• • • • • • • • • • •

Home Berita Forum Ketenagakerjaan Infotainment Humor Musik asik Hong Kong Korea Malaysia Contact

Home » Gagal Ginjal Sama Dengan Menguras Banyak Biaya

Gagal Ginjal Sama Dengan Menguras Banyak Biaya

Ginjal merupakan organ yang penting dalam sistem metabolik tubuh manusia karena memiliki fungsi utama sebagai penyaring racun dan zat sisa dalam darah. Bila ginjal rusak dan sudah mengalami gagal ginjal, maka biaya yang dibutuhkan tidaklah sedikit. Ginjal merupakan filter yang sangat baik, fungsi utamanya adalah untuk membersihkan racun dan mengeluarkan limbah dari darah. Ginjal juga berfungsi untuk mempertahankan volume dan komposisi cairan tubuh, serta untuk mengeluarkan hormon yang membantu produksi sel darah merah. Oleh karena itu, ginjal memainkan peran utama dalam mengatur tekanan darah dan menyeimbangkan elektrolit penting yang menjaga ritme jantung. Selain berfungsi untuk menyaring dan membuang zat-zat yang tidak diperlukan dan mempertahankan kandungan nutrisi dan mineral yang diperlukan tubuh, ginjal juga berperan dalam keseimbangan sirkulasi darah dalam tubuh, yakni dengan mengatur tekanan darah, memproduksi sel darah merah.

1

Setiap hari, ginjal memfilter 180 liter darah. Ginjal menerima 100-120 mL darah per menit, di mana jumlah ini sangat besar dibandingkan dengan ukurannya yang kecil. Hal tersebut berarti setiap harinya ginjal memfilter darah sebanyak 50 kali dalam sehari. “Kerusakan ginjal ringan terjadi bila fungsinya sudah kurang dari 90 persen. Dan bila kurang dari 15 persen, maka artinya pasien sudah mengalami gagal ginjal yang obatnya harus hemodialisis (cuci darah) atau transplantasi (cangkok),” jelas dr Dharmeizar, SpPD-KGH, Ketua Perhimpunan Nefrologi Indonesia (Pernefri), dalam acara Konferensi Pers ‘Hari Ginjal Sedunia: Sayangi Ginjal Anda, Minumlah Air Putih yang Cukup!’ di Hotel Akmani, Jakarta, Selasa (6/3/2012). Menurut dr Dharmeizar, bila sudah mengalami gagal ginjal, diperlukan terapi pengganti ginjal yang biayanya tidak sedikit. Berikut biaya yang harus dikeluarkan untuk menjalani terapi pengganti ginjal: Hemodialisis (cuci darah) 1. Dilakukan seminggu 2 kali 2. 5 jam per sesi 3. Biaya per tahun Rp 50-80 juta CAPD (Continuous Ambulatory Peritoneal Dialysis atau cuci darah lewat perut) 1. Pemasangan kateter Rp 10 juta 2. Biaya CAPD per tahun Rp 50-75 juta Transplantasi ginjal 1. Pretransplantasi dan prosedur Rp 200 juta 2. Biaya per tahun Rp 75-150 juta Gagal ginjal biasanya berawal dari penyakit ginjal kronik, yaitu menurunkan fungsi ginjal. Pada kondisi ini orang biasanya tidak merasakan gejala yang terlalu berarti sampai akhirnya didiagnosis dengan gagal ginjal, yang artinya fungsi ginjalnya kurang dari 15 persen. Gagal ginjal terjadi karena organ ginjal mengalami penurunan hingga menyebabkan tidak mampu bekerja dalam menyaring elektrolit tubuh, menjaga keseimbangan cairan dan zat kimia tubuh (sodium dan kalium) dalam darah atau produksi urine. Ada beberapa faktor yang menyebabkan orang mengalami kerusakan atau gagal ginjal: 1.Diabetes melitus 2.Hipertensi 3.Kelainan ginjal (penyakit ginjal polikistik) 4.Penyakit autoimun 5.Penyumbatan saluran kemih 6.Kanker 7.Rusaknya sel penyaring pada ginjal.

2

“Pengidap penyakit ini ditandai dengan lemas, tidak ada tenaga, nafsu makan, mual, muntah, bengkak, kencing berkurang, gatal, sesak napas, pucat atau anemia,” tutup dr Dharmeizar. Popularity: 1% [?] AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA Kemajuan teknologi kedokteran yang berkembang pesat saat ini memungkinkan para penderita gagal ginjal menjalani rutinitas cuci darah (dialisa) sambil bekerja, cuci mata di mall, bahkan sambil bercinta dengan pasangan! Padahal di masa lalu, kegiatan dialisa harus dilakukan di rumah sakit sambil terbaring lemah selama 5 jam, sebanyak tiga kali seminggu. Belum lagi perasaan gatal di sekujur tubuh sebagai dampak dari terapi cuci darah tersebut. Terapi cuci darah yang begitu praktis itu bernama Continuous Ambulatory Peritoneal Dyalisis/CAPD atau dialisis tanpa mesin dan dapat dilakukan secara mandiri oleh penderita gagal ginjal. Metode ini merupakan metode alternatif dengan menggunakan membran semipermiabel yang berfungsi sebagai ginjal buatan, sehingga mampu menyerap cairan pembersih ke dalam rongga ginjal. Dalam waktu 4 sampai 6 jam dengan frekuensi 4 kali sehari, terjadi proses difusi serta ultrafiltrasi dalam ginjal, sehingga zat racun yang ada di dalamnya terserap ke luar dan diganti cairan baru. Karena masih tergolong teknologi baru, biaya CAPD masih tergolong mahal. Umumnya, biaya yang dikeluarkan peserta terapi CAPD saat ini masih sebesar Rp 4,2-Rp 5 juta setiap bulannya. Namun, biaya sebesar itu menjadi tak berarti, jika melihat kondisi tubuh penderita yang bugar dan tetap produktif seperti sebelum terkena gagal ginjal. “Karena pasien tetap bisa bekerja dan melakukan segala aktivitas seperti biasa, layaknya orang sehat. Bedanya, peserta CAPD punya kantong kecil di perutnya untuk pergantian cairan dialisat itu,” kata Direktur Medik RS PGI Cikini, Tunggul Situmorang dalam acara peluncuran website sahabat ginjal.com yang disponsori PT Kalbe Farma, di Jakarta, belum lama ini. Pengalaman Karyono (45), karyawan swasta yang telah menjalani terapi CAPD selama tiga tahun ini agaknya bisa jadi pelajaran. Karyono mengaku, kualitas hidupnya makin membaik setelah ikut terapi CAPD. Selain itu, ia bisa kembali bekerja dan sama produktifnya seperti sebelum sakit. “Awalnya saya ragu, karena banyak informasi negatif yang saya dengar soal CAPD. Tetapi karena atasan terus mendesak, akhirnya saya beranikan untuk menjadi peserta CAPD. Bahkan, saudara-saudara saya heran karena raut muka dan badan saya yang terlihat lebih segar. Dan yang terpenting saya sudah bisa tidur enak, sebelumnya saya selalu merasa lemas, letih, gelisah,” katanya mengungkapkan. Belum Memasyarakat Dr Tunggul menjelaskan, terapi dengan menggunakan pergantian cairan dialisat ini sebenarnya telah masuk ke Indonesia sejak 2004 lalu, namun tidak banyak diketahui masyarakat. Melihat manfaat CAPD yang begitu besar, pihaknya tergugah untuk terus mensosialisasikan CAPD kepada masyarakat luas di Indonesia sebagai salah satu alternatif penanganan bagi penderita gagal ginjal. Selama ini dikenal dua metode dalam penanganan gagal ginjal. Pertama, transplantasi ginjal dan kedua, dialisis atau cuci darah. Sebenarnya metode pertama memiliki lebih banyak keunggulan karena dapat menggantikan fungsi ginjal yang rusak. “Hanya saja masalahnya, masih sedikit donor yang mau memberikan organ tubuhnya. Selain itu

3

padahal terapi itu memiliki kelebihan. kami memberi pelatihan selama tiga hari khusus untuk menjaga agar lubang tetap bersih. dr Tunggul mengatakan. dengan memasukkan cairan dialisat ke dalam rongga itu. yakni membersihkan darah dari zat-zat yang tidak berguna pada tubuh dan menjaga kestabilan kandungan darah di dalam tubuh. Cairan dialisat dapat dijadikan sebagai sumber nutrisi dan bagi penderita diabetes dapat diberikan insulin secara intraperitorial. dan proses dialisis pun bekerja selama 24 jam sesuai dengan kerja ginjal secara alamiah. Namun. biayanya sangat besar. Alamiah CAPD belum banyak digunakan. tetapi melakukan cuci darah secara mandiri dengan jadwal yang dapat ia buat sendiri. Karena itu. “Kunci utama dari terapi CAPD adalah menjaga kebersihan lubang yang menghubungkan ginjal dalam perut dengan dunia luar. keseluruhan proses dilakukan selama lima jam. darah baru dimasukkan kembali ke dalam tubuh. jika melakukan cuci darah biasa secara HD. Cairan ini dibiarkan selama empat hingga enam jam hingga akhirnya dikeluarkan kembali. Keuntungan CAPD adalah lebih memudahkan pengendalian kimia darah dan tekanan darah. Setelah bersih. serta sakit pinggang. Metode dialisis pada intinya adalah melakukan fungsi utama ginjal. pasien CAPD di RS PGI Cikini sudah ratusan orang. darah tidak dikeluarkan dari dalam tubuh.” katanya. Pada HD. yang berarti cairan tubuh dipaksa diperas untuk dicuci mesin. maka biayanya sangat mahal. Gangguan fungsi ginjal bisa terjadi perlahan-lahan atau mendadak. Selain itu juga meningkatkan kadar lemak dan mengakibatkan kegemukan (obesitas). Proses pembersihan dilakukan di dalam rongga perut (peritoneum). Namun. haemodialisis (HD) dan peritonialdialisis (PD). Keunggulan utama CAPD adalah kemudahannya. yaitu kantong cairan dialisat. “Pasien juga tidak perlu datang ke rumah sakit untuk melakukan cuci darah. Ditanya faktor penyebab utama terjadinya gagal ginjal. tiba-tiba dokter mendiagnosa Anda terkena gagal ginjal.jarang sekali ditemukan donor yang cocok dengan penderita gagal ginjal. penyebab utama adalah hipertensi (darah tinggi) dan diabetes atau kencing manis. Karena itu. serta dapat menimbulkan hernia. ada diperkirakan 120. 4 . kontaminasi dengan hepatitis lebih kecil. Sedangkan pada metode PD. Darah dibersihkan dengan menggunakan cairan pembersih (dialisat) dalam serat-serat dializer itu. Fungsi ginjal yang tersisa masih dapat dipertahankan. darah yang akan dibersihkan dikeluarkan dari tubuh dan dimasukkan ke ginjal buatan (dializer). penderita gagal ginjal lebih banyak melakukan terapi dialisa atau cuci darah. saya selalu mengingatkan pada pasien untuk menjaga kebersihan. menjadikan hampir sama dengan proses yang berlangsung di dalam ginjal. Sementara itu. yakni tidak mengganggu jantung. kekurangan CAPD adalah sering kali menimbulkan infeksi pada rongga perut.” katanya. Sementara di dunia. Bila terjadi infeksi di lubang tersebut.” kata Situmorang. Tentang jumlah pasien CAPD di seluruh Indonesia . “Akibatnya beban jantung menjadi bertambah dan menyebabkan gangguan tekanan darah. bahkan tidak disadari oleh penderita karena tubuh tidak menunjukkan gejala seperti orang sakit. Bahkan. Proses yang berlangsung terus-menerus selama 24 jam setiap harinya itu. Selain itu. dr Tunggul mengaku tidak tahu pasti. Pembersihan ini dilakukan dengan dua cara. Sedangkan.000 penderita gagal ginjal menggunakan terapi CAPD. sehingga tingkat keberhasilannya sangat kecil. Saat ini sudah berkembang metoda PD dengan berbagai cara seperti CAPD atau APD.” katanya. sehingga terapi dengan metode itu pun lebih alami.

Kadang cukup dengan pengobatan dan pengaturan diet. kasus gagal ginjal di dunia meningkat lebih dari 50%. Meskipun ukurannya kecil. Ginjal berfungsi untuk menjaga keseimbangan serta mengatur konsentrasi dan komposisi cairan di dalam tubuh. Penderitanya mengalami gangguan pengecapan. untuk penderita yang masih muda bisa di bawah 10%. kulit terlihat kasar. Namun. kalau sudah gagal ginjal. fosfor dan kalium. Adapun beberapa tanda fisik yang harus diwaspadai seperti tubuh bengkak yang diawali dari kedua kaki. Hati-hati kalau kaliumnya meningkat. penderita gagal ginjal ini punya peningkatan asam urat. Gangguan ginjal dalam tahap ringan masih dapat diatasi dengan minum banyak air putih. kalsium. penyakit tersebut bisa diminimalisir sedini mungkin. Tanda lainnya. setiap tahunnya ada sekitar 20 juta orang dewasa menderita penyakit kronik ginjal. muntah. Bahkan. lesu. Ginjal juga berfungsi untuk membersihkan darah dan berbagai zat hasil metabolisme serta racun di dalam tubuh. Kelainan ginjal dapat terjadi akibat adanya kelainan pada ginjal (penyakit ginjal primer) atau komplikasi penyakit sistematik (penyakit ginjal sekunder). Tidak heran bila umumnya pasien baru ke dokter bila sudah berada dalam tahap terminal. dan vitamin D. ginjal juga berperan untuk mempertahankan volume dan tekanan darah. vena di leher melebar dan ada cairan di selaput jantung dan paru. Bila cukup banyak urin di dalam kandung kemih. karena memperbesar risiko penyakit jantung. Kalau kita lihat hasil laboratorium. pasien gagal ginjal dapat diatasi dengan tindakan hemodialisa. Jumlah urin yang dikeluarkan setiap hari sekitar 1-2 liter. Namun. lalu dialirkan melalui saluran kemih ke kandung kemih. sering kram. negara yang sangat maju dan tingkat gizinya tinggi. hanya bisa diatasi dengan cuci darah atau cangkok ginjal yang biayanya sangat mahal. seperti kencing manis (diabetes). mengatur produksi sel darah merah. maka akan timbul rangsangan untuk buang air kecil. Gagal ginjal adalah keadaan dimana kedua ginjal tidak mampu menjalankan fungsinya. orang yang diyakini mempunyai gejala sakit AAAAAAAAAAAAAAAA Kalbe. ataupun cangkok ginjal. CAPD (Continous Ambulatory Peritoneal Dialysis) saat ini menjadi bahan perbincangan para 5 . renin. Di Indonesia sendiri sudah mencapai sekitar 20%. atau Kurang minum air putih ternyata dapat mengganggu fungsi ginjal.” kata dr Tunggul menandaskan. Perlu diketahui. bila keadaannya memburuk.Jika seseorang memperhatikan gejala yang umum menyertai penderita gagal ginjal. Namun. sudah waktunya untuk waspada. mengatur kalsium pada tulang. Di Amerika Serikat saja. “Bila mendapati satu saja dari gejala itu. Sekitar 40% gangguan diabetes menjadi penyebab gagal ginjal. Penderita biasanya baru merasakan kelainan pada dirinya jika fungsi ginjal menurun sekitar 25%. organ ginjal bersifat sangat vital. CAPD.id . Selain itu. tidak nafsu makan. kelainan itu bisa menjadi gagal ginjal yang akut. Air seni diproduksi terus menerus di ginjal. Untuk itu.co. Kelainan ringan pada ginjal dapat sembuh sempurna bila penyebabnya sudah diatasi. segera ke rumah sakit untuk chek-up untuk membuktikan kebenarannya.Sampai saat ini. Diantara 3 tindakan tersebut. dan menghasilkan hormon seperti erythropoetin. mual. Sampah dari dalam tubuh tersebut akan diubah menjadi air seni (urin). kata dr Tunggul. gangguan tidur dan juga sering gatal.

dapat melakukan olahraga seperti biasa dan pembatasan makanan yang tidak seketat pada tindakan hemodialisa.000 untuk Paket Rutin 120 (terjadi penurunan dari Rp. Free untuk Paket Rutin 90 (kalau dulu. tindakan CAPD ini dapat ditanggung biayanya oleh pemerintah melalui PT ASKES. Moch. Di depan sekitar 150 peserta. Dr. SpPD KGH dalam acara pre-congress Nephrology. SpPD KGH.Kalbe Farma. Keuntungan dari CAPD menurut beliau adalah pasien tidak perlu menggunakan mesin saat melakukan dialisis. Tunggul mengatakan.033. SpB. 1. DR. Untuk mengatasi biaya yang harus ditanggung oleh pasien yang tidak mampu. Tak ketinggalan pula dibahas keunggulan dari alat yang digunakan untuk CAPD yang diproduksi oleh Baxter . Dr.Kalbe. Kamis 24 November 2005 di Bali. Dr. Hadir sebagai pembicara Prof. memang sejak dahulu juga free) 2. khususnya bagi GAKIN. Endang Susalit. CAPD sangat membantu bagi pasien gagal ginjal yang harus menjalankan tindakan cuci darah. Kabar Gembira Ada kabar gembira bagi pengguna maupun calon pengguna CAPD Baxter .600. DR. 1. Dr. dibahas mengenai CAPD. dan menurut Prof. Tunggul D Situmorang SppD KGH dan Prof. Ita Wijayanti dari Kalbe Farma sebagai pembicara menjelaskan tentang penggunaan dan fungsi dari alat yang dipakai dalam tindakan CAPD.nefrolog Asia termasuk di Indonesia. khususnya peserta ASKES: 1.Dr.Dr. antara lain dapat memperkecil terjadinya sepsis atau peritonitis.000) Ketentuan di atas mulai berlaku pada Oktober 2005. peserta harus menombok Rp. AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA T : Selain Kacamata.000) 3. Sja'bani. dapat digunakan sendiri di rumah. Dalam acara workshop ini. Tommy Halauet. SppD KGH MSc. Tambahan hanya Rp. Ginova Nainggolan. Sja'bani saat ini penderita gagal ginjal di Indonesia sudah cukup banyak dan terbanyak dialami oleh pasien-pasien kelas III. CAPD mulai digunakan di Indonesia sejak 1984. Paket awalnya free (yang ini. Hal ini dikatakan Dr. kondisi fisik lebih baik. 600. Alat kesehatan apalagi yang ditanggung oleh Askes? J : Alat kesehatan yang diberikan kepada Peserta antara lain: • • • Gigi Tiruan (1 kali/2tahun) Alat bantu dengar (1 kali/2tahun) Kaki/tangan tiruan 6 .

Dalam mengelola jaminan kesehatan. Apabila Dokter Umum tidak bisa mengobati maka Pasien akan dirujuk ke Rumah Sakit untuk mendapat pelayanan kesehatan lanjutan. Untuk kasus gawat darurat tentu saja Peserta dapat langsung datang ke Rumah Sakit. Tarif Permenkes ini dibuat oleh Kementerian Kesehatan atas usulan Rumah Sakit. Penanganan penyakit seperti ini di Dokter Spesialis sangat tidak efisien. 7 . 1kali/5 tahun Mesh (Alat yang dipasang setelah operasi Hernia Alat bantu hidrosephalus/VP Shunt Protesa Mandibula Vitrektomi set Penyangga leher/Collar Neck Jakat penyangga patah tulang belakang/corset Anus buatan/colostomi/Pesarium/DJ Stent Double Lumen Kateter untuk CAPD Triple Lumen Kateter untuk CAPD Vaskuler Graf Tulang/Sendi tiruan Colon set T : Mengapa saya harus ke Puskemas dulu sebelum ke Rumah Sakit? J : PT Askes (Persero) merupakan asuransi kesehatan yang bersifat sosial. kendali biaya) yang salah satunya adalah sistem pelayanan berjenjang. biaya kesehatan yang besar ini tentunya tidak mampu ditanggung oleh PT Askes (Persero) sehingga jaminan kesehatan Askes tidak mampu bertahan lama. Peserta berobat ke pelayanan tingkat pertama (Puskesmas atau Dokter Keluarga) untuk kasus-kasus penyakit sederhana. T : Berapa biaya pelayanan kesehatan yang ditanggung oleh Askes? J : Biaya pelayanan kesehatan yang ditanggung oleh PT Askes (Persero) adalah sesuai dengan Permenkes (Peraturan Menteri Kesehatan) tentang Tarif Askes. Disisi lain penumpukan pasien di Rumah Sakit untuk kasus-kasus yang bisa ditangani oleh Dokter umum akan mengakibatkan pelayanan kesehatan di Rumah Sakit tidak optimal. Askes menggunakan beberapa prinsip managed care (kendali mutu. Apabila semua Peserta langsung berobat ke Rumah Sakit tentunya biayanya sangat besar.• • • • • • • • • • • • • • IOL (Lensa tanam di mata) Pen & Screw (Alat Penyambung Tulang). Sistem pelayanan berjenjang ini bertujuan untuk mengontrol biaya pelayanan kesehatan dan mengoptimalkan pelayanan kesehatan yang diberikan kepada Peserta. Kasus penyakit ini bisa ditangani oleh Dokter Umum.

Sedangkan untuk Rumah sakit swasta masih ada urun biaya yang menjadi beban Peserta.07:12 pm Anda divonis gagal ginjal?Tak mau repot dengan urusan cuci darah di rumah sakit? Kalau begitu Anda perlu mencoba terapi pengganti ginjal CAPD atau Continuous Ambulatory Peritoneal Dialysis (Dialisis Peritoneal/cuci darah lewat perut). Besaran Tarif Askes adalah sama untuk semua Rumah Sakit yang bekerjasama dengan Askes. Besarannya sangat bervariasi. AAAAAAAAAAAAAAAAAAAA Terapi CAPD: Alternatif Bagi Gagal Ginjal author : Olivia Lewi Pramesti Tuesday.Perkumpulan Profesi Kedokteran dan PT Askes (Persero). 8 . 15 March 2011 . Untuk tahun 2011 urun biaya yang menjadi beban Peserta pada Rumah Sakit Pemerintah sangat minimal atau tidak ada. Untuk memperoleh informasi iur biaya Peserta dapat menghubungi Askes Center di Rumah Sakit tempat Peserta dilayani. pembedaan hanya pada tipe Rumah Sakit. Besaran urun biaya tidak sama antara satu Rumah Sakit dengan Rumah Sakit lainnya karena tergantung dari hasil negosiasi. Dalam pelaksanaannya PT Askes (Persero) akan melakukan negosiasi dengan masing-masing Rumah Sakit mengenai besaran urun biaya yang menjadi beban Peserta.

Karena penyakit tersebut ibu harus menjalani cuci darah 2x seminggu.Infeksi bisa timbul jika pasien tidak mematuhi aturan kebersihan pemasangan. 9 . karena terlalu capek di jalan. dr.Sp. serta menjaga kebersihan lingkungan ruangan. Hanya saja.CAPD justru dianjurkan untuk pasien gagal ginjal. Cuci darah tersebut harus dilakukan di Rumah Sakit yang jaraknya lumayan jauh dari rumah (1.4 kali per hari dengan cara memasang sebuah kateter di perut. Apalagi kalau pasien tidak memiliki Askes. menyatakan bahwa ada banyak keuntungan yang diperoleh dari terapi ini. in Bebas. Jangan khawatir tentang terapi ini. bagi pasien yang usai menjalani pembedahan di daerah perut dan yang mengalami gangguan di bagian kulit perut tidak dianjurkan menggunakan terapi ini karena bisa infeksi. usianya sekitar 60an tahun divonis oleh dokter terkena penyakit gagal ginjal. Kebetulan ibu kami. Bandingkan dengan transplantasi yang memerlukan biaya awal Rp 200 juta . AAAAAAAAAAAAAAAAAAA CAPD This entry was posted on 31 May 2012. Tunggul melanjutkan." kata Tunggul. Dibandingkan dengan terapi lain. Antara lain. Kateter tersebut berfungsi untuk mengeluarkan cairan dan racun dari dalam tubuh. karena sebelumnya pasien akan dilatih hingga benar-benar bisa. dapat dilakukan sendiri oleh pasien.3 juta dan per bulannya Rp 5 . dan pasien pun dapat mengerjakan aktivitasnya tanpa terganggu.Terapi ini memang tidak populer di Indonesia.P. resiko terkena penyakit hepatitis kecil. CAPD relatif lebih murah. di Jakarta (10/3). Dr. sedangkan per bulannya harus keluar Rp 6 juta . menggunakan masker untuk menutup mulut.6 juta. CAPD dilakukan mandiri oleh pasien sebanyak 3 . maka diperlukan kedisplinan dari pasien.D. zat racun aktif dikeluarkan tubuh karena dilakukan 24 jam penuh.Tunggul D. Direktur RS PGI Cikini.KGH. biaya awal Rp 2.. Bookmark the permalink. Situmorang. 2 Comments Sekedar sharing pengalaman.Rp 500 juta. karena dilakukan sendiri oleh pasien. Kedisiplinan ini seperti cuci tangan sebelum memasang sistem CAPD. biaya awal gratis sedangkan per bulannya Rp 1 juta.5 Jam Perjalanan. Terapi CAPD bisa dilakukan pada semua penderita gagal ginjal dengan tingkat kronis yang berbeda-beda. Tiap kali CAPD diperlukan waktu 30 menit.Rp 7 juta. "CAPD ini cenderung sedikit kontradiksinya. Untuk non-Askes. Padahal di Thailand. maklum rumah kami di desa) sehingga seringkali setelah menjalani cuci darah di RS ibu justru tambah down. kadar hemoglobin lebih tinggi sehingga meningkatkan kualitas hidup. tenggelam oleh terapi hemodialisis (cuci darah di rumah sakit) dan transplantasi. Akan tetapi kalau memegang kartu Askes.

Setelah seluruh cairan kotor dikeluarkan. Bahkan ibu kami karena menggunakan ASKES semua biaya digratiskan. barulah pasien bisa menjalani proses treatmen CAPD yang dilakukan sebanyak 4 kali dalam sehari. dimanapun dan kapanpun. Jika ada saudara atau kerabat anda terkena penyakit serupa maka metode CAPD ini bisa dicoba. Makan lebih enak dengan sedikit sekali pantangan. seorang pasien dapat melakukan cuci darah. Sekian. uang yang harus dikeluarkan untuk proses CAPD tak jauh berbeda dengan hemodialisis yang menggunakan mesin pencuci darah. awalnya pasien harus menjalani operasi untuk memasang selang permanen ke dalam perutnya. lalu cairan pembersih yang baru dimasukkan ke dalam tubuh. Selang inilah yang akan menjadi sarana keluar masuknya cairan pembersih dalam tubuh. Dari segi biaya. Dengan teknologi ini. dari segi medik. yaitu berkisar antara Rp7 juta – Rp8 juta per-bulan. seorang dokter menawarkan untuk menggunakan alternatif cuci darah mandiri yang dinamakan CAPD (Continuous Ambulatory Peritoneal Dialysis). terapi ini lebih bisa mempertahankan fungsi ginjal yang masih ada. Semoga Bermanfaat. Selain itu terapi CAPD juga tergolong lebih alamiah. Setelah selang terpasang. Proses treatment CAPD diawali dengan mengeluarkan cairan kotor yang berasal dari racun-racun dalam darah. Cairan pembersih ini berfungsi untuk menyedot racun yang ada dalam darah. Alhamdulillah sudah 2 tahun ini ibu sehat dan bisa beraktifitas. AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA 10 . Jika dibandingkan dengan hemodialisis. Untuk bisa menjalani terapi CAPD. Tanpa harus bergantung pada mesin hemodialisis.Beberapa minggu menjalaninya.

suaminya sempat berubah sifat menjadi kasar dan main tangan. tips dan pola makan.Ceria Bersama Klub Sayang Ginjal author : Olivia Lewi Pramesti Friday. IKCC (Indonesian Kidney Care Club) atau Klub Sayang Ginjal inilah salah satu komunitas tempat I Ketut saat ini berbagi keluh kesahnya tentang penyakit gagal ginjal yang sudah dialami selama 15 tahun. memberi fasilitas obat-obatan yang berhubungan dengan penyakit ginjal. 11 .)." Misi klub ini adalah ingin meningkatkan kualitas hidup penderita ginjal. Humas IKCC. Dirinya mengaku. tiga tahun terakhir ini hidupnya lebih tenang dan pasrah dengan keadaan. IKCC akan membantu melakukan ekplorasi informasi obat baru untuk penderita.saya malah lebih semangat menjalani hidup ini. 11 March 2011 . Ni Luh. Awalnya hanyalah ketakutan yang melanda dan berefek emosinya yang terus meningkat. Hingga saat ini anggotanya sudah mencapai 300 orang. Organisasi yang berdiri pada tanggal 5 Mei 2004 ini memang khusus mewadahi masyarakat Indonesia yang peduli kesehatan ginjal. "Organisasi ini memberikan informasi dan edukasi mengenai ginjal serta menciptakan kondisi psikologis yang nyaman bagi sesama penderita. pengembangan motivasi.serta memberikan konsultasi yang berhubungan dengan ginjal. memberikan arahan bagi penderita. Dian Ekawati mengatakan. Kata istrinya pula. seorang pasien gagal ginjal.Namun sejak saya ikut IKCC." kata I Ketut Nesa Sumarbwa (45). Bentuk kegiatan yang dilakukan IKCC diantaranya menyelenggarakan seminar yang berhubungan dengan ginjal (gaya hidup. dll.05:14 pm "Rasanya sudah mau kiamat saja ketika saya divonis gagal ginjal.

maka perlu diwaspadai penyakit ginjal segera datang. pemahaman masyarakat tentang penyakit ginjal masih minim. kabupaten Garut. untuk mempertahankan hidup penderitanya harus dilakukan terapi ginjal pengganti berupa cuci darah(hemodialisis) atau cangkok ginjal. Bila tertarik mengikuti klub ini. klub ini sangat melindungi kepentingan penderita gagal ginjal. Proses edukasi ini dapat dilakukan lewat komunitas. sesuai dengan kejadian yang dialami penulis saat divonis mengalami gagal ginjal kronik.Tak hanya itu saja. 021-4214758 Fax. Let. karena belum ada obatnya. dr.ikcc. seseorang mesti rutin memeriksakan urinenya. pencarian obat alternatif.2 Jl. 12 .P. Spesialis Penyakit Dalam RSU Cikini. Kegiatan yang dilakukan pun turut melibatkan keluarga pasien. penuh dedikasi.id atau facebook IKCC. benar-benar menceritakan autobiografi penulis dengan gamlang. tiba-tiba penyakit yang dikenal dengan nama Gagal Ginjal Terminal atau Gagal Ginjal Kronik.or. lomba menulis.Banyak yang tidak mengetahui bahwa penyakit ini bisa disebabkan oleh diabetes (35%) dan hipertensi (25%). Jakarta-10510 Tlp. Akibatnya kualitas hidup pasien ginjal tidak bertahan lama. IKCC terbuka untuk umum dan lembaga ini nirlaba.D. Sp. Suprapto Kav. 021-4269734 AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA http://bangqory. "Terlebih lagi. sampai Alloh memberikan jalan keluar. keikhlasannya menerima cobaan. 5 Cempaka Putih. Situmorang.-KGH menambahkan bahwa penyakit ginjal perlu dicegah sedini mungkin dengan edukasi kepada masyarakat.blogspot. anggotanya pun diajak aktif untuk mengembangkan kreativitas mereka seperti lomba memasak. semangatnya untuk terus bisa bertahan hidup. Tunggul D.Tak hanya itu. Bila urine mengandung protein. gaya hidup sehat seperti olahraga teratur dan tidak merokok menjadi cara mencegah penyakit ini. menyusun menu ramah ginjal. kecintaannya pada keluarga. penulis yang dikenal rajin. dan lainnya."Ginjal Cadangan" berupa CAPD. Penyakit ini sangat ditakuti. tentang penderitaannya.com/ SINOPSIS Gagal Cinta Pertama tak Separah Gagal Ginjal Di tengah perjalanan hidupnya sebagai seorang guru di sebuah SMP di Banyuresmi. periang. Kisah ini." kata Dian Ekawati di Jakarta (10/3). Jend. Anda bisa membuka website mereka di www. sangat mencintai keluarga dan kuat mempertahankan aqidahnya. Indonesian Kidney Care Club Sekretariat: Gedung Ziebart Lt. Untuk pencegahan penyakit ginjal. Jangan khawatir bila Anda ingin bergabung dalam klub ini." ungkapnya. pahit-getirnya menjalani cuci darah. "Di negara berkembang.

Berawal dari hasil tes laboratorium pada tanggal 20 Februari 2006 yang dianalisis oleh dr.CAPD (Continuous Ambulatory Peritoneal Dialysis) atau Peritoneal Dialisis Mandiri Berkesinambungan adalah pergantian cairan yang dimasukkan ke dalam perut seberat 2 kg. Tak ada jalan lain kecuali Cuci Darah. sampai menjadi konsumen dan anggota MLM ramuan modern 13 . Aku bersama istri tercinta terperangkap dalam situasi mencekam di hadapan dokter yang masih memberikan segala macam petuah dan nasihat. sebagai pengganti ginjal yang sudah rusak dan tidak berfrungsi. Isak tangis kami berdua tak bisa menyelesaikan masalah. bekam. Ia menyatakan bahwa kadar racun yang bersarang dalam tubuhku terlalu banyak dan tidak bisa dikeluarkan lewat urine (air seni). Berbagai macam metode penyembuhan melalui obat. stres. SpPD. sebelah kaki di atas kubur. Amiiiin! Gagal Cinta Pertama tak Separah Gagal Ginjal Mungkin Anda akan tertawa membaca ungkapan tadi. dilakukan secara rutin dan kontinu sebanyak 3-4 kali setiap hari. putus asa dan seabreg perasaan negatif menghimpit dada. Subhanallah ……………….. terserah! Aku tidak akan peduli dengan tanggapan atau reaksi spontan Anda. hanya istriku yang masih bisa berpikir jernih. Sudah terbayang di benakku. ramuan. karena aku tahu setiap orang yang telah mengalami cuci darah pasti ajalnya hampir menghampiri. Slamet Garut dengan perasaan hampa. Empat setengah tahun silam hidupku mulai kelam. “Gagal Ginjal” bagiku adalah peristiwa yang menenggelamkan hidupku dalam penderitaan yang berkepanjangan tiada henti sampai akhir hayat. Penyakit tersebut bernama Gagal Ginjal Terminal atau Gagal Ginjal Kronik (GGK) Shock. bahwa Allohlah sebagai penolong jiwanya dan hidupnya bertujuan hanya untuk mencari ridho Alloh Swt semata. John Manurung. elektrolisis. Karena keyakinannya atas cinta. kenalannya dan setiap orang yang mungkin lebih tahu atau pernah tahu tentang cuci darah dan pengobatan alternatif lainnya untuk penyakit gagal ginjal terminal. sahabatnya. pijat refleksi. Penulis yakin dengan haqqul yakin. kasih sayang dan pertolongan Alloh Swt semata. yang pada akhirnya menyelamatkan penulis untuk terus hidup dan semangat mempertahankan aqidah dari kemusyrikan dan mencari kesembuhan sampai menemukan sahabat setianya berupa CAPD.Yang jelas. Dia berusaha menghubungi saudaranya. Pulang dari RSU dr.

seumur hidup. Nafas tidak lagi tersengal-sengal. gagal cinta pertama tak separah gagal ginjal. karena cuci darah itu harus dijalani secara kontinyu 2 kali dalam seminggu. kerabat. setelah 2 jam pertama menjalani cuci darah. Harapan hidup lebih lanjut pun mulai tumbuh lagi. Kita memang memiliki 2 buah ginjal. Kepala serasa ditusuk-tusuk ribuan paku. sedangkan gagal cinta ada obatnya. Dunia yang tadinya terasa gelap berangsur bersinar lagi.Wajah. Akhirnya aku pasrah berbaring disamping mesin cuci darah mulai tanggal 18 April 2006. Napas sesak. Maksud untuk menghindari cuci darah tidak bisa dihindari. Anda tahu batas waktu seumur hidup? Itulah yang jadi masalah bahwa. belum lagi materi. Hasilnya nihil. bahkan tambah parah. Badanku semakin lesu dan kehabisan energi. tapi gagal ginjal bisa merepotkan seluruh keluarga. karena paru-paru hampir terendam cairan dan kerja jantung pun makin berat. Sulit untuk mencari ginjal pengganti. yaitu cinta terakhir. kantong yang sangat-sangat tebal harus Anda siapkan. Empat selang membelit tubuh.dari Cina yang harganya mencapai 500 ribuan per-box pernah dicoba. Berbeda dengan gagal cinta pertama. tak ada super market yang menjual ginjal. Bahkan akibat lainnya karir Anda. kaki dan hampir seluruh tubuhku bengkak. sahabat dan handai taulan. 1 selang tranfusi darah dan 1 lagi selang oksigen untuk membantu nafas yang sudah sesak. tetapi jika sudah dinyatakan gagal ginjal berarti keduanya sudah tidak bisa berfungsi. Gagal ginjal belum ada obatnya. Mau tahu kelanjutan kisahnya? Silakan baca kisah selanjutnya …! 14 . Tubuhku semakin parah. jantung mulai berdetak normal. Seluruh persendian serasa mau lepas. Mual terus menerus sehingga muntah tak bisa di tahan. kita masih bisa mencari cinta kedua. namun dalam limit waktu 3 – 4 hari. jabatan dan masa depan suram menanti Anda! Anda harus siap dengan mental cadangan Anda. Gagal cinta pertama tak merepotkan semua orang yang berada di sekitar Anda. ketiga bahkan cinta terakhir yang biasanya lebih membahagiakan. 2 selang cuci darah.

hanya Allah Swt lah yang Maha Mengetahui. Akhirnya bangkrut! Yang kedua. Bisnis cacing menggiurkan. disamping tugas pokok mengajarkan Bahasa Indonesia dan Wali Kelas di kelas 3 SMP Negri 1 Banyuresmi. aku memulai dengan bisnis rongsokan. Badanku segar. koran. Aku beternak cacingcacing itu sendiri di rumah. botol kecil sampai botol besar. yang penting dapur tetap mengepul. Oleh karenanya. Sampai usia 39 tahun. dan menjualnya ke pengumpul atau penampung. Tapi tidak sampai jadi obat gagal ginjal saja. maag. Sejak aku menjadi guru honorer tahun 1988 sampai diangkat menjadi PNS dua tahun kemudian. Garut. Beberapa kali menjual cacing sehingga keuntungan berjutajuta pun didapat. Namun sayang. aku mendapat banyak gelar dari profesi tambahan itu. karirku cerah. terjadi booming dan kemacetan ekspor.Gelarku Siapa yang mengira aku akan menderita GGK. yang penting halal. Tak ada rasa gengsi. Kegiatanku banyak sekali. Akhirnya gelar Asep Cacing tidak bertahan lama. selain mengajar juga selalu mencari penghasilan tambahan. Di masa depan aku membayangkan bisa menjadi pejabat di Dinas Pendidikan. besi tua. Memang aku berhasil di bisnis ini. walau aku berusaha memperpanjang usia bisnis ini dengan membuat jus cacing sebagai obat tifus. Semua barang bekas aku kumpulkan mulai dari kertas. Tapi ternyata mereka terbelenggu dengan rasa gengsi. Mau tahu apa saja gelarku? Ini dia……………. Berbulan-bulan bisnis ini berjalan. obyekkan. Gelar tersebut didapat karena di awal kehidupan berumah tangga. plastik. Asep Rongsok. dan sebagainya. aku kerjakan sendiri dan tak ada seorang pun yang mau menjadi pemulung barang rongsokan. Rencanaku ingin menampung dan membuka lapangan pekerjaan bagi remaja di kampung sekitar tempat tinggalku. energik dan kuat. Asep Cacing. Mengumpulkan barang bekas lalu dijual. Kerja tambahanku apa saja. 15 . walaupun aku belum menjadi sarjana. dus. Aku tak pernah pindah tempat tugas. di luar jam kerja. panas dalam dan sakit gigi. karena di usia sekarang pun aku sudah dipercaya sebagai Pembantu/Wakil Kepala Sekolah bidang Kesiswaan. tak seorang pun yang tahu. Yang pertama.

Yang ketiga. kalau mencari nama Asep itu. aku sering merasa heran dengan urin (air seni) yang ke luar itu berbuih banyak sekali. Aku harus bolak-balik mengawinkan kesepakatan harga antara penjual dan pembeli barang atau kendaraan bekas seharian. Maka dia akan menderita seumur hidup sampai ajalnya tiba sambil menderita penyakit yang dideritanya. Kampung Cianten. Asep Subarna. Sebagai contoh nama Asep yang lain adalah: Asep Furqon. Desa Sukamukti. Bahkan ada yang berminggu-minggu rasa capek sirna begitu saja. Ya. Yang keempat. Sungguh mengerikan. jika telah mendapat keuntungan yang besar. Asep Ginjal. oke? Jangan heran! Mengapa aku menguraikan gelar /sebutan lain untuk diriku? Karena di tempat tinggalku. CAPD akan kita bahas nanti. Asep Dedi. Dimulai sejak aku menjalani cuci darah pada April sampai Agustus 2006. Kecamatan Banyuresmi. aku harus 16 . Selanjutnya gelar kelima dan terakhir adalah Asep CAPD. Awal Perkenalan Saya dengan Gagal Ginjal Kronik Ini merupakan pembahasan yang sangat penting bagi siapa saja yang membaca tulisan saya. Orang yang mengalami sakit kemudian berobat masih beruntung kalau sudah ada obatnya. Peribahasa lebih baik mencegah daripada mengobati merupakan peribahasa yang tepat sekali. Setiap buang air kecil. hanya capek yang dirasakan. Asep Nawawi. Asep Dani. agar lebih bisa berhati-hati dan yang lebih penting adalah bisa mencegah daripada mengobati. itulah pekerjaan camat (calo matuh). Jadi. Asep Wawan dan masih banyak Asep yang lainnya. harus komplit dengan kepanjangan namanya. Garut. hanya kurang lebih 4 bulan saja. Asep Saefullah. Asep Camat. Keuntungan didapat dari komisi yang besarnya tergantung pada kerelaan si penjual atau dari selisih harga yang disepakati bersama. Gelar ini tidak bertahan lama. terdapat sekitar 23 nama orang yang berawal dengan kata Asep. karena memiliki kisah tersendiri. Tiga tahun sebelum divonis GGK. Asep Fitroh. tetapi itulah penyakit yang dinamakan GGK (Gagal Ginjal Kronik) atau Gagal Ginjal Terminal. Sejak mengidap penyakit GGK inilah aku mendapat gelar Asep Ginjal. Dari gelar ini. tetapi sungguh malang nasibnya jika sampai saat ini belum ditemukan obatnya. karena di daerahku terbilang jarang orang yang mengalami GGK ini.

sama seperti ketika dinyatakan aku menderita apendisitis. kurang lebih 20 menit kemudian. Selama menanti reaksi itu. Usus buntu (apendiks) harus segera diangkat. Hampir setiap malam badanku seperti orang yang masuk angin. aku menjerit dan melolong-lolong dengan suara yang melengking tinggi mengucapkan “Allaahu Akbar!” Seluruh pasien yang berdekatan dengan ruang ICU pasti mendengar. Kaltopren. nama obat itu. Nyeri yang sangat dahsyat. keluhan bertambah dengan sering sakit kepala dan di bagian punggungku terdapat bintik-bintik hitam seperti bekas terbakar bara rokok. Operasi berjalan lancar. Istriku sudah panik. rasa sakit yang menghunjam itu berangsur-angsur reda sampai tidak terasa lagi. Obat penghilang nyeri tidak ada yang mujarab. Ploooong……sekali rasanya. Pegal-pegal di sekujur tubuh dan perasaan ngilu di otot. Lebih enak lagi kalau dipijat dengan memakai minyak angin. Bukan urin yang keluar. tetangga dan saudara-saudara. obat yang diberikan itu bereaksi. 17 . bentuknya seperti peluru pistol. menjerit-jerit minta tolong. Aku tak tahan. Beruntung. Badan akan terasa enak kalau telah diinjakinjak oleh anak atau istriku. malah darah dan airmata yang keluar.menyiram kloset minimal empat kali (empat gayung air). Tim medis segera bertindak dengan memberi obat penghilang rasa nyeri melalui anus. masih saja terdapat buih seperti sabun. Rasanya agak gatal.00 Alhamdulillah. Kurang lebih enam bulan setelah operasi apendiks. Kalau hanya dua atau tiga gayung. Begitu juga orangtuaku. rasa nyeri kembali singgah. Aku tak bisa diam menahan rasa sakit. Pada akhir tahun 2004. sahabatku Mang Ujang dan Pak Jejen yang baik hati segera membawaku ke Rumah Sakit Guntur di Garut. Aktifitasku berjalan normal kembali. padahal saat itu sudah hampir pukul 24. Mereka berdatangan melihatku yang bertindak seperti orang kesurupan. aku merasakan nyeri yang hebat di perut bagian kanan. Dari hasil pemeriksaan dokter aku dinyatakan infeksi usus buntu (apendisitis). Setahun kemudian. rasa nyeri terus mendera. Setiap ingin buang air kecil terasa nyeri sekali. buah zakar rasanya seperti dipijat terus menerus.

Besoknya aku menjalani pemeriksaan tes kesehatan. Rontgen, tes darah dan tes urin dilakukan. Hasilnya menerangkan tidak terlihat adanya batu pada ginjal ataupun saluran pembuangan lainnya. Namun kadar asam uratku agak lebih dari normal. Aku pulang. Dokter hanya memberikan obat penghilang rasa sakit, peluruh batu dan penurun asam urat. Setelah sampai di rumah, adikku yang menengok menyarankan untuk mengkonsumsi obat asam urat terus sampai kadar asam uratku normal kembali serta melakukan tes urin lagi secara teratur. Tapi aku merasa malas untuk minum obat terus-terusan dan kembali periksa ke laboratorium ataupun dokter. Beberapa bulan setelah kejadian itu. Kondisi kesehatanku menjadi fluktuatif, antara sehat dan sakit. Susah buang air kecil sering berulang, terutama kalau telah makan jeroan, emping, jengkol, petai, durian dan sayur asem yang pakai daun atau buah tangkil. Aku juga sering sekali sakit flu disertai demam, tetapi selalu diselesaikan dengan mengkonsumsi obat-obat bebas yang dijual di warung. Hampir setiap malam badanku yang pegal-pegal harus dipijat oleh anak dan istriku. Aku malas memeriksakan diri ke dokter, dan tak mempedulikan saran adikku dulu sewaktu baru pulang dari rumah sakit. Pertengahan tahun 2005, aku menemukan obat asam urat yang dijual di toko obat, Ant namanya. Kapsul jamu asam urat Ant ini mujarab sekali. Rasa nyeri seperti ditusuk-tusuk jarum itu hilang sama sekali, sakit encok, rematik dan kawan-kawannya itu lewat begitu saja. Aku yang alergi dingin dan setiap hari harus mandi memakai air hangat, kembali bisa mandi memakai air dingin. Bahkan kembali bisa meronda malam, ikut kegiatan camping dengan anak-anak di sekolah dan seabreg kegiatan sekolah lainnya, walaupun harus menginap bermalam-malam di sekolah. Adikku, Sumi Azizah, yang apoteker dan tinggal di Bandung beberapa kali datang ke rumah, menegur dan memberitahuku bahwa obat Ant itu adalah obat illegal dan bukan obat herbal asli dari tumbuhan Ant, tetapi obat kimia anti nyeri dosis tinggi yang kalau dikonsumsi terus bisa berakibat fatal bagi ginjal. Dia berceramah dihadapanku berpuluh-puluh menit, dan melarangku minum obat tersebut. Aku percaya dan sedikit ketakutan. Aku berhenti mengkonsumsinya sekitar dua minggu. Rasa sakit yang dulu, muncul lagi bahkan bertambah hebat. Aku tak tahan. Ant kembali menjadi teman hidupku saat itu. Hanya dengan minum kapsul itu, kehidupanku kembali berjalan normal, padahal mungkin saat itu ginjalku sudah mulai rusak.

18

Tak Ada yang Lebih Pintar dari dr. Jhon Manurung
Hari Senin, 20 Februari 2006, badanku terasa lesu sekali, tak bergairah. Saat istirahat aku jajan kupat tahu. Jajanan favorit para guru sebagai kaum duafa. Karena murah meriah dengan uang seribu rupiah perut bisa kenyang. Kupat tahu Bu Oom yang biasanya terasa lezat, gurih dan nikmat kini terasa pahit di lidah. Aku heran. Aku berpikir, “Jangan-jangan tahunya pakai formalin, karena saat itu orang sedang heboh dengan tahu berformalin?” Aku sisihkan tahunya kemudian aku makan ketupatnya tapi tetap saja ketupatnya juga terasa pahit. Aku tambah kaget. Kemudian aku bercermin sambil menjulurkan lidah, penasaran dengan hilangnya rasa pencecap. Benar saja, lidahku terlihat putih, diliputi jamur, bakteri, atau apalah aku tak mengerti. Yang jelas, biasanya orang yang sakit tifus kronis lidahnya seperti ini. Aku bertambah kaget dengan kondisi lidah seperti orang sakit tifus, tapi badan tidak panas, hanya lesu saja. Aku tanya Pembina PMR, Ibu Siti. Bu Siti menceramahiku agar segera memeriksakan diri ke dokter, “Pak Asep, Bapak itu sakit. Cepat periksa ke dokter. Jangan dibiarkan begini, agar cepat ketahuan penyebabnya dan cepat diobati!” Sore hari aku pergi ke dokter umum di PUSKESMAS. Aku diberi obat. Besoknya, aku kembali pergi ke sekolah. Selesai mengajar jam ke-2, aku ke toilet, karena ingin buang air kecil. Kencingku mampet lagi. Aku menyuruh penjaga sekolah untuk mengambil obat pencahar batu, “Kalkurenal”. Aku minum sesuai dosis. Wajahku sudah pucat, menahan rasa nyeri yang tak terperikan. Rekan-rekan guru banyak yang menyuruhku pulang agar isirahat di rumah. Tapi aku masih bertahan. Aku sudah terbiasa kerja sampai sore. Jadi, aku tak biasa pulang ke rumah pagi-pagi atau siang-siang. Banyak tugas yang harus kukerjakan selain tugas mengajar pokok. Ada ekstrakurikuler dan les tambahan pelajaran untuk siswa kelas 3. Menjelang Dzuhur aku ke toilet lagi. Alhamdulillah, saat aku kencing ada butiran batu yang keluar sebesar biji kacang kedelai. Walau rasa sakit yang tak terperikan saat keluar 4 butiran batu itu, tapi rasa plong yang melegakan dapat menjadi pelipur hati, setelah bolak-balik ke toilet, karena susahnya buang air kecil.

19

Hari itu aku lanjutkan tugasku sampai sore dengan memberikan les tambahan jam pelajaran bagi siswa kelas 3. Pulang ke rumah badanku sudah terasa pening, mual dan nyeri persendian. Malam harinya badan mulai terasa demam dan kepala serasa hampir pecah. Aku telepon Sumi, adikku yang berada di Bandung. Aku menerangkan segala gejala yang terasa. Dia langsung mencurigai ginjalku rusak dan menyarankan cek ke laboratorium sambil berobat ke dokter spesialis dalam, jangan ke dokter umum. Sejak hari Rabu, 22 Februari 2006, badanku ambruk tak bisa kemana-mana. Seluruh persendian terasa copot. Mual yang hebat bahkan lebih dahsyat dari sakit maag yang pernah kualami, kepala terasa dipaku. Aku bertahan di rumah sampai hari Minggu. Baru hari Senin aku pergi ke RSU Garut. Dr. John Manurung menyuruhku agar melakukan tes urine, darah dan rontgen. Hasilnya, Kreatinin 7,57, Ureum 114, Asam urat 13,8, Hb 10,8. Aku dianjurkan agar diet protein dan buah-buahan. Dicoba selama 2 minggu, aku tidak boleh makan makanan yang berprotein dan buah-buahan. Aku hanya diperbolehkan makan dari golongan makanan karbohidrat saja. Bisa anda bayangkan, lidahku yang kehilangan rasa malah tiap saat hanya boleh makan karbohidrat saja. Jadi, mulai saat itu aku sadar, bahwa kenikmatan hidupku sudah dikurangi oleh Allah Swt. Yang memiliki segala rasa nikmat. Tiap hari palingpaling aku makan nasi dengan kerupuk, ranginang, jagung beledug atau makan ubi Cilembu. Dua minggu yang dijanjikan dokter sudah lewat. Aku memeriksakan diri lagi ke dr. John. Obat yang kuminum selama dua minggu hasilnya nihil. Aku harus menjalankan diet itu 2 minggu lagi. Selain dari dr. John, aku juga kasak-kusuk ke sana-ke mari mencari alternatif lain. Berbagai jamu, ramuan obat tradisional sampai jamu herbal X, perusahaan top MLM terbesar di Cina, aku konsumsi. Habis jamu herbal X sampai Rp.2 juta, tidak ada hasilnya. Badanku malah sudah mulai bengkak-bengkak. Tanggal 20 Maret 2006, aku memeriksakan diri lagi ke dr. Jhon Manurung. Hasil tes darah dari laboratorium dan USG, dr. John memvonis bahwa ginjalku mengalami pengerutan/pegecilan volume ginjal. Aku harus menjalani cuci darah! Masih terngiang di telingaku ketika dr. John berkata,” Bapak harus sabar, begitu juga Ibunya, karena Bapak harus menjalani cuci darah di Bandung. Beruntung, Bapak punya Askes, kalau orang lain belum tentu. Tindakan Bapak sudah tepat 20

jika ada yang mengaku-ngaku lebih pintar dari dr. Tekadku sudah bulat. kerabat dan orang-orang dekat lainnya tak ada yang mujarab. satu-satunya obat hanyalah cuci darah. dada sesak. perdebatan sengit terjadi antara istri. otak tak bisa lagi berpikir logis. Akhirnya tanggal 5 April 2006. karena janjinya bisa menyembuhkan penyakit ginjal. Perasaan hampa. Bumi terasa gelap. ternyata kadar racun di tubuh malah bertambah menjadi Kreatinin 7. Tiap orang yang memberikan solusi dan obat untuk gagal ginjal dari sahabat. Seandainya ada seorang pasien gagal ginjal yang sudah sembuh. Mata sembab. Aku meminta tolong kepada istriku agar menemui lagi dr. Aku tak bisa menyanggupi perintah dokter. Datang ke rumah pun sama. rasa berdosa dan segala rasa nyeri. Badanku lesu. anak-anak dan sahabat-sahabatku. Ureum 142.datang kepada saya. Kematian rasanya sudah dekat. Tolong jangan percaya kepada orang lain yang mengaku lebih pintar dari dr. Aku sudah tak tahan dengan rasa sakit dan pasrah untuk menjalani cuci darah. sabda dr. cemas resah.0. maka akan aku kejar sampai ke ujung dunia sekalipun. bengkak dan merah. aku cek darah lagi di laboratrium. adik-adik. Untuk membuktikan dan meyakinkan diriku yang sudah mulai gundah gulana. John. Tapi saat aku kontak semua distributor sampai ke pusat yang ada di Jakarta dan aku tanyakan.6. walaupun doker menyarankan agar cepat mengambil keputusan. John untuk meminta surat rujukan ke Bandung dan segala persyaratan Askes lainnya. yang tak bisa lagi terperikan dengan kata-kata. Jurig 21 .81. cuci darah! Benar saja. John!” terbukti. John. Aku dan istri masih tak percaya dengan keputusan dokter bahwa aku harus cuci darah. rasa bersalah.” kata-katanya begitu tandas dan meyakinkan. agar aku menjalani cuci darah. lunglai tak bertenaga. “ Siapa orangnya yang sudah divonis gagal ginjal dan menjalani cuci darah bisa sembuh dengan obat X tersebut ?”. Saat ini. Mereka semua tak percaya kalau aku harus cuci darah. John. Asam Urat 14. Berarti aku harus mempercayai dr. Ternyata tak ada seorang pun yang bisa membuktikannya. Aku masih bertahan dengan menkonsumsi obat X. orang tua. “Jangan percaya kepada siapapun di sekelilng Anda. dan Hb 5.

pukul 20. adik-adik dan sahabat-sahabatku. Ruangan dr. murah senyum bisa memberikan rasa optimis. mual terus-menerus. buat apa lagi resep? Obat yang sepuluh hari lalu saja. harum dan diiringi musik yang mengalun merdu komplit dengan sikapnya yang ramah.” Kok. Badanku makin loyo. aku memaksa kembali lagi pergi ke tempat dr. Bukan hanya aku yang merasa gembira. untuk menghabiskan rasa kepenasaran. adem. dokter tahu bahwa saya ini sakit sejak tiga tahun lalu?”. Ya. Rully yang seharusnya aku minum untuk 2 minggu. Dia memeriksaku dengan teliti. “Saya sudah pengalaman. dr. Detak jantung serasa tak beraturan lagi. Mata terasa buram dan menonjol ingin meloncat dari kelopaknya. Baru 10 hari. ternyata tidak mampu mengubah keadaan. Sumi Azizah adikku.Sesaat sebelum pergi ke Bandung. mata memerah. katanya. Senin 17 April 2006. Denyut nadi di leher terasa meletup-letup. Malah tambah parah. Kami berangkat ke Bandung pada hari Jumat. begitu dia menjawab pertanyaanku sambil tertawa terbahak-bahak. Rully malah memberikan lagi resep. aku adukan seluruh keluhanku kepada dr. Obat dari dr. Aku disarankan minum obat dulu selama 2 minggu. stress. Baru saja duduk. Usulan tersebut akhirnya disepakati juga.00 WIB. karena berdasarkan dari pengalaman itulah kadang-kadang seorang dokter tindakannya seperti dukun. tapi juga istri. tapi hasilnya tidak ada sama sekali. Rully yang demikian sedikit melegakan. Wajah yang sudah kebingungan. walaupun resepnya hampir Rp. Rully.700 ribu. anak-anak. kepala sakit tak terperikan lagi. wajah sudah bengkak. mahalnya bukan main. “Anda seharusnya datang kepada saya 3 tahun yang lalu!”. 7 April 2006. menyarankan agar mencoba berobat ke dr. dengan cara melihat Anda berjalan dan melihat wajah Anda saja. Rully yang luas. saya sudah tahu bahwa penyakit Anda itu sudah diderita sejak 3 tahun yang lalu. Rully berpraktek di Perisai Husada. bersih. Napasku sudah terengah-engah. ahli ginjal.Rully Roesli. Aku heran. 22 . orang tua. Selesai memeriksa dr. Rully sudah mempertanyakan mengapa aku baru datang berobat kepadanya. Kepala rasanya mau pecah seperti gunung berapi yang mau meletus. Aku masih sempat berpikir. was-was mendengar keputusan dr. padahal seharusnya 3 tahun yang lalu. bisa meramal”.

!” “Bapak takut kan sama jurig ?” “Tidak. ya. masih berobat. Rully tidak menjawab langsung. diam saja.. kataku yang sudah tak sabar. masih memohon agar tidak menjalani cuci darah. “Lihat ini. 23 . bagaimana dengan saya?”. Dok! Kalaulah memang cuci darah itu jalan satu-satunya. malah hanya bisa bertahan 10 hari !”. walaupun dia belum pernah bertemu atau melihat jurig. Orang Asia. itu yang saya harapkan. dr. ya sudah! Saya minta surat pengantar saja untuk menjalani cuci darah.” “Oh. aku bertanya juga. ini dia Pak! Sampai sekarang.! Sejak kecil juga saya tidak takut.Pak!”. jadi Dokter menganggap saya takut untuk menjalani cuci darah? Saya tidak takut. dia merogoh laci mejanya dan mengeluarkan setumpuk kartu berobat. karena yang normal itu cuma 1 kadar kreatinin darahnya. dia datang ke dokter.” dr. mendengar kata jurig ?” “Ya. Akhirnya dengan segenap keberanian dan sisa-sisa akal sehat. “Sampai sekarang belum sembuh? Bagaimana keluhannya hilang?” aku memberondong dengan pertanyaan. Mau di mana Anda menjalani cuci darah?” “Di RS Al-Islam By Pass saja..” kataku.” “Jadi. jawabnya.. Aku protes dan tak mengerti akan tindakan dokter seperti itu. dia itu sudah takut. sakit saya bisa sembuh? Kemarin juga dengan resep dari dokter yang seharusnya 2 minggu. kemudian berkata. hal ini seperti kata cuci darah. Berarti kurang lebih sudah 13 tahun dia berobat kepada saya 2 minggu sekali. Nah. Rully tersenyum. Pak! Bapak tahu jurig * ?” “Tidak. saya akan mengganti resep ini dengan surat pengantar. padahal kalau dia cuci darah mungkin bisa lebih baik. karena penasaran. Jadi. Keluhannya tetap ada. “Maaf.” “Bagus! Biasanya orang mendengar kata jurig saja. Hanya minta makan obat saja. orang Asia jika mendengar kata cuci darah itu seperti mendengar kata jurig. “Nah. Takut. “Begini.Dok! Apakah dengan resep yang Dokter berikan. rutin”. Orang barat kalau Kreatinin darahnya baru 3 saja sudah cuci darah.Adik dan istriku yang selalu setia mendampingi. “Ini katu berobat pasien saya sejak tahun 1993 sampai sekarang. Jadi.”Nah. Dok! Biar dekat dari Garut. walaupun Kreatininnya sudah mencapai 8.!” “Tapi sering bukan.

Semangat. karena aku sudah tak tahan. 18 April 2006 . Dzikirku hanya bisa diucapkan di dalam hati. Kepalaku selalu tertunduk tak tahan menahan nyeri di tengkuk.“Oke. wallaahuakbar” tak lepas. Adikku yang mengurus segala persyaratan. susah membuka kelopak mata.A.Habibie Jalan Tubagus Ismail. Kalau aku harus menunggu sampai besoknya lagi. surat-surat dan prosedur yang harus ditempuh terpaksa beralih tempat. mata rasanya mau lepas. * Jurig artinya hantu. Aku mengetahui hal itu setelah dia selesai mengurus segalanya di Rumah Sakit Khusus Ginjal Ny. sekujur tubuh bengkakbengkak. Selasa. dia menyuruh aku agar segera menghubungi Evi Arpan. Siapa Evi Arpan itu? 24 .ya! Anda itu orang normal dan sehat. ya! Saya sarankan Anda jangan lupa minum Vitamin 4 S saja!” “Apa Dok?Vitamin 4 S itu?” “Vitamin 4 S itu adalah : Shalat. Aku pasrah dengan segala keputusan Allah yang menguasai jiwaku. walaailaahaillallah. ini suratnya. hanya bersama cuci darah. padahal hari itu. Hanya adikku. saya buat surat pengantarnya. walhamdulillah. Perkenalan dengan Evi Arpan Rumah Sakit Al-Islam yang menjadi tujuanku untuk menjalani cuci darah ternyata tidak bisa menerima pasien baru. Rully sambil tersenyum puas. Apapun yang terjadi aku sudah pasrah. Bandung. Selamat menjalani dunia baru!” kata dr. Harus selalu diingat. karena jadualnya sudah penuh dan fasiltas mesinnya terbatas. Batinku menjerit memohon kepada Allah agar penderitaanku segera berakhir.” “Ya. Sumi. mungkin kisah hidupku tamat sampai di situ. dan Sehat bersama cuci darah. Sabar. “Subhaanallah. Jadual yang ditentukan oleh pihak rumah sakit adalah hari Rabu dan Sabtu sore. Otakku tak bisa lagi berpikir waras. Seluruh keluargaku sudah panik.R. napasku pendek-pendek. kaki susah melangkah.

Tidak ada yang menjadi tanggungannya. Dia bilang. biasa ia dipanggil. kengerian dan semangat hidup yang susah untuk dilukiskan dengan kata-kata. tidak jauh dari rumah adikku. Cijerah. Bandung sebagai tempat persinggahanku sementara. Dialah anakku yang paling lucu. Nurbayani Saleha di Saibi. aku masih memiliki tanggung jawab membesarkan dan mendidik anak-anakku yang masih kecil. Akhirnya tersadar kembali. Biarpun tubuhnya yang kecil. Keempat anakku masih membutuhkan figure seorang ayah. seorang pemuda yang telah memberikan inspirasi dan keteladanan hidup bersama cuci darah sejak berusia 16 tahun. kesabaran. karena berjuta pengalaman yang pernah ia lalui. anakku yang paling kecil dan saat itu baru berusia 1 tahun. dia masih bujangan. Cici. bekas dua kali operasi AV shunt atau Cimino dan beribu-ribu tusukan jarum pistula. Dia tahu persis kondisiku. kegetiran. tangannya yang rusak. Dia mampu melanjutkan sekolah ke SMA. Atas saran Evi. Sungguh suatu prestasi luar biasa. Evi Arpan. karena racun di tubuh Bapak sudah banyak sekali.Dia adalah pasien gagal ginjal yang sudah banyak makan asam garamnya masalah cuci darah. bahwa aku harus segera menjalani cuci darah saat itu juga. Andaikan kutuliskan kisah hidupnya. ketabahan. sampai kemudian bekerja layaknya orang yang sehat sebagai Tata Usaha di salah satu Madrasah Aliyah di Kota Bandung. harus segera dikeluarkan. “Pak! Bapak harus hari ini juga cuci darah. ketawakalan.” 25 . Evi. kuliah. Saat itu juga Evi Arpan diundang ke rumah adikku untuk dijadikan nara sumber sekaligus gambaran bagiku dan seluruh keluargaku yang siap menyimak segala materi pengalaman hidupnya selama cuci darah kurang lebih 17 tahun itu. Apalagi Si Bontot. Namun wajahnya yang kehitaman itu masih memancarkan semangat hidup yang tinggi. Dari seorang Evi Arpan aku mendapatkan suntikan segar vitamin semangat hidup. mungkin tidak akan selesai 3 atau 4 bulan. Kebetulan tempat tinggalnya hanya sekitar 500 m. Oke! Aku angkat topi padanya. tapi dia masih terus memiliki semangat hidup yang tinggi. urat nadinya yang membengkak melintang sebesar jari seperti kue tambang yang melilit di kedua tangannya. Jangan menunggu sampai besok! Saya khawatir Bapak tidak akan bertahan. yang memotivasiku untuk bangkit lagi dari ketidak berdayaan. Aku jadi malu di hadapan Allah Swt. selama berobat di Bandung.

Habibie. hanya harus memberikan biaya tambahan sebesar Rp 100. “Ya. Pelayanan pertama yang sungguh mengesankan. Kapan pun Bapak mau.00 kami berangkat dari Saibi. sopan. Cijerah ke Tubagus Ismail menuju RSKG Ny. Kemudian mendorong dan mengantarkanku sampai ruang tunggu di lantai II. memang saya pun sudah tak tahan. bisa Pak! OT saja!” jawab Evi.00 sekali cuci. Di samping sentuhan lembut para perawat. terdiri dari 17 tempat tidur yang mengelilingi meja dokter dan perawat. “OT?” pertanyaanku singkat. karena telah ada jalan keluar saat kondisi badanku sudah kritis. cleaning service. Begitu datang di gerbang pagar depan RSKG. Tadi malam juga sudah tak bisa tidur sama sekali. Beberapa saat kemudian aku dipersilakan memasuki ruangan yang luas. penuh perhatian saat mendengarkan keluhan pasien dan kecekatan mereka merawat pasien bisa aku rasakan. Ada juga satpam yang segera menyodorkan kursi roda pada saat aku turun dari mobil. dengan menggunakan remote controle. terjadi kesanggupan menerimaku untuk cuci darah pukul 15. OT. artinya cuci darah di luar jadual yang sudah ditentukan. Saat itu juga aku langsung menghubungi Mas Kamto penentu kebijakan masalah jadual cuci darah di Rumah Sakit Khusus Ginjal Ny. selalu tersenyum juga memberikan pelayanan dan perawatan professional terbaik. R. karena keramah-tamahan segenap karyawan RSKG mulai dari satpam. Aku heran tak mengerti. Tapi bagaimana caranya bisa cuci darah sekarang? Jadual saya harus besok sore”. Dengan posisi ranjang yang berderet dan bersebrangan dengan 26 .00. OT itu cuci darah diluar jadwal yang ditentukan. Bandung.000. Beberapa meter di atas kepala ada AC yang membuat pasien lebih nyaman. perawat sampai dokter yang menanganiku semuanya baik. Habibie. Aku berbaring di atas ranjang yang otomatis bisa ditinggikan atau direndahkan sesuai keinginan atau sandarannya yang mau diatur berapa derajatnya. Belakangan.“Ya. Alhamdulillah. pasti dilayani asal telpon dulu Mas Kamto yang mengurus jadualnya”. A. Hampir seluruh keluargaku menumpahkan tangis bahagia. satpam sudah menyambut dengan anggukan kepala dan senyum yang ramah. R.A. baru aku mengerti bahwa OT itu singkatan dari over time. “Oh. Pada pukul 14. Evi menerangkan dengan penuh semangat. ramah. Badan sudah serasa remuk.

agar urat nadi yang bolong bekas tusukan tidak memuncratkan darah dan lubangnya tertutup lagi. karena jarum pistula itu besar sekali dan harus berjam-jam terbenam di selangkangan. Sebelum menusukkan jarum pistula. Begitu juga bekas tusukan jarum di tangan kiri. napas pun terasa ringan. Wow! Tusukan pertama jarum itu membuat mataku yang sudah redup langsung terbelalak. beberapa TV kabel yang siap memberikan hiburan untuk sekedar mengusir rasa kesal berjam-jam terbaring saat cuci darah. Pandangan yang asalnya terasa buram. Kepala yang tadinya terasa berat berangsur-angsur ringan. harus ditekan dulu 15 menit agar mengering. Aku pun merintih. Maka dokter segera memberikan oksigen. 18 April 2006 kisah hidup pertama kali berkenalan dengan mesin cuci darah. juga tersedia fasilitas hiburan. Hasilnya. bukan asetat. menahan sakit yang sampai ke ulu hati. menjerit. Tusukan yang menyalakan harapan dalam kegelapan masa depanku. Saat itu. Badan mulai terasa segar setelah 2 jam cuci darah dan mendapat tranfusi 2 labu darah. Sampel darahku diambil untuk membeli 2 labu darah ke PMI. aku sudah sulit bernafas. Mesin EKG dipasang untuk memeriksa jantungku. Mas Slamet dan perawat lainnya yang selanjutnya menanganiku. Tusukkan yang menyelamatkan hidupku. Selanjutnya akan berlangsung kontinyu setiap hari Selasa dan Jum’at dan berangsur-angsur limit waktu bertambah menjadi 3 jam sampai 4 jam pada saat cuci darah yang ke dua dan ke tiga. Bunyi kretek-kretek mesin cuci darah diselingi bunyi alarem peringatan serta kilatan lampu merah yang berkelip-kelip kalau terjadi sesuatu yang salah harus dinikmati selama 2 jam. Jarum pistula siap dipasang di selangkangan kaki kiri untuk mengeluarkan darah yang dialirkan ke mesin penyaring. Tapi rasa nyeri yang hebat harus terulang saat jarum pistula di selangkangan harus dicabut kemudian bekas tusukan jarum yang besar itu harus di tekan dengan kuat sekitar 15 menit. Selasa. Jangan bertanya bagaimana rasanya! Anda bayangkan saja sendiri! 27 . bahkan hampir gelap mulai terasa terang lagi. tapi aku disarankan memakai cuci darah system karbonat. sama. Pukul 17. jantungku masih baik.pasien lain. Aku belum begitu mengerti tentang perbedaan keduanya.00 WIB. kemudian darah segarku yang mengalir itu akan dimasukkan lagi pada pembuluh darah di tangan kiri. di selangkangan diberi injeksi anestesi lokal dulu agar tidak terlalu sakit.

tetapi tiba-tiba tubuhnya terserang gatal-gatal. jika sedang berada di atas ring tinju dan siap melayangkan bogem mematikan. Rasanya menyakitkan sekali. Aku sadar betul bahwa kondisiku masih sangat lemah jika harus kembali ke Garut. Kejadian yang sangat menyakitkan ini pernah kualami saat cuci darah yang keempat kalinya. pasti tidak bisa berkutik. Hingga aku harus bertahan dalam kondisi berbaring seperti mayat selama lebih kurang 4 jam cuci darah. Lengkaplah belenggu yang tak berbelenggu bagi seluruh anggota tubuhku. sama tak bisa bergerak leluasa dan masih bengkak. Sedangkan. tangan kanan dan selangkangan kaki kanan masing-masing terpanggang jarum pistula cuci darah. Tepat di bekas tusukan itu pun terjadi abses (pembengkakan) hampir sebesar telur ayam.Rully seperti bertemu “jurig” itu aku alami. Darah dibawah permukaan kulitnya beku.Selesai sudah. Sekuat apapun dia. paha. Sehingga kaki kiri saya sulit untuk bergerak seperti orang yang terserang Cikungunya. sampai betis kaki kiriku bengkak. Nurbayani Saleha yang berprofesi sebagai Ibu Panti Sosial Asuhan Anak Nurul Ihsan. apa yang dikatakan dr. petinju legendaris. bekas sayatannya hampir mendekati sikut. Tangan kiri baru sehari menjalani operasi cimino/AV shunt. Aku pulang lagi ke Cijerah. 04 September 2010 Derita Paling Menderita Mike Tyson. gerakan tangan kiri pun terhambat. Begitulah kira-kira gambaran bagaimana dahsyatnya gatal-gatal bisa membuat orang sedigjaya apapun akan menjadi tak berdaya. pengalaman pertama cuci darah yang sangat menakutkan. minimal 2 kali seminggu secara rutin dan kontinyu. saat pertama kali cuci darah. tentu Anda ingat. Pinggang. Akibat dari tusukan jarum pistula yang kurang tepat di selangkangan. merah lebam. rumah adikku yang pertama. warnanya hitam kebiru-biruan. si Leher Beton. Diposkan oleh bang_qory di 18:16 0 komentar Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke Facebook Sabtu. Apalagi. Jadi. hanya Allah Swt Yang Maha Mengetahui segalanya. Mampukah aku bertahan hidup dengan cuci darah? Entahlah. ikatan erat yang tak bertali dan membuat aku tak bisa bergerak sedikitpun. 28 . Dan aku sadar betul bahwa cuci darah ini baru permulaan yang harus aku jalani seumur hidupku.

Gatal itu terus berkembang biak bak jamur di musim hujan. menyerang punggung.. Akhirnya aku hanya bisa pasrah tak berdaya. Aku mengakui segala kelemahan diri di hadapan Allah Swt.!” Air mata kepasrahan kepada Allah Swt yang menguasai jiwaku terus mengalir. Dua buah labu darah sudah dipersiapkan guna memperbaiki Hb yang hanya 5. Mas Slamet sebagai perawat yang sigap cepat memasukkan injeksi interhistine 1 ampul.0 mlHg. penyebab gatal itu adalah penolakan tubuh terhadap darah asing yang masuk (alergi terhadap darah yang kurang cocok). penyebab utama terjadinya derita yang paling menderita. “Laahaula walaa Quwwata illa billaahi aliyul adziim. Bagaimana.. Bagaimana bisa? Ya. Aku meminta tolong istri untuk menggaruknya. malah gatalnya tambah seru. Memasuki menit ke-16 mulai terasa gatal di telinga sebelah kiri. Tapi hasilnya tetap nihil. malah semakin menjadi-jadi. Inilah yang menjadi virus malapetaka. dr. Cut Indra dan Mas Slamet menghampiriku. Beberapa saat aku tak bisa menjawab. Agar bisa menggaruk seluruh bagian tubuh yang terasa panas. Aku hanya bisa menggigit bibir bagian bawah untuk menahan derita yang paling menderita sambil memanjatkan doa memohon kekuatan dalam batin. pinggang. Batinku berperang sabil antara melanjutkan transfusi atau tidak? Karena aku tahu. aku tersiksa. “Labu darah pertama sudah habis. Injeksi interhistine ditambah lagi sampai habis 4 ampul. rasa gatal dan jengkel karena garukan mereka banyak meleset dari instruksi sasaran yang kuinginkan. Aku menjerit. Aku segera minta tolong diberi obat anti gatal. Labu pertama terpasang bersamaan dengan proses cuci darah. Aku meminta bantuan tambahan pasukan penggaruk Yayu dan Zaki. Pada 15 menit awal. dengan transfusi darah itu. gatal dan menyakitkan. Beberapa detik kemudian bertambah pula rasa gatal itu ke telinga kanan. 29 . adik-adikku. Yang Maha Kuasa. tangan dan wajah.Rusma. Rusma.Pak? Mau dilanjutkan dengan labu yang kedua?” kata dr. Namun menambah ketidak nyamanan untuk bergerak. Gatal di tubuhku bukannya mereda. pantat.Selang oksigen juga terpasang di hidung agar napasku terasa ringan. berjalan lancar-lancar saja. Yang Maha Menguasai jiwa. merintih menahan sakit. Karena tangan dan kakiku tak bisa bergerak sama sekali. kaki. dr.

30 . Perasaanku cemas dan takut kalau-kalau kakiku menjadi lumpuh. Ya. bisa bertahan jika dilanjutkan transfusinya?” Aku masih belum bisa menjawab. aku harus menahan penderitaan yang tak terperikan ini lebih lama. Laahaula walaaquwwata illa billaah aliyyul adziim”. gatal yang digaruk di tengah jalan tol lalu tertabrak kendaraan.Jika dilanjutkan. Bisa Anda bayangkan sendiri. Tapi jika tidak dilanjutkan. badan akan semakin lemah karena Hb-ku yang sangat minim dan sayang labu darah yang satunya lagi akan terbuang sia-sia.. mati deh. Istri dan adik-adikku yang berada di sekelilingku dan menyaksikan kejadian itu semuanya meneteskan air mata. Telinga dan wajahku terasa bengkak. Mas Slamet mendesak. gatal yang mengakibatkan kematian.! Aku mencoba mengumpulkan segenap keberanian dan kesabaran dalam ketidak berdayaan untuk melanjutkan tranfusi tersebut. Beruntung. Memang ada sih. Aku jawab tantangan Mas Slamet dengan hati mantap dan tekad yang bulat “Ya. betapa menderitanya aku saat itu. Rusma memberikan penjelasan bahwa kondisi demikian tidak akan berlangsung lama. Gejolak batin dan pikiranku terus berperang antara ‘ya’ dan ‘tidak’. Mas! Lanjutkan saja. Istriku juga mengatakan bahwa wajahku bengkak. “ Pak. Sambil menggigit bibir bagian bawah dan memejamkan mata. walaupun aku tahu resiko yang harus aku tanggung berat sekali. juga perjuangan untuk mendapatkannya sangat melelahkan. insya Allah saya kuat!” Anak. telingaku menebal beberapa millimeter dan berbintik-bintik merah. dr. lemas tak bertenaga. Padahal harganya cukup mahal. Ya. Setelah cuci darah selesai. Selanjutnya aku berpikir belum ada orang yang mati gara-gara gatal. Namun aku yakin Allah Swt yang menguasai jiwa ragaku pasti memberikan kekuatan 2 jam ke depan untuk menahan segala derita ini. Saat aku mencoba berdiri malah mau ambruk. Kepasrahan. ”Laailaahaillallah. ketika turun dari pembaringan kakiku tak bisa bergerak. hanya kepasrahan diri yang bisa mengantarkan dan melewati masa-masa kritis semacam itu. aku tuntaskan perjuangan melawan rasa gatal serta tak pernah lepas dari doa. Yaitu. Hanya Allah-lah yang bisa menolong jiwaku. Tak ada makhluk lain. Ini hanya efek samping dari obat anti gatal yang diberikan tadi. haru dan pasti bisa merasakan bagaiman penderitaan yang harus aku jalani selama 2 jam lagi. Air mata sedih.

tiba-tiba aku ajukan pertanyaan. Hal ini juga banyak dialami pasien lain. beberapa puluh menit kemudian alat pencecap itu kembali krodit. rupanya karena racun (ureum dan kreatinin) di tubuh sedang dikeluarkan. karena hanya bisa dinikmati 2 kali seminggu. nyeri dan kram. aku masih sibuk menggaruk-garuk sekujur badan sepuasnya.A. “Apakah Anda siap saat ini. Jarum timbangan menunjukkan angka 46.5 kg selama 3 hari sebelumnya. detik ini juga malaikat Ijrail menghampiri Anda. Tetapi begitu selang cuci darah dilepas. ada lagi peristiwa yang lebih mengerikan. Tapi kalau rasa keimanan Anda kuat. bisa merasakan segala rasa makanan dengan tepat. Jam-jam pertama cuci darah tak ada kendala. 20 Juni 2006. pasti Anda pun menjawab. Rutinitas timbangmenimbang berat badan sudah menjadi kewajiban baru sejak menjalani cuci darah.Sepanjang perjalanan pulang dari RSKG menuju ke Cijerah. berarti ada kenaikan berat badan 2. kemudian mencabut nyawa Anda?”. ”Siap! Kapan pun dan di mana pun saya pasti siap!” Barangkali kondisi seperti itulah yang aku alami pada hari Kamis. Setiap datang dan pulang pasien wajib mencatat berat badannya. Memasuki 15 menit terakhir jam ke-4. Aku yakin jawabannya pasti “Tidak siap!” atau kemungkinan besar jawabannya seperti itu. Karena Anda kaget dan sungguh diluar dugaan. karena selama cuci darah tadi tidak bisa menggaruk sendiri. Banyak yang iri melihat kami selalu mesra. Kemudian kepala juga 31 . R. Badanku masih kuat untuk berjalan kaki sekedar turun dari angkot menuju lantai II ruang tunggu cuci darah di RSKG Ny. tanpa persiapan mental sedikit pun.5 kg. Karena saat inilah biasanya alat pencecap agak normal. agar tim medis bisa menentukan banyaknya cairan yang harus dibuang dari tubuh pasien. Kesempatan Hidup Kedua Beberapa minggu setelah kejadian itu. Saat itupun aku disuapi istri tercinta. Aku selalu mencatatnya di buku agenda pasien. Habibie. Seandainya saat ini Anda sedang membaca tulisan ini. Sehingga. tiba-tiba kedua kakiku terasa dingin. Moment cuci darah bisa aku gunakan untuk makan. tidak sensitive lagi terhadap rasa. Hitung-hitung balas dendam. Segera aku berdiri di atas timbangan yang tersedia untuk mengetahui berat badanku. makan saat cuci darah adalah saat yang dinantinanti. Aku makan dengan lahap.

meriang merasa kedinginan hebat. bernapas dan mengembalikan segenap energi yang masih tersisa. Istri dan adik-adiku sudah panik. Selain istriku dan adiku. Setelah napas kembali normal begitu juga tensi darahku menjadi 120/80. Bumi di sekelilingku rasanya akan runtuh. Tubagus Ismail sampai ke Panti Sosial Asuhan Anak Nurul Ihsan di jl. aku diperbolehkan pulang. Pengalaman dahsyat itu kembali kusaksikan dari file 32 . Setiba di Saibi aku tak mampu lagi berdiri apalagi berjalan. Dengan kursi roda aku menuju angkot Mang Dadang yang sudah siap menjemput. Antara sadar dan tidak. berkunang-kunang dan menghitam. “Suster pusing…!” Suster Neti dengan sigapnya segera menurunkan posisi kepalaku supaya sejajar dengan badan sebab asalnya posisi kepalaku bersandar agak tegak. Napas tiba-tiba berat dan sesak. Tujuannya agar aliran darah ke kepala bisa lancar. gelap. beberapa anak panti ikut membantu menggotong badanku agar sampai di tempat tidur. selang oksigen cepat-cepat dipasang untuk membantu pernapasan. sekilas saja kulihat mereka semua sudah menangis bingung harus bagaimana menolongku yang tak berdaya saat itu. jerih payah istriku menyuapiku waktu cuci darah terbuang sia-sia. kemudian napas terasa agak ringan. Mekar Manah no. Dokter jaga dan perawat lain berdatangan.7 Cijerah (Perum Saibi) serasa berpuluh-puluh jam. Perlahan-lahan perubahan itu berlangsung. terkuras seluruh isi perut keluar semua. Kondisiku makin lemah. padahal masih tersisa beberapa menit lagi. selang cuci darah juga cepat dicabut. Hanya kepala masih terasa pening. istriku berusaha mendekapku dengan penuh kasih sayang.dingin dan pusing berat. pandangan pun tidak terlalu gelap. baru beberapa puluh meter saja angkot itu meninggalkan RSKG tubuhku tiba-tiba menggigil. pandangan kabur. Wajah kakekku tiba-tiba saja terbayang di benakku saat beberapa menit lagi menjelang ajalnya tiba. tensi darahku tibatiba drop menjadi 80/60. Tensi darah mulai naik lagi dan beberapa puluh menit kemudian agak normal 110/70. Mual tak tertahankan dan dada pun terasa ditumbuk-tumbuk. Selama perjalanan itu. kaki tanganku tak mampu bergerak. Beruntung. jari-jari pun tak mampu bergerak. Sekelebatan aku masih bisa melihat suster Neti di sebelahku. Dingin menjalar ke sekujur tubuh terutama kaki sampai pinggangku. Kepala pusing dan mual yang dahsyat tak tahan. Aku muntah-muntah. Jarak antara RSKG di jl. aku masih bisa berteriak. aku berjuang terus. Aku terkulai.

ia cepat mengisi buli-buli/ umbit (kantung karet yang bisa di isi air panas). Aku hanya mengedipkan mata tanda setuju. Istriku secepat kilat menyajikan bubur Nestle cair rasa beras merah. Nurbayani Saleha. Adik-adikku. Atas izin Allah pula. 33 . Istriku berinisiatif menawarkan minum teh manis. ditambah dengan botol bekas air minum mineral dan botol kaca bekas sirup buah yang di isi air panas juga. serta mengurut betis sambil terus meneteskan air mata dan berdo’a. tekun dan penuh cinta. Seandainya malaikat Ijrail mau menjemputku agar aku segera bertemu dengan-Mu aku rela. merambat ke paha selanjutnya ke dada. dua botol bekas air mineral di paha dan buli-buli/umbit di atas dada. begitu jerit batin yang aku panjatkan. stress. Dua botol bekas sirup buah yang besar-besar di simpan di betis. Kemudian dia juga menawariku makan makanan bayi berupa bubur cair produk Nestle. baru terasa ada perubahan. dan Yayu Fauziah bergantian memijit-mijit telapak kaki dan telapak tangan. Ya Allah!. hanya kedipan mata pula. Karena aku ini milik Engkau semata. “Biar ada energi. Badanku mulai hangat lagi. suhu tubuh mulai naik. Kondisi terakhirnya sama seperti aku saat ini. “Aku menerima segala keputusan-Mu. dimulai dengan turunnya suhu tubuh di kaki terus beku. takut. Tapi semua energiku serasa musnah. aku mulai bisa diajak komunikasi walaupun dengan suara yang sangat pelan dan berat. Beberapa sendok teh manis yang disodorkan istriku bisa mulus melewati tenggorokan. Ibuku juga detik-detik akhir hidupnya aku saksikan sendiri. Zaki Sukmaya.” katanya. Dalam keadaan hampir seluruh keluarga panik. istriku masih berpikir bagaimana caranya agar suhu tubuhku menjadi hangat kembali. Mungkin tujuannya agar darah yang seperti membeku dapat mengalir dengan cepat dan bisa berganti dengan yang hangat karena air panas tadi. Pada saat kakekku melepaskan napas terakhir di pangkuanku. Saat itu hanya hati dan keimanan yang masih menerangi jiwaku dan menuntunku untuk terus berjuang hidup. namun kelopak mataku sudah mulai bisa terbuka. akhirnya melepaskan napas terakhir untuk menuju keharibaan Allah Swt. Dia menyuapiku dengan sabar. Aku masih terkulai. Selain selimut dan bantal yang sudah ditumpuk di atas tubuhku agar hangat. Tetapi seandainya ajalku belum tiba. tolonglah hamba! Berilah hamba kekuatan untuk bisa bertahan hidup sampai batas yang telah Engkau tentukan”.memoriku. Aku pasrah dan menyerah akan segala takdir yang digariskan Allah Swt. cemas. khawatir. Hampir 2 jam mereka memijit-mijit telapak kaki dan tangan. Jawabanku sama.

Jama qoshor aja semampunya!” katanya pelan. Zaki. Dia beranjak ke ruangan tengah untuk beristirahat bersama adikku yang lain. sedikit bersuara dan menggerakkan jari-jari kakiku. karena aku tak mau darahku kembali menjadi beku. Alhamdulillah. antara hidup dan mati. Hanya itu energi yang kumiliki sebagai bakti dan rasa syukurku atas segala pertolongan Allah Yang Maha Kuasa.00 sampai pukul 24. adikku tidak menjawab. istriku mengingatkanku untuk shalat Maghrib dan Isya yang belum sempat kutunaikan.00. lalu kutunaikan shalat Maghrib dan Isya dengan jama qoshor. aku mulai memiliki energi lagi dan bisa menggerakkan jari-jari tanganku. Tapi dia masih setia berbakti memijat terus sampai dirinya yakin bahwa aku sudah pulih. Dibuatkannya lagi bubur yang kedua. Dia sudah kelelahan dan terkuras mental dan energinya. masih belum berhenti memijat telapak kaki. aku baru bisa mengeluarkan suara agak fasih dan bisa dipahami. Seolah-olah dia ingin meyakinkan diri bahwa aku masih bisa bertahan hidup sampai besok lusa dan entah sampai kapan. Sebelum pergi tidur. tanpa bergerak sedikit pun. “Ki.Semangat hidupku timbul lagi. karena hanya itulah kemampuanku. dari sekitar pukul 17. 20 gr bubur Nestle itu masuk ke dalam lambungku. shalat dulu ya! Magrib dan Isya kan belum. sudah dulu ya! Istirahat aja dulu! Capek! Terima kasih ya!” kataku pelan. Begitu bubur sudah ada di mulut. Kecuali hanya mengacungkan jari telunjuk saat tahiyyat. atas kemurahan Allah Swt.00. langsung glek saja ditelan dan masuk ke lambung. lama sekali. Sambil berurai air mata. bahwa hakikatnya Allah yang memberikan pertolongan kepada kita. walau gerakan tubuhku masih sedikit. Raut wajahnya agak sedikit berbinar lagi penuh harapan. Aku merasa diberi kesempatan hidup kedua. Senyum kebahagiaan karena sudah bisa melewati masa yang sangat kritis. 34 . Aku berusaha bisa menelan bubur dan tak perlu mengunyah sedikit pun. Pukul 01. habis. Dengan ketekunannya menyuapiku. Zaki. Aku menjawabnya dengan senyum. Karena usaha dan jerih payahnya bisa berhasil. Adikku. dan dia pasti sangat paham. Kejadian menegangkan itu cukup lama. “Pa. Subhanallah. Aku menyuruh adikku berhenti memijat dan beristirahat. aku bertayamum dalam imajinasiku. Hanya matanya terus menatapku dengan tatapan yang berkaca-kaca.

Ulfa Shofi Agnia (15).Pagi-pagi. sabar. sesuai dengan namanya Tresnasih. si sulung yang ganteng dan tiga dara yang cantik-cantik. tapi aku yakin besok-lusa aku pasti bisa bangkit lagi. Dialah yang telah melahirkan 4 permata hidupku yang lain. telaten. kami sepakati sejak ijab qabul dengan wali dihadapan penghulu tak akan putus. seorang istri yang aku sunting pada hari Minggu. Fatmah Tresnasih. tak pernah mengeluh. 5 Juli 1992 sampai sekarang benar-benar merupakan perhiasaan terindah dalam hidupku. motivator ulung yang penuh cinta dan kasih. Penandatanganan dan peresmian kontrak hidup bersama dunia-akhirat. aku mulai bisa menggerakkan kaki dan tangan. Tresna artinya cinta dan Asih artinya kasih sayang yang tulus. Mimih. walau 35 . Kepalaku masih terasa pusing. begitu aku dan anak-anak menyebut namanya. Perhiasan Terindah Pas benar ungkapan sepenggal syair lagu Rhoma Irama yang mengatakan “Perhiasan terindah itu wanita sholehah”. penuh daya juang. dan Fhatiya Bilqis Saida (5). Amiin! Mimpi Ya Allah! Mimpiku menjadi orang normal Mungkin hanya angan dalam khayal Yang tak bertepi sampai ajal Namun aku juga bermimpi Sakitku pasti akan terobati Saat aku bisa menikmati Indahnya cinta-Mu di surga nanti. Sosok perempuan yang tegar. Nazla Gina Farfasya (10). Faris Fajar Wibawa (17). berbicara pelan-pelan.

Setiap kali pergi ke Bandung harus merental mobil. Mengecup pipi kanan. adalah kata pertama yang saya panggil. Begadang sampai pagi. Begitu besar pengorbanannya bagiku dan keluarga. dia harus menjadi ibu yang baik bagi anak-anaknya. Mimih. istriku mampu memberikan pijatan lembut yang menggetarkan nadi kehidupan. Bukan hanya dituntut bisa memenuhi kebutuhan untuk berobat. Entah dari mana. Dialah orang yang pertama kali merasa cemas. Ini terbukti dengan begitu setianya dia menjaga dan merawatku saat aku sudah tak berdaya. Pembelian labu darah. kiri dan keningku dengan penuh perasaan cinta saat aku akan tidur. setiap cuci darah harus mengantongi uang minimal 1 juta rupiah. stress dan kehilangan pegangan.kematian memisahkan kami. Operasi AV shunt atau cimino yaitu operasi memperbesar pembuluh darah di tangan. pegal dan linu atau muntahmuntah. Belum biaya tak terduga lainnya seperti operasi AV shunt atau cimino. dia menyuapiku dengan penuh kasih sayang. dan yang paling besar biayanya adalah biaya transportasi. jika aku merintih kesakitan. gelisah dan pontang-panting mencari pertolongan. Membersihkan seluruh kotoran yang menempel di badanku. tetapi banyak obat-obatan yang di luar tanggungan Askes. Sungguh pengorbanan yang luar biasa. tapi disaat kepalaku pening. Garut. Sebagai wanita karir. Menyeka seluruh tubuhku di saat aku tak mampu mandi. Bisa Anda kalkulasikan sendiri jika dua kali cuci darah dalam seminggu. sebagai wanita karir dan sebagai ibu rumah tangga yang baik. karena badanku semakin lemah dan tak kuat lagi kalau naik kendaraan umum. Istriku dituntut harus pandai membagi waktu. merasa down. dia harus tetap menjalankan tugas mengajarkan Bidang Studi Bahasa Inggris di SMPN 1 Banyuresmi. Aku sudah tak bisa berpikir lagi untuk mencari uang. membesarkan jiwa saat aku merasa putus asa. Dia yang pertama kali terbangun dan terjaga saat tengah malam aku pening. Pada saat aku terkulai lemas kehabisan energi. Ya. Sebagai ibu rumah tangga. Biaya cuci darah memang ditanggung Askes. Tugas istriku yang paling berat adalah merawatku sebagai suaminya. berarti setiap bulan harus mengeluarkan uang Rp 8 juta. agar tidak ditusuk di selangkangan. jika aku sakit. Istrikulah yang sigap kasak-kusuk. Dialah yang selalu mengajak aku mendekatkan diri pada36 . Dialah yang selalu memberiku semangat hidup. ke sana-ke mari mencari pinjaman. aku tak tahu. sedangkan esok harinya harus mengajar dan mencari uang tambahan untuk memenuhi kebutuhan berobat dan cuci darah.

Biasanya berbaur dengan para guru dan siswa di SMPN 1 Banyuresmi. kasih sayang dan pengorbanannya yang begitu besar. Mustahil aku bisa berpaling ke lain hati. impossible! Bagaimana aku bisa membalas semua itu? Aku hanya bisa berdo’a dan memohon kepada-Mu ya Allah! Mudah-mudahan ia mendapatkan ridho-Mu. Biasanya mengurusi orang lain. bertasbih. Bahkan kartu mahasiswa yang baru saja aku terima sebagai tanda bukti menjadi mahasiswa baru. sebagai kepala sekolah mengerti kondisiku yang harus bolak-balik terus cuci darah ke Bandung. karena aku pun sebagai suaminya. Pak Jejen. Pada bulan April 2006. bahagia. Alhamdulillah Bapak Engkus Kusnadi. merasa ridho. Ya Allah! Sungguh malu diri ini dihadapannya. sekarang malah harus diurus orang lain.00 dari Garut dan tiba lagi pukul 18. dan Mang Ujang mereka bergantian mengantarku. 37 . Biasanya kami berangkat pukul 08. Tak mungkin.Nya di setiap tarikan nafasku. begitu tulus dan begitu murni. aku menulis surat pengunduran diri dari jabatan dan tugas-tugas yang tidak mungkin lagi bisa aku tunaikan dengan alasan kesehatan. Tiap kali pergi ke RSKG 2x seminggu. Karir. aku tidak mau pusing dengan rentalan mobil dan sopir.00. sekarang harus diam sendirian di rumah. Tugas dan jabatanku harus ditinggalkan. sahabat-sahabat terbaikku selalu siap dan sigap mempersiapkan semuanya. dan puas mendapatkan pasangan hidup dirinya yang shalehah. Aku tak bisa membalas cinta.Nya! Mengingatkan aku untuk berdo’a. sekarang malah berbaring lesu sambil berselimut tebal. S.00 atau 19.H. Cita-citaku untuk melanjutkan kuliah hapuslah sudah. bertahajud dan selalu mengingat nama. Pak Wawan.. jas almamater dan kartu KRS di STKIP Garut harus dilupakan begitu saja. Tak keliru aku memilih Fatmah Tresnasih sebagai pendamping hidup selamanya. Terima kasih Ya Allah! Uang Bukan Segalanya Kegiatan rutinku berubah 180 derajat. Aku hanya memohon diberi tugas yang ringan dan yang lucu saja di sekolah. Biasanya. Aku harus puas dengan ijazah Diploma 3 saja. jabatan apalagi penghasilan menyusut drastis setiap bulannya. pagi-pagi sudah berangkat mengajar. dunia dan akhirat. Aku merasa tak berguna lagi. Beruntung.

Begitu juga istrinya. sangat terpesona dengan anakku itu. Postur tubuhnya tinggi besar. berapa Pak paket hemat itu?” tanyaku lebih penasaran. rambut ikal. Hanya saja. Kata-katanya penuh kharisma. Kami semakin akrab dengan Pak Bambang. pergi pagi-pagi dan pulang petang. Banyak yang tertarik dengan kelucuannya. beremblim garuda. kita mah ambil yang paket hemat aja!” jawab Pak Bambang. Aku bertanya dengan nada agak menyelidik ingin tahu berapa biayanya. “Wah. Kemungkinan Pak Bambang itu seorang anggota dewan. Padahal Cuma bisa dadah dan melontarkan kata-kata yang harus diterjemahkan. “Oh ya. begitu nama panggilannya. “Selamat jalan. memang Cici itu lucu. agar bisa hidup normal kembali. kalau ditanya masalah profesi beliau selalu mengelak. itu pun sudah termasuk biaya hidup di sana sekitar satu setengah bulan”. “Wah. “Amin! Do’anya saja Pak ya!” dia memohon sambil berjabat tangan. kulit putih. Pak! Semoga Bapak sukses transplantasinya!” kataku pelan. kalau ada Si Cici. mata sipit. 38 . 4 jam cuci darah itu gak kerasa ya! Aneh. dan badannya gemuk. Pak Bambang. ya?” “Lumayanlah Pak! Kita juga dapat bantuan dari saudara-saudara”. “Bapak itu selalu sibuk. hebat!” kataku. walaupun usianya pada saat itu baru satu tahun. jadual cuci darah kami selalu berbarengan. Aku hanya menebak-nebak. Dia hanya menjawab. Aku pun memimpikannya. begitu juga istrinya. “Sekitar 300 jutaan. Operasi yang menjadi dambaan semua pasien GGK. Bahkan seorang pasien. selalu dibawa pergi ikut ke RSKG. montok. Wajahnya bulat. beliau agak tertutup waktu aku menanyakan profesinya. Cici. Wajahnya berwibawa. “Ya. Cina. karena selalu pakai jas berwarna gelap. penghasilan pas-pasan (BP6). padahal di rumah juga banyak anak-anak kecil. Ya. karena belum fasih. Katanya dia akan pergi ke Guang Zhou.Anakku yang paling kecil. untuk transplantasi ginjal. biasa saja wiraswasta!” Awal bulan Mei 2006. Sayangnya. tapi yang ini beda! ” kata Pak Bambang. tiba-tiba Pak Bambang berpamitan kepada semua pasien yang berada di ruangan karbonat yang berjumlah 17 orang. “Berapa Pak biayanya?”. dia selalu tertawa jika digoda dan seolah-olah bisa diajak komunikasi. Dia selalu menanyakan anakku jika bertemu. Aku terkesima dan terkagum-kagum. Ah. kepada Pak Bambang. “Mahal juga.

agar bisa meningkatkan kadar keimanan. Bukannya aku tidak menerima cobaan dari-Mu sebagai tanda sayang-Mu. Tiap selesai shalat aku selalu memanjatkan do’a. Terbayang di benakku. iya Pak! Kalau nanti Bapak sukses dan berhasil cangkoknya. Selama itu. Rasa rindu untuk saling tukar makanan atau tukar pengalaman bersama mereka. “Pasti Pak. Hedy yang masih anak SMU. karena begitu seringnya kami bertemu. Berangkatlah penderitaannya. saya tengok! Eh. ”Ya Allah! Berikanlah aku kekayaaan seperti Pak Bambang agar aku juga bisa melakukan transplantasi ginjal. dan yang lainnya. Pak Agus Berlian. selalu berharap seperti Pak Bambang. Ada rasa rindu andai kata hari sudah mendekati hari Senin atau Kamis. Betapa terkejutnya aku. insya Allah ya!” jawabnya meyakinkan. Pak Bambang ke Cina untuk berusaha sembuh dari 39 . Bukannya aku tak paham bahwa orang sabar itu di sayang oleh-Mu dan bukannya aku tak mengerti bahwa penyakit ini adalah penebus dosa-dosaku. pasien dari Cilawu. karena merasa sependeritaan. Pak Asnali yang gagah dan selalu berbaju loreng. seandainya aku sehat lagi seperti sedia kala. Pak Rukmana. jadualku cuci darahku yang baru. jangan lupa kepada kami di sini Pak! Tengok kami ya Pak! Agar kami juga termotivasi untuk bisa seperti Bapak!” pintaku pada Pak Bambang. Suasana cuci darah tambah akrab dengan sesama pasien maupun dengan perawat atau dokter. Ceu Eros. Garut yang sering kuajak pulang bersama. jantungku rasanya hampir copot saat membaca Koran Pikiran Rakyat tanggal 25 Juni 2006 yang memberitakan bahwa Pak Bambang Budi Asmara telah berpulang ke khadirat Allah Yang Maha Kuasa. kesabaran dan ketaqwaan kepada-Mu.“Eh. Segudang khayal dan impian berkelebatan di depan mata. Berjuta angan dan harapan akan kupenuhi. Luki yang dari Tangerang. Wah. Setelah keberangkatan Pak Bambang ke Cina. Ginjal yang selama ini telah menghambat karir dan kekhusuan ibadah kepada-Mu! Ginjal yang telah membuat seluruh keluargaku ikut menderita. Tapi aku masih ingin lebih sempurna dalam beribadah kepadaMu! Maka kabulkanlah do’aku Ya. betapa bahagianya diriku. karena aku telah menjadi orang pilihan untuk menerima ujian dari-Mu. aku jadi terobsesi ingin seperti Pak Bambang. Bu Kartini. Cita-cita akan kuraih. Allah!” Begitulah do’a yang sering aku panjatkan ba’da shalat fardu atau shalat tahajud. do’aku masih tetap sama. Ada Pak Kurnia.

seraya berdo’a. Pak Bambang yang akhirnya kuketahui bahwa dia itu merupakan putra terbaik Jawa Barat. dan aku yakin bahwa Allah itu memberikan sesuai dengan kemampuan dan kesabaran menjalaninya. Allah! Yang telah menilai kecil rizki yang telah Engkau berikan. mantan Ketua KNPI Jabar. Hal ini kuketahui beritanya dari koran setelah beliau tiada. Pak Bambang yang ingin aku ikuti jejak langkahnya.. biaya yang sangat menakjubkan bagi kami sebagai PNS yang berpenghasilan pas-pasan. Aku yakin. Dia menjabat sebagai Bendaharawan Partai Golkar Jabar. Beliau tidak mengira kalau tiga hari pasca operasi transplantasi ginjal itu. keikhlasan. Aku bersyukur dengan segala rizki yang telah Engkau berikan. seandainya Engkau berikan kekayaan seperti Pak Bambang kepadaku. 40 . Tetapi itulah takdir Allah Swt. mungkin aku telah Engkau panggil seperti dia. dan sederet jabatan lainnya. Sungguh. bahkan materi yang tidak sedikit. diterima iman Islamnya dan segala amal shalehnya dibalas dengan pahala yang berlipat ganda. Amiin! Ternyata uang itu bukan segalanya. agar menjadi ibroh dan pelajaran yang sangat berharga. Bukan saja menguras energi. Sehingga aku segera bertobat dan mengucapkan istighfar. mental. Sedangkan aku masih ingin melanjutkan perjuangan hidup. Engkau pasti telah menentukan jalan lain yang membahagiakanku. Harta tidak bisa menjamin kesembuhan seseorang. yang harus kita terima dan harus kita ambil hikmahnya. Penasihat Taekwondo Jabar. Kini telah tiada. Di akhir bulan Juni itulah aku baru menyadari bahwa do’a-do’aku selama ini salah dan keliru. Allah pasti memberikan kemudahan setelah datang kesusahan sesuai janji-Nya pada surat Al-Insyirah.Pak Bambang yang saat pamitan memberikan senyuman dan lambaian tangan terakhirnya. Allah terima kasih yang tiada terhingga. seolah-olah aku tidak mensyukuri segala nikmat-Mu! Amiin!” Sejak saat itu aku menyadari betul bahwa rizki itu sudah diatur dengan skenario Allah. seolah-olah aku tak pernah Engkau beri apa-apa. Maafkanlah dosa-dosaku Ya. Bu Bambang yang sengaja datang ke RSKG mengisahkan peristiwa wafat suaminya dengan berurai air mata. kesabaran. Ketua Yayasan Asia Afrika. “Ya. Biaya hidup selama pemeriksaan dan operasi tersebut mencapai Rp 300 juta ditambah biaya pemulangan jenazah sekitar Rp 80 jutaan. Inna ma’al usri yusraa. Tak pernah sempat sadar sedikit pun sampai wafatnya. aku tidak diberi kekayaan seperti beliau. suaminya dalam keadaan koma. Mudah-mudahan Allah mengampuni segala dosanya.

Amiin! Uji Keimanan Kabar tentang penyakit yang aku derita begitu cepat tersebar kemana-mana. motivasi dan do’a mereka. Aku hanya bisa mengucapkan terima kasih dan berdo’a. Terasa benar kebaikan mereka. Setelah dipersilakan duduk. Bahkan banyak orangtua murid yang sengaja meluangkan waktu untuk datang menemuiku dengan memberikan dukungan.Semoga Anda tabah Bu Bambang! Selalu diberi petunjuk dan kesabaran menjalaninya. murid dan semua orang yang kukenal rasanya tak ada yang absen. Sambil menunggu ayahku datang. saya ingin sembuh! Saya tak mau cuci darah!” “Bagus!” jawabnya. baik berupa moril maupun materil yang sangat berarti bagiku. lalu mengutarakan maksud kedatangannya. “Apa keinginanmu sekarang?” Nada bicaranya pelan tapi pasti. tetangga. giginya pun sudah ompong dan duduk di sampingku. Aku menjawab. dia berkata. Amiin! Suatu hari salah seorang kerabatku bertandang ke rumah sambil membawa seseorang yang tak kukenal. Keluarga. rekan kerja. aku menyuruh istriku untuk memanggil ayahku yang tak jauh rumahnya dari rumahku. Jazakumullhi khairon katsiraa. semoga amal baik mereka dicatat dan mendapat imbalan pahala yang berlipat ganda dari Allah Swt. Dia tak membawa peralatan medis apa pun. ”Sep! Saya sengaja membawa guru saya ini untuk mengobati penyakit Asep”. “Ya. Selanjutnya lelaki tua itu mengajak bersalaman. Dia tak melepaskan jabat tangannya yang erat sambil bertanya kepadaku. lelaki tua itu mengusulkan agar aku menganggap dia sebagai orangtuaku sendiri dan dia akan menganggapku sebagai 41 . “Caranya?” aku semakin heran. Sebelum dialog berlanjut. sahabat dekat maupun jauh. Aku terpana melihat sosok lelaki tua yang sudah beruban. Aku tak mungkin bisa membalas budi baik mereka. Dengan tatapan matanya yang seolah-olah ingin meyakinkanku bahwa dia mampu mengobatiku. Setiap hari ada saja tamu yang datang. Banyak orang menengokku. Aku jabat tangannya yang agak keriput itu.

“Bapak tidak perlu merasa heran dan curiga pada saya. Ananda harus berganti nama menjadi Asep Diman!” begitu katanya dengan nada meyakinkan. Dia komat-kamit sambil memejamkan matanya. Asep Diman. sekarang ada ayahnya. “Kapan dan hari apa Ananda dilahirkan?” “Hari Jum’at. “Tidak apa-apa. Katanya agar hubungan pertalian batinnya semakin erat demi proses penyembuhan yang cepat.00”. “Kalau begitu kasihan dong orang Jerman jadi menderita?” “Enggak apa-apa orang Jerman ini!” “Kasihan dong orang Jerman. Ayahku bertanya spontan dengan nada berseloroh. kerabatku. pukul 13. Lupakan nama yang dulu itu sampai Ananda sembuh.ini hanya dalam waktu sementara saja.” “Waduh! Bagaimana dengan ijazah saya.anaknya.” lanjut lelaki tua itu sambil menatap ayahku. Asep Qoriin”. dan ayahku bengong. “Kok bisa? Mau dipindahkan ke mana?” “Ke Jerman.” begitu katanya meraih simpati.” jawabnya mantap. Siapa nama Bapak?” tanya lelaki tua itu. “Nah.” katanya. tanggal 3 Februari 1967. 42 . Aku. “Bapak sebagai ayahnya. Nanti kalau penyakit yang Ananda derita sudah saya pindahkan. istriku. “Saya. istriku. Ayahku datang. lelaki tua itu dan ayahku.” ayahku menjawab. “Mari kita kerjakan bersama! Ananda. “Saya. anak. Oman Abdurrahman. “Ya. Lelaki tua itu melanjutkan ceramahnya. Kami berlima duduk melingkar. Siapa tahu dia itu saudara kita juga. mulai hari ini nama Ananda harus diganti!” “Diganti nama?” aku tambah heran. “Saya ke sini atas panggilan jiwa dan ikhlas menolong tanpa pamrih. Aku. nama Ananda boleh dipakai lagi. Wajahnya masih diliputi rasa curiga dan heran.” ayahku semakin sengit. SK dan berbagai macam dokumen pribadi saya?” protesku dengan cepat terlontar. Aku semakin heran. jawabku singkat. “Siapa nama Ananda?” kata lelaki tua itu. istri dan semuanya harus memanggilnya. Kemudian kami saling menatap keheranan.

Istriku pasti tahu betul jalan pikiranku karena sudah belasan tahun kami hidup bersama menjalin rumah tangga. Aku bulatkan tekad untuk menolak mereka. “Lebih baik menghindar. Kerabatku dan gurunya pulang dengan memendam rasa kecewa. Aku menuliskannya hanya sekedar untuk meredam kekecewaan niat baik Kerabatku itu. Jangankan suami saya yang laif. Depresi berat. Aku suruh istriku untuk menghadapi mereka. tapi kondisiku sedang lemah. aku tidak mau mencantumkan mantra tersebut di sini.” begitulah istriku memulai argumentasinya. saja diuji oleh Allah dengan penyakitnya bertahuntahun.Terjadilah perdebatan yang seru. Pertemuan itu bubar dengan tidak menghasilkan kesepakatan. bila kami belum bisa menerima kebaikan Akang. Kami yakin. takut menjadi kemusyrikan yang berlanjut. namun keyakinan kami masih belum bisa menerima cara pengobatannya.S. Kami yakin ini ujian yang datangnya dari Allah. tak mungkin bisa berdebat panjang lebar.” pikirku saat itu. Aku yakin. Beberapa hari kemudian kerabatku bersama gurunya bertandang lagi ke rumah. Aku takut tali persaudaraan kami putus gara-gara hal ini. kami pun berusaha mempertahankan keimanan dan keyakinan kami akan takdir Allah yang tidak bisa dialihkan pada orang lain. Bukan berarti kami menolak kebaikan Akang. Kerabatku malah ngotot dan menyuruhku menuliskan bacaan seperti mantra atau jampi-jampi dalam bahasa Sunda buhun yang harus diamalkan setiap malam. “Kami merasa bahagia dan berterima kasih yang sebesar-besarnya kepada Akang dan Bapak ini. Penyakitku sedang kumat. Mohon maaf. Nabi Ayyub A. karena ingin mengobati suami saya. Dia tak mau di ganggu. Jangan sampai Akang kecewa sehingga tali 43 . dan hanya manusia biasa. Allah tak akan keliru memberikan cobaan kepada hamba-Nya. Tak bisa berpikir jernih. Harap maklum. “Kang! Kebetulan suami saya sedang kumat penyakitnya. Dalam hal ini mungkin persepsi kita tidak bisa sejalan. dia akan mampu menyampaikan penolakan dengan baik. Kami hanya akan berusaha secara medis dan obat alternatif lainnya yang kami anggap logis. Cukup panjang mantranya. Kerabatku berusaha meyakinkan kami akan niat baiknya. Tak sudi keyakinanku tergadai demi kesembuhan. sehingga takut keimananku akan goyah dan terjerumus ke dalam kemusyrikan. Kami menerimanya dengan ikhlas. mudah marah dan tersinggung. Rupanya mereka masih penasaran. hina.

” “(Tidak). Tak ada kompromi. Sesuai dengan firman-Nya : “Qul aghairaallaahi attakhidzu wa liyyan faatirissamaawaati wal ardhi wahuwa yuth’imu wa laa yuth’amu. Apakah aku akan menjadikan pelindung selain Allah yang menjadikan langit dan bumi. Qul innii umirtu in akuuna awwala man aslama wa laatakuunanna minalmusyrikiin. Dia hilangkan apa (bahaya) yang kamu mohonkan kepada-Nya. bagi siapa yang di kehendaki-Nya.” (QS.” (QS. dan kamu tinggalkan apa yang kamu persekutukan (dengan Allah). Jika dia menghendaki.” “Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa musyrik. Beda keyakinan (aqidah) tak bisa dijadikan alasan untuk bertoleransi.” (QS. Barang siapa yang mempersekutukan Allah. satu-satunya penolong jiwa. padahal Dia memberi makan dan tidak memberi makan?. Satu setengah tahun berlalu. An-Nisa : 48) 44 . Rupanya penjelasan istriku yang panjang lebar itu tetap saja membuat kecewa kerabatku dan gurunya. dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (musyrik) itu. Kondisi badanku sudah agak membaik setelah menggunakan sistem CAPD. Karena tidak berhasil memberikan pertolongan pada kami. Aku sekeluarga sengaja datang ke rumahnya. Begitulah. Sekali lagi kami mohon maaf!” Panjang lebar istriku berusaha menjelaskannya agar bisa diterima dengan baik. Tapi kami bisa memahami kekecewaan itu. Allah-lah tempat meminta. akibat dari beda keyakinan membuat tali persaudaraan pun nyaris terputus. Dalam rangka memperbaiki silaturahmi agar tidak terputus. Sesungguhnya aku diperintahkan agar aku menjadi orang yang pertama berserah diri (kepada Allah) dan jangan sekali-kali kamu masuk golongan orang-orang musyrik. Katakanlah. maka sungguh ia telah berbuat dosa besar. Allah-lah tempat bergantung. memanfaatkan momen Idul Fitri. Al-An’am : 14) “Bal iyyaahu tad’uuna fayaksyifu maa tad’uuna ilaihi insyaa a wa tansauna maa tusyrikuun. aku tak tahu. Tak ada alasan untuk menerima paham yang bisa menggelincirkan keyakinan terhadap Allah Swt. Al-An’am : 41) “Innallaaha laa yagfiru an yusyriku bihii wa yagfiru maa dzaalika liman yasyaa u wa man yusyrik billaahi faqadiftaraa itsmaan ‘adziimaan. tempat tinggal kerabatku itu. Entahlah. hanya kepada-Nya kamu minta tolong.” “Katakanlah (Muhammad).persaudaraan kita menjadi retak.

Maka. agar darah yang 45 . yang merupakan muridku di SMP. Sebab manusia itu masih terbatas pengetahuannya. setelah tetangga mereka. Mengapa tidak? Kalau domba yang utuh dan bernyawa bisa dicloning. Meski dunia medis mengatakan belum menemukan obat gagal ginjal dan tak mungkin bisa disembuhkan. Semoga Allah selalu memberikan hidayah dan bimbingan-Nya kepada kita semua. bahwa. Sebelum menuju kesana. tapi Alloh tak mungkin mengingkari janji-Nya. “Mengapa para ahli yang sudah bisa memiliki ilmu pengetahuan cara mengkloning domba si Dolly yang menghebohkan dunia. Mengeluarkan darah kotor dengan cara disedot. kerabatku yang lainnya masih bisa memahami kejadian ini. juga harus cuci darah. tidak mencoba membuat kloning ginjal yang rusak agar bisa diganti secara langsung dengan ginjal kloning yang sehat dari sel yang ada?” Mungkin impian ini akan menjadi bahan tertawaan orang tapi biasanya penemuan baru itu berawal dari sebuah impian. bahkan sekarang mereka semua paham betul bahwa penyakitku harus diobati secara medis. ”Andaikan lautan dijadikan tinta untuk menulis ilmu Allah tidak akan cukup“. Kita masih berusaha mengobati penyakit dengan cara-cara tradisional. mengapa hanya sebuah organ tubuh yang vital itu tidak bisa dikloning ? Masuk akal. kita sekarang masih berada di dunia primitif.Alhamdulillah. ilmu Allah sangat luas sampai-sampai ada keterangannya. bukan? Mudah-mudahan di tahun 2015 impianku bisa terwujud! Sehingga ditahun 2020 dunia bebas penyakit gagal ginjal kronik. “Setiap penyakit itu pasti ada obatnya. Amiin! Obat Alternatif Keyakinanku tak akan tegoyahkan. bahwa setiap penyakit itu mesti ada obatnya. Terkadang aku punya imajinasi. aku pun menyadari hal itu. ya wajar saja. aku mulai mencoba berbekam. setelah permukaan kulitnya ditusuk-tusuk jarum.” Jika sampai saat ini belum ditemukan obatnya. bisa menciptakan domba yang sama persis dengan induknya dari sebuah sel.

Bpk. Bagaiman hasilnya? Setelah berpuluh kali dipijat. Pijatannya tidak seperti pijatan refleksi umum yang hanya telapak kaki ditusuktusuk dengan stik. Telapak tangannya terasa panas dan meresap ke dalam tubuh terutama bagian yang sakit. Hal ini bisa merangsang pertumbuhan sel ginjal agar bisa berfungsi normal kembali. kalau telapak tangannya bisa mengeluarkan energi panas dan mengalirkan energi ke tubuh pasien. Stroke. MM. Semula aku tak percaya. Harus datang ke tempat ion detox. Biasanya aku melakukan ion 46 .d 30 menit. kalau pasiennya banyak. Segala penyakit bisa disembuhkan. prakteknya dari pagi sampai jam 12 malam. Betul. tapi hasil laboratorium masih menunjukan kadar racun yang tinggi. Ternyata suami adiku. mereka mengakui kehebatan tangan Pak TJ yang panas itu. Di sesi akhir pijatan. yaitu cara tercanggih pengeluaran racun tubuh melalui detoxivikasi ion negatif dan positif. ternyata betul ada getaran dan energi panas dari tangan kosongnya. Tinggal di SMS saja. energi listrik yang terhubung sengaja dialirkan ke tubuhku melalui telapak tangannya. KH. Pasiennya banyak sekali. pasti ia datang. ternyata tidak ada perubahan. Ya. katanya. ada getaran arus listrik yang terasa hangat. baru energi panasnya keluar. Alternatif lainnya adalah ion detox. Setiap hari rata-rata dipijit 20 s. jantung bocor. Da’i kondang yang selalu mengisi pengajian di Radio Litasari mau mencobanya. Terbukti dengan tes pen yang menyala bila ditempelkan pada bagian tubuh yang mana saja di sekujur tubuhku. aku mengecek kadar kreatinin dan ureum darahku. Aminudin Shaleh. Memang air urineku semakin banyak. Proses pemijatan biasanya dilakukan di rumahku. DR. setelah kucoba. walau sudah sebulan lebih aku menjalani terapi ini. karena Pak M bisa dipanggil. Arif tertarik juga ingin mencoba telapak panasnya Pak TJ bahkan mertua adikku.mengandung racun keluar bersamaan dengan darah yang menggumpal kehitaman. Ini lain lagi. seluruh tubuh dipijat dengan tangan kosong. kanker. tidak ditarif. Kemudian aku mencoba pijatan Pak M (47) orang Padalarang. Beberapa kali dilakukan oleh seorang ahli bekam. SH. Akhirnya kuhentikan juga. bahkan gagal ginjal juga sanggup dia sembuhkan. racun di tubuh tetap tak berkurang. Beliau menggunakan alat bantu listrik. Memang tidak bisa dilakukan sendiri di rumah. Beralih ke pijat refleksi Pak TJ (45) yang terkenal dengan telapak tangannya yang mengeluarkan energi panas.

Janjinya 100% terbukti membuang toksin secara alami. “Oh. “Saya mah sudah berhenti Pak“ katanya. Refleksi !“ dia menerangkan. ya masih ! Tiap Senin – Kamis “ sahutku. Bapak masih cuci darah ke Habibie ? “ dia menyebutkan namanya dan bertanya. Ada yang menawariku agar berobat ke dr. seperti air comberan. “Di jalan Sudirman. “ Hallo! Bisa bicara dengan Pak Asep ? “ “Ya. Kok bisa berhenti cuci darah segala. Sekali terapi kita harus merogoh kocek Rp 30. sehingga memudahkan pengeluaran racun yang berada di kaki. Memang masuk akal juga. 7 juta. Tak mungkin ah !“ sergahku dengan nada tak percaya. “Oh. Cuci darah tetap kujalani.detox di jl. Kerkof 53 Bandung. sambil terus berusaha mencari info tentang pengobatan alternatif yang tidak bertentangan dengan keimanan.00 selama kurang lebih 20 menit. Tapi setelah kucoba berulang kali. pasien duduk di atas kursi. Air yang merendam telapak kaki tersebut akan berubah warna dari jernih menjadi abu-abu sampai kehitaman. Ada pula yang berwarna kecoklatan dan kehijauan sesuai dengan penyakit yang diderita si pasien. Kemana aja Pak ? Sudah lama Saya tidak melihat Bapak. Saya sendiri ! Ini siapa ?“ kataku masih belum mengenali suaranya. Caranya. “Alternatif ya ?” aku menebaknya. “Benar Pak ! Saya sudah hampir tiga minggu enggak cuci darah“ jawabnya sedikit meyakinkan. Masa ada penyakit bisa dipindahpindah? Awal Juli 2006 tiba-tiba ada seseorang yang menelpon kerumah. Tidak kutanggapi. iya benar. “Saya Pak ! Asnali. 47 . Pori-pori telapak kaki akan membesar jika dihangatkan dengan air. kaki pasien direndam pakai air agak panas di dalam waskom yang berisi kurang lebih 5 liter air agak panas dan sebuah alat elektromagnetik buatan Amrik yang bisa mengeluarkan ion negative dari pori-pori telapak kaki . Hasil tes laboratorium tetap bertengger di atas ratarata orang normal. H di Bogor yang bisa memindahkan segala macam penyakit pada seekor kambing dengan biaya sebesar Rp. karena aku tak percaya sama sekali.000. “Betul Pak !“ “Dimana ?“ tanyaku kemudian. tak ada hasilnya.

Pasiennya. Suci. 60 tahun. Aku diskusikan hal ini dengan istriku. Kalau dia selamat. Pernah saya coba makan buah semangka hampir habis 1 kg. Mempertaruhkan nyawa sendiri. “Oh. Minggu. Khayalanku semakin melambung. sudah hampir tiga minggu ini Pak Asnali tidak bertemu saat cuci darah. Kata orang.“ jelasnya agak panjang lebar. “Boleh-boleh ! Ditunggu ya Pak !“ “Ya. saya akan menemui Bapak. Ruangan praktek refleksi kaki itu sempit sekali.30 dan 17. Bandung. terima kasih !“ kataku sambil menutup gagang telepon. 9 Juli 2006 setelah satu minggu kemudian. bukan main-main. Selesai cuci darah hari Senin sore kutemui Pak Asnali di jln. Setiap pasien paling lama mendapat pelayanan selama 5 menit.00 – 20. Dia masih was-was. wah membludak. Padahal seminggu sebelumnya dia sudah kuat berbelanja dan berjualan sea food tengah malam sebagai profesinya yang telah digelutinya berpuluh-puluh tahun. enggak apa-apa. Ingin cepat berobat seperti dia dan sehat lagi tidak perlu cuci darah. belakang dealer Yamaha. Tapi memang yakin. Dia masih belum cuci darah lagi. dan menyanggupi akan mengantarku besok sore ke tempat refleksi tersebut. Dagu kanannya bengkak.00. antri ! 48 . nantilah Saya diskusikan dulu dengan istri saya. berarti aku jadi mengikuti terapi tersebut. Seorang Tionghoa dari Bandung. kuhubumgi lagi Pak Asnali. karena baru saja mendengar kabar bahwa Pak Syamsudin. Bolehkan ?“ tanyaku agak semangat. penghasilannya berkisar antara Rp. ya Pak ! Kalau saya minat. Tergantung berat tidaknya penyakit yang diderita. “Enggak Pak !“ Malah saya minum dan makan buah-buahan. Kira-kira 2x3 m. telah meninggal dunia gara-gara berhenti cuci darah selama 3 minggu dan menjalani terapi pengobatan holistik di daerah Purwakarta. 4 juta – 6 juta per hari.“Enggak sesak napas atau bengkak ?“ tanyaku masih merasa kurang percaya.00 – 11. Kesepakatan kami akhirnya yaitu akan menunggu perkembangan Pak Asnali satu minggu lagi. Jelas. Dia kelihatannya agak loyo. Karena berhenti cuci darah itu suatu tindakan yang sangat berani. Berdasarkan pengakunnya dia menderita gondongeun. Buka praktek 07.

Benar saja. “Pingsan. Nafasnya pendek-pendek. bahwa Pak Asnali itu hiper kalemia dan uremia. tetapi penumpukan racun. sedang dirawat di RSHS. Jadi harus bayar Rp. dan oksigen. Urineku yang keluar tambah banyak.Alat pijat refleksinya seperti stik ice cream. 49 . ingin tahu kabarnya. 20. dan menyuruhku berhenti terapi refleksi itu. udah belalti kamu sembuh !” suaranya sengau dengan kata-kata tanpa bunyi [r]. karena dirinya juga hampir tewas. Si Engko. Istrinya bercerita sambil terisak-isak berurai air mata. aku segera menengoknya. dibawanya juga pakai ambulance !“ jawab anaknya.00. Yah ! Gagal maning-gagal maning. Pak Asnali merasa berdosa sekali terhadapku. padahal biayanya cukup besar. Pelipis kanannya tambah bengkak. Bengkak yang dideritanya bukan gondongeun. Aku kaget setengah mati. “Emangnya kenapa ?“ tanyaku. pada hari Kamis 20 juli 2006. Aku tak pulang ke Garut. tipis dan agak runcing. rasanya nyeri sekali. Besoknya aku telepon Pak Asnali. Hampir tak bisa berjalan.000. Kaki sebelah kanan ±15 detik. Setiap alternatif tidak ada hasilnya. “Jangan cuci dalah lagi. yang penting badan tidak bengkak.00 kalau penyakitnya parah atau berat bisa sampai 5x. Sekali naik sepasang kaki tarifnya Rp. Manusia berusaha. Aku mencoba bolos cuci darah satu kali. begitu aku memanggilnya . Padahal tusukannya hanya sebentar. Sulit untuk diajak bicara.000. kaki kiri ±15 detik. saat ditekan dengan stik itu rasanya panas sekali. Aku pun dapat 5x sesi. karena sudah berminggu-minggu tidak cuci darah. “Mengapa dia tak pernah mengecek darahnya untuk mengetahui kadar racun di tubuhnya ?“ gerutuku dalam hati. Pak Asnali tergeletak lesu dengan bantuan selang makanan ke lambung yang dimasukkan lewat hidung. Tapi itulah usaha kita. Tubuhku langsung lemas keluar keringat dingin. Tapi perasaanku agak was-was. Semua pasien pasti menjerit kesakitan dan berkeringat menahan rasa sakit. melarangku cuci darah. tidak sesak. kencing lancal. Jadi.“ Sejenak aku terpana. Setelah kutanya ruangan tempat ia dirawat. nyeri dan menjalar ke sekujur tubuh. tapi badanku terasa segar. Allah yang menentukan. “Bapak mah enggak ada. 100. Yang menjawab bukan dia malah anaknya. karena terapi harus dilakukan tiap hari pagi dan sore.

“Padahal. nanti drop lagi !“ Aku tersipu malu dan tak kuasa untuk menjawab jujur. apa Dok ?“ “ CAPD itu singkatan dari Continuous Ambulatory Peritoneal Dialysis. kurang tahu ya!” kata dr. Pak Dadan.“ lanjutnya. dia tak mungkin akan berbohong kepadaku. Cut Indra. Cut menerangkan. memangnya CAPD itu. Aku terperangah. Hasratku merontaronta. rumahnya Pak Dadan itu?” “Di Garut “ katanya singkat. kalau untuk Bapak.” jelas dr. Aku kembali menjalani cuci darah. Aku semakin tertarik. Aku semakin terkagum-kagum dan tiba-tiba bangkit lagi semangat hidup baruku. Cut Indra yang kebetulan tugas jaga saat itu langsung menegurku. Bisa dilakukan sendiri di rumah.” dr. Sistem baru pengganti cuci darah. ini Dok ! Saya lagi liburan bersama keluarga.Bersabarlah ! Pengenalan CAPD Senin. cut Indra menerangkan. “Wah. Jantungku berdetak kencang. “Aduh. “Wah. dan tempat tinggal Bapak jauh. Di mana ya Garutnya?” tanyaku.“ kata dr. Yakin akan perkataan dr. Aku masih penasaran tentang Pak Dadan itu. dr. menggunakan cairan yang dimasukkan ke dalam perut. kebetulan saya juga kan orang Garut. Bapak kan masih muda. 24 Juli 2006. Dia sudah 7 bulan pakai CAPD. Aku bertanya lagi “ Dimana Dok. Darahku meletup-letup. masalah CAPD. 50 . Cut. Malah kemarin yang menjadi nara sumbernya pasien CAPD juga. yang sudah mengikuti program CAPD ?” aku langsung menyelidiki. Tanggung !“ “Waktu hari Kamis itu kita membagikan undangan buat seminar CAPD hari Minggu Pak ! Jadi Bapak gak tahu dech. “ Siapa Dok. CAPD itu sangat cocok. “Bapak kemana saja ? Kok. masih aktif kerja. “ Sudah ada beberapa orang Pak! Dan mereka berhasil. dia sudah aktif lagi mengajar bahkan kuat bermain badminton. Cut Indra. lewat selang kateter yang sudah dipasang paten sebelumnya. “Eh. hari Kamis bolos ? Awas Pak ! Hati-hati.

jamaahnya pun cukup banyak. aku langsung menghubungi Pak Dadan. aku yang masih cuci darah sering kehilangan nafsu makan. ya ada nih !” sambil menyodorkan nomor telepon rumah dan nomor HP-nya. syaratnya harus dibuktikan dahulu bahwa Pak Dadan itu benar-benar dalam keadaan bugar. jaraknya ±120 km dari rumahku. Oke! Kami sepakat untuk pergi menemui Pak Dadan yang ternyata tempat tinggalnya di Pamijahan.00 diantar sahabat setia Pak Jejen bersama istrinya. gepuk Ny. agar aku selalu diberi energi dan kekuatan. Tak ada rasa nikmat. Pantatku kesakitan.“Bisa minta nomor teleponnya?” pintaku. Sebuah mesjid yang cukup besar. “Oh. paling-paling aku bisa pasrah saja. Lumayan jauh. guruku masalah CAPD. Jangan seperti Pak Asnali yang dulu hampir KO. Berat badanku sudah turun 12 kg dari berat normal saat sehat dulu. 51 . Padahal makanan tersebut merupakan makanan favorit orang sehat di kota Bandung. saat duduk di atas keramik. aku hanya bisa berdo’a sambil berlinang air mata kepada Allah Swt. apa lagi hasrat yang lahap ketika memakannya. 28 Juli 2006 kami menemui Pak Dadan. Asalnya 56 kg. aku tergiur menelan air liur ingin seperti dia. perjalanan harus terhenti karena hampir memasuki waktu Dhuhur. Kalau sudah demikian. lezat. Cut Indra sambil berlalu dari hadapanku. Tiba di rumah. dan tak ada masalah dengan nafsu makannya itu. sekarang setelah 4 bulan cuci darah hanya tinggal 44 kg. Berhenti makan pada suapan kedua atau ketiga. tak bisa masuk sedikit pun walau makanannya serba enak. Ong maupun mie kocok yang dibeli dari jalan Suryani semuanya lewat. “Terima kasih Dok !” “Ya. Sayang. anak istriku juga tak ketinggalan. Bebek peking. Dari caranya berdialog kelihatan bahwa dia dalam keadaan segar bugar. Pak Jejen. Tasikmalaya. Tapi. Hanya tinggal beberapa kilometer lagi. Shalat Jum’at tak bisa kami tinggalkan.sama !” jawab dr. Kami berangkat pukul 08. Sehingga. agar selalu bisa beribadah walau tak ada makanan yang bisa masuk sedikit pun. malah katanya ia sedang makan malam. aku ceritakan semua itu kepada orang tuaku dan sahabatku. Besoknya. karpetnya hanya ada pada barisan depan. Padahal. Selanjutnya. Jum’at. karena otot pantatku sudah habis terkikis mesin cuci darah. Mereka mendukungku untuk mengikuti program CAPD. saat Pak Dadan menerangkan bahwa dia bisa menikmati berbagai macam makanan dengan baik. sama.

Jadi. Caranya. Aku naik ojeg. bahkan sampai benar-benar mahir melakukan refill sendiri. Biasanya maximum 20 menit. tak bisa di lewati mobil. maka mengalirlah cairan dengan derasnya. dengan selang berbentuk Y yang tersambung dengan 2 (bag) kantong plastik. tinggal menyambungkan kateter yang terpasang di perut secara paten di sebelah kanan pusar. dan satunya lagi bag kosong. prosesnya itu harus mengeluarkan dulu cairan yang sudah tersimpan di perut selama ±6 atau 8 jam. agar dengan gaya grafitasi airnya bisa turun untuk mengisi perut yang telah dikosongkan atau dikeluarkan cairannya. Praktis sekali. Anda buka pengaman isi cairan dengan mematahkan plastik penutup selangnya yang berwarna hijau. Sampai benar-benar habis. karena nanti juga akan mengikuti pelatihan selama 3 hari. masih sama menggunakan gaya grafitasi. Kebetulan Pak Dadan sedang mengganti cairan di perutnya. bahkan harus memakai masker selama refill berlangsung. Sesekali telapak tanganku dipakai sebagai alas duduk.Waktu khotib berkhutbah terasa lama sekali. Sungguh sederhana. Pasien duduk di atas kursi. Kantong (bag) yang satu berisi cairan dianeal seberat ±2 kg. stop dulu bagian pengeluaran dengan memasang kleman pada selang pengeluaran. bag yang kosong ditaruh di bawah. padahal Cuma 15 menit. Pamijahan. Kemudian tinggal memasukkan cairan yang sudah digantung di atas. Simpel sekali. Ba’da shalat Jum’at kami meneruskan perjalanan. Setelah kateter tersambung dengan selang Y. Jadi aku bisa melihat secara langsung bagaimana proses refill cairan dianeal CAPD berlangsung. 52 . Cara mengeluarkan cairan dari perut. bukalah kran pada kateter ( transferset) itu dengan cara memutarnya ke kiri. Jika kebetulan Anda pasien cuci darah dan berminat untuk beralih ke CAPD jangan takut dulu. Jangan lupa! Tempat dan tangan Anda harus benar-benar bersih (steril). Ibadah Jum’atku tak khusyu. Sengaja. yang lainnya jalan kaki. Rumah Pak Dadan berada di lokasi berziarah. Setelah transferset tersambung dengan selang Y tadi. Mengalirlah cairan dianeal ke perut Anda selama ±10 menit. hal ini aku ungkapkan agar pembaca bisa membayangkan betapa kerempengnya tubuhku yang tak berotot seperti dulu. Posisi dudukku sudah miring ke kiri miring ke kanan. tidak membutuhkan orang lain. hanya membutuhkan waktu ±30 menit sekali refill. maka selang yang berisi cairan di gantung di atas.

sayuran. kalau keadaanku terus menurun. Terima kasih Pak Dadan atas segala kebaikannya.Mulai dari cuci tangan. Tidak capek bolak-balik ke Bandung. Padahal aku baru menjalani cuci darah selama ±4 bulan. orang tua. apalagi kalau harus bertahan sampai satu atau dua tahun. Saat itu aku sangat pesimis. sahabat-sahabatku yang selalu mengantarku ke Bandung untuk menjalani cuci darah secara rutin. buah-buahan juga bebas. Konsumsi obat tensi berkurang. tetangga. Kami semua menyimak kisah mereka berdua. pusing dan kehilangan tenaga. Tidak usah takut hiper kalemia. terkadang badan menggigil disertai gatalgatal. Selalu merepotkan istri. anak-anak. Begitu juga adik-adikku yang tak pernah ketinggalan. Tekadku untuk beralih ke CAPD semakin bulat. terasalah bedanya. saya kurus.” katanya. “Dulu waktu cuci darah. merasa tak berguna malah merasa hidup ini hanya sebagai parasit atau benalu bagi orang lain. Pak Dadan dan Bu Dadan bergantian menerangkan keuntungan lain dari CAPD. Selesai refill. dan kesediaan Bapak sebagai nara sumber yang sering kutanya. pasti suatu saat nanti terjadi klimaks sampai tubuhku ambruk tak berdaya sama sekali. sehingga kematianlah yang mengakhirinya. Ah. Cairan diantar sampai ke rumah tiap bulan. Kateter Penyambung Hidup Kondisi badanku semakin lama semakin lemah. Saya bisa berolah raga lagi. badan saya jadi gemuk lagi sekarang. Muntahmuntah. aku bisa pulih lagi. Aku sadar betul. Makanan bersantan. 53 . sampai dressing (ganti perban). sekarang pulih lagi. Setiap pulang cuci darah mesti disambut oleh tukang pijat. Aku jadikan acuan dan motivator untuk kesembuhanku di masa depan. Perjalanan pulang dari RSKG selalu merepotkan. refill. sepak bola bahkan badminton. Rasanya tak mungkin. “Pak. agar pegal linu di sekujur tubuh dan sakit kepala yang hebat bisa agak reda. setelah melihat dengan mata kepala sendiri kondisi Pak Dadan yang bugar dengan CAPD.” “Saya hobinya olah raga !” begitu Pak Dadan menerangkannya pada kami. main voli.

“Pak Asep! Sekarang Bapak pulanglah ke Garut. dan nomor telpon Bapak. Hidup yang berkualitas.Mereka selalu bergantian. maka motivasiku untuk melanjutkan perjuangan hidup pun bangkit lagi. Ria hampir sama dengan informasi yang kudapat dari Pak Dadan. Ria menghubungiku lewat telpon.” begitu katanya. diceritakannya kepadaku dengan penuh semangat. agar saya bisa memesan ruangan kosong di RSHS. Tapi kalau sudah tiga kali. saya hubungi Bapak. Ria Bandiara. Namun. karena mereka itu hanyalah manusia biasa bukan malaikat. didorong di atas kursi roda. Ria.00 WIB.00 WIB. dan nanti. karena yang menangani masalah CAPD di Bandung itu dr. Rasa pesimis berubah arah jadi optimis menyongsong masa depan yang lebih cerah. Apa mereka masih ridho ? Masih ikhlas? Rasa-rasanya sangat mustahil. aku masuk RSHS di ruang 10 B. setelah aku melihat Pak Dadan yang kelihatan bugar dengan cara yang tidak merepotkan orang banyak. empat kali atau bahkan seumur hidupku harus selalu diantar. Senin. aku bertemu dengan dr. Pemeriksaannya sebentar ±1 menit. Hampir semua kisah hidup pasien CAPD yang ditangani beliau. bukan pula sebagai robot yang tak memiliki nafsu dan keinginan masing-masing. ibadah yang lebih khusyu. jadwal operasi pemasangan kateter hari Kamis 3 Agustus 2006 pukul 10. tapi ceramahnya banyak sekali tentang CAPD. Rupanya tidak perlu menunggu lama. 54 . siap kulaksanakan. menarik dan membangkitkan motivasiku untuk sembuh. karena ia akan pergi ke Cina. Harapan sembuh dan impian untuk keluar dari lilitan mesin cuci darah. 1 Agustus 2006 pukul 17. 31 Juli 2006 sepulang cuci darah pukul 17. Hal ini aku lakukan atas saran Pak Dadan. dan bertugas lagi sebagai seorang pendidik di sekolah dengan baik. hanya ia menjanjikan secepatnya menghubungiku jika ada ruangan di RSHS yang kosong. yang buka praktek di depan RRI Bandung. dan ditunggui sampai berjam-jam selama cuci darah. Aku dan keluarga bahagia sekali. Selasa. aku selalu berprasangka jelek (su’udzon) bahwa sekali atau dua kali mereka mengantar itu merasa senang dan rela. Saya minta photo copy Askes saja. Agar operasi pemasangan kateter cepat dilakukan. Penjelasan dr. segara aku tindak lanjuti dengan memeriksakan diri ke dr. agar sore harinya segera masuk RSHS. besoknya dr. karena siangnya ada pasien yang mau pulang. Ria Bandiara.00 WIB.

kacian. Orang-orang yang kucintai sudah menunggu di ruang tunggu. haru dan iba melihatku yang masih terbaring di atas belangkar. karena perutku sudah dipasang aksesoris. menjalani proses operasi dengan penuh kesadaran. Ria datang menjenguk.45 WIB. Kateter yang terbenam ke dalam perut ±20 cm dan yang di luar ±40 cm. Cup. Sehingga aku tahu persis. dr.cup. Ria menjawab sambil menepuk-nepuk pundakku. “Maka sesungguhnya didalam kesukaran itu ada kemudahan.” Operasi pemasangan kateter di perut. Sesungguhnya didalam kesukaran itu ada kemudahan. takut menyangkut atau tertarik-tarik. Cahyo sebagai ahli bedah yang memimpin jalannya operasi. Beberapa jam setelah operasi. Kateter akan aman dan steril. di mana pun aku berada dan ke mana pun aku pergi. Al Insyiroh ayat 5 dan 6. Aku berharap proses selanjutnya bisa berjalan lancar.. Tanpa anestesi total. “Ini obatnya. Alhamdulillah. Ya. selamanya.. nanti diminum ya! Agar tidak sakit lagi. aku berkata. “Aduh. Sujud syukurku hanya kepada Alloh Yang Maha Kuasa. “Keluarga Bapak Asep Qori’in!” katanya dengan nada yang agak keras sambil mencari keluarga kami. “Aduh. Mulai pukul 11. Begitu tiba di ruangan asalku dirawat. Mas Slamet perawat dari RSKG dan istrinya yang kebetulan perawat di RSHS ikut membantu dan menyaksikan jalannya operasi. kateter itu harus selalu terpasang seumur hidupku.” 55 . cup…! Cakit ya?” gayanya seperti seorang ibu yang berusaha membuat berhenti tangis seorang bayi sambil menuliskan resep. kateter penyambung hidup sudah terpasang. Suatu anugerah dari Alloh SWT sesuai janji-Nya pada QS. Tidak perlu menunggu lama untuk beralih ke CAPD. Biar tidak mengganggu aktifitas dan tidak merasa risih. Aku menjerit-jerit kesakitan. suatu proses yang sangat cepat. sebelah kanan pusar berjalan mulus selama 45 menit. akan selalu setia menempel dan bergantung. reaksi obat anestesi sudah hilang.Sungguh. Pak Acep. maka kateter luar harus dimasukkan ke dalam kantong yang berupa ikat pinggang. kebetulan dr.. Begitu terdengar panggilan dari seorang perawat. Sambil meneteskan air mata karena menahan rasa sakit. Semuanya menyambutku dengan isak tangis bahagia. Dok sakit banget!” dr.00 WIB sampai dengan 11. sedih..

RSKG Ny. masih belum terlaksana. Aku pun menerima nasi kotak tersebut. kalau Pak Asep enggak bisa nahan!” kateter CAPD. Kamis 10 Agustus 2006. Sampai-sampai dr. Namun waktu yang dua minggu itu tidak terlalu mulus kujalani. karena sedang menjalani cuci darah. gak ikut seminar CAPD. padahal cuci darah seharusnya hari Senin.A. Sabtu sore aku mulai sesak napas. Padahal pasien lain banyak yang mau pasang. Aku harus bersabar menunggu selama 2 minggu. tinggal beberapa hari lagi Pak Asep bebas makan buah. hanya tersenyum bahagia. tapi malah Pak Asep yang duluan pasang CAPD?” Aku tak berkomentar. Cut Indra dengan begitu cepatnya aku pasang kateter CAPD. Minggu pagi aku minta OT (over time) cuci darah di luar jadual.R. kalau CAPD-nya sudah dipakai boleh makan buah yang banyak. Selama itu pula aku 56 . Aku bertahan sampai Minggu pagi. dan para perawat RSKG lainnya merasa kaget. Kaliumnya pasti terbuang.Habibie berulang tahun. Seluruh pasien dibagi konsumsi makanan berat berupa nasi lengkap dengan lauk pauknya di dalam kotak plastik. tidak bisa serta merta langsung dipergunakan. Bapak Jadi Robot Selesai pemasangan harus menjalani cuci darah. Dokter. Buktinya seperti ini. Detak jantung terasa berat dan agak nyeri. dan perih bekas sayatan pisau operasi. terutama dr. Tiba di RSKG aku diomeli 2 orang perawat. Dugaanku. salah ! Aku mengalami hiper kalemia. sabar dong! Jangan dulu makan buah-buahan yang berlebihan. Cut berkomentar. Aku tergiur dengan apel merah yang ada dikotak plastik itu Aku beranggapan tidak akan terjadi apa-apa walaupun aku makan apel itu sampai habis. Hari Jum’at 4 Agustus 2006 aku kembali bertandang ke RSKG untuk menjalani cuci darah yang seharusnya hari Kamis. suster. karena aku menjalani operasi pemasangan kateter. malamnya tak bisa tidur. “ Pak Asep. “Aneh ya Pak Asep ini.Aku nyengir kuda sambil menahan rasa sakit. Selama dua minggu aku masih menjalani cuci darah.

karena mereka tahu aku hanya bercanda. sekarang dipasang tiga selang cuci darah dan oksigaen ditambah lagi banyak kabel yang tersambung ke komputer dari sekujur tubuh?” Dengan raut wajah yang ketakutan anakku bertanya. Pak Asep masih saja bercanda.” tanyaku. Aku berkata “ Ha…. Besoknya. mengacungkan tangan sedikit dan membelalakkan mata sambil melotot ke arah anakku. Aku tertawa. Untuk mengetahui kondisi jantungku setelah jarum pistula terpasang. ya!” sambil menunjuk ke mesin EKG. “ Hanya sedikit kok! Hanya sebuah apel merah kecil. Kok. Aku berusaha menenangkannya dan meyakinkannya bahwa aku tak mungkin akan dijadikan robot. mau diapakan lagi?” tatapannya penuh ketakutan. “Kenapa kamu menangis? Baru juga bangun. “Sayang! Bapak sekarang mau dijadikan robot oleh dokter. “Mimpi!” “Mimpi apa?” tanyaku heran. Sambil terisak-isak dia bicara. berbarengan dengan suara “trek” tombol yang ditekan dan keluar bunyi dari printernya.!” Nazla. biar pun kondisinya sedang kritis. anakku tersentak kaget semua keluargaku yang ikut mengantar dan para perawat tertawa. yang baru masuk SDIT kelas 1. “Bapak. Aku menjawab dengan maksud bercanda. Dia menangis terisak-isak seperti ketakutan. “Mimpi Bapak dijadikan robot. Nazla. malah langsung pasang mesin EKG. Kebetulan perawat mau menekan tombol “enter“. “Mau diapakan lagi ayahku ini? Dulu dia sudah dioperasi usus buntu. operasi AV shunt. 57 . Mungkin di hati dan pikirannya merasa heran.” Mereka tak menghiraukan lagi jawabanku. Padahal niatku hanya bercanda. anakku Nazla baru bangun tidur. terbengongbengong melihatku. kasihan dan heran dengan reaksi anakku. tidak ketinggalan selang oksigen. anakku yang ke tiga. tapi memelukku erat-erat. Dia tidak menjawab. Aku pura-pura bergerak seperti vampire.Sambil tersengal-sengal aku masih sempat menjawab. “Wah. Itu pun pemberian dari sini.. Tuh lihat. Aneh ya?” komentar perawat.” jawabnya ketakutan. kemarin operasi pemasangan kateter CAPD. begitu mendalam dan melekat di pikiran anak? Sampai terbawa mimpi segala.

Pak Kurnia berkomentar. Pak Asnali yang sedang duduk di kursi roda. Pak Rukmana dan yang lainnya.Kemerdekaan Kamis 17 Agustus 2006. bercanda dan lain-lain. Alhamdulillah bisa sampai 1000 ml/kg. Dia akan 58 . Bu Kartini. Aku salami. “Wah kalau Pak Asep berhenti cuci darah. agak lancar. tapi waktunya kurang tepat. hari kemerdekaanku makan buah apa saja dan lebih banyak. Hari dimulainya pergantian cuci darah dengan CAPD. hari kemerdekaan RI yang ke.2 kg. “Iya. padahal sebenarnya aku mau mengobrol banyak kepada Pak Asnali. sambil menunggu waktu refill kedua. Cairan harus disimpan di dalam perut selama 4 sampai 5 jam. Ya. bahagia dan merasa akan kesepian. usus di dalam perut serasa ditumbuk-tumbuk. Mereka banyak yang mengucapkan selamat. Refill kedua bisa memasukkan cairan dianeal 1. Saat cairan masuk. setetes demi setetes dianeal dipaksakan masuk. Rusma. Dan mereka akan merasa kehilangan. jalan-jalan. Pengalaman pertama refill memang agak menyakitkan. Mas slamet. Karena dengan mereka semua aku merasa dekat seperti dengan keluarga sendiri. memulai pelatihan refill CAPD dan dressing penutup luka bekas operasi. Komentar yang hampir sama terlontar juga dari Ceu Eros. sebagai perawat yang teliti dan telaten. Tidak ada teman sependeritaan untuk berbagi cerita tentang keluhan dan berbagi makanan. Aku pun menjadi terharu. Ya! Masa pelatihan tiga hari mulai 17 sampai 19 Agustus 2006. di bawah pengawasan dr. Waktu luang aku pakai bercengkrama dengan teman-teman sependeritaan cuci darah. Aku boleh keluar dulu. Hari kemerdekaanku dari tusukan jarum pistula. Pak Asep kan suka bercanda!” kata Pak Agus Berlian. Saya pulang ikut siapa?” karena ia berasal dari Garut dan sering ikut pulang bareng denganku.61 adalah hari kemerdekaanku dari cuci darah. karena aku tidak akan cuci darah lagi bersama mereka. Perlahan. nyeri sekali. walaupun waktunya hampir 30 menit. di sini juga jadi sepi. Aku bersalaman dengan seluruh pasien di ruangan itu.

pulang. Cairan bisa masuk 1. Pengalaman hari pertama refill CAPD sungguh mencengangkan. badannya loyo. dan sekarang cuci darahnya harus 3x seminggu. Tidur nikmat yang begitu kurindukan berbulan-bulan karena terganggu berbagai keluhan. Akhirnya aku hanya berkata. Di jalan aku makan malam dulu karena merasa lapar dan kelelahan. Sambil menunggu refill yang siang. lezat dan nikmat kembali kurasakan saat ini. suami adikku. boleh Pak! Saya tunggu. Wisata Rohani “Alhamdulillaahilladzi ahyanaa ba’da maa amaatana wailaihinnusuur . ya! Besok Saya punya waktu. tetapi untuk makanan tetap lapar karena beda saluran. Aku bersyukur kepada Allah. karena indra pencecapku seolah kembali normal. Kursi rodanya didorong anak istrinya. Walaupun perutku terasa sesak. Nafasnya pendek-pendek. di sebuah kedai makan pinggir jalan. sungguh di luar dugaan. karena kenikmatan makan yang pernah hilang sejak enam bulan yang lalu sekarang sudah kembali. Alhamdulillah lancar. gurih. Refill terakhir hari pertamaku dilakukan pukul 20. Tidak seperti malam-malam sebelumnya. Pak Asnali kelihatannya payah. Perutku kenyang sekali. Air mata bahagia dan sedikit ingus. Kini aku bisa menikmatinya kembali. di wajahnya masih ada benjolan sebesar telur bebek yang dulu ia katakan sebagai gondongeun.” kataku.4 kg. Kami memesan beberapa puluh tusuk sate sapi. Pulang ke Saibi aku dijemput Arif. keluar berbarengan. “ Insya Alloh Pak. agar racunnya cepat terkuras.4 kg. akibat cabe dari acar yang kumakan. Ya Allah! 59 . manis. Tusuk demi tusuk sate kunikmati dengan lahap. aku tidur pulas.45 WIB. “Kasihan dia!” gerutuku dalam hati. Alhamdulillah. Ya Allah! Malam itu pun. bekas penumpukkan racun akibat tidak cuci darah selama 4 minggu. “ Pak! Besok Saya ke rumah Bapak ya! Bolehkan?” “ Oh.” Begitu do’a yang kupanjatkan saat bangun dari tidur yang lelap dan nyenyak. Terima kasih. Keringat mengucur keluar dari jidatku. aku puas. Rasa asin.” katanya. dengan cairan 1.

Kelihatan wajahnya pucat. ke tempat kami duduk. Program pelatihan refill hari kedua harus segera dimulai. aku memiliki waktu luang sampai nanti refill kedua pukul 14. Segala gambar.Jum’at. Lengkaplah kenikmatan hidup ini dengan secangkir kopi susu yang dihidangkan istriku tercinta. brosur dan tulisan tentang CAPD aku kupas tuntas. Walaupun pada akhirnya. Aku berniat mengajaknya beralih ke CAPD. Aku bersama istriku langsung naik lift menuju lantai III ruang CAPD. Dia memasuki ruang tengah dengan susah payah. Pukul 08. Saya merasakan perubahan positif.” Pak Asnali seolah menyesali perbuatannya. “Ah. karena masih terasa nyeri waktu memasukkan cairan. walaupun baru sehari saya pakai.5 ons dari 1400 ml menjadi 1450 ml. Saya datang ke sini justru ingin mengajak Bapak beralih ke CAPD.40 WIB. yang harus ditebus dan dibayar mahal dengan dirawat di ICU RSHS dan menjalani cuci darah 3x seminggu sampai penumpukan racunnya benar-benar habis dan kondisi kesehatannya pulih lagi. malah saya jadi begini. Selisih volume cairan masuk dan keluar hanya 50 ml/0. “Sudahlah Pak! Jangan disesali. Aku melarangnya. Mas Slamet sudah siap bertugas sebagai instruktur pelatihan. Aku bersama istri bergegas lagi pergi ke RSKG. cool dan lebih bugar setelah berwudlu dan menjalankan sholat subuh dengan khusyu. sudah mengajak Bapak ikut direfleksi. agar bisa berhenti cuci darah.” aku mulai menguraikan masalah CAPD dengan sedetil-detilnya sampai dia benar-benar mengerti keuntungan dan kerugiannya. enggak apa-apa Pak! Saya malu oleh Bapak. “Biar saja Pak! Bapak di kamar istirahat. waktu luang tersebut akan digunakan untuk berkunjung ke rumah Pak Asnali yang sudah begitu tulus mengajakku berobat refleksi. Makanya kupersiapkan segala brosur. 60 . kejadian itu menjadi malapetaka bagi dirinya. Fresh. Tapi dia memaksakan diri keluar kamarnya. gambar dan tulisan tentang CAPD. aku disambut senyum ramah anak istrinya dan disuguhi berbagai makanan dan minuman. nafasnya sesak. Pak Asnali masih berbaring lesu di kamarnya sambil menghirup oksigen dari tabung gas kecil yang dimilikinya. Agar Bapak bisa sehat lagi. Nah. menyongsong masa depan. Jangan memaksakan diri!” kataku. Proses refill memang agak lama dari ketentuan waktu ideal 30 menit ternyata molor sampai 1 jam. kejadian itu anggap saja tak pernah terjadi.00 WIB. 18 Agustus 2006 pagi itu aku merasa lebih siap hidup. Begitu tiba di rumah Pak Asnali.

nama khotib dan imam Jum’at serta pengumuman warga sakit.5 juta per bulan. Sebelum khotib naik ke mimbar. belum cairan dianeal dari Enseval ±Rp. “Ya! Pokoknya istri Bapak dijamin utuhlah! Tenang saja!” sambil memaksakan diri tersenyum Pak Asnali memberikan jaminan. Ini juga susah mengurusnya. “Pak. Mudah-mudahan Pak Asnali diberi kesabaran. begitu juga diriku. “Waduh. Waktu terus berjalan.Tidak hanya Pak Asnali. Mudah-mudahan deritanya dijadikan kifarat dan penebus dosa. bingung. Aku melirik jam tangan dan mengajak Pak Asnali Shalat jum’at. Anak saya sudah mencoba mengurus pembuatan Askes Gakin. 4. ya Pak?” kataku dengan nada bercanda. Amiin! Alfatihah!” Semua jama’ah tertunduk kepalanya memanjatkan do’a kepada Allah Swt demi kesembuhan Pak Asnali. 9 juta. Biaya oprasi pasang carteter saja hampir Rp.” jawab Pak Asnali pelan. 4 juta s/d p. kami mohon do’anya demi kesembuhan salah seorang warga kita yang sedang mengalami cobaan dari Alloh Swt.” jelas Pak Asnali. Keluarganya diberi kesabaran dan ketabahan serta menjadi amal sholeh di hadapan Allah Swt. beliau sedang menderita penyakit yang serius. Kemudian aku bertanya masalah Askes Keluarga Miskin (Gakin) sebagai kartu jaminan dari pemerintah. Shalat Jum’at sebentar lagi. 61 . dan keikhlasan menerima ujian ini. “Ya. Aku tak kuasa menahan air mata sebagai rasa iba dan haru. Terngiang di telingaku bagian pengumuman mengenai Pak Asnali. rasanya tidak akan kuat! Silakan Bapak saja! Saya Shalat Dzuhur saja di rumah. Titip istri saya di sini. Dan cepat-cepat disembuhkan kembali seperti sedia kala agar bisa beribadah bersama-sama seperti kita semua. Batinku terus berceloteh tentang penyesalan dan ketidak berdayaanku untuk menolong dan mengajak Pak Asnali beralih ke CAPD. Akhirnya kembali ke SKTM. kuat Shalat Jum’at enggak?” “Wah. Kalau tanpa Askes Gakin pasti akan terasa berat. malah diping-pong. DKM mesjid memberikan pengumuman mengenai uang infak. enggak apa-apa Pak! Biar saya sendiri ke Mesjid. Pak Asnali. ke sana ke mari. “Bapak-bapak ahli jum’at. Aku terdiam. “Askes Gakinnya punya?” tanyaku penasaran. keluarganya pun kelihatannya mengerti dan merasa tertarik dengan system CAPD. enggak punya Pak! Ada juga Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) yang harus diperbaharui tiap bulan. Dadaku tiba-tiba terasa sesak.

Aku yang kebetulan berbekal sedikit ilmu dan kuamalkan sebagai guru SMP selama 17 tahun menjadi PNS. Walaupun hubungan mereka itu sebagai ibu-anak.000. saat terbayang di benakku orang-orang yang mendo’akan kesembuhanku. balasannya sudah terasa. Padahal bagi orang lain belum tentu bisa didapat dengan cuma-cuma. rakyat-pemimpin. anak istri. Pak Kurnia. setelah kejadian tadi. Apalagi hanya sebagai sahabat. ayah-anak. Rohaniku semakin terbang jauh membayangkan rekan-rekanku senasib lainnya yang tidak memiliki Askes. Sebagai bukti empirik. Kemudian. sehingga berbagai biaya operasi atau untuk persediaan cairan dijamin gratis. Jangankan di akhirat. Terus berkelebat di dalam bayanganku. karena tak memiliki Askes. setiap jama’ah Juma’t di kampung halamanku. menyiapkan mental dan kesabaran menghadapi penyakit yang mereka derita saja sudah berat. Aku 62 . Jangankan berpikir dan berusaha mencari uang.Air mataku semakin deras. dan yang lainnya bila sudah kehabisan materi untuk transport dan bayar cuci darah? Bila profesinya tak bisa menghasilkan uang karena tak bekerja. Punya Askes. 399. Berkat do’a mereka semua. Aku benar-benar bisa membayangkan kejadian nanti di hari pembalasan. Semuanya tergantung pada amal baik atau buruk dia sendiri saat hidup. aku tidak bisa mengalihkan fasilitas yang bisa kuterima kepada orang lain. murid-guru. Aku yakin dengan haqqul yakin bahwa Allah akan memberikan jalan keluar atau obat untuk penyakitku ini. Bagaimana jadinya Pak Kurnia. Allah Yang Maha Kasih dan Maha Sayang memberikan kemudahan bagiku untuk sembuh. suami-istri. Ketika seorang manusia tidak bisa memberi atau meminta pertolongan dari yang lainnya. Keinginannya untuk memiliki Askes Gakin pun harus dia pendam dalam-dalam karena berbagai kendala birokrasi. Pak Agus Berlian dan seorang pasien yang marah-marah di ruang tunggu gara-gara tidak bisa cuci darah karena tidak memiliki uang Rp. adik-adik. Belum lagi orang tua. di dunia saja hal ini bisa terbukti. Cililin tak terlewatkan. Sedangkan kondisinya sangat mengkhawatirkan. bahkan ibu-ibu pengajian Minggu yang diselenggarakan oleh ibu mertuaku di Gunung Halu. Pasti. Sedangkan Pak Asnali yang berprofesi sebagai pedagang sea food. Tangis rasa syukurku semakin menjadi-jadi.00 padahal kepalanya sudah tak tahan menahan sakit akibat kadar ureum dan kreatinin yang tinggi. dia tidak bisa mendapatkan fasilitas itu. Pak Asnali. murid-muridku dan rekan-rekan guru di SMPN 1 Banyuresmi selalu memanjatkan do’a bagiku. ibu-ibu pengajian hari Kamis.

menyerah dan terkapar dalam kondisi yang mengenaskan. Baru kali ini. “Saya. kelancaran dan jalan keluar dari penderitaan yang menjadi momok bagi banyak orang. Di perjalanan. Karena mataku bengkak. istriku mengintrogasiku dengan nada penuh keheranan. dengan keterampilan refill dianeal CAPD dan dressing penutup luka. malah tangisku semakin menjadi. Aku diberi kemudahan. aku berurai air mata dan menceritakan wisata rohaniku kepadanya. Tangis bahagia. Hampir satu minggu aku selalu teringat padanya. aku kembali merindukan Pak Asnali. Kebetulan yang mengangkat gagang telepon itu bukan dirinya.Nya. “Oh…. bagaimana jadinya ketika mereka pada akhirnya pasrah. aku bergegas berpamitan dan mengajak istriku menuju RSKG untuk melanjutkan proses pelatihan refill CAPD. karena aku sudah berhenti cuci darah hampir 4 bulan sehingga aku tak pernah mendengar kabar beritanya. istriku juga ikut menangis. “Dengan siapa ya?” tanya dia. Akhirnya. “Assalaamu’alaikuum!” katanya. “Wa’alaikuum salaam!” jawabku. “Kenapa Pak? Ada apa? Cerita dong! Mimih siap mendengarnya!” Aku tidak menjawab.Nya. Asep Qori’in dari Garut. Cuci darah. bisa bicara dengan Pak Asnali?” aku sudah tak sabar ingin mendengar suaranya. bukan pula istrinya. selamat tinggal! Mataku bengkak dan merah. melainkan anaknya. Makanya.tak habis pikir. Ih… bayanganku semakin ngeri! Kembali aku menafakuri kemurahan Allah yang Maha Rahiim. bahkan shalat Jum’at dan ba’da shalat pun aku masih juga menangis. Tangisku tak bisa berhenti sampai khotib selesai berkhutbah. berterima kasih tiada hingga kepada. Sujud syukurku pada raka’at akhir shalat serasa sempurna. Sambil kupegang erat tangannya. Akhir Desember 2006. aku merasakan khusyunya Shalat Jum’at dan merasa begitu dekatnya dengan Allah yang membimbingku menuju kehidupan baru. Segera aku menelpon ke rumahnya untuk mengetahui keadaannya. Sulit menyembunyikan wajahku yang berantakan habis menangis. Aku merasa sedih dan menyesal sekali tidak bisa menolong Pak Asnali. memerah. Dia bertanya. yang lebih baik. Bapak mah sudah tidak ada!” katanya dengan nada keheranan. Aku bersyukur sekali kepada. karena besok kami akan pulang. 63 . dan masih sembab.

dan lain-lain. tensi yang tiba-tiba rendah. sahabat sejati sependeritaan kini telah tiada. Rupanya. Saya hanya bisa berdo’a mudah-mudahan arwah beliau diterima di sisi Allah Swt. Jarak tempuh Pamijahan-Bandung. atau terlalu tinggi kemudian pingsan. Luky. saya minta maaf karena tidak tahu bahwa bapak telah tiada. “Innaalillaahi wa innaailaihiiraaji’uun…” kataku dengan penuh rasa haru dan iba. Tanggerang-Bandung. rasanya lebih mengerikan. Banyak orang yang mencemooh dengan perkataan “CAPD. Proses cuci darahnya 4 sampai dengan 5 jam tidak bisa bergerak ke manamana. selain cangkok (transplantasi) ginjal. Hidup Bersama CAPD makin PD Kloning ginjal hanyalah impianku. wisata rohaniku saat shalat Jum’at dulu tak perlu menunggu lama. karena jarak rumah ke tempat cuci darah yang jauh. Pameungpeuk-Bandung. “Neng. Ya. Berpuluh-puluh bahkan beratus-ratus km seperti rumahnya Pak Dadan. Sekali waktu terjadi kram karena terlalu banyak cairan yang ditarik mesin melebihi dari berat kering tubuh. cape dech!” memang proses refill tiap hari 3 sampai dengan 4 kali membuat kita cape dech! Tapi jika dibandingkan dengan cuci darah yang menyita waktu banyak. Peristiwa itu menimpa seorang pasien gagal ginjal yang baik hati. Selain itu kalau terjadi drop. Amiin!” do’aku sambil menutup pembicaraan.“Apa dia sedang keluar?” tanyaku. diterima iman Islamnya dan diampuni dari segala dosa dan kekhilapannya. setelah mendengar kabar yang sangat menyedihkan itu. bukan waktu yang sedikit. Sekarang sudah hampir seratus harinya. CAPD merupakan alternatif perbaikan kualitas hidup seorang penderita gagal ginjal kronik. “Bukan Pak? Pak Asnali mah sudah meninggal. Pak Agus. Wah. Peristiwa yang mengenaskan itu benar-benar terjadi hanya beberapa bulan seteleh pertemuan terakhir kami. tolong ya sampaikan kepada ibu. Belum rasa sakit ditusuk-tusuk oleh jarum pistula yang besar. Lebih capek dech dibanding CAPD. 64 . masih ada jalan lain yang bisa lebih nyaman dari cuci darah.” katanya meyakinkan. Kenyatannya. Ibu bersama keluarga yang ditinggalkan mudah-mudahan diberi kesabaran dan ketabahan menerima cobaan yang berat ini.

Inilah yang mengakibatkan kaki dan badanku bengkak-bengkak. Obatobat tensi yang harus selalu dikonsumsi selama 2 tahun sekarang sudah berkurang bahkan tidak sama sekali. yang mengakibatkan cairan keruh dan banyak fibrinnya. Alhamdulillah. tiba-tiba badan menggigil dan cairan keruh banyak fibrinnya.Beberapa bulan saja berat badanku kembali normal. Hari keduanya. Wajar. PT Askes yang memberikan fasilitas gratis 120 bag cairan 65 . Tempatnya tidak steril. Dalam waktu 3 bulan bisa naik 12 kg. Aku sudah merasa nyaman dengan CAPD. Sehingga volume cairan pun berkurang. dari 44 kg menjadi 56 kg dalam waktu 3 bulan. asal memenuhi syarat kebersihan dan cuci tangan. Keesokan harinya. baru aku berobat ke RSKG. 2 September 2006 terpaksa harus ditusuk lagi jarum pistula. Dari hasil tes laboratorium cairan tanggal 30 Agustus 2006 terdapat 497 sel bakteri/virus.5 kg cairan di tubuh. namanya juga masa-masa adaptasi. Sabtu. untuk mengeluarkan 4. lancar. Hebat! Memang diawal-awal CAPD ada beberapa masalah. Infeksi terjadi akibat dari kelalaianku mengganti cairan (refill) di atas mobil. Rasanya senang juga mendapatkan pelayanan dan jaminan kesehatan yang baik dari semua instansi. hanya tinggal membawa cairan sebanyak yang dibutuhkan selama bepergian. daya tariknya cairan pengeluaran kurang. Berarti kenaikan berat badan yang signifikan. Pasti ada penyesuaian tubuh yang harus melalui proses. (cuci darah bonus). Pemberian anti biotik “gentamicin” dimasukkan ke dalam bag cairan yang mau dipakai sebanyak 40 mg/2 lt dapat dengan cepat menanggulangi infeksi. Sekarang. setelah kejadian itu sampai sekarang lancar-lancar saja. Jika sudah tiba jadual cuci darah. Perubahan kondisi badan itu terasa sekali. banyak penumpang dan sedang macet di tengah jalan. Penggantian cairan atau refill bisa dilakukan di mana saja. Setelah kejadian itu. Alhamdulillah. tidak ada kendala yang berarti. sekarang jarang terjadi. Cairan pembuangan tidak kuning dan jernih. Pernah mengalami infeksi peritoneum. Bengkakbengkak di tubuh harus ditarik lagi memakai mesin cuci darah. Kendala pertama. aku mesti datang ke tempat cuci darah. Penumpukan cairan pada tubuh yang membuat repot juga di dua minggu awal CAPD. Makan pun rasanya nikmat. Bisa bepergian jauh berhari-hari tanpa harus dibatasi waktu seperti saat cuci darah. mengalami selisih lebih volume cairan masuk dan keluar sampai akumulasi 1kg per hari. Setiap refill. Kepalaku yang sering pusing.

apabila ada keluhan. tapi tidak ada yang tahu. Tempat itu adalah Musholla. Sekarang ia sudah pindah tempat kerjanya. Pukul. Atau menggunakan mesin cuci darah yang ukurannya sebesar kulkas. kerepotan semua pihak untuk menanggulangi kerusakan ginjal seseorang. selesai shalat kemudian aku membuka ikat pinggang kantung kateter dan memasang twins bag dianeal cairan CAPD. Sambil melakukan refill kujawab semua pertanyaan itu dengan penuh kesabaran. 66 . Pengeluaran cairan selesai. aku pergi ke Tasikmalaya untuk memproses pemesanan cairan dianeal CAPD ke PT. tinggal pemasukan. harus diganti dengan hal yang melibatkan ratusan bahkan ribuan orang yang terlibat dalam penyediaan alat dan bahan seperti tadi.00 adalah saatnya jadual refill cairan. Allahu Akbar ! Ada juga pengalaman yang menyakitkan yaitu pada saat akhir bulan Ramadhan 1428 H. sebagai karyawan handal siap berkunjung ke rumah pasien untuk memberikan konsultasi gratis tiap bulan dan selama 24 jam siap dihubungi. sebagai distributor tunggal di Indonesia siap mengantarkan produk Baxter ke seluruh pelosok tanah air. Mungkin orang-orang yang sedang shalat pun sama seperti diriku yang kebetulan singgah. tapi sudah diganti karyawan lain yang sama handal. PT Enseval Putera Megatrading Tbk. Pak Sutisna. Aku mencari DKM sebagai pengurus Musholla itu untuk meminta izin. tempat konsumen berada dengan tepat waktu. agar tidak mengganggu kekhusyuan orang yang sedang beribadah. Begitu pula terhadap produk Baxter yang berkualitas.untuk refill 4 kali per hari setiap bulan. Aku memilih sudut belakang Musholla. steril dan praktis. 13. Subhanallah! Luar biasa jika kita tafakuri. Bukti empiris bahwa ilmu Allah Swt itu sangat tinggi. Aku menemukan tempat yang tepat. Jadi hanya 10 menit lagi waktu yang aku butuhkan. organ tubuh produk Allah Swt yang bentuknya sebesar kepalan tangan manusia. sekalian berjalan-jalan dan shopping persiapan lebaran. Enseval Putera Megatrading Tbk. bersih dan ada mejanya yang berupa rak buku. Setelah berwudhu. aku shalat Dzuhur.SDJ. Orang-orang yang selesai shalat dan akan shalat banyak yang melihatku dan menghujaniku dengan pertanyaan tentang CAPD. menunjukkan perhatian tinggi terhadap konsumennya. Anak istriku tengah berbelanja di pusat perbelanjaan kota Tasikmalaya.H. Kalbe Farma sebagai perusahaan yang memasarkannya sudah membuktikan diri bisa bertindak professional.

“Ginjal saya rusak. Aku terus membujuknya. Cairan kuning ini bukan keluar dari tempat kencing. Saya tadi mencari Anda sebagai pengurus Musholla ini sebelum melakukannya untuk meminta izin. Tapi semenjak dinyatakan gagal ginjal kronik. ”Bapak tahu ini tempat suci?” Aku berusaha menjelaskan. minimal mengalami sesak nafas sehingga harus OT(over time) artinya harus menjalani cuci darah ekstra di luar jadual. aku tak pernah mencicipinya.Tiba-tiba seorang pemuda menghampiriku dan mengusirku dari tempat itu. “Di luar saja Pak! Jangan di dalam. Pada hari Kamis 26 Oktober 2006. Hiper kalemia sudah terbukti sebagai penyebab utama kematian. itu kan air najis!” kata dia. “Mih. Istriku masih trauma dengan pengalaman pahit waktu aku masih cuci darah. coba lihat sendiri!” sambil kuperlihatkan posisi kateter. dan saya pun tahu ini tempat suci. Saya jamin tidak ada setetes air pun yang akan mengotori Musholla ini. tapi dari perut saya. Suatu tes cairan buangan. namun dia terus saja ngotot. tinggal 5 menit lagi. “Maaf. Tapi tidak ada yang tahu. agar bisa menentukan tingkat keberhasilan terapi pengganti ginjal dengan sistem CAPD. Baru dia menganggukan kepala sembari menggeloyor meninggalkanku. Sekarang.” kataku berusaha menjernihkan situasi. Hasratku untuk mencicipi buah durian begitu besar. Makan durian merupakan hobyku sejak kecil. tempat buah-buahan. Aku memaksa istriku untuk membeli buah durian yang sudah dikemas dalam plastik transparan. ya… ! Bapak sudah tak tahan dengan keharumannya yang begitu menggoda. Buah-buahan yang paling aku suka adalah durian. Sebentar lagi akan selesai. sehingga harus OT. aku harus menjalani tes PET. Tentu aku ingin segera menikmati harumnya dan lezatnya buah durian. Kata dokter juga tidak boleh ada debu. tempat beribadah. aku bersama istri berjalan-jalan dulu ke mall. Bapak hanya akan 67 . ia tak mau kejadian sesak napas tiba-tiba terulang lagi. Pengalaman lain yang cukup menarik yaitu saat pulang dari RSKG setelah menjalani tes PET. pokoknya Mimih harus beli durian. “Saya tidak bisa melakukan refill ini di luar takut kotor kena debu nantinya. Aku merasa was-was tentang bagaimana nanti hasil PET tersebut. Apalagi saat cuci darah aku harus diet buah dan sayuran karena terlalu tinggi kaliumnya. Stand yang menjadi tujuan utamaku jelas. dan akibatnya infeksi. Sambil menunggu hasi laboratorium. tapi masih takut. agar terhindar dari infeksi.” Pemuda itu rupanya belum paham. Nih.

Aku masih penasaran ingin segera mengetahui hasil laboratoriumku. Awal November 2007.” “Yakin. Beberapa menit kemudian Hp-ku berbunyi sebagai tanda ada pesan baru yang diterima. karena kusimpan di atas deks boards. Rusma belum bisa memberikan keterangan tentang hasil laboratoriumku. Tapi kalau hasil laboratorium menyatakan bahwa kaliumnya tinggi. Namun dia berjanji akan segera mengabariku secepatnya lewat SMS. Kemasan plastik durian langsung kurobek dan kumakan isinya dengan penuh gairah. Nanti kalau sudah terbukti kalium darah Bapak normal. “Pak Asep. Nikmat yang beberapa bulan terakhir dicabut dari kehidupanku. apalagi setelah disuruh tampil oleh Prof. besar-besar dan harum sekali. aku bersorak kegirangan. Bapak tidak akan berani memakannya. Deg-deg plas jantungku saat membuka pesan singkat itu. Enday agar aku membuka ikat pinggang tempat kateter CAPD dan menunjukannya kepada seluruh peserta yang hadir. seluruh karyawan dan pasien RSKG Ny. Nagreg. perjalananku baru sampai kawasan Nagreg. biasanya bijinya kecil-kecil begitu juga rasanya pasti manis. Terutama ingin segera menikmati makan durian yang sudah di depan mata. RA Habibie.1. dr.” Akhirnya aku pun pulang ke Garut dengan harap-harap cemas. aku sempat berseloroh. 68 . Malah. Pucuk di cinta ulam tiba. “Yakin!” kataku mantap. walau sebagian sudah tiada atau tidak bisa hadir karena kondisinya sedang jelek. kaliumnya rendah hanya 3. Hampir tiba waktu Ashar.” Begitu kalimat yang kubaca di layar Hp-ku. Nanti saya kabari lewat SMS. Bapak bisa tahan?” tanya istriku masih ragu. “Mungkin nanti sore hasinya Pak! Jika Bapak mau pulang silakan saja. apa lagi kalau di bawah normal.menciumi harumnya saja sambil menunnggu hasil laboratorium diketahui. kini sudah dikembalikan oleh Allah Yang Maha Pemberi Nikmat. sayang sekali hasil tes itu. Bapak tinggal makan buah aja yang banyak. Bapak akan memakannya. Aku bisa bertemu kembali dengan teman-teman sependeritaan. Sujud syukurku kembali terulang saat beristirahat di mesjid Uswatun Hasanah. Jadi. Ada hal yang membanggakan. lezat dan nikmat. Segera kulayangkan sebuah SMS kepada dr. Rusma dengan harapan mudah-mudahan hasilnya sudah ada. Hampir semua pasien menganggap akulah yang paling bugar. Tak lagi banyak basa-basi istriku langsung menyambar kemasan buah durian Montong yang dagingnya kelihatan kekuning-kuningan. aku mengikuti acara silaturahmi Halal Bil Halal pimpinan.

Pak Agus Berlian (Alm). Bu Kartini dan aku sendiri. Depresi dan perasaan serasa tak berguna. dan kawan-kawan yang lainnya semoga mereka diterima iman Islamnya. Senin. Berarti rekan sependeritaanku. Sekarang aku bisa kembali bertugas pergi ke sekolah. dan tetap selalu minum vitamin 4 S : Shalat. baik pasien cuci darah. bahkan ada yang menyebutkannya terbalik menjadi Asep CPAD. Pak Asnali(Alm). dan lain-lain. Semakin PD hidup bersama CAPD. Pak Rukmana (Alm). Mudah-mudahan jadi kifarat dosa-dosaku dan bisa mengantarku menggapai keridhoan-Mu. Sekarang hari-hariku kian indah. Setelah aku dimuat di bulletin ginjal RSKG. Semoga yang masih bertahan hidup diberi umur panjang. sabar. sekarang hilang. Kini aku naik peringkat menjadi nara sumber CAPD bagi banyak orang. Aku tetap bangga menyandang gelar Asep CAPD atau Asep cape dech. ternyata diriku masih berguna bagi orang lain. lebih sehat. Ibu Dekan (Almh). Amiin! 69 . dari 17 orang pasien satu ruangan. Pak Sya’ban (Alm).” Hadirin tertawa. harus dicecep seperti anak sunat. Banyak yang menghubungiku lewat telepon. Alhamdulillah. Ceu Eros. Mudah-mudahan bisa menjadi bentuk ibadahku. Luky. Pak Kurnia. dan sehat baik bersama cuci darah maupun CAPD. walaupun hanya sebagai guru BP. ada juga yang sengaja datang ke rumah untuk menanyakan masalah CAPD. Rekan-rekanku yang biasanya memiliki jadual cuci darah setiap hari Senin-Kamis sore semuanya tinggal 5 orang lagi. Prof. Pak Otong (Alm). keluarganya atau orang awam sekalipun. Pada sesi akhir acara. aku juga terpilih sebagai pasien teladan. di samping shalatku yang 5 waktu. seruangan dan sejadual sudah 12 orang yang berada tenang di alam baka. Rasa percaya diriku timbul lagi setelah melalui proses hidup yang panjang. yang CAPD juga ada yang sudah mendahului kami. 18 Februari 2008 baru saja aku ganti transferset yang ke tiga kalinya. ketundukkanku dan pengabdianku kepada Allah Swt. Pak Barnas (Alm). Biarpun harus selalu disiplin menunaikan refill 4 kali sehari secara rutin dan kontinyu. Maman (Alm).“Maaf. Memang tidak hanya yang cuci darah saja. Prof! kalau di kampung saya sebelum saya memperlihatkan kateter ini. semangat.

Mengenai Saya bang_qory Asep Qoriin.co.id 70 . anak dari Entin Hartini (Almh) dan ayah Oman Abdurahman. Faris Fajar Wibawa. Banyuresmi. Kemudian melanjutkan kembali ke D3 th 1996 – 1997. Garut lahir tanggal 5 Februari 1967.d SMAN di Garut sampai dengan tahun 1986. Pendidikannya kemudian dilanjutkan di Fakultas Bahasa dan Sastra IKIP Bandung (UPI sekarang) jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia program D2 yang diselesaikannya pada tahun 1988. Penulis menikah dengan Fatmah Tresnasih. anak pertama dari lima bersaudara. Selesai menjalani pendidikan D2 di IKIP Bandung. S.Pd.Dinyatakan mengalami penyakit “Gagal Ginjal Terminal” 20 Februari 2006. A.Pd. Dibesarkan di pinggiran Situ Bagendit.Md. diangkat menjadi PNS di SMP 1 Banyuresmi sampai sekarang. Nazla Gina Farfasya dan Fhatiya Bilqis Saida. cerpen dan naskah drama yang dipentaskan di sekolah tempatnya mengajar.Melatih siswa dan anak-anaknya untuk membaca puisi dan mendongeng hingga mereka bisa meraih juara tingkat propinsi Jawa Barat. Sering menulis puisi. Email : bang_qory@yahoo. Ulfa Shofi Agnia. SD s. Memiliki 4 orang anak.