P. 1
Kepemimpinan Dalam Islam (1)

Kepemimpinan Dalam Islam (1)

|Views: 5|Likes:
Published by monkizz

More info:

Published by: monkizz on May 11, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/09/2014

pdf

text

original

KEPEMIMPINAN DALAM ISLAM I.

Definisi Kepemimpinan Kepemimpinan mengacu pada suatu proses untuk menggerakkan sekumpulan manusia menuju ke suatu tujuan yang telah ditetapkan dengan mendorong mereka bertindak dengan cara yang tidak memaksa. Kepemimpinan yang baik menggerakkan manusia ke arah jangka panjang, yang betul-betul merupakan kepentingan mereka yang terbaik. Arah tersebut bisa bersifat umum, seperti penyebaran Islam ke seluruh dunia, atau khusus seperti mengadakan konferensi mengenai isu tertentu. Walau bagaimanapun, cara dan hasilnya haruslah memenuhi kepentingan terbaik orang-orang yang terlibat dalam pengertian jangka panjang yang nyata. Kepemimpinan adalah suatu peranan dan juga merupakan suatu proses untuk mempengaruhi orang lain. Pemimpin adalah anggota dari suatu perkumpulan yang diberi kedudukan tertentu dan diharapkan dapat bertindak sesuai dengan kedudukannya. Seorang pemimpin adalah juga seorang dalam suatu perkumpulan yang diharapkan menggunakan pengaruhnya dalam mewujudkan dan mencapai tujuan kelompok. Pemimpin yang jujur ialah seorang yang memimpin dan bukan seorang yang menggunakan kedudukannya untuk memimpin. Fenomena kepemimpinan dapat dijelaskan melalui konsep-konsep dasar berikut: 1. Kepemimpinan adalah suatu daya yang mengalir dengan cara yang tidak diketahui antara pemimpin dengan pengikutnya, mendorong para pengikut supaya mengerahkan tenaga secara teratur menuju sasaran yang dirumuskan bersama. Bekerja menuju sasaran dan pencapaiannya memberikan kepuasan bagi pemimpin dan pengikutnya. 2.Kepemimpinan juga mewarnai dan diwarnai oleh media, lingkungan, dan iklim di mana dia berfungsi. Kepemimpinan tidak bekerja dalam ruangan yang hampa, tetapi suasana yang diciptakan oleh berbagai unsur. 3.Kepemimpinan senantiasa aktif, bisa saja berubah-ubah derajatnya, intensitasnya dan keluasannya. Bersifat dinamis atau tidak ada. 4.Kepemimpinan bekerja menurut, prinsip, alat dan metode yang pasti dan tetap. II. Kepemimpinan yang Efektif A. Apakah kepemimpinan yang efektif? Kepemimpinan yang efektif ialah suatu proses untuk menciptakan wawasan, mengembangkan suatu strategi, membangun kerjasama dan mendorong tindakan. Pemimpin yang efektif : *menciptakan wawasan untuk masa depan dengan mempertimbangkan kepentingan jangka panjang kelompok yang terlibat. *mengembangkan strategi yang rasional untuk menuju ke arah wawasan tersebut. *memperoleh dukungan dari pusat kekuasaan yang bekerjasama, persetujuan, kerelaan atau kelompok kerjanya dibutuhkan untuk menghasilkan pergerakan itu.

dan Pengikut Pemimpin mengendalikan bawahannya untuk mencapai tujuan dengan motivasi dan teladan pribadi. bertindak dengan setia.*memberi motivasi yang kuat kepada kelompok inti yang tindakannya merupakan penentu untuk melaksanakan strategi. . Potensi ini harus dibina dengan baik supaya efektif. B. Pemimpin. pemimpin hendaklah melayani dan menolong orang lain untuk maju. Bisa saja seseorang memiliki sifat kepemimpinan dan tidak memanfaatkannya. Pelaksanaan kepemimpinan dipengaruhi oleh lingkungan dan peluang serta keadaan yang terbatas. Beberapa ciri penting yang menggambarkan kepemimpinan Islam adalah sebagai berikut: A. Oleh sebab itu mereka juga harus mampu menjadi pengikut yang baik. Pemimpin harus senantiasa memberi perhatian pada kesejahteraan anak buahnya. Tujuan Pemimpin melihat tujuan organisasi bukan saja berdasarkan kepentingan kelompok tetapi juga dalam ruang lingkup tujuan Islam yang lebih luas. Pengikut yang baik harus menghindari persaingan dengan pemimpin. khususnya ketika berurusan dengan golongan oposisi atau orang-orang yang tak sepaham. C. Dalam kehidupan orangorang yang berbeda. Suatu kombinasi dari proses biologis. dan menanggapai ide. nilai dan tingkah laku pemimpin secara konstruktif. Ciri-Ciri Pemimpin Islam Nabi Muhammad saw bersabda bahwa pemimpin suatu kelompok adalah pelayan kelompok tersebut. Pengikut atau pemimpin terikat dalam suatu hubungan yang terarah. pemimpin juga harus melapor kepada seseorang atau kelompok. Berpegang pada Syariat dan Akhlak Islam Pemimpin terikat dengan peraturan Islam. sifat ini mungkin diwujudkan dalam suatu situasi yang bervariasi. sosial dan psikologi yang kompleks menentukan potensi kepemimpinan seorang individu. boleh menjadi pemimpin selama ia berpegang pada perintah syariat. Boleh dikatakan. Pemimpin yang baik menyadari bahwa mereka juga harus menjadi pengikut yang baik. Pengawas. B. Oleh karena itu. Pengawas memperoleh tingkah laku yang diinginkan dengan menggunakan wewenang resmi mereka yang lebih tinggi dalam struktur organisasi. III. dan muncul pada tahap yang berbeda. Setia Pemimpin dan orang yang dipimpin terikat kesetiaan kepada Allah. Waktu mengendalikan urusannya ia harus patuh kepada adab-adab Islam.

. sedangkan urusan mereka (diputuskan) dengan musyawarah antara mereka. Sesungguhnya Allah menyukai orang yang bertawakal kepadaNya" (QS. tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. 42 : 38). Masalah rutin hendaknya ditanggulangi secara berbeda dengan masalah yang menyangkut pembuatan kebijaksanaan. Tentu saja pemimpin tidak wajib melakukan musyawarah dalam setiap masalah. kebutuhan.. Pemimpin harus mengikuti dan melaksanakan keputusan yang telah diputuskan dalam musyawarah. mohonlah ampunan bagi mereka. dan kebebasan berpikir.22:41). Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad maka bertawakallah kepada Allah. Qur'an menyatakan dengan jelas bahwa pemimpin Islam wajib mengadakan musyawarah dengan orang yang mempunyai pengetahuan atau dengan orang yang dapat memberikan pandangan yang baik. keadilan. Qur'an memerintahkan pemimpin melaksanakan tugasnya untuk Allah dan menunjukkan sikap baik kepada pengikutnya. IV. Pelaksanaan musyawarah memungkinkan anggota organisasi Islam turut serta dalam proses pembuatan keputusan. Sekiranya kamu bersikap keras dan berhati kasar. dan mereka menafkahkan sebagian rezeki yang kami berikan kepadanya". Musyawarah Musyawarah adalah prinsip pertama dalam kepemimpinan Islam. Secara umum petunjuk berikut dapat membantu untuk menjelaskan lingkup musyawarah: . Dia harus menghindari dirinya dari memanipulasi bermain katakata untuk menonjolkan pendapatnya atau mengungguli keputusan yang dibuat dalam musyawarah. "(QS. "Dan orang-orang yang menerima seruan Tuhannya dan mendirikan shalat. A. niscaya mereka mendirikan shalat. menyuruh berbuat yang ma'ruf dan mencegah perbuatan yang mungkar. Pada saat yang sama musyawarah berfungsi sebagai tempat mengawasi tingkah laku pemimpin jika menyimpang dari tujuan umum kelompok. menunaikan zakat. Rasulullah saw juga diperintahkan oleh Allah supaya melakukan musyawarah dengan sahabatsahabat beliau: "Maka rahmat Allah-lah yang telah menyebabkan kamu berlemah lembut terhadap mereka. Pengemban Amanah Pemimpin menerima kekuasaan sebagai amanah dari Allah yang disertai oleh tanggung jawab yang besar. sumber daya manusia dan lingkungan yang ada. 3 : 159). dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan tersebut. "Yaitu orang-orang yang jika Kami teguhkan kedudukan mereka.D. Apa yang rutin dan apa yang tidak harus diputuskan dan dirumuskan oleh masing-masing kelompok sesuai dengan ukuran. (QS. Prinsip-prinsip Dasar Operasional Kepemimpinan Islam Ada tiga prinsip dasar yang mengatur pelaksanaan kepemimpinan Islam: musyawarah. Karena itu maafkanlah mereka.

4 : 135). C. ibu-bapak. ketika seorang wanita tua berdiri untuk mengoreksi Saidina Umar ibn alKhattab waktu beliau berpidato di sebuah masjid. Seorang lelaki menyebut bahwa mereka akan meluruskan dengan sebilah pedang. Selain memenuhi prinsip keadilan yang menjadi basis tegaknya masyarakat Islam. "Sesungguhnya Allah memerintahkan kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya. serta mendapat jawaban dari segala persoalan yang mereka ajukan. pemimpin organisasi Islam juga mesti mendirikan badan peradilan internal atau lembaga hukum atau komisi arbitrasi untuk menyelesaikan berbagai perbedaan atau pengaduan dalam kelompok itu.. Lepas dari suku bangsa. Berlaku adillah.. 'Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum mendorong kamu berlaku tidak adil. Anggota-anggota lembaga tersebut harus dipilih dari orang-orang yang berpengetahuan.kan dan keputusan penting yang harus diambil para wakil terpilih diputuskan dengan cara musyawarah.. karena adil lebih dekat kepada takwa.Pertama : Urusan-urusan administrasi dan eksekutif diserahkan kepada pemimpin. karena Allah akan melindungi. Adil Pemimpin seharusnya memperlakukan manusia secara adil dan tidak berat sebelah.. karena masih ada orang yang mau membetulkan kesalahannya. * Keempat : Kebijaksanaan yang harus diambil. . Saidina Umar bersyukur kepada Allah karena masih ada orang di lingkungan umat yang akan mengoreksi kesalahannya. Masalah ini tidak boleh diputuskan oleh pemimpin seorang diri.. dan kau kerabatmu. 5 : 8) "Hai orang-orang yang beriman. beliau dengan rela mengakui kesalahannya. Qur'an memerintahkan agar kaum muslimin berlaku adil bahkan ketika berurusan dengan para penentang mereka. "(QS. sasaran jangka panjang yang direncana. atau agama. * Kedua : Persoalan yang membutuhkan keputusan segera harus ditangani pemimpin dan disajikan kepada kelompok untuk ditinjau dalam pertemuan berikutnya atau langsung melalui telepon." (QS. * Ketiga : Anggota kelompok atau wakil mereka harus mampu memeriksa ulang dan menanyakan tindakan pemimpin secara bebas tanpa rasa segan dan malu." (QS. keturunan. dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum antara manusia supaya kamu berlaku adil. Pada suatu hari Saidina Umar pernah pula bertanya kepada umat Islam mengenai apa yang dilakukan oleh mereka jika beliau melanggar prinsip-prinsip Islam.. dan bersyukur kepada Allah SWT. warna kulit. menjadi saksi karena Allah walaupun terhadap dirimu sendiri. arif. Al-Khulafa' al-Rasyidin memandang persoalan ini sebagai unsur penting bagi kepemimpinan mereka. Mereka dapat mengeluarkan pandangan atau keberatan-keberatan mereka dengan bebas. jadilah kamu benar-benar penegak keadilan. dan bijaksana. Kebebasan Berpikir Pemimpin Islam hendaklah memberikan ruang dan mengundang anggota kelompok untuk dapat mengemukakan kritiknya secara konstruktif. 4 : 58). Apakah ia kaya atau miskin. B.

maka kamu akan dibantu untuk menanggungnya. setelah mendasari dirinya dengan prinsip-prinsip Islam.Sesungguhnya jika kepemimpinan diberikan kepada kamu karena permintaan. Secara ringkas kepemimpinan Islam bukanlah kepemimpinan tirani dan tanpa kordinasi. Dalam islam sudah ada aturan-aturan yang berkaitan dengan hal tersebut. pemimpin umat Islam dan kepada masyarakat kamu" (HR. membuat keputusan seadil-adilnya. Dia bertanggungjawab bukan hanya kepada para pengikutnya tetapi juga yang lebih penting adalah kepada Allah SWT. Kitab-kitab-Nya. dan jika kepemimpinan itu diberikan kepada kamu bukan karena permintaan. Tipe kepemimpinan participatif seperti ini adalah tipe yang terbaik dalam membantu tumbuhnya persatuan di kalangan anggota dan meningkatkan kualitas penampilan mereka ***.” (Riwayat Bukhari dan Muslim) . Pemimpin Islam. Tidak Meminta Jabatan Rasullullah bersabda kepada Abdurrahman bin Samurah Radhiyallahu’anhu. Seorang muslim diminta memberikan nasihat yang ikhlas apabila diperlukan. Tamim bin Aws meriwayatkan bahwa Rasulullah saw pernah bersabda: "Agama adalah nasihat".”Tidak akan beruntung kaum yang dipimpim oleh seorang wanita (Riwayat Bukhari dari Abu Bakarah Radhiyallahu’anhu). bermusyawarah dengan sahabat-sahabat secara obyektif dan dengan penuh rasa hormat. Laki-Laki Wanita sebaiknya tidak memegang tampuk kepemimpinan. maka kamu akan memikul tanggung jawab sendirian.Pemimpin hendaklah berjuang menciptakan suasana kebebasan berpikir dan pertukaran gagasan yang sehat dan bebas. bukan kesempatan dan kemuliaan.Kepemimpinan atau jabatan adalah tanggung jawab dan beban. sehingga para pengikutnya merasa senang mendiskusikan masalah atau persoalan yang menjadi kepentingan bersama.”Wahai Abdul Rahman bin samurah! Janganlah kamu meminta untuk menjadi pemimpin.Lalu iringi hal itu dengan mengharapkan keridhaan-Nya saja. ============================================================ Pemimpin Menurut Islam Menjadi pemimpin adalah amanah yang harus dilaksanakan dan dijalankan dengan baik oleh pemimpin tersebut. Rasul. dilandasi dengan niat sesuai dengan apa yang telah Allah perintahkan. Kami berkata: "Kepada siapa?" Beliau menjawab: "Kepada Allah.diantaranya sebagai berikut: Niat yang Lurus Hendaklah saat menerima suatu tanggung jawab.Rasulullah Shalallahu’alaihi wa sallam bersabda. saling kritik dan saling menasehati satu sama lain sedemikian rupa.karena kelak Allah akan meminta pertanggung jawaban atas kepemimpinannya itu.Nya. Muslim).

” (al-Maaidah:49).Rasulullah bersabda.Rasulullah bersabda.Berpegang pada Hukum Allah. hendaklah seorang pemimpin menolak pemberian hadiah dari rakyatnya.”Dan hendaklah kamu memutuskan perkara diantara mereka menurut apa yang diturunkan Allah.’ Ya Allah.” Tidak Menerima Hadiah Seorang rakyat yang memberikan hadiah kepada seorang pemimpin pasti mempunyai maksud tersembunyi. entah ia akan diselamatkan oleh keadilan. Mencari Partner Pemimpin yang Baik Rasulullah bersabda. kecuali pemimpin itu tidak akan masuk surga bersama mereka (rakyatnya). Jika ia meninggalkan hukum Allah.” (Riwayat Thabrani). hajat.Allah berfirman.Maka orang yang terjaga adalah orang yang dijaga oleh Allah. Lemah Lembut / Santun Doa Rasullullah. dan pejabat yang menyuruh kepada kemungkaran dan mendorongnya ke sana.” (Riwayat Bukhari dari Abu said Radhiyallahu’anhu). barangsiapa mengurus satu perkara umatku lalu ia mempersulitnya. Hendaklah selalu membuka pintu untuk setiap pengaduan dan permasalahan rakyat. Rasulullah bersabda.” (Riwayat Baihaqi dari Abu Hurairah dalam kitab Al-Kabir).Yaitu pejabat yang menyuruh kepada kebaikan dan mendorongnya kesana. hajat. Tidak Menutup Diri Saat Diperlukan Rakyat. maka seharusnya dicopot dari jabatannya.”Tidaklah Allah mengutus seorang nabi atau menjadikan seorang khalifah kecuali ada bersama mereka itu golongan pejabat (pembantu). dan kemiskinannya. maka persulitlah ia. dan Al-hakim).”Tidaklah seorang pemimpin atau pemerintah yang menutup pintunya terhadap kebutuhan.Oleh karena itu. Menasehati rakyat Rasulullah bersabda.”Tidaklah seorang pemimpin mempunyai perkara kecuali ia akan datang dengannya pada hari kiamat dengan kondisi terikat. Abu Dawud. ia akan merusak mereka. Ini salah satu kewajiban utama seorang pemimpin. dan kemiskinan kecuali Allah akan menutup pintu-pintu langit terhadap kebutuhan. maka berlemah lembutlah kepadanya.” (Riwayat Imam Ahmad. dan barang siapa yang mengurus satu perkara umatku lalu ia berlemah lembut kepada mereka. atau akan dijerusmuskan oleh kezhalimannya. ( Dikutip dari majalah Hidayatullah ) . dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka.” Jika seorang pemimpin menyebarkan keraguan dalam masyarakat. Tidak Meragukan dan Memata-matai Rakyat.” Pemberian hadiah kepada pemimpin adalah pengkhianatan. entah ingin mendekati atau mengambil hati. Memutuskan Perkara Dengan Adil Rasulullah bersabda.”Tidaklah seorang pemimpin yang memegang urusan kaum Muslimin lalu ia tidak bersungguh-sungguh dan tidak menasehati mereka.” (Riwayat Imam Ahmad dan At-Tirmidzi).

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->