• • • • • • • • • • •

Home Berita Forum Ketenagakerjaan Infotainment Humor Musik asik Hong Kong Korea Malaysia Contact

Home » Gagal Ginjal Sama Dengan Menguras Banyak Biaya

Gagal Ginjal Sama Dengan Menguras Banyak Biaya

Ginjal merupakan organ yang penting dalam sistem metabolik tubuh manusia karena memiliki fungsi utama sebagai penyaring racun dan zat sisa dalam darah. Bila ginjal rusak dan sudah mengalami gagal ginjal, maka biaya yang dibutuhkan tidaklah sedikit. Ginjal merupakan filter yang sangat baik, fungsi utamanya adalah untuk membersihkan racun dan mengeluarkan limbah dari darah. Ginjal juga berfungsi untuk mempertahankan volume dan komposisi cairan tubuh, serta untuk mengeluarkan hormon yang membantu produksi sel darah merah. Oleh karena itu, ginjal memainkan peran utama dalam mengatur tekanan darah dan menyeimbangkan elektrolit penting yang menjaga ritme jantung. Selain berfungsi untuk menyaring dan membuang zat-zat yang tidak diperlukan dan mempertahankan kandungan nutrisi dan mineral yang diperlukan tubuh, ginjal juga berperan dalam keseimbangan sirkulasi darah dalam tubuh, yakni dengan mengatur tekanan darah, memproduksi sel darah merah.

1

Setiap hari, ginjal memfilter 180 liter darah. Ginjal menerima 100-120 mL darah per menit, di mana jumlah ini sangat besar dibandingkan dengan ukurannya yang kecil. Hal tersebut berarti setiap harinya ginjal memfilter darah sebanyak 50 kali dalam sehari. “Kerusakan ginjal ringan terjadi bila fungsinya sudah kurang dari 90 persen. Dan bila kurang dari 15 persen, maka artinya pasien sudah mengalami gagal ginjal yang obatnya harus hemodialisis (cuci darah) atau transplantasi (cangkok),” jelas dr Dharmeizar, SpPD-KGH, Ketua Perhimpunan Nefrologi Indonesia (Pernefri), dalam acara Konferensi Pers ‘Hari Ginjal Sedunia: Sayangi Ginjal Anda, Minumlah Air Putih yang Cukup!’ di Hotel Akmani, Jakarta, Selasa (6/3/2012). Menurut dr Dharmeizar, bila sudah mengalami gagal ginjal, diperlukan terapi pengganti ginjal yang biayanya tidak sedikit. Berikut biaya yang harus dikeluarkan untuk menjalani terapi pengganti ginjal: Hemodialisis (cuci darah) 1. Dilakukan seminggu 2 kali 2. 5 jam per sesi 3. Biaya per tahun Rp 50-80 juta CAPD (Continuous Ambulatory Peritoneal Dialysis atau cuci darah lewat perut) 1. Pemasangan kateter Rp 10 juta 2. Biaya CAPD per tahun Rp 50-75 juta Transplantasi ginjal 1. Pretransplantasi dan prosedur Rp 200 juta 2. Biaya per tahun Rp 75-150 juta Gagal ginjal biasanya berawal dari penyakit ginjal kronik, yaitu menurunkan fungsi ginjal. Pada kondisi ini orang biasanya tidak merasakan gejala yang terlalu berarti sampai akhirnya didiagnosis dengan gagal ginjal, yang artinya fungsi ginjalnya kurang dari 15 persen. Gagal ginjal terjadi karena organ ginjal mengalami penurunan hingga menyebabkan tidak mampu bekerja dalam menyaring elektrolit tubuh, menjaga keseimbangan cairan dan zat kimia tubuh (sodium dan kalium) dalam darah atau produksi urine. Ada beberapa faktor yang menyebabkan orang mengalami kerusakan atau gagal ginjal: 1.Diabetes melitus 2.Hipertensi 3.Kelainan ginjal (penyakit ginjal polikistik) 4.Penyakit autoimun 5.Penyumbatan saluran kemih 6.Kanker 7.Rusaknya sel penyaring pada ginjal.

2

“Pengidap penyakit ini ditandai dengan lemas, tidak ada tenaga, nafsu makan, mual, muntah, bengkak, kencing berkurang, gatal, sesak napas, pucat atau anemia,” tutup dr Dharmeizar. Popularity: 1% [?] AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA Kemajuan teknologi kedokteran yang berkembang pesat saat ini memungkinkan para penderita gagal ginjal menjalani rutinitas cuci darah (dialisa) sambil bekerja, cuci mata di mall, bahkan sambil bercinta dengan pasangan! Padahal di masa lalu, kegiatan dialisa harus dilakukan di rumah sakit sambil terbaring lemah selama 5 jam, sebanyak tiga kali seminggu. Belum lagi perasaan gatal di sekujur tubuh sebagai dampak dari terapi cuci darah tersebut. Terapi cuci darah yang begitu praktis itu bernama Continuous Ambulatory Peritoneal Dyalisis/CAPD atau dialisis tanpa mesin dan dapat dilakukan secara mandiri oleh penderita gagal ginjal. Metode ini merupakan metode alternatif dengan menggunakan membran semipermiabel yang berfungsi sebagai ginjal buatan, sehingga mampu menyerap cairan pembersih ke dalam rongga ginjal. Dalam waktu 4 sampai 6 jam dengan frekuensi 4 kali sehari, terjadi proses difusi serta ultrafiltrasi dalam ginjal, sehingga zat racun yang ada di dalamnya terserap ke luar dan diganti cairan baru. Karena masih tergolong teknologi baru, biaya CAPD masih tergolong mahal. Umumnya, biaya yang dikeluarkan peserta terapi CAPD saat ini masih sebesar Rp 4,2-Rp 5 juta setiap bulannya. Namun, biaya sebesar itu menjadi tak berarti, jika melihat kondisi tubuh penderita yang bugar dan tetap produktif seperti sebelum terkena gagal ginjal. “Karena pasien tetap bisa bekerja dan melakukan segala aktivitas seperti biasa, layaknya orang sehat. Bedanya, peserta CAPD punya kantong kecil di perutnya untuk pergantian cairan dialisat itu,” kata Direktur Medik RS PGI Cikini, Tunggul Situmorang dalam acara peluncuran website sahabat ginjal.com yang disponsori PT Kalbe Farma, di Jakarta, belum lama ini. Pengalaman Karyono (45), karyawan swasta yang telah menjalani terapi CAPD selama tiga tahun ini agaknya bisa jadi pelajaran. Karyono mengaku, kualitas hidupnya makin membaik setelah ikut terapi CAPD. Selain itu, ia bisa kembali bekerja dan sama produktifnya seperti sebelum sakit. “Awalnya saya ragu, karena banyak informasi negatif yang saya dengar soal CAPD. Tetapi karena atasan terus mendesak, akhirnya saya beranikan untuk menjadi peserta CAPD. Bahkan, saudara-saudara saya heran karena raut muka dan badan saya yang terlihat lebih segar. Dan yang terpenting saya sudah bisa tidur enak, sebelumnya saya selalu merasa lemas, letih, gelisah,” katanya mengungkapkan. Belum Memasyarakat Dr Tunggul menjelaskan, terapi dengan menggunakan pergantian cairan dialisat ini sebenarnya telah masuk ke Indonesia sejak 2004 lalu, namun tidak banyak diketahui masyarakat. Melihat manfaat CAPD yang begitu besar, pihaknya tergugah untuk terus mensosialisasikan CAPD kepada masyarakat luas di Indonesia sebagai salah satu alternatif penanganan bagi penderita gagal ginjal. Selama ini dikenal dua metode dalam penanganan gagal ginjal. Pertama, transplantasi ginjal dan kedua, dialisis atau cuci darah. Sebenarnya metode pertama memiliki lebih banyak keunggulan karena dapat menggantikan fungsi ginjal yang rusak. “Hanya saja masalahnya, masih sedikit donor yang mau memberikan organ tubuhnya. Selain itu

3

maka biayanya sangat mahal. menjadikan hampir sama dengan proses yang berlangsung di dalam ginjal. Fungsi ginjal yang tersisa masih dapat dipertahankan. tiba-tiba dokter mendiagnosa Anda terkena gagal ginjal. Saat ini sudah berkembang metoda PD dengan berbagai cara seperti CAPD atau APD. penderita gagal ginjal lebih banyak melakukan terapi dialisa atau cuci darah. Pembersihan ini dilakukan dengan dua cara. darah yang akan dibersihkan dikeluarkan dari tubuh dan dimasukkan ke ginjal buatan (dializer). Pada HD. saya selalu mengingatkan pada pasien untuk menjaga kebersihan. dr Tunggul mengaku tidak tahu pasti. sehingga terapi dengan metode itu pun lebih alami. “Pasien juga tidak perlu datang ke rumah sakit untuk melakukan cuci darah.000 penderita gagal ginjal menggunakan terapi CAPD. darah baru dimasukkan kembali ke dalam tubuh. yakni tidak mengganggu jantung. yang berarti cairan tubuh dipaksa diperas untuk dicuci mesin. haemodialisis (HD) dan peritonialdialisis (PD). Karena itu. Cairan dialisat dapat dijadikan sebagai sumber nutrisi dan bagi penderita diabetes dapat diberikan insulin secara intraperitorial. Proses pembersihan dilakukan di dalam rongga perut (peritoneum). Sedangkan pada metode PD.” katanya. Keunggulan utama CAPD adalah kemudahannya. Darah dibersihkan dengan menggunakan cairan pembersih (dialisat) dalam serat-serat dializer itu. ada diperkirakan 120. sehingga tingkat keberhasilannya sangat kecil. dan proses dialisis pun bekerja selama 24 jam sesuai dengan kerja ginjal secara alamiah. padahal terapi itu memiliki kelebihan. 4 . penyebab utama adalah hipertensi (darah tinggi) dan diabetes atau kencing manis. serta dapat menimbulkan hernia. Metode dialisis pada intinya adalah melakukan fungsi utama ginjal. yakni membersihkan darah dari zat-zat yang tidak berguna pada tubuh dan menjaga kestabilan kandungan darah di dalam tubuh. pasien CAPD di RS PGI Cikini sudah ratusan orang.” kata Situmorang. Tentang jumlah pasien CAPD di seluruh Indonesia . Ditanya faktor penyebab utama terjadinya gagal ginjal. dr Tunggul mengatakan. “Kunci utama dari terapi CAPD adalah menjaga kebersihan lubang yang menghubungkan ginjal dalam perut dengan dunia luar. tetapi melakukan cuci darah secara mandiri dengan jadwal yang dapat ia buat sendiri. Selain itu juga meningkatkan kadar lemak dan mengakibatkan kegemukan (obesitas). Namun. Proses yang berlangsung terus-menerus selama 24 jam setiap harinya itu. serta sakit pinggang. Sementara di dunia. Sedangkan.” katanya. Cairan ini dibiarkan selama empat hingga enam jam hingga akhirnya dikeluarkan kembali.jarang sekali ditemukan donor yang cocok dengan penderita gagal ginjal. bahkan tidak disadari oleh penderita karena tubuh tidak menunjukkan gejala seperti orang sakit. Karena itu. biayanya sangat besar. keseluruhan proses dilakukan selama lima jam. Namun. Keuntungan CAPD adalah lebih memudahkan pengendalian kimia darah dan tekanan darah. “Akibatnya beban jantung menjadi bertambah dan menyebabkan gangguan tekanan darah. Bahkan. darah tidak dikeluarkan dari dalam tubuh.” katanya. jika melakukan cuci darah biasa secara HD. Alamiah CAPD belum banyak digunakan. yaitu kantong cairan dialisat. Setelah bersih. Gangguan fungsi ginjal bisa terjadi perlahan-lahan atau mendadak. kontaminasi dengan hepatitis lebih kecil. Selain itu. Bila terjadi infeksi di lubang tersebut. kami memberi pelatihan selama tiga hari khusus untuk menjaga agar lubang tetap bersih. dengan memasukkan cairan dialisat ke dalam rongga itu. Sementara itu. kekurangan CAPD adalah sering kali menimbulkan infeksi pada rongga perut.

Kelainan ringan pada ginjal dapat sembuh sempurna bila penyebabnya sudah diatasi. fosfor dan kalium.Sampai saat ini. renin. Hati-hati kalau kaliumnya meningkat. Sampah dari dalam tubuh tersebut akan diubah menjadi air seni (urin). dan menghasilkan hormon seperti erythropoetin. Tidak heran bila umumnya pasien baru ke dokter bila sudah berada dalam tahap terminal. untuk penderita yang masih muda bisa di bawah 10%. gangguan tidur dan juga sering gatal. penderita gagal ginjal ini punya peningkatan asam urat. karena memperbesar risiko penyakit jantung. mual. Adapun beberapa tanda fisik yang harus diwaspadai seperti tubuh bengkak yang diawali dari kedua kaki. Gangguan ginjal dalam tahap ringan masih dapat diatasi dengan minum banyak air putih. ginjal juga berperan untuk mempertahankan volume dan tekanan darah. segera ke rumah sakit untuk chek-up untuk membuktikan kebenarannya. Kalau kita lihat hasil laboratorium. Di Indonesia sendiri sudah mencapai sekitar 20%. maka akan timbul rangsangan untuk buang air kecil. Bila cukup banyak urin di dalam kandung kemih. Kelainan ginjal dapat terjadi akibat adanya kelainan pada ginjal (penyakit ginjal primer) atau komplikasi penyakit sistematik (penyakit ginjal sekunder). penyakit tersebut bisa diminimalisir sedini mungkin. Ginjal berfungsi untuk menjaga keseimbangan serta mengatur konsentrasi dan komposisi cairan di dalam tubuh. muntah. Air seni diproduksi terus menerus di ginjal. Diantara 3 tindakan tersebut. sering kram. bila keadaannya memburuk. setiap tahunnya ada sekitar 20 juta orang dewasa menderita penyakit kronik ginjal. CAPD. Penderita biasanya baru merasakan kelainan pada dirinya jika fungsi ginjal menurun sekitar 25%. hanya bisa diatasi dengan cuci darah atau cangkok ginjal yang biayanya sangat mahal.Jika seseorang memperhatikan gejala yang umum menyertai penderita gagal ginjal. ataupun cangkok ginjal. Jumlah urin yang dikeluarkan setiap hari sekitar 1-2 liter. mengatur produksi sel darah merah. sudah waktunya untuk waspada. kata dr Tunggul. organ ginjal bersifat sangat vital. Selain itu. Perlu diketahui. kalsium. “Bila mendapati satu saja dari gejala itu. kasus gagal ginjal di dunia meningkat lebih dari 50%.id . Untuk itu. kalau sudah gagal ginjal. pasien gagal ginjal dapat diatasi dengan tindakan hemodialisa. CAPD (Continous Ambulatory Peritoneal Dialysis) saat ini menjadi bahan perbincangan para 5 . Di Amerika Serikat saja. dan vitamin D. Meskipun ukurannya kecil. Bahkan. lalu dialirkan melalui saluran kemih ke kandung kemih. vena di leher melebar dan ada cairan di selaput jantung dan paru. Penderitanya mengalami gangguan pengecapan. Kadang cukup dengan pengobatan dan pengaturan diet.” kata dr Tunggul menandaskan. Namun. Tanda lainnya. seperti kencing manis (diabetes). Namun. Sekitar 40% gangguan diabetes menjadi penyebab gagal ginjal. lesu. kulit terlihat kasar. mengatur kalsium pada tulang. Namun. kelainan itu bisa menjadi gagal ginjal yang akut. atau Kurang minum air putih ternyata dapat mengganggu fungsi ginjal. orang yang diyakini mempunyai gejala sakit AAAAAAAAAAAAAAAA Kalbe.co. Gagal ginjal adalah keadaan dimana kedua ginjal tidak mampu menjalankan fungsinya. negara yang sangat maju dan tingkat gizinya tinggi. Ginjal juga berfungsi untuk membersihkan darah dan berbagai zat hasil metabolisme serta racun di dalam tubuh. tidak nafsu makan.

Tambahan hanya Rp. Dr.Dr. Hal ini dikatakan Dr. dibahas mengenai CAPD. khususnya peserta ASKES: 1. dan menurut Prof. Tunggul D Situmorang SppD KGH dan Prof.Kalbe Farma. Kabar Gembira Ada kabar gembira bagi pengguna maupun calon pengguna CAPD Baxter . Sja'bani saat ini penderita gagal ginjal di Indonesia sudah cukup banyak dan terbanyak dialami oleh pasien-pasien kelas III. Kamis 24 November 2005 di Bali. 600. Moch. DR.nefrolog Asia termasuk di Indonesia. SpB.033. Untuk mengatasi biaya yang harus ditanggung oleh pasien yang tidak mampu. Sja'bani.Kalbe. DR. SpPD KGH dalam acara pre-congress Nephrology. Ginova Nainggolan. Ita Wijayanti dari Kalbe Farma sebagai pembicara menjelaskan tentang penggunaan dan fungsi dari alat yang dipakai dalam tindakan CAPD. SpPD KGH.Dr. kondisi fisik lebih baik. Alat kesehatan apalagi yang ditanggung oleh Askes? J : Alat kesehatan yang diberikan kepada Peserta antara lain: • • • Gigi Tiruan (1 kali/2tahun) Alat bantu dengar (1 kali/2tahun) Kaki/tangan tiruan 6 . antara lain dapat memperkecil terjadinya sepsis atau peritonitis. peserta harus menombok Rp. Paket awalnya free (yang ini. Di depan sekitar 150 peserta.000) 3. Dr. Keuntungan dari CAPD menurut beliau adalah pasien tidak perlu menggunakan mesin saat melakukan dialisis. Endang Susalit. 1. khususnya bagi GAKIN. CAPD mulai digunakan di Indonesia sejak 1984. AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA T : Selain Kacamata. SppD KGH MSc. Tak ketinggalan pula dibahas keunggulan dari alat yang digunakan untuk CAPD yang diproduksi oleh Baxter . tindakan CAPD ini dapat ditanggung biayanya oleh pemerintah melalui PT ASKES. dapat digunakan sendiri di rumah. Tommy Halauet. Tunggul mengatakan. CAPD sangat membantu bagi pasien gagal ginjal yang harus menjalankan tindakan cuci darah.000) Ketentuan di atas mulai berlaku pada Oktober 2005. Hadir sebagai pembicara Prof. dapat melakukan olahraga seperti biasa dan pembatasan makanan yang tidak seketat pada tindakan hemodialisa. Dalam acara workshop ini.600. Dr.000 untuk Paket Rutin 120 (terjadi penurunan dari Rp. Dr. memang sejak dahulu juga free) 2. 1. Free untuk Paket Rutin 90 (kalau dulu.

Apabila Dokter Umum tidak bisa mengobati maka Pasien akan dirujuk ke Rumah Sakit untuk mendapat pelayanan kesehatan lanjutan. biaya kesehatan yang besar ini tentunya tidak mampu ditanggung oleh PT Askes (Persero) sehingga jaminan kesehatan Askes tidak mampu bertahan lama. Apabila semua Peserta langsung berobat ke Rumah Sakit tentunya biayanya sangat besar. Untuk kasus gawat darurat tentu saja Peserta dapat langsung datang ke Rumah Sakit. Sistem pelayanan berjenjang ini bertujuan untuk mengontrol biaya pelayanan kesehatan dan mengoptimalkan pelayanan kesehatan yang diberikan kepada Peserta. Peserta berobat ke pelayanan tingkat pertama (Puskesmas atau Dokter Keluarga) untuk kasus-kasus penyakit sederhana. Askes menggunakan beberapa prinsip managed care (kendali mutu. 7 . Tarif Permenkes ini dibuat oleh Kementerian Kesehatan atas usulan Rumah Sakit. Disisi lain penumpukan pasien di Rumah Sakit untuk kasus-kasus yang bisa ditangani oleh Dokter umum akan mengakibatkan pelayanan kesehatan di Rumah Sakit tidak optimal. kendali biaya) yang salah satunya adalah sistem pelayanan berjenjang. Kasus penyakit ini bisa ditangani oleh Dokter Umum. 1kali/5 tahun Mesh (Alat yang dipasang setelah operasi Hernia Alat bantu hidrosephalus/VP Shunt Protesa Mandibula Vitrektomi set Penyangga leher/Collar Neck Jakat penyangga patah tulang belakang/corset Anus buatan/colostomi/Pesarium/DJ Stent Double Lumen Kateter untuk CAPD Triple Lumen Kateter untuk CAPD Vaskuler Graf Tulang/Sendi tiruan Colon set T : Mengapa saya harus ke Puskemas dulu sebelum ke Rumah Sakit? J : PT Askes (Persero) merupakan asuransi kesehatan yang bersifat sosial.• • • • • • • • • • • • • • IOL (Lensa tanam di mata) Pen & Screw (Alat Penyambung Tulang). Penanganan penyakit seperti ini di Dokter Spesialis sangat tidak efisien. T : Berapa biaya pelayanan kesehatan yang ditanggung oleh Askes? J : Biaya pelayanan kesehatan yang ditanggung oleh PT Askes (Persero) adalah sesuai dengan Permenkes (Peraturan Menteri Kesehatan) tentang Tarif Askes. Dalam mengelola jaminan kesehatan.

Besaran urun biaya tidak sama antara satu Rumah Sakit dengan Rumah Sakit lainnya karena tergantung dari hasil negosiasi. Untuk tahun 2011 urun biaya yang menjadi beban Peserta pada Rumah Sakit Pemerintah sangat minimal atau tidak ada. 8 . Sedangkan untuk Rumah sakit swasta masih ada urun biaya yang menjadi beban Peserta. Besaran Tarif Askes adalah sama untuk semua Rumah Sakit yang bekerjasama dengan Askes. Dalam pelaksanaannya PT Askes (Persero) akan melakukan negosiasi dengan masing-masing Rumah Sakit mengenai besaran urun biaya yang menjadi beban Peserta. Untuk memperoleh informasi iur biaya Peserta dapat menghubungi Askes Center di Rumah Sakit tempat Peserta dilayani. 15 March 2011 .07:12 pm Anda divonis gagal ginjal?Tak mau repot dengan urusan cuci darah di rumah sakit? Kalau begitu Anda perlu mencoba terapi pengganti ginjal CAPD atau Continuous Ambulatory Peritoneal Dialysis (Dialisis Peritoneal/cuci darah lewat perut). pembedaan hanya pada tipe Rumah Sakit. AAAAAAAAAAAAAAAAAAAA Terapi CAPD: Alternatif Bagi Gagal Ginjal author : Olivia Lewi Pramesti Tuesday.Perkumpulan Profesi Kedokteran dan PT Askes (Persero). Besarannya sangat bervariasi.

3 juta dan per bulannya Rp 5 . zat racun aktif dikeluarkan tubuh karena dilakukan 24 jam penuh. AAAAAAAAAAAAAAAAAAA CAPD This entry was posted on 31 May 2012. karena dilakukan sendiri oleh pasien. Cuci darah tersebut harus dilakukan di Rumah Sakit yang jaraknya lumayan jauh dari rumah (1.Tunggul D. Akan tetapi kalau memegang kartu Askes.CAPD justru dianjurkan untuk pasien gagal ginjal.D. Dr. di Jakarta (10/3). Tunggul melanjutkan.KGH. usianya sekitar 60an tahun divonis oleh dokter terkena penyakit gagal ginjal. Tiap kali CAPD diperlukan waktu 30 menit. Padahal di Thailand. CAPD relatif lebih murah. 2 Comments Sekedar sharing pengalaman.4 kali per hari dengan cara memasang sebuah kateter di perut. Kedisiplinan ini seperti cuci tangan sebelum memasang sistem CAPD. karena terlalu capek di jalan. Bandingkan dengan transplantasi yang memerlukan biaya awal Rp 200 juta .Sp. karena sebelumnya pasien akan dilatih hingga benar-benar bisa. menggunakan masker untuk menutup mulut. maklum rumah kami di desa) sehingga seringkali setelah menjalani cuci darah di RS ibu justru tambah down. CAPD dilakukan mandiri oleh pasien sebanyak 3 . menyatakan bahwa ada banyak keuntungan yang diperoleh dari terapi ini. 9 . sedangkan per bulannya harus keluar Rp 6 juta . Terapi CAPD bisa dilakukan pada semua penderita gagal ginjal dengan tingkat kronis yang berbeda-beda. maka diperlukan kedisplinan dari pasien. "CAPD ini cenderung sedikit kontradiksinya. biaya awal gratis sedangkan per bulannya Rp 1 juta. tenggelam oleh terapi hemodialisis (cuci darah di rumah sakit) dan transplantasi. Karena penyakit tersebut ibu harus menjalani cuci darah 2x seminggu.Rp 500 juta. Hanya saja. bagi pasien yang usai menjalani pembedahan di daerah perut dan yang mengalami gangguan di bagian kulit perut tidak dianjurkan menggunakan terapi ini karena bisa infeksi. Untuk non-Askes.Infeksi bisa timbul jika pasien tidak mematuhi aturan kebersihan pemasangan. Antara lain. Dibandingkan dengan terapi lain. Situmorang. serta menjaga kebersihan lingkungan ruangan.6 juta. Kebetulan ibu kami." kata Tunggul.P. dan pasien pun dapat mengerjakan aktivitasnya tanpa terganggu. Kateter tersebut berfungsi untuk mengeluarkan cairan dan racun dari dalam tubuh. Bookmark the permalink..5 Jam Perjalanan. kadar hemoglobin lebih tinggi sehingga meningkatkan kualitas hidup. resiko terkena penyakit hepatitis kecil. biaya awal Rp 2.Terapi ini memang tidak populer di Indonesia. Direktur RS PGI Cikini. in Bebas. dr. Apalagi kalau pasien tidak memiliki Askes. dapat dilakukan sendiri oleh pasien.Rp 7 juta. Jangan khawatir tentang terapi ini.

Untuk bisa menjalani terapi CAPD. Jika ada saudara atau kerabat anda terkena penyakit serupa maka metode CAPD ini bisa dicoba. Makan lebih enak dengan sedikit sekali pantangan. Selang inilah yang akan menjadi sarana keluar masuknya cairan pembersih dalam tubuh. barulah pasien bisa menjalani proses treatmen CAPD yang dilakukan sebanyak 4 kali dalam sehari. Dengan teknologi ini. Setelah selang terpasang. Dari segi biaya. yaitu berkisar antara Rp7 juta – Rp8 juta per-bulan. Cairan pembersih ini berfungsi untuk menyedot racun yang ada dalam darah. AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA 10 . Sekian. Semoga Bermanfaat. Setelah seluruh cairan kotor dikeluarkan. lalu cairan pembersih yang baru dimasukkan ke dalam tubuh. seorang dokter menawarkan untuk menggunakan alternatif cuci darah mandiri yang dinamakan CAPD (Continuous Ambulatory Peritoneal Dialysis). Bahkan ibu kami karena menggunakan ASKES semua biaya digratiskan. uang yang harus dikeluarkan untuk proses CAPD tak jauh berbeda dengan hemodialisis yang menggunakan mesin pencuci darah.Beberapa minggu menjalaninya. Proses treatment CAPD diawali dengan mengeluarkan cairan kotor yang berasal dari racun-racun dalam darah. terapi ini lebih bisa mempertahankan fungsi ginjal yang masih ada. Alhamdulillah sudah 2 tahun ini ibu sehat dan bisa beraktifitas. dari segi medik. awalnya pasien harus menjalani operasi untuk memasang selang permanen ke dalam perutnya. Tanpa harus bergantung pada mesin hemodialisis. Jika dibandingkan dengan hemodialisis. seorang pasien dapat melakukan cuci darah. dimanapun dan kapanpun. Selain itu terapi CAPD juga tergolong lebih alamiah.

memberi fasilitas obat-obatan yang berhubungan dengan penyakit ginjal. tiga tahun terakhir ini hidupnya lebih tenang dan pasrah dengan keadaan. IKCC (Indonesian Kidney Care Club) atau Klub Sayang Ginjal inilah salah satu komunitas tempat I Ketut saat ini berbagi keluh kesahnya tentang penyakit gagal ginjal yang sudah dialami selama 15 tahun." Misi klub ini adalah ingin meningkatkan kualitas hidup penderita ginjal.).05:14 pm "Rasanya sudah mau kiamat saja ketika saya divonis gagal ginjal. memberikan arahan bagi penderita. 11 . Ni Luh. Dirinya mengaku. tips dan pola makan. dll.Namun sejak saya ikut IKCC. pengembangan motivasi.Ceria Bersama Klub Sayang Ginjal author : Olivia Lewi Pramesti Friday.serta memberikan konsultasi yang berhubungan dengan ginjal. "Organisasi ini memberikan informasi dan edukasi mengenai ginjal serta menciptakan kondisi psikologis yang nyaman bagi sesama penderita. 11 March 2011 . Hingga saat ini anggotanya sudah mencapai 300 orang. Dian Ekawati mengatakan. suaminya sempat berubah sifat menjadi kasar dan main tangan." kata I Ketut Nesa Sumarbwa (45).saya malah lebih semangat menjalani hidup ini. IKCC akan membantu melakukan ekplorasi informasi obat baru untuk penderita. Kata istrinya pula. Organisasi yang berdiri pada tanggal 5 Mei 2004 ini memang khusus mewadahi masyarakat Indonesia yang peduli kesehatan ginjal. seorang pasien gagal ginjal. Bentuk kegiatan yang dilakukan IKCC diantaranya menyelenggarakan seminar yang berhubungan dengan ginjal (gaya hidup. Humas IKCC. Awalnya hanyalah ketakutan yang melanda dan berefek emosinya yang terus meningkat.

maka perlu diwaspadai penyakit ginjal segera datang. keikhlasannya menerima cobaan. Proses edukasi ini dapat dilakukan lewat komunitas. sangat mencintai keluarga dan kuat mempertahankan aqidahnya. kecintaannya pada keluarga."Ginjal Cadangan" berupa CAPD. 021-4214758 Fax. Jend. penuh dedikasi. menyusun menu ramah ginjal. sesuai dengan kejadian yang dialami penulis saat divonis mengalami gagal ginjal kronik. Sp. gaya hidup sehat seperti olahraga teratur dan tidak merokok menjadi cara mencegah penyakit ini. penulis yang dikenal rajin. dan lainnya.Tak hanya itu.Tak hanya itu saja. Spesialis Penyakit Dalam RSU Cikini. kabupaten Garut.blogspot. pemahaman masyarakat tentang penyakit ginjal masih minim. Jangan khawatir bila Anda ingin bergabung dalam klub ini.or.-KGH menambahkan bahwa penyakit ginjal perlu dicegah sedini mungkin dengan edukasi kepada masyarakat. 5 Cempaka Putih.P.id atau facebook IKCC. Let. seseorang mesti rutin memeriksakan urinenya. dr. anggotanya pun diajak aktif untuk mengembangkan kreativitas mereka seperti lomba memasak. Anda bisa membuka website mereka di www.ikcc. Bila urine mengandung protein. pahit-getirnya menjalani cuci darah." ungkapnya. tentang penderitaannya. Indonesian Kidney Care Club Sekretariat: Gedung Ziebart Lt. lomba menulis." kata Dian Ekawati di Jakarta (10/3). Penyakit ini sangat ditakuti. IKCC terbuka untuk umum dan lembaga ini nirlaba. "Terlebih lagi. periang. tiba-tiba penyakit yang dikenal dengan nama Gagal Ginjal Terminal atau Gagal Ginjal Kronik. 021-4269734 AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA http://bangqory. Jakarta-10510 Tlp. Bila tertarik mengikuti klub ini.2 Jl. "Di negara berkembang. klub ini sangat melindungi kepentingan penderita gagal ginjal.Banyak yang tidak mengetahui bahwa penyakit ini bisa disebabkan oleh diabetes (35%) dan hipertensi (25%). sampai Alloh memberikan jalan keluar.D. untuk mempertahankan hidup penderitanya harus dilakukan terapi ginjal pengganti berupa cuci darah(hemodialisis) atau cangkok ginjal. pencarian obat alternatif. 12 . karena belum ada obatnya. Untuk pencegahan penyakit ginjal.com/ SINOPSIS Gagal Cinta Pertama tak Separah Gagal Ginjal Di tengah perjalanan hidupnya sebagai seorang guru di sebuah SMP di Banyuresmi. Situmorang. Tunggul D. Suprapto Kav. Kisah ini. semangatnya untuk terus bisa bertahan hidup. Akibatnya kualitas hidup pasien ginjal tidak bertahan lama. benar-benar menceritakan autobiografi penulis dengan gamlang. Kegiatan yang dilakukan pun turut melibatkan keluarga pasien.

pijat refleksi. Penyakit tersebut bernama Gagal Ginjal Terminal atau Gagal Ginjal Kronik (GGK) Shock. sebagai pengganti ginjal yang sudah rusak dan tidak berfrungsi. ramuan. Penulis yakin dengan haqqul yakin. Slamet Garut dengan perasaan hampa. putus asa dan seabreg perasaan negatif menghimpit dada. terserah! Aku tidak akan peduli dengan tanggapan atau reaksi spontan Anda. hanya istriku yang masih bisa berpikir jernih. SpPD. Isak tangis kami berdua tak bisa menyelesaikan masalah. kenalannya dan setiap orang yang mungkin lebih tahu atau pernah tahu tentang cuci darah dan pengobatan alternatif lainnya untuk penyakit gagal ginjal terminal. Aku bersama istri tercinta terperangkap dalam situasi mencekam di hadapan dokter yang masih memberikan segala macam petuah dan nasihat. Karena keyakinannya atas cinta. stres. Amiiiin! Gagal Cinta Pertama tak Separah Gagal Ginjal Mungkin Anda akan tertawa membaca ungkapan tadi.Yang jelas. sahabatnya. sampai menjadi konsumen dan anggota MLM ramuan modern 13 . Sudah terbayang di benakku. Berbagai macam metode penyembuhan melalui obat. dilakukan secara rutin dan kontinu sebanyak 3-4 kali setiap hari. Ia menyatakan bahwa kadar racun yang bersarang dalam tubuhku terlalu banyak dan tidak bisa dikeluarkan lewat urine (air seni). yang pada akhirnya menyelamatkan penulis untuk terus hidup dan semangat mempertahankan aqidah dari kemusyrikan dan mencari kesembuhan sampai menemukan sahabat setianya berupa CAPD. bahwa Allohlah sebagai penolong jiwanya dan hidupnya bertujuan hanya untuk mencari ridho Alloh Swt semata. elektrolisis. Subhanallah ………………. Dia berusaha menghubungi saudaranya.. Empat setengah tahun silam hidupku mulai kelam. sebelah kaki di atas kubur. “Gagal Ginjal” bagiku adalah peristiwa yang menenggelamkan hidupku dalam penderitaan yang berkepanjangan tiada henti sampai akhir hayat.CAPD (Continuous Ambulatory Peritoneal Dialysis) atau Peritoneal Dialisis Mandiri Berkesinambungan adalah pergantian cairan yang dimasukkan ke dalam perut seberat 2 kg. bekam. Tak ada jalan lain kecuali Cuci Darah. karena aku tahu setiap orang yang telah mengalami cuci darah pasti ajalnya hampir menghampiri. John Manurung. Pulang dari RSU dr. Berawal dari hasil tes laboratorium pada tanggal 20 Februari 2006 yang dianalisis oleh dr. kasih sayang dan pertolongan Alloh Swt semata.

jabatan dan masa depan suram menanti Anda! Anda harus siap dengan mental cadangan Anda. seumur hidup. karena paru-paru hampir terendam cairan dan kerja jantung pun makin berat. Gagal ginjal belum ada obatnya. tapi gagal ginjal bisa merepotkan seluruh keluarga. Mual terus menerus sehingga muntah tak bisa di tahan. Harapan hidup lebih lanjut pun mulai tumbuh lagi. Kepala serasa ditusuk-tusuk ribuan paku. 1 selang tranfusi darah dan 1 lagi selang oksigen untuk membantu nafas yang sudah sesak. setelah 2 jam pertama menjalani cuci darah. gagal cinta pertama tak separah gagal ginjal. Berbeda dengan gagal cinta pertama. bahkan tambah parah. Tubuhku semakin parah. Hasilnya nihil. tak ada super market yang menjual ginjal. karena cuci darah itu harus dijalani secara kontinyu 2 kali dalam seminggu. Akhirnya aku pasrah berbaring disamping mesin cuci darah mulai tanggal 18 April 2006. Gagal cinta pertama tak merepotkan semua orang yang berada di sekitar Anda. sedangkan gagal cinta ada obatnya. kerabat.Wajah. Badanku semakin lesu dan kehabisan energi. ketiga bahkan cinta terakhir yang biasanya lebih membahagiakan. Anda tahu batas waktu seumur hidup? Itulah yang jadi masalah bahwa. Bahkan akibat lainnya karir Anda. Empat selang membelit tubuh. Napas sesak. jantung mulai berdetak normal. kantong yang sangat-sangat tebal harus Anda siapkan. Seluruh persendian serasa mau lepas. Dunia yang tadinya terasa gelap berangsur bersinar lagi. Nafas tidak lagi tersengal-sengal. belum lagi materi. Maksud untuk menghindari cuci darah tidak bisa dihindari. namun dalam limit waktu 3 – 4 hari. yaitu cinta terakhir. kaki dan hampir seluruh tubuhku bengkak. Mau tahu kelanjutan kisahnya? Silakan baca kisah selanjutnya …! 14 .dari Cina yang harganya mencapai 500 ribuan per-box pernah dicoba. Sulit untuk mencari ginjal pengganti. 2 selang cuci darah. kita masih bisa mencari cinta kedua. Kita memang memiliki 2 buah ginjal. tetapi jika sudah dinyatakan gagal ginjal berarti keduanya sudah tidak bisa berfungsi. sahabat dan handai taulan.

Aku beternak cacingcacing itu sendiri di rumah. selain mengajar juga selalu mencari penghasilan tambahan. hanya Allah Swt lah yang Maha Mengetahui. karena di usia sekarang pun aku sudah dipercaya sebagai Pembantu/Wakil Kepala Sekolah bidang Kesiswaan. Di masa depan aku membayangkan bisa menjadi pejabat di Dinas Pendidikan. Kegiatanku banyak sekali. Mau tahu apa saja gelarku? Ini dia……………. aku kerjakan sendiri dan tak ada seorang pun yang mau menjadi pemulung barang rongsokan. Aku tak pernah pindah tempat tugas. Yang pertama. Asep Rongsok. karirku cerah. Namun sayang. di luar jam kerja. energik dan kuat. botol kecil sampai botol besar. Rencanaku ingin menampung dan membuka lapangan pekerjaan bagi remaja di kampung sekitar tempat tinggalku. Beberapa kali menjual cacing sehingga keuntungan berjutajuta pun didapat. 15 . aku mendapat banyak gelar dari profesi tambahan itu. Bisnis cacing menggiurkan. tak seorang pun yang tahu. Berbulan-bulan bisnis ini berjalan. yang penting halal. besi tua. dan sebagainya. Mengumpulkan barang bekas lalu dijual. Sampai usia 39 tahun. walau aku berusaha memperpanjang usia bisnis ini dengan membuat jus cacing sebagai obat tifus. Gelar tersebut didapat karena di awal kehidupan berumah tangga. Tapi tidak sampai jadi obat gagal ginjal saja. yang penting dapur tetap mengepul. Memang aku berhasil di bisnis ini. obyekkan. dus. Sejak aku menjadi guru honorer tahun 1988 sampai diangkat menjadi PNS dua tahun kemudian. aku memulai dengan bisnis rongsokan. Garut. Tapi ternyata mereka terbelenggu dengan rasa gengsi.Gelarku Siapa yang mengira aku akan menderita GGK. maag. dan menjualnya ke pengumpul atau penampung. panas dalam dan sakit gigi. Kerja tambahanku apa saja. terjadi booming dan kemacetan ekspor. Tak ada rasa gengsi. Oleh karenanya. disamping tugas pokok mengajarkan Bahasa Indonesia dan Wali Kelas di kelas 3 SMP Negri 1 Banyuresmi. Akhirnya bangkrut! Yang kedua. Badanku segar. walaupun aku belum menjadi sarjana. Akhirnya gelar Asep Cacing tidak bertahan lama. Semua barang bekas aku kumpulkan mulai dari kertas. plastik. Asep Cacing. koran.

terdapat sekitar 23 nama orang yang berawal dengan kata Asep. Orang yang mengalami sakit kemudian berobat masih beruntung kalau sudah ada obatnya. Asep Wawan dan masih banyak Asep yang lainnya. aku harus 16 . hanya capek yang dirasakan. Asep Dani. karena memiliki kisah tersendiri. Selanjutnya gelar kelima dan terakhir adalah Asep CAPD. Asep Subarna. tetapi itulah penyakit yang dinamakan GGK (Gagal Ginjal Kronik) atau Gagal Ginjal Terminal. Peribahasa lebih baik mencegah daripada mengobati merupakan peribahasa yang tepat sekali. Yang keempat. Bahkan ada yang berminggu-minggu rasa capek sirna begitu saja. Tiga tahun sebelum divonis GGK. Dimulai sejak aku menjalani cuci darah pada April sampai Agustus 2006. tetapi sungguh malang nasibnya jika sampai saat ini belum ditemukan obatnya. jika telah mendapat keuntungan yang besar. oke? Jangan heran! Mengapa aku menguraikan gelar /sebutan lain untuk diriku? Karena di tempat tinggalku. Garut. Awal Perkenalan Saya dengan Gagal Ginjal Kronik Ini merupakan pembahasan yang sangat penting bagi siapa saja yang membaca tulisan saya. hanya kurang lebih 4 bulan saja. Aku harus bolak-balik mengawinkan kesepakatan harga antara penjual dan pembeli barang atau kendaraan bekas seharian. Asep Fitroh. Asep Nawawi. Jadi. karena di daerahku terbilang jarang orang yang mengalami GGK ini. Ya. Kecamatan Banyuresmi. Asep Camat. Asep Dedi. Sejak mengidap penyakit GGK inilah aku mendapat gelar Asep Ginjal. harus komplit dengan kepanjangan namanya. Dari gelar ini. Desa Sukamukti. Keuntungan didapat dari komisi yang besarnya tergantung pada kerelaan si penjual atau dari selisih harga yang disepakati bersama. Maka dia akan menderita seumur hidup sampai ajalnya tiba sambil menderita penyakit yang dideritanya. aku sering merasa heran dengan urin (air seni) yang ke luar itu berbuih banyak sekali. Asep Saefullah. Asep Ginjal. kalau mencari nama Asep itu. Sebagai contoh nama Asep yang lain adalah: Asep Furqon.Yang ketiga. Sungguh mengerikan. Setiap buang air kecil. Gelar ini tidak bertahan lama. Kampung Cianten. itulah pekerjaan camat (calo matuh). CAPD akan kita bahas nanti. agar lebih bisa berhati-hati dan yang lebih penting adalah bisa mencegah daripada mengobati.

Kaltopren. malah darah dan airmata yang keluar. 17 . keluhan bertambah dengan sering sakit kepala dan di bagian punggungku terdapat bintik-bintik hitam seperti bekas terbakar bara rokok. Rasanya agak gatal. buah zakar rasanya seperti dipijat terus menerus. Setiap ingin buang air kecil terasa nyeri sekali. Setahun kemudian. Pada akhir tahun 2004. Mereka berdatangan melihatku yang bertindak seperti orang kesurupan. kurang lebih 20 menit kemudian. Aktifitasku berjalan normal kembali. Selama menanti reaksi itu. Ploooong……sekali rasanya. rasa nyeri kembali singgah. Usus buntu (apendiks) harus segera diangkat. tetangga dan saudara-saudara. Operasi berjalan lancar. Obat penghilang nyeri tidak ada yang mujarab. menjerit-jerit minta tolong. rasa nyeri terus mendera. Istriku sudah panik. Kurang lebih enam bulan setelah operasi apendiks. nama obat itu. Badan akan terasa enak kalau telah diinjakinjak oleh anak atau istriku. Bukan urin yang keluar. Kalau hanya dua atau tiga gayung. Nyeri yang sangat dahsyat. sahabatku Mang Ujang dan Pak Jejen yang baik hati segera membawaku ke Rumah Sakit Guntur di Garut. Tim medis segera bertindak dengan memberi obat penghilang rasa nyeri melalui anus. Aku tak bisa diam menahan rasa sakit. bentuknya seperti peluru pistol. Lebih enak lagi kalau dipijat dengan memakai minyak angin. Begitu juga orangtuaku.00 Alhamdulillah. Beruntung. Pegal-pegal di sekujur tubuh dan perasaan ngilu di otot. padahal saat itu sudah hampir pukul 24. sama seperti ketika dinyatakan aku menderita apendisitis. aku merasakan nyeri yang hebat di perut bagian kanan.menyiram kloset minimal empat kali (empat gayung air). Dari hasil pemeriksaan dokter aku dinyatakan infeksi usus buntu (apendisitis). masih saja terdapat buih seperti sabun. Hampir setiap malam badanku seperti orang yang masuk angin. rasa sakit yang menghunjam itu berangsur-angsur reda sampai tidak terasa lagi. obat yang diberikan itu bereaksi. aku menjerit dan melolong-lolong dengan suara yang melengking tinggi mengucapkan “Allaahu Akbar!” Seluruh pasien yang berdekatan dengan ruang ICU pasti mendengar. Aku tak tahan.

Besoknya aku menjalani pemeriksaan tes kesehatan. Rontgen, tes darah dan tes urin dilakukan. Hasilnya menerangkan tidak terlihat adanya batu pada ginjal ataupun saluran pembuangan lainnya. Namun kadar asam uratku agak lebih dari normal. Aku pulang. Dokter hanya memberikan obat penghilang rasa sakit, peluruh batu dan penurun asam urat. Setelah sampai di rumah, adikku yang menengok menyarankan untuk mengkonsumsi obat asam urat terus sampai kadar asam uratku normal kembali serta melakukan tes urin lagi secara teratur. Tapi aku merasa malas untuk minum obat terus-terusan dan kembali periksa ke laboratorium ataupun dokter. Beberapa bulan setelah kejadian itu. Kondisi kesehatanku menjadi fluktuatif, antara sehat dan sakit. Susah buang air kecil sering berulang, terutama kalau telah makan jeroan, emping, jengkol, petai, durian dan sayur asem yang pakai daun atau buah tangkil. Aku juga sering sekali sakit flu disertai demam, tetapi selalu diselesaikan dengan mengkonsumsi obat-obat bebas yang dijual di warung. Hampir setiap malam badanku yang pegal-pegal harus dipijat oleh anak dan istriku. Aku malas memeriksakan diri ke dokter, dan tak mempedulikan saran adikku dulu sewaktu baru pulang dari rumah sakit. Pertengahan tahun 2005, aku menemukan obat asam urat yang dijual di toko obat, Ant namanya. Kapsul jamu asam urat Ant ini mujarab sekali. Rasa nyeri seperti ditusuk-tusuk jarum itu hilang sama sekali, sakit encok, rematik dan kawan-kawannya itu lewat begitu saja. Aku yang alergi dingin dan setiap hari harus mandi memakai air hangat, kembali bisa mandi memakai air dingin. Bahkan kembali bisa meronda malam, ikut kegiatan camping dengan anak-anak di sekolah dan seabreg kegiatan sekolah lainnya, walaupun harus menginap bermalam-malam di sekolah. Adikku, Sumi Azizah, yang apoteker dan tinggal di Bandung beberapa kali datang ke rumah, menegur dan memberitahuku bahwa obat Ant itu adalah obat illegal dan bukan obat herbal asli dari tumbuhan Ant, tetapi obat kimia anti nyeri dosis tinggi yang kalau dikonsumsi terus bisa berakibat fatal bagi ginjal. Dia berceramah dihadapanku berpuluh-puluh menit, dan melarangku minum obat tersebut. Aku percaya dan sedikit ketakutan. Aku berhenti mengkonsumsinya sekitar dua minggu. Rasa sakit yang dulu, muncul lagi bahkan bertambah hebat. Aku tak tahan. Ant kembali menjadi teman hidupku saat itu. Hanya dengan minum kapsul itu, kehidupanku kembali berjalan normal, padahal mungkin saat itu ginjalku sudah mulai rusak.

18

Tak Ada yang Lebih Pintar dari dr. Jhon Manurung
Hari Senin, 20 Februari 2006, badanku terasa lesu sekali, tak bergairah. Saat istirahat aku jajan kupat tahu. Jajanan favorit para guru sebagai kaum duafa. Karena murah meriah dengan uang seribu rupiah perut bisa kenyang. Kupat tahu Bu Oom yang biasanya terasa lezat, gurih dan nikmat kini terasa pahit di lidah. Aku heran. Aku berpikir, “Jangan-jangan tahunya pakai formalin, karena saat itu orang sedang heboh dengan tahu berformalin?” Aku sisihkan tahunya kemudian aku makan ketupatnya tapi tetap saja ketupatnya juga terasa pahit. Aku tambah kaget. Kemudian aku bercermin sambil menjulurkan lidah, penasaran dengan hilangnya rasa pencecap. Benar saja, lidahku terlihat putih, diliputi jamur, bakteri, atau apalah aku tak mengerti. Yang jelas, biasanya orang yang sakit tifus kronis lidahnya seperti ini. Aku bertambah kaget dengan kondisi lidah seperti orang sakit tifus, tapi badan tidak panas, hanya lesu saja. Aku tanya Pembina PMR, Ibu Siti. Bu Siti menceramahiku agar segera memeriksakan diri ke dokter, “Pak Asep, Bapak itu sakit. Cepat periksa ke dokter. Jangan dibiarkan begini, agar cepat ketahuan penyebabnya dan cepat diobati!” Sore hari aku pergi ke dokter umum di PUSKESMAS. Aku diberi obat. Besoknya, aku kembali pergi ke sekolah. Selesai mengajar jam ke-2, aku ke toilet, karena ingin buang air kecil. Kencingku mampet lagi. Aku menyuruh penjaga sekolah untuk mengambil obat pencahar batu, “Kalkurenal”. Aku minum sesuai dosis. Wajahku sudah pucat, menahan rasa nyeri yang tak terperikan. Rekan-rekan guru banyak yang menyuruhku pulang agar isirahat di rumah. Tapi aku masih bertahan. Aku sudah terbiasa kerja sampai sore. Jadi, aku tak biasa pulang ke rumah pagi-pagi atau siang-siang. Banyak tugas yang harus kukerjakan selain tugas mengajar pokok. Ada ekstrakurikuler dan les tambahan pelajaran untuk siswa kelas 3. Menjelang Dzuhur aku ke toilet lagi. Alhamdulillah, saat aku kencing ada butiran batu yang keluar sebesar biji kacang kedelai. Walau rasa sakit yang tak terperikan saat keluar 4 butiran batu itu, tapi rasa plong yang melegakan dapat menjadi pelipur hati, setelah bolak-balik ke toilet, karena susahnya buang air kecil.

19

Hari itu aku lanjutkan tugasku sampai sore dengan memberikan les tambahan jam pelajaran bagi siswa kelas 3. Pulang ke rumah badanku sudah terasa pening, mual dan nyeri persendian. Malam harinya badan mulai terasa demam dan kepala serasa hampir pecah. Aku telepon Sumi, adikku yang berada di Bandung. Aku menerangkan segala gejala yang terasa. Dia langsung mencurigai ginjalku rusak dan menyarankan cek ke laboratorium sambil berobat ke dokter spesialis dalam, jangan ke dokter umum. Sejak hari Rabu, 22 Februari 2006, badanku ambruk tak bisa kemana-mana. Seluruh persendian terasa copot. Mual yang hebat bahkan lebih dahsyat dari sakit maag yang pernah kualami, kepala terasa dipaku. Aku bertahan di rumah sampai hari Minggu. Baru hari Senin aku pergi ke RSU Garut. Dr. John Manurung menyuruhku agar melakukan tes urine, darah dan rontgen. Hasilnya, Kreatinin 7,57, Ureum 114, Asam urat 13,8, Hb 10,8. Aku dianjurkan agar diet protein dan buah-buahan. Dicoba selama 2 minggu, aku tidak boleh makan makanan yang berprotein dan buah-buahan. Aku hanya diperbolehkan makan dari golongan makanan karbohidrat saja. Bisa anda bayangkan, lidahku yang kehilangan rasa malah tiap saat hanya boleh makan karbohidrat saja. Jadi, mulai saat itu aku sadar, bahwa kenikmatan hidupku sudah dikurangi oleh Allah Swt. Yang memiliki segala rasa nikmat. Tiap hari palingpaling aku makan nasi dengan kerupuk, ranginang, jagung beledug atau makan ubi Cilembu. Dua minggu yang dijanjikan dokter sudah lewat. Aku memeriksakan diri lagi ke dr. John. Obat yang kuminum selama dua minggu hasilnya nihil. Aku harus menjalankan diet itu 2 minggu lagi. Selain dari dr. John, aku juga kasak-kusuk ke sana-ke mari mencari alternatif lain. Berbagai jamu, ramuan obat tradisional sampai jamu herbal X, perusahaan top MLM terbesar di Cina, aku konsumsi. Habis jamu herbal X sampai Rp.2 juta, tidak ada hasilnya. Badanku malah sudah mulai bengkak-bengkak. Tanggal 20 Maret 2006, aku memeriksakan diri lagi ke dr. Jhon Manurung. Hasil tes darah dari laboratorium dan USG, dr. John memvonis bahwa ginjalku mengalami pengerutan/pegecilan volume ginjal. Aku harus menjalani cuci darah! Masih terngiang di telingaku ketika dr. John berkata,” Bapak harus sabar, begitu juga Ibunya, karena Bapak harus menjalani cuci darah di Bandung. Beruntung, Bapak punya Askes, kalau orang lain belum tentu. Tindakan Bapak sudah tepat 20

maka akan aku kejar sampai ke ujung dunia sekalipun. adik-adik. Asam Urat 14. cemas resah. Aku tak bisa menyanggupi perintah dokter. Seandainya ada seorang pasien gagal ginjal yang sudah sembuh. bengkak dan merah. orang tua. rasa berdosa dan segala rasa nyeri. “Jangan percaya kepada siapapun di sekelilng Anda. Aku sudah tak tahan dengan rasa sakit dan pasrah untuk menjalani cuci darah. Mata sembab. Saat ini. satu-satunya obat hanyalah cuci darah. cuci darah! Benar saja.6. Kematian rasanya sudah dekat. Datang ke rumah pun sama. John. John untuk meminta surat rujukan ke Bandung dan segala persyaratan Askes lainnya. karena janjinya bisa menyembuhkan penyakit ginjal. walaupun doker menyarankan agar cepat mengambil keputusan.datang kepada saya. Tolong jangan percaya kepada orang lain yang mengaku lebih pintar dari dr. John!” terbukti. John. Ternyata tak ada seorang pun yang bisa membuktikannya. Untuk membuktikan dan meyakinkan diriku yang sudah mulai gundah gulana. anak-anak dan sahabat-sahabatku. Tekadku sudah bulat. John. kerabat dan orang-orang dekat lainnya tak ada yang mujarab. Tapi saat aku kontak semua distributor sampai ke pusat yang ada di Jakarta dan aku tanyakan. otak tak bisa lagi berpikir logis. yang tak bisa lagi terperikan dengan kata-kata. Ureum 142. rasa bersalah.0. Akhirnya tanggal 5 April 2006. jika ada yang mengaku-ngaku lebih pintar dari dr. Aku masih bertahan dengan menkonsumsi obat X. dada sesak.81. Perasaan hampa. Aku dan istri masih tak percaya dengan keputusan dokter bahwa aku harus cuci darah. Tiap orang yang memberikan solusi dan obat untuk gagal ginjal dari sahabat. Bumi terasa gelap. agar aku menjalani cuci darah. Badanku lesu. “ Siapa orangnya yang sudah divonis gagal ginjal dan menjalani cuci darah bisa sembuh dengan obat X tersebut ?”. Aku meminta tolong kepada istriku agar menemui lagi dr. aku cek darah lagi di laboratrium. dan Hb 5. perdebatan sengit terjadi antara istri. lunglai tak bertenaga. Berarti aku harus mempercayai dr. sabda dr.” kata-katanya begitu tandas dan meyakinkan. ternyata kadar racun di tubuh malah bertambah menjadi Kreatinin 7. Mereka semua tak percaya kalau aku harus cuci darah. Jurig 21 .

Ruangan dr. Dia memeriksaku dengan teliti. Bukan hanya aku yang merasa gembira.” Kok.00 WIB. ternyata tidak mampu mengubah keadaan. 7 April 2006. anak-anak. untuk menghabiskan rasa kepenasaran. karena berdasarkan dari pengalaman itulah kadang-kadang seorang dokter tindakannya seperti dukun. Wajah yang sudah kebingungan. tapi juga istri. dr. bersih. Baru 10 hari. Ya. pukul 20. saya sudah tahu bahwa penyakit Anda itu sudah diderita sejak 3 tahun yang lalu. Rully yang demikian sedikit melegakan. murah senyum bisa memberikan rasa optimis. adik-adik dan sahabat-sahabatku. Badanku makin loyo. Rully malah memberikan lagi resep. Baru saja duduk. kepala sakit tak terperikan lagi. Rully yang luas. Rully berpraktek di Perisai Husada. aku memaksa kembali lagi pergi ke tempat dr. harum dan diiringi musik yang mengalun merdu komplit dengan sikapnya yang ramah. Rully sudah mempertanyakan mengapa aku baru datang berobat kepadanya. “Saya sudah pengalaman. mata memerah. padahal seharusnya 3 tahun yang lalu. Kepala rasanya mau pecah seperti gunung berapi yang mau meletus. Sumi Azizah adikku. Kami berangkat ke Bandung pada hari Jumat. was-was mendengar keputusan dr. mahalnya bukan main. katanya. Usulan tersebut akhirnya disepakati juga. dokter tahu bahwa saya ini sakit sejak tiga tahun lalu?”. menyarankan agar mencoba berobat ke dr. ahli ginjal. Detak jantung serasa tak beraturan lagi. adem. Obat dari dr.Rully Roesli. begitu dia menjawab pertanyaanku sambil tertawa terbahak-bahak. mual terus-menerus. Mata terasa buram dan menonjol ingin meloncat dari kelopaknya. bisa meramal”. Rully yang seharusnya aku minum untuk 2 minggu. Aku heran. orang tua. Malah tambah parah. stress. aku adukan seluruh keluhanku kepada dr. Rully. Napasku sudah terengah-engah. Senin 17 April 2006. walaupun resepnya hampir Rp. Selesai memeriksa dr. Denyut nadi di leher terasa meletup-letup. 22 .700 ribu. dengan cara melihat Anda berjalan dan melihat wajah Anda saja. wajah sudah bengkak. tapi hasilnya tidak ada sama sekali. buat apa lagi resep? Obat yang sepuluh hari lalu saja. Aku disarankan minum obat dulu selama 2 minggu.Sesaat sebelum pergi ke Bandung. Aku masih sempat berpikir. “Anda seharusnya datang kepada saya 3 tahun yang lalu!”.

Pak! Bapak tahu jurig * ?” “Tidak.Dok! Apakah dengan resep yang Dokter berikan.” dr. Jadi. Nah. Aku protes dan tak mengerti akan tindakan dokter seperti itu. mendengar kata jurig ?” “Ya. saya akan mengganti resep ini dengan surat pengantar.. jadi Dokter menganggap saya takut untuk menjalani cuci darah? Saya tidak takut.! Sejak kecil juga saya tidak takut.!” “Tapi sering bukan. dr.” “Oh. ya. 23 . aku bertanya juga. walaupun dia belum pernah bertemu atau melihat jurig.. ini dia Pak! Sampai sekarang. walaupun Kreatininnya sudah mencapai 8. masih memohon agar tidak menjalani cuci darah. Jadi. “Sampai sekarang belum sembuh? Bagaimana keluhannya hilang?” aku memberondong dengan pertanyaan. malah hanya bisa bertahan 10 hari !”.”Nah. karena yang normal itu cuma 1 kadar kreatinin darahnya. Orang barat kalau Kreatinin darahnya baru 3 saja sudah cuci darah. kemudian berkata. “Ini katu berobat pasien saya sejak tahun 1993 sampai sekarang. hal ini seperti kata cuci darah. orang Asia jika mendengar kata cuci darah itu seperti mendengar kata jurig. sakit saya bisa sembuh? Kemarin juga dengan resep dari dokter yang seharusnya 2 minggu. ya sudah! Saya minta surat pengantar saja untuk menjalani cuci darah. diam saja. Rully tidak menjawab langsung. “Maaf. dia datang ke dokter. Akhirnya dengan segenap keberanian dan sisa-sisa akal sehat. Mau di mana Anda menjalani cuci darah?” “Di RS Al-Islam By Pass saja. padahal kalau dia cuci darah mungkin bisa lebih baik. Orang Asia. kataku yang sudah tak sabar. “Lihat ini. Rully tersenyum. Keluhannya tetap ada. “Begini. bagaimana dengan saya?”. Berarti kurang lebih sudah 13 tahun dia berobat kepada saya 2 minggu sekali.Pak!”. Dok! Biar dekat dari Garut. itu yang saya harapkan.!” “Bapak takut kan sama jurig ?” “Tidak. “Nah.” kataku.” “Bagus! Biasanya orang mendengar kata jurig saja. rutin”.Adik dan istriku yang selalu setia mendampingi. masih berobat. jawabnya..” “Jadi. Dok! Kalaulah memang cuci darah itu jalan satu-satunya. dia merogoh laci mejanya dan mengeluarkan setumpuk kartu berobat. Hanya minta makan obat saja. karena penasaran. dia itu sudah takut. Takut.

Jadual yang ditentukan oleh pihak rumah sakit adalah hari Rabu dan Sabtu sore. walaailaahaillallah. wallaahuakbar” tak lepas.A. * Jurig artinya hantu. dan Sehat bersama cuci darah. susah membuka kelopak mata. hanya bersama cuci darah. karena aku sudah tak tahan. Siapa Evi Arpan itu? 24 . mungkin kisah hidupku tamat sampai di situ. Bandung. Selamat menjalani dunia baru!” kata dr. “Subhaanallah.Habibie Jalan Tubagus Ismail. saya buat surat pengantarnya. Otakku tak bisa lagi berpikir waras.” “Ya. Aku mengetahui hal itu setelah dia selesai mengurus segalanya di Rumah Sakit Khusus Ginjal Ny. karena jadualnya sudah penuh dan fasiltas mesinnya terbatas. Semangat. walhamdulillah. Hanya adikku. Rully sambil tersenyum puas.ya! Anda itu orang normal dan sehat. surat-surat dan prosedur yang harus ditempuh terpaksa beralih tempat. ini suratnya. Harus selalu diingat. dia menyuruh aku agar segera menghubungi Evi Arpan. padahal hari itu. Sumi. Perkenalan dengan Evi Arpan Rumah Sakit Al-Islam yang menjadi tujuanku untuk menjalani cuci darah ternyata tidak bisa menerima pasien baru. mata rasanya mau lepas. Selasa. Kepalaku selalu tertunduk tak tahan menahan nyeri di tengkuk. Apapun yang terjadi aku sudah pasrah. Seluruh keluargaku sudah panik. Batinku menjerit memohon kepada Allah agar penderitaanku segera berakhir. Kalau aku harus menunggu sampai besoknya lagi.R.“Oke. napasku pendek-pendek. Sabar. 18 April 2006 . kaki susah melangkah. sekujur tubuh bengkakbengkak. ya! Saya sarankan Anda jangan lupa minum Vitamin 4 S saja!” “Apa Dok?Vitamin 4 S itu?” “Vitamin 4 S itu adalah : Shalat. Adikku yang mengurus segala persyaratan. Dzikirku hanya bisa diucapkan di dalam hati. Aku pasrah dengan segala keputusan Allah yang menguasai jiwaku.

harus segera dikeluarkan. urat nadinya yang membengkak melintang sebesar jari seperti kue tambang yang melilit di kedua tangannya. Cici. Oke! Aku angkat topi padanya. Saat itu juga Evi Arpan diundang ke rumah adikku untuk dijadikan nara sumber sekaligus gambaran bagiku dan seluruh keluargaku yang siap menyimak segala materi pengalaman hidupnya selama cuci darah kurang lebih 17 tahun itu. anakku yang paling kecil dan saat itu baru berusia 1 tahun. Dia bilang. Dia mampu melanjutkan sekolah ke SMA. ketawakalan. Nurbayani Saleha di Saibi. Evi. Atas saran Evi. karena racun di tubuh Bapak sudah banyak sekali.Dia adalah pasien gagal ginjal yang sudah banyak makan asam garamnya masalah cuci darah. kuliah. aku masih memiliki tanggung jawab membesarkan dan mendidik anak-anakku yang masih kecil. sampai kemudian bekerja layaknya orang yang sehat sebagai Tata Usaha di salah satu Madrasah Aliyah di Kota Bandung. Apalagi Si Bontot. Tidak ada yang menjadi tanggungannya. bekas dua kali operasi AV shunt atau Cimino dan beribu-ribu tusukan jarum pistula. Keempat anakku masih membutuhkan figure seorang ayah. “Pak! Bapak harus hari ini juga cuci darah. tidak jauh dari rumah adikku. dia masih bujangan. Namun wajahnya yang kehitaman itu masih memancarkan semangat hidup yang tinggi. Evi Arpan. ketabahan. kengerian dan semangat hidup yang susah untuk dilukiskan dengan kata-kata.” 25 . Dialah anakku yang paling lucu. Dia tahu persis kondisiku. selama berobat di Bandung. karena berjuta pengalaman yang pernah ia lalui. tangannya yang rusak. Andaikan kutuliskan kisah hidupnya. Sungguh suatu prestasi luar biasa. Cijerah. Biarpun tubuhnya yang kecil. Aku jadi malu di hadapan Allah Swt. Kebetulan tempat tinggalnya hanya sekitar 500 m. kegetiran. yang memotivasiku untuk bangkit lagi dari ketidak berdayaan. Akhirnya tersadar kembali. biasa ia dipanggil. kesabaran. mungkin tidak akan selesai 3 atau 4 bulan. Dari seorang Evi Arpan aku mendapatkan suntikan segar vitamin semangat hidup. Bandung sebagai tempat persinggahanku sementara. Jangan menunggu sampai besok! Saya khawatir Bapak tidak akan bertahan. seorang pemuda yang telah memberikan inspirasi dan keteladanan hidup bersama cuci darah sejak berusia 16 tahun. tapi dia masih terus memiliki semangat hidup yang tinggi. bahwa aku harus segera menjalani cuci darah saat itu juga.

baru aku mengerti bahwa OT itu singkatan dari over time. perawat sampai dokter yang menanganiku semuanya baik. Beberapa meter di atas kepala ada AC yang membuat pasien lebih nyaman. “OT?” pertanyaanku singkat. Beberapa saat kemudian aku dipersilakan memasuki ruangan yang luas. artinya cuci darah di luar jadual yang sudah ditentukan.“Ya. Tapi bagaimana caranya bisa cuci darah sekarang? Jadual saya harus besok sore”. Hampir seluruh keluargaku menumpahkan tangis bahagia. Habibie. cleaning service. memang saya pun sudah tak tahan. dengan menggunakan remote controle. selalu tersenyum juga memberikan pelayanan dan perawatan professional terbaik.000. Pelayanan pertama yang sungguh mengesankan.00 kami berangkat dari Saibi. Bandung. Habibie. Kapan pun Bapak mau. Ada juga satpam yang segera menyodorkan kursi roda pada saat aku turun dari mobil.A. Di samping sentuhan lembut para perawat. Aku heran tak mengerti. Badan sudah serasa remuk. Saat itu juga aku langsung menghubungi Mas Kamto penentu kebijakan masalah jadual cuci darah di Rumah Sakit Khusus Ginjal Ny.00 sekali cuci. A. Alhamdulillah. penuh perhatian saat mendengarkan keluhan pasien dan kecekatan mereka merawat pasien bisa aku rasakan. Cijerah ke Tubagus Ismail menuju RSKG Ny. OT itu cuci darah diluar jadwal yang ditentukan. R. “Oh. Kemudian mendorong dan mengantarkanku sampai ruang tunggu di lantai II. karena telah ada jalan keluar saat kondisi badanku sudah kritis. Begitu datang di gerbang pagar depan RSKG.00. bisa Pak! OT saja!” jawab Evi. ramah. karena keramah-tamahan segenap karyawan RSKG mulai dari satpam. hanya harus memberikan biaya tambahan sebesar Rp 100. terdiri dari 17 tempat tidur yang mengelilingi meja dokter dan perawat. terjadi kesanggupan menerimaku untuk cuci darah pukul 15. R. Aku berbaring di atas ranjang yang otomatis bisa ditinggikan atau direndahkan sesuai keinginan atau sandarannya yang mau diatur berapa derajatnya. Evi menerangkan dengan penuh semangat. OT. Tadi malam juga sudah tak bisa tidur sama sekali. sopan. “Ya. Dengan posisi ranjang yang berderet dan bersebrangan dengan 26 . pasti dilayani asal telpon dulu Mas Kamto yang mengurus jadualnya”. Belakangan. satpam sudah menyambut dengan anggukan kepala dan senyum yang ramah. Pada pukul 14.

jantungku masih baik. aku sudah sulit bernafas. bahkan hampir gelap mulai terasa terang lagi. Jarum pistula siap dipasang di selangkangan kaki kiri untuk mengeluarkan darah yang dialirkan ke mesin penyaring.pasien lain. Mesin EKG dipasang untuk memeriksa jantungku. Hasilnya. tapi aku disarankan memakai cuci darah system karbonat. napas pun terasa ringan. Sebelum menusukkan jarum pistula. agar urat nadi yang bolong bekas tusukan tidak memuncratkan darah dan lubangnya tertutup lagi. Tusukkan yang menyelamatkan hidupku. Aku belum begitu mengerti tentang perbedaan keduanya. Sampel darahku diambil untuk membeli 2 labu darah ke PMI. Selasa. Bunyi kretek-kretek mesin cuci darah diselingi bunyi alarem peringatan serta kilatan lampu merah yang berkelip-kelip kalau terjadi sesuatu yang salah harus dinikmati selama 2 jam. Mas Slamet dan perawat lainnya yang selanjutnya menanganiku. Wow! Tusukan pertama jarum itu membuat mataku yang sudah redup langsung terbelalak. Aku pun merintih. menjerit. Badan mulai terasa segar setelah 2 jam cuci darah dan mendapat tranfusi 2 labu darah. Maka dokter segera memberikan oksigen. di selangkangan diberi injeksi anestesi lokal dulu agar tidak terlalu sakit. Pandangan yang asalnya terasa buram.00 WIB. Tusukan yang menyalakan harapan dalam kegelapan masa depanku. menahan sakit yang sampai ke ulu hati. juga tersedia fasilitas hiburan. karena jarum pistula itu besar sekali dan harus berjam-jam terbenam di selangkangan. sama. Pukul 17. kemudian darah segarku yang mengalir itu akan dimasukkan lagi pada pembuluh darah di tangan kiri. Jangan bertanya bagaimana rasanya! Anda bayangkan saja sendiri! 27 . beberapa TV kabel yang siap memberikan hiburan untuk sekedar mengusir rasa kesal berjam-jam terbaring saat cuci darah. Tapi rasa nyeri yang hebat harus terulang saat jarum pistula di selangkangan harus dicabut kemudian bekas tusukan jarum yang besar itu harus di tekan dengan kuat sekitar 15 menit. bukan asetat. harus ditekan dulu 15 menit agar mengering. 18 April 2006 kisah hidup pertama kali berkenalan dengan mesin cuci darah. Selanjutnya akan berlangsung kontinyu setiap hari Selasa dan Jum’at dan berangsur-angsur limit waktu bertambah menjadi 3 jam sampai 4 jam pada saat cuci darah yang ke dua dan ke tiga. Kepala yang tadinya terasa berat berangsur-angsur ringan. Saat itu. Begitu juga bekas tusukan jarum di tangan kiri.

merah lebam. Pinggang. bekas sayatannya hampir mendekati sikut. Dan aku sadar betul bahwa cuci darah ini baru permulaan yang harus aku jalani seumur hidupku. Darah dibawah permukaan kulitnya beku. petinju legendaris. Sedangkan. Apalagi. Sekuat apapun dia. si Leher Beton. Tangan kiri baru sehari menjalani operasi cimino/AV shunt. tangan kanan dan selangkangan kaki kanan masing-masing terpanggang jarum pistula cuci darah. Jadi. ikatan erat yang tak bertali dan membuat aku tak bisa bergerak sedikitpun. paha. rumah adikku yang pertama. warnanya hitam kebiru-biruan. hanya Allah Swt Yang Maha Mengetahui segalanya. Lengkaplah belenggu yang tak berbelenggu bagi seluruh anggota tubuhku. Diposkan oleh bang_qory di 18:16 0 komentar Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke Facebook Sabtu. apa yang dikatakan dr. pengalaman pertama cuci darah yang sangat menakutkan. sama tak bisa bergerak leluasa dan masih bengkak. sampai betis kaki kiriku bengkak. pasti tidak bisa berkutik. Tepat di bekas tusukan itu pun terjadi abses (pembengkakan) hampir sebesar telur ayam. Rasanya menyakitkan sekali. Hingga aku harus bertahan dalam kondisi berbaring seperti mayat selama lebih kurang 4 jam cuci darah. 04 September 2010 Derita Paling Menderita Mike Tyson. 28 . gerakan tangan kiri pun terhambat. Akibat dari tusukan jarum pistula yang kurang tepat di selangkangan. saat pertama kali cuci darah.Rully seperti bertemu “jurig” itu aku alami. Nurbayani Saleha yang berprofesi sebagai Ibu Panti Sosial Asuhan Anak Nurul Ihsan. Mampukah aku bertahan hidup dengan cuci darah? Entahlah. Kejadian yang sangat menyakitkan ini pernah kualami saat cuci darah yang keempat kalinya. jika sedang berada di atas ring tinju dan siap melayangkan bogem mematikan. tetapi tiba-tiba tubuhnya terserang gatal-gatal. Aku sadar betul bahwa kondisiku masih sangat lemah jika harus kembali ke Garut. Begitulah kira-kira gambaran bagaimana dahsyatnya gatal-gatal bisa membuat orang sedigjaya apapun akan menjadi tak berdaya. Aku pulang lagi ke Cijerah. tentu Anda ingat. Sehingga kaki kiri saya sulit untuk bergerak seperti orang yang terserang Cikungunya. minimal 2 kali seminggu secara rutin dan kontinyu.Selesai sudah.

Rusma.!” Air mata kepasrahan kepada Allah Swt yang menguasai jiwaku terus mengalir. Aku segera minta tolong diberi obat anti gatal. Namun menambah ketidak nyamanan untuk bergerak. Injeksi interhistine ditambah lagi sampai habis 4 ampul. pinggang.Rusma. Yang Maha Menguasai jiwa. Cut Indra dan Mas Slamet menghampiriku. rasa gatal dan jengkel karena garukan mereka banyak meleset dari instruksi sasaran yang kuinginkan. Aku mengakui segala kelemahan diri di hadapan Allah Swt. Batinku berperang sabil antara melanjutkan transfusi atau tidak? Karena aku tahu. Memasuki menit ke-16 mulai terasa gatal di telinga sebelah kiri.Selang oksigen juga terpasang di hidung agar napasku terasa ringan. Inilah yang menjadi virus malapetaka.. penyebab gatal itu adalah penolakan tubuh terhadap darah asing yang masuk (alergi terhadap darah yang kurang cocok). Gatal itu terus berkembang biak bak jamur di musim hujan. Pada 15 menit awal. Gatal di tubuhku bukannya mereda. gatal dan menyakitkan.0 mlHg. “Labu darah pertama sudah habis. Karena tangan dan kakiku tak bisa bergerak sama sekali. adik-adikku. malah gatalnya tambah seru. merintih menahan sakit. dengan transfusi darah itu. Tapi hasilnya tetap nihil. “Laahaula walaa Quwwata illa billaahi aliyul adziim. malah semakin menjadi-jadi. Beberapa saat aku tak bisa menjawab.. Dua buah labu darah sudah dipersiapkan guna memperbaiki Hb yang hanya 5. Bagaimana. penyebab utama terjadinya derita yang paling menderita. Mas Slamet sebagai perawat yang sigap cepat memasukkan injeksi interhistine 1 ampul. kaki. Yang Maha Kuasa. Beberapa detik kemudian bertambah pula rasa gatal itu ke telinga kanan. Aku menjerit. dr. dr. pantat. Akhirnya aku hanya bisa pasrah tak berdaya. Aku meminta bantuan tambahan pasukan penggaruk Yayu dan Zaki. Labu pertama terpasang bersamaan dengan proses cuci darah. Bagaimana bisa? Ya. tangan dan wajah. 29 . menyerang punggung. Agar bisa menggaruk seluruh bagian tubuh yang terasa panas. berjalan lancar-lancar saja. Aku meminta tolong istri untuk menggaruknya. Aku hanya bisa menggigit bibir bagian bawah untuk menahan derita yang paling menderita sambil memanjatkan doa memohon kekuatan dalam batin.Pak? Mau dilanjutkan dengan labu yang kedua?” kata dr. aku tersiksa.

Memang ada sih. Bisa Anda bayangkan sendiri. Laahaula walaaquwwata illa billaah aliyyul adziim”. aku tuntaskan perjuangan melawan rasa gatal serta tak pernah lepas dari doa. Kepasrahan. haru dan pasti bisa merasakan bagaiman penderitaan yang harus aku jalani selama 2 jam lagi.Jika dilanjutkan. Ya. Gejolak batin dan pikiranku terus berperang antara ‘ya’ dan ‘tidak’. Mas Slamet mendesak. Namun aku yakin Allah Swt yang menguasai jiwa ragaku pasti memberikan kekuatan 2 jam ke depan untuk menahan segala derita ini. juga perjuangan untuk mendapatkannya sangat melelahkan. walaupun aku tahu resiko yang harus aku tanggung berat sekali. Aku jawab tantangan Mas Slamet dengan hati mantap dan tekad yang bulat “Ya. Rusma memberikan penjelasan bahwa kondisi demikian tidak akan berlangsung lama. Istri dan adik-adikku yang berada di sekelilingku dan menyaksikan kejadian itu semuanya meneteskan air mata.. Mas! Lanjutkan saja. Ya. insya Allah saya kuat!” Anak. mati deh. Sambil menggigit bibir bagian bawah dan memejamkan mata. aku harus menahan penderitaan yang tak terperikan ini lebih lama. Istriku juga mengatakan bahwa wajahku bengkak. lemas tak bertenaga. Perasaanku cemas dan takut kalau-kalau kakiku menjadi lumpuh. ”Laailaahaillallah. ketika turun dari pembaringan kakiku tak bisa bergerak. telingaku menebal beberapa millimeter dan berbintik-bintik merah. Selanjutnya aku berpikir belum ada orang yang mati gara-gara gatal. Ini hanya efek samping dari obat anti gatal yang diberikan tadi. 30 . Yaitu. Telinga dan wajahku terasa bengkak. bisa bertahan jika dilanjutkan transfusinya?” Aku masih belum bisa menjawab. Air mata sedih. hanya kepasrahan diri yang bisa mengantarkan dan melewati masa-masa kritis semacam itu. Beruntung. “ Pak. Saat aku mencoba berdiri malah mau ambruk. Padahal harganya cukup mahal. Tapi jika tidak dilanjutkan.! Aku mencoba mengumpulkan segenap keberanian dan kesabaran dalam ketidak berdayaan untuk melanjutkan tranfusi tersebut. Tak ada makhluk lain. badan akan semakin lemah karena Hb-ku yang sangat minim dan sayang labu darah yang satunya lagi akan terbuang sia-sia. Hanya Allah-lah yang bisa menolong jiwaku. betapa menderitanya aku saat itu. gatal yang mengakibatkan kematian. Setelah cuci darah selesai. gatal yang digaruk di tengah jalan tol lalu tertabrak kendaraan. dr.

agar tim medis bisa menentukan banyaknya cairan yang harus dibuang dari tubuh pasien. Aku makan dengan lahap. karena hanya bisa dinikmati 2 kali seminggu. tiba-tiba kedua kakiku terasa dingin. Jam-jam pertama cuci darah tak ada kendala. Seandainya saat ini Anda sedang membaca tulisan ini. Hal ini juga banyak dialami pasien lain. makan saat cuci darah adalah saat yang dinantinanti. Memasuki 15 menit terakhir jam ke-4. aku masih sibuk menggaruk-garuk sekujur badan sepuasnya. rupanya karena racun (ureum dan kreatinin) di tubuh sedang dikeluarkan. bisa merasakan segala rasa makanan dengan tepat. Rutinitas timbangmenimbang berat badan sudah menjadi kewajiban baru sejak menjalani cuci darah. Jarum timbangan menunjukkan angka 46. Hitung-hitung balas dendam. “Apakah Anda siap saat ini. Banyak yang iri melihat kami selalu mesra. Aku yakin jawabannya pasti “Tidak siap!” atau kemungkinan besar jawabannya seperti itu. tanpa persiapan mental sedikit pun. kemudian mencabut nyawa Anda?”. Kemudian kepala juga 31 . tiba-tiba aku ajukan pertanyaan. ”Siap! Kapan pun dan di mana pun saya pasti siap!” Barangkali kondisi seperti itulah yang aku alami pada hari Kamis. Sehingga.A. ada lagi peristiwa yang lebih mengerikan. karena selama cuci darah tadi tidak bisa menggaruk sendiri.Sepanjang perjalanan pulang dari RSKG menuju ke Cijerah. Tapi kalau rasa keimanan Anda kuat. nyeri dan kram. Habibie. Saat itupun aku disuapi istri tercinta. Moment cuci darah bisa aku gunakan untuk makan. detik ini juga malaikat Ijrail menghampiri Anda. Kesempatan Hidup Kedua Beberapa minggu setelah kejadian itu. Karena Anda kaget dan sungguh diluar dugaan.5 kg selama 3 hari sebelumnya. berarti ada kenaikan berat badan 2. beberapa puluh menit kemudian alat pencecap itu kembali krodit.5 kg. Setiap datang dan pulang pasien wajib mencatat berat badannya. Segera aku berdiri di atas timbangan yang tersedia untuk mengetahui berat badanku. tidak sensitive lagi terhadap rasa. Karena saat inilah biasanya alat pencecap agak normal. pasti Anda pun menjawab. R. Badanku masih kuat untuk berjalan kaki sekedar turun dari angkot menuju lantai II ruang tunggu cuci darah di RSKG Ny. 20 Juni 2006. Tetapi begitu selang cuci darah dilepas. Aku selalu mencatatnya di buku agenda pasien.

Kondisiku makin lemah. pandangan pun tidak terlalu gelap. Aku terkulai. Antara sadar dan tidak. Dingin menjalar ke sekujur tubuh terutama kaki sampai pinggangku. Bumi di sekelilingku rasanya akan runtuh. terkuras seluruh isi perut keluar semua. jari-jari pun tak mampu bergerak. Aku muntah-muntah. tensi darahku tibatiba drop menjadi 80/60. berkunang-kunang dan menghitam. Mual tak tertahankan dan dada pun terasa ditumbuk-tumbuk. Tensi darah mulai naik lagi dan beberapa puluh menit kemudian agak normal 110/70. Tubagus Ismail sampai ke Panti Sosial Asuhan Anak Nurul Ihsan di jl. baru beberapa puluh meter saja angkot itu meninggalkan RSKG tubuhku tiba-tiba menggigil. Pengalaman dahsyat itu kembali kusaksikan dari file 32 . “Suster pusing…!” Suster Neti dengan sigapnya segera menurunkan posisi kepalaku supaya sejajar dengan badan sebab asalnya posisi kepalaku bersandar agak tegak. Setelah napas kembali normal begitu juga tensi darahku menjadi 120/80. Setiba di Saibi aku tak mampu lagi berdiri apalagi berjalan. Beruntung. kemudian napas terasa agak ringan. kaki tanganku tak mampu bergerak.dingin dan pusing berat. pandangan kabur. meriang merasa kedinginan hebat. Dengan kursi roda aku menuju angkot Mang Dadang yang sudah siap menjemput. Tujuannya agar aliran darah ke kepala bisa lancar.7 Cijerah (Perum Saibi) serasa berpuluh-puluh jam. selang oksigen cepat-cepat dipasang untuk membantu pernapasan. Istri dan adik-adiku sudah panik. Wajah kakekku tiba-tiba saja terbayang di benakku saat beberapa menit lagi menjelang ajalnya tiba. Sekelebatan aku masih bisa melihat suster Neti di sebelahku. Napas tiba-tiba berat dan sesak. jerih payah istriku menyuapiku waktu cuci darah terbuang sia-sia. Perlahan-lahan perubahan itu berlangsung. Hanya kepala masih terasa pening. Jarak antara RSKG di jl. Dokter jaga dan perawat lain berdatangan. aku berjuang terus. Mekar Manah no. sekilas saja kulihat mereka semua sudah menangis bingung harus bagaimana menolongku yang tak berdaya saat itu. Selain istriku dan adiku. selang cuci darah juga cepat dicabut. padahal masih tersisa beberapa menit lagi. beberapa anak panti ikut membantu menggotong badanku agar sampai di tempat tidur. Kepala pusing dan mual yang dahsyat tak tahan. aku diperbolehkan pulang. Selama perjalanan itu. istriku berusaha mendekapku dengan penuh kasih sayang. aku masih bisa berteriak. gelap. bernapas dan mengembalikan segenap energi yang masih tersisa.

baru terasa ada perubahan. stress. Mungkin tujuannya agar darah yang seperti membeku dapat mengalir dengan cepat dan bisa berganti dengan yang hangat karena air panas tadi. Badanku mulai hangat lagi. Istriku berinisiatif menawarkan minum teh manis. hanya kedipan mata pula.memoriku. serta mengurut betis sambil terus meneteskan air mata dan berdo’a. namun kelopak mataku sudah mulai bisa terbuka. Tapi semua energiku serasa musnah. begitu jerit batin yang aku panjatkan. tekun dan penuh cinta. Nurbayani Saleha. suhu tubuh mulai naik. Tetapi seandainya ajalku belum tiba. Istriku secepat kilat menyajikan bubur Nestle cair rasa beras merah. Selain selimut dan bantal yang sudah ditumpuk di atas tubuhku agar hangat. khawatir. merambat ke paha selanjutnya ke dada. dan Yayu Fauziah bergantian memijit-mijit telapak kaki dan telapak tangan. istriku masih berpikir bagaimana caranya agar suhu tubuhku menjadi hangat kembali. Aku hanya mengedipkan mata tanda setuju. ditambah dengan botol bekas air minum mineral dan botol kaca bekas sirup buah yang di isi air panas juga. 33 . Jawabanku sama. Zaki Sukmaya. Aku masih terkulai. Atas izin Allah pula. “Biar ada energi. Kondisi terakhirnya sama seperti aku saat ini. akhirnya melepaskan napas terakhir untuk menuju keharibaan Allah Swt. cemas. Kemudian dia juga menawariku makan makanan bayi berupa bubur cair produk Nestle. Dia menyuapiku dengan sabar. Aku pasrah dan menyerah akan segala takdir yang digariskan Allah Swt. Ibuku juga detik-detik akhir hidupnya aku saksikan sendiri. Karena aku ini milik Engkau semata. Saat itu hanya hati dan keimanan yang masih menerangi jiwaku dan menuntunku untuk terus berjuang hidup. Dalam keadaan hampir seluruh keluarga panik. Ya Allah!. tolonglah hamba! Berilah hamba kekuatan untuk bisa bertahan hidup sampai batas yang telah Engkau tentukan”. Adik-adikku. Dua botol bekas sirup buah yang besar-besar di simpan di betis. aku mulai bisa diajak komunikasi walaupun dengan suara yang sangat pelan dan berat.” katanya. Seandainya malaikat Ijrail mau menjemputku agar aku segera bertemu dengan-Mu aku rela. dua botol bekas air mineral di paha dan buli-buli/umbit di atas dada. dimulai dengan turunnya suhu tubuh di kaki terus beku. Hampir 2 jam mereka memijit-mijit telapak kaki dan tangan. takut. Beberapa sendok teh manis yang disodorkan istriku bisa mulus melewati tenggorokan. Pada saat kakekku melepaskan napas terakhir di pangkuanku. “Aku menerima segala keputusan-Mu. ia cepat mengisi buli-buli/ umbit (kantung karet yang bisa di isi air panas).

Aku menyuruh adikku berhenti memijat dan beristirahat. 34 . Dibuatkannya lagi bubur yang kedua. Zaki. Aku menjawabnya dengan senyum. lama sekali. Dia beranjak ke ruangan tengah untuk beristirahat bersama adikku yang lain. karena aku tak mau darahku kembali menjadi beku. Pukul 01. langsung glek saja ditelan dan masuk ke lambung. aku bertayamum dalam imajinasiku. Hanya matanya terus menatapku dengan tatapan yang berkaca-kaca. istriku mengingatkanku untuk shalat Maghrib dan Isya yang belum sempat kutunaikan. Aku berusaha bisa menelan bubur dan tak perlu mengunyah sedikit pun. “Ki. karena hanya itulah kemampuanku. dan dia pasti sangat paham. Raut wajahnya agak sedikit berbinar lagi penuh harapan. dari sekitar pukul 17. Kecuali hanya mengacungkan jari telunjuk saat tahiyyat. Zaki. Aku merasa diberi kesempatan hidup kedua. Dengan ketekunannya menyuapiku. Subhanallah. Senyum kebahagiaan karena sudah bisa melewati masa yang sangat kritis. Tapi dia masih setia berbakti memijat terus sampai dirinya yakin bahwa aku sudah pulih. Alhamdulillah.00. walau gerakan tubuhku masih sedikit. shalat dulu ya! Magrib dan Isya kan belum. Adikku. habis. tanpa bergerak sedikit pun. Begitu bubur sudah ada di mulut. Seolah-olah dia ingin meyakinkan diri bahwa aku masih bisa bertahan hidup sampai besok lusa dan entah sampai kapan. bahwa hakikatnya Allah yang memberikan pertolongan kepada kita. Kejadian menegangkan itu cukup lama. lalu kutunaikan shalat Maghrib dan Isya dengan jama qoshor.00 sampai pukul 24. Sambil berurai air mata.00. sedikit bersuara dan menggerakkan jari-jari kakiku. adikku tidak menjawab. Sebelum pergi tidur. Karena usaha dan jerih payahnya bisa berhasil.Semangat hidupku timbul lagi. 20 gr bubur Nestle itu masuk ke dalam lambungku. Jama qoshor aja semampunya!” katanya pelan. atas kemurahan Allah Swt. antara hidup dan mati. aku mulai memiliki energi lagi dan bisa menggerakkan jari-jari tanganku. “Pa. aku baru bisa mengeluarkan suara agak fasih dan bisa dipahami. sudah dulu ya! Istirahat aja dulu! Capek! Terima kasih ya!” kataku pelan. Dia sudah kelelahan dan terkuras mental dan energinya. masih belum berhenti memijat telapak kaki. Hanya itu energi yang kumiliki sebagai bakti dan rasa syukurku atas segala pertolongan Allah Yang Maha Kuasa.

walau 35 . Ulfa Shofi Agnia (15). Sosok perempuan yang tegar. sesuai dengan namanya Tresnasih. Fatmah Tresnasih.Pagi-pagi. aku mulai bisa menggerakkan kaki dan tangan. si sulung yang ganteng dan tiga dara yang cantik-cantik. Amiin! Mimpi Ya Allah! Mimpiku menjadi orang normal Mungkin hanya angan dalam khayal Yang tak bertepi sampai ajal Namun aku juga bermimpi Sakitku pasti akan terobati Saat aku bisa menikmati Indahnya cinta-Mu di surga nanti. kami sepakati sejak ijab qabul dengan wali dihadapan penghulu tak akan putus. Tresna artinya cinta dan Asih artinya kasih sayang yang tulus. berbicara pelan-pelan. 5 Juli 1992 sampai sekarang benar-benar merupakan perhiasaan terindah dalam hidupku. Penandatanganan dan peresmian kontrak hidup bersama dunia-akhirat. seorang istri yang aku sunting pada hari Minggu. dan Fhatiya Bilqis Saida (5). Mimih. Kepalaku masih terasa pusing. begitu aku dan anak-anak menyebut namanya. Perhiasan Terindah Pas benar ungkapan sepenggal syair lagu Rhoma Irama yang mengatakan “Perhiasan terindah itu wanita sholehah”. tak pernah mengeluh. Faris Fajar Wibawa (17). Nazla Gina Farfasya (10). tapi aku yakin besok-lusa aku pasti bisa bangkit lagi. sabar. Dialah yang telah melahirkan 4 permata hidupku yang lain. motivator ulung yang penuh cinta dan kasih. penuh daya juang. telaten.

adalah kata pertama yang saya panggil. Bukan hanya dituntut bisa memenuhi kebutuhan untuk berobat. kiri dan keningku dengan penuh perasaan cinta saat aku akan tidur. Garut. Pembelian labu darah. Bisa Anda kalkulasikan sendiri jika dua kali cuci darah dalam seminggu. pegal dan linu atau muntahmuntah. Pada saat aku terkulai lemas kehabisan energi. jika aku merintih kesakitan. Setiap kali pergi ke Bandung harus merental mobil. Istriku dituntut harus pandai membagi waktu. Dialah yang selalu memberiku semangat hidup. Begitu besar pengorbanannya bagiku dan keluarga. Biaya cuci darah memang ditanggung Askes. Aku sudah tak bisa berpikir lagi untuk mencari uang. sebagai wanita karir dan sebagai ibu rumah tangga yang baik. Ya. berarti setiap bulan harus mengeluarkan uang Rp 8 juta. ke sana-ke mari mencari pinjaman. Entah dari mana. Operasi AV shunt atau cimino yaitu operasi memperbesar pembuluh darah di tangan. Mengecup pipi kanan. Dialah yang selalu mengajak aku mendekatkan diri pada36 . agar tidak ditusuk di selangkangan. Sebagai wanita karir. merasa down. Tugas istriku yang paling berat adalah merawatku sebagai suaminya. Dialah orang yang pertama kali merasa cemas. Dia yang pertama kali terbangun dan terjaga saat tengah malam aku pening. Istrikulah yang sigap kasak-kusuk. Belum biaya tak terduga lainnya seperti operasi AV shunt atau cimino. dan yang paling besar biayanya adalah biaya transportasi. stress dan kehilangan pegangan. aku tak tahu. jika aku sakit. Membersihkan seluruh kotoran yang menempel di badanku. sedangkan esok harinya harus mengajar dan mencari uang tambahan untuk memenuhi kebutuhan berobat dan cuci darah. Sebagai ibu rumah tangga. dia harus tetap menjalankan tugas mengajarkan Bidang Studi Bahasa Inggris di SMPN 1 Banyuresmi. Menyeka seluruh tubuhku di saat aku tak mampu mandi. gelisah dan pontang-panting mencari pertolongan. dia menyuapiku dengan penuh kasih sayang. Ini terbukti dengan begitu setianya dia menjaga dan merawatku saat aku sudah tak berdaya. tapi disaat kepalaku pening. tetapi banyak obat-obatan yang di luar tanggungan Askes. karena badanku semakin lemah dan tak kuat lagi kalau naik kendaraan umum. Sungguh pengorbanan yang luar biasa.kematian memisahkan kami. istriku mampu memberikan pijatan lembut yang menggetarkan nadi kehidupan. Begadang sampai pagi. Mimih. dia harus menjadi ibu yang baik bagi anak-anaknya. membesarkan jiwa saat aku merasa putus asa. setiap cuci darah harus mengantongi uang minimal 1 juta rupiah.

sebagai kepala sekolah mengerti kondisiku yang harus bolak-balik terus cuci darah ke Bandung. Biasanya mengurusi orang lain. Pak Jejen. sahabat-sahabat terbaikku selalu siap dan sigap mempersiapkan semuanya. pagi-pagi sudah berangkat mengajar. Aku hanya memohon diberi tugas yang ringan dan yang lucu saja di sekolah. karena aku pun sebagai suaminya. Biasanya.Nya di setiap tarikan nafasku. aku menulis surat pengunduran diri dari jabatan dan tugas-tugas yang tidak mungkin lagi bisa aku tunaikan dengan alasan kesehatan. Biasanya kami berangkat pukul 08. Tiap kali pergi ke RSKG 2x seminggu. Pada bulan April 2006.00 dari Garut dan tiba lagi pukul 18. kasih sayang dan pengorbanannya yang begitu besar. Tak keliru aku memilih Fatmah Tresnasih sebagai pendamping hidup selamanya. sekarang malah harus diurus orang lain. jas almamater dan kartu KRS di STKIP Garut harus dilupakan begitu saja.Nya! Mengingatkan aku untuk berdo’a. Tugas dan jabatanku harus ditinggalkan. Karir. 37 . S. Aku tak bisa membalas cinta. Cita-citaku untuk melanjutkan kuliah hapuslah sudah. Tak mungkin. begitu tulus dan begitu murni.H. impossible! Bagaimana aku bisa membalas semua itu? Aku hanya bisa berdo’a dan memohon kepada-Mu ya Allah! Mudah-mudahan ia mendapatkan ridho-Mu. Pak Wawan. jabatan apalagi penghasilan menyusut drastis setiap bulannya. Mustahil aku bisa berpaling ke lain hati. Alhamdulillah Bapak Engkus Kusnadi. Ya Allah! Sungguh malu diri ini dihadapannya. dunia dan akhirat.00. Aku harus puas dengan ijazah Diploma 3 saja. Terima kasih Ya Allah! Uang Bukan Segalanya Kegiatan rutinku berubah 180 derajat. Biasanya berbaur dengan para guru dan siswa di SMPN 1 Banyuresmi. bertahajud dan selalu mengingat nama. Aku merasa tak berguna lagi. merasa ridho. Beruntung. bahagia.00 atau 19. Bahkan kartu mahasiswa yang baru saja aku terima sebagai tanda bukti menjadi mahasiswa baru. bertasbih. dan Mang Ujang mereka bergantian mengantarku. sekarang harus diam sendirian di rumah.. sekarang malah berbaring lesu sambil berselimut tebal. aku tidak mau pusing dengan rentalan mobil dan sopir. dan puas mendapatkan pasangan hidup dirinya yang shalehah.

“Ya. Ya. kita mah ambil yang paket hemat aja!” jawab Pak Bambang. Wajahnya bulat. 38 . begitu nama panggilannya. “Oh ya. “Mahal juga. Kata-katanya penuh kharisma. Cici. “Amin! Do’anya saja Pak ya!” dia memohon sambil berjabat tangan. rambut ikal. selalu dibawa pergi ikut ke RSKG. Aku terkesima dan terkagum-kagum. itu pun sudah termasuk biaya hidup di sana sekitar satu setengah bulan”. penghasilan pas-pasan (BP6). montok. berapa Pak paket hemat itu?” tanyaku lebih penasaran. tiba-tiba Pak Bambang berpamitan kepada semua pasien yang berada di ruangan karbonat yang berjumlah 17 orang. tapi yang ini beda! ” kata Pak Bambang. karena selalu pakai jas berwarna gelap. “Wah. pergi pagi-pagi dan pulang petang. Aku pun memimpikannya. Pak! Semoga Bapak sukses transplantasinya!” kataku pelan. Kemungkinan Pak Bambang itu seorang anggota dewan. Katanya dia akan pergi ke Guang Zhou. Sayangnya.Anakku yang paling kecil. mata sipit. Bahkan seorang pasien. walaupun usianya pada saat itu baru satu tahun. Postur tubuhnya tinggi besar. Wajahnya berwibawa. Dia hanya menjawab. “Wah. hebat!” kataku. dia selalu tertawa jika digoda dan seolah-olah bisa diajak komunikasi. Pak Bambang. kalau ada Si Cici. Cina. Hanya saja. kulit putih. sangat terpesona dengan anakku itu. padahal di rumah juga banyak anak-anak kecil. kalau ditanya masalah profesi beliau selalu mengelak. Ah. “Bapak itu selalu sibuk. biasa saja wiraswasta!” Awal bulan Mei 2006. Aku hanya menebak-nebak. agar bisa hidup normal kembali. untuk transplantasi ginjal. dan badannya gemuk. Aku bertanya dengan nada agak menyelidik ingin tahu berapa biayanya. beremblim garuda. ya?” “Lumayanlah Pak! Kita juga dapat bantuan dari saudara-saudara”. Begitu juga istrinya. kepada Pak Bambang. karena belum fasih. memang Cici itu lucu. Dia selalu menanyakan anakku jika bertemu. Padahal Cuma bisa dadah dan melontarkan kata-kata yang harus diterjemahkan. “Berapa Pak biayanya?”. Kami semakin akrab dengan Pak Bambang. begitu juga istrinya. “Sekitar 300 jutaan. beliau agak tertutup waktu aku menanyakan profesinya. 4 jam cuci darah itu gak kerasa ya! Aneh. jadual cuci darah kami selalu berbarengan. “Selamat jalan. Operasi yang menjadi dambaan semua pasien GGK. Banyak yang tertarik dengan kelucuannya.

Garut yang sering kuajak pulang bersama. aku jadi terobsesi ingin seperti Pak Bambang. saya tengok! Eh. Ginjal yang selama ini telah menghambat karir dan kekhusuan ibadah kepada-Mu! Ginjal yang telah membuat seluruh keluargaku ikut menderita. seandainya aku sehat lagi seperti sedia kala. Segudang khayal dan impian berkelebatan di depan mata. kesabaran dan ketaqwaan kepada-Mu. Terbayang di benakku. pasien dari Cilawu. selalu berharap seperti Pak Bambang. Pak Bambang ke Cina untuk berusaha sembuh dari 39 . Berjuta angan dan harapan akan kupenuhi. Rasa rindu untuk saling tukar makanan atau tukar pengalaman bersama mereka. agar bisa meningkatkan kadar keimanan. Hedy yang masih anak SMU. Bukannya aku tak paham bahwa orang sabar itu di sayang oleh-Mu dan bukannya aku tak mengerti bahwa penyakit ini adalah penebus dosa-dosaku. Wah. do’aku masih tetap sama. Tiap selesai shalat aku selalu memanjatkan do’a. karena aku telah menjadi orang pilihan untuk menerima ujian dari-Mu. iya Pak! Kalau nanti Bapak sukses dan berhasil cangkoknya. Berangkatlah penderitaannya. Allah!” Begitulah do’a yang sering aku panjatkan ba’da shalat fardu atau shalat tahajud. Luki yang dari Tangerang. betapa bahagianya diriku. jantungku rasanya hampir copot saat membaca Koran Pikiran Rakyat tanggal 25 Juni 2006 yang memberitakan bahwa Pak Bambang Budi Asmara telah berpulang ke khadirat Allah Yang Maha Kuasa. Setelah keberangkatan Pak Bambang ke Cina. Pak Agus Berlian. Ada rasa rindu andai kata hari sudah mendekati hari Senin atau Kamis. Bu Kartini. insya Allah ya!” jawabnya meyakinkan. Tapi aku masih ingin lebih sempurna dalam beribadah kepadaMu! Maka kabulkanlah do’aku Ya. Ada Pak Kurnia. jangan lupa kepada kami di sini Pak! Tengok kami ya Pak! Agar kami juga termotivasi untuk bisa seperti Bapak!” pintaku pada Pak Bambang.“Eh. “Pasti Pak. dan yang lainnya. karena begitu seringnya kami bertemu. ”Ya Allah! Berikanlah aku kekayaaan seperti Pak Bambang agar aku juga bisa melakukan transplantasi ginjal. jadualku cuci darahku yang baru. Selama itu. Pak Rukmana. Pak Asnali yang gagah dan selalu berbaju loreng. Suasana cuci darah tambah akrab dengan sesama pasien maupun dengan perawat atau dokter. Ceu Eros. Bukannya aku tidak menerima cobaan dari-Mu sebagai tanda sayang-Mu. Betapa terkejutnya aku. karena merasa sependeritaan. Cita-cita akan kuraih.

Sehingga aku segera bertobat dan mengucapkan istighfar. Biaya hidup selama pemeriksaan dan operasi tersebut mencapai Rp 300 juta ditambah biaya pemulangan jenazah sekitar Rp 80 jutaan. Harta tidak bisa menjamin kesembuhan seseorang. bahkan materi yang tidak sedikit. Sungguh. Bukan saja menguras energi. Aku bersyukur dengan segala rizki yang telah Engkau berikan. seandainya Engkau berikan kekayaan seperti Pak Bambang kepadaku. kesabaran. aku tidak diberi kekayaan seperti beliau. Allah pasti memberikan kemudahan setelah datang kesusahan sesuai janji-Nya pada surat Al-Insyirah. Aku yakin. Pak Bambang yang akhirnya kuketahui bahwa dia itu merupakan putra terbaik Jawa Barat.. mungkin aku telah Engkau panggil seperti dia. Pak Bambang yang ingin aku ikuti jejak langkahnya. Hal ini kuketahui beritanya dari koran setelah beliau tiada. seolah-olah aku tak pernah Engkau beri apa-apa. Mudah-mudahan Allah mengampuni segala dosanya. Allah! Yang telah menilai kecil rizki yang telah Engkau berikan. Penasihat Taekwondo Jabar. Engkau pasti telah menentukan jalan lain yang membahagiakanku. seolah-olah aku tidak mensyukuri segala nikmat-Mu! Amiin!” Sejak saat itu aku menyadari betul bahwa rizki itu sudah diatur dengan skenario Allah. Di akhir bulan Juni itulah aku baru menyadari bahwa do’a-do’aku selama ini salah dan keliru. Inna ma’al usri yusraa. Tetapi itulah takdir Allah Swt. Ketua Yayasan Asia Afrika. Kini telah tiada. agar menjadi ibroh dan pelajaran yang sangat berharga. suaminya dalam keadaan koma. dan sederet jabatan lainnya. Beliau tidak mengira kalau tiga hari pasca operasi transplantasi ginjal itu. seraya berdo’a. 40 . “Ya. Dia menjabat sebagai Bendaharawan Partai Golkar Jabar. dan aku yakin bahwa Allah itu memberikan sesuai dengan kemampuan dan kesabaran menjalaninya. diterima iman Islamnya dan segala amal shalehnya dibalas dengan pahala yang berlipat ganda. Amiin! Ternyata uang itu bukan segalanya. mantan Ketua KNPI Jabar.Pak Bambang yang saat pamitan memberikan senyuman dan lambaian tangan terakhirnya. Maafkanlah dosa-dosaku Ya. Tak pernah sempat sadar sedikit pun sampai wafatnya. Bu Bambang yang sengaja datang ke RSKG mengisahkan peristiwa wafat suaminya dengan berurai air mata. biaya yang sangat menakjubkan bagi kami sebagai PNS yang berpenghasilan pas-pasan. Allah terima kasih yang tiada terhingga. keikhlasan. Sedangkan aku masih ingin melanjutkan perjuangan hidup. yang harus kita terima dan harus kita ambil hikmahnya. mental.

Banyak orang menengokku. Setiap hari ada saja tamu yang datang. “Apa keinginanmu sekarang?” Nada bicaranya pelan tapi pasti. Sebelum dialog berlanjut. ”Sep! Saya sengaja membawa guru saya ini untuk mengobati penyakit Asep”. motivasi dan do’a mereka. Bahkan banyak orangtua murid yang sengaja meluangkan waktu untuk datang menemuiku dengan memberikan dukungan. Amiin! Uji Keimanan Kabar tentang penyakit yang aku derita begitu cepat tersebar kemana-mana. dia berkata. Amiin! Suatu hari salah seorang kerabatku bertandang ke rumah sambil membawa seseorang yang tak kukenal. murid dan semua orang yang kukenal rasanya tak ada yang absen. sahabat dekat maupun jauh. Sambil menunggu ayahku datang. Aku menjawab. Setelah dipersilakan duduk. aku menyuruh istriku untuk memanggil ayahku yang tak jauh rumahnya dari rumahku. baik berupa moril maupun materil yang sangat berarti bagiku. Aku jabat tangannya yang agak keriput itu. rekan kerja. “Caranya?” aku semakin heran. Dia tak membawa peralatan medis apa pun. semoga amal baik mereka dicatat dan mendapat imbalan pahala yang berlipat ganda dari Allah Swt. lelaki tua itu mengusulkan agar aku menganggap dia sebagai orangtuaku sendiri dan dia akan menganggapku sebagai 41 . Dia tak melepaskan jabat tangannya yang erat sambil bertanya kepadaku. Terasa benar kebaikan mereka. Aku hanya bisa mengucapkan terima kasih dan berdo’a. Aku terpana melihat sosok lelaki tua yang sudah beruban. Dengan tatapan matanya yang seolah-olah ingin meyakinkanku bahwa dia mampu mengobatiku. Jazakumullhi khairon katsiraa. lalu mengutarakan maksud kedatangannya. Aku tak mungkin bisa membalas budi baik mereka. tetangga. “Ya. saya ingin sembuh! Saya tak mau cuci darah!” “Bagus!” jawabnya. Selanjutnya lelaki tua itu mengajak bersalaman.Semoga Anda tabah Bu Bambang! Selalu diberi petunjuk dan kesabaran menjalaninya. giginya pun sudah ompong dan duduk di sampingku. Keluarga.

“Nah. “Mari kita kerjakan bersama! Ananda.” “Waduh! Bagaimana dengan ijazah saya. Lupakan nama yang dulu itu sampai Ananda sembuh.” begitu katanya meraih simpati. kerabatku. Aku. tanggal 3 Februari 1967. 42 . lelaki tua itu dan ayahku. dan ayahku bengong. nama Ananda boleh dipakai lagi. “Saya. Dia komat-kamit sambil memejamkan matanya. Aku semakin heran. SK dan berbagai macam dokumen pribadi saya?” protesku dengan cepat terlontar. istri dan semuanya harus memanggilnya. “Saya ke sini atas panggilan jiwa dan ikhlas menolong tanpa pamrih. Lelaki tua itu melanjutkan ceramahnya.” jawabnya mantap.ini hanya dalam waktu sementara saja. “Bapak sebagai ayahnya. Asep Diman. Katanya agar hubungan pertalian batinnya semakin erat demi proses penyembuhan yang cepat. Wajahnya masih diliputi rasa curiga dan heran. “Bapak tidak perlu merasa heran dan curiga pada saya. Asep Qoriin”. Siapa nama Bapak?” tanya lelaki tua itu. “Tidak apa-apa. Kami berlima duduk melingkar.” katanya. “Siapa nama Ananda?” kata lelaki tua itu. istriku. Kemudian kami saling menatap keheranan. Nanti kalau penyakit yang Ananda derita sudah saya pindahkan. “Kapan dan hari apa Ananda dilahirkan?” “Hari Jum’at. jawabku singkat. “Kalau begitu kasihan dong orang Jerman jadi menderita?” “Enggak apa-apa orang Jerman ini!” “Kasihan dong orang Jerman. sekarang ada ayahnya.” ayahku semakin sengit. “Ya.” lanjut lelaki tua itu sambil menatap ayahku. “Saya. Siapa tahu dia itu saudara kita juga. Ayahku bertanya spontan dengan nada berseloroh. “Kok bisa? Mau dipindahkan ke mana?” “Ke Jerman.” ayahku menjawab. Ananda harus berganti nama menjadi Asep Diman!” begitu katanya dengan nada meyakinkan. Ayahku datang. anak. pukul 13.00”. Aku.anaknya. istriku. mulai hari ini nama Ananda harus diganti!” “Diganti nama?” aku tambah heran. Oman Abdurrahman.

Mohon maaf. Allah tak akan keliru memberikan cobaan kepada hamba-Nya. Penyakitku sedang kumat.” pikirku saat itu. “Lebih baik menghindar. Kerabatku dan gurunya pulang dengan memendam rasa kecewa. Kami yakin ini ujian yang datangnya dari Allah. Tak sudi keyakinanku tergadai demi kesembuhan. Kami menerimanya dengan ikhlas. Dia tak mau di ganggu. Jangankan suami saya yang laif. Kami yakin. tak mungkin bisa berdebat panjang lebar. mudah marah dan tersinggung. Kerabatku malah ngotot dan menyuruhku menuliskan bacaan seperti mantra atau jampi-jampi dalam bahasa Sunda buhun yang harus diamalkan setiap malam. Aku bulatkan tekad untuk menolak mereka. Kami hanya akan berusaha secara medis dan obat alternatif lainnya yang kami anggap logis. Tak bisa berpikir jernih. sehingga takut keimananku akan goyah dan terjerumus ke dalam kemusyrikan. Cukup panjang mantranya. dan hanya manusia biasa. Aku suruh istriku untuk menghadapi mereka. dia akan mampu menyampaikan penolakan dengan baik. Beberapa hari kemudian kerabatku bersama gurunya bertandang lagi ke rumah.Terjadilah perdebatan yang seru. takut menjadi kemusyrikan yang berlanjut. namun keyakinan kami masih belum bisa menerima cara pengobatannya.” begitulah istriku memulai argumentasinya. tapi kondisiku sedang lemah. Nabi Ayyub A. Istriku pasti tahu betul jalan pikiranku karena sudah belasan tahun kami hidup bersama menjalin rumah tangga. kami pun berusaha mempertahankan keimanan dan keyakinan kami akan takdir Allah yang tidak bisa dialihkan pada orang lain. hina. Kerabatku berusaha meyakinkan kami akan niat baiknya. Depresi berat. Pertemuan itu bubar dengan tidak menghasilkan kesepakatan. Aku menuliskannya hanya sekedar untuk meredam kekecewaan niat baik Kerabatku itu. Dalam hal ini mungkin persepsi kita tidak bisa sejalan. bila kami belum bisa menerima kebaikan Akang. “Kami merasa bahagia dan berterima kasih yang sebesar-besarnya kepada Akang dan Bapak ini. “Kang! Kebetulan suami saya sedang kumat penyakitnya. aku tidak mau mencantumkan mantra tersebut di sini. saja diuji oleh Allah dengan penyakitnya bertahuntahun.S. Harap maklum. Jangan sampai Akang kecewa sehingga tali 43 . karena ingin mengobati suami saya. Rupanya mereka masih penasaran. Aku takut tali persaudaraan kami putus gara-gara hal ini. Aku yakin. Bukan berarti kami menolak kebaikan Akang.

” “Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa musyrik. Begitulah. memanfaatkan momen Idul Fitri. Kondisi badanku sudah agak membaik setelah menggunakan sistem CAPD. Tak ada kompromi.” (QS. Beda keyakinan (aqidah) tak bisa dijadikan alasan untuk bertoleransi. aku tak tahu. Allah-lah tempat bergantung. Dia hilangkan apa (bahaya) yang kamu mohonkan kepada-Nya.” (QS. satu-satunya penolong jiwa. Rupanya penjelasan istriku yang panjang lebar itu tetap saja membuat kecewa kerabatku dan gurunya. Qul innii umirtu in akuuna awwala man aslama wa laatakuunanna minalmusyrikiin. Dalam rangka memperbaiki silaturahmi agar tidak terputus. Sesungguhnya aku diperintahkan agar aku menjadi orang yang pertama berserah diri (kepada Allah) dan jangan sekali-kali kamu masuk golongan orang-orang musyrik.persaudaraan kita menjadi retak. Al-An’am : 14) “Bal iyyaahu tad’uuna fayaksyifu maa tad’uuna ilaihi insyaa a wa tansauna maa tusyrikuun. Aku sekeluarga sengaja datang ke rumahnya. Sekali lagi kami mohon maaf!” Panjang lebar istriku berusaha menjelaskannya agar bisa diterima dengan baik. dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (musyrik) itu. Apakah aku akan menjadikan pelindung selain Allah yang menjadikan langit dan bumi. Sesuai dengan firman-Nya : “Qul aghairaallaahi attakhidzu wa liyyan faatirissamaawaati wal ardhi wahuwa yuth’imu wa laa yuth’amu. An-Nisa : 48) 44 . padahal Dia memberi makan dan tidak memberi makan?. tempat tinggal kerabatku itu. Tak ada alasan untuk menerima paham yang bisa menggelincirkan keyakinan terhadap Allah Swt. Al-An’am : 41) “Innallaaha laa yagfiru an yusyriku bihii wa yagfiru maa dzaalika liman yasyaa u wa man yusyrik billaahi faqadiftaraa itsmaan ‘adziimaan. Allah-lah tempat meminta. Entahlah. bagi siapa yang di kehendaki-Nya. Katakanlah. Karena tidak berhasil memberikan pertolongan pada kami. Tapi kami bisa memahami kekecewaan itu. maka sungguh ia telah berbuat dosa besar. akibat dari beda keyakinan membuat tali persaudaraan pun nyaris terputus. Barang siapa yang mempersekutukan Allah. Jika dia menghendaki.” (QS.” “Katakanlah (Muhammad). Satu setengah tahun berlalu. hanya kepada-Nya kamu minta tolong. dan kamu tinggalkan apa yang kamu persekutukan (dengan Allah).” “(Tidak).

“Setiap penyakit itu pasti ada obatnya. Amiin! Obat Alternatif Keyakinanku tak akan tegoyahkan. juga harus cuci darah. Meski dunia medis mengatakan belum menemukan obat gagal ginjal dan tak mungkin bisa disembuhkan. yang merupakan muridku di SMP. agar darah yang 45 . Mengeluarkan darah kotor dengan cara disedot. tidak mencoba membuat kloning ginjal yang rusak agar bisa diganti secara langsung dengan ginjal kloning yang sehat dari sel yang ada?” Mungkin impian ini akan menjadi bahan tertawaan orang tapi biasanya penemuan baru itu berawal dari sebuah impian. Semoga Allah selalu memberikan hidayah dan bimbingan-Nya kepada kita semua. Mengapa tidak? Kalau domba yang utuh dan bernyawa bisa dicloning. Maka. bukan? Mudah-mudahan di tahun 2015 impianku bisa terwujud! Sehingga ditahun 2020 dunia bebas penyakit gagal ginjal kronik. “Mengapa para ahli yang sudah bisa memiliki ilmu pengetahuan cara mengkloning domba si Dolly yang menghebohkan dunia. aku pun menyadari hal itu. setelah tetangga mereka. Terkadang aku punya imajinasi. Sebelum menuju kesana.Alhamdulillah. bahwa setiap penyakit itu mesti ada obatnya.” Jika sampai saat ini belum ditemukan obatnya. ya wajar saja. tapi Alloh tak mungkin mengingkari janji-Nya. bahwa. Kita masih berusaha mengobati penyakit dengan cara-cara tradisional. Sebab manusia itu masih terbatas pengetahuannya. bisa menciptakan domba yang sama persis dengan induknya dari sebuah sel. ”Andaikan lautan dijadikan tinta untuk menulis ilmu Allah tidak akan cukup“. ilmu Allah sangat luas sampai-sampai ada keterangannya. kita sekarang masih berada di dunia primitif. kerabatku yang lainnya masih bisa memahami kejadian ini. bahkan sekarang mereka semua paham betul bahwa penyakitku harus diobati secara medis. aku mulai mencoba berbekam. mengapa hanya sebuah organ tubuh yang vital itu tidak bisa dikloning ? Masuk akal. setelah permukaan kulitnya ditusuk-tusuk jarum.

Arif tertarik juga ingin mencoba telapak panasnya Pak TJ bahkan mertua adikku. DR. aku mengecek kadar kreatinin dan ureum darahku. kanker. pasti ia datang. Da’i kondang yang selalu mengisi pengajian di Radio Litasari mau mencobanya. Beralih ke pijat refleksi Pak TJ (45) yang terkenal dengan telapak tangannya yang mengeluarkan energi panas. Proses pemijatan biasanya dilakukan di rumahku. Tinggal di SMS saja. Di sesi akhir pijatan. Biasanya aku melakukan ion 46 . Akhirnya kuhentikan juga. Bagaiman hasilnya? Setelah berpuluh kali dipijat. Semula aku tak percaya. kalau pasiennya banyak. Memang air urineku semakin banyak. Beberapa kali dilakukan oleh seorang ahli bekam. tapi hasil laboratorium masih menunjukan kadar racun yang tinggi. Memang tidak bisa dilakukan sendiri di rumah. jantung bocor. karena Pak M bisa dipanggil. KH. seluruh tubuh dipijat dengan tangan kosong. baru energi panasnya keluar. Pasiennya banyak sekali.d 30 menit. Segala penyakit bisa disembuhkan. Terbukti dengan tes pen yang menyala bila ditempelkan pada bagian tubuh yang mana saja di sekujur tubuhku. Telapak tangannya terasa panas dan meresap ke dalam tubuh terutama bagian yang sakit. Ternyata suami adiku. SH. Setiap hari rata-rata dipijit 20 s.Bpk. Pijatannya tidak seperti pijatan refleksi umum yang hanya telapak kaki ditusuktusuk dengan stik. Ya. Kemudian aku mencoba pijatan Pak M (47) orang Padalarang. racun di tubuh tetap tak berkurang. Aminudin Shaleh. katanya. Beliau menggunakan alat bantu listrik. Stroke. Harus datang ke tempat ion detox.mengandung racun keluar bersamaan dengan darah yang menggumpal kehitaman. ada getaran arus listrik yang terasa hangat. Betul. tidak ditarif. kalau telapak tangannya bisa mengeluarkan energi panas dan mengalirkan energi ke tubuh pasien. bahkan gagal ginjal juga sanggup dia sembuhkan. yaitu cara tercanggih pengeluaran racun tubuh melalui detoxivikasi ion negatif dan positif. setelah kucoba. Alternatif lainnya adalah ion detox. ternyata tidak ada perubahan. MM. mereka mengakui kehebatan tangan Pak TJ yang panas itu. Hal ini bisa merangsang pertumbuhan sel ginjal agar bisa berfungsi normal kembali. walau sudah sebulan lebih aku menjalani terapi ini. ternyata betul ada getaran dan energi panas dari tangan kosongnya. energi listrik yang terhubung sengaja dialirkan ke tubuhku melalui telapak tangannya. prakteknya dari pagi sampai jam 12 malam. Ini lain lagi.

00 selama kurang lebih 20 menit. Kok bisa berhenti cuci darah segala. “Oh. kaki pasien direndam pakai air agak panas di dalam waskom yang berisi kurang lebih 5 liter air agak panas dan sebuah alat elektromagnetik buatan Amrik yang bisa mengeluarkan ion negative dari pori-pori telapak kaki . Tidak kutanggapi. Pori-pori telapak kaki akan membesar jika dihangatkan dengan air. ya masih ! Tiap Senin – Kamis “ sahutku. “Alternatif ya ?” aku menebaknya. “Saya Pak ! Asnali. “Benar Pak ! Saya sudah hampir tiga minggu enggak cuci darah“ jawabnya sedikit meyakinkan. iya benar. Masa ada penyakit bisa dipindahpindah? Awal Juli 2006 tiba-tiba ada seseorang yang menelpon kerumah. Memang masuk akal juga. “Betul Pak !“ “Dimana ?“ tanyaku kemudian. “ Hallo! Bisa bicara dengan Pak Asep ? “ “Ya. Refleksi !“ dia menerangkan. 47 . pasien duduk di atas kursi. sehingga memudahkan pengeluaran racun yang berada di kaki. Kemana aja Pak ? Sudah lama Saya tidak melihat Bapak. sambil terus berusaha mencari info tentang pengobatan alternatif yang tidak bertentangan dengan keimanan. Hasil tes laboratorium tetap bertengger di atas ratarata orang normal. Cuci darah tetap kujalani.detox di jl. Tapi setelah kucoba berulang kali. Tak mungkin ah !“ sergahku dengan nada tak percaya. H di Bogor yang bisa memindahkan segala macam penyakit pada seekor kambing dengan biaya sebesar Rp. Kerkof 53 Bandung. Caranya. Sekali terapi kita harus merogoh kocek Rp 30. 7 juta. Air yang merendam telapak kaki tersebut akan berubah warna dari jernih menjadi abu-abu sampai kehitaman. “Di jalan Sudirman. tak ada hasilnya. karena aku tak percaya sama sekali. seperti air comberan. Bapak masih cuci darah ke Habibie ? “ dia menyebutkan namanya dan bertanya. Ada pula yang berwarna kecoklatan dan kehijauan sesuai dengan penyakit yang diderita si pasien. “Saya mah sudah berhenti Pak“ katanya.000. Saya sendiri ! Ini siapa ?“ kataku masih belum mengenali suaranya. Ada yang menawariku agar berobat ke dr. Janjinya 100% terbukti membuang toksin secara alami. “Oh.

Dagu kanannya bengkak. ya Pak ! Kalau saya minat. Bandung. “Boleh-boleh ! Ditunggu ya Pak !“ “Ya. 4 juta – 6 juta per hari. Dia masih was-was. Kata orang. sudah hampir tiga minggu ini Pak Asnali tidak bertemu saat cuci darah. Dia masih belum cuci darah lagi.“ jelasnya agak panjang lebar. kuhubumgi lagi Pak Asnali. dan menyanggupi akan mengantarku besok sore ke tempat refleksi tersebut. 9 Juli 2006 setelah satu minggu kemudian. Ruangan praktek refleksi kaki itu sempit sekali. bukan main-main. Karena berhenti cuci darah itu suatu tindakan yang sangat berani. Pasiennya. Kira-kira 2x3 m. Bolehkan ?“ tanyaku agak semangat.00 – 11. Pernah saya coba makan buah semangka hampir habis 1 kg. Kesepakatan kami akhirnya yaitu akan menunggu perkembangan Pak Asnali satu minggu lagi. antri ! 48 . berarti aku jadi mengikuti terapi tersebut. 60 tahun. Minggu. Aku diskusikan hal ini dengan istriku. Seorang Tionghoa dari Bandung. terima kasih !“ kataku sambil menutup gagang telepon. belakang dealer Yamaha. Jelas. wah membludak. telah meninggal dunia gara-gara berhenti cuci darah selama 3 minggu dan menjalani terapi pengobatan holistik di daerah Purwakarta. Kalau dia selamat.00 – 20. Padahal seminggu sebelumnya dia sudah kuat berbelanja dan berjualan sea food tengah malam sebagai profesinya yang telah digelutinya berpuluh-puluh tahun.30 dan 17. “Oh. Mempertaruhkan nyawa sendiri. Dia kelihatannya agak loyo. Buka praktek 07.00. Suci.“Enggak sesak napas atau bengkak ?“ tanyaku masih merasa kurang percaya. Khayalanku semakin melambung. Berdasarkan pengakunnya dia menderita gondongeun. saya akan menemui Bapak. Tergantung berat tidaknya penyakit yang diderita. enggak apa-apa. nantilah Saya diskusikan dulu dengan istri saya. penghasilannya berkisar antara Rp. karena baru saja mendengar kabar bahwa Pak Syamsudin. Tapi memang yakin. Setiap pasien paling lama mendapat pelayanan selama 5 menit. Selesai cuci darah hari Senin sore kutemui Pak Asnali di jln. Ingin cepat berobat seperti dia dan sehat lagi tidak perlu cuci darah. “Enggak Pak !“ Malah saya minum dan makan buah-buahan.

kaki kiri ±15 detik. Manusia berusaha. Sekali naik sepasang kaki tarifnya Rp. Istrinya bercerita sambil terisak-isak berurai air mata. karena dirinya juga hampir tewas. Aku tak pulang ke Garut. nyeri dan menjalar ke sekujur tubuh. dibawanya juga pakai ambulance !“ jawab anaknya. Jadi harus bayar Rp. Sulit untuk diajak bicara. karena terapi harus dilakukan tiap hari pagi dan sore. bahwa Pak Asnali itu hiper kalemia dan uremia. melarangku cuci darah. Aku mencoba bolos cuci darah satu kali. Setelah kutanya ruangan tempat ia dirawat.“ Sejenak aku terpana. tapi badanku terasa segar. Yah ! Gagal maning-gagal maning.000. Pak Asnali merasa berdosa sekali terhadapku.Alat pijat refleksinya seperti stik ice cream. 49 .000. Hampir tak bisa berjalan.00. sedang dirawat di RSHS. dan oksigen. 100. pada hari Kamis 20 juli 2006. tidak sesak. saat ditekan dengan stik itu rasanya panas sekali. Nafasnya pendek-pendek. Urineku yang keluar tambah banyak. “Jangan cuci dalah lagi. Tapi itulah usaha kita. rasanya nyeri sekali. “Pingsan. Allah yang menentukan. kencing lancal. aku segera menengoknya. Aku pun dapat 5x sesi. “Emangnya kenapa ?“ tanyaku. karena sudah berminggu-minggu tidak cuci darah. Pak Asnali tergeletak lesu dengan bantuan selang makanan ke lambung yang dimasukkan lewat hidung. “Bapak mah enggak ada. “Mengapa dia tak pernah mengecek darahnya untuk mengetahui kadar racun di tubuhnya ?“ gerutuku dalam hati. dan menyuruhku berhenti terapi refleksi itu. Jadi. begitu aku memanggilnya . Besoknya aku telepon Pak Asnali.00 kalau penyakitnya parah atau berat bisa sampai 5x. yang penting badan tidak bengkak. padahal biayanya cukup besar. Pelipis kanannya tambah bengkak. Si Engko. Setiap alternatif tidak ada hasilnya. Tubuhku langsung lemas keluar keringat dingin. Yang menjawab bukan dia malah anaknya. 20. Semua pasien pasti menjerit kesakitan dan berkeringat menahan rasa sakit. ingin tahu kabarnya. Bengkak yang dideritanya bukan gondongeun. Kaki sebelah kanan ±15 detik. tetapi penumpukan racun. udah belalti kamu sembuh !” suaranya sengau dengan kata-kata tanpa bunyi [r]. tipis dan agak runcing. Tapi perasaanku agak was-was. Aku kaget setengah mati. Benar saja. Padahal tusukannya hanya sebentar.

lewat selang kateter yang sudah dipasang paten sebelumnya. Aku semakin terkagum-kagum dan tiba-tiba bangkit lagi semangat hidup baruku. “Padahal. kurang tahu ya!” kata dr. Cut menerangkan. rumahnya Pak Dadan itu?” “Di Garut “ katanya singkat. Cut Indra. dia sudah aktif lagi mengajar bahkan kuat bermain badminton. hari Kamis bolos ? Awas Pak ! Hati-hati. yang sudah mengikuti program CAPD ?” aku langsung menyelidiki. Hasratku merontaronta. 50 .” dr. kebetulan saya juga kan orang Garut. “Wah. “Eh. Dia sudah 7 bulan pakai CAPD. masih aktif kerja.Bersabarlah ! Pengenalan CAPD Senin. Cut. Tanggung !“ “Waktu hari Kamis itu kita membagikan undangan buat seminar CAPD hari Minggu Pak ! Jadi Bapak gak tahu dech. Aku semakin tertarik. Cut Indra yang kebetulan tugas jaga saat itu langsung menegurku. dia tak mungkin akan berbohong kepadaku. “ Sudah ada beberapa orang Pak! Dan mereka berhasil. Aku terperangah. “ Siapa Dok. kalau untuk Bapak.“ lanjutnya. cut Indra menerangkan.” jelas dr. Bisa dilakukan sendiri di rumah. masalah CAPD. CAPD itu sangat cocok. ini Dok ! Saya lagi liburan bersama keluarga. Aku masih penasaran tentang Pak Dadan itu. Yakin akan perkataan dr. Pak Dadan. apa Dok ?“ “ CAPD itu singkatan dari Continuous Ambulatory Peritoneal Dialysis. Aku bertanya lagi “ Dimana Dok. Cut Indra. menggunakan cairan yang dimasukkan ke dalam perut. Darahku meletup-letup. Sistem baru pengganti cuci darah. Di mana ya Garutnya?” tanyaku. dr.“ kata dr. nanti drop lagi !“ Aku tersipu malu dan tak kuasa untuk menjawab jujur. memangnya CAPD itu. Bapak kan masih muda. “Bapak kemana saja ? Kok. dan tempat tinggal Bapak jauh. Malah kemarin yang menjadi nara sumbernya pasien CAPD juga. “Wah. 24 Juli 2006. Jantungku berdetak kencang. Aku kembali menjalani cuci darah. “Aduh.

Mereka mendukungku untuk mengikuti program CAPD. Hanya tinggal beberapa kilometer lagi. sama. Padahal makanan tersebut merupakan makanan favorit orang sehat di kota Bandung. syaratnya harus dibuktikan dahulu bahwa Pak Dadan itu benar-benar dalam keadaan bugar. aku tergiur menelan air liur ingin seperti dia. Ong maupun mie kocok yang dibeli dari jalan Suryani semuanya lewat. Pantatku kesakitan.“Bisa minta nomor teleponnya?” pintaku. Tapi. Sayang. anak istriku juga tak ketinggalan. Dari caranya berdialog kelihatan bahwa dia dalam keadaan segar bugar. Jangan seperti Pak Asnali yang dulu hampir KO. paling-paling aku bisa pasrah saja. Cut Indra sambil berlalu dari hadapanku. 28 Juli 2006 kami menemui Pak Dadan. agar aku selalu diberi energi dan kekuatan. Sehingga. saat duduk di atas keramik.00 diantar sahabat setia Pak Jejen bersama istrinya. karena otot pantatku sudah habis terkikis mesin cuci darah. Kami berangkat pukul 08. Bebek peking. apa lagi hasrat yang lahap ketika memakannya. aku langsung menghubungi Pak Dadan. aku yang masih cuci darah sering kehilangan nafsu makan. jaraknya ±120 km dari rumahku. Padahal. Berhenti makan pada suapan kedua atau ketiga. ya ada nih !” sambil menyodorkan nomor telepon rumah dan nomor HP-nya. Asalnya 56 kg. Berat badanku sudah turun 12 kg dari berat normal saat sehat dulu. Oke! Kami sepakat untuk pergi menemui Pak Dadan yang ternyata tempat tinggalnya di Pamijahan. lezat. gepuk Ny. jamaahnya pun cukup banyak. dan tak ada masalah dengan nafsu makannya itu. Selanjutnya. tak bisa masuk sedikit pun walau makanannya serba enak.sama !” jawab dr. Pak Jejen. saat Pak Dadan menerangkan bahwa dia bisa menikmati berbagai macam makanan dengan baik. Lumayan jauh. “Oh. Tiba di rumah. guruku masalah CAPD. karpetnya hanya ada pada barisan depan. agar selalu bisa beribadah walau tak ada makanan yang bisa masuk sedikit pun. Kalau sudah demikian. Shalat Jum’at tak bisa kami tinggalkan. 51 . “Terima kasih Dok !” “Ya. Besoknya. Tasikmalaya. Sebuah mesjid yang cukup besar. malah katanya ia sedang makan malam. aku hanya bisa berdo’a sambil berlinang air mata kepada Allah Swt. Tak ada rasa nikmat. perjalanan harus terhenti karena hampir memasuki waktu Dhuhur. sekarang setelah 4 bulan cuci darah hanya tinggal 44 kg. Jum’at. aku ceritakan semua itu kepada orang tuaku dan sahabatku.

karena nanti juga akan mengikuti pelatihan selama 3 hari. Pamijahan. Aku naik ojeg. Jadi aku bisa melihat secara langsung bagaimana proses refill cairan dianeal CAPD berlangsung. Posisi dudukku sudah miring ke kiri miring ke kanan. bag yang kosong ditaruh di bawah. Pasien duduk di atas kursi. masih sama menggunakan gaya grafitasi. tak bisa di lewati mobil. bahkan harus memakai masker selama refill berlangsung. Mengalirlah cairan dianeal ke perut Anda selama ±10 menit. maka selang yang berisi cairan di gantung di atas. Setelah kateter tersambung dengan selang Y. Caranya. prosesnya itu harus mengeluarkan dulu cairan yang sudah tersimpan di perut selama ±6 atau 8 jam. dengan selang berbentuk Y yang tersambung dengan 2 (bag) kantong plastik. Sengaja. agar dengan gaya grafitasi airnya bisa turun untuk mengisi perut yang telah dikosongkan atau dikeluarkan cairannya. Kantong (bag) yang satu berisi cairan dianeal seberat ±2 kg. dan satunya lagi bag kosong. tidak membutuhkan orang lain. yang lainnya jalan kaki. Praktis sekali. Sesekali telapak tanganku dipakai sebagai alas duduk. Sampai benar-benar habis. Setelah transferset tersambung dengan selang Y tadi. 52 . Sungguh sederhana. Ibadah Jum’atku tak khusyu. Kebetulan Pak Dadan sedang mengganti cairan di perutnya. Jika kebetulan Anda pasien cuci darah dan berminat untuk beralih ke CAPD jangan takut dulu. Anda buka pengaman isi cairan dengan mematahkan plastik penutup selangnya yang berwarna hijau.Waktu khotib berkhutbah terasa lama sekali. stop dulu bagian pengeluaran dengan memasang kleman pada selang pengeluaran. bukalah kran pada kateter ( transferset) itu dengan cara memutarnya ke kiri. maka mengalirlah cairan dengan derasnya. tinggal menyambungkan kateter yang terpasang di perut secara paten di sebelah kanan pusar. Jadi. hanya membutuhkan waktu ±30 menit sekali refill. Jangan lupa! Tempat dan tangan Anda harus benar-benar bersih (steril). hal ini aku ungkapkan agar pembaca bisa membayangkan betapa kerempengnya tubuhku yang tak berotot seperti dulu. Kemudian tinggal memasukkan cairan yang sudah digantung di atas. Ba’da shalat Jum’at kami meneruskan perjalanan. Cara mengeluarkan cairan dari perut. Rumah Pak Dadan berada di lokasi berziarah. Biasanya maximum 20 menit. bahkan sampai benar-benar mahir melakukan refill sendiri. padahal Cuma 15 menit. Simpel sekali.

“Dulu waktu cuci darah. agar pegal linu di sekujur tubuh dan sakit kepala yang hebat bisa agak reda. Terima kasih Pak Dadan atas segala kebaikannya. Tekadku untuk beralih ke CAPD semakin bulat. terasalah bedanya. buah-buahan juga bebas. Tidak capek bolak-balik ke Bandung. Konsumsi obat tensi berkurang. pasti suatu saat nanti terjadi klimaks sampai tubuhku ambruk tak berdaya sama sekali. setelah melihat dengan mata kepala sendiri kondisi Pak Dadan yang bugar dengan CAPD. sepak bola bahkan badminton. Aku sadar betul. saya kurus. anak-anak. Begitu juga adik-adikku yang tak pernah ketinggalan. “Pak. refill. Selalu merepotkan istri. pusing dan kehilangan tenaga. Muntahmuntah. Tidak usah takut hiper kalemia. Ah.” katanya. Pak Dadan dan Bu Dadan bergantian menerangkan keuntungan lain dari CAPD. main voli. dan kesediaan Bapak sebagai nara sumber yang sering kutanya. badan saya jadi gemuk lagi sekarang. orang tua. Cairan diantar sampai ke rumah tiap bulan. aku bisa pulih lagi. sekarang pulih lagi.Mulai dari cuci tangan. sahabat-sahabatku yang selalu mengantarku ke Bandung untuk menjalani cuci darah secara rutin.” “Saya hobinya olah raga !” begitu Pak Dadan menerangkannya pada kami. Rasanya tak mungkin. Saat itu aku sangat pesimis. 53 . Perjalanan pulang dari RSKG selalu merepotkan. Kami semua menyimak kisah mereka berdua. apalagi kalau harus bertahan sampai satu atau dua tahun. Selesai refill. terkadang badan menggigil disertai gatalgatal. sayuran. tetangga. Padahal aku baru menjalani cuci darah selama ±4 bulan. sampai dressing (ganti perban). kalau keadaanku terus menurun. sehingga kematianlah yang mengakhirinya. Aku jadikan acuan dan motivator untuk kesembuhanku di masa depan. Kateter Penyambung Hidup Kondisi badanku semakin lama semakin lemah. Saya bisa berolah raga lagi. Makanan bersantan. merasa tak berguna malah merasa hidup ini hanya sebagai parasit atau benalu bagi orang lain. Setiap pulang cuci darah mesti disambut oleh tukang pijat.

aku masuk RSHS di ruang 10 B. Ria hampir sama dengan informasi yang kudapat dari Pak Dadan. Hampir semua kisah hidup pasien CAPD yang ditangani beliau.00 WIB. bukan pula sebagai robot yang tak memiliki nafsu dan keinginan masing-masing. segara aku tindak lanjuti dengan memeriksakan diri ke dr. dan bertugas lagi sebagai seorang pendidik di sekolah dengan baik. Ria Bandiara. Ria Bandiara. Rasa pesimis berubah arah jadi optimis menyongsong masa depan yang lebih cerah. dan nomor telpon Bapak. dan ditunggui sampai berjam-jam selama cuci darah. hanya ia menjanjikan secepatnya menghubungiku jika ada ruangan di RSHS yang kosong. 54 . Tapi kalau sudah tiga kali. didorong di atas kursi roda. empat kali atau bahkan seumur hidupku harus selalu diantar. ibadah yang lebih khusyu.00 WIB. Rupanya tidak perlu menunggu lama. maka motivasiku untuk melanjutkan perjuangan hidup pun bangkit lagi. aku bertemu dengan dr. Hal ini aku lakukan atas saran Pak Dadan. Saya minta photo copy Askes saja.00 WIB. agar sore harinya segera masuk RSHS. Senin. Aku dan keluarga bahagia sekali. karena siangnya ada pasien yang mau pulang. jadwal operasi pemasangan kateter hari Kamis 3 Agustus 2006 pukul 10. Hidup yang berkualitas. tapi ceramahnya banyak sekali tentang CAPD. Ria. 31 Juli 2006 sepulang cuci darah pukul 17. Agar operasi pemasangan kateter cepat dilakukan.” begitu katanya. karena yang menangani masalah CAPD di Bandung itu dr. Ria menghubungiku lewat telpon. aku selalu berprasangka jelek (su’udzon) bahwa sekali atau dua kali mereka mengantar itu merasa senang dan rela. 1 Agustus 2006 pukul 17. karena mereka itu hanyalah manusia biasa bukan malaikat. menarik dan membangkitkan motivasiku untuk sembuh. agar saya bisa memesan ruangan kosong di RSHS. saya hubungi Bapak. karena ia akan pergi ke Cina. setelah aku melihat Pak Dadan yang kelihatan bugar dengan cara yang tidak merepotkan orang banyak. Harapan sembuh dan impian untuk keluar dari lilitan mesin cuci darah. siap kulaksanakan. besoknya dr. dan nanti. Selasa. Pemeriksaannya sebentar ±1 menit. Penjelasan dr. Apa mereka masih ridho ? Masih ikhlas? Rasa-rasanya sangat mustahil. yang buka praktek di depan RRI Bandung. “Pak Asep! Sekarang Bapak pulanglah ke Garut. Namun.Mereka selalu bergantian. diceritakannya kepadaku dengan penuh semangat.

cup…! Cakit ya?” gayanya seperti seorang ibu yang berusaha membuat berhenti tangis seorang bayi sambil menuliskan resep. dr. maka kateter luar harus dimasukkan ke dalam kantong yang berupa ikat pinggang. Dok sakit banget!” dr. di mana pun aku berada dan ke mana pun aku pergi. kateter penyambung hidup sudah terpasang.Sungguh. Orang-orang yang kucintai sudah menunggu di ruang tunggu. Aku berharap proses selanjutnya bisa berjalan lancar.” 55 . Sesungguhnya didalam kesukaran itu ada kemudahan. kebetulan dr. Pak Acep. “Keluarga Bapak Asep Qori’in!” katanya dengan nada yang agak keras sambil mencari keluarga kami.. karena perutku sudah dipasang aksesoris. menjalani proses operasi dengan penuh kesadaran. Beberapa jam setelah operasi. haru dan iba melihatku yang masih terbaring di atas belangkar. Ria menjawab sambil menepuk-nepuk pundakku. sebelah kanan pusar berjalan mulus selama 45 menit. kacian. Begitu tiba di ruangan asalku dirawat. Kateter yang terbenam ke dalam perut ±20 cm dan yang di luar ±40 cm. Semuanya menyambutku dengan isak tangis bahagia. sedih. Kateter akan aman dan steril.. Tanpa anestesi total.. Aku menjerit-jerit kesakitan. selamanya. Mulai pukul 11. Ya. Cahyo sebagai ahli bedah yang memimpin jalannya operasi. Ria datang menjenguk. “Ini obatnya. Begitu terdengar panggilan dari seorang perawat. akan selalu setia menempel dan bergantung.. Cup. Alhamdulillah. Sehingga aku tahu persis. Sujud syukurku hanya kepada Alloh Yang Maha Kuasa. Tidak perlu menunggu lama untuk beralih ke CAPD.00 WIB sampai dengan 11. “Maka sesungguhnya didalam kesukaran itu ada kemudahan.” Operasi pemasangan kateter di perut. kateter itu harus selalu terpasang seumur hidupku. reaksi obat anestesi sudah hilang. Biar tidak mengganggu aktifitas dan tidak merasa risih. nanti diminum ya! Agar tidak sakit lagi. Suatu anugerah dari Alloh SWT sesuai janji-Nya pada QS. Mas Slamet perawat dari RSKG dan istrinya yang kebetulan perawat di RSHS ikut membantu dan menyaksikan jalannya operasi. “Aduh. Al Insyiroh ayat 5 dan 6.cup. aku berkata. takut menyangkut atau tertarik-tarik.45 WIB. suatu proses yang sangat cepat. “Aduh. Sambil meneteskan air mata karena menahan rasa sakit.

Sabtu sore aku mulai sesak napas. Aku tergiur dengan apel merah yang ada dikotak plastik itu Aku beranggapan tidak akan terjadi apa-apa walaupun aku makan apel itu sampai habis.Habibie berulang tahun. “ Pak Asep.Aku nyengir kuda sambil menahan rasa sakit.A. “Aneh ya Pak Asep ini. suster. Aku pun menerima nasi kotak tersebut. Tiba di RSKG aku diomeli 2 orang perawat. Hari Jum’at 4 Agustus 2006 aku kembali bertandang ke RSKG untuk menjalani cuci darah yang seharusnya hari Kamis.R. masih belum terlaksana. Namun waktu yang dua minggu itu tidak terlalu mulus kujalani. sabar dong! Jangan dulu makan buah-buahan yang berlebihan. Dugaanku. kalau CAPD-nya sudah dipakai boleh makan buah yang banyak. tinggal beberapa hari lagi Pak Asep bebas makan buah. Aku harus bersabar menunggu selama 2 minggu. Detak jantung terasa berat dan agak nyeri. tidak bisa serta merta langsung dipergunakan. gak ikut seminar CAPD. Aku bertahan sampai Minggu pagi. kalau Pak Asep enggak bisa nahan!” kateter CAPD. tapi malah Pak Asep yang duluan pasang CAPD?” Aku tak berkomentar. Padahal pasien lain banyak yang mau pasang. karena sedang menjalani cuci darah. padahal cuci darah seharusnya hari Senin. dan perih bekas sayatan pisau operasi. RSKG Ny. Dokter. Cut berkomentar. Kamis 10 Agustus 2006. Bapak Jadi Robot Selesai pemasangan harus menjalani cuci darah. salah ! Aku mengalami hiper kalemia. Minggu pagi aku minta OT (over time) cuci darah di luar jadual. malamnya tak bisa tidur. Buktinya seperti ini. terutama dr. dan para perawat RSKG lainnya merasa kaget. Cut Indra dengan begitu cepatnya aku pasang kateter CAPD. Seluruh pasien dibagi konsumsi makanan berat berupa nasi lengkap dengan lauk pauknya di dalam kotak plastik. Kaliumnya pasti terbuang. Sampai-sampai dr. karena aku menjalani operasi pemasangan kateter. Selama itu pula aku 56 . Selama dua minggu aku masih menjalani cuci darah. hanya tersenyum bahagia.

“Sayang! Bapak sekarang mau dijadikan robot oleh dokter. terbengongbengong melihatku.Sambil tersengal-sengal aku masih sempat menjawab. anakku Nazla baru bangun tidur. Mungkin di hati dan pikirannya merasa heran. Tuh lihat. “Kenapa kamu menangis? Baru juga bangun.” Mereka tak menghiraukan lagi jawabanku. Sambil terisak-isak dia bicara. Aku tertawa. “Mimpi!” “Mimpi apa?” tanyaku heran. 57 . karena mereka tahu aku hanya bercanda. Dia menangis terisak-isak seperti ketakutan. “Wah. Aneh ya?” komentar perawat. Aku berkata “ Ha…. mengacungkan tangan sedikit dan membelalakkan mata sambil melotot ke arah anakku. Dia tidak menjawab. “Bapak. Padahal niatku hanya bercanda. Kok. “Mau diapakan lagi ayahku ini? Dulu dia sudah dioperasi usus buntu. Aku pura-pura bergerak seperti vampire. Besoknya. sekarang dipasang tiga selang cuci darah dan oksigaen ditambah lagi banyak kabel yang tersambung ke komputer dari sekujur tubuh?” Dengan raut wajah yang ketakutan anakku bertanya. kemarin operasi pemasangan kateter CAPD. Itu pun pemberian dari sini. yang baru masuk SDIT kelas 1. Pak Asep masih saja bercanda.” tanyaku. anakku yang ke tiga. kasihan dan heran dengan reaksi anakku. mau diapakan lagi?” tatapannya penuh ketakutan. ya!” sambil menunjuk ke mesin EKG. operasi AV shunt. “ Hanya sedikit kok! Hanya sebuah apel merah kecil. Aku menjawab dengan maksud bercanda. tapi memelukku erat-erat. Untuk mengetahui kondisi jantungku setelah jarum pistula terpasang.” jawabnya ketakutan. begitu mendalam dan melekat di pikiran anak? Sampai terbawa mimpi segala. “Mimpi Bapak dijadikan robot. berbarengan dengan suara “trek” tombol yang ditekan dan keluar bunyi dari printernya. biar pun kondisinya sedang kritis. Nazla. Kebetulan perawat mau menekan tombol “enter“.!” Nazla. malah langsung pasang mesin EKG.. anakku tersentak kaget semua keluargaku yang ikut mengantar dan para perawat tertawa. tidak ketinggalan selang oksigen. Aku berusaha menenangkannya dan meyakinkannya bahwa aku tak mungkin akan dijadikan robot.

Pak Rukmana dan yang lainnya. memulai pelatihan refill CAPD dan dressing penutup luka bekas operasi. di sini juga jadi sepi. tapi waktunya kurang tepat. Rusma. Dia akan 58 . Aku boleh keluar dulu. Saya pulang ikut siapa?” karena ia berasal dari Garut dan sering ikut pulang bareng denganku. Dan mereka akan merasa kehilangan. hari kemerdekaanku makan buah apa saja dan lebih banyak. Pak Kurnia berkomentar.61 adalah hari kemerdekaanku dari cuci darah. “Iya.2 kg. Aku pun menjadi terharu. Perlahan. Waktu luang aku pakai bercengkrama dengan teman-teman sependeritaan cuci darah. Pak Asep kan suka bercanda!” kata Pak Agus Berlian. Pak Asnali yang sedang duduk di kursi roda. Komentar yang hampir sama terlontar juga dari Ceu Eros. walaupun waktunya hampir 30 menit. Tidak ada teman sependeritaan untuk berbagi cerita tentang keluhan dan berbagi makanan. Saat cairan masuk. hari kemerdekaan RI yang ke. Refill kedua bisa memasukkan cairan dianeal 1. Alhamdulillah bisa sampai 1000 ml/kg. Aku bersalaman dengan seluruh pasien di ruangan itu. Ya! Masa pelatihan tiga hari mulai 17 sampai 19 Agustus 2006. Pengalaman pertama refill memang agak menyakitkan. karena aku tidak akan cuci darah lagi bersama mereka. jalan-jalan. bahagia dan merasa akan kesepian. Hari dimulainya pergantian cuci darah dengan CAPD. agak lancar. nyeri sekali. Bu Kartini. bercanda dan lain-lain. Hari kemerdekaanku dari tusukan jarum pistula. Karena dengan mereka semua aku merasa dekat seperti dengan keluarga sendiri. Cairan harus disimpan di dalam perut selama 4 sampai 5 jam. setetes demi setetes dianeal dipaksakan masuk. padahal sebenarnya aku mau mengobrol banyak kepada Pak Asnali. Mereka banyak yang mengucapkan selamat. sebagai perawat yang teliti dan telaten. Aku salami. Mas slamet.Kemerdekaan Kamis 17 Agustus 2006. usus di dalam perut serasa ditumbuk-tumbuk. “Wah kalau Pak Asep berhenti cuci darah. di bawah pengawasan dr. sambil menunggu waktu refill kedua. Ya.

manis. keluar berbarengan.4 kg.45 WIB.4 kg. “ Insya Alloh Pak. Tusuk demi tusuk sate kunikmati dengan lahap. karena indra pencecapku seolah kembali normal. Cairan bisa masuk 1. bekas penumpukkan racun akibat tidak cuci darah selama 4 minggu. sungguh di luar dugaan. di wajahnya masih ada benjolan sebesar telur bebek yang dulu ia katakan sebagai gondongeun. Air mata bahagia dan sedikit ingus. Terima kasih. Aku bersyukur kepada Allah. Tidak seperti malam-malam sebelumnya. Alhamdulillah lancar.” katanya. Kini aku bisa menikmatinya kembali. Pulang ke Saibi aku dijemput Arif. Di jalan aku makan malam dulu karena merasa lapar dan kelelahan. Sambil menunggu refill yang siang. Walaupun perutku terasa sesak. badannya loyo. aku tidur pulas. Ya Allah! 59 . Perutku kenyang sekali. Alhamdulillah. Pengalaman hari pertama refill CAPD sungguh mencengangkan. ya! Besok Saya punya waktu. karena kenikmatan makan yang pernah hilang sejak enam bulan yang lalu sekarang sudah kembali. Ya Allah! Malam itu pun. Kami memesan beberapa puluh tusuk sate sapi. Keringat mengucur keluar dari jidatku. di sebuah kedai makan pinggir jalan. Tidur nikmat yang begitu kurindukan berbulan-bulan karena terganggu berbagai keluhan. suami adikku. agar racunnya cepat terkuras.” kataku. dan sekarang cuci darahnya harus 3x seminggu. “ Pak! Besok Saya ke rumah Bapak ya! Bolehkan?” “ Oh. akibat cabe dari acar yang kumakan. Rasa asin. Pak Asnali kelihatannya payah. boleh Pak! Saya tunggu. gurih. aku puas. Akhirnya aku hanya berkata. lezat dan nikmat kembali kurasakan saat ini. Kursi rodanya didorong anak istrinya. Wisata Rohani “Alhamdulillaahilladzi ahyanaa ba’da maa amaatana wailaihinnusuur .” Begitu do’a yang kupanjatkan saat bangun dari tidur yang lelap dan nyenyak. tetapi untuk makanan tetap lapar karena beda saluran.pulang. Nafasnya pendek-pendek. dengan cairan 1. Refill terakhir hari pertamaku dilakukan pukul 20. “Kasihan dia!” gerutuku dalam hati.

“Sudahlah Pak! Jangan disesali. Segala gambar. Fresh. nafasnya sesak.” Pak Asnali seolah menyesali perbuatannya. Pukul 08. cool dan lebih bugar setelah berwudlu dan menjalankan sholat subuh dengan khusyu. Aku bersama istri bergegas lagi pergi ke RSKG. yang harus ditebus dan dibayar mahal dengan dirawat di ICU RSHS dan menjalani cuci darah 3x seminggu sampai penumpukan racunnya benar-benar habis dan kondisi kesehatannya pulih lagi. kejadian itu menjadi malapetaka bagi dirinya. agar bisa berhenti cuci darah. Saya merasakan perubahan positif. Program pelatihan refill hari kedua harus segera dimulai. malah saya jadi begini. 60 .” aku mulai menguraikan masalah CAPD dengan sedetil-detilnya sampai dia benar-benar mengerti keuntungan dan kerugiannya. ke tempat kami duduk. Walaupun pada akhirnya.40 WIB. aku memiliki waktu luang sampai nanti refill kedua pukul 14. Agar Bapak bisa sehat lagi. Makanya kupersiapkan segala brosur. Jangan memaksakan diri!” kataku. Aku bersama istriku langsung naik lift menuju lantai III ruang CAPD. Selisih volume cairan masuk dan keluar hanya 50 ml/0. kejadian itu anggap saja tak pernah terjadi. karena masih terasa nyeri waktu memasukkan cairan. “Biar saja Pak! Bapak di kamar istirahat. brosur dan tulisan tentang CAPD aku kupas tuntas.5 ons dari 1400 ml menjadi 1450 ml. Saya datang ke sini justru ingin mengajak Bapak beralih ke CAPD. sudah mengajak Bapak ikut direfleksi. “Ah. Aku melarangnya. enggak apa-apa Pak! Saya malu oleh Bapak. waktu luang tersebut akan digunakan untuk berkunjung ke rumah Pak Asnali yang sudah begitu tulus mengajakku berobat refleksi.Jum’at.00 WIB. Aku berniat mengajaknya beralih ke CAPD. Kelihatan wajahnya pucat. menyongsong masa depan. gambar dan tulisan tentang CAPD. Proses refill memang agak lama dari ketentuan waktu ideal 30 menit ternyata molor sampai 1 jam. Tapi dia memaksakan diri keluar kamarnya. aku disambut senyum ramah anak istrinya dan disuguhi berbagai makanan dan minuman. Dia memasuki ruang tengah dengan susah payah. walaupun baru sehari saya pakai. Begitu tiba di rumah Pak Asnali. Nah. Mas Slamet sudah siap bertugas sebagai instruktur pelatihan. Lengkaplah kenikmatan hidup ini dengan secangkir kopi susu yang dihidangkan istriku tercinta. Pak Asnali masih berbaring lesu di kamarnya sambil menghirup oksigen dari tabung gas kecil yang dimilikinya. 18 Agustus 2006 pagi itu aku merasa lebih siap hidup.

Mudah-mudahan Pak Asnali diberi kesabaran. Mudah-mudahan deritanya dijadikan kifarat dan penebus dosa. 4 juta s/d p. nama khotib dan imam Jum’at serta pengumuman warga sakit. Dan cepat-cepat disembuhkan kembali seperti sedia kala agar bisa beribadah bersama-sama seperti kita semua. malah diping-pong. “Bapak-bapak ahli jum’at. kami mohon do’anya demi kesembuhan salah seorang warga kita yang sedang mengalami cobaan dari Alloh Swt. “Ya! Pokoknya istri Bapak dijamin utuhlah! Tenang saja!” sambil memaksakan diri tersenyum Pak Asnali memberikan jaminan. 4.” jawab Pak Asnali pelan. belum cairan dianeal dari Enseval ±Rp. Pak Asnali. Dadaku tiba-tiba terasa sesak. begitu juga diriku. rasanya tidak akan kuat! Silakan Bapak saja! Saya Shalat Dzuhur saja di rumah.” jelas Pak Asnali. Kemudian aku bertanya masalah Askes Keluarga Miskin (Gakin) sebagai kartu jaminan dari pemerintah. 61 . keluarganya pun kelihatannya mengerti dan merasa tertarik dengan system CAPD. Sebelum khotib naik ke mimbar. kuat Shalat Jum’at enggak?” “Wah. bingung. 9 juta. Titip istri saya di sini.5 juta per bulan.Tidak hanya Pak Asnali. Kalau tanpa Askes Gakin pasti akan terasa berat. Akhirnya kembali ke SKTM. Biaya oprasi pasang carteter saja hampir Rp. Aku tak kuasa menahan air mata sebagai rasa iba dan haru. beliau sedang menderita penyakit yang serius. dan keikhlasan menerima ujian ini. “Waduh. Keluarganya diberi kesabaran dan ketabahan serta menjadi amal sholeh di hadapan Allah Swt. “Ya. ke sana ke mari. enggak apa-apa Pak! Biar saya sendiri ke Mesjid. ya Pak?” kataku dengan nada bercanda. Shalat Jum’at sebentar lagi. Ini juga susah mengurusnya. Aku melirik jam tangan dan mengajak Pak Asnali Shalat jum’at. enggak punya Pak! Ada juga Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) yang harus diperbaharui tiap bulan. Amiin! Alfatihah!” Semua jama’ah tertunduk kepalanya memanjatkan do’a kepada Allah Swt demi kesembuhan Pak Asnali. Batinku terus berceloteh tentang penyesalan dan ketidak berdayaanku untuk menolong dan mengajak Pak Asnali beralih ke CAPD. Anak saya sudah mencoba mengurus pembuatan Askes Gakin. “Pak. Aku terdiam. DKM mesjid memberikan pengumuman mengenai uang infak. Waktu terus berjalan. Terngiang di telingaku bagian pengumuman mengenai Pak Asnali. “Askes Gakinnya punya?” tanyaku penasaran.

balasannya sudah terasa. Rohaniku semakin terbang jauh membayangkan rekan-rekanku senasib lainnya yang tidak memiliki Askes. Aku yakin dengan haqqul yakin bahwa Allah akan memberikan jalan keluar atau obat untuk penyakitku ini.00 padahal kepalanya sudah tak tahan menahan sakit akibat kadar ureum dan kreatinin yang tinggi. Cililin tak terlewatkan. Pak Agus Berlian dan seorang pasien yang marah-marah di ruang tunggu gara-gara tidak bisa cuci darah karena tidak memiliki uang Rp. Pak Asnali. murid-muridku dan rekan-rekan guru di SMPN 1 Banyuresmi selalu memanjatkan do’a bagiku. Berkat do’a mereka semua. Pak Kurnia. sehingga berbagai biaya operasi atau untuk persediaan cairan dijamin gratis. Keinginannya untuk memiliki Askes Gakin pun harus dia pendam dalam-dalam karena berbagai kendala birokrasi. ibu-ibu pengajian hari Kamis. menyiapkan mental dan kesabaran menghadapi penyakit yang mereka derita saja sudah berat. Ketika seorang manusia tidak bisa memberi atau meminta pertolongan dari yang lainnya. saat terbayang di benakku orang-orang yang mendo’akan kesembuhanku. Bagaimana jadinya Pak Kurnia.Air mataku semakin deras. Sedangkan Pak Asnali yang berprofesi sebagai pedagang sea food. Terus berkelebat di dalam bayanganku. Aku benar-benar bisa membayangkan kejadian nanti di hari pembalasan. Punya Askes. Sedangkan kondisinya sangat mengkhawatirkan. Padahal bagi orang lain belum tentu bisa didapat dengan cuma-cuma. Jangankan berpikir dan berusaha mencari uang. bahkan ibu-ibu pengajian Minggu yang diselenggarakan oleh ibu mertuaku di Gunung Halu. Walaupun hubungan mereka itu sebagai ibu-anak. karena tak memiliki Askes. Allah Yang Maha Kasih dan Maha Sayang memberikan kemudahan bagiku untuk sembuh. Apalagi hanya sebagai sahabat. Jangankan di akhirat. aku tidak bisa mengalihkan fasilitas yang bisa kuterima kepada orang lain. 399. dia tidak bisa mendapatkan fasilitas itu. dan yang lainnya bila sudah kehabisan materi untuk transport dan bayar cuci darah? Bila profesinya tak bisa menghasilkan uang karena tak bekerja. adik-adik. Tangis rasa syukurku semakin menjadi-jadi. murid-guru. Belum lagi orang tua. setelah kejadian tadi. Aku 62 . anak istri. Sebagai bukti empirik. Semuanya tergantung pada amal baik atau buruk dia sendiri saat hidup. suami-istri. Kemudian. setiap jama’ah Juma’t di kampung halamanku. Pasti. Aku yang kebetulan berbekal sedikit ilmu dan kuamalkan sebagai guru SMP selama 17 tahun menjadi PNS. di dunia saja hal ini bisa terbukti.000. rakyat-pemimpin. ayah-anak.

Hampir satu minggu aku selalu teringat padanya. memerah. “Saya. malah tangisku semakin menjadi. bahkan shalat Jum’at dan ba’da shalat pun aku masih juga menangis. berterima kasih tiada hingga kepada. “Wa’alaikuum salaam!” jawabku. Sulit menyembunyikan wajahku yang berantakan habis menangis. yang lebih baik. bukan pula istrinya. Aku bersyukur sekali kepada. “Dengan siapa ya?” tanya dia. Tangis bahagia. istriku juga ikut menangis. karena aku sudah berhenti cuci darah hampir 4 bulan sehingga aku tak pernah mendengar kabar beritanya. Aku merasa sedih dan menyesal sekali tidak bisa menolong Pak Asnali. Sujud syukurku pada raka’at akhir shalat serasa sempurna. menyerah dan terkapar dalam kondisi yang mengenaskan. “Assalaamu’alaikuum!” katanya. Akhir Desember 2006. Karena mataku bengkak. Asep Qori’in dari Garut. bisa bicara dengan Pak Asnali?” aku sudah tak sabar ingin mendengar suaranya. Di perjalanan. aku kembali merindukan Pak Asnali. Segera aku menelpon ke rumahnya untuk mengetahui keadaannya. istriku mengintrogasiku dengan nada penuh keheranan. Cuci darah. Bapak mah sudah tidak ada!” katanya dengan nada keheranan. “Kenapa Pak? Ada apa? Cerita dong! Mimih siap mendengarnya!” Aku tidak menjawab.Nya. 63 . Kebetulan yang mengangkat gagang telepon itu bukan dirinya.tak habis pikir. aku merasakan khusyunya Shalat Jum’at dan merasa begitu dekatnya dengan Allah yang membimbingku menuju kehidupan baru. Akhirnya. Dia bertanya. dan masih sembab. Makanya. aku berurai air mata dan menceritakan wisata rohaniku kepadanya. “Oh…. Tangisku tak bisa berhenti sampai khotib selesai berkhutbah. Sambil kupegang erat tangannya. Baru kali ini. selamat tinggal! Mataku bengkak dan merah. Aku diberi kemudahan. kelancaran dan jalan keluar dari penderitaan yang menjadi momok bagi banyak orang. aku bergegas berpamitan dan mengajak istriku menuju RSKG untuk melanjutkan proses pelatihan refill CAPD.Nya. Ih… bayanganku semakin ngeri! Kembali aku menafakuri kemurahan Allah yang Maha Rahiim. bagaimana jadinya ketika mereka pada akhirnya pasrah. karena besok kami akan pulang. melainkan anaknya. dengan keterampilan refill dianeal CAPD dan dressing penutup luka.

Ya. Peristiwa itu menimpa seorang pasien gagal ginjal yang baik hati. tolong ya sampaikan kepada ibu. Selain itu kalau terjadi drop. atau terlalu tinggi kemudian pingsan.“Apa dia sedang keluar?” tanyaku. selain cangkok (transplantasi) ginjal. 64 . Amiin!” do’aku sambil menutup pembicaraan. setelah mendengar kabar yang sangat menyedihkan itu.” katanya meyakinkan. sahabat sejati sependeritaan kini telah tiada. “Innaalillaahi wa innaailaihiiraaji’uun…” kataku dengan penuh rasa haru dan iba. “Neng. Sekali waktu terjadi kram karena terlalu banyak cairan yang ditarik mesin melebihi dari berat kering tubuh. Saya hanya bisa berdo’a mudah-mudahan arwah beliau diterima di sisi Allah Swt. masih ada jalan lain yang bisa lebih nyaman dari cuci darah. saya minta maaf karena tidak tahu bahwa bapak telah tiada. Pameungpeuk-Bandung. Proses cuci darahnya 4 sampai dengan 5 jam tidak bisa bergerak ke manamana. Berpuluh-puluh bahkan beratus-ratus km seperti rumahnya Pak Dadan. Hidup Bersama CAPD makin PD Kloning ginjal hanyalah impianku. Pak Agus. Kenyatannya. Tanggerang-Bandung. diterima iman Islamnya dan diampuni dari segala dosa dan kekhilapannya. Jarak tempuh Pamijahan-Bandung. Sekarang sudah hampir seratus harinya. Luky. bukan waktu yang sedikit. rasanya lebih mengerikan. Banyak orang yang mencemooh dengan perkataan “CAPD. dan lain-lain. Lebih capek dech dibanding CAPD. tensi yang tiba-tiba rendah. Belum rasa sakit ditusuk-tusuk oleh jarum pistula yang besar. Rupanya. cape dech!” memang proses refill tiap hari 3 sampai dengan 4 kali membuat kita cape dech! Tapi jika dibandingkan dengan cuci darah yang menyita waktu banyak. Ibu bersama keluarga yang ditinggalkan mudah-mudahan diberi kesabaran dan ketabahan menerima cobaan yang berat ini. karena jarak rumah ke tempat cuci darah yang jauh. wisata rohaniku saat shalat Jum’at dulu tak perlu menunggu lama. CAPD merupakan alternatif perbaikan kualitas hidup seorang penderita gagal ginjal kronik. “Bukan Pak? Pak Asnali mah sudah meninggal. Wah. Peristiwa yang mengenaskan itu benar-benar terjadi hanya beberapa bulan seteleh pertemuan terakhir kami.

Keesokan harinya. Berarti kenaikan berat badan yang signifikan. Tempatnya tidak steril. Alhamdulillah. Penumpukan cairan pada tubuh yang membuat repot juga di dua minggu awal CAPD. yang mengakibatkan cairan keruh dan banyak fibrinnya. sekarang jarang terjadi. Kendala pertama. Sekarang. Kepalaku yang sering pusing. Makan pun rasanya nikmat. Setiap refill.5 kg cairan di tubuh. Pernah mengalami infeksi peritoneum. Aku sudah merasa nyaman dengan CAPD. baru aku berobat ke RSKG. untuk mengeluarkan 4. tiba-tiba badan menggigil dan cairan keruh banyak fibrinnya. Cairan pembuangan tidak kuning dan jernih. Pemberian anti biotik “gentamicin” dimasukkan ke dalam bag cairan yang mau dipakai sebanyak 40 mg/2 lt dapat dengan cepat menanggulangi infeksi. Jika sudah tiba jadual cuci darah. Penggantian cairan atau refill bisa dilakukan di mana saja. mengalami selisih lebih volume cairan masuk dan keluar sampai akumulasi 1kg per hari. Inilah yang mengakibatkan kaki dan badanku bengkak-bengkak. daya tariknya cairan pengeluaran kurang. Sabtu. Hari keduanya. Wajar. dari 44 kg menjadi 56 kg dalam waktu 3 bulan. Bengkakbengkak di tubuh harus ditarik lagi memakai mesin cuci darah. tidak ada kendala yang berarti. Alhamdulillah. Dalam waktu 3 bulan bisa naik 12 kg. Perubahan kondisi badan itu terasa sekali. hanya tinggal membawa cairan sebanyak yang dibutuhkan selama bepergian. Infeksi terjadi akibat dari kelalaianku mengganti cairan (refill) di atas mobil. banyak penumpang dan sedang macet di tengah jalan. (cuci darah bonus). Sehingga volume cairan pun berkurang. setelah kejadian itu sampai sekarang lancar-lancar saja. Pasti ada penyesuaian tubuh yang harus melalui proses.Beberapa bulan saja berat badanku kembali normal. asal memenuhi syarat kebersihan dan cuci tangan. aku mesti datang ke tempat cuci darah. namanya juga masa-masa adaptasi. Obatobat tensi yang harus selalu dikonsumsi selama 2 tahun sekarang sudah berkurang bahkan tidak sama sekali. lancar. Dari hasil tes laboratorium cairan tanggal 30 Agustus 2006 terdapat 497 sel bakteri/virus. Rasanya senang juga mendapatkan pelayanan dan jaminan kesehatan yang baik dari semua instansi. Bisa bepergian jauh berhari-hari tanpa harus dibatasi waktu seperti saat cuci darah. Setelah kejadian itu. Hebat! Memang diawal-awal CAPD ada beberapa masalah. PT Askes yang memberikan fasilitas gratis 120 bag cairan 65 . 2 September 2006 terpaksa harus ditusuk lagi jarum pistula.

Sambil melakukan refill kujawab semua pertanyaan itu dengan penuh kesabaran. sebagai distributor tunggal di Indonesia siap mengantarkan produk Baxter ke seluruh pelosok tanah air. organ tubuh produk Allah Swt yang bentuknya sebesar kepalan tangan manusia. Pengeluaran cairan selesai.H.untuk refill 4 kali per hari setiap bulan. PT Enseval Putera Megatrading Tbk. Atau menggunakan mesin cuci darah yang ukurannya sebesar kulkas. Anak istriku tengah berbelanja di pusat perbelanjaan kota Tasikmalaya. Subhanallah! Luar biasa jika kita tafakuri. steril dan praktis. Aku memilih sudut belakang Musholla. bersih dan ada mejanya yang berupa rak buku. sebagai karyawan handal siap berkunjung ke rumah pasien untuk memberikan konsultasi gratis tiap bulan dan selama 24 jam siap dihubungi. Aku mencari DKM sebagai pengurus Musholla itu untuk meminta izin. menunjukkan perhatian tinggi terhadap konsumennya. 13. aku shalat Dzuhur.SDJ. tinggal pemasukan. sekalian berjalan-jalan dan shopping persiapan lebaran. Pukul. Pak Sutisna. agar tidak mengganggu kekhusyuan orang yang sedang beribadah. kerepotan semua pihak untuk menanggulangi kerusakan ginjal seseorang. Aku menemukan tempat yang tepat. Setelah berwudhu. apabila ada keluhan. Sekarang ia sudah pindah tempat kerjanya. Kalbe Farma sebagai perusahaan yang memasarkannya sudah membuktikan diri bisa bertindak professional. 66 . Tempat itu adalah Musholla. Allahu Akbar ! Ada juga pengalaman yang menyakitkan yaitu pada saat akhir bulan Ramadhan 1428 H. Begitu pula terhadap produk Baxter yang berkualitas. aku pergi ke Tasikmalaya untuk memproses pemesanan cairan dianeal CAPD ke PT. selesai shalat kemudian aku membuka ikat pinggang kantung kateter dan memasang twins bag dianeal cairan CAPD. Enseval Putera Megatrading Tbk.00 adalah saatnya jadual refill cairan. tempat konsumen berada dengan tepat waktu. Orang-orang yang selesai shalat dan akan shalat banyak yang melihatku dan menghujaniku dengan pertanyaan tentang CAPD. Jadi hanya 10 menit lagi waktu yang aku butuhkan. Mungkin orang-orang yang sedang shalat pun sama seperti diriku yang kebetulan singgah. harus diganti dengan hal yang melibatkan ratusan bahkan ribuan orang yang terlibat dalam penyediaan alat dan bahan seperti tadi. tapi tidak ada yang tahu. Bukti empiris bahwa ilmu Allah Swt itu sangat tinggi. tapi sudah diganti karyawan lain yang sama handal.

ya… ! Bapak sudah tak tahan dengan keharumannya yang begitu menggoda. namun dia terus saja ngotot. “Saya tidak bisa melakukan refill ini di luar takut kotor kena debu nantinya. minimal mengalami sesak nafas sehingga harus OT(over time) artinya harus menjalani cuci darah ekstra di luar jadual. Aku memaksa istriku untuk membeli buah durian yang sudah dikemas dalam plastik transparan. Nih. Tapi tidak ada yang tahu. “Di luar saja Pak! Jangan di dalam. tempat beribadah. itu kan air najis!” kata dia. Baru dia menganggukan kepala sembari menggeloyor meninggalkanku. “Mih. Buah-buahan yang paling aku suka adalah durian.” kataku berusaha menjernihkan situasi. Hasratku untuk mencicipi buah durian begitu besar. tempat buah-buahan. aku tak pernah mencicipinya. ”Bapak tahu ini tempat suci?” Aku berusaha menjelaskan. Aku terus membujuknya. coba lihat sendiri!” sambil kuperlihatkan posisi kateter. Tentu aku ingin segera menikmati harumnya dan lezatnya buah durian. aku bersama istri berjalan-jalan dulu ke mall. ia tak mau kejadian sesak napas tiba-tiba terulang lagi. Aku merasa was-was tentang bagaimana nanti hasil PET tersebut. Pengalaman lain yang cukup menarik yaitu saat pulang dari RSKG setelah menjalani tes PET. aku harus menjalani tes PET. pokoknya Mimih harus beli durian.Tiba-tiba seorang pemuda menghampiriku dan mengusirku dari tempat itu. tapi dari perut saya. Stand yang menjadi tujuan utamaku jelas. Sambil menunggu hasi laboratorium. Sekarang. dan saya pun tahu ini tempat suci. sehingga harus OT. agar terhindar dari infeksi. Apalagi saat cuci darah aku harus diet buah dan sayuran karena terlalu tinggi kaliumnya. Suatu tes cairan buangan. Bapak hanya akan 67 . Cairan kuning ini bukan keluar dari tempat kencing. Saya tadi mencari Anda sebagai pengurus Musholla ini sebelum melakukannya untuk meminta izin.” Pemuda itu rupanya belum paham. agar bisa menentukan tingkat keberhasilan terapi pengganti ginjal dengan sistem CAPD. Kata dokter juga tidak boleh ada debu. Saya jamin tidak ada setetes air pun yang akan mengotori Musholla ini. dan akibatnya infeksi. Makan durian merupakan hobyku sejak kecil. Hiper kalemia sudah terbukti sebagai penyebab utama kematian. Sebentar lagi akan selesai. Pada hari Kamis 26 Oktober 2006. Istriku masih trauma dengan pengalaman pahit waktu aku masih cuci darah. “Ginjal saya rusak. “Maaf. tapi masih takut. Tapi semenjak dinyatakan gagal ginjal kronik. tinggal 5 menit lagi.

Aku bisa bertemu kembali dengan teman-teman sependeritaan. Aku masih penasaran ingin segera mengetahui hasil laboratoriumku. sayang sekali hasil tes itu. Pucuk di cinta ulam tiba. Sujud syukurku kembali terulang saat beristirahat di mesjid Uswatun Hasanah. Awal November 2007. Ada hal yang membanggakan. Bapak akan memakannya. Terutama ingin segera menikmati makan durian yang sudah di depan mata. apalagi setelah disuruh tampil oleh Prof. Hampir semua pasien menganggap akulah yang paling bugar. apa lagi kalau di bawah normal. Beberapa menit kemudian Hp-ku berbunyi sebagai tanda ada pesan baru yang diterima. RA Habibie. Nikmat yang beberapa bulan terakhir dicabut dari kehidupanku.1. Deg-deg plas jantungku saat membuka pesan singkat itu. perjalananku baru sampai kawasan Nagreg. “Pak Asep. Kemasan plastik durian langsung kurobek dan kumakan isinya dengan penuh gairah. 68 . “Mungkin nanti sore hasinya Pak! Jika Bapak mau pulang silakan saja. dr.menciumi harumnya saja sambil menunnggu hasil laboratorium diketahui. aku sempat berseloroh. “Yakin!” kataku mantap. Nanti kalau sudah terbukti kalium darah Bapak normal. Segera kulayangkan sebuah SMS kepada dr. kini sudah dikembalikan oleh Allah Yang Maha Pemberi Nikmat. Rusma belum bisa memberikan keterangan tentang hasil laboratoriumku. Nanti saya kabari lewat SMS. walau sebagian sudah tiada atau tidak bisa hadir karena kondisinya sedang jelek. kaliumnya rendah hanya 3. Tapi kalau hasil laboratorium menyatakan bahwa kaliumnya tinggi.” “Yakin.” Akhirnya aku pun pulang ke Garut dengan harap-harap cemas. Enday agar aku membuka ikat pinggang tempat kateter CAPD dan menunjukannya kepada seluruh peserta yang hadir. Bapak bisa tahan?” tanya istriku masih ragu. Rusma dengan harapan mudah-mudahan hasilnya sudah ada. aku mengikuti acara silaturahmi Halal Bil Halal pimpinan. Namun dia berjanji akan segera mengabariku secepatnya lewat SMS. Hampir tiba waktu Ashar. Jadi. seluruh karyawan dan pasien RSKG Ny. Bapak tinggal makan buah aja yang banyak. karena kusimpan di atas deks boards.” Begitu kalimat yang kubaca di layar Hp-ku. Tak lagi banyak basa-basi istriku langsung menyambar kemasan buah durian Montong yang dagingnya kelihatan kekuning-kuningan. Bapak tidak akan berani memakannya. besar-besar dan harum sekali. biasanya bijinya kecil-kecil begitu juga rasanya pasti manis. Nagreg. aku bersorak kegirangan. Malah. lezat dan nikmat.

sabar. Depresi dan perasaan serasa tak berguna. ternyata diriku masih berguna bagi orang lain. Kini aku naik peringkat menjadi nara sumber CAPD bagi banyak orang. Prof. keluarganya atau orang awam sekalipun. Ibu Dekan (Almh). Bu Kartini dan aku sendiri. Mudah-mudahan bisa menjadi bentuk ibadahku.“Maaf. di samping shalatku yang 5 waktu. Pada sesi akhir acara. Pak Kurnia. Alhamdulillah. sekarang hilang. Berarti rekan sependeritaanku. Memang tidak hanya yang cuci darah saja. Maman (Alm). dan tetap selalu minum vitamin 4 S : Shalat. Pak Barnas (Alm). walaupun hanya sebagai guru BP. dan sehat baik bersama cuci darah maupun CAPD. seruangan dan sejadual sudah 12 orang yang berada tenang di alam baka. 18 Februari 2008 baru saja aku ganti transferset yang ke tiga kalinya. lebih sehat. Setelah aku dimuat di bulletin ginjal RSKG. Pak Asnali(Alm). Banyak yang menghubungiku lewat telepon. Aku tetap bangga menyandang gelar Asep CAPD atau Asep cape dech. Pak Otong (Alm). ketundukkanku dan pengabdianku kepada Allah Swt. dan lain-lain. Pak Sya’ban (Alm). Prof! kalau di kampung saya sebelum saya memperlihatkan kateter ini. Mudah-mudahan jadi kifarat dosa-dosaku dan bisa mengantarku menggapai keridhoan-Mu. yang CAPD juga ada yang sudah mendahului kami. semangat. bahkan ada yang menyebutkannya terbalik menjadi Asep CPAD. Pak Agus Berlian (Alm). Ceu Eros. Luky. Rekan-rekanku yang biasanya memiliki jadual cuci darah setiap hari Senin-Kamis sore semuanya tinggal 5 orang lagi.” Hadirin tertawa. Semoga yang masih bertahan hidup diberi umur panjang. Biarpun harus selalu disiplin menunaikan refill 4 kali sehari secara rutin dan kontinyu. dari 17 orang pasien satu ruangan. Sekarang aku bisa kembali bertugas pergi ke sekolah. baik pasien cuci darah. harus dicecep seperti anak sunat. Senin. aku juga terpilih sebagai pasien teladan. ada juga yang sengaja datang ke rumah untuk menanyakan masalah CAPD. Amiin! 69 . dan kawan-kawan yang lainnya semoga mereka diterima iman Islamnya. Sekarang hari-hariku kian indah. Semakin PD hidup bersama CAPD. Rasa percaya diriku timbul lagi setelah melalui proses hidup yang panjang. Pak Rukmana (Alm).

d SMAN di Garut sampai dengan tahun 1986. diangkat menjadi PNS di SMP 1 Banyuresmi sampai sekarang. SD s. Garut lahir tanggal 5 Februari 1967.Mengenai Saya bang_qory Asep Qoriin. S. Kemudian melanjutkan kembali ke D3 th 1996 – 1997. Ulfa Shofi Agnia. A. Faris Fajar Wibawa.Pd. Nazla Gina Farfasya dan Fhatiya Bilqis Saida. cerpen dan naskah drama yang dipentaskan di sekolah tempatnya mengajar. anak pertama dari lima bersaudara.id 70 . Selesai menjalani pendidikan D2 di IKIP Bandung.Md.co.Pd. Penulis menikah dengan Fatmah Tresnasih. Sering menulis puisi. Email : bang_qory@yahoo.Melatih siswa dan anak-anaknya untuk membaca puisi dan mendongeng hingga mereka bisa meraih juara tingkat propinsi Jawa Barat. Banyuresmi. Dibesarkan di pinggiran Situ Bagendit. Memiliki 4 orang anak. anak dari Entin Hartini (Almh) dan ayah Oman Abdurahman.Dinyatakan mengalami penyakit “Gagal Ginjal Terminal” 20 Februari 2006. Pendidikannya kemudian dilanjutkan di Fakultas Bahasa dan Sastra IKIP Bandung (UPI sekarang) jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia program D2 yang diselesaikannya pada tahun 1988.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful