• • • • • • • • • • •

Home Berita Forum Ketenagakerjaan Infotainment Humor Musik asik Hong Kong Korea Malaysia Contact

Home » Gagal Ginjal Sama Dengan Menguras Banyak Biaya

Gagal Ginjal Sama Dengan Menguras Banyak Biaya

Ginjal merupakan organ yang penting dalam sistem metabolik tubuh manusia karena memiliki fungsi utama sebagai penyaring racun dan zat sisa dalam darah. Bila ginjal rusak dan sudah mengalami gagal ginjal, maka biaya yang dibutuhkan tidaklah sedikit. Ginjal merupakan filter yang sangat baik, fungsi utamanya adalah untuk membersihkan racun dan mengeluarkan limbah dari darah. Ginjal juga berfungsi untuk mempertahankan volume dan komposisi cairan tubuh, serta untuk mengeluarkan hormon yang membantu produksi sel darah merah. Oleh karena itu, ginjal memainkan peran utama dalam mengatur tekanan darah dan menyeimbangkan elektrolit penting yang menjaga ritme jantung. Selain berfungsi untuk menyaring dan membuang zat-zat yang tidak diperlukan dan mempertahankan kandungan nutrisi dan mineral yang diperlukan tubuh, ginjal juga berperan dalam keseimbangan sirkulasi darah dalam tubuh, yakni dengan mengatur tekanan darah, memproduksi sel darah merah.

1

Setiap hari, ginjal memfilter 180 liter darah. Ginjal menerima 100-120 mL darah per menit, di mana jumlah ini sangat besar dibandingkan dengan ukurannya yang kecil. Hal tersebut berarti setiap harinya ginjal memfilter darah sebanyak 50 kali dalam sehari. “Kerusakan ginjal ringan terjadi bila fungsinya sudah kurang dari 90 persen. Dan bila kurang dari 15 persen, maka artinya pasien sudah mengalami gagal ginjal yang obatnya harus hemodialisis (cuci darah) atau transplantasi (cangkok),” jelas dr Dharmeizar, SpPD-KGH, Ketua Perhimpunan Nefrologi Indonesia (Pernefri), dalam acara Konferensi Pers ‘Hari Ginjal Sedunia: Sayangi Ginjal Anda, Minumlah Air Putih yang Cukup!’ di Hotel Akmani, Jakarta, Selasa (6/3/2012). Menurut dr Dharmeizar, bila sudah mengalami gagal ginjal, diperlukan terapi pengganti ginjal yang biayanya tidak sedikit. Berikut biaya yang harus dikeluarkan untuk menjalani terapi pengganti ginjal: Hemodialisis (cuci darah) 1. Dilakukan seminggu 2 kali 2. 5 jam per sesi 3. Biaya per tahun Rp 50-80 juta CAPD (Continuous Ambulatory Peritoneal Dialysis atau cuci darah lewat perut) 1. Pemasangan kateter Rp 10 juta 2. Biaya CAPD per tahun Rp 50-75 juta Transplantasi ginjal 1. Pretransplantasi dan prosedur Rp 200 juta 2. Biaya per tahun Rp 75-150 juta Gagal ginjal biasanya berawal dari penyakit ginjal kronik, yaitu menurunkan fungsi ginjal. Pada kondisi ini orang biasanya tidak merasakan gejala yang terlalu berarti sampai akhirnya didiagnosis dengan gagal ginjal, yang artinya fungsi ginjalnya kurang dari 15 persen. Gagal ginjal terjadi karena organ ginjal mengalami penurunan hingga menyebabkan tidak mampu bekerja dalam menyaring elektrolit tubuh, menjaga keseimbangan cairan dan zat kimia tubuh (sodium dan kalium) dalam darah atau produksi urine. Ada beberapa faktor yang menyebabkan orang mengalami kerusakan atau gagal ginjal: 1.Diabetes melitus 2.Hipertensi 3.Kelainan ginjal (penyakit ginjal polikistik) 4.Penyakit autoimun 5.Penyumbatan saluran kemih 6.Kanker 7.Rusaknya sel penyaring pada ginjal.

2

“Pengidap penyakit ini ditandai dengan lemas, tidak ada tenaga, nafsu makan, mual, muntah, bengkak, kencing berkurang, gatal, sesak napas, pucat atau anemia,” tutup dr Dharmeizar. Popularity: 1% [?] AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA Kemajuan teknologi kedokteran yang berkembang pesat saat ini memungkinkan para penderita gagal ginjal menjalani rutinitas cuci darah (dialisa) sambil bekerja, cuci mata di mall, bahkan sambil bercinta dengan pasangan! Padahal di masa lalu, kegiatan dialisa harus dilakukan di rumah sakit sambil terbaring lemah selama 5 jam, sebanyak tiga kali seminggu. Belum lagi perasaan gatal di sekujur tubuh sebagai dampak dari terapi cuci darah tersebut. Terapi cuci darah yang begitu praktis itu bernama Continuous Ambulatory Peritoneal Dyalisis/CAPD atau dialisis tanpa mesin dan dapat dilakukan secara mandiri oleh penderita gagal ginjal. Metode ini merupakan metode alternatif dengan menggunakan membran semipermiabel yang berfungsi sebagai ginjal buatan, sehingga mampu menyerap cairan pembersih ke dalam rongga ginjal. Dalam waktu 4 sampai 6 jam dengan frekuensi 4 kali sehari, terjadi proses difusi serta ultrafiltrasi dalam ginjal, sehingga zat racun yang ada di dalamnya terserap ke luar dan diganti cairan baru. Karena masih tergolong teknologi baru, biaya CAPD masih tergolong mahal. Umumnya, biaya yang dikeluarkan peserta terapi CAPD saat ini masih sebesar Rp 4,2-Rp 5 juta setiap bulannya. Namun, biaya sebesar itu menjadi tak berarti, jika melihat kondisi tubuh penderita yang bugar dan tetap produktif seperti sebelum terkena gagal ginjal. “Karena pasien tetap bisa bekerja dan melakukan segala aktivitas seperti biasa, layaknya orang sehat. Bedanya, peserta CAPD punya kantong kecil di perutnya untuk pergantian cairan dialisat itu,” kata Direktur Medik RS PGI Cikini, Tunggul Situmorang dalam acara peluncuran website sahabat ginjal.com yang disponsori PT Kalbe Farma, di Jakarta, belum lama ini. Pengalaman Karyono (45), karyawan swasta yang telah menjalani terapi CAPD selama tiga tahun ini agaknya bisa jadi pelajaran. Karyono mengaku, kualitas hidupnya makin membaik setelah ikut terapi CAPD. Selain itu, ia bisa kembali bekerja dan sama produktifnya seperti sebelum sakit. “Awalnya saya ragu, karena banyak informasi negatif yang saya dengar soal CAPD. Tetapi karena atasan terus mendesak, akhirnya saya beranikan untuk menjadi peserta CAPD. Bahkan, saudara-saudara saya heran karena raut muka dan badan saya yang terlihat lebih segar. Dan yang terpenting saya sudah bisa tidur enak, sebelumnya saya selalu merasa lemas, letih, gelisah,” katanya mengungkapkan. Belum Memasyarakat Dr Tunggul menjelaskan, terapi dengan menggunakan pergantian cairan dialisat ini sebenarnya telah masuk ke Indonesia sejak 2004 lalu, namun tidak banyak diketahui masyarakat. Melihat manfaat CAPD yang begitu besar, pihaknya tergugah untuk terus mensosialisasikan CAPD kepada masyarakat luas di Indonesia sebagai salah satu alternatif penanganan bagi penderita gagal ginjal. Selama ini dikenal dua metode dalam penanganan gagal ginjal. Pertama, transplantasi ginjal dan kedua, dialisis atau cuci darah. Sebenarnya metode pertama memiliki lebih banyak keunggulan karena dapat menggantikan fungsi ginjal yang rusak. “Hanya saja masalahnya, masih sedikit donor yang mau memberikan organ tubuhnya. Selain itu

3

kami memberi pelatihan selama tiga hari khusus untuk menjaga agar lubang tetap bersih. Sementara di dunia. Sementara itu. yaitu kantong cairan dialisat.” kata Situmorang. serta dapat menimbulkan hernia. keseluruhan proses dilakukan selama lima jam. Gangguan fungsi ginjal bisa terjadi perlahan-lahan atau mendadak. serta sakit pinggang.” katanya. Proses yang berlangsung terus-menerus selama 24 jam setiap harinya itu. Proses pembersihan dilakukan di dalam rongga perut (peritoneum). Karena itu.jarang sekali ditemukan donor yang cocok dengan penderita gagal ginjal. maka biayanya sangat mahal.000 penderita gagal ginjal menggunakan terapi CAPD. tetapi melakukan cuci darah secara mandiri dengan jadwal yang dapat ia buat sendiri. Darah dibersihkan dengan menggunakan cairan pembersih (dialisat) dalam serat-serat dializer itu. darah tidak dikeluarkan dari dalam tubuh. 4 . dengan memasukkan cairan dialisat ke dalam rongga itu. Namun. jika melakukan cuci darah biasa secara HD. “Pasien juga tidak perlu datang ke rumah sakit untuk melakukan cuci darah. penyebab utama adalah hipertensi (darah tinggi) dan diabetes atau kencing manis. Pada HD. padahal terapi itu memiliki kelebihan. Metode dialisis pada intinya adalah melakukan fungsi utama ginjal. Bahkan. Selain itu juga meningkatkan kadar lemak dan mengakibatkan kegemukan (obesitas). Bila terjadi infeksi di lubang tersebut. tiba-tiba dokter mendiagnosa Anda terkena gagal ginjal. darah yang akan dibersihkan dikeluarkan dari tubuh dan dimasukkan ke ginjal buatan (dializer). Sedangkan. Keuntungan CAPD adalah lebih memudahkan pengendalian kimia darah dan tekanan darah. “Akibatnya beban jantung menjadi bertambah dan menyebabkan gangguan tekanan darah. Cairan dialisat dapat dijadikan sebagai sumber nutrisi dan bagi penderita diabetes dapat diberikan insulin secara intraperitorial. yakni membersihkan darah dari zat-zat yang tidak berguna pada tubuh dan menjaga kestabilan kandungan darah di dalam tubuh. Alamiah CAPD belum banyak digunakan. biayanya sangat besar. Keunggulan utama CAPD adalah kemudahannya. kekurangan CAPD adalah sering kali menimbulkan infeksi pada rongga perut. haemodialisis (HD) dan peritonialdialisis (PD). saya selalu mengingatkan pada pasien untuk menjaga kebersihan. Selain itu. bahkan tidak disadari oleh penderita karena tubuh tidak menunjukkan gejala seperti orang sakit.” katanya. sehingga terapi dengan metode itu pun lebih alami. Fungsi ginjal yang tersisa masih dapat dipertahankan. “Kunci utama dari terapi CAPD adalah menjaga kebersihan lubang yang menghubungkan ginjal dalam perut dengan dunia luar. Tentang jumlah pasien CAPD di seluruh Indonesia . pasien CAPD di RS PGI Cikini sudah ratusan orang. dan proses dialisis pun bekerja selama 24 jam sesuai dengan kerja ginjal secara alamiah. yakni tidak mengganggu jantung. Pembersihan ini dilakukan dengan dua cara. Karena itu. Ditanya faktor penyebab utama terjadinya gagal ginjal. Cairan ini dibiarkan selama empat hingga enam jam hingga akhirnya dikeluarkan kembali. Sedangkan pada metode PD. menjadikan hampir sama dengan proses yang berlangsung di dalam ginjal.” katanya. penderita gagal ginjal lebih banyak melakukan terapi dialisa atau cuci darah. yang berarti cairan tubuh dipaksa diperas untuk dicuci mesin. kontaminasi dengan hepatitis lebih kecil. dr Tunggul mengatakan. Saat ini sudah berkembang metoda PD dengan berbagai cara seperti CAPD atau APD. Setelah bersih. sehingga tingkat keberhasilannya sangat kecil. Namun. darah baru dimasukkan kembali ke dalam tubuh. ada diperkirakan 120. dr Tunggul mengaku tidak tahu pasti.

mual. Hati-hati kalau kaliumnya meningkat. Ginjal juga berfungsi untuk membersihkan darah dan berbagai zat hasil metabolisme serta racun di dalam tubuh. kalsium. Penderitanya mengalami gangguan pengecapan. gangguan tidur dan juga sering gatal. renin. penderita gagal ginjal ini punya peningkatan asam urat.id . Di Amerika Serikat saja. Sampah dari dalam tubuh tersebut akan diubah menjadi air seni (urin). atau Kurang minum air putih ternyata dapat mengganggu fungsi ginjal. Sekitar 40% gangguan diabetes menjadi penyebab gagal ginjal. Gangguan ginjal dalam tahap ringan masih dapat diatasi dengan minum banyak air putih.Jika seseorang memperhatikan gejala yang umum menyertai penderita gagal ginjal. lesu.Sampai saat ini. orang yang diyakini mempunyai gejala sakit AAAAAAAAAAAAAAAA Kalbe. Perlu diketahui. Penderita biasanya baru merasakan kelainan pada dirinya jika fungsi ginjal menurun sekitar 25%. tidak nafsu makan. pasien gagal ginjal dapat diatasi dengan tindakan hemodialisa. hanya bisa diatasi dengan cuci darah atau cangkok ginjal yang biayanya sangat mahal. kulit terlihat kasar. kelainan itu bisa menjadi gagal ginjal yang akut. muntah. setiap tahunnya ada sekitar 20 juta orang dewasa menderita penyakit kronik ginjal. Diantara 3 tindakan tersebut. “Bila mendapati satu saja dari gejala itu. seperti kencing manis (diabetes). Di Indonesia sendiri sudah mencapai sekitar 20%. Kalau kita lihat hasil laboratorium. Jumlah urin yang dikeluarkan setiap hari sekitar 1-2 liter. sudah waktunya untuk waspada. Kadang cukup dengan pengobatan dan pengaturan diet. Ginjal berfungsi untuk menjaga keseimbangan serta mengatur konsentrasi dan komposisi cairan di dalam tubuh. sering kram. ginjal juga berperan untuk mempertahankan volume dan tekanan darah. negara yang sangat maju dan tingkat gizinya tinggi. Namun. dan menghasilkan hormon seperti erythropoetin. dan vitamin D. lalu dialirkan melalui saluran kemih ke kandung kemih. segera ke rumah sakit untuk chek-up untuk membuktikan kebenarannya. mengatur produksi sel darah merah. ataupun cangkok ginjal. karena memperbesar risiko penyakit jantung. Selain itu. Namun. Untuk itu.co. bila keadaannya memburuk. Meskipun ukurannya kecil. vena di leher melebar dan ada cairan di selaput jantung dan paru. kata dr Tunggul. Air seni diproduksi terus menerus di ginjal. Kelainan ringan pada ginjal dapat sembuh sempurna bila penyebabnya sudah diatasi. Tanda lainnya. mengatur kalsium pada tulang. untuk penderita yang masih muda bisa di bawah 10%. Tidak heran bila umumnya pasien baru ke dokter bila sudah berada dalam tahap terminal. CAPD (Continous Ambulatory Peritoneal Dialysis) saat ini menjadi bahan perbincangan para 5 . kalau sudah gagal ginjal. maka akan timbul rangsangan untuk buang air kecil. Bahkan. Kelainan ginjal dapat terjadi akibat adanya kelainan pada ginjal (penyakit ginjal primer) atau komplikasi penyakit sistematik (penyakit ginjal sekunder).” kata dr Tunggul menandaskan. kasus gagal ginjal di dunia meningkat lebih dari 50%. Adapun beberapa tanda fisik yang harus diwaspadai seperti tubuh bengkak yang diawali dari kedua kaki. fosfor dan kalium. organ ginjal bersifat sangat vital. penyakit tersebut bisa diminimalisir sedini mungkin. Namun. CAPD. Gagal ginjal adalah keadaan dimana kedua ginjal tidak mampu menjalankan fungsinya. Bila cukup banyak urin di dalam kandung kemih.

kondisi fisik lebih baik.Kalbe Farma.033. dapat melakukan olahraga seperti biasa dan pembatasan makanan yang tidak seketat pada tindakan hemodialisa.nefrolog Asia termasuk di Indonesia. Sja'bani. Dr. 1. Ginova Nainggolan. Dr. SpB. Moch. khususnya bagi GAKIN. Paket awalnya free (yang ini. dibahas mengenai CAPD. Alat kesehatan apalagi yang ditanggung oleh Askes? J : Alat kesehatan yang diberikan kepada Peserta antara lain: • • • Gigi Tiruan (1 kali/2tahun) Alat bantu dengar (1 kali/2tahun) Kaki/tangan tiruan 6 . Dr. Tommy Halauet. Tambahan hanya Rp. SpPD KGH. Endang Susalit. Keuntungan dari CAPD menurut beliau adalah pasien tidak perlu menggunakan mesin saat melakukan dialisis. Hadir sebagai pembicara Prof. AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA T : Selain Kacamata. DR.000 untuk Paket Rutin 120 (terjadi penurunan dari Rp. Tak ketinggalan pula dibahas keunggulan dari alat yang digunakan untuk CAPD yang diproduksi oleh Baxter .Dr. Untuk mengatasi biaya yang harus ditanggung oleh pasien yang tidak mampu. SppD KGH MSc. memang sejak dahulu juga free) 2. SpPD KGH dalam acara pre-congress Nephrology. khususnya peserta ASKES: 1. dapat digunakan sendiri di rumah.Dr. dan menurut Prof.600. Tunggul mengatakan. Sja'bani saat ini penderita gagal ginjal di Indonesia sudah cukup banyak dan terbanyak dialami oleh pasien-pasien kelas III. CAPD mulai digunakan di Indonesia sejak 1984. Free untuk Paket Rutin 90 (kalau dulu. Hal ini dikatakan Dr. Kabar Gembira Ada kabar gembira bagi pengguna maupun calon pengguna CAPD Baxter .000) Ketentuan di atas mulai berlaku pada Oktober 2005. Kamis 24 November 2005 di Bali. Tunggul D Situmorang SppD KGH dan Prof.Kalbe. tindakan CAPD ini dapat ditanggung biayanya oleh pemerintah melalui PT ASKES.000) 3. 600. Ita Wijayanti dari Kalbe Farma sebagai pembicara menjelaskan tentang penggunaan dan fungsi dari alat yang dipakai dalam tindakan CAPD. peserta harus menombok Rp. DR. 1. Dr. Di depan sekitar 150 peserta. antara lain dapat memperkecil terjadinya sepsis atau peritonitis. Dalam acara workshop ini. CAPD sangat membantu bagi pasien gagal ginjal yang harus menjalankan tindakan cuci darah.

Dalam mengelola jaminan kesehatan. Apabila Dokter Umum tidak bisa mengobati maka Pasien akan dirujuk ke Rumah Sakit untuk mendapat pelayanan kesehatan lanjutan. kendali biaya) yang salah satunya adalah sistem pelayanan berjenjang. Apabila semua Peserta langsung berobat ke Rumah Sakit tentunya biayanya sangat besar. Askes menggunakan beberapa prinsip managed care (kendali mutu. 7 . Sistem pelayanan berjenjang ini bertujuan untuk mengontrol biaya pelayanan kesehatan dan mengoptimalkan pelayanan kesehatan yang diberikan kepada Peserta. Penanganan penyakit seperti ini di Dokter Spesialis sangat tidak efisien. Tarif Permenkes ini dibuat oleh Kementerian Kesehatan atas usulan Rumah Sakit. Disisi lain penumpukan pasien di Rumah Sakit untuk kasus-kasus yang bisa ditangani oleh Dokter umum akan mengakibatkan pelayanan kesehatan di Rumah Sakit tidak optimal. Kasus penyakit ini bisa ditangani oleh Dokter Umum.• • • • • • • • • • • • • • IOL (Lensa tanam di mata) Pen & Screw (Alat Penyambung Tulang). 1kali/5 tahun Mesh (Alat yang dipasang setelah operasi Hernia Alat bantu hidrosephalus/VP Shunt Protesa Mandibula Vitrektomi set Penyangga leher/Collar Neck Jakat penyangga patah tulang belakang/corset Anus buatan/colostomi/Pesarium/DJ Stent Double Lumen Kateter untuk CAPD Triple Lumen Kateter untuk CAPD Vaskuler Graf Tulang/Sendi tiruan Colon set T : Mengapa saya harus ke Puskemas dulu sebelum ke Rumah Sakit? J : PT Askes (Persero) merupakan asuransi kesehatan yang bersifat sosial. Peserta berobat ke pelayanan tingkat pertama (Puskesmas atau Dokter Keluarga) untuk kasus-kasus penyakit sederhana. biaya kesehatan yang besar ini tentunya tidak mampu ditanggung oleh PT Askes (Persero) sehingga jaminan kesehatan Askes tidak mampu bertahan lama. Untuk kasus gawat darurat tentu saja Peserta dapat langsung datang ke Rumah Sakit. T : Berapa biaya pelayanan kesehatan yang ditanggung oleh Askes? J : Biaya pelayanan kesehatan yang ditanggung oleh PT Askes (Persero) adalah sesuai dengan Permenkes (Peraturan Menteri Kesehatan) tentang Tarif Askes.

pembedaan hanya pada tipe Rumah Sakit.07:12 pm Anda divonis gagal ginjal?Tak mau repot dengan urusan cuci darah di rumah sakit? Kalau begitu Anda perlu mencoba terapi pengganti ginjal CAPD atau Continuous Ambulatory Peritoneal Dialysis (Dialisis Peritoneal/cuci darah lewat perut). Besarannya sangat bervariasi. Untuk memperoleh informasi iur biaya Peserta dapat menghubungi Askes Center di Rumah Sakit tempat Peserta dilayani. Untuk tahun 2011 urun biaya yang menjadi beban Peserta pada Rumah Sakit Pemerintah sangat minimal atau tidak ada. 8 . Dalam pelaksanaannya PT Askes (Persero) akan melakukan negosiasi dengan masing-masing Rumah Sakit mengenai besaran urun biaya yang menjadi beban Peserta. Besaran urun biaya tidak sama antara satu Rumah Sakit dengan Rumah Sakit lainnya karena tergantung dari hasil negosiasi. Besaran Tarif Askes adalah sama untuk semua Rumah Sakit yang bekerjasama dengan Askes. AAAAAAAAAAAAAAAAAAAA Terapi CAPD: Alternatif Bagi Gagal Ginjal author : Olivia Lewi Pramesti Tuesday. 15 March 2011 .Perkumpulan Profesi Kedokteran dan PT Askes (Persero). Sedangkan untuk Rumah sakit swasta masih ada urun biaya yang menjadi beban Peserta.

3 juta dan per bulannya Rp 5 . dapat dilakukan sendiri oleh pasien. Dibandingkan dengan terapi lain. Bookmark the permalink.6 juta. Padahal di Thailand. Hanya saja. di Jakarta (10/3). tenggelam oleh terapi hemodialisis (cuci darah di rumah sakit) dan transplantasi. 2 Comments Sekedar sharing pengalaman. Cuci darah tersebut harus dilakukan di Rumah Sakit yang jaraknya lumayan jauh dari rumah (1. Apalagi kalau pasien tidak memiliki Askes. Jangan khawatir tentang terapi ini. maklum rumah kami di desa) sehingga seringkali setelah menjalani cuci darah di RS ibu justru tambah down. Dr. Kebetulan ibu kami. Tunggul melanjutkan. zat racun aktif dikeluarkan tubuh karena dilakukan 24 jam penuh. bagi pasien yang usai menjalani pembedahan di daerah perut dan yang mengalami gangguan di bagian kulit perut tidak dianjurkan menggunakan terapi ini karena bisa infeksi. "CAPD ini cenderung sedikit kontradiksinya. karena terlalu capek di jalan. serta menjaga kebersihan lingkungan ruangan.KGH.P. Situmorang.4 kali per hari dengan cara memasang sebuah kateter di perut.Rp 500 juta. Kateter tersebut berfungsi untuk mengeluarkan cairan dan racun dari dalam tubuh.Sp. CAPD dilakukan mandiri oleh pasien sebanyak 3 .D.CAPD justru dianjurkan untuk pasien gagal ginjal. karena sebelumnya pasien akan dilatih hingga benar-benar bisa. in Bebas. 9 . biaya awal Rp 2. maka diperlukan kedisplinan dari pasien. CAPD relatif lebih murah. Karena penyakit tersebut ibu harus menjalani cuci darah 2x seminggu. menggunakan masker untuk menutup mulut.5 Jam Perjalanan." kata Tunggul. Direktur RS PGI Cikini.Infeksi bisa timbul jika pasien tidak mematuhi aturan kebersihan pemasangan.Tunggul D. Untuk non-Askes. Antara lain. AAAAAAAAAAAAAAAAAAA CAPD This entry was posted on 31 May 2012. Kedisiplinan ini seperti cuci tangan sebelum memasang sistem CAPD. Tiap kali CAPD diperlukan waktu 30 menit. sedangkan per bulannya harus keluar Rp 6 juta . usianya sekitar 60an tahun divonis oleh dokter terkena penyakit gagal ginjal.Rp 7 juta.Terapi ini memang tidak populer di Indonesia. dan pasien pun dapat mengerjakan aktivitasnya tanpa terganggu. biaya awal gratis sedangkan per bulannya Rp 1 juta. kadar hemoglobin lebih tinggi sehingga meningkatkan kualitas hidup. menyatakan bahwa ada banyak keuntungan yang diperoleh dari terapi ini. Terapi CAPD bisa dilakukan pada semua penderita gagal ginjal dengan tingkat kronis yang berbeda-beda. dr. resiko terkena penyakit hepatitis kecil. karena dilakukan sendiri oleh pasien. Bandingkan dengan transplantasi yang memerlukan biaya awal Rp 200 juta . Akan tetapi kalau memegang kartu Askes..

Untuk bisa menjalani terapi CAPD. Cairan pembersih ini berfungsi untuk menyedot racun yang ada dalam darah. AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA 10 . Sekian. Jika ada saudara atau kerabat anda terkena penyakit serupa maka metode CAPD ini bisa dicoba. Selang inilah yang akan menjadi sarana keluar masuknya cairan pembersih dalam tubuh. Bahkan ibu kami karena menggunakan ASKES semua biaya digratiskan. Semoga Bermanfaat. terapi ini lebih bisa mempertahankan fungsi ginjal yang masih ada.Beberapa minggu menjalaninya. dari segi medik. seorang pasien dapat melakukan cuci darah. barulah pasien bisa menjalani proses treatmen CAPD yang dilakukan sebanyak 4 kali dalam sehari. uang yang harus dikeluarkan untuk proses CAPD tak jauh berbeda dengan hemodialisis yang menggunakan mesin pencuci darah. Tanpa harus bergantung pada mesin hemodialisis. awalnya pasien harus menjalani operasi untuk memasang selang permanen ke dalam perutnya. Proses treatment CAPD diawali dengan mengeluarkan cairan kotor yang berasal dari racun-racun dalam darah. Dari segi biaya. Alhamdulillah sudah 2 tahun ini ibu sehat dan bisa beraktifitas. yaitu berkisar antara Rp7 juta – Rp8 juta per-bulan. Jika dibandingkan dengan hemodialisis. seorang dokter menawarkan untuk menggunakan alternatif cuci darah mandiri yang dinamakan CAPD (Continuous Ambulatory Peritoneal Dialysis). lalu cairan pembersih yang baru dimasukkan ke dalam tubuh. Setelah selang terpasang. Setelah seluruh cairan kotor dikeluarkan. Selain itu terapi CAPD juga tergolong lebih alamiah. Dengan teknologi ini. dimanapun dan kapanpun. Makan lebih enak dengan sedikit sekali pantangan.

IKCC (Indonesian Kidney Care Club) atau Klub Sayang Ginjal inilah salah satu komunitas tempat I Ketut saat ini berbagi keluh kesahnya tentang penyakit gagal ginjal yang sudah dialami selama 15 tahun.serta memberikan konsultasi yang berhubungan dengan ginjal.Namun sejak saya ikut IKCC. Organisasi yang berdiri pada tanggal 5 Mei 2004 ini memang khusus mewadahi masyarakat Indonesia yang peduli kesehatan ginjal. Dirinya mengaku.Ceria Bersama Klub Sayang Ginjal author : Olivia Lewi Pramesti Friday. pengembangan motivasi. Bentuk kegiatan yang dilakukan IKCC diantaranya menyelenggarakan seminar yang berhubungan dengan ginjal (gaya hidup. Ni Luh. memberi fasilitas obat-obatan yang berhubungan dengan penyakit ginjal. tips dan pola makan. IKCC akan membantu melakukan ekplorasi informasi obat baru untuk penderita. tiga tahun terakhir ini hidupnya lebih tenang dan pasrah dengan keadaan. seorang pasien gagal ginjal. suaminya sempat berubah sifat menjadi kasar dan main tangan.05:14 pm "Rasanya sudah mau kiamat saja ketika saya divonis gagal ginjal. Awalnya hanyalah ketakutan yang melanda dan berefek emosinya yang terus meningkat.). memberikan arahan bagi penderita. Hingga saat ini anggotanya sudah mencapai 300 orang. Kata istrinya pula. "Organisasi ini memberikan informasi dan edukasi mengenai ginjal serta menciptakan kondisi psikologis yang nyaman bagi sesama penderita. 11 ." kata I Ketut Nesa Sumarbwa (45). Humas IKCC." Misi klub ini adalah ingin meningkatkan kualitas hidup penderita ginjal. dll.saya malah lebih semangat menjalani hidup ini. 11 March 2011 . Dian Ekawati mengatakan.

" ungkapnya. sampai Alloh memberikan jalan keluar. semangatnya untuk terus bisa bertahan hidup.id atau facebook IKCC. Penyakit ini sangat ditakuti. kecintaannya pada keluarga. periang. Anda bisa membuka website mereka di www." kata Dian Ekawati di Jakarta (10/3). maka perlu diwaspadai penyakit ginjal segera datang. kabupaten Garut. Spesialis Penyakit Dalam RSU Cikini. dan lainnya. gaya hidup sehat seperti olahraga teratur dan tidak merokok menjadi cara mencegah penyakit ini. karena belum ada obatnya. lomba menulis. Jangan khawatir bila Anda ingin bergabung dalam klub ini.Tak hanya itu.com/ SINOPSIS Gagal Cinta Pertama tak Separah Gagal Ginjal Di tengah perjalanan hidupnya sebagai seorang guru di sebuah SMP di Banyuresmi. 021-4269734 AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA http://bangqory. pemahaman masyarakat tentang penyakit ginjal masih minim.Banyak yang tidak mengetahui bahwa penyakit ini bisa disebabkan oleh diabetes (35%) dan hipertensi (25%).ikcc. Jend. Kisah ini. tiba-tiba penyakit yang dikenal dengan nama Gagal Ginjal Terminal atau Gagal Ginjal Kronik. klub ini sangat melindungi kepentingan penderita gagal ginjal. tentang penderitaannya. Bila urine mengandung protein. IKCC terbuka untuk umum dan lembaga ini nirlaba. Untuk pencegahan penyakit ginjal. Sp. Let. menyusun menu ramah ginjal. "Di negara berkembang. sangat mencintai keluarga dan kuat mempertahankan aqidahnya. 5 Cempaka Putih. Tunggul D. Kegiatan yang dilakukan pun turut melibatkan keluarga pasien.or.blogspot.P.D. dr. "Terlebih lagi. Suprapto Kav.2 Jl. pahit-getirnya menjalani cuci darah. Jakarta-10510 Tlp. benar-benar menceritakan autobiografi penulis dengan gamlang. 021-4214758 Fax. penulis yang dikenal rajin. Bila tertarik mengikuti klub ini.Tak hanya itu saja. Situmorang. Proses edukasi ini dapat dilakukan lewat komunitas. untuk mempertahankan hidup penderitanya harus dilakukan terapi ginjal pengganti berupa cuci darah(hemodialisis) atau cangkok ginjal. Akibatnya kualitas hidup pasien ginjal tidak bertahan lama. penuh dedikasi."Ginjal Cadangan" berupa CAPD. pencarian obat alternatif. keikhlasannya menerima cobaan. Indonesian Kidney Care Club Sekretariat: Gedung Ziebart Lt. 12 . anggotanya pun diajak aktif untuk mengembangkan kreativitas mereka seperti lomba memasak.-KGH menambahkan bahwa penyakit ginjal perlu dicegah sedini mungkin dengan edukasi kepada masyarakat. seseorang mesti rutin memeriksakan urinenya. sesuai dengan kejadian yang dialami penulis saat divonis mengalami gagal ginjal kronik.

pijat refleksi. Aku bersama istri tercinta terperangkap dalam situasi mencekam di hadapan dokter yang masih memberikan segala macam petuah dan nasihat. Karena keyakinannya atas cinta.Yang jelas. hanya istriku yang masih bisa berpikir jernih. Penyakit tersebut bernama Gagal Ginjal Terminal atau Gagal Ginjal Kronik (GGK) Shock.CAPD (Continuous Ambulatory Peritoneal Dialysis) atau Peritoneal Dialisis Mandiri Berkesinambungan adalah pergantian cairan yang dimasukkan ke dalam perut seberat 2 kg.. Berbagai macam metode penyembuhan melalui obat. “Gagal Ginjal” bagiku adalah peristiwa yang menenggelamkan hidupku dalam penderitaan yang berkepanjangan tiada henti sampai akhir hayat. putus asa dan seabreg perasaan negatif menghimpit dada. dilakukan secara rutin dan kontinu sebanyak 3-4 kali setiap hari. ramuan. elektrolisis. karena aku tahu setiap orang yang telah mengalami cuci darah pasti ajalnya hampir menghampiri. Amiiiin! Gagal Cinta Pertama tak Separah Gagal Ginjal Mungkin Anda akan tertawa membaca ungkapan tadi. yang pada akhirnya menyelamatkan penulis untuk terus hidup dan semangat mempertahankan aqidah dari kemusyrikan dan mencari kesembuhan sampai menemukan sahabat setianya berupa CAPD. Isak tangis kami berdua tak bisa menyelesaikan masalah. Subhanallah ………………. terserah! Aku tidak akan peduli dengan tanggapan atau reaksi spontan Anda. Berawal dari hasil tes laboratorium pada tanggal 20 Februari 2006 yang dianalisis oleh dr. Sudah terbayang di benakku. bahwa Allohlah sebagai penolong jiwanya dan hidupnya bertujuan hanya untuk mencari ridho Alloh Swt semata. SpPD. Tak ada jalan lain kecuali Cuci Darah. sebelah kaki di atas kubur. bekam. stres. Penulis yakin dengan haqqul yakin. kasih sayang dan pertolongan Alloh Swt semata. Empat setengah tahun silam hidupku mulai kelam. sebagai pengganti ginjal yang sudah rusak dan tidak berfrungsi. sahabatnya. John Manurung. Dia berusaha menghubungi saudaranya. kenalannya dan setiap orang yang mungkin lebih tahu atau pernah tahu tentang cuci darah dan pengobatan alternatif lainnya untuk penyakit gagal ginjal terminal. sampai menjadi konsumen dan anggota MLM ramuan modern 13 . Slamet Garut dengan perasaan hampa. Pulang dari RSU dr. Ia menyatakan bahwa kadar racun yang bersarang dalam tubuhku terlalu banyak dan tidak bisa dikeluarkan lewat urine (air seni).

Empat selang membelit tubuh. belum lagi materi. tapi gagal ginjal bisa merepotkan seluruh keluarga. Harapan hidup lebih lanjut pun mulai tumbuh lagi. sahabat dan handai taulan. jabatan dan masa depan suram menanti Anda! Anda harus siap dengan mental cadangan Anda. gagal cinta pertama tak separah gagal ginjal. Seluruh persendian serasa mau lepas. Sulit untuk mencari ginjal pengganti. Berbeda dengan gagal cinta pertama. Mual terus menerus sehingga muntah tak bisa di tahan. 2 selang cuci darah. Maksud untuk menghindari cuci darah tidak bisa dihindari. yaitu cinta terakhir. Napas sesak. jantung mulai berdetak normal. Hasilnya nihil. Bahkan akibat lainnya karir Anda. seumur hidup. namun dalam limit waktu 3 – 4 hari. setelah 2 jam pertama menjalani cuci darah. Akhirnya aku pasrah berbaring disamping mesin cuci darah mulai tanggal 18 April 2006. Mau tahu kelanjutan kisahnya? Silakan baca kisah selanjutnya …! 14 . karena paru-paru hampir terendam cairan dan kerja jantung pun makin berat. Nafas tidak lagi tersengal-sengal. karena cuci darah itu harus dijalani secara kontinyu 2 kali dalam seminggu. Kita memang memiliki 2 buah ginjal.Wajah. bahkan tambah parah. Gagal cinta pertama tak merepotkan semua orang yang berada di sekitar Anda. tak ada super market yang menjual ginjal. kantong yang sangat-sangat tebal harus Anda siapkan. 1 selang tranfusi darah dan 1 lagi selang oksigen untuk membantu nafas yang sudah sesak. Anda tahu batas waktu seumur hidup? Itulah yang jadi masalah bahwa. kerabat. tetapi jika sudah dinyatakan gagal ginjal berarti keduanya sudah tidak bisa berfungsi. Badanku semakin lesu dan kehabisan energi. kita masih bisa mencari cinta kedua. sedangkan gagal cinta ada obatnya. ketiga bahkan cinta terakhir yang biasanya lebih membahagiakan. kaki dan hampir seluruh tubuhku bengkak. Dunia yang tadinya terasa gelap berangsur bersinar lagi.dari Cina yang harganya mencapai 500 ribuan per-box pernah dicoba. Kepala serasa ditusuk-tusuk ribuan paku. Tubuhku semakin parah. Gagal ginjal belum ada obatnya.

Mengumpulkan barang bekas lalu dijual. walaupun aku belum menjadi sarjana. Mau tahu apa saja gelarku? Ini dia……………. Kegiatanku banyak sekali. Badanku segar. terjadi booming dan kemacetan ekspor. Aku tak pernah pindah tempat tugas. Kerja tambahanku apa saja. obyekkan. Akhirnya gelar Asep Cacing tidak bertahan lama. Tapi ternyata mereka terbelenggu dengan rasa gengsi. aku mendapat banyak gelar dari profesi tambahan itu. yang penting dapur tetap mengepul. Sampai usia 39 tahun. Oleh karenanya. Asep Cacing. karirku cerah. Berbulan-bulan bisnis ini berjalan. selain mengajar juga selalu mencari penghasilan tambahan. Tak ada rasa gengsi. Sejak aku menjadi guru honorer tahun 1988 sampai diangkat menjadi PNS dua tahun kemudian. di luar jam kerja. karena di usia sekarang pun aku sudah dipercaya sebagai Pembantu/Wakil Kepala Sekolah bidang Kesiswaan. aku kerjakan sendiri dan tak ada seorang pun yang mau menjadi pemulung barang rongsokan. dan menjualnya ke pengumpul atau penampung. Memang aku berhasil di bisnis ini. yang penting halal. tak seorang pun yang tahu. walau aku berusaha memperpanjang usia bisnis ini dengan membuat jus cacing sebagai obat tifus. Aku beternak cacingcacing itu sendiri di rumah. Semua barang bekas aku kumpulkan mulai dari kertas. Akhirnya bangkrut! Yang kedua. Garut. besi tua. botol kecil sampai botol besar. plastik. dan sebagainya. Gelar tersebut didapat karena di awal kehidupan berumah tangga. Di masa depan aku membayangkan bisa menjadi pejabat di Dinas Pendidikan. disamping tugas pokok mengajarkan Bahasa Indonesia dan Wali Kelas di kelas 3 SMP Negri 1 Banyuresmi. Rencanaku ingin menampung dan membuka lapangan pekerjaan bagi remaja di kampung sekitar tempat tinggalku. Asep Rongsok. aku memulai dengan bisnis rongsokan. dus. koran. Yang pertama. Beberapa kali menjual cacing sehingga keuntungan berjutajuta pun didapat.Gelarku Siapa yang mengira aku akan menderita GGK. Tapi tidak sampai jadi obat gagal ginjal saja. energik dan kuat. hanya Allah Swt lah yang Maha Mengetahui. Bisnis cacing menggiurkan. maag. panas dalam dan sakit gigi. Namun sayang. 15 .

Gelar ini tidak bertahan lama. Dari gelar ini. Aku harus bolak-balik mengawinkan kesepakatan harga antara penjual dan pembeli barang atau kendaraan bekas seharian. Asep Dedi. Peribahasa lebih baik mencegah daripada mengobati merupakan peribahasa yang tepat sekali. Garut. Ya. karena di daerahku terbilang jarang orang yang mengalami GGK ini. Kampung Cianten. Jadi. jika telah mendapat keuntungan yang besar. Sejak mengidap penyakit GGK inilah aku mendapat gelar Asep Ginjal. karena memiliki kisah tersendiri. Asep Subarna. itulah pekerjaan camat (calo matuh). Setiap buang air kecil. aku sering merasa heran dengan urin (air seni) yang ke luar itu berbuih banyak sekali. Awal Perkenalan Saya dengan Gagal Ginjal Kronik Ini merupakan pembahasan yang sangat penting bagi siapa saja yang membaca tulisan saya. agar lebih bisa berhati-hati dan yang lebih penting adalah bisa mencegah daripada mengobati. Desa Sukamukti. harus komplit dengan kepanjangan namanya. kalau mencari nama Asep itu. hanya kurang lebih 4 bulan saja. Keuntungan didapat dari komisi yang besarnya tergantung pada kerelaan si penjual atau dari selisih harga yang disepakati bersama. Asep Camat. Sebagai contoh nama Asep yang lain adalah: Asep Furqon. Sungguh mengerikan. Asep Saefullah. hanya capek yang dirasakan. tetapi sungguh malang nasibnya jika sampai saat ini belum ditemukan obatnya. Bahkan ada yang berminggu-minggu rasa capek sirna begitu saja. Asep Dani. Dimulai sejak aku menjalani cuci darah pada April sampai Agustus 2006. Maka dia akan menderita seumur hidup sampai ajalnya tiba sambil menderita penyakit yang dideritanya. terdapat sekitar 23 nama orang yang berawal dengan kata Asep. Asep Fitroh. tetapi itulah penyakit yang dinamakan GGK (Gagal Ginjal Kronik) atau Gagal Ginjal Terminal.Yang ketiga. Orang yang mengalami sakit kemudian berobat masih beruntung kalau sudah ada obatnya. Asep Ginjal. Yang keempat. Selanjutnya gelar kelima dan terakhir adalah Asep CAPD. oke? Jangan heran! Mengapa aku menguraikan gelar /sebutan lain untuk diriku? Karena di tempat tinggalku. aku harus 16 . Kecamatan Banyuresmi. Asep Nawawi. Asep Wawan dan masih banyak Asep yang lainnya. Tiga tahun sebelum divonis GGK. CAPD akan kita bahas nanti.

rasa sakit yang menghunjam itu berangsur-angsur reda sampai tidak terasa lagi. Kurang lebih enam bulan setelah operasi apendiks. Istriku sudah panik. rasa nyeri terus mendera. aku menjerit dan melolong-lolong dengan suara yang melengking tinggi mengucapkan “Allaahu Akbar!” Seluruh pasien yang berdekatan dengan ruang ICU pasti mendengar. Usus buntu (apendiks) harus segera diangkat. 17 . Begitu juga orangtuaku.menyiram kloset minimal empat kali (empat gayung air). keluhan bertambah dengan sering sakit kepala dan di bagian punggungku terdapat bintik-bintik hitam seperti bekas terbakar bara rokok. rasa nyeri kembali singgah. Kaltopren. Pada akhir tahun 2004. kurang lebih 20 menit kemudian. Setahun kemudian. Badan akan terasa enak kalau telah diinjakinjak oleh anak atau istriku. Aktifitasku berjalan normal kembali. Selama menanti reaksi itu. Obat penghilang nyeri tidak ada yang mujarab. Ploooong……sekali rasanya. buah zakar rasanya seperti dipijat terus menerus.00 Alhamdulillah. padahal saat itu sudah hampir pukul 24. Tim medis segera bertindak dengan memberi obat penghilang rasa nyeri melalui anus. sama seperti ketika dinyatakan aku menderita apendisitis. nama obat itu. Rasanya agak gatal. Dari hasil pemeriksaan dokter aku dinyatakan infeksi usus buntu (apendisitis). Kalau hanya dua atau tiga gayung. Nyeri yang sangat dahsyat. Lebih enak lagi kalau dipijat dengan memakai minyak angin. aku merasakan nyeri yang hebat di perut bagian kanan. Setiap ingin buang air kecil terasa nyeri sekali. obat yang diberikan itu bereaksi. sahabatku Mang Ujang dan Pak Jejen yang baik hati segera membawaku ke Rumah Sakit Guntur di Garut. malah darah dan airmata yang keluar. Bukan urin yang keluar. masih saja terdapat buih seperti sabun. Beruntung. Operasi berjalan lancar. tetangga dan saudara-saudara. Hampir setiap malam badanku seperti orang yang masuk angin. Mereka berdatangan melihatku yang bertindak seperti orang kesurupan. bentuknya seperti peluru pistol. Aku tak bisa diam menahan rasa sakit. Aku tak tahan. Pegal-pegal di sekujur tubuh dan perasaan ngilu di otot. menjerit-jerit minta tolong.

Besoknya aku menjalani pemeriksaan tes kesehatan. Rontgen, tes darah dan tes urin dilakukan. Hasilnya menerangkan tidak terlihat adanya batu pada ginjal ataupun saluran pembuangan lainnya. Namun kadar asam uratku agak lebih dari normal. Aku pulang. Dokter hanya memberikan obat penghilang rasa sakit, peluruh batu dan penurun asam urat. Setelah sampai di rumah, adikku yang menengok menyarankan untuk mengkonsumsi obat asam urat terus sampai kadar asam uratku normal kembali serta melakukan tes urin lagi secara teratur. Tapi aku merasa malas untuk minum obat terus-terusan dan kembali periksa ke laboratorium ataupun dokter. Beberapa bulan setelah kejadian itu. Kondisi kesehatanku menjadi fluktuatif, antara sehat dan sakit. Susah buang air kecil sering berulang, terutama kalau telah makan jeroan, emping, jengkol, petai, durian dan sayur asem yang pakai daun atau buah tangkil. Aku juga sering sekali sakit flu disertai demam, tetapi selalu diselesaikan dengan mengkonsumsi obat-obat bebas yang dijual di warung. Hampir setiap malam badanku yang pegal-pegal harus dipijat oleh anak dan istriku. Aku malas memeriksakan diri ke dokter, dan tak mempedulikan saran adikku dulu sewaktu baru pulang dari rumah sakit. Pertengahan tahun 2005, aku menemukan obat asam urat yang dijual di toko obat, Ant namanya. Kapsul jamu asam urat Ant ini mujarab sekali. Rasa nyeri seperti ditusuk-tusuk jarum itu hilang sama sekali, sakit encok, rematik dan kawan-kawannya itu lewat begitu saja. Aku yang alergi dingin dan setiap hari harus mandi memakai air hangat, kembali bisa mandi memakai air dingin. Bahkan kembali bisa meronda malam, ikut kegiatan camping dengan anak-anak di sekolah dan seabreg kegiatan sekolah lainnya, walaupun harus menginap bermalam-malam di sekolah. Adikku, Sumi Azizah, yang apoteker dan tinggal di Bandung beberapa kali datang ke rumah, menegur dan memberitahuku bahwa obat Ant itu adalah obat illegal dan bukan obat herbal asli dari tumbuhan Ant, tetapi obat kimia anti nyeri dosis tinggi yang kalau dikonsumsi terus bisa berakibat fatal bagi ginjal. Dia berceramah dihadapanku berpuluh-puluh menit, dan melarangku minum obat tersebut. Aku percaya dan sedikit ketakutan. Aku berhenti mengkonsumsinya sekitar dua minggu. Rasa sakit yang dulu, muncul lagi bahkan bertambah hebat. Aku tak tahan. Ant kembali menjadi teman hidupku saat itu. Hanya dengan minum kapsul itu, kehidupanku kembali berjalan normal, padahal mungkin saat itu ginjalku sudah mulai rusak.

18

Tak Ada yang Lebih Pintar dari dr. Jhon Manurung
Hari Senin, 20 Februari 2006, badanku terasa lesu sekali, tak bergairah. Saat istirahat aku jajan kupat tahu. Jajanan favorit para guru sebagai kaum duafa. Karena murah meriah dengan uang seribu rupiah perut bisa kenyang. Kupat tahu Bu Oom yang biasanya terasa lezat, gurih dan nikmat kini terasa pahit di lidah. Aku heran. Aku berpikir, “Jangan-jangan tahunya pakai formalin, karena saat itu orang sedang heboh dengan tahu berformalin?” Aku sisihkan tahunya kemudian aku makan ketupatnya tapi tetap saja ketupatnya juga terasa pahit. Aku tambah kaget. Kemudian aku bercermin sambil menjulurkan lidah, penasaran dengan hilangnya rasa pencecap. Benar saja, lidahku terlihat putih, diliputi jamur, bakteri, atau apalah aku tak mengerti. Yang jelas, biasanya orang yang sakit tifus kronis lidahnya seperti ini. Aku bertambah kaget dengan kondisi lidah seperti orang sakit tifus, tapi badan tidak panas, hanya lesu saja. Aku tanya Pembina PMR, Ibu Siti. Bu Siti menceramahiku agar segera memeriksakan diri ke dokter, “Pak Asep, Bapak itu sakit. Cepat periksa ke dokter. Jangan dibiarkan begini, agar cepat ketahuan penyebabnya dan cepat diobati!” Sore hari aku pergi ke dokter umum di PUSKESMAS. Aku diberi obat. Besoknya, aku kembali pergi ke sekolah. Selesai mengajar jam ke-2, aku ke toilet, karena ingin buang air kecil. Kencingku mampet lagi. Aku menyuruh penjaga sekolah untuk mengambil obat pencahar batu, “Kalkurenal”. Aku minum sesuai dosis. Wajahku sudah pucat, menahan rasa nyeri yang tak terperikan. Rekan-rekan guru banyak yang menyuruhku pulang agar isirahat di rumah. Tapi aku masih bertahan. Aku sudah terbiasa kerja sampai sore. Jadi, aku tak biasa pulang ke rumah pagi-pagi atau siang-siang. Banyak tugas yang harus kukerjakan selain tugas mengajar pokok. Ada ekstrakurikuler dan les tambahan pelajaran untuk siswa kelas 3. Menjelang Dzuhur aku ke toilet lagi. Alhamdulillah, saat aku kencing ada butiran batu yang keluar sebesar biji kacang kedelai. Walau rasa sakit yang tak terperikan saat keluar 4 butiran batu itu, tapi rasa plong yang melegakan dapat menjadi pelipur hati, setelah bolak-balik ke toilet, karena susahnya buang air kecil.

19

Hari itu aku lanjutkan tugasku sampai sore dengan memberikan les tambahan jam pelajaran bagi siswa kelas 3. Pulang ke rumah badanku sudah terasa pening, mual dan nyeri persendian. Malam harinya badan mulai terasa demam dan kepala serasa hampir pecah. Aku telepon Sumi, adikku yang berada di Bandung. Aku menerangkan segala gejala yang terasa. Dia langsung mencurigai ginjalku rusak dan menyarankan cek ke laboratorium sambil berobat ke dokter spesialis dalam, jangan ke dokter umum. Sejak hari Rabu, 22 Februari 2006, badanku ambruk tak bisa kemana-mana. Seluruh persendian terasa copot. Mual yang hebat bahkan lebih dahsyat dari sakit maag yang pernah kualami, kepala terasa dipaku. Aku bertahan di rumah sampai hari Minggu. Baru hari Senin aku pergi ke RSU Garut. Dr. John Manurung menyuruhku agar melakukan tes urine, darah dan rontgen. Hasilnya, Kreatinin 7,57, Ureum 114, Asam urat 13,8, Hb 10,8. Aku dianjurkan agar diet protein dan buah-buahan. Dicoba selama 2 minggu, aku tidak boleh makan makanan yang berprotein dan buah-buahan. Aku hanya diperbolehkan makan dari golongan makanan karbohidrat saja. Bisa anda bayangkan, lidahku yang kehilangan rasa malah tiap saat hanya boleh makan karbohidrat saja. Jadi, mulai saat itu aku sadar, bahwa kenikmatan hidupku sudah dikurangi oleh Allah Swt. Yang memiliki segala rasa nikmat. Tiap hari palingpaling aku makan nasi dengan kerupuk, ranginang, jagung beledug atau makan ubi Cilembu. Dua minggu yang dijanjikan dokter sudah lewat. Aku memeriksakan diri lagi ke dr. John. Obat yang kuminum selama dua minggu hasilnya nihil. Aku harus menjalankan diet itu 2 minggu lagi. Selain dari dr. John, aku juga kasak-kusuk ke sana-ke mari mencari alternatif lain. Berbagai jamu, ramuan obat tradisional sampai jamu herbal X, perusahaan top MLM terbesar di Cina, aku konsumsi. Habis jamu herbal X sampai Rp.2 juta, tidak ada hasilnya. Badanku malah sudah mulai bengkak-bengkak. Tanggal 20 Maret 2006, aku memeriksakan diri lagi ke dr. Jhon Manurung. Hasil tes darah dari laboratorium dan USG, dr. John memvonis bahwa ginjalku mengalami pengerutan/pegecilan volume ginjal. Aku harus menjalani cuci darah! Masih terngiang di telingaku ketika dr. John berkata,” Bapak harus sabar, begitu juga Ibunya, karena Bapak harus menjalani cuci darah di Bandung. Beruntung, Bapak punya Askes, kalau orang lain belum tentu. Tindakan Bapak sudah tepat 20

adik-adik. Seandainya ada seorang pasien gagal ginjal yang sudah sembuh. rasa berdosa dan segala rasa nyeri. “Jangan percaya kepada siapapun di sekelilng Anda. orang tua. cemas resah. John!” terbukti. bengkak dan merah. Aku sudah tak tahan dengan rasa sakit dan pasrah untuk menjalani cuci darah. Perasaan hampa. rasa bersalah. Aku dan istri masih tak percaya dengan keputusan dokter bahwa aku harus cuci darah. Jurig 21 . satu-satunya obat hanyalah cuci darah. Mereka semua tak percaya kalau aku harus cuci darah. dada sesak. Datang ke rumah pun sama. Bumi terasa gelap. John untuk meminta surat rujukan ke Bandung dan segala persyaratan Askes lainnya. Tolong jangan percaya kepada orang lain yang mengaku lebih pintar dari dr.datang kepada saya. Ternyata tak ada seorang pun yang bisa membuktikannya. Ureum 142. karena janjinya bisa menyembuhkan penyakit ginjal. otak tak bisa lagi berpikir logis.81. Berarti aku harus mempercayai dr. “ Siapa orangnya yang sudah divonis gagal ginjal dan menjalani cuci darah bisa sembuh dengan obat X tersebut ?”. cuci darah! Benar saja. Tekadku sudah bulat. walaupun doker menyarankan agar cepat mengambil keputusan.6. Saat ini. yang tak bisa lagi terperikan dengan kata-kata. jika ada yang mengaku-ngaku lebih pintar dari dr. Mata sembab. lunglai tak bertenaga.” kata-katanya begitu tandas dan meyakinkan. Badanku lesu. Aku meminta tolong kepada istriku agar menemui lagi dr. Tiap orang yang memberikan solusi dan obat untuk gagal ginjal dari sahabat. kerabat dan orang-orang dekat lainnya tak ada yang mujarab. John. ternyata kadar racun di tubuh malah bertambah menjadi Kreatinin 7. Aku masih bertahan dengan menkonsumsi obat X. John. agar aku menjalani cuci darah. Tapi saat aku kontak semua distributor sampai ke pusat yang ada di Jakarta dan aku tanyakan. maka akan aku kejar sampai ke ujung dunia sekalipun. aku cek darah lagi di laboratrium. Untuk membuktikan dan meyakinkan diriku yang sudah mulai gundah gulana.0. dan Hb 5. John. Asam Urat 14. Kematian rasanya sudah dekat. perdebatan sengit terjadi antara istri. anak-anak dan sahabat-sahabatku. sabda dr. Aku tak bisa menyanggupi perintah dokter. Akhirnya tanggal 5 April 2006.

buat apa lagi resep? Obat yang sepuluh hari lalu saja. adik-adik dan sahabat-sahabatku. Rully sudah mempertanyakan mengapa aku baru datang berobat kepadanya. aku memaksa kembali lagi pergi ke tempat dr. dokter tahu bahwa saya ini sakit sejak tiga tahun lalu?”. walaupun resepnya hampir Rp. Usulan tersebut akhirnya disepakati juga. Senin 17 April 2006. Denyut nadi di leher terasa meletup-letup. orang tua. saya sudah tahu bahwa penyakit Anda itu sudah diderita sejak 3 tahun yang lalu. Rully yang seharusnya aku minum untuk 2 minggu. Wajah yang sudah kebingungan. 7 April 2006. dr. pukul 20. Rully yang demikian sedikit melegakan. stress. Badanku makin loyo. Aku heran. Kami berangkat ke Bandung pada hari Jumat. ternyata tidak mampu mengubah keadaan. Rully yang luas. Rully. was-was mendengar keputusan dr. mata memerah. Baru saja duduk. tapi hasilnya tidak ada sama sekali. mual terus-menerus. untuk menghabiskan rasa kepenasaran. tapi juga istri. aku adukan seluruh keluhanku kepada dr. Obat dari dr. wajah sudah bengkak. 22 . Napasku sudah terengah-engah. Aku disarankan minum obat dulu selama 2 minggu. Detak jantung serasa tak beraturan lagi. Malah tambah parah. Aku masih sempat berpikir. adem. katanya. Ya.700 ribu. dengan cara melihat Anda berjalan dan melihat wajah Anda saja.Sesaat sebelum pergi ke Bandung. Baru 10 hari. Dia memeriksaku dengan teliti. “Anda seharusnya datang kepada saya 3 tahun yang lalu!”. ahli ginjal. bisa meramal”. murah senyum bisa memberikan rasa optimis. Kepala rasanya mau pecah seperti gunung berapi yang mau meletus. Rully malah memberikan lagi resep. karena berdasarkan dari pengalaman itulah kadang-kadang seorang dokter tindakannya seperti dukun. harum dan diiringi musik yang mengalun merdu komplit dengan sikapnya yang ramah. menyarankan agar mencoba berobat ke dr. anak-anak. bersih. “Saya sudah pengalaman.00 WIB. Selesai memeriksa dr.” Kok. Ruangan dr. begitu dia menjawab pertanyaanku sambil tertawa terbahak-bahak. Rully berpraktek di Perisai Husada. padahal seharusnya 3 tahun yang lalu. kepala sakit tak terperikan lagi. Bukan hanya aku yang merasa gembira. Sumi Azizah adikku. Mata terasa buram dan menonjol ingin meloncat dari kelopaknya.Rully Roesli. mahalnya bukan main.

saya akan mengganti resep ini dengan surat pengantar. karena yang normal itu cuma 1 kadar kreatinin darahnya. Jadi.” “Bagus! Biasanya orang mendengar kata jurig saja. walaupun dia belum pernah bertemu atau melihat jurig. dia merogoh laci mejanya dan mengeluarkan setumpuk kartu berobat. Orang Asia..” kataku. masih berobat. masih memohon agar tidak menjalani cuci darah. Aku protes dan tak mengerti akan tindakan dokter seperti itu. kataku yang sudah tak sabar.Dok! Apakah dengan resep yang Dokter berikan. “Sampai sekarang belum sembuh? Bagaimana keluhannya hilang?” aku memberondong dengan pertanyaan. diam saja. “Begini. dia itu sudah takut. Pak! Bapak tahu jurig * ?” “Tidak. bagaimana dengan saya?”. Jadi. ya. rutin”. Nah. dia datang ke dokter..” “Jadi. Dok! Kalaulah memang cuci darah itu jalan satu-satunya. Orang barat kalau Kreatinin darahnya baru 3 saja sudah cuci darah. aku bertanya juga. Mau di mana Anda menjalani cuci darah?” “Di RS Al-Islam By Pass saja.”Nah. Rully tersenyum. walaupun Kreatininnya sudah mencapai 8. “Maaf. “Ini katu berobat pasien saya sejak tahun 1993 sampai sekarang. Berarti kurang lebih sudah 13 tahun dia berobat kepada saya 2 minggu sekali. itu yang saya harapkan. orang Asia jika mendengar kata cuci darah itu seperti mendengar kata jurig. hal ini seperti kata cuci darah. Hanya minta makan obat saja. kemudian berkata. jadi Dokter menganggap saya takut untuk menjalani cuci darah? Saya tidak takut. Takut.Pak!”. ya sudah! Saya minta surat pengantar saja untuk menjalani cuci darah. jawabnya.!” “Bapak takut kan sama jurig ?” “Tidak.. mendengar kata jurig ?” “Ya. padahal kalau dia cuci darah mungkin bisa lebih baik.Adik dan istriku yang selalu setia mendampingi. karena penasaran. Akhirnya dengan segenap keberanian dan sisa-sisa akal sehat. dr. Keluhannya tetap ada.” dr.!” “Tapi sering bukan. “Lihat ini. malah hanya bisa bertahan 10 hari !”. Dok! Biar dekat dari Garut. ini dia Pak! Sampai sekarang. Rully tidak menjawab langsung. sakit saya bisa sembuh? Kemarin juga dengan resep dari dokter yang seharusnya 2 minggu. 23 .” “Oh. “Nah.! Sejak kecil juga saya tidak takut.

Kalau aku harus menunggu sampai besoknya lagi. Bandung. Siapa Evi Arpan itu? 24 . Dzikirku hanya bisa diucapkan di dalam hati. walhamdulillah. Selasa. Perkenalan dengan Evi Arpan Rumah Sakit Al-Islam yang menjadi tujuanku untuk menjalani cuci darah ternyata tidak bisa menerima pasien baru. “Subhaanallah. Hanya adikku. mungkin kisah hidupku tamat sampai di situ.ya! Anda itu orang normal dan sehat. hanya bersama cuci darah. Sumi. kaki susah melangkah. Adikku yang mengurus segala persyaratan. Harus selalu diingat. Selamat menjalani dunia baru!” kata dr. sekujur tubuh bengkakbengkak. Kepalaku selalu tertunduk tak tahan menahan nyeri di tengkuk. Batinku menjerit memohon kepada Allah agar penderitaanku segera berakhir. Seluruh keluargaku sudah panik. * Jurig artinya hantu. dia menyuruh aku agar segera menghubungi Evi Arpan.” “Ya.Habibie Jalan Tubagus Ismail. Aku mengetahui hal itu setelah dia selesai mengurus segalanya di Rumah Sakit Khusus Ginjal Ny. dan Sehat bersama cuci darah.“Oke. Aku pasrah dengan segala keputusan Allah yang menguasai jiwaku. Apapun yang terjadi aku sudah pasrah. Semangat. mata rasanya mau lepas. padahal hari itu.A. ini suratnya. 18 April 2006 .R. saya buat surat pengantarnya. walaailaahaillallah. Rully sambil tersenyum puas. surat-surat dan prosedur yang harus ditempuh terpaksa beralih tempat. wallaahuakbar” tak lepas. karena jadualnya sudah penuh dan fasiltas mesinnya terbatas. Otakku tak bisa lagi berpikir waras. napasku pendek-pendek. karena aku sudah tak tahan. ya! Saya sarankan Anda jangan lupa minum Vitamin 4 S saja!” “Apa Dok?Vitamin 4 S itu?” “Vitamin 4 S itu adalah : Shalat. Sabar. Jadual yang ditentukan oleh pihak rumah sakit adalah hari Rabu dan Sabtu sore. susah membuka kelopak mata.

Saat itu juga Evi Arpan diundang ke rumah adikku untuk dijadikan nara sumber sekaligus gambaran bagiku dan seluruh keluargaku yang siap menyimak segala materi pengalaman hidupnya selama cuci darah kurang lebih 17 tahun itu. selama berobat di Bandung. Nurbayani Saleha di Saibi. urat nadinya yang membengkak melintang sebesar jari seperti kue tambang yang melilit di kedua tangannya. bekas dua kali operasi AV shunt atau Cimino dan beribu-ribu tusukan jarum pistula. kengerian dan semangat hidup yang susah untuk dilukiskan dengan kata-kata. Apalagi Si Bontot. Oke! Aku angkat topi padanya. Akhirnya tersadar kembali. tangannya yang rusak. Andaikan kutuliskan kisah hidupnya. kuliah. “Pak! Bapak harus hari ini juga cuci darah. Evi. Keempat anakku masih membutuhkan figure seorang ayah. tapi dia masih terus memiliki semangat hidup yang tinggi. kegetiran. ketabahan. Dia mampu melanjutkan sekolah ke SMA. Atas saran Evi. biasa ia dipanggil. Cijerah. dia masih bujangan. ketawakalan. Cici. Jangan menunggu sampai besok! Saya khawatir Bapak tidak akan bertahan.Dia adalah pasien gagal ginjal yang sudah banyak makan asam garamnya masalah cuci darah. sampai kemudian bekerja layaknya orang yang sehat sebagai Tata Usaha di salah satu Madrasah Aliyah di Kota Bandung. yang memotivasiku untuk bangkit lagi dari ketidak berdayaan. tidak jauh dari rumah adikku. Sungguh suatu prestasi luar biasa. mungkin tidak akan selesai 3 atau 4 bulan. Bandung sebagai tempat persinggahanku sementara. aku masih memiliki tanggung jawab membesarkan dan mendidik anak-anakku yang masih kecil. Namun wajahnya yang kehitaman itu masih memancarkan semangat hidup yang tinggi.” 25 . Tidak ada yang menjadi tanggungannya. bahwa aku harus segera menjalani cuci darah saat itu juga. Dia tahu persis kondisiku. karena racun di tubuh Bapak sudah banyak sekali. kesabaran. Dari seorang Evi Arpan aku mendapatkan suntikan segar vitamin semangat hidup. karena berjuta pengalaman yang pernah ia lalui. Dia bilang. harus segera dikeluarkan. Evi Arpan. anakku yang paling kecil dan saat itu baru berusia 1 tahun. Biarpun tubuhnya yang kecil. seorang pemuda yang telah memberikan inspirasi dan keteladanan hidup bersama cuci darah sejak berusia 16 tahun. Kebetulan tempat tinggalnya hanya sekitar 500 m. Aku jadi malu di hadapan Allah Swt. Dialah anakku yang paling lucu.

karena keramah-tamahan segenap karyawan RSKG mulai dari satpam. Belakangan. Cijerah ke Tubagus Ismail menuju RSKG Ny. karena telah ada jalan keluar saat kondisi badanku sudah kritis. Tapi bagaimana caranya bisa cuci darah sekarang? Jadual saya harus besok sore”. Badan sudah serasa remuk. penuh perhatian saat mendengarkan keluhan pasien dan kecekatan mereka merawat pasien bisa aku rasakan. Dengan posisi ranjang yang berderet dan bersebrangan dengan 26 . selalu tersenyum juga memberikan pelayanan dan perawatan professional terbaik. Hampir seluruh keluargaku menumpahkan tangis bahagia. satpam sudah menyambut dengan anggukan kepala dan senyum yang ramah. dengan menggunakan remote controle. perawat sampai dokter yang menanganiku semuanya baik. terjadi kesanggupan menerimaku untuk cuci darah pukul 15.A. A. OT itu cuci darah diluar jadwal yang ditentukan. Aku berbaring di atas ranjang yang otomatis bisa ditinggikan atau direndahkan sesuai keinginan atau sandarannya yang mau diatur berapa derajatnya. Evi menerangkan dengan penuh semangat. Pada pukul 14. Di samping sentuhan lembut para perawat. Beberapa meter di atas kepala ada AC yang membuat pasien lebih nyaman.00 sekali cuci. “Oh. “OT?” pertanyaanku singkat. bisa Pak! OT saja!” jawab Evi. memang saya pun sudah tak tahan. artinya cuci darah di luar jadual yang sudah ditentukan. Bandung. cleaning service. Begitu datang di gerbang pagar depan RSKG. R. Tadi malam juga sudah tak bisa tidur sama sekali. hanya harus memberikan biaya tambahan sebesar Rp 100. Habibie. Beberapa saat kemudian aku dipersilakan memasuki ruangan yang luas. Kemudian mendorong dan mengantarkanku sampai ruang tunggu di lantai II. Ada juga satpam yang segera menyodorkan kursi roda pada saat aku turun dari mobil. R.00. Saat itu juga aku langsung menghubungi Mas Kamto penentu kebijakan masalah jadual cuci darah di Rumah Sakit Khusus Ginjal Ny.00 kami berangkat dari Saibi. Habibie. pasti dilayani asal telpon dulu Mas Kamto yang mengurus jadualnya”.“Ya.000. Alhamdulillah. terdiri dari 17 tempat tidur yang mengelilingi meja dokter dan perawat. “Ya. Kapan pun Bapak mau. sopan. OT. baru aku mengerti bahwa OT itu singkatan dari over time. ramah. Pelayanan pertama yang sungguh mengesankan. Aku heran tak mengerti.

bahkan hampir gelap mulai terasa terang lagi. Badan mulai terasa segar setelah 2 jam cuci darah dan mendapat tranfusi 2 labu darah. juga tersedia fasilitas hiburan. Bunyi kretek-kretek mesin cuci darah diselingi bunyi alarem peringatan serta kilatan lampu merah yang berkelip-kelip kalau terjadi sesuatu yang salah harus dinikmati selama 2 jam. menjerit. aku sudah sulit bernafas. Tusukkan yang menyelamatkan hidupku. di selangkangan diberi injeksi anestesi lokal dulu agar tidak terlalu sakit. Aku pun merintih.pasien lain. Wow! Tusukan pertama jarum itu membuat mataku yang sudah redup langsung terbelalak. Aku belum begitu mengerti tentang perbedaan keduanya. harus ditekan dulu 15 menit agar mengering. 18 April 2006 kisah hidup pertama kali berkenalan dengan mesin cuci darah. Jangan bertanya bagaimana rasanya! Anda bayangkan saja sendiri! 27 .00 WIB. bukan asetat. napas pun terasa ringan. menahan sakit yang sampai ke ulu hati. Mesin EKG dipasang untuk memeriksa jantungku. Selanjutnya akan berlangsung kontinyu setiap hari Selasa dan Jum’at dan berangsur-angsur limit waktu bertambah menjadi 3 jam sampai 4 jam pada saat cuci darah yang ke dua dan ke tiga. jantungku masih baik. beberapa TV kabel yang siap memberikan hiburan untuk sekedar mengusir rasa kesal berjam-jam terbaring saat cuci darah. sama. Hasilnya. Saat itu. Selasa. Pandangan yang asalnya terasa buram. agar urat nadi yang bolong bekas tusukan tidak memuncratkan darah dan lubangnya tertutup lagi. Sampel darahku diambil untuk membeli 2 labu darah ke PMI. Tapi rasa nyeri yang hebat harus terulang saat jarum pistula di selangkangan harus dicabut kemudian bekas tusukan jarum yang besar itu harus di tekan dengan kuat sekitar 15 menit. Pukul 17. Begitu juga bekas tusukan jarum di tangan kiri. Maka dokter segera memberikan oksigen. kemudian darah segarku yang mengalir itu akan dimasukkan lagi pada pembuluh darah di tangan kiri. Kepala yang tadinya terasa berat berangsur-angsur ringan. tapi aku disarankan memakai cuci darah system karbonat. karena jarum pistula itu besar sekali dan harus berjam-jam terbenam di selangkangan. Sebelum menusukkan jarum pistula. Jarum pistula siap dipasang di selangkangan kaki kiri untuk mengeluarkan darah yang dialirkan ke mesin penyaring. Mas Slamet dan perawat lainnya yang selanjutnya menanganiku. Tusukan yang menyalakan harapan dalam kegelapan masa depanku.

hanya Allah Swt Yang Maha Mengetahui segalanya.Rully seperti bertemu “jurig” itu aku alami. Pinggang. sama tak bisa bergerak leluasa dan masih bengkak. si Leher Beton. Dan aku sadar betul bahwa cuci darah ini baru permulaan yang harus aku jalani seumur hidupku. saat pertama kali cuci darah. merah lebam. tentu Anda ingat. Diposkan oleh bang_qory di 18:16 0 komentar Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke Facebook Sabtu. Kejadian yang sangat menyakitkan ini pernah kualami saat cuci darah yang keempat kalinya. Hingga aku harus bertahan dalam kondisi berbaring seperti mayat selama lebih kurang 4 jam cuci darah. pengalaman pertama cuci darah yang sangat menakutkan. Tepat di bekas tusukan itu pun terjadi abses (pembengkakan) hampir sebesar telur ayam. 28 . pasti tidak bisa berkutik. Rasanya menyakitkan sekali. Aku sadar betul bahwa kondisiku masih sangat lemah jika harus kembali ke Garut. Tangan kiri baru sehari menjalani operasi cimino/AV shunt. Sehingga kaki kiri saya sulit untuk bergerak seperti orang yang terserang Cikungunya. jika sedang berada di atas ring tinju dan siap melayangkan bogem mematikan.Selesai sudah. warnanya hitam kebiru-biruan. Nurbayani Saleha yang berprofesi sebagai Ibu Panti Sosial Asuhan Anak Nurul Ihsan. Akibat dari tusukan jarum pistula yang kurang tepat di selangkangan. ikatan erat yang tak bertali dan membuat aku tak bisa bergerak sedikitpun. petinju legendaris. Begitulah kira-kira gambaran bagaimana dahsyatnya gatal-gatal bisa membuat orang sedigjaya apapun akan menjadi tak berdaya. minimal 2 kali seminggu secara rutin dan kontinyu. sampai betis kaki kiriku bengkak. Sekuat apapun dia. Apalagi. bekas sayatannya hampir mendekati sikut. Jadi. Sedangkan. tetapi tiba-tiba tubuhnya terserang gatal-gatal. rumah adikku yang pertama. 04 September 2010 Derita Paling Menderita Mike Tyson. Mampukah aku bertahan hidup dengan cuci darah? Entahlah. apa yang dikatakan dr. gerakan tangan kiri pun terhambat. Lengkaplah belenggu yang tak berbelenggu bagi seluruh anggota tubuhku. tangan kanan dan selangkangan kaki kanan masing-masing terpanggang jarum pistula cuci darah. Darah dibawah permukaan kulitnya beku. paha. Aku pulang lagi ke Cijerah.

Cut Indra dan Mas Slamet menghampiriku. malah semakin menjadi-jadi. rasa gatal dan jengkel karena garukan mereka banyak meleset dari instruksi sasaran yang kuinginkan. Rusma. Beberapa detik kemudian bertambah pula rasa gatal itu ke telinga kanan. Yang Maha Kuasa. penyebab gatal itu adalah penolakan tubuh terhadap darah asing yang masuk (alergi terhadap darah yang kurang cocok). Bagaimana bisa? Ya. Gatal di tubuhku bukannya mereda.!” Air mata kepasrahan kepada Allah Swt yang menguasai jiwaku terus mengalir. dengan transfusi darah itu. Namun menambah ketidak nyamanan untuk bergerak.Pak? Mau dilanjutkan dengan labu yang kedua?” kata dr. Pada 15 menit awal.0 mlHg. Aku hanya bisa menggigit bibir bagian bawah untuk menahan derita yang paling menderita sambil memanjatkan doa memohon kekuatan dalam batin. Memasuki menit ke-16 mulai terasa gatal di telinga sebelah kiri. aku tersiksa. Tapi hasilnya tetap nihil. Mas Slamet sebagai perawat yang sigap cepat memasukkan injeksi interhistine 1 ampul. Bagaimana. Inilah yang menjadi virus malapetaka.. kaki.Selang oksigen juga terpasang di hidung agar napasku terasa ringan. Aku meminta tolong istri untuk menggaruknya. adik-adikku. Labu pertama terpasang bersamaan dengan proses cuci darah. Dua buah labu darah sudah dipersiapkan guna memperbaiki Hb yang hanya 5.. Aku mengakui segala kelemahan diri di hadapan Allah Swt.Rusma. penyebab utama terjadinya derita yang paling menderita. menyerang punggung. Aku meminta bantuan tambahan pasukan penggaruk Yayu dan Zaki. “Laahaula walaa Quwwata illa billaahi aliyul adziim. dr. Yang Maha Menguasai jiwa. Injeksi interhistine ditambah lagi sampai habis 4 ampul. “Labu darah pertama sudah habis. 29 . Aku segera minta tolong diberi obat anti gatal. merintih menahan sakit. Gatal itu terus berkembang biak bak jamur di musim hujan. Batinku berperang sabil antara melanjutkan transfusi atau tidak? Karena aku tahu. pantat. Karena tangan dan kakiku tak bisa bergerak sama sekali. Beberapa saat aku tak bisa menjawab. dr. berjalan lancar-lancar saja. malah gatalnya tambah seru. gatal dan menyakitkan. Akhirnya aku hanya bisa pasrah tak berdaya. Agar bisa menggaruk seluruh bagian tubuh yang terasa panas. pinggang. tangan dan wajah. Aku menjerit.

aku tuntaskan perjuangan melawan rasa gatal serta tak pernah lepas dari doa. insya Allah saya kuat!” Anak. Hanya Allah-lah yang bisa menolong jiwaku. Ya. Selanjutnya aku berpikir belum ada orang yang mati gara-gara gatal. gatal yang digaruk di tengah jalan tol lalu tertabrak kendaraan. dr. Tak ada makhluk lain. haru dan pasti bisa merasakan bagaiman penderitaan yang harus aku jalani selama 2 jam lagi. Namun aku yakin Allah Swt yang menguasai jiwa ragaku pasti memberikan kekuatan 2 jam ke depan untuk menahan segala derita ini. Sambil menggigit bibir bagian bawah dan memejamkan mata. Mas! Lanjutkan saja. telingaku menebal beberapa millimeter dan berbintik-bintik merah. Aku jawab tantangan Mas Slamet dengan hati mantap dan tekad yang bulat “Ya. Rusma memberikan penjelasan bahwa kondisi demikian tidak akan berlangsung lama. Istri dan adik-adikku yang berada di sekelilingku dan menyaksikan kejadian itu semuanya meneteskan air mata. juga perjuangan untuk mendapatkannya sangat melelahkan. Perasaanku cemas dan takut kalau-kalau kakiku menjadi lumpuh.Jika dilanjutkan. Saat aku mencoba berdiri malah mau ambruk. “ Pak. Ya. Tapi jika tidak dilanjutkan. Kepasrahan. Gejolak batin dan pikiranku terus berperang antara ‘ya’ dan ‘tidak’. mati deh. gatal yang mengakibatkan kematian. Istriku juga mengatakan bahwa wajahku bengkak. 30 .! Aku mencoba mengumpulkan segenap keberanian dan kesabaran dalam ketidak berdayaan untuk melanjutkan tranfusi tersebut. Setelah cuci darah selesai. hanya kepasrahan diri yang bisa mengantarkan dan melewati masa-masa kritis semacam itu. Air mata sedih. bisa bertahan jika dilanjutkan transfusinya?” Aku masih belum bisa menjawab. lemas tak bertenaga. walaupun aku tahu resiko yang harus aku tanggung berat sekali. Beruntung. Laahaula walaaquwwata illa billaah aliyyul adziim”. Memang ada sih. Telinga dan wajahku terasa bengkak. betapa menderitanya aku saat itu. Bisa Anda bayangkan sendiri. Mas Slamet mendesak. Ini hanya efek samping dari obat anti gatal yang diberikan tadi. badan akan semakin lemah karena Hb-ku yang sangat minim dan sayang labu darah yang satunya lagi akan terbuang sia-sia. aku harus menahan penderitaan yang tak terperikan ini lebih lama. Padahal harganya cukup mahal. Yaitu. ketika turun dari pembaringan kakiku tak bisa bergerak.. ”Laailaahaillallah.

Seandainya saat ini Anda sedang membaca tulisan ini.Sepanjang perjalanan pulang dari RSKG menuju ke Cijerah. nyeri dan kram. tanpa persiapan mental sedikit pun. detik ini juga malaikat Ijrail menghampiri Anda. kemudian mencabut nyawa Anda?”. karena selama cuci darah tadi tidak bisa menggaruk sendiri. “Apakah Anda siap saat ini.5 kg. ada lagi peristiwa yang lebih mengerikan. bisa merasakan segala rasa makanan dengan tepat. Memasuki 15 menit terakhir jam ke-4. karena hanya bisa dinikmati 2 kali seminggu. aku masih sibuk menggaruk-garuk sekujur badan sepuasnya. Hitung-hitung balas dendam. Tapi kalau rasa keimanan Anda kuat. Jam-jam pertama cuci darah tak ada kendala. R. Aku yakin jawabannya pasti “Tidak siap!” atau kemungkinan besar jawabannya seperti itu. pasti Anda pun menjawab. Kemudian kepala juga 31 . Badanku masih kuat untuk berjalan kaki sekedar turun dari angkot menuju lantai II ruang tunggu cuci darah di RSKG Ny.5 kg selama 3 hari sebelumnya. Aku selalu mencatatnya di buku agenda pasien. berarti ada kenaikan berat badan 2. tidak sensitive lagi terhadap rasa. Hal ini juga banyak dialami pasien lain. agar tim medis bisa menentukan banyaknya cairan yang harus dibuang dari tubuh pasien. tiba-tiba aku ajukan pertanyaan. 20 Juni 2006. Karena saat inilah biasanya alat pencecap agak normal. Saat itupun aku disuapi istri tercinta. ”Siap! Kapan pun dan di mana pun saya pasti siap!” Barangkali kondisi seperti itulah yang aku alami pada hari Kamis. beberapa puluh menit kemudian alat pencecap itu kembali krodit. Setiap datang dan pulang pasien wajib mencatat berat badannya. rupanya karena racun (ureum dan kreatinin) di tubuh sedang dikeluarkan. Sehingga. Kesempatan Hidup Kedua Beberapa minggu setelah kejadian itu. Habibie. Aku makan dengan lahap. Jarum timbangan menunjukkan angka 46. makan saat cuci darah adalah saat yang dinantinanti. Rutinitas timbangmenimbang berat badan sudah menjadi kewajiban baru sejak menjalani cuci darah. Segera aku berdiri di atas timbangan yang tersedia untuk mengetahui berat badanku. Banyak yang iri melihat kami selalu mesra. tiba-tiba kedua kakiku terasa dingin. Karena Anda kaget dan sungguh diluar dugaan. Tetapi begitu selang cuci darah dilepas. Moment cuci darah bisa aku gunakan untuk makan.A.

beberapa anak panti ikut membantu menggotong badanku agar sampai di tempat tidur. Kondisiku makin lemah. Mual tak tertahankan dan dada pun terasa ditumbuk-tumbuk. Bumi di sekelilingku rasanya akan runtuh. Dokter jaga dan perawat lain berdatangan. “Suster pusing…!” Suster Neti dengan sigapnya segera menurunkan posisi kepalaku supaya sejajar dengan badan sebab asalnya posisi kepalaku bersandar agak tegak. pandangan kabur. pandangan pun tidak terlalu gelap. sekilas saja kulihat mereka semua sudah menangis bingung harus bagaimana menolongku yang tak berdaya saat itu. Aku muntah-muntah. Antara sadar dan tidak. Mekar Manah no. kemudian napas terasa agak ringan. Setelah napas kembali normal begitu juga tensi darahku menjadi 120/80.7 Cijerah (Perum Saibi) serasa berpuluh-puluh jam. selang oksigen cepat-cepat dipasang untuk membantu pernapasan. Perlahan-lahan perubahan itu berlangsung. selang cuci darah juga cepat dicabut. padahal masih tersisa beberapa menit lagi. berkunang-kunang dan menghitam. Setiba di Saibi aku tak mampu lagi berdiri apalagi berjalan. Wajah kakekku tiba-tiba saja terbayang di benakku saat beberapa menit lagi menjelang ajalnya tiba. Istri dan adik-adiku sudah panik. Aku terkulai. Sekelebatan aku masih bisa melihat suster Neti di sebelahku. jerih payah istriku menyuapiku waktu cuci darah terbuang sia-sia. Selain istriku dan adiku. aku berjuang terus. aku diperbolehkan pulang. gelap. Pengalaman dahsyat itu kembali kusaksikan dari file 32 . bernapas dan mengembalikan segenap energi yang masih tersisa. terkuras seluruh isi perut keluar semua.dingin dan pusing berat. baru beberapa puluh meter saja angkot itu meninggalkan RSKG tubuhku tiba-tiba menggigil. Napas tiba-tiba berat dan sesak. jari-jari pun tak mampu bergerak. aku masih bisa berteriak. Tubagus Ismail sampai ke Panti Sosial Asuhan Anak Nurul Ihsan di jl. Tensi darah mulai naik lagi dan beberapa puluh menit kemudian agak normal 110/70. tensi darahku tibatiba drop menjadi 80/60. Beruntung. Selama perjalanan itu. Hanya kepala masih terasa pening. istriku berusaha mendekapku dengan penuh kasih sayang. Dengan kursi roda aku menuju angkot Mang Dadang yang sudah siap menjemput. kaki tanganku tak mampu bergerak. Tujuannya agar aliran darah ke kepala bisa lancar. Dingin menjalar ke sekujur tubuh terutama kaki sampai pinggangku. Jarak antara RSKG di jl. Kepala pusing dan mual yang dahsyat tak tahan. meriang merasa kedinginan hebat.

aku mulai bisa diajak komunikasi walaupun dengan suara yang sangat pelan dan berat. takut. Zaki Sukmaya. Dalam keadaan hampir seluruh keluarga panik. serta mengurut betis sambil terus meneteskan air mata dan berdo’a. Mungkin tujuannya agar darah yang seperti membeku dapat mengalir dengan cepat dan bisa berganti dengan yang hangat karena air panas tadi. dua botol bekas air mineral di paha dan buli-buli/umbit di atas dada. Istriku berinisiatif menawarkan minum teh manis. hanya kedipan mata pula. Atas izin Allah pula. Istriku secepat kilat menyajikan bubur Nestle cair rasa beras merah. Aku pasrah dan menyerah akan segala takdir yang digariskan Allah Swt. “Biar ada energi. tekun dan penuh cinta. Karena aku ini milik Engkau semata. Ibuku juga detik-detik akhir hidupnya aku saksikan sendiri. Selain selimut dan bantal yang sudah ditumpuk di atas tubuhku agar hangat. istriku masih berpikir bagaimana caranya agar suhu tubuhku menjadi hangat kembali. Aku hanya mengedipkan mata tanda setuju. khawatir. Adik-adikku. Hampir 2 jam mereka memijit-mijit telapak kaki dan tangan. Dia menyuapiku dengan sabar. merambat ke paha selanjutnya ke dada. Dua botol bekas sirup buah yang besar-besar di simpan di betis. Beberapa sendok teh manis yang disodorkan istriku bisa mulus melewati tenggorokan. suhu tubuh mulai naik. “Aku menerima segala keputusan-Mu. Jawabanku sama. Kondisi terakhirnya sama seperti aku saat ini. Nurbayani Saleha. Saat itu hanya hati dan keimanan yang masih menerangi jiwaku dan menuntunku untuk terus berjuang hidup. ditambah dengan botol bekas air minum mineral dan botol kaca bekas sirup buah yang di isi air panas juga. Tetapi seandainya ajalku belum tiba. Ya Allah!. ia cepat mengisi buli-buli/ umbit (kantung karet yang bisa di isi air panas).memoriku. Tapi semua energiku serasa musnah. dimulai dengan turunnya suhu tubuh di kaki terus beku. dan Yayu Fauziah bergantian memijit-mijit telapak kaki dan telapak tangan. baru terasa ada perubahan. cemas. Seandainya malaikat Ijrail mau menjemputku agar aku segera bertemu dengan-Mu aku rela. Pada saat kakekku melepaskan napas terakhir di pangkuanku. Kemudian dia juga menawariku makan makanan bayi berupa bubur cair produk Nestle. 33 . tolonglah hamba! Berilah hamba kekuatan untuk bisa bertahan hidup sampai batas yang telah Engkau tentukan”. begitu jerit batin yang aku panjatkan. Aku masih terkulai.” katanya. akhirnya melepaskan napas terakhir untuk menuju keharibaan Allah Swt. namun kelopak mataku sudah mulai bisa terbuka. stress. Badanku mulai hangat lagi.

“Ki. dan dia pasti sangat paham. Begitu bubur sudah ada di mulut. Subhanallah. Dengan ketekunannya menyuapiku. karena aku tak mau darahku kembali menjadi beku. Jama qoshor aja semampunya!” katanya pelan. 20 gr bubur Nestle itu masuk ke dalam lambungku. Aku menyuruh adikku berhenti memijat dan beristirahat. Kecuali hanya mengacungkan jari telunjuk saat tahiyyat. Aku berusaha bisa menelan bubur dan tak perlu mengunyah sedikit pun. langsung glek saja ditelan dan masuk ke lambung. Hanya itu energi yang kumiliki sebagai bakti dan rasa syukurku atas segala pertolongan Allah Yang Maha Kuasa. aku bertayamum dalam imajinasiku. Seolah-olah dia ingin meyakinkan diri bahwa aku masih bisa bertahan hidup sampai besok lusa dan entah sampai kapan. lama sekali. “Pa. Dia beranjak ke ruangan tengah untuk beristirahat bersama adikku yang lain.00 sampai pukul 24. Aku menjawabnya dengan senyum. Tapi dia masih setia berbakti memijat terus sampai dirinya yakin bahwa aku sudah pulih. sedikit bersuara dan menggerakkan jari-jari kakiku. istriku mengingatkanku untuk shalat Maghrib dan Isya yang belum sempat kutunaikan. tanpa bergerak sedikit pun. Hanya matanya terus menatapku dengan tatapan yang berkaca-kaca. masih belum berhenti memijat telapak kaki. walau gerakan tubuhku masih sedikit. lalu kutunaikan shalat Maghrib dan Isya dengan jama qoshor. adikku tidak menjawab. dari sekitar pukul 17. 34 . karena hanya itulah kemampuanku. Senyum kebahagiaan karena sudah bisa melewati masa yang sangat kritis. Sambil berurai air mata.Semangat hidupku timbul lagi. Dia sudah kelelahan dan terkuras mental dan energinya. Adikku.00. atas kemurahan Allah Swt. Dibuatkannya lagi bubur yang kedua. Raut wajahnya agak sedikit berbinar lagi penuh harapan. Pukul 01. Kejadian menegangkan itu cukup lama. Karena usaha dan jerih payahnya bisa berhasil. Sebelum pergi tidur. aku baru bisa mengeluarkan suara agak fasih dan bisa dipahami. habis. Alhamdulillah. Zaki. aku mulai memiliki energi lagi dan bisa menggerakkan jari-jari tanganku. antara hidup dan mati. Aku merasa diberi kesempatan hidup kedua. sudah dulu ya! Istirahat aja dulu! Capek! Terima kasih ya!” kataku pelan.00. Zaki. shalat dulu ya! Magrib dan Isya kan belum. bahwa hakikatnya Allah yang memberikan pertolongan kepada kita.

tapi aku yakin besok-lusa aku pasti bisa bangkit lagi. aku mulai bisa menggerakkan kaki dan tangan. penuh daya juang. begitu aku dan anak-anak menyebut namanya. tak pernah mengeluh. berbicara pelan-pelan. motivator ulung yang penuh cinta dan kasih. kami sepakati sejak ijab qabul dengan wali dihadapan penghulu tak akan putus.Pagi-pagi. seorang istri yang aku sunting pada hari Minggu. telaten. Faris Fajar Wibawa (17). sesuai dengan namanya Tresnasih. Kepalaku masih terasa pusing. walau 35 . si sulung yang ganteng dan tiga dara yang cantik-cantik. Dialah yang telah melahirkan 4 permata hidupku yang lain. Nazla Gina Farfasya (10). Tresna artinya cinta dan Asih artinya kasih sayang yang tulus. Sosok perempuan yang tegar. Fatmah Tresnasih. dan Fhatiya Bilqis Saida (5). Amiin! Mimpi Ya Allah! Mimpiku menjadi orang normal Mungkin hanya angan dalam khayal Yang tak bertepi sampai ajal Namun aku juga bermimpi Sakitku pasti akan terobati Saat aku bisa menikmati Indahnya cinta-Mu di surga nanti. 5 Juli 1992 sampai sekarang benar-benar merupakan perhiasaan terindah dalam hidupku. sabar. Penandatanganan dan peresmian kontrak hidup bersama dunia-akhirat. Ulfa Shofi Agnia (15). Mimih. Perhiasan Terindah Pas benar ungkapan sepenggal syair lagu Rhoma Irama yang mengatakan “Perhiasan terindah itu wanita sholehah”.

Sebagai ibu rumah tangga. kiri dan keningku dengan penuh perasaan cinta saat aku akan tidur. adalah kata pertama yang saya panggil. dia harus tetap menjalankan tugas mengajarkan Bidang Studi Bahasa Inggris di SMPN 1 Banyuresmi. Dialah orang yang pertama kali merasa cemas. Operasi AV shunt atau cimino yaitu operasi memperbesar pembuluh darah di tangan. tetapi banyak obat-obatan yang di luar tanggungan Askes. dia harus menjadi ibu yang baik bagi anak-anaknya. tapi disaat kepalaku pening. dan yang paling besar biayanya adalah biaya transportasi. jika aku merintih kesakitan. Biaya cuci darah memang ditanggung Askes. agar tidak ditusuk di selangkangan. Belum biaya tak terduga lainnya seperti operasi AV shunt atau cimino. Mimih. membesarkan jiwa saat aku merasa putus asa. Mengecup pipi kanan. Aku sudah tak bisa berpikir lagi untuk mencari uang. Ini terbukti dengan begitu setianya dia menjaga dan merawatku saat aku sudah tak berdaya. istriku mampu memberikan pijatan lembut yang menggetarkan nadi kehidupan. gelisah dan pontang-panting mencari pertolongan. Membersihkan seluruh kotoran yang menempel di badanku. Garut. Begadang sampai pagi.kematian memisahkan kami. Begitu besar pengorbanannya bagiku dan keluarga. Sungguh pengorbanan yang luar biasa. sebagai wanita karir dan sebagai ibu rumah tangga yang baik. Tugas istriku yang paling berat adalah merawatku sebagai suaminya. Dialah yang selalu mengajak aku mendekatkan diri pada36 . Bisa Anda kalkulasikan sendiri jika dua kali cuci darah dalam seminggu. Dialah yang selalu memberiku semangat hidup. Pada saat aku terkulai lemas kehabisan energi. Dia yang pertama kali terbangun dan terjaga saat tengah malam aku pening. Bukan hanya dituntut bisa memenuhi kebutuhan untuk berobat. Pembelian labu darah. stress dan kehilangan pegangan. setiap cuci darah harus mengantongi uang minimal 1 juta rupiah. pegal dan linu atau muntahmuntah. ke sana-ke mari mencari pinjaman. Menyeka seluruh tubuhku di saat aku tak mampu mandi. dia menyuapiku dengan penuh kasih sayang. Sebagai wanita karir. aku tak tahu. merasa down. Ya. Istriku dituntut harus pandai membagi waktu. berarti setiap bulan harus mengeluarkan uang Rp 8 juta. sedangkan esok harinya harus mengajar dan mencari uang tambahan untuk memenuhi kebutuhan berobat dan cuci darah. karena badanku semakin lemah dan tak kuat lagi kalau naik kendaraan umum. Entah dari mana. Istrikulah yang sigap kasak-kusuk. jika aku sakit. Setiap kali pergi ke Bandung harus merental mobil.

Nya! Mengingatkan aku untuk berdo’a. Biasanya mengurusi orang lain. impossible! Bagaimana aku bisa membalas semua itu? Aku hanya bisa berdo’a dan memohon kepada-Mu ya Allah! Mudah-mudahan ia mendapatkan ridho-Mu. Biasanya berbaur dengan para guru dan siswa di SMPN 1 Banyuresmi. Cita-citaku untuk melanjutkan kuliah hapuslah sudah.00 atau 19. Alhamdulillah Bapak Engkus Kusnadi. kasih sayang dan pengorbanannya yang begitu besar. sekarang malah berbaring lesu sambil berselimut tebal. aku tidak mau pusing dengan rentalan mobil dan sopir.. aku menulis surat pengunduran diri dari jabatan dan tugas-tugas yang tidak mungkin lagi bisa aku tunaikan dengan alasan kesehatan. Mustahil aku bisa berpaling ke lain hati. Terima kasih Ya Allah! Uang Bukan Segalanya Kegiatan rutinku berubah 180 derajat. merasa ridho. Pak Jejen.00 dari Garut dan tiba lagi pukul 18. Aku tak bisa membalas cinta. Tak mungkin. sahabat-sahabat terbaikku selalu siap dan sigap mempersiapkan semuanya. dan Mang Ujang mereka bergantian mengantarku. Biasanya kami berangkat pukul 08. dan puas mendapatkan pasangan hidup dirinya yang shalehah. sekarang malah harus diurus orang lain.00. bertasbih. Ya Allah! Sungguh malu diri ini dihadapannya. Tugas dan jabatanku harus ditinggalkan. Aku hanya memohon diberi tugas yang ringan dan yang lucu saja di sekolah. jas almamater dan kartu KRS di STKIP Garut harus dilupakan begitu saja. sekarang harus diam sendirian di rumah. karena aku pun sebagai suaminya. bahagia. Tak keliru aku memilih Fatmah Tresnasih sebagai pendamping hidup selamanya. Aku merasa tak berguna lagi. Beruntung. Biasanya. bertahajud dan selalu mengingat nama. Karir. 37 . Pada bulan April 2006. pagi-pagi sudah berangkat mengajar. Bahkan kartu mahasiswa yang baru saja aku terima sebagai tanda bukti menjadi mahasiswa baru. sebagai kepala sekolah mengerti kondisiku yang harus bolak-balik terus cuci darah ke Bandung. S. Pak Wawan. Tiap kali pergi ke RSKG 2x seminggu.H. jabatan apalagi penghasilan menyusut drastis setiap bulannya. Aku harus puas dengan ijazah Diploma 3 saja. begitu tulus dan begitu murni. dunia dan akhirat.Nya di setiap tarikan nafasku.

mata sipit. Wajahnya berwibawa. untuk transplantasi ginjal. Hanya saja. Kami semakin akrab dengan Pak Bambang. Bahkan seorang pasien. karena belum fasih. “Bapak itu selalu sibuk. dan badannya gemuk. Ya. 4 jam cuci darah itu gak kerasa ya! Aneh. “Selamat jalan. Pak! Semoga Bapak sukses transplantasinya!” kataku pelan. 38 . penghasilan pas-pasan (BP6).Anakku yang paling kecil. itu pun sudah termasuk biaya hidup di sana sekitar satu setengah bulan”. ya?” “Lumayanlah Pak! Kita juga dapat bantuan dari saudara-saudara”. Sayangnya. walaupun usianya pada saat itu baru satu tahun. “Ya. sangat terpesona dengan anakku itu. Aku pun memimpikannya. Ah. Katanya dia akan pergi ke Guang Zhou. Aku bertanya dengan nada agak menyelidik ingin tahu berapa biayanya. memang Cici itu lucu. Dia hanya menjawab. Aku hanya menebak-nebak. karena selalu pakai jas berwarna gelap. Wajahnya bulat. Postur tubuhnya tinggi besar. Cici. “Wah. pergi pagi-pagi dan pulang petang. Aku terkesima dan terkagum-kagum. “Wah. kita mah ambil yang paket hemat aja!” jawab Pak Bambang. Pak Bambang. begitu juga istrinya. tiba-tiba Pak Bambang berpamitan kepada semua pasien yang berada di ruangan karbonat yang berjumlah 17 orang. “Oh ya. rambut ikal. beliau agak tertutup waktu aku menanyakan profesinya. jadual cuci darah kami selalu berbarengan. Kemungkinan Pak Bambang itu seorang anggota dewan. Cina. “Amin! Do’anya saja Pak ya!” dia memohon sambil berjabat tangan. agar bisa hidup normal kembali. Kata-katanya penuh kharisma. kepada Pak Bambang. kalau ada Si Cici. montok. kulit putih. padahal di rumah juga banyak anak-anak kecil. dia selalu tertawa jika digoda dan seolah-olah bisa diajak komunikasi. selalu dibawa pergi ikut ke RSKG. Padahal Cuma bisa dadah dan melontarkan kata-kata yang harus diterjemahkan. kalau ditanya masalah profesi beliau selalu mengelak. Begitu juga istrinya. Banyak yang tertarik dengan kelucuannya. Dia selalu menanyakan anakku jika bertemu. berapa Pak paket hemat itu?” tanyaku lebih penasaran. hebat!” kataku. “Sekitar 300 jutaan. beremblim garuda. Operasi yang menjadi dambaan semua pasien GGK. “Mahal juga. begitu nama panggilannya. “Berapa Pak biayanya?”. tapi yang ini beda! ” kata Pak Bambang. biasa saja wiraswasta!” Awal bulan Mei 2006.

Berangkatlah penderitaannya. Ceu Eros. kesabaran dan ketaqwaan kepada-Mu. karena aku telah menjadi orang pilihan untuk menerima ujian dari-Mu. betapa bahagianya diriku. Rasa rindu untuk saling tukar makanan atau tukar pengalaman bersama mereka. iya Pak! Kalau nanti Bapak sukses dan berhasil cangkoknya. karena merasa sependeritaan. Setelah keberangkatan Pak Bambang ke Cina. Tiap selesai shalat aku selalu memanjatkan do’a.“Eh. jadualku cuci darahku yang baru. Garut yang sering kuajak pulang bersama. Bu Kartini. agar bisa meningkatkan kadar keimanan. Terbayang di benakku. Suasana cuci darah tambah akrab dengan sesama pasien maupun dengan perawat atau dokter. Pak Agus Berlian. Selama itu. Luki yang dari Tangerang. Betapa terkejutnya aku. Hedy yang masih anak SMU. insya Allah ya!” jawabnya meyakinkan. Tapi aku masih ingin lebih sempurna dalam beribadah kepadaMu! Maka kabulkanlah do’aku Ya. Pak Asnali yang gagah dan selalu berbaju loreng. Allah!” Begitulah do’a yang sering aku panjatkan ba’da shalat fardu atau shalat tahajud. “Pasti Pak. dan yang lainnya. Bukannya aku tak paham bahwa orang sabar itu di sayang oleh-Mu dan bukannya aku tak mengerti bahwa penyakit ini adalah penebus dosa-dosaku. Wah. ”Ya Allah! Berikanlah aku kekayaaan seperti Pak Bambang agar aku juga bisa melakukan transplantasi ginjal. karena begitu seringnya kami bertemu. Ginjal yang selama ini telah menghambat karir dan kekhusuan ibadah kepada-Mu! Ginjal yang telah membuat seluruh keluargaku ikut menderita. jantungku rasanya hampir copot saat membaca Koran Pikiran Rakyat tanggal 25 Juni 2006 yang memberitakan bahwa Pak Bambang Budi Asmara telah berpulang ke khadirat Allah Yang Maha Kuasa. Berjuta angan dan harapan akan kupenuhi. Ada Pak Kurnia. pasien dari Cilawu. Cita-cita akan kuraih. selalu berharap seperti Pak Bambang. seandainya aku sehat lagi seperti sedia kala. Segudang khayal dan impian berkelebatan di depan mata. Ada rasa rindu andai kata hari sudah mendekati hari Senin atau Kamis. Bukannya aku tidak menerima cobaan dari-Mu sebagai tanda sayang-Mu. do’aku masih tetap sama. saya tengok! Eh. aku jadi terobsesi ingin seperti Pak Bambang. Pak Bambang ke Cina untuk berusaha sembuh dari 39 . Pak Rukmana. jangan lupa kepada kami di sini Pak! Tengok kami ya Pak! Agar kami juga termotivasi untuk bisa seperti Bapak!” pintaku pada Pak Bambang.

Allah! Yang telah menilai kecil rizki yang telah Engkau berikan. seraya berdo’a. mental. dan sederet jabatan lainnya. 40 . Bu Bambang yang sengaja datang ke RSKG mengisahkan peristiwa wafat suaminya dengan berurai air mata. Amiin! Ternyata uang itu bukan segalanya. Kini telah tiada. Allah pasti memberikan kemudahan setelah datang kesusahan sesuai janji-Nya pada surat Al-Insyirah. Harta tidak bisa menjamin kesembuhan seseorang. Engkau pasti telah menentukan jalan lain yang membahagiakanku. kesabaran.. seolah-olah aku tidak mensyukuri segala nikmat-Mu! Amiin!” Sejak saat itu aku menyadari betul bahwa rizki itu sudah diatur dengan skenario Allah.Pak Bambang yang saat pamitan memberikan senyuman dan lambaian tangan terakhirnya. Sehingga aku segera bertobat dan mengucapkan istighfar. biaya yang sangat menakjubkan bagi kami sebagai PNS yang berpenghasilan pas-pasan. Sedangkan aku masih ingin melanjutkan perjuangan hidup. Tak pernah sempat sadar sedikit pun sampai wafatnya. yang harus kita terima dan harus kita ambil hikmahnya. Beliau tidak mengira kalau tiga hari pasca operasi transplantasi ginjal itu. Penasihat Taekwondo Jabar. aku tidak diberi kekayaan seperti beliau. Maafkanlah dosa-dosaku Ya. suaminya dalam keadaan koma. Bukan saja menguras energi. bahkan materi yang tidak sedikit. mungkin aku telah Engkau panggil seperti dia. seandainya Engkau berikan kekayaan seperti Pak Bambang kepadaku. Mudah-mudahan Allah mengampuni segala dosanya. Tetapi itulah takdir Allah Swt. Pak Bambang yang akhirnya kuketahui bahwa dia itu merupakan putra terbaik Jawa Barat. diterima iman Islamnya dan segala amal shalehnya dibalas dengan pahala yang berlipat ganda. keikhlasan. Pak Bambang yang ingin aku ikuti jejak langkahnya. Dia menjabat sebagai Bendaharawan Partai Golkar Jabar. Allah terima kasih yang tiada terhingga. Biaya hidup selama pemeriksaan dan operasi tersebut mencapai Rp 300 juta ditambah biaya pemulangan jenazah sekitar Rp 80 jutaan. Hal ini kuketahui beritanya dari koran setelah beliau tiada. Di akhir bulan Juni itulah aku baru menyadari bahwa do’a-do’aku selama ini salah dan keliru. Inna ma’al usri yusraa. Ketua Yayasan Asia Afrika. mantan Ketua KNPI Jabar. Aku yakin. Sungguh. “Ya. agar menjadi ibroh dan pelajaran yang sangat berharga. Aku bersyukur dengan segala rizki yang telah Engkau berikan. dan aku yakin bahwa Allah itu memberikan sesuai dengan kemampuan dan kesabaran menjalaninya. seolah-olah aku tak pernah Engkau beri apa-apa.

Amiin! Suatu hari salah seorang kerabatku bertandang ke rumah sambil membawa seseorang yang tak kukenal. Aku jabat tangannya yang agak keriput itu. Bahkan banyak orangtua murid yang sengaja meluangkan waktu untuk datang menemuiku dengan memberikan dukungan. tetangga. Terasa benar kebaikan mereka. Aku tak mungkin bisa membalas budi baik mereka. Setiap hari ada saja tamu yang datang. aku menyuruh istriku untuk memanggil ayahku yang tak jauh rumahnya dari rumahku. “Caranya?” aku semakin heran. Setelah dipersilakan duduk. Dia tak membawa peralatan medis apa pun. Dia tak melepaskan jabat tangannya yang erat sambil bertanya kepadaku. baik berupa moril maupun materil yang sangat berarti bagiku. “Ya. Dengan tatapan matanya yang seolah-olah ingin meyakinkanku bahwa dia mampu mengobatiku. Aku hanya bisa mengucapkan terima kasih dan berdo’a. rekan kerja. giginya pun sudah ompong dan duduk di sampingku. Banyak orang menengokku. saya ingin sembuh! Saya tak mau cuci darah!” “Bagus!” jawabnya. murid dan semua orang yang kukenal rasanya tak ada yang absen. Selanjutnya lelaki tua itu mengajak bersalaman. Aku terpana melihat sosok lelaki tua yang sudah beruban.Semoga Anda tabah Bu Bambang! Selalu diberi petunjuk dan kesabaran menjalaninya. dia berkata. Sambil menunggu ayahku datang. ”Sep! Saya sengaja membawa guru saya ini untuk mengobati penyakit Asep”. Jazakumullhi khairon katsiraa. semoga amal baik mereka dicatat dan mendapat imbalan pahala yang berlipat ganda dari Allah Swt. Aku menjawab. Keluarga. lalu mengutarakan maksud kedatangannya. Amiin! Uji Keimanan Kabar tentang penyakit yang aku derita begitu cepat tersebar kemana-mana. Sebelum dialog berlanjut. motivasi dan do’a mereka. sahabat dekat maupun jauh. “Apa keinginanmu sekarang?” Nada bicaranya pelan tapi pasti. lelaki tua itu mengusulkan agar aku menganggap dia sebagai orangtuaku sendiri dan dia akan menganggapku sebagai 41 .

lelaki tua itu dan ayahku. Wajahnya masih diliputi rasa curiga dan heran. Ayahku bertanya spontan dengan nada berseloroh. Katanya agar hubungan pertalian batinnya semakin erat demi proses penyembuhan yang cepat. “Saya ke sini atas panggilan jiwa dan ikhlas menolong tanpa pamrih. kerabatku. Lupakan nama yang dulu itu sampai Ananda sembuh. “Kok bisa? Mau dipindahkan ke mana?” “Ke Jerman.” begitu katanya meraih simpati. pukul 13.” jawabnya mantap. “Siapa nama Ananda?” kata lelaki tua itu. Oman Abdurrahman. “Nah. SK dan berbagai macam dokumen pribadi saya?” protesku dengan cepat terlontar. “Saya. Kami berlima duduk melingkar. “Bapak tidak perlu merasa heran dan curiga pada saya.anaknya. Ananda harus berganti nama menjadi Asep Diman!” begitu katanya dengan nada meyakinkan. “Bapak sebagai ayahnya. Aku semakin heran.” ayahku semakin sengit.” “Waduh! Bagaimana dengan ijazah saya. Ayahku datang.” lanjut lelaki tua itu sambil menatap ayahku. Aku. Siapa nama Bapak?” tanya lelaki tua itu. Kemudian kami saling menatap keheranan. Asep Qoriin”. istriku.” katanya. nama Ananda boleh dipakai lagi. dan ayahku bengong. 42 . Nanti kalau penyakit yang Ananda derita sudah saya pindahkan.00”.ini hanya dalam waktu sementara saja. tanggal 3 Februari 1967. Asep Diman. Lelaki tua itu melanjutkan ceramahnya. “Kalau begitu kasihan dong orang Jerman jadi menderita?” “Enggak apa-apa orang Jerman ini!” “Kasihan dong orang Jerman.” ayahku menjawab. “Tidak apa-apa. istriku. Siapa tahu dia itu saudara kita juga. jawabku singkat. Dia komat-kamit sambil memejamkan matanya. “Kapan dan hari apa Ananda dilahirkan?” “Hari Jum’at. sekarang ada ayahnya. istri dan semuanya harus memanggilnya. “Ya. “Mari kita kerjakan bersama! Ananda. anak. “Saya. Aku. mulai hari ini nama Ananda harus diganti!” “Diganti nama?” aku tambah heran.

aku tidak mau mencantumkan mantra tersebut di sini. Harap maklum. namun keyakinan kami masih belum bisa menerima cara pengobatannya. dia akan mampu menyampaikan penolakan dengan baik. Dalam hal ini mungkin persepsi kita tidak bisa sejalan. Tak bisa berpikir jernih. Aku bulatkan tekad untuk menolak mereka. Kami yakin ini ujian yang datangnya dari Allah. Beberapa hari kemudian kerabatku bersama gurunya bertandang lagi ke rumah. Jangan sampai Akang kecewa sehingga tali 43 . Aku takut tali persaudaraan kami putus gara-gara hal ini. takut menjadi kemusyrikan yang berlanjut. Mohon maaf. bila kami belum bisa menerima kebaikan Akang. Kerabatku malah ngotot dan menyuruhku menuliskan bacaan seperti mantra atau jampi-jampi dalam bahasa Sunda buhun yang harus diamalkan setiap malam. karena ingin mengobati suami saya.” begitulah istriku memulai argumentasinya.S. Jangankan suami saya yang laif. Rupanya mereka masih penasaran. Penyakitku sedang kumat. Kami yakin. Nabi Ayyub A. hina. tak mungkin bisa berdebat panjang lebar. Depresi berat. tapi kondisiku sedang lemah.” pikirku saat itu. saja diuji oleh Allah dengan penyakitnya bertahuntahun.Terjadilah perdebatan yang seru. Dia tak mau di ganggu. Cukup panjang mantranya. Aku menuliskannya hanya sekedar untuk meredam kekecewaan niat baik Kerabatku itu. Pertemuan itu bubar dengan tidak menghasilkan kesepakatan. Istriku pasti tahu betul jalan pikiranku karena sudah belasan tahun kami hidup bersama menjalin rumah tangga. “Lebih baik menghindar. Kami menerimanya dengan ikhlas. Tak sudi keyakinanku tergadai demi kesembuhan. “Kami merasa bahagia dan berterima kasih yang sebesar-besarnya kepada Akang dan Bapak ini. sehingga takut keimananku akan goyah dan terjerumus ke dalam kemusyrikan. Aku suruh istriku untuk menghadapi mereka. Kerabatku dan gurunya pulang dengan memendam rasa kecewa. Kerabatku berusaha meyakinkan kami akan niat baiknya. Allah tak akan keliru memberikan cobaan kepada hamba-Nya. mudah marah dan tersinggung. dan hanya manusia biasa. “Kang! Kebetulan suami saya sedang kumat penyakitnya. Kami hanya akan berusaha secara medis dan obat alternatif lainnya yang kami anggap logis. kami pun berusaha mempertahankan keimanan dan keyakinan kami akan takdir Allah yang tidak bisa dialihkan pada orang lain. Bukan berarti kami menolak kebaikan Akang. Aku yakin.

akibat dari beda keyakinan membuat tali persaudaraan pun nyaris terputus. Katakanlah.” “Katakanlah (Muhammad). tempat tinggal kerabatku itu. aku tak tahu. Dia hilangkan apa (bahaya) yang kamu mohonkan kepada-Nya. Dalam rangka memperbaiki silaturahmi agar tidak terputus. An-Nisa : 48) 44 .” “Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa musyrik. Begitulah. hanya kepada-Nya kamu minta tolong. Allah-lah tempat meminta. dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (musyrik) itu.persaudaraan kita menjadi retak. Tapi kami bisa memahami kekecewaan itu. Tak ada alasan untuk menerima paham yang bisa menggelincirkan keyakinan terhadap Allah Swt. padahal Dia memberi makan dan tidak memberi makan?. Karena tidak berhasil memberikan pertolongan pada kami. Rupanya penjelasan istriku yang panjang lebar itu tetap saja membuat kecewa kerabatku dan gurunya. Satu setengah tahun berlalu. Tak ada kompromi. Barang siapa yang mempersekutukan Allah. maka sungguh ia telah berbuat dosa besar. Apakah aku akan menjadikan pelindung selain Allah yang menjadikan langit dan bumi. Entahlah. Aku sekeluarga sengaja datang ke rumahnya. Jika dia menghendaki. satu-satunya penolong jiwa. Beda keyakinan (aqidah) tak bisa dijadikan alasan untuk bertoleransi. Sesungguhnya aku diperintahkan agar aku menjadi orang yang pertama berserah diri (kepada Allah) dan jangan sekali-kali kamu masuk golongan orang-orang musyrik. Allah-lah tempat bergantung. memanfaatkan momen Idul Fitri. Qul innii umirtu in akuuna awwala man aslama wa laatakuunanna minalmusyrikiin. Kondisi badanku sudah agak membaik setelah menggunakan sistem CAPD. Al-An’am : 14) “Bal iyyaahu tad’uuna fayaksyifu maa tad’uuna ilaihi insyaa a wa tansauna maa tusyrikuun.” (QS. dan kamu tinggalkan apa yang kamu persekutukan (dengan Allah). Sekali lagi kami mohon maaf!” Panjang lebar istriku berusaha menjelaskannya agar bisa diterima dengan baik.” “(Tidak). Al-An’am : 41) “Innallaaha laa yagfiru an yusyriku bihii wa yagfiru maa dzaalika liman yasyaa u wa man yusyrik billaahi faqadiftaraa itsmaan ‘adziimaan. Sesuai dengan firman-Nya : “Qul aghairaallaahi attakhidzu wa liyyan faatirissamaawaati wal ardhi wahuwa yuth’imu wa laa yuth’amu.” (QS. bagi siapa yang di kehendaki-Nya.” (QS.

kita sekarang masih berada di dunia primitif. bahwa setiap penyakit itu mesti ada obatnya. juga harus cuci darah. bukan? Mudah-mudahan di tahun 2015 impianku bisa terwujud! Sehingga ditahun 2020 dunia bebas penyakit gagal ginjal kronik. Maka. setelah permukaan kulitnya ditusuk-tusuk jarum. aku mulai mencoba berbekam. ya wajar saja. Sebelum menuju kesana. tapi Alloh tak mungkin mengingkari janji-Nya. yang merupakan muridku di SMP. mengapa hanya sebuah organ tubuh yang vital itu tidak bisa dikloning ? Masuk akal. aku pun menyadari hal itu.Alhamdulillah. “Setiap penyakit itu pasti ada obatnya. setelah tetangga mereka.” Jika sampai saat ini belum ditemukan obatnya. kerabatku yang lainnya masih bisa memahami kejadian ini. Terkadang aku punya imajinasi. Meski dunia medis mengatakan belum menemukan obat gagal ginjal dan tak mungkin bisa disembuhkan. bisa menciptakan domba yang sama persis dengan induknya dari sebuah sel. agar darah yang 45 . bahwa. ”Andaikan lautan dijadikan tinta untuk menulis ilmu Allah tidak akan cukup“. Sebab manusia itu masih terbatas pengetahuannya. bahkan sekarang mereka semua paham betul bahwa penyakitku harus diobati secara medis. Semoga Allah selalu memberikan hidayah dan bimbingan-Nya kepada kita semua. ilmu Allah sangat luas sampai-sampai ada keterangannya. Amiin! Obat Alternatif Keyakinanku tak akan tegoyahkan. tidak mencoba membuat kloning ginjal yang rusak agar bisa diganti secara langsung dengan ginjal kloning yang sehat dari sel yang ada?” Mungkin impian ini akan menjadi bahan tertawaan orang tapi biasanya penemuan baru itu berawal dari sebuah impian. Mengeluarkan darah kotor dengan cara disedot. Mengapa tidak? Kalau domba yang utuh dan bernyawa bisa dicloning. “Mengapa para ahli yang sudah bisa memiliki ilmu pengetahuan cara mengkloning domba si Dolly yang menghebohkan dunia. Kita masih berusaha mengobati penyakit dengan cara-cara tradisional.

kalau telapak tangannya bisa mengeluarkan energi panas dan mengalirkan energi ke tubuh pasien. bahkan gagal ginjal juga sanggup dia sembuhkan. MM. baru energi panasnya keluar. Betul. Beralih ke pijat refleksi Pak TJ (45) yang terkenal dengan telapak tangannya yang mengeluarkan energi panas. Semula aku tak percaya. Tinggal di SMS saja. Memang air urineku semakin banyak. Da’i kondang yang selalu mengisi pengajian di Radio Litasari mau mencobanya. Hal ini bisa merangsang pertumbuhan sel ginjal agar bisa berfungsi normal kembali. Beliau menggunakan alat bantu listrik. ternyata betul ada getaran dan energi panas dari tangan kosongnya. Ya. Alternatif lainnya adalah ion detox. yaitu cara tercanggih pengeluaran racun tubuh melalui detoxivikasi ion negatif dan positif. Memang tidak bisa dilakukan sendiri di rumah. Di sesi akhir pijatan. mereka mengakui kehebatan tangan Pak TJ yang panas itu. Bagaiman hasilnya? Setelah berpuluh kali dipijat. Terbukti dengan tes pen yang menyala bila ditempelkan pada bagian tubuh yang mana saja di sekujur tubuhku. Segala penyakit bisa disembuhkan. DR. Telapak tangannya terasa panas dan meresap ke dalam tubuh terutama bagian yang sakit. walau sudah sebulan lebih aku menjalani terapi ini. Pijatannya tidak seperti pijatan refleksi umum yang hanya telapak kaki ditusuktusuk dengan stik. seluruh tubuh dipijat dengan tangan kosong. ada getaran arus listrik yang terasa hangat. racun di tubuh tetap tak berkurang. kalau pasiennya banyak. Ternyata suami adiku. KH.d 30 menit. jantung bocor. prakteknya dari pagi sampai jam 12 malam. Biasanya aku melakukan ion 46 . aku mengecek kadar kreatinin dan ureum darahku. tidak ditarif. ternyata tidak ada perubahan. energi listrik yang terhubung sengaja dialirkan ke tubuhku melalui telapak tangannya. Pasiennya banyak sekali.Bpk. setelah kucoba.mengandung racun keluar bersamaan dengan darah yang menggumpal kehitaman. Harus datang ke tempat ion detox. Akhirnya kuhentikan juga. Aminudin Shaleh. karena Pak M bisa dipanggil. Setiap hari rata-rata dipijit 20 s. kanker. katanya. pasti ia datang. Arif tertarik juga ingin mencoba telapak panasnya Pak TJ bahkan mertua adikku. Proses pemijatan biasanya dilakukan di rumahku. Ini lain lagi. tapi hasil laboratorium masih menunjukan kadar racun yang tinggi. Beberapa kali dilakukan oleh seorang ahli bekam. Stroke. SH. Kemudian aku mencoba pijatan Pak M (47) orang Padalarang.

Bapak masih cuci darah ke Habibie ? “ dia menyebutkan namanya dan bertanya. Ada yang menawariku agar berobat ke dr. “Di jalan Sudirman. Kerkof 53 Bandung. Masa ada penyakit bisa dipindahpindah? Awal Juli 2006 tiba-tiba ada seseorang yang menelpon kerumah. Kemana aja Pak ? Sudah lama Saya tidak melihat Bapak. tak ada hasilnya.000. karena aku tak percaya sama sekali. Sekali terapi kita harus merogoh kocek Rp 30. “Oh. iya benar. Memang masuk akal juga. Pori-pori telapak kaki akan membesar jika dihangatkan dengan air. Refleksi !“ dia menerangkan. Tidak kutanggapi. Hasil tes laboratorium tetap bertengger di atas ratarata orang normal. sehingga memudahkan pengeluaran racun yang berada di kaki. H di Bogor yang bisa memindahkan segala macam penyakit pada seekor kambing dengan biaya sebesar Rp. Air yang merendam telapak kaki tersebut akan berubah warna dari jernih menjadi abu-abu sampai kehitaman. “Oh. Kok bisa berhenti cuci darah segala. kaki pasien direndam pakai air agak panas di dalam waskom yang berisi kurang lebih 5 liter air agak panas dan sebuah alat elektromagnetik buatan Amrik yang bisa mengeluarkan ion negative dari pori-pori telapak kaki . 7 juta. Tak mungkin ah !“ sergahku dengan nada tak percaya. Janjinya 100% terbukti membuang toksin secara alami. 47 . Ada pula yang berwarna kecoklatan dan kehijauan sesuai dengan penyakit yang diderita si pasien.detox di jl. “Saya mah sudah berhenti Pak“ katanya. Caranya. sambil terus berusaha mencari info tentang pengobatan alternatif yang tidak bertentangan dengan keimanan. Cuci darah tetap kujalani. “ Hallo! Bisa bicara dengan Pak Asep ? “ “Ya. ya masih ! Tiap Senin – Kamis “ sahutku. pasien duduk di atas kursi. “Benar Pak ! Saya sudah hampir tiga minggu enggak cuci darah“ jawabnya sedikit meyakinkan. Saya sendiri ! Ini siapa ?“ kataku masih belum mengenali suaranya.00 selama kurang lebih 20 menit. “Alternatif ya ?” aku menebaknya. “Betul Pak !“ “Dimana ?“ tanyaku kemudian. “Saya Pak ! Asnali. Tapi setelah kucoba berulang kali. seperti air comberan.

Suci. Tergantung berat tidaknya penyakit yang diderita. Tapi memang yakin. Buka praktek 07. “Boleh-boleh ! Ditunggu ya Pak !“ “Ya. wah membludak. Selesai cuci darah hari Senin sore kutemui Pak Asnali di jln. saya akan menemui Bapak. Minggu. ya Pak ! Kalau saya minat. antri ! 48 . kuhubumgi lagi Pak Asnali. Khayalanku semakin melambung. Bolehkan ?“ tanyaku agak semangat. “Enggak Pak !“ Malah saya minum dan makan buah-buahan.00. sudah hampir tiga minggu ini Pak Asnali tidak bertemu saat cuci darah. Mempertaruhkan nyawa sendiri. Kata orang.“ jelasnya agak panjang lebar. bukan main-main. Berdasarkan pengakunnya dia menderita gondongeun. Pernah saya coba makan buah semangka hampir habis 1 kg. Bandung. Dia masih was-was. belakang dealer Yamaha.00 – 11. Ruangan praktek refleksi kaki itu sempit sekali. Padahal seminggu sebelumnya dia sudah kuat berbelanja dan berjualan sea food tengah malam sebagai profesinya yang telah digelutinya berpuluh-puluh tahun. terima kasih !“ kataku sambil menutup gagang telepon. 60 tahun. Seorang Tionghoa dari Bandung. enggak apa-apa. dan menyanggupi akan mengantarku besok sore ke tempat refleksi tersebut. penghasilannya berkisar antara Rp. Dagu kanannya bengkak. 4 juta – 6 juta per hari. Aku diskusikan hal ini dengan istriku. Setiap pasien paling lama mendapat pelayanan selama 5 menit. Dia kelihatannya agak loyo.“Enggak sesak napas atau bengkak ?“ tanyaku masih merasa kurang percaya. Kesepakatan kami akhirnya yaitu akan menunggu perkembangan Pak Asnali satu minggu lagi.30 dan 17. Pasiennya. telah meninggal dunia gara-gara berhenti cuci darah selama 3 minggu dan menjalani terapi pengobatan holistik di daerah Purwakarta. Ingin cepat berobat seperti dia dan sehat lagi tidak perlu cuci darah. nantilah Saya diskusikan dulu dengan istri saya. Kira-kira 2x3 m. “Oh. Kalau dia selamat. Dia masih belum cuci darah lagi. berarti aku jadi mengikuti terapi tersebut. Jelas. 9 Juli 2006 setelah satu minggu kemudian. karena baru saja mendengar kabar bahwa Pak Syamsudin. Karena berhenti cuci darah itu suatu tindakan yang sangat berani.00 – 20.

karena terapi harus dilakukan tiap hari pagi dan sore. Nafasnya pendek-pendek. Pak Asnali merasa berdosa sekali terhadapku. saat ditekan dengan stik itu rasanya panas sekali. Semua pasien pasti menjerit kesakitan dan berkeringat menahan rasa sakit.00 kalau penyakitnya parah atau berat bisa sampai 5x. Setelah kutanya ruangan tempat ia dirawat. Jadi. nyeri dan menjalar ke sekujur tubuh. Si Engko. tetapi penumpukan racun. Hampir tak bisa berjalan. begitu aku memanggilnya . Tapi itulah usaha kita. 49 . Urineku yang keluar tambah banyak. dan oksigen. “Jangan cuci dalah lagi. Setiap alternatif tidak ada hasilnya. Bengkak yang dideritanya bukan gondongeun. Pak Asnali tergeletak lesu dengan bantuan selang makanan ke lambung yang dimasukkan lewat hidung. Aku mencoba bolos cuci darah satu kali. bahwa Pak Asnali itu hiper kalemia dan uremia. Besoknya aku telepon Pak Asnali. tidak sesak. Kaki sebelah kanan ±15 detik. ingin tahu kabarnya. Manusia berusaha. Sekali naik sepasang kaki tarifnya Rp. aku segera menengoknya. karena sudah berminggu-minggu tidak cuci darah. 100. Allah yang menentukan. “Emangnya kenapa ?“ tanyaku. melarangku cuci darah. dibawanya juga pakai ambulance !“ jawab anaknya. kaki kiri ±15 detik. Aku kaget setengah mati.“ Sejenak aku terpana. Yah ! Gagal maning-gagal maning. Benar saja. Istrinya bercerita sambil terisak-isak berurai air mata. padahal biayanya cukup besar. sedang dirawat di RSHS. udah belalti kamu sembuh !” suaranya sengau dengan kata-kata tanpa bunyi [r]. tipis dan agak runcing. kencing lancal. tapi badanku terasa segar. yang penting badan tidak bengkak. rasanya nyeri sekali.000. Jadi harus bayar Rp. Aku pun dapat 5x sesi. karena dirinya juga hampir tewas. 20. Yang menjawab bukan dia malah anaknya. Aku tak pulang ke Garut. “Pingsan. Tubuhku langsung lemas keluar keringat dingin.Alat pijat refleksinya seperti stik ice cream. Pelipis kanannya tambah bengkak. “Mengapa dia tak pernah mengecek darahnya untuk mengetahui kadar racun di tubuhnya ?“ gerutuku dalam hati. Sulit untuk diajak bicara. Padahal tusukannya hanya sebentar. dan menyuruhku berhenti terapi refleksi itu. pada hari Kamis 20 juli 2006.000. Tapi perasaanku agak was-was.00. “Bapak mah enggak ada.

Cut Indra. “Eh. Malah kemarin yang menjadi nara sumbernya pasien CAPD juga. Cut menerangkan. dia tak mungkin akan berbohong kepadaku. 24 Juli 2006.” jelas dr. “Bapak kemana saja ? Kok. Darahku meletup-letup.Bersabarlah ! Pengenalan CAPD Senin. menggunakan cairan yang dimasukkan ke dalam perut.“ kata dr. CAPD itu sangat cocok. Dia sudah 7 bulan pakai CAPD. Aku terperangah. “Padahal. kurang tahu ya!” kata dr.” dr. “Wah. Aku semakin terkagum-kagum dan tiba-tiba bangkit lagi semangat hidup baruku. Sistem baru pengganti cuci darah. “Wah. Aku semakin tertarik. masih aktif kerja. Cut Indra. “ Siapa Dok. hari Kamis bolos ? Awas Pak ! Hati-hati. Cut. yang sudah mengikuti program CAPD ?” aku langsung menyelidiki. kebetulan saya juga kan orang Garut. nanti drop lagi !“ Aku tersipu malu dan tak kuasa untuk menjawab jujur. 50 . “ Sudah ada beberapa orang Pak! Dan mereka berhasil. kalau untuk Bapak. “Aduh. Cut Indra yang kebetulan tugas jaga saat itu langsung menegurku. Tanggung !“ “Waktu hari Kamis itu kita membagikan undangan buat seminar CAPD hari Minggu Pak ! Jadi Bapak gak tahu dech. Yakin akan perkataan dr.“ lanjutnya. Bisa dilakukan sendiri di rumah. dia sudah aktif lagi mengajar bahkan kuat bermain badminton. Aku masih penasaran tentang Pak Dadan itu. dr. Bapak kan masih muda. ini Dok ! Saya lagi liburan bersama keluarga. Aku kembali menjalani cuci darah. memangnya CAPD itu. Hasratku merontaronta. masalah CAPD. Di mana ya Garutnya?” tanyaku. apa Dok ?“ “ CAPD itu singkatan dari Continuous Ambulatory Peritoneal Dialysis. lewat selang kateter yang sudah dipasang paten sebelumnya. Jantungku berdetak kencang. Aku bertanya lagi “ Dimana Dok. dan tempat tinggal Bapak jauh. cut Indra menerangkan. rumahnya Pak Dadan itu?” “Di Garut “ katanya singkat. Pak Dadan.

karpetnya hanya ada pada barisan depan. Pantatku kesakitan. jaraknya ±120 km dari rumahku. Asalnya 56 kg. Dari caranya berdialog kelihatan bahwa dia dalam keadaan segar bugar. sama. ya ada nih !” sambil menyodorkan nomor telepon rumah dan nomor HP-nya.“Bisa minta nomor teleponnya?” pintaku. gepuk Ny. Tapi. Besoknya. Jangan seperti Pak Asnali yang dulu hampir KO. “Oh.sama !” jawab dr. karena otot pantatku sudah habis terkikis mesin cuci darah. Kalau sudah demikian. Tiba di rumah. Tak ada rasa nikmat. Sehingga. apa lagi hasrat yang lahap ketika memakannya. 28 Juli 2006 kami menemui Pak Dadan. Selanjutnya. saat Pak Dadan menerangkan bahwa dia bisa menikmati berbagai macam makanan dengan baik. tak bisa masuk sedikit pun walau makanannya serba enak. malah katanya ia sedang makan malam. perjalanan harus terhenti karena hampir memasuki waktu Dhuhur. aku hanya bisa berdo’a sambil berlinang air mata kepada Allah Swt. aku yang masih cuci darah sering kehilangan nafsu makan. Cut Indra sambil berlalu dari hadapanku. guruku masalah CAPD. “Terima kasih Dok !” “Ya. Berat badanku sudah turun 12 kg dari berat normal saat sehat dulu. dan tak ada masalah dengan nafsu makannya itu.00 diantar sahabat setia Pak Jejen bersama istrinya. Shalat Jum’at tak bisa kami tinggalkan. paling-paling aku bisa pasrah saja. Berhenti makan pada suapan kedua atau ketiga. 51 . Bebek peking. Sebuah mesjid yang cukup besar. Jum’at. Hanya tinggal beberapa kilometer lagi. anak istriku juga tak ketinggalan. Mereka mendukungku untuk mengikuti program CAPD. Ong maupun mie kocok yang dibeli dari jalan Suryani semuanya lewat. aku ceritakan semua itu kepada orang tuaku dan sahabatku. Padahal makanan tersebut merupakan makanan favorit orang sehat di kota Bandung. agar selalu bisa beribadah walau tak ada makanan yang bisa masuk sedikit pun. agar aku selalu diberi energi dan kekuatan. sekarang setelah 4 bulan cuci darah hanya tinggal 44 kg. lezat. saat duduk di atas keramik. syaratnya harus dibuktikan dahulu bahwa Pak Dadan itu benar-benar dalam keadaan bugar. jamaahnya pun cukup banyak. aku langsung menghubungi Pak Dadan. Pak Jejen. Padahal. aku tergiur menelan air liur ingin seperti dia. Sayang. Oke! Kami sepakat untuk pergi menemui Pak Dadan yang ternyata tempat tinggalnya di Pamijahan. Tasikmalaya. Kami berangkat pukul 08. Lumayan jauh.

Caranya. Mengalirlah cairan dianeal ke perut Anda selama ±10 menit.Waktu khotib berkhutbah terasa lama sekali. hal ini aku ungkapkan agar pembaca bisa membayangkan betapa kerempengnya tubuhku yang tak berotot seperti dulu. tinggal menyambungkan kateter yang terpasang di perut secara paten di sebelah kanan pusar. bahkan sampai benar-benar mahir melakukan refill sendiri. Sungguh sederhana. Praktis sekali. yang lainnya jalan kaki. bukalah kran pada kateter ( transferset) itu dengan cara memutarnya ke kiri. Pasien duduk di atas kursi. bag yang kosong ditaruh di bawah. Aku naik ojeg. prosesnya itu harus mengeluarkan dulu cairan yang sudah tersimpan di perut selama ±6 atau 8 jam. Rumah Pak Dadan berada di lokasi berziarah. Posisi dudukku sudah miring ke kiri miring ke kanan. maka selang yang berisi cairan di gantung di atas. Cara mengeluarkan cairan dari perut. Ba’da shalat Jum’at kami meneruskan perjalanan. bahkan harus memakai masker selama refill berlangsung. Jadi. padahal Cuma 15 menit. dan satunya lagi bag kosong. dengan selang berbentuk Y yang tersambung dengan 2 (bag) kantong plastik. Sesekali telapak tanganku dipakai sebagai alas duduk. Jadi aku bisa melihat secara langsung bagaimana proses refill cairan dianeal CAPD berlangsung. Jangan lupa! Tempat dan tangan Anda harus benar-benar bersih (steril). hanya membutuhkan waktu ±30 menit sekali refill. stop dulu bagian pengeluaran dengan memasang kleman pada selang pengeluaran. masih sama menggunakan gaya grafitasi. 52 . Ibadah Jum’atku tak khusyu. agar dengan gaya grafitasi airnya bisa turun untuk mengisi perut yang telah dikosongkan atau dikeluarkan cairannya. Simpel sekali. Sampai benar-benar habis. Setelah kateter tersambung dengan selang Y. maka mengalirlah cairan dengan derasnya. tidak membutuhkan orang lain. tak bisa di lewati mobil. Kemudian tinggal memasukkan cairan yang sudah digantung di atas. Pamijahan. Sengaja. Biasanya maximum 20 menit. Kantong (bag) yang satu berisi cairan dianeal seberat ±2 kg. karena nanti juga akan mengikuti pelatihan selama 3 hari. Jika kebetulan Anda pasien cuci darah dan berminat untuk beralih ke CAPD jangan takut dulu. Kebetulan Pak Dadan sedang mengganti cairan di perutnya. Anda buka pengaman isi cairan dengan mematahkan plastik penutup selangnya yang berwarna hijau. Setelah transferset tersambung dengan selang Y tadi.

Kami semua menyimak kisah mereka berdua. Konsumsi obat tensi berkurang. Setiap pulang cuci darah mesti disambut oleh tukang pijat. merasa tak berguna malah merasa hidup ini hanya sebagai parasit atau benalu bagi orang lain. refill. Muntahmuntah. badan saya jadi gemuk lagi sekarang. Perjalanan pulang dari RSKG selalu merepotkan. Begitu juga adik-adikku yang tak pernah ketinggalan. sehingga kematianlah yang mengakhirinya. Tidak usah takut hiper kalemia. Makanan bersantan. sahabat-sahabatku yang selalu mengantarku ke Bandung untuk menjalani cuci darah secara rutin. sekarang pulih lagi. pusing dan kehilangan tenaga. Selesai refill. pasti suatu saat nanti terjadi klimaks sampai tubuhku ambruk tak berdaya sama sekali.” “Saya hobinya olah raga !” begitu Pak Dadan menerangkannya pada kami. main voli.” katanya. terasalah bedanya. Padahal aku baru menjalani cuci darah selama ±4 bulan. setelah melihat dengan mata kepala sendiri kondisi Pak Dadan yang bugar dengan CAPD. Terima kasih Pak Dadan atas segala kebaikannya. Ah. Tekadku untuk beralih ke CAPD semakin bulat. kalau keadaanku terus menurun. “Pak. “Dulu waktu cuci darah. aku bisa pulih lagi. Saya bisa berolah raga lagi. Aku jadikan acuan dan motivator untuk kesembuhanku di masa depan. sayuran. orang tua. Rasanya tak mungkin. saya kurus. Kateter Penyambung Hidup Kondisi badanku semakin lama semakin lemah. agar pegal linu di sekujur tubuh dan sakit kepala yang hebat bisa agak reda. apalagi kalau harus bertahan sampai satu atau dua tahun. Cairan diantar sampai ke rumah tiap bulan.Mulai dari cuci tangan. Selalu merepotkan istri. sampai dressing (ganti perban). dan kesediaan Bapak sebagai nara sumber yang sering kutanya. 53 . Saat itu aku sangat pesimis. anak-anak. Pak Dadan dan Bu Dadan bergantian menerangkan keuntungan lain dari CAPD. Aku sadar betul. buah-buahan juga bebas. Tidak capek bolak-balik ke Bandung. sepak bola bahkan badminton. terkadang badan menggigil disertai gatalgatal. tetangga.

saya hubungi Bapak. aku masuk RSHS di ruang 10 B. agar sore harinya segera masuk RSHS. empat kali atau bahkan seumur hidupku harus selalu diantar. diceritakannya kepadaku dengan penuh semangat. Ria Bandiara. karena mereka itu hanyalah manusia biasa bukan malaikat. ibadah yang lebih khusyu. 54 .00 WIB. hanya ia menjanjikan secepatnya menghubungiku jika ada ruangan di RSHS yang kosong. Ria. didorong di atas kursi roda. karena yang menangani masalah CAPD di Bandung itu dr. Hal ini aku lakukan atas saran Pak Dadan. Harapan sembuh dan impian untuk keluar dari lilitan mesin cuci darah. aku selalu berprasangka jelek (su’udzon) bahwa sekali atau dua kali mereka mengantar itu merasa senang dan rela. Senin. Agar operasi pemasangan kateter cepat dilakukan. Ria Bandiara. agar saya bisa memesan ruangan kosong di RSHS. Rupanya tidak perlu menunggu lama. Apa mereka masih ridho ? Masih ikhlas? Rasa-rasanya sangat mustahil. menarik dan membangkitkan motivasiku untuk sembuh.00 WIB. Tapi kalau sudah tiga kali. dan ditunggui sampai berjam-jam selama cuci darah. siap kulaksanakan. Penjelasan dr. segara aku tindak lanjuti dengan memeriksakan diri ke dr. bukan pula sebagai robot yang tak memiliki nafsu dan keinginan masing-masing. Namun. Selasa. Aku dan keluarga bahagia sekali. Ria hampir sama dengan informasi yang kudapat dari Pak Dadan. Rasa pesimis berubah arah jadi optimis menyongsong masa depan yang lebih cerah. Hidup yang berkualitas. 31 Juli 2006 sepulang cuci darah pukul 17. Pemeriksaannya sebentar ±1 menit.Mereka selalu bergantian. maka motivasiku untuk melanjutkan perjuangan hidup pun bangkit lagi. aku bertemu dengan dr. jadwal operasi pemasangan kateter hari Kamis 3 Agustus 2006 pukul 10. dan nomor telpon Bapak. karena ia akan pergi ke Cina. Saya minta photo copy Askes saja. Ria menghubungiku lewat telpon. “Pak Asep! Sekarang Bapak pulanglah ke Garut. yang buka praktek di depan RRI Bandung. dan nanti.00 WIB. dan bertugas lagi sebagai seorang pendidik di sekolah dengan baik. tapi ceramahnya banyak sekali tentang CAPD. setelah aku melihat Pak Dadan yang kelihatan bugar dengan cara yang tidak merepotkan orang banyak. karena siangnya ada pasien yang mau pulang. 1 Agustus 2006 pukul 17. Hampir semua kisah hidup pasien CAPD yang ditangani beliau.” begitu katanya. besoknya dr.

Sambil meneteskan air mata karena menahan rasa sakit. Aku menjerit-jerit kesakitan. cup…! Cakit ya?” gayanya seperti seorang ibu yang berusaha membuat berhenti tangis seorang bayi sambil menuliskan resep. Semuanya menyambutku dengan isak tangis bahagia.” Operasi pemasangan kateter di perut. “Maka sesungguhnya didalam kesukaran itu ada kemudahan. menjalani proses operasi dengan penuh kesadaran.. Cahyo sebagai ahli bedah yang memimpin jalannya operasi... Begitu terdengar panggilan dari seorang perawat. Begitu tiba di ruangan asalku dirawat. Tanpa anestesi total. “Aduh. Al Insyiroh ayat 5 dan 6. “Aduh. sedih. kateter itu harus selalu terpasang seumur hidupku. takut menyangkut atau tertarik-tarik. “Keluarga Bapak Asep Qori’in!” katanya dengan nada yang agak keras sambil mencari keluarga kami.cup. Kateter yang terbenam ke dalam perut ±20 cm dan yang di luar ±40 cm.Sungguh. kateter penyambung hidup sudah terpasang. Mulai pukul 11. akan selalu setia menempel dan bergantung. reaksi obat anestesi sudah hilang. Aku berharap proses selanjutnya bisa berjalan lancar. Ria datang menjenguk. Alhamdulillah. kacian. di mana pun aku berada dan ke mana pun aku pergi. sebelah kanan pusar berjalan mulus selama 45 menit. Sehingga aku tahu persis. Dok sakit banget!” dr. Beberapa jam setelah operasi.00 WIB sampai dengan 11. dr. suatu proses yang sangat cepat. Sesungguhnya didalam kesukaran itu ada kemudahan.” 55 . maka kateter luar harus dimasukkan ke dalam kantong yang berupa ikat pinggang.. haru dan iba melihatku yang masih terbaring di atas belangkar. nanti diminum ya! Agar tidak sakit lagi. Ria menjawab sambil menepuk-nepuk pundakku. Tidak perlu menunggu lama untuk beralih ke CAPD. aku berkata. Sujud syukurku hanya kepada Alloh Yang Maha Kuasa. Biar tidak mengganggu aktifitas dan tidak merasa risih. Suatu anugerah dari Alloh SWT sesuai janji-Nya pada QS. Pak Acep. Mas Slamet perawat dari RSKG dan istrinya yang kebetulan perawat di RSHS ikut membantu dan menyaksikan jalannya operasi. Orang-orang yang kucintai sudah menunggu di ruang tunggu. Ya.45 WIB. selamanya. karena perutku sudah dipasang aksesoris. Cup. “Ini obatnya. Kateter akan aman dan steril. kebetulan dr.

Cut Indra dengan begitu cepatnya aku pasang kateter CAPD. hanya tersenyum bahagia. tidak bisa serta merta langsung dipergunakan. Hari Jum’at 4 Agustus 2006 aku kembali bertandang ke RSKG untuk menjalani cuci darah yang seharusnya hari Kamis. Tiba di RSKG aku diomeli 2 orang perawat. Kaliumnya pasti terbuang.Habibie berulang tahun. tinggal beberapa hari lagi Pak Asep bebas makan buah. Minggu pagi aku minta OT (over time) cuci darah di luar jadual. Namun waktu yang dua minggu itu tidak terlalu mulus kujalani. Padahal pasien lain banyak yang mau pasang. RSKG Ny. karena aku menjalani operasi pemasangan kateter. suster.R.Aku nyengir kuda sambil menahan rasa sakit. gak ikut seminar CAPD. Selama dua minggu aku masih menjalani cuci darah. padahal cuci darah seharusnya hari Senin.A. kalau CAPD-nya sudah dipakai boleh makan buah yang banyak. karena sedang menjalani cuci darah. “ Pak Asep. malamnya tak bisa tidur. Aku harus bersabar menunggu selama 2 minggu. Detak jantung terasa berat dan agak nyeri. Aku tergiur dengan apel merah yang ada dikotak plastik itu Aku beranggapan tidak akan terjadi apa-apa walaupun aku makan apel itu sampai habis. Dugaanku. dan perih bekas sayatan pisau operasi. Bapak Jadi Robot Selesai pemasangan harus menjalani cuci darah. kalau Pak Asep enggak bisa nahan!” kateter CAPD. Kamis 10 Agustus 2006. terutama dr. Seluruh pasien dibagi konsumsi makanan berat berupa nasi lengkap dengan lauk pauknya di dalam kotak plastik. tapi malah Pak Asep yang duluan pasang CAPD?” Aku tak berkomentar. Aku pun menerima nasi kotak tersebut. Aku bertahan sampai Minggu pagi. sabar dong! Jangan dulu makan buah-buahan yang berlebihan. Sampai-sampai dr. “Aneh ya Pak Asep ini. dan para perawat RSKG lainnya merasa kaget. Cut berkomentar. salah ! Aku mengalami hiper kalemia. Sabtu sore aku mulai sesak napas. Selama itu pula aku 56 . Dokter. Buktinya seperti ini. masih belum terlaksana.

malah langsung pasang mesin EKG. Pak Asep masih saja bercanda. mengacungkan tangan sedikit dan membelalakkan mata sambil melotot ke arah anakku. tapi memelukku erat-erat. operasi AV shunt.” jawabnya ketakutan. 57 . Dia menangis terisak-isak seperti ketakutan.. ya!” sambil menunjuk ke mesin EKG. mau diapakan lagi?” tatapannya penuh ketakutan. “Sayang! Bapak sekarang mau dijadikan robot oleh dokter. Itu pun pemberian dari sini. “Kenapa kamu menangis? Baru juga bangun. Aku berkata “ Ha…. begitu mendalam dan melekat di pikiran anak? Sampai terbawa mimpi segala. Mungkin di hati dan pikirannya merasa heran. Kok. “Bapak. Kebetulan perawat mau menekan tombol “enter“. kasihan dan heran dengan reaksi anakku. “ Hanya sedikit kok! Hanya sebuah apel merah kecil. “Wah. terbengongbengong melihatku. Aku pura-pura bergerak seperti vampire. Dia tidak menjawab. Besoknya. sekarang dipasang tiga selang cuci darah dan oksigaen ditambah lagi banyak kabel yang tersambung ke komputer dari sekujur tubuh?” Dengan raut wajah yang ketakutan anakku bertanya. Aku tertawa. “Mimpi Bapak dijadikan robot. Padahal niatku hanya bercanda. tidak ketinggalan selang oksigen.” tanyaku.Sambil tersengal-sengal aku masih sempat menjawab. Sambil terisak-isak dia bicara. kemarin operasi pemasangan kateter CAPD. “Mau diapakan lagi ayahku ini? Dulu dia sudah dioperasi usus buntu. Aku berusaha menenangkannya dan meyakinkannya bahwa aku tak mungkin akan dijadikan robot.!” Nazla. Tuh lihat. Nazla. anakku yang ke tiga. Untuk mengetahui kondisi jantungku setelah jarum pistula terpasang. biar pun kondisinya sedang kritis. “Mimpi!” “Mimpi apa?” tanyaku heran. Aneh ya?” komentar perawat. anakku Nazla baru bangun tidur. Aku menjawab dengan maksud bercanda. berbarengan dengan suara “trek” tombol yang ditekan dan keluar bunyi dari printernya. karena mereka tahu aku hanya bercanda. yang baru masuk SDIT kelas 1.” Mereka tak menghiraukan lagi jawabanku. anakku tersentak kaget semua keluargaku yang ikut mengantar dan para perawat tertawa.

walaupun waktunya hampir 30 menit. Ya! Masa pelatihan tiga hari mulai 17 sampai 19 Agustus 2006. di sini juga jadi sepi. hari kemerdekaan RI yang ke. Alhamdulillah bisa sampai 1000 ml/kg. Karena dengan mereka semua aku merasa dekat seperti dengan keluarga sendiri. jalan-jalan.2 kg. Hari dimulainya pergantian cuci darah dengan CAPD. di bawah pengawasan dr. Komentar yang hampir sama terlontar juga dari Ceu Eros. Saat cairan masuk. Pak Kurnia berkomentar. Tidak ada teman sependeritaan untuk berbagi cerita tentang keluhan dan berbagi makanan. sebagai perawat yang teliti dan telaten. Bu Kartini. Aku boleh keluar dulu. padahal sebenarnya aku mau mengobrol banyak kepada Pak Asnali. Pak Asnali yang sedang duduk di kursi roda. Mas slamet. bahagia dan merasa akan kesepian.Kemerdekaan Kamis 17 Agustus 2006. Pengalaman pertama refill memang agak menyakitkan. agak lancar. Aku pun menjadi terharu. Mereka banyak yang mengucapkan selamat. Waktu luang aku pakai bercengkrama dengan teman-teman sependeritaan cuci darah. Saya pulang ikut siapa?” karena ia berasal dari Garut dan sering ikut pulang bareng denganku. Dan mereka akan merasa kehilangan. memulai pelatihan refill CAPD dan dressing penutup luka bekas operasi. Cairan harus disimpan di dalam perut selama 4 sampai 5 jam. Ya. hari kemerdekaanku makan buah apa saja dan lebih banyak. Refill kedua bisa memasukkan cairan dianeal 1. tapi waktunya kurang tepat. karena aku tidak akan cuci darah lagi bersama mereka.61 adalah hari kemerdekaanku dari cuci darah. sambil menunggu waktu refill kedua. Aku salami. Rusma. nyeri sekali. Aku bersalaman dengan seluruh pasien di ruangan itu. setetes demi setetes dianeal dipaksakan masuk. Perlahan. Dia akan 58 . Pak Asep kan suka bercanda!” kata Pak Agus Berlian. “Iya. Pak Rukmana dan yang lainnya. usus di dalam perut serasa ditumbuk-tumbuk. bercanda dan lain-lain. Hari kemerdekaanku dari tusukan jarum pistula. “Wah kalau Pak Asep berhenti cuci darah.

Ya Allah! Malam itu pun. di sebuah kedai makan pinggir jalan. Akhirnya aku hanya berkata. keluar berbarengan. tetapi untuk makanan tetap lapar karena beda saluran. Kami memesan beberapa puluh tusuk sate sapi. manis. Terima kasih. Air mata bahagia dan sedikit ingus. Tidak seperti malam-malam sebelumnya. Aku bersyukur kepada Allah. sungguh di luar dugaan. gurih. di wajahnya masih ada benjolan sebesar telur bebek yang dulu ia katakan sebagai gondongeun.4 kg. Keringat mengucur keluar dari jidatku. Sambil menunggu refill yang siang. Wisata Rohani “Alhamdulillaahilladzi ahyanaa ba’da maa amaatana wailaihinnusuur . karena kenikmatan makan yang pernah hilang sejak enam bulan yang lalu sekarang sudah kembali. Tusuk demi tusuk sate kunikmati dengan lahap. Ya Allah! 59 . dengan cairan 1. Walaupun perutku terasa sesak. lezat dan nikmat kembali kurasakan saat ini. bekas penumpukkan racun akibat tidak cuci darah selama 4 minggu. agar racunnya cepat terkuras. ya! Besok Saya punya waktu. Kursi rodanya didorong anak istrinya.4 kg. Refill terakhir hari pertamaku dilakukan pukul 20. Alhamdulillah. aku tidur pulas. Di jalan aku makan malam dulu karena merasa lapar dan kelelahan. Alhamdulillah lancar. “Kasihan dia!” gerutuku dalam hati.” Begitu do’a yang kupanjatkan saat bangun dari tidur yang lelap dan nyenyak. Pulang ke Saibi aku dijemput Arif. akibat cabe dari acar yang kumakan. suami adikku. Perutku kenyang sekali.” kataku. karena indra pencecapku seolah kembali normal. boleh Pak! Saya tunggu. Rasa asin. Tidur nikmat yang begitu kurindukan berbulan-bulan karena terganggu berbagai keluhan.pulang. Pak Asnali kelihatannya payah.” katanya. Kini aku bisa menikmatinya kembali. badannya loyo. aku puas.45 WIB. “ Pak! Besok Saya ke rumah Bapak ya! Bolehkan?” “ Oh. Nafasnya pendek-pendek. dan sekarang cuci darahnya harus 3x seminggu. Pengalaman hari pertama refill CAPD sungguh mencengangkan. “ Insya Alloh Pak. Cairan bisa masuk 1.

Segala gambar. Makanya kupersiapkan segala brosur. Program pelatihan refill hari kedua harus segera dimulai.00 WIB. Aku bersama istri bergegas lagi pergi ke RSKG. Proses refill memang agak lama dari ketentuan waktu ideal 30 menit ternyata molor sampai 1 jam. Saya merasakan perubahan positif. karena masih terasa nyeri waktu memasukkan cairan. brosur dan tulisan tentang CAPD aku kupas tuntas. 60 . Mas Slamet sudah siap bertugas sebagai instruktur pelatihan.” Pak Asnali seolah menyesali perbuatannya.” aku mulai menguraikan masalah CAPD dengan sedetil-detilnya sampai dia benar-benar mengerti keuntungan dan kerugiannya. Saya datang ke sini justru ingin mengajak Bapak beralih ke CAPD. aku memiliki waktu luang sampai nanti refill kedua pukul 14. Pukul 08. waktu luang tersebut akan digunakan untuk berkunjung ke rumah Pak Asnali yang sudah begitu tulus mengajakku berobat refleksi. kejadian itu anggap saja tak pernah terjadi. “Biar saja Pak! Bapak di kamar istirahat. Pak Asnali masih berbaring lesu di kamarnya sambil menghirup oksigen dari tabung gas kecil yang dimilikinya. menyongsong masa depan.40 WIB. kejadian itu menjadi malapetaka bagi dirinya. cool dan lebih bugar setelah berwudlu dan menjalankan sholat subuh dengan khusyu. malah saya jadi begini. sudah mengajak Bapak ikut direfleksi. Aku berniat mengajaknya beralih ke CAPD. Tapi dia memaksakan diri keluar kamarnya. Selisih volume cairan masuk dan keluar hanya 50 ml/0. gambar dan tulisan tentang CAPD. Fresh. “Sudahlah Pak! Jangan disesali. walaupun baru sehari saya pakai.Jum’at. Lengkaplah kenikmatan hidup ini dengan secangkir kopi susu yang dihidangkan istriku tercinta. Walaupun pada akhirnya. Aku melarangnya. Dia memasuki ruang tengah dengan susah payah. Jangan memaksakan diri!” kataku. 18 Agustus 2006 pagi itu aku merasa lebih siap hidup. agar bisa berhenti cuci darah. Nah. Begitu tiba di rumah Pak Asnali. ke tempat kami duduk. Aku bersama istriku langsung naik lift menuju lantai III ruang CAPD. “Ah. nafasnya sesak. Kelihatan wajahnya pucat. yang harus ditebus dan dibayar mahal dengan dirawat di ICU RSHS dan menjalani cuci darah 3x seminggu sampai penumpukan racunnya benar-benar habis dan kondisi kesehatannya pulih lagi. Agar Bapak bisa sehat lagi. enggak apa-apa Pak! Saya malu oleh Bapak. aku disambut senyum ramah anak istrinya dan disuguhi berbagai makanan dan minuman.5 ons dari 1400 ml menjadi 1450 ml.

“Ya.Tidak hanya Pak Asnali. rasanya tidak akan kuat! Silakan Bapak saja! Saya Shalat Dzuhur saja di rumah. 61 . Amiin! Alfatihah!” Semua jama’ah tertunduk kepalanya memanjatkan do’a kepada Allah Swt demi kesembuhan Pak Asnali. Biaya oprasi pasang carteter saja hampir Rp. Terngiang di telingaku bagian pengumuman mengenai Pak Asnali. Dadaku tiba-tiba terasa sesak. Titip istri saya di sini. ya Pak?” kataku dengan nada bercanda. malah diping-pong. 9 juta. kami mohon do’anya demi kesembuhan salah seorang warga kita yang sedang mengalami cobaan dari Alloh Swt. Anak saya sudah mencoba mengurus pembuatan Askes Gakin. 4. dan keikhlasan menerima ujian ini. Kalau tanpa Askes Gakin pasti akan terasa berat. enggak apa-apa Pak! Biar saya sendiri ke Mesjid. enggak punya Pak! Ada juga Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) yang harus diperbaharui tiap bulan.” jelas Pak Asnali. “Askes Gakinnya punya?” tanyaku penasaran. Keluarganya diberi kesabaran dan ketabahan serta menjadi amal sholeh di hadapan Allah Swt. “Bapak-bapak ahli jum’at.5 juta per bulan. 4 juta s/d p. Akhirnya kembali ke SKTM. Kemudian aku bertanya masalah Askes Keluarga Miskin (Gakin) sebagai kartu jaminan dari pemerintah. DKM mesjid memberikan pengumuman mengenai uang infak. Ini juga susah mengurusnya. “Ya! Pokoknya istri Bapak dijamin utuhlah! Tenang saja!” sambil memaksakan diri tersenyum Pak Asnali memberikan jaminan. Mudah-mudahan Pak Asnali diberi kesabaran. Aku terdiam. kuat Shalat Jum’at enggak?” “Wah. nama khotib dan imam Jum’at serta pengumuman warga sakit. Batinku terus berceloteh tentang penyesalan dan ketidak berdayaanku untuk menolong dan mengajak Pak Asnali beralih ke CAPD. Aku melirik jam tangan dan mengajak Pak Asnali Shalat jum’at. ke sana ke mari. Mudah-mudahan deritanya dijadikan kifarat dan penebus dosa. Aku tak kuasa menahan air mata sebagai rasa iba dan haru. bingung. Shalat Jum’at sebentar lagi. Sebelum khotib naik ke mimbar. begitu juga diriku. “Pak. Waktu terus berjalan. belum cairan dianeal dari Enseval ±Rp.” jawab Pak Asnali pelan. “Waduh. Pak Asnali. keluarganya pun kelihatannya mengerti dan merasa tertarik dengan system CAPD. Dan cepat-cepat disembuhkan kembali seperti sedia kala agar bisa beribadah bersama-sama seperti kita semua. beliau sedang menderita penyakit yang serius.

Belum lagi orang tua. Walaupun hubungan mereka itu sebagai ibu-anak. rakyat-pemimpin. Apalagi hanya sebagai sahabat. Cililin tak terlewatkan.000.Air mataku semakin deras. Pasti. adik-adik. 399. ayah-anak. Sedangkan kondisinya sangat mengkhawatirkan. Punya Askes. Aku yang kebetulan berbekal sedikit ilmu dan kuamalkan sebagai guru SMP selama 17 tahun menjadi PNS. Pak Agus Berlian dan seorang pasien yang marah-marah di ruang tunggu gara-gara tidak bisa cuci darah karena tidak memiliki uang Rp. balasannya sudah terasa. Bagaimana jadinya Pak Kurnia. setiap jama’ah Juma’t di kampung halamanku. karena tak memiliki Askes. Rohaniku semakin terbang jauh membayangkan rekan-rekanku senasib lainnya yang tidak memiliki Askes. Jangankan di akhirat. Kemudian. Aku 62 . anak istri. Sebagai bukti empirik. setelah kejadian tadi. Terus berkelebat di dalam bayanganku. Jangankan berpikir dan berusaha mencari uang. Ketika seorang manusia tidak bisa memberi atau meminta pertolongan dari yang lainnya. Semuanya tergantung pada amal baik atau buruk dia sendiri saat hidup. Berkat do’a mereka semua. Tangis rasa syukurku semakin menjadi-jadi. Aku yakin dengan haqqul yakin bahwa Allah akan memberikan jalan keluar atau obat untuk penyakitku ini. sehingga berbagai biaya operasi atau untuk persediaan cairan dijamin gratis. Keinginannya untuk memiliki Askes Gakin pun harus dia pendam dalam-dalam karena berbagai kendala birokrasi. Pak Kurnia. Pak Asnali. Padahal bagi orang lain belum tentu bisa didapat dengan cuma-cuma. bahkan ibu-ibu pengajian Minggu yang diselenggarakan oleh ibu mertuaku di Gunung Halu. murid-guru. Allah Yang Maha Kasih dan Maha Sayang memberikan kemudahan bagiku untuk sembuh. aku tidak bisa mengalihkan fasilitas yang bisa kuterima kepada orang lain. dia tidak bisa mendapatkan fasilitas itu. di dunia saja hal ini bisa terbukti. suami-istri.00 padahal kepalanya sudah tak tahan menahan sakit akibat kadar ureum dan kreatinin yang tinggi. Sedangkan Pak Asnali yang berprofesi sebagai pedagang sea food. Aku benar-benar bisa membayangkan kejadian nanti di hari pembalasan. dan yang lainnya bila sudah kehabisan materi untuk transport dan bayar cuci darah? Bila profesinya tak bisa menghasilkan uang karena tak bekerja. menyiapkan mental dan kesabaran menghadapi penyakit yang mereka derita saja sudah berat. murid-muridku dan rekan-rekan guru di SMPN 1 Banyuresmi selalu memanjatkan do’a bagiku. saat terbayang di benakku orang-orang yang mendo’akan kesembuhanku. ibu-ibu pengajian hari Kamis.

bukan pula istrinya. melainkan anaknya. Sambil kupegang erat tangannya.Nya. Tangisku tak bisa berhenti sampai khotib selesai berkhutbah. memerah. bahkan shalat Jum’at dan ba’da shalat pun aku masih juga menangis. istriku juga ikut menangis. Aku merasa sedih dan menyesal sekali tidak bisa menolong Pak Asnali. “Wa’alaikuum salaam!” jawabku. “Dengan siapa ya?” tanya dia. Aku diberi kemudahan. “Saya. aku bergegas berpamitan dan mengajak istriku menuju RSKG untuk melanjutkan proses pelatihan refill CAPD. aku kembali merindukan Pak Asnali. “Oh…. Cuci darah. aku berurai air mata dan menceritakan wisata rohaniku kepadanya.tak habis pikir. Segera aku menelpon ke rumahnya untuk mengetahui keadaannya. Baru kali ini. berterima kasih tiada hingga kepada. Akhir Desember 2006. Di perjalanan. yang lebih baik. Akhirnya. karena besok kami akan pulang. Bapak mah sudah tidak ada!” katanya dengan nada keheranan. bagaimana jadinya ketika mereka pada akhirnya pasrah. menyerah dan terkapar dalam kondisi yang mengenaskan. Sujud syukurku pada raka’at akhir shalat serasa sempurna. Karena mataku bengkak. 63 . Aku bersyukur sekali kepada. bisa bicara dengan Pak Asnali?” aku sudah tak sabar ingin mendengar suaranya. kelancaran dan jalan keluar dari penderitaan yang menjadi momok bagi banyak orang. karena aku sudah berhenti cuci darah hampir 4 bulan sehingga aku tak pernah mendengar kabar beritanya. dan masih sembab. istriku mengintrogasiku dengan nada penuh keheranan. “Kenapa Pak? Ada apa? Cerita dong! Mimih siap mendengarnya!” Aku tidak menjawab. Dia bertanya. “Assalaamu’alaikuum!” katanya. Makanya. Kebetulan yang mengangkat gagang telepon itu bukan dirinya. Ih… bayanganku semakin ngeri! Kembali aku menafakuri kemurahan Allah yang Maha Rahiim. Tangis bahagia. selamat tinggal! Mataku bengkak dan merah. Asep Qori’in dari Garut. Hampir satu minggu aku selalu teringat padanya. malah tangisku semakin menjadi. Sulit menyembunyikan wajahku yang berantakan habis menangis.Nya. aku merasakan khusyunya Shalat Jum’at dan merasa begitu dekatnya dengan Allah yang membimbingku menuju kehidupan baru. dengan keterampilan refill dianeal CAPD dan dressing penutup luka.

cape dech!” memang proses refill tiap hari 3 sampai dengan 4 kali membuat kita cape dech! Tapi jika dibandingkan dengan cuci darah yang menyita waktu banyak. karena jarak rumah ke tempat cuci darah yang jauh. Berpuluh-puluh bahkan beratus-ratus km seperti rumahnya Pak Dadan. rasanya lebih mengerikan. selain cangkok (transplantasi) ginjal. wisata rohaniku saat shalat Jum’at dulu tak perlu menunggu lama. Peristiwa yang mengenaskan itu benar-benar terjadi hanya beberapa bulan seteleh pertemuan terakhir kami. sahabat sejati sependeritaan kini telah tiada. Kenyatannya. Sekali waktu terjadi kram karena terlalu banyak cairan yang ditarik mesin melebihi dari berat kering tubuh. atau terlalu tinggi kemudian pingsan. Luky. diterima iman Islamnya dan diampuni dari segala dosa dan kekhilapannya. Wah. “Neng. tolong ya sampaikan kepada ibu. Hidup Bersama CAPD makin PD Kloning ginjal hanyalah impianku. Tanggerang-Bandung. Jarak tempuh Pamijahan-Bandung. Ibu bersama keluarga yang ditinggalkan mudah-mudahan diberi kesabaran dan ketabahan menerima cobaan yang berat ini. saya minta maaf karena tidak tahu bahwa bapak telah tiada. tensi yang tiba-tiba rendah. Banyak orang yang mencemooh dengan perkataan “CAPD. Sekarang sudah hampir seratus harinya.” katanya meyakinkan. Ya. Selain itu kalau terjadi drop. 64 . Amiin!” do’aku sambil menutup pembicaraan. bukan waktu yang sedikit. masih ada jalan lain yang bisa lebih nyaman dari cuci darah. dan lain-lain. Belum rasa sakit ditusuk-tusuk oleh jarum pistula yang besar.“Apa dia sedang keluar?” tanyaku. Proses cuci darahnya 4 sampai dengan 5 jam tidak bisa bergerak ke manamana. Saya hanya bisa berdo’a mudah-mudahan arwah beliau diterima di sisi Allah Swt. Pameungpeuk-Bandung. Peristiwa itu menimpa seorang pasien gagal ginjal yang baik hati. Rupanya. CAPD merupakan alternatif perbaikan kualitas hidup seorang penderita gagal ginjal kronik. “Bukan Pak? Pak Asnali mah sudah meninggal. Lebih capek dech dibanding CAPD. Pak Agus. “Innaalillaahi wa innaailaihiiraaji’uun…” kataku dengan penuh rasa haru dan iba. setelah mendengar kabar yang sangat menyedihkan itu.

Cairan pembuangan tidak kuning dan jernih. mengalami selisih lebih volume cairan masuk dan keluar sampai akumulasi 1kg per hari. Pernah mengalami infeksi peritoneum. Setiap refill. Alhamdulillah. yang mengakibatkan cairan keruh dan banyak fibrinnya. Berarti kenaikan berat badan yang signifikan. Kendala pertama. Aku sudah merasa nyaman dengan CAPD. Dalam waktu 3 bulan bisa naik 12 kg. Penumpukan cairan pada tubuh yang membuat repot juga di dua minggu awal CAPD.5 kg cairan di tubuh.Beberapa bulan saja berat badanku kembali normal. tiba-tiba badan menggigil dan cairan keruh banyak fibrinnya. daya tariknya cairan pengeluaran kurang. Infeksi terjadi akibat dari kelalaianku mengganti cairan (refill) di atas mobil. lancar. Alhamdulillah. Hebat! Memang diawal-awal CAPD ada beberapa masalah. Kepalaku yang sering pusing. Penggantian cairan atau refill bisa dilakukan di mana saja. Pemberian anti biotik “gentamicin” dimasukkan ke dalam bag cairan yang mau dipakai sebanyak 40 mg/2 lt dapat dengan cepat menanggulangi infeksi. Bengkakbengkak di tubuh harus ditarik lagi memakai mesin cuci darah. Wajar. Jika sudah tiba jadual cuci darah. Keesokan harinya. Sehingga volume cairan pun berkurang. asal memenuhi syarat kebersihan dan cuci tangan. baru aku berobat ke RSKG. Perubahan kondisi badan itu terasa sekali. setelah kejadian itu sampai sekarang lancar-lancar saja. Makan pun rasanya nikmat. Setelah kejadian itu. Rasanya senang juga mendapatkan pelayanan dan jaminan kesehatan yang baik dari semua instansi. 2 September 2006 terpaksa harus ditusuk lagi jarum pistula. Bisa bepergian jauh berhari-hari tanpa harus dibatasi waktu seperti saat cuci darah. Pasti ada penyesuaian tubuh yang harus melalui proses. Sekarang. sekarang jarang terjadi. tidak ada kendala yang berarti. Dari hasil tes laboratorium cairan tanggal 30 Agustus 2006 terdapat 497 sel bakteri/virus. Obatobat tensi yang harus selalu dikonsumsi selama 2 tahun sekarang sudah berkurang bahkan tidak sama sekali. aku mesti datang ke tempat cuci darah. Hari keduanya. banyak penumpang dan sedang macet di tengah jalan. PT Askes yang memberikan fasilitas gratis 120 bag cairan 65 . hanya tinggal membawa cairan sebanyak yang dibutuhkan selama bepergian. dari 44 kg menjadi 56 kg dalam waktu 3 bulan. Sabtu. namanya juga masa-masa adaptasi. (cuci darah bonus). Tempatnya tidak steril. untuk mengeluarkan 4. Inilah yang mengakibatkan kaki dan badanku bengkak-bengkak.

Tempat itu adalah Musholla. Aku mencari DKM sebagai pengurus Musholla itu untuk meminta izin. sebagai distributor tunggal di Indonesia siap mengantarkan produk Baxter ke seluruh pelosok tanah air.00 adalah saatnya jadual refill cairan. Bukti empiris bahwa ilmu Allah Swt itu sangat tinggi. apabila ada keluhan.untuk refill 4 kali per hari setiap bulan. Orang-orang yang selesai shalat dan akan shalat banyak yang melihatku dan menghujaniku dengan pertanyaan tentang CAPD. harus diganti dengan hal yang melibatkan ratusan bahkan ribuan orang yang terlibat dalam penyediaan alat dan bahan seperti tadi. Pengeluaran cairan selesai.SDJ. Allahu Akbar ! Ada juga pengalaman yang menyakitkan yaitu pada saat akhir bulan Ramadhan 1428 H. Pukul. aku shalat Dzuhur. Begitu pula terhadap produk Baxter yang berkualitas. tinggal pemasukan. Aku memilih sudut belakang Musholla. tapi tidak ada yang tahu. Sambil melakukan refill kujawab semua pertanyaan itu dengan penuh kesabaran. Mungkin orang-orang yang sedang shalat pun sama seperti diriku yang kebetulan singgah. Jadi hanya 10 menit lagi waktu yang aku butuhkan. organ tubuh produk Allah Swt yang bentuknya sebesar kepalan tangan manusia. Aku menemukan tempat yang tepat. sebagai karyawan handal siap berkunjung ke rumah pasien untuk memberikan konsultasi gratis tiap bulan dan selama 24 jam siap dihubungi. Sekarang ia sudah pindah tempat kerjanya. Setelah berwudhu. tapi sudah diganti karyawan lain yang sama handal. Kalbe Farma sebagai perusahaan yang memasarkannya sudah membuktikan diri bisa bertindak professional. 13. tempat konsumen berada dengan tepat waktu. Pak Sutisna. kerepotan semua pihak untuk menanggulangi kerusakan ginjal seseorang. sekalian berjalan-jalan dan shopping persiapan lebaran. Subhanallah! Luar biasa jika kita tafakuri. aku pergi ke Tasikmalaya untuk memproses pemesanan cairan dianeal CAPD ke PT. selesai shalat kemudian aku membuka ikat pinggang kantung kateter dan memasang twins bag dianeal cairan CAPD. bersih dan ada mejanya yang berupa rak buku. Anak istriku tengah berbelanja di pusat perbelanjaan kota Tasikmalaya. 66 . menunjukkan perhatian tinggi terhadap konsumennya. agar tidak mengganggu kekhusyuan orang yang sedang beribadah. steril dan praktis.H. Enseval Putera Megatrading Tbk. Atau menggunakan mesin cuci darah yang ukurannya sebesar kulkas. PT Enseval Putera Megatrading Tbk.

Hiper kalemia sudah terbukti sebagai penyebab utama kematian. Nih. dan akibatnya infeksi. ”Bapak tahu ini tempat suci?” Aku berusaha menjelaskan. Suatu tes cairan buangan. Saya jamin tidak ada setetes air pun yang akan mengotori Musholla ini. Sambil menunggu hasi laboratorium. dan saya pun tahu ini tempat suci. minimal mengalami sesak nafas sehingga harus OT(over time) artinya harus menjalani cuci darah ekstra di luar jadual. Stand yang menjadi tujuan utamaku jelas. Buah-buahan yang paling aku suka adalah durian. aku bersama istri berjalan-jalan dulu ke mall. aku tak pernah mencicipinya.Tiba-tiba seorang pemuda menghampiriku dan mengusirku dari tempat itu. namun dia terus saja ngotot. Tentu aku ingin segera menikmati harumnya dan lezatnya buah durian. Aku terus membujuknya. Tapi tidak ada yang tahu. Sebentar lagi akan selesai. aku harus menjalani tes PET. Kata dokter juga tidak boleh ada debu. pokoknya Mimih harus beli durian. Hasratku untuk mencicipi buah durian begitu besar.” Pemuda itu rupanya belum paham. agar bisa menentukan tingkat keberhasilan terapi pengganti ginjal dengan sistem CAPD. tapi masih takut. tempat beribadah. sehingga harus OT. coba lihat sendiri!” sambil kuperlihatkan posisi kateter. Baru dia menganggukan kepala sembari menggeloyor meninggalkanku. “Mih. tapi dari perut saya.” kataku berusaha menjernihkan situasi. ia tak mau kejadian sesak napas tiba-tiba terulang lagi. itu kan air najis!” kata dia. tempat buah-buahan. Aku merasa was-was tentang bagaimana nanti hasil PET tersebut. Pengalaman lain yang cukup menarik yaitu saat pulang dari RSKG setelah menjalani tes PET. “Di luar saja Pak! Jangan di dalam. “Maaf. Apalagi saat cuci darah aku harus diet buah dan sayuran karena terlalu tinggi kaliumnya. Aku memaksa istriku untuk membeli buah durian yang sudah dikemas dalam plastik transparan. “Saya tidak bisa melakukan refill ini di luar takut kotor kena debu nantinya. Istriku masih trauma dengan pengalaman pahit waktu aku masih cuci darah. “Ginjal saya rusak. Tapi semenjak dinyatakan gagal ginjal kronik. Cairan kuning ini bukan keluar dari tempat kencing. ya… ! Bapak sudah tak tahan dengan keharumannya yang begitu menggoda. Bapak hanya akan 67 . tinggal 5 menit lagi. Saya tadi mencari Anda sebagai pengurus Musholla ini sebelum melakukannya untuk meminta izin. agar terhindar dari infeksi. Pada hari Kamis 26 Oktober 2006. Sekarang. Makan durian merupakan hobyku sejak kecil.

Aku masih penasaran ingin segera mengetahui hasil laboratoriumku. 68 . apalagi setelah disuruh tampil oleh Prof. Tak lagi banyak basa-basi istriku langsung menyambar kemasan buah durian Montong yang dagingnya kelihatan kekuning-kuningan.menciumi harumnya saja sambil menunnggu hasil laboratorium diketahui. Bapak bisa tahan?” tanya istriku masih ragu. perjalananku baru sampai kawasan Nagreg. lezat dan nikmat. aku sempat berseloroh. Pucuk di cinta ulam tiba. “Mungkin nanti sore hasinya Pak! Jika Bapak mau pulang silakan saja. Rusma belum bisa memberikan keterangan tentang hasil laboratoriumku. “Yakin!” kataku mantap. Ada hal yang membanggakan. besar-besar dan harum sekali. Bapak akan memakannya. RA Habibie. Bapak tidak akan berani memakannya.” Akhirnya aku pun pulang ke Garut dengan harap-harap cemas. “Pak Asep. Deg-deg plas jantungku saat membuka pesan singkat itu. kini sudah dikembalikan oleh Allah Yang Maha Pemberi Nikmat.” Begitu kalimat yang kubaca di layar Hp-ku. Terutama ingin segera menikmati makan durian yang sudah di depan mata. kaliumnya rendah hanya 3. dr.” “Yakin. Namun dia berjanji akan segera mengabariku secepatnya lewat SMS. Bapak tinggal makan buah aja yang banyak. karena kusimpan di atas deks boards. Jadi. walau sebagian sudah tiada atau tidak bisa hadir karena kondisinya sedang jelek. Enday agar aku membuka ikat pinggang tempat kateter CAPD dan menunjukannya kepada seluruh peserta yang hadir. Segera kulayangkan sebuah SMS kepada dr. Hampir semua pasien menganggap akulah yang paling bugar. Malah. biasanya bijinya kecil-kecil begitu juga rasanya pasti manis. Beberapa menit kemudian Hp-ku berbunyi sebagai tanda ada pesan baru yang diterima. Kemasan plastik durian langsung kurobek dan kumakan isinya dengan penuh gairah. Tapi kalau hasil laboratorium menyatakan bahwa kaliumnya tinggi. seluruh karyawan dan pasien RSKG Ny. Rusma dengan harapan mudah-mudahan hasilnya sudah ada. Sujud syukurku kembali terulang saat beristirahat di mesjid Uswatun Hasanah. Aku bisa bertemu kembali dengan teman-teman sependeritaan. Hampir tiba waktu Ashar. Awal November 2007. Nanti saya kabari lewat SMS. aku bersorak kegirangan. Nanti kalau sudah terbukti kalium darah Bapak normal. aku mengikuti acara silaturahmi Halal Bil Halal pimpinan. Nikmat yang beberapa bulan terakhir dicabut dari kehidupanku. Nagreg. sayang sekali hasil tes itu.1. apa lagi kalau di bawah normal.

Banyak yang menghubungiku lewat telepon. Pak Kurnia. keluarganya atau orang awam sekalipun. ternyata diriku masih berguna bagi orang lain. Sekarang hari-hariku kian indah. harus dicecep seperti anak sunat. Depresi dan perasaan serasa tak berguna.” Hadirin tertawa. Ceu Eros. aku juga terpilih sebagai pasien teladan. dan sehat baik bersama cuci darah maupun CAPD. Pak Agus Berlian (Alm). 18 Februari 2008 baru saja aku ganti transferset yang ke tiga kalinya. sekarang hilang. Prof! kalau di kampung saya sebelum saya memperlihatkan kateter ini. Luky. Semoga yang masih bertahan hidup diberi umur panjang. dan kawan-kawan yang lainnya semoga mereka diterima iman Islamnya. dan tetap selalu minum vitamin 4 S : Shalat. ketundukkanku dan pengabdianku kepada Allah Swt. seruangan dan sejadual sudah 12 orang yang berada tenang di alam baka. Rekan-rekanku yang biasanya memiliki jadual cuci darah setiap hari Senin-Kamis sore semuanya tinggal 5 orang lagi. ada juga yang sengaja datang ke rumah untuk menanyakan masalah CAPD. Ibu Dekan (Almh). Aku tetap bangga menyandang gelar Asep CAPD atau Asep cape dech. Rasa percaya diriku timbul lagi setelah melalui proses hidup yang panjang. Pak Otong (Alm). semangat. Pak Rukmana (Alm). Senin. Berarti rekan sependeritaanku. Maman (Alm). walaupun hanya sebagai guru BP. Mudah-mudahan bisa menjadi bentuk ibadahku. bahkan ada yang menyebutkannya terbalik menjadi Asep CPAD. Pak Asnali(Alm). Pak Sya’ban (Alm). dan lain-lain. Pada sesi akhir acara. Bu Kartini dan aku sendiri. lebih sehat. Biarpun harus selalu disiplin menunaikan refill 4 kali sehari secara rutin dan kontinyu. Amiin! 69 . Pak Barnas (Alm). dari 17 orang pasien satu ruangan.“Maaf. Alhamdulillah. sabar. Setelah aku dimuat di bulletin ginjal RSKG. Semakin PD hidup bersama CAPD. Mudah-mudahan jadi kifarat dosa-dosaku dan bisa mengantarku menggapai keridhoan-Mu. di samping shalatku yang 5 waktu. Sekarang aku bisa kembali bertugas pergi ke sekolah. Memang tidak hanya yang cuci darah saja. baik pasien cuci darah. yang CAPD juga ada yang sudah mendahului kami. Kini aku naik peringkat menjadi nara sumber CAPD bagi banyak orang. Prof.

Email : bang_qory@yahoo.d SMAN di Garut sampai dengan tahun 1986. S. Memiliki 4 orang anak. Pendidikannya kemudian dilanjutkan di Fakultas Bahasa dan Sastra IKIP Bandung (UPI sekarang) jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia program D2 yang diselesaikannya pada tahun 1988. Faris Fajar Wibawa.Mengenai Saya bang_qory Asep Qoriin.co.Dinyatakan mengalami penyakit “Gagal Ginjal Terminal” 20 Februari 2006. Selesai menjalani pendidikan D2 di IKIP Bandung. anak pertama dari lima bersaudara. Dibesarkan di pinggiran Situ Bagendit. Banyuresmi. Penulis menikah dengan Fatmah Tresnasih. Nazla Gina Farfasya dan Fhatiya Bilqis Saida. Garut lahir tanggal 5 Februari 1967. Ulfa Shofi Agnia.Pd. Sering menulis puisi. cerpen dan naskah drama yang dipentaskan di sekolah tempatnya mengajar. diangkat menjadi PNS di SMP 1 Banyuresmi sampai sekarang.Melatih siswa dan anak-anaknya untuk membaca puisi dan mendongeng hingga mereka bisa meraih juara tingkat propinsi Jawa Barat. A. SD s.id 70 . Kemudian melanjutkan kembali ke D3 th 1996 – 1997.Pd. anak dari Entin Hartini (Almh) dan ayah Oman Abdurahman.Md.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful