BAB I PENDAHULUAN

1.1

Latar Belakang Upacara perkawinan adat pengantin Jawa sebenarnya bersumber

dari tradisi keraton. Bersamaan dengan itu lahir pula seni tata rias pengantin dan model busana pengantin yang aneka ragam. Seiring perkembangan zaman, adat istiadat perkawinan tersebut, lambat laun bergerak keluar tembok keraton. Sekalipun sudah dianggap milik masyarakat, tapi masih banyak calon pengantin yang ragu-ragu memakai busana pengantin basahan (bahu terbuka) yang konon hanya diperkenankan bagi mereka yang berkerabat dengan keraton. Secara kodrati, manusia diciptakan berpasang-pasangan (Q.S. ArRuum : 21) dengan harapkan mampu hidup berdampingan penuh rasa cinta dan kasih sayang. Dari sini tampak bahwa sampai kapan pun, manusia tidak mampu hidup seorang diri, tanpa bantuan dan kehadiran orang lain dan Salah satu cara yang dipakai untuk melambangkan bersatunya dua insan yang berlainan jenis dan sah menurut agama dan hukum adalah pernikahan. Dalam makalah ini, penulis akan mencoba mendeskripsikan tata upacara pernikahan adat Jawa. 1.2 Tujuan Penulisan Untuk mengetahui tentang cara adat istiadat pernikahan adat suku jawa yang mempunyai tahap-tahap yang harus dijalankan bagi dua insan yang berlainan jenis untuk sampai ke jenjang pernikahan.

1

secara fisik calon pengantin perempuan disiapkan untuk menjalani hidup pernikahan. dan minum jamu Jawa agar tubuh ideal dan singset. mulai dari pembicaraan pertama sampai tingkat melamar dan menentukan hari penentuan (gethok dina). ada beberapa prosesi yang harus dilakukan. baik oleh pihak laki-laki maupun perempuan. Guna melakukan prosesi pernikahan. maka perlu dimintakan pertimbangan dari ahli penghitungan hari baik berdasarkan patokan Primbon Jawa.BAB II PEMBAHASAN 2.1Tata Cara Pernikahan Adat Suku Jawa Pernikahan sepasang adalah suatu rangkaian upacara semua yang dilakukan yang kekasih untuk menghalalkan perbuatan berhubungan dengan kehidupan suami-istri guna membentuk suatu keluarga dan meneruskan garis keturunan. dengan cara diurut perutnya dan diberi jamu oleh ahlinya. Hal ini dikenal dengan istilah diulik. Sebelum pernikahan dilakukan. 2 . maka sebulan sebelum akad nikah. orang Jawa selalu mencari hari baik. Setelah ditemukan hari baik. yaitu pengurutan perut untuk menempatkan rahim dalam posisi yang tepat agar dalam persetubuhan pertama memperoleh keturunan. Tata cara pernikahan adat Jawa adalah sebagai berikut : 1) Babak I (Tahap Pembicaraan) Yaitu tahap pembicaraan antara pihak yang akan punya hajat mantu dengan pihak calon besan.

intan dan berlian mengandung makna agar calon pengantin putri selalu berusaha untuk tetap bersinar dan tidak membuat kecewa. Beras ketan sebelum dimasak hambur. jenang. melalui acara-acara sebagai berikut : 1. semoga cinta kedua calon pengantin selalu lengket selama-lamanya. Adapun makna dan maksud benda-benda tersebut adalah : a) Cincin emas yang dibuat bulat tidak ada putusnya. yaitu warga kerabat dan atau para sesepuh di kanankiri tempat tinggalnya. Begitu pula harapan yang tersirat. b) Seperangkat busana putri bermakna masing-masing pihak harus pandai menyimpan rahasia terhadap orang lain. lapis. tetapi setelah dimasak. d) Makanan tradisional terdiri dari jadah. 3 . buah-buahan. berupa cincin. Srah-srahan Yaitu menyerahkan seperangkat perlengkapan sarana untuk melancarkan pelaksanaan acara sampai hajat berakhir. menjadi lengket. maknanya agar cinta mereka abadi tidak terputus sepanjang hidup. Untuk itu diadakan simbol-simbol barang-barang yang mempunyai arti dan makna khusus. daun sirih dan uang.2) Babak II (Tahap Kesaksian) Babak ini merupakan peneguhan pembicaaan yang disaksikan oleh pihak ketiga. seperangkat busana putri. makanan tradisional. semuanya terbuat dari beras ketan. c) Perhiasan yang terbuat dari emas. wajik.

Gethok dina Menetapkan kepastian hari untuk ijab qobul dan resepsi. 3. Peningsetan Lambang kuatnya ikatan pembicaraan untuk mewujudkan dua kesatuan yang ditandai dengan tukar cincin antara kedua calon pengantin. tanggal. yang akan punya hajat mengundang para sesepuh dan sanak saudara untuk membentuk panitia guna melaksanakan 4 . 3) Babak III (Tahap Siaga) Pada tahap ini. berbulat tekad tanpa harus mengorbankan perbedaan. bulan. 2. Hal ini bermakna satu hati. Asok tukon Hakikatnya adalah penyerahan dana berupa sejumlah uang untuk membantu meringankan keuangan kepada keluarga pengantin putri. tetapi kalau digigit sama rasanya. f) Daun sirih Daun ini muka dan punggungnya berbeda rupa. 4. biasanya dimintakan saran kepada orang yang ahli dalam perhitungan Jawa.e) Buah-buahan bermakna penuh harap agar cinta mereka menghasilkan buah kasih yang bermanfaat bagi keluarga dan masyarakat. Untuk mencari hari.

handai taulan. Ada beberapa acara dalam tahap ini. b) adanya rincian program kerja untuk panitia dan para pelaksana. Jenggolan atau Jonggolan Saatnya calon pengantin sekalian melapor ke KUA (tempat domisili calon pengantin putri). dengan cara : a) pemberitahuan dan permohonan bantuan kepada sanak saudara.kegiatan acara-acara pada waktu sebelum. Tata cara ini sering disebut tandhakan atau tandhan. d) pemberitahuan tentang pelaksanaan hajatan serta telah selesainya pembuatan undangan. dengan cara ijab. bertepatan. keluarga. dan kenalan. Kumbakarnan Pertemuan membentuk panitia hajatan mantu. 1. 4) Babak IV (Tahap Rangkaian Upacara) Tahap ini bertujuan untuk menciptakan nuansa bahwa hajatan mantu sudah tiba. artinya memberi tanda di Kantor Pencatatan Sipil akan ada hajatan mantu. yaitu : 5 . tetangga. dan sesudah hajatan. c) mencukupi segala kerepotan dan keperluan selama hajatan. 2. 3. Sedhahan Yaitu cara mulai merakit sampai membagi undangan.

sungai atau laut dengan maksud agar pengantin selalu ingat asal muasal hidup ini yaitu dari bapak dan ibu sebagai perantara Tuhan Yang Maha Kuasa. nasi golong. ± 4 pelepah. 2-3 potong. e) Nanas dua buah. secukupnya. kolak ketan dan apem. Adapun ciri kahs tarub adalah dominasi hiasan daun kelapa muda (janur). daun girang dan daun andong. beringin beserta rantingrantingnya. kanthil dan mawar merah putih. pilih yang sudah masak dan sama besarnya. f) Bunga melati. kembar mayang dilabuh atau dibuang di perempatan jalan. Biasanya diberi alas dari tabung yang terbuat dari kuningan. Janur kuning. daun apa-apa. lambang kebahagiaan keselamatan. untuk hiasan. Tarub dibuat menjelang acara inti. Kembar mayang Berasal Sekar dari kata “kembar” artinya sama dan dan “mayang” artinya bunga pohon jambe atau sering disebut Kalpataru Dewandaru.1. 6 . nasi asahan. 2. dan kadang disertai dengan ubarampe berupa nasi uduk (nasi gurih). Daun-daunan: daun kemuning. hiasan warna-warni. b) c) d) Bambu aur untuk penusuk (sujen). Pasang tratag dan tarub Pemasangan tratag yang dilanjutnya dengan pasang tarub digunakan sebagai tanda resmi bahwa akan ada hajatan mantu dirumah yang bersangkutan. Barang-barang untuk kembar mayang adalah : a) Batang pisang. Jika pawiwahan telah selesai.

cita-cita atau keinginan terlaksana. Tuwuhan biasanya berupa tumbuh-tumbuhan yang masing-masing mempunyai makna : a. 3. d. tenang tidak ada gangguan apa pun. Seuntai padi (pari sewuli) Melambangkan semakin berisi semakin merunduk. semakin ringan kaki dan tangannya. damai. Daun dadap serep Berasal dari suku kata “rep” artinya dingin. yang didambakan mudah-mudahan selalu Diharapkan semakin berbobot dan berlebih hidupnya. Bawahnya dibuat rata atau datar agar kalau diletakkan tidak terguling dan air tidak tumpah. e. Cengkir gadhing 7 . Daun beringin dan ranting-rantingnya Diambil dari kata ingin. b. dan selalu siap membantu sesama yang kekurangan. teduh. sejuk. artinya harapan. Pasang tuwuhan (pasren) Tuwuhan dipasang di pintu masuk menuju tempat duduk pengantin. jika mungkin malah dapat lebih (luwih) dari yang diperhitungkan. Janur fHarapannya agar pengantin memperoleh nur atau cahaya terang dari Yang Maha Kuasa. c. dikupas kulitnya dan airnya jangan sampai tumpah.g) Kelapa muda dua buah. Daun kluwih Semoga hajatan tidak kekurangan sesuatu. f.

j. tidak tengok . Siraman Ubarampe yang harus disiapkan berupa air bunga setaman. dan papan. dengan lambang ini diharapkan cinta mereka tetap suci sampai akhir hayat. melati dan kenanga. Kembang lan woh kapas (bunga dan buah kapas) Harapannya agar kedua pengantin kelak tidak kekurangan sandang. b) calon mantu duduk di tikar pandan tempat siraman. tetapi tidak paspasan.Air kelapa muda (banyu degan). g. mengutamakan kepentingan umum daripada kepentingan pribadi. Setundhun gedang raja suluhan (setandan pisang raja) Semoga kelak mempunyai sifat seperti raja hambeg para marta. h. pangan. jika sudah mantap menentukan pilihan sebagai suami atau istri. 4. Selalu pas. Tahapan upacara siraman adalah sebagai berikut : a) calon pengantin mohon doa restu kepada kedua orangtuanya. Kembang setaman dibokor (bunga setaman yang ditanam di air dalam bokor) Harapannya agar kehidupan kedua pengantin selalu cerah ibarat bunga di taman. adalah air suci bersih. Tebu wulung watangan (batang tebu hitam) Kemantapan kanan-kiri lagi. yaitu air yang diambil dari tujuh sumber mata air yang ditaburi bunga setaman yang terdiri dari mawar. 8 hati (anteping kalbu). i.

d) yang terakhir disiram dengan air kendi oleh bapak ibunya dengan mengucurkan ke muka. dan tubuh calon pengantin. kecantikan dan ketampanan calon pengantin Kumajaya. Midodareni berasal dari kata “widodareni” (bidadari).c) calon pengatin disiram oleh pinisepuh. Midodareni Midodareni adalah malam sebelum akad nikah. 6. Pembelinya adalah para tamu dengan uang pecahan genting (kreweng). Dalam dunia pewayangan. Ijab qobul diibaratkan seperti Dewi Kumaratih dan Dewa 9 . Acara ini dilakukan di rumah calon pengantin perempuan. Begitu air kendi habis. Adol dhawet Upacara ini dilaksanakan setelah siraman. yaitu malam melepas masa lajang bagi kedua calon pengantin. orangtuanya dan beberapa wakil yang ditunjuk. kepala. kendi lalu dipecah sambil berkata “Niat ingsun ora mecah kendi. lalu menjadi “midodareni” yang berarti membuat keadaan calon pengantin seperti bidadari. Penjualnya adalah ibu calon pengantin putri yang dipayungi oleh bapak. banyak tamu dan rezeki yang datang. Dalam acara ini ada acara nyantrik untuk memastikan calon pengantin laki-laki akan hadir dalam akad nikah dan sebagai bukti bahwa keluarga calon pengantin perempuan benar-benar siap melakukan prosesi pernikahan di hari berikutnya. Upacara ini mengandung harapan agar nanti pada saat upacara panggih dan resepsi. nanging mecah pamore anakku wadon 5. 5) Babak V (Tahap Puncak Acara) 1.

Upacara panggih Adapun tata urutan upacara panggih adalah sebagai berikut : a. d. b. Saat akad nikah. Pengantin putri mencuci kaki pengantin putra Mencuci dengan air bunga setaman dengan makna semoga benih yang diturunkan bersih dari segala perbuatan yang kotor. e. Liron kembar mayang Saling tukar kembar mayang antar pengantin. ibu dari kedua pihak.Peristiwa penting dalam hajatan mantu adalah ijab qobul dimana sepasang calon pengantin bersumpah di hadapan naib yang disaksikan wali. c. bermakna menyatukan cipta. Ngidak endhog Pengantin putra menginjak telur ayam sampai pecah sebagai simbol seksual kedua pengantin sudah pecah pamornya. Minum air degan 10 . Gantal Daun sirih digulung kecil diikat benang putih yang saling dilempar oleh masing-masing pengantin. dengan harapan semoga semua godaan akan hilang terkena lemparan itu. tidak memakai subang atau giwang guna memperlihatkan keprihatinan mereka sehubungan dengan peristiwa menikahkan atau ngentasake anak. rasa dan karsa untuk mersama-sama mewujudkan kebahagiaan dan keselamatan. 2. pinisepuh dan orang tua kedua belah pihak serta beberapa tamu undangan.

f. Masuk ke pasangan Bermakna pengantin yang telah menjadi pasangan hidup siap berkarya melaksanakan kewajiban. Di-kepyok dengan bunga warna-warni Mengandung harapan mudah-mudahan keluarga yang akan mereka bina dapat berkembang segala-galanya dan bahagia lahir batin. air mani (manikem). Dulangan 11 . kaki kiri diduduki pengantin putri. h. Mengandung arti pengantin pria akan bertanggung jawab memberi nafkah kepada keluarganya. g. Sindur Sindur atau isin mundur.Air ini dianggap sebagai lambang air hidup. Maksudnya pengantin siap menghadapi tantangan hidup dengan semangat berani karena benar. artinya pantang menyerah atau pantang mundur. Kacar-kucur Pengantin putra mengucurkan penghasilan kepada pengantin putri berupa uang receh beserta kelengkapannya. k. Timbangan Bapak pengantin putri duduk diantara pasangan pengantin. i. Dialog singkat antara Bapak dan Ibu pengantin putri berisi pernyataan bahwa masing-masing pengantin sudah seimbang. j. air suci. kaki kanan diduduki pengantin putra.

Setiap kebudayaan menggunakan simbol-simbol atau lambang-lambang sebagai sarana 12 . Dalam upacara dulangan ada makna tutur adilinuwih (seribu nasihat yang adiluhung) dilambangkan dengan sembilan tumpeng yang bermakna : a) tumpeng tunggarana : agar selalu ingat kepada yang memberi hidup. Sungkeman Sungkeman adalah ungkapan bakti kepada orang tua. e) tumpeng kidang soka : menjadi besar dari kecil. Caranya.2Nilai Edukasi Upacara Adat Pernikahan Jawa Setiap bangsa atau suku memiliki kebudayaan. f) tumpeng pangapit : suka duka adalah wewenang Tuhan Yang Maha Esa. 3. c) tumpeng bedhah negara : bersatunya pria dan wanita. g) tumpeng manggada : segala yang ada di dunia ini tidak ada yang abadi. i) tumpeng kesawa : nasihat agar rajin bekerja. menyentuh lutut orang tua pengantin perempuan. baru kemudian kepada bapak dan ibu pengantin putra. mulai dari pengantin putri diikuti pengantin putra.Antara pengantin putra dan putri saling menyuapi. d) tumpeng sangga langit : berbakti kepada orang tua. Hal ini mengandung kiasan laku memadu kasih diantara keduanya (simbol seksual). h) tumpeng pangruwat : berbaktilah kepada mertua. 2. berjongkok dengan sikap seperti orang menyembah. b) tumpeng puput : berani mandiri. serta mohon doa restu.

Hal ini bisa difahami sebagaimana ungkapan wong Jawa nggone semu yang artinya orang Jawa adalah gudang lambang. Begitu pula pelaksanaan upacara adat pernikahan jawa.atau media untuk mentransformasikan pesan-pesan atau nasehatnasehat bagi bangsa atau sukunya tersebut. Simbol bukan saja membangkitkan gambaran (image) dalam kesadaran pemeluk agama. tetapi juga mengkomunikasikan realitas Ilahi kepada manusia. Sepanjang sejarah budaya manusia. Banyak tindakan dan ucapan orang Jawa yang diwujudkan dengan lambang-lambang. ilmu pengetahuan dan religi. bahasa. simbol telah mewarnai tindakan-tindakan manusia baik tingkah laku. meneruskan warisan dari nenek moyang dengan pesan-pesan pendidikan terhadap masyarakat. 13 . dengan mengantar dan menetapkan manusia dengan realitas yang dilambangkan.

Setiap kebudayaan menggunakan simbol-simbol atau lambanglambang sebagai sarana atau media untuk mentransformasikan pesan-pesan meneruskan atau nasehat-nasehat dari nenek bagi moyang bangsa atau sukunya tersebut. Hal ini bisa difahami sebagaimana ungkapan wong Jawa nggone semu yang artinya orang Jawa adalah gudang lambang.BAB III PENUTUP 3. Begitu pula pelaksanaan upacara adat pernikahan jawa. senang karena sampai saat ini Jawa masih menggunakan simbol atau perlambang dalam kehidupannya. Kenyataan masyarakat ini tidak dapat dipungkiri. 14 . Hal ini dikarenakan banyaknya perlambang yang dipakai di dalamnya. warisan dengan pesan-pesan pendidikan terhadap masyarakat.1 Kesimpulan Demikianlah tata upacara pernikahan Jawa yang sampai saat ini masih digunakan dalam pernikahan di Jawa. Jika diamati secara detail. prosesi pernikahan di Jawa terkesan “njlimet” atau rumit.

http://situs.Daftar Pustaka 1.wordpress.dagdigdug. http://lubisgrafura.com/f-kejawen/mengenal-tataupacara-pengantin-adat-jawa/ 2.com/2008/04/14/mengenal-tata-upacarapengantin-adat-jawa/ 15 .