P. 1
Hipotensi

Hipotensi

|Views: 27|Likes:
Published by Romi Mauliza Fauzi
kardiovaskular
kardiovaskular

More info:

Categories:Types, Reviews
Published by: Romi Mauliza Fauzi on May 08, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/23/2014

pdf

text

original

Hipotensi Ortostatik

Juni 27, 2009 pada 11:29 am · Disimpan dalam Jantung

DEFINISI Hipotensi Ortostatik adalah penurunan tekanan darah yang berlebihan ketika seseorang sedang berdiri, yang menyebabkan berkurangnya aliran darah ke otak dan pingsan. PENYEBAB Hipotensi ortostatik bukankah suatu penyakit yang spesifik tetapi merupakan ketidakmampuan untuk mengatur tekanan darah dengan segera. Hipotensi ortostatik memiliki banyak penyebab: 1. Pengaruh gaya gravitasi bumi Jika seseorang berdiri secara tiba-tiba, gaya gravitasi menyebabkan sejumlah darah terkumpul di dalam pembuluh vena di tungkai dan tubuh bagian bawah. Pengumpulan darah ini mengakibatkan berkurangnya sejumlah darah yang akan kembali ke jantung dan sejumlah darah yang akan dipompa oleh jantung. Sebagai akibatnya tekanan darah menurun. Tubuh akan segera memberikan respon, dimana denyut jantung bertambah cepat dan kontraksinya menjadi lebih kuat. Pembuluh darah mengkerut sehingga kapasitasnya lebih kecil. Jika respon kompensasi tersebut gagal atau tidak lancar, akan terjadi hipotensi ortostatik. 2. Pengaruh obat-obatan Sebagian besar episode hipotensi ortostatik merupakan akibat dari efek samping obat, terutama obat tertentu yang diberikan untuk mengatasi kelainan kardiovaskuler dan terutama pada orang tua. Sebagai contoh, diuretika (terutama diuretika yang kuat dan dalam dosis tinggi), bisa menyebabkan berkurangnya volume darah dengan mengeluarkan cairan dari tubuh sehingga tekanan darah menurun. Obat-obat yang melebarkan pembuluh darah (misalnya nitrat, penghalang kalsium dan penghambat ACE), akan meningkatkan kapasitas pembuluh darah sehingga menurunkan tekanan darah. 3. Perdarahan atau kehilangan cairan yang berlebihan Perdarahan atau kehilangan cairan berlebihan (karena muntah, diare, keringat berlebihan, diabetes yang tidak diobati atau penyakit Addison), bisa menurunkan volume darah. 4. Gangguan pada sistem sensor

Pengaruh penyakit tertentu Penyakit yang merusak saraf yang mengatur diameter pembuluh darah. alkohol dan obat-obat yang digunakan untuk mengobati tekanan darah tinggi dan depresi. Penurunan aliran darah ke otak juga dapat menyebabkan penderita jatuh pingsan dan bahkan kejang. juga bisa menyebabkan hipotensi ortostatik.pingsan . bisa mengalami gangguan karena obat tertentu. alkohol atau makanan berat bisa memperburuk gejala. Orang yang rentan sebaiknya tidak duduk atau berdiri secara tiba-tiba. GEJALA Sebagian besar penderita mengalami: . latihan. bisa digunakan stoking elastik. Jika tekanan darah rendah disebabkan oleh pengumpulan darah di tungkai. Volume darah juga dapat ditambah dengan meningkatkan asupan garam dan jika perlu bisa diberikan hormon yang menyebabkan tertahannya garam (misalnya fludrocortisone). Jika penyebabnya adalah tirah baring yang lama.Sistem sensor di dalam arteri yang memicu terjadinya respon kompensasi. 5. PENGOBATAN Jika penyebab hipotensi ortostatik tidak dapat diobati. atau tidak berdiri terlalu lama.kepala terasa melayang/berputar .pusing . maka yang dapat dilakukan adalah mengurangi atau menghilangkan gejalanya.penglihatan kabur (pada saat bangkit dari tempat tidur secara tiba-tiba atau ketika berdiri setelah duduk dalam waktu yang lama). DIAGNOSA Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan fisik. Ephedrine atau phenilephrine bisa membantu mempertahankan tekanan darah. amiloidosis dan cedera tulang belakang. . penderita bisa mengatasi keadaan ini dengan duduk tegak untuk waktu yang lebih lama setiap harinya.bingung/linglung . yaitu barbiturat. Hal ini sering merupakan komplikasi dari diabetes. Diagnosis akan semakin kuat jika tekanan darah menurun secara berarti pada saat penderita berdiri dan kembali normal jika penderita berbaring. Kelelahan.

indometasin dan metoclopramide). memiliki prognosis yang buruk. Jika pengobatan diatas gagal. bisa diberikan obat lainnya (propanolol. Orang tua dengan hipotensi ortostatik sebaiknya banyak minum air dan sedikit atau jangan minum alkohol. Jika penyebabnya adalah volume darah yang rendah atau obat tertentu.Penderita yang tidak memiliki kegagalan jantung atau tekanan darah tinggi sering dianjurkan untuk menambahkan garam pada makanan mereka secara bebas atau dianjurkan untuk memakan tablet garam. dihydroergotamine. keadaan ini bisa diatasi dengan segera.\ PROGNOSIS Penderita diabetes dengan tekanan darah tinggi yang juga mengalami hipotensi ortostatik. .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->