P. 1
PP_NO_38_2007

PP_NO_38_2007

|Views: 28|Likes:
Published by Chico Mauni
pp no 38 th 2007
pp no 38 th 2007

More info:

Published by: Chico Mauni on May 09, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/28/2013

pdf

text

original

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 38 TAHUN 2007 TENTANG PEMBAGIAN URUSAN PEMERINTAHAN ANTARA PEMERINTAH, PEMERINTAHAN DAERAH

PROVINSI, DAN PEMERINTAHAN DAERAH KABUPATEN/KOTA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

Menimbang :

bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal 14 ayat (3) Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah dan Pasal 30 ayat (9) UndangUndang Nomor 25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal, perlu menetapkan Urusan Peraturan Pemerintahan Pemerintah antara tentang Pembagian Pemerintah,

Pemerintahan Daerah Provinsi, dan Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota; Mengingat : 1. Pasal 5 ayat (2) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945; 2. Undang-Undang Pemerintahan Nomor 32 Tahun 2004 tentang Republik

Daerah

(Lembaran

Negara

Indonesia Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437) sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang 2005 tentang Penetapan Pengganti Undang-Undang Nomor 3 Nomor 8 Tahun Pemerintah Tahun 2005 Peraturan

tentang . . .
www.plod.ugm.ac.id

- 2 -

tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah Menjadi Undang-Undang (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 108, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4548); 3. Undang-Undang Penanaman Nomor 25 Tahun 2007 tentang Republik Modal (Lembaran Negara

Indonesia Tahun 2007 Nomor 67, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4724).

MEMUTUSKAN : Menetapkan : PERATURAN URUSAN PEMERINTAH DAERAH TENTANG ANTARA PEMBAGIAN PEMERINTAH, DAN

PEMERINTAHAN

PEMERINTAHAN

PROVINSI,

PEMERINTAHAN DAERAH KABUPATEN/KOTA.

BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam Peraturan Pemerintah ini yang dimaksud dengan: 1. Pemerintah pusat, selanjutnya disebut Pemerintah, Indonesia

adalah Presiden Republik Indonesia yang memegang kekuasaan pemerintahan negara Republik

sebagaimana . . . -3www.plod.ugm.ac.id

id . Daerah otonom. Otonomi daerah adalah hak.ac.ugm. adalah kesatuan masyarakat hukum yang mempunyai batasbatas wilayah yang berwenang mengatur dan mengurus urusan pemerintahan dan kepentingan masyarakat setempat menurut prakarsa sendiri berdasarkan aspirasi masyarakat dalam sistem Negara Kesatuan Republik Indonesia. Urusan pemerintahan adalah fungsi-fungsi pemerintahan yang menjadi hak dan kewajiban tersebut setiap yang tingkatan menjadi dan/atau susunan pemerintahan untuk mengatur dan mengurus fungsi-fungsi kewenangannya dalam rangka melindungi. Kebijakan . .4 www. dan menyejahterakan masyarakat. 4.plod. 6.sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. dan kewajiban daerah otonom untuk mengatur dan mengurus sendiri urusan pemerintahan dan kepentingan masyarakat setempat sesuai dengan peraturan perundang-undangan. . 5. selanjutnya disebut daerah. memberdayakan. 3. 2. wewenang. melayani. . Pemerintahan daerah adalah penyelenggaraan urusan pemerintahan oleh pemerintah daerah dan DPRD menurut asas otonomi dan tugas pembantuan dengan prinsip otonomi seluas-luasnya dalam sistem dan prinsip Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

kesehatan. b. yang menjadi kewenangan yustisi. keamanan.plod.ugm. pekerjaan umum .5www. (4) Urusan pemerintahan sebagaimana dimaksud pada ayat (3) terdiri atas 31 (tiga puluh satu) bidang urusan pemerintahan meliputi: a. (2) Urusan politik pemerintahan luar negeri. (3) Urusan dimaksud pemerintahan pada ayat yang (1) dibagi adalah bersama semua antar urusan tingkatan dan/atau susunan pemerintahan sebagaimana pemerintahan di luar urusan sebagaimana dimaksud pada ayat (2). moneter dan fiskal nasional. standar. BAB II URUSAN PEMERINTAHAN Pasal 2 (1) Urusan pemerintahan terdiri atas urusan pemerintahan yang sepenuhnya menjadi kewenangan Pemerintah dan urusan pemerintahan yang dibagi bersama antar tingkatan dan/atau susunan pemerintahan. . c. Pemerintah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi pertahanan. serta agama.ac.id . prosedur dan/atau kriteria yang ditetapkan Pemerintah sebagai pedoman penyelenggaraan urusan pemerintahan. . . Kebijakan nasional adalah serangkaian aturan yang dapat berupa norma.6. pendidikan.

g. aa. k. f. pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak. perdagangan . pertanian dan ketahanan pangan. pekerjaan umum. z. . t. m. koperasi dan usaha kecil dan menengah. administrasi keuangan daerah. x. pertanahan.ac. p. h. perpustakaan. kelautan dan perikanan. energi dan sumber daya mineral. i. ketenagakerjaan dan ketransmigrasian. u. . penataan ruang. kependudukan dan catatan sipil. l. s. otonomi daerah. kebudayaan dan pariwisata. -6 www. cc.ugm. q. perangkat daerah. statistik. pemerintahan umum. n. lingkungan hidup. kepemudaan dan olah raga. dan persandian. perencanaan pembangunan. w.plod. sosial. v. kearsipan. r. e. dd. komunikasi dan informatika. penanaman modal.id . keluarga berencana dan keluarga sejahtera. perhubungan. kehutanan. y. j. bb.c. kepegawaian. perumahan. pemberdayaan masyarakat dan desa. o. d. kesatuan bangsa dan politik dalam negeri.

BAB III PEMBAGIAN URUSAN PEMERINTAHAN Bagian Kesatu Urusan Pemerintahan yang Menjadi Kewenangan Pemerintah Pasal 4 (1) Pembagian urusan pemerintahan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (4) berdasarkan kriteria eksternalitas. akuntabilitas.ugm. serta kepegawaian. pengalihan sarana dan prasarana.ac. . www. (5) Setiap bidang urusan pemerintahan sebagaimana dimaksud pada ayat (4) terdiri dari sub bidang. dan ee.id efisiensi dengan memperhatikan keserasian hubungan antar tingkatan dan/atau susunan 7 - . perdagangan.plod. Pasal 3 Urusan pemerintahan yang diserahkan kepada daerah disertai dengan sumber pendanaan. dan setiap sub bidang terdiri dari sub sub bidang.dd. perindustrian. (2) Ketentuan . (6) Rincian ketigapuluh satu bidang urusan pemerintahan sebagaimana dimaksud pada ayat (4) tercantum dalam lampiran yang tidak terpisahkan dari Peraturan Pemerintah ini. . dan pemerintahan.

id . Pemerintah mengatur dan mengurus urusan pemerintahan yang kewenangannya sebagaimana tercantum dalam lampiran Peraturan Pemerintah ini.(2) Ketentuan lebih lanjut mengenai pengaturan teknis untuk masing-masing sub bidang atau sub sub bidang urusan pemerintahan diatur dengan peraturan menteri/kepala lembaga pemerintahan non departemen yang membidangi urusan pemerintahan yang bersangkutan setelah berkoordinasi dengan Menteri Dalam Negeri.8 www. Bagian Kedua Urusan Pemerintahan yang Menjadi Kewenangan Pemerintahan Daerah Pasal 6 (1) Pemerintahan daerah provinsi dan pemerintahan daerah kabupaten . .ac. .plod. penetapan kebijakan dilakukan sesuai peraturan perundang-undangan. (3) Khusus untuk urusan pemerintahan bidang penanaman modal. .ugm. (2) Selain mengatur dan mengurus urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan Pemerintah sebagaimana menjadi dimaksud pada ayat (1). Pasal 5 (1) Pemerintah mengatur dan mengurus urusan pemerintahan yang menjadi kewenangannya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (2).

g. lingkungan hidup.ac.9 www. . penanaman modal. pendidikan. kependudukan dan catatan sipil. m. e. perumahan.ugm. k. (2) Urusan pemerintahan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) terdiri atas urusan wajib dan urusan pilihan. h. . i. Pasal 7 (1) Urusan wajib sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 ayat (2) adalah urusan pemerintahan yang wajib diselenggarakan oleh pemerintahan daerah provinsi dan pemerintahan daerah kabupaten/kota. l. b. ketenagakerjaan. ketahanan pangan . penataan ruang.id . perencanaan pembangunan. c. koperasi dan usaha kecil dan menengah. . kesehatan. pekerjaan umum.kabupaten/kota pemerintahan urusan mengatur dan mengurus kriteria dimaksud urusan dalam yang berdasarkan pembagian pemerintahan sebagaimana Pasal 4 ayat (1) menjadi kewenangannya. j. kepemudaan dan olahraga. berkaitan dengan pelayanan dasar. d.plod. f. (2) Urusan wajib sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi: a.

statistik. pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak. e. kehutanan. n.10 www. industri .plod. perpustakaan. c. dan persandian. w. perangkat daerah.m. kepegawaian. pemberdayaan masyarakat dan desa. r. perhubungan. pariwisata. x. pertanian. t. o. pemerintahan umum. komunikasi dan informatika. . kelautan dan perikanan. s. kesatuan bangsa dan politik dalam negeri. otonomi daerah. administrasi keuangan daerah. dan z. kearsipan. p. b. y. sosial. v. ketahanan pangan. energi dan sumber daya mineral. kebudayaan. keluarga berencana dan keluarga sejahtera. u. dan potensi unggulan daerah yang bersangkutan. f. kekhasan. . (4) Urusan pilihan sebagaimana dimaksud pada ayat (3) meliputi: a.ac. pertanahan.ugm. . q. (3) Urusan pilihan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 ayat (2) adalah urusan pemerintahan yang secara nyata ada dan berpotensi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sesuai dengan kondisi.id . d.

. dan h. industri. (5) Penentuan urusan pilihan ditetapkan oleh pemerintahan daerah. sampai dengan penugasan pejabat Pemerintah ke daerah yang bersangkutan untuk memimpin penyelenggaraan urusan pemerintahan yang bersifat wajib tersebut. perdagangan. Pasal 9 . penyelenggaraannya dilaksanakan Pemerintah dengan pembiayaan bersumber dari anggaran pendapatan dan belanja daerah yang bersangkutan. Pasal 8 (1) Penyelenggaraan urusan wajib sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 ayat (2) berpedoman pada standar pelayanan minimal yang ditetapkan Pemerintah dan dilaksanakan secara bertahap. pemeriksaan. .plod. g. (4) Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara pelaksanaan ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) diatur dengan peraturan presiden.f.id . . ketransmigrasian.ugm. (2) Pemerintahan daerah yang melalaikan penyelenggaraan urusan pemerintahan yang bersifat oleh wajib.ac. (3) Sebelum penyelenggaraan dimaksud pada urusan ayat pemerintahan (2). instruksi. Pemerintah sebagaimana melakukan langkah-langkah pembinaan terlebih dahulu berupa teguran.11 www.

non departemen dalam kurun waktu sebagaimana dimaksud ayat standar. dan kriteria. standar. dan kriteria sebagaimana dimaksud pada ayat (1) memperhatikan keserasian hubungan Pemerintah dengan pemerintahan daerah dan antar pemerintahan daerah sebagai satu kesatuan sistem dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia.12 Pasal 11 www. . pada prosedur. (3) Penetapan norma.ugm. standar. .id . prosedur.plod. . prosedur. dan kriteria untuk pelaksanaan urusan wajib dan urusan pilihan. dan kriteria maka pemerintahan daerah dapat menyelenggarakan langsung urusan pemerintahan yang menjadi peraturan kewenangannya dengan berpedoman sampai pada dengan perundang-undangan ditetapkannya norma. Pasal 10 (1) Penetapan norma. ayat (1) dan kriteria sebagaimana dimaksud melibatkan pemangku kepentingan terkait dan berkoordinasi dengan Menteri Dalam Negeri. Pasal 11 .Pasal 9 (1) Menteri/kepala lembaga pemerintah non departemen menetapkan norma. standar. standar. dan kriteria sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 ayat (1) dilakukan selambat-lambatnya dalam waktu 2 (dua) tahun. prosedur. prosedur. (2) Di dalam menetapkan norma. standar. (2) Apabila pada menteri/kepala (1) belum lembaga menetapkan pemerintah norma.ac. prosedur.

dan kriteria sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 ayat (1). .plod.id .Pemerintahan daerah provinsi dan pemerintahan daerah kabupaten/kota dalam melaksanakan urusan pemerintahan wajib dan pilihan berpedoman kepada norma. standar. .ac. . Pasal 12 (1) Urusan pemerintahan wajib dan pilihan yang menjadi kewenangan pemerintahan daerah sebagaimana dinyatakan dalam lampiran Peraturan Pemerintah ini ditetapkan dalam peraturan daerah selambat-lambatnya 1 (satu) tahun setelah ditetapkannya Peraturan Pemerintah ini.13 - www.ugm. BAB IV PENGELOLAAN URUSAN PEMERINTAHAN LINTAS DAERAH Pasal 13 (1) Pelaksanaan urusan pemerintahan yang mengakibatkan dampak lintas daerah dikelola bersama oleh daerah terkait. prosedur. (2) Tata . (2) Urusan pemerintahan wajib dan pilihan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) menjadi dasar penyusunan susunan organisasi dan tata kerja perangkat daerah.

BAB V URUSAN PEMERINTAHAN SISA Pasal 14 (1) Urusan pemerintahan yang tidak tercantum dalam lampiran Peraturan Pemerintah ini menjadi kewenangan masing-masing tingkatan dan/atau susunan pemerintahan yang penentuannya menggunakan kriteria pembagian urusan pemerintahan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (1).ac.14 - www.plod.ugm. . (2) Dalam hal pemerintahan daerah urusan daerah provinsi yang atau akan tidak pemerintahan menyelenggarakan kabupaten/kota pemerintahan tercantum dalam lampiran Peraturan Pemerintah ini terlebih dahulu mengusulkan kepada Pemerintah melalui Menteri Dalam Negeri untuk mendapat penetapannya. . dan kriteria untuk pelaksanaan urusan sisa.(2) Tata cara pengelolaan bersama urusan pemerintahan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berpedoman pada peraturan perundang-undangan. . standar. Pasal 15 (1) Menteri/kepala lembaga pemerintah non departemen menetapkan norma. prosedur.id . (2) Ketentuan .

atau c. standar. dan kriteria untuk urusan sisa. prosedur. b.15 - www. melimpahkan sebagian urusan pemerintahan kepada kepala instansi vertikal atau kepada gubernur selaku wakil pemerintah di daerah dalam rangka dekonsentrasi.ugm. . . menyelenggarakan sendiri. b. menugaskan . . atau c. Pemerintah dapat: a.ac. melimpahkan sebagian urusan pemerintahan kepada gubernur selaku wakil pemerintah dalam rangka dekonsentrasi. menugaskan sebagian urusan pemerintahan tersebut kepada pemerintahan daerah dan/atau pemerintahan desa berdasarkan asas tugas pembantuan. sebagaimana dalam Pemerintah dapat: a.(2) Ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 ayat (2) dan ayat (3) berlaku juga bagi norma. (2) Dalam menyelenggarakan dimaksud urusan Pasal pemerintahan 2 ayat (4).id . BAB VI PENYELENGGARAAN URUSAN PEMERINTAHAN Pasal 16 (1) Dalam menyelenggarakan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan Pemerintah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (2). menyelenggarakan sendiri.plod.

menugaskan sebagian urusan pemerintahan tersebut kepada pemerintahan daerah dan/atau pemerintahan desa berdasarkan asas tugas pembantuan.ugm. atau b. menugaskan dan/atau menyerahkan sebagian urusan pemerintahan tersebut kepada pemerintahan desa berdasarkan asas tugas pembantuan. .ac. atau b. menugaskan sebagian urusan pemerintahan tersebut kepada pemerintahan daerah kabupaten/kota dan/atau pemerintahan desa berdasarkan asas tugas pembantuan. .id . pemerintahan daerah provinsi dapat: a. Pasal 17 (1) Urusan pemerintahan selain yang dimaksud dalam Pasal 2 ayat (2) yang penyelenggaraannya oleh Pemerintah ditugaskan penyelenggaraannya kepada pemerintahan daerah berdasarkan asas tugas pembantuan. secara bertahap .c. (3) Dalam menyelenggarakan urusan pemerintahan daerah yang berdasarkan yang kriteria pembagian urusan pemerintahan menjadi kewenangannya. (4) Dalam menyelenggarakan urusan pemerintahan daerah yang berdasarkan yang kriteria pembagian urusan pemerintahan menjadi kewenangannya. menyelenggarakan sendiri.plod. pemerintahan daerah kabupaten/kota dapat: a. menyelenggarakan sendiri.16 - www. .

id .ugm. standar. (3) Penyerahan urusan pemerintahan sebagaimana diatur pada ayat (1) dan ayat (2) disertai dengan perangkat daerah.ac.bertahap dapat diserahkan daerah yang untuk menjadi urusan apabila pemerintahan bersangkutan pemerintahan daerah telah menunjukkan kemampuan untuk memenuhi norma. . prosedur. (5) Ketentuan .17 - www. secara bertahap dapat diserahkan untuk menjadi urusan pemerintahan kabupaten/kota yang bersangkutan apabila pemerintahan daerah kabupaten/kota telah menunjukkan kemampuan untuk memenuhi norma.plod. dan kriteria yang dipersyaratkan. (2) Urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan provinsi yang penyelenggaraannya ditugaskan kepada pemerintahan daerah kabupaten/kota berdasarkan asas tugas pembantuan. (4) Penyerahan urusan pemerintahan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) diprioritaskan bagi urusan pemerintahan yang berdampak lokal dan/atau lebih berhasilguna serta berdayaguna apabila penyelenggaraannya diserahkan kepada pemerintahan daerah yang bersangkutan. . pembiayaan. dan kriteria yang dipersyaratkan. standar. prosedur. dan sarana atau prasarana yang diperlukan. .

(4) Ketentuan lebih lanjut urusan mengenai tata yang cara belum penyelenggaraan pemerintahan mampu dilaksanakan oleh pemerintahan daerah diatur dengan peraturan presiden. .plod. (3) Pemerintah (2) apabila menyerahkan pemerintahan kembali daerah penyelenggaraan telah mampu urusan pemerintahan sebagaimana dimaksud pada ayat menyelenggarakan urusan pemerintahan. BAB VII PEMBINAAN URUSAN PEMERINTAHAN Pasal 18 (1) Pemerintah berkewajiban melakukan pembinaan kepada pemerintahan daerah untuk mendukung kemampuan pemerintahan daerah dalam menyelenggarakan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangannya.18 - www. . (2) Apabila pemerintahan daerah ternyata belum juga mampu menyelenggarakan urusan pemerintahan setelah dilakukan pembinaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) maka untuk sementara penyelenggaraannya dilaksanakan oleh Pemerintah.ac. BAB VIII .(5) Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara penyerahan urusan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) diatur dengan peraturan presiden.ugm. .id .

plod. . Pasal 21 .19 Pasal 21 www.id . (2) Urusan pemerintahan di Provinsi Papua dan Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam berpedoman pada peraturan perundang-undangan yang mengatur otonomi khusus daerah yang bersangkutan. .ac. . wajib mendasarkan menyesuaikan dengan Peraturan Pemerintah ini.ugm.BAB VIII KETENTUAN LAIN-LAIN Pasal 19 (1) Khusus untuk Pemerintahan Daerah Provinsi DKI Jakarta rincian urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan kabupaten/kota sebagaimana tertuang dalam lampiran Peraturan Pemerintah ini secara otomatis menjadi kewenangan provinsi. BAB IX KETENTUAN PENUTUP Pasal 20 Semua ketentuan secara peraturan langsung perundang-undangan dengan pembagian dan yang berkaitan urusan pemerintahan.

. . Negara Republik tentang Indonesia Negara Kewenangan Pemerintah dan Kewenangan Provinsi sebagai Nomor Tambahan Lembaran Republik Indonesia Nomor 3952) dan semua peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan pembagian urusan pemerintahan dinyatakan tidak berlaku. Pasal 22 Pada saat berlakunya Peraturan Pemerintah ini. .id . semua peraturan perundang-undangan yang merupakan peraturan pelaksanaan dari Peraturan Pemerintah Nomor 25 Tahun 2000 tentang Kewenangan Pemerintah dan Kewenangan Provinsi Sebagai Daerah Otonom (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 54. maka Peraturan Pemerintah Nomor 25 Tahun 2000 Daerah Tahun Otonom 2000 (Lembaran 54. Pasal 23 Peraturan Pemerintah ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan.Pada saat Peraturan Pemerintah ini mulai berlaku. Agar .ugm.ac.20 - www.plod. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3952) dinyatakan masih tetap berlaku sepanjang belum diganti dan tidak bertentangan dengan Peraturan Pemerintah ini.

Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 9 Juli 2007 PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA. Pemerintah memerintahkan ini dengan pengundangan Peraturan penempatannya dalam Lembaran Negara Republik Indonesia. H. ttd. SUSILO BAMBANG YUDHOYONO Diundangkan di Jakarta pada tanggal 9 Juli 2007 MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA REPUBLIK INDONESIA. DR.ugm.plod.ac.Agar setiap orang mengetahuinya. ANDI MATTALATTA LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 2007 NOMOR 82 Salinan sesuai dengan aslinya SEKRETARIAT NEGARA RI Kepala Biro Peraturan Perundang-undangan Bidang Politik dan Kesejahteraan Rakyat ttd Wisnu Setiawan www. ttd.id .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->