BAB 6 LAYANAN BIMBINGAN “PENGUMPULAN DATA” Pengumpulan data (appraisal) sebagai salah satu komponen dalam program bimbingan

, yang sekaligus menjadi salah satu layanan bimbingan. Komponen ini mencakup semua usaha untuk memperoleh data tentang siswa dan mahasiswa, menganalisis dan menafsirkan data, serta menyimpan data itu. Tujuan dari pengumpulan data ialah mendapatkan pengertian yang lebih luas, lebih lengkap dan lebih mendalam tentang masing-masing peserta didik, serta membantu siswa dan mahasiswa memperoleh pemahaman akan diri sendiri. Layanan bimbingan pengumpulan data yang bermutu tinggi harus terintegrasi, kontinu dan berkesinambungan, serta bermanfaat. Terintegrasi berarti bahwa seharusnya digunakan baik alat-alat tes seperti tes bakat dan tes minat, maupun alat-alat non tes, seperti anekdota dan skala penilaian. Dalam rangka layanan pengumpulan data dijenjang pendidikan menengah pada umumnya dibutuhkan data tentang masing-masing peserta dalam aspek-aspek sebagai berikut: a. b. c. d. e. f. g. h. i. Latar belakang keluarga Riwayat sekolah Taraf prestasi dalam bidang-bidang studi yang mempunyai relevansi bagi perencanaan pendidikan lanjutan dan penentuan jabatan kelak Taraf kemampuan intelektual atau kemampuan akademik Bakat khusus Minat terhadap bidang studi dan bidang pekerjaan tertentu pengalaman diluar sekolah ciri-ciri kepribadian yang tidak termasuk dalam nomor (4), (5), dan (6) di atas kesehatan jasmani

Dalam uraian selanjutnya akan dibahas sebagai alat tes dan alat nontes yang tersedia untuk memperoleh data psikologis dan data sosial, yang kemudian ditafsirkan dalam hubungannya satu sama lain. Mengingat kenyataan, bahwa konselor tidak menciptakan sendiri alat-alat tes dan mempergunakan alat-alat tes yang dikonstruksi serta diadministrasi oleh orang lain. A. Alat – Alat Tes 1. Aspek-Aspek Testing yang Relevan Testing adalah suatu metode penilaian psikologis untuk memperoleh informasi tentang berbagai aspek dalam tingkah laku dan kehidupan batin seseorang, dengan menggunakan pengukuran yang menghasilkan suatu deskripsi kuantitatif tentang aspek yang diteliti. Alat yang digunakan adalah tes yang distandarisasikan yang memuat koleksi persoalan, pertanyaan atau tugas yang dianggap representatif bagi aspek bersangkutan. Standarisasi berarti bahwa cara penyelenggaraan tes, cara memeriksanya dan penentuan norma penafsiran adalah seragam. Tes merupakan instrumen penilaian yang obyektif, dalam arti bahwa penyelenggaraan, pemeriksaan atau skoring, dan penafsiran tidak tergantung pada pendapat pribadi orang yang menggunakan alat tes itu. Pengertian validitas menunjuk pada kesesuaian antara apa yang diteliti dalam tes dengan aspek yang direncanakan untuk diteliti melalui tes itu. Terdapat empat jenis validitas, yaitu validitas isi, validitas peramal,

2. . jaringan relasi sosial dengan orang lain. Tipe tes hasil belajar yang khusus adalah tes kesiapan. dalam memeikirkan hubungan antara memangku suatu jabatan dan ciri kepribadiannya serta beraneka tuntutan sosial ekonomis dan dalam menyusun serta mengimplementasikan rencana pembangunan masa depannya sendiri. corak kehidupan emosional. yang mengukur taraf kemampuan berpikir. c. c. d. dan aneka bidang kehidupan yang menimbulkan kesukaran dalam penyesuaian diri. f. berarti bahwa hasil yang diperoleh pada saat sekarang dan beberapa waktu kemudian tidak akan jauh berbeda. lingkupnya lebih terbatas dari tes kemampuan intelektual. yang mengukur taraf perkembangan orang muda dalam hal kesadaran kelak akan memangku suatu pekerjaan atau jabatan. seperti sifat karakter. b. Pengertian reliabilitas menunjuk pada keajegan dalam hasil yang diperoleh bila mana seseorang mengerjakan suatu tes pada waktu yang berlainan. Tes perkembangan vokasional. Tes hasil belajar. 3. yang mengukur kegiatan/kesibukan macam apa paling disukai seseorang. Tes macam ini bertujuan membantu orang muda dalam memilih macam pekerjaan yang kiranya paling sesuai baginya. e. Tes kepribadian. yang mengukur ciri-ciri kepribadian yang bukan khas bersifat kognitif. Alat-alat tes akan digunakan dengan tujuan tertentu. terutama berkaitan dengan potensi untuk mencapai taraf prestasi tertentu dalam belajar di sekolah. Untuk meramalkan atau memperkirakan Untuk mengadakan seleksi Untuk mengadakan klasifikasi Untuk mengadakan evaluasi Keterlibatan seorang konselor sekolah dalam testing terutama berkaitan dengan tugasnya mendampingi siswa dan mahasiswa secara individual untuk mengembangkan diri secara maksimal dan menyusun rencana masa depan secara realistis. Pemberian Alat-Alat Tes Menurut Isi Adapun pemberian alat-alat tes menurut aspek isi adalah sebagai berikut : a.validitas perbandingan. yang bertujuan memperkirakan sampai berapa jauh subyek dapat mengambil manfaat dari suatu program pendidikan. yang mengukur taraf kemampuan seseorang untuk berhasil dalam bidang studi tertentu. Jenis validitas tes yang paling relevan bagi pelayana bimbingan disekolah adalah validitas isi dan validitas peramal. Bila mana taraf reliabilitas tes tertentu tinggi. Tes kemampuan khusus atau tes bakat khusus. program pendidikan vokasional tertentu atau bidang pekerjaan tertentu. kesehatan mental. gaya temperamen. dan validitas konseptual. Tes minat. Keempat tujuan yang pokok adalah sebagai berikut : a. d. yang mengukur apa yang telah dipelajari diberbagai bidang studi. Tes kemampuan intelektual. Program Testing dan Penggunaan Hasil Testing b.

sebelum konseling yang sebenarnya dimulai. untuk menyimpan serta mengolah keseluruhan data yang masuk. juga sebelum dihadapkan pada keharusan untuk membuat suatu pilihan mengenai program studi atau jenis pekerjaan. konseli harus bermotivasi baik sebelum akan menempuh suatu tes psikologis. tes minat dan tes kepribadian menurut kebutuhan yang tampak dalam proses konseling. tes perkembangan vokasional dan tes kepribadian. khususnya dalam hal memperoleh data sosial yang relevan. 1. untuk dapat menentukan apakah suatu program pendidikan lanjutan atau jenis pekerjaan sesuai baginya atau tidak. Dalam rangka program testing khusus dianjurkan supaya tes diagnostik dan tes kesiapan diberikan secara individual menurut kebutuhan. tenaga pengajarlah yang harus meninjau relevansi isi tes terhadap materi suatu bidang studi dalam hal testing kemampuan intelektual petugas bimbinganlah yang dapat memberikan pandangan mengenai relevansi tes terhadap tujuan pendidikan institusional. Konseli. untuk memahami dirinya dengan lebih baik. untuk menentukan apakah dia mampu dan cukup berwenang untuk memberikan pelayanan dan untuk memperoleh gambaran global tentang inti permasalahan serta taraf berat ringannya.Secara ideal siswa-siswi dijenjang pendidikan dasar sampai dengan jenjang pendidikan menengah dikenakan sejumlah tes yang diberikan pada waktu-waktu tertentu. Data hasil testing dan laporan hasil testing yang dikirimkan oleh psikolog atau lembaga yang berwenang. Penentuan tentang tes mana yang paling relevan bagi kebutuhan konseli adalah wewenang konselor di institusi pendidikan. Dengan mengisi angket ini siswa memberikan keterangan tentang sejumlah hal yang relevan bagi keperluan . Angket Tertulis Alat ini memeuta sejumlah item atau pertanyaan yang harus dijawab oleh siswa secara tertulis juga. Dalam hal testing hasil belajar. Oleh karena itu. Dalam rangka program testing khusus petugas bimbinganlah yang paling berwenang melalui kegunaan tes kemampuan khusus. supaya bersikap serius dalam mengerjakannya dan lebih siap menerima hasilnya sebagai informasi yng berguna baginya. tes minat. yang seharusnya mengetahui kelebihan dan kelemahan dari tes-tes yang tersedia. Testing tidak dapat dipaksakan. tidak terbuka bagi siapa saja tetapi hanya untuk mereka yang berkepentingan dan menggunakan informasi itu untuk membentu konseli. b. namun penggunaan alat itu pula mengandung kelemahan dan keterbatasan. Demikian pula tes kemampuan khusus. diperlukan juga alat-alat nontes sebagai alat pengumpul data. B. Konseli. tetapi boleh dianjurkan bila data yang dibutuhkan tidak dapat diperoleh dengan lain cara dan tersedia tes yang relevan. biarpun bukan konselor sendiri yang mengadministrasikan. Data hasil program testing umum dapat sangat berguna bagi keperluan pelayanan bimbingan. Inilah program testing yang berlaku bagi semua siswa dan merupakan program testing umum. juga bila mana hasilnya seperti yang diharapkan. c. untuk memperoleh gambaran lebih mendalam dan lebih lengkap tentang berbagai aspek dalam kepribadian konseli dan dengan demikian dapat memberikan pelayanan yang lebih baik. Dalam keadaan ini testing dapat bermanfaat bagi : a. d. Konselor. Program testing umum ini diselenggarakan atas tanggung jawab institusi pendidikan. tes perkembangan vokasional. Alat – Alat Nontes Meskipun suatu alat tes dapat sangat bermanfaat untuk memperoleh data tentang siswa. Konselor. Sama seperti dalam program testing umum.

pengalaman belajar disekolah dan dirumah. untuk melengkapi data dan informasi yang sudah terkumpul dengan lain cara untuk mengecek kebenaran dan fakta dan data yang telah diketahui melalui saluran lain. dan untuk mengadakan observasi terhadap tingkah laku siswa. riwayat pendidikan sekolah. Manfaat dan kegunaan angket bagi orang tua harus dipertimbangkan secara matang. Pengisisna angket harus dilangsungkan pada waktu yang tepat. karena tidak semua orangtua akan memberikan informasi obyektif seperti yang diharapkan. Wawancara informasi digunakan untuk mengumpulkan data dan informasi yang sulit diperoleh dengan lain cara. sebagai sarana untuk mendapatkan informasi tambahan tentang siswa. Selama pertemuan itu petugas bimbingan mengajukan pertanyaa. Kecenderungan orang tua biasanya ingin melindungi nama baik keluarga dengan menyembunyikan beberapa hal. Dapat pula disusun angket untuk diisi oleh orang tua. harus disertai instruksi yang jelas. Perumusan item jangan mengandung petunjuk tentang jawaban yang baik atau mengandung sugesti mengenai jawaban yang ideal. hobi dan kesukaran yang mungkin dihadapi. jawaban hanya mengungkapkan keadaan siswa pada saat angket diisi. 2.bimbingan. yag mengharuskan siswa memilih saah satu alternatif. Perumusan semua aitem harus jelas dan isinya mudah ditangkap Suatu item jangan menanyakan dua hal sekaligus Jangan ditanyakan hal-hal yang dirasa mempermalukan atau mempunyai konotasi emosional negatif. pergaulan sosial. kesehatan jasmani. kegiatan diluar sekolah. Jawaban-jawaban yang mencolok dapat ditandai atau dicatat pada kertas khusus untuk keperluan petugas bimbingan sendiri. atau pertanyaan campuran. rencana pendidikan lanjutan. bagian pertama dapat dijawab dengan ya-tidak lebih dahulu. Suatu butir yang cara menjawabya berbeda dengan butir lainnya. minta penjelasan atau sebagai jawaban yang diberikan. seperti keterangan tentang keluarga. Setelah semua angket diisi. lalu dikumpulkan untuk dipelajari dan diolah oleh orang yang disebut dalam introduksi angket. Bentuk aitem atau pertanyaan terbuka yang memungkinkan siswa menjawab secara agak luas. Wawancara Informasi Wawancara informasi adalah alat pengumpulan data untuk memperoleh data dan informasi dari siswa secara lisan. Susunan teknis perlu diperhatikan. atau pertanyaan tertutup. Adapun persayaratan konstruksi adalah sebagai berikut : a) b) c) d) e) f) g) h) i) j) k) Ditentukan dengan tujuan apa angket diberikan dan dipikirkan luas informasi yang dibutuhkan Harus ada introduksi yang menjelaskan kepada siswa dengan tujuan apa mereka diminta mengisi angket. sebaiknya dipisahkan menjadi dua bagian. sesuai dengan keadaan yang sebenarnya. Bilaman item tertentu ada lanjutannya. . Mengingat keadaan siswa dalam beberapa hal mungkinsudah berubah pada waktu setahun sesudah mengisi angket untuk pertama kali. Kemudian item-iten tertentu disalin kedalam kartu pribadi sebagai alat sentral penyimpanan data sebagaimana akan diuraikan kemudian. angket dapat dikembalikan kepada siswa dikelas II dan III untuk disesuaikan seperlunya dngan menggunakan alat tulis yang berbeda warnanya. dan membuat catatan mengenai hal-hal yang diungkapkan kepadanya. siswa dapat sja menjawab tidak sesuai dengan keadaan yang sebenanrnya kalau dia mnghendaki demikian. Kelemahannya ialah: siswa tidak dapat memberikan penjelasan lebih lanjut karena jawabannya terbatas pada hal-hal yang ditanyakan.

harapan dan perasaan.Jika hal itu sudah diketemukan. petugas bimbingan mendengarkan terlalu selektif atau bertanya-tanya dengan cara yang segestif. Minta izin kepada siswa untuk membuat catatan seperlunya. Manfaat dari menulis suatu otobiografi tergantung dari kerelaan siswa untuk membuka diri. Mewawancarai seorang siswa menuntut keterampilan. Pada tahap awal observasi dilakukan secara umum. 4. siswa berprasangka terhadap petugas bimbingan dan memberikan informasi yang tidak sesuai dengan keadaan yng sebenarnya atau tidak lengkap. merekam. Riwayat hidup dapat mencakup keseluruhan hidupnya yang lampau atau hanya satu dua aspek kehidupannya saja. Tahap selanjutnya peneliti harus melakukan observasi yang terfokus. lebih kurang 45 menit biasanya sudah cukup. Otobiografi Merupakan karangan yang ditulis oleh siswa mengenai riwayat hidupnya sampai pada saat sekarang. pikiran. Meskipun semua siswa dapat mengambil manfaat dari penulisan otobiografi. otobiografi dibedakan atas bentuk yang terstruktur atau yang terbatas pada topik-topik tertentu. peneliti mengumpulkan data atau informasi sebanyak mungkin. Berwaspadalah terhadap kemungkinan bahwa informasi yang diberikan tidak sesuai dengan keadaan yang sebenarnya atau siswa menghindari jawaban yang terbuka terhadap pertanyaan tertentu. Membatasi lamanya wawancara. diperoleh informasi dalam suasana komunikasi langsung yang memungkinkan siswa selain memberitahukan data faktual seperti yang banyak ditanyakan dalam angket tertulis. Observasi merupakan metode mengumpulkan data dengan mengamati langsung di lapangan. dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut : a) b) c) d) e) f) g) h) Mengadakan persiapan Berpegang pada urutan fase dalam wawancara Menunjukkan sikap yang serasi Merumuskan pertanyaan dalam corak bahasa yang jelas dan mudah ditangkap dengan menghindari istilah terlalu teknis dan bahasa asing. maka peneliti dapat menemukan tematema yang akan diteliti. mengukur. Tidak memaksa-maksa siswa yang sulit berbicara atau lambat dalam menjawab untuk memberikan penjelasan panjang lebar. obyek-obyek yang dilihat dan hal-hal lain yang diperlukan dalam mendukung penelitian yang sedang dilakukan. dan yang tidak terstruktur atau yang komprehensif. Hambatan yang dapat timbul ialah : makan banyak waktu dan energi bagi petugas bimbingan. Observasi i) 3. perumusan pertanyaan informatif dapat disesuaikan dengan daa tangkap siswa dapat ditanyakan hal-hal yang bersifat sensitif. Dari segi bentuk. perilaku. juga mengugkapkan sikap. dan mencatat kejadian. yaitu mulai menyempitkan data atau informasi yang diperlukan sehingga peneliti dapat menemukan pola-pola perilaku dan hubungan yang terus menerus terjadi. Menghindari perumusan pertanyaan sugestif. pembuatan catatan memberikan kesan kepada siswa bahwa dia sedang berhadapan dengan petugas bimbingan.Keunggulan dari wawancara informasi ialah. namun mengingat keterbatasan tenaga bimbingan yang berkompeten untuk menggunakan alat ini dan keterbatasan waktu untuk mengolah semua karapan ini secara memadai. hanya beberapa siswa akan menjadi menulis otobiografi dan ini . menghitung. Proses ini berlangsung dengan pengamatan yang meliputi melihat. Observasi bisa dikatakan merupakan kegiatan yang meliputi pencatatan secara sistematik kejadiankejadian.

nama siswa. g. Konselor harus menilai dahulu. tempat observasi. f. Kerahasiaan otobiografi harus dijamin seutuhnya. b. Pada umumnya lebih baik konselor memberikan beberapa petunjuk tentang topik-topik yang harus diungkapkan dengan memperhatikan masalah yang sedang dicari penyelesaiannya. e. c. yang dapat dianggap signifikan dan menyatakan sesuatu tentang kepribadian siswa. Proyek semacam ini baru boleh dimulai setelah ada jaminan tentang partisifasi seluruh staf tenaga pendidik. corak deskripsi. Menjelang akhir semester atau menjelang akhir tahun ajaran. bukan kesempurnaan dalam teknik penulisan. Maka suatu anekdota yang baik memuat unsur pokok sebagai berikut. e. f. siswa siwi yang akan observasi Ditentukan bersama prosedur yang akan diikuti Disepakati bersama peristiwa atau kejadian yang bagaimana. Dalam mengadakan interpretasi konselor akan mencari jawaban atas serentetan pertanyaan Seandainya konseli tidak menerima usul untuk menulis otobiografi atau dipandang kurang mampu menyusunnya. laporan kata-kata yang diucapkan secara harfiah. Kadang-kadang sepucuk surat yang berisi ungkapan permasalahan bersama latar belakangnya. apakah siswa memang mampu untuk mengungkapkan semua secara tertulis dan sudah cukup matang dalam hal refleksi diri. Harus ada kepastian bahwa penulisan otobiografi akan membantu siswa dalam mengatasi masalah yang dihadapi sekarang ini. ahli bimbingan yang diserahi sejumlah anekdota mengambil tumpukan anekdota dan menyusun suatu seri anekdota untuk masing-masing siswa. c. harus dipenuhi persyaratan sebagai berikut : a. Tujuan dari penulisan anekdota adalah mengumpulkan informasi yang relevan tentang kepribadian siswa melalui pencatatan fakta yang diamati dalam lingkungan sekolah. Diputuskan bersama. Konselor perlu menekankan bahwa segi teknik pembahasan tidak akan diperhatikan. situasi dimana perbuatan diobservasi. g. Koordinasi bimbingan pada awal tahun ajaran mencari bantuan dari beberapa guru dan tenaga bimbingan yang berminat berpartisipasi dalam proyek ini dan bersedia untuk menyisihkan waktu guna menulis sejumlah anekdota. Supaya penggunaan anekdota bermanfaat bagi keperluan bimbingan.pun dalam kaitan dengan masalah yang dibahas dalam rangka wawancara konseling. Yang menulis laporan anekdota adalah tenaga pendidik. . Anekdota i. d. b. Konseling harus mengindahkan berbagai ketentuan sebagai berikut : a. antara lain format yang digunakan. h. Anekdota merupakan laporan singkat tentang perilaku seseorang siswa dan memuat deskripsi obyektif tentang tingkah laku siswa pada saat tertentu. 5. spontanitas dalam ekspresi dan keterbukaanlah yang diharapkan. tanggal observasi. Konseli tidak boleh dipaksa untuk menulis otobiografi. pemisahan komentar dari bagian yang memuat deskripsi. sedikit banyak dapat menggantikan otobiografi. baik guru maupun nonguru yang sempat mengobservasi tingkah laku siswa dan siswi dalam berbagai situasi disekolah. d. konseli dapat ditanyai apakah dia mempunyai suatu buku harian yang diisi secara berskala. Koordinator bimbingan merundingkan tujuan yang ingin dicapai dan segi-segi teknik penulisan.

Penilaian diberikan berdasarkan observasi spontan terhadap perilaku orang lain. d. Skala Penilaian Skala penilaian merupakan sebuah daftar yang menyajikan sejumlah sifat sebagai butir atau item. b. Mungkin juga petugas bimbingan mengadakan kunjungan rumah khusus untuk membicarakan kasus seoarng siswa bila memerlukan kerja sama dengan orang tua meskipun orang tua dalam hal ini orang tua biasanya diundang keselkolah. c. Skala numerik. 8. b. berdasarkan preferensi antara anggota kelompok satu sama lain. Skala ini menggunakan suatu garis sebagai kontinum. yaitu tes yang mengharuskan untuk memilih beberapa teman dalam kelompok sebagai pernyataan kesukaan untuk melakukan kegiatan tertentu bersama dengan sosok teman yang dipilih. Skala ini menggunakan rentetan angka untuk menunjukkan titik gradasi disertai penjelasan singkat pada masing-masing angka.6. menyusun tabel atau membuat sosiogram. Meghindari memberikan kesan seolah-olah diadakan pemeriksaan yang dibutuhkan. dengan siapa dia ingin dan lebih suka melakukan kegiatan itu. c. yang berukuran kecil sampai sedang (10-50 orang). Cara mengolah data ada tiga. bentuk obyektif dengan tipe pilihan berganda. bila informasi yang dibutuhkan tidak dapat diperoleh melalui angket atau wawancara informasi. Setiap siswa diminta untuk menulis pada blanko yang disediakan nama beberapa teman didalam kelompok. yaitu mengadakan analisa indeks. mengenai hal-hal/informasi apa yang ingin diperoleh. Skala ini menyerupai item dalam tes hasil belajar. Tes sosiometri ada dua macam. . Sosiometri 7. Setiap siswa dalam kelompok menangkap dengan jelas kegiatan apa yang dimaksud dengan mengetahui bahwa kegiatan itu terbuka bagi semua. Bilamana petugas siswa menganggap perlu atau sangat berguna untuk mengadakan kunjungan rumah. Terdapat beberapa tipe skala penilaian antara lain : a. Skala penilaian grafis. b. Sosiometri merupakan suatu metode untuk memperoleh data tentang jaringan hubungan sosial dalam suatu kelompok. Mengadakan persiapan mental sebelumnya. Ciri khas dari penggunaan angket sosiometri atau tes sosiometri yang terikat pada situasi pergaulan sosial kreterium tertentu adalah : a. yang berlangsung dalam bergaul dan berkomunikasi sosial dengan orang itu selama periode waktu tertentu. harus diperhatkan hal-hal sebagai berikut : a. Dijelaskan kepada siswa yang tergabung dalam suatu kelompok. dan tes yang mengharuskna menyatakan kesukaannya atau ketidaksukaannya terhadap teman-teman dalam kelompok pada umumnya. Daftar cek. Kunjungan Rumah Kunjungan rumah bertujuan lebih mengenal lingkungan hidup siswa sehari-hari. Pilihan-pilihan yang ditulis pada lembar jawaban tidak diberitahukan satu sama lain dan juga tidak diumumkan oleh tenaga pendidik yang bertanggung jawab atas pelaksanaan tes dan pembentukan beberapa kelompok.

M. bahwa kedatangan petugas bimbingan akan disambut dengan baik. Informasi yang dapat dikumpulkan biasanya mencakup hal-hal sebagai berikut : 1) Letak rumah dan keadaan didalam rumah 2) Fasilitas belajar yang tersedia bagi siswa 3) Kebiasaan belajar siswa 4) Suasana keluarga Sesudah kembali dari kunjungan rumah. 10. Dalam rangka pelayanan bimbingan disekolah. 9. Yogyakarta: Media Abadi . dengan tujuan memahami individualitas siswa dengan lebih baik dan membantunya dalam perkembangan selanjutnya.S. yaitu seri catatan yang disusun secara kronologis dan semakin bertambah luas karena penambahan data secara kontinu. 2010. Bimbingan dan Konseling di Institusi Pendidikan. M. petugas bimbingan menyusun laporan singkat tentang informasi yang diperoleh. Kartu pribadi merupakan aplikasi dari penyusunan suatu arsip yang memuat data penting tentang seseorang. cumulative record berarti: suatu seri catatan tentang masing-masing siswa yang disusun selama beberapa tahun dan memuat data yang signifikan bagi keperluan bimbingan. Sri Hastuti. Dalam bahasa inggris arsip itu dikenal dengan nama cumulative record. Kartu Pribadi e. Studi Kasus Studi kasus dalam rangka pelayanan bimbingan merupakan metode untuk mempelajari keadaan dan perkembangan seseorang siswa secara lengkap dan mendalam. d. Winkel W. Harus ada kepastian sebelum berkunjung. dengan membedakan antara fakta serta data dan kesan pribadi yang merupakan interpretasi terhadap informasi..c.