P. 1
muntah dan gumoh

muntah dan gumoh

|Views: 497|Likes:
Published by Isha Shofiyya
askeb neonatus
askeb neonatus

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: Isha Shofiyya on May 11, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/21/2015

pdf

text

original

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Berdasarkan penelitian WHO di seluruh dunia terdapat kematian ibu sebesar 500.000 jiwa pertahun dan kematian bayi pada khususnya neonatus sebesar 10 juta jiwa pertahun.

Kematian maternal dan bayi tersebut terjadi terutama di negara berkembang sebesar 99% (Manuaba, 1998). Seperti yang terjadi di hampir semua negara di dunia, kesehatan bayi cenderung kurang mendapat perhatian di bandingkan umur-umur lainnya. Padahal data WHO (2002) menunjukkan angka yang sangat memprihatinkan, yang dikenal dengan “fenomena 2/3”, yaitu 2/3 kematian bayi (umur 0-1 tahun) terjadi pada masa neonatal (bayi baru lahir umur 0-28 hari), 2/3 kematian pada masa neonatal dini terjadi pada hari pertama. Maka 1 minggu pertama dari kelahiran adalah masa paling kritis bagi seorang bayi (Komalasari, 2007). Menurut Agus Hamonangan Angka Kematian Bayi (AKB) di Indonesia masih tertinggi di bandingkan Negara-negara tetangga. Di Malaysia 10 per 1000 kelahiran hidup, Thailand 20 per 1000 kelahiran hidup, Vietnam 18 per 1000 kelahiran hidup, Brunai Darusalam 8 per 1000 kelahiran hidup. Sedangkan Indonesia sebesar 35 per 1000 kelahiran hidup (Azrul, 2005). Di indonesia, program kesehatan bayi baru lahir tercakup di dalam program kesehatan ibu. Dalam rencana strategi nasional Making Pregnancy Safer, target untuk kesehatan bayi baru lahir adalah menurunkan angka kematian neonatal dari 25 per 1000 kelahiran hidup (tahun 1997) menjadi 15 per 1000 kelahiran hidup (Depkes R.I, 2006).

1.2 Tujuan Tujuan umum Tujuan dari penyusunan makalah ini adalah untuk mengetahui neonatus dan bayi dengan masalah muntah dan gumoh serta penatalaksanaannya.

Adapun teknik yang dipergunakan pada peninjauan makalah ini adalah sebagai berikut : 1. Mengetahui diagnosa banding gumoh dan muntah pada bayi 7. Mengetahui penatalaksanaan gumoh dan muntah pada bayi 5. . Mengetahui pengertian gumoh dan muntah pada bayi 3.3. Pranaluar Luar (Internet) Metode kedua dan terakhir yang digunakan untuk mendapatkan data dan informasi mengenai masalah yang penyusun bahas pada makalah ini. Metode Penulisan Untuk mendapatkan data dan informasi yang diperlukan.Tujuan khusus Adapun tujuan khuss dari penyusunan makalah ini adalah untuk mengetahui macam neoanatus dan bayi dengan muntah dan gumoh seperti: 1. penyusunan mempergunakan metode pustaka dan penalaran luar (internet).3. adalah cara searching dan browsing internet (mencari dan menjelajahi internet).2. Mengetahui perbedaan muntah dan gumoh pada bayi 1. Mengetahui penyebab gumoh dan muntah pada bayi 4.3.1 Teknik Pustaka Pada metode ini penyusun membaca buku dan literatur-literatur yang berhubungan dengan isi atau pembahasan masalah. Mengetahui Anatomi saluran pencernaan 2. Mengetahui komplikasi gumoh dan muntah pada bayi 6. 1.

dan mengalir melalui mulut serta tidak disertai kontraksi otot perut.1 Definisi Gumoh Gumoh merupakan pengeluaran cairan kurang dari 10 cc. terjadi pada bayi berumur beberapa minggu.2. . Proses alami dan wajar untuk mengeluarkan udara yang tertelan bayi saat minum ASI. 2-4 bulan atau 6 bulan dan akan hilang dengan sendirinya.2 Muntah dan Gumoh 2.1 Anatomi Sistem Pencernaan 2. Berupa ASI yang sudah ditelan.BAB II ISI 2.

2 Penyebab Gumoh Gumoh disebabkan karena bayi terlalu banyak minum ASI. sebagian isi perut bayi bisa keluar.Gumoh merupakan dikeluarkannya isi lambung lewat mulut si kecil. karena otot-otot penghubung mulut dan kerongkongan belum matang.2. biasanya terjadi pada bayi prematur. 2. alhasil terjadilah . padahal bisa berpotensi berbahaya bagi anak. Ada pula kemungkinan si bayi menangis karena tak bisa menelan susu dengan sempurna. Menangis kencang Bayi yang menangis sesenggukkan akan membuat udara tertelan berlebihan. karena sering terjadi. Di antara organ tersebut terdapat katup penutup lambung yang ada di antara lambung dan kerongkongan. Katup penutup lambung belum sempurna Setelah masuk lewat mulut. Karena itulah. Saat minum atau makan ada udara yang ikut tertelan. Lambung yang masih terlalu kecil Bayi memiliki lambung yang kecil. ketika katupnya belum sempurna. Ketika susu yang ia telan melebihi kapasitas lambung. susu akan masuk ke saluran pencernaan atas. 2. Ketika mendapat tekanan berlebihan dari luar. Kadang. gumoh sering dianggap sepele. namun bukan muntah.  Penyebab Gumoh 1. Muntah merupakan pengeluaran isi lambung lewat mulut dengan kekuatan aktif dan diikuti kontraksi isi perut. 3. lalu dibaringkan. jika ia baru saja diberikan susu. tekanan dalam perut menjadi tinggi. kemudian ke lambung. Bayi gagal menelan. susu bisa keluar lagi dari mulutnya. Ketika bayi menggeliat.

2. agar udara yang tertelan dapat dikeluarkan sehingga tidak mendorong keluar susu yang telah diberikan. Muntah difenisikan sebagai keluarnya isi lambung sampai ke mulut dengan paksa atau dengan kekuatan.3 Penatalaksanaan Gumoh Cara mengatasi gumoh pada bayi adalah dengan menyendawakan bayi.1 Definisi Muntah Muntah merupakan pengeluaran cairan berupa ASI atau susu formula lebih dari 10 cc dan makanan jika bayi berusia di atas 6 bulan. Kadang kala juga keluar dari lubang hidung. 2. Tapi bisa terjadi pada bayi berumur 2 bulan dan dapat berlangsung sepanjang usia.3. Muntah 2. Gumoh masih terbilang normal ketika cairan yang masuk dan keluar masih seimbang. Muntah merupakan keluarnya kembali sebagian besar atau seluruh isi lambung yang terjadi setelah agak lama makanan masuk ke dalam lambung.gumoh. 2. yaitu dengan menepuk-nepuk punggung bayi dalam keadaan tegak. Muntah pada . Tidak terjadi pada bayi baru lahir. Bisa menjadi tanda adanya gangguan kesehatan atau gangguan fungsi pada organ pencernaan bayi.3. biasanya Menyembur seperti disemprotkan dari dalam perut dan disertai kontraksi otot perut.

Ganguan obstruksi saluran cerna kebanyakan terjadi di daerah esophagus dan usus halus. Bila muntah terjadi beberapa saat setelah lahir harus di pikirkan kemungkinan adanya tekanan intracranial yang meninggi atau obstruksi usus halus. 2. Muntah sebagai akibat obstruksi esophagus terjadi pada pemberian makan pertama.bayi merupakan gejala yang sering sekali dijumpai dan dapat terjadi pada berbagai gangguan.3.4 Penyebab Muntah  Penyebab Muntah Muntah sebenarnya merupakan keadaan yang relative jarang terjadi selama masa neonatal. gumoh yang . Diagnosis atresia esophagus dapat di duga jika terdapat hidramnion pada ibu.3.2 Sifat Muntah     Keluar cairan terus menerus (kemungkinan obstruksi esofagus). Muntah proyektif (kemungkinan stenosis pilorus) Muntah hijau kekuningan (kemungkinan obstruksi di bawah ampula vateri) Muntah segera lahir dan menetap (kemungkinan obstruksi usus) 2. Apabila selama hamil terdapat hydraamnion perlu di pikirkan kemungkinaan adanya atresia usus bagian atas. Sebagian besar biasanya hanyalah karena regurgitasi sebagai akibat kebanyakan makan atau kegagalan mengeluarkan udara yang tertelan(lihat juga refluks gastroesophageal).

infeksi saluran kelmih dan penyakit infeksi lainnya. dan kolon 3 jam setelah lair. Akalasia infilasi(kardiospasme). . Diagnosis harus segera di buat sebelum anak terdesak sewaktu makan dengan kemungkinan terjadinya aspirasi pneumonia.berlebihan. dan warnanya hijau(empedu). Muntah sebagai akibat obstruksi usus halus umumnya terjadi pada beberapa hari pertama kelahiran bayi dan sering menetap. sepsis. dapat di tegakkan diagnosisinya secara radiology. Muntah pula terjadi bukan karena obstruksi saluran cerna. Regurgitasi makanan karena relaksasi sfingter esophagus-lambung(kalasia) yang melanjut merupakan penyebab muntah. meningitis. yaitu dengan di dapatnya obsrtksi di daerah kardia esophagus tanpa di temukannya kelianan organic. hipertrofi adrenal. biasanya tidak proyektil. Muntah yang menetap mungkin terjadi pada hernia diafragmatika bawaan. dan terdapat tahanan ketika kateter di coba di masukkan ke dalam lambung. merupakan kegawatan perut yang harus di pertimbangkan. di ileum 2-3 jam. Muntah pada stenosis pylorus dapat terjadi setiap saat setelah lahir walaupun gejala yang jelas baru terlihat setelah berusia 2-3 minggu. Dalam keadaan normal. Selain itu tampak pula pemebesaran perut(buncit) dengan gambaran gelombang peristaltic yang dalam dan kurangnya atau tidak ada pergerakan usus. udara biasanya dapat di demonstrasikan secara radiologis di yeyunum dalam waktu 15-60 menit. suatu keadaan yang jarang terjadi pada bayi baru lahir. keadaan ini dapat di atasi dengan membuat posisi bayi setengah duduk. misalnya pada alergi susu. kecuali bila obstruksi terjadi di atas ampula vater. jumlahnya banyak. Foto perut berdiri akan memperlihatkan adanya uadara di dalam usus dana dapat menunjukan letak obstruksi. penggunaan barium kontras biasabya tidak di perlukan. Malrotasi di sertai adanya obstruksi karena volvulus.

kita bisa mengatasinya dengan . Adanya infeksi atau luka. Umumnya di atas usia 6 bulan. Namun bukannya bisa masuk. misalnya infeksi tenggorokan yang kadang-kadang dapat memicu bayi muntah. atresia desafagus.  Pada masa neonatus semakin banyak misalnya : : (Trak. Cairan muntah biasanya disertai bercak darah. Kel. Penyebab lainnya adalah:  Keluhan Kongenital saluran pencernaan. akan membaik dengan sendirinya. atresia/stenosis. Urinarus akut. misalnya kelainan katup pemisah lambung dan usus 12 jari. Jika refleks menelannya belum baik dan bayi belum bisa menelan makanan padat. Refleks menelan ini. terang Kishore lebih lanjut. Intrakranial yang tingi. Cairan muntah biasanya berwarna hijau. Hirschspruni tek. ketika makanan ditaruh di bagian depan lidahnya. intoksikasi dll. peritonitis) Faktor infeksi Faktor lain  : Invaginasi. si bayi berusaha menelannya dengan menjulurkan lidahnya.Muntah disebabkan oleh adanya kelainan pada sistem pencernaan bayi. cara memberi makan/minum salah. tak jadi masalah. Dan lain-lain. iritasi lambung. Seperti halnya bayi mau belajar merangkak. Hep. intrakranial. Tergantung kemampuan masing-masing bayi dalam menelan. Refleks Menelan Belum Bagus Bila karena refleks menelannya memang belum bagus. Sementara kalau dia mengisap ASI. malah makanannya jadi keluar lagi. karena puting ada di belakang lidahnya. kadang jalannya bukannya maju malah mundur karena koordinasi motoriknya belum bagus.

 Tak Kenal Dengan Makanannya Jika bayi tidak kenal atau tidak suka dengan makanannya. . Bisa jadi setiap kali melihat mangkuk makanan. “Jangan memaksakan bayi dengan kemauan kita karena akan membuatnya trauma. kita tahu bahwa pada saluran pencernaan itu ada saluran makan (esopnagus). Sementara kini dia mulai mendapatkan makanan yang agak kental. tentu akan ditolaknya. yang berawal dari tenggorokan sampai lambung.  Gangguan Sfingter Sementara bila karena ada gangguan di saluran cernanya. semisal nasi tim. baik yang semi padat ataupun padat.”  Rasanya Berbeda Ada pula bayi yang menolak nasi tim karena rasanya yang berbeda. Bila demikian kejadiannya. selama 6 bulan pertama. misalnya. bayi kenalnya hanya rasa manis. pemberiannya harus dimundurkan dengan cara agak diencerkan lagi. pada saluran yang menuju lambung ini ada semacam klep atau katup yang dinamakan sfingter. Muntah juga bisa terjadi. Jangan lupa. karena bayi kekenyangan makan atau minum ataupun karena bayinya mengulet hingga tekanan di perutnya tinggi.mengencerkan lagi makanannya dengan cara memblender hingga mudah baginya untuk menelan. akibatnya susunya keluar lagi. semisal bubur susu. atau makanan agak padat. dia jadi menangis karena takut dijejalkan. Fungsinya untuk mencegah keluarnya kembali makanan yang sudah masuk ke lambung. “Selama ini makanan yang diterima bayi selalu dalam bentuk cair.

Umumnya sfingter pada bayi belum bagus dan akan membaik dengan sendirinya sejalan bertambahnya usia. Tapi kalau makanan cair tidak. sifatnya sangat bervariasi. berat badan anak tetap naik. misal. berat badannya pun sulit naik. Kadang ada juga sfingter dengan gangguan. harus dicurigai sfingter-nya tak bagus. Namun kalau gangguannya ringan saja. kalau sfingter tak bagus. Jika gangguannya berat. adakalanya di usia itu pun si bayi masih mengalami gangguan. maka makanan yang masuk ke lambung bisa keluar lagi. Jadi. misal selama 1-2 bulan. terutama sehabis disusui. Namun.5 Komplikasi Muntah   Kehilangan cairan tubuh/elektrolit sehingga menyebabkan dehidrasi dan alkalosis. tiap kali diberikan makanan padat akan muntah. hingga menganggu pertumbuhan si bayi karena tak ada penyerapan makanan. bayi mulai berdiri tegak hingga makanan lebih mudah turun. Karena tidak mau makan/minum dapat menyebabkan ketosis. Apalagi bila berat badan bayinya tak naik-naik. Gejalanya biasanya kalau pada bayi akan lebih sering gumoh.3. . Tentunya. Begitupun bila setiap kali diberi makanan padat muntah. Umumnya di atas usia 6 bulan. muntahnya jarang dan setelah dilakukan pemeriksaan dengan rontgen atau USG ditemui hipertropi sfingter ringan. makanan cair pun biasanya tak bisa lewat. Diharapkan dengan bertambahnya usia. yaitu adanya otot pylorus yang menebal hingga makanan akan susah turun dari lambung ke usus. Biasanya kalau kejadiannya demikian. Biasanya kalau kasusnya demikian. tindakan operasi bisa ditunda. Selain itu. harus dilakukan tindakan operasi secepatnya untuk memperbaiki klepnya hingga saluran makanan dari lambung ke usus bisa jalan dengan lancar. yang disebut hipertropi pylorus stenosis. akhirnya keluar muntah. 2. Gejalanya. Apalagi bila ia ditidurkan dengan posisi telentang.

perdarahan conjungtiva. aspirasi cairan lambung. Possetting pengeluaran sedikit isi lambung sehabis makan. Bila muntah sering dan hebat akan terjadi ketegangan otot dinding perut. timbul perdarahan. infeksi mediastinum. Merycism) merupakan suatu kebiasaan abnormal. 2. biasanya meleleh keluar dari mulut. tidak berbahaya dan akan menghilang dengan sendirinya. Ruminasi (Rumination. diagnosa banding bukan hanya menyangkut masalah gastrointestinal tetapi juga masalah emergensi pada anak. ruptur esofagus. kelainan pada saraf seperti trauma dan infeksi. trauma. Muntah terus menerus dapat menyebabkan komplikasi dehidrasi. Beberapa keadaan dapat sebagai pencetus terjadinya muntah seperti infeksi. Pendekatan diagnosis Pendekatan muntah pada anak merupakan problem yang sulit. 3. gangguan pada pendengaran seperti dizziness dan motin sickes. gangguan elektrolit. jahitan lepas. mengeluarkan isi lambung. alergi. Penyebab muntah pada anak sangat bervariasi dan tergantung usia.  Ketosis akan menyebabkan asidosis yang akhirnya menjadi shock. iritasi makanan. mengunyahkan dan kemudian menelannya kembali. aspirasi muntah. Kadang-kadang dirangsang secara sadar dengan mengorek . (4) 2.6 Diagnosis banding 1. Sering didahului oleh bersendawa.

Dapat mengganggu pertumbuhan dan menimbulkan infeksi traktus respiratorus berulang akibat aspirasi. tidak berbahaya.2 . atau diangkat ke belakang seperti disendawakan atau ditengkurapkan agar muntahannya tak masuk ke saluran napas yang dapat menyumbat dan berakibat fatal. Sebagian besar akan menghilang sendiri dengan bertambahnya umur bayi. c. Menjaga/mengembalikan keseimbangan cairan dan elektrolit. malahan diperkirakan dapat merupkan salah satu penyebab sudden infant death syndrome.7 Penatalaksanaan dan Peran Bidan Terhadap Muntah Jika bayi muntah.faring dengan jari. . Setiap refluks tidak selalu disertai regurgitasi atau muntah. b. a. bidan dapat segera memiringkan tubuh bayi. 1. 2.(1) 2.3. Refluks Gastroesofageal (RGe) RGE adalah keluarnya isi lambung ke dalam esofagus. Metoklopramid. Spitting) disebabkan oleh inkompeten sfingter kardioesofageal dan/atau memanjangnya waktu pengosongan isi lambung. Kebiasaan ini sulit dihilangkan. Cisapride. Regurgitasi (Gumoh. memerlukan bimbingan psikologis/psikoteratif yang intensif 3. 4. misal: Domperidon (0. Keadaan ini mungkin normal atau dapat juga abnormal. tetapi setiap regurgitasi pasti disertai refluks.0. Diberi obat muntah (sesuai petunjuk dokter).4 mg/kg berat badan tiap 4-8 jam).

misalnya: ranitidin (2-3 mg/kg berat badan/kali. kulit pucat. tampak kehausan dan minum dengan cepat. Urin normal. Berat badan turun<5%.paru dan menyumbat jalan napas. Terapi rehidrasi dengan cairan intravena (infus) untuk itu segera dibawa ke fasilitas kesehatan. kulit tidak keriput. . gelisah. Tanda-tanda dehidrasi pada anak 1. Terapi penggantian cairan rehidrasi oral (CRO) 10ml/kgBB/setiap diare. sangat kering. Bersihkan segera bekas muntahnya. (2) Jika muntahnya keluar lewat hidung. kecuali membawanya segera ke dokter untuk ditangani lebih lanjut. Justru yang bahaya bila dari hidung masuk lagi terisap ke saluran napas. berat badan turun>10% dari berat badan sebelumnya. berat badan turun 5-10% dari berat badan sebelumnya. air mata berkurang. 2-5ml/kgBB setiap muntah. tidak mau minum. 3. berikan cairan sesuai dengan yang keluar. 2. kelopak mata normal. Karena bisa masuk ke paru. kelopak mata cekung. mau minum normal. berikanlah antagonis H2. Dehidrasi berat : lemah. 2 x sehari). tidak sadar. orang tua tak perlu khawatir. air mata banyak. mulut tidak kering.3. mulut kering. kelopak mata sangat cekung. Diberikan rehidrasi dengan CRO 75mg/kgBB/3jam dan penggantian cairan sama seperti dehidrasi ringan. Ini berarti muntahnya keluar. Tanpa dehidrasi: sadar. Bila terdapat esofagitis. Jika ada muntah masuk ke paru-paru tak bisa dilakukan tindakan apa-apa. Dehidrasi ringan-sedang : rewel. urin berkurang. kulit pucat. Jika terdapat dehidrasi.

Dapat juga dilakukan dengan cara-cara berikut ini :         Pengkajian faktor penyebab. Diet yang sesuai dan jangan berikan makanan yang merangsang. 3. Jika lubang terlalu kecil akan meningkatkan udara yang masuk. 5. 2. 6.misal Berikan ASI /susu dengan jumlah Hindari meletakkan bayi di kursi bayi karena akan meningkatkan tekanan pada sedikit tapi sering. 4. Bahkan bayi terkadang masih membutuhkan bersendawa di antara 2 waktu menysusu.susu akan mengalir dengan cepat yang bisa memungkinkan bayi gumoh. Jaga agar bayi tetap dalam posisi tegak sekitar 30 menit setelah menyusu. Jika terlalu besar . Pengobatan tergantung kepada penyebab Beri suasana tenang Perlakukan bayi/anak dengan baik dan hati-hati. Hindari memberikan ASI/susu saat bayi berbaring. Hindari merangsang aktivitas yang berlebihan setelah bayi menyusu. Cek lubang dot yang digunakan untuk memberikan ASI/susu. Kontrol jumlah ASI/susu yang diberikan. perut. Kaji sifat muntah Diberi obat anti emetik Bila ada kelainan yang sangat penting segera rujuk. Sendawakan bayi segera setelah menyusu. . Cara meminimalisir Gumoh atau muntah bayi : 1.

Jangan mengangkat bayi saat gumoh atau muntah. 8. 2. Kepalanya lebih tinggi dari kaki sehingga membentuk sudut 45 derajat. Sebaiknya. masuk ke paru dan akhirnya justru mengganggu paru. 10. posisi bayi dimiringkan. G: Mengalir biasa dari mulut. M: Banyak. Terdapat beberapa perbedaan antara gumoh dan muntah. Jika menyusui. Dari cara keluar. kurang dari 10 cc. karena muntah atau gumoh bisa turun. yaitu: 1. 9. . Jadi cairan yang masuk bisa turun ke bawah. lebih dari 10 cc. Tidak disertai kontraksi otot perut. Segera mengangkat bayi saat gumoh adalah berbahaya.7. Biarkan saja ia muntah sampai tuntas jangan ditahan. serupa tapi tak sama. miringkan atau tengkurapkan anak. Berupa ASI yang sudah ditelan si kecil. Berupa ASI atau susu formula dan makanan jika si kecil berusia di atas 6 bulan. Hindari memberikan ASI/susu ketika bayi sangat lapar. G: Sedikit. Dapat terjadi radang paru. 2. Dari volume cairan/makanan yang dimuntahkan.4 Perbedaan muntah dan gumoh Muntah dan gumoh. karena bayi akan tergesa- gesa saat minum sehingga akan menimbulkan udara masuk. Biarkan saja jika bayi mengeluarkan gumoh dari hidungnya. Hal ini justru lebih baik daripada cairan kembali dihirup dan masuk ke dalam paru-paru karena bisa menyebabkan radang atau infeksi.

2-4 bulan atau 6 bulan dan akan hilang dengan sendirinya. G: Proses alami dan wajar untuk mengeluarkan udara yang tertelan bayi saat minum ASI. biasanya terjadi pada bayi prematur. misalnya infeksi tenggorokan yang kadang-kadang dapat memicu bayi muntah. 4. Cairan muntah biasanya berwarna hijau. misalnya kelainan katup pemisah lambung dan usus 12 jari. Saat minum atau makan ada udara yang ikut tertelan. Kadang kala juga keluar dari lubang hidung. Cairan muntah biasanya disertai bercak darah. karena otot-otot penghubung mulut dan kerongkongan belum matang. 3. Tapi bisa terjadi pada bayi berumur 2 bulan dan dapat berlangsung sepanjang usia. M: Bisa menjadi tanda adanya gangguan kesehatan atau gangguan fungsi pada organ pencernaan bayi. G: Kebanyakan terjadi pada bayi berumur beberapa minggu. M: Ada kelainan pada sistem pencernaan bayi. Penyebab. Bayi gagal menelan. G: Bayi terlalu banyak minum ASI. .M: Menyembur seperti disemprotkan dari dalam perut dan disertai kontraksi otot perut. 5. Adanya infeksi atau luka. Arti. M: Tidak terjadi pada bayi baru lahir. Dilihat dari umur bayi.

BAB III KESIMPULAN .

DAFTAR PUSTAKA .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->