P. 1
Cara Uji Pestisida Organoklorin SNI 06-6991.1-2004

Cara Uji Pestisida Organoklorin SNI 06-6991.1-2004

|Views: 122|Likes:
Published by Keysha Aprilia
Cara Uji Pestisida Organoklorin SNI 06-6991.1-2004
Cara Uji Pestisida Organoklorin SNI 06-6991.1-2004

More info:

Published by: Keysha Aprilia on May 11, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/29/2013

pdf

text

original

SNI 06-6991.

1-2004

Standar Nasional Indonesia

Tanah – Bagian 1: Cara uji pestisida organoklorin secara ekstraksi menggunakan pelarut n-heksan dengan Kromatografi Gas- Spektrofotometer Massa (KG-SM)

ICS 13.080.05

Badan Standardisasi Nasional

.

.................... 8 Jaminan mutu ..... ................................................................................................................................ 3 Persiapan dan pengawetan contoh uji....................... 2 Bahan .............................................................................................. 8 Presisi dan akurasi .......................................... 1 Acuan normatif .............................. 7 Jaminan mutu dan pengendalian mutu...............2 4.....................................................................................................................................................................................................................................7 4.................. 4 Persiapan peralatan.......ii 1 2 3 4 4.................................................................................i Prakata ......... 5 Pengukuran dan perhitungan ................................SNI 06-6991...........................................................................5 4............... 2 Peralatan ............... 10 Lampiran A Lampiran B Bibliografi ......................................................2 6 Ruang lingkup ..........................................................................................................................................8 5 5.........................................................................................1-2004 Daftar isi Daftar isi …....................................................................................................................... 11 i .................3 4................................ 9 Pelaporan ............................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................1 5......................................................................................................................................................................................1 4......................................................4 4...................................................................... 2 Prinsip. 8 Rekomendasi............... 4 Prosedur ......................................... 8 Pengendalian mutu............ 1 Cara uji............................................................................ 4 Persiapan pengujian ............................6 4........................................................................................................ 1 Istilah dan definisi ...................................................................................................................................

SNI 06-6991. Selanjutnya hasil dari validasi metode ini dikaji bersama dengan para stakeholders yang berperan sebagai Subpanitia Teknis Parameter Uji Kualitas Air dan Gugus Kerja Kualitas Tanah pada Panitia Teknis 207S. SNI tentang Tanah – Bagian 1: Cara uji pestisida organoklorin secara ekstraksi menggunakan pelarut n-heksan dengan Kromatografi Gas-Spektrofotometer Massa (KGSM) ini disusun dan diuji coba di laboratorium pengujian dalam rangka validasi metode. Rapat consensus dihadiri oleh wakil dari perguruan tinggi. Standar ini telah dikonsensuskan pada tanggal 16 Oktober 2003 di Jakarta.1-2004 Prakata Dalam usaha untuk menyeragamkan teknik pengujian kualitas tanah maka dibuatlah Standar Nasional Indonesia (SNI) untuk pengujian parameter-parameter kualitas tanah . Manajemen Lingkungan. konsumen. produsen dan instansi terkait baik pusat maupun daerah. ii .

10 µg/ml dan 1 µg/ml.001 g serbuk standar pestisida organoklorin diencerkan dengan aseton sampai volume 1 ml sehingga mempunyai kadar pestisida organoklorin 1000 µg/ml 3. p. o. pestisida organoklorin 3. 0. p. Heptachlor.1-2004 Tanah – Bagian 1: Cara uji pestisida organoklorin secara ekstraksi menggunakan pelarut n-heksan dengan Kromatografi GasSpektrofotometer Massa (KG-SM) 1 Ruang lingkup Standar ini digunakan untuk penentuan kadar pestisida organoklorin dalam tanah secara ekstraksi menggunakan pelarut n-heksan dengan Kromatografi Gas-Spektrofotometer Massa (KG-SM).2 larutan induk pestisida organoklorin larutan yang dibuat dengan cara menimbang 0.3 µg/ml. 0.1 µg/ml.0 µg/ml 3. o.1 larutan induk larutan baku kimia yang dibuat dengan kadar tinggi dan akan digunakan untuk membuat larutan baku dengan kadar yang lebih rendah 3.p-DDT.5 µg/ml.3 larutan baku pestisida organoklorin larutan induk pestisida organoklorin yang diencerkan dengan n-heksan sampai diperoleh kadar 100 µg/ml.p-DDE. Endrin.4 larutan kerja pestisida organoklorin larutan baku yang diencerkan dengan n-heksan yang digunakan untuk membuat kurva kalibrasi sehingga mempunyai kadar pestisida organoklorin 0. 3 Istilah dan definisi 3.SNI 06-6991. 0.6 spike matrix contoh uji yang diperkaya dengan larutan baku dengan kadar tertentu 1 dari 11 . o.0 µg/ml.p-DDE. dan 1. Metoxychlor.p-DDT. Standar ini digunakan untuk menentukan parameter pestisida organoklorin dengan kisaran kadar minimal 4 sampai 1000 kali MDL (lihat lampiran A) untuk parameter Aldrin Lindan. 2 Acuan normatif US EPA-600 (SOP#2016).p-DDD.5 kurva kalibrasi grafik yang menyatakan hubungan antara kadar larutan kerja dengan luas area puncak yang dihasilkan dan merupakan garis lurus 3.

9 reprodusibilitas (reproducibility) kedekatan dari pengujian/pengukuran atas contoh/besaran ukur yang sama yang dilakukan pada kondisi pengujian/ pengukuran yang berbeda 3.7 Certified Reference Material (CRM) bahan standar bersertifikat yang tertelusur ke sistem nasional atau internasional 3.SNI 06-6991. hasil pemurnian dipekatkan dan selanjutnya disuntikkan ke dalam KG-SM. b) aseton (CH3COCH3) kemurnian tinggi. e) dietileter (C4H10O) kemurnian tinggi. kemudian dimurnikan (clean up). . .a. f) air suling bebas senyawa organoklorin atau mengandung senyawa organoklorin dengan kadar lebih kecil dari limit deteksi.8 repitabilitas/daya ulang pembacaan (repeatability) kedekatan hasil dari pengujian/pengukuran berturut-turut atas contoh/besaran ukur yang sama yang dilakukan pada kondisi pengujian/pengukuran yang sama 3. c) n-heksan (C6H14) p.Dinginkan dalam desikator.a. 2 dari 11 g) larutan natrium klorida. NaCl 10%: .10 akurasi atau ketepatan kedekatan suatu hasil pengujian atau rata-rata hasil pengujian ke nilai yang sebenarnya 3.a.13 kemurnian tinggi bahan kimia denga spesifikasi for residu analysis 4 4. .11 presisi tingkat kedapatulangan suatu rangkaian hasil pengujian diantara hasil-hasil itu sendiri 3.12 residu pestisida organoklorin sisa pestisida organoklorin yang tertinggal di lingkungan 3.Keringkan dalam oven ± 50ºC.Cuci kristal NaCl dengan n-heksan p.1 Cara uji Prinsip Senyawa pestisida organoklorin dalam contoh uji tanah diekstrak dengan pelarut organik nheksan.2 Bahan a) aseton (CH3COCH3) p. Luas area yang dihasilkan sebanding dengan konsentrasi pestisida organoklorin dalam contoh uji tanah.1-2004 3. 4. d) n-heksan (C6H14) kemurnian tinggi.

k) serbuk atau larutan standar pestisida organoklorin yang meliputi: Aldrin. jarum suntik (micro syringe). 4.3 Peralatan a) Kromatografi Gas-Spektrofotometer Massa (KG-SM).Timbang 10 gram NaCl. Methoxychlor. d) pipet pasteur. i) serbuk florisil 80 mesh sampai dengan 100 mesh yang telah diaktifkan: . h) labu jantung bertutup 300 ml. u) desikator. i) j) l) corong pemisah 250 ml dan 500 ml.Panaskan dalam oven pada temperatur 130oC selama 18 jam.SNI 06-6991. w) kolom kromatografi dengan panjang 35 cm dan diameter dalam 1 cm (untuk clean up).0001g.Larutkan dengan air suling sampai volume 100 ml. l) gas helium. m) gas nitrogen. tambahkan 15 ml dietileter. o. g) vial bertutup teflon 1 ml dan 2 ml.p-DDE. Tutup dan kocok sampai homogen.p-DDT. o. gelas ukur bertutup 50 ml.1-2004 . . r) spatula.p-DDD. q) batang pengaduk. p) corong gelas. t) oven. o) alat pemusing (centrifuge). j) larutan campuran n-heksan : dietileter (85 : 15) : Ukur 85 ml n-heksan pada gelas ukur bertutup 100 ml. c) pengocok (shaker). 100 ml dan 500 ml.p-DDT. Lindan. x) mortar dan alu. p. Endrin.p-DDE. k) ayakan dengan ukuran pori 85 mesh. . m) gelas piala 100 ml. 3 dari 11 . p.9995%. Heptachlor. e) pemekat sistem vakum (rotary evaporator). s) statif. dan y) pipet volumetrik 1 ml. N2 UHP (ultra high pure) 99. o.9995%. n) glass wool atau kapas bebas lemak yang telah dicuci dengan n-heksan. He UHP (ultra high pure) 99. h) serbuk natrium sulfat anhidrat (Na2SO4).Tempatkan serbuk florisil dengan ketebalan 1 cm dalam gelas piala. f) tabung reaksi 10 ml yang bertutup dan berskala. n) tabung centrifuge gelas atau teflon yang bertutup dengan volume 50 ml.25 mm yang berisi dimethyl polysyloxane 100%. b) timbangan analitik dengan ketelitian sampai dengan 0. v) kolom kapiler dengan panjang 30 m dan diameter dalam 0.

Kemudian dibilas dengan aseton p. Biarkan peralatan gelas sampai kering dan siap untuk digunakan. o. 4. Program temperatur KG-SM: Level I Level II Level III : temperatur 130ºC dengan kecepatan kenaikan suhu 20ºC/menit. Endrin.25 mm. d) Ayak dengan saringan yang berukuran pori 85 mesh. f) 4.p-DDT. Persiapan pengujian Untuk penentuan senyawa pestisida organoklorin dalam tanah. o. Lindan. p. p.1 Persiapan peralatan Pengkondisian kromatografi gas a) Kolom kapiler: dengan panjang 30 m. 2 menit b) Temperatur injektor: 280ºC. e) Mode: Splitless.a dan nheksan p.9995%) dengan kecepatan alir gas pembawa: 1 ml/menit. c) Temperatur detektor: 280ºC. Methoxychlor.1-2004 CATATAN Semua peralatan gelas yang akan digunakan harus direndam dengan deterjen.p-DDE. Setelah mencapai temperatur 300ºC dipertahankan selama 5 menit sesuai dengan gambar di bawah ini: 300ºC. b) Kering udarakan sampai mudah untuk digerus (dihaluskan). o. d) Gas pembawa: Helium.p-DDD. Heptachlor dengan langkah-langkah sebagai berikut: 4 dari 11 .p-DDT.6 Volume injeksi: 1 µl.a masing-masing 3 (tiga) kali.5.4 Persiapan dan pengawetan contoh uji Siapkan contoh uji dengan tahapan sebagai berikut: a) Sediakan contoh uji yang telah diambil sesuai dengan metode Sediment Sampling USEPA-600 (SOP#: 2016). yang berisi dimethyl polysiloxane 100%. c) Digerus sampai halus. selanjutnya dibilas dengan air suling dan dikeringkan.5 4.p-DDE. diperlukan larutan standar: Aldrin. 5 menit 15 ºC/menit 200 ºC 5 ºC/menit 130 ºC 20 ºC/menit 70 ºC. diameter dalam 0. : temperatur 300ºC dengan kecepatan kenaikan suhu 15ºC/menit. : temperatur 200ºC dengan kecepatan kenaikan suhu 5ºC/menit.SNI 06-6991. He UHP (99. 4.

3 Pembuatan larutan baku campuran pestisida organoklorin 10 µg/ml a) Siapkan 1 vial bertutup teflon 1 ml. 5 dari 11 . masukkan ke dalam masing-masing vial. c) Tambahkan 0. c) Tambahkan 1 ml aseton. b) Timbang dengan tepat 0.6. 0.1 a) Siapkan 10 tabung reaksi.1 ml masing-masing larutan induk pestisida organoklorin 1000 µg/ml dengan menggunakan micro syringe. 4. c) Tambahkan masing-masing vial dengan n-heksan dengan menggunakan micro syringe. dan 1. masukkan ke dalam masing-masing vial.5 µg/ml. hingga volume 1 ml.9 ml n-heksan dengan menggunakan micro syringe. kemudian kocok hingga homogen. masukkan ke dalam vial.1 Ekstraksi a) Siapkan tabung centrifuge. kemudian kocok hingga homogen. kemudian dikocok.3 ml. b) Ambil 0.5 Pembuatan larutan kerja untuk kurva kalibrasi dengan konsentrasi 0.3 µg/ml.8 ml n-heksan dengan menggunakan micro syringe.0 ml. 4. e) Simpan pada temperatur tidak lebih dari 4oC.1 µg/ml. 4.7.1 ml masing-masing larutan baku pestisida organoklorin 100 µg/ml dengan menggunakan micro syringe.2 ml larutan baku campuran pestisida organoklorin 10 µg/ml dengan menggunakan micro syringe.2 Pembuatan larutan baku pestisida organoklorin 100 µg/ml a) Siapkan 10 vial bertutup teflon 1 ml.6.4 Pembuatan larutan baku campuran pestisida organoklorin 1 µg/ml a) Siapkan 1 vial bertutup teflon 2ml. 0.001 g masing-masing standar pestisida organoklorin.0 µg/ml a) Siapkan 5 (lima) buah vial bertutup teflon 1 ml. c) Simpan pada temperatur tidak lebih dari 4oC. d) Simpan pada temperatur tidak lebih dari 4oC. CH3COCH3 kemurnian tinggi ke dalam masing-masing tabung reaksi kemudian kocok sampai larut.6. b) Ambil 0. masukkan kedalam masing-masing tabung reaksi. b) Ambil 0. c) Simpan pada temperatur tidak lebih dari 4oC. 4. 4.0 µg/ml.5 ml dan 1 ml larutan baku campuran pestisida organoklorin 1. 0. 0.6.SNI 06-6991. c) Tambahkan 1.6. 0. d) Simpan pada temperatur tidak lebih dari 4oC. 0.1-2004 Pembuatan larutan induk pestisida organoklorin 1000 µg/ml 4. masukkan ke dalam vial.1 ml.7 Prosedur 4. b) Ambil 0.0 µg/ml dengan menggunakan micro syringe.

h) Tambahkan 100 ml larutan NaCl 10% ke dalam corong pemisah pada butir 4. d) Putar dengan menggunakan centrifuge pada kecepatan 2500 rpm selama 10 menit. 4. f) Ulangi langkah pada butir 4.2 4.Timbang 20 g contoh uji. q) Pindahkan n-heksan ke dalam labu jantung 300 ml.7. kocok selama 20 menit dengan menggunakan pengocok. kemudian kocok dengan menggunakan pengocok selama 30 menit.1 h) sampai dengan s). gabungkan lapisan n-heksan dengan n-heksan pada butir 4. m) Diamkan sampai terbentuk 2 lapisan yaitu lapisan n-heksan dan air.2. masukkan ke dalam corong pemisah 500 ml. 6 dari 11 .7. b) Masukkan glass wool atau kapas bebas lemak yang telah dibasahi dengan n-heksan ke dalam dasar kolom kromatografi.2 ml larutan baku campuran pestisida organoklorin 1. p) Tambahkan + 5 g serbuk natrium sulfat anhidrat sampai semua air yang ada terikat. l) Tambahkan 50 ml n-heksan kemurnian tinggi ke dalam corong pemisah yang berisi lapisan air. . t) Untuk penentuan ketepatan dengan cara spike matrix dilakukan dengan cara sebagai berikut: .1 Proses pencucian (clean up) Proses persiapan kolom kromatografi a) Siapkan kolom kromatografi. .Ambil 30 ml aseton. i) Tambahkan 50 ml n-heksan kemurnian tinggi.1 c) sampai dengan s).Siapkan 3 buah tabung centrifuge 50 ml.Ambil dengan menggunakan micro syringe 0. Lakukan langkah ini sebanyak 2 (dua) kali. biarkan lapisan n-heksan. . sampai volume ± 30 ml kemudian pindahkan ke dalam corong pemisah 500 ml.7.1 g). s) Lakukan proses pencucian (clean up). kocok selama 20 menit dengan menggunakan pengocok.0 µg/ml ke dalam masing-masing tabung. tambahkan + 10 ml n-heksan dan aduk rata.kemudian lakukan langkah pada butir 4.7.7. j) Diamkan sampai terbentuk 2 lapisan yaitu lapisan n-heksan dan air.Selanjutnya lakukan langkah pada butir 4. c) Masukkan n-heksan ke dalam kolom kromatografi sampai setengah panjang kolom. c) Tambahkan 40 ml aseton kemurnian tinggi. r) Pekatkan n-heksan dengan menggunakan pemekat sistem vakum pada temperatur kurang dari 35oC sampai volume + 5 ml. e) Pindahkan cairan ke dalam labu jantung 300 ml.1-2004 b) Timbang + 20 g contoh uji. o) Tambahkan 100 ml air suling dan kocok. . u) Untuk analisis blanko lakukan langkah sebagai berikut: .1 k).SNI 06-6991. k) Tampung lapisan air ke dalam corong pemisah 250 ml. masukkan ke dalam masing-masing tabung.7. n) Buang lapisan air. Diamkan sampai terbentuk 2 lapisan dan buang lapisan air. masukkan ke dalam tabung centrifuge. d) Timbang 5 g florisil yang telah diaktifkan ke dalam gelas piala 100 ml.7. g) Pekatkan cairan dengan menggunakan pemekat sistem vakum pada temperatur < 35ºC dan kecepatan 25 rpm .1 c) sampai dengan e) sebanyak 2 (dua) kali.

c) Hitung kadar masing-masing pestisida organoklorin per berat contoh uji dengan rumus perhitungan di bawah ini: A = C x V x fp B dengan pengertian: A adalah kadar pestisida organoklorin. kemudian hasil bilasan dimasukkan ke dalam tabung reaksi di atas (lakukan 2 kali). Pengukuran dan perhitungan Pembuatan kurva kalibrasi a) Optimalkan alat Kromatografi Gas-Spektrofotometer Massa (KG-SM) untuk pengujian kadar pestisida organoklorin. b) Masukkan n-heksan dari butir 4.8.1.1-2004 Masukkan florisil ke dalam kolom kromatografi melalui corong gelas dengan bantuan batang pengaduk secara perlahan.2 Proses pencucian (clean up) dengan cara elusi a) Siapkan labu jantung 300 ml sebagai penampung dan letakkan dibawah kolom florisil (kolom kromatografi).7.2 Kadar pestisida organoklorin a) Suntikkan 1 µl larutan contoh uji ke dalam kromatografi gas-spektrofotometer massa (KG-SM).8. sampai tersisa 1 cm di atas lapisan natrium sulfat anhidrat. B adalah berat contoh uji. e) Bilas labu jantung dengan n-heksan. b) Suntikkan 1 µl masing-masing larutan kerja ke dalam Kromatografi Gas-Spektrofotometer Massa (KG-SM) dan catat luas area masing-masing puncak yang dihasilkan. e) f) g) Cuci kolom kromatografi yang telah berisi florisil tersebut dengan + 30 ml n-heksan. Masukkan serbuk natrium sulfat anhidrat setinggi 1 cm. alirkan dengan kecepatan alir 20 tetes/ menit. f) 4. c) Masukkan secara bertahap 100 ml larutan elusi n-heksan : dietileter (85 : 15). c) Buat kurva kalibrasi dari data-data di atas atau tentukan persamaan garis lurusnya.florisil yang masuk ke dalam kolom harus terendam sempurna. µg/g.7. 7 dari 11 .2. 4.SNI 06-6991. b) Tentukan kadar masing-masing pestisida organoklorin dalam contoh uji berdasarkan luas area hasil kromatogram dari KG-SM dengan cara memplotkan pada kurva kalibrasi. 4. Hindarkan timbulnya gelembung udara pada kolom kromatografi dengan cara mengetuk-ngetuk kolom kromatografi secara perlahan-lahan pada saat florisil dituangkan.5 cm diatas lapisan natrium sulfat anhidrat. dengan aliran ± 20 tetes/menit. Pelarut n-heksan harus berada 5 cm di atas florisil.1 Pekatkan volume menjadi 2 ml dengan aliran gas nitrogen. buka kolom florisil dan tunggu sampai larutan n-heksan mengalir ke dalam dan dihentikan sampai batas cairan ekstrak contoh uji + 0. q) ke dalam kolom florisil. Pekatkan hasil elusi tersebut dengan menggunakan pemekat sistem vakum pada suhu < 35°C dengan kecepatan 25 rpm sampai volume + 1 ml. d) Pindahkan ke dalam tabung reaksi 10 ml.8 4. g (20 g).

Jaminan mutu dan pengendalian mutu Jaminan mutu a) Gunakan bahan kimia berkualitas murni (p. 6 Rekomendasi Kontrol akurasi Lakukan salah satu atau lebih dari yang di bawah ini: a) b) c) d) Lakukan analisis Certified Reference Material (CRM).8.SNI 06-6991.1-2004 C adalah kadar pestisida organoklorin yang diperoleh dari kurva kalibrasi. 8 dari 11 .99. b) Gunakan seluruh peralatan yang terbuat dari gelas.a) dan dengan kemurnian tinggi. e) Gunakan larutam standar yang tetap konsentrasinya atau hindari perubahan konsentrasi f) Dikerjakan oleh analis yang kompeten. %. % R) Rumus persen temu balik sebagai berikut: R = As – A x 100% S dengan pengertian: R As A S 5 5. adalah kadar contoh uji yang di spike. Perbedaan hasil pengukuran ≤ 20%. d) Gunakan alat ukur yang terkalibrasi atau terverifikasi.1 adalah persen temu balik. Kisaran persen temu balik adalah 60%sampai dengan 140%. µg /ml. yaitu selama 7 hari. b) Lakukan analisis blanko untuk kontrol kontaminasi. Buat kartu kendali (control chart). Analisis blind sample. V adalah volume akhir pengenceran. adalah kadar contoh uji yang tidak di spike. g) Lakukan analisis dalam jangka waktu yang tidak melampaui waktu penyimpanan maksimum (holding time).3 Persen temu balik (% recovery. adalah kadar standar (spike) yang ditambahkan (target value). d) Lakukan analisis triplo untuk kontrol ketelitian analis. Untuk kontrol gangguan matrix lakukan analisis spike matrix. fp adalah faktor pengenceran (bila tanpa pengenceran maka fp=1).2 Pengendalian mutu 2 a) Linearitas kurva kalibrasi (r ) harus ≥ 0. c) Kadar pestisida organoklorin dalam larutan blanko harus kurang dari batas deteksi. µg/ml. c) Gunakan seluruh peralatan yang bebas kontaminan. 4. µg/ml. µg/ml. 5. ml (2ml).

6564 Maksimal 519.3654 0. dari satu laboratorium dengan waktu dan peralatan yang berbeda.7 684.4141 Kisaran kadar (µg/Kg) Minimal 2.p-DDE p.3 5 – 8.8984 1.2 563.0568 2.p-DDT o.95 1.2548 11.7 737. 7.p-DDE Heptachlor 9 dari 11 . Standar deviasi relatif dan persen temu balik % RSD 2 . 8.9746 0.p-DDT o.4616 1.8132 3.p-DDD o.SNI 06-6991.5.9988 2.1-2004 Lampiran A (informatif) Presisi dan akurasi Validasi metode cara uji pestisida organoklorin dalam tanah dengan ekstraksi menggunakan pelarut n-heksan secara kromatografi gas-spektrofotometri massa telah dilakukan oleh 4 (empat) orang analis.p-DDE p.6 365. 2.p-DDD o. 4.7388 2. Heptachlor Tabel A. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 MDL senyawa pestisida organoklorin dalam contoh uji tanah Senyawa MDL (µg/Kg)) 0. 3.5 414.5198 0.8 453.7 %R 101 – 123 116 – 138 74 – 75 79 – 126 99 – 128 61 – 66 84 – 96 91 – 126 69 – 126 74 – 80 Parameter pestisida organoklorin Aldrin Lindan Endrin Methoxychlor p.6847 0. memberikan simpangan baku relatif (standar deviasi relatif) dan persen temu balik (%R) sebagai berikut: Tabel A.8 4 –5.7642 0.1 0 – 5.2 No.1 Aldrin Lindan Endrin Metoxychlor p.p-DDE 10.5637 2.7375 0.7 2974.4 499. 9.4997 0. 5.p-DDT o.2 2 – 5.4533 0.0792 1.p-DDT o.2 3 – 5. 6.1 No 1.3 5 – 6.4 1 – 6.3 3 – 5.3 764.3 1 – 5.

Hasil pengukuran triplo. Rekaman kurva kalibrasi. Nama analis dan tanda tangan. Nomor contoh uji. Tanggal analisis.1-2004 Lampiran B (normatif) Pelaporan Catat pada buku kerja hal-hal sebagai berikut. Tanggal penerimaan contoh uji. 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) 8) 9) Parameter yang dianalisis.SNI 06-6991. 10) Hasil pengukuran blanko. Batas deteksi. Perhitungan. 12) Kadar residu pestisida organoklorin dalam contoh uji. 10 dari 11 . 11) Hasil pengukuran spike matrix.

Tokyo. 6-109. 18th Edition. Manual for Sample Collection and Analysis. For The Examination of Water and Wastewater.1992.United Nation University (UNU). Persistent Organic Pollutants (POPs) in Water.1-2004 Bibliografi SNI 06-2421-1991.2003 11 dari 11 .SNI 06-6991. Pengujian kualitas air sumber dan limbah cair. Standar Methods.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->