P. 1
Pernikahan Yang Dilarang

Pernikahan Yang Dilarang

|Views: 61|Likes:
Published by Tanto Wayang
ambil aja
ambil aja

More info:

Published by: Tanto Wayang on May 11, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/30/2013

pdf

text

original

PERNIKAHAN YANG DILARANG (MAHRAM) A. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10.

Menurut syariat Islam, pernikahan ada 10 (sepuluh), yaitu karena : Hubungan darah terdekat (nasab) Hubungan persusuan (radha') Hubungan persemendaan (mushaharoh) Talak bain kubra Permaduan Polygami Li'an Masih bersuami/dalam iddah Perbedaan agama Ihram haji/umrah

Larangan nikah tersebut dapat digolongkan kepada : 1. 2. Larangan untuk selamanya Hubungan darah terdekat Hubungan persusuan Hubungan persemendaan Li’an Larangan untuk sementara waktu ialah larangan karena : Talak bain kubra Permaduan Polygami Masih bersuami/dalam iddah Perbedaan agama Ihrom haji/umrah

yaitu anak saudara kandung. yaitu cucu/cicit dari ketiga saudara tersebut di atas Wanita saudara dari yang menurunkan. yaitu : Saudara ayah sekandung. yaitu : Anak wanita dan cucu/cicit (dari keturunan anak pria dan dari keturunan anak wanita) Wanita dari keturunan ayah dan wanita dari keturunan ibu. seayah dan seibu Saudara ibu sekandung. seayah dan seibu Saudara kakek/nenekdari keturunan ayah/ibu sekandung atau seayah atau seibu Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa seorang pria dilarang menikah dengan seorang wanita : Dalam garis keturunan ke atas dan lurus ke bawah dari keturunan ayah dari keturunan ibu tanpa batas Dalam garis keturunan menyamping lurus ke atas dan lurus ke bawah dari keturunan ayah dan dari keturunan ibu tanpa batas Anak-anak dari kakek/nenek. 1) 2) 3) 4) - Hubungan darah terdekat Wanita yang menurunkan. yaitu : Saudara kandung Kemenakan. anak saudara seayah dan anak saudara seibu Cucu/cicit kemenakan.a. Hubungan Susuan . sedangkan cucu/cicit dari kakek sudah boleh dinikahi b. yaitu : Ibu dan nenek (baik melalui ayau maupun melalui ibu) Keturunan wanita.

karena air susu yang disusu itu milik ayah d) Anak susuan dari ibu susuan Anak dari ibu susuan Anak dari ayah susuan Kemenakan susuan/cucu kemenakan susuan. Sedangkan wanita yang menyusui dan suaminya disebut ibu dan ayah susuan. yaitu : Keturunan nasab dari kelima saudara susuan tersebut 3 di atas Keturunan susuan dari kelima saudara susuan tersebut 3 di atas Anak susuan dari saudara wanita anak susuan dari saudara pria . yaitu yang menyusu kepada isteri ayah. Oleh karena itu seorang pria dilarang nikah dengan : a) b) c) Ibu Susuan Yang menyusui ibu susuan Yang menyusui ayah susuan Yang menyusui ibu. Larangan nikah karena persusuan sama denganlarangan nikah karena hubungan darah terdekat. anak tersebut dinamakan anak susuan. kakek dan nenek Yang menurunkan ibu susuan Yang menurunkan ayah susuan Anak Susuan Anak susuan dari anak pria/ cucu pria Keturunan dari anak wanita/cucu wanita Keturunan anak susuan Keturunan susuan dari anak susuan Saudara susuan Anak susuan dari ibu Anak susuan dari ayah. ayah.Seorang wanita yang menyusui seorang anak yang berumur dua tahun ke bawah dengan sekurangkurangnya lima kali susuan.

Ibnu Hiban) C . syaratnya laki-laki. adil.e) - Keturunan nasab dari anak susuan saudara wanita dan saudara pria Keturunan susuan dari anak susuan saudara pria Bibi susuan Saudara wanita (saudara nasab) dari ibu susuan Saudara wanita (saudara susuan) dari ibu susuan Saudara wanita (saudara nasab) dari ayah susuan Saudara wanita (baik nasab atau susuan) dari pria yang menurunkan ayah susuan dan dari wanita yang menurunkan ibu susuan. berakal sehat. ketika ia bersama rasulullah saw.Sabda Nabi Muhammad saw:Dari Aisyah ra. Nikah mut¶ah telah dilarang oleh rasulullah saw. misalnya seminggu. wali hakim berlaku apabila wali yang tersebut diatas semuanya tidak ada sedanng berhalangan. Dua orang saksi.5. merdeka. atau menyerahkan kewaliannya kepada hakim. 9) Hakim.Nikah mut¶ah Nikah mut¶ah adalah pernikahan yang diniatkan dan diakadkan untuk sementara waktu saja(hanya untuk bersenag-senang). baligh. Masa berlakunya pernikahan dinyatakan terbatas. Pernikahan yang dilakukan tanpa saksi adalah tidak sah. (HR. beragama islam. dantidak sedang ihram atau umrah. sebagaimana dijelaskandalam suatu hadits: Dari Rabi¶ bin Sabrah al-juhani bahwasanya bapaknya meriwayatkan. Adapun pernikahan yang terlarang adalah sebagai berikut: 1. beliau bersabda:´wahai sekalian manusia dulu aku pernah izinkan kepada kamusekalian . Rasulullah saw bersabda:´tidak sah menikah melainkan dengan dua orang saksi yangadil´.Perikahan yang Terlarang Pernikahan yang terlarang adalah pernikahan yang diharamkan oleh agama islam. satu bulan atau dua bulan.

Pertama: Nikah Syighor Bentuk nikah syighor adalah si A menikahkan anak..Dikatakan muhallil karena dianggap membuat halal bekas suami yang menalak ba¶in untuk mengawini bekas istrinya. (HR.Muslim) 3 .Nikah Syigar Nikah syigar adalah apabila seorang laki-laki mengawinkan anak perempuannya dengan tujuanagar seorang laki-laki lain menikahkan anak perempuannya kepada laki-laki (pertama) tanpa mas kawin(pertukaran anak perempuan). Dari ibnu Umar ra. Al-Kamsah) Bentuk Nikah Yang Terlarang 22 Agustus. dengan hadits yang diriwayatkan dari IbnuMas¶ud: dari Ibnu Abbas ra. saudara atau .sesungguhnya Rasulullah saw melarang perkawinan syigar.perkawinan mut¶ah. Ada syarat yang mesti dipenuhi seperti mesti adanya wali dan mahar. Pernikahan ini dilarang dengan sabda Rasulullah saw.Muslim) 2. Pernikahan ini dilarang oleh Rasulullah. (HR. tetapi ketahuilah sesungguhnya Allah telah mengharamkannya sampai harikiamat´. Namun nikah dengan seorang wanita tidak bisa asal-asalan. Rasulullah saw melaknat muhallil (yang mengawini setelah ba¶in) danmuhallil lalu (bekas suami pertama yang akan mengawini kembali).. (HR. saudara atau yang berada di bawah perwaliannya pada si B.Nikah Muhallil Nikah muhallil adalah pernikahan yang dilakukan seorang laki-laki terhadap seorang perempuanyang tidak ditalak ba¶in dengan bermaksud pernikahan tersebut membuka jalan bagi mantan suami(pertama) untuk nikah kembali dengan bekas istrinya tersebut setelah cerai dan habis masa idah. 2012 Nikah adalah suatu jenjang yang amat sakral. Bentuk nikah seperti apa sajakah itu? Simak dalam tulisan sederhana berikut. namun dengan syarat si B harus menikahkan pula anak. Begitu pula ada bentuk nikah yang terlarang dan membuat akadnya menjadi tidak sah yang sudah sepatutnya kita jauhi. sebagai jalan untuk mencari yang halal dari yang sebelumnya terlarang.

1417) Dari Ibnu „Umar radhiyallahu „anhuma. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan) .” (HR.” (HR. - “Sungguh Rasulullah shallallahu „alaihi wa sallam melarang nikah syighor yang bentuknya: seseorang menikahkan anaknya pada orang lain namun ia memberi syarat pada orang tersebut untuk menikahkan anaknya untuknya dan di antara keduanya tidak ada mahar.” (HR.yang di bawah perwaliannya pada si A. 1416) Dari „Abdurrahman bin Hurmuz Al A‟roj. Lantas Mu‟awiyah menulis surat dan dikirim pada Marwan. Keharaman bentuk nikah seperti ini telah disepakati oleh para ulama (baca: ijma‟). Mu‟awiyah memerintahkan Marwan untuk memisahkan antara dua pasangan tadi. ia berkata. “Ini termasuk bentuk nikah syighor yang telah dilarang oleh Rasulullah shallallahu „alaihi wa sallam. 2075 dan Ahmad 4: 94. Bukhari no. Alasan jumhur adalah dalil-dalil berikut ini.” (HR. Dari Jabir bin „Abdillah. Jumhur (mayoritas ulama) berpendapat bahwa nikah seperti ini tidaklah sah. ia berkata. beliau berkata. Abu Daud no. Mu‟awiyah berkata dalam suratnya. - “Al „Abbas bin „Abdillah bin Al „Abbas menikahkan puterinya dengan „Abdurrahman bin Al Hakam. - “Rasulullah shallallahu „alaihi wa sallam melarang nikah syighor. 5112 dan Muslim no. Muslim no. Muslim no.” Ibnu Numair menambahkan. lalu „Abdurrahman menikahkan puterinya dengan Al „Abbas dan ketika itu terdapat mahar. namun mereka berselisih apakah nikahnya sah ataukah tidak. atau nikahkanlah saudara perempuanmu padaku dan aku akan menikahkan saudara perempuanku padamu‟. beliau berkata. 1415) Dari Abu Hurairah. Bentuk nikah syighor terserah terdapat mahar ataukah tidak. - “Rasulullah shallallahu „alaihi wa sallam melarang bentuk nikah syighor. “Bentuk nikah syighor adalah seseorang mengatakan pada orang lain: „Nikahkanlah putrimu padaku dan aku akan menikahkan putriku padamu.

” Beliau kemudian bersabda. masih bisa ada rujuk. Allah akan melaknat muhallil dan muhallal lahu. maka ia tidak bisa rujuk kembali sampai si istri nikah dengan pria lain dan cerai lagi dengan cara yang tidak diakal-akali. ia berkata. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih) Dari „Uqbah bin „Amir radhiyallahu „anhu. Rasulullah shallallahu „alaihi wa sallam bersabda. “Kenapa orang-orang memberi persyaratan-persyaratan yang tidak diperbolehkan dalam kitab Allah? Persyaratan apa saja yang tidak diperbolehkan dalam kitab Allah merupakan persyaratan yang batil. Nikah muhallil yang dimaksud di sini adalah seseorang menikah wanita yang telah ditalak tiga. ia berkata. Jika suami telah mentalak istri sampai tiga kali. Dari „Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‟anhu. bahkan termasuk al kabair (dosa besar). Nikah semacam ini terlarang. dan persyaratan Allah lebih kuat untuk diikuti. meskipun seratus persyratan. Ibnu Majah no. “Maukah aku kabarkan kepada kalian tentang taisil musta‟aar (domba pejantan yang disewakan)?” Para sahabat menjawab. “Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam melaknat muhallil (laki-laki yang menikahi seorang wanita dengan tujuan agar perempuan itu dibolehkan menikah kembali dengan suaminya yang pertama) dan al muhallal lahu (laki-laki yang menyuruh muhallil untuk menikahi bekas isterinya agar isteri tersebut dibolehkan untuk dinikahinya lagi). Pria kedua yang melakukan nikah muhallil terkena laknat sebagaimana pria pertama yang menyuruh menikahi mantan istrinya. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan) . 1934. Dua talak sebelumnya. 1504) Kedua: Nikah Muhallil Kita telah ketahui bahwa maksimal talak adalah sampai talak ketiga. Bukhari no. “Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: . “Ia adalah muhallil.Bentuk nikah syighor dinilai terlarang karena telah menetapkan syarat yang melanggar ketentuan Allah. wahai Rasulullah.” (HR. 1936. 2076 dan Ibnu Majah no. “Tentu. Ketetapan Allah lebih berhak untuk ditunaikan. 2155 dan Muslim no. Abu Daud no." (HR. kemudian ia mentalaknya dengan tujuan supaya wanita ini menjadi halal bagi suami yang pertama.” (HR.

kami menganggap hal tersebut adalah suatu hal yang keji pada zaman Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam. Begitu pula sebagian turis Arab ketika musim liburan sengaja datang ke Bogor dan melakukan kawin kontrak selama 10 hari. sebulan atau lebih dengan memberi biaya atau imbalan tertentu. bahwasanya ia berkata. Ketiga Nikah Mut’ah (Kawin Kontrak) Nikah mut‟ah masih menjamur saat ini dan dianut oleh orang-orang Rafidhah (baca: Syi‟ah). kemudian saudara lakilakinya menikahi wanita tersebut tanpa adanya persetujuan dengan suami pertama agar wanita tersebut halal kembali bagi saudaranya. Bentuk nikah ini adalah seseorang menikahi wanita pada waktu tertentu selama 10 hari. Nikah ini menjadi haram hingga hari kiamat. Kemudian sebelum kami meninggalkan Makkah. Nikah mut‟ah disebut juga nikah sementara (nikah muaqqot) atau nikah terputus (nikah munqothi‟). ia berkata.” (HR. Nikah mut‟ah di awal-awal Islam dihukumi halal lalu dinaskh (dihapus). Al Hakim dalam Mustadroknya 2: 217. .Dari „Umar bin Nafi‟ dari bapaknya. Dari Sabroh Al Juhaniy radhiyallahu „anhu. beliau pun telah melarang kami dari bentuk nikah tersebut.” (HR. “Rasulullah shallallaahu „alaihi wa sallam pernah memerintahkan kami untuk melakukan nikah mut‟ah pada saat Fathul Makkah ketika memasuki kota Makkah. Demikianlah yang menjadi pegangan jumhur (mayoritas) sahabat. Adz Dzahabi pun menyatakan demikian) Nikah muhallil dinilai terlarang dan nikahnya tidak sah. Bagaimana Islam menilai kawin kontrak?. terserah apakah dipersyaratkan di awal bahwa si wanita akan dicerai supaya halal bagi suami pertama ataukah tidak disyaratkan tetapi hanya diniatkan. kecuali nikah yang didasari rasa suka. ia berkata bahwa dia pernah ikut berperang bersama Rasulullah shallallahu „alaihi wa sallam saat penaklukan kota Mekkah. . 1406) Dalam riwayat lain dari Sabroh. . Ia berkata. Hakim berkata bahwa hadits ini shahih sesuai syarat Bukhari Muslim. sebulan atau dua bulan. “Telah datang seorang lelaki kepada Ibnu „Umar radhiyallahu „anhuma dan menanyakan tentang seseorang yang telah menceraikan isterinya dengan talak tiga. maka apakah wanita tersebut halal dinikahi kembali oleh suaminya yang pertama?” Beliau menjawab. tabi‟in dan para ulama madzhab (Shahih Fiqh Sunnah. “Tidak. 2: 99). Muslim no.

” (HR. 1406) Riwayat di atas menunjukkan bahwa nikah mu‟tah atau kawin kontrak adalah nikah yang fasid. turunlah pengharaman nikah mut‟ah dari Rasulullah shallallahu „alaihi wa sallam. 2: 101). Allah telah mengharamkan (untuk melakukan mut‟ah) hingga hari kiamat. Muslim no. . namun hanya ada di niatan yaitu jika si pria kembali ke negerinya. . Yang kedua adalah nikah dengan niatan cerai. ia akan mencerai istrinya? Hal ini beda dengan nikah mut‟ah di awal. Rasulullah shallallahu „alaihi wa sallam bersabda. Awalnya aku mengizinkan kalian untuk melakukan nikah mut‟ah dengan para wanita. Sehingga dari sini pasangan yang menikah dengan bentuk nikah semacam ini wajib dipisah. Sampai aku keluar Mekkah.. Bagaimana jika tidak ada di perjanjian awal. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah menjelaskan. .” (HR. 1406) Dalam lafazh lainnya lagi dari Sabroh Al Juhaniy..” (HR. Sebagaimana Nabi shallallahu „alaihi wa sallam memerintahkan untuk dipisah dalam hadits Sabroh di atas. Awalnya Rasulullah shallallahu „alaihi wa sallam mengizinkan kami untuk melakukan nikah mut‟ah dengan wanita. Muslim no.- - - -. namun dalam hati sudah diniatkan untuk bercerai pada waktu tertentu. Muslim no. Namun ulama lainnya menganggap nikah bentuk kedua ini masih termasuk nikah mut‟ah seperti pendapat Al Auza‟i dan Syaikh Muhammad bin Sholeh Al „Utsaimin (Shahih Fiqh Sunnah. Menurut kebanyakan ulama. “Wahai sekalian manusia. “Kami menetap selama 15 hari (kira-kira antara 30 malam atau 30 hari). “Wanita-wanita tersebut bersama kami selama tiga hari. kemudian Rasulullah shallallahu „alaihi wa sallam memerintahkan kami untuk berpisah dari mereka. nikahnya tetap sah. si istri awalnya tidak tahu dengan niatan ini. 1406) Dalam lafazh lain disebutkan. bisa saja tidak. Kemudian aku melakukan nikah mut‟ah (dengan seorang gadis). jika seseorang menikah dan tidak membuat syarat. Sekarang. tidak sah. Alasannya. karena niatan seperti itu bisa saja terwujud.

sebelum habis 'iddahnya. Sedangkan Imam Malik. “Tidak boleh menikahi wanita yang berada pada masa „iddah karena suatu sebab. Yang dimaksud „iddah adalah masa menunggu bagi wanita dengan tujuan untuk mengetahui kosongnya rahim. Keempat Nikah dalam Masa ‘Iddah Masa „iddah adalah masa menunggu bagi wanita karena beberapa sebab yang mengakibatkan ia tidak boleh menikah dulu sampai masa „iddah itu selesai. Kalau orang Arab salah. pen). Seorang wanita tidak boleh dinikahi pada masa „iddahnya. Imam Nawawi menyebutkan. 32: 107-108) Dinukil dari Imam Nawawi.. Nikah semacam ini disepakati haramnya oleh empat imam madzhab dan selainnya. ternyata para wanita yang kawin kontrak tidak jauh dari para WTS. Pak Naib yang biasa memandu mengucapkan akad nikah tidak tahu pula asal-usulnya. Imam Abu Hanifah dan Imam Syafi‟i memberikan keringanan pada nikah semacam ini. Dari sini kita dapat simpulkan haramnya nikah semacam itu. kawin kontrak masih tetap terus menjamur.. “Melakukan nikah dengan niatan cerai bukanlah tanda orang yang memiliki akhlak yang baik.. status nikah semacam ini masih diperselisihkan oleh para ulama. walau dilakukan oleh turis Arab sekalipun. pen). atau dilakukan dalam rangka ibadah. “Dan janganlah kamu berazam (bertetap hati) untuk beraqad nikah. Disebut nikah mut‟ah jika ada persyaratan di awal. beliau berkata. Jika diselidiki lebih jauh tentang kelakukan turis Arab di Bogor.” (Syarh Muslim. . Al Qodhi Husain berkata. namun dikelabui dengan merubah nama. Al Baqarah: 235). . Namun Imam Malik mengatakan. maka inilah yang disebut nikah mut‟ah. Yang jelas -setahu kami-.. Namun begitulah karena fulus. nikah yang dilakukan sah dan halal. Adapun jika si pria berniat nikah sampai waktu tertentu dan tidak diberitahukan di awal pada si wanita (nikah dengan niatan cerai. Allah Ta‟ala berfirman.“Jika nikah tersebut ditetapkan syarat hanya sampai waktu tertentu. Salah satu tujuan masa „iddah adalah untuk menjaga nasab.” Al Auza‟i sedikit berbeda dalam hal ini. Nikah semacam ini tidak termasuk nikah mut‟ah. kawin kontrak di negeri kita termasuk dalam tindakan pidana. 9: 182) Demikian sajian singkat mengenai kawin kontrak. “Nikah semacam itu tetap termasuk nikah mut‟ah dan tidak ada kebaikan sama sekali. “Para ulama sepakat bahwa barangsiapa yang menikah dan niatnya hanya tinggal bersama si wanita selama waktu tertentu (nikah dengan niatan cerai. Nikahnya pun dilakukan tanpa izin wali atau dengan wali yang asal comot. maka kita katakan salah. Jika kita . atau dalam rangka berkabung atas meninggalnya suami. Karena yang melakukan nikah semacam ini sengaja melegalkan zina.” (Majmu’ Al Fatawa. Imam Ahmad dan selainnya melarang (memakruhkan)-nya.” (QS.

Kapan masa „iddahnya jika memakai tiga kali haidh atau tiga kali suci? Coba perhatikan tabel berikut ini. Di sini masa „iddah akan melewati tiga kali haidh secara sempurna . Contoh: Wanita ditalak tanggal 1 Ramadhan (01/09). Jika yang menjadi patokan adalah tiga kali haidh: masa „iddah dimulai dihitung dari haidh tanggal 5/9 (5 Ramadhan) dan berakhir pada tanggal 11/11 (11 Dzulqo‟dah) setelah haidh ketiga selesai secara sempurna. tentu akan bercampurlah nasab dan tujuan nikah pun jadi sia-sia (karena kacaunya nasab). Ada pula ulama yang menganggap quru‟ adalah haidh. “ Wanita-wanita yang ditalak handaklah menahan diri (menunggu) tiga kali quru'. berarti setelah tiga kali suci.” (Al Majmu‟. „Iddah wanita hamil 1 ‘Iddah hitungan quru’ „Iddah bagi wanita yang masih mengalami haidh (bukan monopause) dan diceraikan suaminya adalah dengan hitungan quru‟. Apa yang dimaksud tiga quru’? Mengenai makna quru‟.membolehkan nikah pada masa tersebut. Allah Ta‟ala berfirman. „Iddah hitungan bulan 3. Al Baqarah: 228). Di sini masa „iddah akan melewati dua kali haidh. „Iddah hitungan quru‟ 2. 01/09 05/09 11/09 11/09 05/10 Haidh Suci Talak ketika Suci  05/10 11/10 Haidh 11/10 05/11 Suci 05/11 11/11 Haidh 11/11 Suci  Jika yang menjadi patokan adalah tiga kali suci: masa „iddah dimulai dihitung ketika masa suci saat dijatuhkan talak dan berakhir pada tanggal 5/11 (5 Dzulqo‟dah) saat muncul darah haidh ketiga. Ada yang menganggap quru‟ adalah suci.” (QS. di sini ada khilaf di antara para ulama. 16: 240) Apa saja masa ‘iddah bagi wanita? „Iddah itu ada tiga macam: 1. barulah si wanita yang diceraikan boleh menikah lagi.

Beliau berkata kepada wanita yang mengalami istihadhoh. Saat ini aku berpendapat bahwa quru‟ adalah haidh. Ibnu Majah no. 280.(Al Mulakhos Al Fiqhiyyah. Pendapat ini dianut oleh kebanyakan ulama salaf seperti empat khulafaur rosyidin. atau sudah mencapai usia haidh. Masa „iddah dengan hitungan 3 bulan (hijriyah) yaitu bagi wanita yang ditalak sebagai ganti hitungan haidh. Sebagaimana firman Allah Ta‟ala. hitungan dengan tiga kali haidh ternyata lebih lama dari tiga kali suci. Syaikh Abu Malik Kamal bin Sayyid Salim (Shahih Fiqh Sunnah. Yang berpendapat seperti ini pula adalah guru kami –Syaikh Sholeh Al Fauzan.” (Al Mawsu‟ah Al Fiqhiyyah. Talak yang syar‟i jika dilakukan ketika: (1) suci dan (2) belum disetubuhi. 29: 308) Kami tidak membawakan perselisihan ini lebih panjang. dan Ahmad 6: 420. jika datang quru‟. Catatan:   Hitungan „iddah menggunakan kalender Hijriyah. sekelompok sahabat dan tabi‟in. 620. boleh jadi pada wanita monopause (yang sudah tidak mendapati haidh lagi) karena sudah beruzur. makna quru‟ adalah haidh.Jika kita perhatikan.” (HR. “Sesungguhnya darah (istihadhoh) adalah urat (yang luka). atau tidak mendapati haidh karena masih kecil. bersucilah kemudian shalatlah di antara masa quru‟ dan quru‟. Abu Daud no. 211. Manakah di antara dua pendapat di atas yang lebih kuat? Tiga kali suci ataukah tiga kali haidh? Pendapat yang lebih kuat setelah penelusuran dari dalil-dalil yang ada. “Dahulu aku berpendapat bahwa quru‟ bermakna suci. para ulama hadits. Jika telah berlalu quru‟. Pengertian quru‟ dengan haidh telah disebutkan oleh lisan Nabi shallallahu „alaihi wa sallam sendiri. yaitu makna tiga quru‟ adalah tiga kali haidh. janganlah shalat. Ibnu Mas‟ud. dan begitu (pula) perempuan-perempuan yang tidak haid.” . 2: 426) dan penulis kitab Shahih Fiqh Sunnah. Lihatlah. Yang dimaksud dalam hadits ini. An Nasai no. 2 ‘Iddah hitungan bulan „Iddah dengan hitungan bulan ada pada dua keadaan: 1. Imam Ahmad berkata. “Dan perempuan-perempuan yang tidak haid lagi (monopause) di antara perempuanperempuanmu jika kamu ragu-ragu (tentang masa iddahnya). ulama Hanafiyah dan Imam Ahmad dalam salah satu pendapatnya. namun belum juga mendapati haidh. Itulah kesimpulan kami dari dalil-dalil yang kami pahami. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih). bukan kalender Masehi. maka masa iddah mereka adalah tiga bulan. 2: 319-322).

1491) 3 ‘Iddah wanita hamil Masa „iddah wanita hamil adalah sampai melahirkan baik „iddahnya karena talak atau karena persetubuhan syubhat (seperti karena dihamili karena zina). masa „iddahnya berakhir dan ia halal untuk menikah. “Tidak dihalalkan bagi seorang wanita yang beriman kepada Allah dan hari akhir untuk berkabung atas kematian seseorang lebih dari tiga hari. baik wanita yang dinikahi sudah haidh ataukah belum pernah haidh. Allah Ta‟ala berfirman. Masa „iddah selama 4 bulan 10 hari (kalender hijriyah). Bukhari no. baik masa tersebut lama atau hanya sebentar. Seandainya ia melahirkan 1 jam setelah meninggalnya suaminya. 2.” (HR.(QS. Allah Ta‟ala berfirman. Ath Tholaq: 4). bagaimana jika wanita yang ditinggal mati suami dalam keadaan hamil? Jumhur (mayoritas) ulama berpendapat bahwa masa „iddahnya berakhir ketika ia melahirkan. Allah mengetahui apa yang kamu perbuat. yaitu bagi wanita yang ditinggal mati suaminya.” (QS. yaitu (selama) empat bulan sepuluh hari. Kelima: Nikah dengan Mantan Isteri yang Sudah Ditalak Tiga . 5334 dan Muslim no. Al Baqarah: 234) Rasul shallallahu „alaihi wa sallam bersabda. Para ulama berselisih pendapat. maka tiada dosa bagimu (para wali) membiarkan mereka berbuat terhadap diri mereka menurut yang patut. Karena tujuan dari masa „iddah adalah untuk membuktikan kosongnya rahim.” (QS. “Dan perempuan-perempuan yang hamil. kecuali atas kematian suaminya. yaitu ditunggu sampai waktu lahir. waktu iddah mereka itu ialah sampai mereka melahirkan kandungannya. Kemudian apabila telah habis 'iddahnya. baik sebelum disetubuhi ataukah sesudahnya. “Orang-orang yang meninggal dunia di antaramu dengan meninggalkan isteri-isteri (hendaklah para isteri itu) menangguhkan dirinya (ber'iddah) empat bulan sepuluh hari. Ath Tholaq: 4). namun dengan syarat wanita yang ditinggal mati bukanlah wanita hamil.

Dalil yang menunjukkan harus dicampuri adalah sabda Nabi shallallaahu „alaihi wa sallam. Yang kami bahas di sini adalah kawin lari. Allah Ta‟ala berfirman. Padahal hakekatnya nikah seperti ini bermasalah. Ada juga kawin lari dengan kumpul kebo. Itulah hukum-hukum Allah. maka ketentuannya adalah keduanya harus sudah bercampur (bersetubuh) kemudian terjadi perceraian. Kawin lari yang dimaksud di sini bisa jadi berbagai macam pengertian. maka setelah „iddah ia boleh kembali kepada suaminya yang pertama. Seperti ulama Syafi‟iyah membuat urutan:     Ayah Kakek Saudara laki-laki Anak saudara laki-laki (keponakan) .Nikah seperti ini terlarang. “Kemudian jika si suami mentalaknya (sesudah talak yang kedua). Ada orang yang asal copot diangkat sebagai wali. Kemudian jika suami yang lain itu menceraikannya. maka perempuan itu tidak lagi halal baginya hingga dia kawin dengan suami yang lain. 1433) Keenam: Kawin Lari Karena saking cinta di antara dua pasangan ketika tidak disetujui ortu. dan akhirnya mereka menikah. diterangkan-Nya kepada kaum yang (mau) mengetahui.” (QS. Padahal wali memiliki urutan yang ditetapkan oleh para ulama. tinggal satu atap tanpa status nikah. Dan yang wajib ada wali adalah si wanita.” (HR. Bisa jadi. Boleh jadi ketika hamil mereka menjalin hubungan RT secara resmi. jadi sama saja tidak memakai wali. lalu menikah dengan wali yang tidak jelas (asal copot). Tidak boleh sampai engkau merasakan madunya dan ia pun merasakan madumu. atau ada wali (tidak jelas) dan tidak ada izin dari wali sebenarnya. Mantan isteri yang telah ditalak tiga tidak bisa dinikahi lagi oleh suaminya yang dulu sampai ia menikah dengan pria yang lain dan bercerai dengan cara yang wajar (bukan akal-akalan). tanpa wali nikah. Bukhari no. 2639 dan Muslim no. akhirnya kawin lari jadi pilihan. Al Baqarah: 230) Wanita yang telah ditalak tiga kemudian menikah dengan laki-laki lain dan ingin kembali kepada suaminya yang pertama. “Apakah engkau ingin kembali pada Rifa‟ah (suamimu yang pertama). maka tidak ada dosa bagi keduanya (bekas suami pertama dan isteri) untuk kawin kembali jika keduanya berpendapat akan dapat menjalankan hukum-hukum Allah. bukan laki-laki.

Ibnu Syubrumah. “Tidak sah pernikahan kecuali dengan wali”. batil. Dari „Aisyah. Abu Hurairah. Ibnu Majah no. dan sebagainya. Abu Daud no. Dan apabila mereka bersengketa maka pemerintah adalah wali bagi wanita yang tidak memiliki wali”. batil. „Abdullah bin Mas‟ud. Demikianlah keadaan sebagian pemuda. „Abdullah bin „Abbas. Hal ini merupakan pendapat Umar. 1102. 1879 dan Ahmad 6: 66. Kawin lari sama saja dengan zina karena status nikahnya tidak sah. (2) laki-laki. Ibnu Majah no. 3: 227. .” (HR. dan Ishaq” (Syarh Sunnah. 2085. Hasan al-Bashri. “Wanita tidak bisa menjadi wali wanita. Dan tidak bisa pula wanita menikahkan dirinya sendiri. Rasulullah shallallahu „alaihi wa sallam bersabda. Al Auza‟i. (HR. 1101. Ini pula pendapat Ibnu Abi Laila. 3: 142-145). „Ali. (HR. Sufyan Ats Tsauri. Ibrahim An Nakha‟I.  Paman Anak saudara paman (sepupu) Dan pengertian wali wanita adalah kerabat laki-laki si wanita dari jalur ayahnya. ia berkata. Ad Daruquthni. Jika masih ada kerabat yang lebih dekat seperti ayahnya. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih) Dari Abu Hurairah. (3) berakal. Syuraih. Tirmidzi no. Ini pula pendapat Sa‟id bin Musayyib. demi cinta sampai ingin mendapat murka Allah. Abdullah bin Mubarak. “Mayoritas ulama dari kalangan sahabat Nabi dan sesudah mereka mengamalkan kandungan hadits “Tidak sah pernikahan kecuali dengan wali”. Wanita pezina-lah yang menikahkan dirinya sendiri. Hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dan Syaikh Ahmad Syakir) Imam Al Baghawi berkata. (4) baligh dan (5) merdeka (Lihat Shahih Fiqh Sunnah. 1880 dan Ahmad 4: 418. „Aisyah dan sebagainya. Abu Isa At Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini hasan) Dari Abu Musa Al Asy‟ari berkata. Boleh saja jika si wali mewakilkan kepada orang lain (seperti si ayah kepada paman) sebagai wali si wanita. Syafi‟i. Tirmidzi no. Dan ingat. Abu Daud no. ia berkata. 9: 40-41). bukan ibunya. Dan ketika itu si wakil mendapat hak sebagaimana wali. maka tidak boleh kerabat yang jauh seperti paman menikahkan si wanita. Dalil-dalil yang mendukung mesti adanya wali wanita dalam nikah. Ahmad. Qotadah. syarat wali adalah: (1) Islam. 2083. Rasulullah shallallahu „alaihi wa sallam bersabda. “Seorang wanita yang menikah tanpa izin walinya maka pernikahannya adalah batiil. Umar bin Abdul Aziz.

com .Adapun bentuk pernikahan terlarang lainnya yaitu:    Menikahi Mahrom Nikah Beda Agama Menikahi Wanita Hamil Karena Zina Alhamdulillahilladzi bi ni‟matihi tatimmush sholihaat. Wallahu a‟lam Oleh: Ust Muhammad Abduh Tuasikal di http://rumaysho.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->