BAB I PENDAHULUAN

1.1

Latar Belakang Investasi merupakan penanaman dana yang dilakukan oleh suatu perusahaan

ke dalam suatu asset (aktiva) dengan harapan memperoleh pendapatan dimasa yang akan datang. Keputusan investasi yang dilakukan perusahaan sangat penting artinya bagi kelangsungan hidup perusahaan yang bersangkutan. Hal ini karena keputusan investasi menyangkut dana yang akan digunakan untuk investasi, jenis investasi yang akan di lakukan ini diharapkan memperoleh peneriamaanpenerimaan yang dihasilkan dari investasi tersebut yang dapat menutup biayabiaya yang dikeluarkannya. Penerimaan investasi yang akan diterima berasal dari proyeksi keuntungan atas investasi tersebut. Untuk menganalisis keputusan investasi atau proyek investasi, apakah invetasi tersebut layak atau tidak, maka konsep yang digunakan adalah konsep aliran kas, bukan konsep laba. PT. ABCD adalah perusahaan yang bergerak dibidang jasa percetakan. Perusahaan ini melayani berbagai macam jenis cetakan mulai dari sablon, pembuatan baleho, undangan dan berbagai kebutuhan kantor lainnya. Sasaran utama mereka adalah melayani kebutuhan perusahaan-perusahaan besar. Perusahaan ini cukup berkembang setiap tahunnya omset selalu meningkat. Peningkatan pemesanan percetakan membuat perusahaan ini selalu menambah jam kerja karyawannya, hal itu dikarenakan mesin yang digunakan untuk usahanya sudah cukup tua yang sering kali trouble dan menunda penyelesaian

1

pesanan pelanggan, padahal barang pesanan harus segera dikirim. Bila kondisi terus seperti ini perusahaan akan kehilangan para pelanggannya karena mereka beralih ke perusahaan-perusahaan lain yang sejenis. Selain menurunnya servis pelanggan, hal ini juga membuat

membengkaknya biaya variabel perusahaan ditahun 2012. Pada akhir tahun para teknisi produksi mengusulkan proyek baru, yaitu dengan mengganti mesin-mesin yang ada, yang dinilainya dapat menekan biaya variabel serta meningkatkan servis kepada pelanggan dan kembali meningkatkan laba perusahaan. Untuk hal itu para teknisi mencatat berbagai fakta dan analisa terkait dengan usulan tersebut. Maka, berdasarkan dari latar belakang tersebut kami menggunakannya sebagai bahan makalah kali ini dengan judul, “Penilaian Kelayakan Investasi Proyek Pergantian Mesin Produksi PT ABCD”. Agar setiap pembaca diharapkan dapat mengerti tentang penganggaran modal dan estimasi arus kas untuk menentukan layak atau tidak proyek yang akan dijalankan oleh perusahaan tersebut serta resiko apapun yang akan terjadi.

1.2

Rumusan Masalah Berdasarkan Latar belakang masalah yang dihadapi oleh PT ABCD, kami

merumuskan hal-hal sebagai berikut : 1. Apakah dana yang dimiliki oleh PT ABCD dapat digunakan untuk mendanai proyek tersebut? 2. Bagaimana estimasi arus kas tersebut untuk mendanai proyek pergantian mesin produksi PT ABCD?

2

Mampu menganggarkan dana yang akan digunakan untuk proyek tersebut. Apakah proyek tersebut layak atau tidak untuk dijalankan oleh PT ABCD? 1. Mampu mengestimasi arus kas yang akan digunakan untuk mendanai proyek tersebut.3. 2. Mampu memahami risiko yang akan terjadi pada saat berjalannya proyek tersebut. Risiko apa saja yang akan dihadapi dalam tahun berjalannya proyek pergantian mesin produksi PT ABCD? 5. 4. Apakah proyek tersebut dapat memberikan nilai tambah bagi perusahaan tersebut? 4. 3. Mampu menganalisa nilai tambah yang akan diterima oleh PT ABCD. 5. Mampu memutuskan langkah yang akan diambil untuk menjalankan proyek tersebut. 3 .3 Tujuan Penulisan Adapun tujuan membuat makalah ini adalah untuk : 1.

Capital aset adalah aset yang dimiliki perusahaan dengan usia atau masa pemanfaatan lebih dari setahun. Ehrhardt : “Capital Budgeting is the decision process that managers use to identify those projects that add to the firm’s value.Bringham dan Michael C. Investasi dalam aktiva tetap menyangkut dua hal: a. capital budgeting memiliki arti penting berupa: 1. Biasanya dana atau biaya yang dikelola untuk menangani aset ini sangat besar.1 Pengertian Biaya Modal Menurut Andrew Graham dari School of Policy Studies Queens University: “Capital Budgeting is a process used to evaluate investments in long-term or capital assets”. BiIa investasi yang terlampau besar akibatnya adalah banyak peralatan yang tidak beroperasi. 2.BAB II LANDASAN TEORI 2. Contoh Capital Budgeting adalah pengeluaran dana untuk aktiva tetap yaitu tanah. Menurut Eugene F. and as such it is perhaps the most important task faced by financial managers and their staffs”. 4 . bangunan. mesin-mesin dan peralatan Secara umum. Jangka waktu tertanamnya aset yang lama membuat perusahaan perlu memikirkan sumber dana lain bagi kebutuhan yang lain. Sehingga teknik penganggaran modal ini sifatnya sangat penting.

tetapi tidak meliputi arus kas periode akhir. Ada beberapa Klasifikasi Proyek Investasi : 1. 4. 2. Arus kas bersih tambahan akhir tahun. Penggantian (replacement) dikategorikan atas penggantian untuk kelangsungan usaha dan penggantian untuk menurunkan biaya. Arus kas bersih periode ( Arus kas akhir periode ini ditarik untuk diperhatikan lebih jauh karena serangkaian arus kas sering terjadi pada akhir proyek). Arus kas bersih yang terjadi setelah investasi kas awal.b. Kesalahan dalam melakukan penghitungan berarti berakibat panjang sehingga kerugian besar pasti terjadi. Pengeluaran dana untuk keperluan tersebut biasanya meliputi jumlah yang besar yang tidak bisa diperoleh dalam jangka waktu yang pendek atau sekaligus. sehingga perlu adanya ketelitian dalam melakukan perhitungan. 5 . 3. Arus kas keluar awal. 3. Bila investasi yang terlampau kecil sehingga kekurangan peralatan akibatnya adalah perusahaan bekerja dengan harga pokok yang terlalu tinggi sehingga mengurangi daya saing. 2. Perluasan (expansion) dikategorikan atas ekspansi atas produk yang sudah ada saat ini dan ekspansi produk atau pasar baru Menghitung Arus Kas Tambahan merupakan hal yang sangat membantu untuk menempatkan arus kas proyek ke dalam tiga kategori berdasrkan waktunya: 1. investasi kas bersih awal Arus kas bersih tambahan interim.

Rumus : ( ) Kriteria Penerimaan. proposal tersebut akan diterima. hanya mengukur kecepatan kembalinya dana. jika tidak akan ditolak. Rumus : ∑ Dimana : CF = Cash flow = Proceds = jumlah uang yang diterima i n = Tingkat Bunga = Periode Waktu ( ) 6 . Metode ini mengabaikan penerimaan investasi (proceed) sesudah Payback Period. jika periode pengembalian yang dihitung kurang dari periode pengembalian maksimum yang dapat diterima. Metode penilaian investasi memiliki kelemahan yaitu: a.2. Teknik-Teknik Penganggaran Modal : Periode Pengembalian (Payback Period-PBP) adalah periode yang dibutuhkan untuk arus kas kumulatif yang diharapkan atas suatu proyek investasi untuk menjadi sam denga arus kas keluar awalnya.2 1. Mengabaikan time Value Of Money Nilai Sekarang Bersih (Net Present Value-NPV) adalah nilai sekarang arus kas bersih proyek investasi dikurangi dengan arus kas keluar awal proyek tersebut. 2. b.

4. Rumus : Dimana: P1 = nilai persentasi (i) yang menghasilkan NPV positif P2 = nilai persentasi (i) yang menghasilkan NPV negatif C1 = NPV positif C2 = NPV negative Kriteria Penerimaan (tingkat batas) NPV = 0. dengan metode IRR investasi kembali implisit akan berbeda tergantung dari aliran arus kas untuk setiap proposal investasi yang sedang dipertimbangkan. Indeks Profitabilitas (Profitability Indeks–PI) adalah resiko dari nilai sekarang arus kas bersih dimasa mendatang suatu proyek dengan arus kas keluar awal proyek tersebut. jika tidak.lo 3. akan tetapi dengan metode nilai sekarang bersih (NPV). = Nilai lnvestasi awal ( tahun 0) Tingkat Pengembalian Internal (Internal Rate of Return – IRR) adalah tingkat diskonto yang menyamakan nilai sekarang arus kas bersih dimasa mendatang dari suatu proyek investasi dengan arus kas keluar awal proyek tersebut. Kelemahan IRR. tingkat investasi kembali yaitu tingkat pengembalian yang diminta sama untuk tiap investasi. 7 . proyek tersebut akan diterima. proyek tersebut akan ditolak. jika IRR melebihi tingkat pengembalian yang diminta.

00 atau lebih besar. yang akhirnya. Metode IRR yang dimodifikasi memperbaiki masalah yang terdapat dalam IRR biasa. selama IP adalah 1.Rumus : Kriteria Penerimaan PI > 1. IP yang lebih besar dari 1. Hitunglah terminal value ( TV ) tersebut dengan IRR nya pada saat cash of flow = cash in flow Terminal Value. Hitunglah Terminal Value ( TV ) dari proyek dengan dasar cost of capital = biaya modal b. mengandung arti bahwa nilai sekarang bersihnya lebih besar dari nol. Metode NPV dan IRR akan menghasilkan keputusan penerimaan / penolakan yang sama untuk proyek-proyek yang independen. tetapi jika proyek-proyek tersebut saling eksklusif. Metode IRR yang dimodifikasi (MIRR) Cara perhitungan MIRR : a. Jika terjadi konflik peringkat. proposal investasi tersebut dapat diterima. MIRR melibatkan perhitungan nilai akhir (TV) dari arus kas masuk yang dimajemukkan pada tingkat biaya modal perusahaan dan 8 . maka sebaiknya menggunakan metode NPV.00 memiliki arti bahwa nilai sekarang proyek tersebut lebih besar daripada arus kas keluar awalnya. maka dapat terjadi konflik peringkat. 5.

3 Penilaian Resiko Bisnis Nilai yang diperkirakan (expected value) dari distribusi probabilitas arus kas untuk periode waktu t. Merupakan ukuran resiko relatif. 2.kemudian menentukan tingkat diskonto yang memaksa nilai sekarang TV menjadi sama dengan nilai sekarang arus kas keluar. Penyajiannya menyamai cabang sebuah pohon. ∑( )( ) Perkiraan dan pengukuran penyimpangan. Rumus : √∑ ( )( ) Koefisien Variasi (coefficient of variation–CV) yaitu resiko deviasi standart sustu distribusi dari rata-rata distribusi tersebut. Merupakan akar dari varians. Setiap cabang pohon mewakili sebuah kejadian arus kas yang mungkin terjadi. 9 . CFt. Rumus : Pohon probabilitas yaitu pendekatan garis atau tabular untuk mengatur aliran arus kas yang yang mungkin terjadi dari suatu investasi. ukuran konvensional untuk penyimpangan adalah deviasi standart (standart deviation) yaitu ukuran stastistik dari variabilitas distribusi disekitar rata-ratanya.

kd. Biaya modal ekuitas adalah tingkat pengembalian yang diminta atas investasi oleh pemegang saham perusahaan. Yang tersirat dari perhitungan biaya utang setelah pajak tersebut adalah kenyataan bahwa perusahaan memiliki penghasilan kena pajak.rata tertimbang Biaya modal = ∑ ( ) 10 . dapat diperkirakan melalui : ( ) Dimana kd sebagai imbal hasil hingga jatuh tempo (yield to maturity-YTM ). Jika tidak maka tidak akan mendapat keuntungan pajak yang tekait dengan pembayaran bunga.2. Pendekatan Lindung Nilai (pendanaan waktu jatuh tempo) Metode pendanaan di mana tiap aktiva akun dipadankan dengan instrumen pendanaan yang waktu jatuh temponya hampir sama. Biaya utang pajak. Biaya modal keseluruhan adalah rata-rata tertimbang tiap tingkat pengembalian yang diminta (biaya). dan t kini menjadi tarif pajak marginal perusahaan. yang diwakili oleh ki. Biaya modal saham preferen adalah tingkat pengembalian yang diminta atas investasi oleh pemegang saham preferen perusahaan.4 Biaya Modal Biaya modal adalah tibgkat pengembalian yang diminta ( required rate of return) atas berbagai jenis pendanaan. Biaya Modal Rata. Biaya modal utang adalah tingkat pengembalian yang diminta atas investasi oleh para pemberi pinjaman ke perusahaan. Maka biaya utang eksplisit perusahaan yang tidak memiliki penghasilan kena pajak sebelum pajak.

Pertimbangan yang penting adalah bahwa bobobt didasarkan pada rencana pendanaan dimasa depan perusahaan.Dimana kx adalah biaya setelah pajak metode ke adalah biaya pajak metode ke-x untuk pendanaan. Dengan mendanai dalam proporsi yang telah ditentukan dan menerima berbagai proyek yang menghasilkan lebih banyak dari pada rata-rata tertimbang pengembalian yang diminta. dan ∑ menunjukkan penjumlahan metode pendanaan 1 hingga n. 11 . Wx adalah bobot yang diberikan ke metode pendanaan sebagai persentase dari pendanaan total perusahaan. Kenaikan ini terjadi karena berbagai proyek investasi tersebut diharapkan dapat mengembalikan lebih dari pada bagian yang dibiayai oleh ekuitas dari pada pengembalian yang diminta atas modal ekuitas. perusahaan dapat meningkatkan pasar sahamnya. ke.

500 487.1 Penganggaran Dana Kebutuhan dana Biaya Mesin Baru Pengeluaran Modal ( Pengiriman & Instalasi) Harga bersih dari penjualan aktiva “Lama” Pajak dari penjualan aktiva “ Lama” Biaya Emesi saham Total Kebutuhan dana : $ 290.500 12 .BAB III PEMBAHASAN 3.000 3.8% Biaya rata-rata Tertimbang 1.1 3.1.000 : $ 250.000 : $ 10.000 35% 65% Biaya 8% 20% WACC Biaya Setelah T 4.2 Perolehan Dana dan Biaya Modal WACC PT ABCD sebelum proyek Komposisi Modal Hutang Modal Sendiri 262.000 Laba ditahan = $ 37.000) : 0 : $ 10.1.000 : ($ 60.500 750.000 Untuk Melaksanakan Proyek Penggantian Mesin PT ABCD Membutuhkan dana sebesar $250.68%  Laba ditahan DPR = 50% EAT = $ 75.68% 13% 14.

71%. akan terdiri dari 35 sen Hutang dengan biaya setelah pajak 4.500 125.03%.68% 18.2 3.000) : 0 : $ 240.000 Biaya rata-rata Tertimbang 1.71% Biaya 4.03% 19. Biaya Saham baru  Biaya Utang ( ( Komposisi Modal (+) Hutang Modal sendiri: Laba ditahan Saham Baru 35% 65% ) ) Tambahan Modal 87. Dan.2. adalah 19.000 250.8%. 3.74% WACC Proyek Setiap tambahan satu rupiah pada modal PT ABCD. 65 sen saham Biasa dengan biaya 18.500 37.000 : $ 10.000 :( $ 60. atau WACC.1 Estimasi Arus Kas Arus Kas Keluar Awal Untuk Proyek Biaya Mesin Baru Pengeluaran Modal ( Pengiriman & Instalasi) Harga bersih dari penjualan aktiva “Lama” Pajak dari penjualan aktiva “ Lama” Arus Kas Keluar Awal Biaya emisi saham 8% : $ 290.000 13 .000 : $ 10. biaya rata-rata dari setiap rupiah.8% 27.

Perubahan EBT Kenaikan/Penurunan T (40%) Perubahan EAT Kenaikan bersih Biaya Depr.2 Biaya Depresiasi Tambahan Metode Penyusutan yang digunakan oleh PT ABCD adalah Metode Penyusutan Garis Lurus.000) $ 142.000 3.000) ($ 55.000 Arus kas Tambahan tahun terakhir EAT tambahan tahun ke-5 Nilai Sisa Akhir aktiva baru Pajak Jatuh tempo pada penjualan/pembuangan aktiva “baru” CIF bersih tambahan Akhir tahun $ 127.2.000 ($55.000 0 $55.000 Penghematan Opr.000 ($ 25.000 $ 175.000 ($ 70.000) 0 Kenaikan bersih Biaya Depr.2.000 $ 25.000 $55.000 ($42.000 2 $ 230.000) $ 205.000 Perhitungan Kenaikan/Penurunan bersih biaya depresiasi TAHUN 1 2 3 Depresiasi Mesin Baru $ 55.3.000 $ 55.000 $ 120.000) $ 123.000) $ 175.000 dengan nilai sisa 0 dan Mesin Baru Mempunyai umur Ekonomis 5 tahun.000) ($30.3 & 4 1 $ 200.000 ($ 25.000) $ 205.000 $ 178. nilai sisa akhir $25.000) $ 63. Kenaikan Bersih biaya Depr.000 $118.000 $ 72.000 $ 55.000) $ 105.000) ($ 48.000 dengan harga $ 300.000 $ 148.000 $55.000 0 $55.3 Arus Kas Bersih Tambahan Intern TAHUN 3 $ 260.000 $ 25.000 Depresiasi Mesin Lama ($30.000 ($ 82.000 5 $55.000 $ 25.000 4 $55.000 ($ 82.000 4 5 $160.000 ($ 55.000 ($ 10.000 $ 55.000 $55. CIF tambahan untuk 1. Mesin Lama tahun ini adalah masa terakhirnya yang nilainya $60.000) $ 123.000) $105.000 14 .000 $25. $ 25.000 $ 130.2.

Tahun Arus kas bersih Arus kas Komulatif PBP = a + ( b – c ) d 0 ($ 250.5)– CF0 Tahun 0 1 2 3 4 5 Total CF Arus Kas ($250.579 0.1) + CF2(PVIF20%.000 178. 3.000) $ $ $ $ $ 130.81 tahun untuk mengembalikan investasi kas awal.3)+ CF4(PVIF20%.000) $ 130.3.000 = 1.000 PVIF 20% 0.000 $ 574.084 $ 428.000 $ 178.000 $ 142.000 $ 130.000 – 130.2 Net Present Value Tingkat Pengembalian yang diminta adalah 30% NPV = CF1(PVIF20%.833 0.000) 1(a) $ 130.81 tahun 4 $ 118.482 0.000 3 $ 178.000 5 $ 142.000 118.000 3.000 Proyek Penggatian Mesin ini membutuhkan 1.024 15 .3.402 Nilai sekarang $ 108.000 $ 118.000 $ 278.000(c) (d) 148.000 $ 716.000 148.2)+ CF3(PVIF20%.876 $ 57.290 $ 102.694 0.712 $ 103.000 2 $ 148.000 $ 456.062 $ 56.000)-b PBP = 1 + ( 250.4)+ CF5(PVIF20%.000 142.3 3.Estimasi arus kas bersih Tambahan Ahir tahun dari proyek Penggantian adalah : TAHUN 0 1 2 3 4 5 CIFbaru ($250.1 Penilaian Kelayakan Proyek Pay Back Periode PBP proyek Investasi memberitahukan lamanya waktu yang dibutuhkan untuk memulihkan investasi kas awal berdasarkan pada arus kas yang diharapkan dari proyek tersebut.000 $ 148.

296 $ 0.820 $ 130. ini mengartikan bahwa proyek ini bisa diterima sebab nilai proyek lebih dari 0 dan berarti bahwa nilai sekarang dari arus kas yang masuk melebihi nilai sekarang arus kas yang keluar.dengan menggunakan tingkat diskonto 40% dan 50%.792 $ 178.680 $ 118.000 $ 290.024 .744 $ 247.000 = $ 178.132 Nilai Sekarang $ 86.186 $ 26.000 5 0.905%) yang besarnya melebihi dari tingkat pengembalian yang diminta (20%) ini mengartikan bahwa proyek diterima.688 $ 23.3.000 4 0.40 + 0.000 3 0. 3.364 $ 64.35% ( bila dihitung dengan Excel 48.NPV = $ 428.184 PVIF 50 % $ 0.667 $ 0.444 $ 0.364 $ 18.712 $ 52.000) 1 0.0935 = 0.3 Internal Rate Of Return Untuk mendapatkan faktor bunga yang tepat kita menggunakan Metode Interpolasi. karena menerima proyek yang nilai IRR nya melebihi pengembalian yang diminta 16 . maka digunakan tabel sebagai berikut : Tahun Arus Kas PVIF 40% Nilai sekarang 0 ($250.000 2 0.710 $ 65.218 Nilai Sekarang 40 % > ICO > Nilai Sekarang 50% { ( ) ( ) IRR = 0.024 NPV proyek penggantian mesin adalah $ 178.480 $ 148.26 $ 30.35% Nilai IRR dari proyek ini adalah sebesar 49.198 $ 0.51 $ 75.412 $ 142.$ 250.714 $ 92.044 .4935 atau 49.

694 0.000 Total CF PVIF 20% 0.000 2 $ 148.482 0.3. 3.seharusnya akan menghasilkan peningkatan harga pasar saham.0 √ √ % 17 .000) 1 $ 130.712 yang dapat diartikan proyek bisa diterima karena nlainya lebih besar dari 1. 3.000 3 $ 178. Nilai prosentasinya juga menunjukkan tingkat profitabilitas suatu proyek.5 Modified Internal Rate Of Return ( ) √ ( ( ) Tahun Arus Kas 0 ($250.290 $ 102.062 $ 56.000 4 $ 118.3.579 0.024 00) PV=$(250.833 0.402 Nilai sekarang $ 108.084 $ 428.00 yang berarti bahwa nilai royek ini lebih besar daripada arus kas keluar awalnya.000 5 $ 142.876 $ 57.4 Indeks Profitabilitas Indeks profitabilitas proyek ini adalah 1.712 $ 103.

600 71.1 ∑ ∑ ) ( $ $ $ $ $ )( ) 13.728 23.000 $ 278. 3.15625 18 .000 29.1 0. Nilai prosentasinya juga menunjukkan tingkat profitabilitas suatu proyek.000 $ 2.600 14.000 $ 178.2 0.41%.000 Koefisien variasi proyek ini adalah 0.000 $ 225.216.656.200 ∑ $ Devisiasi Standart proyek ini adalah $ 23.000 $ 118.728 = ( ) ( ) $ 46.784.200 23.Nilai MIRR proyek Penggantian mesin PT ABCD adalah 51.000 $ 148.592.000 ( 0.000 $ 142. nilai ini lebih baik sebagai indicator dari pada IRR.4 Pengukuran Resiko Proyek Perkiraan dan pengkuran penyimpangan arus kas ( ) $ 130.4 0.000 $ 9.2 0.792.

Proyek penggantian mesin membutuhkan waktu kurang dari 2 tahun untuk mengembalikan modalnya. Kesimpulan Proyek Penggantian mesin PT ABCD membutuhkan dana sebesar $ 250. 3.000 yang didapat dari hutang jangka panjang 35% dan Emisi saham 65%. Serta dari metode penghitungan pengembalian internal menunjukkan nilai yang kebih besar dari pada tingkat pengembalian yang diminta oleh perusahaan.1 1.68% menjadi 19.71%.728 dan koefisien variasi 0. IRR. Arus kas dari proyek ini menunjukkan nilai tambahan atau incremental yang positif (dapat diartikan bahwa proyek meningktkan arus kas bersih perusahaan). Akibat dari adanya proyek membuat nilai WACC perusahaan naik dari 14.BAB IV KESIMPULAN 4. Dari perhitungan NPV.15625 4.2 Saran 19 . 2. IP dan MIRR membuktikan bahwa proyek bisa diterima karena nilai akhir proyek lebih besar dari nilai awal proyek. 4. Proyek ini mempunyai nilai deviasi standar $ 23.

DAFTAR PUSTAKA 20 .

000 : ($ 190.000 Biaya Tetap Cash : $160.000 Tax (40%) : ($ 74.600 Keterangan: Depr.600 Cash in flow = EAT + Depresiasi =$111.000+$ 12.000 Cash in Flow = EAT + D+ (1-T)i = $ 75.000 : ($ 230.000 Interest : ($ 0) EBT : $ 186.000 AT : $ 270.000 Biaya Variabel : ($ 500.000) EBDIT : $ 376.000) EBT : $ 125.000 Depr.000 Depresiasi : $ 30.000) EBDIT : $ 376.LAMPIRAN  Laporan Laba Rugi 31 Desember 2012 Penjualan : $ 876.600 + $ 30.000 Tax (40%) : ($ 50.000+$ 70. Aktiva Tetap lain : $ 40.000) EBIT : $ 186.000 Interest : ($ 21.000 Biaya Tetap Cash : $ 160.600 Atau CIF1 = EBIT ( 1-T) + D Biaya Utang : 8% Nilai Aktiva Tetap Sudah dikurangi dengan Akumulasi Penyusutan 21 .400) EAT : $ 111.000 Biaya Variabel : ($ 500.000 AL : $ 480.600 = $ 157. mesin produksi : $ 30.000 = $ 141.000) EBIT : $ 146.000 Depresiasi: $ 70.000 Hutang : $ 262.000) EAT : $ 75.500 Modal Sendiri : $ 487.500 Laporan Laba Rugi Modifikasi 31 Desember 2012 Penjualan : $ 876.

000 dan membutuhkan tambahan $ 10. Informasi Proyek usulan Para Teknisi Produksi : 1. Biaya Emisi 10% dan tingkat pertumbuhan 6%. Mesin baru tersebut akan mengurangi biaya tenaga kerja dan pemeliharaan sebesar $ 300.000 dari tahun sebelumnya.000 : 5 Tahun : 2 Tahun : $ 60. 4. Mesin percetakan baru yang lebih canggih seharga $ 290.000 sesuai dengan nilai bukunya (Digunakan untuk memperoleh mesin baru). DPR= 50% . HARGA MESIN “Lama” Umur Ekonomis Sisa Umur Ekonomis Nilai buku 2012 Nilai sisa Metode Penyusutan : $ 150. Menjual Mesin percetakan lama laku dijual $ 60. 2. Nilai sisa akhirnya diperkirakan sebesar $ 25. Pengeluaran Saham baru diharapkan Deviden Perlembar saham $4. Biaya Saham 20% Tambahan dana didapatkan dari hutang dan ekuitas (laba ditahan dan saham biasa) dengan komposisi Tetap 6. ditahun kelima kembali naik sebesar $ 15.000 pada tahun kedua dan ketiga.000 untuk pengiriman dan pemasangannya hingga total biayanya adalah $ 300. Harga pasar $ 20.000 pada akhir umur ekonomis yang lamanya 5 tahun.000 (dari tahun sebelumnya). Ditahun Ke empat menurun $ 100.000 pada tahun pertama dan meningkat $ 30.000 :0 : Garis Lurus 22 .000. 5. karena ada biaya Turun Mesin. 3. Metode penyusutan Garis Lurus.

400 Cash in Flow = EAT + D+ (1-T)i = $212.000) EBDIT : $ 576.000) EBIT : $ 361.000 Biaya Variabel :($300.400 + $ 55.000 Interest : ($ 28.000+$ 4.200 = $ 271.000) EBT : $ 354.600 Keterangan: +D Depresiasi mesin produksi baru I atas pinjaman untuk proyek Laporan Laba Rugi 31 Desember 2013 Penjualan :$ 876.800 = $ 287.000 : ($ 215.000 Depresiasi: $ 55.600 Atau CIF1 = EBIT ( 1-T) 23 .000+$ 16.000 Tax (40%) :($ 117.000) EBDIT : $ 576.000) EBT : $ 293.000 Tax (40%) : ($ 141.000 Interest : ($ 7 .600) EAT : $ 212.800+$ 95.800 Cash in flow = EAT + D+(1-T)i =$175.000 Biaya Variabel : ($ 300.000 :($255.000 Biaya Tetap Cash : $160.000 Depresiasi: $ 95.000 Biaya Tetap Cash : $ 160. Laporan Laba Rugi Modifikasi 31 Desember 2013 Penjualan : $ 876.200) EAT : $ 175.000) EBIT : $ 321.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful