BAB I Pendahuluan A.

Latar belakang Dewasa ini, perlu adanya pemahaman tentang sumber daya alam dan pengolahan sumber daya alam agar terciptanya kesetabilan pada lingkungan alam kita, karena secara tidak langsung aktivitas-aktivitas yang kita lakukan sehari-hari, kecil besar berpengaruh terhadap alam sekitar kita. Contoh dalam hal pembangunan seperti membangun rumah di bantaran kali, menggunakan lahan hijau untuk kepentingan pembangunan tanpa melakukan penghijauan kembali dan masih banyak lagi yang lain yang dampak dari itu semua langsung pada kerusakan alam Saat ini banyak undang-undang yang telah diterbitkan terkait dengan pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan, namun diantara kedua belas itu tidak konsisten dalam substansinya. Kondisi inlah yang membuat lingkungan kita semakin tidak karuan, dan makin memprihatinkan kalau tidak diselaraskan, masa depan pengelolaan lingkungan ke depan akan semakin kacau. Hampir semua uu mengacu pada pasal 33 uud, tetapi orientasinya saling berbeda. Kesimpulan di atas diambil setelah dilakukan kajian dengan melihat tujuh aspek tolok ukur (indikator) yang digunakan tim pengkaji, yakni orientasi, akses memanfaatkan, hubungan negara dengan obyek, pelaksana kewenangan negara, hubungan orang dengan obyek, hak asasi manusia, dan tata pemerintahan yang baik (good governance). Pada aspek orientasi, ada yang prorakyat, prokapital, dan ada juga yang

mengombinasikan keduanya. Ditemukan ada uu yang semangatnya konservasi, ada pula yang eksploitasi, atau keduanya menyatu. Kalau tujuannya untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat, sesuai pasal 33 uud 45 seharusnya akses bagi rakyat diutamakan, faktanya, ada beberapa contoh uu yang berpotensi menyimpang dari memakmurkan rakyat, berpotensi meminggirkan hak masyarakat adat, membatasi akses publik, propemodal, dan tidak sepenuhnya menjunjung ham. Undang-undang itu antara lain uu nomor 11 tahun 1967 tentang ketentuan pokok pertambangan, uu no 41/1999 tentang kehutanan, uu no 22/2001 tentang minyak dan gas bumi, serta uu no 31/2004 tentang perikanan. Oleh karena itu, di dalam makalah ini , kami akan membahas uu tentang pengelolaan sumber daya alam dan relevansinya terhadap kesejahteraan masyarakat, namun kami hanya

1

Rumusan masalah 1. Bagaimana penerapan dan relevansi uu tentang sumber daya minyak dan gas terhadap kesejahteraan masyarakat yang diatur dalam pasal 33 uud 1945 dengan semakin banyaknya pengelola sumber daya minyak dan kompetitornya? 3. Tujuan penulisan makalah 1. Bagaimana penerapan dan relevansi uu tentang sumber daya air terutama tentang masalah privatisasi air terhadap kesejahteraan masyarakat yang diatur dalam pasal 33 uud 1945? 2. Mengetahui penerapan dan relevansi uu tentang sumber daya laut terutama pada masalah open access terhadap kesejahteraan masyarakat yang diatur dalam pasal 33 uud 1945? 2 . Mengetahui penerapan dan relevansi uu tentang sumber daya minyak dan gas terhadap kesejahteraan masyarakat yang diatur dalam pasal 33 uud 1945 dengan semakin banyaknya pengelola sumber daya migas dan kompetitornya? 3. sumber daya minyak dan gas.membatasi pada uu pengelolaan sumber daya air. Bagaimana penerapan dan relevansi uu tentang sumber daya laut terutama pada masalah open access terhadap kesejahteraan masyarakat yang diatur dalam pasal 33 uud 1945? C. sumber daya laut B. Mengetahui penerapan dan relevansi uu tentang sumber daya air terutama tentang masalah privatisasi air terhadap kesejahteraan masyarakat yang diatur dalam pasal 33 uud 1945? 2.

