TUGAS PSIKOLOGI INDUSTRI

KOMUNIKASI DAN KONFLIK ORGANISASI
TUGAS DIBERIKAN OLEH : Dra. ENDANG DWIYANTI, M.KES

OLEH: MEDDY HARJANTO, ST 101214253001

PROGRAM MAGISTER KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA

FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT UNIVERSITAS AIRLANGGA 2013

TUGAS PSIKOLOGI INDUSTRI  MEDDY HARJANTO, ST ‐ 101214253001 

   

Daftar Isi
  BAB I ......................................................................................................................................... 1  PENDAHULUAN ....................................................................................................................  1  1.1.  Latar Belakang .........................................................................................................  1 

BAB II ....................................................................................................................................... 3  PEMBAHASAN .......................................................................................................................  3  2.1  2.2  2.3  Komunikasi Organisasi ...........................................................................................  3  Konflik ......................................................................................................................  9  Konflik di industri Migas Indonesia  .....................................................................  15 

BAB III  .................................................................................................................................... 16  PENUTUP  ...............................................................................................................................  16  3.1.    Kesimpulan .............................................................................................................  16 

   

Oleh karena itu.TUGAS PSIKOLOGI INDUSTRI MEDDY HARJANTO.1. Sektor industri industri yang akan di bahas dalam makalah ini adalah sektor industri Minyak dan Gas Bumi (Migas). Kegelisahan-kegelisahan seperti inilah umumnya terjadi konflik kepentingan yang tidak terakomodasi dalam manajemen organisasi. Terlepas dari berpengaruhnya industri migas terhadap perekonomian nasional. yaitu golongan yang memiliki wewenang dalam hal ini pemilik atau golongan kapitalis dan golongan pekerja atau buruh. Misalnya kondisi status pekerja. ada beberapa permasalahan yang sering di hadapi oleh internal industri migas itu sendiri. Latar Belakang Industri adalah salah satu faktor yang mendorong pertumbuhan ekonomi suatu bangsa atau negara. perbedaan pelayanan kesehatan dan lain-lain.101214253001 BAB I PENDAHULUAN 1. Dimana dengan komunikasi dapat mentransmisikan pesan-pesan dari pemberi pesan organisasi ke penerima pesan organisasi sehingga memungkinkan anggota bertukar informasi dengan menggunakan suatu bahasa atau simbol-simbol yang umum digunakan. perbedaan perlakuan dalam pekerjaan. Industri migas inilah yang menjadikan tulang punggung perekonomian nasional. ST . dibutuhkan komunikasi yang tepat terutama komunikasi dalam organisasi untuk mengatasi konflik antara manajemen dan pekerja. Dengan perkembangan industri pasti akan membuat perekonomian nasional meningkat dan memperbesar lapangan pekerjaan. 1 .

TUGAS PSIKOLOGI INDUSTRI MEDDY HARJANTO. komunikasi dapat menjadi akar permasalahan dari adanya konflik organisasi maupun gejala tidak sehatnya organisasi. Gangguan dalam proses komunikasi dapat berakibat konflik akibat ketidakefektifan organisasi maupun sebagai dampak dari ketidakefektifan tersebut. ST . Hal ini dapat diartikan bahwa. keresahan pekerja. akan tetapi sebaliknya secara negatif dapat menghasilkan informasi yang dapat menjelaskan peristiwa-peristiwa kritis dalam organisasi seperti ketidak puasan pekerja. turunnya produktivitas. meningkatnya jumlah pekerja yang keluar dan berkurangnya kerjasama kelompok. 2 .101214253001 Secara positif dapat dikatakan bahwa proses komunikasi dapat menimbulkan hubungan kerja yang efektif dan produktivitas yang tinggi.

ST . Komunikasi internal adalah komunikasi dalam organisasi itu sendiri seperti komunikasi dari atasan kepada bawahan dan komunikasi sesama anggota dalam satu organisasi itu sendiri.101214253001 BAB II PEMBAHASAN 2. Dengan adanya komunikasi yang baik. seperti komunikasi hasil penjualan. Dengan komunikasi. pasar atau dimana saja manusia berada. di tempat kerja. manusia dapat saling berhubungan satu sama lain baik dalam kehidupan sehari-hari di rumah tangga.1. suatu organisasi dapat berjalan dengan lancar dan efektif dalam mencapai target atau tujuan organisasi. Komunikasi organisasi adalah suatu sistem saling tergantung dan mencakup komunikasi internal dan eksternal.TUGAS PSIKOLOGI INDUSTRI MEDDY HARJANTO. Tujuan komunikasi organisasi adalah untuk memberikan informasi kepada sejumlah besar anggota organisasi yang berkaitan dengan aktivitas-aktivitas dalam organisasi serta menjalin hubungan antar anggota dalam organisasi atau anggota diluar organisasi. Sedangkan komunikasi eksternal adalah komunikasi yang dilakukan organisasi terhadap lingkungan luarnya. Komunikasi Organisasi Komunikasi merupakan aktivitas dasar manusia. Dan tidak ada manusia yang tidak terlibat dalam komunikasi. Begitu pula sebaliknya. iklan dan hubungan dengan masyarakat umum. kurangnya atau tidak adanya komunikasi dalam organisasi dapat menyebabkan konflik yang sulit dikelola. 3 .

2) Rasional. yaitu pesan yang disampaikan kepada bawahan mengenai apa yang diharapkan dilakukan mereka dan bagaimana melakukannya. Ada lima tipe komunikasi ke bawah.TUGAS PSIKOLOGI INDUSTRI MEDDY HARJANTO. yaitu pesan yang menjelaskan mengenai tujuan aktivitas dan bagaimana kaitannya itu dengan aktivitas lain dalam organisasi. misalnya hanya terdiri dari dua orang. Jaringan Komunikasi formal Bila pesan melalui jalur resmi yang ditentukan oleh hirarki resmi organisasi atau oleh fungsi pekerjaan. 4 . maka pesan itu menurut jaringan komunikasi formal yang terdiri dari: a. hanya penekanannya untuk mencari sokongan dan antusias dari anggota organisasi guna memperkuat loyalitas. ST . tiga atau lebih dan mungkin juga diantara keseluruhan orang dalam organisasi. antara lain: 1) Instruksi tugas.101214253001 Dalam suatu organisasi yang terdiri dari sejumlah orang saling terjadi pertukaran pesan melalui jalur tertentu dinamakan sebagai jaringan komunikasi. Secara umum jaringan komunikasi dibedakan menjadi : 1. moral dan motivasi. 3) Ideologi. Komunikasi ke bawah Komunikasi ke bawah umumnya di prakarsai oleh manajemen atau dari organisasi tingkat atas ke organisasi tingkat bawah melalui “rantai perintah”. yaitu pengembangan rasional. Secara sederhana komunikasi ke bawah merupakan transformasi informasi dari atasan ke bawahan. Dalam jaringan komunikasi dibedakan besar dan strukturnya.

yaitu untuk memperkenalkan bawahan dengan praktek-praktek organisasi. Komunikasi ke atas Komunikasi ke atas merupakan suatu proses penyampaian suatu gagasan. 4) Memperbolehkan atau memperbolehkan issue yang beredar muncul dan membiarkan atasan mengetahuinya 5) Dapat menentukan apakah bawahannya menangkap arti seperti yang dimaksud atasan dari arus informasi ke bawah. Komunikasi ke atas memiliki beberapa fungsi atau nilai tertentu. kebiasaan dan data lain yang berhubungan dengan instruksi dan rasional. keuntungan. yaitu pesan yang berisi informasi mengenai ketepatan individu dalam melakukan pekerjaannya b. peraturan organisasi.TUGAS PSIKOLOGI INDUSTRI MEDDY HARJANTO.101214253001 4) Informasi. 5) Balikan. yaitu: 1) Atasan dapat mengetahui kapan bawahannya siap menerima informasi dari atasan dan bagaimana atasan menerima apa yang disampaikan oleh bawahannya. 2) Memberikan informasi yang berharga bagi pembuatan keputusan. 6) Membantu bawahan mengatasi masalah pekerjaan dan memperkuat keterlibatan mereka dalam tugas dan organisasi 5 . ST . 3) Memperkuat apresiasi dan loyalitas bawahan terhadap organisasi. perasaan dan pandangan bawahan kepada atasannya dalam suatu organisasi.

ST . Untuk komunikasi diagonal ini memiliki beberapa keuntungan antara lain: 1) Penyebaran informasi bisa lebih cepat ketimbang bentuk komunikasi tradisional.101214253001 c.TUGAS PSIKOLOGI INDUSTRI MEDDY HARJANTO. 2) Memungkinkan individu dari berbagai bagian ikut membantu menyelesaikan masalah dalam organisasi. d. Komunikasi horizontal Komunikasi ini juga disebut komunikasi lateral dimana komunikasi ini terjadi antara bagian-bagian yang memiliki posisi sejajar atau sederajat dalam suatu organisasi. 6 . 3) Berbagai informasi: misalnya anggota satu departemen beremu dengan anggota departemen lain untuk menginformasikan data baru 4) Penyelesaian konflik: anggota sebuah departemen melakukan pertemuan untuk mendiskusikan konflik atau antar departemen. Komunikasi diagonal Komunikasi diagonal merupakan komunikasi antara dua tingkat (level) organisasi yang berbeda. Komunikasi lateral/ horizontal dalam organisasi memiliki fungsi sebagai berikut: 1) Koordinasi tugas: dimana kepala departemen bertemu setiap bulannya untuk mendiskusikan kontribusi tiap-tiap departemen terhadap tujuan sistem 2) Penyelesaian masalah: misalnya anggota sebuah departemen berkumpul mendiskusikan bagaimana menangani penciutan anggaran.

ST . Saluran komunikasi formal ini mempengaruhi keefektifan dengan dua cara. Dapat menghambat arus bebas informasi antar tingkat organisasi 7 . Asimilasi (pertukaran pesan yang lebih komplek. yaitu: a. yaitu: 1. pangkat dan kedudukan sehingga dapat berkomunikasi dengan bebas dan leluasa. Freeman dan Gilbert (1996) menguraikan empat faktor yang mempengaruhi keefektifan komunikasi organisasi. yaitu: a.101214253001 2. Untuk desas-desus mengalami tiga jenis pertukaran pesan ketika berpindah dari satu orang ke orang lain. Jaringan komunikasi Informal Jaringan komunikasi yang timbul tanpa perhatian dan perencanaan terlebih dahulu dan dalam organisasi sering diberi predikat sebagai “desas-desus” (rumor) atau “selentingan” karena orang-orang yang berada di dalam organisasi tidak memperdulikan jenjang hirarki. Saluran komunikasi formal Dimana saluran komunikasi ini didukung dan dikendalikan oleh manajer.TUGAS PSIKOLOGI INDUSTRI MEDDY HARJANTO. dimana penyimpangan pesan sesuai dengan cara pandang orang/ individu dalam penyampaian pesan tersebut) Stoner. Penajaman (pernyataan yang melebih-lebihkan bagian desas-desus tertentu) c. Perataan (proses pengabaian berbagai detail) b. Jarak yang semakin bertambah panjang seiring dengan perkembangan dan pertumbuhan organisasi b.

serta memberikan informasi mengenai unit secara keseluruhan kepada pemasok. menyebarkan informasi menarik dan penting. Mintzberg sebagaimana dikutip oleh stoner (1996) mendefinisikan mengenai peran komunikasi dalam tiga peran manajerial. pemasok dan rekan sejawat dalam organisasi 2) Peran informal.101214253001 2. rekan sejawat dan kelompok relevan di luar organisasi. Mereka dapat berfungsi dengan lebih efektif daripada rekan setingkatnya. pelanggan. ST . Spesialisasi pekerjaan Spesialisasi pekerjaan biasanya mempermudah komunikasi dalam kelompok yang berbeda-beda. dan kontak pribadi yang lain mengenai segala hal yang mungkin mempengaruhi pekerjaan dan tanggung jawab mereka. 4. berinteraksi dengan buruh. Informasi ini seperti kekuasaan bagi individu yang memilikinya. Kepemilikan informasi Istilah kepemilikan informasi berarti individu memiliki informasi yang unik dan pengetahuan mengenai pekerjaan mereka. menangani gangguan dan mengalokasikan sumber daya kepada anggota unit dan 8 . 3) Peran mengambil keputusan. Struktur wewenang Struktur wewenang memiliki pengaruh serupa pada efektivitas komunikasi 3. manajer mencari informasi dari rekan sejawat. manajer mengimplementasikan proyek baru. yaitu: 1) Peran antar pribadi. dimana manajer bertindak sebagai tokoh dan pimpinan dari unit organisasinya.TUGAS PSIKOLOGI INDUSTRI MEDDY HARJANTO. buruh.

2000). Konflik antar individu dalam organisasi yang berbeda. Dan konflik ini menyebabkan pengembangan produk baru. hal ini terjadi apabila seorang individu tidak mendapat kepastian mengenai pekerjaannya. dimana konflik yang berkaitan dengan cara individuuntuk menghadapi tekanan untuk persesuaian yang dipaksakan oleh kelompok kerjanya. Konflik antar kelompok dalam organisasi yang sama. konflik ini lazimnya seperti konflik lini staf dan konflik buruh manajer. Konflik antara individu. Konflik dalam diri individu. e. 9 . pemogokan. Sedangkan Stoner (1992) mendefinisikan jenis-jenis konflik. dan lain sebagainya. Pada umumnya bentuk konflik seperti sabotase. b. antara lain: a. Konflik antara individu dan kelompok. Konflik antar organisasi. d. 2. restriksi output. yaitu konflik yang biasa disebut sebagai persaingan. Konflik Istilah konflik industrial umumnya mengacu kepada hubungan konflik antara majikan atau manajer dengan para buruh atau pekerja.101214253001 departemen. Konflik akan terjadi apabila subordinatnya berjuang untuk membela kepentingan-kepentingannya (susetiawan. konflik ini terjadi dalam organisasi yang berbeda. konflik ini disebabkan oleh perbedaan kepribadian c. ST .TUGAS PSIKOLOGI INDUSTRI MEDDY HARJANTO. Beberapa dari keputusan yang dibuat oleh manajer dapat dilakukan sendiri. teknologi dan jasa serta pemanfaatan sumber daya yang lebih efisien f. tetapi berdasarkan informasi yang dikomunikasikan kepadanya.2.

2) Perbedaan tujuan Sub unit organisasi cenderung menjadi khusus karena mengembangkan tujuan. 5) Gaya individu dalam organisasi Pada umumnya terjadinya konflik antar kelompok sangat tinggi dikarenakan para anggota kelompok sangat berbeda dalam karakteristik sepeerti sikap kerja. 4) Perbedaan nilai atau cara pandang Perbedaan tujuan pada beberapa unit dalam organisasi yang sering disertai oleh perbedaan sikap. usia dan pendidikan. nilai dan pandangan yang juga dapat menyebabkan konflik. 10 . sehingga sering menyebabkan konflik kepentingan atau perioritas. 3) Independensi aktivitas kerja Independensi kerja terjadi jika dua atau lebih sub unit tergantung satu sama lainnya untuk menyelesaikan tugas masing-masing.TUGAS PSIKOLOGI INDUSTRI MEDDY HARJANTO. ST . tugas dan personalia yang berbeda.101214253001 Selain itu Stoner (1992) juga mengidentifikasi sumber-sumber konflik organisasi sebagai berikut: 1) Pembagian sumber daya Keterbatasan sumber daya menyebabkan munculnya konflik dimana sumber daya harus dialokasikan sehingga beberapa kelompok akan memperoleh kurang daripada yang diinginkan atau dibutuhkan.

sehingga ditekankan adanya perbedaan antara pandangan tradisional dan pandangan sekarang atau yang disebut pandangan interaksionis a) Pandangan tradisional Pandangan ini tidak boleh terjadi. ST . Dengan demikian konflik sering dijadikan sebagai alat pembaharuan dan perubahan organisasi. termasuk struktur organisasi serta tidak dapat dielakkan tujuan yang berbeda-beda. Pandangan Lama Konflik dapat dicegah Konflik ditimbulkan oleh kesalahan manajer dalam mendisain dan mengelola organisasi Pandangan baru Konflik tidak dapat dihindari Konflik ditimbulkan oleh banyak hal. Hal ini dikarenakan bahwa para manajer umumnya berpendapat bahwa timbulnya konflik merupakan tanda adanya sesuatu yang tidak beres dalam organisasi.TUGAS PSIKOLOGI INDUSTRI MEDDY HARJANTO. perbedaan dalam persepsi dan nilai personil yang khas dan sebagainya Konflik membantu meningkatkan atau memperkecil prestasi organisasi dalam berbagai tingkat Tugas manajer adalah mengelola tingkat konflik dan penyelesaiannya agar mencapai prestasi organisasi yang optimal Prestasi organisasi yang optimal memerlukan konflik yang bertingkat moderat Konflik mengacaukan menghambat prestasi organisasi dan Tugas manajer adalah melenyapkan konflik Prestasi organisasi yang optimal menghendaki tidak adanya konflik 11 . b) Pandangan interaksionis Menurut pandangan ini. konflik dalam organisasi dianggap sebagai konflik yang tak terelakkan dan bahkan perlu. karena membahayakan.101214253001 Sikap terhadap konflik telah mengalami evolusi.

TUGAS PSIKOLOGI INDUSTRI MEDDY HARJANTO. Menyimpang dari peraturan Membebaskan individu atau kelompok dari komunikasi yang biasa mereka terima atau menambah kelompok baru pada jaringan informasi yang ada. c. ST . yaitu: 1. Meminta bantuan luar Metode ini paling sering dipergunakan untuk mengguncangkan sebuah organisasi yang mengalami kemandekan b. d. Mendorong persaingan Pemberian bonus. Mengendalikan konflik a) Memberikan kepada setiap kelompok informasi yang meyenangkan tentang kelompok lain 12 . Merangsang konflik a. dimana sebelumnya belum pernah ada. Memilih manajer yang tepat Pemilihan manajer yang tepat untuk kelompok tertentu dapat mendorong konflik yang berguna.101214253001 Menurut pendapat Stoner (1992). e. Menata kembali organisasi Membubarkan tim kerja dan kemudian menata/ mereorganisasi kembali agar mempunyai anggota dan tanggung jawab baru sehingga akan menciptakan suatu masa ketidakpastian dan penyesuaian kembali. uang perangsang dan piagam penghargaan untuk prestasi yang luar biasa akan memacu persaingan. 2. dimana pengelolaan konflik memiliki tiga bentuk pengelolaan.

Mengatasi konflik a. iv. yaitu: (1) Keduanya menekan konflik dan bukan menyelesaikannya. i. 13 . Hal ini dapat efektif karena para anggota menganggap cara ini adalah cara yang paling adil. 3. c) Meminta pemimpin kedua kelompok agar saling berunding dan memberikan informasi yang menyenangkan terhadap masing-masing kelompok. Suara mayoritas Upaya memecahkan konflik antar kelompok dengan jalan pengambilan suara mayoritas. namun bersifat destruktif seperti kepatuhan dengan rasa dendam ii. (2) Menciptakan situasi menang kalah. Paksaan Pembenaman otokratik dapat menjurus timbulnya konflik tidak langsung. Pelunakan Merupakan salah satu cara untuk mengurangi konflik dengan lebih diplomatis iii. ST . Penghindaran Bersikap seolah-olah konflik tidak sering terjadi.101214253001 b) Meningkatkan kontak sosial yang menyenangkan antar kelompok dengan mengundang makan bersama atau mengadakan acara hiburan bersama.TUGAS PSIKOLOGI INDUSTRI MEDDY HARJANTO. Kekuasaan dan pembenaman Metode ini memiliki dua ciri umum. Dan bentuk lain dari penghindaran seperti penolakan menyelesaikan konflik dengan mengulurngulur waktu atau berulang kali menunda mengambil tindakan.

Konsensus 14 . Penyuapan. Bentuk kompromi meliputi: i.TUGAS PSIKOLOGI INDUSTRI MEDDY HARJANTO. akan menggunakan peraturan organisasi untuk menyelesaikan konflik. iv. pihak yang menemui jalan buntu. dimana pihak-pihak yang bertikai dipisahkan sampai mereka menyepakati suatu penyelesaian ii. dalam beberapa kejadian yang acak. yaitu: i. Pemisahan. Penggunaan peraturan. Penyelesaian melalui undian. Ada tiga macam metode pemecahan konflik terpadu. Kompromi Kompromi adalah metode penyelesaian konflik paling lemah karena biasanya tidak menghasilkan pemecahan yang paling baik untuk membantu organisasi mencapai tujuannya. Pemecahan masalah terpadu Metode ini konflik antara kelompok diubah menjadi situasi pemecahan masalah bersama yang dapat diselesaikan melalui teknik pemecahan masalah. ST . Arbitasi. v. Contohnya melalui undian dengan uang logam. c. dimana salah satu pihak menerima suatu kompensasi sebagai imbalan untuk mengakhiri konflik. penyelesaiannya ditentukan melalui undian. yaitu penyelesaian konflik dengan bantuan pihak ketiga untuk mendapatkan pertimbangan iii.101214253001 b.

Karena industri ini mengandalkan SDA. Penetapan tujuan yang lebih tinggi Pengalihan pada tujuan yang lebih tinggi dapat menjadi metode pengurangan konflik yang efektif dengan mengalihkan perhatian pihakpihak yang terlibat dalam konflik dari tujuan mereka yang berbeda dan bersaing. Sehingga hampir keseluruhan pekerja di industri migas rata-rata menggunakan jasa pihak ketiga (outsourching). 2.3. ii. Konflik di industri Migas Indonesia Industri migas Indonesia merupakan industri yang hanya mengandalkan Sumber Daya Alam yang tersedia di Indonesia saja. sehingga industri ini menjadi sorotan dan keinginan banyak pekerja yang ingin berkerja di industri ini. 15 .TUGAS PSIKOLOGI INDUSTRI MEDDY HARJANTO. dan sifatnya industri ini tidaklah permanen.101214253001 Pihak yang terlibat dalam konflik mengadakan pertemuan bersama untuk mencari pemecahan yang paling baik untuk masalah mereka dan tidak berusaha mencapai kemenangan untuk salah satu pihak. Dengan adanya pekerja outsorcing inilah konflik-konflik internal sering terjadi. Hasil yang diharapkan dari industri migas ini merupakan sumber devisa negara yang besar. Konfrontasi Pihak-pihak yang bertentangan menyatakan pandangan masing-masing secara langsung kepada pihak lain iii. meskipun konflik di internal perusahaan migas itu sendiri juga pernah terjadi. ST .

   Konflik terhadap jaminan kesehatan Konflik antara pekerja akibat perbedaan penerimaan bonus Konflik akibat penilaian kinerja pekerja.   Menggunakan bantuan pihak ketiga dalam menyelesaikan konflik Menggunakan peraturan perusahaan ketika konflik yang terjadi telah melenceng dari ketentuan/ peraturan perusahaan. yaitu antara pekerja perusahaan migas dan pekerja outsourching. Dari konflik-konflik seperti yang tergambarkan diatas maka diperlukanlah suatu komunikasi yang efektif baik secara formal maupun informal. dan lain sebagainya. Pengelolaan konflik yang umum dipergunakan dalam menyelesaikan konflik yang terjadi di industri migas adalah mengendalikan dan mengatasi konflik. baik itu dari organisasi outsorching maupun organisasi perusahaan migas itu sendiri antara lain:  Konflik akibat status pekerja. 16 . jalan sehat dll  Mengarahkan kedua pimpinan kolompok untuk berdamai dan menginformasikan secara top down ke subordinat masing-masing.101214253001 Konflik-konflik yang umumnya terjadi di industri migas nasional. Contoh konkret pengelolaan konflik dengan cara mengendalikan konflik misalnya:  Meningkatkan kontak sosial seperti diadakannya family gathering.TUGAS PSIKOLOGI INDUSTRI MEDDY HARJANTO. agar konflik tidak terjadi atau dapat terselesaikan dengan baik. makan bersama. ST .

17 .TUGAS PSIKOLOGI INDUSTRI MEDDY HARJANTO. Kesimpulan Konflik dapat terjadi dalam organisasi apapun. Manajer atau pimpinan harus mampu mendiagnosis sumber konflik serta memilih strategi pengelolaan konflik yang sesuai sehingga diperoleh solusi tepat atas konflik tersebut.101214253001 BAB III PENUTUP 3.1. ST . Dengan pola pengelolaan konflik yang baik maka akn diperoleh pengalaman dalam menangani berbagai macam konflik yang akan selalu terus terjadi dalam organisasi. Terdapat banyak cara dalam penanganan suatu konflik. Untuk itulah manajer atau pimpinan dalam organisasi harus mampu mengelola konflik yang terdapat dalam organisasi secara baik agar tujuan organisasi dapat tercapai tanpa hambatan-hambatan yang menciptakan terjadinya konflik.

Human Resource and Personel Management. Manajemen Personalia dan Sumber Daya manusia. Anthony. 1996.B. Manajemen Sumber Daya Manusia. Pamela L. Jr & Davis. Jakarta: Erlangga. New Jersey: Prentice Hall Inc. 1996. Prehelinso Hani Handoko.). 2001. Jakarta : PT.101214253001 DAFTAR PUSTAKA Garry Dessler. Managing Conflict Among Groups. 1984. L. ST . K. Simon (ed. Jilid 2. Inc William P. 18 . Brown. W. Perrewe. USA: Mc Graw-Hill. Strategic Human Resouce Management. dalam Organizational Psychology.. Yogyakarta : BPFE Werther. Dave. The Dryden Press aya Manusia.TUGAS PSIKOLOGI INDUSTRI MEDDY HARJANTO. Herbert A. 1989.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful