DAFTAR ISI
DAFTAR ISI KATA PENGANTAR BAB I : PENDAHULUAN A. Latar Belakang B. Pengertian Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa C. Landasan Pedagogis Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa D. Fungsi Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa E. Tujuan Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa F. Nilai-Nilai dalam Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa BAB II : PENGEMBANGAN PENDIDIKAN BUDAYA DAN KARAKTER BANGSA MELALUI INTEGRASI MATA PELAJARAN, PENGEMBANGAN DIRI, DAN BUDAYA SEKOLAH A. Prinsip dan Pendekatan Pengembangan Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa B. Perencanaan Pengembangan Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa C. Pengembangan Proses Pembelajaran D. Penilaian Hasil Belajar E. Indikator Sekolah dan Kelas BAB III : PETA NILAI DAN INDIKATOR A. Nilai, Jenjang Kelas, dan Indikator B. Peta Nilai Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa Berdasarkan Mata Pelajaran C. Standar Kompetensi, Kompetensi Dasar, Nilai, dan Indikator Mata Pelajaran BAB IV : INTEGRASI NILAI-NILAI BUDAYA DAN KARAKTER BANGSA KE DALAM DOKUMEN KTSP PENUTUP 81 101 48 41 31 14 19 22 23 11 1 2 5 7 7 7 i ii

i

kajian literatur. Meskipun demikian. Semoga naskah ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh guru. konselor sekolah dan pengawas dapat menggunakan indikator tersebut sebagai pedoman dalam mengembangkan dan menilai budaya sekolah yang kondusif untuk Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa. kepala sekolah dan konselor sekolah. Akhirnya kami ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung dan berpartisipasi dalam penyusunan naskah ini. Kami doakan semoga semua dukungan dan partisipasi berupa pikiran. Materi belajar ranah pengetahuan dapat dijadikan pokok bahasan sedangkan materi nilai dalam Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa tidak dapat dijadikan pokok bahasan karena mengandung resiko akan menjadi materi yang bersifat kognitif. H. Upaya yang telah dilakukan masyarakat dan lembaga terkait berupa pemikiran tentang pendidikan nilai.KATA PENGANTAR Alhamdulillah. budaya. Karakter bangsa Indonesia adalah karakter yang dimiliki warga Negara Indonesia berdasarkan tindakan-tindakan yang dinilai sebagai suatu kebajikan berdasarkan nilai yang berlaku di masyarakat dan bangsa Indonesia. ingin memiliki. Januari 2010 Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Prof. Badan Penelitian dan Pengembangan menyusun naskah Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa. pengembangan telah dilakukan bersama oleh Badan Penelitian dan Pengembangan dan beberapa Unit Utama di lingkungan Kementrian Pendidikan Nasional serta kantor Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat. dalam pengembangan materi Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa sikap menyukai. Berdasarkan kajian terhadap masukan dari masyarakat baik melalui media massa. Jakarta. Sesuai dengan prinsip pengembangan nilai harus dilakukan secara aktif oleh peserta didik (dirinya subyek yang akan menerima. dan sistemik. dan karakter bangsa telah dikembangkan dan dilaksanakan dalam skala yang manageable sesuai dengan kemampuan lembaga terkait dan dukungan kebijakan pemerintah. Dr. Pada saat sekarang. Oleh karena itu. Karakter sebagai suatu moral excellence atau akhlak dibangun di atas berbagia kebajikan (virtues) yang pada gilirannya hanya memilikimakna ketika dilandasi atas nilai-nilai yang berlaku dalam budaya (bangsa). Oleh karena itu. dan proses belajar. sarasehan. keduanya saling memerlukan. Proses Pembelajaran Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa dilaksanakan melalui proses belajar aktif. antara proses belajar di kelas dengan kegiatan kurikuler di sekolah dan di luar sekolah. Naskah ini merupakan salah satu hasil dari program 100 hari yang diamanahkan kepada Badan Penelitian dan Pengembangan Kementrian Pendidikan Nasional Kabinet Bersatu II. Sikap dan keterampilan baru tersebut merupakan persyaratan yang harus dipenuhi (condito sine qua non) untuk keberhasilan implementasi Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa. Oleh karena itu. silabus. Kepada guru. dan mau menjadikan nilai-nilai tersebut sebagai dasar bagi tindakan dalam perilaku kehidupan peserta didik sehari-hari merupakan persyaratan awal yang mutlak untuk keberhasilan Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa. seminar. RPP. Materi pendidikan yang bersifat developmental menghendaki proses pendidikan yang cukup panjang dan bersifat saling menguat (reinforce) antara kegiatan belajar dengan kegiatan belajar lainnya. moral. Mansyur Ramly ii iii . berkelanjutan. berkat rahmat Allah SWT serta dukungan dan partisipasi berbagai pihak akhirnya Naskah Pedoman Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa telah rampung. materi Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa bersifat developmental. dan karakter. waktu dan materi bernilai ibadah di sisi Tuhan Yang Maha Kuasa. kepala sekolah. Selain sebagai pedoman untuk pelaksanaan Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa. pengawas dan pihak lain yang terkait. Perubahan sikap dan penguasaan keterampilan yang dipersyaratkan tersebut hanya dapat dikembangkan melalui pendidikan dalam jabatan yang berfokus. maupun upaya langsung dalam melaksanakan pendidikan nilai. Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa diarahkan pada upaya mengembangkan nilainilai mendasari suatu kebijakan sehingga menjadi suatu kepribadian diri warga Negara. moral. kebijakan pemerintah merupakan bukan saja dukungan tetapi juga unsur yang berperan aktif dalam pengembangan budaya dan karakter bangsa. menjadikan nilai sebagai miliknya dan menjadikan nilai-nilai yang sudah dipelajarinya sebagai dasar dalam setiap tindakan) maka posisi peserta didik sebagai subyek yang aktif dalam belajar adalah prinsip utama belajar aktif. Kebijakan Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa dicanangkan berdasarkan masukan dari Masyarakat. pelaksanaan Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa memerlukan berbagai perubahan dalam pelaksanaan proses pendidikan yang terjadi di sekolah pada saat sekarang. Berbeda dari materi ajar yang bersifat mastery. tenaga. Amin. Perbedaan hakekat kedua kelompok materi tersebut menghendaki perbedaan perlakuan dalam proses pendidikan. Pikiran tentang Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa yang tercantum dalam naskah yang ada di hadapan para pendidik dan peminat pendidikan ini merupakan pikiran yang bersifat praktis dan dapat dilaksanakan dalam suasana pendidikan yang ada di sekolah pada saat sekarang. konselor sekolah. materi belajar ranah pengetahuan (cognitive) yang dalam satu kelompok developmental dengan nilai. Perubahan yang diperlukan tidak mengubah kurikulum yang berlaku tetapi menghendaki sikap baru dan keterampilan baru dari para guru. antara keduanya terdapat perbedaan yang mendasar dalam perencanaan pada dokumen kurikulum (KTSP). sebagaimana halnya suatu performance content suatu kompetensi. kepala sekolah. naskah ini dilengkapi juga dengan indikator sekolah dan indikator kelas yang dianggap kondusif dalam penerapan Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa. Disamping persamaan dalam kelompok.

M. Maria Listiyanti Drs. tetapi memiliki daya tahan dan dampak yang kuat di masyarakat. Yoyok Mulyana Drs.Pd. Selain di media massa. Buchori Ismail Sekretaris Kegiatan: Erlina Indarti. masalah budaya dan karakter bangsa yang dibicarakan itu adalah pendidikan. kehidupan ekonomi yang konsumtif. perusakan. Kurniawan. Kurikulum adalah jantungnya pendidikan (curriculum is the heart of education). para pemuka masyarakat. Lili Nurlaili. peningkatan upaya pelaksanaan dan penerapan hukum yang lebih kuat.Ed Drs. sudah seharusnya kurikulum. dan pengamat sosial berbicara mengenai persoalan budaya dan karakter bangsa di berbagai forum seminar. kekerasan.PENGEMBANGAN PENDIDIKAN BUDAYA DAN KARAKTER BANGSA PENDAHULUAN A. dan sebagainya menjadi topik pembahasan hangat di media massa. A.Ed Drs. M. M. Persoalan yang muncul di masyarakat seperti korupsi. memberikan perhatian yang lebih besar pada pendidikan budaya dan karakter bangsa dibandingkan kurikulum masa sebelumnya. Tim Penulis Naskah: Ketua: Prof. dan gelar wicara di media elektronik. Heni Waluyo. Said Hamid Hasan Anggota: Prof. Dr. Berbagai alternatif penyelesaian diajukan seperti peraturan.Ed Dra. Memang diakui bahwa hasil dari pendidikan akan terlihat dampaknya dalam waktu yang tidak segera. M. dan para pengamat pendidikan. dan di berbagai kesempatan. tertuang dalam berbagai tulisan di media cetak. Pendidikan dianggap sebagai alternatif yang bersifat preventif karena pendidikan membangun generasi baru bangsa yang lebih baik. para ahli. Sapto Aji Wirantho Dra. saat ini. baik pada tingkat lokal. Jarwadi. paling tidak mengurangi. maupun internasional. Dr. Abdul Aziz Wahab Prof. Sebagai alternatif yang bersifat preventif. Sorotan itu mengenai berbagai aspek kehidupan. wawancara.Ed Drs. Latar Belakang Persoalan budaya dan karakter bangsa kini menjadi sorotan tajam masyarakat. M. undang-undang. Pendapat yang dikemukakan para pemuka masyarakat. dialog. Pengarah: Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Sekretaris Badan Penelitian dan Pengembangan Kepala Pusat Kurikulum Penanggung Jawab Kegiatan: Erry Utomo. M. nasional. Alternatif lain yang banyak dikemukakan untuk mengatasi. kejahatan seksual. Zulfikrie Anas. Dr.Pd Dra. M. Maria Chatarina Drs. seminar. kehidupn politik yang tidak produktif. M. M.D Wakil Penanggung Jawab Kegiatan: Drs. Suci Paresti. perkelahian massa. Oleh karena itu. pendidikan diharapkan dapat mengembangkan kualitas generasi muda bangsa dalam berbagai aspek yang dapat memperkecil dan mengurangi penyebab berbagai masalah budaya dan karakter bangsa. para pemerhati pendidikan dan anggota masyarakat lainnya di berbagai media massa. ahli pendidikan.Ed Dra. Hamka. ST iv 1 .Pd Drs. Sutjipto. Ph.

tabiat. moral. secara imperatif. 2 3 . bahwa kebutuhan itu. nilai. norma. Pasal 3 UU Sisdiknas menyebutkan. sistem ekonomi. dan keyakinan. moral. pengembangan budaya dan karakter B. norma dan keyakinan itu digunakan dalam kehidupan manusia dan menghasilkan sistem sosial. dan mata pelajaran lain. Akan tetapi. Berbagai upaya pengembangan pendidikan budaya dan karakter bangsa telah dilakukan di berbagai direktorat dan bagian di berbagai lembaga pemerintah. sistem kepercayaan. Kepedulian masyarakat mengenai pendidikan budaya dan karakter bangsa telah pula menjadi kepedulian pemerintah. Apalagi jika dikaji. Pengertian Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa Undang-Undang Republik Indonesia nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (UU Sisdiknas) merumuskan fungsi dan tujuan pendidikan nasional yang harus digunakan dalam mengembangkan upaya pendidikan di Indonesia. akhlak. dan norma. nilai. Upaya pengembangan itu berkenaan dengan berbagai jenjang dan jalur pendidikan walaupun sifatnya belum menyeluruh. Oleh karena itu. Pedoman sekolah ini adalah rancangan operasionalisasi kebijakan pemerintah dalam pendidikan budaya dan karakter bangsa. berakhlak mulia. sistem kepercayaan. dan bertindak. Ketika kehidupan manusia terus berkembang. dan sebagainya. serta seni. adalah sebagai kualitas manusia Indonesia yang dirumuskan dalam Tujuan Pendidikan Nasional. yang istilah-istilah itu menjadi pokok bahasan dalam mata pelajaran terkait. moral. bersikap. dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab”. nilai. Oleh karena itu. rumusan tujuan pendidikan nasional menjadi dasar dalam pengembangan pendidikan budaya dan karakter bangsa. dan sarasehan yang diadakan oleh Kementerian Pendidikan Nasional pada awal tahun 2010 menggambarkan adanya kebutuhan masyarakat yang kuat akan pendidikan budaya dan karakter bangsa. pengembangan karakter bangsa hanya dapat dilakukan melalui pengembangan karakter individu seseorang. dan keyakinan (belief) manusia yang dihasilkan masyarakat. norma. cakap. moral. nilai. moral. teknologi. seni. Interaksi seseorang dengan orang lain menumbuhkan karakter masyarakat dan karakter bangsa. maka pengembangan karakter individu seseorang hanya dapat dilakukan dalam lingkungan sosial dan budaya yang berangkutan. “Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. dan keyakinan itu adalah hasil dari interaksi manusia dengan sesamanya dan lingkungan alamnya. nilai. ilmu. kreatif. norma. Pendidikan merupakan upaya terencana dalam mengembangkan potensi peserta didik. karakter bangsa. karena manusia hidup dalam ligkungan sosial dan budaya tertentu. nilai. berani bertindak. Guru-guru Antropologi. Untuk mendapatkan wawasan mengenai arti pendidikan budaya dan karakter b21angsa perlu dikemukakan pengertian istilah budaya. dan keyakinan yang telah dihasilkannya. maka yang berkembang sesungguhnya adalah sistem sosial. sehingga mereka memiliki sistem berpikir. Budaya diartikan sebagai keseluruhan sistem berpikir. moral. Manusia sebagai makhluk sosial menjadi penghasil sistem berpikir. Tujuan pendidikan nasional itu merupakan rumusan mengenai kualitas manusia Indonesia yang harus dikembangkan oleh setiap satuan pendidikan. dapat dipercaya. norma. sistem ekonomi. sehat. teknologi. akhirnya berakumulasi pada kebijakan pemerintah mengenai pendidikan budaya dan karakter bangsa dan menjadi salah satu program unggulan pemerintah. Karakter adalah watak. Pendidikan Kewarganegaraan. moral. Sistem berpikir. Pengertian yang dikemukakan di sini dikemukakan secara teknis dan digunakan dalam mengembangkan pedoman ini. sistem pengetahuan. Sistem berpikir. dan pendidikan. Kebajikan terdiri atas sejumlah nilai. berpikir. manusia diatur oleh sistem berpikir. mandiri. dan keyakinan yang diwariskan masyarakatnya dan mengembangkan warisan tersebut ke arah yang sesuai untuk kehidupan masa kini dan masa mendatang. akan tetapi juga dalam interaksi dengan sesama manusia dan alam kehidupan. Keinginan masyarakat dan kepedulian pemerintah mengenai pendidikan budaya dan karakter bangsa. berilmu. atau kepribadian seseorang yang terbentuk dari hasil internalisasi berbagai kebajikan (virtues) yang diyakini dan digunakan sebagai landasan untuk cara pandang. seperti jujur. Artinya. terutama di berbagai unit Kementrian Pendidikan Nasional. paling tidak untuk masa 5 (lima) tahun mendatang. dan hormat kepada orang lain.seminar. tetap memiliki kebebasan sepenuhnya membahas dan berargumentasi mengenai istilah-istilah tersebut secara akademik. bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Pada titik kulminasinya.bangsa hanya dapat dilakukan dalam suatu proses pendidikan yang tidak melepaskan peserta didik dari lingkungan sosial. aturan dasar yang mengatur pendidikan nasional (UUD 1945 dan UU Sisdiknas) sudah memberikan landasan yang kokoh untuk mengembangkan keseluruhan potensi diri seseorang sebagai anggota masyarakat dan bangsa. Kecenderungan itu terjadi karena dia tidak memiliki norma dan nilai budaya nasionalnya yang dapat digunakan sebagai dasar untuk melakukan pertimbangan (valueing). serta mengembangkan kehidupan bangsa yang bermartabat. norma dan nilai budaya secara kolektif pada tingkat makro akan menjadi norma dan nilai budaya bangsa. dia sangat rentan terhadap pengaruh budaya luar dan bahkan cenderung untuk menerima budaya luar tanpa proses pertimbangan (valueing). yang menyebabkan peserta didik tumbuh dan berkembang. sebagai anggota masyarakat. otak. Oleh karena itu. mengembangkan kehidupan masyarakat yang lebih sejahtera. 5 . Semakin kuat seseorang memiliki dasar pertimbangan. dan fisik. Selain menjadi orang asing. cara berpikir. dan penghayatan nilai-nilai menjadi kepribadian mereka dalam bergaul di masyarakat. Pengembangan itu harus dilakukan melalui perencanaan yang baik. Landasan Pedagogis Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa Pendidikan adalah suatu upaya sadar untuk mengembangkan potensi peserta didik secara optimal. cara bertindak. dan budaya bangsa. oleh karenanya harus dilakukan secara bersama oleh semua guru dan pemimpin sekolah. Ketika hal ini terjadi. pendidikan adalah proses pewarisan budaya dan karakter bangsa bagi generasi muda dan juga proses pengembangan budaya dan karakter bangsa untuk peningkatan kualitas kehidupan masyarakat dan bangsa di masa mendatang.budaya masyarakat. semakin kuat pula kecenderungan untuk tumbuh dan berkembang menjadi warga negara yang baik. karakter bangsa. RW. yang lebih mengkhawatirkan adalah dia menjadi orang yang tidak menyukai budayanya. dan cara menyelesaikan masalah sesuai dengan norma dan nilai ciri ke-Indonesiaannya. Dengan kata lain. Pendidikan adalah juga suatu usaha masyarakat dan bangsa dalam mempersiapkan generasi mudanya bagi keberlangsungan kehidupan masyarakat dan bangsa yang lebih baik di masa depan. pendidikan budaya dan karakter bangsa adalah usaha bersama sekolah. Dalam proses pendidikan budaya dan karakter bangsa. dan warganegara yang religius. Dengan demikian. Hal ini sesuai dengan fungsi utama pendidikan yang diamanatkan dalam UU Sisdiknas. melalui semua mata pelajaran. nasionalis. terutama dari lingkungan budayanya. Budaya. Sesuai dengan sifat suatu nilai. karena peserta didik hidup tak terpishkan dalam lingkungannya dan bertindak sesuai dengan kaidah-kaidah budayanya. peserta didik akan menjadi warga negara Indonesia yang memiliki wawasan. maka mereka tidak akan mengenal budayanya dengan baik sehingga ia menjadi orang “asing” dalam lingkungan budayanya. Pendidikan adalah suatu usaha yang sadar dan sistematis dalam mengembangkan potensi peserta didik. “mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa”. Usaha sadar itu tidak boleh dilepaskan dari lingkungan peserta didik berada. dan menjadi bagian yang tak terpisahkan dari budaya sekolah. Apabila peserta didik menjadi asing dari budaya terdekat maka dia tidak mengenal dengan baik budaya bangsa dan dia tidak mengenal dirinya sebagai anggota budaya bangsa. dan pendidikan yang telah dikemukakan di atas maka pendidikan budaya dan karakter bangsa dimaknai sebagai pendidikan yang mengembangkan nilai-nilai budaya dan karakter bangsa pada diri peserta didik sehingga mereka memiliki nilai dan karakter sebagai karakter dirinya. Pendidikan yang tidak dilandasi oleh prinsip itu akan menyebabkan peserta didik tercerabut dari akar budayanya. dan metode belajar serta pembelajaran yang efektif. produktif dan kreatif . jadi pendidikan budaya dan karakter bangsa haruslah berdasarkan nilai-nilai Pancasila. 4 C. Lingkungan sosial dan budaya bangsa adalah Pancasila. Berdasarkan pengertian budaya. menerapkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan dirinya. pengembangan pendidikan budaya dan karakter sangat strategis bagi keberlangsungan dan keunggulan bangsa di masa mendatang. melakukan proses internalisasi. Keberlangsungan itu ditandai oleh pewarisan budaya dan karakter yang telah dimiliki masyarakat dan bangsa. Atas dasar pemikiran itu. dimulai dari budaya di lingkungan terdekat (kampung. desa) berkembang ke lingkungan yang lebih luas yaitu budaya nasional bangsa dan budaya universal yang dianut oleh ummat manusia. Dalam situasi demikian. RT. secara aktif peserta didik mengembangkan potensi dirinya. pendekatan yang sesuai. Oleh karena itu. mendidik budaya dan karakter bangsa adalah mengembangkan nilai-nilai Pancasila pada diri peserta didik melalui pendidikan hati.

berfungsi mewariskan nilai-nilai dan prestasi masa lalu ke generasi mendatang. dan 5. dan politik (ketatanegaraan/politik/ kewarganegaraan). agama. ini bagi peserta didik yang telah memiliki sikap dan perilaku yang mencerminkan budaya dan karakter bangsa. dan nilai-nilai yang terumuskan dalam tujuan pendidikan nasional. pendidikan juga memiliki fungsi untuk mengembangkan nilai-nilai budaya dan prestasi masa lalu itu menjadi nilai-nilai budaya bangsa yang sesuai dengan kehidupan masa kini dan masa yang akan datang. Proses pengembangan nilai-nilai yang menjadi landasan dari karakter itu menghendaki suatu proses yang berkelanjutan. penyaring: untuk menyaring budaya bangsa sendiri dan budaya bangsa lain yang tidak sesuai dengan nilai-nilai budaya dan karakter bangsa yang bermartabat. pengetahuan. agama.Pendidikan adalah suatu proses enkulturasi. mengembangkan potensi kalbu/nurani/afektif peserta didik sebagai manusia dan warganegara yang memiliki nilai-nilai budaya dan karakter bangsa. Dengan terobosan kurikulum yang demikian. seni. 3. nilai dan karakter yang dikembangkan pada diri peserta didik akan sangat kokoh dan memiliki dampak nyata dalam kehidupan diri. dan nilai berkenaan dengan lingkungan tempat diri dan bangsanya hidup (geografi). pengembangan: pengembangan potensi peserta didik untuk menjadi pribadi berperilaku baik. IPS. menanamkan jiwa kepemimpinan dan tanggung jawab peserta didik sebagai generasi penerus bangsa. matematika. 6 7 . bahasa Indonesia dengan cara berpikirnya. Tujuan Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa Tujuan pendidikan budaya dan karakter bangsa adalah: 1. geografi. 2. dan 3. sistem sosial yang berlaku dan sedang berkembang (sosiologi). kesadaran akan siapa dirinya dan bangsanya adalah bagian yang teramat penting. Selain mewariskan. IPA. mengembangkan kemampuan peserta didik menjadi manusia yang mandiri. budaya. Oleh karena itu. 4. Nilai-nilai dan prestasi itu merupakan kebanggaan bangsa dan menjadikan bangsa itu dikenal oleh bangsa-bangsa lain. wawasan. ekonomi. bangsa. Nilai-nilai dalam Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa Nilai-nilai yang dikembangkan dalam pendidikan budaya dan karakter bangsa diidentifikasi dari sumber-sumber berikut ini. kehidupan perekonomian. sistem ketatanegaraan. perlu ada upaya terobosan kurikulum berupa pengembangan nilainilai yang menjadi dasar bagi pendidikan budaya dan karakter bangsa. serta mengembangkan prestasi baru yang menjadi karakter baru bangsa. pendidikan harus membangun pula kesadaran. Kebajikan yang menjadi atribut suatu karakter pada dasarnya adalah nilai. sosiologi. penuh kreativitas dan persahabatan. antropologi. dan seni. mengembangkan kebiasaan dan perilaku peserta didik yang terpuji dan sejalan dengan nilai-nilai universal dan tradisi budaya bangsa yang religius. F. perbaikan: memperkuat kiprah pendidikan nasional untuk bertanggung jawab dalam pengembangan potensi peserta didik yang lebih bermartabat. sejarah. ilmu. Artinya. pendidikan budaya dan karakter bangsa merupakan inti dari suatu proses pendidikan. Pendidikan budaya dan karakter bangsa dilakukan melalui pendidikan nilai-nilai atau kebajikan yang menjadi nilai dasar budaya dan karakter bangsa. D. berwawasan kebangsaan. Selain itu. pendidikan jasmani dan olahraga. kreatif. E. serta dengan rasa kebangsaan yang tinggi dan penuh kekuatan (dignity). nilai yang hidup di masyarakat (antropologi). masyarakat. teknologi. serta ketrampilan). Oleh karena itu pendidikan budaya dan karakter bangsa pada dasarnya adalah pengembangan nilai-nilai yang berasal dari pandangan hidup atau ideologi bangsa Indonesia. Kesadaran tersebut hanya dapat terbangun dengan baik melalui sejarah yang memberikan pencerahan dan penjelasan mengenai siapa diri bangsanya di masa lalu yang menghasilkan dirinya dan bangsanya di masa kini. Fungsi Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa Fungsi pendidikan budaya dan karakter bangsa adalah: 1. mengembangkan lingkungan kehidupan sekolah sebagai lingkungan belajar yang aman. 2. Dalam mengembangkan pendidikan karakter bangsa. bahasa Indonesia. dilakukan melalui berbagai mata pelajaran yang ada dalam kurikulum (kewarganegaraan. dan bahkan umat manusia. pemerintahan. jujur.

Toleransi 2. Kerja Keras 3. Secara politis. teridentifikasi sejumlah nilai untuk pendidikan budaya dan karakter bangsa sebagai berikut ini. Disiplin 5. Jujur Gambar 1. dan seni. Tujuan Pendidikan Nasional: sebagai rumusan kualitas yang harus dimiliki setiap warga negara Indonesia. Atas dasar pertimbangan itu. etnis. Mandiri 8 9 . Sikap dan tindakan yang menghargai perbedaan agama. masyarakat. pendapat. kehidupan kenegaraan pun didasari pada nilai-nilai yang berasal dari agama. Sikap dan perilaku yang tidak mudah tergantung pada orang lain dalam menyelesaikan tugas-tugas. kemauan. Tujuan pendidikan nasional memuat berbagai nilai kemanusiaan yang harus dimiliki warga negara Indonesia. Oleh karena itu. Baris berbaris (nilai disiplin) Berdasarkan keempat sumber nilai itu. nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila menjadi nilai-nilai yang mengatur kehidupan politik. hukum. dan menerapkan nilainilai Pancasila dalam kehidupannya sebagai warga negara. sikap. Tabel 1. serta menyelesaikan tugas dengan sebaik-baiknya. Agama: masyarakat Indonesia adalah masyarakat beragama. budaya. dan hidup rukun dengan pemeluk agama lain. Berpikir dan melakukan sesuatu untuk menghasilkan cara atau hasil baru dari sesuatu yang telah dimiliki. Pendidikan budaya dan karakter bangsa bertujuan mempersiapkan peserta didik menjadi warga negara yang lebih baik. dikembangkan oleh berbagai satuan pendidikan di berbagai jenjang dan jalur. Religius DESKRIPSI Sikap dan perilaku yang patuh dalam melaksanakan ajaran agama yang dianutnya. 4. dan tindakan orang lain yang berbeda dari dirinya. 3. suku. kemasyarakatan. 4. Pancasila terdapat pada Pembukaan UUD 1945 dan dijabarkan lebih lanjut dalam pasal-pasal yang terdapat dalam UUD 1945.1. toleran terhadap pelaksanaan ibadah agama lain. Nilai dan Deskripsi Nilai Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa NILAI 1. Nilai-nilai budaya itu dijadikan dasar dalam pemberian makna terhadap suatu konsep dan arti dalam komunikasi antaranggota masyarakat itu. kehidupan individu. tujuan pendidikan nasional adalah sumber yang paling operasional dalam pengembangan pendidikan budaya dan karakter bangsa. Pancasila: negara kesatuan Republik Indonesia ditegakkan atas prinsip-prinsip kehidupan kebangsaan dan kenegaraan yang disebut Pancasila. Tindakan yang menunjukkan perilaku tertib dan patuh pada berbagai ketentuan dan peraturan. maka nilai-nilai pendidikan budaya dan karakter bangsa harus didasarkan pada nilai-nilai dan kaidah yang berasal dari agama. 2. Artinya. Perilaku yang didasarkan pada upaya menjadikan dirinya sebagai orang yang selalu dapat dipercaya dalam perkataan. 6. tindakan. Posisi budaya yang demikian penting dalam kehidupan masyarakat mengharuskan budaya menjadi sumber nilai dalam pendidikan budaya dan karakter bangsa. Kreatif 7. dan bangsa selalu didasari pada ajaran agama dan kepercayaannya. Perilaku yang menunjukkan upaya sungguh-sungguh dalam mengatasi berbagai hambatan belajar dan tugas. ekonomi. Budaya: sebagai suatu kebenaran bahwa tidak ada manusia yang hidup bermasyarakat yang tidak didasari oleh nilai-nilai budaya yang diakui masyarakat itu. yaitu warga negara yang memiliki kemampuan. dan pekerjaan. Oleh karena itu.

peserta didik belajar melalui proses berpikir. serta menghormati keberhasilan orang lain. Sikap dan tindakan yang selalu ingin memberi bantuan pada orang lain dan masyarakat yang membutuhkan. proses tersebut dimulai dari kelas 1 SD atau tahun pertama dan berlangsung paling tidak sampai kelas 9 atau kelas akhir SMP. kepedulian. negara dan Tuhan Yang Maha Esa. Pendidikan budaya dan karakter bangsa di SMA adalah kelanjutan dari proses yang telah terjadi selama 9 tahun. Sikap dan tindakan yang selalu berupaya mencegah kerusakan pada lingkungan alam di sekitarnya. Sejatinya. mengandung makna bahwa proses pengembangan nilai-nilai budaya dan karakter bangsa merupakan sebuah proses panjang. Cara berpikir. bergaul. lingkungan (alam. dimulai dari awal peserta didik masuk sampai selesai dari suatu satuan pendidikan. lingkungan fisik. peduli. bersikap. Ketiga proses ini dimaksudkan untuk mengembangkan kemampuan peserta didik dalam melakukan kegiatan sosial dan mendorong peserta didik untuk melihat diri sendiri sebagai makhluk sosial. sosial. PENGEMBANGAN DIRI. yang seharusnya dia lakukan. Dengan prinsip ini. Oleh karena itu. Berikut prinsip-prinsip yang digunakan dalam pengembangan pendidikan budaya dan karakter bangsa. dan politik bangsa. Silabus dan Rencana Program Pembelajaran (RPP) yang sudah ada. Gemar Membaca 16. Menghargai Prestasi 13. Sikap. guru dan sekolah perlu mengintegrasikan nilai-nilai yang dikembangkan dalam pendidikan budaya dan karakter bangsa ke dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). budaya. dan mengakui. Sikap dan perilaku seseorang untuk melaksanakan tugas dan kewajibannya. Berkelanjutan. dan bekerja sama dengan orang lain. DAN BUDAYA SEKOLAH A.NILAI 8. dan selanjutnya menjadikan suatu nilai sesuai dengan keyakinan diri. sosial dan budaya). dan berbuat yang menunjukkan kesetiaan. 10. Demokratis 9. masyarakat. Prinsip pembelajaran yang digunakan dalam pengembangan pendidikan budaya dan karakter bangsa mengusahakan agar peserta didik mengenal dan menerima nilai-nilai budaya dan karakter bangsa sebagai milik mereka dan bertanggung jawab atas keputusan yang diambilnya melalui tahapan mengenal pilihan. Rasa Ingin Tahu DESKRIPSI Cara berfikir. cerdas. 1. dan tindakan yang menyebabkan orang lain merasa senang dan aman atas kehadiran dirinya. dan berwawasan yang menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan diri dan kelompoknya. ekonomi. Sikap dan tindakan yang mendorong dirinya untuk menghasilkan sesuatu yang berguna bagi masyarakat. pengembangan diri. Peduli Sosial 18. pengembangan budaya dan karakter bangsa tidak dimasukkan sebagai pokok bahasan tetapi terintegrasi ke dalam mata pelajaran. dilihat. menentukan pendirian. dan didengar. dan tangguh/kerjakeras. Meskipun demikian. bersikap. dan budaya sekolah. Cinta Damai 15. Tindakan yang memperlihatkan rasa senang berbicara. ada 5 nilai yang diharapkan menjadi nilai minimal yang dikembangkan di setiap sekolah yaitu nyaman. Prinsip dan Pendekatan Pengembangan Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa Pada prinsipnya. Cinta Tanah Air 12. dan mengembangkan upaya-upaya untuk memperbaiki kerusakan alam yang sudah terjadi. dan berbuat. dan bertindak yang menilai sama hak dan kewajiban dirinya dan orang lain. Semangat Kebangsaan 11. Kebiasaan menyediakan waktu untuk membaca berbagai bacaan yang memberikan kebajikan bagi dirinya. bertindak. bersikap. menilai pilihan. dan penghargaan yang tinggi terhadap bahasa. Peduli Lingkungan 17. 10 11 . perkataan. Bersahabat/ Komuniktif 14. Sikap dan tindakan yang selalu berupaya untuk mengetahui lebih mendalam dan meluas dari sesuatu yang dipelajarinya. Cara berfikir. PENGEMBANGAN PENDIDIKAN BUDAYA DAN KARAKTER BANGSA MELALUI INTEGRASI MATA PELAJARAN. terhadap diri sendiri. Tanggung-jawab Catatan: Sekolah dan guru dapat menambah atau pun mengurangi nilai-nilai tersebut sesuai dengan kebutuhan masyarakat yang dilayani sekolah dan hakekat materi SK/KD dan materi bahasan suatu mata pelajaran. jujur.

tidak diajarkan sebagai materi atau pokok bahasan dalam mata pelajaran. Pembeli membayar sesuai dengan harga yang ditentukan. digambarkan sebagai berikut ini. Nilai tidak diajarkan tapi dikembangkan. nilai-nilai budaya dan karakter bangsa tidak ditanyakan dalam ulangan ataupun ujian. Oleh karena itu.n MP . seni. Pengembangan Nilai Budaya dan Karakter Bangsa melalui Setiap Mata Pelajaran 3. Juga. Pengembangan Nilai-nilai Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa Pengembangan nilai budaya dan karakter bangsa melalui berbagai mata pelajaran yang telah ditetapkan dalam Standar Isi (SI). matematika. Proses pendidikan dilakukan peserta didik secara aktif dan menyenangkan. mengandung makna bahwa materi nilai budaya dan karakter bangsa bukanlah bahan ajar biasa. tetapi menggunakan materi pokok bahasan itu untuk mengembangkan nilai-nilai budaya dan karakter bangsa. teori. pendidikan jasmani dan kesehatan. Materi pelajaran biasa digunakan sebagai bahan atau media untuk mengembangkan nilai-nilai budaya dan karakter bangsa. bahasa Indonesia. artinya. dan dalam setiap kegiatan kurikuler dan ekstrakurikuler. Konsekuensi dari prinsip ini. Gambar 1 berikut ini memperlihatkan pengembangan nilai-nilai melalui jalur-jalur itu: MATA PELAJARAN NILAI PENGEMBANGAN DIRI BUDAYA SEKOLAH Gambar 4. dan ketrampilan. Guru menerapkan prinsip ”tut wuri NILAI NILAI MP 4 MP 4 MP 5 MP 5 MP 6 MP6 MP . Walaupun demikian. PKn. 4. peserta didik perlu mengetahui pengertian dari suatu nilai yang sedang mereka tumbuhkan pada diri mereka. ataupun fakta seperti dalam mata pelajaran agama. afektif. nilai-nilai itu tidak dijadikan pokok bahasan yang dikemukakan seperti halnya ketika mengajarkan suatu konsep. 12 13 . guru tidak harus mengembangkan proses belajar khusus untuk mengembangkan nilai. Mereka tidak boleh berada dalam posisi tidak tahu dan tidak paham makna nilai itu. prosedur. dan budaya sekolah. IPA.n Gambar 3. guru tidak perlu mengubah pokok bahasan yang sudah ada. Warung Kejujuran Gambar 2. mensyaratkan bahwa proses pengembangan nilai-nilai budaya dan karakter bangsa dilakukan melalui setiap mata pelajaran. prinsip ini menyatakan bahwa proses pendidikan nilai budaya dan karakter bangsa dilakukan oleh peserta didik bukan oleh guru. IPS.2. MP 1 MP 1 MP 2 MP 2 MP 3 MP 3 Nilai kejujuran dikembangkan dengan praktik langsung melalui warung kejujuran. Melalui semua mata pelajaran. pengembangan diri. dan psikomotor. Suatu hal yang selalu harus diingat bahwa satu aktivitas belajar dapat digunakan untuk mengembangkan kemampuan dalam ranah kognitif.

menyajikan hasil rekonstruksi atau proses pengembangan nilai. Pembelajaran Aktif Gambar 6. Kegiatan rutin sekolah Kegiatan rutin merupakan kegiatan yang dilakukan peserta didik secara terus menerus dan konsisten setiap saat. mengolah informasi yang sudah dimiliki. menumbuhkan nilai-nilai budaya dan karakter pada diri mereka melalui berbagai kegiatan belajar yang terjadi di kelas. yaitu melalui hal-hal berikut. Perencanaan Pengembangan Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa Perencanaan dan pelaksanaan pendidikan budaya dan karakter bangsa dilakukan oleh kepala sekolah. Apabila guru mengetahui adanya perilaku dan sikap yang kurang baik maka pada saat itu juga guru harus 15 . berdoa waktu mulai dan selesai pelajaran. merekonstruksi data. sekolah. Program Pengembangan Diri Dalam program pengembangan diri. mengucap salam bila bertemu guru. Kegiatan spontan Kegiatan spontan yaitu kegiatan yang dilakukan secara spontan pada saat itu juga. dan mengumpulkan informasi dari sumber. tapi guru merencanakan kegiatan belajar yang menyebabkan peserta didik aktif merumuskan pertanyaan. mencari sumber informasi. 1. dan tugas-tugas di luar sekolah.handayani” dalam setiap perilaku yang ditunjukkan peserta didik. Gambar 5. Contoh kegiatan ini adalah upacara pada hari besar kenegaraan. pemeriksaan kebersihan badan (kuku. dan lain-lain) setiap hari Senin. Diawali dengan perkenalan terhadap pengertian nilai yang dikembangkan maka guru menuntun peserta didik agar aktif. Kegiatan ini dilakukan biasanya pada saat guru dan tenaga kependidikan yang lain mengetahui adanya perbuatan yang kurang baik dari peserta didik yang harus dikoreksi pada saat itu juga. tenaga kependidikan. atau teman. Upacara Bendera B. Membersihkan Kelas Gambar 7. tenaga kependidikan (konselor) secara bersama-sama sebagai suatu komunitas pendidik dan diterapkan ke dalam kurikulum melalui hal-hal berikut ini. Hal ini dilakukan tanpa guru mengatakan kepada peserta didik bahwa mereka harus aktif. rambut. perencanaan dan pelaksanaan pendidikan budaya dan karakter bangsa dilakukan melalui pengintegrasian ke dalam kegiatan sehari-hari sekolah. atau nilai. beribadah bersama atau shalat bersama setiap dhuhur (bagi yang beragama Islam). Prinsip ini juga menyatakan bahwa proses pendidikan dilakukan dalam suasana belajar yang menimbulkan rasa senang dan tidak indoktrinatif. telinga. a. 14 b. guru. fakta.

menolong orang lain. berpakaian tidak senonoh. Gambar 8. mencuri. bekerja keras.melakukan koreksi sehingga peserta didik tidak akan melakukan tindakan yang tidak baik itu. jujur. memalak. kasih sayang. Gambar 9. misalnya: memperoleh nilai tinggi. datang tepat pada waktunya. berteriak-teriak sehingga mengganggu pihak lain. Jika guru dan tenaga kependidikan yang lain menghendaki agar peserta didik berperilaku dan bersikap sesuai dengan nilai-nilai budaya dan karakter bangsa maka guru dan tenaga kependidikan yang lain adalah orang yang pertama dan utama memberikan contoh berperilaku dan bersikap sesuai dengan nilai-nilai itu. 16 17 . berpakaian rapi. Menolong teman yang terluka (nilai kasih sayang) d. berani menentang atau mengkoreksi perilaku teman yang tidak terpuji. Gambar 10. Misalnya. berkelahi. Sekolah harus mencerminkan kehidupan nilai-nilai budaya dan karakter bangsa yang diinginkan. Pengkondisian Untuk mendukung keterlaksanaan pendidikan budaya dan karakter bangsa maka sekolah harus dikondisikan sebagai pendukung kegiatan itu. sekolah terlihat rapi dan alat belajar ditempatkan teratur. berlaku tidak sopan. menjaga kebersihan. Kegiatan spontan berlaku untuk perilaku dan sikap peserta didik yang tidak baik dan yang baik sehingga perlu dipuji. Pengkondisian suasana sekolah yang bersih didukung oleh fasilitas yang memadai. toilet yang selalu bersih. memperoleh prestasi dalam olah raga atau kesenian. bertutur kata sopan. Nilai cinta damai c. Contoh kegiatan itu: membuang sampah tidak pada tempatnya. perhatian terhadap peserta didik. Keteladanan Keteladanan adalah perilaku dan sikap guru dan tenaga kependidikan yang lain dalam memberikan contoh terhadap tindakan-tindakan yang baik sehingga diharapkan menjadi panutan bagi peserta didik untuk mencontohnya. bak sampah ada di berbagai tempat dan selalu dibersihkan. Misalnya.

memberikan bantuan kepada peserta didik. dan f. mencantumkan nilai-nilai yang sudah tertera dalam silabus ke dalam RPP.2. kepedulian lingkungan. Nilai-nilai tersebut dicantumkan dalam silabus dan RPP. mengembangkan proses pembelajaran peserta didik secara aktif yang memungkinkan peserta didik memiliki kesempatan melakukan internalisasi nilai dan menunjukkannya dalam perilaku yang sesuai. harapan. menggunakan tabel 1 yang memperlihatkan keterkaitan antara SK dan KD dengan nilai dan indikator untuk menentukan nilai yang akan dikembangkan. baik yang mengalami kesulitan untuk menginternalisasi nilai maupun untuk menunjukkannya dalam perilaku. kerja keras. Budaya bersih C. rasa kebangsaan. Kepemimpinan. kepedulian sosial. d. Budaya sekolah adalah suasana kehidupan sekolah tempat peserta didik berinteraksi dengan sesamanya. kegiatan kurikuler. kegiatan ekstrakurikuler. dan masyarakat. 3. guru. kebijakan maupun interaksi sosial antarkomponen di sekolah. keteladanan. Pengintegrasian dalam mata pelajaran Pengembangan nilai-nilai pendidikan budaya dan karakater bangsa diintegrasikan dalam setiap pokok bahasan dari setiap mata pelajaran. norma. umumnya mencakup ritual. guru dengan guru. b. konselor dengan sesamanya. pegawai administrasi dengan sesamanya. toleransi. dan antaranggota kelompok masyarakat sekolah. dilakukan melalui berbagai kegiatan di kelas. c. Budaya Sekolah Budaya sekolah cakupannya sangat luas. demografi. disiplin. sekolah. konselor. hubungan. moral serta etika bersama yang berlaku di suatu sekolah. 18 19 . mengkaji Standar Kompetensi (SK) dan Kompetensi Dasar (KD) pada Standar Isi (SI) untuk menentukan apakah nilai-nilai budaya dan karakter bangsa yang tercantum itu sudah tercakup di dalamnya. dan tanggung jawab merupakan nilai-nilai yang dikembangkan dalam budaya sekolah. Pengembangan nilai-nilai itu dalam silabus ditempuh melalui cara-cara berikut ini: a. Gambar 12. Interaksi internal kelompok dan antarkelompok terikat oleh berbagai aturan. e. keramahan. Pengembangan Proses Pembelajaran Pembelajaran pendidikan budaya dan karakter bangsa menggunakan pendekatan proses Gambar 11. Pengembangan nilai-nilai dalam pendidikan budaya dan karakter bangsa dalam budaya sekolah mencakup kegiatan-kegiatan yang dilakukan kepala sekolah. Guru mengintegrasikan nilai dalam mata pelajaran belajar peserta didik secara aktif dan berpusat pada anak. mencantumkankan nilai-nilai budaya dan karakter bangsa dalam tabel 1 itu ke dalam silabus. tenaga administrasi ketika berkomunikasi dengan peserta didik dan menggunakan fasilitas sekolah. proses mengambil keputusan.

dan gemar membaca dapat melalui kegiatan belajar yang biasa dilakukan guru. lomba membuat tulisan. pagelaran bertema budaya dan karakter bangsa. Contoh kegiatan yang dapat dimasukkan ke dalam program sekolah adalah lomba vocal group antarkelas tentang lagu-lagu bertema cinta tanah air. Gambar 13. mengundang berbagai narasumber untuk berdiskusi. Kelas. 2. Pagelaran seni  3. kunjungan ke tempattempat yang menumbuhkan rasa cinta terhadap tanah air. peduli lingkungan. dan dimasukkan ke dalam Kalender Akademik. melalui berbagai kegiatan sekolah yang diikuti seluruh peserta didik. afektif. pameran foto hasil karya peserta didik bertema Gambar 15. toleransi. dan psikomotor. disiplin. Setiap kegiatan belajar mengembangkan kemampuan dalam ranah kognitif. membantu membersihkan atau mengatur barang di tempat ibadah tertentu). atau berceramah yang berhubungan dengan budaya dan karakter bangsa. Kesetiakawanan sosial 20 21 . dan kreatif memerlukan upaya pengkondisian sehingga peserta didik memiliki kesempatan untuk memunculkan perilaku yang menunjukkan nilai-nilai itu. budaya dan karakter bangsa. kepala sekolah. Untuk pegembangan beberapa nilai lain seperti peduli sosial. lomba olah raga antarkelas. rasa ingin tahu. lomba pidato bertema budaya dan karakter bangsa. Sekolah. Misalnya. Luar sekolah. semangat kebangsaan. direncanakan sejak awal tahun pelajaran. melalui kegiatan ekstrakurikuler dan kegiatan lain yang diikuti oleh seluruh atau sebagian peserta didik. lomba kesenian antarkelas. pameran hasil karya peserta didik bertema budaya dan karakter bangsa. melakukan wawancara kepada tokoh yang berkaitan dengan budaya dan karakter bangsa. gelar wicara. cinta tanah air. Meskipun demikian. lomba mengarang lagu.1. melalui proses belajar setiap mata pelajaran atau kegiatan yang dirancang sedemikian rupa. guru. melakukan pengabdian masyarakat untuk menumbuhkan kepedulian dan kesetiakawanan sosial (membantu mereka yang tertimpa musibah banjir.  Gambar 14. dan tenaga administrasi di sekolah itu. untuk pengembangan nilai-nilai tertentu seperti kerja keras. tidak selalu diperlukan kegiatan belajar khusus untuk mengembangkan nilai-nilai pada pendidikan budaya dan karakter bangsa. menumbuhkan semangat kebangsaan. pagelaran seni. dimasukkan ke Kalender Akademik dan yang dilakukan seharihari sebagai bagian dari budaya sekolah. jujur. Gemar membaca memperbaiki atau membersihkan tempat-tempat umum. mandiri. dirancang sekolah sejak awal tahun pelajaran. Oleh karena itu.

guru dapat memberikan kesimpulan atau pertimbangan tentang pencapaian suatu indikator atau bahkan suatu nilai. Kedua. dan sebagainya. MT : Mulai Terlihat (apabila peserta didik sudah mulai memperlihatkan adanya tanda-tanda awal perilaku yang dinyatakan dalam indikator tetapi belum konsisten). cerdas. indikator untuk sekolah dan kelas. memberikan bantuan terhadap orang kikir. Guru dapat pula menggunakan BT. MT. Perasaan yang dinyatakan itu mungkin saja memiliki gradasi dari perasaan yang tidak berbeda dengan perasaan umum teman sekelasnya sampai bahkan kepada yang bertentangan dengan perasaan umum teman sekelasnya. Kesimpulan atau pertimbangan itu dapat dinyatakan dalam pernyataan kualitatif sebagai berikut ini. laporan. indikator untuk mata pelajaran. kerja keras. MB : Mulai Berkembang (apabila peserta didik sudah memperlihatkan berbagai tanda perilaku yang dinyatakan dalam indikator dan mulai konsisten). atau hal-hal lain yang bersifat bukan kontroversial sampai kepada hal yang dapat mengundang konflik pada dirinya. tugas. BT : Belum Terlihat (apabila peserta didik belum memperlihatkan tanda-tanda awal perilaku yang dinyatakan dalam indikator). Model anecdotal record (catatan yang dibuat guru ketika melihat adanya perilaku yang berkenaan dengan nilai yang dikembangkan) selalu dapat digunakan guru. Selain itu. Indikator Sekolah dan Kelas Ada 2 (dua) jenis indikator yang dikembangkan dalam pedoman ini. indikator untuk nilai jujur di suatu semester dirumuskan dengan “mengatakan dengan sesungguhnya perasaan dirinya mengenai apa yang dilihat. catatan anekdotal. Posisi nilai yang dimiliki peserta didik adalah posisi seorang peserta didik di akhir semester. dan mengevaluasi sekolah Gambar 16. setiap saat guru berada di kelas atau di sekolah. dan sebagainya). Penilaian Hasil Belajar Penilaian pencapaian pendidikan nilai budaya dan karakter didasarkan pada indikator. guru dapat pula memberikan tugas yang berisikan suatu persoalan atau kejadian yang memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk menunjukkan nilai yang dimilikinya. Mungkin saja peserta didik menyatakan perasaannya itu secara lisan tetapi dapat juga dilakukan secara tertulis atau bahkan dengan bahasa tubuh. Melakukan observasi sebagai lembaga pelaksana pendidikan budaya dan karakter bangsa. Ini membedakan penilaian hasil belajar pengetahuan dengan nilai dan ketrampilan. Dari hasil pengamatan. apabila pada awal semester seorang peserta didik masih dalam status BT sedangkan pada penilaian di akhir emester yang bersangkutan sudah berada pada MB maka untuk rapor digunakan MB. peduli. Indikator ini 22 23 . E.D. MK : Membudaya (apabila peserta didik terus menerus memperlihatkan perilaku yang dinyatakan dalam indikator secara konsisten). dan personalia sekolah dalam merencanakan. atau dirasakan” maka guru mengamati (melalui berbagai cara) apakah yang dikatakan seorang peserta didik itu jujur mewakili perasaan dirinya. Penilaian dilakukan secara terus menerus. peserta didik dimintakan menyatakan sikapnya terhadap upaya menolong pemalas. MB atau MK tersebut dalam rapor. Pertama. Pernyataan kualitatif di atas dapat digunakan ketika guru melakukan asesmen pada setiap kegiatan belajar sehingga guru memperoleh profile peserta didik dalam satu semester tentang nilai terkait (jujur. bukan hasil tambah atau akumulasi berbagai kesempatan/tindakan penilaian selama satu semester tersebut. Sebagai contoh. Indikator sekolah dan kelas adalah penanda yang digunakan oleh kepala sekolah. guru. Jadi. melaksanakan. Sebagai contoh. diamati. dipelajari.

sikap. golongan. Jujur Perilaku yang didasarkan pada upaya menjadikan dirinya sebagai orang yang selalu dapat dipercaya dalam perkataan. dan status ekonomi. ras. dan sebagainya. perilaku tersebut berkembang semakin kompleks antara berkenaan juga dengan kegiatan sekolah yang diprogramkan dan kegiatan sekolah kompleks. dan kemampuan khas. golongan. mengembangkan budaya dan karakter bangsa. INDIKATOR KELAS ƒ Berdoa sebelum dan sesudah pelajaran. 2. toleran terhadap ƒ Memiliki fasilitas yang dapat pelaksanaan ibadah agama lain. ƒ Tempat pengumuman barang temuan atau hilang. Artinya. membagi buku. Guru memiliki kebebasan dalam menentukan berapa didik terhadap tugas dan pertanyaan guru. dan pekerjaan. ƒ Memberikan kesempatan kepada semua peserta didik untuk melaksanakan ibadah. ƒ Larangan membawa fasilitas komunikasi pada saat ulangan atau ujian. tanya jawab dengan peserta didik.dan pekerjaan rumah. dan status ekonomi. ƒ Memberikan pelayanan yang sama terhadap seluruh warga kelas tanpa membedakan suku. makanan”. maka ditetapkan indikator sekolah dan dalam jenjang kelas yang sama.”membagi makanan kepada teman” sebagai indikator kepedulian Perilaku yang dikembangkan dalam indikator pendidikan budaya dan karakter bangsa Indikator berfungsi bagi guru sebagai kriteria untuk memberikan pertimbangan dapat diamati melalui pengamatan guru ketika seorang peserta didik melakukan suatu Indikator dirumuskan dalam bentuk perilaku peserta didik di kelas dan sekolah yang tindakan di sekolah. Guru dapat mengembangkannya menjadi “membagi INDIKATOR KEBERHASILAN SEKOLAH DAN KELAS DALAM PENGEMBANGAN PENDIDIKAN BUDAYA DAN KARAKTER BANGSA NILAI 1. ƒ Bekerja dalam kelompok yang berbeda. serta hidup rukun dengan pemeluk ƒ Memberikan kesempatan kepada agama lain. kelas antara lain seperti berikut ini. status sosial. lama suatu perilaku harus dikembangkan sebelum ditingkatkan ke perilaku yang lebih sehari-hari (rutin). digunakan untuk beribadah. ras. ras.pendapat. yang dianutnya. etnis. membagi pensil. status sosial. ƒ Larangan menyontek. tindakan. golongan. Indikator mata pelajaran menggambarkan perilaku afektif seorang satu jenjang kelas ke jenjang kelas di atasnya ( 1-3. ƒ Menyediakan kantin kejujuran. ƒ Menghargai dan memberikan perlakuan yang sama terhadap seluruh warga sekolah tanpa membedakan suku. agama. dan bahkan bersifat progresif. 4-6. ƒ Memberikan perlakuan yang sama terhadap stakeholder tanpa membedakan suku. ƒ Memberikan pelayanan terhadap anak berkebutuhan khusus. ƒ Menyediakan fasilitas tempat temuan barang hilang. Religius DESKRIPSI INDIKATOR SEKOLAH Sikap dan perilaku yang patuh ƒ Merayakan hari-hari besar dalam melaksanakan ajaran agama keagamaan. semua peserta didik untuk melaksanakan ibadah. dan tindakan orang lain yang berbeda dari dirinya ƒ Menyediakan fasilitas tempat temuan barang hilang. peserta didik berkenaan dengan mata pelajaran tertentu. 10-12). ƒ Tranparansi laporan keuangan dan penilaian kelas secara berkala. status ekonomi. agama. suku. serta tulisan peserta didik dalam laporan Untuk mengetahui bahwa suatu sekolah itu telah melaksanakan pembelajaran yang 24 25 3. ƒ Menyediakan kotak saran dan pengaduan. 7-9. Misalkan. status sosial. agama. ƒ Tranparansi laporan keuangan dan penilaian sekolah secara berkala. 25 . jawaban yang diberikan peserta sosial pada jenjang kelas 1 – 3. Toleransi Sikap dan tindakan yang menghargai perbedaan agama. tentang perilaku untuk nilai tertentu telah menjadi perilaku yang dimiliki peserta didik.

ƒ Memiliki tata tertib sekolah. negeri. didengar. Demokratis DESKRIPSI Cara berpikir. berwawasan yang menempatkan ƒ Melakukan upacara hari-hari besar kepentingan bangsa dan negara di nasional. Menciptakan situasi yang menumbuhkan daya berpikir dan bertindak kreatif. ƒ Bekerja sama dengan teman sekelas yang berbeda suku. kepahlawanan nasional. status sosial-ekonomi. dan budaya. Kerja Keras 26 6. ƒ Membiasakan warga sekolah untuk berdisiplin. ƒ Menyediakan peralatan praktik sesuai program studi keahlian (SMK). ƒ Memfasilitasi warga sekolah untuk bereksplorasi dalam pendidikan. ƒ Membiasakan mematuhi aturan.NILAI 4. etnis. kepedulian. ƒ Menciptakan suasana kelas yang mengundang rasa ingin tahu. dilihat. Cara berpikir. ƒ Memiliki pajangan tentang slogan atau motto tentang giat bekerja dan belajar. ƒ Pemilihan kepengurusan OSIS secara terbuka. ƒ Menciptakan kondisi etos kerja. bersikap. ƒ Menggunakan pakaian praktik sesuai dengan program studi keahliannya (SMK). lambang negara. warga sekolah yang disiplin. DESKRIPSI INDIKATOR SEKOLAH INDIKATOR KELAS 5. ƒ Pemilihan kepengurusan kelas secara terbuka. ƒ Mendiskusikan hari-hari besar nasional. ƒ Memiliki pajangan tentang slogan atau motto tentang kerja. ƒ Memiliki program melakukan kunjungan ke tempat bersejarah. dan bertindak yang menilai sama hak dan kewajiban dirinya dan orang lain. teknologi. Menciptakan situasi sekolah yang membangun kemandirian peserta didik. ƒ Mengimplementasikan modelmodel pembelajaran yang dialogis dan interaktif. 9. 26 NILAI 8. ƒ Menciptakan situasi belajar yang bisa menumbuhkan daya pikir dan bertindak kreatif. lingkungan baik dan benar. perilaku tertib dan patuh pada ƒ Memberikan penghargaan kepada berbagai ketentuan dan peraturan. ƒ Mencipatakan suasana belajar yang memacu daya tahan kerja. 7. ƒ Eksplorasi lingkungan secara terprogram. Cara berpikir. ƒ Penyimpanan dan pengeluaran alat dan bahan (sesuai program studi keahlian) (SMK). dan ƒ Melakukan upacara rutin sekolah. dan warga sekolah. dan daya tahan belajar. INDIKATOR KELAS ƒ Mengambil keputusan kelas secara bersama melalui musyawarah dan mufakat. berbagai hambatan belajar. ƒ Menegakkan aturan dengan memberikan sanksi secara adil bagi pelanggar tata tertib sekolah. Perilaku yang menunjukkan upaya ƒ Menciptakan suasana kompetisi yang sungguh-sungguh dalam mengatasi sehat. bertindak. Menciptakan suasana kelas yang memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk bekerja mandiri. Semangat Kebangsaan 11. ƒ Memajangkan: foto presiden dan wakil presiden. dan penghargaan yang ƒ Menggunakan bahasa Indonesia yang tinggi terhadap bahasa. ƒ Menciptakan suasana sekolah yang menerima perbedaan. tugas ƒ Menciptakan suasana sekolah yang dan menyelesaikan tugas dengan menantang dan memacu untuk sebaik-baiknya. ƒ Menciptakan suasana kompetisi yang sehat. ƒ Seluruh produk kebijakan melalui musyawarah dan mufakat. ƒ Membiasakan hadir tepat waktu. dan berbuat ƒ Menggunakan produk buatan dalam yang menunjukkan kesetiaan. peta Indonesia. ƒ Pemberian tugas yang menantang munculnya karyakarya baru baik yang autentik maupun modifikasi. ilmu pengetahuan. Disiplin Tindakan yang menunjukkan ƒ Memiliki catatan kehadiran. bekerja keras. ƒ Mengikuti lomba pada hari besar nasional. pantang menyerah. Mandiri Sikap dan prilaku yang tidak mudah tergantung pada orang lain dalam menyelesaikan tugas-tugas. bendera negara. gambar kehidupan masyarakat 27 . Cinta Tanah Air Sikap dan tindakan yang selalu ƒ Menyediakan media komunikasi atau berupaya untuk mengetahui lebih informasi (media cetak atau media mendalam dan meluas dari sesuatu elektronik) untuk berekspresi bagi yang dipelajari. bersikap. ƒ Tersedia media komunikasi atau informasi (media cetak atau media elektronik). INDIKATOR SEKOLAH ƒ Melibatkan warga sekolah dalam setiap pengambilan keputusan. atas kepentingan diri dan ƒ Menyelenggarakan peringatan hari kelompoknya. Kreatif Berpikir dan melakukan sesuatu untuk menghasilkan cara atau hasil baru dari sesuatu yang telah dimiliki. Rasa Ingin Tahu 27 10.

Indonesia. dan senang dan aman atas kehadiran harmonis. Cinta Damai ƒ Suasana sekolah yang memudahkan terjadinya interaksi antarwarga sekolah. Sikap dan tindakan yang selalu ƒ Memfasilitasi kegiatan bersifat sosial. ƒ Berkomunikasi dengan bahasa yang santun. untuk membaca berbagai bacaan ƒ Frekuensi kunjungan perpustakaan. 28 14. ƒ Guru mendengarkan keluhankeluhan peserta didik. ƒ Membiasakan perilaku warga sekolah yang anti kekerasan. 28 NILAI 15. Sikap. ƒ Pengaturan kelas yang memudahkan terjadinya interaksi peserta didik. Menghargai Prestasi Sikap dan tindakan yang mendorong ƒ Memberikan penghargaan atas hasil dirinya untuk menghasilkan sesuatu prestasi kepada warga sekolah. ƒ Pembiasaan hemat energi. yang memberikan kebajikan bagi ƒ Menyediakan fasilitas dan suasana dirinya. ƒ Menyediakan fasilitas untuk menyumbang. ƒ Melakukan pembiasaan memisahkan jenis sampah organik dan anorganik. yang berguna bagi masyarakat. 29 . kekayaan alam dan budaya Indonesia. ƒ Membuat biopori di area sekolah. dan tindakan yang ƒ Menciptakan suasana sekolah dan menyebabkan orang lain merasa bekerja yang nyaman. 12. ƒ Pembelajaran yang tidak bias gender. ƒ Melakukan aksi sosial. ƒ Membiasakan perilaku warga sekolah yang tidak bias gender. ƒ Memrogramkan cinta bersih lingkungan. ƒ Memelihara lingkungan kelas. ƒ Tersedia tempat pembuangan sampah dan tempat cuci tangan. ƒ Berempati kepada sesama teman kelas. elektronik) tentang politik bangsa. ƒ Penanganan limbah hasil praktik (SMK). Peduli Sosial ƒ Pembiasaan memelihara kebersihan dan kelestarian lingkungan sekolah. keberhasilan orang lain. ƒ Pembelajaran yang memotivasi anak menggunakan referensi. ƒ Membangun kerukunan warga kelas. ƒ Pergaulan dengan cinta kasih dan rela berkorban. ƒ Memajang tanda-tanda penghargaan mengakui. ƒ Membuat tandon penyimpanan air. ƒ Menggunakan produk buatan dalam negeri. ƒ Dalam berkomunikasi. sosial. bergaul. 29 17. ƒ Saling menghargai dan menjaga kehormatan. ƒ Menyediakan peralatan kebersihan. ƒ Penugasan pembuatan kompos dari sampah organik. perkataan. tenteram. 16. ƒ Tersedia tempat pembuangan sampah di dalam kelas. ƒ Memajang tanda-tanda penghargaan prestasi. ingin memberi bantuan pada orang lain dan masyarakat yang ƒ Melakukan aksi sosial. ƒ Memasang stiker perintah mematikan lampu dan menutup kran air pada setiap ruangan apabila selesai digunakan (SMK). DESKRIPSI INDIKATOR SEKOLAH INDIKATOR KELAS 13. dirinya ƒ Membiasakan perilaku warga sekolah yang anti kekerasan. ekonomi. dan menghormati prestasi. dan bekerja sama dengan orang lain. menyenangkan untuk membaca. ƒ Pembelajaran yang dialogis. membutuhkan. Gemar Membaca DESKRIPSI INDIKATOR SEKOLAH Kebiasaan menyediakan waktu ƒ Program wajib baca.NILAI fisik. ƒ Saling tukar bacaan. Peduli Lingkungan Sikap dan tindakan yang selalu berupaya mencegah kerusakan pada lingkungan alam di sekitarnya dan mengembangkan upaya-upaya untuk memperbaiki kerusakan alam yang sudah terjadi. ƒ Frekuensi kunjungan perpustakaan. ƒ Memberikan penghargaan atas hasil karya peserta didik. INDIKATOR KELAS ƒ Daftar buku atau tulisan yang dibaca peserta didik. ƒ Menyediakan kamar mandi dan air bersih. ƒ Perilaku seluruh warga sekolah yang penuh kasih sayang. ƒ Kekerabatan di kelas yang penuh kasih sayang. Bersahabat/ Komuniktif Tindakan yang memperlihatkan rasa senang berbicara. ƒ Pembiasaan hemat energi. ƒ Menciptakan suasana pembelajaran untuk memotivasi peserta didik berprestasi. ƒ Menciptakan suasana kelas yang damai. dan ƒ Menyediakan informasi (dari sumber cetak. ƒ Membangun saluran pembuangan air limbah dengan baik. guru tidak menjaga jarak dengan peserta didik. budaya.

DAN INDIKATOR Tabel berikut menggambarkan keterkaitan antara nilai. dan indikator untuk setiap jenjang kelas yang digunakan dalam pengembangan Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa. peta nilai yang diidentifikasi untuk sejumlah mata pelajaran di jenjang pendidikan dasar dan menengah. dan indikator untuk nilai itu. perilaku yang 30 dirumuskan dalam indikator untuk kelas 7 . NILAI. tetapi lebih sederhana dibandingkan untuk kelas 10 12.9 lebih kompleks dibandingkan untuk kelas 4 . terhadap diri sendiri. Indikator perilaku nilai-nilai Sikap dan perilaku seseorang untuk melaksanakan tugas dan kewajibannya. ƒ Menghindarkan kecurangan dalam pelaksanaan tugas. DESKRIPSI kerja organ-organ tubuh manusia yang sempurna dalam sinkronisasi fungsi 18.6.6. Indikator itu bersifat berkembang secara progresif. perilaku yang dirumuskan dalam indikator untuk jenjang kelas 1 . 30 31 . bagi nilai religius. Artinya. terdekat. x Peran serta aktif dalam kegiatan ƒ Melakukan tugas tanpa disuruh. lingkungan (alam.3 lebih sederhana dibandingkan perilaku untuk jenjang kelas 4 . Dalam pedoman ini ada 4 jenjang kelas yaitu SD (1-3. PETA NILAI DAN INDIKATOR INDIKATOR KELAS Bab III ini memuat nilai dan indikator minimal. nilai. jenjang kelas. sosial dan budaya). Misalnya. ƒ Menunjukkan prakarsa untuk x Mengajukan usul pemecahan mengatasi masalah dalam lingkup masalah. SMP (7-9). serta keterkaitan antara SK dan KD. Tanggung jawab NILAI organ” untuk kelas 4-6 karena mengagumi sistem dan cara kerja organ lebih tinggi dibandingkan mengenal dan mensyukuri tubuh dan bagian tubuh. negara dan Tuhan Yang Maha Esa. SMA/SMK (10-12). Bagi nilai yang sama. INDIKATOR SEKOLAH A. yang seharusnya dia lakukan. masyarakat. maupun tertulis. indikator “mengenal dan mensyukuri tubuh dan bagiannya sebagai ciptaan Tuhan melalui cara merawatnya dengan baik” untuk kelas 1-3 lebih sederhana dibandingkan indikator “mengagumi sistem dan cara Gambar 17. JENJANG KELAS.ƒ Membuat laporan setiap kegiatan x Pelaksanaan tugas piket secara yang dilakukan dalam bentuk lisan teratur. 4-6). sekolah.

Mengerjakaan tugas dengan teliti dan rapi. Tidak meniru pekerjaan temannya dalam mengerjakan tugas di rumah. Berpakaian sopan dan rapi. bentukbentuk komunikasi lisan dan tulis. Menerima pendapat teman yang berbeda dari pendapat dirinya. Membuat suatu karya dari bahan yang tersedia di kelas. Membuat berbagai kalimat baru dari sebuah kata. Mengagumi kebesaran Tuhan karena kelahirannya di dunia dan hormat kepada orangtuanya. 4-6 Bekerja sama dengan teman yang berbeda agama. KETERKAITAN NILAI DAN INDIKATOR UNTUK SEKOLAH DASAR NILAI Religius: Sikap dan perilaku yang patuh dalam melaksanakan ajaran agama yang dianutnya. dan etnis dalam kegiatankegiatan kelas dan sekolah. dan etnis. suku. Mengerjakan semua tugas kelas dengan sungguhsungguh. Saling menjaga dengan teman agar semua tugas-tugas kelas terlaksana dengan baik. Menceritakan suatu kejadian berdasarkan sesuatu yang diketahuinya. Senang mengikuti aturan kelas dan sekolah untuk kepentingan hidup bersama. Datang ke sekolah dan masuk kelas pada waktunya.1. dan pekerjaan. suku. Toleransi: Sikap dan tindakan yang menghargai perbedaan agama. Mencatat dengan sungguhsungguh sesuatu yang ditugaskan guru. suku. dan tindakan orang lain yang berbeda dari dirinya. tindakan. Selalu mengajak teman menjaga ketertiban kelas. Jujur: Perilaku yang didasarkan pada upaya menjadikan dirinya sebagai orang yang selalu dapat dipercaya dalam perkataan. Mengerjakan tugas-tugas dari guru pada waktunya. etnis. Mematuhi aturan permainan. dan didengar untuk kegiatan kelas. Menghargai pendapat yang berbeda sebagai sesuatu yang alami dan insani. Merasakan kekuasaan Tuhan yang telah menciptakan berbagai keteraturan dalam berbahasa. Mematuhi aturan sekolah. toleran terhadap pelaksanaan ibadah agama lain. Mau bercerita tentang kesulitan dirinya dalam berteman. sikap. Bersahabat dengan teman yang berbeda pendapat. seni. serta hidup rukun dengan pemeluk agama lain. Mengemukakan pendapat tentang sesuatu sesuai dengan yang diyakininya. Mengingatkan teman yang melanggar peraturan dengan kata-kata sopan dan tidak menyinggung. tugas. Mengagumi kekuasaan Tuhan yang telah menciptakan berbagai jenis bahasa dan suku bangsa. Kreatif: Berpikir dan melakukan sesuatu yang menghasilkan cara atau hasil baru berdasarkan sesuatu yang telah dimiliki. Mengatakan dengan sesungguhnya sesuatu yang telah terjadi atau yang dialaminya. Menggunakan sebagian besar waktu di kelas untuk belajar. Senang bergaul dengan teman sekelas dan satu sekolah dengan berbagai perbedaan yang telah diciptakan-Nya. 32 33 . Mau bertegur sapa dengan teman yang berbeda pendapat. Menyelesaikan PR pada waktunya. pendapat. Bertanya tentang sesuatu yang berkenaan dengan pelajaran tetapi di luar cakupam materi pelajaran. 4-6 Mengagumi sistem dan cara kerja organ-organ tubuh manusia yang sempurna dalam sinkronisasi fungsi organ. Duduk pada tempat yang telah ditetapkan. Merasakan manfaat aturan kelas dan sekolah sebagai keperluan untuk hidup bersama. dan menyelesaikan tugas dengan sebaik-baiknya. Mau menyatakan tentang ketidaknyaman suasana belajar di kelas. Tidak mengganggu teman yang berlainan agama dalam beribadah. Mengusulkan suatu kegiatan baru di kelas. Mencatat dengan sungguhsungguh sesuatu yang dibaca. Tidak meniru jawaban teman (menyontek) ketika ulangan ataupun mengerjakan tugas di kelas. Disiplin: Tindakan yang menunjukkan perilaku tertib dan patuh pada berbagai ketentuan dan peraturan. Kerja keras: Perilaku yang menunjukkan upaya sungguh-sungguh dalam mengatasi berbagai hambatan belajar. Menjaga hak teman yang berbeda agama untuk melaksanakan ajaran agamanya. Berpakaian rapi. Mencari informasi dari sumber-sumber di luar sekolah. Membantu teman yang memerlukan bantuan sebagai suatu ibadah atau kebajikan. Mau bercerita tentang kesulitan menerima pendapat temannya. INDIKATOR 1-3 Mengenal dan mensyukuri tubuh dan bagiannya sebagai ciptaan Tuhan melalui cara merawatnya dengan baik. Melaksanakan tugas-tugas kelas yang menjadi tanggung jawabnya. Membuat karya tulis tentang hal baru tapi terkait dengan materi pelajaran. Menyelesaikan tugas pada waktunya. NILAI INDIKATOR 1-3 Membantu teman yang mengalami kesulitan walaupun be rbeda dalam agama. Mengemukakan ketidaknyaman dirinya dalam belajar di sekolah. Mencari informasi dari sumber di luar buku pelajaran. Bersyukur kepada Tuhan karena memiliki keluarga yang menyayanginya. Menaati peraturan sekolah dan kelas. Fokus pada tugas-tugas yang diberikan guru di kelas. Menjawab pertanyaan guru tentang sesuatu berdasarkan yang diketahuinya. Menyatakan perasaannya dalam gambar. diamati.

NILAI

INDIKATOR 1-3 Melakukan tindakantindakan untuk membuat kelas menjadi sesuatu yang nyaman. 4-6 Melakukan penghijauan atau penyegaran halaman sekolah.

NILAI

INDIKATOR 1-3 Mengakui persamaan hak dan kewajiban antara dirinya dan teman sebangsa dari suku, etnis, budaya lain. Membaca buku-buku mengenai suku bangsa dan etnis yang berjuang bersama dalam mempertahankan kemerdekaan. 4-6 Bekerja sama dengan teman dari suku, etnis, budaya lain berdasarkan persamaan hak dan kewajiban. Menyadari bahwa setiap perjuangan mempertahankan kemerdekaan dilakukan bersama oleh berbagai suku, etnis yang ada di Indonesia. Mengagumi posisi geografis wilayah Indonesia dalam perhubungan laut dan udara dengan negara lain. Mengagumi kekayaan budaya dan seni di Indonesia. Mengagumi keragaman suku, etnis, dan bahasa sebagai keunggulan yang hadir di wilayah negara Indonesia. Mengagumi sumbangan produk pertanian, perikanan, flora, dan fauna Indonesia bagi dunia. Mengagumi peran hutan Indonesia bagi dunia. Mengagumi peran laut dan hasil laut Indonesia bagi bangsa-bangsa di dunia. Rajin belajar untuk berprestasi tinggi. Berlatih keras untuk menjadi pemenang dalam berbagai kegiatan olah raga dan kesenian di sekolah. Menghargai kerja keras guru, kepala sekolah, dan personalia lain. Menghargai upaya orang tua untuk mengembangkan berbagai potensi dirinya melalui pendidikan dan kegiatan lain. Menghargai hasil kerja pemimpin dalam menyejahterakan masyarakat dan bangsa.

Mandiri: Sikap dan prilaku yang tidak mudah tergantung pada orang lain dalam menyelesaikan tugas-tugas. Demokratis: Cara berpikir, bersikap, dan bertindak yang menilai sama hak dan kewajiban dirinya dan orang lain.

Melakukan sendiri tugas kelas yang menjadi tanggung jawabnya. Mengerjakan PR tanpa meniru pekerjaan temannya. Menerima ketua kelas terpilih berdasarkan suara terbanyak. Memberikan suara dalam pemilihan di kelas dan sekolah. Mengemukakan pikiran tentang teman-teman sekelas. Ikut membantu melaksanakan program ketua kelas. Menerima arahan dari ketua kelas, ketua kelompok belajar, dan OSIS.

Mencari sumber untuk menyelesaikan tugas sekolah tanpa bantuan pustakawan sekolah. Mengerjakan PR tanpa meniru pekerjaan temannya. Membiasakan diri bermusyawarah dengan teman-teman. Menerima kekalahan dalam pemilihan dengan ikhlas. Mengemukakan pendapat tentang teman yang jadi pemimpinnya. Memberi kesempatan kepada teman yang menjadi pemimpinnya untuk bekerja. Melaksanakan kegiatan yang dirancang oleh teman yang menjadi pemimpinnya. Bertanya atau membaca sumber di luar buku teks tentang materi yang terkait dengan pelajaran. Membaca atau mendiskusikan gejala alam yang baru terjadi. Bertanya tentang beberapa peristiwa alam, sosial, budaya, ekonomi, politik, teknologi yang baru didengar. Bertanya tentang sesuatu yang terkait dengan materi pelajaran tetapi di luar yang dibahas di kelas. Turut serta dalam panitia peringatan hari pahlawan dan proklamasi kemerdekaan. Menggunakan bahasa Indonesia ketika berbicara di kelas. Menyanyikan lagu-lagu perjuangan. Menyukai berbagai upacara adat di nusantara. Cinta tanah air: Cara berpikir, bersikap, dan berbuat yang menunjukkan kesetiaan, kepedulian, dan penghargaan yang tinggi terhadap bahasa, lingkungan fisik, sosial, budaya, ekonomi, dan politik bangsa.

Mengagumi keunggulan geografis dan kesuburan tanah wilayah Indonesia. Menyenangi keragaman budaya dan seni di Indonesia. Menyenangi keragaman suku bangsa dan bahasa daerah yang dimiliki Indonesia. Mengagumi keragaman hasil-hasil pertanian, perikanan, flora, dan fauna Indonesia. Mengagumi kekayaan hutan Indonesia. Mengagumi laut serta perannya dalam kehidupan bangsa Indonesia.

Rasa ingin tahu: Sikap dan tindakan yang selalu berupaya untuk mengetahui lebih mendalam dan meluas dari sesuatu yang dipelajari, dilihat, dan didengar.

Bertanya kepada guru dan teman tentang materi pelajaran. Bertanya kepada sesuatu tentang gejala alam yang baru terjadi. Bertanya kepada guru tentang sesuatu yang didengar dari radio atau televisi. Bertanya tentang berbagai peristiwa yang dibaca dari media cetak.

Menghargai prestasi: Sikap dan tindakan yang mendorong dirinya untuk menghasilkan sesuatu yang berguna bagi masyarakat, mengakui, dan menghormati keberhasilan orang lain.

Mengerjakan tugas dari guru dengan sebaik-baiknya. Berlatih keras untuk berprestasi dalam olah raga dan kesenian. Hormat kepada sesuatu yang sudah dilakukan guru, kepala sekolah, dan personalia sekolah lain. Menceritakan prestasi yang dicapai orang tua.

Semangat kebangsaan: Cara berpikir, bertindak, dan berwawasan yang menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan diri dan kelompoknya.

Turut serta dalam upacara peringatan hari pahlawan dan proklamasi kemerdekaan. Menggunakan bahasa Indonesia ketika ada teman dari suku lain. Menyanyikan lagu Indonesia Raya dan lagu-lagu wajib. Mengagumi banyaknya keragaman bahasa di Indonesia.

Menghargai hasil kerja pemimpin di masyarakat sekitarnya.

34

35

NILAI

INDIKATOR 1-3 Menghargai tradisi dan hasil karya masyarakat di sekitarnya. 4-6 Menghargai temuan-temuan yang telah dihasilkan manusia dalam bidang ilmu, teknologi, sosial, budaya, dan seni. Memberikan pendapat dalam kerja kelompok di kelas. Memberi dan mendengarkan pendapat dalam diskusi kelas. Aktif dalam kegiatan sosial dan budaya kelas. Aktif dalam kegiatan organisasi di sekolah. Aktif dalam kegiatan sosial dan budaya sekolah. Berbicara dengan guru, kepala sekolah, dan personalia sekolah lainnya. Berbicara dengan guru, kepala sekolah, dan personalia sekolah lainnya. Mendamaikan teman yang sedang berselisih. Menggunakan kata-kata yang menyejukkan emosi teman yang sedang marah. Ikut menjaga keamanan barang-barang di kelas. Menjaga keselamatan teman di kelas/sekolah dari perbuatan jahil yang merusak. Membaca buku dan tulisan yang terkait dengan mata pelajaran. Mencari bahan bacaan dari perpustakaan daerah.

NILAI

INDIKATOR 1-3 Meminjamkan alat kepada teman yang tidak membawa atau tidak punya. Mengumpulkan uang dan barang untuk korban bencana alam. Buang air besar dan air kecil di WC. Membuang sampah di tempatnya. Membersihkan halaman sekolah. Tidak memetik bunga di taman sekolah. Tidak menginjak rumput di taman sekolah. Menjaga kebersihan rumah 4-6 Mmbantu teman yang sedang memerlukan bantuan. Menyumbang darah untuk PMI. Membersihkan WC. Membersihkan tempat sampah. Membersihkan lingkungan sekolah. Memperindah kelas dan sekolah dengan tanaman. Ikut memelihara taman di halaman sekolah. Ikut dalam kegiatan menjaga kebersihan lingkungan

Bersahabat/ komunikatif: Tindakan yang memperlihatkan rasa senang berbicara, bergaul, dan bekerja sama dengan orang lain.

Bekerja sama dalam kelompok di kelas. Berbicara dengan teman sekelas. Bergaul dengan teman sekelas ketika istirahat. Bergaul dengan teman lain kelas.

Peduli lingkungan: Sikap dan tindakan yang selalu berupaya mencegah kerusakan lingkungan alam di sekitarnya dan mengembangkan upaya-upaya untuk memperbaiki kerusakan alam yang sudah terjadi.

Cinta damai: Sikap, perkataan, dan tindakan yang menyebabkan orang lain merasa senang dan aman atas kehadiran dirinya

Tidak menggunakan kekuatan fisik dalam berselisih dengan teman. Berbicara dengan kata-kata yang tidak mengundang amarah teman. Tidak mengambil barang teman. Mengucapkan salam atau selamat pagi/siang/sore ketika bertemu teman untuk pertama kali pada hari itu.

2. KETERKAITAN NILAI, JENJANG KELAS DAN INDIKATOR UNTUK SMP - SMA
NILAI Religius: Sikap dan perilaku yang patuh dalam melaksanakan ajaran agama yang dianutnya, toleran terhadap pelaksanaan ibadah agama lain, dan hidup rukun dengan pemeluk agama lain. INDIKATOR 7-9 Mengagumi kebesaran Tuhan melalui kemampuan manusia dalam melakukan sinkronisasi antara aspek fisik dengan aspek kejiwaan. Mengagumi kebesaran Tuhan karena kemampuan dirinya untuk hidup sebagai anggota masyarakat. Mengagumi kekuasaan Tuhan yang telah menciptakan berbagai alam semesta. Mengagumi kebesaran Tuhan karena adanya agama yang menjadi sumber keteraturan hidup masyarakat. Mengagumi kebesaran Tuhan melalui berbagai pokok bahasan dalam berbagai mata pelajaran. 10- 12 Mensyukuri keunggulan manusia sebagai makhluk pencipta dan penguasa dibandingkan makhluk lain Bersyukur kepada Tuhan karena menjadi warga bangsa Indonesia. Merasakan kekuasaan Tuhan yang telah menciptakan berbagai keteraturan di alam semesta. Merasakan kebesaran Tuhan dengan keberagaman agama yang ada di dunia. Mengagumi kebesaran Tuhan melalui berbagai pokok bahasan dalam berbagai mata pelajaran.

Gemar membaca: Kebiasaan menyediakan waktu untuk membaca berbagai bacaan yang memberikan kebajikan bagi dirinya.

Membaca buku atau tulisan yang diwajibkan guru.

Membaca buku-buku cerita yang ada di perpustakaan sekolah. Membaca koran atau majalah dinding. Membaca buku yang ada di rumah tentang flora, fauna, dan alam. Membagi makanan dengan teman. Berterima kasih kepada petugas kebersihan sekolah.

Membaca buku novel dan cerita pendek. Membaca buku atau tulisan tentang alam, sosial, budaya, seni, dan teknologi. Mengunjungi rumah yatim dan orang jompo. Menghormati petugas-petugas sekolah.

Peduli sosial: Sikap dan tindakan yang selalu ingin memberi bantuan kepada orang lain dan masyarakat yang membutuhkan.

36

37

NILAI Jujur: Perilaku yang didasarkan pada upaya menjadikan dirinya sebagai orang yang selalu dapat dipercaya dalam perkataan, tindakan, dan pekerjaan.

INDIKATOR 7-9 Tidak menyontek ataupun menjadi plagiat dalam mengerjakan setiap tugas. Mengemukakan pendapat tanpa ragu tentang suatu pokok diskusi. Mengemukakan rasa senang atau tidak senang terhadap pelajaran. Menyatakan sikap terhadap suatu materi diskusi kelas. Membayar barang yang dibeli di toko sekolah dengan jujur. Mengembalikan barang yang dipinjam atau ditemukan di tempat umum. 10- 12 Melaksanakan tugas sesuai dengan aturan akademik yang berlaku di sekolah. Menyebutkan secara tegas keunggulan dan kelemahan suatu pokok bahasan. Mau bercerita tentang permasalahan dirinya dalam menerima pendapat temannya. Mengemukakan pendapat tentang sesuatu sesuai dengan yang diyakininya. Membayar barang yang dibeli dengan jujur. Mengembalikan barang yang dipinjam atau ditemukan di tempat umum. Memberi kesempatan kepada teman untuk berbeda pendapat. Bersahabat dengan teman lain tanpa membedakan agama, suku, dan etnis Mau mendengarkan pendapat yang dikemukakan teman tentang budayanya. Mau menerima pendapat yang berbeda dari teman sekelas.

NILAI Kerja keras: Perilaku yang menunjukkan upaya sungguh-sungguh dalam mengatasi berbagai hambatan belajar, tugas, dan menyelesaikan tugas dengan sebaik-baiknya.

INDIKATOR 7-9 Mengerjakan semua tugas kelas selesai dengan baik pada waktu yang telah ditetapkan. Tidak putus asa dalam menghadapi kesulitan dalam belajar. Selalu fokus pada pelajaran. 10- 12 Mengerjakaan tugas dengan teliti dan rapi.

Menggunakan waktu secara efektif untuk menyelesaikan tugas-tugas di kelas dan luar kelas. Selalu berusaha untuk mencari informasi tentang materi pelajaran dari berbagai sumber. Mengajukan suatu pikiran baru tentang suatu pokok bahasan. Menerapkan hukum/teori/prinsip yang sedang dipelajari dalam aspek kehidupan masyarakat. Mencari sumber di perpustakaan untuk menyelesaikan tugas sekolah tanpa bantuan pustakawan. Menerjemahkan sendiri kalimat bahasa Indonesia ke bahasa asing atau sebaliknya. Membiasakan diri bermusyawarah dengan temanteman. Menerima kekalahan dalam pemilihan dengan ikhlas. Mengemukakan pendapat tentang teman yang menjadi pemimpinnya. Memberi kesempatan kepada teman yang menjadi pemimpinnya untuk bekerja. Bertanya atau membaca sumber di luar buku teks tentang materi yang terkait dengan pelajaran. Membaca atau mendiskusikan gejala alam yang baru terjadi. Membaca atau mendiskusikan beberapa peristiwa alam, sosial, budaya, ekonomi, politik, dan teknologi yang baru didengar.

Kreatif: Berpikir dan melakukan sesuatu yang menghasilkan cara atau hasil baru dari yang telah dimiliki.

Mengajukan pendapat yang berkenaan dengan suatu pokok bahasan. Bertanya mengenai penerapan suatu hukum/teori/prinsip dari materi lain ke materi yang sedang dipelajari. Melakukan sendiri tugas kelas yang menjadi tanggung jawabnya. Mencari sendiri di kamus terjemahan kata bahasa asing untuk bahasa Indonesia atau sebaliknya. Memilih ketua kelompok berdasarkan suara terbanyak. Memberikan suara dalam pemilihan di kelas dan sekolah. Mengemukakan pikiran tentang teman-teman sekelas. Ikut membantu melaksanakan program ketua kelas.

Toleransi: Sikap dan tindakan yang menghargai perbedaan agama, suku, etnis, pendapat, sikap, dan tindakan orang lain yang berbeda dari dirinya.

Tidak menggangu teman yang berbeda pendapat. Menghormati teman yang berbeda adat-istiadatnya. Bersahabat dengan teman dari kelas lain.

Mandiri: Sikap dan prilaku yang tidak mudah tergantung pada orang lain dalam menyelesaikan tugas-tugas.

Disiplin: Tindakan yang menunjukkan perilaku tertib dan patuh pada berbagai ketentuan dan peraturan.

Selalu tertib dalam melaksanakan tugas-tugas kebersihan sekolah. Tertib dalam berbahasa lisan dan tulis. Patuh dalam menjalankan ketetapan-ketetapan organisasi peserta didik. Menaati aturan berbicara yang ditentukan dalam sebuah diskusi kelas. Tertib dalam menerapkan aturan penulisan untuk karya tulis.

Selalu teliti dan tertib dalam mengerjakan tugas. Tertib dalam menerapkan kaidah-kaidah tata tulis dalam sebuah tulisan. Menaati peosedur kerja laboratorium dan prosedur pengamatan permasalahan sosial. Mematuhi jadwal belajar yang telah ditetapkan sendiri. Tertib dalam menerapkan aturan penulisan untuk karya tulis ilmiah.

Demokratis: Cara berpikir, bersikap, dan bertindak yang menilai sama hak dan kewajiban dirinya dan orang lain.

Rasa ingin tahu: Sikap dan tindakan yang selalu berupaya untuk mengetahui lebih mendalam dan meluas dari sesuatu yang dipelajari, dilihat, dan didengar.

Bertanya kepada guru dan teman tentang materi pelajaran. Bertanya kepada sesuatu tentang gejala alam yang baru terjadi. Bertanya kepada guru tentang sesuatu yang didengar dari ibu, bapak, teman, radio, atau televise.

38

39

dan penghargaan yang tinggi terhadap bahasa. Bergaul dengan teman lain kelas. Ikut berpartisipasi dalam menjaga keamanan sekolah. Berupaya mempererat pertemanan. sastra. Berlatih keras untuk menjadi pemenang dalam berbagai kegiatan olah raga dan kesenian di sekolah. dan personalia sekolah lainnya. sosial. dan fauna Indonesia. flora. Mengemukakan sikap dan kepedulian terhadap keberagaman budaya dan seni di Indonesia. perikanan. seni. Melindungi teman dari ancaman fisik. Menghargai prestasi: Sikap dan tindakan yang mendorong dirinya untuk menghasilkan sesuatu yang berguna bagi masyarakat. budaya. perkataan.12 Menghargai temuan-temuan yang telah dihasilkan manusia dalam bidang ilmu. Menghargai kerja keras guru. dan budaya. dan menghormati keberhasilan orang lain. seni. kepala sekolah. dan seni. dan teknologi. kepala sekolah. Berlatih keras untuk berprestasi dalam olah raga dan kesenian. teknologi. Menghormati petugas-petugas sekolah. Menghargai hasil kerja pemimpin di masyarakat sekitarnya. Mengerjakan tugas dari guru dengan sebaik-baiknya. Mengemukakan sikap dan kepedulian terhadap kekayaan budaya bangsa Indonesia. 10. Membaca koran/majalah dinding. kepala sekolah. Ikut dalam berbagai kegiatan sosial. Peduli lingkungan Sikap dan tindakan yang selalu berupaya mencegah kerusakan lingkungan alam di sekitarnya dan mengembangkan upayaupaya untuk memperbaiki kerusakan alam yang sudah terjadi.12 Turut serta dalam panitia peringatan hari pahlawan dan proklamasi kemerdekaan. Berbicara dengan teman sekelas. Membaca buku atau tulisan keilmuan. Mengemukakan sikap dan tindakan yang akan dilakukan mengenai hubungan antara bangsa Indonesia dengan negara bekas penjajah Indonesia. dan bekerja sama dengan orang lain Bekerja sama dalam kelompok di kelas. teknologi.NILAI Semangat kebangsaan: Cara berpikir. Aktif dalam kegiatan sosial dan budaya kelas. dan personalia sekolah lain. Bersahabat/ komunikatif: Tindakan yang memperlihatkan rasa senang berbicara. Mengagumi dan menyenangi produk. Mengemukakan pikiran dan sikap mengenai ancaman dari negara lain terhadap bangsa dan negara Indonesia. Gemar membaca: Kebiasaan menyediakan waktu untuk membaca berbagai bacaan yang memberikan kebajikan bagi dirinya. sosial. Rasa bangga dan peduli terhadap berbagai unggulan produk Indonesia dalam pertanian. Mengemukakan pikiran dan sikap terhadap pertentangan antara bangsa Indonesia dengan negara lain. Rajin belajar untuk berprestasi tinggi. Menceritakan prestasi yang dicapai orang tua. dan personalia lainnya. Membaca buku atau tulisan tentang alam. Membaca koran. Mengikuti berbagai kegiatan berkenaan dengan kebersihan. Berbicara dengan guru. Rasa bangga atas berbagai produk unggulan bangsa Indonesia di bidang industri dan teknologi. Hormat kepada sesuatu yang sudah dilakukan guru. ekonomi. dan humaniora. budaya. 10. dan personalia sekolah lainnya. sastra. budaya. bergaul. Bergaul dengan teman sekelas ketika istirahat. sosial. Memberikan pendapat dalam kerja kelompok di kelas. keindahan. industri. dan humaniora. Ikut serta dalam berbagai kegiatan cinta damai. Cinta tanah air: Cara berpikir. sosial. dan tindakan yang menyebabkan orang lain merasa senang dan aman atas kehadiran dirinya. bertindak. flora. Memberi dan mendengarkan pendapat dalam diskusi kelas. Menyenangi keragaman budaya dan seni di Indonesia. dan politik bangsa. budaya. Peduli sosial: Sikap dan tindakan yang selalu ingin memberi bantuan bagi orang lain dan masyarakat yang membutuhkan. Ikut berpartisipasi dalam sistem keamanan sekolah. lingkungan fisik. Menghargai upaya orangtua untuk mengembangkan berbagai potensi dirinya melalui pendidikan dan kegiatan lain. dan berbuat yang menunjukkan kesetiaan. Berbicara dengan guru. teknologi. Mengagumi keberagaman hasil-hasil pertanian. INDIKATOR 7-9 Turut serta dalam upacara peringatan hari pahlawan dan proklamasi kemerdekaan. seni. mengakui. Aktif dalam kegiatan sosial dan budaya sekolah. Membaca buku atau tulisan keilmuan. bersikap. Menyenangi keberagaman suku bangsa dan bahasa daerah yang dimiliki Indonesia. Mengemukakan sikap mengenai kondisi geografis Indonesia. Menyenangi keunggulan geografis dan kesuburan tanah wilayah Indonesia. dan teknologi yang dihasilkan bangsa Indonesia Cinta damai: Sikap. dan berwawasan yang menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan diri dan kelompoknya. kepedulian. Menghargai hasil kerja pemimpin dalam mensejahteraan kesejahteraan masyarakat dan bangsa. budaya. dan pemeliharaan lingkungan. dan fauna. 40 41 . kepala sekolah. Aktif dalam kegiatan organisasi di sekolah. Mengemukakan sikap dan tindakan mengenai hubungan Indonesia dengan negara-negara lain dalam masalah politik. Menyumbang darah. Berkomunikasi dengan temanteman setanah air. Merencanakan dan melaksanakan berbagai kegiatan pencegahan kerusakan lingkungan. Meminjamkan alat kepada teman yang tidak membawa atau tidak punya. perikanan. ekonomi. NILAI INDIKATOR 7-9 Menghargai tradisi dan hasil karya masyarakat di sekitarnya. Mmbantu teman yang sedang memerlukan bantuan. Merancang dan melaksanakan berbagai kegiatan sosial.

1. x Religius x Jujur x Toleran x Disiplin x Kerja keras x Kreatif x Mandiri x Demokratis x Rasa ingin tahu x Percaya x Respek x Bertanggung jawab x Saling berbagi x x x x x Religius Jujur Toleransi Disiplin Kerja Keras 7-9 x Semangat kebangsaan x Cinta tanah air x Menghargai Prestasi x Bersahabat x Komunikatif x Cinta Damai x Senang membaca x Peduli sosial x Peduli lingkungan. Jujur Toleran Disiplin Kreatif Rasa ingin tahu Percaya Respek Bertanggung jawab Saling berbagi JENJANG KELAS 4-6 x Semangat kebangsaan x Cinta tanah air x Menghargai Prestasi x Bersahabat x Komunikatif x Cinta Damai x Senang membaca x Peduli sosial x Peduli lingkungan. JENJANG PENDIDIKAN DASAR MATA PELAJARAN PENDIDIKAN KEWARGANEGA RAAN (PKn) x x x x x x x x x x x x x x x 1-3 Cinta tanah air Bersahabat Komunikatif Senang membaca Peduli sosial Peduli lingkungan. x Religius x Jujur x Toleran x Disiplin x Kerja keras x Kreatif x Mandiri x Demokratis x Rasa ingin tahu x Percaya x Respek x Bertanggung jawab x Saling berbagi x x x x x Religius Jujur Toleransi Disiplin Kerja keras MATA PELAJARAN JENJANG KELAS 1-3 4-6 x Kreatif x Kreatif x Mandiri x Mandiri x Demokratis x Demokratis x Rasa Ingin x Rasa Ingin Tahu Tahu x Semangat x Semangat Kebangsaan Kebangsaan x Cinta Tanah Air x Cinta Tanah Air x Menghargai Prestasi x Menghargai Prestasi x Bersahabat/Ko munikatif x Bersahabat/K omunikatif x Cinta Damai x Terbuka * x Peduli Sosial x Peduli Lingkungan x Berani * x Kritis * x Terbuka * x Humor * x Kemanusiaan* x x x x x Teliti Tekun Kerja keras Rasa ingin tahu Pantang menyerah Religius Toleransi Kerja keras Kreatif Bersahabat/kom unikatif Kasih sayang Rukun (persatuan) Tahu diri Penghargaan Kebahagiaan Kerendahan hati Teliti Tekun Kerja keras Rasa ingin tahu x Pantang menyerah x x x x x x x x x x x x x x x Religius Toleransi Disiplin Kreatif Demokratis Rasa ingin tahu Semangat kebangsaan Menghargai prestasi Bersahabat Senang membaca Peduli lingkungan x x x x x 7-9 Kreatif Mandiri Demokrasi Rasa Ingin Tahu Cinta Tanah Air x Menghargai Prestasi x Bersahabat/ Komunikatif x Cinta Damai x Peduli Sosial x Peduli Lingkungan x Kritis x Terbuka x Kemanusiaan x Optimis MATEMATIKA x Teliti x Kreatif x Patang menyerah x Rasa ingin Tahu IPS x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x BAHASA INDONESIA x x x x x Religius Jujur Toleransi Disiplin Kerja Keras Religius Jujur Toleransi Disiplin Kerja keras Kreatif Mandiri Rasa ingin tahu Cinta tanah air Menghargai prestasi Bersahabat Senang membaca Peduli sosial Peduli lingkungan 42 43 . PETA NILAI PENDIDIKAN BUDAYA DAN KARAKTER BANGSA BERDASARKAN MATA PELAJARAN Berikut adalah gambaran keterkaitan antara mata pelajaran dengan nilai yang dapat dikembangkan untuk pendidikan budaya dan karakter bangsa.B.

JENJANG PENDIDIKAN MENENGAH MATA PELAJARAN PKn x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x NILAI BERDASARKAN JENJANG KELAS 10 . Bertanggung jawab Saling berbagi Religius Jujur Toleransi Disiplin Kerja Keras Kreatif Mandiri Demokratis Rasa Ingin Tahu Semangat Kebangsaan Cinta Tanah Air Menghargai Prestasi Bersahabat/Komunikatif Cinta Damai Peduli Sosial Peduli Lingkungan Berani * Kritis * BAHASA INDONESIA 44 45 .12 Semangat Kebangsaan Cinta Tanah air Menghargai Prestasi Bersahabat Komunikatif Cinta Damai Senang membaca Peduli sosial Peduli lingkungan. Religius Jujur Toleran Disiplin Kerja keras/cerdas Kreatif Mandiri Demokratis Rasa ingin tahun Percaya Respek.MATA PELAJARAN IPA 1-3 x Peduli kesehatan x Nilai intelektual x Religius x Empati x Mandiri x Disiplin x Toleransi x Hati-hati x Bersahabat/kom unikasi x Peduli sosial x Tanggung jawab x Peduli lingkungan x Nilai susila x Rasa ingin tahu x Senang membaca x Estetika x Teliti x Menghargai prestasi x Pantang menyerah x Terbuka x Jujur x Cinta damai x Objektif x Hemat x Percaya diri JENJANG KELAS 4-6 x Peduli kesehatan x Nilai intelektual x Religius x Empati x Mandiri x Disiplin x Toleransi x Hati-hati x Bersahabat/ko munikasi x Peduli sosial x Tanggung jawab x Peduli lingkungan x Nilai susila x Kerja keras x Rasa ingin tahu x Senang membaca x Estetika x Kreatif x Teliti x Septis x Mnghargai prestasi x Pantang menyerah x Terbuka x Jujur x Cinta damai x Objektif x Hemat x Percaya diri 7-9 x Peduli kesehatan x Nilai intelektual x Religius x Empati x Mandiri x Disiplin x Toleransi x Hati-hati x Bersahabat/kom unikasi x Peduli sosial x Tanggung jawab x Peduli lingkungan x Nilai susila x Kerja keras x Rasa ingin tahu x Senang membaca x Estetika x Nilai ekonomi x Kreatif x Teliti x Skeptis x Menghargai prestasi x Pantang menyerah x Terbuka x Jujur x Cinta damai x Objektif x Hemat x Percaya diri x Cinta tanah air 2.

Rasa ingin tahu Bersahabat Komunikatif. Disiplin. Bersahabat. Peduli sosial Rasa ingin tahu Demokratis Mandiri Kerja keras Disiplin Senang membaca Rasa Ingin tahu Jujur Peduli lingkungan Senang membaca Kritis MATEMATIKA x Teliti x Kreatif x Pantang menyerah x Rasa ingin Tahu x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x Semangat Kebangsaan Cinta Tanah Air Mengharagai Prestasi Bersahabat/Komunikatif Cinta Damai Senang Membaca Peduli Sosial Peduli Lingkungan Religius Jujur Toleransi Disiplin Kerjakeras Kreatif Mandiri Demokratis Rasa Ingin Tahu Peduli Kesehatan Religius Mandiri Toleransi Bersahabat/komunikatif Peduli sosial Tanggungjawab Peduli lingkungan Rasa ingin tahu Senang membaca Semangat kebangsaan Jujur Peduli lingkungan Toleransi Cinta damai Kerja keras Berani Kreatif SEJARAH GEOGRAFI BIOLOGI BAHASA INGGRIS FISIKA KIMIA 46 47 . Senang membaca. Mandiri. Memokratis. Toleransi. Peduli lingkungan. Religius. Menghargai prestasi. Cintai damai. Kretaif. Kerja keras.12 x Terbuka * x Humor * x Kemanusiaan* MATA PELAJARAN EKONOMI x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x NILAI BERDASARKAN JENJANG KELAS 10 .MATA PELAJARAN NILAI BERDASARKAN JENJANG KELAS 10 . Jujur. Peduli sosial. Cinta tanah air.12 Jujur Peduli sosial Rasa ingin tahu Kreatif Mandiri Cinta tanah air Kerja keras Disiplin Semangat kebangsaan Demokratis Semangat kebangsaan.

Disiplin. Cinta Damai. Demokratis. Religius. Toleransi. guru dapat menggunakan contoh berikut ini untuk merencanakan pengembangan nilai terkait untuk semester yang akan dilaksanakan atau tahun akademik yang akan dilaksanakan. DAN INDIKATOR MATA PELAJARAN Setiap Kompetensi Dasar memiliki kemampuan mengembangkan satu atau lebih nilai dan setiap nilai memiliki satu atau lebih indikator. dan Indikator Sekolah Dasar Mata Pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) Standar Kompetensi Menerapkan hidup rukun dalam perbedaan Kompetensi Dasar Mengetahui perbedaan jenis kelamin.12 Kreatif Toleran Peduli sosial Religius Disiplin Komunikatif Mandiri Peduli sosial Cinta tanah air Cinta damai Bersahabat/ Komunikasitif. Peduli Sosial.MATA PELAJARAN x x x x x x x x x x SOSIOLOGI x x x x x x x x x x x x NILAI BERDASARKAN JENJANG KELAS 10 . agama. NILAI. STANDAR KOMPETENSI. KOMPETENSI DASAR. Kreatif. SK/KD. mengurangi bahkan mengembangkan sendiri indikator yang akan digunakan. dan Rasa Ingin Tahu 1. Berikut ini adalah peta yang menggambarkan keterkaitan antara KD dan SD dengan nilai dan indikator untuk nilai terkait.suku bangsa Nilai Rasa ingin tahu Indikator Berdasarkan Jenjang Kelas 1-3 Bermain dan belajar bersama 4-6 Mencari informasi tentang agama dan suku bangsa di Indonesia lebih lanjut dari apa yang ada pada buku pelajaran Membaca buku-buku yang berkenaan dengan agama dan suku bangsa di Indonesia Bersahabat dengan semua teman sekelas Bekerja dalam kelompok yang beragam latar belakang agama dan suku bangsa Meminjamkan alat belajar kepada teman yang tidak punya atau lupa membawa Bekerja sama dengan semua warga sekolah dalam kelompok organisasi peserta didik Melaksanakan tugas-tugas kelas Senang membaca Memilih buku bacaan di perpustakaan dan membaca buku tersebut Memberikan contoh hidup rukun melalui kegiatan di rumah dan sekolah Menghargai perbedaan Hidup rukun Berbicara dengan semua teman sekelas Bersedia duduk sebangku dengan teman sekelas yang mana saja Membagi bekal kepada teman yang membutuhkan C. Peduli Lingkungan. Membiasakan tertib di rumah dan di sekolah Menerapkan kehidupan rukun di rumah dan di sekolah Hidup rukun Bekerja sama dengan baik dalam kelompok belajar yang beragam suku/agama Menjelaskan perlunya tata tertib di rumah di sekolah Disiplin Merapikan meja dan kursi setelah belajar di kelas Membantu memelihara kebersihan ruang kelas Melaksanakan Disiplin tatatertib di rumah dan sekolah Membantu memelihara kebersihan sekolah dan pekarangan 48 49 . Dalam pengembangan silabus pada awal tahun atau awal semester. Guru memiliki kebebasan dalam menambah. Kerja Karas. Nilai.

Mata Pelajaran Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Nilai Indikator Berdasarkan Jenjang Kelas 1-3 Tidak bermain ketika sedang belajar kelompok di kelas 4-6 Mengerjakan tugas sesuai dengan tugas yang diberikan kelompok Anak menanyakan kata/kalimat/isi dari buku/tulisan yang dibacanya Anak membaca buku anakanak tentang sesuatu terkait mata pelajaran Mengembalika n buku perpustakaan pada waktunya Membeli makanan/minu man/barang di kantin sekolah dengan tertib Membantu membuang sampah di tempat sampah di kelas yang sudah penuh mengajukan pertanyaan yang berkaitan dengan fungsi anggota tubuh dan perawatan nya mengemukakan dengan antusias cara merawat bagian-bagian tubuh berdasarkan hasil bacaan Mata Pelajaran Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Nilai peduli sosial Indikator Berdasarkan Jenjang Kelas 1-3 tidak mengolokolok teman yang memiliki keterbatasan fisik (anggota tubuh) menunjukkan antusiasme dalam memperoleh informasi tentang kebutuhan tubuh agar sehat dan kuat menyimak penjelasan guru dengan serius. air. udara. lingkungan sehat) Rasa ingin tahu kerja keras memilah fakta/informasi yang relevan dan tidak relevan secara teliti dalam mengidentifika si kebutuhan tubuh agar sehat dan kuat Membersihkan gigi setelah makan Menerapkan aturan yang berlaku di masyarakat Disiplin Membuang sampah pada tempatnya Mengenal anggota tubuh Membiasakan hidup sehat disiplin Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) Mengenal anggota tubuh Mengenal bagian tubuh dan perawatan nya rasa ingin tahu menunjukkan pengamatan yang serius terhadap anggota tubuhnya Mengemukakan dengan antusias fungsi bagian-bagian tubuh berdasarkan hasil bacaan Bersahabat/ komunikatif Membantu teman membersihkan bagian tubuh belakang yang kotor Menutup mulut jika batuk dan menutup hidung jika bersin Membersihkan toilet atau tempat buang air kecil/basar Peduli sosial senang membaca Buang air kecil/besar pada tempatnya/ toilet 50 51 . pakaian. mengajukan pertanyaan dan pendapat tentang kebutuhan tubuh agar sehat dan kuat Selalu mencuci tangan sebelum dan sesudah makan Membantu teman membersihkan bagian tubuh yang terkena kotoran Tidak meludah di tempat umum 4-6 Mau berkomunikasi dengan teman yang mengalami keterbatasan fisik (anggota tubuh) menanyakan aspek lain yang terkait dengan kebutuhan tubuh agar sehat dan kuat Menenerapkan hak anak di rumah dan di sekolah Menjelaskan hak anak untuk bermain dan belajar dan dengan pendapatnya Melaksanakan hak anak di rumah dan di sekolah Senang membaca Anak meminta bantuan kepada guru dalam membaca Senang membaca Anak membaca buku anakanak yang di perpustakaan Memilih dengan tertib buku bacaan sekolah untuk dibaca Masuk kelas dengan teratur Menerapkan kewajiban anak di rumah dan di sekolah Mengikuti tata tertib di rumah dan di sekolah Disiplin Mengidentifi -kasi kebutuhan tubuh agar tumbuh sehat dan kuat (makanan.

Mata Pelajaran Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Nilai Indikator Berdasarkan Jenjang Kelas 1-3 Menutup mulut jika batuk dan menutup hidung jika bersin 4-6 Menunjukkan upaya aktif dalam bidang kesehatan seperti menjadi pengurus UKS (Usaha Kesehatan Sekolah) atau menjadi donor darah. mengajukan pertanyaan tentang lingkungan sehat dan tidak sehat Menunjukkan upaya turut serta dalam merawat tanaman di pekarangan kelas seperti menyiram tanaman pada pot 52 53 . Mengenal cara memelihara lingkungan agar tetap sehat Mengenal cara menjaga lingkungan agar tetap sehat Disiplin Membuang sampah pada tempatnya Senang membaca Menjawab pertanyaan guru dengan antusias tentang cara menjaga lingkungan agar tetap sehat berdasarkan hasil bacaan Menunjukkan antusiasme dalam memperoleh informasi tentang lingkungan sehat menanyakan aspek lain yang terkait dengan kebutuhan lingkungan sehat Mengenal cara memelihara lingkungan agar tetap sehat Menceritakan perlunya merawat tanaman. Mengikuti jadwal piket untuk memelihara kebersihan ruangan kelas Mengemukaka n pendapat dengan antusias berdasarkan hasil bacaan tentang cara menjaga lingkungan agar tetap sehat Mata Pelajaran Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Nilai Peduli lingkungan Indikator Berdasarkan Jenjang Kelas 1-3 Bermain/dudu k pada tempat yang bersih di lingkungan sekolah Menunjukkan upaya menjaga kebersihan bangku dan kursi masingmasing 4-6 Menunjukkan kepedulian dalam menjaga lingkungan kelas agar tetap sehat Menunjukkan kepedulian dalam menjaga lingkungan sekolah agar tetap sehat Menceritakan dengan antusias tentang perlunya merawat tanaman. hewan dan lingkungan berdasarkan hasil bacaan buku paket Peduli lingkungan Mengumpulkan informasi dari berbagai sumber (guru dan buku) tentang lingkungan sehat Memilah fakta/informasi yang relevan dan tidak relevan secara teliti dalam membedakan lingkungan sehat dan tidak sehat Tidak mencabut tanaman dan memetik bunga di halaman sekolah Membedakan lingkungan sehat dengan lingkungan tidak sehat Kerja keras Menyimak penjelasan guru dengan serius. hewan peliharaan dan lingkungan sekitar Senang membaca Ingin tahu Mengumpulkan informasi dari guru dan buku tentang lingkungan sehat Menceritakan dengan antusias tentang perlunya merawat tanaman. hewan dan lingkungan berdasarkan hasil bacaan buku paket dan buku lainnya/buku pengayaan Menunjukkan upaya turut serta dalam merawat tanaman di lingkungan sekolah seperti menyiram dan menyiangi tanaman Mengemukakan pendapat/ saran untuk memelihara tanaman dan lingkungan sekolah. dll.

Menghargai kasi benda prestasi yang ada di lingkungan sekitar berdasarkan cirinya Jujur melalui pengamatan Menceritakan Religius kasih sayang antar anggota keluarga Bersahabat/ komunikatif Peduli sosial Menjawab pertanyaan teman sekelas Memahami identitas diri dan keluarga. serta sikap saling menghormati dalam kemajemukan keluarga Menceritakan kasih sayang antar anggota keluarga Kasih Sayang Senang membaca Membicarakan isi buku/tulisan yang dibacanya di kelas Mendeskripsikan lingkungan rumah Menunjuka sikap hidup rukun dalam kemajemukan keluarga Toleransi Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Memahami identitas diri dan keluarga.Rasa Ingin kasi identitas tahu diri.Mata Pelajaran Standar Kompetensi Mengenal berbagai sifat benda dan kegunaannya melalui pengamatan perubahan bentuk benda Kompetensi Dasar Nilai Indikator Berdasarkan Jenjang Kelas 1-3 Berusaha mendapatkan nilai yanag sempurna dari tugas yang diberikan. serta sikap saling menghormati dalam kemajemukan keluarga Mengidentifi. Mengungkapkan secara ciri-ciri benda yang dapat diamati di lingkungan sekitar Mengungkapkan secara jelas bendabenda yang dapat diamati di lingkungan sekitar Mendengar dan menyimak penjelasan guru dan teman sekelas Menceritakan hal yang telah difahami dalam kegiatan membaca. keluarga dan kerabat Menceritakan Jujur kembali peristiwa penting yang dialami sendiri di lingkungan Disiplin Mendeskripsikan lingkungan rumah Menceritakan Empati salah satu peristiwa penting di dalam keluarga sesuai dengan kejadian sebenarnya 54 55 . Menunjukan antusiasme dalam mengenali identitas anggota keluarga dan kerabat Melakukan tugas pengamatan terhadap identitas keluarga dan kerabat sesuai dengan aturan yang ditetapkan 4-6 Memberikan penghargaan kepada teman yang berprestasi Melaporkan secara jujur hasil pengamatan mengenai benda di sekitarnya Turut dalam diskusi kelas Mata Pelajaran Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Menceritakan pengalaman diri Nilai Jujur Indikator Berdasarkan Jenjang Kelas 1-3 Menceritakan pengalaman pengamatan tentang identitas keluarga dan kerabat sesuai dengan kenyataannya Menyatakan rasa syukur melalui doa sederhana karena memiliki keluarga yang saling menyayangi Menunjukan rasa kasih sayang terhadap anggota keluarga melalui cerita di kelas Menunjukan sikap hidup rukun dalam kemajemukan keluarga Menceritakan salah satu peristiwa penting di dalam keluarga sesuai dengan kejadian sebenarnya Menyatakan perasaan yang dalam melalui kata-kata terhadap pengalaman anggota keluarga yang menyedihkan 4-6 Mengidentifi.

hari Menunjukan antusiame untuk mengenali dokumen dan koleksi benda berharaga yang dimiliki sekolah Memahami peristiwa penting dalam keluarga secara kronologis Memelihara dokumen dan koleksi benda berharga Rasa ingin tahu Memahami kedudukan dan peran anggota dalam keluarga dan lingkungan tetangga Memberi contoh bentuk bentuk kerjasama di lingkungan tetangga Rasa ingin tahu Jujur Memahami kedudukan dan peran anggota dalam keluarga dan lingkungan tetangga Mendeskrips ikan kedudukan dan peran anggota keluarga Rasa ingin tahu Kritis 56 57 .hari Membedakan tugas masingmasing anggota keluarga dalam kehidupan sehari .Mata Pelajaran Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Mendeskripsikan letak rumah Nilai Jujur Indikator Berdasarkan Jenjang Kelas 1-3 Menggambarkan letak rumah sesuai dengan kenyataannya Mengekspresi kan dengan kata-kata bayangan/ imaginasi tinggal di rumah yang sehat 4-6 Mata Pelajaran Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Nilai Indikator Berdasarkan Jenjang Kelas 1-3 Menceritakan pengalaman dalam melaksanakan peran dalam keluarga sesuai dengan kenyataannya Menunjukan rasa bangga akan kerja keras yang dilakukan orang tua dalam usaha mencukupi kebutuhan keluarga Melakukan pengamatan sederhana tentang bentuk-bentuk kerjasama di lingkungan tetangga Mau menceritakan partisipasi dalam kegiatan kerjasama di lingkungan tetangga yang dilakukan peserta didik sesuai dengan sebenarnya 4-6 Mendeskripsikan lingkungan rumah Menjelaskan lingkungan rumah sehat dan perilaku dalam menjaga kebersihan rumah Rasa ingin tahu Menceritakan Jujur pengalaman dalam melaksanakan peran dalam anggota keluarga Menghargai prestasi Peduli lingkungan Membuang sampah pada tempatnya di lingkungan sekolah Menunjukan antusiame untuk mengenali dokumen dan koleksi benda berharaga yang dimiliki kelas Melakukan pengamatan sederhana tentang tugas dan peran setiap anggota dalam keluarga dalam kehidupan sehari .

Nilai Semangat kebangsaan Indikator 7-9 Mengumpulkan beberapa gambar dan pakaian adat di Indonesi dan memabahasnya dalam tugas Pekerjaan Rumah Mengikuti lomba cerdas cermat tentang adat istiadat di sekolah Mewakili sekolah dalam lomba cerdas cermat tentng hukum di luar sekolah Menarikan salah satu tarian daerah dalam peringatan 17 Agustus di Sekolah Mata Pelajaran Standar Kompetensi Menampilkan sikap positif terhadap perlindungan dan penegakan Hak Azasi Manusia (HAM) Menampilkan sikap positif terhadap perlindungan dan penegakan Hak Azasi Manusia (HAM) Kompetensi Dasar Menguraikan hakikat. adat istiadat dan peraturan yang berlaku dalam kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara Rasa ingin tahu Mendeskripsikan kasus pelanggaran dan pupaya perlindungan HAM Rasa ingin tahu Mewawancarai Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dalam kaitannya dengan penegakan HAM Mengajukan pertanyaan untuk memperoleh penjelasan tentang gejala alam biotik dan abiotik Memilah data hasil pengamatan yang relevan dan tidak relevan secara teliti untuk memperoleh informasi gejala alam biotik dan abiotik Melaporkan hasil pengamatan sesuai data / fakta yang diperoleh Format dan teknik pelaporan mengikuti kaidah dan aturan yang telah ditetapkan dalam tugas Menerima adanya perbedaan pendapat tentang hasil pengamatan Dapat menggunakan mikroskop serta peralatan pendukungnya tanpa lagi dibantu guru Kreatif Ilmu Pengatahuan Alam (IPA) Memahami gejala-gejala alam melalui pengamatan Melaksanakan pengamatan objek secara terencana dan sistematis untuk memperoleh informasi gejala alam biotik dan abiotik Ingin tahu Kerja keras Bersahabat Menerima dan mau bergaul dengan teman yang berbeda agama Jujur Disiplin Cinta tanah air Turut aktif didalam memperingati detikdetik proklamasi di sekolah Mendeskripsikan makna Proklamasi Kemerdekaan dan konstitusi pertama Menjelaskan makna proklamasi kemerdekaan Mendeskripsikan suasana kebatinan konstitusi pertama Menjelaskan makna proklamasi kemerdekaan Mendeskripsikan suasana kebatinan konstitusi pertama Menganalisis hubungan antara proklamasi kemerdekaan dan UUD 1945 Menunjukkan sikap positif terhadap makna proklamasi kemerdekaan dan suasana kebatinan konstitusi pertama. hukum. dan Indikator SMP Mata Pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) Standar Kompetensi Menunjukkan sikap positif terhadap norma-norma yang berlaku dalam kehidupan bermasyarakat.kebiasaan. Demokratis Rasa ingin tahu Mencari berbagai sumber di luar buku pelajaran tentang Pancasila dan UUD 1945 Memprakarsai kegiatan untuk memahami makna proklamasi bagi para pemimpin bangsa yang melahirkan UUD 1945 Kreatif Memahami gejala-gejala alam melalui pengamatan Menggunakan Mandiri mikroskop dan peralatan pendukung lainnya untuk mengamati gejalagejala kehidupan  58 59 . dan kelembagaan HAM Nilai Peduli sosial Indikator 7-9 Membantu kegiatan lembaga HAM dalam kampanye tentang HAM kepada masyarakat Rasa ingin tahu Menjelaskan hakikat dan arti penting hukum bagi warganegara Menerapkan norma-norma. SK/KD.2. kebiasaan. berbangsa dan bernegara. adat istiadat dan peraturan yang berlaku dalam kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara Menerapkan norma-norma. Nilai. peraturan yang berlaku dalam masyarakat. kebiasaan. Kompetensi Dasar Mendeskripsikan hakekat normanorma. adat istiadat.

Mencari informasi tentang upayaupaya menangulangi dan mencegah penyakit sosial yang diakibatkan oleh perilaku menyimpang dari berbagai sumber.Mata Pelajaran Standar Kompetensi  Kompetensi Dasar Nilai Menghargai prestasi Indikator 7-9 Menunjukkan pengakuan /apresiasi terhadap mutu hasil kerja teman Mencoba berbagai upaya untuk memperoleh jawban terhadap pertanyaan yang diajukan Menggunakan mikroskop dan peralatan lainnya secara hati-hati sesuai prosedur Mendapatkan informasi melalui kegiatan membaca tentang besaran pokok dan besaran turunan 1. Menggunakan syarat-syarat khusus dalam mengukur suhu (taat azaz). seks bebas. narkoba. judi. Berani Rasa ingin tahu Mendeskripsikan pengertian suhu dan pengukuran nya Berani Kreatif Memahami kegiatan pelaku ekonomi di masyarakat Mengidentifikasi bentuk pasar dalam kegiatan ekonomi masyarakat Rasa ingin tahu 60 61 . Menemukan contoh dalam kehidupan sehari . Peduli sosial Semangat kebangsaan Jujur Bangga akan satuan tradisional Menyimpulkan hasil pengamatan tentang besaran pokok dan besaran turunan dengan benar (jujur) Mau menjelaskan besaran pokok dan besaran satuan beserta satuannya Berani menjelaskan secara benar dengan bahasa sendiri. Menunjukan kesadaran akan dampak negatif dari penyakit sosial (miras. Mengidentifikasi berbagai usaha pencegahan penyimpangan sosial dalam keluarga dan masyarakat Ktitis Disiplin 2. Keatif menyusun kalimat yang benar dan dapat dimengerti. PSK dll) akibat penyimpangan sosial di keluarga dan masyarakat Menunjukan kewaspadaan dan menjauhi perilaku yang cenderung mengarah ke bentuk patologi sosial yang ada di lingkungan sekitar Menunjukan sikap menghindari perilaku yang mengandung penyakit sosial dan merugikan diri sendiri dan meresahkan masyarakat. Mengajukan pertanyaan untuk mengetahui besaran pokok dan besaran turunan Melakukan pengamatan untuk mengetahui besaran pokok dan besaran turunan Mata Pelajaran Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Nilai Jujur Indikator 7-9 Mengkomunikasika n hal yang dipahami dengan benar (jujur) baik secara lisan maupun tulisan Memperhatikan keselamatan jiwa dan keselamatan alat (seafty) dalam menyusun prosedur.hari baik di lingkungan rumah maupun di masyarakat adanya Bekerja keras Peduli lingkungan Menerapkan keselamatan kerja dalam melakukan pengamatan gejala-gejala alam Memahami prosedur ilmiah untuk mempelajari benda-benda alam dengan menggunakan peralatan Disiplin Disiplin Mendeskripsikan Senang besaran pokok dan membaca besaran turunan beserta satuannya Rasa ingin tahu Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Memahami masalah penyimpangan sosial.

Kreatif Menunjukan melalui sikap membiasakan diri dalam kehidupan sehari hari membuat skala prioritas kebutuhan untuk mengatasi keterbatasan kemampuan memenuhinya. Menceritakan pengalaman tentang perbedaan yang dirasakan belanja di pasar moderen dengan pasar tradisional sesuai dengan kenyataan Mencari informasi dari sumber bacaan lain tentang peranan BPUPKI dan PPKI dalam penyusunan persiapan kemerdekaan dan merumuskan kelengkapan sebuah negara yang merdeka . Mencari informasi melalui sumber bacaan lain tentang masalah ketidak setimbangan antara jumlah angkatan kerja dengan kesempatan kerja Melakukan pengamatan di lingkungan setempat terhadap rendahnya kualitas ketrampilan tenaga kerja yang menjadi beban pemerindah daerah Belajar dengan sungguh-sungguh dan memiliki ketrampilan yang memadai agar kelak tidak menjadi beban keluarga.Mata Pelajaran Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Nilai Indikator 7-9 hubungan antara kelangkaan sumber daya dengan kebutuhan manusia yang tidak terbatas Mata Pelajaran Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Nilai Indikator 7-9 kebersamaan mempersiapkan kemerdekaaan Indonesia. masyarakat dan negara.tokoh BPUPKI dan PPKI demi keutuhan semangat dan Empati Menunjukan dengan pernyataan ikut merasakan gejolak semangat bangsa Indonesia ketika mendengar kekalahan Jepang dari Sekutu Menunjukan sikap menghormati perbedaan pemikiran kaum muda dan kaum tua menjelang proklamasi kemerdekaan Indonesia sebagai bagian dinamika sejarah perjuangan bangsa. serta peranan pemerintah dalam upaya penanggulangannya Senang membaca Rasa ingin tahu Mandiri 62 63 . Jujur Menghargai prestasi Memahami usaha persiapan kemerdekaan Mendeskripsikan peristiwaperistiwa sekitar proklamasi dan proses terbentuknya negara kesatuan Republik Indonesia Senang membaca Memahami Kegiatan perekonomian Indonesia Semangat kebangsaan Mendeskripsikan permasalahan angkatan kerja dan tenaga kerja sebagai sumber daya dalam kegiatan ekonomi. Menunjukan sikap penghargaan atas kerja keras dan kerjasama dalam menyelesaikan berbagai pebedaan dan mencapai kesepakatan baik dalam sidang BPUPKI maupun PPKI demi Indonesia merdeka Menunjukan sikap meneladani sikap tokoh .

12 Mengungkapkan perasaan terbaiknya yang menyatakan bahwa bangsa Indonesia tebentuk karena ada persamaan sejarah. Teliti Pantang Menyerah Semangat kebangsaan Menjelaskan pengertian. dan logaritma Terus mencoba menerapkan aturan pangkat. Nilai Teliti Indikator Berdasarkan Jenjang Kelas 10 . Berusaha dengan gigih dalam mempertahankan pendapat yang berkaitan dengan manipulasi aljabar dalam perhitungan yang melibatkan pangkat. akar. dan logaritma. persamaan dan fungsi kuadrat serta pertidaksamaan kuadrat Memahami konsep fungsi Teliti Menampilkan sikap positif terhadap sistem hukum dan peradilan nasional Mendeskripsikan pengertian sistem hukum dan peradilan nasional Menganalisis lembagalembaga peradilan Disiplin Menggambar grafik fungsi aljabar sederhana dan fungsi kuadrat Teliti Rasa ingin tahun Tekun Partisipasi Jujur 64 65 . Memecahkan persoalan kelas/sekolah yang didasari oleh aturan dan tata tertib sekolah. akar. dan logaritma Kompetensi Dasar Menggunakan aturan pangkat. akar. dan Indikator SMA Mata Pelajaran PENDIDIKAN KEWARGANE GARAAN (PKn) Standar Kompetensi Memahami hakikat bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia Kompetensi Dasar Mendeskripsikan hakikat bangsa dan unsur-unsur terbentuknya Negara Nilai Rasa kebangsaan Indikator Berdasarkan Jenjang Kelas 10 . fungsi dan tujuan NKRI Semangat kebangsaan Memecahkan masalah yang berkaitan dengan fungsi. Terus berupaya menggambar grafik fungsi aljabar sederhana dan fungsi kuadrat secara benar Pantang Menyerah Rasa ingin tahu Melakukan manipulasi aljabar dalam perhitungan yang melibatkan pangkat. Tidak terpengaruh oleh keadaan lingkungan pada waktu menggambar grafik fungsi aljabar sederhana dan fungsi kuadrat. Nilai. SK/KD. Melakukan pengkajian dan pengumpulan informasi serta laporan singkat tentang kegiatan lembga – lembaga peradilan di Indonesia Menggiatkan simulasi pelaksanaan pengadilan di sekolah Mata Pelajaran MATEMATIKA Standar Kompetensi Memecahkan masalah yang berkaitan dengan bentuk pangkat. dan logaritma. rinci dan tertib dalam menggunakan aturan pangkat. kepentingan dan tujun antara sukusuku bangsa menjadi sebuah bangsa untuk membentuk sebuah Negara. Memilki sikap yang jelas bahwa NKRI ada karena rasa kebangsaan dan persatuan bangsa Memilki sikap yang jelas bahwa NKRI ada karena rasa kebangsaan dan persatuan bangsa Memilih untuk membela Negara jika dihadapkan pada situsi yang menempatkan Negara dalam bahaya.3.12 Bekerja secara teratur. akar. dan logaritma. dan logaritma Cermat dalam melakukan manipulasi aljabar dalam perhitungan yang melibatkan pangkat. akar. dan logaritma. Rapi dalam menyajikan jawaban terhadap soal yang berkaitan dengan pemahaman konsep fungsi Selalu mengecek ulang segala pekerjaan yang telah dilakukan berkaitan dengan penggambaran grafik fungsi aljabar sederhana dan fungsi kuadrat. akar. Menunjukkan pengkajian yang serius terhadap bentuk pemerintahan Indonesia yang memilih republic dan bukannya kerajaan. akar.

Bekerja secara optimal. teliti. dan ikatan logam serta hubungannya dengan sifat fisika senyawa yang terbentuk Kritis Komunikatif Melakukan penjumlahan vektor Jujur Melaporkan hasil eksperimen secara benar (jujur) baik lisan maupun tulisan dengan aturan ilmiah yang benar Mengamati fenomena untuk mengetahui konsep penjumlahan besaran vektor. melalui pemahaman konfigurasi elektron Nilai Kritis Indikator Berdasarkan Jenjang Kelas 10 . bertanya pada ahli.12 Mengajukan pemikiran kritis dalam diskusi tentang keteraturan dalam system periodik unsur Mencari informasi lebih lanjut tentang fenomena keteraturan dalam unsur di alam Menunjukkan kesadaran bahwa keteraturan dalam alam disebabkan oleh Tuhan penciptanya Menunjukkan kesadaran bahwa disiplin merupakan satu cara untuk mempertahankan keteraturan alam Mengajukan pemikiran kritis dalam diskusi tentang pembentukan ikatan kovalen. Rasa ingin tahu FISIKA Religius Menerapkan konsep besaran fisika dan pengukurannya Mengukur besaran fisika (massa. Memahami hukum-hukum dasar kimia dan penerapannya dalam perhitungan kimia (stoikiometri) Mendeskripsikan tata nama senyawa anorganik dan organik sederhana serta persamaan reaksinya Rasa ingin tahu Senang membaca Menerapkan konsep dan prinsip dasar kinematika dan dinamika benda titik Menganalisis besaran fisika pada gerak dengan kecepatan dan percepatan konstan Rasa ingin tahu Peduli lingkungan Jujur 66 67 . massa atom relatif. dan ikatan kimia Kompetensi Dasar Memahami struktur atom berdasarkan teori atom Bohr. bertanya lebih dalam. dan ikatan kimia Membandingkan proses pembentukan ikatan ion. sifat-sifat periodik unsur. Jujur Disiplin Memahami struktur atom. panjang. Melakukan eksperimen untuk pengukuran panjang. dan sifatsifat periodik unsur dalam tabel periodik serta menyadari keteraturannya.12 Memberikan kesempatan kepada teman lain untuk mengajukan pendapat dan mengomentarinya dengan santun Mencari informasi lebih dari berbagai sumber (internet) untuk memahami makna standar . hati-hati. koordinasi Menggunakan bahasa yang komunikatif dalam kelompok untuk mengungkapkan gagasan Memberi kesempatan kepada anggota kelompok diskusi untuk mengajukan pendapat Menunjukkan usaha yang keras untuk memperoleh informasi tentang tatanama senyawa kimia Mencari sumber informasi/bacaan lain untuk memperoleh informasi tambahan tentang tatanama senyawa kimia Melaporkan hasil percobaan berdasarkan data hasil percobaan Mata Pelajaran Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Nilai Menghargai Indikator Berdasarkan Jenjang Kelas 10 . meyelesaikan pekerjaan pada waktunya Mencari informasi lebih dari berbagai sumber (internet) untuk memahami konsep gerak. ikatan koordinasi. taat azaz. Rasa ingin tahu Menghargai Kerja keras. ion. dan menjaga keselamataan kerja. dan waktu) Senang membaca. sifat-sifat periodik unsur. ikatan kovalen. bertanya pada ahli. massa dan waktu Melakukan eksperimen secara benar. cermat . Melakukan eksperimen secara benar. cermat. bertanya lebih dalam. sifat-sifat unsur. taaat azaz.Mata Pelajaran KIMIA Standar Kompetensi Memahami struktur atom. hati-hati. teliti. menjaga keslaamatan kerja.

II dan III Newton Mencari informasi lebih dari berbagai sumber (internet) untuk memahami konsep Hukum Newton. replikasi. teliti. cermat. organ. populasi. taat azat. taat azat. gerak vertikal.12 Bekerjasama dalam kelompok. Senang membaca Kreatif Menerapkan prinsip kerja alatalat optik Menganalisis alat-alat optik secara kualitatif dan kuantitatif Rasa ingin tahu Mendeskripsikan objek dan permasalahan biologi pada berbagai tingkat organisasi kehidupan (molekul. hati-hati. bertanggung jawab dalam kelompok Melaporkan hasil eksperimen secara benar (jujur) baik lisan maupun tulisan dengan aturan ilmiah yang benar. replikasi. jaringan. meyelesaikan pekerjaan pada waktunya Mengamati fenomena untuk mengetahui keberlakukan Hukum I. dan gerak melingkar beraturan Rasa ingin tahu Kerja keras Senang membaca. Indikator Berdasarkan Jenjang Kelas 10 . bertanya pada ahli. Menemukan kasuskasus yang menarik terkait dengan penerapan hukum Newton Mengamati fenomena untuk mengetahui keberlakuan pentingya alat-alat optik bagai kebutuhan hidup manusia. dan peran virus dalam kehidupan Kerja keras 68 69 . sel. cermat.Mata Pelajaran Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Nilai Toleran. buku. ekosistem. dan menjaga keselamataan kerja Membuat teropong. hati-hati. Bekerja secara optimal. dan bioma) Kerja keras Ingin tahu Jujur Memahami prinsip-prinsip pengelompokan makhluk hidup Kreatif Mendeskripsikan ciri-ciri. Indikator Berdasarkan Jenjang Kelas 10 . bertanya lebih dalam. dan menjaga keselamataan kerja Menampilkan hasil karya dalam kegiatan pameran Mengumpulkan informasi dari berbagai sumber (guru. teliti. kamera pinholl Mata Pelajaran Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Menerapkan alat-alat optik dalam kehidupan sehari-hari Nilai Disiplin.12 Melakukan eksperimen secara benar. individu. Melakukan eksperimen secara benar. teleskope. dan pengamatan) tentang ruang lingkup Biologi Menunjukkan upaya mempelajari sumbersumber acuan/bacaan yang relevan untuk mengidentifikasi ruang lingkup Biologi Melaporkan hasil kajian buku teks dan pustaka lainnya secara antusias dalam mengidentifikasi ruang lingkup Biologi Menunjukkan upaya mempelajari sumbersumber acuan/bacaan yang relevan untuk mendeskripsikan objek dan permasalahan biologi pada berbagai tingkat organisasi kehidupan Mengumpulkan informasi dari berbagai sumber (guru dan buku) tentang tahapan perkembangan manusia Menunjukkan upaya mempelajari sumbersumber acuan/bacaan yang relevan untuk mendeskripsikan ciriciri. dan peran virus dalam kehidupan Menganalisis besaran fisika pada gerak melingkar dengan laju konstan Jujur Kreatif Kerja keras BIOLOGI Memahami hakikat Biologi sebagai ilmu Mengidentifikasi ruang lingkup Biologi Ingin tahu Menerapkan konsep dan prinsip dasar kinematika dan dinamika benda titik Menerapkan Hukum Newton sebagai prinsip dasar dinamika untuk gerak lurus.

endositosis. transport aktif.12 Mengumpulkan informasi dari berbagai sumber (guru dan buku) tentang ciri-ciri. transport aktif. dan peran virus dalam kehidupan Mengemukakan pendapat/ saran positif tentang upaya menghindari penyebaran virus flu di dalam kelas Menunjukkan upaya mempelajari sumbersumber acuan/bacaan yang relevan untuk mendeskripsikan ciriciri Archaeobacteria dan Eubacteria dan peranannya bagi kehidupan Menunjukkan upaya yang sungguh-sungguh dalam mengkaitkan fakta hasil pengamatan dengan sumber acuan/pustaka untuk menganalisis jenisjenis limbah dan daur ulang limbah Membuat produk baru dari daur ulang limbah yang bermanfaat. osmosis. menarik dan bernilai ekonomi Tidak meniru/ menyontek desain produk daur ulang limbah teman yang lain Menyelesaikan masalah sendiri yang berkaitan dengan pembuatan produk daur ulang limbah Menunjukkan upaya mempelajari sumbersumber acuan/bacaan yang relevan untuk mendeskripsikan komponen kimiawi sel. endositosis. osmosis. eksositosis) Ingin Tahu Membuat produk daur ulang limbah Kreatif Kerja keras Jujur Mandiri BAHASA INGGRIS Memahami struktur dan fungsi sel sebagai unit terkecil kehidupan Mendeskripsikan Kerja keras komponen kimiawi sel. buku. dan pengamatan) tentang perbedaan mekanisme transpor pada membran (difusi. Menunjukkan upaya yang sungguh-sungguh dalam mengkaitkan fakta dengan sumber acuan/pustaka untuk mengidentifikasi mekanisme transpor pada membran (difusi.12 Mengumpulkan informasi dari berbagai sumber (guru dan buku) tentang komponen kimiawi sel. struktur dan fungsi sel sebagai unit terkecil kehidupan Memahami makna dalam percakapan transaksional dan interpersonal resmi dan berlanjut (sustained) dalam konteks kehidupan seharihari Merespon makna yang terdapat dalam percakapan transaksional (to get things done) dan interpersonal (bersosialisasi) resmi dan tak resmi yang menggunakan Rasa ingin tahu Persahabatan Mendengarkan percakapan antara dua orang yang saling berkenalan agar peserta didik mempraktekkan persahabatan dan kepedulian sosial 70 71 . eksositosis) Merespon isi percakapan dua orang peserta didik yang melibatkan tindak/ujaran menerima/ Peduli lingkungan Mendeskripsikan Kerja keras ciri-ciri Archaeobacteria dan Eubacteria dan peranannya bagi kehidupan Mengidentifikasi organela sel tumbuhan dan hewan Ingin tahu Kerja keras Menganalisis jenis-jenis limbah dan daur ulang limbah Kerja keras Membandingkan mekanisme transpor pada membran (difusi. replikasi. struktur dan fungsi sel sebagai unit terkecil kehidupan Mata Pelajaran Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Nilai Ingin tahu Indikator Berdasarkan Jenjang Kelas 10 . osmosis. endositosis. dan pengamatan) tentang organela sel tumbuhan dan hewan Menunjukkan upaya mempelajari sumbersumber acuan/bacaan yang relevan untuk mengidentifikasi organela sel tumbuhan dan hewan Mengumpulkan informasi dari berbagai sumber (guru.Mata Pelajaran Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Nilai Ingin tahu Indikator Berdasarkan Jenjang Kelas 10 . struktur dan fungsi sel sebagai unit terkecil kehidupan Mengumpulkan informasi dari berbagai sumber (guru. transport aktif. buku.

menerima janji. kerja keras. menerima janji. disiplin agar peserta didik dapat menunjukkan nilai kejujuran. menyetujui ajakan/tawaran/ undangan. menunjukkan simpati. menunjukkan simpati.12 Mendengarkan monolog lisan tentang peristiwa alam agar peserta didik dapat menujukkan peduli lingkungan dan rasa ingin tahu Merespon ceritera tentang tokoh yang menggambarkan kejujuran. lancar dan berterima dengan menggunakan ragam bahasa lisan sederhana dalam konteks kehidupan sehari-hari dan melibatkan tindak tutur: berkenalan. toleransi. dan memberi instruksi Nilai Indikator Berdasarkan Jenjang Kelas 10 . dan disiplin Jujur Persahabatan Mendengarkan percakapan dua orang yang melibatkan tindak tutur mengungkapkan perasaan bahagia. menunjukkan simpati. lancar dan berterima dalam berbagai konteks kehidupan sehari-hari dalam teks: recount. lancar dan berterima dalam konteks kehidupan sehari-hari dan melibatkan tindak tutur: mengungkapkan perasaan bahagia. menunjukkan perhatian. menunjukkan perhatian. atau menerima instruksi agar peserta didik dapat mempraktekkan persahabatan. narrative. atau menerima instruksi agar peserta didik dapat mempraktekkan persahabatan. menyetujui ajakan/tawaran/ undangan. dan peduli sosial Peduli sosial Merespon isi percakapan yang melibatkan tindak tutur mengungkapkan perasaan bahagia. dan membatalkan janji Merespon makna yang terdapat dalam percakapan transaksional (to get things done) dan interpersonal (bersosialisasi) resmi dan tak resmi yang menggunakan ragam bahasa lisan sederhana secara akurat. menunjukkan perhatian. rasa ingin tahu Mengungkapkan makna dalam percakapan transaksional dan interpersonal dalam konteks kehidupan seharihari GEOGRAFI Menganalisis gejala alam fisik dan perkembangan bentuk muka bumi serta pelestariannya Rasa ingin tahu Mencari pengertian dan ruang lingkup geografi dari sumber lain (RIT) Menanyakan hubungan antara geografi dengan ilmuilmu lain (RIT) 72 73 . toleransi.Mata Pelajaran Standar Kompetensi Kompetensi Dasar ragam bahasa lisan sederhana secara akurat. dan procedure Mengungkapkan makna dalam percakapan transaksional (to get things done) dan interpersonal (bersosialisasi) resmi dan tak resmi secara akurat. bertemu/ berpisah. dan membatalkan janji Menyimpulkan hakekat geografi Nilai Peduli lingkungan Indikator Berdasarkan Jenjang Kelas 10 . peduli sosial. kerja keras.12 Mata Pelajaran Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Merespon makna dalam teks monolog sederhana yang menggunakan ragam bahasa lisan secara akurat. bertemu/ berpisah. lancar dan berterima dalam konteks kehidupan sehari-hari dan melibatkan tindak tutur: berkenalan.

12 Mencari gambar dari sumber lain yang relevan mengenai batas-batas wilayah pesisir dan pantai (RIT) Menginventarisasi lagu-lagu nasional yang bertemakan tentang laut (SK) Setia menghadiri setiap upacara bendera pada setiap hari kemerdekaaan/kebangs aan di sekolah. Menganalisis hubungan antara perkembangan paham-paham baru dan transformasi sosial dengan kesadaran dan pergerakan Semangat kebangsaan Manafsirkan pola dan ciri kenampakan alam dan budaya pada berbagai peta dan media citra Rasa ingin tahu Membedakan pengaruh Revolusi Prancis. Revolusi Amerika. Jujur SEJARAH Menganalisis gejala alam fisik dan perkembangan bentuk muka bumi serta pelestariannya Manafsirkan pola dan ciri kenampakan alam dan budaya pada berbagai peta dan media citra Menyimpulkan hakekat geografi Rasa ingin tahu Rasa ingin tahu Menganalisis perkembangan bangsa Indonesia sejak masuknya pengaruh Barat sampai dengan pendudukan Jepang. politik) di sekolah maupun di luar sekolah Semangat kebangsaan Menganalisis gejala alam fisik dan perkembangan bentuk muka bumi serta pelestariannya Memprediksi perubahan dinamika atmosfer dan dampaknya terhadap kehidupan di muka bumi Jujur Rasa ingin tahu Menganalisis perjalanan bangsa Indonesia dari negara tradisional. ekonomi. pergerakan kebangsaan.Mata Pelajaran Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Nilai Indikator Berdasarkan Jenjang Kelas 10 .12 Mencari pengertian dan ruang lingkup geografi dari sumber lain (RIT) Menanyakan hubungan antara geografi dengan ilmuilmu lain (RIT) Mengemukakan pendapat mengenai ciri-ciri wilayah tempat tinggalnya (RIT) Bekerja sama dengan teman sekelas yang berbeda desa/kelurahan untuk menggambar peta kabupaten setempat (SK) Mencari pengertian dan ruang lingkup geografi dari sumber lain (RIT) Menanyakan hubungan antara geografi dengan ilmuilmu lain (RIT) Mengemukakan pendapat mengenai ciri-ciri wilayah tempat tinggalnya (RIT) Bekerjasama dengan teman sekelas yang berbeda desa/kelurahan untuk menggambar peta kabupaten setempat (SK Menanyakan global warming dalam kaitannya dengan iklim di Indonesia (RIT) Melaporkan hasil pengamatan mengenai data kerusakan pada saat terjadi bencana (JJR) Mencari informasi mengenai konversi lahan di lingkungan setempat dari sumber lain yang relevan (RIT) Mata Pelajaran Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Memprediksi dinamika perubahan litosfer dan dampaknya terhadap kehidupan di muka bumi Nilai Rasa ingin tahu Indikator Berdasarkan Jenjang Kelas 10 . dan Revolusi Rusia terhadap perkembangan pergerakan nasional Indonesia. Menganalisis sejarah dunia yang mempengaruhi sejarah Bangsa Indonesia ari abad ke-18 sampai dengan abad ke-20. kolonial. hingga terbentuknya negara kebangsaan sampai Proklamasi Kemerdekaan Indonesia Cinta tanah air Khidmat mengikuti upacara kenaikan bendera merah putih disertai lagu kebangsaan Indonesia Raya. 74 75 . Menganalisis terbentuknya negara Kebangsaan Indonesia Semangat kebangsaan Mengemukakan pendapat/saran positif untuk menyelesaikan suatu masalah nasional (berkenaan dengan konflik sosial.

berkaitan dengan kajian sosiologi untuk me .membuat ringkasan isi buku dari hasil bacaan yang .12 .berhubungan dengan kajian sosialogi Bekerjasama dengan teman sekelas dan sekolahnya yang berbeda agama/suku/budaya/st atus sosial dalam rangka bersosialisasi untuk membentuk kepribadian bangsa Berani menolak ajakan yang dapat mengarah pada prilaku menyimpang dan sikap-sikap anti sosial Menjaga prilaku dan perbuatan positif sesuai dengan aturan sekolah agar tidak terjerumus pada perilaku menyimpang dan sikap-sikap anti sosial Menghindari prilaku negative yang dapat mengarah pada prilaku menyimpang Menjalin hubungan pertemanan dengan teman-teman sekolahnya yang berasal dari struktur sosial yang berbeda Melakukan pertemanan dengan seluruh sivitas sekolah tanpa melihat kedudukan dan jabatannya Menghargai prestasi Rasa ingin tahu Menghargai prestasi Menerapkan nilai dan norma dalam proses pengembangan kepribadian Menjelaskan sosialisasi sebagai proses dalam pembentukan kepribadian Semangat Kebangsaan Menganalisis perjalanan bangsa Indonesia pada masa negara-negara tradisional. golongan. Mempelajari dan mengagumi keberanian manusia yang menjadi leluhur bangsa Indonesia untuk berlayar dengan perlengkapan yang sangat terbatas Bersikap ramah dan berteman baik dengan teman-teman sekelas dari berbagai daerah tanpa membedakan etnis. Menganalisis hubungan antara perkembangan paham-paham baru dan transformasi sosial dengan kesadaran dan pergerakan kebangsaan. Menjelaskan fungsi sosiologi sebagai ilmu yang mengkaji hubungan masyarakat dan lingkungan Bersahabat/ komunikatif Mendeskripsikan terjadinya perilaku menyimpang dan sikap-sikap anti sosial Kerja keras Disiplin Menganalisis perkembangan bangsa Indonesia sejak masuknya pengaruh Barat sampai dengan pendudukan Jepang Bersahabat/ komunikatif Menerapkan aturan sosial dalam kehidupan bermasyarakat Memahami struktur sosial serta berbagai faktor penyebab Mendeskripsikan bentukbentuk struktur sosial dalam fenomena kehidupan Disiplin SOSIOLOGI Memahami prilaku keteraturan hidup sesuai dengan nilai dan norma yang berlaku dalam masyarakat Bersahabat/ Komunikatif Cinta Damai Bergaul dengan temanteman sekelasnya menjauhi sikap bermusuhan dengan teman sekelasnya Menunjukkan rasa simpati pada teman sekelasnya Toleransi Bersahabat/ komunikatif Peduli Sosial 76 77 . dan Islam di Indonesia. agama. budaya.Mata Pelajaran Standar Kompetensi Menganalisis peradaban Indonesia dan dunia Kompetensi Dasar Menganalisis kehidupan awal masyarakat Indonesia Mengidentifikasi peradaban awal masyarakat di dunia yang berpengaruh terhadap peradaban Indonesia Menganalisis asal-usul dan persebaran manusia di kepulauan Indonesia Nilai Menghargai prestasi Indikator Berdasarkan Jenjang Kelas 10 .menanyakan sesuatu yang tidak jelas/tahu yang . Menganalisis proses interaksi antara tradisi lokal.12 Mengagumi teknologi yang telah dihasilkan oleh masyarakat awal bangsa Indonesia Mempelajari dan mengagumi berbagai peninggalan budaya & peradaban dalam perjalanan panjang sejarah Indonesia atau dunia. Menunjukkan sikap bersedia membantu teman-teman kelas/sekolah yang sedang menghadapi kesulitan semampunya Mata Pelajaran Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Nilai Senang Membaca Indikator Berdasarkan Jenjang Kelas 10 . HinduBuddha. asal-usul sosial.

12 Membantu temanteman sekelasnya yang membutuhkan pertolongan/bantuan tanpa melihat kedudukan dan jabatannya Menjalin persahabatan dengan teman-teman sekelas dan sekolahnya untuk menghindari konflik sosial Mengemukakan pendapat/saran positif untuk menyelesaikan konflik sosial yang terjadi di negaranya Menyebutkan dengan jujur kebutuhan hidupnya sehari-hari yang masih belum terpenuhi Mengelompokkan secara mendetail kebutuhan hidup keluarganya dengan teliti Memberikan solusi untuk penyelesaian masalah yang dihadapi masyarakat miskin. Peduli Sosial Mendeskripsikan berbagai sumber ekonomi yang langka & kebutuhan manusia yang tidak terbatas Kreatif Peduli Sosial Memahami konsep ekonomi dalam kaitannya dengan permintaan. kelangkaan dan sistem ekonomi Mengidentifikasi kebutuhan manusia Jujur Mendeskripsikan peran konsumen dan produsen Mandiri Cermat Rasa ingin tahu. mendapatkan kesempatan secara bergiliran persoalan yang ada dan mempengaruhi permintaan dan penawaran barang. Mengumpulkan dan mempertunjukkan sebanyak-banyaknya informasi tentang faktor yang mempengaruhi jumlah permintaan dan penawaran barang. Mengungkapkan gagasan baru terhadap penanggulangi masalah ekonomi akibat kelangkaan sumber daya alam (bahan bakar). Mengidentifikasi faktorfaktor yang mempengaruhi permintaan dan penawaran Kerja Keras Rasa ingin tahu Demokratis Memahami konsep ekonomi dlm kaitannya dg kegiatan ekonomi konsumen dan produsen Mendeskripsikan pola perilaku konsumen dan produsen dalam kegiatan ekonomi Mandiri 78 79 .Mata Pelajaran Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Nilai Peduli Sosial Indikator Berdasarkan Jenjang Kelas 10 .12 Menunjukkan hasil pengamatan apa adanya tentang perilaku konsumen dalam kegiatan ekonomi saat ini. Menuliskan sendiri sejumlah peran konsumen dan produsen dalam membangun perekonomian masyarakat Indonesia. Mengidentifikasi sendiri berbagai perilaku konsumen dalam kegiatan ekonomi sehari-hari Mata Pelajaran Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Nilai Jujur Indikator Berdasarkan Jenjang Kelas 10 . Mengemukakan pendapat tentang pengembangan produksi barangbarang dalam negeri di masa yang akan datang. Merancang satu kegiatan dengan memanfaatkan berbagai potensi ekonomi untuk menanggulangi masalah kebutuhan hidup masyarakatat. harga keseimbangan dan pasar. Melakukan penelaahan dengan benar kaitan antara permintaan dan penawaran. penawaran. Menganalisis factor penyebab konflik sosial dalam masyarakat Bersahabat/ komunikatif Cinta Tanah Air Semangat kebangsaan EKONOMI Memahami permasalahan ekonomi dulu kaitannya dengan kebutuhan manusia. Menunjukkan hasil pengamatan yang mendalam tentang perilaku produsen dan dampaknya terhadap perilaku ekonomi masyarakat Indonesia.

contoh berikut ini bukanlah dokumen KTSP yang akan dipersandingkan dengan dokumen KTSP yang sudah ada atau sedang berjalan. Contoh dokumen KTSP yang mengembangkan pendidikan budaya dan karakter 80 81 . dan budaya sekolah. dan (4) dilaksanakan melalui proses belajar aktif. kepribadian. Penerapannya dapat dilakukan dengan berbagai strategi pengintegrasian dalam program-program sekolah melalui kegiatan rutin. prinsip yang digunakan dalam pengembangan pendidikan budaya dan karakter bangsa adalah (1) berkelanjutan.Mata Pelajaran Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Menjelaskan hukum permintaan dan penawaran serta asumsi yang mendasarinya. Nilai Teliti Indikator Berdasarkan Jenjang Kelas 10 . spontan. Hal-hal sebagaimana yang telah diuraikan harus tercermin jelas dalam dokumen Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) pada satuan-satuan pendidikan. dan pengkondisian. Pengembangan nilai-nilai budaya dan karakter bangsa dilakukan dalam berbagai kegiatan belajar di kelas.12 Menguraikan dengan cermat. dan luar sekolah melalui kegiatan ekstrakurikuler dan kegiatan lain. Oleh karena itu. (3) nilainilai tidak diajarkan tapi dikembangkan. (2) melalui semua mata pelajaran (saling menguatkan). Penilaian ini dilakukan oleh pihak ekternal (dinas pendidikan) dan internal (kepala sekolah dan guru). INTEGRASI NILAI-NILAI BUDAYA DAN KARAKTER BANGSA KE DALAM DOKUMEN KTSP Menghargai Prestasi Sebagaimana dijelaskan pada bab II. muatan lokal. Pelaksanaaan program pengembangan budaya dan karakter bangsa ini dinilai secara terus menerus dan berkesinambungan. Dalam satu sekolah hanya ada satu KTSP. keteladanan. penjabaran hukum permintaan dan penawaran dalam perilaku ekonomi sehari-hari berdasarkan hasil analisis kelompok. Sekolah yang menjalankan program pengembangan budaya dan karakter bangsa ditandai dengan sejumlah indikator sekolah dan kelas seperti yang tercantum dalam bab II. sekolah. Memberi perhatian yang sungguh sungguh serta respon positif atas prestasi dan kelompok lain yang dapat menunjukkan dengan benar contohcontoh ikaitan hukum permintaan dan penawaran.

Oleh karenanya tidak menyertakan analisis konteks dari keadaan sekolah tertentu. Contoh dokumen KTSP yang memuat pendidikan budaya dan karakter bangsa diuraikan secara lengkap dengan anak bab (I) Pendahuluan. LOGO SEKOLAH/ DAERAH SMP …. Visi. dan Tujuan Sekolah. (II) Tujuan Pendidikan. Dokumen KTSP yang dipaparkan ini bukan mengambil contoh dari salah satu sekolah yang nyata. Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah. Bagi pelaksana pendidikan di Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah. CONTOH DOKUMEN KTSP KURIKULUM SMP …. Ini semata-mata contoh yang dalam penerapannya di lapangan harus diadakan adaptasi (bukan adopsi) sesuai dengan konteks sekolah yang bersangkutan. dan (IV) Kalender Pendidikan. Contoh KTSP yang dituangkan di sini adalah untuk Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah. (III) Struktur dan Muatan Kurikulum. Misi.berikut merupakan masukan untuk diadaptasi dengan dokumen KTSP yang sedang berlaku di sekolah. ALAMAT SEKOLAH 82 83 . dan Sekolah Menengah Kejuruan/Madrasah Aliyah Kejuruan diharap mengadakan adaptasi dari contoh itu.

dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab”. Standar Kompetensi (SK). baik dalam penyusunan maupun pelaksanaannya di satuan pendidikan. Satuan pendidikan merupakan pusat pengembangan budaya. Nilai-nilai yang dimaksud di antaranya: religius. demokratis. berakhlak mulia. Landasan Yuridis Secara yuridis KTSP ini dikembangkan berdasarkan: x Undang-undang Dasar 1945 Pasal 31 ayat (5). dan keadilan. serta tanggung jawab. cinta tanah air. peduli sosial dan lingkungan. potensi daerah. Nilai-nilai ini dijadikan dasar filosofis dalam pengembangan kurikulum sekolah. Pemberlakuan Undang-undang Republik Indonesia Nomor 32 tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah menuntut pelaksanaan otonomi daerah dan wawasan demokrasi dalam penyelenggaraan pendidikan. Desentralisasi pengelolaan pendidikan yang diharapkan dapat memenuhi kebutuhan dan kondisi daerah harus segera dilaksanakan. cinta damai. Sekolah sebagai bagian dari masyarakat tidak terlepas dari lokus. Pengembangannya harus berdasarkan satuan pendidikan. dan mengembangkan nilai-nilai budaya dan karakter bangsa sebagai satu kesatuan kegiatan pendidikan yang terjadi di sekolah. Landasan Penyusunan KTSP a. Pengelolaan pendidikan yang semula bersifat sentralistik berubah menjadi desentralistik. Desentralisasi pengelolaan pendidikan dengan diberikannya wewenang kepada satuan pendidikan untuk menyusun kurikulumnya mengacu pada Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. 84 85 . PENDAHULUAN 1. KTSP merupakan kurikulum operasional yang disusun dan dilaksanakan oleh masingmasing satuan pendidikan. KTSP ini semangat kebangsaan. Kekuatan dan kelemahan dari hal-hal ini akan menjadi pertimbangan dalam penentuan Struktur Kurikulum sekolah ini. kemanusiaan. komunikatif. kreatif. “Pemerintah memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan menjunjung tinggi nilai-nilai agama dan persatuan bangsa untuk kemajuan peradaban serta kesejahteraan umat manusia” dan Pasal 32 ayat (1). sosial budaya masyarakat setempat dan peserta didik. Departemen Pendidikan Nasional telah menetapkan kerangka dasar Standar Kompetensi Lulusan (SKL). jujur. kewaktuan. sehat. Landasan Filosofis Sekolah sebagai pusat pengembangan budaya tidak terlepas dari nilai-nilai budaya yang dianut oleh suatu bangsa. kondisi sosial dan budaya. rasa ingin tahu. kerakyatan. “Negara memajukan kebudayaan nasional Indonesia di tengah peradaban dunia dengan menjamin kebebasan masyarakat dalam memelihara dalam mengembangkan nilai-nilai budayanya. mandiri.I. yaitu Pasal 3 tentang fungsi dan tujuan pendidikan nasional dan Pasal 35 mengenai standar nasional pendidikan. mandiri. dan Kompetensi Dasar (KD). potensi daerah. Nilai-nilai melingkupi dan terintegrasi dalam seluruh kegiatan pendidikan sebagai budaya sekolah. sebagai falsafah hidup berbangsa dan bernegara. persatuan. menghargai prestasi. berilmu. cakap. toleransi. kreatif. yang mencakup religius. dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Bentuk nyata desentralisasi pengelolaan pendidikan adalah diberikannya kewenangan kepada satuan pendidikan untuk mengambil keputusan berkenaan dengan pengelolaan pendidikan. Dalam pelaksanaan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). kerja keras. b. gemar membaca. 2. atau karakteristik daerah. seperti dalam pengelolaan kurikulum.” x Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Bab II Pasal 3. disiplin. isi. Latar Belakang Kurikulum merupakan seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan. Bangsa Indonesia memiliki nilai-nilai budaya yang bersumber dari Pancasila. “Kurikulum pada semua jenjang dan jenis pendidikan dengan prinsip diversifikasi sesuai dengan satuan pendidikan. Pasal 36 ayat (2). ”Pendidikan bertujuan untuk mengembangkan potensi peserta didik seutuhnya agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

peserta didik”. Relevan dengan kebutuhan kehidupan Pengembangan kurikulum dilakukan dengan melibatkan pemangku kepentingan (stakeholders) untuk menjamin relevansi pendidikan dengan kebutuhan kehidupan. dan seni yang berkembang secara dinamis. SMP/MTs. c. keterampilan sosial. dan gender. serta menghargai dan tidak diskriminatif terhadap perbedaan agama. serta disusun dalam keterkaitan dan kesinambungan yang bermakna dan tepat antarsubstansi. Untuk mendukung pencapaian tujuan tersebut pengembangan kompetensi peserta didik disesuaikan dengan potensi. “Kurikulum pendidikan dasar dan menengah dikembangkan sesuai dengan relevansinya oleh setiap kelompok atau satuan pendidikan dan komite sekolah/madrasah di bawah koordinasi dan supervisi dinas pendidikan atau kantor departemen agama kabupaten/kota untuk pendidikan dasar dan provinsi untuk pendidikan menengah”. e. keterampilan akademik. Tujuan Penyusunan KTSP KTSP ini disusun sebagai pedoman bagi komunitas sekolah dalam menyelenggarakan kegiatan pendidikan yang sesuai dengan karakteristik sekolah. “Satuan pendidikan dapat mengadopsi atau mengadaptasi model Kurikulum Tingkat Satuan Pedidikan Dasar dan Menengah yang disusun oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Departemen Pendidikan Nasional bersama unit terkait”. semangat dan isi kurikulum memberikan pengalaman belajar peserta didik untuk mengikuti dan memanfaatkan perkembangan ilmu pengetahuan. berilmu. a.peserta didik”. dan seni. termasuk di dalamnya kehidupan kemasyarakatan. teknologi. potensi daerah/karakteristik daerah. Kurikulum meliputi substansi komponen muatan wajib kurikulum. 4. 3. Beragam dan terpadu Kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan keragaman karakteristik peserta didik. pengembangan keterampilan pribadi. kreatif. jenjang dan jenis pendidikan. “Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan SD/MI/SDLB. status sosial ekonomi. atau bentuk lain yang sederajat dikembangkan sesuai dengan satuan pendidikan. sehat. kebutuhan. Oleh karena itu./SMPLB. sosial budaya masyarakat setempat. Tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dan seni Kurikulum dikembangkan atas dasar kesadaran bahwa ilmu pengetahuan. serta budaya dan karakter bangsa. suku. bidang kajian keilmuan dan mata pelajaran yang direncanakan dan disajikan secara berkesinambungan antarsemua jenjang pendidikan. teknologi. 86 87 . dan prinsip-prinsip pendidikan. dunia usaha dan dunia kerja. perkembangan. d. dan pengembangan diri secara terpadu. Prinsip Pengembangan KTSP Pengembangan KTSP ini berpedoman pada prinsip-prinsip berikut ini. budaya. Pasal 38 ayat (2). Memiliki posisi sentral berarti kegiatan pembelajaran berpusat pada peserta didik. kondisi daerah. dan keterampilan vokasional merupakan keniscayaan. SMA/MA/SMALB/SMK/MAK. Berpusat pada potensi perkembangan kebutuhan dan kepentingan peserta didik dan lingkungannya Kurikulum dikembangkan berdasarkan prinsip bahwa peserta didik memiliki posisi sentral untuk mengembangkan kompetensinya agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Menyeluruh dan berkesinambungan Substansi kurikulum mencakup keseluruhan dimensi kompetensi. x Peraturan Menteri Pendidikan Nasional nomor 6 Tahun 2007 tentang Perubahan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional dan nomor 24 Tahun 2006 tentang pelaksanaan Standar Isi dan Standar Kompetensi Lulusan. dan tuntutan lingkungan. berakhlak mulia. b. tujuan pendidikan nasional. x Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 17 ayat (1). mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. cakap. keterampilan berpikir. kepentingan peserta didik. Oleh karena itu. muatan lokal. adat istiadat.

VISI. Seimbang antara kepentingan nasional dan daerah Kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan kepentingan nasional dan kepentingan daerah untuk membangun kehidupan bermasyarakat. cinta tanah air. kerja keras. DAN TUJUAN SEKOLAH 1. berilmu. Memanfaatkan dan memelihara fasilitas untuk sebesar-besarnya dalam proses pembelajaran. tanpa takut salah. komunikatif. x Menanamkan kepedulian sosial dan lingkungan. dan nyaman. dan hidup demokratis. 88 89 . Menjalin kerja sama lembaga pendidikan dengan media dalam memublikasikan program sekolah. Kurikulum mencerminkan keterkaitan antara unsur-unsur pendidikan formal. dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Visi Sekolah dengan lingkungan belajar yang mampu mengembangkan seluruh potensi peserta didik secara maksimal yang dijiwai oleh nilai-nilai budaya dan karakter bangsa. bekerja sama. d. rasa ingin tahu. dan bernegara. kreatif. berbangsa. pembudayaan. tujuan sekolah dalam mengembangkan pendidikan ini adalah sebagai berikut ini. akhlak mulia. dan informal dengan memperhatikan kondisi dan tuntutan lingkungan yang selalu berkembang serta arah pengembangan manusia seutuhnya. MISI. saling menghargai. Mengembangkan budaya sekolah yang kondusif untuk mencapai tujuan pendidikan dasar. Misi x Mengembangkan sikap dan perilaku religiusitas di lingkungan dalam dan luar sekolah. jujur. serta tujuan umum pendidikan dasar. Tujuan Sekolah Mengacu pada visi dan misi sekolah. a. Kepentingan nasional dan kepentingan daerah harus saling mengisi dan memberdayakan sejalan dengan motto Bhinneka Tunggal Ika dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). semangat kebangsaan. c. x Menciptakan lingkungan sekolah yang aman. x Mengembangkan budaya gemar membaca. sumber daya fisik. kreatif. 2. mandiri. bertoleransi. berakhlak mulia. rapi. TUJUAN PENDIDIKAN. Mengembangkan berbagai kegiatan dalam proses belajar di kelas berbasis pendidikan budaya dan karakter bangsa. sehat. bersih. Tujuan Pendidikan Tujuan Pendidikan Nasional adalah berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang: beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Menyelenggarakan berbagai kegiatan sosial yang menjadi bagian dari pendidikan budaya dan karakter bangsa. Belajar sepanjang hayat Kurikulum diarahkan kepada proses pengembangan. g. 4. pengetahuan. cinta damai. serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut. cakap. x Mengupayakan pemanfaatan waktu belajar. Tujuan pendidikan dasar adalah meletakkan dasar kecerdasan. kepribadian. b. 3. x Menciptakan suasana pembelajaran yang menantang. disiplin. dan demokratis. dan manusia agar memberikan hasil yang terbaik bagi perkembangan peserta didik. Semua kelas melaksanakan pendekatan “pembelajaran aktif” pada semua mata pelajaran. dan pemberdayaan peserta didik yang berlangsung sepanjang hayat.f. f. dan mandiri. e. menyenangkan. nonformal. II.

kolusi. keterampilan/kejuruan. Kelompok mata pelajaran estetika e. Kelompok mata pelajaran estetika dimaksudkan untuk meningkatkan sensitivitas. dan pengembangan diri/ekstrakurikuler 90 91 . Kelompok Mata Pelajaran Agama dan Akhlak Mulia Cakupan Kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia dimaksudkan untuk membentuk peserta didik menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta berakhlak mulia. dan pengembangan diri/ekstrakurikuler Kegiatan keagamaan. Kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia b. jasmani. pembelajaran kewarganegaraan dan pembinaan kepribadian/akhlak mulia. dan pengembangan diri/ekstrakurikuler Estetika Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi pada SMP/MTs/SMPLB dimaksudkan untuk memperoleh kompetensi dasar ilmu pengetahuan dan teknologi serta membudayakan berpikir ilmiah secara kritis. pembinaan kepribadian/akhlak mulia. jiwa dan patriotisme bela negara. serta muatan lokal yang relevan. ilmu pengetahuan alam. ilmu pengetahuan sosial. dan penyakit lain yang potensial untuk mewabah. Kemampuan mengapresiasi dan mengekspresikan keindahan serta harmoni mencakup apresiasi dan ekspresi. kreatif dan mandiri. dan perilaku hidup sehat yang bersifat individual ataupun yang bersifat kolektif kemasyarakatan seperti keterbebasan dari perilaku seksual bebas. demam berdarah. dan Kesehatan. dan muatan lokal yang relevan. matematika. olahraga dan kesehatan. ketaatan pada hukum. berbangsa. a. kemajemukan bangsa. Melalui 1. dan sikap serta perilaku anti korupsi. Kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian c. keterampilan. atau moral sebagai perwujudan dari pendidikan agama. pembelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi.III. dan pendidikan jasmani. STRUKTUR DAN MUATAN KURIKULUM Kelompok Mata Pelajaran Cakupan lingkungan hidup. HIV/AIDS. seni dan budaya. Kegiatan bahasa. Olah Raga. estetika. olahraga dan kesehatan pada SMP/MTs/SMPLB dimaksudkan untuk meningkatkan potensi fisik serta membudayakan sportivitas dan kesadaran hidup sehat. muntaber. tanggung jawab sosial. Kegiatan pembelajaran bahasa. penghargaan terhadap hak-hak asasi manusia. kecanduan narkoba. olahraga dan kesehatan Kelompok mata pelajaran tersebut memiliki cakupan dan kegiatan masing-masing seperti diungkapkan di dalam PP 19/2005 tentang Standar Nasional Pendidikan pasal 6 ayat (1) Pasal 7 sebagai berikut ini. dan muatan lokal yang relevan. maupun dalam kehidupan kemasyarakatan sehingga mampu menciptakan kebersamaan yang harmonis. Budaya hidup sehat termasuk kesadaran. dan kewajibannya dalam kehidupan bermasyarakat. hak. dan bernegara. dan pengembangan diri/ekstrakurikuler Jasmani. Kesadaran dan wawasan termasuk wawasan kebangsaan. ilmu pengetahuan alam. Kelompok mata pelajaran jasmani. demokrasi. olahraga. pendidikan kesehatan. baik dalam kehidupan individual sehingga mampu menikmati dan mensyukuri hidup. Struktur Kurikulum Struktur dan muatan kurikulum pada jenjang pendidikan dasar dan menengah yang tertuang dalam Standar Isi meliputi lima kelompok mata pelajaran sebagai berikut ini. Melalui Kegiatan keagamaan. dan/atau teknologi informasi dan komunikasi. Kelompok mata pelajaran jasmani. budi pekerti. pembelajaran kewarganegaraan. sikap. ketaatan membayar pajak. serta peningkatan kualitas dirinya sebagai manusia. dan nepotisme. Akhlak mulia mencakup etika. bahasa. pelestarian Kegiatan pendidikan jasmani. seni dan budaya. Kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi d. kemampuan mengekspresikan dan kemampuan mengapresiasi keindahan dan harmoni. Kewarganegaraan dan Kepribadian Kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian dimaksudkan untuk peningkatan kesadaran dan wawasan peserta didik akan status. kesetaraan gender.

norma-norma dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. hukum dan peradilan internasional. sistem hukum dan peradilan nasional. Seni Budaya 9. Pendidikan Keterampilan Jasa 2. Komponen A. keterbukaan dan jaminan keadilan. Agroindustri 3. Pendidikan Jasmani. Kebersihan h. 2) Pendidikan Kewarganegaraan Tujuan: Memberikan pemahaman terhadap peserta didik tentang kesadaran hidup berbangsa dan bernegara dan pentingnya penanaman rasa persatuan dan kesatuan. Olahraga dan Kesehatan 10. Karya Ilmiah Remaja (KIR) d. Kepramukaan b. Ruang lingkup: a) Persatuan dan kesatuan bangsa. Sumpah Pemuda. Bimbingan Konseling 2. a. keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.Struktur kurikulum meliputi sejumlah mata pelajaran termasuk pengembangan diri sebagai berikut ini. Ilmu Pengetahuan Alam 7. Kristen Protestan. Kegiatan Ekstrakurikuler: a. Olahraga e. dan x Menumbuhkembangkan sikap toleransi antarumat beragama. Muatan Kurikulum Muatan Kurikulum SMP meliputi sejumlah mata pelajaran yang keluasan dan kedalamannya merupakan beban belajar bagi peserta didik dan materi muatan lokal. meliputi: hidup rukun dalam perbedaan. b) Norma. peraturan-peraturan daerah. norma yang berlaku di masyarakat. Pendidikan Kewarganegaraan 3. Mata Pelajaran Wajib Mata pelajaran wajib yang diselenggarakan di SMP terdiri atas mata-mata pelajaran sebagai berikut ini. Katholik. 2*) Ekuivalen 2 Jam pembelajaran 92 93 . x Memberikan wawasan terhadap keberagaman agama di Indonesia. Hindu. partisipasi dalam pembelaan negara. …………………………… Jumlah 32 32 32 1 1 2* 2 2* 2 2* 2 2 4 4 4 4 4 2 2 2 2 2 4 4 4 4 4 2 2 2 2 2 4 4 4 4 4 2 2 2 Kelas dan Alokasi Waktu VII VIII IX 2. Budidaya Tanaman 4. hukum. Matematika 6. Ilmu Pengetahuan Sosial 8. Buddha. Kerohanian f. cinta lingkungan. Bahasa Indonesia 4. Muatan Lokal 1. Bahasa Daerah C. Pendidikan Agama 2. dan Konghucu. Pengembangan Diri 1. sikap positif terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia. Bahasa Inggris 5. Mata Pelajaran 1. Tujuan: x Meningkatkan keimanan dan ketakwaan peserta didik sesuai keyakinan agamanya masing-masing. dan peraturan yang meliputi: tertib dalam kehidupan keluarga. 1) Pendidikan Agama Pendidikan agama yang diselenggarakan di SMP meliputi agama Islam. Teknologi Informasi dan Komunikasi B. UKS dan PMR c. tata tertib di sekolah. kebanggaan sebagai bangsa Indonesia. Peduli dan Bakti Sosial i. Seni budaya/Sanggar seni g.

harga diri sebagai warga masyarakat. dan langkah-langkah retorika. membaca dan menulis secara terpadu untuk mencapai tingkat literasi functional. Pancasila sebagai ideologi terbuka. pemajuan. meliputi: kedudukan Pancasila sebagai dasar negara dan ideologi negara. dampak globalisasi. tata tulis). instrumen nasional dan internasional HAM. yakni kompetensi linguistik (menggunakan tata bahasa dan kosa kata. narrative. dan kompetensi pembentuk wacana (menggunakan piranti pembentuk wacana). kebebasan berorganisasi. pengamalan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. hak dan kewajiban anggota masyarakat. h) Globalisasi. c) Kompetensi pendukung. f) Kekuasan dan politik. meliputi: hak dan kewajiban anak. g) Pancasila. descriptive. demokrasi dan sistem politik. kemerdekaan mengeluarkan pendapat. pers dalam masyarakat demokrasi. b) Kemampuan memahami dan menciptakan berbagai teks fungsional pendek dan monolog serta esei berbentuk procedure. kompetensi sosiokultural (menggunakan ungkapan dan tindak bahasa secara berterima dalam berbagai konteks komunikasi). pemerintahan daerah dan otonomi. 5) Matematika Tujuan: Memberikan pemahaman logika dan kemampuan dasar Matematika dalam rangka penguasaan IPTEK. serta mengevaluasi globalisasi. meliputi: pemerintahan desa dan kecamatan. Gradasi bahan ajar tampak dalam penggunaan kosa kata. meliputi: globalisasi di lingkungannya. prestasi diri. penghormatan dan perlindungan HAM. Ruang lingkup: a) Bilangan b) Aljabar c) Geometri dan Pengukuran d) Statistika dan Peluang 94 95 . sistem pemerintahan. Ruang lingkup: a) Mendengarkan b) Berbicara c) Membaca d) Menulis 4) Bahasa Inggris Tujuan: Membina keterampilan berbahasa dan berkomunikasi secara lisan dan tertulis untuk menghadapi perkembangan IPTEK dalam menyongsong era globalisasi. budaya demokrasi menuju masyarakat madani. tata bunyi. tata bahasa. yakni kemampuan memahami dan/atau menghasilkan teks lisan dan/atau tulis yang direalisasikan dalam empat keterampilan berbahasa. konstitusi-konstitusi yang pernah digunakan di Indonesia. hubungan internasional dan organisasi internasional. 3) Bahasa Indonesia Tujuan: Membina keterampilan berbahasa secara lisan dan tertulis serta dapat menggunakan bahasa sebagai alat komunikasi dan sarana pemahaman terhadap IPTEK. kompetensi strategi (mengatasi masalah yang timbul dalam proses komunikasi dengan berbagai cara agar komunikasi tetap berlangsung). dan report. budaya politik. e) Konstitusi negara. proses perumusan Pancasila sebagai dasar negara. berbicara. Ruang lingkup: a) Kemampuan berwacana. pemerintah pusat. meliputi: hidup gotong royong. persamaan kedudukan warganegara. yakni mendengarkan. meliputi: proklamasi kemerdekaan dan konstitusi yang pertama. recount. hubungan dasar negara dengan konstitusi. politik luar negeri Indonesia di era globalisasi.c) Hak asasi manusia. menghargai keputusan bersama. d) Kebutuhan warga negara.

bola basket. meliputi: olah raga tradisional. meliputi: ketangkasan sederhana. dan olah suara yang pementasannya memadukan unsur seni musik. eksplorasi gerak. menanamkan rasa sportifitas. d) Seni Teater. seni tari. ukiran. permainan. dan Perubahan c) Sistem Sosial dan Budaya d) Perilaku Ekonomi dan Kesejahteraan 8) Seni Budaya Tujuan: Mengembangkan apresiasi seni. dan Lingkungan b) Waktu. dan bentuk postur tubuh serta aktivitas lainnya. dan sebagainya. Ruang lingkup: a) Makhluk Hidup dan Proses Kehidupan b) Materi dan Sifatnya c) Energi dan Perubahannya d) Bumi dan Alam Semesta 7) Ilmu Pengetahuan Sosial Tujuan: Memberikan pengetahuan sosiokultural masyarakat yang majemuk. memainkan alat musik. meningkatkan kebugaran dan keterampilan dalam bidang olah raga. dan kecintaan pada seni budaya nasional. Ruang lingkup: a) Manusia. apresiasi karya musik. Ruang lingkup: a) Perangkat keras dan lunak yang digunakan untuk mengumpulkan. menyimpan. bola voli. keterampilan. c) Aktivitas senam. b) Aktivitas pengembangan. mengembangkan kesadaran hidup bermasyarakat serta memiliki keterampilan hidup secara mandiri. tenis lapangan. rounders. 96 97 . keterampilan lokomotor nonlokomotor. Tempat. senam pagi. komponen kebugaran jasmani. a) Permainan dan olah raga. Ruang lingkup: a) Seni Rupa.6) Ilmu Pengetahuan Alam Tujuan: Memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada peserta didik untuk menguasai dasar-dasar sains dalam rangka penguasaan IPTEK. mencakup kemampuan untuk menguasai olah vokal. ketangkasan dengan alat. dan senam aerobic serta aktivitas lainnya. patung. d) Aktivitas ritmik. dan senam lantai. mencakup keterampilan gerak berdasarkan olah tubuh dengan dan tanpa rangsangan bunyi. ketangkasan tanpa alat. Olah Raga dan Kesehatan Tujuan: Menanamkan kebiasaan hidup sehat. bulu tangkis. tanggung jawab disiplin dan percaya diri pada peserta didik. dan menyajikan informasi. b) Seni Musik. daya kreasi. c) Seni Tari. serta aktivitas lainnya. 9) Pendidikan Jasmani. b) Penggunaan alat bantu untuk memproses dan memindah data dari satu perangkat ke perangkat lainnya. 10) Teknologi Informasi dan Komunikasi Tujuan: Memberikan keterampilan dalam bidang teknologi informatika dan komunikasi yang sesuai dengan bakat dan minat peserta didik. apresiasi terhadap gerak tari. cetak-mencetak. mencakup pengetahuan. Keberlanjutan. dan manipulatif. atletik. dan nilai dalam menghasilkan karya seni berupa lukisan. kasti. meliputi: gerak bebas. olah pikir. meliputi: mekanika sikap tubuh. dan beladiri. tenis meja. Ruang lingkup. kippers. sepak bola. dan seni peran. mencakup keterampilan olah tubuh. memanipulasi. serta aktivitas lainnya. SKJ.

dan kerja sama. No. Pengembangan diri terdiri atas 2 (dua) bentuk kegiatan. disiplin. Kegiatan Layanan dan kegiatan pendukung konseling Ekstrakurikuler Pelaksanaan x Individual x Kelompok: tatap muka guru BP masuk ke kelas x x x x x x x x x Kepramukaan PMR UKS KIR Olah raga Kerohaniaan Seni budaya/sanggar seni Kesehatan reproduksi remaja Latihan dasar kepemimpinan 2. komunikasi. sehinggga satuan pendidikan harus mengembangkan standar kompetensi (SK) dan kompetensi dasar (KD) untuk setiap muatan lokal yang diselenggarakan. kelompok. tanggung jawab. Kegiatan Rutin. Kegiatan pengembangan diri dapat dilakukan dalam bentuk bimbingan konseling dan kegiatan ekstrakurikuler. Penanaman nilai-nilai kewirausahaan dan budaya tersebut diintegrasikan di dalam proses pembelajaran yang dikondisikan supaya nilai-nilai tersebut dapat menjadi sikap dan perilaku dalam kehidupan sehari-hari. bakat. eksplorasi. kreatif. dan tenaga pendidik. Keteladanan. 4. sarana prasarana. kemandirian. serta ketersediaan lahan. Nilai-nilai kewirausahaan yang dikembangkan antara lain inovasi. dan memiliki etos kerja. dan minat. adalah kegiatan dalam bentuk perilaku sehari-hari 98 99 . berpikir kritis. Nilai-nilai budaya yang dimaksud antara lain kejujuran. Pengembangan Diri Kegiatan pengembangan diri adalah kegiatan yang bertujuan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan kebutuhan. Muatan Lokal Muatan Lokal yang dipilih ditetapkan berdasarkan ciri khas. kepekaan terhadap lingkungan. Jenis Muatan Lokal Pendidikan Keterampilan Jasa Agroindustri Budidaya Tanaman Bahasa Daerah 1 1 Alokasi Waktu VII VIII 2 2 IX 1. potensi dan keunggulan daerah. 1.b. Sasaran pembelajaran muatan lokal adalah pengembangan jiwa kewirausahaan dan penanaman nilai-nilai budaya sesuai dengan lingkungan. Kegiatan pengembangan diri secara tidak terprogram dapat dilaksanakan sebagai berikut. Kegiatan pengembangan diri secara terprogram dilaksanakan dengan perencanaan khusus dalam kurun waktu tertentu untuk memenuhi kebutuhan peserta didik secara individual. yaitu kegiatan yang dilakukan terjadwal Contoh x Piket kelas x Ibadah x Berdoa sebelum dan sesudah pembelajaran di kelas x Bakti sosial Memberi dan menjawab salam Meminta maaf Berterima kasih Mengunjungi orang yang sakit Membuang sampah pada tempatnya Menolong orang yang sedang dalam kesusahan x Melerai pertengkaran x x x x x x x x x x x x Performa guru Mengambil sampah yang berserakan Cara berbicara yang sopan Mengucapkan terima kasih Meminta maaf Menghargai pendapat orang lain Spontan. Muatan Lokal yang diselenggarakan di SMP ini adalah sebagai berikut. yaitu terprogram dan tidak terprogram. dan atau klasikal melalui penyelenggaraan kegiatan sebagai berikut ini. 2. adalah kegiatan tidak terjadwal dalam kejadian khusus c. 3. Muatan Lokal merupakan mata pelajaran.

taat pada peraturan) x Memberi salam ketika bertemu x Berpakaian rapi dan bersih x Menepati janji x Memberikan penghargaan kepada orang yang berprestasi x Berperilaku santun x Pengendalian diri yang baik x Memuji pada orang yang jujur x Mengakui kebenaran orang lain x Mengakui kesalahan diri sendiri x Berani mengambil keputusan x Berani berkata benar x Melindungi kaum yang lemah x Membantu kaum yang fakir x Sabar mendengarkan orang lain x Mengunjungi teman yang sakit x Membela kehormatan bangsa x Mengembalikan barang yang bukan miliknya x Antri x Mendamaikan Jenis Pengembangan Diri B. Olahraga x x x x x x 5. badminton. tenis meja. Seni budaya/Sanggar seni x x x x x x Disiplin Jujur Peduli budaya x x 100 101 . Bimbingan Konseling (BK) Nilai-nilai yang ditanamkan x Kemandirian x Percaya diri x Kerja sama x Demokratis x Peduli sosial x Komunikatif x Jujur Strategi x Pembentukan karakter atau kepribadian x Pemberian motivasi x Bimbingan karier 6. taat waktu. berorganisasi) Latihan terprogram Pembinaan rutin Mengikuti perlombaan Pameran atau pekan ilmiah Publikasi ilmiah secara internal Melalui latihan rutin (antara lain: bola voli. Kegiatan Ekstrakurikuler: 1. basket. KIR x x x x x x 4. pencak silat. Jenis Pengembangan Diri A. outbond) Perlombaan olah raga Beribadah rutin Peringatan hari besar agama Kegiatan keagamaan Latihan rutin Mengikuti vokal grup Jenis Pengembangan Diri yang ditetapkan SMP adalah sebagai berikut ini. UKS dan PMR x x x x 3. Kepramukaan x x x x x x x x 2.Kegiatan Contoh x Memberikan kesempatan terhadap pendapat yang berbeda x Mendahulukan kesempatan kepada orang tua x Penugasan peserta didik secara bergilir x Menaati tata tertib (disiplin. Kerohanian Nilai-nilai yang ditanamkan Demokratis Disiplin Kerja sama Rasa Kebangsaan Toleransi Peduli sosial dan lingkungan Cinta damai Kerja keras Peduli sosial Toleransi Disiplin Komunikatif Komunikatif Rasa ingin tahu Kerja keras Senang membaca Menghargai prestasi Jujur Sportifitas Menghargai prestasi Kerja keras Cinta damai Disiplin Jujur Religius Rasa kebangsaan Cinta tanah air x x x x x x x x x x Strategi x Latihan terprogram (kepemimpinan.

Di sekolah dikembangkan dengan upaya pengkondisian atau perencanaan sejak awal tahun pelajaran. melalui pengamatan guru Kegiatan OSIS Kepramukaan Kegiatan kerohanian Kegiatan KIR Kegiatan PMR Pasar seni Pagelaran seni atau musik Pameran karya ilmiah Bazaar Pasar murah Karya seni Peringatan harihari besar agama/nasional 102 103 . Kesehatan reproduksi remaja x x x x 8. Perilaku yang dikembangkan dalam indikator pendidikan budaya dan karakter bangsa bersifat progresif. guru dan personalia sekolah dalam merencanakan. dan masyarakat. dilakukan melalui berbagai kegiatan di kelas. Kepemimpinan x x x x x x x x x x x x x x x x x 9.Jenis Pengembangan Diri x x x 7. Indikator sekolah dan kelas adalah penanda yang digunakan oleh kepala sekolah. silabus dan RPP yang sudah ada. pengembangan diri dan budaya sekolah. Festival sekolah x x x x x Nilai-nilai yang ditanamkan Peduli sosial Cinta tanah air Semangat kebangsaan Kebersihan Kesehatan Tanggung jawab Rasa ingin tahu Tanggung jawab Keberanian Tekun Sportivitas Disiplin Mandiri Demokratis Cinta damai Cinta tanah air Peduli lingkungan Peduli sosial Keteladanan Sabar Toleransi Kerja keras Pantang menyerah Kerja sama Kreativitas Etos kerja Tanggung jawab kepemimpinan Kerja sama x x x x x x x x x x x x x x x Strategi Berkompetisi internal dan eksternal Pagelaran seni Kegiatan rutin pada waktu hari jum’at d. Pembelajaran pendidikan budaya dan karakter bangsa menggunakan pendekatan proses belajar aktif dan berpusat pada anak. Adapun penilaian dilakukan secara terus menerus oleh guru dengan mengacu pada indikator pencapaian nilai-nilai budaya dan karakter. Guru dan sekolah perlu mengintegrasikan nilai-nilai yang dikembangkan dalam pendidikan budaya dan karakter bangsa ke dalam KTSP. sekolah. Pengembangan Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa Pada prinsipnya. Indikator ini berkenaan juga dengan kegiatan sekolah yang diprogramkan dan kegiatan sekolah sehari-hari (rutin). Indikator nilai-nilai budaya dan karakter bangsa ada dua jenis yaitu (1) indikator sekolah dan kelas. Di masyarakat dikembangkan melalui kegiatan ekstra kurikuler dengan melakukan kunjungan ke tempat-tempat yang menumbuhkan rasa cinta tanah air dan melakukan pengabdian masyarakat untuk menumbuhkan kepedulian dan kesetiakawanan sosial. Indikator mata pelajaran menggambarkan perilaku afektif seorang peserta didik berkenaan dengan mata pelajaran tertentu. dan mengevaluasi sekolah sebagai lembaga pelaksana pendidikan budaya dan karakter bangsa. perilaku tersebut berkembang semakin komplek antara satu jenjang kelas dengan jenjang kelas di atasnya. bahkan dalam jenjang kelas yang sama. dan dimasukkan ke Kalender Akademik dan yang dilakukan sehari-hari sebagai bagian dari budaya sekolah sehingga peserta didik memiliki kesempatan untuk memunculkan perilaku yang menunjukkan nilai-nilai budaya dan karakter bangsa. Di kelas dikembangkan melalui kegiatan belajar yang biasa dilakukan guru dengan cara integrasi. artinya. Guru memiliki kebebasan dalam menentukan berapa lama suatu perilaku harus dikembangkan sebelum ditingkatkan ke perilaku yang lebih kompleks. pengembangan pendidikan budaya dan karakter bangsa tidak dimasukkan sebagai pokok bahasan tetapi terintegrasi ke dalam mata pelajaran. dan (2) indikator untuk mata pelajaran. melaksanakan.

daya dukung. pernyataan kualitatif sebagai berikut ini. f. MT : Mulai Terlihat (apabila peserta didik sudah mulai memperlihatkan adanya tanda-tanda awal perilaku yang dinyatakan dalam indikator tetapi belum konsisten) MB : Mulai Berkembang (apabila peserta didik sudah memperlihatkan berbagai tanda perilaku yang dinyatakan dalam indikator dan mulai konsisten) MK : Membudaya (apabila peserta didik terus menerus memperlihatkan perilaku yang dinyatakan dalam indikator secara konsisten) e. Setiap mata pelajaran memiliki karakteristik dan hasil analisis yang berbeda. sekolah menetapkan kriteria ketuntasan minimal dengan mempertimbangkan tingkat kompleksitas. BT : Belum Terlihat (apabila peserta didik belum memperlihatkan tandatanda awal perilaku yang dinyatakan dalam indikator). Penugasan mandiri tidak terstruktur terdiri dari tugas-tugas individu atau kelompok yang disesuaikan dengan potensi. dan bakat peserta didik. Oleh karena itu. Pengaturan beban belajar di SMP ini dengan sistem paket yang didasarkan pada struktur dan muatan kurikulum dengan alokasi waktu sebagai berikut ini. laporan. maupun memberikan tugas yang berisikan suatu persoalan atau kejadian yang memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk menunjukkan nilai yang dimilikinya. laporan pelaksanaan kegiatan. minat. penyusunan program/perencanaan kegiatan. Ketuntasan Belajar Dalam penetapan ketuntasan belajar. Pengaturan Beban Belajar Beban belajar ditentukan mengacu pada ketentuan standar pengelolaan pendidikan yang berlaku di satuan pendidikan. Penugasan terstruktur di antaranya pekerjaan rumah (PR). dan sebagainya guru dapat memberikan kesimpulannya/pertimbangan yang dinyatakan dalam VII. tugas. VIII. Dari hasil pengamatan. model anecdotal record (catatan yang dibuat guru ketika melihat adanya perilaku yang berkenaan dengan nilai yang dikembangkan). beban belajar yang harus diikuti peserta didik adalah penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri tidak terstruktur yang waktunya maksimal lima puluh persen (50%) dari jumlah jam tatap muka. catatan anekdotal.ketika seorang peserta didik melakukan suatu tindakan di sekolah. IX Kelas Satu jam pembelajaran tatap muka (menit) 40 Jumlah jampel/ minggu 36 Minggu efektif per tahun 34 Waktu pembelajaran per tahun (jampel) 1360 Jumlah jam per tahun (@ 60 menit) 906 Selain tatap muka. dan tingkat kemampuan awal peserta didik (intake) dalam penyelenggaraan pembelajaran. 104 105 . maka ditetapkan KKM sebagai berikut ini. ƒ Beban belajar tetap adalah 36 jam pelajaran per minggu ƒ Alokasi waktu 40 menit untuk setiap mata pelajaran Sekolah secara bertahap dan berkelanjutan menetapkan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) untuk mencapai ketuntasan ideal.

Pendidikan Jasmani. Senibudaya/Sanggar seni 75 75 77 80 75 75 75 75 75 75 75 75 75 75 77 77 77 77 77 77 77 77 77 77 80 80 80 80 80 80 80 80 80 80 Kriteria Ketuntasan Belajar VII VIII IX 1. Satuan pendidikan ini menggunakan prinsip mastery learning (ketuntasan belajar). sedangkan peserta didik yang sudah mencapai KKM mengikuti kegiatan pengayaan. c. Seni Budaya 9. Penilaian dalam program pengayaan dapat berupa tes maupun nontes. Kerohanian e. Bahasa Inggris 5. e. BK 2. Nilai remedial dapat melampaui KKM. Kegiatan remedial dilaksanakan di dalam/di luar jam pembelajaran. b. 106 107 . Olahraga d. Pendidikan Keterampilan Jasa 2. Agroindustri 3. g. Peserta didik yang belum mencapai KKM harus mengikuti kegiatan remedial. Pengembangan Diri 1. Matematika 6. d. d. Pengayaan boleh diikuti oleh peserta didik yang telah mencapai KKM dalam setiap kompetensi dasar. Mata Pelajaran 1. Pendidikan Kewarganegaraan 3. Bahasa Indonesia 4. Pramuka b. Kriteria Kenaikan Kelas dan Kelulusan 1) Kenaikan Kelas Peserta didik dinyatakan naik kelas apabila memenuhi kriteria sebagai berikut: a) telah menyelesaikan semua program pembelajaran untuk satu tahun pelajaran. 2. ada perlakuan khusus untuk peserta didik yang belum maupun sudah mencapai ketuntasan. Program Pengayaan a. Muatan Lokal 1. b. b) memperoleh nilai minimal baik pada penilaian akhir untuk kelompok mata pelajaran selain kelompok mata pelajaran IPTEK. Teknologi Informasi dan Komunikasi B. Ilmu Pengetahuan Sosial 8. Nilai pengayaan yang lebih tinggi dari nilai sebelumnya dapat digunakan. Bahasa Daerah C. Remedial wajib diikuti oleh peserta didik yang belum mencapai KKM dalam setiap kompetensi dasar dan/atau indikator. dan d) lulus ujian nasional. Pasal 72 ayat (1) menyebutkan bahwa peserta didik dinyatakan lulus dari satuan pendidikan dasar dan menengah apabila: a) telah menyelesaikan seluruh program pembelajaran. Penilaian dalam program remedial dapat berupa tes maupun nontes. f. Pendidikan Agama 2. c) jumlah ketidakhadiran alpa kurang dari 24 izin dan sakit kurang dari 48 hari per tahun. Budidaya Tanaman 4. Kegiatan pengayaan dilaksanakan di dalam/di luar jam pembelajaran. c) lulus ujian sekolah. Program Remedial (Perbaikan) a. c. Kegiatan Ekstra Kurikuler: a. b) memiliki nilai minimal baik untuk kelompok mata pelajaran selain kelompok mata pelajaran IPTEK.Penetapan KKM Komponen A. 2) Kelulusan Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. Kegiatan remedial meliputi remedial pembelajaran dan remedial penilaian. Ilmu Pengetahuan Alam 7. UKS dan PMR c. Olahraga dan Kesehatan 10. Kesempatan mengikuti kegiatan remedial.

kompetisi olahraga) . pentas seni dan budaya. Kalender pendidikan mencakup permulaan tahun ajaran.Lomba pidato Desember 11 s/d 16 Ulangan akhir semester 23 Pembagian rapor 25 Merayakan Hari Raya Natal 26 sd 30 Libur akhir semester 31 Merayakan Hari Raya Idul Adha.Kreatifitas mengolah kue keranjang Maret 31 Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW Merayakan hari raya Waisak April 13 Wafatnya Isa Almasih 21 Merayakan Hari Kartini 23 s/d 30 Ujian praktik 16 29 20 13 25 KALENDER PENDIDIKAN SMP Tanggal dan Bulan Juli 1 s/d 15 Libur akhir tahun ajaran .14.14.lomba-lomba lainnya 21 Peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad Lomba marawis September 28 s/d 30 Libur awal Ramadhan 1427 H 23 25 Kegiatan Hari Belajar Efektif 10 108 109 .00 Tanggal dan Bulan Oktober 17 sd 23 Kegiatan Libur menjelang Idul Fitri Hari Belajar Efektif 15 24 sd 25 Hari Raya Idul Fitri . Shalat Ied.00 .IV.00 .Bakti sosial 17 s/d 19 Masa orientasi peserta didik (MOS) kelas VII Agustus 17 Upacara HUT Proklamasi RI Setelah upacara diadakan lomba-lomba: . pameran KIR.00 .45 08. efektif fakultatif. waktu pembelajaran efektif. KALENDER PENDIDIKAN Kalender pendidikan adalah pengaturan waktu untuk kegiatan pembelajaran peserta didik selama satu tahun ajaran. menyembelih kurban.Ziarah ke Taman Makam Pahlawan . pasar murah.14.30 07.silaturahmi di sekolah 26 sd 28 Libur sesudah Idul Fitri November 10 Memperingati hari pahlawan .07.Membaca sajak .00 . membagikam daging kurban kepada mustahiq Januari 1 Tahun Baru masehi 2 sd 6 Libur akhir semester 20 Tahun Baru Hijrah . minggu efektif belajar.Karnaval 21 Hari raya Nyepi Februari 27 14 Merayakan Imlek .lomba membaca atau membuat puisi kebangsaan/story telling tentang kebangsaan .menyanyikan lagu wajib nasional .School Fair (bazaar.00 .12.11.20 07.30 . Berikut adalah kalender tersebut secara rinci.Lomba esai tentang kepahlawanan di majalah dinding .14.00 . pameran sains.Membuat lampion . Hari Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Kegiatan Upacara Kegiatan belajar mengajar Kegiatan belajar mengajar Kegiatan belajar mengajar Kegiatan belajar mengajar Kegiatan belajar mengajar Shalat Jumat Ekstra kurikuler Waktu 07. dan hari libur.45 11.25 07.20 07.20 07.kebersihan .

Perencanaan di tingkat sekolah pada intinya adalah melakukan penguatan dalam penyusunan kurikulum di tingkat sekolah (KTSP). tanggung-jawab. Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa bukan merupakan mata pelajaran yang berdiri sendiri atau merupakan nilai yang diajarkan. misi. Upaya pembentukan karakter sesuai dengan budaya bangsa ini tentu tidak semata-mata hanya dilakukan di sekolah melalui serangkaian kegiatan belajar mengajar baik melalui mata pelajaran maupun serangkaian kegiatan pengembangan diri yang dilakukan di kelas dan luar sekolah. program pengembangan diri maupun budaya sekolah. Pedoman yang disusun ini lebih diperuntukkan kepada kepala sekolah.Tanggal dan Bulan Mei Kegiatan Hari Belajar Efektif 15 PENUTUP Seperti telah diuraikan pada awal pendahuluan bahwa fungsi Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa selain mengembangkan dan memperkuat potensi pribadi juga menyaring pengaruh dari luar yang akhirnya dapat membentuk karakter peserta didik yang dapat mencerminkan budaya bangsa Indonesia. pelaksanaan pembelajaran yang lebih berorientasi pada peserta didik. cinta damai. tujuan. Peta nilai dan indikator yang disajikan dalam naskah ini merupakan contoh penyebaran nilai yang dapat diajarkan melalui berbagai mata pelajaran sesuai dengan standar kompetensi (SK) dan kompetensi dasar (KD) yang terdapat dalam standar isi (SI). Keseluruhan perencanaan sekolah yang bertitik tolak dari melakukan analisis kekuatan dan kebutuhan sekolah akan dapat dihasilkan program pendidikan yang lebih terarah yang tidak semata-mata berupa penguatan ranah pengetahuan dan keterampilan melainkan juga sikap prilaku yang akhirnya dapat membentuk akhlak budi luhur. kalender akademik. Hari Belajar Efektif Semester II = 131 hari hari belajar efektif (HBE) (setara 21 minggu belajar efektif). jujur. dsb. Begitu pula melalui program pengembangan diri. struktur kurikulum. keteladanan. seperti kegiatan rutin sekolah. Pembiasaan-pembiasan (habituasi) dalam kehidupan. perlu dimulai dari lingkup terkecil seperti keluarga sampai dengan cakupan yang lebih luas di masyarakat. tetapi lebih kepada upaya penanaman nilainilai baik melalui mata pelajaran. Pembentukan budaya sekolah (school culture) dapat dilakukan oleh sekolah melalui serangkaian kegiatan perencanaan. disiplin. pengkondisian. kegiatan spontan. toleran. dan penyusunan silabus. Perencanaan pengembangan Pendidikan Budaya dan Karakter 1 s/d 5 Ujian praktik (lanjutan) 2 Hari Pendidikan Nasional Upacara/diadakan lomba membaca atau membuat puisi kebangsaan/story telling tentang kebangsaan 7 sd 9 Ujian Sekolah 21 sd 23 Ujian Nasional 24 Memperingati Kenaikan Isa Almasih Juni 18 s/d 23 Ulangan umum 25 Pengumuman kelulusan 30 Pembagian rapor 18 Hari Belajar Efektif Semester I = 119 hari hari belajar efektif (HBE) (setara 19 minggu belajar efektif). Nilai-nilai tersebut tentunya perlu ditumbuhkembangkan yang pada akhirnya dapat membentuk pribadi karakter peserta didik yang selanjutnya merupakan pencerminan hidup suatu bangsa yang besar. Catatan : Semua kegiatan pada tabel di atas merupakan contoh kalender pendidikan yang penggunaannya disesuaikan dengan kebutuhan sekolah. seperti: religius. dan penilaian yang bersifat komprehensif. kerja keras. seperti menetapkan visi. 110 111 .

Bangsa ini perlu dilakukan oleh semua pemangku kepentingan di sekolah yang secara bersama-sama sebagai suatu komunitas pendidik diterapkan ke dalam kurikulum sekolah yang selanjutnya diharapkan menghasilkan budaya sekolah. Penyempurnaan pedoman ini akan terus menerus dilanjutkan seiring dengan kompleksnya permasalahan pendidikan terutama dalam pembentukan budaya dan karakter bangsa. 112 . Pedoman yang ada ini pada intinya merupakan produk Program Kerja 100 hari Kabinet Indonesia Bersatu II. kritik dan saran yang membangun sangat kami harapkan dari semua pihak pemerhati. pelaksana pendidikan untuk kesempurnaan yang akhirnya dapat memberikan pencerahan pelaksanaan di tingkat sekolah. Penyajian pembelajaran yang bernuansa belajar aktif dengan muatan budaya dan karakter bangsa perlu menjadi perhatian terutama dalam membelajarkan peserta didik. Oleh karena itu. Selanjutnya diharapkan kualitas produk peserta didik yang memiliki akhlak budi mulia sebagai pencerminan bangsa yang besar.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful