P. 1
Inseminasi Buatan

Inseminasi Buatan

|Views: 177|Likes:
Published by Andri Adi Mustika
inseminasi
inseminasi

More info:

Published by: Andri Adi Mustika on May 09, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/21/2013

pdf

text

original

Makalah MK: Filsafat dan Bioetika

INSEMINASI BUATAN (DONOR SPERMA ATAU OVUM) PADA MANUSIA

OLEH:

KELOMPOK 7 SUHAEDIR BACHTIAR RAHMA AMRI

JURUSAN BIOLOGI PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR 2011

1

Inseminasi buatan adalah konsepsi (pembuahan) terhadap sel telur oleh sperma hasil para donor yang disimpan di laboratorium (Agustinus. Pada mulanya program pelayanan ini bertujuan untuk menolong pasangan suami istri yang tidak mungkin memiliki keturunan secara alamiah disebabkan tuba falopii istrinya mengalami kerusakan yang permanen. Awal berkembangnya inseminasi buatan bermula dari ditemukannya teknik pengawetan sperma. 2008). 2008). namun juga sangat rentan terhadap penyalahgunaan dan kesalahan etika bila dilakukan oleh orang yang tidak beragama. dan lain-lain. pertama kali berhasil dipraktekkan pada tahun 1970. Banyak faktor tentunya yang menyebabkan suatu pasangan suami isteri tidak kunjung mendapatkan turunan. misalnya gagal rahim. inseminasi buatan. Namun kemudian mulai ada perkembangan dimana kemudian program ini diterapkan pula pada pasutri yang memiliki penyakit atau kelainan lainnya yang menyebabkan tidak dimungkinkan untuk memperoleh keturunan(Anonim. etika dan hukum yang berlaku di masyarakat(Anonim. Setiap pasangan suami isteri pasti mengharapkan hadirnya seorang atau beberapa orang anak sebagai buah hati perkawinan mereka. dan bayi tabung. Sehingga meskipun memiliki daya guna tinggi. Teknologi inseminasi buatan merupakan hasil terapan sains modern yang pada prinsipnya bersifat netral sebagai bentuk kemajuan ilmu kedokteran dan biologi. Oleh karena itu kaedah dan ketentuan syariah merupakan pemandu etika dalam penggunaan teknologi ini sebab penggunaan dan penerapan teknologi belum tentu sesuai menurut agama. Latar Belakang Inseminasi buatan pada manusia sebagai suatu teknologi reproduksi berupa teknik menempatkan sperma di dalam vagina wanita. beriman dan beretika sehingga sangat potensial berdampak negatif dan fatal. Banyak pula pasangan perkawinan menempuh berbagai cara untuk mendapatkan anak. adopsi.Namun tidak jarang sebuah perkawinan tak kunjung mendapatkan sesosok anak yang diidam-idamkan selama perkawinan. 2009). 2 .BAB I PENDAHULUAN A. Sperma bisa bertahan hidup lama bila dibungkus dalam gliserol yang dibenamkan dalam cairan nitrogen pada temperatur -321 derajat Fahrenheit. mandul. Misalnya.

ibu titipan dan seleksi jenis kelamin anak. 2009). karena dipandang tak bermoral dan bertentangan dengan harkat manusia. Hal ini sesuai dengan kaidah ‗al hajatu tanzilu manzilah al dharurat‘(Anonim. bayi tabung. mengenai hukum inseminasi buatan dan bayi tabung pada manusia harus diklasifikasikan persoalannya secara jelas. dr. Bila dilakukan dengan sperma atau ovum suami isteri sendiri. Dengan demikian. 3 . Ia menghimbau masyarakat Indonesia dapat memahami dan menerima bayi tabung dengan syarat sel sperma dan ovumnya berasal dari suami-isteri sendiri. Masalah inseminasi buatan ini sejak tahun 1980-an telah banyak dibicarakan di kalangan Islam. Mantan Ketua IDI. baik dengan cara mengambil sperma suami kemudian disuntikkan ke dalam vagina. padahal Islam sangat menjada kesucian/kehormatan kelamin dan kemurnian nasab. untuk mendapatkan keturunan atau yang mengalami gangguan pembuahan normal. baik keduanya maupun salah satunya. karena nasab itu ada kaitannya dengan kemahraman dan kewarisan dan bertentangan dengan sunnatullah atau hukum alam. baik di tingkat nasional maupun internasional. Lembaga Fiqih Islam Organisasi Konferensi Islam (OKI) dalam sidangnya di Amman tahun 1986 mengharamkan bayi tabung dengan sperma donor atau ovum. Vatikan secara resmi tahun 1987 telah mengecam keras pembuahan buatan. Misalnya Majlis Tarjih Muhammadiyah dalam Muktamarnya tahun 1980. tuba palupi atau uterus isteri. Maslahah yang dibawa inseminasi buatan ialah membantu suami-isteri yang mandul. antara lain berupa: percampuran nasab. kemudian buahnya ditanam di dalam rahim istri. asal keadaan suami isteri tersebut benar-benar memerlukan inseminasi buatan untuk membantu pasangan suami isteri tersebut memperoleh keturunan. Namun mudharat dan mafsadahnya jauh lebih besar. Kartono Muhammad juga pernah melemparkan masalah inseminasi buatan dan bayi tabung.Sebagaimana kita ketahui bahwa inseminasi buatan pada manusia dengan donor sperma dan/atau ovum lebih banyak mendatangkan mudharat daripada maslahah. dan membolehkan pembuahan buatan dengan sel sperma suami dan ovum dari isteri sendiri. maka hal ini dibolehkan. maupun dengan cara pembuahannya di luar rahim. mengharamkan bayi tabung dengan sperma donor sebagaimana diangkat oleh Panji Masyarakat edisi nomor 514 tanggal 1 September 1986.

Manfaat Penulisan 1. Bagaimanakah penggolongan macam –macam inseminasi buatan ? 3. Untuk mengetahui tehnik-tehnik inseminasi buatan 4. Rumusan Masalah Adapun Rumusan Masalah dalam makalah ini adalah : 1. Apakah pengertian dari inseminasai buatan ? 2. Bagaimanakah tehnik-tehnik inseminasi buatan ? 4. Dapat mengetahui pengertian inseminasi buatan 2. Untuk mengetahui penggolongan macama-macam inseminasi buatan 3. Untuk mengetahui hukum inseminasi buatan menurut etika dalam kehidupan D. 4 .B. Dapat mengetahui tehnik-tehnik inseminasi buatan 4. Untuk mengetahui pengertian dari inseminasai buatan 2. Tujuan Penulisan 1. Bagaimanakah hukum inseminasi buatan menurut etika dalam kehidupan ? C. Apakah alasan dilakukannnya inseminasi buatan ? 5. Untuk mengetahui alasan dilakukannnya inseminasi buatan 5. Dapat mengetahui alas an dilakukannya inseminasi buatan 5. Dapat mengetahui penggolongan macam-macam inseminasi buatan 3. Dapat mengetahui hokum inseminasi buatan menurut etika dalam kehidupan.

Macam-macam inseminasi buatan Inseminasi yang dilakukan kepada manusia dapat digolongkan kedalam 2 jenis. Inseminasi pembuatan donor (IBD) : biasanya dilakukan pada suami isteri yang infertile (tidak subur). Teknik tersebut antara lain sebagai berikut: 1) Teknik IUI (Intrauterine Insemination) Teknik IUI dilakukan dengan cara sperma diinjeksikan melalui leher rahim hingga ke lubang uterine (rahim). IBH dilakukan dengan menggunakan sperma dari suami sendiri. 2) Teknik DIPI (Direct Intraperitoneal Insemination) Teknik DIPI telah dilakukan sejak awal tahun 1986. misalnya karena suami mengalami kelainan sperma. Yaitu sperma yang telah diambil dengan alat tertentu dari seorang suami kemudian disuntikkan ke dalam rahim isteri sehingga terjadi pembuahan dan kehamilan(Fathurin. 2008). Tehnik tehnik yang digunakan dalam inseminasi buatan Ada dua teknik yang dapat digunakan dalam pelaksanaan prosedur inseminasi buatan yang saat ini disebut dengan bayi tabung. Teknik DIPI dilakukan dengan cara sperma diinjeksikan langsung ke peritoneal (rongga peritoneum). teknik Inseminasi Buatan relatif lebih sederhana. Jadi inseminasi buatan adalah memasukkan atau penyampaian semen ke dalam saluran kelamin wanita dengan menggunakan alat-alat buatan manusia dan bukan secara alami agar terjadi pembuahan(Anonim. Hari ini dilakukan mungkin karena suami tidak mampu melakukan senggama. Atau Inseminasi buatan ialah pembuahan pada manusia tanpa melalui senggama (sexual intercourse). 2008).bukan suami (Anonim. Pengertian Inseminasi Buatan Inseminasi buatan adalah terjemahan dari artificial insemination. C. Inseminasi buatan homolog (IBH) : syarat untuk melaksanakannya adalah tidak adanya gangguan fertilitas pada pihak isteri dana disetujui oleh suami isteri. Artificial berarti pembuahan sedangkan insemination adalah berasal dari kata latin. Teknik IUI dan DIPI 5 .2009). Berbeda dengan IBH. sperma dalam pelaksanaan IBD diambil dari orang lain . yaitu: a. B. b. inseminatus artinya pemasukan atau penyampaian.BAB II PEMBAHASAN A.

2008). ginjal. yang secara sengaja mendonorkan 6 . down sindrom. Penyebab dari munculnya cacat bawaan adalah kesalahan prosedur injeksi sperma ke dalam sel telur. 2008). orang yang mendapatkan perlakuan inseminasi tersebut harus dalam posisi terlentang selama 10–15 menit (Anonim. dan setelah dicampur terjadi pembuahan. Ada beberapa teknik inseminasi buatan yang telah dikembangkan dalam dunia kedokteran. Bank sperma atau dikenal juga dengan nama cryobank adalah suatu lembaga atau badan yang mengumpulkan dan menyimpan sperma dari seorang pria spermanya(Widiati. dengan cara ini resiko mendapatkan sel sperma yang secara genetik tidak sehat menjadi cukup besar. Keberhasilan inseminasi buatan tergantung tenaga ahli di labolatorium. terbukanya kanal tulang belakang. Gamet Intra Felopian Tuba (GIFT) dengan cara mengambil sperma suami dan ovum istri. bayi dari hasil inseminasi buatan dapat memiliki resiko cacat bawaan lebih besar daripada dibandingkan pada bayi normal. walaupun prosedurnya sudah benar. dimana salah satu ujungnya sebagai tempat untuk memasukkan/menyalurkan sperma dan ujung yang lain dimasukkan ke dalam saluran leher rahim untuk teknik IUI. Fertilazation in Vitro (FIV) dengan cara mengambil sperma suami dan ovum istri kemudian diproses di vitro (tabung). Cacat bawaan yang paling sering muncul antara lain bibir sumbing. Kedua. dan setelah terjadi pembuahan. lalu ditransfer di rahim istri. Jumlah sperma yang disalurkan/diinjeksikan kurang lebih sebanyak 0. Hal ini bisa terjadi karena satu sel sperma yang dipilih untuk digunakan pada inseminasi buatan belum tentu sehat. sebab sperma hanya bisa membuahi ovum di tuba palupi setelah terjadi ejakulasi melalui hubungan seksual. maka segera ditanam di saluran telur (tuba palupi) Teknik kedua ini terlihat lebih alamiah. dan kelenjar pankreas. sedangkan untuk teknik DIPI dimasukkan ke dalam peritoneal. Setelah inseminasi selesai dilakukan.dilakukan dengan menggunakan alat yang disebut bivalve speculum.5–2 ml. yaitu suatu alat yang berbentuk seperti selang dan mempunyai 2 cabang. antara lain adalah: Pertama. Aplikasi Pembekuan Sperma Salah satu aplikasi dari proses pembekuan sperma adalah bank sperma. kegagalan jantung.

pestisida. leukemia. 7 . yang dapat meracuni sperma. c. seperti operasi usus besar. Contohnya adalah kanker testikel. f. Mengalami gangguan kesehatan yang diturunkan. Seseorang yang akan melakukan suatu perawatan medis yang dapat mempengaruhi testis. diabetes. penyakit Hodgkin’s. e. ataupun gangguan kesehatan yang mengakibatkan seorang pria harus melakukan perawatan yang menyebabkan penurunan jumlah dan fungsi dari sperma. Alasan dilakukannya inseminasi buatan Inseminasi buatan biasanya dilakukan dengan beberapa alasan. dimana resiko kematian atau kemungkinan terdedah terhadap lingkungan berbahaya. Adapun alasan dilakukan inseminasi karena wanita memiliki kelainan : (1) kerusakan pada saluran telurnya (2) lendir rahim isteri yang tidak normal (3) adanya gangguan kekebalan dimana terdapat zat anti terhadap sperma di tubuh isteri.Sedangkan pada laki laki teknik ini diperuntukkan bagi mereka yang pada umumnya memiliki kelainan mutu sperma yang kurang baik. 2008). prostat. atau kemampuan untuk ejakulasi. b. GIFT). ataupun mutasi genetik. Seseorang yang akan melakukan vasectomy. Sperma yang dimiliki jumlahnya sedikit. seperti oligospermia atau jumlah sperma yang sangat sedikit sehingga secara alamiah sulit diharapkan terjadinya pembuahan(Anonim. impoten.Menjadi pendonor dengan cara pengawetan beku sperma dapat dilakukan untuk membantu pria yang mengalami hal-hal sebagai berikut : a. d. Berpotensi untuk terkena disfungsi sperma akibat lingkungan. dan multiple sclerosis. (4) tidak hamil juga setelah dilakukan bedah saluran telur atau seteleh dilakukan pengobatan endometriosis (5) sindroma LUV (Luteinized Unruptured Follicle) atau tidak pecahnya gelembung cairan yang berisi sel telur (6) sebab-sebab lainnya yang belum diketahui. IUI. dan bahan kimia lain yang dapat mempengaruhi fungsi dan kemampuan genetic dari sperma. seperti radiasi. D. Misalnya adalah seorang tentara yang telah menikah. Bemaksud untuk melakukan inseminasi buatan (IVF. ICSI.

Rasulullah menyatakan yang artinya : Tidak ada dosa lebih berat dari perbuatan syirik (menyekutukan Tuhan) melainkan dosa seseorang yang mentransplantasikan “benih” kepada rahim wanita yang tidak halal baginya. [QS. pasal 8 (f) tentang larangan perkawinan antara dua orang karena agama melarangnya. 1 tahun 1974. 2009).E. Adapun mengenai status anak hasil inseminasi buatan dengan donor sperma dan/atau ovum menurut hukum Islam adalah tidak sah dan statusnya sama dengan anak hasil prostitusi atau hubungan perzinaan. terlihat bagaimana peranan agama yang cukup dominan dalam pengesahan sesuatu yang berkaitan dengan perkawinan. Hukum Inseminasi Buatan Inseminasi buatan menjadi permasalahan hukum dan etis moral bila sperma/sel telur datang dari pasangan keluarga yang sah dalam hubungan pernikahan. maka para ulama dalam hal ini menolaknya karena bertentangan dengan maksud ayat Al-Qur‘an : Dan janganlah kalian menjatuhkan dirimu sendiri dalam kebinasaan. dll. kalau kita perhatikan pasal dan ayat lain dalam UU Perkawinan ini. Pertama. al-fâ?isyah) dan kedua. Dalam hal pihak ketiga merupakan isteri sah. karena tidak sesuai dengan konstitusi dan hukum yang berlaku. Namun. Hal ini pun dapat menjadi masalah bila yang menjadi bahan pembuahan tersebut diambil dari orang yang telah meninggal dunia(Qardhawi. ―tindakan melacur‖ (al-fujûr. Secara filosofis larangan zina itu didasarkan atas dua hal. Misalnya pasal 2 ayat 1 (sahnya perkawinan). akibat tindakan itu dapat menyebabkan kaburnya keturunan (ikhtilâth al-ansâb). antara lain Surat Al-Isrâ [17] : 32). Alasan syar‘i tentang haramnya keterlibatan (benih atau rahim) pihak ketiga tersebut merujuk kepada maksud larangan berbuat zina (lihat al-Qur‘an. Dan kalau kita bandingkan dengan bunyi pasal 42 UU Perkawinan No. 8 . Al-Baqarah (2) : 195 ]. ―anak yang sah adalah anak yang dilahirkan dalam atau sebagai akibat perkawinan yang sah‖ maka tampaknya memberi pengertian bahwa anak hasil inseminasi buatan dengan donor itu dapat dipandang sebagai anak yang sah. lagi pula negara kita tidak mengizinkan inseminasi buatan dengan donor sperma dan/atau ovum.

Dalil lain untuk syarat kehalalan inseminasi buatan bagi manusia harus berasal dari ssperma dan ovum pasangan yang sah menurut syariah adalah kaidah hukum fiqih yang mengatakan ―dar‘ul mafsadah muqaddam ‗ala jalbil mashlahah‖ (menghindari mafsadah atau mudharat) harus didahulukan daripada mencari atau menarik maslahah/kebaikan. Menurut hemat penulis. Sedangkan Zufar tidak membolehkan. maka sudah seharusnya manusia bisa menghormati martabatnya sendiri serta menghormati martabat sesama manusia.2008). anak hasil inseminasi itu tidak sah dan nasabnya hanya berhubungan dengan ibu yang melahirkannya. Karena itu. kita tidak bisa memperoleh fatwa hukumnya dari mereka (Anonim. ―tidak halal bagi seseorang yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir menyiramkan airnya (sperma) pada tanaman orang lain (istri orang lain). 2009). firman Allah SWT dalam surat al-Isra:70 dan At-Tin:4. Abu Daud. Berdasarkan hadits tersebut para ulama sepakat mengharamkan seseorang melakukan hubungan seksual dengan wanita hamil dari istri orang lain. asalkan tidak melakukan senggama sebelum kandungannya lahir. Pada saat para imam mazhab masih hidup. Tetapi mereka berbeda pendapat apakah sah atau tidak mengawini wanita hamil. Menurut Abu Hanifah boleh. masalah inseminasi buatan belum timbul.‖ (HR. 9 . dalil-dalil syar‘i yang dapat dijadikan landasan menetapkan hukum haram inseminasi buatan dengan donor ialah: Pertama. Sebagai akibat hukumnya. Dalam hal ini inseminasi buatan dengan donor itu pada hakikatnya dapat merendahkan harkat manusia sejajar dengan tumbuh-tumbuhan dan hewan yang diinseminasi(Anonim. Kedua ayat tersebuti menunjukkan bahwa manusia diciptakan oleh Tuhan sebagai makhluk yang mempunyai kelebihan/keistimewaan sehingga melebihi makhluk-makhluk Tuhan lainnya. Dan Tuhan sendiri berkenan memuliakan manusia.Kalau inseminasi buatan itu dilakukan dengan bantuan donor sperma dan ovum. maka diharamkan dan hukumnya sama dengan zina. hadits Nabi Saw yang mengatakan. Tirmidzi dan dipandang Shahih oleh Ibnu Hibban). Kedua.

Pada saat para imam mazhab masih hidup. kalau masalah ini hendak dikaji menurut Hukum Islam.Pandangan Islam dan Hukum yang Terkait tentang Inseminasi Buatan Masalah inseminasi buatan ini menurut pandangan Islam termasuk masalah kontemporer ijtihadiah. agama dan etika. ―tidak halal bagi seseorang yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir menyiramkan airnya (sperma) pada tanaman orang lain (istri orang lain). Tetapi mereka berbeda pendapat apakah sah atau tidak mengawini wanita hamil. Menurut Abu Hanifah boleh. Misalnya ahli kedokteran. agar dapat diperoleh kesimpulan hukum yang benar-benar proporsional dan mendasar. agar dapat ditemukan hukumnya yang sesuai dengan prinsip dan jiwa Al-Qur‘an dan As-Sunnah yang merupakan sumber pokok hukum Islam. hukum. maka harus dikaji dengan memakai metode ijtihad yang lazimnya dipakai oleh para ahli ijtihad (mujtahidin). Juga bisa berarti benda cair atau sperma seperti dalam An-Nur:45 dan Al-Thariq:6.‖ (HR. Tirmidzi dan dipandang Shahih oleh Ibnu Hibban). 10 . Namun. masalah inseminasi buatan belum timbul. biologi. kajian masalah inseminasi buatan ini sebaiknya menggunakan pendekatan multi disipliner oleh para ulama dan cendikiawan muslim dari berbagai disiplin ilmu yang relevan. karena kata maa‘ dalam bahasa Arab bisa berarti air hujan atau air secara umum. Hadits ini juga dapat dijadikan dalil untuk mengharamkan inseminasi buatan pada manusia dengan donor sperma dan/atau ovum. Sedangkan Zufar tidak membolehkan. Dalil-dalil syar‘i yang dapat dijadikan landasan menetapkan hukum haram inseminasi buatan dengan donor ialah: Hadits Nabi Saw yang mengatakan. Karena itu. asalkan tidak melakukan senggama sebelum kandungannya lahir. kita tidak bisa memperoleh fatwa hukumnya dari mereka. Karena itu. seperti dalam Thaha:53. karena tidak terdapat hukumnya seara spesifik di dalam AlQur‘an dan As-Sunnah bahkan dalam kajian fiqih klasik sekalipun. peternakan. Abu Daud. Berdasarkan hadits tersebut para ulama sepakat mengharamkan seseorang melakukan hubungan seksual dengan wanita hamil dari istri orang lain.

4. Karena tidak dijumpai ayat dan hadits yang secara eksplisit melarang inseminasi buatan pada hewan.‖ Oleh karena itu. percampuran nasab. antara lain berupa: 1. kalian lebih tahu tentang urusan dunia kalian. Qiyas (analogi) dengan kasus penyerbukan kurma Setelah Nabi Saw hijrah ke Madinah. baik keduanya maupun salah satunya. 6. terutama bagi bayi tabung lewat ibu titipan yang menyerahkan bayinya kepada pasangan suami-isteri yang 11 . Lalu Nabi menyarankan agar tidak usah melakukan itu. Maslahah yang dibawa inseminasi buatan ialah membantu suami-isteri yang mandul. Kehadiran anak hasil inseminasi bisa menjadi sumber konflik dalam rumah tanggal. kalau inseminasi buatan pada tumbuh-tumbuhan diperbolehkan. karena keduanya sama-sama diciptakan oleh Tuhan untuk kesejahteraan umat manusia. Namun mudharat dan mafsadahnya jauh lebih besar. beliau melihat penduduk Madinah melakukan pembuahan buatan (penyilangan/perkawinan) pada pohon kurma. padahal Islam sangat menjada kesucian/kehormatan kelamin dan kemurnian nasab. Kaidah hukum fiqih Islam ―al-ashlu fil asya‘ al-ibahah hatta yadulla dalil ‗ala tahrimihi‖ (pada dasarnya segala sesuatu itu boleh. Sebagaimana kita ketahui bahwa inseminasi buatan pada manusia dengan donor sperma dan/atau ovum lebih banyak mendatangkan mudharat daripada maslahah. 3. (QS. beliau berpesan : ―lakukanlah pembuahan buatan. Bertentangan dengan sunnatullah atau hukum alam. untuk mendapatkan keturunan atau yang mengalami gangguan pembuahan normal. 5. maka berarti hukumnya mubah. kemudian ternyata buahnya banyak yang rusak. karena nasab itu ada kaitannya dengan kemahraman dan kewarisan. Bayi tabung lahir tanpa melalui proses kasih sayang yang alami. sampai ada dalil yang jelas melarangnya). Qaaf:9-11 dan An-Nahl:5-8) 2. Inseminasi pada hakikatnya sama dengan prostitusi. kiranya inseminasi buatan pada hewan juga dibenarkan. Anak hasil inseminasi lebih banyak unsur negatifnya daripada anak adopsi.Dasar hukum pembolehan inseminasi buatan ialah : 1. karena terjadi percampuran sperma pria dengan ovum wanita tanpa perkawinan yang sah. Setelah hal itu dilaporkan pada Nabi. 2.

kemudian buahnya (vertilized ovum) ditanam di dalam rahim istri. asal keadaan suami-istri yang bersangkutan benarbenar memerlukan cara inseminasi buatan untuk memperoleh keturunan. Kloning atau bayi tabung. suami-istri tidak berhasil memperoleh anak (baca. Hal ini sesuai dengan kaidah hukum fiqih ―Alhajatu Tanzilu Manzilatad Dhorurati Wad-Dhorurotu Tubihul Mahdzurot‖. dengan alasan bahwa dengan cara pembuahan alami. (QS.masail fiqhiyah). Luqman:14 dan Al-Ahqaf:14). tidak terjalin hubungan keibuan secara alami.punya benihnya sesuai dengan kontrak. maupun dengan cara pembuahan dilakukan di luar rahim. 12 . baik dengan cara mengambil sperma suami. maka Islam membolehkan. kemudian disuntikkan ke dalam vagina atau uterus istri. apabila dilakukan dengan sel sperma dan ovum suamiistri yang sah tanpa mentransfer embrio ke dalam rahim wanita lain — termasuk istrinya sendiri yang lain (bagi yang berpoligami )— .

Inseminasi yang dilakukan kepada manusia dapat digolongkan kedalam 2 jenis. Inseminasi buatan adalah memasukkan atau penyampaian semen ke dalam saluran kelamin wanita dengan menggunakan alat-alat buatan manusia dan bukan secara alami agar terjadi pembuahan. Inseminasi pembuatan donor (IBD) 3. Saran Disampaikan kepada seluruh masayarakat agar tidak melakukan inseminasi buatan karena hukumnya haram. Gamet Intra Felopian Tuba (GIFT) dengan cara mengambil sperma suami dan ovum istri. 5. Fertilazation in Vitro (FIV) dengan cara mengambil sperma suami dan ovum istri kemudian diproses di vitro (tabung). Adapun alasan dilakukan inseminasi karena wanita memiliki kelainan : (1) kerusakan pada saluran telurnya (2) lendir rahim isteri yang tidak normal (3) adanya gangguan kekebalan dimana terdapat zat anti terhadap sperma di tubuh isteri. dan setelah dicampur terjadi pembuahan. 4. Inseminasi buatan homolog (IBH) b. Ada beberapa teknik inseminasi buatan yang telah dikembangkan dalam dunia kedokteran. yaitu: a. 6. 2. 13 . antara lain adalah: Pertama. Salah satu aplikasi dari proses pembekuan sperma adalah bank sperma. lalu ditransfer di rahim istri. Kedua. maka segera ditanam di saluran telur (tuba palupi).BAB III PENUTUP A. karena tidak sesuai dengan konstitusi dan hukum yang berlaku. B. Kesimpulan 1. Negara kita tidak mengizinkan inseminasi buatan dengan donor sperma dan/atau ovum. Bank sperma atau dikenal juga dengan nama cryobank adalah suatu lembaga atau badan yang mengumpulkan dan menyimpan sperma dari seorang pria yang secara sengaja mendonorkan. dan setelah terjadi pembuahan.

Widiati.blogspot. 2009. Tradisi-tradisi dalam Ilmu Komunikasi // Al-Khawârizmy (780 – 848 M. Diakses Tanggal 02 Januari 2010. Fathurin. http://eramuslim.html.com/konsultasi/fikihkontemporer/hukum-bayi-tabung.multiply. http://www. Anonim. Diakses Tanggal 06 Januari 2009.htm.org/index. Hukum Bayi Tabung . Qardhawi. Hukum Bayi Tabung . Anonim.com/?p=85.php?lihat=detil&kajian_id=24811. 2008.2008. http://shohwatulislam.syariahonline. 2008. Diakses Tanggal 04 Januari 2010. Menanggapi Inseminasi Sperma.com/2009/06/inseminasibuatan-adalah-terjemahan. Pengawetan Beku (Cryopreservation) Sperma Manusia. 2009. Diakses Tanggal 06 Januari 2010. Diakses Tanggal 05 Januari 2009. Inseminasi Buatan.php/augus/106inseminasi.fathurinzen.glorianet. 2009. http://www.com/kajian. http://nsrhee.DAFTAR PUSTAKA Anonim. 2009. Bayi Tabung dan Inseminasi Buatan. Diakses Tanggal 06 Januari 2009.) http://www. Bandung : Program Studi Biologi Sekolah Ilmu Dan Teknologi Hayati Institut Teknologi Bandung. Agustinus .com/journal/item/16. 14 . Inseminasi Buatan .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->