BAB II ISI

TIMAH (Sn)
Timah adalah sebuah unsur kimia dalam table periodic yang memiliki simbol Sn (bahasa Latin: stannum) dan bernomor atom 50 (golongan IVA, periode 5). Timah dalam bahasa Inggris disebut sebagai Tin dengan simbol kimia Sn. Kata “Tin” diambil dari nama Dewa bangsa Etruscan “Tinia”. Nama latin dari timah adalah “Stannum” dimana kata ini berhubungan dengan kata “stagnum” yang dalam bahasa Inggris bersinonim dengan kata “dripping” yang artinya menjadi cair / basah. Penggunaan kata ini dihubungkan dengan logam timah yang mudah mencair. Timah merupakan logam putih keperakan, logam yang mudah ditempa dan bersifat fleksibel, memiliki struktur kristalin, akan tetapi bersifat mudah patah jika didinginkan. Timah abu-abu (α) memiliki warna abu-abu, dan memiliki struktur kristal kubik mirip diamond, silicon, dan germanium. Alotrop Timah ada dibawah suhu 13,20C dan tidak memiliki sifat logam sama sekali. Diatas suhu ini timah ada dalam bentuk Timah α, timah jenis inilah yang kita lihat seharihari. Timah ini biasa disebut sebagai timah putih disebabkan warnanya putih mengkilap, dan memiliki struktur kristal tetragonal. Tingkat resistansi transformasi dari timah putih ke timah hitam dapat ditingkatkan dengan pencampuran logam lain pada timah seperti seng, bismuth, atau gallium.Timah berupa logam berwarna abu-abu keperakan, dengan kekerasan yang rendah (1,5), 7,3 g/cm3, sifat konduktivitas panas dan listrik yang tinggi. Dalam keadaan normal (13 – 1600C), logam ini bersifat mengkilap dan mudah dibentuk. Mineral yang terkandung di dalam bijih timah pada umumnya ada mineral utama, yaitu kasiterit dan ada juga mineral ikutan, yaitu pirit, kuarsa, zircon, ilmenit, plumbum, bismut, arsenik, stibnite, kalkopirit, kuprit, xenotim, dan monasit merupakan mineral ikutan. Sumber Timah Timah ditemukan dalam banyak aloy ( kombinasi dalam larutan atau senyawa yang terdiri atas dua atau lebih elemen atau paling tidak salah satunya adalah logam, dan hasilnya memiliki property metalik). Timah terbentuk sebagai endapan primer pada batuan granit dan pada daerah sentuhan batuan endapan metamorf yang biasanya berasosiasi dengan turmalin dan urat kuarsa timah, serta sebagai endapan sekunder, yang di dalamnya terdiri dari endapan alluvium, elluvial, dan

dan Zimbabwe. dan batu-batuan kecil. tembaga 50 ppm. sungai. UK. Cassiterite banyak ditemukan dalam deposit alluvial/alluvium yaitu tanah atau sediment yang tidak berkonsolidasi membentuk bongkahan batu dimana dapat dapat mengendap di dasar laut. dengan kandungan timah berkisar 78%. Hampir 80% produksi timah diperoleh dari alluvial/alluvium atau istilahnya deposit sekunder. dan 14 ppm untuk timbal. Afrika Selatan. tanah liat. yang melalui proses pneumatolitik hidrotermal menerobos dan mengisi celah retakan. Magma yang bersifat asam mengandung gas SnF4. atau danau. Contoh lain sumber biji timah yang lain dan kurang mendapat perhatian daripada cassiterite adalah kompleks mineral sulfide yaitu stanite (mineral kompleks antara tembaga-besi-timah-belerang) dan cylindrite (mineral kompleks dari timbale-timah-besi-antimon-belerang).koluvium. Timah pada saat ini diperoleh dari mineral cassiterite atau tinstone. Dua contoh mineral ini biasanya ditemukan bergandengan dengan mineral logam yang lain seperti perak. Hasil yang tidak sebegitu banyak diperoleh dari Peru. Cassiterite merupakan mineral oksida dari timah SnO2. di mana terbentuk reaksi dasar: SnF4 + H2O ⇒ SnO2 + HF2 Timah tidak ditemukan dalam unsur bebasnya di bumi akan tetapi diperoleh dari senyawaannya. Kehadiran timah bermula dengan adanya intrusi granit yang diperkirakan ± 222 juta tahun yang lalu pada Masa Triassic Atas. Timah merupakan unsur ke-49 yang paling banyak terdapat di kerak bumi dimana timah memiliki kandungan 2 ppm jika dibandingkan dengan seng 75 ppm. Alluvium terdiri dari berbagai macam mineral seperti pasir. maka sekitar 7 sampai 8 ton biji timah/alluvial harus ditambang disebabkan konsentrasi cassiterite sangat rendah. Diperkirakan untuk mendapatkan 1 kg Cassiterite. .

15 K Densitas 7. titik leleh timah (232OC) lebih rendah dibandingkan dengan timbal dikarenakan timah membentuk struktur koordinasi 12 yang terdistorsi. Timah putih paling stabil pada temperatur kamar. Jika dipanaskan lagi hingga diatas 161OC.2 C dengan struktur ikatan kovalen seperti diamond. Sedangkan timah beta berwarna putih dan bersifat logam. dan timah rapuh masing-masing berurutan mempunyai massa jenis 5.75:7.029 kJ/mol Kalor jenis 27. dan bersifat sebagai konduktor.2OC berubah secara perlahan menjadi serbuk abu-abu amorf.29 ×10-6 m3/mol Kalor penguapan 295.47 °F) Titik didih 2875 K (4716 °F) Titik leleh 232 oC Volume molar 16. Ada 3 macam bentuk timah yang dikenal yaitu timah abu-abu. stabil pada suhu tinggi. timah akan berubah menjadi timah rapuh.28 dan 6.Sifat Fisis dan Kimia 1.365 g/cm3 (Sn putih).769 g/cm3 (Sn abu-abu) TABEL 2. Unsur ini memiliki 2 bentuk alotropik pada tekanan normal. dan pada temperatur bawah 13.112 J/molK Tekanan uap 5. bukan murni.08 K (449. timah putih-lunak. Timah alfa biasa disebut timah abu-abu dan stabil dibawah suhu 13. yaitu timah alfa dan beta.1 Ciri-ciri fisik Timah Berdasarkan tabel.97 gram/cm3. 5. Sifat fisika Ciri-ciri Fisik Keadaan benda Padat Titik lebur 505.78 E-21 Pa at 505 K Kecepatan suara 2500 m/s pada 293.8 kJ/mol Kalor peleburan 7. .

Ada 18 isotop lainnya yang diketahui.2 oC. dan dapat dicegah dengan menambahkan antimoni atau bismut.8 W/mK TABEL 2. Proses oksidasi dipercepat dengan meningkatnya kandungan oksigen dalam larutan. Timah tahan terhadap korosi air distilasi dan air laut. Jika dipanaskan.8 kJ/mol Energi ionisasi 3 2943.0 kJ/mol Elektronegatifitas 1.2 derajat Celcius menjadi timah putih (timah beta) yang memiliki struktur tetragonal. . 2 Struktur Kristal Tetragonal (Sn putih).71 Elektronegatifitas 1. Timah(II) cenderung memiliki sifat logam dan mudah diperoleh dari pelarutan Sn dalam HCl pekat panas. dan garam asam. akan tetapi dapat diserang oleh asam kuat. Jika struktur ini dipatahkan maka akan terdengar suara yang sering disebut tangisan timah. Ketika timah didinginkan sampai suhu 13. Jika timah dipanaskan dengan adanya udara maka akan terbentuk SnO2. 4 Bilangan oksidasi (Oksida) 4. Perubahan ini disebabkan oleh ketidakmurnian (impurities) seperti aluminium dan seng.2 Ciri-ciri kimia Timah Timah umumnya memiliki bilangan oksidasi +2 dan +4. 18.96 (skala pauli) Energi ionisasi 1 708. Timah biasa terbentuk oleh 9 isotop yang stabil. ia pelan-pelan berubah dari putih menjadi abu-abu. Timah tidak mudah dioksidasi dan tahan terhadap korosi disebabkan terbentuknya lapisan oksida timah yang menghambat proses oksidasi lebih jauh. mudah dibentuk dan memilki struktur kristal yang tinggi.96 (skala pauli) Jari-jari atom 145 (145) pm Jari-jari kovalen 141 pm Jari-jari van der Waals 217 pm Konfigurasi elektron [Kr]4d10 5s2 5p2 Elektron per tingkat energi 2. 18.6 kJ/mol Energi ionisasi 2 1411. Sifat Kimia Ciri-Ciri Kimia Nomor atom 50 Nomor massa 118.2. kubik diamond (Sn abu-abu) Konduktifitas termal 66. basa. 8. timah abu-abu (timah alfa) dengan struktur kubus berubah pada 13. Timah merupakan logam perak keputih-putihan.

Logam Timah dan Paduannya Logam timah banyak manfaatnya baik digunakan secara tunggal maupun sebagai paduan logam (alloy) dengan logam yang lain terutama dengan logam tembaga. Isotop Timah Timah adalah unsur dengan jumlah isotop stabil yang terbanyak dimana jangkauan isotop ini mulai dari 112 hingga 126. merupakan paduan antara 85-99% timah dan sisanya tembaga. peralatan ornament rumah.71. Isotop yang paling sedikit jumlahnya adalah 115Sn.D. Seperti yang telah disebutkan diatas bahwa timah memiliki nomor atom 50 dan nomor massa rata-rata adalah 118. Unsur timah yang memiliki jumlah isotop yang banyak ini sering dikaitkan dengan nomor atom Sn yaitu 50 yang merupakan “magic number” dalam pita kestabilan fisika nuklir. Dengan nomor atom tersebut maka timah memiliki konfigurasi elektron [Kr] 5s2 4d10 5p2. dan Pb. Dari isotop-isotop tersebut yang paling banyak jumlahnya adalah isotop 120Sn dimana komposisinya mencapai 1/3 dari jumlah isotop Sn yang ada. atau peralatan rumah tangga. Timah menunjukkan kesamaan sifat kimia dengan Ge dan Pb seperti pembentukan keadaan oksidasi +2 dan +4. SnF2 digunakan sebagai bahan aditif pasta gigi untuk mencegah terjadinya lubang pada gigi. oksalat. dan sulfidanya SnS2 dipakai pada industri pewarnaan serta proses penyepuhan atau bahan imitasi. Si. dan timbale. Dalam sistem tabel periodik timah berada pada golongan utama IVA (atau golongan 14 untuk sistem periodik modern) dan periode 5 bersama dengan C. Kegunaan Timah Atas dasar sifat fisiknya timah banyak digunakan dalam industri makanan sebagai pembungkus bahan makanan. antimony. E. dan 118Sn. Contoh-contoh paduan antara tembaga dan timah adalah:  Pewter. oleat dan asam stearat. Beberapa isotop bersifat radioaktif dan beberapa yang lain bersifat metastabil (dengan lambang m). Senyawa Flourida. disamping itu SnCl4 juga dapat dipakai sebagai katalis dalam reaksi-reaksi organik seperti pada pembuatan asam-asam asetat. 116Sn. Banyak dipakai untuk vas. Logam timah juga sering dipakai sebagai container dalam berbagai macam industri. . bismuth. dan kaleng minuman disamping aluminium. Oksidanya SnO2 digunakan sebagai bahan ampelas atau penggosok permata. Ge. Senyawa SnCl4 bersama-sama SnO2 dipakai sebagai pelapis permukaan botol atau gelas agar lebih kuat dan tahan abrasi.

8-1% (persen berat) timah atau sedikitnya 0. Cassiterite selanjutnya diletakkan dalam furnace bersama dengan karbon dalam bentuk coal atau minyak bumi. Karbon bereaksi dengan CO2 yang ada didalam furnace membentuk CO. Solder Solder sudah banyak dipakai sejak dahulu kala. Biji timah dihancurkan dan kemudian dipisahkan dari material-material yang tidak diperlukan. Cara Memproduksi Timah Berbagai macam metode dipakai untuk membuat timah dari biji timah tergantung dari jenis biji dan kandungan impuritas dari biji timah. Superkonduktor Timah memiliki sifat konduktor dibawah suhu 3. Plating Logam timah banyak dipergunakan untuk melapisi logam lain seperti seng. Bijih timah yang biasa digunakan untuk produksi adalah dengan kandungan 0. Biji timah kemudian dikeringkan dan dilewatkan dalam alat pemisah magnetik sehingga kita dapat memisahkan biji timah dari impuritas yang berupa logam besi. Fosfor Bronze adalah paduan bronze yang ditambahkan unsur fosfor. Aplikasi ini banyak dipergunakan untuk melapisi kaleng kemasan makanan dan pelapisan pipa yang terbuat dari logam. adakalanya biji yang telah dihancurkan dilewatkan dalam “floating tank” dan titambahkan zat kimia tertentu sehingga biji timahnya bisa terapung sehingga bisa dipisahkan dengan mudah. Timah dipakai dalam bentuk solder merupakan campuran antara 5-70% timah dengan timbale akan tetapi campuran 63% timah dan 37% timbale merupakan komposisi yang umum untuk solder.  Bronze adalah paduan logam timah dengan tembaga dengan kandungan timah sekitar 12%. timbale dan baja dengan tujuan agar tahan terhadap korosi.72 K. Superkonduktor dari timah merupakan superkonduktor pertama yang banyak diteliti oleh para ilmuwan contoh superkonduktor timah yang banyak dipakai adalah Nb3Sn. Adakalanya juga ditambahkan limestone dan pasir untuk menghilangkan impuritasnya kemudian material dipanaskan pada suhu 1400 C.015% untuk biji timah berupa bongkahan-bongkahan kecil. Biji timah yang keluar dari proses ini memiliki konsentrasi timah antara 70-77% dan hampir semuanya berupa mineral Cassiterite. Solder banyak digunakan untuk menyambung pipa atau alat elektronik. CO ini kemudian bereaksi dengan cassiterite .

2. SnO2 larut dalam asam halide membentuk heksahalostanat seperti: . 7. dan lain sebagainya. Dialkil atau monoalkil-timah. sebagai stabilisator panas.membentuk timah dan karbondioksida.8%. dipakai sebagai stabilisator panas dalam pembuatan PVC. Dengan cara ini kemurnian timah yang diperoleh bisa mencapai 99. 3. Seperti yang telah dijelaskan diatas senyawa organotin adalah senyawa yang dibangun dari timah dan substituen hidrokarbon sehingga terdapat ikatan C-Sn. Untuk memperoleh timah dengan kemurnian yang tinggi maka dapat dilakukan dengan menggunakan proses elektrolisis. Metode yang lain adalah dengan menggunakan reaksi Wurtz seperti senyawaan alkil natrium dengan tmah halide ataupun dengan menggunakan reaksi pertukaran antara timah halide dengan senyawaan organoaluminium. 4. sebagai biosida. dipakai sebagai material dasar untuk sintesis senyawaan di. Senyawa ini merupakan bagian dari golongan senyawa organometalik. SnO2 memiliki struktur kristal rutile dimana setiap 1 atom Sn berkoordinasi dengan 6 atom oksigen. Trifenil-timah hidroksida. 8. 5. Logam timah yang dihasilkan dipisahkan melalui bagian bawah furnace untuk diproses lebih lanjut. Oksida timah ini merupakan oksida timah yang paling penting dalam pebuatan logam timah. dll Senyawa organotin dibuat dari reagen Grignard dengan timahtetraklorida. dipakai untuk pengawetan kayu. Trifenil-Timah asetat. Tetrabutiltimah. Trifenil-timah klorida dipakai sebagai biosida Trimetil-timah klorida. Tributil-Timah oksida. Timah Oksida Merupakan senyawa anorganik dengan rumus kimia SnO2. G. 6. dipakai sebagai biosida dan sintesis senyawa organic. Senyawa organotin Merupakan senyawa kimia yang terdiri dari timah (Sn) dengan hidrokarbon membentuk ikatan C-Sn. sebagai pengawet kayu.dan tributil. Contoh beberapa senyawa organotin ini adalah: 1. Senyawa ini banyak dipakai untuk sintesis senyawa organic. SnO2 tidak larut dalam air akan tetapi larut dalam asam dan basa kuat. merupakan kristal putih yang dipakai untuk insektisida dan fungisida. 2. Senyawa Timah 1. untuk fungisida dan engontrol serangga.

SnO2 + 6HI ⇒ H2SnI6 + 2H2O Atau jika dilarutkan dalam asam maka: SnO2 + 6H2SO4 ⇒Sn(SO4)2 + 2H2O SnO2 larut dalam basa membentuk stanat dengan rumus umum Na2SnO3. SnCl4 dipergunakan sebagai senjata kimia dalam perang dunia ke-1. dan juga dalam cairan electroplating. Timah(II) Klorida berupa padatan kristal berwarna putih. reagen analisis untuk raksa. Pada suhu kamar SnCl4 ini merupakan cairan yang tidak berwarna dan akan membentuk kabut jika terjadi kontak dengan udara. 5. Selain dipakai sebagai reduktor SnCl2 juga dipakai sebagai katalis. 4. dipakai untuk memperkuat gelas. SnCl2 dipakai sebagai reduktor dalam larutan asam. Dalam bentuk fasa gas maka molekul SnCl2 berbentuk bengkok. SnO2 digunakan bersama dengan vanadium oksida sebagai katalis untuk oksidasi senyawa aromatic. dapat membentuk dihidrat yang stabil. Timah Sulfida Senyawaan timah dengan belerang terdapat sebagai SnS yaitu timah(II)sulfide dan ada dialam sebagai mineral herzenbergite. Pebuatan SnS adalah dibuat dengan mereaksikan belerang. dan sebagai bahan dasar pembuatan organotin. ataupun sebagai bahan pembuatan organotin. Sn + 2HCl ⇒ SnCl2 + H2 SnCl2 memiliki satu pasangan electron bebas. dipakai sebagai pelapis. dan juga dipakai sebagai aditif makanan untuk SnCl2mempertahankan warna dan sebagai antioksidan. Timah(IV) Klorida Disebut juga stani klorida atau timah tetraklorida merupakan senyawaan kimia dengan rumus SnCl4. 3. SnCl 2 dan H2S. SnCl2 dibuat dengan cara reaksi gas HCl kering dengan logam Sn. sedangkan pada bentuk padatan SnCl2 membentuk rantai yang saling terhubung dengan jembatan klorida. Sn + S -> SnS SnCl2 + H2S -> SnS + 2HCl .

2H2O.SnCl2. Timah(IV) klorida.Sedangkan timah(IV) sulfide memiliki rumus SnS2 dan terdapat dialam sebagai mineral berndtite.garam ini dapat diperoleh sebagai dihidrat. berupa cairan tak berwarna dapat diperoleh dari reaksi langsung antara logam timah dengan gas klor berlebihan (bersifat oksidator kuat) Sn(s) + 2Cl2 → SnCl4(l) Stani klorida dapat larut dalam air. . yang berupa padatan cokklat tua. Senyawa ini mengendap sebagai padatan berwarna coklat dengan penambahan H2S pada larutan senyawa timah(IV) dan banyak dipakai sebagai ornament dekoratif karena warnanya mirip emas. Hidrida timah ini dapat dibuat dengan cara mereaksikan antara SnCl4 dengan LiAlH4. hidroksiklorida. 7. Contoh senyawaannya adalah K4SnO4 atau Mg2SnO4. Hidrida timah ini sangat analog dengan gas metana CH4. Garam stano yang lain yaitu stano sulfide. Metastanat yaitu MSnO3 atau M2SnO3 yaitu campuran oksida atau polimerik anoin. Sintesis Garam Sulfida Garam timah(II) yang sering dijumpai yaitu garam oksida.SnS. tetapi mengalami hidrolisis membentuk oksidanya atau yang terhidrat. Garam ini dalam larutan air mudah terhidrolisis membentuk endapan putih gelatin timah(II). Garam ini diperoleh jika kedalam larutan timah(II) dialiri gas hidrogen sulfide. dan dalam asam klorida pekat terbentuk asam heksaklorostanat. Stannan terdekomposisi secara lambat menghasilkan loga timah dan gas hydrogen. Perlu dicatat bahwa asam stanit yang merupakan precursor stanat sebenarnya tidak terdapat dialam dan ini sebenarnya merupakan hidrat dari SnO2. Timah Hidrida Hidrida dari timah disebut sebagai stannan dan rumus formulanya adalah SnH4. Sn(OH)Cl. Istilah stanat juga dipakai untuk sufiks penamaan senyawa misalnya SnCl62hesaklorostanat. dibuat dengan penguapanlarutan yang diperoleh dari reaksi antara oksidanya dengan asam klorida. 8. 6. Stanat Dalam ilmu kimia stanat berkoporasi dengan senyawaan Ortostanat yang memiliki rumus kimia SnO44-.

Rumus kimianya adalah Cu2FeSnS4 dan merupakan salah satu mineral yang dipakai untuk memproduksi timah. besi dan timah. timbal. 13% besi. Proses produksi logam timah dari bijinya melibatkan serangkaian proses yang terbilang rumit yakni pengolahan mineral ( peningkatan kadar timah/proses fisik dan disebut juga upgrading ). Berbentuk kristal dengan banyak permukaan mengkilap sehingga tampak seperti batu perhiasan. Stannite Stannite adalah mineral sulfida dari tembaga.persiapan material yang akan dilebur. Beberapa Mineral Timah 1. PENGOLAHAN BIJIH TIMAH Timah diolah dari bijih timah yang didapatkan dari batuan atau mineral timah ( kasiterit SnO2 ). 3. Pertama kali ditemukan di Bolivia pada tahun 1893. Cassiterite adalah sumber mineral untuk menghasilkan logam timah yang utama dan biasanya terdapat dialam di alluvial atau aluvium. Warna cylindrite adalah abu-abu metalik dengan spesifik gravity 5. Setelah dilakukanproses pengolahan mineral maka kadar kandungan timah menjadi lebih dari 70 %. industri bahan makanan dan untuk menyimpan bahan makanan. Stannite mengandung sekitar 28% timah. 11 % antimony dan 9% tembaga serta terkadang ditambah timbal. sedangkanbijih timah hasil penambangan darat biasanya mengandung kadar timah yang sudah cukup tinggi > 60%. Cylindrite membentuk kristal pinakoidal triklinik dimana biasanya berbentuk silinder atau tube dimana bentuk nyatanya adalah gulungan dari lembaran kristal ini. Pemakaian timah biasanya dalam bentuk paduan timah yang dikenal dengan namatimah puith yakni campuran 80% timah.Bijih timah hasil dari pengerukan biasanya mengandung 20 ± 30 % timah.4. antimon. . dan 30% belerang. proses refining dan proses pencetakan logam timah. Timah putih ini terutama dipakai untuk peralatan logam pelindung dan pipadalam industri kimia. dan besi.H. Cassiterite Cassiterite adalah mineral timah oksida dengan rumus SnO2. 30% tembaga. Kristal tipis Cassiterite tampak translusen. Cylindrite Cylindrite merupakan mineral sulfonat yang mengandung timah. proses peleburan. Rumus mineral ini adalah Pb2Sn4FeSb2S14. 2. Proses Pengolahan Mineral Timah Proses ini bertujuan sesuai dengan namanya yaitu meningkatkan kadar kandungan timah dimanaBijih timah diambil dari dalam laut atau lepas pantai dengan penambangan atau pengerukansetelah itu dilakukan pembilasan dengan air atau washing dan kemudian diisap dengan pompa. Stannite berwarna biru hingga abu-abu.

Washing atau Pencucian Pencucian timah dilakukan dengan memasukkan bijih timah ke dalam ore bin yang berkapasitas25 drum per unit dan mampu melakukan pencucian 15 ton bijh per jam. zircon.mesh. Zircon dan Xenotime. Mineral nonconductor antara lain: Thorium.Adapun Proses pengolahan mineral timah yang dilakukan di Pusat Pengolahan Bijih Timah (PPBT ) ini meliputi banyak proses : 1. bijih timah yang mempunyai berat jenis lebih berat akan mengalir ke bawah yang berarti kadar timah yang diinginkan sudah tinggi sedangkan sisanya. Mineral konduktor antara lain: Cassiterite dan Ilmenite. Mineral ± mineral tersebut lalu dipisahkan dengan hightension separator ±pemisahan berdasarkan sifat konduktor ± nonkonduktornya atau sifatkonduktivitasnya. Mula ± mula bijih diayak dengan vibrator listrik berkecepatantinggi dan disaring/screening sehingga akan terpisah antara mineral halus berupa cassiterite danmineral kasar yang merupakan ikutan.  Klasifikasi berdasarkan berat jenis dengan menggunakan alat seperti shaking table . Pemisahan berdasarkan ukuran atau screening/sizing Dari hasil pencucian pada ore bin lalu dilakukan pemisahan berdasarkan ukuran dengan menggunakan alat screen.klasifikasi berdasarkan sifat kemagnetannya dengan Magnetic separator. siderit dan sebagainya akan ditampung dan dialirkan kedalam trapezium Jig Yuba 4.mineral ikutan tersebut kemudian diolah pada air tablesehingga menjadi konsentrat yang selanjutnya dilakukan proses smelting. air tabledan multi gravity separator(untuk pengolahan terak/tailing)Pemisahan Mineral IkutanMineral ikutan pada bijih timah  yang memiliki nilai atau value yang terbilang tinggi sepertizircon dan thorium( unsur radioaktif ) akan diambil dengan mengolah kembali bijih timah hasilproses awal pada Amang Plant. yang berkadar rendah yang juga berarti mengandung pengotor atau pegangu lainya seperti quarsa . Di dalam ore bin itubijih dicuci dengan menggunakan air tekanan dan debit yang sesuai dengan umpan 2. Pemisahan berdasarkan berat jenis Proses pemisahan ini menggunakan alat yang disebut jig Harz. misalnya preparasi . rutile. sedangkan tailingnyadibuang ke tempat penampungan. Klasifikasi Bijih ± bijih timah selanjutnya kan dilakukan proses pemisahan/klasifikasi lanjutan yakni:  klasifikasi berdasarkan ukuran butir dengan screening  klasifikasi berdasarkan sifat konduktivitasnya dengan High Tension separator. Proses Pengeringan Proses pengeringan dilakukan didalam rotary dryer. Lalu masing ± masing dipisahkan kembaliberdasarkan kemagnetitanya dengan magnetic separation sehingga dihasilkan secara terpisah. Prinsip kerjanya adalah dengan memanaskanpipa besi yang ada di tengah ± tengah rotary dryer dengan cara mengalirkan api yang didapat dari pembakaran dengan menggunakan solar.thorium dan zircon. 5. 3. Prosedur penelitian kadar tersebut adalah mengamatinya dengan mikroskop dan menghitung jumlah butir dimana butir timah dan pengotornya memiliki karakteristik yang berbeda sehinga dapat diketahui kadar atau jumlah kandungan timah pada bijih. setelah itu dilakukan pengujian untuk mengetahui kadar bijih setelah pencucian. Proses pre-smelting  Setelah dilakukan proses pengolahan mineral dilakukan proses pre-smelting yaitu proses yangdilakukan sebelum dilakukannya proses peleburan.

Limit dalam makanan di Amerika Serikat adalah 300 mg/kg. ditambahkan mineral lain yang dapat mengikat pengotor atau impuritiessehingga logam berharga dalam hal ini timah akan terbebas dari impurities atau hanya memilikiimpurities yang amat sedikit.. Sedangkan SnO tidak larut semua menjadilogam timah murni namun adapula yang ikut ke dalam slag dan juga dalam bentuk debubersamaan dengan gas ± gas lainnya. Hasil proses refining ini menghasilkan logam timah dengan kadar hingga 99. Analisa kandungan impurities yang tersisa juga diperlukan guina melihatapakah kadar impurities sesuai keinginan. Timah juga digunakan dalam pembuatan grenjeng rokok (timah putih).peleburan tahap I yang menghasilkan timah kasar dan slag/terak.unsure ± unsure pengotor akan teroksidasi menjadi senyawaoksida seperti As2O3 yang larut dalam timah cair.Tahap awal peleburan baik peleburan I dan II adalah proses charging yakni bahan baku ±bijihtimah atau slagI dimasukkan kedalam tanur melalui hopper furnace. Bahaya Timah Jumlah kecil timah dalam makanan kaleng tidak berbahaya bagi manusia.Peleburan tahap II yakni peleburan slag sehingga menghasilkan hardhead dan slag II.92%(pada PT. fuel oil controller. Wadah kaleng pada umumnya digunakan untuk berbagai produk yang mengalami proses sterilisasi termal. Setelah peleburan selesai maka hasilnya dimasukkan keforeheart untuk melakukan proses tapping. Dalam tanur terjadi prosesreduksi dengan suhu 1100 ± 15000C.Udara panas yang dihembuskan ke dalam mfurnace atau tanur berasal dari udara luar / atmosfer yang dihisap oleh axial fan exhouster yang selanjutnya dilewatkan ke dalam regenerator yangmengubahnya menjadi panas.pressure recorder. pada longsongan peluru (timah hitam). Pada mulanya wadah kaleng dibuat dari plat timah (tin plate) yang terdiri dari lembaran dasar baja yang timah putih (Sn) panas (hot dipping) atau dengan proses elektrolisa.pengontrolandan penimbangan sehingga untuk proses pengolahan timah akan efisien. Senyawa timah trialkil dan triaril berbahaya bagi makhluk hidup dan harus ditangani secara hati-hati. dan penambahan sulfur untuk mengurangi kadar Cu dan Ni sehingga terbentuk CuS dan NiS. O2 analyzer.sedangkan hardhead dimasukkan ke dalm flame oven untuk diambilSn dan timah besinya.Umumnya terdapat tujuh buah tanur dalam peleburan. Aluminium untuk untuk mengurangi kadar As sehinggaterbentuk AsAl. Proses Refining ( Pemurnian ) . jika tidak dapat dilakukan K. .multipoint temperature recorder dan combustion air controller. Prosespeleburan berlangsung seharian ±24jam dalam tanur guna menghindari kerusakan pada tanur/refraktori. Proses Peleburan ( Smelting ) Ada dua tahap dalam proses peleburan :. Pada tiap tanur terdapat bagian ± bagianyang berfungsi sebagai panel kontrol: single point temperature recorder.     material. karena afinitas material yang ditambahkan terhadap pengotor lebihbesar dibanding Sn. Sn yang berhasil dipisahkan selanjutnya dimasukkankedalam float untuk dilakukan pendinginan /penurunan temperatur hingga 4000C sebelumdipindahkan ke dalam ketel.Pyrorefiningyaitu proses pemurnian dengan menggunakan panas diatas titik lebur sehingga material yangakan direfining cair.Timah). Contoh material lain yang ditambahkan untuk mengikat pengotor: serbuk gergaji untuk mengurangi kadar Fe.

seperti misalnya kaleng baja bebas timah (tin free steel). yaitu Sn dan Fe yang dapat menyebabkan perubahan yang tidak diinginkan seperti perubahan warna. Selain itu bagian sambungan kaleng yang disolder dapat menyebabkan terjadinya kontak antara Sn dan Pb dari solder dengan produk pangan yang memiliki kadar asam rendah sehingga terjadi sulfide stain atau noda hitam pada produk kalengan. di bagian tutup atas kaleng dan sebagian tutup bawah kaleng. Hal ini disebabkan toksikan dari logam berat mempunyai kemampuan untuk berfungsi sebagai co faktor enzim. Jika produk pangan kalengan yang terkontaminasi logam berat masuk kedalam tubuh manusia akan menimbulkan suatu keracunan. yaitu di bagian tutup atas kaleng. terjadi off-flavour. Bentuk dari kemasan kaleng itu sendiri dibedakan menjadi dua jenis yaitu kaleng two piece cans dan kaleng three piece. Three fiece cans adalah kaleng yang terdiri dari tiga sambungan yaitu dibagian badan kaleng. kekeruhan pada sirup dan terbentuknya karat pada kaleng.Kemudian berkembang berbagai jenis yang berbeda dengan plat timah standar. Logam Sn dan Fe yang merupakan logam dasar pembuat kemasan kaleng termasuk kedalam golongan logam berat. akibatnya enzim tidak dapat berfungsi sebagaimana biasanya sehingga reaksi metabolisme terhambat. . kehilangan nilai nutrisi. Sedangkan two piece cans adalah kaleng yang secara keseluruhan hanya memiliki satu sambungan. Kerusakan produk pangan kalengan terutama disebabkan karena interaksi antara logam dasar pembuat kaleng.

http://www.scribd.com/doc/59532234/pengolahan-bijih-timah .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful