P. 1
Laporan Tentang Berkurangnya Minat Belajar Siswa

Laporan Tentang Berkurangnya Minat Belajar Siswa

|Views: 276|Likes:
Published by Puthree Ayu Ma'alia
emmm
emmm

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: Puthree Ayu Ma'alia on May 11, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/16/2015

pdf

text

original

LAPORAN TENTANG BERKURANGNYA MINAT BELAJAR SISWA

I. LATAR BELAKANG Belajar merupakan sebuah kebutuhan yang wajib bagi semua siswa. Tetapi faktanya para siswa cenderung malas untuk belajar. Salah satau yang menyebabkan siswa malas untuk belajar adalah tidak ada atau kurangnya minat siswa untuk belajar. Akibat dari kurangnya minat belajar siswa adalah siswa seringkali berbicara saat guru sedang menjelaskan materi sehingga pada saat pengambilan nilai, siswa pada umumnya mendapatkan nilai yang buruk. Disamping itu terkadang ada siswa yang membolos karena minat belajarnya yang sangat kurang. Berhubungan dengan hal tersebut, penulis melakukan penelitian pada siswa-siswi kelas XI Akuntansi 3 untuk mengetahui tentang minat belajar mereka. II. TUJUAN 1) Untuk mengetahui penyebab berkurangnya minat belajar siswa. 2) Untuk meningkatkan atau menumbuhkan minat belajar siswa. PEMBATASAN MASALAH Dalam penelitian ini penulis membatasi permasalahan yang diteliti, yakni berkaitan dengan penyebab berkurangnya minat belajar siswa dan cara untuk menumbuhkan minat belajar pada siswa. RUMUSAN MASALAH Berdasarkan pembatasan masalah di atas, maka masalah yang akan dikaji dalam laporan ini dirumuskan sebagai berikut: 1) Apa penyebab berkurangnya minat belajar pada siswa? 2) Bagaimanakah cara kita untuk menumbuhkan minat belajar pada siswa? METODE PENELITIAN Dalam pembuatan laporan ini penulis melakukan survei langsung/tanya jawab (wawancara) kepada para siswa kelas XI Akuntansi 3. PEMBAHASAN Ada beberapa hal yang menyebabkan minat belajar para siswa berkurang. Untuk lebih memudahkan, penulis mengelompokkan menjadi 2 yaitu: faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal adalah faktor yang ada dalam individu seperti kesehatan dan bakat/intelegensi. Sedangkan faktor eksternal adalah faktor yang ada di luar individu (dirinya) seperti keluarga, sekolah, masyarakat.

III.

IV.

V.

VI.

Di bawah ini akan dikemukakan faktor-faktor yang mempengaruhi minat belajar tersebut: 1) Faktor internal  Kesehatan Kesehatan jasmani dan rohani sangat besar pengaruhnya terhadap kemampuan belajar, bila seseorang kesehatannya terganggu misalkan sakit pilek, demam, pusing, batuk dan sebagainya, dapat mengakibatkan cepat lelah, tidak bergairah, dan tidak bersemangat untuk belajar. Demikian halnya jika kesehatan rohani (jiwa) seseorang kurang baik, misalnya mengalami perasaan kecewa karena putus cinta atau sebab lainnya, ini bisa mengganggu atau mengurangi semangat belajar. Oleh karena itu, pemeliharaan kesehatan sangat penting bagi setiap orang, baik fisik maupun mental, agar badan tetap kuat, pikiran selalu segar, dan bersemangat dalam melaksanakan kegiatan belajar.  Perhatian dan kesiapan Untuk mencapai hasil belajar yang baik, maka siswa harus mempunyai perhatian dan kesiapan terhadap bahan yang dipelajarinya, jika bahan atau materi pelajaran tidak menjadi perhatian dan tidak diperhatikan siswa, maka minat belajarpun rendah, jika begitu akan timbul kebosanan, siswa tidak bergairah belajar dan bisa jadi siswa tidak suka lagi belajar.  Bakat atau intelegensi Jika bahan pelajaran yang dipelajari siswa sesuai dengan bakat, maka siswa akan berminat terhadap pelajaran tersebut, adanya intelegensi orang yang memiliki intelegensi (IQ) tinggi umumnya mudah belajar dan hasilnyapun cenderung baik, sebaliknya jika seseorang yang “IQ” nya rendah akan mengalami kesukaran dalam belajar. 2) Faktor eksternal a) Keluarga Minat belajar siswa bisa dipengaruhi oleh keluarganya seperti perhatiam orang tua, suasana rumah dan keadaan ekonomi keluarga. Akan diuraikan sebagai berikut: Perhatian orang tua Jika orang tua tidak memperhatikan pendidikan anaknya (acuh tak acuh terhadap belajar anaknya) seperti tidak mengatur waktu belajar, tidak melengkapi alat belajarnya, dan tidak memperhatikan apakah anaknya belajar atau tidak,semua ini berpengaruh pada semangat belajar anaknya bisa jadi anaknya tersebut malas dan tidak bersemangat belajar. Hasil yabg didapatkannyapun tidak memuaskan bahkan mungkin gagal dalam studinya. Suasana rumah Suasana rumah dimaksudkan adalah situasi/kejadian-kejadian yang sering terjadi di dalam keluarga, di mana anak berada dan belajar. Suasana rumah yang gaduh, ramai, & semprawut tidak memberi ketenanagan kepada anaknya yang belajar bisa menyebabkan anak bosan di rumah, dan sulit

berkonsentrasi dalam belajarnya. Dan akibatnya anak tidak semangat dan bosan belajar karena terganggu oleh hal-hal tersebut. Keadaan ekonomi keluarga Dalam kegiatan belajar, seorang anak kadang-kadang memerlukan sarana prasarana/fasilitas-fasilitas belajar seperti buku, alat-alat tulis, dan sebagainya. Fasilitas ini hanya dapat terpenuhi jika keluarga mempunyai cukup uang, jika fasilitas tersebut tidak dapat dijangkau oleh keluarga ini bisa menjadi faktor penghambat dalam belajar. b) Sekolah  Metode mengajar Metode mengajar guru kurang baik dalam artian guru kurang menguasai materi-materi yang diajar, guru tidak menggunakan variasi dalam menyampaikan pelajaran alias monoton, semua ini bisa berpengaruh tidak baik bagi semangat belajar siswa. Siswa bisa malas belajar, bosan, mengantuk & akibatnya siswa tidak berhasil dalam menguasai materi pelajaran.  Pekerjaan rumah PR yang terlalu banyak dibebankan oleh guru kepada murid untuk dikerjakan di rumah merupakan penghambat dalam kegiatan belajar, karena membuat siswa cepat bosan karena nenjadiakn siswa tidak memiliki kesempatan untuk mengerkan kegiatan lainnya. c) Masyarakat  Kegiatan dalam masyarakat Disamping belajar, anak juga mempunyai kegiatan-kegiatan lain diluar sekolah. Bila kegiatan itu dilakukan dengan berlebih-lebihan, bisa menurunkan minat belajar siswa karena anak sudah terlalu senang dalam organisasi/kegiatan masyarakat tersebut.  Teman bergaul Pengaruh dari teman bergaul siswa lebih cepat masuk dalam jiwa anak, jika teman bergaulnya baik akan berpengaruh baik terhadap diri siswa, begitu pula sebaliknya jika teman bergaulnya jelek akan berpengaruh jelek terhadap diri siswa. Minat belajar akan tumbuh apabila kita berusaha mencari berbagai keterangan selengkap mungkin mengenai mata pelajaran itu. Keterangan itu dapat diperoleh dari buku paket,guru,teman sebaya,atau siswa senior. Cara-cara untuk menumbuhkan minat belajar pada siswa antara lain:  Periksakan dan peliharalah kesehatan baik fisik maupun mental, agar badan tetap kuat, pikiran selalu segar & bersemangat dalam melaksanakan kegiatan belajar.  Guru sebaiknya menggunakan metode mengajar yang bervariasi & media pembelajaran yang menarik sehingga dapat merangasnag para siswa untuk belajar.  Orang tua sebaiknya meberikan perhatian yang cukup untuk mendukung & memotivasi agar timbul minat belajar.  Ciptakan suasana rumah yang tenang,tentram,& penuh kasih sayang.

 Orang tua perlu membatasi kegiatan siswa dalam bermasyarakat yang tidak menunjang belajar siswa agar tidak mengganggu pelajaran.  Orang tua perlu mengkontrol dari belakang tetapi jangan berlebihan terhadap teman-teman si anak. VII. KESIMPULAN Minat belajar merupakan salah satu komponen yang berpengaruh terhadap keberhasilan belajar. Untuk menumbuhkan minat belajar pada diri siswa terlebih dahulu kita harus memperhatikan apa yang menjadi latar belakang yang menyebabkan berkurang/bahkan hilangnya minat belajar. Setelah itu baru kita mengambil langkah-langkah apa yang harus kita lakukan untuk menumbuhkan minat belajar pada diri siswa. Dengan demikian upaya untuk menumbuhkan minat belajar sesuai dengan sasarannya.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->