BAB I PENDAHULUAN 1.

1 Latar Belakang Masalah Kemajuan teknologi dewasa ini membuat indusri-industri modern berupaya untuk meningkatkan kualitas, kuantitas dan efektivitas produk-produk yang mereka hasilkan. Oleh karena itu industri-industri modern tersebut memerlukan pengotomatisasian secara kontinyu dan sistem yang banyak digunakan pada saat sekarang ini adalah pneumatik. Hal ini dikarenakan pneumatik mempunyai beberapa keuntungan yang tidak dipunyai oleh sistem lain. Walaupun dewasa ini dunia industri didalam pencapaian efisiensi yang tinggi, menggabungkan sistem pneumatik dengan sistem elektrik, elektronik, hidrolik, dan mekanik. Pada industri-industri yang bergerak di bidang yang ada kaitannya dengan pengisian cairan dalam suatu tempat atau wadah ( diambil contoh pengisian air dalam galon ), memerlukan suatu proses otomatisasi dalam pelaksanaannya untuk pencapaian target produksi yang diinginkan dan mempermudah pelaksanaan proses produksi. Walaupun mungkin di dalam industri-industri tersebut telah menggunakan sistem otomatisasi yang lebih canggih dalam pelaksanaannya, tetapi pada kesempatan penyusunan skripsi ini penulis bermaksud ingin menciptakan suatu sistem tersendiri dengan imajinasi, daya pikir, pengetahuan, ilmu dan kemampuan yang penulis miliki dan dapatkan selama menempuh pendidikan di Sekolah Tinggi Teknologi Duta Bangsa dan study lapangan secara langsung di dunia industri. Oleh karena itu dalam kesempatan ini penulis ingin menciptakan suatu sistem yaitu otomatisasi pengisian air dalam kemasan, dengan perpaduan gabungan sistem pneumatik, mekanik dan control otomatisasi squence. Pada penyusunan makalah ini penulis memilih judul “ Perancangan Sistem Pneumatik Pada Proses Otomatisasi Pengisian Air Dalam Kemasan”. Dengan judul tersebut penulis mencoba untuk membahas tentang sistem otomatisasi pneumatik pada alat-alat industri, khususnya industri-industri yang bergerak dalam bidang yang ada kaitannya dengan pengisian cairan dalam wadah atau botol / gallon sebagai hasil produknya, dengan sistem yang sederhana dan efesien.

1.2 Manfaat dan Tujuan Adapun manfaat dan tujuan penyusunan makalah ini adalah: A. 1. 2. Secara umum memperkaya sistem-sistem otomatisasi dalam dunia industri dengan trobosantrobosan baru yang lebih efektif dan efesien. Pengembangan ilmu teknologi untuk mencapai tujuan pembelajaran ke dalam dunia industri yang nyata. B. Bagi civitas akademik Sebagai bahan pertimbangan dalam mengevaluasi proses belajar mengajar pada program studi sehingga dapat diterapkan di lapangan, dan untuk menambah referensi sebagai rekomendasi penelitian yang akan dilaksanakan di waktu yang akan datang, yang berhubungan dengan : Perhitungan Daya pompa, Penentuan sebuah silinder Pneumatik, perhitungan konveyor. C. Bagi penulis

1. Sebagai tugas makalah mekatronika. 2. Memperdalam dan memantapkan pengetahuan serta pemahaman penulis tentang ilmu yang telah diterima selama mengikuti pelajaran mekatronika. 3. Melatih penulis untuk menganalisa suatu masalah secara ilmiah dan memberikan solusi yang tepat guna sesuai dengan disiplin ilmu yang dimiliki secara rinci dan dapat dipertanggung jawabkan. 4. Melatih penulis agar dapat manyusun laporan kerja yang akan dihadapinya nanti dengan tepat waktu, jelas dan sistematis. 1.3 Ruang Lingkup Masalah Materi yang akan disajikan dalam penyusunan makalah ini meliputi masalah tentang: proses dan cara kerja alat-alat pneumatik, system control dasar otomatisasi, prinsip dan cara kerja rangkaian alat, perhitungan daya motor listrik yang akan dipergunakan untuk konveyor, perhitungan cylinder pneumatik dan penghitungan waktu untuk setting timmer sesuai dengan volume pengisian.

BAB II TEORI DASAR II.1 DASAR PNEUMATIK II.1.1 Perkembangan Teknik Pemakaian Udara Mampat Udara mampat dikenal juga sebagai udara bertekanan, tentu saja tekanan yang dimaksud di sini adalah tekanan yang memenuhi batas-batas tertentu. Menurut hukum alam, udara yang bertekanan mempunyai energi dan menurut sejarahnya udara bertekanan dapat dibuktikan sebagai salah satu bentuk tenaga tertua yang dikenal manusia untuk mempertinggi kemampuan fisiknya. Salah satu contoh pemakaian udara bertekanan yang sudah ditemukan nenek moyang beberapa abad yang lalu dan sampai sekarang masih banyak digunakan di Negara-negara ketiga sampai Negaranegara yang telah mempunyai teknologi tinggi adalah baling-baling atau kipas angin. Energi yang didapat dari hembusan udara, diubah menjadi energi mekanik (putar) lewat sudu-sudu atau kincir angin. Energi mekanik di sini kemudian berfungsi untuk menggerakan pesawat-pesawat pembangkit seperti generator listrik dan lain sebagainya. Penggunaan udara sebagai media energi karena udara murah dan mudah didapat di alam atmoshper dan juga mudah dibuang di sembarang tempat tanpa menimbulkan pencemaran di lingkungan sekitarnya. Orang pertama yang menggunakan alat pneumatik adalah orang Yunani yang bernama KTESIBIOS. Lebih dari 2005 tahun yang lalu ia membangun suatu perangkat yang menggunakan perangkat gerakan atau jepretan yang ditimbulkan oleh udara mampat. Diantara buku-buku pertama mengenai teknik pemakaian udara mampat sebagai energi adalah diawali pada abad pertama tarikh masehi dan yang menggambarkan peralatan atau perlengkapan yang digerakan oleh energi udara yaitu pesawat yang menggunakan energi panas. Istilah “pneuma” diperoleh dari istilah yunani kuno dan mempunyi arti napas atau tiupan, dan menurut phylosophi istilah “pneumatics” adalah ilmu yang mempelajari tentang gerakan perpindahan udara dan gejala atau fenomena udara, yang diperoleh dari kata “pneuma”. Sekalipun prinsip dasar dari pneumatik digolongkn antara pikiran manusia paling awal, tetapi telah diteliti secara sistematis. Pemakaian alat-alat pneumatik dalam produksi secara nyata pada industri berawal pada sekitar tahun 50-an sampai

Perangkat yang menggunakan teknik udara mampat dipasang dalam hampir semua cabang-cabang industri. pekerjaan-pekerjaan konstruksi. sebenarnya dimulai hanya ketika industri-industri itu membutuhkan otomatisasi dan rasionalisasi rangkaian operasional secara kontinyu. terutama adalah karena ketidaktahuan dan rendahnya bidang pendidikan. karoseri. Karena dalam tujuan-tujuan tertentu kombinasi pemakaian sistem kontrol lebih dari dua atau tiga akan menghasilkan efisiensi yang lebih tinggi. pertambangan. kemudian dimampatkan (kompresi) sampai batas tekanan kerja yang diinginkan. Pemompaan. elektronik. dan pada perkereta-apian yakni sebagai rem angin. 4. pembentukan. 3. dan hidrolik. udara hasil ekspansi kemudian dibebaskan lagi ke atmosphere (pembuangan bebas). alat-alat pneumatik dalam kontrolnya dikombinasikan dengan sistem kontrol elektrik. Adapun ciri-ciri dari pada perangkat sistem pneumatik yang tidak dipunyai oleh sistem alat yang lain adalah sebagai berikut: 1. udara disedot atau dihisap dari atmosphere. Pada awal mula pemakaian di industri antara lain seperti dalam industri pertambangan. Ekspansi (pengembangan). . Sekarang ini tidak mungkin dalam industri-industri modern tanpa menggunakan teknik udara mampat. Pembuangan. Prinsip dasar dari pneumatik dalam industri di seluruh dunia. sampai pada industri makanan dan kosmetik. industri pekerjaan-pekerjaan konstruksi. Tidak mustahil apabila menginginkan peralatan yang mempunyai efisiensi yang lebih tinggi. juga mudah untuk mengangkut dan menyimpannya. 2. udara hasil pemompaan yang suhunya naik harus disimpan dan didinginkan dalam keadaan bertekanan sebelum disalurkan ke objek yang memerlukan. Pendinginan atau penyimpanan. Energi yang ditimbulkan oleh udara bertekanan selain mudah mendapatkan dan membuangnya. udara diperbolehkan berekspansi dan melakukan kerja ketika diperlukan. pengecoran. tetapi pemakaian dalam bidang pneumatik cenderung lebih meningkat dan berkembang.sekarang ini. untuk mempertinggi angka produktivitas dengan biaya yang lebih murah. seperti industri perakitan. Meskipun pada permulaan munculnya mengalami hambatan dan penolakan.

Pengangkutan Udara dengan mudah dapat diangkut dalam pipa-pipa saluran. industri-industri kulit. sekalipun dalam jarak yang jauh. 4. dan lain-lain. 6. 7.2 Keuntungan Penggunaan Udara Mampat Udara mampat banyak digunakan karena mempunyai sifat-sifat yang sangat menguntungkan. Kebersihan sangat diperlukan terutama dalam industri makanan. lebih murah biaya pengoperasiannya. 5. Jumlah Udara tersedia secara praktis dimana saja untuk dimampatkan dalam jumlah yang tak terbatas. tetapi selesai dipakai kemudian dapat langsung dibuang tanpa mengotori lingkungan. Hal ini akan menjamin dalam proses pengoperasian. Udara mampat dapat disimpan dalam reservoir atau tabung penyimpan. 8. 3. Kecepatan . Dapat Disimpan Kompresor tidak perlu dihidupkan secara terus-menerus. Tahan Ledakan Udara mampat tidak terlalu memberikan risiko terhadap letusan maupun api. dan sewaktu-waktu dapat digunakan dari reservoir.II. maka dari itu udara yang keluar karena kebocoran pipa atau bidang lain tidak menimbulkan kontaminasi atau pengotoran terhadap lingkungan. diantaranya: 1. Tidak perlu untuk mengembalikan udara mampat tersebut ke tangki penyimpan semula. walaupun di bawah kondisi perbedaan suhu yang besar. oleh karena itu murah terhadap biaya perlindungan melawan bahaya letusan jika diperlukan. Suhu Suhu udara mampat tidak begitu peka (sensitive) terhadap perubahan suhu. pengerjaan kayu.1. tekstil. Kontruksi Pengoperasian bagian-bagiannya ada dalam kontruksi yang sederhana. oleh karena itu. Kebersihan Udara mampat selalu bersih. 2.

kecepatan dan daya mampu diubahubah sesuai dengan kebutuhan.Katalog Technical Information. Oleh karena itu. Persiapan Perangkat udara mampat memerlukan persiapan yang baik dan teliti.3 Prinsip-Prinsip Dasar Secara Fisika Meskipun demikian. walaupun terjadi beban lebih akan selalu tetap aman.5 psi.1. yaitu: 1. Biaya Teknik udara mampat relative memerlukan alat-alat mahal untuk dapat menimbulkan suatu tenaga.000 N selebihnya beban itu harus menggunakan hydroulik system. 10. Dapat Disesuaikan Dengan komponen-komponen udara mampat. Kotoran dan kelembaban udara tidak boleh masuk. 9. batasnya adalah dibawah 45. ada juga kekurangankekurangan yang dimiliki oleh udara mampat. Aman Alat-alat pneumatik dan bagian-bagian yang mengoperasikannya dapat dipasang suatu pengaman pada batas kemampuan maksimum. (Festo. Ini memungkinkan kecepatan kerja tinggi dapat dicapai. Tetapi selain sifat-sifat yang menguntungkan tersebut. terutama pada pemakaian komponenkomponen pneumatik.22) 3. . Gaya Udara mampat hanya ekonomis sampai pada persyaratan gaya tertentu dibawah tekanan kerja normal 700 kpa / 7bar / 101. Pembuangan Udara Pada saluran pembuangan ke atmosphere menimbulkan suasana yang bising dan keras.Dengan udara mampat merupakan media kerja yang sangat cepat. masalah itu dapat dipecahkan sebagian oleh perkembangan teknik bahan peredam suara. Komponen-komponen mahal agar dapat menghasilkan energi yang tinggi sebagian dapat diganti oleh komponen-komponen yang murah dengan hasil guna yang lebih tinggi (jumlah langka). 4. dan tergantung pada gerakan serta kecepatan. II. 2.

Untuk membantu dan mempermudah mengetahui hukum alam dan juga sifatsifat dari udara. Besaran Pokok Tabel 2. 2005.Budi purwanto.2 Besaran Turunan (Drs. Besaran Turunan Tabel 2.1.1. 2003. dan xenon. Berikut di bawah ini adalah istilah-istilah dan satuan-satuan yang sering digunakan dalam pneumatik: a. cripton. Selain itu juga berisi karbon dioksida.Seluruh permukaan bumi ditutupi oleh lapisan udara. dengan komposisi campuran gas sebagai berikut: a. helium.1 Besaran Pokok (K.Gieck.s2 m second (s) derajat C (0C) Ampere (A) meter (m) Kilogram (kg) second (s) Kelvin (K) Ampere (A) candela (cd) mole (mol) Sistem SI Panjang Massa Waktu Suhu Arus listrik Intensitas Cahaya Jumlah Zat b. Ilmuan-ilmuan dalam bidang teknik dan fisika dari hampir seluruh dunia sepakat menyeragamkan sistem satuan tersebut dalam sistem internasional yang disebut “International System of Unit” dan disingkat “SI”. Nitrogen 78% dari volume. Oksigen 21% dari volume. b. Dengan maksud memberikan kejelasan dan menghilangkan definisi-definisi yang membingungkan. argon. besaran-besaran fisika yang digunakan diklasifikasikan dalam sistem satuan.Msi. neon. hidrogen. 7) Satuan Simbol/ Singkatan Sistem Teknik Satuan dan Simbol Satuan Sistem SI . XI) Satuan Simbol/ Singkatan ℓ m t T I Iv n Satuan dan Simbol Satuan Sistem Teknik meter (m) kp.

. maka debit udara akan tetap. 2003.1.2 Gaya Torak Besarnya gaya suatu silinder ditentukan oleh besarnya tekanan yang diberikan terhadap silinder tersebut dan juga luas penampang dari piston torak itu sendiri. namun kecepatannya akan berubah.1.3. II. Debit Aliran Udara (Q) Q (m3/s) = A (m2) . maka akan memiliki debit aliran Q (m3/s) sebesar A (m2) x V (m/s).3.5 psi II. m s2 1N = Newton (N) meter bujur sangkar (m2) meter kubik (m3) (m3/ s) Pascal (pa) 1 pa = 1 N/ m2(bar) 1 bar = 105pa = 100kPa = 14.1 Analisa Aliran Fluida Udara yang melewati saluran dengan luas penampang A (m2) dengan kecepatan udara mengalir V (m/s).Gaya Luas Isi Debit Tekanan F A V Q P Kilopound (kp) meter bujur Sangkar (m2) meter kubik (m3) (m / s) atmosphere (at) (kgf/ cm2) 3 1kg. sebanding dengan perubahan luas penampangnya Q1 = Q2. 20) Bila udara melalui saluran yang memiliki perbedaan luas penampang A. V (m/s)…… (1) (Andrew parr.Msc.

2003.1.1.3 Udara yang diperlukan Silinder Suatu silinder memerlukan jumlah debit udara tertentu untuk melakukan kerja sesuai dengan yang diharapkan. Q = Debit aliran (m3/menit) A = Luas penampang silinder ( m2) S = Panjang langkah torak ( m ) Pe = Tekanan operasional ( N/m2) Patm = Tekanan atmosfer (101325 N/m2) n = Banyaknya langkah ( kali/menit) Udara tidak mempunyai bentuk yang khusus.2 Analisa gaya torak (Andrew parr.Msc. 2003.Gambar 2.MT. Perbedaan utama system pneumatic dengan system hidroulik adalah .Wirawan.3. 11) Dimana.2004. Udara dapat dimampatkan berbeda dengan media fluida atau cairan yang tidak dapat dimampatkan.( N/m2) A = Luas penampang tekanan ……( m2) II.Msc. 11) … (2) (Andrew parr. ia berubah-ubah bentuk dengan sedikit hambatan yakni mengambil bentuk yang sesuai dengan sekelilingnya. F P = Gaya ……( N ) = Tekanan …. ……(3) (Drs.494) Dimana..

2005.Energi tekan Karena cairan yang mengalir dengan terkanan dapat melakukan suatu pekerjaan 3.Gieck. system pneumatic menggunakan udara dan system hidroulik menggunakan media fluida ( air.48) Dimana h P v g = Tinggi potensial cairan ( m ) = Tekanan cairan ( N/m2) = Kecepatan alir cairan ( m/s ) = Grafitasi (m/s2) ω = Berat jenis cairan ( N/m3) Jenis aliran fluida dapat diklasifkasikan berdasarkan nilai harga angka reynold.Modul Oil-Pressure. 2. II.media yang digunakan.3. maka cairan mempunyai energi potensial. system pneumatic dan system hidroulik tidak jauh berbeda.Energi potensial Karena letaknya diatas permukaan air laut dan karena percepatan grafitasi. oli dll). Secara prinsip kerja.Energi kinetic Energi yang timbul karena geraknya cairan yang mempunyai berat Jadi jumlah energi cairan tiap satuan berat adalah …………….1.164) Dimana v = kecepatan fluida (m/s) d = Diameter dalam pipa (m) Q = Debit fluida (m3/s) .4 Energi Fluida yang mengalir Cairan atau fluida yang mengalir mempunyai energy yang dapat dibedakan menjadi 3 yaitu : 1.(4) ( LLK-BS. Aliran fluida pada pipa-pipa bulat harga angka reynoldnya adalah: ……(5) ( K.

No.4 Pompa dan Kompresor Secara prinsip kerja. 4.1. Yang membedakan dari kedua komponen tersebut adalah jenis zat yang ditransmisikan. Perhitungan velocity head (hc) pompa dengan rumus: hc = ……( 6 ) (Jurnal Teknik Mesin Vol.= Viskositas dinamis Catatan : Jikalau Re < 2000 Maka aliran adalah laminer Jikalau Re > 3000 Maka aliran adalah turbulen Jikalau Re = 2000… 3000 Maka aliran adalah laminer ataupun turbulen II. 1. Maret 2004: 18 – 25) dimana hc = velocity head ( m ) = kecepatan aliran air rata-rata ( m3/s) = grafitasi bumi ( 9. antara kompresor dan pompa adalah sama..(7) (Jurnal Teknik Mesin Vol. No.81 m/s2) Kerugian head yang terjadi pada pipa isap (∆hs) ∆hs = …. 4. pompa mentransmisikan fluida sementara kompresor menstransmisikan udara yang compresible. Maret 2004: 18 – 25) dimana ∆hs = Kerugian head yang terjadi pada pipa isap ( m ) = Besar fungsi kekasaran relatif pipa = Panjang pipa isap (m) = diameter pipa isap (m) . 1.

4. 1. seharusnya direncanakan pula untuk pengembangannya.(8) (Jurnal Teknik Mesin Vol. Maka dari itu macam dan jenis kompresor yang dipakai harus sesuai dengan keadaan lingkungan. Maret 2004: 18 – 25) Dimana ∆hs = Kerugian head yang terjadi pada pipa isap ( m ) ∆hd = Kerugian head yang terjadi pada pipa tekan ( m ) Tinggi kenaikan geometris total pompa (Hz) adalah: Hz = Hd – Hs……(10) (Jurnal Teknik Mesin Vol. Maret 2004: 18 – 25) Dimana Hd = Tinggi kenaikan tekanan air dari pompa ( m ) Hs = tinggi kenaikan isap air sebelum pompa ( m ) Ketika merencanakan pemasangan suatu kompresor dan kelengkapannya. 1. 4. No. Maret 2004: 18 – 25) dimana ∆hd = Kerugian head yang terjadi pada pipa tekan ( m ) = Besar fungsi kekasaran relatif pipa = Panjang pipa tekan (m) = diameter pipa tekan (m) Kerugian head totalnya ( ∑∆h ) menjadi : ∑∆h = ∆hs + ∆hd……(9) (Jurnal Teknik Mesin Vol. 1.1.1 Jenis-jenis Kompresor . jauh dari lingkungan debu dan kelembaban akan menjamin umur pesawat pembangkit (kompresor) akan lebih lama. Udara yang bersih.4. No. No.Kerugian yang terjadi pada pipa tekan (∆hd) ∆hd = …. Kebersihan dari udara sekeliling juga merupakan hal yang penting untuk direncanakan sebelumnya. 4.. II. apabila kemudian hari masih perlu untuk membeli perlengkapan pneumatik yang baru.

Jenis kompresor terdiri dari dua kelompok.1 Kompresor Torak II. Suyanto.1. Selama ini terjadi.1. Pendinginannya dapat menggunakan pendinginan udara ataupun air.4. Jenis ini disebut kompresor torak (Reciprocating 2. Suyanto. yaitu: 1. yaitu proses kompresi panas akan naik. Dalam hal ini yang termasuk pemakai adalah silinder dan katup-katup pengontrol lainnya. Demikian proses ini berlangsung sampai mencapai tekanan yang diinginkan pada tabung penampungan.T. Prinsip kerja daripada kompresor torak hampir sama dengan prinsip kerja motor bakar. maka hal semacam ini harus dihilangkan dengn proses pendinginan. kemudian mengurangi dan memperkecil isi dari ruangan tersebut. Saat terjadi penghisapan.1.Jenis kompresor yang digunakan tergantung dari syarat-syarat pemakaian yang harus dipenuhi yang berkenaan dengan tekanan kerja dan volume yang akan didistribusikan ke pemakai. Kelompok pertama.1. tetapi ada perbedaan yaitu pada zat yang diprosesnya. karena dapat digunakan pada tekanan rendah dan menengah. Di bawah ini adalah merupakan gambar dari kompresor torak resiprok .1 Kompresor Torak Resiprok Jenis kompresor torak resiprok sering dan banyak digunakan akhir-akhir ini. Rotari Piston Kompresor). Pemasukan udara diatur oleh katup dan diisap oleh torak yang gerakannya menjauhi katup kemudian didesak dan didorong kembali oleh torak. tetapi juga mampu untuk tekanan tinggi. (Drs. katup masih terbuka dan katup buang tertutup sedangkan pada waktu penekanan terjadi sebaliknya.5 psi sampai beberapa ribu kpa.7) II.2002. (Drs.M.4.2002.1. adalah yang bekerja pada prinsip aliran udara yaitu dengan menyedot udara masuk ke dalam satu sisi dan memampatkannya dengan percepatan massa (turbin). Batas tekanannya kira-kira diantara 100 kpa / 1bar / 14. Piston Compressor.M.5) Kelompok kedua. adalah yang bekerja pada prinsip pemindahan dimana udara dikompresikan dengan mengisikannya ke dalam suatu ruangan.T.

1. udara selalu terjaga dan bebas dari oli.1.2 Kompresor Diafragma Jenis kompresor ini penempatan toraknya dipisahkan dengan ruangan penyedotan oleh sebuah diafragma. Udara masuk ke dalam suatu ruangan.3 Kompresor Torak Rotari Kompresor torak sistem putar (rotary) adalah kompresor dengan torak yang berputar.1. dan kemudian pada saat yang sama .Gambar 2.1.2002. farmasi dan kimia.4. Suyanto.4.1. Suyanto. Udara tidak masuk dan berhubungan langsung dengan bagian-bagian yang bergerak.3 Kompresor Torak Resiprok (Drs.4 Kompresor Diafragma(Drs. Oleh karena itu.5) II.1.M.T.1.2002.5) II.M.1. Gambar 2. Kompresor jenis ini banyak digunakan dalam industri bahan makanan.T.

juga menghemat ruangan dan tidak berisik tetapi halus dalam putarannya. Gambar 2. Untuk memperoleh gambaran yang lebih jelas tentang alat tersebut.7) II.1. Ketika berputar.5 Kompresor Rotari Baling-baling Luncur (Drs.T.1. ukuran ruangan diperbesar atau diperkecil menurut arah masuknya udara.1.1.4. yang mempunyai lubang masuk dan lubang keluaran. II. Keuntungan dari kompresor jenis ini adalah karena mempunyai bentuk yang pendek dan kecil. Suyanto.4.1.M.1. . Baling-baling luncur dimasukan ke dalam lubang yang tergabung dalam rotor dan ruangan dengan bentuk dinding silindris atau tabung.volume ruangan dipadatkan atau dikompresikan. coba perhatikan gambar berikut.2002. Sehingga akan diperoleh udara bertekanan pada alat tersebut.1. energi gaya sentrifugal baling-baling melawan dinding dan karena bentuk dari rumah balingbaling.5 Kompresor Sekerup Kompresor Sekerup terdiri dari dua buah sekerup yang saling berpasangan.4 Kompresor Rotari Baling-baling Luncur Kompresor Rotari Baling-baling Luncur merupakan suatu kompresor dengan gerakan baling-baling yang dipasang secara eksentrik dalam rumah berbentuk silindris. yaitu satu mempunyai bentuk cekung dan yang lain mempunyai bentuk cembung. dengan prinsip kerja memindahkan pemasukan udara secara aksial ke sisi yang lainnya.

Modul.ST. Keadaan udara diubah dalam satu roda turbin atau lebih untuk mengalirkan kecepatan udara.MT.2) II.4. udara dibawa dari satu sisi ruang menuju sisi ruang yang lainnya tanpa ada perubahan volume.7 Root Blower(Andrew Parr. Tetapi torak membuat penguncian pada bagian sisi yang bertekanan. Disini energi kinetik diubah menjadi energi bentuk tekanan.6 Kompresor Sekerup.1.2003. Gambar 2.1.Msc.1.Gambar 2. Kompresor aliran ada yang dibuat arah masuknya udara secara aksial dan ada juga yang radial.(Sri utami H.4.1.6 Root Blower Pada kompresor jenis ini.1.1. Jenis kompresor ini cocok untuk penghantaran volume yang besar. .1.2 Kompresor Aliran (Turbo-Compressor) Pada prinsipnya kompresor ini sama seperti pada kompresor jenis rotari.40) II.

1.4. sampai beberapa tingkat sesuai dengan kebutuhan.1.4) Pada kompresor aliran aksial.4.1 Penghantaran Volume Hal ini dimaksudkan untuk mengetahui jumlah atau volume yang dapat dihantarkan atau dibangkitkan oleh kompresor pada volume persatuan waktu tertentu dan pada tekanan tertentu juga.4) II.2. udara memperoleh percepatan oleh sudu-sudu yang terdapat pada rotor yang alirannya kearah aksial.1.MT.Modul. Gambar 2. Pada lubang masuk pertama.9 Kompresor Aliran Radial (Sri utami H. . Dan tingkat pertama masuk lagi ke tingkat berikutnya.ST.ST. udara dilemparkan keluar menjauhi sumbu dan oleh dinding ruangan dipantulkan dan kembali mendekati sumbu. Sedagkan percepatan yang ditimbulkan oleh kompresor aliran radial berasal dari ruangan ke ruangan berikutnya secara radial.8 Kompresor Aliran Aksial (Sri utami H.Modul.1.2 Kriteria Pemilihan Kompresor Suatu kompresor dalam pemilihannya harus memperhatikan hal-hal penting berikut ini: II.MT.Gambar 2.

Pada umumnya tekanan operasi sebesar 600 kpa (6 bar). katup. II. Tekanan Kerja Tekanan kerja adalah tekanan yang keluar dari kompresor.Penghanaran volume ditentukan dalam dua cara. yaitu: 1. kontrol. 2. Volume isi hanya tersedia untuk menggerakan dan mengontrol peralatan pneumatik. 2. atau tekanan yang keluar dari penampung dan tekanan dalam pipa-pipa saluran ke seluruh pemakai (silinder. .2. yaitu: 1. Penghantaran volume efektif kumparan adalah kesesuaian antara putaran engkol dengan tekanan yang dihasilkan. 3. Penghantaran volume efektif. Tekanan Gaya Waktu urutan dari bagian kerja.2 Tekanan Tekanan yang ada dalam suatu perangkat pneumatik dibedakan menjadi dua macam. (Festo. Hal-hal yang berhubungan dengan tekanan konstan adalah: 1. Penghantaran volume secara teoritis untuk torak resiprok adalah sama dengan hasil perkalian volume udara yang ditiup atau disedot pada satu langkah torak dikalikan jumlah putaran dari poros engkol.1. tergantung dari jenis kompresor dan tekanan yang ditimbulkannya. Penghantaran volume secara teoritis.3) Perlu diperhatikan bahwa tekanan yang konstan adalah suatu hal yang pokok untuk menjamin ketelitian atau akurasi operasional.Katalog Technical Information.4. dan sebagainya). Penghantaran volume secara efektif. Hal ini sangat dipengaruhi oleh efisiensi volumetric. 2. Tekanan Operasi (Operational Pressure) Tekanan operasional adalah tekanan yang dibutuhkan pada saat posisi operasi atau peralatan pneumatik itu pada saat berjalan.

Tetapi untuk kompresor non stasioner lebih baik dan lebih menguntungkan jika menggunakan motor bakar.1.1.Modul Oil-Pressure. selain itu ada juga yang digerakkan oleh motor bakar baik diesel maupan bensin.3 Penggerak Penggerak kompresor tergantung pada syarat-syarat cara kerja.37) . Gambar 2.11 Penggerak Kompresor (Siemens.1. Kompresor digerakkan oleh motor listrik.4.Gambar 2.2.KatalogueM17/50Hz. Kompresor yang terdapat di pabrik-pabrik kebanyakan menggunakan motor listrik.2003) Penghitungan daya motor penggerak yang berhubungan dengan pompa fluida ataupun kompresor adalah ……(11) (LLK-BS.10 Pesawat Kompresor Torak (Dokumentasi) II.

4. 1.Dimana P = Daya motor (watt) p = Tekanan (N/m2) Q = Debit (m3/s) Perhitungan daya poros suatu pompa adalah Psh = ……..1. No.(13) Gambar 2. L2.23) Dimana Psh = Daya poros pompa (watt) = Massa jenis fluida (kg/m3) Q = Debit (m3/s) = Efisiensi pompa Perhitungan daya tiga fase suatu motor listrik adalah Daya total ………….280) Dimana I L1.2005.12 Rangkaian tiga-fase (K. L3 N V = Arus saluran = Pengantar luar = Pengantar netral = Tegangan saluran .(12) ( Jurnal Teknik Elektro Vol. Maret 2004.Gieck.

.2003.13 Gaya pada belt ( LLK-BS.Modul Elemen Mesin III. Perhitungan gaya-gaya yang terjadi pada konveyor jenis flat belt adalah Gambar 2.673) Gaya yang terdapat pada belt: .fungsi dan tempat penggunaannya...1....1... Konveyor disini yang akan dipakai adalah jenis konveyor flat belt..699) dimana = Gaya yang terdapat pada belt (N) = Tegangan tarik maximum yang diizinkan pada belt (N/m2) = luas penampang belt ( m2) Masa konveyor yang digunakan ( ) .......675) dimana = Massa konveyor ( N/m ) = massa jenis belt ( N/m3 ) = luas penampang belt ( m2) Tegangan akibat gaya centrifugal yang terjadi ( .Modul Elemen Mesin III..II..(15) ( LLK-BS. yang berfungsi untuk menghantarkan botol atau galon kosong ketempat pengisian..2003.Modul Elemen Mesin III.5 Konveyor Fugsi utama dari sebuah konveyor adalah untuk memindahkan barang atau benda dari satu tempat ke tempat yang lain..(14) ( LLK-BS.2003. Macam dan jenis konveyor sangat banyak tergantung dari tujuan....

675) dimana = Gaya akibat centrifugal yang terjadi (N) = Massa konveyor ( N/m ) = kecepatan keliling sabuk (m2/s2) = Percepatan grafitasi (m/s2) Tegangan belt pada sisi kencang ....(16) ( LLK-BS.2003..678) dimana = Tegangan pada sisi kencang belt (N) = Tegangan pada sisi kendor belt (N) = Koefisien gesek belt = sudut kontak belt Daya motor yang diperlukan pada konstruksi konveyor adalah : ..Modul Elemen Mesin III.2003..678) .....675) dimana = Tegangan pada sisi kencang belt (N) = Gaya yang terdapat pada belt (N) = Gaya akibat centrifugal yang terjadi (N) Rumus umum untuk ketetapan flat belt konveyor yaitu: .......Modul Elemen Mesin III........2003........Modul Elemen Mesin III..2003...(19) ( LLK-BS.(17) ( LLK-BS....Modul Elemen Mesin III.(18) ( LLK-BS.......

..dimana P = Daya (Kw) = Tegangan konveyor pada sisi kencang belt (N) = Tegangan konveyor pada sisi kendor belt (N) = kecepatan keliling sabuk (m2/s2) Torsi motor yang diperlukan pada konstruksi konveyor adalah : .2003. Alat-alat pneumatik juga mempunyai batas-batas tekanan yang diizinkan..410) dimana = Torsi (Nm) P = Daya (Kw) II.... debu dan lain sebagainya. dikarenakan mengandung uap air. Sedangkan pada bagian-bagian yang bergerak dan bagian-bagian komponen ... sehingga memungkinkan umur pemakaian menjadi tahan lama. kotoran...Modul Elemen Mesin III..1 Air Service Unit Udara yang dihasilkan oleh kompresor umumnya bukan udara yang bersih..2. sehingga harus dibersihkan sebersih mungkin..(20) ( LLK-BS...2 KOMPONEN DASAR PNEUMATIK II.

penggerak akan terjadi gesekan diantara permukaannya. Akibat dari gesekan tersebut akan timbul panas dan juga akan dapat menyebabkan kerusakan serta keausan pada komponen tersebut. Oleh karena itu, pelumasan pada komponen-komponen tersebut sangat diperlukan untuk memperpanjang umur dari alat-alat tersebut.Untuk mengatasi hal-hal tersebut di atas, maka sebelum udara mampat disalurkan kebagian-bagian penggerak ataupun yang digerakkan, dipasang suatu alat rangkaian yang diberi nama Air Service Unit. Bagian-bagian ini saling bekerja sama antara yang satu dengan yang lainnya.

Gambar 2.2.1 Air Service Unit (Norgren;Katalog2001;Air Line) Komponen-komponen air service unit diantaranya adalah: 1. 2. 3. 4. Saringan Udara Air Regulator Pressure Gauge Oiler/ Lubricator

II.2.1.1 Saringan Udara Sudah kita ketahui bahwa udara dari kompresor mengandung benda-benda luar seperti uap basah, debu dan oil residu yang dapat menyebabkan gangguan kontrol seperti pneumatik. Hampir seluruh benda-benda asing yang tidak diinginkan tersebut dibersihkan oleh saringan udara. Saringan udara dapat membersihkan udara dengan bersih dan kering. Saringan udara dapat dipasang sebagai perlengkapan tunggal atau sebagai unit gabungan dengan pelumasan dan pengatur tekanan. Efisiensi dari saringan tergantung pada konstruksi, tekanan dan diameter lubang saringannya.

Prinsip kerja dari saringan udara adalah ketika udara masuk saringan, udara mampat tersebut harus mengalir melalui lubang putaran angin. Ini menyebabkan udara yang masuk harus berputar terlebih dahulu, karena gerakkan sentrifugal akibat putaran tersebut dapat menyebabkan butiran-butiran air dan benda-benda padat yang ikut terbawa terlempar melawan dinding dalam mangkuk saringan. Kotoran-kotoran mengalir dan akibatnya mengumpul dibagian bawah mangkuk. Udara mampat mengalir melalui dinding-dinding saringan (filter cartride) ke saluran luar. Ukuran daripada butiran-butiran kotoran yang masih terbawa udara tergantung pada besarnya celah-celah dinding saringan. Mangkuk saringan harus sering dibersihkan dari butiran-butiran debu dan karat yang sudah terperangkap di dalamnya, karena apabila tidak dibersihkan maka lubang akan tersumbat dan diameter lubang saluran terkurangi. Hal yang perlu untuk diperhatikan bahwa apabila cairan dan kotoran yang terkumpul pada bagian bawah sudah mencapai ketinggian maksimum dari yang ditentukan, maka cairan tersebut harus dikeluarkan. Cara mengeluarkannya yaitu dengan cara menekan tombol drain. Syarat-syarat saringan udara: 1. 2. 3. 4. 5. 6. Mempunyai tempat penampungan cairan yang besar. Tembus pandang dan tahan pecah, mangkuk saringan dengan kran pembuangan. Dapat dicuci dan bagian-bagian saringan dapat diganti-ganti. Dapat membuat putaran angin dengan baik. Memungkinkan untuk pemasangan pengeluaran otomatis. Memungkinkan untuk dibersihkan tanpa penggantian saringan.

Gambar 2.2.2 Saringan Udara(LLK-BS; Modul Basic Pipe Instalation&Pneumatic;21) II.2.1.2 Air Regulator Tekanan udara yang keluar dari kompresor masih mempunyai tekanan yang tinggi dan ini lebih tinggi dari tekanan yang diizinkan pada bagian kontrol atau bagian kerjanya, oleh karena itu digunakanlah air regulator. Tujuan dari penggunaan air regulator adalah untuk menjaga tekanan operasional agar tetap konstan tanpa melihat perubahan tekanan dalam saluran dan pemakaian udara. Prinsip kerja dari air regulator adalah udara mampat mengalir ke dalam pengatur tekanan yang diatur oleh diafragma dan pegas. Pegas yang diberikan gaya tekan dapat diatur diperbesar atau diperkecil dengan menggunakan baut penyetel yang bekerja pada sisi lain permukaan diafragma. Apabila udara bertekanan dipakai pada saluran keluar, gaya tekan bekerja menurut diafragma yaitu mengecil. Dengan demikian pegas tekan dapat mendorong tangkai katup ke atas. Jika tekanan kerja naik sampai di atas harga yang diseting, misalnya akibat gaya luar pada perlengkapan atau penyetelan yang rendah pada pegas penekan, pembebanan yang lebih besar pada diafragma menyebabkan pegas terdorong ke bawah. Oleh karena itu batang katup melepas dudukan katup dan udara bertekanan dapat keluar bebas melalui lubang saluran. Udara bertekanan akan terus menerus

Pada pressure gauge ini juga kita dapat mengetahui besarnya tekanan udara yang kita atur untuk menggerakkan silinder yang akan dikontrol tersebut. yang dikarenakan pertambahan radius dari pipa bourdon yang dihubungkan oleh tuas penghubung ke tembereng roda gigi penggerak dan roda gigi tersebut menggerakkan jarum penunjuk.3 Pressure Gauge Untuk mengetahui besarnya tekanan yang kita atur pada air regulation. Modul Basic Pipe Instalation&Pneumatic. maka kita dapat melihatnya pada pressure gauge.1.2.3 Air Regulator (LLK-BS. Jika udara bertekanan tersebut semakin besar.2. Prinsip kerja dari pressure gauge adalah udara masuk ke dalam pipa bourdon melewati saluran P dan udara bertekanan tersebut menyebabkan pipa bourdon mengemabang.keluar sampai tekanan yang diset.21) II. maka radius dari pipa bourdon tersebut juga semakin besar dan jarum penunjuk akan berputar menunjukan suatu besaran tertentu. Sebelum tercapai kembali. . Gambar 2. lubang saluran tidak boleh tertutup karena akan mengakibatkan perlengkapan di dalamnya tidak berfungsi.

.Msc. Suatu oiler harus mempunyai syarat-syarat yang harus dipenuhi. antara lain yaitu: 1. perlindungan dari korosi dan umur pemakaian lebih awet.4 Pressure Gauge(Andrew Parr. demikian juga waktu berakhir. maka harus diberi pelumasan yang cukup. Mampu membuat campuran udara dan oli dengan halus.1. pemeliharaan dan perlengkapannya sederhana. Keuntungan dari pelumasan adalah terjadinya penurunan angka gesekan.21) II.2003. pada waktu dimulai kerja. 5. Banyaknya oli untuk kontrol pneumatik harus dapat diset/ disesuaikan ukurannya.4 Oiler Bagian yang bergerak dan bergesek pasti memerlukan pelumasan. Untuk menjamin supaya bagian-bagian yang bergerak pada perlengkapan pneumatik dapat bekerja dan dipakai terus menerus. Kerja oiler dengan cara otomatis. oiler pun harus mulai kerja.2. 3. Untuk melakukan hal itu maka diperlukan suatu perlengkapan pneumatik yaitu oiler (lubricator). Oiler harus dapat berfungsi sekalipun udara bertekanan yang diperlukan hanya dengan sebentar.Gambar 2.2. 2. Pengoperasian. 4.

II.2 Pengontrolan Arah Gerak Silinder Peralatan pneumatik mempunyai sebuah mekanisme yang dapat digerakkan yaitu dapat membuka dan menutup. sementara oiler sedang dalam keadaan bekerja. Pembatas dalam lintasan aliran menimbulkan penurunan tekanan.Gambar 2.22) Cara kerja dari oiler adalah udara mampat mengalir melalui perangkat lumas dari air in ke air out dan mendorong katup cek lintasan udara ketika tidak ada udara yang sedang mengalir. Sewaktu udara mengalir. Sebuah katup pengontrol arah dipasang di samping jalur pipa sirkuit .2.5 Oiler (LLK-BS. Bushing dengan bentuk katup pengecek memberikan kemungkinan untuk menambah volume oli dalam gelas. Tetesan-tetesan oli terbawa dalam aliran udara melalui pipa berbentuk kabut yang diteruskan menuju berbagai macam bagian-bagian pneumatik. katup pengecek membuka dan udara mampat dapat mengalir dengan bebas ke air out. Sebuah bagian yang berfungsi untuk menghentikan atau mengontrol fluida (dalam hal ini udara) dinamakan katup pengontrol arah.Modul Basic Pipe Instalation&Pneumatic.2. Hampa udara ditentukan dalam puncak lengkungan penetes dan oli terisap ke atas melalui pipa oli yang menaik.

yaitu: II. tetapi secara garis besar diklasifikasikan ke dalam 2 (dua) tipe. Cara kerja untuk yang menggunakan satu solenoid adalah jika ada masukan arus pada kumparan solenoid.pneumatik. 5/3 way valve Sebagai contoh. 4/3 way valve. katup 3/2 way valve mempunyai 3 (tiga) lubang masuk dan keluar yaitu masukan P. 4/2 way valve. Saat ini ada banyak macam tipe-tipe katup kontrol. yaitu udara dan elektrik. untuk merubah arah aliran udara sesuai dengan tujuannya. Cara kerja solenoid valve: Ketika solenoid diposisi On. Untuk yang menggunakan satu solenoid valve sebelahnya diganti dengan menggunakan pegas.1 Solenoid Valve Fungsi utama dari sebuah solenoid adalah untuk mengatur arah udara bertekanan yang bekerja pada solenoid. Ini akan mengoperasikan sebuah actuator seperti sebuah silinder pneumatik. Dari lubang tersebut mempunyai 2 (dua) posisi pengontrolan yaitu saat posisi udara dari masukan masuk ke A dan posisi udara keluaran dari A ke R. Jika arus tersebut terputus maka kumparan solenoid akan kembali ke posisi semula karena adanya dorongan pegas. 3/2 way valve. . Selonoid digerakkan oleh 2 (dua) penggerak. ada juga yang menggunakan dua solenoid. Untuk mengembalikan spoolnya ada yang menggunakan satu solenoid. Pergerakan kontrol udara biasanya digunakan untuk pengontrol dengan jarak yang dekat. 5/2 way valve. Fungsi dari pegas di sini adalah sebagai pengganti dari kumparan solenoid dan syarat kekuatan pegas harus di bawah kekuatan solenoid.2.2. Cakra punggung dari pada plunyer menutup saluran R. keluaran A. plunyer tertarik ke atas melawan gaya pegas. yang menyebabkan sambungan P dan A berhubung bersama. dan udara bebas R. Ketika sebuah katup pengontrol digunakan sebagai peralatan pneumatik. maka lubang P akan dihubungkan dengan lubang A. Pergerakkan elektrik biasanya dipilih untuk mengontrol dengan jarak yang jauh dan untuk perubahan dengan waktu yang singkat. maka dinamakan sebuah katup udara atau sebuah katup sederhana. Solenoid valve yang umumnya dipakai antara lain 2/2 way valve. sehingga mempunyai 3 (tiga) lubang dan 2 (dua) posisi pengontrolan dan disebut katup 3/2 way valve.

pengontrolan arah gerak silinder mempunyai sistem lain.6 Solenoid 3/2 Way Valve (Wirawan S. Sementara udara yang ada di dalam silinder keluar melalui lubang R2.2. Ketika tuas dioperasikan maka udara masuk dari lubang P menuju lubang B dan meninggalkan lubang A kemudian masuk ke dalam silinder. Mekanisme-mekanisme yang sering digunakan antara lain: hand valve. dengan roda.2004. dengan pluyer.Gambar 2.2. Ada yang menggunakan tangan ataupun dengan mekanik. Cara kerjanya adalah apabila tuas dalam posisi Off.MT.2 Sistem Pengontrol Selain menggunakan solenoid valve. dengan tombol.33) II. . Sedangkan udara buangan dari silinder akan keluar melalui lubang R1 dan dibuang ke udara bebas. Sebagai contoh yaitu katup 5/2 way valve. maka udara bertekanan akan masuk melalui lubang A. dengan tuas.2. dan akan meninggalkan katup dari lubang B menuju ke silinder.

maka katup 3/2 tersebut akan terbuka dan udara masukan siap mengalir melalui katup 3/2 tersebut dan akan memberikan sinyal ke kontrol tekanan.12) . Alat ini biasanya menggunakan katup 3/2 normally close.2.1 Kontrol Mekanik Alat dengan control mekanik yang sering digunakan dalam pneumatik biasanya adalah katup 3/2 way valve. yaitu: kontrol mekanik. dengan bagian depan terdapat alat atau komponen berupa roll atau plunger.2. kontrol secara manual.7 Mekanisme Pengontrol (Norgren.1 Mekanik Pengontrol (Festo.Katalog Technical Information.2. Jadi kontrol mekanik ini berfungsi untuk melanjutkan proses kerja mesin dan memberikan sinyal selama tertekan saja. Apabila sudah dalam keadaan bebas maka sinyal yang diberikan ke kontrol tekanan akan terputus. II.Katalog 2001.2.Gambar 2. Cara kerja dari sistem kontrol mekanik adalah apabila plunger atau roll (mekanisme lainnya) tertekan oleh penggerak mesin. kontrol elektrik dan kontrol tekanan. Berikut ini diuraikan tentang macam-macam sistem kontrol tersebut.Valves) Secara garis besar sistem kontrol dibagi menjadi 4 (empat) macam sistem atau alat kontrol. Di bawah ini digambarkan macam-macam mekanik kontrol yang sering digunakan. Alat ini sering digunakan untuk membatasi langkah torak dari sebuah silinder.2. Tabel 2. sedangkan bagian belakang terdapat pegas pembalik.

Pengontrolan dari manual kontrol sederhana sekali karena dalam pengoperasiannya kita hanya menekan tombol. prinsip kerjanya adalah apabila mekanismenya ditekan (pedal.2. apabila suatu saat terjadi kesalahan langkah kerja atau kerusakan alat pengontrol yang lain sehingga mesin dapat dioperasikan walaupun tidak secara otomatis lagi. menginjak pedal atau menekan tuas.Mekanik Kontrol dengan Plunger Mekanik Kontrol dengan Pegas Mekanik Kontrol dengan Roll Mekanik Kontrol dengan Tuas pengunci Mekanik Kontrol dengan Tuas Kembali Bebas II.2 Manual Kontrol Tujuan rangkaian pneumatik menggunakan manual kontrol adalah untuk mengawali proses atau langkah kerja dan juga berfungsi untuk mengambil alih langkah kerja sehingga dapat bekerja secara manual.2. tombol. Prinsip kerja dari manual kontrol hampir sama dengan mekanik kontrol. ataupun tuas) maka udara dari masukan akan mengalir ke kontrol tekanan yang akan mengontrol gerakan .2.

2.2.12) Manual Kontrol Umum Kontrol Manual dengan Tombol Tekan Kontrol Manual dengan Tuas Kontrol Manual dengan Pedal II. Tabel 2. sehingga gerakannya akan terkontrol.2. Solenoid ini ada yang satu kumparan ada juga yang dua kumparan. Kontrol ini akan bekerja apabila solenoid mendapatkan arus listrik sehingga kumparan akan menjadi magnet dan menarik plunger. Berikut ini gambaran mengenai macam-macam elektrik kontrol. Apabila mekanismenya dilepas maka dikembalikan ke posisi semula oleh pegas pembalik sehingga sinyal yang dikirim ke kontrol tekanan akan terputus.silinder. pengembalian piston valve ke posisi semula dengan menggunakan pegas.12) . Untuk yang satu kumparan.2. Bekerjanya kontrol ini karena mendapat sinyal dari limit switch elektrik yang telah dipasang pada mesin.2 Manual Kontrol (Festo. Tabel 2.Katalog Technical Information.3 Kontrol Elektrik Kontrol elektrik bekerja berdasarkan elektromagnetik yang dihasilkan oleh suatu kumparan yang dialiri arus listrik.2. sehingga udara akan mengalir dan mendorong piston valve. Berikut ini lambang-lambang dari manual kontrol yang sering digunakan.3 Kontrol Elektrik (Festo.Katalog Technical Information.

2. hanya saja pemberi sinyal adalah katup 3/2 yang sinyalnya berupa sinyal udara.4 Tekanan Pengontrol (Festo. Berikut digambarkan masing-masing tekanan pengontrol. Tabel 2. Udara akan menekan piston valve sehingga bergeser dan terbuka.2.Katalog Technical Information.Solenoid dengan Satu Kumparan Aktif Solenoid dengan Dua Kumparan Aktif Berlawanan Solenoid dengan Dua Kumparan Aktif Searah Motor Listrik dengan Gerak Putaran Terus Menerus Motor Listrik Bertingkat II.2.4 Kontrol Tekanan Sistem ini hampir sama dengan sistem control elektrik. Bagian yang mendapat sinyal biasanya digambarkan dengan segitiga.2. menghubungkan lubang P dengan lubang A / B sehingga mengalir ke bagian penggerak.12) Langsung dengan Memakai Tekanan .

.5 Pengontrol Kecepatan Pengontrolan kecepatan silinder pneumatik seringkali diterapkan dalam berbagaai penerapan.2.Langsung dengan Tekanan Bantu Gerakan Tekanan Differensial Tekanan Terpusat Dengan Kontrol Pemandu Dengan Tekanan Bantu Tak Langsung II.2. Pengontrolan mungkin diperlukan hanya untuk satu arah gerak saja. Alat yang digunakan untuk mengatur hal ini adalah katup pengontrol aliran searah. Namun kadang-kadang kecepatan gerak torak perlu dikontrol baik ketika melakukan instroke maupun outstroke. Pengontrolan dilakukan dengan cara mengatur laju kecepatan udara yang mengalir meninggalkan tabung.2.

Catalog2001. Gambar 2.1985.2.2.43) .9 Penampang Sebuah Pengaturan Aliran (Peter P. Bila udara mengalir dari arah sebaliknya yaitu dari lubang A dan keluar melalui lubang B.Dkk.Gambar 2.Valves) Udara dapat mengalir kearah manapun bila melalui sebuah pengatur aliran. baut pengaturnya tidak dapat berfungsi dan udara dapat mengalir dengan bebas. Bila udara mengalir ke dalam alat tersebut melalui lubang B dan kelur melalui lubang A.8 Pengontrol Kecepatan (Norgren. laju aliran dapat ditambah atau dikurangi dengan memutar baut pengaturannya.

masih ada silinder dengan penggerak ganda khusus yang dipakai untuk hal-hal yang khusus. maka katup searah menutup.3 Silinder Tenaga dari udara yang bertekanan atau sering juga disebut tenaga pneumatik diubah menjadi gerakan garis lurus atau translasi oleh silinder pneumatik. Tetapi mempunyai kelebihan yaitu jaringan semakin membutuhkan sedikit ruangan. langkahnya dibatasi oleh panjang dasar dari pegas.3. antara lain: silinder torak. mempunyai ketelitian yang tinggi dan menjadikan jaringan rangkaian tersebut semakin sempurna.9) adalah udara mengalir dari lubang A ke lubang B. II. Silinder jenis ini dapat menghasilkan kerja dalam satu arah gerakan.Prinsip kerja dari pengaturan kecepatan (untuk lebih jelas lihat gambar 2. Silinder gerak tunggal mempunyai beberapa macam jenis. Besarnya tenaga yang ditimbulkan tergantung dari besarnya tekanan. luas penampang silinder. .2. Tetapi sebenarnya tidak hanya itu.1 Silinder Penggerak Tunggal Pada silinder penggerak tunggal. dan silinder roll diafragma. udara bertekanan diberikan hanya pada satu sisi saja. akibatnya udara hanya dapat mengalir melalui sebuah jarum pengatur yang laju alirannya tergantung pada posisi jarum tersebut. II. Dalam prakteknya silinder pneumatik yang sering digunakan ada dua macam.9. Dalam gambar 2. berikutnya udara mengalir dari lubang B ke lubang A. silinder gerak tunggal dipasang dengan panjang langkah kurang dari 100 mm. Gaya pegas yang terpasang tetap direncanakan untuk mengembalikan torak ke posisi awal dengan kecepatan cukup tinggi. serta gesekan yang timbul antara dinding dalam silinder dengan kulit luar piston. Akibatnya udara dapat mengalir dengan bebas. tekanan udara mampu menekan sebuah pegas yang menahan penyekat dalam katup searah. Alat-alat pneumatik yang digabungkan dengan kontrol elektrik bahkan elektronik akan menjadikan jaringan tersebut kompleks dan solid. Pegas di dalam silinder terpasang tetap atau sebagai gaya luar yang menggerakan torak dalam arah berlawanan. Pada silinder tunggal yang dilengkapi pegas yang terpasang tetap. karena arah kerjanya pegas sama dengan arah tekanan udara. Oleh karena itu.2. silinder diafragma. yaitu silinder kerja tunggal dan silinder kerja ganda.

2 Silinder Penggerak Ganda Gaya dorong yang ditimbulkan oleh udara bertekanan. menggerakan torak pada silinder penggerak ganda dalam dua arah.2.4 Peralatan Lain Dalam Pneumatik .Katalog2006.3. Gambar 2. Penahan kebocoran pada silinder penggerak ganda adalah dengan memakai seal.Gambar 2.10 Silinder Penggerak tunggal (Norgren. Pada prinsipnya panjang langkah silinder tidak terbatas. Gaya dorong yang besarnya tertentu digunakan pada dua arah gerakan maju dan mundur.2.10) II. Silinder penggerak ganda digunakan terutama apabila torak diperlukan untuk melakukan kerja bukan hanya pada gerakan maju tetapi juga pada gerakan mundur.7) II.2.2.11 Silinder Penggerak Ganda (Norgren. walaupun demikian tekukan dan bengkokan dari perpanjangan batang torak harus diperhitungkan pada silinder penggerak ganda. Guide ring dan torak atau diafragma.Katalog2006.

Msc. Katup satu arah Katup bola Katup pembuangan cepat Katup dua tekanan II. Hal ini dapat dilaksanakan dengan media kerucut.4.2 Katup Bola Katup ini sering juga disebut dengan katup “atau”. Jadi katup bola ini dapat dioperasikan dari dua arah pengoperasian.2.1. bola atau diafragma dengan bantuan pegas.2003. Adapun yang termasuk dalam katup aliran searah ini adalah: 1.12 katup satu arah (Andrew Parr.4.4. 4.1 Katup Satu Arah Katup ini dapat manghambat aliran udara secara menyeluruh pada satu aliran dan mengalirkan pada arah yang sebaliknya. 2.2.2.1 Katup Aliran Searah Katup non balik terdapat komponen yang mempunyai kelebihan dalam menghambat udara dalam satu aliran.II. Gambar 2.38) II. . Katup ini memisahkan sinyal yang diterima dari katup sinyal dalam posisi yang berbeda dan akan mencegah udara yang dibalikan melalui sinyal katup kedua. 3.2.1.

.2.4. yaitu saluran X dan Y serta satu aliran keluaran A.2.14 Katup Pembuangan Cepat (Festo.2.2.3 Katup Buangan Cepat Katup ini digunakan untuk menambah kecepatan torak pada silinder.1.4. Apabila mendapat satu sinyal saja maka katup ini tidak akan mengalirkan udara. Kerena pada saat langkah mundur ini.2 Katup Dua Tekanan Katup ini mempunyai dua saluran masuk. satu pembuangan R yang dapat diblokir. Katup ini mempunyai sambungan tekanan P yang dapat diblokir.Katalog Technical Information. terutama pada saat langkah mundur. dan satu keluaran A. oleh karena itu katup ini disebut katup “DAN”.Gambar 2.11) II.13 Katup Bola (Festo. Ini memungkinkan waktu yang diperlukan pada saat langkah mundur dapat dipercepat terutama pada silinder gerak ganda. biasanya tidak dipergunakan untuk langkah kerja.11) II.Katalog Technical Information. Katup ini harus dioperasikan dari dua tempat. Gambar 2.

2 Pressuare Valve Katup ini bekerja berdasarkan tekanan.4.Gambar 2.11) II. Gambar2.2. Katalog Technical Information.2.3 Katup Kontrol Tekanan Katup penggontrol tekanan ini bekerja berdasarkan tekanan udara yang digunakan untuk menggerakan silinder.1 Reducing Valve Katup ini berfungsi untuk membatasi tekanan keluar maksimal pada sebuah rangkaian yang digunakan untuk menggerakan silinder dan apabila katup ini diset dengan tekanan tertentu maka tekanan maksimum dari udara yang menggerakan silinder sesuai dengan yang disetting.3.2.15 Katup Dua Tekanan (Festo. Dan jenisnya antara lain: II.2.4.16 LambangReducingValve(Festo. Alat ini berfungsi membatasi tekanan minimal yang .11) II.2.4.Katalog Technical Information.3. tetapi sinyal yang diambil adalah sinyal yang berasal dari saluran masuk.

biasanya digunakan pada saat memberikan sinyal untuk menggerakan katup pengarah.2.2.2.11) II.3. Gambar2. Gambar 2. Apabila tekanan yang ada pada saluran yang masuk belum terpenuhi atau belum sesuai dengan yang disetting maka udara tidak akan bisa mengalir. Jadi apabila tekanan yang masuk terlalu besar maka aliran udara putus dan terbuang.digunakan untuk menggerakan silinder.2.3 Safety Valve Katup ini berfungsi untuk membatasi tekanan kerja masuk maksimal dalam jaringan.17 LambangPressuareValve (Festo.4 Time Delay Alat ini digunakan untuk memberi jangka waktu aliran udara. Cara .11) II.3.Katalog Technical Information.18 Lambang Safety Valve (Festo.4.4.Katalog Technical Information.

2.2.1 Kontrol Katup Pengarah Tabel 2.23) II. Setelah tangki penuh maka udara baru mengalir ke alat kontrol yang lain. II.kerja dari alat ini adalah mengisi tangki reservoir terlebih dahulu.2. maka harus mengetahui terlebih dahulu maksud daripada simbol-simbol yang terdapat dalam setiap diagram tersebut. Names and Simbols”.way posisi normal menutup .Katalog Technical Information. apabila ingin mengetahui maksud daripada diagram pneumatik ini secara keseluruhan. 1978) DIN 24300 “Oil Hydraulics and Pneumatics. Simbol-simbol yang terdapat pada tebel ini berdasarkan ISO 1219 (August.2.5 Katup Pengarah (Festo.Katalog Technical Information. Didalam pneumatikpun tidak jauh berbeda. Adapun untuk mengatur lamanya waktu adalah dengan cara memperbesar atau memperkecil saluran udara yang masuk. elektrik.5 Simbol-simbol Pneumatik Seperti halnya apabila membaca gambar dalam diagram hidrolik.19 Time Delay(Festo. Gambar 2.11) Katup 2/2. elektronik maupun gabungan ketiganya.5.

way posisi normal membuka Katup 3/2.way posisi normal membuka Katup 3/3.way posisi normal menutup Katup 4/2.Katup 2/2.way posisi normal menutup Katup 3/2.way .

way posisi tengah menutup Katup 5/2.Katup 4/3.way posisi tengah menutup Katup 4/3.way .way posisi tengah mengembang Katup 5/3.

2.2 Katup Non-Balik Tabel 2.2.6 Katup Non-Balik(Festo.5.II.11) Katup Pengecek Tanpa Pegas Katup Pengecek Dengan Pegas Katup Bola Katup Buangan Cepat Katup Dua Tekanan .Katalog Technical Information.

2002. 3. Squence gerakan yang dihasilkan dari hal tersebut terjadi dalam suatu rangkaian tertutup.1 Pengertian Otomatisasi Otomatisasi adalah suatu pengubahan input menjadi output yang lebih baik. Definisi Kontrol menurut Deutsches Institut fur Normung (DIN) 19226 : “Kontrol berarti proses dalam suatu sistem yang di dalamnya terdapat beberapa input variabel mempengaruhi variabel output yang lain sebagai akibat hukum-hukum yang mengenai sistem.3 DASAR-DASAR OTOMATISASI II. Tujuan control rangkaian untuk menyesuaikan harga variabel yang dikontrol terhadap harga yang ditentukan oleh variabel perintah sekalipun ekualisasi tidak dicapai. Sequence dapat diartikan suatu peralatan dan rangkaian pengendalian untuk mencapai tujuan tertentu dan mempertahankan keadaan. Definisi Kontrol Otomatis menurut DIN 19226 : “Kontrol otomatis adalah proses dimana suatu variabel yang akan dikontrol.1) Oleh karena itu diperlukan suatu sarana yang dapat digunakan sebagai informasi tentang urutan dan susunan rangkaian tersebut sehingga orang lain dapat memahami prinsip kerjanya dan mudah dalam pengamatan suatu rangkaian. Maka kita gunakan gambar kerja atau gambar rangkaian yang di dalamnya terdapat . 1992 : 4). yaitu variabel perintah dan proses yang dipengaruhi menurut hasil perbandingan tersebut dengan memodifikasi untuk menyesuaikan variabel perintah. Pengontrolan dikarakteristikkan dengan squence rangkaian terbuka dari gerakan-gerakan melalui elemen pemindah tunggal atau rangkaian kontrol” (Sugihartono. sehingga untuk mendapatkan suatu sistem yang otomatis maka digunakan kontrol yang otomatis juga. Proses pengubahan input menjadi output ini menggunakan teknik kontrol. rangkaian kontrol. berlaku dalam keadaan ini (Sugihartono. Maka rangkaian sequence dapat diartikan pula seperangkat peralatan yang bekerja secara berkesinambungan dan satu sama lain saling berhubungan membentuk suatu sistem yang solid.II. (LLKBS.Modul Dasar Kontrol Listrik. adalah diukur secara terus-menerus dan dibandingkan dengan variabel yang lain.1992 : 4).

merupakan peralatan yang berfungsi sebagai input atau sinyal kontrol terhadap peralatan lain yang memerlukan masukan tenaga listrik dengan secara berkala atau pada saat-saat tertentu. b. II. sehingga memudahkan dalam pemeriksaannya. Peralatan masukan (input). Dalam penggambaran diagram sequence perlu diperhatikan hal-hal di bawah ini: 1. saklar dan sebagainya. artinya alat-alat pengendali dinyatakan dengan huruf dan kode yang menerangkan hubungan antara satu dengan yang lain. 4. timer dan lain-lain. sehingga akan memudahkan kita dalam mencari kerusakan apabila dalam suatu rangkaian tersebut tidak bekerja sebagaimana mestinya.3. Penyajian gambar instalasi harus ringkas. stop kontak. Sebagai contoh: relay. Pada dasarnya rangkaian tersusun atas beberapa unsur sehingga rangkaian tersebut dapat berjalan sebagaimana fungsinya. yaitu: 1. selector switch.informasi tentang hubungan peralatan sequence pada suatu rangkaian. merupakan peralatan yang berfungsi untuk memproses sistem yang dibuat sehingga menghasilkan keluaran atau output sesuai dengan yang diharapkan. Penggambaran instalasi pengendali dinyatakan dengan penggembaran secara garis vertikal supaya dapat dimengerti dengan mudah. Bagian Pengendali Dalam bagian ini digolongkan sebagai tempat awal energi listrik yang masuk. 3. sehingga hampir semua peralatan dalam industri telah terkontrol secara elektris. Peralatan proses. Secara umum alat pengendali dapat dibagi menurut fungsi dan cara kerjanya. selanjutnya akan dialirkan ke bagian-bagian yang lain menurut urutan yang akan digerakan langsung atau menunggu komando dari komponen lainnya ataupun dari operator secara manual seperti sumber dari push bottom. khususnya dalam bidang elektronik maka sistem pengendalipun tak luput dari kemajuan bidang tersebut. 2. Hubungan dibuat secara structural. Sebagai contoh: tombol atau saklar.2 Komponen-Komponen Dasar Sequence Dengan majunya zaman disertai kemajuan tekhnologi. Dibuat menjadi mengembang menyamping sehingga menjadi bentuk yang mudah dilihat walaupun sangat rumit sekali. limit switch dan lain-lain. . yaitu: a.

Dan dalam gerak suatu alat disesuaikan dengan komando dari lingkungan instalasi pengendali melewati bagian penghubung. Gambar 2. merupakan peralatan yang langsung digerakan atau dioperasikan oleh peralatan proses. lampu. Karena bagian seluruh konstruksi masing-masing merupakan penghubung yang bergerak. tetapi apabila mendapat pengaruh dari luar maka titik kontaknya akan membuka sehingga arus listrik tidak dapat mengalir. Penghubung yang sering digunakan dan merupakan penghubung tetap adalah sebuah kabel.2002.1 Titik Kontak(LLK-BS. Peralatan keluaran (output).Modul Dasar Kontrol Listrik. apabila dalam keadaan normal menutup (artinya arus dapat mengalir). contractor. Bagian yang Dikendalikan . Titik sambung ini akan menutup setelah ada pengaruh dari luar yaitu dengan cara mengaktifkannya.3. maka gerakan strukturnya disesuaikan dengan kondisi dan keperluan yang dibutuhkan.8) 2. Sebagai contoh: relay beban. 3. Titik-titik sambung A “Normally Open (NO)” adalah titik sambungan dengan posisi awal membuka sehingga tidak ada hubungan antara titik kontaknya sebelum mendapat pengaruh dari luar atau dari sistem lain. b. Dalam pengendalian berlaku kontak-kontak singgung sebagai berikut: a.c. solenoid dan lain-lain. Titik sambung B “Normally Close (NC)” adalah kebalikan dari titik sambungan normally open (NO). Bagian Penghubung Didalam suatu instalasi pengendalian pada bagian yang dikendalikan masingmasing memiliki bagian penghubung penggerak agar dapat berhubungan dengan yang lain.

Dengan demikian pula bagian penjagaan ini akan saling memberikan sinyal sebagai energi gerak dan gaya yang saling berhubungan dengan kontak-kontaknya. 4. pengendalian tersebut dilakukan oleh bagian pengendali dengan melewati bagian penghubung. Untuk lebih jelasnya dapat diperhatikan gambar di bawah ini: .1 Alat Perintah Alat perintah ini meliputi peralatan yang dioperasikan secara manual atau dengan menggunakan tenaga manusia.3. Sebagai contoh bagian ini yaitu: motor. yang mempunyai titik kontak dapat diatur untuk posisi membuka dan menutup secara konstan. Bagian ini dikendalikan dengan menggunakan alat perantara seperti solenoid.1.2.3.Bagian ini merupakan bagian yang dikendalikan gerakannya. Selain itu adapun sakelar yang memberikan alternatif kepada kita untuk suatu pengoperasian disebut “selector switch” atau sakelar pilihan yang memungkinkan kita memilih apabila suatu rangkaian manual atau otomatis dan juga menggerakan suatu mesin yang harus bekerja secara tunggal. Sebagai contoh: fuse. Sedangkan jumlah titik sambungnya tergantung dari kebutuhan.2. silinder dan lain-lain. pada saat menerima sinyal sehingga dapat bertahan. II. thermis dan lain-lain. ada yang tunggal dan adapula yang ganda. sehingga hanya salah satu mesin yang boleh bekerja. contractor dan lain-lain. II.1 Sakelar (Switch) Adalah suatu alat yang berfungsi memutus dan menghubungkan arus listrik dalam suatu rangkaian yang umumnya dioperasikan secara manual. Bagian Penjagaan dan Pertahanan Dalam bagian ini disesuaikan dengan fungsinya yaitu sebagai penjagaan yang dapat mempertahankan setiap bagian masing-masing pengendalian dalam melakukan hubungannya.

2 Titik kontak Switch. Sebaliknya utuk titik sambungan normally open pada saat push bottom belum ditekan titik sambungan akan terbuka. sedangkan pada saat aktif akan tertutup.9) II. (LLK-BS.3.2. Alat ini mempunyai dua titik sambungan yang dapat digunakan dimana sambungan terbuka atau normally open (NO) dan titik sambungan yang lain tertutup atau normally close (NC). Fungsi utama dari alat ini adalah menghubungkan dan memutuskan suatu sistem dengan cara menekan tombolnya. . yang pengoperasiannya secara manual atau dengan menggunakan tenaga manusia. Push bottom umumnya digunakan sebagai awal suatu rangkaian bekerja. Titik sambungan normally close artinya dalam keadaan normal atau belum aktif titik sambungan ini menutup (dapat mengalirkan arus). juga untuk mengakhiri proses kerja dari suatu alat. Sakelar tombol akan aktif pada saat tombol ditekan dan akan kembali keposisi semula atau normal apabila tekanan pada tombol dilepaskan.3.2 Sakelar Tombol (Push Bottom Switch) Sakelar tombol adalah suatu alat yang paling sederhana dalam peralatan pengendali.Modul Dasar Kontrol Listrik.2002.Gambar2.1. dan pada saat push bottom ditekan maka titik tersebut terbuka.

Mikro switch. disini hanya akan dibahas lebih lanjut mengenai limit switch. tempat dudukan kontak dan mikro switch. Adapun yang membedakan adalah aktuatornya atau luas sensor penghubung mikro switch.2002.2. 2.2 Alat Pengecek / Pendeteksi Alat yang termasuk kelompok ini sebagian besar adalah sebagai sensor. 3. frekuensi maupun dengan sentuhan langsung.3. yaitu: 1. limit switch pun terdapat dua titik sambungan yaitu NO dan NC yang bekerjanya saling bertolak belakang.8) II.2. Dikarenkan kedua alat sensor tersebut berkenaan langsung dengan perancangan sistem pada alat yang penulis rencanakan.3.Gambar 2. Dalam penggambarannya limit switch dilukiskan seperti gambar di bawah ini: . Alat ini banyak sekali jenisnya namun fungsi dan prinsip kerjanya sama. Seperti halnya pada push buttom switch. (LLK-BS. Dari banyaknya alat sensor yang ada. Actuator. baik sensor cahaya. Rumah limit switch.3 Titik Kontak Push Bottom Switch.2. alat penghubung dan pemutus arus. dan photo switch. Limit switch terdiri dari tiga komponen utama.1 Limit Switch Limit switch adalah alat penghubung dan pemutus arus yang bekerja berdasarkan sentuhan langsung yang digerakan oleh peralatan mekanik sehingga merubah posisi titik sambungnya.Modul Dasar Kontrol Listrik.3. II. merupakan sensor yang mengaktifkan mikro switch.

Sehingga receiver memberikan sinyal kepada amplifier yang menghasilkan output berupa kode yang merubah posisi kontak sambungannya. Setelah gelombang diterima.(Anly. Photo switch terdiri dari dua komponen utama. Adapun pembangkitnya dapat berupa lensa atau LED khusus.0. namun ada pula yang menggunakan lampu pijar. Alat ini akan aktif apabila pancaran sinar tersebut terhalangi atau tidak dapat diterima oleh sensor penerima sinar.2.2002.16D) II.2 Photo Switch Photo switch adalah pemutus dan penghubung arus yang bekerja berdasarkan sinyal sinar yang dipancarkan dengan frekuensi tertentu pada alat penerima sinar.4 Titik Kontak Limit Switch. Transceiver Sebagaimana namanya alat ini berfungsi untuk memancarkan sinar pada frekuensi tertentu.9.Katalog Ver. yaitu: 1.2. dengan demikian apabila pancaran gelombang terhalang atau tidak dapat diterima oleh receiver mengakibatkan terjadinya perbedaan gelombang antara keduanya. Besarnya gelombang yang dipancarkan dan yang diterima harus sama.3. Receiver Alat ini berfungsi untuk menerima pancaran sinar dari transceiver. 2. gelombang tersebut dibangkitkan lagi sesuai dengan frekuensi yang dipancarkan oleh transceiver.3.Gambar 2. Menurut letaknya photo switch terbagi atas: .

Jenis bersatu Gambar 2.Katalog Vol.(Omron. transceiver diposisikan terpisah dengna receiver.(Omron.Katalog Vol.80) Gabar 2.80) Gambar 2.4.0.Jenis terpisah Perbedaan dari kedua jenis di atas adalah letak antara transceiver dan receiver.7 Photo Switch.6 Wiring Diagram Photo switch Bersatu.3.Katalog Ver.5 Wiring Diagram Photo Switch Terpisah.4.3.3.(Anly. .9. Untuk jenis terpisah.5) .2002.

. Sumber Listrik Sakelar Pemberi Sinyal 6. Normally close adalah titik sambungan pada saat belum ada kemagnetan atau relay dalam keadaan normal posisinya menutup dan pada saat relay aktif titik sambungan tersebut akan membuka. Sedangkan normally open adalah kebalikannya. Sehingga akan didapat suatu output on atau off sesuai dengan yang diharapkan.1 Relay Auxiliary Relay yaitu suatu alat yang bekerja berdasarkan kemagnetan akibat adanya arus pada inti besi (coil) sehingga akan memutuskan titik kontaknya.3.3.3.385) Keterangan: 1. Titik sambungan ini biasanya digunakan sebagai pemutus arus. 7.4.2.(Omron. II.2. Pada relay terdapat dua macam titik sambungan yaitu normally close (NC) dan normally open (NO). Titik NC Titik Hubung Gerak . 2.3. Gambar 2.II.Katalog Vol.3 Alat Logika Peralatan ini berfungsi sebagai penyimpan informasi atau mempertahankan keadaan sesuai dengan sinyal yang diterimanya.8 Wiring Diagram Relay Auxiliary.

Sehingga Plat pembawa akan tertarik oleh gaya magnet. Oleh karenanya banyak digunakan sebagai relay daya untuk motor-motor induksi.2002. Dengan cepat kontak A dan B akan terhubung kembali akibat adanya gaya tarik pegas. Plat Pembawa Pegas Pembalik Titik Engsel Pada saat sakelar (2) dalam posisi on. Inti Besi (core) Kumparan (coil) Titik NO Prinsip kerja relay: 8.2 Magnet Contactor Pada dasarnya prinsip kerja daripada magnet contactor adalah sama dengan relay auxiliary. Hanya saja magnet contactor umumnya digunakan untuk memutus dan menghubungkan arus tegangan yang besar. kemudian pada saat switch di off kan.10) II.9 Relay Auxiliary.3. 5. sehingga hubungan arus antara A dan B terputus dan arus dari B akan mengalir ke C.0.9. Contactor ini banyak digunakan karena berbagai pertimbangan seperti: . maka akan timbul kemagnetan pada inti besi (core) karena arus mengalir pada lilitan (coil) disekelilingnya. akibatnya akan merubah titik sambungan yaitu kontak B akan behubungan dengan kontak C sebagai titik sambungan terbuka. Gambar 2. Relay daya hanya terdiri dari titik sambungan normally open (NO).2. 4. Magnet contactor memiliki titik kontak utama yang disebut relay daya dan beberapa buah kontak bantu atau auxiliary. 9.3. 10. kemagnetan pada inti besi hilang Karena hilangnya tegangan pada lilitan sehingga gaya magnet yang menarik Plat pembawa terputus.Katalog Ver. sedangkan kontak bantu terdiri dari dua titik sambungan yaitu normally open (NO) dan normally close (NC) yang bekerja saling bertolak belakang.3.3.(Anly.

Spring Pembalik Perhitungan kapasitas maint NFB didasarkan pada rumus : = 2.24) Dimana In adalah arus nominal yang mengalir pada rangkaian Perhitungan setting thermisnya adalah : = 1.. Kontak Gerak 4.Modul Dasar Kontrol Listrik. Inti Tetap 7.2002.5 x In……. Inti Gerak 6.3.24) 5.1 x In……. 2. Kontak Tetap 3.2002.(22) (LLK-BS Modul Dasar control listrik. Pemasangan sangat sederhana. Dapat bekerja dengan arus yang baik.2002. Gambar 2.(21) (LLK-BS Modul Dasar control listrik.10 Wiring Diagram Magnet Contactor. (LLK-BS. Coil . Dapat digunakan sebagai control beban yang besar. 3.1.10) Keterangan: 1. Tuas Penekan manual 2.

Pada time relay terdapat tiga terminal utama.Modul Dasar Kontrol Listrik. Relay.3 Time Relay Time relay adalah peralatan logika yang bekerja secara elektronik.Dalam penggambarannya tidak terlalu rumit yaitu coil digambarkan dengan lingkaran beridentitas. Dengan demikian titik sambungan bekerja sesuai waktu yang telah disetting. berfungsi sebagai pengatur jarak waktu bekerjanya relay dengan mengatur tegangan yang masuk dalam lilitan relay.3. yang menghubungkan dan memutuskan arus secara otomatis sesuai dengan masukan yang diterimanya. sedangkan titik kontak auxiliarlynya diberi identitas dari coil yang mengubahnya. yaitu: 1.30) II. Umumnya time relay digunakan sebagai pengontrol rangkaian tegangan rendah untuk melaksanakan buka dan tutup titik sambungan.3. Untuk lebih jelas dapat dilihat gambar di bawah ini: Gambar 2.2. Kemudian mengolah masukan tersebut dan menghasilkan keluaran berupa perubahan titik sambungan. (LLK-BS.2002.3. Time relay terdiri dari dua komponen. yaitu: . Timer. berfungsi sebagai titik sambungan yang dioperasikan.11 Simbol Penggambaran Magnetic Contractor. 2.

38) Gambar 2.3.1. Untuk menentukan titik sambungnya dapat dilihat pada wiring diagram yang dicantumkan pada rumah timer atau buku petunjuk penggunaanya. 2.13 Timer(Anly.9.3. (LLK-BS. Terminal kontak yang tidak dipengaruhi waktu.4 Alat Pengaman .Katalog Ver.0.2002. Terminal kontak NC yang dibatasi waktunya.3.Modul Dasar Kontrol Listrik.2. 3.8) II.12 Simbol Penggambaran Timer.2002. Terminal kontak NO yang dibatasi waktunya. Sedangkan untuk penggambarannya dapat dilihat pada gambar di bawah ini: Gambar 2.

Untuk lebih jelasnya dapat dilihat gambar di bawah ini: .1 Fuse Fuse (pengaman lebur) terbuat dari kawat perak. 7. 6. yaitu dengan menggunakan bimetal (dua logam yang mempunyai muai jenis berbeda) sebagai pemutus arusnya. tembaga dengan bermacam-macam bentuk yang tertutup oleh isolasi seperti keramik. II. timah.4.2.2 Thermal Over Load Pengaman jenis ini memberikan pengamanan secara thermis. Fuse ini biasanya digunakan untuk elektronik atau komponen-komponen yang mempunyai tegangan rendah. Fuse tipe pisau. II. Fuse tipe ulir. Untuk memberikan perlindungan terhadap hubungan singkat rangkaian sehingga peralatan tidak mudah rusak. namun di sini akan dibahas jenis yang sering digunakan dalam rangkaian. 4.4. Fuse tipe tabung. Dilihat dari konstruksinya alat ini bekerja berdasarkan panas yang diterima oleh bimetal.Peralatan ini sangat penting peranannya untuk rangkaian sendiri maupun bagi yang mengoperasikannya.2. Peralatan in biasanya digunakan untuk membatasi jumlah arus nominal pada motor induksi baik untuk satu pasha ataupun lebih.3. Untuk mengatasi lonjakan tegangan yang terjadi secara tiba-tiba akibat hubungan singkat. dimana bila panas yang diterima bimetal besar maka akan membengkok dan dimanfaatkan untuk memutuskan arus atau titik kontaknya. Digunakan untuk membuka rangkaian atau untuk menghentikan suatu aliran listrik yang tidak normal atau hubungan singkat. Tipe dan jenis dari fuse banyak sekali macamnya. 2.3. Adapun tujuan dipasang alat pengaman adalah: 1. plastik dan sebagainya. 3. dilihat dari bentuknya fuse terdiri dari: 5. Peralatan pengaman ini banyak sekali macamnya. Mengalirkan arus normal dan digunakan untuk menutup rangkaian apabila diperlukan.

2003.10) No 1 Nama Miniatur Circuit Breaker Simbol MCB Kontak Fungsi Pengaman aliran arus listrik.3 Simbol-simbol Squence Tabel 2.Msc.3.(LLK-BS.28) II.3.3 Simbol-simbol Squence.2002.Gambar 2. 3 Fuse Open Type FS 2 No Fuse Breaker NFB .14 Prinsip Kerja Thermal Over Load.Modul Dasar Kontrol listrik. Pengaman Rangkaian. (Andrew Parr. Pengaman aliran arus listrik.

9 Proximity Switch TL 10 Limit Switch LS 11 Motor M 12 Pilot Lamp PL 13 Buzer BZ . Menghubungkan dan memutuskan arus. Merubah energi listrik menjadi energi mekanik. Merubah energi listrik menjadi energi cahaya. Penghubung dan pemutus arus secara otomatis bedasarkan sensor logam. Merubah energi listrik menjadi energi bunyi. Penghubung dan pemutus arus secara otomatis berdasarkan kontak langsung.Pengaman Rangkaian. 6 Magnet Contactor MC Menghubungkan dan memutuskan arus. 4 Thermal Over Load Th 5 Time Relay TR Penghubung dan pemutus arus secara otomatis sesuai dengan setting waktu. 7 Auxiliary Relay RA 8 Photo Switch PH Penghubung dan pemutus arus secara otomatis berdasarkan sinyal sinar.

Secara singkatnya prinsip kerja dari alat otomatisasi pengisian air dalam kemasan ini adalah menggunakan 2 (dua) sistem kerja yaitu secara manual dan otomatis.1 Prinsip Kerja Secara Manual Pada saat panel utama (NFB) dionkan maka arus akan mengalir ke kontak MC1 dan MC2.14 Solenoid Valve SV Penghubung dan pemutus aliran udara melalui sinyal listrik. Prinsip kerja dari mesin ini pada dasarnya adalah kombinasi dari sistem pneumatik dan sisitem kontrol listrik.1 Prinsip Kerja M/c Otomatisasi Pengisian Air Dalam Kemasan. yaitu kontrol listrik akan memberikan sinyal ke kontrol pneumatik untuk bergerak dan kontrol pneumatik akan memberikan sinyal ke sensor kontrol listrik sehingga memutuskan atau menghubungkan rangkaian listrik. Kedua sistem tersebut mempunyai fungsi yang saling mendukung dan berhubungan. BAB III PERENCANAAN SISTEM PNEUMATIK III. . Karena dengan sistem kombinasi tersebut akan menghasilkan efisiensi kerja yang tinggi dengan hasil sesuai yang diharapkan. Dan ketika panel rangkaian (NFB) dionkan maka arus juga masuk ke dalam rangkaian ditandai dengan pilot lamp kuning (PLk) nyala. Setelah posisi selector switch dipilih ke “manual” maka rangkaian manual yang bekerja dan apabila dipilih ke “auto” maka rangkaian otomatis yang bekerja.1. III.

Ketika selector switch pada posisi “manual” (M) di tandai dengan pilot lamp biru (PLb) nyala. III. maka: 1. PB3 ditekan silinder clamp mundur. PB6 ditekan silinder chuck maju. PB5 ditekan silinder chuck mundur.0 LS1. PB2 ditekan motor konveyor berputar dan konveyor berjalan ditandai dengan pilot lamp merah (PLm) nyala. 3.1 . prinsip kerja secara otomatis akan digambarkan dalam Flow Chart diagram kerja di bawah ini: Time (s) 10" PB off PB on LS2. Untuk lebih jelasnya. PB4 ditekan silinder clamp maju. 2.0 20" 30" 40" 50" 60" 70" Motor Konveyor Brake Motor SvXa (Silinder Chuck Forward) SvXb (Silinder Chuck Revert) SvYa (Silinder Clamp Forward) SvYb (Silinder Clamp PH1 LS1. ditandai dengan pilot lamp biru (PLb) mati. PB1 ditekan motor konveyor berhenti ditandai dengan pilot lamp hijau (PLh) nyala.1.2 Sistem Kerja Otomatis Setelah semua panel (NFB) dionkan dan selector switch dipilih pada posisi “auto” (A) maka rangkaian otomatis bekerja.

5. maka rangkaian otomatis berhenti ditandai dengan pilot lamp hijau (PLh) nyala. Setelah silinder chuck naik menyentuh LS 2.0 maka brake motor mati (pengeriman Off) dan motor konveyor berputar kembali.1 maka pengisian bekerja (SVQ on) pompa pengisian nyala. brake motor hidup (pengeriman On). Ketika PBoff ditekan.1 Flow chart Digram Kerja Cara membacanya adalah: 1. 6. Beberapa saat setelah motor konveor bekerja dan memutarkan konveyor yang membawa botol-botol. Setelah Auto Start bekerja atau PBon ditekan.Revert) SvQ (Pompa Inflation) PLm (Pilot Lamp Merah) PLh (Pilot Lamp Hijau) LS2.1 maka silinder chuck turun. Setelah botol dibawa konveyor memotong sinyal PH 2 maka reset sistem terpenuhi. Setelah silinder clamp maju dan menyentuh LS 1. 4. maka motor konveyor berputar dan lampu pilot lamp merah (PLm) hidup.0 dan silinder clamp mundur menyentuh LS 1. 2. ketika botol-botol tersebut memotong sinyal PH1 maka motor konveyor berhenti. maka pompa pengisian mati. Setelah silinder chuck turun dan menyentuh LS 2. Setelah settingan timer terpenuhi waktunya. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada diagram kelistrikan dan rangkaian konstruksinya (pada halaman lampiran). diikuti silinder clamp maju mencekam botol. 3. . 7.1 TR Gambar 3. silinder clamp dan silinder chuck mundur bersamaan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful