P. 1
pdf

pdf

|Views: 210|Likes:
Published by Aris Di Je
jurnal
jurnal

More info:

Categories:Types, Business/Law
Published by: Aris Di Je on May 10, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/28/2013

pdf

text

original

KATA PENGANTAR Tamansiswa dengan Ki Hadjar Dewantara (KHD) merupakan dua nama dan terminologi yang saling tidak

dapat dipisahkan. Tamansiswa adalah lembaga perjuangan yang menggunakan pendidikan dalam arti luas sebagai medan juang, sedangkan KHD adalah orang yang melahirkan Tamansiswa baik secara konsep maupun fisik. Sebenarnya KHD adalah seorang bangsawan yang lahir 2 Mei 1889 dari keluarga Pangeran Soerjaningrat trah Paku Alaman. Pada waktu kecil KHD bernama Raden Mas Soewardi Soerjaningrat. Pada waktu belajar di STOVIA Jakarta (1905), beliau mempunyai kesempatan bergaul dengan teman belajarnya yang berasal dari berbagai daerah dan tokoh-tokoh pergerakan nasional Indonesia. Dengan begitu KHD memperoleh pengalaman berorganisasi secara modern. Ki Hadjar Dewantara (KHD)-- Bapak Pendidikan Nasional-- mendirikan Perguruan Tamansiswa tepatnya pada pada tanggal 3 Juli 1922. Tamansiswa sebagai Badan Perjuangan Kebudayaan dan Pembangunan Masyarakat menggunakan pendidikan dalam arti luas. Pada awalnya pendidikan yang diselenggarakan Perguruan Tamansiswa adalah Taman Indria (TK), berikutnya Taman Muda (SD), Taman Dewasa (SMP), Taman Guru (SPG), Taman Karya (SMK), dan Taman Madya (SMA). Tiga puluh tiga tahun kemudian, tepatnya tanggal 15 November 1955 Ki Hadjar Dewantara mendirikan Taman Prasarjana yang kemudian menjadi Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa.Perjalanan pendidikan Tamansiswa mengalami dinamika dan pasang surut. Tempo dulu, Tamansiswa menggunakan sistem pendidikan dan pengajarannya dengan Sistem Among, Tri Pusat Pendidikan, asas Kekeluargaan (pola asuh), asas Trikon (kontinyu/dasar kultural, konsentris/dasar nasional, kenvergen/dasar kemasyarakatan). Dalam sejarahnya Tamansiswa dengan sistem pendidikan dan pengajarannya telah terbukti melahirkan sejumlah putra terbaik bangsa Indonesia dan berkontribusi dalam proses Indonesia merdeka.

Materi pamong ketamansiswaan/budi pekerti FAKULTAS EKONOMI . KI SUTIKNO

Page 1

DAFTAR ISI KATA PENGANTAR………………………………………………………………………i DAFTAR ISI…………………………………………………………………………..........ii BAB I PENDAHULUAN…………………………………………………………………...1 1. Latar belakang……………………………………………………………………...3 2. Maksud dan tujuan…………………………………………………………………5 BAB II ISI ………………………………………………………………………………….6

A. KETAMANSISWAAN………..................................................................6
B. NILAI-NILAI ESENSIAL BUDI PEKERTI………………………………………… 6 1. Sikap Positif ………………………………………………………………...... 6 2. Sikap Negatif …………………………………………………………………19 BAB III MOTTO…………………………………………………………………………20 BAB IV PENUTUP……………………………………………………………………….21 BAB V KESIMPULAN dan SARAN-SARAN ……………………………………….22 DAFTAR PUSTAKA…………………………………………………………………….iii

Materi pamong ketamansiswaan/budi pekerti FAKULTAS EKONOMI . KI SUTIKNO

Page 2

BAB I PENDAHULUAN 1. LATAR BELAKANG Ajaran kepemimpinan Ki Hadjar Dewantoro yang sangat poluler di kalangan masyarakat adalah Ing Ngarso Sun Tulodo, Ing Madyo Mbangun Karso, Tut Wuri Handayani. Yang pada intinya bahwa seorang pemimpin harus memiliki ketiga sifat tersebut agar dapat menjadi panutan bagi bawahan atau anak buahnya.
Ing Ngarso Sun Tulodo artinya Ing ngarso itu didepan / dimuka, Sun berasal dari kata Ingsun yang aratinya saya, Tulodo berarti tauladan. Jadi makna Ing Ngarso Sun Tulodo adalah menjadi seorang pemimpin harus mampu memberikan suri tauladan bagi bawahan atau anak buahnya. Sehingga yang harus dipegang teguh oleh seorang pemimpin adalah kata suri tauladan. Sebagai seorang pemimpin atau komandan harus memiliki sikap dan perilaku yang baik dalam segala langkah dan tindakannya agar dapat menjadi panutan bagi anak buah atau bawahannya. Banyak pimpinan saat ini yang sikap dan perilakunya kurang mencerminkan sebagai figur seorang pemimpin, sehingga tidak dapat digunakan sebagai panutan bagi anak buahnya. Sama halnya dengan Ing Madyo Mbangun Karso, Ing Madyo artinya di tengahtengah, Mbangun berarti membangkitan atau menggugah dan Karso diartikan sebagai bentuk kemauan atau niat. Jadi makna dari kata itu adalah seorang peminpin ditengah kesibukannya harus juga mampu membangkitkan atau menggugah semangat kerja anggota bawahanya. Karena itu seorang pemimpin juga harus mampu memberikan inovasi-inovasi dilingkungan tugasnya dengan menciptakan suasana kerja yang lebih kodusif untuk keamanan dan kenyamanan kerja.

Demikian pula dengan kata Tut Wuri Handayani, Tut Wuri artinya mengikuti dari belakang dan handayani berati memberikan dorongan moral atau dorongan semangat. Sehingga artinya Tut Wuri Handayani ialah seorang komandan atau pimpinan harus memberikan dorongan moral dan semangat kerja dari belakang. Dorongan moral ini sangat dibutuhkan oleh bawahan, karena paling tidak hal ini dapat menumbuhkan motivasi dan semangat kerja.

Ki Hajar Dewantara mengemukakan bahwa budi pekerti berkaitan erat dengan adab yang menunjukkan sifat batin manusia, misalnya keinsyafan tentang kesucian, kemerdekaan, keadilan, ketuhanan, cinta kasih dan kesosialan. Nilai-nilai budi pekerti antara lain meliputi : adil, amanah, antisipasif, baik sangka, bekerja keras, beradab, berani berbuat benar, berpikir jauh ke depan, bersahaja, bersemangat, bijaksana, cerdas, cermat, cinta ilmu, dedikasi, demokratis, dinamis, disiplin, efesien,
Materi pamong ketamansiswaan/budi pekerti FAKULTAS EKONOMI . KI SUTIKNO Page 3

efektif, empati, gigih, giat, hemat, hormat, hati-hati, harmonis, iman, ikhlas, istighfar, inisiatif, inovatif, jujur, kasih sayang, keras kemauan, ksatria, komitmen, konstruktif, konsisten, kooperatif, kreatif, lapang dada, lemah lembut, lugas, mandiri, manusiawi, mawas diri, menghargai, menjaga, nalar(logis), optimis, patriotik, pemaaf, pemurah, pengabdian, pengendalian diri, percaya diri, produktif, proaktif rajin, ramah, rasa indah, rasa malu, rasional, rela berkorban, rendah hati, sabar, saleh, setia, sopan santun, sportif, susila, syukur, takwa, taat, teguh, tangguh, tanggungjawab, tawakal, tegar, tegas, tekun, tenggang rasa, terbuka, tertib, terampil, tekun, tobat, ulet, unggul, wawasan luas, wirausaha, yakin. Nilai-nilai budi pekerti di atas mudah untuk diucapkan tapi sulit diamalkan.Seorang pendidik untuk menjelaskan nilai-nilai tersebut di atas tidak memerlukan waktu yang relatif lama, satu atau dua kali tatap muka dengan peserta didik dapat dengan mudah menjelaskannya.Tapi apabila nilai-nilai budi pekerti tersebut di atas ingin nampak dalam kepribadian sehari-hari memerlukan waktu yang cukup lama.Untuk merealisasikannya memerlukan manajemen dalam arti memanfaatkan dan memberdayakan segala sumber daya manusia dan benda secara efektif, efesien, kontinyu dan konsisten.

Materi pamong ketamansiswaan/budi pekerti FAKULTAS EKONOMI . KI SUTIKNO

Page 4

2.MAKSUD DAN TUJUAN  Maksud Maksud Trilogi kepemimpinan kepemimpinan dari sudut pandang nilai nilai dari budi pekerti Ing Ngarso Sun Tulodo, Ing Madyo Mbangun Karso, Tut Wuri Handayani.Yang pada intinya bahwa seorang pemimpin harus memiliki ketiga sifat tersebut agar dapat menjadi panutan bagi bawahan atau anak buahnya,dan merupakan prilaku butir butir nilai obyektif terpilih yang secara kulikuler dan pedagogis diyakini dapat di terma sebagai muatan utama pendidikan budi pekerti.  Tujuan

Tujuan kepemimpinan dari sudut pandang nilai nilai dari budi pekerti adalah: 1. Kepemimpinan Otoriter Kepemimpinan yang berdasarkan kekuatan mutlak, sehingga keputusan ada ditangan pemimpin yang menganggap dirinya lebih mengetahui dalam segala hal. 2. Kepemimpinan bebas atau liberal Kepemimpinan dimana anggota kelompok diberi kebebasan dalam menentukan tujuan kelompok. Pemimpin bersifat pasif, tidak inisiatif dan sebagai penonton. 3. Kepemimpian demokratis Kepemimpinan dinama pemimpin di dalam melakukan tugasnya melibatkan secara kolektif anggotanya, sehingga keputusan merupaka keputusan bersama 4. Kepemimpinan Karismatik Kepemimpinan yang berdasarkan tradisi dan sejarah merupakan dasar hukum istimewa sang pemimpin, yaitu secara turun-temurun.

Materi pamong ketamansiswaan/budi pekerti FAKULTAS EKONOMI . KI SUTIKNO

Page 5

BAB II ISI
A. PENGERTIAN KETAMANSISWAAN Dalam istilah umum ,Ketamansiswaan mempunyai arti yaitu hal ihwal atau seluk beluk tentang taman siswa.Sedangkan dalam arti khusus yang berarti nilai-nilai luhur yang bersumber pada ajaran Ki Hadjar Dewantara dan hasil musyawarah Tamansiswa tingkat nasional yang di tuangkan dalam konstitusional. Hidup berketamansiswa mempunyai arti yaitu adalah hidup berdasarkan nilai-nilai luhur yang terdapat dalam Ketamansiswaan.Selain itu Ketamansiswaan juga mempunyai arti bahwa hidup kita di bimbing oleh nilaai-nilai luhur yang terdapat dalam

Ketamansiswaan.dapat juga yang berarti bahwa hidup kita di bimbing oleh nilai-nilai luhur ,dan tuntunan budi pekerti dalam pembangunan kepribadian kita. Pendidikan Ketamansiswaan hakikatnya juga berarti pendidikan budi pekerti,yang secara umum menanamkan wawasan kebangsaan,wawasan kebudayaan dan wawasan kejuangan.

B. NILAI-NILAI ESENSIAL BUDI PEKERTI 1. SIKAP POSITIF Kemerdekaan individu yang di batasi oleh tertib- damainya kehidupan bersama mendukung yaitu;  KEBERSAMAAN Kebersamaanadalah perasaan sama harga,sama nilai,sama hak dan kewajiban bagi sesamanya,non-diskriminatif.  DEMOKRASI Yang jiwanya kekeluargaan mengandung arti yaitu keseimbangan dalam mewujudkan hak asasi kemanusiaan dan kewajiban asasi kemanusiaan .

Materi pamong ketamansiswaan/budi pekerti FAKULTAS EKONOMI . KI SUTIKNO

Page 6

Dasar kemerdekaan yang menjadi faham Tamansiswa jelas bedanya dengan kemerdekaan diri yang di maksud oleh demokrsi ala barat yang biasa di sebut demokrasi liberal .Demokrasi liberal bersumber pada individualisme ,yang kebebasan seseorang yang berarti hak orang itu untuk menindas kebebasan orang lain.Bahkan demokrasi ang di jalankan untuk menindas demokrsi itu sendiri. Tamansiswa sejak lahirnya telah mengutuk demokrasi liberal sebagai bahaya demokrasi itu sendiri .Dengan mengemukakan “demokrative en laidersscap”,yang mengakui hak kebebasan tiap-tiap orang ,tetapi harus pula tiap-tiap orang mengakui adanya pimpinan untuk keselamatan dan kepemipinan hidup bersama. Kemerdekaaan diri seseorang sebagai dasar untuk mencapai salam-bahagia hidupnya,tidak akan tercapai tanpa tertib damainya masyarakat.Tak ada hidup salam bahagia dalam masyarakat yang tidak ada ketertiban dan kedamaian .Kepentingan seseorang untuk keselamatan hidupnya masing-masing,mengharuskan orang itu mengorbankan sebagian kemerdekaannya untuk kepentingan bersama,karena hanya dalam dan dengan maysarakat yang tertib damai,maka salam dan bahagia seseorang dapat di wujudkan. “Democrative en leiderscap”yang menjadi faham Tamansiswa sejak lahirnya ,menjujung tingi kebebasan tiap-tiap orang ,tetapi mengakui adanya pemimpinan ketertiban dan

keselamatan bersama.demokrasi dan pimpinan kebijaksanaan adalah cara dan ajaran hidup Tamansiswa .Demokrasi tanpa leidersscap menimbulkan chaos dan anarchie membahayakan masyarakat.Leiderschap tanpa demokrasi menimbulkantirani dan kewenangan-kewenangan ,penindasan sesama manusia.Tamansiswa menyatakan bahwa sesuatu keputusan yang adil tidak di dasarkan atas imbangan jumlah suara separo lebih satu sebagai dasar demokrasi liberal.Hal ini di nyatakan tegas-tegas dan di laksanakan dengan cara ,bahwa atas sesuatu yang asasi yang mengenai kehidupan seluruh keluarga yang di perlukan kebulatan

pendapat,kalau rapat untuk itu belum/tidak mencapai suara bulat,di tnda selama 24 jam ,memberi istirahat dan menenangkan fikiran ,agar dapat mempertimbangkan masakmasak,untuk mengambil keputusan yang tepat. Apabila untuk rapat keda juga tidak di dapat persetujuan secara bulat,maka terhadap soal itu tidak jadi di ambil keputusan.Tidak ada pernyataan minderheidsnota (nota minorita),sebagai pernyataan tetap tidak setuju atas keputusan itu ,yang seolah-olah minta di bebaskan dari tanggung jawaab melaksanakan keputusan musyawarah yang telah di lakukan .
Materi pamong ketamansiswaan/budi pekerti FAKULTAS EKONOMI . KI SUTIKNO

Page 7

Demi kepentingan bersama orang tunduk kepada keputusan hasil musyawarah ,tiada perkecualian kewajiban terhadap kepentingan bersama.Asas kemerdekaan diri menurut paham Tamansiswa ialah bahwa kebebasan dan kemerdekaan adalah hak tiap-tiap orang,untuk mencapai hidup salam bahagia. “gubahan Ki Hadjar Dewantara mengutamakan “…………….Mardika iku jarwanya,nora mung lepasing pangreh,ning uga kuwat kuwasa,amandiri prinyangga……………..”(mardika berarti tidak saja bebas lepasnya seseorang dari kekuasaan orang lain,tetapi berarti kuat dan mampu mandiri sendiri).Kalau kita ingin menjadi orang merdeka,harus sanggup berdiri sendiri,tidak menggantungkan dam mengharapan bantuan orang lain. Untuk hidup merdeka tidak tergantung kepada pertolongan orang lain .Tamansiswa mendasarkan cara hidupnya atas sistem OPOR BEBEK .membiayai hidupnya dari usaha sendiri ,sebagai masakan opor itik yang dapat masak oleh minyak yang ada pada dirinya sendiri.Bantuan dari manapun datangnya dan berapa jumlahnya dapat di terima ,asal tidak mengurangi kemerdekaanya.Syarat yang bagai manapun kecilnya ,dalam pemberian bantuan ,yang brsifat mengurangi kemerdekaan hidup Tamansiswa harus di tolaknya. Dengan konsekuen Tamansiswa melaksanakan sistem ini ,dan menolak tipa-tiap bantuan denagn ikatan,dari mana saja datangnya,oleh karena penerimaan subsidi dari Pemerintah kolonial berarti mengikatkan diri dan sedia tunduk kepaada peraturan-peraturan yang pasti akan menghilangkan kemerdekaan hidupnya. Tidak banyak di jaman penjajahan orang atau golongan yang berani menolak pemberian Pemerintah ,oleh karena berat konsekuensinya.Tetapi dengan tekat kuat Tamansiswa melolak tawaran subsidi pemerintah kolonial itu.  HIDUP HEMAT DAN SEDERHANA Yaitu mempunyai tekad ingin merdeka ,dan kemerdekaan tidak mau di kuasai orang lain,dengan melaksanakan sistem opor bebek membawa hidup yang berat .Penghasilan perguruan yang semata-mata di dapat dari bantuan rakyat berupa uang sekolah yang sangat kecil ,menekan hidup Tamansiswa dengan sgenap keluarganya harus menyesuaikan dengan keadaam dan kekuatan keuangan yang lemah .Kemampuan rakyat yang berani dan mau menyerahkan anaknya sekolah di Tamansiswa,musuh pemerintah yang sedang berkuasa, yang rata-ratanya terdiri dari golongan yang tidak mampu,meyebabkan kehidupam materiil keluarga Tamansiswa sangat berat .Tekat kuat melaksanakan sistem opor bebek
Materi pamong ketamansiswaan/budi pekerti FAKULTAS EKONOMI . KI SUTIKNO

,di sertai
Page 8

dengan kesanggupan tahan menderita tekanan hidup,meminta keberanian hidup secara hemat dan sederhana .Sanggup hidup dengan belanja yang sesuai dengan penghasilan yang di terimanya. Berani hidup hemat dan sederhana ,sbagai akibat tidak mau menerima bantuan dari orang lain yang mengikat,konsekuensinya orang yang ingin hidup merdeka tdak mau menjadi budak orang lain. Di gambarkan dengan sebutan yang sama bagi seluruh among/anggota

Tamansiswa.Sebutan KI sebutan-sebutan yang berdasarkan tingkat turunan,dan jadilah orang-orang Tamansiswa satu turunan,”TURUNAN TAMANSISWA,:dengan bapak Ki Hadjar Dewantara.Hubungan murid dengan guru berlaku sebagai hubungan antara anak dengan orangtua. Dalam soal pembagian rejeki belaku bahwa pembagian nafkah berdasarkan kepentingan keluarga.Sebelum di kalangan pemerintah berlaku “TUNJANGAN KELUARGA” seperti sekarang ,dan di jaman pemerintah Belanda hal ini tidak berlaku,Tamansiswa telah sejak semua lahirnya menentukan nafkah pamong-pamongnyaberdasarkan hidup keluarga. Kemampuan untuk brdiri sendiri,kemerdekaan seseorang tidak saja berarti bebas lepasnya oran itu dari perintah dan penguasaan orang lain,tetpai juga berrati sanggup dan kuatnya berdiri sendiri,tidak tergantung pada pertolongan orang lain.  DISIPLIN Merupakan ketaatan dengan penuh kesadaran terhadap segala ketentuan yang telah di sepakati bersama yang bertujuan untuk mengatur damainya hidup bersama. Kekeluargaan mengenal adanya disiplin ,tindakan penyelamatan yang terkadang keras yang terjadi di dalam kekeluargaan.Orang tidak boleh mempergunakan “kekeluargaannya” sebagai persembunyian dari ketidakmampuan bertindak sebagai kelemahan yang tidak sanggup menegakkan sikap disiplin. Ki Hadjar Dewantara menggambarkan disiplin dalam keluarga sebagai halnya kalau ada luka pada tubuh kita.Apabila luka itu ringan dapat di obati dengan obat-obat luar.Apabila jalan semacam it tidak berhasil ,dan kemudian luka itu semakin parah ,dan dengan demikian bisa membahayakan seluruh tubuh ,harus di operasi .Kalau perlu di potong dan bagian yang
Materi pamong ketamansiswaan/budi pekerti FAKULTAS EKONOMI . KI SUTIKNO

Page 9

akan membahayakan itu di buang.Kejam nampaknya ,tetapi apabila tidak demikian seluruh tubuh badan akan mendapat keracunan dan menghancurkan seluruh badan. Dalam keadaan biasa ,tidak ada apa-apa anggota badan kita masinng-masing merdeka dan bebas bergerak.Tangan,kaki,hidung,mata,telinga,masing-masing bergerak bebas. Pada suatu malam ,hujan turun ,halaman becek.Perut skit oleh karena siangnya terlalu banyak rujak atau makanan yang lain,harus ke belakang. Mata mengantuk ,tidak mau melek.salahmu sendiri ,kata si mata ,terlalu banyak kamu makan rujak.Kaki tidak mau melangkah karena di luar becek .Tangan tidak mau membuka pintu,karena malas,mau mengaso,siangnya capek bekerja. Apabila seluruh dan masing-masing anggota badan di biarkan bebas semacam itu ,sedangkan perut sakit dan harus ke belakang ,maka akan terjadilah sesuatu yang akan mengotori seluruh tubuh badan .Maka pimpinan (otak)memberi perintah ,untuk seluruh badan ,kaki harus bergerak ,mata harus melek,tangan harus bekerja,walaupun hujan danbecek harus berangkat.Perintah harus di jalankan ,demi keselamatan bersama.Itulah kekeluargaan,maka selagi kita masih di beri ksehatan maka jangan sia-siakan kesehatan itu harus di manfaatkan dengan sebaik-baiknya. Kodrat alam itu menjadi petunjuk bagi hidup manusia,karena apa yang di wujudkan oleh atau dari dan di dalam kodrat alam itu merupakan sifat lahirnya kekuasaan dan ketertiban Tuhan Yang Maha Sempurna.Tidak ada satu kekuatan Tuhan itu tak terbatas.Oleh keadaan kodrat alamnya manusia di dunia tergolonh-golong dengan sifat hidup masingmasing dan terjadilah bangsa-bangsa. Oleh keadaan kodrat alamnya manusia mempunyai kebiasaan-kebiasaan hidup ,yang berbeda-beda antara satu bangsa dengan bangsa yang lainnya.Karenanya pula berbeda cara pendidikannya ,cara usaha ,penyempurnaan hidupnya. Ibarat itik dengan ayam .Berbeda-beda kodrat pemberian Tuhan baginya.Si itik bealat paruh seperti sudu,si ayam berparuh untuk mencotok.Kaki si bebek di lengkapi dengan alat untuk berenang .si ayam dengan cakarnya .Si ayam makan dengan mengais,si itik makan dengan menyudu.Kalau antara ayam dan itik berlomba hidup dengan alat hidupnya masing-masing,kalah menang akan bisa di capai dengan ketangkasan yang dapat

Materi pamong ketamansiswaan/budi pekerti FAKULTAS EKONOMI . KI SUTIKNO

Page 10

di pelajari.Tetapi kalau ayam di suruh berlomba melawan itik dengan berenang,si ayam pasti akan kalah dan mati tenggelam. Demikian juga sebaliknya kalau si itik berlomba makan harusdengan cara si ayam ,supaya mengais-ngais butir makanannya ,si itik akan kelaparan.Demikian tiap-tiap bangsa menerima dari Tuhan oleh karena kodrat alamnya berbeda-beda keadaan alat kelengkapannya,walaupun manusia itu sebagai makhluk yang berbudaya yang dapat menyesuaikan dirinya atau mendekati sifat-sifat bangsa lain.  MANUSIAWI Kemanusiaan sebagai kewajaran menurut dasar-dasar dan kepentingan yang khusus bagi hidup bangsa.Dasar dan syarat kebangsaan itu adalah akibat mutlak yang timbul karena masing-masing bangsa tadi .Karena itu hidup kebangsaan harus selalu sesuai dengan hidup manisiawi.Tidak boleh bertentangan ,bahkan bertali erat dan merupakan kesatuan antara sifat-sifat yang khusus dan yang umum dalam hidup dan penghidupan bangsa.  MENGHARGAI KARYA ORANG LAIN Secara populer Ki Hadjar Dewantara memberi contoh ,walaupun kesenian tayuban itu nasional ,dan menjadi kegemaran bangsa indonesia Jawa,tetapi oleh karena adat itu bertentangan dengan perikemanusiaan,sebagai tindakan yang merendahkan golongan wanita,maka Tamansiswa mengharamkan seni tayuban itu .Walaupun ada jangkrik itu nasional,oleh karena perbuatan itu merupakan penyiksaan terhadap binatang,Tamansiswa tidak mengijinkan adu jangkrik. Walaupun berkain panjang dan berikat kepala (udeng,blangkon)itu nasional,tetapi oleh karena utuk bekerja cekatan akan mengganaggu dan berakibat merugikan hidup,umpamanya bagi seorang “kuli sepur”harus dan dengan sendirinya meninggalkan “pakaian nasional”yang menghambat kehidupan baru itu. Tiap-tiap bangsa menyesuaikan hidup dan penghidupan dengan syarat – syarat kemanusiaan,tidak saja dengan membuang yang salah atau memperbaiki yang buruk dari kepunyaan kita yang ada ,tetapi harus pula memasukan nilai-nilai baru yang baik yang tadinya gak ada .

Materi pamong ketamansiswaan/budi pekerti FAKULTAS EKONOMI . KI SUTIKNO

Page 11

Dalam kita menerima dan meniru kebudayaan orang asing ,kita harus berlandaskan dan berdiri sebagai suatu bangsa yang berpribadi yang sanggup mempergunakan tiap=tiap barang baru yang dari manapun datangnya akan berguna dan akan lebih memudahkan cara kita mencapai hidup salam dan bahagia.Tinggalkanlah adat bangsa yang sudah tidk sesuai dan merintangi kemajuan hidup kita.  TERTIB Salah satu syarat mendatangkan damai, tetapi ketertiban oleh karena paksaan tekanan tidak akan mendatangkan kedamaian hidup. Tertib lahirnya,damai bathinnyaitulah masyarakat yang akan di capai oleh dan

Tamansiswa.Salam bahagia bagi tiap orang ;tertib damai oleh masyarakat,masyarakat tertib damai dengan orang-orang yang salam bahagia,orang-orang salam bahagia di dalam masyarakat tertib dan damai. Kemerdekaan diri,tertib-damai,Hak kemerdekaan diri,-dulu disebut Zelfbeschik

kingsrecht-,hak mengatur diri sendiri ,di cantumkan sebagai asas Tamansiswa yang utama dan pertama,menjadi dasar mencapai cita-cita hidup salam bahagia dan masyarakat tertib damai. Pada masa lahirnya ,pernyataan asas kemerdekaan yang di kemukakan Ki Hadjar Dewantara sebagai dasar pendidikan anak-anak jajahan ,merupakan pernyataan tantangan

dan tantangan terhadap sistem pendidikan yang berlaku , yang dengan sistem kolonialnya ingin menjadikan anak-anak indonesia berjiwa budak,supaya jadi anak jajahanya. Ketertiban menjadi syarat mendatangkan damai ,tetapi ketertiban oleh karena paksaan dan tekanan tidak akan mendatangkan kedamaian hidup.Asas kemerdekaan diri menurut paham Tamansiswa ialah bahwa kebebasan dan kemerdekaan adalah hak tiap-tiap orang ,untuk mencapai hidup salam dan bahagia .Menurut faham Tamansiswa ,hak lain.Ki Hadjar Dewantara mengatakan ,kemerdekaan seseorang di batasi ,oleh tertib dan damainya pergaulan hidup.Kemerdekaan seseorang tidak boleh di pergunakan untuk menganggu tertib-damai .Ki Hadjar Dewantara memperingatkan ;”Janganlah kamu mengucapkan kemerdekaan diri ,kalau tidak di ikuti dengan ucapan tertib damai.”

Materi pamong ketamansiswaan/budi pekerti FAKULTAS EKONOMI . KI SUTIKNO

Page 12

 TANGGUNG JAWAB Adalah kesanggupan untuk menanggung segala sesuatu sebagai pancaran kesadaran sosial seseorang  PERCAYA DIRI Dalam melaksanakan tugas perjuangan kita ,kita harus tetap hati.Tekun bekerja ,tidak menoleh ke kanan dan kekiri.Kita harus tetap tertib dab berjalan maju.Kita harus selalu “mantep,”setia dan taat pada asas itu ,teguh iman dan tak ada yang akan dapat menahan gerak kita atau membelokkan arah kita. Sesudah kita tetap dalam gerak lahir kita dan mantep dan tabah bathin kita ,segala perbuatan kita akan,’antep,”berat berisi dan berharga .Tak mudah di hambat ,di tahan -tahan dan di laawan oleh orang lain.  BERPIKIR JAUH KEDEPAN Tentang zaman yang akan datang ,maka rakyat kita ada di dalam kebingungan ,seringkali kita tertipu oleh keadaan ,yang kita pandang perlu laras untuk hidup kita ,pada hal itu adalah keperluan bangsa asing:yang sukar didapatnya dengan alat penghidupan kita.Lagi pula kita sering juga mementingkan pengajaran yang hanya menuju terlrpasnya pikiran ,padahal pengajaran itu membawa kita kepada gelombang penghidupan yang tidak merdeka dan memisahkan orang-orang yang terpelajar dengan rakyatnya.Di dalam zaman kebingungan ini seharusnyalah keadaan kita sendiri kita pakai sebagai penujuk jalan ,untuk mencari penghidupan baru,yang selaraas dengan kodrat dan akan member kedamaian dalam hidup kita .Dengan keadaan bangsa kita sendiri kita lalu pantas berhubungan bersama-sama dengan keadaan bangsa asing .  BERKEPRIBADIAN Berdirinya Tamansiswa dengan nama dan merk”nasional”di tengah-tengah alam kolonial beserta syarat dan cara-cara pelaksanaan pendidikannya,merupakan pernyataan kesadaran bangsa dari kolonialisme. kesesatan,siuman dari mabuk yang telah disesatkan dan di racuni olleh

Materi pamong ketamansiswaan/budi pekerti FAKULTAS EKONOMI . KI SUTIKNO

Page 13

Tamansiswa

menyadari

betapa

sudah

jauhnya

belanda

menyesatkan

bangsa

Indonesia,dan betapa dalam racun kolonialisme merasuk dalam jiwa dan tubuh bangsa Indonesia. Pernyataan pendirian perguruan nasional Tamansiswa merupakan canang pemanggil bangsa dan rakyat Indonesia dari sesatnya,uuntuk kembali kepada hidup”pribadinya”ingat kepada sesatnya untuk kembali kepada kepribadian nasionalnya. Pada tahun 1992,Ki Haadjar Dewantara dengan Tamansiswanya yang telah menyerukan bangsa Indonesia kembali kepada kepribadian nasionalnya.Supaya bangsa Indonesia menempuh jalan kehidupan menurut garis hidupnya. Kembali kepada kepribadianya nasionalnya berarti kembali kepada garis

hidupnya,menurut kodrat alamnya.dengan jalan nasional orang akan lebih cepat maju dari pada hanya menjadi peniru hidup orang asing yang melambatkan kemajuan itu.Dengan berani dan mau menerima alat dan teknik dari orang dan bangsa lain ,dengan cara dan jiwa kepribadian sendiri,sesuatu bangsa akan lebi cepat maju. Tantangan menyongsong masa depan ,Dari sederet harapan untuk ikut memasuki era globalisasi adalah ,ikut menikmati kemajuan dunia ,terbukanya peluang pasar internasional bagi industry dalam negri,juga muncul kegelisahan tentang seberapa kita akan menghilangkan nilai-nilai kehandaran dan budi pekerti yang sejak awal di tanamkan dan di bangun oleh para leluhur sebagai pegangan dalam membangun ikatan yang kokoh untuk menghaadapi badaickompetisi dan penggusuran identitas jati diri.Menjadi bangsa yang handal dan budi pekerti merupakan kontrak idiologis sebagaimana dalam kandungan Pancasila dan Undang-Undang dasar Republik Indonesia 1945.Kemampuan untuk

berinovasi,berkreasi ,keberanian untuk mewarnai kehidupan dunia kenggulan Indonesia menjadi tantangan. Semangat kewirausahaaan menjadi kata kunci untuk mencapai cita-cita.Pertanyaan yang perlu segera di jawab sebelum semua terlambat adalah :Bagaimana semangat wirausaha mampu memberikan andil dalam membangun bangsa Indonesia yang handal dan berbudi pekerti.

Materi pamong ketamansiswaan/budi pekerti FAKULTAS EKONOMI . KI SUTIKNO

Page 14

 KEBIJAKSANAAN . Dalam peraturan besar persatuan taman siswa dijelaskan bahwa sendi hidup kekeluargaan merupakan perpaduan antara dasar demokrasi danpimpinan kebijaksanaan .berdasar demkrasi artinya segala perencana harus dimusyawarakan dari anggota,oleh anggota,dan untuk anggota. Berdasarkan pimpinan kebijaksanaan artinya dalam

musyawarah itu keputusan di ambil secara mufakat dan didasari oleh kebijaksanaan yang telah disepakati sebelumnya. Sikap laku demokrtis dan pimpinan kebijaksanaan: 1. Segala masalah harus di musyawarahkan bersama antara pimpinan dan anggota atau perwakilanya. 2. Anggota untuk perwakilanya harus aktif dan kreatif mengikuti musyawarah. 3. Anggota harus mengakui adanya pimpinan yang sah dan tunduk terhadap kebijaksanan yang telah di putuskan bersama 4. Keputusan musyawarah di ambil secara mufakat dan di pimpin kebijaksanaan yang berlaku 5. Anggota harus tunduk dan patuh melaksanakan keputusan musyiawarah, walapun diri tidak ikut musyawarah atau tidak di setuju Demokrasi dan pimpinan kebijakan mengambil keputusan tidak dengan pemungutan suara terbanya atau (foting) yang menangpun bukan yang mendapat suara terbanyak (50% + 1). Itu di perlukan guna menghindari adanya : 1. Oposisi 2. Dominasi mayoritas dan tirani mironits 3. Money politik 4. Perebutan suara Melalui pengambilan keputusan secara mufakat maka ke empat masalah tersebut dapat dihindari.  AKTIF,POSITIF,KREATIF Untuk membina kebahagiaan hidup kita ini berarti bahawa:

Materi pamong ketamansiswaan/budi pekerti FAKULTAS EKONOMI . KI SUTIKNO

Page 15

a. Kita menerima takdir Tuhan dengan penuh keiklasan hati,dengan penuh rasa kagum dan haru serta rasa terimakasi atas kebesaran dan kemurahan Tuhan yang Akbar, Rahman dan Rahim dan khodrat alam (yang mencakup segala ketentuan dan hokum yang bersifat pasti dalam alam semesta) kita terima tidak sebagai perintang bagi kebebasan kehendak kita dan kedaulatan pribadi kita melainkan sebagai tata tertip alam semesta yang harus kita indahkan dan taati kalau kita ingin membudayakan alam dan masyarakat kita secara tepat guna sesuai dengan catur aspek budi kita yakni logika,etika,astetika dan religi. b. Dalam keadaan apapun kita merasa betah dan krasan di dunia ini dan kehidupan kita dijiwai oleh rasa cinta dan hormat terhadap hidup pada umumnya dan rasa kasih dan saying terhadap sesame mahluk khususnya. c. Kita dapat merasa kaya tidak karena kekayaan,melainkan karena kemampuan untuk member tanpa rasa rugi,untuk berkorban tanpa rasa berjasa,untuk mengapdi tanpa rasa terpaksa untuk mencintai tanpa rasa memiliki dan ingin menguasai singkatnya untuk berbuat apasaja secara iklas dan tanpa pamrih (sugih tanpo bondo) d. Kita dapat merasa diri kita berharga tidak karna di

takuti,disegani,dihormati,di hargai,dikagumi,dan dicintai orang banya: melainkan karna kemampuan kita untuk setia kepada apa yang kita yakini sebagai kebenaran tanpa pendukung dan pengikut (nglurog tanpo bolo). e. Kita dapat merasa digdaya (tak terkayakan)tidak karna memiliki kesaktian , wibawa kekuasaan dan kekuatan luar biasa melainkan karena kemampuan untuk memelihara ketentraman dan kedamaina jiwa serta kegembiraan dan kegairahan hidup dalam menghadapi keadaan dan kejadian apapun(digdaya tanpo aji,menang tanpo ngasorakeh) f. Kita dapat menghayati exsitensi kita selaku subyek dan obyek tidak sebagai dua hal yang bertentnagan dan tak mungkin didamaikan, melainkan sebagai dwi tunggal yang berbeda satu dengan yang lain namun yang berakanl tunggal sehinga kita dapat merasa satu dan bersatu dengan sesame mahluk,dengan seluruh alam semesta dan dengan tuhan yang maha esa tanpa kehilangan exitensi kita sebagai pribadi yang unik, yang lain daripada yang lain : dapat merasa terpisah namu tidak terasa
Materi pamong ketamansiswaan/budi pekerti FAKULTAS EKONOMI . KI SUTIKNO

Page 16

terasing,merasa terbatas dan tetap merasa ditentukan dan diperlakukan sebagai obyek namun tetap merasa berkehendak bebas dan bertanggung jawab sebagai subyek.(…manugaling kawulo dan gusti,menurut pendapat saya merupakan aspek religiu-mistika dari penghayatan exitensi kita selaku subyek dan obyek oleh kaum mistikus).  HIDUP MANDIRI Syarat hidup mardeka,berdaulat bersatu,adi dan makmur adalah kemandirian.tidak ada kemerdekaan hidup bila masing masing orang menyadarkan diri hidupnya kepada orang lain.kemandirian hisup dapat di artikan dalam 2 hal: a. Mampu menyelesaikan tugas dan kewajiban menurut kemampuan diri sendiri b. Mampu membiayai hidup dari hasil sendiri secara halal dan wajar Kehidupan mandiri ini sangat sukar dilakukan.karna itu para pimpinan,pamong, siswa, mahasiswa ditugaskan untuk meneladani, membangun kemauan, dan memerdekakan sambil member kekuatan kepada masyarakat. Ki Hdajar memberi contoh secara sundae gurau: orang yang telah sekolah bias mencari makan dengan menjual kacang, berjualan sayuaran yang bias hidup dari hasi berjaja itu. Tetapi anak yang sekolah yang di anggap sebagai anak pandai, malah tidak mencari makan sendiri kalau tidak menjadi kersni atau klerek,dan setelah,sekolah malah jadi tambah tidak dapan mencari makan,tidak dapat menjal kacang goring,malu bekerja kasar.Dengan membawa ijazah yang bagus ,berkeliling-keliling mamasuki kantor-kantor mencarii pekerjaan.Dan jadilah ia pengangguran apabila dia tidak mendapat pekerjaan dia di

kantor.Secara kerkolok-kolok Ki Hadjar menunjuk,lihatlah itu cecak.Dia tidak sekolah menengah.Dia tidak mempunyai ijazah,tetapi dia tidak pernah menganggur.Dia tahu dimana harus mencari makan.Dia tahu,dimana ada lampu,di sana banyakk dating nyamuk .Dan di sanalah cecak mencari makan menangkap nyamuk makananya. Tetapi,kata Ki Hadjar ,orang yang sudah bersekolah tingi,tidak tahu dimana dia harus mencari makan.Di kantor-kantor yang sudah di tulisi besar besar,,,-Tidak ada lowongan,,,,,di sanalah orang-orang lepasan sekolah menengah dan menengah ke atas berbaris meminta pekerjaan ,seolah-olah buta huruf tak tahu membaca tulisan di muka pintu kantor itu,yang memberi isyarat :pergilah kamu ,di sini tidak menerima untukmu.
Materi pamong ketamansiswaan/budi pekerti FAKULTAS EKONOMI . KI SUTIKNO Page 17

Ki Hadjar mengeluh ;’kok apes temen,wong pinter-pinter kok malah kalah karo cecak.”Alangkah celakanya ,orang-orang begitu pandai ,kalah dengan cecak yang walaupun tak bersekolah tetapi tidak pernah jadi penganggur. Karena hidup mandiri syarat muthlakuntuk hidup merdeka ,maka untuk dapat hidup mandiri dengan menggunakan 10 fatwa hidup merdeka yaitu : 1.Harus beillmu dan professional 2.Rela berkorban dan swadisiplin dalam menggalang persatuan 3. Dalam keadaan apapun selalu merasa salam dan bahagia 4.Tidak mengganggu ketertiban dan kedamaian orang lain 5.Selalu berpedoman pada Kodrat aAlam 6.Selalu mempererat diri antara diri pribadi,bangsa, dan umat manusia pada umumnya . 7.Sepi Ing pamrih rame ing gawe(segala pekerjaan di tujukan untuk beramal). 8.Berpendirian kuat 9.Percaya diri 10.Sabar dan tawakal  RELA BERKORBAN Suatu ketika melihat ada orang di jalan terlanggar mobil,dengan tidak menayakan lebih dulu orang dari bangsa apa yang melangar mobil itu dia turun tangan menolongnya ,walaupun kemudian tahu bahwa orang itu adalah dari bangsa yang di bencinya.Alam kemanusiaan memanggil seseorang,karena kepentingan keselamatan kemanusiaan terlanggar .Seseorang yang sedang berkobar-kobarjiwanya dengan penuh semangat berkoban untuk kepentingan nasional ,kalau perlu menyerahkan lehernya unttuk bangsanya ,seketika dia akan memikirkan anaknya yang luka berat kareenajatuh dari pohon .Seseorang patriot Inddoonesia yang berasal dari suatu daerah dia akan menjadi pembela daerahnya apabila ada orang dari daerah lain yyang menghina daerahnya ,walaupun selama itu tidak pernah teringat dan bahkan mengnutuk daerahnya .Demikian juga kepentingan segolongan akan mendapatt perhatian apabila golongan itu mengalami ancaman bahaya dari golongan lain.

Materi pamong ketamansiswaan/budi pekerti FAKULTAS EKONOMI . KI SUTIKNO

Page 18

2. SIKAP NEGATIF Sikap negatife nilai-nilai esensial budi pekerti salah satunya yaitu sifat boros,bohong,curang,egois,ingkar janji,keras kepala ,licik,tergantung,tergesagesa,serakah,sombong,rendah diri,putus asa,perusak,pengecut,pembenci,pendendam,pemarah,masa bodoh,menyalah gunakan melecehkan,mudah tergoda,mudah percaya,menggampangkan,malas,lupa diri,kianat,fitnah,

Materi pamong ketamansiswaan/budi pekerti FAKULTAS EKONOMI . KI SUTIKNO

Page 19

BAB III MOTTO LUWIH BECIK DADI WONG GENDHENG NING WARAS (Lebih baik jadi orang gila tapi sehat) TINIMBANG WARAS DADI WONG GENDHENG (dari pada sehat tapi gila)

(Ki Sutikno)

Materi pamong ketamansiswaan/budi pekerti FAKULTAS EKONOMI . KI SUTIKNO

Page 20

BAB IV PENUTUP Ketamansiswaan dalam arti umum mempunyai arti hal ihwal atau seluk beluk tentang Tamansiswa.Arti khusus Ketamansiswaan berarti nilai-nilai luhur yang bersumber pada ajaran Ki Khajar Dewantara dan hasil musyawarah Tamansiswa tingkat nasional yang dituangkan dalam konstitusinya.sehingga Pendidikan Ketamansiswaan hakekatnya juga berarti pendidikan budi pekerti,yang secara umum menanamkan wawasan

kebangsaan,wawasan kebudayaan dan wawasan kejuangan. Kata pemimpin, kepemimpinan serta kekuasaan memiliki keterikatan yang tak dapat dipisahkan. Karena untuk menjadi pemimpin bukan hanya berdasarkan suka satu sama lainnya, tetapi banyak faktor. Pemimpin yang berhasil hendaknya memiliki beberapa kriteria yang tergantung pada sudut pandang atau pendekatan yang digunakan, apakah itu kepribadiannya, keterampilan, bakat, sifat – sifatnya, atau kewenangannya yang dimiliki yang mana nantinya sangat berpengaruh terhadap teori maupun gaya kepemimpinan yang akan diterapkan. Rahasia utama kepemimpinan adalah kekuatan terbesar seorang pemimpin bukan dari kekuasaanya, bukan kecerdasannya, tapi dari kekuatan pribadinya. Seorang pemimpin sejati selalu bekerja keras memperbaiki dirinya sebelum sibuk memperbaiki orang lain. Pemimpin bukan sekedar gelar atau jabatan yang diberikan dari luar melainkan sesuatu yang tumbuh dan berkembang dari dalam diri seseorang. Kepemimpinan lahir dari proses internal (leadership from the inside out).

Materi pamong ketamansiswaan/budi pekerti FAKULTAS EKONOMI . KI SUTIKNO

Page 21

Demikian uraian yang dapat saya uraikan dalam makalah ini, semoga bermanfaat, dan apabila ada kekuraian atau kekeliruan dalam makalah ini atas kekurangan saya selaku pembuat makalah mohon maaf karna kami sebagai manusia biasa tidak luput dari kesalahan. Salam dan bahagia.

Materi pamong ketamansiswaan/budi pekerti FAKULTAS EKONOMI . KI SUTIKNO

Page 22

BAB V KESIMPULAN danSARAN-SARAN  Kesimpulan

Trilogi kepemimpinan dari sudut pandang nilai nilai dari budi pekerti dapat di simpulkan yaitu budi pekerti yang baik akan menjadikan kita dikenal sebagai bangsa yang baik, sebaliknya budi pekerti yang buruk membuat kita dikenal sebagai bangsa yang buruk, dalam konteks kehidupan bersama, nilai-nilai budi pekerti dibutuhkan sebagai pengikat social,untuk menciptakan tertip dan damainya kehidupan di tengah-tengah masyiarakat. Masyarakat yang salam dan bahagia merupakan situasi yang harrus dapat diwujudkan. Mementingkan diri sendiri, tanpa memperhatikan tertip damainya kehidupan bersama merupakan pemicu ketidak teraturan atau kekacauan di tengah masiarakat.Untuk mencapai kondisi tersebut, membangun nilai-nilai budi pekerti amat di perlukan guna menciptakan kehidupan bersama yang didambakan.Budi adalah pikiran baik, moralitas kemanusiaan, sedangkan pekerti adalah prilaku, tingkah laku, tindakan, respon, reaksi, karya manusia, mayiarakat, bangsa dalam upaya menjawab tantangan jaman. Indonesia sebagai bangsa yang besar harus membuktikan kebesaran dimata dunia.kehandalan disemua sector kehidupan harus di bangun dengan budi pekerti Indonesia.keberhasilan membangun bangsa yang handal dan berbudi pekerti tergantung kekuatan sumberdaya manusianya.Itu berarti berpegang teguh pada nilai-nilai budi pekerti Indonesia.  Saran- saran Sangat diperlukan sekali jiwa kepemimpinan pada setiap pribadi manusia. Jiwa kepemimpinan itu perlu selalu dipupuk dan dikembangkan. Paling tidak untuk memimpin diri sendiri. Apabila seorang pemimpin di indonesia menerapkan nilai-nilai budi pekerti dan dapat membedakan sikap positif dan negatif maka bangsa indonesia akan menjadi bangsa yang lebih baik
Materi pamong ketamansiswaan/budi pekerti FAKULTAS EKONOMI . KI SUTIKNO

Page 23

Jika saja Indonesia memiliki pemimpin yang sangat tangguh tentu akan menjadi luar biasa. Karena jatuh bangun kita tergantung pada pemimpin. Pemimpin memimpin, pengikut mengikuti. Jika pemimpin sudah tidak bisa memimpin dengan baik, cirinya adalah pengikut tidak mau lagi mengikuti. Oleh karena itu kualitas kita tergantung kualitas pemimpin kita. Makin kuat yang memimpin maka makin kuat pula yang dipimpin.

Materi pamong ketamansiswaan/budi pekerti FAKULTAS EKONOMI . KI SUTIKNO

Page 24

DAFTAR PUSTAKA Buku ketaman siswaan/kihajar dewantara

Materi pamong ketamansiswaan/budi pekerti FAKULTAS EKONOMI . KI SUTIKNO

Page 25

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->