PENGORBANAN SEORANG IBU

Pengorbanan berasal dari kata korban atau kurban yang berarti persembahan, sehingga pengorbanan berarti pemberian untuk menyatakan kebaktian. Dengan demikian pengorbanan mengandung unsur keikhlasan yang tidak mengandung pamrih. Suatu pemberian yang didasarkan atas kesadaran moral yang tulus ikhlas semata-mata. Untuk melihat contoh sebuah pengorbanan, kita tidak perlu jauh-jauh untuk mencarinya. Karena kita bisa melihatnya dari sosok IBU. Setiap orang pasti memiliki seorang ibu. Ibu adalah orang yang paling banyak jasanya kepada kita. Kita tidak akan sanggup menghitung jasa seorang ibu kepada kita. Jasa dan pengorbanan yang dilakukannya sedemikian besar, sehingga mustahil bagi kita untuk membalas jasanya. Pengorbanan seorang ibu sudah dimulai sejak kita masih berada dalam kandungannya. Kita lihat saja sekarang, apa yang dialami oleh seorang wanita yang sedang mengandung. Dengan hati-hati seorang ibu akan berusaha untuk menjaga kandungannya supaya tetap sehat. Belum lagi kesibukannya yang lain, yang dilakukannya sambil membawa kita dalam rahimnya. Pengorbanan yang paling besar adalah saat kita mau lahir. Perjuangan yang berat dilaluinya untuk melahirkan kita. Bahkan dia rela mengorbankan nyawanya agar kita dapat lahir dengan selamat. Berikut adalah cerita tentang pengorbanan seorang IBU. Alkisah si ibu bermata satu yang mempunyai seorang anak laki-laki. Ketika anak laki-lakinya pergi sekolah SD, si ibu datang ke sekolah untuk melihat anaknya. Tapi apa yang terjadi, si anak laki-lakinya jadi malu karena diolok-olok oleh teman-teman, karena dia mempunya ibu bermata satu. Sesampai di rumah si ibu

si anak laki-laki tetap tidak mau ketemu ibunya. dia dibujuk oleh istrinya. si ibu pulang dengan bersedih hati.maafkan aku selama ini. Sesampai di depan pintu rumah anak laki-lakinya. dan ada secarik kertas yang ditinggalkan oleh ibunya berisi: “anakku. Selang beberapa waktu. Sejak itu si ibu tidak dibolehkan ketemu orang-orang lain agar si anak tidak malu. ketahuilah nak.ibu…………. si anak telah bekerja dan sukses. Ajalnya pun menjemputnya..” Tapi akhirnya. agar pergi ke rumah ibunya tersebut sekali saja karena ibunya sudah tiada. dia masuk ke rumah yang telah lama dia tinggalkannya. kamu telah menakutkan anak-anakku. aku sangat bahagia melihatmu dari kecil. sampai dewasa dan mlenjadi sukses sekarang ini.” Akhirnya. Sekian lama waktu berlalu. kalau perlu. dan sudah berkeluarga dan mempunyai istri yang cantik dan anak-anak yang lucu. Tapi. Akhirnya si anak laki-laki pergilah ke rumah almarhum ibunya. aku telah merelakan mata yang satu lagi diberikan kepadamu. kata si anak. Si anak akhirnya. si istri dari si anak laki-laki bertanya ke suaminya: “mengapa kamu tidak datang ke rumah ibumu?” Dia menjawab: “saya sedang sibuk. seraya berkata: “ untuk apa kamu datang kesini orang tua bermata satu. bahwasanya dia sedang sakit parah. dia diusir oleh anaknya sendiri. Dia memberi tahukan berita ini kepada anak laki-lakinya itu. bahwasanya kamu kecil hanya mempunyai mata satu. si ibu akhirnya sakit dan sepertinya tidak akan lama lagi umurnya.” . menanggis sijadi-jadinya: “oh. Dia akhirnya hanya melihat cucu-cucunya di depan pagar. agar kamu bisa hidup bahagia nantinya”.dimarahin oleh si anak. Si ibu rindu ingin ketemu dengan anak dan cucunya. Setelah anaknya dewasa.

ILMU BUDAYA DASAR. .com/ http://heniputra. SUMBER: http://anurachman. Jakarta: Gunadarma. terutama kepada ibu kita menjadi lebih baik.com/ Nugroho. 1996. namun jasanya tidak akan terbalas. Jangan lagi kita menyakiti hatinya. Widyo dan Achmad Muchji. karena kita takkan pernah mampu membalas jasanya. Meskipun kita memberinya harta yang melimpah.Dari cerita tersebut.wordpress. Dan marilah mulai sekarang kita rubah perilaku kita kepada orang tua kita. memberikan perhatian yang banyak. kita renungkanlah lebih jauh. sampai akhir hayat. besarnya jasa seorang ibu tidak akan pernah dapat kita balas.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful