P. 1
Makalah SEWA RAHIM New

Makalah SEWA RAHIM New

|Views: 1,402|Likes:
Published by Andri Adi Mustika
sewa rahim
sewa rahim

More info:

Published by: Andri Adi Mustika on May 09, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/09/2014

pdf

text

original

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Memiliki anak adalah dambaan setiap pasangan suami istri, tetapi tidak dapat dipungkiri bahwa ada keadaan dimana istri tidak dapat mengandung karena adanya kelainan pada rahimnya. Kemajuan jaman serta perkembangan teknologi yang semakin canggih menyebabkan munculnya berbagai macam temuan-temuan baru di berbagai bidang ilmu, salah satunya di bidang kedokteran. Sesuatu hal yang dulunya dianggap tidak mungkin, kini bisa saja dilakukan. Seorang wanita yang tidak bisa hamil pun bisa mempunyai anak dari sel telurnya sendiri. Lalu bagaimanakah caranya?. Dalam kemajuan teknologi kedokteran telah ditemukan program bayi tabung yang dapat dilakukan dengan menggunakan sewa rahim. Sewa rahim (Surrogate Mother) adalah seorang wanita mengadakan perjanjian (Gestational Agreement) dengan pasangan suami istri yang mana inti dari perjanjian tersebut si wanita bersedia mengandung benih dari pasangan suami istri tersebut dengan suatu imbalan tertentu. Hal ini biasa dilakukan karena berbagai sebab, diantaranya, rahim pemilik ovum tidak baik untuk hamil, atau ketiadaan rahim bersamaan dengan adanya dua sel telur yang subur atau salah satunya, atau karena pemilik ovum ingin menjaga kesehatan dan kecantikannya. Penyewaan rahim sebenarnya sudah terjadi di Eropa sejak lama. Bayarannya pun cukup menggiurkan, sekitar USD 40.000 untuk jangka waktu penyewaan selama 9 bulan kandungan. Di Indonesia bisnis ini telah ada sejak tahun 1970, yaitu sejak ditemukannya program bayi tabung, namun kasus sewa rahim baru ramai dibicarakan pada Januari 2009 ketika artis Zarima Mirafsur diberitakan melakukan penyewaan rahim untuk bayi tabung dari pasangan suami istri pengusaha. Zarima, menurut mantan pengacaranya, Ferry Juan mendapat imbalan mobil dan Rp 50 juta dari penyewaan rahim tersebut. Meskipun kabar ini telah dibantah Zarima. Dari permasalahan tersebut muncul pertanyaan, bagaimanakah sebenarnya permasalahan sewa rahim (Surrogate Mother) dalam perspektif bioetika?.

B. Rumusan Masalah 1. Bagaimana tujuan dan mekanisme penyewaan rahim ? 2. Bagaimana bentuk-bentuk penyewaan rahim ? 3. Bagaimana perspektif bioetika tentang penyewaan rahim ? 1

2. dan janin itu dikandung oleh wanita tersebut hingga dilahirkan. 2 . Sewa rahim biasanya dilakukan bila istri tidak mampu atau tidak boleh hamil atau melahirkan. Surrogate Mother ialah suatu teknologi in vitro yang dilakukan oleh petugas medis dimana spermatozoa dan ovum yang sudah masak dipertemukan di cawan petri sehingga menghasilkan embrio. Definisi tersebut dapat diartikan sebagai wanita yang menggunakan rahimnya untuk hamil dimana janin yang dikandungnya tersebut milik wanita lain dan setelah bayi lahir hak kepemilikan atau hak asuh bayi tersebut diserahkan kepada wanita lain tersebut dan ayah dari bayi tersebut. 2010). Surrogate mother diklasifikasikan menjadi dua macam. Kaedah ini dikenal juga dengan sewa rahim karena lazimnya pasangan suami isteri yang ingin memiliki anak ini akan memberikan imbalan kepada ibu pengganti yang sanggup mengandung benih mereka. Menurut Black’s Law Dictionary yang dimaksud Surrogate Mother adalah: “1.BAB II PEMBAHASAN A. A woman who carries a child to term on behalf of another woman and then assigns her parental rights to that woman and the father. A person who carries out the role of a mother”. yaitu Genetic surrogate dimana pihak surrogacy (pengganti) juga merupakan ibu biologis dari si janin dan yang kedua adalah Gestational surrogate dimana sel telur maupun sel sperma berasal dari penyewa rahim yang kemudian diiinseminasikan dalam rahim pihak perempuan yang bertindak menyewakan rahimnya. Dalam perjanjian sewa menyewa rahim bukan mengacu pada bendanya tetapi lebih pada kesepakatan jasa dari kontrak atau niat bersama antara si penyewa dengan yang menyewakan (Risti. Praktek surrogate mother atau lazim diterjemahkan dalam Bahasa Indonesia dengan ibu pengganti tergolong metode atau upaya kehamilan di luar cara yang alamiah. 2011). kemudian embrio tersebut dipindahkan ke dalam rahim perempuan. Embrio dibesarkan dan dilahirkan dari rahim wanita lain bukan istri walaupun bayi itu menjadi milik pasangan suami istri yang ingin mempunyai anak tersebut (Yendi. Tujuan dan Mekanisme Penyewaan Rahim Sewa rahim (Surrogate Mother) dapat diartikan sebagai penggunaan rahim wanita lain untuk mengandungkan benih wanita (ovum) yang telah dibuahi oleh benih lelaki (sperma). dengan syarat ibu pengganti tersebut akan menyerahkan anak setelah dilahirkan atau pada waktu yang telah ditetapkan sesuai perjanjian.

Mekanisme surrogate mother termasuk dalam ruang lingkup pembuahan di luar rahim yang lebih dikenal sebagai teknik bayi tabung atau pembuahan in vitro (in vitro fertilization). Dalam melakukan in vitro fertilization. Tujuan menyewa rahim/kandungan ini adalah menyewa wanita yang bersedia mengandung sampai dengan melahirkan bayi tersebut. kemudian sel telur tersebut dibuahi dengan sel sperma suami yang telah diproses sebelumnya dan dipilih yang terbaik. 5. 4. 3. Setelah dikeluarkan beberapa sel telur. pemindahan sel telur dari ovarium dan pembuahan oleh sel sperma dalam sebuah medium cair. 2011). In vitro fertilization adalah sebuah teknik pembuahan dimana sel telur (ovum) dibuahi di luar tubuh wanita. Wanita ingin memiliki anak tetapi tidak mau menjalani proses kehamilan. Wanita diberi obat pemicu ovulasi yang berfungsi untuk merangsang indung telur mengeluarkan sel telur yang diberikan setiap hari sejak permulaan haid dan baru dihentikan setelah sel-sel telurnya matang. 4. 3 . Rahim wanita tersebut dibuang karena pembedahan. Prosesnya terdiri dari mengendalikan proses ovulasi secara hormonal. Pematangan sel-sel telur dipantau setiap hari melalui pemeriksaan darah dan pemeriksaan ultrasonografi. atau ketiadaan rahim bersamaan dengan adanya dua sel telur yang subur atau salah satunya. adalah : 1. atau karena pemilik ovum ingin menjaga kesehatan dan kecantikannya. Pengambilan sel telur dilakukan dengan penusukan jarum (pungsi) melalui vagina dengan tuntunan ultrasonografi. Beberapa alasan yang menyebabkan dilakukan teknik sewa rahim. Wanita yang ingin memiliki anak tetapi telah mengalami menopause. transfer embrio dilakukan dalam tujuh tingkatan dasar yang dilakukan oleh petugas medis. melahirkan dan menyusui anak serta keinginan untuk memelihara bentuk tubuh dengan menghindari akibat dari proses kehamilan dan kondisi tubuh setelah melahirkan. yaitu : 1. 3. 2. Wanita yang ingin mencari pendapatan dengan menyewakan rahimnya kepada orang lain (Munfarida.Sewa rahim biasa dilakukan karena berbagai sebab. 2. Wanita tersebut dibutuhkan sebagai pengganti bagi wanita yang tidak bisa mengandung dengan berbagai alasan tadi. Seorang wanita tidak mempunyai harapan untuk hamil secara normal karena suatu penyakit atau kecacatan yang menghalanginya untuk hamil dan melahirkan anak. diantaranya. rahim pemilik ovum tidak baik untuk hamil.

kecacatan. dan seminggu kemudian dipastikan dengan pemeriksaan ultrasonografi (Yendi. 7. 2004).5. Keadaan ini terjadi apabila suami mandul dan isteri memiliki halangan atau kecacatan pada rahimnya tetapi benih isteri dalam keadaan baik (Zabidi R. atau isteri telah mencapai tahap putus haid (menopause) (Zabidi R. B. 2004). 2011). Pemantauan dilakukan 18-20 jam kemudian dan keesokan harinya diharapkan sudah terjadi pembuahan sel 6. kemudian dimasukkan ke dalam rahim wanita lain. akibat penyakit yang kronik atau sebab-sebab yang lain (Zabidi R. Apabila terjadi perselisihan antara Ibu biologis dengan si ibu pengganti. kemudian dimasukkan ke dalam rahim wanita lain (bukan istrinya). 2004). Pada periode ini tinggal menunggu terjadinya kehamilan. Bentuk ketiga: Ovum isteri disenyawakan dengan sperma lelaki lain (bukan suaminya) dan dimasukkan ke dalam rahim wanita lain. 4 . 2011). Bentuk – Bentuk Penyewaan Rahim Bentuk pertama: Benih isteri (ovum) disenyawakan dengan benih suami (sperma). Hal yang penting diperhatikan dalam surrogate mother adalah hak-hak anak yang terlahir dari surrogate mother tidak boleh terabaikan. maka penyelesaiannya harus mengedepankan prinsip kepentingan terbaik bagi si anak (Yendi. Embrio yang berada dalam tingkat pembelahan sel ini kemudian diimplantasikan ke dalam rahim wanita. Bentuk kedua: Sama dengan bentuk yang pertama. embrio hasil in vitro fertilisation diimplantasikan ke dalam rahim wanita lain. Keadaan ini terjadi apabila isteri menderita penyakit pada ovari dan rahimnya tidak mampu memikul tugas kehamilan. Sel telur dan sperma yang sudah dipertemukan di dalam tabung petri kemudian dibiakkan di dalam lemari pengeram. 2004). tetapi tetapi rahimnya dibuang karena pembedahan. Pada teknik surrogate mother. kecuali benih yang telah disenyawakan dibekukan dan dimasukkan ke dalam rahim ibu pengganti selepas kematian pasangan suami isteri itu (Zabidi R. khususnya hak identitas diri yang dituangkan dalam akta kelahiran. Kaedah ini digunakan dalam keadaan isteri memiliki benih yang baik. Jika dalam waktu 14 hari setelah embrio diimplantasikan tidak terjadi menstruasi dilakukan pemeriksaan air kemih untuk kehamilan. Bentuk keempat: Sperma suami disenyawakan dengan ovum wanita lain (bukan istrinya).

C. Dalam pasal 127 UU No. Dalam keadaan ini isteri yang lain sanggup mengandungkan anak suaminya dari isteri yang tidak boleh hamil (Zabidi R. karena permasalahan praktek Surrogacy dilarang di Indonesia (Fitriyani.1 Tahun 1974 tentang perkawinan tidak mengatur status anak yang lahir dari praktek Surrogacy. Dilakukan pada fasilitas pelayanan kesehatan tertentu. 2011). hal ini memang belum terjadi di Indonesia tetapi bukan berarti dapat menutup mata atas permasalahan ini. dua individu yang memperdebatkan masalah moral dapat menemukan suatu titik di mana mereka menyadari bahwa sesuatu yang tidak mereka sepakati hanyalah salah satu bagian dari masalah tersebut. Dari kedua peraturan tersebut dengan jelas dikatakan bahwa praktek Surrogacy dilarang pelaksanaannya di Indonesia. UU No. prinsip etika dapat membantu menyelesaikan perdebatan mengenai isu moral walaupun tidak semuanya dapat diselesaikan dengan prinsip etika (Indri. Praktek sewa rahim secara implisit tidak diperbolehkan di Indonesia.23 Tahun 1992 tentang kesehatan. Dilakukan oleh tenaga kesehatan yang mempunyai keahlian dan kewenangan untuk itu. Dengan demikian.23 Tahun 1992 Tentang kesehatan dan keputusan Menkes No. dan tidak ada peraturan yang mengakomodasi apabila terjadi konflik.Bentuk Kelima : Sperma suami dan ovum isteri disenyawakan. Hasil pembuahan sperma dan ovum dari suami istri yang bersangkutan ditanamkan dalam rahim istri dari mana ovum berasal. Peraturan mengenai bayi tabung di Indonesia diatur secara umum dalam pasal 16 UU No. 3. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan diatur bahwa upaya kehamilan di luar cara alamiah hanya dapat dilakukan oleh pasangan suami istri yang sah dengan ketentuan : 1. 2004).72/menkes/Per/II/1999 tentang penyelenggaraan teknologi reproduksi buatan. kemudian dimasukkan ke dalam rahim isteri yang lain dari suami yang sama. 2. 5 . Dengan adanya kerangka etika. dan sebenarnya secara keseluruhan mereka setuju terhadap hal tersebut. Hal ini dipertegas dengan adanya sanksi pidana yang dapat dikenakan bagi yang melakukan (pasal 28 UU No. 2011). Perspektif Bioetika tentang Penyewaan Rahim Permasalahan dalam menghadapi isu-isu moral bukan hanya karena melibatkan emosi tetapi juga banyaknya pendapat dan perbedaan pemahaman antara individu yang satu dengan individu yang lain sehingga menimbulkan perdebatan yang berkepanjangan.

dan 4. Oleh karena itu. asas kebebasan berkontrak tersebut tetap tidak boleh melanggar syarat-syarat sahnya perjanjian dalam pasal 1320 KUH Perdata. 2011). yaitu : 1. kesusilaan. Metode ini dikenal dengan metode bayi tabung. 2. Akan tetapi. 2. sebab hak ini termasuk ikhtiar berdasarkan kaidah – kaidah agama. secara hukum tidak dapat dilakukan di Indonesia (Yendi. maupun dengan ketertiban umum (pasal 1320 jo pasal 1337 KUH Perdata). 2011). Sebab yang halal. di mana para pihak dalam berkontrak bebas untuk membuat perjanjian. Praktek surrogate mother atau sewa menyewa rahim belum diatur di Indonesia. Menurut Fatwa MUI lainnya (Hasil komisi Fatwa tanggal 13 juni 1979). Dalam pasal 1338 KUH Perdata memang diatur mengenai kebebasan berkontrak. Bayi tabung dari pasangan suami istri dengan titipan rahim istri yang lain (misalnya dari istri kedua dititipkan pada istri pertama) hukumnya haram berdasarkan kaidah – kaidah sad az–zari’ah. apapun isi dan bagaimanapun bentuknya. Adapun metode atau upaya kehamilan di luar cara alamiah selain yang diatur dalam pasal 127 UU Kesehatan. 3. yang diperbolehkan oleh hukum Indonesia adalah metode pembuahan sperma dan ovum dari suami istri yang sah yang ditanamkan dalam rahim istri dari mana ovum berasal.Jadi. Dewan pimpinan majelis ulama Indonesia memfatwakan sebagai berikut: 1. “Semua perjanjian yang dibuat secara sah berlaku bagi undang-undang bagi mereka yang membuatnya”. termasuk ibu pengganti atau sewa menyewa/penitipan rahim. Mengenai suatu hal tertentu. Praktek transfer embrio ke rahim titipan (bukan rahim istri yang memiliki sel telur tersebut) telah difatwakan haram oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) pada 26 Mei 2006. tidak ada perlindungan hukum bagi para pelaku perjanjian surrogate mother ataupun sewa menyewa rahim. Bayi tabung dengan sperma dan ovum dari pasangan suami istri yang sah hukumnya mubah (boleh). yaitu tidak bertentangan dengan undang-undang. sebab hal ini akan menimbulkan masalah yang rumit dalam kaitannya 6 . Kesepakatan para pihak. Sedangkan praktek sewa rahim bukan merupakan upaya kehamilan yang ”dapat dilakukan” menurut UU Kesehatan (Yendi. salah satu syarat sahnya perjanjian adalah harus memiliki sebab yang halal. Kecakapan para pihak. Jadi.

begitu juga tidak terjadi pencampuran nasab dari sudut suami dan isteri. Begitu juga jika salah satu dari benih yang disenyawakan tadi mati atau gugur. Mereka berpendapat penyewaan rahim bagi bentuk ini adalah harus karena kedua-dua wanita tersebut adalah isteri bagi suami yang sama dan isteri yang lain secara sukarela mengandungkan anak bagi madunya. yaitu untuk menghindarkan terjadinya perbuatan zina sesungguhnya.ah. Golongan ini berpendapat bahwa penyewaan rahim bentuk ini adalah haram sebagaimana bentuk yang lain. Namun disisi lain. Ini karena isteri yang dimasukkan benih isteri pertama (ibu pengganti) tersebut mungkin hamil sebelum rahimnya dimasukkan benih yang disenyawakan. 3. hasil hubungannya dengan suaminya yang dilakukan dalam jangka masa yang berdekatan dengan proses memasukkan benih isteri yang lain tadi. tidak diketahui anak yang berasal dari hubungan suami isteri tadi atau hasil benih isteri lain yang dimasukkan ke dalam rahimnya. Bayi tabung dari sperma yang dibekukan dari suami yang telah meninggal dunia hukumnya haram berdasarkan kaidah sad az–zari. 4. karena itu status sama dengan hubungan kelamin antar lawan jenis diluar pernikahan yang sah (zina). Dalam keadaan ini. 2011). 2. yaitu : 1. ada bentuk penyewaan rahim yang tidak disepakati pengharamannya oleh para ulama’ ialah sperma suami dan ovum isteri yang disenyawakan. Golongan pertama : Golongan yang mengharamkan. Keadaan ini akan menyebabkan kekeliruan tentang siapa ibu sebenarnya dari anak tersebut. Keadaan ini berlaku apabila berlaku syarat khusus seperti rahim isteri tidak dapat berfungsi atau dibuang akibat pembedahan. dan berdasarkan kaidah sad az-zari’ah. bapak anak tersebut telah pasti dan ikatan kekeluargaan terjadi dalam lingkungan yang baik. Kemudian jika lahir kembar. tetapi ovumnya baik. Para ulama’ berselisih pendapat tentang perkara ini dan terbagi kepada 2 golongan. Golongan kedua : Golongan yang mengharuskan. kemudian dimasukkan ke dalam rahim isteri yang lain bagi suami yang sama. tidak dapat dipastikan kedudukan ibu sebenarnya bagi anak yang lahir. baik dalam kaitannya dengan penentuan nasab maupun kaitannya dengan hal kewarisan (Fitriyani.dengan masalah warisan (khusus antara anak yang dilahirkan dengan ibu yang mempunyai ovum dan ibu yang mengandung kemudian melahirkan). disebabkan hal ini akan menimbulkan masalah yang pelik. Bayi tabung yang sperma dan ovumnya diambil dari selain pasangan suami – istri yang sah hukumnya. Jika sikap berhati-hati diambil dan memenuhi syarat-syarat yang menjamin tidak 7 .

1/1974 dan pasal 250 KUH Perdata. 2009) 8 . Pasalnya. seperti akta kelahiran. Jika embrio dimasukkan ke dalam rahim seorang gadis atau wanita yang tidak terikat perkawinan maka anak tersebut memiliki status sebagai anak di luar perkawinan. lalu menggunakan sel sperma dan sel telur dari pasangan tersebut yang kemudian embrionya ditanam dalam rahim isteri bukan wanita lain alias menyewa rahim (surrogate mother). Hal ini dilakukan untuk menjamin status anak tersebut sebagai anak sah dari pasangan suami isteri tersebut. bukan pasangan yang mempunyai benih.Mujamma’ Al-Fiqhi li Rabitoh Al‘Alam al-Islami secara majority mengharuskan penyewaan rahim bentuk ini. 2004).terjadinya percampuran nasab. Namun jika embrio diimplantasikan ke dalam rahim wanita lain yang bersuami. maka secara yuridis status anak itu adalah anak sah dari pasangan penghamil. Dalam hal ini suami dari istri penghamil dapat menyangkal anak tersebut sebagai anak sah-nya melalui tes golongan darah atau dengan jalan tes DNA. Oleh sebab itu. Namun biasanya ada perjanjian yang tertulis yang dilakukan kedua pasangan tersebut untuk mengakui status anak tersebut. Al. dengan syarat pengawasan yang betul-betul sempurna agar tidak terjadi percampuran benih dengan yang lain. Pakar hukum Universitas Indonesia (UI) Rudi Satrio mengatakan anak hasil bayi tabung merupakan anak sah. Dasar hukum pasal 42 UU No. (Pamungkas. anak tersebut akan kesulitan untuk mengurus surat-surat. Nantinya anak yang lahir tersebut yang akan dirugikan. Mereka juga mensyaratkan untuk tidak menggunakan kaedah ini melainkan ketika adanya alasan yang kuat (Zabidi R. Pendapat yang paling baik untuk melindungi kepentingan terbaik bagi si anak adalah metode bayi tabung dengan ketentuan yang diperbolehkan hanya kepada pasangan suami isteri yang sah.

Surrogate mother (ibu pengganti) atau yang lebih dikenal dengan sewa rahim ialah suatu teknologi in vitro yang dilakukan oleh petugas medis dimana spermatozoa dan ovum yang sudah masak dipertemukan di cawan petri sehingga menghasilkan embrio. Sperma suami disenyawakan dengan ovum wanita lain. Tujuan menyewa rahim/kandungan ini adalah menyewa wanita yang bersedia mengandung sampai dengan melahirkan bayi tersebut. Benih suami-isteri disenyawakan kemudian dimasukkan ke dalam rahim ibu tumpang selepas kematian pasangan suami isteri tersebut. Praktek surrogate mother atau sewa rahim secara implisit tidak diperbolehkan di Indonesia dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) juga telah mengeluarkan fatwa haram. yaitu : Benih isteri (ovum) disenyawakan dengan benih suami (sperma). Bentuk-bentuk sewa rahim. Dimana wanita yang diimplantasikan embrio tersebut telah mengadakan perjanjian (gestational agreement) dengan pasangan suami istri yang mana inti dari perjanjian tersebut si wanita bersedia mengandung benih dari pasangan suami istri tersebut dengan suatu imbalan tertentu. 4. kemudian dimasukkan ke dalam rahim wanita lain. maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut : 1. 2. kemudian dimasukkan ke dalam rahim wanita lain. kemudian dimasukkan ke dalam rahim wanita lain. kemudian embrio tersebut dipindahkan ke dalam rahim perempuan lain. 3. Wanita tersebut dibutuhkan sebagai pengganti bagi wanita yang tidak bisa mengandung dengan berbagai alasan. Ovum isteri disenyawakan dengan sperma lelaki lain. kemudian dimasukkan ke dalam rahim isteri yang lain dari suami yang sama. Benih suami-isteri disenyawakan. 9 .BAB III KESIMPULAN Berdasarkan pembahasan di atas.

blogspot.html.id/indri/2011/11/30/embryoyatim-piatu/.blogspot. Zabidi R. Diakses tanggal 5 Desember 2011. 2011. Diakses tanggal 5 Desember 2011. 2009. Perkembangan Hukum Teknologi Reproduksi Buatan di Indonesia. N. Bioetika : Embryo Yatim Piatu. 2011. Dita Paraga.ac.html. Risti. Kontroversi Penyewaan Rahim Hukumnya Disamakan dengan Zina.itb. Surrogate Mother (Ibu Titipan). Diakses tanggal 5 Desember 2011. American Open University. Munfarida. http://munfarida. http://pamungkas-harapanku. Indri. STIKES Jenderal A. http://blogs. Hukum Teknologi Reproduksi Buatan. Sekilas Tentang Sewa Rahim. 2011. 2004. Pamungkas. 10 . http://yendi.blogdetik. Tahun 1. Syariah Islamiah.com/2011/02/17/hukumteknologi-reproduksi-buatan/. Cairo. 2010. Yogyakarta. Al-Faqirah Ilallah. Bolehkah?. Semarang.com/2011/01/ sekilas-tentang-sewa-rahim.com/2009/01/kontroversi-penyewaan-rahimhukumnya. KRONIK UNIKA Soegijapranata. 2011. Obrolan Surrogate Mother.Yani Yogyakarta..DAFTAR PUSTAKA Fitriyani. Yendi. Penyewaan Rahim menurut Pandangan Islam . Diakses tanggal 5 Desember 2011.

P.SEWA RAHIM (SURROGATE MOTHER) DALAM PERSPEKTIF BIOETIKA Oleh : KELOMPOK VI TAUFIEQ Hj. MUTHMA’INNAH 11B13001 11B13014 11B13021 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR 2011 11 . SURYANI H.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->