TUJUAN, ASAS-ASAS, FUNGSI, PRINSIP-PRINSIP DAN ORIENTASI BIMBINGAN DAN KONSELING

A. Tujuan Bimbingan dan Konseling 1. Memperbaiki dan merubah sikap, persepsi, cara berpikir, keyakinan serta pandangan-pandangan klien yang irasional dan tidak logis menjadi pandangan yang rasional dan logis agar klien dapat mengembangkan diri, meningkatkan selactualisasinya seoptimal mungkin melalui tingkah laku kognitif dan afektif yang positif. 2. Menghilangkan gangguan-gangguan emosional yang merusak diri sendiri seperti rasa takut, rasa bersalah, rasa berdosa, rasa cemas, merasa waswas, rasa marah. B. Asas-asas Bimbingan dan Konseling Keterlaksanaan dan keberhasilan pelayanan bimbingan dan konseling sangat ditentukan oleh diwujudkannya asas-asas berikut. 1. Asas Kerahasiaan Asas bimbingan dan konseling yang menuntut dirahasiakanya segenap data dan keterangan tentang konseli (konseli) yang menjadi sasaran pelayanan, yaitu data atau keterangan yang tidak boleh dan tidak layak diketahui oleh orang lain. Dalam hal ini guru pembimbing berkewajiban penuh memelihara dan menjaga semua data dan keterangan itu sehingga kerahasiaanya benar-benar terjamin. 2. Asas kesukarelaan Asas bimbingan dan konseling yang menghendaki adanya kesukaan dan kerelaan konseli mengikuti/menjalani pelayanan/kegiatan yang diperlu-kan baginya. Dalam hal ini guru pembimbing berkewajiban membina dan mengembangkan kesukarelaan tersebut. 3. Asas keterbukaan Asas bimbingan dan konseling yang menghendaki agar konseli yang menjadi sasaran pelayanan/kegiatan bersifat terbuka dan tidak berpura pura, baik di dalam memberikan keterangan tentang dirinya sendiri maupun dalam menerima berbagai informasi dan materi dari luar yang berguna bagi pengembangan dirinya. Dalam hal ini guru pembimbing berkewajiban mengembangkan keterbukaan konseli. Keterbukaan ini amat terkait pada terselenggaranya asas kerahasiaan dan adanya kesukarelaan pada diri konseli yang menjadi sasaran pelayanan/kegiatan. Agar

. Asas Keterpaduan Asas bimbingan dan konseling yang menghendaki agar berbagai pelayanan dan kegiatan bimbingan dan konseling. 5. saling menunjang. Asas kemandirian Asas bimbingan dan konseling yang menunjuk pada tujuan umum bimbingan dan konseling. Asas Kedinamisan Asas bimbingan dan konseling yang menghendaki agar isi pelayanan terhadap sasaran pelayanan (konseli) yang sama kehendaknya selalu bergerak maju. 7. dan terpadu.konseli dapat terbuka. Untuk ini kerja sama antara guru pembimbing dan pihak-pihak yang berperan dalam penyelenggaraan pelayanan bimbingan dan konseling perlu terus dikembangkan. Guru pembimbing hendaknya mampu mengarahkan segenap pelayanan bimbingan dan konseling yang diselenggarakannya bagi berkembangnya kemandirian konseli. dan terus berkembang serta berkelanjutan sesuai dengan kebutuhan dan tahap perkembangannya dari waktu ke waktu. mengarahkan serta mewujudkan diri sendiri. 6. yakni: konseli (konseli) sebagai sasaran pelayanan bimbingan dan konseling diharapkan menjadi konseli-konseli yang mandiri dengan ciri-ciri mengenal dan menerima diri sendiri dan lingkungannya. harmonis. Asas kegiatan Asas bimbingan dan konseling yang menghendaki agar konseli yang menjadi sasaran pelayanan berpartisipasi secara aktif di dalam penyelenggaraan pelayanan/kegiatan bimbingan. mampu mengambil keputusan. Asas Kekinian Asas bimbingan dan konseling yang menghendaki agar objek sasaran pelayanan bimbingan dan konseling ialah permasalahan konseli (konseli) dalam kondisinya sekarang. guru pembimbing terlebih dahulu harus bersikap terbuka dan tidak berpura-pura. tidak monoton. Pelayanan yang berkenaan dengan “masa depan atau kondisi masa lampau pun” dilihat dampak dan/atau kaitannya dengan kondisi yang ada dan apa yang diperbuat sekarang. 4. 8. Dalam hal ini guru pembimbing perlu mendorong konseli untuk aktif dalam setiap pelayanan/kegiatan bimbingan dan konseling yang diperuntukan baginya. baik yang dilakukan oleh guru pembimbing maupun pihak lain.

dan kebiasaan yang berlaku. menghayati.Koordinasi segenap pelayanan/kegiatan bimbingan dan konseling itu harus dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. Guru pembimbing dapat menerima alih tangan kasus dari orang tua. Asas Alih Tangan Kasus Asas bimbingan dan konseling yang menghendaki agar pihak-pihak yang tidak mampu menyelenggarakan pelayanan bimbingan dan konseling secara tepat dan tuntas atas suatu permasalahan konseli (konseli) mengalih tangankan permasalahan itu kepada pihak yang lebih ahli. Asas ini makin dirasakan di lingkungan sekolah. pelayanan dan kegiatan bimbingan dan konseling justru harus dapat meningkatkan kemampuan konseli (konseli) memahami. yaitu nilai dan norma agama. Dalam hal ini. 10. Keprofesionalan guru pembimbing harus terwujud baik dalam penyelenggaraan jenis-jenis pelayanan dan kegiatan dan konseling maupun dalam penegakan kode etik bimbingan dan konseling. Lebih jauh. adat istiadat. Bukanlah pelayanan atau kegiatan bimbingan dan konseling yang dapat dipertanggungjawabkan apabila isi dan pelaksanaannya tidak berdasarkan nilai dan norma yang dimaksudkan itu. para pelaksana pelayanan dan kegiatan bimbingan dan konseling hendaklah tenaga yang benar-benar ahli dalam bidang bimbingan dan konseling. ilmu pengetahuan. dan demikian pula guru pembimbing dapat mengalihtangankan kasus kepada guru mata pelajaran/praktik dan lain-lain. Asas Tut Wuri Handayani Asas ini menunjuk pada suasana umum yang hendaknya tercipta dalam rangka hubungan keseluruhuan antar konselor dan klien. 9.ing madya mangun karsa”. atau ahli lain . dan bahkan perlu dilengkapi dengan “ing ngarsa sung tuladha. Asas ini menuntut agar layanan bimbingan dan konseling tidak hanya dirasakan keberadaannya pada waktu klien mengalami . 12. hukum dan peraturan. Asas Keharmonisan Asas bimbingan dan konseling yang menghendaki agar segenap pelayanan dan kegiatan bimbingan dan konseling didasarkan pada dan tidak boleh bertentangan dengan nilai dan norma yang ada. dan mengamalkan nilai dan norma tersebut. 11. Asas Keahlian Asas bimbingan dan konseling yang menghendaki agar pelayanan dan kegiatan bimbingan dan konseling diselenggarakan atas dasar kaidah-kaidah profesional. guru-guru lain.

tutorial. maupun karir. sosial. 4. penyalahgunaan obat-obatan. dan pergaulan bebas (free sex). konselor memberikan bimbingan kepada konseli tentang cara menghindarkan diri dari perbuatan atau kegiatan yang membahayakan dirinya. dan menyesuaikan dirinya dengan lingkungan secara dinamis dan konstruktif. 5. Fungsi Penyembuhan Fungsi bimbingan dan konseling yang bersifat kuratif. pekerjaan. Fungsi Pemahaman Fungsi bimbingan dan konseling membantu konseli agar memiliki pemahaman terhadap dirinya (potensinya) dan lingkungannya (pendidikan. Berdasarkan pemahaman ini. Fungsi Pengembangan Fungsi bimbingan dan konseling yang sifatnya lebih proaktif dari fungsi-fungsi lainnya. drop out. Adapun teknik yang dapat digunakan adalah pelayanan orientasi. yang memfasilitasi perkembangan konseli. baik menyangkut aspek pribadi. Konselor dan personel Sekolah/Madrasah lainnya secara sinergi sebagai teamwork berkolaborasi atau bekerjasama merencanakan dan melaksanakan program bimbingan secara sistematis dan berkesinambungan dalam upaya membantu konseli mencapai tugas-tugas perkembangannya. Konselor senantiasa berupaya untuk menciptakan lingkungan belajar yang kondusif. merokok. 3. C. dan bimbingan kelompok. home room. Teknik yang dapat digunakan adalah konseling. diskusi kelompok atau curah pendapat (brain storming). Fungsi Preventif (Pencegahan) Fungsi yang berkaitan dengan upaya konselor untuk senantiasa mengantisipasi berbagai masalah yang mungkin terjadi dan berupaya untuk mencegahnya. Fungsi Penyaluran . Fungsi Bimbingan dan Konseling 1. supaya tidak dialami oleh konseli. dan remedial teaching. diantaranya : bahayanya minuman keras. Teknik bimbingan yang dapat digunakan disini adalah pelayanan informasi. Melalui fungsi ini. 2. konseli diharapkan mampu mengembangkan potensi dirinya secara optimal. Fungsi ini berkaitan erat dengan upaya pemberian bantuan kepada konseli yang telah mengalami masalah. belajar. informasi. namun diluar hubungan kerja pelaksanaan bimbingan dan konseling pun hendakna dirasakan keberadaan dan manfaatnya. Beberapa masalah yang perlu diinformasikan kepada para konseli dalam rangka mencegah terjadinya tingkah laku yang tidak diharapkan.masalah dan menghadap konselor saja. dan norma agama). dan karyawisata.

dan guru untuk menyesuaikan program pendidikan terhadap latar belakang pendidikan. rekreatif dan fakultatif (pilihan) sesuai dengan minat konseli. konselor. dan kebutuhan konseli. memilih metode dan proses pembelajaran. jurusan atau program studi. Fungsi Perbaikan Fungsi bimbingan dan konseling untuk membantu konseli sehingga dapat memperbaiki kekeliruan dalam berfikir.Fungsi bimbingan dan konseling dalam membantu konseli memilih kegiatan ekstrakurikuler. berperasaan dan bertindak (berkehendak). pembimbing/konselor dapat membantu para guru dalam memperlakukan konseli secara tepat. 8. maupun menyusun bahan pelajaran sesuai dengan kemampuan dan kecepatan konseli. 7. D. Fungsi Pemeliharaan Fungsi bimbingan dan konseling untuk membantu konseli supaya dapat menjaga diri dan mempertahankan situasi kondusif yang telah tercipta dalam dirinya. Pelaksanaan fungsi ini diwujudkan melalui programprogram yang menarik. Konselor melakukan intervensi (memberikan perlakuan) terhadap konseli supaya memiliki pola berfikir yang sehat. bakat. serasi. Prinsip-prinsip Bimbingan dan Konseling Terdapat beberapa prinsip dasar yang dipandang sebagai fundasi atau landasan bagi pelayanan bimbingan. Fungsi Fasilitasi Memberikan kemudahan kepada konseli dalam mencapai pertumbuhan dan perkembangan yang optimal. rasional dan memiliki perasaan yang tepat sehingga dapat mengantarkan mereka kepada tindakan atau kehendak yang produktif dan normatif. Dengan menggunakan informasi yang memadai mengenai konseli. kepala Sekolah/Madrasah dan staf. minat. Fungsi ini memfasilitasi konseli agar terhindar dari kondisi-kondisi yang akan menyebabkan penurunan produktivitas diri. 9. Dalam melaksanakan fungsi ini. Fungsi Adaptasi Fungsi membantu para pelaksana pendidikan. 6. baik dalam memilih dan menyusun materi Sekolah/Madrasah. konselor perlu bekerja sama dengan pendidik lainnya di dalam maupun di luar lembaga pendidikan. Fungsi Penyesuaian Fungsi bimbingan dan konseling dalam membantu konseli agar dapat menyesuaikan diri dengan diri dan lingkungannya secara dinamis dan konstruktif. kemampuan. 10. dan memantapkan penguasaan karir atau jabatan yang sesuai dengan minat. keahlian dan ciri-ciri kepribadian lainnya. selaras dan seimbang seluruh aspek dalam diri konseli. Prinsip-prinsip ini berasal dari konsep-konsep filosofis tentang kemanusiaan yang menjadi dasar bagi pemberian pelayanan bantuan atau .

bimbingan sebenarnya merupakan proses bantuan yang menekankan kekuatan dan kesuksesan. Bimbingan dan konseling Merupakan Usaha Bersama. meskipun pelayanan bimbingannya menggunakan teknik kelompok. 2. baik yang tidak bermasalah maupun yang bermasalah. karena bimbingan merupakan cara untuk membangun pandangan yang positif terhadap diri sendiri. Bimbingan diarahkan untuk membantu konseli agar dapat melakukan pilihan dan mengambil keputusan. yang itu semua sangat penting baginya dalam mengambil keputusan. dan peluang untuk berkembang.bimbingan.Bimbingan menekankan hal yang positif. Bimbingan dan konseling diperuntukkan bagi semua konseli. baik anak-anak. tetapi kemampuan yang harus . Dalam kenyataan masih ada konseli yang memiliki persepsi yang negatif terhadap bimbingan. Kehidupan konseli diarahkan oleh tujuannya. menyesuaikan diri. dan melalui bimbingan konseli dibantu untuk memaksimalkan perkembangan keunikannya tersebut. tetapi juga tugas guru-guru dan kepala Sekolah/Madrasah sesuai dengan tugas dan peran masingmasing. maupun dewasa. 3. Prinsip ini juga berarti bahwa yang menjadi fokus sasaran bantuan adalah konseli. Mereka bekerja sebagai teamwork. dan lebih diutamakan teknik kelompok dari pada perseorangan (individual). Setiap konseli bersifat unik (berbeda satu sama lainnya). Dalam hal ini pendekatan yang digunakan dalam bimbingan lebih bersifat preventif dan pengembangan dari pada penyembuhan (kuratif). Bimbingan mempunyai peranan untuk memberikan informasi dan nasihat kepada konseli. remaja. Prinsip ini berarti bahwa bimbingan diberikan kepada semua konseli atau konseli. baik pria maupun wanita. karena bimbingan dipandang sebagai satu cara yang menekan aspirasi. Prinsipprinsip itu adalah: 1. Kemampuan untuk membuat pilihan secara tepat bukan kemampuan bawaan. Sangat berbeda dengan pandangan tersebut. memberikan dorongan. dan menyempurnakan tujuan melalui pengambilan keputusan yang tepat. Pengambilan Keputusan Merupakan Hal yang Esensial dalam Bimbingan dan konseling. baik di Sekolah/Madrasah maupun di luar Sekolah/Madrasah. Bimbingan bukan hanya tugas atau tanggung jawab konselor. dan bimbingan memfasilitasi konseli untuk memper-timbangkan. Bimbingan dan konseling sebagai proses individuasi.

kemampuan yang terelakkan bagi berfungsinya individu. Tanggung jawab konselor untuk memahami minat. yaitu meliputi aspek pribadi. Orientas Perseorangan sejumlah kaidah yang berkaitan dengan orientasi perorangan dalam bimbingan konseling dalah sebagai berikut : a. c. dan masyarakat pada umumnya. b. sosial. 2. d. dan pekerjaan. Bidang pelayanan bimbingan pun bersifat multi aspek. perusahaan/industri. pendidikan. E. tetapi juga di lingkungan keluarga. b. Semua kegiatan diselenggarakan dalam rangka pelayanan BK diarahkan pada peningkatan perwujudan diri sendiri. Orientasi perkembangan Orientasi ini lebih menekankan pentingnya peranan yang terjadi pada individu dan sekaligus bertujuan mendorong konselor dan klien menghilangkan problem yang menjadkan laju perkembangan klien. Orientasi permasalahan . Setiap individu harus diterima sebagai individu yang harus ditangani secara individual. lembaga-lembaga pemerintah/swasta.dikembangkan. Hambatan Konsentrasi ketidakmampuan memusatkan perhatian pada lebih dari satu aspek tentang suatu hal. Hambatan Transformasi ketidakmampuan meletakkan sesuatu pada suasana urutan yang ditetapkan. Adapun hambatan ( Thomson & Rudolph ) yang dimaksudkan adalah : a. Bimbingan dan konseling Berlangsung dalam Berbagai Adegan Kehidupan. Tujuan utama bimbingan adalah mengembangkan kemampuan konseli untuk memecahkan masalahnya dan mengambil keputusan. d. Orientasi Bimbingan dan Konseling Orientasi 1. Hambatan Egosentrisme ketidakmampuan melihat kemungkinan lain diluar apa yang dipahaminya. 3. Kegiatan disini berkenaan dengan individu untuk memahami kebutuhankebutuhan pemanfaatan bagi diri sendiri dan lingkungannya. c. 4. Hambatan Reversibilitas ketidakmampuan menelusuri alur yang terbalik dari alur yang di pahami semula. Pemberian pelayanan bimbingan tidak hanya berlangsung di Sekolah/Madrasah.

Dalam kaitannya dengan fungsinya Orientasi ini mengarah kepencegahan pengentasan permasalahan agar individu terhindar dari beban didalam dirinya. .Ada yang mengatakan bahwa kehidupan berkembang itu resiko. agar tujuan tercapai dengan baik maka resiko yang mungkin menimpa kehidupan harus diwaspadai. kewaspadaan yang menimbulkan hambatan dan rintangan itu melahirkan konsep orientasi permasalahan dalam bimbingan konseling. pemahaman memungkinkan individu memahami informasi dan aspek lingkungan yang berguna mencegah timbulnya masalah pada diri klien.