BAB 6 LAYANAN BIMBINGAN “PENGUMPULAN DATA” Pengumpulan data (appraisal) sebagai salah satu komponen dalam program bimbingan

, yang sekaligus menjadi salah satu layanan bimbingan. Komponen ini mencakup semua usaha untuk memperoleh data tentang siswa dan mahasiswa, menganalisis dan menafsirkan data, serta menyimpan data itu. Tujuan dari pengumpulan data ialah mendapatkan pengertian yang lebih luas, lebih lengkap dan lebih mendalam tentang masing-masing peserta didik, serta membantu siswa dan mahasiswa memperoleh pemahaman akan diri sendiri. Layanan bimbingan pengumpulan data yang bermutu tinggi harus terintegrasi, kontinu dan berkesinambungan, serta bermanfaat. Terintegrasi berarti bahwa seharusnya digunakan baik alat-alat tes seperti tes bakat dan tes minat, maupun alat-alat non tes, seperti anekdota dan skala penilaian. Dalam rangka layanan pengumpulan data dijenjang pendidikan menengah pada umumnya dibutuhkan data tentang masing-masing peserta dalam aspek-aspek sebagai berikut: a. b. c. d. e. f. g. h. i. Latar belakang keluarga Riwayat sekolah Taraf prestasi dalam bidang-bidang studi yang mempunyai relevansi bagi perencanaan pendidikan lanjutan dan penentuan jabatan kelak Taraf kemampuan intelektual atau kemampuan akademik Bakat khusus Minat terhadap bidang studi dan bidang pekerjaan tertentu pengalaman diluar sekolah ciri-ciri kepribadian yang tidak termasuk dalam nomor (4), (5), dan (6) di atas kesehatan jasmani

Dalam uraian selanjutnya akan dibahas sebagai alat tes dan alat nontes yang tersedia untuk memperoleh data psikologis dan data sosial, yang kemudian ditafsirkan dalam hubungannya satu sama lain. Mengingat kenyataan, bahwa konselor tidak menciptakan sendiri alat-alat tes dan mempergunakan alat-alat tes yang dikonstruksi serta diadministrasi oleh orang lain. A. Alat – Alat Tes 1. Aspek-Aspek Testing yang Relevan Testing adalah suatu metode penilaian psikologis untuk memperoleh informasi tentang berbagai aspek dalam tingkah laku dan kehidupan batin seseorang, dengan menggunakan pengukuran yang menghasilkan suatu deskripsi kuantitatif tentang aspek yang diteliti. Alat yang digunakan adalah tes yang distandarisasikan yang memuat koleksi persoalan, pertanyaan atau tugas yang dianggap representatif bagi aspek bersangkutan. Standarisasi berarti bahwa cara penyelenggaraan tes, cara memeriksanya dan penentuan norma penafsiran adalah seragam. Tes merupakan instrumen penilaian yang obyektif, dalam arti bahwa penyelenggaraan, pemeriksaan atau skoring, dan penafsiran tidak tergantung pada pendapat pribadi orang yang menggunakan alat tes itu. Pengertian validitas menunjuk pada kesesuaian antara apa yang diteliti dalam tes dengan aspek yang direncanakan untuk diteliti melalui tes itu. Terdapat empat jenis validitas, yaitu validitas isi, validitas peramal,

program pendidikan vokasional tertentu atau bidang pekerjaan tertentu. dan aneka bidang kehidupan yang menimbulkan kesukaran dalam penyesuaian diri. Tes perkembangan vokasional. corak kehidupan emosional. yang bertujuan memperkirakan sampai berapa jauh subyek dapat mengambil manfaat dari suatu program pendidikan. c. . dan validitas konseptual. Tes minat. d. 3. Untuk meramalkan atau memperkirakan Untuk mengadakan seleksi Untuk mengadakan klasifikasi Untuk mengadakan evaluasi Keterlibatan seorang konselor sekolah dalam testing terutama berkaitan dengan tugasnya mendampingi siswa dan mahasiswa secara individual untuk mengembangkan diri secara maksimal dan menyusun rencana masa depan secara realistis. Tes kemampuan intelektual. gaya temperamen. yang mengukur taraf kemampuan seseorang untuk berhasil dalam bidang studi tertentu. Tipe tes hasil belajar yang khusus adalah tes kesiapan. Tes macam ini bertujuan membantu orang muda dalam memilih macam pekerjaan yang kiranya paling sesuai baginya. yang mengukur kegiatan/kesibukan macam apa paling disukai seseorang. e. Tes hasil belajar. dalam memeikirkan hubungan antara memangku suatu jabatan dan ciri kepribadiannya serta beraneka tuntutan sosial ekonomis dan dalam menyusun serta mengimplementasikan rencana pembangunan masa depannya sendiri. yang mengukur taraf perkembangan orang muda dalam hal kesadaran kelak akan memangku suatu pekerjaan atau jabatan. Tes kepribadian. f. lingkupnya lebih terbatas dari tes kemampuan intelektual. jaringan relasi sosial dengan orang lain. Alat-alat tes akan digunakan dengan tujuan tertentu. Pengertian reliabilitas menunjuk pada keajegan dalam hasil yang diperoleh bila mana seseorang mengerjakan suatu tes pada waktu yang berlainan. seperti sifat karakter. c.validitas perbandingan. berarti bahwa hasil yang diperoleh pada saat sekarang dan beberapa waktu kemudian tidak akan jauh berbeda. Tes kemampuan khusus atau tes bakat khusus. yang mengukur ciri-ciri kepribadian yang bukan khas bersifat kognitif. yang mengukur apa yang telah dipelajari diberbagai bidang studi. b. kesehatan mental. Program Testing dan Penggunaan Hasil Testing b. Bila mana taraf reliabilitas tes tertentu tinggi. terutama berkaitan dengan potensi untuk mencapai taraf prestasi tertentu dalam belajar di sekolah. Jenis validitas tes yang paling relevan bagi pelayana bimbingan disekolah adalah validitas isi dan validitas peramal. yang mengukur taraf kemampuan berpikir. d. Keempat tujuan yang pokok adalah sebagai berikut : a. Pemberian Alat-Alat Tes Menurut Isi Adapun pemberian alat-alat tes menurut aspek isi adalah sebagai berikut : a. 2.

sebelum konseling yang sebenarnya dimulai. untuk menentukan apakah dia mampu dan cukup berwenang untuk memberikan pelayanan dan untuk memperoleh gambaran global tentang inti permasalahan serta taraf berat ringannya. juga bila mana hasilnya seperti yang diharapkan. diperlukan juga alat-alat nontes sebagai alat pengumpul data. Inilah program testing yang berlaku bagi semua siswa dan merupakan program testing umum. Dalam rangka program testing khusus dianjurkan supaya tes diagnostik dan tes kesiapan diberikan secara individual menurut kebutuhan. Konselor. tes minat dan tes kepribadian menurut kebutuhan yang tampak dalam proses konseling. c. khususnya dalam hal memperoleh data sosial yang relevan. 1. namun penggunaan alat itu pula mengandung kelemahan dan keterbatasan. konseli harus bermotivasi baik sebelum akan menempuh suatu tes psikologis. Dalam rangka program testing khusus petugas bimbinganlah yang paling berwenang melalui kegunaan tes kemampuan khusus. Sama seperti dalam program testing umum. juga sebelum dihadapkan pada keharusan untuk membuat suatu pilihan mengenai program studi atau jenis pekerjaan. tes minat. tes perkembangan vokasional. untuk menyimpan serta mengolah keseluruhan data yang masuk.Secara ideal siswa-siswi dijenjang pendidikan dasar sampai dengan jenjang pendidikan menengah dikenakan sejumlah tes yang diberikan pada waktu-waktu tertentu. Dengan mengisi angket ini siswa memberikan keterangan tentang sejumlah hal yang relevan bagi keperluan . yang seharusnya mengetahui kelebihan dan kelemahan dari tes-tes yang tersedia. Dalam hal testing hasil belajar. tetapi boleh dianjurkan bila data yang dibutuhkan tidak dapat diperoleh dengan lain cara dan tersedia tes yang relevan. Konseli. Konselor. d. Penentuan tentang tes mana yang paling relevan bagi kebutuhan konseli adalah wewenang konselor di institusi pendidikan. Angket Tertulis Alat ini memeuta sejumlah item atau pertanyaan yang harus dijawab oleh siswa secara tertulis juga. tidak terbuka bagi siapa saja tetapi hanya untuk mereka yang berkepentingan dan menggunakan informasi itu untuk membentu konseli. Dalam keadaan ini testing dapat bermanfaat bagi : a. B. Alat – Alat Nontes Meskipun suatu alat tes dapat sangat bermanfaat untuk memperoleh data tentang siswa. untuk memahami dirinya dengan lebih baik. tes perkembangan vokasional dan tes kepribadian. b. Data hasil testing dan laporan hasil testing yang dikirimkan oleh psikolog atau lembaga yang berwenang. Data hasil program testing umum dapat sangat berguna bagi keperluan pelayanan bimbingan. Testing tidak dapat dipaksakan. Program testing umum ini diselenggarakan atas tanggung jawab institusi pendidikan. supaya bersikap serius dalam mengerjakannya dan lebih siap menerima hasilnya sebagai informasi yng berguna baginya. untuk dapat menentukan apakah suatu program pendidikan lanjutan atau jenis pekerjaan sesuai baginya atau tidak. Demikian pula tes kemampuan khusus. Konseli. untuk memperoleh gambaran lebih mendalam dan lebih lengkap tentang berbagai aspek dalam kepribadian konseli dan dengan demikian dapat memberikan pelayanan yang lebih baik. Oleh karena itu. tenaga pengajarlah yang harus meninjau relevansi isi tes terhadap materi suatu bidang studi dalam hal testing kemampuan intelektual petugas bimbinganlah yang dapat memberikan pandangan mengenai relevansi tes terhadap tujuan pendidikan institusional. biarpun bukan konselor sendiri yang mengadministrasikan.

Jawaban-jawaban yang mencolok dapat ditandai atau dicatat pada kertas khusus untuk keperluan petugas bimbingan sendiri. Perumusan semua aitem harus jelas dan isinya mudah ditangkap Suatu item jangan menanyakan dua hal sekaligus Jangan ditanyakan hal-hal yang dirasa mempermalukan atau mempunyai konotasi emosional negatif. Kemudian item-iten tertentu disalin kedalam kartu pribadi sebagai alat sentral penyimpanan data sebagaimana akan diuraikan kemudian. sebaiknya dipisahkan menjadi dua bagian. atau pertanyaan campuran. Selama pertemuan itu petugas bimbingan mengajukan pertanyaa. Wawancara Informasi Wawancara informasi adalah alat pengumpulan data untuk memperoleh data dan informasi dari siswa secara lisan. untuk melengkapi data dan informasi yang sudah terkumpul dengan lain cara untuk mengecek kebenaran dan fakta dan data yang telah diketahui melalui saluran lain. jawaban hanya mengungkapkan keadaan siswa pada saat angket diisi. Kecenderungan orang tua biasanya ingin melindungi nama baik keluarga dengan menyembunyikan beberapa hal. sesuai dengan keadaan yang sebenarnya. bagian pertama dapat dijawab dengan ya-tidak lebih dahulu. lalu dikumpulkan untuk dipelajari dan diolah oleh orang yang disebut dalam introduksi angket. Bilaman item tertentu ada lanjutannya. karena tidak semua orangtua akan memberikan informasi obyektif seperti yang diharapkan. . 2. pengalaman belajar disekolah dan dirumah. rencana pendidikan lanjutan. Perumusan item jangan mengandung petunjuk tentang jawaban yang baik atau mengandung sugesti mengenai jawaban yang ideal. atau pertanyaan tertutup. Wawancara informasi digunakan untuk mengumpulkan data dan informasi yang sulit diperoleh dengan lain cara. kesehatan jasmani. hobi dan kesukaran yang mungkin dihadapi. harus disertai instruksi yang jelas. Dapat pula disusun angket untuk diisi oleh orang tua.bimbingan. Pengisisna angket harus dilangsungkan pada waktu yang tepat. kegiatan diluar sekolah. Susunan teknis perlu diperhatikan. siswa dapat sja menjawab tidak sesuai dengan keadaan yang sebenanrnya kalau dia mnghendaki demikian. riwayat pendidikan sekolah. Adapun persayaratan konstruksi adalah sebagai berikut : a) b) c) d) e) f) g) h) i) j) k) Ditentukan dengan tujuan apa angket diberikan dan dipikirkan luas informasi yang dibutuhkan Harus ada introduksi yang menjelaskan kepada siswa dengan tujuan apa mereka diminta mengisi angket. Mengingat keadaan siswa dalam beberapa hal mungkinsudah berubah pada waktu setahun sesudah mengisi angket untuk pertama kali. dan untuk mengadakan observasi terhadap tingkah laku siswa. minta penjelasan atau sebagai jawaban yang diberikan. Manfaat dan kegunaan angket bagi orang tua harus dipertimbangkan secara matang. pergaulan sosial. dan membuat catatan mengenai hal-hal yang diungkapkan kepadanya. angket dapat dikembalikan kepada siswa dikelas II dan III untuk disesuaikan seperlunya dngan menggunakan alat tulis yang berbeda warnanya. Suatu butir yang cara menjawabya berbeda dengan butir lainnya. Kelemahannya ialah: siswa tidak dapat memberikan penjelasan lebih lanjut karena jawabannya terbatas pada hal-hal yang ditanyakan. Setelah semua angket diisi. seperti keterangan tentang keluarga. Bentuk aitem atau pertanyaan terbuka yang memungkinkan siswa menjawab secara agak luas. sebagai sarana untuk mendapatkan informasi tambahan tentang siswa. yag mengharuskan siswa memilih saah satu alternatif.

Riwayat hidup dapat mencakup keseluruhan hidupnya yang lampau atau hanya satu dua aspek kehidupannya saja. Berwaspadalah terhadap kemungkinan bahwa informasi yang diberikan tidak sesuai dengan keadaan yang sebenarnya atau siswa menghindari jawaban yang terbuka terhadap pertanyaan tertentu. Manfaat dari menulis suatu otobiografi tergantung dari kerelaan siswa untuk membuka diri. dan mencatat kejadian. menghitung. hanya beberapa siswa akan menjadi menulis otobiografi dan ini . mengukur. Menghindari perumusan pertanyaan sugestif. 4. petugas bimbingan mendengarkan terlalu selektif atau bertanya-tanya dengan cara yang segestif. Dari segi bentuk. perumusan pertanyaan informatif dapat disesuaikan dengan daa tangkap siswa dapat ditanyakan hal-hal yang bersifat sensitif. Observasi merupakan metode mengumpulkan data dengan mengamati langsung di lapangan. Hambatan yang dapat timbul ialah : makan banyak waktu dan energi bagi petugas bimbingan. Otobiografi Merupakan karangan yang ditulis oleh siswa mengenai riwayat hidupnya sampai pada saat sekarang. Membatasi lamanya wawancara. juga mengugkapkan sikap. yaitu mulai menyempitkan data atau informasi yang diperlukan sehingga peneliti dapat menemukan pola-pola perilaku dan hubungan yang terus menerus terjadi. harapan dan perasaan. obyek-obyek yang dilihat dan hal-hal lain yang diperlukan dalam mendukung penelitian yang sedang dilakukan. dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut : a) b) c) d) e) f) g) h) Mengadakan persiapan Berpegang pada urutan fase dalam wawancara Menunjukkan sikap yang serasi Merumuskan pertanyaan dalam corak bahasa yang jelas dan mudah ditangkap dengan menghindari istilah terlalu teknis dan bahasa asing. Mewawancarai seorang siswa menuntut keterampilan. Minta izin kepada siswa untuk membuat catatan seperlunya. namun mengingat keterbatasan tenaga bimbingan yang berkompeten untuk menggunakan alat ini dan keterbatasan waktu untuk mengolah semua karapan ini secara memadai. Pada tahap awal observasi dilakukan secara umum. Observasi i) 3. Tidak memaksa-maksa siswa yang sulit berbicara atau lambat dalam menjawab untuk memberikan penjelasan panjang lebar.Keunggulan dari wawancara informasi ialah. maka peneliti dapat menemukan tematema yang akan diteliti. perilaku. dan yang tidak terstruktur atau yang komprehensif. Tahap selanjutnya peneliti harus melakukan observasi yang terfokus. peneliti mengumpulkan data atau informasi sebanyak mungkin. Observasi bisa dikatakan merupakan kegiatan yang meliputi pencatatan secara sistematik kejadiankejadian. Proses ini berlangsung dengan pengamatan yang meliputi melihat. pembuatan catatan memberikan kesan kepada siswa bahwa dia sedang berhadapan dengan petugas bimbingan. siswa berprasangka terhadap petugas bimbingan dan memberikan informasi yang tidak sesuai dengan keadaan yng sebenarnya atau tidak lengkap. diperoleh informasi dalam suasana komunikasi langsung yang memungkinkan siswa selain memberitahukan data faktual seperti yang banyak ditanyakan dalam angket tertulis. merekam. otobiografi dibedakan atas bentuk yang terstruktur atau yang terbatas pada topik-topik tertentu. lebih kurang 45 menit biasanya sudah cukup. pikiran. Meskipun semua siswa dapat mengambil manfaat dari penulisan otobiografi.Jika hal itu sudah diketemukan.

siswa siwi yang akan observasi Ditentukan bersama prosedur yang akan diikuti Disepakati bersama peristiwa atau kejadian yang bagaimana.pun dalam kaitan dengan masalah yang dibahas dalam rangka wawancara konseling. bukan kesempurnaan dalam teknik penulisan. Konselor perlu menekankan bahwa segi teknik pembahasan tidak akan diperhatikan. Proyek semacam ini baru boleh dimulai setelah ada jaminan tentang partisifasi seluruh staf tenaga pendidik. laporan kata-kata yang diucapkan secara harfiah. Koordinator bimbingan merundingkan tujuan yang ingin dicapai dan segi-segi teknik penulisan. Konselor harus menilai dahulu. Kadang-kadang sepucuk surat yang berisi ungkapan permasalahan bersama latar belakangnya. situasi dimana perbuatan diobservasi. pemisahan komentar dari bagian yang memuat deskripsi. Diputuskan bersama. f. Yang menulis laporan anekdota adalah tenaga pendidik. Tujuan dari penulisan anekdota adalah mengumpulkan informasi yang relevan tentang kepribadian siswa melalui pencatatan fakta yang diamati dalam lingkungan sekolah. g. Kerahasiaan otobiografi harus dijamin seutuhnya. f. antara lain format yang digunakan. baik guru maupun nonguru yang sempat mengobservasi tingkah laku siswa dan siswi dalam berbagai situasi disekolah. Harus ada kepastian bahwa penulisan otobiografi akan membantu siswa dalam mengatasi masalah yang dihadapi sekarang ini. e. b. Anekdota i. Supaya penggunaan anekdota bermanfaat bagi keperluan bimbingan. b. e. c. Maka suatu anekdota yang baik memuat unsur pokok sebagai berikut. apakah siswa memang mampu untuk mengungkapkan semua secara tertulis dan sudah cukup matang dalam hal refleksi diri. corak deskripsi. Anekdota merupakan laporan singkat tentang perilaku seseorang siswa dan memuat deskripsi obyektif tentang tingkah laku siswa pada saat tertentu. ahli bimbingan yang diserahi sejumlah anekdota mengambil tumpukan anekdota dan menyusun suatu seri anekdota untuk masing-masing siswa. Pada umumnya lebih baik konselor memberikan beberapa petunjuk tentang topik-topik yang harus diungkapkan dengan memperhatikan masalah yang sedang dicari penyelesaiannya. 5. nama siswa. g. spontanitas dalam ekspresi dan keterbukaanlah yang diharapkan. tanggal observasi. d. Dalam mengadakan interpretasi konselor akan mencari jawaban atas serentetan pertanyaan Seandainya konseli tidak menerima usul untuk menulis otobiografi atau dipandang kurang mampu menyusunnya. h. Koordinasi bimbingan pada awal tahun ajaran mencari bantuan dari beberapa guru dan tenaga bimbingan yang berminat berpartisipasi dalam proyek ini dan bersedia untuk menyisihkan waktu guna menulis sejumlah anekdota. . Menjelang akhir semester atau menjelang akhir tahun ajaran. yang dapat dianggap signifikan dan menyatakan sesuatu tentang kepribadian siswa. d. konseli dapat ditanyai apakah dia mempunyai suatu buku harian yang diisi secara berskala. c. Konseli tidak boleh dipaksa untuk menulis otobiografi. tempat observasi. Konseling harus mengindahkan berbagai ketentuan sebagai berikut : a. sedikit banyak dapat menggantikan otobiografi. harus dipenuhi persyaratan sebagai berikut : a.

Skala Penilaian Skala penilaian merupakan sebuah daftar yang menyajikan sejumlah sifat sebagai butir atau item. yang berukuran kecil sampai sedang (10-50 orang). mengenai hal-hal/informasi apa yang ingin diperoleh. Setiap siswa diminta untuk menulis pada blanko yang disediakan nama beberapa teman didalam kelompok. Meghindari memberikan kesan seolah-olah diadakan pemeriksaan yang dibutuhkan. Skala numerik. yang berlangsung dalam bergaul dan berkomunikasi sosial dengan orang itu selama periode waktu tertentu. c. Mungkin juga petugas bimbingan mengadakan kunjungan rumah khusus untuk membicarakan kasus seoarng siswa bila memerlukan kerja sama dengan orang tua meskipun orang tua dalam hal ini orang tua biasanya diundang keselkolah. c. Sosiometri 7. Cara mengolah data ada tiga.6. Dijelaskan kepada siswa yang tergabung dalam suatu kelompok. harus diperhatkan hal-hal sebagai berikut : a. Bilamana petugas siswa menganggap perlu atau sangat berguna untuk mengadakan kunjungan rumah. Setiap siswa dalam kelompok menangkap dengan jelas kegiatan apa yang dimaksud dengan mengetahui bahwa kegiatan itu terbuka bagi semua. yaitu tes yang mengharuskan untuk memilih beberapa teman dalam kelompok sebagai pernyataan kesukaan untuk melakukan kegiatan tertentu bersama dengan sosok teman yang dipilih. Sosiometri merupakan suatu metode untuk memperoleh data tentang jaringan hubungan sosial dalam suatu kelompok. Pilihan-pilihan yang ditulis pada lembar jawaban tidak diberitahukan satu sama lain dan juga tidak diumumkan oleh tenaga pendidik yang bertanggung jawab atas pelaksanaan tes dan pembentukan beberapa kelompok. Skala ini menyerupai item dalam tes hasil belajar. b. d. berdasarkan preferensi antara anggota kelompok satu sama lain. yaitu mengadakan analisa indeks. Skala ini menggunakan suatu garis sebagai kontinum. Kunjungan Rumah Kunjungan rumah bertujuan lebih mengenal lingkungan hidup siswa sehari-hari. bentuk obyektif dengan tipe pilihan berganda. Tes sosiometri ada dua macam. Ciri khas dari penggunaan angket sosiometri atau tes sosiometri yang terikat pada situasi pergaulan sosial kreterium tertentu adalah : a. dan tes yang mengharuskna menyatakan kesukaannya atau ketidaksukaannya terhadap teman-teman dalam kelompok pada umumnya. Skala penilaian grafis. 8. Daftar cek. . Mengadakan persiapan mental sebelumnya. menyusun tabel atau membuat sosiogram. b. bila informasi yang dibutuhkan tidak dapat diperoleh melalui angket atau wawancara informasi. Terdapat beberapa tipe skala penilaian antara lain : a. Penilaian diberikan berdasarkan observasi spontan terhadap perilaku orang lain. dengan siapa dia ingin dan lebih suka melakukan kegiatan itu. Skala ini menggunakan rentetan angka untuk menunjukkan titik gradasi disertai penjelasan singkat pada masing-masing angka. b.

d. yaitu seri catatan yang disusun secara kronologis dan semakin bertambah luas karena penambahan data secara kontinu.c. Harus ada kepastian sebelum berkunjung. Kartu pribadi merupakan aplikasi dari penyusunan suatu arsip yang memuat data penting tentang seseorang. 2010.M. Yogyakarta: Media Abadi . 10. bahwa kedatangan petugas bimbingan akan disambut dengan baik. 9. Kartu Pribadi e. dengan membedakan antara fakta serta data dan kesan pribadi yang merupakan interpretasi terhadap informasi. petugas bimbingan menyusun laporan singkat tentang informasi yang diperoleh. Dalam bahasa inggris arsip itu dikenal dengan nama cumulative record. Sri Hastuti. Studi Kasus Studi kasus dalam rangka pelayanan bimbingan merupakan metode untuk mempelajari keadaan dan perkembangan seseorang siswa secara lengkap dan mendalam. dengan tujuan memahami individualitas siswa dengan lebih baik dan membantunya dalam perkembangan selanjutnya. M.. cumulative record berarti: suatu seri catatan tentang masing-masing siswa yang disusun selama beberapa tahun dan memuat data yang signifikan bagi keperluan bimbingan. Winkel W. Dalam rangka pelayanan bimbingan disekolah. Informasi yang dapat dikumpulkan biasanya mencakup hal-hal sebagai berikut : 1) Letak rumah dan keadaan didalam rumah 2) Fasilitas belajar yang tersedia bagi siswa 3) Kebiasaan belajar siswa 4) Suasana keluarga Sesudah kembali dari kunjungan rumah. Bimbingan dan Konseling di Institusi Pendidikan.S.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful