BAB 1 LATAR BELAKANG

Sejarah perkembangan batik kita tidak lepas dari pengaruh masyarakat dahulu, sebagaimana diteliti, batik Indonesia berhubungan erat dengan kerajaan Majapahit. Batik Indonesia mulai berkembang pada abad ke-18 dan 19, yang mula-mulanya berkembang di pulau Jawa. Mulanya batik itu hanya berkembang di lingkungan keraton saja, yang dikerjakan dan digunakan oleh warga di lingkungan keraton saja. Lama-kelaman batik meluas sampai keluar dari lingkungan keraton, yang menjadi pekerjaan wanita rumah tangga untuk mengisi waktu senggang mereka.akhirnya batik yang dulunya hanya digunakan oleh masyarakat keraton, setelah itu meluas dan digunakan oleh seluruh masyarakat. Tahap perkembangan batik di indonesia pun melalui beberapa tahap yaitu tahap pertama pada zaman majapahi, zaman penyebaran islam, munculnya pembatikan di Indonesia, pembuatan batik diluar jawa, dan sampai batik dikenal oleh dunia internasional. Perwakilan RI di negara anggota Tim Juri (Subsidiary Body), yaitu di Persatuan Emirat Arab, Turki, Estonia, Mexico, Kenya dan Korea Selatan serta UNESCO-Paris, memegang peranan penting dalam memperkenalkan batik secara lebih luas kepada para anggota Subsidiary Body, sehingga mereka lebih seksama mempelajari dokumen nominasi Batik Indonesia. UNESCO mencatat Batik Indonesia dan satu usulan lainnya dari Spanyol merupakan dokumen nominasi terbaik dan dapat dijadikan contoh dalam proses nominasi mata budaya tak-benda di masadatang. UNESCO mengakui bahwa Batik Indonesia mempunyai teknik dan simbol budaya yang menjadi identitas rakyat Indonesia mulai dari lahir sampai meninggal, bayi digendong dengan kain batik bercorak simbol yang membawa keberuntungan, dan yang meninggal ditutup dengan kainbatik. . UNESCO memasukkan Batik Indonesia ke dalam Representative List karena telah memenuhi kriteria, antara lain kaya dengan simbol-simbol dan filosofi kehidupan rakyat Indonesia.

4 mengatahui cara mendayagunakan batik sebagai warisan budaya yang bisa didayagunakan dalam ekonomi indonesia . Selain itu batik juga merupakan ciri khas negara Indonesia. 1.3 Apa pengaruh batik yang mulai memasuki pasar? Disini kami akan membahas bagaimana pengaruh batik bagi ekonomi indonesia 1.4 bagaimana pengaruh Batik yang memasuki Pasar dan Sumbangsihnya terhadap Perekonomian Nasional 2. 2. Ada pun tujuan penulisan meliputi: 2. Tujuan penulisan Didalam pembuatan makalah ini.2 Bagaimana historis batik itu sendiri Disini kami membahas bagaimana sejarah perkemabangan batik dari zaman ke zaman hingga meluas ke dunia internasional. dan jenis jenis batik. terdapat unsur-unsur tertemtu yang dianggap sangat penting.1 Apa itu yang disebut dengan budaya batik Disini kami akan membahas apa yang dimaksud dengan budaya batik itu sendiri.1 Makalah ini kami buat sebagai bahan referensi bagi kami selaku mahasiswa 2. 1. Termasuk pengertian batik. Serta mengetahui bagaimana batik itu memberikan dampak yang sangat besar bagi masyarakat Indonesia. Selain memberikan gambaran tentang nilai batik. 2.BAB 2 PEMBAHASAN MASALAH 1.2 Mengetahui sejauh manakah peran batik bagi kehidupan sosial masyarakat. Rumusan Masalah Untuk lebih memahami tentang pengaruh perubahan sosial akibat budaya batik yang meluas . sebagai bahan pembelajaran. ada baiknya untuk kita mengkaji lebih dalam lagi tentang asal usul batik itu sendiri. 1.3 Melalui makalah ini diharapkan agar kita semua mengetahui bahwa batik itu adalah budaya kita yang harus dijaga serta diaplikasikan didalam kehidupan sehari-hari. kita juga mengetahui konsep-konsep perubahan sosial masyarakat.

sistem pengetahuan. Kreasi spiritual ini senantiasa lahir dalam hati dan pikiran manusia yang mengutamakan tindakan dan pembaru agama. hukum. adat istiadat. Faktor internal seperti perubahan jumlah penduduk. Taylor yakni keseluruhan yang kompleks. kepercyaan. yang didalamnya terkandung pengetahuan. dan pengaruh kebudayaan masyarakat lain. kesenian. penemuan baru. Menurut Hirschman perubahan sosial budaya adalah sebuah gejala berubahnya struktur sosial dan pola budaya dalam suatu masyarakat yang terjadi sepanjang masa dalam setiap masyarakat. terjadinya konflik atau revolusi. Max Weber mengatakan akibat daripada sistem gagasan. cara dan pola pikir masyarakat. peperangan. Perubahan itu terjadi sesuai dengan hakikat dan sifat dasar manusia yang selalu ingin mengadakan perubahan serta akibat beberapa factor diantaranya yaitu. Dari perubahan tersebut akan timbulnya tatanan masyarakat dari yang semula tradisional agraris menuju ke masyarakat yang lebih modern. Kebudayaan bagi Edward B.Bab 3 LANDASAN TEORI Menurut Benedetto Croce (1951) sejarah merupakan rekaman kreasi jiwa manusia di semua bidang baik teioritikal maupun pratikal. Pengaruh perubahan sosial terjadi adanya penerimaan masyarakat pada perubahan sikap masyarakat yang bersangkutan. komunikasi. sistem kepercayaan yang justru terjadinya perubahan. dan kemampuan – kemampuan lain yang di dapat oleh seseorang sebagai anggota masyarakat. . moral. dan faktor eksternal seperti bencana alam dan perubahan iklim.

1-2) di dalam buku Bathik merupakan Busana Tatanan dan Tuntunan. dapat dikatakan jika suatu kain mengunakan lilin dan malam dalam pengerjaannya walaupun tidak mempunyai corak batik. Berikut ini beberapa tahap perkembangan batik indonesia. Berdasarkan catatan sejarah. yang dikerjakan dan digunakan oleh warga di lingkungan keraton saja. dan kepala desanya seorang kiyai yang statusnya tirun-temurun. yang menjadi pekerjaan wanita rumah tangga untuk mengisi waktu senggang mereka. Sejak zaman penjajahan Belanda hingga zaman kemerdekaan ini desa Majan berstatus desa Merdikan (Daerah Istimewa). para penulis terdahulu menggunakan istilah batik yang sebenarnya ditulis dengan kata “batik” akan tetapi seharusnya “ bathik”. Ia menuliskan bahwa. Akhirnya dihasilkan sehelai kain yang disebut batik berupa beragam motif yang mempunyai sifat-sifat khusus (1981: VI). Mulanya batik itu hanya berkembang di linkungan keraton saja. Sebaliknya. Ciri khas batik ini hampir sama dengan batik-batik keluaran Yogyakarta.setelah itu malam dihilangkan dengan cara merebus kain. yaitu dasarnya putih dan warna coraknya coklat muda dan biru tua. yang mula-mulanya berkembang di pulau Jawa. Yang membawa islam kedaerah Ponorogo ini yaitu Raden Kotong (adik Raden . yaitu: 1. 1999: 22). setaelah itu meluas dan digunakan oleh seluruh masyarakat. Hal ini mengacu pada huruf Jawa “tha” bukan “ta” dan pemakaian bathik sebagai rangkaian dari titik adalah kurang tepat atau dikatakan salah. Mengenai penulisan kata “batik” menurut Kalinggo Hanggopuro (2002. Zat perintang yang sering digunakan ialah lilin atau malam. Pembuatan batik Majan ini merupakan naluri (peninggalan) dari seni membuat batik zaman perang Diponegoro itu. 1. pada tahun 1705 seorang Belanda bernama Chastelain telah menggunakan istilah “batex” (batik) dalam laporannya kepada Gubernur Belanda Rijcklof Van Goens (Veldhuisen. Menurut Hamzuri dalam bukunya yang berjudul Batik Klasik menyatakan bahwa : Batik adalah cara untuk memberi hiasan pada kain dengan cara menutupi bagian-bagian tertentu dengan menggunakan perintang. sudah dapat dikatakan sebagai kain batik. batik Indonesia berhubungan erat dengan kerajaan Majapahit. dapat ditelusuri di daerah Mojokerto dan Tulunggung.kain yang sudah digambar dengan menggunakan malam kemudian diberi warna dengan cara pencelupan. Zaman Penyebaran Islam Perkembangan batik Indonesia selanjutnya berkembang pada masa perkembangan islam ayaitu di daerah Ponorogo. sebagian dari pasukan Kyai Mojo mengundurkan diri ke arah timur (sekarang bernama Majan). Ikhwal orang yang memperkenalkan kata batik dalam dunia International tidak diketahui dengan jelas. Lama-kelaman batik meluas sampai keluar dari lingkungan keraton.2 Sejarah Batik Sejarah perkembangan batik kita tidak lepas dari pengaruh masyarakat dahulu. walaupun kain itu bermotif batik.akhirnya batik yang dulunya hanya digunakan oleh masyarakat keraton. Zaman Majapahit Batik yang telah menjadi kebudayaan di kerajaan Majahit. sebagaimana diteliti. Batik Indonesia mulai berkembang pada abad ke-18 dan 19. Saat berkecamuknya clash antara tentara kolonial Belanda dengan pasukan-pasukan pangeran Diponegoro.BAB 4 Pembahasan 1. Berdasarkan pengertian batik diatas.1 Apa itu yang disebut dengan budaya batik Kata batik cukup populer dikalangan masyarakat Indonesia khususnya Jawa. tapi dalam pengerjaannya tidak menggunakan lilin dan malam tidak disebut dengan batik. 4.

Tempat yang dipilih berdekatan dengan Tanah Abang. Batik-batik produksi daerah Solo. Oleh karena putri keraton Solo menjadi istri Kyai Hasan Basri maka dibawalah ke Tegalsari dan diikuti oleh pengiringpengiringnya. khususnya Tanah Abang. Sidi Ali. Tasikmalaya. dan yang meninggal ditutup dengan kainbatik. Setelah PD I (saat proses pembatikan cap mulai dikenal). ditirulah pembuatan pola-polanya dan diterapkan pada kayu sebagai alat cap. Ditambah lagi setelah kemerdekaan Indonesia. Semua ini akibat blokade-blokade Belanda. terutama batik-batik produksi Pekalongan. persediaan batik yang ada pada pedagang batik sudah habis. Pembatikan di Luar Jawa Sumatera Barat termasuk daerah konsumen batik sejak zaman sebelum PD I. Turki. Sidi Zakaria. Daerah pemasaran untuk tekstil dan batik di Jakarta yang terkenal ialah: Tanah Abang. Peristiwa inilah yang membawa seni batik keluar dari keraton menuju ke Ponorogo. Solo. Bagindo Idris. Waktu itu seni batik baru terbatas dalam lingkungan keraton. Dari sini baru dikirim ke daerahdaerah di luar Jawa. hubungan antara kedua pulau bertambah sulit. UNESCO memasukkan Batik Indonesia ke dalam Representative List karena telah memenuhi . dan Yogya. Pengusaha-pengusaha batik yang muncul sesudah PD I. 1.Patah). Sejak putusnya hubungan antara Sumatera dengan Jawa waktu pendudukan Jepang. maka timbul pemikiran dari pedagang-pedagang batik itu untuk membuka perusahaan batik di Jakarta. Yogya. Pembatikan mulai berkembang di Padang setelah pendudukan Jepang. bertemu di Pasar Tanah Abang. Daerah Ponorogo awal abad ke-20 terkenal batiknya dalam pewarnaan nila yang tidak luntur dan itulah sebabnya pengusaha-pengusaha batik dari Banyumas dan Solo banyak memberikan pekerjaan kepada pengusaha-pengusaha batik di Ponorogo 1. Ponorogo. Batik Indonesia dikenal oleh dunia internasional Perwakilan RI di negara anggota Tim Juri (Subsidiary Body). dammar. memegang peranan penting dalam memperkenalkan batik secara lebih luas kepada para anggota Subsidiary Body. kunyit. 1. Pekalongan. gambir. dan juga bahan-bahan baku batik diperdagangkan di tempat yang sama. UNESCO mengakui bahwa Batik Indonesia mempunyai teknik dan simbol budaya yang menjadi identitas rakyat Indonesia mulai dari lahir sampai meninggal. sehingga mereka lebih seksama mempelajari dokumen nominasi Batik Indonesia. yaitu di Persatuan Emirat Arab. Bahan kain putihnya diambilkan dari kain putih bekas dan hasil tenun tangan. Pembuatan batik cap di Ponorogo baru dikenal setelah perang dunia I yang dibawa oleh seorang Cina bernama Kwee Seng dari Banyumas. Tulungagung. Kenya dan Korea Selatan serta UNESCO-Paris. Ciamis dan Cirebon serta lain-lain daerah. Obat-obat batik yang dipakai juga hasil buatan sendiri yaitu dari tumbuh-tumbuhan seperti mengkudu. dari batik-batik yang dibuat di Jawa. Yogya. dan buruh-buruh batiknya didatangkan dari daerah-daerah pembatikan Pekalongan. Sutan Salim. Di samping itu banyak pula keluarga keraton Solo belajar di pesantren ini. bayi digendong dengan kain batik bercorak simbol yang membawa keberuntungan. terdiri dari bangsa Cina. Maka pedagang-pedagang batik yang biasa berhubungan dengan pulau Jawa mencari jalan untuk membuat batik sendiri. dan sebagainya. Waslim (asal Pekalongan) dan Sutan Razab. dan Solo. Estonia. Banyumas. Jatinegara dan Jakarta Kota. Pembatikan di Jakarta Sejak zaman sebelum Perang Dunia I (PD I). Dengan hasil karya sendiri dan penelitian yang seksama. UNESCO mencatat Batik Indonesia dan satu usulan lainnya dari Spanyol merupakan dokumen nominasi terbaik dan dapat dijadikan contoh dalam proses nominasi mata budaya tak-benda di masadatang. Mexico. Jakarta telah menjadi pusat perdagangan antar daerah di Indonesia. produksi batik meningkat dan pedagang-pedagang batik mencari daerah pemasaran baru. Di Sumatera Barat yang berkembang terlebih dahulu adalah industri tenun tangan yang terkenal tenun Silungkang dan tenun Plekat. Perusahaan batik pertama muncul yaitu daerah Sampan Kabupaten Padang Pariaman tahun 1946 antara lain. Sutan Sjamsudin dan di Payakumbuh tahun 1948 Sdr. Oleh karena pusat pemasaran batik sebagian besar di Jakarta.

Ketetapan raja yang menyangkut busana karaton dapat diartikan sebagai perintah untuk meningkatka ketrampilan. pakaian batik sudah banyak mengalami revolusi. 2) Keindahan jiwa atau filosofi. air. menetapkan corak. . Design lebih indah dan modis mulai dibentuk. tumbuhan. Sekarang. karena masyarakat menganganggap batik sudah menjadi satu kesatuan yang yang tidak dapat dipisahkan. 2001: 21). diadopsi dari adat karaton. Salah satu aturan yang melarang pemakaian corak batik tertentu dikeluarkan pada tahun 1769 di Surakarta oleh Paku Buwana III (1749-1788): Menurut Pangageng Sasana Pustaka Karaton Kasunanan Surakarta Gusti Pangeran Haryo Puger antara batik dan upacara adat keduanya salingmelengkapi. Karaton memandang perlu untik membuat aturan supaya kedudukan raja tetap kuat dan mutlak. batu-batuan. 1980: 179) Batik klasik dibuat untuk mewujudkan nilai-nilai budaya Jawa merupakan batik yang dipengaruhi oleh nilai tradisi Jawa dan didukung oleh kalanga bangsawan karaton Yogyakarta dan Surakarta (Hasanudin. Dalam budya Jawa.kriteria.jenis batik Indonesia meliputi : 1. gunung api dan sebagainya (Hamzuri. Batik modern Pada zaman modern ini. terdapat ketentuan yang menyangkut keluarga raja dan pejabat karaton dalam bertindak.1981:36). Memilih kain. khususnya bagi lingkungan karaton. kerajinan. yaitu rasa indah yang diperoleh karena perpaduan yang harmoni dari susunan bentuk dan warna melalui penglihatan panca indera. Jenis. karena bermakna filosofis. yaitu mengandung unsur-unsur ajaran hidup yang banyak digunakan khususnya Keindahan batik klasik terletak pada susunan motif. 1. antara lain kaya dengan simbol-simbol dan filosofi kehidupan rakyat Indonesia. dan berpakaian agar sesuai dengan aturan karaton. maka banyak design model baju batik modern dengan corak baru muncul untuk semakin memperkaya pilihan kepada para konsumen. Supaya budaya batik ini dapat bertahan. khususnya kain batik. pegawai negeri. sandal. Batik di Indonesia telah mengalami perkembangan desain sebagai akibat dari perpaduan dengan berbagai budaya yang pernah masuk ke Nusantara. Keindahan batik klasik ada 2 macam. tas. berbicara. orang-orang pergi ke pesta mewah sekalipun telah menggunakan batik sebagai pakaian maupun gaunnya. Ada banyak sekali design baju batik yang telah mengalami perubahan ke design model baju batik modern untuk dapat mengimbangi fashion. siswa sekolahpun di wajibkan untuk memakai seragam batik pada hari-hari tertentu. khususnya di lingkungan Karaton. Bahkan para pejabat Negara. Perkembangan batik ini telah mendapat tempat yang baik di masyarakat. dan kehalusandalam tata busana karaton. Batik klasik Batik klasik merupakan suatu karya seni yang bersifat kuno atau tradisi yang memiliki kadar keindahan tinggi. pola dan teknik pembuatannya yang sangat sempurna. awan. dan memilih warna terkait dengam tujuan pencapaian tingkatan yang lebih halus. yaitu rasa indah yang diperoleh karena susunan arti atau lambang yang membuat gambar sesuai dengan paham yang dimengerti (Susanto. batik mampu membuat gebrakan mode di tanah air Indonesia. warna. Dan semoga hal ini terus berlanjut. yaitu: 1) Keindahan visual. Dengan menggabungkan konsep tradisional dan modern. Berkembang pesat dan mencapai puncaknya serta tidak luntur sepanjang masa. dan masih banyak lagi. menggambarkan ragam hias. motifnya banyak yang menerapkan motif gubahan (slitiran) baik bentuk binatang.turun-temurun dan sudah menjadi kebiasaan yang dianut leh masyarakat. Kehalusan bukan saja dalam bahasa tetapi juga diwujudkan dalambahasa rupa. Bahkan sekarang batik dibuat juga dalam bentuk jaket.

Tentu saja sudah bergeser dari fungsi sebelumnya. Batik menjadi sepi peminat. Meningkatnya minat masyarakat dengan batik seiring dengan kesadaran pelestarian budaya. Salah satu contoh pengusaha batik yang mengembangkan batiknya dari dulu hingga kini adalah Danarsih Santoso. Semenjak berhembusnya angin segar dengan adanya pengakuan UNESCO batik berkembang tidak hanya secara hilir. mulai ditinggalkan. norak. menemukan motif baru yaitu dengan melihat pasar. Nilai-nilai artistik dan estetik diutamakan. Batik saat ini berlombalomba untuk lebih fashionable. Berbagai industri batik dari skala kecil hingga besar bermunculan. Meskipun demikian. Deklarasi itu ternyata mampu membangkitkan spirit “berbatik ria” di masyarakat Indonesia. Motif seperti apa yang disenangi pasar. euforia batik bakal lebih mendatangkan aura positif bagi pertumbuhan dan pengembangan perekonomian nasional. setiap orang bebas menggunakan motif batik mana yang ia sukai tanpa memandang lagi nilai-nilai budaya. motif batik yang digunakan hanya untuk seorang sultan saat ini bisa saja digunakan oleh orang biasa. untuk menemukan motif batik saja orang harus melakukan semedi. Nilai-nilai religi. batik kini memiliki kekuatan ekonomi yang luar biasa. Perekonomian masyarakat di daerah-daerah sentra produksi batik naik secara signikan. Selain itu. Tentu saja belum termasuk konsumen luar negeri.4. masyarakat semakin meninggalkan batik.3 Batik yang memasuki Pasar dan Sumbangsihnya terhadap Perekonomian Nasional Sejak awal diciptakannya batik telah banyak mengalami perubahan. Sebelum munculnya klaim Malaysia atas batik. Kordinasi antar pengusaha serta minimnya pekerja membuat hambatan tersendiri para pengrajin. Pada zaman dahulu. Berdasarkan data Kementrian Perindustrian. Bagaimana kinerja ekspor batik nasional? Mari kita lihat realisasi ekspor batik Indonesia selama lima tahun terakhir.000 pegawai dengan 20 gerai yang tersebar diseluruh kota-kota besar di Indonesia. Dari hulu. Sekarang. Sejatinya. Di Pekalongan misalnya. Klaim Malaysia atas batik secara tidak langsung menyadarkan arti penting batik dalam dunia budaya. Seolah jendela dunia bisnis terbuka lebar ketika pada 2 Oktober 2009 lalu. industri canting juga meningkat tajam. Peningkatan itu terjadi setelah UNESCO menetapkan batik sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi (Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity) sejak 2 Oktober 2009. Batik terkesan formal. Inilah euforia batik. Berbeda dengan sekarang. UNESCO mendeklarasikan batik Indonesia sebagai warisan budaya dunia. ide. maka motif itulah yang akan dibuat. Usaha yang ia dirikan saat ini telah memiliki 10. selama tahun 2010 saja konsumen batik telah mencapai angka 72. sehingga banyak orang merasa tidak percaya diri untuk menggunakannya.Industri batik mendorong perekonomian nasinal. Batik memang menjadi kekuatan ekonomi kerakyatan yang baru. klenik. dan nilai-nilai budaya dari batik itu sendiri cenderung pudar. Dengan bahasa lebih bening. inilah tantangan bagi kita untuk mengangkat batik sebagai salah satu pilar ekonomi rakyat. diketahui bahwa minat masyarakat terhadap batik semakin meningkat. penjualan batik di sejumlah gerai batik laku keras alias laris manis. Pergeseran fungsi dan penggunaan batik turut mendorong ekonomisasi batik. saat ini pengrajin canting sudah mencapai lebih dari 70 pengusaha. Kekuatan ekonomi batik sendiri sudah teruji. pengusaha pemiliki usaha batik berlabel Danarhadi. Motif-motif yang sakral digunakan pada sofa. Canting merupakan alat untuk menempelkan malam pada mori. melalui moderenisasi batik.86 juta jiwa di seluruh Indonesia. Tabel 1: Nilai Ekspor Batik Nasional 2004-2009 Tahun Nilai Ekspor Batik Nasional . Canting dibuat dari tembaga yang dibuat secara tradisional. Masyarakat mulai menyadari betapa pentingnya karya-karya budaya seperti batik setelah insiden pengakuan batik oleh Malaysia beberapa tahun silam. Dari jumlah itu. Kabarnya. Misalnya saja. para pengrajin gulung tikar.

89 juta 2008 USS 32.28 juta Triwulan I 2009 US$ 10. Selain itu.41 juta 2005 US$ 12. Artinya. generasi pembatik umumnya sudah berusia relatif lanjut. baru mencapai 33. Afrika Selatan dan Polandia. dan penanganan penyelundupan. Dilihat dari sisi ketersediaan bahan baku sutera. bahkan Departemen Perindustrian telah mendokumentasi sebanyak 2. Vietnam. Pemerintah menargetkan ekspor Tekstil dan Produk Tekstil (TPT) – termasuk di dalamnya batik – mencapai sekitar US$11.86 juta Sumber: Suara Pembaruan. pemerintah menargetkan 2009 ekspor TPT mencapai US$11. Kondisi tersebut terjadi karena usaha perlindungan HKI di negara ini belum maksimal. Masalah lain yang harus diatasi adalah masalah pendanaan.27 juta 2007 US$ 20. sehingga perlu upaya khusus untuk menggugah minat kalangan muda untuk terjun ke usaha batik. Misalnya. Dari sisi teknologi. Oleh karena itu. Saat ini industri TPT diakui juga menghadapi masalah daya saing terkait usia mesin industri tersebut yang sebagian besar (sekitar 75%) berusia sekitar 20 tahun sehingga membutuhkan peremajaan mesin baru untuk bersaing di pasar internasional dan domestik yang semakin ketat. tidak termasuk industri kecil dan rumah tangga. Banyak yang berharap. euforia batik bakal mampu mengerek kinerja ekspor batik nasional.46 juta 2006 US$ 14. Dari sisi pemasaran. Dalam kaitan tersebut. Industri TPT masih menjadi salah satu industri prioritas yang akan dikembangkan karena mampu memberi kontribusi yang signifikan bagi perekonomian nasional. Sehingga pada gilirannya akan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dan menyerap tenaga kerja.45 miliar pada 2006 dan US$10. adalah tantangan dari negara pesaing yang semakin meluas antara lain dari Malaysia. jumlahnya masih kurang dari permintaan pasar. serat dan benang sutera umumnya masih impor. ditengarai bahwa motif-motif batik tradisional. 3 Oktober 2009. Itu belum termasuk pemakaian zat warna alam yang masih belum mendapat hasil stabil satu sama lain. Itu sedikit meningkat dibanding proyeksi ekspor tahun 2008 sebesar US$11 miliar.64% dibandingkan dengan kinerja ekspor pada 2008. Terkait masalah Hak Kekayaan Intelektual (HKI).8 miliar pada 2009. Tantangan yang dihadapi industri batik itu antara lain mengenai Sumber Daya Manusia (SDM).62 juta tenaga kerja. ketenagakerjaan.2004 US$ 34. sesungguhnya kegiatan dokumentasi motif batik sudah banyak dilakukan oleh masyarakat.2 juta tenaga kerja.03 miliar pada 2007. Secara konsisten industri TPT memberi surplus (net ekspor) di atas US$5 miliar dalam kurun waktu 10 tahun terakhir ini. Realisasi ekspor hingga semester 1 tahun 2009 baru mencapai US$ 10. Thailand.86 juta. Segi pemasaran batik Indonesia juga belum fokus untuk mengangkat batik Indonesia sebagai high fashion dunia.8 miliar dengan penyerapan 1. Singapura. Industri TPT 2006 lalu menyerap 1. . Selain itu menyumbang devisa sebesar US$9.788 motif batik dan tenun tradisional dalam bentuk CD (Compact Disc). belakangan ini banyak ditiru oleh para perajin dari negara-negara lain. para pengusaha industri batik umumnya belum melakukan perbaikan sistem dan teknik produksi agar lebih produktif dan mutunya bisa sama untuk setiap lembar kain batik.

5. Agar kita selalu memilki kesenian yang telah dimilki Indonesia sejak dulu. walaupun begitu.2 saran Cinta dan penggunaan terhadap produk batik dalam negeri memiliki banyak sisi positif sehingga patut dilakukan. Batik Indonesia diakui oleh dunia sebagai batik yang betul-betul sempurna keindahannya. Dengan demikian semoga kedepannya kita lebih mengenal dan mencintai budaya nasional warisan leluhur kita khususnya batik dalam semua kekreatifan kita dalam semua aktifitas yang kita lakukan agar dapat menjaganya dan berharap supaya masyarakat bisa memahaminya dan terus mempertahankan kesenian ini.BAB 5 PENUTUP 5. Seni Batik kurang terperhatikan untuk diberdayakan sebagai sumber devisa yang sangat potensial.1 Kesimpulan Batik merupakan produk budaya Indonesia yang sangat unik dan merupakan kekayaan budaya yang harus dilestarikan dan dibudidayakan. Jika kondisi ini kita relakan berjalan dengan apa adanya. Solo. melainkan juga kerugian dari segi keotentikannya sebagai produk peradaban bangsa Indonesia akan terancam semakin samar di mata dunia internasioanal dan lama kelamaan akan luntur ditelan zaman. maka bisa diprediksikan negara kita akan mengalami kerugian yang sangat memprihatinkan. Disarankan pula agar tidak membeli dan menggunakan produk dalam negeri begitu saja. dunia mengakui bahwa batik berkembang pesat di Indonesia. Batik telah ada sejak zaman kerajaan Majapahit dan kemudian memperluas tepat di masa kerajaan Mataran. Kerugian tersebut tidak hanya dari segi materi yang mana bisa kita daya gunakan untuk mendongkrak devisa negara melalui sektor pariwisata maupun ekspor-impor. dan Yogyakarta. Hingga kini busana batik digunakan sebagai pakaian yang sangat eksotisatik. Batik juga merupakan salah satu solusi potensial untuk mendongkrak devisa negara melalui revitalisasi industri kecil dan menengah. Kain batik merupakan kain universal yang terdapat di berbagai negara. akan lebih baik bila disertai pula dengan rasa cinta tanah air sehingga dapat menjadi sikap nasionalisme yang baik. Namun sepertinya baju Batik yang merupakan produk peradaban dan kebudayaan Nusantara kita sedang hampir mengalami ‘kecolongan’. . baik mengenai desain maupun proses pembuatannya.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful