BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah Penelitian pendidikan merupakan penelitian yang dilakukan dalam bidang atau ruang lingkup kependidikan. Hasil penelitian tentu diharapkan mengungkap permasalahan penelitian yang diarahkan pada hal-hal yang mempunyai manfaat luas bagi pengembangan pendidikan khususnya dan secara luas dapat memberikan sumbangan yang berarti bagi pengembangan pendidikan hingga sampai pada tarap nasional. Untuk itulah diperlukan orientasi yang baik untuk menggali permasalahan-permasalahan strategis yang bisa memberikan efek bagi setiap pemangku tugas dalam bidang pendidikan. Guru atau setiap orang yang bekerja dalam bidang pendidikan dewasa ini diindikasikan kurang produktif dalam hal penelitian. Boleh jadi berbagai alasan dimunculkan, di antaranya adalah tidak dianggap penting pelaksanaan penelitian sehingga para guru stagnant pada kepangkatan tertentu (IV / a). Kalau dilihat dari usia yang masih produktif, sesungguhnya amat disayangkan apabila guru hanya berhenti dan puas pada jenjang kepangkatan itu. Selain itu guru hanya fokus meneliti pada penggunaan metode pembelajaran yang dianggap cocok padahal sangat banyak obyek penelitian dalam bidang pendidikan Kini sudah saatnya guru memulai untuk melakukan penelitian, baik secara sendiri, kelompok atau berkolaburasi dengan sejawatnya atau berkolaborasi dengan institusi lain bahkan dengan perguruan tinggi sekalipun. Dengan demikian setiap ada permasalahan pendidikan bisa dilakukan pemecahan secara mendasar, bukan hanya sekedar tambah sulam saja. Bidang pendidikan termasuk rumpun ilmu perilaku, suatu rumpun ilmu yang mengkaji aktivitas manusia. Lingkup kajian aktivitas manusia sangatlah luas, mencakup aktivitas manusia sebagai individu atau kelompok, sebagai kesatuan etnis, bangsa, atau ras, dalam lingkup geografis, administratif atau sosial-budaya, dalam satuan organisasi, institusi, pemerintahan, berkenaan dengan kegiatan ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, pendidikan, keamanan, keagamaan, kesejahteraan masyarakat, dll. B. Rumusan Masalah Rumusan masalah yang digunakan sebagai pedoman dalam penulisan makalah ini adalah: 1. Apa saja ruang lingkup penelitian pendidikan ?

Apa saja komponen-komponen penelitian pendidikan ? Bagaimana karakteristik penelitian pendidikan ? Apa saja jenis-jenis penelitian pendidikan ? C. 2. 3.2. Untuk mengetahui jenis-jenis penelitian pendidikan . 3. 4. Untuk mengetahui ruang lingkup penelitian pendidikan. Tujuan Penulisan Masalah 1. Untuk mengetahui komponen-komponen penelitian pendidikan. Untuk mengetahui karakteristik penelitian pendidikan 4.

b. tujuan pendidikan. progresivisme. transaksi. Ruang Lingkup Penelitian Pendidikan Penelitian dalam bidang pendidikan banyak yang lebih diarahkan pada aplikasi dari konsep dan teori. 3) Konsep-konsep pendidikan. 1. B. Komponen-komponen proses pendidikan tersebut meliputi: interaksi pendidikan. Pengertian Penelitian Pendidikan Penelitian Pendidikan adalah kegiatan sistematis untuk mencari jawaban yang benar atau mendekati kebenaran tentang permasalahan pendidikan berdasarkan penalaran yang logis dan rasional. esensialisme. ketepatan penggunaan suatu sistem. diantaranya: komponen-komponen proses pendidikan dan penelitian bidang pendidikan. antara lain meliputi: 1) Kajian filosofis tentang pendididikan: idealisme. lingkungan pendidikan. eksistensialisme. antara lain meliputi: penelitian bidang ilmu dan praktek pendidikan. Pendidikan Teoritis Penelitian yang diarahkan pada kajian bidang pendidikan teoritis ini. dsb. metode. instrumen. pragmatisme. Sedangkan penelitian bidang-bidang pendidikan.BAB II PEMBAHASAN A. dan tranformasi. Pendidikan Praktis . akan dijelaskan dalam uraian berikut. 2) Pendidikan dalam orientasi: tranmisi. Disamping dua jenis penelitian di atas dalam bidang ini mengevaluasi pelaksanan atau keberhasilan suatu sistem. Penelitian demikian ini dikelompokkan sebagai penelitian terapan atau applied research. teknologi pendidikan dan pendidikan pribadi. media. romantisme. serta didukung oleh fakta empiric. dan pergaulan pendidikan. Penelitian demikian ini dikelompokkan sebagai penelitian terapan atau dapat juga applied research. realisme. Ruang lingkup dan kajian pendidikan. Penelitian Bidang ilmu dan Praktik Pendidikan Penelitian dalam bidang pendidikan banyak yang lebih diarahkan pada aplikasi dari konsep dan teori. program model. a. perenialisme.

Penelitian pendidikan yang diarahkan pada kajian bidang pendidikan praktis dapat dikelompokkan berdasarkan: lingkungan dan kelompok usia. d) Pendidikan kewarganegaraan. terdiri dari: a) Pendidikan jenjang sekolah dasar. Pengelompokan bidang pendidikan praktis tersebut. 2) Berdasarkan jenjang. g) Pendidikan olah raga. dan berdasarkan jenis pendidikan. Taman Bacaan Al-Qur’an (TPAQ). c) Pendidikan di sekolah (pendidikan formal). e) f) Pendidikan matematika. bidang studi. sebagai berikut: 1) Berdasarkan lingkungan dan kelompok usia. d) Pendidikan usia dini (termasuk pendidikan prasekolah. yang meliputi: a) Pendidikan dalam keluarga (pendidikan informal). Tempat Penitipan Anak (TPA) dan sejenisnya. jenjang. Pendidikan teknologi. contohnya: Taman-Kanak-Kanak (TK). 4) Pendidikan berdasarkan jenis. c) Pendidikan sosial. b) Pendidikan dalam masyarakat (pendidikan nonformal). Pendidikan sains. 3) Berdasarkan Bidang Studi. e) Pendidikan orang dewasa (Adult Education) dan lain-lainnya. k) Pendidikan keterampilan. a) Pendidikan umum. meliputi: a) Pendidikan agama. b) Pendidikan jenjang sekolah menengah c) Pendidikan jenjang perguruan tinggi. Kelompok Bermain atau play group. h) Pendidikan kesehatan. . i) j) Pendidikan seni. b) Pendidikan kejuruan. b) Pendidikan bahasa.

misalnya untuk mengevaluasi pelaksanaan atau keberhasilan suatu model desain kurikulum/pembelajaran.c) Pendidikan khusus. Lingkup Bidang Bimbingan dan Konseling (BK). dan d) Pendidikan luar biasa. dapat juga dilakukan penelitian evaluasi. 1) Bimbingan konseling teoritis. meliputi: a) Teori bimbingan . implementasi kurikulum. menurut Syaodih (2005: 45-46) meliputi: bimbingan konseling teoritis dan bimbingan konseling praktik. Kurikulum Teoritis (penelitian dasar) 1) Teori-teori desain dan rekayasa kurikulum 2) Teori-teori pengajaran/pembelajaran 3) Teori-teori belajar. baik bimbingan konseling teoritis maupun praktik. Lingkup penelitian Kurikulum dan Pembelajaran Syaodih (2005) membagi lingkup penelitian kurikulum dan pembelajaran terdiri dari: kurikulum teoritis dan kurikulum praktis. dalam penelitian bidang kurikulum dan pengajaran. Berikut akan dijabarkan secara rinci. media pembalajaran. Kurikulum Praktis (penelitian terapan dan evaluasi) 1) Kurikulum sebagai rencana (curriculum design) 2) Penyusunan Kurikulum 3) Implementasi Kurikulum 4) Evaluasi dan penyempurnaan kurikulum 5) Manajemen kurikulum 4. Penelitian Bidang Ilmu dan Praktik Bimbingan dan Konseling a. penyusunan kurikulum. metode. Praktik Kurikulum dan Pembelajaran Pada umumnya penelitian dalam bidang kurikulum dan pengajaran/pembelajaran diarahkan dari aplikasi dari teori atau konsep sebagai penelitian terapan atau applied research. evaluasi dan penyempurnaan kurikulum. ketepatan penggunaan suatu model. 3. 2. meliputi: kurikulum sebagai rencana (curriculum design). Selain itu. Penelitian Bidang Ilmu. implementasi kurikulum. instrumen evaluasi. a. 4) Teori-teori evaluasi b. serta manajemen kurikulum.

b) Teori konseling c) Teori kepribadian d) Teori perkembangan e) Teori balajar f) Teori pengukuran 2) Bimbingan konseling praktik: a) Berdasarkan layanan              Layanan pengukuran dan pengumpulan data Layanan Pemberian informasi Layanan penempatan Layanan konseling Layanan pengembangan b) Berdasarkan komponen BK sebagai system Raw Input Instrumen Input Enviromental Input Proses Output c) Program BK Berdasarkan lingkup program Bimbingan pendidikan dan pengajaran Bimbingan karir Bimbingan sosial pribadi Berdasarkan Jalur Bimbingan pada pendidikan formal Bimbingan pada pendididikan non formal Berdasarkan jenjang Bimbingan di Taman kanak Bimbingan di Sekolah Dasar Bimbingan di Sekolah Menengah .

yaitu: (1) pengembangan segi-segi kepribadian. Komponen-Komponen Pendidikan 1. Interaksi Pendidikan Kegiatan pendidikan diarahkan kepada pencapaian tujuan-tujuan tertentu yang disebut tujuan pendidikan. Pendidikan merupakan suatu kegiatan yang berintikan interaksi antara peserta didik dengan para pendidik serta berbagai sumber pendidikan. 2005: 24). dan karakteristik pribadi peserta didik. b. Interaksi antara peserta didik dengan pendidik dan sumber-sumber pendidikan tersebut dapat berlangsung dalam situasi pergaulan (pendidikan). Bimbingan di Perguruan Tinggi d) Manajemen BK Manajemen BK pada lingkup dinas Manajemen BK pada lingkup sekolah/perguruan tinggi Manajemen BK di TK dan SD Manajemen BK di Sekolah Menengah Manajemen BK di Perguruan Tinggi Penelitian Bidang Ilmu dan Praktik Manajemen Pendidikan Kajian terhadap bidang ilmu dan praktik manajemen tersebut yang menjadi perhatian dalam penelitian pendidikan (Syaodih. kecakapan. dan (4) pengembangan kecakapan dan kesiapan untuk bekerja (Syaodih. Lingkup manajemen pendidikan teoritis Lingkup manajemen pendidikan teoritis praktis 1) Kepemimpinan 2) Model‐model manajemen 3) Berdasarkan proses manajemen 4) Berdasarkan komponen/ segi pengelolaannya manajemen program pendidikan 5) Berdasarkan komponen pendidikan 6) Berdasarkan lingkup penyelenggaraan C. (3) pengembangan kemampuan melanjutkan studi. 2005: 46-47) dirinci sebagai berikut. Tujuan pendidikan tersebut merupakan kegiatan untuk mengoptimalkan perkembangan potensi. a. . Tujuan pendidikan minimal diarahkan kepada pencapaian empat sasaran. (2) pengembangan kemampuan kemasyarakatan.  5.

keagamaan. serta bimbingan. dengan seluruh hal yang pendidik perlihatkan kepada para peserta didik. Lingkungan ini mencakup lingkungan fisik. alamiah. yang merupakan tempat dan sekaligus memberikan dukungan kadang-kadang juga hambatan bagi berlangsungnya proses pendidikan. Pergaulan Pendidikan Dalam pergaulan pendidikan proses pengembangan berlangsung secara informal. 2. termasuk hal-hal yang kurang baik atau tidak mendidik. Situasi pergaulan pendidikan tersebut biasa disebut pergaulan edukatif. perilaku manusia dalam melaksanakan kewajiban dan nilai-nilai keagamaan. politis. Para pendidik dengan apa yang mereka perlihatkan.pengajaran. kemampuan. dan mungkin juga tidak disadari. dan berikan. yaitu tujuan pendidikan. 4. Karakteristik Penelitian Pendidikan . Tujuan Pendidikan Perbuatan mendidik diarahkan pada pencapaian tujuan-tujuan tertentu. Syaodih (2005) mengatakan bahwa proses pendidikan dalam situasi pergaulan berlangsung melalui percontohan. Lingkungan sosial budaya merupakan lingkungan pergaulan antar manusia. latihan. walaupun dari sisi pendidik seharusnya selalu disadari. sosial. Lingkungan fisik terdiri atas lingkungan alam dan lingkungan buatan manusia. dan nilainilai. 3. Lingkungan Pendidikan Proses pendidikan selalu berlangsung dalam suatu lingkungan. kepentingan masyarakat dan tuntutan lapangan pekerjaan atau ketiga-tiganya yaitu peserta didik. D. intelektual. Di lingkungan ini pendidik dan peserta didik serta orang-orang lainnya terlibat dalam pendidikan dan terjadinya komunikasi dalam bentuk pergaulan pendidikan. Lingkungan keagamaan adalah lingkungan yang terkait dengan pola-pola kegiatan. pengembangan sikap dan nilai-nilai dalam rangka pembentukan dan pengembangan diri peserta didik. keterampilan. katakan. perbuat. Pendidikan diberikan dengan “seluruh penampilan pendidik”. Proses pendidikan diarahkan pada peningkatan penguasaan pengetahuan. yaitu lingkungan pendidikan. Tujuan-tujuan ini bisa menyangkut kepentingan peserta didik sendiri. masyarakat dan pekerja sekaligus.

kualitas atau mutu hasil pendidikan efisiensi. Ketepatan. Sikap empiris umumnya menuntut penghilangan pengalaman dan sikap pribadi. Fungsi Penelitian Pendidikan Penelitian pendidikan pada hakikatnya tidak berbeda dengan penelitian ilmu-ilmu perilaku manusia pada umumnya. Penelitian ditandai oleh sikap dan pendekatan empiris yang kuat. artinya penelitian pendidikan yang ditujukan untuk memecahkan masalah. Penelitian dapat diverifikasi. Penalaran Logis. Secara umum empiris 6. Penjelasan Ringkas. 7. 4. Penelitian harus memiliki objektivitas (objectivity) baik dalam karakteristik maupun prosedurnya. terutama dari segi metodologisnya. Secara umum fungsi penelitian pendidikan dapat dibedakan menjadi : 1. yaitu: 1. 2. Semua kegiatan penelitian menuntut penalaran logis. Ada tujuh karakteristik penelitian pendidikan menurut McMillan dan Schumacher (2001:11-13). 3. pengambilan sampel dan teknik analisisnya tepat. secara teknis instrumen pengumpulan datanya harus memiliki validitas dan reliabilitas yang memadai. Perbedaan hanya dalam bidang kajian. Pengembangan ilmu pendidikan. E. Pemecahan masalah pendidikan. masalah dan variable yang diteliti. Verifikasi. tujuan dan manfaatnya. Penelitian juga harus memiliki tingkat ketepatan (precision). 2. direvisi dan diulang dengan cara yang sama atau berbeda. berarti berdasarkan pengalaman praktis. Objektivitas. dalam arti dikonfirmasikan. . Penelitian untuk pengembangan ilmu sering disebut penelitian murni.Penelitian dapat dilakukan dengan baik terhadap ilmu manapun terhadap praktik pendidikan. 5. bukan berdasarkan pendapat atau kekuasaan. artinya penelitian pendidikan yang ditujukan untuk kepentingan pengembangan ilmu pendidikan itu sendiri termasuk ilmu-ulmu bantunya. Penalaran merupakan proses berpikir. desain penelitian. Penelitian mencoba memberikan penjelasan tentang hubungan antar fenomena dan menyederhanakannya menjadi penjelasan yang ringkas. Empiris. menggunakan prinsip-prinsip logika deduktif dan induktif.masalah pendidikan terutama masalah yang berkenaan dengan kualitas proses pendidikan dan pengajaran. Dalam penelitian empiris kesimpulan didasarkan atas kenyataan-kenyataan yang diperoleh dengan menggunakan metode penelitian yang sistematik.

khusus yang berkenaan dengan peranan. dan lain-lain. Penelitian kebijaksanaan pendidikan. tugas dan tanggung jawab pendidikan dalam pembangunan nasional. Hasil penelitian dapat digunakan sebagai bahan masukan bagi para pengambil keputusan pendidikan baik pada tingkat nasional. regional maupun lokal. Beberapa perbedaan terletak dalam lingkup masalah dan pemanfaatannya. posisi. . Di samping tiga fungsi di atas penelitian pendidikan dapat juga dilaksanakan untuk kepentingan sector pembangunan. Penelitian pendidikan yang dapat menunjang pembangunan. Penelitian ini hampir sama dengan penelitian pemecahan masalah. 4. 3. relevansi pendidikan.dan efektifitas pendidikan.

Penelitian tersebut dapat dilakukan secara kuantitatif. tujuan pendidikan. Dari segi teori. Selain penelitian bidang ilmu dan praktek pendidikan.BAB III PENUTUP A. (5) empiris. lingkungan pendidikan. Penelitian bidang ilmu pendidikan yang diarahkan pada perkembangan teori dan konsep digolongkan sebagai penelitian dasar (basic research). . Komponen-komponen proses pendidikan yang termasuk dalam ruang lingkup dan kajian pendidikan. (2) ketepatan. Penelitian terhadap ilmu pendidikan mengkaji dasar-dasar. ilmu dan segi praktiknya. (3) verifikasi. Kesimpulan Penelitian dalam bidang pendidikan banyak yang lebih diarahkan pada aplikasi dari konsep dan teori sehingg dikelompokkan sebagai penelitian terapan atau applied research. metode. ilmu dan praktik pembelajaran. (4) penjelasan ringkas. ketepatan penggunaan suatu sistem. program model. dan (6) penalaran logis. penelitian pendidikan mencakup kajian ilmu dan praktik pendidikan. Tujuan akhir suatu ilmu adalah mengembangkan dan menguji teori. ekperimental atau noneksperimental. meliputi: interaksi pendidikan. instrumen pembelajaran. juga dilakukan untuk mengevaluasi pelaksanan atau keberhasilan suatu sistem. media. Suatu teori dapat menjelaskan dan meramalkan fenomenafenomena alamiah. segi ilmu dan praktik manajemen pendidikan. Ada enam karakteristik penelitian pendidikan yaitu: (1) objektivitas. dan pergaulan pendidikan. ilmu dan praktik bimbingan dan konseling. ilmu dan praktik kurikulum. teori-teori dan konsep-konsep termasuk sejarah perkembangannya dapat dilakukan dengan menggunakan pendekatan metode kualitatif maupun kuantitatif.

Mohammad. Tweet Diposkan oleh Ichan Usil di 18. 2007. dkk. Pendidikan. Jakarta : Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional. Penelitian Tindakan Kelas .DAFTAR PUSTAKA Syukri.22 Label: Model Pembelajaran. Penelitian Pendidikan SD.