PERNIKAHAN YANG DILARANG (MAHRAM) A. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10.

Menurut syariat Islam, pernikahan ada 10 (sepuluh), yaitu karena : Hubungan darah terdekat (nasab) Hubungan persusuan (radha') Hubungan persemendaan (mushaharoh) Talak bain kubra Permaduan Polygami Li'an Masih bersuami/dalam iddah Perbedaan agama Ihram haji/umrah

Larangan nikah tersebut dapat digolongkan kepada : 1. 2. Larangan untuk selamanya Hubungan darah terdekat Hubungan persusuan Hubungan persemendaan Li’an Larangan untuk sementara waktu ialah larangan karena : Talak bain kubra Permaduan Polygami Masih bersuami/dalam iddah Perbedaan agama Ihrom haji/umrah

sedangkan cucu/cicit dari kakek sudah boleh dinikahi b. yaitu : Ibu dan nenek (baik melalui ayau maupun melalui ibu) Keturunan wanita. yaitu anak saudara kandung.a. yaitu cucu/cicit dari ketiga saudara tersebut di atas Wanita saudara dari yang menurunkan. yaitu : Saudara kandung Kemenakan. seayah dan seibu Saudara ibu sekandung. yaitu : Anak wanita dan cucu/cicit (dari keturunan anak pria dan dari keturunan anak wanita) Wanita dari keturunan ayah dan wanita dari keturunan ibu. seayah dan seibu Saudara kakek/nenekdari keturunan ayah/ibu sekandung atau seayah atau seibu Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa seorang pria dilarang menikah dengan seorang wanita : Dalam garis keturunan ke atas dan lurus ke bawah dari keturunan ayah dari keturunan ibu tanpa batas Dalam garis keturunan menyamping lurus ke atas dan lurus ke bawah dari keturunan ayah dan dari keturunan ibu tanpa batas Anak-anak dari kakek/nenek. yaitu : Saudara ayah sekandung. Hubungan Susuan . anak saudara seayah dan anak saudara seibu Cucu/cicit kemenakan. 1) 2) 3) 4) - Hubungan darah terdekat Wanita yang menurunkan.

kakek dan nenek Yang menurunkan ibu susuan Yang menurunkan ayah susuan Anak Susuan Anak susuan dari anak pria/ cucu pria Keturunan dari anak wanita/cucu wanita Keturunan anak susuan Keturunan susuan dari anak susuan Saudara susuan Anak susuan dari ibu Anak susuan dari ayah. yaitu : Keturunan nasab dari kelima saudara susuan tersebut 3 di atas Keturunan susuan dari kelima saudara susuan tersebut 3 di atas Anak susuan dari saudara wanita anak susuan dari saudara pria . karena air susu yang disusu itu milik ayah d) Anak susuan dari ibu susuan Anak dari ibu susuan Anak dari ayah susuan Kemenakan susuan/cucu kemenakan susuan. ayah. anak tersebut dinamakan anak susuan. yaitu yang menyusu kepada isteri ayah. Sedangkan wanita yang menyusui dan suaminya disebut ibu dan ayah susuan. Oleh karena itu seorang pria dilarang nikah dengan : a) b) c) Ibu Susuan Yang menyusui ibu susuan Yang menyusui ayah susuan Yang menyusui ibu. Larangan nikah karena persusuan sama denganlarangan nikah karena hubungan darah terdekat.Seorang wanita yang menyusui seorang anak yang berumur dua tahun ke bawah dengan sekurangkurangnya lima kali susuan.

Nikah mut¶ah telah dilarang oleh rasulullah saw. Rasulullah saw bersabda:´tidak sah menikah melainkan dengan dua orang saksi yangadil´. Adapun pernikahan yang terlarang adalah sebagai berikut: 1. sebagaimana dijelaskandalam suatu hadits: Dari Rabi¶ bin Sabrah al-juhani bahwasanya bapaknya meriwayatkan. atau menyerahkan kewaliannya kepada hakim.Nikah mut¶ah Nikah mut¶ah adalah pernikahan yang diniatkan dan diakadkan untuk sementara waktu saja(hanya untuk bersenag-senang). Masa berlakunya pernikahan dinyatakan terbatas. beliau bersabda:´wahai sekalian manusia dulu aku pernah izinkan kepada kamusekalian . adil. 9) Hakim. Dua orang saksi. misalnya seminggu. syaratnya laki-laki. merdeka. (HR. beragama islam. wali hakim berlaku apabila wali yang tersebut diatas semuanya tidak ada sedanng berhalangan. Pernikahan yang dilakukan tanpa saksi adalah tidak sah.Perikahan yang Terlarang Pernikahan yang terlarang adalah pernikahan yang diharamkan oleh agama islam.e) - Keturunan nasab dari anak susuan saudara wanita dan saudara pria Keturunan susuan dari anak susuan saudara pria Bibi susuan Saudara wanita (saudara nasab) dari ibu susuan Saudara wanita (saudara susuan) dari ibu susuan Saudara wanita (saudara nasab) dari ayah susuan Saudara wanita (baik nasab atau susuan) dari pria yang menurunkan ayah susuan dan dari wanita yang menurunkan ibu susuan. satu bulan atau dua bulan.5. berakal sehat. baligh.Ibnu Hiban) C .Sabda Nabi Muhammad saw:Dari Aisyah ra. dantidak sedang ihram atau umrah. ketika ia bersama rasulullah saw.

sebagai jalan untuk mencari yang halal dari yang sebelumnya terlarang. namun dengan syarat si B harus menikahkan pula anak. saudara atau . Namun nikah dengan seorang wanita tidak bisa asal-asalan. Pertama: Nikah Syighor Bentuk nikah syighor adalah si A menikahkan anak. Rasulullah saw melaknat muhallil (yang mengawini setelah ba¶in) danmuhallil lalu (bekas suami pertama yang akan mengawini kembali).Nikah Muhallil Nikah muhallil adalah pernikahan yang dilakukan seorang laki-laki terhadap seorang perempuanyang tidak ditalak ba¶in dengan bermaksud pernikahan tersebut membuka jalan bagi mantan suami(pertama) untuk nikah kembali dengan bekas istrinya tersebut setelah cerai dan habis masa idah.Muslim) 3 . Pernikahan ini dilarang dengan sabda Rasulullah saw. Ada syarat yang mesti dipenuhi seperti mesti adanya wali dan mahar.perkawinan mut¶ah. saudara atau yang berada di bawah perwaliannya pada si B. Al-Kamsah) Bentuk Nikah Yang Terlarang 22 Agustus. (HR.Dikatakan muhallil karena dianggap membuat halal bekas suami yang menalak ba¶in untuk mengawini bekas istrinya. Dari ibnu Umar ra. Pernikahan ini dilarang oleh Rasulullah.sesungguhnya Rasulullah saw melarang perkawinan syigar. Begitu pula ada bentuk nikah yang terlarang dan membuat akadnya menjadi tidak sah yang sudah sepatutnya kita jauhi. (HR. (HR.. 2012 Nikah adalah suatu jenjang yang amat sakral. dengan hadits yang diriwayatkan dari IbnuMas¶ud: dari Ibnu Abbas ra.Nikah Syigar Nikah syigar adalah apabila seorang laki-laki mengawinkan anak perempuannya dengan tujuanagar seorang laki-laki lain menikahkan anak perempuannya kepada laki-laki (pertama) tanpa mas kawin(pertukaran anak perempuan). tetapi ketahuilah sesungguhnya Allah telah mengharamkannya sampai harikiamat´. Bentuk nikah seperti apa sajakah itu? Simak dalam tulisan sederhana berikut.Muslim) 2..

- “Rasulullah shallallahu „alaihi wa sallam melarang nikah syighor.” (HR. atau nikahkanlah saudara perempuanmu padaku dan aku akan menikahkan saudara perempuanku padamu‟.” (HR. Mu‟awiyah memerintahkan Marwan untuk memisahkan antara dua pasangan tadi.” (HR. 5112 dan Muslim no.” (HR. lalu „Abdurrahman menikahkan puterinya dengan Al „Abbas dan ketika itu terdapat mahar. “Bentuk nikah syighor adalah seseorang mengatakan pada orang lain: „Nikahkanlah putrimu padaku dan aku akan menikahkan putriku padamu. - “Al „Abbas bin „Abdillah bin Al „Abbas menikahkan puterinya dengan „Abdurrahman bin Al Hakam. - “Sungguh Rasulullah shallallahu „alaihi wa sallam melarang nikah syighor yang bentuknya: seseorang menikahkan anaknya pada orang lain namun ia memberi syarat pada orang tersebut untuk menikahkan anaknya untuknya dan di antara keduanya tidak ada mahar. Bukhari no. 1417) Dari Ibnu „Umar radhiyallahu „anhuma. Abu Daud no. Jumhur (mayoritas ulama) berpendapat bahwa nikah seperti ini tidaklah sah. - “Rasulullah shallallahu „alaihi wa sallam melarang bentuk nikah syighor. Bentuk nikah syighor terserah terdapat mahar ataukah tidak.yang di bawah perwaliannya pada si A. beliau berkata. Muslim no. “Ini termasuk bentuk nikah syighor yang telah dilarang oleh Rasulullah shallallahu „alaihi wa sallam. Mu‟awiyah berkata dalam suratnya. 1416) Dari „Abdurrahman bin Hurmuz Al A‟roj.” Ibnu Numair menambahkan. namun mereka berselisih apakah nikahnya sah ataukah tidak. Muslim no. Keharaman bentuk nikah seperti ini telah disepakati oleh para ulama (baca: ijma‟). Lantas Mu‟awiyah menulis surat dan dikirim pada Marwan. ia berkata. Dari Jabir bin „Abdillah. 2075 dan Ahmad 4: 94. ia berkata. 1415) Dari Abu Hurairah. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan) . Alasan jumhur adalah dalil-dalil berikut ini. beliau berkata.

“Kenapa orang-orang memberi persyaratan-persyaratan yang tidak diperbolehkan dalam kitab Allah? Persyaratan apa saja yang tidak diperbolehkan dalam kitab Allah merupakan persyaratan yang batil." (HR. “Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam melaknat muhallil (laki-laki yang menikahi seorang wanita dengan tujuan agar perempuan itu dibolehkan menikah kembali dengan suaminya yang pertama) dan al muhallal lahu (laki-laki yang menyuruh muhallil untuk menikahi bekas isterinya agar isteri tersebut dibolehkan untuk dinikahinya lagi). 1934. Nikah semacam ini terlarang. 2155 dan Muslim no.Bentuk nikah syighor dinilai terlarang karena telah menetapkan syarat yang melanggar ketentuan Allah.” (HR. Bukhari no. Ketetapan Allah lebih berhak untuk ditunaikan. Allah akan melaknat muhallil dan muhallal lahu. 1936. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan) . Dari „Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‟anhu. masih bisa ada rujuk. kemudian ia mentalaknya dengan tujuan supaya wanita ini menjadi halal bagi suami yang pertama. ia berkata. “Maukah aku kabarkan kepada kalian tentang taisil musta‟aar (domba pejantan yang disewakan)?” Para sahabat menjawab. bahkan termasuk al kabair (dosa besar). wahai Rasulullah. “Tentu. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih) Dari „Uqbah bin „Amir radhiyallahu „anhu.” (HR. meskipun seratus persyratan. Rasulullah shallallahu „alaihi wa sallam bersabda.” Beliau kemudian bersabda. Dua talak sebelumnya. dan persyaratan Allah lebih kuat untuk diikuti. 2076 dan Ibnu Majah no. “Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: . Pria kedua yang melakukan nikah muhallil terkena laknat sebagaimana pria pertama yang menyuruh menikahi mantan istrinya. Nikah muhallil yang dimaksud di sini adalah seseorang menikah wanita yang telah ditalak tiga. Abu Daud no. maka ia tidak bisa rujuk kembali sampai si istri nikah dengan pria lain dan cerai lagi dengan cara yang tidak diakal-akali. ia berkata. Ibnu Majah no. Jika suami telah mentalak istri sampai tiga kali. “Ia adalah muhallil. 1504) Kedua: Nikah Muhallil Kita telah ketahui bahwa maksimal talak adalah sampai talak ketiga.

Hakim berkata bahwa hadits ini shahih sesuai syarat Bukhari Muslim. Begitu pula sebagian turis Arab ketika musim liburan sengaja datang ke Bogor dan melakukan kawin kontrak selama 10 hari. “Rasulullah shallallaahu „alaihi wa sallam pernah memerintahkan kami untuk melakukan nikah mut‟ah pada saat Fathul Makkah ketika memasuki kota Makkah. beliau pun telah melarang kami dari bentuk nikah tersebut. “Tidak.Dari „Umar bin Nafi‟ dari bapaknya.” (HR. Adz Dzahabi pun menyatakan demikian) Nikah muhallil dinilai terlarang dan nikahnya tidak sah. 2: 99). Nikah mut‟ah di awal-awal Islam dihukumi halal lalu dinaskh (dihapus). sebulan atau lebih dengan memberi biaya atau imbalan tertentu. terserah apakah dipersyaratkan di awal bahwa si wanita akan dicerai supaya halal bagi suami pertama ataukah tidak disyaratkan tetapi hanya diniatkan. Bagaimana Islam menilai kawin kontrak?. Bentuk nikah ini adalah seseorang menikahi wanita pada waktu tertentu selama 10 hari. Al Hakim dalam Mustadroknya 2: 217. sebulan atau dua bulan. maka apakah wanita tersebut halal dinikahi kembali oleh suaminya yang pertama?” Beliau menjawab. kemudian saudara lakilakinya menikahi wanita tersebut tanpa adanya persetujuan dengan suami pertama agar wanita tersebut halal kembali bagi saudaranya. ia berkata. Ia berkata. tabi‟in dan para ulama madzhab (Shahih Fiqh Sunnah. kami menganggap hal tersebut adalah suatu hal yang keji pada zaman Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam. Kemudian sebelum kami meninggalkan Makkah. Muslim no. Dari Sabroh Al Juhaniy radhiyallahu „anhu. . bahwasanya ia berkata. Nikah ini menjadi haram hingga hari kiamat. Nikah mut‟ah disebut juga nikah sementara (nikah muaqqot) atau nikah terputus (nikah munqothi‟). 1406) Dalam riwayat lain dari Sabroh. Demikianlah yang menjadi pegangan jumhur (mayoritas) sahabat. kecuali nikah yang didasari rasa suka. “Telah datang seorang lelaki kepada Ibnu „Umar radhiyallahu „anhuma dan menanyakan tentang seseorang yang telah menceraikan isterinya dengan talak tiga. Ketiga Nikah Mut’ah (Kawin Kontrak) Nikah mut‟ah masih menjamur saat ini dan dianut oleh orang-orang Rafidhah (baca: Syi‟ah). .” (HR. . ia berkata bahwa dia pernah ikut berperang bersama Rasulullah shallallahu „alaihi wa sallam saat penaklukan kota Mekkah.

. ia akan mencerai istrinya? Hal ini beda dengan nikah mut‟ah di awal.” (HR. kemudian Rasulullah shallallahu „alaihi wa sallam memerintahkan kami untuk berpisah dari mereka. bisa saja tidak. Sampai aku keluar Mekkah.” (HR. 1406) Dalam lafazh lainnya lagi dari Sabroh Al Juhaniy. . Muslim no. Awalnya aku mengizinkan kalian untuk melakukan nikah mut‟ah dengan para wanita. “Wahai sekalian manusia. Allah telah mengharamkan (untuk melakukan mut‟ah) hingga hari kiamat.. Awalnya Rasulullah shallallahu „alaihi wa sallam mengizinkan kami untuk melakukan nikah mut‟ah dengan wanita. Sehingga dari sini pasangan yang menikah dengan bentuk nikah semacam ini wajib dipisah.- - - -. Muslim no. Bagaimana jika tidak ada di perjanjian awal. 1406) Dalam lafazh lain disebutkan. namun dalam hati sudah diniatkan untuk bercerai pada waktu tertentu. jika seseorang menikah dan tidak membuat syarat. 1406) Riwayat di atas menunjukkan bahwa nikah mu‟tah atau kawin kontrak adalah nikah yang fasid. Menurut kebanyakan ulama.” (HR. tidak sah. . “Kami menetap selama 15 hari (kira-kira antara 30 malam atau 30 hari). Muslim no. namun hanya ada di niatan yaitu jika si pria kembali ke negerinya. . Kemudian aku melakukan nikah mut‟ah (dengan seorang gadis). Sebagaimana Nabi shallallahu „alaihi wa sallam memerintahkan untuk dipisah dalam hadits Sabroh di atas. turunlah pengharaman nikah mut‟ah dari Rasulullah shallallahu „alaihi wa sallam. 2: 101). nikahnya tetap sah. karena niatan seperti itu bisa saja terwujud. Yang kedua adalah nikah dengan niatan cerai. “Wanita-wanita tersebut bersama kami selama tiga hari. Rasulullah shallallahu „alaihi wa sallam bersabda. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah menjelaskan. Sekarang. Namun ulama lainnya menganggap nikah bentuk kedua ini masih termasuk nikah mut‟ah seperti pendapat Al Auza‟i dan Syaikh Muhammad bin Sholeh Al „Utsaimin (Shahih Fiqh Sunnah. si istri awalnya tidak tahu dengan niatan ini. Alasannya.

maka kita katakan salah. 32: 107-108) Dinukil dari Imam Nawawi. Disebut nikah mut‟ah jika ada persyaratan di awal.” Al Auza‟i sedikit berbeda dalam hal ini. “Melakukan nikah dengan niatan cerai bukanlah tanda orang yang memiliki akhlak yang baik.. “Nikah semacam itu tetap termasuk nikah mut‟ah dan tidak ada kebaikan sama sekali. atau dalam rangka berkabung atas meninggalnya suami.“Jika nikah tersebut ditetapkan syarat hanya sampai waktu tertentu. 9: 182) Demikian sajian singkat mengenai kawin kontrak. “Para ulama sepakat bahwa barangsiapa yang menikah dan niatnya hanya tinggal bersama si wanita selama waktu tertentu (nikah dengan niatan cerai. Salah satu tujuan masa „iddah adalah untuk menjaga nasab. Imam Ahmad dan selainnya melarang (memakruhkan)-nya. Al Baqarah: 235). Namun Imam Malik mengatakan. namun dikelabui dengan merubah nama. Yang jelas -setahu kami-. kawin kontrak di negeri kita termasuk dalam tindakan pidana. maka inilah yang disebut nikah mut‟ah. sebelum habis 'iddahnya. status nikah semacam ini masih diperselisihkan oleh para ulama.. “Dan janganlah kamu berazam (bertetap hati) untuk beraqad nikah. . ternyata para wanita yang kawin kontrak tidak jauh dari para WTS. Keempat Nikah dalam Masa ‘Iddah Masa „iddah adalah masa menunggu bagi wanita karena beberapa sebab yang mengakibatkan ia tidak boleh menikah dulu sampai masa „iddah itu selesai. walau dilakukan oleh turis Arab sekalipun. Karena yang melakukan nikah semacam ini sengaja melegalkan zina. pen). Seorang wanita tidak boleh dinikahi pada masa „iddahnya. Kalau orang Arab salah. Pak Naib yang biasa memandu mengucapkan akad nikah tidak tahu pula asal-usulnya..” (Majmu’ Al Fatawa. Dari sini kita dapat simpulkan haramnya nikah semacam itu. Sedangkan Imam Malik. Jika kita . nikah yang dilakukan sah dan halal. Nikah semacam ini disepakati haramnya oleh empat imam madzhab dan selainnya. Nikahnya pun dilakukan tanpa izin wali atau dengan wali yang asal comot. . Namun begitulah karena fulus. Al Qodhi Husain berkata. pen). Nikah semacam ini tidak termasuk nikah mut‟ah. Allah Ta‟ala berfirman.” (Syarh Muslim. Jika diselidiki lebih jauh tentang kelakukan turis Arab di Bogor..” (QS. Yang dimaksud „iddah adalah masa menunggu bagi wanita dengan tujuan untuk mengetahui kosongnya rahim. Adapun jika si pria berniat nikah sampai waktu tertentu dan tidak diberitahukan di awal pada si wanita (nikah dengan niatan cerai. “Tidak boleh menikahi wanita yang berada pada masa „iddah karena suatu sebab. Imam Abu Hanifah dan Imam Syafi‟i memberikan keringanan pada nikah semacam ini. beliau berkata. Imam Nawawi menyebutkan. atau dilakukan dalam rangka ibadah. kawin kontrak masih tetap terus menjamur.

16: 240) Apa saja masa ‘iddah bagi wanita? „Iddah itu ada tiga macam: 1.membolehkan nikah pada masa tersebut. Di sini masa „iddah akan melewati tiga kali haidh secara sempurna . Contoh: Wanita ditalak tanggal 1 Ramadhan (01/09). Allah Ta‟ala berfirman. Al Baqarah: 228). 01/09 05/09 11/09 11/09 05/10 Haidh Suci Talak ketika Suci  05/10 11/10 Haidh 11/10 05/11 Suci 05/11 11/11 Haidh 11/11 Suci  Jika yang menjadi patokan adalah tiga kali suci: masa „iddah dimulai dihitung ketika masa suci saat dijatuhkan talak dan berakhir pada tanggal 5/11 (5 Dzulqo‟dah) saat muncul darah haidh ketiga. Kapan masa „iddahnya jika memakai tiga kali haidh atau tiga kali suci? Coba perhatikan tabel berikut ini. „Iddah hitungan quru‟ 2. barulah si wanita yang diceraikan boleh menikah lagi. tentu akan bercampurlah nasab dan tujuan nikah pun jadi sia-sia (karena kacaunya nasab). Ada pula ulama yang menganggap quru‟ adalah haidh. „Iddah hitungan bulan 3.” (Al Majmu‟.” (QS. di sini ada khilaf di antara para ulama. Apa yang dimaksud tiga quru’? Mengenai makna quru‟. “ Wanita-wanita yang ditalak handaklah menahan diri (menunggu) tiga kali quru'. berarti setelah tiga kali suci. Ada yang menganggap quru‟ adalah suci. „Iddah wanita hamil 1 ‘Iddah hitungan quru’ „Iddah bagi wanita yang masih mengalami haidh (bukan monopause) dan diceraikan suaminya adalah dengan hitungan quru‟. Jika yang menjadi patokan adalah tiga kali haidh: masa „iddah dimulai dihitung dari haidh tanggal 5/9 (5 Ramadhan) dan berakhir pada tanggal 11/11 (11 Dzulqo‟dah) setelah haidh ketiga selesai secara sempurna. Di sini masa „iddah akan melewati dua kali haidh.

Talak yang syar‟i jika dilakukan ketika: (1) suci dan (2) belum disetubuhi. An Nasai no.” . dan begitu (pula) perempuan-perempuan yang tidak haid. Beliau berkata kepada wanita yang mengalami istihadhoh.(Al Mulakhos Al Fiqhiyyah. Yang dimaksud dalam hadits ini. Itulah kesimpulan kami dari dalil-dalil yang kami pahami. Jika telah berlalu quru‟. Catatan:   Hitungan „iddah menggunakan kalender Hijriyah. Yang berpendapat seperti ini pula adalah guru kami –Syaikh Sholeh Al Fauzan. boleh jadi pada wanita monopause (yang sudah tidak mendapati haidh lagi) karena sudah beruzur. Pengertian quru‟ dengan haidh telah disebutkan oleh lisan Nabi shallallahu „alaihi wa sallam sendiri. Abu Daud no.” (Al Mawsu‟ah Al Fiqhiyyah. sekelompok sahabat dan tabi‟in. Saat ini aku berpendapat bahwa quru‟ adalah haidh. para ulama hadits. maka masa iddah mereka adalah tiga bulan. yaitu makna tiga quru‟ adalah tiga kali haidh. 280. Ibnu Majah no. 2 ‘Iddah hitungan bulan „Iddah dengan hitungan bulan ada pada dua keadaan: 1. janganlah shalat. 2: 319-322). “Dahulu aku berpendapat bahwa quru‟ bermakna suci. Manakah di antara dua pendapat di atas yang lebih kuat? Tiga kali suci ataukah tiga kali haidh? Pendapat yang lebih kuat setelah penelusuran dari dalil-dalil yang ada. ulama Hanafiyah dan Imam Ahmad dalam salah satu pendapatnya.Jika kita perhatikan. “Dan perempuan-perempuan yang tidak haid lagi (monopause) di antara perempuanperempuanmu jika kamu ragu-ragu (tentang masa iddahnya). Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih). 2: 426) dan penulis kitab Shahih Fiqh Sunnah. “Sesungguhnya darah (istihadhoh) adalah urat (yang luka). 211. Lihatlah. Pendapat ini dianut oleh kebanyakan ulama salaf seperti empat khulafaur rosyidin. Imam Ahmad berkata. namun belum juga mendapati haidh. Ibnu Mas‟ud. 29: 308) Kami tidak membawakan perselisihan ini lebih panjang. Syaikh Abu Malik Kamal bin Sayyid Salim (Shahih Fiqh Sunnah. 620. Masa „iddah dengan hitungan 3 bulan (hijriyah) yaitu bagi wanita yang ditalak sebagai ganti hitungan haidh. hitungan dengan tiga kali haidh ternyata lebih lama dari tiga kali suci. atau sudah mencapai usia haidh. bersucilah kemudian shalatlah di antara masa quru‟ dan quru‟. atau tidak mendapati haidh karena masih kecil.” (HR. makna quru‟ adalah haidh. Sebagaimana firman Allah Ta‟ala. dan Ahmad 6: 420. jika datang quru‟. bukan kalender Masehi.

Ath Tholaq: 4). “Tidak dihalalkan bagi seorang wanita yang beriman kepada Allah dan hari akhir untuk berkabung atas kematian seseorang lebih dari tiga hari. yaitu (selama) empat bulan sepuluh hari. kecuali atas kematian suaminya.” (HR. Al Baqarah: 234) Rasul shallallahu „alaihi wa sallam bersabda. Ath Tholaq: 4). baik masa tersebut lama atau hanya sebentar. Para ulama berselisih pendapat. Kelima: Nikah dengan Mantan Isteri yang Sudah Ditalak Tiga . waktu iddah mereka itu ialah sampai mereka melahirkan kandungannya. 1491) 3 ‘Iddah wanita hamil Masa „iddah wanita hamil adalah sampai melahirkan baik „iddahnya karena talak atau karena persetubuhan syubhat (seperti karena dihamili karena zina). Seandainya ia melahirkan 1 jam setelah meninggalnya suaminya. 5334 dan Muslim no. bagaimana jika wanita yang ditinggal mati suami dalam keadaan hamil? Jumhur (mayoritas) ulama berpendapat bahwa masa „iddahnya berakhir ketika ia melahirkan. Allah Ta‟ala berfirman. Karena tujuan dari masa „iddah adalah untuk membuktikan kosongnya rahim. yaitu bagi wanita yang ditinggal mati suaminya. yaitu ditunggu sampai waktu lahir.” (QS. “Orang-orang yang meninggal dunia di antaramu dengan meninggalkan isteri-isteri (hendaklah para isteri itu) menangguhkan dirinya (ber'iddah) empat bulan sepuluh hari.(QS. masa „iddahnya berakhir dan ia halal untuk menikah. Allah Ta‟ala berfirman. namun dengan syarat wanita yang ditinggal mati bukanlah wanita hamil. “Dan perempuan-perempuan yang hamil.” (QS. 2. maka tiada dosa bagimu (para wali) membiarkan mereka berbuat terhadap diri mereka menurut yang patut. Kemudian apabila telah habis 'iddahnya. Bukhari no. Allah mengetahui apa yang kamu perbuat. baik sebelum disetubuhi ataukah sesudahnya. Masa „iddah selama 4 bulan 10 hari (kalender hijriyah). baik wanita yang dinikahi sudah haidh ataukah belum pernah haidh.

maka setelah „iddah ia boleh kembali kepada suaminya yang pertama. “Kemudian jika si suami mentalaknya (sesudah talak yang kedua). maka ketentuannya adalah keduanya harus sudah bercampur (bersetubuh) kemudian terjadi perceraian. jadi sama saja tidak memakai wali. diterangkan-Nya kepada kaum yang (mau) mengetahui. Itulah hukum-hukum Allah. Dalil yang menunjukkan harus dicampuri adalah sabda Nabi shallallaahu „alaihi wa sallam. Allah Ta‟ala berfirman. bukan laki-laki. Padahal wali memiliki urutan yang ditetapkan oleh para ulama. Bisa jadi. Kawin lari yang dimaksud di sini bisa jadi berbagai macam pengertian. dan akhirnya mereka menikah. atau ada wali (tidak jelas) dan tidak ada izin dari wali sebenarnya. tanpa wali nikah. 2639 dan Muslim no. “Apakah engkau ingin kembali pada Rifa‟ah (suamimu yang pertama). Ada juga kawin lari dengan kumpul kebo. lalu menikah dengan wali yang tidak jelas (asal copot). maka tidak ada dosa bagi keduanya (bekas suami pertama dan isteri) untuk kawin kembali jika keduanya berpendapat akan dapat menjalankan hukum-hukum Allah. Tidak boleh sampai engkau merasakan madunya dan ia pun merasakan madumu. akhirnya kawin lari jadi pilihan. Seperti ulama Syafi‟iyah membuat urutan:     Ayah Kakek Saudara laki-laki Anak saudara laki-laki (keponakan) . Yang kami bahas di sini adalah kawin lari. tinggal satu atap tanpa status nikah.” (HR. Dan yang wajib ada wali adalah si wanita. maka perempuan itu tidak lagi halal baginya hingga dia kawin dengan suami yang lain. Mantan isteri yang telah ditalak tiga tidak bisa dinikahi lagi oleh suaminya yang dulu sampai ia menikah dengan pria yang lain dan bercerai dengan cara yang wajar (bukan akal-akalan). Padahal hakekatnya nikah seperti ini bermasalah.” (QS. Ada orang yang asal copot diangkat sebagai wali. 1433) Keenam: Kawin Lari Karena saking cinta di antara dua pasangan ketika tidak disetujui ortu. Boleh jadi ketika hamil mereka menjalin hubungan RT secara resmi. Al Baqarah: 230) Wanita yang telah ditalak tiga kemudian menikah dengan laki-laki lain dan ingin kembali kepada suaminya yang pertama.Nikah seperti ini terlarang. Kemudian jika suami yang lain itu menceraikannya. Bukhari no.

Dan tidak bisa pula wanita menikahkan dirinya sendiri. Demikianlah keadaan sebagian pemuda. Qotadah. demi cinta sampai ingin mendapat murka Allah. (2) laki-laki. Syafi‟i. 2085. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih) Dari Abu Hurairah. Abu Daud no. Dalil-dalil yang mendukung mesti adanya wali wanita dalam nikah. (4) baligh dan (5) merdeka (Lihat Shahih Fiqh Sunnah. Hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dan Syaikh Ahmad Syakir) Imam Al Baghawi berkata. 2083. Hasan al-Bashri. . bukan ibunya. Ini pula pendapat Ibnu Abi Laila. Dari „Aisyah. “Wanita tidak bisa menjadi wali wanita. 3: 142-145). Ibnu Majah no. ia berkata. 1880 dan Ahmad 4: 418. Dan ingat. Umar bin Abdul Aziz. Abu Daud no. Wanita pezina-lah yang menikahkan dirinya sendiri. (HR. (3) berakal. 1102. Tirmidzi no. „Abdullah bin Mas‟ud. Ibnu Majah no. Rasulullah shallallahu „alaihi wa sallam bersabda. dan Ishaq” (Syarh Sunnah. “Mayoritas ulama dari kalangan sahabat Nabi dan sesudah mereka mengamalkan kandungan hadits “Tidak sah pernikahan kecuali dengan wali”. Ahmad. Ibnu Syubrumah. Dan ketika itu si wakil mendapat hak sebagaimana wali. dan sebagainya.” (HR. Dan apabila mereka bersengketa maka pemerintah adalah wali bagi wanita yang tidak memiliki wali”.  Paman Anak saudara paman (sepupu) Dan pengertian wali wanita adalah kerabat laki-laki si wanita dari jalur ayahnya. batil. „Abdullah bin „Abbas. „Ali. 1879 dan Ahmad 6: 66. Ibrahim An Nakha‟I. Hal ini merupakan pendapat Umar. syarat wali adalah: (1) Islam. Ad Daruquthni. “Tidak sah pernikahan kecuali dengan wali”. Sufyan Ats Tsauri. “Seorang wanita yang menikah tanpa izin walinya maka pernikahannya adalah batiil. „Aisyah dan sebagainya. Tirmidzi no. batil. Kawin lari sama saja dengan zina karena status nikahnya tidak sah. Al Auza‟i. Rasulullah shallallahu „alaihi wa sallam bersabda. 9: 40-41). Jika masih ada kerabat yang lebih dekat seperti ayahnya. Abdullah bin Mubarak. Abu Hurairah. Ini pula pendapat Sa‟id bin Musayyib. 3: 227. ia berkata. 1101. Boleh saja jika si wali mewakilkan kepada orang lain (seperti si ayah kepada paman) sebagai wali si wanita. maka tidak boleh kerabat yang jauh seperti paman menikahkan si wanita. (HR. Syuraih. Abu Isa At Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini hasan) Dari Abu Musa Al Asy‟ari berkata.

Adapun bentuk pernikahan terlarang lainnya yaitu:    Menikahi Mahrom Nikah Beda Agama Menikahi Wanita Hamil Karena Zina Alhamdulillahilladzi bi ni‟matihi tatimmush sholihaat.com . Wallahu a‟lam Oleh: Ust Muhammad Abduh Tuasikal di http://rumaysho.