KODE MODUL OPKR-30-001B SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN BIDANG KEAHLIAN TEKNIK MESIN PROGRAM KEAHLIAN TEKNIK MEKANIK

OTOMOTIF

PEMELIHARAAN/SERVIS KOPLING DAN KOMPONEN-KOMPONENNYA SISTEM PENGOPERASIAN

BAGIAN PROYEK PENGEMBANGAN KURIKULUM DIREKTORAT PENDIDIKAN MENENGAH KEJURUAN DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL 2004

KATA PENGANTAR
Segala usaha dan cara telah ditempuh baik melalui kebijakan nasional ataupun kebijakan sekolah, untuk meningkatkan kualitas pendidikan kejuruan. Salah satunya saat ini telah diterapkan pendekatan kompetensi atau sering dikenal dengan pembelajaran berbasis kompetensi. Untuk mendukung proses pembelajaran berbasis kompetensi tersebut, maka diperlukan adanya buku modul. Melalui modul-modul ini, maka kini kecepatan belajar siswa secara pribadi dapat dipacu lebih cepat. Modul Pemeliharaan/servis unit kopling dan komponen-komponen sistem pengoperasiannya ini menggunakan Pembelajaran Berbasis Kompetensi sebagai pendekatan untuk mendapatkan keterampilan yang sesuai di tempat kerja. Pembelajaran Berbasis Kompetensi memfokuskan pada keterampilan seseorang yang harus dimiliki di tempat kerja. Fokusnya adalah pada pencapaian keterampilan dan bukan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikannya. Modul Kompetensi. pembelajaran Standar ini disusun berdasarkan pernyataan pada Standar Kompetensi adalah pengetahuan,

keterampilan dan sikap yang diakui secara nasional yang diperlukan untuk penanganan perbaikan di bidang otomotif. Modul Pelatihan ini digunakan sebagai Kriteria Penilaian terhadap Standar Kompetensi Nasional OPKR30-001B. Yogyakarta, Penyusun, Desember 2004

Tim Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogyakarta

iii

DAFTAR ISI MODUL
Halaman HALAMAN FRANCIS ……………………………………………………………………………… ii KATA PENGANTAR ……………………………………………………………………………… iii DAFTAR ISI ………………………………………………………………………………………… iv PETA KEDUDUKAN MODUL ………………………………………………………………… vi PERISTILAHAN/GLOSSARY ……………………………………………………………… ix I. PENDAHULUAN ……………………………………………………………………………… 1 A. DESKRIPSI ……………………………………………………………………….. 1 B. PRASARAT …………………………………………………………………………………… 1 C. PETUNJUK PENGGUNAAN MODUL …………………………………………………… 1 1. Petunjuk Bagi Peserta Diklat ………………………………………………………………… 2 2. Petunjuk Bagi Guru ……………………………………………………………… 3 D. TUJUAN AKHIR ……………………………………………………………………………… 4 E. KOMPETENSI ………………………………………………………………………………… 5 F. CEK KEMAMPUAN ………………………………………………………………………… 7 II. PEMELAJARAN ……………………………………………………………………………… 8 A. RENCANA BELAJAR PESERTA DIKLAT ……………………………………………………… 8 B. KEGIATAN BELAJAR ……………………………………………………………………… 9 1. Kegiatan Belajar 1 : Fungsi dan Cara Kerja Unit Kopling dan Komponen pengoperasiannya .............………………………........... 9 a. Tujuan kegiatan belajar 1 ………………………………………… 9 b. Uraian materi 1 …………………………………………………………………… 9 c. Rangkuman 1 ……………………………………………………………………… 25 d. Tugas 1 ……………………………………………………………………………… 27 e. Tes formatif 1 …………………………………………………………………… 27 f. Kunci jawaban formatif 1 …………………………………………………… 29 2. Kegiatan Belajar 2 : Fungsi dan Cara Kerja Komponen Pengoperasian Unit Kopling ………………………….................. 31 a. Tujuan kegiatan belajar 2 ………………………………………… 31 b. Uraian materi 2 …………………………………………………………………… 31 c. Rangkuman 2 ……………………………………………………………………… 38 d. Tugas 2 ……………………………………………………………………………… 39 e. Tes formatif 2 …………………………………………………………………… 39 f. Kunci jawaban formatif 2 …………………………………………………… 41 3. Kegiatan Belajar 3 : Pemeliharaan dan Penyetelan Unit 43 Kopling dan Komponen Pengoperasiannya…………………….... a. Tujuan kegiatan belajar 3 ………………………………………… 43 b. Uraian materi 3 …………………………………………………………………… 43 c. Rangkuman 3 ……………………………………………………………………… 49

iv

KRITERIA KELULUSAN …………………………………………………………………… 56 IV. e...…………………………………………………… 53 III. g.. Tugas 3 ……………………………………………………………………………… 51 Tes formatif 3 …………………………………………………………………… 51 Kunci jawaban formatif 3 …………………………………………………… 52 Lembar kerja . KUNCI JAWABAN …………………………………………………………………………… 55 C... f. PERTANYAAN ………………………………………………………………………………… 54 B....EVALUASI ……………………………………………………………………………………… 54 A.d...PENUTUP ………………………………………………………………………………………… 57 DAFTAR PUSTAKA ………………………………………………………………………………… 58 v ......

Diagram Pencapaian Kompetensi Diagram ini menunjukkan tahapan atau tata urutan pencapaian kompetensi yang dilatihkan pada peserta diklat dalam kurun waktu tiga tahun. serta kemungkinan multi entry–multi exit yang dapat diterapkan vi OPKR-30-001B .PETA KEDUDUKAN MODUL A.

dan pemotongan dengan panas dan pemansan Pembacaan dan pemahaman gambar teknik Penggunaan dan pemeliharaan alat ukur Mengikuti prosedur kesehatan dan keselamatan kerja Penggunaan dan pemeliharaan peralatan dan perlengkapan tempat kerja Konstribusi komunikasi di tempat kerja Pelaksanaan operasi penanganan secara manual Pemeliharaan/servis engine dan komponen-komponennya Pemeliharaan/servis sistem pendingin dan komponenkomponennya Perbaikan sistem pendingin dan komponen-komponennya Overhaul komponen sistem pendingin Pemeliharaan/servis sistem bahan bakar bensin Pemeliharaan/servis sistem injeksi bahan bakar diesel Pemeliharaan/servis kopling dan komponen-komponennya sistem pengoperasian Perbaikan kopling dan komponen-komponennya Overhaul kopling dan komponen-komponennya Pemeliharaan/servis transmisi manual Pemeliharaan/servis transmisi otomatis OPKR 10-006B OPKR 10-009B OPKR 10-010B OPKR 10-016B OPKR 10-017B OPKR 10-018B OPKR 10-019B OPKR 20-001B OPKR 20-010B OPKR 20-011B OPKR 20-012B OPKR 20-014B OPKR 20-017B OPKR 30-001B OPKR 30-002B OPKR 30-003B OPKR 30-004B OPKR 30-007B vii .Keterangan Diagram Pencapaian Kompetensi Kode OPKR 10-001B OPKR 10-002B OPKR 10-003B OPKR 10-005B Kompetensi Pelaksanaan pemeliharaan/ servis komponen Pemasangan sistem hidrolik Pemeliharaan/servis sistem hidrolik Pemeliharaan/servis dan perbaikan kompresor udara dan komponen-komponennya Melaksanakan prosedur pengelasan. dan pemotongan dengan panas dan pemansan Pembacaan dan pemahaman gambar teknik Penggunaan dan pemeliharaan alat ukur Mengikuti prosedur kesehatan dan keselamatan kerja Penggunaan dan pemeliharaan peralatan dan perlengkapan tempat kerja Konstribusi komunikasi di tempat kerja Pelaksanaan operasi penangan an secara manual Pemeliharaan/servis engine dan komponen-komponennya Pemeliharaan/servis sistem pendingin dan komponenkomponennya Perbaikan sistem pendingin dan komponen-komponennya Overhaul komponen sistem pendingin Pemeliharaan/servis sistem bahan bakar bensin Pemeliharaan/servis sistem injeksi bahan bakar diesel Pemeliharaan/servis kopling dan komponen-komponennya sistem pengoperasian Perbaikan kopling dan komponenkomponennya Overhaul kopling dan komponenkomponennya Pemeliharaan/servis transmisi manual Pemeliharaan/servis transmisi otomatis Judul Modul Pelaksanaan pemeliharaan/ servis komponen Pemasangan sistem hidrolik Pemeliharaan/servis sistem hidrolik Pemeliharaan/servis dan perbaikan kompresor udara dan komponen-komponennya Melaksanakan prosedur pengelas-an. pematrian. pematrian.

Kode
OPKR 30-010B OPKR 30-013B OPKR 30-014B OPKR 40-001B

Kompetensi
Pemeliharaan/servis unit final drive/gardan Pemeliharaan/servis poros roda penggerak Perbaikan poros penggerak roda Perakitan dan pemasangan sistem rem dan komponen-komponennya Pemeliharaan/servis sistem rem Perbaikan sistem rem Overhaul komponen sistem rem Pemeriksaan sistem kemudi Perbaikan sistem kemudi Pemeriksaan sistem suspensi Pemeliharaan/servis sistem suspensi Balans roda/ban Melepas, memasang dan menyetel roda Pembongkaran, perbaikan, dan pemasangan ban luar dan ban dalam Pengujian, pemeliharaan/servis dan penggantian baterai Perbaikan ringan pada rangkaian/sistem kelistrikan Pemasangan, pengujian, dan perbaikan sistem penerangan dan wiring Pemasangan, pengujian, dan perbaikan sistem pengaman ke listrikan dan komponennya Pemasangan kelengkapan kelistrikan tambahan (assesoris) Perbaikan sistem Pengapian Memelihara/servis sistem AC (Air Conditioner)

Judul Modul
Pemeliharaan/servis unit final drive/ gardan Pemeliharaan/servis poros roda penggerak Perbaikan poros penggerak roda Perakitan dan pemasangan sistem rem dan komponenkomponennya Pemeliharaan/servis sistem rem Perbaikan sistem rem Overhaul komponen sistem rem Pemeriksaan sistem kemudi Perbaikan sistem kemudi Pemeriksaan sistem suspensi Pemeliharaan/servis sistem suspensi Balans roda/ban Melepas, memasang dan menyetel roda Pembongkaran, perbaikan, dan pemasangan ban luar dan ban dalam Pengujian, pemeliharaan/servis dan penggantian baterai Perbaikan ringan pada rangkaian/ sistem kelistrikan Pemasangan, pengujian, dan perbaikan sistem penerangan dan wiring Pemasangan, pengujian, dan perbaikan sistem pengaman ke listrikan dan komponennya Pemasangan kelengkapan kelistrikan tambahan (assesoris) Perbaikan sistem Pengapian Memelihara/servis sistem AC (Air Conditioner)

OPKR OPKR OPKR OPKR OPKR OPKR OPKR

40-002B 40-003B 40-004B 40-008B 40-009B 40-012B 40-014B

OPKR 40-016B OPKR 40-017B OPKR 40-019B

OPKR 50-001B OPKR 50-002B OPKR 50-007B

OPKR 50-008B

OPKR 50-009B OPKR 50-011B OPKR 50-019B

B. Kedudukan Modul Modul dengan kode OPKR-20-014B tentang “ Pemeliharaan/servis kopling dan komponen-komponennya sistem pengoperasian” ini merupakan prasyarat untuk menempuh modul OPKR-20-017B, seperti dapat dilihat dalam diagram pencapaian kompetensi.

viii

PERISTILAHAN / GLOSSARY
Clutch Assembly = Unit kopling bersama kelengkapan komponennya Engine Clutch Gear Box Final Drive Dog Clutch Friction Clutch = Mesin/motor penggerak kendaraan = Kopling = Transmisi untuk mengatur besarnya reduksi tenaga/rpm = Penggerak akhir diffresial yang akhirnya disalurkan ke roda kendaraan = Kopling jenis bergigi dalam proses pemindahan tenaga-nya = Kopling jenis gesek dalam proses pemindahan tenaganya atau sering juga disebut dengan kanvas kopling. Synchronmesh Drive Disc Driven disk Crankshaft = penyama putaran roda gigi. = Piringan penggerak yaitu piringan yang bergerak bersama dengan mesin/sumber tenaga = Piringan yang digerakan yang berhubungan dengan sistem pemindah tenaga yang lainnya. = Poros engkol yang berfungsi sebagai komponen untuk mengubah gerak lurus piston menjadi gerak putar. Fly wheel = Roda Gila atau roda penyimpan gaya kelembaman putaran mesin. Throwout lever = atau juga disebut Clutch Fork atau plate Lever atau tuas pembebas kopling, berfungsi untuk menyalurkan tenaga pembebas kopling. Throwout bearing= Bantalan tekan penekan pegas kopling Reservoir = Tabung penampung persediaan minyak hidrolis

ix

Pipe joint Return spring Check valve

= Nepel tempat menyambungkan pipa elastis. = Pegas pengembali dapat dalam bentuk pegas tarik atau pegas tekan. = sejenis katup bekerja karena perbedaan tekanan, saat tekanan disistem kopling berkurang maka katup membuka dan minyak hidrolis dari reservoir masuk kesistem.

Bleeder plug

= Baut bleeding berfungsi untuk mengeluarkan udara dari sistem hidrolis

x

2. hingga pemeriksaan kerusakan komponen kopling. 4. maka diharapkan siswa membaca dengan baik petunjuk penggunaan modul ini baik yang bersifat umum maupun yang bersifat khusus.BAB I PENDAHULUAN A. Mengidentifiikasi Komponen-komponen utama dari kopling dan komponen pengoperasiannya. PETUNJUK PENGGUNAAN MODUL Untuk mempermudah di dalam mempelajari modul ini. 6. DESKRIPSI Judul modul ini adalah Pemeliharaan/servis unit Kopling dan komponen-komponen sistem pengoperasiannya. C. PRASYARAT Sebelum memulai modul ini. Mengetahui arti “kopling set” ( Clutch Assembly) dan letak kopling pada kendaraan. di dalamnya akan dibahas mengenai fungsi dan cara kerja kopling. peserta diklat pada Bidang Keahlian Mekanik Otomotif harus sudah menyelesaikan modul-modul prasyarat seperti terlihat dalam diagram pencapaian kompetensi maupun peta kedudukan modul. Prasyarat mempelajari modul OPKR-30-001B antara lain adalah OPKR-10-018B. Menjelaskan dan melakukan proses pemeliharaan unit kopling dan komponen-komponen sistem pengoperasiannya. Menerangkan/melakukan sistem perawatan berkala. Menyebutkan peranan dan fungsi kopling pada suatu kendaraan. komponen unit kopling. 3. Hasil belajar modul ini. B. 5. diharapkan siswa akan dapat: 1. berikut ini: 1 . Memahami cara kerja komponen pengoperasian kopling.

dan berbagai petunjuk yang terdapat di dalam kolom setiap kegiatan belajar. untuk mencapai efisiensi dan efektivitas belajar. Masukan dapat diperoleh dari mana dan siapapun. Sedangkan proses dan hasil kerja program ini. Di samping tanda itu. tanpa dikuasai materi prasyarat. terlebih dahulu sebaiknya anda mempelajari dan menguasai terlebih dahulu modulmodul prasyarat. sepenuhnya menjadi tanggungjawab siswa. untuk membantu kelancaran proses belajar. Petunjuk Bagi Peserta Diklat Pertama.1. Ketiga. maka akan terjadi kondisi yang diistilahkan sebagai beban berkelanjutan. maka ikutilah petunjuk khusus. Sebab untuk mencapai keberhasilan di dalam mempelajari modul ini diperlukan kemampuan atau kompetensi dalam bidang yang terkait dengan materi kegiatan. namun apa yang masuk di dalam buku kerja menjadi tanggungjawab siswa secara mandiri. dan siap untuk dilakukan evaluasi pencapaiannya sebagai bentuk penampilan yang telah dikuasai. Hal menghindarkan terjadinya pengulangan/ pengabaian setiap aspek kegiatan di dalam buku modul ini. Seperti yang telah disampaikan pada pengantar modul ini. sebagai anda ini selesai untuk mempelajari materi kegiatan belajar. Berikut ini petunjuk khusus yang perlu diperhatikan dalam pengerjaan modul ini. yang bisa dimulai atas inisiatif dari siswa atau dari tutor. sebelum mempergunakan modul ini. yaitu : 2 . setiap telah juga kali menyelesaikan setiap kegiatan memberikan tanda Cek (V) pada deskripsi kegiatan. siswa dapat berhubungan dengan guru/tutor. Kedua. dan kondisi ini akan menghambat proses pembelajaran melalui modul ini.

guru jangan berlebihan dalam memberikan penjelasan. 2. b. d. diharapkan siswa dapat menyelesaikan tugas-tugas. Membantu koordinasi siswa dalam mempergunakan fasilitas jurusan atau yang fasilitas lainnya. Selanjutnya jawaban anda. tulis di dalam tempat yang telah disediakan. c. d.a. dan bila diperlukan dapat dilakukan diskusi dengan 3–5 orang teman. beberapa hal yang perlu dilakukan ialah: a. Pelajarilah modul ini dengan baik terhadap sajian konsep yang diberikan pada setiap kegiatan belajar. maka tugas Guru/Tutor adalah menguji kompetensi mahasiswa sebagai wujud pengusaan materi modul. Sebagai tutor. Membantu siswa bila mengalami kesulitan/ hambatan dalam menyelesaikan modul ini. Penjelasan cenderung bersifat mengarahkan bukan menuntaskan sebagaimana saat mengajar. Selain itu. e. Bila anda telah selesai dan telah merasa menguasai modul ini. Setelah siswa selesai dan siap diuji. c. Guru bertindak sebagai tutor yang mendampingi siswa dalam menyelesaikan modul ini. silahkan anda. berhubungan dengan asesor/ guru/ tutor yang bersangkutan untuk mendapatkan pengujian atas kompetensi 3 . maka kerjakan semua pertanyaan yang diberikan pada setiap kegiatan belajar. Petunjuk Bagi Guru Dalam penyelesaian modul ini. Untuk memahami isi materi yang terdapat di dalam setiap kegiatan belajar. ingat kegiatan ini untuk mengarahkan siswa dapat belajar mandiri. Membantu siswa membuat perencanaan kegiatan belajar. b.

4 .D. diharapkan siswa dapat mengusai pengetahuan dan cara permeliharaan unit kopling beserta komponen pengoperasiannya. TUJUAN AKHIR Melalui proses pembelajaran modul ini.

E. LINGKUP BELAJAR ? Prinsip kerja kopling ? Unit kopling dan komponenkomponen sistem pengoperasian yang perlu dipelihara/di servis. KOMPETENSI : Pemeliharaan/servis unit kopling dankKomponen-komponen sistem pengoperasian KODE : OPKR-30-004B JAM PEMBELAJARAN : 60 Jam SUB KOMPETENSI 1. KOMPETENSI Modul OPKR-30-004B membentuk kompetensi pemeliharaan/ servis transmisi manual. Memelihara/ servis unit kopling dan komponenkomponen sistem pengoperasian. Uraian kompetensi dan subkompetensi ini dijabarkan seperti di bawah ini. KRITERIA UNJUK KERJA ?Pemeliharaan/servis unit kopling dan komponenkomponen sistem pengoperasian dilaksanakan tanpa menyebabkan kerusakan terhadap komponen/sistem lainnya. ?Melaksanakan tugas yang lebih luas dan sulit dengan peningkatan kemandirian dan tanggung jawab individu. menganalisa dan mengorganisasikan informasi ? Mengkomunikasikan gagasan dan informasi ? Merencanakan dan mengorganisir kegiatan 5 . ? Data spesifikasi pabrik MATERI POKOK PEMBELAJARAN SIKAP PENGETAHUAN KETERAMPILAN ?Melaksanakan tugas rutin dengan prosedur yang ditetapkan dimana kemajuan ketrampilan seseorang di awasi secara berkala oleh pengawas. Hasil pekerjaan diperiksa oleh pengawas ?Prinsip kerja kopling ?Prosedur pemeliharaan/servis yang sesuai ?Persyaratan keamanan perlengkapan kerja ?Persyaratan keamanan kendaraan ? Mengumpulkan. ?Informasi yang benar diakses dari spesifikasi pabrik dan dipahami.

?Seluruh kegiatan pemeliharaan/servis unit kopling dilaksanakan berdasarkan SOP ( Standard Operation Procedures). undang-undang K 3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja). LINGKUP BELAJAR ? Langkah kerja pemeliharaan/ser vis unit kopling berdasarkan SOP. K3. menjadi mandiri dan bertanggung jawab untuk pekerjaan yang lainnya. peraturan perundang-undangan dan prosedur/kebijakan perusahaan. SIKAP MATERI POKOK PEMBELAJARAN PENGETAHUAN KETERAMPILAN ?Kebijakan pabrik/ perusahaan yang sesuai ?Persyaratan keselamatan diri.SUB KOMPETENSI KRITERIA UNJUK KERJA ?Semua prosedur pemeliharaan/servis dilaksanakan berdasarkan spesifikasi dan toleransi terhadap pabrik. ? Penggunaan gagasan matematis dan teknis ? Pemecahan masalah ? Penggunaan teknologi ?Melaksanakan kegiatan yang kompleks dan tidak rutin. 6 . peraturan dan prosedur/kebijaka n perusahaan.

Memelihara/ servis unit kopling dan komponenkomponennya Pernyataan Saya mampu menjelaskan konsep kerja unit kopling Saya mampu menjelaskan konsep kerja sistem pengoperasian kopling Saya mampu memelihara/ servis unit kopling dan sistem pengoperasiannya dengan baik 7 Soal Tes Formatif 3. kerjakan Soal Tes Formatif 1. pelajari modul ini . isilah dengan cek list (? ) kemampuan yang telah dimiliki siswa dengan sikap jujur dan dapat dipertanggung jawabkan : Sub Kompetensi 1. Soal Tes Formatif 2. CEK KEMAMPUAN Sebelum mempelajari modul OPKR-30-004B.F. Apabila siswa menjawab Tidak. Jawaban Ya Tidak Bila jawaban ‘Ya’.

2 Keg. Mengidentifikasi kerusakan kopling dan komponennya 4. maka isilah rencana kegiatan tersebut dalam format berikut ini. Menjelaskan konsep fungsi dan cara kerja kopling 2. Judul Kompetensi Sub Kompetensi : Pemeliharaan/servis unit Kopling dan komponenkomponen sistem pengoperasiannya : Pemeliharaan/servis unit Kopling dan komponenkomponen sistem pengoperasiannya : 1. 3 Uji Komp. 1 Keg. Bel. Memelihara dan merawat unit Kopling dan komponen-komponen sistem pengoperasiannya 5. RENCANA BELAJAR SISWA Sebelum anda melanjutkan mempelajari modul ini. 8 . sebaiknya anda membuat rencana belajar dan mendiskusikan dengan guru/tutor yang berkaitan dengan modul pembelajaran ini. Untuk membuat perencanaan kegiatan belajar anda. Bel. Menjelaskan mekanisme komponen penggerak kopling 3. Menggunakan alat dan perlengkapan dengan benar Jenis Kegiatan Tanggal Waktu Tempat belajar Alasan Perubahan Tanda tangan Guru Keg.BAB II PEMELAJARAN A. Bel.

poros dan roda kendaraan. Sistem pemindah tenaga secara garis besar terdiri dari Unit kopling.B. yang menyebabkan ketidak nyamanan bagi pengendara dan penumpang. KEGIATAN BELAJAR 1. Kopling dan komponen pengoperasiannya merupakan bagian dari sistem pemindah tenaga dari sebuah kendaraan. Menjelaskan macam-macam jenis kopling dan komponenya b. yaitu sistem yang berfungsi memindahkan tenaga dari sumber tenaga (mesin) ke roda ken-daraan (pemakai/penggunaan tenaga). tentunya diperlukan suatu proses yang halus tanpa adanya kejutan. yaitu sepeda motor. kejutan juga dapat menyebabkan terjadinya kerusakan pada bagian mesin. sedan dan mobil penumpang. unit kopling 9 . defrensial. Pemindahan tenaga dari mesin kesistem penggerak pada kendaraan. yaitu untuk memutus dan menghubungkan. Uraian Materi 1 1) Konsep dasar fungsi dan kerja unit kopling Kopling dan komponen pengoperasiannya yang akan dibahas dalam modul ini adalah yang dipergunakan pada kendaraan bermotor khususnya untuk kendaraan ringan. Sementara Posisi unit kopling dan komponennya (Clutch Assembly). Tujuan kegiatan belajar 1 Setelah menyelesaikan kegiatan belajar 1. Menjelaskan konsep dasar fungsi dan kerja unit kopling 2). diharapkan siswa dapat: 1). Sesuai dengan fungsinya. Kegiatan Belajar 1 : Fungsi dan Cara Kerja unit Kopling dan Komponen pengoperasiannya a. terletak pada ujung paling depan dari sistem pemindah tenaga pada kendaraan. Di samping itu. transmisi.

Posisi Kopling (Clutch) pada kendaraan Rangkaian pemindahan tenaga berawal dari sumber tenaga ( Engine) kesistem pemindah tenaga. Gambar 1. Secara skema seperti terlihat pada gambar 2 berikut ini. maka saat tidak diperlukan tenaga gerak. Jenis kopling paling tidak dapat dikelompokan menjadi tiga kelompok yaitu kopling dengan menggunakan gigi. yaitu masuk ke unit kopling (Clutch) diteruskan ketransmisi (Gear Box) ke propeller shaft dan keroda melalui differensial (Final Drive). maka tidak perlu harus mematikan sumber gerak (mesin). Dengan adanya kopling. menggunakan gesekan.memutus dan menghubungkan aliran daya/gerak/momen dari mesin ke sistem pemindah tenaga. 10 . dan menggunakan tekanan hidrolis. Posisi unit kopling pada kendaraan secara skema dapat dilihat pada gambar 1 berikut ini.

Konsep kopling ini banyak dipergunakan pada 11 .. sehingga kopling dog akan mudah disambungkan. Kopling konis ini akan menyamakan gerak kedua gigi yang akan dihubungkan. Friction dan Hidrolic. Gambar 2. Untuk menyambungkan antara poros sumber tenaga dengan poros yang digerakan biasanya kopling ini mengalami kesulitan bila tidak dalam kondisi berhenti. Kopling gesek (Friction Clutch) adalah proses pemindahan tenaga melalui gesekan antara bagian penggerak dengan yang akan digerakan. Synchronmesh pada dasar nya adalah salah satu bentuk kopling gesek dengan bentuk konis. Kopling jenis Dog. Untuk itu pada transmisi dilengkapi dengan komponen yang disebut dengan synchronmesh. Kopling jenis dog banyak dipergunakan pada mekanisme hubungan roda gigi transmisi.

sedan dan mobil penumpang lainnya. kini terlihat fungsi utama kopling adalah memutus dan menghubungkan jalur tenaga dari mesin ke roda kendaraan. Selama piringan/disc yang lain (driven disc) tidak berhubungan dengan drive disc. Proses kerjanya memanfaat-kan tekanan hidrolis. khususnya pada kendaraan ringan. poros engkol (crank shaft) memutar drive disc dalam kopling. dilakukan dengan mengatur aliran hidrolisnya. Saat Piringan pemutar ( Drive Disc) tidak berhubungan dengan piringan yang diputar ( Driven disk) Berdasarkan skema rangkaian tersebut. torsi/gaya putar dari mesin ditransfer melalui kopling ke komponen pemindah daya 12 . Berikut ini akan dibahas Konsep kerja kopling gesek yang banyak digunakan dapat dijelaskan melalui gambar 3 dan 4. Atau kopling dalam kondisi bebas. Kopling hidrolis banyak dipergunakan pada kendaraan dengan transmisi otomatis.sistem pemindah tenaga kendaraan. maka tidak ada tenaga/torsi/ gerak yang ditransfer dari mesin ke pemindah daya. Pada saat drive disc dan driven disc bersinggungan. Gambar 3. maka drive disc akan memutar driven disc yang berhubungan dengan poros input transmisi. Proses perpindahan tenaga. sepeda motor. Sebagai hasilnya. dan pemindahan dari satu kopling kekopling yang lainnya.

Sedangkan pada sepeda motor. 2) Macam-macam Kopling Gesek. Saat Kedua piringan berhubungan dan berputar bersama. hingga mobilnya bergerak tersendat-sendat. perpindahan tidak terjadi sekaligus. Seperti telah dijelaskan di atas. karena plat 13 . terjadi perpindahan tenaga melalaui gesekan plat kopling. dan saling berputar bersama dapat diilustrasikan dalam gambar 3 berikut ini. Perbedaan kopling basah dan kering. Proses ini untuk menghindarkan terjadinya kejutan saat kedua berhubungan.yang lainnya hingga ke roda penggerak. Pada kendaraan roda empat menggunakan jenis kering dengan plat tunggal. tidak dilepas langsung namun sedikit demi sedikit hingga terhubung. berhubungan secara langsung tentu akan terjadi kejutan gerak pada kendaraan. dan ini sering dialami oleh pengemudi pada pengalaman pertamanya melepas pedal kopling. yaitu disaat bersamaan melepas pedal kopling. saat menghubungkan kopling. Jadi dengan melepas kopling sedikit (kalau istilah masyarakat setengah kopling). menggunakan jenis basah dengan plat ganda. Saat kedua disc bersinggungan. Sebab bila kedua piringan tersebut. Gambar 4. Pada prakteknya. Dengan kata lain. kopling gesek banyak digunakan pada kendaraan ringan.

Gambar 5. a). dan plat kopling bekerja dalam minyak pelumas untuk jenis basah. Konstruksinya dapat dilihat pada gambar 6. pelat kopling atau friction disc/piringan gesek. Clutch Assembly Komponen utama dari kopling gesek ini adalah sebagai berikut : (1) Driven plate (juga dikenal sebagai piringan kopling. Kopling gesek pelat tunggal. 14 . Plat kopling bagian tengahnya berhubungan slip dengan poros transmisi. Komponen-komponen kopling gesek pelat tunggal secara bersamaan membentuk rangkaian kopling/ kopling set (clutch assembly).kopling tidak kena minyak pelumas untuk jenis kering. Sementara ujung luarnya dilapisi kampas kopling yang pemasangannya di keling. Seperti terlihat pada gambar 5 berikut ini. atau kanvas kopling).

Tahan terhadap panas. Tahan terhadap gesekan. Panas dalam hal ini terjadi karena terjadi gesekan yang memang direncanakan saat kopling akan dihubungkan. maka perlu dibuat tahan terhadap keausan akibat gesekan. Plat kopling dilengkapi dengan alat penahan kejutan baik dalam bentuk pegas ataupun karet. Dapat menyerap panas dan membersihkan diri. Paduan ini dibuat dengan tujuan agar plat kopling dapat memenuhi persyaratan. Plat kopling tunggal. yaitu : (a). (d). Lapisan plat kopling disebut dengan kanvas kopling terbuat dari paduan bahan asbes dan logam. Dapat mencengkeram dengan baik. (c).Gambar 6. Alat ini dipasang secara radial. Kanvas kopling direncanakan untuk bergesekan. hingga disebut dengan pegas 15 . Gesekan akan menyebabkan panas dan kotoran debu bahan yang aus. (b). Kanvas kopling dilengkapi dengan alur yang berfungsi untuk ventilasi dan menampung dan membuang debu yang terjadi.

radial. Pegas Radial Plat Kopling Pegas radial saat berfungsi kopling untuk terhubung meredam sehingga getaran/kejutan diperoleh proses penyambungan yang halus. Konstruksinya seperti terlihat pada gambar 7 berikut ini. kemungkinan berkurang panjang bebasnya. Konstruksinya seperti terlihat pada gambar 8 berikut ini. 16 . kemungkinan karetnya berkurang/tidak elastis lagi atau pecah. maka pegas radial dapat mengalami kerusakan. Namun demikian karena penggunaan yang terus menerus. Untuk yang dalam bentuk karet. dan juga getaran atau kejutan sel ama menghubungkan/bekerja. yang biasanya ditunjukan dengan ter-jadinya kelonggaran pegas dirumahnya dan menimbulkan suara. Plat kopling di samping pegas radial juga dilengkapi dengan pegas aksial. Untuk itu maka pegas radial harus mampu menerima gaya radial yang terjadi pada plat kopling memiliki elastisitas yang baik. Sedangkan yang pegas ulir. Gambar 7.

Fungsi pegas aksial adalah untuk mendapatkan senntuhan yang halus saat plat kopling mulai terjepit oleh plat tekan pada fly wheel. Untuk kemampuan menjepitnya.Gambar 8. yaitu dalam bentuk pegas coil dan diafragma atau orang umum menyebutnya sebagai matahari. Pegas kopling paling tidak ada dua macam. 17 . dan bentuknya ada dua macam. Kontruksinya seperti terlihat pada gambar 9 berikut ini. unit ini yang berfungsi untuk menekan/menjepit kampas kopling hingga terjadi perpindahan tenaga dari mesin ke poros transmisi. Dengan kata lain terjadi proses menggesek terlebih dahulu sebelum terjepit kuat oleh plat tekan pada fly wheel. (2) Pressure plate (plat penekan) dan rumahnya. plat tekan didukung oleh pegas kopling. Gambar 8 A pegas aksial berbentuk E dan Gambar B pegas aksial berbentuk W. Pegas Aksial Plat Kopling Pegas aksial dipasang diantara kanvas kopling.

Pada gambar 10. sedangkan 18 . Perbandingan kemampuan pegas diafragma dengan pegas coil. Gambar 10.Gambar 9. terdapat dua garis. Perbedaan tersebut dapat digambarkan sebagai berikut. Clutch Asembly sebelah kiri menggunakan pegas diafragma dan yang sebelah kanan menggunakan pegas coil. ternyata keduanya mempunyai karateristik kemampuan kerja yang berbeda. garis yang penuh menggambarkan tekanan pegas diafragma. Clutch Asembly dengan pegas diafragma dan pegas coil. Karena fungsi pegas adalah untuk menjepit plat kopling.

Kalau pegasnya coil berarti tenaga injakan kopling lebih berat dibandingkan bila menggunakan pegas diafragma. Pegas diafragma memberikan tekanan lebih merata dibandingkan pegas coil. penggunaan pegaas coil kemungkinan akan terjadi sllip lebih besar dibandingkan dengan pegas diafragma. Pada posisi ini terlihat bahwa pegas diafragma memberikan tekanan yang lebih besar dibandingkan dengan pegas coil. 19 . Pada point a menunjukan posisi pada saat plat kopling sudah aus.garis terputus-putus menggambarkan tekanan pegas coil. Pegas diafragma/matahari. Sehingga saat plat kopling sudah aus. Pegas coil memberikan tekanan yang lebih besar dibandingkan pegas diafragma. Besarnya tekanan yang diberikan ini akan menentukan tingkat kemungkinan terjadinya slip pada kopling. Hal ini berarti terkait dengan besarnya tenaga pengemudi untuk membebaskan kopling. Hal ini karena tekanan yang diberikan oleh pegas coil lebih kecil Pada saat plat koplingnya masih baru atau tebal keduanya memberikan kemampuan tekanan yang sama besarnya. Gambar 11. Bentuk pegas diafragma bila dilihat dari depan seperti gambar 11 berikut ini. Posisi ini digambarkan pada titik poin b. Pada titik poin c menggambarkan tekanan pegas saat pedal kopling diinjak penuh.

Sedangkan gambar 12.1 adalah bantalan tekan yang mampu menerima beban aksial dan menyudut. Gambar 12.3 adalah bantalan tekan yang terbuat dari karbon yang tidak memerlukan pelumasan. Gambar 12. unit ini berfungsi untuk memberikan tekanan yang bersamaan pada pressure plate Lever dan menghindarkan terjadinya gesekan antara pengungkit dengan pressure plate Lever untuk pegas coil. bila pelumasnya habis maka keduanya akan mengalami kerusakan. macam-macam bantalan tekan kopling Gambar 12. Bantalan tekan ini ada tiga macam. Seperti terlihat pada gambar 12 berikut ini.(3) Clutch release atau throwout bearing. Konstruksi di atas berarti plat tekan bersama rumahnya dipasang menggunakan baut pada fly wheel. Sedangkan yang pakai pegas difragma langsung keujung pegas. Sementara plat kopling dipasang diantara fly wheel dengan 20 .2 bantalan tekan yang hanya mampu menerima beban aksial. Keduanya memerlukan pelumasan. (4) Throwout lever/Clutch Fork/plate Lever berfungsi untuk menyalurkan tenaga pembebas kopling.

pelat tekan. Sewaktu pedal kopling (9) diinjak. dan bagian tengahnya dihubungkan dengan poros transmisi dengan sistem sliding. dimana plat kopling terjepit oleh Fly wheel (6) dan Pressure plate (4) yang mendapat tekanan dari pegas kopling (7). Dengan demikian putaran mesin disalurkan melalui fly wheel ke plat kopling dan kemudian ke poros primer (2). Gambar 13. Prinsip kerja kopling plat tunggal Pada posisi seperti gambar 13 berarti kopling sedang bekerja. 21 . Dengan demikian Prinsip dasar bekerjanya kopling gesek dengan plat tunggal yang banyak digunakan pada kendaraan roda empat ini seperti terlihat pada gambar 13 berikut ini. gerakan menarik sambungan pengatur (11) dan garpu kopling (10).

Hal ini berarti menyebabkan plat kopling (3) terbebas dari jepitan. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar 14 berikut ini. kekuatan jepitnya diperoleh dari tegangan pegas kopling yang dalam hal ini dalam bentuk pegas diafragma. Kopling Plat Tunggal Dengan Posisi Terhubung Poros yang dihubungkan menggunakan kopling adalah poros engkol (Driver shaft ) dengan poros kopling yang tidak lain adalah poros yang masuk ke transmisi (Driven Shaft). 22 . Sehingga putaran dari mesin terputus tidak tersalurkan ke sistem pemindah tenaga. Dengan posisi demikian maka putaran poros transmisi akan sama dengan putaran mesin. Gambar 14. Pada gambar 14 plat kopling pada posisi terhubung terjepit diantara plat tekan dengan Fly wheel .Gerakan tersebut menyebabkan bearing (8) dan membawa pressure plate (4) bergerak kekanan melawan tegangan pegas kopling (7).

Kopling Plat Tunggal Dengan Posisi bebas Pada saat tuas pembebas ditekan maka gayanya diteruskan ke bantalan tekan dan menekan pegas diafragma. 23 . sehingga plat kopling terbebas. saat mengerem kendaraan. b). Pegas diafragma mengungkit plat penekan. Konstruksinya seperti terlihat pada gambar 16.Kopling gesek plat ganda.Gambar 15. Kondisi ini diperlukan saat memindah kecepatan transmisi. putaran poros engkol/mesin tidak tersalurkan ke sistem pemindah tenaga. dan saat menghentikan kendaraan. Kopling gesek plat ganda banyak digunakan pada kendaraan ringan seperti sepeda motor dan dalam kerjanya tercelup di dalam oli mesin. Dengan kata lain.

Konstruksi kopling gesek plat ganda menggunakan dua jenis plat. Sedangkan plat kopling pada bagian yang bersentuhan dengan plat gesek dilapisi dengan kanvas pada kedua sisinya.Gambar 16. Jumlah dan lebar plat sangat ditentukan besarnya tenaga yang akan dipindahkan. Rangkaian kopling gesek plat ganda. Rangkaian komponen kopling gesek plat ganda dapat digambarkan sebagai berikut. Komponen kopling gesek plat ganda. yaitu plat gesek dan plat kopling. 24 . seluruhnya dari logam. Plat gesek tanpa lapisan kanvas. Gambar 17.

Plat kopling dipasang pada rumah yang disambungkan dengan roda gigi yang berhubungan dengan transmissi.Rangkaian kopling tersebut terdiri dari satu plat tekan yang ditekan oleh 4 sampai 6 buah pegas kopling. pindah ke plat kopling. dan keroda gigi yang berhubungan dengan transmisi. Sementara plat gesek dipasang pada dudukan plat gesek yang disambungkan dengan roda gigi berhubungan dengan poros engkol.Terdapat 4 buah plat gesek dan 4 buah plat kopling yang dijepit oleh plat tekan. c. sehingga keduanya tidak berhubungan lagi. Rangkuman 1 1) Kopling dan komponen pengoperasiannya merupakan bagian dari sistem pemindah tenaga dari sebuah kendaraan. Posisi ini berarti tenaga dari mesin tidak tersalurkan kesistem pemindah tenaga. Maka terjadi kelonggaran jepitan terhadap plat kopling dan plat gesek. maka plat tekan menekan/menjepit plat kopling dan plat gesek secara bersama. Dengan kata lain. ke plat gesek. akan mendorong Plat tekan kearah kiri (gambar 17). Pada saat batang pembebas tidak ada tekanan. Pada saat batang pembebas mendapat gaya dari mekanisme operasonal kopling. sehingga terjadi aliran tenaga dari mesin ke roda gigi primer. kopling menghubungkan tenaga mesin kesistem pemindah tenaga. melawan tegangan pegas kopling. yaitu sistem yang berfungsi untuk memutus dan menghubungkan primer yang 25 .

c) Pressure plate Lever. poros dan roda kendaraan. Sementara ujung luarnya dilapisi kampas kopling yang pemasangannya di keling. 4) Komponen utama dari kopling mulai dari roda gila (flywheel) adalah sebagai berikut : a) Driven plate (juga dikenal sebagai piringan kopling. 3) Rangkaian pemindahan tenaga berawal dari sumber tenaga (Engine) kesistem pemindah tenaga. Sementara Posisi unit kopling dan komponennya (Clutch Assembly). transmisi. berfungsi untuk mengungkit pressure plate dalam upaya membebaskan/meng-hubungkan kampas kopling d) Clutch release atau throwout bearing. pelat kopling atau friction disc/piringan gesek). unit ini berfungsi untuk memberikan tekanan yang bersamaan pada pressure plate Lever dan menghindarkan terjadinya gesekan antara pengungkit dengan pressure plate Lever 26 . differensial. terletak pada ujung paling depan dari sistem pemindah tenaga pada kendaraan. Plat kopling bagian tengahnya berhubungan slip dengan poros transmisi. b) Pressure plate (plat penekan) dan rumahnya. unit ini yang berfungsi untuk menekan/menjepit kampas kopling hingga terjadi perpindahan tenaga dari mesin keporos transmisi. yaitu masuk ke unit kopling (Clutch) diteruskan ketransmisi (Gear Box) ke pro-peller shaft dan keroda melalui defrensial (Final Drive).tenaga dari sumber tenaga (mesin) ke roda kendaraan (pemakai/penggunaan tenaga). 2) Sistem pemindah tenaga secara garis besar terdiri dari Unit kopling.

e) Throwout lever berfungsi untuk menyalurkan tenaga pembebas kopling 5) Terdapat dua macam kopling gesek yaitu kopling plat tunggal dan kopling plat ganda. 27 . Jelaskan cara kerja sistem kopling tersebut dengan disertai gambar skemanya. dan manakah yang lebih menguntungkan? 5) Jelaskan cara kerja kopling gesek dengan plat ganda. Sedangkan kopling gesek plat ganda banyak dipergunakan pada sepeda motor. 2) Seorang pengemudi mengeluhkan injakan pedal koplingnya terlalu sedikit. Apa analisis anda dan apa yang perlu anda lakkukan untuk mengatasi permasalahan pengemudi tersebut? e. Ukuran kopling sangat ditentukan oleh besarnya tenaga mesin yang akan disalurkan melalui kopling d. dan jelaskan fungsi masing-masing komponen tersebut! 3) Apakah fungsi pegas radial dan pegas aksial pada plat kopling tunggal? 4) Pegas kopling plat tunggal ada dua macam yaitu pegas diafragma dan coil. Kopling gesek plat tunggal banyak dipergunakan pada kendaraan roda empat. Tes formatif 1 1) Apakah fungsi kopling pada kendaraan bermotor? 2) Sebutkan komponen utama kopling gesek. Jelaskan perbedaan karakteristiknya. Tugas 1 1) Amati sistem kopling yang dipergunakan pada salah satu mobil yang ada di bengkel otomotif.

Perhatian: Sebelum melanjutkan pada kegiatan selanjutnya. 28 . cocokanlah jawaban Anda dengan yang termuat pada halaman berikut ini.

Pada saat batang pembebas mendapat gaya dari mekanisme operasonal kopling. dan keroda gigi yang berhubungan dengan transmisi. Posisi ini berarti tenaga dari mesin tidak tersalurkan ke sistem pemindah tenaga. Maka terjadi kelonggaran jepitan terhadap plat kopling dan plat gesek. Plat tekan untuk menjepit plat kopling yang didukung oleh pegas kopling. melawan tegangan pegas kopling. 3) Kedua pegas berada pada plat kopling. Bantalan tekan untukmemberikan landasan pengungkit saat menekan pegas kopling dalam proses pembebasan hubungan.f. 29 . pegas radial untuk menahan kejutan saat kopling terhubung. ke plat gesek. sehingga keduanya tidak berhubungan lagi. akan mendorong Plat tekan kearah kiri (gambar 17). maka plat tekan menekan/menjepit plat kopling dan plat gesek secara bersama. 4) Pegas diafragma lebih menguntungkan. 2) Plat kopling berfungsi untuk memungkinkan perpindahan tenaga melalui gesekan. yaitu tenaga untuk menekannya lebih ringan khususnya saat pedal ditekan penuh. sehingga terjadi aliran tenaga dari mesin ke roda gigi primer. sedangkan pegas aksial untuk memungkinkan hubungan yang halus saat plat kopling mulai terjepit oleh plat tekan. Saat kanvas plat kopling menipis karena aus. pindah ke plat kopling. 5) Pada saat batang pembebas tidak ada tekanan. Kunci jawaban formatif 1 1) Fungsi kopling pada kendaraan bermotor adalah memutus dan menghubungkan penyaluran tenaga mesin keroda penggerak. pegas diafragma memberikan tekanan yang lebih tinggi dibandingkan pegas coil.

30 . maka catatlah bagian yang anda tidak/kurang puas tersebut dan diskusikan dengan tutor anda.Perhatian: ? Apakah anda puas dengan jawaban yang anda buat? Jika belum. lanjutkan dengan kegiatan berikutnya. ? Bila anda puas.

Untuk mengoperasikan fungsi tersebut. pada kendaraan ada dua macam yaitu sistem mekanik dan sistem hidrolik. Sementara pengoperasian sistem hidolik tenaga disalurkan melalui minyak rem yang dirangkai sedemikkian rupa sehingga dapat mengoperasikan kopling. Pengoperasian unit kopling sistem mekanik menggunakan kabel baja yang menghubungkan pedal kopling dengan tuas pembebas kopling. diharapkan siswa dapat: 1). Sistem mekanik untuk memindahkan tenaga kaki melalui pedal kopling disalurkan kabel baja ke pengungkit (Throwout lever ). maka akan menarik kabel kopling yang diteruskan dengan menggerakan 31 .2. Menjelaskan macam-macam jenis Komponen pengoperasian unit kopling dan komponenya b. Saat pedal kopling diinjak. Menjelaskan konsep dasar fungsi dan kerja Komponen pengoperasian unit kopling 2). Untuk lebih jelasnya perhatikan gambar 18. Tujuan kegiatan belajar 2 Setelah menyelesaikan kegiatan belajar ini. Konsep dasar fungsi dan kerja Komponen pengoperasian unit kopling Seperti telah dijelaskan di depan kopling berfungsi untuk memutus dan menghubungkan penyaluran tenaga mesin ke roda penggerak. Kegiatan Belajar : Fungsi dan Cara Kerja Komponen Pengoperasian Unit Kopling a. Uraian Materi 2 1). Kegiatan Belajar 2 1.

Saat pedal dilepas. Sementara tuas kopling akan kembali pada posisi semula oleh pegas diafragma.tuas pembebas kearah menekan pegas kopling. Pedal Kopling Sistem Mekanik Sistem yang kedua adalah pengoperasian secara hidrolis dapat dilihat seperti pada gambar berikut ini. Sehingga plat kopling bebas tak terjepit oleh plat tekan. 32 . maka pedal kopling akan dikembalikan pada posisi semula oleh pegas pengendali pedal (8). Gambar 18.

Pedal Kopling Sistem hidrolis. Posisi saat pedal kopling dilepas. Proses ini menyebabkan kopling memutuskan hubungan antara mesin dengan sistem pemindah tenaga. Tekanan minyak selanjutnya mendorong tuas pembebas dan bantalan tekan menekan pegas diafragma. 33 . Konstruksi master silinder kopling hidrolis seperti terlihat pada gambar 20 berikut ini.Gambar 19. Sementara plunger master silinder akan kembali oleh pegas plunger yang ada di dalam master silinder. pedal akan dikembalikan keposisi semula oleh pegas pengembali. plunger dan tuas pembebas akan dikembalikan keposisi semula oleh pegas pengembali dan pegas diafragma. Pedal kopling dalam hal ini berfungsi untuk menekan minyak yang ada pada master silinder dan selanjutnya disalurkan kesilinder kopling. Pengoperasian kopling sistem hidrolis ini memanfaatkan tekanan hidrolis minyak. Karena tekanan sudah tidak ada.

34 . dan minyak hidrolisnya (Reservoir) terpisah dihubungkan menggunakan pipa elastis. Caranya. masuk ke pipa penghubung menuju ke silinder kopling. maka minyak dari reservoir akan masuk kesistem melalui katup check ( check valve). Pada saat handel kopling diinjak. maka perlu penambahan.Gambar 20. saat unit plunger bergerak kekanan saat pedal kopling dilepas. jumlah minyak hidrolis tentu akan berkurang khususnya karena kebocoran atau katup check kotor atau macet. Karena sesuatu penyebab. Master silinder kopling hidrolis. Dengan demikian minyak hidrolis pada sistem akan tetap terjaga kuantitasnya. tenaganya dipindahkan ke push rod dan mendorong unit plunyer bergerak kearah kiri. Untuk menjaga agar minyak hidrolis dalam sistem tetap jumlahnya. Konstruksi penampung master silinder dalam gambar tersebut. Gerakan ini melawan pegas pengembaali plunger (return spring) dan menekan minyak hidrolis keluar dari master silinder melalui ujung sebelah kiri. Minyak hidrolis dari reservoir melalui pipa ke master silinder melalui saluran penghubung (pipe joint). Penambahan minyak hidrolis ini diambil dari minyak persediaan direservoir.

Silinder kopling kopling berfungsi merubah tenaga hidrolis pengoperasian kopling menjadi tenaga mekanik. Silinder kopling sistem hidrolis. Gambar 21. Seperti diketahui bila sistem hidrolis kemasukan udara. atau kemungkinan gerakan pedal tidak tersalurkan hingga ke tuas pembebas kopling. untuk mendorong tuas pembebas kopling. maka sistem akan terganggu kerjanya. berarti proses pemutusan hubungan tenaga dari mesin ke sistem pemindah tenaga tidak dapat dilaksanakan. Tekanan minyak hidrolis dari master silinder diteruskan melalui pipa dan masuk ke silinder kopling (dari ujung sebelah kanan) mendorong piston silinder kopling dan diteruskan ketuas pembebas kopling melalui push rod. Hal ini karena saat terjadi penekanan. dan tenaga mesin akan selalu terhubung tidak dapat diputuskan oleh kopling. Konstruksinya seperti terlihat pada gambar 21 berikut ini. Bila ini terjadi maka fungsi kopling tidak dapat dilaksanakan.Berkurangnya minyak hidrolis dalam sistem operasional kopling hidrolis akan menyebabkan langkah tekan pedal kopling berkurang. Pada silinder kopling dilengkapi dengan baut bleeding (bleeder plug) yang berfungsi untuk mengeluarkan udara dari sistem hidrolis. maka tekanan tersebut 35 .

bila sampai masuk kesilinder kopling. unit boster dipasang pada silinder slave. Kotoran tentu akan menyebabkan kerusakan.mengkompresikan udara tersebut baru menekan minyak. yaitu karet penutup yang elastis untuk mencegah kotoran masuk kesilinder kopling. atau alat berat lainnya. yang menggunakan boster. Keduanya menggunakan sistem hidrolis. Boster adalah unit perlengkapan yang dipergunakan untuk meringankan tenaga untuk mengoperasikan kopling. pada mesin diesel biasanya diambil dari pompa vacum yang dipasang pada sisi belakang alternator. Truk. Pada silinder kopling juga dilengkapi dengan boot. sering dilengkapi dengan Boster. Untuk membandingkan antara sistem yang pakai boster dengan sistem yang tidak menggunakan boster dapat dilihat pada gambar 22 berikut ini. 36 . Karet penutup ini sangat penting mengingat posisi silinder kopling berada dibawah kendaraan. Bila jumlah udaranya banyak maka terjadi penekanan dari master silinder. yang tentunya sangat banyak berbagai kotoran dapat mengenainya. Perlengkapan ini dioperasikan menggunakan kevacuman. namun piston silnder kopling tidak bergerak. Sistem pengoperasian kopling untuk kendaraan berat seperti Bus. Oleh karena itu udara harus dikeluarkan dari sistem hidrolis.

Perbandingan Unit Kopling Sistem Boster Konstruksi boster yang dipasang pada silinder kopling dapat dilihat pada gambar 23 berikut ini. Boster Kopling Hidrolis 37 .Gambar 22. Gambar 23.

3) Terdapat dua macam sistem pengoperasian kopling yaitu sistem mekanik dan sistem hidrolis.c. ke tuas pembebas kopling. Rangkuman 2 1) Kopling merupakan bagian dari sistem pemindah tenaga dari sebuah kendaraan. berfungsi untuk mengembalikan posisi pedal kopling setelah dipergunakan untuk mengoperasikan kopling. dengan mudah memutus dan menghubungkan kopling sesuai dengan yang diinginkan. yaitu sistem yang berfungsi memutus dan menghubungkan tenaga dari sumber tenaga (mesin) ke roda kendaraan (pemakai/penggunaan tenaga). b) Kabel kopling berfungsi untuk memindahkan gerakan tenaga injakan kaki pengemudi pada pedal kopling. 38 . mengendalikan kerja kopling. d) Pegas pengendali pedal kopling. 2) Sistem Sistem pengoperasian pengoperasian kopling kopling merupakan memungkinkan mekanisme pengemudi pengendalian fungsi kopling yang dilakukan oleh pengemudi. 4) Komponen pengoperasian kopling sistem mekanik adalah sebagai berikut : a) Pedal kopling berfungsi untuk menyalurkan dalam tenaga upaya pengemudi melalui injakan kakinya. c) Batang ulir pada ujung kabel kopling yang berhubungan dengan tuas pembebas berfungsi untuk mengatur gerak bebas tuas pembebas.

berfungsi untuk merubah gerak mekanis dari pedal kopling menjadi tekanan minyak hidrolis. c) Silinder kopling berfungsi merubah tekanan hidrolis dari master silinder menjadi gerak mekanis yang disalurkan ke push rod dan diteruskan ke tuas pembebas kopling. d. Apa analisis anda dan apa yang perlu anda lakkukan untuk mengatasi permasalahan pengemudi tersebut? e. Tes formatif 2 1) Apakah fungsi sistem pengoperasian kopling pada kendaraan bermotor? 2) Sebutkan komponen utama pengoperasian kopling sistem mekanis. tersebut! 3) Sebutkan komponen utama pengoperasian kopling sistem hidrolis. b) Pipa hidrolis berfungsi untuk menyalurkan tekanan hidrolis yang dihasilkan dari master silinder kopling.5) Komponen pengoperasian kopling sistem hidrolis adalah sebagai berikut : a) Master silinder kopling. Komponen ini hanya dipergunakan pada kedndaraan berat. Tugas 2 1) Amati sistem pengoperasian kopling yang dipergunakan pada salah satu mobil yang ada di bengkel otomotif! Jelaskan cara kerja sistem tersebut dengan disertai gambar skemanya! 2) Seorang pengemudi mengeluhkan injakan pedal koplingnya terlalu sedikit. tersebut! dan jelaskan fungsi masing-masing komponen dan jelaskan fungsi masing-masing komponen 39 . d) Boster kopling berfungsi untuk meringankan tenaga injakan pedal kopling.

cocokanlah jawaban Anda dengan yang termuat pada halaman berikut ini. dan kapan komponen tersebut dipergunakan? Perhatian: Sebelum melanjutkan pada kegiatan selanjutnya. 40 .4) Apakah fungsi boster pada sistem pengoperasian kopling? Jelaskan secara singkat prinsip kerjanya? 5) Apakah fungsi bleeder plug pada pengoperasian kopling sistem hidrolis.

c) Batang ulir pada ujung kabel kopling yang berhubungan dengan tuas pembebas berfungsi untuk mengatur gerak bebas tuas pembebas. berfungsi untuk mengembalikan posisi pedal kopling setelah dipergunakan untuk mengoperasikan kopling. 3) Komponen pengoperasian kopling sistem hidrolis adalah sebagai berikut : a) Master silinder kopling. 2) Komponen pengoperasian kopling sistem mekanik adalah sebagai berikut : a) Pedal kopling berfungsi untuk menyalurkan dalam tenaga upaya pengemudi melalui injakan kakinya. 41 . c) Silinder kopling berfungsi merubah tekanan hidrolis dari master silinder menjadi gerak mekanis yang disalurkan ke push rod dan diteruskan ke tuas pembebas kopling.f. Kunci jawaban formatif 2 1) Fungsi sistem pengoperasian kopling pada kendaraan bermotor adalah mengendalikan fungsi kopling yaitu memutus dan menghubungkan penyaluran tenaga mesin keroda penggerak. mengendalikan kerja kopling. berfungsi untuk merubah gerak mekanis dari pedal kopling menjadi tekanan minyak hidrolis. d) Pegas pengendali pedal kopling. b) Pipa hidrolis berfungsi untuk menyalurkan tekanan hidrolis yang dihasilkan dari master silinder kopling. ke tuas pembebas kopling. b) Kabel kopling berfungsi untuk memindahkan gerakan tenaga injakan kaki pengemudi pada pedal kopling.

Prinsip kerjanya memanfaatkan tekanan udara yang disalurkan pada piston boster kopling. yang berfungsi untuk mengeluarkan udara dari sistem hidrolis. lanjutkan dengan kegiatan berikutnya 42 . 4) Fungsi boster adalah untuk memperingan tenaga injak pedal kopling. maka catatlah bagian yang anda tidak/kurang puas tersebut dan diskusikan dengan tutor anda.d) Boster kopling berfungsi untuk meringankan tenaga injakan pedal kopling. ? Bila anda puas. Perhatian: ? Apakah anda puas dengan jawaban yang anda buat? Jika belum. Komponen ini hanya dipergunakan pada kedndaraan berat. 5) Bleeder plug adalah sebuah baut bleeding.

Tujuan kegiatan belajar 3 Setelah menyelesaikan kegiatan belajar ini.3. Kegiatan Belajar 3 : Pemeliharaan dan penyetelan unit Kopling dan Komponen pengoperasian a. kopling komponen Penyetelan Pengoperasiannya optimal. diharapkan siswa dapat: 1) Menjelaskan prosedur pemeliharaan unit kopling dan komponen-komponen pengoperasiannya 2) Menjelaskan prosedur penyetelan unit kopling dan komponenkomponen pengoperasiannya 3) Mengidentifikasi kerusakan unit kopling dan komponenkomponen pengoperasiannya b. Proses penyetelan menunjukkan perawatan dan unit Kopling dan Komponen gejala yang Pengoperasiannya sebenarnya tidak terlalu sulit. Hal ini mengingat fungsi dari sangat unit penting kopling bagi dan lajunya komponen kendaraan pengoperasiannya bermotor. Uraian Materi 3 Pemeliharaan atau sering disebut dengan maintenace bertujuan untuk menjaga kinerja suatu komponen kendaraan tetap baik. yaitu melakukan mengidentifikasi bahwa unit mengalami beberapa dan permasalahan. dan terjadinya kerusakan pada sistem ini akan berpengaruh terhadap kinerja kendaraan secara menyeluruh. merupakan prosedur agar suatu sistem dapat bekerja secara 43 . Hal ini tentunya juga diperlukan terhadap unit kopling dan komponen pengoperasiannya. dan mencegah atau menghindari terjadinya kerusakan pada komponen tersebut.

kendaraan berbeda-beda. Proses penyetelan kopling yang perlu dilakukan adalah menyetel kebebasan pedal kopling. Perawatan dan penyetelan yang perlu dilakukan terhadap unit kopling sistem mekanik adalah memberi pelumasan dan melakukan penyetelan. Pada bagian kait perlu dilumasan menggunakan greeze. Gambar 24. mengurangi mengurangi kemungkinan terjadinya gesekan. Perawatan dan penyetelan kopling sistem mekanik. untuk menghindarkan keausan pada ujung-ujung kabel kopling. yaitu saat pedal tidak diinjak sampai mulai menekan. maka sebaiknya berapa besarnya kebebasan pedal kopling dilihat pada buku manualnya. Fungsi kebebasan kopling ini dimaksudkan pengoperasian Sehingga akan agar saat pedal kopling bantalan bantalan dilepas. Pada bagian-bagian yang ditujunjuk pada gambar tersebut 44 . tekan tekan unit tidak dan Setiap kopling khususnya kerja menyentuh unit kopling yang berputar bersama mesin.1) Proses perawatan dan penyetelan mekanisme Kopling sistem mekanis.

ulangi langkah 5. 2 dan 3. c). Cara penyetelannya untuk yang sistem mekanik. d). Kendorkan mur penyetel bila jarak kebebasan lebih kecil. e). perlu melihat spesifikasi kendaraan yang akan distel. Bersihkan kendaraan dan alat yang dipergunakan. f). adalah sebagai berikut: a). kendorkan mur pengunci pada ujung kabel kopling. Uji hasil penyetelan dengan menjalankan kendaraan. dalam buku manual. Unit kopling dan komponen operasional dengan sistem hidrolis pemeliharaannya agak lebih rumit dibandingkan yang 45 . Siapkan alat yang diperlukan b). Bila belum baik. g). Bandingkan dengan ukuran spesifikasi kendaraan tersebut. Oleh karena itu. Ulangi langkah 2 dan 3 sampai diperoleh ukuran kebebasan yang sesuai dengan spesifikasi. Bila tidak cocok. Untuk berapa besar kebebasan pedal kopling. sangat bervariasi antar merk kendaraan. h). Ukur kebebasan pedal kopling yang ada. 2) Proses perawatan dan penyetelan mekanisme Kopling sistem hidrolis. Penyetelan dilakukan kebebasan pedal kopling. adalah sehingga menyetel kemungkinan terjadi keausan cukup tinggi. Atau keraskan mur penyetel bila jarak kebebasan lebih besar dari spesifikasi. hingga diperoleh hasil yang baik.terjadi penggeseran yang dengan perlu pembebanan.

sistem mekanik. penggantian minyak hidrolis koplingadalah 46 . yaitu dengan melihat jumlah kilometer perjalanannya atau dapat juga dilihat dari warna minyak hidrolis. b). kunci bleeding. Siapkan bahan dan alat yang diperlukan minyak hidrolis yang baru. berarti minyak sudah waktunya diganti. Pasang pipa elastis diujung baut bleeder dan ujung lainnya ke penampung minyak hidrolis. e). Kendorkan baut bleeder c). dan pompalah padal kopling. d). Tuangkan minyak hidrolis yang baru. Prosedur sebagai berikut: a). dan penampung minyak hidrolis. Ini merupakan salah satu unsur pemeliharaan berkala. h). Dalam melakukan pemeliharaan. Namun demikian masih tergolong sederhana dan mudah. g). Kualitas terkait dengan berapa lama minyak tersebut telah digunakan. Keraskan baut bleeder. Tekan kembali pedal kopling. maka minyak perlu diganti dengan yang baru. Tekan pedal kopling beberapa kali sampai dengan minyak yang direservoir habis. perlu memeriksa kondisi minyak hidrolis baik kualitas maupun kuantitasnya. slang elastis kecil. hingga minyak yang keluar dari pipa elastis keluar minyak yang baru. f). pedal kopling pertahankan pada posisi tertekan. Saat diketahui yang keluar pada pipa elastis sudah minyak yang baru. Bila sudah pada waktu pengantian. Bila sudah berwarna gelap. Jaga minyak yang direservoir agar tidak kehabisan.

k). Hasilnya bandingkan dengan data pada buku service manual e). Bila sama. Bila ringan tidak menggerakan tuas pembebas kopling. Menyetel kebebasan pedal kopling. m). dan coba tekan pedal kopling. c). Siapkan alat dan perlengkapan yang diperlukan b). Bila beda lakukan penyetelan pada push rod master silinder.i). d). Tambahkan minyak hidrolis pada reservoir hingga batas maksimum. seperti terlihat pada gambar 25 berikut ini. tidak perlu dilakukan penyetelan. j). dan pasang tutup reservoir. dengan langkah sebagai berikut: a). sebelum distel. Gambar 25. f). 47 . Ukur kebebasan yang ada. Selanjutnya proses penyetelan kopling dengan pengoperasian sistem hidrolis. Penyetel Pedal kopling sistem hidrolis. Hingga diperoleh penekanan yang baik. Ulangi langkah 9). berarti sistem kemasukan udara. Maka lakukan pemblidingan terhadap sistem kopling sampai udara keluar dari sistem. Tunggu beberapa saat. l). Bersihkan alat dan perlengkapan yang telah dipergunakan.

seperti terlihat pada gambar berikut ini. Bergetar c). tidak perlu dilakukan penyetelan. Kopling selip b). Ukur kebebasan yang ada. Bila beda lakukan penyetelan pada push rod silinder kopling. k). sebelum distel i). dan proses perawatan atau perbaikannya. 3) Gejala Kerusakan kopling. Penyetelan kebebasan bantalan tekan. Suara berisik yang tidak lazim e). Gambar 26.g). Tidak ada gerakan Dari gejala-gejala di atas dapat dianalisis faktor penyebab. 48 . menyetel kebebasan bantalan tekan h). Gejala-gejala berikut ini menandakan bahwa terjadi kesalahan pada rangkaian kopling/kopling set (clutch assembly) a). Gerakan kendaraan yang mengejut d). Bila sama. Hasil analisis seperti terlihat pada tabel berikut ini. Hasilnya bandingkan dengan data pada buku service manual j).

Kopling bergetar * Gerak bebas pedal kopling Stel kebebasan berlebihan pedal kopling * Terdapat oli pada permukaan disc * Permukaan Disc bergelom bang * Pegas kopling lemah * Kabel kopling berkarat Lepas beri oli * Kapas kopling habis * Permukaan disc mengkilat * Terdapat oli pada plat kopling * Dreg Lager menggeser * Pegas kopling lemah * Kelingan kampas lepas * Kontak permukaan disc rusak * Dudukan mesin atau transmisi rusak * Kebebasan pedal kopling terlalu kecil * Keausan pada sambungan pengoperasian kopling * Kabel kopling memanjang * Minyak rem habis * Dreg Lager rusak * Pilot bearing rusak * Kebebasan pedal kopling berlebihan * Plat kopling habis * Kebebasan Pedal kopling * Baut pemegang unit rumah kopling kendor Penyebab Perawatan Perbaikan Bongkar & bersihkan Bongkar & gerinda/ ganti Bongkar & ganti Lepas & ganti Bongkar & ganti Perbaiki/ganti Bongkar & bersihkan atau ganti Bongkar & lumasi atau ganti Bongkar & ganti Bongkar & ganti Bongkar & gerinda atau ganti Periksa & ganti 3. Kopling Slip 2. Gerakan kendaraan yang mengejut Stel kebebasan pedal kopling Periksa & ganti Periksa & ganti Periksa & isi Bongkar & ganti Bongkar & ganti Stel kebebasan pedal kopling Bongkar & ganti Stel kebebasan pedal kopling Bongkar & keraskan 4. Tidak ada gerakan c.Gejala-gejala 1. Kopling dan komponen pengoperasiannya merupakan bagian dari sistem pemindah tenaga dari sebuah kendaraan. Suara berisik yang tidak lazim 5. yaitu sistem yang berfungsi memindahkan tenaga dari sumber 49 . Rangkuman 3 1).

3). juga memungkinkan diketahui terjadinya permasalahan lebih dini. Bergetar c). maka perlengkapan tersebut disamping akan dapat berfungsi dengan baik. Fungsi kebebasan kopling ini dimaksudkan pengoperasian agar saat pedal kopling bantalan dilepas. Tidak ada gerakan 50 . Suara berisik yang tidak lazim e). Proses penyetelan kopling yang perlu dilakukan adalah menyetel kebebasan pedal kopling. 4) Gejala-gejala kesalahan pada rangkaian kopling/kopling set (clutch assembly) a).tenaga (mesin) ke roda kendaraan (pemakai/penggunaan tenaga). tekan unit tidak kopling khususnya menyentuh unit kopling yang berputar bersama mesin. yaitu saat pedal tidak diinjak sampai mulai menekan. Kopling selip b). Perawatan atau pemeliharaan terhadap suatu perlengkapan termasuk Unit Kopling dan Komponen Pengoperasiannya. Dengan proses perawatan yang baik. Gerakan kendaraan yang mengejut d). 2). dimaksudkan agar perlengkapan kendaraan tersebut dapat berfungsi dan bekerja sebagaimana seharusnya.

Tes Formatif 3 1) Apakah fungsi pemeliharaan dan perwatan unit kopling dan komponen pengoperasiannya? 2) Apakah fungsi kebebasan pedal kopling. 51 . Amati sistem kopling dan komponen pengoperasiannya yang dipergunakan pada salah satu mobil yang ada di bengkel otomotif. cocokanlah jawaban Anda dengan yang termuat pada halaman berikut ini. apa bedanya dengan cara untuk sistem mekanik? 5) Apakah yang menjadi penyebab kopling tidak dapat melakukan fungsinya. dan bagaimana cara untuk mengetahui penyebabnya tersebut? Perhatian: Sebelum melanjutkan pada kegiatan selanjutnya.d. Jelaskan cara kerja sistem kopling tersebut dengan disertai gambar skemanya. dan bagaimana cara melakukan penyetelannya? 3) Bagaimana cara menyetel kopling sistem mekanik? 4) Bagaimana cara menyetel kopling sistem hirolik. Seorang pengemudi mengeluhkan mobil bergetar saat pedal kopling dilepas. 2). Apa analisis anda dan apa yang perlu anda lakkukan untuk mengatasi permasalahan pengemudi tersebut? e. Tugas 3 1).

5). Fungsi pemeliharaan dan perwatan adalah unit agar kopling dan komponen pengoperasiannya perlengkapan tersebut dapat berkeja secara optimal. Kunci jawaban formatif 3 1). 4). lanjutkan dengan kegiatan berikutnya. Cara menyetel kopling sistem hirolis adalah dengan menyetel kebebasan pedal kopling dan kebebasan bantalan tekan. Untuk mengetahuinya. stel pedal kopling. 3). Perhatian: ? Apakah anda puas dengan jawaban yang anda buat? Jika belum. 2). Bedanya sistem mekanik hanya sekali stel. Fungsi kebebasan pedal kopling adalah untuk menjamin bahwa pegas kopling dapat dapat menjepit plat kopling sepenuhnya. maka catatlah bagian yang anda tidak/kurang puas tersebut dan diskusikan dengan tutor anda. bila sudah tetep gak berfungsi maka penyebabnya plat kopling habis. 52 . Cara menyetel kopling sistem mekanik adalah dengan mengatur baut yang ada pada ujung kabel yang terambung deng tuas pembebas kopling. Cara menyetelnya adalah dengan mengeraskan atau mengendorkan baut pengatur.f. Permasalahan tidak bisa menghubungkan bisa disebabkan oleh kampas plat kopling habis. ? Bila anda puas. Kopling yang tidak berfungsi bisa tidak menghubungkan atau tidak bisa memutus hubungan. dan menghindarkan gesekan dreg lager saat tidak dipergunakan. atau penyetelan pedal kopling yang terus menekan.

g. kembalikan alat dan perlengkapan yang anda pergunakan. Lembar kerja 3 1) Alat dan bahan : a) Sebuah kendaraan bermotor roda 4 b) Buku manual kendaraan roda 4 tersebut c) Tool box 2) Keselamatan Kerja : Ikuti Prosedur Kesehatan dan Keselamatan Kerja 3) Langkah Kerja : a) Siapkan alat dan perlengkapan praktek serta training obyek b) Perhatikan prosedur penyetelan yang terdapat di dalam buku manual c) Lakukan identifikasi dan penyetelan unit kopling! d) Buat catatan penting yang diperlukan selama proses penyetelan e) Setelah selesai. 4) Tugas : Buatlah laporan kegiatan praktiukum secara lengkap 53 .

Bila sebuah kendaraan kopling dilepas namun kendaraan tidak bergerak. belakang dan empat roda penggerak. Apakah prosedur keselamatan dan kesehatan kerja yang perlu diperhatikan di dalam memeriksa.BAB III EVALUASI A. Berdasarkan pengamatan anda baik pada kendaraan penggerak depan. apa sajakah permasalahan yang terkait dengan unit kopling? Sebutkan dan jelaskan rasionalnya! 6. Uraikan kopling! 5. apakah kesamaan posisi kopling pada kendaraan tersebut? 4. memelihara. PERTANYAAN 1. dan menyetel unit kopling dan komponen pengoperasiannya? langkah-langkah proses penyetelan kebebasan pedal 54 . Apakah yang terjadi bila kopling dan komponen pengoperasiannya tidak ada pada kendaraan bermotor? Dan bagaimana cara kerjanya. Mengapa terdapat beberapa macam cara pengoperasian kopling pada kendaraan bermotor? Sebutkan keunggulan sistem pengoperasian yang menggunakan boster! 3. jelaskan secara ringkas dan lengkap! 2.

2. dan kendaraan 55 . Bila belum baik. Hal ini menyebabkan plat tekan tidak menjepit plat kopling. yaitu penyetelan yang terlalu keras. Untuk memutuskan hubungan adalah dengan menginjak pedal kopling. d. 4. kendorkan mur pengunci pada ujung kabel. Langkah-langkah untuk menyetel kebebasan pedal kopling untuk yang sistem mekanik adalah: a. Bila tidak cocok. Kendorkan mur penyetel bila jarak kebebasan lebih kecil. KUNCI JAWABAN 1. f. Prinsip kerja unit kopling dan komponen pengoperasiannya adalah memutus dan menghubungkan putaran mesin ke sistem pemindah tenaga.Uji hasil penyetelan dengan menjalankan kendaraan. Ukur kebebasan pedal kopling yang ada. Atau keraskan mur penyetel bila jarak bebas melebihi spesifikasi. Keselamatan yang mengacu pada keselamatan manusia. 3. 2 dan 3. 6. Bandingkan dengan ukuran spesifikasi kendaraan tersebut. b. Ulangi langkah 2 dan 3 sampai diperoleh ukuran kebebasan yang sesuai dengan spesifikasi. Kemungkinan kedua plat kopling telah habis kanvasnya. Keunggulan penggunaan boster adalah tenaga untuk mengoperasikan kopling jadi lebih ringan. hingga diperoleh hasil yang baik. Tanpa kanvas berarti tidak ada gesekan. Terdapat dua kemungkinan. ulangi langkah 5. Kendaraan tidak bisa jalan atau sulit dikendalikan. 5.B. Kesamaannya adalah selalu berada pada rangkaian terdepan dari sistem pemindah tenaga. Disesuaikan dengan kebutuhan dan perkembangan teknologi. e. sehingga kopling jadi slip. c.

Kemampuan menjawab soal evaluasi 3. 100 : memenuhi kriteria minimal dengan bimbingan : memenuhi kriteria minimal tanpa bimbingan : di atas minimal tanpa bimbingan Skor (1-10) Bobot Nilai 5 10 5 5 10 5 10 20 20 10 100 Syarat lulus. Kemampuan membuat kesimpulan Aspek Psikomotor: 1. Ketepatan perencanaan penyelesaian modul Aspek Kogntif: 1. Kemampuan membuat laporan Jumlah Kriteria Kelulusan : 70 s. Kemampuan menjawab soal latihan 2. KRITERIA KELULUSAN Aspek Aspek Sikap: 1. Kemampuan melakukan penyetelan 3. Kemampuan menganalisis permasalahan 4.d. Keselamatan dan kesehatan kerja 3. 79 80 s. siswa minimal mencapai nilai 70 dengan skor setiap aspek minimal 7 Keterangan 56 .d. Kemampuan mnggunakan manual 2.d. 89 90 s. Kebersihan alat dan perlengkapan 2.C.

BAB IV PENUTUP Siswa yang telah mencapai tingkat kelulusan minimal dapat melanjutkan ke modul selanjutnya. tidak diperkenankan untuk mengambil modul selanjutnya. dan harus mengulang kembali modul Pemeliharaan/servis Unit Kopling dan Komponen Pengoperasian ini. 57 . Sementara mereka yang belum mencapai tingkat kelulusan minimal atau belum berhasil lulus.

Suzuki SE416 Vitara. 1972. FF3H. Anonim.. GT3H. New York : McGraw Hill Company. terjemahan oleh Bambang Priambodo. Paul W. 1991. Hino Motors.V. Service Manual. dkk. Motor Serba Guna .. Ltd. 1991. Jakarta : PT. James A. Teori Motor Bensin. Operasi dan Pemeliharaan Mesin Diesel. merawat. 1983. 1989. inc. Pedoman Untuk mencari Sumber Kerusakan. GH3H. Pradnya Paramita. 1985. Maleev. V. Larry. Jakarta : Depdikbud. Fundamentals of Internal Combustion Engine . 1976. FM3H.L.DAFTAR PUSTAKA Gill. New Delhi : Oxford & IBH Publishing CO. William. Johnson. Anonim.Willcox Company. Nakoela Soenarto dan Shoichi Furuhama. Wiranto Arismunandar dan Osamu Hirao. GD3H. Workshop Manual.. Automotive Encyclopedia..Jakarta : Penerbit Erlangga. K dan Johnson. Jakarta : PT.. Pradnya Paramita. Hino Truck Chasis model FD3H. Automotive Diagnosis and Tune Up. Illinois : The Good-heart . Wardan Suyanto. dan menjalankan kendaraan bermotor. 58 . Toboldt.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful