BAB I PENDAHULUAN A.

Latar Belakang Dari pertumbuhan ilmu sejak zaman Yunani kuno sampai abad modern ini tampak nyata bahwa ilmu merupakan suatu aktivitas manusia, suatu kegiatan melakukan sesuatu yang dilaksanakan orang atau lebih tepat suatu rangkaian aktivitas yang membentuk suatu proses. Seseorang yang melaksanakan rangkaian aktivitas yang disebut ilmu itu kini lazim dinamakan ilmuwan (scientist). Sejak istilah natural science (ilmu-ilmu kealaman) dipakai untuk menggantikan natural philosophy dalam abad XVIII, di negara Inggris orang juga mencaricari sebutan khusus bagi mereka yang mengembangkan natural science itu untuk dibedakan dari filsuf, sejarahwan, dan kelompok-kelompok cendekiawan lainnya. Ilmu dapat merupakan suatu metode berfikir secara objektif (objektif thinking) , tujuannya untuk menggambarkan dan memberi makna terhadap dunia faktual. Pengetahuan yang diperoleh dengan ilmu, diperolehnya melalui observasi, eksperimen, klasifikasi. Analisis ilmu itu objektif dan menyampingkan unsur pribadi, pemikiran logika diutamakan, netral, dalam arti tidak dipengaruhi oleh sesuatu yang bersifat kedirian (subjektif), karena dimulai dengan fakta. Ilmu merupakan milik manusia secara komprehensif. Ilmu merupakan lukisan dan keterangan yang lengkap dan konsisten mengenai hal-hal yang dipelajarinya dalam ruang dan waktu sejauh jangkauan logika dan dapat diamati pancaindera manusia. Dalam makalah ini kami mencoba menguraikan sedikit makna dari ilmu sebagai proses, prosedur, dan produk serta kaitannya dengan masyarakat. B. Rumusan Masalah 1. Apa yang dimaksud ilmu sebagai proses, prosedur, dan produk serta kaitannya dengan masyarakat? 2. Apa saja yang menjadi rangkaian ilmu sebagai proses, prosedur, dan produk? BAB II PEMBAHASAN A. Definisi Ilmu sebagai Proses, Prosedur, Produk, dan Masyarakat Istilah ilmu atau science merupakan suatu perkataan yang cukup bermakna ganda, yaitu mengandung lebih dari satu arti. Oleh karena itu, dalam memakai istilah tersebut seseorang harus menegaskan atau sekurang-kurangnya menyadari arti nama yang dimaksud. Menurut cakupannya pertama-tama ilmu merupakan sebuah istilah umum untuk menyebut segenap pengetahuan ilmiah yang dipandang sebagai satu kebulatan. Jadi, dalam arti yang pertama ini ilmu mengacu pada ilmu seumumnya (science in general). Amsal Bakhtiar mengutip dalam Kamus Al-Munawwir karya Ahmad Warson Munawir, disebutkan bahwa ilmu berasal dari bahasa arab: ‘alima, ya’lamu, ‘ilman, dengan wajan fa’ila, yaf’alu, yang berarti: mengerti, memahami benar-benar. Sedangkan Muhammad Taqi Mishbah Yazdi

mendefinisikan makna teknis ilmu yaitu himpunan proposisi-proposisi hakiki yang bisa dibuktikan dengan pengalaman indrawi. Sebagaimana yang dikutip The Liang Gie dari The American College Dictionary karya C.L. Barnhart, Arti kedua dari ilmu menunjuk pada masing-masing bidang pengetahuan ilmiah yang mempelajari sesuatu pokok soal tertentu. Dalam arti ini ilmu berarti sesuatu cabang ilmu khusus seperti misalnya antropologi, biologi, geografi atau sosiologi. Istilah Inggris ‘science’ kadang-kadang diberi arti sebagai ilmu khusus yang lebih terbatas lagi, yakni sebagai pengetahuan sistematis mengenal dunia fisis atau material. Dari segi makna, pengertian ilmu sepanjang yang terbaca dalam pustaka menunjuk pada sekurang-kurangnya tiga hal, yakni, pengetahuan, aktivitas, dan metode. Dalam hal yang pertama ini yang terumum, ilmu senantiasa berarti pengetahuan (knowledge). Sementara itu proses sendiri dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia bermakna yaitu runtunan perubahan (peristiwa) dalam perkembangan sesuatu, rangkaian tindakan, pembuatan atau pengolahan yang menghasilkan produk. The Liang Gie mendefinisikan ilmu dari wujudnya dibagi ke dalam 3 bagian yaitu ilmu sebagai proses, prosedur, dan produk. BAGAN WUJUD ILMU Jadi, yang dimaksud ilmu sebagai proses di sini adalah ilmu secara nyata dan khas merupakan suatu aktivitas manusia yakni perbuatan melakukan sesuatu yang dilakukan oleh manusia, ilmu tidak hanya aktivitas tunggal saja, melainkan suatu rangkaian aktivitas sehingga merupakan suatu proses. Ilmu sebagai prosedur atau ilmu sebagai metode ilmiah merupakan prosedur yang mencakup pikiran, pola kerja, tata langkah, dan cara teknik untuk memperoleh kebenaran ilmiah. Sedangkan Ilmu sebagai produk adalah pengetahuan ilmiah yg kebenarannya dapat diuji secara ilmiah, yg mencakup Jenis-jenis sasaran; bentuk-bentuk pernyataan; Ragam-ragam proposisi; ciri-ciri pokok; Pembagian secara sistematis. Ilmu dipahami dari segi berbagai serangkaian aktivitas yang rasional, kognitif, dan bertujuan, akan tetapi suatu aktivitas dapat mencapai tujuannya jika dilaksanakan dengan metode yang tepat, dan akhirnya dapat membuahkan hasil berupa keterangan baru yang disebut dengan pengetahuan. Sementara itu kaitan antara ilmu sebagai proses, prosedur, dan produk dengan masyarakat di sini dimaksud adalah bagaimana wujud dari ilmu ini dapat bermanfaat secara positif bagi kehidupan masyarakat. B. Rangkaian Ilmu sebagai Proses Ilmu secara nyata dan khas adalah suatu aktivitas manusiawi, yakni perbuatan melakukan sesuatu yang dilakukan oleh manusia. Ilmu tidak hanya satu aktivitas tunggal saja, melainkan suatu rangkaian aktivitas sehingga merupakan sebuah proses. Rangkaian aktivitas itu bersifat rasional, kognitif, dan teleologis. 1. Rasional Aktivitas rasional berarti kegiatan yang mempergunakan kemampuan

pikiran untuk menalar yang berbeda dengan aktivitas berdasarkan perasaan dan naluri. Ilmu menampakkan diri sebagai kegiatan penalaran logis dari pengamatan empiris. Penalaran merupakan suatu proses berpikir dalam menarik sesuatu kesimpulan yang berupa pengetahuan. Manusia pada hakikatnya merupakan makhluk yang berfikir, merasa, bersikap, dan bertindak. Sikap dan tindakannya bersumber pada pengetahuan yang didapatkan lewat kegiatan merasa atau berpikir. Penalaran menghasilkan pengetahuan yang dikaitkan dengan berpikir bukan dengan perasaan, meskipun seperti itu dikatakan Pascal, hati pun mempunyai logika tersendiri. Meskipun demikian patut kita sadari bahwa tidak semua kegiatan berfikir menyandarkan diri pada penalaran. Jadi penalaran merupakan kegiatan berfikir yang mempunyai karakteristik tertentu dalam menemukan kebenaran. Berpangkal pada hasrat kognitif dan kebutuhan intelektualnya, manusia melakukan rangkaian pemikiran dan kegiatan rasional dengan lingkungan atau masyarakat yang kemudian melahirkan ilmu. 2. Kognitif Pada dasarnya ilmu adalah sebuah proses yang bersifat kognitif, bertalian dengan proses mengetahui dan pengetahuan. Proses kognitif (cognition) adalah suatu rangkaian aktivitas seperti pengenalan, penyerapan, pengkonsepsian, dan penalaran (antara lain) yang dengannya manusia dapat mengetahui dan memperoleh pengetahuan tentang suatu hal. Menurut Piaget menyatakan bahwa di dalam diri individu terjadi adaptasi terhadap lingkungan dilakukan melalui dua proses yaitu asimilasi dan akomodasi. a. Asimilasi Asimilasi adalah proses kognitif dimana seseorang mengintegrasikan persepsi, konsep ataupun pengalaman baru ke dalam skema atau pola yang sudah ada dalam pikirannya; proses menambahkan informasi baru ke dalam skema yang sudah ada. Proses ini bersifat subjektif, karena seseorang akan cenderung memodifikasi pengalaman atau informasi yang diperolehnya agar bisa masuk ke dalam skema yang sudah ada sebelumnya. Asimilasi dipandang sebagai suatu proses kognitif yang menempatkan dan mengklasifikasikan kejadian atau rangsangan baru dalam skema yang telah ada. Proses asimilasi ini berjalan terus. Asimilasi tidak akan menyebabkan perubahan/pergantian skemata melainkan perkembangan skemata. Asimilasi adalah salah satu proses individu dalam mengadaptasikan dan mengorganisasikan diri dengan lingkungan baru pengertian orang itu berkembang. Dalam contoh di atas, melihat burung kenari dan memberinya label “burung” adalah contoh mengasimilasi binatang itu pada skema burung si anak. b. Akomodasi Akomodasi, dalam menghadapi rangsangan atau pengalaman baru seseorang tidak dapat mengasimilasikan pengalaman yang baru dengan skemata yang telah dipunyai. Pengalaman yang baru itu bisa jadi sama sekali tidak cocok dengan skema yang telah ada. Dalam keadaan demikian orang akan mengadakan akomodasi. Akomodasi terjadi untuk membentuk skema baru

3. Teleologis Ilmu selain merupakan sebuah proses yang bersifat rasional dan kognitif. Dalam proses ini dapat pula terjadi pemunculan skema yang baru sama sekali. Proses penyesuaian tersebut dilakukan seorang individu karena ia ingin mencapai keadaan equilibrium. Menurut The World of Science Encyclopedia. teknik-teknik. dapat disimpulkan bahwa metode ilmiah pada umumnya menyangkut empat hal yakni: pola prosedural. sistem kognisi seseorang berubah dan berkembang sehingga bisa meningkat dari satu tahap ke tahap di atasnya. kognitif seseorang berkembang bukan karena menerima pengetahuan dari luar secara pasif tapi orang tersebut secara aktif mengkonstruksi pengetahuannya.yang cocok dengan rangsangan yang baru atau memodifikasi skema yang telah ada sehingga cocok dengan rangsangan itu. Apa itu metode ilmiah? Ada banyak definisi. Melalui kedua proses penyesuaian tersebut. metode ilmiah ialah prosedur yang digunakan oleh ilmuwan dalam mencari secara sistematis pengetahuan baru dan peninjauan kembali pengetahuan yang ada. Tetapi bila terjadi keseimbangan maka individu akan berada pada tingkat yang lebih tinggi daripada sebelumnya. Dari berbagai definisi yang pernah dikemukakan. melihat burung unta dan mengubah skemanya tentang burung sebelum memberinya label “burung” adalah contoh mengakomodasi binatang itu pada skema burung pada fikiran si anak. tetapi di sini kita cukup mengutip satu saja. dan alat-alat. Ilmu Sebagai Prosedur Ilmu sebagai prosedur berarti ilmu merupakan kegiatan penelitian yang menggunakan metode ilmiah. Ilmu melayani sesuatu tujuan tertentu yang diinginkan oleh setiap ilmuwan. yaitu berupa keadaan seimbang antara struktur kognisinya dengan pengalamannya di lingkungan. tata langkah. Tujuan ilmu itu dapat bermacam-macam sesuai dengan apa yang diharapkan oleh masing-masing ilmuwan. Akibat ketidaksetimbangan itu maka tercapailah akomodasi dan struktur kognitif yang ada yang akan mengalami atau munculnya struktur yang baru. Seseorang akan selalu berupaya agar keadaan seimbang tersebut selalu tercapai dengan menggunakan kedua proses penyesuaian di atas. Dengan demikian. yakni mengarah pada tujuan tertentu karena para ilmuwan dalam melakukan aktivitas ilmiah mempunyai tujuan-tujuan yang ingin dicapai. juga bercorak teleologis. Dalam contoh di atas. Dengan demikian. Akomodasi adalah bentuk penyesuaian lain yang melibatkan pengubahan atau penggantian skema akibat adanya informasi baru yang tidak sesuai dengan skema yang sudah ada. ilmu adalah aktivitas manusiawi yang bertujuan. Pertumbuhan intelektual ini merupakan proses terus menerus tentang keadaan ketidaksetimbangan dan keadaan setimbang (disequilibrium-equilibrium). Bila dalam proses asimilasi seseorang tidak dapat mengadakan adaptasi terhadap lingkungannya maka terjadilah ketidaksetimbangan (disequilibrium). Bagi Piaget adaptasi merupakan suatu kesetimbangan antara asimilasi dan akomodasi. C. Unsur yang termasuk dalam pola .

Dalam wujudnya ilmu dibagi ke dalam tiga bagian yaitu ilmu sebagai proses. yakni perbuatan melakukan sesuatu yang dilakukan oleh manusia. pemahaman. perumusan hipotesis. Berdasarkan uraian-uraian di atas. survai. komputer. meteran. perapian. induksi. Ciri verifikatif ilmu berarti bahwa tujuan yang ingin dicapai ilmu ialah kebenaran ilmiah. Sebagai sistem pengetahuan atau pengetahuan sistematis. memperoleh. Ilmu sebagai proses memiliki arti suatu aktivitas manusia. ilmu mempunyai obyek material dan obyek formal. wawancara. D. " BAB III PENUTUP A. dan analisa. obyektif. Dia mengatakan: " ilmu adalah rangkaian aktivitas manusia yang rasional dan kognitif dengan berbagai metode berupa aneka prosedur dan tata langkah sehingga menghasilkan kumpulan -pengetahuan yang sistematis mengenai gejala-gejala kealaman. dan selalu mendambakan berbagai tujuan yang berkaitan dengan ilmu. pengumpulan data. Ciri empiris mengandaikan pengamatan (observasi) atau percobaan (eksperimen). analitis. manusia dapat membuat ramalan dan menguasai alam. Unsur yang termasuk dalam tata langkah ialah penentuan masalah. ilmu berciri analitis artinya ilmu melakukan pemilahan-pemilahan atas pokok soal ke dalam bagian-bagian untuk mengetahui sifat dan hubungan bagianbagian tersebut. percobaan. sistematis. dan berbeda dari filsafat karena ciri empirisnya. ataupun melakukan penerapan. dan pemanasan. Obyek material sering disebut pokok soal (subject matter). memberikan penjelasan. kemasyarakatan. sebab hanya manusia yang memiliki kemampuan rasional dalam melakukan aktivitas kognitif yang menyangkut pengetahuan. dan verifikatif. sedangkan obyek material dinamakan titik perhatian (focus of interest) atau sikap pikiran (attitude of mind). Ciri sistematis berarti bahwa kumpulan pengetahuan-pengetahuan itu memiliki hubungan-hubungan ketergantungan dan teratur. Dalam arti ketiga ini. Ilmu berbeda dari pengetahuan karena ciri sistematis. atau keorangan untuk tujuan mencapai kebenaran. Kebenaran ini dapat berupa kaidah-kaidah atau azas-azas yang universal. Simpulan Ilmu hanya terdapat dan dimulai dari aktivitas manusia. dan pengujian hasil. Ilmu sebagai Produk Pengertian inilah yang paling sering digunakan. deduksi.ciri empiris. perhitungan. dan produk. Dengan demikian. pengukuran. Unsur yang termasuk dalam teknik-teknik antara lain questional. Lebih lazim. ilmu memiliki ciri. ilmu merupakan kumpulan pengetahuan sistematis yang merupakan produk dari aktivitas penelitian dengan metode ilmiah/ sebagai sistem pengetahuan. kesimpulan. Alat-alat yang digunakan antara lain timbangan. prosedur. ilmu arus berisi data yang menggambarkan secara tepat gejala-gejala.prosedural ialah pengamatan. obyek formal dinamakan sudut pandang. dan ilmu itu sendiri terdiri dari satu atau rangkaian aktivitas yang merupakan . Ciri obyektif ilmu berarti bahwa pengetahuan ilmiah bebas dari rasangka perseorangan (personal bias) dan pamrih pribadi. The Liang Gie memberikan definisi sebagai berikut tentang ilmu.

Buku Daras Filsafat Islam. yg mencakup Jenis-jenis sasaran. Prosedur. ciri-ciri pokok. bentuk-bentuk pernyataan. Judul dalam bahasa Inggris Philosophical Instructions: An Introduction to Contemporary Islamic Philosophy. Ke-3 Jujun. Psikologi dalam Filsafat Ilmu. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan. Kamus Besar Bahasa Indonesia. kognitif. Mizan.wangmuba. Sedangkan Ilmu sebagai prosedur atau ilmu sebagai metode ilmiah merupakan prosedur yang mencakup pikiran. Pembagian secara sistematis. Jakarta: Balai Pustaka. Makalah dalam Presentasi Ilmiah. 2007 Departemen pendidikan dan Kebudayaan. cet. dan teleologis. DAFTAR PUSTAKA Amsal Bakhtiar.sebuah proses yang bersifat rasional. Filsafat Ilmu Sebuah Pengantar Popuker. http://www. Pengantar Filsafat Ilmu. dan cara teknik untuk memperoleh kebenaran ilmiah. Sumantri. Jogjakarta: Liberty. 2002. Jakarta: PT. Terakhir yaitu ilmu sebagai produk bermakna pengetahuan ilmiah yg kebenarannya dapat diuji secara ilmiah. tata langkah. Muhammad Taqi Mishbah Yazdi.wordpress. pola kerja. Filsafat Ilmu. 1999 The Liang Gie. Raja Grafindo Persada. 06/10/2009 sumber : http://ardiansyahputera.com/07/10/2009. dan Produk. S.wikipedia.org/wiki/ilmu. Paradigma Ilmu sebagai Proses.com/2010/11/07/ilmu-sebagai-proses-dan-produk/ . Ragam-ragam proposisi. Bandung. 2000 Kunjtojo. 1996 http://www.

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Pengetahuan merupakan hasil proses dari usaha manusia untuk tahu. Berbedanya cara dalam mendapatkan pengetahuan tersebut serta tentang apa yang dikaji oleh pengetahuan tersebut membedakan antara jenis pengetahuan yang satu dengan yang lainnya. Pengetahuan dikembangkan manusia disebabkan dua hal utama yakni, pertama, manusia mempunyai bahasa yang mampu mengkomunikasikan informasi dan jalan pikiran yang melatarbelakangi informasi tersebut. Kedua adalah kemampuan berpikir menurut suatu alur kerangka berpikir tertentu. Secara garis besar cara berpikir seperti ini disebut penalaran. Penalaran merupakan suatu proses berpikir dalam menarik sesuatu kesimpulan yang berupa pengetahuan. Agar pengetahuan yang dihasilkan penalaran itu mempunyai dasar kebenaran maka proses berpikir itu harus dilakukan melalui suatu cara tertentu. Suatu penarikan kesimpulan baru dianggap sahih (valid) kalau proses penarikannya dilakukan menurut cara tertentu tersebut. Cara penarikan kesimpulan ini disebut logika, di mana logika secara luas dapat didefinisikan sebagai “pengkajian untuk berpikir secara sahih”. Pengetahuan banyak jenisnya, salah satunya adalah ilmu. Ilmu merupakan bagian dari pengetahuan yang objek telaahnya adalah dunia empiris dan proses pendapatkan pengetahuannya sangat ketat yaitu menggunakan metode ilmiah. Ilmu menggabungkan logika deduktif dan induktif, dan penentu kebenaran ilmu tersebut adalah dunia empiris yang merupakan sumber dari ilmu itu sendiri. 1.2. Rumusan Masalah 1. 2. Bagaimana sifat-sifat ilmu pengetahuan ? Apa yang dimaksud filsafat ilmu sebagai proses, prosedur, dan produk ?

1.3. Tujuan Masalah Tujuan yang ingin dicapai oleh pemakalah dari materi ini antara lain ialah : Para pendengar dan pembaca wabil khusus pemakalah sendiri dapat memahami dari rumusan- rumusan masalah yang ada. BAB II PEMBAHASAN 2.1. Sifat-sifat Ilmu Pengetahuan Sejarah membuktikan, bahwa dengan metode ilmu, akan membawa manusia kepada kemajuan

dalam pengetahuannya. Kemajuan dalam pengetahuan yang dihasilkan oleh ilmu itu memungkinkan, karena beberapa sifat, atau cirri khas yang dimiliki oleh ilmu. Dalam hal ini, Randall mengemukakan beberapa ciri umum daripada ilmu, di antaranya ialah: 1. Hasil ilmu sifatnya akumulatif dan merupakan milik bersama. Artinya, hasil daripada ilmu yang telah lalu dapat dipergunakan untuk penyelidikan dan penemuan hal-hal yang baru, dan tidak menjadi monopoli bagi yang menemukannya saja, setiap orang dapat menggunakan, memanfaatkan hasil penyelidikan atau hasil penemuan orang lain. 2. Hasil ilmu, kebenarannya tidak mutlak, dan bisa terjadi kekeliruan, karena yang menyelidikinya adalah manusia. Namun yang perlu diketahui, kesalahan-kesalahan itu bukan karena metodenya, melainkan terletak pada manusia yang menggunakan metode tersebut. 3. Ilmu itu objektif, artinya prosedur cara penggunaan mtode ilmu tidak tergantung kepada yang menggunakannya, tidak tergantung kepada pemahaman secara pribadi. Berbeda dengan prosedur otoritas dan intuisi, yang tergantung kepada pemahaman secara pribadi. Selanjutnya, Ralph Ross dan Ernest Van den Hagg yang disunting oleh Prof. Drs. Harsojo, mengemukakan ciri-ciri umum daripada ilmu, yaitu: 1. Bahwa ilmu itu rasional 2. Bahwa ilmu itu Bersifat empiris 3. Bahwa ilmu itu Umum 4. Bahwa ilmu itu Akumulatif Ilmu dikatakan rasional, karena ilmu merupakan hasil dari proses berpikir dengan menggunakan akal, atau hasil berpikir secara rasional. Pada umumnya, orang-orang menggolongkan filsafat itu pasti ke dalam ilmu-ilmu pengetahuan. Walaupun filasafat iu muncul sebagai salah satu ilmu pengetahuan, akan tetapi ia mempunyai struktur tersendiri dan tidak dapat begitu saja dianggap sebagai “ilmu pengetahuan”. Tentu saja sedikit banyak bagi setiap ilmu pengetahuan berlaku, bahwa ilmu itu mempunyai struktur dan karakteristik tersendiri. Studi tentang ilmu kedokteran adalah sesuatu yang berbeda sekali dengan sejarah kesenian, dan ilmu pasti/matematika sesuatu yang berlainan sekali dengan ilmu pendidikan. Akan tetapi untuk filsafat, hal yang “tersendiri” ini berlaku dengan cara yang dasarnya lain[1]. 2.2. Filsafat Ilmu Sebagai Proses, prosedur dan produk Sebelum kami membahas atau menguraikan filsafat ilmu sebagai proses sedikit kami paparkan

atau kami uraikan terlebih dahulu tentang filsafat itu sendiri,karna kita tidak akan mungkin bisa memahami filsafat ilmu sebagai proses, prosedur dan produk, kalau kita belum memahami filsafat itu sendiri. Menurut Harold H. Titus, filsafat adalah suatu usaha memahami alam semesta, maknanya dan nilainya. Apabila tujuan ilmu adalah kontrol, dan tujuan seni adalah kreativitas, kesempurnaan, bentuk keindahan komunikasi danekspresi, maka tujuan filsafat adalah pengertian dan kebijaksanaan (understanding and wisdom). Dr Oemar A. Hoesin mengatakan: Ilmu memberi kepada kita pengatahuan, dan filsafat memberikan hikmah. Filsafat memberikan kepuasan kepada keinginan manusia akan pengetahuan yang tersusun dengan tertib, akan kebenaran. S. Takdir Alisyahbana menulis dalam bukunya: filsafat itu dapat memberikan ketenangan pikiran dan kemantapan hati, sekalipun menghadapi maut. Dalam tujuannya yang tunggal (yaitu kebenaran) itulah letaknya kebesaran, kemuliaan, malahan kebangsawanan filsafat di antara kerja manusia yang lain. Kebenaran dalam arti yang sedalamdalamnya dan seluas-luasnya baginya, itulah tujuan yang tertinggi dan satu-satunya. Bagi manusia, berfilsafat itu bererti mengatur hidupnya seinsaf-insafnya, senetral-netralnya dengan perasaan tanggung jawab, yakni tanggung jawab terhadap dasar hidup yang sedalam-dalamnya, baik Tuhan, alam, atau pun kebenaran. Radhakrishnan dalam bukunya, History of Philosophy, menyebutkan: Tugasfilsafat bukanlah sekadar mencerminkan semangat masa ketika kita hidup, melainkan membimbingnya maju. Fungsi filsafat adalah kreatif, menetapkan nilai, menetapkan tujuan, menentukan arah dan menuntun pada jalan baru. Filsafat hendaknya mengilhamkan keyakinan kepada kita untuk menompang dunia baru, mencetak manusia-manusia yang menjadikan penggolongan-penggolongan berdasarkan ‘nation’, ras, dan keyakinan keagamaan mengabdi kepada cita mulia kemanusiaan. Filsafat tidak ada artinya sama sekali apabila tidak universal, baik dalam ruang lingkupnya maupun dalam semangatnya. Studi filsafat harus membantu orang-orang untuk membangun keyakinan keagamaan atas dasar yang matang secara intelektual. Filsafat dapat mendukung kepercayaan keagamaan seseorang, asal saja kepercayaan tersebut tidak bergantung pada konsepsi para ilmiah yang usang, yang sempit dan yang dogmatis. Urusan (concerns) utama agama ialah harmoni, pengaturan, ikatan, pengabdian, perdamaian, kejujuran, pembebasan, dan Tuhan. Berbeda dengan pendapat Soemadi Soerjabrata, yaitu mempelajari filsafat adalah untuk mempertajamkan pikiran, maka H. De Vos berpendapat bahwa filsafat tidak hanya cukup diketahui, tetapi harus dipraktekkan dalam hidup sehari-sehari. Orang mengharapkan bahwa filsafat akan memberikan kepadanya dasar-dasar pengetahuan, yang dibutuhkan untuk hidup secara baik. Filsafat harus mengajar manusia, bagaimana ia harus hidup secara baik. Filsafat harus mengajar manusia,

bagaimana ia harus hidup agar dapat menjadi manusia yang baik dan bahagia. pola kerja. 3. maupun metafisik (hakikatkeaslian). ilmiah. baik dalam logika (kebenaran berpikir). ciri- mencakup pikiran. etika (berperilaku). Pembagian secara sistematis . bentuk-bentuk pernyataan c. yang mencakup: ciri pokok e. tata langkah. yaitu: Filsafat ilmu sebagai prosedur atau ilmu sebagai metode ilmiah merupakan prosedur yang Filsafat ilmu sebagai produk adalah pengetahuan ilmiah yg kebenarannya dapat diuji secara a. 2. b. Dapat dipergunakan untuk menjelaskan Dapat dipergunakan untuk memprediksi dapat dipergunakan mengendalikan. a. Ragam-ragam proposisi d. Filsafat ilmu sebagai proses merupakan aktivitas penelitian yang dilakukan berdasarkan Mencapai kebenaran. Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa tujuan filsafat adalah mencari hakikat kebenaran sesuatu. pemikiran secara matang dan diarahkan pada pencapaian tujuan. Jenis-jenis sasaran b. d. dan cara teknik untuk memperoleh kebenaran ilmiah. Dari uraian diatas dapat kita simpulkan bahwa : 1. c.

tata langkah.Bumi Aksara.Salam Burhanuddin.Pengantar Filsafat. atau cirri khas yang dimiliki oleh ilmu. bentuk-bentuk pernyataan c.1.Jakarta . karena beberapa sifat. yang mencakup: a. Ragam-ragam proposisi d.PT. Susanto Ahmad. Mencapai kebenaran b. pengatar filsafat. pola kerja. Dapat dipergunakan mengendalikan. dan cara teknik untuk memperoleh kebenaran ilmiah. Filsafat ilmu sebagai produk adalah pengetahuan ilmiah yg kebenarannya dapat diuji secara ilmiah. Filsafat ilmu sebagai proses merupakan aktivitas penelitian yang dilakukan berdasarkan pemikiran secara matang dan diarahkan pada pencapaian tujuan. Pembagian secara sistematis DAFTAR PUSTAKA Drs. bahwa dengan metode ilmu. . PT. Kemajuan dalam pengetahuan yang dihasilkan oleh ilmu itu memungkinkan. Dapat dipergunakan untuk memprediksi d.Bandung Drs.BAB III PENUTUP 3. M. Kesimpulan Sejarah membuktikan. akan membawa manusia kepada kemajuan dalam pengetahuannya. PT. Filsafat ilmu sebagai prosedur atau ilmu sebagai metode ilmiah merupakan prosedur yang mencakup pikiran. filsafat ilmu. yaitu: a. Jakarta Inu Syafiie Kencana. 2012. Dapat dipergunakan untuk menjelaskan c. ciri-ciri pokok e. . Jenis-jenis sasaran b.Repika Aditama . Bumi Aksara.Pd.

Kattasoff. Yogyakarta Suhartono Suparlan.html .2004.Filsafat Umum.:Tiara Wacana .:Ar-Ruzz Media 194 Jogjakarta Louis o.Tiara Wacana. Pengantar filsafat.Ahmad Tafsir 1990. Filsafat Ilmu pengetahuan.2004. 2005.Yogyakarta sumber : http://arshabibisarro. Bandung Kattasoff .com/2013/03/filsafat-ilmu-sebagai-proses. pengantar filsafat.blogspot.O Louis.

Perumusan hipotesis : jawaban sementara terhadap pertanyaan yang diajukan yang materinya merupakan kesimpulan dari kerangka berpikir 4. ilmu pengetahuan merupakan hasil yang sudah jadi. d. • Sedangkan kata kerja. ilmu pengetahuan adalah proses yang melibatkan ilmuwan dalam mencapai kebenaran.METODE ILMU PENGETAHUAN • Menurut J. Penyusunan kerangka berpikir dalam pengajuan hypothesis : kerangka berpikir ini disusun secara rasional berdasarkan premis premis ilmiah yang telah teruji kebenarannya dengan memperhatikan factor factor empiris yang relevan dengan permasalahnnya. Pengujian hipotesis : pengumpulan fakta fakta yang relevan dengan hipotesis yang diajukan 5. Merumuskan hipotesis  setelah melakukan analisis kemudian mengajukan sebuah hipotesis yang berfungsi untuk menjelaskan sebab dari masalah tersebut. Penarikan kesimpulan : penilaian dari hipotesis apakah diterima atau ditolak. Conant dalam bukunya Understanding Science. Sebagai kata kerja ilmu pengetahuan adalah metode. Jadi ilmu merupakan pengetahuan yang didapatkan lewat metode ilmiah. Untuk itu. Dengan cara membuat berbagai prediksi . SKEMA METODE ILMIAH • Langkah langkah dari proses logico-hypothetico-verifikasi : 1. c. adalah cara.untuk membuktikan apakah sebab yang menjadi dugaan dalam hipotesis tadi memang terbukti benar. Perumusan masalah atau identifikasi masalah  munculnya suatu masalah b. 2. Metode ilmiah merupakan penggabungan cara berpikir deduktif dan cara berpikir induktif dalam membangun tubuh pengetahuannya. adalah kegiatan yang dipraktekkan. Pengujian hipotesis  untuk menguji lebih lanjut kebenaran hipotesis dapat dilakukan dengan penelitian dan percobaan lebih lanjut.B. METODE INDUKSI • Metode berpikir induktif dimana cara berpikir dilakukan dengan cara menarik suatu kesimpulan yang bersifat umum dari berbagai kasus yang bersifat individual. • Cara kerjanya dengan memulai dengan penelitian untuk mengamati berbagai fenomena dan mengumpulkan berbagai fakta dan data kemudian dievaluasi untuk bisa melahirkan kesimpulan umum tertentu. penalaran secara induktif dimulai dengan mengemukakan pernyataan-pernyataan yang mempunyai ruang yang kusus dan terbatas dalam menyusun argumentasi yang diakhiri dengan pernyataan yang bersifat umum. Sebagai kata benda. Bila prediksi . ilmu pengetahuan dapat dilihat dari kata benda ataupun kata kerja. • Langkah – langkah metode induksi : a. 3. Perumusan Masalah : mengenai obyek empiris yang jelas batasan batasannya serta dapat diidentifikasikan factor factor yang terkait didalamnya. Penyusunan kerangka berpikir  pengamatan dan mengumpulkan data pada gejala – gejala yang menimbulkan suatu masalah serta mengumpulkan berbagai fakta yang yang diduga dapat menjelaskan masalah tersebut kemudian dianalisis. • Metode ilmiah adalah cara yang dilakukan ilmu dalam menyusun pengetahuan yang benar. Penalaran secara induktif dimulai dengan mengemukakan pernyataan-pernyataan yang mempunyai ruang lingkup yang khas dan terbatas dalam menyusun argumentasi yang diakhiri dengan pernyataan yang bersifat umum • Induksi adalah cara kerja ilmu pengetahuan yang bertolak dari sejumlah proposisi tunggal atau particular tertentu untuk menarik kesimpulan umum tertentu.

Pengujian hipotesis KESIMPULAN • Induksi dan deduksi saling berdampingan. Terdapat satu bukti rasional bahwa penalaran induktif bisa jadi menghasilkan kesimpulan yang berbahaya dan salah kaprah. Untuk turun ke lapangan dan melakukan penelitian tidak harus memliki konsep secara canggih tetapi cukup mengamati lapangan dan dari pengamatan lapangan tersebut dapat ditarik generalisasi dari suatu gejala. Keduanya selalu bersama-sama dan saling memuat. memprediksi. • Berpikir deduksi memeberikan sifat yang rasional kepada pengetahuan ilmiah dan bersifat konsisten dengan pengetahuan yang telah dikumpulkan sebelumnya. dan mengontrol sesuatu. Perumusan hipotesis 5. Jika tidak perlu diajukan hipotesis baru dengan mengumpulkan fakta dan data tambahan . Namun tidak semua hal bisa dipercaya dengan melakukan penalaran induktif. Perumusan masalah 2. Kesimpulan merupakan pengetahuan yang didapat dari penalaran deduktif berdasarkan kedua premis tersebut . • Kelebihan penalaran induktif 1. Penalaran induktif memang membantu kita dalam memahami. • Kelemahan penalaran induktif 1. Induksi tidak dapat ada tanpa deduksi. Pengetahuan kita yang bersumber dari penalaran atau pemikiran induktif bisa jadi salah. 2. METODE DEDUKSI • Deduksi adalah cara berpikir dimana dari pernyataan yang bersifat umum ditarik kesimpulan yang bersifat khusus. Deduksi selalu diawali oleh induksi. Pernyataan yang mendukung silogismus disebut premis yang kemudian dapat dibedakan sebagai premis mayor dan premis minor. Khasanah pengetahuan ilmiah 3. 3. induksi biasanya mendahului deduksi. DAFTAR PUSTAKA . Dalam konteks ini.mendukung hipotesis maka hipotesis tersebut diterima sebagai benar . bila diterima secara terus – menerus maka diterima sebagai hukum ilmiah . • Deduksi adalah proses menarik prediksi-prediksi dari suatu hipotesis. Dalam proses memperoleh ilmu pengetahuan. • Langkah – langkah metode deduksi : 1. Suatu alat generalisasi dari pemikiran kita untuk kemudian dijadikan suatu pegangan umum atas kejadiaan tertentu. teori bukan merupakan persyaratan mutlak tetapi kecermatan dalam menangkap gejala dan memahami gejala merupakan kunci sukses untuk dapat mendiskripsikan gejala dan melakukan generalisasi. Jadi baik berpikir deduktif maupun berpikir induktif diperlukan dalam proses pencarian pengetahuan yang benar. Penyusunan kerangka berpikir 4. Penarikan kesimpulan secara deduktif biasanya mempergunakan pola berpikir silogismus yang secara sederhana digambarkan sebagai penyusunan dua buah pernyataan dan sebuah kesimpulan. 2. Sedangkan dalam logika biasanya deduksilah yang terutama dibicarakan lebih dulu.

[2] ABSTRAK Penelitian adalah kegiatan memperoleh data dengan menggunakan metode ilmiah guna mencapai tujuan tertentu. apa saja.Jujun S Suriasumantri . baik itu berupa informasi tertulis semisal jawaban angket atau tes. dan sebagainya.html PENELITIAN DENGAN LOGICO-HYPOTHETICO-VERIFIKASI[1] Ahmad Rohani HM.html sumber : http://tugaskuliahanakmenej. keterangan responden penelitian.com/2009/12/penalaran-induktif-kajian-filsafat.com/2011/04/filsafat-dan-ilmu-pengetahuanmetode. http://zolopox. Ilmu Pengetahuan . fakta sejarah. Filsafat Ilmu Sony Keraf . Yang dimaksud data dalam penelitian. Sebuah Tinjauan Filosofis. Data penelitian harus baik cirinya .blogspot. segala hal yang relevan dengan kebutuhan penelitian.blogspot.

merupakan gabungan antara logika deduktif (rasional) dan logika induktif (empirik). penelitian harus melibatkan metode ilmiah yaitu cara-cara khusus dalam menyelidiki atau memecahkan masalah. apa saja. dan mengembangkan pengetahuan tertentu. terlebih lagi para mahasiswa. angket. pengamatan. Bahwa sifat umum data penelitian harus objektif. antara lain: objektif. apakah wawancara. Karena kegiatan penelitian itu sebagai kegiatan ilmiah. Berdasarkan ketiga pengelompokkan tujuan penelitian ini. Sifat umum lain dari data penelitian adalah valid (shahih. secara iteratif. METODE ILMIAH. Yang dimaksud data dalam penelitian. reliabel yang hanya diperoleh dengan alat pengumpulan data yang baik pula. DATA. PENDAHULUAN Penelitian adalah kegiatan memperoleh data dengan menggunakan metode ilmiah guna mencapai tujuan tertentu. dan tujuan tertentu kesemuanya dalam konteks penelitian. valid. Tafsiran yang sama ini umumnya terjadi dalam penelitian kuantitatif. Sebagai kegiatan ilmiah. Data yang baik itu memiliki sifat-sifat umum. Jika alat pengumpul data itu tes misalnya. Berdasarkan pengertian ini. maka tes sebagai instrumen pengumpul data harus memiliki kualifikasi tertentu sebagai tes yang baik. Sebagai catatan. metode ilmiah. segala hal yang relevan dengan kebutuhan penelitian. DATA PENELITIAN Hakikat penelitian adalah pemerolehan data yang dengan menggunakan teknik-teknik tertentu. maka data yang dimaksud haruslah data yang baik. fakta sejarah. reliabel. STATISTIK INFERENSIAL. Selanjutnya diibahas agak mendalam mengenai logico-hypotheticoverifikasi yang merupakan logika berfikir dalam penelitian kuantitatif positivistik. dan lain-lain. dalam bahasan berikut uraian lebih difokuskan pada penelitian kuantitatif dalam perspektif positivistik yang lazim dilakukan dalam penelitian-penelitian kealaman maupun penelitian-penelitian behavioral yang umumnya menggunakan paradigma positivistik. Dalam penelitian kualitatif sering terjadi tafsiran (pemaknaan) data yang subjektif. secara umum. Setiap metode ilmiah. tetapi hingga saat ini belum tercapai kata sepakat bentuk merger dimaksud[3].antara lain objektif. tidak . KATA-KATA KUNCI : PENELITIAN. dan sebagainya. Metode ilmiah merupakan prosedur dalam mendapatkan pengetahuan yang disebut ilmu melalui kegiatan berfikir. terutama di kalangan peneliti pemula. tujuan penelitian dapat dikelompokkan menjadi 3 hal utama yaitu untuk menemukan. HIPOTESIS. dan kebanyakan digunakan dalam penelitian-penelitian kuantitatif. Antara penelitian kuantitatif dan penelitian kualitatif memang umumnya berbeda paradigma dan perspektifnya. implikasinya adalah setiap temuan-temuan atau hasil-hasil penelitian harus dapat digunakan untuk menjawab tujuan-tujuan yang dimaksud. keterangan responden penelitian. serta sifat-sifat lain yang bersifat khusus terkait dengan kualifikasi sesuatu teknik atau alat pengumpulan data. baik itu berupa informasi tertulis semisal jawaban angket atau tes. artinya data penelitian yang diperoleh dan disajikan memiliki tafsiran yang sama bagi siapa saja yang yang berkepentingan dengan data dimaksud. terdapat 3 hal pokok yang perlu dijelaskan yaitu: data. cermat)[4]. Kenyataan sering terjadi. membuktikan. mereka mengumpulkan sejumlah data yang tidak tepat. sekalipun dalam perkembangan kemudian telah ada upaya untuk memergerkan di antara keduanya. dengan pengertian bahwa adanya ketepatan antara data yang terkumpul dengan data pada objek yang sesungguhnya terjadi[5]. bahwa ketika melakukan kegiatan penelitian. Perumusan tujuan penelitian harus relevan dengan rumuman permasalahan penelitian. Ketiga hal inilah yang dibahas dalam uraian berikut. Metode ilmiah itu sendiri dikenal sebagai proses logico-hypothetico-verifikasi atau perkawinan yang berkesinambungan antara deduksi dan induksi. Penelitian dengan logika verifikasi hipotesis umumnya penelitian yang menggunakan paradigma positivisme. Sementara itu. valid.

muncul istilah teknis yang berupa data primer dan data sekunder. betapapun kekuatan berfikir deduktif kalau tidak didukung dengan kebenaran faktual-empirik belum dapat dinyatakan sebagai ilmiah. implikasinya adalah setiap temuan-temuan atau hasil-hasil penelitian harus dapat digunakan untuk menjawab tujuan-tujuan yang dimaksud. Definisi ini mengandung maksud bahwa kegiatan penelitian adalah kegiatan ilmiah. membuktikan. tujuan penelitian dapat dikelompokkan menjadi 3 hal utama yaitu untuk menemukan. Setiap metode ilmiah. Metode ilmiah merupakan ekspresi mengenai cara bekerja pikiran. Larrabee (1964) dinyatakan sebagai perkawinan yang berkesinambungan antara deduksi dan induksi. Ketika ditanyakan kepada mereka yang dimaksud data primer sebagai data pokok (terkait langsung dengan masalah penelitian) sedangkan data sekunder adalah data penunjang. metode ilmiah merupakan gabungan dari logika deduktif-rasional dan logika induktif-empirik. dan mengembangkan pengetahuan tertentu[13]. pelengkap (umumnya tak terkait dengan permasalahan penelitian). Dalam kaitan ini metode ilmiah sering dikenal sebagai proses logico-hypothetico-verifikasi (Jujun S. logika rasional dan logika empirik[12]. Artinya. hipotetik. dugaan mengenai kebenaran yang bersifat sementara. dan sejenisnya adalah contoh data yang seringkali tidak relevan tetapi dikumpulkan dengan susah-payah oleh peneliti pemula. Struktur organisasi sekolah. Penelitiannya dipandang sebagai penelitian yang tidak bermutu dan tidak mengarah. Berdasarkan ketiga pengelompokkan tujuan penelitian ini. Data yang demikian adalah contoh data yang tidak valid[8]. Dalam kasus yang demikian. Dalam hal data yang kedua inilah yang justru membebani dan mengaburkan kegiatan penelitian itu sendiri[7]. maka data yang terkumpul pun akan reliabel[9]. prasarana dan sarana sekolah. Sifat umum ketiga dari data adalah reliabel yaitu konsisten dalam arti data yang diperoleh untuk kepentingan penelitian itu seandainya dilakukan recheck berkali-kali perolehan datanya akan relatif sama. pembuktian nyata. sering disebut sebagai logika deduktif dan logika induktif. induktifempirik merupakan kebutuhan. hipotesis itu merupakan sebuah kesimpulan berfikir deduktif-rasional. penelitian yang bermutu dan mengarah . dalam hal ini adalah cara berfikir deduktif dan induktif. Jika instrumennya memenuhi kualifikasi sebagai alat ukur yang baik. Metode ilmiah adalah cara-cara khusus dalam menyelidiki atau memecahkan masalah[10]. mencocokkan dengan fakta-fakta atau fenomena-fenomena empirik yang terjadi.Suriasumantri. mahasiswa. penelitian adalah kegiatan memperoleh data dengan menggunakan metode ilmiah guna mencapai tujuan tertentu. Hasil berfikir rasional yang menggunakan logika deduktif-rasional sifatnya belum final. Maka. Secara umum. Kejadian yang demikian berarti mubadzir alias muspro. Kegiatan berfikir yang prosedural untuk mendapatkan pengetahuan yang benar itu diperlukan cara-cara tertentu. atau menurut Tyndall dalam Harold A. METODE ILMIAH DALAM PENELITIAN Sebagaimana didefinisikan di atas. Itulah sebabnya. maka temuan-temuan hasil penelitian itu menjadi bias dan tidak bermakna. Metode ilmiah merupakan prosedur dalam mendapatkan pengetahuan yang disebut ilmu melalui kegiatan berfikir[11]. Sehubungan dengan hal ini. logika ilmiah merupakan gabungan antara logika deduktif (rasional) dan logika induktif (empirik). Temuan-temuan atau hasil-hasil penelitian yang tidak dapat menjawab atau memenuhi tuntutan dari tujuan tertentu penelitian yang umumnya telah dirumuskan ketika menyusun proposal penelitian. setidaknya karena ia secara metodologik melibatkan metode ilmiah. 1993). guna "menginterogasi". Reliabilitas data penelitian sangat tergantung pada alat atau instrumen pengumpul data. Karena. TUJUAN PENELITIAN Bahwa setiap kegiatan penelitian memiliki tujuan tertentu sebagaimana disebutkan dalam definisi penelitian itu sendiri.relevan dengan permasalahan dan tujuan penelitian[6].

iteratif. dalam kerangka ini. untuk analisis parametrik dituntut pemenuhan beberapa asumsi atau persyaratan misalnya sampel harus diambil secara random. Realisme Baru menuntut adanya "teori terkonstruk" (Thomas Kuhn. Dalam kaitan ini untuk menguji validitas teori atas data empirik digunakan uji verifikasi. Logika deduktif probabilistik merupakan ragam kedua dari penelitian yang menggunakan paradigma kuantitatif. dan sebagainya[22]. Konstruk proposisi dalam logika ini adalah silogisme inferensi. Logika penelitian yang keempat adalah inferensi logik kuantitatif. atau persamaan linier. Bangunan konseptualisasi itu sebagian bisa menggunakan tata berfikir linier-inferensial. Relasi X dan Y adalah simbol dari relasi jenis X dan jenis Y. Penelitian yang bertujuan untuk menemukan atau mengembangan sesuatu (teori atau pengetahuan) yang baru umumnya terjadi pada penelitian-penelitian murni atau penelitian dasar yang tidak begitu peduli apakah temuannya itu secara praktis dapat langsung bermanfaat atau tidak.adalah penelitian yang mengacu dan berangkat dari tujuannya yang telah dirumuskan sebelumnya. instrumen pengumpul datanya harus memiliki validitas (terutama validitas konstrak) dan reliabilitas yang memadai. dan metode ilmiah itu sendiri dikenal sebagai proses logico-hypothetico-verifikasi atau perkawinan yang berkesinambungan antara deduksi dan induksi. atau mengevaluasi (verifikasi) suatu teori yang telah ada dalam rangka memecahkan sesuatu atau beberapa permasalahan disebut sebagai penelitian terapan[15]. analisis varian. logika deduktif probabilistik. Penelitian dengan logika verifikasi hipotesis umumnya penelitian yang menggunakan paradigma positivisme[16]. Realisme menuntut pembuktian kebenaran yang didukung oleh teori dan empiri. Tujuan penelitian itu sendiri ketika dirumuskan harus relevan dengan rumusan permasalahan[14]. Logika ini digunakan oleh Realisme Baru[21]. dalam kerangka berfikir ilmiah (berfikir dengan menggunakan metode ilmiah). homogen. keduanya digunakan secara silih-berganti[19]. korelasi ganda. atau logika quantum. LOGICO-HYPOTHETICO-VERIFIKASI Di atas telah dinyatakan. Ini berlaku misalnya dalam analisis regresi. holografik. persamaan kubik. Model uji inferensi dengan logika kuantitatif tepat digunakan jika peneliti menggunakan paradigma positivistik. sudah pasti melibatkan logika atau cara berfikir yang sahih baik logika dedukatif maupun logika induktif. realisme baru. logika paradigmatik uji inferensi. dan inferensi logik kuantitatif[20]. Sementara penelitian yang bertujuan untuk menerapkan. lebih jauh lagi jika menggunakan paradigma lainnya seperti postpositivistik rasionalistik. Dalam penelitian kuantitatif. Laudan) dan "empiri terkonstruk" (Hacking). dan kebanyakan digunakan dalam penelitian-penelitian kuantitatif[17]. distribusi data harus normal. linier. kegiatan penelitian (yang benar) sebagai kegiatan ilmiah selalu menggunakan metode ilmiah yang merupakan gabungan dari logika deduktif-rasional dan logika induktif-empirik. thermostatik. Ragam ketiga dari logika penelitian adalah logika paradigmatik: uji inferensi logik kuantitatif. Kembali kepada hakikat penelitian sebagai kegiatan ilmiah yang menggunakan metode ilmiah . Lakatos. setidaknya dikenal 4 logika yaitu: logika induktif probabilistik. Relasinya dapat disajikan dalam persamaan kuadratik. Dalam penelitian dengan logika verifikasi[18] hipotesis. menguji. knowing dan being. Dalam kaitan itu. Untuk dapat menggunakan logika ini sebagai alat membuat inferensi dapat dilakukan dengan cara: Kita membangun konseptualisasi teoretik yang open ended (meberi peluang koreksi atau pengembangan) yang ditata atas skema atau paradigma pemikiran kita. Eksistensi keduanya harus saling mendukung. Proposisi dalam logika matematik disusun berdasarkan proiposisi yang menyatakan adanya relasi antar jenis. Inferensi yang valid adalah inferensi yang didasarkan pada relasi transitif. Logika induktif probabilistik digunakan dalam logika matematik paradigma positivisme.

Untuk ini. misalnya 95% (dalam penelitian behavioral) atau 99% atau kurang dari itu (dalam penelitian kealaman). ketika proses uji hipotesis maka diperlukan konstruk empirik yang kuat dalam arti diperlukan data-data yang objektif. valid. ketika melakukan uji statistik umumnya peneliti dituntut untuk menentukan terlebih dahulu berapa derajat keyakinan yang dipakai. Untuk ini analisis data selalu melibatkan analisis statistik guna uji hipotesis. Ketika menurunkan hipotesis untuk diuji. maka hasil inferensinya (generalisasinya) kuat dan kokoh. Hasil ujinya. Dalam penelitian kuantitatif berparadigma positivisme metode (logika) ilmiah dikenal sebagai proses logico-hypothetico-verifikasi atau perkawinan yang berkesinambungan antara deduksi dan induksi. hipotesis korelasional. Uji hipotesis adalah uji statistik. konstruk teori harus dibangun kuat sehingga turunan ke rumusan hipotesis benarbenar siap uji secara verifikatif dengan harapan hasil uji hipotesis dapat memperkuat bangunan konstruk teori. hasil inferensi atau kesimpulan untuk generalisasinya sifatnya probabilistik. Kekuatan hasil uji hipotesis ini sangat tergantung pada penggunaan alat uji statistiknya. Karena itu penelitian yang melibatkan hipotesis adalah penelitian kuantitatif dengan melibatkan statistik. Tetapi jika alat uji statistiknya nonparametrik. Kerja penelitian dengan cara membangun konstruk teori hingga penurunan hipotesis merupakan cara kerja deduktif (meski dalam membangun tata berfikir teoretik bisa saja menggunakan logika deduktif-induktif). kemungkinan yang disertai dengan keyakinan tertentu atau derajat kepercayaan tertentu. dan reliabel dengan menggunakan instrumen yang baik. hasil-hasil penelitian (hasil-hasil uji hipotesis) yang menggunakan alat uji statistik nonparametrik kurang begitu diyakini adanya[26]. sebab alat uji statistik nonparametrik memiliki beberapa kelonggaran asumsi atau persyaratan uji di antaranya tidak menggunakan bentuk distribusi peluang ( free distribution). sedangkan cara kerja membangun konstruk empirik yang kemudian digunakan untuk uji hipotesis merupakan cara kerja induktif verifikatif. Karena itu.dengan logika iteratif. atau hipotesis komparasional. Kesimpulan inferensial . jika hipotesis nol[24] (yang diuji dalam uji statistik) ditolak secara signifikan kesimpulan dan pemaknaan kemudian adalah generalisasi dari sampel ke populasi dan verifikasi teori dengan pernyataan bahwa konstruk teori yang dibangun benar adanya dan terdukung oleh konstruk empirik[25]. Derajat keyakinan yang demikian dalam ilmu statistik disebut sebagai level of significance. karena itu uji statistik hanya ada dalam penelitian sampel yang hendak menguji ukuran populasi yang namanya parameter). Uji hipotesis adalah uji statistik artinya hipotesis diuji dengan teknik analsisis statistik (statistik itu sendiri adalah ukuran sampel atau menurut Djemari Mardapi disebut deskripsi numerik tentang sampel[23]. Dalam konteks uji hipotesis tentu paradigma kuantitatif yang dipilih. maka sesungguhnya logika verifikasi hipoetsis itu juga menggunakan logika iteratif. Dalam logika verifikasi hipotesis digunakan statistik inferensial sebagai cara kerja uji hipotesis guna menghasilkan kesimpulan. ia harus didukung dengan data yang objektif. dan uji statistik itu bersifat probabilistik. Karena itu dalam logika inferensi untuk uji hipotesis selalu bersifat probabilistik (dengan syarat data yang diambil harus dilakukan secara random. logika hipotesis verifikasi adalah logika keilmuan (ilmiah) yang iteratif yakni melibatkan logika deduktifinduktif. SIMPULAN Bahwa penelitian adalah kegiatan ilmiah dengan melibatkan metode ilmiah dan memiliki tujuan tertentu sesuai dengan karakteristik penelitian itu sendiri. Mengapa. Jika alat uji statistiknya parametrik. Uji hipotesis itu sendiri sering disebut uji statistik. secara iteratif. di mana antara deduktif dana induktif digunakan silih berganti. valid dan reliabel sehingga mendukung proses pengujian hipotesis. Dengan demikian. Hipotesisnya bisa berupa hipotesis deskriptif (univariat). Agar hasial penelitian akuntabel. Metode ilmiah merupakan prosedur dalam mendapatkan pengetahuan yang disebut ilmu melalui kegiatan berfikir dengan menggunakan logika ilmiah yaitu gabungan antara logika deduktif (rasional) dan logika induktif (empirik). Dalam kaitan ini. probabilistik). hasil inferensinya masih lemah.

Cet. melalui. (2000). Sementara itu. William. Sugiyono. Majalah Ilmiah FAI UNISSULA. Rake Sarasin. Muhadjir. Gay. Suriasumatri. HM. Psikologi UGM tanggal 22 Juli 2000. ---------------------------. Research methods in education: an introduction.generalis dari statistik inferensial yang lebih kokoh. Edisi II Cet. Samarinda. On theoretical sociology five essays.th. Yogyakarta. Pengertian Metode Kata metode berasal dari kata Yunani methodos. old and new. Memadu metode penelitian kualitatif dan kuantitatif (terjemahan) . 1. Probability and statistical inference. Elliot A. Pendekatan eklektik dalam sistem berfikir ilmiah .XVI/2006. Noeng. Statistik dalam kegiatan penelitian. kuat dan lebih dapat diyakini adalah yang parametris. Jakarta. cara. Majalah Ilmiah FAI UNISSULA.XIII/2003. (1988). Charles E. London. (1967). Bandung. estimasi dan uji hipotesis nol. yaitu cara bertindak menurut sistem aturan tertentu. L. Collier Macmillan Publishers. 1. Metodologi penelitian kualitatif. Robert V. Hogg. 2001. Yogyakarta. yang berarti ilmu yang membicarakan tentang metode-metode. 1993). Fakultas tarbiyah IAIN Antasari. London. Filsafat ilmu. metode bisa dirumuskan suatu proses atau prosedur yang sistematik berdasarkan .R. no. New Jersey. Mardapi. Prentice Hall Englewood Cliffs. AL-FIKRI.blogspot. Wiersma. Melihat dari pengertiannya. Edisi IV.). Boston. karena proses dan cara kerja parametrik terkontrol oleh prasyarat uji yang memadai. (t. Sumber : http://ahmadrohani. Penyunting: Imam Safe'i. Alfabeta. arah). metode ilmiah. Jujun S. 31/Juni/Th. AL-FIKRI. (2002). Makalah Kelompok dalam Diskusi Mata Kuliah Filsafat Ilmu S2 PPs IKIP Yogyakarta. 2000. Makalah Seminar Kontroversi prinsip-Prinsip Statistik Fak. (2002). & Tanis. -------------------.com/2009/05/penelitian-dengan-logico-hypothetico. Merrill Publishing Company A Bell & Howell Company. 1981. uraian ilmiah. metodologi berasal dari kata metode dan logos. Merton. Julia. Inc. dkk. Educational research competencies for analysis & application. Filsafat ilmu sebuah pengantar populer. 1994. Statistik inferensial. Metode penelitian administrasi. 37/Juni/Th. Rake Sarasin. mengikuti) dan kata benda hodos (jalan. Allyn and Bacon. Djemari. Ahmad Rohani.html METODE ILMIAH A. Fourth Edition.. ---------------------------.. (1993). DAFTAR PUSTAKA Brannen. no. sambungan kata depan meta (menuju. Kata methodos berarti: penelitian. Pengujian hipotesis nihil: uji signifikansi dan interval kepercayaan. Robert K. Sinar Harapan. 1986.

Jadi ilmu berawal mula dari kenyataan yang dalam diserap oleh indera. metodologi merupakan dasar-dasar filsafat ilmu dari suatu metode atau langkah praktis penelitian. Karena ilmu yang diperoleh melalui intuisi muncul tanpa adanya pengetahuan lebih dahulu. Seseorang yang mempunyai pengetahuan melalui wahyu secara dogmatik akan melaksanakan dengan baik. Aristoteles adalah tokoh yang pertama mengemukakan pandangan ini.prinsip dan teknik ilmiah yang dipakai oleh disiplin (ilmu) untuk mencapai suatu tujuan. yaitu ilmu yang terjadi tanpa melalui pengalaman. . politik. Dengan demikian pengetahuan ini bertumpu pada kenyataan objektif. yaitu paham yang berpendapat bahwa semua yang dapat diketahui adalah hanya kenyataan. 3. disebut juga asas pertentangan. ekonomi. hukum serta ilmu alam. Principium Identitas. b. Wahyu (Revelation) Wahyu adalah berita yang disampaikan oleh Tuhan kepada nabi-Nya untuk kepentingan umatnya. Principium Tertii Exclusi. Intuisi (Intuition) Intuisi adalah kemampuan yang ada pada diri manusia yang berupa proses kejiwaan tanpa suatu rangsangan atau stimulus mampu membuat pernyataan yang berupa ilmu. yaitu ilmu yang membicarakan cara. komunikasi. c. paham yang menekankan pada kenyataan disebut realisme. Ada enam hal yang merupakan alat untuk mengetahui proses terjadinya pengetahuan. Otoritas (Authority) Otoritas adalah kekuasaan yang sah yang dimiliki oleh seseorang dan diakui oleh kelompoknya. Nalar (Reason) Nalar adalah salah satu corak berpikir dengan menggabungkan dua pemikiran atau lebih dengan maksud untuk mendapatkan pengetahuan baru. antropologi. maka tidak dapat dibuktikan seketika atau melalui kenyataan. Principium Contradictionis. Ilmu Sebagai Proses Proses terjadinya pengetahuan adalah masalah yang amat penting dalam epistemologi karena jawaban terhadap terjadinya pengetahuan akan membuat seseorang paham filsafatnya. Bagi ilmu seperti sosiologi. B. disebut sebagai asas tidak adanya kemungkinan ketiga. Jawaban yang sederhana adalah berfilsafat a priori. disebut juga asas kesamaan. baik indera maupun batin. atau a posteriori yaitu ilmu yang terjadi karena adanya pengalaman. Hal yang perlu diperhatikan dalam telaah ini adalah tentang asas pemikiran berikut: a. karena manusia mengenal sesuatu melalui kepercayaannya. 2. jalan atau petunjuk praktis dalam penelitian atau membahas konsep teoritis berbagai metode atau dapat dikatakan sebagai cara untuk membahas tentang dasar-dasar filsafat ilmu dari metode penelitian. Otoritas menjadi salah satu sumber ilmu karena keompoknya memiliki pengetahuan melalui seseorang yang memiliki kewibawaan dalam pengetahuannya. yang berpendapat bahwa ilmu terjadi bila subjek diubah dibawah pengaruh objek. Pengalaman Indera (Sense Experience) Dalam filsafat. Jadi ilmu pengetahuan yang terjadi karena adanya otoritas adalah ilmu yang terjadi melalui wibawa seseorang hingga orang lain mempunyai pengetahuan. Objek masuk dalam diri subjek melalui persepsi indera (sensasi). yaitu: 1. Wahyu dapat dikatakan sebagai salah satu sumber pengetahuan. Sementara itu metodologi disebut juga science of methods. 4. 5.

sedang keyakinan adalah kemampuan jiwa manusia yang merupakan pematangan (maturation) dari kepercayaan. 3. Teori ilmu merupakan suatu penjelasan rasionil yang berkesuaian dengan objek yang dijelaskannya. dengan didukung oleh fakta empiris untuk dapat dinyatakan benar. Sesungguhnya antara wahyu dan keyakinan hampir tidak dapat dibedakan karena keduanya menggunakan kepercayaan. Kerangka berpikir ilmiah yang berintikan proses logico-hypothetico-verifikasi ini pada dasarnya terdiri dari langkah-langkah berikut: 1. Pengujian hipotesis Merupakan pengumpulan fakta yang relevan dengan hipotesis yang diajukan untuk memperlihatkan adanya fakta pendukung hipotesis. C. Keyakinan (Faith) Keyakinan adalah suatu kemampuan yang ada pada diri manusia yang diperoleh melalui kepercayaan. Pendekatan rasional yang digabungkan dengan pendekatan empiris dalam langkah menuju dan dapat menghasilkan pengetahuan inilah yang disebut metode ilmiah. yaitu mempunyai kerangka kejelasan yang konsisten dengan pengetahuan ilmiah sebelumnya dan telah teruji kebenarannya. yang disusun secara rasionil berdasarkan premis ilmiah yang telah teruji kebenarannya. Metode Ilmiah Metode ilmiah merupakan prosedur dalam mendapatkan pengetahuan yang disebut ilmu. Hubungan antara langkah yang satu dengan lainnya tidak terikat secara statis melainkan bersifat dinamis dengan .6. 4. Penarikan kesimpulan Merupakan penilaian diterima atau tidaknya sebuat hipotesis. Metode ilmiah merupakan ekspresi tentang cara bekerja pikiran yang diharapkan mempunyai karakteristik tertentu berupa sifat rasional dan teruji sehingga ilmu yang dihasilkan bisa diandalkan. dimana ilmu merupakan pengetahuan yang diperoleh lewat metode ilmiah. Alur berpikir yang tercakup dalam metode ilmiah dapat dijabarkan dalam beberapa langkah yang mencerminkan tahap-tahap dalam kegiatan ilmiah. Keseluruhan langkah tersebut harus ditempuh agar suatu penelaahan dapat disebut ilmiah. Hipotesis yang diterima kemudian dianggap menjadi bagian dari pengetahuan ilmiah karena telah memenuhi persyaratan keilmuan. Perumusan masalah Merupakan pertanyaan mengenai objek empiris yang jelas batasannya dan faktor yang terkait dapat diidentifikasi. 2. Perumusan hipotesis Merupakan jawaban sementara terhadap pertanyaan yang diajukan yang materinya merupakan kesimpulan dari kerangka berpikir yang dikembangkan. perbedaannya adalah bahwa keyakinan terhadap wahyu yang secara dogmatic diikutinya adalah peraturan berupa agama. Dalam hal ini metode ilmiah mencoba menggabungkan cara berpikir deduktif dan induktif dalam membangun pengetahuan. 5. Penyusunan kerangka berpikir dalam pengajuan hipotesis Merupakan argumentasi yang menjelaskan hubungan yang mungkin terdapat antara berbagai faktor yang saling terkait dan membentuk konstelasi permasalahan.

diharapkan dapat memahami . namun terlebih lagi dalam mengkomunikasikan penemuan ilmiah tersebut kepada masyarakat ilmuwan. Sumber: http://id. Pendahuluan Manusia sebagai makhluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna.proses pengkajian ilmiah yang tidak semata mengandalkan penalaran melainkan juga imajinasi dan kreativitas. Pentingnya metode ilmiah bukan saja dalam proses penemuah ilmu pengetahuan. METODE ILMIAH DAN STRUKTUR PENGETAHUAN ILMIAH Oleh : Husnil Kirom A.shvoong.com/social-sciences/sociology/1938678-filsafat-ilmu/ EPISTEMOLOGI.

[2] Tidak semua pengetahuan dapat disebut sebagai ilmu karena cara mendapatkan ilmu dari sebuah pengetahuan harus memenuhi syarat-syarat tertentu. Inilah yang menjadi letak perbedaaan antara pengetahuan dan ilmu. ilmu merupakan bagian yang diketahui oleh manusia di samping berbagai pengetahuan lainnya seperti seni dan agama. Menurut Senn dalam Suriasumantri (1990:119) menyatakan bahwa metode ilmiah merupakan prosedur atau cara mengetahui sesuatu yang mempunyai langkah-langkah yang sistematis. manusia harus mampu memperbarui pengetahuan sesuai perkembangan zaman. apa manusia. Selain itu. Perbedaan jenis pengetahuan yang satu dengan pengetahuan yang lain akan dapat diketahui dengan diajukan pertanyaan berupa apa yang dikaji oleh pengetahuan itu (berkenaan dengan ontologi)? bagaimana caranya mendapatkan pengetahuan tersebut (berkenaan dengan epistemologi)? serta untuk apa pengetahuan termaksud digunakan (berkenaan dengan aksiologi)?. . Dengan mengetahui jawaban dari ketiga pertanyaan tersebut. Pada hakekatnya pengetahuan merupakan segenap apa yang kita ketahui tentang suatu obyek tertentu. maka dapat dengan mudah membedakan berbagai jenis pengetahuan yang ada seperti ilmu. misalnya mengapa bumi berputar. Syarat terpenuhinya pengetahuan dapat disebut sebagai ilmu tercantum dalam metode ilmiah yang digunakan. Sehingga untuk menemukan jawaban dari masing-masing pertanyaan perlu diketahui mengenai bagaimana menyusun pengetahuan yang benar. Sementara. kemudian munculnya sebuah ilmu dan bermuara pada filsafat. tetapi ilmu dapat menjawab mengapa dan bagaimana sesuatu tersebut terjadi. Oleh karena pengetahuan merupakan sumber jawaban bagi pertanyaan yang muncul dalam kehidupan. seni dan agama. Tidak bisa dibayangkan kalau kehidupan ini tanpa pengetahuan. Dalam hal ini dikarenakan manusia mampu menciptakan pengetahuan baru berupa ilmu. dan lain sebagainya.alam sekitarnya. maka jawaban dari setiap pertanyaan tersebut haruslah benar. Pada tahap penciptaan ilmu telah terjadi proses yang bertingkat dari pengetahuan dalam hal ini sebagai hasil tahu manusia. mengapa air mendidih bila dipanaskan. Sementara. apa air. termasuk kedalamnya adalah ilmu. dan lain sebagainya. Pengetahuan atau knowledge adalah hasil tahu dari manusia yang sekedar menjawab pertanyaan what. misalnya apa alam. ilmu atau science bukan sekedar menjawab what melainkan akan menjawab pertanyaan why dan how. Pengetahuan hanya dapat menjawab apa sesuatu itu.[1] Manusia juga haruslah dapat membedakan antara pengetahuan yang satu dengan pengetahuan yang lain agar tahu penggunaan dan manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari. mengapa manusia dapat bernapas.

maka yang akan dibahas dalam makalah ini hanya difokuskan pada epistemologi sebagai suatu pengetahuan yakni epistemologi.4 Dari epistemologi ini akan muncul sebuah pengetahuan. macam-macam metode ilmiah dan fungsi dari metode ilmiah. Untuk lebih jelasnya mengenai epistemologi. Secara istilah pengetahuan berasal dari bahasa Inggris yaitu knowledge. metode ilmiah dan struktur pengetahuan ilmiah terlebih dahulu akan diuraikan kembali mengenai epistemologi sebagai suatu pengetahuan. menurut Gazalba dalam Amsal (2005:85) pengetahuan adalah apa yang diketahui atau hasil pekerjaan tahu. Epistemologi. Dalam membahas epistemologi suatu pengetahuan tidak akan terlepas dari bagaimana epistemologi prosedurnya yang digunakan dalam mendapatkan sebuah pengetahuan itu melalui sebuah metode ilmiah. Pengetahuan yang diperoleh melalui proses atau metode ilmiah merupakan pengetahuan ilmiah atau ilmu. Dari metode ilmiah ini akan didapat sebuah pengetahuan baru atau ilmu melalui penelitian yang dilakukan.1.5 Dalam kamus filsafat dijelaskan bahwa pengetahuan merupakan proses kehidupan yang diketahui manusia secara langsung dari kesadarannya sendiri. dengan kata lain pengetahuan merupakan hasil proses dari usaha manusia untuk tahu. B. Lebih lanjut. Struktur pengetahuan ilmiah ini menggambarkan skema alur terbentuknya sebuah ilmu dari pengetahuan yang sudah ada. metode ilmiah dan struktur pengetahuan ilmiah akan diuraikan pada bahasan berikutnya. Metode Ilmiah dan Struktur Pengetahuan Ilmiah Sebelum membahas mengenai epistemologi. khususnya pengertian dari metode ilmiah. Pengetahuan Epistemologi diartikan sebagai cabang dari filsafat yang berurusan dengan hakikat dan lingkup pengetahuan. Lebih lanjut. 2. . metode ilmiah dan struktur pengetahuan ilmiah.Dalam metode ilmiah terdapat metodologi yang digunakan sebagai pengkajian dari peraturanperaturan ilmiah.[3] Secara filsafati metodologi termasuk ke dalam epistemologi yang merupakan pembahasan tentang bagaimana kita mendapatkan pengetahuan yang benar secara ilmiah. pengandaian dan dasar-dasar serta pertanggungjawaban atas pernyataan mengenai pengetahuan yang dimiliki. Adapun dari ketiga aspek yang akan diajukan pertanyaan pada pengetahuan tersebut di atas. Jadi. Hal ini juga menjadi pokok bahasan pada makalah ini. makalah ini juga akan membahas mengenai epistemologi. struktur pengetahuan ilmiah yang membicarakan cara bagaimana sesuatu disusun atau dibangun dengan bersistem dan kompleks sehingga terciptalah sebuah ilmu. Sementara dalam Encyclopedia of Philosophy dijelaskan bahwa definisi pengetahuan adalah kepercayaan yang benar atau knowledge is justified true belief. Epistemologi.

Selanjutnya. Ketiga landasan ini saling berkaitan ontologi ilmu terkait dengan epistemologi ilmu dan epistemologi ilmu berkaitan dengan aksiologi ilmu dan seterusnya. hal. maka perlu diketahui mengapa sesuatu itu terjadi.4Suriasumantri. Secara ontologis ilmu membatasi diri pada pengkajian obyek yang berada dalam lingkup pengalaman manusia sedangkan agama memasuki pula daerah penjelajahan yang bersifat transedental yang berada di luar pengalaman kita. Untuk mampu meramalkan dan mengontrol sesuatu. Pada hakikatnya kita mengharapkan jawaban yang benar dan bukannya sekedar jawaban yang bersifat sembarang saja maka dari sini timbul pertanyaan mengenai bagaimana cara kita menyusun pengetahuan yang benar?. hal. ilmu berasal dari bahasa Arab “alima” sama dengan kata dalam bahasa Inggris “science” yang berasal dari bahasa Latin “scio” atau “scire”. Dengan kata lain.119. 1990. maka pengetahuan yang menjelaskan peristiwa . Dalam artian. bagaimana (epistemologi) dan untuk apa (aksiologi) pengetahuan tersebut disusun.83. Persoalan utama yang dihadapi landasan epistemologi pengetahuan pada dasarnya adalah bagaimana mendapatkan pengetahuan yang benar dengan memperhitungkan aspek ontologi dan aspek aksiologi masing-masing. Lalu apakah yang disebut benar. Disamping itu pengetahuan ilmiah harus memiliki metode tertentu dengan sifatnya yang umum. 2005. sedangkan dalam bahasa Indonesia menjadi sains atau ilmu. 5Amsal. metode induksi dan metode analisis. sedangkan dalam khasanah filsafat terdapat beberapa teori kebenaran? Setiap pengetahuan mempunyai ciri-ciri yang spesifik mengenai apa (ontologi). Demikian juga dengan epistemologi keilmuan yakni bagaimana menyusun pengetahuan yang benar untuk menjawab permasalahan mengenai dunia empiris yang akan digunakan sebagai alat untuk meramalkan dan mengontrol gejala alam. Secara filsafat masalah ini termasuk dalam epistemologi dan landasan epistemologi disebut metode ilmiah. Metode itu meliputi metode deduksi. Untuk memperjelas pemahaman akan pengetahuan dapat dibedakan berdasarkan sifatnya yaitu pengetahuan pra-ilmiah ialah pengetahuan yang belum memenuhi syarat-syarat ilmiah dan pengetahuan ilmiah ialah pengetahuan yang harus memenuhi syarat-syarat ilmiah. Adapun syarat-syarat yang dimiliki oleh pengetahuan ilmiah adalah harus memiliki objek tertentu (formal dan material) dan harus bersistem (harus runtut). pembahasan mengenai epistemologi ilmu senantiasa terkait dengan ontologi ilmu dan aksiogi ilmu. metode ilmiah merupakan cara yang dilakukan ilmu dalam menyusun pengetahuan yang benar. Agar bisa meramalkan dan mengontrol sesuatu.6[4] Ilmu merupakan bagian dari pengetahuan yang diketahui oleh manusia di samping berbagai pengetahuan lainnya seperti seni dan agama.

Secara lambat laun berkembang menjadi paradigma ilmiah. Dalam perjalanan sejarah. kekuatan dan cahaya dunia modern sekarang di bawa oleh orang muslim bukan oleh orang latin. Ketika ilmu pengetahuan lainnya mencapai kulminasi antara abad IX dan XII Masehi. Ilmu juga mencoba menafsirkan gejala alam dengan mencoba mencari penjelasan tentang berbagai kejadian. Eksperimen ini dimulai ahli-ahli al-kimia yang memungkinkan pada mulanya didorong oleh tujuan untuk mendapatkan “obat ajaib untuk tetap muda” (elixir vitae) dan “rumus membuat emas dari logam biasa”. Untuk menjawab pertanyaan tersebut lahirlah pemikiran metode eksperimen yang merupakan jembatan antara penjelasan teoritis di alam rasional dengan pembuktian dilakukan secara empiris. Dengan demikian maka berkembanglah metode ilmiah yang menggabungkan cara berpikir deduktif dan induktif. Penjelasan yang dituju oleh penelaahan ilmiah diarahkan kepada deskripsi mengenai hubungan berbagai faktor yang terikat dalam suatu konstelasi yang menyebabkan timbulnya sebuah gejala dan proses atau mekanisme terjadinya gejala itu. bagaimana cara mengembangkan ilmu yang mempunyai kerangka penjelasan yang masuk akal dan sekaligus mencerminkan kenyataan yang sebenarnya?.itu harus dikuasai. Model tersebut digunakan untuk meramal gejala alam. Dengan demikian penelaahan ilmiah diarahkan kepada usaha untuk mendapatkan penjelasan mengenai berbagai gejala alam. Ilmu juga mencoba memberikan penjelasan mengenai mengenai alam menjadi kesimpulan yang bersifat umum dan impersonal. Perkembangan metode eksperimen yang berasal dari timur ini mempunyai pengaruh penting terhadap cara berpikir manusia sebab dengan demikian maka dapat diuji berbagai penjelasan teoritis apakah sesuai dengan kenyataan empiris atau tidak. Menurut Russell dalam Suriasumantri (1990:134) mengemukakan ilmu mempunyai dua peranan satu pihak sebagai metafisika sedangkan pada pihak lain sebagai akal sehat yang terdidik atau educated commen sense. Lalu. Galilio (1564-1642) dan Newton (1642-1727) merupakan pioner yang mempergunakan gabungan berpikir deduktif dan induktif. Metode eksperimen dikembangkan pertama kali oleh sarjana-sarjana Muslim pada abad keemasan Islam. Penelitian Charles Darwin (1809- . Dalam usaha menemukan penjelasan yang bersifat mendasar dan postulasional. maka ilmu tidak bisa melepaskan diri dari penafsiran yang bersifat rasional dan metafisis karena jika ilmu terlepas dari keduanya maka pengetahuan yang didapat tidak berbeda jauh dari akal sehat yang lebih maju. Ilmu mencoba mengembangkan sebuah model yang sederhana mengenai dunia empiris dengan mengabstraksikan realitas menjadi beberapa variabel yang terikat dalam sebuah hubungan yang bersifat rasional. Ini dalam penyelidikan ilmiah mereka. Perkembangan logika ilmiah yang merupakan pertemuan antara rasionalisme dan epmirisme.

Deskripsi secara mendalam tentang metode ilmiah ditulis oleh Carpiorson (1857-1936) dalam bukunya yang sekarang sudah menjadi klasik yang berjudul “The Grammer of Science”. maka kita masih memerlukan berbagai pengetahuan lain untuk memenuhi kebutuhan dalam kehidupan. pengetahuan dihasilkan dari proses berpikir yang merupakan kegiatan mental manusia dan metode ilmiah merupakan ekspresi dari cara berpikir tersebut. meskipun ilmu bukanlah sembarang akal sehat melainkan akal sehat yang terdidik. Pengetahuan ilmiah tidak sukar untuk dipercaya sebab dia dapat diandalkan meskipun tentu saja tidak semua masalah dapat dipecahkan secara keilmuan. Pengetahuan ilmiah tidak sukar untuk diterima sebab pada dasarnya adalah akal sehat. Dirintis oleh Copernicus (1473-1543) Keppler (1571-1630). Berkembangnya metode ilmiah dan diterimanya metode ini sebagai paradigma oleh masyarakat keilmuwan maka sejarah kemanusiaan menyaksikan perkembangan pengetahuan yang sangat cepat. Galileo (1564-1642) dan Newton (16421727) ilmu mendapatkan momentumnya pada abad ketujuh belas dan seterusnya tinggal landas. Epistemologi. Melalui metode ilmiah .2. Whitched menyebutkan periode antara 1870-1880 sebagai titik kulminasi perkembangan ilmu di mana Helmholtz. Gambaran umum metode ilmiah Dalam metode ilmiah terdapat metodologi yang merupakan pengkajian dari peraturan-peraturan dalam metode ilmiah. Pada epistemologi. sebab ilmu hakikinya adalah terbatas dan tidak lengkap. pertanyaan yang membantu manusia untuk mendapatkan suatu pengetahuan adalah apakah sumber-sumber pengetahuan? apakah hakikat.2. Pasteur. Itulah sebabnya. 8 [5]Oleh karena itu. Secara filsafati metodologi termasuk ke dalam epistemologi yang merupakan pembahasan bagaimana kita mendapatkan pengetahuan. Gejala ini sebenarnya tidak sukar untuk dijelaskan sebab metode-metode berpikir ilmiah yang ada dan mencoba untuk memperkecil kekurangannya.1882) yang membuahkan teori evolusinya juga mempergunakan metode ilmiah. 2.1. Secara filsafati John Dewey mengupas makna dan langkah-langkah dalam metode ilmiah. jangkauan dan ruang lingkup pengetahuan? apakah manusia dimungkinkan mendapatkan pengetahuan? sampai tahap mana pengetahuan yang mungkin ditangkap manusia? Pengetahuan merupakan sumber jawaban berbagai pertanyaan yang muncul dalam kehidupan. Darwin dan Clerk-Maxwell berhasil mengembangkan penemuan ilmiahnya. Buku tersebut diterbitkan sekitar tahun 1890 yang disusul oleh buku John Dewey “How We Think” yang terbit pada tahun 1910. Metode Ilmiah 2.

Tahap fungsional adalah sikap manusia yang manusia bukan saja merasa terbebas dari kepungan kekuatan ghaib dan mempunyai pengetahuan berdasarkan penelaahan terhadap obyek-obyek di sekitar kehidupannya namun pada tahap ini manusia telah memfungsionalkan pengetahuan tersebut bagi kepentingan dirinya.9 [6] 2. tahap mistis merupakan tahap dimana manusia merasakan dirinya terkepung oleh kekuatan-kekuatan ghaib yang ada di sekitarnya sedangkan tahap ontologis sikap manusia tidak lagi merasakan dirinya terkepung oleh kekuatan-kekuatan ghaib tapi manusia telah bersikap mengambil jarak dari obyek di sekitarnya serta memulai melakukan penelaahan-penelaahan terhadap obyek tersebut. Posisi metode ilmiah dalam ilmu Ilmu mulai berkembang pada tahap ontologis.pengetahuan yang dihasilkan diharapkan mempunyai karakteristik yang sesuai dengan macam sumber dan cara pengetahuan tersebut didapatkan. Oleh karena itu perlu dibedakannya antara tahap ontologis dan tahap fungsional. sebagai berikut: (1) Menurut Tim Dosen Filsafat Ilmu Fakultas Filsafat UGM (2003:134) yang dimaksud dengan metode ilmiah adalah prosedur yang mencakup tindakan pikiran.2.2. (3) Van Peursen dalam Suariasumanti (1990:122) membagi tiga tahap perkembangan kebudayaan yang dilihat dari sikap manusia dalam menghadapi masalah yakni tahap mistis. Bisa saja manusia menguasai pengetahuan dan tidak mempunyai kegunaan fungsional dalam kehidupannya. di mana manusia memiliki pendapat bahwa terdapat hukum-hukum tertentu yang terlepas dari kekuasaan dunia mistis yang menguasai gelajagejala empiris. pola kerja. Pengertian metode ilmiah Di bawah ini beberapa pengertian mengenai metode ilmiah dari para ahli filsafat. Pada tahap ini manusia mulai mengambil jarak dari obyek yang berada dalam .3.2. 2. (2) Menurut Senn dalam Suriasumantri (1987:119) menyatakan bahwa metode ilmiah merupakan prosedur atau cara mengetahui sesuatu yang mempunyai langkah-langkah yang sistematis. dan tahap fungsional. cara teknis dan tata langkah untuk memperoleh pengetahuan atau mengembangkan pengetahuan menjadi sebuah ilmu. Penjelasan dari pendapat Van Peursen. Belum tentu pengetahuan yang didapatkan pada tahap ontologis telah mengambil jarak terhadap obyek di sekitar kehidupan dan mulai menelaahnya mempunyai manfaat langsung terhadap kehidupan manusia. tahap ontologis.

Sehingga secara sederhana menurut Suriasumantri (1990:124) semua teori ilmiah harus memenuhi dua syarat utama antara lain: 1). ilmu mencoba mencari penjelasan mengenai permasalahan yang dihadapinya agar dia mengerti mengenai hakikat permasalahan itu sehingga permasalahan tersebut dapat dipecahkan. Oleh karena itu. sedangkan secara empiris ilmu memisahkan antara pengetahuan yang bersifat fakta dengan yang tidak. apa pun teori juga teori yang menjembatani antara keduanya. Selanjutnya. dalam tahapan ini juga manusia mulai menentukan batas-batas eksistensi masalah. Ilmu berbeda dengan agama. Agar kita dapat menempatkan ilmu dan agama dalam perspektif yang sesungguhnya maka kita harus menguasai hakikat imu dan agama secara baik. harus konsisten dengan teori-teori sebelumnya yang memungkinkan tidak terjadinya kontradiksi . Secara ontologis ilmu membatasi permasalahan yang dihadapinya untuk ditelaah hanya pada ruang lingkup jangkauan pengalaman manusia sedangkan agama mempermasalahkan pula obyek-obyek yang berada di luar pengalaman manusia baik sebelum manusia berada di muka bumi msupun sesudah kematian manusia. Sehingga Suriasumantri (1987:123) berpendapat bahwa teori ilmu merupakan suatu penjelasan rasional yang berkesesuian dengan obyek yang dijelaskannya dan biar bagaimapun juga tetap harus didukung oleh fakta empiris untuk dapat dinyatakan benar. Einstein berkata.11[8] Teori yang dimaksudkan adalah penjelasan mengenai gejala yang terdapat dalam duina fisik tersebut. pada satu pihak agama memberikan landasan moral bagi aksiologi keilmuan sedangkan dipihak lain ilmu akan memperdalam keyakinan beragama. Perbedaan ruang lingkup permasalahan yang dihadapi menyebabkan berbeda pula metode dalam memecahkan masalah tersebut. Ilmu dimulai dengan fakta dan diakhiri dengan fakta. Pendekatan rasional di atas digabungkan dengan pendekatan empiris dalam langkah-langkah metode ilmiah.10 [7] Masalah yang dihadapi ilmu adalah nyata sehingga mencari jawabannya pun pada dunia yang nyata. yang memungkinkan dapat dikenal ujudnya oleh manusia. Pada hakikatnya teori merupakan suatu abstraksi intelektual di mana pendekatan secara rasional digabungkan dengan pengalaman empiris. Ilmu dan agama saling melengkapi.kesemestaan bersifat difusi dan tidak jelas batas-batasnya. kemudian ditelaah dan dicarikan pemecahan jawabannya. Melalui pendekatan rasional imu menyusun pengetahuannya secara konsisten dan kumulatif. Dalam usaha memecahkan permasalahan yang dihadapi ilmu berpaling pada pikiran yang didasarkan pada penalaran dan tidak berpaling pada perasaan.

4. Penyusunan tersebut memungkinkan terjadinya konsistensi dalam mengembangkan ilmu secara keseluruhan dan menimbulkan efek kumulatif dalam kemajuan ilmu. 2. Alur tahapan dalam metode ilmiah Dalam pengkajian filsafat seorang filsuf selalu mulai dari bawah dalam menyusun sistem pemikirannya dan membangun sistem tersebut secara keseluruhan lengkap dengan bangunan dan isinya. harus cocok dengan fakta-fakta empiris sebab teori yang bagaimanapun konsistennya sekiranya tidak didukung oleh pengujian empiris tidak dapat diterima kebenarannya secara ilmiah. Sedangkan dalam kegiatan ilmiah. Namun. Penjelasan sementara ini biasanya disebut hipotesis. maka sebelum teruji kebenarannya secara empiris semua penjelasan rasional yang diajukan hanyalah bersifat sementara. Jadi. seseorang dapat mengajukan sebanyak-banyaknya hipotesis atau jawaban sementara untuk menghadapi permasalahan yang dihadapinya. . Menurut Suriasumantri (1990:125) jika dikaji secara mendalam maka kemajuan ilmu sebenarnya dilakukan oleh manusia biasa yang selangkah demi selangkah menyusun tumpukan-tumpukan ilmu berdasarkan ilmu penemuan sebelumnya bukan dilakukan oleh sekelompok jenius dengan buah pikirannya yang monumental.12[9]Proses induksi memegang peranan dalam tahap verifikasi atau pengujian hipotesis dengan dikumpulkannya fakta-fakta empiris untuk menilai apakah sebuah hipotesis didukung oleh fakta atau tidak. maka tiap ilmuwan menyumbangkan bagian kecil dari sistem keilmuan scera keseluruhan karena sifatnya kumulatif maka ilmu berkembang dengan sangat pesat. Secara teoritis.2. Hipotesis disusun secara deduktif dan mengambil premis-premis dari pengetahuan ilmiah yang sudah diketahui ilmunya. Sifat inilah yang memungkinkan ilmu berkembang secara relatif lebih pesat dibandingkan dengan pengetahuan lainnya misal filsafat. dan 2). dari sekian banyak hipotesis yang diajukan itu hanya satu yang diterima berdasarkan kriteria kebenaran korespondensi yakni hipotesis yang didukung oleh fakta-fakta empiris. Penyusunan hipotesis yang merupakan jembatan antara pemecahan masalah yang dihadapi dengan penemuan jawaban terhadap masalah tersebut menyebabkan metode ilmiah sering dikenal dengan proses logico-hypothetico-verifikasi atau menurut Tyndall dikenal sebagai “perkawinan hubungan antara deduksi dan induksi”. logika ilmiah merupakan gabungan antara logika deduktif dan logika induktif di mana rasionalisme dan empirisme hidup berdampingan dalam sebuah sistem dengan mekanisme korektif. Oleh sebab itu.dalam teori keilmuan secara keseluruhan.

13 [10] Selanjutnya. Proses pengujian tersebut merupakan pengumpulan fakta yang relevan dengan hipotesis yang diajukan.Pada dasarnya proses berfikirnya adalah deduktif. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat dalam tabel di bawah ini: SKEMA 1 ALUR TAHAPAN METODE ILMIAH Sebagai keterangan dari alur proses metode ilmiah atau kerangka ilmiah yang berintikan proses logicohypothetico-verifikasi di atas terdiri dari langkah-langkah berikut: 1). Setelah penyusunan hipotesis dilakukan langkah selanjutnya adalah menguji hipotesis tersebut dengan mengkonfrontasikannya dengan dunia fisik yang nyata. Penyusunan kerangka berpikir . Karena. Sering kali dalam hal ini kita harus melakukan langkah perantara yakni menentukan faktor-faktor apa yang dapat kita uji dalam rangka melakukan verifikasi terhadap keseluruhan hipotesis tersebut. namun kegiatannya tidak terlepas dari proses induktif. 2). Perumusan masalah Merupakan batasannya pertanyaan serta mengenai dapat obyek empiris yang jelas batasdiidentifikasikan faktor-faktor yang terkait di dalamnya. kegiatan tersebut mendekatkan hipotesis yang disusun dengan dunia fisik maka secara teoritis memberikan peluang yang besar bahwa hipotesis dapat diterima. Penyusunan hipotesis dilakukan dalam kerangka permasalahan yang bereksistensi secara empiris dengan pengamatan yang akan mempengaruhi proses berpikir deduktif. uraian mengenai alur berpikir dalam metode ilmiah dapat dijabarkan dalam beberapa langkah yang mencerminkan tahap-tahap dalam kegiatan ilmiah. Fakta-fakta ini kadang-kadang bersifat sederhana yang dapat ditangkap secara langsung dengan pancaindera kita dan ada juga memerlukan instrumen yang membantu pancaindera kita umpamanyateleskop dan mikroskop.

Pengujian hipotesis Merupakan pengumpulan fakta-fakta yang relevan dengan hipotesis dan diajukan untuk memperlihatkan apakah terdapat fakta-fakta yang mendukung hipotesis atau tidak. Penarikan kesimpulan Merupakan penilaian apakah sebuah hipotesis yang diajukan itu ditolak atau diterima. 5). merupakan argumentasi yang menjelaskan hubungan yang mungkin terdapat antara berbagai faktor yang saling mengkait dan membentuk konstelasi permasalahan. Pengertian kebenaran di sini harus ditafsirkan secara pragmatis artinya belum terdapat fakta yang menyatakan sebaliknya. Meskipun secara konseptual tersusun dalam urutan yang teratur. bukan saja dalam proses penemuan pengetahuan namun lebih-lebih lagi dalam mengkomunikasikan penemuan ilmiah tersebut kepada masyarakat ilmuwan. Dengan jalan ini diharapkan diprosesnya pengetahuan yang bersifat konsisten dengan pengetahuan-pengetahuan sebelumnya serta teruji kebenarannya secara empiris. karena telah memenuhi persyaratan keilmuan yang mempunyai kerangka penjelasan yang konsisten dengan pengetahuan ilmiah sebelumnya serta teruji kebenarannya. Perumusan hipotesis Merupakan jawaban sementrara atau dugaan terhadap pertanyaan yang diajukan yang materinya merupakan kesimpulan dari kerangka berpikir yang dikembangkan. Sekiranya dalam proses pengujian terdapat fakta yang mendukung hipotesis maka hipotesis itu diterima. Menurut Jacob Bronowski. maka keseluruhan langkah di atas harus ditempuh. Sebaliknya jika fakta yang mendukung pengujian hipotesis tidak cukup maka hipotesis itu ditolak. 3). Hipotesis diterima d bagian dari pengetahuan ilmiah. di mana langkah yang satu menjadi landasan bagi langkah selanjutnya namun dalam prakteknya sering terjadi lompatan-lompatan. 4).15 [12] Metode ilmiah penting.14 [11] Agar penelaahan dapat disebut ilmiah.Dalam pengujian hipotesis. Hubungan antara langkah yang satu dengan langkah yang lain tidak terikat secara statis melainkan bersifat dinamis dengan proses pengkajian ilmiah yang tidak semata mengandalkan penalaran melainkan juga imajinasi dan kreativitas.16 [13]Sifat eksplisit memungkinkan . Kerangka berpikir ini disusun secara rasional berdasarkan premis-premis ilmiah yang telah teruji kebenarannya dengan memperhatikan faktor-faktor empiris yang relevan dengan permasalahan. hakikat metode ilmiah bersifat sistematik dan eksplisit.

Hal ini membawa dimensi baru kepada hakikat ilmu yakni sifat pragmatis ilmu. Ilmu merupakan pengetahuan milik umum ( public knowledge) di mana teori ilmiah yang ditemukan secara individual. Demikian juga sastra yang termasuk kepada humaniora tidak mempergunakan metode ilmiah.2. Meskipun demikian. Macam-macam metode ilmiah Metode ilmiah pada dasarnya adalah sama bagi semua disiplin keilmuan baik yang termasuk dalam ilmu-ilmu alam maupun ilmu-ilmu sosial.[16] Adapun macam-macam metode ilmiah terbagi menjadi dua.terjadinya komunikasi yang intensif dalam kalangan masyarakat ilmuwan. Karakteristik tersebut mengharuskan seorang ilmuwan untuk menguasai sarana komunikasi ilmiah dengan baik yang memungkinkan komunikasi eksplisit antar-ilmuwan secara intensif. Hipotesis-hipotesis yang sampai saat ini tidak ditolak kebenarannya.[15] Metode ilmiah ini tidak dapat diterapkan kepada pengetahuan yang tidak termasuk ke dalam kelompok ilmu. Suriasumantri menyimpulkan bahwa ilmu merupakan kumpulan pengetahuan yang disusun secara konsisten dan kebenarannya telah teruji secara empiris. sastra dan matematika. Ilmu tidak mencari kebenaran absolut melainkan mencari kebenaran yang bermanfaat bagi manusia dalam tahap perkembangan ilmu tertentu. yaitu : 1) Metode Siklus-Empirik (1) Metode ini digunakan untuk ilmu yang disebut Naturwissenschaften atau ilmu-ilmu kealaman.5. beberapa aspek pengetahuan tersebut dapat menerapkan metode ilmiah dalam pengkajiannya misalnya pengajaran bahasa. . dianggap sebagai pengetahuan yang shahih dalam keluarga keilmuan. (2) Metode siklus-empirik menunjukkan pada dua hal pokok yaitu siklus mengandaikan adanya suatu kegiatan yang dilaksanakan berulang-ulang dan siklus empirik yang menunjukkan pada sifat bahan yang diselidiki. Matematika dan bahasa tidak mempergunakan metode ilmiah dalam menyusun pengetahuannyasebab matematika bukanlah ilmu melainkan pengetahuan yang merupakan sarana berpikir ilmiah.[14] 2. Ilmu ditemukan secara individual dan dimanfaatkan secara sosial. Pada hakikatnya suatu hipotesis dapat kita terima kebenarannya selama tidak didapatkan fakta yang menolak hipotesis tersebut. Bila terdapat kedua perbedaan pada kedua ilmu ini maka perbedaan tersebut hanya pada aspek-aspek tekniknya saja dan bukan pada struktur berpikir atau aspek metodologisnya. dan mempunyai manfaat bagi kehidupan kita. dan dimanfaatkan secara komunal. diulangi. Proses pembuktian ilmu tidaklah bersifat absolut.

maka untuk memahami metode yang seharusnya dipergunakan dalam ilmu-ilmu tipe tertentu harus dipahami ciri-ciri mendasar yang berlaku dalam objek ilmu-ilmu tersebut. epistemologis. eksperimen (pernyataan yang telah dijabarkan diuji dengan verifikasi atau klasifikasi secara rasional). konsepsi (pengolahan data dan penyusunannya dalam suatu sistem). Berdasarkan hubungan objek dan metode masing-masing. dan tujuan. struktur berpikir yang melatarbelakangi langkah-langkah dalam penelitian ilmiah adalah metode keilmuan. dan aksiologis keilmuan. 2) Metode Linier (1) Metode ini digunakan untuk ilmu yang disebut Geiteswissenschaften atau ilmu-ilmu budaya atau Behavioral Science dan ilmu-ilmu sosial humanistik. (2) Metode linier mencakup tiga tahapan yakni persepsi (penangkapan data melalui indra). deduksi (data-data empirik diolah lebih lanjut dalam suatu sistem pernyataan yang runtut). induksi (dipermudah dengan menggunakan alat bantu matematik dalam merumuskan serta mengumpulkan data empirik). nilai. Metodologi penelitian ilmiah dan hakikatnya merupakan operasionalisasi dari metode keilmuan atau dengan perkataan lain. bagaimana penelitian dilakukan serta untuk apa hasil penelitian digunakan adalah koheren dengan landasan ontologis. Ciri dasar dari ilmu-ilmu kealaman adalah melukiskan kenyataan menurut aspek-aspek yang memungkinkan regristrasi indrawi secara langsung dalam wujud eksperimen. Dengan demikian maka pengetahuan filsafati yang bersifat potensial secara konkret memperkuat kemampuan ilmuwan dalam melakukan kegiatan ilmiah secara operasional. Langkah-langkah penelitian yang mencakup apa yang diteliti. Salah satu faktor yang mendorong perkembangan ini adalah faktor sosial dari komunikasi ilmiah di mana penemuan individual segera dapat diketahui dan dikaji oleh anggota masyarakat ilmuwan lainnya. Penelitian yang merupakan pencerminan secara konkret kegiatan ilmu dalam memproses pengetahuannya memiliki metodologi tersendiri. dan prediksi (penyimpulan sekaligus peramalan). Sementara.(3) Metode siklus-empirik ini mencakup lima tahapan yakni observasi (berbuat lebih dari sekedar melakukan pengamatan biasa). ciri dasar dari ilmu-ilmu sosial humanistik adalah bersangkutan dengan aspek-aspek tingkah laku manusiawi. Komunikasi yang menunjang . dan menentukan arti. dan evaluasi (dilakukan evaluasi dari semua tahapan). Melalui metode ilmiah sebagai paradigma maka ilmu dibandingkan dengan berbagai pengetahuan lainnya dapat dikatakan berkembang dengan pesat. normatif-teleologis. dan ada sesuatu determinisme dalam objeknya yang menimbulkan reaksi tertentu.

Sampai pertengahan abad ketujuh belas komunikasi antar ilmuwan dilakukan secara korespondensi pribadi serta publikasi makalah atau pamflet sewaktu-waktu. satu teori yang mencakup segenap dunia fisik kita belum dapat dirumuskan. Bahkan dalam fisika. Namun. yang merupakan prototipe bidang keilmuan yang relatif maju.intensitas dan efektivitas komunikasi tersebut digunakan komunikasi tertulis dalam bentuk majalah. Demikian juga dalam jalur perkembangan ini belum dapat dipastikan bahwa kebenaran yang sekarang diterima oleh kalangan ilmiah akan benar pula di masa yang akan datang. dan sekiranya dalam pengulangan tersebut didapatkan hasil yang sama.6. hal ini tidak seluruhnya benar karena sampai saat ini belum satu pun dari seluruh disiplin keilmuan yang berhasil menyusun satu teori yang konsisten dan menyeluruh. himpunan dan penerbitan jurnal berkembang dengan pesat. ilmu dapat memberikan jawaban positif terhadap permasalahan yang dihadapi manusia pada suatu waktu tertentu. Teori ilmiah masih merupakan penjelasan yang bersifat sebagian sesuai dengan tahap perkembangan keilmuan yang masih sedang berjalan. serta merta ilmuwan itu akan menerima dan mendukung kebenaran yang dimaksud. jurnal. pelukisan . Fungsi metode ilmiah Gazalba dalam Amsal (2005:78) menggambarkan “ilmu adalah pelukisan fakta-fakta pengalaman secara lengkap dan konsisten dalam istilah-istilah yang sesederhana mungkin. Pada tahun 1654 The Roral Society didirikan di London yang disusul oleh Academic Francaise yang didirikan di Paris pada tahun 1663. Dengan demikian ilmu berkembang dengan cepat dalam dinamika yang dipercepat karena penemuan yang satu akan menyebabkan penemuan yang lainnya. Walaupun demikian. Laporan pertemuan ilmiah dari The Roral Society muncul untuk pertama kalinya pada tahun 1664 setelah ini komunikasi dan kerja sama antar ilmuwan dalam bentuk kelembagaan. mikro film dan berbagai media massa lainnya. 2.20 [17] Berbagai percobaan ilmiah dapat diulang oleh ilmuwan lainnya yang berhasrat. Ilmu juga bersifat konsisten karena penemuan yang satu didasarkan kepada penemuanpenemuan sebelumnya.2. Sejarah ilmu telah mencatat betapa banyak kebenaran ilmiah di masa yang lalu yang sekarang ini tidak dapat diterima lagi karena manusia telah menemukan kebenaran lain yang ternyata lebih dapat diandalkan. buletin. Akhirnya seluruh kalangan keilmuan akan menerima kebenaran ilmiah itu dengan demikian dunia keilmuan menganggap semua permasalahan mengenai hal tersebut telah selesai dan ilmu mendapatkan pengetahuan baru yang diterima oleh seluruh ilmuwan.

Sekiranya kita tidak menginginkan timbulnya banjir sebagaimana diramalkan oleh penjelasan tadi. melakukan pengklassifikasian dan melakukan pengujian”. Ada empat jenis pola penjelasan dalam metode ilmiah. kita bisa melakukan upaya untuk mengontrol agar ramalan itu menjadi kenyataan atau tidak.secara lengkap dan konsisten itu melalui tahap pembentukan definisi. 3) Fungsional/Teleologis Merupakan penjelasan yang meletakkan sebuah unsur dalam kaitannya dengan sistem secara . Berikutnya adalah ilmu atau pengetahuan ilmiah mempunyai beberapa fungsi. melakukan analisa. Dari ramalan tersebut. jika kita mengetahui bahwa hutan-hutan tidak ditebang sekiranya ada pengawasan. maka untuk mencegah banjir kita harus melakukan kontrol agar kegiatan pengawasan dilakukan. “ kemungkinan besar” atau “hampir dapat dipastikan”. 2) Probabilitas Merupakan penjelasan yang ditarik secara induktif dari sejumlah kasus yang dengan demikian tidak memberi kepastian dimana penjelasan bersifat peluang seperti “kemungkinan”. sebagai contoh dari fungsi pengetahuan ilmiah tentang keterkaitan antara hutan gundul dengan banjir memungkinkan kita untuk bisa meramalkan apa yang akan terjadi sekiranya hutan-hutan terus ditebang sampai tidak tumbuh lagi. yaitu: 1) Deduktif Mempergunakan cara berpikir deduktif dalam menjelaskan suatu gejala dengan menarik kesimpulan secara logis dari premis-premis yang telah ditetapkan sebelumnya. 3) Mengontrol Ilmu senantiasa mengontrol perkembangan dan kemajuan zaman. Berdasarkan uraian tersebut. sebagai berikut: 1) Menjelaskan Ilmu dapat menjelaskan segala sesuatu yang ada di alam semesta ini.Demikian juga. 2) Meramal Ilmu dapat memprediksi hal-hal apa yang akan terjadi dan menyiapkan antisipasi. agar dengan demikian hutan dibiarkan tumbuh subur dan tidak mengakibatkan banjir. maka kita harus melakukan kontrol agar hutan tidak dibiarkan menjadi gundul.

4) Genetik Mempergunakan faktor-faktor yang timbul sebelumnya dengan menjelaskan gejala yang muncul kemudian. Istilah pada ilmu pasti yang lama masih merujuk pada sesuatu seperti ruang (ruang fisis). Upaya ini tidak dilakukan dengan sewenang-wenang. 2. terlebih dahulu akan dijelaskan mengenai pengertian dari struktur. Lewat observasi ilmiah batu-batu sudah dikerjakan sehingga dapat dipakai kemudian digolongkan menurut kelompok tertentu sehingga dapat dipergunakan.1. susunan. disiplin ini memungkinkan ilmu berkembang relatif lebih cepat bila dibandingkan dengan pengetahuanpengetahuan lainnya. Sebuah hipotesis yang teruji secara formal diakui sebagai pernyataan pengetahuan ilmiah yang . 2004:1425). Perkataan tertentu biasa disebut aksioma yang sebetulnya merupakan semacam definisi mengenai istilah-istilah itu.3. dan dari karakteristik inilah maka ilmu sering dikonotasikan sebagai disiplin. Kemudian. Ilmu diibaratkan sebagai piramida terbalik dengan perkembangan pengetahuannya yang bersifat kumulatif dimana penemuan pengetahuan ilmiah yang satu memungkinkan penemuan pengetahuan-pengetahuan ilmiah yang lainnya. Pengetahuan yang diproses menurut metode ilmiah merupakan pengetahuan yang memenuhi syarat-syarat keilmuan atau yang disebut sebagai ilmiah atau ilmu. bangunan (KBBI. sekarang lebih baik diganti dengan lambang tanpa arti seperti X maupun Y. Pengertian struktur adalah cara bagaimana sesuatu disusun atau dibangun. Ilmu itu bagaikan bangunan yang tersusun dari batu bata. Batu atau unsur dasar tersebut tidak pernah langsung di dapat di alam sekitar. memberikan petunjuk bagaimana pengertian dasar ini dapat dipergunakan. melainkan merupakan hasil petunjuk yang menyertai susunan limas ilmu yang menyeluruh akan makin jelas bahwa teori secara berbeda-beda meresap sampai dasar ilmu. Sementara menurut Senn dalam Suriasumantri (1990:128) meskipun tidak secara gamblang ia menyampaikan bahwa ilmu memiliki bangun struktur.keseluruhan mempunyai karakteristik dan pekembangan tertentu.3. Gambaran umum struktur pengetahuan ilmiah Sebelum membahas skema struktur pengetahuan ilmiah. Epistemologi. garis lurus (garis lurus lintasan sinar cahaya dalam hampa udara). Pengetahuan ilmiah ini diproses lewat serangkaian langkah-langkah tertentu yang dilakukan dengan penuh kedisiplinan. Struktur Pengetahuan Ilmiah 2.

sebaliknya jika permintaan berkurang. Contohnya. ilmu merupakan kumpulan pengetahuan yang bersifat menjelaskan berbagai gejala alam yang memungkinkan manusia melakukan serangkaian tindakan untuk menguasai gejala itu berdasarkan penjelasan yang ada. Dimana para ilmuan memberikan sumbangsih pemikiran menurut kemampuan masing-masing. Hal-hal yang berkaitan dengan ilmu Pada dasarnya ilmu dibangun secara bertahap dan sedikit demi sedikit. 2. teori relativitas Einstein. Tujuan akhir disiplin keilmuan adalah mengembangkan sebuah teori keilmuan yang bersifat utuh dan konsisten. Pengetahuan ilmiah dalam bentuk teori dan hukum harus mempunyai tingkat keumuman yang tinggi atau secara ideal harus bersifat universal. teori diartikan sebagai pengetahuan ilmiah yang mencakup penjelasan mengenai suatu faktor tertentu dari sebuah disiplin ilmu. Jika permintaan naik maka harga akan naik pula.3. Metode ilmiah mempunyai mekanisme umpan balik yang bersifat korektif memungkinkan upaya keilmuan menemukan kesalahan yang mungkin diperbuat. maka harganya pun akan turun juga. dalam ilmu ekonomi dikenal teori ekonomi makro dan mikro. dapat disimpulkan bahwa teori adalah pengetahuan ilmiah yang memberikan penjelasan tentang “mengapa” suatu gejala-gejala terjadi. sedangkan dalam fisika dikenal dengan teori mekanika Newton dan teori relativitas. teori ekonomi mikro terdiri dari hukum penawaran dan permintaan. teori mekanika Newton. sedangkan hukum adalah memberikan kemampuan kepada kita untuk meramalkan tentang “apa” yang mungkin terjadi. Teori merupakan pengetahuan ilmiah yang mencakup penjelasan menjadi suatu faktor tertentu dari sebuah disiplin keilmuan. Oleh karena itu. maka akan diterima oleh orang banyak. maka lambat laun akan diketahui dan diperbarui.baru memperkaya khasanah ilmu yang telah ada. Hukum pada hakekatnya merupakan pernyataan yang menyatakan hubungan antara dua variabel atau lebih dalam suatu kaitan sebab akibat.2. Misalnya : Teori ekonomi makro. Teoriteori yang tingkat keumumannya rendah disatukan menjadi satu teori yang mampu mengikat keseluruhan teori-teori tersebut. umpamanya pengetahuan semacam ini kurang . Lalu. Copernicus. Namun. Misalnya Teori yang dikemukakan oleh Ptolomeus. Contohnya. Sebaliknya. Dimana teori dan hukum merupakan “alat” kontrol gejala alam yang bersifat universal. Sekiranya hukum permintaan dan penawaran hanya berlaku buat padi dan terbatas di daerah Karawang saja. Sebuah teori biasanya terdiri dari hukum-hukum. teori ekonomi mikro. Apabila sebuah pengetahuan baru itu benar. Dalam teoori ilmu ekonomi mikro umpamanya kita mengenal hukum permintaan dan penawaran. Sementara itu. jika pengetahuan baru tersebut salah. Johannes Keppler kemudian disatukan kedalam sebuah teori yang dikemukakan oleh Newton.

Teorinya adalah bahwa semua gerak. sejarah perkembangan Fisika umpamanya mengenal teori tentang “Gerak Jatuh Bebas” yang didemonstrasikan oleh Galileo Galilei dengan menjatuhkan dua benda yang berbeda beratnya dari menara Pisa Prancis. Dalam usaha mengembangkan tingkat keumuman yang lebih tinggi ini. pengetahuan ilmiah tentang pembentukan harga padi terbatas di daerah Karawang. Thyco Branhe di tahun 1546-1601 menyatakan pada tahun 1609 bahwa orbit planet-planet dalam mengelilingi matahari tidaklah berbentuk lingkaran seperti apa yang dipercayai sebelumnya akan tetapi berbentuk elips. Selanjutnya. Misalnya. Teori ini merupakan perombakan terhadap teori lama yang dikemukakan oleh Ptolemaus dari Alexandria yakni pusat dari jagat raya dengan palnet-planetnya yang berputar mengelilingi orbitorbitnya yang berbentuk lingkaran. maka dalam sejarah perkembangan ilmu kita melihat berbagai contoh dimana teori-teori yang mempunyai tingkat keumuman yang lebih rendah disatukan dalam suatu teori umum yang mampu mengikat keseluruhan teori-teori tersebut. Kopernikus dan Keppler. hukum sebab akibat suatu gejala. Pertama. Copernikus di tahun 1473-1543 mengembangkan teori baru bahwa bukan matahari yang berputar mengelilingi bumi. Akhirnya. pernyataan itu hanya berlaku untuk daerah Karawang saja dan tidak berlaku untuk daerah lain. Pengetahuan tentang Goyang Karawang yang memang khas Karawang mungkin berguna dalam diskusi yang tidak bersifat ilmiah. misalnya. Dengan demikian.fungsional sebagai teori ilmiah. tetapi sebaliknya bumilah yang berputar mengelilingi matahari. Lalu. Selain itu juga. Sampai waktu itu orang masih percaya kepada teori Aristoteles yang menyatakan bahwa benda yang lebih berat akan jatuh ke tanah dengan lebih cepat. Berikutnya adalah prinsip dapat diartikan sebagai pernyataan yang berlaku umum bagi sekelompok gejala-gejala tertentu yang mampu menjelaskan kejadian yang terjadi. teori Copernikus disempurnakan ini oleh Johannes Kepler tahun 1571-1630. tunduk kepada hukum-hukum yang sama. Namun. Kedua. Misalnya saja hukum sebab akibat sebuah gejala. Beberapa disiplin keilmuan sering mengembangkan apa yang disebut sebagai postulat yakni . Sebagai contoh prinsip ekonomi. maka hukum Newton menggantikan semua hukum yang ada sebelumnya tadi. Akan tetapi tahun 1564-1642. Newton (1642-1727) menerbitkan Philosophiae Naturalis Principia Mathematica yang mempersatukan teori Galileo. prinsip kekekalan energi dan sebagainya. Galileo dengan hasil demonstrasinya ini yang bersifat teatrik membenarkan teori lama dari Aristoteles. hal ini disebabkan karena berlaku untuk padi namun tidak untuk hamburger atau televisi yang kesmuanya merupakan benda ekonomi. baik yang terjadi di langit atau di bumi.

pengetahuan praktis (misalnya etika). dalam konsepsi kami ilmu akan dibedakan pertama-tama dalam dua ragam Ilmu teoritis (theoretical science) dan Ilmu praktis (practical science). asumsi. maka ia akan mengendarai mobil dengan kecepatan penuh karena suasananya masih sepi. Postulat ilmiah ditetapkan tanpa melalui prosedur ini melainkan ditetapkan secara begitu saja. Contohnya. sekiranya asumsi tentang manusia dalam teori tersebut umpamanya tidak berlaku. walaupun mungkin hanya dalam garis besarnya saja. dan pengetahuan produktif (misalnya retorika). orang yang mengemudi di jalan raya di pagi hari. Oleh karena ditunjukan dan diketahui obyek material yang ditelaah menjadi pengetahuan itu. Kehidupan manusia pada dasarnya berpangkal pada sifat dasar yang berhasrat dan ingin berbuat (to know and to do) dan pengetahuan teoretis akan memuaskan hasrat mengetahui. Demikian juga dengan bermacam-macam teori lainnya yang tersedia dalam khasanah pengetahuan ilmiah. Kita harus memilih teori yang terbaik dari sejumlah teori-teori yang ada berdasarkan kecocokan asumsi yang dipergunakannya. prinsip serta dasar-dasar pikiran lainnya yang dipergunakan dalam mengembangkan argumentasi.asumsi dasar yang kebenarannya kita terima tanpa dituntut pembuktian lagi. Misalnya filsuf Aristoteles membagi kumpulan pengetahuan rasional menjadi tiga kelompok: pengetahuan teoretis (misalnya fisika). Asumsi adalah haruslah merupakan pernyataan yang kebenarannya dapat teruji secara empiris. Pembagian selanjutnya sebagai pelengkap pembagian menurut ragam ialah pembagian ilmu menurut jenisnya. Kebenaran ilmiah pada hakikatnya harus disahkan lewat sebuah proses yang disebut metode keilmuan. Apabila postulat dalam pengajuannya tidak memerlukan bukti tentang kebenarannya. Dengan demikian. Ini merupakan suatu pembagian ilmu yang memakai isi substansif itu dicerminkan oleh pokok soal atau objek material dari pengetahuan yang bersangkutan. Pembedaan antara pengetahuan teoretis dan pengetahuan praktis sudah dikenal sejak zaman Yunani Kuno. maka dalam pembagian jenis ilmu biasanya orang dapat serta merta mengetahui hal apa saja yang menjadi sasaran jenis-jenis ilmu yang dikemukakan. Inilah sebabnya maka dalam pengkajian ilmiah seperti penelitian diituntut untuk menyatakan secara tersurat postulat. maka hal ini berlainan dengan asumsi yang harus ditetapkan dalam sebuah argumentasi ilmiah. . Sebuah teori yang berlaku di negara tertentu belum tentu cocok dengan negara lain. sedang pengetahuan praktis dapat memenuhi keinginan berbuat.

3. Bunyi Teknik Akustik. kecenderungan.Penelitian murni atau penelitian dasar adalah penelitian yang bertujuan untuk menemukan pengetahuan baru yang sebelumnya belum pernah diketahui. Hidrodinamika Teknik Aeronautikal /Teknik & Desain Kapal. 2. ciri. Kelistrikan / Teknik Elektronik/ Magnestisme Teknik Kelistrikan. Cabang utama ilmu-ilmu sosial yakni antropologi (mempelajari manusia dalam perspektif waktu dan tempat). antropologi fisik. Cabang utama ilmu-ilniu sosial yang lainnya mempunyai cabang-cabang lagi seperti antropologi terpecah menjadi lima yakni.2. Terbentuknya pengetahuan menjadi ilmu Bebagai keterangan mengenai obyek sebenarnya itu dituangkan dalam pernyataan-pernyataan. Ilmu terapan merupakan aplikasi ilmu murni kepada masalah-masalah kehidupan yang mempunyai manfaat praktis. etnologi dan antropologi sosial/kultural. Banyak sekali konsep ilmu-ilmu sosil “murni” dapat diterapkan langsung kepada kehidupan praktis. seperti contoh dibawah ini :Mekanika Mekanika Teknik. penelitian yang bertujuan untuk menemukan pengetahuan baru yang sebelumnya belum pernah diketahui dinamakan penelitian murni atau penelitian dasar. Jadi. ekonomi umpamanya. sedangkan penelitian yang bertujuan untuk mempergunakan pengetahuan ilmiah yang telah diketahui untuk memecahkan masalah kehidupan yang bersifat praktis dinamakan penelitian terapan. meminjam perkataan Paul Samuelson. psikologi (mempelajari proses mental dan kelakuan manusia). Dapat dibedakan menjadi . Cahaya & Optik Teknik Iluminasi. semua itu kita golongkan ke dalam ilmu murni. Ilmu-ilmu murni kemudian berkembang menjadi ilmu-ilmu terapan. Memaparkan pola-pola dalam sekumpulan sifat. Ilmu murni merupakan kumpulan teori-teori ilmiah yang bersifat dasar dan teoritis yang belum dikaitkan dengan masalah kehidupan yang bersifat praktis. maka manusia mengembangkan teknologi atau peralatan yang berfungsi sebagai sarana yang memberi kemudahan dalam kehidupannya. linguistik. atau proses lainnya dari fenomenon yang ditelaah. Fisika Nuklir Teknik Nuklir. petunjuk-petunjuk atau ketentuan-ketentuan mengenai apa yang perlu berlangsung atau sebaiknya dilakukan dalam hubungannya dengan obyek sederhana itu. sosiologi (mempelajari struktur organisasi sosial manusia) dan ilmu politik (mempelajari sistem dan proses dalam kehidupan manusia berpemerintahan dan bernegara). merupakan ilmu yang beruntung (Fortunate) karena dapat diterapkan langsung kepada kebijaksanaan umum (public policy). Dengan menguasai pengetahuan ini. arkeologi. ekonomi (mempelajari manusia dalam memenuhi kebutuhannya lewat proses pertukaran).

b. Manusia disebut homo faber (makhluk yang membuat peralatan) dan homo sapiens (makhluk yang berpikir). postulat. sebab disamping dapat dipergunakan untuk tujuan destruktif juga menimbulkan implikasi moral. Kaidah ilmiah Suatu kaidah atau hukum dalam pengetahuan ilmiah adalah sebuah proposisi yang mengungkapkan keajegan atau hubungan tertib yang dapat diperiksa kebenarannya diantara fenomena. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat dalam skema alur di berikut ini : SKEMA 2 ALUR STRUKTUR PENGETAHUAN ILMIAH Sebagai penjelasan dari skema alur . hukum. c. sosial dan kultural.tiga ragam proposisi yaitu: a. muncul ilmu yang didasari oleh teori. asumsi. Penerapan ilmu terhadap teknologi menurut Azyumardi Azra dalam Suriasumantri (2005:161) yaitu penerapan ilmu terhadap teknologi memang tidak selalu merupakan rahmat bagi manusia. secara ringkas struktur pengetahuan ilmiah terdiri dari adanya pengetahuan secara umum. dilakukan metode ilmiah. Asas ilmiah Suatu asas atau prinsip adalah sebuah proposisi yang mengandung kebenaran umum berdasarkan fakta-fakta yang telah diamati. prinsip. Teori ilmiah Suatu teori dalam scientific knowledge adalah sekumpulan proposisi yang saling berkaitan secara logis untuk memberi penjelasan mengenai sejumlah fenomena. Jadi. diadakan penelitian baru atau penelitian lanjutan (penelitian pengembangan) akan muncul pengetahuan yang baru lagi yang disebut ilmu baru.

termasuk kedalamnya adalah ilmu.struktur pengetahuan ilmiah tersebut adalah adanya pengetahuan yang merupakan segenap apa yang kita ketahui tentang suatu obyek tertentu. . Penyusunan hipotesis dilakukan dmelalui pengamatan secara empiris dengan berpikir deduktif. Selanjutnya. pengandaian dan dasar-dasar serta pertanggungjawaban atas pernyataan mengenai pengetahuan yang dimiliki. Semuda kegiatan ilmiah tersebut disebut dengan logico-hypothetico-verifikasi. prinsip. ilmu merupakan bagian yang diketahui oleh manusia di samping berbagai pengetahuan lainnya. Kesimpulan Berdasarkan uraian pembahasan di atas dapat disimpulkan bahwa epistemologi merupakan cabang filsafat yang berkaitan dengan hakikat dan lingkup pengetahuan. Setelah dilakukan pengujian hipotesis dapat diterima ataupun ditolak yang kemudian ditarik kesimpulan. postulat. asumsi. sebagai sumber jawaban dari setiap pertanyaan yang dimunculkan oleh manusia dalam menghadapi gejala alam yang ada menimbulkan pertanyaan bagaimana pengetahuan itu disusun dengan benar. Sebelum terbentuk menjadi sebuah ilmu terlebih dahulu didasari teori. Apabila pengetahuan tersebut telah memenuhi persyaratan metode ilmiah. maka akan muncullah sebuah ilmu baru. hukum. Dalam metode ilmiah terdapat metodologi secara filsafati bagamana mendapatkan pengetahuan yang disebut dengan epistemologi. Demikian adanya ilmu baru sebagai pengetahuan yang benar dari struktur pengetahuan ilmiah. Untuk memecahkan permasalahan tersebut dimunculkan jawaban sementara dinamakan dengan hipotesis. seperti seni dan agama. Kemudian diadakan pengujian terhadap hipotesis tersebut dengan mengkonfrontasikannya dengan dunia nyata melalui pengumpulan fakta-fakta yang relevan. Suatu pengetahuan dapat disebut ilmu jika ia memenuhi syarat-syarat tertentu yang tercantum dalam metode ilmiah. Sementara. sebagai sumber jawaban dari setiap pertanyaan yang dimunculkan oleh manusia dalam menghadapi gejala alam yang ada menimbulkan pertanyaan bagaimana pengetahuan itu disusun dengan benar. Pengetahuan ini tadi sebelum menjadi sebuah ilmu akan diujikan dengan sesuai syarat-syarat dari metode ilmiah. C. Setelah itu diadakan penelitian baru atau penelitian lanjutan (penelitian pengembangan) yang akhirnya akan muncul pengetahuan yang baru lagi yang disebut ilmu baru. Pengetahuan yang merupakan jawaban setiap pertanyaan yang dihadapi dalam kehidupan akan memecahkan permasalahannya yang bersifat nyata menggunakan akal pikiran. metode ilmiah merupakan prosedur atau cara mengetahui sesuatu yang mempunyai langkah-langkah yang sistematis. Pengetahuan sendiri merupakan segenap apa yang kita ketahui tentang suatu obyek tertentu.

Yogyakarta : Tiara Wacana. meramal dan mengontrol setiap gejala-gejala alam yang terjadi. www. 1994. 2008. 2005. 2002. 1990. Bandung : Alfabeta Suriasumantri. Filsafat Ilmu Pendidikan Suatu Pengantar. asumsi dan argumentasi. bersistem dan kompleks. Pengantar Filsafat Ilmu. ”Struktur Ilmu dalam Filsafat Ilmu”. dan keinginan berbuat seseorang tidak bisa dihapuskan. Yogyakarta: Liberty.Hardono. Dengan mengetahui struktur dari ilmu ini maka dapat kita bedakan nantinya pemahaman dari sejauh mana kajian mengenai gejala-gejala alam. Beerling. hasrat mengetahui ilmuan tidak dapat padam. Jujun. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan. Ilmu-ilmu murni berkembang menjadi ilmu-ilmu terapan. Filsafat Ilmu . Jakarta : Rajawali Press. postulat.Blogspot. Yogyakarta : Kanisius. P.Struktur ilmu dalam filsafat ilmu merupakan bagian penting dipelajari mengingat ilmu merupakan suatu bangunan yang tersusun. 2006. Epistemologi . hukum. Diakses tanggal 20 Desember 2008. Redja. Hadi. Sistematika Filsafat. S. Gazalba. Ilmu-ilmu terapan ini akan melahirkan teknologi atau peralatan-peralatan yang berfungsi sebagai sarana yang memberi kemudahan dalam kehidupan. Filsafat Ilmu. Jakarta : Bulan Bintang.com. Ini berarti perkembangbiakan pengetahuan ilmiah akan berjalan terus dan pembagian ilmu yang sistematis perlu dari waktu ke waktu diperbaharui. 2005. Daftar Pustaka Bakhtiar. Metodologi Penelitian Pendidikan. Bekal ini pula yang nantinya kita pergunakan dalam penelitian-penelitian yang akan kita lakukan. Epistemologi Pengantar Dasar Filsafat Pengetahuan. Amsal.Yogyakarta : Kanisius.Ivan272’s. Pada dasarnya ilmu dibangun secara bertahap dan sedikit demi sedikit. Pengetahuan ilmiah atau ilmu yang diperoleh tersebut dilandasi oleh teori. Filsafat Pengetahuan. Kwee dan Van Peursen. 2003. Kemudian dari ilmu lama yang terbentuk diadakan penelitian lagi sehingga didapat pengetahuan baru. Sudjana. Melalui ilmu kita dapat menjelaskan. Tim Dosen Filsafat Ilmu Fakultas Filsafat UGM. Sebuah Pengantar Populer. Filsafat Ilmu. Buku I. Sudarminta. J.Pengetahuan yang diproses menurut metode ilmiah melalui kegiatan ilmiah atau penelitian sehingga didapat suatu pengetahuan ilmiah atau ilmu. Mudyahardjo. 1973. prinsip. . Tampaknya akal budi manusia tidak mungkin berhenti berpikir. Bandung : Remaja Rosdakarya. Sidi.

blogspot.com/2009/01/filsafat-ilmu.com/modul%20filsafat%20ilmu%.html .sttip.pdf.www. Diakses tanggal 20 Desember 2008.”Filsafat Ilmu diambil dari Wismapandia. sumber : http://romzieahmadbastari.

melalui pengamatan. kemudian tunjukan bukti-buktinya” Pemanfaatan langkah-langkah metode ilmiah untuk memecahkan masalah-masalah sosial secara sederhana di mulai dari . sebelum secara nyata kita melihat ada salju yang berwarna putih. dapat ditelusuri misalnya karena menurunnya motivasi. diterima akal sehat serta ada bukti-bukti emperis yang mendukungnya. tentu saja permasalahan-permasalahan yang dihadapi tidak sesederhana hal tersebut dan kadang-kadang memerlukan pemecahan saat itu juga. dikenal juga sebagai proses “logico-hypothetico-verifikasi” atau secara sederhana sering dinyatakan dengan pernyataan “jelaskan secara logis dan masuk akal kepada ku. (c) hipotesa atau jawaban sementara terhadap masalah yang di hadapi. bertanya. Misalnya ada pernyataan salju berwarna putih. konsisten dan berkorespondensi dengan ilmu pengetahuan terdahulu. semua penjelasan tersebut. yaitu suatu pemahaman yang logis. akhirnya dapat disimpulkan bahwa penyebab rendahnya tingkat disiplin karyawan adalah karena kurangnya pengawasan maka sebagai pemecahan masalahnya perlu dikembangkan cara-cara peningkatan pengawasan.a. maka langkah-langkah metode ilmiah ini terkesan “angker” dan sulit dilakukan. Membiasakan diri untuk selalu berpikir dengan mempergunakan langkah-langkah metode ilmiah. kurangnya pengawasan. sampai disini pernyataan salju berwarna putih hanya bersifat hipotesa yang kebenarannya hanya bersifat sementara. wawancara mendalam. hanya saja karena demikian ketatnya metode yang dipergunakan dan proses bimbingan serta ujian sidang yang cukup melelahkan bagi mahasiswa. hipotesa mana yang paling mendekati kebenaran emperis. terakhir (d) pengambilan kesimpulan dan mencari alternatif pemecahan masalah. mencari bukti-bukti emperis. semuanya hanyalah hipotesa atau jawaban sementara terhadap rendahnya tingkat disiplin. namun pemahaman yang diterima belum sempurna jika belum ada bukti emperis yang menunjukan bahwa salju memang berwarna putih. sebagai syarat menyandang gelar sarjana sosial. Cara berpikir deduktif adalah cara berpikir yang berupaya untuk mencari penjelasan rasional terhadap suatu objek masalah sedangkan cara berpikir induktif adalah cara berpikir yang berupaya untuk mencari penjelasan suatu masalah dengan fakta-fakta emperis. upaya penjelasan logis melalui teori sosial-sosial. Langkah selanjutnya adalah mencari pembuktian emperis. Misalnya jika muncul masalah rendahnya tingkat disiplin. Penggabungan kedua pendekatan cara berpikir tersebut melahirkan pemahaman masalah secara rasional. dengan penjelasan logis memungkinkan diterima akal sehat karena salju terdiri atas air yang berwarna putih. hingga dapat di munculkan. dll. Membuka akses informasi seluas-luasnya dan melakukan verifikasi data secara akurat . Dalam kehidupan nyata. b. secara instan namun proses dan langkah-langkah seperti itu perlu di biasakan agar proses pemecahan masalah dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah sebagai seseorang yang menyandang gelar akademis. padahal secara tidak sadar kita sering juga mengunakan langkahlangkah ini dalam kehidupan sehari-hari. melalui pengamatan atau wawancara mendalam dengan para karyawan. karena bukankah proses berpikir dengan menggunakan metode ilmiah ini telah dilatih ketika para mahasiswa melaksanakan bimbingan dan melakukan penelitian sosial. yang kemudian dilanjutkan dengan (b) mencari penjelasan logis melalui teori-teori sosial yang ada. (a) pernyataan adanya suatu masalah yang harus di pecahkan. atau faktor-faktor lain yang dapat ditelusuri dari banyak teori sosial yang memberikan penjelasan penyebab rendahnya tingkat disiplin karyawan. penyebaran angket. Berpikir dengan mempergunakan langkah-langkah metode ilmiah adalah metode berpikir dengan mengikuti langkah-langkah yang menggabungkan antara cara berpikir deduktif dan cara berpikir induktif. Mekanisme proses berpikir seperti ini.

cobalah kita merenung sejenak. The Liang Gie (1991:100). yaitu . tidak semua serangga yang terjaring dapat di makan oleh laba-laba. karena mungkin saja serangga yang terjaring adalah serangga yang beracun dan mematikan. ubahlah melalui jalan B. dan lainnya. c. 1. Ringkasnya menurut petunjuk ini. atau bahkan alternatif metode gabungan antara B-1 dan B-2 dan seterusnya. misalnya masalah A harus di pecahkan dengan metode B. Semua ini merupakan penambahan bahan pemikiran berupa konsep-konsep yang mungkin dapat digabung hingga memunculkan gagasan baru.Selain membiasakan diri untuk berpikir dengan mempergunakan langkah-langkah metode ilmiah hal lain yang perlu dibiasakan bagi para alumni dan mahasiswa STIA-Amuntai adalah membuka akses informasi seluas-luasnya. misalnya mengelompok tipe-tipe orang. misalnya bilamana selama ini berangkat ke kantor biasa dengan melalui jalan A. serta dengan menggunakan metode dan cara yang berbeda pula serta perlu juga diperiksa kembali originalitas suatu dokumen. perhatikan lingkungan kita. pernah mengajurkan pembentukan struktur jaringan laba-laba (spiderweb structure). Ibarat jaringan laba-laba tadi. 2. Semakin banyak informasi yang terkumpul akan semakin mudah memecahkan masalah-masalah yang di hadapi karena pada umumnya permasalahan sosial bersifat ajeg atau berulang dengan sedikit variasi sehingga dengan banyaknya bacaan. karena tidak semua data dan informasi yang terjaring merupakan data dan informasi yang baik dan benar. tugas kita adalah memungutinya dan kemudian menyusunnya menjadi hipotesis atau menjadi bukti-bukti emperis untuk memecahkan masalah-masaalah sosial. B-3. memberikan beberapa petunjuk umum untuk dapat meningkatkan kreatifitas berpikir seseorang. Untuk memperluas akses informasi. selalu bertanya dan melakukan pengamatan emperis terhadap lingkungan sekitar. betapa banyaknya yang dapat kita pelajari. ubahlah dengan naik sepeda atau jalan kaki. Mengubah hal-hal yang telah terbiasa sehari-hari dengan hal-hal yang baru. misalnya watak orang yang optimis diterjemahkan dan dialihkan pada ciri- . Selain mengumpulkan informasi sebanyak-banyaknya. Untuk meningkatkan keabsahan dan validitas data dan informasi. Data dan informasi yang diperoleh perlu di cek ulang dan dikomfrontasikan dengan orang yang berbeda. kemudian jalan C atau yang terbiasa naik mobil. Pengembangan kemampuan berpikir kreatif Kemampuan berpikir kreatif sangat diperlukan untuk mengembangkan alternatif-alternatif pemecahan masalah-masalah sosial yang dihadapi serta agar kita tidak selalu terpaku pada satu alternatif pilihan saja. trianggulasi dan pemeriksaan originalitas dokumen. banyaknya bertanya pada orang lain dan banyaknya melakukan pengamatan maka informasi akan terkumpul semakin banyak. hal terpenting dilakukan adalah untuk melakukan upaya “penyaringan” terhadap informasi yang diperoleh dengan cara melakukan verifikasi dan menilai keabsahan data dan informasi yang didapatkan. B-2. banyak metode yang dapat dilakukan. maka dengan berpikir kreatif. Milikilah kebiasaan untuk menyimpulkan klasifikasi-klasifikasi yang tidak lazim. baik melalui buku bacaan. mungkin saja ada alternatif metode B-1. 3. Berusahalah selalu menterjemahkan sesuatu yang abstrak dan umum menjadi sesuatu yang kongret dan khusus. misalnya dengan melakukan cek dan recek data/informasi. Informasi dapat diibaratkan sebagai artifak-artifak yang berserakan. Situasisituasi baru dapat mendatangkan pandangan dan cara berpikir yang baru. siapa saja yang ingin sukses dan berhasil memperoleh informasi sebanyak-banyak maka dia harus secara terus-menerus memperluas lingkungan pergaulan sosialnya dan mencari teman sebanyak-banyaknya. yang di rajut setiap hari melalui saluran pribadi dan medan komunikasi yang semakin hari semakin besar sehingga semakin banyak informasi yang akan terjaring. The Liang Gie (1991:54).

Menghimpun informasi. Upaya ini dapat memperluas sudut tinjauan dan memberi konsepkonsep baru bagi pemikiran. 5. Berusahalah menyediakan waktu dan perhatian untuk membaca bidang pengetahuan lain di luar keahlian dan pekerjaan kita. ciri orang yang berwajah riang dengan mulut tersenyum.4. Melengkapi diri dengan buku catatan pribadi untuk menulis seketika jika muncul gagasan dalam pikiran karena gagasan datangnya sering tiba-tiba dan akan sia-sia jika kembali lenyap. Sumber : http://adilesmana. Untuk meningkatkan kreatifitas seseorang perlu mencari pengalaman yang banyak dari lingkungan sekeliling dan dengan melalui segenap indera yang dimiliki. dan gagasan pihak lain yang original dan kemudian sewaktuwaktu membalik-baliknya untuk merangsang ide diri sendiri. 6. catatan. tanpa di catat dan jikapun diingat dengan hanya mengunakan kemampuan ingatan maka gagasan tersebut hanya akan membebani pikiran hingga akan menghalangi gagasan baru yang akan muncul. 7.com/?p=47 .

Einstein menegaskan bahwa ilmu dimulai dengan fakta dan diakhiri dengan fakta. The correspondence theory of truth. dan kata “kovos” berarti cara perjalanan. ilmu menyusun pengetahuannya secara konsisten dan kumulatif. Metode merupakan kajian atau telaah dan penyusunan secara sistematik dari beberapa proses dan asas-asas logis dan percobaan yang sistematis yang menuntun suatu penelitian dan kajian ilmiah. Metodologi ilmiah merupakan pengkajian dalam mempelajari peraturan-peraturan dalam metode tersebut. Metode. Artinya. perjalanan sesudah. dimulai ketika manusia mengamati sesuatu. Secara rasional. PENGERTIAN METODE ILMIAH Kata metode berasal bahasa Yunani yaitu kata “methos” yang terdiri dari unsur kata berarti cara. antara lain sebagai berikut: a. menurut Riychia Calder. menurut Senn. harus didukung oleh fakta empiris untuk dinyatakan benar. Disinilah pendekatan rasional digabungkan dengan pendekatan empiris dalam langkah-langkah yang disebut metode ilmiah. merupakan prosedur atau cara mengetahui sesuatu. sedangkan secara empiris ilmu memisahkan pengetahuan yang sesuai dengan fakta dari yang tidak. Jadi ilmu merupakan pengetahuan yang didapatkan lewat metode ilmiah. Metode ilmiah merupakan prosedur dalam mendapatkan pengetahuan yang disebut ilmu. Karena yang dihadapinya adalah nyata maka ilmu mencari jawabannya pada dunia yang nyata pula. yang memiliki langkah-langkah yang sistematis. Teori yang dimaksud di sini adalah penjelasan mengenai gejala yang terdapat dalam dunia fisik tersebut. tetapi merupakan suatu abstraksi intelektual di mana pendekatan secara rasional digabungkan dengan pengalaman empiris. Secara ontologis ilmu membatasi masalah yang diamati dan dikaji hanya pada masalah yang terdapat dalam ruang lingkup jangkauan pengetahuan manusia.METODE ILMIAH A. apapun juga teori-teori yang menjembatani antara keduanya. Ada beberapa teori yang menjelaskan tentang kebenaran. teori ilmu merupakan suatu penjelasan rasional yang berkesusaian dengan obyek yang dijelaskannya. arah. Jadi metodologi ilmiah merupakan pengkajian dari peraturan-peraturan yang terdapat dalam metode ilmiah. Jadi ilmu tidak mempermasalahkan tentang hal-hal di luar jangkauan manusia. Menurut teori ini. Proses kegiatan ilmiah. kebenaran atau keadaan benar itu berupa kesesuaian antara arti yang dimaksud oleh suatu pendapat dengan apa yang sungguh merupakan . Suatu penjelasan biar bagaimanapun meyakinkannya.

Demikian pula apa yang kita yakini karena kita amati belum tentu benar karena penglihatan kita mungkin saja mengalami penyimpangan. yaitu pengalaman yang bisa dibuktikan tingkat kebenarannya melalui pengamalan indera manusia. Dari tiga teori tersebut dapat disimpulkan bahwa kebenaran adalah kesesuaian arti dengan fakta yang ada dengan putusan-putusan lain yang telah kita akui kebenarannya dan tergantung kepada berfaedah tidaknya teori tersebut bagi kehidupan manusia. The pragmatic theory of truth. Seperti petanyaan-pertanyaan bagaimana orang tahu es . bahwa kebenaran mempunyai tiga tingkatan. c. metode untuk memperoleh pengetahuan didasarkan pada pengalaman yang bersifat empiris. kebenaran tidak dibentuk atas hubungan antara putusan dengan sesuatu yang lain. sebagai mana yang telah diuraikan oleh Andi Hakim Nasution dalam bukunya Pengantar ke Filsafat Sains. yaitu haq al-yaqin. dalil. Jadi. The consistence theory of truth. apa yang diyakini atas dasar pemikiran mungkin saja tidak benar karena ada sesuatu di dalam nalar kita yang salah. Karena itu. yaitu: 1. diantaranya adalah : a. Metode Empirisme Menurut paham empirisme. kebenaran mutlak hanya ada pada Tuhan. dalil. Pengetahuan yang dibawa wahyu diyakini bersifat absolut dan mutlak benar. yaitu fakta atau realitas. Adapun kebenaran menurut Anshari mempunyai empat tingkatan. atau teori tersebut bagi manusia untuk bertindak dalam kehidupannya. 2. Menurut kajian epistemologi terdapat beberapa metode untuk memperoleh pengetahuan. tetapi atas hubungan antara putusan-putusan itu sendiri. sedang pengetahuan yang diperoleh melalui akal bersifat relatif. 3. Itulah sebabnya ilmu pengetahan selalu berubah-rubah dan berkembang. Kebenaran wahyu Kebenaran spekulatif filsafat Kebenaran positif ilmu pengetahuan Kebenaran pengetahuan biasa. atau teori semata-mata bergantung kepada berfaedah tidaknya ucapan. Dengan kata lain bahwa kebenaran ditegaskan atas hubungan antara yang baru itu dengan putusan-putusan lainnya yang telah kita ketahui dan kita akui benarnya terlebih dahulu. Menurut teori ini. ‘ain al-yaqin. Yang dimaksud dengan teori ini ialah bahwa benar tidaknya sesuatu ucapan. mungkin benar dan mungkin salah. dan ‘ilm al-yaqin. Sedangkan nilai kebenaran itu bertingkat-tingkat. 4. b.halnya atau faktanya.

melainkan pengalaman dijadikan sejenis perangsang bagi akal pikiran untuk memperoleh suatu pengetahuan. b. c. Syarat dasar bagi ilmu pengetahuan adalah bersifat umum dan mutlak serta memberi pengetahuan yang baru. Akal merupakan sejenis tempat penampungan.membeku? Jawab kaum empiris adalah karena saya melihatnya (secara inderawi/panca indera). karena rasionalisme memandang bahwa metode untuk memperoleh pengetahuan adalah melalui akal pikiran. Maka akal budi dipahamkan sebagai : 1. 2. Bukan berarti rasionalisme menegasikan nilai pengalaman. kemudian menumbuhkan rangsangan saraf yang diteruskan ke otak. Metode Fenomenalisme Immanuel Kant adalah filsuf Jerman abad XX yang melakukan kembali metode untuk memperoleh pengetahuan setelah memperhatikan kritikan-kritikan yang dilancarkan oleh David Hume terhadap pandangan yang bersifat empiris dan rasionalisme. waktu manusia dilahirkan. Proses terjadinya pengetahuan menurut penganut empirisme berdasarkan pengalaman akibat dari suatu objek yang merangsang alat inderawi. metode untuk memperoleh pengetahuan tidaklah melalui pengalaman melainkan ditumbuhkan dengan pengalaman-pengalaman empiris disamping pemikiran akal rasionalisme. yang secara prinsip menerima hasil-hasil penginderaan tersebut. . Metode Rasionalisme Berbeda dengan penganut empirisme. Sejenis perantara khusus. maka pengetahuan diperoleh melalui perantaraan indera. Menurutnya ada empat macam pengetahuan : kebenaran yaitu dengan melakukan penalaran. Kesimpulannya adalah metode untuk memperoleh pengetahuan bagi penganut empirisme adalah berdasarkan pengalaman inderawi atau pengalaman yang bisa ditangkap oleh panca indera manusia. dan didalam buku catatan itulah dicatat pengalaman-pengalaman indera. Menurut Rene Descartes (Bapak Rasionalisme). Menurut Kant. bahwa kebenaran suatu pengetahuan melalui metode deduktif melalui cahaya yang terang dari akal budi. Suatu teknik deduktif yang dengan memakai teknik tersebut dapat ditemukan kebenaranFungsi pengalaman inderawi bagi penganut rasionalisme sebagai bahan pembantu atau sebagai pendorong dalam penyelidikannya suatu memperoleh kebenaran. akalnya merupakan sejenis buku catatan kosong. yang dengan perantara itu dapat dikenal kebenaran. Menurut John Locke (Bapak Empirisme Britania) berkata. Di dalam otak. sumber rangsangan sebagaimana adanya dan dibentuklah tanggapan-tanggapan mengenai objek yang telah merangsang alat inderawi ini.

1. Menurut Henry Bergson. 3. Pengetahuan sintesis a posteriori yaitu pengetahuan sebagai hasil keadaan yang mempersatukan Pengetahuan tentang gejala (phenomenon) merupakan pengetahuan yang paling sempurna. Untuk . untuk memperoleh pengetahuan dilakukan dengan cara menggabungkan pengalaman dan akal pikiran sebagai pendekatan bersama dan dibentuk dengan ilmu. atau yang ada sebelum pengalaman. yaitu pengetahuan yang terjadi sebagai akibat pengalaman. d. penganut intusionisme. dua akibat dari pengalaman yang berbeda. Maka intuisionisme hanya mengatur bahwa pengetahuan yang diperoleh melalui intuisi. e. jadi Kant mengakui dan memakai empirisme dan rasionalisme dalam metode fenomenologinya untuk memperoleh pengetahuan. Metode Intuisionisme Metode intuisionisme adalah suatu metode untuk memperoleh pengetahuan melalui intuisi tentang kejadian sesuatu secara nisbi atau pengetahuan yang ada perantaraannya. Hipotesis. Metode ilmiah diawali dengan pengalaman-pengalaman dan dihubungkan satu sama lain secara sistematis dengan fakta-fakta yang diamati secara inderawi. intuisi adalah suatu sarana untuk mengetahui suatu pengetahuan secara langsung. 4. 2. Pengetahuan analisis a priori yaitu pengetahuan yang dihasilkan oleh analisa terhadap unsur- unsur pengetahuan yang tidak tergantung pada adanya pengalaman. yaitu pengetahuan sebagai hasil penyelidikan akal terhadap bentukPengetahuan analitis a posteriori. yaitu dugaan atau jawaban sementara terhadap permasalahan yang sedang kita hadapi. karena bentuk pengalamannya sendiri yang mempersatukan dan penggabungan dua hal yang biasanya terpisah. 5. ia dasarkan pada pengalaman inderawi dan pemikiran akal. Untuk memperoleh pengetahuan dengan metode ilmiah diajukan semua penjelasan rasional yang statusnya hanyalah bersifat sementara yang disebut hipotesis sebelum teruji kebenarannya secara empiris. Secara sederhana teori ilmiah harus memenuhi 2 syarat utama. yaitu harus konsisten dengan teori-teori sebelumnya dan harus cocok dengan fakta-fakta empiris Jadi logika ilmiah merupakan gabungan antara logika deduktif dan induktif dimana rasionalisme dan empirisme berdampingan dalam sebuah sistem dengan mekanisme korektif. Metode Ilmiah Pada metode ilmiah. Jadi penganut intuisionisme tidak menegaskan nilai pengalaman inderawi yang bisa menghasilkan pengetahuan darinya. Pengetahuan sintesis a priori. Metode intuisionisme adalah metode untuk memperoleh pengetahuan dalam bentuk perbuatan yang pernah dialami oleh manusia.

B. melakukan pengamatan baik secara teori dan ekperimen untuk menemukan kebenaran.verifikasi ini pada dasarnya terdiri dari langkah-langkah sebagai berikut: a. d. Penarikan kesimpulan yang merupakan penilaian apakah sebuah hipotesis yang diajukan itu di tolak atau diterima. falsification atau operasionalism (experimental opetarion. operation research). Kerangka berpikir yang berintikan proses logico-hypothetico. Kerangka berpikir ini disusun secara rasional berdasrakan premis-premis ilmiah yang telah teruji kebenarannya dengan memperhatikan faktor-faktor empiris yang relevan dengan permasalahan. e.memperkuat hipotesis dibutuhkan dua bahan-bahan bukti yaitu bahan-bahan keterangan yang diketahui harus cocok dengan hipotesis tersebut dan hipotesis itu harus meramalkan bahan-bahan yang dapat diamati yang memang demikian keadaannya. Perumusan masalah yang merupakan pertanyaan mengenai objek empiris yang jelas batasPenyusunan kerangka berpikir dalam pengajuan hipotesis yang merupakan argumentasi yang batasnya serta dapat diidentifikasikan faktor-faktor yang terkait di dalamnya. yang diajukan untuk memperlihatkan apakah terdapat fakta-fakta yang mendukung hipotesis tersebut atau tidak. Hipotesis yang diterima dianggap menjadi bagian dari pengetahuan ilmiah sebab telah memenuhi persyaratan keilmuan yakni mempunyai kerangka penjelasan yang konsisten dengan pengetahuan ilmiah sebelumnya serta telah teruji kebenarannya. Metode hipotetico–deduktif. Dalam . Perumusan hipotesis yang merupakan jawaban sementara atau dugaan terhadap pertanyaan yang Pengujian hipotesis yang merupakan pengumpulan fakta-fakta yang relevan dengan hipotesis diajukan yang materinya merupakan kesimpulan dari kerangka berpikir yang dikembangkan. konfirmasi kemungkinan untuk menemukan kebenaran. KARAKTERISASI METODE ILMIAH Metode ilmiah bergantung pada karakterisasi yang cermat atas subjek investigasi. Pada metode ilmiah dibutuhkan proses peramalan dengan deduksi. menjelaskan hubungan yang mubgkin terdapat antara berbagai faktor yang saling mengkait dan bentuk konstelasi permasalahan. Induksi dan presupposisi/teori untuk menemukan kebenaran fakta. c. b. Menurut AR Lacey untuk menemukan kebenaran yang pertama kali dilakukan adalah menemukan kebenaran dari masalah. Seandainya dalam pengujian terdapat fakta-fakta yang cukup dan mendukung maka hipotesis tersebut akan diterima dan sebaliknya jika tidak didukung fakta yang cukup maka hipotesis tersebut ditolak. Deduksi pada hakikatnya bersifat rasionalistis dengan mengambil premis-premis dari pengetahuan ilmiah yang sudah diketahui sebelumnya.

dari yang mudah dan sederhana sampai yang kompleks. Hasil pengukuran secara ilmiah biasanya ditabulasikan dalam table. 2. C.proses karakterisasi. 3. Replikatif suatu penelitian yang pernah dilakukan harus di uji kembali oleh peneliti lain dan harus memberikan hasil yang sama bila dilakukan dengan metode. Selain itu. ilmuwan mengidentifikasi sifat-sifat utama yang relevan yang dimiliki oleh subjek yang diteliti. penyusunan definisi operasional variable menjadi langkah penting bagi seorang peneliti. LANGKAH-LANGKAH YANG DITEMPUH DALAM METODE ILMIAH Perumusan masalah adalah langkah awal dalam melakukan kerja ilmiah. Pencarian kebenaran harus berlangsung menurut prosedur atau kaidah bekerjanya akal yaitu logika. kriteria. Masalah adalah Perumusan masalah . Prosedur penalaran yang dipakai bias dengan prosedur induktif yaitu cara berpikir untuk menarik kesimpulan umum dari berbagai kasus individual (khusus). 1. Empirik suatu penelitian yang didasarkan pada pengalaman sehari-hari. Hal-hal empirik selalu berubah-ubah sesuai dengan waktu. Logis Suatu penelitian dikatakan benar bila dapat diterima akal dan berdasarkan fakta empirik. Umumnya terdapat empat karakteristik penelitian ilmiah. Proses pengukuran dapat dilakukan terhadap objek yang tidak dapat diakses atau dimanipulasi seperti bintang atau populasi manusia. proses ini juga dapat melibatkan proses penentuan (definisi) dan pengamatan-pengamatan yang dimaksud seringkali memerlukan pengukuran dan perhitungan yang cermat. Agar bersifat replikatif. yaitu: 1. Sistematik Berarti suatu penelitian harus disusun dan dilaksanakan secara berurutan sesuai pola dan kaidah yang benar. Landasan empirik ada tiga yaitu : a) b) c) 4. Digambarkan dalam bentuk grafik atau dipetakan dan diproses dengan penghitungan statistika seperti korelasi dan regresi. yang ditemukan atau melalui hasil cobacoba yang kemudian diangkat sebagai hasil penelitian. Hal-hal empirik tidak bisa secara kebetulan melainkan ada penyebabnya. atau prosedur deduktif yaitu cara berpikir untuk menarik kesimpulan yang bersifat khusus dari pernyataan yang bersifat umum. dan kondisi yang sama. Hal-hal empirik selalu memiliki persamaan dan perbedaan (ada penggolongan atau perbandingan satu sama lain).

Pembatasan diperlukan agar kita dapat fokus dalam menyelesaikan penelitian kita. Rancangan penelitian ini berisi tentang rencana atau hal-hal yang harus dilakukan sebelum. Rumusan masalah hendaknya singkat. Misalnya. Hipotesisi penelitian dapat juga dikatakan sebagai dugaan yang merupakan jawaban sementara terhadap masalah sebelum dibuktikan kebenarannya. saat kamu berada di pantai dan mengamati ombak di lautan. Jawaban tersebut memang masih meragukan dan bersifat sementara. Penelitian yang kita lakukan dapat berupa penelitian deskriptif maupun penelitian . maka perlu dibatasi. Pada saat itu di pikiranmu mungkin timbul pertanyaan. alat dan bahan yang diperlukan dalam penelitian juga harus disiapkan dalam rancangan penelitian. Perumusan hipotesis Ketika kita mengajukan atau merumuskan pertanyaan penelitian. Masalah penelitian dapat di ambil dari masalah yang ditemukan di lingkungan sekitar kita. bagaimanakah cara terjadinya ombak? Untuk dapat merumuskan permasalahan dengan tepat. maka perlu melakukan identifikasi masalah. padat. Perancangan penelitian Sebelum dilakukan penelitian terlebih dahulu harus dipersiapkan rancangan penelitiannya. jelas dan mudah dipahami. Metode penelitian.kesulitan yang dihadapi yang memerlukan penyelesaiannya atau pemecahannya. Rumusan masalah yang Rumusan masalah hendaknya merupakan masalah yang kemungkinan dapat dicari cara terlalu panjang akan sulit dipahami dan akan menyimpang dari pokok permasalahan. 2. antara lain sebagai berikut : a) b) c) Masalah hendaknya dapat dinyatakan dalam bentuk kalimat Tanya. Permasalahan mengapa benda bergerak dapat dicari jawabannya dibandingkan permasalahn apakah dosa dapat diukur. Hal-hal yang harus diperhatikan di dalam merumuskan masalah. baik benda mati maupun makhluk hidup. akan tetapi jawaban tersebut dapat digunakan untuk mengarahkan kita untuk mencari jawaban yang sebenarnya. Oleh karena berupa dugaan maka hipotesis yang kita buat mungkin saja salah. Ileh karena itu.Agar permasalahan dapat diteliti dengan seksama. maka sebenarnya pada saat itu jawabanya sudah ada dalam pikiran. kita harus melakukan sebuah percobaan untuk menguji kebenaran hipotesis yang sudah kita buat 3. Pernyataan yang dirumuskan sebagai jawaban sementara terhadap pertanyaan penelitian disebut sebagai hipotesis penelitian. selama dan setelah penelitian selesai. pemecahannya. mengapa terjadi ombak? Atau.

Populasi merupakan kumpulan/himpunan dari semua objek yang akan diamati ketika melakukan penelitian. Alat.eksperimental. Pelaksanaan penelitian langkah langkah pelaksanaan penelitian adalah sebagai berikut : a) b) 1) a) Persiapan penelitian biasanya diwujudkan dalam pembuatan rancangan penelitian. factual dan akurat mengenai fakta dan sifat-sipat objek yang diselidiki. warna kulit. seperti indra penglihatan (mata). . Pelaksanaan Pengumpulan/pengambilan data Data kualitatif merupakan data yang diperoleh dari hasil pengamatan dengan menggunakan alat indra. Faktor pertama adalah variabel penelitian. sedangkan sampel merupakan himpunan bagian dari populasi. Adapun penelitian eksperimental merupakan penelitian yang menggunakan kelompok pembanding. indra penciuman (hidung). Variabel bebas yaitu variabel yang sengaja mengalami perlakuan atau sengaja diubah dan dapat menentukan variabel lainnya (variabel terikat) Variabel terikat yaitu variabel yang mengalami perubahan dengan pola teratur (dipengaruhi oleh variabel bebas) Variabel control yaitu variabel yang digunakan sebagai pembanding dan tidak mengalami perlakuan atau tidak diubah-ubah selama penelitian. bahan. terdapat beberapa faktor lain yang juga harus diperhatikan. indra pendengaran (telinga).ketebalan daging buah. dan daging buah. Penelitian deskripsi merupakan penelitian yang memberikan gambaran secara sistematis. misalnya penelitian untuk mengetahui populasi hewan komodo yang hidup di Pulau komodo pada tahun 2008. Contoh penelitian eksperimental. dan indra peraba (kulit). misalnya penelitian tentang perbedaan pertumbuhan tanaman di tempat yang terkena matahari dengan pertumbuhan tanaman di tempat yang gelap. sedangkan yang kedua adalah populasi dan sampel. Contoh dari penelitian deskriptif. Contohnya adalah data mengnai berat buah mangga. serta wangi atau aroma buah. Variabel merupakan faktor yang mempengaruhi hasil penelitian. b) Data kualitatif merupakan data yang diperoleh dari hasil pengukuran sehingga akan diperoleh data berupa angka-angka. waktu dan teknik pengumpulan data juga harus dipersiapkan dengan baik. Selain rancangan penelitian. indra pengecap (lidah). tempat. variabel dapat dibedakan menjadi : a) b) c) 4. Contohnya adalah ketika kita melakukan pengamatan buah mangga maka data kualitatif yang dapat kita peroleh adalah mengenai rasa buah. Di dalam penelitian. diameter buah mangga.

dan dapat diuji. tempat dan waktu penelitian.2) Pengolahan data. Metode ilmiah merupakan salah satu cara untuk memperoleh ilmu pengetahuan. Data yang kita peroleh dapat ditulis atau kita nyatakan dalam beberapa bentuk. 3) Menarik kesimpulan. setelah pengolahan data melalui analisis selesai dilakukan maka kita dapat mengetahui apakah hipotesis yang kita buat sesuai dengan hasil penelitian atau mungkin juga tidak sesuai. dan empiris. yang dilakukan melalui metode induktif maupun deduktif. rumusan masalah. bagian kajian teori merupakan bagian yang berisi tentang hasil telaah yang dilakukan oleh peneliti terhadap teori dan hasil-hasil penelitian terdahulu yang berhubungan dengan penelitian yang dilakukan. Kesimpulan yang kita peroleh dari hasil penelitian dapat mendukung hipotesis yang kita buat. setelah data-data yang kita perlukan berhasil dikumpulkan maka tahapan selanjutnya adalah melakukan pengolahan atau analisis data. d) Hasil dan pembahasan penelitian. Beberapa metode lain yang digunakan untuk memperoleh pengetahuan selain metode ilmiah adalah melalui intuisi. pelaksanaan dan akhir dari sebuah penelitian. cara atau teknik pengolahan data. manfaat penelitian dan hipotesis Telaah kepustakaan/kajian teori. alat. Data yang diperoleh disampaikan dalam bentuk grafik. c) Metode penelitian. berisi tentang kesimpulan yang dihasilkan merupakan jawaban terhadp hipotesis yang sudah diuji kebenarannya. tabel . tetapi kesimpulan yang kita ambil harus dapat menjawab permasalahan yang melatarbelakangi penelitian. atau diagram. rasionalisme. seperti table. berisi tentang data hasil penelitian yang berhasil dikumpulkan selama penelitian. populasi dan sampel. tujuan penelitian. . terkontrol. Pelaporan penelitian Sistematika penyusunan laporan penelitian a) b) Pendahuluan berisi tentang latar belakang dilaksanakannya penelitian. objektif. yaitu pembaca dan bagi peneliti lainnya untuk melakukan penelitian-penelitian selanjutnya. Kesimpulan dan saran. [1] METODE ILMIAH DALAM ILMU PENGETAHUAN e) D. bahan. berisi segala sesuatu yang dilakukan oleh peneliti mulai dari persiapan. 5. Selanjutnya kita dapat mengambil kesimpilan dari penelitian yang telah kita lakukan. Metode ilmiah dianggap merupakan metode terbaik untuk mendapatkan pengetahuan karena metode ini menggunakan pendekatan yang sistematis. Bagian metode penelitian berisi tentang teknik pengambilan data. Saran dari peneliti kepada pihak lain. grafik dan diagram.

operasional dan spesifik artinya bahwa teori-teori yang digunakan haruslah jelas. Selanjutnya. Misalnya motivasi yang didefinisikan oleh Robbins sebagai proses yang menjelaskan intensitas. operasional dan spesifik Dapat dibuktikan Sistematis . dan ketekunan seseorang untuk mencapai tujuannya. motivasi ini dioperasionalisasi ke dalam lima dimensi (misalnya :kerja keras. suatu penjelasan dianggap benar jika sesuai dengan pengalaman atau observasi. alat ukur disesuaikan. terkontrol Akurat.Beberapa perbedaan metode ilmiah dengan non ilmiah menurut Shaugnessy dan Zechmeister (dalam Liche Seniati. orientasi masa depan. Dari lima dimensi ini kemudian dijelaskan lagi secara spesifik dalam bentuk indikator. dan dapat diulang. sikap peneliti yang cenderung kritis dan mencari pembuktian. seadanya Tidak akurat Tidak Valid dan reliabel Tidak ada Bias. Misalnya pernyataan ”Langit Mendung Sebentar Lagi Akan Hujan”. 10 Sifat Penelitian Dari uraian di atas. sistematis. teori yang jelas. mencaribukti Dapat diulang. Teori yang jelas. Skeptis. Objektif Kritis. empirisme akan selalu sesuai dengan kenyataan karena kenyataan selalu dapat dialami dan diobservasi. Pernyataan ini didasarkan pada pengalaman terdahulu yang dapat diobservasi atau dialami semua orang. Hipotesis yang dapat dibuktikan artinya hipotesis (dugaan sementara) yang diajukan oleh peneliti harus dapat dibuktikan melalui suatu pengujianhipotesis yang metode / tekniknya .Artinya. dkk. 2005:10) antara lain : NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 ASPEK Pendekatan masalah Konsep/Teori Hipotesis Observasi gejala Alat Ukur Pengukuran Kontrol Pelaporan Hasil Penelitian Sikap Peneliti Intuitif Ambigu dengan arti yangberlebihan Tidak dapat dibuktikan Tidak terkontrol. perhatian terhadap validitas dan reliabilitas. Subjektif Apa adanya Tidak dapat diulang NON ILMIAH ILMIAH Empiris Jelas. arah. Secara sederhana. objektif. usaha untuk maju). ketekunan. tepat. tingkat cita-cita tinggi. operasional dan spesifik. operasional (dapat diukur) dan spesifik. dapat dibuktikan. dapat disimpulkan bahwa kata kunci dari metode ilmiah adalah empiris. Empiris menekankan bahwa setiap pernyataan harus dapat dibuktikan. sesuai Valid dan reliabel Selalu dilakukan Tdk Bias.

dan lain-lain. . Alat ukur atau instrumen yang digunakan haruslah tepat. dan berbagai aturan dalam pengujian hipotesis ilmiah. Misalnya penelitian tentang pengaruh motivasi terhadap hasil belajar. Misalnya untuk mengukur motivasi belajar maka instrumen yang digunakan dapat berupa angket atau lembar observasi. dan lain-lain. jenis data. Adanya kontrol yang ketat ini untuk meminimalisir pengaruh variabel lain (misalnya : Inteligensia) dengan cara memperhatikan homogenitas subjek penelitian atau subjek diambil dengan karakteristik yang relatif homogen baik dalam hal IQ. Observasi yang terkontrol artinya setiap tindakan observasi yang dilakukan terkontrol secara ketat dan sistematis. Usia.disesuaikan dengan jenis penelitian.

Terdapat empat karakteristik penelitian ilmiah. dan kata “kovos” berarti cara perjalanan. 2. perjalanan sesudah. Metode ilmiah bergantung pada karakterisasi yang cermat atas subjek investigasi. Dalam proses karakterisasi. ilmuwan mengidentifikasi sifat-sifat utama yang relevan yang dimiliki oleh subjek yang diteliti. arah. 8. 7. Metode merupakan kajian atau telaah dan penyusunan secara sistematik dari beberapa proses dan asas-asas logis dan percobaan yang sistematis yang menuntun suatu penelitian dan kajian ilmiah.PENUTUP KESIMPULAN Kata metode berasal bahasa Yunani yaitu kata “methos” yang terdiri dari unsur kata berarti cara. 5. 4. yaitu: 5. 6. 1. 3. Sistematik Logis Empirik REPLIKATIF Perumusan masalah Perumusan hipotesis Perancangan penelitian Pelaksanaan penelitian Pelaporan penelitian Langkah-langkah yang ditempuh dalam metode ilmiyah .

Andi Hakim.Yogyakarta : Kanisius sumber : http://arouf11151. Epistemologi Ilmu. Tanggung Jawab Pengetahuan Mempertimbangkan Epistimologi Secara Kultural .com/2012/11/filsafat-ilmumetode-ilmiah. Jakarta: Sinar Harapan Watloly. Yogyakarta: Fakultas Filsafat Universitas Gadjah Mada Hardono.DAFTAR PUSTAKA Hamami. 1997. Jakarta: Yayasan Idayu Nasution. Jakarta: Litera Antar Nusa Saebani. Mochtar.. Manusia Indonesia. Hadi. Bandung: CV PUSTAKA SETIA Suriasmantri. Filsafat Ilmu Sebuah Pengantar Populer. Bandung: Mizan Lubis. 1997. filsafat ilmu kontemplasi filosofis tentan seluk beluk sumber dan tujuan ilmu pengetahuan. Mulyadi. Drs. Beni Ahmad . Abbas. 2005. Pengantar Epistemologi Islam. Epistemologi. Pengantar Filsafat Sains.html . Filsafat Pengetahuan. 1978.blogspot. 2000. Anoliab. 1988. 2009. Jujun S. Yogyakarta:Kanisius Kartanegara. 2003.

Metode Ilmiah Metode ilmiah merupakan prosedur dalam mendapatkan pengetahuan yang disebut ilmu. Metodologi ilmiah merupakan pengkajian dari peraturan-peraturan yang terdapat dalam metode ilmiah. . Karakteristik itu adalah sifat rasional dan teruji. (ii) harus cocok dengan fakta-fakta empiris. Jadi teori ilmiah harus memenuhi dua syarat utama (i) harus konsisten dengan teori-teori sebelumnya. Di sinilah berarti metode ilmiah menggabungkan pendekatan rasional dan pendekatan empiris. Epistemologi juga membahas apakah sumber-sumber pengetahuan? Apa hakikat. tidak terjadi kontradiksi dengan teori keilmuwan secara keseluruhan. Metode merupakan suatu prosedur mengetahui sesuatu yang mempunyai langkah-langkah yang sistematis. Metodologi masuk dalam epistemologi yang membahas mengenai bagaimana kita mendapat pengetahuan. jangkauan dan ruang lingkup pengetahuan? Apakah manusia dimungkinkan mendapatkan pengetahuan? Sampai tahap mana pengetahuan mungkin ditangkap manusia? Metode ilmiah merupakan ekspresi mengenai cara bekerja pikiran yang mempunyai karakteristik tertentu yang diminta pengetahuan ilmiah. Metode ilmiah menggabungkan cara berpikir deduktif dan induktif.

Penyusunan kerangka berpikir Kerangka berpikir ini disusun berdasarkan premis-premis ilmiah yang telah teruji kebenaranya yang menjelaskan hubungan yang mungkin antara faktor yagn saling berkait dalam konstelasi permasalahan. Teori merupakan pengetahuan ilmiah yang mencakup penjelasan mengenai suatu faktor tertentu dari sebuah disiplin keilmuwan. Kadang fakta ini sederhana dan bisa ditangkap oleh panca indera. Ilmu bersifat menjelaskan berbagai gejala alam yang memungkinkan manusia melakukan serangkaian tindakan unuk menguasai gejala tersebut berdasarkan penjelasan tersebut. Fakta – fakta ini harus relevan dengan hipotesis yagn kita ajukan. Jadi hipotesis merupakan dugaan sementara terhadap permasalahan yang sedang kita hadapi. 5. Dan berdasarkan ramalan tersebut kita bisa melakukan upaya untuk mengontrol agar ramalan itu terjadi atau tidak. Hipotesis yang diterima kemudian dianggap menjadi bagian dari pengetahuan ilmiah sebab telah memenuhi persyaratan keilmuwan.Sebelum teruji secara empiris. 4. Dengan jembatan hipotesis ini maka metode ilmiah sering dikenal sebagai proses logico-hypothetico-verifikasi. Alur berpikir dari metode ilmiah adalah sbb : 1. Struktur Pengetahuan Ilmiah Sebuah hipotesis yang telah teruji secara formal diakui sebagai pernyataan pengetahuan ilmiah yang baru yang memperkaya khazanah ilmu yang telah ada. Hipotesis yang telah teruji kebenarannya segera menjadi teori ilmiah yang kemudian dijadikan premis dalam mengembangkan hipotesis-hipotesis selanjutnya. Contoh teori ekonomi makro dan mikro. Kebenaran ilmiah masa lalu belum menjadi kebenaran ilmiah sekrang. Proses induksi mulai memegang peranan penting pada tahap verifikasi atau tahap pengujian hipotesis. Pada tahap ini proses dikumpulkan fakta-fakta empiris untuk menilai apakah suatu hipotesis ini didukung fakta atau tidak. Seperti dalam fisika nuklir. Penjelasan keilmuwan memungkinkan kita meramalkan apa yang akan terjadi. Pengujian hipotesis Pengumpulan fakta-fakta yang relevan dengan hipotesis yang diajukan. Sering sekali suatu hipotesis baru bisa dibuktikan beberapa lama kemudian setealah ditemukan alat untuk membantu mengeumpulkan fakta yang bersangkutan. penjelasan rasional yagn diajukan statusnya hanya bersifat sementara yang biasa disebut hipotesis. Kadang-kadang kita membutuhkan instrumen yang rumit untuk membantu panca indera kita. Hipotesis ini disusun secara deduktif mengambil premis-premis pengetahuan ilmiah yang sudah diketahui sebelumnya. Hipotesis berfungsi sebagai petunjuk jalan yagn membantu dalam melakukan penyelidikan. Perumusan masalah Merupakan pertanyaan mengenai objek empiris yang diidentifikasikan faktor-faktor yang terkait di dalamnya. Perumusan hipotesis Merupakan kesimpulan dari kerangka berpikir yang merupakan jawaban sementara atas dugaan pertanyaan yang diajukan. Penarikan kesimpulan Penilaian apakah sebuah hipotesis ditolak atau diterima berdasarkan fakta yang ditemukan. Sifat pragmatis ilmu menjadi keleibihan sekaigus kekurangan ilmu. Namun kebenaran ilmu juga diintai oleh kesalahan. Namun ilmu dapat memberi jawaban postitif terhadap permasalahan dalam jangka waktu tertentu. 3. 2. teori mekanika Newton atau teori .

Maka dapat disimpulkan bahwa metodologi ilmiah merupakan pengkajian dan peraturan-peraturan yang terdapat dalam metode ilmiah. metode merupakan suatu prosedur atau cara mengetahui sesuatu yang mempunyai langkah-langkah yang sistematis. Postulat adalah pernyataan yang diterima begitu saja kebenarannya walau tanpa pembuktian empiris. Metodologi ini secara filsafati termasuk dalam apa yang dinamakan Epistemologi. Sumber : http://catatannana. Teori menjelaskan “mengapa” gejala-gejala terjadi sedangkan hukum memberitahukan atau meramalkan “apa” yang mungkin terjadi. Akan tetapi. Syarat-syarat yang harus dipenuhi agar suatu pengetauan dapat disebut ilmu tercantum dalam apa yang dinamakan dengan metode ilmiah. Epistemologi . Metodologi merupakan suatu pengkajian dalam mempelajari peraturan-peraturan dalam metode tersebut.html Metode ilmiah merupakan prosedur dalam mendapatkan pengetahuan yang disebut ilmu. Sedangkan asumsi adalah pernyataan yang kebenarannya dapat diuji.com/2011/01/epistemologi-ii-metode-ilmiah. Dapat disimpulkan bahwa ilmu merupakan pengetahuan yang didapatkan lewat metode ilmiah. Prinsip adalah pernyataan yang bersifat umum bagi sekelompok gejala-gejala tertentu. Hukum pada hakikatnya merupakan pernyataan yang menyatakan hubungan antara dua buah variabel atau lebih dalam hubungan sebab-akibat.relativitas Einstein.blogspot. Dalam teori keilmuwan kita juga mengenal prinsip. Menurut Senn. tidak semua pengetahuan dapat disebut ilmu sebab ilmu merupakan pengetahuan yang cara mendapatkannya harus memenuhi syarat-syarat tertentu. atau prinsip kekekalan energi. Contoh dalam teori ekonomi mikro terdapat hukum tentang permintaan dan penawaran. Sebuah teori biasanya terdiri dari hukum-hukum. Contony aprinsip ekonomi. Ada pula referensi lain yang menyebutkan bahwasanya metode ilmiah merupakan sintesis antara berpikir rasional dan bertumpu pada data emperis. Kadang kita perlu postulat untuk menentukan titik awal.

Pada dasarnya ilmu dibangun secara bertahap dan sedikit demi sedikit di mana para ilmuwan memeberikan sumbangannya menurut kamampuannya. 2. . Sampai tahap mana pengetahuan yang mungkin untuk dijangkau oleh manusia?. Seperti diketahui. dan instrumen laboratorium. yaitu pola probabilistik. meskipun secara kualitatif beberapa orang jenius seperti Newton atau Einstein merumuskan landasan-landasan baru namun kesemuanya itu bersifat mendasar. fungsional atau teologis. maka perlu sekurang-kurangnya dua bahan-bahan bukti yang bisa mendukungnya: (1) Bahan-bahan keterangan yang diketahui harus cocok dengan hipotesa tersebut. 3. jangkauan. Kerangka berpikir ilmiah yang berintikan proses logico-hypotheticoverifikasi ini pada dasarnya terdiri dari langkah-langkah sebagai berikut: 1. berpikir adalah kegiatan mental yang menghasilkan pengetahuan. secara serentak. maka metode ilmiah mencoba menggabungkan cara berpikir deduktif dan cara berpikir induktif dalam membangun tubuh pengetahuannya. Dengan cara bekerja ini maka pengetahuan yang dihasilkan diharapkan mempunyai karakteristik-karakteristik tertentu yang diminta oleh pengetahuan ilmiah. Dalam hal ini. ilmu pengetahuan dikembangkan dengan menerapkan baik logika induktif maupun logika deduktif. Dalam metode ilmiah. matematika. Kerangka berfikir ini disusun secara rasional berdasarkan premis-premis ilmiah yang telah teruji kebenarannya dengan memperhatikan faktor-faktor empiris yang relevan dengan permasalahan.merupakan pembahasan mengenai bagaimana kita mendapatkan pengetahuan: Apakah sumber-sumber pengetahuan?. Alur yang tercakup dalam metode ilmiah dapat dijabarkan dalam beberapa langkah-langkah yang mencerminkan tahap-tahap dalam kegiatan ilmiah. Adapun selaku alat atau media operasionalisasi metode ilmiah adalah bahasa. dan ruang lingkup pengetahuan?. Apakah manusia dimungkinkan untuk mendapatkan pengetahuan?. Sebaliknya bila ternyata bahwa sebuah pengetahuan ilmiah yang baru adalah benar. serta genetik. Tidaklah benar bahwa ilmu dikembangkan hanya oleh para jenius saja yang bergerak dalam bidang keilmuan. Metodologi ilmiah merupakan ekspresi mengenai cara bekerja pikiran. Metode ilmiah mempunyai mekanisme umpan balik yang bersifat korektif yang memungkinkan upaya keilmuan menemukan kesalahan yang mungkin diperbuatnya. Ilmu secara kuantitatif dikembangkan oleh masyarakat keilmuan secara keseluruhan. maka pernyataan yang terkandung dalam pengetahuan ini dapat dipergunakan sebagai premis baru. Apakah hakikat. Perumusan Masalah yang merupakan pertanyaan mengenai obyek empiris yang jelas batas-batasnya serta dapat diidentifikasikan faktor-faktor yang terkait di dalamnya. Perumusan hipotesis yang merupakan jawaban sementara atau dugaan terhadap pertanyaan yang diajukan yang materinya merupakan kesimpulan dari kerangka berfikir yang dikembangkan. yang bila kemudian ternyata dibenarkan dalam proses pengujian akan menghasilkan pengetahuanpengetahuan ilmiah yang baru pula. Penyusunan kerangka berfikir dalam pengajuan hipotesis yang merupakan argunetasi yang menjelaskan hubungan yang mungkin terdapat antara berbagai faktor yang saling mengkait dan membentuk permasalahan. Dalam buku lain ditambahkan lagi beberapa pola. Jika suatu hipotesa dirumuskan.

sekiranya dalam proses pengujian tidak terdapat fakta yang cukup mendukung hipotesis maka hipotesis itu ditolak. Keseluruhan langkah ini harus ditempuh agar suatu penelaahan dapat disebut ilmiah. Sebaliknya. melainkan juga imajinasi dan juga kreativitas. Penarikan kesimpulan yang merupakan penilaian apakah sebuah hipotesis yang diajukan itu ditolak atau diterima. Hipotesis yang diterima kemudian dianggap menjadi bagian dari pengetahuan ilmiah sebab telah memenuhi persyaratan keilmuan yakni memiliki kerangka penjelasan yang konsisten dengan pengetahuan ilmiah sebelumnya serta telah teruji kebenarannya. Pengujian hipotesis yang merupakan pengumpulan fakta-fakta yang relevan dengan hipotesis yang diajukan untuk memperlihatkan apakah terdapat faktafakta yang mendukung hipotesis tersebut atau tidak. Hubungan antara langkah yang satu dengan langkah yang lainnya tidak terikat secara statis melainkan bersifat dinamis dengan proses pengkajian ilmiah yang tidak semata-mata mengandalkan penalaran. Dengan jalan ini diharapkan diprosesnya pengetahuan yang bersifat konsisten dengan pengetahuan-pengetahuan yang sebelumnya serta teruji kebenarannya secara empiris. Sumber : http://aftanet.html . namun sekaligus juga merupakan landasan koneksi bagi langkah yang lain.blogspot. Sekiranya dalam proses pengujian terdapat fakta yang cukup yang mendukung hipotesis maka hipotesis itu diterima. Pengertian kebenaran disini harus ditafsirkan secara fragmatis artinya bahwa sampai saat ini belum terdapat fakta yang menyatakan sebaliknya. di mana langkah yang satu merupakan landasan bagi langkah berikutnya.dan (2) hipotesa itu harus meramalkan bahan-bahan keterangan yang sedang diamati.com/2011/05/metode-ilmiah. Meskipun langkah-langkah ini secara konseptual tersusun dalam urutann yang teratur. Sering terjadi bahwa langkah yang satu bukan saja landasan bagi langkah yang berikutnya. 5. namun dalam prakteknya sering terjadi lompatan-lompatan. 4.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful