P. 1
Sifat bahan Isolasi

Sifat bahan Isolasi

|Views: 197|Likes:
Published by Bastio Saputra NTio

More info:

Published by: Bastio Saputra NTio on May 09, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/21/2015

pdf

text

original

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Bahan penyekat atau sering disebut dengan istilah isolasi adalah suatu bahan yang digunakan dengan tujuan agar dapat memisahkan bagian – bagian yang bertegangan atau bagian – bagian yang aktif. Bahan yang disebut sebagai bahan isolator adalah bahan dielektrik, ini disebabkan jumlah elektron yang terikat oleh gaya tarik inti sangat kuat. Elektron-elektron pada isolator sulit untuk bergerak atau bahkan tidak sangat sulit berpindah, walaupun telah terkena dorongan dari luar. Bahan isolasi berfungsi untuk memisahkan bagian-bagian yang mempunyai beda tegangan atau dua buah penghantar atau lebih yang saling berdekatan supaya diantara bagian bagian tersebut tidak terjadi lompatan listrik (flsh-over) atau percikan (sparkover). Bahan isolator sering digunakan untuk bahan penyekat (dielektrik). Penyekat listrik terutama dimaksudkan agar listrik tidak dapat mengalir jika pada bahan penyekat tersebut diberi tegangan listrik. Bahan dari Isolasi memiliki sifat-sifat yang sangat penting untuk mengetahui karakter dari bahan isolasi tersebut. Sifat-sifat dari bahan isolasi meliputi: Sifat Listrik, Sifat mekanis, dan sifat kimia. Dengan mengetahui sifatsifat dari bahan isolasi dapat mempermudah dalam melakukan perawatan terhadap bahan isolasi tersebut. Bahan Isolasi mempunyai jenis-jenis, setiap jenis memiliki Kemampuan menahan kebocoran arus (ketahanan isolasi) berbeda-beda, tergantung pada jenis bahan isolator, struktur bahan, proses pengolahan/pembuatan, serta perlakuan terhadap isolator pada waktu penyimpanan maupun pada saat instalasi. Kegagalan isolasi pada peralatan tegangan tinggi yang terjadi pada saat peralatan sedang beroperasi bisa menyebabkan kerusakan alat sehingga kontinyuitas sistem menjadi terganggu. Dengan Mengenal jenis bahan isolasi maka akan mengetahui penempatan bahan isolasi sesuai kegunaan dan tempatnya. B. Perumusan Masalah Apa saja sifat-sifat dari bahan isolasi dan Terdiri dari berapa macamkah bahan isolasi?

1

karna sangat penting dalam pengaplikasian isolasi. 2 .C Tujuan Makalah ini disusun untuk membahas lebih dalam tentang sifat-sifat bahan isolasi dan jenis-jenisnya.

Sifat isolasi merupakan sifat yang mengambarkan karakter dari suatu bahan isolasi. Pemakaian bahan isolasi pada daerah kerja yang suhunya tinggi atau lembab. Sifat-sifat bahan isolasi meliputi sifat listrik bahan isolasi. Hal ini menunjukkan bahwa resistansi bahan isolasi bukan tidak terbatas besarnya. a. baik bahan dan tegangan kerjanya. tetapi pada kenyataanya bahan yang demikian itu belum bisa diperoleh. Sampai sekarang semua bahan isolasi pada teknik listrik masih mengalirkan arus listrik (walaupun kecil ) yang lazim disebut arus bocor. dan sudut kerugian dielektrik. Resistansi volume mengakibatkan mengalirnya arus bocor Iv. harus dipilih bahan yang sesuai. bahan isolasi yang baik adalah bahan isolasi yang resistivitasnya besar tak terhingga. Pengertian Sifat-Sifat Isolasi Sifat. 1.BAB II PEMBAHASAN 1. Sesuai dengan ftugsinya bahan. terdapat 2 macam resistansi yaitu resistansi volume (Rv) dan resistansi permukaan (Rp). permitivitas.1 Sifat Listrik Bahan Isolasi Bahan penyekat mempunyai tahanan listrik yang besar. Resistivitas. Sifat kelistrikan mencakup resistivitas. Penyekat listrik ditujukan untuk mencegah terjadinya kebocoran arus listrik antara kedua penghantar yang berbeda potensial atau untuk mencegah loncatan listrik ketanah. Besarnya resistansi bahan isollasi sesuai dengan Hukum Ohm adalah Ri = v / Ib dimana : Ri = resistansi isolasi (ohm) V = tegangan yang digunakan (volt) Ib = arus bocor (ampere) Kalau diperhatikan lebih jauh. Kebocoran arus listrik harus dibatasi sekecil-kecilnya (tidak melampui batas yang telah ditentukan oleh peraturan yang berlaku). sifat mekanik bahan isolasi. sedangkan resistansi permukaan 3 . sifat kimia bahan isolasi.

Sudut kerugian dielektrik Pada bahan isolasi saat diberi tegangan bolak-balik maka terdapat energi yang diserap oleh bahan tersebut yang mengakibatkan adanya faktor kapasitif. Ketahanan terhadap suhu rendah merapakan kemampuan bahan isolasi yang digunakan pada suhu rendah. maka terdapat energi yang diserap oleh bahan tersebut. di daerah-daerah yang lembab resistivitasnya akan turun secara mencolok. Banyak bahan yang mempunyai pv dan pp yang bc--s. Resistivitas akan turun jika tegangan yang diberikan naik Dari 3 hal tersebut diatas. maka pada pemakaian sehari-hari dalam pemakaian bahan isolasi misaInya untuk daerah kerja yang suhunya tinggi aLau lembab. Beberapa hal yang harus diperhatikan sehubungan dengan resistivitas adalah: a. dalam hal ini -60° C sampai dengan -70° C. hal ini penting bagi bahanbahan yang digunakan sebagai dielektrik kapasitor.turun drastis pada suhu 1000C. c. Pada saat bahan isolasi diberi tegangan bolak balik. Kapasitansi suatu kapasitor tergantung dari luas permukaan jarak antara keping-keping kapasitor serta dielektriknya. dan sudut kerugian dielektrik. 4 . b. kenaikan suhu pada penghantar dipengaruhi pula oleh resistansi panas dari bahan isolasi. Akibatnya terdapat faktor kapasitif. Hubungan vektoris antara tegangan dan arus pada bahan isolasi.ar pada suhu kamar tetapi. harus dipilib bahan yang sesuai baik bahan maupun tegangan kerjanya. Panas yang didesipasikan oleh penghantar atau rangkaian magnetik pada mesin listrik melalui bahan isolasi akan diteruskan ke udara sekelilingnya. Untuk bahan isolasi yang higroskopis. Besarnya kerugian yang diserap bahan isolasi adalah berbanding lurus dengan tegangan V volt. Permitivitas Setiap bahan isolasi mempunyai permitivitas. kapasitansi C farad. Resistivitas volume pada umumnya disebut resistivitas saja. Untuk itu biasanya bahan isolasi juga diuji pada suhu rendah dengan diberi vibrasi (getaran). frekuensi f hertz. c. b. Bahan isolasi jika terkena suhu rendah akan menjadi keras dan regas. Baik resistivitas volume maupun resistivitas permulaan akan berkurangbesarnya jika suhu dinaikkan.menyebabkan mengalirnya arus bocor lp.

pengaruh tropis dan resistansi radio aktif. maka kita harus menggunakan bahan dari kain daripada kertas. 1. higroskopisitas. sehingga harganya pun akan semakin murah. 5 . agar dimensi sistem isolasi menjadi kecil dan penggunaan bahan semakin sedikit. Sifat listrik yang dibutuhkan untuk suatu bahan isolasi adalah sebagai berikut: a. Umumnya bahan pelarut komposisi kimianya sama dengan bahan yang dilarutkan. Kemampuan larut suatu bahan akan lebih besar jika suhunya dinaikkan. sehingga membuat arus pemuatan (charging current) tidak melebihi batas ayang diijinkan. agar suhu bahan isolasi tidak melebihi batas yang ditentukan.2. b. misalnya : vernis. Contohnya : hidro karbon (parafin. maka dipertimbangkan kekuatan struktur bahannya. dapat dibatasi hal-hal penyebab kerusakan dikarenakan kesalahan pemakaiannya. d.1 Kriteria sifat listrik bahan isolasi yang baik.1. Bahan kain lebih kuat terhadap tarikan daripada bahan kertas. sifat kemampuan larut. Sifat kemampuan Larut Sifat ini adalah diperlukan ketika menentukan macam bahan pelarut untuk suatu bahan. dan sebagainya. agar tidak terjadi erosi karena tekanan listrik permukaan.Sifat Mekanik Bahan Isolasi Mengingat luasnya pemakaiannya pemakaian bahan penyekat.1.Sifat Kimia Bahan Isolasi Beberapa sifat fisis dan kimia yang akan dibahas di sini adalah. resistansi kimia. Rugi-rugi dielektriknya rendah. Juga ketika menguji bahan isolasi atas kemampuannya tetap tahan di dalam cairan selama diimpregnasi dan selama pemakaiannya (bahan isolasi trafo minyak). a. 1. Misal diperlukan bahan yang tahan tarikan. c. plastik. permeabilitas uap. Kemampuan larut bahan padat dapat dievaluasi berdasarkan banyaknya bagian permukaan bahan yang dapat larut setiap satuan waktu jika diberi bahan pelarut. Mempunyai kekuatan dielektrik (KD) yang tinggi. Memiliki kekuatan kerak (tracking strength) yang tinggi. Memiliki konstanta dielektrik yang tepat dan cocok.3. karet alam) dilarutkan dengan cairan hidro karbon atau phenol formaldehida. Dengan demikian.

sifat dan ciri bahan penyekat. kayu. Higroskopisitas Beberapa bahan isolasi ternyata mempunyai sifat higroskopisitas. suhu di atas normal. Hal ini perlu diperhatikan untuk pemakaian bahan isolasi yang digunakan di daerah yang kosentrasi kimianya aktif. Bahan isolasi yang digunakan pada instalasi tegangan tinggi harus mampu menahan terjadinya ozon. yaitu sifat menyerap air sekelilingnya. basah yang ada di sekitar bahan penyekat. maka untuk memudahkan kita dalam memilih untuk aplikasi dalam kelistrikan. Karena ozon dapat menyebabkan isolasi berubah menjadi regas. air. haruslah dipilih bahan penyekat yang tahan terhadap air.b. Bahan dielektrik yang melekulnya berisi kelompok hidroksil (OH). dan sebagainya) * Bahan berserat (benang. bahan tersebut harus mempunyai resistansi ozon yang tinggi. Pada prakteknya. Karena kecepatan korosi dipengaruhi pula oleh kenaikkan suhu. dan sebagainya) * Gelas dan keramik * Plastik 6 . Mengingat adanya bermacammacam asal. c. asam. Demikian juga pengaruh adanya kelembaban udara. bahan isolasi anorganik mempunyai ketahanan terhadap ozon yang baik. kita akan membagi bahan penyekat berdasar kelompoknya. prespon. polietilin dan politetra fluoro etilen adalah bahan bahan nonhigroskopis. kain. Resistansi Kimia Bahan isolasi mempunyai kemampuan yang berbeda ketahanannya terhadap korosi yang disebabkan oleh : gas. Demikian juga adanya zat-zat lain dapat merusak struktur kimia bahan. Jika kelembaban tidak dapat dihindari. basa dan garam. Artinya. kertas. Uap air ternyata dapat mengakibatkan perubahan mekanis fisik (physico mechanical) dan memperkecil daya isolasi.Panas yang tinggi yang diterima oleh bahan penyekat dapat mengakibatkan perubahan susunan kimia bahan. maka hendaknya bahan penyerap uap air yaitu senyawa P2O5 atau Ca Cl2. asbes. Sedangkan bahan dielektrik seperti : parafin. higroskopisitasnya relatif besar. Pembagian kelompok bahan penyekat adalah sebagai berikut : * Bahan tambang (batu pualam. Untuk itu selama penyimpanan atau pemakaian bahan isolasi agar tidak terjadi penyerapan uap air oleh bahan isolasi. mika.

Bahan Isolasi Plastik. dan JTT antara hantara yang satu dengan yang lain dipisahkan dengan udara. Bahan Isolasi Serat Optik 2. sifat kemampuan larut. Bahan Isolasi Mineral. dan sebagainya * Bahan yang dipadatkan. Hubungan antara tegangan tembus dan jarak untuk udara tidak linier seperti ditunjukkan pada Gambar berikut Gambar 1. Vt = f (celah udara) pada p = 1 atm. Bahan Isolasi padat. 2. pengaruh tropis dan resistansi radio aktif.1 Bahan Isolasi Gas Bahan isolasi gas adalah digunakan sebagai pengisolasi dan sekaligus sebagai media penyalur panas.1. Contoh yang mudah dijumpai antara lain : pada JTR.Macam-Macam Bahan Isolasi Bahan Isolasi terdiri dari 7 macam yaitu : Bahan Isolasi Cair. resistansi kimia. 2. Bahan Isolasi berserat. mempunyai tegangan tembus yang cukup besar yaitu 30 kV/ cm. Bahan isolasi gas yang dibahas dalam bab ini adalah : udara.* Karet. bakelit. Beberapa sifat kimia yang akan dibahas di sini adalah. sulphur hexa fluorida (SF6) sebagai titik berat di damping gas-gas lain yang lazim digunakan di dalam teknik listrik.1 Udara Udara merupakan bahan isolasi yang mudah didapatkan. permeabilitas uap. F = 50 Hz 7 . ebonit. higroskopisitas. JTM.

139 kg/m3 yaitu sekitar 5 kali berat udara pada suhu 00 celsius dan tekanan 1 atmosfir. tidak beracun.2.5 kali kemampuan isolasi udara.5 bahwa molekul SF6 mempunyai 6 atom Fluor yang mengelilingi sebuah atom Sulphur. SF6 juga merupakan bahan isolasi yang baik yaitu 2. Dengan demikian maka SF6 menjadi gas yang inert atau stabil seperti halnya gas mulia. tidak berwarna dan tidak berbau. Molekul sulphur hexa fluorida Terlihat pada gambar 3. di sini masing-masing atom Fluo mengikat 1buah elektron terluar atom Sulphur.1. Perbandingan SF6 dengan beberapa gas lain seperti tercantum pada Tabel : Tabel 1 Sifat beberapa Gas 8 .2 Sulphur Hexa Fluorida Sulphur Hexa Fluorida (SF6) merupakan suatu gas bentukan antara unsur sulphur dengan fluor dengan reaksi eksotermis : S + 3 F2 ---------------Molekul SF6 seperti ditunjukkan pada Gambar Gambar. 2. tidak larut pada air. Sifat lainnya adalah : tidak terbakar. Sampai saat ini SF6 merupakan gas terberat yang mempunyai massa jenis 6.

Gas karbon dioksoda (CO2) dapat digunakan sebagai gas residu pada bahan dielektrik cair (minyak) pada alat-alat tegangan tinggi.  Tekanan SF6 sebagai pemadam busur api maupun sebagai pengisolasi dapat dengan mudah dideteksi. ini berarti bahwa pada pemisahan SF6 menjadi Sulphur dan Fluor memerlukan panas dari sekelilingnya sebesar 262 k .1. Pemakaian gas ini cocok untuk bahan isolasi pada alat-alat pemutus. berkisar antara 6 – 10 kali tegangan tembus udara. Gas neon adalah salah satu gas mulia yang banyak digunakan sebagai bahan pengisi lampu-lampu tabung. antara lain : kabel dan trafo.  Penguraian pada waktu memadamkan busur api maupun pembentukannya kembali setelah pemadaman adalah menyeluruh (tidak ada sisa unsure pembentuknya)  Relatif mudah terionisasi sehingga plasmanya pada CB konduktivitasnya tetap rendah dibandingkan pada keadaan dingin. namun sematamata karena pengaruh panas busur api yang terjadi. kalori/ molekul.  Karakteristik gas SF6 adalah elektro negatif sehingga penguraiannya menjadikan dielektriknya naik secara bertahap. Pada prinsipnya SF6 sebagai pemadam busur api adalah tanpa memerlukan energi untuk mengkompresikannya. C7F8. F24 mempunyai tegangan tembus yang tinggi. misalnya : sakelar pemutus beban. 2. C14.  Transien frekuensi yang tinggi akan naik selama operasi pemutusan dan dengan adanya hal ini busur api akan dipadamkan pada saat nilai arusnya rendah. Hal ini tepat sekali digunakan untuk bahan pendinginan pada peralatan listrik yang menimbulkan panas atau bunga api pada waktu bekerja. 9 . bahwa untuk pembentukan SF6 timbulpanas. Sifat dari SF6 sebagai media pemadam busur api dan relevansinya pada sakelar pemutus beban adalah :  Hanya memerlukan energi yang rendah untuk mengoperasikan mekanismenya.Seperti telah disebutkan di atas.3 Gas-gas lain Gas bentukan fluoro organic misalnya C7F14. Hal ini mengurangi kemungkinan busur api tidak stabil dengan demikian ada pemotongan arus dan menimbulkan tegangan antar kontak.

2. misalnya : minyak trafo Piranol. Sebagai bahan isolasi. Tegangan temus nominal minyak transformator untuk tegangan kerja tertentu dapat dilihat pada tabel 2. minyak transformator dapat pula yang dapat dibuat dari bahan organik. Pengujian tegangan tembus minyak transformator dapat dilakukan dengan menggunakan peralatan seperti ditunjukkan pada Gambar.1 Minyak Transformator Minyak transformator adalah minyak mineral yang diperoleh dengan pemurnian minyak mentah.5 cm. Dalam hal ini bahan isolasi cair berfungsi sebagai pengisolasi dan sekaligus sebagai pendingin. sedangkan tegangannya dapat diatur dengan menggunakan auto-transformator sehingga dapat diketahui tegangan sebelum saat terjadinya kegagalan isolasi yaitu terjadinya locatan bunga api. Silikon. Bahan Isolasi Cair Bahan isolasi cair digunakan sebagai bahan pengisi pada beberapa peralatan listrik. Dalam pemakaiannya. minyak transformator harus mempunyai tegangan tembus yang tinggi. pemutus beban. Selain itu dapat dilihat dari Voltmeter tegangan tertinggi sebelum terjadinya kegagalan isolasi (karena setelah terjadinya kegagalan isolasi voltmeter akan menunjukkan harga nol. Alat pengujian tegangan tembus minyak transformator Jarak elektroda dibuat 2.2. Gambar 4. Selain berasal dari minyak mineral. 10 .2. misalnya : transformator. minyak ini karena pengaruh panas dari rugi-rugi di dalam transformator akan timbul hidrokarbon. Locatan bunga api dapat dilihat lewat lubang yang diberi kaca. 2. rheostat. Karena itu persyaratan untuk bahan cair yang dapat digunakan untuk isolasi antara lain : mempunyai tegangan tembus dan daya hantar panas yang tinggi.

Walaupun kaca merupakan substansi berongga. Disamping bahan-bahan diatas. Ketahanan listrik minyak transformator dapat menurun karena pengaruh asam dan dapat pula karena kandungan air. pengerasan dan pelumeran.1 g/cm2.2 bahan isolasi cair lain Minyak untuk kabel yang berisolasi kertas dibuat lebih kental daripada minyak trafo. araclor. oksida timah hitam). kekuatan tariknya 100 hingga 300 kg/cm2. karena pelelehannya adalah perlahan –lahan ketika suhu pemanasan di naikkan.3. 2. askarel. Massa jenis kaca berkisar antara 2 hingga 8. disamping itu terdapat pula bahan isolasi kabel yang di impregnasi dengan minyak yang kekentalan rendah dengan pemurnian yang tinggi.3. terdapat pula isolasi cair sintetis yang berisi chloor (hidrokarbon seperti difenil C10H12).1. Titik pelelehan kaca berkisar antara 500 hingga 17000 C. tetapi penggunaannya tidak pada bentuk atau keadaan alaminya melainkan harus diproses terlebih dahulu dengan pemanasan (pembakaran). pospat. Kaca pada umumnya terdiri dari campuran silikat dan beberapa senyawa antara lain : borat. 2. Bahan-bahan ini diantaranya: sovol. kekuatan tekannya 6000 hingga 21000 kg/cm2 . alkali (Na dan K) dengan bahan lain (kapur. shibanol. Kaca Kaca adalah substansi yang dibuat dengan pendinginan bahan-bahan yang dilelehkan. tetapi tidak mempunyai titik leleh yang tegas. Karena kekuatan tariknya relatif kecil. Karena itu sifat dari kaca tergantung dari komposisi bahan-bahan pembentuknya tersebut. Makin sedikit 11 . tidak berbentuk kristal tetapi tetap pada kondisi berongga. 2.Dengan demikian dapat diketahui apakah minyak transformator ketahanan listriknya memenuhi persyaratan yang berlaku. Kaca dibuat dengan cara melelehkan beberapa senyawa silikat (pasir). Bahan Isolasi Padat Kaca dan porselin adalah tergolong bahan mineral. yaitu kabel untuk tegangan ekstra tinggi yang diisi minyak. Itulah sebabnya maka pembahasannya dipisahkan dengan pembahasan bahan mineral pada bab sebelumnya. maka kaca adalah bahan yang regas.2. Dan bahan isolasi cair lain yang lebih mahal dari minyak trafo adalah minyak silicon. pyralen.

sitol tidak dibuat dengan pembakaran tetapi cenderung dengan fusi dari bahan-bahan mentahnya dengan menjadikannya meleleh dan kemudian kristalisasi. Istilah bahan -bahan keramik adalah digunakan untuk semua bahan anorganik yang dibakar dengan pembakaran pada suhu tinggi dan bahan asal berubah substansinya.5-10-7 hingga 150. 2.4.3. Sitol Sitol mempunyai bahan dasar kaca yang merupakan pengembangan baru. Pemakaian sitol adalah sangat luas. Beberapa isolator porselin 2.2. makin banyak kadar S1O2 yang dikandungnya akan makin kecil nya. Demikian pula halnya dengan muai panjang nya. struktur dan sifat-sifatnya adalah diantara kaca dan keramik. 10-7 per derajat celcius. Porselin Porselin adalah bahan isolasi kelompok keramik yang sangat penting dan luas penggunaannya. 2. Tidak seperti halnya keramik biasa. Yang banyak dijumpai dipasaran antara lain : pyroceram. BAHAN ISOLASI BERSERAT 12 . Bahan dasar dari porselin adalah tanah liat.3. Muai panjang untuk kaca berkisar antara 5.3. tetapi menjadi tahan terhadap air dan kekuatan mekaniknya naik setelah dibakar. rol isolator seperti dapat dilihat pada gambar Gambar 5. Sitol juga disebut keramik-kaca atau kaca kristal. isolator penyangga.kandungan S1O2 nya makin rendah titik pelembekan suatu kaca. Sitol mempunyai struktur kristal yang halus (hal ini yang membedakannya dengan kaca biasa) tetapi berongga. Ini berarti bahan dasar tersebut mudah dibentuk pada waktu basah. Penggunaan isolator dari porselin antara lain : isolator tarik. vitoceram.

terilin.5. Serat sintetis diantanya adalah poliamid (nilon. seratpolistirin (PVC). Bahan Isolasi Mineral Bahan isolasi mineral diperoleh dari tambang dan digunakan sebagai isolasi pada ikatan kimia atau keadaan alaminya tanpa proses kimia atau termal sebelumnya.6. mudah diproses dan murah harganya. Jenis-jenis bahan isolasi berserat:  Kayu  Kertas  Tekstil Akhir-akhir ini banyak tekstil sintetis yang digunakan sebagai bahan isolasi karena mempunyai beberapa keuntungan antara laian: kekuatan mekanis. elastisitas. tetron.Kelebihan dari bahan berserat adalah mempunyai fleksibilitas yang baik. Adapun kekurangannya adalah higroskopis dan tegangan tembusnya rendah. silon. higroskopisitas rendah dan lebih stabil terhadap pengaruh kimia. dedron). kekuatan mekanis yang tinggi.  Bahan berserat anorganik : Asbes dan Fiberglass 2. kapron. Bahan Isolasi Plastik Plastik adalah bahan sintetis yang dapat dibentuk dengan pemanasan dan dapat diperkeras bergantung pada strukturnya. serat polyester (lavsan. dan tahan panas yang tinggi. Jenis-jenis bahan isolasi minerlal:  Mika  Mikanit  Mikanit komutator  Mikanit lempengan  Mikanit cetakan  Kertas mika  Mikanit fleksibel  Pita mika  Marmer  Batu tulis  Klorida 2. dakron). Bahan isolasi plastic terdiri dari :  NYA  NYM  NYY  Mikaleks 13 .

Adapun bentuk pemampang dari core dapat bermacam-macang. antara lain: saluran 2 kawat sejajar kabel koaksial. yang mana pemampang dari kabel tersebut terdiri dari dua bagian. Karet 1. antara lain : pipih. segi banyak atau berbentuk lingkaran. pemakaian serat optic sebagai saluran tranmisi komunikasi jarak jauh lebih menguntungkan jika dibandingkan dengan transmisi konvensional. Cladding pada serat optik membungkus atau mengelilingi Core. 2. segi empat. Yang terpenting dalam pembuatan serat optik (fiber optic) adalah menjaga agar perbandingan relatif antara bermacam lapisan tidak berubah sebagai akibat tarikan. Proses ini dikerjakan dalam keadaan bahan gelas yang panas. Bahan Isolasi Serat Optik Sebagaimana namanya maka serat optik (fiber optic) dibuat dari gelas silika dengan penampang berbentuk lingkaran atau bentuk-bentuk lainnya. yaitu : bagian tengah yang disebut “Core” dan bagian luar yang disebut “Cladding”. Pembuatan serat optik (fiber optic) dilakukan dengan cara menarik bahan gelas kental-cair sehingga dapat diperoleh serabut atau serat gelas dengan penampang tertentu. Karet butadin Karet butil Karet polichloropen Karet silicon 2. Proses pembungkusan seperti pemberian bahan pelindung atau proses pembuatan satu ikat kabel yang terdiri atas beberapa buah hingga ratusan kabel pengerjaannya tidak berbeda dengan pembuatan kabel biasa. Serat optik (fiber optic) adalah suatu pemandu gelombang cahaya (light wave guide) yang berupa suatu kabel tembus pandang (transparant). 4.7. Perkembangan terakhir. 3. 14 . segi tiga.

Kesimpulan 1. 4. Sifat Mekanik. Bahan Isolasi Mineral. Kritik dan saran Penyusun membutuhkan Kritik dan saran yang berguna menyempurnakan pengetahuan ini demi kepentingan kita bersama. Bahan Isolasi memiliki sifat-sifat dan Macam-macam 2. untuk 15 . Bahan Isolasi Berserat. Sifat Kimia 3. Pada tiap-tiap macam bahan Isolator terdapat keuntungan dan kelemahan masing-masing. bahan Isolasi Padat . bahan isolasi Plastik. bahan Isolasi cair. Terdapat beberapa macam bahan isolasi yaitu : bahan Isolasi Gas.BAB III PENUTUP A. Sifat-Sifat Bahan Isolasi terdiri dari Sifat Listrik. B. dan Bahan Isolasi serat Optik.

16 .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->