P. 1
Tujuan Praktikum

Tujuan Praktikum

|Views: 95|Likes:
Published by Ahmad Kurniawan

More info:

Published by: Ahmad Kurniawan on May 09, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/02/2013

pdf

text

original

Tujuan Praktikum 1. Mahasiswa dapat mengetahui komponen-komponen mesin bubut serta fungsinya. 2.

Mahasiswa dapat memahami dan mengerti gambar kerja. 3. Mahasiswa dapat melaksanakan kerja dengan efisien (apa yang dikerjakan terlebih dahulu). 4. Mahasiswa dapat mengoperasikan mesin bubut dan menguasai cara pembubutan dengan benar. Alat dan bahan Alat dan bahan yang diperlukan adalah sebagai berikut: Alat : 1. 2. 3. 4. 5. 6. Mesin bubut Pahatb bubut Kunci pas Jangka sorong Palu Penitik nomor Bahan : Sebuah besi silinder dengan diameter 19 mm dan panjang 105 mm. Dasar Teori Mesin bubut adalah sebuah mesin yang mencangkup segala mesin perkakas yang memproduksi bentuk silindris dan digunakan untuk menghasilkan benda-benda putar, membuat ulir, pengeboran, dan meratakan permukaan benda putar. Prinsip mekanisme gerakan pada mesin ini adalah merubah energi listrik menjadi gerakan putar pada motor listrik kemudian ditransmisikan ke mekanisme gerak mesin bubut. Dalam hal ini prinsip mesin bubut ada 2 macam, yaitu : 1. Main Drive Gerakan utama pada mesin bubut berupa putaran motor listrik yang ditransmisikan melalui 7. Ragum 8. Majun

belt menuju gear box. Didalam gear box terdapat roda gigi yang berfungsi untuk mengatur transmisi putaran spindle, senhingga menghasilkan putaran pada chuk. 2. Feed Drive Yaitu gerakan pemakanan pahat pada benda kerja.

Bagian-bagian dan fungsi mesin bubut 1. Gear Box dan Quick Change Gear Box

Adalah bagian dari system transmisi pada mesin bubut, berupa susunan roda gigi yang berfungsi untuk memindahkan daya dan putaran dari motor penggerak dan mengatur kecepatannya sebelum diteruskan ke spindle. Quick Change Gear Box atau sering juga disebut dengan feed box berfungsi untuk mentransmisikan daya dan putaran dari gear box sebelum diteruskan ke mekanisme pamakanan/apron. Gear Box dan Quick Change Gear Box terletak pada Head Stock. 2. Apron Apron merupakan tempat susunan roda gigi yang menggerakkan Carriage. 3. Carriage Merupakan meja penggerak pahat dan terletak diatas apron. 4. Chuck Merupakan bagian mesin bubut yang berfungsi untuk memegang benda kerja agar tidak bergoyang saat pembubutan. 5. Tailstock Tailstock terletak berhadapan dengan spindle. Berfungsi untuk menahan ujung benda kerja saat pembubutan dan juga dapat digunakan untuk memegang tool pada saat pengerjaan drilling, reaming, dan tapping. 6. Tool Post Merupakan bagian mesin bubut yang berfungsi untuk memegang pahat. 7. Compound rest Digunakan untuk menopang tool post pada bermacam-macam posisi.

Gb. Komponen mesin bubut Kontrol utama mesin bubut berupa :

1. Spindle Change Switch 2. Spindle Change Lever A 3. Spindle Change Lever B No 1,2,3 digunakan untuk merubah kecepatan putar (mrngatur kecepatan pada speed Gear Box). Pengaturan kecepatan dilakukan dengan merubah posisi handle-handlenya. 4. Left and Right Thread Change Lever Digunakan pada proses pembuatan ulir, yaitu untuk mengatur pembuatan ulir kanan atau kiri. 5. Pitch and Feed Selector Lever 6. Pitch and Feed Selector Lever 7. Main Switch Saklar utama untuk menghidupkan atau mematikan mesin bubut. 8. Coolant Pump Switch Untuk menghidupkan pompa cooling oil. 9. Spindle Forward-Stop-Reserve Lever Berfungsi untuk merubah putaran dari feed rod. 10. Compound Rest Feed Lever Untuk menggerakkan compound rest tanpa menggerakkan carriage. 11. Carriage Longitudinal Feed Handwheel Engkol yang berfungsi untuk menggerakkan carriage secara manual dalam arah longitudinal. 12. Split Nut Lever Menggerakkan split nut yang nantinya akan memutar lead screw. 13. Saddle Lock Screw Mengunci saddle agar tidak bergerak dan dalam keadaan stabil. 14. Longitudinal and Crosws Power Feed Lever Menjalankan pembubutan otomatis dan dapat menggerakkan carriage dalam arah longitudinal maupun melintang. 15. Tailstock Set Over Screw Untuk menyetel kedudukan tailstock yang biasanya dilakukan pada pembubutan tirus. 16. Tailstock Quick Transverse Handwheel Menggerakkan ujung dari tailstock biasanya dilakukan pada pembubutan tirus. 17. Tailstock Eccentric Locking Lever 18. Tailstock Quil Clamping Lever 19. Tailstock Locking Nut No. 17,18,19 pada prinsipnya digunakan untuk mengunci kedudukan tailstock. 20. Cross Slide Handwheel Digunakan untuk menggerakkan carriage dalam arah melintang secara manual. Prosedur Keselamatan Kerja

Untuk menghindari kecelakaan kerja prosedur keselamatan kerja perlu dilaksanakan antara lain sebagai berikut ; 1. Gunakan sepatu dan pakaian kerja saat pelaksanaan praktikum. 2. Gunakan kacamata kerja bila ada. 3. Ikatlah rambut anda bila memiliki rambut yang panjang. 4. Fokus dan lakukan pekerjaan sesuai prosedur. 5. Jangan bercanda saat praktikum. Langkah kerja Berikut langkah kerja dalam proses membubut : A. Persiapan sebelum membubut : 1. Periksa dan persiapkan alat dan bahan yang akan dipergunakan. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Pasang pahat yang akan digunakan pada tool post, posisikan tepat pada center. Ukur dimensi benda kerja sebelum dibubut. Pasang benda kerja pada chuck dengan bantuankunci chuck dan disenterkan. Pilihb kecepatan putar spindle yang sesuai dengan benda kerja. Nyalakan mesin bubut. Tentukan titik nol dengan menyinggungkan pahat pada benda kerja hingga benda kerja tergores sedikit. 8. 9. Kerjakan apa yang harus dibubut terlebih dahulu (pilih bagian yang paling mudah dahulu). Lakukan proses membubut sesuai gambar benda kerja yang direncanakan.

B. Selama proses pembubutan : 1. Ratakan ujung benda kerja. 2. 3. Matikan mesin saat hendak mengganti kecepan atau mengganti posisi pahat. Untuk awal pembubutan lakukan secara manual untuk menghemat waktu dan saat telah mendekati dimensi yang diinginkan lakukan pembubutan secara otomatis untuk hasil yang benda kerja halus. 1. 2. 3. 4. 5. C. Setelah proses pembubutan : Matikan mesin bubut. Lepaskan benda kerja dari chuck. Bersihkan mesin dari sayatan-sayatan besi bekas proses bubutan. Berikan penomoran pada hasil benda kerja dan kumpulkan ke dosen pembimbing.. Bereskan alat-alat yang telah digunakan pada proses membubut.

Pembahasan

1. Pengerjaan diawali dengan meratakan bagian ujung benda kerja. 2. Selanjutnya diameter benda kerja dibubut hingga diameternya menjadi 17,1 mm. 3. Pengerjaan dilanjutkan dengan membuat bagian yang tirus. Disini pahat dimiringkan kearang bagian dalam benda kerja ± 450.

Gb. Posisi dan arah pahat pada pembubutan tirus 4. 1 Pembubutan dilanjutkan pada tahap selanjutnya dengan urutan seperti gambar di bawah ini.

Gb. Urutan membubut Pada bagian yang ketiga pada gambar diatas, bagian pahat yang digunakan untuk pemakanan adalah bagian samping. 5. Untuk membubut ulir pahat harus diganti dengan pahat khusus untuk membuat ulir.

Pada praktikum membubut ini kegagalan yang saya alami adalah saya tidak bisa menyelesaikan job sheet hingga tuntas. Pada bagian ulir dan pada bagian yang berdiameter.... belum sempat saya kerjakan dikarenakan waktu praktikum telah habis sebelum proses pengerjaan selesai. Hal ini mungkin karena pemilihan bagian yang dikerjakan terlebih dahulu kurang tepat. Kondisi mesin bubut yang sebagian komponen yaitu pada otomatisnya yang tidak berfungsi normal atau dengan kata lain tidak berfungsi juga menyebabkan proses pengerjaan terlalu lama karena dari awal hingga finishingnya prosses pembubutan semuanya harus saya lakukan secara manual hingga saat finishing diperlukan kehati-hatian dalam membubut untuk menghasilkan hasil bubutan yang halus sehingga waktu yang saya butuhkan menjadi lebih lama dari yang seharusnya.

2. Tujuan Praktikum 1. Alat dan bahan Alat dan bahan yang diperlukan adalah sebagai berikut: Alat : 1. 5. 2. 7. Ragum 8. sebelum praktikum membubut hendaknya mempelajari fungsi bagian-bagian dari mesin bubut dan modul praktikum terlebih dahulu. Saran Saran yang dapat saya sampaikan setelah praktikum ini adalah : 1. 4. Majun . 3. 2. Mesin bubut Pahatb bubut Kunci pas Jangka sorong Palu Penitik nomor Bahan : Sebuah besi silinder dengan diameter 19 mm dan panjang 105 mm. Mahasiswa dapat melaksanakan kerja dengan efisien (apa yang dikerjakan terlebih dahulu). Mahasiswa dapat mengoperasikan mesin bubut dan menguasai cara pembubutan dengan benar. 3. Kecepatan dalam menggerakkan longitudinal feed handwheel ataupun cross slide handwheel sangat mempengaruhi halus kasarnya hasil pembubutan. Bagi mahasiswa yang hendak praktikum di masa mendatang. 3. 2. Hasil bubutan yang baik akan ditandai dengan sayatan yang berbentuk panjang-panjang. 4. 6.Kesimpulan Dari hasil praktikum yang talah dilaksanakan saya menyimpulkan bahwa : 1. Dalam membubut untuk awalan sebaiknya proses membubut dilakukan secara manual. Sabaiknya jadwal untuk praktikum diperbanyak atau jam praktikum ditembah untuk dapat mahasiswa menyelesaikan job sheet dan menambah pendalaman tentang membubut. Ketepatan memilih bagian mana dahulu yang hendak dikerjakan akan sangat menentukan untuk menyelesaikan benda kerja tepat waktu. 3. Mahasiswa dapat memahami dan mengerti gambar kerja. Mahasiswa dapat mengetahui komponen-komponen mesin bubut serta fungsinya. walaupun hasilnya kasar tidaklah masalah untuk menghemat waktu dan setelah hendak finishing barulah gunakan pembubutan otomatis untuk hasil permukaan yang halus.

Bagian-bagian dan fungsi mesin bubut 1. Apron Apron merupakan tempat susunan roda gigi yang menggerakkan Carriage. Carriage Merupakan meja penggerak pahat dan terletak diatas apron. Main Drive Gerakan utama pada mesin bubut berupa putaran motor listrik yang ditransmisikan melalui belt menuju gear box. Dalam hal ini prinsip mesin bubut ada 2 macam. Didalam gear box terdapat roda gigi yang berfungsi untuk mengatur transmisi putaran spindle. senhingga menghasilkan putaran pada chuk. 2. dan meratakan permukaan benda putar. reaming. 4. Tailstock Tailstock terletak berhadapan dengan spindle. pengeboran. Prinsip mekanisme gerakan pada mesin ini adalah merubah energi listrik menjadi gerakan putar pada motor listrik kemudian ditransmisikan ke mekanisme gerak mesin bubut. 5. dan tapping. Chuck Merupakan bagian mesin bubut yang berfungsi untuk memegang benda kerja agar tidak bergoyang saat pembubutan. yaitu : 1. Gear Box dan Quick Change Gear Box terletak pada Head Stock. Berfungsi untuk menahan ujung benda kerja saat pembubutan dan juga dapat digunakan untuk memegang tool pada saat pengerjaan drilling. Gear Box dan Quick Change Gear Box Adalah bagian dari system transmisi pada mesin bubut.Dasar Teori Mesin bubut adalah sebuah mesin yang mencangkup segala mesin perkakas yang memproduksi bentuk silindris dan digunakan untuk menghasilkan benda-benda putar. 2. berupa susunan roda gigi yang berfungsi untuk memindahkan daya dan putaran dari motor penggerak dan mengatur kecepatannya sebelum diteruskan ke spindle. Feed Drive Yaitu gerakan pemakanan pahat pada benda kerja. membuat ulir. Quick Change Gear Box atau sering juga disebut dengan feed box berfungsi untuk mentransmisikan daya dan putaran dari gear box sebelum diteruskan ke mekanisme pamakanan/apron. . 3.

Carriage Longitudinal Feed Handwheel Engkol yang berfungsi untuk menggerakkan carriage secara manual dalam arah longitudinal. Spindle Change Switch 2.3 digunakan untuk merubah kecepatan putar (mrngatur kecepatan pada speed Gear Box). 8. Left and Right Thread Change Lever Digunakan pada proses pembuatan ulir. Spindle Change Lever A 3. Pitch and Feed Selector Lever 7. 4. 11. Spindle Forward-Stop-Reserve Lever Berfungsi untuk merubah putaran dari feed rod. Coolant Pump Switch Untuk menghidupkan pompa cooling oil. Pitch and Feed Selector Lever 6. Pengaturan kecepatan dilakukan dengan merubah posisi handle-handlenya. Gb. Main Switch Saklar utama untuk menghidupkan atau mematikan mesin bubut.2. Compound Rest Feed Lever Untuk menggerakkan compound rest tanpa menggerakkan carriage. yaitu untuk mengatur pembuatan ulir kanan atau kiri. Komponen mesin bubut Kontrol utama mesin bubut berupa : 1. 9. 7. 5. . 10.6. Compound rest Digunakan untuk menopang tool post pada bermacam-macam posisi. Spindle Change Lever B No 1. Tool Post Merupakan bagian mesin bubut yang berfungsi untuk memegang pahat.

. Split Nut Lever Menggerakkan split nut yang nantinya akan memutar lead screw. 5. Saddle Lock Screw Mengunci saddle agar tidak bergerak dan dalam keadaan stabil. Tailstock Set Over Screw Untuk menyetel kedudukan tailstock yang biasanya dilakukan pada pembubutan tirus. posisikan tepat pada center. Nyalakan mesin bubut. 17. 20. 15. 4. Tailstock Quil Clamping Lever 19. Tentukan titik nol dengan menyinggungkan pahat pada benda kerja hingga benda kerja tergores sedikit. Ukur dimensi benda kerja sebelum dibubut. 1. Cross Slide Handwheel Digunakan untuk menggerakkan carriage dalam arah melintang secara manual. 3. Periksa dan persiapkan alat dan bahan yang akan dipergunakan. Langkah kerja Berikut langkah kerja dalam proses membubut : A. Tailstock Locking Nut No. Gunakan sepatu dan pakaian kerja saat pelaksanaan praktikum. 2. Pasang pahat yang akan digunakan pada tool post. Gunakan kacamata kerja bila ada. 3. 7. Persiapan sebelum membubut : 1. 17. Fokus dan lakukan pekerjaan sesuai prosedur. 6. Prosedur Keselamatan Kerja Untuk menghindari kecelakaan kerja prosedur keselamatan kerja perlu dilaksanakan antara lain sebagai berikut . 4. 5. 16. Longitudinal and Crosws Power Feed Lever Menjalankan pembubutan otomatis dan dapat menggerakkan carriage dalam arah longitudinal maupun melintang.19 pada prinsipnya digunakan untuk mengunci kedudukan tailstock. 14. 13.18. 2. Tailstock Quick Transverse Handwheel Menggerakkan ujung dari tailstock biasanya dilakukan pada pembubutan tirus. Tailstock Eccentric Locking Lever 18. Ikatlah rambut anda bila memiliki rambut yang panjang. Jangan bercanda saat praktikum.12. Pilihb kecepatan putar spindle yang sesuai dengan benda kerja. Pasang benda kerja pada chuck dengan bantuankunci chuck dan disenterkan.

Bersihkan mesin dari sayatan-sayatan besi bekas proses bubutan. Bereskan alat-alat yang telah digunakan pada proses membubut. Berikan penomoran pada hasil benda kerja dan kumpulkan ke dosen pembimbing. Matikan mesin saat hendak mengganti kecepan atau mengganti posisi pahat. 3. Setelah proses pembubutan : Matikan mesin bubut. Kerjakan apa yang harus dibubut terlebih dahulu (pilih bagian yang paling mudah dahulu). Lepaskan benda kerja dari chuck. Selanjutnya diameter benda kerja dibubut hingga diameternya menjadi 17. 4. Untuk awal pembubutan lakukan secara manual untuk menghemat waktu dan saat telah mendekati dimensi yang diinginkan lakukan pembubutan secara otomatis untuk hasil yang benda kerja halus. 1 Pembubutan dilanjutkan pada tahap selanjutnya dengan urutan seperti gambar di bawah ini. 3.. . B. Disini pahat dimiringkan kearang bagian dalam benda kerja ± 450. Pembahasan 1. 9. Posisi dan arah pahat pada pembubutan tirus 4. 1. Gb. Lakukan proses membubut sesuai gambar benda kerja yang direncanakan. 2. 5. C.1 mm. Pengerjaan dilanjutkan dengan membuat bagian yang tirus. 1. Pengerjaan diawali dengan meratakan bagian ujung benda kerja. Selama proses pembubutan : Ratakan ujung benda kerja.8. 3. 2. 2.

Ketepatan memilih bagian mana dahulu yang hendak dikerjakan akan sangat menentukan untuk menyelesaikan benda kerja tepat waktu. . Dalam membubut untuk awalan sebaiknya proses membubut dilakukan secara manual. Hal ini mungkin karena pemilihan bagian yang dikerjakan terlebih dahulu kurang tepat. Bagi mahasiswa yang hendak praktikum di masa mendatang. Pada praktikum membubut ini kegagalan yang saya alami adalah saya tidak bisa menyelesaikan job sheet hingga tuntas.. Saran Saran yang dapat saya sampaikan setelah praktikum ini adalah : 1. Kondisi mesin bubut yang sebagian komponen yaitu pada otomatisnya yang tidak berfungsi normal atau dengan kata lain tidak berfungsi juga menyebabkan proses pengerjaan terlalu lama karena dari awal hingga finishingnya prosses pembubutan semuanya harus saya lakukan secara manual hingga saat finishing diperlukan kehati-hatian dalam membubut untuk menghasilkan hasil bubutan yang halus sehingga waktu yang saya butuhkan menjadi lebih lama dari yang seharusnya.Gb. Kecepatan dalam menggerakkan longitudinal feed handwheel ataupun cross slide handwheel sangat mempengaruhi halus kasarnya hasil pembubutan. Hasil bubutan yang baik akan ditandai dengan sayatan yang berbentuk panjang-panjang. sebelum praktikum membubut hendaknya mempelajari fungsi bagian-bagian dari mesin bubut dan modul praktikum terlebih dahulu. bagian pahat yang digunakan untuk pemakanan adalah bagian samping.. Untuk membubut ulir pahat harus diganti dengan pahat khusus untuk membuat ulir.. 5. 3. Urutan membubut Pada bagian yang ketiga pada gambar diatas. belum sempat saya kerjakan dikarenakan waktu praktikum telah habis sebelum proses pengerjaan selesai. Pada bagian ulir dan pada bagian yang berdiameter. Kesimpulan Dari hasil praktikum yang talah dilaksanakan saya menyimpulkan bahwa : 1. walaupun hasilnya kasar tidaklah masalah untuk menghemat waktu dan setelah hendak finishing barulah gunakan pembubutan otomatis untuk hasil permukaan yang halus. 2. 2.

Dengan adanya praktek ini telah menambah wawasan dalam hal teknologi keteknikan yang sangat di butuhkan oleh seorang mahasiswa agar menjadi seorang mahasiswa yang mampu bersaing di dunia industri logam.4. KATA PENGANTAR Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan rahmat dan karunianya sehingga pada akhirnya penulis dapat menyelesaikan laporan praktek mesin bubut . Mahasiswa dapat mempergunakan alat alat-alat yang berhubungan dengan mesinfrais dengan benar. Mahasiswa dapat mengerti tahapan yang harus dilakukan dalam membuat rodagigi. Mahasiswa mampu membuat roda gigi dengan mesin frai Log Masuk Mendaftar Browse . milling machine dan welding. Penulis juga berterima kasih atas semua pihak yang telah membantu dalam laporan praktek ini . baik secara langsung maupun tidak langsung terutama Bpk Djuhana selaku dosen pembimbing. Melatih mahasiswa agar terampil dan teliti dalam mengerjakan benda kerjadengan mesin frais. Sabaiknya jadwal untuk praktikum diperbanyak atau jam praktikum ditembah untuk dapat mahasiswa menyelesaikan job sheet dan menambah pendalaman tentang membubut.3.2. I.3.frais Tujuan Praktikum 1.

LAPORA NPRAKT IKUM PROSES PRODUK .

SIMESIN FRAIS OLEH :NAMA : .

THOMAS ADI OKTAVIA NUSNIM : 115214063J URUSAN : .

TEKNIK MESIN FAKULTA S SAINS DAN .

TEKNOL OGIUNIV ERSITAS SANATA DHARMA .

YOGYAK ARTA201 2 .

.

I. . Tujuan Praktikum 1.

.Mahasiswa dapat mengerti tahapan yang harus dilakukan dalam membuat rodagigi.2.

Melatih mahasiswa agar terampil dan teliti dalam mengerjakan benda kerjadengan mesin frais.3. .

4. .Mahasiswa dapat mempergunakan alat alat-alat yang berhubungan dengan mesinfrais dengan benar.

II.Mahasiswa mampu membuat roda gigi dengan mesin frais. .

6. . Mesin frais. Kikir.2.Alat dan Bahan Alat :1.

Ragum. Penitik nomor.4. 8. Jangka sorong.Mesin bubut dan perlengkapannya.3. . 7.

Majun.Mata bor. . Taps (pembuat ulir dalam)Bahan :1.5. 9.

Aluminium tuang dengan ukuran diameter 50 mm dan tebal 27 mm.Ø 50 mm17mm .

Hasil akhir benda kerja yang diharapkan .III.

Dasar Teori . IV.Keterangan : Ukuran dalam mm.

Mesin frais adalah mesin perkakas yang dalam proses kerja pemotongannyade ngan menyayat atau memakan benda kerja .

menggunakan alat potong bermatabanyak yang berputar. Pisau frais dipasang pada sumbu atau arbor mesin .

yangdidukung dengan alat pendukung arbor. Pisau tersebut akan terus berputar apabilaarbor mesin diputar oleh .

agar sesuai dengan kebutuhan. gerakan danbanyaknya putaran arbor dapat diatur oleh .motor listrik.

2006).operator mesin frais ( Rasum .Proses kerja pada pengerjaan dengan mesin frais dimulai dengan .

kemudian dilanjutkan dengan pemotongan dengam alat potong yangdisebut .mencekambenda kerja.

cutter. . dan akhirnya benda kerja akan berubah ukuran maupun bentuknya. a.

Pengertian Dasar Dividing Head Seorang mekanik kerap kali harus membagi keliling benda kerja untuk suatu jenis pengerjaan. .

misalnya seperti gambar berikut : 1 1 6.5 ’’ Ulir dalam .3152 x 4.

.

.

.

.

.

Perlengkapan yang paling sesuai .

untuk keperluan tersebut adalah kepalapembagi (Dividing head). Perlengkapan ini merupakan perlengkapan khusus padamesin .

Ada beberapa cara pembagian namun dalam praktikum iniyang saya gunakan adalah pembagian tidak langsung. .Milling / Frais.

b. Pembagian Tidak Langsung Pembagian ini dipakai apabila segi yang akan dibuat tidak dapat .

tetapi jumlah segi yang dapatdikerjakan masih terbatas pada jumlah .dikerjakandengan menggunakan pembagian langsung.

312 dsb.lubang pada piring pembagi (yang dapatditukartukar). 27.Misal pembuatan segi : 9.Didalam housing kepala . 165. 58.

pembagi ada transmisi poros roda cacing denganratio i = 40 : 1. Poros cacing terhubung dengan engkol pemutar. sedangkan .

sehingga benda kerja berputar 1 kali. . bilaengkol diputar 40 kali.rodacacing terhubung dengan benda kerja.

.

2K Reads 27 Readcasts 0 Embed Views Published by Thomas Adi Oktavianus .Laporan Praktikum Mesin Frais (milling machine) Tambahkan ke Koleksi 2.

Info dan Peringkat Kategori: Tugas Sekolah > Panduan Belajar. dan Kuis Peringkat Tanggal diunggah: 05/19/2012 Hak Cipta: Attribution Non-commercial Tag: Dokumen ini tidak memiliki tag. Catatan. Tandai dokumen karena berisi materi yang tidak pantas Unduh dan cetak dokumen ini     Baca offline di penampil PDF Sunting dokumen ini dalam Adobe Acrobat. Microsoft Word.KIATTekanCtrl-F untuk mencari dengan cepat dibagian manapun dalam dokumen. Notepad Simpan sebuah salinan kalau-kalau versi ini dihapus dari Scribd Baca dan cetak tanpa iklan .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->