P. 1
Fungsi Solenoid Valve

Fungsi Solenoid Valve

|Views: 712|Likes:
Published by budiherobudi
Fungsi solenoid valve
Fungsi solenoid valve

More info:

Categories:Types, Brochures
Published by: budiherobudi on May 10, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/03/2014

pdf

text

original

Sections

  • II.1.1 Perkembangan Teknik Pemakaian Udara Mampat
  • II.1.2 Keuntungan Penggunaan Udara Mampat
  • II.1.3.1 Analisa Aliran Fluida
  • II.1.3.2 Gaya Torak
  • II.1.3.3 Udara yang diperlukan Silinder
  • II.1.3.4 Energi Fluida yang mengalir
  • II.1.4.1.1.2 Kompresor Diafragma
  • II.1.4.1.1.3 Kompresor Torak Rotari
  • II.1.4.1.1.4 Kompresor Rotari Baling-baling Luncur
  • II.1.4.1.1.5 Kompresor Sekerup
  • II.1.4.1.1.6 Root Blower
  • II.1.4.1.2 Kompresor Aliran (Turbo-Compressor)
  • II.1.4.2.1 Penghantaran Volume
  • II.1.4.2.2 Tekanan
  • II.1.4.2.3 Penggerak
  • II.1.5 Konveyor
  • II.2.1.1 Saringan Udara
  • II.2.1.2 Air Regulator
  • II.2.1.3 Pressure Gauge
  • II.2.1.4 Oiler
  • II.2.2.1 Solenoid Valve
  • II.2.2.2.1 Kontrol Mekanik
  • II.2.2.2.2 Manual Kontrol
  • II.2.2.2.3 Kontrol Elektrik
  • II.2.2.2.4 Kontrol Tekanan
  • II.2.2.2.5 Pengontrol Kecepatan
  • II.2.3.1 Silinder Penggerak Tunggal
  • II.2.3.2 Silinder Penggerak Ganda
  • II.2.4.1.1 Katup Satu Arah
  • II.2.4.1.2 Katup Bola
  • II.2.4.1.3 Katup Buangan Cepat
  • II.2.4.2 Katup Dua Tekanan
  • II.2.4.3.1 Reducing Valve
  • II.2.4.3.2 Pressuare Valve
  • II.2.4.3.3 Safety Valve
  • II.2.4.3.4 Time Delay
  • II.2.5.1 Kontrol Katup Pengarah
  • II.2.5.2 Katup Non-Balik
  • II.3.2.1.1 Sakelar (Switch)
  • II.3.2.1.2 Sakelar Tombol (Push Bottom Switch)
  • II.3.2.2.1 Limit Switch
  • II.3.2.2.2 Photo Switch
  • II.3.2.3.1 Relay Auxiliary
  • II.3.2.3.2 Magnet Contactor
  • II.3.2.3.3 Time Relay
  • II.3.2.4.1 Fuse
  • II.3.2.4.2 Thermal Over Load
  • II.3.3 Simbol-simbol Squence
  • III.1.1 Prinsip Kerja Secara Manual
  • III.1.2 Sistem Kerja Otomatis

BAB I PENDAHULUAN 1.

1 Latar Belakang Masalah Kemajuan teknologi dewasa ini membuat indusri-industri modern berupaya untuk meningkatkan kualitas, kuantitas dan efektivitas produk-produk yang mereka hasilkan. Oleh karena itu industri-industri modern tersebut memerlukan pengotomatisasian secara kontinyu dan sistem yang banyak digunakan pada saat sekarang ini adalah pneumatik. Hal ini dikarenakan pneumatik mempunyai beberapa keuntungan yang tidak dipunyai oleh sistem lain. Walaupun dewasa ini dunia industri didalam pencapaian efisiensi yang tinggi, menggabungkan sistem pneumatik dengan sistem elektrik, elektronik, hidrolik, dan mekanik. Pada industri-industri yang bergerak di bidang yang ada kaitannya dengan pengisian cairan dalam suatu tempat atau wadah ( diambil contoh pengisian air dalam galon ), memerlukan suatu proses otomatisasi dalam pelaksanaannya untuk pencapaian target produksi yang diinginkan dan mempermudah pelaksanaan proses produksi. Walaupun mungkin di dalam industri-industri tersebut telah menggunakan sistem otomatisasi yang lebih canggih dalam pelaksanaannya, tetapi pada kesempatan penyusunan skripsi ini penulis bermaksud ingin menciptakan suatu sistem tersendiri dengan imajinasi, daya pikir, pengetahuan, ilmu dan kemampuan yang penulis miliki dan dapatkan selama menempuh pendidikan di Sekolah Tinggi Teknologi Duta Bangsa dan study lapangan secara langsung di dunia industri. Oleh karena itu dalam kesempatan ini penulis ingin menciptakan suatu sistem yaitu otomatisasi pengisian air dalam kemasan, dengan perpaduan gabungan sistem pneumatik, mekanik dan control otomatisasi squence. Pada penyusunan makalah ini penulis memilih judul “ Perancangan Sistem Pneumatik Pada Proses Otomatisasi Pengisian Air Dalam Kemasan”. Dengan judul tersebut penulis mencoba untuk membahas tentang sistem otomatisasi pneumatik pada alat-alat industri, khususnya industri-industri yang bergerak dalam bidang yang ada kaitannya dengan pengisian cairan dalam wadah atau botol / gallon sebagai hasil produknya, dengan sistem yang sederhana dan efesien.

1.2 Manfaat dan Tujuan Adapun manfaat dan tujuan penyusunan makalah ini adalah: A. 1. 2. Secara umum memperkaya sistem-sistem otomatisasi dalam dunia industri dengan trobosantrobosan baru yang lebih efektif dan efesien. Pengembangan ilmu teknologi untuk mencapai tujuan pembelajaran ke dalam dunia industri yang nyata. B. Bagi civitas akademik Sebagai bahan pertimbangan dalam mengevaluasi proses belajar mengajar pada program studi sehingga dapat diterapkan di lapangan, dan untuk menambah referensi sebagai rekomendasi penelitian yang akan dilaksanakan di waktu yang akan datang, yang berhubungan dengan : Perhitungan Daya pompa, Penentuan sebuah silinder Pneumatik, perhitungan konveyor. C. Bagi penulis

1. Sebagai tugas makalah mekatronika. 2. Memperdalam dan memantapkan pengetahuan serta pemahaman penulis tentang ilmu yang telah diterima selama mengikuti pelajaran mekatronika. 3. Melatih penulis untuk menganalisa suatu masalah secara ilmiah dan memberikan solusi yang tepat guna sesuai dengan disiplin ilmu yang dimiliki secara rinci dan dapat dipertanggung jawabkan. 4. Melatih penulis agar dapat manyusun laporan kerja yang akan dihadapinya nanti dengan tepat waktu, jelas dan sistematis. 1.3 Ruang Lingkup Masalah Materi yang akan disajikan dalam penyusunan makalah ini meliputi masalah tentang: proses dan cara kerja alat-alat pneumatik, system control dasar otomatisasi, prinsip dan cara kerja rangkaian alat, perhitungan daya motor listrik yang akan dipergunakan untuk konveyor, perhitungan cylinder pneumatik dan penghitungan waktu untuk setting timmer sesuai dengan volume pengisian.

BAB II TEORI DASAR II.1 DASAR PNEUMATIK II.1.1 Perkembangan Teknik Pemakaian Udara Mampat Udara mampat dikenal juga sebagai udara bertekanan, tentu saja tekanan yang dimaksud di sini adalah tekanan yang memenuhi batas-batas tertentu. Menurut hukum alam, udara yang bertekanan mempunyai energi dan menurut sejarahnya udara bertekanan dapat dibuktikan sebagai salah satu bentuk tenaga tertua yang dikenal manusia untuk mempertinggi kemampuan fisiknya. Salah satu contoh pemakaian udara bertekanan yang sudah ditemukan nenek moyang beberapa abad yang lalu dan sampai sekarang masih banyak digunakan di Negara-negara ketiga sampai Negaranegara yang telah mempunyai teknologi tinggi adalah baling-baling atau kipas angin. Energi yang didapat dari hembusan udara, diubah menjadi energi mekanik (putar) lewat sudu-sudu atau kincir angin. Energi mekanik di sini kemudian berfungsi untuk menggerakan pesawat-pesawat pembangkit seperti generator listrik dan lain sebagainya. Penggunaan udara sebagai media energi karena udara murah dan mudah didapat di alam atmoshper dan juga mudah dibuang di sembarang tempat tanpa menimbulkan pencemaran di lingkungan sekitarnya. Orang pertama yang menggunakan alat pneumatik adalah orang Yunani yang bernama KTESIBIOS. Lebih dari 2005 tahun yang lalu ia membangun suatu perangkat yang menggunakan perangkat gerakan atau jepretan yang ditimbulkan oleh udara mampat. Diantara buku-buku pertama mengenai teknik pemakaian udara mampat sebagai energi adalah diawali pada abad pertama tarikh masehi dan yang menggambarkan peralatan atau perlengkapan yang digerakan oleh energi udara yaitu pesawat yang menggunakan energi panas. Istilah “pneuma” diperoleh dari istilah yunani kuno dan mempunyi arti napas atau tiupan, dan menurut phylosophi istilah “pneumatics” adalah ilmu yang mempelajari tentang gerakan perpindahan udara dan gejala atau fenomena udara, yang diperoleh dari kata “pneuma”. Sekalipun prinsip dasar dari pneumatik digolongkn antara pikiran manusia paling awal, tetapi telah diteliti secara sistematis. Pemakaian alat-alat pneumatik dalam produksi secara nyata pada industri berawal pada sekitar tahun 50-an sampai

sebenarnya dimulai hanya ketika industri-industri itu membutuhkan otomatisasi dan rasionalisasi rangkaian operasional secara kontinyu. elektronik. sampai pada industri makanan dan kosmetik. tetapi pemakaian dalam bidang pneumatik cenderung lebih meningkat dan berkembang. untuk mempertinggi angka produktivitas dengan biaya yang lebih murah. Tidak mustahil apabila menginginkan peralatan yang mempunyai efisiensi yang lebih tinggi. Ekspansi (pengembangan). pembentukan. Sekarang ini tidak mungkin dalam industri-industri modern tanpa menggunakan teknik udara mampat. udara diperbolehkan berekspansi dan melakukan kerja ketika diperlukan. Pembuangan. udara hasil ekspansi kemudian dibebaskan lagi ke atmosphere (pembuangan bebas). Pemompaan. dan hidrolik. kemudian dimampatkan (kompresi) sampai batas tekanan kerja yang diinginkan. industri pekerjaan-pekerjaan konstruksi. Pendinginan atau penyimpanan. 4. juga mudah untuk mengangkut dan menyimpannya. Pada awal mula pemakaian di industri antara lain seperti dalam industri pertambangan. Energi yang ditimbulkan oleh udara bertekanan selain mudah mendapatkan dan membuangnya. Karena dalam tujuan-tujuan tertentu kombinasi pemakaian sistem kontrol lebih dari dua atau tiga akan menghasilkan efisiensi yang lebih tinggi. Adapun ciri-ciri dari pada perangkat sistem pneumatik yang tidak dipunyai oleh sistem alat yang lain adalah sebagai berikut: 1. pengecoran. pertambangan. udara hasil pemompaan yang suhunya naik harus disimpan dan didinginkan dalam keadaan bertekanan sebelum disalurkan ke objek yang memerlukan. 2. udara disedot atau dihisap dari atmosphere. alat-alat pneumatik dalam kontrolnya dikombinasikan dengan sistem kontrol elektrik. karoseri. . terutama adalah karena ketidaktahuan dan rendahnya bidang pendidikan. 3. Perangkat yang menggunakan teknik udara mampat dipasang dalam hampir semua cabang-cabang industri. seperti industri perakitan.sekarang ini. pekerjaan-pekerjaan konstruksi. Prinsip dasar dari pneumatik dalam industri di seluruh dunia. dan pada perkereta-apian yakni sebagai rem angin. Meskipun pada permulaan munculnya mengalami hambatan dan penolakan.

lebih murah biaya pengoperasiannya. Kebersihan sangat diperlukan terutama dalam industri makanan. Tahan Ledakan Udara mampat tidak terlalu memberikan risiko terhadap letusan maupun api. dan sewaktu-waktu dapat digunakan dari reservoir. 3. Dapat Disimpan Kompresor tidak perlu dihidupkan secara terus-menerus. oleh karena itu murah terhadap biaya perlindungan melawan bahaya letusan jika diperlukan. tetapi selesai dipakai kemudian dapat langsung dibuang tanpa mengotori lingkungan. maka dari itu udara yang keluar karena kebocoran pipa atau bidang lain tidak menimbulkan kontaminasi atau pengotoran terhadap lingkungan. dan lain-lain. 2. Kontruksi Pengoperasian bagian-bagiannya ada dalam kontruksi yang sederhana.2 Keuntungan Penggunaan Udara Mampat Udara mampat banyak digunakan karena mempunyai sifat-sifat yang sangat menguntungkan.1. 5.II. Tidak perlu untuk mengembalikan udara mampat tersebut ke tangki penyimpan semula. Udara mampat dapat disimpan dalam reservoir atau tabung penyimpan. pengerjaan kayu. 8. diantaranya: 1. Jumlah Udara tersedia secara praktis dimana saja untuk dimampatkan dalam jumlah yang tak terbatas. Kecepatan . Pengangkutan Udara dengan mudah dapat diangkut dalam pipa-pipa saluran. 6. sekalipun dalam jarak yang jauh. Suhu Suhu udara mampat tidak begitu peka (sensitive) terhadap perubahan suhu. walaupun di bawah kondisi perbedaan suhu yang besar. Hal ini akan menjamin dalam proses pengoperasian. oleh karena itu. 7. industri-industri kulit. tekstil. 4. Kebersihan Udara mampat selalu bersih.

1. .3 Prinsip-Prinsip Dasar Secara Fisika Meskipun demikian. ada juga kekurangankekurangan yang dimiliki oleh udara mampat. 9. terutama pada pemakaian komponenkomponen pneumatik. (Festo.5 psi. masalah itu dapat dipecahkan sebagian oleh perkembangan teknik bahan peredam suara. Tetapi selain sifat-sifat yang menguntungkan tersebut. dan tergantung pada gerakan serta kecepatan. 10.000 N selebihnya beban itu harus menggunakan hydroulik system. kecepatan dan daya mampu diubahubah sesuai dengan kebutuhan.Katalog Technical Information. Aman Alat-alat pneumatik dan bagian-bagian yang mengoperasikannya dapat dipasang suatu pengaman pada batas kemampuan maksimum. Oleh karena itu. yaitu: 1. 4. 2. Ini memungkinkan kecepatan kerja tinggi dapat dicapai. Pembuangan Udara Pada saluran pembuangan ke atmosphere menimbulkan suasana yang bising dan keras. walaupun terjadi beban lebih akan selalu tetap aman. Komponen-komponen mahal agar dapat menghasilkan energi yang tinggi sebagian dapat diganti oleh komponen-komponen yang murah dengan hasil guna yang lebih tinggi (jumlah langka).22) 3. Biaya Teknik udara mampat relative memerlukan alat-alat mahal untuk dapat menimbulkan suatu tenaga. Dapat Disesuaikan Dengan komponen-komponen udara mampat. batasnya adalah dibawah 45.Dengan udara mampat merupakan media kerja yang sangat cepat. Persiapan Perangkat udara mampat memerlukan persiapan yang baik dan teliti. Gaya Udara mampat hanya ekonomis sampai pada persyaratan gaya tertentu dibawah tekanan kerja normal 700 kpa / 7bar / 101. Kotoran dan kelembaban udara tidak boleh masuk. II.

neon.1. cripton. Dengan maksud memberikan kejelasan dan menghilangkan definisi-definisi yang membingungkan. helium. 2003. XI) Satuan Simbol/ Singkatan ℓ m t T I Iv n Satuan dan Simbol Satuan Sistem Teknik meter (m) kp. b.Msi. besaran-besaran fisika yang digunakan diklasifikasikan dalam sistem satuan. Besaran Turunan Tabel 2. hidrogen. Untuk membantu dan mempermudah mengetahui hukum alam dan juga sifatsifat dari udara.1. argon. dengan komposisi campuran gas sebagai berikut: a.Gieck. 7) Satuan Simbol/ Singkatan Sistem Teknik Satuan dan Simbol Satuan Sistem SI .1 Besaran Pokok (K. Oksigen 21% dari volume. dan xenon. Nitrogen 78% dari volume. 2005.2 Besaran Turunan (Drs. Selain itu juga berisi karbon dioksida.s2 m second (s) derajat C (0C) Ampere (A) meter (m) Kilogram (kg) second (s) Kelvin (K) Ampere (A) candela (cd) mole (mol) Sistem SI Panjang Massa Waktu Suhu Arus listrik Intensitas Cahaya Jumlah Zat b. Besaran Pokok Tabel 2.Budi purwanto.Seluruh permukaan bumi ditutupi oleh lapisan udara. Ilmuan-ilmuan dalam bidang teknik dan fisika dari hampir seluruh dunia sepakat menyeragamkan sistem satuan tersebut dalam sistem internasional yang disebut “International System of Unit” dan disingkat “SI”. Berikut di bawah ini adalah istilah-istilah dan satuan-satuan yang sering digunakan dalam pneumatik: a.

V (m/s)…… (1) (Andrew parr. namun kecepatannya akan berubah.1. m s2 1N = Newton (N) meter bujur sangkar (m2) meter kubik (m3) (m3/ s) Pascal (pa) 1 pa = 1 N/ m2(bar) 1 bar = 105pa = 100kPa = 14.Msc.5 psi II. 20) Bila udara melalui saluran yang memiliki perbedaan luas penampang A. sebanding dengan perubahan luas penampangnya Q1 = Q2. maka debit udara akan tetap.2 Gaya Torak Besarnya gaya suatu silinder ditentukan oleh besarnya tekanan yang diberikan terhadap silinder tersebut dan juga luas penampang dari piston torak itu sendiri.3.3. II. maka akan memiliki debit aliran Q (m3/s) sebesar A (m2) x V (m/s).1 Analisa Aliran Fluida Udara yang melewati saluran dengan luas penampang A (m2) dengan kecepatan udara mengalir V (m/s). 2003. .1. Debit Aliran Udara (Q) Q (m3/s) = A (m2) .Gaya Luas Isi Debit Tekanan F A V Q P Kilopound (kp) meter bujur Sangkar (m2) meter kubik (m3) (m / s) atmosphere (at) (kgf/ cm2) 3 1kg.

494) Dimana..3 Udara yang diperlukan Silinder Suatu silinder memerlukan jumlah debit udara tertentu untuk melakukan kerja sesuai dengan yang diharapkan. 2003.Gambar 2.Msc. Perbedaan utama system pneumatic dengan system hidroulik adalah .1. 2003. F P = Gaya ……( N ) = Tekanan ….2 Analisa gaya torak (Andrew parr.1.2004.Wirawan. 11) … (2) (Andrew parr.Msc. Q = Debit aliran (m3/menit) A = Luas penampang silinder ( m2) S = Panjang langkah torak ( m ) Pe = Tekanan operasional ( N/m2) Patm = Tekanan atmosfer (101325 N/m2) n = Banyaknya langkah ( kali/menit) Udara tidak mempunyai bentuk yang khusus. Udara dapat dimampatkan berbeda dengan media fluida atau cairan yang tidak dapat dimampatkan.MT. 11) Dimana. ……(3) (Drs.3. ia berubah-ubah bentuk dengan sedikit hambatan yakni mengambil bentuk yang sesuai dengan sekelilingnya.( N/m2) A = Luas penampang tekanan ……( m2) II.

Gieck.Modul Oil-Pressure.1.164) Dimana v = kecepatan fluida (m/s) d = Diameter dalam pipa (m) Q = Debit fluida (m3/s) .media yang digunakan. 2.48) Dimana h P v g = Tinggi potensial cairan ( m ) = Tekanan cairan ( N/m2) = Kecepatan alir cairan ( m/s ) = Grafitasi (m/s2) ω = Berat jenis cairan ( N/m3) Jenis aliran fluida dapat diklasifkasikan berdasarkan nilai harga angka reynold. maka cairan mempunyai energi potensial. system pneumatic menggunakan udara dan system hidroulik menggunakan media fluida ( air.2005.4 Energi Fluida yang mengalir Cairan atau fluida yang mengalir mempunyai energy yang dapat dibedakan menjadi 3 yaitu : 1.Energi kinetic Energi yang timbul karena geraknya cairan yang mempunyai berat Jadi jumlah energi cairan tiap satuan berat adalah …………….3. system pneumatic dan system hidroulik tidak jauh berbeda. Aliran fluida pada pipa-pipa bulat harga angka reynoldnya adalah: ……(5) ( K. Secara prinsip kerja. oli dll). II.(4) ( LLK-BS.Energi tekan Karena cairan yang mengalir dengan terkanan dapat melakukan suatu pekerjaan 3.Energi potensial Karena letaknya diatas permukaan air laut dan karena percepatan grafitasi.

Maret 2004: 18 – 25) dimana ∆hs = Kerugian head yang terjadi pada pipa isap ( m ) = Besar fungsi kekasaran relatif pipa = Panjang pipa isap (m) = diameter pipa isap (m) . Perhitungan velocity head (hc) pompa dengan rumus: hc = ……( 6 ) (Jurnal Teknik Mesin Vol.81 m/s2) Kerugian head yang terjadi pada pipa isap (∆hs) ∆hs = …. 1.1.4 Pompa dan Kompresor Secara prinsip kerja. No. pompa mentransmisikan fluida sementara kompresor menstransmisikan udara yang compresible. Yang membedakan dari kedua komponen tersebut adalah jenis zat yang ditransmisikan. 4. antara kompresor dan pompa adalah sama.. 1.(7) (Jurnal Teknik Mesin Vol.= Viskositas dinamis Catatan : Jikalau Re < 2000 Maka aliran adalah laminer Jikalau Re > 3000 Maka aliran adalah turbulen Jikalau Re = 2000… 3000 Maka aliran adalah laminer ataupun turbulen II. Maret 2004: 18 – 25) dimana hc = velocity head ( m ) = kecepatan aliran air rata-rata ( m3/s) = grafitasi bumi ( 9. No. 4.

apabila kemudian hari masih perlu untuk membeli perlengkapan pneumatik yang baru. No.Kerugian yang terjadi pada pipa tekan (∆hd) ∆hd = ….4. Maret 2004: 18 – 25) Dimana ∆hs = Kerugian head yang terjadi pada pipa isap ( m ) ∆hd = Kerugian head yang terjadi pada pipa tekan ( m ) Tinggi kenaikan geometris total pompa (Hz) adalah: Hz = Hd – Hs……(10) (Jurnal Teknik Mesin Vol. 4. Udara yang bersih. seharusnya direncanakan pula untuk pengembangannya. 4. Kebersihan dari udara sekeliling juga merupakan hal yang penting untuk direncanakan sebelumnya.(8) (Jurnal Teknik Mesin Vol. 1. Maret 2004: 18 – 25) Dimana Hd = Tinggi kenaikan tekanan air dari pompa ( m ) Hs = tinggi kenaikan isap air sebelum pompa ( m ) Ketika merencanakan pemasangan suatu kompresor dan kelengkapannya. 1. Maka dari itu macam dan jenis kompresor yang dipakai harus sesuai dengan keadaan lingkungan. Maret 2004: 18 – 25) dimana ∆hd = Kerugian head yang terjadi pada pipa tekan ( m ) = Besar fungsi kekasaran relatif pipa = Panjang pipa tekan (m) = diameter pipa tekan (m) Kerugian head totalnya ( ∑∆h ) menjadi : ∑∆h = ∆hs + ∆hd……(9) (Jurnal Teknik Mesin Vol.. jauh dari lingkungan debu dan kelembaban akan menjamin umur pesawat pembangkit (kompresor) akan lebih lama. No. 4.1. II.1 Jenis-jenis Kompresor . 1. No.

Pemasukan udara diatur oleh katup dan diisap oleh torak yang gerakannya menjauhi katup kemudian didesak dan didorong kembali oleh torak. tetapi ada perbedaan yaitu pada zat yang diprosesnya. (Drs.1. Pendinginannya dapat menggunakan pendinginan udara ataupun air. tetapi juga mampu untuk tekanan tinggi. kemudian mengurangi dan memperkecil isi dari ruangan tersebut. yaitu proses kompresi panas akan naik. Saat terjadi penghisapan. Demikian proses ini berlangsung sampai mencapai tekanan yang diinginkan pada tabung penampungan. adalah yang bekerja pada prinsip pemindahan dimana udara dikompresikan dengan mengisikannya ke dalam suatu ruangan.4.1.2002. Dalam hal ini yang termasuk pemakai adalah silinder dan katup-katup pengontrol lainnya. Di bawah ini adalah merupakan gambar dari kompresor torak resiprok .1 Kompresor Torak Resiprok Jenis kompresor torak resiprok sering dan banyak digunakan akhir-akhir ini. Prinsip kerja daripada kompresor torak hampir sama dengan prinsip kerja motor bakar.T.M.1 Kompresor Torak II.7) II. Batas tekanannya kira-kira diantara 100 kpa / 1bar / 14. yaitu: 1.1. Suyanto.2002.1. karena dapat digunakan pada tekanan rendah dan menengah. Kelompok pertama. Selama ini terjadi. Rotari Piston Kompresor). Piston Compressor.5 psi sampai beberapa ribu kpa.1. adalah yang bekerja pada prinsip aliran udara yaitu dengan menyedot udara masuk ke dalam satu sisi dan memampatkannya dengan percepatan massa (turbin).T.4. Suyanto.5) Kelompok kedua. Jenis ini disebut kompresor torak (Reciprocating 2. Jenis kompresor terdiri dari dua kelompok.Jenis kompresor yang digunakan tergantung dari syarat-syarat pemakaian yang harus dipenuhi yang berkenaan dengan tekanan kerja dan volume yang akan didistribusikan ke pemakai. maka hal semacam ini harus dihilangkan dengn proses pendinginan. (Drs.M. katup masih terbuka dan katup buang tertutup sedangkan pada waktu penekanan terjadi sebaliknya.

dan kemudian pada saat yang sama .4 Kompresor Diafragma(Drs. farmasi dan kimia.5) II.2 Kompresor Diafragma Jenis kompresor ini penempatan toraknya dipisahkan dengan ruangan penyedotan oleh sebuah diafragma.1.5) II. Udara masuk ke dalam suatu ruangan. Oleh karena itu.M.1.3 Kompresor Torak Rotari Kompresor torak sistem putar (rotary) adalah kompresor dengan torak yang berputar.4. Udara tidak masuk dan berhubungan langsung dengan bagian-bagian yang bergerak.1. Suyanto.1.1.3 Kompresor Torak Resiprok (Drs.1.T. Gambar 2.1. Kompresor jenis ini banyak digunakan dalam industri bahan makanan.Gambar 2.2002.4. Suyanto.1.2002. udara selalu terjaga dan bebas dari oli.T.M.

4.7) II.2002.1.4 Kompresor Rotari Baling-baling Luncur Kompresor Rotari Baling-baling Luncur merupakan suatu kompresor dengan gerakan baling-baling yang dipasang secara eksentrik dalam rumah berbentuk silindris. yaitu satu mempunyai bentuk cekung dan yang lain mempunyai bentuk cembung.4. Suyanto. ukuran ruangan diperbesar atau diperkecil menurut arah masuknya udara.M. II.volume ruangan dipadatkan atau dikompresikan. Baling-baling luncur dimasukan ke dalam lubang yang tergabung dalam rotor dan ruangan dengan bentuk dinding silindris atau tabung.1. coba perhatikan gambar berikut. Sehingga akan diperoleh udara bertekanan pada alat tersebut.5 Kompresor Sekerup Kompresor Sekerup terdiri dari dua buah sekerup yang saling berpasangan.1. yang mempunyai lubang masuk dan lubang keluaran.1. .5 Kompresor Rotari Baling-baling Luncur (Drs.1. Gambar 2.1. Untuk memperoleh gambaran yang lebih jelas tentang alat tersebut. juga menghemat ruangan dan tidak berisik tetapi halus dalam putarannya. energi gaya sentrifugal baling-baling melawan dinding dan karena bentuk dari rumah balingbaling.T. Ketika berputar. dengan prinsip kerja memindahkan pemasukan udara secara aksial ke sisi yang lainnya.1. Keuntungan dari kompresor jenis ini adalah karena mempunyai bentuk yang pendek dan kecil.

1. .4.6 Root Blower Pada kompresor jenis ini.MT.1.2 Kompresor Aliran (Turbo-Compressor) Pada prinsipnya kompresor ini sama seperti pada kompresor jenis rotari.1.1.7 Root Blower(Andrew Parr.(Sri utami H. Disini energi kinetik diubah menjadi energi bentuk tekanan.ST. Tetapi torak membuat penguncian pada bagian sisi yang bertekanan. Jenis kompresor ini cocok untuk penghantaran volume yang besar.Msc.6 Kompresor Sekerup.1. Gambar 2.2003.1. udara dibawa dari satu sisi ruang menuju sisi ruang yang lainnya tanpa ada perubahan volume.1. Keadaan udara diubah dalam satu roda turbin atau lebih untuk mengalirkan kecepatan udara. Kompresor aliran ada yang dibuat arah masuknya udara secara aksial dan ada juga yang radial.2) II.Gambar 2.4.Modul.40) II.

2 Kriteria Pemilihan Kompresor Suatu kompresor dalam pemilihannya harus memperhatikan hal-hal penting berikut ini: II. Pada lubang masuk pertama.4) II.1.4.4) Pada kompresor aliran aksial.ST.Modul.Gambar 2.2.1. Sedagkan percepatan yang ditimbulkan oleh kompresor aliran radial berasal dari ruangan ke ruangan berikutnya secara radial. . sampai beberapa tingkat sesuai dengan kebutuhan.8 Kompresor Aliran Aksial (Sri utami H. Gambar 2. udara memperoleh percepatan oleh sudu-sudu yang terdapat pada rotor yang alirannya kearah aksial.1 Penghantaran Volume Hal ini dimaksudkan untuk mengetahui jumlah atau volume yang dapat dihantarkan atau dibangkitkan oleh kompresor pada volume persatuan waktu tertentu dan pada tekanan tertentu juga.1.MT.MT. Dan tingkat pertama masuk lagi ke tingkat berikutnya.9 Kompresor Aliran Radial (Sri utami H.Modul.1. udara dilemparkan keluar menjauhi sumbu dan oleh dinding ruangan dipantulkan dan kembali mendekati sumbu.ST.4.

2 Tekanan Tekanan yang ada dalam suatu perangkat pneumatik dibedakan menjadi dua macam. yaitu: 1.3) Perlu diperhatikan bahwa tekanan yang konstan adalah suatu hal yang pokok untuk menjamin ketelitian atau akurasi operasional. Hal ini sangat dipengaruhi oleh efisiensi volumetric. Penghantaran volume secara teoritis untuk torak resiprok adalah sama dengan hasil perkalian volume udara yang ditiup atau disedot pada satu langkah torak dikalikan jumlah putaran dari poros engkol.2. 2. 3. katup. Volume isi hanya tersedia untuk menggerakan dan mengontrol peralatan pneumatik. Tekanan Gaya Waktu urutan dari bagian kerja. (Festo. Penghantaran volume efektif.Katalog Technical Information. kontrol. Penghantaran volume secara efektif. atau tekanan yang keluar dari penampung dan tekanan dalam pipa-pipa saluran ke seluruh pemakai (silinder. Penghantaran volume efektif kumparan adalah kesesuaian antara putaran engkol dengan tekanan yang dihasilkan. dan sebagainya). II. yaitu: 1. Hal-hal yang berhubungan dengan tekanan konstan adalah: 1. . Tekanan Operasi (Operational Pressure) Tekanan operasional adalah tekanan yang dibutuhkan pada saat posisi operasi atau peralatan pneumatik itu pada saat berjalan. 2. Penghantaran volume secara teoritis. Tekanan Kerja Tekanan kerja adalah tekanan yang keluar dari kompresor. Pada umumnya tekanan operasi sebesar 600 kpa (6 bar). 2.1.Penghanaran volume ditentukan dalam dua cara. tergantung dari jenis kompresor dan tekanan yang ditimbulkannya.4.

Tetapi untuk kompresor non stasioner lebih baik dan lebih menguntungkan jika menggunakan motor bakar.1.4. selain itu ada juga yang digerakkan oleh motor bakar baik diesel maupan bensin.Gambar 2. Kompresor yang terdapat di pabrik-pabrik kebanyakan menggunakan motor listrik.2003) Penghitungan daya motor penggerak yang berhubungan dengan pompa fluida ataupun kompresor adalah ……(11) (LLK-BS. Kompresor digerakkan oleh motor listrik.37) .2.3 Penggerak Penggerak kompresor tergantung pada syarat-syarat cara kerja.10 Pesawat Kompresor Torak (Dokumentasi) II.Modul Oil-Pressure.KatalogueM17/50Hz. Gambar 2.1.1.11 Penggerak Kompresor (Siemens.

(13) Gambar 2. 1. L2.Gieck.23) Dimana Psh = Daya poros pompa (watt) = Massa jenis fluida (kg/m3) Q = Debit (m3/s) = Efisiensi pompa Perhitungan daya tiga fase suatu motor listrik adalah Daya total …………. L3 N V = Arus saluran = Pengantar luar = Pengantar netral = Tegangan saluran .(12) ( Jurnal Teknik Elektro Vol. Maret 2004.280) Dimana I L1.1.12 Rangkaian tiga-fase (K.2005. 4.Dimana P = Daya motor (watt) p = Tekanan (N/m2) Q = Debit (m3/s) Perhitungan daya poros suatu pompa adalah Psh = ……. No..

Macam dan jenis konveyor sangat banyak tergantung dari tujuan. yang berfungsi untuk menghantarkan botol atau galon kosong ketempat pengisian..(14) ( LLK-BS.2003.Modul Elemen Mesin III...(15) ( LLK-BS..Modul Elemen Mesin III.675) dimana = Massa konveyor ( N/m ) = massa jenis belt ( N/m3 ) = luas penampang belt ( m2) Tegangan akibat gaya centrifugal yang terjadi ( .2003..699) dimana = Gaya yang terdapat pada belt (N) = Tegangan tarik maximum yang diizinkan pada belt (N/m2) = luas penampang belt ( m2) Masa konveyor yang digunakan ( ) .5 Konveyor Fugsi utama dari sebuah konveyor adalah untuk memindahkan barang atau benda dari satu tempat ke tempat yang lain.673) Gaya yang terdapat pada belt: ..II.. Perhitungan gaya-gaya yang terjadi pada konveyor jenis flat belt adalah Gambar 2...fungsi dan tempat penggunaannya...Modul Elemen Mesin III...2003.. Konveyor disini yang akan dipakai adalah jenis konveyor flat belt....13 Gaya pada belt ( LLK-BS....1..1..

...2003.Modul Elemen Mesin III....Modul Elemen Mesin III..2003..(17) ( LLK-BS...(19) ( LLK-BS...........Modul Elemen Mesin III........675) dimana = Tegangan pada sisi kencang belt (N) = Gaya yang terdapat pada belt (N) = Gaya akibat centrifugal yang terjadi (N) Rumus umum untuk ketetapan flat belt konveyor yaitu: ..675) dimana = Gaya akibat centrifugal yang terjadi (N) = Massa konveyor ( N/m ) = kecepatan keliling sabuk (m2/s2) = Percepatan grafitasi (m/s2) Tegangan belt pada sisi kencang .Modul Elemen Mesin III.2003..(18) ( LLK-BS......(16) ( LLK-BS.678) ......678) dimana = Tegangan pada sisi kencang belt (N) = Tegangan pada sisi kendor belt (N) = Koefisien gesek belt = sudut kontak belt Daya motor yang diperlukan pada konstruksi konveyor adalah : ..2003...

..410) dimana = Torsi (Nm) P = Daya (Kw) II.2 KOMPONEN DASAR PNEUMATIK II. sehingga memungkinkan umur pemakaian menjadi tahan lama..... dikarenakan mengandung uap air... Sedangkan pada bagian-bagian yang bergerak dan bagian-bagian komponen ..2.dimana P = Daya (Kw) = Tegangan konveyor pada sisi kencang belt (N) = Tegangan konveyor pada sisi kendor belt (N) = kecepatan keliling sabuk (m2/s2) Torsi motor yang diperlukan pada konstruksi konveyor adalah : ...... sehingga harus dibersihkan sebersih mungkin.(20) ( LLK-BS.1 Air Service Unit Udara yang dihasilkan oleh kompresor umumnya bukan udara yang bersih. Alat-alat pneumatik juga mempunyai batas-batas tekanan yang diizinkan.Modul Elemen Mesin III. debu dan lain sebagainya. kotoran..2003.

penggerak akan terjadi gesekan diantara permukaannya. Akibat dari gesekan tersebut akan timbul panas dan juga akan dapat menyebabkan kerusakan serta keausan pada komponen tersebut. Oleh karena itu, pelumasan pada komponen-komponen tersebut sangat diperlukan untuk memperpanjang umur dari alat-alat tersebut.Untuk mengatasi hal-hal tersebut di atas, maka sebelum udara mampat disalurkan kebagian-bagian penggerak ataupun yang digerakkan, dipasang suatu alat rangkaian yang diberi nama Air Service Unit. Bagian-bagian ini saling bekerja sama antara yang satu dengan yang lainnya.

Gambar 2.2.1 Air Service Unit (Norgren;Katalog2001;Air Line) Komponen-komponen air service unit diantaranya adalah: 1. 2. 3. 4. Saringan Udara Air Regulator Pressure Gauge Oiler/ Lubricator

II.2.1.1 Saringan Udara Sudah kita ketahui bahwa udara dari kompresor mengandung benda-benda luar seperti uap basah, debu dan oil residu yang dapat menyebabkan gangguan kontrol seperti pneumatik. Hampir seluruh benda-benda asing yang tidak diinginkan tersebut dibersihkan oleh saringan udara. Saringan udara dapat membersihkan udara dengan bersih dan kering. Saringan udara dapat dipasang sebagai perlengkapan tunggal atau sebagai unit gabungan dengan pelumasan dan pengatur tekanan. Efisiensi dari saringan tergantung pada konstruksi, tekanan dan diameter lubang saringannya.

Prinsip kerja dari saringan udara adalah ketika udara masuk saringan, udara mampat tersebut harus mengalir melalui lubang putaran angin. Ini menyebabkan udara yang masuk harus berputar terlebih dahulu, karena gerakkan sentrifugal akibat putaran tersebut dapat menyebabkan butiran-butiran air dan benda-benda padat yang ikut terbawa terlempar melawan dinding dalam mangkuk saringan. Kotoran-kotoran mengalir dan akibatnya mengumpul dibagian bawah mangkuk. Udara mampat mengalir melalui dinding-dinding saringan (filter cartride) ke saluran luar. Ukuran daripada butiran-butiran kotoran yang masih terbawa udara tergantung pada besarnya celah-celah dinding saringan. Mangkuk saringan harus sering dibersihkan dari butiran-butiran debu dan karat yang sudah terperangkap di dalamnya, karena apabila tidak dibersihkan maka lubang akan tersumbat dan diameter lubang saluran terkurangi. Hal yang perlu untuk diperhatikan bahwa apabila cairan dan kotoran yang terkumpul pada bagian bawah sudah mencapai ketinggian maksimum dari yang ditentukan, maka cairan tersebut harus dikeluarkan. Cara mengeluarkannya yaitu dengan cara menekan tombol drain. Syarat-syarat saringan udara: 1. 2. 3. 4. 5. 6. Mempunyai tempat penampungan cairan yang besar. Tembus pandang dan tahan pecah, mangkuk saringan dengan kran pembuangan. Dapat dicuci dan bagian-bagian saringan dapat diganti-ganti. Dapat membuat putaran angin dengan baik. Memungkinkan untuk pemasangan pengeluaran otomatis. Memungkinkan untuk dibersihkan tanpa penggantian saringan.

Gambar 2.2.2 Saringan Udara(LLK-BS; Modul Basic Pipe Instalation&Pneumatic;21) II.2.1.2 Air Regulator Tekanan udara yang keluar dari kompresor masih mempunyai tekanan yang tinggi dan ini lebih tinggi dari tekanan yang diizinkan pada bagian kontrol atau bagian kerjanya, oleh karena itu digunakanlah air regulator. Tujuan dari penggunaan air regulator adalah untuk menjaga tekanan operasional agar tetap konstan tanpa melihat perubahan tekanan dalam saluran dan pemakaian udara. Prinsip kerja dari air regulator adalah udara mampat mengalir ke dalam pengatur tekanan yang diatur oleh diafragma dan pegas. Pegas yang diberikan gaya tekan dapat diatur diperbesar atau diperkecil dengan menggunakan baut penyetel yang bekerja pada sisi lain permukaan diafragma. Apabila udara bertekanan dipakai pada saluran keluar, gaya tekan bekerja menurut diafragma yaitu mengecil. Dengan demikian pegas tekan dapat mendorong tangkai katup ke atas. Jika tekanan kerja naik sampai di atas harga yang diseting, misalnya akibat gaya luar pada perlengkapan atau penyetelan yang rendah pada pegas penekan, pembebanan yang lebih besar pada diafragma menyebabkan pegas terdorong ke bawah. Oleh karena itu batang katup melepas dudukan katup dan udara bertekanan dapat keluar bebas melalui lubang saluran. Udara bertekanan akan terus menerus

keluar sampai tekanan yang diset. Gambar 2.3 Pressure Gauge Untuk mengetahui besarnya tekanan yang kita atur pada air regulation. maka kita dapat melihatnya pada pressure gauge. .2.1.21) II. Modul Basic Pipe Instalation&Pneumatic. Sebelum tercapai kembali. yang dikarenakan pertambahan radius dari pipa bourdon yang dihubungkan oleh tuas penghubung ke tembereng roda gigi penggerak dan roda gigi tersebut menggerakkan jarum penunjuk. Prinsip kerja dari pressure gauge adalah udara masuk ke dalam pipa bourdon melewati saluran P dan udara bertekanan tersebut menyebabkan pipa bourdon mengemabang. Jika udara bertekanan tersebut semakin besar.3 Air Regulator (LLK-BS. Pada pressure gauge ini juga kita dapat mengetahui besarnya tekanan udara yang kita atur untuk menggerakkan silinder yang akan dikontrol tersebut. maka radius dari pipa bourdon tersebut juga semakin besar dan jarum penunjuk akan berputar menunjukan suatu besaran tertentu.2. lubang saluran tidak boleh tertutup karena akan mengakibatkan perlengkapan di dalamnya tidak berfungsi.

Gambar 2. 4.2. demikian juga waktu berakhir.4 Pressure Gauge(Andrew Parr. Keuntungan dari pelumasan adalah terjadinya penurunan angka gesekan. 2.4 Oiler Bagian yang bergerak dan bergesek pasti memerlukan pelumasan. Banyaknya oli untuk kontrol pneumatik harus dapat diset/ disesuaikan ukurannya. perlindungan dari korosi dan umur pemakaian lebih awet.21) II. Mampu membuat campuran udara dan oli dengan halus.Msc.1. Oiler harus dapat berfungsi sekalipun udara bertekanan yang diperlukan hanya dengan sebentar. Untuk menjamin supaya bagian-bagian yang bergerak pada perlengkapan pneumatik dapat bekerja dan dipakai terus menerus. . maka harus diberi pelumasan yang cukup. oiler pun harus mulai kerja.2. 5. Kerja oiler dengan cara otomatis. pada waktu dimulai kerja. Untuk melakukan hal itu maka diperlukan suatu perlengkapan pneumatik yaitu oiler (lubricator).2003. Pengoperasian. antara lain yaitu: 1. 3. pemeliharaan dan perlengkapannya sederhana. Suatu oiler harus mempunyai syarat-syarat yang harus dipenuhi.

Sebuah bagian yang berfungsi untuk menghentikan atau mengontrol fluida (dalam hal ini udara) dinamakan katup pengontrol arah. Bushing dengan bentuk katup pengecek memberikan kemungkinan untuk menambah volume oli dalam gelas.2 Pengontrolan Arah Gerak Silinder Peralatan pneumatik mempunyai sebuah mekanisme yang dapat digerakkan yaitu dapat membuka dan menutup. Sewaktu udara mengalir.5 Oiler (LLK-BS. Tetesan-tetesan oli terbawa dalam aliran udara melalui pipa berbentuk kabut yang diteruskan menuju berbagai macam bagian-bagian pneumatik. sementara oiler sedang dalam keadaan bekerja.22) Cara kerja dari oiler adalah udara mampat mengalir melalui perangkat lumas dari air in ke air out dan mendorong katup cek lintasan udara ketika tidak ada udara yang sedang mengalir.2.Modul Basic Pipe Instalation&Pneumatic. Sebuah katup pengontrol arah dipasang di samping jalur pipa sirkuit . katup pengecek membuka dan udara mampat dapat mengalir dengan bebas ke air out. Hampa udara ditentukan dalam puncak lengkungan penetes dan oli terisap ke atas melalui pipa oli yang menaik. Pembatas dalam lintasan aliran menimbulkan penurunan tekanan.Gambar 2. II.2.

Untuk mengembalikan spoolnya ada yang menggunakan satu solenoid. 4/2 way valve. Cara kerja solenoid valve: Ketika solenoid diposisi On. yang menyebabkan sambungan P dan A berhubung bersama. Saat ini ada banyak macam tipe-tipe katup kontrol. 5/3 way valve Sebagai contoh. Cara kerja untuk yang menggunakan satu solenoid adalah jika ada masukan arus pada kumparan solenoid. Ketika sebuah katup pengontrol digunakan sebagai peralatan pneumatik. katup 3/2 way valve mempunyai 3 (tiga) lubang masuk dan keluar yaitu masukan P. plunyer tertarik ke atas melawan gaya pegas. dan udara bebas R. Pergerakan kontrol udara biasanya digunakan untuk pengontrol dengan jarak yang dekat. maka dinamakan sebuah katup udara atau sebuah katup sederhana. Pergerakkan elektrik biasanya dipilih untuk mengontrol dengan jarak yang jauh dan untuk perubahan dengan waktu yang singkat. Ini akan mengoperasikan sebuah actuator seperti sebuah silinder pneumatik. ada juga yang menggunakan dua solenoid. 4/3 way valve. yaitu: II. sehingga mempunyai 3 (tiga) lubang dan 2 (dua) posisi pengontrolan dan disebut katup 3/2 way valve. keluaran A.2. Dari lubang tersebut mempunyai 2 (dua) posisi pengontrolan yaitu saat posisi udara dari masukan masuk ke A dan posisi udara keluaran dari A ke R. Solenoid valve yang umumnya dipakai antara lain 2/2 way valve. Cakra punggung dari pada plunyer menutup saluran R. 3/2 way valve. tetapi secara garis besar diklasifikasikan ke dalam 2 (dua) tipe. . Untuk yang menggunakan satu solenoid valve sebelahnya diganti dengan menggunakan pegas.1 Solenoid Valve Fungsi utama dari sebuah solenoid adalah untuk mengatur arah udara bertekanan yang bekerja pada solenoid. maka lubang P akan dihubungkan dengan lubang A. 5/2 way valve. Selonoid digerakkan oleh 2 (dua) penggerak.2. untuk merubah arah aliran udara sesuai dengan tujuannya. Jika arus tersebut terputus maka kumparan solenoid akan kembali ke posisi semula karena adanya dorongan pegas. Fungsi dari pegas di sini adalah sebagai pengganti dari kumparan solenoid dan syarat kekuatan pegas harus di bawah kekuatan solenoid.pneumatik. yaitu udara dan elektrik.

2. dengan pluyer. Ada yang menggunakan tangan ataupun dengan mekanik.Gambar 2. maka udara bertekanan akan masuk melalui lubang A. Ketika tuas dioperasikan maka udara masuk dari lubang P menuju lubang B dan meninggalkan lubang A kemudian masuk ke dalam silinder.6 Solenoid 3/2 Way Valve (Wirawan S. dan akan meninggalkan katup dari lubang B menuju ke silinder. .2 Sistem Pengontrol Selain menggunakan solenoid valve. dengan tombol. Sedangkan udara buangan dari silinder akan keluar melalui lubang R1 dan dibuang ke udara bebas.2. pengontrolan arah gerak silinder mempunyai sistem lain.MT.2004. dengan tuas. Cara kerjanya adalah apabila tuas dalam posisi Off.33) II.2. Mekanisme-mekanisme yang sering digunakan antara lain: hand valve. dengan roda. Sebagai contoh yaitu katup 5/2 way valve. Sementara udara yang ada di dalam silinder keluar melalui lubang R2.

Katalog 2001. Jadi kontrol mekanik ini berfungsi untuk melanjutkan proses kerja mesin dan memberikan sinyal selama tertekan saja.12) . sedangkan bagian belakang terdapat pegas pembalik.1 Kontrol Mekanik Alat dengan control mekanik yang sering digunakan dalam pneumatik biasanya adalah katup 3/2 way valve.2. Tabel 2. Di bawah ini digambarkan macam-macam mekanik kontrol yang sering digunakan. Alat ini sering digunakan untuk membatasi langkah torak dari sebuah silinder.1 Mekanik Pengontrol (Festo.2. Apabila sudah dalam keadaan bebas maka sinyal yang diberikan ke kontrol tekanan akan terputus. kontrol secara manual.2.2.Katalog Technical Information. maka katup 3/2 tersebut akan terbuka dan udara masukan siap mengalir melalui katup 3/2 tersebut dan akan memberikan sinyal ke kontrol tekanan.2. kontrol elektrik dan kontrol tekanan. dengan bagian depan terdapat alat atau komponen berupa roll atau plunger. II.Gambar 2.7 Mekanisme Pengontrol (Norgren. Berikut ini diuraikan tentang macam-macam sistem kontrol tersebut. Cara kerja dari sistem kontrol mekanik adalah apabila plunger atau roll (mekanisme lainnya) tertekan oleh penggerak mesin. Alat ini biasanya menggunakan katup 3/2 normally close.Valves) Secara garis besar sistem kontrol dibagi menjadi 4 (empat) macam sistem atau alat kontrol. yaitu: kontrol mekanik.

2. tombol.2. menginjak pedal atau menekan tuas. Pengontrolan dari manual kontrol sederhana sekali karena dalam pengoperasiannya kita hanya menekan tombol.2. prinsip kerjanya adalah apabila mekanismenya ditekan (pedal. apabila suatu saat terjadi kesalahan langkah kerja atau kerusakan alat pengontrol yang lain sehingga mesin dapat dioperasikan walaupun tidak secara otomatis lagi. Prinsip kerja dari manual kontrol hampir sama dengan mekanik kontrol.Mekanik Kontrol dengan Plunger Mekanik Kontrol dengan Pegas Mekanik Kontrol dengan Roll Mekanik Kontrol dengan Tuas pengunci Mekanik Kontrol dengan Tuas Kembali Bebas II. ataupun tuas) maka udara dari masukan akan mengalir ke kontrol tekanan yang akan mengontrol gerakan .2 Manual Kontrol Tujuan rangkaian pneumatik menggunakan manual kontrol adalah untuk mengawali proses atau langkah kerja dan juga berfungsi untuk mengambil alih langkah kerja sehingga dapat bekerja secara manual.

Tabel 2. Tabel 2.2. Apabila mekanismenya dilepas maka dikembalikan ke posisi semula oleh pegas pembalik sehingga sinyal yang dikirim ke kontrol tekanan akan terputus. Berikut ini lambang-lambang dari manual kontrol yang sering digunakan.silinder. Solenoid ini ada yang satu kumparan ada juga yang dua kumparan.2.2. sehingga gerakannya akan terkontrol. Kontrol ini akan bekerja apabila solenoid mendapatkan arus listrik sehingga kumparan akan menjadi magnet dan menarik plunger. Untuk yang satu kumparan. sehingga udara akan mengalir dan mendorong piston valve.2.Katalog Technical Information. pengembalian piston valve ke posisi semula dengan menggunakan pegas.12) Manual Kontrol Umum Kontrol Manual dengan Tombol Tekan Kontrol Manual dengan Tuas Kontrol Manual dengan Pedal II.2.2 Manual Kontrol (Festo.Katalog Technical Information. Berikut ini gambaran mengenai macam-macam elektrik kontrol. Bekerjanya kontrol ini karena mendapat sinyal dari limit switch elektrik yang telah dipasang pada mesin.3 Kontrol Elektrik Kontrol elektrik bekerja berdasarkan elektromagnetik yang dihasilkan oleh suatu kumparan yang dialiri arus listrik.12) .3 Kontrol Elektrik (Festo.

Berikut digambarkan masing-masing tekanan pengontrol.2. menghubungkan lubang P dengan lubang A / B sehingga mengalir ke bagian penggerak.2. Bagian yang mendapat sinyal biasanya digambarkan dengan segitiga. Tabel 2. Udara akan menekan piston valve sehingga bergeser dan terbuka.Katalog Technical Information. hanya saja pemberi sinyal adalah katup 3/2 yang sinyalnya berupa sinyal udara.4 Kontrol Tekanan Sistem ini hampir sama dengan sistem control elektrik.2.12) Langsung dengan Memakai Tekanan .Solenoid dengan Satu Kumparan Aktif Solenoid dengan Dua Kumparan Aktif Berlawanan Solenoid dengan Dua Kumparan Aktif Searah Motor Listrik dengan Gerak Putaran Terus Menerus Motor Listrik Bertingkat II.2.4 Tekanan Pengontrol (Festo.

Langsung dengan Tekanan Bantu Gerakan Tekanan Differensial Tekanan Terpusat Dengan Kontrol Pemandu Dengan Tekanan Bantu Tak Langsung II. . Alat yang digunakan untuk mengatur hal ini adalah katup pengontrol aliran searah. Pengontrolan dilakukan dengan cara mengatur laju kecepatan udara yang mengalir meninggalkan tabung. Namun kadang-kadang kecepatan gerak torak perlu dikontrol baik ketika melakukan instroke maupun outstroke.2.2.2.5 Pengontrol Kecepatan Pengontrolan kecepatan silinder pneumatik seringkali diterapkan dalam berbagaai penerapan. Pengontrolan mungkin diperlukan hanya untuk satu arah gerak saja.

1985.Valves) Udara dapat mengalir kearah manapun bila melalui sebuah pengatur aliran.8 Pengontrol Kecepatan (Norgren.Catalog2001.2.9 Penampang Sebuah Pengaturan Aliran (Peter P.Gambar 2.43) .2. Bila udara mengalir ke dalam alat tersebut melalui lubang B dan kelur melalui lubang A. baut pengaturnya tidak dapat berfungsi dan udara dapat mengalir dengan bebas. laju aliran dapat ditambah atau dikurangi dengan memutar baut pengaturannya. Gambar 2.Dkk. Bila udara mengalir dari arah sebaliknya yaitu dari lubang A dan keluar melalui lubang B.

Prinsip kerja dari pengaturan kecepatan (untuk lebih jelas lihat gambar 2. mempunyai ketelitian yang tinggi dan menjadikan jaringan rangkaian tersebut semakin sempurna.9. Pegas di dalam silinder terpasang tetap atau sebagai gaya luar yang menggerakan torak dalam arah berlawanan. II. karena arah kerjanya pegas sama dengan arah tekanan udara. tekanan udara mampu menekan sebuah pegas yang menahan penyekat dalam katup searah. Dalam gambar 2. silinder gerak tunggal dipasang dengan panjang langkah kurang dari 100 mm. udara bertekanan diberikan hanya pada satu sisi saja. maka katup searah menutup.1 Silinder Penggerak Tunggal Pada silinder penggerak tunggal. . Silinder jenis ini dapat menghasilkan kerja dalam satu arah gerakan. yaitu silinder kerja tunggal dan silinder kerja ganda. serta gesekan yang timbul antara dinding dalam silinder dengan kulit luar piston.3. Besarnya tenaga yang ditimbulkan tergantung dari besarnya tekanan. Pada silinder tunggal yang dilengkapi pegas yang terpasang tetap. masih ada silinder dengan penggerak ganda khusus yang dipakai untuk hal-hal yang khusus. silinder diafragma. luas penampang silinder. langkahnya dibatasi oleh panjang dasar dari pegas.3 Silinder Tenaga dari udara yang bertekanan atau sering juga disebut tenaga pneumatik diubah menjadi gerakan garis lurus atau translasi oleh silinder pneumatik. II. Gaya pegas yang terpasang tetap direncanakan untuk mengembalikan torak ke posisi awal dengan kecepatan cukup tinggi. antara lain: silinder torak. Dalam prakteknya silinder pneumatik yang sering digunakan ada dua macam. Alat-alat pneumatik yang digabungkan dengan kontrol elektrik bahkan elektronik akan menjadikan jaringan tersebut kompleks dan solid. Oleh karena itu. Tetapi sebenarnya tidak hanya itu.2. berikutnya udara mengalir dari lubang B ke lubang A. Tetapi mempunyai kelebihan yaitu jaringan semakin membutuhkan sedikit ruangan. akibatnya udara hanya dapat mengalir melalui sebuah jarum pengatur yang laju alirannya tergantung pada posisi jarum tersebut. Silinder gerak tunggal mempunyai beberapa macam jenis. dan silinder roll diafragma. Akibatnya udara dapat mengalir dengan bebas.2.9) adalah udara mengalir dari lubang A ke lubang B.

Gaya dorong yang besarnya tertentu digunakan pada dua arah gerakan maju dan mundur. Gambar 2.2.7) II.3. Penahan kebocoran pada silinder penggerak ganda adalah dengan memakai seal. walaupun demikian tekukan dan bengkokan dari perpanjangan batang torak harus diperhitungkan pada silinder penggerak ganda.2.Gambar 2.Katalog2006. menggerakan torak pada silinder penggerak ganda dalam dua arah. Silinder penggerak ganda digunakan terutama apabila torak diperlukan untuk melakukan kerja bukan hanya pada gerakan maju tetapi juga pada gerakan mundur.2. Guide ring dan torak atau diafragma. Pada prinsipnya panjang langkah silinder tidak terbatas.2 Silinder Penggerak Ganda Gaya dorong yang ditimbulkan oleh udara bertekanan.Katalog2006.2.11 Silinder Penggerak Ganda (Norgren.10 Silinder Penggerak tunggal (Norgren.10) II.4 Peralatan Lain Dalam Pneumatik .

bola atau diafragma dengan bantuan pegas. 2.2.4.4.12 katup satu arah (Andrew Parr.2.4. .2003. Gambar 2. Hal ini dapat dilaksanakan dengan media kerucut.II. Adapun yang termasuk dalam katup aliran searah ini adalah: 1.2. 4.Msc. Jadi katup bola ini dapat dioperasikan dari dua arah pengoperasian. Katup ini memisahkan sinyal yang diterima dari katup sinyal dalam posisi yang berbeda dan akan mencegah udara yang dibalikan melalui sinyal katup kedua.2 Katup Bola Katup ini sering juga disebut dengan katup “atau”.2.1. Katup satu arah Katup bola Katup pembuangan cepat Katup dua tekanan II.1 Katup Aliran Searah Katup non balik terdapat komponen yang mempunyai kelebihan dalam menghambat udara dalam satu aliran.1. 3.38) II.1 Katup Satu Arah Katup ini dapat manghambat aliran udara secara menyeluruh pada satu aliran dan mengalirkan pada arah yang sebaliknya.

11) II.4. Ini memungkinkan waktu yang diperlukan pada saat langkah mundur dapat dipercepat terutama pada silinder gerak ganda.2. yaitu saluran X dan Y serta satu aliran keluaran A. Katup ini harus dioperasikan dari dua tempat. Katup ini mempunyai sambungan tekanan P yang dapat diblokir. Apabila mendapat satu sinyal saja maka katup ini tidak akan mengalirkan udara. dan satu keluaran A.2 Katup Dua Tekanan Katup ini mempunyai dua saluran masuk. biasanya tidak dipergunakan untuk langkah kerja.Katalog Technical Information. Kerena pada saat langkah mundur ini. Gambar 2.3 Katup Buangan Cepat Katup ini digunakan untuk menambah kecepatan torak pada silinder.4. terutama pada saat langkah mundur. satu pembuangan R yang dapat diblokir. oleh karena itu katup ini disebut katup “DAN”.13 Katup Bola (Festo.1.2.2.Gambar 2.14 Katup Pembuangan Cepat (Festo.Katalog Technical Information.2.11) II. .

2. Gambar2.11) II. tetapi sinyal yang diambil adalah sinyal yang berasal dari saluran masuk.11) II.2 Pressuare Valve Katup ini bekerja berdasarkan tekanan.2. Katalog Technical Information.4.Katalog Technical Information.16 LambangReducingValve(Festo.1 Reducing Valve Katup ini berfungsi untuk membatasi tekanan keluar maksimal pada sebuah rangkaian yang digunakan untuk menggerakan silinder dan apabila katup ini diset dengan tekanan tertentu maka tekanan maksimum dari udara yang menggerakan silinder sesuai dengan yang disetting.2.15 Katup Dua Tekanan (Festo.3 Katup Kontrol Tekanan Katup penggontrol tekanan ini bekerja berdasarkan tekanan udara yang digunakan untuk menggerakan silinder. Alat ini berfungsi membatasi tekanan minimal yang . Dan jenisnya antara lain: II.2.4.3.2.4.Gambar 2.3.

Katalog Technical Information.3 Safety Valve Katup ini berfungsi untuk membatasi tekanan kerja masuk maksimal dalam jaringan.Katalog Technical Information.3. Apabila tekanan yang ada pada saluran yang masuk belum terpenuhi atau belum sesuai dengan yang disetting maka udara tidak akan bisa mengalir.2.11) II.2.18 Lambang Safety Valve (Festo.3.4. Gambar 2.2.17 LambangPressuareValve (Festo.digunakan untuk menggerakan silinder. Gambar2. biasanya digunakan pada saat memberikan sinyal untuk menggerakan katup pengarah.2. Jadi apabila tekanan yang masuk terlalu besar maka aliran udara putus dan terbuang.11) II.4.4 Time Delay Alat ini digunakan untuk memberi jangka waktu aliran udara. Cara .

19 Time Delay(Festo. Gambar 2.2. II.Katalog Technical Information. Adapun untuk mengatur lamanya waktu adalah dengan cara memperbesar atau memperkecil saluran udara yang masuk.kerja dari alat ini adalah mengisi tangki reservoir terlebih dahulu.2.5. Names and Simbols”. apabila ingin mengetahui maksud daripada diagram pneumatik ini secara keseluruhan. Simbol-simbol yang terdapat pada tebel ini berdasarkan ISO 1219 (August. 1978) DIN 24300 “Oil Hydraulics and Pneumatics.23) II. elektronik maupun gabungan ketiganya.11) Katup 2/2.Katalog Technical Information.2.2.way posisi normal menutup . elektrik.5 Simbol-simbol Pneumatik Seperti halnya apabila membaca gambar dalam diagram hidrolik.1 Kontrol Katup Pengarah Tabel 2.5 Katup Pengarah (Festo. Didalam pneumatikpun tidak jauh berbeda. Setelah tangki penuh maka udara baru mengalir ke alat kontrol yang lain. maka harus mengetahui terlebih dahulu maksud daripada simbol-simbol yang terdapat dalam setiap diagram tersebut.

way posisi normal menutup Katup 3/2.Katup 2/2.way posisi normal menutup Katup 4/2.way .way posisi normal membuka Katup 3/3.way posisi normal membuka Katup 3/2.

way posisi tengah menutup Katup 4/3.Katup 4/3.way posisi tengah menutup Katup 5/2.way .way posisi tengah mengembang Katup 5/3.

5.2.II.Katalog Technical Information.11) Katup Pengecek Tanpa Pegas Katup Pengecek Dengan Pegas Katup Bola Katup Buangan Cepat Katup Dua Tekanan .2 Katup Non-Balik Tabel 2.2.6 Katup Non-Balik(Festo.

3 DASAR-DASAR OTOMATISASI II. Definisi Kontrol menurut Deutsches Institut fur Normung (DIN) 19226 : “Kontrol berarti proses dalam suatu sistem yang di dalamnya terdapat beberapa input variabel mempengaruhi variabel output yang lain sebagai akibat hukum-hukum yang mengenai sistem.2002. berlaku dalam keadaan ini (Sugihartono.II. rangkaian kontrol. Definisi Kontrol Otomatis menurut DIN 19226 : “Kontrol otomatis adalah proses dimana suatu variabel yang akan dikontrol. Squence gerakan yang dihasilkan dari hal tersebut terjadi dalam suatu rangkaian tertutup. (LLKBS. Pengontrolan dikarakteristikkan dengan squence rangkaian terbuka dari gerakan-gerakan melalui elemen pemindah tunggal atau rangkaian kontrol” (Sugihartono. Maka kita gunakan gambar kerja atau gambar rangkaian yang di dalamnya terdapat . Tujuan control rangkaian untuk menyesuaikan harga variabel yang dikontrol terhadap harga yang ditentukan oleh variabel perintah sekalipun ekualisasi tidak dicapai. Maka rangkaian sequence dapat diartikan pula seperangkat peralatan yang bekerja secara berkesinambungan dan satu sama lain saling berhubungan membentuk suatu sistem yang solid.Modul Dasar Kontrol Listrik.1992 : 4). 1992 : 4). 3.1 Pengertian Otomatisasi Otomatisasi adalah suatu pengubahan input menjadi output yang lebih baik. sehingga untuk mendapatkan suatu sistem yang otomatis maka digunakan kontrol yang otomatis juga. Sequence dapat diartikan suatu peralatan dan rangkaian pengendalian untuk mencapai tujuan tertentu dan mempertahankan keadaan.1) Oleh karena itu diperlukan suatu sarana yang dapat digunakan sebagai informasi tentang urutan dan susunan rangkaian tersebut sehingga orang lain dapat memahami prinsip kerjanya dan mudah dalam pengamatan suatu rangkaian. Proses pengubahan input menjadi output ini menggunakan teknik kontrol. yaitu variabel perintah dan proses yang dipengaruhi menurut hasil perbandingan tersebut dengan memodifikasi untuk menyesuaikan variabel perintah. adalah diukur secara terus-menerus dan dibandingkan dengan variabel yang lain.

b.2 Komponen-Komponen Dasar Sequence Dengan majunya zaman disertai kemajuan tekhnologi. limit switch dan lain-lain. Sebagai contoh: relay. Hubungan dibuat secara structural. 4. merupakan peralatan yang berfungsi sebagai input atau sinyal kontrol terhadap peralatan lain yang memerlukan masukan tenaga listrik dengan secara berkala atau pada saat-saat tertentu. Bagian Pengendali Dalam bagian ini digolongkan sebagai tempat awal energi listrik yang masuk. yaitu: 1. 2. Sebagai contoh: tombol atau saklar. timer dan lain-lain. artinya alat-alat pengendali dinyatakan dengan huruf dan kode yang menerangkan hubungan antara satu dengan yang lain. II. Penyajian gambar instalasi harus ringkas. selanjutnya akan dialirkan ke bagian-bagian yang lain menurut urutan yang akan digerakan langsung atau menunggu komando dari komponen lainnya ataupun dari operator secara manual seperti sumber dari push bottom.3. sehingga hampir semua peralatan dalam industri telah terkontrol secara elektris. Peralatan proses. Peralatan masukan (input). Pada dasarnya rangkaian tersusun atas beberapa unsur sehingga rangkaian tersebut dapat berjalan sebagaimana fungsinya. yaitu: a. selector switch.informasi tentang hubungan peralatan sequence pada suatu rangkaian. merupakan peralatan yang berfungsi untuk memproses sistem yang dibuat sehingga menghasilkan keluaran atau output sesuai dengan yang diharapkan. sehingga memudahkan dalam pemeriksaannya. Dalam penggambaran diagram sequence perlu diperhatikan hal-hal di bawah ini: 1. stop kontak. sehingga akan memudahkan kita dalam mencari kerusakan apabila dalam suatu rangkaian tersebut tidak bekerja sebagaimana mestinya. . 3. Dibuat menjadi mengembang menyamping sehingga menjadi bentuk yang mudah dilihat walaupun sangat rumit sekali. saklar dan sebagainya. Secara umum alat pengendali dapat dibagi menurut fungsi dan cara kerjanya. khususnya dalam bidang elektronik maka sistem pengendalipun tak luput dari kemajuan bidang tersebut. Penggambaran instalasi pengendali dinyatakan dengan penggembaran secara garis vertikal supaya dapat dimengerti dengan mudah.

c. Bagian yang Dikendalikan . solenoid dan lain-lain. Titik sambung B “Normally Close (NC)” adalah kebalikan dari titik sambungan normally open (NO). Bagian Penghubung Didalam suatu instalasi pengendalian pada bagian yang dikendalikan masingmasing memiliki bagian penghubung penggerak agar dapat berhubungan dengan yang lain. lampu.2002. Karena bagian seluruh konstruksi masing-masing merupakan penghubung yang bergerak. Gambar 2. tetapi apabila mendapat pengaruh dari luar maka titik kontaknya akan membuka sehingga arus listrik tidak dapat mengalir.1 Titik Kontak(LLK-BS. apabila dalam keadaan normal menutup (artinya arus dapat mengalir). maka gerakan strukturnya disesuaikan dengan kondisi dan keperluan yang dibutuhkan. 3. Titik sambung ini akan menutup setelah ada pengaruh dari luar yaitu dengan cara mengaktifkannya.8) 2. contractor. Peralatan keluaran (output). Titik-titik sambung A “Normally Open (NO)” adalah titik sambungan dengan posisi awal membuka sehingga tidak ada hubungan antara titik kontaknya sebelum mendapat pengaruh dari luar atau dari sistem lain. Dan dalam gerak suatu alat disesuaikan dengan komando dari lingkungan instalasi pengendali melewati bagian penghubung. b. Sebagai contoh: relay beban. Penghubung yang sering digunakan dan merupakan penghubung tetap adalah sebuah kabel. merupakan peralatan yang langsung digerakan atau dioperasikan oleh peralatan proses.Modul Dasar Kontrol Listrik.3. Dalam pengendalian berlaku kontak-kontak singgung sebagai berikut: a.

3. yang mempunyai titik kontak dapat diatur untuk posisi membuka dan menutup secara konstan.Bagian ini merupakan bagian yang dikendalikan gerakannya.2. Dengan demikian pula bagian penjagaan ini akan saling memberikan sinyal sebagai energi gerak dan gaya yang saling berhubungan dengan kontak-kontaknya. 4. Selain itu adapun sakelar yang memberikan alternatif kepada kita untuk suatu pengoperasian disebut “selector switch” atau sakelar pilihan yang memungkinkan kita memilih apabila suatu rangkaian manual atau otomatis dan juga menggerakan suatu mesin yang harus bekerja secara tunggal. Bagian Penjagaan dan Pertahanan Dalam bagian ini disesuaikan dengan fungsinya yaitu sebagai penjagaan yang dapat mempertahankan setiap bagian masing-masing pengendalian dalam melakukan hubungannya. sehingga hanya salah satu mesin yang boleh bekerja. II. II.1 Alat Perintah Alat perintah ini meliputi peralatan yang dioperasikan secara manual atau dengan menggunakan tenaga manusia. pengendalian tersebut dilakukan oleh bagian pengendali dengan melewati bagian penghubung. pada saat menerima sinyal sehingga dapat bertahan.1 Sakelar (Switch) Adalah suatu alat yang berfungsi memutus dan menghubungkan arus listrik dalam suatu rangkaian yang umumnya dioperasikan secara manual. ada yang tunggal dan adapula yang ganda. Sedangkan jumlah titik sambungnya tergantung dari kebutuhan.3. contractor dan lain-lain. Untuk lebih jelasnya dapat diperhatikan gambar di bawah ini: .2. Bagian ini dikendalikan dengan menggunakan alat perantara seperti solenoid. thermis dan lain-lain. Sebagai contoh: fuse. silinder dan lain-lain.1. Sebagai contoh bagian ini yaitu: motor.

dan pada saat push bottom ditekan maka titik tersebut terbuka. Push bottom umumnya digunakan sebagai awal suatu rangkaian bekerja. (LLK-BS.Modul Dasar Kontrol Listrik. Sakelar tombol akan aktif pada saat tombol ditekan dan akan kembali keposisi semula atau normal apabila tekanan pada tombol dilepaskan.3. Titik sambungan normally close artinya dalam keadaan normal atau belum aktif titik sambungan ini menutup (dapat mengalirkan arus).2 Sakelar Tombol (Push Bottom Switch) Sakelar tombol adalah suatu alat yang paling sederhana dalam peralatan pengendali.2. Sebaliknya utuk titik sambungan normally open pada saat push bottom belum ditekan titik sambungan akan terbuka.Gambar2.2 Titik kontak Switch. . Alat ini mempunyai dua titik sambungan yang dapat digunakan dimana sambungan terbuka atau normally open (NO) dan titik sambungan yang lain tertutup atau normally close (NC). sedangkan pada saat aktif akan tertutup. yang pengoperasiannya secara manual atau dengan menggunakan tenaga manusia.3. juga untuk mengakhiri proses kerja dari suatu alat.2002.1. Fungsi utama dari alat ini adalah menghubungkan dan memutuskan suatu sistem dengan cara menekan tombolnya.9) II.

baik sensor cahaya. disini hanya akan dibahas lebih lanjut mengenai limit switch.2. (LLK-BS. Dikarenkan kedua alat sensor tersebut berkenaan langsung dengan perancangan sistem pada alat yang penulis rencanakan. 3.2. Adapun yang membedakan adalah aktuatornya atau luas sensor penghubung mikro switch.3. tempat dudukan kontak dan mikro switch. Actuator.2002. Mikro switch. Dalam penggambarannya limit switch dilukiskan seperti gambar di bawah ini: .1 Limit Switch Limit switch adalah alat penghubung dan pemutus arus yang bekerja berdasarkan sentuhan langsung yang digerakan oleh peralatan mekanik sehingga merubah posisi titik sambungnya.3. 2. Limit switch terdiri dari tiga komponen utama. II.8) II.Gambar 2. Seperti halnya pada push buttom switch. limit switch pun terdapat dua titik sambungan yaitu NO dan NC yang bekerjanya saling bertolak belakang.3. yaitu: 1. alat penghubung dan pemutus arus. Alat ini banyak sekali jenisnya namun fungsi dan prinsip kerjanya sama. Dari banyaknya alat sensor yang ada.3 Titik Kontak Push Bottom Switch. merupakan sensor yang mengaktifkan mikro switch. dan photo switch. Rumah limit switch.Modul Dasar Kontrol Listrik. frekuensi maupun dengan sentuhan langsung.2.2 Alat Pengecek / Pendeteksi Alat yang termasuk kelompok ini sebagian besar adalah sebagai sensor.

Katalog Ver. Alat ini akan aktif apabila pancaran sinar tersebut terhalangi atau tidak dapat diterima oleh sensor penerima sinar. Transceiver Sebagaimana namanya alat ini berfungsi untuk memancarkan sinar pada frekuensi tertentu.0. Receiver Alat ini berfungsi untuk menerima pancaran sinar dari transceiver. Adapun pembangkitnya dapat berupa lensa atau LED khusus. yaitu: 1.4 Titik Kontak Limit Switch. Setelah gelombang diterima. Photo switch terdiri dari dua komponen utama.2002.3.3. 2.2.Gambar 2. Menurut letaknya photo switch terbagi atas: .16D) II. dengan demikian apabila pancaran gelombang terhalang atau tidak dapat diterima oleh receiver mengakibatkan terjadinya perbedaan gelombang antara keduanya.2 Photo Switch Photo switch adalah pemutus dan penghubung arus yang bekerja berdasarkan sinyal sinar yang dipancarkan dengan frekuensi tertentu pada alat penerima sinar.9.2. Besarnya gelombang yang dipancarkan dan yang diterima harus sama. namun ada pula yang menggunakan lampu pijar.(Anly. gelombang tersebut dibangkitkan lagi sesuai dengan frekuensi yang dipancarkan oleh transceiver. Sehingga receiver memberikan sinyal kepada amplifier yang menghasilkan output berupa kode yang merubah posisi kontak sambungannya.

2002.4.(Anly.5) .9.Katalog Vol.(Omron.6 Wiring Diagram Photo switch Bersatu. Untuk jenis terpisah.(Omron.Katalog Ver.3.80) Gabar 2.5 Wiring Diagram Photo Switch Terpisah.7 Photo Switch.0.Katalog Vol. .4.3.80) Gambar 2.3. Jenis bersatu Gambar 2.Jenis terpisah Perbedaan dari kedua jenis di atas adalah letak antara transceiver dan receiver. transceiver diposisikan terpisah dengna receiver.

2.2.8 Wiring Diagram Relay Auxiliary.1 Relay Auxiliary Relay yaitu suatu alat yang bekerja berdasarkan kemagnetan akibat adanya arus pada inti besi (coil) sehingga akan memutuskan titik kontaknya.385) Keterangan: 1. Sedangkan normally open adalah kebalikannya.II. 7. II. Normally close adalah titik sambungan pada saat belum ada kemagnetan atau relay dalam keadaan normal posisinya menutup dan pada saat relay aktif titik sambungan tersebut akan membuka.3 Alat Logika Peralatan ini berfungsi sebagai penyimpan informasi atau mempertahankan keadaan sesuai dengan sinyal yang diterimanya. Titik NC Titik Hubung Gerak . Pada relay terdapat dua macam titik sambungan yaitu normally close (NC) dan normally open (NO). Sehingga akan didapat suatu output on atau off sesuai dengan yang diharapkan.3.3. 2. . Gambar 2. Titik sambungan ini biasanya digunakan sebagai pemutus arus.(Omron.3.3.Katalog Vol.4. Sumber Listrik Sakelar Pemberi Sinyal 6.

10. sedangkan kontak bantu terdiri dari dua titik sambungan yaitu normally open (NO) dan normally close (NC) yang bekerja saling bertolak belakang. Oleh karenanya banyak digunakan sebagai relay daya untuk motor-motor induksi.(Anly. akibatnya akan merubah titik sambungan yaitu kontak B akan behubungan dengan kontak C sebagai titik sambungan terbuka. Contactor ini banyak digunakan karena berbagai pertimbangan seperti: . 5. Plat Pembawa Pegas Pembalik Titik Engsel Pada saat sakelar (2) dalam posisi on.3. Dengan cepat kontak A dan B akan terhubung kembali akibat adanya gaya tarik pegas.9 Relay Auxiliary. Relay daya hanya terdiri dari titik sambungan normally open (NO).2002. Sehingga Plat pembawa akan tertarik oleh gaya magnet. 9.0.9. maka akan timbul kemagnetan pada inti besi (core) karena arus mengalir pada lilitan (coil) disekelilingnya. kemagnetan pada inti besi hilang Karena hilangnya tegangan pada lilitan sehingga gaya magnet yang menarik Plat pembawa terputus.3. sehingga hubungan arus antara A dan B terputus dan arus dari B akan mengalir ke C. kemudian pada saat switch di off kan.10) II. Gambar 2.2. 4.2 Magnet Contactor Pada dasarnya prinsip kerja daripada magnet contactor adalah sama dengan relay auxiliary.3.Katalog Ver. Magnet contactor memiliki titik kontak utama yang disebut relay daya dan beberapa buah kontak bantu atau auxiliary. Hanya saja magnet contactor umumnya digunakan untuk memutus dan menghubungkan arus tegangan yang besar. Inti Besi (core) Kumparan (coil) Titik NO Prinsip kerja relay: 8.3.

Spring Pembalik Perhitungan kapasitas maint NFB didasarkan pada rumus : = 2.1 x In…….2002.3. Tuas Penekan manual 2.24) Dimana In adalah arus nominal yang mengalir pada rangkaian Perhitungan setting thermisnya adalah : = 1. Pemasangan sangat sederhana. Inti Gerak 6. Inti Tetap 7.10) Keterangan: 1. Dapat bekerja dengan arus yang baik.2002. Coil . Kontak Gerak 4. (LLK-BS.10 Wiring Diagram Magnet Contactor.24) 5. 2.5 x In……..(21) (LLK-BS Modul Dasar control listrik.(22) (LLK-BS Modul Dasar control listrik.Modul Dasar Kontrol Listrik. Kontak Tetap 3.2002. 3. Dapat digunakan sebagai control beban yang besar. Gambar 2.1.

Kemudian mengolah masukan tersebut dan menghasilkan keluaran berupa perubahan titik sambungan. Relay. yaitu: . yang menghubungkan dan memutuskan arus secara otomatis sesuai dengan masukan yang diterimanya. sedangkan titik kontak auxiliarlynya diberi identitas dari coil yang mengubahnya. berfungsi sebagai pengatur jarak waktu bekerjanya relay dengan mengatur tegangan yang masuk dalam lilitan relay.3. Timer. berfungsi sebagai titik sambungan yang dioperasikan.11 Simbol Penggambaran Magnetic Contractor. Untuk lebih jelas dapat dilihat gambar di bawah ini: Gambar 2. (LLK-BS. Dengan demikian titik sambungan bekerja sesuai waktu yang telah disetting. Pada time relay terdapat tiga terminal utama.3.Modul Dasar Kontrol Listrik. Time relay terdiri dari dua komponen.Dalam penggambarannya tidak terlalu rumit yaitu coil digambarkan dengan lingkaran beridentitas.2002. 2.3. yaitu: 1.3 Time Relay Time relay adalah peralatan logika yang bekerja secara elektronik. Umumnya time relay digunakan sebagai pengontrol rangkaian tegangan rendah untuk melaksanakan buka dan tutup titik sambungan.30) II.2.

38) Gambar 2. 2.9.2002.1.13 Timer(Anly. Terminal kontak yang tidak dipengaruhi waktu.Modul Dasar Kontrol Listrik. 3.3. Untuk menentukan titik sambungnya dapat dilihat pada wiring diagram yang dicantumkan pada rumah timer atau buku petunjuk penggunaanya.0.8) II. Sedangkan untuk penggambarannya dapat dilihat pada gambar di bawah ini: Gambar 2. Terminal kontak NC yang dibatasi waktunya.Katalog Ver. (LLK-BS.2002.4 Alat Pengaman .12 Simbol Penggambaran Timer.3.2.3. Terminal kontak NO yang dibatasi waktunya.

2. Peralatan pengaman ini banyak sekali macamnya.4. dimana bila panas yang diterima bimetal besar maka akan membengkok dan dimanfaatkan untuk memutuskan arus atau titik kontaknya. Peralatan in biasanya digunakan untuk membatasi jumlah arus nominal pada motor induksi baik untuk satu pasha ataupun lebih. II.3. Tipe dan jenis dari fuse banyak sekali macamnya. plastik dan sebagainya.2. 6.2 Thermal Over Load Pengaman jenis ini memberikan pengamanan secara thermis.3. 2. 4. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat gambar di bawah ini: . Untuk memberikan perlindungan terhadap hubungan singkat rangkaian sehingga peralatan tidak mudah rusak.Peralatan ini sangat penting peranannya untuk rangkaian sendiri maupun bagi yang mengoperasikannya. Digunakan untuk membuka rangkaian atau untuk menghentikan suatu aliran listrik yang tidak normal atau hubungan singkat. namun di sini akan dibahas jenis yang sering digunakan dalam rangkaian. Untuk mengatasi lonjakan tegangan yang terjadi secara tiba-tiba akibat hubungan singkat. yaitu dengan menggunakan bimetal (dua logam yang mempunyai muai jenis berbeda) sebagai pemutus arusnya. timah. Mengalirkan arus normal dan digunakan untuk menutup rangkaian apabila diperlukan. Adapun tujuan dipasang alat pengaman adalah: 1.4. II. Fuse tipe tabung.1 Fuse Fuse (pengaman lebur) terbuat dari kawat perak. Fuse tipe ulir. 7. dilihat dari bentuknya fuse terdiri dari: 5. tembaga dengan bermacam-macam bentuk yang tertutup oleh isolasi seperti keramik. Fuse tipe pisau. Fuse ini biasanya digunakan untuk elektronik atau komponen-komponen yang mempunyai tegangan rendah. Dilihat dari konstruksinya alat ini bekerja berdasarkan panas yang diterima oleh bimetal. 3.

Modul Dasar Kontrol listrik.2003.3 Simbol-simbol Squence Tabel 2. Pengaman Rangkaian.3.28) II. Pengaman aliran arus listrik. 3 Fuse Open Type FS 2 No Fuse Breaker NFB .(LLK-BS.Gambar 2.Msc.2002.3.14 Prinsip Kerja Thermal Over Load.3 Simbol-simbol Squence. (Andrew Parr.10) No 1 Nama Miniatur Circuit Breaker Simbol MCB Kontak Fungsi Pengaman aliran arus listrik.

Merubah energi listrik menjadi energi bunyi. Merubah energi listrik menjadi energi cahaya. Merubah energi listrik menjadi energi mekanik. Penghubung dan pemutus arus secara otomatis bedasarkan sensor logam.Pengaman Rangkaian. 7 Auxiliary Relay RA 8 Photo Switch PH Penghubung dan pemutus arus secara otomatis berdasarkan sinyal sinar. 9 Proximity Switch TL 10 Limit Switch LS 11 Motor M 12 Pilot Lamp PL 13 Buzer BZ . 4 Thermal Over Load Th 5 Time Relay TR Penghubung dan pemutus arus secara otomatis sesuai dengan setting waktu. Penghubung dan pemutus arus secara otomatis berdasarkan kontak langsung. Menghubungkan dan memutuskan arus. 6 Magnet Contactor MC Menghubungkan dan memutuskan arus.

Setelah posisi selector switch dipilih ke “manual” maka rangkaian manual yang bekerja dan apabila dipilih ke “auto” maka rangkaian otomatis yang bekerja.14 Solenoid Valve SV Penghubung dan pemutus aliran udara melalui sinyal listrik.1 Prinsip Kerja M/c Otomatisasi Pengisian Air Dalam Kemasan. yaitu kontrol listrik akan memberikan sinyal ke kontrol pneumatik untuk bergerak dan kontrol pneumatik akan memberikan sinyal ke sensor kontrol listrik sehingga memutuskan atau menghubungkan rangkaian listrik.1. Dan ketika panel rangkaian (NFB) dionkan maka arus juga masuk ke dalam rangkaian ditandai dengan pilot lamp kuning (PLk) nyala.1 Prinsip Kerja Secara Manual Pada saat panel utama (NFB) dionkan maka arus akan mengalir ke kontak MC1 dan MC2. III. Kedua sistem tersebut mempunyai fungsi yang saling mendukung dan berhubungan. BAB III PERENCANAAN SISTEM PNEUMATIK III. Secara singkatnya prinsip kerja dari alat otomatisasi pengisian air dalam kemasan ini adalah menggunakan 2 (dua) sistem kerja yaitu secara manual dan otomatis. . Karena dengan sistem kombinasi tersebut akan menghasilkan efisiensi kerja yang tinggi dengan hasil sesuai yang diharapkan. Prinsip kerja dari mesin ini pada dasarnya adalah kombinasi dari sistem pneumatik dan sisitem kontrol listrik.

1 .1. PB6 ditekan silinder chuck maju. 2. 3. PB3 ditekan silinder clamp mundur.0 LS1.Ketika selector switch pada posisi “manual” (M) di tandai dengan pilot lamp biru (PLb) nyala. PB4 ditekan silinder clamp maju. III. PB2 ditekan motor konveyor berputar dan konveyor berjalan ditandai dengan pilot lamp merah (PLm) nyala. prinsip kerja secara otomatis akan digambarkan dalam Flow Chart diagram kerja di bawah ini: Time (s) 10" PB off PB on LS2. maka: 1. PB1 ditekan motor konveyor berhenti ditandai dengan pilot lamp hijau (PLh) nyala. PB5 ditekan silinder chuck mundur.0 20" 30" 40" 50" 60" 70" Motor Konveyor Brake Motor SvXa (Silinder Chuck Forward) SvXb (Silinder Chuck Revert) SvYa (Silinder Clamp Forward) SvYb (Silinder Clamp PH1 LS1. Untuk lebih jelasnya.2 Sistem Kerja Otomatis Setelah semua panel (NFB) dionkan dan selector switch dipilih pada posisi “auto” (A) maka rangkaian otomatis bekerja. ditandai dengan pilot lamp biru (PLb) mati.

Setelah silinder chuck turun dan menyentuh LS 2. 7.0 dan silinder clamp mundur menyentuh LS 1. 4. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada diagram kelistrikan dan rangkaian konstruksinya (pada halaman lampiran). maka motor konveyor berputar dan lampu pilot lamp merah (PLm) hidup.1 Flow chart Digram Kerja Cara membacanya adalah: 1. . brake motor hidup (pengeriman On). Beberapa saat setelah motor konveor bekerja dan memutarkan konveyor yang membawa botol-botol. 6.1 TR Gambar 3. Ketika PBoff ditekan. ketika botol-botol tersebut memotong sinyal PH1 maka motor konveyor berhenti. diikuti silinder clamp maju mencekam botol. 3. 2. Setelah settingan timer terpenuhi waktunya.1 maka pengisian bekerja (SVQ on) pompa pengisian nyala. 5. maka rangkaian otomatis berhenti ditandai dengan pilot lamp hijau (PLh) nyala. Setelah Auto Start bekerja atau PBon ditekan. silinder clamp dan silinder chuck mundur bersamaan. Setelah silinder chuck naik menyentuh LS 2. maka pompa pengisian mati. Setelah botol dibawa konveyor memotong sinyal PH 2 maka reset sistem terpenuhi.1 maka silinder chuck turun. Setelah silinder clamp maju dan menyentuh LS 1.0 maka brake motor mati (pengeriman Off) dan motor konveyor berputar kembali.Revert) SvQ (Pompa Inflation) PLm (Pilot Lamp Merah) PLh (Pilot Lamp Hijau) LS2.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->