TUGAS AKHIR RC 090412 EVALUASI KINERJA TRAYEK LYN BM SURABAYA JURUSAN BRATANG – MENANGGAL

DISUSUN OLEH : BIMA PUTRA 3109.040.505
PROGRAM STUDI DIPLOMA IV TEKNIK SIPIL FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAAN INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER SURABAYA 2010

LATAR BELAKANG
Sebagai kota yang berkembang, kota Surabaya memiliki banyak aktivitas yang dilakukan oleh masyarakat. Hal ini dapat dilihat dengan banyaknya masyarakat Surabaya yang melakukan aktifitas , maupun untuk memenuhi kebutuhan sosial ekonomi lainnya. Lyn BM merupakan salah satu angkutan yang memiliki rute dari Terminal Bratang menuju Pangkalan Menanggal. Masing-masing kawasan yang dilewati Lyn BM tersebut memiliki berbagai pusat aktivitas sosial dan ekonomi yang dilakukan oleh masyarakat setempat.  Di bidang sarana, dalam kasus ini adalah angkutan kota secara sepintas pada trayek-trayek tersebut masih memerlukan pembenahan. Hal ini terlihat adanya kendaraan dengan sedikit penumpang yang akan merugikan para operator angkutan kota. Permasalahan sampai sejauh mana pembenahan tersebut diharapkan dapat dijawab setelah melakukan evaluasi kinerja melalui penelitian pada trayek Lyn BM tersebut. Dengan meningkatkan sistem pelayanan angkutan umum, diharapkan pemakai kendaraan pribadi dapat beralih menggunakan fasilitas angkutan umum.

1

load factor.  Analisa ekonomi dan financial tidak dibahas.RUMUSAN MASALAH  Berapa besar permintaan kebutuhan masyarakat (demand) angkutan kota dalam trayek untuk Lyn BM tersebut ?  Bagaimana kinerja trayek angkutan kota pada 5 (lima) tahun yang akan datang untuk Lyn BM tersebut ? ` BATASAN MASALAH  Wilayah studi yang dibahas adalah Lyn BM jurusan Bratang menuju Menanggal.  Kinerja trayek yang dianalis sampai dengan tahun 2015. kapasitas jalur operasional.  Ruang lingkup yang dibahas adalah headway. 2 . distrbusi pembebanan penumpang. dan jumlah armada.

. 3 .TUJUAN o Agar permintaa permintaan n masyarakat akan Lyn BM dapat terpenuhi dengan baik baik.  Menurunkan tingkat penggunaan kendaraan pribadi dan dapat beralih menggunakan fasilitas kendaraan umum di sekitar. .  Untuk mengetahui kinerja trayek tahun 2010 dan tahun 2015 pada Lyn BM BM. MANFAAT  Mengoptimalkan kinerja Lyn BM sehingga sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Peta lokasi Rute Berangkat Rute Kembali 4 .

Cv = m + m’ 5 . maka rumusan kapasitas penumpang adalah sebagai berikut : Cv = m Kapasitas kendaraan berpengaruh pada kapasitas jalan dan kapasitas pemberhentian dari suatu lajur.Kinerja dari angkutan umum. khususnya armada angkutan kota diukur berdasarkan poin-poin sebagai berikut : * KAPASITAS terdiri dari : Kapasitas Kendaraan (Cv) Kapasitas Jalur (C) Kapasitas Jalur Operasional (Co) Rumus untuk menghitung kapasitas kendaraan adalah sebagai berikut : dimana : Cv = Kapasitas kendaraan m = Jumlah tempat duduk m’ = Jumlah tempat berdiri Karena angkutan kota tidak menyediakan tempat berdiri (m’= 0).

hmin = headway minimum (detik). Rumus untuk menghitung load factor adalah sebagai berikut : dimana : LFmax = Load faktor maksimum pada ruas yang jumlah penumpang paling besar. Rumus untuk menghitung kapasitas jalur adalah sebagai berikut : dimana : Co = Kapasitas jalur operasional (penumpang). 6 . Co = Kapasitas jalur operasional yang dihitung berdasar headway operasional.Rumus untuk menghitung kapasitas jalur adalah sebagai berikut : dimana : C = Kapasitas jalur (penumpang/jam). ho = headway operasional (detik). Cv = Kapasitas kendaraan (penumpang). * FREKUENSI DAN HEADWAY Rumus untuk menghitung headway adalah sebagai berikut : dimana : Ho = Headway f = Frekuensi pelayanan jumlah angkutan kota yang melalui satu titik tetap dalam satu jam. Cv = Kapasitas kendaraan (penumpang). Pmax = Jumlah penumpang maksimum pada ruas yang paling sibuk.

Model Sebaran pergerakan ( trip distribution ) c. Lr = Panjang rute (km). 2000) : Tid = tid . Model Bangkitan pergerakan ( trip generation ) b. Model Pemilihan rute ( trip assignment ) e. Model Pemilihan Moda ( moda split ) d.Oleh karena itu dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut ( Tamin. Et Dimana : Tid = Sebaran pergerakan pada masa mendatangkan. h = Headway. * Matriks Asal – Tujuan Matriks Asal – Tujuan sering digunakan oleh perencanaan transportasi untuk menggambarkan pola pergerakan tersebut. tid = Sebaran pergerakan pada saat sekarang (existing). 2000 ) : T d id  Oi dan  Tid  Dd i Tahap – tahap Pemodelan Transportasi a. metode furness dapat dinyatakan sebagai berikut ( Tamin. Metode Furness Secara matematis. 7 . V = Kecepatan operasional rata-rata (km/jam). Et = Tingkat pertumbuhan zona asal.* KEBUTUHAN JUMLAH ARMADA berikut : Rumus untuk menghitung kebutuhan jumlah armada adalah sebagai dimana : N = Jumlah armada yang dibutuhkan tiap rute per jam.

Wisma Pagesangan . Raya Tenggilis .Jl. Yani .Jl. Jend. Raya Nginden .Jl.Jl.  Terminal Bratang .Jl.Jl.Jl. Siwalan Kerto .Jl.Jl. Kendangsari Industri .Jl. Barata Jaya .Jl.Terminal Perumnas Menanggal (Pangkalan Akhir) Kembali Jarak 17.Jl. Kutisari Utara . Wisma Pagesangan . Gayungsari Barat .Jl. Yani .Jl.Terminal Bratang (Pangkalan Akhir) 8 . Siwalan Kerto Timur .Jl. Nginden Kota .Jl.Jl. Jend.6 Km.Jl. Manyar . Tenggilis Tengah . Nginden Kota .Jl.Jl.Jl. Rungkut Industri .Jl.Jl. Siwalan Kerto Timur . Manyar . Kutisari Utara . Kendangsari Gg. Raya Tenggilis . Tenggilis Tengah .Jl. Raya Kendangsari Industri . Tenggilis Mulya .Jl.Jl.7 Km dengan rute . Menanggal Utara .Jl. Gayungan PTT . Kendangsari Gg. Prapen . dengan rute :  Terminal Perumnas Menanggal . A.Jl. Lebar .Jl. Raya Kutisari .Jl. Gayung Sari Barat . Raya Jemur Sari .METODOLOGI Lokasi Study yang dilakukan adalah Rute yang dilalui oleh Lyn BM jurusan Bratang menuju Menanggal : Berangkat Jarak 17. Menanggal Utara .Jl. Lebar . Gayungan PTT .Jl. Gayung Sari .Jl.Jl. Kutisari Selatan .Jl. Raya Prapen . Siwalan Kerto .Jl.Jl.Jl. Kutisari Selatan . Tenggilis Mulya .Jl.Jl. Raya Jemur Sari .Jl.Jl. Gayungsari . A.

waktu antara (headway).* Metode yang Digunakan Dalam menyelesaikan berbagai permasalahan seperti yang disebutkan dalam Bab I. Data primer a. dari satu zona ke zona yang lain dan dilakukan di dalam kendaraan. Indo Prima Sarana Surabaya). yaitu Pemerintah Dinas Perhubungan dan Badan Pusat Statistik Kota Surabaya. Data sekunder b. * Menganalisa kinerja trayek. survey-survey yang dilaksanakan adalah : * Survey Asal-Tujuan Penumpang Survey ini dilakukan dengan cara mencatat penumpang yang naik dan yang turun. Distribusi pembebanan penumpang adalah total penumpang yang membebani pada tiap ruas yang diperoleh dengan menjumlahkan penumpang yang berasal dari zona asal menuju zona tujuan. b. dan frekuensi kendaraan pada daerah studi. yaitu : • Studi Literatur • Pengumpulan Data. * Survey Occupancy penumpang Survey ini dilakukan pada lokasi yang dapat menangkap semua gerakan kendaraan angkutan kota. * Melakukan peramalan Peramalan jumlah penduduk mendatang (2014) diperoleh dengan bantuan persamaan regresi (Microsoft excel). Data sekunder yang diperlukan meliputi : • Rute tempuh • Jarak tempuh • Jumlah penduduk • Data lainnya (Batasan wilayah administratif kota Surabaya yang dikeluarkan oleh CV. Analisa kinerja meliputi analisa faktor muat (load faktor). 6. 9 . Sedangkan pergerakan penduduk antar zona dapat diperoleh dari Matrix Asal Tujuan Furness (1965). Data sekunder Data sekunder ini diperoleh dari beberapa Instansi yang terkait yang berhubungan dengan data penunjang. Data primer Data primer merupakan pengumpulan data (survey) yang dilaksanakan langsung di lapangan. Kesimpulan Dari hasil analisa dapat diperoleh load faktor dan frekuensi angkutan kota yang beroperasi pada tahun mendatang. terdiri dari : a. * Analisa distribusi pembebanan penumpang. metodologi yang digunakan dalam penyusunan Tugas Akhir.

78 6.07 25.85 Wilayah Studi dan Luas Wilayahnya Sumber : BPS Surabaya (Surabaya dalam angka 2006) 10 . Empat kecamatan ini nantinya akan menjadi zona-zona dalam penentuan pergerakan penumpang pada masing-masing angkutan kota.DIGRAM ALIR METODOLOGI BAB IV ANALISA DAN PEMBAHASAN Wilayah Studi Berdasarkan 2 (dua) rute trayek angkutan kota tersebut terdapat empat kecamatan yang dilalui.52 6.48 5. Secara detail empat kecamatan yang dilalui dan luas wilayahnya adalah sebagai berikut : No 1 2 3 4 Kecamatan Gubeng Tenggilis Mejoyo Wonocolo Gayungan Jumlah Luas (km2) 7.

838 43.6 11 .560 41. Untuk lebih jelas dapat dilihat pada tabel berikut ini.267 149.627 45.7 17. Ada dua jurusan angkutan Lyn BM ini.605 Alokasi Kendaraan Tiap Jurusan Sumber : Hasil Survey Kondisi Angkutan Kota Kondisi angkutan kota (mobil penumpang umum) yang berada pada lokasi studi mempunyai kapasitas 14 (empat belas) penumpang.927 42. Untuk masing-masing jurusan dapat dilihat pada tabel berikut ini: No 1 2 3 4 Trayek BM (Bratang-Menanggal) BM (Menanggal-Bratang) BM (Bratang-Menanggal) BM (Menanggal-Bratang) 41 Jumlah 41 Jarak (km) 17.402 41.407 2006 52.053 43.Data Jumlah Penduduk Tiap-Tiap Wilayah Studi Sumber : BPS Surabaya (Surabaya dalam angka 2003-2008) Data Statistik Data statistik yang akan digunakan adalah data pertumbuhan penduduk pada masing-masing zona yang disurvey.598 75.254 55. No 1 2 3 4 Zona Survey 2003 Gubeng Tenggilis Mejoyo Wonocolo Gayungan 49.720 78.365 51.480 80.076 152. yaitu Bratang-Menanggal dan Menanggal-Bratang.736 2005 151.774 2008 157.662 76.149 147. Alokasi kendaraan yang terdapat pada trayek Lyn BM dengan jumlah yang berbeda-beda pada masingmasing jurusan. Data pertumbuhan penduduk diambil dari “Surabaya dalam Angka Tahun 2003-2008”.653 78.827 154.741 74.7 17.244 Jumlah penduduk tiap zona (jiwa) 2004 50.6 17.159 2007 53.

11.07.00 17.00 .00 .13.00 13.00 12.00 15.00 . Mengingat rute yang ditinjau mempunyai beberapa kesamaan lintasan sehingga dapat mengakibatkan overlapping antar armada angkutan kota pada rute tersebut dan ini menyebabkan adanya persaingan antar operator.00 .12.00 .00 08.00 .00 17. yaitu dimensi evaluasi pelayanan.BRATANG jam 06.00 .15.00 .00 15.00 Jumlah ∑ penumpang ∑ angkutan 59 14 78 19 81 21 74 17 42 18 46 14 Istirahat 55 14 48 14 43 15 53 12 79 16 658 174 BRATANG .00 07.00 12.00 .00 07. dan frekuensi kendaraan pada daerah studi. Survey Occupancy pada hari Kamis MENANGGAL .00 .14.00 08. dimensi kinerja pelayanan yang lebih baik ditinjau dari sisi operator angkutan umum.08.00 .16.18.00 . yang akan ditentukan oleh pengguna (user).13.00 09.00 .00 .00 14.09.00 . headway.00 .09.00 13.16.17.12.07.00 11.10. Dalam Tugas Akhir ini kinerja angkutan umum khususnya pada armada angkutan kota dihitung berdasarkan nilai Load Factor (LF).00 .00 .14.00 10.00 .00 10.17.00 11.18.00 14.00 09.00 . dan dimensi kebijakan pemerintah (regulator).Analisa Kinerja Armada Angkutan Kota Dalam angkutan umum ada tiga dimensi yang menentukan.11.10.00 .MENANGGAL jam 06.00 .00 Jumlah ∑ penumpang ∑ angkutan 45 56 68 53 54 47 Istirahat 57 56 53 55 87 631 11 17 19 15 18 17 14 13 15 13 16 168 12 .15.00 16.00 .00 .08.00 16.

00-08.00-07.56 42 7.00 08.00 13.15.MENANGGAL jam 06.29 6.85 12.07.31 11.08.00 10.00 10.16.00 15.00-09.17.87 78 10.00 16.10.00 09.87 48 8.Survey Occupancy pada hari Sabtu MENANGGAL .38 6.00 .00 17.09.00 14.40 43 8.00 07.11.12. Pnp.00 13.00 .13.00 .36 7.09.00 .00 ket : Hasil analisa prosentase hari kamis 13 .00-17.00 .00 Total Bratang-Menanggal Menanggal-Bratang Jml.00 .08.13 59 8.00 08.00-16.00 .00 .11.00 15.00 07.25 6.05 12.00 16.14.00 13.72 53 13.00 12.00-15.00 .53 8.00 . 45 56 68 53 54 47 57 56 53 55 87 631 % Jml.00 . 7.00 .00 07.00 10.00 11.00 Jumlah ∑ penumpang ∑ angkutan 48 14 62 16 60 18 59 14 56 19 45 17 Istirahat 58 14 46 12 49 15 47 13 52 13 582 165 BRATANG .10.00 658 % 8.78 81 8.13.00 09.BRATANG jam 06.00 .00 .00 .16.45 46 istirahat 9.00-11.00 08.00 . Pnp.18.00 .79 79 100.00 12.00 .07.14.99 8.00 .00 11.00 17.12.00 Jumlah ∑ penumpang ∑ angkutan 48 13 59 14 63 16 42 12 49 14 50 17 Istirahat 53 13 54 12 41 15 42 10 62 13 563 149 Analisa Operasional Lyn BM Waktu 06.00 16.03 55 8.00 .00-14.40 74 8.15.97 11.00 17.00 .00 11.00 .00 .00-18.18.00-10.00 15.01 100.00 14.00 .17.00 14.00-12.00 09.

25 10.00-11. 48 62 60 59 56 45 58 46 49 47 52 582 Menanggal-Bratang % 8.28 7.00-07.73 9.00-17.13% 631 Analisa Operasional Lyn BM Waktu 06.00 15.00 Total Bratang-Menanggal Jml.42 8.00-12.90 8.31 10.88 istirahat 9. Pnp.48 11.41 9.00-15.00-09.00 09.00 08.00-16.53 10.00-10.00 11.Perhitungan Untuk mendapatkan prosentase jumlah perjalanan diperoleh dengan membagi jumlah penumpang tiap jam dengan total jumlah penumpang dan mengalikan dengan 100%.00 Jml.00-07. 48 59 63 42 49 50 53 54 41 42 62 563 % 8.46 11.19 7.59 7.00 13.01 100.00 17.62 7.97 7.00-08. Sebagai contoh adalah sebagai berikut : Pada Jam 06.08 8.00-14.93 100.14 9.00-18.00 10.46 8. Pnp.00 07.00 ket : Hasil analisa operasional tahun 2015 (Menanggal – Bratang) 14 .00 16.65 10.00 14.70 8.00 arah Bratang-Menanggal Jumlah Penumpang tiap jam x 100 % Total jumlah penumpang 45 x100%  7.

Sebagai contoh adalah sebagai berikut : Jumlah Penumpang tiap jam x 100 % Total jumlah penumpang 48 x100%  8.7 17 H (rencana) = 17 menit N= = 4 armada/jam 15 .7 waktu 1 Lr 60  V h 17.Perhitungan Untuk mendapatkan prosentase jumlah perjalanan diperoleh dengan membagi jumlah penumpang tiap jam dengan total jumlah penumpang dan mengalikan dengan 100%.7 km Lr 17.53% 563 Analisa Kinerja Sebagai contoh perhitungan untuk kebutuhan jumlah armada tahun 2015 pada hari kerja (Kamis) adalah Lyn BM (Bratang – Menanggal) Lr (Jarak tempuh zona studi ) Waktu = 60 menit V= : 17.7 60  17.

6 0.96 17.Analisa Kinerja Sebagai contoh perhitungan untuk kebutuhan jumlah armada tahun 2015 pada hari kerja (Kamis) adalah Rute Kembali Lr (Jarak tempuh zona studi ) Waktu = 58menit V= : 17.21 23 H (rencana) = 23 menit N= = 3 armada/jam Analisa Kinerja Perkiraan Jumlah Armada Angkutan Lyn BM Tahun 2015 per hari sebagai berikut : Waku operasional angkutan kota per hari : 16 jam Jumlah rit rata – rata : 6 rit /hari Maka contoh perhitungan jumlah armada Lyn BM (Bratang – Menanggal) 16 .6 km Lr waktu Lr 60  V h 17.6 60  18.

7 dan headway 17 menit untuk rute Bratang-Menanggal dan 23 menit untuk rute MenanggalBratang.7 dan headway 25 menit untuk rute Bratang-Menanggal dan 30 menit untuk rute MenanggalBratang. dengan load factor 0.BAB V KESIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan perhitungan dari Bab sebelumnya dapat diperoleh kesimpulan sebagai berikut : Besarnya kebutuhan masyarakat atau ( demand ) akan angkutan kota Lyn BM pada tahun 2010 dan tahun 2015 ini terlihat dari besarnya pembebanan penumpang untuk tiap – tiap ruas dari Zona 1 sampai Zona 4 untuk rute berangkat dan dari Zona 4 ke Zona 1 untuk rute Kembali. Pada rute trayek ini masih kelebihan armada maka kelebihan armada dialihkan ke rute trayek lain yang kekurangan armada sesuai dengan kebutuhan jumlah penumpang yang dilayani. Sedangkan tahun 2015 untuk hari libur adalah 11 Kendaraan per hari. dan kebutuhan jumlah armada di tahun 2010 untuk hari kerja adalah 19 kendaraan dengan load factor 0.7 dan headway 17 menit untuk rute Bratang-Menanggal dan 23 menit untuk rute Menanggal-Bratang. dengan load factor 0. 17 . Dan telah dijelaskan pada Bab IV sebelumnya bahwa jumlah Armada untuk Lyn BM yang ada saat ini adalah 41 Armada. Analisa Kinerja Sistem Operasional Angkutan Lyn BM pada tahun perencanaan 2010 dan Tahun 2015 yang akan datang dan kebutuhan jumlah armada di tahun 2015 untuk hari kerja adalah 19 Kendaraan per hari.

SEKIAN DAN TERIMA KASIH 18 .