• • • • • • • • • • •

Home Berita Forum Ketenagakerjaan Infotainment Humor Musik asik Hong Kong Korea Malaysia Contact

Home » Gagal Ginjal Sama Dengan Menguras Banyak Biaya

Gagal Ginjal Sama Dengan Menguras Banyak Biaya

Ginjal merupakan organ yang penting dalam sistem metabolik tubuh manusia karena memiliki fungsi utama sebagai penyaring racun dan zat sisa dalam darah. Bila ginjal rusak dan sudah mengalami gagal ginjal, maka biaya yang dibutuhkan tidaklah sedikit. Ginjal merupakan filter yang sangat baik, fungsi utamanya adalah untuk membersihkan racun dan mengeluarkan limbah dari darah. Ginjal juga berfungsi untuk mempertahankan volume dan komposisi cairan tubuh, serta untuk mengeluarkan hormon yang membantu produksi sel darah merah. Oleh karena itu, ginjal memainkan peran utama dalam mengatur tekanan darah dan menyeimbangkan elektrolit penting yang menjaga ritme jantung. Selain berfungsi untuk menyaring dan membuang zat-zat yang tidak diperlukan dan mempertahankan kandungan nutrisi dan mineral yang diperlukan tubuh, ginjal juga berperan dalam keseimbangan sirkulasi darah dalam tubuh, yakni dengan mengatur tekanan darah, memproduksi sel darah merah.

1

Setiap hari, ginjal memfilter 180 liter darah. Ginjal menerima 100-120 mL darah per menit, di mana jumlah ini sangat besar dibandingkan dengan ukurannya yang kecil. Hal tersebut berarti setiap harinya ginjal memfilter darah sebanyak 50 kali dalam sehari. “Kerusakan ginjal ringan terjadi bila fungsinya sudah kurang dari 90 persen. Dan bila kurang dari 15 persen, maka artinya pasien sudah mengalami gagal ginjal yang obatnya harus hemodialisis (cuci darah) atau transplantasi (cangkok),” jelas dr Dharmeizar, SpPD-KGH, Ketua Perhimpunan Nefrologi Indonesia (Pernefri), dalam acara Konferensi Pers ‘Hari Ginjal Sedunia: Sayangi Ginjal Anda, Minumlah Air Putih yang Cukup!’ di Hotel Akmani, Jakarta, Selasa (6/3/2012). Menurut dr Dharmeizar, bila sudah mengalami gagal ginjal, diperlukan terapi pengganti ginjal yang biayanya tidak sedikit. Berikut biaya yang harus dikeluarkan untuk menjalani terapi pengganti ginjal: Hemodialisis (cuci darah) 1. Dilakukan seminggu 2 kali 2. 5 jam per sesi 3. Biaya per tahun Rp 50-80 juta CAPD (Continuous Ambulatory Peritoneal Dialysis atau cuci darah lewat perut) 1. Pemasangan kateter Rp 10 juta 2. Biaya CAPD per tahun Rp 50-75 juta Transplantasi ginjal 1. Pretransplantasi dan prosedur Rp 200 juta 2. Biaya per tahun Rp 75-150 juta Gagal ginjal biasanya berawal dari penyakit ginjal kronik, yaitu menurunkan fungsi ginjal. Pada kondisi ini orang biasanya tidak merasakan gejala yang terlalu berarti sampai akhirnya didiagnosis dengan gagal ginjal, yang artinya fungsi ginjalnya kurang dari 15 persen. Gagal ginjal terjadi karena organ ginjal mengalami penurunan hingga menyebabkan tidak mampu bekerja dalam menyaring elektrolit tubuh, menjaga keseimbangan cairan dan zat kimia tubuh (sodium dan kalium) dalam darah atau produksi urine. Ada beberapa faktor yang menyebabkan orang mengalami kerusakan atau gagal ginjal: 1.Diabetes melitus 2.Hipertensi 3.Kelainan ginjal (penyakit ginjal polikistik) 4.Penyakit autoimun 5.Penyumbatan saluran kemih 6.Kanker 7.Rusaknya sel penyaring pada ginjal.

2

“Pengidap penyakit ini ditandai dengan lemas, tidak ada tenaga, nafsu makan, mual, muntah, bengkak, kencing berkurang, gatal, sesak napas, pucat atau anemia,” tutup dr Dharmeizar. Popularity: 1% [?] AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA Kemajuan teknologi kedokteran yang berkembang pesat saat ini memungkinkan para penderita gagal ginjal menjalani rutinitas cuci darah (dialisa) sambil bekerja, cuci mata di mall, bahkan sambil bercinta dengan pasangan! Padahal di masa lalu, kegiatan dialisa harus dilakukan di rumah sakit sambil terbaring lemah selama 5 jam, sebanyak tiga kali seminggu. Belum lagi perasaan gatal di sekujur tubuh sebagai dampak dari terapi cuci darah tersebut. Terapi cuci darah yang begitu praktis itu bernama Continuous Ambulatory Peritoneal Dyalisis/CAPD atau dialisis tanpa mesin dan dapat dilakukan secara mandiri oleh penderita gagal ginjal. Metode ini merupakan metode alternatif dengan menggunakan membran semipermiabel yang berfungsi sebagai ginjal buatan, sehingga mampu menyerap cairan pembersih ke dalam rongga ginjal. Dalam waktu 4 sampai 6 jam dengan frekuensi 4 kali sehari, terjadi proses difusi serta ultrafiltrasi dalam ginjal, sehingga zat racun yang ada di dalamnya terserap ke luar dan diganti cairan baru. Karena masih tergolong teknologi baru, biaya CAPD masih tergolong mahal. Umumnya, biaya yang dikeluarkan peserta terapi CAPD saat ini masih sebesar Rp 4,2-Rp 5 juta setiap bulannya. Namun, biaya sebesar itu menjadi tak berarti, jika melihat kondisi tubuh penderita yang bugar dan tetap produktif seperti sebelum terkena gagal ginjal. “Karena pasien tetap bisa bekerja dan melakukan segala aktivitas seperti biasa, layaknya orang sehat. Bedanya, peserta CAPD punya kantong kecil di perutnya untuk pergantian cairan dialisat itu,” kata Direktur Medik RS PGI Cikini, Tunggul Situmorang dalam acara peluncuran website sahabat ginjal.com yang disponsori PT Kalbe Farma, di Jakarta, belum lama ini. Pengalaman Karyono (45), karyawan swasta yang telah menjalani terapi CAPD selama tiga tahun ini agaknya bisa jadi pelajaran. Karyono mengaku, kualitas hidupnya makin membaik setelah ikut terapi CAPD. Selain itu, ia bisa kembali bekerja dan sama produktifnya seperti sebelum sakit. “Awalnya saya ragu, karena banyak informasi negatif yang saya dengar soal CAPD. Tetapi karena atasan terus mendesak, akhirnya saya beranikan untuk menjadi peserta CAPD. Bahkan, saudara-saudara saya heran karena raut muka dan badan saya yang terlihat lebih segar. Dan yang terpenting saya sudah bisa tidur enak, sebelumnya saya selalu merasa lemas, letih, gelisah,” katanya mengungkapkan. Belum Memasyarakat Dr Tunggul menjelaskan, terapi dengan menggunakan pergantian cairan dialisat ini sebenarnya telah masuk ke Indonesia sejak 2004 lalu, namun tidak banyak diketahui masyarakat. Melihat manfaat CAPD yang begitu besar, pihaknya tergugah untuk terus mensosialisasikan CAPD kepada masyarakat luas di Indonesia sebagai salah satu alternatif penanganan bagi penderita gagal ginjal. Selama ini dikenal dua metode dalam penanganan gagal ginjal. Pertama, transplantasi ginjal dan kedua, dialisis atau cuci darah. Sebenarnya metode pertama memiliki lebih banyak keunggulan karena dapat menggantikan fungsi ginjal yang rusak. “Hanya saja masalahnya, masih sedikit donor yang mau memberikan organ tubuhnya. Selain itu

3

Selain itu. Ditanya faktor penyebab utama terjadinya gagal ginjal. dengan memasukkan cairan dialisat ke dalam rongga itu. penyebab utama adalah hipertensi (darah tinggi) dan diabetes atau kencing manis. biayanya sangat besar. Pembersihan ini dilakukan dengan dua cara. “Kunci utama dari terapi CAPD adalah menjaga kebersihan lubang yang menghubungkan ginjal dalam perut dengan dunia luar. darah tidak dikeluarkan dari dalam tubuh. 4 . “Akibatnya beban jantung menjadi bertambah dan menyebabkan gangguan tekanan darah. darah baru dimasukkan kembali ke dalam tubuh.” katanya. Karena itu. yakni membersihkan darah dari zat-zat yang tidak berguna pada tubuh dan menjaga kestabilan kandungan darah di dalam tubuh. dan proses dialisis pun bekerja selama 24 jam sesuai dengan kerja ginjal secara alamiah. Darah dibersihkan dengan menggunakan cairan pembersih (dialisat) dalam serat-serat dializer itu. tiba-tiba dokter mendiagnosa Anda terkena gagal ginjal. dr Tunggul mengaku tidak tahu pasti.jarang sekali ditemukan donor yang cocok dengan penderita gagal ginjal.” kata Situmorang. Saat ini sudah berkembang metoda PD dengan berbagai cara seperti CAPD atau APD. Keuntungan CAPD adalah lebih memudahkan pengendalian kimia darah dan tekanan darah. “Pasien juga tidak perlu datang ke rumah sakit untuk melakukan cuci darah. yakni tidak mengganggu jantung. kontaminasi dengan hepatitis lebih kecil. Tentang jumlah pasien CAPD di seluruh Indonesia . yaitu kantong cairan dialisat. Proses yang berlangsung terus-menerus selama 24 jam setiap harinya itu. Selain itu juga meningkatkan kadar lemak dan mengakibatkan kegemukan (obesitas). Pada HD. Sementara di dunia. sehingga terapi dengan metode itu pun lebih alami. Keunggulan utama CAPD adalah kemudahannya. penderita gagal ginjal lebih banyak melakukan terapi dialisa atau cuci darah. Cairan ini dibiarkan selama empat hingga enam jam hingga akhirnya dikeluarkan kembali. Sedangkan. saya selalu mengingatkan pada pasien untuk menjaga kebersihan. Sedangkan pada metode PD. maka biayanya sangat mahal. serta sakit pinggang. kekurangan CAPD adalah sering kali menimbulkan infeksi pada rongga perut. dr Tunggul mengatakan. keseluruhan proses dilakukan selama lima jam. Cairan dialisat dapat dijadikan sebagai sumber nutrisi dan bagi penderita diabetes dapat diberikan insulin secara intraperitorial. Bahkan. padahal terapi itu memiliki kelebihan. Namun. Fungsi ginjal yang tersisa masih dapat dipertahankan. menjadikan hampir sama dengan proses yang berlangsung di dalam ginjal. Bila terjadi infeksi di lubang tersebut. Gangguan fungsi ginjal bisa terjadi perlahan-lahan atau mendadak. pasien CAPD di RS PGI Cikini sudah ratusan orang. tetapi melakukan cuci darah secara mandiri dengan jadwal yang dapat ia buat sendiri. Karena itu. kami memberi pelatihan selama tiga hari khusus untuk menjaga agar lubang tetap bersih. jika melakukan cuci darah biasa secara HD.000 penderita gagal ginjal menggunakan terapi CAPD. haemodialisis (HD) dan peritonialdialisis (PD). serta dapat menimbulkan hernia.” katanya. bahkan tidak disadari oleh penderita karena tubuh tidak menunjukkan gejala seperti orang sakit. ada diperkirakan 120. yang berarti cairan tubuh dipaksa diperas untuk dicuci mesin. darah yang akan dibersihkan dikeluarkan dari tubuh dan dimasukkan ke ginjal buatan (dializer). Metode dialisis pada intinya adalah melakukan fungsi utama ginjal. sehingga tingkat keberhasilannya sangat kecil. Alamiah CAPD belum banyak digunakan. Setelah bersih.” katanya. Sementara itu. Proses pembersihan dilakukan di dalam rongga perut (peritoneum). Namun.

id . Meskipun ukurannya kecil. Kadang cukup dengan pengobatan dan pengaturan diet. Tanda lainnya. orang yang diyakini mempunyai gejala sakit AAAAAAAAAAAAAAAA Kalbe. Untuk itu. mual. segera ke rumah sakit untuk chek-up untuk membuktikan kebenarannya. organ ginjal bersifat sangat vital. Di Amerika Serikat saja. Selain itu. gangguan tidur dan juga sering gatal. Namun. negara yang sangat maju dan tingkat gizinya tinggi. kulit terlihat kasar.Sampai saat ini. lalu dialirkan melalui saluran kemih ke kandung kemih. muntah. ataupun cangkok ginjal. ginjal juga berperan untuk mempertahankan volume dan tekanan darah. sudah waktunya untuk waspada. Penderitanya mengalami gangguan pengecapan. pasien gagal ginjal dapat diatasi dengan tindakan hemodialisa. Namun. Ginjal berfungsi untuk menjaga keseimbangan serta mengatur konsentrasi dan komposisi cairan di dalam tubuh. untuk penderita yang masih muda bisa di bawah 10%. CAPD (Continous Ambulatory Peritoneal Dialysis) saat ini menjadi bahan perbincangan para 5 . Bahkan. Sekitar 40% gangguan diabetes menjadi penyebab gagal ginjal. penderita gagal ginjal ini punya peningkatan asam urat. Gagal ginjal adalah keadaan dimana kedua ginjal tidak mampu menjalankan fungsinya. kasus gagal ginjal di dunia meningkat lebih dari 50%. Ginjal juga berfungsi untuk membersihkan darah dan berbagai zat hasil metabolisme serta racun di dalam tubuh. lesu. Di Indonesia sendiri sudah mencapai sekitar 20%. bila keadaannya memburuk. atau Kurang minum air putih ternyata dapat mengganggu fungsi ginjal. Kelainan ginjal dapat terjadi akibat adanya kelainan pada ginjal (penyakit ginjal primer) atau komplikasi penyakit sistematik (penyakit ginjal sekunder). Namun. dan vitamin D. CAPD. Gangguan ginjal dalam tahap ringan masih dapat diatasi dengan minum banyak air putih. karena memperbesar risiko penyakit jantung. tidak nafsu makan.” kata dr Tunggul menandaskan. kelainan itu bisa menjadi gagal ginjal yang akut. Hati-hati kalau kaliumnya meningkat. Perlu diketahui. mengatur produksi sel darah merah. penyakit tersebut bisa diminimalisir sedini mungkin. vena di leher melebar dan ada cairan di selaput jantung dan paru. seperti kencing manis (diabetes).Jika seseorang memperhatikan gejala yang umum menyertai penderita gagal ginjal. setiap tahunnya ada sekitar 20 juta orang dewasa menderita penyakit kronik ginjal. Kalau kita lihat hasil laboratorium. Tidak heran bila umumnya pasien baru ke dokter bila sudah berada dalam tahap terminal. fosfor dan kalium. kalsium. Penderita biasanya baru merasakan kelainan pada dirinya jika fungsi ginjal menurun sekitar 25%. dan menghasilkan hormon seperti erythropoetin. mengatur kalsium pada tulang. Diantara 3 tindakan tersebut.co. maka akan timbul rangsangan untuk buang air kecil. kalau sudah gagal ginjal. Jumlah urin yang dikeluarkan setiap hari sekitar 1-2 liter. Air seni diproduksi terus menerus di ginjal. “Bila mendapati satu saja dari gejala itu. Sampah dari dalam tubuh tersebut akan diubah menjadi air seni (urin). kata dr Tunggul. sering kram. renin. hanya bisa diatasi dengan cuci darah atau cangkok ginjal yang biayanya sangat mahal. Bila cukup banyak urin di dalam kandung kemih. Kelainan ringan pada ginjal dapat sembuh sempurna bila penyebabnya sudah diatasi. Adapun beberapa tanda fisik yang harus diwaspadai seperti tubuh bengkak yang diawali dari kedua kaki.

nefrolog Asia termasuk di Indonesia. peserta harus menombok Rp. Endang Susalit. SpPD KGH dalam acara pre-congress Nephrology. Tunggul D Situmorang SppD KGH dan Prof. Kabar Gembira Ada kabar gembira bagi pengguna maupun calon pengguna CAPD Baxter . Sja'bani saat ini penderita gagal ginjal di Indonesia sudah cukup banyak dan terbanyak dialami oleh pasien-pasien kelas III.000) Ketentuan di atas mulai berlaku pada Oktober 2005.Kalbe Farma. kondisi fisik lebih baik. khususnya peserta ASKES: 1. DR. antara lain dapat memperkecil terjadinya sepsis atau peritonitis. Tunggul mengatakan. Dr. Tommy Halauet. Alat kesehatan apalagi yang ditanggung oleh Askes? J : Alat kesehatan yang diberikan kepada Peserta antara lain: • • • Gigi Tiruan (1 kali/2tahun) Alat bantu dengar (1 kali/2tahun) Kaki/tangan tiruan 6 . Dr. 1.Dr.000 untuk Paket Rutin 120 (terjadi penurunan dari Rp. 1. tindakan CAPD ini dapat ditanggung biayanya oleh pemerintah melalui PT ASKES.Dr. AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA T : Selain Kacamata. dan menurut Prof. SpPD KGH. dapat melakukan olahraga seperti biasa dan pembatasan makanan yang tidak seketat pada tindakan hemodialisa. Dr. Ita Wijayanti dari Kalbe Farma sebagai pembicara menjelaskan tentang penggunaan dan fungsi dari alat yang dipakai dalam tindakan CAPD. Free untuk Paket Rutin 90 (kalau dulu. memang sejak dahulu juga free) 2. Paket awalnya free (yang ini.600. Ginova Nainggolan. Sja'bani. Kamis 24 November 2005 di Bali. Moch. Di depan sekitar 150 peserta. dapat digunakan sendiri di rumah. Dalam acara workshop ini.000) 3.Kalbe. Dr.033. SpB. CAPD sangat membantu bagi pasien gagal ginjal yang harus menjalankan tindakan cuci darah. khususnya bagi GAKIN. CAPD mulai digunakan di Indonesia sejak 1984. Tak ketinggalan pula dibahas keunggulan dari alat yang digunakan untuk CAPD yang diproduksi oleh Baxter . dibahas mengenai CAPD. Keuntungan dari CAPD menurut beliau adalah pasien tidak perlu menggunakan mesin saat melakukan dialisis. Hadir sebagai pembicara Prof. SppD KGH MSc. Tambahan hanya Rp. 600. DR. Hal ini dikatakan Dr. Untuk mengatasi biaya yang harus ditanggung oleh pasien yang tidak mampu.

1kali/5 tahun Mesh (Alat yang dipasang setelah operasi Hernia Alat bantu hidrosephalus/VP Shunt Protesa Mandibula Vitrektomi set Penyangga leher/Collar Neck Jakat penyangga patah tulang belakang/corset Anus buatan/colostomi/Pesarium/DJ Stent Double Lumen Kateter untuk CAPD Triple Lumen Kateter untuk CAPD Vaskuler Graf Tulang/Sendi tiruan Colon set T : Mengapa saya harus ke Puskemas dulu sebelum ke Rumah Sakit? J : PT Askes (Persero) merupakan asuransi kesehatan yang bersifat sosial. Askes menggunakan beberapa prinsip managed care (kendali mutu. T : Berapa biaya pelayanan kesehatan yang ditanggung oleh Askes? J : Biaya pelayanan kesehatan yang ditanggung oleh PT Askes (Persero) adalah sesuai dengan Permenkes (Peraturan Menteri Kesehatan) tentang Tarif Askes. Apabila semua Peserta langsung berobat ke Rumah Sakit tentunya biayanya sangat besar. Penanganan penyakit seperti ini di Dokter Spesialis sangat tidak efisien. Kasus penyakit ini bisa ditangani oleh Dokter Umum. 7 . biaya kesehatan yang besar ini tentunya tidak mampu ditanggung oleh PT Askes (Persero) sehingga jaminan kesehatan Askes tidak mampu bertahan lama.• • • • • • • • • • • • • • IOL (Lensa tanam di mata) Pen & Screw (Alat Penyambung Tulang). Peserta berobat ke pelayanan tingkat pertama (Puskesmas atau Dokter Keluarga) untuk kasus-kasus penyakit sederhana. Tarif Permenkes ini dibuat oleh Kementerian Kesehatan atas usulan Rumah Sakit. Apabila Dokter Umum tidak bisa mengobati maka Pasien akan dirujuk ke Rumah Sakit untuk mendapat pelayanan kesehatan lanjutan. Dalam mengelola jaminan kesehatan. Untuk kasus gawat darurat tentu saja Peserta dapat langsung datang ke Rumah Sakit. kendali biaya) yang salah satunya adalah sistem pelayanan berjenjang. Sistem pelayanan berjenjang ini bertujuan untuk mengontrol biaya pelayanan kesehatan dan mengoptimalkan pelayanan kesehatan yang diberikan kepada Peserta. Disisi lain penumpukan pasien di Rumah Sakit untuk kasus-kasus yang bisa ditangani oleh Dokter umum akan mengakibatkan pelayanan kesehatan di Rumah Sakit tidak optimal.

Sedangkan untuk Rumah sakit swasta masih ada urun biaya yang menjadi beban Peserta. Besaran Tarif Askes adalah sama untuk semua Rumah Sakit yang bekerjasama dengan Askes.07:12 pm Anda divonis gagal ginjal?Tak mau repot dengan urusan cuci darah di rumah sakit? Kalau begitu Anda perlu mencoba terapi pengganti ginjal CAPD atau Continuous Ambulatory Peritoneal Dialysis (Dialisis Peritoneal/cuci darah lewat perut). Untuk memperoleh informasi iur biaya Peserta dapat menghubungi Askes Center di Rumah Sakit tempat Peserta dilayani. Dalam pelaksanaannya PT Askes (Persero) akan melakukan negosiasi dengan masing-masing Rumah Sakit mengenai besaran urun biaya yang menjadi beban Peserta. 8 . Untuk tahun 2011 urun biaya yang menjadi beban Peserta pada Rumah Sakit Pemerintah sangat minimal atau tidak ada. Besaran urun biaya tidak sama antara satu Rumah Sakit dengan Rumah Sakit lainnya karena tergantung dari hasil negosiasi.Perkumpulan Profesi Kedokteran dan PT Askes (Persero). Besarannya sangat bervariasi. pembedaan hanya pada tipe Rumah Sakit. AAAAAAAAAAAAAAAAAAAA Terapi CAPD: Alternatif Bagi Gagal Ginjal author : Olivia Lewi Pramesti Tuesday. 15 March 2011 .

Sp. dan pasien pun dapat mengerjakan aktivitasnya tanpa terganggu. Padahal di Thailand.Tunggul D. usianya sekitar 60an tahun divonis oleh dokter terkena penyakit gagal ginjal. Terapi CAPD bisa dilakukan pada semua penderita gagal ginjal dengan tingkat kronis yang berbeda-beda. tenggelam oleh terapi hemodialisis (cuci darah di rumah sakit) dan transplantasi. maka diperlukan kedisplinan dari pasien. karena terlalu capek di jalan. biaya awal gratis sedangkan per bulannya Rp 1 juta.6 juta.Rp 7 juta. Cuci darah tersebut harus dilakukan di Rumah Sakit yang jaraknya lumayan jauh dari rumah (1. Jangan khawatir tentang terapi ini. Hanya saja. karena dilakukan sendiri oleh pasien. Tunggul melanjutkan. Kebetulan ibu kami." kata Tunggul. resiko terkena penyakit hepatitis kecil.CAPD justru dianjurkan untuk pasien gagal ginjal.Rp 500 juta. maklum rumah kami di desa) sehingga seringkali setelah menjalani cuci darah di RS ibu justru tambah down.. Dibandingkan dengan terapi lain. Tiap kali CAPD diperlukan waktu 30 menit. Bookmark the permalink. CAPD dilakukan mandiri oleh pasien sebanyak 3 . Direktur RS PGI Cikini. Karena penyakit tersebut ibu harus menjalani cuci darah 2x seminggu.4 kali per hari dengan cara memasang sebuah kateter di perut. Antara lain.5 Jam Perjalanan. Kateter tersebut berfungsi untuk mengeluarkan cairan dan racun dari dalam tubuh.KGH. serta menjaga kebersihan lingkungan ruangan. Bandingkan dengan transplantasi yang memerlukan biaya awal Rp 200 juta . zat racun aktif dikeluarkan tubuh karena dilakukan 24 jam penuh. AAAAAAAAAAAAAAAAAAA CAPD This entry was posted on 31 May 2012. 9 . in Bebas.Terapi ini memang tidak populer di Indonesia.Infeksi bisa timbul jika pasien tidak mematuhi aturan kebersihan pemasangan. sedangkan per bulannya harus keluar Rp 6 juta . dapat dilakukan sendiri oleh pasien. menyatakan bahwa ada banyak keuntungan yang diperoleh dari terapi ini. Untuk non-Askes. "CAPD ini cenderung sedikit kontradiksinya.3 juta dan per bulannya Rp 5 . Akan tetapi kalau memegang kartu Askes. kadar hemoglobin lebih tinggi sehingga meningkatkan kualitas hidup. CAPD relatif lebih murah.P. menggunakan masker untuk menutup mulut. Dr. Kedisiplinan ini seperti cuci tangan sebelum memasang sistem CAPD. bagi pasien yang usai menjalani pembedahan di daerah perut dan yang mengalami gangguan di bagian kulit perut tidak dianjurkan menggunakan terapi ini karena bisa infeksi. karena sebelumnya pasien akan dilatih hingga benar-benar bisa. biaya awal Rp 2.D. di Jakarta (10/3). 2 Comments Sekedar sharing pengalaman. Apalagi kalau pasien tidak memiliki Askes. Situmorang. dr.

Makan lebih enak dengan sedikit sekali pantangan. yaitu berkisar antara Rp7 juta – Rp8 juta per-bulan. Sekian. Cairan pembersih ini berfungsi untuk menyedot racun yang ada dalam darah. barulah pasien bisa menjalani proses treatmen CAPD yang dilakukan sebanyak 4 kali dalam sehari. Alhamdulillah sudah 2 tahun ini ibu sehat dan bisa beraktifitas. Dari segi biaya. Semoga Bermanfaat. AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA 10 . Tanpa harus bergantung pada mesin hemodialisis. seorang dokter menawarkan untuk menggunakan alternatif cuci darah mandiri yang dinamakan CAPD (Continuous Ambulatory Peritoneal Dialysis). Setelah selang terpasang. lalu cairan pembersih yang baru dimasukkan ke dalam tubuh. Untuk bisa menjalani terapi CAPD. terapi ini lebih bisa mempertahankan fungsi ginjal yang masih ada. Jika ada saudara atau kerabat anda terkena penyakit serupa maka metode CAPD ini bisa dicoba. dimanapun dan kapanpun.Beberapa minggu menjalaninya. Setelah seluruh cairan kotor dikeluarkan. uang yang harus dikeluarkan untuk proses CAPD tak jauh berbeda dengan hemodialisis yang menggunakan mesin pencuci darah. Selain itu terapi CAPD juga tergolong lebih alamiah. Selang inilah yang akan menjadi sarana keluar masuknya cairan pembersih dalam tubuh. Dengan teknologi ini. seorang pasien dapat melakukan cuci darah. dari segi medik. Bahkan ibu kami karena menggunakan ASKES semua biaya digratiskan. awalnya pasien harus menjalani operasi untuk memasang selang permanen ke dalam perutnya. Proses treatment CAPD diawali dengan mengeluarkan cairan kotor yang berasal dari racun-racun dalam darah. Jika dibandingkan dengan hemodialisis.

Dian Ekawati mengatakan. Organisasi yang berdiri pada tanggal 5 Mei 2004 ini memang khusus mewadahi masyarakat Indonesia yang peduli kesehatan ginjal.saya malah lebih semangat menjalani hidup ini. memberikan arahan bagi penderita. memberi fasilitas obat-obatan yang berhubungan dengan penyakit ginjal.serta memberikan konsultasi yang berhubungan dengan ginjal. IKCC akan membantu melakukan ekplorasi informasi obat baru untuk penderita. dll. "Organisasi ini memberikan informasi dan edukasi mengenai ginjal serta menciptakan kondisi psikologis yang nyaman bagi sesama penderita. tiga tahun terakhir ini hidupnya lebih tenang dan pasrah dengan keadaan. tips dan pola makan.Namun sejak saya ikut IKCC. Hingga saat ini anggotanya sudah mencapai 300 orang. Humas IKCC.05:14 pm "Rasanya sudah mau kiamat saja ketika saya divonis gagal ginjal.Ceria Bersama Klub Sayang Ginjal author : Olivia Lewi Pramesti Friday. 11 March 2011 . Awalnya hanyalah ketakutan yang melanda dan berefek emosinya yang terus meningkat." Misi klub ini adalah ingin meningkatkan kualitas hidup penderita ginjal. 11 .). suaminya sempat berubah sifat menjadi kasar dan main tangan. IKCC (Indonesian Kidney Care Club) atau Klub Sayang Ginjal inilah salah satu komunitas tempat I Ketut saat ini berbagi keluh kesahnya tentang penyakit gagal ginjal yang sudah dialami selama 15 tahun. seorang pasien gagal ginjal. Bentuk kegiatan yang dilakukan IKCC diantaranya menyelenggarakan seminar yang berhubungan dengan ginjal (gaya hidup. pengembangan motivasi. Kata istrinya pula." kata I Ketut Nesa Sumarbwa (45). Dirinya mengaku. Ni Luh.

Situmorang." ungkapnya. untuk mempertahankan hidup penderitanya harus dilakukan terapi ginjal pengganti berupa cuci darah(hemodialisis) atau cangkok ginjal. Anda bisa membuka website mereka di www. kecintaannya pada keluarga. Spesialis Penyakit Dalam RSU Cikini.com/ SINOPSIS Gagal Cinta Pertama tak Separah Gagal Ginjal Di tengah perjalanan hidupnya sebagai seorang guru di sebuah SMP di Banyuresmi. Bila urine mengandung protein. Kegiatan yang dilakukan pun turut melibatkan keluarga pasien. karena belum ada obatnya. periang."Ginjal Cadangan" berupa CAPD. gaya hidup sehat seperti olahraga teratur dan tidak merokok menjadi cara mencegah penyakit ini. penulis yang dikenal rajin.or." kata Dian Ekawati di Jakarta (10/3). penuh dedikasi. Suprapto Kav. pahit-getirnya menjalani cuci darah. Kisah ini. pencarian obat alternatif. sangat mencintai keluarga dan kuat mempertahankan aqidahnya. Jangan khawatir bila Anda ingin bergabung dalam klub ini.Banyak yang tidak mengetahui bahwa penyakit ini bisa disebabkan oleh diabetes (35%) dan hipertensi (25%). Bila tertarik mengikuti klub ini.Tak hanya itu saja. maka perlu diwaspadai penyakit ginjal segera datang. benar-benar menceritakan autobiografi penulis dengan gamlang. Akibatnya kualitas hidup pasien ginjal tidak bertahan lama. klub ini sangat melindungi kepentingan penderita gagal ginjal.2 Jl.P. Proses edukasi ini dapat dilakukan lewat komunitas. dan lainnya. tentang penderitaannya. 12 . lomba menulis. "Terlebih lagi. 021-4214758 Fax. sesuai dengan kejadian yang dialami penulis saat divonis mengalami gagal ginjal kronik.D. Penyakit ini sangat ditakuti. Let. Untuk pencegahan penyakit ginjal. Jend. pemahaman masyarakat tentang penyakit ginjal masih minim. Tunggul D. "Di negara berkembang. seseorang mesti rutin memeriksakan urinenya. IKCC terbuka untuk umum dan lembaga ini nirlaba. 021-4269734 AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA http://bangqory.blogspot. Jakarta-10510 Tlp. sampai Alloh memberikan jalan keluar. kabupaten Garut. Indonesian Kidney Care Club Sekretariat: Gedung Ziebart Lt. keikhlasannya menerima cobaan.-KGH menambahkan bahwa penyakit ginjal perlu dicegah sedini mungkin dengan edukasi kepada masyarakat.Tak hanya itu. 5 Cempaka Putih. anggotanya pun diajak aktif untuk mengembangkan kreativitas mereka seperti lomba memasak.ikcc. menyusun menu ramah ginjal.id atau facebook IKCC. semangatnya untuk terus bisa bertahan hidup. dr. tiba-tiba penyakit yang dikenal dengan nama Gagal Ginjal Terminal atau Gagal Ginjal Kronik. Sp.

stres. bekam. karena aku tahu setiap orang yang telah mengalami cuci darah pasti ajalnya hampir menghampiri. terserah! Aku tidak akan peduli dengan tanggapan atau reaksi spontan Anda. hanya istriku yang masih bisa berpikir jernih. ramuan. sahabatnya. Penyakit tersebut bernama Gagal Ginjal Terminal atau Gagal Ginjal Kronik (GGK) Shock. putus asa dan seabreg perasaan negatif menghimpit dada.CAPD (Continuous Ambulatory Peritoneal Dialysis) atau Peritoneal Dialisis Mandiri Berkesinambungan adalah pergantian cairan yang dimasukkan ke dalam perut seberat 2 kg. Berbagai macam metode penyembuhan melalui obat. sampai menjadi konsumen dan anggota MLM ramuan modern 13 . John Manurung. bahwa Allohlah sebagai penolong jiwanya dan hidupnya bertujuan hanya untuk mencari ridho Alloh Swt semata. elektrolisis.. sebelah kaki di atas kubur. Aku bersama istri tercinta terperangkap dalam situasi mencekam di hadapan dokter yang masih memberikan segala macam petuah dan nasihat. Ia menyatakan bahwa kadar racun yang bersarang dalam tubuhku terlalu banyak dan tidak bisa dikeluarkan lewat urine (air seni). Berawal dari hasil tes laboratorium pada tanggal 20 Februari 2006 yang dianalisis oleh dr. sebagai pengganti ginjal yang sudah rusak dan tidak berfrungsi. Sudah terbayang di benakku. yang pada akhirnya menyelamatkan penulis untuk terus hidup dan semangat mempertahankan aqidah dari kemusyrikan dan mencari kesembuhan sampai menemukan sahabat setianya berupa CAPD. dilakukan secara rutin dan kontinu sebanyak 3-4 kali setiap hari. Empat setengah tahun silam hidupku mulai kelam. Amiiiin! Gagal Cinta Pertama tak Separah Gagal Ginjal Mungkin Anda akan tertawa membaca ungkapan tadi. SpPD. Penulis yakin dengan haqqul yakin. kasih sayang dan pertolongan Alloh Swt semata. Subhanallah ………………. Dia berusaha menghubungi saudaranya. Slamet Garut dengan perasaan hampa. Isak tangis kami berdua tak bisa menyelesaikan masalah.Yang jelas. Karena keyakinannya atas cinta. kenalannya dan setiap orang yang mungkin lebih tahu atau pernah tahu tentang cuci darah dan pengobatan alternatif lainnya untuk penyakit gagal ginjal terminal. pijat refleksi. “Gagal Ginjal” bagiku adalah peristiwa yang menenggelamkan hidupku dalam penderitaan yang berkepanjangan tiada henti sampai akhir hayat. Tak ada jalan lain kecuali Cuci Darah. Pulang dari RSU dr.

Berbeda dengan gagal cinta pertama. Empat selang membelit tubuh. Bahkan akibat lainnya karir Anda. Akhirnya aku pasrah berbaring disamping mesin cuci darah mulai tanggal 18 April 2006. tak ada super market yang menjual ginjal. belum lagi materi. tetapi jika sudah dinyatakan gagal ginjal berarti keduanya sudah tidak bisa berfungsi. yaitu cinta terakhir. Gagal ginjal belum ada obatnya. Kepala serasa ditusuk-tusuk ribuan paku. tapi gagal ginjal bisa merepotkan seluruh keluarga. gagal cinta pertama tak separah gagal ginjal. Kita memang memiliki 2 buah ginjal.Wajah. Dunia yang tadinya terasa gelap berangsur bersinar lagi. bahkan tambah parah. 2 selang cuci darah. Hasilnya nihil. kantong yang sangat-sangat tebal harus Anda siapkan. kita masih bisa mencari cinta kedua. Nafas tidak lagi tersengal-sengal. 1 selang tranfusi darah dan 1 lagi selang oksigen untuk membantu nafas yang sudah sesak. Maksud untuk menghindari cuci darah tidak bisa dihindari. Mual terus menerus sehingga muntah tak bisa di tahan. Harapan hidup lebih lanjut pun mulai tumbuh lagi. Mau tahu kelanjutan kisahnya? Silakan baca kisah selanjutnya …! 14 .dari Cina yang harganya mencapai 500 ribuan per-box pernah dicoba. jantung mulai berdetak normal. seumur hidup. sahabat dan handai taulan. Napas sesak. setelah 2 jam pertama menjalani cuci darah. karena paru-paru hampir terendam cairan dan kerja jantung pun makin berat. jabatan dan masa depan suram menanti Anda! Anda harus siap dengan mental cadangan Anda. kerabat. Seluruh persendian serasa mau lepas. Badanku semakin lesu dan kehabisan energi. Sulit untuk mencari ginjal pengganti. Gagal cinta pertama tak merepotkan semua orang yang berada di sekitar Anda. sedangkan gagal cinta ada obatnya. Tubuhku semakin parah. ketiga bahkan cinta terakhir yang biasanya lebih membahagiakan. Anda tahu batas waktu seumur hidup? Itulah yang jadi masalah bahwa. karena cuci darah itu harus dijalani secara kontinyu 2 kali dalam seminggu. namun dalam limit waktu 3 – 4 hari. kaki dan hampir seluruh tubuhku bengkak.

di luar jam kerja. Sampai usia 39 tahun. Di masa depan aku membayangkan bisa menjadi pejabat di Dinas Pendidikan. Yang pertama. energik dan kuat. selain mengajar juga selalu mencari penghasilan tambahan. dan sebagainya.Gelarku Siapa yang mengira aku akan menderita GGK. maag. Badanku segar. karena di usia sekarang pun aku sudah dipercaya sebagai Pembantu/Wakil Kepala Sekolah bidang Kesiswaan. Akhirnya gelar Asep Cacing tidak bertahan lama. Semua barang bekas aku kumpulkan mulai dari kertas. hanya Allah Swt lah yang Maha Mengetahui. aku kerjakan sendiri dan tak ada seorang pun yang mau menjadi pemulung barang rongsokan. tak seorang pun yang tahu. Garut. walau aku berusaha memperpanjang usia bisnis ini dengan membuat jus cacing sebagai obat tifus. Kegiatanku banyak sekali. botol kecil sampai botol besar. Beberapa kali menjual cacing sehingga keuntungan berjutajuta pun didapat. Asep Cacing. Berbulan-bulan bisnis ini berjalan. Memang aku berhasil di bisnis ini. dan menjualnya ke pengumpul atau penampung. aku memulai dengan bisnis rongsokan. aku mendapat banyak gelar dari profesi tambahan itu. Tapi tidak sampai jadi obat gagal ginjal saja. Gelar tersebut didapat karena di awal kehidupan berumah tangga. Oleh karenanya. Aku beternak cacingcacing itu sendiri di rumah. koran. obyekkan. Asep Rongsok. yang penting halal. yang penting dapur tetap mengepul. Namun sayang. dus. 15 . Aku tak pernah pindah tempat tugas. Sejak aku menjadi guru honorer tahun 1988 sampai diangkat menjadi PNS dua tahun kemudian. plastik. karirku cerah. Akhirnya bangkrut! Yang kedua. Tapi ternyata mereka terbelenggu dengan rasa gengsi. walaupun aku belum menjadi sarjana. Rencanaku ingin menampung dan membuka lapangan pekerjaan bagi remaja di kampung sekitar tempat tinggalku. Kerja tambahanku apa saja. Bisnis cacing menggiurkan. Mau tahu apa saja gelarku? Ini dia……………. Mengumpulkan barang bekas lalu dijual. disamping tugas pokok mengajarkan Bahasa Indonesia dan Wali Kelas di kelas 3 SMP Negri 1 Banyuresmi. Tak ada rasa gengsi. terjadi booming dan kemacetan ekspor. panas dalam dan sakit gigi. besi tua.

Garut. aku sering merasa heran dengan urin (air seni) yang ke luar itu berbuih banyak sekali. Dari gelar ini. kalau mencari nama Asep itu. Yang keempat. Ya. Bahkan ada yang berminggu-minggu rasa capek sirna begitu saja. Asep Dani. Maka dia akan menderita seumur hidup sampai ajalnya tiba sambil menderita penyakit yang dideritanya. Tiga tahun sebelum divonis GGK. Gelar ini tidak bertahan lama. aku harus 16 . harus komplit dengan kepanjangan namanya. Asep Wawan dan masih banyak Asep yang lainnya. Asep Subarna. agar lebih bisa berhati-hati dan yang lebih penting adalah bisa mencegah daripada mengobati. Awal Perkenalan Saya dengan Gagal Ginjal Kronik Ini merupakan pembahasan yang sangat penting bagi siapa saja yang membaca tulisan saya. Desa Sukamukti. Asep Saefullah. Asep Dedi. hanya capek yang dirasakan. Peribahasa lebih baik mencegah daripada mengobati merupakan peribahasa yang tepat sekali. tetapi itulah penyakit yang dinamakan GGK (Gagal Ginjal Kronik) atau Gagal Ginjal Terminal. Asep Fitroh. Asep Ginjal. Aku harus bolak-balik mengawinkan kesepakatan harga antara penjual dan pembeli barang atau kendaraan bekas seharian. oke? Jangan heran! Mengapa aku menguraikan gelar /sebutan lain untuk diriku? Karena di tempat tinggalku. karena di daerahku terbilang jarang orang yang mengalami GGK ini. hanya kurang lebih 4 bulan saja. CAPD akan kita bahas nanti. Jadi. Asep Camat. Sejak mengidap penyakit GGK inilah aku mendapat gelar Asep Ginjal.Yang ketiga. Keuntungan didapat dari komisi yang besarnya tergantung pada kerelaan si penjual atau dari selisih harga yang disepakati bersama. Sebagai contoh nama Asep yang lain adalah: Asep Furqon. Kampung Cianten. karena memiliki kisah tersendiri. Dimulai sejak aku menjalani cuci darah pada April sampai Agustus 2006. terdapat sekitar 23 nama orang yang berawal dengan kata Asep. Orang yang mengalami sakit kemudian berobat masih beruntung kalau sudah ada obatnya. Setiap buang air kecil. itulah pekerjaan camat (calo matuh). tetapi sungguh malang nasibnya jika sampai saat ini belum ditemukan obatnya. jika telah mendapat keuntungan yang besar. Sungguh mengerikan. Asep Nawawi. Kecamatan Banyuresmi. Selanjutnya gelar kelima dan terakhir adalah Asep CAPD.

Kalau hanya dua atau tiga gayung. buah zakar rasanya seperti dipijat terus menerus. Badan akan terasa enak kalau telah diinjakinjak oleh anak atau istriku. Pada akhir tahun 2004. keluhan bertambah dengan sering sakit kepala dan di bagian punggungku terdapat bintik-bintik hitam seperti bekas terbakar bara rokok. menjerit-jerit minta tolong. 17 . bentuknya seperti peluru pistol. sahabatku Mang Ujang dan Pak Jejen yang baik hati segera membawaku ke Rumah Sakit Guntur di Garut. Kurang lebih enam bulan setelah operasi apendiks. Rasanya agak gatal. malah darah dan airmata yang keluar. rasa nyeri kembali singgah. Setahun kemudian. Usus buntu (apendiks) harus segera diangkat. Aku tak bisa diam menahan rasa sakit. rasa sakit yang menghunjam itu berangsur-angsur reda sampai tidak terasa lagi. Beruntung. Hampir setiap malam badanku seperti orang yang masuk angin. padahal saat itu sudah hampir pukul 24. Kaltopren. Mereka berdatangan melihatku yang bertindak seperti orang kesurupan. Istriku sudah panik.menyiram kloset minimal empat kali (empat gayung air). aku menjerit dan melolong-lolong dengan suara yang melengking tinggi mengucapkan “Allaahu Akbar!” Seluruh pasien yang berdekatan dengan ruang ICU pasti mendengar. Nyeri yang sangat dahsyat. sama seperti ketika dinyatakan aku menderita apendisitis. rasa nyeri terus mendera. Operasi berjalan lancar. Begitu juga orangtuaku. obat yang diberikan itu bereaksi. Pegal-pegal di sekujur tubuh dan perasaan ngilu di otot. Aktifitasku berjalan normal kembali. Setiap ingin buang air kecil terasa nyeri sekali. Ploooong……sekali rasanya. Lebih enak lagi kalau dipijat dengan memakai minyak angin. Dari hasil pemeriksaan dokter aku dinyatakan infeksi usus buntu (apendisitis). masih saja terdapat buih seperti sabun.00 Alhamdulillah. Aku tak tahan. tetangga dan saudara-saudara. nama obat itu. Selama menanti reaksi itu. Tim medis segera bertindak dengan memberi obat penghilang rasa nyeri melalui anus. kurang lebih 20 menit kemudian. aku merasakan nyeri yang hebat di perut bagian kanan. Obat penghilang nyeri tidak ada yang mujarab. Bukan urin yang keluar.

Besoknya aku menjalani pemeriksaan tes kesehatan. Rontgen, tes darah dan tes urin dilakukan. Hasilnya menerangkan tidak terlihat adanya batu pada ginjal ataupun saluran pembuangan lainnya. Namun kadar asam uratku agak lebih dari normal. Aku pulang. Dokter hanya memberikan obat penghilang rasa sakit, peluruh batu dan penurun asam urat. Setelah sampai di rumah, adikku yang menengok menyarankan untuk mengkonsumsi obat asam urat terus sampai kadar asam uratku normal kembali serta melakukan tes urin lagi secara teratur. Tapi aku merasa malas untuk minum obat terus-terusan dan kembali periksa ke laboratorium ataupun dokter. Beberapa bulan setelah kejadian itu. Kondisi kesehatanku menjadi fluktuatif, antara sehat dan sakit. Susah buang air kecil sering berulang, terutama kalau telah makan jeroan, emping, jengkol, petai, durian dan sayur asem yang pakai daun atau buah tangkil. Aku juga sering sekali sakit flu disertai demam, tetapi selalu diselesaikan dengan mengkonsumsi obat-obat bebas yang dijual di warung. Hampir setiap malam badanku yang pegal-pegal harus dipijat oleh anak dan istriku. Aku malas memeriksakan diri ke dokter, dan tak mempedulikan saran adikku dulu sewaktu baru pulang dari rumah sakit. Pertengahan tahun 2005, aku menemukan obat asam urat yang dijual di toko obat, Ant namanya. Kapsul jamu asam urat Ant ini mujarab sekali. Rasa nyeri seperti ditusuk-tusuk jarum itu hilang sama sekali, sakit encok, rematik dan kawan-kawannya itu lewat begitu saja. Aku yang alergi dingin dan setiap hari harus mandi memakai air hangat, kembali bisa mandi memakai air dingin. Bahkan kembali bisa meronda malam, ikut kegiatan camping dengan anak-anak di sekolah dan seabreg kegiatan sekolah lainnya, walaupun harus menginap bermalam-malam di sekolah. Adikku, Sumi Azizah, yang apoteker dan tinggal di Bandung beberapa kali datang ke rumah, menegur dan memberitahuku bahwa obat Ant itu adalah obat illegal dan bukan obat herbal asli dari tumbuhan Ant, tetapi obat kimia anti nyeri dosis tinggi yang kalau dikonsumsi terus bisa berakibat fatal bagi ginjal. Dia berceramah dihadapanku berpuluh-puluh menit, dan melarangku minum obat tersebut. Aku percaya dan sedikit ketakutan. Aku berhenti mengkonsumsinya sekitar dua minggu. Rasa sakit yang dulu, muncul lagi bahkan bertambah hebat. Aku tak tahan. Ant kembali menjadi teman hidupku saat itu. Hanya dengan minum kapsul itu, kehidupanku kembali berjalan normal, padahal mungkin saat itu ginjalku sudah mulai rusak.

18

Tak Ada yang Lebih Pintar dari dr. Jhon Manurung
Hari Senin, 20 Februari 2006, badanku terasa lesu sekali, tak bergairah. Saat istirahat aku jajan kupat tahu. Jajanan favorit para guru sebagai kaum duafa. Karena murah meriah dengan uang seribu rupiah perut bisa kenyang. Kupat tahu Bu Oom yang biasanya terasa lezat, gurih dan nikmat kini terasa pahit di lidah. Aku heran. Aku berpikir, “Jangan-jangan tahunya pakai formalin, karena saat itu orang sedang heboh dengan tahu berformalin?” Aku sisihkan tahunya kemudian aku makan ketupatnya tapi tetap saja ketupatnya juga terasa pahit. Aku tambah kaget. Kemudian aku bercermin sambil menjulurkan lidah, penasaran dengan hilangnya rasa pencecap. Benar saja, lidahku terlihat putih, diliputi jamur, bakteri, atau apalah aku tak mengerti. Yang jelas, biasanya orang yang sakit tifus kronis lidahnya seperti ini. Aku bertambah kaget dengan kondisi lidah seperti orang sakit tifus, tapi badan tidak panas, hanya lesu saja. Aku tanya Pembina PMR, Ibu Siti. Bu Siti menceramahiku agar segera memeriksakan diri ke dokter, “Pak Asep, Bapak itu sakit. Cepat periksa ke dokter. Jangan dibiarkan begini, agar cepat ketahuan penyebabnya dan cepat diobati!” Sore hari aku pergi ke dokter umum di PUSKESMAS. Aku diberi obat. Besoknya, aku kembali pergi ke sekolah. Selesai mengajar jam ke-2, aku ke toilet, karena ingin buang air kecil. Kencingku mampet lagi. Aku menyuruh penjaga sekolah untuk mengambil obat pencahar batu, “Kalkurenal”. Aku minum sesuai dosis. Wajahku sudah pucat, menahan rasa nyeri yang tak terperikan. Rekan-rekan guru banyak yang menyuruhku pulang agar isirahat di rumah. Tapi aku masih bertahan. Aku sudah terbiasa kerja sampai sore. Jadi, aku tak biasa pulang ke rumah pagi-pagi atau siang-siang. Banyak tugas yang harus kukerjakan selain tugas mengajar pokok. Ada ekstrakurikuler dan les tambahan pelajaran untuk siswa kelas 3. Menjelang Dzuhur aku ke toilet lagi. Alhamdulillah, saat aku kencing ada butiran batu yang keluar sebesar biji kacang kedelai. Walau rasa sakit yang tak terperikan saat keluar 4 butiran batu itu, tapi rasa plong yang melegakan dapat menjadi pelipur hati, setelah bolak-balik ke toilet, karena susahnya buang air kecil.

19

Hari itu aku lanjutkan tugasku sampai sore dengan memberikan les tambahan jam pelajaran bagi siswa kelas 3. Pulang ke rumah badanku sudah terasa pening, mual dan nyeri persendian. Malam harinya badan mulai terasa demam dan kepala serasa hampir pecah. Aku telepon Sumi, adikku yang berada di Bandung. Aku menerangkan segala gejala yang terasa. Dia langsung mencurigai ginjalku rusak dan menyarankan cek ke laboratorium sambil berobat ke dokter spesialis dalam, jangan ke dokter umum. Sejak hari Rabu, 22 Februari 2006, badanku ambruk tak bisa kemana-mana. Seluruh persendian terasa copot. Mual yang hebat bahkan lebih dahsyat dari sakit maag yang pernah kualami, kepala terasa dipaku. Aku bertahan di rumah sampai hari Minggu. Baru hari Senin aku pergi ke RSU Garut. Dr. John Manurung menyuruhku agar melakukan tes urine, darah dan rontgen. Hasilnya, Kreatinin 7,57, Ureum 114, Asam urat 13,8, Hb 10,8. Aku dianjurkan agar diet protein dan buah-buahan. Dicoba selama 2 minggu, aku tidak boleh makan makanan yang berprotein dan buah-buahan. Aku hanya diperbolehkan makan dari golongan makanan karbohidrat saja. Bisa anda bayangkan, lidahku yang kehilangan rasa malah tiap saat hanya boleh makan karbohidrat saja. Jadi, mulai saat itu aku sadar, bahwa kenikmatan hidupku sudah dikurangi oleh Allah Swt. Yang memiliki segala rasa nikmat. Tiap hari palingpaling aku makan nasi dengan kerupuk, ranginang, jagung beledug atau makan ubi Cilembu. Dua minggu yang dijanjikan dokter sudah lewat. Aku memeriksakan diri lagi ke dr. John. Obat yang kuminum selama dua minggu hasilnya nihil. Aku harus menjalankan diet itu 2 minggu lagi. Selain dari dr. John, aku juga kasak-kusuk ke sana-ke mari mencari alternatif lain. Berbagai jamu, ramuan obat tradisional sampai jamu herbal X, perusahaan top MLM terbesar di Cina, aku konsumsi. Habis jamu herbal X sampai Rp.2 juta, tidak ada hasilnya. Badanku malah sudah mulai bengkak-bengkak. Tanggal 20 Maret 2006, aku memeriksakan diri lagi ke dr. Jhon Manurung. Hasil tes darah dari laboratorium dan USG, dr. John memvonis bahwa ginjalku mengalami pengerutan/pegecilan volume ginjal. Aku harus menjalani cuci darah! Masih terngiang di telingaku ketika dr. John berkata,” Bapak harus sabar, begitu juga Ibunya, karena Bapak harus menjalani cuci darah di Bandung. Beruntung, Bapak punya Askes, kalau orang lain belum tentu. Tindakan Bapak sudah tepat 20

Saat ini. cuci darah! Benar saja. “Jangan percaya kepada siapapun di sekelilng Anda. Ternyata tak ada seorang pun yang bisa membuktikannya.datang kepada saya. walaupun doker menyarankan agar cepat mengambil keputusan. Aku sudah tak tahan dengan rasa sakit dan pasrah untuk menjalani cuci darah. Aku meminta tolong kepada istriku agar menemui lagi dr. Aku masih bertahan dengan menkonsumsi obat X. perdebatan sengit terjadi antara istri. rasa berdosa dan segala rasa nyeri. Seandainya ada seorang pasien gagal ginjal yang sudah sembuh. ternyata kadar racun di tubuh malah bertambah menjadi Kreatinin 7. Tapi saat aku kontak semua distributor sampai ke pusat yang ada di Jakarta dan aku tanyakan. maka akan aku kejar sampai ke ujung dunia sekalipun. kerabat dan orang-orang dekat lainnya tak ada yang mujarab. Badanku lesu. satu-satunya obat hanyalah cuci darah. Kematian rasanya sudah dekat. dan Hb 5. sabda dr. aku cek darah lagi di laboratrium. Asam Urat 14. cemas resah. dada sesak. anak-anak dan sahabat-sahabatku. lunglai tak bertenaga. John!” terbukti. agar aku menjalani cuci darah. John untuk meminta surat rujukan ke Bandung dan segala persyaratan Askes lainnya. Tiap orang yang memberikan solusi dan obat untuk gagal ginjal dari sahabat. Untuk membuktikan dan meyakinkan diriku yang sudah mulai gundah gulana. Akhirnya tanggal 5 April 2006. Tolong jangan percaya kepada orang lain yang mengaku lebih pintar dari dr.” kata-katanya begitu tandas dan meyakinkan. bengkak dan merah. John. Bumi terasa gelap. John. John. Berarti aku harus mempercayai dr. otak tak bisa lagi berpikir logis. Datang ke rumah pun sama. Ureum 142. Tekadku sudah bulat. adik-adik. Perasaan hampa.6. orang tua.0. Aku tak bisa menyanggupi perintah dokter.81. jika ada yang mengaku-ngaku lebih pintar dari dr. Mata sembab. Mereka semua tak percaya kalau aku harus cuci darah. yang tak bisa lagi terperikan dengan kata-kata. “ Siapa orangnya yang sudah divonis gagal ginjal dan menjalani cuci darah bisa sembuh dengan obat X tersebut ?”. karena janjinya bisa menyembuhkan penyakit ginjal. Aku dan istri masih tak percaya dengan keputusan dokter bahwa aku harus cuci darah. Jurig 21 . rasa bersalah.

orang tua. mahalnya bukan main. saya sudah tahu bahwa penyakit Anda itu sudah diderita sejak 3 tahun yang lalu. Bukan hanya aku yang merasa gembira. Wajah yang sudah kebingungan. Selesai memeriksa dr. Rully. mata memerah. Kepala rasanya mau pecah seperti gunung berapi yang mau meletus. Malah tambah parah. was-was mendengar keputusan dr. harum dan diiringi musik yang mengalun merdu komplit dengan sikapnya yang ramah. menyarankan agar mencoba berobat ke dr.00 WIB. untuk menghabiskan rasa kepenasaran. aku adukan seluruh keluhanku kepada dr. bisa meramal”. karena berdasarkan dari pengalaman itulah kadang-kadang seorang dokter tindakannya seperti dukun. Baru 10 hari. Rully yang seharusnya aku minum untuk 2 minggu. Kami berangkat ke Bandung pada hari Jumat. katanya. aku memaksa kembali lagi pergi ke tempat dr. Rully malah memberikan lagi resep. Badanku makin loyo.Rully Roesli. “Saya sudah pengalaman. Baru saja duduk.” Kok. dr. murah senyum bisa memberikan rasa optimis. Denyut nadi di leher terasa meletup-letup.Sesaat sebelum pergi ke Bandung. anak-anak. Ruangan dr. Sumi Azizah adikku. ternyata tidak mampu mengubah keadaan. Aku masih sempat berpikir. adem. Napasku sudah terengah-engah. mual terus-menerus. stress. adik-adik dan sahabat-sahabatku. pukul 20. walaupun resepnya hampir Rp. padahal seharusnya 3 tahun yang lalu. Dia memeriksaku dengan teliti. tapi hasilnya tidak ada sama sekali. kepala sakit tak terperikan lagi. Mata terasa buram dan menonjol ingin meloncat dari kelopaknya. wajah sudah bengkak. Rully berpraktek di Perisai Husada.700 ribu. ahli ginjal. Senin 17 April 2006. Detak jantung serasa tak beraturan lagi. Usulan tersebut akhirnya disepakati juga. Aku disarankan minum obat dulu selama 2 minggu. Obat dari dr. buat apa lagi resep? Obat yang sepuluh hari lalu saja. bersih. Rully yang luas. dengan cara melihat Anda berjalan dan melihat wajah Anda saja. Rully yang demikian sedikit melegakan. Rully sudah mempertanyakan mengapa aku baru datang berobat kepadanya. Aku heran. 7 April 2006. 22 . Ya. dokter tahu bahwa saya ini sakit sejak tiga tahun lalu?”. tapi juga istri. begitu dia menjawab pertanyaanku sambil tertawa terbahak-bahak. “Anda seharusnya datang kepada saya 3 tahun yang lalu!”.

Takut. mendengar kata jurig ?” “Ya. “Maaf.. Keluhannya tetap ada. Mau di mana Anda menjalani cuci darah?” “Di RS Al-Islam By Pass saja. 23 . saya akan mengganti resep ini dengan surat pengantar.! Sejak kecil juga saya tidak takut. Nah. karena penasaran.Pak!”. ini dia Pak! Sampai sekarang. ya sudah! Saya minta surat pengantar saja untuk menjalani cuci darah. masih berobat. hal ini seperti kata cuci darah. padahal kalau dia cuci darah mungkin bisa lebih baik. walaupun Kreatininnya sudah mencapai 8.” dr. Aku protes dan tak mengerti akan tindakan dokter seperti itu. karena yang normal itu cuma 1 kadar kreatinin darahnya. jawabnya. dia merogoh laci mejanya dan mengeluarkan setumpuk kartu berobat. Pak! Bapak tahu jurig * ?” “Tidak. dia itu sudah takut.Dok! Apakah dengan resep yang Dokter berikan.” kataku. sakit saya bisa sembuh? Kemarin juga dengan resep dari dokter yang seharusnya 2 minggu. jadi Dokter menganggap saya takut untuk menjalani cuci darah? Saya tidak takut. Berarti kurang lebih sudah 13 tahun dia berobat kepada saya 2 minggu sekali. Dok! Biar dekat dari Garut. bagaimana dengan saya?”. “Sampai sekarang belum sembuh? Bagaimana keluhannya hilang?” aku memberondong dengan pertanyaan. kataku yang sudah tak sabar. Jadi.!” “Tapi sering bukan. Hanya minta makan obat saja. Jadi. masih memohon agar tidak menjalani cuci darah. itu yang saya harapkan. orang Asia jika mendengar kata cuci darah itu seperti mendengar kata jurig.. Orang Asia. “Nah.” “Oh. dia datang ke dokter. Orang barat kalau Kreatinin darahnya baru 3 saja sudah cuci darah. Rully tersenyum. Dok! Kalaulah memang cuci darah itu jalan satu-satunya. “Lihat ini. aku bertanya juga.!” “Bapak takut kan sama jurig ?” “Tidak.” “Bagus! Biasanya orang mendengar kata jurig saja.”Nah. “Ini katu berobat pasien saya sejak tahun 1993 sampai sekarang. malah hanya bisa bertahan 10 hari !”. Akhirnya dengan segenap keberanian dan sisa-sisa akal sehat. Rully tidak menjawab langsung. dr. diam saja. “Begini.Adik dan istriku yang selalu setia mendampingi. ya. walaupun dia belum pernah bertemu atau melihat jurig.. rutin”.” “Jadi. kemudian berkata.

ya! Anda itu orang normal dan sehat. karena jadualnya sudah penuh dan fasiltas mesinnya terbatas. Sumi. hanya bersama cuci darah. ya! Saya sarankan Anda jangan lupa minum Vitamin 4 S saja!” “Apa Dok?Vitamin 4 S itu?” “Vitamin 4 S itu adalah : Shalat. karena aku sudah tak tahan.R. Siapa Evi Arpan itu? 24 . Kepalaku selalu tertunduk tak tahan menahan nyeri di tengkuk. dia menyuruh aku agar segera menghubungi Evi Arpan. Aku mengetahui hal itu setelah dia selesai mengurus segalanya di Rumah Sakit Khusus Ginjal Ny. Aku pasrah dengan segala keputusan Allah yang menguasai jiwaku. mata rasanya mau lepas. kaki susah melangkah. wallaahuakbar” tak lepas. Apapun yang terjadi aku sudah pasrah. Bandung. padahal hari itu. Rully sambil tersenyum puas.A. napasku pendek-pendek. Otakku tak bisa lagi berpikir waras. Semangat. susah membuka kelopak mata. Sabar. surat-surat dan prosedur yang harus ditempuh terpaksa beralih tempat. Selamat menjalani dunia baru!” kata dr. “Subhaanallah.Habibie Jalan Tubagus Ismail. saya buat surat pengantarnya. Perkenalan dengan Evi Arpan Rumah Sakit Al-Islam yang menjadi tujuanku untuk menjalani cuci darah ternyata tidak bisa menerima pasien baru. Harus selalu diingat. Kalau aku harus menunggu sampai besoknya lagi. Hanya adikku. Selasa. Adikku yang mengurus segala persyaratan.” “Ya. ini suratnya. walaailaahaillallah.“Oke. Seluruh keluargaku sudah panik. mungkin kisah hidupku tamat sampai di situ. walhamdulillah. dan Sehat bersama cuci darah. Jadual yang ditentukan oleh pihak rumah sakit adalah hari Rabu dan Sabtu sore. Batinku menjerit memohon kepada Allah agar penderitaanku segera berakhir. sekujur tubuh bengkakbengkak. Dzikirku hanya bisa diucapkan di dalam hati. * Jurig artinya hantu. 18 April 2006 .

Atas saran Evi. Keempat anakku masih membutuhkan figure seorang ayah. Biarpun tubuhnya yang kecil. Cici. Bandung sebagai tempat persinggahanku sementara. kengerian dan semangat hidup yang susah untuk dilukiskan dengan kata-kata. tidak jauh dari rumah adikku. Oke! Aku angkat topi padanya. Tidak ada yang menjadi tanggungannya. bahwa aku harus segera menjalani cuci darah saat itu juga. Dia mampu melanjutkan sekolah ke SMA. Nurbayani Saleha di Saibi. Andaikan kutuliskan kisah hidupnya. bekas dua kali operasi AV shunt atau Cimino dan beribu-ribu tusukan jarum pistula. seorang pemuda yang telah memberikan inspirasi dan keteladanan hidup bersama cuci darah sejak berusia 16 tahun. ketabahan. karena berjuta pengalaman yang pernah ia lalui. tapi dia masih terus memiliki semangat hidup yang tinggi. Dia tahu persis kondisiku. selama berobat di Bandung. Sungguh suatu prestasi luar biasa. urat nadinya yang membengkak melintang sebesar jari seperti kue tambang yang melilit di kedua tangannya. Dari seorang Evi Arpan aku mendapatkan suntikan segar vitamin semangat hidup. Kebetulan tempat tinggalnya hanya sekitar 500 m. kuliah. Namun wajahnya yang kehitaman itu masih memancarkan semangat hidup yang tinggi. Akhirnya tersadar kembali. Evi Arpan. Evi. “Pak! Bapak harus hari ini juga cuci darah. Dialah anakku yang paling lucu.” 25 . harus segera dikeluarkan. kegetiran. dia masih bujangan.Dia adalah pasien gagal ginjal yang sudah banyak makan asam garamnya masalah cuci darah. tangannya yang rusak. anakku yang paling kecil dan saat itu baru berusia 1 tahun. biasa ia dipanggil. mungkin tidak akan selesai 3 atau 4 bulan. Apalagi Si Bontot. aku masih memiliki tanggung jawab membesarkan dan mendidik anak-anakku yang masih kecil. karena racun di tubuh Bapak sudah banyak sekali. ketawakalan. Cijerah. Aku jadi malu di hadapan Allah Swt. Jangan menunggu sampai besok! Saya khawatir Bapak tidak akan bertahan. Saat itu juga Evi Arpan diundang ke rumah adikku untuk dijadikan nara sumber sekaligus gambaran bagiku dan seluruh keluargaku yang siap menyimak segala materi pengalaman hidupnya selama cuci darah kurang lebih 17 tahun itu. yang memotivasiku untuk bangkit lagi dari ketidak berdayaan. sampai kemudian bekerja layaknya orang yang sehat sebagai Tata Usaha di salah satu Madrasah Aliyah di Kota Bandung. kesabaran. Dia bilang.

00. “Ya. Dengan posisi ranjang yang berderet dan bersebrangan dengan 26 . Tadi malam juga sudah tak bisa tidur sama sekali. Beberapa meter di atas kepala ada AC yang membuat pasien lebih nyaman. sopan. terjadi kesanggupan menerimaku untuk cuci darah pukul 15. dengan menggunakan remote controle. “Oh. hanya harus memberikan biaya tambahan sebesar Rp 100. ramah. Di samping sentuhan lembut para perawat. perawat sampai dokter yang menanganiku semuanya baik. memang saya pun sudah tak tahan. Beberapa saat kemudian aku dipersilakan memasuki ruangan yang luas. bisa Pak! OT saja!” jawab Evi. Evi menerangkan dengan penuh semangat. OT. Begitu datang di gerbang pagar depan RSKG. A. karena telah ada jalan keluar saat kondisi badanku sudah kritis. Badan sudah serasa remuk. pasti dilayani asal telpon dulu Mas Kamto yang mengurus jadualnya”. R. Bandung. karena keramah-tamahan segenap karyawan RSKG mulai dari satpam.000.“Ya. Saat itu juga aku langsung menghubungi Mas Kamto penentu kebijakan masalah jadual cuci darah di Rumah Sakit Khusus Ginjal Ny. Tapi bagaimana caranya bisa cuci darah sekarang? Jadual saya harus besok sore”. Pelayanan pertama yang sungguh mengesankan. OT itu cuci darah diluar jadwal yang ditentukan. Pada pukul 14. baru aku mengerti bahwa OT itu singkatan dari over time. Hampir seluruh keluargaku menumpahkan tangis bahagia. selalu tersenyum juga memberikan pelayanan dan perawatan professional terbaik.00 kami berangkat dari Saibi. Ada juga satpam yang segera menyodorkan kursi roda pada saat aku turun dari mobil.A. satpam sudah menyambut dengan anggukan kepala dan senyum yang ramah. Aku berbaring di atas ranjang yang otomatis bisa ditinggikan atau direndahkan sesuai keinginan atau sandarannya yang mau diatur berapa derajatnya. “OT?” pertanyaanku singkat. Habibie. Kapan pun Bapak mau.00 sekali cuci. Belakangan. cleaning service. Alhamdulillah. terdiri dari 17 tempat tidur yang mengelilingi meja dokter dan perawat. Aku heran tak mengerti. R. Habibie. Cijerah ke Tubagus Ismail menuju RSKG Ny. Kemudian mendorong dan mengantarkanku sampai ruang tunggu di lantai II. artinya cuci darah di luar jadual yang sudah ditentukan. penuh perhatian saat mendengarkan keluhan pasien dan kecekatan mereka merawat pasien bisa aku rasakan.

beberapa TV kabel yang siap memberikan hiburan untuk sekedar mengusir rasa kesal berjam-jam terbaring saat cuci darah. karena jarum pistula itu besar sekali dan harus berjam-jam terbenam di selangkangan. Begitu juga bekas tusukan jarum di tangan kiri. 18 April 2006 kisah hidup pertama kali berkenalan dengan mesin cuci darah. Tusukan yang menyalakan harapan dalam kegelapan masa depanku. Selanjutnya akan berlangsung kontinyu setiap hari Selasa dan Jum’at dan berangsur-angsur limit waktu bertambah menjadi 3 jam sampai 4 jam pada saat cuci darah yang ke dua dan ke tiga. Badan mulai terasa segar setelah 2 jam cuci darah dan mendapat tranfusi 2 labu darah. Pandangan yang asalnya terasa buram. sama. Wow! Tusukan pertama jarum itu membuat mataku yang sudah redup langsung terbelalak. kemudian darah segarku yang mengalir itu akan dimasukkan lagi pada pembuluh darah di tangan kiri. Hasilnya. Bunyi kretek-kretek mesin cuci darah diselingi bunyi alarem peringatan serta kilatan lampu merah yang berkelip-kelip kalau terjadi sesuatu yang salah harus dinikmati selama 2 jam. Pukul 17. Aku pun merintih. Sebelum menusukkan jarum pistula. Tapi rasa nyeri yang hebat harus terulang saat jarum pistula di selangkangan harus dicabut kemudian bekas tusukan jarum yang besar itu harus di tekan dengan kuat sekitar 15 menit.00 WIB. Sampel darahku diambil untuk membeli 2 labu darah ke PMI. juga tersedia fasilitas hiburan. Maka dokter segera memberikan oksigen. tapi aku disarankan memakai cuci darah system karbonat. Tusukkan yang menyelamatkan hidupku. agar urat nadi yang bolong bekas tusukan tidak memuncratkan darah dan lubangnya tertutup lagi. di selangkangan diberi injeksi anestesi lokal dulu agar tidak terlalu sakit. aku sudah sulit bernafas. Saat itu. bukan asetat. Jangan bertanya bagaimana rasanya! Anda bayangkan saja sendiri! 27 . jantungku masih baik. Jarum pistula siap dipasang di selangkangan kaki kiri untuk mengeluarkan darah yang dialirkan ke mesin penyaring.pasien lain. bahkan hampir gelap mulai terasa terang lagi. Mas Slamet dan perawat lainnya yang selanjutnya menanganiku. harus ditekan dulu 15 menit agar mengering. menjerit. Kepala yang tadinya terasa berat berangsur-angsur ringan. Mesin EKG dipasang untuk memeriksa jantungku. Aku belum begitu mengerti tentang perbedaan keduanya. napas pun terasa ringan. Selasa. menahan sakit yang sampai ke ulu hati.

Dan aku sadar betul bahwa cuci darah ini baru permulaan yang harus aku jalani seumur hidupku. Sedangkan. pengalaman pertama cuci darah yang sangat menakutkan. hanya Allah Swt Yang Maha Mengetahui segalanya. Nurbayani Saleha yang berprofesi sebagai Ibu Panti Sosial Asuhan Anak Nurul Ihsan. tangan kanan dan selangkangan kaki kanan masing-masing terpanggang jarum pistula cuci darah.Rully seperti bertemu “jurig” itu aku alami. Diposkan oleh bang_qory di 18:16 0 komentar Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke Facebook Sabtu. sama tak bisa bergerak leluasa dan masih bengkak. Tangan kiri baru sehari menjalani operasi cimino/AV shunt. petinju legendaris. Aku sadar betul bahwa kondisiku masih sangat lemah jika harus kembali ke Garut. tentu Anda ingat. si Leher Beton. sampai betis kaki kiriku bengkak. Sehingga kaki kiri saya sulit untuk bergerak seperti orang yang terserang Cikungunya. paha. 04 September 2010 Derita Paling Menderita Mike Tyson. rumah adikku yang pertama. Jadi. Begitulah kira-kira gambaran bagaimana dahsyatnya gatal-gatal bisa membuat orang sedigjaya apapun akan menjadi tak berdaya. Mampukah aku bertahan hidup dengan cuci darah? Entahlah. Apalagi. bekas sayatannya hampir mendekati sikut. 28 . jika sedang berada di atas ring tinju dan siap melayangkan bogem mematikan. gerakan tangan kiri pun terhambat. Lengkaplah belenggu yang tak berbelenggu bagi seluruh anggota tubuhku. Sekuat apapun dia. ikatan erat yang tak bertali dan membuat aku tak bisa bergerak sedikitpun. Tepat di bekas tusukan itu pun terjadi abses (pembengkakan) hampir sebesar telur ayam. pasti tidak bisa berkutik.Selesai sudah. Hingga aku harus bertahan dalam kondisi berbaring seperti mayat selama lebih kurang 4 jam cuci darah. merah lebam. Rasanya menyakitkan sekali. apa yang dikatakan dr. Aku pulang lagi ke Cijerah. Darah dibawah permukaan kulitnya beku. warnanya hitam kebiru-biruan. minimal 2 kali seminggu secara rutin dan kontinyu. tetapi tiba-tiba tubuhnya terserang gatal-gatal. Akibat dari tusukan jarum pistula yang kurang tepat di selangkangan. Pinggang. saat pertama kali cuci darah. Kejadian yang sangat menyakitkan ini pernah kualami saat cuci darah yang keempat kalinya.

Yang Maha Menguasai jiwa. Dua buah labu darah sudah dipersiapkan guna memperbaiki Hb yang hanya 5. 29 . pinggang. Aku hanya bisa menggigit bibir bagian bawah untuk menahan derita yang paling menderita sambil memanjatkan doa memohon kekuatan dalam batin.. Karena tangan dan kakiku tak bisa bergerak sama sekali. tangan dan wajah. “Laahaula walaa Quwwata illa billaahi aliyul adziim. rasa gatal dan jengkel karena garukan mereka banyak meleset dari instruksi sasaran yang kuinginkan. penyebab utama terjadinya derita yang paling menderita. dengan transfusi darah itu. Pada 15 menit awal. Beberapa detik kemudian bertambah pula rasa gatal itu ke telinga kanan. Injeksi interhistine ditambah lagi sampai habis 4 ampul. Agar bisa menggaruk seluruh bagian tubuh yang terasa panas.. Gatal di tubuhku bukannya mereda. Gatal itu terus berkembang biak bak jamur di musim hujan. Yang Maha Kuasa. Inilah yang menjadi virus malapetaka. kaki. Aku meminta tolong istri untuk menggaruknya. Beberapa saat aku tak bisa menjawab. pantat.Rusma. Batinku berperang sabil antara melanjutkan transfusi atau tidak? Karena aku tahu. Tapi hasilnya tetap nihil. dr.Pak? Mau dilanjutkan dengan labu yang kedua?” kata dr. gatal dan menyakitkan. dr. merintih menahan sakit. berjalan lancar-lancar saja. Aku menjerit.!” Air mata kepasrahan kepada Allah Swt yang menguasai jiwaku terus mengalir. Aku segera minta tolong diberi obat anti gatal. Aku meminta bantuan tambahan pasukan penggaruk Yayu dan Zaki. menyerang punggung. Cut Indra dan Mas Slamet menghampiriku.0 mlHg. aku tersiksa.Selang oksigen juga terpasang di hidung agar napasku terasa ringan. Memasuki menit ke-16 mulai terasa gatal di telinga sebelah kiri. Aku mengakui segala kelemahan diri di hadapan Allah Swt. Bagaimana bisa? Ya. Mas Slamet sebagai perawat yang sigap cepat memasukkan injeksi interhistine 1 ampul. Namun menambah ketidak nyamanan untuk bergerak. Labu pertama terpasang bersamaan dengan proses cuci darah. Akhirnya aku hanya bisa pasrah tak berdaya. adik-adikku. “Labu darah pertama sudah habis. Bagaimana. Rusma. penyebab gatal itu adalah penolakan tubuh terhadap darah asing yang masuk (alergi terhadap darah yang kurang cocok). malah gatalnya tambah seru. malah semakin menjadi-jadi.

ketika turun dari pembaringan kakiku tak bisa bergerak. Padahal harganya cukup mahal.. Yaitu. badan akan semakin lemah karena Hb-ku yang sangat minim dan sayang labu darah yang satunya lagi akan terbuang sia-sia. Air mata sedih. Rusma memberikan penjelasan bahwa kondisi demikian tidak akan berlangsung lama. bisa bertahan jika dilanjutkan transfusinya?” Aku masih belum bisa menjawab. 30 . Gejolak batin dan pikiranku terus berperang antara ‘ya’ dan ‘tidak’. Mas! Lanjutkan saja. Istri dan adik-adikku yang berada di sekelilingku dan menyaksikan kejadian itu semuanya meneteskan air mata. Sambil menggigit bibir bagian bawah dan memejamkan mata. Kepasrahan. walaupun aku tahu resiko yang harus aku tanggung berat sekali. gatal yang mengakibatkan kematian. aku harus menahan penderitaan yang tak terperikan ini lebih lama.! Aku mencoba mengumpulkan segenap keberanian dan kesabaran dalam ketidak berdayaan untuk melanjutkan tranfusi tersebut. Hanya Allah-lah yang bisa menolong jiwaku. Istriku juga mengatakan bahwa wajahku bengkak. Saat aku mencoba berdiri malah mau ambruk. Ya. lemas tak bertenaga. Bisa Anda bayangkan sendiri. gatal yang digaruk di tengah jalan tol lalu tertabrak kendaraan. Tapi jika tidak dilanjutkan. Aku jawab tantangan Mas Slamet dengan hati mantap dan tekad yang bulat “Ya.Jika dilanjutkan. insya Allah saya kuat!” Anak. Mas Slamet mendesak. Perasaanku cemas dan takut kalau-kalau kakiku menjadi lumpuh. haru dan pasti bisa merasakan bagaiman penderitaan yang harus aku jalani selama 2 jam lagi. “ Pak. hanya kepasrahan diri yang bisa mengantarkan dan melewati masa-masa kritis semacam itu. Selanjutnya aku berpikir belum ada orang yang mati gara-gara gatal. mati deh. betapa menderitanya aku saat itu. ”Laailaahaillallah. dr. Setelah cuci darah selesai. juga perjuangan untuk mendapatkannya sangat melelahkan. telingaku menebal beberapa millimeter dan berbintik-bintik merah. aku tuntaskan perjuangan melawan rasa gatal serta tak pernah lepas dari doa. Ya. Memang ada sih. Ini hanya efek samping dari obat anti gatal yang diberikan tadi. Laahaula walaaquwwata illa billaah aliyyul adziim”. Beruntung. Namun aku yakin Allah Swt yang menguasai jiwa ragaku pasti memberikan kekuatan 2 jam ke depan untuk menahan segala derita ini. Telinga dan wajahku terasa bengkak. Tak ada makhluk lain.

karena selama cuci darah tadi tidak bisa menggaruk sendiri. Seandainya saat ini Anda sedang membaca tulisan ini. Kesempatan Hidup Kedua Beberapa minggu setelah kejadian itu. ”Siap! Kapan pun dan di mana pun saya pasti siap!” Barangkali kondisi seperti itulah yang aku alami pada hari Kamis. Hitung-hitung balas dendam. Segera aku berdiri di atas timbangan yang tersedia untuk mengetahui berat badanku. Rutinitas timbangmenimbang berat badan sudah menjadi kewajiban baru sejak menjalani cuci darah. Aku yakin jawabannya pasti “Tidak siap!” atau kemungkinan besar jawabannya seperti itu. tiba-tiba kedua kakiku terasa dingin. rupanya karena racun (ureum dan kreatinin) di tubuh sedang dikeluarkan. 20 Juni 2006. Karena Anda kaget dan sungguh diluar dugaan. aku masih sibuk menggaruk-garuk sekujur badan sepuasnya. Memasuki 15 menit terakhir jam ke-4. Hal ini juga banyak dialami pasien lain. tidak sensitive lagi terhadap rasa. Sehingga. bisa merasakan segala rasa makanan dengan tepat. Setiap datang dan pulang pasien wajib mencatat berat badannya. “Apakah Anda siap saat ini. Banyak yang iri melihat kami selalu mesra. Jarum timbangan menunjukkan angka 46. pasti Anda pun menjawab. kemudian mencabut nyawa Anda?”. R. Kemudian kepala juga 31 . makan saat cuci darah adalah saat yang dinantinanti. Badanku masih kuat untuk berjalan kaki sekedar turun dari angkot menuju lantai II ruang tunggu cuci darah di RSKG Ny.Sepanjang perjalanan pulang dari RSKG menuju ke Cijerah. Aku selalu mencatatnya di buku agenda pasien. Tetapi begitu selang cuci darah dilepas. Habibie.A.5 kg. Moment cuci darah bisa aku gunakan untuk makan.5 kg selama 3 hari sebelumnya. tanpa persiapan mental sedikit pun. ada lagi peristiwa yang lebih mengerikan. beberapa puluh menit kemudian alat pencecap itu kembali krodit. karena hanya bisa dinikmati 2 kali seminggu. agar tim medis bisa menentukan banyaknya cairan yang harus dibuang dari tubuh pasien. detik ini juga malaikat Ijrail menghampiri Anda. nyeri dan kram. Jam-jam pertama cuci darah tak ada kendala. Tapi kalau rasa keimanan Anda kuat. Karena saat inilah biasanya alat pencecap agak normal. Aku makan dengan lahap. berarti ada kenaikan berat badan 2. tiba-tiba aku ajukan pertanyaan. Saat itupun aku disuapi istri tercinta.

jari-jari pun tak mampu bergerak. Bumi di sekelilingku rasanya akan runtuh. Mual tak tertahankan dan dada pun terasa ditumbuk-tumbuk. jerih payah istriku menyuapiku waktu cuci darah terbuang sia-sia. Tujuannya agar aliran darah ke kepala bisa lancar. Perlahan-lahan perubahan itu berlangsung. Dokter jaga dan perawat lain berdatangan. Tensi darah mulai naik lagi dan beberapa puluh menit kemudian agak normal 110/70. bernapas dan mengembalikan segenap energi yang masih tersisa. Kondisiku makin lemah. berkunang-kunang dan menghitam. beberapa anak panti ikut membantu menggotong badanku agar sampai di tempat tidur. Mekar Manah no. Setelah napas kembali normal begitu juga tensi darahku menjadi 120/80. Selama perjalanan itu. Antara sadar dan tidak. istriku berusaha mendekapku dengan penuh kasih sayang. Selain istriku dan adiku. selang cuci darah juga cepat dicabut. tensi darahku tibatiba drop menjadi 80/60. pandangan kabur. Pengalaman dahsyat itu kembali kusaksikan dari file 32 . Setiba di Saibi aku tak mampu lagi berdiri apalagi berjalan. Aku terkulai. Beruntung. aku masih bisa berteriak. Wajah kakekku tiba-tiba saja terbayang di benakku saat beberapa menit lagi menjelang ajalnya tiba. gelap. aku berjuang terus. Hanya kepala masih terasa pening.dingin dan pusing berat. terkuras seluruh isi perut keluar semua. Napas tiba-tiba berat dan sesak. Dengan kursi roda aku menuju angkot Mang Dadang yang sudah siap menjemput. Sekelebatan aku masih bisa melihat suster Neti di sebelahku. Aku muntah-muntah. meriang merasa kedinginan hebat.7 Cijerah (Perum Saibi) serasa berpuluh-puluh jam. baru beberapa puluh meter saja angkot itu meninggalkan RSKG tubuhku tiba-tiba menggigil. “Suster pusing…!” Suster Neti dengan sigapnya segera menurunkan posisi kepalaku supaya sejajar dengan badan sebab asalnya posisi kepalaku bersandar agak tegak. Istri dan adik-adiku sudah panik. kemudian napas terasa agak ringan. Kepala pusing dan mual yang dahsyat tak tahan. sekilas saja kulihat mereka semua sudah menangis bingung harus bagaimana menolongku yang tak berdaya saat itu. kaki tanganku tak mampu bergerak. Jarak antara RSKG di jl. Dingin menjalar ke sekujur tubuh terutama kaki sampai pinggangku. selang oksigen cepat-cepat dipasang untuk membantu pernapasan. padahal masih tersisa beberapa menit lagi. aku diperbolehkan pulang. pandangan pun tidak terlalu gelap. Tubagus Ismail sampai ke Panti Sosial Asuhan Anak Nurul Ihsan di jl.

merambat ke paha selanjutnya ke dada. ditambah dengan botol bekas air minum mineral dan botol kaca bekas sirup buah yang di isi air panas juga. aku mulai bisa diajak komunikasi walaupun dengan suara yang sangat pelan dan berat. Seandainya malaikat Ijrail mau menjemputku agar aku segera bertemu dengan-Mu aku rela. Kondisi terakhirnya sama seperti aku saat ini. Karena aku ini milik Engkau semata. Dia menyuapiku dengan sabar. 33 . Kemudian dia juga menawariku makan makanan bayi berupa bubur cair produk Nestle.” katanya. Atas izin Allah pula. “Aku menerima segala keputusan-Mu. Adik-adikku. Aku masih terkulai. dan Yayu Fauziah bergantian memijit-mijit telapak kaki dan telapak tangan. Beberapa sendok teh manis yang disodorkan istriku bisa mulus melewati tenggorokan. Aku hanya mengedipkan mata tanda setuju. hanya kedipan mata pula. khawatir. Badanku mulai hangat lagi. takut. Dua botol bekas sirup buah yang besar-besar di simpan di betis. Ibuku juga detik-detik akhir hidupnya aku saksikan sendiri. Saat itu hanya hati dan keimanan yang masih menerangi jiwaku dan menuntunku untuk terus berjuang hidup. “Biar ada energi. Jawabanku sama. Zaki Sukmaya. Istriku berinisiatif menawarkan minum teh manis. suhu tubuh mulai naik. Ya Allah!. akhirnya melepaskan napas terakhir untuk menuju keharibaan Allah Swt. cemas. serta mengurut betis sambil terus meneteskan air mata dan berdo’a. dua botol bekas air mineral di paha dan buli-buli/umbit di atas dada. Dalam keadaan hampir seluruh keluarga panik. tolonglah hamba! Berilah hamba kekuatan untuk bisa bertahan hidup sampai batas yang telah Engkau tentukan”. Nurbayani Saleha. ia cepat mengisi buli-buli/ umbit (kantung karet yang bisa di isi air panas). Pada saat kakekku melepaskan napas terakhir di pangkuanku. Tapi semua energiku serasa musnah. istriku masih berpikir bagaimana caranya agar suhu tubuhku menjadi hangat kembali. Istriku secepat kilat menyajikan bubur Nestle cair rasa beras merah. stress. Aku pasrah dan menyerah akan segala takdir yang digariskan Allah Swt.memoriku. tekun dan penuh cinta. namun kelopak mataku sudah mulai bisa terbuka. baru terasa ada perubahan. begitu jerit batin yang aku panjatkan. Tetapi seandainya ajalku belum tiba. Hampir 2 jam mereka memijit-mijit telapak kaki dan tangan. Mungkin tujuannya agar darah yang seperti membeku dapat mengalir dengan cepat dan bisa berganti dengan yang hangat karena air panas tadi. dimulai dengan turunnya suhu tubuh di kaki terus beku. Selain selimut dan bantal yang sudah ditumpuk di atas tubuhku agar hangat.

Pukul 01. Tapi dia masih setia berbakti memijat terus sampai dirinya yakin bahwa aku sudah pulih. karena aku tak mau darahku kembali menjadi beku. karena hanya itulah kemampuanku. Hanya matanya terus menatapku dengan tatapan yang berkaca-kaca. habis. shalat dulu ya! Magrib dan Isya kan belum. Aku merasa diberi kesempatan hidup kedua. lalu kutunaikan shalat Maghrib dan Isya dengan jama qoshor. Dibuatkannya lagi bubur yang kedua. Sebelum pergi tidur. Hanya itu energi yang kumiliki sebagai bakti dan rasa syukurku atas segala pertolongan Allah Yang Maha Kuasa. “Pa. Subhanallah. Zaki. Aku menjawabnya dengan senyum. dan dia pasti sangat paham. Kecuali hanya mengacungkan jari telunjuk saat tahiyyat. langsung glek saja ditelan dan masuk ke lambung.00. 34 . Begitu bubur sudah ada di mulut. dari sekitar pukul 17. adikku tidak menjawab. sedikit bersuara dan menggerakkan jari-jari kakiku. tanpa bergerak sedikit pun. sudah dulu ya! Istirahat aja dulu! Capek! Terima kasih ya!” kataku pelan. Senyum kebahagiaan karena sudah bisa melewati masa yang sangat kritis. Raut wajahnya agak sedikit berbinar lagi penuh harapan. aku baru bisa mengeluarkan suara agak fasih dan bisa dipahami. Dengan ketekunannya menyuapiku. Aku menyuruh adikku berhenti memijat dan beristirahat. Sambil berurai air mata. “Ki. Zaki. Dia beranjak ke ruangan tengah untuk beristirahat bersama adikku yang lain. Alhamdulillah. Aku berusaha bisa menelan bubur dan tak perlu mengunyah sedikit pun. masih belum berhenti memijat telapak kaki. Dia sudah kelelahan dan terkuras mental dan energinya. walau gerakan tubuhku masih sedikit. antara hidup dan mati. Karena usaha dan jerih payahnya bisa berhasil. bahwa hakikatnya Allah yang memberikan pertolongan kepada kita. 20 gr bubur Nestle itu masuk ke dalam lambungku. Adikku. atas kemurahan Allah Swt.Semangat hidupku timbul lagi. aku mulai memiliki energi lagi dan bisa menggerakkan jari-jari tanganku. Jama qoshor aja semampunya!” katanya pelan. Seolah-olah dia ingin meyakinkan diri bahwa aku masih bisa bertahan hidup sampai besok lusa dan entah sampai kapan.00 sampai pukul 24. aku bertayamum dalam imajinasiku. Kejadian menegangkan itu cukup lama.00. istriku mengingatkanku untuk shalat Maghrib dan Isya yang belum sempat kutunaikan. lama sekali.

Sosok perempuan yang tegar. motivator ulung yang penuh cinta dan kasih. Kepalaku masih terasa pusing. si sulung yang ganteng dan tiga dara yang cantik-cantik. Faris Fajar Wibawa (17). Fatmah Tresnasih. Dialah yang telah melahirkan 4 permata hidupku yang lain. walau 35 . sabar. Amiin! Mimpi Ya Allah! Mimpiku menjadi orang normal Mungkin hanya angan dalam khayal Yang tak bertepi sampai ajal Namun aku juga bermimpi Sakitku pasti akan terobati Saat aku bisa menikmati Indahnya cinta-Mu di surga nanti. Tresna artinya cinta dan Asih artinya kasih sayang yang tulus. aku mulai bisa menggerakkan kaki dan tangan. dan Fhatiya Bilqis Saida (5). penuh daya juang. Nazla Gina Farfasya (10).Pagi-pagi. Mimih. begitu aku dan anak-anak menyebut namanya. kami sepakati sejak ijab qabul dengan wali dihadapan penghulu tak akan putus. Perhiasan Terindah Pas benar ungkapan sepenggal syair lagu Rhoma Irama yang mengatakan “Perhiasan terindah itu wanita sholehah”. sesuai dengan namanya Tresnasih. 5 Juli 1992 sampai sekarang benar-benar merupakan perhiasaan terindah dalam hidupku. berbicara pelan-pelan. tak pernah mengeluh. Penandatanganan dan peresmian kontrak hidup bersama dunia-akhirat. Ulfa Shofi Agnia (15). tapi aku yakin besok-lusa aku pasti bisa bangkit lagi. seorang istri yang aku sunting pada hari Minggu. telaten.

dan yang paling besar biayanya adalah biaya transportasi. jika aku sakit. berarti setiap bulan harus mengeluarkan uang Rp 8 juta. Bisa Anda kalkulasikan sendiri jika dua kali cuci darah dalam seminggu. Bukan hanya dituntut bisa memenuhi kebutuhan untuk berobat. Dialah orang yang pertama kali merasa cemas. Dia yang pertama kali terbangun dan terjaga saat tengah malam aku pening. gelisah dan pontang-panting mencari pertolongan. Biaya cuci darah memang ditanggung Askes. Setiap kali pergi ke Bandung harus merental mobil. Entah dari mana. Sebagai wanita karir. kiri dan keningku dengan penuh perasaan cinta saat aku akan tidur. Sungguh pengorbanan yang luar biasa. Begadang sampai pagi. Ya. Pembelian labu darah. merasa down. Belum biaya tak terduga lainnya seperti operasi AV shunt atau cimino. Istrikulah yang sigap kasak-kusuk. Dialah yang selalu memberiku semangat hidup. Aku sudah tak bisa berpikir lagi untuk mencari uang. Mimih. Mengecup pipi kanan. Sebagai ibu rumah tangga. tapi disaat kepalaku pening. Operasi AV shunt atau cimino yaitu operasi memperbesar pembuluh darah di tangan. Begitu besar pengorbanannya bagiku dan keluarga. sebagai wanita karir dan sebagai ibu rumah tangga yang baik. adalah kata pertama yang saya panggil. agar tidak ditusuk di selangkangan. karena badanku semakin lemah dan tak kuat lagi kalau naik kendaraan umum. Tugas istriku yang paling berat adalah merawatku sebagai suaminya. Dialah yang selalu mengajak aku mendekatkan diri pada36 . Membersihkan seluruh kotoran yang menempel di badanku. jika aku merintih kesakitan.kematian memisahkan kami. Ini terbukti dengan begitu setianya dia menjaga dan merawatku saat aku sudah tak berdaya. setiap cuci darah harus mengantongi uang minimal 1 juta rupiah. Pada saat aku terkulai lemas kehabisan energi. ke sana-ke mari mencari pinjaman. membesarkan jiwa saat aku merasa putus asa. dia harus menjadi ibu yang baik bagi anak-anaknya. pegal dan linu atau muntahmuntah. Istriku dituntut harus pandai membagi waktu. aku tak tahu. dia menyuapiku dengan penuh kasih sayang. tetapi banyak obat-obatan yang di luar tanggungan Askes. Garut. Menyeka seluruh tubuhku di saat aku tak mampu mandi. stress dan kehilangan pegangan. dia harus tetap menjalankan tugas mengajarkan Bidang Studi Bahasa Inggris di SMPN 1 Banyuresmi. sedangkan esok harinya harus mengajar dan mencari uang tambahan untuk memenuhi kebutuhan berobat dan cuci darah. istriku mampu memberikan pijatan lembut yang menggetarkan nadi kehidupan.

sahabat-sahabat terbaikku selalu siap dan sigap mempersiapkan semuanya. Tak mungkin. Tugas dan jabatanku harus ditinggalkan. Cita-citaku untuk melanjutkan kuliah hapuslah sudah. Ya Allah! Sungguh malu diri ini dihadapannya. begitu tulus dan begitu murni. aku tidak mau pusing dengan rentalan mobil dan sopir. dunia dan akhirat. impossible! Bagaimana aku bisa membalas semua itu? Aku hanya bisa berdo’a dan memohon kepada-Mu ya Allah! Mudah-mudahan ia mendapatkan ridho-Mu. S. jabatan apalagi penghasilan menyusut drastis setiap bulannya. sebagai kepala sekolah mengerti kondisiku yang harus bolak-balik terus cuci darah ke Bandung. jas almamater dan kartu KRS di STKIP Garut harus dilupakan begitu saja. aku menulis surat pengunduran diri dari jabatan dan tugas-tugas yang tidak mungkin lagi bisa aku tunaikan dengan alasan kesehatan. sekarang malah harus diurus orang lain. Aku tak bisa membalas cinta. merasa ridho. bahagia.00 atau 19.00. pagi-pagi sudah berangkat mengajar. karena aku pun sebagai suaminya. Aku merasa tak berguna lagi.. bertasbih. bertahajud dan selalu mengingat nama. Aku harus puas dengan ijazah Diploma 3 saja. Tak keliru aku memilih Fatmah Tresnasih sebagai pendamping hidup selamanya. Pak Wawan. 37 .Nya di setiap tarikan nafasku. Pada bulan April 2006. Alhamdulillah Bapak Engkus Kusnadi. Pak Jejen. sekarang malah berbaring lesu sambil berselimut tebal. Biasanya.Nya! Mengingatkan aku untuk berdo’a. Bahkan kartu mahasiswa yang baru saja aku terima sebagai tanda bukti menjadi mahasiswa baru.H. Beruntung. Aku hanya memohon diberi tugas yang ringan dan yang lucu saja di sekolah. sekarang harus diam sendirian di rumah. Terima kasih Ya Allah! Uang Bukan Segalanya Kegiatan rutinku berubah 180 derajat. Biasanya mengurusi orang lain. Biasanya kami berangkat pukul 08. Karir. Tiap kali pergi ke RSKG 2x seminggu. kasih sayang dan pengorbanannya yang begitu besar.00 dari Garut dan tiba lagi pukul 18. dan puas mendapatkan pasangan hidup dirinya yang shalehah. Mustahil aku bisa berpaling ke lain hati. dan Mang Ujang mereka bergantian mengantarku. Biasanya berbaur dengan para guru dan siswa di SMPN 1 Banyuresmi.

Anakku yang paling kecil. mata sipit. begitu nama panggilannya. Bahkan seorang pasien. Aku hanya menebak-nebak. Padahal Cuma bisa dadah dan melontarkan kata-kata yang harus diterjemahkan. tapi yang ini beda! ” kata Pak Bambang. hebat!” kataku. memang Cici itu lucu. karena belum fasih. Banyak yang tertarik dengan kelucuannya. Pak! Semoga Bapak sukses transplantasinya!” kataku pelan. beliau agak tertutup waktu aku menanyakan profesinya. karena selalu pakai jas berwarna gelap. Ya. “Ya. Kata-katanya penuh kharisma. “Mahal juga. Pak Bambang. Aku bertanya dengan nada agak menyelidik ingin tahu berapa biayanya. Kami semakin akrab dengan Pak Bambang. “Bapak itu selalu sibuk. padahal di rumah juga banyak anak-anak kecil. kepada Pak Bambang. 38 . beremblim garuda. untuk transplantasi ginjal. “Amin! Do’anya saja Pak ya!” dia memohon sambil berjabat tangan. “Wah. Kemungkinan Pak Bambang itu seorang anggota dewan. itu pun sudah termasuk biaya hidup di sana sekitar satu setengah bulan”. Dia hanya menjawab. Wajahnya berwibawa. kulit putih. Dia selalu menanyakan anakku jika bertemu. rambut ikal. 4 jam cuci darah itu gak kerasa ya! Aneh. Hanya saja. penghasilan pas-pasan (BP6). Aku terkesima dan terkagum-kagum. “Berapa Pak biayanya?”. Operasi yang menjadi dambaan semua pasien GGK. Ah. Aku pun memimpikannya. selalu dibawa pergi ikut ke RSKG. berapa Pak paket hemat itu?” tanyaku lebih penasaran. Postur tubuhnya tinggi besar. biasa saja wiraswasta!” Awal bulan Mei 2006. Sayangnya. tiba-tiba Pak Bambang berpamitan kepada semua pasien yang berada di ruangan karbonat yang berjumlah 17 orang. Wajahnya bulat. pergi pagi-pagi dan pulang petang. “Selamat jalan. dan badannya gemuk. “Sekitar 300 jutaan. Begitu juga istrinya. “Oh ya. dia selalu tertawa jika digoda dan seolah-olah bisa diajak komunikasi. Cina. walaupun usianya pada saat itu baru satu tahun. montok. begitu juga istrinya. Cici. kalau ditanya masalah profesi beliau selalu mengelak. agar bisa hidup normal kembali. Katanya dia akan pergi ke Guang Zhou. sangat terpesona dengan anakku itu. ya?” “Lumayanlah Pak! Kita juga dapat bantuan dari saudara-saudara”. jadual cuci darah kami selalu berbarengan. “Wah. kalau ada Si Cici. kita mah ambil yang paket hemat aja!” jawab Pak Bambang.

insya Allah ya!” jawabnya meyakinkan. Bu Kartini. Allah!” Begitulah do’a yang sering aku panjatkan ba’da shalat fardu atau shalat tahajud. seandainya aku sehat lagi seperti sedia kala. Setelah keberangkatan Pak Bambang ke Cina. “Pasti Pak. Segudang khayal dan impian berkelebatan di depan mata.“Eh. jantungku rasanya hampir copot saat membaca Koran Pikiran Rakyat tanggal 25 Juni 2006 yang memberitakan bahwa Pak Bambang Budi Asmara telah berpulang ke khadirat Allah Yang Maha Kuasa. Pak Asnali yang gagah dan selalu berbaju loreng. Cita-cita akan kuraih. Selama itu. betapa bahagianya diriku. Rasa rindu untuk saling tukar makanan atau tukar pengalaman bersama mereka. selalu berharap seperti Pak Bambang. dan yang lainnya. iya Pak! Kalau nanti Bapak sukses dan berhasil cangkoknya. Luki yang dari Tangerang. agar bisa meningkatkan kadar keimanan. saya tengok! Eh. Berangkatlah penderitaannya. Ceu Eros. Ginjal yang selama ini telah menghambat karir dan kekhusuan ibadah kepada-Mu! Ginjal yang telah membuat seluruh keluargaku ikut menderita. ”Ya Allah! Berikanlah aku kekayaaan seperti Pak Bambang agar aku juga bisa melakukan transplantasi ginjal. Terbayang di benakku. Bukannya aku tidak menerima cobaan dari-Mu sebagai tanda sayang-Mu. Bukannya aku tak paham bahwa orang sabar itu di sayang oleh-Mu dan bukannya aku tak mengerti bahwa penyakit ini adalah penebus dosa-dosaku. Hedy yang masih anak SMU. Tapi aku masih ingin lebih sempurna dalam beribadah kepadaMu! Maka kabulkanlah do’aku Ya. Garut yang sering kuajak pulang bersama. Wah. Pak Rukmana. do’aku masih tetap sama. karena begitu seringnya kami bertemu. Ada rasa rindu andai kata hari sudah mendekati hari Senin atau Kamis. aku jadi terobsesi ingin seperti Pak Bambang. karena merasa sependeritaan. pasien dari Cilawu. jadualku cuci darahku yang baru. Betapa terkejutnya aku. jangan lupa kepada kami di sini Pak! Tengok kami ya Pak! Agar kami juga termotivasi untuk bisa seperti Bapak!” pintaku pada Pak Bambang. Tiap selesai shalat aku selalu memanjatkan do’a. karena aku telah menjadi orang pilihan untuk menerima ujian dari-Mu. Ada Pak Kurnia. Berjuta angan dan harapan akan kupenuhi. Suasana cuci darah tambah akrab dengan sesama pasien maupun dengan perawat atau dokter. Pak Bambang ke Cina untuk berusaha sembuh dari 39 . Pak Agus Berlian. kesabaran dan ketaqwaan kepada-Mu.

Ketua Yayasan Asia Afrika. “Ya. Pak Bambang yang ingin aku ikuti jejak langkahnya.. Biaya hidup selama pemeriksaan dan operasi tersebut mencapai Rp 300 juta ditambah biaya pemulangan jenazah sekitar Rp 80 jutaan.Pak Bambang yang saat pamitan memberikan senyuman dan lambaian tangan terakhirnya. Aku bersyukur dengan segala rizki yang telah Engkau berikan. diterima iman Islamnya dan segala amal shalehnya dibalas dengan pahala yang berlipat ganda. Allah! Yang telah menilai kecil rizki yang telah Engkau berikan. Sehingga aku segera bertobat dan mengucapkan istighfar. agar menjadi ibroh dan pelajaran yang sangat berharga. yang harus kita terima dan harus kita ambil hikmahnya. keikhlasan. seolah-olah aku tidak mensyukuri segala nikmat-Mu! Amiin!” Sejak saat itu aku menyadari betul bahwa rizki itu sudah diatur dengan skenario Allah. Pak Bambang yang akhirnya kuketahui bahwa dia itu merupakan putra terbaik Jawa Barat. Bukan saja menguras energi. mungkin aku telah Engkau panggil seperti dia. Dia menjabat sebagai Bendaharawan Partai Golkar Jabar. Maafkanlah dosa-dosaku Ya. Inna ma’al usri yusraa. Kini telah tiada. Aku yakin. suaminya dalam keadaan koma. dan sederet jabatan lainnya. bahkan materi yang tidak sedikit. Di akhir bulan Juni itulah aku baru menyadari bahwa do’a-do’aku selama ini salah dan keliru. seandainya Engkau berikan kekayaan seperti Pak Bambang kepadaku. Mudah-mudahan Allah mengampuni segala dosanya. Tak pernah sempat sadar sedikit pun sampai wafatnya. dan aku yakin bahwa Allah itu memberikan sesuai dengan kemampuan dan kesabaran menjalaninya. Penasihat Taekwondo Jabar. Engkau pasti telah menentukan jalan lain yang membahagiakanku. kesabaran. Harta tidak bisa menjamin kesembuhan seseorang. mental. Beliau tidak mengira kalau tiga hari pasca operasi transplantasi ginjal itu. aku tidak diberi kekayaan seperti beliau. biaya yang sangat menakjubkan bagi kami sebagai PNS yang berpenghasilan pas-pasan. 40 . Sungguh. Tetapi itulah takdir Allah Swt. Allah terima kasih yang tiada terhingga. seraya berdo’a. Allah pasti memberikan kemudahan setelah datang kesusahan sesuai janji-Nya pada surat Al-Insyirah. Hal ini kuketahui beritanya dari koran setelah beliau tiada. Bu Bambang yang sengaja datang ke RSKG mengisahkan peristiwa wafat suaminya dengan berurai air mata. Amiin! Ternyata uang itu bukan segalanya. seolah-olah aku tak pernah Engkau beri apa-apa. Sedangkan aku masih ingin melanjutkan perjuangan hidup. mantan Ketua KNPI Jabar.

lalu mengutarakan maksud kedatangannya. lelaki tua itu mengusulkan agar aku menganggap dia sebagai orangtuaku sendiri dan dia akan menganggapku sebagai 41 . ”Sep! Saya sengaja membawa guru saya ini untuk mengobati penyakit Asep”. Sebelum dialog berlanjut. “Ya. rekan kerja. tetangga. Sambil menunggu ayahku datang. Setelah dipersilakan duduk.Semoga Anda tabah Bu Bambang! Selalu diberi petunjuk dan kesabaran menjalaninya. Jazakumullhi khairon katsiraa. Keluarga. saya ingin sembuh! Saya tak mau cuci darah!” “Bagus!” jawabnya. dia berkata. Terasa benar kebaikan mereka. Aku tak mungkin bisa membalas budi baik mereka. motivasi dan do’a mereka. Setiap hari ada saja tamu yang datang. Amiin! Uji Keimanan Kabar tentang penyakit yang aku derita begitu cepat tersebar kemana-mana. giginya pun sudah ompong dan duduk di sampingku. semoga amal baik mereka dicatat dan mendapat imbalan pahala yang berlipat ganda dari Allah Swt. Selanjutnya lelaki tua itu mengajak bersalaman. Dengan tatapan matanya yang seolah-olah ingin meyakinkanku bahwa dia mampu mengobatiku. Banyak orang menengokku. Bahkan banyak orangtua murid yang sengaja meluangkan waktu untuk datang menemuiku dengan memberikan dukungan. sahabat dekat maupun jauh. Aku terpana melihat sosok lelaki tua yang sudah beruban. Aku jabat tangannya yang agak keriput itu. aku menyuruh istriku untuk memanggil ayahku yang tak jauh rumahnya dari rumahku. Amiin! Suatu hari salah seorang kerabatku bertandang ke rumah sambil membawa seseorang yang tak kukenal. Aku menjawab. murid dan semua orang yang kukenal rasanya tak ada yang absen. baik berupa moril maupun materil yang sangat berarti bagiku. Aku hanya bisa mengucapkan terima kasih dan berdo’a. Dia tak melepaskan jabat tangannya yang erat sambil bertanya kepadaku. “Apa keinginanmu sekarang?” Nada bicaranya pelan tapi pasti. Dia tak membawa peralatan medis apa pun. “Caranya?” aku semakin heran.

istriku. Lelaki tua itu melanjutkan ceramahnya. “Ya. Wajahnya masih diliputi rasa curiga dan heran.” jawabnya mantap. “Siapa nama Ananda?” kata lelaki tua itu.” katanya. jawabku singkat. Siapa tahu dia itu saudara kita juga. Dia komat-kamit sambil memejamkan matanya. Lupakan nama yang dulu itu sampai Ananda sembuh. Aku semakin heran.” ayahku menjawab. dan ayahku bengong. “Kapan dan hari apa Ananda dilahirkan?” “Hari Jum’at.00”. anak. “Saya. “Kok bisa? Mau dipindahkan ke mana?” “Ke Jerman. “Saya ke sini atas panggilan jiwa dan ikhlas menolong tanpa pamrih. “Tidak apa-apa. “Nah. sekarang ada ayahnya. kerabatku. “Saya. tanggal 3 Februari 1967. Siapa nama Bapak?” tanya lelaki tua itu.” begitu katanya meraih simpati.ini hanya dalam waktu sementara saja. Aku. “Kalau begitu kasihan dong orang Jerman jadi menderita?” “Enggak apa-apa orang Jerman ini!” “Kasihan dong orang Jerman. istri dan semuanya harus memanggilnya. lelaki tua itu dan ayahku. SK dan berbagai macam dokumen pribadi saya?” protesku dengan cepat terlontar. Aku.” lanjut lelaki tua itu sambil menatap ayahku. Asep Qoriin”.” “Waduh! Bagaimana dengan ijazah saya. mulai hari ini nama Ananda harus diganti!” “Diganti nama?” aku tambah heran. Kami berlima duduk melingkar. Ayahku bertanya spontan dengan nada berseloroh. Asep Diman. “Mari kita kerjakan bersama! Ananda. “Bapak tidak perlu merasa heran dan curiga pada saya.” ayahku semakin sengit. Oman Abdurrahman. Kemudian kami saling menatap keheranan. “Bapak sebagai ayahnya. istriku. Ananda harus berganti nama menjadi Asep Diman!” begitu katanya dengan nada meyakinkan. nama Ananda boleh dipakai lagi. Nanti kalau penyakit yang Ananda derita sudah saya pindahkan.anaknya. pukul 13. 42 . Katanya agar hubungan pertalian batinnya semakin erat demi proses penyembuhan yang cepat. Ayahku datang.

Harap maklum. takut menjadi kemusyrikan yang berlanjut. karena ingin mengobati suami saya. Allah tak akan keliru memberikan cobaan kepada hamba-Nya.S. “Lebih baik menghindar. Bukan berarti kami menolak kebaikan Akang. aku tidak mau mencantumkan mantra tersebut di sini. mudah marah dan tersinggung. kami pun berusaha mempertahankan keimanan dan keyakinan kami akan takdir Allah yang tidak bisa dialihkan pada orang lain. Tak sudi keyakinanku tergadai demi kesembuhan. Kerabatku malah ngotot dan menyuruhku menuliskan bacaan seperti mantra atau jampi-jampi dalam bahasa Sunda buhun yang harus diamalkan setiap malam.” begitulah istriku memulai argumentasinya. Kami yakin. tak mungkin bisa berdebat panjang lebar. Kerabatku dan gurunya pulang dengan memendam rasa kecewa. Aku suruh istriku untuk menghadapi mereka. dia akan mampu menyampaikan penolakan dengan baik.Terjadilah perdebatan yang seru. namun keyakinan kami masih belum bisa menerima cara pengobatannya. Kami menerimanya dengan ikhlas. Dalam hal ini mungkin persepsi kita tidak bisa sejalan. Kami hanya akan berusaha secara medis dan obat alternatif lainnya yang kami anggap logis. Kami yakin ini ujian yang datangnya dari Allah. hina. saja diuji oleh Allah dengan penyakitnya bertahuntahun. Nabi Ayyub A. Cukup panjang mantranya.” pikirku saat itu. Aku menuliskannya hanya sekedar untuk meredam kekecewaan niat baik Kerabatku itu. sehingga takut keimananku akan goyah dan terjerumus ke dalam kemusyrikan. Penyakitku sedang kumat. Istriku pasti tahu betul jalan pikiranku karena sudah belasan tahun kami hidup bersama menjalin rumah tangga. “Kami merasa bahagia dan berterima kasih yang sebesar-besarnya kepada Akang dan Bapak ini. bila kami belum bisa menerima kebaikan Akang. tapi kondisiku sedang lemah. Depresi berat. dan hanya manusia biasa. Beberapa hari kemudian kerabatku bersama gurunya bertandang lagi ke rumah. “Kang! Kebetulan suami saya sedang kumat penyakitnya. Aku bulatkan tekad untuk menolak mereka. Rupanya mereka masih penasaran. Tak bisa berpikir jernih. Pertemuan itu bubar dengan tidak menghasilkan kesepakatan. Kerabatku berusaha meyakinkan kami akan niat baiknya. Jangankan suami saya yang laif. Aku takut tali persaudaraan kami putus gara-gara hal ini. Aku yakin. Jangan sampai Akang kecewa sehingga tali 43 . Dia tak mau di ganggu. Mohon maaf.

Sesuai dengan firman-Nya : “Qul aghairaallaahi attakhidzu wa liyyan faatirissamaawaati wal ardhi wahuwa yuth’imu wa laa yuth’amu. tempat tinggal kerabatku itu. memanfaatkan momen Idul Fitri.” (QS. Sesungguhnya aku diperintahkan agar aku menjadi orang yang pertama berserah diri (kepada Allah) dan jangan sekali-kali kamu masuk golongan orang-orang musyrik.” (QS. Entahlah. Al-An’am : 14) “Bal iyyaahu tad’uuna fayaksyifu maa tad’uuna ilaihi insyaa a wa tansauna maa tusyrikuun. An-Nisa : 48) 44 . Karena tidak berhasil memberikan pertolongan pada kami. Allah-lah tempat meminta. Tak ada kompromi. Aku sekeluarga sengaja datang ke rumahnya. hanya kepada-Nya kamu minta tolong. Barang siapa yang mempersekutukan Allah. Jika dia menghendaki. bagi siapa yang di kehendaki-Nya. Kondisi badanku sudah agak membaik setelah menggunakan sistem CAPD. dan kamu tinggalkan apa yang kamu persekutukan (dengan Allah). Apakah aku akan menjadikan pelindung selain Allah yang menjadikan langit dan bumi. maka sungguh ia telah berbuat dosa besar.” “Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa musyrik. satu-satunya penolong jiwa. dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (musyrik) itu. Allah-lah tempat bergantung.” “(Tidak). Begitulah. akibat dari beda keyakinan membuat tali persaudaraan pun nyaris terputus. Dalam rangka memperbaiki silaturahmi agar tidak terputus. Beda keyakinan (aqidah) tak bisa dijadikan alasan untuk bertoleransi. aku tak tahu.persaudaraan kita menjadi retak.” “Katakanlah (Muhammad). Satu setengah tahun berlalu. Tak ada alasan untuk menerima paham yang bisa menggelincirkan keyakinan terhadap Allah Swt. Qul innii umirtu in akuuna awwala man aslama wa laatakuunanna minalmusyrikiin. Sekali lagi kami mohon maaf!” Panjang lebar istriku berusaha menjelaskannya agar bisa diterima dengan baik. Tapi kami bisa memahami kekecewaan itu.” (QS. Katakanlah. Rupanya penjelasan istriku yang panjang lebar itu tetap saja membuat kecewa kerabatku dan gurunya. Al-An’am : 41) “Innallaaha laa yagfiru an yusyriku bihii wa yagfiru maa dzaalika liman yasyaa u wa man yusyrik billaahi faqadiftaraa itsmaan ‘adziimaan. padahal Dia memberi makan dan tidak memberi makan?. Dia hilangkan apa (bahaya) yang kamu mohonkan kepada-Nya.

ya wajar saja. “Setiap penyakit itu pasti ada obatnya. agar darah yang 45 . tidak mencoba membuat kloning ginjal yang rusak agar bisa diganti secara langsung dengan ginjal kloning yang sehat dari sel yang ada?” Mungkin impian ini akan menjadi bahan tertawaan orang tapi biasanya penemuan baru itu berawal dari sebuah impian. kerabatku yang lainnya masih bisa memahami kejadian ini. Meski dunia medis mengatakan belum menemukan obat gagal ginjal dan tak mungkin bisa disembuhkan. Mengapa tidak? Kalau domba yang utuh dan bernyawa bisa dicloning. aku pun menyadari hal itu. yang merupakan muridku di SMP. aku mulai mencoba berbekam. bukan? Mudah-mudahan di tahun 2015 impianku bisa terwujud! Sehingga ditahun 2020 dunia bebas penyakit gagal ginjal kronik. kita sekarang masih berada di dunia primitif. mengapa hanya sebuah organ tubuh yang vital itu tidak bisa dikloning ? Masuk akal. Sebelum menuju kesana. Maka. Kita masih berusaha mengobati penyakit dengan cara-cara tradisional. Sebab manusia itu masih terbatas pengetahuannya. setelah permukaan kulitnya ditusuk-tusuk jarum. ilmu Allah sangat luas sampai-sampai ada keterangannya. “Mengapa para ahli yang sudah bisa memiliki ilmu pengetahuan cara mengkloning domba si Dolly yang menghebohkan dunia. Terkadang aku punya imajinasi. juga harus cuci darah.” Jika sampai saat ini belum ditemukan obatnya. bahwa setiap penyakit itu mesti ada obatnya. setelah tetangga mereka. bahkan sekarang mereka semua paham betul bahwa penyakitku harus diobati secara medis. tapi Alloh tak mungkin mengingkari janji-Nya. Amiin! Obat Alternatif Keyakinanku tak akan tegoyahkan.Alhamdulillah. bisa menciptakan domba yang sama persis dengan induknya dari sebuah sel. Semoga Allah selalu memberikan hidayah dan bimbingan-Nya kepada kita semua. ”Andaikan lautan dijadikan tinta untuk menulis ilmu Allah tidak akan cukup“. Mengeluarkan darah kotor dengan cara disedot. bahwa.

kanker. mereka mengakui kehebatan tangan Pak TJ yang panas itu.d 30 menit. tapi hasil laboratorium masih menunjukan kadar racun yang tinggi. prakteknya dari pagi sampai jam 12 malam. pasti ia datang. tidak ditarif. Biasanya aku melakukan ion 46 . KH.Bpk. kalau telapak tangannya bisa mengeluarkan energi panas dan mengalirkan energi ke tubuh pasien. yaitu cara tercanggih pengeluaran racun tubuh melalui detoxivikasi ion negatif dan positif. kalau pasiennya banyak. jantung bocor. ada getaran arus listrik yang terasa hangat. Beberapa kali dilakukan oleh seorang ahli bekam. seluruh tubuh dipijat dengan tangan kosong. Ini lain lagi. Setiap hari rata-rata dipijit 20 s. Terbukti dengan tes pen yang menyala bila ditempelkan pada bagian tubuh yang mana saja di sekujur tubuhku. Pasiennya banyak sekali. MM. Arif tertarik juga ingin mencoba telapak panasnya Pak TJ bahkan mertua adikku. Ternyata suami adiku. Memang tidak bisa dilakukan sendiri di rumah. karena Pak M bisa dipanggil. ternyata betul ada getaran dan energi panas dari tangan kosongnya. Beliau menggunakan alat bantu listrik. walau sudah sebulan lebih aku menjalani terapi ini. ternyata tidak ada perubahan. Da’i kondang yang selalu mengisi pengajian di Radio Litasari mau mencobanya. Stroke. Proses pemijatan biasanya dilakukan di rumahku. katanya. Pijatannya tidak seperti pijatan refleksi umum yang hanya telapak kaki ditusuktusuk dengan stik. setelah kucoba. Akhirnya kuhentikan juga. bahkan gagal ginjal juga sanggup dia sembuhkan. Di sesi akhir pijatan.mengandung racun keluar bersamaan dengan darah yang menggumpal kehitaman. baru energi panasnya keluar. Tinggal di SMS saja. racun di tubuh tetap tak berkurang. aku mengecek kadar kreatinin dan ureum darahku. energi listrik yang terhubung sengaja dialirkan ke tubuhku melalui telapak tangannya. Harus datang ke tempat ion detox. Memang air urineku semakin banyak. Hal ini bisa merangsang pertumbuhan sel ginjal agar bisa berfungsi normal kembali. Semula aku tak percaya. Bagaiman hasilnya? Setelah berpuluh kali dipijat. DR. Aminudin Shaleh. Betul. Alternatif lainnya adalah ion detox. Beralih ke pijat refleksi Pak TJ (45) yang terkenal dengan telapak tangannya yang mengeluarkan energi panas. Kemudian aku mencoba pijatan Pak M (47) orang Padalarang. Segala penyakit bisa disembuhkan. Telapak tangannya terasa panas dan meresap ke dalam tubuh terutama bagian yang sakit. Ya. SH.

Tapi setelah kucoba berulang kali. Pori-pori telapak kaki akan membesar jika dihangatkan dengan air. Saya sendiri ! Ini siapa ?“ kataku masih belum mengenali suaranya. Caranya. iya benar. “Di jalan Sudirman. Kemana aja Pak ? Sudah lama Saya tidak melihat Bapak. Refleksi !“ dia menerangkan. Tak mungkin ah !“ sergahku dengan nada tak percaya.00 selama kurang lebih 20 menit. Sekali terapi kita harus merogoh kocek Rp 30. Janjinya 100% terbukti membuang toksin secara alami. 47 . Tidak kutanggapi. “Betul Pak !“ “Dimana ?“ tanyaku kemudian. H di Bogor yang bisa memindahkan segala macam penyakit pada seekor kambing dengan biaya sebesar Rp. Cuci darah tetap kujalani.000. “Saya mah sudah berhenti Pak“ katanya. Ada yang menawariku agar berobat ke dr. “Benar Pak ! Saya sudah hampir tiga minggu enggak cuci darah“ jawabnya sedikit meyakinkan. 7 juta. “Oh. “Saya Pak ! Asnali. Masa ada penyakit bisa dipindahpindah? Awal Juli 2006 tiba-tiba ada seseorang yang menelpon kerumah. “ Hallo! Bisa bicara dengan Pak Asep ? “ “Ya. Ada pula yang berwarna kecoklatan dan kehijauan sesuai dengan penyakit yang diderita si pasien. seperti air comberan. tak ada hasilnya. sambil terus berusaha mencari info tentang pengobatan alternatif yang tidak bertentangan dengan keimanan. Hasil tes laboratorium tetap bertengger di atas ratarata orang normal. pasien duduk di atas kursi. Kerkof 53 Bandung. “Alternatif ya ?” aku menebaknya. ya masih ! Tiap Senin – Kamis “ sahutku. “Oh. sehingga memudahkan pengeluaran racun yang berada di kaki. karena aku tak percaya sama sekali. Kok bisa berhenti cuci darah segala. Bapak masih cuci darah ke Habibie ? “ dia menyebutkan namanya dan bertanya. Air yang merendam telapak kaki tersebut akan berubah warna dari jernih menjadi abu-abu sampai kehitaman. Memang masuk akal juga. kaki pasien direndam pakai air agak panas di dalam waskom yang berisi kurang lebih 5 liter air agak panas dan sebuah alat elektromagnetik buatan Amrik yang bisa mengeluarkan ion negative dari pori-pori telapak kaki .detox di jl.

“Enggak Pak !“ Malah saya minum dan makan buah-buahan. 9 Juli 2006 setelah satu minggu kemudian. Khayalanku semakin melambung. penghasilannya berkisar antara Rp. “Boleh-boleh ! Ditunggu ya Pak !“ “Ya. 4 juta – 6 juta per hari.30 dan 17. Selesai cuci darah hari Senin sore kutemui Pak Asnali di jln. Minggu. sudah hampir tiga minggu ini Pak Asnali tidak bertemu saat cuci darah. terima kasih !“ kataku sambil menutup gagang telepon. Bolehkan ?“ tanyaku agak semangat. Mempertaruhkan nyawa sendiri. Kalau dia selamat.“ jelasnya agak panjang lebar. telah meninggal dunia gara-gara berhenti cuci darah selama 3 minggu dan menjalani terapi pengobatan holistik di daerah Purwakarta. nantilah Saya diskusikan dulu dengan istri saya. Suci. 60 tahun. “Oh. Dia masih belum cuci darah lagi. karena baru saja mendengar kabar bahwa Pak Syamsudin. Pasiennya.00. Kata orang. Berdasarkan pengakunnya dia menderita gondongeun. wah membludak. Dia kelihatannya agak loyo. Ingin cepat berobat seperti dia dan sehat lagi tidak perlu cuci darah. dan menyanggupi akan mengantarku besok sore ke tempat refleksi tersebut. Ruangan praktek refleksi kaki itu sempit sekali.00 – 11. Bandung. Dia masih was-was. Setiap pasien paling lama mendapat pelayanan selama 5 menit.00 – 20. berarti aku jadi mengikuti terapi tersebut. Kira-kira 2x3 m. Dagu kanannya bengkak. Kesepakatan kami akhirnya yaitu akan menunggu perkembangan Pak Asnali satu minggu lagi. bukan main-main. kuhubumgi lagi Pak Asnali. Tapi memang yakin. Buka praktek 07. Jelas. Aku diskusikan hal ini dengan istriku. Padahal seminggu sebelumnya dia sudah kuat berbelanja dan berjualan sea food tengah malam sebagai profesinya yang telah digelutinya berpuluh-puluh tahun. enggak apa-apa. belakang dealer Yamaha. Pernah saya coba makan buah semangka hampir habis 1 kg. Karena berhenti cuci darah itu suatu tindakan yang sangat berani. Tergantung berat tidaknya penyakit yang diderita. antri ! 48 . ya Pak ! Kalau saya minat. Seorang Tionghoa dari Bandung. saya akan menemui Bapak.“Enggak sesak napas atau bengkak ?“ tanyaku masih merasa kurang percaya.

000. Aku kaget setengah mati. karena dirinya juga hampir tewas. tipis dan agak runcing. Setiap alternatif tidak ada hasilnya. Tapi itulah usaha kita. “Pingsan. Pelipis kanannya tambah bengkak. ingin tahu kabarnya. Istrinya bercerita sambil terisak-isak berurai air mata. Manusia berusaha. Benar saja. karena sudah berminggu-minggu tidak cuci darah. Pak Asnali tergeletak lesu dengan bantuan selang makanan ke lambung yang dimasukkan lewat hidung. bahwa Pak Asnali itu hiper kalemia dan uremia. Aku mencoba bolos cuci darah satu kali. tapi badanku terasa segar. dibawanya juga pakai ambulance !“ jawab anaknya. Urineku yang keluar tambah banyak. sedang dirawat di RSHS. yang penting badan tidak bengkak. 49 .Alat pijat refleksinya seperti stik ice cream. Allah yang menentukan. padahal biayanya cukup besar. Sulit untuk diajak bicara. rasanya nyeri sekali. Bengkak yang dideritanya bukan gondongeun. nyeri dan menjalar ke sekujur tubuh. tidak sesak. kaki kiri ±15 detik. melarangku cuci darah.00. pada hari Kamis 20 juli 2006.00 kalau penyakitnya parah atau berat bisa sampai 5x. Aku tak pulang ke Garut. “Emangnya kenapa ?“ tanyaku.000. Pak Asnali merasa berdosa sekali terhadapku. Hampir tak bisa berjalan. Kaki sebelah kanan ±15 detik. aku segera menengoknya. “Bapak mah enggak ada. Jadi. 100. 20. Besoknya aku telepon Pak Asnali. Jadi harus bayar Rp. kencing lancal. Aku pun dapat 5x sesi. begitu aku memanggilnya . Yah ! Gagal maning-gagal maning. Setelah kutanya ruangan tempat ia dirawat. dan menyuruhku berhenti terapi refleksi itu. tetapi penumpukan racun. Nafasnya pendek-pendek. udah belalti kamu sembuh !” suaranya sengau dengan kata-kata tanpa bunyi [r].“ Sejenak aku terpana. Sekali naik sepasang kaki tarifnya Rp. saat ditekan dengan stik itu rasanya panas sekali. karena terapi harus dilakukan tiap hari pagi dan sore. Yang menjawab bukan dia malah anaknya. Padahal tusukannya hanya sebentar. “Mengapa dia tak pernah mengecek darahnya untuk mengetahui kadar racun di tubuhnya ?“ gerutuku dalam hati. Semua pasien pasti menjerit kesakitan dan berkeringat menahan rasa sakit. Si Engko. Tapi perasaanku agak was-was. “Jangan cuci dalah lagi. Tubuhku langsung lemas keluar keringat dingin. dan oksigen.

menggunakan cairan yang dimasukkan ke dalam perut. masalah CAPD. Aku kembali menjalani cuci darah. Cut Indra yang kebetulan tugas jaga saat itu langsung menegurku. rumahnya Pak Dadan itu?” “Di Garut “ katanya singkat. “Padahal. memangnya CAPD itu. kebetulan saya juga kan orang Garut. Aku masih penasaran tentang Pak Dadan itu. Cut Indra. 24 Juli 2006. masih aktif kerja. Yakin akan perkataan dr.“ lanjutnya. “ Sudah ada beberapa orang Pak! Dan mereka berhasil. dan tempat tinggal Bapak jauh. Tanggung !“ “Waktu hari Kamis itu kita membagikan undangan buat seminar CAPD hari Minggu Pak ! Jadi Bapak gak tahu dech. “ Siapa Dok. “Bapak kemana saja ? Kok. CAPD itu sangat cocok. hari Kamis bolos ? Awas Pak ! Hati-hati. dia tak mungkin akan berbohong kepadaku. “Aduh. Bapak kan masih muda. Aku bertanya lagi “ Dimana Dok. Sistem baru pengganti cuci darah.” dr. Aku terperangah. ini Dok ! Saya lagi liburan bersama keluarga. lewat selang kateter yang sudah dipasang paten sebelumnya. Cut Indra.Bersabarlah ! Pengenalan CAPD Senin. Cut. kalau untuk Bapak. dia sudah aktif lagi mengajar bahkan kuat bermain badminton. kurang tahu ya!” kata dr. Di mana ya Garutnya?” tanyaku. Dia sudah 7 bulan pakai CAPD. yang sudah mengikuti program CAPD ?” aku langsung menyelidiki.“ kata dr. Malah kemarin yang menjadi nara sumbernya pasien CAPD juga. “Eh. 50 . Cut menerangkan.” jelas dr. dr. Pak Dadan. cut Indra menerangkan. Aku semakin terkagum-kagum dan tiba-tiba bangkit lagi semangat hidup baruku. “Wah. Bisa dilakukan sendiri di rumah. apa Dok ?“ “ CAPD itu singkatan dari Continuous Ambulatory Peritoneal Dialysis. Aku semakin tertarik. Darahku meletup-letup. “Wah. Hasratku merontaronta. Jantungku berdetak kencang. nanti drop lagi !“ Aku tersipu malu dan tak kuasa untuk menjawab jujur.

Sayang. agar aku selalu diberi energi dan kekuatan. “Oh. karena otot pantatku sudah habis terkikis mesin cuci darah. Selanjutnya. aku langsung menghubungi Pak Dadan. Tak ada rasa nikmat. Cut Indra sambil berlalu dari hadapanku. Pak Jejen. Besoknya. Oke! Kami sepakat untuk pergi menemui Pak Dadan yang ternyata tempat tinggalnya di Pamijahan. dan tak ada masalah dengan nafsu makannya itu. aku ceritakan semua itu kepada orang tuaku dan sahabatku. Jangan seperti Pak Asnali yang dulu hampir KO. sama. lezat. Tapi. aku yang masih cuci darah sering kehilangan nafsu makan.“Bisa minta nomor teleponnya?” pintaku. guruku masalah CAPD. Dari caranya berdialog kelihatan bahwa dia dalam keadaan segar bugar. saat duduk di atas keramik. aku tergiur menelan air liur ingin seperti dia. karpetnya hanya ada pada barisan depan. Sebuah mesjid yang cukup besar. Berat badanku sudah turun 12 kg dari berat normal saat sehat dulu. sekarang setelah 4 bulan cuci darah hanya tinggal 44 kg. Mereka mendukungku untuk mengikuti program CAPD. perjalanan harus terhenti karena hampir memasuki waktu Dhuhur.sama !” jawab dr. Asalnya 56 kg. gepuk Ny. 51 .00 diantar sahabat setia Pak Jejen bersama istrinya. Pantatku kesakitan. ya ada nih !” sambil menyodorkan nomor telepon rumah dan nomor HP-nya. paling-paling aku bisa pasrah saja. Hanya tinggal beberapa kilometer lagi. “Terima kasih Dok !” “Ya. Tasikmalaya. syaratnya harus dibuktikan dahulu bahwa Pak Dadan itu benar-benar dalam keadaan bugar. Padahal. Padahal makanan tersebut merupakan makanan favorit orang sehat di kota Bandung. aku hanya bisa berdo’a sambil berlinang air mata kepada Allah Swt. Lumayan jauh. Berhenti makan pada suapan kedua atau ketiga. saat Pak Dadan menerangkan bahwa dia bisa menikmati berbagai macam makanan dengan baik. 28 Juli 2006 kami menemui Pak Dadan. Ong maupun mie kocok yang dibeli dari jalan Suryani semuanya lewat. Kami berangkat pukul 08. Shalat Jum’at tak bisa kami tinggalkan. jamaahnya pun cukup banyak. malah katanya ia sedang makan malam. Sehingga. Tiba di rumah. Jum’at. tak bisa masuk sedikit pun walau makanannya serba enak. apa lagi hasrat yang lahap ketika memakannya. jaraknya ±120 km dari rumahku. Kalau sudah demikian. anak istriku juga tak ketinggalan. agar selalu bisa beribadah walau tak ada makanan yang bisa masuk sedikit pun. Bebek peking.

Rumah Pak Dadan berada di lokasi berziarah. Sengaja. Jadi. Mengalirlah cairan dianeal ke perut Anda selama ±10 menit. bag yang kosong ditaruh di bawah. maka mengalirlah cairan dengan derasnya. Praktis sekali. Jika kebetulan Anda pasien cuci darah dan berminat untuk beralih ke CAPD jangan takut dulu. masih sama menggunakan gaya grafitasi. Kantong (bag) yang satu berisi cairan dianeal seberat ±2 kg. hanya membutuhkan waktu ±30 menit sekali refill. Caranya. stop dulu bagian pengeluaran dengan memasang kleman pada selang pengeluaran. prosesnya itu harus mengeluarkan dulu cairan yang sudah tersimpan di perut selama ±6 atau 8 jam. dengan selang berbentuk Y yang tersambung dengan 2 (bag) kantong plastik. Biasanya maximum 20 menit. Aku naik ojeg. dan satunya lagi bag kosong. tidak membutuhkan orang lain. tinggal menyambungkan kateter yang terpasang di perut secara paten di sebelah kanan pusar. Pasien duduk di atas kursi. Setelah transferset tersambung dengan selang Y tadi. 52 . padahal Cuma 15 menit. Sungguh sederhana. bukalah kran pada kateter ( transferset) itu dengan cara memutarnya ke kiri. maka selang yang berisi cairan di gantung di atas. Cara mengeluarkan cairan dari perut. Ibadah Jum’atku tak khusyu. Sesekali telapak tanganku dipakai sebagai alas duduk. agar dengan gaya grafitasi airnya bisa turun untuk mengisi perut yang telah dikosongkan atau dikeluarkan cairannya. Jadi aku bisa melihat secara langsung bagaimana proses refill cairan dianeal CAPD berlangsung. Kebetulan Pak Dadan sedang mengganti cairan di perutnya. Ba’da shalat Jum’at kami meneruskan perjalanan. Sampai benar-benar habis. tak bisa di lewati mobil. Anda buka pengaman isi cairan dengan mematahkan plastik penutup selangnya yang berwarna hijau. Setelah kateter tersambung dengan selang Y. karena nanti juga akan mengikuti pelatihan selama 3 hari.Waktu khotib berkhutbah terasa lama sekali. Pamijahan. Kemudian tinggal memasukkan cairan yang sudah digantung di atas. yang lainnya jalan kaki. bahkan sampai benar-benar mahir melakukan refill sendiri. Jangan lupa! Tempat dan tangan Anda harus benar-benar bersih (steril). Simpel sekali. bahkan harus memakai masker selama refill berlangsung. hal ini aku ungkapkan agar pembaca bisa membayangkan betapa kerempengnya tubuhku yang tak berotot seperti dulu. Posisi dudukku sudah miring ke kiri miring ke kanan.

Begitu juga adik-adikku yang tak pernah ketinggalan.” katanya. Selesai refill. Konsumsi obat tensi berkurang. terkadang badan menggigil disertai gatalgatal. Terima kasih Pak Dadan atas segala kebaikannya. badan saya jadi gemuk lagi sekarang. Cairan diantar sampai ke rumah tiap bulan. buah-buahan juga bebas. sepak bola bahkan badminton.” “Saya hobinya olah raga !” begitu Pak Dadan menerangkannya pada kami. sampai dressing (ganti perban). refill. Saat itu aku sangat pesimis. sahabat-sahabatku yang selalu mengantarku ke Bandung untuk menjalani cuci darah secara rutin. Setiap pulang cuci darah mesti disambut oleh tukang pijat. 53 . Tidak capek bolak-balik ke Bandung. Perjalanan pulang dari RSKG selalu merepotkan. “Dulu waktu cuci darah. Makanan bersantan. pusing dan kehilangan tenaga. Tekadku untuk beralih ke CAPD semakin bulat. Kateter Penyambung Hidup Kondisi badanku semakin lama semakin lemah. Kami semua menyimak kisah mereka berdua. orang tua. aku bisa pulih lagi. saya kurus. dan kesediaan Bapak sebagai nara sumber yang sering kutanya. kalau keadaanku terus menurun. pasti suatu saat nanti terjadi klimaks sampai tubuhku ambruk tak berdaya sama sekali. “Pak. terasalah bedanya. Padahal aku baru menjalani cuci darah selama ±4 bulan. merasa tak berguna malah merasa hidup ini hanya sebagai parasit atau benalu bagi orang lain. anak-anak. apalagi kalau harus bertahan sampai satu atau dua tahun.Mulai dari cuci tangan. Muntahmuntah. sekarang pulih lagi. main voli. Saya bisa berolah raga lagi. sayuran. agar pegal linu di sekujur tubuh dan sakit kepala yang hebat bisa agak reda. Ah. Aku sadar betul. setelah melihat dengan mata kepala sendiri kondisi Pak Dadan yang bugar dengan CAPD. Tidak usah takut hiper kalemia. Rasanya tak mungkin. tetangga. Aku jadikan acuan dan motivator untuk kesembuhanku di masa depan. Selalu merepotkan istri. Pak Dadan dan Bu Dadan bergantian menerangkan keuntungan lain dari CAPD. sehingga kematianlah yang mengakhirinya.

Ria. karena mereka itu hanyalah manusia biasa bukan malaikat. tapi ceramahnya banyak sekali tentang CAPD. Aku dan keluarga bahagia sekali. Agar operasi pemasangan kateter cepat dilakukan. Ria Bandiara. Hal ini aku lakukan atas saran Pak Dadan. empat kali atau bahkan seumur hidupku harus selalu diantar. agar saya bisa memesan ruangan kosong di RSHS. Senin. Ria hampir sama dengan informasi yang kudapat dari Pak Dadan. diceritakannya kepadaku dengan penuh semangat. “Pak Asep! Sekarang Bapak pulanglah ke Garut.” begitu katanya. ibadah yang lebih khusyu. saya hubungi Bapak. Penjelasan dr. didorong di atas kursi roda. bukan pula sebagai robot yang tak memiliki nafsu dan keinginan masing-masing.00 WIB. dan ditunggui sampai berjam-jam selama cuci darah. agar sore harinya segera masuk RSHS. 54 . 1 Agustus 2006 pukul 17. maka motivasiku untuk melanjutkan perjuangan hidup pun bangkit lagi. setelah aku melihat Pak Dadan yang kelihatan bugar dengan cara yang tidak merepotkan orang banyak. hanya ia menjanjikan secepatnya menghubungiku jika ada ruangan di RSHS yang kosong. Selasa. aku masuk RSHS di ruang 10 B. Hidup yang berkualitas. Tapi kalau sudah tiga kali. Rupanya tidak perlu menunggu lama. jadwal operasi pemasangan kateter hari Kamis 3 Agustus 2006 pukul 10.Mereka selalu bergantian.00 WIB. Ria menghubungiku lewat telpon. dan nanti. Rasa pesimis berubah arah jadi optimis menyongsong masa depan yang lebih cerah. karena siangnya ada pasien yang mau pulang. Saya minta photo copy Askes saja. dan bertugas lagi sebagai seorang pendidik di sekolah dengan baik.00 WIB. segara aku tindak lanjuti dengan memeriksakan diri ke dr. yang buka praktek di depan RRI Bandung. siap kulaksanakan. 31 Juli 2006 sepulang cuci darah pukul 17. karena yang menangani masalah CAPD di Bandung itu dr. dan nomor telpon Bapak. Apa mereka masih ridho ? Masih ikhlas? Rasa-rasanya sangat mustahil. karena ia akan pergi ke Cina. Ria Bandiara. Harapan sembuh dan impian untuk keluar dari lilitan mesin cuci darah. menarik dan membangkitkan motivasiku untuk sembuh. Namun. Hampir semua kisah hidup pasien CAPD yang ditangani beliau. aku selalu berprasangka jelek (su’udzon) bahwa sekali atau dua kali mereka mengantar itu merasa senang dan rela. aku bertemu dengan dr. besoknya dr. Pemeriksaannya sebentar ±1 menit.

maka kateter luar harus dimasukkan ke dalam kantong yang berupa ikat pinggang... Sesungguhnya didalam kesukaran itu ada kemudahan. Cahyo sebagai ahli bedah yang memimpin jalannya operasi.. sebelah kanan pusar berjalan mulus selama 45 menit. cup…! Cakit ya?” gayanya seperti seorang ibu yang berusaha membuat berhenti tangis seorang bayi sambil menuliskan resep.” Operasi pemasangan kateter di perut. Semuanya menyambutku dengan isak tangis bahagia.cup. haru dan iba melihatku yang masih terbaring di atas belangkar. Al Insyiroh ayat 5 dan 6. Kateter yang terbenam ke dalam perut ±20 cm dan yang di luar ±40 cm.Sungguh..00 WIB sampai dengan 11. nanti diminum ya! Agar tidak sakit lagi. Kateter akan aman dan steril.” 55 . kebetulan dr. “Maka sesungguhnya didalam kesukaran itu ada kemudahan. sedih. Begitu terdengar panggilan dari seorang perawat. Mas Slamet perawat dari RSKG dan istrinya yang kebetulan perawat di RSHS ikut membantu dan menyaksikan jalannya operasi. Begitu tiba di ruangan asalku dirawat. suatu proses yang sangat cepat. karena perutku sudah dipasang aksesoris. di mana pun aku berada dan ke mana pun aku pergi. Sehingga aku tahu persis. Aku menjerit-jerit kesakitan. Aku berharap proses selanjutnya bisa berjalan lancar. kateter penyambung hidup sudah terpasang. “Aduh. Beberapa jam setelah operasi. akan selalu setia menempel dan bergantung. Ya. aku berkata. Orang-orang yang kucintai sudah menunggu di ruang tunggu. reaksi obat anestesi sudah hilang. Alhamdulillah. Cup. takut menyangkut atau tertarik-tarik. selamanya. menjalani proses operasi dengan penuh kesadaran. “Ini obatnya. Biar tidak mengganggu aktifitas dan tidak merasa risih. Suatu anugerah dari Alloh SWT sesuai janji-Nya pada QS. Mulai pukul 11. Pak Acep. Tanpa anestesi total. dr. Sujud syukurku hanya kepada Alloh Yang Maha Kuasa. kateter itu harus selalu terpasang seumur hidupku. Sambil meneteskan air mata karena menahan rasa sakit. Dok sakit banget!” dr. Ria datang menjenguk. Tidak perlu menunggu lama untuk beralih ke CAPD.45 WIB. kacian. “Aduh. “Keluarga Bapak Asep Qori’in!” katanya dengan nada yang agak keras sambil mencari keluarga kami. Ria menjawab sambil menepuk-nepuk pundakku.

kalau Pak Asep enggak bisa nahan!” kateter CAPD. tidak bisa serta merta langsung dipergunakan. malamnya tak bisa tidur.Habibie berulang tahun. Detak jantung terasa berat dan agak nyeri. salah ! Aku mengalami hiper kalemia.R. karena aku menjalani operasi pemasangan kateter. Sabtu sore aku mulai sesak napas. tinggal beberapa hari lagi Pak Asep bebas makan buah. Kamis 10 Agustus 2006. Dugaanku. Selama dua minggu aku masih menjalani cuci darah. Buktinya seperti ini. Cut Indra dengan begitu cepatnya aku pasang kateter CAPD. terutama dr.A. Hari Jum’at 4 Agustus 2006 aku kembali bertandang ke RSKG untuk menjalani cuci darah yang seharusnya hari Kamis. sabar dong! Jangan dulu makan buah-buahan yang berlebihan. Bapak Jadi Robot Selesai pemasangan harus menjalani cuci darah. Dokter. Cut berkomentar. masih belum terlaksana. suster. Minggu pagi aku minta OT (over time) cuci darah di luar jadual.Aku nyengir kuda sambil menahan rasa sakit. “ Pak Asep. Padahal pasien lain banyak yang mau pasang. hanya tersenyum bahagia. kalau CAPD-nya sudah dipakai boleh makan buah yang banyak. Namun waktu yang dua minggu itu tidak terlalu mulus kujalani. tapi malah Pak Asep yang duluan pasang CAPD?” Aku tak berkomentar. Sampai-sampai dr. padahal cuci darah seharusnya hari Senin. Aku harus bersabar menunggu selama 2 minggu. karena sedang menjalani cuci darah. Selama itu pula aku 56 . dan para perawat RSKG lainnya merasa kaget. gak ikut seminar CAPD. Kaliumnya pasti terbuang. Aku tergiur dengan apel merah yang ada dikotak plastik itu Aku beranggapan tidak akan terjadi apa-apa walaupun aku makan apel itu sampai habis. Aku pun menerima nasi kotak tersebut. “Aneh ya Pak Asep ini. RSKG Ny. Tiba di RSKG aku diomeli 2 orang perawat. dan perih bekas sayatan pisau operasi. Aku bertahan sampai Minggu pagi. Seluruh pasien dibagi konsumsi makanan berat berupa nasi lengkap dengan lauk pauknya di dalam kotak plastik.

. Aku berkata “ Ha…. Aneh ya?” komentar perawat. Aku pura-pura bergerak seperti vampire. Itu pun pemberian dari sini. 57 . anakku yang ke tiga. “Bapak. kasihan dan heran dengan reaksi anakku. karena mereka tahu aku hanya bercanda. “Mimpi Bapak dijadikan robot. Tuh lihat. yang baru masuk SDIT kelas 1.” Mereka tak menghiraukan lagi jawabanku. berbarengan dengan suara “trek” tombol yang ditekan dan keluar bunyi dari printernya. tapi memelukku erat-erat. tidak ketinggalan selang oksigen. malah langsung pasang mesin EKG. Dia tidak menjawab. Kok. terbengongbengong melihatku. Pak Asep masih saja bercanda. Sambil terisak-isak dia bicara. kemarin operasi pemasangan kateter CAPD. Aku berusaha menenangkannya dan meyakinkannya bahwa aku tak mungkin akan dijadikan robot. Aku menjawab dengan maksud bercanda. ya!” sambil menunjuk ke mesin EKG.” jawabnya ketakutan.” tanyaku. Nazla.Sambil tersengal-sengal aku masih sempat menjawab. begitu mendalam dan melekat di pikiran anak? Sampai terbawa mimpi segala. anakku tersentak kaget semua keluargaku yang ikut mengantar dan para perawat tertawa. Untuk mengetahui kondisi jantungku setelah jarum pistula terpasang. Besoknya. anakku Nazla baru bangun tidur. Aku tertawa. “Mimpi!” “Mimpi apa?” tanyaku heran. biar pun kondisinya sedang kritis. Dia menangis terisak-isak seperti ketakutan. Kebetulan perawat mau menekan tombol “enter“. mengacungkan tangan sedikit dan membelalakkan mata sambil melotot ke arah anakku. Padahal niatku hanya bercanda.!” Nazla. sekarang dipasang tiga selang cuci darah dan oksigaen ditambah lagi banyak kabel yang tersambung ke komputer dari sekujur tubuh?” Dengan raut wajah yang ketakutan anakku bertanya. “Wah. “Kenapa kamu menangis? Baru juga bangun. mau diapakan lagi?” tatapannya penuh ketakutan. “Sayang! Bapak sekarang mau dijadikan robot oleh dokter. “ Hanya sedikit kok! Hanya sebuah apel merah kecil. Mungkin di hati dan pikirannya merasa heran. “Mau diapakan lagi ayahku ini? Dulu dia sudah dioperasi usus buntu. operasi AV shunt.

Rusma. Saya pulang ikut siapa?” karena ia berasal dari Garut dan sering ikut pulang bareng denganku. Refill kedua bisa memasukkan cairan dianeal 1. di bawah pengawasan dr. Pak Asep kan suka bercanda!” kata Pak Agus Berlian. Hari dimulainya pergantian cuci darah dengan CAPD. bercanda dan lain-lain. Mas slamet.61 adalah hari kemerdekaanku dari cuci darah. karena aku tidak akan cuci darah lagi bersama mereka. sambil menunggu waktu refill kedua. nyeri sekali. Waktu luang aku pakai bercengkrama dengan teman-teman sependeritaan cuci darah. “Wah kalau Pak Asep berhenti cuci darah. Cairan harus disimpan di dalam perut selama 4 sampai 5 jam. sebagai perawat yang teliti dan telaten. Mereka banyak yang mengucapkan selamat. jalan-jalan. Aku pun menjadi terharu. hari kemerdekaan RI yang ke. Karena dengan mereka semua aku merasa dekat seperti dengan keluarga sendiri. Aku salami. Saat cairan masuk. Hari kemerdekaanku dari tusukan jarum pistula. memulai pelatihan refill CAPD dan dressing penutup luka bekas operasi. Ya! Masa pelatihan tiga hari mulai 17 sampai 19 Agustus 2006. agak lancar. di sini juga jadi sepi. Pengalaman pertama refill memang agak menyakitkan. Bu Kartini. Perlahan. Aku boleh keluar dulu. Dia akan 58 . Tidak ada teman sependeritaan untuk berbagi cerita tentang keluhan dan berbagi makanan. Pak Kurnia berkomentar. Alhamdulillah bisa sampai 1000 ml/kg. walaupun waktunya hampir 30 menit. padahal sebenarnya aku mau mengobrol banyak kepada Pak Asnali. Komentar yang hampir sama terlontar juga dari Ceu Eros. Pak Asnali yang sedang duduk di kursi roda. “Iya.2 kg. Dan mereka akan merasa kehilangan. Aku bersalaman dengan seluruh pasien di ruangan itu. tapi waktunya kurang tepat. Ya. usus di dalam perut serasa ditumbuk-tumbuk. bahagia dan merasa akan kesepian. hari kemerdekaanku makan buah apa saja dan lebih banyak. setetes demi setetes dianeal dipaksakan masuk. Pak Rukmana dan yang lainnya.Kemerdekaan Kamis 17 Agustus 2006.

suami adikku. Ya Allah! Malam itu pun. Alhamdulillah lancar. Cairan bisa masuk 1. keluar berbarengan. aku tidur pulas. Pak Asnali kelihatannya payah. Terima kasih. Pengalaman hari pertama refill CAPD sungguh mencengangkan. di sebuah kedai makan pinggir jalan. ya! Besok Saya punya waktu. Perutku kenyang sekali. bekas penumpukkan racun akibat tidak cuci darah selama 4 minggu. manis. Kami memesan beberapa puluh tusuk sate sapi. Rasa asin.” katanya. Kursi rodanya didorong anak istrinya.pulang. Tidur nikmat yang begitu kurindukan berbulan-bulan karena terganggu berbagai keluhan. Refill terakhir hari pertamaku dilakukan pukul 20. “Kasihan dia!” gerutuku dalam hati.4 kg. aku puas. Pulang ke Saibi aku dijemput Arif.” Begitu do’a yang kupanjatkan saat bangun dari tidur yang lelap dan nyenyak. di wajahnya masih ada benjolan sebesar telur bebek yang dulu ia katakan sebagai gondongeun. Wisata Rohani “Alhamdulillaahilladzi ahyanaa ba’da maa amaatana wailaihinnusuur . sungguh di luar dugaan. tetapi untuk makanan tetap lapar karena beda saluran. “ Insya Alloh Pak. lezat dan nikmat kembali kurasakan saat ini. agar racunnya cepat terkuras. karena kenikmatan makan yang pernah hilang sejak enam bulan yang lalu sekarang sudah kembali. badannya loyo. Aku bersyukur kepada Allah. Keringat mengucur keluar dari jidatku.4 kg. Ya Allah! 59 . “ Pak! Besok Saya ke rumah Bapak ya! Bolehkan?” “ Oh. Alhamdulillah. Di jalan aku makan malam dulu karena merasa lapar dan kelelahan. dan sekarang cuci darahnya harus 3x seminggu. Nafasnya pendek-pendek. Sambil menunggu refill yang siang. Tusuk demi tusuk sate kunikmati dengan lahap.” kataku. boleh Pak! Saya tunggu. dengan cairan 1. gurih. Tidak seperti malam-malam sebelumnya. akibat cabe dari acar yang kumakan. karena indra pencecapku seolah kembali normal. Walaupun perutku terasa sesak. Akhirnya aku hanya berkata.45 WIB. Kini aku bisa menikmatinya kembali. Air mata bahagia dan sedikit ingus.

Segala gambar. yang harus ditebus dan dibayar mahal dengan dirawat di ICU RSHS dan menjalani cuci darah 3x seminggu sampai penumpukan racunnya benar-benar habis dan kondisi kesehatannya pulih lagi. Agar Bapak bisa sehat lagi. “Ah.Jum’at. enggak apa-apa Pak! Saya malu oleh Bapak. menyongsong masa depan. malah saya jadi begini. sudah mengajak Bapak ikut direfleksi. Program pelatihan refill hari kedua harus segera dimulai.00 WIB. walaupun baru sehari saya pakai. aku disambut senyum ramah anak istrinya dan disuguhi berbagai makanan dan minuman. Mas Slamet sudah siap bertugas sebagai instruktur pelatihan. cool dan lebih bugar setelah berwudlu dan menjalankan sholat subuh dengan khusyu. gambar dan tulisan tentang CAPD. Makanya kupersiapkan segala brosur. agar bisa berhenti cuci darah. Aku bersama istri bergegas lagi pergi ke RSKG. Nah.” aku mulai menguraikan masalah CAPD dengan sedetil-detilnya sampai dia benar-benar mengerti keuntungan dan kerugiannya. Aku melarangnya. Walaupun pada akhirnya. 60 . 18 Agustus 2006 pagi itu aku merasa lebih siap hidup. Kelihatan wajahnya pucat.5 ons dari 1400 ml menjadi 1450 ml. “Biar saja Pak! Bapak di kamar istirahat. nafasnya sesak. “Sudahlah Pak! Jangan disesali. Dia memasuki ruang tengah dengan susah payah. Aku berniat mengajaknya beralih ke CAPD.40 WIB. Begitu tiba di rumah Pak Asnali. karena masih terasa nyeri waktu memasukkan cairan. Saya datang ke sini justru ingin mengajak Bapak beralih ke CAPD. waktu luang tersebut akan digunakan untuk berkunjung ke rumah Pak Asnali yang sudah begitu tulus mengajakku berobat refleksi. Jangan memaksakan diri!” kataku. Tapi dia memaksakan diri keluar kamarnya. Aku bersama istriku langsung naik lift menuju lantai III ruang CAPD. Fresh.” Pak Asnali seolah menyesali perbuatannya. brosur dan tulisan tentang CAPD aku kupas tuntas. Pukul 08. kejadian itu menjadi malapetaka bagi dirinya. Selisih volume cairan masuk dan keluar hanya 50 ml/0. Pak Asnali masih berbaring lesu di kamarnya sambil menghirup oksigen dari tabung gas kecil yang dimilikinya. Saya merasakan perubahan positif. aku memiliki waktu luang sampai nanti refill kedua pukul 14. Proses refill memang agak lama dari ketentuan waktu ideal 30 menit ternyata molor sampai 1 jam. ke tempat kami duduk. kejadian itu anggap saja tak pernah terjadi. Lengkaplah kenikmatan hidup ini dengan secangkir kopi susu yang dihidangkan istriku tercinta.

ke sana ke mari. Kalau tanpa Askes Gakin pasti akan terasa berat. Aku tak kuasa menahan air mata sebagai rasa iba dan haru. Keluarganya diberi kesabaran dan ketabahan serta menjadi amal sholeh di hadapan Allah Swt. Amiin! Alfatihah!” Semua jama’ah tertunduk kepalanya memanjatkan do’a kepada Allah Swt demi kesembuhan Pak Asnali. “Askes Gakinnya punya?” tanyaku penasaran. begitu juga diriku. kuat Shalat Jum’at enggak?” “Wah. malah diping-pong. Waktu terus berjalan. Titip istri saya di sini. 4. Akhirnya kembali ke SKTM. Mudah-mudahan Pak Asnali diberi kesabaran. Pak Asnali. Sebelum khotib naik ke mimbar. Shalat Jum’at sebentar lagi.Tidak hanya Pak Asnali. beliau sedang menderita penyakit yang serius.” jawab Pak Asnali pelan. enggak punya Pak! Ada juga Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) yang harus diperbaharui tiap bulan. 9 juta. Aku terdiam. “Ya. “Ya! Pokoknya istri Bapak dijamin utuhlah! Tenang saja!” sambil memaksakan diri tersenyum Pak Asnali memberikan jaminan. Dan cepat-cepat disembuhkan kembali seperti sedia kala agar bisa beribadah bersama-sama seperti kita semua. rasanya tidak akan kuat! Silakan Bapak saja! Saya Shalat Dzuhur saja di rumah. “Pak. Batinku terus berceloteh tentang penyesalan dan ketidak berdayaanku untuk menolong dan mengajak Pak Asnali beralih ke CAPD. enggak apa-apa Pak! Biar saya sendiri ke Mesjid. 4 juta s/d p.” jelas Pak Asnali. Terngiang di telingaku bagian pengumuman mengenai Pak Asnali. DKM mesjid memberikan pengumuman mengenai uang infak. “Waduh. kami mohon do’anya demi kesembuhan salah seorang warga kita yang sedang mengalami cobaan dari Alloh Swt. ya Pak?” kataku dengan nada bercanda.5 juta per bulan. Biaya oprasi pasang carteter saja hampir Rp. nama khotib dan imam Jum’at serta pengumuman warga sakit. “Bapak-bapak ahli jum’at. Dadaku tiba-tiba terasa sesak. keluarganya pun kelihatannya mengerti dan merasa tertarik dengan system CAPD. Kemudian aku bertanya masalah Askes Keluarga Miskin (Gakin) sebagai kartu jaminan dari pemerintah. bingung. Anak saya sudah mencoba mengurus pembuatan Askes Gakin. Aku melirik jam tangan dan mengajak Pak Asnali Shalat jum’at. 61 . belum cairan dianeal dari Enseval ±Rp. dan keikhlasan menerima ujian ini. Mudah-mudahan deritanya dijadikan kifarat dan penebus dosa. Ini juga susah mengurusnya.

Walaupun hubungan mereka itu sebagai ibu-anak. Allah Yang Maha Kasih dan Maha Sayang memberikan kemudahan bagiku untuk sembuh. Terus berkelebat di dalam bayanganku.00 padahal kepalanya sudah tak tahan menahan sakit akibat kadar ureum dan kreatinin yang tinggi. ibu-ibu pengajian hari Kamis. Punya Askes. Aku yang kebetulan berbekal sedikit ilmu dan kuamalkan sebagai guru SMP selama 17 tahun menjadi PNS. karena tak memiliki Askes. suami-istri.000. aku tidak bisa mengalihkan fasilitas yang bisa kuterima kepada orang lain. Sedangkan Pak Asnali yang berprofesi sebagai pedagang sea food. Ketika seorang manusia tidak bisa memberi atau meminta pertolongan dari yang lainnya. anak istri. sehingga berbagai biaya operasi atau untuk persediaan cairan dijamin gratis. menyiapkan mental dan kesabaran menghadapi penyakit yang mereka derita saja sudah berat. Apalagi hanya sebagai sahabat. bahkan ibu-ibu pengajian Minggu yang diselenggarakan oleh ibu mertuaku di Gunung Halu. Pak Kurnia. di dunia saja hal ini bisa terbukti. Jangankan berpikir dan berusaha mencari uang.Air mataku semakin deras. setiap jama’ah Juma’t di kampung halamanku. Rohaniku semakin terbang jauh membayangkan rekan-rekanku senasib lainnya yang tidak memiliki Askes. Semuanya tergantung pada amal baik atau buruk dia sendiri saat hidup. Belum lagi orang tua. Sedangkan kondisinya sangat mengkhawatirkan. Berkat do’a mereka semua. murid-muridku dan rekan-rekan guru di SMPN 1 Banyuresmi selalu memanjatkan do’a bagiku. ayah-anak. Aku yakin dengan haqqul yakin bahwa Allah akan memberikan jalan keluar atau obat untuk penyakitku ini. Jangankan di akhirat. Cililin tak terlewatkan. Pasti. Tangis rasa syukurku semakin menjadi-jadi. dia tidak bisa mendapatkan fasilitas itu. setelah kejadian tadi. Kemudian. balasannya sudah terasa. Padahal bagi orang lain belum tentu bisa didapat dengan cuma-cuma. adik-adik. Bagaimana jadinya Pak Kurnia. saat terbayang di benakku orang-orang yang mendo’akan kesembuhanku. 399. rakyat-pemimpin. Aku benar-benar bisa membayangkan kejadian nanti di hari pembalasan. Sebagai bukti empirik. Aku 62 . murid-guru. dan yang lainnya bila sudah kehabisan materi untuk transport dan bayar cuci darah? Bila profesinya tak bisa menghasilkan uang karena tak bekerja. Pak Asnali. Keinginannya untuk memiliki Askes Gakin pun harus dia pendam dalam-dalam karena berbagai kendala birokrasi. Pak Agus Berlian dan seorang pasien yang marah-marah di ruang tunggu gara-gara tidak bisa cuci darah karena tidak memiliki uang Rp.

Tangisku tak bisa berhenti sampai khotib selesai berkhutbah. malah tangisku semakin menjadi. Bapak mah sudah tidak ada!” katanya dengan nada keheranan. “Assalaamu’alaikuum!” katanya. dan masih sembab. Akhirnya. Hampir satu minggu aku selalu teringat padanya. dengan keterampilan refill dianeal CAPD dan dressing penutup luka.Nya. karena aku sudah berhenti cuci darah hampir 4 bulan sehingga aku tak pernah mendengar kabar beritanya. Sambil kupegang erat tangannya. berterima kasih tiada hingga kepada.Nya. istriku mengintrogasiku dengan nada penuh keheranan. aku berurai air mata dan menceritakan wisata rohaniku kepadanya. Di perjalanan. Makanya. istriku juga ikut menangis. karena besok kami akan pulang. “Oh…. “Dengan siapa ya?” tanya dia. bisa bicara dengan Pak Asnali?” aku sudah tak sabar ingin mendengar suaranya. Cuci darah. menyerah dan terkapar dalam kondisi yang mengenaskan. “Wa’alaikuum salaam!” jawabku. Segera aku menelpon ke rumahnya untuk mengetahui keadaannya. Asep Qori’in dari Garut. aku bergegas berpamitan dan mengajak istriku menuju RSKG untuk melanjutkan proses pelatihan refill CAPD. kelancaran dan jalan keluar dari penderitaan yang menjadi momok bagi banyak orang. Sulit menyembunyikan wajahku yang berantakan habis menangis. 63 . memerah. bukan pula istrinya. Sujud syukurku pada raka’at akhir shalat serasa sempurna. Karena mataku bengkak. Aku merasa sedih dan menyesal sekali tidak bisa menolong Pak Asnali. Kebetulan yang mengangkat gagang telepon itu bukan dirinya. selamat tinggal! Mataku bengkak dan merah. yang lebih baik. Baru kali ini.tak habis pikir. bahkan shalat Jum’at dan ba’da shalat pun aku masih juga menangis. Tangis bahagia. “Kenapa Pak? Ada apa? Cerita dong! Mimih siap mendengarnya!” Aku tidak menjawab. melainkan anaknya. “Saya. Aku diberi kemudahan. bagaimana jadinya ketika mereka pada akhirnya pasrah. Aku bersyukur sekali kepada. Dia bertanya. Akhir Desember 2006. aku kembali merindukan Pak Asnali. aku merasakan khusyunya Shalat Jum’at dan merasa begitu dekatnya dengan Allah yang membimbingku menuju kehidupan baru. Ih… bayanganku semakin ngeri! Kembali aku menafakuri kemurahan Allah yang Maha Rahiim.

rasanya lebih mengerikan. Ya. Pameungpeuk-Bandung. Hidup Bersama CAPD makin PD Kloning ginjal hanyalah impianku. Pak Agus. bukan waktu yang sedikit. Lebih capek dech dibanding CAPD. atau terlalu tinggi kemudian pingsan. cape dech!” memang proses refill tiap hari 3 sampai dengan 4 kali membuat kita cape dech! Tapi jika dibandingkan dengan cuci darah yang menyita waktu banyak. Banyak orang yang mencemooh dengan perkataan “CAPD. Saya hanya bisa berdo’a mudah-mudahan arwah beliau diterima di sisi Allah Swt. Selain itu kalau terjadi drop. selain cangkok (transplantasi) ginjal. Luky. Tanggerang-Bandung. Kenyatannya. sahabat sejati sependeritaan kini telah tiada. Rupanya. CAPD merupakan alternatif perbaikan kualitas hidup seorang penderita gagal ginjal kronik. tolong ya sampaikan kepada ibu. “Bukan Pak? Pak Asnali mah sudah meninggal. Belum rasa sakit ditusuk-tusuk oleh jarum pistula yang besar. 64 . Proses cuci darahnya 4 sampai dengan 5 jam tidak bisa bergerak ke manamana. diterima iman Islamnya dan diampuni dari segala dosa dan kekhilapannya. “Innaalillaahi wa innaailaihiiraaji’uun…” kataku dengan penuh rasa haru dan iba. tensi yang tiba-tiba rendah. saya minta maaf karena tidak tahu bahwa bapak telah tiada.” katanya meyakinkan. Jarak tempuh Pamijahan-Bandung. Sekarang sudah hampir seratus harinya. “Neng. masih ada jalan lain yang bisa lebih nyaman dari cuci darah. Berpuluh-puluh bahkan beratus-ratus km seperti rumahnya Pak Dadan. Peristiwa itu menimpa seorang pasien gagal ginjal yang baik hati. wisata rohaniku saat shalat Jum’at dulu tak perlu menunggu lama. Ibu bersama keluarga yang ditinggalkan mudah-mudahan diberi kesabaran dan ketabahan menerima cobaan yang berat ini. setelah mendengar kabar yang sangat menyedihkan itu. Peristiwa yang mengenaskan itu benar-benar terjadi hanya beberapa bulan seteleh pertemuan terakhir kami. dan lain-lain. Amiin!” do’aku sambil menutup pembicaraan. Sekali waktu terjadi kram karena terlalu banyak cairan yang ditarik mesin melebihi dari berat kering tubuh. Wah. karena jarak rumah ke tempat cuci darah yang jauh.“Apa dia sedang keluar?” tanyaku.

Bisa bepergian jauh berhari-hari tanpa harus dibatasi waktu seperti saat cuci darah. Infeksi terjadi akibat dari kelalaianku mengganti cairan (refill) di atas mobil. Perubahan kondisi badan itu terasa sekali. (cuci darah bonus). Tempatnya tidak steril. Setelah kejadian itu. Alhamdulillah. mengalami selisih lebih volume cairan masuk dan keluar sampai akumulasi 1kg per hari. lancar. Sekarang. PT Askes yang memberikan fasilitas gratis 120 bag cairan 65 . Dalam waktu 3 bulan bisa naik 12 kg. hanya tinggal membawa cairan sebanyak yang dibutuhkan selama bepergian.Beberapa bulan saja berat badanku kembali normal. Penggantian cairan atau refill bisa dilakukan di mana saja. Sabtu. Pernah mengalami infeksi peritoneum. Penumpukan cairan pada tubuh yang membuat repot juga di dua minggu awal CAPD. Hari keduanya. Alhamdulillah. Kendala pertama. daya tariknya cairan pengeluaran kurang. Makan pun rasanya nikmat. baru aku berobat ke RSKG. tidak ada kendala yang berarti. setelah kejadian itu sampai sekarang lancar-lancar saja. aku mesti datang ke tempat cuci darah.5 kg cairan di tubuh. Sehingga volume cairan pun berkurang. sekarang jarang terjadi. tiba-tiba badan menggigil dan cairan keruh banyak fibrinnya. untuk mengeluarkan 4. Keesokan harinya. Cairan pembuangan tidak kuning dan jernih. Bengkakbengkak di tubuh harus ditarik lagi memakai mesin cuci darah. banyak penumpang dan sedang macet di tengah jalan. Berarti kenaikan berat badan yang signifikan. Pemberian anti biotik “gentamicin” dimasukkan ke dalam bag cairan yang mau dipakai sebanyak 40 mg/2 lt dapat dengan cepat menanggulangi infeksi. Rasanya senang juga mendapatkan pelayanan dan jaminan kesehatan yang baik dari semua instansi. Obatobat tensi yang harus selalu dikonsumsi selama 2 tahun sekarang sudah berkurang bahkan tidak sama sekali. Pasti ada penyesuaian tubuh yang harus melalui proses. Inilah yang mengakibatkan kaki dan badanku bengkak-bengkak. asal memenuhi syarat kebersihan dan cuci tangan. 2 September 2006 terpaksa harus ditusuk lagi jarum pistula. Wajar. Jika sudah tiba jadual cuci darah. Hebat! Memang diawal-awal CAPD ada beberapa masalah. yang mengakibatkan cairan keruh dan banyak fibrinnya. namanya juga masa-masa adaptasi. Kepalaku yang sering pusing. dari 44 kg menjadi 56 kg dalam waktu 3 bulan. Dari hasil tes laboratorium cairan tanggal 30 Agustus 2006 terdapat 497 sel bakteri/virus. Setiap refill. Aku sudah merasa nyaman dengan CAPD.

sebagai karyawan handal siap berkunjung ke rumah pasien untuk memberikan konsultasi gratis tiap bulan dan selama 24 jam siap dihubungi. Sekarang ia sudah pindah tempat kerjanya. Aku mencari DKM sebagai pengurus Musholla itu untuk meminta izin. selesai shalat kemudian aku membuka ikat pinggang kantung kateter dan memasang twins bag dianeal cairan CAPD. Sambil melakukan refill kujawab semua pertanyaan itu dengan penuh kesabaran. 66 . menunjukkan perhatian tinggi terhadap konsumennya. Mungkin orang-orang yang sedang shalat pun sama seperti diriku yang kebetulan singgah. tapi tidak ada yang tahu. Aku memilih sudut belakang Musholla. bersih dan ada mejanya yang berupa rak buku. sebagai distributor tunggal di Indonesia siap mengantarkan produk Baxter ke seluruh pelosok tanah air. Setelah berwudhu. tinggal pemasukan.H. Aku menemukan tempat yang tepat. aku shalat Dzuhur. Kalbe Farma sebagai perusahaan yang memasarkannya sudah membuktikan diri bisa bertindak professional. agar tidak mengganggu kekhusyuan orang yang sedang beribadah. Allahu Akbar ! Ada juga pengalaman yang menyakitkan yaitu pada saat akhir bulan Ramadhan 1428 H. Anak istriku tengah berbelanja di pusat perbelanjaan kota Tasikmalaya. organ tubuh produk Allah Swt yang bentuknya sebesar kepalan tangan manusia. Subhanallah! Luar biasa jika kita tafakuri. Jadi hanya 10 menit lagi waktu yang aku butuhkan. Pengeluaran cairan selesai.SDJ.00 adalah saatnya jadual refill cairan. harus diganti dengan hal yang melibatkan ratusan bahkan ribuan orang yang terlibat dalam penyediaan alat dan bahan seperti tadi. Pukul. Atau menggunakan mesin cuci darah yang ukurannya sebesar kulkas. Tempat itu adalah Musholla. tempat konsumen berada dengan tepat waktu. aku pergi ke Tasikmalaya untuk memproses pemesanan cairan dianeal CAPD ke PT.untuk refill 4 kali per hari setiap bulan. apabila ada keluhan. sekalian berjalan-jalan dan shopping persiapan lebaran. PT Enseval Putera Megatrading Tbk. Pak Sutisna. Orang-orang yang selesai shalat dan akan shalat banyak yang melihatku dan menghujaniku dengan pertanyaan tentang CAPD. Begitu pula terhadap produk Baxter yang berkualitas. steril dan praktis. tapi sudah diganti karyawan lain yang sama handal. kerepotan semua pihak untuk menanggulangi kerusakan ginjal seseorang. Enseval Putera Megatrading Tbk. Bukti empiris bahwa ilmu Allah Swt itu sangat tinggi. 13.

Pada hari Kamis 26 Oktober 2006. “Maaf. tapi dari perut saya. Aku terus membujuknya. tapi masih takut. ”Bapak tahu ini tempat suci?” Aku berusaha menjelaskan. dan akibatnya infeksi. Buah-buahan yang paling aku suka adalah durian. Hiper kalemia sudah terbukti sebagai penyebab utama kematian. aku tak pernah mencicipinya. agar terhindar dari infeksi. Sebentar lagi akan selesai. Kata dokter juga tidak boleh ada debu. aku bersama istri berjalan-jalan dulu ke mall. pokoknya Mimih harus beli durian. Cairan kuning ini bukan keluar dari tempat kencing. Sekarang. ya… ! Bapak sudah tak tahan dengan keharumannya yang begitu menggoda. Aku memaksa istriku untuk membeli buah durian yang sudah dikemas dalam plastik transparan. namun dia terus saja ngotot. Nih. sehingga harus OT. dan saya pun tahu ini tempat suci.” Pemuda itu rupanya belum paham. tempat buah-buahan. Saya tadi mencari Anda sebagai pengurus Musholla ini sebelum melakukannya untuk meminta izin. Aku merasa was-was tentang bagaimana nanti hasil PET tersebut. minimal mengalami sesak nafas sehingga harus OT(over time) artinya harus menjalani cuci darah ekstra di luar jadual. Apalagi saat cuci darah aku harus diet buah dan sayuran karena terlalu tinggi kaliumnya. coba lihat sendiri!” sambil kuperlihatkan posisi kateter. “Di luar saja Pak! Jangan di dalam. Makan durian merupakan hobyku sejak kecil. tempat beribadah. Suatu tes cairan buangan. Tapi tidak ada yang tahu. agar bisa menentukan tingkat keberhasilan terapi pengganti ginjal dengan sistem CAPD. Sambil menunggu hasi laboratorium. “Ginjal saya rusak.” kataku berusaha menjernihkan situasi. Saya jamin tidak ada setetes air pun yang akan mengotori Musholla ini.Tiba-tiba seorang pemuda menghampiriku dan mengusirku dari tempat itu. Bapak hanya akan 67 . “Saya tidak bisa melakukan refill ini di luar takut kotor kena debu nantinya. Pengalaman lain yang cukup menarik yaitu saat pulang dari RSKG setelah menjalani tes PET. Hasratku untuk mencicipi buah durian begitu besar. aku harus menjalani tes PET. tinggal 5 menit lagi. Tapi semenjak dinyatakan gagal ginjal kronik. Tentu aku ingin segera menikmati harumnya dan lezatnya buah durian. Stand yang menjadi tujuan utamaku jelas. “Mih. ia tak mau kejadian sesak napas tiba-tiba terulang lagi. itu kan air najis!” kata dia. Baru dia menganggukan kepala sembari menggeloyor meninggalkanku. Istriku masih trauma dengan pengalaman pahit waktu aku masih cuci darah.

Bapak akan memakannya. Terutama ingin segera menikmati makan durian yang sudah di depan mata.1. Nagreg. walau sebagian sudah tiada atau tidak bisa hadir karena kondisinya sedang jelek. Jadi. perjalananku baru sampai kawasan Nagreg. Rusma belum bisa memberikan keterangan tentang hasil laboratoriumku. Nanti kalau sudah terbukti kalium darah Bapak normal. Enday agar aku membuka ikat pinggang tempat kateter CAPD dan menunjukannya kepada seluruh peserta yang hadir. Hampir tiba waktu Ashar. “Yakin!” kataku mantap. Bapak bisa tahan?” tanya istriku masih ragu. Rusma dengan harapan mudah-mudahan hasilnya sudah ada. Sujud syukurku kembali terulang saat beristirahat di mesjid Uswatun Hasanah. biasanya bijinya kecil-kecil begitu juga rasanya pasti manis. lezat dan nikmat. aku mengikuti acara silaturahmi Halal Bil Halal pimpinan. kaliumnya rendah hanya 3. Bapak tinggal makan buah aja yang banyak. Hampir semua pasien menganggap akulah yang paling bugar. karena kusimpan di atas deks boards. Beberapa menit kemudian Hp-ku berbunyi sebagai tanda ada pesan baru yang diterima. apalagi setelah disuruh tampil oleh Prof. Nikmat yang beberapa bulan terakhir dicabut dari kehidupanku. sayang sekali hasil tes itu. 68 . Malah. aku sempat berseloroh. Namun dia berjanji akan segera mengabariku secepatnya lewat SMS. Tapi kalau hasil laboratorium menyatakan bahwa kaliumnya tinggi. Tak lagi banyak basa-basi istriku langsung menyambar kemasan buah durian Montong yang dagingnya kelihatan kekuning-kuningan. Deg-deg plas jantungku saat membuka pesan singkat itu.” “Yakin. kini sudah dikembalikan oleh Allah Yang Maha Pemberi Nikmat. “Mungkin nanti sore hasinya Pak! Jika Bapak mau pulang silakan saja. RA Habibie. Aku bisa bertemu kembali dengan teman-teman sependeritaan. Nanti saya kabari lewat SMS. Kemasan plastik durian langsung kurobek dan kumakan isinya dengan penuh gairah. Pucuk di cinta ulam tiba. Ada hal yang membanggakan. Bapak tidak akan berani memakannya. aku bersorak kegirangan. Segera kulayangkan sebuah SMS kepada dr. besar-besar dan harum sekali. Aku masih penasaran ingin segera mengetahui hasil laboratoriumku. apa lagi kalau di bawah normal. “Pak Asep.menciumi harumnya saja sambil menunnggu hasil laboratorium diketahui.” Akhirnya aku pun pulang ke Garut dengan harap-harap cemas. Awal November 2007. seluruh karyawan dan pasien RSKG Ny. dr.” Begitu kalimat yang kubaca di layar Hp-ku.

Sekarang aku bisa kembali bertugas pergi ke sekolah. baik pasien cuci darah. Prof. Pak Barnas (Alm). Memang tidak hanya yang cuci darah saja. dari 17 orang pasien satu ruangan. Mudah-mudahan jadi kifarat dosa-dosaku dan bisa mengantarku menggapai keridhoan-Mu. ternyata diriku masih berguna bagi orang lain. Depresi dan perasaan serasa tak berguna. Setelah aku dimuat di bulletin ginjal RSKG. seruangan dan sejadual sudah 12 orang yang berada tenang di alam baka. Mudah-mudahan bisa menjadi bentuk ibadahku. Kini aku naik peringkat menjadi nara sumber CAPD bagi banyak orang. bahkan ada yang menyebutkannya terbalik menjadi Asep CPAD. Pak Otong (Alm). harus dicecep seperti anak sunat. dan tetap selalu minum vitamin 4 S : Shalat. Pak Sya’ban (Alm). Aku tetap bangga menyandang gelar Asep CAPD atau Asep cape dech. Pak Kurnia. ketundukkanku dan pengabdianku kepada Allah Swt. Semoga yang masih bertahan hidup diberi umur panjang. Amiin! 69 . walaupun hanya sebagai guru BP. dan sehat baik bersama cuci darah maupun CAPD. Pak Asnali(Alm). keluarganya atau orang awam sekalipun. Biarpun harus selalu disiplin menunaikan refill 4 kali sehari secara rutin dan kontinyu. Pak Agus Berlian (Alm). semangat. Maman (Alm). Berarti rekan sependeritaanku. Alhamdulillah. Rasa percaya diriku timbul lagi setelah melalui proses hidup yang panjang. di samping shalatku yang 5 waktu. aku juga terpilih sebagai pasien teladan. ada juga yang sengaja datang ke rumah untuk menanyakan masalah CAPD. Pak Rukmana (Alm). Prof! kalau di kampung saya sebelum saya memperlihatkan kateter ini. Banyak yang menghubungiku lewat telepon. Sekarang hari-hariku kian indah. 18 Februari 2008 baru saja aku ganti transferset yang ke tiga kalinya. dan kawan-kawan yang lainnya semoga mereka diterima iman Islamnya. Pada sesi akhir acara. sekarang hilang. yang CAPD juga ada yang sudah mendahului kami. lebih sehat.“Maaf. Semakin PD hidup bersama CAPD. dan lain-lain. Ceu Eros. Rekan-rekanku yang biasanya memiliki jadual cuci darah setiap hari Senin-Kamis sore semuanya tinggal 5 orang lagi. Luky. Ibu Dekan (Almh). sabar. Senin.” Hadirin tertawa. Bu Kartini dan aku sendiri.

Penulis menikah dengan Fatmah Tresnasih.Md.d SMAN di Garut sampai dengan tahun 1986. Dibesarkan di pinggiran Situ Bagendit.Pd. cerpen dan naskah drama yang dipentaskan di sekolah tempatnya mengajar. A.Pd. Sering menulis puisi. Email : bang_qory@yahoo. Memiliki 4 orang anak.co. Faris Fajar Wibawa. Ulfa Shofi Agnia. Nazla Gina Farfasya dan Fhatiya Bilqis Saida. Kemudian melanjutkan kembali ke D3 th 1996 – 1997. SD s. diangkat menjadi PNS di SMP 1 Banyuresmi sampai sekarang.id 70 . Selesai menjalani pendidikan D2 di IKIP Bandung. S. Pendidikannya kemudian dilanjutkan di Fakultas Bahasa dan Sastra IKIP Bandung (UPI sekarang) jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia program D2 yang diselesaikannya pada tahun 1988. Banyuresmi.Mengenai Saya bang_qory Asep Qoriin.Dinyatakan mengalami penyakit “Gagal Ginjal Terminal” 20 Februari 2006.Melatih siswa dan anak-anaknya untuk membaca puisi dan mendongeng hingga mereka bisa meraih juara tingkat propinsi Jawa Barat. Garut lahir tanggal 5 Februari 1967. anak dari Entin Hartini (Almh) dan ayah Oman Abdurahman. anak pertama dari lima bersaudara.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful