BAB 4 Perancangan Sistem Informasi Akuntansi Pembelian bahan baku PT.

Siaga Ratindotama

4.1

Analysis Document

4.1.1 The Task 4.1.1.1 Purpose Pengembangan sistem informasi akuntansi pembelian bahan baku pada PT. Siaga Ratindotama dilakukan untuk mengoptimalisasi proses pencatatan transaksitransaksi pembelian dan utang usaha perusahaan serta melakukan update terhadap persediaan bahan baku, mulai dari permintaan pembelian dari bagian gudang, pemesanan pembelian, penerimaan barang pesanan, retur pembelian, pencatatan utang, sampai pencatatan pembayaran, dimana sebelumnya sistem pembelian perusahaan masih manual. PT. Siaga Ratindotama membutuhkan suatu sistem informasi akuntansi yang akurat, tepat waktu dan dapat diandalkan untuk mendukung proses-proses yang berhubungan dengan pembelian bahan baku, dimana dengan adanya informasi yang diolah dalam bentuk laporan dapat membantu perusahaan dalam mengambil keputusan yang bersifat strategis. Dengan sistem informasi akuntansi ini diharapkan kinerja bagian pembelian dapat lebih efektif dan efisien dan bagian pembelian juga dapat memantau tingkat persediaan bahan baku melalui sistem. Sistem dapat melakukan update secara otomatis terhadap persediaan setelah dilakukannya pembelian dan memberikan

80 alert terhadap persediaan bahan baku yang telah mencapat reorder point sehingga kegiatan pembelian dapat segera dilaksanakan.

4.1.1.2 System Definition Sistem informasi akuntansi pembelian bahan baku yang digunakan PT. Siaga Ratindotama sebagai alat bantu untuk menangani proses pembelian bahan baku perusahaan mulai dari adanya permintaan pembelian, pemesanan pembelian, penerimaan barang pesanan, retur pembelian, pencatatan utang sampai dengan pencatatan pembayaran. Sistem ini merupakan sistem semi terkomputerisasi yang berkaitan dengan persediaan bahan baku perusahaan. Sistem menggunakan arsitektur client server yang terhubung dalam jaringan LAN (Local Area Network). Masing-masing client terhubung ke server dan menggunakan PC (Personal Computer) berbasis windows. Pengembangan dilakukan untuk mengatasi permasalahan yang ditemui dalam sistem berjalan perusahaan yang selama ini masih manual. Untuk lebih jelasnya, system definition dari sistem informasi akuntansi pembelian bahan baku PT. Siaga Ratindotama dapat dilihat pada tabel berikut ini.

81 Tabel 4.1 System Definition dengan kriteria FACTOR Functionality Mendukung kegiatan operasional pembelian dengan adanya pencatatan dan pengendalian internal serta tersedianya laporan-laporan yang memadai dan informasi yang reliable atas proses pembelian mulai dari permintaan pemesanan, pemesanan pembelian penerimaan barang pesanan, retur pembelian, pembayaran. Application Domain Condition Karyawan pembelian, karyawan gudang, karyawan finance, karyawan akuntansi. Sistem informasi akuntansi pembelian ini dikembangkan berdasarkan usulan untuk mengatasi permasalahan yang di temukan dalam proses pembelian perusahaan berjalan yang masih manual. Technology Menggunakan beberapa PC (Personal Computer) yang dihubungkan dengan menggunakan jaringan LAN (Local Area Network) dan dengan penambahan beberapa device umum lainnya seperti printer dan fax. Objects Karyawan, bahan baku, pemasok, Daftar Kebutuhan Bahan Baku(DKBB), Surat Permintaan Pembelian(SPP), Surat Order Pembelian(SOP), Laporan Penerimaan Barang(LPB), retur, dan utang. Responsibility Media komunikasi dan alat administrasif yang efisien dan dapat di andalkan dalam pencatatan dan penyediaan informasi pembelian. – informasi dalam kegiatan operasional pencatatan utang, sampai pencatatan

3 Context 4.1. Data-data permintaan pembelian disimpan di dalam database permintaan pembelian oleh bagian gudang. Siaga Ratindotama adalah sebagai berikut: a. bagian gudang dapat segera melakukan permintaan pembelian dan membuat Surat Permintaan Pembelian. Prosedur Permintaan Pembelian Bagian gudang melakukan permintaan pembelian kepada bagian pembelian berdasarkan Daftar Kebutuhan Bahan baku dari bagian perencanaan produksi dan apabila terdapat bahan baku yang mencapai titik ROP (Reorder Point) yang masing-masing dapat diuraikan sebagai berikut: ¾ Bagian gudang menerima Daftar Kebutuhan Bahan Baku dari bagian perencanaan produksi dan melakukan entry Daftar Kebutuhan Bahan Baku tersebut ke dalam sistem.3. Bagian Gudang akan membuat Surat Permintaan Pembelian sebanyak 2 rangkap.1.1.82 4. ¾ Terdapat suatu reminder atau alert yang aktif pada sistem sehingga pada saat terdapat bahan baku yang mencapai titik ROP (Reorder Point). Jika persediaan bahan baku yang dibutuhkan tidak tersedia atau tidak mencukupi maka bagian gudang akan membuat Surat Permintaan Pembelian. . Rangkap pertama diserahkan kepada bagian pembelian dan rangkap ke-2 diserahkan kepada bagian akuntansi.1 Problem Domain Prosedur yang diusulkan penulis terhadap sistem pembelian di PT. yang akan secara otomatis memeriksa bahan baku yang tersedia di gudang.1.

rangkap ke-2 diserahkan kepada bagian gudang sebagai dokumen dasar untuk menerima bahan baku dari pemasok. Data-data pesanan pembelian disimpan dalam database order pembelian oleh bagian pembelian. dan rangkap ke-3 diserahkan kepada bagian akuntansi. Prosedur Pemesanan Pembelian Bagian pembelian memproses permintaan pembelian dari bagian gudang dan menghubungi pemasok untuk meminta Surat Penawaran Harga yang dilakukan agar perusahaan mendapatkan harga bersaing dari pemasok dengan syarat pembayaran yang diinginkan. bagian pembelian akan memilih pemasok yang menawarkan harga yang paling menguntungkan dengan syarat pembayaran yang diinginkan. Surat Order Pembelian rangkap ke-1 dikirimkan kepada pemasok melalui fax. Bagian pembelian kemudian membuat Surat Order Pembelian sebanyak 3 rangkap untuk melakukan pesanan pembelian kepada pemasok yang dipilih. Setelah dokumen yang dibandingkan sesuai. c. kemudian bagian gudang dengan diawasi oleh bagian pembelian memeriksa secara fisik kiriman barang . Bagian gudang membandingkan Surat Order Pembelian rangkap ke-2 yang diterima sebelumnya dari bagian pembelian dengan surat jalan dari pemasok. Setelah mendapatkan Surat Penawaran Harga dari pemasok. Prosedur Penerimaan Persediaan Bagian gudang menerima kiriman persediaan bahan baku yang dipesan dari pemasok disertai dengan surat jalan dari pemasok.83 b.

bagian akuntansi akan membandingkannya dengan Surat Order Pembelian (SOP) rangkap ke-3 dan Surat Permintaan Pembelian rangkap ke-2 yang diterima sebelumnya. bagian gudang membuat Laporan Penerimaan Barang sebanyak 3 rangkap sebagai bukti bahwa bahan baku telah diterima. rangkap ke-2 diberikan kepada bagian akuntansi.84 yang diterimanya termasuk dari segi kuantitas. Bagian gudang bertanggung jawab untuk menyimpan dan mengatur tata letak penyimpanan bahan baku. Data-data penerimaan disimpan dalam database penerimaan bahan baku oleh bagian gudang. bagian akuntansi akan melakukan pencatatan utang atas pembelian ke dalam sistem. Setelah menerima Laporan Penerimaan Barang rangkap ke-2. Rangkap ke-1 diberikan kepada pemasok. . dan Laporan Penerimaan Barang rangkap ke-3 beserta copy surat jalan yang diterima dari bagian gudang. Bagian pembelian menerima faktur dari pemasok lalu memeriksa dan membandingkannya dengan data-data Order Pembelian pada database. Setelah perhitungan fisik selesai dan ternyata semuanya sesuai. rangkap ke-3 diberikan kepada bagian pembelian beserta dengan copy surat jalan. Kemudian bagian pembelian akan menyerahkan faktur tersebut kepada bagian akuntansi. Pembuatan LPB dengan menggunakan sistem akan secara otomatis mengubah kuantitas persediaan bahan baku pada sistem berdasarkan kuantitas bahan baku yang diterima. Apabila sesuai. berat/timbangan dan kualitas barang yang diterima serta kesesuaiannya dengan dokumen yang ada.

85 d. Untuk retur pembelian yang mengurangi utang pembelian maka bagian pembelian akan membuat dokumen Nota Debit sebanyak 2 rangkap . Pembuatan Nota Retur dengan menggunakan sistem akan sekaligus mengubah kuantitas persediaan bahan baku yang berkurang akibat adanya retur. Retur biasanya akan ditukar dengan bahan baku yang sama tetapi dalam kondisi tertentu. Bagian pembelian kemudian menghubungi pemasok melalui telepon untuk konfirmasi atas retur pembelian tersebut. Nota Retur rangkap ke-2 diserahkan ke bagian pembelian beserta Tanda Terima Retur dari Pemasok. retur akan mengurangi utang atas pembelian terhadap pemasok tersebut Setelah menerima perintah retur dari bagian pembelian. Prosedur Retur Pembelian Apabila terdapat bahan baku yang rusak atau tidak sesuai dengan pesanan maka bagian gudang akan melakukan konfirmasi kepada bagian pembelian mengenai bahan baku yang akan di retur. misalnya pemasok tidak dapat mengganti barang yang diretur. bagian pembelian akan mengubah status retur menjadi telah diterima yang sekaligus akan mengubah kuantitas persediaan bahan baku berdasarkan bahan baku yang diterima. Data-data retur pembelian disimpan dalam database retur pembelian. Nota retur rangkap ke-1 diserahkan kepada pemasok dan kemudian pemasok akan memberikan dokumen Tanda Terima Retur sebagai bukti bahwa retur bahan baku telah diterima. Berdasarkan dokumen tersebut. maka bagian gudang akan membuat Nota Retur sebanyak 3 rangkap sebagai bukti bahan baku yang akan diretur.

bagian finance melakukan pembayaran kepada pemasok dengan cara transfer atau cek.86 untuk mengurangi utang pembelian. Nota Debit rangkap ke-1 diberikan kepada pemasok melalui fax. dan Nota Debit) kepada manajer keuangan untuk diperiksa dan diotorisasi. Kemudian bagian finance akan menyimpan data-data mengenai pembayaran ke dalam database. melakukan pencatatan. Laporan Penerimaan Barang. Rangkap pertama dari bukti pembayaran tersebut diberikan kepada pemasok. Setiap bulan bagian akuntansi akan mencetak Daftar Utang yang mendekati jatuh temponya. Prosedur Pembayaran dan utang usaha Bagian akuntansi akan menyesuaikan dokumen-dokumen yang diterimanya. Daftar Utang yang telah diotorisasi dan dokumen terkait kemudian diserahkan kepada bagian finance. Bagian finance kemudian memasukkan data-data pembayaran ke dalam sistem dan mencetak Bukti Pembayaran sebanyak 2 rangkap. Faktur. Nota retur rangkap ke-3 dan Nota Debit rangkap ke-2 digunakan oleh bagian akuntansi sebagai dasar untuk melakukan pencatatan atas transaksi retur yang diperlukan. e. dan rangkap ke-2 diserahkan kepada bagian akuntansi. . rangkap ke-2 diberikan kepada bagian akuntansi. Surat Order Pembelian. Berdasarkan Daftar Utang dan dokumen yang diterima. dan menyimpan data-data utang yang timbul akibat pembelian bahan baku yang dilakukan ke dalam database utang. Nota Retur rangkap ke-3 diserahkan kepada bagian akuntansi. kemudian menyerahkannya beserta dokumendokumen terkait (Surat Permintaan Pembelian.

.87 Setelah menerima pembayaran. maka bagian pembelian dapat mengubah dan melakukan update terhadap data pemasok tersebut. bagian pembelian akan memasukkan detail bahan baku yang bersangkutan. pemasok akan menyerahkan tanda terima pembayaran kepada bagian finance. bagian pembelian akan melakukan register atas bahan baku tersebut. Apabila terjadi peningkatan atau penurunan tingkat permintaan. maka bagian pembelian dapat menghapusnya. Bagian pembelian juga bertugas untuk menambahkan data-data pemasok yang dijadikan sebagai pemasok bahan baku. Bila bahan baku yang akan dipesan belum ada pada master bahan baku. Setiap akhir bulan bagian akuntansi akan mencetak Laporan Pembelian. Laporan Retur Pembelian. Untuk lebih jelasnya. Pada saat melakukan register. maka bagian pembelian dapat melakukan perubahan nilai ROP dan EOQ pada sistem sesuai dengan keadaan yang sedang dihadapi. Dan apabila terdapat data pemasok yang sudah tidak diperlukan lagi. Kemudian bagian finance akan mencap Lunas dokumen-dokumen yang berkaitan dengan transaksi tersebut. Dokumendokumen terkait beserta Bukti pembayaran rangkap ke-2 dan tanda terima pembayaran dari pemasok yang telah dicap lunas dikembalikan kepada bagian akuntansi. berikut gambar Rich picture sistem informasi akuntansi pembelian bahan baku yang diusulkan. Laporan Analisis Kinerja Pemasok. Laporan Saldo Utang. berdasarkan kebijakan perusahaan. dan Jurnal. Apabila terjadi perubahan identitas atau data pemasok.

Gambar 4.1 Rich Picture sistem informasi akuntansi pembelian bahan baku yang diusulkan 88 .

dan utang usaha. bagian akuntansi. penerimaan pesanan. pemasok. Adanya tampilan menu memudahkan user sistem dalam menggunakan sistem ini. Tugas-tugas utama dalam application domain yaitu permintaan pembelian.2.1. dan bagian finance. Siaga Ratindotama secara keseluruhan terdiri dari beberapa cluster yaitu karyawan. Untuk lebih jelasnya gambar 4. pemesanan pembelian. bahan baku.2 Model sistem informasi akuntansi Pembelian PT.1.2 Application Domain Sistem Informasi Akuntansi Pembelian Bahan baku yang diusulkan dapat mendukung tugas-tugas dan tanggung jawab karyawan bagian gudang. Siaga Ratindotama 89 . pencatatan utang dan pembayarannya serta pencetakan laporan-laporan.1.1.3. bagian pembelian. retur pembelian. Siaga Ratindotama. pemesanan. penerimaan.2 Problem Domain 4.89 4. 4. Gambar 4.2 berikut adalah gambaran model sistem informasi akuntansi pembelian PT.1 Cluster Model sistem informasi akuntansi pembelian pada PT.

Seperti yang terlihat pada gambar 4.2.5 Struktur ”Bahan_Baku” .1. Gambar 4. generalisasi ataupun agregasi.3 Struktur “Karyawan” Pada gambar 4.5 terlihat struktur tunggal dari bahan baku tanpa pola hubungan asosiasi.4 Struktur “Pemasok” Pada gambar 4. Gambar 4.90 4. Gambar 4.2 Structure Struktur “Karyawan” dengan pola hubungan generalisasinya yang menggambarkan karyawan yang akan menggunakan sistem informasi akuntansi pembelian perusahaan.3. ataupun agregasi.4 terlihat struktur tunggal dari pemasok tanpa pola hubungan asosiasi. generalisasi.

class Surat Order Pembelian ”SOP”. dan class Daftar Kebutuhan Bahan Baku ”DKBB”.8 Struktur “Utang_usaha” . Class ”LPB” mempunyai hubungan asosiasi dengan class ”Retur”. Gambar 4. generalisasi ataupun agregasi. Gambar 4.91 Pada gambar 4. 1 class ”SPP” dapat mengakses satu sampai banyak class ”SOP” dan 1 class ”DKBB” dapat mengakses 0 sampai banyak class ”SPP” . Class "SPP” mempunyai hubungan asosiasi dengan class ”SOP” dan class ”DKBB”.6 Struktur “Pemesanan” Pada gambar 4.7 Struktur “Penerimaan” Pada gambar 4.7 terlihat bahwa struktur ”Penerimaan” terdiri dari class ”LPB” dan class ”Retur”.6 terlihat struktur Pemesanan yang terdiri dari class Surat Permintaan Pembelian ”SPP”.8 digambarkan struktur “Utang_usaha” yang hanya terdiri dari class ”Utang” tanpa pola hubungan asosiasi. Gambar 4.

Hubungan antara class “Gudang” dengan class “Retur” dan class “Retur” dengan class “LPB” dan class “Retur” dengan class “Bahan_Baku” terjadi ketika retur pembelian dilakukan. Dilanjutkan dengan hubungan asosiasi antara class ”Pembelian” dengan class ”SOP” dan class ”SOP” dengan class ”SPP” dan class ”SOP” dengan class ”Pemasok” yang terjadi ketika transaksi pemesanan pembelian dilakukan. Hubungan antara class ”DKBB” dengan class ”Bahan_Baku” menunjukkan pengecekan atas ketersediaan bahan baku yang dibutuhkan berdasarkan DKBB. Permintaan pembelian yang dilakukan apabila jumlah yang diminta pada DKBB tidak mencukupi digambarkan dengan hubungan antara class ”Gudang” dengan class ”DKBB” dan class ”DKBB” dengan class ”SPP”. Hubungan class ”Gudang” dengan class ”SPP” dan class ”SPP dengan class ”Bahan_Baku” terjadi ketika transaksi permintaan pembelian dilakukan pada saat bahan baku tertentu telah mencapai titik ROP. Selanjutnya hubungan antara class “Gudang” dengan class “LPB” dan class “LPB” dengan class “SOP” yang terjadi ketika transaksi penerimaan pembelian dilakukan. Dan hubungan antara class “LPB” dengan class “Bahan_Baku” menunjukkan pembuatan LPB secara otomatis akan menimbulkan update atas persediaan bahan baku. Class “Bahan_Baku” mempunyai hubungan agregasi dengan class “Pemasok” karena pemasok merupakan penyedia bahan baku.9 menunjukkan Class diagram Sistem Informasi Akuntansi Pembelian PT. Hubungan antara class “Pembelian dengan class “Retur” dan class “Retur” dengan class “Utang” terjadi ketika bagian pembelian membuat Nota debit yang menimbulkan update atas utang pembelian akibat retur yang terjadi.92 Pada Gambar 4. . Siaga Ratindotama.

3 Classes Karyawan .93 Hubungan antara class “Akuntansi” dengan class “Utang” dan class “Utang” dengan class “LPB” terjadi ketika pencatatan atas pembelian dilakukan.2. Gambar 4. Selanjutnya hubungan antara class “Finance” dengan class “Utang” terjadi ketika pembayaran atas utang dilakukan.9 Class Diagram Sistem Informasi Akuntansi Pembelian Bahan Baku 4.1.

Gambar 4.11 menunjukkan model keterlibatan class “Gudang” dalam event saat permintaan pembelian diajukan. class ”Akuntansi”. menerima pesanan pembelian dari pemasok.11 Class “Gudang” dan statechart diagramnya . Siaga Ratindotama yang terkait dengan sistem informasi akuntansi pembelian bahan baku. Class ”Karyawan mengeneralisasikan property dan behaviornya kepada class ”Gudang”. dan saat terjadinya retur pembelian. Gambar 4. Gambar 4. pesanan diterima dari pemasok. Gambar 4. dan melakukan retur pembelian.10 Class “Karyawan” dan statechart diagramnya Class “Gudang” merupakan kumpulan objek-objek dari karyawan yang melakukan permintaan pembelian. class ”Pembelian”.10 dibawah menunjukkan class ”Karyawan” dan statechart diagramnya.94 Class “Karyawan” merupakan kumpulan objek – objek dari orang yang berkerja pada PT. dan class ”Finance”.

selama proses pembelian. dan pada saat laporan setiap akhir bulan dibuat. membuat daftar utang dan membuat laporan-laporan terkait. Gambar 4. Gambar 4. . pembuatan daftar utang. Gambar 4.12 Class “Pembelian” dan statechart diagramnya Class “Akuntansi” merupakan kumpulan objek-objek dari karyawan yang bertugas melakukan pencatatan atas transaksi pembelian. dan saat terjadinya retur pembelian.13 menunjukkan model keterlibatan class “Akuntansi” dalam event saat pencatatan utang atas pembelian.95 Class “Pembelian” merupakan kumpulan objek-objek dari karyawan yang mengurus pembelian mulai dari pemesanan pembelian kepada pemasok hingga pengupdatean data bahan baku dan pemasok pada sistem.12 menunjukkan model keterlibatan class “Pembelian” dalam event saat pemesanan pembelian diajukan kepada pemasok.

96 Gambar 4.13 Class “Akuntansi” dan statechart diagramnya

Class “Finance” merupakan kumpulan objek-objek dari karyawan yang bertugas melakukan pembayaran utang atas pembelian. Gambar 4.14 menunjukkan model keterlibatan class “Finance” dalam event saat pencatatan pembayaran utang.

Gambar 4.14 Class “Finance” dan statechart diagramnya

Bahan_Baku Class “Bahan_Baku” merupakan kumpulan objek-objek dari bahan baku yang dibeli oleh perusahaan dari pemasok. gambar 4.15 menunjukkan model keterlibatan class “Bahan_Baku” dalam event mulai dari diregister dalam sistem, dan kemudian akan dilakukan update secara berulang dalam sistem.

Gambar 4.15 Class “Bahan_Baku” dan statechart diagramnya

97 Pemasok Class “Pemasok” merupakan kumpulan objek-objek dari orang atau perusahaan darimana perusahaan membeli pasokan bahan bakunya. Gambar 4.16 menunjukkan model keterlibatan class “Pemasok” dalam event mulai dari dimasukkan ke dalam daftar kontak perusahaan, dan kemudian akan dilakukan update secara berulang di dalam sistem sesuai kebutuhan.

Gambar 4.16 Class “Pemasok” dan statechart diagramnya

DKBB Class “DKBB” merupakan kumpulan Daftar Kebutuhan Bahan Baku yang diajukan oleh bagian perencanaan produksi kepada bagian gudang untuk meminta bahan baku yang dibutuhkan dalam proses produksi. Gambar 4.17 menunjukkan event dimana class “DKBB” terjadi ketika dilakukan entry data-data DKBB yang diajukan oleh bagian perencanaan produksi ke dalam sistem, dan kemudian disimpan di dalam sistem.

98

Gambar 4.17 Class “DKBB” dan statechart diagramnya

SPP Class “SPP” merupakan kumpulan dokumen-dokumen Surat Permintaan Pembelian (SPP). Gambar 4.18 menunjukkan event dimana class “SPP” terjadi ketika dibuat pada saat bahan baku perlu dibeli, dan kemudian dapat dicetak.

Gambar 4.18 Class “SPP” dan statechart diagramnya SOP Class “SOP” merupakan kumpulan dokumen-dokumen Surat Order Pembelian (SOP). Gambar 4.19 menunjukkan event dimana class “SOP” terjadi ketika dibuat setelah permintaan pembelian bahan baku diterima, kemudian disimpan dan dapat dicetak.

Gambar 4.99 Gambar 4. kemudian disimpan dan dapat dicetak.20 Class “LPB” dan statechart diagramnya Retur .19 Class “SOP” dan statechart diagramnya LPB Class “LPB” merupakan kumpulan dokumen-dokumen Laporan Penerimaan Barang (LPB). Gambar 4.20 menggambarkan event dimana class “LPB” terjadi ketika pesanan pembelian bahan baku diterima.

dan kemudian dibuat nota retur untuk bahan baku yang akan diganti dengan bahan baku yang sama atau nota debit untuk bahan baku yang akan mengurangi utang pembelian pada kondisi tertentu. Gambar 4.22 menunjukkan event dimana class “Utang” terjadi. Kemudian disimpan dan dapat dicetak.100 Class “Retur” merupakan kumpulan dokumen-dokumen yang berhubungan dengan retur barang yang terjadi yaitu nota retur untuk retur dengan penggantian bahan baku serupa dan nota debit untuk retur yang mengurangi utang pembelian. Gambar 4. ketika pencatatan atas utang dilakukan oleh bagian .21 menunjukkan event dimana class “Retur” terjadi ketika bahan baku yang dibeli akan diretur kembali kepada pemasok. Gambar 4.21 Class “Retur” dan statechart diagramnya Utang Class “Utang” merupakan kumpulan utang-utang perusahaan terhadap pemasok yang timbul akibat transaksi pembelian.

2. Gambar 4. .4 Events Berikut ini merupakan event table dari sistem informasi akuntansi pembelian bahan baku PT.1. Siaga Ratindotama seperti yang terlihat pada tabel 4.22 Class “Utang” dan statechart diagramnya 4. kemudian disimpan dan dilakukan update atas utang ketika terjadi retur yang mengurangi jumlah utang.2.101 akuntansi berdasarkan transaksi yang terjadi.

102 Tabel 4.2 Event table sistem informasi akuntansi pembelian bahan baku PT.Siaga Ratindotama Akuntansi Karyawan Class Event Dibuat Register Update data Login Logout * + + + + + + + + + + BahanBaku Pembelian Pemasok Finance Gudang DKBB + + + + + + + Membuat DKBB Membuat SPP Mebuat SOP Membuat LPB Membuat nota retur Membuat nota debit Mencatat Utang Membuat Daftar Utang Membuat laporan-laporan Mencatat Pembayaran Memasukkan detail transaksi Menyimpan Mencetak Update Pemasok Update Bahan Baku Update Utang Dihapus Keterangan: + * * * * * * * * * * + + + + + + + Retur * + * SOP LPB SPP + * + * * * * + * * + * * + * * + + + + + Utang .

serta memiliki pengetahuan dan ketelitian untuk mengecek kualitas dan kuantitas bahan baku yang diterima dari pemasok.1.1. Contoh Pada saat ada bahan baku tertentu yang mencapai ROP (titik pemesanan kembali) atau pada saat bahan baku yang diminta dalam Daftar Kebutuhan Bahan Baku tidak mencukupi. yaitu karyawan bagian gudang.103 “ + ” untuk event yang terjadi nol sampai satu kali “ * ” untuk event yang terjadi nol sampai berulang kali 4. Karakteristik Karyawan gudang harus mengetahui kebutuhan bahan baku perusahaan dan melakukan permintaan pembelian secara tepat.1.3 Application Domain 4. Siaga Ratindotama adalah sebagai berikut: Tabel 4. bagian pembelian.1 Usages 4.1.1.1 Overview Terdapat 4 aktor yang akan menggunakan sistem informasi akuntansi pembelian ini.3. penerimaan bahan baku yang dipesan dari pemasok.3. 4.3 Actor specification untuk “Karyawan Gudang” Gudang Tujuan Karyawan yang bertanggung jawab untuk melakukan permintaan pembelian. bagian akuntansi dan bagian finance dengan enam belas use case di dalam sistem informasi akuntansi tersebut yang akan digambarkan dalam use case diagramnya. dan melakukan retur pembelian jika terjadi retur.1.3.2 Actors Actor Specification dari sistem informasi pembelian bahan baku pada PT. bagian .

menangani transaksi pembelian yang terjadi. Bagian gudang menggunakan sistem untuk membuat SPP dan sistem akan mencatat karyawan gudang yang membuat SPP tersebut.4 Actor specification untuk “Karyawan Pembelian” Pembelian Tujuan Karyawan yang bertanggung jawab untuk melakukan pesanan pembelian kepada pemasok.104 gudang akan melakukan pemesanan kembali. Karakteristik Karyawan pembelian harus mengetahui bahwa bahan baku yang akan dipesan benar-benar sesuai dengan kebutuhan perusahaan dan melakukan pencatatan transaksi pembelian ke dalam sistem dengan tepat. Table 4. Contoh Bagian pembelian membuat Surat Order Pembelian (SOP) berdasarkan Surat Permintaan Pembelian (SPP) dari bagian gudang dengan mengentry data-data transaksi pesanan pembelian tersebut ke dalam sistem dan mengirimkannya dengan fax ke pemasok yang dipilih. Selain itu bagian pembelian juga bertanggung jawab dalam melakukan register. . dan menghapus data-data bahan baku dan pemasok. dan membuat nota debit jika terjadi retur pembelian yang mengurangi utang. melakukan update.

. Disamping itu bagian akuntansi menggunakan sistem untuk mencetak laporan-laporan yang dibutuhkan. dan mencetak laporan-laporan yang berkaitan dengan transaksi pembelian pada setiap akhir periode atau sesuai dengan kebutuhan perusahaan.105 Tabel 4. Contoh Bagian akuntansi mencatat utang yang timbul dari transaksi pembelian ke dalam sistem dan mencetak laporan-laporan yang dibutuhkan untuk keperluan pengambilan keputusan. memastikan validitas utang yang timbul dari transaksi pembelian dan mengecek tanggal jatuh tempo masing-masing utang sehingga pembayaran dapat dilakukan secara tepat waktu.5 Actor specification untuk “Karyawan Akuntansi” Akuntansi Tujuan Karyawan yang bertanggung jawab untuk mencatat utang. membuat Daftar Utang. Karakteristik Karyawan akuntansi harus memiliki ketelitian dalam mencatat utang.

3.106 Tabel 4. . Siaga Ratindotama.1. Sistem akan mencatat bagian finance yang melakukan pembayaran utang yang bersangkutan.1.6 Actor specification untuk “Karyawan Finance” Finance Tujuan Karyawan finance bertanggung jawab untuk melakukan pembayaran utang kepada pemasok dan mencatat pembayaran utang yang dilakukannya.3 Use cases Gambar 4. Contoh Bagian finance melakukan pembayaran atas utang sesuai dengan Daftar Utang dari bagian akuntansi dan mencatat pembayaran utang yang telah dilakukannya ke dalam sistem. Karakteristik Karyawan finance harus memiliki ketelitian dalam membayarkan jumlah utang yang tepat kepada pemasok yang tepat dan menjamin keakuratan data-data pembayaran yang dimasukkan ke dalam sistem. 4.23 menunjukkan use case diagram dari perancangan sistem informasi akuntansi pembelian bahan baku PT.

107 Gambar 4.23 Use Case Diagram Sistem Informasi Akuntansi Pembelian Bahan Baku PT.Siaga Rationdotama .

BahanBaku. Karyawan Add. Jika tidak tersedia atau tidak mencukupi. Siaga Ratindotama. Save DKBB Gudang . Jika bahan baku yang diminta tersedia maka akan dilakukan pemisahan bahan baku yang dibutuhkan dan sistem akan melakukan update atas persediaan bahan baku secara otomatis.23.7 Usecase Specification “Mengentry DKBB” Membuat DKBB Usecase Menjelaskan proses entry data-data yang yang ada di DKBB yang diserahkan oleh bagian perencanaan produksi untuk meminta bahan baku yang akan digunakan dalam proses produksi. Bagian gudang akan menlakukan entry data-data DKBB tersebut ke dalam sistem dan sistem akan mengecek apakah bahan baku yang dibutuhkan masih tersedia dan mencukupi. maka sistem akan secara otomatis menghitung jumlah bahan baku yang kurang dan akan dilakukan permintaan pembelian.108 Berikut ini merupakan use case specification dari usecase yang terdapat pada Sistem informasi akuntansi pembelian bahan baku PT. seperti yang dapat dilihat pada tabel 4. Object Function Actor DKBB. Tabel 4. Cancel.7 sampai 4.

maka data-data mengenai bahan baku yang tidak mencukupi yang sebelumnya telah dimasukkan sesuai dengan DKBB akan muncul pada form SPP. Jika permintaan pembelian dilakukan berdasarkan ROP. Dan bagian gudang akan mengecek dan menyesuaikannya.109 Tabel 4. Kemudian bagian gudang akan menyesuaikan dan melakukan entry permintaan pembelian yang bersangkutan. Karyawan Function Add. Kode_BahanBaku dan No_DKBB yang diperlukan (jika ada). Jika permintaan pembelian dilakukan berdasarkan ketidakcukupan bahan baku atas DKBB.8 Usecase Specification “Membuat SPP” Membuat SPP Usecase Menjelaskan proses pembuatan SPP. Print SPP Actor Gudang . Object SPP. DKBB. Save. BahanBaku. dimulai ketika terdapat bahan baku tertentu yang mencapai titik pemesanan kembali (ROP) atau ketika bahan baku yang dibutuhkan sesuai DKBB tidak mencukupi. Selanjutnya dilakukan validasi atas No_SPP. bagian gudang akan membuat SPP ketika terdapat reminder dari sistem mengenai bahan baku mana saja yang telah mencapai titik pemesanan kembali. Cancel.

Object SOP. SPP. Setelah itu bagian pembelian dapat mennyimpan data-data SOP ke dalam sistem dan mencetaknya. Karyawan Gudang Function Add. Object Actor LPB. Sistem akan melakukan validasi terhadap nomor SOP dan secara otomatis keluar detail barang-barang yang dipesan dalam SOP. Pemasok. Save. Kemudian bagian gudang akan memasukkan jumlah masingmasing barang yang diterima. sistem akan melakukan validasi atas semua data apakah telah dimasukkan dengan benar. Cancel. LPB dapat disimpan dan jika semua bahan baku pesanan telah diterima LPB tersebut dapat dicetak. Sistem akan secara otomatis menghitung subtotal dan totalnya setelah semua data telah diisi dengan lengkap.110 Tabel 4. Print LPB .10 Usecase Specification “Membuat LPB” Membuat LPB Usecase Menjelaskan proses pembuatan LPB oleh bagian gudang setelah memeriksa kualitas dan kuantitas bahan baku pesanan yang diterima dari pemasok sesuai dengan spesifikasi pada SOP.9 Usecase Specification “Membuat SOP” Membuat SOP Usecase Menjelaskan proses pembuatan SOP. dimulai ketika bagian pembelian membuat SOP berdasarkan SPP yang diterimanya dari bagian gudang. Pembuatan LPB akan menimbulkan update atas persediaan bahan baku berdasarkan kuantitas yang diterima. Pemasok. BahanBaku. BahanBaku. Bagian pembelian akan melakukan input nama pemasok yang dipilih. Setelah selesai. Karyawan Function Add. Bagian gudang akan memasukkan nomor surat jalan dan memilih nomor SOP yang bersangkutan. dan memasukkan harga bahan baku yang akan dibeli berdasarkan Surat Penawaran Harga dari pemasok yang dipilih. Save. Cancel. Print SOP Actor Gudang Tabel 4. SOP.

Pemasok. Kemudian bagian pembelian memasukkan detail dari bahan baku yang akan diretur. SOP. Cancel. BahanBaku. diawali ketika bagian gudang menerima perintah retur dari bagian pembelian. LPB. Sistem akan melakukan validasi nomor LPB untuk mengetahui detail bahan baku dan pemasok pada SOP. menyimpan dan mencetaknya. Bagian gudang akan memilih nomor LPB yang berkaitan dengan bahan baku yang akan diretur. Object Retur. Print Nota Retur Actor Gudang .111 Tabel 4. Karyawan Function Add. Setelah bahan baku pengganti diterima dari pemasok. sistem akan melakukan update jumlah bahan baku yang tersedia.11 Usecase Specification “Membuat Nota Retur” Membuat Nota Retur Usecase Menjelaskan proses pembuatan Nota Retur oleh bagian gudang. Save. bagian pembelian mengubah status retur menjadi telah diterima yang sekaligus akan menimbulkan update atas persediaan bahan baku yang berubah akibat penerimaan bahan baku pengganti. Setelah disimpan.

akan disimpan di dalam database. BahanBaku. Karyawan Function Add. Jika belum. Utang. bagian pembelian akan memasukkan data bahan baku tersebut dan sebelumnya mengecek data bahan baku tersebut apakah sudah terdaftar di sistem. Dimulai ketika bagian pembelian menerima Nota Retur dari bagian gudang. Dimulai ketika akan dilakukan pembelian bahan baku yang belum terdaftar di sistem. Cancel. edit. Pembuatan Nota Debit akan secara otomatis menimbulkan update atas utang yang berubah akibat terjadinya retur yang mengurangi utang. Save.12 Usecase Specification “Membuat Nota Debit” Membuat Nota Debit Usecase Menjelaskan proses pembuatan Nota Debit oleh bagian pembelian ketika terjadi retur pembelian yang mengurangi utang pembelian. Cancel.13 Usecase Specification “Register Bahan Baku” Register Bahan Baku Usecase Menjelaskan proses registrasi bahan baku ke dalam sistem. Object BahanBaku Function Add. Kemudian Nota Debit tersebut disimpan dan dicetak. Save BahanBaku Actor Pembelian . Pada masing-masing bahan baku dapat ditentukan nilai ROP dan EOQ nya berdasarkan kebijakan perusahaan. Object Retur. dan menghitung jumlah utang pembelian yang harus didebit. Pemasok. melakukan validasi nomor Retur untuk mengetahui detail retur tersebut. setelah input data bahan baku tersebut valid. LPB. Print Nota Debit Actor Pembelian Tabel 4.112 Tabel 4.

kemudian sistem akan melakukan validasi nomor SOP dan nomor Nota Debit (jika ada) serta menghitung total utang. Save Pemasok Actor Pembelian Tabel 4. Cancel. SOP. Object Pemasok Function Add. Pemasok. Diawali ketika bagian akuntansi menerima dokumen-dokumen terkait dengan transaksi pembelian. Karyawan Function Add. Object Utang.113 Tabel 4. SPP.14 Usecase Specification “Register Pemasok” Register Pemasok Usecase Menjelaskan proses registrasi pemasok ke dalam sistem. bagian pembelian akan memasukkan data pemasok tersebut dan sebelumnya mengecek data pemasok tersebut apakah sudah terdaftar di di sistem. Save Utang Actor Akuntansi . kemudian disimpan dalam sistem. akan disimpan di dalam database. Cancel. Dimulai ketika akan dilakukan pembelian bahan baku kepada pemasok yang belum terdaftar di sistem.15 Usecase Specification “Mencatat Utang” Mencatat Utang Usecase Menjelaskan proses pencatatan utang yang timbul akibat transaksi pembelian bahan baku perusahaan oleh bagian akuntansi. Jika belum. LPB. edit. Retur. Karyawan akuntansi akan memasukkan data-data yang dibutuhkan. setelah input data-data yang berhubungan dengan pemasok valid.

Object SOP.16 Usecase Specification “Membuat Daftar Utang” Membuat Daftar Utang Usecase Menjelaskan proses pembuatan Daftar Utang yang merupakan daftar dari utang-utang yang sudah mendekati jatuh temponya. bahan baku atau pemasok. Kemudian karyawan akuntansi akan mencetak Daftar Utang tersebut.114 Tabel 4. menghitung total pembelian. Karyawan mencetak Function Print Laporan Pembelian Actor Akuntansi . Pemasok. Kemudian karyawan akuntansi akan laporan tersebut. Sistem akan mengecek SOP yang tanggalnya berada diantara periode yang dimasukkan. dan menampilkannya. BahanBaku.17 Usecase Specification “Membuat Laporan Pembelian” Membuat Laporan Pembelian Usecase Menjelaskan proses pencetakan Laporan Pembelian yang dilakukan oleh bagian akuntansi. Pemasok. Karyawan akuntansi memasukkan periode dan memilih jenis laporannya berdasarkan tanggal. Object function Actor Utang. Karyawan Print Daftar Utang Akuntansi Tabel 4. menghitung total utang tersebut dan menampilkannya. Bagian akuntansi akan memasukkan periode tanggal jatuh tempo utang yang akan dilunasi dan sistem akan melakukan validasi utang yang tanggal jatuh temponya berada diantara periode yang dimasukkan.

Karyawan akuntansi memasukkan periode dan memilih jenis laporannya berdasarkan tanggal. Retur. Sistem akan mengecek saldo utang perusahaan pada periode yang dimasukkan dan menghitung total utang perusahaan baik itu per periode maupun per pemasok.19 Usecase Specification “Membuat Laporan Saldo Utang” Membuat Laporan Saldo Utang Usecase Menjelaskan proses Pencetakan Laporan saldo Utang oleh bagian akuntansi. Karyawan Function Print Laporan Retur Pembelian Actor Akuntansi Tabel 4. Kemudian karyawan akuntansi akan mencetak laporan tersebut.115 Tabel 4. Sistem akan mengecek Retur yang tanggal returnya berada diantara periode yang dimasukkan. Object Retur. Object Utang. dan menampilkannya. menghitung total retur. Kemudian karyawan akuntansi akan mencetak laporan tersebut. Pemasok. BahanBaku. bahan baku atau pemasok. Karyawan akuntansi memasukkan periode dan memilih jenis laporannya berdasarkan tanggal atau pemasok. Pemasok.18 Usecase Specification “Membuat Laporan Retur Pembelian” Membuat Laporan Retur Pembelian Usecase Menjelaskan proses pencetakan Laporan Retur Pembelian oleh bagian akuntansi. Karyawan Function Print Laporan Saldo Utang Actor Akuntansi .

LPB. sistem akan melakukan validasi periode jurnal dan mengambil data yang dibutuhkan dari class SOP. dan Utang pada dokumen-dokumen terkait yang berada pada periode yang bersangkutan dan menyusunnya dalam format jurnal. SOP. Retur. atau jurnal umum.21 Usecase Specification “Membuat Jurnal” Membuat Jurnal Usecase Menjelaskan proses pembuatan Jurnal yang dilakukan oleh bagian akuntansi. Object Pemasok. Retur.20 Usecase Specification “Membuat Laporan Analisis Kinerja Pemasok” Membuat Laporan Analisis Kinerja Pemasok Usecase Menjelaskan proses pembuatan Laporan Analisis Kinerja Pemasok setiap bulannya yang dilakukan oleh bagian akuntansi. jurnal pengeluaran kas. sistem akan melakukan validasi periode laporan dan menghitung waktu pengiriman dan banyaknya retur yang terjadi untuk masing-masing pemasok yang melakukan transaksi dengan perusahaan. Pemasok. Karyawan Function Print Jurnal Actor Akuntansi . Karyawan akuntansi memasukkan periode jurnal dan memilih jenis jurnal. Karyawan Function Print Laporan Analisis Kinerja Pemasok Actor Akuntansi Tabel 4.116 Tabel 4. Kemudian karyawan akuntansi akan mencetak laporan tersebut. Object SOP. BahanBaku. Karyawan akuntansi memasukkan periode laporan. Retur. LPB. Utang. Kemudian bagian akuntansi akan mencetak jurnal tersebut. baik itu jurnal pembelian.

Sistem akan melakukan validasi kode utang untuk menampilkan detail-detail dari utang yang dibayar.22 Usecase Specification “Mencatat Pembayaran Utang” Mencatat Pembayaran Utang Usecase Menjelaskan proses pencatatan pembayaran utang yang dilakukan oleh bagian finance. . kemudian menyimpan dan mencetak bukti pembayaran utang tersebut. Siaga Ratindotama. Cancel. Print Bukti Pembayaran Actor Finance Berikut ini merupakan sequence diagram untuk masing-masing usecase yang terdapat dalam sistem informasi akuntansi pembelian bahan baku PT. Pemasok. Object Utang.117 Tabel 4. Karyawan finance melakukan pembayaran kepada pemasok dan kemudian mencatat pembayaran yang dilakukannya ke dalam sistem. Karyawan finance memasukkan data-data yang dibutuhkan. Save. karyawan Function Add.

24 Sequence untuk usecase “Membuat DKBB” .118 Gambar 4.

25 Sequence untuk usecase “Membuat SPP” (Berdasarkan DKBB) .119 Gambar 4.

26 Sequence untuk usecase “Membuat SPP” (Berdasarkan ROP Bahan baku) .120 Gambar 4.

121 Gambar 4.27 Sequence untuk usecase “Membuat SOP” .

122 Gambar 4.28 Sequence untuk usecase “Membuat LPB” .

29 Sequence untuk usecase “Membuat Nota Retur” .123 Gambar 4.

30 Sequence untuk usecase “Membuat Nota Debit” .124 Gambar 4.

31 Sequence untuk usecase “Register Bahan Baku” .125 Gambar 4.

126 Gambar 4.32 Sequence untuk usecase “Register Pemasok” .

33 Sequence untuk usecase “Mencatat Utang” .127 Gambar 4.

34 Sequence untuk usecase “Membuat Daftar Utang” .128 Gambar 4.

35 Sequence untuk usecase “Membuat Laporan Pembelian” .129 Gambar 4.

36 Sequence untuk usecase “Membuat Laporan Retur Pembelian” .130 Gambar 4.

131 Gambar 4.37 Sequence untuk usecase “Membuat Laporan Saldo Utang” .

132 Gambar 4.38 Sequence untuk usecase “Membuat Laporan Analisis Kinerja Pemasok” .

133 Gambar 4.39 Sequence untuk usecase “Membuat Jurnal” .

134 Gambar 4.40 Sequence untuk usecase “Mencatat Pembayaran Utang” .

Compute Read Read. Compute Read Read. Save SPP Print SPP Add. Compute Read.23 Function List Sistem Informasi Akuntansi Pembelian Bahan Baku PT. Compute . Siaga Ratindotama. pada tabel 4.3. Update. Save Utang Print Daftar Utang Print Laporan Pembelian Print Laporan Retur Pembelian Print Laporan Saldo Utang Print Laporan Analisis Kinerja Pemasok Print Jurnal Add. Edit. Update.23. Update Read Read. Save Nota Debit Print Nota Debit Add. Tabel 4. signal Read. Compute Read. Update. Compute Read Read. Update Read. Save Pemasok Add.135 4. Save Bukti Pembayaran Print Bukti Pembayaran Medium Medium Simple Read. Compute Read Read. Compute Read.2 Function List Berikut ini merupakan Function list dari sistem informasi pembelian bahan baku PT. Save Nota Retur Print Nota Retur Add. Compute Read. Update. Siaga Ratindotama Function List Add. Save LPB Print LPB Add. Update Read. Edit. Compute Read. Compute. Compute Read Complexity Medium Simple Simple Medium Simple Medium simple Medium Simple Medium Simple Simple Complex Simple Medium Medium Medium Medium Medium Medium Type Read. Compute Read. Update.1. Compute Read. Save SOP Print SOP Add. Update. Save BahanBaku Alert ROP Add. Update. Save DKBB Add.

Passive _ Update X Read X Compute X Signal Purpose Untuk memberikan alert/reminder apabila terdapat bahan baku yang mencapai titik pemesanan ulang (ROP) Input data Conditions Kode_BahanBaku Terdapat objek Bahan Baku dengan Kode_BahanBaku tertentu.24 Function specifications untuk function “Alert ROP” Name operation Category Alert ROP X Active . dan ROP. Algorithm Read Bahan_Baku Read Stok_tersedia Read Stok_Pengaman Read ROP If (Stok_tersedia – Stok_Pengaman) = ROP View Alert ROP View daftar bahan baku yang ROP If (Stok_tersedia – Stok_Pengaman) != ROP Read Bahan_Baku Data structures Placement Involved objects Triggering event Printed form BahanBaku . Effect Mengetahui adanya bahan baku yang mencapai titik pemesanan ulang (ROP) sehingga dapat dilakukan pemesanan kembali. objek bahan baku tertentu tersebut mempunyai Stok_tersedia. Stok_pengaman.136 Tabel 4.

3. Berikut gambaran design user interface Sistem Informasi akuntansi pembelian bahan baku. 4. Siaga Ratindotama menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa resminya.25. Siaga Ratindotama.3. Tabel 4. sistem juga menyediakan fasilitas untuk keperluan pencetakan informasi yang diperlukan oleh berbagai pihak dalam perusahaan misalnya pihak management dan karyawan untuk memperoleh informasi yang dibutuhkan. Siaga Ratindotama.1.137 4.25 Daftar window user interface dan print out Windows Login Menu Utama File Login Logout Ganti Password Master Master Bahan Baku Print Outs .3. Selain itu.1.3 User Interface Sistem Informasi Akuntansi pembelian bahan baku PT. Berikut ini merupakan daftar window user interface dan hasil pencetakannya pada tabel 4. tetapi istilah-istilah bahasa inggris juga banyak digunakan dalam rancangan antar muka Sistem Informasi akuntansi pembelian bahan baku PT.1 Dialogue Style Setiap user interface memiliki sejumlah windows yang digunakan untuk mendukung proses pencatatan transaksi pembelian bahan baku PT.

138 Master Pemasok Master Karyawan Transaksi Permintaan Pembelian Pesanan Pembelian Penerimaan Bahan Baku Retur Pembelian Utang Pencatatan utang Laporan Laporan Pembelian Surat Permintaan Pembelian (SPP) Surat Order Pembelian (SOP) Laporan Penerimaan Barang (LPB) Nota Retur Pembelian Nota Debit Daftar Utang Bukti Pembayaran Laporan Pembalian Berdasarkan Tanggal Laporan Pembelian Berdasarkan Bahan Baku Laporan Pembelian Berdasarkan Pemasok Laporan Retur Pembelian Berdasarkan Tanggal Laporan Retur Pembelian Berdasarkan Bahan Baku Laporan Retur Pembelian Berdasarkan Pemasok Laporan Saldo Utang Berdasarkan Tanggal Laporan Saldo Utang Berdasarkan Pemasok Laporan Analisis Kinerja Pemasok Jurnal Pembelian Jurnal Pengeluaran Kas Jurnal Umum Laporan Retur Pembelian Laporan Saldo Utang Laporan Analisis Kinerja Pemasok Jurnal .

41 merupakan navigation diagram yang menggambarkan window user interface beserta hubungan antara window interface satu dengan lainnya. Siaga Ratindotama .41 Navigation Diagram sistem informasi akuntansi pembelian bahan baku PT. Gambar 4.2 Overview Gambar 4.3.3.139 4.1.

1.140 4.42 Window “Login” Gambar 4.43 Window “Ganti Password” .3 Examples Gambar 4.3.3.

141 Gambar 4.44 Windows “Menu Utama” .

45 Window “Master Pemasok” .142 Gambar 4.

143 Gambar 4.46 Window “Master Bahan Baku” .

48 Window “Master Karyawan” .47 Window “Reminder ROP” Gambar 4.144 Gambar 4.

49 Window “View Transaksi Permintaan Pembelian” .145 Gambar 4.

146 Gambar 4.50 Window “Entry Daftar Kebutuhan Bahan Baku” .

51 Window “Surat Permintaan Pembelian (SPP)” .147 Gambar 4.

148 Gambar 4.52 Window “View Transaksi Pesanan Pembelian” .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful