PERNIKAHAN YANG DILARANG (MAHRAM) A. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10.

Menurut syariat Islam, pernikahan ada 10 (sepuluh), yaitu karena : Hubungan darah terdekat (nasab) Hubungan persusuan (radha') Hubungan persemendaan (mushaharoh) Talak bain kubra Permaduan Polygami Li'an Masih bersuami/dalam iddah Perbedaan agama Ihram haji/umrah

Larangan nikah tersebut dapat digolongkan kepada : 1. 2. Larangan untuk selamanya Hubungan darah terdekat Hubungan persusuan Hubungan persemendaan Li’an Larangan untuk sementara waktu ialah larangan karena : Talak bain kubra Permaduan Polygami Masih bersuami/dalam iddah Perbedaan agama Ihrom haji/umrah

1) 2) 3) 4) - Hubungan darah terdekat Wanita yang menurunkan. seayah dan seibu Saudara kakek/nenekdari keturunan ayah/ibu sekandung atau seayah atau seibu Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa seorang pria dilarang menikah dengan seorang wanita : Dalam garis keturunan ke atas dan lurus ke bawah dari keturunan ayah dari keturunan ibu tanpa batas Dalam garis keturunan menyamping lurus ke atas dan lurus ke bawah dari keturunan ayah dan dari keturunan ibu tanpa batas Anak-anak dari kakek/nenek. yaitu anak saudara kandung. anak saudara seayah dan anak saudara seibu Cucu/cicit kemenakan. yaitu : Ibu dan nenek (baik melalui ayau maupun melalui ibu) Keturunan wanita. seayah dan seibu Saudara ibu sekandung. Hubungan Susuan . yaitu : Saudara ayah sekandung. sedangkan cucu/cicit dari kakek sudah boleh dinikahi b. yaitu cucu/cicit dari ketiga saudara tersebut di atas Wanita saudara dari yang menurunkan. yaitu : Anak wanita dan cucu/cicit (dari keturunan anak pria dan dari keturunan anak wanita) Wanita dari keturunan ayah dan wanita dari keturunan ibu.a. yaitu : Saudara kandung Kemenakan.

karena air susu yang disusu itu milik ayah d) Anak susuan dari ibu susuan Anak dari ibu susuan Anak dari ayah susuan Kemenakan susuan/cucu kemenakan susuan. kakek dan nenek Yang menurunkan ibu susuan Yang menurunkan ayah susuan Anak Susuan Anak susuan dari anak pria/ cucu pria Keturunan dari anak wanita/cucu wanita Keturunan anak susuan Keturunan susuan dari anak susuan Saudara susuan Anak susuan dari ibu Anak susuan dari ayah. Larangan nikah karena persusuan sama denganlarangan nikah karena hubungan darah terdekat. ayah. Oleh karena itu seorang pria dilarang nikah dengan : a) b) c) Ibu Susuan Yang menyusui ibu susuan Yang menyusui ayah susuan Yang menyusui ibu.Seorang wanita yang menyusui seorang anak yang berumur dua tahun ke bawah dengan sekurangkurangnya lima kali susuan. yaitu yang menyusu kepada isteri ayah. Sedangkan wanita yang menyusui dan suaminya disebut ibu dan ayah susuan. yaitu : Keturunan nasab dari kelima saudara susuan tersebut 3 di atas Keturunan susuan dari kelima saudara susuan tersebut 3 di atas Anak susuan dari saudara wanita anak susuan dari saudara pria . anak tersebut dinamakan anak susuan.

Rasulullah saw bersabda:´tidak sah menikah melainkan dengan dua orang saksi yangadil´. ketika ia bersama rasulullah saw. 9) Hakim. (HR.Perikahan yang Terlarang Pernikahan yang terlarang adalah pernikahan yang diharamkan oleh agama islam. syaratnya laki-laki. beragama islam. dantidak sedang ihram atau umrah. merdeka. berakal sehat.e) - Keturunan nasab dari anak susuan saudara wanita dan saudara pria Keturunan susuan dari anak susuan saudara pria Bibi susuan Saudara wanita (saudara nasab) dari ibu susuan Saudara wanita (saudara susuan) dari ibu susuan Saudara wanita (saudara nasab) dari ayah susuan Saudara wanita (baik nasab atau susuan) dari pria yang menurunkan ayah susuan dan dari wanita yang menurunkan ibu susuan. satu bulan atau dua bulan. Pernikahan yang dilakukan tanpa saksi adalah tidak sah. Adapun pernikahan yang terlarang adalah sebagai berikut: 1. sebagaimana dijelaskandalam suatu hadits: Dari Rabi¶ bin Sabrah al-juhani bahwasanya bapaknya meriwayatkan. Masa berlakunya pernikahan dinyatakan terbatas. adil. Dua orang saksi. wali hakim berlaku apabila wali yang tersebut diatas semuanya tidak ada sedanng berhalangan. beliau bersabda:´wahai sekalian manusia dulu aku pernah izinkan kepada kamusekalian . baligh.Sabda Nabi Muhammad saw:Dari Aisyah ra. Nikah mut¶ah telah dilarang oleh rasulullah saw. atau menyerahkan kewaliannya kepada hakim.Ibnu Hiban) C . misalnya seminggu.Nikah mut¶ah Nikah mut¶ah adalah pernikahan yang diniatkan dan diakadkan untuk sementara waktu saja(hanya untuk bersenag-senang).5.

saudara atau . dengan hadits yang diriwayatkan dari IbnuMas¶ud: dari Ibnu Abbas ra. Begitu pula ada bentuk nikah yang terlarang dan membuat akadnya menjadi tidak sah yang sudah sepatutnya kita jauhi.sesungguhnya Rasulullah saw melarang perkawinan syigar. Ada syarat yang mesti dipenuhi seperti mesti adanya wali dan mahar. Dari ibnu Umar ra. Pertama: Nikah Syighor Bentuk nikah syighor adalah si A menikahkan anak. (HR. Al-Kamsah) Bentuk Nikah Yang Terlarang 22 Agustus.Nikah Syigar Nikah syigar adalah apabila seorang laki-laki mengawinkan anak perempuannya dengan tujuanagar seorang laki-laki lain menikahkan anak perempuannya kepada laki-laki (pertama) tanpa mas kawin(pertukaran anak perempuan). sebagai jalan untuk mencari yang halal dari yang sebelumnya terlarang.. Bentuk nikah seperti apa sajakah itu? Simak dalam tulisan sederhana berikut. tetapi ketahuilah sesungguhnya Allah telah mengharamkannya sampai harikiamat´.perkawinan mut¶ah.Dikatakan muhallil karena dianggap membuat halal bekas suami yang menalak ba¶in untuk mengawini bekas istrinya.Muslim) 3 . saudara atau yang berada di bawah perwaliannya pada si B.. Rasulullah saw melaknat muhallil (yang mengawini setelah ba¶in) danmuhallil lalu (bekas suami pertama yang akan mengawini kembali). (HR. Pernikahan ini dilarang dengan sabda Rasulullah saw. Namun nikah dengan seorang wanita tidak bisa asal-asalan. namun dengan syarat si B harus menikahkan pula anak. Pernikahan ini dilarang oleh Rasulullah.Muslim) 2. (HR. 2012 Nikah adalah suatu jenjang yang amat sakral.Nikah Muhallil Nikah muhallil adalah pernikahan yang dilakukan seorang laki-laki terhadap seorang perempuanyang tidak ditalak ba¶in dengan bermaksud pernikahan tersebut membuka jalan bagi mantan suami(pertama) untuk nikah kembali dengan bekas istrinya tersebut setelah cerai dan habis masa idah.

5112 dan Muslim no. Abu Daud no. lalu „Abdurrahman menikahkan puterinya dengan Al „Abbas dan ketika itu terdapat mahar. namun mereka berselisih apakah nikahnya sah ataukah tidak. Muslim no.” (HR. Bentuk nikah syighor terserah terdapat mahar ataukah tidak. beliau berkata. - “Al „Abbas bin „Abdillah bin Al „Abbas menikahkan puterinya dengan „Abdurrahman bin Al Hakam. Muslim no. Lantas Mu‟awiyah menulis surat dan dikirim pada Marwan. Keharaman bentuk nikah seperti ini telah disepakati oleh para ulama (baca: ijma‟).” Ibnu Numair menambahkan. Alasan jumhur adalah dalil-dalil berikut ini. ia berkata. - “Sungguh Rasulullah shallallahu „alaihi wa sallam melarang nikah syighor yang bentuknya: seseorang menikahkan anaknya pada orang lain namun ia memberi syarat pada orang tersebut untuk menikahkan anaknya untuknya dan di antara keduanya tidak ada mahar. - “Rasulullah shallallahu „alaihi wa sallam melarang bentuk nikah syighor. Bukhari no.” (HR. “Ini termasuk bentuk nikah syighor yang telah dilarang oleh Rasulullah shallallahu „alaihi wa sallam.yang di bawah perwaliannya pada si A.” (HR. 2075 dan Ahmad 4: 94. Dari Jabir bin „Abdillah. beliau berkata. Mu‟awiyah memerintahkan Marwan untuk memisahkan antara dua pasangan tadi. 1415) Dari Abu Hurairah. “Bentuk nikah syighor adalah seseorang mengatakan pada orang lain: „Nikahkanlah putrimu padaku dan aku akan menikahkan putriku padamu. 1416) Dari „Abdurrahman bin Hurmuz Al A‟roj. 1417) Dari Ibnu „Umar radhiyallahu „anhuma. Jumhur (mayoritas ulama) berpendapat bahwa nikah seperti ini tidaklah sah. - “Rasulullah shallallahu „alaihi wa sallam melarang nikah syighor.” (HR. atau nikahkanlah saudara perempuanmu padaku dan aku akan menikahkan saudara perempuanku padamu‟. ia berkata. Mu‟awiyah berkata dalam suratnya. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan) .

bahkan termasuk al kabair (dosa besar). ia berkata. Abu Daud no. “Tentu. 1504) Kedua: Nikah Muhallil Kita telah ketahui bahwa maksimal talak adalah sampai talak ketiga. “Kenapa orang-orang memberi persyaratan-persyaratan yang tidak diperbolehkan dalam kitab Allah? Persyaratan apa saja yang tidak diperbolehkan dalam kitab Allah merupakan persyaratan yang batil. “Maukah aku kabarkan kepada kalian tentang taisil musta‟aar (domba pejantan yang disewakan)?” Para sahabat menjawab.” Beliau kemudian bersabda. Ibnu Majah no. Jika suami telah mentalak istri sampai tiga kali. Dari „Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‟anhu. “Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam melaknat muhallil (laki-laki yang menikahi seorang wanita dengan tujuan agar perempuan itu dibolehkan menikah kembali dengan suaminya yang pertama) dan al muhallal lahu (laki-laki yang menyuruh muhallil untuk menikahi bekas isterinya agar isteri tersebut dibolehkan untuk dinikahinya lagi).” (HR. 1936. Bukhari no. “Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: . Allah akan melaknat muhallil dan muhallal lahu. ia berkata. dan persyaratan Allah lebih kuat untuk diikuti.” (HR. Pria kedua yang melakukan nikah muhallil terkena laknat sebagaimana pria pertama yang menyuruh menikahi mantan istrinya. 2076 dan Ibnu Majah no. Nikah semacam ini terlarang. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan) . “Ia adalah muhallil.Bentuk nikah syighor dinilai terlarang karena telah menetapkan syarat yang melanggar ketentuan Allah. kemudian ia mentalaknya dengan tujuan supaya wanita ini menjadi halal bagi suami yang pertama. Nikah muhallil yang dimaksud di sini adalah seseorang menikah wanita yang telah ditalak tiga. Ketetapan Allah lebih berhak untuk ditunaikan. 2155 dan Muslim no. Rasulullah shallallahu „alaihi wa sallam bersabda. masih bisa ada rujuk. 1934. maka ia tidak bisa rujuk kembali sampai si istri nikah dengan pria lain dan cerai lagi dengan cara yang tidak diakal-akali. meskipun seratus persyratan. Dua talak sebelumnya. wahai Rasulullah." (HR. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih) Dari „Uqbah bin „Amir radhiyallahu „anhu.

kecuali nikah yang didasari rasa suka. 2: 99).Dari „Umar bin Nafi‟ dari bapaknya. ia berkata bahwa dia pernah ikut berperang bersama Rasulullah shallallahu „alaihi wa sallam saat penaklukan kota Mekkah. “Rasulullah shallallaahu „alaihi wa sallam pernah memerintahkan kami untuk melakukan nikah mut‟ah pada saat Fathul Makkah ketika memasuki kota Makkah. “Telah datang seorang lelaki kepada Ibnu „Umar radhiyallahu „anhuma dan menanyakan tentang seseorang yang telah menceraikan isterinya dengan talak tiga. . ia berkata. sebulan atau dua bulan. Demikianlah yang menjadi pegangan jumhur (mayoritas) sahabat. . Begitu pula sebagian turis Arab ketika musim liburan sengaja datang ke Bogor dan melakukan kawin kontrak selama 10 hari. Ia berkata. Ketiga Nikah Mut’ah (Kawin Kontrak) Nikah mut‟ah masih menjamur saat ini dan dianut oleh orang-orang Rafidhah (baca: Syi‟ah). Bagaimana Islam menilai kawin kontrak?. Muslim no. . Kemudian sebelum kami meninggalkan Makkah. “Tidak. Nikah ini menjadi haram hingga hari kiamat. Al Hakim dalam Mustadroknya 2: 217. tabi‟in dan para ulama madzhab (Shahih Fiqh Sunnah. sebulan atau lebih dengan memberi biaya atau imbalan tertentu. beliau pun telah melarang kami dari bentuk nikah tersebut. bahwasanya ia berkata. Nikah mut‟ah di awal-awal Islam dihukumi halal lalu dinaskh (dihapus).” (HR. Hakim berkata bahwa hadits ini shahih sesuai syarat Bukhari Muslim. Nikah mut‟ah disebut juga nikah sementara (nikah muaqqot) atau nikah terputus (nikah munqothi‟). kami menganggap hal tersebut adalah suatu hal yang keji pada zaman Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam. 1406) Dalam riwayat lain dari Sabroh. maka apakah wanita tersebut halal dinikahi kembali oleh suaminya yang pertama?” Beliau menjawab. kemudian saudara lakilakinya menikahi wanita tersebut tanpa adanya persetujuan dengan suami pertama agar wanita tersebut halal kembali bagi saudaranya. Dari Sabroh Al Juhaniy radhiyallahu „anhu. Adz Dzahabi pun menyatakan demikian) Nikah muhallil dinilai terlarang dan nikahnya tidak sah. terserah apakah dipersyaratkan di awal bahwa si wanita akan dicerai supaya halal bagi suami pertama ataukah tidak disyaratkan tetapi hanya diniatkan.” (HR. Bentuk nikah ini adalah seseorang menikahi wanita pada waktu tertentu selama 10 hari.

Awalnya Rasulullah shallallahu „alaihi wa sallam mengizinkan kami untuk melakukan nikah mut‟ah dengan wanita. “Wanita-wanita tersebut bersama kami selama tiga hari.” (HR. . Sampai aku keluar Mekkah. 2: 101). Menurut kebanyakan ulama. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah menjelaskan. “Kami menetap selama 15 hari (kira-kira antara 30 malam atau 30 hari). jika seseorang menikah dan tidak membuat syarat. Sekarang. Sebagaimana Nabi shallallahu „alaihi wa sallam memerintahkan untuk dipisah dalam hadits Sabroh di atas. Bagaimana jika tidak ada di perjanjian awal. Yang kedua adalah nikah dengan niatan cerai. Namun ulama lainnya menganggap nikah bentuk kedua ini masih termasuk nikah mut‟ah seperti pendapat Al Auza‟i dan Syaikh Muhammad bin Sholeh Al „Utsaimin (Shahih Fiqh Sunnah. tidak sah. Muslim no. Sehingga dari sini pasangan yang menikah dengan bentuk nikah semacam ini wajib dipisah. ia akan mencerai istrinya? Hal ini beda dengan nikah mut‟ah di awal. 1406) Dalam lafazh lain disebutkan. 1406) Riwayat di atas menunjukkan bahwa nikah mu‟tah atau kawin kontrak adalah nikah yang fasid. . Muslim no. nikahnya tetap sah. kemudian Rasulullah shallallahu „alaihi wa sallam memerintahkan kami untuk berpisah dari mereka. namun dalam hati sudah diniatkan untuk bercerai pada waktu tertentu. Muslim no. turunlah pengharaman nikah mut‟ah dari Rasulullah shallallahu „alaihi wa sallam. .” (HR. Allah telah mengharamkan (untuk melakukan mut‟ah) hingga hari kiamat. Awalnya aku mengizinkan kalian untuk melakukan nikah mut‟ah dengan para wanita.” (HR.- - - -. Rasulullah shallallahu „alaihi wa sallam bersabda. Alasannya. namun hanya ada di niatan yaitu jika si pria kembali ke negerinya. karena niatan seperti itu bisa saja terwujud. 1406) Dalam lafazh lainnya lagi dari Sabroh Al Juhaniy.. si istri awalnya tidak tahu dengan niatan ini. bisa saja tidak. Kemudian aku melakukan nikah mut‟ah (dengan seorang gadis). “Wahai sekalian manusia..

walau dilakukan oleh turis Arab sekalipun. Namun Imam Malik mengatakan. Pak Naib yang biasa memandu mengucapkan akad nikah tidak tahu pula asal-usulnya. kawin kontrak di negeri kita termasuk dalam tindakan pidana. beliau berkata. atau dilakukan dalam rangka ibadah. 9: 182) Demikian sajian singkat mengenai kawin kontrak. Jika kita . Imam Nawawi menyebutkan. pen). . Seorang wanita tidak boleh dinikahi pada masa „iddahnya. kawin kontrak masih tetap terus menjamur. Imam Ahmad dan selainnya melarang (memakruhkan)-nya.“Jika nikah tersebut ditetapkan syarat hanya sampai waktu tertentu. Disebut nikah mut‟ah jika ada persyaratan di awal. Allah Ta‟ala berfirman. namun dikelabui dengan merubah nama. “Nikah semacam itu tetap termasuk nikah mut‟ah dan tidak ada kebaikan sama sekali. Sedangkan Imam Malik. Yang dimaksud „iddah adalah masa menunggu bagi wanita dengan tujuan untuk mengetahui kosongnya rahim.. “Dan janganlah kamu berazam (bertetap hati) untuk beraqad nikah. Nikah semacam ini disepakati haramnya oleh empat imam madzhab dan selainnya. ternyata para wanita yang kawin kontrak tidak jauh dari para WTS. Yang jelas -setahu kami-. 32: 107-108) Dinukil dari Imam Nawawi. pen). Al Baqarah: 235).. Imam Abu Hanifah dan Imam Syafi‟i memberikan keringanan pada nikah semacam ini. Jika diselidiki lebih jauh tentang kelakukan turis Arab di Bogor. . Adapun jika si pria berniat nikah sampai waktu tertentu dan tidak diberitahukan di awal pada si wanita (nikah dengan niatan cerai.” (Majmu’ Al Fatawa. “Para ulama sepakat bahwa barangsiapa yang menikah dan niatnya hanya tinggal bersama si wanita selama waktu tertentu (nikah dengan niatan cerai. Keempat Nikah dalam Masa ‘Iddah Masa „iddah adalah masa menunggu bagi wanita karena beberapa sebab yang mengakibatkan ia tidak boleh menikah dulu sampai masa „iddah itu selesai. Dari sini kita dapat simpulkan haramnya nikah semacam itu. Al Qodhi Husain berkata. maka kita katakan salah. Kalau orang Arab salah.” Al Auza‟i sedikit berbeda dalam hal ini. “Melakukan nikah dengan niatan cerai bukanlah tanda orang yang memiliki akhlak yang baik.” (QS. nikah yang dilakukan sah dan halal. status nikah semacam ini masih diperselisihkan oleh para ulama... Namun begitulah karena fulus. Nikahnya pun dilakukan tanpa izin wali atau dengan wali yang asal comot. “Tidak boleh menikahi wanita yang berada pada masa „iddah karena suatu sebab. Karena yang melakukan nikah semacam ini sengaja melegalkan zina. Nikah semacam ini tidak termasuk nikah mut‟ah.” (Syarh Muslim. sebelum habis 'iddahnya. maka inilah yang disebut nikah mut‟ah. Salah satu tujuan masa „iddah adalah untuk menjaga nasab. atau dalam rangka berkabung atas meninggalnya suami.

“ Wanita-wanita yang ditalak handaklah menahan diri (menunggu) tiga kali quru'. Ada yang menganggap quru‟ adalah suci. Allah Ta‟ala berfirman. Al Baqarah: 228). „Iddah hitungan quru‟ 2. Ada pula ulama yang menganggap quru‟ adalah haidh. 01/09 05/09 11/09 11/09 05/10 Haidh Suci Talak ketika Suci  05/10 11/10 Haidh 11/10 05/11 Suci 05/11 11/11 Haidh 11/11 Suci  Jika yang menjadi patokan adalah tiga kali suci: masa „iddah dimulai dihitung ketika masa suci saat dijatuhkan talak dan berakhir pada tanggal 5/11 (5 Dzulqo‟dah) saat muncul darah haidh ketiga. berarti setelah tiga kali suci.membolehkan nikah pada masa tersebut. „Iddah wanita hamil 1 ‘Iddah hitungan quru’ „Iddah bagi wanita yang masih mengalami haidh (bukan monopause) dan diceraikan suaminya adalah dengan hitungan quru‟. tentu akan bercampurlah nasab dan tujuan nikah pun jadi sia-sia (karena kacaunya nasab). 16: 240) Apa saja masa ‘iddah bagi wanita? „Iddah itu ada tiga macam: 1. Jika yang menjadi patokan adalah tiga kali haidh: masa „iddah dimulai dihitung dari haidh tanggal 5/9 (5 Ramadhan) dan berakhir pada tanggal 11/11 (11 Dzulqo‟dah) setelah haidh ketiga selesai secara sempurna. Apa yang dimaksud tiga quru’? Mengenai makna quru‟.” (Al Majmu‟. „Iddah hitungan bulan 3. barulah si wanita yang diceraikan boleh menikah lagi. Di sini masa „iddah akan melewati tiga kali haidh secara sempurna .” (QS. di sini ada khilaf di antara para ulama. Kapan masa „iddahnya jika memakai tiga kali haidh atau tiga kali suci? Coba perhatikan tabel berikut ini. Contoh: Wanita ditalak tanggal 1 Ramadhan (01/09). Di sini masa „iddah akan melewati dua kali haidh.

Yang dimaksud dalam hadits ini. dan Ahmad 6: 420. Syaikh Abu Malik Kamal bin Sayyid Salim (Shahih Fiqh Sunnah. Yang berpendapat seperti ini pula adalah guru kami –Syaikh Sholeh Al Fauzan. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih). boleh jadi pada wanita monopause (yang sudah tidak mendapati haidh lagi) karena sudah beruzur.” (HR. 620. maka masa iddah mereka adalah tiga bulan.” (Al Mawsu‟ah Al Fiqhiyyah. bersucilah kemudian shalatlah di antara masa quru‟ dan quru‟.Jika kita perhatikan. atau sudah mencapai usia haidh. yaitu makna tiga quru‟ adalah tiga kali haidh. 280. Catatan:   Hitungan „iddah menggunakan kalender Hijriyah. “Dan perempuan-perempuan yang tidak haid lagi (monopause) di antara perempuanperempuanmu jika kamu ragu-ragu (tentang masa iddahnya).(Al Mulakhos Al Fiqhiyyah. Lihatlah. 2 ‘Iddah hitungan bulan „Iddah dengan hitungan bulan ada pada dua keadaan: 1. Masa „iddah dengan hitungan 3 bulan (hijriyah) yaitu bagi wanita yang ditalak sebagai ganti hitungan haidh. “Sesungguhnya darah (istihadhoh) adalah urat (yang luka). 2: 426) dan penulis kitab Shahih Fiqh Sunnah. Beliau berkata kepada wanita yang mengalami istihadhoh. Itulah kesimpulan kami dari dalil-dalil yang kami pahami. atau tidak mendapati haidh karena masih kecil. janganlah shalat. Pendapat ini dianut oleh kebanyakan ulama salaf seperti empat khulafaur rosyidin.” . 2: 319-322). 29: 308) Kami tidak membawakan perselisihan ini lebih panjang. An Nasai no. hitungan dengan tiga kali haidh ternyata lebih lama dari tiga kali suci. Manakah di antara dua pendapat di atas yang lebih kuat? Tiga kali suci ataukah tiga kali haidh? Pendapat yang lebih kuat setelah penelusuran dari dalil-dalil yang ada. Pengertian quru‟ dengan haidh telah disebutkan oleh lisan Nabi shallallahu „alaihi wa sallam sendiri. jika datang quru‟. para ulama hadits. Sebagaimana firman Allah Ta‟ala. 211. “Dahulu aku berpendapat bahwa quru‟ bermakna suci. namun belum juga mendapati haidh. Jika telah berlalu quru‟. sekelompok sahabat dan tabi‟in. Talak yang syar‟i jika dilakukan ketika: (1) suci dan (2) belum disetubuhi. Ibnu Majah no. Abu Daud no. ulama Hanafiyah dan Imam Ahmad dalam salah satu pendapatnya. Saat ini aku berpendapat bahwa quru‟ adalah haidh. bukan kalender Masehi. dan begitu (pula) perempuan-perempuan yang tidak haid. Ibnu Mas‟ud. makna quru‟ adalah haidh. Imam Ahmad berkata.

kecuali atas kematian suaminya. Allah Ta‟ala berfirman.” (HR.” (QS. Al Baqarah: 234) Rasul shallallahu „alaihi wa sallam bersabda. Ath Tholaq: 4). “Tidak dihalalkan bagi seorang wanita yang beriman kepada Allah dan hari akhir untuk berkabung atas kematian seseorang lebih dari tiga hari. namun dengan syarat wanita yang ditinggal mati bukanlah wanita hamil. bagaimana jika wanita yang ditinggal mati suami dalam keadaan hamil? Jumhur (mayoritas) ulama berpendapat bahwa masa „iddahnya berakhir ketika ia melahirkan. Allah Ta‟ala berfirman. 5334 dan Muslim no. maka tiada dosa bagimu (para wali) membiarkan mereka berbuat terhadap diri mereka menurut yang patut. Allah mengetahui apa yang kamu perbuat. Kemudian apabila telah habis 'iddahnya. yaitu ditunggu sampai waktu lahir. 1491) 3 ‘Iddah wanita hamil Masa „iddah wanita hamil adalah sampai melahirkan baik „iddahnya karena talak atau karena persetubuhan syubhat (seperti karena dihamili karena zina). waktu iddah mereka itu ialah sampai mereka melahirkan kandungannya. baik wanita yang dinikahi sudah haidh ataukah belum pernah haidh. “Orang-orang yang meninggal dunia di antaramu dengan meninggalkan isteri-isteri (hendaklah para isteri itu) menangguhkan dirinya (ber'iddah) empat bulan sepuluh hari. baik masa tersebut lama atau hanya sebentar. baik sebelum disetubuhi ataukah sesudahnya. Bukhari no. Kelima: Nikah dengan Mantan Isteri yang Sudah Ditalak Tiga .(QS. yaitu (selama) empat bulan sepuluh hari. yaitu bagi wanita yang ditinggal mati suaminya. Masa „iddah selama 4 bulan 10 hari (kalender hijriyah). 2. “Dan perempuan-perempuan yang hamil. Ath Tholaq: 4). Para ulama berselisih pendapat.” (QS. Karena tujuan dari masa „iddah adalah untuk membuktikan kosongnya rahim. masa „iddahnya berakhir dan ia halal untuk menikah. Seandainya ia melahirkan 1 jam setelah meninggalnya suaminya.

Ada orang yang asal copot diangkat sebagai wali. bukan laki-laki. Al Baqarah: 230) Wanita yang telah ditalak tiga kemudian menikah dengan laki-laki lain dan ingin kembali kepada suaminya yang pertama. “Apakah engkau ingin kembali pada Rifa‟ah (suamimu yang pertama).” (HR. Padahal hakekatnya nikah seperti ini bermasalah. maka setelah „iddah ia boleh kembali kepada suaminya yang pertama. Seperti ulama Syafi‟iyah membuat urutan:     Ayah Kakek Saudara laki-laki Anak saudara laki-laki (keponakan) . diterangkan-Nya kepada kaum yang (mau) mengetahui. Itulah hukum-hukum Allah. Yang kami bahas di sini adalah kawin lari. Allah Ta‟ala berfirman. 1433) Keenam: Kawin Lari Karena saking cinta di antara dua pasangan ketika tidak disetujui ortu. Padahal wali memiliki urutan yang ditetapkan oleh para ulama. jadi sama saja tidak memakai wali. Mantan isteri yang telah ditalak tiga tidak bisa dinikahi lagi oleh suaminya yang dulu sampai ia menikah dengan pria yang lain dan bercerai dengan cara yang wajar (bukan akal-akalan). “Kemudian jika si suami mentalaknya (sesudah talak yang kedua). akhirnya kawin lari jadi pilihan. Boleh jadi ketika hamil mereka menjalin hubungan RT secara resmi. Kawin lari yang dimaksud di sini bisa jadi berbagai macam pengertian. Bukhari no. maka ketentuannya adalah keduanya harus sudah bercampur (bersetubuh) kemudian terjadi perceraian. Bisa jadi. maka perempuan itu tidak lagi halal baginya hingga dia kawin dengan suami yang lain. dan akhirnya mereka menikah. lalu menikah dengan wali yang tidak jelas (asal copot). Dalil yang menunjukkan harus dicampuri adalah sabda Nabi shallallaahu „alaihi wa sallam. Kemudian jika suami yang lain itu menceraikannya. Tidak boleh sampai engkau merasakan madunya dan ia pun merasakan madumu. Dan yang wajib ada wali adalah si wanita. atau ada wali (tidak jelas) dan tidak ada izin dari wali sebenarnya.Nikah seperti ini terlarang. maka tidak ada dosa bagi keduanya (bekas suami pertama dan isteri) untuk kawin kembali jika keduanya berpendapat akan dapat menjalankan hukum-hukum Allah. 2639 dan Muslim no.” (QS. Ada juga kawin lari dengan kumpul kebo. tanpa wali nikah. tinggal satu atap tanpa status nikah.

„Abdullah bin Mas‟ud. Ibnu Majah no. (4) baligh dan (5) merdeka (Lihat Shahih Fiqh Sunnah. Rasulullah shallallahu „alaihi wa sallam bersabda.” (HR. Ad Daruquthni. “Seorang wanita yang menikah tanpa izin walinya maka pernikahannya adalah batiil. bukan ibunya.  Paman Anak saudara paman (sepupu) Dan pengertian wali wanita adalah kerabat laki-laki si wanita dari jalur ayahnya. Hasan al-Bashri. Boleh saja jika si wali mewakilkan kepada orang lain (seperti si ayah kepada paman) sebagai wali si wanita. dan Ishaq” (Syarh Sunnah. Dalil-dalil yang mendukung mesti adanya wali wanita dalam nikah. Dan apabila mereka bersengketa maka pemerintah adalah wali bagi wanita yang tidak memiliki wali”. Tirmidzi no. Ahmad. Ibnu Majah no. batil. (HR. 3: 142-145). ia berkata. Abu Isa At Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini hasan) Dari Abu Musa Al Asy‟ari berkata. Abu Hurairah. Kawin lari sama saja dengan zina karena status nikahnya tidak sah. Ibnu Syubrumah. “Mayoritas ulama dari kalangan sahabat Nabi dan sesudah mereka mengamalkan kandungan hadits “Tidak sah pernikahan kecuali dengan wali”. Al Auza‟i. „Ali. Abu Daud no. „Abdullah bin „Abbas. Umar bin Abdul Aziz. Dan ingat. . maka tidak boleh kerabat yang jauh seperti paman menikahkan si wanita. Dan tidak bisa pula wanita menikahkan dirinya sendiri. “Wanita tidak bisa menjadi wali wanita. 9: 40-41). Rasulullah shallallahu „alaihi wa sallam bersabda. (2) laki-laki. 1101. „Aisyah dan sebagainya. Dan ketika itu si wakil mendapat hak sebagaimana wali. Hal ini merupakan pendapat Umar. “Tidak sah pernikahan kecuali dengan wali”. 2085. Demikianlah keadaan sebagian pemuda. Qotadah. Sufyan Ats Tsauri. Tirmidzi no. Dari „Aisyah. syarat wali adalah: (1) Islam. (HR. Abu Daud no. batil. demi cinta sampai ingin mendapat murka Allah. 1102. Jika masih ada kerabat yang lebih dekat seperti ayahnya. 1880 dan Ahmad 4: 418. 1879 dan Ahmad 6: 66. Hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dan Syaikh Ahmad Syakir) Imam Al Baghawi berkata. Syuraih. Ini pula pendapat Ibnu Abi Laila. Wanita pezina-lah yang menikahkan dirinya sendiri. Ibrahim An Nakha‟I. 3: 227. (3) berakal. Syafi‟i. 2083. dan sebagainya. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih) Dari Abu Hurairah. Ini pula pendapat Sa‟id bin Musayyib. ia berkata. Abdullah bin Mubarak.

Adapun bentuk pernikahan terlarang lainnya yaitu:    Menikahi Mahrom Nikah Beda Agama Menikahi Wanita Hamil Karena Zina Alhamdulillahilladzi bi ni‟matihi tatimmush sholihaat.com . Wallahu a‟lam Oleh: Ust Muhammad Abduh Tuasikal di http://rumaysho.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful