Radio Link Calculation

Unlike Indoor usage, ability to calculate radio link budget & distances is very critical if one wants to use Wireless LAN equipments for bypassing Telco’s last mile. Those who has very minimal radio knowledge might having some difficulties in doing it. Fortunately, http://www.ydi.com carries a simple radio link calculation accessible from the Internet. It includes all the formulas and, thus, anyone can always write their own routines in Excel. I would strongly suggest for accessing the site for playing with the radio link calculation. There are several critical parameter needs to be calculate properly to make sure the system will correctly perform, namely, • • • • System Operating Margin (SOM), it correlates the transmitter power, type of antenna, length of coaxial cables and distance. We can make sure if our system has a sufficient power margin to reach such distance. Free Space Loss (FSL), loss in radio power in reaching certain distance. Fresnel Zone Clearance (FZC), to see the required antenna height needed to pass any obstacle. Antenna bearing, antenna down tilt, and antenna down tilt coverage radius are needed to know the exact point or area of your radio beaming into.

A power conversion calculation utility is also provided to convert dBm into Watt vice versa. The conversion is fairly simple, i.e., dBm Watts MilliWatts = 30 + Log 10 (Watts) = 10^((dBm - 30)/10) = 10^(dBm/10)

The calculations provided in YDI.COM is in miles and feet, and, thus, one need to convert into meter if needed. For your convenient, the following is the needed conversion table Meter = Feet * 0.3048 Km = Miles * 1.609344

Free Space Loss (FSL) Calculation
Shown in the figure is the Free Space Loss (FSL) calculation page provided by YDI.COM. As shown in the Figure, there are two (2) main parameters needed to calculate FSL, namely, • • Operating Frequency (in MHz) Distance Between Antennas (in Miles)

The output of the calculation is • Free Space Loss (in dB)

The formula as shown clearly in the figure is Free Space Loss (dB) = 20 Log10 (MHz) + 20 Log10 (Distance in Miles) + 36.6 We will normally see a Free Space Loss in the range of 100 dB for radio signal operating in 2.4GHz frequency traveling in one (1) km distance.

RX Signal Level (dBm) Free Space Loss (dB) Theoretical System Operating Margin (dB) We need to make sure that we have about 10-15 dB of System Operating Margin (SOM) to give some space for any fading & multipath of the radio signal. WLAN card transmitter power normally about 30-100mW range. To be able to calculate these three (3) parameters.System Operating Margin (SOM) Calculation Shown in the Figure is the System Operating Margin (SOM) calculation page. we need to provide the formula with data on Frequency (MHz) Distance (Miles) TX Power (dBm). namely. . It has many input parameters with three (3) main output.

TX Antenna Gain (dBi). depending on type of cable & length. It would be better to restrict the length to less then 10 meter. Free Space Loss RX Antenna Gain (dBi) RX Cable Loss (dB) RX Sensitivity Most of the data needed can be found in the manual or specification of the equipments. Most of WLAN card will likely to have TX Power .TX Cable Loss (dB).

Untuk menentukan Sistem Operating Margin (SOM). artinya jika anda menggunakan antenna parabola 24dBi anda hanya boleh menggunakan peralatan WLAN dengan daya sekitar 15 dBm (sekitar 30 mW saja). penggunaan power amplifier menjadi sangat di haramkan. bisa-bisa anda terkena denda Rp. EIRP yang merupakan daya yang di radiasikan di ujung antenna. rekan-rekan IndoWLI tampaknya cenderung untuk sepakat EIRP yang diijinkan adalah 36dBm. Rumus yang biasa digunakan untuk konversi dB dengan Watt atau mW.30)/10) MilliWatts = 10^(dBm/10) Untuk memberikan gambaran daya pancar 15 dBm adalah 30 mW. Secara hukum daya pancar sinyal di Antenna yang di ijinkan adalah 36 dBmW. kita harus melihat Free space loss-FSL. daya pancar yang dapat digunakan hanya 20 dBm (100 mW). Antenna gain dan . dan rata-rata loss di kabel coax & konektor sebesar 5 dB. Salah satu kunci utama untuk melakukan perhitungan adalah mengerti konsep besaran dB sebagai besaran perbandingan daya. dapat dihitung dari: EIRP (dBm) = TX Power – TX Cable Loss + TX Antenna Gain. Dengan di batasinya EIRP sebesar 36dBm. Artinya.Teknik Perhitungan Sistem Operating Margin (SOM) Sebelum lebih lanjut membahas disain Wireless Metropolotan Area Network (MAN) ada baiknya kita selami cara menghitung margin daya untuk operasional radio. Maka jika kita menggunakan antenna parabola 21 dBi. Sensitivitas penerima (Rx). Pada kesepakatan yang ada. Margin Sistem Operasi. Radiasi pancaran di antenna biasanya di ukur dengan Effective Isotropic Radiated Power (EIRP) yang di ukur dalam dBm. adalah: dBm = ( 10 Log(Power Watts)) + 30 Watts = 10^((dBm . Cara sederhana untuk membatasi ruang lingkup aplikasi WLAN adalah dengan membatasi daya pancar. Umumnya peralatan WLAN yang ada di pasaran mempunyai daya pancar antara 15-20 dBm (30-100 mW). daya pancar 20 dBm adalah 100 mW. 600 juta dan atau penjara 6 tahun sesuai pasal 55 UU36/1999.

Jika kita menggunakan antenna dipole maka Tx / Rx antenna gain adalah 3 dBi. untuk nano sel dengan Tx/Rx antenna 3dB & cable loss 0dB. maka untuk jarak 5 km dan frekuensi 2400 MHz (2. Dari perhitungan sederhana di atas. yaitu: SOM = Rx signal level . dalam mil) + 36.11b pada umumnya memiliki Rx sensitivity = -77 dBm. seperti diperlihatkan pada .11b pada 2. Dengan demikian peralatan access point yang berbasis 802. Beberapa rekan terutama di WARNET banyak menggunakan antenna parabola untuk menaikan Tx / Rx antenna gain menjadi 24 dBi. maka akan di peroleh Tx power 14 dBm atau 25 mW.4 GHz dengan daya sekitar 20 dBm atau 100 mW. Untuk keperluan WARNET jika di hitung dengan baik.waverider.4 GHz).6.11b yang ada saat ini sudah sesuai/cocok untuk kebutuhan nano sel di atas karena kebanyakan beroutput 25-50 mW. Formula yang perlu di perhatikan sebetulnya sangat sederhana yang hanya membutuhkan kemampuan tambah kurang saja. Dari perhitungan di atas. Dalam tool tersebut kita dapat dengan mudah menghitung System Operating Margin (SOM).Rx cable loss. dalam MHz) + 20 LOG10(Jarak. Untuk built-in antenna maka Tx / Rx cable loss = 0 dB. maka margin sistem operasi sebaiknya minimal 15dB.Rx sensitivity. Rx signal level = Tx power . Free Space Loss (FSL) adalah loss (kerugian) yang terjadi dalam sambungan komunikasi melalui gelombang radio dapat diformulasikan sebagai berikut: FSL = 20 LOG10(Frek. Sensitifitas radio IEEE 802. Untuk instalasi di WARNET yang berada diluar gedung. Agar aman dari gangguan radio seperti Fading.Cable loss. Multipath dll. Konsep perhitungan dicoba diperlihatkan dalam Gambaran umum sistem di atas. maka untuk jarak 5-7 km kita membutuhkan peralatan IEEE 802. maka Tx / Rx cable loss bisa mencapai 5 dB. Bagi anda pengguna WaveRider (http://www.com ) proses perhitungan sangat dimudahkan dengan fasilitas tool dalam bentuk file excel.Tx cable loss + Tx antenna gain – FSL + Rx antenna gain . FSL = 114 dB Selanjutnya yang perlu di hitung adalah Margin Sistem Operasi (System Operating Margin – SOM) agar sistem dapat tetap bekerja dengan baik.

Freshnel Zone Clearence (FZC) dll. jenis peralatan Waverider yang kita gunakan. arah antenna & elevasi antenna dapat di hitung secara langsung. tapi juga perhitungan untuk menentukan arah & elevasi antenna dari masing-masing node. lintang & bujur) maka dengan memasukan informasi lokasi tersebut.gambar. Kita tinggal memasukan tipe antenna. . panjang antenna. jarak dll maka akan tampak berapa SOM. Hal ini sangat membantu. Informasi lain yang juga di bawa oleh software tersebut adalah perhitungan ketinggian antenna yang bertumpu pada perhitungan FZC. Kebetulan sekali tool tersebut tidak hanya menyediakan perhitungan untuk SOM & FZC saja. jika kita di lengkapi dengan peralatan Global Positioning System (GPS) yang memberikan informasi lokasi (ketinggian.

Cukup normal untuk sambungan WLAN 2-11Mbps di banyak kota tanpa perlu menggunakan power amplifier secara ilegal. Dalam file Excel tersebut juga telah saya buatkan beberapa routine konversi dari besaran dBm ke Watt supaya lebih terbayang bagi kita yang tidak biasa dengan notasi dBm. maupun bentuk antenna yang digunakan. Pada gambar saya coba memperlihatkan coverage (lingkup) pancaran sebuah base station WLAN dalam bentuk bintik-bintik. Sebetulnya perhitungannya sederhana. di .id) dalam bentuk file Excel secara gratis. Pada bagian yang lain saya jelaskan berbagai bentuk antenna & pattern radiasinya. Bentuk coverage ideal ini akan kita gunakan kemudian di penjelasan lebih lanjut dibawah. Contoh perhitungan yang sudah jadi dapat diperoleh langsung dari saya (onno@indo. lokasi gedung. Alternatif lainnya. Jarak jangkau maksimum yang dapat dicapai adalah pada saat sinyal mencapai batas sensitifitas penerima di ujung sebelah sana. Untuk memberikan sedikit gambaran. sebuah sambungan WLAN dengan antenna 15 dBi dan daya pancar 15 dBm di kedua ujung-nya akan dapat mencapai jarak sekitar tujuh (7) km dengan memperhitungkan redaman coax 3 dBm.Jangkauan Pancaran WLAN Dengan kondisi daya terbatas (15-20dBm). Wilayah pancaran sangat tergantung pada kondisi lapangan. lokasi penghalang. Untuk perencanaan / disain sebuah Metropolitan Area Network (MAN) bentuk pancaran ini biasanya kita buat ideal menjadi sebuah bentuk segi enam seperti tampak pada gambar.net. Pengetahuan tentang antenna akan sangat penting dalam menentukan bentuk area coverage yang bisa di servis. ketinggian. terutama yang agak rumit hanyalah proses perhitungan redaman sinyal melalui udara (Free Space Loss) yang besarnya rata-rata sekitar 100dBm tergantung jarak & frekuensi yang digunakan. maka jarak jangkau peralatan WLAN menjadi terbatas.

net/idkf/ biasanya di bawah directory /fisik/wireless. b .persilahkan untuk mengambilnya secara gratis di http://www.bogor.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Line of Sight (LOS) Salah satu hal yang penting dalam komunikasi radio pada frekuensi tinggi adalah kondisi line of sight antara pemancar dan penerima. kondisi dimana pemancar dapat melihat secara optik posisi penerima. Ada dua jenis line of sight. seperti tampak pada gambar. bola rugbi Freshnel diperlihatkan beserta rumus untuk menghitung ketinggian yang diperlukan. Kondisi ini secara teori (oleh Freshnel) digambarkan sebagai bola football antara dua lokasi yang saling berhubungan. . Tampak pada gambar yang lain. sebaiknya dihitung Freshnel Zone Clearence (FZC) yang diperlukan. yaitu: • • Optical Line of Sight. Fresnel Zones 3rd* 2nd* 1st* * Fresnel Zones Untuk mengetahui berapa ketinggian minimal yang perlu di sediakan agar antenna dapat bekerja dengan baik. kondisi dimana penerima bisa mendengarkan transmisi dari pemancar. Radio Line of Sight.

minimal sekali 60% dari Freshnel Zone yang pertama di tambah tiga (3) meter harus bebas dari berbagai hambatan / rintangan. Sebagai gambaran. and Distances from the sites along axis • For minimum Diffraction Loss. clearence yang dibutuhkan untuk beberapa jarak antara pemancar dan penerima dapat dilihat pada tabel berikut. Jarak (km) Clearence Minimal (m) .6F1+ 3m is required Site B d2 Untuk memperoleh Line of Sight yang baik. clearance of at least 0.The First Fresnel Zone Radius of n th Fresnel Zone given by: Site A rn = nλ d d d +d 1 1 2 2 d1 • Fresnel Zone diameter depends upon Wavelength.

Untuk jarak sekitar 4 km dibutuhkan tower dengan ketinggian 10 meter-an.com) . ketinggian tower biasanya lebih tinggi daripada clearence di atas.0 3.7 4. Hal ini diperlihatkan oleh software bawaan waverider (http://www. Untuk memperoleh sinyal yang baik.waverider.3 Clearence ini menentukan tinggi antenna minimal yang perlu di siapkan agar sinyal dapat di terima dengan baik di penerima.6 3.1 3 4 5 6 7 3.0 4.4 3.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Cancel anytime.