BAB II ISI

TIMAH (Sn)
Timah adalah sebuah unsur kimia dalam table periodic yang memiliki simbol Sn (bahasa Latin: stannum) dan bernomor atom 50 (golongan IVA, periode 5). Timah dalam bahasa Inggris disebut sebagai Tin dengan simbol kimia Sn. Kata “Tin” diambil dari nama Dewa bangsa Etruscan “Tinia”. Nama latin dari timah adalah “Stannum” dimana kata ini berhubungan dengan kata “stagnum” yang dalam bahasa Inggris bersinonim dengan kata “dripping” yang artinya menjadi cair / basah. Penggunaan kata ini dihubungkan dengan logam timah yang mudah mencair. Timah merupakan logam putih keperakan, logam yang mudah ditempa dan bersifat fleksibel, memiliki struktur kristalin, akan tetapi bersifat mudah patah jika didinginkan. Timah abu-abu (α) memiliki warna abu-abu, dan memiliki struktur kristal kubik mirip diamond, silicon, dan germanium. Alotrop Timah ada dibawah suhu 13,20C dan tidak memiliki sifat logam sama sekali. Diatas suhu ini timah ada dalam bentuk Timah α, timah jenis inilah yang kita lihat seharihari. Timah ini biasa disebut sebagai timah putih disebabkan warnanya putih mengkilap, dan memiliki struktur kristal tetragonal. Tingkat resistansi transformasi dari timah putih ke timah hitam dapat ditingkatkan dengan pencampuran logam lain pada timah seperti seng, bismuth, atau gallium.Timah berupa logam berwarna abu-abu keperakan, dengan kekerasan yang rendah (1,5), 7,3 g/cm3, sifat konduktivitas panas dan listrik yang tinggi. Dalam keadaan normal (13 – 1600C), logam ini bersifat mengkilap dan mudah dibentuk. Mineral yang terkandung di dalam bijih timah pada umumnya ada mineral utama, yaitu kasiterit dan ada juga mineral ikutan, yaitu pirit, kuarsa, zircon, ilmenit, plumbum, bismut, arsenik, stibnite, kalkopirit, kuprit, xenotim, dan monasit merupakan mineral ikutan. Sumber Timah Timah ditemukan dalam banyak aloy ( kombinasi dalam larutan atau senyawa yang terdiri atas dua atau lebih elemen atau paling tidak salah satunya adalah logam, dan hasilnya memiliki property metalik). Timah terbentuk sebagai endapan primer pada batuan granit dan pada daerah sentuhan batuan endapan metamorf yang biasanya berasosiasi dengan turmalin dan urat kuarsa timah, serta sebagai endapan sekunder, yang di dalamnya terdiri dari endapan alluvium, elluvial, dan

yang melalui proses pneumatolitik hidrotermal menerobos dan mengisi celah retakan. Dua contoh mineral ini biasanya ditemukan bergandengan dengan mineral logam yang lain seperti perak. UK. dengan kandungan timah berkisar 78%. . dan 14 ppm untuk timbal. Timah pada saat ini diperoleh dari mineral cassiterite atau tinstone. tanah liat. di mana terbentuk reaksi dasar: SnF4 + H2O ⇒ SnO2 + HF2 Timah tidak ditemukan dalam unsur bebasnya di bumi akan tetapi diperoleh dari senyawaannya. sungai. tembaga 50 ppm. atau danau. Cassiterite merupakan mineral oksida dari timah SnO2. Timah merupakan unsur ke-49 yang paling banyak terdapat di kerak bumi dimana timah memiliki kandungan 2 ppm jika dibandingkan dengan seng 75 ppm. Kehadiran timah bermula dengan adanya intrusi granit yang diperkirakan ± 222 juta tahun yang lalu pada Masa Triassic Atas. Magma yang bersifat asam mengandung gas SnF4. Contoh lain sumber biji timah yang lain dan kurang mendapat perhatian daripada cassiterite adalah kompleks mineral sulfide yaitu stanite (mineral kompleks antara tembaga-besi-timah-belerang) dan cylindrite (mineral kompleks dari timbale-timah-besi-antimon-belerang). Cassiterite banyak ditemukan dalam deposit alluvial/alluvium yaitu tanah atau sediment yang tidak berkonsolidasi membentuk bongkahan batu dimana dapat dapat mengendap di dasar laut. Hampir 80% produksi timah diperoleh dari alluvial/alluvium atau istilahnya deposit sekunder.koluvium. Diperkirakan untuk mendapatkan 1 kg Cassiterite. Alluvium terdiri dari berbagai macam mineral seperti pasir. dan Zimbabwe. dan batu-batuan kecil. Hasil yang tidak sebegitu banyak diperoleh dari Peru. maka sekitar 7 sampai 8 ton biji timah/alluvial harus ditambang disebabkan konsentrasi cassiterite sangat rendah. Afrika Selatan.

Sedangkan timah beta berwarna putih dan bersifat logam. .Sifat Fisis dan Kimia 1. timah putih-lunak. Timah putih paling stabil pada temperatur kamar. Sifat fisika Ciri-ciri Fisik Keadaan benda Padat Titik lebur 505. Jika dipanaskan lagi hingga diatas 161OC. Timah alfa biasa disebut timah abu-abu dan stabil dibawah suhu 13. dan timah rapuh masing-masing berurutan mempunyai massa jenis 5. stabil pada suhu tinggi.2OC berubah secara perlahan menjadi serbuk abu-abu amorf. Ada 3 macam bentuk timah yang dikenal yaitu timah abu-abu. dan pada temperatur bawah 13.8 kJ/mol Kalor peleburan 7. timah akan berubah menjadi timah rapuh. titik leleh timah (232OC) lebih rendah dibandingkan dengan timbal dikarenakan timah membentuk struktur koordinasi 12 yang terdistorsi.28 dan 6. Unsur ini memiliki 2 bentuk alotropik pada tekanan normal.365 g/cm3 (Sn putih).1 Ciri-ciri fisik Timah Berdasarkan tabel.75:7.2 C dengan struktur ikatan kovalen seperti diamond.112 J/molK Tekanan uap 5. dan bersifat sebagai konduktor.97 gram/cm3. 5. bukan murni.47 °F) Titik didih 2875 K (4716 °F) Titik leleh 232 oC Volume molar 16. yaitu timah alfa dan beta.029 kJ/mol Kalor jenis 27.08 K (449.78 E-21 Pa at 505 K Kecepatan suara 2500 m/s pada 293.15 K Densitas 7.29 ×10-6 m3/mol Kalor penguapan 295.769 g/cm3 (Sn abu-abu) TABEL 2.

Jika dipanaskan. mudah dibentuk dan memilki struktur kristal yang tinggi.96 (skala pauli) Jari-jari atom 145 (145) pm Jari-jari kovalen 141 pm Jari-jari van der Waals 217 pm Konfigurasi elektron [Kr]4d10 5s2 5p2 Elektron per tingkat energi 2. Perubahan ini disebabkan oleh ketidakmurnian (impurities) seperti aluminium dan seng. Timah(II) cenderung memiliki sifat logam dan mudah diperoleh dari pelarutan Sn dalam HCl pekat panas. dan dapat dicegah dengan menambahkan antimoni atau bismut.71 Elektronegatifitas 1. akan tetapi dapat diserang oleh asam kuat.2 derajat Celcius menjadi timah putih (timah beta) yang memiliki struktur tetragonal. 18.6 kJ/mol Energi ionisasi 2 1411. Timah tahan terhadap korosi air distilasi dan air laut. Jika timah dipanaskan dengan adanya udara maka akan terbentuk SnO2. Ada 18 isotop lainnya yang diketahui.96 (skala pauli) Energi ionisasi 1 708. ia pelan-pelan berubah dari putih menjadi abu-abu. Proses oksidasi dipercepat dengan meningkatnya kandungan oksigen dalam larutan. dan garam asam. 2 Struktur Kristal Tetragonal (Sn putih).2 Ciri-ciri kimia Timah Timah umumnya memiliki bilangan oksidasi +2 dan +4. Timah biasa terbentuk oleh 9 isotop yang stabil.2 oC. kubik diamond (Sn abu-abu) Konduktifitas termal 66. Sifat Kimia Ciri-Ciri Kimia Nomor atom 50 Nomor massa 118.0 kJ/mol Elektronegatifitas 1. . Ketika timah didinginkan sampai suhu 13. 8. timah abu-abu (timah alfa) dengan struktur kubus berubah pada 13.8 W/mK TABEL 2. Jika struktur ini dipatahkan maka akan terdengar suara yang sering disebut tangisan timah. Timah merupakan logam perak keputih-putihan.8 kJ/mol Energi ionisasi 3 2943. Timah tidak mudah dioksidasi dan tahan terhadap korosi disebabkan terbentuknya lapisan oksida timah yang menghambat proses oksidasi lebih jauh. basa.2. 4 Bilangan oksidasi (Oksida) 4. 18.

oksalat. Logam timah juga sering dipakai sebagai container dalam berbagai macam industri. Banyak dipakai untuk vas. Oksidanya SnO2 digunakan sebagai bahan ampelas atau penggosok permata. Ge. dan Pb. disamping itu SnCl4 juga dapat dipakai sebagai katalis dalam reaksi-reaksi organik seperti pada pembuatan asam-asam asetat. Kegunaan Timah Atas dasar sifat fisiknya timah banyak digunakan dalam industri makanan sebagai pembungkus bahan makanan. dan kaleng minuman disamping aluminium. . Isotop yang paling sedikit jumlahnya adalah 115Sn. Beberapa isotop bersifat radioaktif dan beberapa yang lain bersifat metastabil (dengan lambang m). Timah menunjukkan kesamaan sifat kimia dengan Ge dan Pb seperti pembentukan keadaan oksidasi +2 dan +4. antimony. E. Senyawa Flourida. Isotop Timah Timah adalah unsur dengan jumlah isotop stabil yang terbanyak dimana jangkauan isotop ini mulai dari 112 hingga 126. dan sulfidanya SnS2 dipakai pada industri pewarnaan serta proses penyepuhan atau bahan imitasi.D. Dari isotop-isotop tersebut yang paling banyak jumlahnya adalah isotop 120Sn dimana komposisinya mencapai 1/3 dari jumlah isotop Sn yang ada. bismuth. Si. dan 118Sn. Contoh-contoh paduan antara tembaga dan timah adalah:  Pewter. SnF2 digunakan sebagai bahan aditif pasta gigi untuk mencegah terjadinya lubang pada gigi. Unsur timah yang memiliki jumlah isotop yang banyak ini sering dikaitkan dengan nomor atom Sn yaitu 50 yang merupakan “magic number” dalam pita kestabilan fisika nuklir. atau peralatan rumah tangga. dan timbale. Senyawa SnCl4 bersama-sama SnO2 dipakai sebagai pelapis permukaan botol atau gelas agar lebih kuat dan tahan abrasi. peralatan ornament rumah. Dalam sistem tabel periodik timah berada pada golongan utama IVA (atau golongan 14 untuk sistem periodik modern) dan periode 5 bersama dengan C. Logam Timah dan Paduannya Logam timah banyak manfaatnya baik digunakan secara tunggal maupun sebagai paduan logam (alloy) dengan logam yang lain terutama dengan logam tembaga. oleat dan asam stearat. Dengan nomor atom tersebut maka timah memiliki konfigurasi elektron [Kr] 5s2 4d10 5p2.71. merupakan paduan antara 85-99% timah dan sisanya tembaga. 116Sn. Seperti yang telah disebutkan diatas bahwa timah memiliki nomor atom 50 dan nomor massa rata-rata adalah 118.

Timah dipakai dalam bentuk solder merupakan campuran antara 5-70% timah dengan timbale akan tetapi campuran 63% timah dan 37% timbale merupakan komposisi yang umum untuk solder. CO ini kemudian bereaksi dengan cassiterite . Superkonduktor dari timah merupakan superkonduktor pertama yang banyak diteliti oleh para ilmuwan contoh superkonduktor timah yang banyak dipakai adalah Nb3Sn. Plating Logam timah banyak dipergunakan untuk melapisi logam lain seperti seng.015% untuk biji timah berupa bongkahan-bongkahan kecil.72 K. Fosfor Bronze adalah paduan bronze yang ditambahkan unsur fosfor. Cara Memproduksi Timah Berbagai macam metode dipakai untuk membuat timah dari biji timah tergantung dari jenis biji dan kandungan impuritas dari biji timah. Solder Solder sudah banyak dipakai sejak dahulu kala. timbale dan baja dengan tujuan agar tahan terhadap korosi. Karbon bereaksi dengan CO2 yang ada didalam furnace membentuk CO. Biji timah dihancurkan dan kemudian dipisahkan dari material-material yang tidak diperlukan. Solder banyak digunakan untuk menyambung pipa atau alat elektronik. Biji timah kemudian dikeringkan dan dilewatkan dalam alat pemisah magnetik sehingga kita dapat memisahkan biji timah dari impuritas yang berupa logam besi.8-1% (persen berat) timah atau sedikitnya 0. adakalanya biji yang telah dihancurkan dilewatkan dalam “floating tank” dan titambahkan zat kimia tertentu sehingga biji timahnya bisa terapung sehingga bisa dipisahkan dengan mudah. Bijih timah yang biasa digunakan untuk produksi adalah dengan kandungan 0. Superkonduktor Timah memiliki sifat konduktor dibawah suhu 3. Adakalanya juga ditambahkan limestone dan pasir untuk menghilangkan impuritasnya kemudian material dipanaskan pada suhu 1400 C. Biji timah yang keluar dari proses ini memiliki konsentrasi timah antara 70-77% dan hampir semuanya berupa mineral Cassiterite. Cassiterite selanjutnya diletakkan dalam furnace bersama dengan karbon dalam bentuk coal atau minyak bumi. Aplikasi ini banyak dipergunakan untuk melapisi kaleng kemasan makanan dan pelapisan pipa yang terbuat dari logam.  Bronze adalah paduan logam timah dengan tembaga dengan kandungan timah sekitar 12%.

SnO2 larut dalam asam halide membentuk heksahalostanat seperti: . Timah Oksida Merupakan senyawa anorganik dengan rumus kimia SnO2.membentuk timah dan karbondioksida. SnO2 tidak larut dalam air akan tetapi larut dalam asam dan basa kuat. sebagai stabilisator panas. dipakai sebagai material dasar untuk sintesis senyawaan di. 7. 8. Senyawa ini banyak dipakai untuk sintesis senyawa organic. sebagai pengawet kayu. Logam timah yang dihasilkan dipisahkan melalui bagian bawah furnace untuk diproses lebih lanjut. 6. G. 5. Tetrabutiltimah. Metode yang lain adalah dengan menggunakan reaksi Wurtz seperti senyawaan alkil natrium dengan tmah halide ataupun dengan menggunakan reaksi pertukaran antara timah halide dengan senyawaan organoaluminium.8%. Trifenil-timah klorida dipakai sebagai biosida Trimetil-timah klorida. Senyawa ini merupakan bagian dari golongan senyawa organometalik. Dengan cara ini kemurnian timah yang diperoleh bisa mencapai 99. Dialkil atau monoalkil-timah. Oksida timah ini merupakan oksida timah yang paling penting dalam pebuatan logam timah. Trifenil-timah hidroksida. dipakai untuk pengawetan kayu. SnO2 memiliki struktur kristal rutile dimana setiap 1 atom Sn berkoordinasi dengan 6 atom oksigen. 4.dan tributil. 3. Seperti yang telah dijelaskan diatas senyawa organotin adalah senyawa yang dibangun dari timah dan substituen hidrokarbon sehingga terdapat ikatan C-Sn. sebagai biosida. merupakan kristal putih yang dipakai untuk insektisida dan fungisida. Untuk memperoleh timah dengan kemurnian yang tinggi maka dapat dilakukan dengan menggunakan proses elektrolisis. dipakai sebagai biosida dan sintesis senyawa organic. Senyawa organotin Merupakan senyawa kimia yang terdiri dari timah (Sn) dengan hidrokarbon membentuk ikatan C-Sn. Tributil-Timah oksida. dipakai sebagai stabilisator panas dalam pembuatan PVC. 2. dan lain sebagainya. Trifenil-Timah asetat. untuk fungisida dan engontrol serangga. Senyawa Timah 1. 2. Contoh beberapa senyawa organotin ini adalah: 1. dll Senyawa organotin dibuat dari reagen Grignard dengan timahtetraklorida.

sedangkan pada bentuk padatan SnCl2 membentuk rantai yang saling terhubung dengan jembatan klorida. Timah(IV) Klorida Disebut juga stani klorida atau timah tetraklorida merupakan senyawaan kimia dengan rumus SnCl4. 3. SnCl2 dibuat dengan cara reaksi gas HCl kering dengan logam Sn. SnO2 digunakan bersama dengan vanadium oksida sebagai katalis untuk oksidasi senyawa aromatic. Pada suhu kamar SnCl4 ini merupakan cairan yang tidak berwarna dan akan membentuk kabut jika terjadi kontak dengan udara. dan juga dalam cairan electroplating.SnO2 + 6HI ⇒ H2SnI6 + 2H2O Atau jika dilarutkan dalam asam maka: SnO2 + 6H2SO4 ⇒Sn(SO4)2 + 2H2O SnO2 larut dalam basa membentuk stanat dengan rumus umum Na2SnO3. Dalam bentuk fasa gas maka molekul SnCl2 berbentuk bengkok. Timah Sulfida Senyawaan timah dengan belerang terdapat sebagai SnS yaitu timah(II)sulfide dan ada dialam sebagai mineral herzenbergite. reagen analisis untuk raksa. SnCl2 dipakai sebagai reduktor dalam larutan asam. Sn + 2HCl ⇒ SnCl2 + H2 SnCl2 memiliki satu pasangan electron bebas. 4. dan sebagai bahan dasar pembuatan organotin. dapat membentuk dihidrat yang stabil. 5. dipakai sebagai pelapis. Timah(II) Klorida berupa padatan kristal berwarna putih. ataupun sebagai bahan pembuatan organotin. SnCl4 dipergunakan sebagai senjata kimia dalam perang dunia ke-1. Selain dipakai sebagai reduktor SnCl2 juga dipakai sebagai katalis. dan juga dipakai sebagai aditif makanan untuk SnCl2mempertahankan warna dan sebagai antioksidan. dipakai untuk memperkuat gelas. Pebuatan SnS adalah dibuat dengan mereaksikan belerang. SnCl 2 dan H2S. Sn + S -> SnS SnCl2 + H2S -> SnS + 2HCl .

Hidrida timah ini sangat analog dengan gas metana CH4. yang berupa padatan cokklat tua. Senyawa ini mengendap sebagai padatan berwarna coklat dengan penambahan H2S pada larutan senyawa timah(IV) dan banyak dipakai sebagai ornament dekoratif karena warnanya mirip emas. Stanat Dalam ilmu kimia stanat berkoporasi dengan senyawaan Ortostanat yang memiliki rumus kimia SnO44-. Contoh senyawaannya adalah K4SnO4 atau Mg2SnO4. . berupa cairan tak berwarna dapat diperoleh dari reaksi langsung antara logam timah dengan gas klor berlebihan (bersifat oksidator kuat) Sn(s) + 2Cl2 → SnCl4(l) Stani klorida dapat larut dalam air. Istilah stanat juga dipakai untuk sufiks penamaan senyawa misalnya SnCl62hesaklorostanat. dan dalam asam klorida pekat terbentuk asam heksaklorostanat. Hidrida timah ini dapat dibuat dengan cara mereaksikan antara SnCl4 dengan LiAlH4. Timah(IV) klorida.SnS. Stannan terdekomposisi secara lambat menghasilkan loga timah dan gas hydrogen. hidroksiklorida. 8. 6.garam ini dapat diperoleh sebagai dihidrat. dibuat dengan penguapanlarutan yang diperoleh dari reaksi antara oksidanya dengan asam klorida. Sn(OH)Cl. Perlu dicatat bahwa asam stanit yang merupakan precursor stanat sebenarnya tidak terdapat dialam dan ini sebenarnya merupakan hidrat dari SnO2.SnCl2. Garam ini diperoleh jika kedalam larutan timah(II) dialiri gas hidrogen sulfide. Sintesis Garam Sulfida Garam timah(II) yang sering dijumpai yaitu garam oksida.2H2O.Sedangkan timah(IV) sulfide memiliki rumus SnS2 dan terdapat dialam sebagai mineral berndtite. Garam ini dalam larutan air mudah terhidrolisis membentuk endapan putih gelatin timah(II). Metastanat yaitu MSnO3 atau M2SnO3 yaitu campuran oksida atau polimerik anoin. 7. tetapi mengalami hidrolisis membentuk oksidanya atau yang terhidrat. Garam stano yang lain yaitu stano sulfide. Timah Hidrida Hidrida dari timah disebut sebagai stannan dan rumus formulanya adalah SnH4.

30% tembaga. Berbentuk kristal dengan banyak permukaan mengkilap sehingga tampak seperti batu perhiasan. Beberapa Mineral Timah 1. 3. dan besi. proses peleburan. Cassiterite adalah sumber mineral untuk menghasilkan logam timah yang utama dan biasanya terdapat dialam di alluvial atau aluvium. proses refining dan proses pencetakan logam timah. Stannite mengandung sekitar 28% timah. 2.persiapan material yang akan dilebur.4. Proses produksi logam timah dari bijinya melibatkan serangkaian proses yang terbilang rumit yakni pengolahan mineral ( peningkatan kadar timah/proses fisik dan disebut juga upgrading ). Cylindrite membentuk kristal pinakoidal triklinik dimana biasanya berbentuk silinder atau tube dimana bentuk nyatanya adalah gulungan dari lembaran kristal ini. dan 30% belerang.Bijih timah hasil dari pengerukan biasanya mengandung 20 ± 30 % timah. 11 % antimony dan 9% tembaga serta terkadang ditambah timbal. Setelah dilakukanproses pengolahan mineral maka kadar kandungan timah menjadi lebih dari 70 %. Warna cylindrite adalah abu-abu metalik dengan spesifik gravity 5. antimon. 13% besi. PENGOLAHAN BIJIH TIMAH Timah diolah dari bijih timah yang didapatkan dari batuan atau mineral timah ( kasiterit SnO2 ). timbal. Rumus mineral ini adalah Pb2Sn4FeSb2S14. besi dan timah. sedangkanbijih timah hasil penambangan darat biasanya mengandung kadar timah yang sudah cukup tinggi > 60%. Rumus kimianya adalah Cu2FeSnS4 dan merupakan salah satu mineral yang dipakai untuk memproduksi timah. Kristal tipis Cassiterite tampak translusen. . Stannite Stannite adalah mineral sulfida dari tembaga. industri bahan makanan dan untuk menyimpan bahan makanan. Stannite berwarna biru hingga abu-abu. Proses Pengolahan Mineral Timah Proses ini bertujuan sesuai dengan namanya yaitu meningkatkan kadar kandungan timah dimanaBijih timah diambil dari dalam laut atau lepas pantai dengan penambangan atau pengerukansetelah itu dilakukan pembilasan dengan air atau washing dan kemudian diisap dengan pompa. Pemakaian timah biasanya dalam bentuk paduan timah yang dikenal dengan namatimah puith yakni campuran 80% timah. Cylindrite Cylindrite merupakan mineral sulfonat yang mengandung timah.H. Pertama kali ditemukan di Bolivia pada tahun 1893. Timah putih ini terutama dipakai untuk peralatan logam pelindung dan pipadalam industri kimia. Cassiterite Cassiterite adalah mineral timah oksida dengan rumus SnO2.

mesh.  Klasifikasi berdasarkan berat jenis dengan menggunakan alat seperti shaking table . Zircon dan Xenotime. Mineral nonconductor antara lain: Thorium. Lalu masing ± masing dipisahkan kembaliberdasarkan kemagnetitanya dengan magnetic separation sehingga dihasilkan secara terpisah. 3.thorium dan zircon. 5. Klasifikasi Bijih ± bijih timah selanjutnya kan dilakukan proses pemisahan/klasifikasi lanjutan yakni:  klasifikasi berdasarkan ukuran butir dengan screening  klasifikasi berdasarkan sifat konduktivitasnya dengan High Tension separator. bijih timah yang mempunyai berat jenis lebih berat akan mengalir ke bawah yang berarti kadar timah yang diinginkan sudah tinggi sedangkan sisanya. Proses Pengeringan Proses pengeringan dilakukan didalam rotary dryer. sedangkan tailingnyadibuang ke tempat penampungan. Mineral ± mineral tersebut lalu dipisahkan dengan hightension separator ±pemisahan berdasarkan sifat konduktor ± nonkonduktornya atau sifatkonduktivitasnya. siderit dan sebagainya akan ditampung dan dialirkan kedalam trapezium Jig Yuba 4. Prinsip kerjanya adalah dengan memanaskanpipa besi yang ada di tengah ± tengah rotary dryer dengan cara mengalirkan api yang didapat dari pembakaran dengan menggunakan solar. Washing atau Pencucian Pencucian timah dilakukan dengan memasukkan bijih timah ke dalam ore bin yang berkapasitas25 drum per unit dan mampu melakukan pencucian 15 ton bijh per jam. Mula ± mula bijih diayak dengan vibrator listrik berkecepatantinggi dan disaring/screening sehingga akan terpisah antara mineral halus berupa cassiterite danmineral kasar yang merupakan ikutan. Pemisahan berdasarkan berat jenis Proses pemisahan ini menggunakan alat yang disebut jig Harz. Pemisahan berdasarkan ukuran atau screening/sizing Dari hasil pencucian pada ore bin lalu dilakukan pemisahan berdasarkan ukuran dengan menggunakan alat screen. yang berkadar rendah yang juga berarti mengandung pengotor atau pegangu lainya seperti quarsa . zircon. Di dalam ore bin itubijih dicuci dengan menggunakan air tekanan dan debit yang sesuai dengan umpan 2. misalnya preparasi . rutile.klasifikasi berdasarkan sifat kemagnetannya dengan Magnetic separator. Mineral konduktor antara lain: Cassiterite dan Ilmenite.Adapun Proses pengolahan mineral timah yang dilakukan di Pusat Pengolahan Bijih Timah (PPBT ) ini meliputi banyak proses : 1. Prosedur penelitian kadar tersebut adalah mengamatinya dengan mikroskop dan menghitung jumlah butir dimana butir timah dan pengotornya memiliki karakteristik yang berbeda sehinga dapat diketahui kadar atau jumlah kandungan timah pada bijih. air tabledan multi gravity separator(untuk pengolahan terak/tailing)Pemisahan Mineral IkutanMineral ikutan pada bijih timah  yang memiliki nilai atau value yang terbilang tinggi sepertizircon dan thorium( unsur radioaktif ) akan diambil dengan mengolah kembali bijih timah hasilproses awal pada Amang Plant. Proses pre-smelting  Setelah dilakukan proses pengolahan mineral dilakukan proses pre-smelting yaitu proses yangdilakukan sebelum dilakukannya proses peleburan.mineral ikutan tersebut kemudian diolah pada air tablesehingga menjadi konsentrat yang selanjutnya dilakukan proses smelting. setelah itu dilakukan pengujian untuk mengetahui kadar bijih setelah pencucian.

Hasil proses refining ini menghasilkan logam timah dengan kadar hingga 99.     material.Tahap awal peleburan baik peleburan I dan II adalah proses charging yakni bahan baku ±bijihtimah atau slagI dimasukkan kedalam tanur melalui hopper furnace. pada longsongan peluru (timah hitam). Pada tiap tanur terdapat bagian ± bagianyang berfungsi sebagai panel kontrol: single point temperature recorder. Proses Peleburan ( Smelting ) Ada dua tahap dalam proses peleburan :.Umumnya terdapat tujuh buah tanur dalam peleburan.peleburan tahap I yang menghasilkan timah kasar dan slag/terak. Prosespeleburan berlangsung seharian ±24jam dalam tanur guna menghindari kerusakan pada tanur/refraktori. jika tidak dapat dilakukan K.Peleburan tahap II yakni peleburan slag sehingga menghasilkan hardhead dan slag II. karena afinitas material yang ditambahkan terhadap pengotor lebihbesar dibanding Sn. Contoh material lain yang ditambahkan untuk mengikat pengotor: serbuk gergaji untuk mengurangi kadar Fe. Proses Refining ( Pemurnian ) .Timah). Aluminium untuk untuk mengurangi kadar As sehinggaterbentuk AsAl. Dalam tanur terjadi prosesreduksi dengan suhu 1100 ± 15000C. ditambahkan mineral lain yang dapat mengikat pengotor atau impuritiessehingga logam berharga dalam hal ini timah akan terbebas dari impurities atau hanya memilikiimpurities yang amat sedikit.unsure ± unsure pengotor akan teroksidasi menjadi senyawaoksida seperti As2O3 yang larut dalam timah cair. Wadah kaleng pada umumnya digunakan untuk berbagai produk yang mengalami proses sterilisasi termal.pressure recorder.Udara panas yang dihembuskan ke dalam mfurnace atau tanur berasal dari udara luar / atmosfer yang dihisap oleh axial fan exhouster yang selanjutnya dilewatkan ke dalam regenerator yangmengubahnya menjadi panas. Setelah peleburan selesai maka hasilnya dimasukkan keforeheart untuk melakukan proses tapping. O2 analyzer.92%(pada PT. Timah juga digunakan dalam pembuatan grenjeng rokok (timah putih). Sn yang berhasil dipisahkan selanjutnya dimasukkankedalam float untuk dilakukan pendinginan /penurunan temperatur hingga 4000C sebelumdipindahkan ke dalam ketel.multipoint temperature recorder dan combustion air controller. Pada mulanya wadah kaleng dibuat dari plat timah (tin plate) yang terdiri dari lembaran dasar baja yang timah putih (Sn) panas (hot dipping) atau dengan proses elektrolisa.sedangkan hardhead dimasukkan ke dalm flame oven untuk diambilSn dan timah besinya. Sedangkan SnO tidak larut semua menjadilogam timah murni namun adapula yang ikut ke dalam slag dan juga dalam bentuk debubersamaan dengan gas ± gas lainnya. Senyawa timah trialkil dan triaril berbahaya bagi makhluk hidup dan harus ditangani secara hati-hati. fuel oil controller. dan penambahan sulfur untuk mengurangi kadar Cu dan Ni sehingga terbentuk CuS dan NiS. .pengontrolandan penimbangan sehingga untuk proses pengolahan timah akan efisien.Pyrorefiningyaitu proses pemurnian dengan menggunakan panas diatas titik lebur sehingga material yangakan direfining cair. Bahaya Timah Jumlah kecil timah dalam makanan kaleng tidak berbahaya bagi manusia. Limit dalam makanan di Amerika Serikat adalah 300 mg/kg.. Analisa kandungan impurities yang tersisa juga diperlukan guina melihatapakah kadar impurities sesuai keinginan.

kehilangan nilai nutrisi. di bagian tutup atas kaleng dan sebagian tutup bawah kaleng. Kerusakan produk pangan kalengan terutama disebabkan karena interaksi antara logam dasar pembuat kaleng. Jika produk pangan kalengan yang terkontaminasi logam berat masuk kedalam tubuh manusia akan menimbulkan suatu keracunan. Sedangkan two piece cans adalah kaleng yang secara keseluruhan hanya memiliki satu sambungan. terjadi off-flavour. Three fiece cans adalah kaleng yang terdiri dari tiga sambungan yaitu dibagian badan kaleng. kekeruhan pada sirup dan terbentuknya karat pada kaleng. Selain itu bagian sambungan kaleng yang disolder dapat menyebabkan terjadinya kontak antara Sn dan Pb dari solder dengan produk pangan yang memiliki kadar asam rendah sehingga terjadi sulfide stain atau noda hitam pada produk kalengan. Hal ini disebabkan toksikan dari logam berat mempunyai kemampuan untuk berfungsi sebagai co faktor enzim. yaitu Sn dan Fe yang dapat menyebabkan perubahan yang tidak diinginkan seperti perubahan warna. Logam Sn dan Fe yang merupakan logam dasar pembuat kemasan kaleng termasuk kedalam golongan logam berat. yaitu di bagian tutup atas kaleng. akibatnya enzim tidak dapat berfungsi sebagaimana biasanya sehingga reaksi metabolisme terhambat. Bentuk dari kemasan kaleng itu sendiri dibedakan menjadi dua jenis yaitu kaleng two piece cans dan kaleng three piece. . seperti misalnya kaleng baja bebas timah (tin free steel).Kemudian berkembang berbagai jenis yang berbeda dengan plat timah standar.

com/doc/59532234/pengolahan-bijih-timah .scribd.http://www.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful