P. 1
40490319 Laporan Penurunan Titik Beku Larutan

40490319 Laporan Penurunan Titik Beku Larutan

|Views: 130|Likes:
laporan praktikum
laporan praktikum

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: Muhammad Arif Romadhon on May 09, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/08/2013

pdf

text

original

Praktikum 1 Name : Iskandar Setiadi Class : XII.

IPA 2 / 19

Laporan Praktikum Kimia Mengukur Titik Beku Larutan
Tujuan Percobaan : Untuk mengukur titik beku larutan serta faktor-faktor yang mempengaruhinya. Mempraktekkan kegunaan sifat koligatif larutan dalam kehidupan sehari-hari.

Dasar Teori : Menurut Raoult, Sifat koligatif larutan adalah sifat suatu larutan yang tidak bergantung pada jenis zat yang terlarut, melainkan dipengaruhi oleh konsentrasi zat terlarut tersebut. Ada 4 macam sifat koligatif larutan yang dibedakan kedalam 2 kelompok, yaitu sifat tekanan uap, penurunan titik beku, kenaikan titik didih, dan tekanan osmotik, sedangkan 2 kelompok tersebut adalah larutan elektrolit maupun larutan nonelektrolit. Kemolalan suatu larutan, yang disimbolkan m, adalah jumlah mol zat yang terlarut setiap 1 kg larutan ( mol/kg ). Kemolalan inilah yang akan sering digunakan dalam perhitungan sifat koligatif larutan karena kemolalan tidak akan berubah / konstan tanpa penambahan pelarut maupun terlarut. Salah satu sifat koligatif larutan adalah penurunan titik beku suatu larutan ( ∆T f ). Penurunan titik beku didefinisikan sebagai selisih antara titik beku pelarut dengan titik beku larutan yang dinotasikan dalam T f pelarut - T f larutan. Penurunan titik beku larutan dapat dihitung dengan persamaan : ∆T f = K f .m Dimana K f difenisikan sebagai konstanta penurunan titik beku suatu pelarut. Konstanta ini hanya berubah jika dan hanya jika terjadi perubahan tekanan (P = atm) yang mengubah suhu titik beku suatu pelarut murni.

maka reaksi akhir yang terjadi adalah (larutan elektrolit A . Hal ini menyebabkan. sehingga larutan campuran memerlukan suhu yang lebih rendah agar partikel-partikel pelarut sejenisnya menjadi rapat (membeku). Hal ini sesuai dengan pengertian bahwa semakin tinggi suhunya.α * larutan elektrolit A) dan menghasilkan juga (jumlah ion terbentuk * α * larutan elektrolit A). Faktor van’t hoff: Jumlah zat larutan elektrolit = M (1 + α (n − 1)) Dimana : M = Jumlah larutan elektrolit A n = Jumlah ion terbentuk Dari uraian diatas. Sehingga akan terdapat Larutan elektrolit A * (1 + α *(jumlah ion terbentuk -1)). pada suatu reaksi sederhana suatu larutan A elektrolit menjadi ion B.Dalam sifat koligatif. Hal ini dikarenakan adanya penghalang antar partikel pelarut yang sejenis oleh larutan terlarut. maka jarak antar partikel sejenis akan merenggang. 2 . suatu larutan campuran akan memiliki titik beku yang lebih rendah dibandingkan pelarut murninya. Larutan elektrolit akan memiliki sifat koligatif yang lebih besar dibandingkan larutan non-elektrolit. didapatkan bahwa rumus penurunan titik beku larutan ( ∆T f ) adalah sebagai berikut: -Non elektrolit ∆T f = m.K f . bila larutan elektrolit memiliki derajat ionisasi sebesar α .i = G 1000 * * K f * M (1 + α ( n − 1)) Mr P Dimana i adalah faktor van’t Hoff tersebut. atau dapat dinotasikan dalam faktor van’t Hoff (i). kita dapat menyimpulkan bahwa larutan A akan terionisasi menjadi lebih besar atau sama dengan 1 ion jumlahnya. Hal ini disebabkan.K f = G 1000 * *Kf Mr P G = massa zat terlarut P = massa zat pelarut -Elektrolit ∆T f = m.

Masukkan 10 ml larutan CO(NH 2 ) 2( aq ) 1 molal ke dalam tabung reaksi. 3 . Jika cairan sudah ada yang mulai membeku. kemudian masukkan tabung reaksi tersebut ke dalam gelas kimia pada langkah 1. 5.Alat dan Bahan : Alat yang digunakan dalam praktikum ini meliputi : Nama Alat Gelas Kimia 500 ml Tabung Reaksi Thermometer Jumlah 1 buah 1 buah 1 buah Sedangkan bahan yang digunakan dalam praktikum ini meliputi : Nama Bahan Es Batu Air Akuades Garam ( NaCl ) ( s ) NaCl NaCl ( aq ) ( aq ) Jumlah ¾ gelas kimia 500 ml Secukupnya 3 sendok makan 10 ml 10 ml 10 ml 10 ml 2 molal 1 molal CO(NH 2 ) 2( aq ) (urea) 1 molal CO(NH 2 ) 2( aq ) (urea) 2 molal Cara Kerja : 1. Keluarkan tabung reaksi dan lihatlah apakah larutan sudah membeku atau belum. 3. ukur suhu yang tetap dari campuran zat padat dan zat cair dalam tabung tersebut dan catat sebagai titik beku larutan. Aduklah larutan CO(NH 2 ) 2( aq ) yang ada dalam tabung reaksi hingga membeku dengan menggunakan termometer. Isi gelas kimia dengan es batu yang telah dipecah menjadi kecil-kecil hingga ¾ bagian gelas kimia 500 ml dan tambahkan 3 sendok NaCl ( s ) pada es batu tersebut. 2. 4.

2.1oC= 1oC 2o C-(. Apa fungsi penambahan garam pada es batu? Jawab: 1. NaCl 1 molal dan NaCl 2 molal. Dari konsep dasar teori. 5. Ulangi langkah 2-5 diatas untuk mencari titik beku air.K f >> Naiknya molalitas suatu larutan sebanding dengan perubahan penurunan titik bekunya. ∆T f = m.6. Zat Terlarut Air akuades NaCl ( aq ) NaCl ( aq ) CO(NH 2 ) 2( aq ) CO(NH 2 ) 2( aq ) Kemolala n 1 2 1 2 Titik Beku 2 C −1o C o Selisih titik beku air dengan titik beku larutan o o 2 C-(.6o C) = 8o C 2o C. jelaskan pengaruh NaCl (zat elektrolit) dibandingkan dengan urea (zat non-elektrolit) terhadap penurunan titik beku larutan! 3. 1. Jelaskan pengaruh kemolalan larutan terhadap titik beku : a.1 C) = 3o C 2o C-(. maka akan terjadi penurunan titik beku yang semakin besar. larutan CO(NH 2 ) 2( aq ) 2 molal. 4. Hasil Pengamatan : No. yang berimplikasi kemolalan akan mempengaruhi ∆T f / penurunan titik beku suatu larutan. sehingga dalam kasus ini 4 . a. Untuk molalitas yang sama.1oC) = 3o C −6o C 1oC −1o C Analisis Data / Pertanyaan : 1. Hal ini kurang lebih sesuai dengan dasar teori kita yang menyatakan bahwa semakin tinggi kemolalan suatu zat terlarut dalam pelarut. didapatkan bahwa kemolalan akan mempengaruhi sifat koligatif larutan. Larutan NaCl 2. Larutan Urea diketahui sebagai suatu larutan non-elektrolit. Dari data diatas kita dapat melihat bahwa CO(NH 2 ) 2 1 molal memiliki ∆T f = 1oC sedangkan CO(NH 2 ) 2 2 molal memiliki ∆T f = 3o C. 3. Larutan Urea (CO(NH 2 ) 2 ) b.

Sehingga kita akan mencari range kemungkinan faktor van’t Hoff dari zat terlarut NaCl. i i = 3 >> faktor van’t Hoff Untuk 2 molal: ∆T f NaCl = m. Dengan rumus ∆T f = m.i 5 .perubahan kemolalan larutan urea yang semakin besar akan menyebabkan titik beku yang semakin rendah. Dari hasil percobaan ini kita dapat melihat bahwa larutan elektrolit memiliki penurunan titik beku yang lebih rendah. Untuk 1 molal: ∆T f NaCl = m. Kf Kf = 1.i 3o C = 1 mol/kg. Sedangkan untuk data 2 molal.i kita juga dapat melihat bahwa perubahan molalitas suatu zat terlarut juga memiliki perubahan suhu titik beku yang sebanding dalam larutan elektrolit. CO(NH 2 ) 2 1 molal memiliki ∆T f = 1oC dan NaCl ( aq ) 1 molal memiliki ∆T f = 3o C.K f 1oC = 1 mol/kg . Larutan non-elektrolit dapat diasumsikan memiliki faktor van’t Hoff = 1. Kf Kf = 1 ∆T f CO(NH 2 ) 2 = m. Kf. 2. Didapatkan bahwa untuk 1 molal. b. Pada kasus ini memiliki konsep yang kurang lebih sama dengan bagian (a). Mula-mula. Kita perhatikan bahwa dari data diatas didapatkan NaCl ( aq ) 1 molal memiliki ∆T f = 3o C dan NaCl ( aq ) 2 molal memiliki ∆T f = 8o C . kita tinjau dari data diatas.K f .K f 3° C = 2 mol/kg .K f . didapatkan bahwa (NH 2 ) 2 2 molal memiliki ∆T f = 3o C dan dan NaCl ( aq ) 2 molal memiliki ∆T f = 8o C.5 ∆T f CO(NH 2 ) 2 = m.K f .

dan 2. melainkan banyaknya terlarut akan mempengaruhinya. Hal ini jelas sulit dilakukan apabila es batu berbentuk padatan (s) dan apabila tidak ada penambahan garam. kita dapat mengasumsikan faktor van’t Hoff dari CO(NH 2 ) 2( aq ) akan lebih besar daripada larutan non-elektrolit NaCl. yaitu suatu sifat dimana jenis zat terlarut tidak mengubah besarnya penurunan titik beku.67 >> faktor van’t Hoff Dari perhitungan diatas.5. i i = 8/3 = 2. Yang kedua adalah molalitas suatu larutan berpengaruh pada besarnya perubahan titik beku suatu larutan. 3. Dalam sifat koligatif larutan. Kesimpulan : Dari uraian diatas. 6 . maka suhunya akan lebih tinggi dari 0o C ketika berbentuk liquid. dapat disimpulkan beberapa hal. 3 >1 . sebagai berikut: Yang pertama adalah bahwa penambahan zat terlarut pada suatu pelarut murni akan menyebabkan turunnya suhu titik beku dari pelarut murni tersebut ( Larutan akan memiliki titik beku lebih rendah dibandingkan titik beku pelarut murni ). Garam berfungsi sebagai zat yang menurunkan titik beku es batu sehingga es batu tidak akan membeku pada suhu 0o C sehingga ketika sebuah tabung reaksi diletakkan didalam gelas kimia ini. 1.67 > 1 sehingga dapat disimpulkan bahwa larutan elektrolit yang memiliki molalitas sama dengan larutan non-elektrolit memiliki ∆T f ( Penurunan titik beku) yang lebih besar. akan terbentuk sebuah sistem antara larutan es batu yang o suhunya 0 ( l ) C dengan larutan uji yang ada didalam tabung reaksi.8o C = 2 mol/kg. Suatu zat 2 molal ( 2 mol dalam 1 kg ) tentunya akan memiliki titik beku lebih rendah dibandingkan zat yang sama yang hanya memiliki 1 molal ( 1 mol dalam 1 kg ). Garam disini merupakan salah satu penerapan dari sifat koligatif larutan.

Yang keempat adalah jumlah molalitas yang sama belum tentu menghasilkan perubahan titik beku yang sama. Pada kasus kedua.Yang ketiga adalah bahwa K f suatu akan selalu konstan pada tekanan yang sama. larutan yang memiliki molalitas sama: Larutan elektrolit akan memiliki ∆T f yang lebih besar daripada larutan non-elektrolit. sedangkan sebaliknya. larutan yang memiliki ∆T f sama: Larutan elektrolit memiliki molalitas lebih kecil daripada larutan non-elektrolit. Daftar Pustaka Purba. Jakarta : Erlangga. yaitu larutan elektrolit dan larutan non-elektrolit. 2009. Tim Tentor Ahli.wordpress. tetapi menghasilkan ∆T f yang sama. http://affuwa. Tekanan yang berbeda akan menyebabkan berubahnya titik beku suatu larutan. Hal ini dapat terjadi karena adanya dua kelompok larutan. 2006. Michael.org/Sifat%20Koligatif%20Larutan/ 7 . Kimia 3A Untuk SMA kelas XII.com/penurunan-titik-beku-larutan/ http://chem-is-try. Yogyakarta : Kendi Mas Media. jumlah molalitas yang berbeda belum tentu menghasilkan perubahan titik beku yang berbeda. Rumus Sakti SMA.com/2007/06/16/sifat-koligatif-larutan/ http://belajarkimia. Pada kasus pertama.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->