P. 1
Hardening Pada Baja Karbon Tinggi

Hardening Pada Baja Karbon Tinggi

|Views: 6|Likes:
Published by Cahya Hadi Winata

More info:

Published by: Cahya Hadi Winata on May 09, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/02/2014

pdf

text

original

http://supraba.blogspot.com/2011/05/hardening-pada-baja-karbon-tinggi.

html

Hardening pada baja karbon tinggi 13.25 | Author: Peraba Bahan-bahan pada saat sekarang khususnya logam semakin baik dan rumit, digunakan pada peralatan modern yang memerlukan bahan dengan kekuatan impak dan ketahanan fatigue yang tinggi disebabkan meningkatnya kecepatan putar dan pergerakan linear serta peningkatan frekwensi pembebanan pada komponen. Untuk mendapatkan kekuatan dari bahan tersebut dapat dilakukan dengan proses perlakuan panas. Perlakuan panas adalah suatu proses pemanasan dan pendinginan logam dalam keadaan padat untuk mengubah sifat-sifat fisis logam tersebut. Melalui perlakuan panas yang tepat, tegangan dalam dapat dihilangkan, besar butiran dapat diperbesar atau diperkecil, ketangguhan dapat ditingkatkan atau dapat dihasilkan suatu permukaan yang keras disekeliling inti yang ulet. Besi dan baja mempunyai kandungan unsur utama yang sama yaitu Fe, hanya kadar karbon lah yang membedakan besi dan baja, penggunaan besi dan baja dewasa ini sangat luas mulai dari perlatan yang sepele seperti jarum, peniti sampai dengan alat – alat dan 1.

mesin

berat.berikut Menurut

ini

disajikan komposisi

klasifikasi

baja

:

kimianya:

a. Baja karbon (carbon steel), dibagi menjadi tiga yaitu; machine, machinery dan mild steel Baja karbon rendah (low carbon steel) - 0,05 % - 0,30% C.Sifatnya mudah ditempa dan mudah di mesin. Penggunaannya: - 0,05 % - 0,20 % C : automobile bodies, buildings, pipes, chains, rivets, buildings.

screws,

nails.

- 0,20 % - 0,30 % C : gears, shafts, bolts, forgings, bridges, Baja karbon menengah (medium carbon steel)

dipotong. Medium alloy steel. boilers. knives. drawing Baja dies.50 % C : screws.0. Untuk menaikkan sifat mekanik baja (kekerasan. reamers. vise jaws.Sifatnya sulit dibengkokkan.0. 1.5 – 10 % 3. dilas dan dipotong. auger bits. jika elemen paduannya 2. Low alloy steel. crank pins. hammers. jika elemen paduannya > 10 % membuat sifat-sifat spesial Baja paduan yang diklasifikasikan menurut kadar karbonnya dibagi Kekerasan didefinisikan sebagai ketahanan sebuah benda (benda kerja) terhadap penetrasi/daya tembus dari bahan lain yang kebih keras penetrator). .5 % 2. blacksmiths hummers.0. dilas.0. Untuk menaikkan sifat mekanik pada temperatur rendah 3.60 % C : hammers dan sledges. steel) Tujuan dilakukan penambahan unsur yaitu: 1. tools for turning brass and wood. wire b. tables knives. kekuatan tarik dan sebagainya) 2. Untuk meningkatkan daya tahan terhadap reaksi kimia (oksidasi dan reduksi) Untuk menjadi: 1.50 % C : car axles. .0.Sifatnya sulit untuk dibengkokkan.40 % .50 % . Penggunaan: . tools for turning hard metals. Kekerasan meru-pakan suatu sifat dari bahan . drills. keliatan.- Kekuatan lebih tinggi daripada baja karbon rendah. rails. axles. tool steelBaja karbon tinggi (high carbon steel) . saws for cutting steel. • screwdrivers. High alloy steel. . jika elemen paduannya ≤ 2. paduan fine (alloy cutters.30 % . crankshafts.60 % Penggunaan screw drivers.40 % C : connecting rods.0. Kandungan 0.

bahwa Pengoptimalan ini mengingat waktu (lamanya) produksi. misalnya roda gigi. untuk lebih jelasnya silahkan melihat diagram fasa Fe-Fe3C . Langkah-langkah proses hardening adalah sebagai berikut : 1. Cairan Pendinginan. Faktor-faktor yang mempengaruhi hasil kekerasan dalam perlakuan panas antara lain. tujuanya adalah yang yang yang terjadi akan tergantung serta keras pada time temperatur dan laju pada bagian (temperatur autenitising). holding seberapa banyak dilakukan menjadi tebal tergantung mendapatkan struktur Austenite. dan lain-lain Proses hardening cukup banyak dipakai di Industri logam atau bengkelbengkel logam lainnya. Dalam kegiatan produksi. Langkah Perlakuan Panas. misalnya untuk pemanasan sampai suhu 8500. yang salah sifat Austenite adalah tidak stabil pada suhu di bawah Ac-1. Temperatur Pemanasan.Alat-alat permesinan atau komponen mesin banyak yang harus dikeraskan supaya tahan terhadap tusukan atau tekanan dan gesekan dari logam lain. melakukan pemanasan (heating) untuk baja karbon tinggi 200-300 diatas Ac-1 pada diagram Fe-Fe3C. pemakanan dan lain-lain serta kekerasan dapat dicapai sesuai kebutuhan dengan perlakuan panas. penarikan. menyelesaikan suatu produk adalah berpengaruh besar terhadap Hardening dilakukan untuk memperoleh sifat tahan aus yang tinggi. Komposisi kimia.sehingga dapat ditentukan struktur yang diinginkan. waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan suatu produksi adalah merupakan masalah yang sangat sering dipertimbangkan dalam Industri dan selalu dicari upaya-upaya dilakukan biaya untuk mengoptimalkannya. porosporos dan lain-lain yang banyak dipakai pada benda bergerak. kekuatan dan fatigue limit/ strength yang lebih baik.yang sebagian besar dipengaruhi oleh un-sur-unsur paduannya dan kekerasan suatu bahan tersebut dapat berubah bila dikerjakan dengan cold worked seperti pengerolan. Kekerasan yang dapat dicapai tergantung pada kadar karbon dalam baja dan kekerasan pemanasan pendinginan penampang hardenability.

Penahanan suhu (holding). Pendinginan. juga tergantung pada temperatur pema-nasannya. Juga diperlukan kom-binasi temperatur dan holding time yang tepat.5 menit per milimeter tebal benda. pendinginan secara menggunakan Tujuanya adalah untuk mendapatkan struktur martensite. Dianjurkan menggunakan 0. Karena martensite terbentuk dari fase Austenite yang didinginkan secara cepat. 3. semakin banyak unsur karbon. Untuk cepat proses dengan Hardening kita melakukan media air. tidak tergantung ukuran benda kerja. diperlukan holding time yang singkat. 15-30 menit. Biasanya dianjurkan menggunakan 0.Untuk mencegah terjadinya pertumbuhan butir holding time diambil hanya beberapa menit saja. Hal ini disebabkan karena atom karbon tidak sempat berdifusi keluar dan terjebak dalam struktur kristal dan membentuk struktur tetragonal yang ruang .15 menit setelah mencapai temperatur pemanasannya dianggap sudah memadai. Low Alloy Tool Steel Memerlukan holding time yang tepat. Pedoman untuk menentukan holding time dari berbagai jenis baja: • • • • • Baja Konstruksi dari Baja Karbon dan Baja Paduan Rendah Yang mengandung karbida yang mudah larut.5 menit permilimeter tebal benda dengan minimum 10 menit. High Speed Steel Memerlukan temperatur pemanasan yang sangat tinggi.maka struktur martensite yang terbentuk juga akan semakin banyak. Pada temperatur ini kemungkinan terjadinya pertumbuhan butir sangat besar. Holding time dilakukan untuk mendapatkan kekerasan maksimum dari suatu bahan pada proses hardening dengan menahan pada temperatur pengerasan untuk memperoleh pemanasan yang homogen sehingga struktur austenitnya homogen atau terjadi kelarutan karbida ke dalam austenit dan diffusi karbon dan unsur paduannya. baru akan larut pada 10000 C. Baja Konstruksi dari Baja Paduan Menengah Dianjurkan menggunakan holding time 15 -25 menit. High Alloy Chrome Steel Membutuhkan holding time yang paling panjang di antara semua baja perkakas. 1200-13000C. Hot-Work Tool Steel Mengandung karbida yang sulit larut. atau 10 sampai 30 menit. 5 . agar kekerasan yang diinginkan dapat tercapai. maksimum 1 jam. karena itu holding time harus dibatasi.2.

Hal ini disebabkan karena pada pengujian tarik beban yang bekerja adalah secara aksial yang berlawanan dengan arah dari tegangan dalam. Jadi dapat disimpulkan bahwa dengan proses hardening pada baja karbon tinggi akan meningkatkan kekerasanya. . maka efeknya terhadap kekuatan adalah sebagai berikut : • • Kekuatan impact (impact strength) akan turun karena dengan meningkatnya kekerasan. Dengan meningkatnya kekerasan. Karena pada pengujian impact beban yang bekerja adalah beban geser dalam satu arah .sehingga kekerasanya meningkat. maka tegangan dalamnya akan meningkat. maka tegangan dalam akan mengurangi kekuatan impact.kosong antar atomnya kecil. sehingga dengan naiknya kekerasan akan meningkatkan kekuatan tarik dari suatu material. Kekuatan tarik (tensile sterngth) akan meningkat.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->