privatisasi di indonesia dilakukan dalam dua tahap. Di belakang kekar pola airindo. yakni suez dan thames. Yang menarik. pt. sebagian besar rakyat miskin di indonesia masih hidup tanpa jasa air yang layak Secara umum. terdapat nama salim group. Akibat dari krisis ekonomi stok utang luar negeri pemerintah indonesia bertambah akibat fluktuasi mata uang. Sehingga sampai sekarang perusahaan-perusahaan asing tumbuh subur di negeri indonesia melakukan privatisasi di segala bidang termasuk sumber daya air.BAB II Pembahasan A.thames pam jaya. perusahaan multinasional asal inggris dan perancis. penguasa yang korup serta diktator dan pinjaman bank dunia menekan untuk dilakukannya privatisasi. Sehingga menyebabkan pemerintah indonesia berserah diri pada program imf(international monetary fund) melaksanakan kerangka kerja dan kebijakan makro ekonomi yang tertuang dalam memorandum of economic and financial policies dalam perjanjian letter of intent (loi). Dalam perjanjian itu berisi mengenai keharusan pemerintah melakukan agenda reformasi kebijakan dan institusional. bank dunia menawarkan pada pemerintah indonesia suatu pinjaman program untuk merestrukturisasi sektor sumber daya air yang disebut water resources sector structural adjustment loan (watsal) yang isinya tidak lain adalah menjerat pemerintah untuk segera melegalkan proses privatisasi air di indonesia dengan pinjaman dari bank dunia. Latar belakang lahirnya privatisasi air di indonesia Sekitar tahun 1997 ketika krisis ekonomi melanda asia yang berdampak pada kondisi ekonomi indonesia yang melemah. bechtel internasional water dan masih banyak yang lain. yakni anthony salim. Dua orang ini bisa dibilang sebagai “kroni” dari pemerintahan soeharto. Tahap pertama adalah privatisasi sebelum krisis ekonomi 1997. privatisasi ini melibatkan konglomerasi indonesia atas nama pt kekar pola airindo. 3 . vivensi universal. Sampai saat ini. dan sigit harjojudanto. Privatisasi air di indonesia adalah sebuah cermin dari bagaimana kepentingan dari korporasi air global. yang memulai untuk mengambil alih sistem air publik. Berdasarkan memorandum diatas dan perkembangannya pada bulan april 1998. Privatisasi tahap pertama berlangsung dengan pinjaman multilateral dari bank dunia dan pinjaman bilateral dari jepang. milik negara maju dan korporasi seperti: transasional (tncs). dan privatisasi tahap kedua setelah krisis ekonomi dan masuknya imf ke indonesia.

Padahal. Banyak penyebab mengapa persediaan air bersih di indonesia menurun. terjadi konsesi atas pembagian kerjasama. kedua karena pencemaran air tanah. air adalah sumber daya alam yang sangat penting nilainya bagi manusia. sigit harjojudanto. Mengutip pernyataan teten masduki. dengan menggandeng pt terra meta phora dan pt bangun cipta sarana. Dengan negosiasi yang berlangsung dengan pam. dua perusahaan multinasional itu memutuskan untuk terus beroperasi di indonesia. Padahal. hanya untuk pengaruh secara politik. memiliki 55 % penduduk yang rawan akan akses air bersih. serta hubungan bisnis antara soeharto dan salim group. Pada tahun 2001. sedang salim group dengan suez membentuk pt garuda dipta nusantara. dibentuklah pt pam thames jaya dan pt pam lyonnaise jaya. sigit bukanlah seorang pemain yang mengerti benar pengelolaan air. Di jakarta.” Kemudian. merupakan bentuk oligarki korupsi. petinggi thames dan suez mulai memikirkan kembali masa depan bisnis mereka di indonesia. minyak. menurut catatan undp.terutama melihat hubungan keluarga antara soeharto dan sigit. Perusahaan itu ingin mendapatkan perlindungan politik. pertama karena kerusakan sungai. Dari semua sektor. listrik. Anak-anak soeharto tersebut mendapatkan bagian tanpa menaruh investasi. dan lainnya. dan ketiga karena pencemaran sungai. Karena telah terikat kontrak di awal selama 25 tahun. Perusahaan multinasional asal london ini menggandeng putra soeharto. Thames membentuk perusahaan lokal dan kemudian memberi sigit 20 % dari keuntungan. sebagai partnernya. Tujuan awal privatisasi air adalah untuk menyediakan air bersih di indonesia secara lebih luas. Indonesia. 4 . air bersih menjadi sebuah permasalahan karena banyak air yang telah tercemar polutan atau bakteri tanah. “setiap perusahaan multinasional di indonesia selalu bekerjasama dengan kroni soeharto. air. karena menurunnya peran dari “kroni-kroni” soeharto. Ketika terjadi kerusuhan seperti tergambar pada ilustrasi di atas. Kehadiran thames water overseas di indonesia pertama kali pada tahun 1993. sigit bekerjasama dengan thames membentuk kekar pola airindo. namun kali ini privatisasi dilangsungkan langsung menggandeng pam jaya. akhirnya thames dan suez merestrukturisasi manajemen mereka termasuk kerjasama dengan kekar pola dan garuda dipta. Hal ini dilakukan karena hukum nasional saat itu melarang adanya investasi asing di bidang penyediaan air.

Dalam undang-undang dasar 1945 pasal 33 ayat 3 menyatakan bahwa sumber daya air dikuasai oleh negara dan dipergunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat secara adil. padahal pada realitasnya masyarakat yang ekonominya kelas bawah untuk mendapatkan air saja bersih harus mengeluarkan biaya yang amat besar. Namun apa yang terjadi sebaliknya. Penerapan dan relevansi uu tentang sumber daya air terutama tentang masalah privatisasi air terhadap kesejahteraan masyarakat yang diatur dalam pasal 33 uud 1945 Sumber daya air adalah air (sumber air. berkelanjutan dan berwawasan lingkungan. Ditambah lagi dengan aturan-aturan yang terkait dengan sumber daya air dan pengelolaannya yang tidak integratif dan koordinatif. hasilnya adalah uu no 7 th 2004 yang dalam pengelolaannya lebih mengedepankan mereka yang mempunyai modal yang hanya berorientasi pada eksploitasi sumber daya air demi mencari keuntungan sebesar-besarnya. tanpa memperhatikan kondisi ekologi air dan lingkungan jangka panjang untuk kelestarian terpenuhinya hak atas air. politik dan desentralisasi). Namun. dan daya air yang terkandung di dalamnya). atas penguasaan sumber daya air oleh negara dimaksud negara menjamin hak setiap orang untuk mendapatkan air bagi pemenuhan kebutuhan pokok sehari-hari dan melakukan pengaturan hak atas air. Secara tidak langsung uu no 7 th 2004 tentang sda bertentangan dengan uud pasal 33 ayat 3 karena negara menjamin hak atas air sepenuhnya. menyeluruh. maka uu 1974 tersebut sudah tidak memadai. tanpa memperdulikan rakyat yang hanya menikmati haknya untuk mendapatkan air harus bayar dengan biaya yang mahal dan petani yang menunggu musim tanam harus membeli air yang sudah dikuasai pihak asing atau sudah di privatisasi. perlu ada kebijakan baru yang akomodatif terhadap perkembangan dan perubahan-perubahan yang terjadi.B. Selain itu akan timbul berbagai masalah diantaranya mengenai 5 . Pemerintah sebagai pemegang kebijakan sudah tidak berpihak lagi pada rakyat yang hanya berorientasi pada kekuasaan dan kekayaan semata. sektor sumber daya air indonesia diatur oleh uu no 11 th 1974 tentang pengairan. juga terpadu. seiring dengan berkembangnya zaman dan adanya perubahan-perubahan yang cepat dalam kehidupan masyarakat (globalisasi. akibat dari restrukturisasi inilah bank dunia dengan mulusnya memberikan pinjaman restrukturisasi sektor sumber daya air (watsal). perubahan kebijakan ekonomi. dalam perkembangan privatisasi air di indonesia dan kaitannya dengan undang-undang no 7 tahun 2004 tentang sumber daya air adalah pengelolaan sumberdaya air yang mana sebelumnya uu sda no 7 th 2004. Maka.

dan pemikiran neoliberal yang mengarus utama. seperti contoh pada daerah madura mereka menghakimi bahwa laut yang ada di sekitar pulau mereka tempati itu adalah wilayah mereka untuk berburu hasil laut. Privatisasi indosat yang menuai banyak kontroversi. jika ada orang asing yang masuk pada wilayah yang dianggap itu daerah kekuasaan 6 . Dampak yang dirasakan konsumen telepon seluler adalah turunnya tarif komunikasi dan membuat pasar telepon seluler menjadi lebih kompetitif. sementara anak cucu tidak lagi bisa menikmati air bersih. terjadinya kebocoran air. tidak semua bentuk privatisasi gagal dari berbagai indikator. dan yang terakhir marilah dimulai dari kita untuk hemat air demi hidup yang berkesinambungan dan kelestarian air. C. dengan melihat bagaimana pengetahuan-pengetahuan dalam studi pembangunan dibentuk oleh lembaga keuangan global.eksploitasi air yang berlebihan berubahnya fungsi sosial air sebagai barang publik. misalnya. terutama akses air untuk penduduk miskin. Wacana privatisasi bukanlah sebuah wacana yang bebas nilai. dapat dikatakan berhasil dalam fungsi penyediaan air serta masalah harga air. globalisasi yang membuat terhapusnya batas-batas negara termasuk batas perputaran uang. Mungkinkah kita harus menggadaikan sumber air kita dengan sekoper uang yang akan habis dalam jangka waktu 10 sepuluh tahun. Privatisasi air di brazil. Dengan melihat kekuatan yang ada di belakang privatisasi air di indonesia ini dan menonjolnya aspek kuasa ini. Sehingga konflikpun terjadi yaitu perebutan wilayah kekuasaan laut yang mereka anggap daerah mereka yang biasanya di pakai untuk penangkapan hasil laut. privatisasi air di indonesia yang melibatkan perusahaan multinasional dimungkinkan terjadi. Kualitas air buruk. Privatisasi tersebut berhasil dengan pengawasan lembaga swadaya masyarakat atau non-governmental organization yang memantau proses privatisasi air oleh perusahaan multinasional. Latar belakang terjadinya open acces Dari adanya undang-undang yang di tetapkan oleh pihak legislatif yaitu bahwa masyarakat berhak atas pengawasan hasil laut dari sanalah mereka merasa diberi kekuasaan atau hak atas pengawasan tersebut. Namun demikian. serta naiknya harga air yang masih disubsidi pemerintah membuat privatisasi air perlu ditinjau kembali. dapat kita pahami mengapa pada akhirnya privatisasi gagal dalam menjawab permasalahan penyediaan air bersih di indonesia. Dengan segala konteks global. sebaliknya sangat berhasil dalam menurunkan harga atau tarif kepada publik. disinilah timbul bahwa mereka berhak atas laut yang mereka yakini masih pada wilayah daerah mereka.

antara pemerintah Karena pusat materinya dan dapat mengakibatkan propinsi. Ketegasan pelaksanaan dari ketentuan pasal 18 ayat (4) dan ayat (7) uu no. c. Hal-hal Faktor penyebab konflik yang menjadi faktor penyebab munculnya konflik terkait dengan pengelolaan sumber daya laut termasuk perikanan antar pemerintah daerah/ propinsi adalah: a. Termasuk kewenangan mengelola sumber daya perikanan. aturan hokum yang sampai saat ini belum ada. Kewenangan daerah dalam mengelola sumber daya laut terutama perikanan mengalami kesulitan dalam pelaksanaannya. tidak dibatasi dengan pembatasan kewenangan masing-masing pemerintah daerah / propinsi dalam penangkapan ikan.mereka maka mereka tidak segan-segan untuk mencegah atau menghakimi bahkan juga sampai terjadi pertengkaran. Pembagian zona penangkapan ikan melalui no. hal itu juga disebabkan karena mereka kurangnya pengetahuan apa arti dan maksud undang-undang yang ada tentang laut dan hasil tangkapan. D.32 tahun 2004 tentang pemerintah daerah yang masih harus diatur dengan peraturan perundangundangan. Belum adanya ketegasan pelaksanaan wewenang pemerintah daerah propinsi/ kabupaten/ kota untuk mengelola sumber daya laut. b. 2. Bentuk-bentuk konflik kepentingan perikanan antar terkait dengan pengelolaan propinsi sumber daya adalah: laut termasuk pemerintah daerah/ 7 .392/kpts/ik.120/4/1999 tentang jalur-jalur keputusan menteri pertanian penangkapan ikan yang “overlapping” pemerintah berlaku untuk setiap nelayan diseluruh perairan nasional. Penerapan dan relevansi masalah open acces terhadap kesejahteraan masyarakat Menurut undang-undang tentang kesejahteraan sosial pasal 33 ayat 3 yaitu bahwa bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung didalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat tetapi hal ini tidak dapat berjalan sesuai undangundang dikarenakan ada beberapa konflik yakni Faktor dan bentuk penyebab konflik pengelolaan sumber daya laut antar pemerintah daerah/ provinsi 1.

Terjadinya tumpang tindih kewenangan antar lembaga dalam hal pengeluaran izin pengelolaan sumber daya alam terutama perikanan. Terjadinya perebutan sumber daya alam terutama perikanan yang terdapat di wilayah perbatasan antara daerah termasuk di dalamnya kawasan konservasi sumber daya perikanan oleh masyarakat hokum adat b. c. Aturan antara hukum lainnya yang mengatur penyelesaian sumber 2004 konflik daya kewenangan laut terutama perikanan. Pranata hukum untuk mengatur penyelesaian konflik Salah satu faktor pranata hukum yang menjadi acuan pemerintah daerah/ provinsi untuk mengatur penyelesaian konflik antar daerah dalam mengelola penyelesaian konflik dan pranata laut hokum antar untuk pemerintah mengatur daerah/ konflik pengelolaan sumber daya sumber daya laut meliputi pelaksanaan otonomi daerah dalam rangka disentralisasi kewenangan pengelolaan sumber daya kelautan dan perikanan oleh masing-masing pemerintah daerah/ provinsi. 2. Alternatif penyelesaian provinsi 1. Pengaturannya diwujudknan dalam bentuk aturan hokum berupa peraturan daerah sesuai ketentuan pasal 136 ayat 2 undang-undang nomor 32 tahun 2004 tentang pemerintahan daerah. Alternatif dan pengaturan penyelesaian konflik pengelolaan sumber daya laut antar pemerintah daerah/ provinsi. Terutama konflik antar nelayan terkait dengan wilayah penangkapan ikan yang terjadi di wilayah perbatasan antar daerah/propinsi. B) koordinasi kelembagaan dan penegakan hokum dalam pengelolaan sumber daya laut. Alternatif penyelesaian konflik A) kerjasama antara pemerintah daerah/provinsi yang satu dengan lainnya dalam pengelolaan sumber daya laut.a. Terjadinya konflik batas antar daerah/ propinsi yang satu dengan lainnya. pemerintah adalah daerah/propinsi undang-undang dalam nomor mengelola 31 tahun perikanan tentang Kewenangan pemerintah daerah untuk mengelola sumber daya perikanan diatur pada bab xi pasal 65 tentang penyerahan urusan dan tugas pembantuan 8 .

Kontrak karya : merupakan kontrak profit sharing dimana manajemen ada di kontraktor. Bukan dari total produksi) 5. Sehingga bukan hanya spbu pertamina yang sering kita lihat tetapi spbu shell dan petronas sudah mulai masuk indonesia. Yang pertama adalah kementerian energi dan sumber daya mineral (esdm) melalui direktorat jenderal minyak dan gas bumi (ditjen migas) serta badan pelaksana kegiatan hulu minyak dan gas bumi (bpmigas) Dalam uu no 22 tahun 2001 (mengenai migas).E. Production sharing contract Technical assistance contract (produksi yang dibagi hanya diperoleh dari pertambahan produksi setelah secondary recovery. Kontrak ini sama seperti psc namun pemerintah/pertamina ikut serta dalam permodalan sehingga komposisi menjadi 50 : 50. hal ini dikarenakan indonesia belum memiliki modal dan teknologi untuk mencari dan mengelola migas sendiri. Joint operating body. Dahulu kegiatan hilir dikuasi oleh pertamina. Kontrak ini tidak ada lagi sejak 1961 2. Pola pengelolaan minyak dan gas yang diterapkan di indonesia Pola yang diterapkan indonesia adalah model kontrak bagi hasil (production sharing contract) yang juga banyak diadopsi oleh negara lain. Oleh karena itu indonesia mengundang perusahaan asing untuk mengelola sumber daya migas. Tidak ada yang bisa menjamin bahwa didalam perut bumi terkandung minyak dan gas yang memiliki jumlah yang ekonomis. Indonesia memberikan hak kepada perusahaan minyak. disamping itu industri migas memiliki karakteristik padat modal. terutama asing. namun sekarang sudah dibuka 100% untuk perusahaan lain diluar pertamina. 9 . Konsesi : kontraktor memiliki kekuasaan penuh atas minyak yang ditambang dan wajib membayar royalti kepada negara. Terdapat dua institusi pemerintah yang mengatur kegiatan operasional migas. seperti malaysia. Kontrak ini tidak ada lagi sejak 1983 3. padat teknologi dan ketidakpastian (resiko). Institusi yang mengatur kegiatan hulu adalah bpmigas sedangkan institusi yang mengatur kegiatan hilir adalah bph migas ( h nya adalah hilir). untuk mengolah sumber daya migas dibandingkan mengelola sendiri atau melalui bumn. Kontrak yang pernah ada di indonesia antara lain: 1. 4. kegiatan industri migas dibagi menjadi kegiatan hulu (mencari sampai menghasilkan produk migas) dan kegiatan hilir (pemasaran migas). Kontrak bagi hasil merupakan kontrak dimana produksi dibagi berdasarkan prosentase tertentu yang disepakati.

china national petroleum corporations (2 persen). satu badan 10 . total e&p (10 persen). 95 persen sektor migas indonesia dikuasai korporasi asing. exxon. Relevansi antara uu migas no. Sedangkan pertamina. Antara lain. Pt chevron asal as menjadi salah satu penguasa terbesar migas di indonesia yang mengambil porsi 44 persen. merupakan salah satu kontraktor migas nasional yang mendapatkan hak atas beberapa wilayah kerja di seluruh indonesia. perusahaan bumn hanya mendapatkan porsi 16 persen. terdapat perusahaan asing yang ikut menikmati kekayaan alam indonesia. china national offshore oil corporation (5 persen). 22 tahun 2001 dengan kesejahteraan masyarakat yang telah diatur dalam uud 1945 pasal 33. Sedangkan dalam pasal 10 melarang badan usaha (termasuk bumn pertamina) melakukan kegiatan usaha di sektor hulu dan hilir sekaligus. tapi di dalam negeri belum terpenuhi. Sebelum adanya uu no 22 tahun 2001 mengenai minyak dan gas bumi. Namun dengan uu tsb. conoco phillips (8 persen). Jadi posisi pertamina. uu migas tersebut secara filosofis. Menurut pengamat ekonomi ikhsan nurdin nursi menegaskan. Pengelolaan migas dalam konteks kedaulatan dan kemadirian migas nasional seharusnya hanya diusahakan oleh negara dan pelaksanaannya ditugaskan dan dikuasakan kepada badan usaha milik negara (pertamina) sebagai pemberian kuasa usaha migas secara eksklusif. Pada pasal 9 uu itu menyamakan posisi pertamina sebagai bumn dengan swasta termasuk asing. dan kodeco energy masing-masing satu persen. pertamina merupakan pemegang kuasa atas pengelolaan migas di indonesia. sama dengan kontraktor migas lain seperti medco. Adanya uu tersebut menyebabkan keterpurukan tata kelola migas di indonesia. dalam hal ini pertamina ep.Pertamina. Pasal 13. Fungsi regulator diserahkan kepada badan pelaksana (dalam hal ini bpmigas) sedangkan pertamina disamakan fungsinya seperti kontraktor migas lainnya F. british petroleum. chevron. substansi dan materi telah melenceng jauh dari amanat yang dikandung secara substantif dalam pasal 33 uud 1945 karena tidak menegaskan bahwa kepemilikan produksi migas secara keseluruhan berada pada negara. medco energy (6 persen). Melihat kondisi diatas. dilakukan pemisahan antara regulator dan player. Selain chevron. hal ini menyebabkan kita menjual gas dengan harga murah di luar negeri. Sehingga kontraktor migas menandatangani kontrak dengan pertamina. vico indonesia. dalam hal ini pt pertamina ep.

Data dirjen migas (2010). Uu ini melarang pertamina. 2010) Dari kenyataan diatas. Adanya uu tentang migas belum sepenuhnya memihak kepada masyarakat bahkan dalam beberapa pasal melenceng dari uud 1945 sebagai konstitusi negara indonesia. pwc. mengharuskan negara mengelola migas melalui bukan badan usaha. Akibatnya. asing bebas menguasai migas. untuk setiap wilayah kerja harus dibentuk badan hukum terpisah. dapat kita lihat kesejahteraan masyarakat indonesia masih dipertanyakan. hanya diberi satu wilayah kerja. Banyak pihak menginginkan agar uu tentang migas segera direvisi untuk memihak kepada masyarakat dan menjadikan negara indonesia berdaulat. Bumn diharuskan bersaing dengan perusahaan swasta bahkan asing untuk mendapat tender mengelola migas milik negara sendiri. padahal di negara manapun negara mengelola migasnya melalui bumn. Bagian pemerintah yang dulu sesuai production sharing contract (psc) lama (1971) bagi hasil pemerintah:kontraktor setelah cost recovery dan pajak sebesar 85:15. justru menurun menjadi 63:37 sesuai peraturan psc yang berlaku pasca uu no. dan keanehan lainnya. 11 . sisanya dikuasai asing. 22/2001 (lihat: oil & gas indonesia: investment and taxation guide. mengharuskan bumn pertamina di pecah-pecah alias dikerdilkan oleh negara sendiri.usaha termasuk bumn pertamina. pertamina dan mitra hanya menguasai 16% dari produksi migas. artinya negara melarang dirinya sendiri untuk mengeksplorasi dan sekaligus menjual migas di negaranya sendiri.

dan keanehan lainnya. politik dan desentralisasi). maka uu 1974 tersebut sudah tidak memadai. artinya negara melarang dirinya sendiri untuk mengeksplorasi dan sekaligus menjual migas di negaranya sendiri. padahal di negara manapun negara mengelola migasnya melalui bumn. Namun. seiring dengan berkembangnya zaman dan adanya perubahan-perubahan yang cepat dalam kehidupan masyarakat (globalisasi. perubahan kebijakan ekonomi. dalam perkembangan privatisasi air di indonesia dan kaitannya dengan undang-undang no 7 tahun 2004 tentang sumber daya air adalah pengelolaan sumberdaya air yang mana sebelumnya uu sda no 7 th 2004. Pengaturannya diwujudknan dalam bentuk aturan hokum berupa peraturan daerah sesuai ketentuan pasal 136 ayat 2 undang-undang nomor 32 tahun 2004 tentang pemerintahan daerah. sangat kami harapkan demi perbaikan makalah ini. saya yakin dalam penulisan makalah ini masih banyak terdapat kekurangan. mengharuskan negara mengelola migas melalui bukan badan usaha. Bumn diharuskan bersaing dengan perusahaan swasta bahkan asing untuk mendapat tender mengelola migas milik negara sendiri. Ditambah lagi dengan aturan-aturan yang terkait dengan sumber daya air dan pengelolaannya yang tidak integratif dan koordinatif. Uu ini melarang pertamina.BAB III Penutup Sumber daya air adalah air (sumber air. mengharuskan bumn pertamina di pecah-pecah alias dikerdilkan oleh negara sendiri. tak ada gading yang tak retak. dan daya air yang terkandung di dalamnya). sektor sumber daya air indonesia diatur oleh uu no 11 th 1974 tentang pengairan. Saran dan kritik yang membangun. 12 . Salah satu faktor pranata hukum yang menjadi acuan pemerintah daerah/ provinsi untuk mengatur penyelesaian konflik antar daerah dalam mengelola sumber daya laut meliputi pelaksanaan otonomi daerah dalam rangka disentralisasi kewenangan pengelolaan sumber daya kelautan dan perikanan oleh masing-masing pemerintah daerah/ provinsi. Demikian makalah yang saya buat.