Raja Kudungga. Adalah raja pertama sekaligus pendiri dari Kerajaan Kutai. Jika dilihat dari namanya yang masih menggunakan nama Indonesia, para ahli berpendapat bahwa pada masa pemerintahan Kudungga pengaruh Agama Hindu belum terlalu kuat. Hal ini dikarenakan para raja kerajaan Hindu pada zaman dulu selalu menggunakan nama-nama India. Para ahli juga memperkirakan bahwa Kudungga pada awalnya adalah seorang kepala suku. Namun setelah masuknya pengaruh Hindu dari India, maka berubahlah sistem pemerintahan dari kepala suku menjadi kerajaan. Kudungga lalu mendeklarasikan dirinya sebagai raja dan memutuskan bahwa pergantian kekuasaan harus dilakukan secara turun temurun sebagaimana sistem kerajaan pada umumnya. Raja Aswawarman. Aswawarman adalah putra dari Kudungga. Aswawarman disebut sebagai seorang raja yang cakap dan kuat. Aswawarman pulalah yang memiliki jasa paling besar atas perluasan wiayah Kerajaan Kutai. Perluasan wilayah diakukan oleh Aswawarman dengan cara melakukan upacara Asmawedha, yaitu upacara pelepasan kuda untuk menentukan batas wilayah kerajaan. Kuda-kuda yang dilepaskan ini akan diikuti oleh prajurit kerajaan yang akan menentukan wilayah kerajaan sesuai dengan sejauh mana jejak telapak kaki kuda dapat ditemukan. Raja Mulawarman. Merupakan putra Aswawarman sekaligus raja terbesar Kerajaan Kutai yang membawa Kutai mencapai puncak kejayaannya. Dibawah pemerintahannya, rakyat Kutai dapat hidup aman dan sejahtera. Pada prasasti Yupa, Mulawarman disebut sebagai seorang raja yang sangat dermawan karena telah memberikan sedekah berupa 20.000 ekor sapi kepada para brahmana.

RuntuhnyaKerajaanKutai Kerajaan Kutai runtuh pada masa pemerintahan Maharaja Dharma Setia. Dharma Setia sendiri terbunuh dalam peperangan melawan Aji Pangeran Anum Panji Mendapa dari Kesultanan Islam Kutai Kartanegara. Terbunuhnya Maharaja Dharma Setia ini menandakan berakhirnya Kerajaan Kutai sekaligus menjadikan Dharma Kerajaan tertua di wilayah Nusantara adalah Kerajaan Kutai.Kerajaan ini terletak di wilayah Provinsi Kalimantan Timur,tepatnya di sebuah kota kecamatan yang bernama Muarakaman.Daerah ini yang merupakan daerah percabangan antara sungai Mahakam dengan sungai Kedang Rantau.Kerajaan berdiri pada tahun 400 masehi.

Maharaja Sri Aji Dewa. Maharaja Wijaya Warman. pada kekuasaan Maharaja Dharma Setia .peristiwa ini ditandai dengan berdirinya sebuah Yupa.000 ekor sapi kepada kaum Brahmana di dalam tanah yang suci bernama Waprakeswara. Maharaja Indra Warman Dewa. Maharaja Guna Parana Dewa.Hingga Runtuhnya Kerajaan Kutai. berikut adalah Nama Nama Raja Kerajaan Kutai Kertanegara : Maharaja Marawijaya Warman. Maharaja Nalasinga Warman.kemudian digantikan oleh raja Mulawarman. Maharaja Dharma Setia. Maharaja Candrawarman. Kerajaan Kutai Kertanegara Terus berganti – ganti Raja. Maharaja Nala Pandita.Peninggalan sejarah yang membuktikan kerajaan Kutai sebagai kerajaan. Maharaja Sangga Warman Dewa. Karena Maharaja Dharma Setia tewas dalam peperangan di tangan Raja Kutai Kartanegara ke-13. Maharaja Sri Langka Dewa.kerajaan kutai berkembang pesat sebagai pemeluk agama Hindu yang taat. Maharaja Gajayana Warman. Maharaja Mulia Putera.Yupa adalah tiang batu pengikat hewan korban untuk dipersembahkan kepada dewa.000ekor sapi kepada Brahmana.Rakyatnya hidup sejahtera Mulawarman. Maharaja Tungga Warman. Dari peninggalan prasasti. Maharaja Jayanaga Warman. Aji Pangeran Anum Panji Mendapa . Maharaja Gadingga Warman Dewa. Raja Mulawarman dikenal sebagai raja yang bijaksana.Hindu pertama adalah ditemukannya prasasti berbentuk Yupa menggunakan bahasa sanskerta dan huruf pallawa. Kemudian. Maharaja Indra Paruta Dewa.Beliau menyembah dewa Syiwa.sedangkan dalam suatu upacara menghadiahkan 20. Maharaja Nala Parana Tungga. diketahui bahwa Kudungga adalah raja Kutai yang pertama Raja Kudungga digantikan oleh putranya yang bernama Aswawarman.Beberapa peninggalan kerajaan kutai:. Diketahui Bahwa raja Mulawarman memberi sedekah 20. Pada masa pemerintahan Mulawarman.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful