Tugas : Menganalisis unsur intrinsik dan ekstrinsik novel Perahu Kertas bagian bab 9.

 Paragraf 1 :
Jakarta, Desember 1999 ... Kugy punya kesibukan baru sekarang. Ia kembali seperti anak sekolah yang punya tugas prakarya. Ia memfotokopi semua sketsa dari Keenan, lalu memotongnya menjadi kotakkotak. Printer kecil di kamarnya tak henti-henti berbunyi, mencetak seluruh dokumen dongengnya. Setelah semua siap, Kugy mulai menggabungkan teks-teks dongengnya dengan sketsa-sketsa Keenan, membuat semacam buku buatan tangan. Dan ia mengerjakan setiap detail dengan sepenuh hati.  Unsur intrinsik : a. Tokoh 1. Kugy “Kugy punya kesibukan baru sekarang” 2. Keenan “Ia memfotokopi semua sketsa dari Keenan” b. Penokohan 1. Kugy :  Rajin “Ia memfotokopi semua sketsa dari Keenan”  Kreatif “Setelah semua siap, Kugy mulai menggabungkan teks-teks dongengnya dengan sketsa-sketsa Keenan, membuat semacam buku buatan tangan”  Teliti “Dan ia mengerjakan setiap detail dengan sepenuh hati” 2. Keenan :  Baik “Ia memfotokopi semua sketsa dari Keenan” c. Latar 1. Latar tempat :  Kota Jakarta “Jakarta, Desember 1999 ...”  Kamar Kugy “Printer kecil di kamarnya tak henti-henti berbunyi” 2. Latar suasana :

 Sibuk “Kugy punya kesibukan baru sekarang lalu memotongnya menjadi kotak-kotak”  Bersemangat “Ia memfotokopi semua sketsa dari Keenan, lalu memotongnya menjadi kotakkotak. Printer kecil di kamarnya tak henti-henti berbunyi, mencetak seluruh dokumen dongengnya.” “Dan ia mengerjakan setiap detail dengan sepenuh hati” 3. Latar waktu : Desember 1999 “Jakarta, Desember 1999 ...” d. Alur : maju “Kugy punya kesibukan baru sekarang”

 Paragraf 2 :
Ada satu tanggal yang menginspirasinya untuk membuat buku itu. Tanggal itu jugalah yang mendorongnya untuk bekerja dengan semangat penuh. Kugy sudah melingkari tanggal itu di kalendernya. Tanggal yang hanya terpaut sehari dari ulang tahunnya sendiri.  Unsur intrinsik : a. Tokoh 1. Kugy “Kugy sudah melingkari tanggal itu di kalendernya” b. Penokohan 1. Kugy :  Kreatif “Ada satu tanggal yang menginspirasinya untuk membuat buku itu” c. Latar 1. Latar tempat : sama seperti pada paragraf 1 2. Latar suasana :  Bersemangat “Tanggal itu jugalah yang mendorongnya untuk bekerja dengan semangat penuh” 3. Latar waktu : sama seperti pada paragraf 1 d. Alur : mundur

“Ada satu tanggal yang menginspirasinya untuk membuat buku itu. turun gunung dari Ubud. Agung :  Ramah “Malam ini ia ikut dengan Banyu dan Agung ke Kuta untuk bertahun baru” c. Latar 1. Tokoh 1. “Jadi. Latar tempat . Mereka bertiga bahkan harus bicara dengan berteriak-teriak. Keenan “Keenan memutuskan keluar dari „„gua beruang‟‟-nya” 2. Keenan memutuskan keluar dari „„gua beruang‟‟-nya. Banyu :  Ramah “Malam ini ia ikut dengan Banyu dan Agung ke Kuta untuk bertahun baru” 5. mobil-mobil bahkan nyaris tak bergerak. kita mau ke mana ?” seru Banyu pada keduanya. Jalan Legian penuh sesak dengan orang-orang. Hampir setiap kafe dipadati pengunjung yang sampai tumpah ruah ke trotoar jalan. Mobil mereka sudah diparkir di sebuah rumah dan mereka memutuskan untuk jalan kaki. Malam ini ia ikut dengan Banyu dan Agung ke Kuta untuk bertahun baru. malam tahun baru 2000 . Tanggal itu jugalah yang mendorongnya untuk bekerja dengan semangat penuh. Kugy sudah melingkari tanggal itu di kalendernya”  Paragraf 3 : Kuta. Keenan  Suka berpetualang “Keenan memutuskan keluar dari „„gua beruang‟‟-nya... turun gunung dari Ubud” 4. Agung “Malam ini ia ikut dengan Banyu dan Agung ke Kuta untuk bertahun baru” b.  Unsur instrinsik : a. Penokohan 1. Banyu “Malam ini ia ikut dengan Banyu dan Agung ke Kuta untuk bertahun baru” 3.

Tokoh .orang. turun gunung dari Ubud”  Kuta “Malam ini ia ikut dengan Banyu dan Agung ke Kuta untuk bertahun baru”  Jalan Legian “Jalan Legian penuh sesak dengan orang. mobil-mobil bahkan nyaris tak bergerak”  Tempat parkir “Mobil mereka sudah diparkir di sebuah rumah dan mereka memutuskan untuk jalan kaki” 2. Agung menunjuk satu kafe di pojokan jalan. berdiri di pinggir jalan saja sudah terasa sedang berpesta saking ramainya. Latar waktu : malam tahun baru 2000 “Malam ini ia ikut dengan Banyu dan Agung ke Kuta untuk bertahun baru” e. ia malah ingin cepat pulang ke Lodtunduh. turun gunung dari Ubud. Latar suasana :  Ramai “Hampir setiap kafe dipadati pengunjung yang sampai tumpah ruah ke trotoar jalan. Malam ini ia ikut dengan Banyu dan Agung ke Kuta untuk bertahun baru”  Unsur ekstrinsik : a. Adat istiadat :  Merayakan malam tahun baru Masehi “Malam ini ia ikut dengan Banyu dan Agung ke Kuta untuk bertahun baru”  Paragraf 4 : Keenan mengangkat bahu. Mereka bertiga bahkan harus bicara dengan berteriak-teriak” 3. kita pasti bisa dapat meja !”  Unsur intrinsik : a. Sejujurnya. Alur : maju “Keenan memutuskan keluar dari „„gua beruang‟‟-nya. “Ke situ saja ! Itu tempatnya Parta. teman saya. Di Ubud “Keenan memutuskan keluar dari „„gua beruang‟‟-nya.

kita pasti bisa dapat meja!” b. Agung “Agung menunjuk satu kafe di pojokan jalan” 3. ia malah ingin cepat pulang ke Lodtunduh” 2. “Ke situ saja ! Itu tempatnya Parta. Latar suasana :  Ramai “Keenan mengangkat bahu.1. ia malah ingin cepat pulang ke Lodtunduh”  Paragraf 5 : . teman saya. Keenan “Keenan mengangkat bahu. Agung :  Mempunyai ide cemerlang “Agung menunjuk satu kafe di pojokan jalan. Penokohan 1. Latar 1. Latar waktu : sama seperti pada paragraf 3 d. berdiri di pinggir jalan saja sudah terasa sedang berpesta saking ramainya” 3. kita pasti bisa dapat meja !” c. Keenan :  Tidak jujur atau pembohong “Sejujurnya. berdiri di pinggir jalan saja sudah terasa sedang berpesta saking ramainya” 2. teman saya. berdiri di pinggir jalan saja sudah terasa sedang berpesta saking ramainya” 2. Latar tempat :  Di pinggir jalan “Keenan mengangkat bahu. Parta :  Baik “Agung menunjuk satu kafe di pojokan jalan. “Ke situ saja! Itu tempatnya Parta. Alur : maju “Sejujurnya. Parta “Ke situ saja! Itu tempatnya Parta. teman saya. kita pasti bisa dapat meja !” 3.

Alur : maju “Mereka bertiga akhirnya bergerak menuju kafe temaram berhiaskan ornamenornamen Buddha yang hanya beberapa puluh meter dari tempat mereka berdiri tadi”  Unsur Ekstrinsik : a. Latar tempat :  Sebuah kafe “Mereka bertiga akhirnya bergerak menuju kafe temaram berhiaskan ornamenornamen Buddha yang hanya beberapa puluh meter dari tempat mereka berdiri tadi” 2. Latar suasana : sama seperti pada paragraf 4 3. langkah Keenan sempat tersendat ketika ia melihat wartel kecil yang menyempil di antara toko-toko. Latar 1. Keenan :  Penglihatannya tajam “Namun.”  Paragraf 6 : . Tokoh 1. Keenan “Namun. . . langkah Keenan sempat tersendat ketika ia melihat wartel kecil yang menyempil di antara toko-toko” c.  Unsur intrinsik : a. Latar waktu : sama seperti pada paragraf 4 d. Nilai religius :  Pemilik kafe adalah penganut agama Buddha : “Mereka bertiga akhirnya bergerak menuju kafe temaram berhiaskan ornamenornamen Buddha yang hanya beberapa puluh meter. Namun. langkah Keenan sempat tersendat ketika ia melihat wartel kecil yang menyempil di antara toko-toko” b.Mereka bertiga akhirnya bergerak menuju kafe temaram berhiaskan ornamen-ornamen Buddha yang hanya beberapa puluh meter dari tempat mereka berdiri tadi. Penokohan 1.

Tokoh 1. Latar suasana : sama seperti pada paragraf 4 3. Latar 1.“Agung. sebentar ya. Banyu. Nggak sampai lima menit!” seru Keenan sambil memasuki wartel” 3. mencari catatan kecil yang ia selipkan. Keenan segera merogoh dompetnya. Agung :  Sabar “Agung. Banyu :  Sabar “Agung. sebentar ya. Keenan :  Pelupa “Keenan segera merogoh dompetnya. sebentar ya. Nggak sampai lima menit!” seru Keenan sambil memasuki wartel” 2. Nggak sampai lima menit!” seru Keenan sambil memasuki wartel” b. Banyu. Banyu. Latar tempat :  Sebuah wartel “Agung. Banyu. Penokohan 1. Ada satu bilik yang kosong. sebentar ya. Latar waktu : . sebentar ya. Banyu. mencari catatan kecil yang ia selipkan” c. Banyu “Agung. sebentar ya. Nggak sampai lima menit!” seru Keenan sambil memasuki wartel itu” 2. Banyu. Nggak sampai lima menit!” seru Keenan sambil memasuki wartel” 3. Banyu. Agung “Agung. Nggak sampai lima menit!” seru Keenan sambil memasuki wartel” 2.  Unsur intrinsik : a. sebentar ya. Nggak sampai lima menit!” seru Keenan sambil memasuki wartel itu. Keenan “Agung.

Dan saat kop telepon dijauhkan. “Halo . Ia mencoba satu nomor lagi. nggak usah nunggu tua. Banyu. Aku “Kugyyy! Buat kamu lagi. nih ! Capek deh ngangkatin telepon buat orang lain terus !” b. sekarang juga udah males. “Dasar ABG. Dibawah lima menit “Agung. Penokohan . bisa bicara dengan Kugy?” “Sebentar.. Sejenak kemudian telepon itu berpindah tangan. Keenan “Keenan masih ingat suara itu” 2. suara manis itu berubah menjadi teriakan lantang. Banyu.” Keenan masih ingat suara itu. tauk. Nggak sampai lima menit!” seru Keenan sambil memasuki wartel itu”  Paragraf 7 : Nomor telepon seluler yang ia hubungi tersambung ke kotak suara. Suara yang juga mengangkat telepon darinya terakhir kali. Tokoh 1. sebentar ya. terima nasib aja!” Ada satu orang terdengar menyahut. “Halo. sebentar ya. nih ! Capek deh ngangkatin telepon buat orang lain terus ! Kok nggak ada yang telepon aku sih dari tadi?” 3. Entar tuaan dikit kamu bakal males terima telepon. Nggak sampai lima menit!” seru Keenan sambil memasuki wartel itu” d.” suara itu menyahut manis.” “Kalo teleponnya buat orang lain melulu.” Lalu terdengar suara derap kaki menuruni tangga. Kugy “Kugyyy! Buat kamu lagi. “Halo?”  Unsur intrinsik : a. ya. nih! Capek deh ngangkatin telepon buat orang lain terus! Kok nggak ada yang telepon aku sih dari tadi?” “Udah... “Kugyyy! Buat kamu lagi. Alur : maju “Agung.

Latar waktu : sama seperti pada paragraf 6 d. Keenan  Pantang menyerah “Nomor telepon seluler yang ia hubungi tersambung ke kotak suara. nih! Capek deh ngangkatin telepon buat orang lain terus! Kok nggak ada yang telepon aku sih dari tadi?” 3.” suara itu menyahut manis”  Pemalas “Capek deh ngangkatin telepon buat orang lain terus !” 3. Latar tempat : sama seperti pada paragraf 6 2. Aku :  Ramah “Sebentar. ya. Latar 1. Kugy :  Pemalas “Kalo teleponnya buat orang lain melulu. Sejenak kemudian telepon itu berpindah tangan. “Halo?”  Unsur ekstrinsik : a. Alur : maju “Lalu terdengar suara derap kaki menuruni tangga.1. Latar suasana :  Membosankan “Kugyyy! Buat kamu lagi. ya.” c. Ia mencoba satu nomor lagi”  Sabar “Halo. nggak usah nunggu tua.” suara itu menyahut manis” 2. Nilai religius :  Kita harus bersabar “Capek deh ngangkatin telepon buat orang lain terus! Kok nggak ada yang telepon aku sih dari tadi?”  Paragraf 8 : . bisa bicara dengan Kugy?” “Sebentar. sekarang juga udah males.

. Latar tempat :  Kuta “Saya lagi di Kuta. Latar 1. “Sebegitu pentingnya sampai melewatkan tahun baruan segala?” “Hmm . Tadi tiba-tiba inget kamu. Nggak ada acara?” “Tawaran banyak.Keenan spontan tersenyum. mau tahun baruan dengan keponakankeponakannya Pak Wayan.” Kugy terkekeh” b. Keenan “Keenan spontan tersenyum” 2.” “Keenan?” Kugy hampir melonjak dari tempat duduknya. mau tahun baruan dengan keponakan-keponakannya Pak Wayan”  Lantai atas dan tangga (rumah Kugy) “Kamar kamu di lantai atas. “Kamar kamu di lantai atas. ya.”  Unsur intrinsik : a. begitulah.. “Di sini kan lebih awal sejam. dan sebentar lagi udah mau jam 12. Saya lagi di Kuta. tapi aku tolak semua. Kugy “Tawaran banyak. dan kepingin nelepon.” Kugy terkekeh. tapi aku tolak semua.. dan kepingin nelepon” 2. ya? Saya selalu dengar kamu lari-lari turun tangga. tapi aku tolak semua. Tadi tiba-tiba inget kamu. Tokoh 1. Keenan :  Mempunyai ingatan yang kuat “Saya lagi di Kuta. Saya pikir kamu nggak bakal ada di rumah. “Hai! Apa kabar?” “Kabar baik. Penokohan 1.” jawab Kugy sambil melirik jemarinya yang masih bersaputkan sisa lem akibat kegiatan tempel menempelnya sejak beberapa hari terakhir. Jangan cepat gede. mau tahun baruan dengan keponakan-keponakannya Pak Wayan. Sepotong „„halo‟‟ yang baru saja ia dengar sudah cukup membuat suasana hatinya kembali cerah.” Kugy terkekeh” c.” Mata Keenan membesar. selamat tahun baru. Aku lagi ada kerjaan. ya? Saya selalu dengar kamu lari-lari turun tangga” . “Ada acara di rumah?” “Nggak juga. Kecil.. Jadi . nanti nggak seru lagi. Kugy :  Humoris “Tawaran banyak.

“Saya sebetulnya pingin cerita banyak. Kugy “Entah mengapa. selamat tahun baru.” ucapnya setelah menelan ludah terlebih dulu.”  Paragraf 9 : Entah mengapa. Keenan : . ya. dan sebentar lagi udah mau jam 12. Jadi . Latar waktu :  Malam hari “Di sini kan lebih awal sejam.. Mungkin nanti aja kalau kita ketemu di Bandung lagi.. Tokoh 1. ya. Alur : maju “Di sini kan lebih awal sejam. Nilai sosial :  Rasa kekeluargaan atau kebersamaan “Saya lagi di Kuta. Latar suasana :  Menyenangkan “Sepotong „„halo‟‟ yang baru saja ia dengar sudah cukup membuat suasana hatinya kembali cerah” 3. Kecil” d.”  Unsur intrinsik : a. Jadi . mau tahun baruan dengan keponakan-keponakannya Pak Wayan.. dan sebentar lagi udah mau jam 12. “Makasih. Kecil. omongan Keenan yang setengah bercanda itu malah membuat Kugy terharu” b.”  Unsur ekstrinsik : a. omongan Keenan yang setengah bercanda itu malah membuat Kugy terharu. nanti nggak seru lagi. Penokohan 1. Tapi begitu nelepon. malah bingung. ya.2.. selamat tahun baru. Selamat tahun baru juga. Jangan cepat gede. Keenan “Entah mengapa. omongan Keenan yang setengah bercanda itu malah membuat Kugy terharu” 2.

 Humoris “Entah mengapa. “Oleh-oleh buatku—nggak lupa. kita tetap ngedate ke Pemadam Kelaparan. Kugy :  Cepat terharu “Entah mengapa.” “Kacang asin?” “Seneng amat sih sama kacang asin. Latar waktu : sama seperti pada paragraf 8 d. bolak-balik dihaluskan dan disempurnakan setiap hari. Latar 1. Latar suasana :  Mengharukan “Entah mengapa. kan?” “Kaus barong?” gurau Keenan.” “Saya bakal bawain itu semua. Sementara itu pikirannya melayang pada satu benda yang hampir tak lepas dari tangannya beberapa hari terakhir ini. “Pokoknya kamu utang Pemadam Kelaparan kalau sampai nanti cuma bawain kaus barong. yang membuat Pak Wayan dan Banyu gelenggeleng kepala saking seriusnya Keenan mengulik benda satu itu.. Gimana?” “Setuju.” ujar Kugy berseri-seri. Kugy “Dalam hati. yang langsung disahut gelak tawa di ujung sana. atau sarung pantai. Latar tempat : sama seperti pada paragraf 8 2. Tokoh 1. Kugy merasakan sebersit kecewa. Alur : sama seperti pada paragraf 8  Paragraf 10 : Dalam hati.. atau miniatur papan surfing .. Agaknya percakapan telepon ini tidak akan lebih dari dua menit lagi.  Unsur intrinsik : a. Kugy merasakan sebersit kecewa” 2. Jadi. omongan Keenan yang setengah bercanda itu malah membuat Kugy terharu” 2. plus sesuatu yang saya bikin. omongan Keenan yang setengah bercanda itu malah membuat Kugy terharu” c. Keenan . omongan Keenan yang setengah bercanda itu malah membuat Kugy terharu” 3.

Latar suasana :  Mengecewakan “Dalam hati. Pak Wayan :  Humoris “Kaus barong?” gurau Keenan.“Kaus barong?” gurau Keenan. yang langsung disahut gelak tawa di ujung sana” 3. atau miniatur papan surfing . Kugy merasakan sebersit kecewa”  Gembira “Kaus barong?” gurau Keenan. yang langsung disahut gelak tawa di ujung sana” 4. Banyu “…yang membuat Pak Wayan dan Banyu geleng-geleng kepala…” b. Kugy :  Humoris “Pokoknya kamu utang Pemadam Kelaparan kalau sampai nanti cuma bawain kaus barong. plus sesuatu yang saya bikin” 3. Pak Wayan “…yang membuat Pak Wayan dan Banyu geleng-geleng kepala…” 4. yang langsung disahut gelak tawa di ujung sana” 3. Penokohan 1. Latar waktu : sama seperti pada paragraf 8 d. Alur : maju . yang langsung disahut gelak tawa di ujung sana” c.” 2.. atau sarung pantai. yang langsung disahut gelak tawa di ujung sana”  Baik “Saya bakal bawain itu semua. Banyu :  Humoris “Kaus barong?” gurau Keenan... Latar tempat : sama seperti pada paragraf 8 2. Latar 1. Keenan :  Humoris “Kaus barong?” gurau Keenan.

Adat istiadat atau nilai budaya :  Memberikan atau meminta oleh-oleh setelah liburan dari suatu tempat “Oleh-oleh buatku—nggak lupa. Dugaannya benar. tempat segala kenangan tentang mereka dikristalkan.”  Unsur ekstrinsik : a. Penokohan 1.“Pokoknya kamu utang Pemadam Kelaparan kalau sampai nanti cuma bawain kaus barong. Tokoh 1. Dan kembali Sang Waktu membuang sauhnya.. Kugy :  Mempunyai yang kuat atau prediksinya tepat “Kembali Kugy melirik jam. tempat segala kenangan tentang mereka dikristalkan” 3. Kembali Kugy melirik jam” b.. telepon itu disudahi. Latar 1. Dan kembali Kugy mendapatkan dirinya tertambat dalam ruang dan waktu yang membeku. Kembali Kugy melirik jam. berhenti di sana. atau sarung pantai. telepon itu disudahi. Alur : . telepon itu disudahi. atau miniatur papan surfing . Latar waktu :  Dua menit “Telepon dua menit itu kembali terjadi” d. kan?”  Paragraf 11 : Tak lama kemudian. Telepon dua menit itu kembali terjadi.  Unsur intrinsik : a. Latar suasana :  Menyedihkan “Dan kembali Kugy mendapatkan dirinya tertambat dalam ruang dan waktu yang membeku. Kembali Kugy melirik jam” 2.. Kugy “Tak lama kemudian. Latar tempat :  Rumah Kugy “Tak lama kemudian. Dugaannya benar” c.

Januari 2000 . Latar 1. Januari 2000 . Ketiganya juga membawa kisah masing-masing seputar kegiatan mereka selama liburan semester. Campuran (maju dan mundur) 1. Latar suasana :  Gembira “Ketiganya juga membawa kisah masing-masing seputar kegiatan mereka selama liburan semester” 3. Mundur “Dan kembali Sang Waktu membuang sauhnya.. Latar waktu : bulan Januari 2000 . Tiga orang :  Disiplin “Tiga orang itu menduduki meja kebangsaan mereka dengan membawa piring masing-masing” c.”  Paragraf 12 : Bandung.. Tokoh 1. berhenti di sana. Tiga orang itu menduduki meja kebangsaan mereka dengan membawa piring masingmasing.”  Ruang makan “Tiga orang itu menduduki meja kebangsaan mereka dengan membawa piring masing-masing” 2. . ..  Unsur intrinsik : a. Latar tempat :  Bandung “Bandung.. Maju “Tak lama kemudian. Penokohan 1. Tiga orang “Tiga orang itu menduduki meja kebangsaan mereka dengan membawa piring masing-masing” b. Dan kembali Kugy mendapatkan dirinya tertambat dalam ruang dan waktu yang membeku. telepon itu disudahi” 2.

.. Non?” Kugy balas bertanya. Eko “Eko memulai dengan menceritakan program penyembuhan yang telah dijalani Fuad” 2. tapi isinya udah Mirafiori”  Memiliki rasa ingin tahu yang besar .  Unsur intrinsik : a. Penokohan 1.“Bandung.. “Horeee!” Kugy dan Noni bersorak.” celetuk Noni..?” “Statistik mogok Fuad akan menurun dan hidup kalian lebih tenteram. Tokoh 1. “Gantung amat.. ibarat orang nyawanya diganti baru. Eko :  Kreatif “Eko memulai dengan menceritakan program penyembuhan yang telah dijalani Fuad. Sekarang Fuad bodinya doang 124. “Gua banyak di rumah. “Fuad udah ganti mesin. “Gua juga lagi bikin . tapi isinya udah Mirafiori. Gy?” tanya Noni. Kugy “Horeee!” Kugy dan Noni bersorak” 3.” demikian penutup dari Eko. Januari 2000 . merasa tidak perlu melanjutkan. “Fuad udah ganti mesin. “Lu ngapain aja. Alur : maju “Ketiganya juga membawa kisah masing-masing seputar kegiatan mereka selama liburan semester”  Paragraf 13 : Eko memulai dengan menceritakan program penyembuhan yang telah dijalani Fuad.” d. Sekarang Fuad bodinya doang 124. Noni “Horeee!” Kugy dan Noni bersorak” b. “Lu ngapain aja. ibarat orang nyawanya diganti baru. Merenungi nasib.” “Nggak ada yang lebih menarik?” Eko melengos. cepat-cepat mengalihkan bola panas itu..” Kugy terdiam sejenak..” “Yang dalam bahasa Indonesia artinya adalah .

. Latar waktu : sama seperti pada paragraf 12 d. Alur : maju “Fuad udah ganti mesin.” Kugy terdiam sejenak. cepat-cepat mengalihkan bola panas itu” 3. Kugy :  Periang “Horeee!” Kugy dan Noni bersorak”  Pemurung “Gua banyak di rumah. ibarat orang nyawanya diganti baru. Noni  Memiliki rasa ingin tahu yang besar “Lu ngapain aja. merasa tidak perlu melanjutkan”  Memiliki rasa ingin tahu yang besar “Lu ngapain aja. Latar suasana :  Menyenangkan “Horeee!” Kugy dan Noni bersorak”  Menyedihkan “Gua banyak di rumah. Gy?” tanya Noni” c. Merenungi nasib”  Suka merahasiakan sesuatu “Gua juga lagi bikin . Non?” Kugy balas bertanya. Sekarang Fuad bodinya doang 124. Latar 1.. tapi isinya udah Mirafiori”  Paragraf 14 : . Merenungi nasib”  Mengecewakan “Nggak ada yang lebih menarik?” Eko melengos” 3.“Nggak ada yang lebih menarik?” Eko melengos” 2.. Latar tempat : sama seperti pada paragraf 12 2.

Kugy “Mata Kugy ikut berbinar.” celetuk Eko” 3. Kugy :  Mempunyai sifat ingin tahu yang besar “Mata Kugy ikut berbinar. “Kayaknya seru. dan dia juga setuju kalo rencana ini sangat brilian” 3.  Unsur intrinsik : a. seperti hendak menyampaikan berita spektakuler yang disimpannya sejak tadi. Duduknya menegak.. nih .. seperti hendak menyampaikan berita spektakuler yang disimpannya sejak tadi” 2.” desisnya penasaran” . Noni “Wajah Noni seketika cerah seperti disorot lampu. Tokoh 1. “Gua udah cerita dikit ke Eko soal ini. “Dimulai dengan Latar Belakang Masalah.. nih .” Mata Kugy ikut berbinar. dan dia juga setuju kalo rencana ini sangat brilian.” desisnya penasaran” c. nih . Duduknya menegak...” celetuk Eko.Wajah Noni seketika cerah seperti disorot lampu. Duduknya menegak. Eko “Gua udah cerita dikit ke Eko soal ini. “Kayaknya seru. “Gua udah cerita dikit ke Eko soal ini... dan dia juga setuju kalo rencana ini sangat brilian” 2.. Latar suasana :  Mengasyikkan atau menyenangkan “Mata Kugy ikut berbinar.. nih . “Kayaknya seru.” desisnya penasaran” b.. Latar 1. Latar tempat : sama seperti pada paragraf 12 2.. Penokohan 1. seperti hendak menyampaikan berita spektakuler yang disimpannya sejak tadi. Duduknya menegak.” desisnya penasaran. “Kayaknya seru. Eko :  Humoris “Dimulai dengan Latar Belakang Masalah.. Noni :  Kreatif atau mempunyai ide yang cemerlang “Wajah Noni seketika cerah seperti disorot lampu.

.. Keenan “Lu punya pacar. Lu punya pacar. “selama ini ada ketimpangan di geng kita. gua punya pacar. cuma Keenan doang yang jomblo. gua punya pacar. cuma Keenan doang yang jomblo. gua punya pacar. “Jadi .” Noni mulai memaparkan.. Jadi . Penokohan 1.. seperti hendak menyampaikan berita spektakuler yang disimpannya sejak tadi”  Paragraf 15 : “Oke.” . “selama ini ada ketimpangan di geng kita..” timpal Eko seraya menyentuh sekilas ujung hidung Noni. Jadi . gua punya pacar. Dan anak itu kayaknya terlalu antisosial untuk cari pacar sendiri. Lu punya pacar. Dan anak itu kayaknya terlalu antisosial untuk cari pacar sendiri... Jadi begini.” Napas Kugy mendadak tertahan. Keenan :  Antisosial “Lu punya pacar.” Noni mulai memaparkan.. Eko “Jadi . Alur : maju “Wajah Noni seketika cerah seperti disorot lampu. Latar Belakang Masalah.” 2. Latar Belakang Masalah. Tokoh 1. cuma Keenan doang yang jomblo” 3.. Ehm.  Unsur intrinsik : a. “selama ini ada ketimpangan di geng kita” 2.3. Noni :  Pemerhati atau mempunyai rasa peduli yang tinggi “Noni mulai memaparkan.. Jadi . Dan anak itu kayaknya terlalu antisosial untuk cari pacar sendiri.. Neng satu ini mau mencoba peruntungannya jadi Mak Comblang. Kugy “Napas Kugy mendadak tertahan” 4. Neng satu ini mau mencoba peruntungannya jadi Mak Comblang. cuma Keenan doang yang jomblo.. Ehm. Jadi begini. Latar waktu : sama seperti pada paragraf 12 d. Noni “Oke..” timpal Eko seraya menyentuh sekilas ujung hidung Noni” b.

ya... Jadi . gitu lho.” Noni mulai memaparkan. Jadi begini.. Dia mau main ke Bandung minggu depan. Latar suasana :  Mengejutkan “Dan anak itu kayaknya terlalu antisosial untuk cari pacar sendiri.” timpal Eko seraya menyentuh sekilas ujung hidung Noni‟ c. Dia lama tinggal di Melbourne.” “Napas Kugy mendadak tertahan” 4. pulang ke Indonesia buat magang di perusahaan bokapnya.” “Napas Kugy mendadak tertahan” 3. “selama ini ada ketimpangan di geng kita”  Paragraf 16 : “Gua punya saudara.. Latar tempat : sama seperti pada paragraf 12 2. Ehm. Penokohan 1. Latar Belakang Masalah.” Noni melanjutkan” . Tokoh : sama seperti pada paragraf 15 b.. pulang ke Indonesia buat magang di perusahaan bokapnya..” Noni melanjutkan.  Unsur intrinsik : a..” Eko menyambar. Alur : maju “Oke. Neng satu ini mau mencoba peruntungannya jadi Mak Comblang. Noni :  Serba tahu “Sekarang ini dia lagi cuti kuliah. Pas banget momennya dengan Keenan pulang dari Bali. mereka berdua mau dipertemukan.. Latar waktu : sama seperti pada paragraf 12 d. Pas banget momennya dengan Keenan pulang dari Bali. Jadi .. Sekarang ini dia lagi cuti kuliah. sepupu nggak langsung sih.. tapi hubungan kita lumayan deket. Latar 1. Jeng Kugy.3. “Terus?” tanyanya. “Terus . Dia mau main ke Bandung minggu depan. Badan Kugy rasanya semakin tidak rileks. Eko :  Humoris “Jadi . Kugy :  Sensitif “Dan anak itu kayaknya terlalu antisosial untuk cari pacar sendiri.

pulang ke Indonesia buat magang di perusahaan bokapnya. “Terus?” tanyanya” 3. Keenan : sama seperti pada paragraf 15 3. Latar 1. “yang tahu percomblangan ini cukup kita bertiga doang. Alur : maju “Sekarang ini dia lagi cuti kuliah. Latar tempat : sama seperti pada paragraf 12 2.”  Unsur intrinsik : a. Kugy “Memangnya Keenan mau dicomblangin gitu? Kok gua nggak yakin. Eko : sama seperti pada paragraf 15 c. Latar waktu : sama seperti pada paragraf 12 d.” kata Kugy.” Noni melanjutkan”  Membosankan “Badan Kugy rasanya semakin tidak rileks. dong.2. Pas banget momennya dengan Keenan pulang dari Bali. sepupu nggak langsung sih. Semuanya harus na-tu-ral. Latar suasana :  Menyenangkan “Dia mau main ke Bandung minggu depan.” kata Kugy” . tapi hubungan kita lumayan deket”  Paragraf 17 : “Memangnya Keenan mau dicomblangin gitu? Kok gua nggak yakin. Kugy :  Pemalas atau gundah “Badan Kugy rasanya semakin tidak rileks. Nilai budaya :  Rasa kekeluargaan yang tinggi “Gua punya saudara.” Noni mengeja. “Jangan ketahuan. “Terus?” tanyanya” 4. Dia mau main ke Bandung minggu depan”  Unsur ekstrinsik : a. Tokoh 1. Ia sungguh tidak bisa memaksakan diri untuk tampak antusias dengan proyek Noni.

Tubuhnya yang tadi tegak kini kembali bersandar ke kursi. . Semuanya harus na-tu-ral. . . Gy.” 3. .” sahut Kugy malas. Gua nggak bakat nyomblangin orang. Statistik kegagalan gua seratus persen. Latar 1.” “… dan Wanda.” c. “Lu kok pesimis gitu.” Noni mengeja. nanti kita bisa triple-date. “Bayangkan. Keenan : sama seperti pada paragraf 12 3. lu dan Ojos. Latar waktu : sama seperti pada paragraf 12 d. . . Gua dan Noni. Kugy :  Pesimis “Memangnya Keenan mau dicomblangin gitu? Kok gua nggak yakin. .” kata Kugy” 3. dong. Latar suasana :  Membosankan “Memangnya Keenan mau dicomblangin gitu? Kok gua nggak yakin.2. deh.” tukas Eko.” b.” kata Kugy” 2. Alur : maju “Memangnya Keenan mau dicomblangin gitu?. Penokohan 1. Noni :  Optimis “Jangan ketahuan. . Keenan dan—siapa namanya?” “Wanda. Latar tempat : sama seperti pada paragraf 12 2. Keenan “Memangnya Keenan mau dicomblangin gitu?. Noni “Jangan ketahuan.” Noni mengeja.”  Paragraf 18 : “Kalian berdua aja. Seru. Semuanya harus na-tu-ral. kan?” . dong.

” tukas Eko” b. Unsur intrinsik : a. Gua dan Noni. Latar tempat : sama seperti pada paragraf 12 2.” tukas Eko” . Keenan dan— siapa namanya?”  Unsur ekstrinsik : a. Nilai moral :  Kita harus selalu optimis “Lu kok pesimis gitu. Latar suasana :  Membosankan “Statistik kegagalan gua seratus persen.” sahut Kugy malas. Tokoh 1.” tukas Eko” 3. Gy. Gy. Eko :  Optimis “Bayangkan. lu dan Ojos. Latar 1. Keenan dan— siapa namanya?” c.” sahut Kugy malas” “Lu kok pesimis gitu. Gy. Gy. Alur : maju “Tubuhnya yang tadi tegak kini kembali bersandar ke kursi” “Bayangkan. Gua dan Noni.” sahut Kugy malas” 2. Latar waktu : sama seperti pada paragraf 12 d. Penokohan 1. lu dan Ojos. Tubuhnya yang tadi tegak kini kembali bersandar ke kursi”  Mengecewakan “Lu kok pesimis gitu. nanti kita bisa triple-date. Kugy :  Pesimis “Statistik kegagalan gua seratus persen. Kugy “Statistik kegagalan gua seratus persen. Eko “Lu kok pesimis gitu. nanti kita bisa triple-date.” tukas Eko” 2.

mereka berdua ketemu aja belum. Tapi udahlah. Penokohan 1.” komentar Eko” 3. Eko “Bukannya lu yang selama ini seorang pengkhayal profesional? Aneh.” “Oh. Noni “Lihat aja nanti.” komentar Eko” 3. gua hargai optimisme lu”  Pesimis “Tapi udahlah. hampir tak bisa menutupi nada suaranya yang berubah ketus. Noni terkekeh. Tokoh 1. gua yakin mereka bakal nyantol. ya?” Kugy menyahut sangsi.” komentar Eko” 2. “Bukannya lu yang selama ini seorang pengkhayal profesional? Aneh. Belum tentu nyantol.” kata Kugy. gua yakin mereka bakal nyantol” . Belum tentu nyantol”  Penghayal “Bukannya lu yang selama ini seorang pengkhayal profesional? Aneh.” komentar Eko. gua hargai optimisme lu.” Noni tersenyum simpul” b. Nggak usah mengkhayal triple-date dulu. Noni :  Optimis “Noni terkekeh. “Lihat aja nanti. mereka berdua ketemu aja belum. Kugy  Menghargai pendapat orang lain “Yah.” kata Kugy” 2. “Kalo cuma soal nyantol. Kugy “Nggak usah mengkhayal triple-date dulu. Paragraf 19 : “Yah.” Noni tersenyum simpul.  Unsur intrinsik : a. “Kalo cuma soal nyantol. Eko :  Kritikus “Bukannya lu yang selama ini seorang pengkhayal profesional? Aneh.

“Non . Kugy “Bukan hanya karena pembicaraan di Pemadam Kelaparan tadi siang. Noni “Diketuknya pintu Noni yang setengah terbuka.” Noni tersenyum simpul” 3. Kugy belum bisa menguraikan apa yang sesungguhnya terjadi. Ia merasa sudah saatnya bicara dengan seseorang. Kugy berharap bisa memperoleh kejelasan dengan setidaknya memberanikan diri untuk bercerita. Tidak juga pada dirinya sendiri. Latar tempat : sama seperti pada paragraf 12 2. Nilai moral :  Menghargai pendapat atau jasa orang lain “Yah. Meski rasanya sudah di ujung lidah.” Noni tersenyum simpul”  Unsur ektrinsik : a. Diketuknya pintu Noni yang setengah terbuka.. Alur : maju “Lihat aja nanti. Tokoh 1. Kugy pun duduk menunggu di sudut tempat tidur.c... Latar suasana :  Mengecewakan “Bukannya lu yang selama ini seorang pengkhayal profesional? Aneh. gua hargai optimisme lu”  Paragraf 20 : Bukan hanya karena pembicaraan di Pemadam Kelaparan tadi siang..” komentar Eko”  Menyenangkan “Lihat aja nanti. sudah beberapa minggu belakangan ini Kugy merasa ada yang tidak beres dengan dirinya” 2. sudah beberapa minggu belakangan ini Kugy merasa ada yang tidak beres dengan dirinya. Latar 1. Namun. lagi sibuk?” Noni tengah berbicara dengan seseorang di ponselnya. Latar waktu : sama seperti pada paragraf 12 d. “Non . lagi sibuk?” .  Unsur intrinsik : a. isyarat tangannya menyuruh Kugy untuk masuk.

Latar 1. weekend depan udah pasti. Alur : maju “Bukan hanya karena pembicaraan di Pemadam Kelaparan tadi siang. isyarat tangannya menyuruh Kugy untuk masuk. Meski rasanya sudah di ujung lidah.. Penokohan 1. “Non .. Nanti aku sama Eko jemput kamu ke hotelmu aja. Kugy pun duduk menunggu di sudut tempat tidur” 2.. sudah beberapa minggu belakangan ini Kugy merasa ada yang tidak beres dengan dirinya  Paragraf 21 : “Oke . Noni :  Baik "Diketuknya pintu Noni yang setengah terbuka.. isyarat tangannya menyuruh Kugy untuk masuk” c. .b.. Namun. Kugy :  Susah menjelaskan tentang sesuatu “Meski rasanya sudah di ujung lidah. nanti ada teman-temanku juga. Latar suasana :  Gundah “. Latar tempat :  Kamar tidur Noni “Namun. baru kita jalan bareng. Kugy belum bisa menguraikan apa yang sesungguhnya terjadi”  Pemberani “Kugy berharap bisa memperoleh kejelasan dengan setidaknya memberanikan diri untuk bercerita” 2. Kugy belum bisa menguraikan apa yang sesungguhnya terjadi” 3. Iya .sudah beberapa minggu belakangan ini Kugy merasa ada yang tidak beres dengan dirinya. . ya? Perlu dijemput? Ya.. lagi sibuk?” Noni tengah berbicara dengan seseorang di ponselnya. Latar waktu  Sore atau tadi siang “Bukan hanya karena pembicaraan di Pemadam Kelaparan tadi siang”  Beberapa minggu “sudah beberapa minggu belakangan ini Kugy merasa ada yang tidak beres dengan dirinya” d. .

. Kugy “Sori. nanti ada teman-temanku juga. bye!” Noni meletakkan ponselnya.. Oke. Sampai ketemu. Kugy : sama seperti pada paragraf 20 c. ya! Take care . Tokoh 1. ya ?” “Iya . Gua baru teleponan sama Wanda.. baru kita jalan bareng” 3. Eko  Baik “Nanti aku sama Eko jemput kamu ke hotelmu aja. Gy. nanti ada teman-temanku juga. What‟s up?” b.. Latar tempat : sama seperti pada paragraf 20 2. ya! Take care . Sampai ketemu. bye!” Noni meletakkan ponselnya” 3. baru kita jalan bareng” 2. Noni  Baik “Nanti aku sama Eko jemput kamu ke hotelmu aja. ya! Take care . weekend depan udah pasti... “Sori.. Penokohan 1.... Sampai ketemu.. Alur : maju “Oke . What‟s up?”  Unsur intrinsik : a.. Latar waktu : sama seperti pada paragraf 20 d. bye!” . Eko “Nanti aku sama Eko jemput kamu ke hotelmu aja. Gua baru teleponan sama Wanda.. Latar suasana :  Menyenangkan “Iya .. Latar 1. Gy. baru kita jalan bareng” 2. ya! Take care. bye!” Noni meletakkan ponselnya” 3. Noni “Sampai ketemu. Oke.Oke.

 Unsur intrinsik : a. Tokoh 1. Entah kenapa. tidak dengan adanya proyek percomblangan yang sepertinya betul-betul diseriusi sahabatnya itu. Kugy  Mempunyai pikiran negatif “Entah kenapa. . Gy?” Noni bertanya lagi Nggak.” “Mungkin udah saatnya gua bertobat dan banyak berbuat baik. “Hari ini lu banyak gantung. Ia merasa makin tidak beres.”  Paragraf 22 : Mendengar nama itu. ya? Perlu dijemput? Ya. Gua lupa mau ngomong apa. Ditatapnya Noni yang juga menatapnya dengan tatapan menunggu. deh. lalu menutup pintu kamarnya.” Noni nyengir. kembali rasa tidak nyaman merambati tubuh Kugy. Kugy “Mendengar nama itu. Noni “Ditatapnya Noni yang juga menatapnya dengan tatapan menunggu” b. Gy?” Noni bertanya lagi. Gua lupa mau ngomong apa” . tiba-tiba Kugy merasa Noni bukanlah orang yang tepat untuk diajak bicara masalah ini. Sori. Nilai sosial :  Kita harus membantu terhadap orang yang membutuhkan atau yang sedang dalam kesulitan “Oke . “Dasar gila. tiba-tiba Kugy merasa Noni bukanlah orang yang tepat untuk diajak bicara masalah ini. Penokohan 1. “Nggak.” cetus Kugy asal sambil ngeloyor pergi.” Kugy pun bangkit berdiri. . Nggak jadi. Unsur ekstrinsik : a. “Yakin?” Noni mengamati air muka sahabatnya. He-he. weekend depan udah pasti. Nanti aku sama Eko jemput kamu ke hotelmu aja. kembali rasa tidak nyaman merambati tubuh Kugy” 2.. Nggak jadi. “Kenapa. tidak dengan adanya proyek percomblangan yang sepertinya betul-betul diseriusi”  Pembohong “tiba-tiba Kugy merasa Noni bukanlah orang yang tepat untuk diajak bicara masalah ini” “Kenapa..

Gy?” Noni bertanya lagi” “Yakin?” Noni mengamati air muka sahabatnya” c. Noni  Tidak cepat percaya “Kenapa. Gy?” Noni bertanya lagi” “Nggak.” Kugy pun bangkit berdiri” . Latar suasana :  Tidak menyenangkan “Mendengar nama itu. Latar 1. kembali rasa tidak nyaman merambati tubuh Kugy” 3. Alur : maju “Kenapa. Nggak jadi. He-he. Latar tempat : sama seperti pada paragraf 20 2.” cetus Kugy asal sambil ngeloyor pergi” 2. Pemarah “Mungkin udah saatnya gua bertobat dan banyak berbuat baik. Latar waktu : sama seperti pada paragraf 20 d. Gua lupa mau ngomong apa. Sori.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful