X

UNIT 2 Gaya Gesek

x

Kelompok II Indriani Nur HIyahara Ernawati Kamsia Samsidah Haling

Tujuan Percobaan • Mengetahui faktor – faktor yang mempengaruhi besarnya gaya gesekan • Mengetahui pengaruh gaya tarik terhadap keadaan benda • Mengetahui pengaruh gaya normal terhadap gaya gesek. • Mengetahui pengaruh keadaan permukaan terhadap gaya gesek.

Alat-alat/Bahan • Neraca pegas 0-5 N • Katrol Meja • Balok kasar • Balok licin • Beban @ 50 gram • Tali/benang • Papan landasan .

dan dalam cgs adalah dyne. Besarnya gaya yang diukur ditunjukkan oleh jarum penunjuk yang ada pada neraca pegas. Satuan gaya dalam MKS adalah Newton ( N ). .Gaya adalah suatu tarikan atau dorongan yang dikerahkan sebuah benda terhadap benda lain. GAYA Gaya dapat diukur langsung dengan menggunakan neraca pegas..

dan akhirnya berhenti. Gaya Gesekan adalah gaya yang melawan gerakan antara dua permukaan yang saling bersentuhan. gerak buku semakin lama semakin pelan. Gesekan itulah yang menyebabkan gerakan buku itu menjadi semakin lambat dan akhirnya berhenti.Jika kamu meluncurkan sebuah buku di atas meja. Gaya itu adalah gesekan. .. Sebuah gaya tak terlihat bekerja antara buku dan meja tersebut.

Besar Gaya Gesek f   .N .

maka balok dalam keadaan diam 2.1. untuk harga F = f. untuk harga F > f maka benda bergerak dan gaya gesekan statis f akan berubah menjadi gaya gesekan kinetic (fk) . maka balok tepat saat akan bergerak 3. untuk harga F < f.

Gaya Gesek Statis (fs) GAYA GESEK Gaya Gesek Kinetik (fk) .

Gaya Gesek Statis gaya gesekan antara dua permukaan yang saling diam satu terhadap yang lain μs = fs N fs= gaya gesek statis(N) μs= koefisien gesek statis N= gaya normal(N) f F .

Gaya Gesek Kinetik Gaya yang bekerja antara dua permukaan yang saling bergerak relatif μ k= f k N fk = gaya gesek kinetik(N) μk=koefisien gesek kinetis N = gaya normal (N) .

2.Faktor – faktor yang mempenaruhi gaya gesek 1. Gaya normal pada benda. Keadaan permukaan benda. adalah gaya reaksi yang tegak lurus terhadap bidang kontak benda . dimana kekasaran permukaan bidang dan benda dinyatakan dalam besarnya koefisien gesekan.

μ s > μk .

kemudian perbesar gaya tarik sambil memperhatikan keadaan balok.Prosedur Kerja Kegiatan 1 : Gaya tarik terhadap keadaan benda. •Melakukan hal ini hingga balok tepat akan bergerak. . Kemudian menarik terus sampai balok bererak lurus beraturan. • Mencatat hasil pengamatan pada tabel pengamatan. kemudian memperhatikan penunjukan neraca pegas. Memperhatikan penunjukan neraca pegas. Pada keadaan ini memperhatikan penunjukan neraca pegas. Menyediakan alat – alat dan merangkainya seperti pada gambar berikut : •Menarik pegas pelan –pelan dengan gaya kecil.

Kegiatan 2 : Hubungan antara gaya normal dengan gaya gesekan Tambahkan beban diatas balok. Melakukan beberapa kali dengan mengubah – ubah penambahan beban di atas balok . mencatat hasil pengamatan pada tabel pengamatan. . lakukan seperti pada kegiatan 1 Mengamati penunjukan neraca pegas pada saat balok tepat akan bergerak dan pada saat balok bererak lurus beraturan.

atau halus. dengan mengganti permukaan meja atau balok yang lebih kasar.Kegiatan 3 : Hubungan antara keadaan permukaan dengan gaya gesekan •Melakukan seperti kegiatan 1. • Mengamati penunjukan pegas. • Melakukan kegiatan ini beberapa kali dengan mengganti permukaan balok yan lebih kasar atau halus. Kemudian mencatatnya pada table pengamatan. . Pada saat balok akan tepat bergerak dan pada saat balok bererak lurus beraturan.

Rumus analisis μs = fs N μk = fk N Keterangan: μs = Koefisien gesekan statis μk = Koefisien gesekan kinetic N = Gaya Normal fs = Gaya gesekan statis fk = Gaya gesekan kinetik .

Rambat ralat μs = fs . N μs = fs X N-1 │ dN .

d μk = fk N μk = fk x N-1 = -fk x N-2 .

60 N No 1 2 3 Gaya Tarik (N) <0.10 N Gaya Normal = 1.20 Keadaan Benda Diam Tepat akan bergerak Bergerak .50 0.Tabel pengamatan Kegiatan 1: gaya tarik terhadap keadaan benda.50 0. NST Neraca Pegas = 0.

45 Gaya Gesek (N) 0.60 2.40 0.95 3.45 .Kegiatan 2 : Hubungan antara gaya normal dengan gaya gesekan NST Neraca Pegas = 0.00 0.10 N No I II Gaya Normal (N) 1.50 1.80 Keadaan Benda Tepat akan bergerak GLB Tepat akan bergerak GLB Tepat akan bergerak GLB Tepat akan bergerak GLB III IV 2.50 0.00 0.40 1.95 2.

50 0.30 <0.30 <0.Kegiatan 3 : Hubungan antara keadaan permukaan dengan gaya gesekan NST Neraca Pegas = 0.40 0.60 N Permukaan Benda I II III IV Gaya Gesekan (N) <0.40 0.50 0.40 0.15 Keadaan Balok Diam Tepat Akan Bergerak GLB Diam Tepat Akan Bergerak GLB Diam Tepat Akan Bergerak GLB Diam Tepat Akan Bergerak .20 <0.1 N Gaya Normal = 0.40 0.15 0.

6 N = 0.2 N Penyelesaian : μs = fs N μs = 0.5 N 0.Analisis data: Dik : fs = 0.5 N N = 0.6 N = 0.6 N fk = 0.833 Dit : μs = ….? μk =……? μk = fk N μk = 0..2 N 0.4 μs > μk .

Pada kegiatan 3 kita ingin mengetahui hubungan keadaan permukaan benda dengan gaya gesekan. dimana semakin besar koefisien gesekan maka gaya gesekan pada benda tersebut jua semakin besar .Pembahasan. Pada kegiatan 2 kita ingin mengetahui hubungan gaya normal dengan gaya pada benda dengan menambahkan beban. Pada kegiatan 1 berdasarkan analisis data yang di peroleh gaya gesek statis lebih besar dari pada gaya gesek kinetic hal ini dapat dilihat dari hasil pengamatan gaya tarik yang diberikan pada benda dalam keadaan diam lebih besar daripada ketika benda telah bergerak lurus beraturan. dimana berdasarkan hasil pengamatan semakin besar gaya normal yang bekerja pada sebuah benda maka gaya gesek yang timbul juga semakin besar. dimana besarnya tingkat kekasaran suatu permukaan benda dinyatakan dalam koefisien gesekan.

Dan berdasarkan hasil analisis data diperoleh koefisien gesekan statis lebih besar dari pada koefisien gesekan kinetik. . dimana koefisien gesekan dan gaya normal pada benda berbanding lurus dengan gaya gesekan.Kesimpulan Gaya gesek dipengaruhi oleh keadaan permukaan benda dan gaya normal.

x .