• • • • • • • • • • •

Home Berita Forum Ketenagakerjaan Infotainment Humor Musik asik Hong Kong Korea Malaysia Contact

Home » Gagal Ginjal Sama Dengan Menguras Banyak Biaya

Gagal Ginjal Sama Dengan Menguras Banyak Biaya

Ginjal merupakan organ yang penting dalam sistem metabolik tubuh manusia karena memiliki fungsi utama sebagai penyaring racun dan zat sisa dalam darah. Bila ginjal rusak dan sudah mengalami gagal ginjal, maka biaya yang dibutuhkan tidaklah sedikit. Ginjal merupakan filter yang sangat baik, fungsi utamanya adalah untuk membersihkan racun dan mengeluarkan limbah dari darah. Ginjal juga berfungsi untuk mempertahankan volume dan komposisi cairan tubuh, serta untuk mengeluarkan hormon yang membantu produksi sel darah merah. Oleh karena itu, ginjal memainkan peran utama dalam mengatur tekanan darah dan menyeimbangkan elektrolit penting yang menjaga ritme jantung. Selain berfungsi untuk menyaring dan membuang zat-zat yang tidak diperlukan dan mempertahankan kandungan nutrisi dan mineral yang diperlukan tubuh, ginjal juga berperan dalam keseimbangan sirkulasi darah dalam tubuh, yakni dengan mengatur tekanan darah, memproduksi sel darah merah.

1

Setiap hari, ginjal memfilter 180 liter darah. Ginjal menerima 100-120 mL darah per menit, di mana jumlah ini sangat besar dibandingkan dengan ukurannya yang kecil. Hal tersebut berarti setiap harinya ginjal memfilter darah sebanyak 50 kali dalam sehari. “Kerusakan ginjal ringan terjadi bila fungsinya sudah kurang dari 90 persen. Dan bila kurang dari 15 persen, maka artinya pasien sudah mengalami gagal ginjal yang obatnya harus hemodialisis (cuci darah) atau transplantasi (cangkok),” jelas dr Dharmeizar, SpPD-KGH, Ketua Perhimpunan Nefrologi Indonesia (Pernefri), dalam acara Konferensi Pers ‘Hari Ginjal Sedunia: Sayangi Ginjal Anda, Minumlah Air Putih yang Cukup!’ di Hotel Akmani, Jakarta, Selasa (6/3/2012). Menurut dr Dharmeizar, bila sudah mengalami gagal ginjal, diperlukan terapi pengganti ginjal yang biayanya tidak sedikit. Berikut biaya yang harus dikeluarkan untuk menjalani terapi pengganti ginjal: Hemodialisis (cuci darah) 1. Dilakukan seminggu 2 kali 2. 5 jam per sesi 3. Biaya per tahun Rp 50-80 juta CAPD (Continuous Ambulatory Peritoneal Dialysis atau cuci darah lewat perut) 1. Pemasangan kateter Rp 10 juta 2. Biaya CAPD per tahun Rp 50-75 juta Transplantasi ginjal 1. Pretransplantasi dan prosedur Rp 200 juta 2. Biaya per tahun Rp 75-150 juta Gagal ginjal biasanya berawal dari penyakit ginjal kronik, yaitu menurunkan fungsi ginjal. Pada kondisi ini orang biasanya tidak merasakan gejala yang terlalu berarti sampai akhirnya didiagnosis dengan gagal ginjal, yang artinya fungsi ginjalnya kurang dari 15 persen. Gagal ginjal terjadi karena organ ginjal mengalami penurunan hingga menyebabkan tidak mampu bekerja dalam menyaring elektrolit tubuh, menjaga keseimbangan cairan dan zat kimia tubuh (sodium dan kalium) dalam darah atau produksi urine. Ada beberapa faktor yang menyebabkan orang mengalami kerusakan atau gagal ginjal: 1.Diabetes melitus 2.Hipertensi 3.Kelainan ginjal (penyakit ginjal polikistik) 4.Penyakit autoimun 5.Penyumbatan saluran kemih 6.Kanker 7.Rusaknya sel penyaring pada ginjal.

2

“Pengidap penyakit ini ditandai dengan lemas, tidak ada tenaga, nafsu makan, mual, muntah, bengkak, kencing berkurang, gatal, sesak napas, pucat atau anemia,” tutup dr Dharmeizar. Popularity: 1% [?] AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA Kemajuan teknologi kedokteran yang berkembang pesat saat ini memungkinkan para penderita gagal ginjal menjalani rutinitas cuci darah (dialisa) sambil bekerja, cuci mata di mall, bahkan sambil bercinta dengan pasangan! Padahal di masa lalu, kegiatan dialisa harus dilakukan di rumah sakit sambil terbaring lemah selama 5 jam, sebanyak tiga kali seminggu. Belum lagi perasaan gatal di sekujur tubuh sebagai dampak dari terapi cuci darah tersebut. Terapi cuci darah yang begitu praktis itu bernama Continuous Ambulatory Peritoneal Dyalisis/CAPD atau dialisis tanpa mesin dan dapat dilakukan secara mandiri oleh penderita gagal ginjal. Metode ini merupakan metode alternatif dengan menggunakan membran semipermiabel yang berfungsi sebagai ginjal buatan, sehingga mampu menyerap cairan pembersih ke dalam rongga ginjal. Dalam waktu 4 sampai 6 jam dengan frekuensi 4 kali sehari, terjadi proses difusi serta ultrafiltrasi dalam ginjal, sehingga zat racun yang ada di dalamnya terserap ke luar dan diganti cairan baru. Karena masih tergolong teknologi baru, biaya CAPD masih tergolong mahal. Umumnya, biaya yang dikeluarkan peserta terapi CAPD saat ini masih sebesar Rp 4,2-Rp 5 juta setiap bulannya. Namun, biaya sebesar itu menjadi tak berarti, jika melihat kondisi tubuh penderita yang bugar dan tetap produktif seperti sebelum terkena gagal ginjal. “Karena pasien tetap bisa bekerja dan melakukan segala aktivitas seperti biasa, layaknya orang sehat. Bedanya, peserta CAPD punya kantong kecil di perutnya untuk pergantian cairan dialisat itu,” kata Direktur Medik RS PGI Cikini, Tunggul Situmorang dalam acara peluncuran website sahabat ginjal.com yang disponsori PT Kalbe Farma, di Jakarta, belum lama ini. Pengalaman Karyono (45), karyawan swasta yang telah menjalani terapi CAPD selama tiga tahun ini agaknya bisa jadi pelajaran. Karyono mengaku, kualitas hidupnya makin membaik setelah ikut terapi CAPD. Selain itu, ia bisa kembali bekerja dan sama produktifnya seperti sebelum sakit. “Awalnya saya ragu, karena banyak informasi negatif yang saya dengar soal CAPD. Tetapi karena atasan terus mendesak, akhirnya saya beranikan untuk menjadi peserta CAPD. Bahkan, saudara-saudara saya heran karena raut muka dan badan saya yang terlihat lebih segar. Dan yang terpenting saya sudah bisa tidur enak, sebelumnya saya selalu merasa lemas, letih, gelisah,” katanya mengungkapkan. Belum Memasyarakat Dr Tunggul menjelaskan, terapi dengan menggunakan pergantian cairan dialisat ini sebenarnya telah masuk ke Indonesia sejak 2004 lalu, namun tidak banyak diketahui masyarakat. Melihat manfaat CAPD yang begitu besar, pihaknya tergugah untuk terus mensosialisasikan CAPD kepada masyarakat luas di Indonesia sebagai salah satu alternatif penanganan bagi penderita gagal ginjal. Selama ini dikenal dua metode dalam penanganan gagal ginjal. Pertama, transplantasi ginjal dan kedua, dialisis atau cuci darah. Sebenarnya metode pertama memiliki lebih banyak keunggulan karena dapat menggantikan fungsi ginjal yang rusak. “Hanya saja masalahnya, masih sedikit donor yang mau memberikan organ tubuhnya. Selain itu

3

sehingga tingkat keberhasilannya sangat kecil. Cairan dialisat dapat dijadikan sebagai sumber nutrisi dan bagi penderita diabetes dapat diberikan insulin secara intraperitorial. Sementara di dunia. darah tidak dikeluarkan dari dalam tubuh. kami memberi pelatihan selama tiga hari khusus untuk menjaga agar lubang tetap bersih. saya selalu mengingatkan pada pasien untuk menjaga kebersihan. Bila terjadi infeksi di lubang tersebut. biayanya sangat besar. kekurangan CAPD adalah sering kali menimbulkan infeksi pada rongga perut. Karena itu. Fungsi ginjal yang tersisa masih dapat dipertahankan. haemodialisis (HD) dan peritonialdialisis (PD). Namun. Selain itu juga meningkatkan kadar lemak dan mengakibatkan kegemukan (obesitas). Karena itu.” katanya. yang berarti cairan tubuh dipaksa diperas untuk dicuci mesin. Pada HD. pasien CAPD di RS PGI Cikini sudah ratusan orang. dengan memasukkan cairan dialisat ke dalam rongga itu. dr Tunggul mengatakan. kontaminasi dengan hepatitis lebih kecil. Bahkan. 4 . yakni tidak mengganggu jantung. padahal terapi itu memiliki kelebihan. Sementara itu. Setelah bersih. Sedangkan pada metode PD. Gangguan fungsi ginjal bisa terjadi perlahan-lahan atau mendadak.000 penderita gagal ginjal menggunakan terapi CAPD. Ditanya faktor penyebab utama terjadinya gagal ginjal. Keunggulan utama CAPD adalah kemudahannya. penderita gagal ginjal lebih banyak melakukan terapi dialisa atau cuci darah. Proses pembersihan dilakukan di dalam rongga perut (peritoneum). yakni membersihkan darah dari zat-zat yang tidak berguna pada tubuh dan menjaga kestabilan kandungan darah di dalam tubuh. Keuntungan CAPD adalah lebih memudahkan pengendalian kimia darah dan tekanan darah. Namun.” katanya. sehingga terapi dengan metode itu pun lebih alami. tiba-tiba dokter mendiagnosa Anda terkena gagal ginjal. Darah dibersihkan dengan menggunakan cairan pembersih (dialisat) dalam serat-serat dializer itu. serta dapat menimbulkan hernia. serta sakit pinggang. Cairan ini dibiarkan selama empat hingga enam jam hingga akhirnya dikeluarkan kembali.” katanya. Saat ini sudah berkembang metoda PD dengan berbagai cara seperti CAPD atau APD. “Pasien juga tidak perlu datang ke rumah sakit untuk melakukan cuci darah. ada diperkirakan 120. Pembersihan ini dilakukan dengan dua cara. Proses yang berlangsung terus-menerus selama 24 jam setiap harinya itu. menjadikan hampir sama dengan proses yang berlangsung di dalam ginjal. jika melakukan cuci darah biasa secara HD. yaitu kantong cairan dialisat. tetapi melakukan cuci darah secara mandiri dengan jadwal yang dapat ia buat sendiri. “Kunci utama dari terapi CAPD adalah menjaga kebersihan lubang yang menghubungkan ginjal dalam perut dengan dunia luar. darah yang akan dibersihkan dikeluarkan dari tubuh dan dimasukkan ke ginjal buatan (dializer). darah baru dimasukkan kembali ke dalam tubuh. bahkan tidak disadari oleh penderita karena tubuh tidak menunjukkan gejala seperti orang sakit.” kata Situmorang. “Akibatnya beban jantung menjadi bertambah dan menyebabkan gangguan tekanan darah. penyebab utama adalah hipertensi (darah tinggi) dan diabetes atau kencing manis.jarang sekali ditemukan donor yang cocok dengan penderita gagal ginjal. Sedangkan. Tentang jumlah pasien CAPD di seluruh Indonesia . dan proses dialisis pun bekerja selama 24 jam sesuai dengan kerja ginjal secara alamiah. keseluruhan proses dilakukan selama lima jam. Selain itu. Alamiah CAPD belum banyak digunakan. maka biayanya sangat mahal. dr Tunggul mengaku tidak tahu pasti. Metode dialisis pada intinya adalah melakukan fungsi utama ginjal.

Bila cukup banyak urin di dalam kandung kemih. Untuk itu. “Bila mendapati satu saja dari gejala itu.co. Ginjal juga berfungsi untuk membersihkan darah dan berbagai zat hasil metabolisme serta racun di dalam tubuh. Adapun beberapa tanda fisik yang harus diwaspadai seperti tubuh bengkak yang diawali dari kedua kaki. Penderitanya mengalami gangguan pengecapan. Namun.Jika seseorang memperhatikan gejala yang umum menyertai penderita gagal ginjal. atau Kurang minum air putih ternyata dapat mengganggu fungsi ginjal. lesu. Namun. seperti kencing manis (diabetes). tidak nafsu makan. Tanda lainnya. kulit terlihat kasar. Di Indonesia sendiri sudah mencapai sekitar 20%. Kelainan ginjal dapat terjadi akibat adanya kelainan pada ginjal (penyakit ginjal primer) atau komplikasi penyakit sistematik (penyakit ginjal sekunder). kalau sudah gagal ginjal. segera ke rumah sakit untuk chek-up untuk membuktikan kebenarannya. negara yang sangat maju dan tingkat gizinya tinggi. ginjal juga berperan untuk mempertahankan volume dan tekanan darah. Di Amerika Serikat saja. Kelainan ringan pada ginjal dapat sembuh sempurna bila penyebabnya sudah diatasi. setiap tahunnya ada sekitar 20 juta orang dewasa menderita penyakit kronik ginjal. hanya bisa diatasi dengan cuci darah atau cangkok ginjal yang biayanya sangat mahal.” kata dr Tunggul menandaskan. Gangguan ginjal dalam tahap ringan masih dapat diatasi dengan minum banyak air putih. Sampah dari dalam tubuh tersebut akan diubah menjadi air seni (urin). Gagal ginjal adalah keadaan dimana kedua ginjal tidak mampu menjalankan fungsinya. karena memperbesar risiko penyakit jantung. penyakit tersebut bisa diminimalisir sedini mungkin. dan vitamin D. mengatur kalsium pada tulang. CAPD. Kadang cukup dengan pengobatan dan pengaturan diet. Diantara 3 tindakan tersebut. organ ginjal bersifat sangat vital. pasien gagal ginjal dapat diatasi dengan tindakan hemodialisa. CAPD (Continous Ambulatory Peritoneal Dialysis) saat ini menjadi bahan perbincangan para 5 . sudah waktunya untuk waspada. Air seni diproduksi terus menerus di ginjal. ataupun cangkok ginjal. Sekitar 40% gangguan diabetes menjadi penyebab gagal ginjal. mual.id . Kalau kita lihat hasil laboratorium. mengatur produksi sel darah merah. Meskipun ukurannya kecil. Ginjal berfungsi untuk menjaga keseimbangan serta mengatur konsentrasi dan komposisi cairan di dalam tubuh. Bahkan. Perlu diketahui. Penderita biasanya baru merasakan kelainan pada dirinya jika fungsi ginjal menurun sekitar 25%. Selain itu. dan menghasilkan hormon seperti erythropoetin. kasus gagal ginjal di dunia meningkat lebih dari 50%. vena di leher melebar dan ada cairan di selaput jantung dan paru. Jumlah urin yang dikeluarkan setiap hari sekitar 1-2 liter. maka akan timbul rangsangan untuk buang air kecil. fosfor dan kalium. untuk penderita yang masih muda bisa di bawah 10%. penderita gagal ginjal ini punya peningkatan asam urat. Hati-hati kalau kaliumnya meningkat. kelainan itu bisa menjadi gagal ginjal yang akut. sering kram. bila keadaannya memburuk. renin. gangguan tidur dan juga sering gatal. lalu dialirkan melalui saluran kemih ke kandung kemih. kalsium.Sampai saat ini. Namun. kata dr Tunggul. muntah. orang yang diyakini mempunyai gejala sakit AAAAAAAAAAAAAAAA Kalbe. Tidak heran bila umumnya pasien baru ke dokter bila sudah berada dalam tahap terminal.

dibahas mengenai CAPD. Dalam acara workshop ini. Free untuk Paket Rutin 90 (kalau dulu. 600. SppD KGH MSc. Untuk mengatasi biaya yang harus ditanggung oleh pasien yang tidak mampu. Dr.000 untuk Paket Rutin 120 (terjadi penurunan dari Rp. Alat kesehatan apalagi yang ditanggung oleh Askes? J : Alat kesehatan yang diberikan kepada Peserta antara lain: • • • Gigi Tiruan (1 kali/2tahun) Alat bantu dengar (1 kali/2tahun) Kaki/tangan tiruan 6 . 1. Endang Susalit. DR. peserta harus menombok Rp. memang sejak dahulu juga free) 2. dan menurut Prof.Dr. Hadir sebagai pembicara Prof. khususnya bagi GAKIN. SpPD KGH.nefrolog Asia termasuk di Indonesia. Tommy Halauet.Kalbe. DR. Dr. 1. Ginova Nainggolan.000) 3. Kabar Gembira Ada kabar gembira bagi pengguna maupun calon pengguna CAPD Baxter . tindakan CAPD ini dapat ditanggung biayanya oleh pemerintah melalui PT ASKES. SpB. SpPD KGH dalam acara pre-congress Nephrology. Tunggul mengatakan. Ita Wijayanti dari Kalbe Farma sebagai pembicara menjelaskan tentang penggunaan dan fungsi dari alat yang dipakai dalam tindakan CAPD. CAPD mulai digunakan di Indonesia sejak 1984. Moch. Di depan sekitar 150 peserta.033. AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA T : Selain Kacamata. kondisi fisik lebih baik.000) Ketentuan di atas mulai berlaku pada Oktober 2005. Tambahan hanya Rp. Sja'bani saat ini penderita gagal ginjal di Indonesia sudah cukup banyak dan terbanyak dialami oleh pasien-pasien kelas III. Tunggul D Situmorang SppD KGH dan Prof. Paket awalnya free (yang ini. Dr. Sja'bani.600. Tak ketinggalan pula dibahas keunggulan dari alat yang digunakan untuk CAPD yang diproduksi oleh Baxter . Dr. Hal ini dikatakan Dr. Keuntungan dari CAPD menurut beliau adalah pasien tidak perlu menggunakan mesin saat melakukan dialisis. dapat digunakan sendiri di rumah.Kalbe Farma. Kamis 24 November 2005 di Bali. khususnya peserta ASKES: 1. antara lain dapat memperkecil terjadinya sepsis atau peritonitis. dapat melakukan olahraga seperti biasa dan pembatasan makanan yang tidak seketat pada tindakan hemodialisa. CAPD sangat membantu bagi pasien gagal ginjal yang harus menjalankan tindakan cuci darah.Dr.

Kasus penyakit ini bisa ditangani oleh Dokter Umum. Peserta berobat ke pelayanan tingkat pertama (Puskesmas atau Dokter Keluarga) untuk kasus-kasus penyakit sederhana. biaya kesehatan yang besar ini tentunya tidak mampu ditanggung oleh PT Askes (Persero) sehingga jaminan kesehatan Askes tidak mampu bertahan lama. Apabila Dokter Umum tidak bisa mengobati maka Pasien akan dirujuk ke Rumah Sakit untuk mendapat pelayanan kesehatan lanjutan. Apabila semua Peserta langsung berobat ke Rumah Sakit tentunya biayanya sangat besar. Untuk kasus gawat darurat tentu saja Peserta dapat langsung datang ke Rumah Sakit. 7 . Tarif Permenkes ini dibuat oleh Kementerian Kesehatan atas usulan Rumah Sakit. Askes menggunakan beberapa prinsip managed care (kendali mutu. 1kali/5 tahun Mesh (Alat yang dipasang setelah operasi Hernia Alat bantu hidrosephalus/VP Shunt Protesa Mandibula Vitrektomi set Penyangga leher/Collar Neck Jakat penyangga patah tulang belakang/corset Anus buatan/colostomi/Pesarium/DJ Stent Double Lumen Kateter untuk CAPD Triple Lumen Kateter untuk CAPD Vaskuler Graf Tulang/Sendi tiruan Colon set T : Mengapa saya harus ke Puskemas dulu sebelum ke Rumah Sakit? J : PT Askes (Persero) merupakan asuransi kesehatan yang bersifat sosial. kendali biaya) yang salah satunya adalah sistem pelayanan berjenjang. T : Berapa biaya pelayanan kesehatan yang ditanggung oleh Askes? J : Biaya pelayanan kesehatan yang ditanggung oleh PT Askes (Persero) adalah sesuai dengan Permenkes (Peraturan Menteri Kesehatan) tentang Tarif Askes. Penanganan penyakit seperti ini di Dokter Spesialis sangat tidak efisien. Dalam mengelola jaminan kesehatan. Sistem pelayanan berjenjang ini bertujuan untuk mengontrol biaya pelayanan kesehatan dan mengoptimalkan pelayanan kesehatan yang diberikan kepada Peserta.• • • • • • • • • • • • • • IOL (Lensa tanam di mata) Pen & Screw (Alat Penyambung Tulang). Disisi lain penumpukan pasien di Rumah Sakit untuk kasus-kasus yang bisa ditangani oleh Dokter umum akan mengakibatkan pelayanan kesehatan di Rumah Sakit tidak optimal.

Besaran urun biaya tidak sama antara satu Rumah Sakit dengan Rumah Sakit lainnya karena tergantung dari hasil negosiasi.07:12 pm Anda divonis gagal ginjal?Tak mau repot dengan urusan cuci darah di rumah sakit? Kalau begitu Anda perlu mencoba terapi pengganti ginjal CAPD atau Continuous Ambulatory Peritoneal Dialysis (Dialisis Peritoneal/cuci darah lewat perut). pembedaan hanya pada tipe Rumah Sakit. Besaran Tarif Askes adalah sama untuk semua Rumah Sakit yang bekerjasama dengan Askes. AAAAAAAAAAAAAAAAAAAA Terapi CAPD: Alternatif Bagi Gagal Ginjal author : Olivia Lewi Pramesti Tuesday. Sedangkan untuk Rumah sakit swasta masih ada urun biaya yang menjadi beban Peserta. 8 . Dalam pelaksanaannya PT Askes (Persero) akan melakukan negosiasi dengan masing-masing Rumah Sakit mengenai besaran urun biaya yang menjadi beban Peserta. Besarannya sangat bervariasi. Untuk tahun 2011 urun biaya yang menjadi beban Peserta pada Rumah Sakit Pemerintah sangat minimal atau tidak ada.Perkumpulan Profesi Kedokteran dan PT Askes (Persero). 15 March 2011 . Untuk memperoleh informasi iur biaya Peserta dapat menghubungi Askes Center di Rumah Sakit tempat Peserta dilayani.

dan pasien pun dapat mengerjakan aktivitasnya tanpa terganggu.3 juta dan per bulannya Rp 5 .Infeksi bisa timbul jika pasien tidak mematuhi aturan kebersihan pemasangan.4 kali per hari dengan cara memasang sebuah kateter di perut. Kebetulan ibu kami. biaya awal Rp 2. zat racun aktif dikeluarkan tubuh karena dilakukan 24 jam penuh.D. biaya awal gratis sedangkan per bulannya Rp 1 juta. menyatakan bahwa ada banyak keuntungan yang diperoleh dari terapi ini. usianya sekitar 60an tahun divonis oleh dokter terkena penyakit gagal ginjal. bagi pasien yang usai menjalani pembedahan di daerah perut dan yang mengalami gangguan di bagian kulit perut tidak dianjurkan menggunakan terapi ini karena bisa infeksi.5 Jam Perjalanan. Tiap kali CAPD diperlukan waktu 30 menit. Cuci darah tersebut harus dilakukan di Rumah Sakit yang jaraknya lumayan jauh dari rumah (1. 9 . Apalagi kalau pasien tidak memiliki Askes." kata Tunggul. 2 Comments Sekedar sharing pengalaman. Hanya saja. Untuk non-Askes. menggunakan masker untuk menutup mulut.. resiko terkena penyakit hepatitis kecil. Kateter tersebut berfungsi untuk mengeluarkan cairan dan racun dari dalam tubuh. Dr. kadar hemoglobin lebih tinggi sehingga meningkatkan kualitas hidup.Tunggul D. Padahal di Thailand. maklum rumah kami di desa) sehingga seringkali setelah menjalani cuci darah di RS ibu justru tambah down. "CAPD ini cenderung sedikit kontradiksinya.Rp 7 juta. Akan tetapi kalau memegang kartu Askes. sedangkan per bulannya harus keluar Rp 6 juta . dapat dilakukan sendiri oleh pasien.CAPD justru dianjurkan untuk pasien gagal ginjal. di Jakarta (10/3). maka diperlukan kedisplinan dari pasien. Situmorang. Kedisiplinan ini seperti cuci tangan sebelum memasang sistem CAPD. CAPD relatif lebih murah. Direktur RS PGI Cikini.Rp 500 juta. Terapi CAPD bisa dilakukan pada semua penderita gagal ginjal dengan tingkat kronis yang berbeda-beda. Tunggul melanjutkan. Bandingkan dengan transplantasi yang memerlukan biaya awal Rp 200 juta . dr. Dibandingkan dengan terapi lain.Terapi ini memang tidak populer di Indonesia.KGH. Jangan khawatir tentang terapi ini. AAAAAAAAAAAAAAAAAAA CAPD This entry was posted on 31 May 2012.6 juta. tenggelam oleh terapi hemodialisis (cuci darah di rumah sakit) dan transplantasi. Karena penyakit tersebut ibu harus menjalani cuci darah 2x seminggu. karena terlalu capek di jalan.Sp. karena dilakukan sendiri oleh pasien. serta menjaga kebersihan lingkungan ruangan. Antara lain. karena sebelumnya pasien akan dilatih hingga benar-benar bisa. CAPD dilakukan mandiri oleh pasien sebanyak 3 .P. in Bebas. Bookmark the permalink.

terapi ini lebih bisa mempertahankan fungsi ginjal yang masih ada. Selain itu terapi CAPD juga tergolong lebih alamiah. dimanapun dan kapanpun. Sekian. awalnya pasien harus menjalani operasi untuk memasang selang permanen ke dalam perutnya. lalu cairan pembersih yang baru dimasukkan ke dalam tubuh.Beberapa minggu menjalaninya. barulah pasien bisa menjalani proses treatmen CAPD yang dilakukan sebanyak 4 kali dalam sehari. Dari segi biaya. Bahkan ibu kami karena menggunakan ASKES semua biaya digratiskan. Dengan teknologi ini. Proses treatment CAPD diawali dengan mengeluarkan cairan kotor yang berasal dari racun-racun dalam darah. Untuk bisa menjalani terapi CAPD. Setelah selang terpasang. Cairan pembersih ini berfungsi untuk menyedot racun yang ada dalam darah. Makan lebih enak dengan sedikit sekali pantangan. Selang inilah yang akan menjadi sarana keluar masuknya cairan pembersih dalam tubuh. Setelah seluruh cairan kotor dikeluarkan. uang yang harus dikeluarkan untuk proses CAPD tak jauh berbeda dengan hemodialisis yang menggunakan mesin pencuci darah. AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA 10 . dari segi medik. seorang dokter menawarkan untuk menggunakan alternatif cuci darah mandiri yang dinamakan CAPD (Continuous Ambulatory Peritoneal Dialysis). yaitu berkisar antara Rp7 juta – Rp8 juta per-bulan. seorang pasien dapat melakukan cuci darah. Alhamdulillah sudah 2 tahun ini ibu sehat dan bisa beraktifitas. Semoga Bermanfaat. Jika ada saudara atau kerabat anda terkena penyakit serupa maka metode CAPD ini bisa dicoba. Jika dibandingkan dengan hemodialisis. Tanpa harus bergantung pada mesin hemodialisis.

tips dan pola makan. memberikan arahan bagi penderita. pengembangan motivasi. Dian Ekawati mengatakan. 11 . 11 March 2011 . Awalnya hanyalah ketakutan yang melanda dan berefek emosinya yang terus meningkat. tiga tahun terakhir ini hidupnya lebih tenang dan pasrah dengan keadaan." kata I Ketut Nesa Sumarbwa (45). Dirinya mengaku. IKCC akan membantu melakukan ekplorasi informasi obat baru untuk penderita.05:14 pm "Rasanya sudah mau kiamat saja ketika saya divonis gagal ginjal.Namun sejak saya ikut IKCC.).Ceria Bersama Klub Sayang Ginjal author : Olivia Lewi Pramesti Friday. suaminya sempat berubah sifat menjadi kasar dan main tangan. IKCC (Indonesian Kidney Care Club) atau Klub Sayang Ginjal inilah salah satu komunitas tempat I Ketut saat ini berbagi keluh kesahnya tentang penyakit gagal ginjal yang sudah dialami selama 15 tahun. Hingga saat ini anggotanya sudah mencapai 300 orang. seorang pasien gagal ginjal. Organisasi yang berdiri pada tanggal 5 Mei 2004 ini memang khusus mewadahi masyarakat Indonesia yang peduli kesehatan ginjal. Humas IKCC." Misi klub ini adalah ingin meningkatkan kualitas hidup penderita ginjal. Ni Luh.saya malah lebih semangat menjalani hidup ini. Kata istrinya pula. Bentuk kegiatan yang dilakukan IKCC diantaranya menyelenggarakan seminar yang berhubungan dengan ginjal (gaya hidup. memberi fasilitas obat-obatan yang berhubungan dengan penyakit ginjal. dll. "Organisasi ini memberikan informasi dan edukasi mengenai ginjal serta menciptakan kondisi psikologis yang nyaman bagi sesama penderita.serta memberikan konsultasi yang berhubungan dengan ginjal.

Suprapto Kav. Akibatnya kualitas hidup pasien ginjal tidak bertahan lama. menyusun menu ramah ginjal. karena belum ada obatnya. 5 Cempaka Putih. 12 .D.Tak hanya itu saja.P. Tunggul D. pemahaman masyarakat tentang penyakit ginjal masih minim. pahit-getirnya menjalani cuci darah. Anda bisa membuka website mereka di www. penulis yang dikenal rajin. sesuai dengan kejadian yang dialami penulis saat divonis mengalami gagal ginjal kronik.id atau facebook IKCC. tentang penderitaannya. sampai Alloh memberikan jalan keluar. Let. pencarian obat alternatif. keikhlasannya menerima cobaan. Bila tertarik mengikuti klub ini.blogspot. tiba-tiba penyakit yang dikenal dengan nama Gagal Ginjal Terminal atau Gagal Ginjal Kronik. Jangan khawatir bila Anda ingin bergabung dalam klub ini. 021-4269734 AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA http://bangqory.com/ SINOPSIS Gagal Cinta Pertama tak Separah Gagal Ginjal Di tengah perjalanan hidupnya sebagai seorang guru di sebuah SMP di Banyuresmi. Jakarta-10510 Tlp. sangat mencintai keluarga dan kuat mempertahankan aqidahnya.or. "Di negara berkembang. anggotanya pun diajak aktif untuk mengembangkan kreativitas mereka seperti lomba memasak.Banyak yang tidak mengetahui bahwa penyakit ini bisa disebabkan oleh diabetes (35%) dan hipertensi (25%). penuh dedikasi. kabupaten Garut.Tak hanya itu. seseorang mesti rutin memeriksakan urinenya. 021-4214758 Fax. Proses edukasi ini dapat dilakukan lewat komunitas. dan lainnya. gaya hidup sehat seperti olahraga teratur dan tidak merokok menjadi cara mencegah penyakit ini. IKCC terbuka untuk umum dan lembaga ini nirlaba. Spesialis Penyakit Dalam RSU Cikini." ungkapnya.-KGH menambahkan bahwa penyakit ginjal perlu dicegah sedini mungkin dengan edukasi kepada masyarakat. Penyakit ini sangat ditakuti. Indonesian Kidney Care Club Sekretariat: Gedung Ziebart Lt. dr. Kisah ini. kecintaannya pada keluarga. benar-benar menceritakan autobiografi penulis dengan gamlang. Kegiatan yang dilakukan pun turut melibatkan keluarga pasien."Ginjal Cadangan" berupa CAPD. Situmorang. periang.2 Jl. untuk mempertahankan hidup penderitanya harus dilakukan terapi ginjal pengganti berupa cuci darah(hemodialisis) atau cangkok ginjal. maka perlu diwaspadai penyakit ginjal segera datang. semangatnya untuk terus bisa bertahan hidup.ikcc. Sp. Bila urine mengandung protein." kata Dian Ekawati di Jakarta (10/3). "Terlebih lagi. Untuk pencegahan penyakit ginjal. lomba menulis. Jend. klub ini sangat melindungi kepentingan penderita gagal ginjal.

sampai menjadi konsumen dan anggota MLM ramuan modern 13 . Amiiiin! Gagal Cinta Pertama tak Separah Gagal Ginjal Mungkin Anda akan tertawa membaca ungkapan tadi. kasih sayang dan pertolongan Alloh Swt semata. karena aku tahu setiap orang yang telah mengalami cuci darah pasti ajalnya hampir menghampiri. ramuan. kenalannya dan setiap orang yang mungkin lebih tahu atau pernah tahu tentang cuci darah dan pengobatan alternatif lainnya untuk penyakit gagal ginjal terminal. bekam. elektrolisis.Yang jelas. Berbagai macam metode penyembuhan melalui obat. Empat setengah tahun silam hidupku mulai kelam. Slamet Garut dengan perasaan hampa. Penyakit tersebut bernama Gagal Ginjal Terminal atau Gagal Ginjal Kronik (GGK) Shock. Dia berusaha menghubungi saudaranya. sebagai pengganti ginjal yang sudah rusak dan tidak berfrungsi. Isak tangis kami berdua tak bisa menyelesaikan masalah. Karena keyakinannya atas cinta. Subhanallah ………………. hanya istriku yang masih bisa berpikir jernih. dilakukan secara rutin dan kontinu sebanyak 3-4 kali setiap hari. Berawal dari hasil tes laboratorium pada tanggal 20 Februari 2006 yang dianalisis oleh dr. bahwa Allohlah sebagai penolong jiwanya dan hidupnya bertujuan hanya untuk mencari ridho Alloh Swt semata. Aku bersama istri tercinta terperangkap dalam situasi mencekam di hadapan dokter yang masih memberikan segala macam petuah dan nasihat. sahabatnya. John Manurung.CAPD (Continuous Ambulatory Peritoneal Dialysis) atau Peritoneal Dialisis Mandiri Berkesinambungan adalah pergantian cairan yang dimasukkan ke dalam perut seberat 2 kg. Penulis yakin dengan haqqul yakin. SpPD.. pijat refleksi. Pulang dari RSU dr. “Gagal Ginjal” bagiku adalah peristiwa yang menenggelamkan hidupku dalam penderitaan yang berkepanjangan tiada henti sampai akhir hayat. Ia menyatakan bahwa kadar racun yang bersarang dalam tubuhku terlalu banyak dan tidak bisa dikeluarkan lewat urine (air seni). stres. Tak ada jalan lain kecuali Cuci Darah. sebelah kaki di atas kubur. terserah! Aku tidak akan peduli dengan tanggapan atau reaksi spontan Anda. Sudah terbayang di benakku. putus asa dan seabreg perasaan negatif menghimpit dada. yang pada akhirnya menyelamatkan penulis untuk terus hidup dan semangat mempertahankan aqidah dari kemusyrikan dan mencari kesembuhan sampai menemukan sahabat setianya berupa CAPD.

jabatan dan masa depan suram menanti Anda! Anda harus siap dengan mental cadangan Anda. Napas sesak. Kepala serasa ditusuk-tusuk ribuan paku. Dunia yang tadinya terasa gelap berangsur bersinar lagi. Mual terus menerus sehingga muntah tak bisa di tahan. tapi gagal ginjal bisa merepotkan seluruh keluarga. Anda tahu batas waktu seumur hidup? Itulah yang jadi masalah bahwa. bahkan tambah parah. kerabat. Maksud untuk menghindari cuci darah tidak bisa dihindari. sahabat dan handai taulan. seumur hidup. Akhirnya aku pasrah berbaring disamping mesin cuci darah mulai tanggal 18 April 2006. yaitu cinta terakhir. tetapi jika sudah dinyatakan gagal ginjal berarti keduanya sudah tidak bisa berfungsi. kita masih bisa mencari cinta kedua. setelah 2 jam pertama menjalani cuci darah. ketiga bahkan cinta terakhir yang biasanya lebih membahagiakan. namun dalam limit waktu 3 – 4 hari. Tubuhku semakin parah.dari Cina yang harganya mencapai 500 ribuan per-box pernah dicoba. Hasilnya nihil. Nafas tidak lagi tersengal-sengal. Harapan hidup lebih lanjut pun mulai tumbuh lagi. 1 selang tranfusi darah dan 1 lagi selang oksigen untuk membantu nafas yang sudah sesak. kantong yang sangat-sangat tebal harus Anda siapkan. Sulit untuk mencari ginjal pengganti. karena cuci darah itu harus dijalani secara kontinyu 2 kali dalam seminggu. tak ada super market yang menjual ginjal.Wajah. Badanku semakin lesu dan kehabisan energi. 2 selang cuci darah. Seluruh persendian serasa mau lepas. Berbeda dengan gagal cinta pertama. karena paru-paru hampir terendam cairan dan kerja jantung pun makin berat. belum lagi materi. Kita memang memiliki 2 buah ginjal. gagal cinta pertama tak separah gagal ginjal. Mau tahu kelanjutan kisahnya? Silakan baca kisah selanjutnya …! 14 . jantung mulai berdetak normal. Gagal ginjal belum ada obatnya. sedangkan gagal cinta ada obatnya. Bahkan akibat lainnya karir Anda. Empat selang membelit tubuh. kaki dan hampir seluruh tubuhku bengkak. Gagal cinta pertama tak merepotkan semua orang yang berada di sekitar Anda.

dan sebagainya. walau aku berusaha memperpanjang usia bisnis ini dengan membuat jus cacing sebagai obat tifus. Garut. aku kerjakan sendiri dan tak ada seorang pun yang mau menjadi pemulung barang rongsokan. Asep Cacing. Kerja tambahanku apa saja. Badanku segar. Akhirnya bangkrut! Yang kedua. Rencanaku ingin menampung dan membuka lapangan pekerjaan bagi remaja di kampung sekitar tempat tinggalku. koran. tak seorang pun yang tahu. energik dan kuat. di luar jam kerja. panas dalam dan sakit gigi. aku mendapat banyak gelar dari profesi tambahan itu. Berbulan-bulan bisnis ini berjalan. Namun sayang. Akhirnya gelar Asep Cacing tidak bertahan lama. Mengumpulkan barang bekas lalu dijual. Tapi tidak sampai jadi obat gagal ginjal saja. hanya Allah Swt lah yang Maha Mengetahui. Tak ada rasa gengsi. Tapi ternyata mereka terbelenggu dengan rasa gengsi. Beberapa kali menjual cacing sehingga keuntungan berjutajuta pun didapat. Aku beternak cacingcacing itu sendiri di rumah. botol kecil sampai botol besar. karirku cerah. Bisnis cacing menggiurkan. Mau tahu apa saja gelarku? Ini dia……………. yang penting dapur tetap mengepul. terjadi booming dan kemacetan ekspor. selain mengajar juga selalu mencari penghasilan tambahan. Asep Rongsok. disamping tugas pokok mengajarkan Bahasa Indonesia dan Wali Kelas di kelas 3 SMP Negri 1 Banyuresmi. karena di usia sekarang pun aku sudah dipercaya sebagai Pembantu/Wakil Kepala Sekolah bidang Kesiswaan. walaupun aku belum menjadi sarjana. 15 . Yang pertama. Semua barang bekas aku kumpulkan mulai dari kertas. besi tua. dan menjualnya ke pengumpul atau penampung. Kegiatanku banyak sekali. maag. Memang aku berhasil di bisnis ini. plastik. Aku tak pernah pindah tempat tugas. Oleh karenanya. Sejak aku menjadi guru honorer tahun 1988 sampai diangkat menjadi PNS dua tahun kemudian. yang penting halal. Di masa depan aku membayangkan bisa menjadi pejabat di Dinas Pendidikan.Gelarku Siapa yang mengira aku akan menderita GGK. obyekkan. Gelar tersebut didapat karena di awal kehidupan berumah tangga. dus. Sampai usia 39 tahun. aku memulai dengan bisnis rongsokan.

agar lebih bisa berhati-hati dan yang lebih penting adalah bisa mencegah daripada mengobati. Kampung Cianten. terdapat sekitar 23 nama orang yang berawal dengan kata Asep. itulah pekerjaan camat (calo matuh). tetapi sungguh malang nasibnya jika sampai saat ini belum ditemukan obatnya.Yang ketiga. Asep Wawan dan masih banyak Asep yang lainnya. Kecamatan Banyuresmi. Awal Perkenalan Saya dengan Gagal Ginjal Kronik Ini merupakan pembahasan yang sangat penting bagi siapa saja yang membaca tulisan saya. Asep Fitroh. CAPD akan kita bahas nanti. tetapi itulah penyakit yang dinamakan GGK (Gagal Ginjal Kronik) atau Gagal Ginjal Terminal. aku harus 16 . Asep Saefullah. harus komplit dengan kepanjangan namanya. Dari gelar ini. Sejak mengidap penyakit GGK inilah aku mendapat gelar Asep Ginjal. Desa Sukamukti. Gelar ini tidak bertahan lama. Asep Dedi. Orang yang mengalami sakit kemudian berobat masih beruntung kalau sudah ada obatnya. Keuntungan didapat dari komisi yang besarnya tergantung pada kerelaan si penjual atau dari selisih harga yang disepakati bersama. Aku harus bolak-balik mengawinkan kesepakatan harga antara penjual dan pembeli barang atau kendaraan bekas seharian. Asep Dani. Ya. Yang keempat. Bahkan ada yang berminggu-minggu rasa capek sirna begitu saja. Sebagai contoh nama Asep yang lain adalah: Asep Furqon. Peribahasa lebih baik mencegah daripada mengobati merupakan peribahasa yang tepat sekali. karena memiliki kisah tersendiri. Jadi. jika telah mendapat keuntungan yang besar. hanya capek yang dirasakan. Garut. kalau mencari nama Asep itu. aku sering merasa heran dengan urin (air seni) yang ke luar itu berbuih banyak sekali. Asep Camat. karena di daerahku terbilang jarang orang yang mengalami GGK ini. hanya kurang lebih 4 bulan saja. Maka dia akan menderita seumur hidup sampai ajalnya tiba sambil menderita penyakit yang dideritanya. Dimulai sejak aku menjalani cuci darah pada April sampai Agustus 2006. Asep Nawawi. Asep Subarna. Tiga tahun sebelum divonis GGK. Asep Ginjal. Sungguh mengerikan. Setiap buang air kecil. oke? Jangan heran! Mengapa aku menguraikan gelar /sebutan lain untuk diriku? Karena di tempat tinggalku. Selanjutnya gelar kelima dan terakhir adalah Asep CAPD.

malah darah dan airmata yang keluar. Istriku sudah panik. Aku tak tahan. rasa nyeri kembali singgah. Hampir setiap malam badanku seperti orang yang masuk angin. Setahun kemudian. sahabatku Mang Ujang dan Pak Jejen yang baik hati segera membawaku ke Rumah Sakit Guntur di Garut. masih saja terdapat buih seperti sabun. Nyeri yang sangat dahsyat. Aktifitasku berjalan normal kembali. tetangga dan saudara-saudara. Badan akan terasa enak kalau telah diinjakinjak oleh anak atau istriku. Kaltopren. Aku tak bisa diam menahan rasa sakit. Kalau hanya dua atau tiga gayung. Rasanya agak gatal. 17 . aku menjerit dan melolong-lolong dengan suara yang melengking tinggi mengucapkan “Allaahu Akbar!” Seluruh pasien yang berdekatan dengan ruang ICU pasti mendengar. Selama menanti reaksi itu. Tim medis segera bertindak dengan memberi obat penghilang rasa nyeri melalui anus. Begitu juga orangtuaku. Pegal-pegal di sekujur tubuh dan perasaan ngilu di otot. rasa sakit yang menghunjam itu berangsur-angsur reda sampai tidak terasa lagi. Bukan urin yang keluar. keluhan bertambah dengan sering sakit kepala dan di bagian punggungku terdapat bintik-bintik hitam seperti bekas terbakar bara rokok.00 Alhamdulillah. Ploooong……sekali rasanya. obat yang diberikan itu bereaksi. Operasi berjalan lancar. Pada akhir tahun 2004. Obat penghilang nyeri tidak ada yang mujarab. Lebih enak lagi kalau dipijat dengan memakai minyak angin. menjerit-jerit minta tolong. Dari hasil pemeriksaan dokter aku dinyatakan infeksi usus buntu (apendisitis).menyiram kloset minimal empat kali (empat gayung air). Beruntung. Setiap ingin buang air kecil terasa nyeri sekali. sama seperti ketika dinyatakan aku menderita apendisitis. Usus buntu (apendiks) harus segera diangkat. rasa nyeri terus mendera. Kurang lebih enam bulan setelah operasi apendiks. bentuknya seperti peluru pistol. buah zakar rasanya seperti dipijat terus menerus. Mereka berdatangan melihatku yang bertindak seperti orang kesurupan. kurang lebih 20 menit kemudian. padahal saat itu sudah hampir pukul 24. aku merasakan nyeri yang hebat di perut bagian kanan. nama obat itu.

Besoknya aku menjalani pemeriksaan tes kesehatan. Rontgen, tes darah dan tes urin dilakukan. Hasilnya menerangkan tidak terlihat adanya batu pada ginjal ataupun saluran pembuangan lainnya. Namun kadar asam uratku agak lebih dari normal. Aku pulang. Dokter hanya memberikan obat penghilang rasa sakit, peluruh batu dan penurun asam urat. Setelah sampai di rumah, adikku yang menengok menyarankan untuk mengkonsumsi obat asam urat terus sampai kadar asam uratku normal kembali serta melakukan tes urin lagi secara teratur. Tapi aku merasa malas untuk minum obat terus-terusan dan kembali periksa ke laboratorium ataupun dokter. Beberapa bulan setelah kejadian itu. Kondisi kesehatanku menjadi fluktuatif, antara sehat dan sakit. Susah buang air kecil sering berulang, terutama kalau telah makan jeroan, emping, jengkol, petai, durian dan sayur asem yang pakai daun atau buah tangkil. Aku juga sering sekali sakit flu disertai demam, tetapi selalu diselesaikan dengan mengkonsumsi obat-obat bebas yang dijual di warung. Hampir setiap malam badanku yang pegal-pegal harus dipijat oleh anak dan istriku. Aku malas memeriksakan diri ke dokter, dan tak mempedulikan saran adikku dulu sewaktu baru pulang dari rumah sakit. Pertengahan tahun 2005, aku menemukan obat asam urat yang dijual di toko obat, Ant namanya. Kapsul jamu asam urat Ant ini mujarab sekali. Rasa nyeri seperti ditusuk-tusuk jarum itu hilang sama sekali, sakit encok, rematik dan kawan-kawannya itu lewat begitu saja. Aku yang alergi dingin dan setiap hari harus mandi memakai air hangat, kembali bisa mandi memakai air dingin. Bahkan kembali bisa meronda malam, ikut kegiatan camping dengan anak-anak di sekolah dan seabreg kegiatan sekolah lainnya, walaupun harus menginap bermalam-malam di sekolah. Adikku, Sumi Azizah, yang apoteker dan tinggal di Bandung beberapa kali datang ke rumah, menegur dan memberitahuku bahwa obat Ant itu adalah obat illegal dan bukan obat herbal asli dari tumbuhan Ant, tetapi obat kimia anti nyeri dosis tinggi yang kalau dikonsumsi terus bisa berakibat fatal bagi ginjal. Dia berceramah dihadapanku berpuluh-puluh menit, dan melarangku minum obat tersebut. Aku percaya dan sedikit ketakutan. Aku berhenti mengkonsumsinya sekitar dua minggu. Rasa sakit yang dulu, muncul lagi bahkan bertambah hebat. Aku tak tahan. Ant kembali menjadi teman hidupku saat itu. Hanya dengan minum kapsul itu, kehidupanku kembali berjalan normal, padahal mungkin saat itu ginjalku sudah mulai rusak.

18

Tak Ada yang Lebih Pintar dari dr. Jhon Manurung
Hari Senin, 20 Februari 2006, badanku terasa lesu sekali, tak bergairah. Saat istirahat aku jajan kupat tahu. Jajanan favorit para guru sebagai kaum duafa. Karena murah meriah dengan uang seribu rupiah perut bisa kenyang. Kupat tahu Bu Oom yang biasanya terasa lezat, gurih dan nikmat kini terasa pahit di lidah. Aku heran. Aku berpikir, “Jangan-jangan tahunya pakai formalin, karena saat itu orang sedang heboh dengan tahu berformalin?” Aku sisihkan tahunya kemudian aku makan ketupatnya tapi tetap saja ketupatnya juga terasa pahit. Aku tambah kaget. Kemudian aku bercermin sambil menjulurkan lidah, penasaran dengan hilangnya rasa pencecap. Benar saja, lidahku terlihat putih, diliputi jamur, bakteri, atau apalah aku tak mengerti. Yang jelas, biasanya orang yang sakit tifus kronis lidahnya seperti ini. Aku bertambah kaget dengan kondisi lidah seperti orang sakit tifus, tapi badan tidak panas, hanya lesu saja. Aku tanya Pembina PMR, Ibu Siti. Bu Siti menceramahiku agar segera memeriksakan diri ke dokter, “Pak Asep, Bapak itu sakit. Cepat periksa ke dokter. Jangan dibiarkan begini, agar cepat ketahuan penyebabnya dan cepat diobati!” Sore hari aku pergi ke dokter umum di PUSKESMAS. Aku diberi obat. Besoknya, aku kembali pergi ke sekolah. Selesai mengajar jam ke-2, aku ke toilet, karena ingin buang air kecil. Kencingku mampet lagi. Aku menyuruh penjaga sekolah untuk mengambil obat pencahar batu, “Kalkurenal”. Aku minum sesuai dosis. Wajahku sudah pucat, menahan rasa nyeri yang tak terperikan. Rekan-rekan guru banyak yang menyuruhku pulang agar isirahat di rumah. Tapi aku masih bertahan. Aku sudah terbiasa kerja sampai sore. Jadi, aku tak biasa pulang ke rumah pagi-pagi atau siang-siang. Banyak tugas yang harus kukerjakan selain tugas mengajar pokok. Ada ekstrakurikuler dan les tambahan pelajaran untuk siswa kelas 3. Menjelang Dzuhur aku ke toilet lagi. Alhamdulillah, saat aku kencing ada butiran batu yang keluar sebesar biji kacang kedelai. Walau rasa sakit yang tak terperikan saat keluar 4 butiran batu itu, tapi rasa plong yang melegakan dapat menjadi pelipur hati, setelah bolak-balik ke toilet, karena susahnya buang air kecil.

19

Hari itu aku lanjutkan tugasku sampai sore dengan memberikan les tambahan jam pelajaran bagi siswa kelas 3. Pulang ke rumah badanku sudah terasa pening, mual dan nyeri persendian. Malam harinya badan mulai terasa demam dan kepala serasa hampir pecah. Aku telepon Sumi, adikku yang berada di Bandung. Aku menerangkan segala gejala yang terasa. Dia langsung mencurigai ginjalku rusak dan menyarankan cek ke laboratorium sambil berobat ke dokter spesialis dalam, jangan ke dokter umum. Sejak hari Rabu, 22 Februari 2006, badanku ambruk tak bisa kemana-mana. Seluruh persendian terasa copot. Mual yang hebat bahkan lebih dahsyat dari sakit maag yang pernah kualami, kepala terasa dipaku. Aku bertahan di rumah sampai hari Minggu. Baru hari Senin aku pergi ke RSU Garut. Dr. John Manurung menyuruhku agar melakukan tes urine, darah dan rontgen. Hasilnya, Kreatinin 7,57, Ureum 114, Asam urat 13,8, Hb 10,8. Aku dianjurkan agar diet protein dan buah-buahan. Dicoba selama 2 minggu, aku tidak boleh makan makanan yang berprotein dan buah-buahan. Aku hanya diperbolehkan makan dari golongan makanan karbohidrat saja. Bisa anda bayangkan, lidahku yang kehilangan rasa malah tiap saat hanya boleh makan karbohidrat saja. Jadi, mulai saat itu aku sadar, bahwa kenikmatan hidupku sudah dikurangi oleh Allah Swt. Yang memiliki segala rasa nikmat. Tiap hari palingpaling aku makan nasi dengan kerupuk, ranginang, jagung beledug atau makan ubi Cilembu. Dua minggu yang dijanjikan dokter sudah lewat. Aku memeriksakan diri lagi ke dr. John. Obat yang kuminum selama dua minggu hasilnya nihil. Aku harus menjalankan diet itu 2 minggu lagi. Selain dari dr. John, aku juga kasak-kusuk ke sana-ke mari mencari alternatif lain. Berbagai jamu, ramuan obat tradisional sampai jamu herbal X, perusahaan top MLM terbesar di Cina, aku konsumsi. Habis jamu herbal X sampai Rp.2 juta, tidak ada hasilnya. Badanku malah sudah mulai bengkak-bengkak. Tanggal 20 Maret 2006, aku memeriksakan diri lagi ke dr. Jhon Manurung. Hasil tes darah dari laboratorium dan USG, dr. John memvonis bahwa ginjalku mengalami pengerutan/pegecilan volume ginjal. Aku harus menjalani cuci darah! Masih terngiang di telingaku ketika dr. John berkata,” Bapak harus sabar, begitu juga Ibunya, karena Bapak harus menjalani cuci darah di Bandung. Beruntung, Bapak punya Askes, kalau orang lain belum tentu. Tindakan Bapak sudah tepat 20

Mereka semua tak percaya kalau aku harus cuci darah. John. bengkak dan merah. Ternyata tak ada seorang pun yang bisa membuktikannya. cemas resah. sabda dr. satu-satunya obat hanyalah cuci darah. aku cek darah lagi di laboratrium. Akhirnya tanggal 5 April 2006. Aku tak bisa menyanggupi perintah dokter. Datang ke rumah pun sama. perdebatan sengit terjadi antara istri.6. cuci darah! Benar saja. John. John. lunglai tak bertenaga. Aku dan istri masih tak percaya dengan keputusan dokter bahwa aku harus cuci darah. Tiap orang yang memberikan solusi dan obat untuk gagal ginjal dari sahabat. Aku meminta tolong kepada istriku agar menemui lagi dr. Badanku lesu. Seandainya ada seorang pasien gagal ginjal yang sudah sembuh. Berarti aku harus mempercayai dr. Perasaan hampa. dada sesak. Kematian rasanya sudah dekat.81. “ Siapa orangnya yang sudah divonis gagal ginjal dan menjalani cuci darah bisa sembuh dengan obat X tersebut ?”. Jurig 21 . kerabat dan orang-orang dekat lainnya tak ada yang mujarab. Aku masih bertahan dengan menkonsumsi obat X. Ureum 142. Asam Urat 14. Tekadku sudah bulat.0. ternyata kadar racun di tubuh malah bertambah menjadi Kreatinin 7. Tapi saat aku kontak semua distributor sampai ke pusat yang ada di Jakarta dan aku tanyakan. adik-adik. John untuk meminta surat rujukan ke Bandung dan segala persyaratan Askes lainnya. dan Hb 5. yang tak bisa lagi terperikan dengan kata-kata. rasa bersalah. agar aku menjalani cuci darah. otak tak bisa lagi berpikir logis. rasa berdosa dan segala rasa nyeri.” kata-katanya begitu tandas dan meyakinkan. orang tua. Aku sudah tak tahan dengan rasa sakit dan pasrah untuk menjalani cuci darah. “Jangan percaya kepada siapapun di sekelilng Anda. anak-anak dan sahabat-sahabatku. Mata sembab. Bumi terasa gelap. walaupun doker menyarankan agar cepat mengambil keputusan. Saat ini. jika ada yang mengaku-ngaku lebih pintar dari dr.datang kepada saya. Tolong jangan percaya kepada orang lain yang mengaku lebih pintar dari dr. Untuk membuktikan dan meyakinkan diriku yang sudah mulai gundah gulana. maka akan aku kejar sampai ke ujung dunia sekalipun. karena janjinya bisa menyembuhkan penyakit ginjal. John!” terbukti.

Wajah yang sudah kebingungan. saya sudah tahu bahwa penyakit Anda itu sudah diderita sejak 3 tahun yang lalu. aku adukan seluruh keluhanku kepada dr. padahal seharusnya 3 tahun yang lalu. dengan cara melihat Anda berjalan dan melihat wajah Anda saja. Rully malah memberikan lagi resep. Aku masih sempat berpikir.00 WIB. was-was mendengar keputusan dr. Rully yang luas. begitu dia menjawab pertanyaanku sambil tertawa terbahak-bahak. Malah tambah parah. ahli ginjal. mahalnya bukan main. harum dan diiringi musik yang mengalun merdu komplit dengan sikapnya yang ramah. bersih. Sumi Azizah adikku. Selesai memeriksa dr. anak-anak. Dia memeriksaku dengan teliti. tapi juga istri. walaupun resepnya hampir Rp. Aku disarankan minum obat dulu selama 2 minggu. Baru saja duduk. Usulan tersebut akhirnya disepakati juga. aku memaksa kembali lagi pergi ke tempat dr.Rully Roesli. 7 April 2006. Kami berangkat ke Bandung pada hari Jumat. Baru 10 hari. Rully. adik-adik dan sahabat-sahabatku. karena berdasarkan dari pengalaman itulah kadang-kadang seorang dokter tindakannya seperti dukun. Badanku makin loyo. Ya. 22 . buat apa lagi resep? Obat yang sepuluh hari lalu saja. Rully yang seharusnya aku minum untuk 2 minggu. adem. orang tua. Bukan hanya aku yang merasa gembira. wajah sudah bengkak.Sesaat sebelum pergi ke Bandung. Detak jantung serasa tak beraturan lagi. bisa meramal”. katanya. “Saya sudah pengalaman. untuk menghabiskan rasa kepenasaran. Napasku sudah terengah-engah. Denyut nadi di leher terasa meletup-letup.700 ribu. Rully sudah mempertanyakan mengapa aku baru datang berobat kepadanya. tapi hasilnya tidak ada sama sekali. Rully yang demikian sedikit melegakan. Kepala rasanya mau pecah seperti gunung berapi yang mau meletus. “Anda seharusnya datang kepada saya 3 tahun yang lalu!”. Rully berpraktek di Perisai Husada. ternyata tidak mampu mengubah keadaan. mata memerah. Mata terasa buram dan menonjol ingin meloncat dari kelopaknya.” Kok. Aku heran. Ruangan dr. Obat dari dr. menyarankan agar mencoba berobat ke dr. murah senyum bisa memberikan rasa optimis. dokter tahu bahwa saya ini sakit sejak tiga tahun lalu?”. mual terus-menerus. pukul 20. stress. dr. Senin 17 April 2006. kepala sakit tak terperikan lagi.

hal ini seperti kata cuci darah. “Nah. Aku protes dan tak mengerti akan tindakan dokter seperti itu. walaupun Kreatininnya sudah mencapai 8. jawabnya. Nah. sakit saya bisa sembuh? Kemarin juga dengan resep dari dokter yang seharusnya 2 minggu..” kataku. kemudian berkata. ya. masih berobat.. aku bertanya juga. ini dia Pak! Sampai sekarang. walaupun dia belum pernah bertemu atau melihat jurig. Jadi. malah hanya bisa bertahan 10 hari !”. “Sampai sekarang belum sembuh? Bagaimana keluhannya hilang?” aku memberondong dengan pertanyaan. Dok! Kalaulah memang cuci darah itu jalan satu-satunya. mendengar kata jurig ?” “Ya. Akhirnya dengan segenap keberanian dan sisa-sisa akal sehat. karena yang normal itu cuma 1 kadar kreatinin darahnya.”Nah. Hanya minta makan obat saja.” “Oh. “Maaf. dia merogoh laci mejanya dan mengeluarkan setumpuk kartu berobat. “Begini. ya sudah! Saya minta surat pengantar saja untuk menjalani cuci darah. Takut. Orang barat kalau Kreatinin darahnya baru 3 saja sudah cuci darah.” dr.!” “Bapak takut kan sama jurig ?” “Tidak. Jadi.!” “Tapi sering bukan. 23 . dia itu sudah takut.Dok! Apakah dengan resep yang Dokter berikan. padahal kalau dia cuci darah mungkin bisa lebih baik. Rully tidak menjawab langsung. jadi Dokter menganggap saya takut untuk menjalani cuci darah? Saya tidak takut. rutin”.” “Bagus! Biasanya orang mendengar kata jurig saja. “Ini katu berobat pasien saya sejak tahun 1993 sampai sekarang.Adik dan istriku yang selalu setia mendampingi.! Sejak kecil juga saya tidak takut. saya akan mengganti resep ini dengan surat pengantar.Pak!”. dia datang ke dokter. Berarti kurang lebih sudah 13 tahun dia berobat kepada saya 2 minggu sekali. Rully tersenyum. karena penasaran. Mau di mana Anda menjalani cuci darah?” “Di RS Al-Islam By Pass saja. bagaimana dengan saya?”. Orang Asia..” “Jadi. “Lihat ini. masih memohon agar tidak menjalani cuci darah. orang Asia jika mendengar kata cuci darah itu seperti mendengar kata jurig. kataku yang sudah tak sabar. diam saja. itu yang saya harapkan. Dok! Biar dekat dari Garut. dr. Pak! Bapak tahu jurig * ?” “Tidak. Keluhannya tetap ada.

Jadual yang ditentukan oleh pihak rumah sakit adalah hari Rabu dan Sabtu sore. karena aku sudah tak tahan.A. Adikku yang mengurus segala persyaratan. Siapa Evi Arpan itu? 24 . mata rasanya mau lepas. Seluruh keluargaku sudah panik. dan Sehat bersama cuci darah.“Oke. Apapun yang terjadi aku sudah pasrah. Otakku tak bisa lagi berpikir waras. walhamdulillah. karena jadualnya sudah penuh dan fasiltas mesinnya terbatas. saya buat surat pengantarnya. surat-surat dan prosedur yang harus ditempuh terpaksa beralih tempat. napasku pendek-pendek. padahal hari itu. Selamat menjalani dunia baru!” kata dr. walaailaahaillallah. hanya bersama cuci darah. wallaahuakbar” tak lepas. ya! Saya sarankan Anda jangan lupa minum Vitamin 4 S saja!” “Apa Dok?Vitamin 4 S itu?” “Vitamin 4 S itu adalah : Shalat. dia menyuruh aku agar segera menghubungi Evi Arpan. 18 April 2006 . Kepalaku selalu tertunduk tak tahan menahan nyeri di tengkuk. Perkenalan dengan Evi Arpan Rumah Sakit Al-Islam yang menjadi tujuanku untuk menjalani cuci darah ternyata tidak bisa menerima pasien baru. Rully sambil tersenyum puas. Sumi. Sabar. Aku pasrah dengan segala keputusan Allah yang menguasai jiwaku. Batinku menjerit memohon kepada Allah agar penderitaanku segera berakhir. Selasa. Semangat. Harus selalu diingat.Habibie Jalan Tubagus Ismail. ini suratnya.” “Ya. sekujur tubuh bengkakbengkak. kaki susah melangkah. susah membuka kelopak mata. Bandung. Aku mengetahui hal itu setelah dia selesai mengurus segalanya di Rumah Sakit Khusus Ginjal Ny.R. Kalau aku harus menunggu sampai besoknya lagi. * Jurig artinya hantu. mungkin kisah hidupku tamat sampai di situ. Dzikirku hanya bisa diucapkan di dalam hati. “Subhaanallah. Hanya adikku.ya! Anda itu orang normal dan sehat.

Aku jadi malu di hadapan Allah Swt. Saat itu juga Evi Arpan diundang ke rumah adikku untuk dijadikan nara sumber sekaligus gambaran bagiku dan seluruh keluargaku yang siap menyimak segala materi pengalaman hidupnya selama cuci darah kurang lebih 17 tahun itu. aku masih memiliki tanggung jawab membesarkan dan mendidik anak-anakku yang masih kecil. kengerian dan semangat hidup yang susah untuk dilukiskan dengan kata-kata. karena berjuta pengalaman yang pernah ia lalui. Biarpun tubuhnya yang kecil. Keempat anakku masih membutuhkan figure seorang ayah. anakku yang paling kecil dan saat itu baru berusia 1 tahun. ketabahan. Andaikan kutuliskan kisah hidupnya. “Pak! Bapak harus hari ini juga cuci darah. tapi dia masih terus memiliki semangat hidup yang tinggi. Sungguh suatu prestasi luar biasa.Dia adalah pasien gagal ginjal yang sudah banyak makan asam garamnya masalah cuci darah. yang memotivasiku untuk bangkit lagi dari ketidak berdayaan. kegetiran. Cijerah. Tidak ada yang menjadi tanggungannya.” 25 . Dia mampu melanjutkan sekolah ke SMA. harus segera dikeluarkan. kuliah. seorang pemuda yang telah memberikan inspirasi dan keteladanan hidup bersama cuci darah sejak berusia 16 tahun. bekas dua kali operasi AV shunt atau Cimino dan beribu-ribu tusukan jarum pistula. Oke! Aku angkat topi padanya. Dari seorang Evi Arpan aku mendapatkan suntikan segar vitamin semangat hidup. kesabaran. Atas saran Evi. Dialah anakku yang paling lucu. Evi. Bandung sebagai tempat persinggahanku sementara. bahwa aku harus segera menjalani cuci darah saat itu juga. karena racun di tubuh Bapak sudah banyak sekali. Jangan menunggu sampai besok! Saya khawatir Bapak tidak akan bertahan. Dia bilang. urat nadinya yang membengkak melintang sebesar jari seperti kue tambang yang melilit di kedua tangannya. Dia tahu persis kondisiku. Evi Arpan. Namun wajahnya yang kehitaman itu masih memancarkan semangat hidup yang tinggi. tidak jauh dari rumah adikku. Akhirnya tersadar kembali. mungkin tidak akan selesai 3 atau 4 bulan. ketawakalan. Cici. dia masih bujangan. Kebetulan tempat tinggalnya hanya sekitar 500 m. tangannya yang rusak. selama berobat di Bandung. Apalagi Si Bontot. biasa ia dipanggil. sampai kemudian bekerja layaknya orang yang sehat sebagai Tata Usaha di salah satu Madrasah Aliyah di Kota Bandung. Nurbayani Saleha di Saibi.

A. “Ya. sopan. memang saya pun sudah tak tahan. Cijerah ke Tubagus Ismail menuju RSKG Ny. Evi menerangkan dengan penuh semangat. Kapan pun Bapak mau. Begitu datang di gerbang pagar depan RSKG. Pelayanan pertama yang sungguh mengesankan. “Oh. Tadi malam juga sudah tak bisa tidur sama sekali. OT itu cuci darah diluar jadwal yang ditentukan. penuh perhatian saat mendengarkan keluhan pasien dan kecekatan mereka merawat pasien bisa aku rasakan. Alhamdulillah. OT. Habibie. Beberapa saat kemudian aku dipersilakan memasuki ruangan yang luas. Pada pukul 14. Tapi bagaimana caranya bisa cuci darah sekarang? Jadual saya harus besok sore”. baru aku mengerti bahwa OT itu singkatan dari over time. perawat sampai dokter yang menanganiku semuanya baik.00. selalu tersenyum juga memberikan pelayanan dan perawatan professional terbaik. Beberapa meter di atas kepala ada AC yang membuat pasien lebih nyaman. Dengan posisi ranjang yang berderet dan bersebrangan dengan 26 . R. “OT?” pertanyaanku singkat. Kemudian mendorong dan mengantarkanku sampai ruang tunggu di lantai II. satpam sudah menyambut dengan anggukan kepala dan senyum yang ramah. bisa Pak! OT saja!” jawab Evi. Bandung. ramah. Hampir seluruh keluargaku menumpahkan tangis bahagia. Aku heran tak mengerti.A. terdiri dari 17 tempat tidur yang mengelilingi meja dokter dan perawat. Badan sudah serasa remuk.“Ya. cleaning service. artinya cuci darah di luar jadual yang sudah ditentukan. karena telah ada jalan keluar saat kondisi badanku sudah kritis. R. dengan menggunakan remote controle. pasti dilayani asal telpon dulu Mas Kamto yang mengurus jadualnya”.00 kami berangkat dari Saibi. Aku berbaring di atas ranjang yang otomatis bisa ditinggikan atau direndahkan sesuai keinginan atau sandarannya yang mau diatur berapa derajatnya. karena keramah-tamahan segenap karyawan RSKG mulai dari satpam. terjadi kesanggupan menerimaku untuk cuci darah pukul 15. hanya harus memberikan biaya tambahan sebesar Rp 100. Saat itu juga aku langsung menghubungi Mas Kamto penentu kebijakan masalah jadual cuci darah di Rumah Sakit Khusus Ginjal Ny. Belakangan. Habibie. Di samping sentuhan lembut para perawat. Ada juga satpam yang segera menyodorkan kursi roda pada saat aku turun dari mobil.000.00 sekali cuci.

jantungku masih baik. Tapi rasa nyeri yang hebat harus terulang saat jarum pistula di selangkangan harus dicabut kemudian bekas tusukan jarum yang besar itu harus di tekan dengan kuat sekitar 15 menit. Bunyi kretek-kretek mesin cuci darah diselingi bunyi alarem peringatan serta kilatan lampu merah yang berkelip-kelip kalau terjadi sesuatu yang salah harus dinikmati selama 2 jam. Aku pun merintih. Mesin EKG dipasang untuk memeriksa jantungku. Selasa. Jarum pistula siap dipasang di selangkangan kaki kiri untuk mengeluarkan darah yang dialirkan ke mesin penyaring. 18 April 2006 kisah hidup pertama kali berkenalan dengan mesin cuci darah. Tusukkan yang menyelamatkan hidupku. Hasilnya.pasien lain. agar urat nadi yang bolong bekas tusukan tidak memuncratkan darah dan lubangnya tertutup lagi. aku sudah sulit bernafas. Wow! Tusukan pertama jarum itu membuat mataku yang sudah redup langsung terbelalak. menahan sakit yang sampai ke ulu hati. Tusukan yang menyalakan harapan dalam kegelapan masa depanku. Pukul 17. di selangkangan diberi injeksi anestesi lokal dulu agar tidak terlalu sakit. Begitu juga bekas tusukan jarum di tangan kiri. harus ditekan dulu 15 menit agar mengering. Selanjutnya akan berlangsung kontinyu setiap hari Selasa dan Jum’at dan berangsur-angsur limit waktu bertambah menjadi 3 jam sampai 4 jam pada saat cuci darah yang ke dua dan ke tiga. karena jarum pistula itu besar sekali dan harus berjam-jam terbenam di selangkangan. tapi aku disarankan memakai cuci darah system karbonat. Sebelum menusukkan jarum pistula. Mas Slamet dan perawat lainnya yang selanjutnya menanganiku. Maka dokter segera memberikan oksigen. beberapa TV kabel yang siap memberikan hiburan untuk sekedar mengusir rasa kesal berjam-jam terbaring saat cuci darah. juga tersedia fasilitas hiburan.00 WIB. napas pun terasa ringan. Sampel darahku diambil untuk membeli 2 labu darah ke PMI. sama. bukan asetat. Aku belum begitu mengerti tentang perbedaan keduanya. Badan mulai terasa segar setelah 2 jam cuci darah dan mendapat tranfusi 2 labu darah. Saat itu. Kepala yang tadinya terasa berat berangsur-angsur ringan. bahkan hampir gelap mulai terasa terang lagi. kemudian darah segarku yang mengalir itu akan dimasukkan lagi pada pembuluh darah di tangan kiri. menjerit. Jangan bertanya bagaimana rasanya! Anda bayangkan saja sendiri! 27 . Pandangan yang asalnya terasa buram.

Diposkan oleh bang_qory di 18:16 0 komentar Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke Facebook Sabtu. rumah adikku yang pertama. Pinggang. sampai betis kaki kiriku bengkak. ikatan erat yang tak bertali dan membuat aku tak bisa bergerak sedikitpun.Selesai sudah. Hingga aku harus bertahan dalam kondisi berbaring seperti mayat selama lebih kurang 4 jam cuci darah. Sekuat apapun dia. pasti tidak bisa berkutik. Aku sadar betul bahwa kondisiku masih sangat lemah jika harus kembali ke Garut. Tangan kiri baru sehari menjalani operasi cimino/AV shunt. warnanya hitam kebiru-biruan. hanya Allah Swt Yang Maha Mengetahui segalanya. Apalagi. tentu Anda ingat. Sedangkan. Mampukah aku bertahan hidup dengan cuci darah? Entahlah. Aku pulang lagi ke Cijerah. tetapi tiba-tiba tubuhnya terserang gatal-gatal. apa yang dikatakan dr. gerakan tangan kiri pun terhambat. Lengkaplah belenggu yang tak berbelenggu bagi seluruh anggota tubuhku. Darah dibawah permukaan kulitnya beku. jika sedang berada di atas ring tinju dan siap melayangkan bogem mematikan. Tepat di bekas tusukan itu pun terjadi abses (pembengkakan) hampir sebesar telur ayam. tangan kanan dan selangkangan kaki kanan masing-masing terpanggang jarum pistula cuci darah. Sehingga kaki kiri saya sulit untuk bergerak seperti orang yang terserang Cikungunya. minimal 2 kali seminggu secara rutin dan kontinyu. pengalaman pertama cuci darah yang sangat menakutkan. Nurbayani Saleha yang berprofesi sebagai Ibu Panti Sosial Asuhan Anak Nurul Ihsan. paha. Akibat dari tusukan jarum pistula yang kurang tepat di selangkangan. Rasanya menyakitkan sekali. si Leher Beton. Jadi. merah lebam. Dan aku sadar betul bahwa cuci darah ini baru permulaan yang harus aku jalani seumur hidupku. petinju legendaris. 28 . saat pertama kali cuci darah.Rully seperti bertemu “jurig” itu aku alami. 04 September 2010 Derita Paling Menderita Mike Tyson. sama tak bisa bergerak leluasa dan masih bengkak. Begitulah kira-kira gambaran bagaimana dahsyatnya gatal-gatal bisa membuat orang sedigjaya apapun akan menjadi tak berdaya. bekas sayatannya hampir mendekati sikut. Kejadian yang sangat menyakitkan ini pernah kualami saat cuci darah yang keempat kalinya.

“Laahaula walaa Quwwata illa billaahi aliyul adziim. Beberapa saat aku tak bisa menjawab. malah semakin menjadi-jadi. Aku segera minta tolong diberi obat anti gatal. Bagaimana. dr. Dua buah labu darah sudah dipersiapkan guna memperbaiki Hb yang hanya 5. Aku hanya bisa menggigit bibir bagian bawah untuk menahan derita yang paling menderita sambil memanjatkan doa memohon kekuatan dalam batin. Agar bisa menggaruk seluruh bagian tubuh yang terasa panas. malah gatalnya tambah seru. Labu pertama terpasang bersamaan dengan proses cuci darah.. Aku meminta bantuan tambahan pasukan penggaruk Yayu dan Zaki. Karena tangan dan kakiku tak bisa bergerak sama sekali. Mas Slamet sebagai perawat yang sigap cepat memasukkan injeksi interhistine 1 ampul. Memasuki menit ke-16 mulai terasa gatal di telinga sebelah kiri. pinggang. penyebab utama terjadinya derita yang paling menderita. Beberapa detik kemudian bertambah pula rasa gatal itu ke telinga kanan. dengan transfusi darah itu. dr. Gatal itu terus berkembang biak bak jamur di musim hujan.Pak? Mau dilanjutkan dengan labu yang kedua?” kata dr. Aku mengakui segala kelemahan diri di hadapan Allah Swt. Injeksi interhistine ditambah lagi sampai habis 4 ampul. Batinku berperang sabil antara melanjutkan transfusi atau tidak? Karena aku tahu. Akhirnya aku hanya bisa pasrah tak berdaya. Namun menambah ketidak nyamanan untuk bergerak. Inilah yang menjadi virus malapetaka. “Labu darah pertama sudah habis. Aku meminta tolong istri untuk menggaruknya.. Gatal di tubuhku bukannya mereda. pantat.Selang oksigen juga terpasang di hidung agar napasku terasa ringan. berjalan lancar-lancar saja. Pada 15 menit awal. Tapi hasilnya tetap nihil. kaki. rasa gatal dan jengkel karena garukan mereka banyak meleset dari instruksi sasaran yang kuinginkan. merintih menahan sakit. gatal dan menyakitkan. Cut Indra dan Mas Slamet menghampiriku. tangan dan wajah.!” Air mata kepasrahan kepada Allah Swt yang menguasai jiwaku terus mengalir. Yang Maha Menguasai jiwa. aku tersiksa. 29 . Rusma.0 mlHg. Bagaimana bisa? Ya. menyerang punggung.Rusma. Aku menjerit. Yang Maha Kuasa. adik-adikku. penyebab gatal itu adalah penolakan tubuh terhadap darah asing yang masuk (alergi terhadap darah yang kurang cocok).

badan akan semakin lemah karena Hb-ku yang sangat minim dan sayang labu darah yang satunya lagi akan terbuang sia-sia. Tak ada makhluk lain. Namun aku yakin Allah Swt yang menguasai jiwa ragaku pasti memberikan kekuatan 2 jam ke depan untuk menahan segala derita ini. walaupun aku tahu resiko yang harus aku tanggung berat sekali. Tapi jika tidak dilanjutkan. mati deh. insya Allah saya kuat!” Anak. Mas Slamet mendesak. juga perjuangan untuk mendapatkannya sangat melelahkan. Istriku juga mengatakan bahwa wajahku bengkak. Memang ada sih. Rusma memberikan penjelasan bahwa kondisi demikian tidak akan berlangsung lama.! Aku mencoba mengumpulkan segenap keberanian dan kesabaran dalam ketidak berdayaan untuk melanjutkan tranfusi tersebut.Jika dilanjutkan. Setelah cuci darah selesai. Istri dan adik-adikku yang berada di sekelilingku dan menyaksikan kejadian itu semuanya meneteskan air mata. dr. Mas! Lanjutkan saja. Air mata sedih. Gejolak batin dan pikiranku terus berperang antara ‘ya’ dan ‘tidak’. Telinga dan wajahku terasa bengkak. aku harus menahan penderitaan yang tak terperikan ini lebih lama. Bisa Anda bayangkan sendiri. gatal yang mengakibatkan kematian. Beruntung. Hanya Allah-lah yang bisa menolong jiwaku. “ Pak. Yaitu. Ini hanya efek samping dari obat anti gatal yang diberikan tadi. Aku jawab tantangan Mas Slamet dengan hati mantap dan tekad yang bulat “Ya. Sambil menggigit bibir bagian bawah dan memejamkan mata. hanya kepasrahan diri yang bisa mengantarkan dan melewati masa-masa kritis semacam itu. gatal yang digaruk di tengah jalan tol lalu tertabrak kendaraan. bisa bertahan jika dilanjutkan transfusinya?” Aku masih belum bisa menjawab. Padahal harganya cukup mahal. haru dan pasti bisa merasakan bagaiman penderitaan yang harus aku jalani selama 2 jam lagi. Ya.. Perasaanku cemas dan takut kalau-kalau kakiku menjadi lumpuh. Selanjutnya aku berpikir belum ada orang yang mati gara-gara gatal. ketika turun dari pembaringan kakiku tak bisa bergerak. Ya. Laahaula walaaquwwata illa billaah aliyyul adziim”. lemas tak bertenaga. 30 . betapa menderitanya aku saat itu. Kepasrahan. aku tuntaskan perjuangan melawan rasa gatal serta tak pernah lepas dari doa. telingaku menebal beberapa millimeter dan berbintik-bintik merah. ”Laailaahaillallah. Saat aku mencoba berdiri malah mau ambruk.

Saat itupun aku disuapi istri tercinta. ”Siap! Kapan pun dan di mana pun saya pasti siap!” Barangkali kondisi seperti itulah yang aku alami pada hari Kamis. rupanya karena racun (ureum dan kreatinin) di tubuh sedang dikeluarkan. aku masih sibuk menggaruk-garuk sekujur badan sepuasnya. Segera aku berdiri di atas timbangan yang tersedia untuk mengetahui berat badanku. Sehingga. pasti Anda pun menjawab. “Apakah Anda siap saat ini. Tetapi begitu selang cuci darah dilepas. Kemudian kepala juga 31 . Kesempatan Hidup Kedua Beberapa minggu setelah kejadian itu.5 kg. detik ini juga malaikat Ijrail menghampiri Anda. Rutinitas timbangmenimbang berat badan sudah menjadi kewajiban baru sejak menjalani cuci darah. karena selama cuci darah tadi tidak bisa menggaruk sendiri. Memasuki 15 menit terakhir jam ke-4. R. 20 Juni 2006. Aku yakin jawabannya pasti “Tidak siap!” atau kemungkinan besar jawabannya seperti itu. nyeri dan kram. Aku makan dengan lahap. Hal ini juga banyak dialami pasien lain. Seandainya saat ini Anda sedang membaca tulisan ini. Habibie. Badanku masih kuat untuk berjalan kaki sekedar turun dari angkot menuju lantai II ruang tunggu cuci darah di RSKG Ny. Jam-jam pertama cuci darah tak ada kendala.5 kg selama 3 hari sebelumnya. tanpa persiapan mental sedikit pun.Sepanjang perjalanan pulang dari RSKG menuju ke Cijerah. Aku selalu mencatatnya di buku agenda pasien. beberapa puluh menit kemudian alat pencecap itu kembali krodit. tiba-tiba aku ajukan pertanyaan. makan saat cuci darah adalah saat yang dinantinanti. Banyak yang iri melihat kami selalu mesra. kemudian mencabut nyawa Anda?”. Hitung-hitung balas dendam. tidak sensitive lagi terhadap rasa. ada lagi peristiwa yang lebih mengerikan. berarti ada kenaikan berat badan 2. Tapi kalau rasa keimanan Anda kuat. Karena Anda kaget dan sungguh diluar dugaan.A. bisa merasakan segala rasa makanan dengan tepat. Setiap datang dan pulang pasien wajib mencatat berat badannya. Jarum timbangan menunjukkan angka 46. Karena saat inilah biasanya alat pencecap agak normal. karena hanya bisa dinikmati 2 kali seminggu. agar tim medis bisa menentukan banyaknya cairan yang harus dibuang dari tubuh pasien. tiba-tiba kedua kakiku terasa dingin. Moment cuci darah bisa aku gunakan untuk makan.

istriku berusaha mendekapku dengan penuh kasih sayang. bernapas dan mengembalikan segenap energi yang masih tersisa. kaki tanganku tak mampu bergerak. Dokter jaga dan perawat lain berdatangan. Setelah napas kembali normal begitu juga tensi darahku menjadi 120/80. meriang merasa kedinginan hebat. Setiba di Saibi aku tak mampu lagi berdiri apalagi berjalan. Kondisiku makin lemah. Mual tak tertahankan dan dada pun terasa ditumbuk-tumbuk. Tujuannya agar aliran darah ke kepala bisa lancar. kemudian napas terasa agak ringan.7 Cijerah (Perum Saibi) serasa berpuluh-puluh jam. aku diperbolehkan pulang. selang oksigen cepat-cepat dipasang untuk membantu pernapasan. Aku terkulai. Kepala pusing dan mual yang dahsyat tak tahan. selang cuci darah juga cepat dicabut. terkuras seluruh isi perut keluar semua. padahal masih tersisa beberapa menit lagi. Dengan kursi roda aku menuju angkot Mang Dadang yang sudah siap menjemput. tensi darahku tibatiba drop menjadi 80/60. baru beberapa puluh meter saja angkot itu meninggalkan RSKG tubuhku tiba-tiba menggigil. Selain istriku dan adiku. Pengalaman dahsyat itu kembali kusaksikan dari file 32 . pandangan kabur. pandangan pun tidak terlalu gelap. Tensi darah mulai naik lagi dan beberapa puluh menit kemudian agak normal 110/70. Perlahan-lahan perubahan itu berlangsung. Bumi di sekelilingku rasanya akan runtuh.dingin dan pusing berat. berkunang-kunang dan menghitam. Dingin menjalar ke sekujur tubuh terutama kaki sampai pinggangku. gelap. beberapa anak panti ikut membantu menggotong badanku agar sampai di tempat tidur. sekilas saja kulihat mereka semua sudah menangis bingung harus bagaimana menolongku yang tak berdaya saat itu. Jarak antara RSKG di jl. Aku muntah-muntah. Beruntung. Hanya kepala masih terasa pening. Istri dan adik-adiku sudah panik. Mekar Manah no. Selama perjalanan itu. aku masih bisa berteriak. “Suster pusing…!” Suster Neti dengan sigapnya segera menurunkan posisi kepalaku supaya sejajar dengan badan sebab asalnya posisi kepalaku bersandar agak tegak. aku berjuang terus. Antara sadar dan tidak. jari-jari pun tak mampu bergerak. jerih payah istriku menyuapiku waktu cuci darah terbuang sia-sia. Sekelebatan aku masih bisa melihat suster Neti di sebelahku. Tubagus Ismail sampai ke Panti Sosial Asuhan Anak Nurul Ihsan di jl. Wajah kakekku tiba-tiba saja terbayang di benakku saat beberapa menit lagi menjelang ajalnya tiba. Napas tiba-tiba berat dan sesak.

cemas. Pada saat kakekku melepaskan napas terakhir di pangkuanku. aku mulai bisa diajak komunikasi walaupun dengan suara yang sangat pelan dan berat. Hampir 2 jam mereka memijit-mijit telapak kaki dan tangan. Kemudian dia juga menawariku makan makanan bayi berupa bubur cair produk Nestle. Aku pasrah dan menyerah akan segala takdir yang digariskan Allah Swt.” katanya. Selain selimut dan bantal yang sudah ditumpuk di atas tubuhku agar hangat. khawatir. Dalam keadaan hampir seluruh keluarga panik. Kondisi terakhirnya sama seperti aku saat ini. “Aku menerima segala keputusan-Mu. Karena aku ini milik Engkau semata. 33 . Istriku secepat kilat menyajikan bubur Nestle cair rasa beras merah. Ibuku juga detik-detik akhir hidupnya aku saksikan sendiri. dan Yayu Fauziah bergantian memijit-mijit telapak kaki dan telapak tangan. Saat itu hanya hati dan keimanan yang masih menerangi jiwaku dan menuntunku untuk terus berjuang hidup. istriku masih berpikir bagaimana caranya agar suhu tubuhku menjadi hangat kembali. Istriku berinisiatif menawarkan minum teh manis. dimulai dengan turunnya suhu tubuh di kaki terus beku. takut. ditambah dengan botol bekas air minum mineral dan botol kaca bekas sirup buah yang di isi air panas juga. dua botol bekas air mineral di paha dan buli-buli/umbit di atas dada. tolonglah hamba! Berilah hamba kekuatan untuk bisa bertahan hidup sampai batas yang telah Engkau tentukan”. Aku hanya mengedipkan mata tanda setuju. tekun dan penuh cinta. namun kelopak mataku sudah mulai bisa terbuka. hanya kedipan mata pula. Dua botol bekas sirup buah yang besar-besar di simpan di betis. suhu tubuh mulai naik. begitu jerit batin yang aku panjatkan. ia cepat mengisi buli-buli/ umbit (kantung karet yang bisa di isi air panas). serta mengurut betis sambil terus meneteskan air mata dan berdo’a. merambat ke paha selanjutnya ke dada. baru terasa ada perubahan. Badanku mulai hangat lagi. akhirnya melepaskan napas terakhir untuk menuju keharibaan Allah Swt. stress. Nurbayani Saleha. Adik-adikku. Mungkin tujuannya agar darah yang seperti membeku dapat mengalir dengan cepat dan bisa berganti dengan yang hangat karena air panas tadi. Jawabanku sama. Atas izin Allah pula. Aku masih terkulai. “Biar ada energi. Tetapi seandainya ajalku belum tiba. Zaki Sukmaya. Tapi semua energiku serasa musnah.memoriku. Dia menyuapiku dengan sabar. Seandainya malaikat Ijrail mau menjemputku agar aku segera bertemu dengan-Mu aku rela. Beberapa sendok teh manis yang disodorkan istriku bisa mulus melewati tenggorokan. Ya Allah!.

00.00 sampai pukul 24. sedikit bersuara dan menggerakkan jari-jari kakiku. habis. aku mulai memiliki energi lagi dan bisa menggerakkan jari-jari tanganku. atas kemurahan Allah Swt. bahwa hakikatnya Allah yang memberikan pertolongan kepada kita.Semangat hidupku timbul lagi. aku baru bisa mengeluarkan suara agak fasih dan bisa dipahami. karena hanya itulah kemampuanku. Kejadian menegangkan itu cukup lama. Aku menyuruh adikku berhenti memijat dan beristirahat. adikku tidak menjawab. lama sekali. 34 . Raut wajahnya agak sedikit berbinar lagi penuh harapan. Subhanallah. Begitu bubur sudah ada di mulut. karena aku tak mau darahku kembali menjadi beku. Sebelum pergi tidur. walau gerakan tubuhku masih sedikit. lalu kutunaikan shalat Maghrib dan Isya dengan jama qoshor. masih belum berhenti memijat telapak kaki. Jama qoshor aja semampunya!” katanya pelan. antara hidup dan mati. Dia sudah kelelahan dan terkuras mental dan energinya.00. “Pa. Dibuatkannya lagi bubur yang kedua. tanpa bergerak sedikit pun. Aku berusaha bisa menelan bubur dan tak perlu mengunyah sedikit pun. Hanya itu energi yang kumiliki sebagai bakti dan rasa syukurku atas segala pertolongan Allah Yang Maha Kuasa. sudah dulu ya! Istirahat aja dulu! Capek! Terima kasih ya!” kataku pelan. shalat dulu ya! Magrib dan Isya kan belum. Hanya matanya terus menatapku dengan tatapan yang berkaca-kaca. aku bertayamum dalam imajinasiku. Karena usaha dan jerih payahnya bisa berhasil. Seolah-olah dia ingin meyakinkan diri bahwa aku masih bisa bertahan hidup sampai besok lusa dan entah sampai kapan. Dengan ketekunannya menyuapiku. Alhamdulillah. Kecuali hanya mengacungkan jari telunjuk saat tahiyyat. Aku merasa diberi kesempatan hidup kedua. Senyum kebahagiaan karena sudah bisa melewati masa yang sangat kritis. Zaki. dari sekitar pukul 17. “Ki. Pukul 01. Adikku. Tapi dia masih setia berbakti memijat terus sampai dirinya yakin bahwa aku sudah pulih. Sambil berurai air mata. 20 gr bubur Nestle itu masuk ke dalam lambungku. Dia beranjak ke ruangan tengah untuk beristirahat bersama adikku yang lain. Aku menjawabnya dengan senyum. istriku mengingatkanku untuk shalat Maghrib dan Isya yang belum sempat kutunaikan. langsung glek saja ditelan dan masuk ke lambung. dan dia pasti sangat paham. Zaki.

Faris Fajar Wibawa (17). seorang istri yang aku sunting pada hari Minggu. Fatmah Tresnasih. 5 Juli 1992 sampai sekarang benar-benar merupakan perhiasaan terindah dalam hidupku. Ulfa Shofi Agnia (15). tapi aku yakin besok-lusa aku pasti bisa bangkit lagi. sesuai dengan namanya Tresnasih. aku mulai bisa menggerakkan kaki dan tangan. Nazla Gina Farfasya (10). sabar. Perhiasan Terindah Pas benar ungkapan sepenggal syair lagu Rhoma Irama yang mengatakan “Perhiasan terindah itu wanita sholehah”. Kepalaku masih terasa pusing. si sulung yang ganteng dan tiga dara yang cantik-cantik. Mimih. kami sepakati sejak ijab qabul dengan wali dihadapan penghulu tak akan putus. dan Fhatiya Bilqis Saida (5). Dialah yang telah melahirkan 4 permata hidupku yang lain. telaten. walau 35 . Amiin! Mimpi Ya Allah! Mimpiku menjadi orang normal Mungkin hanya angan dalam khayal Yang tak bertepi sampai ajal Namun aku juga bermimpi Sakitku pasti akan terobati Saat aku bisa menikmati Indahnya cinta-Mu di surga nanti.Pagi-pagi. tak pernah mengeluh. Tresna artinya cinta dan Asih artinya kasih sayang yang tulus. penuh daya juang. Penandatanganan dan peresmian kontrak hidup bersama dunia-akhirat. motivator ulung yang penuh cinta dan kasih. begitu aku dan anak-anak menyebut namanya. Sosok perempuan yang tegar. berbicara pelan-pelan.

setiap cuci darah harus mengantongi uang minimal 1 juta rupiah. Dialah yang selalu memberiku semangat hidup. stress dan kehilangan pegangan. Entah dari mana. Bukan hanya dituntut bisa memenuhi kebutuhan untuk berobat. Menyeka seluruh tubuhku di saat aku tak mampu mandi. tapi disaat kepalaku pening. Aku sudah tak bisa berpikir lagi untuk mencari uang. istriku mampu memberikan pijatan lembut yang menggetarkan nadi kehidupan. karena badanku semakin lemah dan tak kuat lagi kalau naik kendaraan umum. jika aku sakit. aku tak tahu. ke sana-ke mari mencari pinjaman. Ya. jika aku merintih kesakitan. Sungguh pengorbanan yang luar biasa. Sebagai wanita karir. gelisah dan pontang-panting mencari pertolongan. Sebagai ibu rumah tangga. Membersihkan seluruh kotoran yang menempel di badanku. Dia yang pertama kali terbangun dan terjaga saat tengah malam aku pening.kematian memisahkan kami. Begitu besar pengorbanannya bagiku dan keluarga. Tugas istriku yang paling berat adalah merawatku sebagai suaminya. sedangkan esok harinya harus mengajar dan mencari uang tambahan untuk memenuhi kebutuhan berobat dan cuci darah. Ini terbukti dengan begitu setianya dia menjaga dan merawatku saat aku sudah tak berdaya. Operasi AV shunt atau cimino yaitu operasi memperbesar pembuluh darah di tangan. berarti setiap bulan harus mengeluarkan uang Rp 8 juta. dia harus tetap menjalankan tugas mengajarkan Bidang Studi Bahasa Inggris di SMPN 1 Banyuresmi. sebagai wanita karir dan sebagai ibu rumah tangga yang baik. tetapi banyak obat-obatan yang di luar tanggungan Askes. membesarkan jiwa saat aku merasa putus asa. dia harus menjadi ibu yang baik bagi anak-anaknya. Istrikulah yang sigap kasak-kusuk. adalah kata pertama yang saya panggil. Pada saat aku terkulai lemas kehabisan energi. Dialah yang selalu mengajak aku mendekatkan diri pada36 . Mengecup pipi kanan. Pembelian labu darah. Garut. agar tidak ditusuk di selangkangan. kiri dan keningku dengan penuh perasaan cinta saat aku akan tidur. Dialah orang yang pertama kali merasa cemas. pegal dan linu atau muntahmuntah. Bisa Anda kalkulasikan sendiri jika dua kali cuci darah dalam seminggu. Begadang sampai pagi. Mimih. Belum biaya tak terduga lainnya seperti operasi AV shunt atau cimino. merasa down. dan yang paling besar biayanya adalah biaya transportasi. dia menyuapiku dengan penuh kasih sayang. Istriku dituntut harus pandai membagi waktu. Setiap kali pergi ke Bandung harus merental mobil. Biaya cuci darah memang ditanggung Askes.

Biasanya berbaur dengan para guru dan siswa di SMPN 1 Banyuresmi. karena aku pun sebagai suaminya.Nya! Mengingatkan aku untuk berdo’a. merasa ridho. Mustahil aku bisa berpaling ke lain hati. sekarang malah harus diurus orang lain. Pada bulan April 2006. bahagia.Nya di setiap tarikan nafasku. Pak Wawan. Biasanya.. pagi-pagi sudah berangkat mengajar. Tak mungkin.00 atau 19. sebagai kepala sekolah mengerti kondisiku yang harus bolak-balik terus cuci darah ke Bandung. Biasanya kami berangkat pukul 08. Tak keliru aku memilih Fatmah Tresnasih sebagai pendamping hidup selamanya. aku menulis surat pengunduran diri dari jabatan dan tugas-tugas yang tidak mungkin lagi bisa aku tunaikan dengan alasan kesehatan. Cita-citaku untuk melanjutkan kuliah hapuslah sudah. sekarang malah berbaring lesu sambil berselimut tebal. Aku merasa tak berguna lagi. sahabat-sahabat terbaikku selalu siap dan sigap mempersiapkan semuanya. bertasbih.00. Karir. Beruntung. Tiap kali pergi ke RSKG 2x seminggu.00 dari Garut dan tiba lagi pukul 18. begitu tulus dan begitu murni. Terima kasih Ya Allah! Uang Bukan Segalanya Kegiatan rutinku berubah 180 derajat. Aku hanya memohon diberi tugas yang ringan dan yang lucu saja di sekolah. dunia dan akhirat. Tugas dan jabatanku harus ditinggalkan. jabatan apalagi penghasilan menyusut drastis setiap bulannya. 37 . Ya Allah! Sungguh malu diri ini dihadapannya. jas almamater dan kartu KRS di STKIP Garut harus dilupakan begitu saja. impossible! Bagaimana aku bisa membalas semua itu? Aku hanya bisa berdo’a dan memohon kepada-Mu ya Allah! Mudah-mudahan ia mendapatkan ridho-Mu. S. dan puas mendapatkan pasangan hidup dirinya yang shalehah. dan Mang Ujang mereka bergantian mengantarku. Aku tak bisa membalas cinta. Bahkan kartu mahasiswa yang baru saja aku terima sebagai tanda bukti menjadi mahasiswa baru. Aku harus puas dengan ijazah Diploma 3 saja. Alhamdulillah Bapak Engkus Kusnadi. kasih sayang dan pengorbanannya yang begitu besar. sekarang harus diam sendirian di rumah. aku tidak mau pusing dengan rentalan mobil dan sopir.H. Pak Jejen. bertahajud dan selalu mengingat nama. Biasanya mengurusi orang lain.

penghasilan pas-pasan (BP6). “Bapak itu selalu sibuk. Katanya dia akan pergi ke Guang Zhou. montok. “Mahal juga. begitu nama panggilannya. “Amin! Do’anya saja Pak ya!” dia memohon sambil berjabat tangan. Kami semakin akrab dengan Pak Bambang. ya?” “Lumayanlah Pak! Kita juga dapat bantuan dari saudara-saudara”. kulit putih. 38 . untuk transplantasi ginjal. Cici. Hanya saja. “Wah. Wajahnya berwibawa. Operasi yang menjadi dambaan semua pasien GGK. Sayangnya. “Berapa Pak biayanya?”. Dia hanya menjawab. Cina. Aku bertanya dengan nada agak menyelidik ingin tahu berapa biayanya. kepada Pak Bambang. kita mah ambil yang paket hemat aja!” jawab Pak Bambang. “Selamat jalan. karena selalu pakai jas berwarna gelap. beliau agak tertutup waktu aku menanyakan profesinya. Bahkan seorang pasien. Pak Bambang. Dia selalu menanyakan anakku jika bertemu. Ah. tiba-tiba Pak Bambang berpamitan kepada semua pasien yang berada di ruangan karbonat yang berjumlah 17 orang. pergi pagi-pagi dan pulang petang. Kemungkinan Pak Bambang itu seorang anggota dewan. Kata-katanya penuh kharisma. jadual cuci darah kami selalu berbarengan. selalu dibawa pergi ikut ke RSKG. dia selalu tertawa jika digoda dan seolah-olah bisa diajak komunikasi. walaupun usianya pada saat itu baru satu tahun. sangat terpesona dengan anakku itu. Pak! Semoga Bapak sukses transplantasinya!” kataku pelan. Begitu juga istrinya. begitu juga istrinya. “Sekitar 300 jutaan. 4 jam cuci darah itu gak kerasa ya! Aneh. Postur tubuhnya tinggi besar. Padahal Cuma bisa dadah dan melontarkan kata-kata yang harus diterjemahkan. Aku terkesima dan terkagum-kagum. tapi yang ini beda! ” kata Pak Bambang. padahal di rumah juga banyak anak-anak kecil. dan badannya gemuk. itu pun sudah termasuk biaya hidup di sana sekitar satu setengah bulan”. agar bisa hidup normal kembali. “Wah. “Ya. “Oh ya. Ya. hebat!” kataku. kalau ada Si Cici. Banyak yang tertarik dengan kelucuannya. beremblim garuda. biasa saja wiraswasta!” Awal bulan Mei 2006. mata sipit. karena belum fasih. Wajahnya bulat. berapa Pak paket hemat itu?” tanyaku lebih penasaran. rambut ikal. memang Cici itu lucu. Aku pun memimpikannya.Anakku yang paling kecil. kalau ditanya masalah profesi beliau selalu mengelak. Aku hanya menebak-nebak.

Rasa rindu untuk saling tukar makanan atau tukar pengalaman bersama mereka. jangan lupa kepada kami di sini Pak! Tengok kami ya Pak! Agar kami juga termotivasi untuk bisa seperti Bapak!” pintaku pada Pak Bambang. betapa bahagianya diriku. Pak Rukmana. Ada Pak Kurnia. Pak Bambang ke Cina untuk berusaha sembuh dari 39 . selalu berharap seperti Pak Bambang. agar bisa meningkatkan kadar keimanan. kesabaran dan ketaqwaan kepada-Mu. iya Pak! Kalau nanti Bapak sukses dan berhasil cangkoknya. jantungku rasanya hampir copot saat membaca Koran Pikiran Rakyat tanggal 25 Juni 2006 yang memberitakan bahwa Pak Bambang Budi Asmara telah berpulang ke khadirat Allah Yang Maha Kuasa. Setelah keberangkatan Pak Bambang ke Cina. Selama itu. Ceu Eros. do’aku masih tetap sama. Berangkatlah penderitaannya. Luki yang dari Tangerang. dan yang lainnya. Pak Agus Berlian. Segudang khayal dan impian berkelebatan di depan mata. Hedy yang masih anak SMU. Tapi aku masih ingin lebih sempurna dalam beribadah kepadaMu! Maka kabulkanlah do’aku Ya. Wah. Ada rasa rindu andai kata hari sudah mendekati hari Senin atau Kamis. ”Ya Allah! Berikanlah aku kekayaaan seperti Pak Bambang agar aku juga bisa melakukan transplantasi ginjal. Ginjal yang selama ini telah menghambat karir dan kekhusuan ibadah kepada-Mu! Ginjal yang telah membuat seluruh keluargaku ikut menderita. Allah!” Begitulah do’a yang sering aku panjatkan ba’da shalat fardu atau shalat tahajud. Bukannya aku tidak menerima cobaan dari-Mu sebagai tanda sayang-Mu. Bu Kartini. Terbayang di benakku. saya tengok! Eh. Tiap selesai shalat aku selalu memanjatkan do’a.“Eh. karena begitu seringnya kami bertemu. Bukannya aku tak paham bahwa orang sabar itu di sayang oleh-Mu dan bukannya aku tak mengerti bahwa penyakit ini adalah penebus dosa-dosaku. Berjuta angan dan harapan akan kupenuhi. karena aku telah menjadi orang pilihan untuk menerima ujian dari-Mu. Pak Asnali yang gagah dan selalu berbaju loreng. Cita-cita akan kuraih. Betapa terkejutnya aku. aku jadi terobsesi ingin seperti Pak Bambang. seandainya aku sehat lagi seperti sedia kala. jadualku cuci darahku yang baru. “Pasti Pak. pasien dari Cilawu. Suasana cuci darah tambah akrab dengan sesama pasien maupun dengan perawat atau dokter. karena merasa sependeritaan. insya Allah ya!” jawabnya meyakinkan. Garut yang sering kuajak pulang bersama.

Sehingga aku segera bertobat dan mengucapkan istighfar.. Penasihat Taekwondo Jabar. Ketua Yayasan Asia Afrika. Bu Bambang yang sengaja datang ke RSKG mengisahkan peristiwa wafat suaminya dengan berurai air mata. Tetapi itulah takdir Allah Swt. Hal ini kuketahui beritanya dari koran setelah beliau tiada. Allah pasti memberikan kemudahan setelah datang kesusahan sesuai janji-Nya pada surat Al-Insyirah. Beliau tidak mengira kalau tiga hari pasca operasi transplantasi ginjal itu. Bukan saja menguras energi. seraya berdo’a. bahkan materi yang tidak sedikit. Pak Bambang yang akhirnya kuketahui bahwa dia itu merupakan putra terbaik Jawa Barat. Biaya hidup selama pemeriksaan dan operasi tersebut mencapai Rp 300 juta ditambah biaya pemulangan jenazah sekitar Rp 80 jutaan. agar menjadi ibroh dan pelajaran yang sangat berharga. Engkau pasti telah menentukan jalan lain yang membahagiakanku. dan sederet jabatan lainnya. mental. Harta tidak bisa menjamin kesembuhan seseorang. kesabaran. mantan Ketua KNPI Jabar. Kini telah tiada. Aku bersyukur dengan segala rizki yang telah Engkau berikan. suaminya dalam keadaan koma. biaya yang sangat menakjubkan bagi kami sebagai PNS yang berpenghasilan pas-pasan. seolah-olah aku tak pernah Engkau beri apa-apa. “Ya. aku tidak diberi kekayaan seperti beliau. dan aku yakin bahwa Allah itu memberikan sesuai dengan kemampuan dan kesabaran menjalaninya. mungkin aku telah Engkau panggil seperti dia. yang harus kita terima dan harus kita ambil hikmahnya. Mudah-mudahan Allah mengampuni segala dosanya.Pak Bambang yang saat pamitan memberikan senyuman dan lambaian tangan terakhirnya. Sedangkan aku masih ingin melanjutkan perjuangan hidup. keikhlasan. diterima iman Islamnya dan segala amal shalehnya dibalas dengan pahala yang berlipat ganda. Allah terima kasih yang tiada terhingga. Pak Bambang yang ingin aku ikuti jejak langkahnya. Inna ma’al usri yusraa. Amiin! Ternyata uang itu bukan segalanya. seandainya Engkau berikan kekayaan seperti Pak Bambang kepadaku. 40 . Di akhir bulan Juni itulah aku baru menyadari bahwa do’a-do’aku selama ini salah dan keliru. seolah-olah aku tidak mensyukuri segala nikmat-Mu! Amiin!” Sejak saat itu aku menyadari betul bahwa rizki itu sudah diatur dengan skenario Allah. Sungguh. Aku yakin. Dia menjabat sebagai Bendaharawan Partai Golkar Jabar. Allah! Yang telah menilai kecil rizki yang telah Engkau berikan. Maafkanlah dosa-dosaku Ya. Tak pernah sempat sadar sedikit pun sampai wafatnya.

tetangga. Aku hanya bisa mengucapkan terima kasih dan berdo’a.Semoga Anda tabah Bu Bambang! Selalu diberi petunjuk dan kesabaran menjalaninya. saya ingin sembuh! Saya tak mau cuci darah!” “Bagus!” jawabnya. Setiap hari ada saja tamu yang datang. giginya pun sudah ompong dan duduk di sampingku. Aku tak mungkin bisa membalas budi baik mereka. dia berkata. motivasi dan do’a mereka. Aku menjawab. Banyak orang menengokku. ”Sep! Saya sengaja membawa guru saya ini untuk mengobati penyakit Asep”. Terasa benar kebaikan mereka. Setelah dipersilakan duduk. Selanjutnya lelaki tua itu mengajak bersalaman. Keluarga. “Caranya?” aku semakin heran. rekan kerja. “Apa keinginanmu sekarang?” Nada bicaranya pelan tapi pasti. sahabat dekat maupun jauh. Dia tak membawa peralatan medis apa pun. Aku jabat tangannya yang agak keriput itu. “Ya. Sambil menunggu ayahku datang. Amiin! Suatu hari salah seorang kerabatku bertandang ke rumah sambil membawa seseorang yang tak kukenal. Aku terpana melihat sosok lelaki tua yang sudah beruban. Jazakumullhi khairon katsiraa. murid dan semua orang yang kukenal rasanya tak ada yang absen. Dengan tatapan matanya yang seolah-olah ingin meyakinkanku bahwa dia mampu mengobatiku. Dia tak melepaskan jabat tangannya yang erat sambil bertanya kepadaku. lelaki tua itu mengusulkan agar aku menganggap dia sebagai orangtuaku sendiri dan dia akan menganggapku sebagai 41 . baik berupa moril maupun materil yang sangat berarti bagiku. aku menyuruh istriku untuk memanggil ayahku yang tak jauh rumahnya dari rumahku. Sebelum dialog berlanjut. semoga amal baik mereka dicatat dan mendapat imbalan pahala yang berlipat ganda dari Allah Swt. lalu mengutarakan maksud kedatangannya. Amiin! Uji Keimanan Kabar tentang penyakit yang aku derita begitu cepat tersebar kemana-mana. Bahkan banyak orangtua murid yang sengaja meluangkan waktu untuk datang menemuiku dengan memberikan dukungan.

Aku. Ayahku datang. lelaki tua itu dan ayahku. “Siapa nama Ananda?” kata lelaki tua itu. istri dan semuanya harus memanggilnya. Oman Abdurrahman. SK dan berbagai macam dokumen pribadi saya?” protesku dengan cepat terlontar. “Nah. Ayahku bertanya spontan dengan nada berseloroh. nama Ananda boleh dipakai lagi.” jawabnya mantap. “Saya ke sini atas panggilan jiwa dan ikhlas menolong tanpa pamrih. Nanti kalau penyakit yang Ananda derita sudah saya pindahkan. Lupakan nama yang dulu itu sampai Ananda sembuh. Katanya agar hubungan pertalian batinnya semakin erat demi proses penyembuhan yang cepat.” “Waduh! Bagaimana dengan ijazah saya.” katanya.anaknya. “Mari kita kerjakan bersama! Ananda. Wajahnya masih diliputi rasa curiga dan heran.” lanjut lelaki tua itu sambil menatap ayahku. Siapa tahu dia itu saudara kita juga. istriku. “Ya. Lelaki tua itu melanjutkan ceramahnya. “Tidak apa-apa. Ananda harus berganti nama menjadi Asep Diman!” begitu katanya dengan nada meyakinkan. Dia komat-kamit sambil memejamkan matanya.” ayahku menjawab. istriku. dan ayahku bengong. Aku. anak. Aku semakin heran. tanggal 3 Februari 1967. sekarang ada ayahnya. “Kalau begitu kasihan dong orang Jerman jadi menderita?” “Enggak apa-apa orang Jerman ini!” “Kasihan dong orang Jerman. Kami berlima duduk melingkar. jawabku singkat. “Kapan dan hari apa Ananda dilahirkan?” “Hari Jum’at. “Saya. kerabatku. Asep Diman. Siapa nama Bapak?” tanya lelaki tua itu. “Saya.” ayahku semakin sengit. pukul 13.00”. Kemudian kami saling menatap keheranan. “Bapak sebagai ayahnya. 42 .” begitu katanya meraih simpati. mulai hari ini nama Ananda harus diganti!” “Diganti nama?” aku tambah heran. Asep Qoriin”. “Bapak tidak perlu merasa heran dan curiga pada saya.ini hanya dalam waktu sementara saja. “Kok bisa? Mau dipindahkan ke mana?” “Ke Jerman.

Bukan berarti kami menolak kebaikan Akang. Rupanya mereka masih penasaran. Kerabatku malah ngotot dan menyuruhku menuliskan bacaan seperti mantra atau jampi-jampi dalam bahasa Sunda buhun yang harus diamalkan setiap malam. “Kami merasa bahagia dan berterima kasih yang sebesar-besarnya kepada Akang dan Bapak ini.S. mudah marah dan tersinggung. Pertemuan itu bubar dengan tidak menghasilkan kesepakatan. Aku bulatkan tekad untuk menolak mereka. kami pun berusaha mempertahankan keimanan dan keyakinan kami akan takdir Allah yang tidak bisa dialihkan pada orang lain. aku tidak mau mencantumkan mantra tersebut di sini. Harap maklum. Aku takut tali persaudaraan kami putus gara-gara hal ini. Allah tak akan keliru memberikan cobaan kepada hamba-Nya. Kami hanya akan berusaha secara medis dan obat alternatif lainnya yang kami anggap logis. Aku suruh istriku untuk menghadapi mereka. dia akan mampu menyampaikan penolakan dengan baik. bila kami belum bisa menerima kebaikan Akang. Dia tak mau di ganggu. sehingga takut keimananku akan goyah dan terjerumus ke dalam kemusyrikan. Cukup panjang mantranya. takut menjadi kemusyrikan yang berlanjut. Istriku pasti tahu betul jalan pikiranku karena sudah belasan tahun kami hidup bersama menjalin rumah tangga.” pikirku saat itu. dan hanya manusia biasa. Aku yakin. Beberapa hari kemudian kerabatku bersama gurunya bertandang lagi ke rumah. Kami yakin ini ujian yang datangnya dari Allah. Jangankan suami saya yang laif.” begitulah istriku memulai argumentasinya. hina. Tak sudi keyakinanku tergadai demi kesembuhan. Tak bisa berpikir jernih. “Lebih baik menghindar. karena ingin mengobati suami saya. Depresi berat.Terjadilah perdebatan yang seru. Nabi Ayyub A. Kami menerimanya dengan ikhlas. tak mungkin bisa berdebat panjang lebar. Kami yakin. Kerabatku dan gurunya pulang dengan memendam rasa kecewa. Penyakitku sedang kumat. Mohon maaf. Jangan sampai Akang kecewa sehingga tali 43 . Aku menuliskannya hanya sekedar untuk meredam kekecewaan niat baik Kerabatku itu. saja diuji oleh Allah dengan penyakitnya bertahuntahun. Kerabatku berusaha meyakinkan kami akan niat baiknya. Dalam hal ini mungkin persepsi kita tidak bisa sejalan. “Kang! Kebetulan suami saya sedang kumat penyakitnya. tapi kondisiku sedang lemah. namun keyakinan kami masih belum bisa menerima cara pengobatannya.

” (QS. hanya kepada-Nya kamu minta tolong. satu-satunya penolong jiwa. padahal Dia memberi makan dan tidak memberi makan?. Tak ada kompromi. dan kamu tinggalkan apa yang kamu persekutukan (dengan Allah). Katakanlah. Allah-lah tempat bergantung. Al-An’am : 14) “Bal iyyaahu tad’uuna fayaksyifu maa tad’uuna ilaihi insyaa a wa tansauna maa tusyrikuun. Rupanya penjelasan istriku yang panjang lebar itu tetap saja membuat kecewa kerabatku dan gurunya. Al-An’am : 41) “Innallaaha laa yagfiru an yusyriku bihii wa yagfiru maa dzaalika liman yasyaa u wa man yusyrik billaahi faqadiftaraa itsmaan ‘adziimaan.” (QS. bagi siapa yang di kehendaki-Nya. Tak ada alasan untuk menerima paham yang bisa menggelincirkan keyakinan terhadap Allah Swt. Karena tidak berhasil memberikan pertolongan pada kami. Apakah aku akan menjadikan pelindung selain Allah yang menjadikan langit dan bumi. Allah-lah tempat meminta. Tapi kami bisa memahami kekecewaan itu. Jika dia menghendaki.” “Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa musyrik. aku tak tahu. Satu setengah tahun berlalu. Aku sekeluarga sengaja datang ke rumahnya. Kondisi badanku sudah agak membaik setelah menggunakan sistem CAPD. Beda keyakinan (aqidah) tak bisa dijadikan alasan untuk bertoleransi. An-Nisa : 48) 44 . dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (musyrik) itu. Qul innii umirtu in akuuna awwala man aslama wa laatakuunanna minalmusyrikiin. Dalam rangka memperbaiki silaturahmi agar tidak terputus.” “(Tidak). memanfaatkan momen Idul Fitri. maka sungguh ia telah berbuat dosa besar. Entahlah. Begitulah.” (QS. tempat tinggal kerabatku itu.” “Katakanlah (Muhammad). Sesungguhnya aku diperintahkan agar aku menjadi orang yang pertama berserah diri (kepada Allah) dan jangan sekali-kali kamu masuk golongan orang-orang musyrik. Sesuai dengan firman-Nya : “Qul aghairaallaahi attakhidzu wa liyyan faatirissamaawaati wal ardhi wahuwa yuth’imu wa laa yuth’amu. Dia hilangkan apa (bahaya) yang kamu mohonkan kepada-Nya.persaudaraan kita menjadi retak. Sekali lagi kami mohon maaf!” Panjang lebar istriku berusaha menjelaskannya agar bisa diterima dengan baik. akibat dari beda keyakinan membuat tali persaudaraan pun nyaris terputus. Barang siapa yang mempersekutukan Allah.

“Setiap penyakit itu pasti ada obatnya. agar darah yang 45 . Mengapa tidak? Kalau domba yang utuh dan bernyawa bisa dicloning. tidak mencoba membuat kloning ginjal yang rusak agar bisa diganti secara langsung dengan ginjal kloning yang sehat dari sel yang ada?” Mungkin impian ini akan menjadi bahan tertawaan orang tapi biasanya penemuan baru itu berawal dari sebuah impian. Terkadang aku punya imajinasi. aku mulai mencoba berbekam. bahkan sekarang mereka semua paham betul bahwa penyakitku harus diobati secara medis. ilmu Allah sangat luas sampai-sampai ada keterangannya. Meski dunia medis mengatakan belum menemukan obat gagal ginjal dan tak mungkin bisa disembuhkan. Sebab manusia itu masih terbatas pengetahuannya.Alhamdulillah. bahwa. Amiin! Obat Alternatif Keyakinanku tak akan tegoyahkan. kita sekarang masih berada di dunia primitif. tapi Alloh tak mungkin mengingkari janji-Nya. bukan? Mudah-mudahan di tahun 2015 impianku bisa terwujud! Sehingga ditahun 2020 dunia bebas penyakit gagal ginjal kronik. yang merupakan muridku di SMP. kerabatku yang lainnya masih bisa memahami kejadian ini. setelah tetangga mereka. Kita masih berusaha mengobati penyakit dengan cara-cara tradisional. Semoga Allah selalu memberikan hidayah dan bimbingan-Nya kepada kita semua. mengapa hanya sebuah organ tubuh yang vital itu tidak bisa dikloning ? Masuk akal. ”Andaikan lautan dijadikan tinta untuk menulis ilmu Allah tidak akan cukup“. Sebelum menuju kesana. bahwa setiap penyakit itu mesti ada obatnya. juga harus cuci darah. setelah permukaan kulitnya ditusuk-tusuk jarum. Mengeluarkan darah kotor dengan cara disedot.” Jika sampai saat ini belum ditemukan obatnya. bisa menciptakan domba yang sama persis dengan induknya dari sebuah sel. Maka. ya wajar saja. “Mengapa para ahli yang sudah bisa memiliki ilmu pengetahuan cara mengkloning domba si Dolly yang menghebohkan dunia. aku pun menyadari hal itu.

Betul. Beralih ke pijat refleksi Pak TJ (45) yang terkenal dengan telapak tangannya yang mengeluarkan energi panas. walau sudah sebulan lebih aku menjalani terapi ini. prakteknya dari pagi sampai jam 12 malam. racun di tubuh tetap tak berkurang. Memang air urineku semakin banyak. Semula aku tak percaya. karena Pak M bisa dipanggil. Pijatannya tidak seperti pijatan refleksi umum yang hanya telapak kaki ditusuktusuk dengan stik. setelah kucoba. Akhirnya kuhentikan juga. ternyata tidak ada perubahan. jantung bocor. Alternatif lainnya adalah ion detox. Memang tidak bisa dilakukan sendiri di rumah. ada getaran arus listrik yang terasa hangat. Di sesi akhir pijatan. tidak ditarif. Ini lain lagi. tapi hasil laboratorium masih menunjukan kadar racun yang tinggi. ternyata betul ada getaran dan energi panas dari tangan kosongnya. Beberapa kali dilakukan oleh seorang ahli bekam. kalau telapak tangannya bisa mengeluarkan energi panas dan mengalirkan energi ke tubuh pasien. Stroke.Bpk. DR. Da’i kondang yang selalu mengisi pengajian di Radio Litasari mau mencobanya. baru energi panasnya keluar. SH. Hal ini bisa merangsang pertumbuhan sel ginjal agar bisa berfungsi normal kembali. Ya. yaitu cara tercanggih pengeluaran racun tubuh melalui detoxivikasi ion negatif dan positif. MM. Setiap hari rata-rata dipijit 20 s.d 30 menit. Telapak tangannya terasa panas dan meresap ke dalam tubuh terutama bagian yang sakit. aku mengecek kadar kreatinin dan ureum darahku. Arif tertarik juga ingin mencoba telapak panasnya Pak TJ bahkan mertua adikku. bahkan gagal ginjal juga sanggup dia sembuhkan. Pasiennya banyak sekali. Biasanya aku melakukan ion 46 . Terbukti dengan tes pen yang menyala bila ditempelkan pada bagian tubuh yang mana saja di sekujur tubuhku. Proses pemijatan biasanya dilakukan di rumahku. Segala penyakit bisa disembuhkan. Beliau menggunakan alat bantu listrik. KH.mengandung racun keluar bersamaan dengan darah yang menggumpal kehitaman. energi listrik yang terhubung sengaja dialirkan ke tubuhku melalui telapak tangannya. seluruh tubuh dipijat dengan tangan kosong. mereka mengakui kehebatan tangan Pak TJ yang panas itu. kanker. pasti ia datang. Kemudian aku mencoba pijatan Pak M (47) orang Padalarang. Harus datang ke tempat ion detox. Tinggal di SMS saja. kalau pasiennya banyak. katanya. Ternyata suami adiku. Aminudin Shaleh. Bagaiman hasilnya? Setelah berpuluh kali dipijat.

iya benar. sehingga memudahkan pengeluaran racun yang berada di kaki. Janjinya 100% terbukti membuang toksin secara alami. Tidak kutanggapi. “Saya mah sudah berhenti Pak“ katanya. 7 juta. “Di jalan Sudirman. Saya sendiri ! Ini siapa ?“ kataku masih belum mengenali suaranya. Air yang merendam telapak kaki tersebut akan berubah warna dari jernih menjadi abu-abu sampai kehitaman. tak ada hasilnya. Tapi setelah kucoba berulang kali. Kemana aja Pak ? Sudah lama Saya tidak melihat Bapak. sambil terus berusaha mencari info tentang pengobatan alternatif yang tidak bertentangan dengan keimanan. Cuci darah tetap kujalani. Bapak masih cuci darah ke Habibie ? “ dia menyebutkan namanya dan bertanya. Tak mungkin ah !“ sergahku dengan nada tak percaya. “Alternatif ya ?” aku menebaknya. Kok bisa berhenti cuci darah segala. “Saya Pak ! Asnali. “Benar Pak ! Saya sudah hampir tiga minggu enggak cuci darah“ jawabnya sedikit meyakinkan. Refleksi !“ dia menerangkan.000. pasien duduk di atas kursi.00 selama kurang lebih 20 menit. Sekali terapi kita harus merogoh kocek Rp 30.detox di jl. 47 . “ Hallo! Bisa bicara dengan Pak Asep ? “ “Ya. Caranya. ya masih ! Tiap Senin – Kamis “ sahutku. Kerkof 53 Bandung. seperti air comberan. “Oh. Masa ada penyakit bisa dipindahpindah? Awal Juli 2006 tiba-tiba ada seseorang yang menelpon kerumah. Ada pula yang berwarna kecoklatan dan kehijauan sesuai dengan penyakit yang diderita si pasien. “Oh. Pori-pori telapak kaki akan membesar jika dihangatkan dengan air. Ada yang menawariku agar berobat ke dr. Memang masuk akal juga. karena aku tak percaya sama sekali. H di Bogor yang bisa memindahkan segala macam penyakit pada seekor kambing dengan biaya sebesar Rp. kaki pasien direndam pakai air agak panas di dalam waskom yang berisi kurang lebih 5 liter air agak panas dan sebuah alat elektromagnetik buatan Amrik yang bisa mengeluarkan ion negative dari pori-pori telapak kaki . Hasil tes laboratorium tetap bertengger di atas ratarata orang normal. “Betul Pak !“ “Dimana ?“ tanyaku kemudian.

karena baru saja mendengar kabar bahwa Pak Syamsudin. “Enggak Pak !“ Malah saya minum dan makan buah-buahan. Khayalanku semakin melambung. Setiap pasien paling lama mendapat pelayanan selama 5 menit. Minggu. dan menyanggupi akan mengantarku besok sore ke tempat refleksi tersebut. “Boleh-boleh ! Ditunggu ya Pak !“ “Ya.“ jelasnya agak panjang lebar. 4 juta – 6 juta per hari. Kalau dia selamat. Aku diskusikan hal ini dengan istriku. Selesai cuci darah hari Senin sore kutemui Pak Asnali di jln. 60 tahun. nantilah Saya diskusikan dulu dengan istri saya.00 – 11.00 – 20. Bolehkan ?“ tanyaku agak semangat. Padahal seminggu sebelumnya dia sudah kuat berbelanja dan berjualan sea food tengah malam sebagai profesinya yang telah digelutinya berpuluh-puluh tahun. berarti aku jadi mengikuti terapi tersebut. terima kasih !“ kataku sambil menutup gagang telepon.“Enggak sesak napas atau bengkak ?“ tanyaku masih merasa kurang percaya. Ingin cepat berobat seperti dia dan sehat lagi tidak perlu cuci darah. Bandung. Berdasarkan pengakunnya dia menderita gondongeun. bukan main-main. Tergantung berat tidaknya penyakit yang diderita. sudah hampir tiga minggu ini Pak Asnali tidak bertemu saat cuci darah. Dia masih was-was. “Oh. antri ! 48 . ya Pak ! Kalau saya minat. wah membludak. enggak apa-apa.30 dan 17. Buka praktek 07.00. Kira-kira 2x3 m. kuhubumgi lagi Pak Asnali. Jelas. Ruangan praktek refleksi kaki itu sempit sekali. Suci. Seorang Tionghoa dari Bandung. Pasiennya. Tapi memang yakin. belakang dealer Yamaha. Dia kelihatannya agak loyo. saya akan menemui Bapak. Dagu kanannya bengkak. penghasilannya berkisar antara Rp. Kata orang. 9 Juli 2006 setelah satu minggu kemudian. Karena berhenti cuci darah itu suatu tindakan yang sangat berani. Pernah saya coba makan buah semangka hampir habis 1 kg. Mempertaruhkan nyawa sendiri. telah meninggal dunia gara-gara berhenti cuci darah selama 3 minggu dan menjalani terapi pengobatan holistik di daerah Purwakarta. Kesepakatan kami akhirnya yaitu akan menunggu perkembangan Pak Asnali satu minggu lagi. Dia masih belum cuci darah lagi.

Setiap alternatif tidak ada hasilnya. kaki kiri ±15 detik. tapi badanku terasa segar. ingin tahu kabarnya. Setelah kutanya ruangan tempat ia dirawat.00. Bengkak yang dideritanya bukan gondongeun. tetapi penumpukan racun. Allah yang menentukan. padahal biayanya cukup besar. 49 . tidak sesak. aku segera menengoknya. Semua pasien pasti menjerit kesakitan dan berkeringat menahan rasa sakit. karena dirinya juga hampir tewas. Pak Asnali merasa berdosa sekali terhadapku. pada hari Kamis 20 juli 2006. dibawanya juga pakai ambulance !“ jawab anaknya. melarangku cuci darah. karena terapi harus dilakukan tiap hari pagi dan sore. kencing lancal.000. Aku kaget setengah mati. saat ditekan dengan stik itu rasanya panas sekali. Istrinya bercerita sambil terisak-isak berurai air mata. bahwa Pak Asnali itu hiper kalemia dan uremia. “Pingsan. “Emangnya kenapa ?“ tanyaku. “Jangan cuci dalah lagi. Tapi perasaanku agak was-was.00 kalau penyakitnya parah atau berat bisa sampai 5x. Yang menjawab bukan dia malah anaknya. Si Engko.“ Sejenak aku terpana.Alat pijat refleksinya seperti stik ice cream. dan menyuruhku berhenti terapi refleksi itu. Urineku yang keluar tambah banyak. Aku tak pulang ke Garut. Aku mencoba bolos cuci darah satu kali. Tapi itulah usaha kita. 100. karena sudah berminggu-minggu tidak cuci darah. Aku pun dapat 5x sesi. 20. Hampir tak bisa berjalan. tipis dan agak runcing. “Mengapa dia tak pernah mengecek darahnya untuk mengetahui kadar racun di tubuhnya ?“ gerutuku dalam hati. Besoknya aku telepon Pak Asnali. begitu aku memanggilnya . rasanya nyeri sekali. Jadi harus bayar Rp. Pelipis kanannya tambah bengkak. sedang dirawat di RSHS. udah belalti kamu sembuh !” suaranya sengau dengan kata-kata tanpa bunyi [r]. Sulit untuk diajak bicara. Nafasnya pendek-pendek. “Bapak mah enggak ada. dan oksigen. Sekali naik sepasang kaki tarifnya Rp. nyeri dan menjalar ke sekujur tubuh. Jadi. Pak Asnali tergeletak lesu dengan bantuan selang makanan ke lambung yang dimasukkan lewat hidung. Manusia berusaha. Yah ! Gagal maning-gagal maning. Benar saja. Kaki sebelah kanan ±15 detik.000. yang penting badan tidak bengkak. Padahal tusukannya hanya sebentar. Tubuhku langsung lemas keluar keringat dingin.

Cut. Aku masih penasaran tentang Pak Dadan itu. dr. Bisa dilakukan sendiri di rumah. memangnya CAPD itu. “Aduh. dan tempat tinggal Bapak jauh. Malah kemarin yang menjadi nara sumbernya pasien CAPD juga. Sistem baru pengganti cuci darah. nanti drop lagi !“ Aku tersipu malu dan tak kuasa untuk menjawab jujur.Bersabarlah ! Pengenalan CAPD Senin. Darahku meletup-letup. kurang tahu ya!” kata dr. 50 . Cut menerangkan. “ Siapa Dok. CAPD itu sangat cocok. yang sudah mengikuti program CAPD ?” aku langsung menyelidiki. Hasratku merontaronta. Pak Dadan. Yakin akan perkataan dr. cut Indra menerangkan. Tanggung !“ “Waktu hari Kamis itu kita membagikan undangan buat seminar CAPD hari Minggu Pak ! Jadi Bapak gak tahu dech. 24 Juli 2006.” dr. masalah CAPD. “Wah.” jelas dr. dia sudah aktif lagi mengajar bahkan kuat bermain badminton. Aku bertanya lagi “ Dimana Dok. Bapak kan masih muda. dia tak mungkin akan berbohong kepadaku. Cut Indra. Aku terperangah. kebetulan saya juga kan orang Garut. kalau untuk Bapak. Aku semakin tertarik. hari Kamis bolos ? Awas Pak ! Hati-hati. Aku kembali menjalani cuci darah. “Wah. Aku semakin terkagum-kagum dan tiba-tiba bangkit lagi semangat hidup baruku. masih aktif kerja. rumahnya Pak Dadan itu?” “Di Garut “ katanya singkat. “ Sudah ada beberapa orang Pak! Dan mereka berhasil. lewat selang kateter yang sudah dipasang paten sebelumnya. “Bapak kemana saja ? Kok. Dia sudah 7 bulan pakai CAPD. apa Dok ?“ “ CAPD itu singkatan dari Continuous Ambulatory Peritoneal Dialysis. “Padahal. “Eh.“ kata dr. menggunakan cairan yang dimasukkan ke dalam perut. Cut Indra. Jantungku berdetak kencang. Di mana ya Garutnya?” tanyaku. ini Dok ! Saya lagi liburan bersama keluarga. Cut Indra yang kebetulan tugas jaga saat itu langsung menegurku.“ lanjutnya.

perjalanan harus terhenti karena hampir memasuki waktu Dhuhur. Bebek peking. karpetnya hanya ada pada barisan depan. Kami berangkat pukul 08. Pak Jejen. jaraknya ±120 km dari rumahku. Dari caranya berdialog kelihatan bahwa dia dalam keadaan segar bugar. Hanya tinggal beberapa kilometer lagi. jamaahnya pun cukup banyak. saat duduk di atas keramik. 28 Juli 2006 kami menemui Pak Dadan. aku yang masih cuci darah sering kehilangan nafsu makan. Jangan seperti Pak Asnali yang dulu hampir KO. “Oh. tak bisa masuk sedikit pun walau makanannya serba enak. Sehingga. lezat. aku ceritakan semua itu kepada orang tuaku dan sahabatku.sama !” jawab dr. Tapi. sama. sekarang setelah 4 bulan cuci darah hanya tinggal 44 kg. aku tergiur menelan air liur ingin seperti dia. Ong maupun mie kocok yang dibeli dari jalan Suryani semuanya lewat.00 diantar sahabat setia Pak Jejen bersama istrinya. Berhenti makan pada suapan kedua atau ketiga. Mereka mendukungku untuk mengikuti program CAPD. Jum’at. Selanjutnya. Tak ada rasa nikmat. Tiba di rumah. Shalat Jum’at tak bisa kami tinggalkan. Oke! Kami sepakat untuk pergi menemui Pak Dadan yang ternyata tempat tinggalnya di Pamijahan. gepuk Ny. Asalnya 56 kg. dan tak ada masalah dengan nafsu makannya itu. aku hanya bisa berdo’a sambil berlinang air mata kepada Allah Swt. malah katanya ia sedang makan malam. Padahal. Kalau sudah demikian. apa lagi hasrat yang lahap ketika memakannya. Tasikmalaya. “Terima kasih Dok !” “Ya. ya ada nih !” sambil menyodorkan nomor telepon rumah dan nomor HP-nya. Besoknya. aku langsung menghubungi Pak Dadan. Cut Indra sambil berlalu dari hadapanku. Padahal makanan tersebut merupakan makanan favorit orang sehat di kota Bandung. syaratnya harus dibuktikan dahulu bahwa Pak Dadan itu benar-benar dalam keadaan bugar. 51 . Pantatku kesakitan. guruku masalah CAPD. agar aku selalu diberi energi dan kekuatan. Berat badanku sudah turun 12 kg dari berat normal saat sehat dulu. Sebuah mesjid yang cukup besar. anak istriku juga tak ketinggalan. paling-paling aku bisa pasrah saja. Sayang.“Bisa minta nomor teleponnya?” pintaku. saat Pak Dadan menerangkan bahwa dia bisa menikmati berbagai macam makanan dengan baik. Lumayan jauh. agar selalu bisa beribadah walau tak ada makanan yang bisa masuk sedikit pun. karena otot pantatku sudah habis terkikis mesin cuci darah.

Ba’da shalat Jum’at kami meneruskan perjalanan. Kantong (bag) yang satu berisi cairan dianeal seberat ±2 kg. Sampai benar-benar habis. hal ini aku ungkapkan agar pembaca bisa membayangkan betapa kerempengnya tubuhku yang tak berotot seperti dulu. Praktis sekali. Jadi. hanya membutuhkan waktu ±30 menit sekali refill. stop dulu bagian pengeluaran dengan memasang kleman pada selang pengeluaran. 52 .Waktu khotib berkhutbah terasa lama sekali. Kebetulan Pak Dadan sedang mengganti cairan di perutnya. prosesnya itu harus mengeluarkan dulu cairan yang sudah tersimpan di perut selama ±6 atau 8 jam. Ibadah Jum’atku tak khusyu. bukalah kran pada kateter ( transferset) itu dengan cara memutarnya ke kiri. Sengaja. Setelah kateter tersambung dengan selang Y. karena nanti juga akan mengikuti pelatihan selama 3 hari. tidak membutuhkan orang lain. Cara mengeluarkan cairan dari perut. Posisi dudukku sudah miring ke kiri miring ke kanan. Setelah transferset tersambung dengan selang Y tadi. tinggal menyambungkan kateter yang terpasang di perut secara paten di sebelah kanan pusar. tak bisa di lewati mobil. bahkan harus memakai masker selama refill berlangsung. Pamijahan. Mengalirlah cairan dianeal ke perut Anda selama ±10 menit. Kemudian tinggal memasukkan cairan yang sudah digantung di atas. yang lainnya jalan kaki. Caranya. Jika kebetulan Anda pasien cuci darah dan berminat untuk beralih ke CAPD jangan takut dulu. Biasanya maximum 20 menit. maka selang yang berisi cairan di gantung di atas. Aku naik ojeg. bahkan sampai benar-benar mahir melakukan refill sendiri. dan satunya lagi bag kosong. dengan selang berbentuk Y yang tersambung dengan 2 (bag) kantong plastik. Sungguh sederhana. Pasien duduk di atas kursi. Anda buka pengaman isi cairan dengan mematahkan plastik penutup selangnya yang berwarna hijau. Simpel sekali. maka mengalirlah cairan dengan derasnya. agar dengan gaya grafitasi airnya bisa turun untuk mengisi perut yang telah dikosongkan atau dikeluarkan cairannya. padahal Cuma 15 menit. masih sama menggunakan gaya grafitasi. Sesekali telapak tanganku dipakai sebagai alas duduk. Jangan lupa! Tempat dan tangan Anda harus benar-benar bersih (steril). Jadi aku bisa melihat secara langsung bagaimana proses refill cairan dianeal CAPD berlangsung. bag yang kosong ditaruh di bawah. Rumah Pak Dadan berada di lokasi berziarah.

sepak bola bahkan badminton. sampai dressing (ganti perban). refill. Terima kasih Pak Dadan atas segala kebaikannya. “Pak. Aku sadar betul. Perjalanan pulang dari RSKG selalu merepotkan. pusing dan kehilangan tenaga. Padahal aku baru menjalani cuci darah selama ±4 bulan. anak-anak. Tidak capek bolak-balik ke Bandung. Tidak usah takut hiper kalemia. sayuran.” katanya. orang tua. main voli. buah-buahan juga bebas. aku bisa pulih lagi. Aku jadikan acuan dan motivator untuk kesembuhanku di masa depan. sekarang pulih lagi. agar pegal linu di sekujur tubuh dan sakit kepala yang hebat bisa agak reda. terasalah bedanya. Ah. Kateter Penyambung Hidup Kondisi badanku semakin lama semakin lemah. merasa tak berguna malah merasa hidup ini hanya sebagai parasit atau benalu bagi orang lain. dan kesediaan Bapak sebagai nara sumber yang sering kutanya. sehingga kematianlah yang mengakhirinya. Selesai refill. Setiap pulang cuci darah mesti disambut oleh tukang pijat. setelah melihat dengan mata kepala sendiri kondisi Pak Dadan yang bugar dengan CAPD. Rasanya tak mungkin. tetangga. pasti suatu saat nanti terjadi klimaks sampai tubuhku ambruk tak berdaya sama sekali. Selalu merepotkan istri. terkadang badan menggigil disertai gatalgatal. Saat itu aku sangat pesimis. Cairan diantar sampai ke rumah tiap bulan. apalagi kalau harus bertahan sampai satu atau dua tahun.Mulai dari cuci tangan. sahabat-sahabatku yang selalu mengantarku ke Bandung untuk menjalani cuci darah secara rutin. saya kurus. Begitu juga adik-adikku yang tak pernah ketinggalan. kalau keadaanku terus menurun. Pak Dadan dan Bu Dadan bergantian menerangkan keuntungan lain dari CAPD. Konsumsi obat tensi berkurang.” “Saya hobinya olah raga !” begitu Pak Dadan menerangkannya pada kami. Saya bisa berolah raga lagi. Kami semua menyimak kisah mereka berdua. 53 . “Dulu waktu cuci darah. Tekadku untuk beralih ke CAPD semakin bulat. Makanan bersantan. badan saya jadi gemuk lagi sekarang. Muntahmuntah.

Saya minta photo copy Askes saja. dan nanti. bukan pula sebagai robot yang tak memiliki nafsu dan keinginan masing-masing. ibadah yang lebih khusyu. 31 Juli 2006 sepulang cuci darah pukul 17. saya hubungi Bapak. Rupanya tidak perlu menunggu lama. dan nomor telpon Bapak. aku bertemu dengan dr. Penjelasan dr. agar sore harinya segera masuk RSHS. Ria Bandiara.00 WIB. diceritakannya kepadaku dengan penuh semangat. Harapan sembuh dan impian untuk keluar dari lilitan mesin cuci darah. hanya ia menjanjikan secepatnya menghubungiku jika ada ruangan di RSHS yang kosong. 54 . Pemeriksaannya sebentar ±1 menit. 1 Agustus 2006 pukul 17. Senin. siap kulaksanakan. karena yang menangani masalah CAPD di Bandung itu dr. Tapi kalau sudah tiga kali. empat kali atau bahkan seumur hidupku harus selalu diantar. aku selalu berprasangka jelek (su’udzon) bahwa sekali atau dua kali mereka mengantar itu merasa senang dan rela. Ria. didorong di atas kursi roda. dan bertugas lagi sebagai seorang pendidik di sekolah dengan baik. Apa mereka masih ridho ? Masih ikhlas? Rasa-rasanya sangat mustahil. Hidup yang berkualitas. Selasa. besoknya dr. “Pak Asep! Sekarang Bapak pulanglah ke Garut.” begitu katanya. Hampir semua kisah hidup pasien CAPD yang ditangani beliau. segara aku tindak lanjuti dengan memeriksakan diri ke dr. Namun. maka motivasiku untuk melanjutkan perjuangan hidup pun bangkit lagi. Ria hampir sama dengan informasi yang kudapat dari Pak Dadan.00 WIB. karena mereka itu hanyalah manusia biasa bukan malaikat. setelah aku melihat Pak Dadan yang kelihatan bugar dengan cara yang tidak merepotkan orang banyak. aku masuk RSHS di ruang 10 B.00 WIB. agar saya bisa memesan ruangan kosong di RSHS. jadwal operasi pemasangan kateter hari Kamis 3 Agustus 2006 pukul 10. Rasa pesimis berubah arah jadi optimis menyongsong masa depan yang lebih cerah. menarik dan membangkitkan motivasiku untuk sembuh. dan ditunggui sampai berjam-jam selama cuci darah. Hal ini aku lakukan atas saran Pak Dadan. tapi ceramahnya banyak sekali tentang CAPD.Mereka selalu bergantian. Agar operasi pemasangan kateter cepat dilakukan. Ria Bandiara. karena ia akan pergi ke Cina. Aku dan keluarga bahagia sekali. Ria menghubungiku lewat telpon. yang buka praktek di depan RRI Bandung. karena siangnya ada pasien yang mau pulang.

Ria menjawab sambil menepuk-nepuk pundakku. reaksi obat anestesi sudah hilang. Al Insyiroh ayat 5 dan 6. Mulai pukul 11. Cahyo sebagai ahli bedah yang memimpin jalannya operasi. Sujud syukurku hanya kepada Alloh Yang Maha Kuasa. Cup. Tanpa anestesi total. “Ini obatnya. “Aduh.. Semuanya menyambutku dengan isak tangis bahagia. Tidak perlu menunggu lama untuk beralih ke CAPD. Beberapa jam setelah operasi. menjalani proses operasi dengan penuh kesadaran.. Begitu tiba di ruangan asalku dirawat. Sesungguhnya didalam kesukaran itu ada kemudahan. Pak Acep. Aku berharap proses selanjutnya bisa berjalan lancar. selamanya.” 55 ..Sungguh. Aku menjerit-jerit kesakitan. “Keluarga Bapak Asep Qori’in!” katanya dengan nada yang agak keras sambil mencari keluarga kami. kateter penyambung hidup sudah terpasang. kebetulan dr. akan selalu setia menempel dan bergantung.” Operasi pemasangan kateter di perut. Biar tidak mengganggu aktifitas dan tidak merasa risih. “Aduh. Alhamdulillah. Mas Slamet perawat dari RSKG dan istrinya yang kebetulan perawat di RSHS ikut membantu dan menyaksikan jalannya operasi.45 WIB. Kateter akan aman dan steril. Ria datang menjenguk. “Maka sesungguhnya didalam kesukaran itu ada kemudahan. takut menyangkut atau tertarik-tarik. aku berkata. Dok sakit banget!” dr. haru dan iba melihatku yang masih terbaring di atas belangkar. maka kateter luar harus dimasukkan ke dalam kantong yang berupa ikat pinggang. kacian. cup…! Cakit ya?” gayanya seperti seorang ibu yang berusaha membuat berhenti tangis seorang bayi sambil menuliskan resep.cup. Ya. sebelah kanan pusar berjalan mulus selama 45 menit. Begitu terdengar panggilan dari seorang perawat.00 WIB sampai dengan 11. sedih. Suatu anugerah dari Alloh SWT sesuai janji-Nya pada QS. Orang-orang yang kucintai sudah menunggu di ruang tunggu. Sehingga aku tahu persis. di mana pun aku berada dan ke mana pun aku pergi. kateter itu harus selalu terpasang seumur hidupku. karena perutku sudah dipasang aksesoris. suatu proses yang sangat cepat. Sambil meneteskan air mata karena menahan rasa sakit. nanti diminum ya! Agar tidak sakit lagi. dr. Kateter yang terbenam ke dalam perut ±20 cm dan yang di luar ±40 cm..

Minggu pagi aku minta OT (over time) cuci darah di luar jadual. Bapak Jadi Robot Selesai pemasangan harus menjalani cuci darah. kalau CAPD-nya sudah dipakai boleh makan buah yang banyak. Kaliumnya pasti terbuang. suster. masih belum terlaksana. salah ! Aku mengalami hiper kalemia. dan para perawat RSKG lainnya merasa kaget. Sampai-sampai dr.Aku nyengir kuda sambil menahan rasa sakit. tapi malah Pak Asep yang duluan pasang CAPD?” Aku tak berkomentar. “Aneh ya Pak Asep ini. Selama itu pula aku 56 . Padahal pasien lain banyak yang mau pasang. Aku pun menerima nasi kotak tersebut.R. Namun waktu yang dua minggu itu tidak terlalu mulus kujalani. gak ikut seminar CAPD. Tiba di RSKG aku diomeli 2 orang perawat. hanya tersenyum bahagia. “ Pak Asep. tidak bisa serta merta langsung dipergunakan. dan perih bekas sayatan pisau operasi. Dokter. karena sedang menjalani cuci darah. terutama dr. Cut Indra dengan begitu cepatnya aku pasang kateter CAPD. karena aku menjalani operasi pemasangan kateter. Cut berkomentar. Selama dua minggu aku masih menjalani cuci darah. tinggal beberapa hari lagi Pak Asep bebas makan buah. padahal cuci darah seharusnya hari Senin. Hari Jum’at 4 Agustus 2006 aku kembali bertandang ke RSKG untuk menjalani cuci darah yang seharusnya hari Kamis. Seluruh pasien dibagi konsumsi makanan berat berupa nasi lengkap dengan lauk pauknya di dalam kotak plastik. malamnya tak bisa tidur. Detak jantung terasa berat dan agak nyeri. Dugaanku.A. kalau Pak Asep enggak bisa nahan!” kateter CAPD. sabar dong! Jangan dulu makan buah-buahan yang berlebihan. Aku tergiur dengan apel merah yang ada dikotak plastik itu Aku beranggapan tidak akan terjadi apa-apa walaupun aku makan apel itu sampai habis. Aku harus bersabar menunggu selama 2 minggu. Aku bertahan sampai Minggu pagi.Habibie berulang tahun. Buktinya seperti ini. Kamis 10 Agustus 2006. RSKG Ny. Sabtu sore aku mulai sesak napas.

kasihan dan heran dengan reaksi anakku. “Mimpi Bapak dijadikan robot. Aku berusaha menenangkannya dan meyakinkannya bahwa aku tak mungkin akan dijadikan robot. Aku berkata “ Ha….” tanyaku. karena mereka tahu aku hanya bercanda. Tuh lihat. tapi memelukku erat-erat. Aneh ya?” komentar perawat. terbengongbengong melihatku. Dia menangis terisak-isak seperti ketakutan. Sambil terisak-isak dia bicara. Itu pun pemberian dari sini. Mungkin di hati dan pikirannya merasa heran. mengacungkan tangan sedikit dan membelalakkan mata sambil melotot ke arah anakku. Kok. Besoknya. Aku pura-pura bergerak seperti vampire. Dia tidak menjawab.” Mereka tak menghiraukan lagi jawabanku. operasi AV shunt. Padahal niatku hanya bercanda. Aku menjawab dengan maksud bercanda. ya!” sambil menunjuk ke mesin EKG. Nazla. Untuk mengetahui kondisi jantungku setelah jarum pistula terpasang. “Wah. Aku tertawa. tidak ketinggalan selang oksigen. “Mimpi!” “Mimpi apa?” tanyaku heran.!” Nazla. sekarang dipasang tiga selang cuci darah dan oksigaen ditambah lagi banyak kabel yang tersambung ke komputer dari sekujur tubuh?” Dengan raut wajah yang ketakutan anakku bertanya. Pak Asep masih saja bercanda. anakku yang ke tiga. 57 . biar pun kondisinya sedang kritis. yang baru masuk SDIT kelas 1.Sambil tersengal-sengal aku masih sempat menjawab. “Sayang! Bapak sekarang mau dijadikan robot oleh dokter. berbarengan dengan suara “trek” tombol yang ditekan dan keluar bunyi dari printernya. “Mau diapakan lagi ayahku ini? Dulu dia sudah dioperasi usus buntu.. “Kenapa kamu menangis? Baru juga bangun. kemarin operasi pemasangan kateter CAPD. mau diapakan lagi?” tatapannya penuh ketakutan. anakku Nazla baru bangun tidur. Kebetulan perawat mau menekan tombol “enter“.” jawabnya ketakutan. malah langsung pasang mesin EKG. “Bapak. anakku tersentak kaget semua keluargaku yang ikut mengantar dan para perawat tertawa. begitu mendalam dan melekat di pikiran anak? Sampai terbawa mimpi segala. “ Hanya sedikit kok! Hanya sebuah apel merah kecil.

sambil menunggu waktu refill kedua. usus di dalam perut serasa ditumbuk-tumbuk. padahal sebenarnya aku mau mengobrol banyak kepada Pak Asnali. bahagia dan merasa akan kesepian. Cairan harus disimpan di dalam perut selama 4 sampai 5 jam. Aku boleh keluar dulu. agak lancar. Mereka banyak yang mengucapkan selamat. Bu Kartini. Tidak ada teman sependeritaan untuk berbagi cerita tentang keluhan dan berbagi makanan. hari kemerdekaanku makan buah apa saja dan lebih banyak. Komentar yang hampir sama terlontar juga dari Ceu Eros.2 kg. Dia akan 58 . Pak Asep kan suka bercanda!” kata Pak Agus Berlian. Hari dimulainya pergantian cuci darah dengan CAPD. Alhamdulillah bisa sampai 1000 ml/kg. Aku bersalaman dengan seluruh pasien di ruangan itu. setetes demi setetes dianeal dipaksakan masuk. di bawah pengawasan dr. Saya pulang ikut siapa?” karena ia berasal dari Garut dan sering ikut pulang bareng denganku.61 adalah hari kemerdekaanku dari cuci darah. di sini juga jadi sepi. Refill kedua bisa memasukkan cairan dianeal 1. Pak Kurnia berkomentar. Hari kemerdekaanku dari tusukan jarum pistula. jalan-jalan. Perlahan. Pak Rukmana dan yang lainnya. Aku salami. Pengalaman pertama refill memang agak menyakitkan. memulai pelatihan refill CAPD dan dressing penutup luka bekas operasi. Waktu luang aku pakai bercengkrama dengan teman-teman sependeritaan cuci darah. “Iya. Ya. nyeri sekali. Ya! Masa pelatihan tiga hari mulai 17 sampai 19 Agustus 2006. bercanda dan lain-lain.Kemerdekaan Kamis 17 Agustus 2006. walaupun waktunya hampir 30 menit. karena aku tidak akan cuci darah lagi bersama mereka. Karena dengan mereka semua aku merasa dekat seperti dengan keluarga sendiri. Saat cairan masuk. sebagai perawat yang teliti dan telaten. Mas slamet. hari kemerdekaan RI yang ke. tapi waktunya kurang tepat. Aku pun menjadi terharu. Pak Asnali yang sedang duduk di kursi roda. Dan mereka akan merasa kehilangan. Rusma. “Wah kalau Pak Asep berhenti cuci darah.

Ya Allah! 59 . Aku bersyukur kepada Allah. Kami memesan beberapa puluh tusuk sate sapi.4 kg. “Kasihan dia!” gerutuku dalam hati. dengan cairan 1. Alhamdulillah lancar.” Begitu do’a yang kupanjatkan saat bangun dari tidur yang lelap dan nyenyak.” kataku.45 WIB. boleh Pak! Saya tunggu. Ya Allah! Malam itu pun. agar racunnya cepat terkuras. lezat dan nikmat kembali kurasakan saat ini. “ Insya Alloh Pak. sungguh di luar dugaan.” katanya. keluar berbarengan. akibat cabe dari acar yang kumakan. karena indra pencecapku seolah kembali normal. Di jalan aku makan malam dulu karena merasa lapar dan kelelahan. Pak Asnali kelihatannya payah. Tidur nikmat yang begitu kurindukan berbulan-bulan karena terganggu berbagai keluhan. aku puas. dan sekarang cuci darahnya harus 3x seminggu. Tusuk demi tusuk sate kunikmati dengan lahap. karena kenikmatan makan yang pernah hilang sejak enam bulan yang lalu sekarang sudah kembali. Pengalaman hari pertama refill CAPD sungguh mencengangkan. bekas penumpukkan racun akibat tidak cuci darah selama 4 minggu. manis. Alhamdulillah. Cairan bisa masuk 1.4 kg. Nafasnya pendek-pendek. Pulang ke Saibi aku dijemput Arif. Kini aku bisa menikmatinya kembali. di sebuah kedai makan pinggir jalan. Tidak seperti malam-malam sebelumnya. Akhirnya aku hanya berkata. di wajahnya masih ada benjolan sebesar telur bebek yang dulu ia katakan sebagai gondongeun. Wisata Rohani “Alhamdulillaahilladzi ahyanaa ba’da maa amaatana wailaihinnusuur . Rasa asin.pulang. Sambil menunggu refill yang siang. Keringat mengucur keluar dari jidatku. Kursi rodanya didorong anak istrinya. aku tidur pulas. Walaupun perutku terasa sesak. Terima kasih. “ Pak! Besok Saya ke rumah Bapak ya! Bolehkan?” “ Oh. Air mata bahagia dan sedikit ingus. gurih. Perutku kenyang sekali. badannya loyo. ya! Besok Saya punya waktu. suami adikku. Refill terakhir hari pertamaku dilakukan pukul 20. tetapi untuk makanan tetap lapar karena beda saluran.

18 Agustus 2006 pagi itu aku merasa lebih siap hidup.” aku mulai menguraikan masalah CAPD dengan sedetil-detilnya sampai dia benar-benar mengerti keuntungan dan kerugiannya.5 ons dari 1400 ml menjadi 1450 ml. “Biar saja Pak! Bapak di kamar istirahat. menyongsong masa depan. Pukul 08.” Pak Asnali seolah menyesali perbuatannya. Segala gambar. kejadian itu menjadi malapetaka bagi dirinya. brosur dan tulisan tentang CAPD aku kupas tuntas. Aku melarangnya. “Ah. gambar dan tulisan tentang CAPD. cool dan lebih bugar setelah berwudlu dan menjalankan sholat subuh dengan khusyu. karena masih terasa nyeri waktu memasukkan cairan. Selisih volume cairan masuk dan keluar hanya 50 ml/0. 60 . Begitu tiba di rumah Pak Asnali. Dia memasuki ruang tengah dengan susah payah.Jum’at. Lengkaplah kenikmatan hidup ini dengan secangkir kopi susu yang dihidangkan istriku tercinta. Proses refill memang agak lama dari ketentuan waktu ideal 30 menit ternyata molor sampai 1 jam. Kelihatan wajahnya pucat. Fresh. kejadian itu anggap saja tak pernah terjadi.00 WIB. nafasnya sesak. Tapi dia memaksakan diri keluar kamarnya. Walaupun pada akhirnya. agar bisa berhenti cuci darah. Program pelatihan refill hari kedua harus segera dimulai. yang harus ditebus dan dibayar mahal dengan dirawat di ICU RSHS dan menjalani cuci darah 3x seminggu sampai penumpukan racunnya benar-benar habis dan kondisi kesehatannya pulih lagi. aku memiliki waktu luang sampai nanti refill kedua pukul 14. walaupun baru sehari saya pakai. aku disambut senyum ramah anak istrinya dan disuguhi berbagai makanan dan minuman. Agar Bapak bisa sehat lagi. malah saya jadi begini. enggak apa-apa Pak! Saya malu oleh Bapak. Aku bersama istriku langsung naik lift menuju lantai III ruang CAPD. Makanya kupersiapkan segala brosur. Aku bersama istri bergegas lagi pergi ke RSKG. Jangan memaksakan diri!” kataku. Aku berniat mengajaknya beralih ke CAPD.40 WIB. sudah mengajak Bapak ikut direfleksi. Mas Slamet sudah siap bertugas sebagai instruktur pelatihan. ke tempat kami duduk. “Sudahlah Pak! Jangan disesali. Pak Asnali masih berbaring lesu di kamarnya sambil menghirup oksigen dari tabung gas kecil yang dimilikinya. Saya merasakan perubahan positif. Saya datang ke sini justru ingin mengajak Bapak beralih ke CAPD. waktu luang tersebut akan digunakan untuk berkunjung ke rumah Pak Asnali yang sudah begitu tulus mengajakku berobat refleksi. Nah.

beliau sedang menderita penyakit yang serius. enggak apa-apa Pak! Biar saya sendiri ke Mesjid.” jawab Pak Asnali pelan. kuat Shalat Jum’at enggak?” “Wah. Mudah-mudahan Pak Asnali diberi kesabaran. Biaya oprasi pasang carteter saja hampir Rp. malah diping-pong. DKM mesjid memberikan pengumuman mengenai uang infak. Kemudian aku bertanya masalah Askes Keluarga Miskin (Gakin) sebagai kartu jaminan dari pemerintah.Tidak hanya Pak Asnali.5 juta per bulan. Shalat Jum’at sebentar lagi. Ini juga susah mengurusnya. Dadaku tiba-tiba terasa sesak. Waktu terus berjalan. Aku terdiam. Akhirnya kembali ke SKTM. Aku melirik jam tangan dan mengajak Pak Asnali Shalat jum’at. belum cairan dianeal dari Enseval ±Rp. 61 . begitu juga diriku. Amiin! Alfatihah!” Semua jama’ah tertunduk kepalanya memanjatkan do’a kepada Allah Swt demi kesembuhan Pak Asnali. Terngiang di telingaku bagian pengumuman mengenai Pak Asnali. Kalau tanpa Askes Gakin pasti akan terasa berat. “Ya! Pokoknya istri Bapak dijamin utuhlah! Tenang saja!” sambil memaksakan diri tersenyum Pak Asnali memberikan jaminan. bingung. ya Pak?” kataku dengan nada bercanda. Aku tak kuasa menahan air mata sebagai rasa iba dan haru. ke sana ke mari. keluarganya pun kelihatannya mengerti dan merasa tertarik dengan system CAPD. dan keikhlasan menerima ujian ini. Mudah-mudahan deritanya dijadikan kifarat dan penebus dosa. Sebelum khotib naik ke mimbar. enggak punya Pak! Ada juga Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) yang harus diperbaharui tiap bulan. “Askes Gakinnya punya?” tanyaku penasaran. 9 juta. “Pak. 4.” jelas Pak Asnali. “Bapak-bapak ahli jum’at. “Waduh. Anak saya sudah mencoba mengurus pembuatan Askes Gakin. Pak Asnali. 4 juta s/d p. Dan cepat-cepat disembuhkan kembali seperti sedia kala agar bisa beribadah bersama-sama seperti kita semua. “Ya. Keluarganya diberi kesabaran dan ketabahan serta menjadi amal sholeh di hadapan Allah Swt. Titip istri saya di sini. rasanya tidak akan kuat! Silakan Bapak saja! Saya Shalat Dzuhur saja di rumah. Batinku terus berceloteh tentang penyesalan dan ketidak berdayaanku untuk menolong dan mengajak Pak Asnali beralih ke CAPD. kami mohon do’anya demi kesembuhan salah seorang warga kita yang sedang mengalami cobaan dari Alloh Swt. nama khotib dan imam Jum’at serta pengumuman warga sakit.

Tangis rasa syukurku semakin menjadi-jadi. Aku 62 . Bagaimana jadinya Pak Kurnia. setelah kejadian tadi. Cililin tak terlewatkan. Aku yang kebetulan berbekal sedikit ilmu dan kuamalkan sebagai guru SMP selama 17 tahun menjadi PNS. murid-muridku dan rekan-rekan guru di SMPN 1 Banyuresmi selalu memanjatkan do’a bagiku. Terus berkelebat di dalam bayanganku. Semuanya tergantung pada amal baik atau buruk dia sendiri saat hidup. Keinginannya untuk memiliki Askes Gakin pun harus dia pendam dalam-dalam karena berbagai kendala birokrasi. aku tidak bisa mengalihkan fasilitas yang bisa kuterima kepada orang lain. karena tak memiliki Askes.000. Sedangkan Pak Asnali yang berprofesi sebagai pedagang sea food. Sebagai bukti empirik. di dunia saja hal ini bisa terbukti. Ketika seorang manusia tidak bisa memberi atau meminta pertolongan dari yang lainnya. dan yang lainnya bila sudah kehabisan materi untuk transport dan bayar cuci darah? Bila profesinya tak bisa menghasilkan uang karena tak bekerja. setiap jama’ah Juma’t di kampung halamanku. bahkan ibu-ibu pengajian Minggu yang diselenggarakan oleh ibu mertuaku di Gunung Halu. balasannya sudah terasa. saat terbayang di benakku orang-orang yang mendo’akan kesembuhanku. Pasti. Allah Yang Maha Kasih dan Maha Sayang memberikan kemudahan bagiku untuk sembuh. dia tidak bisa mendapatkan fasilitas itu. Aku yakin dengan haqqul yakin bahwa Allah akan memberikan jalan keluar atau obat untuk penyakitku ini. Padahal bagi orang lain belum tentu bisa didapat dengan cuma-cuma. Punya Askes. ayah-anak. Rohaniku semakin terbang jauh membayangkan rekan-rekanku senasib lainnya yang tidak memiliki Askes. 399.Air mataku semakin deras. Pak Kurnia. Belum lagi orang tua. murid-guru.00 padahal kepalanya sudah tak tahan menahan sakit akibat kadar ureum dan kreatinin yang tinggi. Apalagi hanya sebagai sahabat. Aku benar-benar bisa membayangkan kejadian nanti di hari pembalasan. Sedangkan kondisinya sangat mengkhawatirkan. ibu-ibu pengajian hari Kamis. Pak Agus Berlian dan seorang pasien yang marah-marah di ruang tunggu gara-gara tidak bisa cuci darah karena tidak memiliki uang Rp. rakyat-pemimpin. Berkat do’a mereka semua. Jangankan berpikir dan berusaha mencari uang. Kemudian. anak istri. Jangankan di akhirat. Pak Asnali. menyiapkan mental dan kesabaran menghadapi penyakit yang mereka derita saja sudah berat. Walaupun hubungan mereka itu sebagai ibu-anak. sehingga berbagai biaya operasi atau untuk persediaan cairan dijamin gratis. suami-istri. adik-adik.

menyerah dan terkapar dalam kondisi yang mengenaskan. berterima kasih tiada hingga kepada. istriku mengintrogasiku dengan nada penuh keheranan.Nya. Akhir Desember 2006. Sulit menyembunyikan wajahku yang berantakan habis menangis. karena aku sudah berhenti cuci darah hampir 4 bulan sehingga aku tak pernah mendengar kabar beritanya. Ih… bayanganku semakin ngeri! Kembali aku menafakuri kemurahan Allah yang Maha Rahiim. Makanya. Sambil kupegang erat tangannya. Hampir satu minggu aku selalu teringat padanya. selamat tinggal! Mataku bengkak dan merah. “Assalaamu’alaikuum!” katanya. aku merasakan khusyunya Shalat Jum’at dan merasa begitu dekatnya dengan Allah yang membimbingku menuju kehidupan baru. bagaimana jadinya ketika mereka pada akhirnya pasrah. istriku juga ikut menangis. melainkan anaknya. Aku bersyukur sekali kepada. “Oh…. “Wa’alaikuum salaam!” jawabku. Karena mataku bengkak. Di perjalanan. Tangisku tak bisa berhenti sampai khotib selesai berkhutbah. Aku merasa sedih dan menyesal sekali tidak bisa menolong Pak Asnali. karena besok kami akan pulang. Baru kali ini. kelancaran dan jalan keluar dari penderitaan yang menjadi momok bagi banyak orang. Asep Qori’in dari Garut. Sujud syukurku pada raka’at akhir shalat serasa sempurna. “Dengan siapa ya?” tanya dia. dan masih sembab. yang lebih baik.Nya. “Kenapa Pak? Ada apa? Cerita dong! Mimih siap mendengarnya!” Aku tidak menjawab. malah tangisku semakin menjadi. memerah. Dia bertanya. aku berurai air mata dan menceritakan wisata rohaniku kepadanya. 63 . aku bergegas berpamitan dan mengajak istriku menuju RSKG untuk melanjutkan proses pelatihan refill CAPD. dengan keterampilan refill dianeal CAPD dan dressing penutup luka. Kebetulan yang mengangkat gagang telepon itu bukan dirinya.tak habis pikir. bahkan shalat Jum’at dan ba’da shalat pun aku masih juga menangis. bisa bicara dengan Pak Asnali?” aku sudah tak sabar ingin mendengar suaranya. Bapak mah sudah tidak ada!” katanya dengan nada keheranan. Aku diberi kemudahan. aku kembali merindukan Pak Asnali. “Saya. Segera aku menelpon ke rumahnya untuk mengetahui keadaannya. Cuci darah. Akhirnya. bukan pula istrinya. Tangis bahagia.

Hidup Bersama CAPD makin PD Kloning ginjal hanyalah impianku. wisata rohaniku saat shalat Jum’at dulu tak perlu menunggu lama. Peristiwa itu menimpa seorang pasien gagal ginjal yang baik hati. Ibu bersama keluarga yang ditinggalkan mudah-mudahan diberi kesabaran dan ketabahan menerima cobaan yang berat ini. Sekarang sudah hampir seratus harinya. rasanya lebih mengerikan. atau terlalu tinggi kemudian pingsan. Sekali waktu terjadi kram karena terlalu banyak cairan yang ditarik mesin melebihi dari berat kering tubuh. karena jarak rumah ke tempat cuci darah yang jauh. “Innaalillaahi wa innaailaihiiraaji’uun…” kataku dengan penuh rasa haru dan iba. tensi yang tiba-tiba rendah. Rupanya. Belum rasa sakit ditusuk-tusuk oleh jarum pistula yang besar. CAPD merupakan alternatif perbaikan kualitas hidup seorang penderita gagal ginjal kronik.” katanya meyakinkan. Banyak orang yang mencemooh dengan perkataan “CAPD. saya minta maaf karena tidak tahu bahwa bapak telah tiada. bukan waktu yang sedikit. masih ada jalan lain yang bisa lebih nyaman dari cuci darah. Saya hanya bisa berdo’a mudah-mudahan arwah beliau diterima di sisi Allah Swt. setelah mendengar kabar yang sangat menyedihkan itu. tolong ya sampaikan kepada ibu. Ya. “Bukan Pak? Pak Asnali mah sudah meninggal. Lebih capek dech dibanding CAPD. diterima iman Islamnya dan diampuni dari segala dosa dan kekhilapannya. dan lain-lain. Wah. 64 . Kenyatannya. sahabat sejati sependeritaan kini telah tiada. “Neng. Berpuluh-puluh bahkan beratus-ratus km seperti rumahnya Pak Dadan. Proses cuci darahnya 4 sampai dengan 5 jam tidak bisa bergerak ke manamana.“Apa dia sedang keluar?” tanyaku. Jarak tempuh Pamijahan-Bandung. Selain itu kalau terjadi drop. Amiin!” do’aku sambil menutup pembicaraan. selain cangkok (transplantasi) ginjal. Tanggerang-Bandung. Pak Agus. Luky. cape dech!” memang proses refill tiap hari 3 sampai dengan 4 kali membuat kita cape dech! Tapi jika dibandingkan dengan cuci darah yang menyita waktu banyak. Peristiwa yang mengenaskan itu benar-benar terjadi hanya beberapa bulan seteleh pertemuan terakhir kami. Pameungpeuk-Bandung.

Obatobat tensi yang harus selalu dikonsumsi selama 2 tahun sekarang sudah berkurang bahkan tidak sama sekali. Aku sudah merasa nyaman dengan CAPD. Alhamdulillah. Bisa bepergian jauh berhari-hari tanpa harus dibatasi waktu seperti saat cuci darah. Setiap refill. aku mesti datang ke tempat cuci darah. Sekarang. Pasti ada penyesuaian tubuh yang harus melalui proses. 2 September 2006 terpaksa harus ditusuk lagi jarum pistula. Sehingga volume cairan pun berkurang. Bengkakbengkak di tubuh harus ditarik lagi memakai mesin cuci darah. Setelah kejadian itu. Kendala pertama. Rasanya senang juga mendapatkan pelayanan dan jaminan kesehatan yang baik dari semua instansi. tidak ada kendala yang berarti. Penumpukan cairan pada tubuh yang membuat repot juga di dua minggu awal CAPD. lancar. baru aku berobat ke RSKG.5 kg cairan di tubuh. Dari hasil tes laboratorium cairan tanggal 30 Agustus 2006 terdapat 497 sel bakteri/virus. Hari keduanya. Pemberian anti biotik “gentamicin” dimasukkan ke dalam bag cairan yang mau dipakai sebanyak 40 mg/2 lt dapat dengan cepat menanggulangi infeksi. Dalam waktu 3 bulan bisa naik 12 kg. Penggantian cairan atau refill bisa dilakukan di mana saja. hanya tinggal membawa cairan sebanyak yang dibutuhkan selama bepergian. sekarang jarang terjadi. yang mengakibatkan cairan keruh dan banyak fibrinnya. Inilah yang mengakibatkan kaki dan badanku bengkak-bengkak. (cuci darah bonus). Hebat! Memang diawal-awal CAPD ada beberapa masalah. Tempatnya tidak steril. asal memenuhi syarat kebersihan dan cuci tangan. Kepalaku yang sering pusing. Cairan pembuangan tidak kuning dan jernih. Pernah mengalami infeksi peritoneum. daya tariknya cairan pengeluaran kurang.Beberapa bulan saja berat badanku kembali normal. tiba-tiba badan menggigil dan cairan keruh banyak fibrinnya. Wajar. untuk mengeluarkan 4. Jika sudah tiba jadual cuci darah. Infeksi terjadi akibat dari kelalaianku mengganti cairan (refill) di atas mobil. Berarti kenaikan berat badan yang signifikan. Alhamdulillah. Perubahan kondisi badan itu terasa sekali. banyak penumpang dan sedang macet di tengah jalan. Sabtu. setelah kejadian itu sampai sekarang lancar-lancar saja. dari 44 kg menjadi 56 kg dalam waktu 3 bulan. PT Askes yang memberikan fasilitas gratis 120 bag cairan 65 . Keesokan harinya. namanya juga masa-masa adaptasi. mengalami selisih lebih volume cairan masuk dan keluar sampai akumulasi 1kg per hari. Makan pun rasanya nikmat.

Pengeluaran cairan selesai. sebagai karyawan handal siap berkunjung ke rumah pasien untuk memberikan konsultasi gratis tiap bulan dan selama 24 jam siap dihubungi. bersih dan ada mejanya yang berupa rak buku. Enseval Putera Megatrading Tbk. Aku mencari DKM sebagai pengurus Musholla itu untuk meminta izin. apabila ada keluhan. organ tubuh produk Allah Swt yang bentuknya sebesar kepalan tangan manusia. tapi tidak ada yang tahu. sebagai distributor tunggal di Indonesia siap mengantarkan produk Baxter ke seluruh pelosok tanah air. 13. Sambil melakukan refill kujawab semua pertanyaan itu dengan penuh kesabaran. tinggal pemasukan. sekalian berjalan-jalan dan shopping persiapan lebaran. agar tidak mengganggu kekhusyuan orang yang sedang beribadah. PT Enseval Putera Megatrading Tbk. menunjukkan perhatian tinggi terhadap konsumennya. Aku menemukan tempat yang tepat. Sekarang ia sudah pindah tempat kerjanya. Subhanallah! Luar biasa jika kita tafakuri. Mungkin orang-orang yang sedang shalat pun sama seperti diriku yang kebetulan singgah.00 adalah saatnya jadual refill cairan. Begitu pula terhadap produk Baxter yang berkualitas. aku shalat Dzuhur. steril dan praktis. selesai shalat kemudian aku membuka ikat pinggang kantung kateter dan memasang twins bag dianeal cairan CAPD. tapi sudah diganti karyawan lain yang sama handal. Setelah berwudhu. Pak Sutisna.untuk refill 4 kali per hari setiap bulan. kerepotan semua pihak untuk menanggulangi kerusakan ginjal seseorang. Bukti empiris bahwa ilmu Allah Swt itu sangat tinggi.SDJ. Orang-orang yang selesai shalat dan akan shalat banyak yang melihatku dan menghujaniku dengan pertanyaan tentang CAPD. Allahu Akbar ! Ada juga pengalaman yang menyakitkan yaitu pada saat akhir bulan Ramadhan 1428 H. Aku memilih sudut belakang Musholla. Tempat itu adalah Musholla. Pukul. 66 . Atau menggunakan mesin cuci darah yang ukurannya sebesar kulkas. Anak istriku tengah berbelanja di pusat perbelanjaan kota Tasikmalaya.H. aku pergi ke Tasikmalaya untuk memproses pemesanan cairan dianeal CAPD ke PT. harus diganti dengan hal yang melibatkan ratusan bahkan ribuan orang yang terlibat dalam penyediaan alat dan bahan seperti tadi. Jadi hanya 10 menit lagi waktu yang aku butuhkan. tempat konsumen berada dengan tepat waktu. Kalbe Farma sebagai perusahaan yang memasarkannya sudah membuktikan diri bisa bertindak professional.

Sekarang. Stand yang menjadi tujuan utamaku jelas. Sebentar lagi akan selesai. Kata dokter juga tidak boleh ada debu. Apalagi saat cuci darah aku harus diet buah dan sayuran karena terlalu tinggi kaliumnya. sehingga harus OT. Hiper kalemia sudah terbukti sebagai penyebab utama kematian. Pengalaman lain yang cukup menarik yaitu saat pulang dari RSKG setelah menjalani tes PET. Istriku masih trauma dengan pengalaman pahit waktu aku masih cuci darah. coba lihat sendiri!” sambil kuperlihatkan posisi kateter. ya… ! Bapak sudah tak tahan dengan keharumannya yang begitu menggoda.” kataku berusaha menjernihkan situasi. Aku memaksa istriku untuk membeli buah durian yang sudah dikemas dalam plastik transparan. tempat buah-buahan. Aku terus membujuknya. dan akibatnya infeksi.” Pemuda itu rupanya belum paham. “Saya tidak bisa melakukan refill ini di luar takut kotor kena debu nantinya. Tentu aku ingin segera menikmati harumnya dan lezatnya buah durian. namun dia terus saja ngotot. Makan durian merupakan hobyku sejak kecil. agar bisa menentukan tingkat keberhasilan terapi pengganti ginjal dengan sistem CAPD. Saya jamin tidak ada setetes air pun yang akan mengotori Musholla ini. “Maaf. itu kan air najis!” kata dia. aku bersama istri berjalan-jalan dulu ke mall. ”Bapak tahu ini tempat suci?” Aku berusaha menjelaskan. Sambil menunggu hasi laboratorium. tapi masih takut. tempat beribadah. pokoknya Mimih harus beli durian. tinggal 5 menit lagi. Suatu tes cairan buangan. “Mih. ia tak mau kejadian sesak napas tiba-tiba terulang lagi. Aku merasa was-was tentang bagaimana nanti hasil PET tersebut. Tapi semenjak dinyatakan gagal ginjal kronik.Tiba-tiba seorang pemuda menghampiriku dan mengusirku dari tempat itu. Pada hari Kamis 26 Oktober 2006. tapi dari perut saya. dan saya pun tahu ini tempat suci. Tapi tidak ada yang tahu. Buah-buahan yang paling aku suka adalah durian. Baru dia menganggukan kepala sembari menggeloyor meninggalkanku. Cairan kuning ini bukan keluar dari tempat kencing. “Di luar saja Pak! Jangan di dalam. Bapak hanya akan 67 . aku harus menjalani tes PET. Hasratku untuk mencicipi buah durian begitu besar. Saya tadi mencari Anda sebagai pengurus Musholla ini sebelum melakukannya untuk meminta izin. Nih. aku tak pernah mencicipinya. minimal mengalami sesak nafas sehingga harus OT(over time) artinya harus menjalani cuci darah ekstra di luar jadual. agar terhindar dari infeksi. “Ginjal saya rusak.

menciumi harumnya saja sambil menunnggu hasil laboratorium diketahui. aku sempat berseloroh. lezat dan nikmat. dr. Bapak akan memakannya. Kemasan plastik durian langsung kurobek dan kumakan isinya dengan penuh gairah. “Pak Asep. Nagreg. aku bersorak kegirangan. Rusma belum bisa memberikan keterangan tentang hasil laboratoriumku. walau sebagian sudah tiada atau tidak bisa hadir karena kondisinya sedang jelek. Terutama ingin segera menikmati makan durian yang sudah di depan mata. Sujud syukurku kembali terulang saat beristirahat di mesjid Uswatun Hasanah. Segera kulayangkan sebuah SMS kepada dr. apa lagi kalau di bawah normal. Tapi kalau hasil laboratorium menyatakan bahwa kaliumnya tinggi. Aku bisa bertemu kembali dengan teman-teman sependeritaan. Bapak tinggal makan buah aja yang banyak.” Begitu kalimat yang kubaca di layar Hp-ku. karena kusimpan di atas deks boards. kini sudah dikembalikan oleh Allah Yang Maha Pemberi Nikmat. Enday agar aku membuka ikat pinggang tempat kateter CAPD dan menunjukannya kepada seluruh peserta yang hadir. sayang sekali hasil tes itu. 68 . apalagi setelah disuruh tampil oleh Prof. Awal November 2007. Nanti saya kabari lewat SMS.1. perjalananku baru sampai kawasan Nagreg. Tak lagi banyak basa-basi istriku langsung menyambar kemasan buah durian Montong yang dagingnya kelihatan kekuning-kuningan. RA Habibie. biasanya bijinya kecil-kecil begitu juga rasanya pasti manis. Bapak bisa tahan?” tanya istriku masih ragu. Nikmat yang beberapa bulan terakhir dicabut dari kehidupanku. kaliumnya rendah hanya 3. besar-besar dan harum sekali. Rusma dengan harapan mudah-mudahan hasilnya sudah ada. Aku masih penasaran ingin segera mengetahui hasil laboratoriumku. Namun dia berjanji akan segera mengabariku secepatnya lewat SMS. Hampir tiba waktu Ashar. Malah. Bapak tidak akan berani memakannya. Jadi. Ada hal yang membanggakan. “Mungkin nanti sore hasinya Pak! Jika Bapak mau pulang silakan saja. Nanti kalau sudah terbukti kalium darah Bapak normal. aku mengikuti acara silaturahmi Halal Bil Halal pimpinan. “Yakin!” kataku mantap.” Akhirnya aku pun pulang ke Garut dengan harap-harap cemas.” “Yakin. seluruh karyawan dan pasien RSKG Ny. Hampir semua pasien menganggap akulah yang paling bugar. Pucuk di cinta ulam tiba. Deg-deg plas jantungku saat membuka pesan singkat itu. Beberapa menit kemudian Hp-ku berbunyi sebagai tanda ada pesan baru yang diterima.

baik pasien cuci darah. aku juga terpilih sebagai pasien teladan. ketundukkanku dan pengabdianku kepada Allah Swt. Rekan-rekanku yang biasanya memiliki jadual cuci darah setiap hari Senin-Kamis sore semuanya tinggal 5 orang lagi. semangat. harus dicecep seperti anak sunat. walaupun hanya sebagai guru BP. Prof! kalau di kampung saya sebelum saya memperlihatkan kateter ini. Berarti rekan sependeritaanku. Pak Kurnia. dan tetap selalu minum vitamin 4 S : Shalat. Aku tetap bangga menyandang gelar Asep CAPD atau Asep cape dech. di samping shalatku yang 5 waktu. Pada sesi akhir acara. Bu Kartini dan aku sendiri. Senin. Semakin PD hidup bersama CAPD. Maman (Alm). Mudah-mudahan bisa menjadi bentuk ibadahku. dan sehat baik bersama cuci darah maupun CAPD.” Hadirin tertawa. sekarang hilang. Pak Barnas (Alm). seruangan dan sejadual sudah 12 orang yang berada tenang di alam baka. Semoga yang masih bertahan hidup diberi umur panjang. Biarpun harus selalu disiplin menunaikan refill 4 kali sehari secara rutin dan kontinyu. ternyata diriku masih berguna bagi orang lain. Kini aku naik peringkat menjadi nara sumber CAPD bagi banyak orang. Rasa percaya diriku timbul lagi setelah melalui proses hidup yang panjang. dari 17 orang pasien satu ruangan. Amiin! 69 . Ibu Dekan (Almh). Prof. Luky. Pak Agus Berlian (Alm). dan lain-lain. Setelah aku dimuat di bulletin ginjal RSKG. Sekarang aku bisa kembali bertugas pergi ke sekolah. Ceu Eros. Pak Otong (Alm). Sekarang hari-hariku kian indah. Banyak yang menghubungiku lewat telepon. keluarganya atau orang awam sekalipun. Depresi dan perasaan serasa tak berguna. Pak Sya’ban (Alm). Memang tidak hanya yang cuci darah saja. ada juga yang sengaja datang ke rumah untuk menanyakan masalah CAPD. yang CAPD juga ada yang sudah mendahului kami. Pak Rukmana (Alm). Pak Asnali(Alm). 18 Februari 2008 baru saja aku ganti transferset yang ke tiga kalinya. dan kawan-kawan yang lainnya semoga mereka diterima iman Islamnya. sabar. Alhamdulillah. Mudah-mudahan jadi kifarat dosa-dosaku dan bisa mengantarku menggapai keridhoan-Mu. bahkan ada yang menyebutkannya terbalik menjadi Asep CPAD. lebih sehat.“Maaf.

Kemudian melanjutkan kembali ke D3 th 1996 – 1997. Garut lahir tanggal 5 Februari 1967. Nazla Gina Farfasya dan Fhatiya Bilqis Saida. Email : bang_qory@yahoo. Selesai menjalani pendidikan D2 di IKIP Bandung. Ulfa Shofi Agnia.Dinyatakan mengalami penyakit “Gagal Ginjal Terminal” 20 Februari 2006. SD s.Md. A. Banyuresmi.id 70 . S. Sering menulis puisi.Melatih siswa dan anak-anaknya untuk membaca puisi dan mendongeng hingga mereka bisa meraih juara tingkat propinsi Jawa Barat. Pendidikannya kemudian dilanjutkan di Fakultas Bahasa dan Sastra IKIP Bandung (UPI sekarang) jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia program D2 yang diselesaikannya pada tahun 1988. anak pertama dari lima bersaudara. Memiliki 4 orang anak. anak dari Entin Hartini (Almh) dan ayah Oman Abdurahman. cerpen dan naskah drama yang dipentaskan di sekolah tempatnya mengajar.Mengenai Saya bang_qory Asep Qoriin. diangkat menjadi PNS di SMP 1 Banyuresmi sampai sekarang.Pd. Dibesarkan di pinggiran Situ Bagendit.d SMAN di Garut sampai dengan tahun 1986.co. Faris Fajar Wibawa. Penulis menikah dengan Fatmah Tresnasih.Pd.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful