A.

Struktur Makroskopik Genitalia Feminina & Masculina
GENITALIA MASCULINA Genitalia masculina dibedakan menjadi : 1. Genitalia interna masculina : ductus deferens, vesicula seminalis dan glandula prostat. 2. Genitalia externa masculina : penis, scrotum dan testis.

Ductus deferens atau vas deferens adalah suatu saluran berdinding tebal yang dilalui sperma. Mulai dari anulus ingunalis medialis menuju lateral A. Epigastrica inferior kemudian turun ke dorsocaudal pada dinding lateral pelvis, menyilang ureter di sisi medialnya dan menuju ke mediocaudal pada permukaan dorsal vesica urinaria. Pada bagian ujung akhir ductus deferens terdapat bagian yang melebar disebut ampulla ductus deferens. Ductus excretorius vas deferens bersama-sama dengan ductus excretorius glandula vesiculosa membentuk ductus ejaculatorius.

Vesicula seminalis atau glandula vesiculosa terdiri dari 2 gelembung lobus kanan kiri yang berfungsi memproduksi cairan essential untuk makanan sperma, panjangnya kira-kira 5 cm. Pada bagian ujung atas tertutup peritoneum. Pada bagian depan vesicula seminalis berhubungan dengan permukaan dorsal vesica urinaria, pada bagian belakangnya berhubungan dengan rectum, sedangkan sisi medialnya berhubungan dengan vas deferens. Glandula prostata merupakan suatu kelenjar eksokrin fibromuskular. Bentuk glandula prostata menyerupai limas terbalik dengan puncak di caudal dengan panjang kurang lebih 3 cm. Glandula prostata dilapisi oleh selaput fibrotik dan disebelah luar dilapisi jaringan ikat (lanjutan fascia pelvis). Glandula prostata dibedakan menjadi basis dan apex. Basis meru[pakan bagian diatas

dan depan, sekitar collum vesica urinaria. Apex terletak pada diafragma urogenitale. Membran prostatika peritoneale (Denonviller) dan fascia rectalis memisahkan permukaan posterior glandula prostata dengan vas deferens dan vesicula seminalis. Glandula prostata dibedakan menjadi beberapa lobus, yaitu : lobus anterior,lobus medius,lobus posterior dan lobus lateralis. Glandula prostata diperdarahi oleh cabang-cabang a.vesicalis inferior, cabang-cabang a. Rectalis media, dan cabang-cabang a. Pudenda interna. Sedangkan aliran darah balik melalui plexus venosus prostaticus. Aliran getah bening glandula prostata dialirkan ke nnll. Glandula prostata dan akhirnya bermuara ke nnl. Illiaca interna. Glandula prostata dipersarafi oleh cabang-cabang plexus hypogastricus inferior.

Penis dihubungkan pada symphisis pubis melalui suatu jaringan ikat yang disebut lig.suspensorium penis. Penis dibedakan menjadi 3 bagian, yaitu radix penis,corpus penis, dan glans penis. Radix penis merupakan bagian penis yang melekat ke symphisis ossis pubis dan terdiri dari 3 massa jaringa erektil yaitu : bulbus penis,crus penis dextra,dan crus penis sinistra. Sedangkan corpus penis merupakan lanjutan radix penis ke arah distal. Pada permukaan dorsal corpus penis, tepat pada garis tengah, dapat dijumpai v.dorsalis penis superficialis. Glans penis terlteak pada ujung distal corpus penis. Pada glans penis dapat dijumpai alat-alat sebagai berikut :     Meatus urethra externa Frenulum, yaitu lipatan kulit yang terletak di caudal meatus urethra externa. Preputium, yaitu lapisan kulit yang menutupi glans penis. Corona glandis, yaitu pinggir dasar glans penis.

facies lateralis.cava inferior. cabang aorta abdominalis. Kulit scrotum berkeriput dan ditutupi rambut-rambut kasar. yang kemudian dialirkan ke dalam v.cremaster. Sedangkan pada situs inversus totalis dan orang kidal. Testis dibungkus oleh tunica vaginalis propia dan terletak dalam cavum scroti. fascia spermatica interna. Pada epididymis dapat dijumpai sisa-sisa . Testis adalah organ reproduksi yang menghasilkan spermatozoa dan sebagai kelenjar endokrin yang menghasilkan hormon androgen untuk mempertahankan tanda-tanda kelamin sekunder. Epididymis terletak disebelah dorsal testis. Testis dipendarahi olegh a. margo anterior (convex). dapat dijumpai suatu garis yang disebut Raphescrotalis. corpus epididymis dan cauda epididymis. Sedangkan pembungkus testis dari dalam keluar adalah tunica albugenia. extremitas inferior. m. facies medialis.testicularis. tunica vaginalis testis lamina visceralis dan lamina parietalis. sedangkan peradangan testis disebut orchitis.testicularis. Testis berasal dari bahasa Yunani orchis. Epididymis merupakan suatu saluran berkelok-kelok yang panjangnya kurang lebih 6 meter.testis kanan letaknya lebih rendah daripada testis kiri. tunica dartos dan cutis scroti. Pada orang normal testis kiri lebih rndah daripada yang kanan. Scrotum berisi testis dan epididymis. Pada bagian tengah scrotum. fascia spermatica externa. Epididymis dibedakan menjadi caput epididymis. Bentuk testis oval dengan konsistensi lunak. dan margo posterior (datar). Pada testis dapat dijumpai sisa-sisa perkembangan ujung cranial ductus paramesonephros yang disebut appendix testis. Testis dapat dibedakan menjadi bagian-bagian sebagai berikut : extremitas superior. Sedangkan aliran venannya bermuara ke v.Scrotum merupakan suatu kantong yang dibentuk oleh kulit dan fascia.

yaitu bagian uterus yang terletak di muara tuba.genitofemoralis M.perkembangan ductus mesonephros yang disebut appendix epididymis.testicularis A. Genitalia interna. dan labia minora. menyerupao telur ayam. dan akan membesar saat usia pubertas karena pengaruh hormon estrogen. labia majora. tuba uterina.deferentialis Ductus deferens R. yang terdiri atas : uterus. Genitalia externa. Uterus dibedakan menjadi : 1. dan ovarium. Uterus berbentuk oval. Pada saat hamil uterus juga membesar karena ada hipertrofi myometrium.cremaster. .genitalis n. 2. Disebelah medial epididymis dapat dijumpai funiculus spermaticus yang terdiri atas :       Plexus pampiniformis A. dan konsistensinya kenyal. GENITALIA FEMININA Genitalia feminina dibedakan menjadi : 1. yang terdiri atas : vulva. Uterus pada anak ukurannya lebih kecil. Fundus uteri.

Pada masa kehamilan. Corpus uteri. Lapisan dinding uteru sterdiri atas endometirum. Ruangan / rongga dalam uterus dibedakan menjadi. serabut-serabut otot polos kedua alat diatas juga berkontraksi. yaitu bagian uteru sbagian bawah yang menyempit dan menembus dinding vagina. Pada kehamilan uterus membesar dan menonjol ke dalam rongga perut sehingga kedua alat diatas akan berjalan dari bawah ke atas. korpus akan menciut/ mengecil dan berubah menjadi cervix. yaitu : lig. 3. Alat. uterus difiksasi untuk mencegah terjadinya prolapsus uteri. Corpus merupakan bagian uterus yang membesar.2. dan plica rectouterina. Alat-alat penggantung uterus. Ke arah distal. dan perimetrium.sedangkan permukaan ventral uterus disebut facies rectalis dan lebih datar. Cardinale (Mackenrodt). Cervix uteri . myometrium. Levator ani ) dan pars membranacea diaphragma urogenitale. Permukaan dorsal uterus disebut facies rectalis dan berbentuk agak cembung. Pada kehamilan dan persalinan. Teres uteri dan plica rectouterina. Fiksasi uterus dibedakan menjadi : 1.alat penahan uterus. Corpus uteri dan cervix uteri dihubungkan oleh isthmus uteri. Letak uterus yang normal adalah anteversio 900 dan antefleksio 1700. Dalam rongga pelvis. Pada waktu partus (persalinan) uterus berkontraksi kuat. cervix uteri yang lemah dapat menyebabkan abortus. yaitu bagian uterus yang terdapat dibawah muara tuba. 2. yaitu keadaaan dimana uterus masuk ke dalam vagina. alat-alat fiksasi yang penting adalah lig. lig. Teres uteri. yaitu diaphragma pelvis ( m. sedangkan . cavum uteri dan canalis cervicis uteri / canalis isthimica.

Vagina merupakan bumbung buntu di bagian sebelah cranial dan pada bagian caudalis bermuara pada introitus vagina. Tuba uterina falopii dimulai dari fundus uteri sampai fimbriae. Tuba uterina dibedakan menjadi bagianbagian berikut :   Isthmus tuba uterina : bagian tuba yang paling sempit. Muara tuba uterina pada corpus uteri disebut ostium internum tuba uterina.   Infundibulum : bagian tuba yang berbentuk corong dan mempunyai fimbriae. Penggantung ovarium pada dinding belakang panggul adalah mesovarium. Ovarica (cabang aorta abdominalis). Ovarium mempunyai ukuran 4x2 cm. Panjang vagina dari vulva sampai cervix kira-kira 8 cm. Aliran pembuluh balik mengikuti aliran pembuluh nadinya. Jalan vagina adalah vertikal dari craniodorsal ke arah ventrocaudal dan dinding depan vagina bagian . yang dipercabangkan oleh aorta abdominalis setinggi vertebra lumbal 1. Uterina (cabang illiaca interna) dan a. Ovarium melekat pada bagian belakang ligamentum uteri.fundus uteri tidak dapat bergerak ke cranial. Akibat fiksasi fundus dan kontraksi uterus. Tuba uterina dipendarahi oleh a. Ampulla tuba uterina : bagian tuba yang paling lebar dan merupakan tempat terjadinya proses fertilisasi. isi uterus akan didorong keluar. Ovarica. Ovarium dipendarahi oleh a. Ovarium terletak dalam fossa Waldeyer pada dinding lateral pelvis. Pars intertitialis : bagian tuba yang terdapat dalam dinding uterus. Tuba uterina berfungsi sebagai jalan yang dilalui sperma untuk mencapai ovum.

Pada sekitar orificium vagina terdapat selaput tipis berbentuk bulan sabit. Bagian depan atas labia majora kanan dan kiri bertemu pada commisura labialis anterior. bagian luar labia majora berambut. Labia majora adalah lipatan yang besar dari mons pubis ke arah peritoneum. tempat penjuluran septa fibrosa ke dalam kelenjar. yaitu tunika albuginea. yang membagi kelenjar menjadi sekitar 250 kompartemen piramid yang disebut lobulus testis. Ke arah distal kedua sisi labia minora membentuk frenulum labiorum pudendi. dan sering terbentuk hubungan antar lobus. yang terpendam .cranial ditembus oleh cervix uteri. Vulva bermuara pada vestibulum vagina. Disebelah distal frenulum labiorum pudendi terdapat jaringan ikat yang menyeberang disebut commisura posterior. sedangkan bagian dalam licin dan banyak mengandung kelenjar sebasea. yang disebut hymen. Ke arah proximal labia minora berhubungan dengan glandula clitoridis dan disebut preputium clitoridis. Septa ini tidak kontinu. Struktur Mikroskopik Genitalia Feminina & Masculina Testis Setiap testis dikeliling oleh simpai tebal jaringan ikat kolagen. Glandula pada clitoridis pada wanita identik dengan glans penis pada laki-laki1. Labia minora merupakan suatu lipatan kecil pada vulva. Vulva disebut juga rima pudendi adalah ruangan yang terletak antara labia majora kanan dan kiri. sedangkan bagian bawahnya bertemu pada commisura labialis posterior. Tunika buginea menebal pada permukaan posterior testis dan membentuk mediastinum testis. B. Setiap lobulus dihuni oleh 1-4 tubulus seminiferus.

Kirakira 10-20 duktuli duktuli eferentes menghubungkan rete testis dengan bagian sefalik epididimis. Tubulus seminiferus terdiri atas suatu lapisan jaringan ikat fibrosa. yakni tunika vaginalis. yang membungkus tunika albuginea pada sisi anterior dan lateral testis. atau seminiferus. Lapisan . saraf. Tunika ini terdiri atas lapisan parietal di luar dan lapisan viseral di sebelah dalam. Karena bermigrasi ke arah skrotum. Testis bermigrasi selama perkembangan fetus dan akhirnya turun kedalam rongga skrotum pada ujung funikulus spermatikus. dan sel interstisial (Leydig). Tubulus ini berkelok-kelok dan berawal sebagai saluran buntu. dan suatu epitel germinal. atau tubulus lurus.dalam jaringan ikat longgar yang banyak mengandung pembuluh darah dan limfe. garis tengahnya lebih kurang 150-250 µm dan panjangnya 30-70 cm. Setiap tubulus seminiferus dilapisi oleh epitel berlapis majemuk. lumennya menyempit dan berlanjut ke dalam ruas pendek yang dikenal sebagai tubulus rektus. Di ujung setiap lobulus. setiap testis membawa serta kantung serosa. lamina basalis yang berkembang baik. yaitu rete testis. sedangkan sel interstisial menyekresiakan androgen testis. Skrotum memiliki peran penting dalam memelihara testis pada suhu dibawah suhu intraabdomen. Testis berkembang secara retroferitoneal dalam dinding dorsal rongga abdomen. Tubulus Seminiferus Spermatozoa dihasilkan di tubulus seminiferus. Panjang seluruh tubulus satu testis mencapai 250 m. yang kompleks. Tubulus seminiferus menghasilkan sel kelamin pria yaitu spermatozoa. yang berasal dari peritoneum. yang menghubungkan tubulus seminiferus dengan labirin saluran berlapis epitel yang beranastomosis. Tunika propria fibrosa yang membungkus tubulus seminiferus terdiri atas beberapa lapis fibroblas.

yaitu spermatogonium (Yun. . berdiameter 12 µm. yang juga disebut spermatogonium tipe A. atau dapat berdiferensiasi selama siklus mitosis yang progresif menjadi spermatogonium tipe B. Proses ini dimulai dengan sel benih primitif. dan menghasilkan generasi sel-sel yang baru.terdalam yang melekat pada lamina basalis terdiri atas sel-sel mioid gepeng. Dari pembelahan meiosis pertama ini timbul sel berukuran lebih kecil yang disebut spermatosit sekunder. yang relatif kecil. Spermatosit primer merupakan sel terbesar dalam garis keturunan spermatogenik. Spermatogonium tipe B merupakan sel progenitor yang akan berdiferensiasi menjadi spermatosit primer. Sel-sel interstisial menempati sebagian besar ruang di antara tubuli seminiferus. Sel-sel yang baru dibentuk dapat mengikuti satu dari dua jalur: Sel-sel ini dapat terus membelah sebagai sel induk. Sel-sel turunan spermatogenik tersebar dalam 4 sampai 8 lapis. generasi). Pada saat terjadinya pematangan sistem kelamin. dan berada dekat dengan lamina basal epitel. sel ini mulai mengalami mitosis. Pembelah spermatosit sekunder menghasilkan spermatid. atau sel penyokong dan sel-sel yang membentuk garis keturunan spermatogenik. Epitel tubulus seminiferus terdiri atas dua jenis sel: sel Sertoli. Produksi spermatozoa disebut spermatogenesis. yakni suatu proses yang mencakup pembelahan sel melalui mitosis dan meiosis serta diferensiasi akhir spermatozoa. yang disebut spermiogenesis. yang memperlihatkan ciri otot polos. fungsinya adalah menghasilkan spermatozoa. Spermatosit sekunder sulit diamati dalam sediaan testis karena merupakan sel berumur pendek. sperma + gone. Spermatogenesis Spermatogenesis merupakan proses pembentukan spermatozoa.

yang kemudian dilepaskan ke dalam lumen tubulus seminiferus. pemadatan dan pemanjangan inti. Spermatogonia terletak di kompartemen basal. Dasar sel sertoli melekat pada lamina basalis. bentuk sel Sertoli tidak jelas terlihat karena banyak juluran lateral yang mengelilingi sel spermatogenik. pembentukan flagelum. Spermiogenesis adalah suatu proses perkembangan rumit yang mencakup pembentuan akrosom (Yun. sebagian turunan spermatogonia berhasil menembus tautan ini dan masuk ke dalam kompartemen adluminal. Dengan mikroskop cahaya. Sel-sel ini merupakan sel piramid panjang yang sebagian memeluk sel-sel dari garis keturunan spermatogenik. yang membentuk sawar testis-darah. Spermiogenesis adalah proses transformasi spermatid menjadi spermatozoa. sedangkan ujung apeksnya sering terjulur ke dalam lumen tubulus seminiferus. Jaringan Interstisial . akron. dan hilangnya sebagian besar sitoplasma. Sel Sertoli Sel Sertoli sangat penting untuk fungsi testis. Hasil akhirnya adalah spermatozoa matang. Spermatid dapat dikenali dengan ukurannya yang kecil (garis tengah 7-8 µm). Sel Sertoli yang berdekatan diikat bersama oleh taut rekah yang terdapat pada bagian basolateral sel. yang terdapat di atas sawar.Spermiogenesis merupakan tahap akhir produksi spermatozoa. Letak spermatid di dalam tubulus seminiferus adalah di dekat lumen. + soma. Tidak terjadi pembelahan sel selama proses ini berlangsung. tubuh). Selama spermatogenesis. ekstremitas. yang berada di bawah sawar.

Sel tersebut adalah sel interstisial. yang dilapisi epitel kuboid. Celah di antara tubulus seminiferus dalam testis diisi oleh jaringan ikat saraf. yaitu penebalan tunika albuginea. Aktivitas sel bersilia dan absorpsi cairan menimbulkan aliran cairan yang menyapu spermatozoa ke arah epididimis. yang terletak dalam mediastinum. Selama pubertas. dan kedua ujungnya berhubungan dengan rete testis denngan perantaraan struktur yang dikenal sebagai tubulus rektus. . Hal ini memberikan epitel tersebut gambaran bergelombang yang khas. Sel tak bersilia mengabsorpsi banyak cairan yang disekresi oleh tubulus seminiferus. Duktuli eferentes memiliki epitel yang terdiri atas kelompok sel kuboid tak bersilia yang diselingi sel bersilia yang melecut ke arah epididimis. Duktus Genitalia Intratestis Duktus genitalia intratestis adalah tubulus rektus (tubulus lurus). Duktuli eferentes berangsur-angsur bergabung membentuk duktus epididimis. Duktus-duktus tersebut membawa spermatozoa dan cairan dari tubulus seminiferus ke duktus epididimis. Sel-sel ini menghasilkan hormon pria testosteron.Jaringan interstisial testis merupakan tempat yang penting untuk produksi androgen. rete testis. yang berfungsi bagi perkembangan ciri kelamin pria sekunder. pembuluh darah dan limfe. dan duktuli eferentes. Dari rete testis muncul 10-20 duktuli eferentes. yang memiliki ciri sel pensekresi-steroid. Tubulus rektus mencurahkan isinya ke dalam rete testis. Suatu lapisan tipis sel otot polos sirkular tampak di luar lamina basal epitel. Rete testis merupakan jalinan saluran yang beranastomosis. muncul jenis sel tambahan. Kebanyakan tubulus seminiferus terdapat dalam bentuk lengkung. atau sel Leydig testis.

Mukosanya membentuk lipatan memanjang dan sebagian besar dilapisi epitel bertingkat silidris dengan stereosilia. yang mencakup arteri testikularis. Dari epididimis keluar duktus (vas) deferens. Di daerah ini. epitel menjadi lebih tebal dan . Sel-sel ini ditunjang oleh lamina basalis yang dikelilingi oleh sel otot polos dengan kontraksi peristaltik yang membantu mendorong sperma di sepanjang saluran. duktus deferens (vas deferes). duktus deferens melebar. yaitu suatu saluran berdinding otot tebal. dan uretra. pleksus pampiniformis. Duktus epididimis adalah saluran tunggal yang sangat berkelok dengan panjang sekitar 4-6 m. Sebelum memasuki prostat. Duktus deferens ditandai dengan lumen yang sempit dan lapisan otot polos tebal. dan lapisan otot tebalnya terdiri atas lapisan longitudinal luar dan dalam yang dipisahkan oleh lapisan sirkular. dan dikelilingi oleh jaringan ikat longgar dengan banyak kapiler darah. Lamina propria merupakan lapisan jaringan ikat dengan banyak serat elastin. yang disebut stereosilia.Saluran Keluar Genitalia Saluran keluar genitalia yang mengangkut spermatozoa yang dihasilkan di testis sampai ke meatus penis adalah duktus epididimis. Duktus ini dilapisi epitel bertingkat silidris bersilia yang terdiri atas sel-sel basal berbentuk bulat dan sel silidris. yang berlanjut dan mencurahkan isinya ke dalam uretra pars prostatika. Permukaan sel epitel duktus ini ditutupi oleh mikrovili panjang yang bercabang dan tidak teratur. Duktus deferens merupakan bagian dari funikulus spermatikus. Bersama dengan jaringan ikat dan pembuluh darah di sekitarnya. membentuk bagian yang disebut ampula. Banyak otot polos menghasilkan kontraksi peristaltik kuat yang ikut serta menyemprotkan spermatozoa keluar selama ejakulasi. saluran panjang ini membentuk bagian badan dan ekor epididimis. dan saraf.

Zona ini meliputi 25% dari volume kelenjar. dan bermuara ke dalam uretra pars prostatika.melipat-lipat. dan dilapisi epitel bertingkat silidris yang mengandung banyak granula sekretoris. vesikula seminalis bergabung dengan duktus. Tinggi sel epitel vesikula seminalis dan derajat aktivitas proses sekresi bergantung pada kadar testosteron. Segmen yang memasuki prostat disebut duktus ejakulatorius. duktus deferens kemudian memasuki prostat. sitrat. Lamina propria di vesikula seminalis banyak mengandung serat elastin dan dikelilingi otot polos tipis. dan kelenjar bulbouretra. Kelenjar kelamin tambahan meliputi vesikula seminalis. Duktusnya bermuara dalam uretra pars prostatika. Prostat merupakan suatu kumpulan 30-50 kelenjar tubuloalveolar yang bercabang. Kelenjar Genitalia Tambahan Kelenjar kelamin tambahan menghasilkan sekret yang diperlukan untuk fungsi reproduksi pria. Kelenjar ini merupakan kelenjar yang menghasilkan sekret kuning kental yang mengandung substansi pengikat-spermatozoa seperti fruktosa. yang menembus prostat. Tujuh puluh persen dari ejakulat manusia berasal dari vesikula seminalis. inositol. Golongan monosakarida. kelenjar prostat. yakni fruktosa adalah karbohidrat yang terbanyak. Mukosa vesikula seminalis melipat-lipat. Vesikula seminalis bukanlah tempat untuk menampung spermatozoa. Karbohidrat yang dihasilkan oleh kelenjar sistem reproduksi pria dan disekresikan dalam cairan seminalis. Granul ini memiliki ciri ultrastruktur yang mirip dengan sel pembuat protein. prostaglandin dan berbagai protein. Vesikula seminalis terdiri atas dua tabung sepanjang ±15 cm yang sangat berkelok. Dari tempat ini. Pada bagian akhir ampula ini. Prostat mempunyai tiga zona yang berbeda: Yang pertama adalah zona sentral. . merupakan sumber energi bagi pegerakan sperma.

yang merupakan tempat predileksi timbulnya kanker prostat. Arteri profunda bercabang-cabang menjadi arteri nutritif dan arteri .Tujuh puluh persen kelenjar dibentuk oleh zona ferifer. yaitu tunika albuginea. mempunyai arti medis yang penting karena merupakan tempat asal sebagian besar hiperplasia prostat jinak. yang membentuk glans penis. Korpora kavernosa dibungkus oleh lapisan jaringan ikat padat kuat. Jaringan ini mengandung sejumlah besar lumen vena yang dilapisi sel-sel endotel utuh dan dipisahkan oleh trabekula yang terdiri atas serat jaringan ikat dan sel otot polos. Korpus kavernosum uretra melebar di bagian ujung. Kelenjar sebasea terdapat di lipatan dalam dan di kulit yang menutupi glans. Zona ketiga. terletak di sebelah proksimal dari uretra pars membranasea dan bermuara ke dalam uretra ini. yang menjadi asal arteri profunda dan arteri dorsalis penis. dan uretra. Kelenjar bulbouretra (kelenjar cowper) yang berdiameter 3-5 mm. yang terbungkus kulit. Korpora kavernosa penis dan uretra terdiri atas jaringan erekti. yakni zona transisional. Mukus yang disekresikan berupa lendir bening dan berfungsi sebagai pelumas. atau korpus spongiosu. yang mengelilingi uretra. Kelenjar cowper merupakan kelenjar tubuloalveolar yang dilapisi epitel selapis kuboid pensekresi-lendir. PENIS Komponen utama penis adalah tiga massa silidris dari jaringan erektil. Pendarahan arteri penis diperoleh dari arteri pudenda interna. Dua diantara silinder-silinder ini—korpus kavernosum penis—terletak di dorsal. Prepusium merupakan lipatan kulit retraktil yang mengandung jaringan ikat dengan otot polos di bagian dalamnya. Kelenjar Littre penyekresi-lendir terdapat di sepanjang uretra penis. Yang lain terletak di ventral dan disebut korpus kavernosum uretra.

Efek testosteron dapat dibagi menjadi lima kelompok. Sel-sel endokrin yang mengeluarkan testosteron. Awitan . Sekitar 80% masa testis terdiri dari tubulus seminiferosa yang berkelok-kelok. sel leydig atau sel interstitium. yaitu menghasilkan sperma dan mengeluarkan testosteron. C. Pubertas mengacu pada periode kebangkitan dan pematangan sistem reproduksi yang sebelumnya nonfungsional.  Efek pada jaringan spesifik seks setelah lahir. Setelah lahir.  Efek pada sistem reproduksi sebelum lahir. yang di dalamnya berlangsung spermatogenesis. sedangkan arteri helicinae bermuara langsung ke dalam ruang-ruang kavernosa (jaringan erektil). antara lain .3. Sebelum lahir. yang memuncak pada pencapaian kematangan seksual dan kemampuan reproduksi. Arteri nutritif menyuplai oksigen dan zat makanan ke trabekula. Sebagian besar tetapi tidak semua kerja testosteron akhirnya ditujukan untuk memastikan penyaluran sperma pada wanita. Testis melakasanakan dua fungsi. terletak di jaringan ikat antara tubulus-tubulus seminiferosa. bagian testis yang menghasilkan dan mengeluarkan testosteron secara struktural dan fungsional berbeda.helicinae. sekresi testosteron berhenti. Terdapat pirau arterio venosa di antara arteri helicinae dan vena dorsalis profunda2. sekresi testosteron oleh testis janin merupakan penyebab maskulinisasi saluran reproduksi dan genitalia eksterna serta menurunnya testis ke dalam skrotum. Dengan demikian. dan testis serta sistem reproduksi lainnya tetap kecil dan nonfungsional sampai pubertas. Mekanisme Pubertas REPRODUKSI PRIA Sel Leydig testis mengeluarkan testosteron yang menyebabkan maskulinisasi.

bukan hanya pematanagan seksual. testis membesar dan mampu melaksanakan spermatogenesis. Pada pubertas. Masa remaja (adolescence) adalah konsep yang lebih luas yang mengacu pada keseluruhan masa transisi antara anak-anak menjadi dewasa. Karakteristik pria nonreproduktif (yang tidak berkaitan dengan reproduksi) yang dipicu oleh testosteron ini adalah . Testosteron bertanggung jawab untuk pertumbuhan dan pematangan keseluruhan sistem reproduksi pria. Pubertas biasanya berlangsung tiga sampai lima tahun dan mencakup serangkaian perubahan endokrin. kelenjar-kelenjar seks tambahan membesar dan mulai aktif mensekresi. . Sekresi testosteron yang berlangsung terus menerus penting untuk spermatogenesis dan untuk mempertahankan kematangan saluran reproduksi pria selama masa dewasa. kumis dan jambang serta janggut). sementara penis dan skrotum membesar. libido juga dipengaruhi oleh banyak faktor emosional dan sosial saling berinteraksi. sel-sel leydig mulai mengeluarkan testosteron kembali.  Efek terkait reproduksi reproduksi lainnya. fisik dan perilaku yang kompleks. Perkembangan dan pemeliharaan semua karakteristik seks sekunder pria bergantung pada testoteron. pola pertumbuhan rambut pria (misalnya rambut dada. Stimulasi perilaku ini oleh testosteron penting untuk mempermudah penyaluran sperma pada wanita. Pada manusia.pubertas biasanya sekitar usia sepuluh dan empat belas tahun . dan untuk pertama kalinya terjadi spermatogenesis di tubulus seminferosa.  Efek pada karakteristik sekunder. Testosteron bertanggung jawab dalam pembentukan libido seksual pada masa pubertas dan membantu mempertahankan dorongan seks pada pria dewasa. Di bawah pengaruh lonjakan sekresi testosteron pada masa pubertas. wanita rata-rata mengalami pubertas dua tahun lebih awal daripada pria.

hilangnya pengaruh-pengaruh inhibitorik tersebut oleh mekanisme yang belum diketahui menyebabkan dimulainya pubertas. Akibat penarikan hormon yang mendukung lapisan endometrium untuk menjadi sangat berkembang menyebabkan . otot lengan dan tungkai yang berkembang) sebagai akibat pengendapan protein4. bahu lebar. Folikel yang kosong tersebut kemudian diubah menjadi korpus luteum. Apabila tidak terjadi pembuahan dan implantasi. Unit endokrin ini bertanggung jawab mempersiapkan uterus sebagai tempat yang cocok untuk implantasi apabila ovum yang dilepaskan dibuahi. yang terjadi pada usia sekitar sebelas tahun. karena GnRH hipothalamus secara aktif ditekan oleh mekanisme-mekanisme yang serupa dengan yang terjadi pada anak laki-laki prapubertas. penebalan kulit dan konfigurasi tubuh pria (sebagai contoh. korpus luteum berdegenerasi. Seperti pada anak laki-laki. yaitu oogenesis (pembentukan ovum) dan menghasilkan estrogen dan progesteron. REPRODUKSI WANITA Sistem reproduksi wanita belum aktif sampai yang bersangkutan mencapai pubertas. Pada kira-kira pertengahan siklus. Ovarium melakukan fungsi ganda yang saling terkait. folikel yang matang melepaskan sebuah ovum (ovulasi). Sistem reproduksi wanita tetap inaktif sejak lahir sampai pubertas. yang menghasilkan estrogen dan progesteron selama separuh terakhir siklus (fase luteal). ovarium janin belum berfungsi karena feminisasi sistem reproduksi wanita secara otomatis berlangsung jika tidak terdapat sekresi testosteron janin tanpa memerlukan keberadaan hormon-hormon seks wanita.suara menjadi berat akibat pembesaran laring dan penebalan pita suara. Tidak seperti testis janin. Oogenesis dan sekresi estrogen berlangsung didalam folikel ovarium selama separuh pertama siklus reproduksi ( fase folikel).

Sehingga tidak lagi terjadi pertambahan tinggi tubuh. Namun. Hormon pada Mekanisme Pubertas REPRODUKSI PRIA LH dan FSH. Tiga perubahan pubertas lainnya pada wanita . sehingga pada pria hormon ini juga memiliki nama interstitial cell stimulating hormone (ICSH). Sekresi estrogen yang dihasilkan oleh ovarium aktif akan menginduksi pertumbuhan dan pematangan saluran reproduksi wanita serta perkembangan karakteristik seks sekunder wanita. Efek estrogen yang menonjol pada perkembangan karakteristik seks sekunder tersebut adalah mendorong penimbunan lemak di lokasi-lokasi strategis. peningkatan estrogen pada masa pubertas memang menyebabkan lempeng epifisis menutup. menghasilkan darah haid. fase folikel baru dimulai kembali. yang mengontrol sekresi testosteron dan spermatogenesis. serupa dengan efek testosteron pada pria5.disintegrasi dan terlepas. bukan akibat estrogen. lonjakan pertumbuhan pubertas. Luteinizing hormone bekerja pada sel leydig untuk mengatur sekresi testosteron. D. Kedua hormon ini bekerja pada komponen-komponen tetis yang berbeda. kedua hormon gonadotropik hipofise anterior. pertumbuhan rambut ketiak dan pubis. terutama di sel sertoli. FSH bekerja pada tubulus seminiferosa. dan paha. Pembesaran payudara pada saat pubertas terutama disebabkan oleh penimbunan lemak di jaringan payudara dan bukan disebabkan oleh perkembangan fungsional kelenjar-kelenjar mamaria. Secara simultan. untuk meningkatkan . dan munculnya libido disebabkan oleh lonjakan sekresi androgen adrenal pada pubertas. bokong. sehingga terbentuk sosok melekuk-lekuk khas wanita. misalnya payudara.

Efek umpan balik negatif testosteron yang predominan adalah menurunkan episode-episode pengeluaran GnRH dengan bekerja pada hipothalamus. Inhibin diperkirakan bekerja secara langsung pada hipofise anterior untuk menghambat sekresi FSH. sekresi LH dan FSH dari hipofise anterior dirangsang oleh sebuah hormone gonadotropin releasing hormone (GnRH). pola sekresi hipothalamus yang pulsatif ini menyebabkan sekresi LH dan FSH juga berlangsung secara periodik. folikel penghasil estrogen selama paruh pertama siklus. Karena GnRH merangsang sel-sel sekretorik hormon gonadotropik di hipofise anterior. Sinyal inhibitorik testis yang secara spesifik ditujukan untuk mengontrol sekresi FSH adalah hormon peptida inhibin. yang mengeluarkan progesteron dan estrogen selama paruh terakhir . hipofisis anterior. Sebaliknya.spermatogenesis. REPRODUKSI WANITA Siklus ovarium diatur oleh interaksi kompleks berbagai hormon dari hipothalamus. Testosteron. GnRH dikeluarkan dari hipothalamus dalam letupanletupan sekretorik. Ovarium memiliki dua unit endokrin terkait . testosteron bekerja secara langsung pada hipofise anterior untuk mengurangi kepekaan sel-sel sekretorik LH terhadap GnRH. Setiap dua sampai tiga jam sekali. bekerja secara umpan balik negatif untuk menghambat sekresi LH melalui dua cara. Kedua. yang disekresikan oleh sel sertoli. Inhibisi umpan balik terhadap FSH oleh produk sel sertoli ini sesuai. dan ovarium. produk stimulasi LH pada sel leydig. karena FSH merangsang spermatogenesis dengan bekerja pada sel sertoli. dan korpus luteum. tanpa terjadi sekresi di antara letupan-letupan itu. sehingga secara tidak langsung menurunkan pengeluaran LH dan FSH dari hipofise anterior.

dan LH. saat terjadinya hipofungsi. pada gilirannya diatur oleh GnRH hipothalamus yang sekresinya pulsatif serta efek umpan balik hormon-hormon gonad. tetap tinggal di ruang abdomen. testis tidak turun ke skrotum. Unit-unit ini secara sekuensial dipicu oleh hubungan hormonal siklis yang rumit antara hipothalamus.siklus. FSH tidak semata-mata bertanggung jawab untuk gametogenesis dan LH juga tidak hanya bertanggung jawab atas sekresi hormon gonad6. Kelainan pada fungsi Genitalia KELAINAN FUNGSI TESTIS 1. tinggi dan bentuk tubuh seperti pada wanita dewasa. berbeda dengan pria. FSH. Namun. sifat seks sekunder mengalami kemunduran secara perlahan-lahan. Sebagai contoh. efek FSH dan LH pada ovarium bergantung pada stadium siklus ovarium. fungsi gonad pada wanita secara langsung dikontrol oleh hormon-hormon gonadotrofik hipofise anterior. Bila terjadi pada dewasa. Kedua hormon ini. testis. terjadi hambatan spermatogenesis. Hipogonadism. dan kedua unit endokrin ovarium. kontrol gonad wanita diperumit oleh fungsi ovarium yang sifatnya siklis. Cryptochism . 2. hipofisis. hipofungsi endokrin atau reproduksi sajaatau kedua-duanya. Dapat disebabkan oleh gangguan kelainan pada hipothalamus. pada usia kurang dari 20 tahun memperlihatkan ciri-ciri . Gambaran klinik hipogonadism pada pria bergantung pada . pada kromosom dan crytorchism. hipofise anterior. Bila terjadi pada anak-anak (EUNUCHOIDISM). E. Hipofungsi testis. Seperti pada pria. Hiperfungsi . Juga berbeda dengan pria.

KELAINAN FUNGSI OVARIUM 1.Tidak ditemukan pada orang dewasa. produksi gonadotropin berlebihan dan produksi estrogen meningkat yang disebut Gynecomastia. 1) amenorhea primer: belum pernah mendapat haid meski sudah masanya. Amenorhea (tidak ada haid) . biasa terjadi selama 1-2 tahun setelah menarche dan menjelang menopause. Disertai tanda-tanda kurang berkembangnya sifat kelamin . Pada anak sebelum usia pubertas menimbulkan gejala pubertas prekoks. Ciri seks berkembang berlebihan. tapi tanpa ovulasi. Hipergonadism Tumor sel leydig pada anak. Tulang dan otot berkembang sangat cepat dan epifisis cepat menutup.  Pubertas prekoks tidak sejati Berkembangnya sifat kelamin sekunder sebelum pubertas tanpa disertai gametogenesis. Disebabkan oleh neoplasma kelenjar gonad atau korteks adrenal yang menghasilkan hormon seks. Tumor epith germinal lebih sering terjadi dan sering dalam bentuk teratoma. Disebabklan oleh berbagai kelainan hipothalamus. Ada dua macam pubertas prekoks :  Pubertas prekoks sejati Berkembangnya sifat kelamin sekunder sebelum usia pubertas disertai gametogenesis. Siklus haid cukup teratur. Kelainan Haid Siklus tanpa telur (anovulatory cycles). 3.

alih bahasa.2001. 2. Carneiro J : Histologi dasar:teks & atlas. Jakarta :EGC. Menorrhagia : haid dengan pendarahan yang banyak. ed 2. 2. Sherwood L : Fisiologi manusia:dari sel ke system. Jakarta:EGC. Sindroma ovarium polikistik Penebalan kapsula ovarium disertai pembentukan kista-kista folikel. 10 ed. arthur C : Fisiologi manusia dan mekanisme penyakit. Junqueria LC.2002: 450-89.Menghasilkan androgen pada usia muda menimbulkan maskulinisasi. 3. ed 20. Guyton. Tidak ada ovulasi Mungkin karena peningkatan androgen Ditemukan maskulinisasi ringan sedang 17 ketosteroid kemih meningkat 3. Estrogen pada usia muda menyebabkan perkembangan seksual prekoksia.sekunder yang lain. Oligomenerhea : haid dengan pendarahan yang sedikit dalam siklus haid normal. 2) amenorhea sekunder: haid terhenti (tidak mendapat haid lagi) setelah pernah mendapat haid-haid normal sebelumnya. ed 8. Daftar Pustaka 1. 2007. Jakarta:EGC. 4. . 2006. Tumor-tumor ovarium Biasanya jarang tejadi. Jakarta:EGC. Petrus Adrianto. Metrorhagia : pendarahan vagina di antara saat-saat haid yang biasa. Ganong WF: Fisiologi kedokteran. Menometrorhagia : gabungan dari menorrhagia dan metrorrhagia Dismenorhea : haid yang menimbulkan rasa nyeri.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful