III. PENDAHULUAN A.

Latar Belakang Negara Indonesia merupakan negara kepulauan yang tersebar mulai dari Sabang sampai dengan Merauke. Penduduknya pun tersebar dalam kepulauan tersebut. Dari berbagai pulau dan banyaknya penduduk tersebut terakomodir dalam wadah yaitu Negara Kesatuan Republik Indonesia atau yang lebih familiar dengan sebutan NKRI. Negara yang merupakan suatu wadah dan tempat dimana di dalamnya terdapat suatu golongan manusia yang biasa di sebut sebagai warga negara, tentunya harus mempunyai tata aturan dan birokrasi sebagai pengelola dan pengatur demi stabilitas Negara. Adanya tata aturan dengan wajah landasan hukum dimaksudkan sebagai batasan aksi yang dilakukan oleh warga negara. Dan adanya birokrasi dimaksudkan sebagai pembuat, pengelola dan atau pelaksanaan tata aturan yang berguna untuk mengatur mobilitas warga yang memiliki pemerintahan pusat, daerah dan seterusnya. Semua negara yang berdomisili di alam jagat raya ini mempunyai dua aspek tersebut di atas, tidak terkecuali Negara Indonesia. Setiap negara juga mempunyai tujuan, seperti tujuan negara Indonesia sebagaimana yang tertuang dalam jiwa dan semangat dari Pembukaan Undang-undang Dasar 1945 yaitu sebagai berikut: ”Masyarakat adil dan makmur berdasarkan Pancasila dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia dan dalam lingkungan suasana persahabatan dan perdamaian dunia”. Untuk merealisasikan tujuan nasional tersebut, semua warga negara harus berusaha mendukungnya, terlebih pada jajaran birokrasi atau pemerintah yang nota bene-nya merupakan tangan panjang atau penyambung lidah dari warga negara itu sendiri. Setiap tujuan atau keinginan pasti ada halangan ataupun rintangan, sama seperti pengejawentahan tujuan nasional ini, salah satunya adalah penyelewengan-penyelewengan. Penyelewenganpenyelewengan itu terjadi hampir pada semua aspek, baik ekonomi, politik, Hankam, budaya dan lain sebagainya, namun kebanyakan penyelewengan itu terjadi dalam ranah politik. Untuk itu, demi terwujudnya tujuan nasional tersebut, perlu adanya tatanan Politik Nasional dan cara-cara ataupun setrategi nasional yang cukup baik.

B. Tujuan
1

Tujuan dari penyusunan makalah ini adalah : 1. Untuk memenuhi tugas Mata Kuliah Pendidikan Kewarga Negaraan. 2. Agar para Mahasiswa mengetahui apa arti poltitik dan strategi Nasional,dan Mahasiswa dapat lebih berpartisipasi di dalamnya. 3. Menggugah para pembaca agar lebih berpartisipasi demi terwujudnya tujuan Nasional Bangsa.

2

IV. PEMBAHASAN

A.Definisi Politik ,Strategi dan Polstranas Perkataan politik berasal dari bahasa Yunani yaitu Polistaia, Polis berarti kesatuan masyarakat yang mengurus dirisendiri/berdiri sendiri (negara), sedangkan taia berarti urusan. Dari segi kepentingan penggunaan, kata politik mempunyai arti yang berbeda-beda. Untuk lebih memberikan pengertian arti politik disampaikan beberapa arti politik dari segi kepentingan penggunaan, yaitu : a. Dalam arti kepentingan umum (politics) Politik dalam arti kepentingan umum atau segala usaha untuk kepentingan umum, baik yang berada dibawah kekuasaan negara di Pusat maupun di Daerah, lazim disebut Politik (Politics) yang artinya adalah suatu rangkaian azas/prinsip, keadaan serta jalan, cara dan alat yang akan digunakan untuk mencapai tujuan tertentu atau suatu keadaan yang kita kehendaki disertai dengan jalan, cara dan alat yang akan kita gunakan untuk mencapai keadaan yang kita inginkan. b. Dalam arti kebijaksanaan (Policy) Politik adalah penggunaan pertimbangan-pertimbangan tertentu yang yang dianggap lebih menjamin terlaksananya suatu usaha, cita-cita/keinginan atau keadaan yang kita kehendaki. Dalam arti kebijaksanaan, titik beratnya adalah adanya : - proses pertimbangan - menjamin terlaksananya suatu usaha - pencapaian cita-cita/keinginan Jadi politik adalah tindakan dari suatu kelompok individu mengenai suatu masalah dari masyarakat atau negara. Dengan demikian, politik membicarakan hal-hal yang berkaitan dengan : a. Negara Adalah suatu organisasi dalam satu wilayah yang memiliki kekuasaan tertinggi yang ditaati oleh rakyatnya. Dapat dikatakan negara merupakan bentuk masyarakat dan organisasi politik yang paling utama dalam suatu wilayah yang berdaulat.

b. Kekuasaan
3

serta penggunaan secara totalitas dari potensi nasional. pengembangan. e. sebagaimana berikut: • Antonie Henri Jomini (1779-1869) – seorang panglima perang Yunani pada abad 19 mengartikan strategi adalah seni yang menyelenggarakan perang di atas peta dan meliputi seluruh kawasan operasi. tokoh berkebangsaan Inggris yang hidup dalam abad 20 mengatakan. pemeliharaan dan pengendalian). nilai harus dibagi secara adil. Politik membicarakan bagaimana pembagian dan pengalokasian nilai-nilai secara mengikat. keputusan yang diambil menyangkut sektor public dari suatu negara. baik yang potensial maupun yang efektif untuk tujuan nasional.Adalah kemampuan seseorang atau kelompok untuk mempengaruhi tingkah laku orang atau kelompok lain sesuai dengan keinginannya. d. Jadi. 4 . bagaimana cara mempertahankan kekuasaan dan bagaimana kekuasaan itu dijalankan. Distribusi Adalah pembagian dan pengalokasian nilai-nilai (values) dalam masyarakat. Yang perlu diperhatikan dalam kekuasaan adalah bagaimana cara memperoleh kekuasaan. Kebijakan umum Adalah suatu kumpulan keputusan yang diambill oleh seseorang atau kelompok politik dalam memilih tujuan dan cara mencapai tujuan itu. Nilai adalah sesuatu yang diinginkan dan penting. usaha serta kebijaksanaan tindakan dari negara tentang pembinaan (perencanaan. Pengambilan keputusan Politik adalah pengambilan keputusan melaui sarana umum. Yang perlu diperhatikan dalam pengambilan keputusan politik adalah siapa pengambil keputusan itu dan untuk siapa keputusan itu dibuat. strategi adalah seni untuk mendistribusikan dan menggunakan sarana-sarana militer untuk tujuan-tujuan politik. Strategi berasal dari bahasa Yunani yaitu strategia yang artinya the art of the general atau seni seorang panglima yang biasanya digunakan dalam peperangan. • Liddle Hart. c. Beberapa tokoh berpendapat tentang strategi. Politik Nasional dapat diartikan ragkaian cara atau alat yang digunakan untuk mencapai tujuan bersama dalam ranah nasional (satu negara). Politik Nasional dapat diartikan sebagai berikut: azas haluan.

Dalam abad modern dan globalisasi. Sedangkan perang adalah kelanjutan dari politik. Strategi nasional adalah cara melaksanakan politik nasional dalam mencapai sasaran dan tujuan yang ditetapkan oleh politik nasional. Sedangkan badan-badan yang berada didalam masyarakat disebut sebagai infrastruktur politik yang mencakup pranata politik yang ada dalam masyarakat seperti partai politik.• Karl von Clausewitz berpendapat bahwa strategi adalah pengetahuan tentang penggunaan pertempuran untuk memenangkan peperangan. Politik nasional adalah suatu kebijakan umum dan pengambilan kebijakan untuk mencapai suatu cita-cita dan tujuan nasional. media massa. Dalam pengertian umum. strategi adalah cara untuk mendapatkan kemenangan atau pencaipan suatu tujuan. B. penggunaan kata strategi tidak lagi terbatas pada konsep atau seni seorang panglima dalam peperangan. lembaga-lembaga tersebut adalah MPR. BPK. UUD 1945. Sejak tahun 1985 berkembang pendapat yang mengatakan bahwa pemerintah dan lembaga-lembaga negara yang diatur dalam UUD 1945 merupakan suprastruktur politik. jangka menengah dan jangka panjang.Penyusunan Politik dan Strategi Nasional Politik strategi nasional yang telah berlangsung selama ini disusun berdasarkan sistem kenegaraan menurut UUD 1945. Presiden. Landasan pemikiran dalam manajemen nasional sangat penting sebagai kerangka acuan dalam penyususan politik strategi nasional. misalnya strategi jangka pendek.Dasar Pemikiran Penyususan Politik dan Strategi Nasional Penyusunan politik dan strategi nasional perlu memahami pokok-pokok pikiran yang terkandung dalam system manajemen nasional yang berdasarkan ideologi Pancasila. karena didalamnya terkandung dasar negara. organisasi kemasyarakatan. DPR. kelompok kepentingan (interest group) dan 5 . C. dan MA. tetapi sudah digunakan secara luas termasuk dalam ilmu ekonomi maupun olah raga. Strategi nasional disusun untuk melaksanakan politik nasional. cita-cita nasional dan konsep strategi bangsa Indonesia. Wawasan Nusantara dan Ketahanan Nasional.

Stratifikasi Politik Nasional Stratifikasi politik nasional dalam negara Republik Indonesia adalah sebagai berikut . Proses penyusunan politik strategi nasional pada infrastruktur politik merupakan sasaran yang akan dicapai oleh rakyat Indonesia. Karena Presiden dipilih langsung oleh rakyat maka dalam menjalankan pemerintahan berpegang pada visi dan misi Presiden yang disampaikan pada waktu sidang MPR setelah pelantikan dan pengambilan sumpah dan janji Presiden/Wakil Presiden. 1. Sebelumnya Politik dan strategi nasional mengacu kepada GBHN yang dibuat dan ditetapkan oleh MPR. Visi dan misi inilah yang dijadikan politik dan strategi dalam menjalankan pemerintahan dan melaksanakan pembangumnan selama lima tahun. peraturan atau piagam kepala negara. penyelenggara negara harus mengambil langkah-langkah pembinaan terhadap semua lapisan masyarakat dengan mencantumkan sasaran masing-masing sektor/bidang. tingkat penentu kebijakan puncak termasuk kewenangan Presiden sebagai kepala negara.kelompok penekan (pressure group). Tingkat penentu kebijakan puncak a. Mekanisme penyusunan politik strategi nasional ditingkat suprastruktur politik diatur oleh Presiden. Sesuai dengan kebijakan politik nasional. Suprastruktur dan infrastruktur politik harus dapat bekerja sama dan memiliki kekuatan yang seimbang. Menitik beratkan pada masalah makro politik bangsa dan negara untuk merumuskan idaman nasional berdasarkan falsafah Pancasila dan UUD 1945. dalam hal ini Presiden bukan lagi sebagai mandataris MPR sejak pemilihan Presiden secara langsung oleh rakyat pada tahun 2004. Bentuk hukum dari kebijakan nasional yang ditentukan oleh kepala negata dapat berupa dekrit. 2. Dalam hal dan keadaan yang menyangkut kekuasaan kepala negara seperti tercantum pada pasal 10 sampai 15 UUD 1945. Dalam era reformasi saat ini masyarakat memiliki peran yang sangat besar dalam mengawasi jalannya politik strategi nasional yang dibuat dan dilaksanakan oleh Presiden. D. Tingkat kebijakan umum 6 . Kebijakan tingkat puncak dilakukan oleh MPR. b. Meliputi kebijakan tertinggi yang menyeluruh secara nasional dan mencakup penentuan undang-undang dasar.

perdamaian abadi dan keadilan sosial. Kebijakan ini adalah penjabaran kebijakanumum guna merumuskan strategi.Politik Pembangunan Nasional dan Manajemen Nasional Politik merupakan cara untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya. untuk itu pembangunan di segala bidang perlu dilakukan. E. Menurut kebijakan yang berlaku sekarang. Tujuan politik bangsa Indonesia telah tercantum dalam Pembukaan UUD 1945. yaitu melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia. Tingkat penentu kebijakan di Daerah a. Kebijakan tersebut berbentuk Peraturan Daerah (Perda) tingkat I atau II. memajukan kesejahteraan umum. Dengan demikian pembangunan nasional harus berpedoman pada Pembukaan UUD 1945 alania ke-4. yang lingkupnya menyeluruh nasional dan berisi mengenai masalah-masalah makro strategi guna mencapai idaman nasional dalam situasi dan kondisi tertentu. Tingkat penentu kebijakan teknis Kebijakan teknis meliputi kebijakan dalam satu sector dari bidang utama dalam bentuk prosedur serta teknik untuk mengimplementasikan rencana. Tingkat penentu kebijakan khusus Merupakan kebijakan terhadap suatu bidang utamapemerintah. sistem danprosedur dalam bidang tersebut. 7 . 3. mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan. jabatan gubernur dan bupati atau walikota dan kepala daerah tingkat I atau II disatukan dalam satu jabatan yang disebut Gubernur/KepalaDaerah tingkat I. Wewenang kebijakankhusus ini berada ditangan menteri berdasarkan kebijakan tingkat diatasnya. Bupati/Kepala Daerah tingkat II atau Walikota/Kepala Daerah tingkat II.Merupakan tingkat kebijakan dibawah tingkat kebijakan puncak. b. Wewenang penentuan pelaksanaan kebijakan pemerintah pusat di Daerah terletak pada Gubernur dalam kedudukannya sebagai wakil pemerintah pusat di daerahnya masingmasing. Tujuan politik bangsa Indonesia harus dapat dirasakan oleh rakyat Indonesia. Kepala daerah berwenang mengeluarkan kebijakan pemerintah daerah dengan persetujuan DPRD. administrasi. 5. 4. program dan kegiatan.

strategis dan integral. pembahasannya bersifat komprehensif. Hal ini berlaku sebelum adanya penyelenggaraan pemilihan umum Presiden secara langsung pada tahun 2004. Tujuan pembangunan nasional itu sendiri adalah sebagai usaha untuk meningkatkan kesejahteraan seluruh bangsa Indonesia. serasi dan seimbang. Dengan demikian sistem manajemen nasional dapat menjadi kerangka dasar. Itulah sebabnya pembangunan nasional bertujuan untuk mewujudkan manusia dan masyarakat Indonesia yang seutuhnya. Pembangunan nasional mencakup hal-hal yang bersifat lahiriah maupun batiniah yang selaras. yakni sejahtera lahir dan batin. pedoman dan sarana bagi perkembangan proses pembelajaran maupun penyempurnaan fungsi penyelenggaraan pemerintahan yang bersifat umum maupun pembangunan. Dan pelaksanaannya bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah tetapi juga merupakan tanggung jawab seluruh rakyat Indonesia.Politik dan Strategi Nasional dalam aturan ketatanegaraan selama ini dituangkan dalam bentuk GBHN yang ditetapkan oleh MPR. Makna pembangunan nasional Pembangunan nasional merupakan usaha yang dilakukan untuk meningkatkan kualitas manusia dan masyarakat Indonesia secara berkelanjutan dengan memanfaatkan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi serta memperhatikan tantangan perkembangan global. landasan. Pada dasarnya sistem manajemen nasional merupakan perpaduan antara tata nilai. dan penilaian hasil kebijaksanaan terhadap berbagai kebijaksanaan nasional. Proses penyelenggaraan yang serasi dan terpadu meliputi siklus kegiatan perumusan kebijaksanaan (policy formulation). Orientasinya adalah pada penemuan dan pengenalan (identifikasi) faktor-faktor strategis secara menyeluruh dan terpadu. struktur dan proses untuk mencapai daya guna dan hasil guna sebesar mungkin dalam menggunakan sumber dana dan sumber daya nasional demi mencapai tujuan nasional. pelaksanaan kebijaksanaan. 8 . Manajemen nasional Manajemen nasional pada dasarnya merupakan suatu sistem sehingga lebih tepat jika kita menggunakan istilah system manajemen nasional. Setelah pemilu 2004 Presiden menetapkan visi dan misi yang dijadikan rencana pembangunan jangka menengah yang digunakan sebagai pedoman dalam menjalankan pemerintahan dan membangun bangsa. 1. 2. Layaknya sebuah sistem.

tatanan dalam (TAN+TLP) dapat disebut Tatanan Pengambilan Berkewenangan (TPKB). dan konsumen bagi berbagai hasil kegiatan penyelenggaraan fungsi pemerintahan tersebut di atas. Pemerintah sebagai unsur “Manajer atau Penguasa” berperan dalam penyelenggaraan fungsi-fungsi pemerintahan umum dan pembangunan ke arah cita-cita bangsa dan kelangsungan serta pertumbuhan negara.Bangsa Indonesia sebagai unsur “Pemilik Negara” berperan dalam menentukan sistem nilai dan arah/haluan/kebijaksanaan Negara yang digunakan sebagai landasan dan pedoman bagi penyelenggaraan fungsi-fungsi negara. penerima. unsur-unsur utama sistem manajemen nasional dalam bidang ketatanegaraan meliputi: 1. Dilihat dari sisi prosesnya. Tata laksana dan tata administrasi pemerintahan merupakan tatanan dalam (inner setting) dari sistem manajemen national (SISMENNAS). Karena itu. Karena itu. Kata kewenangan di sinimempunyai konotasi bahwa keputusan-keputusan yang diambil adalah berdasarkan kewenangan yang dimiliki oleh si pemutus berdasarkan hukum. Unsur. Negara sebagai “organisasi kekuasaan” mempunyai hak danperanan atas pemilikan. termasuk usaha produksi dan distribusi barang dan jasa bagi kepentingan masyarakat umum (public goods and services). keputusan-keputusan itu bersifat mengikat dan dapat dipaksakan (compulsory) dengan sanksisanksi atau dengan insentif dan disinsentif tertentu yang ditujukan kepada seluruh anggota masyarakat. Struktur dan Proses Secara sederhana. 2. 3. 4. dan Tata Kehidupan Masyarakat (TKM). pengaturan.a. Masyarakat adalah unsur “Penunjang dan Pemakai” yang berperansebagai kontributor. Sejalan dengan pokok pikiran di atas. dan pelayanan yang diperlukan dalam mewujudkan cita-cita bangsa. Penyelenggaraan TPKB memerlukan proses Arus Masuk 9 . SISMENNAS berpusat pada satu rangkaian pengambilan keputusan yang berkewenangan. Yang dilihat dari dalam ke luar adalah Tata Laksana Pemerintahan (TLP). Tata Politik Nasional (TPN). unsur-unsur utama SISMENNAS tersebut secara struktural tersusun atas empat tatanan (setting). yang terjadi pada tatanan dalam TAN dan TLR. Tata Administrasi Negara (TAN).

organisasi kepentingan. Fungsi pengenalan kepentingan adalah untuk menemukan dan mengenali serta merumuskan berbagai permasalahan dan kebutuhan rakyat yang terdapat pada struktur Tata Kehidupan Masyarakat (TKM). Rangkaian kegiatan dalam TPKB menghasilkan berbagai keputusan yang terhimpun dalam proses Arus Keluar yang selanjutnya disalurkan ke TPN dan TKM.yangdimulai dari TKM lewat TPN. Hak rakyat pada pokoknya adalah terpenuhinya berbagai kepentingan. Dengan demikian secara prosedural SISMENNAS merupakan satu siklus yang berkesinambungan. Keluarantersebut pada umumnya berupa berbaeai kebiiaksanaan yang lazimnya dituangkan ke dalam bentuk-bentuk perundangan/ peraturan yang sesuai dengan permasalahan dan klasifikasi kebijaksanaan serta instansi yang mengeluarkannya. Pemilihan 10 .” Hal ini berarti bahwa segenap usaha dan kegiatan SISMENNAS diarahkan pada penjaminan hak dan penertiban kewajiban rakyat. di mana setiap warga negara Indonesia terdorong untuk setia kepada negara dan taat kepada falsafah serta peraturan dan perundangannya. terdapat suatu proses umpan balik sebagai bagian dari siklus kegiatan fungsional SISMENNAS yang menghubungkan Arus Keluar dengan Arus Masuk maupun dengan Tatanan Pengambilan Keputusan Berkewenganan (TPKB). kelompok penekan. b. Arus Keluar ini pada dasarnya merupakan tanggapan pemerintah terhadap berbagai tuntutan. Dalam proses melaraskan diri serta pengaruh-mempengaruhi dengan lingkungan itu. Di dalam Tata Politik Nasional (TPN) permasalahan dan kebutuhan tersebut diolah dan dijabarkan sebagai kepentingan nasional. serta peluang dari lingkungannya. Fungsi Sistem Manajemen Nasional Fungsi di sini dikaitkan dengan pengaruh. yaitu pengenalan kepentingan dan pemilihan kepemimpinan. efek atau akibat dari terselenggaranya kegiatan terpadu sebuah organisasi atau sistem dalam rangka pembenahan (adaptasi) dan penyesuaian (adjustment) dengan tata lingkungannya untuk memelihara kelangsungan hidup dan mencapai tujuan-tujuannya. baik secara individual maupun melalui organisasi kemasyarakatan. Sedangkan kewajiban rakyat pada pokoknya adalah keikut sertaan dan tanggung jawab atas terbentuknya situasi dan kondisi kewarganegaraan yang baik. Dalam proses Arus Masuk terdapat dua fungsi. dan pers. Masukan ini berintikan kepentingan Rakyat. tantangan. partai politik. Aspirasi dari TKM dapat berasal darirakyat. Sementara itu. SISMENNAS memiliki fungsi pokok: “pemasyarakatan politik.

norma. dapat dikatakan bahwa pada arus keluar SISMENNAS memiliki tiga fungsi utama berikut: pembuatan aturan (rule making). bimbingan. fungsi-fungsi yang mentransformasikan kepentingan kemasyarakatan maupun kebangsaan yang bersifat politis terselenggara ke dalam bentuk-bentuk administratif untuk memudahkan pelaksanaannya serta meningkatkan daya guna dan hasil gunanya. 3) Penyelesaian segala macam perselisihan. maupun pelaksanaan berbagai kebijaksanaan nasional yang lazimnya dijabarkan dalam sejumlah program dan kegiatan. patokan. Ketiga fungsi TPKB tersebut merupakan proses pengelolaan lebihlanjut secara strategis. yaitu fungsipengenalan kepentingan dan fungsi pemilihan kepemimpinan yang ditransformasikan dari masukan politik menjadi tindakan administratif. SISMENNAS diharapkan menghasilkan: 1) Aturan. Pada aspek arus keluar. dan penyelewengan yang timbul sehubungan dengan kebijaksanaan umum serta program tersebut dalam rangka pemeliharaan tertib hukum. 3) Penilaian untuk membandingkan hasil pelaksanaan dengan keinginan setelah pelaksanaan selesai. penerapan. dan koordinasi selama pelaksanaan. Berdasarkan uraian di atas. manajerial dan operasional terhadap berbagai keputusan kebijaksanaan.yang merupakan inti SISMENNAS. Pada Tatanan Pengambilan Keputusan Berkewenangan (TPKB). penerapan aturan 11 . 2) Penyelenggaraan. dan Iain-lain.sesuai kebijaksanaan yang dirumuskan. penegakan. Fungsifungsi tersebut adalah: 1) Perencanaan sebagai rintisan dan persiapan sebelum pelaksanaan. pedoman. 2) Pengendalian sebagai pengarahan. pelanggaran. yang secara singkat dapat disebut kebijaksanaan umum (public policies). Keputusankeputusan tersebut merupakan hasil dari fungsi-fungsi yang dikemukakan sebelumnya.kepemimpinan berfungsi memberikan masukan tentang tersedianya orang-orang yang berkualitas untuk menempati berbagai kedudukan dan jabatan tertentu dan menyelenggarakan berbagai tugas dan pekerjaan dalam rangka TPKB.

Asas-asas penyelenggaraan pemerintahan seperti desentralisasi. pertahanan dan keamanan. di mana daerah diberi kewenangan mengurus dan mengatur semua urusan pemerintahan kecuali urusan pemerintah pusat yakni : a. agama. e.Otonomi Daerah Pelaksanaan otonomi daerah kini memasuki tahapan baru setelah direvisinya UU No. 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah atau lazim disebut UU Otonomi Daerah (Otda). termasuk masyarakatnya. standar. Secara garis besar. mendorong prakarsa dan peran serta masyarakat dalam proses pemerintahan dan pembangunan. nyata. monitoring dan evaluasi. efektivitas dan akuntabilitas penyelenggaraan fungsi-fungsi seperti pelayanan. 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah menjadi UU No. fasilitasi dan urusan-urusan pemerintahan dengan eksternalitas nasional. 32 Tahun 2004. moneter/fiskal. b. Perubahan yang dilakukan di UU No.(ruleaplication). Dalam UU No. dan bertanggungjawab tetap dijadikan acuan dengan meletakkan pelaksanaan otonomi pada tingkat daerah yang paling dekat dengan masyarakat. 12 . digunakan prinsip otonomi seluas-luasnya. Pemerintah juga tidak lupa untuk lebih meningkatkan efisiensi. peradilan (yustisi). Tujuan pemberian otonomi tetap seperti yang dirumuskan saat ini yaitu memberdayakan daerah. perubahan yang paling tampak adalah terjadinya pergeseran-pergeseran kewenangan dari satu lembaga ke lembaga lain. diselenggarakan secara proporsional sehingga saling menunjang. Konsep otonomi luas. prosedur. dan penghakiman aturan (rule adjudication) yang mengandung arti penyelesaian perselisihan berdasarkan penentuan kebenaran peraruran yang berlaku F. Pemerintah pusat berwenang membuat norma-norma. 32 Tahun 2004 bisa dikatakan sangat mendasar dalam pelaksanaan pemerintahan daerah. pengembangan dan perlindungan terhadap masyarakat dalam ikatan NKRI. dekonsentrasi. c. supervisi. politik luar negeri. d. dan tugas pembantuan.

meliputi urusan wajib dan urusan pilihan. UU No. Negara Kesatuan Republik Indonesia dibagi atas daerah-daerah Provinsi dan daerah Provinsi itu dibagi atas Kabupaten dan Kota. kewenangan DPRD banyak yang dipangkas. Pemerintahan Daerah adalah pelaksanaan fungsi-fungsi pemerintahan daerah yang dilakukan oleh lembaga pemerintahan daerah yaitu Pemerintah Daerah dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD). Tampak nuansa dan rasa adanya hierarki dalam kalimat tersebut. dan Kota itu mempunyai pemerintahan daerah yang diatur dengan UU. DPRD yang hanya memperoleh laporan keterangan pertanggungjawaban. sedangkan urusan pemerintahan yang bersifat pilihan terkait erat dengan potensi unggulan dan kekhasan daerah. pemenuhan kebutuhan hidup minimal. prasarana lingkungan dasar. Sebelum ini kewenangan DPRD sangat besar. Hubungan kemitraan bermakna bahwa antara Pemerintah Daerah dan DPRD adalah sama-sama mitra sekerja dalam membuat kebijakan daerah untuk melaksanakan otonomi daerah sesuai dengan fungsi masing-masing sehingga antar kedua lembaga itu membangun suatu hubungan kerja yang sifatnya saling mendukung bukan merupakan lawan ataupun pesaing satu sama lain dalam melaksanakan fungsi masing-masing. Kewenangan DPRD itu dalam penerapan di lapangan sulit dikontrol. Sedangkan sekarang. Urusan yang menjadi kewenangan daerah. 13 . serta adanya mekanisme evaluasi gubernur terhadap rancangan Perda APBD agar sesuai kepentingan umum dan peraturan perundang-undangan yang lebih tinggi. Kabupaten. kesehatan. yang tiap-tiap Provinsi.Pemerintah provinsi berwenang mengatur dan mengurus urusan-urusan pemerintahan dengan eksternal regional. misalnya aturan kepala daerah dipilih langsung oleh rakyat. Urusan pemerintahan wajib adalah suatu urusan pemerintahan yang berkaitan dengan pelayanan dasar seperti pendidikan dasar. dan kabupaten/kota berwenang mengatur dan mengurus urusanurusan pemerintahan dengan eksternalitas lokal. maupun laporan pertanggungjawaban (LPJ) tahunan kepala daerah. Hubungan antara pemerintah daerah dan DPRD merupakan hubungan kerja yang kedudukannya setara dan bersifat kemitraan. Dalam Pasal 18 ayat (1) UUD 1945 (Amandemen) disebutkan. baik ketika memilih kepala daerah. 32 Tahun 2004 mencoba mengembalikan hubungan kerja eksekutif dan legislatif yang setara dan bersifat kemitraan. Pemerintah Provinsi sebagai wakil pemerintah pusat di daerah diakomodasi dalam bentuk urusan pemerintahan menyangkut pengaturan terhadap regional yang menjadi wilayah tugasnya.

tapi harus diakui pula banyak peluang dari UU tersebut untuk menciptakan good governance (pemerintahan yang baik). Implementasi politik dan strategi nasional di bidang hukum: 1. jelaslah bahwa revisi yang dilakukan terhadap UU No. dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah. kabupaten. 14 . Agar penyelengaraan pemilihan dapat berlangsung dengan baik. Sekilas UU No.Implementasi Politik dan Strategi Nasional a. G. pelibatan public (masyarakat) dalam pemerintahan atau politik lokal mengalami peningkatan luar biasa dengan diaturnya pemilihan kepala daerah (Pilkada) langsung. dan kota dibatasi sampai dengan penetapan calon terpilih dengan berita acara yang selanjutnya KPUD menyerahkan kepada DPRD untuk diproses pengusulannya kepada Pemerintah guna mendapatkan pengesahan. 22 Tahun 1999 dimaksudkan untuk menyempurnakan kelemahan-kelemahan yang selama ini muncul dalam pelaksanaan otonomi daerah. Dalam UU No 32 Tahun2004 terlihat adanya semangat untuk melibatkan partisipasi publik. kabupaten. Kewenangan KPUD provinsi. Dewan Perwakilan Daerah. dan kota diberikan kewenangan sebagai penyelenggara pemilihan kepala daerah. 2. termasuk ketidakadilan gender dan ketidaksesuaianya dengan reformasi melalui program legalisasi. Di satu sisi. Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) provinsi. 32 tahun 2004 masih menyisakan banyak kelemahan. Mengembangkan budaya hukum di semua lapisan masyarakat untuk terciptanya kesadaran dan kepatuhan hukum dalam kerangka supremasi hukum dan tegaknya negara hukum. Dari anatomi tersebut. Pasangan calon kepala daerah dan wakil kepala daerah dapat dicalonkan baik oleh partai politik atau gabungan partai politik peserta Pemilu yang memperoleh sejumlah kursi tertentu dalam DPRD dan atau memperoleh dukungan suara dalam Pemilu Legislatif dalam jumlah tertentu. maka DPRD membentuk panitia pengawas.Kepala daerah dan wakil kepala daerah dipilih secara langsung oleh rakyat yang persyaratan dan tata caranya ditetapkan dalam peraturan perundang-undangan. Melalui Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2003 tentang Pemilihan Umum Anggota Dewan Perwakilan Rakyat. Menata sistem hukum nasional yang menyeluruh dan terpadu dengan mengakui dan menghormati hukum agama dan hukum adat serta memperbaharui perundang–undangan warisan kolonial dan hukum nasional yang diskriminatif.

pembangunan berwawasan lingkungan dan berkelanjutan sehingga terjamin kesempatan yang sama dalam berusaha dan bekerja. kualitas hidup. nilai–nilai keadilan. serta perlakuan yang adil bagi seluruh rakyat. yang merugikan masyarakat. Penghormatan dan penegakan hak asasi manusia dalam seluruh aspek kehidupan. Mengembangkan persaingan yang sehat dan adil serta menghindarkan terjadinya struktur pasar monopolistik dan berbagai struktur pasar distortif. Menegakkan hukum secara konsisten untuk lebih menjamin kepastian hukum. serta pengawasan yang efektif. pendidikan. Melanjutkan ratifikasi konvensi internasional terutama yang berkaitan dengan hak asasi manusia sesuai dengan kebutuhan dan kepentingan bangsa dalam bentuk undang– undang. 7. 6. 15 . 4. subsidi dan insentif. Meningkatkan pemahaman dan penyadaran. b. yang dilakukan secara transparan dan diatur undang–undang. dukungan sarana dan prasarana hukum. serta bebas korupsi dan nepotisme tetap menjunjung tinggi asas keadilan dan kebenaran. 3. 10. termasuk Kepolisian Negara Republik Indonesia. Menyelenggarakan proses peradilan secara cepat. Mengembangkan peraturan perundang–undangan yang mendukung kegiatan perekonomian dalam menghadapi era perdagangan bebas tanpa merugikan kepentingan nasional.3. 9. untuk menumbuhkan kepercayaan masyarakat dengan meningkatkan kesejahteraan. melalui regulasi. Menyelesaikan berbagai proses peradilan terhadap pelanggaran hukum dan hak asasi manusia yang belum ditangani secara tuntas. 8. keadilan dan kebenaran. serta menghargai hak asasi manusia. layanan publik. murah dan terbuka. 2. supremasi hukum. serta meningkatkan perlindungan. 5. kepentingan sosial. mudah. perlindungan hak–hak konsumen. Mewujudkan lembaga peradilan yang mandiri dan bebas dari pengaruh penguasa dan pihak manapun. Implemetasi politk strategi nasional dibidang ekonomi : 1. Mengembangkan sistem ekonomi kerakyatan yang bertumpu pada mekanisme pasar yang berkeadilan dengan prinsip persaingan sehat dan memperhatikan pertumbuhan ekonomi. Meningkatkan integritas moral dan keprofesionalan aparat penegak hukum. Mengoptimalkan peranan pemerintah dalam mengoreksi ketidaksempurnaan pasar dengan menghilangkan seluruh hambatan yang menganggu mekanisme pasar.

efektif dan efisien. mudah. dan cepat. 8. Mengembangkan kebijakan fiskal dengan memperhatikan prinsip transparasi. disiplin. dan meningkatkan penerapan peraturan perundang– undangan sesuai dengan standar internasional dan diawasi oleh lembaga independen. dan koperasi agar lebih efisien. serta memperlancar perizinan yang transparan. efisiensi. 6. Mengoptimalkan penggunaan pinjaman luar negeri pemerintah untuk kegiatan ekonomi produktif yang dilaksanakan secara transparan. Memperdayakan pengusaha kecil. kelautan. produktif dan berdaya saing dengan menciptakan iklim usaha yang kondusif dan peluang usaha yang seluas–luasnya. Mengupayakan kehidupan yang layak berdasarkan atas kemanusiaan yang adil bagi masayarakat. kehutanan. Mengembangkan kebijakan industri perdagangan dan investasi dalam rangka meningkatkan daya saing global dengan membuka aksesibilitas yang sama terhadap kesempatan kerja dan berusaha bagi segenap rakyat dan seluruh daerah melalui keunggulan kompetitif terutama berbasis keunggulan sumber daya manusia dengan menghapus segala bentuk perlakuan dikriminatif dan hambatan. 5. serta industri kecil dan kerajinan rakyat. Mengembangkan pasar modal yang sehat. Mengembangkan perekonomian yang berorientasi global sesuai kemajuan teknologi dengan membangun keunggulan kompetitif berdasarkan keunggulan komperatif sebagai negara maritim dan agraris sesuai kompetensi dan produk unggulan di setiap daerah. 10. Mengelola kebijakan makro dan mikro ekonomi secara terkoordinasi dan sinergis guna menentukan tingkat suku bunga wajar. efektivitas. tingkat inflasi terkendali. untuk menambah penerimaan negara dan mengurangi ketergantungan dana dari luar negeri. Bantuan fasilitas dari negara diberikan secara selektif terutama 16 . 9. menyediakan kebutuhan pokok terutama perumahan dan pangan rakyat. 7. terutama pertanian dalam arti luas. tingkat kurs rupiah yang stabil dan realitis.4. transparan. efisien. menyediakan fasilitas publik yang memadai dan harga terjangkau. 11. pariwisata. murah. keadilan. terutama bagi fakir miskin dan anak–anak terlantar dengan mengembangkan sistem dan jaminan sosial melalui program pemerintah serta menumbuhkembangkan usaha dan kreativitas masyarakat yang pendistribusiannya dilakukan dengan birokrasi efektif dan efisien serta ditetapkan dengan undang–undang. menengah. pertambangan. Mekanisme dan prosedur peminjaman luar negeri harus dengan persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat dan diatur dengan undang–undang.

serta antar usaha besar dan kecil dalam rangka memperkuat struktur ekonomi nasional. 17. perlindungan kerja dan kebebasan berserikat. melayani kebutuhan masyarakat dengan harga terjangkau. peningkatan pengupahan. 18. transparan. indutri pertahanan dan keamanan. 14. informasi bisnis dan teknologi. 13. termasuk hak ulayat dan masyarakat adat. 17 . serta berdasarkan tata ruang wilayah yang serasi dan seimbang. penjamin kesejahteraan. profesional terutama yang usahanya berkaitan dengan kepentingan umum yang bergerak dalam penyediaan fasilitas publik. kelembagaan dan budaya lokal dalam rangka menjamin tersedianya pangan dan nutrisi dalam jumlah dan mutu yang dibutuhkan pada tingkat harga yang terjangkau dengan memperhatikan peningkatan pendapatan petani dan nelayan serta peningkatan produksi yang diatur dengan undang–undang. pengelolaan aset strategis. 16. Meningkatkan kuantitas dan kualitas penempatan tenaga kerja ke luar negeri dengan memperhatikan kompetensi. Meningkatkan pembangunan dan pemeliharaan sarana dan prasarana publik. transparan. swasta dan Badan Usaha Milik Negara. Mengembangkan kebijakan pertanahan untuk meningkatkan pemanfaatan dan penggunaan tanah secara adil. termasuk transportasi. dan produktif dengan mengutamakan hak–hak rakyat setempat. Keberadaan dan pengelolaan Badan Usaha Milik Negara ditetapkan dengan undang–undang. telekomunikasi. dan kerja kegiatan usaha lainnya yang tidak dilakukan oleh swasta dan koperasi. 12. 15.dalam bentuk perlindungan dari persaingan yang tidak sehat. dan air bersih guna mendorong pemerataan pembangunan. dan lokasi berusaha. perlindungan dan pembelaan tenaga yang dikelola secara terpadu dan mencegah timbulnya eksploitasi tenaga kerja. permodalan. Mengembangkan hubungan kemitraan dalam bentuk keterkaitan usaha untuk yang saling menunjang dan menguntungkan antara koperasi. Meningkatkan penyediaan dan pemanfaatan sumber energy dan tenaga listrik yang relatif murah dan ramah lingkungan dan secara berkelanjutan yang pengelolaannya diatur dengan undang–undang. serta membuka keterisolasian wilayah pedalaman dan terpencil. energi dan listrik. Mengembangkan ketenagakerjaan secara menyeluruh dan terpadu diarahkan pada peningkatan kompetensi dan kemandirian tenaga kerja. Menata Badan Usaha Milik Negara secara efisien. pendidikan dan pelatihan. Mengembangkan sistem ketahanan pangan yang berbasis pada keragaman budaya bahan pangan. 19.

26. Melakukan secara proaktif negoisasi dan kerja sama ekonomi bilateral dan multilateral dalam rangka meningkatkan volume dan nilai ekspor terutama dari sector industri yang berbasis sumber daya alam. pengurangan susidi dan pinjaman luar negeri secara bertahap. Menyehatkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara dengan mengurangi defisit anggaran melalui peningkatan disiplin anggaran. 25. Melakukan renegoisasi dan mempercepat restrukturisasi utang luar negeri bersama– sama dengan Dana Moneter Internasional. serta penghematan pengeluaran. 21. Menyehatkan Badan Usaha Milik Negara/Badan Usaha Milik Daerah terutama yang usahanya tidak berkaitan dengan kepentingan umum didorong untuk privatisasi melalui pasar modal. 18 . Melakukan berbagai upaya terpadu untuk mempercepat proses pengentasan masyarakat dari kemiskinan dan mengurangi pengangguran. adil. 28. 27. Mempercepat penyelamatan dan pemulihan ekonomi guna membangkitkan sektor riil terutama pengusaha kecil. terutama uasaha kecil. Pengelolaan aset Negara diatur dengan undang–undang.dan efisien dalam melayani masyarakat dan kegiatan perekonomian. 24. Lembaga Keuangan Internasional lainnya. stabilitas kurs rupiah pada tingkat yang realistis. terpercaya. Meningkatkan penguasaan. peningkatan penerimaan pajak progresif yang adil dan jujur . 22. yang merupakan dampak krisis ekonomi. Mempercepat rekapitulasi sektor perbankan dan restrukturisasi utang swasta secara transparan agar perbankan nasional dan perusahaan swasta menjadi sehat. serta menarik investasi finansial dan investasi asing langsung tanpa merugikan pengusaha nasional. terutama asset yang berasal dari likuidasi perbankan dan perusahaan. Bank Dunia. menengah dan koperasi melalui upaya pengendalian laju inflasi. Melaksanakan restrukturisasi aset negara. 23. menengah dan koperasi guna meningkatkan daya saing produk yang berbasis sumber daya local. pengembangan dan pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi bangsa sendiri dalam dunia usaha.20. yang pelaksanaanya dilakukan secara transparan dan dikonsultasikan dengan Dewan Perwakilan Rakyat. dan suku bunga yang wajar serta didukung oleh tersedianya likuiditas sesuai dengan kebutuhan. dalam rangka meningkatkan efisiensi dan produktivitas secara transparan dan pelaksanaannya dikonsultasikan dengan Dewan Perwakilan Rakyat. dan negara donor dengan memperhatikan kemampuan bangsa dan negara.

8. serta sesuai dengan jiwa dan semangat Pembukaan Undang–Undang Dasar 1945. fungsi dan partisipasi organisasi kemasyarakatan. legislatif dan yudikatif. jujur. bebas. dan menjunjung tinggi supremasi hukum dan hak asasi manusia berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Untuk menyelesaikan masalah-masalah yang mendesak dalam kehidupan bermasyarakat. Menyempurnakan Undang–Undang Dasar 1945 sejalan dengan perkembangan kebutuhan bangsa. Meningkatkan peran Majelis Permusyawaratan Rakyat. 4. dinamika dan tuntutan reformasi. 5. perlu upaya rekonsiliasi nasional yang diatur dengan undang–undang. adil. dan 19 . kelompok profesi dan lembaga swadaya masyarakat dalam kehidupan bernegara. langsung. 3.c. Memperkuat keberadaan dan kelangsungan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang bertumpu pada kebhinekatunggalikaan. wewenang dan tanggung jawab yang mengacu pada prinsip pemisahan kekuasaan dan tata hubungan yang jelas antara lembaga eksekutif. rahasia. Implementasi politik strategi nasional di bidang politik 1. dan lembaga–lembaga tinggi negara lainnya dengan menegaskan fungsi. dengan tetap memelihara kesatuan dan persatuan bengsa. serta mengembangkan sistem dan penyelengaraan pemilu yang demokratis dengan menyempurnakan berbagai peraturan perundang–undangan dibidang politik. 6. 2. 7. berbangsa dan bernegara. berbangsa dan bernegara. Menyelenggarakan pemilihan umum secara lebih berkualitas dengan partisipasi rakyat seluas–luasnya atas dasar prinsip demokratis. menghormati keberagaman aspirasi. Meningkatkan pendidikan politik secara intensif dan komprehensif kepada masyarakat untuk mengembangkan budaya politik yaitu demokratis. Meningkatkan kemandirian partai politik terutama dalam memperjuangkan aspirasi dan kepentingan rakyat serta mengembangkan fungsi pengawasan secara efektif terhadap kineja lembaga–lembaga negara dan meningkatkan efektivitas. Memasyarakatan dan menerapkan prinsip persamaan dan anti diskriminatif dalam kehidupan bermasyarakat. Mengembangkan sistem politik nasional yang berkedudukan rakyat demokratis dan terbuka. umum. mengembangkan kehidupan kepartaian yang menghormati keberagaman aspirasi politik.

9. kerjasama. Meningkatkan kualitas dan kinerja aparatur luar negeri maupun melakukan diplomasi pro-aktif dalam segala bidang untuk membangun citra positif Indonesia di dunia internasional. Menegaskan arah politik luar negeri Indonesia yang bebas aktif dan berorientasi pada kepentingan nasional. terutama dalam menyongsong pemberlakuan AFTA. damai. mendukung perjuangan kemerdekaan bangsa–bangsa. Meningkatkan kualitas diplomasi guna mempercepat pemulihan ekonomi dan pembangunan nasional. Meningkatkan kesiapan Indonesia dalam segala bidang untuk menghadapi perdagangan bebas. melalui kerjasama ekonomi regional maupun internasional dalam rangka stabilitas. 3.beradab yang dilaksanakan oleh badan penyelenggara independen dan nonpartisan selambat– lambatnya pada tahun 2004. menolak penjajahan dalam segala bentuk. Keikutsertaan Tentara Nasional Indonesia dalam merumuskan kebijaksanaan nasional dilakukan melalui lembaga tertinggi negara Majelis Permusyawaratan Negara. adil dan makmur. sejahtera. demokratis. 4. Memperluas perjanjian ekstradisi dengan negara–Negara sahabat serta memperlancar prosedur diplomatik dalam upaya melaksanakan ekstradisi bagian bagi penyelesaian perkara pidana. dinamis. menitik beratkan pada solidaritas antar negara berkembang. • Politik luar negeri 1. 5. 6. bersatu. dan pembangunan kawasan. memberikan perlindungan dan pembelaan terhadap warga negara dan kepentingan Indonesia serta memanfaatkan setiap peluang positif bagi kepentingan nasional. Menindak lanjuti paradigma Tentara Nasional Indonesia dengan menegaskan secara konsisten reposisi dan redefinisi Tentara Nasional Indonesia sebagai alat negara dengan mengoreksi peran politik Tentara Nasional Indonesia dalam bernegara. rukun. Membangun bangsa dan watak bangsa (nation and character building) menuju bangsa dan masyarakat Indonesia yang maju. dan WTO. serta meningkatkan kemandirian bangsa dan kerja sama internasional bagi kesejahteraan rakyat. 20 . 10. Dalam melakukan perjanjian dan kerja sama internasional yang menyangkut kepentingan dan hajat hidup orang banyak harus dengan persetujuan lembaga perwakilan rakyat. 2. APEC. toleran.

kolusi. Melakukan pemeriksaan terhadap kekayaan pejabat dan pejabat pemerintahan sebelum dan sesudah memangku jabatan dengan tetap menjunjung tinggi hak hukum dan hak asasi manusia. dan nepotisme dengan memberikan sanksi seberat– beratnya sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Meningkatkan kerja sama dalam segala bidang dengan negara tetangga yang berbatasan langsung dan kerjasama kawasan ASEAN untuk memelihara stabilitas pembangunan dan kesejahteraan. dan bebas dari penyalahgunaan kekuasaan. Meningkatkan fungsi dan keprofesionalan birokrasi dalam melayani masyarakat dan akuntanbilitasnya dalam mengelola kekayaan negara secara transparan bersih. produktif dan efisien. 2. 4. 6. • Komunikasi. 3. bertanggung jawab profesional. meningkatkan efektivitas pengawasan internal dan fungsional serta pengawasan masyarakat dengan mengembangkan etik dan moral. Meningkatkan kualitas aparatur negara dengan memperbaiki kesejahteraan dan keprofesionalan serta memberlakukan sistem karier berdasarkan prestasi dengan prinsip memberikan penghargaan dan sanksi. • Penyelenggara Negara 1. Memantapkan netralisasi politik pegawai negeri dengan menghargai hak–hak politiknya. membentuk kepribadian bangsa. Meningkatkan kesejahteraan Pegawai Negeri Sipil dan Tentara Nasional Indonesia dan Kepolisian Negara Republik Indonesia untuk menciptakan aparatur yang bebas dari korupsi. serta mengupayakan keamanan hak pengguna sarana dan prasarana informasi dan komunikasi. 5. 2. nepotisme.7. 21 . Meningkatkan pemanfaatan peran komunikasi melalui media massa modern dan media tradisional untuk mempercerdas kehidupan bangsa memperkukuh persatuan dan kesatuan. Membersihkan penyelenggara negara dari praktek korupsi. Meningkatkan kualitas komunikasi di berbagai bidang melalui penguasaan dan penerapan teknologi informasi dan komunikasi guna memperkuat daya saing bangsa dalam menghadapi tantangan global. kolusi. informasi. dan media massa 1.

3. Meningkatkan kemudahan umat beragama dalam menjalankan ibadahnya. Meningkatkan dan memantapkan kerukunan hidup antar umat beragama sehingga tercipta suasana yang harmonis dan saling menghormati dalam semangat kemajemukan melalui dialog antar umat beragama dan pelaksanaan pendidikan beragama secara deskriptif yang tidak dogmatis untuk tingkat Perguruan Tinggi. sarana dan prasarana penerapan khususnya di luar negeri dalam rangka memperjuangkan kepentingan nasional di forum internasional. • Pendidikan 1. berintegritas. Memantapkan fungsi. 3. Meningkatkan peran dan fungsi lembaga–lembaga keagamaan dalam ikut mengatasi dampak perubahan yang terjadi dalam semua aspek kehidupan untuk memperkokoh jati diri dan kepribadian bangsa serta memperkuat kerukunan hidup bermasyarakat. dan pengelolaan zakat dengan memberikan kesempatan yang luas kepada masyarakat untuk berpartisipasi dalam penyelenggaraan. sumber daya manusia. peran dan kedudukan agama sebagai landasan moral. berbangsa dan bernegara. dan menjunjung tinggi etika pers. termasuk penyempurnaan kualitas pelaksanaan ibadah haji. supremasi hukum. 4. Memperkuat kelembagaan. 5. spiritual. 5. 2. serta hak asasi manusia. Meningkatkan kualitas pendidikan agama melalui penyempurnaan sistem pendidikan agama sehingga lebih terpadu dan integral sehingga sistem pendidikan nasional dengan didukung oleh sarana dan prasarana yang memadai. dan etika dalam penyelenggaraan negara serta mengupayakan agar segala peraturan perundang–undangan tidak bertentangan dengan moral agama. Mengupayakan perluasan dan pemerataan kesempatan memperoleh pendidikan yang bermutu bagi seluruh rakyat Indonesia menuju terciptanya nilai–nilai universal termasuk kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa dalam rangka mendukung terpeliharanya kerukunan hidup bermasyarakat dan membangun peradaban bangsa. 4. Meningkatkan peran pers yang bebas sejalan dengan peningkatan kualitas dan kesejahteran insan pers agar profesional. • Agama 1. 22 . Membangun jaringan informasi dan komunikasi antar pusat dan daerah serta antar daerah secara timbal balik dalam rangka mendukung pembangunan nasional serta memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa.

hukum dan kegiatan kebudayaan dalam rangka pengembangan kebudayaan nasional dan peningkatan kualitas berbudaya masyarakat. moral. 5. serta memberikan perlindungan dan penghargaan terhadap hak cipta dan royalti bagi pelaku seni dan budaya. ergonomis. Mengembangkan dunia perfilman Indonesia secara sehat sebagai media massa kreatif yang memuat keberagaman jenis kesenian untuk meningkatkan moralitas agama serta kecerdasan bangsa. 23 . 3. Mengembangkan kebebasan berkreasi dalam berkesenian untuk mencapai sasaran sebagai pemberi inspirasi bagi kepekaan rasa terhadap totalitas kehidupan dengan tetap mengacu pada etika. sosial budaya. 6. Merumuskan nilai–nilai kebudayaan Indonesia. politik. 4. 7. pembentukan opini publik yang positif dan peningkatan nilai tambah secara ekonomi. Melestarikan apresiasi nilai kesenian dan kebudayaan tradisional serta menggalakan dan memberdayakan sentra–sentra kesenian untuk merangsang berkembangnya kesenian nasional yang lebih kreatif dan inovatif sehingga menumbuhkan rasa kebanggaan nasional. 8. melestarikan alam dan tidak merusak lingkungan. estetika dan agama. Mengembangkan sikap kritis terhadap nilai–nilai budaya dalam rangka memilah–milah nilai budaya yang kondusif dan serasi untuk menghadapi tantangan pembangunan bangsa di masa depan. Menjadikan kesenian dan kebudayaan tradisional Indonesia sebagai wahana bagi pengembangan pariwisata nasional dan mempromosikannya ke luar negeri secara konsisten sehingga dapat menjadikan wahana persahabatan antar bangsa. • Kedudukan dan Peranan Perempuan 1.2. Mengembangkan pariwisata melalui pendekatan sistem yang utuh dan terpadu bersifat interdisipliner dan partisipatoris dengan menggunakan kriteria ekonomis. sehingga mampu memberikan rujukan sistem nilai terhadap totalitas perilaku kehidupan ekonomi. Meningkatkan kedudukan dan peranan perempuan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara melalui kebijakan nasional yang diemban oleh lembaga yang mampu memperjuangkan terwujudnya kesetaraan keadilan gender. teknis. hemat energi.

lembaga hukum.2. 2. dan minat dengan memberikan kesempatan dan kebebasan mengorganisasikan dirinya secara bebas dan merdeka sebagai wahana pendewasaan untuk menjadi pemimpin bangsa yang beriman dan bertakwa. lembaga politik. berakhlak mulia. Meningkatkan kualitas peran dan kemandirian organisasi perempuan dengan tetap mempertahankan nilai persatuan dan kesatuan serta nilai historis perjuangan kaum perempuan. Mengembangkan minat dan semangat kewirausahaan di kalangan generasi yang berdaya saing. lembaga ekonomi. Melindungi segenap generasi muda dari bahaya distruktif terutama bahaya penyalahgunaan narkotika. • Pemuda dan Olahraga 1. 3. patriotis. 24 . 5. Meningkatkan usaha pembibitan dan pembinaan olahraga prestasi harus dilakukan secara sistematis dan komprehensif melalui lembaga–lembaga pendidikan sebagai pusat pembinaan di bawah koordinasi masing–masing organisasi olahraga termasuk organisasi penyandang cacat bersamasama dengan masyarakat demi tercapainya sasaran yang membanggakan di tingkat internasional. demokratis. dalam rangka melanjutkan usaha pemberdayaan perempuan serta kesejahteraan keluarga dan masyarakat. bakat. 4. Mengembangkan otonomi daerah secara luas. • Pembangunan Daerah 1. mandiri dan tanggap terhadap aspirasi rakyat. Mengembangkan iklim yang kondusif bagi generasi muda dalam mengaktualisasikan segenap potensi. nyata dan bertanggung jawab dalam rangka pemberdayaan masyarakat. unggul dan mandiri. obat–obat terlarang dan zat adiktif lainnya (narkoba) melalui gerakan pemberantasan dan peningkatan kesadaran masyarakat akan bahaya penyalahgunaan narkoba. yang harus dimulai sejak usia dini melalui pendidikan olah raga di sekolah dan masyarakat. Secara umum Pembangunan Daerah adalah sebagai berikut : a. Menumbuhkan budaya olahraga guna meningkatkan kualitas manusia Indonesia sehingga memiliki tingkat kesehatan dan kebugaran yang cukup.

d. indutri kecil dan kerajinan rakyat. Secara khusus pengembangan otonomi daerah di dalam wadah negara Kesatuan Republik Indonedia. Meningkatkan kualitas sumber daya manusia di daerah sesuai dengan potensi dan kepentingan daerah melalui penyediaan anggaran pendidikan yang memadai. adalah untuk menyesuaikan secara adil dan menyeluruh permasalahan di daerah yang memerlukan penanganan secara khusus dan bersungguh–sungguh. dan pemanfaatan sumber daya alam. maka perlu ditempuh langkah– langkah sebagai berikut : a. lembaga adat dan lembaga swadaya masyarakat. Melakukan pengkajian tentang berlakunya otonomi daerah bagi daerah propinsi.Mempertahankan integritas bangsa dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan menghragai kesetaraan dan keragaman kehidupan sosial budaya masyarakat Aceh. Meningkatkan pembangunan di seluruh daerah terutama di kawasan timur Indonesia. c. Mempercepat pembangunan ekonomi daerah yang efektif dan kuat dengan memberdayakan pelaku dan potensi ekonomi daerah serta memperhatikan penataan ruang. nyata dan bertanggung jawab. daerah perbatasan dan wilayah tertinggal lainnya dengan berlandaskan pada prinsip desentralisasi dan otonomi daerah. Daerah Istimewa Aceh . g. melalui penetapan Daerah Istimewa Aceh sebagai daerah otonomi khusus yang diatur dengan undang–undang. daerah kabupaten. e. pembangunan system agribisnis.lembaga keagamaan. pengembangan kelembagaan penguasaan teknologi. 25 . baik fisik maupun sosial sehingga terjadi pemerataan pertumbuhan ekonomi sejalan dengan pelaksanaan ekonomi daerah. Mewujudkan perimbangan keuangan antara pusat dan daerah secara adil dengan mengutamakan kepentingan daerah yang lebih luas melalui desentralisasi perizinan dan investasi serta pengelolaan sumber daya. Memberdayakan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah dalam rangka melaksanakan fungsi dan perannya guna memantapkan penyelenggaraan otonomi daerah yang luas. h. f. serta seluruh masayrakat dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia. 2. daerah kota dan desa. b. Mempercepat pembangunan pedesaan dalam rangka pemberdayaan masyarakat terutama petani dan nelayan melalui penyediaan prasarana.

Mendayagunakan sumber daya alam untuk sebesar– besarnya kemakmuran rakyat dengan memperhatikan kelestarian fungsi dan keseimbangan lingkungan hidup. pembangunan yang berkelanjutan. c. rehabilitasi.Menyelesaikan kasus Aceh secara berkeadilan dan bermartabat dengan melakukan pengusutan dan pengadilan yang jujur bagi pelanggar hak asasi manusia. Mendelegasikan secara bertahap wewenang pemerintah pusat kepada pemerintah daerah dalam pelaksanaan pengelolaan sumber daya alam secara selektif dan pemeliharaan lingkungan sehingga kualitas ekosistem tetap terjaga.Mempertahankan integritas bangsa dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan menghargai kesetaraan dan keragaman kehidupan sosial budaya masyarakat Irian Jaya.Menyelesaikan kasus pelanggaran hak asasi manusia di Irian Jaya melalui proses pengadilan yang jujur dan bermartabat. kepentingan ekonomi dan budaya masyarakat lokal. 5. Mengelola sumber daya alam dan memelihara daya dukungnya agar bermanfaat bagi peningkatan kesejahteraan rakyat dari generasi ke generasi. nyata dan menyeluruh serta mendorong masyarakat yang bertikai agar pro-aktif melakukan rekonsiliasi untuk mempertahankan dan memantapkan integritas nasional. Menerapkan indikator–indikator yang memungkinkan pelestarian kemampuan pembaharuan dalam pengelolaan sumber daya alam yang dapat diperbaharui untuk mencegah kerusakan yang tidak dapat balik. Maluku. b. melalui penetapan daerah otonomi khusus yang diatur dengan undang–undang. dengan menerapkan teknologi ramah lingkungan. 4. Menugaskan Pemerintah untuk segera melaksanakan penyelesaian konflik sosial yang berkepanjangan secara adil. Irian Jaya .. 2. baik selama pemberlakuan Daerah Operasi Militer maupun paska pemberlakuan Daerah Operasi Militer. Meningkatkan pemanfaatan potensi sumber daya alam dan lingkungan hidup dengan melakukan konservasi. yang pengusahaannya diatur dengan undang–undang. dan penghematan penggunaan. serta penataan ruang. yang diatur dengan undang–undang. . • Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup 1. 26 . 3.

meningkatkan rasio kekuatan komponen utama serta mengembangkan kekuatan pertahanan keamanan negara ke wilayah yang di dukung dengan sarana.d. dan anggaran yang memadai. pangayom dan pelindung masyarakat selaras dengan perluasan otonomi daerah. Kepolisian Negara Repuiblik Indonesia sebagai kekuatan utama didukung komponen lainnya dari kekuatan pertahanan dan keamanan negara dengan meningkatkan kesadaran bela Negara melalui wajib latih dan membangun kondisi juang. 2. Mengembangkan kemampuan sistem pertahanan keamanan rakyat semesta yang bertumpu pada kekuatan rakyat dengan Tentara Nasional Indonesia. serta mewujudkan kebersamaan Tentara Nasional Indonesia. Kepolisian Negara Republik Indonesia dan rakyat. Menuntaskan upaya memandirikan Kepolisian Negara Republik Indonesia dalam rangka pemisahan dari Tentara Nasional Indonesia secara bertahap dan berlanjut dengan meningkatkan keprofesionalannya. redefinisi. 3. 27 . dengan menjunjung tinggi hak asasi manusia dan memberikan darma baktinya dalam membantu menyelenggarakan pembangunan. sebagi alat Negara penegak hukum. Menata Tentara Nasional Indonesia sesuai paradigma baru secara konsisten melalui reposisi. dan reaktualisasi peran Tentara Nasional Indonesia sebagai alat negara untuk melindungi. memelihara dan mempertahankan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia terhadap ancaman dari luar dan dalam negeri. Implementasi di bidang pertahanan dan keamanan 1. prasarana. 5. 4. Memperluas dan meningkatkan kualitas kerja sama bilateral bidang pertahanan dan keamanan dalam rangka memelihara stabilitas keamanan regional dan turut serta berpartisipasi dalam upaya pemeliharaan perdamaian dunia. Meningkatkan kualitas keprofesionalan Tentara Nasional Indonesia.

Saran • Sebagai generasi penerus bangsa. maka kita harus ikut berperan aktif dalam pembangunan nasional. Dan pelaksanaannya bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah tetapi juga merupakan tanggung jawab seluruh rakyat Indonesia. VI. Maka dalam era reformasi saat ini masyarakat memiliki peran yang sangat besar dalam mengawasi jalannya politik strategi nasional yang dibuat dan dilaksanakan oleh Presiden. • Sejak pemilihan Presiden secara langsung oleh rakyat pada tahun 2004. DAFTAR PUSTAKA 28 . Karena tanggung jawab kita untuk mengawasi jalannya politik dan strategi nasional yang sedang dilaksanakan. Visi dan misi Presidenlah yang dijadikan politik dan strategi dalam menjalankan pemerintahan dan melaksanakan pembangumnan selama lima tahun.V. PENUTUP Kesimpulan • Tujuan pembangunan nasional adalah sebagai usaha untuk meningkatkan kesejahteraan seluruh bangsa Indonesia.

1980. Soemarwoto. JB. Jakarta. Sekretariat Jendral MPR. 1999. Budiardjo. Buku II. Yogyakarta. Pustaka Setia. Arbi. Sabaroedin. Wawasan Nusantara (dalam gejolak teknologi dan konstitusi laut & samudra). 1957. Buku V. Priyatna. Sinar Grafika. Munadjat Dasaputro. Wawasan Nusantara (dalam azas dan filsafat serta metodologi). Alumni.Mr. Munadjat Dasaputro. Dasar-Dasar Ilmu Politik.TK. Pengantar Hukum Tatanegara Indonesia. 1999. SH. Kewiraan Untuk Mahasiswa. Indonesia Dalam Kancah Isu Lingkungan Global. Munadjat Dasaputro. SH dan Harmaily Ibrahim. Munadjat Dasaputro. Kranenburg. 1980. Reformasi Politik. Lemhanas. Pendidikan Kewarganegaraan. Bandung. Miriam. Wawasan Nusantara (dalam ilmu politik dan hukum). diterjemahkan oleh Mr. 1983. Jakarta. Bandung. Kusnardi. 1980. Otto. ST. Pustaka Pelajar. Jakarta. 1992. 1978. B.. 1982. Sanit. 2000. ST. ST. Cetakan ke dua. CV. Lemhanas. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta. Bandung. Cetakan ke dua. Buku III dan IV. Undang-Undang Otonomi Daerah. GBHN 1999-2004. Ilmu Negara Umum. Ilmu Negara. 1991. Sinar Grafika. Alumni. Jakarta. Sinar Grafika. Prof. Buku VI. 1983. 29 . Sinar Bakti. Jakarta. 1983. Buku I.. Bandung. Orbit Geostationer Sebagai Wilayah Kepentingan Nasional Guna Kelangsungan Hidup Indonesia. Bandung. Liberti.Jakarta. Alumni. 2000. Gramedia Pustaka Utama. Lemhanas. Jakarta. PT. SH. Alumni. Moh. Wawasan Nusantara (dalam hukum laut internasional). Jakarta. Sinar Grafika. Tiga Undang-undang Politik 1999. ST. Wolters. Wawasan Nusantara (dalam Implementasi & Implikasi hukumnya). ST. Jakarta. Bandung. Soehino. Undang-Undang Dasar 1945 dengan Amandemen. 2004. 1998. Alumni. Yogyakarta.• • • • • • • • • • • • • • • • • • Abdurrasyid. Munadjat Dasaputro. 1992. Gramedia Pustaka Utama.

1983.1980. Academica. 32 Tahun 2004 Tentang Pemerintah Daerah.. Jakarta. Alumni. Wikipedia. Prof.org.suplemen Teropong http://www. SH. 1 Tahun 1988 Tentang Perubahan UU No. Zona Pesisir dan Zona Laut. Undang-Undang No. Antonny Mecca.Ketentuan Pokok Hankamneg RI. Negara Republik Indonesia. Undang-Undang No. Otonomi Daerah Masa Kini. Undang-Undang No. http: //www. Undang-Undang No. net. Munadjat Dasaputro. Wahyono. Bandung. Padmo.. Buku VII. 2 Tahun 1989 Tentang Sistem Pendidikan Nasional.pikiran rakyat. Geografi – Wikipedia Indonesia. e-dukasi. Wawasan Nusantara (dalam strategi pembangunan dan Ketahanan Nasional untuk menyongsong Konvensi hukum laut baru). 20 Tahun 1982 Tentang Ketentuan. hhtp: //www.id. com.• • • • • • • • • • ST. 20/1982. 30 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful