• • • • • • • • • • •

Home Berita Forum Ketenagakerjaan Infotainment Humor Musik asik Hong Kong Korea Malaysia Contact

Home » Gagal Ginjal Sama Dengan Menguras Banyak Biaya

Gagal Ginjal Sama Dengan Menguras Banyak Biaya

Ginjal merupakan organ yang penting dalam sistem metabolik tubuh manusia karena memiliki fungsi utama sebagai penyaring racun dan zat sisa dalam darah. Bila ginjal rusak dan sudah mengalami gagal ginjal, maka biaya yang dibutuhkan tidaklah sedikit. Ginjal merupakan filter yang sangat baik, fungsi utamanya adalah untuk membersihkan racun dan mengeluarkan limbah dari darah. Ginjal juga berfungsi untuk mempertahankan volume dan komposisi cairan tubuh, serta untuk mengeluarkan hormon yang membantu produksi sel darah merah. Oleh karena itu, ginjal memainkan peran utama dalam mengatur tekanan darah dan menyeimbangkan elektrolit penting yang menjaga ritme jantung. Selain berfungsi untuk menyaring dan membuang zat-zat yang tidak diperlukan dan mempertahankan kandungan nutrisi dan mineral yang diperlukan tubuh, ginjal juga berperan dalam keseimbangan sirkulasi darah dalam tubuh, yakni dengan mengatur tekanan darah, memproduksi sel darah merah.

1

Setiap hari, ginjal memfilter 180 liter darah. Ginjal menerima 100-120 mL darah per menit, di mana jumlah ini sangat besar dibandingkan dengan ukurannya yang kecil. Hal tersebut berarti setiap harinya ginjal memfilter darah sebanyak 50 kali dalam sehari. “Kerusakan ginjal ringan terjadi bila fungsinya sudah kurang dari 90 persen. Dan bila kurang dari 15 persen, maka artinya pasien sudah mengalami gagal ginjal yang obatnya harus hemodialisis (cuci darah) atau transplantasi (cangkok),” jelas dr Dharmeizar, SpPD-KGH, Ketua Perhimpunan Nefrologi Indonesia (Pernefri), dalam acara Konferensi Pers ‘Hari Ginjal Sedunia: Sayangi Ginjal Anda, Minumlah Air Putih yang Cukup!’ di Hotel Akmani, Jakarta, Selasa (6/3/2012). Menurut dr Dharmeizar, bila sudah mengalami gagal ginjal, diperlukan terapi pengganti ginjal yang biayanya tidak sedikit. Berikut biaya yang harus dikeluarkan untuk menjalani terapi pengganti ginjal: Hemodialisis (cuci darah) 1. Dilakukan seminggu 2 kali 2. 5 jam per sesi 3. Biaya per tahun Rp 50-80 juta CAPD (Continuous Ambulatory Peritoneal Dialysis atau cuci darah lewat perut) 1. Pemasangan kateter Rp 10 juta 2. Biaya CAPD per tahun Rp 50-75 juta Transplantasi ginjal 1. Pretransplantasi dan prosedur Rp 200 juta 2. Biaya per tahun Rp 75-150 juta Gagal ginjal biasanya berawal dari penyakit ginjal kronik, yaitu menurunkan fungsi ginjal. Pada kondisi ini orang biasanya tidak merasakan gejala yang terlalu berarti sampai akhirnya didiagnosis dengan gagal ginjal, yang artinya fungsi ginjalnya kurang dari 15 persen. Gagal ginjal terjadi karena organ ginjal mengalami penurunan hingga menyebabkan tidak mampu bekerja dalam menyaring elektrolit tubuh, menjaga keseimbangan cairan dan zat kimia tubuh (sodium dan kalium) dalam darah atau produksi urine. Ada beberapa faktor yang menyebabkan orang mengalami kerusakan atau gagal ginjal: 1.Diabetes melitus 2.Hipertensi 3.Kelainan ginjal (penyakit ginjal polikistik) 4.Penyakit autoimun 5.Penyumbatan saluran kemih 6.Kanker 7.Rusaknya sel penyaring pada ginjal.

2

“Pengidap penyakit ini ditandai dengan lemas, tidak ada tenaga, nafsu makan, mual, muntah, bengkak, kencing berkurang, gatal, sesak napas, pucat atau anemia,” tutup dr Dharmeizar. Popularity: 1% [?] AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA Kemajuan teknologi kedokteran yang berkembang pesat saat ini memungkinkan para penderita gagal ginjal menjalani rutinitas cuci darah (dialisa) sambil bekerja, cuci mata di mall, bahkan sambil bercinta dengan pasangan! Padahal di masa lalu, kegiatan dialisa harus dilakukan di rumah sakit sambil terbaring lemah selama 5 jam, sebanyak tiga kali seminggu. Belum lagi perasaan gatal di sekujur tubuh sebagai dampak dari terapi cuci darah tersebut. Terapi cuci darah yang begitu praktis itu bernama Continuous Ambulatory Peritoneal Dyalisis/CAPD atau dialisis tanpa mesin dan dapat dilakukan secara mandiri oleh penderita gagal ginjal. Metode ini merupakan metode alternatif dengan menggunakan membran semipermiabel yang berfungsi sebagai ginjal buatan, sehingga mampu menyerap cairan pembersih ke dalam rongga ginjal. Dalam waktu 4 sampai 6 jam dengan frekuensi 4 kali sehari, terjadi proses difusi serta ultrafiltrasi dalam ginjal, sehingga zat racun yang ada di dalamnya terserap ke luar dan diganti cairan baru. Karena masih tergolong teknologi baru, biaya CAPD masih tergolong mahal. Umumnya, biaya yang dikeluarkan peserta terapi CAPD saat ini masih sebesar Rp 4,2-Rp 5 juta setiap bulannya. Namun, biaya sebesar itu menjadi tak berarti, jika melihat kondisi tubuh penderita yang bugar dan tetap produktif seperti sebelum terkena gagal ginjal. “Karena pasien tetap bisa bekerja dan melakukan segala aktivitas seperti biasa, layaknya orang sehat. Bedanya, peserta CAPD punya kantong kecil di perutnya untuk pergantian cairan dialisat itu,” kata Direktur Medik RS PGI Cikini, Tunggul Situmorang dalam acara peluncuran website sahabat ginjal.com yang disponsori PT Kalbe Farma, di Jakarta, belum lama ini. Pengalaman Karyono (45), karyawan swasta yang telah menjalani terapi CAPD selama tiga tahun ini agaknya bisa jadi pelajaran. Karyono mengaku, kualitas hidupnya makin membaik setelah ikut terapi CAPD. Selain itu, ia bisa kembali bekerja dan sama produktifnya seperti sebelum sakit. “Awalnya saya ragu, karena banyak informasi negatif yang saya dengar soal CAPD. Tetapi karena atasan terus mendesak, akhirnya saya beranikan untuk menjadi peserta CAPD. Bahkan, saudara-saudara saya heran karena raut muka dan badan saya yang terlihat lebih segar. Dan yang terpenting saya sudah bisa tidur enak, sebelumnya saya selalu merasa lemas, letih, gelisah,” katanya mengungkapkan. Belum Memasyarakat Dr Tunggul menjelaskan, terapi dengan menggunakan pergantian cairan dialisat ini sebenarnya telah masuk ke Indonesia sejak 2004 lalu, namun tidak banyak diketahui masyarakat. Melihat manfaat CAPD yang begitu besar, pihaknya tergugah untuk terus mensosialisasikan CAPD kepada masyarakat luas di Indonesia sebagai salah satu alternatif penanganan bagi penderita gagal ginjal. Selama ini dikenal dua metode dalam penanganan gagal ginjal. Pertama, transplantasi ginjal dan kedua, dialisis atau cuci darah. Sebenarnya metode pertama memiliki lebih banyak keunggulan karena dapat menggantikan fungsi ginjal yang rusak. “Hanya saja masalahnya, masih sedikit donor yang mau memberikan organ tubuhnya. Selain itu

3

Ditanya faktor penyebab utama terjadinya gagal ginjal. dr Tunggul mengatakan.” katanya. “Pasien juga tidak perlu datang ke rumah sakit untuk melakukan cuci darah. dengan memasukkan cairan dialisat ke dalam rongga itu. Darah dibersihkan dengan menggunakan cairan pembersih (dialisat) dalam serat-serat dializer itu. haemodialisis (HD) dan peritonialdialisis (PD). bahkan tidak disadari oleh penderita karena tubuh tidak menunjukkan gejala seperti orang sakit. maka biayanya sangat mahal. Karena itu. Sementara di dunia. padahal terapi itu memiliki kelebihan. penderita gagal ginjal lebih banyak melakukan terapi dialisa atau cuci darah. Selain itu. kami memberi pelatihan selama tiga hari khusus untuk menjaga agar lubang tetap bersih. Keunggulan utama CAPD adalah kemudahannya. Namun. Gangguan fungsi ginjal bisa terjadi perlahan-lahan atau mendadak. Namun. darah baru dimasukkan kembali ke dalam tubuh. penyebab utama adalah hipertensi (darah tinggi) dan diabetes atau kencing manis. Selain itu juga meningkatkan kadar lemak dan mengakibatkan kegemukan (obesitas). Sedangkan pada metode PD. tetapi melakukan cuci darah secara mandiri dengan jadwal yang dapat ia buat sendiri. ada diperkirakan 120.” katanya. “Kunci utama dari terapi CAPD adalah menjaga kebersihan lubang yang menghubungkan ginjal dalam perut dengan dunia luar. menjadikan hampir sama dengan proses yang berlangsung di dalam ginjal.000 penderita gagal ginjal menggunakan terapi CAPD.” katanya. Bila terjadi infeksi di lubang tersebut.jarang sekali ditemukan donor yang cocok dengan penderita gagal ginjal. kontaminasi dengan hepatitis lebih kecil. Setelah bersih. Sedangkan. sehingga terapi dengan metode itu pun lebih alami. saya selalu mengingatkan pada pasien untuk menjaga kebersihan. Saat ini sudah berkembang metoda PD dengan berbagai cara seperti CAPD atau APD. Pada HD. 4 . Pembersihan ini dilakukan dengan dua cara. Cairan dialisat dapat dijadikan sebagai sumber nutrisi dan bagi penderita diabetes dapat diberikan insulin secara intraperitorial. serta sakit pinggang. jika melakukan cuci darah biasa secara HD. dr Tunggul mengaku tidak tahu pasti. Proses yang berlangsung terus-menerus selama 24 jam setiap harinya itu. yang berarti cairan tubuh dipaksa diperas untuk dicuci mesin. biayanya sangat besar. Bahkan. tiba-tiba dokter mendiagnosa Anda terkena gagal ginjal. Metode dialisis pada intinya adalah melakukan fungsi utama ginjal. keseluruhan proses dilakukan selama lima jam. darah tidak dikeluarkan dari dalam tubuh. Cairan ini dibiarkan selama empat hingga enam jam hingga akhirnya dikeluarkan kembali. serta dapat menimbulkan hernia. “Akibatnya beban jantung menjadi bertambah dan menyebabkan gangguan tekanan darah. pasien CAPD di RS PGI Cikini sudah ratusan orang. yakni membersihkan darah dari zat-zat yang tidak berguna pada tubuh dan menjaga kestabilan kandungan darah di dalam tubuh. Alamiah CAPD belum banyak digunakan. Karena itu.” kata Situmorang. Tentang jumlah pasien CAPD di seluruh Indonesia . kekurangan CAPD adalah sering kali menimbulkan infeksi pada rongga perut. Fungsi ginjal yang tersisa masih dapat dipertahankan. sehingga tingkat keberhasilannya sangat kecil. Sementara itu. yakni tidak mengganggu jantung. dan proses dialisis pun bekerja selama 24 jam sesuai dengan kerja ginjal secara alamiah. Proses pembersihan dilakukan di dalam rongga perut (peritoneum). yaitu kantong cairan dialisat. Keuntungan CAPD adalah lebih memudahkan pengendalian kimia darah dan tekanan darah. darah yang akan dibersihkan dikeluarkan dari tubuh dan dimasukkan ke ginjal buatan (dializer).

mengatur produksi sel darah merah. organ ginjal bersifat sangat vital. Namun. negara yang sangat maju dan tingkat gizinya tinggi. Kelainan ringan pada ginjal dapat sembuh sempurna bila penyebabnya sudah diatasi. vena di leher melebar dan ada cairan di selaput jantung dan paru. orang yang diyakini mempunyai gejala sakit AAAAAAAAAAAAAAAA Kalbe. Gangguan ginjal dalam tahap ringan masih dapat diatasi dengan minum banyak air putih. Bila cukup banyak urin di dalam kandung kemih. mual. kasus gagal ginjal di dunia meningkat lebih dari 50%.Sampai saat ini. dan menghasilkan hormon seperti erythropoetin. Namun. Ginjal berfungsi untuk menjaga keseimbangan serta mengatur konsentrasi dan komposisi cairan di dalam tubuh. Kelainan ginjal dapat terjadi akibat adanya kelainan pada ginjal (penyakit ginjal primer) atau komplikasi penyakit sistematik (penyakit ginjal sekunder). Diantara 3 tindakan tersebut. Air seni diproduksi terus menerus di ginjal. Namun. Gagal ginjal adalah keadaan dimana kedua ginjal tidak mampu menjalankan fungsinya. Bahkan. Jumlah urin yang dikeluarkan setiap hari sekitar 1-2 liter. gangguan tidur dan juga sering gatal. Adapun beberapa tanda fisik yang harus diwaspadai seperti tubuh bengkak yang diawali dari kedua kaki. kata dr Tunggul. lesu. seperti kencing manis (diabetes). sering kram. “Bila mendapati satu saja dari gejala itu.co. kalau sudah gagal ginjal. Sampah dari dalam tubuh tersebut akan diubah menjadi air seni (urin).Jika seseorang memperhatikan gejala yang umum menyertai penderita gagal ginjal. pasien gagal ginjal dapat diatasi dengan tindakan hemodialisa. Hati-hati kalau kaliumnya meningkat. kalsium. Kalau kita lihat hasil laboratorium. Perlu diketahui. penyakit tersebut bisa diminimalisir sedini mungkin. Penderita biasanya baru merasakan kelainan pada dirinya jika fungsi ginjal menurun sekitar 25%. Di Indonesia sendiri sudah mencapai sekitar 20%. lalu dialirkan melalui saluran kemih ke kandung kemih. dan vitamin D. Ginjal juga berfungsi untuk membersihkan darah dan berbagai zat hasil metabolisme serta racun di dalam tubuh. untuk penderita yang masih muda bisa di bawah 10%. tidak nafsu makan. sudah waktunya untuk waspada.” kata dr Tunggul menandaskan. kelainan itu bisa menjadi gagal ginjal yang akut. muntah. Penderitanya mengalami gangguan pengecapan. karena memperbesar risiko penyakit jantung. Sekitar 40% gangguan diabetes menjadi penyebab gagal ginjal. ginjal juga berperan untuk mempertahankan volume dan tekanan darah. CAPD (Continous Ambulatory Peritoneal Dialysis) saat ini menjadi bahan perbincangan para 5 . setiap tahunnya ada sekitar 20 juta orang dewasa menderita penyakit kronik ginjal. Tidak heran bila umumnya pasien baru ke dokter bila sudah berada dalam tahap terminal. penderita gagal ginjal ini punya peningkatan asam urat. Tanda lainnya. bila keadaannya memburuk. mengatur kalsium pada tulang. CAPD. renin. hanya bisa diatasi dengan cuci darah atau cangkok ginjal yang biayanya sangat mahal. kulit terlihat kasar. Meskipun ukurannya kecil. fosfor dan kalium. segera ke rumah sakit untuk chek-up untuk membuktikan kebenarannya. atau Kurang minum air putih ternyata dapat mengganggu fungsi ginjal. Selain itu. ataupun cangkok ginjal. Kadang cukup dengan pengobatan dan pengaturan diet. Di Amerika Serikat saja. Untuk itu. maka akan timbul rangsangan untuk buang air kecil.id .

033. DR. Dr. dan menurut Prof.Dr. Kamis 24 November 2005 di Bali. dibahas mengenai CAPD. DR. Tak ketinggalan pula dibahas keunggulan dari alat yang digunakan untuk CAPD yang diproduksi oleh Baxter . Tommy Halauet. 600. khususnya bagi GAKIN. Hal ini dikatakan Dr. Di depan sekitar 150 peserta. CAPD sangat membantu bagi pasien gagal ginjal yang harus menjalankan tindakan cuci darah.Kalbe Farma. Kabar Gembira Ada kabar gembira bagi pengguna maupun calon pengguna CAPD Baxter . Endang Susalit. Ginova Nainggolan. SppD KGH MSc. Tunggul D Situmorang SppD KGH dan Prof. khususnya peserta ASKES: 1.Kalbe. Moch.000) Ketentuan di atas mulai berlaku pada Oktober 2005. peserta harus menombok Rp. 1. Dr. Sja'bani. Sja'bani saat ini penderita gagal ginjal di Indonesia sudah cukup banyak dan terbanyak dialami oleh pasien-pasien kelas III. Dr. Dalam acara workshop ini. Untuk mengatasi biaya yang harus ditanggung oleh pasien yang tidak mampu.Dr. CAPD mulai digunakan di Indonesia sejak 1984.nefrolog Asia termasuk di Indonesia. 1. Dr.000 untuk Paket Rutin 120 (terjadi penurunan dari Rp. Keuntungan dari CAPD menurut beliau adalah pasien tidak perlu menggunakan mesin saat melakukan dialisis. Free untuk Paket Rutin 90 (kalau dulu. Alat kesehatan apalagi yang ditanggung oleh Askes? J : Alat kesehatan yang diberikan kepada Peserta antara lain: • • • Gigi Tiruan (1 kali/2tahun) Alat bantu dengar (1 kali/2tahun) Kaki/tangan tiruan 6 . AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA T : Selain Kacamata. Tunggul mengatakan. kondisi fisik lebih baik. dapat digunakan sendiri di rumah.600. Tambahan hanya Rp. Paket awalnya free (yang ini. SpB. Ita Wijayanti dari Kalbe Farma sebagai pembicara menjelaskan tentang penggunaan dan fungsi dari alat yang dipakai dalam tindakan CAPD. tindakan CAPD ini dapat ditanggung biayanya oleh pemerintah melalui PT ASKES.000) 3. Hadir sebagai pembicara Prof. SpPD KGH. SpPD KGH dalam acara pre-congress Nephrology. antara lain dapat memperkecil terjadinya sepsis atau peritonitis. dapat melakukan olahraga seperti biasa dan pembatasan makanan yang tidak seketat pada tindakan hemodialisa. memang sejak dahulu juga free) 2.

Untuk kasus gawat darurat tentu saja Peserta dapat langsung datang ke Rumah Sakit. Dalam mengelola jaminan kesehatan. Tarif Permenkes ini dibuat oleh Kementerian Kesehatan atas usulan Rumah Sakit. Kasus penyakit ini bisa ditangani oleh Dokter Umum. Sistem pelayanan berjenjang ini bertujuan untuk mengontrol biaya pelayanan kesehatan dan mengoptimalkan pelayanan kesehatan yang diberikan kepada Peserta. Apabila Dokter Umum tidak bisa mengobati maka Pasien akan dirujuk ke Rumah Sakit untuk mendapat pelayanan kesehatan lanjutan. 1kali/5 tahun Mesh (Alat yang dipasang setelah operasi Hernia Alat bantu hidrosephalus/VP Shunt Protesa Mandibula Vitrektomi set Penyangga leher/Collar Neck Jakat penyangga patah tulang belakang/corset Anus buatan/colostomi/Pesarium/DJ Stent Double Lumen Kateter untuk CAPD Triple Lumen Kateter untuk CAPD Vaskuler Graf Tulang/Sendi tiruan Colon set T : Mengapa saya harus ke Puskemas dulu sebelum ke Rumah Sakit? J : PT Askes (Persero) merupakan asuransi kesehatan yang bersifat sosial.• • • • • • • • • • • • • • IOL (Lensa tanam di mata) Pen & Screw (Alat Penyambung Tulang). Askes menggunakan beberapa prinsip managed care (kendali mutu. biaya kesehatan yang besar ini tentunya tidak mampu ditanggung oleh PT Askes (Persero) sehingga jaminan kesehatan Askes tidak mampu bertahan lama. Apabila semua Peserta langsung berobat ke Rumah Sakit tentunya biayanya sangat besar. T : Berapa biaya pelayanan kesehatan yang ditanggung oleh Askes? J : Biaya pelayanan kesehatan yang ditanggung oleh PT Askes (Persero) adalah sesuai dengan Permenkes (Peraturan Menteri Kesehatan) tentang Tarif Askes. Peserta berobat ke pelayanan tingkat pertama (Puskesmas atau Dokter Keluarga) untuk kasus-kasus penyakit sederhana. Disisi lain penumpukan pasien di Rumah Sakit untuk kasus-kasus yang bisa ditangani oleh Dokter umum akan mengakibatkan pelayanan kesehatan di Rumah Sakit tidak optimal. kendali biaya) yang salah satunya adalah sistem pelayanan berjenjang. Penanganan penyakit seperti ini di Dokter Spesialis sangat tidak efisien. 7 .

8 . Untuk tahun 2011 urun biaya yang menjadi beban Peserta pada Rumah Sakit Pemerintah sangat minimal atau tidak ada. 15 March 2011 . Dalam pelaksanaannya PT Askes (Persero) akan melakukan negosiasi dengan masing-masing Rumah Sakit mengenai besaran urun biaya yang menjadi beban Peserta. Besarannya sangat bervariasi. AAAAAAAAAAAAAAAAAAAA Terapi CAPD: Alternatif Bagi Gagal Ginjal author : Olivia Lewi Pramesti Tuesday. Untuk memperoleh informasi iur biaya Peserta dapat menghubungi Askes Center di Rumah Sakit tempat Peserta dilayani. pembedaan hanya pada tipe Rumah Sakit.07:12 pm Anda divonis gagal ginjal?Tak mau repot dengan urusan cuci darah di rumah sakit? Kalau begitu Anda perlu mencoba terapi pengganti ginjal CAPD atau Continuous Ambulatory Peritoneal Dialysis (Dialisis Peritoneal/cuci darah lewat perut). Besaran Tarif Askes adalah sama untuk semua Rumah Sakit yang bekerjasama dengan Askes. Sedangkan untuk Rumah sakit swasta masih ada urun biaya yang menjadi beban Peserta. Besaran urun biaya tidak sama antara satu Rumah Sakit dengan Rumah Sakit lainnya karena tergantung dari hasil negosiasi.Perkumpulan Profesi Kedokteran dan PT Askes (Persero).

tenggelam oleh terapi hemodialisis (cuci darah di rumah sakit) dan transplantasi. Akan tetapi kalau memegang kartu Askes.6 juta. Jangan khawatir tentang terapi ini. CAPD dilakukan mandiri oleh pasien sebanyak 3 . menggunakan masker untuk menutup mulut. 9 . bagi pasien yang usai menjalani pembedahan di daerah perut dan yang mengalami gangguan di bagian kulit perut tidak dianjurkan menggunakan terapi ini karena bisa infeksi.KGH. Apalagi kalau pasien tidak memiliki Askes. Antara lain. Padahal di Thailand. CAPD relatif lebih murah. Cuci darah tersebut harus dilakukan di Rumah Sakit yang jaraknya lumayan jauh dari rumah (1. in Bebas. maklum rumah kami di desa) sehingga seringkali setelah menjalani cuci darah di RS ibu justru tambah down.Rp 7 juta. usianya sekitar 60an tahun divonis oleh dokter terkena penyakit gagal ginjal.Sp. serta menjaga kebersihan lingkungan ruangan.Tunggul D.5 Jam Perjalanan. dr. Kebetulan ibu kami. Untuk non-Askes.P.4 kali per hari dengan cara memasang sebuah kateter di perut. kadar hemoglobin lebih tinggi sehingga meningkatkan kualitas hidup. Kedisiplinan ini seperti cuci tangan sebelum memasang sistem CAPD. Karena penyakit tersebut ibu harus menjalani cuci darah 2x seminggu. "CAPD ini cenderung sedikit kontradiksinya. Hanya saja. karena dilakukan sendiri oleh pasien.Rp 500 juta. dan pasien pun dapat mengerjakan aktivitasnya tanpa terganggu. 2 Comments Sekedar sharing pengalaman. di Jakarta (10/3). Tiap kali CAPD diperlukan waktu 30 menit. karena terlalu capek di jalan. resiko terkena penyakit hepatitis kecil. Dibandingkan dengan terapi lain.D. biaya awal Rp 2. maka diperlukan kedisplinan dari pasien.. Terapi CAPD bisa dilakukan pada semua penderita gagal ginjal dengan tingkat kronis yang berbeda-beda. karena sebelumnya pasien akan dilatih hingga benar-benar bisa. Bandingkan dengan transplantasi yang memerlukan biaya awal Rp 200 juta . Situmorang. Direktur RS PGI Cikini. AAAAAAAAAAAAAAAAAAA CAPD This entry was posted on 31 May 2012.3 juta dan per bulannya Rp 5 .Infeksi bisa timbul jika pasien tidak mematuhi aturan kebersihan pemasangan. Kateter tersebut berfungsi untuk mengeluarkan cairan dan racun dari dalam tubuh. dapat dilakukan sendiri oleh pasien. sedangkan per bulannya harus keluar Rp 6 juta . Tunggul melanjutkan. Bookmark the permalink. zat racun aktif dikeluarkan tubuh karena dilakukan 24 jam penuh. biaya awal gratis sedangkan per bulannya Rp 1 juta.CAPD justru dianjurkan untuk pasien gagal ginjal. Dr." kata Tunggul. menyatakan bahwa ada banyak keuntungan yang diperoleh dari terapi ini.Terapi ini memang tidak populer di Indonesia.

Semoga Bermanfaat. dimanapun dan kapanpun. Untuk bisa menjalani terapi CAPD. seorang pasien dapat melakukan cuci darah. AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA 10 . Selain itu terapi CAPD juga tergolong lebih alamiah. Jika ada saudara atau kerabat anda terkena penyakit serupa maka metode CAPD ini bisa dicoba.Beberapa minggu menjalaninya. uang yang harus dikeluarkan untuk proses CAPD tak jauh berbeda dengan hemodialisis yang menggunakan mesin pencuci darah. Sekian. Alhamdulillah sudah 2 tahun ini ibu sehat dan bisa beraktifitas. Cairan pembersih ini berfungsi untuk menyedot racun yang ada dalam darah. Makan lebih enak dengan sedikit sekali pantangan. Selang inilah yang akan menjadi sarana keluar masuknya cairan pembersih dalam tubuh. Jika dibandingkan dengan hemodialisis. Setelah selang terpasang. Dengan teknologi ini. barulah pasien bisa menjalani proses treatmen CAPD yang dilakukan sebanyak 4 kali dalam sehari. terapi ini lebih bisa mempertahankan fungsi ginjal yang masih ada. Proses treatment CAPD diawali dengan mengeluarkan cairan kotor yang berasal dari racun-racun dalam darah. Setelah seluruh cairan kotor dikeluarkan. Dari segi biaya. awalnya pasien harus menjalani operasi untuk memasang selang permanen ke dalam perutnya. dari segi medik. yaitu berkisar antara Rp7 juta – Rp8 juta per-bulan. Bahkan ibu kami karena menggunakan ASKES semua biaya digratiskan. Tanpa harus bergantung pada mesin hemodialisis. lalu cairan pembersih yang baru dimasukkan ke dalam tubuh. seorang dokter menawarkan untuk menggunakan alternatif cuci darah mandiri yang dinamakan CAPD (Continuous Ambulatory Peritoneal Dialysis).

tiga tahun terakhir ini hidupnya lebih tenang dan pasrah dengan keadaan. Kata istrinya pula. memberikan arahan bagi penderita.saya malah lebih semangat menjalani hidup ini. Ni Luh. Awalnya hanyalah ketakutan yang melanda dan berefek emosinya yang terus meningkat. IKCC (Indonesian Kidney Care Club) atau Klub Sayang Ginjal inilah salah satu komunitas tempat I Ketut saat ini berbagi keluh kesahnya tentang penyakit gagal ginjal yang sudah dialami selama 15 tahun. dll. Bentuk kegiatan yang dilakukan IKCC diantaranya menyelenggarakan seminar yang berhubungan dengan ginjal (gaya hidup. "Organisasi ini memberikan informasi dan edukasi mengenai ginjal serta menciptakan kondisi psikologis yang nyaman bagi sesama penderita. memberi fasilitas obat-obatan yang berhubungan dengan penyakit ginjal. 11 March 2011 .05:14 pm "Rasanya sudah mau kiamat saja ketika saya divonis gagal ginjal.).serta memberikan konsultasi yang berhubungan dengan ginjal. Dirinya mengaku. seorang pasien gagal ginjal. Humas IKCC. pengembangan motivasi. tips dan pola makan." Misi klub ini adalah ingin meningkatkan kualitas hidup penderita ginjal.Namun sejak saya ikut IKCC. IKCC akan membantu melakukan ekplorasi informasi obat baru untuk penderita. Dian Ekawati mengatakan.Ceria Bersama Klub Sayang Ginjal author : Olivia Lewi Pramesti Friday. suaminya sempat berubah sifat menjadi kasar dan main tangan. Organisasi yang berdiri pada tanggal 5 Mei 2004 ini memang khusus mewadahi masyarakat Indonesia yang peduli kesehatan ginjal. Hingga saat ini anggotanya sudah mencapai 300 orang." kata I Ketut Nesa Sumarbwa (45). 11 .

ikcc. Akibatnya kualitas hidup pasien ginjal tidak bertahan lama.2 Jl. benar-benar menceritakan autobiografi penulis dengan gamlang. pahit-getirnya menjalani cuci darah. periang.Tak hanya itu. Anda bisa membuka website mereka di www. Tunggul D.D. Indonesian Kidney Care Club Sekretariat: Gedung Ziebart Lt. dr. semangatnya untuk terus bisa bertahan hidup.P. pemahaman masyarakat tentang penyakit ginjal masih minim." kata Dian Ekawati di Jakarta (10/3). untuk mempertahankan hidup penderitanya harus dilakukan terapi ginjal pengganti berupa cuci darah(hemodialisis) atau cangkok ginjal. Bila tertarik mengikuti klub ini. kecintaannya pada keluarga. IKCC terbuka untuk umum dan lembaga ini nirlaba. Sp. penuh dedikasi. lomba menulis. "Terlebih lagi. 5 Cempaka Putih. dan lainnya. keikhlasannya menerima cobaan.-KGH menambahkan bahwa penyakit ginjal perlu dicegah sedini mungkin dengan edukasi kepada masyarakat. kabupaten Garut. pencarian obat alternatif. 021-4214758 Fax. Jangan khawatir bila Anda ingin bergabung dalam klub ini. Suprapto Kav."Ginjal Cadangan" berupa CAPD. gaya hidup sehat seperti olahraga teratur dan tidak merokok menjadi cara mencegah penyakit ini. Spesialis Penyakit Dalam RSU Cikini. Untuk pencegahan penyakit ginjal. Bila urine mengandung protein.blogspot. maka perlu diwaspadai penyakit ginjal segera datang. sesuai dengan kejadian yang dialami penulis saat divonis mengalami gagal ginjal kronik. Let. anggotanya pun diajak aktif untuk mengembangkan kreativitas mereka seperti lomba memasak. Kegiatan yang dilakukan pun turut melibatkan keluarga pasien. karena belum ada obatnya. tiba-tiba penyakit yang dikenal dengan nama Gagal Ginjal Terminal atau Gagal Ginjal Kronik. Situmorang.com/ SINOPSIS Gagal Cinta Pertama tak Separah Gagal Ginjal Di tengah perjalanan hidupnya sebagai seorang guru di sebuah SMP di Banyuresmi.Tak hanya itu saja. sampai Alloh memberikan jalan keluar. klub ini sangat melindungi kepentingan penderita gagal ginjal. "Di negara berkembang. Penyakit ini sangat ditakuti.or. Proses edukasi ini dapat dilakukan lewat komunitas. seseorang mesti rutin memeriksakan urinenya. 021-4269734 AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA http://bangqory. penulis yang dikenal rajin. tentang penderitaannya.Banyak yang tidak mengetahui bahwa penyakit ini bisa disebabkan oleh diabetes (35%) dan hipertensi (25%). Jakarta-10510 Tlp. Jend. Kisah ini. 12 ." ungkapnya. menyusun menu ramah ginjal. sangat mencintai keluarga dan kuat mempertahankan aqidahnya.id atau facebook IKCC.

bekam. Subhanallah ………………. putus asa dan seabreg perasaan negatif menghimpit dada. SpPD. Sudah terbayang di benakku. dilakukan secara rutin dan kontinu sebanyak 3-4 kali setiap hari. “Gagal Ginjal” bagiku adalah peristiwa yang menenggelamkan hidupku dalam penderitaan yang berkepanjangan tiada henti sampai akhir hayat. Karena keyakinannya atas cinta. Slamet Garut dengan perasaan hampa. karena aku tahu setiap orang yang telah mengalami cuci darah pasti ajalnya hampir menghampiri. John Manurung. Penulis yakin dengan haqqul yakin. ramuan. Penyakit tersebut bernama Gagal Ginjal Terminal atau Gagal Ginjal Kronik (GGK) Shock. Pulang dari RSU dr. sampai menjadi konsumen dan anggota MLM ramuan modern 13 . Tak ada jalan lain kecuali Cuci Darah. sahabatnya. sebagai pengganti ginjal yang sudah rusak dan tidak berfrungsi. Amiiiin! Gagal Cinta Pertama tak Separah Gagal Ginjal Mungkin Anda akan tertawa membaca ungkapan tadi. sebelah kaki di atas kubur. bahwa Allohlah sebagai penolong jiwanya dan hidupnya bertujuan hanya untuk mencari ridho Alloh Swt semata. Berbagai macam metode penyembuhan melalui obat. Dia berusaha menghubungi saudaranya. yang pada akhirnya menyelamatkan penulis untuk terus hidup dan semangat mempertahankan aqidah dari kemusyrikan dan mencari kesembuhan sampai menemukan sahabat setianya berupa CAPD. kenalannya dan setiap orang yang mungkin lebih tahu atau pernah tahu tentang cuci darah dan pengobatan alternatif lainnya untuk penyakit gagal ginjal terminal. Berawal dari hasil tes laboratorium pada tanggal 20 Februari 2006 yang dianalisis oleh dr.Yang jelas. Empat setengah tahun silam hidupku mulai kelam.CAPD (Continuous Ambulatory Peritoneal Dialysis) atau Peritoneal Dialisis Mandiri Berkesinambungan adalah pergantian cairan yang dimasukkan ke dalam perut seberat 2 kg. elektrolisis. pijat refleksi. Ia menyatakan bahwa kadar racun yang bersarang dalam tubuhku terlalu banyak dan tidak bisa dikeluarkan lewat urine (air seni). Isak tangis kami berdua tak bisa menyelesaikan masalah. terserah! Aku tidak akan peduli dengan tanggapan atau reaksi spontan Anda.. kasih sayang dan pertolongan Alloh Swt semata. Aku bersama istri tercinta terperangkap dalam situasi mencekam di hadapan dokter yang masih memberikan segala macam petuah dan nasihat. hanya istriku yang masih bisa berpikir jernih. stres.

Gagal ginjal belum ada obatnya. Empat selang membelit tubuh. Anda tahu batas waktu seumur hidup? Itulah yang jadi masalah bahwa. Kita memang memiliki 2 buah ginjal. kerabat. 1 selang tranfusi darah dan 1 lagi selang oksigen untuk membantu nafas yang sudah sesak. Maksud untuk menghindari cuci darah tidak bisa dihindari. kantong yang sangat-sangat tebal harus Anda siapkan. jantung mulai berdetak normal. Kepala serasa ditusuk-tusuk ribuan paku. kita masih bisa mencari cinta kedua. seumur hidup. tak ada super market yang menjual ginjal. sedangkan gagal cinta ada obatnya. Hasilnya nihil. Badanku semakin lesu dan kehabisan energi.Wajah. namun dalam limit waktu 3 – 4 hari. Seluruh persendian serasa mau lepas. yaitu cinta terakhir. kaki dan hampir seluruh tubuhku bengkak. tetapi jika sudah dinyatakan gagal ginjal berarti keduanya sudah tidak bisa berfungsi. Tubuhku semakin parah. Mual terus menerus sehingga muntah tak bisa di tahan. Akhirnya aku pasrah berbaring disamping mesin cuci darah mulai tanggal 18 April 2006. Napas sesak. Harapan hidup lebih lanjut pun mulai tumbuh lagi. karena cuci darah itu harus dijalani secara kontinyu 2 kali dalam seminggu. setelah 2 jam pertama menjalani cuci darah. Mau tahu kelanjutan kisahnya? Silakan baca kisah selanjutnya …! 14 . jabatan dan masa depan suram menanti Anda! Anda harus siap dengan mental cadangan Anda. Nafas tidak lagi tersengal-sengal. ketiga bahkan cinta terakhir yang biasanya lebih membahagiakan. Bahkan akibat lainnya karir Anda. Gagal cinta pertama tak merepotkan semua orang yang berada di sekitar Anda. 2 selang cuci darah.dari Cina yang harganya mencapai 500 ribuan per-box pernah dicoba. bahkan tambah parah. tapi gagal ginjal bisa merepotkan seluruh keluarga. karena paru-paru hampir terendam cairan dan kerja jantung pun makin berat. gagal cinta pertama tak separah gagal ginjal. Dunia yang tadinya terasa gelap berangsur bersinar lagi. Berbeda dengan gagal cinta pertama. sahabat dan handai taulan. belum lagi materi. Sulit untuk mencari ginjal pengganti.

koran. besi tua. tak seorang pun yang tahu. Tak ada rasa gengsi. karena di usia sekarang pun aku sudah dipercaya sebagai Pembantu/Wakil Kepala Sekolah bidang Kesiswaan. obyekkan. Akhirnya gelar Asep Cacing tidak bertahan lama. Badanku segar. Yang pertama. Bisnis cacing menggiurkan. hanya Allah Swt lah yang Maha Mengetahui. Sejak aku menjadi guru honorer tahun 1988 sampai diangkat menjadi PNS dua tahun kemudian. yang penting halal. Garut. aku kerjakan sendiri dan tak ada seorang pun yang mau menjadi pemulung barang rongsokan. Di masa depan aku membayangkan bisa menjadi pejabat di Dinas Pendidikan. Aku tak pernah pindah tempat tugas. selain mengajar juga selalu mencari penghasilan tambahan. maag. walau aku berusaha memperpanjang usia bisnis ini dengan membuat jus cacing sebagai obat tifus. walaupun aku belum menjadi sarjana.Gelarku Siapa yang mengira aku akan menderita GGK. Kerja tambahanku apa saja. dan menjualnya ke pengumpul atau penampung. plastik. dus. aku mendapat banyak gelar dari profesi tambahan itu. di luar jam kerja. terjadi booming dan kemacetan ekspor. disamping tugas pokok mengajarkan Bahasa Indonesia dan Wali Kelas di kelas 3 SMP Negri 1 Banyuresmi. Beberapa kali menjual cacing sehingga keuntungan berjutajuta pun didapat. Mengumpulkan barang bekas lalu dijual. Oleh karenanya. Asep Rongsok. Rencanaku ingin menampung dan membuka lapangan pekerjaan bagi remaja di kampung sekitar tempat tinggalku. karirku cerah. Asep Cacing. Akhirnya bangkrut! Yang kedua. Aku beternak cacingcacing itu sendiri di rumah. botol kecil sampai botol besar. Sampai usia 39 tahun. Berbulan-bulan bisnis ini berjalan. Kegiatanku banyak sekali. Semua barang bekas aku kumpulkan mulai dari kertas. panas dalam dan sakit gigi. Namun sayang. Gelar tersebut didapat karena di awal kehidupan berumah tangga. aku memulai dengan bisnis rongsokan. Memang aku berhasil di bisnis ini. Mau tahu apa saja gelarku? Ini dia……………. energik dan kuat. yang penting dapur tetap mengepul. dan sebagainya. Tapi tidak sampai jadi obat gagal ginjal saja. 15 . Tapi ternyata mereka terbelenggu dengan rasa gengsi.

aku harus 16 . Gelar ini tidak bertahan lama. hanya capek yang dirasakan. Asep Dedi. Jadi. Asep Wawan dan masih banyak Asep yang lainnya. Keuntungan didapat dari komisi yang besarnya tergantung pada kerelaan si penjual atau dari selisih harga yang disepakati bersama. Ya. Yang keempat. Orang yang mengalami sakit kemudian berobat masih beruntung kalau sudah ada obatnya. tetapi itulah penyakit yang dinamakan GGK (Gagal Ginjal Kronik) atau Gagal Ginjal Terminal. itulah pekerjaan camat (calo matuh). kalau mencari nama Asep itu. jika telah mendapat keuntungan yang besar. Desa Sukamukti. Asep Subarna. Sungguh mengerikan. Asep Nawawi. Selanjutnya gelar kelima dan terakhir adalah Asep CAPD. Bahkan ada yang berminggu-minggu rasa capek sirna begitu saja. oke? Jangan heran! Mengapa aku menguraikan gelar /sebutan lain untuk diriku? Karena di tempat tinggalku. CAPD akan kita bahas nanti. hanya kurang lebih 4 bulan saja. harus komplit dengan kepanjangan namanya. Asep Camat. Asep Dani. Awal Perkenalan Saya dengan Gagal Ginjal Kronik Ini merupakan pembahasan yang sangat penting bagi siapa saja yang membaca tulisan saya. Asep Ginjal.Yang ketiga. Tiga tahun sebelum divonis GGK. Sebagai contoh nama Asep yang lain adalah: Asep Furqon. Asep Fitroh. Kampung Cianten. Peribahasa lebih baik mencegah daripada mengobati merupakan peribahasa yang tepat sekali. karena di daerahku terbilang jarang orang yang mengalami GGK ini. Garut. Setiap buang air kecil. agar lebih bisa berhati-hati dan yang lebih penting adalah bisa mencegah daripada mengobati. Maka dia akan menderita seumur hidup sampai ajalnya tiba sambil menderita penyakit yang dideritanya. tetapi sungguh malang nasibnya jika sampai saat ini belum ditemukan obatnya. Dari gelar ini. Asep Saefullah. Kecamatan Banyuresmi. karena memiliki kisah tersendiri. Sejak mengidap penyakit GGK inilah aku mendapat gelar Asep Ginjal. Dimulai sejak aku menjalani cuci darah pada April sampai Agustus 2006. Aku harus bolak-balik mengawinkan kesepakatan harga antara penjual dan pembeli barang atau kendaraan bekas seharian. terdapat sekitar 23 nama orang yang berawal dengan kata Asep. aku sering merasa heran dengan urin (air seni) yang ke luar itu berbuih banyak sekali.

Mereka berdatangan melihatku yang bertindak seperti orang kesurupan. Beruntung. 17 . malah darah dan airmata yang keluar. Usus buntu (apendiks) harus segera diangkat. buah zakar rasanya seperti dipijat terus menerus. Lebih enak lagi kalau dipijat dengan memakai minyak angin. rasa sakit yang menghunjam itu berangsur-angsur reda sampai tidak terasa lagi. Ploooong……sekali rasanya. Aku tak tahan. kurang lebih 20 menit kemudian. Selama menanti reaksi itu. Nyeri yang sangat dahsyat. Tim medis segera bertindak dengan memberi obat penghilang rasa nyeri melalui anus. Kurang lebih enam bulan setelah operasi apendiks. obat yang diberikan itu bereaksi. aku menjerit dan melolong-lolong dengan suara yang melengking tinggi mengucapkan “Allaahu Akbar!” Seluruh pasien yang berdekatan dengan ruang ICU pasti mendengar. Hampir setiap malam badanku seperti orang yang masuk angin. rasa nyeri kembali singgah. Kaltopren. nama obat itu. Aku tak bisa diam menahan rasa sakit. sama seperti ketika dinyatakan aku menderita apendisitis.menyiram kloset minimal empat kali (empat gayung air). masih saja terdapat buih seperti sabun. Rasanya agak gatal. Aktifitasku berjalan normal kembali. Dari hasil pemeriksaan dokter aku dinyatakan infeksi usus buntu (apendisitis). tetangga dan saudara-saudara. Operasi berjalan lancar. keluhan bertambah dengan sering sakit kepala dan di bagian punggungku terdapat bintik-bintik hitam seperti bekas terbakar bara rokok.00 Alhamdulillah. sahabatku Mang Ujang dan Pak Jejen yang baik hati segera membawaku ke Rumah Sakit Guntur di Garut. Pada akhir tahun 2004. Kalau hanya dua atau tiga gayung. Setahun kemudian. Istriku sudah panik. rasa nyeri terus mendera. bentuknya seperti peluru pistol. Setiap ingin buang air kecil terasa nyeri sekali. padahal saat itu sudah hampir pukul 24. Badan akan terasa enak kalau telah diinjakinjak oleh anak atau istriku. Begitu juga orangtuaku. menjerit-jerit minta tolong. Bukan urin yang keluar. aku merasakan nyeri yang hebat di perut bagian kanan. Pegal-pegal di sekujur tubuh dan perasaan ngilu di otot. Obat penghilang nyeri tidak ada yang mujarab.

Besoknya aku menjalani pemeriksaan tes kesehatan. Rontgen, tes darah dan tes urin dilakukan. Hasilnya menerangkan tidak terlihat adanya batu pada ginjal ataupun saluran pembuangan lainnya. Namun kadar asam uratku agak lebih dari normal. Aku pulang. Dokter hanya memberikan obat penghilang rasa sakit, peluruh batu dan penurun asam urat. Setelah sampai di rumah, adikku yang menengok menyarankan untuk mengkonsumsi obat asam urat terus sampai kadar asam uratku normal kembali serta melakukan tes urin lagi secara teratur. Tapi aku merasa malas untuk minum obat terus-terusan dan kembali periksa ke laboratorium ataupun dokter. Beberapa bulan setelah kejadian itu. Kondisi kesehatanku menjadi fluktuatif, antara sehat dan sakit. Susah buang air kecil sering berulang, terutama kalau telah makan jeroan, emping, jengkol, petai, durian dan sayur asem yang pakai daun atau buah tangkil. Aku juga sering sekali sakit flu disertai demam, tetapi selalu diselesaikan dengan mengkonsumsi obat-obat bebas yang dijual di warung. Hampir setiap malam badanku yang pegal-pegal harus dipijat oleh anak dan istriku. Aku malas memeriksakan diri ke dokter, dan tak mempedulikan saran adikku dulu sewaktu baru pulang dari rumah sakit. Pertengahan tahun 2005, aku menemukan obat asam urat yang dijual di toko obat, Ant namanya. Kapsul jamu asam urat Ant ini mujarab sekali. Rasa nyeri seperti ditusuk-tusuk jarum itu hilang sama sekali, sakit encok, rematik dan kawan-kawannya itu lewat begitu saja. Aku yang alergi dingin dan setiap hari harus mandi memakai air hangat, kembali bisa mandi memakai air dingin. Bahkan kembali bisa meronda malam, ikut kegiatan camping dengan anak-anak di sekolah dan seabreg kegiatan sekolah lainnya, walaupun harus menginap bermalam-malam di sekolah. Adikku, Sumi Azizah, yang apoteker dan tinggal di Bandung beberapa kali datang ke rumah, menegur dan memberitahuku bahwa obat Ant itu adalah obat illegal dan bukan obat herbal asli dari tumbuhan Ant, tetapi obat kimia anti nyeri dosis tinggi yang kalau dikonsumsi terus bisa berakibat fatal bagi ginjal. Dia berceramah dihadapanku berpuluh-puluh menit, dan melarangku minum obat tersebut. Aku percaya dan sedikit ketakutan. Aku berhenti mengkonsumsinya sekitar dua minggu. Rasa sakit yang dulu, muncul lagi bahkan bertambah hebat. Aku tak tahan. Ant kembali menjadi teman hidupku saat itu. Hanya dengan minum kapsul itu, kehidupanku kembali berjalan normal, padahal mungkin saat itu ginjalku sudah mulai rusak.

18

Tak Ada yang Lebih Pintar dari dr. Jhon Manurung
Hari Senin, 20 Februari 2006, badanku terasa lesu sekali, tak bergairah. Saat istirahat aku jajan kupat tahu. Jajanan favorit para guru sebagai kaum duafa. Karena murah meriah dengan uang seribu rupiah perut bisa kenyang. Kupat tahu Bu Oom yang biasanya terasa lezat, gurih dan nikmat kini terasa pahit di lidah. Aku heran. Aku berpikir, “Jangan-jangan tahunya pakai formalin, karena saat itu orang sedang heboh dengan tahu berformalin?” Aku sisihkan tahunya kemudian aku makan ketupatnya tapi tetap saja ketupatnya juga terasa pahit. Aku tambah kaget. Kemudian aku bercermin sambil menjulurkan lidah, penasaran dengan hilangnya rasa pencecap. Benar saja, lidahku terlihat putih, diliputi jamur, bakteri, atau apalah aku tak mengerti. Yang jelas, biasanya orang yang sakit tifus kronis lidahnya seperti ini. Aku bertambah kaget dengan kondisi lidah seperti orang sakit tifus, tapi badan tidak panas, hanya lesu saja. Aku tanya Pembina PMR, Ibu Siti. Bu Siti menceramahiku agar segera memeriksakan diri ke dokter, “Pak Asep, Bapak itu sakit. Cepat periksa ke dokter. Jangan dibiarkan begini, agar cepat ketahuan penyebabnya dan cepat diobati!” Sore hari aku pergi ke dokter umum di PUSKESMAS. Aku diberi obat. Besoknya, aku kembali pergi ke sekolah. Selesai mengajar jam ke-2, aku ke toilet, karena ingin buang air kecil. Kencingku mampet lagi. Aku menyuruh penjaga sekolah untuk mengambil obat pencahar batu, “Kalkurenal”. Aku minum sesuai dosis. Wajahku sudah pucat, menahan rasa nyeri yang tak terperikan. Rekan-rekan guru banyak yang menyuruhku pulang agar isirahat di rumah. Tapi aku masih bertahan. Aku sudah terbiasa kerja sampai sore. Jadi, aku tak biasa pulang ke rumah pagi-pagi atau siang-siang. Banyak tugas yang harus kukerjakan selain tugas mengajar pokok. Ada ekstrakurikuler dan les tambahan pelajaran untuk siswa kelas 3. Menjelang Dzuhur aku ke toilet lagi. Alhamdulillah, saat aku kencing ada butiran batu yang keluar sebesar biji kacang kedelai. Walau rasa sakit yang tak terperikan saat keluar 4 butiran batu itu, tapi rasa plong yang melegakan dapat menjadi pelipur hati, setelah bolak-balik ke toilet, karena susahnya buang air kecil.

19

Hari itu aku lanjutkan tugasku sampai sore dengan memberikan les tambahan jam pelajaran bagi siswa kelas 3. Pulang ke rumah badanku sudah terasa pening, mual dan nyeri persendian. Malam harinya badan mulai terasa demam dan kepala serasa hampir pecah. Aku telepon Sumi, adikku yang berada di Bandung. Aku menerangkan segala gejala yang terasa. Dia langsung mencurigai ginjalku rusak dan menyarankan cek ke laboratorium sambil berobat ke dokter spesialis dalam, jangan ke dokter umum. Sejak hari Rabu, 22 Februari 2006, badanku ambruk tak bisa kemana-mana. Seluruh persendian terasa copot. Mual yang hebat bahkan lebih dahsyat dari sakit maag yang pernah kualami, kepala terasa dipaku. Aku bertahan di rumah sampai hari Minggu. Baru hari Senin aku pergi ke RSU Garut. Dr. John Manurung menyuruhku agar melakukan tes urine, darah dan rontgen. Hasilnya, Kreatinin 7,57, Ureum 114, Asam urat 13,8, Hb 10,8. Aku dianjurkan agar diet protein dan buah-buahan. Dicoba selama 2 minggu, aku tidak boleh makan makanan yang berprotein dan buah-buahan. Aku hanya diperbolehkan makan dari golongan makanan karbohidrat saja. Bisa anda bayangkan, lidahku yang kehilangan rasa malah tiap saat hanya boleh makan karbohidrat saja. Jadi, mulai saat itu aku sadar, bahwa kenikmatan hidupku sudah dikurangi oleh Allah Swt. Yang memiliki segala rasa nikmat. Tiap hari palingpaling aku makan nasi dengan kerupuk, ranginang, jagung beledug atau makan ubi Cilembu. Dua minggu yang dijanjikan dokter sudah lewat. Aku memeriksakan diri lagi ke dr. John. Obat yang kuminum selama dua minggu hasilnya nihil. Aku harus menjalankan diet itu 2 minggu lagi. Selain dari dr. John, aku juga kasak-kusuk ke sana-ke mari mencari alternatif lain. Berbagai jamu, ramuan obat tradisional sampai jamu herbal X, perusahaan top MLM terbesar di Cina, aku konsumsi. Habis jamu herbal X sampai Rp.2 juta, tidak ada hasilnya. Badanku malah sudah mulai bengkak-bengkak. Tanggal 20 Maret 2006, aku memeriksakan diri lagi ke dr. Jhon Manurung. Hasil tes darah dari laboratorium dan USG, dr. John memvonis bahwa ginjalku mengalami pengerutan/pegecilan volume ginjal. Aku harus menjalani cuci darah! Masih terngiang di telingaku ketika dr. John berkata,” Bapak harus sabar, begitu juga Ibunya, karena Bapak harus menjalani cuci darah di Bandung. Beruntung, Bapak punya Askes, kalau orang lain belum tentu. Tindakan Bapak sudah tepat 20

Untuk membuktikan dan meyakinkan diriku yang sudah mulai gundah gulana. Aku masih bertahan dengan menkonsumsi obat X. kerabat dan orang-orang dekat lainnya tak ada yang mujarab. Ureum 142. John. Bumi terasa gelap. Aku dan istri masih tak percaya dengan keputusan dokter bahwa aku harus cuci darah. Badanku lesu. Ternyata tak ada seorang pun yang bisa membuktikannya. John. orang tua. John. lunglai tak bertenaga. Akhirnya tanggal 5 April 2006. rasa bersalah. otak tak bisa lagi berpikir logis. dan Hb 5.0. Berarti aku harus mempercayai dr. Perasaan hampa. anak-anak dan sahabat-sahabatku. Mata sembab.81. Seandainya ada seorang pasien gagal ginjal yang sudah sembuh. agar aku menjalani cuci darah. Jurig 21 . jika ada yang mengaku-ngaku lebih pintar dari dr. John!” terbukti. Saat ini. sabda dr. John untuk meminta surat rujukan ke Bandung dan segala persyaratan Askes lainnya. “ Siapa orangnya yang sudah divonis gagal ginjal dan menjalani cuci darah bisa sembuh dengan obat X tersebut ?”. Tiap orang yang memberikan solusi dan obat untuk gagal ginjal dari sahabat. “Jangan percaya kepada siapapun di sekelilng Anda. Tapi saat aku kontak semua distributor sampai ke pusat yang ada di Jakarta dan aku tanyakan. perdebatan sengit terjadi antara istri. bengkak dan merah. maka akan aku kejar sampai ke ujung dunia sekalipun. adik-adik.” kata-katanya begitu tandas dan meyakinkan. Datang ke rumah pun sama. satu-satunya obat hanyalah cuci darah. walaupun doker menyarankan agar cepat mengambil keputusan. Kematian rasanya sudah dekat. Tolong jangan percaya kepada orang lain yang mengaku lebih pintar dari dr. cuci darah! Benar saja. Asam Urat 14. aku cek darah lagi di laboratrium. cemas resah. dada sesak. Aku meminta tolong kepada istriku agar menemui lagi dr. Aku sudah tak tahan dengan rasa sakit dan pasrah untuk menjalani cuci darah. Mereka semua tak percaya kalau aku harus cuci darah.datang kepada saya. Aku tak bisa menyanggupi perintah dokter.6. ternyata kadar racun di tubuh malah bertambah menjadi Kreatinin 7. yang tak bisa lagi terperikan dengan kata-kata. rasa berdosa dan segala rasa nyeri. Tekadku sudah bulat. karena janjinya bisa menyembuhkan penyakit ginjal.

aku adukan seluruh keluhanku kepada dr. Senin 17 April 2006. murah senyum bisa memberikan rasa optimis. orang tua. Rully. adem. menyarankan agar mencoba berobat ke dr.Rully Roesli. adik-adik dan sahabat-sahabatku. aku memaksa kembali lagi pergi ke tempat dr. Rully yang seharusnya aku minum untuk 2 minggu. mual terus-menerus. mata memerah. Kami berangkat ke Bandung pada hari Jumat. Detak jantung serasa tak beraturan lagi. buat apa lagi resep? Obat yang sepuluh hari lalu saja. tapi hasilnya tidak ada sama sekali. Sumi Azizah adikku. “Anda seharusnya datang kepada saya 3 tahun yang lalu!”. dr. Selesai memeriksa dr.700 ribu. Wajah yang sudah kebingungan. pukul 20. Denyut nadi di leher terasa meletup-letup. stress. Aku heran. mahalnya bukan main.” Kok. 22 . Aku disarankan minum obat dulu selama 2 minggu. katanya. was-was mendengar keputusan dr. Ya. saya sudah tahu bahwa penyakit Anda itu sudah diderita sejak 3 tahun yang lalu. ternyata tidak mampu mengubah keadaan. dokter tahu bahwa saya ini sakit sejak tiga tahun lalu?”. Bukan hanya aku yang merasa gembira. Usulan tersebut akhirnya disepakati juga. kepala sakit tak terperikan lagi. anak-anak. Rully yang luas. bisa meramal”. Dia memeriksaku dengan teliti. Badanku makin loyo. wajah sudah bengkak. Obat dari dr. padahal seharusnya 3 tahun yang lalu. Malah tambah parah. untuk menghabiskan rasa kepenasaran. Baru saja duduk.00 WIB. Rully sudah mempertanyakan mengapa aku baru datang berobat kepadanya. “Saya sudah pengalaman. harum dan diiringi musik yang mengalun merdu komplit dengan sikapnya yang ramah. Mata terasa buram dan menonjol ingin meloncat dari kelopaknya.Sesaat sebelum pergi ke Bandung. dengan cara melihat Anda berjalan dan melihat wajah Anda saja. Rully berpraktek di Perisai Husada. Napasku sudah terengah-engah. bersih. begitu dia menjawab pertanyaanku sambil tertawa terbahak-bahak. 7 April 2006. Rully malah memberikan lagi resep. walaupun resepnya hampir Rp. tapi juga istri. karena berdasarkan dari pengalaman itulah kadang-kadang seorang dokter tindakannya seperti dukun. Kepala rasanya mau pecah seperti gunung berapi yang mau meletus. Ruangan dr. Rully yang demikian sedikit melegakan. Baru 10 hari. ahli ginjal. Aku masih sempat berpikir.

sakit saya bisa sembuh? Kemarin juga dengan resep dari dokter yang seharusnya 2 minggu. rutin”. dia datang ke dokter.!” “Tapi sering bukan. saya akan mengganti resep ini dengan surat pengantar. Pak! Bapak tahu jurig * ?” “Tidak. Takut.!” “Bapak takut kan sama jurig ?” “Tidak. Keluhannya tetap ada.! Sejak kecil juga saya tidak takut. masih berobat. ya.. “Nah. Aku protes dan tak mengerti akan tindakan dokter seperti itu. hal ini seperti kata cuci darah. dia itu sudah takut. malah hanya bisa bertahan 10 hari !”.” kataku. Akhirnya dengan segenap keberanian dan sisa-sisa akal sehat.” “Oh. ya sudah! Saya minta surat pengantar saja untuk menjalani cuci darah. jawabnya. masih memohon agar tidak menjalani cuci darah. dia merogoh laci mejanya dan mengeluarkan setumpuk kartu berobat. Rully tidak menjawab langsung.Dok! Apakah dengan resep yang Dokter berikan.Adik dan istriku yang selalu setia mendampingi.Pak!”. “Lihat ini. walaupun Kreatininnya sudah mencapai 8.”Nah. Dok! Biar dekat dari Garut. Jadi. kemudian berkata. Nah. Orang barat kalau Kreatinin darahnya baru 3 saja sudah cuci darah. “Maaf. ini dia Pak! Sampai sekarang. kataku yang sudah tak sabar. karena penasaran. Dok! Kalaulah memang cuci darah itu jalan satu-satunya. Hanya minta makan obat saja. 23 . diam saja. aku bertanya juga. karena yang normal itu cuma 1 kadar kreatinin darahnya. orang Asia jika mendengar kata cuci darah itu seperti mendengar kata jurig. “Begini.” “Bagus! Biasanya orang mendengar kata jurig saja. mendengar kata jurig ?” “Ya. dr. Jadi.. “Sampai sekarang belum sembuh? Bagaimana keluhannya hilang?” aku memberondong dengan pertanyaan.” dr. bagaimana dengan saya?”.” “Jadi. itu yang saya harapkan.. Rully tersenyum. “Ini katu berobat pasien saya sejak tahun 1993 sampai sekarang. Orang Asia. padahal kalau dia cuci darah mungkin bisa lebih baik. walaupun dia belum pernah bertemu atau melihat jurig. Mau di mana Anda menjalani cuci darah?” “Di RS Al-Islam By Pass saja. jadi Dokter menganggap saya takut untuk menjalani cuci darah? Saya tidak takut. Berarti kurang lebih sudah 13 tahun dia berobat kepada saya 2 minggu sekali.

” “Ya. dia menyuruh aku agar segera menghubungi Evi Arpan. Rully sambil tersenyum puas. wallaahuakbar” tak lepas. Selasa. saya buat surat pengantarnya. mungkin kisah hidupku tamat sampai di situ. Sumi. ini suratnya. Kepalaku selalu tertunduk tak tahan menahan nyeri di tengkuk. Aku mengetahui hal itu setelah dia selesai mengurus segalanya di Rumah Sakit Khusus Ginjal Ny. Bandung. Sabar. Kalau aku harus menunggu sampai besoknya lagi.“Oke. walhamdulillah. Adikku yang mengurus segala persyaratan. hanya bersama cuci darah. Dzikirku hanya bisa diucapkan di dalam hati. Seluruh keluargaku sudah panik.Habibie Jalan Tubagus Ismail. Harus selalu diingat. Hanya adikku. Apapun yang terjadi aku sudah pasrah. dan Sehat bersama cuci darah. karena jadualnya sudah penuh dan fasiltas mesinnya terbatas.A. Perkenalan dengan Evi Arpan Rumah Sakit Al-Islam yang menjadi tujuanku untuk menjalani cuci darah ternyata tidak bisa menerima pasien baru. 18 April 2006 . napasku pendek-pendek. surat-surat dan prosedur yang harus ditempuh terpaksa beralih tempat. sekujur tubuh bengkakbengkak. * Jurig artinya hantu. Siapa Evi Arpan itu? 24 . Jadual yang ditentukan oleh pihak rumah sakit adalah hari Rabu dan Sabtu sore. kaki susah melangkah. walaailaahaillallah. mata rasanya mau lepas. karena aku sudah tak tahan. ya! Saya sarankan Anda jangan lupa minum Vitamin 4 S saja!” “Apa Dok?Vitamin 4 S itu?” “Vitamin 4 S itu adalah : Shalat. padahal hari itu.ya! Anda itu orang normal dan sehat. Selamat menjalani dunia baru!” kata dr. Batinku menjerit memohon kepada Allah agar penderitaanku segera berakhir. Otakku tak bisa lagi berpikir waras. Aku pasrah dengan segala keputusan Allah yang menguasai jiwaku.R. susah membuka kelopak mata. Semangat. “Subhaanallah.

Saat itu juga Evi Arpan diundang ke rumah adikku untuk dijadikan nara sumber sekaligus gambaran bagiku dan seluruh keluargaku yang siap menyimak segala materi pengalaman hidupnya selama cuci darah kurang lebih 17 tahun itu. Sungguh suatu prestasi luar biasa. Aku jadi malu di hadapan Allah Swt. mungkin tidak akan selesai 3 atau 4 bulan. Evi Arpan. kegetiran. seorang pemuda yang telah memberikan inspirasi dan keteladanan hidup bersama cuci darah sejak berusia 16 tahun. Kebetulan tempat tinggalnya hanya sekitar 500 m. Biarpun tubuhnya yang kecil. Cici. sampai kemudian bekerja layaknya orang yang sehat sebagai Tata Usaha di salah satu Madrasah Aliyah di Kota Bandung. Namun wajahnya yang kehitaman itu masih memancarkan semangat hidup yang tinggi. Bandung sebagai tempat persinggahanku sementara. harus segera dikeluarkan. Atas saran Evi. Dialah anakku yang paling lucu.” 25 . selama berobat di Bandung. Andaikan kutuliskan kisah hidupnya. Dari seorang Evi Arpan aku mendapatkan suntikan segar vitamin semangat hidup. Cijerah. Keempat anakku masih membutuhkan figure seorang ayah. urat nadinya yang membengkak melintang sebesar jari seperti kue tambang yang melilit di kedua tangannya. bahwa aku harus segera menjalani cuci darah saat itu juga. Dia bilang. karena racun di tubuh Bapak sudah banyak sekali. tidak jauh dari rumah adikku. Tidak ada yang menjadi tanggungannya. Apalagi Si Bontot. Nurbayani Saleha di Saibi. tapi dia masih terus memiliki semangat hidup yang tinggi. Dia tahu persis kondisiku. kesabaran. kuliah. Dia mampu melanjutkan sekolah ke SMA. kengerian dan semangat hidup yang susah untuk dilukiskan dengan kata-kata. ketawakalan. “Pak! Bapak harus hari ini juga cuci darah.Dia adalah pasien gagal ginjal yang sudah banyak makan asam garamnya masalah cuci darah. Oke! Aku angkat topi padanya. biasa ia dipanggil. karena berjuta pengalaman yang pernah ia lalui. yang memotivasiku untuk bangkit lagi dari ketidak berdayaan. dia masih bujangan. Evi. Jangan menunggu sampai besok! Saya khawatir Bapak tidak akan bertahan. bekas dua kali operasi AV shunt atau Cimino dan beribu-ribu tusukan jarum pistula. Akhirnya tersadar kembali. tangannya yang rusak. ketabahan. aku masih memiliki tanggung jawab membesarkan dan mendidik anak-anakku yang masih kecil. anakku yang paling kecil dan saat itu baru berusia 1 tahun.

Aku heran tak mengerti. baru aku mengerti bahwa OT itu singkatan dari over time. R. satpam sudah menyambut dengan anggukan kepala dan senyum yang ramah. Pada pukul 14. Beberapa saat kemudian aku dipersilakan memasuki ruangan yang luas. penuh perhatian saat mendengarkan keluhan pasien dan kecekatan mereka merawat pasien bisa aku rasakan. Dengan posisi ranjang yang berderet dan bersebrangan dengan 26 . Habibie. Hampir seluruh keluargaku menumpahkan tangis bahagia.“Ya. selalu tersenyum juga memberikan pelayanan dan perawatan professional terbaik. terjadi kesanggupan menerimaku untuk cuci darah pukul 15.000. dengan menggunakan remote controle. cleaning service. OT. Kemudian mendorong dan mengantarkanku sampai ruang tunggu di lantai II. ramah. Tapi bagaimana caranya bisa cuci darah sekarang? Jadual saya harus besok sore”. perawat sampai dokter yang menanganiku semuanya baik. “OT?” pertanyaanku singkat. pasti dilayani asal telpon dulu Mas Kamto yang mengurus jadualnya”. Saat itu juga aku langsung menghubungi Mas Kamto penentu kebijakan masalah jadual cuci darah di Rumah Sakit Khusus Ginjal Ny. OT itu cuci darah diluar jadwal yang ditentukan. artinya cuci darah di luar jadual yang sudah ditentukan.00 sekali cuci. memang saya pun sudah tak tahan. terdiri dari 17 tempat tidur yang mengelilingi meja dokter dan perawat. Cijerah ke Tubagus Ismail menuju RSKG Ny.00 kami berangkat dari Saibi. Di samping sentuhan lembut para perawat. Bandung. R.A. “Oh. Ada juga satpam yang segera menyodorkan kursi roda pada saat aku turun dari mobil. Kapan pun Bapak mau. Alhamdulillah. hanya harus memberikan biaya tambahan sebesar Rp 100.00. bisa Pak! OT saja!” jawab Evi. Begitu datang di gerbang pagar depan RSKG. karena keramah-tamahan segenap karyawan RSKG mulai dari satpam. Evi menerangkan dengan penuh semangat. sopan. Beberapa meter di atas kepala ada AC yang membuat pasien lebih nyaman. A. Pelayanan pertama yang sungguh mengesankan. karena telah ada jalan keluar saat kondisi badanku sudah kritis. Badan sudah serasa remuk. Tadi malam juga sudah tak bisa tidur sama sekali. Belakangan. Aku berbaring di atas ranjang yang otomatis bisa ditinggikan atau direndahkan sesuai keinginan atau sandarannya yang mau diatur berapa derajatnya. Habibie. “Ya.

Tusukan yang menyalakan harapan dalam kegelapan masa depanku. Selasa. Kepala yang tadinya terasa berat berangsur-angsur ringan. aku sudah sulit bernafas. Tusukkan yang menyelamatkan hidupku. menahan sakit yang sampai ke ulu hati. tapi aku disarankan memakai cuci darah system karbonat. bukan asetat. Jarum pistula siap dipasang di selangkangan kaki kiri untuk mengeluarkan darah yang dialirkan ke mesin penyaring.pasien lain. Maka dokter segera memberikan oksigen. sama. Sebelum menusukkan jarum pistula. Pukul 17. kemudian darah segarku yang mengalir itu akan dimasukkan lagi pada pembuluh darah di tangan kiri. juga tersedia fasilitas hiburan. Jangan bertanya bagaimana rasanya! Anda bayangkan saja sendiri! 27 . Saat itu. 18 April 2006 kisah hidup pertama kali berkenalan dengan mesin cuci darah. napas pun terasa ringan. Mas Slamet dan perawat lainnya yang selanjutnya menanganiku. Begitu juga bekas tusukan jarum di tangan kiri.00 WIB. Sampel darahku diambil untuk membeli 2 labu darah ke PMI. agar urat nadi yang bolong bekas tusukan tidak memuncratkan darah dan lubangnya tertutup lagi. Hasilnya. Tapi rasa nyeri yang hebat harus terulang saat jarum pistula di selangkangan harus dicabut kemudian bekas tusukan jarum yang besar itu harus di tekan dengan kuat sekitar 15 menit. Pandangan yang asalnya terasa buram. karena jarum pistula itu besar sekali dan harus berjam-jam terbenam di selangkangan. bahkan hampir gelap mulai terasa terang lagi. Selanjutnya akan berlangsung kontinyu setiap hari Selasa dan Jum’at dan berangsur-angsur limit waktu bertambah menjadi 3 jam sampai 4 jam pada saat cuci darah yang ke dua dan ke tiga. Bunyi kretek-kretek mesin cuci darah diselingi bunyi alarem peringatan serta kilatan lampu merah yang berkelip-kelip kalau terjadi sesuatu yang salah harus dinikmati selama 2 jam. Mesin EKG dipasang untuk memeriksa jantungku. Badan mulai terasa segar setelah 2 jam cuci darah dan mendapat tranfusi 2 labu darah. Aku belum begitu mengerti tentang perbedaan keduanya. beberapa TV kabel yang siap memberikan hiburan untuk sekedar mengusir rasa kesal berjam-jam terbaring saat cuci darah. Wow! Tusukan pertama jarum itu membuat mataku yang sudah redup langsung terbelalak. di selangkangan diberi injeksi anestesi lokal dulu agar tidak terlalu sakit. jantungku masih baik. Aku pun merintih. harus ditekan dulu 15 menit agar mengering. menjerit.

pasti tidak bisa berkutik.Rully seperti bertemu “jurig” itu aku alami. jika sedang berada di atas ring tinju dan siap melayangkan bogem mematikan. bekas sayatannya hampir mendekati sikut. Lengkaplah belenggu yang tak berbelenggu bagi seluruh anggota tubuhku. si Leher Beton. Diposkan oleh bang_qory di 18:16 0 komentar Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke Facebook Sabtu. rumah adikku yang pertama. Nurbayani Saleha yang berprofesi sebagai Ibu Panti Sosial Asuhan Anak Nurul Ihsan. warnanya hitam kebiru-biruan. sampai betis kaki kiriku bengkak. Akibat dari tusukan jarum pistula yang kurang tepat di selangkangan. ikatan erat yang tak bertali dan membuat aku tak bisa bergerak sedikitpun. 04 September 2010 Derita Paling Menderita Mike Tyson. Sehingga kaki kiri saya sulit untuk bergerak seperti orang yang terserang Cikungunya. Apalagi. Aku sadar betul bahwa kondisiku masih sangat lemah jika harus kembali ke Garut. Hingga aku harus bertahan dalam kondisi berbaring seperti mayat selama lebih kurang 4 jam cuci darah. petinju legendaris. Sekuat apapun dia. Dan aku sadar betul bahwa cuci darah ini baru permulaan yang harus aku jalani seumur hidupku.Selesai sudah. merah lebam. Aku pulang lagi ke Cijerah. 28 . tentu Anda ingat. hanya Allah Swt Yang Maha Mengetahui segalanya. Tangan kiri baru sehari menjalani operasi cimino/AV shunt. tetapi tiba-tiba tubuhnya terserang gatal-gatal. paha. sama tak bisa bergerak leluasa dan masih bengkak. tangan kanan dan selangkangan kaki kanan masing-masing terpanggang jarum pistula cuci darah. Pinggang. apa yang dikatakan dr. minimal 2 kali seminggu secara rutin dan kontinyu. Mampukah aku bertahan hidup dengan cuci darah? Entahlah. Rasanya menyakitkan sekali. pengalaman pertama cuci darah yang sangat menakutkan. Begitulah kira-kira gambaran bagaimana dahsyatnya gatal-gatal bisa membuat orang sedigjaya apapun akan menjadi tak berdaya. Tepat di bekas tusukan itu pun terjadi abses (pembengkakan) hampir sebesar telur ayam. saat pertama kali cuci darah. Jadi. Darah dibawah permukaan kulitnya beku. Sedangkan. Kejadian yang sangat menyakitkan ini pernah kualami saat cuci darah yang keempat kalinya. gerakan tangan kiri pun terhambat.

adik-adikku. Aku meminta bantuan tambahan pasukan penggaruk Yayu dan Zaki. merintih menahan sakit. Labu pertama terpasang bersamaan dengan proses cuci darah. Rusma. Cut Indra dan Mas Slamet menghampiriku. penyebab gatal itu adalah penolakan tubuh terhadap darah asing yang masuk (alergi terhadap darah yang kurang cocok). menyerang punggung. Batinku berperang sabil antara melanjutkan transfusi atau tidak? Karena aku tahu. dengan transfusi darah itu. Yang Maha Kuasa. Namun menambah ketidak nyamanan untuk bergerak. Memasuki menit ke-16 mulai terasa gatal di telinga sebelah kiri. Pada 15 menit awal. Aku segera minta tolong diberi obat anti gatal. 29 .. malah semakin menjadi-jadi. Gatal di tubuhku bukannya mereda. dr.Pak? Mau dilanjutkan dengan labu yang kedua?” kata dr. kaki. Injeksi interhistine ditambah lagi sampai habis 4 ampul. penyebab utama terjadinya derita yang paling menderita. rasa gatal dan jengkel karena garukan mereka banyak meleset dari instruksi sasaran yang kuinginkan. Agar bisa menggaruk seluruh bagian tubuh yang terasa panas. Aku meminta tolong istri untuk menggaruknya. Karena tangan dan kakiku tak bisa bergerak sama sekali. “Laahaula walaa Quwwata illa billaahi aliyul adziim. berjalan lancar-lancar saja. Aku mengakui segala kelemahan diri di hadapan Allah Swt. Bagaimana. tangan dan wajah. Inilah yang menjadi virus malapetaka. dr. Gatal itu terus berkembang biak bak jamur di musim hujan. Beberapa saat aku tak bisa menjawab. “Labu darah pertama sudah habis. gatal dan menyakitkan. Aku hanya bisa menggigit bibir bagian bawah untuk menahan derita yang paling menderita sambil memanjatkan doa memohon kekuatan dalam batin. Mas Slamet sebagai perawat yang sigap cepat memasukkan injeksi interhistine 1 ampul.Selang oksigen juga terpasang di hidung agar napasku terasa ringan. Aku menjerit.!” Air mata kepasrahan kepada Allah Swt yang menguasai jiwaku terus mengalir. aku tersiksa. pantat.Rusma. Akhirnya aku hanya bisa pasrah tak berdaya. pinggang. Tapi hasilnya tetap nihil. Bagaimana bisa? Ya. Dua buah labu darah sudah dipersiapkan guna memperbaiki Hb yang hanya 5.0 mlHg. malah gatalnya tambah seru. Yang Maha Menguasai jiwa. Beberapa detik kemudian bertambah pula rasa gatal itu ke telinga kanan..

dr. Mas Slamet mendesak. haru dan pasti bisa merasakan bagaiman penderitaan yang harus aku jalani selama 2 jam lagi. Air mata sedih. Memang ada sih. “ Pak. Padahal harganya cukup mahal. Tapi jika tidak dilanjutkan. Tak ada makhluk lain.! Aku mencoba mengumpulkan segenap keberanian dan kesabaran dalam ketidak berdayaan untuk melanjutkan tranfusi tersebut. badan akan semakin lemah karena Hb-ku yang sangat minim dan sayang labu darah yang satunya lagi akan terbuang sia-sia. juga perjuangan untuk mendapatkannya sangat melelahkan. Mas! Lanjutkan saja. Laahaula walaaquwwata illa billaah aliyyul adziim”. Saat aku mencoba berdiri malah mau ambruk. bisa bertahan jika dilanjutkan transfusinya?” Aku masih belum bisa menjawab. ketika turun dari pembaringan kakiku tak bisa bergerak. Hanya Allah-lah yang bisa menolong jiwaku. Kepasrahan. Selanjutnya aku berpikir belum ada orang yang mati gara-gara gatal. insya Allah saya kuat!” Anak. gatal yang digaruk di tengah jalan tol lalu tertabrak kendaraan.Jika dilanjutkan. Aku jawab tantangan Mas Slamet dengan hati mantap dan tekad yang bulat “Ya. mati deh. lemas tak bertenaga. Istriku juga mengatakan bahwa wajahku bengkak. Gejolak batin dan pikiranku terus berperang antara ‘ya’ dan ‘tidak’. hanya kepasrahan diri yang bisa mengantarkan dan melewati masa-masa kritis semacam itu. walaupun aku tahu resiko yang harus aku tanggung berat sekali.. Ya. Rusma memberikan penjelasan bahwa kondisi demikian tidak akan berlangsung lama. aku harus menahan penderitaan yang tak terperikan ini lebih lama. Ya. Sambil menggigit bibir bagian bawah dan memejamkan mata. Bisa Anda bayangkan sendiri. Perasaanku cemas dan takut kalau-kalau kakiku menjadi lumpuh. gatal yang mengakibatkan kematian. Namun aku yakin Allah Swt yang menguasai jiwa ragaku pasti memberikan kekuatan 2 jam ke depan untuk menahan segala derita ini. Telinga dan wajahku terasa bengkak. ”Laailaahaillallah. betapa menderitanya aku saat itu. Setelah cuci darah selesai. 30 . Beruntung. Istri dan adik-adikku yang berada di sekelilingku dan menyaksikan kejadian itu semuanya meneteskan air mata. telingaku menebal beberapa millimeter dan berbintik-bintik merah. Yaitu. aku tuntaskan perjuangan melawan rasa gatal serta tak pernah lepas dari doa. Ini hanya efek samping dari obat anti gatal yang diberikan tadi.

Badanku masih kuat untuk berjalan kaki sekedar turun dari angkot menuju lantai II ruang tunggu cuci darah di RSKG Ny. Tetapi begitu selang cuci darah dilepas. Rutinitas timbangmenimbang berat badan sudah menjadi kewajiban baru sejak menjalani cuci darah. Sehingga. tanpa persiapan mental sedikit pun.Sepanjang perjalanan pulang dari RSKG menuju ke Cijerah. makan saat cuci darah adalah saat yang dinantinanti. berarti ada kenaikan berat badan 2. Hitung-hitung balas dendam. tidak sensitive lagi terhadap rasa. Kesempatan Hidup Kedua Beberapa minggu setelah kejadian itu. Saat itupun aku disuapi istri tercinta. ada lagi peristiwa yang lebih mengerikan.A. Kemudian kepala juga 31 . R. pasti Anda pun menjawab. Tapi kalau rasa keimanan Anda kuat. nyeri dan kram. Karena Anda kaget dan sungguh diluar dugaan.5 kg selama 3 hari sebelumnya. Jam-jam pertama cuci darah tak ada kendala. “Apakah Anda siap saat ini. 20 Juni 2006. Karena saat inilah biasanya alat pencecap agak normal. Memasuki 15 menit terakhir jam ke-4. Setiap datang dan pulang pasien wajib mencatat berat badannya. tiba-tiba kedua kakiku terasa dingin. Segera aku berdiri di atas timbangan yang tersedia untuk mengetahui berat badanku. Jarum timbangan menunjukkan angka 46. Aku selalu mencatatnya di buku agenda pasien. agar tim medis bisa menentukan banyaknya cairan yang harus dibuang dari tubuh pasien. Aku makan dengan lahap. ”Siap! Kapan pun dan di mana pun saya pasti siap!” Barangkali kondisi seperti itulah yang aku alami pada hari Kamis. detik ini juga malaikat Ijrail menghampiri Anda. Banyak yang iri melihat kami selalu mesra. aku masih sibuk menggaruk-garuk sekujur badan sepuasnya. Moment cuci darah bisa aku gunakan untuk makan. Seandainya saat ini Anda sedang membaca tulisan ini. karena hanya bisa dinikmati 2 kali seminggu. Hal ini juga banyak dialami pasien lain. karena selama cuci darah tadi tidak bisa menggaruk sendiri.5 kg. kemudian mencabut nyawa Anda?”. rupanya karena racun (ureum dan kreatinin) di tubuh sedang dikeluarkan. tiba-tiba aku ajukan pertanyaan. Habibie. Aku yakin jawabannya pasti “Tidak siap!” atau kemungkinan besar jawabannya seperti itu. bisa merasakan segala rasa makanan dengan tepat. beberapa puluh menit kemudian alat pencecap itu kembali krodit.

jari-jari pun tak mampu bergerak. Tujuannya agar aliran darah ke kepala bisa lancar. Napas tiba-tiba berat dan sesak. berkunang-kunang dan menghitam. Mekar Manah no. selang oksigen cepat-cepat dipasang untuk membantu pernapasan. Mual tak tertahankan dan dada pun terasa ditumbuk-tumbuk. pandangan pun tidak terlalu gelap. Bumi di sekelilingku rasanya akan runtuh. Kepala pusing dan mual yang dahsyat tak tahan. Kondisiku makin lemah. kemudian napas terasa agak ringan. tensi darahku tibatiba drop menjadi 80/60. beberapa anak panti ikut membantu menggotong badanku agar sampai di tempat tidur. aku berjuang terus. aku masih bisa berteriak. padahal masih tersisa beberapa menit lagi. Sekelebatan aku masih bisa melihat suster Neti di sebelahku. selang cuci darah juga cepat dicabut. baru beberapa puluh meter saja angkot itu meninggalkan RSKG tubuhku tiba-tiba menggigil. Tensi darah mulai naik lagi dan beberapa puluh menit kemudian agak normal 110/70. Dengan kursi roda aku menuju angkot Mang Dadang yang sudah siap menjemput. gelap.dingin dan pusing berat. Beruntung. Hanya kepala masih terasa pening. sekilas saja kulihat mereka semua sudah menangis bingung harus bagaimana menolongku yang tak berdaya saat itu. Setiba di Saibi aku tak mampu lagi berdiri apalagi berjalan. Perlahan-lahan perubahan itu berlangsung. istriku berusaha mendekapku dengan penuh kasih sayang. bernapas dan mengembalikan segenap energi yang masih tersisa. terkuras seluruh isi perut keluar semua. Selama perjalanan itu. “Suster pusing…!” Suster Neti dengan sigapnya segera menurunkan posisi kepalaku supaya sejajar dengan badan sebab asalnya posisi kepalaku bersandar agak tegak. Jarak antara RSKG di jl. Selain istriku dan adiku. Istri dan adik-adiku sudah panik. Tubagus Ismail sampai ke Panti Sosial Asuhan Anak Nurul Ihsan di jl. Setelah napas kembali normal begitu juga tensi darahku menjadi 120/80. Aku terkulai. Antara sadar dan tidak. Dokter jaga dan perawat lain berdatangan. aku diperbolehkan pulang. meriang merasa kedinginan hebat. Aku muntah-muntah. Pengalaman dahsyat itu kembali kusaksikan dari file 32 . jerih payah istriku menyuapiku waktu cuci darah terbuang sia-sia. Dingin menjalar ke sekujur tubuh terutama kaki sampai pinggangku. kaki tanganku tak mampu bergerak.7 Cijerah (Perum Saibi) serasa berpuluh-puluh jam. pandangan kabur. Wajah kakekku tiba-tiba saja terbayang di benakku saat beberapa menit lagi menjelang ajalnya tiba.

Dia menyuapiku dengan sabar. khawatir. “Biar ada energi. Dua botol bekas sirup buah yang besar-besar di simpan di betis. dua botol bekas air mineral di paha dan buli-buli/umbit di atas dada. ditambah dengan botol bekas air minum mineral dan botol kaca bekas sirup buah yang di isi air panas juga. tolonglah hamba! Berilah hamba kekuatan untuk bisa bertahan hidup sampai batas yang telah Engkau tentukan”. begitu jerit batin yang aku panjatkan. Zaki Sukmaya. Istriku secepat kilat menyajikan bubur Nestle cair rasa beras merah. Ibuku juga detik-detik akhir hidupnya aku saksikan sendiri. Kondisi terakhirnya sama seperti aku saat ini. dan Yayu Fauziah bergantian memijit-mijit telapak kaki dan telapak tangan. ia cepat mengisi buli-buli/ umbit (kantung karet yang bisa di isi air panas). tekun dan penuh cinta. Badanku mulai hangat lagi. akhirnya melepaskan napas terakhir untuk menuju keharibaan Allah Swt. Selain selimut dan bantal yang sudah ditumpuk di atas tubuhku agar hangat. Mungkin tujuannya agar darah yang seperti membeku dapat mengalir dengan cepat dan bisa berganti dengan yang hangat karena air panas tadi. “Aku menerima segala keputusan-Mu. Seandainya malaikat Ijrail mau menjemputku agar aku segera bertemu dengan-Mu aku rela. Saat itu hanya hati dan keimanan yang masih menerangi jiwaku dan menuntunku untuk terus berjuang hidup.memoriku. istriku masih berpikir bagaimana caranya agar suhu tubuhku menjadi hangat kembali. suhu tubuh mulai naik. hanya kedipan mata pula. Atas izin Allah pula. Tetapi seandainya ajalku belum tiba. namun kelopak mataku sudah mulai bisa terbuka. Nurbayani Saleha. Hampir 2 jam mereka memijit-mijit telapak kaki dan tangan. Dalam keadaan hampir seluruh keluarga panik. Jawabanku sama. 33 . cemas. aku mulai bisa diajak komunikasi walaupun dengan suara yang sangat pelan dan berat. Tapi semua energiku serasa musnah.” katanya. Beberapa sendok teh manis yang disodorkan istriku bisa mulus melewati tenggorokan. baru terasa ada perubahan. merambat ke paha selanjutnya ke dada. Adik-adikku. Aku pasrah dan menyerah akan segala takdir yang digariskan Allah Swt. Kemudian dia juga menawariku makan makanan bayi berupa bubur cair produk Nestle. Aku hanya mengedipkan mata tanda setuju. takut. serta mengurut betis sambil terus meneteskan air mata dan berdo’a. Istriku berinisiatif menawarkan minum teh manis. Aku masih terkulai. Ya Allah!. dimulai dengan turunnya suhu tubuh di kaki terus beku. Pada saat kakekku melepaskan napas terakhir di pangkuanku. stress. Karena aku ini milik Engkau semata.

Senyum kebahagiaan karena sudah bisa melewati masa yang sangat kritis. Zaki. Aku merasa diberi kesempatan hidup kedua. Dia sudah kelelahan dan terkuras mental dan energinya. Aku menjawabnya dengan senyum. karena aku tak mau darahku kembali menjadi beku. Kejadian menegangkan itu cukup lama. “Pa.00. walau gerakan tubuhku masih sedikit.00 sampai pukul 24. bahwa hakikatnya Allah yang memberikan pertolongan kepada kita. lalu kutunaikan shalat Maghrib dan Isya dengan jama qoshor. dari sekitar pukul 17. Begitu bubur sudah ada di mulut. Sambil berurai air mata. shalat dulu ya! Magrib dan Isya kan belum. Pukul 01. Tapi dia masih setia berbakti memijat terus sampai dirinya yakin bahwa aku sudah pulih. habis. Jama qoshor aja semampunya!” katanya pelan. Dengan ketekunannya menyuapiku. Adikku. aku baru bisa mengeluarkan suara agak fasih dan bisa dipahami. Aku menyuruh adikku berhenti memijat dan beristirahat. 20 gr bubur Nestle itu masuk ke dalam lambungku. “Ki. tanpa bergerak sedikit pun. Hanya itu energi yang kumiliki sebagai bakti dan rasa syukurku atas segala pertolongan Allah Yang Maha Kuasa. istriku mengingatkanku untuk shalat Maghrib dan Isya yang belum sempat kutunaikan. adikku tidak menjawab. Hanya matanya terus menatapku dengan tatapan yang berkaca-kaca. antara hidup dan mati. aku bertayamum dalam imajinasiku. Aku berusaha bisa menelan bubur dan tak perlu mengunyah sedikit pun. atas kemurahan Allah Swt. Sebelum pergi tidur. Dibuatkannya lagi bubur yang kedua. lama sekali. sudah dulu ya! Istirahat aja dulu! Capek! Terima kasih ya!” kataku pelan.00. Kecuali hanya mengacungkan jari telunjuk saat tahiyyat.Semangat hidupku timbul lagi. dan dia pasti sangat paham. Raut wajahnya agak sedikit berbinar lagi penuh harapan. Alhamdulillah. Zaki. Karena usaha dan jerih payahnya bisa berhasil. aku mulai memiliki energi lagi dan bisa menggerakkan jari-jari tanganku. 34 . Seolah-olah dia ingin meyakinkan diri bahwa aku masih bisa bertahan hidup sampai besok lusa dan entah sampai kapan. masih belum berhenti memijat telapak kaki. karena hanya itulah kemampuanku. Subhanallah. Dia beranjak ke ruangan tengah untuk beristirahat bersama adikku yang lain. sedikit bersuara dan menggerakkan jari-jari kakiku. langsung glek saja ditelan dan masuk ke lambung.

berbicara pelan-pelan. motivator ulung yang penuh cinta dan kasih. tapi aku yakin besok-lusa aku pasti bisa bangkit lagi. Ulfa Shofi Agnia (15). seorang istri yang aku sunting pada hari Minggu. telaten. dan Fhatiya Bilqis Saida (5). sesuai dengan namanya Tresnasih. begitu aku dan anak-anak menyebut namanya. Penandatanganan dan peresmian kontrak hidup bersama dunia-akhirat. walau 35 . kami sepakati sejak ijab qabul dengan wali dihadapan penghulu tak akan putus. Mimih. Fatmah Tresnasih. Amiin! Mimpi Ya Allah! Mimpiku menjadi orang normal Mungkin hanya angan dalam khayal Yang tak bertepi sampai ajal Namun aku juga bermimpi Sakitku pasti akan terobati Saat aku bisa menikmati Indahnya cinta-Mu di surga nanti. Faris Fajar Wibawa (17). Kepalaku masih terasa pusing. tak pernah mengeluh. si sulung yang ganteng dan tiga dara yang cantik-cantik. 5 Juli 1992 sampai sekarang benar-benar merupakan perhiasaan terindah dalam hidupku. Dialah yang telah melahirkan 4 permata hidupku yang lain. aku mulai bisa menggerakkan kaki dan tangan.Pagi-pagi. Nazla Gina Farfasya (10). Sosok perempuan yang tegar. Perhiasan Terindah Pas benar ungkapan sepenggal syair lagu Rhoma Irama yang mengatakan “Perhiasan terindah itu wanita sholehah”. sabar. Tresna artinya cinta dan Asih artinya kasih sayang yang tulus. penuh daya juang.

Pada saat aku terkulai lemas kehabisan energi. Operasi AV shunt atau cimino yaitu operasi memperbesar pembuluh darah di tangan. Dia yang pertama kali terbangun dan terjaga saat tengah malam aku pening. adalah kata pertama yang saya panggil. karena badanku semakin lemah dan tak kuat lagi kalau naik kendaraan umum. stress dan kehilangan pegangan. Entah dari mana.kematian memisahkan kami. tapi disaat kepalaku pening. Setiap kali pergi ke Bandung harus merental mobil. sedangkan esok harinya harus mengajar dan mencari uang tambahan untuk memenuhi kebutuhan berobat dan cuci darah. dia harus menjadi ibu yang baik bagi anak-anaknya. ke sana-ke mari mencari pinjaman. membesarkan jiwa saat aku merasa putus asa. Istrikulah yang sigap kasak-kusuk. dia harus tetap menjalankan tugas mengajarkan Bidang Studi Bahasa Inggris di SMPN 1 Banyuresmi. Dialah yang selalu mengajak aku mendekatkan diri pada36 . istriku mampu memberikan pijatan lembut yang menggetarkan nadi kehidupan. Bukan hanya dituntut bisa memenuhi kebutuhan untuk berobat. Sungguh pengorbanan yang luar biasa. Ini terbukti dengan begitu setianya dia menjaga dan merawatku saat aku sudah tak berdaya. jika aku sakit. Membersihkan seluruh kotoran yang menempel di badanku. Garut. Bisa Anda kalkulasikan sendiri jika dua kali cuci darah dalam seminggu. sebagai wanita karir dan sebagai ibu rumah tangga yang baik. Menyeka seluruh tubuhku di saat aku tak mampu mandi. Dialah orang yang pertama kali merasa cemas. Ya. Begadang sampai pagi. kiri dan keningku dengan penuh perasaan cinta saat aku akan tidur. Mimih. Mengecup pipi kanan. Dialah yang selalu memberiku semangat hidup. Begitu besar pengorbanannya bagiku dan keluarga. berarti setiap bulan harus mengeluarkan uang Rp 8 juta. Istriku dituntut harus pandai membagi waktu. Sebagai wanita karir. Sebagai ibu rumah tangga. tetapi banyak obat-obatan yang di luar tanggungan Askes. jika aku merintih kesakitan. setiap cuci darah harus mengantongi uang minimal 1 juta rupiah. aku tak tahu. gelisah dan pontang-panting mencari pertolongan. dia menyuapiku dengan penuh kasih sayang. Biaya cuci darah memang ditanggung Askes. merasa down. agar tidak ditusuk di selangkangan. Belum biaya tak terduga lainnya seperti operasi AV shunt atau cimino. pegal dan linu atau muntahmuntah. Aku sudah tak bisa berpikir lagi untuk mencari uang. Pembelian labu darah. Tugas istriku yang paling berat adalah merawatku sebagai suaminya. dan yang paling besar biayanya adalah biaya transportasi.

00 atau 19. Tak mungkin. Aku harus puas dengan ijazah Diploma 3 saja.Nya! Mengingatkan aku untuk berdo’a.00. sebagai kepala sekolah mengerti kondisiku yang harus bolak-balik terus cuci darah ke Bandung. dunia dan akhirat. impossible! Bagaimana aku bisa membalas semua itu? Aku hanya bisa berdo’a dan memohon kepada-Mu ya Allah! Mudah-mudahan ia mendapatkan ridho-Mu. Aku tak bisa membalas cinta. Karir. jabatan apalagi penghasilan menyusut drastis setiap bulannya. Tak keliru aku memilih Fatmah Tresnasih sebagai pendamping hidup selamanya. sekarang malah berbaring lesu sambil berselimut tebal.H. Biasanya berbaur dengan para guru dan siswa di SMPN 1 Banyuresmi. 37 . Alhamdulillah Bapak Engkus Kusnadi. S. Cita-citaku untuk melanjutkan kuliah hapuslah sudah. Tiap kali pergi ke RSKG 2x seminggu. Bahkan kartu mahasiswa yang baru saja aku terima sebagai tanda bukti menjadi mahasiswa baru. Aku hanya memohon diberi tugas yang ringan dan yang lucu saja di sekolah.. sekarang harus diam sendirian di rumah. aku menulis surat pengunduran diri dari jabatan dan tugas-tugas yang tidak mungkin lagi bisa aku tunaikan dengan alasan kesehatan. Biasanya kami berangkat pukul 08. Biasanya. bertasbih. pagi-pagi sudah berangkat mengajar. Terima kasih Ya Allah! Uang Bukan Segalanya Kegiatan rutinku berubah 180 derajat.Nya di setiap tarikan nafasku. jas almamater dan kartu KRS di STKIP Garut harus dilupakan begitu saja. Tugas dan jabatanku harus ditinggalkan. Ya Allah! Sungguh malu diri ini dihadapannya. dan Mang Ujang mereka bergantian mengantarku. merasa ridho. dan puas mendapatkan pasangan hidup dirinya yang shalehah. karena aku pun sebagai suaminya. Aku merasa tak berguna lagi. aku tidak mau pusing dengan rentalan mobil dan sopir. bertahajud dan selalu mengingat nama. begitu tulus dan begitu murni. Pada bulan April 2006. Mustahil aku bisa berpaling ke lain hati. bahagia. Beruntung. Pak Wawan. sekarang malah harus diurus orang lain. Pak Jejen. Biasanya mengurusi orang lain.00 dari Garut dan tiba lagi pukul 18. sahabat-sahabat terbaikku selalu siap dan sigap mempersiapkan semuanya. kasih sayang dan pengorbanannya yang begitu besar.

Postur tubuhnya tinggi besar. Pak! Semoga Bapak sukses transplantasinya!” kataku pelan. rambut ikal. “Amin! Do’anya saja Pak ya!” dia memohon sambil berjabat tangan. Sayangnya. tapi yang ini beda! ” kata Pak Bambang. Kemungkinan Pak Bambang itu seorang anggota dewan.Anakku yang paling kecil. karena belum fasih. Kami semakin akrab dengan Pak Bambang. Ah. Dia selalu menanyakan anakku jika bertemu. agar bisa hidup normal kembali. Aku hanya menebak-nebak. Dia hanya menjawab. dan badannya gemuk. beliau agak tertutup waktu aku menanyakan profesinya. Aku terkesima dan terkagum-kagum. Begitu juga istrinya. padahal di rumah juga banyak anak-anak kecil. Wajahnya bulat. mata sipit. kepada Pak Bambang. memang Cici itu lucu. walaupun usianya pada saat itu baru satu tahun. selalu dibawa pergi ikut ke RSKG. begitu juga istrinya. Katanya dia akan pergi ke Guang Zhou. Operasi yang menjadi dambaan semua pasien GGK. “Wah. jadual cuci darah kami selalu berbarengan. Aku pun memimpikannya. “Bapak itu selalu sibuk. untuk transplantasi ginjal. beremblim garuda. karena selalu pakai jas berwarna gelap. sangat terpesona dengan anakku itu. tiba-tiba Pak Bambang berpamitan kepada semua pasien yang berada di ruangan karbonat yang berjumlah 17 orang. ya?” “Lumayanlah Pak! Kita juga dapat bantuan dari saudara-saudara”. Aku bertanya dengan nada agak menyelidik ingin tahu berapa biayanya. “Berapa Pak biayanya?”. begitu nama panggilannya. Wajahnya berwibawa. kita mah ambil yang paket hemat aja!” jawab Pak Bambang. kalau ada Si Cici. Ya. Banyak yang tertarik dengan kelucuannya. Cina. itu pun sudah termasuk biaya hidup di sana sekitar satu setengah bulan”. Kata-katanya penuh kharisma. penghasilan pas-pasan (BP6). 4 jam cuci darah itu gak kerasa ya! Aneh. “Sekitar 300 jutaan. Cici. dia selalu tertawa jika digoda dan seolah-olah bisa diajak komunikasi. Padahal Cuma bisa dadah dan melontarkan kata-kata yang harus diterjemahkan. “Selamat jalan. “Ya. montok. Hanya saja. berapa Pak paket hemat itu?” tanyaku lebih penasaran. Pak Bambang. biasa saja wiraswasta!” Awal bulan Mei 2006. 38 . “Wah. Bahkan seorang pasien. pergi pagi-pagi dan pulang petang. hebat!” kataku. “Oh ya. kulit putih. “Mahal juga. kalau ditanya masalah profesi beliau selalu mengelak.

Setelah keberangkatan Pak Bambang ke Cina. do’aku masih tetap sama. Ada Pak Kurnia. Betapa terkejutnya aku. Rasa rindu untuk saling tukar makanan atau tukar pengalaman bersama mereka. Allah!” Begitulah do’a yang sering aku panjatkan ba’da shalat fardu atau shalat tahajud. jangan lupa kepada kami di sini Pak! Tengok kami ya Pak! Agar kami juga termotivasi untuk bisa seperti Bapak!” pintaku pada Pak Bambang. Bukannya aku tak paham bahwa orang sabar itu di sayang oleh-Mu dan bukannya aku tak mengerti bahwa penyakit ini adalah penebus dosa-dosaku. Berjuta angan dan harapan akan kupenuhi. Terbayang di benakku. “Pasti Pak. Garut yang sering kuajak pulang bersama. dan yang lainnya. Selama itu. jantungku rasanya hampir copot saat membaca Koran Pikiran Rakyat tanggal 25 Juni 2006 yang memberitakan bahwa Pak Bambang Budi Asmara telah berpulang ke khadirat Allah Yang Maha Kuasa. Pak Bambang ke Cina untuk berusaha sembuh dari 39 . seandainya aku sehat lagi seperti sedia kala. ”Ya Allah! Berikanlah aku kekayaaan seperti Pak Bambang agar aku juga bisa melakukan transplantasi ginjal. Hedy yang masih anak SMU.“Eh. Bukannya aku tidak menerima cobaan dari-Mu sebagai tanda sayang-Mu. Ceu Eros. Berangkatlah penderitaannya. Tapi aku masih ingin lebih sempurna dalam beribadah kepadaMu! Maka kabulkanlah do’aku Ya. aku jadi terobsesi ingin seperti Pak Bambang. Pak Agus Berlian. Ginjal yang selama ini telah menghambat karir dan kekhusuan ibadah kepada-Mu! Ginjal yang telah membuat seluruh keluargaku ikut menderita. agar bisa meningkatkan kadar keimanan. karena begitu seringnya kami bertemu. insya Allah ya!” jawabnya meyakinkan. Wah. Segudang khayal dan impian berkelebatan di depan mata. Bu Kartini. betapa bahagianya diriku. Luki yang dari Tangerang. Cita-cita akan kuraih. karena aku telah menjadi orang pilihan untuk menerima ujian dari-Mu. Pak Rukmana. Pak Asnali yang gagah dan selalu berbaju loreng. kesabaran dan ketaqwaan kepada-Mu. pasien dari Cilawu. Suasana cuci darah tambah akrab dengan sesama pasien maupun dengan perawat atau dokter. selalu berharap seperti Pak Bambang. iya Pak! Kalau nanti Bapak sukses dan berhasil cangkoknya. saya tengok! Eh. Ada rasa rindu andai kata hari sudah mendekati hari Senin atau Kamis. karena merasa sependeritaan. jadualku cuci darahku yang baru. Tiap selesai shalat aku selalu memanjatkan do’a.

Aku yakin. mungkin aku telah Engkau panggil seperti dia. Dia menjabat sebagai Bendaharawan Partai Golkar Jabar. biaya yang sangat menakjubkan bagi kami sebagai PNS yang berpenghasilan pas-pasan. dan aku yakin bahwa Allah itu memberikan sesuai dengan kemampuan dan kesabaran menjalaninya. Pak Bambang yang ingin aku ikuti jejak langkahnya. mantan Ketua KNPI Jabar. Ketua Yayasan Asia Afrika. Maafkanlah dosa-dosaku Ya. Allah! Yang telah menilai kecil rizki yang telah Engkau berikan. Harta tidak bisa menjamin kesembuhan seseorang. Di akhir bulan Juni itulah aku baru menyadari bahwa do’a-do’aku selama ini salah dan keliru. Hal ini kuketahui beritanya dari koran setelah beliau tiada. suaminya dalam keadaan koma. seolah-olah aku tak pernah Engkau beri apa-apa. dan sederet jabatan lainnya. Engkau pasti telah menentukan jalan lain yang membahagiakanku. diterima iman Islamnya dan segala amal shalehnya dibalas dengan pahala yang berlipat ganda. Sehingga aku segera bertobat dan mengucapkan istighfar. seolah-olah aku tidak mensyukuri segala nikmat-Mu! Amiin!” Sejak saat itu aku menyadari betul bahwa rizki itu sudah diatur dengan skenario Allah. 40 . “Ya. Aku bersyukur dengan segala rizki yang telah Engkau berikan.. Mudah-mudahan Allah mengampuni segala dosanya. Inna ma’al usri yusraa. mental. Biaya hidup selama pemeriksaan dan operasi tersebut mencapai Rp 300 juta ditambah biaya pemulangan jenazah sekitar Rp 80 jutaan. Bukan saja menguras energi. yang harus kita terima dan harus kita ambil hikmahnya. Allah terima kasih yang tiada terhingga.Pak Bambang yang saat pamitan memberikan senyuman dan lambaian tangan terakhirnya. Tetapi itulah takdir Allah Swt. Allah pasti memberikan kemudahan setelah datang kesusahan sesuai janji-Nya pada surat Al-Insyirah. Penasihat Taekwondo Jabar. kesabaran. Tak pernah sempat sadar sedikit pun sampai wafatnya. keikhlasan. bahkan materi yang tidak sedikit. Beliau tidak mengira kalau tiga hari pasca operasi transplantasi ginjal itu. Pak Bambang yang akhirnya kuketahui bahwa dia itu merupakan putra terbaik Jawa Barat. aku tidak diberi kekayaan seperti beliau. seraya berdo’a. Amiin! Ternyata uang itu bukan segalanya. Sungguh. Kini telah tiada. seandainya Engkau berikan kekayaan seperti Pak Bambang kepadaku. Bu Bambang yang sengaja datang ke RSKG mengisahkan peristiwa wafat suaminya dengan berurai air mata. Sedangkan aku masih ingin melanjutkan perjuangan hidup. agar menjadi ibroh dan pelajaran yang sangat berharga.

dia berkata. Terasa benar kebaikan mereka. Aku menjawab. Bahkan banyak orangtua murid yang sengaja meluangkan waktu untuk datang menemuiku dengan memberikan dukungan. Sebelum dialog berlanjut. Dia tak melepaskan jabat tangannya yang erat sambil bertanya kepadaku. Jazakumullhi khairon katsiraa. “Ya. sahabat dekat maupun jauh. ”Sep! Saya sengaja membawa guru saya ini untuk mengobati penyakit Asep”. motivasi dan do’a mereka. Amiin! Suatu hari salah seorang kerabatku bertandang ke rumah sambil membawa seseorang yang tak kukenal. Aku tak mungkin bisa membalas budi baik mereka. “Caranya?” aku semakin heran. Dia tak membawa peralatan medis apa pun. Sambil menunggu ayahku datang. Aku terpana melihat sosok lelaki tua yang sudah beruban. saya ingin sembuh! Saya tak mau cuci darah!” “Bagus!” jawabnya. tetangga. Amiin! Uji Keimanan Kabar tentang penyakit yang aku derita begitu cepat tersebar kemana-mana. lalu mengutarakan maksud kedatangannya. Keluarga. lelaki tua itu mengusulkan agar aku menganggap dia sebagai orangtuaku sendiri dan dia akan menganggapku sebagai 41 . aku menyuruh istriku untuk memanggil ayahku yang tak jauh rumahnya dari rumahku. rekan kerja. Setiap hari ada saja tamu yang datang.Semoga Anda tabah Bu Bambang! Selalu diberi petunjuk dan kesabaran menjalaninya. Aku hanya bisa mengucapkan terima kasih dan berdo’a. Aku jabat tangannya yang agak keriput itu. giginya pun sudah ompong dan duduk di sampingku. Banyak orang menengokku. semoga amal baik mereka dicatat dan mendapat imbalan pahala yang berlipat ganda dari Allah Swt. Setelah dipersilakan duduk. Dengan tatapan matanya yang seolah-olah ingin meyakinkanku bahwa dia mampu mengobatiku. Selanjutnya lelaki tua itu mengajak bersalaman. baik berupa moril maupun materil yang sangat berarti bagiku. “Apa keinginanmu sekarang?” Nada bicaranya pelan tapi pasti. murid dan semua orang yang kukenal rasanya tak ada yang absen.

Katanya agar hubungan pertalian batinnya semakin erat demi proses penyembuhan yang cepat. “Bapak sebagai ayahnya. Aku. “Tidak apa-apa. Kemudian kami saling menatap keheranan.” begitu katanya meraih simpati. Asep Qoriin”. Aku semakin heran. istriku. Nanti kalau penyakit yang Ananda derita sudah saya pindahkan.” ayahku semakin sengit. tanggal 3 Februari 1967. Aku. “Nah. Lelaki tua itu melanjutkan ceramahnya. “Saya ke sini atas panggilan jiwa dan ikhlas menolong tanpa pamrih. istri dan semuanya harus memanggilnya. Kami berlima duduk melingkar. Dia komat-kamit sambil memejamkan matanya. “Bapak tidak perlu merasa heran dan curiga pada saya.” katanya. Siapa nama Bapak?” tanya lelaki tua itu. sekarang ada ayahnya. “Kapan dan hari apa Ananda dilahirkan?” “Hari Jum’at. “Saya. 42 . dan ayahku bengong.” lanjut lelaki tua itu sambil menatap ayahku. Siapa tahu dia itu saudara kita juga. “Ya. mulai hari ini nama Ananda harus diganti!” “Diganti nama?” aku tambah heran.” jawabnya mantap. jawabku singkat. “Kok bisa? Mau dipindahkan ke mana?” “Ke Jerman. Lupakan nama yang dulu itu sampai Ananda sembuh. “Siapa nama Ananda?” kata lelaki tua itu. Ayahku bertanya spontan dengan nada berseloroh. pukul 13. SK dan berbagai macam dokumen pribadi saya?” protesku dengan cepat terlontar. Oman Abdurrahman. nama Ananda boleh dipakai lagi. Ayahku datang. anak.” “Waduh! Bagaimana dengan ijazah saya. lelaki tua itu dan ayahku.anaknya.ini hanya dalam waktu sementara saja. kerabatku.” ayahku menjawab. Wajahnya masih diliputi rasa curiga dan heran. istriku.00”. Ananda harus berganti nama menjadi Asep Diman!” begitu katanya dengan nada meyakinkan. “Saya. “Mari kita kerjakan bersama! Ananda. Asep Diman. “Kalau begitu kasihan dong orang Jerman jadi menderita?” “Enggak apa-apa orang Jerman ini!” “Kasihan dong orang Jerman.

Cukup panjang mantranya. Nabi Ayyub A. saja diuji oleh Allah dengan penyakitnya bertahuntahun. bila kami belum bisa menerima kebaikan Akang. aku tidak mau mencantumkan mantra tersebut di sini.” begitulah istriku memulai argumentasinya. Harap maklum. dia akan mampu menyampaikan penolakan dengan baik.” pikirku saat itu. namun keyakinan kami masih belum bisa menerima cara pengobatannya. Allah tak akan keliru memberikan cobaan kepada hamba-Nya. Dalam hal ini mungkin persepsi kita tidak bisa sejalan. Dia tak mau di ganggu. Kami menerimanya dengan ikhlas. Depresi berat. hina. Aku takut tali persaudaraan kami putus gara-gara hal ini. Kami yakin ini ujian yang datangnya dari Allah. Kerabatku berusaha meyakinkan kami akan niat baiknya. Jangankan suami saya yang laif. Beberapa hari kemudian kerabatku bersama gurunya bertandang lagi ke rumah. takut menjadi kemusyrikan yang berlanjut. karena ingin mengobati suami saya. Istriku pasti tahu betul jalan pikiranku karena sudah belasan tahun kami hidup bersama menjalin rumah tangga. Tak sudi keyakinanku tergadai demi kesembuhan. Pertemuan itu bubar dengan tidak menghasilkan kesepakatan. sehingga takut keimananku akan goyah dan terjerumus ke dalam kemusyrikan. Aku yakin. Tak bisa berpikir jernih. Kami hanya akan berusaha secara medis dan obat alternatif lainnya yang kami anggap logis. Mohon maaf. Kerabatku malah ngotot dan menyuruhku menuliskan bacaan seperti mantra atau jampi-jampi dalam bahasa Sunda buhun yang harus diamalkan setiap malam. Aku bulatkan tekad untuk menolak mereka. dan hanya manusia biasa. “Kami merasa bahagia dan berterima kasih yang sebesar-besarnya kepada Akang dan Bapak ini.Terjadilah perdebatan yang seru. tapi kondisiku sedang lemah. Kerabatku dan gurunya pulang dengan memendam rasa kecewa. Penyakitku sedang kumat. kami pun berusaha mempertahankan keimanan dan keyakinan kami akan takdir Allah yang tidak bisa dialihkan pada orang lain. “Lebih baik menghindar. Bukan berarti kami menolak kebaikan Akang. Jangan sampai Akang kecewa sehingga tali 43 . Aku suruh istriku untuk menghadapi mereka. Aku menuliskannya hanya sekedar untuk meredam kekecewaan niat baik Kerabatku itu. Rupanya mereka masih penasaran. Kami yakin. “Kang! Kebetulan suami saya sedang kumat penyakitnya. tak mungkin bisa berdebat panjang lebar. mudah marah dan tersinggung.S.

Qul innii umirtu in akuuna awwala man aslama wa laatakuunanna minalmusyrikiin. akibat dari beda keyakinan membuat tali persaudaraan pun nyaris terputus. Rupanya penjelasan istriku yang panjang lebar itu tetap saja membuat kecewa kerabatku dan gurunya. tempat tinggal kerabatku itu. dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (musyrik) itu. An-Nisa : 48) 44 .” (QS. Allah-lah tempat meminta. dan kamu tinggalkan apa yang kamu persekutukan (dengan Allah). Beda keyakinan (aqidah) tak bisa dijadikan alasan untuk bertoleransi.” “(Tidak). aku tak tahu.” (QS. Jika dia menghendaki. Tak ada alasan untuk menerima paham yang bisa menggelincirkan keyakinan terhadap Allah Swt. Barang siapa yang mempersekutukan Allah. memanfaatkan momen Idul Fitri. Dia hilangkan apa (bahaya) yang kamu mohonkan kepada-Nya. Tapi kami bisa memahami kekecewaan itu. satu-satunya penolong jiwa. Begitulah. Satu setengah tahun berlalu. Entahlah.” (QS. Katakanlah. maka sungguh ia telah berbuat dosa besar. Aku sekeluarga sengaja datang ke rumahnya. Apakah aku akan menjadikan pelindung selain Allah yang menjadikan langit dan bumi. Tak ada kompromi. Sesungguhnya aku diperintahkan agar aku menjadi orang yang pertama berserah diri (kepada Allah) dan jangan sekali-kali kamu masuk golongan orang-orang musyrik. Al-An’am : 41) “Innallaaha laa yagfiru an yusyriku bihii wa yagfiru maa dzaalika liman yasyaa u wa man yusyrik billaahi faqadiftaraa itsmaan ‘adziimaan. Karena tidak berhasil memberikan pertolongan pada kami. Al-An’am : 14) “Bal iyyaahu tad’uuna fayaksyifu maa tad’uuna ilaihi insyaa a wa tansauna maa tusyrikuun.persaudaraan kita menjadi retak. Allah-lah tempat bergantung. hanya kepada-Nya kamu minta tolong. Kondisi badanku sudah agak membaik setelah menggunakan sistem CAPD.” “Katakanlah (Muhammad). bagi siapa yang di kehendaki-Nya. Sekali lagi kami mohon maaf!” Panjang lebar istriku berusaha menjelaskannya agar bisa diterima dengan baik. padahal Dia memberi makan dan tidak memberi makan?.” “Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa musyrik. Sesuai dengan firman-Nya : “Qul aghairaallaahi attakhidzu wa liyyan faatirissamaawaati wal ardhi wahuwa yuth’imu wa laa yuth’amu. Dalam rangka memperbaiki silaturahmi agar tidak terputus.

Kita masih berusaha mengobati penyakit dengan cara-cara tradisional. setelah permukaan kulitnya ditusuk-tusuk jarum. kita sekarang masih berada di dunia primitif. juga harus cuci darah. ilmu Allah sangat luas sampai-sampai ada keterangannya. kerabatku yang lainnya masih bisa memahami kejadian ini. bukan? Mudah-mudahan di tahun 2015 impianku bisa terwujud! Sehingga ditahun 2020 dunia bebas penyakit gagal ginjal kronik. bisa menciptakan domba yang sama persis dengan induknya dari sebuah sel.Alhamdulillah. bahkan sekarang mereka semua paham betul bahwa penyakitku harus diobati secara medis. Mengeluarkan darah kotor dengan cara disedot. Meski dunia medis mengatakan belum menemukan obat gagal ginjal dan tak mungkin bisa disembuhkan. yang merupakan muridku di SMP. Semoga Allah selalu memberikan hidayah dan bimbingan-Nya kepada kita semua. tapi Alloh tak mungkin mengingkari janji-Nya. tidak mencoba membuat kloning ginjal yang rusak agar bisa diganti secara langsung dengan ginjal kloning yang sehat dari sel yang ada?” Mungkin impian ini akan menjadi bahan tertawaan orang tapi biasanya penemuan baru itu berawal dari sebuah impian. aku pun menyadari hal itu. bahwa setiap penyakit itu mesti ada obatnya. setelah tetangga mereka. agar darah yang 45 . aku mulai mencoba berbekam. “Mengapa para ahli yang sudah bisa memiliki ilmu pengetahuan cara mengkloning domba si Dolly yang menghebohkan dunia. Amiin! Obat Alternatif Keyakinanku tak akan tegoyahkan. Sebelum menuju kesana. Terkadang aku punya imajinasi. mengapa hanya sebuah organ tubuh yang vital itu tidak bisa dikloning ? Masuk akal. ”Andaikan lautan dijadikan tinta untuk menulis ilmu Allah tidak akan cukup“.” Jika sampai saat ini belum ditemukan obatnya. bahwa. Mengapa tidak? Kalau domba yang utuh dan bernyawa bisa dicloning. ya wajar saja. “Setiap penyakit itu pasti ada obatnya. Maka. Sebab manusia itu masih terbatas pengetahuannya.

Memang tidak bisa dilakukan sendiri di rumah. Beberapa kali dilakukan oleh seorang ahli bekam. prakteknya dari pagi sampai jam 12 malam. bahkan gagal ginjal juga sanggup dia sembuhkan. Pasiennya banyak sekali. kalau telapak tangannya bisa mengeluarkan energi panas dan mengalirkan energi ke tubuh pasien. Telapak tangannya terasa panas dan meresap ke dalam tubuh terutama bagian yang sakit. Setiap hari rata-rata dipijit 20 s. katanya. Bagaiman hasilnya? Setelah berpuluh kali dipijat. ternyata tidak ada perubahan. Terbukti dengan tes pen yang menyala bila ditempelkan pada bagian tubuh yang mana saja di sekujur tubuhku. Proses pemijatan biasanya dilakukan di rumahku. SH.mengandung racun keluar bersamaan dengan darah yang menggumpal kehitaman. Beralih ke pijat refleksi Pak TJ (45) yang terkenal dengan telapak tangannya yang mengeluarkan energi panas. Ya. Di sesi akhir pijatan. ternyata betul ada getaran dan energi panas dari tangan kosongnya. baru energi panasnya keluar. energi listrik yang terhubung sengaja dialirkan ke tubuhku melalui telapak tangannya. ada getaran arus listrik yang terasa hangat. setelah kucoba. Aminudin Shaleh. MM. walau sudah sebulan lebih aku menjalani terapi ini. Akhirnya kuhentikan juga. Ini lain lagi. DR. Betul. Tinggal di SMS saja. Semula aku tak percaya. kalau pasiennya banyak. karena Pak M bisa dipanggil. racun di tubuh tetap tak berkurang. yaitu cara tercanggih pengeluaran racun tubuh melalui detoxivikasi ion negatif dan positif. Kemudian aku mencoba pijatan Pak M (47) orang Padalarang.d 30 menit. seluruh tubuh dipijat dengan tangan kosong. Da’i kondang yang selalu mengisi pengajian di Radio Litasari mau mencobanya. Beliau menggunakan alat bantu listrik. pasti ia datang. Alternatif lainnya adalah ion detox. Segala penyakit bisa disembuhkan. mereka mengakui kehebatan tangan Pak TJ yang panas itu. Harus datang ke tempat ion detox. Ternyata suami adiku. tapi hasil laboratorium masih menunjukan kadar racun yang tinggi. aku mengecek kadar kreatinin dan ureum darahku. kanker. Memang air urineku semakin banyak. Arif tertarik juga ingin mencoba telapak panasnya Pak TJ bahkan mertua adikku. tidak ditarif. Stroke. KH.Bpk. Biasanya aku melakukan ion 46 . Pijatannya tidak seperti pijatan refleksi umum yang hanya telapak kaki ditusuktusuk dengan stik. jantung bocor. Hal ini bisa merangsang pertumbuhan sel ginjal agar bisa berfungsi normal kembali.

Tapi setelah kucoba berulang kali. Sekali terapi kita harus merogoh kocek Rp 30. Masa ada penyakit bisa dipindahpindah? Awal Juli 2006 tiba-tiba ada seseorang yang menelpon kerumah. tak ada hasilnya. “Saya mah sudah berhenti Pak“ katanya. 47 . sambil terus berusaha mencari info tentang pengobatan alternatif yang tidak bertentangan dengan keimanan. Memang masuk akal juga. pasien duduk di atas kursi. Caranya. kaki pasien direndam pakai air agak panas di dalam waskom yang berisi kurang lebih 5 liter air agak panas dan sebuah alat elektromagnetik buatan Amrik yang bisa mengeluarkan ion negative dari pori-pori telapak kaki . “Di jalan Sudirman. Tidak kutanggapi. Saya sendiri ! Ini siapa ?“ kataku masih belum mengenali suaranya. “Saya Pak ! Asnali. H di Bogor yang bisa memindahkan segala macam penyakit pada seekor kambing dengan biaya sebesar Rp. “ Hallo! Bisa bicara dengan Pak Asep ? “ “Ya. seperti air comberan. Kerkof 53 Bandung.000. karena aku tak percaya sama sekali. “Alternatif ya ?” aku menebaknya.00 selama kurang lebih 20 menit. Janjinya 100% terbukti membuang toksin secara alami. Cuci darah tetap kujalani. Tak mungkin ah !“ sergahku dengan nada tak percaya. Kok bisa berhenti cuci darah segala. Air yang merendam telapak kaki tersebut akan berubah warna dari jernih menjadi abu-abu sampai kehitaman. “Oh. Refleksi !“ dia menerangkan. 7 juta. Bapak masih cuci darah ke Habibie ? “ dia menyebutkan namanya dan bertanya. “Oh. Ada yang menawariku agar berobat ke dr. iya benar. Kemana aja Pak ? Sudah lama Saya tidak melihat Bapak. Hasil tes laboratorium tetap bertengger di atas ratarata orang normal. Pori-pori telapak kaki akan membesar jika dihangatkan dengan air.detox di jl. “Betul Pak !“ “Dimana ?“ tanyaku kemudian. “Benar Pak ! Saya sudah hampir tiga minggu enggak cuci darah“ jawabnya sedikit meyakinkan. Ada pula yang berwarna kecoklatan dan kehijauan sesuai dengan penyakit yang diderita si pasien. sehingga memudahkan pengeluaran racun yang berada di kaki. ya masih ! Tiap Senin – Kamis “ sahutku.

ya Pak ! Kalau saya minat. Karena berhenti cuci darah itu suatu tindakan yang sangat berani. wah membludak. “Boleh-boleh ! Ditunggu ya Pak !“ “Ya.00 – 11. dan menyanggupi akan mengantarku besok sore ke tempat refleksi tersebut. penghasilannya berkisar antara Rp. Dagu kanannya bengkak. 9 Juli 2006 setelah satu minggu kemudian. saya akan menemui Bapak.00 – 20. Dia masih was-was. 60 tahun. terima kasih !“ kataku sambil menutup gagang telepon. Setiap pasien paling lama mendapat pelayanan selama 5 menit. Selesai cuci darah hari Senin sore kutemui Pak Asnali di jln. 4 juta – 6 juta per hari. Suci. Minggu. belakang dealer Yamaha. Bandung.30 dan 17. nantilah Saya diskusikan dulu dengan istri saya. Dia masih belum cuci darah lagi. Dia kelihatannya agak loyo. Kira-kira 2x3 m. Kalau dia selamat. Khayalanku semakin melambung. bukan main-main.“ jelasnya agak panjang lebar. Padahal seminggu sebelumnya dia sudah kuat berbelanja dan berjualan sea food tengah malam sebagai profesinya yang telah digelutinya berpuluh-puluh tahun. antri ! 48 .00. Mempertaruhkan nyawa sendiri. Buka praktek 07. sudah hampir tiga minggu ini Pak Asnali tidak bertemu saat cuci darah. Berdasarkan pengakunnya dia menderita gondongeun. Ingin cepat berobat seperti dia dan sehat lagi tidak perlu cuci darah. Tergantung berat tidaknya penyakit yang diderita. kuhubumgi lagi Pak Asnali. Ruangan praktek refleksi kaki itu sempit sekali. “Oh. Jelas. berarti aku jadi mengikuti terapi tersebut. Tapi memang yakin. karena baru saja mendengar kabar bahwa Pak Syamsudin. enggak apa-apa. Seorang Tionghoa dari Bandung.“Enggak sesak napas atau bengkak ?“ tanyaku masih merasa kurang percaya. Aku diskusikan hal ini dengan istriku. Pasiennya. Pernah saya coba makan buah semangka hampir habis 1 kg. Kata orang. Bolehkan ?“ tanyaku agak semangat. Kesepakatan kami akhirnya yaitu akan menunggu perkembangan Pak Asnali satu minggu lagi. “Enggak Pak !“ Malah saya minum dan makan buah-buahan. telah meninggal dunia gara-gara berhenti cuci darah selama 3 minggu dan menjalani terapi pengobatan holistik di daerah Purwakarta.

Aku tak pulang ke Garut. Yang menjawab bukan dia malah anaknya. nyeri dan menjalar ke sekujur tubuh. tetapi penumpukan racun. sedang dirawat di RSHS. aku segera menengoknya.Alat pijat refleksinya seperti stik ice cream. Manusia berusaha. dan menyuruhku berhenti terapi refleksi itu. padahal biayanya cukup besar. “Jangan cuci dalah lagi. melarangku cuci darah. Tapi perasaanku agak was-was. dan oksigen. pada hari Kamis 20 juli 2006. Aku pun dapat 5x sesi.00.“ Sejenak aku terpana. saat ditekan dengan stik itu rasanya panas sekali. “Bapak mah enggak ada. Sulit untuk diajak bicara. Semua pasien pasti menjerit kesakitan dan berkeringat menahan rasa sakit. karena dirinya juga hampir tewas. “Emangnya kenapa ?“ tanyaku. karena terapi harus dilakukan tiap hari pagi dan sore. 49 . Bengkak yang dideritanya bukan gondongeun. begitu aku memanggilnya . Tapi itulah usaha kita. Aku mencoba bolos cuci darah satu kali. Tubuhku langsung lemas keluar keringat dingin. yang penting badan tidak bengkak. Kaki sebelah kanan ±15 detik. bahwa Pak Asnali itu hiper kalemia dan uremia. “Pingsan. Nafasnya pendek-pendek. dibawanya juga pakai ambulance !“ jawab anaknya. Aku kaget setengah mati. Benar saja. Besoknya aku telepon Pak Asnali. Pak Asnali tergeletak lesu dengan bantuan selang makanan ke lambung yang dimasukkan lewat hidung. Jadi harus bayar Rp. “Mengapa dia tak pernah mengecek darahnya untuk mengetahui kadar racun di tubuhnya ?“ gerutuku dalam hati. rasanya nyeri sekali. Pelipis kanannya tambah bengkak. ingin tahu kabarnya. Sekali naik sepasang kaki tarifnya Rp. Padahal tusukannya hanya sebentar. 100. Hampir tak bisa berjalan. Setiap alternatif tidak ada hasilnya. kencing lancal.000. 20. Urineku yang keluar tambah banyak. karena sudah berminggu-minggu tidak cuci darah.00 kalau penyakitnya parah atau berat bisa sampai 5x. Si Engko. Istrinya bercerita sambil terisak-isak berurai air mata. tipis dan agak runcing. udah belalti kamu sembuh !” suaranya sengau dengan kata-kata tanpa bunyi [r]. Pak Asnali merasa berdosa sekali terhadapku. tapi badanku terasa segar. kaki kiri ±15 detik. tidak sesak. Jadi.000. Yah ! Gagal maning-gagal maning. Allah yang menentukan. Setelah kutanya ruangan tempat ia dirawat.

50 . Cut.” jelas dr.“ kata dr. “Wah.“ lanjutnya. Bapak kan masih muda. 24 Juli 2006. menggunakan cairan yang dimasukkan ke dalam perut. Malah kemarin yang menjadi nara sumbernya pasien CAPD juga. masih aktif kerja. Aku semakin terkagum-kagum dan tiba-tiba bangkit lagi semangat hidup baruku. “Bapak kemana saja ? Kok. Hasratku merontaronta. Darahku meletup-letup. Tanggung !“ “Waktu hari Kamis itu kita membagikan undangan buat seminar CAPD hari Minggu Pak ! Jadi Bapak gak tahu dech. lewat selang kateter yang sudah dipasang paten sebelumnya. “ Siapa Dok. “Eh. Yakin akan perkataan dr. dan tempat tinggal Bapak jauh. Aku bertanya lagi “ Dimana Dok. Cut Indra yang kebetulan tugas jaga saat itu langsung menegurku.” dr. “Aduh. “Wah. Dia sudah 7 bulan pakai CAPD. masalah CAPD. nanti drop lagi !“ Aku tersipu malu dan tak kuasa untuk menjawab jujur. apa Dok ?“ “ CAPD itu singkatan dari Continuous Ambulatory Peritoneal Dialysis. Sistem baru pengganti cuci darah. Aku semakin tertarik. Di mana ya Garutnya?” tanyaku. cut Indra menerangkan. yang sudah mengikuti program CAPD ?” aku langsung menyelidiki. “Padahal. Aku kembali menjalani cuci darah. “ Sudah ada beberapa orang Pak! Dan mereka berhasil. Cut Indra. Aku masih penasaran tentang Pak Dadan itu. Cut menerangkan. dr. ini Dok ! Saya lagi liburan bersama keluarga. Cut Indra. kebetulan saya juga kan orang Garut. Pak Dadan. hari Kamis bolos ? Awas Pak ! Hati-hati. Jantungku berdetak kencang. dia tak mungkin akan berbohong kepadaku. kurang tahu ya!” kata dr.Bersabarlah ! Pengenalan CAPD Senin. Bisa dilakukan sendiri di rumah. memangnya CAPD itu. rumahnya Pak Dadan itu?” “Di Garut “ katanya singkat. Aku terperangah. dia sudah aktif lagi mengajar bahkan kuat bermain badminton. CAPD itu sangat cocok. kalau untuk Bapak.

Berhenti makan pada suapan kedua atau ketiga. aku tergiur menelan air liur ingin seperti dia. Tapi. Asalnya 56 kg. Jangan seperti Pak Asnali yang dulu hampir KO. “Oh. perjalanan harus terhenti karena hampir memasuki waktu Dhuhur. Tiba di rumah. Dari caranya berdialog kelihatan bahwa dia dalam keadaan segar bugar. aku hanya bisa berdo’a sambil berlinang air mata kepada Allah Swt. 28 Juli 2006 kami menemui Pak Dadan. Mereka mendukungku untuk mengikuti program CAPD. sama. Padahal. Hanya tinggal beberapa kilometer lagi. lezat. Oke! Kami sepakat untuk pergi menemui Pak Dadan yang ternyata tempat tinggalnya di Pamijahan. aku ceritakan semua itu kepada orang tuaku dan sahabatku. Ong maupun mie kocok yang dibeli dari jalan Suryani semuanya lewat. Sebuah mesjid yang cukup besar. jamaahnya pun cukup banyak. malah katanya ia sedang makan malam. paling-paling aku bisa pasrah saja. agar aku selalu diberi energi dan kekuatan. jaraknya ±120 km dari rumahku. Padahal makanan tersebut merupakan makanan favorit orang sehat di kota Bandung. apa lagi hasrat yang lahap ketika memakannya. syaratnya harus dibuktikan dahulu bahwa Pak Dadan itu benar-benar dalam keadaan bugar. 51 . sekarang setelah 4 bulan cuci darah hanya tinggal 44 kg. Besoknya. ya ada nih !” sambil menyodorkan nomor telepon rumah dan nomor HP-nya.sama !” jawab dr. tak bisa masuk sedikit pun walau makanannya serba enak. Pak Jejen. karena otot pantatku sudah habis terkikis mesin cuci darah. saat Pak Dadan menerangkan bahwa dia bisa menikmati berbagai macam makanan dengan baik. Shalat Jum’at tak bisa kami tinggalkan. Bebek peking. karpetnya hanya ada pada barisan depan. Jum’at. anak istriku juga tak ketinggalan. Lumayan jauh. Tak ada rasa nikmat. Cut Indra sambil berlalu dari hadapanku.“Bisa minta nomor teleponnya?” pintaku.00 diantar sahabat setia Pak Jejen bersama istrinya. guruku masalah CAPD. Berat badanku sudah turun 12 kg dari berat normal saat sehat dulu. aku yang masih cuci darah sering kehilangan nafsu makan. gepuk Ny. Sayang. Pantatku kesakitan. Kami berangkat pukul 08. dan tak ada masalah dengan nafsu makannya itu. Kalau sudah demikian. “Terima kasih Dok !” “Ya. agar selalu bisa beribadah walau tak ada makanan yang bisa masuk sedikit pun. saat duduk di atas keramik. Tasikmalaya. Sehingga. Selanjutnya. aku langsung menghubungi Pak Dadan.

hal ini aku ungkapkan agar pembaca bisa membayangkan betapa kerempengnya tubuhku yang tak berotot seperti dulu. Jika kebetulan Anda pasien cuci darah dan berminat untuk beralih ke CAPD jangan takut dulu. maka selang yang berisi cairan di gantung di atas. Caranya. agar dengan gaya grafitasi airnya bisa turun untuk mengisi perut yang telah dikosongkan atau dikeluarkan cairannya. tidak membutuhkan orang lain. Sesekali telapak tanganku dipakai sebagai alas duduk. Kantong (bag) yang satu berisi cairan dianeal seberat ±2 kg. tinggal menyambungkan kateter yang terpasang di perut secara paten di sebelah kanan pusar. Aku naik ojeg. Ba’da shalat Jum’at kami meneruskan perjalanan. masih sama menggunakan gaya grafitasi. stop dulu bagian pengeluaran dengan memasang kleman pada selang pengeluaran. Praktis sekali.Waktu khotib berkhutbah terasa lama sekali. bahkan harus memakai masker selama refill berlangsung. dengan selang berbentuk Y yang tersambung dengan 2 (bag) kantong plastik. karena nanti juga akan mengikuti pelatihan selama 3 hari. Setelah transferset tersambung dengan selang Y tadi. bag yang kosong ditaruh di bawah. yang lainnya jalan kaki. Biasanya maximum 20 menit. Anda buka pengaman isi cairan dengan mematahkan plastik penutup selangnya yang berwarna hijau. bukalah kran pada kateter ( transferset) itu dengan cara memutarnya ke kiri. Cara mengeluarkan cairan dari perut. hanya membutuhkan waktu ±30 menit sekali refill. Kebetulan Pak Dadan sedang mengganti cairan di perutnya. dan satunya lagi bag kosong. Posisi dudukku sudah miring ke kiri miring ke kanan. Rumah Pak Dadan berada di lokasi berziarah. Kemudian tinggal memasukkan cairan yang sudah digantung di atas. padahal Cuma 15 menit. Mengalirlah cairan dianeal ke perut Anda selama ±10 menit. Pamijahan. 52 . Jadi aku bisa melihat secara langsung bagaimana proses refill cairan dianeal CAPD berlangsung. Sungguh sederhana. maka mengalirlah cairan dengan derasnya. bahkan sampai benar-benar mahir melakukan refill sendiri. Pasien duduk di atas kursi. Jadi. prosesnya itu harus mengeluarkan dulu cairan yang sudah tersimpan di perut selama ±6 atau 8 jam. Sampai benar-benar habis. Sengaja. Ibadah Jum’atku tak khusyu. Jangan lupa! Tempat dan tangan Anda harus benar-benar bersih (steril). tak bisa di lewati mobil. Setelah kateter tersambung dengan selang Y. Simpel sekali.

53 . Muntahmuntah. pusing dan kehilangan tenaga. saya kurus. “Pak. Saya bisa berolah raga lagi. Rasanya tak mungkin. Kami semua menyimak kisah mereka berdua. sepak bola bahkan badminton. terasalah bedanya. aku bisa pulih lagi.Mulai dari cuci tangan. Aku sadar betul. kalau keadaanku terus menurun. Terima kasih Pak Dadan atas segala kebaikannya. Setiap pulang cuci darah mesti disambut oleh tukang pijat. orang tua. sampai dressing (ganti perban). main voli. merasa tak berguna malah merasa hidup ini hanya sebagai parasit atau benalu bagi orang lain. Begitu juga adik-adikku yang tak pernah ketinggalan. badan saya jadi gemuk lagi sekarang. Pak Dadan dan Bu Dadan bergantian menerangkan keuntungan lain dari CAPD. Perjalanan pulang dari RSKG selalu merepotkan. terkadang badan menggigil disertai gatalgatal. Kateter Penyambung Hidup Kondisi badanku semakin lama semakin lemah. anak-anak. setelah melihat dengan mata kepala sendiri kondisi Pak Dadan yang bugar dengan CAPD. agar pegal linu di sekujur tubuh dan sakit kepala yang hebat bisa agak reda. Ah. Tidak usah takut hiper kalemia. tetangga. sayuran. Saat itu aku sangat pesimis. Selalu merepotkan istri. “Dulu waktu cuci darah. sehingga kematianlah yang mengakhirinya.” “Saya hobinya olah raga !” begitu Pak Dadan menerangkannya pada kami.” katanya. Tidak capek bolak-balik ke Bandung. Konsumsi obat tensi berkurang. Cairan diantar sampai ke rumah tiap bulan. Padahal aku baru menjalani cuci darah selama ±4 bulan. sahabat-sahabatku yang selalu mengantarku ke Bandung untuk menjalani cuci darah secara rutin. pasti suatu saat nanti terjadi klimaks sampai tubuhku ambruk tak berdaya sama sekali. Makanan bersantan. Tekadku untuk beralih ke CAPD semakin bulat. apalagi kalau harus bertahan sampai satu atau dua tahun. Aku jadikan acuan dan motivator untuk kesembuhanku di masa depan. dan kesediaan Bapak sebagai nara sumber yang sering kutanya. buah-buahan juga bebas. sekarang pulih lagi. Selesai refill. refill.

menarik dan membangkitkan motivasiku untuk sembuh. Rasa pesimis berubah arah jadi optimis menyongsong masa depan yang lebih cerah. Rupanya tidak perlu menunggu lama. empat kali atau bahkan seumur hidupku harus selalu diantar. karena yang menangani masalah CAPD di Bandung itu dr. saya hubungi Bapak. karena mereka itu hanyalah manusia biasa bukan malaikat. Tapi kalau sudah tiga kali. Harapan sembuh dan impian untuk keluar dari lilitan mesin cuci darah. setelah aku melihat Pak Dadan yang kelihatan bugar dengan cara yang tidak merepotkan orang banyak. bukan pula sebagai robot yang tak memiliki nafsu dan keinginan masing-masing. maka motivasiku untuk melanjutkan perjuangan hidup pun bangkit lagi. dan ditunggui sampai berjam-jam selama cuci darah.Mereka selalu bergantian. Pemeriksaannya sebentar ±1 menit. 54 . dan bertugas lagi sebagai seorang pendidik di sekolah dengan baik. siap kulaksanakan. dan nomor telpon Bapak.00 WIB. aku bertemu dengan dr. Hal ini aku lakukan atas saran Pak Dadan.00 WIB. Agar operasi pemasangan kateter cepat dilakukan. ibadah yang lebih khusyu. tapi ceramahnya banyak sekali tentang CAPD. Penjelasan dr. Senin. karena ia akan pergi ke Cina. Hampir semua kisah hidup pasien CAPD yang ditangani beliau. diceritakannya kepadaku dengan penuh semangat. dan nanti.” begitu katanya. segara aku tindak lanjuti dengan memeriksakan diri ke dr. 31 Juli 2006 sepulang cuci darah pukul 17. Namun. Ria menghubungiku lewat telpon. Ria Bandiara. Saya minta photo copy Askes saja. Aku dan keluarga bahagia sekali. Apa mereka masih ridho ? Masih ikhlas? Rasa-rasanya sangat mustahil. Ria. karena siangnya ada pasien yang mau pulang. didorong di atas kursi roda. Selasa. besoknya dr. Ria Bandiara. agar saya bisa memesan ruangan kosong di RSHS. agar sore harinya segera masuk RSHS. jadwal operasi pemasangan kateter hari Kamis 3 Agustus 2006 pukul 10. 1 Agustus 2006 pukul 17. “Pak Asep! Sekarang Bapak pulanglah ke Garut. hanya ia menjanjikan secepatnya menghubungiku jika ada ruangan di RSHS yang kosong. Hidup yang berkualitas. yang buka praktek di depan RRI Bandung. Ria hampir sama dengan informasi yang kudapat dari Pak Dadan. aku selalu berprasangka jelek (su’udzon) bahwa sekali atau dua kali mereka mengantar itu merasa senang dan rela. aku masuk RSHS di ruang 10 B.00 WIB.

reaksi obat anestesi sudah hilang. sedih. kebetulan dr.45 WIB. Semuanya menyambutku dengan isak tangis bahagia. “Aduh.Sungguh. suatu proses yang sangat cepat. Sambil meneteskan air mata karena menahan rasa sakit. Biar tidak mengganggu aktifitas dan tidak merasa risih. “Maka sesungguhnya didalam kesukaran itu ada kemudahan. Tanpa anestesi total. cup…! Cakit ya?” gayanya seperti seorang ibu yang berusaha membuat berhenti tangis seorang bayi sambil menuliskan resep. Cup. Suatu anugerah dari Alloh SWT sesuai janji-Nya pada QS. Cahyo sebagai ahli bedah yang memimpin jalannya operasi. di mana pun aku berada dan ke mana pun aku pergi. Mulai pukul 11. aku berkata.cup. Kateter yang terbenam ke dalam perut ±20 cm dan yang di luar ±40 cm.00 WIB sampai dengan 11. sebelah kanan pusar berjalan mulus selama 45 menit.” 55 .. “Aduh. akan selalu setia menempel dan bergantung. Tidak perlu menunggu lama untuk beralih ke CAPD. Alhamdulillah. Ria menjawab sambil menepuk-nepuk pundakku.. Al Insyiroh ayat 5 dan 6. selamanya.” Operasi pemasangan kateter di perut. Orang-orang yang kucintai sudah menunggu di ruang tunggu. menjalani proses operasi dengan penuh kesadaran. Sesungguhnya didalam kesukaran itu ada kemudahan. Ria datang menjenguk.. Sujud syukurku hanya kepada Alloh Yang Maha Kuasa. kateter penyambung hidup sudah terpasang. Beberapa jam setelah operasi. kateter itu harus selalu terpasang seumur hidupku. Aku berharap proses selanjutnya bisa berjalan lancar. Ya. Kateter akan aman dan steril. Pak Acep. takut menyangkut atau tertarik-tarik. karena perutku sudah dipasang aksesoris. Sehingga aku tahu persis. Begitu terdengar panggilan dari seorang perawat. Dok sakit banget!” dr. “Ini obatnya. haru dan iba melihatku yang masih terbaring di atas belangkar. “Keluarga Bapak Asep Qori’in!” katanya dengan nada yang agak keras sambil mencari keluarga kami. maka kateter luar harus dimasukkan ke dalam kantong yang berupa ikat pinggang. kacian. Mas Slamet perawat dari RSKG dan istrinya yang kebetulan perawat di RSHS ikut membantu dan menyaksikan jalannya operasi. Aku menjerit-jerit kesakitan. Begitu tiba di ruangan asalku dirawat. dr.. nanti diminum ya! Agar tidak sakit lagi.

Aku harus bersabar menunggu selama 2 minggu. Aku pun menerima nasi kotak tersebut. sabar dong! Jangan dulu makan buah-buahan yang berlebihan. Dugaanku.R. Cut Indra dengan begitu cepatnya aku pasang kateter CAPD. Aku tergiur dengan apel merah yang ada dikotak plastik itu Aku beranggapan tidak akan terjadi apa-apa walaupun aku makan apel itu sampai habis. “ Pak Asep. Dokter. gak ikut seminar CAPD. karena sedang menjalani cuci darah. karena aku menjalani operasi pemasangan kateter. Padahal pasien lain banyak yang mau pasang. padahal cuci darah seharusnya hari Senin.A. Sampai-sampai dr. suster. hanya tersenyum bahagia. Tiba di RSKG aku diomeli 2 orang perawat. Seluruh pasien dibagi konsumsi makanan berat berupa nasi lengkap dengan lauk pauknya di dalam kotak plastik. kalau CAPD-nya sudah dipakai boleh makan buah yang banyak. dan perih bekas sayatan pisau operasi. Bapak Jadi Robot Selesai pemasangan harus menjalani cuci darah. RSKG Ny.Habibie berulang tahun. Selama itu pula aku 56 .Aku nyengir kuda sambil menahan rasa sakit. “Aneh ya Pak Asep ini. tapi malah Pak Asep yang duluan pasang CAPD?” Aku tak berkomentar. masih belum terlaksana. Buktinya seperti ini. Cut berkomentar. dan para perawat RSKG lainnya merasa kaget. Aku bertahan sampai Minggu pagi. terutama dr. kalau Pak Asep enggak bisa nahan!” kateter CAPD. Detak jantung terasa berat dan agak nyeri. Minggu pagi aku minta OT (over time) cuci darah di luar jadual. Kamis 10 Agustus 2006. Kaliumnya pasti terbuang. salah ! Aku mengalami hiper kalemia. malamnya tak bisa tidur. tinggal beberapa hari lagi Pak Asep bebas makan buah. tidak bisa serta merta langsung dipergunakan. Sabtu sore aku mulai sesak napas. Hari Jum’at 4 Agustus 2006 aku kembali bertandang ke RSKG untuk menjalani cuci darah yang seharusnya hari Kamis. Selama dua minggu aku masih menjalani cuci darah. Namun waktu yang dua minggu itu tidak terlalu mulus kujalani.

anakku Nazla baru bangun tidur.. “Mau diapakan lagi ayahku ini? Dulu dia sudah dioperasi usus buntu. “Sayang! Bapak sekarang mau dijadikan robot oleh dokter. Padahal niatku hanya bercanda. mau diapakan lagi?” tatapannya penuh ketakutan. “Mimpi Bapak dijadikan robot. Sambil terisak-isak dia bicara. mengacungkan tangan sedikit dan membelalakkan mata sambil melotot ke arah anakku. 57 . “Bapak. Aku menjawab dengan maksud bercanda. terbengongbengong melihatku. Besoknya. Dia tidak menjawab. Kebetulan perawat mau menekan tombol “enter“.Sambil tersengal-sengal aku masih sempat menjawab. Aneh ya?” komentar perawat. Itu pun pemberian dari sini. malah langsung pasang mesin EKG. Aku pura-pura bergerak seperti vampire. sekarang dipasang tiga selang cuci darah dan oksigaen ditambah lagi banyak kabel yang tersambung ke komputer dari sekujur tubuh?” Dengan raut wajah yang ketakutan anakku bertanya.” tanyaku. kemarin operasi pemasangan kateter CAPD. anakku yang ke tiga. tapi memelukku erat-erat.” Mereka tak menghiraukan lagi jawabanku. “Kenapa kamu menangis? Baru juga bangun. Kok. “ Hanya sedikit kok! Hanya sebuah apel merah kecil. kasihan dan heran dengan reaksi anakku. Tuh lihat. karena mereka tahu aku hanya bercanda. Aku berkata “ Ha…. Untuk mengetahui kondisi jantungku setelah jarum pistula terpasang. anakku tersentak kaget semua keluargaku yang ikut mengantar dan para perawat tertawa. “Mimpi!” “Mimpi apa?” tanyaku heran. Pak Asep masih saja bercanda. yang baru masuk SDIT kelas 1. tidak ketinggalan selang oksigen. Nazla. operasi AV shunt. “Wah. begitu mendalam dan melekat di pikiran anak? Sampai terbawa mimpi segala. biar pun kondisinya sedang kritis. berbarengan dengan suara “trek” tombol yang ditekan dan keluar bunyi dari printernya.” jawabnya ketakutan.!” Nazla. Mungkin di hati dan pikirannya merasa heran. Dia menangis terisak-isak seperti ketakutan. ya!” sambil menunjuk ke mesin EKG. Aku berusaha menenangkannya dan meyakinkannya bahwa aku tak mungkin akan dijadikan robot. Aku tertawa.

2 kg. Hari kemerdekaanku dari tusukan jarum pistula. walaupun waktunya hampir 30 menit. hari kemerdekaanku makan buah apa saja dan lebih banyak. Rusma. Dan mereka akan merasa kehilangan. Pak Asnali yang sedang duduk di kursi roda. Aku salami. Karena dengan mereka semua aku merasa dekat seperti dengan keluarga sendiri. Saya pulang ikut siapa?” karena ia berasal dari Garut dan sering ikut pulang bareng denganku. Saat cairan masuk. di sini juga jadi sepi. Ya.Kemerdekaan Kamis 17 Agustus 2006. agak lancar. hari kemerdekaan RI yang ke. Pak Rukmana dan yang lainnya. karena aku tidak akan cuci darah lagi bersama mereka.61 adalah hari kemerdekaanku dari cuci darah. Pak Asep kan suka bercanda!” kata Pak Agus Berlian. Hari dimulainya pergantian cuci darah dengan CAPD. Alhamdulillah bisa sampai 1000 ml/kg. tapi waktunya kurang tepat. di bawah pengawasan dr. Perlahan. Bu Kartini. Pak Kurnia berkomentar. Pengalaman pertama refill memang agak menyakitkan. Dia akan 58 . Cairan harus disimpan di dalam perut selama 4 sampai 5 jam. jalan-jalan. Tidak ada teman sependeritaan untuk berbagi cerita tentang keluhan dan berbagi makanan. setetes demi setetes dianeal dipaksakan masuk. bercanda dan lain-lain. Aku bersalaman dengan seluruh pasien di ruangan itu. Waktu luang aku pakai bercengkrama dengan teman-teman sependeritaan cuci darah. “Iya. Komentar yang hampir sama terlontar juga dari Ceu Eros. sebagai perawat yang teliti dan telaten. memulai pelatihan refill CAPD dan dressing penutup luka bekas operasi. Mereka banyak yang mengucapkan selamat. nyeri sekali. “Wah kalau Pak Asep berhenti cuci darah. Ya! Masa pelatihan tiga hari mulai 17 sampai 19 Agustus 2006. usus di dalam perut serasa ditumbuk-tumbuk. Aku boleh keluar dulu. Refill kedua bisa memasukkan cairan dianeal 1. bahagia dan merasa akan kesepian. Mas slamet. padahal sebenarnya aku mau mengobrol banyak kepada Pak Asnali. Aku pun menjadi terharu. sambil menunggu waktu refill kedua.

Aku bersyukur kepada Allah. keluar berbarengan. ya! Besok Saya punya waktu. Di jalan aku makan malam dulu karena merasa lapar dan kelelahan. boleh Pak! Saya tunggu. dan sekarang cuci darahnya harus 3x seminggu. Tidak seperti malam-malam sebelumnya. Cairan bisa masuk 1. Tusuk demi tusuk sate kunikmati dengan lahap.45 WIB. dengan cairan 1.4 kg. Refill terakhir hari pertamaku dilakukan pukul 20.” kataku. Alhamdulillah. Wisata Rohani “Alhamdulillaahilladzi ahyanaa ba’da maa amaatana wailaihinnusuur . Perutku kenyang sekali. “ Pak! Besok Saya ke rumah Bapak ya! Bolehkan?” “ Oh. karena kenikmatan makan yang pernah hilang sejak enam bulan yang lalu sekarang sudah kembali. Kursi rodanya didorong anak istrinya. agar racunnya cepat terkuras. Ya Allah! Malam itu pun. Kini aku bisa menikmatinya kembali. Nafasnya pendek-pendek. akibat cabe dari acar yang kumakan.” katanya. suami adikku. Keringat mengucur keluar dari jidatku. Rasa asin. aku tidur pulas. karena indra pencecapku seolah kembali normal. tetapi untuk makanan tetap lapar karena beda saluran. gurih. Terima kasih. manis.” Begitu do’a yang kupanjatkan saat bangun dari tidur yang lelap dan nyenyak. “Kasihan dia!” gerutuku dalam hati.pulang. Sambil menunggu refill yang siang. Akhirnya aku hanya berkata. di sebuah kedai makan pinggir jalan. lezat dan nikmat kembali kurasakan saat ini. Alhamdulillah lancar. Pengalaman hari pertama refill CAPD sungguh mencengangkan. Air mata bahagia dan sedikit ingus. Walaupun perutku terasa sesak. aku puas. sungguh di luar dugaan. bekas penumpukkan racun akibat tidak cuci darah selama 4 minggu. di wajahnya masih ada benjolan sebesar telur bebek yang dulu ia katakan sebagai gondongeun. Pak Asnali kelihatannya payah.4 kg. badannya loyo. Kami memesan beberapa puluh tusuk sate sapi. Pulang ke Saibi aku dijemput Arif. “ Insya Alloh Pak. Tidur nikmat yang begitu kurindukan berbulan-bulan karena terganggu berbagai keluhan. Ya Allah! 59 .

ke tempat kami duduk.5 ons dari 1400 ml menjadi 1450 ml.Jum’at. Kelihatan wajahnya pucat. agar bisa berhenti cuci darah. Lengkaplah kenikmatan hidup ini dengan secangkir kopi susu yang dihidangkan istriku tercinta. 18 Agustus 2006 pagi itu aku merasa lebih siap hidup. Begitu tiba di rumah Pak Asnali. Aku melarangnya. Pak Asnali masih berbaring lesu di kamarnya sambil menghirup oksigen dari tabung gas kecil yang dimilikinya. Aku bersama istriku langsung naik lift menuju lantai III ruang CAPD. “Sudahlah Pak! Jangan disesali. aku memiliki waktu luang sampai nanti refill kedua pukul 14. walaupun baru sehari saya pakai. 60 . waktu luang tersebut akan digunakan untuk berkunjung ke rumah Pak Asnali yang sudah begitu tulus mengajakku berobat refleksi. sudah mengajak Bapak ikut direfleksi. enggak apa-apa Pak! Saya malu oleh Bapak.00 WIB. kejadian itu anggap saja tak pernah terjadi. menyongsong masa depan. karena masih terasa nyeri waktu memasukkan cairan. yang harus ditebus dan dibayar mahal dengan dirawat di ICU RSHS dan menjalani cuci darah 3x seminggu sampai penumpukan racunnya benar-benar habis dan kondisi kesehatannya pulih lagi. Aku berniat mengajaknya beralih ke CAPD. gambar dan tulisan tentang CAPD. cool dan lebih bugar setelah berwudlu dan menjalankan sholat subuh dengan khusyu. Aku bersama istri bergegas lagi pergi ke RSKG.40 WIB. Selisih volume cairan masuk dan keluar hanya 50 ml/0. Walaupun pada akhirnya. “Ah. Makanya kupersiapkan segala brosur. kejadian itu menjadi malapetaka bagi dirinya. Saya datang ke sini justru ingin mengajak Bapak beralih ke CAPD. malah saya jadi begini. Jangan memaksakan diri!” kataku. Pukul 08. Fresh. Saya merasakan perubahan positif. Nah. Mas Slamet sudah siap bertugas sebagai instruktur pelatihan.” aku mulai menguraikan masalah CAPD dengan sedetil-detilnya sampai dia benar-benar mengerti keuntungan dan kerugiannya. Agar Bapak bisa sehat lagi. “Biar saja Pak! Bapak di kamar istirahat. Segala gambar.” Pak Asnali seolah menyesali perbuatannya. aku disambut senyum ramah anak istrinya dan disuguhi berbagai makanan dan minuman. brosur dan tulisan tentang CAPD aku kupas tuntas. Proses refill memang agak lama dari ketentuan waktu ideal 30 menit ternyata molor sampai 1 jam. Program pelatihan refill hari kedua harus segera dimulai. nafasnya sesak. Tapi dia memaksakan diri keluar kamarnya. Dia memasuki ruang tengah dengan susah payah.

Aku melirik jam tangan dan mengajak Pak Asnali Shalat jum’at. Dan cepat-cepat disembuhkan kembali seperti sedia kala agar bisa beribadah bersama-sama seperti kita semua. Kemudian aku bertanya masalah Askes Keluarga Miskin (Gakin) sebagai kartu jaminan dari pemerintah. malah diping-pong. Mudah-mudahan Pak Asnali diberi kesabaran. Akhirnya kembali ke SKTM. Amiin! Alfatihah!” Semua jama’ah tertunduk kepalanya memanjatkan do’a kepada Allah Swt demi kesembuhan Pak Asnali. beliau sedang menderita penyakit yang serius. 4. rasanya tidak akan kuat! Silakan Bapak saja! Saya Shalat Dzuhur saja di rumah. “Ya! Pokoknya istri Bapak dijamin utuhlah! Tenang saja!” sambil memaksakan diri tersenyum Pak Asnali memberikan jaminan. Terngiang di telingaku bagian pengumuman mengenai Pak Asnali.” jawab Pak Asnali pelan. Aku tak kuasa menahan air mata sebagai rasa iba dan haru. belum cairan dianeal dari Enseval ±Rp.Tidak hanya Pak Asnali. Waktu terus berjalan. “Askes Gakinnya punya?” tanyaku penasaran. “Bapak-bapak ahli jum’at. kami mohon do’anya demi kesembuhan salah seorang warga kita yang sedang mengalami cobaan dari Alloh Swt. 4 juta s/d p. dan keikhlasan menerima ujian ini. bingung. Kalau tanpa Askes Gakin pasti akan terasa berat. Batinku terus berceloteh tentang penyesalan dan ketidak berdayaanku untuk menolong dan mengajak Pak Asnali beralih ke CAPD. “Ya. 61 . nama khotib dan imam Jum’at serta pengumuman warga sakit. Ini juga susah mengurusnya. Mudah-mudahan deritanya dijadikan kifarat dan penebus dosa. kuat Shalat Jum’at enggak?” “Wah. 9 juta. Shalat Jum’at sebentar lagi. “Waduh. Titip istri saya di sini. Keluarganya diberi kesabaran dan ketabahan serta menjadi amal sholeh di hadapan Allah Swt. Anak saya sudah mencoba mengurus pembuatan Askes Gakin. enggak apa-apa Pak! Biar saya sendiri ke Mesjid.5 juta per bulan. begitu juga diriku. keluarganya pun kelihatannya mengerti dan merasa tertarik dengan system CAPD. Biaya oprasi pasang carteter saja hampir Rp.” jelas Pak Asnali. “Pak. Sebelum khotib naik ke mimbar. DKM mesjid memberikan pengumuman mengenai uang infak. Pak Asnali. Aku terdiam. enggak punya Pak! Ada juga Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) yang harus diperbaharui tiap bulan. Dadaku tiba-tiba terasa sesak. ke sana ke mari. ya Pak?” kataku dengan nada bercanda.

di dunia saja hal ini bisa terbukti. Pak Asnali. Keinginannya untuk memiliki Askes Gakin pun harus dia pendam dalam-dalam karena berbagai kendala birokrasi. Aku yakin dengan haqqul yakin bahwa Allah akan memberikan jalan keluar atau obat untuk penyakitku ini. Apalagi hanya sebagai sahabat. Punya Askes. Sedangkan kondisinya sangat mengkhawatirkan. Berkat do’a mereka semua.Air mataku semakin deras. murid-guru. Semuanya tergantung pada amal baik atau buruk dia sendiri saat hidup. Jangankan berpikir dan berusaha mencari uang. ibu-ibu pengajian hari Kamis. dan yang lainnya bila sudah kehabisan materi untuk transport dan bayar cuci darah? Bila profesinya tak bisa menghasilkan uang karena tak bekerja. Tangis rasa syukurku semakin menjadi-jadi. anak istri. Rohaniku semakin terbang jauh membayangkan rekan-rekanku senasib lainnya yang tidak memiliki Askes. Walaupun hubungan mereka itu sebagai ibu-anak. dia tidak bisa mendapatkan fasilitas itu. rakyat-pemimpin. Pak Kurnia. aku tidak bisa mengalihkan fasilitas yang bisa kuterima kepada orang lain. Belum lagi orang tua. adik-adik. Sedangkan Pak Asnali yang berprofesi sebagai pedagang sea food. karena tak memiliki Askes. Aku 62 . 399. murid-muridku dan rekan-rekan guru di SMPN 1 Banyuresmi selalu memanjatkan do’a bagiku.000. suami-istri. menyiapkan mental dan kesabaran menghadapi penyakit yang mereka derita saja sudah berat. saat terbayang di benakku orang-orang yang mendo’akan kesembuhanku. Allah Yang Maha Kasih dan Maha Sayang memberikan kemudahan bagiku untuk sembuh. Aku yang kebetulan berbekal sedikit ilmu dan kuamalkan sebagai guru SMP selama 17 tahun menjadi PNS. Terus berkelebat di dalam bayanganku. setiap jama’ah Juma’t di kampung halamanku. Cililin tak terlewatkan. bahkan ibu-ibu pengajian Minggu yang diselenggarakan oleh ibu mertuaku di Gunung Halu. Pasti. Ketika seorang manusia tidak bisa memberi atau meminta pertolongan dari yang lainnya. balasannya sudah terasa. Padahal bagi orang lain belum tentu bisa didapat dengan cuma-cuma.00 padahal kepalanya sudah tak tahan menahan sakit akibat kadar ureum dan kreatinin yang tinggi. Jangankan di akhirat. Sebagai bukti empirik. ayah-anak. setelah kejadian tadi. Pak Agus Berlian dan seorang pasien yang marah-marah di ruang tunggu gara-gara tidak bisa cuci darah karena tidak memiliki uang Rp. sehingga berbagai biaya operasi atau untuk persediaan cairan dijamin gratis. Bagaimana jadinya Pak Kurnia. Aku benar-benar bisa membayangkan kejadian nanti di hari pembalasan. Kemudian.

Aku merasa sedih dan menyesal sekali tidak bisa menolong Pak Asnali. melainkan anaknya. menyerah dan terkapar dalam kondisi yang mengenaskan. “Wa’alaikuum salaam!” jawabku. Baru kali ini. Makanya. Sambil kupegang erat tangannya. dan masih sembab. Di perjalanan.Nya. kelancaran dan jalan keluar dari penderitaan yang menjadi momok bagi banyak orang. karena aku sudah berhenti cuci darah hampir 4 bulan sehingga aku tak pernah mendengar kabar beritanya.tak habis pikir. bukan pula istrinya. selamat tinggal! Mataku bengkak dan merah. Aku diberi kemudahan. Aku bersyukur sekali kepada. aku berurai air mata dan menceritakan wisata rohaniku kepadanya. “Assalaamu’alaikuum!” katanya. Dia bertanya. Kebetulan yang mengangkat gagang telepon itu bukan dirinya. Segera aku menelpon ke rumahnya untuk mengetahui keadaannya. “Dengan siapa ya?” tanya dia. aku kembali merindukan Pak Asnali. Karena mataku bengkak. bisa bicara dengan Pak Asnali?” aku sudah tak sabar ingin mendengar suaranya. Ih… bayanganku semakin ngeri! Kembali aku menafakuri kemurahan Allah yang Maha Rahiim. aku bergegas berpamitan dan mengajak istriku menuju RSKG untuk melanjutkan proses pelatihan refill CAPD. Tangisku tak bisa berhenti sampai khotib selesai berkhutbah. karena besok kami akan pulang. istriku juga ikut menangis.Nya. Asep Qori’in dari Garut. Akhir Desember 2006. “Kenapa Pak? Ada apa? Cerita dong! Mimih siap mendengarnya!” Aku tidak menjawab. bahkan shalat Jum’at dan ba’da shalat pun aku masih juga menangis. 63 . dengan keterampilan refill dianeal CAPD dan dressing penutup luka. Bapak mah sudah tidak ada!” katanya dengan nada keheranan. Sujud syukurku pada raka’at akhir shalat serasa sempurna. Tangis bahagia. memerah. Sulit menyembunyikan wajahku yang berantakan habis menangis. Akhirnya. yang lebih baik. istriku mengintrogasiku dengan nada penuh keheranan. “Oh…. Cuci darah. bagaimana jadinya ketika mereka pada akhirnya pasrah. Hampir satu minggu aku selalu teringat padanya. aku merasakan khusyunya Shalat Jum’at dan merasa begitu dekatnya dengan Allah yang membimbingku menuju kehidupan baru. berterima kasih tiada hingga kepada. “Saya. malah tangisku semakin menjadi.

atau terlalu tinggi kemudian pingsan.“Apa dia sedang keluar?” tanyaku. CAPD merupakan alternatif perbaikan kualitas hidup seorang penderita gagal ginjal kronik. Peristiwa yang mengenaskan itu benar-benar terjadi hanya beberapa bulan seteleh pertemuan terakhir kami. Jarak tempuh Pamijahan-Bandung. cape dech!” memang proses refill tiap hari 3 sampai dengan 4 kali membuat kita cape dech! Tapi jika dibandingkan dengan cuci darah yang menyita waktu banyak. bukan waktu yang sedikit. Sekarang sudah hampir seratus harinya. Rupanya. diterima iman Islamnya dan diampuni dari segala dosa dan kekhilapannya. Belum rasa sakit ditusuk-tusuk oleh jarum pistula yang besar.” katanya meyakinkan. setelah mendengar kabar yang sangat menyedihkan itu. 64 . Proses cuci darahnya 4 sampai dengan 5 jam tidak bisa bergerak ke manamana. Wah. Hidup Bersama CAPD makin PD Kloning ginjal hanyalah impianku. Pameungpeuk-Bandung. “Bukan Pak? Pak Asnali mah sudah meninggal. dan lain-lain. Selain itu kalau terjadi drop. Lebih capek dech dibanding CAPD. Saya hanya bisa berdo’a mudah-mudahan arwah beliau diterima di sisi Allah Swt. Berpuluh-puluh bahkan beratus-ratus km seperti rumahnya Pak Dadan. Banyak orang yang mencemooh dengan perkataan “CAPD. Amiin!” do’aku sambil menutup pembicaraan. “Innaalillaahi wa innaailaihiiraaji’uun…” kataku dengan penuh rasa haru dan iba. masih ada jalan lain yang bisa lebih nyaman dari cuci darah. tensi yang tiba-tiba rendah. Sekali waktu terjadi kram karena terlalu banyak cairan yang ditarik mesin melebihi dari berat kering tubuh. karena jarak rumah ke tempat cuci darah yang jauh. Tanggerang-Bandung. Ya. Kenyatannya. Luky. tolong ya sampaikan kepada ibu. rasanya lebih mengerikan. selain cangkok (transplantasi) ginjal. saya minta maaf karena tidak tahu bahwa bapak telah tiada. Ibu bersama keluarga yang ditinggalkan mudah-mudahan diberi kesabaran dan ketabahan menerima cobaan yang berat ini. wisata rohaniku saat shalat Jum’at dulu tak perlu menunggu lama. Peristiwa itu menimpa seorang pasien gagal ginjal yang baik hati. Pak Agus. sahabat sejati sependeritaan kini telah tiada. “Neng.

Perubahan kondisi badan itu terasa sekali. Penumpukan cairan pada tubuh yang membuat repot juga di dua minggu awal CAPD. daya tariknya cairan pengeluaran kurang. Jika sudah tiba jadual cuci darah. Dalam waktu 3 bulan bisa naik 12 kg. tidak ada kendala yang berarti. Sabtu. Bisa bepergian jauh berhari-hari tanpa harus dibatasi waktu seperti saat cuci darah. Penggantian cairan atau refill bisa dilakukan di mana saja. Wajar. baru aku berobat ke RSKG.Beberapa bulan saja berat badanku kembali normal. mengalami selisih lebih volume cairan masuk dan keluar sampai akumulasi 1kg per hari. Keesokan harinya. Tempatnya tidak steril. Infeksi terjadi akibat dari kelalaianku mengganti cairan (refill) di atas mobil. Sekarang. Aku sudah merasa nyaman dengan CAPD. namanya juga masa-masa adaptasi. Rasanya senang juga mendapatkan pelayanan dan jaminan kesehatan yang baik dari semua instansi. 2 September 2006 terpaksa harus ditusuk lagi jarum pistula. sekarang jarang terjadi. Makan pun rasanya nikmat. setelah kejadian itu sampai sekarang lancar-lancar saja. Hari keduanya. Obatobat tensi yang harus selalu dikonsumsi selama 2 tahun sekarang sudah berkurang bahkan tidak sama sekali. tiba-tiba badan menggigil dan cairan keruh banyak fibrinnya. Berarti kenaikan berat badan yang signifikan. Setiap refill. Inilah yang mengakibatkan kaki dan badanku bengkak-bengkak. (cuci darah bonus).5 kg cairan di tubuh. Pasti ada penyesuaian tubuh yang harus melalui proses. Pemberian anti biotik “gentamicin” dimasukkan ke dalam bag cairan yang mau dipakai sebanyak 40 mg/2 lt dapat dengan cepat menanggulangi infeksi. yang mengakibatkan cairan keruh dan banyak fibrinnya. Kendala pertama. aku mesti datang ke tempat cuci darah. lancar. asal memenuhi syarat kebersihan dan cuci tangan. Hebat! Memang diawal-awal CAPD ada beberapa masalah. Cairan pembuangan tidak kuning dan jernih. Bengkakbengkak di tubuh harus ditarik lagi memakai mesin cuci darah. PT Askes yang memberikan fasilitas gratis 120 bag cairan 65 . Sehingga volume cairan pun berkurang. Dari hasil tes laboratorium cairan tanggal 30 Agustus 2006 terdapat 497 sel bakteri/virus. Kepalaku yang sering pusing. banyak penumpang dan sedang macet di tengah jalan. Setelah kejadian itu. hanya tinggal membawa cairan sebanyak yang dibutuhkan selama bepergian. untuk mengeluarkan 4. Alhamdulillah. Alhamdulillah. dari 44 kg menjadi 56 kg dalam waktu 3 bulan. Pernah mengalami infeksi peritoneum.

H. Kalbe Farma sebagai perusahaan yang memasarkannya sudah membuktikan diri bisa bertindak professional. apabila ada keluhan.SDJ. Setelah berwudhu. Bukti empiris bahwa ilmu Allah Swt itu sangat tinggi. Aku menemukan tempat yang tepat. Sambil melakukan refill kujawab semua pertanyaan itu dengan penuh kesabaran. sebagai distributor tunggal di Indonesia siap mengantarkan produk Baxter ke seluruh pelosok tanah air. tempat konsumen berada dengan tepat waktu. PT Enseval Putera Megatrading Tbk. Anak istriku tengah berbelanja di pusat perbelanjaan kota Tasikmalaya. sebagai karyawan handal siap berkunjung ke rumah pasien untuk memberikan konsultasi gratis tiap bulan dan selama 24 jam siap dihubungi. organ tubuh produk Allah Swt yang bentuknya sebesar kepalan tangan manusia. Subhanallah! Luar biasa jika kita tafakuri. selesai shalat kemudian aku membuka ikat pinggang kantung kateter dan memasang twins bag dianeal cairan CAPD. bersih dan ada mejanya yang berupa rak buku.00 adalah saatnya jadual refill cairan. tapi tidak ada yang tahu. sekalian berjalan-jalan dan shopping persiapan lebaran. kerepotan semua pihak untuk menanggulangi kerusakan ginjal seseorang. tapi sudah diganti karyawan lain yang sama handal. aku shalat Dzuhur. 13. harus diganti dengan hal yang melibatkan ratusan bahkan ribuan orang yang terlibat dalam penyediaan alat dan bahan seperti tadi. Orang-orang yang selesai shalat dan akan shalat banyak yang melihatku dan menghujaniku dengan pertanyaan tentang CAPD. Sekarang ia sudah pindah tempat kerjanya. Begitu pula terhadap produk Baxter yang berkualitas. Atau menggunakan mesin cuci darah yang ukurannya sebesar kulkas. Aku memilih sudut belakang Musholla. Enseval Putera Megatrading Tbk. Aku mencari DKM sebagai pengurus Musholla itu untuk meminta izin. Pukul. Allahu Akbar ! Ada juga pengalaman yang menyakitkan yaitu pada saat akhir bulan Ramadhan 1428 H. Jadi hanya 10 menit lagi waktu yang aku butuhkan. 66 . steril dan praktis. Mungkin orang-orang yang sedang shalat pun sama seperti diriku yang kebetulan singgah. Tempat itu adalah Musholla. Pengeluaran cairan selesai. menunjukkan perhatian tinggi terhadap konsumennya. aku pergi ke Tasikmalaya untuk memproses pemesanan cairan dianeal CAPD ke PT. Pak Sutisna.untuk refill 4 kali per hari setiap bulan. tinggal pemasukan. agar tidak mengganggu kekhusyuan orang yang sedang beribadah.

Sekarang. Aku memaksa istriku untuk membeli buah durian yang sudah dikemas dalam plastik transparan. Buah-buahan yang paling aku suka adalah durian. Tentu aku ingin segera menikmati harumnya dan lezatnya buah durian. “Ginjal saya rusak. Hasratku untuk mencicipi buah durian begitu besar. dan saya pun tahu ini tempat suci. ”Bapak tahu ini tempat suci?” Aku berusaha menjelaskan. Baru dia menganggukan kepala sembari menggeloyor meninggalkanku. Apalagi saat cuci darah aku harus diet buah dan sayuran karena terlalu tinggi kaliumnya.Tiba-tiba seorang pemuda menghampiriku dan mengusirku dari tempat itu.” Pemuda itu rupanya belum paham. minimal mengalami sesak nafas sehingga harus OT(over time) artinya harus menjalani cuci darah ekstra di luar jadual. Stand yang menjadi tujuan utamaku jelas. tapi dari perut saya. Suatu tes cairan buangan. Tapi semenjak dinyatakan gagal ginjal kronik. Istriku masih trauma dengan pengalaman pahit waktu aku masih cuci darah. aku bersama istri berjalan-jalan dulu ke mall. “Mih. Kata dokter juga tidak boleh ada debu. Aku terus membujuknya. tempat buah-buahan. tapi masih takut.” kataku berusaha menjernihkan situasi. Saya tadi mencari Anda sebagai pengurus Musholla ini sebelum melakukannya untuk meminta izin. “Saya tidak bisa melakukan refill ini di luar takut kotor kena debu nantinya. ia tak mau kejadian sesak napas tiba-tiba terulang lagi. ya… ! Bapak sudah tak tahan dengan keharumannya yang begitu menggoda. Cairan kuning ini bukan keluar dari tempat kencing. namun dia terus saja ngotot. Hiper kalemia sudah terbukti sebagai penyebab utama kematian. “Di luar saja Pak! Jangan di dalam. aku harus menjalani tes PET. agar terhindar dari infeksi. Nih. Pengalaman lain yang cukup menarik yaitu saat pulang dari RSKG setelah menjalani tes PET. dan akibatnya infeksi. Sambil menunggu hasi laboratorium. aku tak pernah mencicipinya. coba lihat sendiri!” sambil kuperlihatkan posisi kateter. pokoknya Mimih harus beli durian. Makan durian merupakan hobyku sejak kecil. Aku merasa was-was tentang bagaimana nanti hasil PET tersebut. Pada hari Kamis 26 Oktober 2006. tinggal 5 menit lagi. Saya jamin tidak ada setetes air pun yang akan mengotori Musholla ini. Bapak hanya akan 67 . Tapi tidak ada yang tahu. Sebentar lagi akan selesai. itu kan air najis!” kata dia. sehingga harus OT. agar bisa menentukan tingkat keberhasilan terapi pengganti ginjal dengan sistem CAPD. “Maaf. tempat beribadah.

Rusma dengan harapan mudah-mudahan hasilnya sudah ada. Rusma belum bisa memberikan keterangan tentang hasil laboratoriumku. Terutama ingin segera menikmati makan durian yang sudah di depan mata. karena kusimpan di atas deks boards. Nanti saya kabari lewat SMS. Malah. aku mengikuti acara silaturahmi Halal Bil Halal pimpinan.menciumi harumnya saja sambil menunnggu hasil laboratorium diketahui. Tak lagi banyak basa-basi istriku langsung menyambar kemasan buah durian Montong yang dagingnya kelihatan kekuning-kuningan. sayang sekali hasil tes itu. Deg-deg plas jantungku saat membuka pesan singkat itu. apalagi setelah disuruh tampil oleh Prof. Pucuk di cinta ulam tiba. aku bersorak kegirangan.1. Sujud syukurku kembali terulang saat beristirahat di mesjid Uswatun Hasanah. Bapak tinggal makan buah aja yang banyak. lezat dan nikmat. perjalananku baru sampai kawasan Nagreg.” Akhirnya aku pun pulang ke Garut dengan harap-harap cemas. Tapi kalau hasil laboratorium menyatakan bahwa kaliumnya tinggi. dr. Bapak tidak akan berani memakannya. apa lagi kalau di bawah normal. aku sempat berseloroh. Nagreg. Nikmat yang beberapa bulan terakhir dicabut dari kehidupanku. kaliumnya rendah hanya 3. Jadi. Hampir tiba waktu Ashar.” “Yakin. Bapak akan memakannya. Namun dia berjanji akan segera mengabariku secepatnya lewat SMS. Ada hal yang membanggakan.” Begitu kalimat yang kubaca di layar Hp-ku. RA Habibie. Beberapa menit kemudian Hp-ku berbunyi sebagai tanda ada pesan baru yang diterima. Nanti kalau sudah terbukti kalium darah Bapak normal. “Mungkin nanti sore hasinya Pak! Jika Bapak mau pulang silakan saja. Enday agar aku membuka ikat pinggang tempat kateter CAPD dan menunjukannya kepada seluruh peserta yang hadir. Aku bisa bertemu kembali dengan teman-teman sependeritaan. kini sudah dikembalikan oleh Allah Yang Maha Pemberi Nikmat. Aku masih penasaran ingin segera mengetahui hasil laboratoriumku. walau sebagian sudah tiada atau tidak bisa hadir karena kondisinya sedang jelek. besar-besar dan harum sekali. Hampir semua pasien menganggap akulah yang paling bugar. Kemasan plastik durian langsung kurobek dan kumakan isinya dengan penuh gairah. Segera kulayangkan sebuah SMS kepada dr. “Yakin!” kataku mantap. “Pak Asep. Bapak bisa tahan?” tanya istriku masih ragu. biasanya bijinya kecil-kecil begitu juga rasanya pasti manis. Awal November 2007. 68 . seluruh karyawan dan pasien RSKG Ny.

aku juga terpilih sebagai pasien teladan. lebih sehat. Depresi dan perasaan serasa tak berguna. Pak Agus Berlian (Alm). Pak Otong (Alm). Sekarang hari-hariku kian indah. ternyata diriku masih berguna bagi orang lain. harus dicecep seperti anak sunat. Prof! kalau di kampung saya sebelum saya memperlihatkan kateter ini. walaupun hanya sebagai guru BP. Sekarang aku bisa kembali bertugas pergi ke sekolah. Pak Kurnia. Ceu Eros. ketundukkanku dan pengabdianku kepada Allah Swt. Pak Sya’ban (Alm). sabar. baik pasien cuci darah. Mudah-mudahan jadi kifarat dosa-dosaku dan bisa mengantarku menggapai keridhoan-Mu. Setelah aku dimuat di bulletin ginjal RSKG. seruangan dan sejadual sudah 12 orang yang berada tenang di alam baka. Bu Kartini dan aku sendiri. Kini aku naik peringkat menjadi nara sumber CAPD bagi banyak orang. Banyak yang menghubungiku lewat telepon. semangat. Ibu Dekan (Almh). Semakin PD hidup bersama CAPD. Semoga yang masih bertahan hidup diberi umur panjang. yang CAPD juga ada yang sudah mendahului kami. ada juga yang sengaja datang ke rumah untuk menanyakan masalah CAPD. Pada sesi akhir acara. Berarti rekan sependeritaanku. dari 17 orang pasien satu ruangan. Pak Rukmana (Alm). Mudah-mudahan bisa menjadi bentuk ibadahku. 18 Februari 2008 baru saja aku ganti transferset yang ke tiga kalinya. Biarpun harus selalu disiplin menunaikan refill 4 kali sehari secara rutin dan kontinyu. Maman (Alm). keluarganya atau orang awam sekalipun. Alhamdulillah. bahkan ada yang menyebutkannya terbalik menjadi Asep CPAD. Prof. dan kawan-kawan yang lainnya semoga mereka diterima iman Islamnya. Memang tidak hanya yang cuci darah saja. di samping shalatku yang 5 waktu. Senin. sekarang hilang.“Maaf. Luky. dan lain-lain.” Hadirin tertawa. Rekan-rekanku yang biasanya memiliki jadual cuci darah setiap hari Senin-Kamis sore semuanya tinggal 5 orang lagi. Aku tetap bangga menyandang gelar Asep CAPD atau Asep cape dech. Rasa percaya diriku timbul lagi setelah melalui proses hidup yang panjang. Pak Barnas (Alm). dan sehat baik bersama cuci darah maupun CAPD. Pak Asnali(Alm). Amiin! 69 . dan tetap selalu minum vitamin 4 S : Shalat.

d SMAN di Garut sampai dengan tahun 1986. cerpen dan naskah drama yang dipentaskan di sekolah tempatnya mengajar. Pendidikannya kemudian dilanjutkan di Fakultas Bahasa dan Sastra IKIP Bandung (UPI sekarang) jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia program D2 yang diselesaikannya pada tahun 1988. Banyuresmi. Nazla Gina Farfasya dan Fhatiya Bilqis Saida. Ulfa Shofi Agnia.Pd. S.Dinyatakan mengalami penyakit “Gagal Ginjal Terminal” 20 Februari 2006. Memiliki 4 orang anak. SD s. Penulis menikah dengan Fatmah Tresnasih. diangkat menjadi PNS di SMP 1 Banyuresmi sampai sekarang. Email : bang_qory@yahoo.Mengenai Saya bang_qory Asep Qoriin. Sering menulis puisi. Garut lahir tanggal 5 Februari 1967. Dibesarkan di pinggiran Situ Bagendit.Pd.co. Faris Fajar Wibawa. anak pertama dari lima bersaudara. Kemudian melanjutkan kembali ke D3 th 1996 – 1997.Md.id 70 . Selesai menjalani pendidikan D2 di IKIP Bandung. A. anak dari Entin Hartini (Almh) dan ayah Oman Abdurahman.Melatih siswa dan anak-anaknya untuk membaca puisi dan mendongeng hingga mereka bisa meraih juara tingkat propinsi Jawa Barat.