P. 1
09_bab Ix Teknik Inspeksi

09_bab Ix Teknik Inspeksi

|Views: 14|Likes:
Published by Obhie Syah Yugamie

More info:

Published by: Obhie Syah Yugamie on May 11, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/26/2013

pdf

text

original

Inspeksi Terencana

BAB IX INSPEKSI TERENCANA
I. PENDAHULUAN

Salah satu kerugian yang dialami oleh perusahaan adalah keluarnya biaya kecelakaan kerja / insiden. Kita semua tidak menginginkan keluarnya biaya-biaya akibat insiden. Sehingga biaya-biaya tersebut dapat digunakan untuk menaikkan keuntungan perusahaan, meningkatkan kesejahteraan karyawan, dan menaikkan daya saing perusahaan di mata dunia pertambangan nasional maupun internasional. Salah satu usaha kita dalam mengendalikan kerugian, bahaya, dan resiko adalah dengan cara menciptakan lokasi kerja yang aman, bebas dari bahaya-bahaya yang dapat menimbulkan insiden. Inspeksi terencana (planned inspection) yang teratur, adalah salah satu metode untuk mencapai tujuan tersebut. Inspeksi terencana (planned inspection) adalah program yang bersifat proaktif, artinya kita melakukan tindakan preventif dengan mengidentifikasi / menemukan faktor-faktor penyebab insiden dan melakukan tindakan pencegahan, sehingga faktor-faktor tersebut tidak menimbulkan insiden. II. LATAR BELAKANG

“Sepandai-pandainya tupai melompat, akhirnya jatuh juga”. Pepatah tersebut dapat menjelaskan kepada kita, bahwa semua insiden pasti didahului / diawali oleh suatu “tanda-tanda”. Tanda-tanda tersebut dapat berbentuk tindakan atau kondisi yang tidak aman, dan tanda-tanda tadi dapat muncul sekali tetapi langsung menimbulkan insiden, atau muncul berkali-kali tanpa kita sadari, yang akhirnya menimbulkan insiden. Fenomena yang sering terjadi di sekitar kita, kondisi dan tindakan tidak aman frekwensinya sangat sering muncul di area kerja kita. Efek dari terlalu sering muncul, acap kali kita tidak lagi menyadari bahwa hal itu adalah bahaya. Dan kita baru tersadar setelah kondisi atau tindakan tidak aman tersebut menimbulkan insiden. Tentunya kita tidak menginginkan fenomena tersebut tumbuh subur pada diri kita. Hal terpenting yang harus kita lakukan adalah mempertajam wawasan dan kemampuan kita dalam mengidentifikasi semua sumber bahaya di sekitar kita.

BAB IX 1 of 11

Salah satu teknik untuk mempertajam dalam identifikasi bahaya. sehingga kita tidak merasa bahwa hal itu adalah bahaya.000 Cedera Serius Cedera Ringan / LTI Property Damage Near-Miss / Hampir Insiden Kondisi dan Tindakan Tidak aman KURANGNYA PENGAWASAN KONDISI & TINDAKAN TIDAK STANDAR AMAN CEDERA / KERUSAKAN FAKTOR PEKERJAAN & FAKTOR PRIBADI INSIDEN BAB IX 2 of 11 BIAYA . kita dapat menggunakan “4 Langkah. barulah kita tersadar bahwa meletakkan pisau dapur di ruang bermain anak adalah berbahaya. Dan jika kita akan melakukan pencegahan terhadap insiden. situasi. Dan kita dapat mengidentifikasi sedini mungkin semua kondisi dan tindakan tidak aman dan menghilangkannya. dan peralatan yang berbahaya. Dengan selalu memeriksa apakah ada orang. berarti kita harus mengendalikan / mengurangi serendah mungkin kondisi dan tindakan tidak aman tersebut. 1 10 30 600 20. kita dapat memastikan di sekitar kita adalah aman. dapat menjelaskan kepada kita bahwa insiden pasti di dahului oleh kondisi dan tindakan tidak aman.Inspeksi Terencana Sebagai contoh : kebiasaan kita meletakkan pisau dapur di ruang bermain anak. Tetapi setelah menemukan anak kita yang berumur 3 tahun terluka karena pisau tersebut. Gambar dibawah ini. sebelum “mereka” menimbulkan insiden. Karena sudah terbiasa melakukan hal tersebut.

Hilangkan paradigma lama : …ah ini sudah biasa !!. standarstandar lain. mereka harus mampu menarik diri sejenak (terlepas dia sebagai bagian dari area tersebut) untuk dapat melihat “keganjilan-keganjilan” yang ada di areanya. Jika dalam investigasi insiden. prinsip investigasi insiden akan berlainan dengan prinsip inspeksi terencana. sebab inspector adalah sekaligus pengawas / penanggung jawab area. Adakah efek dari kondisi / tindakan seperti itu ? BAB IX 3 of 11 . kemampuan dan ketajaman seorang inspector dalam mengidentifikasi semua faktor penyebab insiden sangat diperlukan dalam inspeksi terencana. yang sudah terbiasa dengan situasi di area tersebut. kita menelusuri dari domino ke-4 (insiden) ke arah domino ke-1(kurangnya pengawasan) dan bersifat re-aktif. maka dalam proses inspeksi terencana kita memulainya dari domino ke-3 (kondisi dan tindakan tidak standar) ke arah domino ke-1 (kurangnya pengawasan) dan bersifat pro-aktif. Kondisi fisik dan housekeeping sangat erat kaitannya dengan selera. Selain itu. Oleh sebab itu. … dari dulu juga aman ??. Anda dapat mencarinya dari referensi lain. “bench marking”. Beberapa hal yang harus diperhatikan untuk dapat melakukan inspeksi terencana yang baik adalah : Tingkatkan “selera” kita. Memang hal ini akan menjadi agak sulit. Tetapi sebagai inspector yang baik. pengetahuan dan wawasan inspector terhadap standar dan persyaratan kerja yang aman adalah penting. … saya sudah terbiasa dengan hal ini !! Tanyakan kepada setiap hal yang ditemui selama inspeksi : Apakah ini aman ?. atau buku-buku lainnya. dan bagaimana praktik kerja dan kondisi yang standar. Agar mereka dapat membandingkan mana-mana praktik kerja dan kondisi yang tidak standar. Seorang inspector harus peka terhadap faktor-faktor tidak aman yang berada di area yang sedang diinspeksi. Ketahuilah standar / persyaratan kerja yang aman dari tiap-tiap item.Inspeksi Terencana Jika dijelaskan melalui Teori Efek Domino.

kepemimpinan. Tanyakan kepada pekerja mengenai pendapat mereka tentang bahaya dari pekerjaan yang dilakukan. Perkirakan semua orang yang dimungkinkan bisa terluka akibat dari kegiatan di lokasi tersebut. Dari setiap bahaya yang teridentifikasi. 7. terutama pada sumber-sumber energi. IV. Cermati semua jenis pekerjaan yang ada di lokasi tersebut. TANGGUNG JAWAB INSPEKSI TERENCANA Frank E. kemampuan seorang inspector dalam mengidentifikasi bahaya adalah kunci utama dalam proses inspeksi. 11. Oleh karena itu. Jangan hiraukan hal-hal yang sepele. 4. 2. Pelajari catatan insiden dan catatan kesehatan pekerja ditempat tersebut. Lakukan pengamatan. pengorganisasian. mereka harus terlebih dahulu mendapatkan pelatihan Identifikasi Bahaya dan Penilaian Resiko (IBPR). Berjalanlah berkeliling dan perhatikan hal-hal yang dapat menjadi sumber kecelakaan. Sebelum seorang inspector diberi pelatihan inspeksi terencana.Inspeksi Terencana III. 3. Bird dan George Germain menjelaskan tentang fungsi pengawasan sebagai berikut : ‘Pengawasan adalah satu dari empat fungsi penting manajemen. 5. Pertimbangkan keberadaan orang lain yang tidak selalu berada di lokasi tersebut. teknik-teknik dalam mengidentifikasi bahaya adalah sebagai berikut : 1. yaitu : perencanaan. Cermati instruksi kerja yang dibuat oleh pabrik. dan pengawasan’. BAB IX 4 of 11 . 6. Pelajari hasil temuan inspeksi terdahulu. Pada dasarnya. IDENTIFIKASI KONDISI DAN TINDAKAN TIDAK AMAN Tujuan utama dari inspeksi terencana adalah mengidentifikasi bahaya di lokasi kerja. 9. 10. pusatkan perhatian pada sesuatu yang dapat menyebabkan insiden serius. 8. perhatikan jumlah orang dan lamanya terkena paparan bahaya tersebut.

APD. Inspeksi terencana adalah salah satu bentuk dari fungsi pengawasan yang dilakukan oleh anggota manajemen lini. - - - V. Secara garis besar. ketentuan tentang tanggung jawab inspeksi terencana adalah sebagai berikut : Pengawas lini (foreman / penanggung jawab area) bertanggung jawab melakukan inspeksi terencana.) Tahap B Periksa Semua Area / Benda Nilai Resiko dan Persentase Catat Semua Bahaya yang Teridentifikasi BAB IX 5 of 11 Identifikasi Bahaya . Deputy project manager dan project manager harus melakukan inspeksi ulang terhadap salah satu dari semua hasil inspeksi terencana yang dilakukan oleh pengawas lini di sitenya. DIAGRAM INSPEKSI TERENCANA YANG EFEKTIF Tahap A Menentukan Jadwal Menyiapkan Alat Bantu (form. Supervisor harus melakukan inspeksi ulang terhadap semua hasil inspeksi terencana yang dilakukan oleh pengawas lini yang di bawahnya. dengan frekwensi minimal satu kali per bulan. dll.Inspeksi Terencana Keempat fungsi tersebut di atas berhubungan dengan semua orang yang memiliki tanggung jawab sebagai anggota manajemen. bertanggung jawab melakukan inspeksi terencana di area tersebut secara rutin. Pengawas lapangan atau orang yang diberi tanggung jawab terhadap suatu area kerja. dengan tidak memandang jenis dan macam jabatannya. Kepala bagian harus melakukan inspeksi ulang terhadap salah satu dari semua hasil inspeksi terencana yang dilakukan pengawas lini di departemennya.

: : : : : Persiapan Inspeksi Rencana Perbaikan Evaluasi PERSIAPAN INSPEKSI TERENCANA Untuk dapat melaksanakan inspeksi yang baik. Dengan jadwal yang pasti dan teratur.Inspeksi Terencana Membuat Rencana Tindakan Mendistribusikan ke semua PIC Tindak Lanjut / Follow Up Tahap C Over Inspection / Inspeksi Ulang Evaluasi dan Analisa Tahap D Keterangan Tahap A Tahap B Tahap C Tahap D VI. sehingga inspeksi dapat dilakukan dengan efektif. bulan April kita melakukan inspeksi pada tanggal 15. menjadikan kegiatan inspeksi kita menjadi lebih terencana dan terkontrol. yaitu : a) Menentukan Jadwal Sebelum kita melakukan inspeksi. Misalnya. Ada beberapa keuntungan dengan adanya jadwal : Waktu pelaksanaan inspeksi menjadi jelas. menentukan jadwal adalah hal yang penting. kita perlu mempersiapkan segala sesuatunya. maka diharapkan pada bulan Mei kita melakukan inspeksi sekitar tanggal 15 BAB IX 6 of 11 . Tahap persiapan dalam inspeksi terencana dibagi menjadi dua bagian. karena tidak terbebani dengan tugas lain Selang waktu antara inspeksi menjadi teratur. tidak overlapping dengan tugas lain Inspector akan lebih fokus dan konsentrasi.

) akan lebih mudah dalam koordinasinya Pengaturan jadwal inspeksi terencana. atau oleh Safety bagian site bekerja sama dengan kepala bagian masing-masing. Alat bantu inspeksi dibagi menjadi 2.Inspeksi Terencana - Jika kita akan mengikutkan orang lain dalam inspeksi gabungan (wakil K3LH. yaitu : Alat Bantu Utama Form Check List dan Form Deviasi Catatan Hasil Inspeksi Terdahulu Alat Tulis Alat Pelindung Diri Alat Bantu Tambahan Kendaraan / transportasi Alat Ukur Clipboard Kertas kosong - Form check list inspeksi harus kita sesuaikan dengan area yang akan diinspeksi. dll. Untuk dapat melaksanakan inspeksi terencana yang sistematis dan berkesinambungan. yang berfungsi untuk mencatat semua kondisi bahaya yang ditemukan. Dengan alat bantu kegiatan kita dalam inspeksi menjadi lebih mudah dilaksanakan. Safety Officer. Misalnya kita akan melakukan inspeksi di workshop. kita harus membawa form deviasi. maka kita harus menggunakan form check list inspeksi area workshop. sebaiknya dibuat oleh kepala bagian masing-masing. Hal ini bertujuan agar setiap pengawas dapat merencanakannya jauh-jauh hari sebelumnya. karena form ini spesifik untuk setiap area kerja. Dari catatan inspeksi terdahulu kita bisa mendapatkan informasi-informasi : BAB IX 7 of 11 . untuk antisipasi jika deviasi / penyimpangan yang kita temukan banyak dan tidak cukup hanya satu lembar saja. Sebelum kita melaksanakan inspeksi terencana pelajari dahulu catatan hasil inspeksi bulan lalu. Kita dapat membawa form ini lebih dari satu.maka catatan inspeksi terdahulu sangatlah penting artinya. Selain form check list. b) Menyiapkan Peralatan Tersedianya alat bantu dalam melaksanakan inspeksi adalah sangat penting. Dan daftar jadwal ini harus sudah didistribusikan kepada semua pengawas lini minimal satu minggu sebelumnya.

bahan. kita dapat melakukannya seperti teknik yang dibicarakan pada halaman 6 (enam). kita dapat memulai dari memeriksa benda / aktivitas / bahan / area yang mempunyai tingkat resiko tinggi. bahan dan semua sudut area yang ada. safety shoes. bahwa check list tersebut adalah standar minimal dari item-item yang harus diperiksa. peralatan. Area dan alat-alat apa saja yang memerlukan perhatian serius. peralatan. Mengetahui masalah yang belum terpecahkan. alat ukur. kertas kosong untuk pencatatan sementara semua hasil temuan. dll. Tetapi untuk dapat memeriksa semuanya. Dalam mengidentifikasi bahaya. Tetapi yang harus kita ingat. dan bahan. Untuk memudahkan kita dalam melakukan inspeksi. Ada beberapa kegiatan utama dari pelaksanaan inspeksi di lapangan. Mencatat semua deviasi / penyimpangan / bahaya yang ditemukan. linkungan. maka kita harus membawa alat pelindung diri : helmet. safety glasses. dapat mengacu pada check list yang ada di dalam form. peralatan. misalnya clipboard untuk landasan kita menulis. BAB IX 8 of 11 . Alat pelindung diri yang kita gunakan disesuaikan dengan potensi bahaya yang ada di area yang akan kita inspeksi.Inspeksi Terencana - Kecenderungan bahaya yang sering muncul di area tersebut. VII. Mengidentifikasi semua bahaya yang ada pada aktivitas. adalah : Memeriksa semua aktivitas. kita memerlukan waktu yang cukup lama. dan mengetahui permasalahan yang menghambat. Untuk itu. Juga kita dapat melakukan pengukuran-pengukuran dan membandingkan dengan standar yang dipersyaratkan. Inspeksi terencana yang ideal adalah memeriksa semua aktivitas. Dari setiap benda / aktivitas / bahan / area yang diperiksa. kita memerlukan alat bantu lainnya. ear plug. INSPEKSI DI LAPANGAN Tahap selanjutnya. kendaraan / transportasi. dan lain-lain. jika kita akan melakukan inspeksi di workshop. situasi yang ada di area tersebut. kita harus mengidentifikasi apakah benda / aktivitas / bahan / area tersebut mengandung bahaya. Sebagai panduan item-item yang harus kita periksa. setelah kita mempersiapkan peralatan untuk inspeksi adalah pelaksanaan inspeksi di lapangan. Misalnya.

VIII.Inspeksi Terencana Dari setiap bahaya / deviasi / penyimpangan yang berhasil kita identifikasi. Urut-urutan kita dalam menyusun rencana tindakan perbaikan adalah : Memasukkan semua hasil temuan / deviasi / bahaya ke dalam form deviasi. Jika kita menunda. setelah kita melakukan inspeksi di lapangan adalah menyusun rencana tindakan perbaikan. dengan alasan untuk kerapihan dokumentasi. dan berakibat hasil inspeksi kita menjadi kurang baik. Menentukan person in charge (PIC) dan batas waktu (Dead Line). Semua deviasi / bahaya yang ditulis pada catatan sementara. kita harus mencatatnya di dalam kertas kosong atau langsung ke dalam form deviasi. Tujuan dari proses penilaian ini adalah : Untuk mengetahui tingkat resiko dari tiap-tiap deviasi. Tetapi biasanya seorang inspector lebih suka menuliskan deviasi yang ditemukan ke dalam catatan sementara pada kertas kosong. Tulisan harus jelas. Tujuan dari pemberian nilai ini adalah untuk mengetahui tingkat persentase kondisi fisik dari area yang kita inspeksi. Menentukan skala prioritas dalam tindakan perbaikan. Semua deviasi yang sudah ditulis di dalam form deviasi. Selain menilai resiko dari tiap-tiap deviasi. inspector harus memberi nilai dari tiap-tiap item pada daftar check list inspeksi. Menilai tingkat resiko dari masing-masing bahaya / deviasi. singkat dan lengkap. Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam penulisan hasil inspeksi kedalam form standar : Segera setelah inspeksi lapangan selesai. sebab hasil inspeksi akan didistribusikan kepada semua person in charge. Meyalin (meng-copy) dan mendistribusikan kepada masing-masing person in charge (PIC). Tata cara penilaian resiko seperti dijelaskan di dalam materi Identifikasi Bahaya dan Penilaian Resiko. MEMBUAT RENCANA PERBAIKAN Langkah selanjutnya. maka banyak informasi yang sudah tidak kita ingat lagi. Menyusun rencana tindakan perbaikan dari tiap-tiap deviasi. harus dinilai tingkat resikonya. BAB IX 9 of 11 . Dan mereka akan menyalinnya ke dalam form deviasi setelah dia berada di kantor / ruangan. Tahapan ini dapat kita lakukan di kantor atau belakang meja. salinlah ke dalam form deviasi standar. harus kita salin ke dalam form deviasi standar.

maka harus dikoordinasikan / dimintakan persetujuan dari supervisor atau kepala bagian. maka dapat langsung ditentukan. maka aktivitas / peralatan harus dihentikan. Dan mengingat kewenangan pengawas lini terbatas. Setelah form deviasi kita isi dengan lengkap.Inspeksi Terencana Langkah selanjutnya adalah menentukan rencana tindakan perbaikan dan person in charge. Kita dapat menggunakan panduan yang ada di halaman atas form check list inspeksi untuk menentukan batas waktu perbaikan. harus dipertimbangkan tingkat resiko dari deviasi tersebut. kita harus meng-copy (memperbanyak) dan mengirimkannya kepada masing-masing person in charge. dan apabila tidak dapat ditindaklanjuti dengan segera. IX. Dalam menentukan batas waktu untuk melakukan perbaikan. Jika deviasi bernilai sangat kritis (AA). Inspeksi ulang yang dilakukan oleh supervisor. Menentukan rencana tindakan perbaikan memerlukan kewewenangan dan pendelegasian dalam mengambil keputusan dari manajemen. maka harus diperhatikan hal-hal dibawah ini : Jika tindakan perbaikan yang akan dilakukan adalah dalam batas kewenangan pengawas. mengevaluasi hasil tindak lanjut dari semua tindakan perbaikan yang telah ditentukan dan membuat analisa dari semua hasil inspeksi dalam periode waktu tertentu. kepala bagian. maka saat itu juga harus di tidaklanjuti. kita harus menggunakan hierarki pengendalian resiko seperti yang dijelaskan di dalam materi Identifikasi Bahaya dan Penilaian Resiko. Jika tindakan perbaikan yang akan dilakukan adalah diluar batas kewewenangan seorang pengawas lapangan. manager departemen atau project manager bertujuan untuk : Memastikan inspeksi terencana yang dilakukan oleh pengawas lini adalah benar sesuai standar Memastikan semua deviasi / bahaya yang ditemukan dikendalikan dengan baik Menunjukkan komitmen dan partisipasi dari manajemen BAB IX 10 of 11 . Di dalam menentukan rencana tindakan perbaikan. TINDAK LANJUT DAN EVALUASI Langkah terakhir dalam kegiatan inspeksi terencana adalah melakukan inspeksi ulang.

Mengetahui masalah yang melatar belakangi munculnya repetitive item. Membuat rencana tindakan perbaikan untuk mengendalikan repetitive item. Tujuan dari analisa ini adalah untuk : Mengetahui problem / bahaya yang sering muncul (repetitive item). Melakukan verifikasi di lapangan untuk memastikan tindakan perbaikan telah dilakukan atau belum. Bagian K 3 L harus membuat analisa dari semua hasil inspeksi yang dilakukan oleh semua pengawas lapangan. Mendiskusikan di dalam pertemuan komite K3. Mendiskusikan dengan setiap person in charge tentang tindakan perbaikan yang harus dilakukan. Ada beberapa metode yang dapat digunakan oleh Safety Officer dalam mengevaluasi hasil inspeksi terencana : Membuat summary rencana tindakan perbaikan dari semua hasil inspeksi terencana.Inspeksi Terencana - Memberi motivasi kepada pengawas lini untuk lebih meningkatkan partisipasinya terhadap K3LH Mengevaluasi hasil inspeksi terencana bertujuan untuk memastikan semua tindakan perbaikan telah dilaksanakan oleh masing-masing person in charge. BAB IX 11 of 11 .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->