CAPD GINJAL

• • • • • • • • • • •

Home Berita Forum Ketenagakerjaan Infotainment Humor Musik asik Hong Kong Korea Malaysia Contact

Home » Gagal Ginjal Sama Dengan Menguras Banyak Biaya

Gagal Ginjal Sama Dengan Menguras Banyak Biaya

Ginjal merupakan organ yang penting dalam sistem metabolik tubuh manusia karena memiliki fungsi utama sebagai penyaring racun dan zat sisa dalam darah. Bila ginjal rusak dan sudah mengalami gagal ginjal, maka biaya yang dibutuhkan tidaklah sedikit. Ginjal merupakan filter yang sangat baik, fungsi utamanya adalah untuk membersihkan racun dan mengeluarkan limbah dari darah. Ginjal juga berfungsi untuk mempertahankan volume dan komposisi cairan tubuh, serta untuk mengeluarkan hormon yang membantu produksi sel darah merah. Oleh karena itu, ginjal memainkan peran utama dalam mengatur tekanan darah dan menyeimbangkan elektrolit penting yang menjaga ritme jantung. Selain berfungsi untuk menyaring dan membuang zat-zat yang tidak diperlukan dan mempertahankan kandungan nutrisi dan mineral yang diperlukan tubuh, ginjal juga berperan dalam keseimbangan sirkulasi darah dalam tubuh, yakni dengan mengatur tekanan darah, memproduksi sel darah merah.

1

Setiap hari, ginjal memfilter 180 liter darah. Ginjal menerima 100-120 mL darah per menit, di mana jumlah ini sangat besar dibandingkan dengan ukurannya yang kecil. Hal tersebut berarti setiap harinya ginjal memfilter darah sebanyak 50 kali dalam sehari. “Kerusakan ginjal ringan terjadi bila fungsinya sudah kurang dari 90 persen. Dan bila kurang dari 15 persen, maka artinya pasien sudah mengalami gagal ginjal yang obatnya harus hemodialisis (cuci darah) atau transplantasi (cangkok),” jelas dr Dharmeizar, SpPD-KGH, Ketua Perhimpunan Nefrologi Indonesia (Pernefri), dalam acara Konferensi Pers ‘Hari Ginjal Sedunia: Sayangi Ginjal Anda, Minumlah Air Putih yang Cukup!’ di Hotel Akmani, Jakarta, Selasa (6/3/2012). Menurut dr Dharmeizar, bila sudah mengalami gagal ginjal, diperlukan terapi pengganti ginjal yang biayanya tidak sedikit. Berikut biaya yang harus dikeluarkan untuk menjalani terapi pengganti ginjal: Hemodialisis (cuci darah) 1. Dilakukan seminggu 2 kali 2. 5 jam per sesi 3. Biaya per tahun Rp 50-80 juta CAPD (Continuous Ambulatory Peritoneal Dialysis atau cuci darah lewat perut) 1. Pemasangan kateter Rp 10 juta 2. Biaya CAPD per tahun Rp 50-75 juta Transplantasi ginjal 1. Pretransplantasi dan prosedur Rp 200 juta 2. Biaya per tahun Rp 75-150 juta Gagal ginjal biasanya berawal dari penyakit ginjal kronik, yaitu menurunkan fungsi ginjal. Pada kondisi ini orang biasanya tidak merasakan gejala yang terlalu berarti sampai akhirnya didiagnosis dengan gagal ginjal, yang artinya fungsi ginjalnya kurang dari 15 persen. Gagal ginjal terjadi karena organ ginjal mengalami penurunan hingga menyebabkan tidak mampu bekerja dalam menyaring elektrolit tubuh, menjaga keseimbangan cairan dan zat kimia tubuh (sodium dan kalium) dalam darah atau produksi urine. Ada beberapa faktor yang menyebabkan orang mengalami kerusakan atau gagal ginjal: 1.Diabetes melitus 2.Hipertensi 3.Kelainan ginjal (penyakit ginjal polikistik) 4.Penyakit autoimun 5.Penyumbatan saluran kemih 6.Kanker 7.Rusaknya sel penyaring pada ginjal.

2

“Pengidap penyakit ini ditandai dengan lemas, tidak ada tenaga, nafsu makan, mual, muntah, bengkak, kencing berkurang, gatal, sesak napas, pucat atau anemia,” tutup dr Dharmeizar. Popularity: 1% [?] AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA Kemajuan teknologi kedokteran yang berkembang pesat saat ini memungkinkan para penderita gagal ginjal menjalani rutinitas cuci darah (dialisa) sambil bekerja, cuci mata di mall, bahkan sambil bercinta dengan pasangan! Padahal di masa lalu, kegiatan dialisa harus dilakukan di rumah sakit sambil terbaring lemah selama 5 jam, sebanyak tiga kali seminggu. Belum lagi perasaan gatal di sekujur tubuh sebagai dampak dari terapi cuci darah tersebut. Terapi cuci darah yang begitu praktis itu bernama Continuous Ambulatory Peritoneal Dyalisis/CAPD atau dialisis tanpa mesin dan dapat dilakukan secara mandiri oleh penderita gagal ginjal. Metode ini merupakan metode alternatif dengan menggunakan membran semipermiabel yang berfungsi sebagai ginjal buatan, sehingga mampu menyerap cairan pembersih ke dalam rongga ginjal. Dalam waktu 4 sampai 6 jam dengan frekuensi 4 kali sehari, terjadi proses difusi serta ultrafiltrasi dalam ginjal, sehingga zat racun yang ada di dalamnya terserap ke luar dan diganti cairan baru. Karena masih tergolong teknologi baru, biaya CAPD masih tergolong mahal. Umumnya, biaya yang dikeluarkan peserta terapi CAPD saat ini masih sebesar Rp 4,2-Rp 5 juta setiap bulannya. Namun, biaya sebesar itu menjadi tak berarti, jika melihat kondisi tubuh penderita yang bugar dan tetap produktif seperti sebelum terkena gagal ginjal. “Karena pasien tetap bisa bekerja dan melakukan segala aktivitas seperti biasa, layaknya orang sehat. Bedanya, peserta CAPD punya kantong kecil di perutnya untuk pergantian cairan dialisat itu,” kata Direktur Medik RS PGI Cikini, Tunggul Situmorang dalam acara peluncuran website sahabat ginjal.com yang disponsori PT Kalbe Farma, di Jakarta, belum lama ini. Pengalaman Karyono (45), karyawan swasta yang telah menjalani terapi CAPD selama tiga tahun ini agaknya bisa jadi pelajaran. Karyono mengaku, kualitas hidupnya makin membaik setelah ikut terapi CAPD. Selain itu, ia bisa kembali bekerja dan sama produktifnya seperti sebelum sakit. “Awalnya saya ragu, karena banyak informasi negatif yang saya dengar soal CAPD. Tetapi karena atasan terus mendesak, akhirnya saya beranikan untuk menjadi peserta CAPD. Bahkan, saudara-saudara saya heran karena raut muka dan badan saya yang terlihat lebih segar. Dan yang terpenting saya sudah bisa tidur enak, sebelumnya saya selalu merasa lemas, letih, gelisah,” katanya mengungkapkan. Belum Memasyarakat Dr Tunggul menjelaskan, terapi dengan menggunakan pergantian cairan dialisat ini sebenarnya telah masuk ke Indonesia sejak 2004 lalu, namun tidak banyak diketahui masyarakat. Melihat manfaat CAPD yang begitu besar, pihaknya tergugah untuk terus mensosialisasikan CAPD kepada masyarakat luas di Indonesia sebagai salah satu alternatif penanganan bagi penderita gagal ginjal. Selama ini dikenal dua metode dalam penanganan gagal ginjal. Pertama, transplantasi ginjal dan kedua, dialisis atau cuci darah. Sebenarnya metode pertama memiliki lebih banyak keunggulan karena dapat menggantikan fungsi ginjal yang rusak. “Hanya saja masalahnya, masih sedikit donor yang mau memberikan organ tubuhnya. Selain itu

3

Sementara itu. kami memberi pelatihan selama tiga hari khusus untuk menjaga agar lubang tetap bersih. darah tidak dikeluarkan dari dalam tubuh. dan proses dialisis pun bekerja selama 24 jam sesuai dengan kerja ginjal secara alamiah. bahkan tidak disadari oleh penderita karena tubuh tidak menunjukkan gejala seperti orang sakit.” katanya. Setelah bersih. yaitu kantong cairan dialisat. pasien CAPD di RS PGI Cikini sudah ratusan orang.000 penderita gagal ginjal menggunakan terapi CAPD. Karena itu. “Pasien juga tidak perlu datang ke rumah sakit untuk melakukan cuci darah. Alamiah CAPD belum banyak digunakan. Pembersihan ini dilakukan dengan dua cara. saya selalu mengingatkan pada pasien untuk menjaga kebersihan. yakni membersihkan darah dari zat-zat yang tidak berguna pada tubuh dan menjaga kestabilan kandungan darah di dalam tubuh. Namun. Metode dialisis pada intinya adalah melakukan fungsi utama ginjal. 4 . penderita gagal ginjal lebih banyak melakukan terapi dialisa atau cuci darah. Karena itu. Ditanya faktor penyebab utama terjadinya gagal ginjal. biayanya sangat besar. darah baru dimasukkan kembali ke dalam tubuh. Sedangkan pada metode PD. Tentang jumlah pasien CAPD di seluruh Indonesia . dr Tunggul mengaku tidak tahu pasti.jarang sekali ditemukan donor yang cocok dengan penderita gagal ginjal. ada diperkirakan 120. Pada HD. dengan memasukkan cairan dialisat ke dalam rongga itu. tiba-tiba dokter mendiagnosa Anda terkena gagal ginjal. dr Tunggul mengatakan.” katanya. Sedangkan. Keuntungan CAPD adalah lebih memudahkan pengendalian kimia darah dan tekanan darah. darah yang akan dibersihkan dikeluarkan dari tubuh dan dimasukkan ke ginjal buatan (dializer). sehingga tingkat keberhasilannya sangat kecil. Keunggulan utama CAPD adalah kemudahannya. Bila terjadi infeksi di lubang tersebut.” kata Situmorang. Sementara di dunia. Proses pembersihan dilakukan di dalam rongga perut (peritoneum). Selain itu. “Kunci utama dari terapi CAPD adalah menjaga kebersihan lubang yang menghubungkan ginjal dalam perut dengan dunia luar. Proses yang berlangsung terus-menerus selama 24 jam setiap harinya itu. Bahkan. sehingga terapi dengan metode itu pun lebih alami. serta dapat menimbulkan hernia. kekurangan CAPD adalah sering kali menimbulkan infeksi pada rongga perut. Cairan ini dibiarkan selama empat hingga enam jam hingga akhirnya dikeluarkan kembali. keseluruhan proses dilakukan selama lima jam. Gangguan fungsi ginjal bisa terjadi perlahan-lahan atau mendadak. Saat ini sudah berkembang metoda PD dengan berbagai cara seperti CAPD atau APD. Namun. kontaminasi dengan hepatitis lebih kecil. Fungsi ginjal yang tersisa masih dapat dipertahankan. yang berarti cairan tubuh dipaksa diperas untuk dicuci mesin. serta sakit pinggang. maka biayanya sangat mahal. Cairan dialisat dapat dijadikan sebagai sumber nutrisi dan bagi penderita diabetes dapat diberikan insulin secara intraperitorial. padahal terapi itu memiliki kelebihan. Selain itu juga meningkatkan kadar lemak dan mengakibatkan kegemukan (obesitas). jika melakukan cuci darah biasa secara HD.” katanya. menjadikan hampir sama dengan proses yang berlangsung di dalam ginjal. penyebab utama adalah hipertensi (darah tinggi) dan diabetes atau kencing manis. “Akibatnya beban jantung menjadi bertambah dan menyebabkan gangguan tekanan darah. tetapi melakukan cuci darah secara mandiri dengan jadwal yang dapat ia buat sendiri. Darah dibersihkan dengan menggunakan cairan pembersih (dialisat) dalam serat-serat dializer itu. yakni tidak mengganggu jantung. haemodialisis (HD) dan peritonialdialisis (PD).

kasus gagal ginjal di dunia meningkat lebih dari 50%. Kelainan ginjal dapat terjadi akibat adanya kelainan pada ginjal (penyakit ginjal primer) atau komplikasi penyakit sistematik (penyakit ginjal sekunder). Hati-hati kalau kaliumnya meningkat. ataupun cangkok ginjal. Meskipun ukurannya kecil.id . gangguan tidur dan juga sering gatal. ginjal juga berperan untuk mempertahankan volume dan tekanan darah. Ginjal berfungsi untuk menjaga keseimbangan serta mengatur konsentrasi dan komposisi cairan di dalam tubuh. CAPD (Continous Ambulatory Peritoneal Dialysis) saat ini menjadi bahan perbincangan para 5 . Gangguan ginjal dalam tahap ringan masih dapat diatasi dengan minum banyak air putih. Kadang cukup dengan pengobatan dan pengaturan diet. Kalau kita lihat hasil laboratorium. atau Kurang minum air putih ternyata dapat mengganggu fungsi ginjal. maka akan timbul rangsangan untuk buang air kecil. kalau sudah gagal ginjal. kulit terlihat kasar. Kelainan ringan pada ginjal dapat sembuh sempurna bila penyebabnya sudah diatasi. CAPD. tidak nafsu makan. orang yang diyakini mempunyai gejala sakit AAAAAAAAAAAAAAAA Kalbe. Selain itu. lalu dialirkan melalui saluran kemih ke kandung kemih. Di Indonesia sendiri sudah mencapai sekitar 20%. Tidak heran bila umumnya pasien baru ke dokter bila sudah berada dalam tahap terminal. Bahkan. Ginjal juga berfungsi untuk membersihkan darah dan berbagai zat hasil metabolisme serta racun di dalam tubuh. hanya bisa diatasi dengan cuci darah atau cangkok ginjal yang biayanya sangat mahal. sudah waktunya untuk waspada. setiap tahunnya ada sekitar 20 juta orang dewasa menderita penyakit kronik ginjal. karena memperbesar risiko penyakit jantung. lesu. Untuk itu. Namun. penderita gagal ginjal ini punya peningkatan asam urat. Penderitanya mengalami gangguan pengecapan. dan vitamin D. negara yang sangat maju dan tingkat gizinya tinggi. seperti kencing manis (diabetes). Adapun beberapa tanda fisik yang harus diwaspadai seperti tubuh bengkak yang diawali dari kedua kaki. Sekitar 40% gangguan diabetes menjadi penyebab gagal ginjal. Tanda lainnya. mual. Air seni diproduksi terus menerus di ginjal. dan menghasilkan hormon seperti erythropoetin. renin. segera ke rumah sakit untuk chek-up untuk membuktikan kebenarannya. mengatur produksi sel darah merah. kalsium.” kata dr Tunggul menandaskan. Perlu diketahui. Di Amerika Serikat saja. pasien gagal ginjal dapat diatasi dengan tindakan hemodialisa. vena di leher melebar dan ada cairan di selaput jantung dan paru. Diantara 3 tindakan tersebut. untuk penderita yang masih muda bisa di bawah 10%. Sampah dari dalam tubuh tersebut akan diubah menjadi air seni (urin). kelainan itu bisa menjadi gagal ginjal yang akut.Jika seseorang memperhatikan gejala yang umum menyertai penderita gagal ginjal. kata dr Tunggul. “Bila mendapati satu saja dari gejala itu. penyakit tersebut bisa diminimalisir sedini mungkin. Bila cukup banyak urin di dalam kandung kemih. sering kram.Sampai saat ini. Namun. fosfor dan kalium. Jumlah urin yang dikeluarkan setiap hari sekitar 1-2 liter.co. Namun. mengatur kalsium pada tulang. bila keadaannya memburuk. muntah. organ ginjal bersifat sangat vital. Penderita biasanya baru merasakan kelainan pada dirinya jika fungsi ginjal menurun sekitar 25%. Gagal ginjal adalah keadaan dimana kedua ginjal tidak mampu menjalankan fungsinya.

Dr. Dr. Tambahan hanya Rp. dapat melakukan olahraga seperti biasa dan pembatasan makanan yang tidak seketat pada tindakan hemodialisa. 1. kondisi fisik lebih baik. Dalam acara workshop ini.nefrolog Asia termasuk di Indonesia. DR.000) 3. Keuntungan dari CAPD menurut beliau adalah pasien tidak perlu menggunakan mesin saat melakukan dialisis. Alat kesehatan apalagi yang ditanggung oleh Askes? J : Alat kesehatan yang diberikan kepada Peserta antara lain: • • • Gigi Tiruan (1 kali/2tahun) Alat bantu dengar (1 kali/2tahun) Kaki/tangan tiruan 6 .000) Ketentuan di atas mulai berlaku pada Oktober 2005. Ginova Nainggolan. khususnya peserta ASKES: 1.Dr. DR. Ita Wijayanti dari Kalbe Farma sebagai pembicara menjelaskan tentang penggunaan dan fungsi dari alat yang dipakai dalam tindakan CAPD. Endang Susalit. SpPD KGH dalam acara pre-congress Nephrology. Dr. dan menurut Prof. Hal ini dikatakan Dr.000 untuk Paket Rutin 120 (terjadi penurunan dari Rp. dapat digunakan sendiri di rumah. khususnya bagi GAKIN.Kalbe. Hadir sebagai pembicara Prof. 600. Tak ketinggalan pula dibahas keunggulan dari alat yang digunakan untuk CAPD yang diproduksi oleh Baxter . Sja'bani saat ini penderita gagal ginjal di Indonesia sudah cukup banyak dan terbanyak dialami oleh pasien-pasien kelas III. CAPD mulai digunakan di Indonesia sejak 1984. peserta harus menombok Rp. Untuk mengatasi biaya yang harus ditanggung oleh pasien yang tidak mampu. Free untuk Paket Rutin 90 (kalau dulu. Paket awalnya free (yang ini. SpPD KGH. 1. SpB. Dr. dibahas mengenai CAPD. Di depan sekitar 150 peserta.Kalbe Farma. Moch. CAPD sangat membantu bagi pasien gagal ginjal yang harus menjalankan tindakan cuci darah. Kabar Gembira Ada kabar gembira bagi pengguna maupun calon pengguna CAPD Baxter .Dr. Tommy Halauet. antara lain dapat memperkecil terjadinya sepsis atau peritonitis. AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA T : Selain Kacamata. SppD KGH MSc. Tunggul mengatakan. Tunggul D Situmorang SppD KGH dan Prof. tindakan CAPD ini dapat ditanggung biayanya oleh pemerintah melalui PT ASKES.033. Kamis 24 November 2005 di Bali. Sja'bani. memang sejak dahulu juga free) 2.600.

Askes menggunakan beberapa prinsip managed care (kendali mutu. Tarif Permenkes ini dibuat oleh Kementerian Kesehatan atas usulan Rumah Sakit. Peserta berobat ke pelayanan tingkat pertama (Puskesmas atau Dokter Keluarga) untuk kasus-kasus penyakit sederhana. 1kali/5 tahun Mesh (Alat yang dipasang setelah operasi Hernia Alat bantu hidrosephalus/VP Shunt Protesa Mandibula Vitrektomi set Penyangga leher/Collar Neck Jakat penyangga patah tulang belakang/corset Anus buatan/colostomi/Pesarium/DJ Stent Double Lumen Kateter untuk CAPD Triple Lumen Kateter untuk CAPD Vaskuler Graf Tulang/Sendi tiruan Colon set T : Mengapa saya harus ke Puskemas dulu sebelum ke Rumah Sakit? J : PT Askes (Persero) merupakan asuransi kesehatan yang bersifat sosial. Apabila Dokter Umum tidak bisa mengobati maka Pasien akan dirujuk ke Rumah Sakit untuk mendapat pelayanan kesehatan lanjutan. Sistem pelayanan berjenjang ini bertujuan untuk mengontrol biaya pelayanan kesehatan dan mengoptimalkan pelayanan kesehatan yang diberikan kepada Peserta. Disisi lain penumpukan pasien di Rumah Sakit untuk kasus-kasus yang bisa ditangani oleh Dokter umum akan mengakibatkan pelayanan kesehatan di Rumah Sakit tidak optimal.• • • • • • • • • • • • • • IOL (Lensa tanam di mata) Pen & Screw (Alat Penyambung Tulang). Apabila semua Peserta langsung berobat ke Rumah Sakit tentunya biayanya sangat besar. Dalam mengelola jaminan kesehatan. Penanganan penyakit seperti ini di Dokter Spesialis sangat tidak efisien. Untuk kasus gawat darurat tentu saja Peserta dapat langsung datang ke Rumah Sakit. 7 . biaya kesehatan yang besar ini tentunya tidak mampu ditanggung oleh PT Askes (Persero) sehingga jaminan kesehatan Askes tidak mampu bertahan lama. kendali biaya) yang salah satunya adalah sistem pelayanan berjenjang. T : Berapa biaya pelayanan kesehatan yang ditanggung oleh Askes? J : Biaya pelayanan kesehatan yang ditanggung oleh PT Askes (Persero) adalah sesuai dengan Permenkes (Peraturan Menteri Kesehatan) tentang Tarif Askes. Kasus penyakit ini bisa ditangani oleh Dokter Umum.

Perkumpulan Profesi Kedokteran dan PT Askes (Persero). pembedaan hanya pada tipe Rumah Sakit. Besarannya sangat bervariasi. Besaran urun biaya tidak sama antara satu Rumah Sakit dengan Rumah Sakit lainnya karena tergantung dari hasil negosiasi.07:12 pm Anda divonis gagal ginjal?Tak mau repot dengan urusan cuci darah di rumah sakit? Kalau begitu Anda perlu mencoba terapi pengganti ginjal CAPD atau Continuous Ambulatory Peritoneal Dialysis (Dialisis Peritoneal/cuci darah lewat perut). Besaran Tarif Askes adalah sama untuk semua Rumah Sakit yang bekerjasama dengan Askes. Dalam pelaksanaannya PT Askes (Persero) akan melakukan negosiasi dengan masing-masing Rumah Sakit mengenai besaran urun biaya yang menjadi beban Peserta. Untuk tahun 2011 urun biaya yang menjadi beban Peserta pada Rumah Sakit Pemerintah sangat minimal atau tidak ada. Untuk memperoleh informasi iur biaya Peserta dapat menghubungi Askes Center di Rumah Sakit tempat Peserta dilayani. Sedangkan untuk Rumah sakit swasta masih ada urun biaya yang menjadi beban Peserta. 15 March 2011 . 8 . AAAAAAAAAAAAAAAAAAAA Terapi CAPD: Alternatif Bagi Gagal Ginjal author : Olivia Lewi Pramesti Tuesday.

karena sebelumnya pasien akan dilatih hingga benar-benar bisa. Kedisiplinan ini seperti cuci tangan sebelum memasang sistem CAPD. Karena penyakit tersebut ibu harus menjalani cuci darah 2x seminggu. biaya awal Rp 2. Direktur RS PGI Cikini. CAPD dilakukan mandiri oleh pasien sebanyak 3 . karena terlalu capek di jalan. 2 Comments Sekedar sharing pengalaman. CAPD relatif lebih murah. tenggelam oleh terapi hemodialisis (cuci darah di rumah sakit) dan transplantasi.Infeksi bisa timbul jika pasien tidak mematuhi aturan kebersihan pemasangan. Terapi CAPD bisa dilakukan pada semua penderita gagal ginjal dengan tingkat kronis yang berbeda-beda. Jangan khawatir tentang terapi ini.D. Bandingkan dengan transplantasi yang memerlukan biaya awal Rp 200 juta . bagi pasien yang usai menjalani pembedahan di daerah perut dan yang mengalami gangguan di bagian kulit perut tidak dianjurkan menggunakan terapi ini karena bisa infeksi. Dibandingkan dengan terapi lain. biaya awal gratis sedangkan per bulannya Rp 1 juta.P.Rp 7 juta. "CAPD ini cenderung sedikit kontradiksinya. Untuk non-Askes. AAAAAAAAAAAAAAAAAAA CAPD This entry was posted on 31 May 2012. Bookmark the permalink.Rp 500 juta. sedangkan per bulannya harus keluar Rp 6 juta .Sp. kadar hemoglobin lebih tinggi sehingga meningkatkan kualitas hidup.Tunggul D. dr." kata Tunggul. zat racun aktif dikeluarkan tubuh karena dilakukan 24 jam penuh. resiko terkena penyakit hepatitis kecil. Hanya saja. Situmorang. in Bebas.KGH. Kateter tersebut berfungsi untuk mengeluarkan cairan dan racun dari dalam tubuh.CAPD justru dianjurkan untuk pasien gagal ginjal. dan pasien pun dapat mengerjakan aktivitasnya tanpa terganggu. Antara lain. menggunakan masker untuk menutup mulut. Cuci darah tersebut harus dilakukan di Rumah Sakit yang jaraknya lumayan jauh dari rumah (1.6 juta. maklum rumah kami di desa) sehingga seringkali setelah menjalani cuci darah di RS ibu justru tambah down. karena dilakukan sendiri oleh pasien. dapat dilakukan sendiri oleh pasien. menyatakan bahwa ada banyak keuntungan yang diperoleh dari terapi ini. 9 . Padahal di Thailand. Akan tetapi kalau memegang kartu Askes. Tiap kali CAPD diperlukan waktu 30 menit. maka diperlukan kedisplinan dari pasien. Apalagi kalau pasien tidak memiliki Askes. serta menjaga kebersihan lingkungan ruangan.3 juta dan per bulannya Rp 5 .4 kali per hari dengan cara memasang sebuah kateter di perut.5 Jam Perjalanan. Dr. Kebetulan ibu kami. di Jakarta (10/3).. Tunggul melanjutkan.Terapi ini memang tidak populer di Indonesia. usianya sekitar 60an tahun divonis oleh dokter terkena penyakit gagal ginjal.

Jika ada saudara atau kerabat anda terkena penyakit serupa maka metode CAPD ini bisa dicoba. Setelah seluruh cairan kotor dikeluarkan. Selain itu terapi CAPD juga tergolong lebih alamiah. Selang inilah yang akan menjadi sarana keluar masuknya cairan pembersih dalam tubuh. Dari segi biaya. awalnya pasien harus menjalani operasi untuk memasang selang permanen ke dalam perutnya. Alhamdulillah sudah 2 tahun ini ibu sehat dan bisa beraktifitas. dimanapun dan kapanpun. Jika dibandingkan dengan hemodialisis. barulah pasien bisa menjalani proses treatmen CAPD yang dilakukan sebanyak 4 kali dalam sehari. terapi ini lebih bisa mempertahankan fungsi ginjal yang masih ada. Dengan teknologi ini. Proses treatment CAPD diawali dengan mengeluarkan cairan kotor yang berasal dari racun-racun dalam darah. Makan lebih enak dengan sedikit sekali pantangan. Tanpa harus bergantung pada mesin hemodialisis. Setelah selang terpasang. uang yang harus dikeluarkan untuk proses CAPD tak jauh berbeda dengan hemodialisis yang menggunakan mesin pencuci darah.Beberapa minggu menjalaninya. seorang pasien dapat melakukan cuci darah. lalu cairan pembersih yang baru dimasukkan ke dalam tubuh. Untuk bisa menjalani terapi CAPD. Sekian. seorang dokter menawarkan untuk menggunakan alternatif cuci darah mandiri yang dinamakan CAPD (Continuous Ambulatory Peritoneal Dialysis). AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA 10 . dari segi medik. Semoga Bermanfaat. Bahkan ibu kami karena menggunakan ASKES semua biaya digratiskan. yaitu berkisar antara Rp7 juta – Rp8 juta per-bulan. Cairan pembersih ini berfungsi untuk menyedot racun yang ada dalam darah.

IKCC akan membantu melakukan ekplorasi informasi obat baru untuk penderita. IKCC (Indonesian Kidney Care Club) atau Klub Sayang Ginjal inilah salah satu komunitas tempat I Ketut saat ini berbagi keluh kesahnya tentang penyakit gagal ginjal yang sudah dialami selama 15 tahun. 11 March 2011 . Hingga saat ini anggotanya sudah mencapai 300 orang.). Kata istrinya pula. Dirinya mengaku. Humas IKCC.05:14 pm "Rasanya sudah mau kiamat saja ketika saya divonis gagal ginjal. memberikan arahan bagi penderita. tips dan pola makan. Organisasi yang berdiri pada tanggal 5 Mei 2004 ini memang khusus mewadahi masyarakat Indonesia yang peduli kesehatan ginjal. tiga tahun terakhir ini hidupnya lebih tenang dan pasrah dengan keadaan. pengembangan motivasi. dll. seorang pasien gagal ginjal. Awalnya hanyalah ketakutan yang melanda dan berefek emosinya yang terus meningkat.saya malah lebih semangat menjalani hidup ini. Bentuk kegiatan yang dilakukan IKCC diantaranya menyelenggarakan seminar yang berhubungan dengan ginjal (gaya hidup.Ceria Bersama Klub Sayang Ginjal author : Olivia Lewi Pramesti Friday. 11 . memberi fasilitas obat-obatan yang berhubungan dengan penyakit ginjal.Namun sejak saya ikut IKCC. suaminya sempat berubah sifat menjadi kasar dan main tangan." Misi klub ini adalah ingin meningkatkan kualitas hidup penderita ginjal. Dian Ekawati mengatakan.serta memberikan konsultasi yang berhubungan dengan ginjal. Ni Luh. "Organisasi ini memberikan informasi dan edukasi mengenai ginjal serta menciptakan kondisi psikologis yang nyaman bagi sesama penderita." kata I Ketut Nesa Sumarbwa (45).

021-4269734 AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA http://bangqory. dr. seseorang mesti rutin memeriksakan urinenya.Banyak yang tidak mengetahui bahwa penyakit ini bisa disebabkan oleh diabetes (35%) dan hipertensi (25%). Bila tertarik mengikuti klub ini.D. penulis yang dikenal rajin. Jend. Kisah ini. karena belum ada obatnya. menyusun menu ramah ginjal. Penyakit ini sangat ditakuti. lomba menulis.blogspot. Akibatnya kualitas hidup pasien ginjal tidak bertahan lama. semangatnya untuk terus bisa bertahan hidup. kabupaten Garut. sampai Alloh memberikan jalan keluar. Proses edukasi ini dapat dilakukan lewat komunitas.P." kata Dian Ekawati di Jakarta (10/3). Let. benar-benar menceritakan autobiografi penulis dengan gamlang. pencarian obat alternatif.Tak hanya itu saja." ungkapnya. kecintaannya pada keluarga.Tak hanya itu. Indonesian Kidney Care Club Sekretariat: Gedung Ziebart Lt. 12 ."Ginjal Cadangan" berupa CAPD. pemahaman masyarakat tentang penyakit ginjal masih minim.ikcc.com/ SINOPSIS Gagal Cinta Pertama tak Separah Gagal Ginjal Di tengah perjalanan hidupnya sebagai seorang guru di sebuah SMP di Banyuresmi. Spesialis Penyakit Dalam RSU Cikini. Untuk pencegahan penyakit ginjal. IKCC terbuka untuk umum dan lembaga ini nirlaba. klub ini sangat melindungi kepentingan penderita gagal ginjal. Kegiatan yang dilakukan pun turut melibatkan keluarga pasien. tentang penderitaannya. Situmorang. gaya hidup sehat seperti olahraga teratur dan tidak merokok menjadi cara mencegah penyakit ini. dan lainnya. keikhlasannya menerima cobaan. untuk mempertahankan hidup penderitanya harus dilakukan terapi ginjal pengganti berupa cuci darah(hemodialisis) atau cangkok ginjal. periang. Jakarta-10510 Tlp.id atau facebook IKCC. penuh dedikasi.or. Tunggul D. Jangan khawatir bila Anda ingin bergabung dalam klub ini. Suprapto Kav.-KGH menambahkan bahwa penyakit ginjal perlu dicegah sedini mungkin dengan edukasi kepada masyarakat. pahit-getirnya menjalani cuci darah. Bila urine mengandung protein. 5 Cempaka Putih. anggotanya pun diajak aktif untuk mengembangkan kreativitas mereka seperti lomba memasak. Sp. Anda bisa membuka website mereka di www. sesuai dengan kejadian yang dialami penulis saat divonis mengalami gagal ginjal kronik. sangat mencintai keluarga dan kuat mempertahankan aqidahnya. maka perlu diwaspadai penyakit ginjal segera datang. tiba-tiba penyakit yang dikenal dengan nama Gagal Ginjal Terminal atau Gagal Ginjal Kronik. "Terlebih lagi. 021-4214758 Fax. "Di negara berkembang.2 Jl.

putus asa dan seabreg perasaan negatif menghimpit dada. Ia menyatakan bahwa kadar racun yang bersarang dalam tubuhku terlalu banyak dan tidak bisa dikeluarkan lewat urine (air seni). Slamet Garut dengan perasaan hampa. elektrolisis. sebelah kaki di atas kubur. Penulis yakin dengan haqqul yakin. Berbagai macam metode penyembuhan melalui obat. karena aku tahu setiap orang yang telah mengalami cuci darah pasti ajalnya hampir menghampiri. kasih sayang dan pertolongan Alloh Swt semata. John Manurung. hanya istriku yang masih bisa berpikir jernih. Amiiiin! Gagal Cinta Pertama tak Separah Gagal Ginjal Mungkin Anda akan tertawa membaca ungkapan tadi. Subhanallah ………………. sampai menjadi konsumen dan anggota MLM ramuan modern 13 .. bahwa Allohlah sebagai penolong jiwanya dan hidupnya bertujuan hanya untuk mencari ridho Alloh Swt semata.Yang jelas. SpPD. Berawal dari hasil tes laboratorium pada tanggal 20 Februari 2006 yang dianalisis oleh dr. Tak ada jalan lain kecuali Cuci Darah.CAPD (Continuous Ambulatory Peritoneal Dialysis) atau Peritoneal Dialisis Mandiri Berkesinambungan adalah pergantian cairan yang dimasukkan ke dalam perut seberat 2 kg. sahabatnya. Empat setengah tahun silam hidupku mulai kelam. Isak tangis kami berdua tak bisa menyelesaikan masalah. sebagai pengganti ginjal yang sudah rusak dan tidak berfrungsi. dilakukan secara rutin dan kontinu sebanyak 3-4 kali setiap hari. stres. yang pada akhirnya menyelamatkan penulis untuk terus hidup dan semangat mempertahankan aqidah dari kemusyrikan dan mencari kesembuhan sampai menemukan sahabat setianya berupa CAPD. bekam. Karena keyakinannya atas cinta. ramuan. Aku bersama istri tercinta terperangkap dalam situasi mencekam di hadapan dokter yang masih memberikan segala macam petuah dan nasihat. “Gagal Ginjal” bagiku adalah peristiwa yang menenggelamkan hidupku dalam penderitaan yang berkepanjangan tiada henti sampai akhir hayat. pijat refleksi. Dia berusaha menghubungi saudaranya. terserah! Aku tidak akan peduli dengan tanggapan atau reaksi spontan Anda. Penyakit tersebut bernama Gagal Ginjal Terminal atau Gagal Ginjal Kronik (GGK) Shock. Pulang dari RSU dr. Sudah terbayang di benakku. kenalannya dan setiap orang yang mungkin lebih tahu atau pernah tahu tentang cuci darah dan pengobatan alternatif lainnya untuk penyakit gagal ginjal terminal.

dari Cina yang harganya mencapai 500 ribuan per-box pernah dicoba. Badanku semakin lesu dan kehabisan energi. namun dalam limit waktu 3 – 4 hari. belum lagi materi. Mual terus menerus sehingga muntah tak bisa di tahan. karena paru-paru hampir terendam cairan dan kerja jantung pun makin berat. jantung mulai berdetak normal. Tubuhku semakin parah. 1 selang tranfusi darah dan 1 lagi selang oksigen untuk membantu nafas yang sudah sesak. Kita memang memiliki 2 buah ginjal. kantong yang sangat-sangat tebal harus Anda siapkan. Hasilnya nihil. Bahkan akibat lainnya karir Anda. Seluruh persendian serasa mau lepas. Mau tahu kelanjutan kisahnya? Silakan baca kisah selanjutnya …! 14 . tetapi jika sudah dinyatakan gagal ginjal berarti keduanya sudah tidak bisa berfungsi. Sulit untuk mencari ginjal pengganti. Akhirnya aku pasrah berbaring disamping mesin cuci darah mulai tanggal 18 April 2006. tak ada super market yang menjual ginjal. seumur hidup. bahkan tambah parah.Wajah. Berbeda dengan gagal cinta pertama. Gagal ginjal belum ada obatnya. Nafas tidak lagi tersengal-sengal. kerabat. 2 selang cuci darah. Gagal cinta pertama tak merepotkan semua orang yang berada di sekitar Anda. Anda tahu batas waktu seumur hidup? Itulah yang jadi masalah bahwa. karena cuci darah itu harus dijalani secara kontinyu 2 kali dalam seminggu. Napas sesak. jabatan dan masa depan suram menanti Anda! Anda harus siap dengan mental cadangan Anda. sedangkan gagal cinta ada obatnya. kita masih bisa mencari cinta kedua. kaki dan hampir seluruh tubuhku bengkak. gagal cinta pertama tak separah gagal ginjal. sahabat dan handai taulan. Empat selang membelit tubuh. setelah 2 jam pertama menjalani cuci darah. yaitu cinta terakhir. Harapan hidup lebih lanjut pun mulai tumbuh lagi. Dunia yang tadinya terasa gelap berangsur bersinar lagi. tapi gagal ginjal bisa merepotkan seluruh keluarga. Kepala serasa ditusuk-tusuk ribuan paku. Maksud untuk menghindari cuci darah tidak bisa dihindari. ketiga bahkan cinta terakhir yang biasanya lebih membahagiakan.

aku mendapat banyak gelar dari profesi tambahan itu. Badanku segar. di luar jam kerja. koran. Yang pertama. karirku cerah. hanya Allah Swt lah yang Maha Mengetahui. Rencanaku ingin menampung dan membuka lapangan pekerjaan bagi remaja di kampung sekitar tempat tinggalku. Aku tak pernah pindah tempat tugas. Tapi tidak sampai jadi obat gagal ginjal saja. disamping tugas pokok mengajarkan Bahasa Indonesia dan Wali Kelas di kelas 3 SMP Negri 1 Banyuresmi. energik dan kuat. yang penting dapur tetap mengepul. plastik. dan sebagainya. Tak ada rasa gengsi. 15 . Mau tahu apa saja gelarku? Ini dia……………. Memang aku berhasil di bisnis ini. yang penting halal. Gelar tersebut didapat karena di awal kehidupan berumah tangga. walaupun aku belum menjadi sarjana. aku memulai dengan bisnis rongsokan. Sejak aku menjadi guru honorer tahun 1988 sampai diangkat menjadi PNS dua tahun kemudian. Garut. Akhirnya gelar Asep Cacing tidak bertahan lama. aku kerjakan sendiri dan tak ada seorang pun yang mau menjadi pemulung barang rongsokan. obyekkan. Aku beternak cacingcacing itu sendiri di rumah. Sampai usia 39 tahun. maag. dus. selain mengajar juga selalu mencari penghasilan tambahan. Akhirnya bangkrut! Yang kedua. Namun sayang. Kerja tambahanku apa saja. Tapi ternyata mereka terbelenggu dengan rasa gengsi. botol kecil sampai botol besar. besi tua. Bisnis cacing menggiurkan. karena di usia sekarang pun aku sudah dipercaya sebagai Pembantu/Wakil Kepala Sekolah bidang Kesiswaan. Di masa depan aku membayangkan bisa menjadi pejabat di Dinas Pendidikan. Oleh karenanya. walau aku berusaha memperpanjang usia bisnis ini dengan membuat jus cacing sebagai obat tifus. Mengumpulkan barang bekas lalu dijual. dan menjualnya ke pengumpul atau penampung. Berbulan-bulan bisnis ini berjalan. terjadi booming dan kemacetan ekspor. tak seorang pun yang tahu.Gelarku Siapa yang mengira aku akan menderita GGK. Asep Rongsok. Asep Cacing. Beberapa kali menjual cacing sehingga keuntungan berjutajuta pun didapat. Kegiatanku banyak sekali. panas dalam dan sakit gigi. Semua barang bekas aku kumpulkan mulai dari kertas.

Kampung Cianten. jika telah mendapat keuntungan yang besar. Sungguh mengerikan. Desa Sukamukti. CAPD akan kita bahas nanti. oke? Jangan heran! Mengapa aku menguraikan gelar /sebutan lain untuk diriku? Karena di tempat tinggalku. Gelar ini tidak bertahan lama. Asep Subarna. Asep Wawan dan masih banyak Asep yang lainnya. karena memiliki kisah tersendiri. Asep Fitroh. Maka dia akan menderita seumur hidup sampai ajalnya tiba sambil menderita penyakit yang dideritanya. Asep Ginjal. Sebagai contoh nama Asep yang lain adalah: Asep Furqon. Asep Nawawi. Setiap buang air kecil. Jadi. Yang keempat. karena di daerahku terbilang jarang orang yang mengalami GGK ini. hanya capek yang dirasakan. aku harus 16 . itulah pekerjaan camat (calo matuh). Asep Dedi. Garut. terdapat sekitar 23 nama orang yang berawal dengan kata Asep. Orang yang mengalami sakit kemudian berobat masih beruntung kalau sudah ada obatnya. Aku harus bolak-balik mengawinkan kesepakatan harga antara penjual dan pembeli barang atau kendaraan bekas seharian. Asep Camat. Dari gelar ini. Sejak mengidap penyakit GGK inilah aku mendapat gelar Asep Ginjal. tetapi sungguh malang nasibnya jika sampai saat ini belum ditemukan obatnya. Tiga tahun sebelum divonis GGK. Dimulai sejak aku menjalani cuci darah pada April sampai Agustus 2006. harus komplit dengan kepanjangan namanya. hanya kurang lebih 4 bulan saja. agar lebih bisa berhati-hati dan yang lebih penting adalah bisa mencegah daripada mengobati. Peribahasa lebih baik mencegah daripada mengobati merupakan peribahasa yang tepat sekali. Ya. Asep Dani. tetapi itulah penyakit yang dinamakan GGK (Gagal Ginjal Kronik) atau Gagal Ginjal Terminal. Bahkan ada yang berminggu-minggu rasa capek sirna begitu saja. aku sering merasa heran dengan urin (air seni) yang ke luar itu berbuih banyak sekali. Kecamatan Banyuresmi. Selanjutnya gelar kelima dan terakhir adalah Asep CAPD. Keuntungan didapat dari komisi yang besarnya tergantung pada kerelaan si penjual atau dari selisih harga yang disepakati bersama.Yang ketiga. kalau mencari nama Asep itu. Asep Saefullah. Awal Perkenalan Saya dengan Gagal Ginjal Kronik Ini merupakan pembahasan yang sangat penting bagi siapa saja yang membaca tulisan saya.

Begitu juga orangtuaku.menyiram kloset minimal empat kali (empat gayung air). Kurang lebih enam bulan setelah operasi apendiks.00 Alhamdulillah. Badan akan terasa enak kalau telah diinjakinjak oleh anak atau istriku. rasa nyeri terus mendera. bentuknya seperti peluru pistol. Istriku sudah panik. Aktifitasku berjalan normal kembali. tetangga dan saudara-saudara. sahabatku Mang Ujang dan Pak Jejen yang baik hati segera membawaku ke Rumah Sakit Guntur di Garut. Tim medis segera bertindak dengan memberi obat penghilang rasa nyeri melalui anus. Kaltopren. keluhan bertambah dengan sering sakit kepala dan di bagian punggungku terdapat bintik-bintik hitam seperti bekas terbakar bara rokok. Obat penghilang nyeri tidak ada yang mujarab. Operasi berjalan lancar. buah zakar rasanya seperti dipijat terus menerus. Nyeri yang sangat dahsyat. padahal saat itu sudah hampir pukul 24. Dari hasil pemeriksaan dokter aku dinyatakan infeksi usus buntu (apendisitis). Beruntung. Mereka berdatangan melihatku yang bertindak seperti orang kesurupan. 17 . Usus buntu (apendiks) harus segera diangkat. Aku tak tahan. kurang lebih 20 menit kemudian. malah darah dan airmata yang keluar. Kalau hanya dua atau tiga gayung. Hampir setiap malam badanku seperti orang yang masuk angin. rasa sakit yang menghunjam itu berangsur-angsur reda sampai tidak terasa lagi. Pada akhir tahun 2004. Ploooong……sekali rasanya. sama seperti ketika dinyatakan aku menderita apendisitis. Aku tak bisa diam menahan rasa sakit. Bukan urin yang keluar. masih saja terdapat buih seperti sabun. aku merasakan nyeri yang hebat di perut bagian kanan. Lebih enak lagi kalau dipijat dengan memakai minyak angin. Setahun kemudian. Pegal-pegal di sekujur tubuh dan perasaan ngilu di otot. menjerit-jerit minta tolong. Selama menanti reaksi itu. rasa nyeri kembali singgah. Rasanya agak gatal. nama obat itu. obat yang diberikan itu bereaksi. aku menjerit dan melolong-lolong dengan suara yang melengking tinggi mengucapkan “Allaahu Akbar!” Seluruh pasien yang berdekatan dengan ruang ICU pasti mendengar. Setiap ingin buang air kecil terasa nyeri sekali.

Besoknya aku menjalani pemeriksaan tes kesehatan. Rontgen, tes darah dan tes urin dilakukan. Hasilnya menerangkan tidak terlihat adanya batu pada ginjal ataupun saluran pembuangan lainnya. Namun kadar asam uratku agak lebih dari normal. Aku pulang. Dokter hanya memberikan obat penghilang rasa sakit, peluruh batu dan penurun asam urat. Setelah sampai di rumah, adikku yang menengok menyarankan untuk mengkonsumsi obat asam urat terus sampai kadar asam uratku normal kembali serta melakukan tes urin lagi secara teratur. Tapi aku merasa malas untuk minum obat terus-terusan dan kembali periksa ke laboratorium ataupun dokter. Beberapa bulan setelah kejadian itu. Kondisi kesehatanku menjadi fluktuatif, antara sehat dan sakit. Susah buang air kecil sering berulang, terutama kalau telah makan jeroan, emping, jengkol, petai, durian dan sayur asem yang pakai daun atau buah tangkil. Aku juga sering sekali sakit flu disertai demam, tetapi selalu diselesaikan dengan mengkonsumsi obat-obat bebas yang dijual di warung. Hampir setiap malam badanku yang pegal-pegal harus dipijat oleh anak dan istriku. Aku malas memeriksakan diri ke dokter, dan tak mempedulikan saran adikku dulu sewaktu baru pulang dari rumah sakit. Pertengahan tahun 2005, aku menemukan obat asam urat yang dijual di toko obat, Ant namanya. Kapsul jamu asam urat Ant ini mujarab sekali. Rasa nyeri seperti ditusuk-tusuk jarum itu hilang sama sekali, sakit encok, rematik dan kawan-kawannya itu lewat begitu saja. Aku yang alergi dingin dan setiap hari harus mandi memakai air hangat, kembali bisa mandi memakai air dingin. Bahkan kembali bisa meronda malam, ikut kegiatan camping dengan anak-anak di sekolah dan seabreg kegiatan sekolah lainnya, walaupun harus menginap bermalam-malam di sekolah. Adikku, Sumi Azizah, yang apoteker dan tinggal di Bandung beberapa kali datang ke rumah, menegur dan memberitahuku bahwa obat Ant itu adalah obat illegal dan bukan obat herbal asli dari tumbuhan Ant, tetapi obat kimia anti nyeri dosis tinggi yang kalau dikonsumsi terus bisa berakibat fatal bagi ginjal. Dia berceramah dihadapanku berpuluh-puluh menit, dan melarangku minum obat tersebut. Aku percaya dan sedikit ketakutan. Aku berhenti mengkonsumsinya sekitar dua minggu. Rasa sakit yang dulu, muncul lagi bahkan bertambah hebat. Aku tak tahan. Ant kembali menjadi teman hidupku saat itu. Hanya dengan minum kapsul itu, kehidupanku kembali berjalan normal, padahal mungkin saat itu ginjalku sudah mulai rusak.

18

Tak Ada yang Lebih Pintar dari dr. Jhon Manurung
Hari Senin, 20 Februari 2006, badanku terasa lesu sekali, tak bergairah. Saat istirahat aku jajan kupat tahu. Jajanan favorit para guru sebagai kaum duafa. Karena murah meriah dengan uang seribu rupiah perut bisa kenyang. Kupat tahu Bu Oom yang biasanya terasa lezat, gurih dan nikmat kini terasa pahit di lidah. Aku heran. Aku berpikir, “Jangan-jangan tahunya pakai formalin, karena saat itu orang sedang heboh dengan tahu berformalin?” Aku sisihkan tahunya kemudian aku makan ketupatnya tapi tetap saja ketupatnya juga terasa pahit. Aku tambah kaget. Kemudian aku bercermin sambil menjulurkan lidah, penasaran dengan hilangnya rasa pencecap. Benar saja, lidahku terlihat putih, diliputi jamur, bakteri, atau apalah aku tak mengerti. Yang jelas, biasanya orang yang sakit tifus kronis lidahnya seperti ini. Aku bertambah kaget dengan kondisi lidah seperti orang sakit tifus, tapi badan tidak panas, hanya lesu saja. Aku tanya Pembina PMR, Ibu Siti. Bu Siti menceramahiku agar segera memeriksakan diri ke dokter, “Pak Asep, Bapak itu sakit. Cepat periksa ke dokter. Jangan dibiarkan begini, agar cepat ketahuan penyebabnya dan cepat diobati!” Sore hari aku pergi ke dokter umum di PUSKESMAS. Aku diberi obat. Besoknya, aku kembali pergi ke sekolah. Selesai mengajar jam ke-2, aku ke toilet, karena ingin buang air kecil. Kencingku mampet lagi. Aku menyuruh penjaga sekolah untuk mengambil obat pencahar batu, “Kalkurenal”. Aku minum sesuai dosis. Wajahku sudah pucat, menahan rasa nyeri yang tak terperikan. Rekan-rekan guru banyak yang menyuruhku pulang agar isirahat di rumah. Tapi aku masih bertahan. Aku sudah terbiasa kerja sampai sore. Jadi, aku tak biasa pulang ke rumah pagi-pagi atau siang-siang. Banyak tugas yang harus kukerjakan selain tugas mengajar pokok. Ada ekstrakurikuler dan les tambahan pelajaran untuk siswa kelas 3. Menjelang Dzuhur aku ke toilet lagi. Alhamdulillah, saat aku kencing ada butiran batu yang keluar sebesar biji kacang kedelai. Walau rasa sakit yang tak terperikan saat keluar 4 butiran batu itu, tapi rasa plong yang melegakan dapat menjadi pelipur hati, setelah bolak-balik ke toilet, karena susahnya buang air kecil.

19

Hari itu aku lanjutkan tugasku sampai sore dengan memberikan les tambahan jam pelajaran bagi siswa kelas 3. Pulang ke rumah badanku sudah terasa pening, mual dan nyeri persendian. Malam harinya badan mulai terasa demam dan kepala serasa hampir pecah. Aku telepon Sumi, adikku yang berada di Bandung. Aku menerangkan segala gejala yang terasa. Dia langsung mencurigai ginjalku rusak dan menyarankan cek ke laboratorium sambil berobat ke dokter spesialis dalam, jangan ke dokter umum. Sejak hari Rabu, 22 Februari 2006, badanku ambruk tak bisa kemana-mana. Seluruh persendian terasa copot. Mual yang hebat bahkan lebih dahsyat dari sakit maag yang pernah kualami, kepala terasa dipaku. Aku bertahan di rumah sampai hari Minggu. Baru hari Senin aku pergi ke RSU Garut. Dr. John Manurung menyuruhku agar melakukan tes urine, darah dan rontgen. Hasilnya, Kreatinin 7,57, Ureum 114, Asam urat 13,8, Hb 10,8. Aku dianjurkan agar diet protein dan buah-buahan. Dicoba selama 2 minggu, aku tidak boleh makan makanan yang berprotein dan buah-buahan. Aku hanya diperbolehkan makan dari golongan makanan karbohidrat saja. Bisa anda bayangkan, lidahku yang kehilangan rasa malah tiap saat hanya boleh makan karbohidrat saja. Jadi, mulai saat itu aku sadar, bahwa kenikmatan hidupku sudah dikurangi oleh Allah Swt. Yang memiliki segala rasa nikmat. Tiap hari palingpaling aku makan nasi dengan kerupuk, ranginang, jagung beledug atau makan ubi Cilembu. Dua minggu yang dijanjikan dokter sudah lewat. Aku memeriksakan diri lagi ke dr. John. Obat yang kuminum selama dua minggu hasilnya nihil. Aku harus menjalankan diet itu 2 minggu lagi. Selain dari dr. John, aku juga kasak-kusuk ke sana-ke mari mencari alternatif lain. Berbagai jamu, ramuan obat tradisional sampai jamu herbal X, perusahaan top MLM terbesar di Cina, aku konsumsi. Habis jamu herbal X sampai Rp.2 juta, tidak ada hasilnya. Badanku malah sudah mulai bengkak-bengkak. Tanggal 20 Maret 2006, aku memeriksakan diri lagi ke dr. Jhon Manurung. Hasil tes darah dari laboratorium dan USG, dr. John memvonis bahwa ginjalku mengalami pengerutan/pegecilan volume ginjal. Aku harus menjalani cuci darah! Masih terngiang di telingaku ketika dr. John berkata,” Bapak harus sabar, begitu juga Ibunya, karena Bapak harus menjalani cuci darah di Bandung. Beruntung, Bapak punya Askes, kalau orang lain belum tentu. Tindakan Bapak sudah tepat 20

Asam Urat 14. dan Hb 5. Tapi saat aku kontak semua distributor sampai ke pusat yang ada di Jakarta dan aku tanyakan. Tekadku sudah bulat. Kematian rasanya sudah dekat.datang kepada saya. otak tak bisa lagi berpikir logis. Aku masih bertahan dengan menkonsumsi obat X. anak-anak dan sahabat-sahabatku. satu-satunya obat hanyalah cuci darah. sabda dr. Berarti aku harus mempercayai dr. Perasaan hampa.” kata-katanya begitu tandas dan meyakinkan. bengkak dan merah. Saat ini. ternyata kadar racun di tubuh malah bertambah menjadi Kreatinin 7. Akhirnya tanggal 5 April 2006. Jurig 21 . Ureum 142. yang tak bisa lagi terperikan dengan kata-kata. Badanku lesu. maka akan aku kejar sampai ke ujung dunia sekalipun. Tiap orang yang memberikan solusi dan obat untuk gagal ginjal dari sahabat. John!” terbukti. jika ada yang mengaku-ngaku lebih pintar dari dr. Aku tak bisa menyanggupi perintah dokter. walaupun doker menyarankan agar cepat mengambil keputusan. rasa berdosa dan segala rasa nyeri.0. Untuk membuktikan dan meyakinkan diriku yang sudah mulai gundah gulana. orang tua. Ternyata tak ada seorang pun yang bisa membuktikannya. Mereka semua tak percaya kalau aku harus cuci darah. aku cek darah lagi di laboratrium. John untuk meminta surat rujukan ke Bandung dan segala persyaratan Askes lainnya. cuci darah! Benar saja. Aku dan istri masih tak percaya dengan keputusan dokter bahwa aku harus cuci darah. “Jangan percaya kepada siapapun di sekelilng Anda. Aku meminta tolong kepada istriku agar menemui lagi dr. agar aku menjalani cuci darah. adik-adik. John. John. cemas resah. Tolong jangan percaya kepada orang lain yang mengaku lebih pintar dari dr. Seandainya ada seorang pasien gagal ginjal yang sudah sembuh. Datang ke rumah pun sama. lunglai tak bertenaga. Bumi terasa gelap. John. Mata sembab. “ Siapa orangnya yang sudah divonis gagal ginjal dan menjalani cuci darah bisa sembuh dengan obat X tersebut ?”.81. Aku sudah tak tahan dengan rasa sakit dan pasrah untuk menjalani cuci darah. dada sesak. kerabat dan orang-orang dekat lainnya tak ada yang mujarab. karena janjinya bisa menyembuhkan penyakit ginjal. rasa bersalah. perdebatan sengit terjadi antara istri.6.

aku memaksa kembali lagi pergi ke tempat dr. menyarankan agar mencoba berobat ke dr. “Anda seharusnya datang kepada saya 3 tahun yang lalu!”.700 ribu. Selesai memeriksa dr. bisa meramal”. “Saya sudah pengalaman. Baru saja duduk. tapi juga istri.00 WIB. stress. Ya. begitu dia menjawab pertanyaanku sambil tertawa terbahak-bahak. untuk menghabiskan rasa kepenasaran. buat apa lagi resep? Obat yang sepuluh hari lalu saja. Mata terasa buram dan menonjol ingin meloncat dari kelopaknya. katanya. 7 April 2006. Senin 17 April 2006. mata memerah. was-was mendengar keputusan dr. Aku disarankan minum obat dulu selama 2 minggu. Wajah yang sudah kebingungan. walaupun resepnya hampir Rp. wajah sudah bengkak. dr. Rully yang seharusnya aku minum untuk 2 minggu. ternyata tidak mampu mengubah keadaan. dengan cara melihat Anda berjalan dan melihat wajah Anda saja. ahli ginjal. Rully yang demikian sedikit melegakan. Rully sudah mempertanyakan mengapa aku baru datang berobat kepadanya. 22 . saya sudah tahu bahwa penyakit Anda itu sudah diderita sejak 3 tahun yang lalu. adem. karena berdasarkan dari pengalaman itulah kadang-kadang seorang dokter tindakannya seperti dukun. anak-anak. kepala sakit tak terperikan lagi.” Kok. Rully. Badanku makin loyo. Bukan hanya aku yang merasa gembira. murah senyum bisa memberikan rasa optimis. Rully berpraktek di Perisai Husada. dokter tahu bahwa saya ini sakit sejak tiga tahun lalu?”.Sesaat sebelum pergi ke Bandung. Baru 10 hari. Usulan tersebut akhirnya disepakati juga. Obat dari dr. Rully yang luas.Rully Roesli. Aku heran. Sumi Azizah adikku. Detak jantung serasa tak beraturan lagi. Dia memeriksaku dengan teliti. Malah tambah parah. Kami berangkat ke Bandung pada hari Jumat. tapi hasilnya tidak ada sama sekali. Rully malah memberikan lagi resep. harum dan diiringi musik yang mengalun merdu komplit dengan sikapnya yang ramah. orang tua. Kepala rasanya mau pecah seperti gunung berapi yang mau meletus. pukul 20. Napasku sudah terengah-engah. bersih. mual terus-menerus. Denyut nadi di leher terasa meletup-letup. aku adukan seluruh keluhanku kepada dr. padahal seharusnya 3 tahun yang lalu. mahalnya bukan main. Aku masih sempat berpikir. Ruangan dr. adik-adik dan sahabat-sahabatku.

diam saja. dia merogoh laci mejanya dan mengeluarkan setumpuk kartu berobat. Pak! Bapak tahu jurig * ?” “Tidak. itu yang saya harapkan. walaupun Kreatininnya sudah mencapai 8. orang Asia jika mendengar kata cuci darah itu seperti mendengar kata jurig. kemudian berkata..”Nah. 23 . masih berobat. kataku yang sudah tak sabar. Jadi. Keluhannya tetap ada. Dok! Biar dekat dari Garut. Orang barat kalau Kreatinin darahnya baru 3 saja sudah cuci darah. dia datang ke dokter.!” “Tapi sering bukan. ya. dr.Dok! Apakah dengan resep yang Dokter berikan. hal ini seperti kata cuci darah. “Ini katu berobat pasien saya sejak tahun 1993 sampai sekarang. karena yang normal itu cuma 1 kadar kreatinin darahnya. ini dia Pak! Sampai sekarang. karena penasaran. Jadi. Nah. aku bertanya juga. Rully tidak menjawab langsung. Dok! Kalaulah memang cuci darah itu jalan satu-satunya.” “Oh. Akhirnya dengan segenap keberanian dan sisa-sisa akal sehat. “Lihat ini. walaupun dia belum pernah bertemu atau melihat jurig. malah hanya bisa bertahan 10 hari !”. Orang Asia. rutin”.” “Jadi.” “Bagus! Biasanya orang mendengar kata jurig saja. Berarti kurang lebih sudah 13 tahun dia berobat kepada saya 2 minggu sekali. padahal kalau dia cuci darah mungkin bisa lebih baik. mendengar kata jurig ?” “Ya.Pak!”. sakit saya bisa sembuh? Kemarin juga dengan resep dari dokter yang seharusnya 2 minggu... masih memohon agar tidak menjalani cuci darah. saya akan mengganti resep ini dengan surat pengantar.! Sejak kecil juga saya tidak takut. bagaimana dengan saya?”. “Sampai sekarang belum sembuh? Bagaimana keluhannya hilang?” aku memberondong dengan pertanyaan. “Begini.” kataku. Mau di mana Anda menjalani cuci darah?” “Di RS Al-Islam By Pass saja. “Nah. “Maaf. Takut. Hanya minta makan obat saja.” dr.Adik dan istriku yang selalu setia mendampingi. Rully tersenyum. jadi Dokter menganggap saya takut untuk menjalani cuci darah? Saya tidak takut. ya sudah! Saya minta surat pengantar saja untuk menjalani cuci darah. jawabnya.!” “Bapak takut kan sama jurig ?” “Tidak. Aku protes dan tak mengerti akan tindakan dokter seperti itu. dia itu sudah takut.

surat-surat dan prosedur yang harus ditempuh terpaksa beralih tempat. ini suratnya. Dzikirku hanya bisa diucapkan di dalam hati. Harus selalu diingat. walaailaahaillallah. Aku pasrah dengan segala keputusan Allah yang menguasai jiwaku. Semangat.A. Jadual yang ditentukan oleh pihak rumah sakit adalah hari Rabu dan Sabtu sore. mungkin kisah hidupku tamat sampai di situ. walhamdulillah. Selasa. karena aku sudah tak tahan. Aku mengetahui hal itu setelah dia selesai mengurus segalanya di Rumah Sakit Khusus Ginjal Ny. Batinku menjerit memohon kepada Allah agar penderitaanku segera berakhir. 18 April 2006 . dan Sehat bersama cuci darah. Kalau aku harus menunggu sampai besoknya lagi. wallaahuakbar” tak lepas. Perkenalan dengan Evi Arpan Rumah Sakit Al-Islam yang menjadi tujuanku untuk menjalani cuci darah ternyata tidak bisa menerima pasien baru. Kepalaku selalu tertunduk tak tahan menahan nyeri di tengkuk. Rully sambil tersenyum puas.” “Ya. hanya bersama cuci darah. Siapa Evi Arpan itu? 24 . Adikku yang mengurus segala persyaratan. sekujur tubuh bengkakbengkak. susah membuka kelopak mata. Bandung. karena jadualnya sudah penuh dan fasiltas mesinnya terbatas. Apapun yang terjadi aku sudah pasrah.ya! Anda itu orang normal dan sehat. kaki susah melangkah. Hanya adikku. Sumi. padahal hari itu. * Jurig artinya hantu. napasku pendek-pendek. Selamat menjalani dunia baru!” kata dr.Habibie Jalan Tubagus Ismail. Seluruh keluargaku sudah panik. ya! Saya sarankan Anda jangan lupa minum Vitamin 4 S saja!” “Apa Dok?Vitamin 4 S itu?” “Vitamin 4 S itu adalah : Shalat. Sabar.R. Otakku tak bisa lagi berpikir waras. mata rasanya mau lepas. saya buat surat pengantarnya. “Subhaanallah. dia menyuruh aku agar segera menghubungi Evi Arpan.“Oke.

Saat itu juga Evi Arpan diundang ke rumah adikku untuk dijadikan nara sumber sekaligus gambaran bagiku dan seluruh keluargaku yang siap menyimak segala materi pengalaman hidupnya selama cuci darah kurang lebih 17 tahun itu. Cijerah. karena racun di tubuh Bapak sudah banyak sekali. Jangan menunggu sampai besok! Saya khawatir Bapak tidak akan bertahan. harus segera dikeluarkan. anakku yang paling kecil dan saat itu baru berusia 1 tahun. kegetiran. “Pak! Bapak harus hari ini juga cuci darah. mungkin tidak akan selesai 3 atau 4 bulan. tidak jauh dari rumah adikku. Namun wajahnya yang kehitaman itu masih memancarkan semangat hidup yang tinggi. Keempat anakku masih membutuhkan figure seorang ayah. biasa ia dipanggil. aku masih memiliki tanggung jawab membesarkan dan mendidik anak-anakku yang masih kecil. ketabahan. bahwa aku harus segera menjalani cuci darah saat itu juga. Dia bilang. Evi Arpan. Evi. Nurbayani Saleha di Saibi.” 25 . kuliah. Biarpun tubuhnya yang kecil. Aku jadi malu di hadapan Allah Swt. Oke! Aku angkat topi padanya. Akhirnya tersadar kembali. Atas saran Evi. kesabaran. Sungguh suatu prestasi luar biasa. Andaikan kutuliskan kisah hidupnya. selama berobat di Bandung. Dialah anakku yang paling lucu. Dari seorang Evi Arpan aku mendapatkan suntikan segar vitamin semangat hidup. sampai kemudian bekerja layaknya orang yang sehat sebagai Tata Usaha di salah satu Madrasah Aliyah di Kota Bandung. Bandung sebagai tempat persinggahanku sementara. Tidak ada yang menjadi tanggungannya. Kebetulan tempat tinggalnya hanya sekitar 500 m. seorang pemuda yang telah memberikan inspirasi dan keteladanan hidup bersama cuci darah sejak berusia 16 tahun. bekas dua kali operasi AV shunt atau Cimino dan beribu-ribu tusukan jarum pistula. kengerian dan semangat hidup yang susah untuk dilukiskan dengan kata-kata. Cici. tapi dia masih terus memiliki semangat hidup yang tinggi. Apalagi Si Bontot. Dia tahu persis kondisiku. ketawakalan. Dia mampu melanjutkan sekolah ke SMA. urat nadinya yang membengkak melintang sebesar jari seperti kue tambang yang melilit di kedua tangannya. karena berjuta pengalaman yang pernah ia lalui.Dia adalah pasien gagal ginjal yang sudah banyak makan asam garamnya masalah cuci darah. tangannya yang rusak. dia masih bujangan. yang memotivasiku untuk bangkit lagi dari ketidak berdayaan.

Saat itu juga aku langsung menghubungi Mas Kamto penentu kebijakan masalah jadual cuci darah di Rumah Sakit Khusus Ginjal Ny. pasti dilayani asal telpon dulu Mas Kamto yang mengurus jadualnya”. Badan sudah serasa remuk. terdiri dari 17 tempat tidur yang mengelilingi meja dokter dan perawat.000. OT itu cuci darah diluar jadwal yang ditentukan. OT. Aku heran tak mengerti. dengan menggunakan remote controle. bisa Pak! OT saja!” jawab Evi. artinya cuci darah di luar jadual yang sudah ditentukan.00 sekali cuci. Bandung. Alhamdulillah. “Oh. selalu tersenyum juga memberikan pelayanan dan perawatan professional terbaik. Belakangan. karena keramah-tamahan segenap karyawan RSKG mulai dari satpam. Pada pukul 14. Kemudian mendorong dan mengantarkanku sampai ruang tunggu di lantai II.A. Pelayanan pertama yang sungguh mengesankan. Kapan pun Bapak mau. R.00. memang saya pun sudah tak tahan. “Ya. karena telah ada jalan keluar saat kondisi badanku sudah kritis. Habibie. cleaning service. Di samping sentuhan lembut para perawat. satpam sudah menyambut dengan anggukan kepala dan senyum yang ramah. Tapi bagaimana caranya bisa cuci darah sekarang? Jadual saya harus besok sore”. Evi menerangkan dengan penuh semangat. Begitu datang di gerbang pagar depan RSKG. Habibie. ramah. Beberapa meter di atas kepala ada AC yang membuat pasien lebih nyaman. A. Dengan posisi ranjang yang berderet dan bersebrangan dengan 26 . perawat sampai dokter yang menanganiku semuanya baik. Hampir seluruh keluargaku menumpahkan tangis bahagia.00 kami berangkat dari Saibi. Ada juga satpam yang segera menyodorkan kursi roda pada saat aku turun dari mobil. penuh perhatian saat mendengarkan keluhan pasien dan kecekatan mereka merawat pasien bisa aku rasakan. Aku berbaring di atas ranjang yang otomatis bisa ditinggikan atau direndahkan sesuai keinginan atau sandarannya yang mau diatur berapa derajatnya. “OT?” pertanyaanku singkat. Cijerah ke Tubagus Ismail menuju RSKG Ny. terjadi kesanggupan menerimaku untuk cuci darah pukul 15. Beberapa saat kemudian aku dipersilakan memasuki ruangan yang luas. R. baru aku mengerti bahwa OT itu singkatan dari over time. sopan.“Ya. Tadi malam juga sudah tak bisa tidur sama sekali. hanya harus memberikan biaya tambahan sebesar Rp 100.

Selanjutnya akan berlangsung kontinyu setiap hari Selasa dan Jum’at dan berangsur-angsur limit waktu bertambah menjadi 3 jam sampai 4 jam pada saat cuci darah yang ke dua dan ke tiga. sama. Hasilnya. Aku belum begitu mengerti tentang perbedaan keduanya. Saat itu. jantungku masih baik. juga tersedia fasilitas hiburan. Selasa. beberapa TV kabel yang siap memberikan hiburan untuk sekedar mengusir rasa kesal berjam-jam terbaring saat cuci darah. menjerit.pasien lain. napas pun terasa ringan. Jangan bertanya bagaimana rasanya! Anda bayangkan saja sendiri! 27 . Tapi rasa nyeri yang hebat harus terulang saat jarum pistula di selangkangan harus dicabut kemudian bekas tusukan jarum yang besar itu harus di tekan dengan kuat sekitar 15 menit. kemudian darah segarku yang mengalir itu akan dimasukkan lagi pada pembuluh darah di tangan kiri. Mas Slamet dan perawat lainnya yang selanjutnya menanganiku. bukan asetat. agar urat nadi yang bolong bekas tusukan tidak memuncratkan darah dan lubangnya tertutup lagi. Kepala yang tadinya terasa berat berangsur-angsur ringan. Tusukkan yang menyelamatkan hidupku. harus ditekan dulu 15 menit agar mengering. menahan sakit yang sampai ke ulu hati. Aku pun merintih. Bunyi kretek-kretek mesin cuci darah diselingi bunyi alarem peringatan serta kilatan lampu merah yang berkelip-kelip kalau terjadi sesuatu yang salah harus dinikmati selama 2 jam. 18 April 2006 kisah hidup pertama kali berkenalan dengan mesin cuci darah. Wow! Tusukan pertama jarum itu membuat mataku yang sudah redup langsung terbelalak.00 WIB. Badan mulai terasa segar setelah 2 jam cuci darah dan mendapat tranfusi 2 labu darah. aku sudah sulit bernafas. Pukul 17. tapi aku disarankan memakai cuci darah system karbonat. Mesin EKG dipasang untuk memeriksa jantungku. karena jarum pistula itu besar sekali dan harus berjam-jam terbenam di selangkangan. Maka dokter segera memberikan oksigen. Pandangan yang asalnya terasa buram. bahkan hampir gelap mulai terasa terang lagi. di selangkangan diberi injeksi anestesi lokal dulu agar tidak terlalu sakit. Sampel darahku diambil untuk membeli 2 labu darah ke PMI. Jarum pistula siap dipasang di selangkangan kaki kiri untuk mengeluarkan darah yang dialirkan ke mesin penyaring. Begitu juga bekas tusukan jarum di tangan kiri. Sebelum menusukkan jarum pistula. Tusukan yang menyalakan harapan dalam kegelapan masa depanku.

Aku pulang lagi ke Cijerah. tetapi tiba-tiba tubuhnya terserang gatal-gatal. Begitulah kira-kira gambaran bagaimana dahsyatnya gatal-gatal bisa membuat orang sedigjaya apapun akan menjadi tak berdaya. Hingga aku harus bertahan dalam kondisi berbaring seperti mayat selama lebih kurang 4 jam cuci darah. tentu Anda ingat. pasti tidak bisa berkutik. Rasanya menyakitkan sekali. 28 . minimal 2 kali seminggu secara rutin dan kontinyu. Kejadian yang sangat menyakitkan ini pernah kualami saat cuci darah yang keempat kalinya. paha. sama tak bisa bergerak leluasa dan masih bengkak. Tepat di bekas tusukan itu pun terjadi abses (pembengkakan) hampir sebesar telur ayam. Sedangkan. rumah adikku yang pertama. Aku sadar betul bahwa kondisiku masih sangat lemah jika harus kembali ke Garut. si Leher Beton. Akibat dari tusukan jarum pistula yang kurang tepat di selangkangan. saat pertama kali cuci darah.Rully seperti bertemu “jurig” itu aku alami. Pinggang. Apalagi. Nurbayani Saleha yang berprofesi sebagai Ibu Panti Sosial Asuhan Anak Nurul Ihsan. Diposkan oleh bang_qory di 18:16 0 komentar Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke Facebook Sabtu. Sekuat apapun dia. sampai betis kaki kiriku bengkak. Mampukah aku bertahan hidup dengan cuci darah? Entahlah.Selesai sudah. bekas sayatannya hampir mendekati sikut. Dan aku sadar betul bahwa cuci darah ini baru permulaan yang harus aku jalani seumur hidupku. Tangan kiri baru sehari menjalani operasi cimino/AV shunt. hanya Allah Swt Yang Maha Mengetahui segalanya. merah lebam. jika sedang berada di atas ring tinju dan siap melayangkan bogem mematikan. 04 September 2010 Derita Paling Menderita Mike Tyson. ikatan erat yang tak bertali dan membuat aku tak bisa bergerak sedikitpun. gerakan tangan kiri pun terhambat. Lengkaplah belenggu yang tak berbelenggu bagi seluruh anggota tubuhku. warnanya hitam kebiru-biruan. pengalaman pertama cuci darah yang sangat menakutkan. Darah dibawah permukaan kulitnya beku. apa yang dikatakan dr. Jadi. petinju legendaris. tangan kanan dan selangkangan kaki kanan masing-masing terpanggang jarum pistula cuci darah. Sehingga kaki kiri saya sulit untuk bergerak seperti orang yang terserang Cikungunya.

Aku hanya bisa menggigit bibir bagian bawah untuk menahan derita yang paling menderita sambil memanjatkan doa memohon kekuatan dalam batin. Tapi hasilnya tetap nihil. Aku menjerit. Aku mengakui segala kelemahan diri di hadapan Allah Swt. merintih menahan sakit. Batinku berperang sabil antara melanjutkan transfusi atau tidak? Karena aku tahu. berjalan lancar-lancar saja. Namun menambah ketidak nyamanan untuk bergerak. dr. Yang Maha Kuasa. Bagaimana bisa? Ya. Cut Indra dan Mas Slamet menghampiriku. Agar bisa menggaruk seluruh bagian tubuh yang terasa panas. “Laahaula walaa Quwwata illa billaahi aliyul adziim.Selang oksigen juga terpasang di hidung agar napasku terasa ringan. rasa gatal dan jengkel karena garukan mereka banyak meleset dari instruksi sasaran yang kuinginkan. penyebab utama terjadinya derita yang paling menderita. adik-adikku. Yang Maha Menguasai jiwa. Bagaimana. dr. menyerang punggung. Labu pertama terpasang bersamaan dengan proses cuci darah.0 mlHg. Beberapa saat aku tak bisa menjawab. Aku segera minta tolong diberi obat anti gatal. tangan dan wajah. Gatal itu terus berkembang biak bak jamur di musim hujan. Karena tangan dan kakiku tak bisa bergerak sama sekali. malah semakin menjadi-jadi.. malah gatalnya tambah seru.. dengan transfusi darah itu.!” Air mata kepasrahan kepada Allah Swt yang menguasai jiwaku terus mengalir. Dua buah labu darah sudah dipersiapkan guna memperbaiki Hb yang hanya 5. Akhirnya aku hanya bisa pasrah tak berdaya. Memasuki menit ke-16 mulai terasa gatal di telinga sebelah kiri. Aku meminta tolong istri untuk menggaruknya. “Labu darah pertama sudah habis. pantat. gatal dan menyakitkan. pinggang. Injeksi interhistine ditambah lagi sampai habis 4 ampul. 29 . Mas Slamet sebagai perawat yang sigap cepat memasukkan injeksi interhistine 1 ampul. Rusma. aku tersiksa. Pada 15 menit awal. kaki.Rusma.Pak? Mau dilanjutkan dengan labu yang kedua?” kata dr. Beberapa detik kemudian bertambah pula rasa gatal itu ke telinga kanan. Aku meminta bantuan tambahan pasukan penggaruk Yayu dan Zaki. penyebab gatal itu adalah penolakan tubuh terhadap darah asing yang masuk (alergi terhadap darah yang kurang cocok). Inilah yang menjadi virus malapetaka. Gatal di tubuhku bukannya mereda.

Sambil menggigit bibir bagian bawah dan memejamkan mata. Yaitu. Aku jawab tantangan Mas Slamet dengan hati mantap dan tekad yang bulat “Ya.! Aku mencoba mengumpulkan segenap keberanian dan kesabaran dalam ketidak berdayaan untuk melanjutkan tranfusi tersebut. “ Pak. Padahal harganya cukup mahal. Beruntung. Hanya Allah-lah yang bisa menolong jiwaku. betapa menderitanya aku saat itu. Ini hanya efek samping dari obat anti gatal yang diberikan tadi. Air mata sedih. 30 . hanya kepasrahan diri yang bisa mengantarkan dan melewati masa-masa kritis semacam itu. haru dan pasti bisa merasakan bagaiman penderitaan yang harus aku jalani selama 2 jam lagi. Selanjutnya aku berpikir belum ada orang yang mati gara-gara gatal. gatal yang mengakibatkan kematian. badan akan semakin lemah karena Hb-ku yang sangat minim dan sayang labu darah yang satunya lagi akan terbuang sia-sia. Tapi jika tidak dilanjutkan. aku harus menahan penderitaan yang tak terperikan ini lebih lama. mati deh. insya Allah saya kuat!” Anak. Memang ada sih. telingaku menebal beberapa millimeter dan berbintik-bintik merah. Bisa Anda bayangkan sendiri. Ya. Kepasrahan.Jika dilanjutkan. Setelah cuci darah selesai. walaupun aku tahu resiko yang harus aku tanggung berat sekali. Laahaula walaaquwwata illa billaah aliyyul adziim”. Saat aku mencoba berdiri malah mau ambruk. ketika turun dari pembaringan kakiku tak bisa bergerak. Tak ada makhluk lain. Perasaanku cemas dan takut kalau-kalau kakiku menjadi lumpuh. Mas! Lanjutkan saja. Namun aku yakin Allah Swt yang menguasai jiwa ragaku pasti memberikan kekuatan 2 jam ke depan untuk menahan segala derita ini. dr. Telinga dan wajahku terasa bengkak. juga perjuangan untuk mendapatkannya sangat melelahkan. bisa bertahan jika dilanjutkan transfusinya?” Aku masih belum bisa menjawab. Mas Slamet mendesak. lemas tak bertenaga. aku tuntaskan perjuangan melawan rasa gatal serta tak pernah lepas dari doa.. Gejolak batin dan pikiranku terus berperang antara ‘ya’ dan ‘tidak’. Rusma memberikan penjelasan bahwa kondisi demikian tidak akan berlangsung lama. gatal yang digaruk di tengah jalan tol lalu tertabrak kendaraan. Istriku juga mengatakan bahwa wajahku bengkak. Istri dan adik-adikku yang berada di sekelilingku dan menyaksikan kejadian itu semuanya meneteskan air mata. ”Laailaahaillallah. Ya.

Tetapi begitu selang cuci darah dilepas. Moment cuci darah bisa aku gunakan untuk makan. kemudian mencabut nyawa Anda?”. makan saat cuci darah adalah saat yang dinantinanti. ada lagi peristiwa yang lebih mengerikan. rupanya karena racun (ureum dan kreatinin) di tubuh sedang dikeluarkan. Aku selalu mencatatnya di buku agenda pasien. karena selama cuci darah tadi tidak bisa menggaruk sendiri. Hal ini juga banyak dialami pasien lain. aku masih sibuk menggaruk-garuk sekujur badan sepuasnya. Segera aku berdiri di atas timbangan yang tersedia untuk mengetahui berat badanku. Tapi kalau rasa keimanan Anda kuat. tanpa persiapan mental sedikit pun. agar tim medis bisa menentukan banyaknya cairan yang harus dibuang dari tubuh pasien.Sepanjang perjalanan pulang dari RSKG menuju ke Cijerah. Karena saat inilah biasanya alat pencecap agak normal. Hitung-hitung balas dendam. Jarum timbangan menunjukkan angka 46. Kesempatan Hidup Kedua Beberapa minggu setelah kejadian itu. 20 Juni 2006. “Apakah Anda siap saat ini. tiba-tiba kedua kakiku terasa dingin. nyeri dan kram. Banyak yang iri melihat kami selalu mesra. Kemudian kepala juga 31 . Seandainya saat ini Anda sedang membaca tulisan ini. Rutinitas timbangmenimbang berat badan sudah menjadi kewajiban baru sejak menjalani cuci darah. tidak sensitive lagi terhadap rasa. tiba-tiba aku ajukan pertanyaan. Badanku masih kuat untuk berjalan kaki sekedar turun dari angkot menuju lantai II ruang tunggu cuci darah di RSKG Ny. R. bisa merasakan segala rasa makanan dengan tepat. Aku makan dengan lahap.A.5 kg. ”Siap! Kapan pun dan di mana pun saya pasti siap!” Barangkali kondisi seperti itulah yang aku alami pada hari Kamis.5 kg selama 3 hari sebelumnya. Setiap datang dan pulang pasien wajib mencatat berat badannya. Karena Anda kaget dan sungguh diluar dugaan. Sehingga. detik ini juga malaikat Ijrail menghampiri Anda. Aku yakin jawabannya pasti “Tidak siap!” atau kemungkinan besar jawabannya seperti itu. berarti ada kenaikan berat badan 2. Memasuki 15 menit terakhir jam ke-4. Saat itupun aku disuapi istri tercinta. pasti Anda pun menjawab. karena hanya bisa dinikmati 2 kali seminggu. Habibie. Jam-jam pertama cuci darah tak ada kendala. beberapa puluh menit kemudian alat pencecap itu kembali krodit.

Tubagus Ismail sampai ke Panti Sosial Asuhan Anak Nurul Ihsan di jl. Jarak antara RSKG di jl. Hanya kepala masih terasa pening. beberapa anak panti ikut membantu menggotong badanku agar sampai di tempat tidur. Wajah kakekku tiba-tiba saja terbayang di benakku saat beberapa menit lagi menjelang ajalnya tiba. pandangan kabur. bernapas dan mengembalikan segenap energi yang masih tersisa. kemudian napas terasa agak ringan. Tujuannya agar aliran darah ke kepala bisa lancar. gelap. Kepala pusing dan mual yang dahsyat tak tahan. Antara sadar dan tidak. Aku muntah-muntah. berkunang-kunang dan menghitam. selang oksigen cepat-cepat dipasang untuk membantu pernapasan. Dengan kursi roda aku menuju angkot Mang Dadang yang sudah siap menjemput. Napas tiba-tiba berat dan sesak. Bumi di sekelilingku rasanya akan runtuh. Istri dan adik-adiku sudah panik. jari-jari pun tak mampu bergerak.7 Cijerah (Perum Saibi) serasa berpuluh-puluh jam. Beruntung. sekilas saja kulihat mereka semua sudah menangis bingung harus bagaimana menolongku yang tak berdaya saat itu. padahal masih tersisa beberapa menit lagi. Pengalaman dahsyat itu kembali kusaksikan dari file 32 . tensi darahku tibatiba drop menjadi 80/60. Selama perjalanan itu. Perlahan-lahan perubahan itu berlangsung. baru beberapa puluh meter saja angkot itu meninggalkan RSKG tubuhku tiba-tiba menggigil. Dokter jaga dan perawat lain berdatangan. “Suster pusing…!” Suster Neti dengan sigapnya segera menurunkan posisi kepalaku supaya sejajar dengan badan sebab asalnya posisi kepalaku bersandar agak tegak. selang cuci darah juga cepat dicabut. Selain istriku dan adiku. Aku terkulai. meriang merasa kedinginan hebat.dingin dan pusing berat. aku berjuang terus. jerih payah istriku menyuapiku waktu cuci darah terbuang sia-sia. pandangan pun tidak terlalu gelap. kaki tanganku tak mampu bergerak. Mekar Manah no. Setelah napas kembali normal begitu juga tensi darahku menjadi 120/80. terkuras seluruh isi perut keluar semua. istriku berusaha mendekapku dengan penuh kasih sayang. Sekelebatan aku masih bisa melihat suster Neti di sebelahku. Tensi darah mulai naik lagi dan beberapa puluh menit kemudian agak normal 110/70. aku diperbolehkan pulang. Mual tak tertahankan dan dada pun terasa ditumbuk-tumbuk. Kondisiku makin lemah. Dingin menjalar ke sekujur tubuh terutama kaki sampai pinggangku. aku masih bisa berteriak. Setiba di Saibi aku tak mampu lagi berdiri apalagi berjalan.

Zaki Sukmaya. serta mengurut betis sambil terus meneteskan air mata dan berdo’a. khawatir. Dua botol bekas sirup buah yang besar-besar di simpan di betis. Aku masih terkulai. Saat itu hanya hati dan keimanan yang masih menerangi jiwaku dan menuntunku untuk terus berjuang hidup. takut. Dia menyuapiku dengan sabar. Beberapa sendok teh manis yang disodorkan istriku bisa mulus melewati tenggorokan. dan Yayu Fauziah bergantian memijit-mijit telapak kaki dan telapak tangan. Ibuku juga detik-detik akhir hidupnya aku saksikan sendiri. ditambah dengan botol bekas air minum mineral dan botol kaca bekas sirup buah yang di isi air panas juga. dimulai dengan turunnya suhu tubuh di kaki terus beku. baru terasa ada perubahan. Adik-adikku. Kemudian dia juga menawariku makan makanan bayi berupa bubur cair produk Nestle. Mungkin tujuannya agar darah yang seperti membeku dapat mengalir dengan cepat dan bisa berganti dengan yang hangat karena air panas tadi. tekun dan penuh cinta. cemas. hanya kedipan mata pula. Jawabanku sama. Pada saat kakekku melepaskan napas terakhir di pangkuanku. Hampir 2 jam mereka memijit-mijit telapak kaki dan tangan. begitu jerit batin yang aku panjatkan. Ya Allah!. Atas izin Allah pula. “Biar ada energi. Dalam keadaan hampir seluruh keluarga panik. “Aku menerima segala keputusan-Mu. Tapi semua energiku serasa musnah. ia cepat mengisi buli-buli/ umbit (kantung karet yang bisa di isi air panas). Karena aku ini milik Engkau semata. tolonglah hamba! Berilah hamba kekuatan untuk bisa bertahan hidup sampai batas yang telah Engkau tentukan”. Istriku secepat kilat menyajikan bubur Nestle cair rasa beras merah. istriku masih berpikir bagaimana caranya agar suhu tubuhku menjadi hangat kembali. Selain selimut dan bantal yang sudah ditumpuk di atas tubuhku agar hangat. Istriku berinisiatif menawarkan minum teh manis. merambat ke paha selanjutnya ke dada. Nurbayani Saleha.memoriku. Aku hanya mengedipkan mata tanda setuju. aku mulai bisa diajak komunikasi walaupun dengan suara yang sangat pelan dan berat. 33 .” katanya. suhu tubuh mulai naik. stress. akhirnya melepaskan napas terakhir untuk menuju keharibaan Allah Swt. Aku pasrah dan menyerah akan segala takdir yang digariskan Allah Swt. Kondisi terakhirnya sama seperti aku saat ini. Badanku mulai hangat lagi. dua botol bekas air mineral di paha dan buli-buli/umbit di atas dada. Tetapi seandainya ajalku belum tiba. namun kelopak mataku sudah mulai bisa terbuka. Seandainya malaikat Ijrail mau menjemputku agar aku segera bertemu dengan-Mu aku rela.

sedikit bersuara dan menggerakkan jari-jari kakiku. bahwa hakikatnya Allah yang memberikan pertolongan kepada kita. Dia beranjak ke ruangan tengah untuk beristirahat bersama adikku yang lain. karena aku tak mau darahku kembali menjadi beku. lama sekali. aku bertayamum dalam imajinasiku. 34 . dari sekitar pukul 17. Dibuatkannya lagi bubur yang kedua. langsung glek saja ditelan dan masuk ke lambung. habis. sudah dulu ya! Istirahat aja dulu! Capek! Terima kasih ya!” kataku pelan. Aku berusaha bisa menelan bubur dan tak perlu mengunyah sedikit pun. Sambil berurai air mata. Seolah-olah dia ingin meyakinkan diri bahwa aku masih bisa bertahan hidup sampai besok lusa dan entah sampai kapan. Raut wajahnya agak sedikit berbinar lagi penuh harapan. “Pa. Senyum kebahagiaan karena sudah bisa melewati masa yang sangat kritis. Karena usaha dan jerih payahnya bisa berhasil. karena hanya itulah kemampuanku. Zaki.00. antara hidup dan mati. masih belum berhenti memijat telapak kaki. Subhanallah. Dia sudah kelelahan dan terkuras mental dan energinya. Aku menyuruh adikku berhenti memijat dan beristirahat. Dengan ketekunannya menyuapiku. 20 gr bubur Nestle itu masuk ke dalam lambungku. Begitu bubur sudah ada di mulut. Aku menjawabnya dengan senyum. walau gerakan tubuhku masih sedikit. Aku merasa diberi kesempatan hidup kedua. Sebelum pergi tidur. aku mulai memiliki energi lagi dan bisa menggerakkan jari-jari tanganku. Tapi dia masih setia berbakti memijat terus sampai dirinya yakin bahwa aku sudah pulih. Hanya matanya terus menatapku dengan tatapan yang berkaca-kaca. atas kemurahan Allah Swt.00 sampai pukul 24. dan dia pasti sangat paham. aku baru bisa mengeluarkan suara agak fasih dan bisa dipahami.00. Alhamdulillah. tanpa bergerak sedikit pun. Adikku. lalu kutunaikan shalat Maghrib dan Isya dengan jama qoshor. “Ki. shalat dulu ya! Magrib dan Isya kan belum. Jama qoshor aja semampunya!” katanya pelan.Semangat hidupku timbul lagi. Zaki. Kecuali hanya mengacungkan jari telunjuk saat tahiyyat. istriku mengingatkanku untuk shalat Maghrib dan Isya yang belum sempat kutunaikan. Kejadian menegangkan itu cukup lama. Pukul 01. adikku tidak menjawab. Hanya itu energi yang kumiliki sebagai bakti dan rasa syukurku atas segala pertolongan Allah Yang Maha Kuasa.

Mimih. penuh daya juang. 5 Juli 1992 sampai sekarang benar-benar merupakan perhiasaan terindah dalam hidupku. Ulfa Shofi Agnia (15). Fatmah Tresnasih. Amiin! Mimpi Ya Allah! Mimpiku menjadi orang normal Mungkin hanya angan dalam khayal Yang tak bertepi sampai ajal Namun aku juga bermimpi Sakitku pasti akan terobati Saat aku bisa menikmati Indahnya cinta-Mu di surga nanti. Nazla Gina Farfasya (10). Tresna artinya cinta dan Asih artinya kasih sayang yang tulus. begitu aku dan anak-anak menyebut namanya. berbicara pelan-pelan. aku mulai bisa menggerakkan kaki dan tangan. telaten. Dialah yang telah melahirkan 4 permata hidupku yang lain. sabar. tak pernah mengeluh. motivator ulung yang penuh cinta dan kasih. Kepalaku masih terasa pusing. Penandatanganan dan peresmian kontrak hidup bersama dunia-akhirat. walau 35 . Perhiasan Terindah Pas benar ungkapan sepenggal syair lagu Rhoma Irama yang mengatakan “Perhiasan terindah itu wanita sholehah”. seorang istri yang aku sunting pada hari Minggu.Pagi-pagi. Faris Fajar Wibawa (17). kami sepakati sejak ijab qabul dengan wali dihadapan penghulu tak akan putus. si sulung yang ganteng dan tiga dara yang cantik-cantik. dan Fhatiya Bilqis Saida (5). Sosok perempuan yang tegar. sesuai dengan namanya Tresnasih. tapi aku yakin besok-lusa aku pasti bisa bangkit lagi.

Tugas istriku yang paling berat adalah merawatku sebagai suaminya. Belum biaya tak terduga lainnya seperti operasi AV shunt atau cimino. setiap cuci darah harus mengantongi uang minimal 1 juta rupiah. Begitu besar pengorbanannya bagiku dan keluarga. Menyeka seluruh tubuhku di saat aku tak mampu mandi. tapi disaat kepalaku pening. Dialah orang yang pertama kali merasa cemas. Dia yang pertama kali terbangun dan terjaga saat tengah malam aku pening. Entah dari mana. Pembelian labu darah. jika aku merintih kesakitan. Dialah yang selalu mengajak aku mendekatkan diri pada36 . membesarkan jiwa saat aku merasa putus asa. Mimih. Ini terbukti dengan begitu setianya dia menjaga dan merawatku saat aku sudah tak berdaya. Sebagai wanita karir. Biaya cuci darah memang ditanggung Askes. sebagai wanita karir dan sebagai ibu rumah tangga yang baik. ke sana-ke mari mencari pinjaman. Setiap kali pergi ke Bandung harus merental mobil. dan yang paling besar biayanya adalah biaya transportasi. Operasi AV shunt atau cimino yaitu operasi memperbesar pembuluh darah di tangan. dia harus tetap menjalankan tugas mengajarkan Bidang Studi Bahasa Inggris di SMPN 1 Banyuresmi. Ya. adalah kata pertama yang saya panggil. Mengecup pipi kanan. Istriku dituntut harus pandai membagi waktu. dia harus menjadi ibu yang baik bagi anak-anaknya. kiri dan keningku dengan penuh perasaan cinta saat aku akan tidur. dia menyuapiku dengan penuh kasih sayang. istriku mampu memberikan pijatan lembut yang menggetarkan nadi kehidupan. jika aku sakit. merasa down. Bukan hanya dituntut bisa memenuhi kebutuhan untuk berobat. Garut. pegal dan linu atau muntahmuntah. Pada saat aku terkulai lemas kehabisan energi. stress dan kehilangan pegangan. berarti setiap bulan harus mengeluarkan uang Rp 8 juta. Sebagai ibu rumah tangga. sedangkan esok harinya harus mengajar dan mencari uang tambahan untuk memenuhi kebutuhan berobat dan cuci darah. Istrikulah yang sigap kasak-kusuk. karena badanku semakin lemah dan tak kuat lagi kalau naik kendaraan umum. Dialah yang selalu memberiku semangat hidup. Aku sudah tak bisa berpikir lagi untuk mencari uang. Sungguh pengorbanan yang luar biasa. Bisa Anda kalkulasikan sendiri jika dua kali cuci darah dalam seminggu. aku tak tahu. agar tidak ditusuk di selangkangan. gelisah dan pontang-panting mencari pertolongan. tetapi banyak obat-obatan yang di luar tanggungan Askes. Begadang sampai pagi. Membersihkan seluruh kotoran yang menempel di badanku.kematian memisahkan kami.

impossible! Bagaimana aku bisa membalas semua itu? Aku hanya bisa berdo’a dan memohon kepada-Mu ya Allah! Mudah-mudahan ia mendapatkan ridho-Mu. merasa ridho. pagi-pagi sudah berangkat mengajar. Pak Jejen. Ya Allah! Sungguh malu diri ini dihadapannya. Aku merasa tak berguna lagi. dan puas mendapatkan pasangan hidup dirinya yang shalehah.Nya! Mengingatkan aku untuk berdo’a. Biasanya berbaur dengan para guru dan siswa di SMPN 1 Banyuresmi. Cita-citaku untuk melanjutkan kuliah hapuslah sudah. aku menulis surat pengunduran diri dari jabatan dan tugas-tugas yang tidak mungkin lagi bisa aku tunaikan dengan alasan kesehatan. aku tidak mau pusing dengan rentalan mobil dan sopir. Aku hanya memohon diberi tugas yang ringan dan yang lucu saja di sekolah.00. Tugas dan jabatanku harus ditinggalkan. Alhamdulillah Bapak Engkus Kusnadi. kasih sayang dan pengorbanannya yang begitu besar.Nya di setiap tarikan nafasku. karena aku pun sebagai suaminya.H. begitu tulus dan begitu murni. S. dan Mang Ujang mereka bergantian mengantarku. Beruntung. 37 . Aku tak bisa membalas cinta. Pak Wawan.00 dari Garut dan tiba lagi pukul 18. sahabat-sahabat terbaikku selalu siap dan sigap mempersiapkan semuanya. Aku harus puas dengan ijazah Diploma 3 saja. Mustahil aku bisa berpaling ke lain hati. jabatan apalagi penghasilan menyusut drastis setiap bulannya. Bahkan kartu mahasiswa yang baru saja aku terima sebagai tanda bukti menjadi mahasiswa baru. Terima kasih Ya Allah! Uang Bukan Segalanya Kegiatan rutinku berubah 180 derajat.00 atau 19. bertasbih. dunia dan akhirat. sebagai kepala sekolah mengerti kondisiku yang harus bolak-balik terus cuci darah ke Bandung. Tiap kali pergi ke RSKG 2x seminggu. Biasanya kami berangkat pukul 08. Tak keliru aku memilih Fatmah Tresnasih sebagai pendamping hidup selamanya.. Biasanya. sekarang malah berbaring lesu sambil berselimut tebal. Karir. bahagia. sekarang malah harus diurus orang lain. jas almamater dan kartu KRS di STKIP Garut harus dilupakan begitu saja. Biasanya mengurusi orang lain. Pada bulan April 2006. bertahajud dan selalu mengingat nama. Tak mungkin. sekarang harus diam sendirian di rumah.

Begitu juga istrinya. Kemungkinan Pak Bambang itu seorang anggota dewan. “Amin! Do’anya saja Pak ya!” dia memohon sambil berjabat tangan.Anakku yang paling kecil. begitu nama panggilannya. Kami semakin akrab dengan Pak Bambang. selalu dibawa pergi ikut ke RSKG. beremblim garuda. Pak! Semoga Bapak sukses transplantasinya!” kataku pelan. Katanya dia akan pergi ke Guang Zhou. beliau agak tertutup waktu aku menanyakan profesinya. “Bapak itu selalu sibuk. memang Cici itu lucu. Aku pun memimpikannya. Operasi yang menjadi dambaan semua pasien GGK. tapi yang ini beda! ” kata Pak Bambang. pergi pagi-pagi dan pulang petang. Padahal Cuma bisa dadah dan melontarkan kata-kata yang harus diterjemahkan. begitu juga istrinya. “Sekitar 300 jutaan. Ah. Banyak yang tertarik dengan kelucuannya. Aku bertanya dengan nada agak menyelidik ingin tahu berapa biayanya. Aku hanya menebak-nebak. 38 . Dia selalu menanyakan anakku jika bertemu. Aku terkesima dan terkagum-kagum. kita mah ambil yang paket hemat aja!” jawab Pak Bambang. hebat!” kataku. walaupun usianya pada saat itu baru satu tahun. “Wah. jadual cuci darah kami selalu berbarengan. biasa saja wiraswasta!” Awal bulan Mei 2006. 4 jam cuci darah itu gak kerasa ya! Aneh. untuk transplantasi ginjal. padahal di rumah juga banyak anak-anak kecil. Cina. Postur tubuhnya tinggi besar. rambut ikal. karena belum fasih. kulit putih. Kata-katanya penuh kharisma. sangat terpesona dengan anakku itu. kepada Pak Bambang. Pak Bambang. kalau ditanya masalah profesi beliau selalu mengelak. Cici. “Berapa Pak biayanya?”. karena selalu pakai jas berwarna gelap. “Mahal juga. mata sipit. berapa Pak paket hemat itu?” tanyaku lebih penasaran. Dia hanya menjawab. Ya. “Wah. tiba-tiba Pak Bambang berpamitan kepada semua pasien yang berada di ruangan karbonat yang berjumlah 17 orang. Hanya saja. “Selamat jalan. penghasilan pas-pasan (BP6). ya?” “Lumayanlah Pak! Kita juga dapat bantuan dari saudara-saudara”. dia selalu tertawa jika digoda dan seolah-olah bisa diajak komunikasi. montok. Bahkan seorang pasien. “Oh ya. kalau ada Si Cici. “Ya. Wajahnya bulat. itu pun sudah termasuk biaya hidup di sana sekitar satu setengah bulan”. Wajahnya berwibawa. Sayangnya. dan badannya gemuk. agar bisa hidup normal kembali.

agar bisa meningkatkan kadar keimanan. dan yang lainnya. karena aku telah menjadi orang pilihan untuk menerima ujian dari-Mu. saya tengok! Eh. Berjuta angan dan harapan akan kupenuhi. Pak Agus Berlian. Terbayang di benakku. Ginjal yang selama ini telah menghambat karir dan kekhusuan ibadah kepada-Mu! Ginjal yang telah membuat seluruh keluargaku ikut menderita. Selama itu. Tapi aku masih ingin lebih sempurna dalam beribadah kepadaMu! Maka kabulkanlah do’aku Ya. jadualku cuci darahku yang baru. Pak Bambang ke Cina untuk berusaha sembuh dari 39 . karena merasa sependeritaan. Hedy yang masih anak SMU. Pak Rukmana. betapa bahagianya diriku. Segudang khayal dan impian berkelebatan di depan mata. kesabaran dan ketaqwaan kepada-Mu. do’aku masih tetap sama. Ada Pak Kurnia. selalu berharap seperti Pak Bambang. Bukannya aku tidak menerima cobaan dari-Mu sebagai tanda sayang-Mu.“Eh. Ceu Eros. jantungku rasanya hampir copot saat membaca Koran Pikiran Rakyat tanggal 25 Juni 2006 yang memberitakan bahwa Pak Bambang Budi Asmara telah berpulang ke khadirat Allah Yang Maha Kuasa. Pak Asnali yang gagah dan selalu berbaju loreng. seandainya aku sehat lagi seperti sedia kala. Tiap selesai shalat aku selalu memanjatkan do’a. “Pasti Pak. Suasana cuci darah tambah akrab dengan sesama pasien maupun dengan perawat atau dokter. Allah!” Begitulah do’a yang sering aku panjatkan ba’da shalat fardu atau shalat tahajud. karena begitu seringnya kami bertemu. Garut yang sering kuajak pulang bersama. Bu Kartini. Betapa terkejutnya aku. ”Ya Allah! Berikanlah aku kekayaaan seperti Pak Bambang agar aku juga bisa melakukan transplantasi ginjal. Luki yang dari Tangerang. pasien dari Cilawu. Wah. insya Allah ya!” jawabnya meyakinkan. Cita-cita akan kuraih. jangan lupa kepada kami di sini Pak! Tengok kami ya Pak! Agar kami juga termotivasi untuk bisa seperti Bapak!” pintaku pada Pak Bambang. Bukannya aku tak paham bahwa orang sabar itu di sayang oleh-Mu dan bukannya aku tak mengerti bahwa penyakit ini adalah penebus dosa-dosaku. Ada rasa rindu andai kata hari sudah mendekati hari Senin atau Kamis. Berangkatlah penderitaannya. Setelah keberangkatan Pak Bambang ke Cina. iya Pak! Kalau nanti Bapak sukses dan berhasil cangkoknya. aku jadi terobsesi ingin seperti Pak Bambang. Rasa rindu untuk saling tukar makanan atau tukar pengalaman bersama mereka.

Aku yakin.Pak Bambang yang saat pamitan memberikan senyuman dan lambaian tangan terakhirnya. Dia menjabat sebagai Bendaharawan Partai Golkar Jabar. Di akhir bulan Juni itulah aku baru menyadari bahwa do’a-do’aku selama ini salah dan keliru. biaya yang sangat menakjubkan bagi kami sebagai PNS yang berpenghasilan pas-pasan. Maafkanlah dosa-dosaku Ya. seolah-olah aku tidak mensyukuri segala nikmat-Mu! Amiin!” Sejak saat itu aku menyadari betul bahwa rizki itu sudah diatur dengan skenario Allah. Allah terima kasih yang tiada terhingga. Sehingga aku segera bertobat dan mengucapkan istighfar. Aku bersyukur dengan segala rizki yang telah Engkau berikan. suaminya dalam keadaan koma. keikhlasan. Penasihat Taekwondo Jabar. Hal ini kuketahui beritanya dari koran setelah beliau tiada. dan aku yakin bahwa Allah itu memberikan sesuai dengan kemampuan dan kesabaran menjalaninya. Harta tidak bisa menjamin kesembuhan seseorang. seolah-olah aku tak pernah Engkau beri apa-apa. Pak Bambang yang akhirnya kuketahui bahwa dia itu merupakan putra terbaik Jawa Barat. mental. Pak Bambang yang ingin aku ikuti jejak langkahnya. Amiin! Ternyata uang itu bukan segalanya. yang harus kita terima dan harus kita ambil hikmahnya. Beliau tidak mengira kalau tiga hari pasca operasi transplantasi ginjal itu.. Bukan saja menguras energi. Inna ma’al usri yusraa. Sungguh. Allah pasti memberikan kemudahan setelah datang kesusahan sesuai janji-Nya pada surat Al-Insyirah. mantan Ketua KNPI Jabar. diterima iman Islamnya dan segala amal shalehnya dibalas dengan pahala yang berlipat ganda. dan sederet jabatan lainnya. aku tidak diberi kekayaan seperti beliau. Biaya hidup selama pemeriksaan dan operasi tersebut mencapai Rp 300 juta ditambah biaya pemulangan jenazah sekitar Rp 80 jutaan. Sedangkan aku masih ingin melanjutkan perjuangan hidup. seandainya Engkau berikan kekayaan seperti Pak Bambang kepadaku. “Ya. agar menjadi ibroh dan pelajaran yang sangat berharga. Ketua Yayasan Asia Afrika. Tetapi itulah takdir Allah Swt. Engkau pasti telah menentukan jalan lain yang membahagiakanku. bahkan materi yang tidak sedikit. Mudah-mudahan Allah mengampuni segala dosanya. Bu Bambang yang sengaja datang ke RSKG mengisahkan peristiwa wafat suaminya dengan berurai air mata. seraya berdo’a. mungkin aku telah Engkau panggil seperti dia. 40 . Allah! Yang telah menilai kecil rizki yang telah Engkau berikan. Tak pernah sempat sadar sedikit pun sampai wafatnya. kesabaran. Kini telah tiada.

semoga amal baik mereka dicatat dan mendapat imbalan pahala yang berlipat ganda dari Allah Swt. Terasa benar kebaikan mereka. Banyak orang menengokku. Dia tak melepaskan jabat tangannya yang erat sambil bertanya kepadaku. lelaki tua itu mengusulkan agar aku menganggap dia sebagai orangtuaku sendiri dan dia akan menganggapku sebagai 41 .Semoga Anda tabah Bu Bambang! Selalu diberi petunjuk dan kesabaran menjalaninya. Aku menjawab. Aku hanya bisa mengucapkan terima kasih dan berdo’a. giginya pun sudah ompong dan duduk di sampingku. Sebelum dialog berlanjut. Aku tak mungkin bisa membalas budi baik mereka. Selanjutnya lelaki tua itu mengajak bersalaman. Sambil menunggu ayahku datang. Jazakumullhi khairon katsiraa. Amiin! Uji Keimanan Kabar tentang penyakit yang aku derita begitu cepat tersebar kemana-mana. sahabat dekat maupun jauh. baik berupa moril maupun materil yang sangat berarti bagiku. Setelah dipersilakan duduk. aku menyuruh istriku untuk memanggil ayahku yang tak jauh rumahnya dari rumahku. lalu mengutarakan maksud kedatangannya. murid dan semua orang yang kukenal rasanya tak ada yang absen. saya ingin sembuh! Saya tak mau cuci darah!” “Bagus!” jawabnya. “Ya. Amiin! Suatu hari salah seorang kerabatku bertandang ke rumah sambil membawa seseorang yang tak kukenal. Bahkan banyak orangtua murid yang sengaja meluangkan waktu untuk datang menemuiku dengan memberikan dukungan. rekan kerja. Keluarga. Aku terpana melihat sosok lelaki tua yang sudah beruban. Setiap hari ada saja tamu yang datang. tetangga. Dengan tatapan matanya yang seolah-olah ingin meyakinkanku bahwa dia mampu mengobatiku. ”Sep! Saya sengaja membawa guru saya ini untuk mengobati penyakit Asep”. Dia tak membawa peralatan medis apa pun. “Caranya?” aku semakin heran. Aku jabat tangannya yang agak keriput itu. “Apa keinginanmu sekarang?” Nada bicaranya pelan tapi pasti. dia berkata. motivasi dan do’a mereka.

Kemudian kami saling menatap keheranan. Ananda harus berganti nama menjadi Asep Diman!” begitu katanya dengan nada meyakinkan. Ayahku bertanya spontan dengan nada berseloroh. “Siapa nama Ananda?” kata lelaki tua itu. Oman Abdurrahman. Aku. 42 .” jawabnya mantap. Dia komat-kamit sambil memejamkan matanya.” ayahku semakin sengit. nama Ananda boleh dipakai lagi.” “Waduh! Bagaimana dengan ijazah saya. “Kalau begitu kasihan dong orang Jerman jadi menderita?” “Enggak apa-apa orang Jerman ini!” “Kasihan dong orang Jerman. Kami berlima duduk melingkar. dan ayahku bengong. Siapa tahu dia itu saudara kita juga. Nanti kalau penyakit yang Ananda derita sudah saya pindahkan. Katanya agar hubungan pertalian batinnya semakin erat demi proses penyembuhan yang cepat. tanggal 3 Februari 1967. “Nah.ini hanya dalam waktu sementara saja. istriku. Ayahku datang. Lupakan nama yang dulu itu sampai Ananda sembuh. “Bapak tidak perlu merasa heran dan curiga pada saya.” lanjut lelaki tua itu sambil menatap ayahku.anaknya. “Saya. SK dan berbagai macam dokumen pribadi saya?” protesku dengan cepat terlontar. anak. kerabatku. Siapa nama Bapak?” tanya lelaki tua itu. “Mari kita kerjakan bersama! Ananda. Asep Qoriin”. pukul 13.” begitu katanya meraih simpati. istri dan semuanya harus memanggilnya. Lelaki tua itu melanjutkan ceramahnya. mulai hari ini nama Ananda harus diganti!” “Diganti nama?” aku tambah heran. “Ya.” katanya. Aku semakin heran. “Kok bisa? Mau dipindahkan ke mana?” “Ke Jerman.00”. “Saya ke sini atas panggilan jiwa dan ikhlas menolong tanpa pamrih.” ayahku menjawab. lelaki tua itu dan ayahku. “Saya. “Tidak apa-apa. sekarang ada ayahnya. Wajahnya masih diliputi rasa curiga dan heran. istriku. Asep Diman. “Bapak sebagai ayahnya. “Kapan dan hari apa Ananda dilahirkan?” “Hari Jum’at. jawabku singkat. Aku.

Kerabatku berusaha meyakinkan kami akan niat baiknya.” begitulah istriku memulai argumentasinya. namun keyakinan kami masih belum bisa menerima cara pengobatannya. “Kang! Kebetulan suami saya sedang kumat penyakitnya. Aku suruh istriku untuk menghadapi mereka. aku tidak mau mencantumkan mantra tersebut di sini. Bukan berarti kami menolak kebaikan Akang. Penyakitku sedang kumat. kami pun berusaha mempertahankan keimanan dan keyakinan kami akan takdir Allah yang tidak bisa dialihkan pada orang lain.S. tapi kondisiku sedang lemah. saja diuji oleh Allah dengan penyakitnya bertahuntahun. Beberapa hari kemudian kerabatku bersama gurunya bertandang lagi ke rumah. dia akan mampu menyampaikan penolakan dengan baik. Depresi berat. Tak sudi keyakinanku tergadai demi kesembuhan. Mohon maaf. Aku takut tali persaudaraan kami putus gara-gara hal ini. Harap maklum. hina.” pikirku saat itu. Kerabatku dan gurunya pulang dengan memendam rasa kecewa. Dalam hal ini mungkin persepsi kita tidak bisa sejalan. Nabi Ayyub A. sehingga takut keimananku akan goyah dan terjerumus ke dalam kemusyrikan. mudah marah dan tersinggung. Aku yakin. Kerabatku malah ngotot dan menyuruhku menuliskan bacaan seperti mantra atau jampi-jampi dalam bahasa Sunda buhun yang harus diamalkan setiap malam. Jangan sampai Akang kecewa sehingga tali 43 . “Lebih baik menghindar. Istriku pasti tahu betul jalan pikiranku karena sudah belasan tahun kami hidup bersama menjalin rumah tangga. Rupanya mereka masih penasaran. Aku bulatkan tekad untuk menolak mereka. Kami yakin. takut menjadi kemusyrikan yang berlanjut. “Kami merasa bahagia dan berterima kasih yang sebesar-besarnya kepada Akang dan Bapak ini. Kami menerimanya dengan ikhlas.Terjadilah perdebatan yang seru. Cukup panjang mantranya. bila kami belum bisa menerima kebaikan Akang. Allah tak akan keliru memberikan cobaan kepada hamba-Nya. Dia tak mau di ganggu. karena ingin mengobati suami saya. tak mungkin bisa berdebat panjang lebar. dan hanya manusia biasa. Kami hanya akan berusaha secara medis dan obat alternatif lainnya yang kami anggap logis. Jangankan suami saya yang laif. Kami yakin ini ujian yang datangnya dari Allah. Tak bisa berpikir jernih. Pertemuan itu bubar dengan tidak menghasilkan kesepakatan. Aku menuliskannya hanya sekedar untuk meredam kekecewaan niat baik Kerabatku itu.

Tapi kami bisa memahami kekecewaan itu.persaudaraan kita menjadi retak. Sesuai dengan firman-Nya : “Qul aghairaallaahi attakhidzu wa liyyan faatirissamaawaati wal ardhi wahuwa yuth’imu wa laa yuth’amu. akibat dari beda keyakinan membuat tali persaudaraan pun nyaris terputus. dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (musyrik) itu. Tak ada alasan untuk menerima paham yang bisa menggelincirkan keyakinan terhadap Allah Swt. Dalam rangka memperbaiki silaturahmi agar tidak terputus.” (QS. Al-An’am : 41) “Innallaaha laa yagfiru an yusyriku bihii wa yagfiru maa dzaalika liman yasyaa u wa man yusyrik billaahi faqadiftaraa itsmaan ‘adziimaan. Qul innii umirtu in akuuna awwala man aslama wa laatakuunanna minalmusyrikiin. Allah-lah tempat bergantung. Apakah aku akan menjadikan pelindung selain Allah yang menjadikan langit dan bumi. Karena tidak berhasil memberikan pertolongan pada kami. dan kamu tinggalkan apa yang kamu persekutukan (dengan Allah). tempat tinggal kerabatku itu. Dia hilangkan apa (bahaya) yang kamu mohonkan kepada-Nya.” “(Tidak). Al-An’am : 14) “Bal iyyaahu tad’uuna fayaksyifu maa tad’uuna ilaihi insyaa a wa tansauna maa tusyrikuun. Begitulah. Kondisi badanku sudah agak membaik setelah menggunakan sistem CAPD. satu-satunya penolong jiwa. Sesungguhnya aku diperintahkan agar aku menjadi orang yang pertama berserah diri (kepada Allah) dan jangan sekali-kali kamu masuk golongan orang-orang musyrik. Rupanya penjelasan istriku yang panjang lebar itu tetap saja membuat kecewa kerabatku dan gurunya. Jika dia menghendaki. Aku sekeluarga sengaja datang ke rumahnya. memanfaatkan momen Idul Fitri. Satu setengah tahun berlalu.” “Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa musyrik. Tak ada kompromi. padahal Dia memberi makan dan tidak memberi makan?. Sekali lagi kami mohon maaf!” Panjang lebar istriku berusaha menjelaskannya agar bisa diterima dengan baik. Beda keyakinan (aqidah) tak bisa dijadikan alasan untuk bertoleransi.” (QS.” “Katakanlah (Muhammad). maka sungguh ia telah berbuat dosa besar.” (QS. bagi siapa yang di kehendaki-Nya. Katakanlah. aku tak tahu. An-Nisa : 48) 44 . Allah-lah tempat meminta. Barang siapa yang mempersekutukan Allah. hanya kepada-Nya kamu minta tolong. Entahlah.

setelah permukaan kulitnya ditusuk-tusuk jarum. yang merupakan muridku di SMP. “Setiap penyakit itu pasti ada obatnya. Sebelum menuju kesana. Meski dunia medis mengatakan belum menemukan obat gagal ginjal dan tak mungkin bisa disembuhkan. aku mulai mencoba berbekam. Amiin! Obat Alternatif Keyakinanku tak akan tegoyahkan.” Jika sampai saat ini belum ditemukan obatnya. bisa menciptakan domba yang sama persis dengan induknya dari sebuah sel. Kita masih berusaha mengobati penyakit dengan cara-cara tradisional. ya wajar saja. “Mengapa para ahli yang sudah bisa memiliki ilmu pengetahuan cara mengkloning domba si Dolly yang menghebohkan dunia. bahwa setiap penyakit itu mesti ada obatnya. Mengeluarkan darah kotor dengan cara disedot. bahkan sekarang mereka semua paham betul bahwa penyakitku harus diobati secara medis. kerabatku yang lainnya masih bisa memahami kejadian ini. tidak mencoba membuat kloning ginjal yang rusak agar bisa diganti secara langsung dengan ginjal kloning yang sehat dari sel yang ada?” Mungkin impian ini akan menjadi bahan tertawaan orang tapi biasanya penemuan baru itu berawal dari sebuah impian. Terkadang aku punya imajinasi.Alhamdulillah. mengapa hanya sebuah organ tubuh yang vital itu tidak bisa dikloning ? Masuk akal. ilmu Allah sangat luas sampai-sampai ada keterangannya. ”Andaikan lautan dijadikan tinta untuk menulis ilmu Allah tidak akan cukup“. bukan? Mudah-mudahan di tahun 2015 impianku bisa terwujud! Sehingga ditahun 2020 dunia bebas penyakit gagal ginjal kronik. bahwa. Sebab manusia itu masih terbatas pengetahuannya. juga harus cuci darah. Maka. aku pun menyadari hal itu. kita sekarang masih berada di dunia primitif. agar darah yang 45 . Mengapa tidak? Kalau domba yang utuh dan bernyawa bisa dicloning. Semoga Allah selalu memberikan hidayah dan bimbingan-Nya kepada kita semua. tapi Alloh tak mungkin mengingkari janji-Nya. setelah tetangga mereka.

Ini lain lagi. Ya. Arif tertarik juga ingin mencoba telapak panasnya Pak TJ bahkan mertua adikku. ada getaran arus listrik yang terasa hangat.Bpk. ternyata betul ada getaran dan energi panas dari tangan kosongnya. tidak ditarif. katanya. Kemudian aku mencoba pijatan Pak M (47) orang Padalarang. Proses pemijatan biasanya dilakukan di rumahku. Stroke. Beberapa kali dilakukan oleh seorang ahli bekam. setelah kucoba. racun di tubuh tetap tak berkurang. Memang air urineku semakin banyak. tapi hasil laboratorium masih menunjukan kadar racun yang tinggi. Memang tidak bisa dilakukan sendiri di rumah. Semula aku tak percaya. Tinggal di SMS saja. Da’i kondang yang selalu mengisi pengajian di Radio Litasari mau mencobanya. Bagaiman hasilnya? Setelah berpuluh kali dipijat. Biasanya aku melakukan ion 46 . seluruh tubuh dipijat dengan tangan kosong. Di sesi akhir pijatan. Segala penyakit bisa disembuhkan. Alternatif lainnya adalah ion detox. mereka mengakui kehebatan tangan Pak TJ yang panas itu. aku mengecek kadar kreatinin dan ureum darahku. baru energi panasnya keluar. Beralih ke pijat refleksi Pak TJ (45) yang terkenal dengan telapak tangannya yang mengeluarkan energi panas. energi listrik yang terhubung sengaja dialirkan ke tubuhku melalui telapak tangannya. kalau pasiennya banyak. Terbukti dengan tes pen yang menyala bila ditempelkan pada bagian tubuh yang mana saja di sekujur tubuhku. Betul. Aminudin Shaleh. Beliau menggunakan alat bantu listrik. pasti ia datang. Setiap hari rata-rata dipijit 20 s. ternyata tidak ada perubahan. walau sudah sebulan lebih aku menjalani terapi ini. Pasiennya banyak sekali. Hal ini bisa merangsang pertumbuhan sel ginjal agar bisa berfungsi normal kembali. jantung bocor. prakteknya dari pagi sampai jam 12 malam. Ternyata suami adiku. kalau telapak tangannya bisa mengeluarkan energi panas dan mengalirkan energi ke tubuh pasien. KH.mengandung racun keluar bersamaan dengan darah yang menggumpal kehitaman. Telapak tangannya terasa panas dan meresap ke dalam tubuh terutama bagian yang sakit. bahkan gagal ginjal juga sanggup dia sembuhkan. SH. kanker. yaitu cara tercanggih pengeluaran racun tubuh melalui detoxivikasi ion negatif dan positif. Harus datang ke tempat ion detox. Pijatannya tidak seperti pijatan refleksi umum yang hanya telapak kaki ditusuktusuk dengan stik. MM. DR. karena Pak M bisa dipanggil. Akhirnya kuhentikan juga.d 30 menit.

“Oh. Tak mungkin ah !“ sergahku dengan nada tak percaya. sehingga memudahkan pengeluaran racun yang berada di kaki. Saya sendiri ! Ini siapa ?“ kataku masih belum mengenali suaranya. tak ada hasilnya. Tapi setelah kucoba berulang kali. “Betul Pak !“ “Dimana ?“ tanyaku kemudian. “Saya mah sudah berhenti Pak“ katanya. Janjinya 100% terbukti membuang toksin secara alami. Air yang merendam telapak kaki tersebut akan berubah warna dari jernih menjadi abu-abu sampai kehitaman.000. Ada yang menawariku agar berobat ke dr. “Saya Pak ! Asnali. pasien duduk di atas kursi. Kerkof 53 Bandung. kaki pasien direndam pakai air agak panas di dalam waskom yang berisi kurang lebih 5 liter air agak panas dan sebuah alat elektromagnetik buatan Amrik yang bisa mengeluarkan ion negative dari pori-pori telapak kaki . 7 juta. Bapak masih cuci darah ke Habibie ? “ dia menyebutkan namanya dan bertanya. 47 . Refleksi !“ dia menerangkan.00 selama kurang lebih 20 menit. seperti air comberan. “Alternatif ya ?” aku menebaknya. “Di jalan Sudirman. Pori-pori telapak kaki akan membesar jika dihangatkan dengan air. Cuci darah tetap kujalani. Sekali terapi kita harus merogoh kocek Rp 30. H di Bogor yang bisa memindahkan segala macam penyakit pada seekor kambing dengan biaya sebesar Rp. “Benar Pak ! Saya sudah hampir tiga minggu enggak cuci darah“ jawabnya sedikit meyakinkan. “Oh. Ada pula yang berwarna kecoklatan dan kehijauan sesuai dengan penyakit yang diderita si pasien. Caranya.detox di jl. Masa ada penyakit bisa dipindahpindah? Awal Juli 2006 tiba-tiba ada seseorang yang menelpon kerumah. karena aku tak percaya sama sekali. sambil terus berusaha mencari info tentang pengobatan alternatif yang tidak bertentangan dengan keimanan. “ Hallo! Bisa bicara dengan Pak Asep ? “ “Ya. ya masih ! Tiap Senin – Kamis “ sahutku. Kok bisa berhenti cuci darah segala. Hasil tes laboratorium tetap bertengger di atas ratarata orang normal. iya benar. Memang masuk akal juga. Kemana aja Pak ? Sudah lama Saya tidak melihat Bapak. Tidak kutanggapi.

sudah hampir tiga minggu ini Pak Asnali tidak bertemu saat cuci darah. ya Pak ! Kalau saya minat. Pernah saya coba makan buah semangka hampir habis 1 kg. Setiap pasien paling lama mendapat pelayanan selama 5 menit. saya akan menemui Bapak. terima kasih !“ kataku sambil menutup gagang telepon. bukan main-main. Selesai cuci darah hari Senin sore kutemui Pak Asnali di jln. Kesepakatan kami akhirnya yaitu akan menunggu perkembangan Pak Asnali satu minggu lagi.00 – 11. Karena berhenti cuci darah itu suatu tindakan yang sangat berani. kuhubumgi lagi Pak Asnali. Buka praktek 07. Kira-kira 2x3 m. enggak apa-apa. dan menyanggupi akan mengantarku besok sore ke tempat refleksi tersebut. Kalau dia selamat. Bandung. 60 tahun.“ jelasnya agak panjang lebar. Dagu kanannya bengkak. belakang dealer Yamaha. 4 juta – 6 juta per hari. Tapi memang yakin.“Enggak sesak napas atau bengkak ?“ tanyaku masih merasa kurang percaya. Padahal seminggu sebelumnya dia sudah kuat berbelanja dan berjualan sea food tengah malam sebagai profesinya yang telah digelutinya berpuluh-puluh tahun. Berdasarkan pengakunnya dia menderita gondongeun. karena baru saja mendengar kabar bahwa Pak Syamsudin. Aku diskusikan hal ini dengan istriku. penghasilannya berkisar antara Rp. Mempertaruhkan nyawa sendiri. Jelas. 9 Juli 2006 setelah satu minggu kemudian. berarti aku jadi mengikuti terapi tersebut. Seorang Tionghoa dari Bandung. antri ! 48 . nantilah Saya diskusikan dulu dengan istri saya. “Boleh-boleh ! Ditunggu ya Pak !“ “Ya. “Enggak Pak !“ Malah saya minum dan makan buah-buahan. Dia masih was-was. telah meninggal dunia gara-gara berhenti cuci darah selama 3 minggu dan menjalani terapi pengobatan holistik di daerah Purwakarta. Minggu. Bolehkan ?“ tanyaku agak semangat. Dia masih belum cuci darah lagi. Khayalanku semakin melambung. Pasiennya.30 dan 17. Suci. Tergantung berat tidaknya penyakit yang diderita. Kata orang. Ingin cepat berobat seperti dia dan sehat lagi tidak perlu cuci darah. Ruangan praktek refleksi kaki itu sempit sekali. “Oh.00. Dia kelihatannya agak loyo.00 – 20. wah membludak.

Besoknya aku telepon Pak Asnali. saat ditekan dengan stik itu rasanya panas sekali. sedang dirawat di RSHS. ingin tahu kabarnya. Urineku yang keluar tambah banyak. Allah yang menentukan. “Pingsan. bahwa Pak Asnali itu hiper kalemia dan uremia. karena dirinya juga hampir tewas. dibawanya juga pakai ambulance !“ jawab anaknya.Alat pijat refleksinya seperti stik ice cream. Manusia berusaha. “Emangnya kenapa ?“ tanyaku. yang penting badan tidak bengkak. Bengkak yang dideritanya bukan gondongeun. nyeri dan menjalar ke sekujur tubuh. Jadi harus bayar Rp. dan oksigen.000. Aku mencoba bolos cuci darah satu kali. kaki kiri ±15 detik. Benar saja. Aku kaget setengah mati. Istrinya bercerita sambil terisak-isak berurai air mata. Pelipis kanannya tambah bengkak. tapi badanku terasa segar. Yang menjawab bukan dia malah anaknya. 49 . 20. Padahal tusukannya hanya sebentar. Semua pasien pasti menjerit kesakitan dan berkeringat menahan rasa sakit. melarangku cuci darah. Aku pun dapat 5x sesi. begitu aku memanggilnya .000. Tubuhku langsung lemas keluar keringat dingin. Jadi. Pak Asnali merasa berdosa sekali terhadapku. tipis dan agak runcing. tidak sesak. 100. Setiap alternatif tidak ada hasilnya. Sulit untuk diajak bicara. padahal biayanya cukup besar.“ Sejenak aku terpana. Tapi perasaanku agak was-was. karena sudah berminggu-minggu tidak cuci darah. Nafasnya pendek-pendek.00. rasanya nyeri sekali. dan menyuruhku berhenti terapi refleksi itu. Hampir tak bisa berjalan. Aku tak pulang ke Garut. Yah ! Gagal maning-gagal maning. Tapi itulah usaha kita. pada hari Kamis 20 juli 2006. tetapi penumpukan racun. Kaki sebelah kanan ±15 detik. Setelah kutanya ruangan tempat ia dirawat. karena terapi harus dilakukan tiap hari pagi dan sore.00 kalau penyakitnya parah atau berat bisa sampai 5x. udah belalti kamu sembuh !” suaranya sengau dengan kata-kata tanpa bunyi [r]. “Mengapa dia tak pernah mengecek darahnya untuk mengetahui kadar racun di tubuhnya ?“ gerutuku dalam hati. “Bapak mah enggak ada. Pak Asnali tergeletak lesu dengan bantuan selang makanan ke lambung yang dimasukkan lewat hidung. Si Engko. kencing lancal. “Jangan cuci dalah lagi. Sekali naik sepasang kaki tarifnya Rp. aku segera menengoknya.

ini Dok ! Saya lagi liburan bersama keluarga. kalau untuk Bapak. 50 . dan tempat tinggal Bapak jauh. Aku semakin tertarik. apa Dok ?“ “ CAPD itu singkatan dari Continuous Ambulatory Peritoneal Dialysis.” dr.“ lanjutnya. Darahku meletup-letup. Hasratku merontaronta. masih aktif kerja. Bisa dilakukan sendiri di rumah. “ Siapa Dok. Malah kemarin yang menjadi nara sumbernya pasien CAPD juga. masalah CAPD. hari Kamis bolos ? Awas Pak ! Hati-hati. “Padahal. “Aduh. Aku bertanya lagi “ Dimana Dok. 24 Juli 2006. lewat selang kateter yang sudah dipasang paten sebelumnya. Jantungku berdetak kencang. Cut Indra. CAPD itu sangat cocok. rumahnya Pak Dadan itu?” “Di Garut “ katanya singkat. Pak Dadan. “Wah. Cut menerangkan. yang sudah mengikuti program CAPD ?” aku langsung menyelidiki. Cut Indra yang kebetulan tugas jaga saat itu langsung menegurku. Tanggung !“ “Waktu hari Kamis itu kita membagikan undangan buat seminar CAPD hari Minggu Pak ! Jadi Bapak gak tahu dech. menggunakan cairan yang dimasukkan ke dalam perut. “Wah. cut Indra menerangkan. Cut. Aku kembali menjalani cuci darah. kebetulan saya juga kan orang Garut. kurang tahu ya!” kata dr. Aku masih penasaran tentang Pak Dadan itu. nanti drop lagi !“ Aku tersipu malu dan tak kuasa untuk menjawab jujur. Dia sudah 7 bulan pakai CAPD. Sistem baru pengganti cuci darah.” jelas dr. “ Sudah ada beberapa orang Pak! Dan mereka berhasil. Aku semakin terkagum-kagum dan tiba-tiba bangkit lagi semangat hidup baruku. Yakin akan perkataan dr. Aku terperangah. dia sudah aktif lagi mengajar bahkan kuat bermain badminton. Di mana ya Garutnya?” tanyaku. Bapak kan masih muda. dr.“ kata dr. “Eh.Bersabarlah ! Pengenalan CAPD Senin. “Bapak kemana saja ? Kok. memangnya CAPD itu. dia tak mungkin akan berbohong kepadaku. Cut Indra.

Besoknya. karpetnya hanya ada pada barisan depan. saat Pak Dadan menerangkan bahwa dia bisa menikmati berbagai macam makanan dengan baik. Tasikmalaya. Padahal.sama !” jawab dr. Sehingga. Tiba di rumah. Oke! Kami sepakat untuk pergi menemui Pak Dadan yang ternyata tempat tinggalnya di Pamijahan. jaraknya ±120 km dari rumahku. aku ceritakan semua itu kepada orang tuaku dan sahabatku. guruku masalah CAPD. saat duduk di atas keramik. Tapi. Bebek peking. lezat. “Terima kasih Dok !” “Ya. aku hanya bisa berdo’a sambil berlinang air mata kepada Allah Swt. apa lagi hasrat yang lahap ketika memakannya. perjalanan harus terhenti karena hampir memasuki waktu Dhuhur. sekarang setelah 4 bulan cuci darah hanya tinggal 44 kg. dan tak ada masalah dengan nafsu makannya itu. ya ada nih !” sambil menyodorkan nomor telepon rumah dan nomor HP-nya. Hanya tinggal beberapa kilometer lagi. anak istriku juga tak ketinggalan. Selanjutnya. Kami berangkat pukul 08. Lumayan jauh. agar aku selalu diberi energi dan kekuatan. aku yang masih cuci darah sering kehilangan nafsu makan. aku tergiur menelan air liur ingin seperti dia. malah katanya ia sedang makan malam. Ong maupun mie kocok yang dibeli dari jalan Suryani semuanya lewat. Cut Indra sambil berlalu dari hadapanku. 51 . Berhenti makan pada suapan kedua atau ketiga. gepuk Ny. Sebuah mesjid yang cukup besar. Jum’at. 28 Juli 2006 kami menemui Pak Dadan. Padahal makanan tersebut merupakan makanan favorit orang sehat di kota Bandung. sama. Pak Jejen.“Bisa minta nomor teleponnya?” pintaku.00 diantar sahabat setia Pak Jejen bersama istrinya. “Oh. Kalau sudah demikian. jamaahnya pun cukup banyak. Jangan seperti Pak Asnali yang dulu hampir KO. syaratnya harus dibuktikan dahulu bahwa Pak Dadan itu benar-benar dalam keadaan bugar. Berat badanku sudah turun 12 kg dari berat normal saat sehat dulu. agar selalu bisa beribadah walau tak ada makanan yang bisa masuk sedikit pun. karena otot pantatku sudah habis terkikis mesin cuci darah. Mereka mendukungku untuk mengikuti program CAPD. paling-paling aku bisa pasrah saja. Pantatku kesakitan. Shalat Jum’at tak bisa kami tinggalkan. Tak ada rasa nikmat. tak bisa masuk sedikit pun walau makanannya serba enak. Dari caranya berdialog kelihatan bahwa dia dalam keadaan segar bugar. Sayang. aku langsung menghubungi Pak Dadan. Asalnya 56 kg.

dengan selang berbentuk Y yang tersambung dengan 2 (bag) kantong plastik. bukalah kran pada kateter ( transferset) itu dengan cara memutarnya ke kiri. Kebetulan Pak Dadan sedang mengganti cairan di perutnya. Sesekali telapak tanganku dipakai sebagai alas duduk. Posisi dudukku sudah miring ke kiri miring ke kanan. prosesnya itu harus mengeluarkan dulu cairan yang sudah tersimpan di perut selama ±6 atau 8 jam. Jadi. Anda buka pengaman isi cairan dengan mematahkan plastik penutup selangnya yang berwarna hijau. Ba’da shalat Jum’at kami meneruskan perjalanan. padahal Cuma 15 menit. tidak membutuhkan orang lain. Sengaja. tinggal menyambungkan kateter yang terpasang di perut secara paten di sebelah kanan pusar. Sungguh sederhana. stop dulu bagian pengeluaran dengan memasang kleman pada selang pengeluaran. Biasanya maximum 20 menit. Jangan lupa! Tempat dan tangan Anda harus benar-benar bersih (steril). bahkan sampai benar-benar mahir melakukan refill sendiri. agar dengan gaya grafitasi airnya bisa turun untuk mengisi perut yang telah dikosongkan atau dikeluarkan cairannya. Jadi aku bisa melihat secara langsung bagaimana proses refill cairan dianeal CAPD berlangsung. Pamijahan. Praktis sekali. 52 . karena nanti juga akan mengikuti pelatihan selama 3 hari. Rumah Pak Dadan berada di lokasi berziarah. yang lainnya jalan kaki. Jika kebetulan Anda pasien cuci darah dan berminat untuk beralih ke CAPD jangan takut dulu. Aku naik ojeg. Mengalirlah cairan dianeal ke perut Anda selama ±10 menit. hanya membutuhkan waktu ±30 menit sekali refill. Simpel sekali. Setelah kateter tersambung dengan selang Y. Setelah transferset tersambung dengan selang Y tadi. Pasien duduk di atas kursi. dan satunya lagi bag kosong. maka mengalirlah cairan dengan derasnya. Kemudian tinggal memasukkan cairan yang sudah digantung di atas. Sampai benar-benar habis. maka selang yang berisi cairan di gantung di atas. tak bisa di lewati mobil. bag yang kosong ditaruh di bawah. masih sama menggunakan gaya grafitasi. hal ini aku ungkapkan agar pembaca bisa membayangkan betapa kerempengnya tubuhku yang tak berotot seperti dulu. Ibadah Jum’atku tak khusyu. Kantong (bag) yang satu berisi cairan dianeal seberat ±2 kg. Cara mengeluarkan cairan dari perut. Caranya.Waktu khotib berkhutbah terasa lama sekali. bahkan harus memakai masker selama refill berlangsung.

Setiap pulang cuci darah mesti disambut oleh tukang pijat. Kateter Penyambung Hidup Kondisi badanku semakin lama semakin lemah. Padahal aku baru menjalani cuci darah selama ±4 bulan. Perjalanan pulang dari RSKG selalu merepotkan. terkadang badan menggigil disertai gatalgatal. refill. Aku sadar betul. orang tua. Konsumsi obat tensi berkurang. saya kurus. dan kesediaan Bapak sebagai nara sumber yang sering kutanya. Tidak usah takut hiper kalemia. Cairan diantar sampai ke rumah tiap bulan. main voli. Selesai refill. Ah. sampai dressing (ganti perban). sehingga kematianlah yang mengakhirinya. merasa tak berguna malah merasa hidup ini hanya sebagai parasit atau benalu bagi orang lain. sepak bola bahkan badminton. Saat itu aku sangat pesimis. “Dulu waktu cuci darah. agar pegal linu di sekujur tubuh dan sakit kepala yang hebat bisa agak reda. setelah melihat dengan mata kepala sendiri kondisi Pak Dadan yang bugar dengan CAPD. Kami semua menyimak kisah mereka berdua. 53 . Tidak capek bolak-balik ke Bandung. sayuran. Saya bisa berolah raga lagi. pusing dan kehilangan tenaga. tetangga. Aku jadikan acuan dan motivator untuk kesembuhanku di masa depan. Muntahmuntah. Makanan bersantan. “Pak.Mulai dari cuci tangan. sekarang pulih lagi. Pak Dadan dan Bu Dadan bergantian menerangkan keuntungan lain dari CAPD. Tekadku untuk beralih ke CAPD semakin bulat. Begitu juga adik-adikku yang tak pernah ketinggalan. sahabat-sahabatku yang selalu mengantarku ke Bandung untuk menjalani cuci darah secara rutin.” “Saya hobinya olah raga !” begitu Pak Dadan menerangkannya pada kami. kalau keadaanku terus menurun. pasti suatu saat nanti terjadi klimaks sampai tubuhku ambruk tak berdaya sama sekali. Selalu merepotkan istri. Rasanya tak mungkin.” katanya. buah-buahan juga bebas. badan saya jadi gemuk lagi sekarang. aku bisa pulih lagi. apalagi kalau harus bertahan sampai satu atau dua tahun. anak-anak. Terima kasih Pak Dadan atas segala kebaikannya. terasalah bedanya.

siap kulaksanakan. ibadah yang lebih khusyu.00 WIB. jadwal operasi pemasangan kateter hari Kamis 3 Agustus 2006 pukul 10. dan bertugas lagi sebagai seorang pendidik di sekolah dengan baik. besoknya dr. Ria Bandiara. setelah aku melihat Pak Dadan yang kelihatan bugar dengan cara yang tidak merepotkan orang banyak. 54 . karena ia akan pergi ke Cina. agar sore harinya segera masuk RSHS. hanya ia menjanjikan secepatnya menghubungiku jika ada ruangan di RSHS yang kosong. Rupanya tidak perlu menunggu lama. Aku dan keluarga bahagia sekali. yang buka praktek di depan RRI Bandung. bukan pula sebagai robot yang tak memiliki nafsu dan keinginan masing-masing. Hidup yang berkualitas. Pemeriksaannya sebentar ±1 menit. karena yang menangani masalah CAPD di Bandung itu dr. Rasa pesimis berubah arah jadi optimis menyongsong masa depan yang lebih cerah. aku bertemu dengan dr. Ria menghubungiku lewat telpon. Selasa. Ria. Saya minta photo copy Askes saja. tapi ceramahnya banyak sekali tentang CAPD. Hal ini aku lakukan atas saran Pak Dadan. aku selalu berprasangka jelek (su’udzon) bahwa sekali atau dua kali mereka mengantar itu merasa senang dan rela. karena mereka itu hanyalah manusia biasa bukan malaikat. dan ditunggui sampai berjam-jam selama cuci darah.” begitu katanya. Namun. Apa mereka masih ridho ? Masih ikhlas? Rasa-rasanya sangat mustahil. dan nanti. karena siangnya ada pasien yang mau pulang. Hampir semua kisah hidup pasien CAPD yang ditangani beliau. Penjelasan dr.00 WIB. Ria hampir sama dengan informasi yang kudapat dari Pak Dadan. “Pak Asep! Sekarang Bapak pulanglah ke Garut.Mereka selalu bergantian.00 WIB. agar saya bisa memesan ruangan kosong di RSHS. menarik dan membangkitkan motivasiku untuk sembuh. 31 Juli 2006 sepulang cuci darah pukul 17. dan nomor telpon Bapak. Tapi kalau sudah tiga kali. 1 Agustus 2006 pukul 17. Harapan sembuh dan impian untuk keluar dari lilitan mesin cuci darah. Ria Bandiara. segara aku tindak lanjuti dengan memeriksakan diri ke dr. aku masuk RSHS di ruang 10 B. didorong di atas kursi roda. saya hubungi Bapak. diceritakannya kepadaku dengan penuh semangat. Senin. Agar operasi pemasangan kateter cepat dilakukan. maka motivasiku untuk melanjutkan perjuangan hidup pun bangkit lagi. empat kali atau bahkan seumur hidupku harus selalu diantar.

aku berkata. dr.” 55 . Sujud syukurku hanya kepada Alloh Yang Maha Kuasa. Tidak perlu menunggu lama untuk beralih ke CAPD.. “Keluarga Bapak Asep Qori’in!” katanya dengan nada yang agak keras sambil mencari keluarga kami. Kateter akan aman dan steril. Aku menjerit-jerit kesakitan. Cup. Beberapa jam setelah operasi. Begitu tiba di ruangan asalku dirawat. Biar tidak mengganggu aktifitas dan tidak merasa risih. Al Insyiroh ayat 5 dan 6. menjalani proses operasi dengan penuh kesadaran. “Ini obatnya. kebetulan dr. Mas Slamet perawat dari RSKG dan istrinya yang kebetulan perawat di RSHS ikut membantu dan menyaksikan jalannya operasi.45 WIB.Sungguh. akan selalu setia menempel dan bergantung. Ria menjawab sambil menepuk-nepuk pundakku.” Operasi pemasangan kateter di perut. Orang-orang yang kucintai sudah menunggu di ruang tunggu. nanti diminum ya! Agar tidak sakit lagi. “Aduh. Tanpa anestesi total.. Mulai pukul 11. Sambil meneteskan air mata karena menahan rasa sakit. suatu proses yang sangat cepat. haru dan iba melihatku yang masih terbaring di atas belangkar. “Aduh. Semuanya menyambutku dengan isak tangis bahagia. “Maka sesungguhnya didalam kesukaran itu ada kemudahan. reaksi obat anestesi sudah hilang. Alhamdulillah.. Pak Acep.00 WIB sampai dengan 11. karena perutku sudah dipasang aksesoris. Kateter yang terbenam ke dalam perut ±20 cm dan yang di luar ±40 cm. kateter itu harus selalu terpasang seumur hidupku.cup. sedih. Ya. cup…! Cakit ya?” gayanya seperti seorang ibu yang berusaha membuat berhenti tangis seorang bayi sambil menuliskan resep. di mana pun aku berada dan ke mana pun aku pergi. Cahyo sebagai ahli bedah yang memimpin jalannya operasi. Aku berharap proses selanjutnya bisa berjalan lancar. kacian. takut menyangkut atau tertarik-tarik. selamanya. maka kateter luar harus dimasukkan ke dalam kantong yang berupa ikat pinggang. Dok sakit banget!” dr. Sesungguhnya didalam kesukaran itu ada kemudahan. Begitu terdengar panggilan dari seorang perawat. kateter penyambung hidup sudah terpasang. Sehingga aku tahu persis. Suatu anugerah dari Alloh SWT sesuai janji-Nya pada QS. sebelah kanan pusar berjalan mulus selama 45 menit.. Ria datang menjenguk.

A. Kamis 10 Agustus 2006. hanya tersenyum bahagia. dan perih bekas sayatan pisau operasi. Cut berkomentar. Padahal pasien lain banyak yang mau pasang. Dugaanku. Aku bertahan sampai Minggu pagi. malamnya tak bisa tidur. Buktinya seperti ini. padahal cuci darah seharusnya hari Senin. Detak jantung terasa berat dan agak nyeri. gak ikut seminar CAPD. “ Pak Asep. tapi malah Pak Asep yang duluan pasang CAPD?” Aku tak berkomentar. Kaliumnya pasti terbuang.Habibie berulang tahun. Bapak Jadi Robot Selesai pemasangan harus menjalani cuci darah. Namun waktu yang dua minggu itu tidak terlalu mulus kujalani. Sampai-sampai dr. Seluruh pasien dibagi konsumsi makanan berat berupa nasi lengkap dengan lauk pauknya di dalam kotak plastik. Selama dua minggu aku masih menjalani cuci darah. Tiba di RSKG aku diomeli 2 orang perawat. masih belum terlaksana. dan para perawat RSKG lainnya merasa kaget. RSKG Ny. tidak bisa serta merta langsung dipergunakan. Hari Jum’at 4 Agustus 2006 aku kembali bertandang ke RSKG untuk menjalani cuci darah yang seharusnya hari Kamis. Aku tergiur dengan apel merah yang ada dikotak plastik itu Aku beranggapan tidak akan terjadi apa-apa walaupun aku makan apel itu sampai habis. Dokter. karena sedang menjalani cuci darah. “Aneh ya Pak Asep ini. terutama dr.Aku nyengir kuda sambil menahan rasa sakit. Selama itu pula aku 56 . Minggu pagi aku minta OT (over time) cuci darah di luar jadual. salah ! Aku mengalami hiper kalemia.R. Cut Indra dengan begitu cepatnya aku pasang kateter CAPD. kalau Pak Asep enggak bisa nahan!” kateter CAPD. Aku pun menerima nasi kotak tersebut. sabar dong! Jangan dulu makan buah-buahan yang berlebihan. karena aku menjalani operasi pemasangan kateter. Sabtu sore aku mulai sesak napas. Aku harus bersabar menunggu selama 2 minggu. kalau CAPD-nya sudah dipakai boleh makan buah yang banyak. tinggal beberapa hari lagi Pak Asep bebas makan buah. suster.

operasi AV shunt. 57 . biar pun kondisinya sedang kritis.” jawabnya ketakutan. kasihan dan heran dengan reaksi anakku. Tuh lihat. Untuk mengetahui kondisi jantungku setelah jarum pistula terpasang. Dia tidak menjawab. “Sayang! Bapak sekarang mau dijadikan robot oleh dokter. Padahal niatku hanya bercanda. Dia menangis terisak-isak seperti ketakutan. malah langsung pasang mesin EKG.!” Nazla. Aku tertawa. Kebetulan perawat mau menekan tombol “enter“.Sambil tersengal-sengal aku masih sempat menjawab. sekarang dipasang tiga selang cuci darah dan oksigaen ditambah lagi banyak kabel yang tersambung ke komputer dari sekujur tubuh?” Dengan raut wajah yang ketakutan anakku bertanya. mengacungkan tangan sedikit dan membelalakkan mata sambil melotot ke arah anakku.. anakku Nazla baru bangun tidur.” tanyaku. anakku tersentak kaget semua keluargaku yang ikut mengantar dan para perawat tertawa. mau diapakan lagi?” tatapannya penuh ketakutan. Aku berusaha menenangkannya dan meyakinkannya bahwa aku tak mungkin akan dijadikan robot. karena mereka tahu aku hanya bercanda. “Mimpi Bapak dijadikan robot. terbengongbengong melihatku. Sambil terisak-isak dia bicara. Itu pun pemberian dari sini. kemarin operasi pemasangan kateter CAPD. ya!” sambil menunjuk ke mesin EKG. “Wah. Aneh ya?” komentar perawat. Nazla. “Bapak. Besoknya. “Mau diapakan lagi ayahku ini? Dulu dia sudah dioperasi usus buntu. Aku menjawab dengan maksud bercanda. “Kenapa kamu menangis? Baru juga bangun. anakku yang ke tiga. Aku berkata “ Ha…. begitu mendalam dan melekat di pikiran anak? Sampai terbawa mimpi segala. Aku pura-pura bergerak seperti vampire. tapi memelukku erat-erat.” Mereka tak menghiraukan lagi jawabanku. Kok. “Mimpi!” “Mimpi apa?” tanyaku heran. berbarengan dengan suara “trek” tombol yang ditekan dan keluar bunyi dari printernya. tidak ketinggalan selang oksigen. Pak Asep masih saja bercanda. Mungkin di hati dan pikirannya merasa heran. “ Hanya sedikit kok! Hanya sebuah apel merah kecil. yang baru masuk SDIT kelas 1.

nyeri sekali. Pak Asep kan suka bercanda!” kata Pak Agus Berlian. setetes demi setetes dianeal dipaksakan masuk. Karena dengan mereka semua aku merasa dekat seperti dengan keluarga sendiri. bercanda dan lain-lain. walaupun waktunya hampir 30 menit. Pak Kurnia berkomentar. Pengalaman pertama refill memang agak menyakitkan. usus di dalam perut serasa ditumbuk-tumbuk. sambil menunggu waktu refill kedua. Aku bersalaman dengan seluruh pasien di ruangan itu. tapi waktunya kurang tepat. Saya pulang ikut siapa?” karena ia berasal dari Garut dan sering ikut pulang bareng denganku. Aku salami. karena aku tidak akan cuci darah lagi bersama mereka. Perlahan. Hari kemerdekaanku dari tusukan jarum pistula. Tidak ada teman sependeritaan untuk berbagi cerita tentang keluhan dan berbagi makanan. Mas slamet. Dan mereka akan merasa kehilangan. Dia akan 58 . padahal sebenarnya aku mau mengobrol banyak kepada Pak Asnali. Rusma. Ya! Masa pelatihan tiga hari mulai 17 sampai 19 Agustus 2006. Bu Kartini.Kemerdekaan Kamis 17 Agustus 2006. Cairan harus disimpan di dalam perut selama 4 sampai 5 jam. Refill kedua bisa memasukkan cairan dianeal 1. Mereka banyak yang mengucapkan selamat. di sini juga jadi sepi. Aku boleh keluar dulu. Komentar yang hampir sama terlontar juga dari Ceu Eros. Saat cairan masuk. Aku pun menjadi terharu. memulai pelatihan refill CAPD dan dressing penutup luka bekas operasi. hari kemerdekaan RI yang ke. Pak Rukmana dan yang lainnya. Alhamdulillah bisa sampai 1000 ml/kg. hari kemerdekaanku makan buah apa saja dan lebih banyak. “Wah kalau Pak Asep berhenti cuci darah.2 kg. sebagai perawat yang teliti dan telaten. agak lancar. Pak Asnali yang sedang duduk di kursi roda. Waktu luang aku pakai bercengkrama dengan teman-teman sependeritaan cuci darah. di bawah pengawasan dr. “Iya. jalan-jalan.61 adalah hari kemerdekaanku dari cuci darah. Ya. Hari dimulainya pergantian cuci darah dengan CAPD. bahagia dan merasa akan kesepian.

lezat dan nikmat kembali kurasakan saat ini. sungguh di luar dugaan. Kursi rodanya didorong anak istrinya. Tidur nikmat yang begitu kurindukan berbulan-bulan karena terganggu berbagai keluhan. Kini aku bisa menikmatinya kembali. dengan cairan 1.pulang. “ Insya Alloh Pak. Tidak seperti malam-malam sebelumnya. badannya loyo. Kami memesan beberapa puluh tusuk sate sapi. Alhamdulillah lancar. keluar berbarengan. karena kenikmatan makan yang pernah hilang sejak enam bulan yang lalu sekarang sudah kembali. Alhamdulillah. ya! Besok Saya punya waktu. aku puas. Pengalaman hari pertama refill CAPD sungguh mencengangkan.45 WIB. Walaupun perutku terasa sesak. Keringat mengucur keluar dari jidatku. Wisata Rohani “Alhamdulillaahilladzi ahyanaa ba’da maa amaatana wailaihinnusuur .” katanya. Pulang ke Saibi aku dijemput Arif. gurih. suami adikku. Tusuk demi tusuk sate kunikmati dengan lahap.4 kg. aku tidur pulas. Sambil menunggu refill yang siang.” kataku. agar racunnya cepat terkuras. di sebuah kedai makan pinggir jalan. Ya Allah! Malam itu pun. manis. dan sekarang cuci darahnya harus 3x seminggu. boleh Pak! Saya tunggu.4 kg. Refill terakhir hari pertamaku dilakukan pukul 20. Ya Allah! 59 . Nafasnya pendek-pendek. di wajahnya masih ada benjolan sebesar telur bebek yang dulu ia katakan sebagai gondongeun. karena indra pencecapku seolah kembali normal. Terima kasih. “Kasihan dia!” gerutuku dalam hati.” Begitu do’a yang kupanjatkan saat bangun dari tidur yang lelap dan nyenyak. Aku bersyukur kepada Allah. Cairan bisa masuk 1. Pak Asnali kelihatannya payah. Di jalan aku makan malam dulu karena merasa lapar dan kelelahan. bekas penumpukkan racun akibat tidak cuci darah selama 4 minggu. “ Pak! Besok Saya ke rumah Bapak ya! Bolehkan?” “ Oh. Air mata bahagia dan sedikit ingus. tetapi untuk makanan tetap lapar karena beda saluran. Akhirnya aku hanya berkata. Perutku kenyang sekali. Rasa asin. akibat cabe dari acar yang kumakan.

“Biar saja Pak! Bapak di kamar istirahat. Jangan memaksakan diri!” kataku. aku disambut senyum ramah anak istrinya dan disuguhi berbagai makanan dan minuman. Aku bersama istriku langsung naik lift menuju lantai III ruang CAPD. Program pelatihan refill hari kedua harus segera dimulai. Tapi dia memaksakan diri keluar kamarnya. Proses refill memang agak lama dari ketentuan waktu ideal 30 menit ternyata molor sampai 1 jam. menyongsong masa depan. waktu luang tersebut akan digunakan untuk berkunjung ke rumah Pak Asnali yang sudah begitu tulus mengajakku berobat refleksi. enggak apa-apa Pak! Saya malu oleh Bapak. Makanya kupersiapkan segala brosur. Dia memasuki ruang tengah dengan susah payah. Walaupun pada akhirnya. Fresh. kejadian itu anggap saja tak pernah terjadi. Begitu tiba di rumah Pak Asnali.5 ons dari 1400 ml menjadi 1450 ml.” aku mulai menguraikan masalah CAPD dengan sedetil-detilnya sampai dia benar-benar mengerti keuntungan dan kerugiannya. Nah.” Pak Asnali seolah menyesali perbuatannya.Jum’at. “Ah. Saya datang ke sini justru ingin mengajak Bapak beralih ke CAPD. Mas Slamet sudah siap bertugas sebagai instruktur pelatihan. aku memiliki waktu luang sampai nanti refill kedua pukul 14. karena masih terasa nyeri waktu memasukkan cairan. ke tempat kami duduk. Pukul 08. brosur dan tulisan tentang CAPD aku kupas tuntas. gambar dan tulisan tentang CAPD. walaupun baru sehari saya pakai.00 WIB. Segala gambar.40 WIB. “Sudahlah Pak! Jangan disesali. 60 . yang harus ditebus dan dibayar mahal dengan dirawat di ICU RSHS dan menjalani cuci darah 3x seminggu sampai penumpukan racunnya benar-benar habis dan kondisi kesehatannya pulih lagi. Aku berniat mengajaknya beralih ke CAPD. Saya merasakan perubahan positif. sudah mengajak Bapak ikut direfleksi. 18 Agustus 2006 pagi itu aku merasa lebih siap hidup. nafasnya sesak. Aku bersama istri bergegas lagi pergi ke RSKG. Aku melarangnya. Lengkaplah kenikmatan hidup ini dengan secangkir kopi susu yang dihidangkan istriku tercinta. kejadian itu menjadi malapetaka bagi dirinya. malah saya jadi begini. Agar Bapak bisa sehat lagi. Pak Asnali masih berbaring lesu di kamarnya sambil menghirup oksigen dari tabung gas kecil yang dimilikinya. agar bisa berhenti cuci darah. Kelihatan wajahnya pucat. Selisih volume cairan masuk dan keluar hanya 50 ml/0. cool dan lebih bugar setelah berwudlu dan menjalankan sholat subuh dengan khusyu.

nama khotib dan imam Jum’at serta pengumuman warga sakit. “Askes Gakinnya punya?” tanyaku penasaran. Amiin! Alfatihah!” Semua jama’ah tertunduk kepalanya memanjatkan do’a kepada Allah Swt demi kesembuhan Pak Asnali. Ini juga susah mengurusnya. Kalau tanpa Askes Gakin pasti akan terasa berat. “Bapak-bapak ahli jum’at.Tidak hanya Pak Asnali. Dan cepat-cepat disembuhkan kembali seperti sedia kala agar bisa beribadah bersama-sama seperti kita semua. 4. ke sana ke mari. Anak saya sudah mencoba mengurus pembuatan Askes Gakin. 4 juta s/d p. Terngiang di telingaku bagian pengumuman mengenai Pak Asnali. malah diping-pong. Biaya oprasi pasang carteter saja hampir Rp. “Ya! Pokoknya istri Bapak dijamin utuhlah! Tenang saja!” sambil memaksakan diri tersenyum Pak Asnali memberikan jaminan. “Pak.” jawab Pak Asnali pelan. dan keikhlasan menerima ujian ini. Kemudian aku bertanya masalah Askes Keluarga Miskin (Gakin) sebagai kartu jaminan dari pemerintah. Dadaku tiba-tiba terasa sesak. Batinku terus berceloteh tentang penyesalan dan ketidak berdayaanku untuk menolong dan mengajak Pak Asnali beralih ke CAPD. Akhirnya kembali ke SKTM. “Waduh. begitu juga diriku. bingung. Mudah-mudahan deritanya dijadikan kifarat dan penebus dosa.5 juta per bulan. kuat Shalat Jum’at enggak?” “Wah.” jelas Pak Asnali. keluarganya pun kelihatannya mengerti dan merasa tertarik dengan system CAPD. 9 juta. Sebelum khotib naik ke mimbar. enggak punya Pak! Ada juga Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) yang harus diperbaharui tiap bulan. Aku terdiam. ya Pak?” kataku dengan nada bercanda. Waktu terus berjalan. Keluarganya diberi kesabaran dan ketabahan serta menjadi amal sholeh di hadapan Allah Swt. Mudah-mudahan Pak Asnali diberi kesabaran. Pak Asnali. Titip istri saya di sini. kami mohon do’anya demi kesembuhan salah seorang warga kita yang sedang mengalami cobaan dari Alloh Swt. rasanya tidak akan kuat! Silakan Bapak saja! Saya Shalat Dzuhur saja di rumah. 61 . Aku tak kuasa menahan air mata sebagai rasa iba dan haru. Aku melirik jam tangan dan mengajak Pak Asnali Shalat jum’at. Shalat Jum’at sebentar lagi. enggak apa-apa Pak! Biar saya sendiri ke Mesjid. “Ya. DKM mesjid memberikan pengumuman mengenai uang infak. beliau sedang menderita penyakit yang serius. belum cairan dianeal dari Enseval ±Rp.

Apalagi hanya sebagai sahabat. suami-istri. murid-guru. setiap jama’ah Juma’t di kampung halamanku. Sedangkan kondisinya sangat mengkhawatirkan. Bagaimana jadinya Pak Kurnia. Aku yakin dengan haqqul yakin bahwa Allah akan memberikan jalan keluar atau obat untuk penyakitku ini. Pak Asnali. ibu-ibu pengajian hari Kamis.00 padahal kepalanya sudah tak tahan menahan sakit akibat kadar ureum dan kreatinin yang tinggi. setelah kejadian tadi. rakyat-pemimpin. dia tidak bisa mendapatkan fasilitas itu. saat terbayang di benakku orang-orang yang mendo’akan kesembuhanku. menyiapkan mental dan kesabaran menghadapi penyakit yang mereka derita saja sudah berat. Cililin tak terlewatkan. karena tak memiliki Askes. 399. Pak Agus Berlian dan seorang pasien yang marah-marah di ruang tunggu gara-gara tidak bisa cuci darah karena tidak memiliki uang Rp. murid-muridku dan rekan-rekan guru di SMPN 1 Banyuresmi selalu memanjatkan do’a bagiku. Aku benar-benar bisa membayangkan kejadian nanti di hari pembalasan.000. adik-adik. Punya Askes. Jangankan berpikir dan berusaha mencari uang. Tangis rasa syukurku semakin menjadi-jadi. Rohaniku semakin terbang jauh membayangkan rekan-rekanku senasib lainnya yang tidak memiliki Askes. balasannya sudah terasa. Aku yang kebetulan berbekal sedikit ilmu dan kuamalkan sebagai guru SMP selama 17 tahun menjadi PNS. sehingga berbagai biaya operasi atau untuk persediaan cairan dijamin gratis. Pak Kurnia. Terus berkelebat di dalam bayanganku. di dunia saja hal ini bisa terbukti. Kemudian. Aku 62 . Padahal bagi orang lain belum tentu bisa didapat dengan cuma-cuma. ayah-anak. dan yang lainnya bila sudah kehabisan materi untuk transport dan bayar cuci darah? Bila profesinya tak bisa menghasilkan uang karena tak bekerja. Belum lagi orang tua. anak istri. Sebagai bukti empirik. aku tidak bisa mengalihkan fasilitas yang bisa kuterima kepada orang lain. Walaupun hubungan mereka itu sebagai ibu-anak. Sedangkan Pak Asnali yang berprofesi sebagai pedagang sea food. Berkat do’a mereka semua. bahkan ibu-ibu pengajian Minggu yang diselenggarakan oleh ibu mertuaku di Gunung Halu. Keinginannya untuk memiliki Askes Gakin pun harus dia pendam dalam-dalam karena berbagai kendala birokrasi.Air mataku semakin deras. Semuanya tergantung pada amal baik atau buruk dia sendiri saat hidup. Allah Yang Maha Kasih dan Maha Sayang memberikan kemudahan bagiku untuk sembuh. Pasti. Jangankan di akhirat. Ketika seorang manusia tidak bisa memberi atau meminta pertolongan dari yang lainnya.

Segera aku menelpon ke rumahnya untuk mengetahui keadaannya. bahkan shalat Jum’at dan ba’da shalat pun aku masih juga menangis. Kebetulan yang mengangkat gagang telepon itu bukan dirinya. memerah. bagaimana jadinya ketika mereka pada akhirnya pasrah.Nya. Tangis bahagia. aku bergegas berpamitan dan mengajak istriku menuju RSKG untuk melanjutkan proses pelatihan refill CAPD. 63 . kelancaran dan jalan keluar dari penderitaan yang menjadi momok bagi banyak orang. Aku bersyukur sekali kepada. Aku diberi kemudahan. dan masih sembab. Akhirnya. Sulit menyembunyikan wajahku yang berantakan habis menangis. Hampir satu minggu aku selalu teringat padanya. istriku juga ikut menangis. berterima kasih tiada hingga kepada. bukan pula istrinya. Sujud syukurku pada raka’at akhir shalat serasa sempurna. “Assalaamu’alaikuum!” katanya. menyerah dan terkapar dalam kondisi yang mengenaskan. Asep Qori’in dari Garut. aku berurai air mata dan menceritakan wisata rohaniku kepadanya. “Saya. “Dengan siapa ya?” tanya dia. Ih… bayanganku semakin ngeri! Kembali aku menafakuri kemurahan Allah yang Maha Rahiim. karena besok kami akan pulang. aku kembali merindukan Pak Asnali. Baru kali ini. Di perjalanan. Sambil kupegang erat tangannya. Akhir Desember 2006. karena aku sudah berhenti cuci darah hampir 4 bulan sehingga aku tak pernah mendengar kabar beritanya. Makanya. dengan keterampilan refill dianeal CAPD dan dressing penutup luka. selamat tinggal! Mataku bengkak dan merah. Bapak mah sudah tidak ada!” katanya dengan nada keheranan. yang lebih baik. bisa bicara dengan Pak Asnali?” aku sudah tak sabar ingin mendengar suaranya. Karena mataku bengkak. Cuci darah.tak habis pikir. aku merasakan khusyunya Shalat Jum’at dan merasa begitu dekatnya dengan Allah yang membimbingku menuju kehidupan baru. “Kenapa Pak? Ada apa? Cerita dong! Mimih siap mendengarnya!” Aku tidak menjawab. “Oh…. melainkan anaknya. malah tangisku semakin menjadi. “Wa’alaikuum salaam!” jawabku.Nya. Dia bertanya. Tangisku tak bisa berhenti sampai khotib selesai berkhutbah. Aku merasa sedih dan menyesal sekali tidak bisa menolong Pak Asnali. istriku mengintrogasiku dengan nada penuh keheranan.

atau terlalu tinggi kemudian pingsan. Wah. Jarak tempuh Pamijahan-Bandung. masih ada jalan lain yang bisa lebih nyaman dari cuci darah. Peristiwa itu menimpa seorang pasien gagal ginjal yang baik hati. Banyak orang yang mencemooh dengan perkataan “CAPD. Ibu bersama keluarga yang ditinggalkan mudah-mudahan diberi kesabaran dan ketabahan menerima cobaan yang berat ini. cape dech!” memang proses refill tiap hari 3 sampai dengan 4 kali membuat kita cape dech! Tapi jika dibandingkan dengan cuci darah yang menyita waktu banyak. 64 . setelah mendengar kabar yang sangat menyedihkan itu. “Neng. CAPD merupakan alternatif perbaikan kualitas hidup seorang penderita gagal ginjal kronik. “Bukan Pak? Pak Asnali mah sudah meninggal. Tanggerang-Bandung. Belum rasa sakit ditusuk-tusuk oleh jarum pistula yang besar. karena jarak rumah ke tempat cuci darah yang jauh. “Innaalillaahi wa innaailaihiiraaji’uun…” kataku dengan penuh rasa haru dan iba. bukan waktu yang sedikit. Lebih capek dech dibanding CAPD. Berpuluh-puluh bahkan beratus-ratus km seperti rumahnya Pak Dadan. saya minta maaf karena tidak tahu bahwa bapak telah tiada.” katanya meyakinkan. Peristiwa yang mengenaskan itu benar-benar terjadi hanya beberapa bulan seteleh pertemuan terakhir kami. Amiin!” do’aku sambil menutup pembicaraan. tolong ya sampaikan kepada ibu.“Apa dia sedang keluar?” tanyaku. Pak Agus. Pameungpeuk-Bandung. sahabat sejati sependeritaan kini telah tiada. Hidup Bersama CAPD makin PD Kloning ginjal hanyalah impianku. Saya hanya bisa berdo’a mudah-mudahan arwah beliau diterima di sisi Allah Swt. Sekarang sudah hampir seratus harinya. Sekali waktu terjadi kram karena terlalu banyak cairan yang ditarik mesin melebihi dari berat kering tubuh. Kenyatannya. selain cangkok (transplantasi) ginjal. dan lain-lain. Ya. Rupanya. wisata rohaniku saat shalat Jum’at dulu tak perlu menunggu lama. Luky. rasanya lebih mengerikan. diterima iman Islamnya dan diampuni dari segala dosa dan kekhilapannya. Selain itu kalau terjadi drop. tensi yang tiba-tiba rendah. Proses cuci darahnya 4 sampai dengan 5 jam tidak bisa bergerak ke manamana.

Cairan pembuangan tidak kuning dan jernih. Pemberian anti biotik “gentamicin” dimasukkan ke dalam bag cairan yang mau dipakai sebanyak 40 mg/2 lt dapat dengan cepat menanggulangi infeksi. sekarang jarang terjadi. daya tariknya cairan pengeluaran kurang. Berarti kenaikan berat badan yang signifikan. dari 44 kg menjadi 56 kg dalam waktu 3 bulan. Keesokan harinya. aku mesti datang ke tempat cuci darah. Sekarang. Sabtu. Dari hasil tes laboratorium cairan tanggal 30 Agustus 2006 terdapat 497 sel bakteri/virus. Kendala pertama. Obatobat tensi yang harus selalu dikonsumsi selama 2 tahun sekarang sudah berkurang bahkan tidak sama sekali. Bengkakbengkak di tubuh harus ditarik lagi memakai mesin cuci darah. Alhamdulillah. tidak ada kendala yang berarti. Pernah mengalami infeksi peritoneum. Bisa bepergian jauh berhari-hari tanpa harus dibatasi waktu seperti saat cuci darah. Aku sudah merasa nyaman dengan CAPD. banyak penumpang dan sedang macet di tengah jalan. 2 September 2006 terpaksa harus ditusuk lagi jarum pistula. lancar. Hari keduanya.Beberapa bulan saja berat badanku kembali normal. Kepalaku yang sering pusing. (cuci darah bonus). PT Askes yang memberikan fasilitas gratis 120 bag cairan 65 . Tempatnya tidak steril. tiba-tiba badan menggigil dan cairan keruh banyak fibrinnya. Pasti ada penyesuaian tubuh yang harus melalui proses. asal memenuhi syarat kebersihan dan cuci tangan. mengalami selisih lebih volume cairan masuk dan keluar sampai akumulasi 1kg per hari. Perubahan kondisi badan itu terasa sekali. Sehingga volume cairan pun berkurang. Penumpukan cairan pada tubuh yang membuat repot juga di dua minggu awal CAPD. Inilah yang mengakibatkan kaki dan badanku bengkak-bengkak. untuk mengeluarkan 4. namanya juga masa-masa adaptasi. Jika sudah tiba jadual cuci darah. Penggantian cairan atau refill bisa dilakukan di mana saja. Makan pun rasanya nikmat. baru aku berobat ke RSKG. Dalam waktu 3 bulan bisa naik 12 kg. Wajar. Rasanya senang juga mendapatkan pelayanan dan jaminan kesehatan yang baik dari semua instansi. Alhamdulillah. Infeksi terjadi akibat dari kelalaianku mengganti cairan (refill) di atas mobil. hanya tinggal membawa cairan sebanyak yang dibutuhkan selama bepergian. Hebat! Memang diawal-awal CAPD ada beberapa masalah. Setelah kejadian itu. yang mengakibatkan cairan keruh dan banyak fibrinnya.5 kg cairan di tubuh. Setiap refill. setelah kejadian itu sampai sekarang lancar-lancar saja.

Setelah berwudhu. Bukti empiris bahwa ilmu Allah Swt itu sangat tinggi. Kalbe Farma sebagai perusahaan yang memasarkannya sudah membuktikan diri bisa bertindak professional. Atau menggunakan mesin cuci darah yang ukurannya sebesar kulkas. Subhanallah! Luar biasa jika kita tafakuri. Allahu Akbar ! Ada juga pengalaman yang menyakitkan yaitu pada saat akhir bulan Ramadhan 1428 H. Sekarang ia sudah pindah tempat kerjanya. 66 . aku pergi ke Tasikmalaya untuk memproses pemesanan cairan dianeal CAPD ke PT. bersih dan ada mejanya yang berupa rak buku. Pukul. Aku menemukan tempat yang tepat. Jadi hanya 10 menit lagi waktu yang aku butuhkan. Pengeluaran cairan selesai. 13. organ tubuh produk Allah Swt yang bentuknya sebesar kepalan tangan manusia. Aku memilih sudut belakang Musholla. Sambil melakukan refill kujawab semua pertanyaan itu dengan penuh kesabaran. sebagai karyawan handal siap berkunjung ke rumah pasien untuk memberikan konsultasi gratis tiap bulan dan selama 24 jam siap dihubungi. tapi tidak ada yang tahu. Pak Sutisna. menunjukkan perhatian tinggi terhadap konsumennya. Enseval Putera Megatrading Tbk. Mungkin orang-orang yang sedang shalat pun sama seperti diriku yang kebetulan singgah. tapi sudah diganti karyawan lain yang sama handal. tinggal pemasukan.untuk refill 4 kali per hari setiap bulan. Orang-orang yang selesai shalat dan akan shalat banyak yang melihatku dan menghujaniku dengan pertanyaan tentang CAPD. sekalian berjalan-jalan dan shopping persiapan lebaran. PT Enseval Putera Megatrading Tbk. steril dan praktis.00 adalah saatnya jadual refill cairan. sebagai distributor tunggal di Indonesia siap mengantarkan produk Baxter ke seluruh pelosok tanah air. Aku mencari DKM sebagai pengurus Musholla itu untuk meminta izin. selesai shalat kemudian aku membuka ikat pinggang kantung kateter dan memasang twins bag dianeal cairan CAPD. Tempat itu adalah Musholla.SDJ. tempat konsumen berada dengan tepat waktu. Anak istriku tengah berbelanja di pusat perbelanjaan kota Tasikmalaya. agar tidak mengganggu kekhusyuan orang yang sedang beribadah.H. aku shalat Dzuhur. Begitu pula terhadap produk Baxter yang berkualitas. harus diganti dengan hal yang melibatkan ratusan bahkan ribuan orang yang terlibat dalam penyediaan alat dan bahan seperti tadi. apabila ada keluhan. kerepotan semua pihak untuk menanggulangi kerusakan ginjal seseorang.

Kata dokter juga tidak boleh ada debu. Sebentar lagi akan selesai. Cairan kuning ini bukan keluar dari tempat kencing. Pada hari Kamis 26 Oktober 2006. Tentu aku ingin segera menikmati harumnya dan lezatnya buah durian. aku tak pernah mencicipinya. Aku terus membujuknya. Tapi semenjak dinyatakan gagal ginjal kronik. ia tak mau kejadian sesak napas tiba-tiba terulang lagi. pokoknya Mimih harus beli durian. “Saya tidak bisa melakukan refill ini di luar takut kotor kena debu nantinya. Apalagi saat cuci darah aku harus diet buah dan sayuran karena terlalu tinggi kaliumnya. Tapi tidak ada yang tahu. tempat beribadah. tapi masih takut. Buah-buahan yang paling aku suka adalah durian. minimal mengalami sesak nafas sehingga harus OT(over time) artinya harus menjalani cuci darah ekstra di luar jadual. “Di luar saja Pak! Jangan di dalam. sehingga harus OT. Aku merasa was-was tentang bagaimana nanti hasil PET tersebut. Hasratku untuk mencicipi buah durian begitu besar. ya… ! Bapak sudah tak tahan dengan keharumannya yang begitu menggoda. Aku memaksa istriku untuk membeli buah durian yang sudah dikemas dalam plastik transparan. dan akibatnya infeksi.” kataku berusaha menjernihkan situasi. itu kan air najis!” kata dia.” Pemuda itu rupanya belum paham. Sekarang. “Mih. Makan durian merupakan hobyku sejak kecil. agar bisa menentukan tingkat keberhasilan terapi pengganti ginjal dengan sistem CAPD. coba lihat sendiri!” sambil kuperlihatkan posisi kateter. Saya tadi mencari Anda sebagai pengurus Musholla ini sebelum melakukannya untuk meminta izin. “Maaf. tinggal 5 menit lagi. Saya jamin tidak ada setetes air pun yang akan mengotori Musholla ini. Bapak hanya akan 67 . namun dia terus saja ngotot. aku harus menjalani tes PET. dan saya pun tahu ini tempat suci. Nih. Istriku masih trauma dengan pengalaman pahit waktu aku masih cuci darah. Sambil menunggu hasi laboratorium.Tiba-tiba seorang pemuda menghampiriku dan mengusirku dari tempat itu. aku bersama istri berjalan-jalan dulu ke mall. Hiper kalemia sudah terbukti sebagai penyebab utama kematian. ”Bapak tahu ini tempat suci?” Aku berusaha menjelaskan. Suatu tes cairan buangan. tapi dari perut saya. Pengalaman lain yang cukup menarik yaitu saat pulang dari RSKG setelah menjalani tes PET. “Ginjal saya rusak. Stand yang menjadi tujuan utamaku jelas. Baru dia menganggukan kepala sembari menggeloyor meninggalkanku. agar terhindar dari infeksi. tempat buah-buahan.

68 . perjalananku baru sampai kawasan Nagreg. Kemasan plastik durian langsung kurobek dan kumakan isinya dengan penuh gairah. RA Habibie. Aku masih penasaran ingin segera mengetahui hasil laboratoriumku. Pucuk di cinta ulam tiba.” “Yakin. walau sebagian sudah tiada atau tidak bisa hadir karena kondisinya sedang jelek. aku sempat berseloroh. Rusma belum bisa memberikan keterangan tentang hasil laboratoriumku. Enday agar aku membuka ikat pinggang tempat kateter CAPD dan menunjukannya kepada seluruh peserta yang hadir. Nikmat yang beberapa bulan terakhir dicabut dari kehidupanku. Hampir semua pasien menganggap akulah yang paling bugar. aku mengikuti acara silaturahmi Halal Bil Halal pimpinan. apa lagi kalau di bawah normal. Awal November 2007. Malah. Segera kulayangkan sebuah SMS kepada dr. Bapak tidak akan berani memakannya. Bapak akan memakannya.1. seluruh karyawan dan pasien RSKG Ny. lezat dan nikmat. Namun dia berjanji akan segera mengabariku secepatnya lewat SMS. apalagi setelah disuruh tampil oleh Prof. Jadi. “Yakin!” kataku mantap.” Begitu kalimat yang kubaca di layar Hp-ku.” Akhirnya aku pun pulang ke Garut dengan harap-harap cemas. Tak lagi banyak basa-basi istriku langsung menyambar kemasan buah durian Montong yang dagingnya kelihatan kekuning-kuningan.menciumi harumnya saja sambil menunnggu hasil laboratorium diketahui. “Mungkin nanti sore hasinya Pak! Jika Bapak mau pulang silakan saja. Deg-deg plas jantungku saat membuka pesan singkat itu. karena kusimpan di atas deks boards. Aku bisa bertemu kembali dengan teman-teman sependeritaan. Ada hal yang membanggakan. “Pak Asep. Bapak tinggal makan buah aja yang banyak. Hampir tiba waktu Ashar. sayang sekali hasil tes itu. kini sudah dikembalikan oleh Allah Yang Maha Pemberi Nikmat. Terutama ingin segera menikmati makan durian yang sudah di depan mata. Bapak bisa tahan?” tanya istriku masih ragu. aku bersorak kegirangan. Nanti saya kabari lewat SMS. dr. kaliumnya rendah hanya 3. Rusma dengan harapan mudah-mudahan hasilnya sudah ada. besar-besar dan harum sekali. biasanya bijinya kecil-kecil begitu juga rasanya pasti manis. Nanti kalau sudah terbukti kalium darah Bapak normal. Beberapa menit kemudian Hp-ku berbunyi sebagai tanda ada pesan baru yang diterima. Sujud syukurku kembali terulang saat beristirahat di mesjid Uswatun Hasanah. Tapi kalau hasil laboratorium menyatakan bahwa kaliumnya tinggi. Nagreg.

Semakin PD hidup bersama CAPD. Senin. 18 Februari 2008 baru saja aku ganti transferset yang ke tiga kalinya. Aku tetap bangga menyandang gelar Asep CAPD atau Asep cape dech. keluarganya atau orang awam sekalipun. sekarang hilang. Luky. Ibu Dekan (Almh). Pak Barnas (Alm). dan kawan-kawan yang lainnya semoga mereka diterima iman Islamnya. Depresi dan perasaan serasa tak berguna. Bu Kartini dan aku sendiri. Pak Agus Berlian (Alm). dan sehat baik bersama cuci darah maupun CAPD. Kini aku naik peringkat menjadi nara sumber CAPD bagi banyak orang. Amiin! 69 . aku juga terpilih sebagai pasien teladan. walaupun hanya sebagai guru BP. Pak Kurnia. ada juga yang sengaja datang ke rumah untuk menanyakan masalah CAPD. semangat. Rasa percaya diriku timbul lagi setelah melalui proses hidup yang panjang. ternyata diriku masih berguna bagi orang lain. di samping shalatku yang 5 waktu. Mudah-mudahan jadi kifarat dosa-dosaku dan bisa mengantarku menggapai keridhoan-Mu. seruangan dan sejadual sudah 12 orang yang berada tenang di alam baka. Berarti rekan sependeritaanku. Sekarang hari-hariku kian indah. Biarpun harus selalu disiplin menunaikan refill 4 kali sehari secara rutin dan kontinyu. harus dicecep seperti anak sunat. Ceu Eros. Pak Asnali(Alm). yang CAPD juga ada yang sudah mendahului kami. Pak Sya’ban (Alm).” Hadirin tertawa. Pak Rukmana (Alm). Memang tidak hanya yang cuci darah saja. Prof! kalau di kampung saya sebelum saya memperlihatkan kateter ini. Prof. dan tetap selalu minum vitamin 4 S : Shalat. Rekan-rekanku yang biasanya memiliki jadual cuci darah setiap hari Senin-Kamis sore semuanya tinggal 5 orang lagi. Alhamdulillah. Sekarang aku bisa kembali bertugas pergi ke sekolah. lebih sehat. Banyak yang menghubungiku lewat telepon. Pak Otong (Alm). dari 17 orang pasien satu ruangan. Setelah aku dimuat di bulletin ginjal RSKG. bahkan ada yang menyebutkannya terbalik menjadi Asep CPAD. sabar. Semoga yang masih bertahan hidup diberi umur panjang. Mudah-mudahan bisa menjadi bentuk ibadahku. dan lain-lain. Maman (Alm).“Maaf. ketundukkanku dan pengabdianku kepada Allah Swt. Pada sesi akhir acara. baik pasien cuci darah.

Faris Fajar Wibawa.d SMAN di Garut sampai dengan tahun 1986. Email : bang_qory@yahoo. anak dari Entin Hartini (Almh) dan ayah Oman Abdurahman.Pd.Pd. S.Melatih siswa dan anak-anaknya untuk membaca puisi dan mendongeng hingga mereka bisa meraih juara tingkat propinsi Jawa Barat. Selesai menjalani pendidikan D2 di IKIP Bandung. anak pertama dari lima bersaudara. Banyuresmi. diangkat menjadi PNS di SMP 1 Banyuresmi sampai sekarang. Sering menulis puisi. Kemudian melanjutkan kembali ke D3 th 1996 – 1997. Ulfa Shofi Agnia. Penulis menikah dengan Fatmah Tresnasih.id 70 .co.Md. Garut lahir tanggal 5 Februari 1967.Mengenai Saya bang_qory Asep Qoriin. Memiliki 4 orang anak. Pendidikannya kemudian dilanjutkan di Fakultas Bahasa dan Sastra IKIP Bandung (UPI sekarang) jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia program D2 yang diselesaikannya pada tahun 1988.Dinyatakan mengalami penyakit “Gagal Ginjal Terminal” 20 Februari 2006. cerpen dan naskah drama yang dipentaskan di sekolah tempatnya mengajar. SD s. Nazla Gina Farfasya dan Fhatiya Bilqis Saida. A. Dibesarkan di pinggiran Situ Bagendit.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful