PERNIKAHAN YANG DILARANG (MAHRAM) A. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10.

Menurut syariat Islam, pernikahan ada 10 (sepuluh), yaitu karena : Hubungan darah terdekat (nasab) Hubungan persusuan (radha') Hubungan persemendaan (mushaharoh) Talak bain kubra Permaduan Polygami Li'an Masih bersuami/dalam iddah Perbedaan agama Ihram haji/umrah

Larangan nikah tersebut dapat digolongkan kepada : 1. 2. Larangan untuk selamanya Hubungan darah terdekat Hubungan persusuan Hubungan persemendaan Li’an Larangan untuk sementara waktu ialah larangan karena : Talak bain kubra Permaduan Polygami Masih bersuami/dalam iddah Perbedaan agama Ihrom haji/umrah

seayah dan seibu Saudara kakek/nenekdari keturunan ayah/ibu sekandung atau seayah atau seibu Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa seorang pria dilarang menikah dengan seorang wanita : Dalam garis keturunan ke atas dan lurus ke bawah dari keturunan ayah dari keturunan ibu tanpa batas Dalam garis keturunan menyamping lurus ke atas dan lurus ke bawah dari keturunan ayah dan dari keturunan ibu tanpa batas Anak-anak dari kakek/nenek.a. seayah dan seibu Saudara ibu sekandung. anak saudara seayah dan anak saudara seibu Cucu/cicit kemenakan. yaitu : Anak wanita dan cucu/cicit (dari keturunan anak pria dan dari keturunan anak wanita) Wanita dari keturunan ayah dan wanita dari keturunan ibu. yaitu : Saudara ayah sekandung. yaitu : Ibu dan nenek (baik melalui ayau maupun melalui ibu) Keturunan wanita. yaitu cucu/cicit dari ketiga saudara tersebut di atas Wanita saudara dari yang menurunkan. yaitu : Saudara kandung Kemenakan. sedangkan cucu/cicit dari kakek sudah boleh dinikahi b. 1) 2) 3) 4) - Hubungan darah terdekat Wanita yang menurunkan. Hubungan Susuan . yaitu anak saudara kandung.

karena air susu yang disusu itu milik ayah d) Anak susuan dari ibu susuan Anak dari ibu susuan Anak dari ayah susuan Kemenakan susuan/cucu kemenakan susuan. kakek dan nenek Yang menurunkan ibu susuan Yang menurunkan ayah susuan Anak Susuan Anak susuan dari anak pria/ cucu pria Keturunan dari anak wanita/cucu wanita Keturunan anak susuan Keturunan susuan dari anak susuan Saudara susuan Anak susuan dari ibu Anak susuan dari ayah.Seorang wanita yang menyusui seorang anak yang berumur dua tahun ke bawah dengan sekurangkurangnya lima kali susuan. yaitu : Keturunan nasab dari kelima saudara susuan tersebut 3 di atas Keturunan susuan dari kelima saudara susuan tersebut 3 di atas Anak susuan dari saudara wanita anak susuan dari saudara pria . anak tersebut dinamakan anak susuan. ayah. Sedangkan wanita yang menyusui dan suaminya disebut ibu dan ayah susuan. yaitu yang menyusu kepada isteri ayah. Oleh karena itu seorang pria dilarang nikah dengan : a) b) c) Ibu Susuan Yang menyusui ibu susuan Yang menyusui ayah susuan Yang menyusui ibu. Larangan nikah karena persusuan sama denganlarangan nikah karena hubungan darah terdekat.

Sabda Nabi Muhammad saw:Dari Aisyah ra. Pernikahan yang dilakukan tanpa saksi adalah tidak sah. Nikah mut¶ah telah dilarang oleh rasulullah saw. atau menyerahkan kewaliannya kepada hakim. wali hakim berlaku apabila wali yang tersebut diatas semuanya tidak ada sedanng berhalangan. baligh.Nikah mut¶ah Nikah mut¶ah adalah pernikahan yang diniatkan dan diakadkan untuk sementara waktu saja(hanya untuk bersenag-senang). merdeka. dantidak sedang ihram atau umrah. sebagaimana dijelaskandalam suatu hadits: Dari Rabi¶ bin Sabrah al-juhani bahwasanya bapaknya meriwayatkan. (HR. satu bulan atau dua bulan. Dua orang saksi. beragama islam. Rasulullah saw bersabda:´tidak sah menikah melainkan dengan dua orang saksi yangadil´. syaratnya laki-laki. berakal sehat. misalnya seminggu. adil.Ibnu Hiban) C .5. ketika ia bersama rasulullah saw. 9) Hakim. beliau bersabda:´wahai sekalian manusia dulu aku pernah izinkan kepada kamusekalian . Masa berlakunya pernikahan dinyatakan terbatas. Adapun pernikahan yang terlarang adalah sebagai berikut: 1.Perikahan yang Terlarang Pernikahan yang terlarang adalah pernikahan yang diharamkan oleh agama islam.e) - Keturunan nasab dari anak susuan saudara wanita dan saudara pria Keturunan susuan dari anak susuan saudara pria Bibi susuan Saudara wanita (saudara nasab) dari ibu susuan Saudara wanita (saudara susuan) dari ibu susuan Saudara wanita (saudara nasab) dari ayah susuan Saudara wanita (baik nasab atau susuan) dari pria yang menurunkan ayah susuan dan dari wanita yang menurunkan ibu susuan.

perkawinan mut¶ah.Muslim) 2.sesungguhnya Rasulullah saw melarang perkawinan syigar. saudara atau yang berada di bawah perwaliannya pada si B. namun dengan syarat si B harus menikahkan pula anak. Pertama: Nikah Syighor Bentuk nikah syighor adalah si A menikahkan anak. Rasulullah saw melaknat muhallil (yang mengawini setelah ba¶in) danmuhallil lalu (bekas suami pertama yang akan mengawini kembali).Nikah Muhallil Nikah muhallil adalah pernikahan yang dilakukan seorang laki-laki terhadap seorang perempuanyang tidak ditalak ba¶in dengan bermaksud pernikahan tersebut membuka jalan bagi mantan suami(pertama) untuk nikah kembali dengan bekas istrinya tersebut setelah cerai dan habis masa idah. sebagai jalan untuk mencari yang halal dari yang sebelumnya terlarang. Dari ibnu Umar ra. (HR. dengan hadits yang diriwayatkan dari IbnuMas¶ud: dari Ibnu Abbas ra.Nikah Syigar Nikah syigar adalah apabila seorang laki-laki mengawinkan anak perempuannya dengan tujuanagar seorang laki-laki lain menikahkan anak perempuannya kepada laki-laki (pertama) tanpa mas kawin(pertukaran anak perempuan). Namun nikah dengan seorang wanita tidak bisa asal-asalan.Muslim) 3 . Begitu pula ada bentuk nikah yang terlarang dan membuat akadnya menjadi tidak sah yang sudah sepatutnya kita jauhi. Al-Kamsah) Bentuk Nikah Yang Terlarang 22 Agustus. Bentuk nikah seperti apa sajakah itu? Simak dalam tulisan sederhana berikut. saudara atau .Dikatakan muhallil karena dianggap membuat halal bekas suami yang menalak ba¶in untuk mengawini bekas istrinya.. tetapi ketahuilah sesungguhnya Allah telah mengharamkannya sampai harikiamat´. (HR. 2012 Nikah adalah suatu jenjang yang amat sakral. Ada syarat yang mesti dipenuhi seperti mesti adanya wali dan mahar. Pernikahan ini dilarang oleh Rasulullah.. (HR. Pernikahan ini dilarang dengan sabda Rasulullah saw.

1417) Dari Ibnu „Umar radhiyallahu „anhuma. 1416) Dari „Abdurrahman bin Hurmuz Al A‟roj.” (HR. Dari Jabir bin „Abdillah.yang di bawah perwaliannya pada si A. Lantas Mu‟awiyah menulis surat dan dikirim pada Marwan. - “Rasulullah shallallahu „alaihi wa sallam melarang bentuk nikah syighor. beliau berkata. - “Al „Abbas bin „Abdillah bin Al „Abbas menikahkan puterinya dengan „Abdurrahman bin Al Hakam. namun mereka berselisih apakah nikahnya sah ataukah tidak. Keharaman bentuk nikah seperti ini telah disepakati oleh para ulama (baca: ijma‟). 5112 dan Muslim no. ia berkata. Abu Daud no. lalu „Abdurrahman menikahkan puterinya dengan Al „Abbas dan ketika itu terdapat mahar. Alasan jumhur adalah dalil-dalil berikut ini. Mu‟awiyah memerintahkan Marwan untuk memisahkan antara dua pasangan tadi. Jumhur (mayoritas ulama) berpendapat bahwa nikah seperti ini tidaklah sah. 1415) Dari Abu Hurairah. “Ini termasuk bentuk nikah syighor yang telah dilarang oleh Rasulullah shallallahu „alaihi wa sallam.” (HR. beliau berkata.” (HR. “Bentuk nikah syighor adalah seseorang mengatakan pada orang lain: „Nikahkanlah putrimu padaku dan aku akan menikahkan putriku padamu. 2075 dan Ahmad 4: 94. - “Sungguh Rasulullah shallallahu „alaihi wa sallam melarang nikah syighor yang bentuknya: seseorang menikahkan anaknya pada orang lain namun ia memberi syarat pada orang tersebut untuk menikahkan anaknya untuknya dan di antara keduanya tidak ada mahar. Bukhari no. ia berkata. Muslim no. Muslim no.” (HR. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan) . Mu‟awiyah berkata dalam suratnya.” Ibnu Numair menambahkan. - “Rasulullah shallallahu „alaihi wa sallam melarang nikah syighor. Bentuk nikah syighor terserah terdapat mahar ataukah tidak. atau nikahkanlah saudara perempuanmu padaku dan aku akan menikahkan saudara perempuanku padamu‟.

dan persyaratan Allah lebih kuat untuk diikuti. 1934." (HR. 1504) Kedua: Nikah Muhallil Kita telah ketahui bahwa maksimal talak adalah sampai talak ketiga. “Maukah aku kabarkan kepada kalian tentang taisil musta‟aar (domba pejantan yang disewakan)?” Para sahabat menjawab. Ibnu Majah no. ia berkata. “Kenapa orang-orang memberi persyaratan-persyaratan yang tidak diperbolehkan dalam kitab Allah? Persyaratan apa saja yang tidak diperbolehkan dalam kitab Allah merupakan persyaratan yang batil. kemudian ia mentalaknya dengan tujuan supaya wanita ini menjadi halal bagi suami yang pertama. meskipun seratus persyratan.” (HR. “Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: . Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan) .” Beliau kemudian bersabda. “Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam melaknat muhallil (laki-laki yang menikahi seorang wanita dengan tujuan agar perempuan itu dibolehkan menikah kembali dengan suaminya yang pertama) dan al muhallal lahu (laki-laki yang menyuruh muhallil untuk menikahi bekas isterinya agar isteri tersebut dibolehkan untuk dinikahinya lagi). 2076 dan Ibnu Majah no. Pria kedua yang melakukan nikah muhallil terkena laknat sebagaimana pria pertama yang menyuruh menikahi mantan istrinya. Ketetapan Allah lebih berhak untuk ditunaikan. Allah akan melaknat muhallil dan muhallal lahu. Abu Daud no.” (HR. maka ia tidak bisa rujuk kembali sampai si istri nikah dengan pria lain dan cerai lagi dengan cara yang tidak diakal-akali. ia berkata. Rasulullah shallallahu „alaihi wa sallam bersabda. bahkan termasuk al kabair (dosa besar). wahai Rasulullah. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih) Dari „Uqbah bin „Amir radhiyallahu „anhu. Nikah semacam ini terlarang.Bentuk nikah syighor dinilai terlarang karena telah menetapkan syarat yang melanggar ketentuan Allah. 2155 dan Muslim no. Jika suami telah mentalak istri sampai tiga kali. masih bisa ada rujuk. “Tentu. Dari „Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‟anhu. “Ia adalah muhallil. Bukhari no. Nikah muhallil yang dimaksud di sini adalah seseorang menikah wanita yang telah ditalak tiga. 1936. Dua talak sebelumnya.

tabi‟in dan para ulama madzhab (Shahih Fiqh Sunnah. kemudian saudara lakilakinya menikahi wanita tersebut tanpa adanya persetujuan dengan suami pertama agar wanita tersebut halal kembali bagi saudaranya. Muslim no. . ia berkata. terserah apakah dipersyaratkan di awal bahwa si wanita akan dicerai supaya halal bagi suami pertama ataukah tidak disyaratkan tetapi hanya diniatkan. Al Hakim dalam Mustadroknya 2: 217. Hakim berkata bahwa hadits ini shahih sesuai syarat Bukhari Muslim.” (HR. Adz Dzahabi pun menyatakan demikian) Nikah muhallil dinilai terlarang dan nikahnya tidak sah. Ia berkata. “Telah datang seorang lelaki kepada Ibnu „Umar radhiyallahu „anhuma dan menanyakan tentang seseorang yang telah menceraikan isterinya dengan talak tiga. Kemudian sebelum kami meninggalkan Makkah. Dari Sabroh Al Juhaniy radhiyallahu „anhu. 2: 99). sebulan atau lebih dengan memberi biaya atau imbalan tertentu. . Nikah mut‟ah di awal-awal Islam dihukumi halal lalu dinaskh (dihapus). Bentuk nikah ini adalah seseorang menikahi wanita pada waktu tertentu selama 10 hari. kecuali nikah yang didasari rasa suka. bahwasanya ia berkata. Nikah mut‟ah disebut juga nikah sementara (nikah muaqqot) atau nikah terputus (nikah munqothi‟). Bagaimana Islam menilai kawin kontrak?. ia berkata bahwa dia pernah ikut berperang bersama Rasulullah shallallahu „alaihi wa sallam saat penaklukan kota Mekkah. maka apakah wanita tersebut halal dinikahi kembali oleh suaminya yang pertama?” Beliau menjawab. “Rasulullah shallallaahu „alaihi wa sallam pernah memerintahkan kami untuk melakukan nikah mut‟ah pada saat Fathul Makkah ketika memasuki kota Makkah. “Tidak.” (HR. Begitu pula sebagian turis Arab ketika musim liburan sengaja datang ke Bogor dan melakukan kawin kontrak selama 10 hari. sebulan atau dua bulan. Demikianlah yang menjadi pegangan jumhur (mayoritas) sahabat. Ketiga Nikah Mut’ah (Kawin Kontrak) Nikah mut‟ah masih menjamur saat ini dan dianut oleh orang-orang Rafidhah (baca: Syi‟ah). kami menganggap hal tersebut adalah suatu hal yang keji pada zaman Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam. Nikah ini menjadi haram hingga hari kiamat. beliau pun telah melarang kami dari bentuk nikah tersebut.Dari „Umar bin Nafi‟ dari bapaknya. 1406) Dalam riwayat lain dari Sabroh. .

1406) Dalam lafazh lain disebutkan. namun dalam hati sudah diniatkan untuk bercerai pada waktu tertentu. “Wahai sekalian manusia. Bagaimana jika tidak ada di perjanjian awal.. 1406) Dalam lafazh lainnya lagi dari Sabroh Al Juhaniy. jika seseorang menikah dan tidak membuat syarat.- - - -.” (HR. bisa saja tidak. Yang kedua adalah nikah dengan niatan cerai. ia akan mencerai istrinya? Hal ini beda dengan nikah mut‟ah di awal. 1406) Riwayat di atas menunjukkan bahwa nikah mu‟tah atau kawin kontrak adalah nikah yang fasid. Menurut kebanyakan ulama. “Wanita-wanita tersebut bersama kami selama tiga hari. Namun ulama lainnya menganggap nikah bentuk kedua ini masih termasuk nikah mut‟ah seperti pendapat Al Auza‟i dan Syaikh Muhammad bin Sholeh Al „Utsaimin (Shahih Fiqh Sunnah. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah menjelaskan.. Sampai aku keluar Mekkah. . Rasulullah shallallahu „alaihi wa sallam bersabda. Kemudian aku melakukan nikah mut‟ah (dengan seorang gadis). namun hanya ada di niatan yaitu jika si pria kembali ke negerinya. . Alasannya. Sehingga dari sini pasangan yang menikah dengan bentuk nikah semacam ini wajib dipisah. kemudian Rasulullah shallallahu „alaihi wa sallam memerintahkan kami untuk berpisah dari mereka. Muslim no. Allah telah mengharamkan (untuk melakukan mut‟ah) hingga hari kiamat. “Kami menetap selama 15 hari (kira-kira antara 30 malam atau 30 hari). . nikahnya tetap sah. si istri awalnya tidak tahu dengan niatan ini.” (HR. Sekarang. turunlah pengharaman nikah mut‟ah dari Rasulullah shallallahu „alaihi wa sallam. 2: 101). Sebagaimana Nabi shallallahu „alaihi wa sallam memerintahkan untuk dipisah dalam hadits Sabroh di atas.” (HR. Muslim no. karena niatan seperti itu bisa saja terwujud. Awalnya Rasulullah shallallahu „alaihi wa sallam mengizinkan kami untuk melakukan nikah mut‟ah dengan wanita. Muslim no. Awalnya aku mengizinkan kalian untuk melakukan nikah mut‟ah dengan para wanita. tidak sah.

Pak Naib yang biasa memandu mengucapkan akad nikah tidak tahu pula asal-usulnya. atau dilakukan dalam rangka ibadah. kawin kontrak di negeri kita termasuk dalam tindakan pidana. Dari sini kita dapat simpulkan haramnya nikah semacam itu.” (Syarh Muslim. status nikah semacam ini masih diperselisihkan oleh para ulama. pen).” Al Auza‟i sedikit berbeda dalam hal ini. “Dan janganlah kamu berazam (bertetap hati) untuk beraqad nikah. Sedangkan Imam Malik. Karena yang melakukan nikah semacam ini sengaja melegalkan zina. walau dilakukan oleh turis Arab sekalipun. Namun Imam Malik mengatakan. Namun begitulah karena fulus. Salah satu tujuan masa „iddah adalah untuk menjaga nasab. 32: 107-108) Dinukil dari Imam Nawawi. namun dikelabui dengan merubah nama. maka kita katakan salah. maka inilah yang disebut nikah mut‟ah. “Para ulama sepakat bahwa barangsiapa yang menikah dan niatnya hanya tinggal bersama si wanita selama waktu tertentu (nikah dengan niatan cerai. Adapun jika si pria berniat nikah sampai waktu tertentu dan tidak diberitahukan di awal pada si wanita (nikah dengan niatan cerai. Al Qodhi Husain berkata. Allah Ta‟ala berfirman. kawin kontrak masih tetap terus menjamur. Imam Ahmad dan selainnya melarang (memakruhkan)-nya. Yang dimaksud „iddah adalah masa menunggu bagi wanita dengan tujuan untuk mengetahui kosongnya rahim. beliau berkata.” (Majmu’ Al Fatawa. Jika kita . Nikahnya pun dilakukan tanpa izin wali atau dengan wali yang asal comot. Nikah semacam ini tidak termasuk nikah mut‟ah.. pen).. ternyata para wanita yang kawin kontrak tidak jauh dari para WTS. “Melakukan nikah dengan niatan cerai bukanlah tanda orang yang memiliki akhlak yang baik. Disebut nikah mut‟ah jika ada persyaratan di awal. Imam Abu Hanifah dan Imam Syafi‟i memberikan keringanan pada nikah semacam ini. . Seorang wanita tidak boleh dinikahi pada masa „iddahnya. “Nikah semacam itu tetap termasuk nikah mut‟ah dan tidak ada kebaikan sama sekali.“Jika nikah tersebut ditetapkan syarat hanya sampai waktu tertentu. . “Tidak boleh menikahi wanita yang berada pada masa „iddah karena suatu sebab. Al Baqarah: 235). atau dalam rangka berkabung atas meninggalnya suami. Imam Nawawi menyebutkan... Jika diselidiki lebih jauh tentang kelakukan turis Arab di Bogor. Nikah semacam ini disepakati haramnya oleh empat imam madzhab dan selainnya. Yang jelas -setahu kami-. nikah yang dilakukan sah dan halal.” (QS. Keempat Nikah dalam Masa ‘Iddah Masa „iddah adalah masa menunggu bagi wanita karena beberapa sebab yang mengakibatkan ia tidak boleh menikah dulu sampai masa „iddah itu selesai. Kalau orang Arab salah. sebelum habis 'iddahnya. 9: 182) Demikian sajian singkat mengenai kawin kontrak.

Contoh: Wanita ditalak tanggal 1 Ramadhan (01/09). berarti setelah tiga kali suci.” (Al Majmu‟. 16: 240) Apa saja masa ‘iddah bagi wanita? „Iddah itu ada tiga macam: 1. Ada yang menganggap quru‟ adalah suci. Allah Ta‟ala berfirman. di sini ada khilaf di antara para ulama. Di sini masa „iddah akan melewati dua kali haidh. Ada pula ulama yang menganggap quru‟ adalah haidh. 01/09 05/09 11/09 11/09 05/10 Haidh Suci Talak ketika Suci  05/10 11/10 Haidh 11/10 05/11 Suci 05/11 11/11 Haidh 11/11 Suci  Jika yang menjadi patokan adalah tiga kali suci: masa „iddah dimulai dihitung ketika masa suci saat dijatuhkan talak dan berakhir pada tanggal 5/11 (5 Dzulqo‟dah) saat muncul darah haidh ketiga. Kapan masa „iddahnya jika memakai tiga kali haidh atau tiga kali suci? Coba perhatikan tabel berikut ini. Al Baqarah: 228).” (QS. „Iddah wanita hamil 1 ‘Iddah hitungan quru’ „Iddah bagi wanita yang masih mengalami haidh (bukan monopause) dan diceraikan suaminya adalah dengan hitungan quru‟.membolehkan nikah pada masa tersebut. Jika yang menjadi patokan adalah tiga kali haidh: masa „iddah dimulai dihitung dari haidh tanggal 5/9 (5 Ramadhan) dan berakhir pada tanggal 11/11 (11 Dzulqo‟dah) setelah haidh ketiga selesai secara sempurna. „Iddah hitungan quru‟ 2. „Iddah hitungan bulan 3. tentu akan bercampurlah nasab dan tujuan nikah pun jadi sia-sia (karena kacaunya nasab). Apa yang dimaksud tiga quru’? Mengenai makna quru‟. Di sini masa „iddah akan melewati tiga kali haidh secara sempurna . barulah si wanita yang diceraikan boleh menikah lagi. “ Wanita-wanita yang ditalak handaklah menahan diri (menunggu) tiga kali quru'.

“Dahulu aku berpendapat bahwa quru‟ bermakna suci. sekelompok sahabat dan tabi‟in. bukan kalender Masehi. Imam Ahmad berkata. An Nasai no. 2: 426) dan penulis kitab Shahih Fiqh Sunnah. maka masa iddah mereka adalah tiga bulan. Pengertian quru‟ dengan haidh telah disebutkan oleh lisan Nabi shallallahu „alaihi wa sallam sendiri. Pendapat ini dianut oleh kebanyakan ulama salaf seperti empat khulafaur rosyidin. Catatan:   Hitungan „iddah menggunakan kalender Hijriyah. Lihatlah. Itulah kesimpulan kami dari dalil-dalil yang kami pahami. 280. 2 ‘Iddah hitungan bulan „Iddah dengan hitungan bulan ada pada dua keadaan: 1. 211. dan begitu (pula) perempuan-perempuan yang tidak haid. 2: 319-322). Yang dimaksud dalam hadits ini. Syaikh Abu Malik Kamal bin Sayyid Salim (Shahih Fiqh Sunnah. namun belum juga mendapati haidh. Yang berpendapat seperti ini pula adalah guru kami –Syaikh Sholeh Al Fauzan. bersucilah kemudian shalatlah di antara masa quru‟ dan quru‟. atau sudah mencapai usia haidh. dan Ahmad 6: 420. atau tidak mendapati haidh karena masih kecil.” . 29: 308) Kami tidak membawakan perselisihan ini lebih panjang. Masa „iddah dengan hitungan 3 bulan (hijriyah) yaitu bagi wanita yang ditalak sebagai ganti hitungan haidh. hitungan dengan tiga kali haidh ternyata lebih lama dari tiga kali suci. Beliau berkata kepada wanita yang mengalami istihadhoh. Ibnu Mas‟ud. para ulama hadits.” (HR. Ibnu Majah no. 620.Jika kita perhatikan. Saat ini aku berpendapat bahwa quru‟ adalah haidh. boleh jadi pada wanita monopause (yang sudah tidak mendapati haidh lagi) karena sudah beruzur. “Dan perempuan-perempuan yang tidak haid lagi (monopause) di antara perempuanperempuanmu jika kamu ragu-ragu (tentang masa iddahnya). Jika telah berlalu quru‟. “Sesungguhnya darah (istihadhoh) adalah urat (yang luka). Talak yang syar‟i jika dilakukan ketika: (1) suci dan (2) belum disetubuhi. Abu Daud no. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih). makna quru‟ adalah haidh. Manakah di antara dua pendapat di atas yang lebih kuat? Tiga kali suci ataukah tiga kali haidh? Pendapat yang lebih kuat setelah penelusuran dari dalil-dalil yang ada.(Al Mulakhos Al Fiqhiyyah. jika datang quru‟. yaitu makna tiga quru‟ adalah tiga kali haidh.” (Al Mawsu‟ah Al Fiqhiyyah. janganlah shalat. Sebagaimana firman Allah Ta‟ala. ulama Hanafiyah dan Imam Ahmad dalam salah satu pendapatnya.

2. Allah mengetahui apa yang kamu perbuat. Bukhari no. Kelima: Nikah dengan Mantan Isteri yang Sudah Ditalak Tiga . Ath Tholaq: 4).” (QS. “Tidak dihalalkan bagi seorang wanita yang beriman kepada Allah dan hari akhir untuk berkabung atas kematian seseorang lebih dari tiga hari. namun dengan syarat wanita yang ditinggal mati bukanlah wanita hamil. masa „iddahnya berakhir dan ia halal untuk menikah. Karena tujuan dari masa „iddah adalah untuk membuktikan kosongnya rahim. kecuali atas kematian suaminya. Allah Ta‟ala berfirman. 1491) 3 ‘Iddah wanita hamil Masa „iddah wanita hamil adalah sampai melahirkan baik „iddahnya karena talak atau karena persetubuhan syubhat (seperti karena dihamili karena zina). “Orang-orang yang meninggal dunia di antaramu dengan meninggalkan isteri-isteri (hendaklah para isteri itu) menangguhkan dirinya (ber'iddah) empat bulan sepuluh hari. 5334 dan Muslim no. Seandainya ia melahirkan 1 jam setelah meninggalnya suaminya. baik sebelum disetubuhi ataukah sesudahnya.(QS. baik masa tersebut lama atau hanya sebentar.” (QS. baik wanita yang dinikahi sudah haidh ataukah belum pernah haidh. Para ulama berselisih pendapat. yaitu bagi wanita yang ditinggal mati suaminya. Al Baqarah: 234) Rasul shallallahu „alaihi wa sallam bersabda. yaitu ditunggu sampai waktu lahir. bagaimana jika wanita yang ditinggal mati suami dalam keadaan hamil? Jumhur (mayoritas) ulama berpendapat bahwa masa „iddahnya berakhir ketika ia melahirkan. yaitu (selama) empat bulan sepuluh hari.” (HR. waktu iddah mereka itu ialah sampai mereka melahirkan kandungannya. Masa „iddah selama 4 bulan 10 hari (kalender hijriyah). Ath Tholaq: 4). maka tiada dosa bagimu (para wali) membiarkan mereka berbuat terhadap diri mereka menurut yang patut. Allah Ta‟ala berfirman. “Dan perempuan-perempuan yang hamil. Kemudian apabila telah habis 'iddahnya.

Al Baqarah: 230) Wanita yang telah ditalak tiga kemudian menikah dengan laki-laki lain dan ingin kembali kepada suaminya yang pertama. Yang kami bahas di sini adalah kawin lari.Nikah seperti ini terlarang. Seperti ulama Syafi‟iyah membuat urutan:     Ayah Kakek Saudara laki-laki Anak saudara laki-laki (keponakan) . Kawin lari yang dimaksud di sini bisa jadi berbagai macam pengertian. Bukhari no. bukan laki-laki. dan akhirnya mereka menikah. Ada juga kawin lari dengan kumpul kebo. Dan yang wajib ada wali adalah si wanita. maka perempuan itu tidak lagi halal baginya hingga dia kawin dengan suami yang lain. Tidak boleh sampai engkau merasakan madunya dan ia pun merasakan madumu. “Kemudian jika si suami mentalaknya (sesudah talak yang kedua). Boleh jadi ketika hamil mereka menjalin hubungan RT secara resmi. akhirnya kawin lari jadi pilihan. jadi sama saja tidak memakai wali. maka ketentuannya adalah keduanya harus sudah bercampur (bersetubuh) kemudian terjadi perceraian.” (HR. Padahal hakekatnya nikah seperti ini bermasalah. atau ada wali (tidak jelas) dan tidak ada izin dari wali sebenarnya. 1433) Keenam: Kawin Lari Karena saking cinta di antara dua pasangan ketika tidak disetujui ortu. Padahal wali memiliki urutan yang ditetapkan oleh para ulama. Dalil yang menunjukkan harus dicampuri adalah sabda Nabi shallallaahu „alaihi wa sallam.” (QS. Mantan isteri yang telah ditalak tiga tidak bisa dinikahi lagi oleh suaminya yang dulu sampai ia menikah dengan pria yang lain dan bercerai dengan cara yang wajar (bukan akal-akalan). maka setelah „iddah ia boleh kembali kepada suaminya yang pertama. lalu menikah dengan wali yang tidak jelas (asal copot). Ada orang yang asal copot diangkat sebagai wali. 2639 dan Muslim no. Allah Ta‟ala berfirman. Kemudian jika suami yang lain itu menceraikannya. Itulah hukum-hukum Allah. Bisa jadi. tanpa wali nikah. diterangkan-Nya kepada kaum yang (mau) mengetahui. maka tidak ada dosa bagi keduanya (bekas suami pertama dan isteri) untuk kawin kembali jika keduanya berpendapat akan dapat menjalankan hukum-hukum Allah. tinggal satu atap tanpa status nikah. “Apakah engkau ingin kembali pada Rifa‟ah (suamimu yang pertama).

„Abdullah bin „Abbas. „Ali. „Abdullah bin Mas‟ud. Kawin lari sama saja dengan zina karena status nikahnya tidak sah. “Tidak sah pernikahan kecuali dengan wali”. 1102. Jika masih ada kerabat yang lebih dekat seperti ayahnya. 9: 40-41). bukan ibunya. Ibrahim An Nakha‟I. Rasulullah shallallahu „alaihi wa sallam bersabda. “Mayoritas ulama dari kalangan sahabat Nabi dan sesudah mereka mengamalkan kandungan hadits “Tidak sah pernikahan kecuali dengan wali”. Rasulullah shallallahu „alaihi wa sallam bersabda. Ibnu Majah no. demi cinta sampai ingin mendapat murka Allah. (HR. Dan apabila mereka bersengketa maka pemerintah adalah wali bagi wanita yang tidak memiliki wali”. Dari „Aisyah. Ini pula pendapat Ibnu Abi Laila. Abdullah bin Mubarak. (4) baligh dan (5) merdeka (Lihat Shahih Fiqh Sunnah. (HR. Hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dan Syaikh Ahmad Syakir) Imam Al Baghawi berkata. Dan ingat. Abu Daud no. maka tidak boleh kerabat yang jauh seperti paman menikahkan si wanita. Al Auza‟i. 1879 dan Ahmad 6: 66. 1880 dan Ahmad 4: 418. Hal ini merupakan pendapat Umar. Ahmad. Tirmidzi no. “Wanita tidak bisa menjadi wali wanita. “Seorang wanita yang menikah tanpa izin walinya maka pernikahannya adalah batiil. Abu Hurairah. (3) berakal. Dalil-dalil yang mendukung mesti adanya wali wanita dalam nikah. Sufyan Ats Tsauri. 3: 142-145). Umar bin Abdul Aziz.” (HR. . syarat wali adalah: (1) Islam. Abu Isa At Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini hasan) Dari Abu Musa Al Asy‟ari berkata.  Paman Anak saudara paman (sepupu) Dan pengertian wali wanita adalah kerabat laki-laki si wanita dari jalur ayahnya. (2) laki-laki. ia berkata. ia berkata. Demikianlah keadaan sebagian pemuda. Ini pula pendapat Sa‟id bin Musayyib. Dan ketika itu si wakil mendapat hak sebagaimana wali. Dan tidak bisa pula wanita menikahkan dirinya sendiri. Ibnu Majah no. 2083. Boleh saja jika si wali mewakilkan kepada orang lain (seperti si ayah kepada paman) sebagai wali si wanita. Syafi‟i. 2085. Wanita pezina-lah yang menikahkan dirinya sendiri. Syuraih. dan sebagainya. Abu Daud no. Tirmidzi no. batil. batil. Hasan al-Bashri. Ad Daruquthni. 1101. „Aisyah dan sebagainya. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih) Dari Abu Hurairah. Ibnu Syubrumah. Qotadah. 3: 227. dan Ishaq” (Syarh Sunnah.

Wallahu a‟lam Oleh: Ust Muhammad Abduh Tuasikal di http://rumaysho.Adapun bentuk pernikahan terlarang lainnya yaitu:    Menikahi Mahrom Nikah Beda Agama Menikahi Wanita Hamil Karena Zina Alhamdulillahilladzi bi ni‟matihi tatimmush sholihaat.com .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful