P. 1
Makalah Tahap anak2

Makalah Tahap anak2

|Views: 16|Likes:
Published by Andri Adi Mustika
perkembangan anak
perkembangan anak

More info:

Published by: Andri Adi Mustika on May 09, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/06/2014

pdf

text

original

Makalah Tahap-tahap pengembangan menurut piaget

Published by admin on April 6, 2011 | 0 Comment tahap pengembangan menutu piaget Menurut Piaget, perkembangan kognitif mempunyai empat aspek, yaitu 1) kematangan, sebagai hasil perkembangan susunan syaraf; 2) pengalaman, yaitu hubungan timbal balik antara orgnisme dengan dunianya; 3) interaksi social, yaitu pengaruh-pengaruh yang diperoleh dalam hubungannya dengan lingkungan social, dan 4) ekullibrasi, yaitu adanya kemampuan atau system mengatur dalam diri organisme agar dia selalu mempau mempertahankan keseimbangan dan penyesuaian diri terhadap lingkungannya.System yang mengatur dari dalam mempunyai dua factor, yaitu skema dan adaptasi. Skema berhubungan dengan pola tingkah laku yang teratur yang diperhatikan oleh organisma yang merupakan akumulasi dari tingkah laku yang sederhana hingga yang kompleks. Sedangkan adaptasi adalah fungsi penyesuaian terhadap lingkungan yang terdiri atas proses asimilasi dan akomodasi PROSES KOGNITIF PIAGET Ø Skema à kerangka kognitif / kerangka referensi Ø Asimilasi àproses sso memasukkan pengetahuan baru ke dalam pengetahuan yg sudah ada Ø Akomodasi àmenyesuaikan diri dengan infomasi yg baru Ø Organisasi à mengelompokkan perilaku/ konsep kedalam kelompok2 yg terpisah ke dalm sistem kognitif yang lebih tertib, lancar; dengan menggunakan kategori2 à meningkatkan LTM Ø Ekulibirasi à bergerak dari satu tahap ke tahap yg lain à rawan konflik dalam usahanya memahami unia (dsekulibium). Jika berhasil akan mendapatkan keseimbangan pemikiran Jean Piaget menekankan bahwa anak-anak membangun secara aktif dunia kognitif mereka; informasi tidak sekadar dituangkan ke dalam pikiran mereka dari lingkungan. Seorang anak melalui serangkaian tahap pemikiran dari masa bayi hingga masa dewasa. Tahap-tahap perkembangan Piaget : F Tahap sensorimotorik (0-2 tahun) F Tahap praoperasional (2-7 tahun)

Urutan ini tidak berubah – ubah. Berlangsung pada usia 0 – 2 tahun. anak membentuk gambaran mental. 4. dapat meniru tindakan orang lain yang telah lalu dan merancang arti baru dari pemecahan persoalan dengan menggabungkan skema yang didapat sebelumnya dengan pengetahuan secara mental. 5. Periode 1: refleks (0 – 1 bulan) Periode 2: kebiasaan (1 – 4 bulan) Periode 3: reproduksi (4 – 8 bulan) Periode 4: koordinasi skemata (8 – 12 bulan) Periode 5: eksperimen (12 – 18 bulan) . Tahap Praoperasional (18 bln sampai 7 tahun).F Tahap operasi konkret (7-11 tahun) F Tahap operasi formal (mulai 11 atau 12 tahun) TAHAPAN PERKEMBANGAN PIAGET Kemauan dalam kemampuan kognitif dianggap bertahap dan teratur selama masa kanak-kanak. Dimulai dengan tindakan yang terutama berbentuk reaksi refleks. 2. Dalam periode singkat dari 18 bulan atau 2 tahun ―anak itu telah mengubah dirinya dari organisme yang sama sekali tergantung pada sifat refeleks bawaan lainnya menjadi orang yang mampu berpikir secara simbolik‖ o Tahap Sensorimotorik 1. Perkembangan mental ditandai oleh kemajuan yang pesat dalam kemampuan bayi mengorganisasikan & mengkoordinasikan sensasi melalui gerakan2 dan tindakan2 fisik. yaitu : Tahap Sensorimotor (0-18 bulan). Tahap Operasional Konkret (7-12 tahun) dan Tahap Operasional Formal (12 tahun dan seterusnya). n Tahap sensorimotorik terbagi 6 periode 1. Dalam tahap terakhir dari periode sensori motor. 2. 3. sehingga tiap-tiap anak normal akan melalui tahap-tahap ini dalam urutan yang sama 1. Tahap Sensorimotor Pertumbuhan kognitif didasarkan pada tindakan panca indera dan motorik. tetapi Piaget menggambarkan urutan dari 4 tahap kualitatif tertentu.

pasar-pasaran. Ciri-ciri sensorimotor Didasarkan tindakan praktis. bukan refleksi.6. . Contoh: anak bermain kue-kuean sendiri. Periode 6: representasi (18 – 24 bulan) n 1. q Perkembangan bahasa sangat memperlancar perkembangan konseptual anak dan juga perkembangan kognitif anak. Contoh: gambar rumah dan pepohonan tegak lurus di lereng pegunungan. persegi. Anak dapat menggambar realistis tetapi tidak proporsional. Menyangkut jarak yang pendek antara subjek dan objek. Mengenai periode sensorimotor: q Umur hanyalah pendekatan. q Permainan simbolis. Anak mulai menggunakan suara sebagai representasi benda atau kejadian. 4. bundar. q Urutan periode tetap. q Perkembangan gradual dan merupakan proses yang kontinu. Contoh: mobil-mobilan dengan balok-balok kecil. q Fungsi semiotik pd beberapa gejala q Imitasi tak langsung à membuat imitasi yang secara tidak langsung dari bendanya sendiri. q Permainan simbolis dapat merupakan ungkapan diri anak. q Fungsi semiotik lanjutan q Menggambar. 3. q Menurut Piaget: perkemb bahasa merupakan transisi dari sifat egosentris ke interkomunikasi sosial. q Mengetahui bentuk-bentuk dasar geometris: bulat. Inteligensi bersifat aksi. q Bahasa ucapan. 2. Periode-periode tergantung pd banyak faktor: lingkungan sosial dan kematangan fisik.

Anak-anak pada tahap ini mengerti peraturan dasar logis tertentu (disebut grouping oleh piaget) dan karenanya mampu berpikir logis dan kuantitatif dengan cara yang tidak kelihatan dalam tahap praoperasional. Menurut Piaget karakteristiknya adalah egosentris. anak praoperasional mempunyai kesulitan untuk membyangkan bagaimana benda-benda itu terlihat dari perspektif orang lain 3. untuk menimbang semua kemungkinan untuk memecahkan masalah dan dengan hati – hati mempelajari logika dan keefektifan masing-masing.2. n Tidak lagi egosentris. anak-anak masih memiliki keterbatasan berpikir dalam beberapa hal penting. klasifikasi. Tanda lain dari pemecahan masalah dalam tahap operasi formal yaitu mencari pemecahan secara sistematis. n Masih terbatas pada hal-hal konkret. Anak sudah dapat memanipulasi gagasan tentang situasi hipotesis. Tahap Operasi Formal Salah satu ciri jelas dalam tahap perkembangan ini ialah kemampuan untuk berpikir tentang masalah – masalah hipotetis—apa yang terjadi—maupun yang nyata dan berpikir kemungkinankemungkinan seperti juga yang actual. n Berpikir decentering. Mereka uga mampu untuk desenter. n Tahap operasi formal (mulai 11-15 tahun) . Tahap Operasional Konkret Penentuan pencapaian tahap operasi konkret ini ialah kemampuan untuk melakukan operasi mental yang fleksibel dan dapat diputar balikkan sepenuhnya. seriasi. yaitu memusatkan perhatiannya pada beberapa atribut sebuah benda atau kejadian secara bersamaan dan mengerti hubungan antar dimensi. Tahap operasi konkret (7-11 tahun) n Logika tentang sifat reversibilitas dan kekekalan. Tahap Praoperasional Manipulasi symbol. Namun pada tahap ini. Anak-anak sudah mampu menggunakan tanggapan simbolik. Hal ini dinyatakan dalam meniru yang tertunda (menghasilkan suatu tindakan yang telah dilihat di masa lalu) dan dalam imajinasi anak-anak atau pura-pura bermain. kesimpulan probalistis. Anak-anak pada tahap ini mampu berperilaku obektif dalam mengkai kejadian. 4. bila berhadapan dengan sebuah masalah orang dewasa. n Belum dpt memecahkan persoalan yang abstrak.

skema org dewasa lebih banyak. operasi mental diorganisasi dalam urutan operasi yang lebih tinggi (Higher-order operations). n Asimilasi dan akomodasi berperan membentuk skema lebih menyeluruh. induktif dan abstraktif. namun beda kuantitas. n Pemikiran deduktif. .n Mulai perkembangan reasoning dan logika remaja. Dalam pemikiran operasi formal. Higher-order operations ialah cara mengunakan aturan abstrak untuk memecahkan sejumlah masalah. n Pemikiran remaja = dewasa secara kualitas.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->