PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 38 TAHUN 2007 TENTANG PEMBAGIAN URUSAN PEMERINTAHAN ANTARA PEMERINTAH, PEMERINTAHAN DAERAH

PROVINSI, DAN PEMERINTAHAN DAERAH KABUPATEN/KOTA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

Menimbang :

bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal 14 ayat (3) Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah dan Pasal 30 ayat (9) UndangUndang Nomor 25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal, perlu menetapkan Urusan Peraturan Pemerintahan Pemerintah antara tentang Pembagian Pemerintah,

Pemerintahan Daerah Provinsi, dan Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota; Mengingat : 1. Pasal 5 ayat (2) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945; 2. Undang-Undang Pemerintahan Nomor 32 Tahun 2004 tentang Republik

Daerah

(Lembaran

Negara

Indonesia Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437) sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang 2005 tentang Penetapan Pengganti Undang-Undang Nomor 3 Nomor 8 Tahun Pemerintah Tahun 2005 Peraturan

tentang . . .
www.plod.ugm.ac.id

- 2 -

tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah Menjadi Undang-Undang (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 108, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4548); 3. Undang-Undang Penanaman Nomor 25 Tahun 2007 tentang Republik Modal (Lembaran Negara

Indonesia Tahun 2007 Nomor 67, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4724).

MEMUTUSKAN : Menetapkan : PERATURAN URUSAN PEMERINTAH DAERAH TENTANG ANTARA PEMBAGIAN PEMERINTAH, DAN

PEMERINTAHAN

PEMERINTAHAN

PROVINSI,

PEMERINTAHAN DAERAH KABUPATEN/KOTA.

BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam Peraturan Pemerintah ini yang dimaksud dengan: 1. Pemerintah pusat, selanjutnya disebut Pemerintah, Indonesia

adalah Presiden Republik Indonesia yang memegang kekuasaan pemerintahan negara Republik

sebagaimana . . . -3www.plod.ugm.ac.id

Pemerintahan daerah adalah penyelenggaraan urusan pemerintahan oleh pemerintah daerah dan DPRD menurut asas otonomi dan tugas pembantuan dengan prinsip otonomi seluas-luasnya dalam sistem dan prinsip Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. . 3. . 5. dan menyejahterakan masyarakat.sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. 4. Kebijakan .id . dan kewajiban daerah otonom untuk mengatur dan mengurus sendiri urusan pemerintahan dan kepentingan masyarakat setempat sesuai dengan peraturan perundang-undangan.ugm. Daerah otonom. . selanjutnya disebut daerah. melayani. Otonomi daerah adalah hak. memberdayakan. 6. Urusan pemerintahan adalah fungsi-fungsi pemerintahan yang menjadi hak dan kewajiban tersebut setiap yang tingkatan menjadi dan/atau susunan pemerintahan untuk mengatur dan mengurus fungsi-fungsi kewenangannya dalam rangka melindungi.plod. adalah kesatuan masyarakat hukum yang mempunyai batasbatas wilayah yang berwenang mengatur dan mengurus urusan pemerintahan dan kepentingan masyarakat setempat menurut prakarsa sendiri berdasarkan aspirasi masyarakat dalam sistem Negara Kesatuan Republik Indonesia. wewenang. 2.ac.4 www.

pekerjaan umum . . . yang menjadi kewenangan yustisi. (3) Urusan dimaksud pemerintahan pada ayat yang (1) dibagi adalah bersama semua antar urusan tingkatan dan/atau susunan pemerintahan sebagaimana pemerintahan di luar urusan sebagaimana dimaksud pada ayat (2).ac. Pemerintah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi pertahanan. BAB II URUSAN PEMERINTAHAN Pasal 2 (1) Urusan pemerintahan terdiri atas urusan pemerintahan yang sepenuhnya menjadi kewenangan Pemerintah dan urusan pemerintahan yang dibagi bersama antar tingkatan dan/atau susunan pemerintahan. Kebijakan nasional adalah serangkaian aturan yang dapat berupa norma. moneter dan fiskal nasional.5www. b. pendidikan. (2) Urusan politik pemerintahan luar negeri. serta agama. kesehatan.ugm. keamanan.plod. c. (4) Urusan pemerintahan sebagaimana dimaksud pada ayat (3) terdiri atas 31 (tiga puluh satu) bidang urusan pemerintahan meliputi: a. prosedur dan/atau kriteria yang ditetapkan Pemerintah sebagai pedoman penyelenggaraan urusan pemerintahan. standar.id . .6.

komunikasi dan informatika. dan persandian. pekerjaan umum. kelautan dan perikanan. dd. bb. lingkungan hidup. pemerintahan umum. w. kesatuan bangsa dan politik dalam negeri. h. q.plod. p. . u. y. . perdagangan . energi dan sumber daya mineral. perangkat daerah. f.ac. perencanaan pembangunan. kepemudaan dan olah raga. g. k. kebudayaan dan pariwisata. -6 www. koperasi dan usaha kecil dan menengah. t. cc. perpustakaan. kependudukan dan catatan sipil. otonomi daerah. x. e. aa. m.ugm. z. kepegawaian. keluarga berencana dan keluarga sejahtera. perumahan. d. perhubungan. v.id . j. s. kearsipan. pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak. n. penataan ruang. pertanian dan ketahanan pangan. statistik. sosial.c. r. o. l. ketenagakerjaan dan ketransmigrasian. administrasi keuangan daerah. penanaman modal. i. kehutanan. pertanahan. pemberdayaan masyarakat dan desa.

akuntabilitas. dan setiap sub bidang terdiri dari sub sub bidang.dd.plod. (5) Setiap bidang urusan pemerintahan sebagaimana dimaksud pada ayat (4) terdiri dari sub bidang. Pasal 3 Urusan pemerintahan yang diserahkan kepada daerah disertai dengan sumber pendanaan. perdagangan. dan pemerintahan.ac. dan ee. pengalihan sarana dan prasarana. . www. . BAB III PEMBAGIAN URUSAN PEMERINTAHAN Bagian Kesatu Urusan Pemerintahan yang Menjadi Kewenangan Pemerintah Pasal 4 (1) Pembagian urusan pemerintahan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (4) berdasarkan kriteria eksternalitas. serta kepegawaian. (2) Ketentuan . (6) Rincian ketigapuluh satu bidang urusan pemerintahan sebagaimana dimaksud pada ayat (4) tercantum dalam lampiran yang tidak terpisahkan dari Peraturan Pemerintah ini.ugm.id efisiensi dengan memperhatikan keserasian hubungan antar tingkatan dan/atau susunan 7 - . perindustrian.

id . Pasal 5 (1) Pemerintah mengatur dan mengurus urusan pemerintahan yang menjadi kewenangannya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (2). . .ac.ugm.8 www. (3) Khusus untuk urusan pemerintahan bidang penanaman modal. penetapan kebijakan dilakukan sesuai peraturan perundang-undangan.plod. . (2) Selain mengatur dan mengurus urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan Pemerintah sebagaimana menjadi dimaksud pada ayat (1). Bagian Kedua Urusan Pemerintahan yang Menjadi Kewenangan Pemerintahan Daerah Pasal 6 (1) Pemerintahan daerah provinsi dan pemerintahan daerah kabupaten .(2) Ketentuan lebih lanjut mengenai pengaturan teknis untuk masing-masing sub bidang atau sub sub bidang urusan pemerintahan diatur dengan peraturan menteri/kepala lembaga pemerintahan non departemen yang membidangi urusan pemerintahan yang bersangkutan setelah berkoordinasi dengan Menteri Dalam Negeri. Pemerintah mengatur dan mengurus urusan pemerintahan yang kewenangannya sebagaimana tercantum dalam lampiran Peraturan Pemerintah ini.

penataan ruang. . e. kependudukan dan catatan sipil. m. kesehatan. perencanaan pembangunan. l.9 www. (2) Urusan pemerintahan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) terdiri atas urusan wajib dan urusan pilihan. . penanaman modal. d. kepemudaan dan olahraga. b. lingkungan hidup.plod.id . ketahanan pangan . .kabupaten/kota pemerintahan urusan mengatur dan mengurus kriteria dimaksud urusan dalam yang berdasarkan pembagian pemerintahan sebagaimana Pasal 4 ayat (1) menjadi kewenangannya. berkaitan dengan pelayanan dasar. j. f. g. ketenagakerjaan. koperasi dan usaha kecil dan menengah. pekerjaan umum.ugm. c. h. (2) Urusan wajib sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi: a.ac. perumahan. k. pendidikan. i. Pasal 7 (1) Urusan wajib sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 ayat (2) adalah urusan pemerintahan yang wajib diselenggarakan oleh pemerintahan daerah provinsi dan pemerintahan daerah kabupaten/kota.

industri .m. pariwisata. f. o. e. x. administrasi keuangan daerah. kelautan dan perikanan. p. keluarga berencana dan keluarga sejahtera.10 www. . q. perangkat daerah. pemberdayaan masyarakat dan desa. r. s. sosial. kesatuan bangsa dan politik dalam negeri. perhubungan. kepegawaian. b. . otonomi daerah. energi dan sumber daya mineral. n. pertanahan. . w. perpustakaan.id .plod. dan persandian. pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak. kehutanan. (3) Urusan pilihan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 ayat (2) adalah urusan pemerintahan yang secara nyata ada dan berpotensi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sesuai dengan kondisi. kearsipan. u. c. kebudayaan. v.ac. komunikasi dan informatika. d. dan z. kekhasan.ugm. statistik. (4) Urusan pilihan sebagaimana dimaksud pada ayat (3) meliputi: a. pertanian. ketahanan pangan. dan potensi unggulan daerah yang bersangkutan. y. pemerintahan umum. t.

ugm. pemeriksaan. penyelenggaraannya dilaksanakan Pemerintah dengan pembiayaan bersumber dari anggaran pendapatan dan belanja daerah yang bersangkutan. . instruksi. (3) Sebelum penyelenggaraan dimaksud pada urusan ayat pemerintahan (2). perdagangan.11 www. . (4) Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara pelaksanaan ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) diatur dengan peraturan presiden. ketransmigrasian.id . (2) Pemerintahan daerah yang melalaikan penyelenggaraan urusan pemerintahan yang bersifat oleh wajib. . g. Pasal 8 (1) Penyelenggaraan urusan wajib sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 ayat (2) berpedoman pada standar pelayanan minimal yang ditetapkan Pemerintah dan dilaksanakan secara bertahap. sampai dengan penugasan pejabat Pemerintah ke daerah yang bersangkutan untuk memimpin penyelenggaraan urusan pemerintahan yang bersifat wajib tersebut. Pasal 9 .f. Pemerintah sebagaimana melakukan langkah-langkah pembinaan terlebih dahulu berupa teguran. (5) Penentuan urusan pilihan ditetapkan oleh pemerintahan daerah.ac.plod. dan h. industri.

standar.12 Pasal 11 www. (2) Di dalam menetapkan norma. dan kriteria sebagaimana dimaksud pada ayat (1) memperhatikan keserasian hubungan Pemerintah dengan pemerintahan daerah dan antar pemerintahan daerah sebagai satu kesatuan sistem dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia. standar. non departemen dalam kurun waktu sebagaimana dimaksud ayat standar. dan kriteria maka pemerintahan daerah dapat menyelenggarakan langsung urusan pemerintahan yang menjadi peraturan kewenangannya dengan berpedoman sampai pada dengan perundang-undangan ditetapkannya norma.plod. . standar. standar. prosedur. prosedur.Pasal 9 (1) Menteri/kepala lembaga pemerintah non departemen menetapkan norma.ugm. prosedur. dan kriteria. Pasal 10 (1) Penetapan norma. . (2) Apabila pada menteri/kepala (1) belum lembaga menetapkan pemerintah norma. (3) Penetapan norma. dan kriteria untuk pelaksanaan urusan wajib dan urusan pilihan. dan kriteria sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 ayat (1) dilakukan selambat-lambatnya dalam waktu 2 (dua) tahun. ayat (1) dan kriteria sebagaimana dimaksud melibatkan pemangku kepentingan terkait dan berkoordinasi dengan Menteri Dalam Negeri.ac. . prosedur.id . Pasal 11 . prosedur. standar. pada prosedur.

ac. (2) Tata .13 - www. (2) Urusan pemerintahan wajib dan pilihan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) menjadi dasar penyusunan susunan organisasi dan tata kerja perangkat daerah.Pemerintahan daerah provinsi dan pemerintahan daerah kabupaten/kota dalam melaksanakan urusan pemerintahan wajib dan pilihan berpedoman kepada norma.id . . dan kriteria sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 ayat (1). BAB IV PENGELOLAAN URUSAN PEMERINTAHAN LINTAS DAERAH Pasal 13 (1) Pelaksanaan urusan pemerintahan yang mengakibatkan dampak lintas daerah dikelola bersama oleh daerah terkait. . standar. prosedur. Pasal 12 (1) Urusan pemerintahan wajib dan pilihan yang menjadi kewenangan pemerintahan daerah sebagaimana dinyatakan dalam lampiran Peraturan Pemerintah ini ditetapkan dalam peraturan daerah selambat-lambatnya 1 (satu) tahun setelah ditetapkannya Peraturan Pemerintah ini. .ugm.plod.

standar.14 - www.plod.id . BAB V URUSAN PEMERINTAHAN SISA Pasal 14 (1) Urusan pemerintahan yang tidak tercantum dalam lampiran Peraturan Pemerintah ini menjadi kewenangan masing-masing tingkatan dan/atau susunan pemerintahan yang penentuannya menggunakan kriteria pembagian urusan pemerintahan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (1). . dan kriteria untuk pelaksanaan urusan sisa.ugm. (2) Ketentuan . Pasal 15 (1) Menteri/kepala lembaga pemerintah non departemen menetapkan norma. (2) Dalam hal pemerintahan daerah urusan daerah provinsi yang atau akan tidak pemerintahan menyelenggarakan kabupaten/kota pemerintahan tercantum dalam lampiran Peraturan Pemerintah ini terlebih dahulu mengusulkan kepada Pemerintah melalui Menteri Dalam Negeri untuk mendapat penetapannya. . .ac.(2) Tata cara pengelolaan bersama urusan pemerintahan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berpedoman pada peraturan perundang-undangan. prosedur.

atau c. sebagaimana dalam Pemerintah dapat: a. menyelenggarakan sendiri.plod. .15 - www. menugaskan sebagian urusan pemerintahan tersebut kepada pemerintahan daerah dan/atau pemerintahan desa berdasarkan asas tugas pembantuan.ac. b. standar. BAB VI PENYELENGGARAAN URUSAN PEMERINTAHAN Pasal 16 (1) Dalam menyelenggarakan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan Pemerintah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (2).(2) Ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 ayat (2) dan ayat (3) berlaku juga bagi norma. Pemerintah dapat: a. menyelenggarakan sendiri. . prosedur. (2) Dalam menyelenggarakan dimaksud urusan Pasal pemerintahan 2 ayat (4). atau c.id . . melimpahkan sebagian urusan pemerintahan kepada gubernur selaku wakil pemerintah dalam rangka dekonsentrasi. dan kriteria untuk urusan sisa. b. menugaskan .ugm. melimpahkan sebagian urusan pemerintahan kepada kepala instansi vertikal atau kepada gubernur selaku wakil pemerintah di daerah dalam rangka dekonsentrasi.

. menyelenggarakan sendiri. menugaskan dan/atau menyerahkan sebagian urusan pemerintahan tersebut kepada pemerintahan desa berdasarkan asas tugas pembantuan. atau b.ac. (3) Dalam menyelenggarakan urusan pemerintahan daerah yang berdasarkan yang kriteria pembagian urusan pemerintahan menjadi kewenangannya.c.ugm.plod. menugaskan sebagian urusan pemerintahan tersebut kepada pemerintahan daerah kabupaten/kota dan/atau pemerintahan desa berdasarkan asas tugas pembantuan. Pasal 17 (1) Urusan pemerintahan selain yang dimaksud dalam Pasal 2 ayat (2) yang penyelenggaraannya oleh Pemerintah ditugaskan penyelenggaraannya kepada pemerintahan daerah berdasarkan asas tugas pembantuan. secara bertahap . pemerintahan daerah provinsi dapat: a.id . pemerintahan daerah kabupaten/kota dapat: a. (4) Dalam menyelenggarakan urusan pemerintahan daerah yang berdasarkan yang kriteria pembagian urusan pemerintahan menjadi kewenangannya. menugaskan sebagian urusan pemerintahan tersebut kepada pemerintahan daerah dan/atau pemerintahan desa berdasarkan asas tugas pembantuan. . menyelenggarakan sendiri.16 - www. . atau b.

prosedur. (3) Penyerahan urusan pemerintahan sebagaimana diatur pada ayat (1) dan ayat (2) disertai dengan perangkat daerah. standar.ugm.id . dan kriteria yang dipersyaratkan. dan sarana atau prasarana yang diperlukan. (4) Penyerahan urusan pemerintahan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) diprioritaskan bagi urusan pemerintahan yang berdampak lokal dan/atau lebih berhasilguna serta berdayaguna apabila penyelenggaraannya diserahkan kepada pemerintahan daerah yang bersangkutan.bertahap dapat diserahkan daerah yang untuk menjadi urusan apabila pemerintahan bersangkutan pemerintahan daerah telah menunjukkan kemampuan untuk memenuhi norma. pembiayaan.17 - www. standar. (2) Urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan provinsi yang penyelenggaraannya ditugaskan kepada pemerintahan daerah kabupaten/kota berdasarkan asas tugas pembantuan. secara bertahap dapat diserahkan untuk menjadi urusan pemerintahan kabupaten/kota yang bersangkutan apabila pemerintahan daerah kabupaten/kota telah menunjukkan kemampuan untuk memenuhi norma. prosedur. .ac. . dan kriteria yang dipersyaratkan. . (5) Ketentuan .plod.

ac. (2) Apabila pemerintahan daerah ternyata belum juga mampu menyelenggarakan urusan pemerintahan setelah dilakukan pembinaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) maka untuk sementara penyelenggaraannya dilaksanakan oleh Pemerintah.id .18 - www.(5) Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara penyerahan urusan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) diatur dengan peraturan presiden. . BAB VIII . .plod. . (3) Pemerintah (2) apabila menyerahkan pemerintahan kembali daerah penyelenggaraan telah mampu urusan pemerintahan sebagaimana dimaksud pada ayat menyelenggarakan urusan pemerintahan. BAB VII PEMBINAAN URUSAN PEMERINTAHAN Pasal 18 (1) Pemerintah berkewajiban melakukan pembinaan kepada pemerintahan daerah untuk mendukung kemampuan pemerintahan daerah dalam menyelenggarakan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangannya. (4) Ketentuan lebih lanjut urusan mengenai tata yang cara belum penyelenggaraan pemerintahan mampu dilaksanakan oleh pemerintahan daerah diatur dengan peraturan presiden.ugm.

ac. Pasal 21 .id . (2) Urusan pemerintahan di Provinsi Papua dan Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam berpedoman pada peraturan perundang-undangan yang mengatur otonomi khusus daerah yang bersangkutan.plod. BAB IX KETENTUAN PENUTUP Pasal 20 Semua ketentuan secara peraturan langsung perundang-undangan dengan pembagian dan yang berkaitan urusan pemerintahan. .19 Pasal 21 www. .BAB VIII KETENTUAN LAIN-LAIN Pasal 19 (1) Khusus untuk Pemerintahan Daerah Provinsi DKI Jakarta rincian urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan kabupaten/kota sebagaimana tertuang dalam lampiran Peraturan Pemerintah ini secara otomatis menjadi kewenangan provinsi.ugm. . wajib mendasarkan menyesuaikan dengan Peraturan Pemerintah ini.

Pasal 22 Pada saat berlakunya Peraturan Pemerintah ini.20 - www. Pasal 23 Peraturan Pemerintah ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan. .ac. . Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3952) dinyatakan masih tetap berlaku sepanjang belum diganti dan tidak bertentangan dengan Peraturan Pemerintah ini.ugm. Negara Republik tentang Indonesia Negara Kewenangan Pemerintah dan Kewenangan Provinsi sebagai Nomor Tambahan Lembaran Republik Indonesia Nomor 3952) dan semua peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan pembagian urusan pemerintahan dinyatakan tidak berlaku. Agar . .Pada saat Peraturan Pemerintah ini mulai berlaku.plod. semua peraturan perundang-undangan yang merupakan peraturan pelaksanaan dari Peraturan Pemerintah Nomor 25 Tahun 2000 tentang Kewenangan Pemerintah dan Kewenangan Provinsi Sebagai Daerah Otonom (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 54.id . maka Peraturan Pemerintah Nomor 25 Tahun 2000 Daerah Tahun Otonom 2000 (Lembaran 54.

ugm. ANDI MATTALATTA LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 2007 NOMOR 82 Salinan sesuai dengan aslinya SEKRETARIAT NEGARA RI Kepala Biro Peraturan Perundang-undangan Bidang Politik dan Kesejahteraan Rakyat ttd Wisnu Setiawan www. DR.plod.id . ttd. Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 9 Juli 2007 PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA. Pemerintah memerintahkan ini dengan pengundangan Peraturan penempatannya dalam Lembaran Negara Republik Indonesia. ttd. SUSILO BAMBANG YUDHOYONO Diundangkan di Jakarta pada tanggal 9 Juli 2007 MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA REPUBLIK INDONESIA. H.ac.Agar setiap orang mengetahuinya.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful