menghafal Al-Quran

Tradisi
• Aktivitas santri di ponpes vs aktivitas pelajar atau mahasiswa di sekolah dan kampus. • Terbilang langka mahasiswa hafal al-Quran ataupun dosen hafal al-Quran. • Sejarah ilmuan-ilmuan muslim yang fenomenal dalam bidang filsafat dan sains pada abad pertengahan Islam, sebagai contoh orang-orang yang mumpuni di bidangnya, dan mereka rata-rata hafal dan menguasai al-Quran. • Seperti Ibnu Rusyd, Ibnu Sina, al-Ghazali, Ar-Razi dll, mereka adalah sosok ilmuan yang komplit, rumus-rumus fisika, kimia, astronomi dikuasai, tafsir, hadis, fiqh juga dipahami secara mendalam.

Apa Rahasianya?
• Ternyata memang saat itu ada tradisi yang kuat bahwa hafal dan faham al-Quran itu merupakan “harga mati” (tidak boleh ditawar) sebelum mereka beranjak untuk mempelajari ilmu-ilmu lainnya. • Hal ini tercermin dalam tulisan Imam AnNawawi dalam kitabnya “Al-Majmu”

َ ْ‫ح‬ ْ َ َ ُ ْ ْ‫ن‬ ْ‫ن‬ ْ‫ى‬ ‫ظ‬ ٌ‫ا‬ ‫ش‬ ‫م‬ ‫ال‬ ‫ى‬ ‫ل‬ ‫ع‬ ‫ه‬ ‫س‬ ‫ُو‬ ‫ر‬ ‫د‬ ‫م‬ ‫ْدَأ‬ ‫ب‬ ٌ ‫أ‬ ‫غ‬ ‫ب‬ ‫ن‬ ٌَ ‫و‬ ِ ‫ف‬ ِ ‫وفًِ ال‬ ِ ِ ِ ِ َ :‫خ‬ َ َ َ َ َ • ِ ِ َ‫اْل‬ ُ ‫ف‬ ْ ْ َ ْ‫ح‬ ْ‫ت‬ ِّ ‫وال‬ َ َ َ ْ ‫ظ‬ ‫ئ‬ ُ ‫د‬ ‫ت‬ ‫ب‬ ٌ ‫ا‬ ‫م‬ ‫ل‬ ُ ‫و‬ : ‫م‬ ‫ه‬ ‫اْل‬ ‫ف‬ ‫م‬ ‫ه‬ ‫ب‬ ‫ة‬ ‫ع‬ ‫ل‬ ‫ا‬ ‫ُط‬ ‫والم‬ َّ‫أو‬ ِ ‫ه‬ ِ‫ب‬ ِ ِ َ َ َ َ َ َ َ ‫ار‬ َ‫ك‬ َ ِّ ِ ِ ِ ‫ر‬ َ‫ُو أ‬ ْ ‫ن‬ ْ ْ ُ‫عل‬ ُ َ ٌ‫د‬ َ ْ‫لفُ الَ ٌَع‬ َ‫س‬ َ‫و‬ َ ْ ‫لم‬ ْ ْ‫ر‬ ‫ْث‬ ‫و‬ ُ ‫ال‬ ‫م‬ ‫ه‬ ‫ه‬ ‫ف‬ ‫ْز‬ ٌ ‫ز‬ ‫ع‬ ‫ال‬ ‫آن‬ ‫ق‬ ‫ال‬ َّ ‫ان ال‬ ِ‫ح‬ َ ‫ال‬ َ ‫ُو‬ َ ‫ك‬ َ ‫م‬ َ َ َ ِ ِ ِ ِ ْ ‫ظ‬ َ ِ‫حف‬ ْ ِ‫والف‬ ‫آن‬ َ ْ‫القُر‬ َ ْ‫من‬ َ ِ‫ه إالَّ ل‬ َ‫ق‬ َ “ Hal Pertama ( yang harus diperhatikan oleh seorang penuntut ilmu ) adalah menghafal Al Quran, karena ia adalah ilmu yang terpenting, bahkan para ulama salaf tidak akan mengajarkan hadis dan fiqh kecuali bagi siapa yang telah hafal Al Quran”. “Imam Nawawi, Al Majmu’,( Beirut, Dar Al Fikri, 1996 ) Cet. Pertama, Juz : I, hal : 66

Testimoni ..
• Rektor Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (Maliki) Malang, Bapak Prof. Dr. Imam Suprayogo, dalam acara wisuda 2008 pernah menyampaikan bahwa dalam beberapa tahun terakhir peraih predikat mahasiswa terbaik selalu diraih oleh mahasiswa yang hafal al-Quran. • Hal yang sama juga dibuktikan oleh keluarga Bapak Mutammimul Ula. Kesepuluh putra putrinya yang sedang menghafal al-Quran itu rata-rata menjadi pelajar dan mahasiswa terbaik di sekolah mereka masing-masing.

saya kesulitan menulis satu kalimat dengan baik dan benar. Sebelum hafal al-Quran. Beliau menulis dalam Artikel yang berjudul: Asrar al-Ilaj bi istima’ ila alQuran : ُ ‫نًْ أنْ أ‬ ْ ْ ْ‫ش‬ ْ ُ ُ‫ك‬ َ ‫ب‬ َ ْ‫ر‬ ْ‫س‬ ْ‫ي‬ ُ ‫ل‬ ‫آن‬ ‫ق‬ ‫ال‬ ‫إلى‬ ‫اع‬ ‫م‬ ‫ت‬ ‫اال‬ ‫ئ‬ ‫ار‬ ‫ق‬ ‫ال‬ ‫ْز‬ ٌ ‫ز‬ ‫ع‬ ‫ك‬ ‫ر‬ ‫ب‬ ‫خ‬ َّ‫أن‬ ِ ِ‫ن‬ ِ ْ‫وٌُم‬ َ َ َ َ َ َ َ • ِ ٍ‫ك‬ ِ ِ ِ ِ ِ ِ ْ ْ َ‫ه‬ ْ َ ‫د‬ َ ْ ُ‫ة ق‬ ِّ ‫ُؤ‬ ْ ،ً َ‫ح‬ ‫د‬ ‫ب‬ ‫اْل‬ ‫ى‬ ‫ل‬ ‫ع‬ ‫ان‬ ‫س‬ ‫ن‬ ‫اْل‬ ‫ة‬ َ ‫ز ٌَا‬ ‫إلى‬ ِ‫م‬ ِ‫ر‬ ِ‫د‬ َ ‫ع‬ َ ‫ث‬ َ ‫ما‬ َ ‫ذا‬ َ‫و‬ َ ،‫َاع‬ َ َ َ‫د‬ َ ْ‫دي‬ َ ٌ ٍّ‫مُسْ َتمِر‬ ِ ِ ِ ِ ِ ُ ‫ت الَ أ‬ ْ َ‫آن أ‬ ْ ‫ظ‬ ْ ْ ْ‫ح‬ ُ ُ َ َ َّ ُ َ َ َ‫ف‬ َ ُ ْ‫ُم‬ ْ ًْ ْ‫القُر‬ ٍ ُ ‫ما‬ ٌ ‫ح‬ ‫ص‬ ‫ل‬ ‫ك‬ ‫ش‬ ‫ب‬ ‫ة‬ ‫ل‬ ‫ج‬ ‫ة‬ ‫ب‬ ‫ا‬ ‫ت‬ ‫ك‬ ‫د‬ ٌ ‫ج‬ ‫ن‬ ‫ك‬ ‫ن‬ ‫ن‬ ‫أ‬ ‫ر‬ ‫ك‬ ‫ذ‬ ِ ِ ِ ِ ‫ف‬ ِ ‫ل‬ َ ‫ َب ٌْ َن‬،‫ْح‬ َ َ َ ‫ق ْب‬ ٍ ِ ِ ْ ِ ٍ ْ َ َ‫ف‬ َ ‫ْن‬ ْ ٍ ْ‫ة َبح‬ ‫قط‬ ‫و‬ ٌ ‫ل‬ ‫ال‬ ‫خ‬ ً ‫م‬ ‫ل‬ ِ ِ ِ ‫ث‬ ِ ‫ك َتا َب‬ ِ‫ب‬ َ ‫م أَ ْو ٌَ ْو‬ َ َ َ ُ ‫اآلن أقُ ْو‬ ِ ٌ‫م‬ ِ ‫م‬ ٍ ٍ ‫ع‬ • Bisa saya informasikan pada para pembaca yang terhormat bahwa mendengarkan ayat al-Quran secara kontinyu akan menambah kemampuan berinovasi. saya masih ingat. .Dr. sementara sekarang saya mampu menulis karya ilmiah hanya dalam kurun waktu satu sampai dua hari saja. sebagaimana yang terjadi pada diri saya. Abdul Daim al-Kaheel dari Kuwait.

• Terkait ini dengan usia ini. Otak. Syekh Alwi al-Haddad –dalam bukunya “Sabilul Iddikar ” (matan kitab An-Nashaih adDiniyyah) mengatakan: “Ketika usia remaja menginjak 20 tahun dan tidak memiliki kebanggaan.1. pasti usia Anda masih dalam kisaran 18-24 tahun. semangat. termasuk menghafal. . maka tidak akan muncul kebanggaan lagi Ketika engkau tidak mampu menguasai masa remaja. Usia tersebut masuk dalam kategori usia subur dan produktif (golden age) dalam mencari ilmu. dan kesempatan Anda sekarang berada di masa keemasan • Kalau Anda seorang mahasiswa. maka engkau tidak bisa menguasainya setelah itu selama hidupnya”.

. • Bila “hari ini” dalam diri seorang remaja telah tumbuh benih-benih kompetensi. sudah menjadi orang sukses sesuai dengan yang dia kerjakan sekarang. integritas.Jadi… • Dengan kata lain. etos kerja tinggi. “hari ini” bagi seorang remaja adalah miniatur kesuksesan di masa yang akan datang. kepemimpinan. kemungkinan besar 10 tahun atau 15 tahun yang akan datang.

Bersyukurlah. kadar karunia yang Allah berikan kepada hambanya berbeda-beda satu sama lain. • Oleh karenanya. anak. ilmu dan persaudaraan. An-Nahl:71): ‫و ه‬ َ ُ ‫َّللا‬ ْ ‫الر‬ ُ‫ض‬ ِ ٍ ‫ع‬ ِّ ‫ض فِي‬ ْ‫ب‬ َ ‫علَى‬ َ ‫م‬ َ ‫ع‬ ْ‫ب‬ َ َ ‫ضل‬ ‫ف ه‬ َ ِ ‫زق‬ ْ‫ك‬ Dan Allah melebihkan sebahagian kamu dari sebahagian yang lain dalam hal rezki. hanya orang pilihanlah yang diberi kemampuan itu. .2. • Rizki itu bisa berupa harta. Allah memberikan anugerah kepada hambanya sesuai takaran takdir yang dibarengi dengan ikhtiar maksimal. kesehatan. Kalau anda hari ini kemampuan membaca ayat-ayat al-Quran dengan baik. syukuri itu sebagai bagian dari rizki Allah. • Tidak banyak orang yang bisa membaca al-Quran. tidak banyak orang yang bisa baca al-Quran • Mensyukuri anugerah Allah adalah sebuah keniscayaan manusia sebagai hamba Allah. Allah berfirman (QS.

Nabi Bersabda: “Barang siapa yang dikehendaki Allah menjadi orang baik. Sedang tujuan akhirnya adalah pengamalan serta pengajaran al-Quran itu sendiri. apabila kemampuan baca al-Quran yang dimiliki itu tidak diamalkan secara istiqamah. • Tidak ada manfaatnya. meningkatkan pemahaman kandungannya atau meneruskannya ke jenjang tahfidz (menghafalkan). Caranya dengan memperbanyak bacaan al-Quran. maka dia memiliki pemahaman dalam agama” • Jika kita tergolong orang yang bisa baca al-Quran. ِّ ‫ف‬ َ‫ي‬ َ ‫ه‬ ُ‫ه‬ ِ‫ب‬ ِ‫ر‬ ‫ن‬ ْ‫ق‬ ُ ‫را‬ ً ‫خ ْي‬ ُ ْ‫من‬ َ ِ ‫ه فِي الدِّ ْي‬ ِ ُ ‫د َّللا‬ ِ‫ي‬ . Sebagaimana pisau. ia tidak akan berarti apa-apa bila tidak digunakan untuk keperluan memotong. • Allah memberikan ilmu hakikatnya bukanlah sebagai tujuan (goal) tapi semata alat (medium) untuk sampai pada tujuan. maka bersyukurlah dengan cara yang lebih produktif.

. • Di antara mereka ada yang bercerita: ”mas.3. saya sampai sekarang ini masih mendambakan untuk bisa hafal Al-Quran. dengan usia di atas 50 tahun. sebab Allah menghargai proses bukan hasil. memiliki penghasilan tinggi. mengatakan: “saya sekarang menghafalkan al-Quran. Mereka sekarang sudah jadi orang hebat. kalau bisa semua ayat al-Quran sudah pernah dihafal agar memori otak yang Allah ciptakan ini pernah terisi dengan file-file alQuran”. Cita-cita saya sebelum meninnggal. tapi pada usia setua ini apa masih bisa? • Seorang dosen di S3 UIN Maliki Malang. berapapun dapatnya tidak masalah. dihormati. akademisi. Betapa banyak orang yang merindukan untuk menjadi penghafal al-Quran • Banyak tokoh-tokoh Islam.

• Bukankah otak atau hati yang berisi al-Quran tidak akan disiksa oleh Allah? Sebagaimana sabda Rasulullah: ْ ‫رؤُ ْوا‬ ْ ‫ل ِا‬ ُ‫ن‬ َ‫و‬ َّ َّ‫غر‬ َّ ‫ إ‬: ‫عن أبً أمامة‬ ُ ٌَ ‫ال‬ َ ‫ه‬ ُ ‫ان ٌَقُ ْو‬ ُ‫ن‬ ‫م‬ َ ‫آن‬ َ ْ‫القُر‬ َ‫ق‬ َ ‫ك‬ ْ‫ك‬ ِّ ‫ع‬ ْ ‫عى‬ ْ ‫ف‬ ْ ‫ه‬ َ ‫هللا‬ َ‫ق‬ َ ‫ب‬ َ ‫ة‬ َ َّ‫عل‬ ُ ْ‫لن‬ ُ ‫ال‬ ‫آن‬ ِ ‫صا‬ ِ‫ذ‬ ِ‫ه‬ َ ْ‫القُر‬ َ ‫و‬ َ ‫ق ْل ًبا‬ َ ‫ذ‬ ٌَ َ‫م‬ َ ‫ح‬ َ ‫م‬ َ ‫ال‬ َ َ َّ‫فإِن‬ )ً‫(رواه الدارم‬ Bacalah al-Quran. jangan sekali engkau tertipu dengan mushaf yang tergantung ini. karena Allah tidak akan menyiksa hati yang berisi al-Quran (HR. Ad-Darimi) .

juga pernah kedatangan santriwati berusia 50-an tahun dari daerah Tanggul kota Jember. atau mungkin karena kesibukannya tidak sempat menghafal. berbahagialah! . berarti Anda telah melakukan sesuatu yang banyak dirindukan orang lain. • Jadi. • Kalau mereka baru bermimpi. Anda sudah melakukannya. kalau hari ini Anda menghafal.• Di Pesantren Darul Quran Singosari Malang. • Mungkin mereka yang merindukan menjadi penghafal al-Quran tersebut sudah pernah mencoba tapi gagal. • Seorang ibu dua anak masih menyempatkan diri setoran hafalan al-Quran seminggu sekali di Pesantren Nurul Ulum Kebonagung Malang.

bila kita hari ini sudah punya niat untuk menghafal dan sudah mulai menghafal.4. setelah ditancapkan ke dalam tanah. • Rasa syukur itu semestinya dimanifestasikan secara konkrit dalam bentuk upaya maksimal meneruskan hafalan itu hingga paripurna (tuntas). • Demikian juga. sebagai ungkapan rasa syukur pada Allah. . maka bersyukurlah. sebab tidak banyak orang yang mendeklarasikan diri untuk berkomitmen menghafal (nawaitu) dan mulai melakukannya. • Ibarat biji tanaman. bahwa kemampuan baca al-Quran yang sudah ada selama ini seharusnya ditingkatkan. Tidak banyak orang yang punya niat dan mulai menghafal • Sebagaimana disebutkan di atas. ia harus kontinyu disiram dan dipupuk sampai tumbuh dan berkembang subur lalu berbuah.

• Di Indonesia. dalam usia semuda itu si Farih telah memulai dan melaksanakan hafalan hingga tuntas. .5. Siapakah orang tua yang tidak bangga memiliki anak sesholih dan secerdas dia. Dialah Abdurrahman Farih dari Al-Jazair (yang saat direkam baru berusia tiga tahun). orang tua yang anaknya terjaring dalam DACIL (Audisi Dai Cilik) saja bangganya bukan kepalang. Tidakkah kita malu dengan anak balita yang hafal al-Quran • Pernah ada di situs Youtube terpampang seorang anak balita brilian yang membaca al-Quran bil ghaib. Hal yang perlu menjadi catatan kita.

• Atau mungkin usia Anda sudah di atas 30 tahun. Motivasi tidak ada jaminan datang dua kali. • Kalau usia anda di usia 55 tahun belum selesai menghafal. • Jangan putus asa bila di usia sekarang Anda belum sukses. Bisa jadi. . jangan pernah menunda sebuah niat suci. jangan putus ada karena Rasulullah tuntas menerima wahyu di usia 61 tahun. niat yang pelaksanaannya tertunda akan menguap dan sirna selamanya. masih ada beberapa tahun menuju usia 23 tahun dimana sepanjang itu al-Quran lengkap diturunkan. • Kapan lagi memulai.• Bagaimana dengan Anda? Sudah berapa usia Anda? Bila hari ini usia Anda sudah di atas 18 tahun dan belum nawaitu untuk menghafal atau belum tuntas dalam menghafal. jangan putus asa untuk menghafal sebab Rasulullah mulai menerima wahyu dan menghafal baru di usia 40 tahun. patutlah Farih menjadi ”cambuk”. agar anda merasa malu dan tergerak untuk memulai.

Tidak inginkah kita membahagiakan orang yang selama ini rela menderita untuk kita • Setiap kali terlahir anak manusia. Dialah ayah dan ibu kita. agar tidak tak terganggu konsentrasi mereka. berhutang rupiah kesana kemari demi kelangsungan studi putra putrinya yang berada di perantauan. Mereka rela menderita demi kebahagiaan sang anak. • Namun. dari sana akan muncul empati serta simpati dari anak. • Si anak sering tidak diberitahu tentang suka duka orangtua yang di rumah. Siang malam tercurah kasih sayangnya. .6. si anak mesti merasakan dan peka akan suka duka orang tua tersebut. terkadang tidak banyak tahu tentang penderitaan orang tua di rumah. • Mahasiswa yang sedang studi jauh dari orang tua. Harapannya. bagaimana mereka membanting tulang. untuk kemudian berupaya untuk memberikan balas budi kepada orang tua kelak di kemudian hari. pasti di sana ada orang yang ikut bersuka cita menyambut kehadiran sang bayi.

• Rata-rata orang tua sudah merasa senang manakala anaknya berprestasi dan berperilaku baik. • Rasulullah bersabda: َ‫عنْ أ‬ ْ ‫ذ‬ َ -‫هللا –صلى هللا علٌه وسلم‬ ٍ ‫ُعا‬ «‫ل‬ ُ ‫ال‬ ‫ْل ب‬ ِ ٌ‫ب‬ ِ‫ه‬ ِ َّ ‫ل‬ َ ‫قا‬ َ ‫رسُو‬ َ َّ‫ه أَن‬ َ ِّ‫نى‬ َ‫ج‬ َ ‫ْن م‬ َ ْ‫عن‬ َ ِ ‫سه‬ ِ ِ ُ‫ه أ‬ َ ْ ‫م‬ ْ ْ ُ َ ْ‫من‬ ْ‫ر‬ ‫ء‬ ‫ل‬ ٌ ‫ف‬ ‫ا‬ ‫م‬ ‫ب‬ ‫ل‬ ‫م‬ ‫ع‬ ‫و‬ ‫آن‬ ‫ق‬ ‫ال‬ ‫رأ‬ ِ ُ‫سن‬ ِ‫م‬ ِ ِ ِ َ ْ‫من‬ َ ْ‫ض ْوؤُ هُ أَح‬ َ ‫ة‬ َ ‫القِ ٌَا‬ َ ‫س‬ َ ‫ب‬ َ َ َ َ َ َ‫ق‬ َ ِ ‫ض ْو‬ َ ‫والِدَ اهُ َتاجً ا ٌَ ْو‬ ِ ِ َّ ‫ال‬ )‫ت الد ْن ٌَا (رواه أبو داود‬ ُ ‫س فِى‬ ِ ‫بٌُو‬ ِ ْ‫شم‬ Barang siapa yang membaca al-Quran dan mengamalkan isinya maka pada hari kiamat kedua orang tuanya akan diberi mahkota yang cahayanya lebih indah daripada sinar matahari di dunia.• Dengan menghafal al-Quran. dibanding semata-mata ”pamer kekayaan”. tawaddu’. kita ingin memanjakan orang tua supaya mereka bisa bangga dan terhibur. . kelak pahala baca al-Quran dari anak tak kan pernah putus dan akan senantiasa menerangi kubur mereka dengan cahaya al-Quran. Paling tidak. ketika mendengar anaknya hafal al-Quran. dalam bayangan orang tua.

. Begitu indahnya. • Cepat atau lambat orang tua kita pasti berpulang ke hadirat ilahi rabbi. Alangkah indahnya. jika kubur orang tua kita yang sempit dan gelap. • Orang yang hafal al-Quran secara umum memiliki intensitas bacaan yang lebih tinggi dibanding dengan yang tidak. Juga kita meyakini bahwa alQuran yang kita baca pasti akan sampai pada orang yang telah meninggal. lebih terbuka. kita meyakini akan adanya siksa kubur dan akherat. jika kubur orang tua kita selalu bersinar lantaran al-Quran yang selalu kita baca • Sebagai orang beriman.7. sehingga peluang untuk mendoakan dan mengirimkan pahala pada orang tua. bertaburkan cahaya alQuran.

.• Abu Ja’far meriwayatkan dari Abdullah bin Umar ra. maka ia dibuatkan cahaya seperti matahari di dalam kuburnya. dan apabila ia tidak hafal. Kemudian ia bangun dari tidurnya seakan-akan ia belum puas dari tidurnya itu. Ia bagaikan pengantin baru yang tidur dan tidak dibangunkan kecuali oleh isteri yang sangat dicintainya. ditaburi harum-haruman dan ditutup dengan kain sutera. Apabila ia hafal sebagian dari Al-Qur’an maka apa yang dihafalnya itu menerangi seluruh kuburnya. Bahwa orang mukmin itu apabila diletakkan di dalam kuburnya maka kuburnya itu dilapangkan 70 hasta.

pandai. • Kecenderungan banyak orang. mereka ingin memperoleh pasangan hidup yang sempurna (cantik/tampan. kaya dsb). setia. Betapa inginnya kita mendapatkan pendamping yang lidahnya selalu basah dengan al-Quran • Sayyidina Ali Karromallahu Wajhah berkata: ُ ‫ما‬ َّ ‫ل ال‬ ‫ه‬ ُ ْ‫حب أَن‬ ِ‫ب‬ ِ ‫عا‬ ِ ‫ت‬ ِ ‫عا‬ َ ‫ملُ ْو‬ ٌَ َ‫ب‬ َ ‫ن‬ َ ِ‫م‬ ِ ‫ك‬ ِ ‫اس‬ Perlakukan orang lain dengan sesuatu yang kau ingin diperlakukan seperti itu. seringlah memberi hadiah pada orang lain.8. sakiti dia. tidak banyak yang memperindah dirinya dengan sifatsifat sempurna semacam itu. . Sementara. • Bila kita ingin dapat hadiah. Sebaliknya bila kita ingin disakiti oleh orang lain. Ungkapan tersebut senada dengan hadis nabi: َّ ‫ت إِلَى ال‬ ْ ٌ ْ‫حب أَن‬ )‫ه (رواه مسلم‬ ُ ‫ذي‬ ِ ٌْ َ‫ُؤ َتى إِل‬ ِ ٌ ِ َّ‫اس ال‬ ِ ْ‫و ْل ٌَأ‬ َ ِ ‫ن‬ Lakukan pada orang lain sesuatu yang dia suka diperlakukan seperti itu.

Drs.• Termasuk hal yang diidamkan oleh mayoritas muslim/muslimah adalah memiliki istri atau suami yang mahir atau hafal al-Quran. kel. . sebaiknya ketergantungan kita dengan orang lain dihilangkan. Mutammimul Ula di Bekasi. Daripada bermimpi mendapatkan jodoh penghafal al-Quran yang susah terrealisasi. insyaallah. • Daripada mengharap pasangan kita yang ideal. lebih baik mengidealkan diri kita sendiri. lebih baik kita sendiri menjadi penghafal alQuran. banyak contoh yang bisa dipaparkan. • Hanya saja. kita malah diharap dan dicari orang lain. 10 anaknya hafal al-Quran dll. manakala anak-anak meneladani hal-hal baik yang dilakukan orangtuanya. Dari sini. • Rumah sebagai sebuah lembaga informal untuk mendidik putra putri yang salih shalihah dan akan sukses. why not? Alih-alih mengharap dan mencari.

Sapu yang kotor malah mengotori tempat bersih. pasti mereka dididik dengan pola asuh yang benar. Orangtua yang hafal al-Quran berpotensi menciptakan generasi yang hafal alQuran juga. • Tentu. Sapu yang bersih akan dengan mudah membersihkan tempat kotor. dimulai dari orang tuanya. jadi orang besar. Kita semua juga ingin anak-anak kita hidup demikian. Begitu indahnya. jadi orang baik. jika kita membesarkan anak-anak kita dengan gema dan aura al-Quran • Mereka yang hari ini sukses. Mereka pernah kecil. mengalami masa kanak-kanak yang indah dan menyenangkan. .9.

Konon. kita ajari mereka mendoakan dan membacakan al-Quran serta pada even-even penting lainnya. • Demikian juga. • Meninabobokkan bayi. kita bangunkan mereka dengan nada-nada alQuran. sembari memperdengarkan alunan kalam ilahi. tak henti-hentinya orang tua memandu hafalan anak.• Di saat anak-anak masih tidur menjelang tiba waktu Subuh. • Waktu anak-anak sakit selalu dibacakan doa-doa dan ayat al-Quran untuk memohon kesembuhan mereka. • Berkunjung ke makam famili dan orang sholih. ketika mengantar dan menjemput anak sekolah. . sungguh memberikan energi positif yang luar biasa. alam bawah sadar anak (otak pada gelombang teta) akan terus merekam suara-suara luar meski mereka terlelap tidur.

sehingga tidak lagi membutuhkan aktivitas kerja lagi. apakah Anda betah berjam-jam duduk di depan televisi saja atau hanya jalan-jalan ringan mengelilingi rumah. harta melimpah. Suatu ketika. Mungkin pada usia itu. kita pasti menjadi dewasa lalu tua.10. Mata sudah mulai kabur. apalagi menghafal. • Dalam kondisi seperti ini. apa kegiatan kita di saat-saat menyongsong ajal tersebut? • Sudah bukan rahasia lagi. . kita sudah pensiun dari pekerjaan. meski harta melimpah. juz demi juz terdendangkan dengan merdu. rumah sudah bagus. pendengaran juga tidak setajam dahulu. bahwa masa tua adalah masa dimana orang rentan terhinggap banyak penyakit. Relakah masa tua kita hanya seperti itu? Tidakkah kita ingin setiap hembusan nafas yang keluar dari mulut kita adalah untaian kalimat al-Quran. semua organ tubuh sudah berkurang fungsi dan powernya. Setiap detakan jantung bernilai sepuluh kebaikan lantaran satu huruf al-Quran yang kita baca. Lalu mana aktivitas ibadahnya? • Seusai shalat wajib di masjid tentu berdzikir lalu pulang ke rumah begitu seterusnya. Siang dan malam hari. Mau baca al-Quran mata tidak lagi jelas.

amin. • Rasulullah saw menganjurkan agar “kepulangan kita” kelak kepada Allah dalam kondisi membawa al-Quran. beliau bersabda: ْ ًْ‫ن‬ ْ َ‫ء أ‬ ُ َ‫م ال‬ ُ‫ن‬ َّ ‫إ‬ َ ‫ممَّا‬ َ ‫ب‬ ْ ‫جع‬ ُ ‫م ْن‬ ُ ‫ض‬ ‫آن (رواه‬ ِ ْ‫ه ٌَع‬ ِ ‫ج‬ ِ ‫ل‬ ٍ ًْ‫ش‬ َ ْ‫القُر‬ َ ‫ر‬ َ‫خ‬ َ ‫ف‬ ِ ‫إلى‬ َ ‫ن‬ َ ‫ُو‬ َ ْ‫تر‬ ْ‫ك‬ ِ ‫هللا‬ )‫الحاكم عن أبً ذر الغفاري‬ Sesungguhnya kalian tidak dikembalikan kepada Allah dengan membawa sesuatu yang lebih utama dibanding sesuatu yang keluar dari Allah yaitu al-Quran. tetapi hati sangat tajam dan pikiran terus bersinar. . Meski mata tak mampu melihat lekukan huruf-huruf al-Quran.• Semua itu mustahil terjadi apabila seseorang tidak hafal al-Quran. mampu menangkap lafadz dan makna al-Quran. Keistiqamahan semacam ini insyaallah menjamin kita untuk menghembuskan nafas terakhir dengan khusnul khatimah.

Di hari ketika harta dan tahta tidak lagi mampu menyelamatkan kita dari kobaran api neraka. niscaya dia kan datang pada hari kiamat sebagai penolong pembacanya. sebagai hamba Allah yang penuh salah dan dosa.11. . • Hadis ini memberikan garansi kepada para pembaca alQuran atau orang yang mendalami al-Quran. • Garansi tersebut cukup melegakkan kita semua. Maukah “rapot merah” amal kita “dikatrol” oleh al-Quran? ْ َ‫عا ْل‬ ْ ْ ْ‫ا‬ ُ َّ َ َ ً ْ‫ص‬ ْ ْ‫ر‬ ‫ابه (رواه‬ ‫ح‬ ٌ ‫ف‬ ‫ش‬ ‫ة‬ ‫م‬ ‫ا‬ ٌ ‫ق‬ ‫ال‬ ‫م‬ ‫و‬ ٌ ‫ى‬ ‫ت‬ ‫أ‬ ٌ ‫ه‬ ُ ‫ن‬ ‫إ‬ ‫ف‬ ‫آن‬ ‫ق‬ ‫ال‬ ‫رءُوا‬ ِ ِ ِ ِ َ َ َ َ َ َ َ‫ق‬ َ ِ ِ (‫مسلم عن أبً أمامة‬ Bacalah al-Quran.

maka Allah akan memasukkannya ke surga dan memberi hak untuk menolong 10 keluarganya yang telah dipastikan masuk neraka. • Allah memberikan 10 tiket surga kepada penghafal alQuran yang juga pengamal isinya. . • Hari itu tak ada yang kita butuhkan melainkan rahmat Allah dan amal baik yang tulus kita lakukan. saat itulah al-Quran datang sebagai syafi’ (penyelamat). sebagaimana sabda Rasulullah: َ ‫رأ‬ َ ْ‫ قال رسول هللا صلى هللا علٌه و سلم مـَن‬: ‫علً بن أبً طالب قال‬ َ‫ق‬ ْ ‫واسْ َت‬ ْ ‫ه‬ ْ َ‫ن‬ َ‫ح‬ َّ ‫ش‬ َّ ‫ج‬ َ ‫و‬ َ ‫أد‬ َ ُ ‫ره‬ ْ ‫ه‬ ًِْ‫ه ف‬ ُ‫ع‬ ُ َ‫خل‬ ُ‫م‬ ُ َ‫الل‬ َّ ‫ح‬ ِ‫ب‬ َ‫ف‬ َ ‫ة‬ َ ‫ال‬ َ ‫را‬ َ‫ح‬ َ ‫م‬ َ ‫و‬ َ ‫ه‬ َ ‫ل‬ َ َ ‫فأ‬ َ‫ه‬ َ‫ظ‬ َ ‫آن‬ َ ْ‫القُر‬ َ َّ‫حر‬ ِ ُ ‫ه هللا‬ ْ ‫ع‬ ُ ‫ه‬ َّ ‫ه ال‬ ْ ‫ج َب‬ ُ ‫نا‬ ُ َ‫ت ل‬ ٍ‫ر‬ )‫ر (رواه الترمذي‬ ِ‫ت‬ ِ ٌْ ‫ل َب‬ ِ ‫ة‬ َ ‫و‬ َ ‫م‬ َ‫ش‬ َ ْ‫ه‬ ِ ْ‫منْ أَه‬ ِ ِّ‫كل‬ Barang siapa membaca dan menghafal al-Quran lalu menghukumi halal dan haram berdasar al-Quran.• Anak dan saudara juga tak kuasa menolong dari dalamnya jurang jahannam. untuk dibagikan pada keluarganya.

Mereka yang hafal dan paham.12. mahasiswa muslim diharapkan mampu mengkolaborasikan ilmu umum dengan ilmu agama dan mensinergikan ayat qur’aniyyah dengan ayat kauniyyah. • Persyaratan tersebut didasarkan pada pertimbangan akademis-ilmiyah. dan 15 juz untuk jurusan keislaman bagi mahasiswa dari negara-negara Arab. berpotensi memiliki kapasitas dalam melakukan istinbath hukum serta proses istidlal secara cepat dan akurat. • Faktor inilah yang menambah tingkat urgensi hafalan. . Orang yang hafal sangat berpotensi untuk paham arti kandungannya. Sebagai calon intelektual muslim. Betapa inginnya kita selalu berhujjah dengan al-Quran dalam disiplin ilmu apapun • Hampir semua perguruan tinggi Islam di timur tengah mensyaratkan calon mahasiswanya hafal al-Quran minimal tiga juz untuk jurusan non keislaman dan mahasiswa non Arab.

• Al-Quran yang telah terpatri dalam diri mereka. seperti fiqh. Ibn Rusyd. . • Mengamati sejarah keilmuan para fuqaha. Ibn Sina. muhadditsin yang populer. • Kita mendambakkan sosok seperti al-Ghazali.• Al-Quran menopang disiplin ilmu apapun. Terlebih lagi untuk hal-hal yang bersinggungan dengan ilmu-ilmu keislaman. di mana saja dan dalam bidang apapun. hadis dsb. hampir tidak diketemukan dari mereka. orang yang tidak hafal al-Quran. Ayat-ayat yang terkait ilmu-ilmu sosial. Ia siap diartikulasikan kapan saja. Bahkan rata-rata mereka hafal al-Quran di usia anak-anak. budaya. tafsir. Misalnya. sangat melimpah dalam al-Quran. mereka jadi orang jenius dan kapabel dalam bidangnya masing-masing setelah menghafal al-Quran. Imam Syafii hafal al-Quran di usia 7 tahun. mufassirin. mampu menginspirasi untuk memunculkan karya monumental mereka yang abadi hingga kini. • Dalam otak dan jiwa mereka seakan terdapat ensiklopedia besar nan lengkap. seni.

ia bisa dibaca dimana saja. Betapa sejuknya hati. semakin banyak kita membaca al-Quran. Adakalanya kedamaian hati muncul karena ketercukupan materi dan keterpenuhan kebutuhan finansial. • Sebagaimana firman Allah: “Ingatlah dengan mengingat Allah hati menjadi tenang”. semakin lama pula tingkat kedamaian yang menyelimuti kita.13. Fleksibilitas tersebut hanya dapat dilakukan bila yang bersangkutan hafal al-Quran secara lancar. . • Al-Quran bisa dibaca secara fleksibel kapan saja. Bisa juga kedamaian hati itu datang melalui dzikir dan membaca al-Quran. bila Al-Quran menghiasi setiap kegiatan dalam keseharian kita • Kesejukan dan kedamaian hati bisa disebabkan oleh banyak hal. Demikian juga. Artinya.

.• Kehadiran teknologi canggih saat ini sangat membantu meminimalisir kesalahan. bukan sebuah kendala. kita dapat mendengarkan al-Quran secara utuh melalui piranti MP3 portable yang terhubung dengan earphone mini. • Dengan kata lain. Dengan teknologi audio digital. • Teknologi visual juga tidak kalah canggih. Ipad. hafalan yang kurang lancar. sebab bisa diatasi dengan perangkat canggih tersebut. Iphone maupun Blackberry. alQuran sekarang sudah bisa diinstall dalam perangkat ponsel.

. Yakinlah bahwa Al-Quran akan menolong kita selama kita juga menolong Al-Quran • Al-Quran adalah kalamullah (firman Allah). padahal yang dimaksud adalah Allah.14. sekaligus mukjizat nabi Muhammad terbesar. Ikut memelihara al-Quran berarti ikut merealisasikan janji Allah dalam al-Quran: “Sesungguhnya kamilah yang menurunkan al-Quran dan kamilah yang menjaganya”. Sebagian mufassir mengatakan bahwa maksud ayat tersebut adalah pelibatan manusia dalam rangka penjagaan Allah terhadap al-Quran. • Dalam ayat tersebut. terdapat kata “inna” yang berarti kami. Mengikuti pesanpesan yang terdapat dalam al-Quran hakikatnya adalah taat pada Allah dan rasulnya.

Keputusan hukum tersebut diantaranya didasarkan pada ayat di atas. setelah kita bersusah payah menghafalkan al-Quran kelak hidup kita akan ditata langsung oleh Allah. • Dengan kata lain kalau kalian membantu al-Quran maka al-Quran akan membantu kalian. firman Allah: “Jika kalian membantu Allah pastilah Allah akan membantu kalian”. lantaran mencurahkan perhatiannya untuk belajar dan mengajarkan al-Quran.• Para ulama sepakat bahwa hukum menghafal al-Quran itu fardlu kifayah. Untuk itu yakinlah. • Bentuk perjuangan tertinggi dalam membantu alQuran adalah menghafalkannya. . • Betapa banyak orang yang hidupnya bahagia sejahtera. • Hal senada dengan itu.

Dengan menyadari karunia Allah berupa kemampuan baca al-Quran atau berupa rizki yang cukup. Apa wujud terima kasih kita? • Rasa syukur yang mendalam atas sebuah nikmat mampu menginspirasi untuk berbuat lebih baik.15. • Lalu bagaimana mensyukuri karunianya yang berupa kemampuan baca al-Quran? Sepakat atau tidak sepakat harus diakui bahwa di sekeliling kita sangat langka orang yang bisa baca al-Quran dengan baik dan benar. yaitu Allah swt. Syukur yang hakiki adalah mengarahkan karunia tersebut sesuai dengan yang dikehendaki Allah. orang yang mendapatkan fasilitas hidup seperti kita. . Secara tersirat dapat dipahami bahwa Allah memang memilih diantara hambanya orang-orang yang dititipi al-Quran. Tidak banyak. seseorang pasti ingin mengungkap rasa syukurnya kepada pemberi karunia tersebut.

. lalu di antara mereka ada yang menganiaya diri mereka sendiri dan di antara mereka ada yang pertengahan dan di antara mereka ada (pula) yang lebih dahulu berbuat kebaikan dengan izin Allah.• Orang pilihan pastilah orang yang terpercaya. Orang yang terpercaya pastilah ia orang yang terbaik. Yang demikian itu adalah karunia yang amat besar. Allah berfirman: ُ ْ ‫ر ْث َنا‬ َ ‫م‬ َ ْ‫ٌن اص‬ ْ ‫م لِّ َن‬ َ ‫د َنا‬ َ‫ط‬ ‫م ْنهُم‬ ُ ‫م ْن‬ ِ‫و‬ ِ‫س‬ ِ ‫ف‬ ِ‫ف‬ ِ ‫ع َبا‬ ِ ْ‫من‬ ِ ‫ف ٌْ َنا‬ ِ َّ‫اب ال‬ ِ ‫ال‬ َ ‫ه‬ َ ‫ذ‬ َ ‫ك َت‬ َ ‫م أَ ْو‬ ٌ ِ‫ظال‬ ْ‫ه‬ َّ ‫ث‬ ْ َّ ْ ْ ْ َ ْ‫م‬ ٌ ‫اب‬ َ َ َ ٌ‫ص‬ ْ‫ض‬ ‫ر‬ ُ ٌ‫ب‬ ‫ك‬ ‫ال‬ ‫ل‬ ُ ‫ف‬ ‫ال‬ ‫ُو‬ ‫ه‬ ‫ك‬ ‫ل‬ ‫ذ‬ ‫هللا‬ ‫ن‬ ‫ذ‬ ‫إ‬ ‫ب‬ ‫ت‬ ‫ا‬ ‫ْر‬ ٌ ‫خ‬ ‫ال‬ ‫ب‬ ُ ‫م ْن‬ ِ ِ ِ‫و‬ ِ ‫ق َت‬ ِ َ َ َ َ ‫م‬ َ ‫د‬ ْ‫ه‬ ِ ِ ِِ ِ ‫ق‬ ِ ‫س‬ ﴾٣٢:‫﴿فاطر‬ Kemudian Kitab itu Kami wariskan kepada orangorang yang Kami pilih di antara hamba-hamba Kami.

Si pemberi akan merasa puas apabila kedua alat tersebut benar-benar telah dipakai untuk kebaikan. dan memahami kandungannya. Kail dan pisau tersebut oleh si pemberi bukan untuk hiasan. . Si pemberi sebetulnya sedang menanti kapan kail dan pisau tersebut dipakai. Sama halnya orang yang diberi kail untuk memancing atau pisau untuk memotong. sementara tujuan diberikannya karunia tersebut adalah dengan membaca sebanyakbanyaknya. • Orang yang diberikan kemampuan membaca dengan baik. hakikatnya dia baru diberi media untuk menjadi orang baik. ia hanya sebuah media (wasilah).• Adapun bentuk rasa syukur tersebut adalah memperbanyak membaca atau menghafalkannya atau memahami isi kandungannya atau melakukan ketiganya. menghafalkannya. • Demikian juga kemampuan baca al-Quran.

karena ia menjadi penentu setiap sukses. Bukankah dalam agama sendiri -menurut al-Quran. • Terkait dengan fenomena ini Ibn Athaillah dalam kitabnya Al-Hikam mengatakan: ْ ‫ك‬ ْ ‫ك‬ ْ ‫منْ َن‬ ْ ‫م َت‬ ْ ‫ْف َت‬ ْ‫ر‬ ُ ‫ر‬ َ ُ‫ئ‬ َ ‫وأَ ْن‬ ‫د‬ َ‫ئ‬ ِ ‫وا‬ ِ‫ف‬ ِ ‫ق‬ ِ ‫وا‬ َ‫ع‬ َ ‫ال‬ َ ‫س‬ َ ‫د‬ َ‫ع‬ َ ‫ال‬ َ َ‫ق ل‬ َ ٌ‫ك‬ ْ ‫ت لَـ‬ ِ‫خ‬ ِ‫خ‬ Bagaimana mungkin engkau mendapatkan keluarbiasaan (khoriqul adah) kalau engkau tidak mengeluarkan dirimu dari kebiasaan • Setiap kesuksesan =>perjuangan dan pengorbanan.16.terdapat banyak jalan mendaki (aqabah)? Dan Allah menjanjikan surga bagi orang yang melewati aqabah terbut. • Banyak orang mendambakan suatu cita-cita dan memimpikan cita-cita tersebut tergapai dengan mudah tanpa pengorbanan. => banyak rintangan. • Tak terhitung pula mereka berkeinginan untuk menjadi penghafal alQuran. • Tak terhitung mereka yang kagum dengan para penghafal al-Quran. . Mulailah dari niat. Mulailah dari nol. • Hanya saja tidak banyak dari mereka yang menindaklanjuti keinginan tersebut dalam bentuk aksi nyata. karena ia pengganda setiap bilangan.

jangan pernah menunda kesempatan emas karena ia tidak akan pernah datang untuk kedua kalinya. • Mulailah selalu dengan niat dan komitmen tinggi. baru setelah itu memulai tahap I. • Tanpa angka nol. perlu sebuah niat dan komitmen yang mantap. seratus.• Hapalan Qur`an adalah obor yang membantu kita melewati gelapnya lorong panjang menuju taman surgawi yang abadi. • Jangan pernah rasa cinta dan motivasi tersebut redup dan memudar lalu padam. seribu dan seterusnya. tidak mungkin ada angka sepuluh. tahap terendah yang mesti dilalui. Niat laksana angka nol yang menggandakan jumlah bilangan. • Sebagaimana juga tidak mungkin ada urutan ke sepuluh tanpa dimulai dari urutan pertama. . • Artinya untuk mengejar cita-cita suci. • Untuk itu mulailah dari sekarang.

bila ada orang hafal al-Quran 30 juz secara instan. alias bim salabim. .• Mustahil. • Imam Ar-Raghib Assirjani pernah mengatakan: ُ ‫م ٌَب‬ َّ ًِ‫قى ف‬ ْ‫ح‬ َ ‫ما‬ َ َّ‫ة إال‬ َ ‫فالَ ٌَ ْب‬ َ ‫ه‬ ً‫ه‬ ْ‫ج‬ ْ ‫ْذ‬ ‫قلِ ٌْالً (الراغب‬ ُ ‫ل‬ ِ‫ر‬ ِ ‫الذا‬ ِ‫ظ‬ ِ ‫ف‬ ِ ًِ‫دا ف‬ َ‫ك‬ َ ْ‫ل‬ )ً‫السرجان‬ Barang siapa yang tidak mengerahkan sekuat tenaga untuk menghafal. sementara kegiatan menghafalnya tidak ada sama sekali. sehingga waktu habis untuk mencari wirid kesana kemari dan mengamalkannya berbulan-bulan. Jangan bermimpi berlebihan bahwa Anda bisa hafal al-Quran melalui jalan ladunni (pemberian langsung dari Allah). maka tidak akan tersisa di otaknya kecuali hanya sedikit. dalam hitungan hari.

kendati banyak juga yang selesai tuntas. . Sehingga mudah di hapal. Juz 30 memiliki karakteristik ayat dan surat yang pendek-pendek. • Terkadang ketidaktuntasan tersebut dipengaruhi oleh faktor eksternal. misalnya lingkungan menghafal yang kurang kondusif dan lemahnya dukungan keluarga.17. • Sejak awal. mestinya kita mengidentifikasi kemampuan dirinya. sehingga tidak jarang para santri itu berhenti di tengah perjalanan alias belum tuntas 30 juz. Bisa juga masalah muncul dari lemahnya motivasi internal. Apakah dia memiliki daya tahan dan fokus yang kuat? Apa dia juga memiliki motivasi yang tinggi? Proses identifikasi tersebut dilakukan dengan cara menghafal juz 30 terlebih dahulu. Akankah kita menyerah sebelum pertandingan benar-benar selesai? • Tiap orang memiliki daya tahan (endurence) dan fokus yang berbeda-beda dalam menghafal.

• Demikian juga hafalan. • Sebab. • Ibarat bangunan rumah. minimal efektif untuk dijadikan wirid atau bacaan rutin harian. pagar serta atap. seorang santri akan mampu meraba sendiri kemampuan menghafalnya. ia akan bertahan lama meski tidak dihuni dan tidak terawat. bangunan yang sudah lengkap. Kalaupun dia terhenti di tengah jalan. meski lama tidak dibaca. Resikonya menghafal juz 1 pada tahap awal akan mudah hilang seandainya terhenti di pertengahan juz. suratnya pendek-pendek dan banyak berguna untuk menjadi imam shalat. . Ketika seseorang menghafal satu surat secara utuh. biasanya akan awet atau tahan lama. ada dinding. tidak akan siasia.• Dengan kemudahan tersebut.

Ia akan muncul dan tenggelam sesuai lingkungan dan situasi yang melingkupinya. layaknya kekayaan. namun tidak tercapai • Diakui ataupun tidak. Dengarlah rintihan orang yang ingin menghafal. • Beberapa teman yang dulu ingin menghafal. . atau pernah hafal namun kini pergi entah ke mana. ratarata mereka menyesali kenapa keinginan tersebut dulu tidak direalisasikan. mereka yang pernah menghafal dan belum tuntas.18. menghafal al-Quran itu bagi umumnya kaum muslimin maupun muslimat merupakan naluri. Lebih-lebih. Cita-cita tersebut akan berubah menjadi menyakitkan manakala tidak tercapai. jabatan dan popularitas. Naluri itu kadang menjelma menjadi sebuah citacita dan harapan.

• Mereka seakan hidup dalam fatamorgana yang tiada henti dan pengandaian yang tak berujung. • Tentu perjuangan di awal itu beratnya luar biasa. mari optimalkan potensi dan maksimalkan ikhtiyar. • Sebelum kita merasakan pahitnya penyesalan. seandainya dulu saya begini dan begitu. niscaya saya akan seperti mereka yang sukses menghafal. • Kata pepatah: berakit-rakit ke hulu berenangrenang ke tepian. Penyesalan selalu berada di akhir cerita dan tak akan pernah muncul di awalnya. indahnya kesuksesan itu hanya bisa dinikmati di akhir masa penantian panjang. Demikian pula. . bersusah-susah dahulu lalu bersenang-senang kemudian.

nanti saja kalau perkuliahan agak sedikit longgar. Fatamorgana di atas akan meninabobokkan setiap orang. Jangan tunda. atau nanti saja kalau liburan panjang datang. akan menghafal sebanyak-banyaknya bila mungkin akan “bertapa” demi menyelesaikan hafalan. • Saat menghafal al-Quran. hidup ini selalu dipenuhi dengan kata “ternyata” dan “tiba-tiba” • Waktu ini kadang menyerupai fatamorgana. Namun. Sikap “taswif ” (menunda-nunda) ini merupakan penyakit menular yang sangat ganas. Itulah ujian tiap orang yang ingin sukses. terlebih jika ingin melakukan kegiatan besar yang positif. . ternyata waktu yang kita miliki begitu singkat dan sesak dengan berbagai kesibukan harian yang teknis. mahasiswa kadang begitu santai dalam melangkah. Dari jauh kelihatan indah. tugas kuliah terselesaikan semua.19. serta penyebab utama dari setiap kegagalan menghafal. seakan kita masih memiliki kesempatan 1000 tahun yang tiap detiknya bisa diisi dengan 1000 aktifitas luar biasa. Alasan mereka.

pada hari Minggu besok saya tidak ada kegiatan mulai pagi sampai malam sehingga jadwal menghafal hari Sabtu ini ditunda dulu lantaran agak sibuk. sebenarnya hanyalah waktu bayangan bukan waktu yang sebenarnya. Kita semestinya tidak mengandalkan waktu yang belum muncul di hari ini. Manusia oleh Allah tidak diberi kemampuan untuk mengetahui takdir di esok hari. • Marilah ditelaah contoh kasus penundaan di atas. . • Misalnya.• Harus disadari. bahwa waktu kita secara matematis masih terbentang luas.

tetapi tiba-tiba ada teman sakit yang butuh pertolongan kita – Memang betul longgar. diantaranya: – Memang betul longgar. tiba-tiba ada acara televisi yang sangat bagus – Pada siang hari. tiba-tiba ingin masak bersama teman atau mencuci baju – Pada siang hari.• Ada banyak kemungkinan yang akan terjadi di esok hari. tetapi tiba-tiba ada kabar kurang baik dari keluarga yang membuat kita susah – Pada pagi hari tiba-tiba ingin berolah raga atau main musik – Pada pagi hari. tetapi tiba-tiba tubuh kita meriang/sakit – Memang betul longgar. tiba-tiba teman akrab lama datang .

tiba-tiba ingin bersih-bersih ruangan dan taman – Pada sore hari. Masihkah kita suka menunda? . tiba-tiba tetangga kita meninggal dunia – Pada sore hari tiba-tiba ingin cari makan yang enak – Pada sore hari tiba-tiba muncul rasa malas atas terkantuk ingin tidur • Dan masih ada ratusan kemungkinan lain yang menggagalkan kita untuk melakukan kegiatan di hari itu. tiba-tiba motor kita ditilang oleh polisi – Pada sore hari. tiba-tiba ingin posting facebook atau menjawab email – Pada sore hari. tiba-tiba HP/komputer kita bermasalah yang butuh penanganan segera – Pada sore hari.– Pada siang hari.

psikologis. Anugerah Allah yang berupa “mimpi untuk hafal al-Quran” jangan pernah disia-siakan. Namun. Lakukan penguatan “mimpi” tersebut agar menjadi motivasi kuat dengan banyak membaca kisah-kisah para pengahafal al-Quran serta hikmah-hikmah menghafal. nyatakan kebaikan agar jadi mimpi indah • Hampir setiap orang memiliki “mimpi” dan cita-cita untuk menjadi sesuatu atau memiliki sesuatu. Mimpikan kebaikan agar jadi kenyataan. sosial kerapkali menenggelamkan mimpi itu. sebab tidak semua orang punya mimpi. Sebetulnya orang yang memiliki “mimpi sukses” itu tergolong orang yang hebat. . kondisi fisik.20. • Mimpi itu termasuk ingin hafal al-Quran.

motivasi menjadi kuat dan bisa menggerakkan anggota tubuh untuk meralisasikannya menjadi kenyataan. • Disini diperlukan metode dan strategi.• Dengan demikian. tentu hari-hari kita begitu indah bersama al-Quran bagaikan mimpi yang membuai angan dan memanjakan khayalan. supaya mimpi itu tidak dibelokkan menjadi anganangan hampa belaka. . • Yakinlah setelah mimpi itu terwujud.

ibu).21. Bagaimana mungkin anak-anak akan mengikuti jejak orangtuanya. . semua harus dimulai dari diri kita (suami. Kita juga ingin rumah selalu bergaung suara al-Quran dari mulut anak-anak. bapak. kalau kita mendambakan sebuah keluarga “Qur’ani” • Kita tentu tergiur dengan kesuksesan keluarga bapak Mutammimul Ula yang kesepuluh anaknya hafal al-Quran. atau ingin meniru Abdurrahman Farih dan Husein Thababai yang mana di usia balita mereka sudah hafal al-Quran. istri. sementara orangtua tak memberi contoh pada mereka. Awali dari diri sendiri. • Hanya saja.

• Mungkin setiap berangkat sekolah. anak dituntun untuk menghafal surat-surat pendek. bukan semata untuk diri sendiri. anak akan hafal lebih dari satu juz. Pasti tanpa terasa dalam kurun waktu satu tahun saja. • Hal ini sulit terrealisasi bila orangtua belum mulai menghafal sejak sekarang.• Orangtua yang hafal al-Quran akan dengan mudah mengenalkan dan membiasakan hafalan pada putra-putrinya di manapun mereka berada. tetapi juga untuk orang lain terutama keluarga dekatnya. . Memang. orangtua yang punya hafalan itu mendatangkan efek domino yang luas.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful