Apa yang mempengaruhi proses pembelian?

Proses pengambilan keputusan pembelian terdiri dari lima tahap: pengenalan kebutuhan, pencarian informasi, pengevaluasian alternatif, keputusan pembelian, dan perilaku setelah pembelian. Jelas bahwa proses pembelian berlangsung jauh sebelum pembelian aktual dan berlanjut jauh sesudahnya. Pasar perlu berfokus pada seluruh proses pengambilan keputusan pembelian bukan hanya pada proses pembeliannya saja. Secara teori konsumen melalui seluruh lima tahap pada tiap pembelian. Tapi pada pembelian rutin, konsumen terkadang melewatkan atau membalik beberapa tahap itu. Seorang wanita yang kadang membeli pasta gigi merek yang biasa digunakannya akan mengenali kebutuhan tetapi dia akan bergerak langsung ke proses pembelian, dengan melewatkan pencarian informasi dan mengevaluasi alternatif. Pertimbangan yang muncul pada saat konsumen menghadapi situasi pembelian baru bisa bersifat kompleks. Pengenalan Kebutuhan Proses pembelian bermula dari pengenalan kebutuhan (need recognition)-pembelian mengenali permasalahan atau kebutuhan. Pembeli merasakan adanya perbedaan antara keadaan aktual dan sejumlah keadaan yang diinginkan. Kebutuhan itu dapat dipicu oleh stimulus internal ketika salah satu kebutuhan normal-lapar, haus, seks, naik ke tingkatan yang cukup tinggi sehingga menjadi pendorong. Kebutuhan dapat dipicu oleh rangsangan eksternal. Seseorang mungkin merasa membutuhkan hobi baru ketika kesibukan pekerjaannya mulai menurun, dan dia mulai memikirkan kamera setelah berbincang-bincang dengan teman tentang fotografi atau setelah melihat iklan kamera. Pada tahap itu, pemasar harus meneliti konsumen untuk mengetahui kebutuhan macam apa yang menyebabkan kebutuhan itu muncul, dan bagaimana cara pemasar menuntun konsumen supaya membeli produk tersebut. Setelah mengumpulkan informasi seperti itu, pemasar dapat mengidentifikasi faktor-faktor yang paling sering memicu ketertarikan terhadap produk dan mengembangkan program pemasaran yang melibatkan faktor-faktor tersebut. Pencarian Informasi Konsumen yang tergerak mungkin mencari dan mungkin pula tidak mencari informasi tambahan. Jika dorongan konsumen kuat dan produk yang memenuhi kebutuhan berada dalam jangkauannya, ia cenderung akan membelinya. Jika tidak, konsumen akan menyimpan kebutuhan itu kedalam ingatan atau mengerjakan pencarian informasi yang berhubungan dengan kebutuhan itu. Pada satu tahapan tertentu, konsumen mungkin sekedar meningkatkan perhatian. Pada tahapan itu, seseorang menjadi lebih menerima informasi mengenai kamera. Ia memperhatikan iklan kamera, kamera yang digunakan oleh temannya, dan percakapan tentang kamera. Atau ia mungkin mengerjakan pengumpulan informasi secara aktif, dimana ia mencari informasi tertulis, menelepon teman, dan mengumpulkan informasi dengan berbagai cara lain. Jumlah pencarian yang dikerjakan tergantung pada kekuatan dorongan pada dirinya, jumlah informasi awal yang ia miliki, kemudahan pencarian informasi tambahan, nilai yang ia berikan pada informasi tambahan, dan kepuasan yang di dapat setelah pencarian.

bungkus. Sikap konsumen terhadap sejumlah merek tertentu terbentuk melalui beberapa prosedur evaluasi. Namun demikian. Sumber itu meliputi sumber pribadi (keluarga. dan bagaimana mereka mengurutkan tingkatan arti penting sumber informasi yang berbedabeda itu. dan lain-lain). sedangkan sumber pribadi memberikan legitimasi atau mengevaluasi produk bagi pembeli. Pertama. rekan kerja). sumber komersial (iklan. Sayangnya. Sumber-sumber itu mempunyai dua keuntungan utama. Perusahaan harus mendesain bauran pemasarannya agar calon konsumen sadar dan tahu akan mereknya. menggunakan produk). Pemasaran getok tular atau pemasaran dari mulut ke mulut adalah satu-satunya metode promosi dari konsumen. dan untuk konsumen. Pengevaluasian Alternatif Kita telah mempejari cara konsumen menghasilkan informasi yang menghasilkan sekumpulan merek-merek yang akhirnya dipilih. penjual. konsumen menggunakan kalkulasi yang cermat dan pikiran yang logis. informasi apa yang didapat. Kedua. teman. situs Web. meneliti. Semakin banyak informasi yang didapat. dan sumber berdasarkan pengalaman (memegang. seseorang banyak mempelajari merek yang tersedia. Dalam beberapa kasus. Oleh karena itu. rekan kerja dan para profesionalsupaya merekomendasikan produk atau jasa. organisasi pemberi peringkat). Konsumen harus ditanyai bagaimana awalnya mereka mendengar merek itu. Mempunyai konsumen yang setia dan terpuaskan dan membangga-banggakan bisnis mereka dengan anda merupakan mimpi setiap pemilik bisnis. Konsumen biasanya menerima sebagian besar informasi dari sumber komersial. cara konsumen memproses informasi yang menghasilkan berbagai pilihan merek.-yang dikendalikan oleh pemasar. sumber itu meyakinkan. Pengaruh relatif di antara sumber informasi itu berbeda-beda di antara berbagai produk dan pembeli. . Menjaga hubungan dengan konsumen dan mengubahnya menjadi sumber promosi getok tular membutuhkan biaya yang relatif rendah.Konsumen dapat memperoleh informasi dari berbagai sumber. perusahaan mempunyai ketertarikan yang kuat untuk membangun sumber pemasaran getok tular (word of mouth sources). tetangga. pengecer. Cara konsumen memulai usaha mengevaluasi alternatif pembelian tergantung pada konsumen individual dan situasi pembelian tertentu. Tidak hanya konsumen yang puas mengulangi pembelian. oleh konsumen. konsumen tidak melakukan satu evaluasi secara tunggal dan sederhana. Seseorang terkadang meminta orang lain-teman. Secara hati-hati perusahaan harus mengidentifikasi sumber informasi konsumen dan tingkat kepentingan tiap-tiap sumber itu. sumber publik (media massa. keluarga. Informasi itu juga membantunya meninggalkan pilihan merek tertentu. Sumber komersial biasanya memberikan informasi kepada pembeli. kesadaran dan pengetahuan konsumen tentang adanya merek dan fitur akan meningkat. biaya yang rendah. tetapi konsumen mungkin melakukan beberapa proses avaluasi. tetapi mereka juga menjadi papan promosi berjalan bagi bisnis anda. sumber yang paling efektif cenderung yang bersifat pribadi. Dalam pencarian informasi. Bagaimana cara konsumen memilih dari alternatif merek yang ada? Pemasar perlu memahami proses pengevaluasian alternatif-yakni.

petunjuk konsumen. Namun. Terkadang konsumen membuat keputusan sendirian. jika melebihi harapannya. oleh karena itu pilihannya akan mudah ditebak. Apa yang menentukan pembeli puas atau tidak puas terhadap pembeliannya? Jawabnya terletak pada hubungan antara harapan konsumen dan kinerja produk uang dirasakan. Faktor kedua adalah faktor situasi tak terduga. Atau. ukuran kamera dan harga. kadang tergantung pada teman. Jika ia tadi mempersempit pilihannya menjadi empat kamera. bahwa ia akan memilihnya. ia akan membeli kamera yang mempunyai gambar terbaik. keadaan tak terduga dapat mengubah kecenderungan pembelian. Faktor pertama adalah sikap orang lain. tetapi ada dua faktor yang muncul diantara kecenderungan pembelian dan keputusan pembelian. Namun. Keputusan Pembeli Di tahap pengevaluasian. Jika suami Anna Flores sangat merasa Anna harus membeli kamera yang harganya paling murah. jika produk memenuhi harapannya. maka konsumen kecewa. Keputusan pembeliannya mungkin berdasarkan pada hanya satu atribut. maka konsumen akan merasa sangat senang. Perilaku Setelah Pembelian Pekerjaan pemasar tidak hanya berhenti pada saat produk dibeli. dan manfaat produk yang diharapkan. preferensi dan kecenderungan pembelian tidak selalu menghasilkan pilihan pembelian aktual. konsumen menyusun peringkat merek dan membentuk kecenderuangan (niat) pembelian. dapat kita perkirakan. . Setelah membeli produk.juga dapat dianggap ia hanya tertarik pada empat atribut kualitas gambar. kita dapat memperkirakan pilihan merek kamera yang akan dibelinya sehingga lebih dapat diandalkan ketetapan perkiraannya. Jika pemasar mengetahui proses evaluasi seperti apa yang terjadi. Jika produk jauh di bawah harapan konsumen. Jika ia menginginkan kualitas gambar merupakan atribut yang paling penting di atas yang lain. Jadi. maka kesempatan Anna membeli kamera mahal akan berkurang. Konsumen mungkin membentuk kecenderungan pembelian berdasar pada pendapatan yang diharapkan. konsumen terpuaskan. Jelas. melainkan mereka membeli secara impulsif atau bergantung pada intuisi. konsumen bersangkutan mengerjakan sedikit atau tidak mengerjakan evaluasi sama sekali. konsumen akan merasa puas atau tidak puas dan akan masuk ke perilaku setelah pembelian yang penting diperhatikan oleh pemasar. pemasar dapat mengambil langkah untuk mempengaruhi keputusan pembeli. jika terdapat satu kamera yang mendapat peringkat terbaik dalam semua atribut. Pemasar harus mempelajari pembeli supaya dapat mengevaluasi alternatif merek secara aktual. kemudahan penggunaan. Tetapi pembeli mempertimbangkan beberapa atribut yang masing-masing tingkat kepentingannya berbeda-beda. Anna Flores mungkin kehilangan pekerjaannya atau pembelian lainnya lebih mendesak atau mungkin temannya mengatakan kecewa terhadap kamera pilihannya yang juga kamera kesukaan Anna. harga. keputusan pembelian konsumen akan membeli merek yang paling disukai. Ia telah membentuk keyakinan tentang berapa peringkat merek menurut masingmasing atribut. merek dapat berbeda-beda daya tariknya.Dalam waktu yang lain. pesaing dekat menurunkan harga. Jika kita mengetahui bobot kepentingan yang diberikannya tiap-tiap atribut dari keempat atribut tersebut. Secara umum. atau penjual untuk mendapatkan saran pembelian.

Jadi. berbicara yang menyenangkan tentang produk itu. Beberapa penjual bahkan menyatakan janji tingkatan kinerja yang lebih rendah dibandingkan kinerja sebenarnya agar kepuasan konsumen menjadi sangat tinggi. Oleh sebab itu. perusahaan yang bijaksana perlu mengukur kepuasan konsumen secara teratur. Dengan cara itu. Namun. atau ketidaknyamanan pembeli karena konflik setelah pembelian. Biasanya biaya akan lebih besar untuk menarik pelanggan baru daripada mampertahankan pelanggan lama dan jalan terbaik untuk mempertahankan pelanggan adalah dengan memuaskan mereka. Perusahaan 3M mengaku lebih dari dua per tiga produk . Hampir seluruh pembelian penting menghasilkan disonansi kognitif. Mereka hampir tiap kali menyatakan efesiensi bahan bakar lebih rendah dari pada sebenarnya-mereka menjanjikan penghematan bahan bakar sebesar 5 persen yang ternyata 8 persen. wiraniaga Beoing cenderung konservatif pada saat memperkirakan potensi manfaat pesawatnya. Konsumen akan merasa senang terhadap kinerja yang lebih baik daripada yang diharapkan. Perusahan tersebut tidak dapat semata-mata mengandalkan konsumen yang tidak puas yang secara sukarela menyampaikan keluhannya kepada perusahaan. Banyak pemasar bertindak lebih dari sekedar memuaskan harapan konsumen-mereka berupaya menyenangkan hati konsumen. secara rata-rata. serta membeli produk yang lain dari perusahaan yang sama. berita buruk dari mulut ke mulut berjalan lebih cepat daripada berita baik dari mulut ke mulut dan dapat dengan cepat merusak sikap konsumen terhadap perusahaan dan produknya. Oleh karena itu. Bahkan. Kepuasan pelanggan merupakan kunci untuk membuat hubungan jangka panjang dengan pelanggan-yakni untuk mempertahankan dan menumbuhkan konsumen serta untuk memetik hasil yang berupa nilai seumur hidup pelanggan. perusahaan dapat mempelajari secara baik kerja perusahaan tersebut dan bagaimana meningkatkannya. Mengapa memuaskan konsumen itu sangat penting? Kepuasan itu penting karena penjualan perusahaan berasal dari dua kelompok dasar-pelanggan baru dan pelanggan lama. Mereka akan membeli lagi dan berkata kepada calon pelanggan lain bahwa Boing memenuhi janjinya. Perusahaan harus membangun sistem yang mendorong konsumen menyampaikan keluhannya. Pelanggan yang puas akan kembali membeli produk. akan berbicara kepada tiga orang mengenai baiknya pengalaman mereka mengenai produk. konsumen akan merasa puas dengan manfaat merek yang telah dipilih dan senang untuk menghindari kekurangan dari merek yang tidak dibeli. Konsumen mendapatkan ketidak-nyamanan akibat mendapatkan kekurangan produk yang dibeli dan kehilangan sejumlah manfaat produk yang tidak dibeli. Setelah pembelian. semakin besar pula ketidakpuasan konsumen.Semakin besar beda antara harapan dan kinerja. suatu studi menunjukkan bahwa 13 persen orang yang mempunyai masalah dengan organisasi tertentu mengeluh tentang organisasi tersebut ke lebih dari 20 orang. Misalnya. Konsumen yang puas. Konsumen yang hatinya merasa senang akan membeli lagi produk tersebut serta berbicara yang menyenangkan tentang produk dan perusahaan itu. Oleh karena itu. lebih sedikit memperhatikan merek dan iklan pesaing. Konsumen yang tidak puas memberikan tanggapan secara berbeda. sedangkan konsumen yang tidak puas akan mengeluh ke 11 orang. konsumen merasakan setidak-tidaknya ada disonansi setelah pembelian pada setiap pembeliannya. Sebesar 96 persen konsumen yang tidak senang tidak pernah menyampaikan keluhannya. setiap pembelian melibatkan kompromi. penjual harus janji yang benar-benar sesuai dengan kinerja produk agar pembeli merasa puas.

Dapat dijelaskan perilaku konsumen adalah proses pengambilan keputusan dan kegiatan fisik individuindividu yang semuanya ini melibatkan individu dalam menilai. sosial. Sub-budaya dapat . Setiap kebudayaan terdiri dari sub-budaya – sub-budaya yang lebih kecil yang memberikan identifikasi dan sosialisasi yang lebih spesifik untuk para anggotanya. using. or disposing of goods and services”. menggunakan. evaluating. atau mengabaikan barang-barang dan jasa-jasa. menggunakan. membeli. mendapatkan. Perusahaan harus mengetahui peranan yang dimainkan oleh budaya. mengevaluasi dan mengabaikan produk.barunya datang dari mendengarkan keluhan konsumen. using. purchasing. pribadi dan psikologi dari pembeli. Dapat dijelaskan sebagai upaya konsumen untuk membuat keputusan tentang suatu produk yang dibeli dan dikonsumsi. services. and disposing of products. jasa. subbudaya dan kelas sosial pembeli. 04 November 2012 Perilaku Konsumen & Keputusan Pembelian KONSEP PERILAKU KONSUMEN Pengertian perilaku konsumen menurut Shiffman dan Kanuk (2000) adalah “Consumer behavior can be defined as the behavior that customer display in searching for. Menurut Ebert dan Griffin (1995) consumer behavior dijelaskan sebagai: “the various facets of the decision of the decision process by which customers come to purchase and consume a product”. and ideas they expect will satisfy they needs”. Pengertian tersebut berarti perilaku yang diperhatikan konsumen dalam mencari. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERILAKU KONSUMEN Menurut Philip Kotler dan Gary Armstrong (1996) keputusan pembelian dari pembeli sangat dipengaruhi oleh faktor kebudayaan.smakristencilacap. persepsi. acquiring. keinginan dan perilaku yang dipelajari oleh seorang anggota masyarakat dari keluarga dan lembaga penting lainnya. http://www. atau ide yang diharapkan dapat memuaskan konsumen untuk dapat memuaskan kebutuhannya dengan mengkonsumsi produk atau jasa yang ditawarkan. Budaya adalah penyebab paling mendasar dari keinginan dan perilaku seseorang. Budaya merupakan kumpulan nilai-nilai dasar. Selain itu perilku konsumen menurut Loudon dan Della Bitta (1993) adalah: “Consumer behavior may be defined as the decision process and physical activity individuals engage in when evaluating.com/id/arti-pemasaran-dan-manajemenpemasaran/proses-pengambilan-keputusan-pembelian-konsumen/ Minggu. Tetapi mendengar saja tidak cukupperusahaan harus menanggapi dengan baik setiap keluhan yang diterima.  Faktor Budaya Faktor budaya memberikan pengaruh paling luas dan dalam pada perilaku konsumen.

seperti pendapatan. Posisi seseorang dalam setiap kelompok dapat diidentifikasikan dalam peran dan status. kelompok ras. Gaya hidup seseorang adalah pola hidup di dunia yang diekspresikan oleh kegiatan. Keluarga dapat pempengaruhi perilaku pembelian. Gaya hidup menggambarkan “seseorang secara keseluruhan” yang berinteraksi dengan lingkungan. kelompok keagamaan. Orang-orang dewasa biasanya mengalami perubahan atau transformasi tertentu pada saat mereka menjalani hidupnya. keluarga serta peranan dan status sosial konsumen. yang tersusun secara hierarki dan keanggotaannya mempunyai nilai. klub. Pekerjaan mempengaruhi barang dan jasa yang dibelinya. Konsumsi seseorang juga dibentuk oleh tahapan siklus hidup keluarga. serta kepribadian dan konsep diri pembeli. Keluarga adalah organisasi pembelian konsumen yang paling penting dalam masyarakat. Setiap peran membawa status yang mencerminkan penghargaan yang diberikan oleh masyarakat. minat dan perilaku yang serupa.  Faktor Pribadi Keputusan pembelian juga dipengaruhi oleh karakteristik pribadi seperti umur dan tahapan daur hidup. tetapi diukur dari kombinasi pendapatan. dan polanya).dibedakan menjadi empat jenis: kelompok nasionalisme. Seseorang umumnya berpartisipasi dalam kelompok selama hidupnya-keluarga. tergantung pada produk. Beberapa penelitian terakhir telah mengidentifikasi tahapan-tahapan dalam siklus hidup psikologis. gaya hidup. stabilitasnya. Banyak subbudaya membentuk segmen pasar penting dan pemasar sering kali merancang produk dan program pemasaran yang disesuaikan dengan kebutuhan konsumen. tabungan dan hartanya (termasuk presentase yang mudah dijadikan uang ). area geografis. pekerjaan. Situasi ekonomi seseorang terdiri dari pendapatan yang dapat dibelanjakan (tingkatnya. Kelas sosial bukan ditentukan oleh satu faktor tunggal.  Faktor Sosial Perilaku konsumen juga dipengaruhi oleh faktor sosial. situasi ekonomi. seperti kelompok kecil. Situasi ekonomi seseorang akan mempengaruhi pemilihan produk. Gaya hidup juga mencerminkan sesuatu dibalik kelas sosial . organisasi. Kelompok yang mempunyai pengaruh langsung. Keputusan pembelian keluarga. Kelas-kelas sosial adalah masyarakat yang relatif permanen dan bertahan lama dalam suatu masyarakat. Perilaku seseorang dipengaruhi oleh banyak kelompok kecil. Definisi kelompok adalah dua orang atau lebih yang berinteraksi untuk mencapai sasaran individu atau bersama. iklan dan situasi. Para pemasar berusaha mengidentifikasi kelompok-kelompok pekerja yang memiliki minat di atas rata-rata terhadap produk dan jasa tertentu. kekayaan dan variable lain. pendidikan. pekerjaan. minat dan pendapat seseorang.

Sedang kepercayaan merupakan suatu pemikiran deskriptif yang dimiliki seseorang terhadap sesuatu. Kepribadian adalah karakteristik psikologis yang berada dari setiap orang yang memandang responnya terhadap lingkungan yang relatif konsisten. Pemasar harus mengumpulkan informasi dari konsumen untuk evaluasi kesempatan utama pemasaran dalam pengembangan pemasaran. Persepsi didefinisikan sebagai proses dimana seseorang memilih.  Faktor Psikologis Pemilihan barang yang dibeli seseorang lebih lanjut dipengaruhi oleh empat faktor psikologis.seseorang. seperti rasa lapar. Beberapa kebutuhan bersifat biogenik. kebutuhan harga diri atau kebutuhan diterima. rasa tidak nyaman. Bila jenis. seperti kebutuhan untuk diakui.  Faktor Marketing Strategy Merupakan variabel dimana pemasar mengendalikan usahanya dalam memberitahu dan mempengaruhi konsumen. kebutuhan ini timbul dari suatu keadaan fisiologis tertentu. Kebutuhan ini digambarkan dengan garis panah . pengetahuan serta kepercayaan. Orang dapat memiliki persepsi yang berbeda-beda dari objek yang sama karena adanya tiga proses persepsi: • Perhatian yang selektif • Gangguan yang selektif • Mengingat kembali yang selektif Pembelajaran menjelaskan perubahan dalam perilaku seseorang yang timbul dari pengalaman. mengorganisasikan. yaitu motivasi. rasa haus.jenis kepribadian dapat diklasifikasikan dan memiliki korelasi yang kuat antara jenis-jenis kepribadian tersebut dengan berbagai pilihan produk atau merek. (3) Periklanan dan (4) Distribusi yang mendorong konsumen dalam proses pengambilan keputusan. mengartikan masukan informasi untuk menciptakan suatu gambaran yang berarti dari dunia ini. Kepribadian dapat merupakan suatu variabel yang sangat berguna dalam menganalisa perilaku konsumen. Motivasi merupakan kebutuhan yang cukup menekan untuk mengarahkan seseorang mencari cara untuk memuaskan kebutuhan tersebut. Variabel-variabelnya adalah : (1) Barang. persepsi. Sedangkan kebutuhan-kebutuhan lain bersifat psikogenik yaitu kebutuhan yang timbul dari keadaan fisologis tertentu. (2) Harga.

Selama evaluasi. PERILAKU KONSUMEN Dari pengertian perilaku konsumen pada bahasan sebelumnya.dua arah antara strategi pemasaran dan keputusan konsumen dalam gambar 1. Jadi perilaku konsumen tidak hanya mempelajari apa yang dibeli atau dikonsumsi oleh konsumen saja. Kelompok referensi merupakan kelompok yang memiliki pengaruh langsung maupun tidak langsung pada sikap dan prilaku konsumen. dan pemilihan merek. dan sikap terhadap pilihan merek. digambarkan sebagai umpan balik kepada konsumen individu. mendapatkan serta menggunakan barang dan jasa.  Faktor internal . Strategi pemasaran kemudian dikembangkan dan diarahkan kepada konsumen. Informasi ini mengarahkan pada manajemen untuk merumuskan kembali strategi pemasaran kearah pemenuhan kebutuhan konsumen yang lebih baik. Konsumen membeli barang dan jasa adalah untuk mendapatkan manfaat dari barang dan jasa tersebut. Karena itu penelitian pemasaran diperlukan pada tahap ini untuk menentukan reaksi konsumen terhadap merek dan kecenderungan pembelian dimasa yang akan datang. kelas sosial. Pemasar akan mengiikuti rensponsi konsumen dalam bentuk saham pasar dan data penjualan.  Faktor eksternal Faktor eksternal merupakan faktor yang meliputi pengaruh keluarga. konsumen akan belajar dari pengalaman dan pola pengumpulan informasi mungkin berubah. ada dua faktor dasar yang mempengaruhi perilaku konsumen yaitu faktor eksternal dan faktor internal. bagaimana kebiasaan dan dalam kondisi macam apa produk dan jasa yang dibeli. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERILAKU KONSUMEN Berdasarkan landasan teori. evaluasi merek. Panah umpan balik mengarah kembali kepada organisasi pemasaran. Kelompok referensi mempengaruhi perilaku seseorang dalam pembelian dan sering dijadikan pedoman oleh konsumen dalam bertingkah laku. Ketika konsumen telah mengambil keputusan kemudian evaluasi pembelian masa lalu. persepsi tentang karakteristik merek. Kedua elemen tersebut melibatkan individu dalam menilai. Pengalamn konsumsi secara langsung akan berpengaruh apakah konsumen akan membeli merek yang sama lagi. tetapi juga dimana.1 penelitian pemasaran memberikan informasi kepada organisasi pemasaran mengenai kebutuhan konsumen. ada dua elemen penting yaitu elemen proses pengambilan keputusan dan elemen kegiatan secara fisik. marketing strategy. Tetapi informasi ini tidak menceritakan kepada pemasar tentang mengapa konsumen membeli atau informasi tentang kekuatan dan kelemahan dari merek pemasar secara relatif terhadap saingan. dan kelompok referensi. kebudayaan.

usu.id. puslit. Teori Perilaku Konsumen. Pentingnya Perilaku Konsumen Dalam Menciptakan Iklan Yang Efektif . Pencarian informasi. Diakses 18 http://argen26.id. Keputusan Pembeli Setelah konsumen mempunyai evaluasi alternatif maka konsumen akan membuat keputusan untuk membeli. sikap. gaya hidup. Seorang selalu mempunyai minat atau dorongan untuk mencari informasi. Wijayanti.petra. 2. library. dimana pembeli akan mengenali suatu masalah atau kebutuhan. digilib. Diakses 18 Agustus 2008. Seringkali perilaku manusia diperoleh dari mempelajari sesuatu. Perilaku Konsumen Dan Tindakan Pemasaran.ac. Diakses 18 Agustus 2008.id.ac. Menurut Kotler (1997) ada beberapa tahap dalam mengambil suatu keputusan untuk melakukan pembelian. Penilaian keputusan menyebabkan konsumen membentuk pilihan merek di antara beberapa merek yang tersedia. Evaluasi Alternatif Konsumen akan mempunyai pilihan yang tepat dan membuat pilihan alternatif secara teliti terhadap produk yang akan dibelinya.html .ac.blogspot. KEPUTUSAN PEMBELIAN Keputusan seorang pembeli juga dipengaruhi oleh ciri-ciri kepribadiannya. termasuk usia. Ani S. Apabila dorongan tersebut kuat dan obyek yang dapat memuaskan kebutuhan itu tersedia maka konsumen akan bersedia untuk membelinya. Pengenalan Masalah Mmerupakan faktor terpenting dalam melakukan proses pembelian. Hamidah. Belajar menggambarkan perubahan dalam perilaku seseorang individu yang bersumber dari pengalaman. Referensi    Anonim. 4.Faktor-faktor yang termasuk ke dalam faktor internal adalah motivasi. anatara lain: 1. keadaan ekonomi. persepsi.petra. Perilaku konsumen akan menentukan proses pengambilan keputusan dalam melakukan pembelian.com/2012/11/perilaku-konsumen-keputuasan-pembelian. kepribadian dan belajar. pekerjaan. 3.