P. 1
Ragam Bahasa Indonesia Ilmiah

Ragam Bahasa Indonesia Ilmiah

|Views: 191|Likes:
Published by Patricia Rodriguez
lo
lo

More info:

Published by: Patricia Rodriguez on May 09, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/26/2015

pdf

text

original

Bahasa Indonesia Ragam Ilmiah

Oleh: Musaffak

Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Malang 2012

Peta Konsep

Pengertian

Ciri BI Ragam Ilmiah
Bahasa Indonesia Ragam Ilmiah

Ciri BI Ragam Baku
Ciri BI Ragam Lisan Ciri BI Ragam Tulis

Pengertian

Ragam Bahasa adalah variasi bahasa menurut pemakaian yang berbeda-beda, menurut topik yang dibicarakan, menurut hubungan pembicara, lawan bicara, orang yang dibicarakan, serta menurut medium pembicaraan. Ragam Bahasa Indonesia ilmiah merupakan ragam bahasa Indonesia yang digunakan untuk kegiatan ilmiah oleh kelompok masyarakat terpelajar. Kegiatan ilmiah biasanya bersifat resmi. Sebagai kegiatan yang bersifat resmi, ragam bahasa Indonesia yang digunakan dalam kegiatan ini adalah ragam bahasa Indonesia baku. Jadi, ragam bahasa Indonesia ilmiah adalah ragam bahasa Indonesia baku yang digunakan untuk kegiatan ilmiah oleh kelompok masyarakat terpelajar.

Ciri BI Ragam Ilmiah
1. Penggunaan kalimat yang efektif Kalimat efektif adalah kalimat yang bentuknya singkat, namun mengandung pesan yang cukup padat dan jelas. Contoh: Saudara laki-laki ayah saya telah berangkat menuju ke Korea Selatan pada tanggal 20 bulan Mei tahun 2002. (TE) Paman saya telah berangkat ke Korea Selatan 20 April 2002. (E) 2. Penggunaan bentuk gramatik yang tidak bermakna ambigu. Contoh: Istri pegawai yang gemuk itu berasal dari Surabaya. Kalimat ini memiliki makna ambigu (ganda) sehingga dapat membingungkan orang yang membacanya. Pertama, yang gemuk adalah pegawai atau kedua, yang gemuk adalah isteri pegawai. Untuk menghindari ambiguitas makna, kalimat 1 dapat dirumuskan sebagai berikut. 1) Jika yang gemuk adalah isteri pegawai, maka dapat ditulis sebagai berikut. Istripegawai yang gemuk itu berasal dari Surabaya. Penggunaan tanda hubung (-) dapat memperjelas bahwa kedua kata itu (istri dan pegawai) merupakan satu kesatuan, sehingga kalimat itu bermakna yang gemuk adalah istri pegawai atau dapat pula dirumuskan sebagai berikut: Pegawai yang isterinya gemuk itu berasal dari Surabaya. 2) Jika yang gemuk adalah pegawainya, maka dapat dirumuskan sebagai berikut: Pegawai yang gemuk itu istrinya dari Surabaya.

3. Penggunaan kata dan istilah yang bermakna lugas/denotatif (tidak bermakna kias) dan menghindari penggunaan gaya bahasa. Ciri ini bertolak belakang dengan ciri bahasa Indonesia ragam sastra. Contoh: Kondisi kedua desa itu seperti bumi dengan langit. (K) Kondisi Kedua desa itu sangat berbeda. (L) 4. Setiap proposisi dan kalimat harus jelas dan harus tegas batas pemyataannya. Contoh batas pernyataan yang tidak jelas: (Contoh 1) Dalam dunia linguistik dikenal tiga herarkhi, yaitu: a. Hierarkhi Fonologikal Hierarkhi fonologikal adalah herarkhi linguistik yang mengkaji bahasa dalam lingkup bunyi secara umum, baik bunyi yang mendukung arti maupun bunyi yang tidak mendukung arti. b. Hierarkhi Gramatikal Hierarkhi gramatikal adalah hierarkhi linguistik yang mengkaji bahasa dalam lingkup pembentukan kata, frasa, klausa, kalimat, paragraf, monolog, dialog, percakapan, dan wacana. c. Hierarkhi Referensial Hierarkhi referensial adalah herarkhi linguistik yang mengkaji bahasa dalam lingkup makna leksikal, makna terminologis, makna tematik, dan makna interaktif

Seharusnya: Dalam dunia linguistik dikenal tiga hierarkhi, yaitu hierarkhi fonologiokal, hierarkhi gramatikal, dan hierarkhi referensial. a. Hierarkhi Fonologikal Hierarkhi fonologikal adalah hierarkhi linguistik yang mengkaji bahasa dalam lingkup bunyi bahasa secara umum, baik bunyi yang medukung arti maupun bunyi yang tidak mendukung arti. b. Hierarkhi Gramatikal Hierarkhi gramatikal adalah hierarkhi linguistik yang mengkaji bahasa dalam lingkup pembentukan kata frasa, klausa, kalimat, paragraf, monolog, dialog, percakapan, dan wacana. c. Hierarkhi Referensial Hierarkhi referensial adalah hierarkhi linguistik yang mengkaji bahasa dalam lingkup makna leksikal, makna terminologis, makna tematik, dan makna interaktif. Contoh lain: (Contoh 2) Tujuan penelitian ini adalah: a. Untuk mengetahui hubungan antara tingkat kesejahteraan keluarga dengan prestasi belajar siswa

b. Untuk mengetahui hubungan antara tingkat kesejahteraan keluarga dengan motivasi belajar siswa. c. Untuk mengetahui hubungan antara tingkat kesejahteraan keluarga, motivasi belajar, dan prestasi belajar siswa Seharusnya: Tujuan penelitian ini adalah: a. untuk mengetahui hubungan antara tingkat kesejahteraan keluarga dengan motivasi belajar siswa; b. untuk mengetahui hubungan antara tingkat kesejahteraan keluarga dengan prestasi belajar siswa; dan c. untuk mengetahui hubungan antara tingkat kesejahteraan keluarga, motivasi belajar, dan prestasi belajar siswa. Contoh lain lagi: (Contoh 3) Hasil penelitian merunjukkan bahwa: 1) Ada hubungan yang positif dan signifikan antara kesejahteraan keluarga dengan motivasi belajar siswa. 2) Ada hubungan yang positif dan signifikan antara kesejahteraan keluarga dengan prestasi belajar siswa. 3) Ada hubungan yang positif dan signifikan antara kesejahteraan keluarga, motivasi belajar, dan prestasi belajar siswa.

Seharusnya: Hasil panelitian menunjukkan bahwa: 1) ada hubungan yang positif dan signifkan antara kesejahteraan keluarga dan motivasi belajar siswa; 2) ada hubungan yaitu positif dan signifikan antara kesejahteraan keluarga dengan prestasi belajar siswa; dan 3) ada hubungan yang positif dan signifikan antara kesejahteraan keluarga, motivasi belajar, dan prestasi belajar siswa. 5. Adanya kohesi dan koherensi antarkalimat dan antarparagraf. Kohesi antarkalimat dalam suatu paragraf terjadi apabila semua kalimat-kalimat penjelas tidak ada yang menyimpang dari ide pokok, atau dengan kata lain kalimat-kalimat yang ada dalam paragraf itu semuanya mendukung ide pokok. Koherensi antarkalimat dalam suatu paragraf terjadi apabila kalimat-kalimat dalam paragraf itu satu sama lain saling berhubungan secara selaras.

Ciri BI Ragam Baku
1. Penggunaan awalan ber- dan me- secara eksplisit dan konsisten. Contoh: Pemerintah janji akan tingkatkan kesejahteraan para guru.(TB) Pemerintah berjanji akan meningkatkan kesejahteraan para guru. (B) Pengertian konsisten (taat asas) tidak diartikan bahwa semua kata kerja harus menggunakan ber- dan me-, akan tetapi harus dimaknai bahwa kata kerja yang memang berawalan ber- (misalnya berjanji) kapan pun dan dimanapun awalan tersebut tidak boleh ditanggalkan, dan kata kerja yang memang tidak berawalan berkapan pun dan di mana pun tidak boleh menggunakan awalan tersebut (misalnya duduk tidak boleh berduduk dan makan tidak boleh memakan). 2. Penggunaan kata tugas secara eksplisit dan konsisten. Contoh: Apa yang diperoleh sudah sesuai harapan. (TB) Apa yang diperoleh sudah sesuai dengan harapan. (B) 3. Penggunaan kata tugas yang sesuai dengan fungsinya. Contoh: Undangan sudah dikirimkan kepada alamat masing-masing. (TB) Undangan sudah dikirimkan ke alamat masing-masing. (B) 4. Penggunaan fungsi-fungsi gramatikal secara eksplisit dan konsisten. Contoh: Setiap diundang tidak pernah hadir. (TB) Setiap diundang ia tidak pernah hadir. (B)

5. Penggunaan struktur logika yang tidak rancu. Contoh: Waktu dan tempat kami persilakan. (TB) Bapak Dekan kami persilakan. (B) Waktu dan tempat kami serahkan. (B) 6. Penggunaan unsur-unsur gramatikal yang tidak redundan/berlebihan. Contoh: Kejujuran adalah merupakan syarat mutlak seorang pemmimpin. (TB) Kejujuran merupakan syarat mutlak seorang pemimpin. (B) PT Trikarsa Nusantara telah membangun sepuluh rumah-rumah. (TB) PT Trikarsa Nusantara telah membangun sepuluh rumah. (B) 7. Penggunaan bentuk gramatik yang tidak dipendekkan. Contoh: apabila (B) - bila (TB) tetapi (B) - tapi (TB) Bagaimana, begini? (B) - Gimana, gini? (TB) Sudah, begitu saja! (B) - Udah, gitu aja! (TB) 8. Menghindari unsur gramatikal dan leksikal daerah/dialek. Contoh: Perbedaannya sangat menyolok. (TB) Perbedaannya sangat mencolok. (B) Selamana ya wong cilik yang menjadi korban. (TB) Selamanya orang kecil yang menjadi korban. (B)

9. Penggunaan sapaan formal. Contoh: Kapan Saudara datang? (B) Kapan situ datang? (TB) 10. Penggunaan pola urutan aspek + pelaku + verba pada bentuk pasif berpelaku. Contoh: Barang-barang pesanannya akan saya kirim segera. (B) Barang-barang pesanannya saya akan kirim segera. (TB) 11. Penggunaan bentuk padu (sintetik). Contoh: Anaknya selalu membikin susah orang tua. (TB) Anaknya selalu menyusahkan orang tua. (B) 12. Penggunaan lafal baku untuk bahasa lisan dan penggunaan sistem tulis baku untuk bahasa tulis. Lafal baku adalah lafal yang tidak dikenali ciri kedaerahannya, sedangkan sistem tulis baku adalah sistem tulis yang mengikuti ketentuan yang diatur dalam Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan. Dalam bahasa Inggris lafal baku secara eksplisit dicantumkan pronounciationnya di belakang setiap kata di dalam kamus. Hal semacam itu tidak terjadi dalam kamus bahasa Indonesia. Atas dasar itu, lafal baku bahasa Indonesia didefinisikan secara mengambang, yakni ucapan atau lafal yang tidak dikenali lagi ciri kedaerahannya.

Ciri BI Ragam Lisan

 1) o o 2) o 3)

Ragam bahasa lisan adalah bahan yang dihasilkan alat ucap (organ of speech) dengan fonem sebagai unsur dasar. Dalam ragam lisan, kita berurusan dengan tata bahasa, kosakata, dan lafal. Dalam ragam bahasa lisan ini, pembicara dapat memanfaatkan tinggi rendah suara atau tekanan, air muka, gerak tangan atau isyarat untuk mengungkapkan ide. Bahasa lisan lebih ekspresif di mana mimik, intonasi, dan gerakan tubuh dapat bercampur menjadi satu untuk mendukung komunikasi yang dilakukan. Tidak baku: Kosakata lebih menekankan pada pilihan kata yang tidak baku. Contoh: Santoso ngebawa oleh-oleh. Makanan itu bikinan orang Jawa. Bentuk kata bahasa lisan cenderung tidak menggunakan imbuhan. Contoh: Ketika menjadi mahasiswa malas, kini setelah lulus malah nganggur. Kalimat cenderung tanpa unsur yang lengkap. Kejelasan kalimat dipengaruhi oleh unsur-unsur situasi ketika kalimat diucapkan. Isi kalimat dapat dimengerti tetapi struktur kalimat salah. Misalnya berupa anak kalimat, gabungan anak kalimat tanpa subjek, dan tanpa predikat. Contoh:

o 

1) 2) 3) 4) • 1) 2) 3)

4)
• 1)

2) 3)

Di UMM memiliki beberapa fakultas. (UMM memiliki beberapa fakultas.) Ciri-ciri ragam bahasa lisan, yaitu: memerlukan kehadiran orang lain; unsur gramatikal tidak dinyatakan secara lengkap; terikat ruang dan waktu; dan dipengaruhi oleh tinggi rendahnya suara. Ragam bahasa lisan meliputi: ragam bahasa cakapan (ragam bahasa yang digunakan saat berbicara dengan teman, berbicara dengan orang lain yang lebih muda atau berbicara tidak resmi); ragam bahasa pidato (ragam bahasa yang digunakan untuk berpidato); ragam bahasa kuliah (ragam bahasa yang digunakan saat perkuliahan, misalnya saat mahasiswa berbicara dengan dosen); dan ragam bahasa panggung (ragam bahasa yang digunakaan saat pentas untuk menghibur orang lain). Kelebihan bahasa lisan Lebih jelas karena pembicara menggunakan tekanan dan gerak anggota badan, sehingga pendengar lebih mudah mengerti. Pembicara dapat langsung melihat ekspresi pendengar. Lebih bebas dalam mengungkapkan sesuatu.

 1) 2)

3)

Kelemahan bahasa lisan Pembicara sering mengulang kalimat yang telah diucapkan. Pendengar belum tentu mendengar jelas apa yang dikatakan pembicara. Tidak semua orang bisa menyampaikan sesuatu dengan baik secara lisan.

Ciri BI Ragam Tulis

 a) •

a)

a) 

Ragam bahasa tulis adalah bahasa yang dihasilkan dengan memanfaatkan tulisan dengan huruf sebagai unsur dasarnya. Ragam ini menekankan penggunaan ragam bahasa baku, ejaan yang baku, kosakata yang baku, bentuk kata berimbuhan, dan kalimat yang lengkap. Contoh: Kosakata Dzikir Akbar merupakan salah satu rangkaian kegiatan Dies Maulidah UIN Malang. Bentuk kata Lukman sedang menulis skripsi guna memenuhi tugas akhir di UIN Maliki Malang. Khusnul Khotimah memasak sayur untuk korban bencana Lumpur Lapindo di Sidoarjo. Kalimat UB mengadakan seminar yang mengkaji bank nasional tahun 2011.

1) 2) 3) 4)  1) 2) 3) 4)  1) 2)  1) 2)

Ciri-ciri ragam bahasa tulis, yaitu: tidak memerlukan kehadiran orang lain; unsur gramatikal dinyatakan secara lengkap; tidak terikat ruang dan waktu; dan dipengaruhi oleh tanda baca atau ejaan. Ragam bahasa tulis meliputi: ragam bahasa teknis (ragam bahasa yang memperhatikan teknis atau cara penulisan); ragam bahasa undang-undang (ragam bahasa menggunakan bahasa yang resmi); ragam bahasa catatan (ragam bahasa yang singkat untuk mengingatkan sesuatu); ragam bahasa surat (ragam bahasa untuk menyampaikan suatu informasi). Kelebihan Informasi yang disajikan dapat dikemas di dalam media cetak. Dapat menambah kosa kata Kelemahan Tidak mampu menyajikan berita secara lugas, jernih dan jujur, jika harus mengikuti kaidah-kaidah bahasa yang dianggap cenderung miskin daya pikat dan nilai jual. Alat atau sarana yang memperjelas pengertian seperti bahasa lisan itu tidak ada akibatnya bahasa tulisan harus disusun lebih sempurna.

*** Terima Kasih ***

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->