P. 1
Pengorbanan Seorang Ibu

Pengorbanan Seorang Ibu

|Views: 14|Likes:
Published by Kharisty Hasanah

More info:

Published by: Kharisty Hasanah on May 09, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/02/2014

pdf

text

original

PENGORBANAN SEORANG IBU

Pengorbanan berasal dari kata korban atau kurban yang berarti persembahan, sehingga pengorbanan berarti pemberian untuk menyatakan kebaktian. Dengan demikian pengorbanan mengandung unsur keikhlasan yang tidak mengandung pamrih. Suatu pemberian yang didasarkan atas kesadaran moral yang tulus ikhlas semata-mata. Untuk melihat contoh sebuah pengorbanan, kita tidak perlu jauh-jauh untuk mencarinya. Karena kita bisa melihatnya dari sosok IBU. Setiap orang pasti memiliki seorang ibu. Ibu adalah orang yang paling banyak jasanya kepada kita. Kita tidak akan sanggup menghitung jasa seorang ibu kepada kita. Jasa dan pengorbanan yang dilakukannya sedemikian besar, sehingga mustahil bagi kita untuk membalas jasanya. Pengorbanan seorang ibu sudah dimulai sejak kita masih berada dalam kandungannya. Kita lihat saja sekarang, apa yang dialami oleh seorang wanita yang sedang mengandung. Dengan hati-hati seorang ibu akan berusaha untuk menjaga kandungannya supaya tetap sehat. Belum lagi kesibukannya yang lain, yang dilakukannya sambil membawa kita dalam rahimnya. Pengorbanan yang paling besar adalah saat kita mau lahir. Perjuangan yang berat dilaluinya untuk melahirkan kita. Bahkan dia rela mengorbankan nyawanya agar kita dapat lahir dengan selamat. Berikut adalah cerita tentang pengorbanan seorang IBU. Alkisah si ibu bermata satu yang mempunyai seorang anak laki-laki. Ketika anak laki-lakinya pergi sekolah SD, si ibu datang ke sekolah untuk melihat anaknya. Tapi apa yang terjadi, si anak laki-lakinya jadi malu karena diolok-olok oleh teman-teman, karena dia mempunya ibu bermata satu. Sesampai di rumah si ibu

dan ada secarik kertas yang ditinggalkan oleh ibunya berisi: “anakku. Setelah anaknya dewasa. kamu telah menakutkan anak-anakku. ketahuilah nak. Dia akhirnya hanya melihat cucu-cucunya di depan pagar. bahwasanya kamu kecil hanya mempunyai mata satu. agar pergi ke rumah ibunya tersebut sekali saja karena ibunya sudah tiada. dia dibujuk oleh istrinya. agar kamu bisa hidup bahagia nantinya”. Ajalnya pun menjemputnya. Dia memberi tahukan berita ini kepada anak laki-lakinya itu..” Tapi akhirnya. si istri dari si anak laki-laki bertanya ke suaminya: “mengapa kamu tidak datang ke rumah ibumu?” Dia menjawab: “saya sedang sibuk.” . kata si anak.” Akhirnya. aku sangat bahagia melihatmu dari kecil.maafkan aku selama ini. Sesampai di depan pintu rumah anak laki-lakinya. menanggis sijadi-jadinya: “oh. kalau perlu. si ibu pulang dengan bersedih hati. Si ibu rindu ingin ketemu dengan anak dan cucunya. si ibu akhirnya sakit dan sepertinya tidak akan lama lagi umurnya. dan sudah berkeluarga dan mempunyai istri yang cantik dan anak-anak yang lucu.ibu…………. Selang beberapa waktu. dia masuk ke rumah yang telah lama dia tinggalkannya. si anak laki-laki tetap tidak mau ketemu ibunya. si anak telah bekerja dan sukses. sampai dewasa dan mlenjadi sukses sekarang ini. aku telah merelakan mata yang satu lagi diberikan kepadamu. bahwasanya dia sedang sakit parah. seraya berkata: “ untuk apa kamu datang kesini orang tua bermata satu.dimarahin oleh si anak. Sekian lama waktu berlalu. Sejak itu si ibu tidak dibolehkan ketemu orang-orang lain agar si anak tidak malu. dia diusir oleh anaknya sendiri. Akhirnya si anak laki-laki pergilah ke rumah almarhum ibunya. Si anak akhirnya. Tapi.

Meskipun kita memberinya harta yang melimpah. memberikan perhatian yang banyak. Dan marilah mulai sekarang kita rubah perilaku kita kepada orang tua kita.com/ http://heniputra. ILMU BUDAYA DASAR. . Jangan lagi kita menyakiti hatinya.Dari cerita tersebut. namun jasanya tidak akan terbalas. karena kita takkan pernah mampu membalas jasanya. terutama kepada ibu kita menjadi lebih baik. Widyo dan Achmad Muchji. 1996. sampai akhir hayat.wordpress. besarnya jasa seorang ibu tidak akan pernah dapat kita balas. SUMBER: http://anurachman. Jakarta: Gunadarma. kita renungkanlah lebih jauh.com/ Nugroho.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->